<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823</atom:id><lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2025 09:16:05 +0000</lastBuildDate><category>Kelas V</category><category>IPS</category><category>Matematika</category><category>Kelas IV</category><category>IPA</category><category>SBdP</category><category>Bahasa Indonesia</category><category>PKn</category><category>Kesenian</category><category>Kurikulum</category><category>RPP</category><title>SangPangemong</title><description></description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-1557659238093682999</guid><pubDate>Tue, 03 Feb 2015 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:04:38.958+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SBdP</category><title>Teknik Pembuatan Keramik</title><description>Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekayaan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman produk kerajinan Indonesia. Bahan alam sebagai salah satu bahan dasar kerajinan banyak tersebar di bumi Indonesia. Bahan alam tersebut dimanfaatkan sebagai produk kerajinan yang memiliki kekhasan dari setiap daerah. Sejak dulu masyarakat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat untuk kebutuhan hidup sehari-hari sebagai kebutuhan rumah tangga. Kini kerajinan berkembang fungsinya dapat sebagai hiasan, baik interior, maupun eksterior.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah keramos (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran. Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk. Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600 oC sampai 1.300 oC sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Bahan dan Alat Pembuatan Keramik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Bahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tanah liat (Clay ) Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasir Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Feldspar Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar. Bahan lainnya yaitu :&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaolin Nama kaolin berasal dari bahasa cina, kauling yang berarti pegunungan tinggi, yaitu gunung yang terletak dekat Jakhau Cina yang tanah lempungnya sudah dimanfaatkan dalam pembuatan keramik sejak beberapa abad lalu. Kaolin adalah tanah liat putih yang mempunyai mutu penyusutan yang baik selama pengeringan dan pembakaran. Clay jenis ini merupakan clay yang paling penting dalam pembuatan keramik dan paling putih di antara clay lainnya, karena kandungan besinya yang paling rendah. Sifat-sifat kaolin : Tidak terlalu plastis, Kekuatan keringnya rendah, Titik leburnya 1700oC-1785oC, Dalam keadaan kering berwarna putih, Memberi warna putih pada masse badan keramik, dan Setelah dibakar berwarna putih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuarsa Kuarsa adalah mineral yang berasal dari batuan beku asam metamorf dan sedimen, dalam bentuk dengan komposisi sebagian besar berupa silika dan terdapat pada sebagian batu pasir kuarsa. Fungsi kuarsa di dalam pembuatan keramik pengarah benang adalah : Tidak mengurangi keplastisan dan penyusutan pada bodi keramik, Mengurangi susut kering dan susut bakar dari tanah liat, Memudahkan air untuk menguap sewaktu proses pengeringan dan proses pembakaran, Memberi sifat kuat pada barang-barang yang dibuat dan dapat mencegah perubahan bentuk pada waktu dibakar, dan Dapat mengurangi daya memuai dari benda yang sudah jadi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Alat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Macam-macam alat untuk membentuk keramik, yaitu;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang masih basah dari meja putar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita buat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau keramik berglasir.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXQsjTaElOlma_5oy6LAjC1zRA9JfBt8if_fNo8BUey_pdQx44DshfuquagdaN29gNTMW4m_UA6t8LIO2pzMYGqFLb7qjVnqsLpj5ZLV1eS4ilLHWWioywlOyzllrfmKEs4AWvjt64eiRm/s1600/alat_pembuat_keramik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXQsjTaElOlma_5oy6LAjC1zRA9JfBt8if_fNo8BUey_pdQx44DshfuquagdaN29gNTMW4m_UA6t8LIO2pzMYGqFLb7qjVnqsLpj5ZLV1eS4ilLHWWioywlOyzllrfmKEs4AWvjt64eiRm/s1600/alat_pembuat_keramik.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Alat-alat Pembuatan Keramik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;B. Teknik dalam Pembuatan Kerajinan Keramik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Teknik Pijit Tekan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan. Cara membuat keramik dengan teknik pijit tekan antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pijit tanah dengan ibu jari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan tanah kemudian diputar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk leher dengan ibu jari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat tutup dengan cara yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengukur tutup dengan badan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxVCMuJ1GAGeMiG9QXw3eL1KtCIljcZLqn7r68kviSLS_f3Hv76sxjTFfe5HSx79hzlI8RvrcKapD5gfl_eaiwXep6cJpR4HgEmH7ARI5aKZ3L3NvSc7ph7Qq5PtmwJBEmhINWplSz2Ca8/s1600/teknik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxVCMuJ1GAGeMiG9QXw3eL1KtCIljcZLqn7r68kviSLS_f3Hv76sxjTFfe5HSx79hzlI8RvrcKapD5gfl_eaiwXep6cJpR4HgEmH7ARI5aKZ3L3NvSc7ph7Qq5PtmwJBEmhINWplSz2Ca8/s1600/teknik.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Teknik Pembuatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;2. Teknik Pilin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah. Cara membuat keramik dengan teknik pilin antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buat pilinan di atas meja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat lempengan lingkaran sebagai alas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lilitkan pilinan di atas lempengan Rapikan menggunakan butsir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesaikan bentuk dengan pilinan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Teknik Lempengan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.Cara membuat keramik dengan teknik lempengan bentuk persegi antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gulung lempengan dengan cetakan silinder.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Potong kelebihan tanah menggunakan butsir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ratakan tanah dan beri alas lingkaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satukan 3 sisi lempengan dengan lem tanah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tambahkan sisi lainnya dan satukan dengan cara yang sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan butsir rapikan bentuk persegi dengan hati-hati&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Teknik Cetak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dalam jumlah yang banyak, dan waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak meliputi: cetak padat dengan teknik press (tekan) dan cetak basah atau cair dengan teknik cor.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tekan tanah ke dalam cetakan gips.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Angkat tanah hasil cetakan menggunakan tanah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rapikan bentuk menggunakan tusuk gigi.Tuang tanah cair ke dalam cetakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diamkan beberapa menit, lalu tuang sisa tanah cair dari cetakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Balik cetakan untuk membersihkan sisa tanah cair.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buang sisa tanah yang tidak perlu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Copot cetakan dari tanah. Rapikan benda hasil cetakan dengan butsir.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Tahapan Pembuatan Keramik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pengolahan Bahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 –100 mesh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pembentukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pengeringan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pembakaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat. Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pengglasiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2015/02/teknik-pembuatan-keramik.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXQsjTaElOlma_5oy6LAjC1zRA9JfBt8if_fNo8BUey_pdQx44DshfuquagdaN29gNTMW4m_UA6t8LIO2pzMYGqFLb7qjVnqsLpj5ZLV1eS4ilLHWWioywlOyzllrfmKEs4AWvjt64eiRm/s72-c/alat_pembuat_keramik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-6640828517450052935</guid><pubDate>Sun, 01 Feb 2015 14:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:09:10.547+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesenian</category><title>Menggambar Model</title><description>Menggambar model adalah menggambar dengan melihat model obyek manusia yang ditempatkan secara langsung di hadapan penggambar. Menggambar model merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan, tumbuh- tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Komposisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Komposisi Simetris. Benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanannya dan memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komposisi Asimetris. Pada posisi asimetris, benda diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun ukurannya namun demikian masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan antarbenda atau objek gambar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komposisi Sentral. Pusat perhatian benda atau objek model gambar terletak di tengah- tengah bidang gambar. Penempatan modeldiatur sesuaidengan proporsi bentukmodel dan diatur seimbangdan memiliki kesatuan antarbenda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Proporsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang dapat diamati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. Keseimbangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d. Kesatuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kesatuan adalah keserasian dalam pengaturan objek gambar sehingga benda-benda yang diatur satu sama lain memiliki kesan ruang, kedalaman, dan antarobjek gambar saling mendukung sehingga akan menghasilkan gambar yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Unsur-Unsur dalam Menggambar Model&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlu juga diperhatikan bahwa menggambar model membutuhkan kemampuan dalam menggunakan unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, bidang, tekstur, gelap terang (pencahayaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Garis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Garis meupakan pertemuan dari beberapa titik. Garis dapat dibagi menjadi 2 (Dua), yaitu: Garis Alamiah, yaitu garis cakrawala alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit. Garis Buatan, terdiri dari:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Garis yang sengaja dibuat, contohnya garis hitam pada gambar ilustrasi untuk menciptakan bentuk dan sosok (figur);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Garis yang tidak sengaja dibuat, timbul karena diciptakan dua bidang dengan warna barik (tekstur) yang berbeda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi Garis dalam seni rupa:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memberikan representasi atau citra struktur, bentuk, dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontour) yang berfungsi sebagai batas/tepi gambar;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm), dan nilai arah (dirrection). Garis ini disebut juga garis grafis;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sifat garis (berkaitan dengan jenis garis):&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tenang, statis, atau stabil;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang, dan ragu;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama, dan santai.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bidang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bidang dalam seni rupa merupakan perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan dari beberapa garis. Bidang dibedakan menjadi Dua, yaitu: Bidang alamiah, contohnya bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut, dsb. Bidang buatan, dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bidang yang sengaja dibuat, misalnya: bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran, dsb;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang yang tidak sengaja diibuat timbul karena pembubuhan warna, cahaya, atau barik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat bidang:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bidang horizontal dan vertikal yang memberikan kesan tenang, statis, stabil, dan gerak;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang bundar yang memberikan kesan kadang stabil, kadang gerak;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang segitiga yang memberikan kesan statis maupun dinamis;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bidang bergelombang (cekung dan cembung) yang memberikan kesan irama dan gerak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ruang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ruang sebenarnya tidak dapat dilihat (khayalan) atau hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam kekosongan atau kehampaan. Misalnya ruang yang ada di sekeliling benda, ruang yang dibatasi oleh bidang dinding rumah, ruang yang terjadi karena garis pembatas pada kertas. Ruang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: Ruang alamiah merupakan ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam; Ruang yang diciptakan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ruang interior dan eksterior sebuah bangunan yang dapat memberikan suasana sesuai keinginan, seperti sebuah masjid atau gereja (disengaja);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruang yang timbul karena pemnempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan (tidak disengaja).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi ruang:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesan trimatra (3 dimensi). Seperti kesan kedalaman, jarak, dan plastisitas sebuah lukisan alam;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menekankan nilai ekspresi (irama, gerak, kepadatan, dan kehampaan), seperti pada karya arsitektur dan seni patung;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang dalam almari, dsb.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat ruang:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ruang terbuka atau ruang tak terbatas, yaitu ruang yang berada di luar/di sekeliling benda, seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/kelanggengan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang yang berada dalam batasan benda, seperti ruang eksterior bangunan atau ruang patung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruang perlambangan, yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar (macrocosmos);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna seperti pada lukisan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bentuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kata bentuk dalam seni rupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata. Bentuk hadir sebagai manifestasi fisik objek yang dijiwai dan disebut sebagai sosok (dalam bahasa Inggris disebut form). Misalnya membuat bentuk manusia, binatang, tumbuhan, dsb. Ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada karya seni rupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis (penerapan). dalam hal ini bentuk yang diciptakan sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form).Selain tiu, bentuk juga diciptakan sebagai ungkapan perasaan (ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jenis dan sifat bentuk:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bentuk organik, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang mengingatkan pada bentuk makhluk hidup. seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk dwi-matra, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang terbatas pada bidang. Bentuk yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan lukisan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk tri-matra, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, seperti pada bentuk patung dan bangunan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk diam dan bergerak (statis dan kinetis) seperti pada patung dan mobil;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan dan patung;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gelap dan Terang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gelap dan terang merupakan akibat dari cahaya. Benda terlihat gelap jika tidak terkena cahaya. sebaliknya, benda akan terlihat terang jika terkena cahaya. Cahaya yang dapat mempengaruhi nilai keindahan karya seni dibagi menjadi dua, yaitu: Cahaya alamiah, yaitu cahaya sebagai unsur alam, seperti sinar matahari, bulan, petir, dan api; cahaya buatan manusia, seperti cahaya lampu, baterai, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada karya seni rupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis. Artinya, untuk memperindah kehadiran unsur-unsur seni rupa lainnya. Peralihan dari gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fungsi gelap dan terang (value):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan nilai ekspresi. Misalnya untuk menampilakn kesan dramatis pada tulisan, seperti tema peperangan dengan ungkapan gelap terang;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan nilai emosi. Misalnya cahaya yang menembus jendela kaca patri yang menimbulkan kesan khidmat pada interior masjid;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan kesan trimatra atau plastis bagi benda. Dalam hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alat dan Bahan Menggambar Model&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIk47j7O01G2qQ0FZiPbEOmho-BVdZv3ATb_C0nqmYswXKV2z_ldyx-A7deSwDyQk4KNQBMCGnjWapj1HBcIhfap0Lr8-sqt5p0xBgJA7SKTj2tfjT26RjSpEiosKlLJEY7W_8J7OMsNw/s1600/alat_gambar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIk47j7O01G2qQ0FZiPbEOmho-BVdZv3ATb_C0nqmYswXKV2z_ldyx-A7deSwDyQk4KNQBMCGnjWapj1HBcIhfap0Lr8-sqt5p0xBgJA7SKTj2tfjT26RjSpEiosKlLJEY7W_8J7OMsNw/s1600/alat_gambar.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakandalam menggambar model dapat di jumpai dalam berbagai ukuran dan jenis barang seperti pensil,penghapus, kertas dan sebuah papan gambar.Barang-barang ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pensil.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pilihlah yang berukuran 2H-H (keras), HB (medium), dan B-2B (lunak). Gunakan peraut pensil untuk memperuncing ujung pensil. Kita juga bisa menggunakan sepotong kecil kertas amplas untuk mempermudah mengatur keruncingan pensil sesuai dengan kebutuhan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penghapus.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pilihlah penghapus yang lunak dan lentur untuk membersihkan garis-garis pensil tanpa merusak kertas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kertas.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Gunakan kertas gambar sesuai dengan kebutuhan, jangan terlalu tipis dan usahakan yang memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas dapat digunakan untuk menggambar model seperti kertas ukuran standar (A3, A4, kwarto). Untuk latihan, bisa juga menggunakan kertas buram.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pensil Warna.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Penggunaan pensil warna dapat dilakukan dengan cara mengarsir atau memblok warna. Tekanan pada penggunaan pensil sangat memengaruhi ketajaman warna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Krayon.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bahan krayon terdiri dari dua macam, yaitu bahan berbasis kapur dan minyak (lilin).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cat Air.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bentuk cat air terdiri atas bentuk tube dan batangan. Pada bentuk tube menggunakan palet sedangkan cat air dalam bentuk batangan dapat langsung digunakan di kemasannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2015/02/menggambar-model.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIk47j7O01G2qQ0FZiPbEOmho-BVdZv3ATb_C0nqmYswXKV2z_ldyx-A7deSwDyQk4KNQBMCGnjWapj1HBcIhfap0Lr8-sqt5p0xBgJA7SKTj2tfjT26RjSpEiosKlLJEY7W_8J7OMsNw/s72-c/alat_gambar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-7344572857521878236</guid><pubDate>Tue, 21 Oct 2014 10:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:12:45.617+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Permainan Bola Voli Mini</title><description>Bola voli mini adalah modifikasi dari permainan bola voli standar. Bola voli mini &amp;nbsp;mengembangkan peraturan-peraturan bola voli standar. Agar menarik dan lebih mudah dilakukan anak-anak usia 9 sampai 13 tahun. Bola voli mini dimainkan di &amp;nbsp;lapangan dengan ukuran panjang 12 meter dan lebar 4,5 meter. Tinggi net (jaring) &amp;nbsp;2,10 m bagi tim putra dan 2 m bagi tim putri. Bola sesuai dengan kriteria yang &amp;nbsp;tertera pada peraturan biasa, hanya lebih ringan (± 200 gram). Teknik permainan &amp;nbsp;bola voli mini sama dengan permainan bola voli standar, yaitu ada servis, passing, &amp;nbsp;smash, dan membendung (blocking).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Servis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Servis adalah pukulan bola pertama untuk memenuhi suatu permainan atau ketika terjadi &amp;nbsp;bola mati &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQwmEZTt_psbTp1RPJEpjWNJ-KPAwG64M5WZO3GYg4XUyaiMsdd7vJEW594C6kxOOuDHK6nj9RUOn3UXKNTAKn-SYZmKqQP06LOdXE13RNX9sazDlzBzZQktsZ0p0_oSscTbTGW7eF2uzB/s1600/bola_volley.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQwmEZTt_psbTp1RPJEpjWNJ-KPAwG64M5WZO3GYg4XUyaiMsdd7vJEW594C6kxOOuDHK6nj9RUOn3UXKNTAKn-SYZmKqQP06LOdXE13RNX9sazDlzBzZQktsZ0p0_oSscTbTGW7eF2uzB/s1600/bola_volley.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
dan perpindahan bola. Pukulan servis sebagai pukulan awal untuk mendapatkan poin dalam pertandingan. Oleh karena itu, menguasai servis dengan baik sangat penting. Berikut ini, jenis-jenis servis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Servis bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara melakukan servis bawah adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;a. Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;b. Badan agak condong ke depan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;c. Tangan kiri memegang bola, tangan kanan diayun ke belakang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;d. Bola sedikit dilambungkan dan dipukul dengan tangan kanan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;e. Setelah memukul, kaki kanan melangkah ke depan, dan masuk lapangan dengan mengambil posisi siap.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Servis atas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara melakukan servis atas adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Posisi badan tegak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tangan kiri memegang bola.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tangan kanan diayun ke belakang kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lambungkan bola di atas kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pukullah bola dengan telapak tangan atau kepalan tangan ketika berada di depan atas kepala.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Passing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Passing adalah cara menerima atau mengoperkan bola kepada teman satu regu. Selain itu, passing merupakan suatu langkah awal untuk menyusun pola serangan. Berikut ini jenis-jenis passing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Passing atas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara melakukan passing atas adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kedua kaki dibuka selebar bahu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua lutut ditekuk dengan badan merendah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua lutut sikapnya mengeper.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua tangan ditekuk dengan kedua telapak tangan dan jari-jari membentuk cekungan seperti mangkuk setengah lingkaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Passing bola ke atas saat berada di atas depan dahi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua lengan diluruskan dengan gerakan ekspresif mendorong bola.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ibu jari, jari tengah, dan telunjuk yang dominan melakukan dorongan bola.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Passing bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara melakukan passing bawah adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kedua kaki dibuka selebar bahu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua lutut ditekuk dengan badan condong sedikit ke depan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua lutut digerakkan mengeper dan rileks.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua tangan berpegangan, telapak tangan kiri memegang punggung telapak tangan kanan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ayunkan kedua lengan ke depan arah datangnya bola.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perkenaan bola di atas pergelangan tangan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. Smes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Smes adalah pukulan keras yang menukik dan mematikan. Bola dipukul ke lapangan lawan melewati atas net. Sementara itu pihak lawan mengalami kesulitan untuk mengembalikan bola. Smes merupakan gerakan yang kompleks meliputi gerakan melangkah, tolakan untuk meloncat, memukul bola, saat melayang di udara, dan saat mendarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara melakukan smes adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Awalan tiga langkah ke depan di belakang net.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lutut direndahkan ke bawah mengeper.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua tangan di belakang badan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan tolakan kedua kaki ke atas sambil mengayunkan tangan ke depan atas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Songsong bola dan pukul dengan keras ke lapangan lawan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pendaratan dengan kedua kaki mengeper.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d. Cara membendung (blok)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Blok adalah usaha menahan/membendung pukulan smes dengan menjulurkan tangan ke atas net. Blok merupakan benteng pertahanan utama untuk menahan serangan pihak lawan. Blok hanya boleh dilakukan oleh pemain yang posisinya di depan net. Agar blok dapat dilakukan dengan baik, seorang yang akan melakukan blok harus:&lt;br /&gt;
1. Selalu membaca pergerakan lawan.&lt;br /&gt;
2. Dapat menebak arah pergerakan bola.&lt;br /&gt;
3. Kerja sama yang baik saat melakukan blok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada empat tahapan melakukan blok, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Posisi awal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Posisi awal membendung bola adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Pemain melangkah ke depan net dengan posisi siap.&lt;br /&gt;
b. Kedua lengan ditekuk dan diletakkan di depan muka.&lt;br /&gt;
c. Kedua telapak tangan menghadap net.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Tahapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tahapan membendung bola adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Kedua kaki ditekuk mengeper.&lt;br /&gt;
b. Tolakan kedua kaki ke atas dan diluruskan.&lt;br /&gt;
c. Kedua tangan dijulurkan ke atas dan melihat pergerakan bola.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kontak dengan bola&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kontak dengan bola pada saat membendung bola adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Jari-jari tangan dibuka lebar.&lt;br /&gt;
b. Kedua tangan didekatkan sehingga bola tidak bisa lolos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Mendarat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mendarat pada saat membendung bola adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Setelah kontak dengan bola, pemain dengan cepat mendarat.&lt;br /&gt;
b. Turunkan kedua tangan jangan sampai menyentuh net.&lt;br /&gt;
c. Kembali ke posisi tempat semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bermain bola voli mini dibutuhkan tubuh yang sehat dan otot yang kuat. Dalam olahraga bola voli mini pemain banyak melakukan gerak, di antaranya melangkahkan kaki pada saat akan menerima bola, meloncat ke atas pada saat membendung bola dan melakukan smash. Kadang-kadang juga meliukkan badan dalam mengantisipasi datangnya bola. Bagian tubuh kita ada yang dinamakan rangka tubuh. Rangka tubuh berfungsi di antaranya sebagai pendukung berbagai gerakan. Rangka tubuh manusia merupakan kumpulan tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia. Bagian-bagian rangka tubuh terdiri atas rangka kepala, rangka badan, dan rangka anggota gerak.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; height: 250px; overflow: auto; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ2HGMymZEIiomp9m6sbIWktMFzpVQEIXczVaxtMukCIet7Lu5za8P1V6c4wm41Y4xlAt11nQJA0aH-Gzc1hRHAN-4aeh4-u6UPFRtweIBhQ0CeRCsh2U0H5QDGifQTOFReEfz3u99EnLu/s1600/rangka_manusia.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ2HGMymZEIiomp9m6sbIWktMFzpVQEIXczVaxtMukCIet7Lu5za8P1V6c4wm41Y4xlAt11nQJA0aH-Gzc1hRHAN-4aeh4-u6UPFRtweIBhQ0CeRCsh2U0H5QDGifQTOFReEfz3u99EnLu/s1600/rangka_manusia.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1. Rangka kepala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangka Kepala terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tulang ubun-ubun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang kepala belakang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang pelipis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang dahi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang hidung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang sekat hidung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang mata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang rahang atas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang rahang bawah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Rangka Badan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangka Badan Terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;7 ruas tulang leher&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;12 ruas tulang punggung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;5 ruas tulang punggung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;5 ruas tulang kelangkang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;4 ruas tulang ekor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang rusuk pertama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang dada hulu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang dadabadan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang dada taju pedang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;2 ruas tulang rusuk melayang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;3 ruas tulang &amp;nbsp;rusuk palsu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang usus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang usus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang kemaluan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang selangka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang belikat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Rangka Anggota Gerak Atas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangka anggota gerak atas terdiri dari &amp;nbsp;:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tulang lengan atas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang pengupil&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang hasta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang pergelangan tangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang jari tangan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Rangka Anggota Gerak Bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangka anggota gerak bawah terdiri dari &amp;nbsp;:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tulang paha&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang tempurung lutut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang betis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang kering&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang telapak kaki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang pergelangan kaki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang jari kaki&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Rangka berfungsi sebagai penopang dan penunjang tegaknya tubuh, menguatkan tubuh, tempat melekatnya otot, memberi bentuk tubuh, serta melindungi bagianbagian tubuh yang lunak. Contoh rangka pelindung bagian tubuh yang lunak sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tengkorak kepala melindungi otak, mata, telinga, hidung, dan saluranpernapasan bagian atas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruas-ruas tulang leher melindungi tenggorokan dan kerongkongan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulang dada melindungi paru-paru, jantung, dan alat pencernaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rangka pinggul melindungi alat pencernaan dan alat reproduksi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Merawat Rangka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar rangka tubuh kita dapat terjaga dengan baik, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Biasakanlah duduk tegak di atas kursi dengan punggung menyandar agar tulang-tulang punggung kita tidak bengkok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila harus membawa beban di salah satu bahu misalnya tas, bawalah secara bergantian antara kiri dan kanan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukanlah olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasakan memakan makanan bergizi yang banyak mengandung vitamin D dan minum susu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/10/permainan-bola-voli-mini.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQwmEZTt_psbTp1RPJEpjWNJ-KPAwG64M5WZO3GYg4XUyaiMsdd7vJEW594C6kxOOuDHK6nj9RUOn3UXKNTAKn-SYZmKqQP06LOdXE13RNX9sazDlzBzZQktsZ0p0_oSscTbTGW7eF2uzB/s72-c/bola_volley.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-784927709187148931</guid><pubDate>Sun, 19 Oct 2014 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:14:45.619+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Menentukan Arah Mata Angin</title><description>Air merupakan salah satu kebutuhan pokok semua makhluk hidup. Tidak hanya manusia &lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;yang membutuhkan air. Hewan dan tumbuhan pun membutuhkan air. Tanpa air, tidak ada kehidupan di dunia ini. Semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup tanpa air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manfaat air bagi manusia antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menyiram tanaman bunga di halaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk air minum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mandi dan mencuci&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Manfaat air bagi hewan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bagi hewan air bermanfaat sebagai tempat hidup seperti baerbagai jenis ikan, sedangkan bagi hewan yang hidup di darat air digunakan untuk minum dan juga mandi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Manfaat air bagi tanaman&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tanaman memerlukan air untuk fotosintesis yang menghasilkan makanan bagi tumbuhan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Air begitu penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tanaman. Sangat tepat jika ada yang mengatakan bahwa air merupakan sumber kehidupan. Pagi itu, setelah menyiram tanaman di sekitar sekolah, Edo merasa haus. Edo ingin kembali ke kelasnya untuk mengambil air minum. Air minum ada di dalam galon yang diletakkan di atas meja di dalam kelas. Untuk menuju kelasnya, Edo harus berjalan ke timur, kemudian ke utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arah mata angin dapat digunakan untuk membantu menentukan letak suatu benda. Arah mata angin terdiri atas arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Biasanya pada peta atau denah arah utara selalu berada di sebelah atas, arah selatan berada di bawah, arah barat berada di sebelah kiri, dan arah timur berada di sebelah kanan. Perhatikan gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirOqtC5yh7vrcu8w8DJcm3wgyfGECVAtrc_xbUma0sOuwskVgae1h3VKaQm15Cjn-iswBJkvbAgVezNUchtpVEUzQdgTXGl37S578MVCYdbppFL1b9qyTUqwFlSCWkhTcz6Cyf_QsxRwkD/s1600/edo_berjalan.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirOqtC5yh7vrcu8w8DJcm3wgyfGECVAtrc_xbUma0sOuwskVgae1h3VKaQm15Cjn-iswBJkvbAgVezNUchtpVEUzQdgTXGl37S578MVCYdbppFL1b9qyTUqwFlSCWkhTcz6Cyf_QsxRwkD/s1600/edo_berjalan.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Edo berdiri pada kotak yang berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum di dalam galon yang berada di kelas 5?(Edo harus berjalan 4 langkah ke arah timur kemudian 4 langkah ke arah utara)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum yang berada di kelas 1?(Edo harus berjalan 4 langkah ke arah timur)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum yang berada di kelas 6?(Edo harus berjalan 6 langkah ke timur kemudian 6 langkah ke utara)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Tentukan letak galon kelas 2 terhadap galon kelas 3.&lt;br /&gt;
Galon kelas 2 terletak 5 langkah ke arah timur dari galon kelas 3&lt;br /&gt;
3. Tentukan letak galon kelas 5 terhadap galon kelas 4.&lt;br /&gt;
Galon kelas 5 terletak 2 langkah ke arah utara dan 4 langkah ke arah timur dari kelas 4&lt;br /&gt;
4. Dari galon kelas 5, 4 langkah ke timur kemudian 1 langkah ke utara terdapat galon ruang guru.Tentukan letak galon ruang guru terhadap galon kelas 6. (Ruang guru terletak 2 langkah ke arah timur dan 3 langkah ke arah selatan dari kelas 6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kerja Sama dengan Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Amatilah semua kegiatan anggota keluargamu yang memerlukan air. Kemudian, tuliskan pada tabel berikut!&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;4&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kegiatan Anggota Keluarga yang Memerlukan Air&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ayah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ibu&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kakak&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Adik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci motor&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Memasak&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menyiram bunga&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mandi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mandi&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci baju&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mandi&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bermain pistol air&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci mobil&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menyiram bunga&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mengisi akuarium&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci sepeda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci sepatu&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mandi&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Berwudlu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Berwudlu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membersihkan kaca&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menggepel lantai&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mencuci baju&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Memelihara ikan di kolam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/10/menentukan-arah-mata-angin.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirOqtC5yh7vrcu8w8DJcm3wgyfGECVAtrc_xbUma0sOuwskVgae1h3VKaQm15Cjn-iswBJkvbAgVezNUchtpVEUzQdgTXGl37S578MVCYdbppFL1b9qyTUqwFlSCWkhTcz6Cyf_QsxRwkD/s72-c/edo_berjalan.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-8265486048088307622</guid><pubDate>Sun, 19 Oct 2014 02:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:15:52.950+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Papan Reklame</title><description>Re artinya berulang-ulang, clame atau clamos artinya berteriak, sehingga secara bahasa Reklame adalah suatu teriakan/seruan yang berulang-ulang. Secara umum reklame dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk mengajak seseorang atau kelompok orang mengikuti isi reklame tersebut. Reklame dapat juga diartikan sebagai suatu sarana yang memiliki tujuan menjajakan produk atau membuat barangnya laku di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat reklame yaitu sosial dan komersial, komersial artinya reklame yang digunakan untuk memperoleh keuntungan dan sifat sosial yaitu reklame yang semata-mata tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berbentuk material. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat reklame agar reklame tersebut dapat dikatakan baik, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gambar reklame harus sesuai dengan barang yang direklamekan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reklame tidak boleh bohong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimat harus jelas, singkat dan mudah diingat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warna harus bagus, menyolok atau kontras.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Contoh Reklame :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigr8Pq5i7wYVWB2F-g1r6Uvd-q3Y6lLrN_B4t399RaNyHNPeBVz8_QxO_ya5QjgAekALhN4bfoBQ60HUoao-kdD_aD_yPrbp8X5wTGiUN7QHBdvBbZiDOUA69kVJuPPdPakzv6ow1tLWQh/s1600/speedy.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigr8Pq5i7wYVWB2F-g1r6Uvd-q3Y6lLrN_B4t399RaNyHNPeBVz8_QxO_ya5QjgAekALhN4bfoBQ60HUoao-kdD_aD_yPrbp8X5wTGiUN7QHBdvBbZiDOUA69kVJuPPdPakzv6ow1tLWQh/s1600/speedy.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Papan reklame : Telkom Speedy&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Isi pada Papan Reklame&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nama Perusahaan PT Telkom&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Teks atau slogan : &quot;Meluncur tanpa batas&quot;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Gambar Ilustrasi produk yang ditawarkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Penjelasan mengenai kelebihan produk yang ditawarkan : &quot;Koneksi rame-rame dimana aja, internet cepat gampang bayarnya.&quot;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pernahkah kamu mengalami kebingungan saat memilih satu di antara banyak produk sejenis di sebuah toko atau pasar ? Bagaimana reklame/iklan dapat membantu memenangkan persaingan untuk merebut calon pembeli. Berikut penjelasannya !&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0);&quot;&gt;&lt;b&gt;No&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt; Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Apa tujuan utama sebuah reklame/ iklan?&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tujuan reklame menjajakan produk atau membuat barangnya laku di pasaran.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hal-hal apa yang harus ditonjolkan&lt;br /&gt;
dalam sebuah reklame/iklan?&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gambar barang yang direklamekan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimat harus jelas, singkat dan mudah diingat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warna harus bagus, menyolok atau kontras.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bila terdapat beberapa barang yang&lt;br /&gt;
sama di sebuah toko/pasar, iklan/&lt;br /&gt;
reklame seperti apakah yang akan&lt;br /&gt;
memenangkan persaingan?&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Iklan yang memenangkan persaingan adalah iklan yang :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Teks atau slogan yang jelas dan mudah dimengerti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahasa yang baik dan menarik dengan bentuk huruf yang sesuai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar illustrasi menarik dan mudah diingat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lay Out yang baik (tata letak antara gambar dengan tulisan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warna yang menarik dan tepat sesuai dengan isi reklame&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Di media apa sajakah orang perlu memasang iklan/reklame untuk&lt;br /&gt;
keberhasilan penjualannya?&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Radio, Televisi, Majalah, Koran, dan Internet&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/10/papan-reklame.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigr8Pq5i7wYVWB2F-g1r6Uvd-q3Y6lLrN_B4t399RaNyHNPeBVz8_QxO_ya5QjgAekALhN4bfoBQ60HUoao-kdD_aD_yPrbp8X5wTGiUN7QHBdvBbZiDOUA69kVJuPPdPakzv6ow1tLWQh/s72-c/speedy.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-2761978311791150937</guid><pubDate>Sun, 19 Oct 2014 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:17:09.868+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Manfaat Air</title><description>Manfaat air bagi pertanian dapat dikatakan sangat penting. Air bagi para petani adalah sumber daya pokok yang menunjang berlangsungnya kegiatan pertanian. Kelangkaan air akan memengaruhi keamanan dan ketahanan pangan serta angka harapan hidup manusia. Para petani sebagian besar memanfaatkan air permukaan untuk keperluan irigasi. Air tanah dimanfaatkan untuk irigasi tanaman semusim, seperti jagung dan ubi-ubian. Selain itu air tanah juga menjadi solusi irigasi untuk tanaman tahunan seperti karet, cengkeh, dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan cara-cara menggunakan kamus&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu. Misalnya : PILAR&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bukalah buku kamusmu, carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “P”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam daftar kata yang berhuruf awal “P” itu, carilah daftar kata yang dimulai dengan “PI”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Carilah daftar kata yang dimulai dengan “PIL”. Kata PILAR akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0);&quot;&gt;&lt;b&gt;Kata-Kata Baru/Sulit&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Arti Kata&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh Kalimat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;irigasi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;irigasi adalah pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dsb; pengairan:&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Saluran irigasi yang telah rusak hendaknya segera diperbaiki untuk mencegah terjadinya banjir&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;budidaya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;budi daya artinya usaha yg bermanfaat dan memberi hasil.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Budidaya udang perlu ditingkatkan untuk menghasilkan devisa;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;alternatif&lt;/td&gt;&lt;td&gt;alternatif artinya pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kita mempunyai alternatif mau bekerja keras dan lulus ujian atau bermalas-malas dan tidak akan lulus&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;solusi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;solusiartinya penyelesaian; pemecahan (masalah dsb); jalan keluar.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Solusi persoalan pembangunan desa akan segera musyawarahkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;maksimal&lt;/td&gt;&lt;td&gt;maksimal artinya sebanyak-banyaknya; setinggi-tingginya; tertinggi.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kita harus belajar tekun untuk mencapai prestasi yang maksimal.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Air memiliki peran sangat penting bagi pertanian. Selain pertanian air juga bermanfaat bagi kehidupan manusia. &amp;nbsp;Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini peran air bagi manusia dengan segala macam kegiatannya, antara lain digunakan untuk:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci dan masih banyak yang lainnya,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk keperluan umum, misalnya untuk kebersihan jalan, pengangkutan air limbah, tempat rekreasi dan lain-lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk keperluan industri, misalnya air digunakan untuk bahan baku pabrik air minum dan bangunan pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran, dan tempat wisata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk keperluan pelayaran, dalam pelayaran jelas sangat membutuhkan air sebagai sarana transportasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Kita harus selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu ekosistem yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peran air bagi kehidupan manusia dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguPkINCf9cKPiSxciVsD4MhrzXaS7gYuinIgnjUYRqvet1Ehb_fAV7s7YRl2gcYCXtrigH1eHurAtmD6ai7pUZ2iBrnbhwA9uoaN5xwGl9KAsjOflrP-CLviDCGfvprmxfl1twVVJfcaFF/s1600/manfaat_air.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguPkINCf9cKPiSxciVsD4MhrzXaS7gYuinIgnjUYRqvet1Ehb_fAV7s7YRl2gcYCXtrigH1eHurAtmD6ai7pUZ2iBrnbhwA9uoaN5xwGl9KAsjOflrP-CLviDCGfvprmxfl1twVVJfcaFF/s1600/manfaat_air.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Proporsi dan Komposisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Proporsi berasal dari kata proporsional yang berarti ‘keseimbangan’. Proporsi pada sebuah gambar dapat diartikan sebagai: ‘keseimbangan besaran dan letak setiap bagian dari sebuah benda sehingga dapat tergambar sama atau menyerupai benda sebenarnya’. Misalnya, kita hendak menggambar seorang manusia. Proporsi panjang kepala, leher, badan dan tungkai (tangan dan kaki) adalah 2:1:4:4. Dengan proporsi ini, kita tidak akan menggambar leher yang terlalu panjang atau tangan dan kaki yang terlalu pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komposisi berarti ‘susunan atau tata susunan’. Komposisi dalam sebuah gambar dapat diartikan sebagai : ’tata susunan bentuk dan warna dalam satu bidang gambar’. Cara bentuk-bentuk dipadukan dan warna-warna dipilih dalam sebuah gambar sangat dipengaruhi oleh tujuan pembuatan gambar itu. Misalnya, pesan apa yang hendak disampaikan oleh gambar itu atau pengaruh apa yang ingin dibuat jika seseorang memandang gambar itu.</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/10/manfaat-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguPkINCf9cKPiSxciVsD4MhrzXaS7gYuinIgnjUYRqvet1Ehb_fAV7s7YRl2gcYCXtrigH1eHurAtmD6ai7pUZ2iBrnbhwA9uoaN5xwGl9KAsjOflrP-CLviDCGfvprmxfl1twVVJfcaFF/s72-c/manfaat_air.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-4790180450081729950</guid><pubDate>Thu, 28 Aug 2014 13:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:18:33.656+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Perambatan Bunyi</title><description>Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Akan tetapi, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi hanya dapat didengar pada frekuensi antara 20 sampai dengan 20.000 Hz yang disebut frekuensi audio atau frekuensi pendengaran manusia. Di bawah frekuensi 20 Hz disebut frekuensi infrasonik. Di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh kelelawar, anjing, jangkrik, dan kuda.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia. Bunyi kereta api yang melintas akan berbeda dengan bunyi burung yang berkicau. Garpu tala. Jangkrik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Lakukanlah beberapa percobaan di bawah ini untuk membuktikan perambatan bunyi.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;-moz-border-radius: 15px; -moz-box-shadow: 0 1px 3px #000; -webkit-border-radius: 15px; -webkit-box-shadow: 0 1px 3px #000; border: #3b5998 5px solid; padding: 10px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Percobaan 1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Alat:&lt;br /&gt;
Selang plastik (panjang 2 meter atau lebih).&lt;br /&gt;
Langkah kerja:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pegang salah satu ujung selang dan minta temanmu memegang ujung lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dekatkan ujung selang ke telinga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minta temanmu berbicara melalui ujung selang yang ia pegang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengarkan dan catat apa yang ia sampaikan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan hasilnya kepada temanmu untuk diperiksa.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Percobaan 2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Alat dan bahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kaleng susu 2 buah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Benang kasur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paku (untuk membuat lubang, sebaiknya dilakukan oleh guru)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Langkah-langkah:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buatlah satu lubang kecil dengan ujung paku di tengah dasar kaleng susu.&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivq1yHVRQk_d1rjJmDGJXmUvcaT3taXzxPxwA8XJ9IwcB9YokAP5bI8u539Nb-gnKcsodoEFB2Fp8C_lsG5OHhyphenhyphenY73bK4-gGZ85ADMRC4jdc79opLXAli_sUY-77i2MAXQITDw6j5ehZUK/s1600/perambatan_bunyi.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivq1yHVRQk_d1rjJmDGJXmUvcaT3taXzxPxwA8XJ9IwcB9YokAP5bI8u539Nb-gnKcsodoEFB2Fp8C_lsG5OHhyphenhyphenY73bK4-gGZ85ADMRC4jdc79opLXAli_sUY-77i2MAXQITDw6j5ehZUK/s1600/perambatan_bunyi.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Potonglah tali kasur sepanjang 2 sampai 3 meter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan benang ke dalam kaleng susu melalui lubang kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah simpul agar tidak lepas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbicaralah dengan temanmu melalui telepon kaleng susu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang coba lepaskan benang dari kaleng susu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbicaralah dengan temanmu melalui telepon kaleng susu tanpa benang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengarkan dan catat apa yang ia sampaikan. Berikan hasilnya kepada temanmu untuk diperiksa.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Percobaan 3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Alat dan bahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ember besar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Batu koral&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Corong kecil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Langkah kerja:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Isi ember dengan air hingga penuh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan corong ke dalam ember hingga bagian bawahnya terendam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usahakan corong tidak menempel pada ember.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minta bantuan temanmu mengetuk salah satu sisi ember dengan menggunakan batu secara perlahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sementara itu dekatkan telingamu pada bagian atas corong.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengarkan dan catat hasilnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
Catatan :&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Percobaan Ke&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Media atau Perantara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perambatan Bunyi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bunyi yang Dihasilkan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Terdengar &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak Terdengar &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Udara (gas)&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
√&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
-&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
2.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Benang kasur (padat)&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
√&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
-&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
3.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Air (cair)&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
√&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
-&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi dapat merambat melalu benda padat, zat cair, dan gas.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Perambatan bunyi melalui benda padat. Bunyi dapat merambat melalui benda padat. Perambatan bunyi melalui benda padat dapat kamu gunakan untuk membuat mainan. Misalnya membuat mainan telepon-teleponan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perambatan bunyi melalui benda cair. Selain merambat melalui benda padat, bunyi juga dapat merambat melalui benda cair. Ketika dua batu diadu di dalam air, bunyi yang ditimbulkan dapat kita dengar. Hal itu menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat melalui zat cair. Sifat bunyi yang dapat merambat melalui zat cair dimanfaatkan oleh tim SAR untuk mencari dan menolong kecelakaan yang terjadi di tengah lautan. Adanya sifat itu, komunikasi antara orang yang ada di atas kapal dan penyelam dapat dilakukan sehingga pencarian korban dapat berjalan lancar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perambatan bunyi melalui gas. Udara merupakan benda gas. Kita dapat mendengar suara orang berbicara dan burung berkicau karena getaran suara itu masuk ke telinga kita. Hal itu menunjukkan bahwa suara dapat merambat melalui udara. Demikian juga halnya pada guntur. Pada saat hari mendung, kita sering mendengar guntur. Guntur dapat kita dengar karena getaran suaranya masuk ke telinga kita setelah merambat melalui udara.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/perambatan-bunyi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivq1yHVRQk_d1rjJmDGJXmUvcaT3taXzxPxwA8XJ9IwcB9YokAP5bI8u539Nb-gnKcsodoEFB2Fp8C_lsG5OHhyphenhyphenY73bK4-gGZ85ADMRC4jdc79opLXAli_sUY-77i2MAXQITDw6j5ehZUK/s72-c/perambatan_bunyi.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-3943066729415925370</guid><pubDate>Thu, 28 Aug 2014 12:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:19:29.579+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas IV</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKn</category><title>Permainan Gobak Sodor</title><description>Permainan Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan tradisional dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyUVgDtdKh2dh9NQikwfy_7R7RZIpCqpzCLzKGm5TQjwX35xK6toDS3zu4nCM4yrTxlRU-5gbnFpclk7t8nVbtu4M5N9cvLL-86jkeunt-w6-VuX7hZfjFgzch9juFKX2__r_2TsmlcH1H/s1600/gobak_sodor.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyUVgDtdKh2dh9NQikwfy_7R7RZIpCqpzCLzKGm5TQjwX35xK6toDS3zu4nCM4yrTxlRU-5gbnFpclk7t8nVbtu4M5N9cvLL-86jkeunt-w6-VuX7hZfjFgzch9juFKX2__r_2TsmlcH1H/s1600/gobak_sodor.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Permainan ini dapat dimainkan di lapangan bulu tangkis atau juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Bermain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara melakukan permainan Gobak Sodor adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelum bermain perlu membuat garis-garis penjagaan dengan kapur. Lapangan berbentuk segiempat yang dibagi menjadi 6 bagian.&amp;nbsp;Buatlah garis di tengah lapangan&amp;nbsp;yang memotong keempat persegi panjang tersebut sebagai tempat atau jalan kapten (sodor).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Penentuan tim jaga dan tim lawan biasanya dilakukan dengan suit oleh masing-masing kapten.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan, caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal (kapten). Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Pemain yang menjaga garis horisontal bisa bergerak ke kanan dan ke kiri. Bagi yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Pergerakan pemain yang menjaga garis vertikal bergerak dari depan ke belakang atau sebalikya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peraturan Permainan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa peraturan yang berlaku dalam permainan Galasin (Gobak Sodor) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pemain dibagi menjadi 2 kelompok(jaga dan lawan) yang masing-masing terdiri dari 3 – 5 orang atau disesuaikan dengan jumlah pemain yang ada. Jumlah pemain dalam satu regu maksimal 5 orang. Karena permainan ini membutuhkan kerjasama dan kecepatan, biasanya dalam satu regu terdiri dari laki-laki semua. Namun tidak menutup kemungkinan dalam satu regu juga berisi anak laki-laki dan perempuan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika 1 kelompok terdiri dari 5 orang dan lapangan menggunakan lapangan bulutangkis maka panjang lapangan adalah 24m dan lebar 9m (ukuran internasional dan yang digunakan adalah garis luar).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tim “jaga” bertugas menjaga agar tim “lawan” tidak bisa menuju garis akhir dan kembali ke garis awal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tim “lawan” berusaha menuju garis finish dengan syarat tidak tersentuh tim “jaga” dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak ada anggota tim “lawan” yang masih berada di wilayah start.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tim “lawan” dikatakan menang apabila salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat (tidak tersentuh tim lawan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tim “lawan” dikatakan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim “jaga” atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan. Jika hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi yaitu tim “lawan” akan menjadi tim “jaga”, dan sebaliknya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut. Apabila pemain jaga dapat memegang pemain lawan namun posisi kakinya keluar garis maka dinyatakan tidak sah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di beberapa daerah ada beberapa aturan tambahan, misalnya apabila pemain lawan sudah masuk ke dalam kotak maka ia tidak boleh mudur (keluar dari kotak permainan). Apabila terjadi ada pemain yang keluar kotak maka permainan berakhir dan terjadi pergantian regu (regu jaga menjadi lawan dan regu lawan menjadi regu jaga).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam memegang atau menyentuh lawan juga ada beberapa peraturan, diantaranya adalah pemain jaga dikatakan sah memegang pemain lawan dengan cara menjatuhkan diri namun posisi kaki tetap pada garis permainan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permainan ini sangat menarik, menyenangkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Nilai yang ada dalam Permainan Gobak Sodor selain kebersamaan, kita juga bisa belajar kerja sama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga lain agar lawan tidak lepas kendali untuk keluar dari kungkungan kita. Di pihak lain bagi penerobos yang piawai, disana masih banyak pintu-pintu yang terbuka apabila satu celah dirasa telah tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap menerima kedatangan kita, yang penting kita mau mau berusaha dan bertindak segera. Ingatlah bahwa peluang selalu ada, walaupun terkadang nilai probabilitasnya sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Permainan Benteng-bentengan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permainan benteng ini biasa disebut dengan rerebonan di daerah Jawa Barat sedangkan di daerah lain dikenal dengan nama : priprisan, omer dan jek-jekan atau benteng bentengan. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih &#39;benteng&#39; lawan dengan menyentuh pohon, tembok, tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan ketika menyentuh markasnya. meneriakkan kata benteng....... Mereka berusaha menawan anggota tim lawan agar dapat merebut benteng lawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Bermain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pemain dibagi menjadi 2 kelompok disesuaikan dengan jumlah pemain yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masing-masing kelompok menentukan bentengnya dengan menggunakan&amp;nbsp;pohon, tembok, tiang atau pilar yang telah ditentukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permainan dimulai dengan salah satu anggota keluar dari benteng, maka anggota tim lawan akan berusaha menyentuh orang tersebut. Tetapi anggota tim pertama dapat langsung menyerang dengan berusaha menyentuh pemain yang keluar tersebut begitu pula dengan tim lawan. Untuk menghindari disentuh, mereka berlari menghindar atau dapat kembali ke benteng masing-masing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapa yang tersentuh akan ditawan di benteng lawan. Teman satu tim dapat berusaha menyelamatkan teman-teman yang tertawan dengan mendatangi benteng lawan dan menyentuh teman-temannya, tetapi tentu saja tidak boleh tersentuh lawannya. Harus ada anggota tim yang menjaga bentengnya. Bila benteng lawan tidak ada yang menjaga, maka pemain dapat menyentuh benteng tersebut yang berarti tim tersebut menjadi pemenangnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Dalam permainan ini, biasanya masing - masing anggota mempunyai tugas seperti &#39;penyerang&#39;, &#39;mata - mata, &#39;pengganggu&#39;, dan penjaga &#39;benteng&#39;. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Manfaat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permainan ini sangat baik bagi perkembangan anak-anak, selain melatih fisik juga membentuk jiwa yang sportif. Permainan ini juga mendidik anak-anak untuk dapat mengatur strategi, kompak, tangkas dan mampu bekerjasama dalam satu kelompok.</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/permainan-gobak-sodor.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyUVgDtdKh2dh9NQikwfy_7R7RZIpCqpzCLzKGm5TQjwX35xK6toDS3zu4nCM4yrTxlRU-5gbnFpclk7t8nVbtu4M5N9cvLL-86jkeunt-w6-VuX7hZfjFgzch9juFKX2__r_2TsmlcH1H/s72-c/gobak_sodor.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-580878639701018757</guid><pubDate>Wed, 27 Aug 2014 11:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:20:39.914+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bahasa Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Laporan Reportase</title><description>Banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini. Peristiwa tersebut ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan. Contoh peristiwa yang menyenangkan misalnya menjadi juara kelas atau mendapat hadiah saat ulang tahun. Sedangkan contoh peristiwa yang menyedihkan antara lain saat terjadi bencana alam. Coba simak contoh peristiwa di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sungaiku Bergantung Kepada Hujan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pagi itu, hujan turun deras sekali. Murid-murid SD Nusantara tampak berlarian menghindari hujan menuju bangunan sekolah. Sudah hampir seminggu hujan turun terus setiap pagi. Banyak orang yang mengeluhkan hal ini, tetapi tidak demikian halnya dengan Udin. Udin merasa senang karena hujan berarti air di sungai dekat rumahnya akan melimpah kembali. Seminggu sebelumnya, sungai tempat ia biasa bermain itu mengering. Tak sampai kering kerontang, tetapi jumlah air menurun dengan cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jumlah air yang menurun pada sumber-sumber air seperti sungai, biasanya terjadi pada musim kemarau. Pada musim kemarau, air hujan yang turun berkurang banyak. Akibatnya, jumlah air yang mengalir di sungai juga menurun.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Hujan mempunyai banyak manfaat bagi manusia terutama sebagai pengairan untuk sawah/irigasi,sebagai sumber makan bagi tumbuhan. Selain itu hujan juga ditampung dalam waduk biasanya untuk cadangan air dan untuk pengairan sawah saat musim kemarau tiba.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perhatikan gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhih69p-q4mb0exg-upaCvKQa3q5H3i7ACwG0XKNHUMWcHpTWiY0h-VLtVEvFd-wb-mgGJdtPkMr6w4bZorp-MtgS9vqjRIaBTr1N0TliuKV38O5OHeWYFxOaxyEt61jvuSvPye1OcgLihb/s1600/sungaiku.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhih69p-q4mb0exg-upaCvKQa3q5H3i7ACwG0XKNHUMWcHpTWiY0h-VLtVEvFd-wb-mgGJdtPkMr6w4bZorp-MtgS9vqjRIaBTr1N0TliuKV38O5OHeWYFxOaxyEt61jvuSvPye1OcgLihb/s1600/sungaiku.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pada saat musim penghujan jumlah air melimpah, sehingga dapat mengakibatkan banjir. Akibat yang ditimbulkan oleh banjir antara lain sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rusaknya sarana dan prasarana seperti jembatan, jalan raya, gedung sekolah, dan masih banyak yang lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengganggu aktivitas sehari-hari, Ketika terjadi banjir aktivitas yang kamu lakukan menjadi terganggu. Ketika akan berangkat ke sekolah kita tidak dapat melalui jalan karena tergenang air, dan jalan raya menjadi macet.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemadaman listrik, pada saat banjir biasanya listrik sengaja dipadamkan karena sangat membahayakan keselamatan banyak orang.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banjir juga dapat mencemari lingkungan sekitar kita. Banjir yang datang membawa aneka sampah yang berasal dari hulu sungai. Dengan lingkungan yang kotor tersebut biasanya berbagai macam penyakit akan timbul.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banjir merusak lahan pertanian. Dengan datangnya banjir banyak sekali lahan pertanian yang tergenang sehingga tanaman membusuk dan para petani gagal panen.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Pada saat musim kemarau biasanya jumlah air berkurang, dengan berkurangnya jumlah air mengakibatkan beberapa peristiwa seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak sungai dan danau yang mengering. Dengan mmen mengeringnya sungai atau danau menimbulkman masalah antara lain pasokan listrik berkurang karena biasnya sungai dan danau digunakan untuk pembangkit listrik&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Petani gagal panen, bidang pertanian sangat membutuhkan air. Contohnya petani yang menanam padi di sawah akan gagal panen jika sumber air mengering.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan berkuranya air disungai juga menyebabkan beberapa jenis hewan mati karena kekurangan air&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemarau juga menjadi penyebab berjangkitnya beberapa penyakit. Penyakit ini timbul karena kurangnya persediaan air bersih bagi masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam kegiatannya. Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karen tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri. Air dapat kita temmukan di sungai, danau, waduk, dan laut. Kegunaan air bagi kita&amp;nbsp;antara lain digunakan untuk:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;keperluan rumah tangga, misalnya air digunakan untuk minum, masak, mandi, cuci dan pekerjaan lainnya,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;keperluan umum, misalnya air digunakan untuk kebersihan jalan dan pasar, tempat rekreasi dan lain-lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;keperluan industri, misalnya air digunakan untuk pabrik dan bangunan pembangkit tenaga listrik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;keperluan perdagangan, misalnya air digunakan untuk hotel, dan restoran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;keperluan pertanian dan peternakan. Petani sangat membutuhkan air agar mendapat hasil yang baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;keperluan pelayaran, pelayaran membutuhkan air laut sebagai sarana mengubungkan tepat yang satu dengan yang lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;“Reporter Cilik”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sebagai seorang reporter, kamu harus menyiapkan daftar pertanyaan yang akan kamu ajukan kepada narasumber. Persiapkan daftar pertanyaan yang akan kamu tanyakan. Karena kita akan mencari informasi tentang peran air dalam kehidupan, maka pertanyaan yang akan kita ajukan kira-kira seperti di bawah ini :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mengapa air penting bagi kita ?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di mana saja kita bisa menemukan air?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Macam-macam kegunaan air bagi tubuh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Tuliskan jawaban narasumber atas pertanyaan-pertanyaan yang kamu ajukan dalam laporan di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;-moz-border-radius: 15px; -moz-box-shadow: 0 1px 3px #000; -webkit-border-radius: 15px; -webkit-box-shadow: 0 1px 3px #000; border: #3b5998 5px solid; padding: 10px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Lembar Laporan Reportase&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Nama narasumber&lt;/span&gt;.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;: &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pak Wawan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Reporter&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;: &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Budi Santoso&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Hari/tanggal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;: &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rabu, 27 Agustus 2014&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Topik reportase&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;: &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Manfaat Air&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td colspan=&quot;3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Hasil reportase :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Air merupakan elemen terpenting dalam tubuh, 70% tubuh kita terdiri dari air, yang mengisi 60.000 mil urat nadi dan arteri dalam tubuh. 90% diantaranya merupakan AIR MURNI (H20).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air dapat kita temukan hampir di seluruh permukaan bumi. Air dapat kita temukan di daerah pegunungan, di daerah pantai, di sawah, di laut, di sungai, dan tempat-tempat lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air sangat penting bagi setiap orang karena air berfungsi sebagai:&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
1. Proses pencernaan dan metabolisme&lt;br /&gt;
2. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel yang rusak&lt;br /&gt;
3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah dan racun dari dalam tubuh&lt;br /&gt;
4. Menjaga stabilitas suhu tubuh, dan keseimbangan tubuh&lt;br /&gt;
5. Membantu peredaran darah&lt;br /&gt;
6. Pemeliharaan kulit&lt;br /&gt;
7. Melarutkan dan membawa nutrisi keseluruh tubuh
 &lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Air sangat penting&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Air dapat ditemukan di sebagian besar permukaan bumi. Air sangat penting bagi tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita menyadari pentingnya air bagi kehidupan. Namun, semakin lama, ketersediaan sumber air bersih semakin berkurang. Di daerah perkotaan seperti Jakarta, misalnya, penduduknya mengalami kesulitan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;untuk mendapatkan air bersih. Harga air per drum berisi seribu liter air bersih, dapat mencapai Rp37.000,00 hingga Rp85.000,00 di Jakarta. Jika saya punya uang Rp50.000,00, berapa kembalian yang akan saya terima setelah membeli satu drum air bersih seharga Rp37.000,00.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah seperti di atas dapat kita selesaikan dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;
50.000 = 37.000 + ______&lt;br /&gt;
50.000 – 37.000 = 13.000&lt;br /&gt;
Jadi kembalian yang akan diterima Beni sebesar Rp 13.000,00.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan cara seperti di atas selesaikanlah beberapa soal di bawah ini !&lt;br /&gt;
1. Aku adalah sebuah bilangan genap. Jika aku ditambahkan dengan 25 hasilnya menjadi 49. Bilangan berapakah aku?_________&lt;br /&gt;
49 = .....+ 25&lt;br /&gt;
49 - 25 = 24&lt;br /&gt;
2. Aku adalah sebuah bilangan yang terdiri atas puluhan dan satuan. Aku adalah bilangan ganjil. Jika bilangan 689 dikurangi aku, hasilnya menjadi 700. Bilangan berapakah aku? _________&lt;br /&gt;
700 = 689 - ......&lt;br /&gt;
689 - (-11) = 700&lt;br /&gt;
3. Jika aku ditambahkan dengan bilangan 1.020 akan menghasilkan bilangan 2.000. Bilangan berapakah aku? _________&lt;br /&gt;
2.000 = 1.020&amp;nbsp;+ .....&lt;br /&gt;
2.000 - 1.020 = 980</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/laporan-reportase.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhih69p-q4mb0exg-upaCvKQa3q5H3i7ACwG0XKNHUMWcHpTWiY0h-VLtVEvFd-wb-mgGJdtPkMr6w4bZorp-MtgS9vqjRIaBTr1N0TliuKV38O5OHeWYFxOaxyEt61jvuSvPye1OcgLihb/s72-c/sungaiku.gif" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-6181341347730833442</guid><pubDate>Tue, 26 Aug 2014 13:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:23:23.210+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Penerapan Teknologi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemajuan teknologi di bidang komunikasi, informasi, dan transportasi semakin memperlancar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia semakin mudah mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai barang-barang yang dibutuhkan. Manusia juga semakin mudah dan cepat mendapatkan barang-barang yang dibutuhkannya. Teknologi informasi dan komunikasi yang membawa pengaruh terhadap perilaku manusia yakni media massa (televisi, majalah, surat kabar, dan internet). Media massa juga memiliki peran besar dalam memengaruhi perilaku manusia, baik itu perilaku positif maupun negatif. Perubahan perilaku manusia yang diakibatkan karena adanya penerapan teknologi antara lain sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;No&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Bidang Kehidupan&lt;/td&gt; &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Perubahan Perilaku Manusia&amp;nbsp;karena Adanya Penerapan Teknologi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Dahulu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Sekarang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Informasi dan teknologi&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada jaman dahulu teknologi informasi pun masih sangat sederhana. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dulu antara lain, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebar dengan lambat. Mereka berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegiatan komunikasi berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lai menjadi hambatan. Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televisi, handphone, pager, PDA, laptop hingga palmtop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Budaya&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebudayaan asli Indonesia masih sangat sederhana dan belum terpengaruh oleh budaya dari barat&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam proses perkembangan budaya bangsa Indonesia saat ini terpengaruh oleh budaya barat baik dari sisi positif maupun negatifnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Sosial&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semangat rakyat yang senang bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, bermusyawarah memutuskan cara penyelesaian masalah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sikap saling menghargai mulai sulit kita jumpai, sikap egois semakin merajalela sopan santun yang muda terhadap yang tua semakin menjadi barang mewah.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Pertanian&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertanian masih menggunakan teknologi sederhana seperti membajak sawah dengan menggunakan tenaga sapi atau kerbau. Penggunaan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan atau tumbuhan yang telah membusuk&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan teknologi canggih dalam pertanian misalnya penggunaan mesin bajak. mesin perontok padi, dan penggunaan alat-alat canggih lainnya Penggunaan bahan-bahan kimia untuk meningkatkan hasil pertanian. Pengembangan teknologi pertanian yang dapat menghasilkan panen yang baik dalam waktu yang singkat&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;5.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Industri&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga dapat dapat menyerap tenaga kerja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Industri menggukan teknologi canggih, di&amp;nbsp;kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu.&amp;nbsp;Banyak industri di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah hasil investasi asing&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap perkembangan yang terjadi akan berdampak positif dan negatif terhadap manusia, tidak terkecuali teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat. Hampir semua bidang sangat terbantu, tetapi tidak sedikit juga kerugian dari penggunaan teknologi informasi. Berikut ini kekurangan dan kelebihan teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membantu mempercepat pekerjaan manusia, misalnya mengetik dengan komputer menjadi lebih mudah dan cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mempermudah komunikasi jarak jauh, misalnya dengan penggunaan telepon genggam atau surat elektronik.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mempermudah proses transaksi keuangan, misalnya mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan transaksi keuangan melalui SMS banking.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Kerugian/Efek Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Komunikasi menjadi tidak nyata karena tidak perlu bertatap muka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyalahgunaan untuk tindakan kriminal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Munculnya perilaku individualisme, ketergantungan, dan egois karena orang lebih senang berada di depan komputer daripada mengikuti kegiatan sosial di lingkungannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadi malas beraktivitas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemajuan teknologi tidak saja berdampak pada perilaku manusia, namun juga terhadap lingkungan alam, contohnya asap kendaraan bermotor Kemajuan alat tranportasi sangat menunjang kelancaran dan kenyamanan manusia dalam beraktivitas. &amp;nbsp;Namun, di samping bermanfaat, perkembangan alat transportasi juga menimbulkan dampak negatif. Asap kendaraan bermotor menimbulkan polusi udara. Dampak asap kendaraan bermotor sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sistem pernapasan manusia terganggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lapisan ozon di bumi semakin menipis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses fotosintesis tumbuhan terganggu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Untuk mengurangi dampak polusi udara, berikut upaya-upaya yang dapat kita lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penghijauan (reboisasi).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menciptakan biosolar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penyuluhan terhadap masayarakat tentang dampak dan bahaya asap kendaraan bermotor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui, seperti tenaga angin, air, biomassa, dan bahan bakar organik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/teknologi-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-7980621058067418947</guid><pubDate>Tue, 26 Aug 2014 09:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T09:22:57.765+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SBdP</category><title>Meronce</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meronce adalah teknik membuat benda pakai atau benda hias dari bahan manik-manik atau biji-bijian yang dirangkai dengan benang. Ada dua macam manik-manik yang biasa digunakan untuk meronce. Jenis pertama adalah manikmanik yang terbuat dari bahan alam seperti manik-manik batu, kayu, kulit kerang, biji-bijian,&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dan mutiara. Jenis kedua yaitu manik-manik yang terbuat dari bahan buatan seperti manik-manik kaca, mutiara imitasi, dan manik-manik plastik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Roncean dari biji-bijian dapat digunakan sebagai perhiasan atau aksesoris, seperti payet dalam busana. Rancean dari kertas berwarna-warni dapat digunakan sebagai hiasan pada jendela rumah.Roncean dari bunga melati dapat digunakan untuk perlengkapan pada aksesoris pengantin atau dalam penyambutan tamu.Roncean dari cangkang kerang / siput dapat digunakan untuk membuat tirai pintu atau jendela.Bahan roncean terbagi menjadi dua bagian yaitu &amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahan Alam , Bahan dari alam yang dapat dibuat menjadi hiasan dengan teknik meronce, contohnya kulit kerang dan biji-bijian (biji sawo, biji srikaya, biji jarak, biji kapuk randu)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahan Buatan, Bahan buatan biasanya adalah bahan hasil olahan yang diproduksi dari pabrik dan mudah didapat di toko yang menyediakan benda kerajinan, seperti mote-mote atau manik - manik yang terbuat dari plastik, kaca dan logam. Bahan-bahan ini umumnya lebih awet ketimbang bahan alami dari biji-bijian.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada dasarnya kegiatan meronce dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap perancangan dan tahap pembuatan. Simaklah uraian tahapan-tahapan meronce berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Tahap Perancangan Karya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk merancang karya roncean dapat dilakukan dengan cara menggambar di kertas karya benda roncean yang hendak dibuat. Sebaiknya berikan juga keterangan bahan yang akan digunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam membuat karya benda tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Tahap Pembuatan Karya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Membuat Roncean Kalung Bernuansa Alam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut ini cara membuat karya kerajinan meronce berupa kalung. Di bawah ini diperlihatkan cara membuat kalung berbahan manik-manik dari kayu. Cobalah membuatnya dengan mengikuti langkah-langkah berikut!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1) Menyiapkan bahan dan alat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2) Meronce kalung manik-manik kayu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Potonglah senar karet sepanjang 25 cm. Buatlah simpul mati pada salah satu ujung senar.&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu4Si40GGPu24XrJp0cnqkmqQ6X53gtaITy9hyphenhyphenI92Z8evNZnfDdUBaum4PxvX7QsCddkP2dmu8coIliqNSlJnPycMRELSmoVRLVeWacgspUiOnHA3GSxr_dWG-0qyTiA3Avdv7MXn-vwBV/s1600/kalung.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu4Si40GGPu24XrJp0cnqkmqQ6X53gtaITy9hyphenhyphenI92Z8evNZnfDdUBaum4PxvX7QsCddkP2dmu8coIliqNSlJnPycMRELSmoVRLVeWacgspUiOnHA3GSxr_dWG-0qyTiA3Avdv7MXn-vwBV/s1600/kalung.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan tiga buah manik-manik kayu berbentuk bunga. Lanjutkan dengan memasukkan sebuah manik-manik kayu berbentuk bulat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan lagi tiga butir manik-manik kayu berbentuk bunga dan sebuah manik-manik kayu berbentuk bulat. Kerjakan hal yang sama sampai manik-manik berbentuk bunga habis. Kemudian masukkan 27 buah manik-manik bulat. Ikat erat kedua ujung senar dengan simpul mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalung telah jadi. Padukan kalung bernuansa alam ini dengan gelang dan aksesori lain yang bernuansa sama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Membuat Roncean Gelang Mutiara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekarang, marilah membuat karya kerajinan meronce berupa gelang yang bernuansa modern. Kali ini kita akan membuat gelang berbahan manik-manik mutiara dari plastik. Perhatikan dan ikutilah langkah-langkah berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1) Menyiapkan bahan dan alat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2) Meronce gelang mutiara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Potonglah senar karet sepanjang 15 cm. Buatlah simpul mati pada salah satu ujung senar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan sebuah pipa besi ke dalam senar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lanjutkan dengan memasukkan sebuah manik-manik mutiara ukuran kecil, manik-manik mutiara ukuran besar, dan manik-manik ukuran kecil lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerjakan hal yang sama seperti di atas sampai pipa besi dan manik-manik mutiara habis. Ikat erat kedua ujung senar dengan simpul mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gelang mutiara ini dapat dipakai pada acara pesta. Padukan gelang ini dengan kalung dan aksesori lain yang bernuansa sama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/meronce.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu4Si40GGPu24XrJp0cnqkmqQ6X53gtaITy9hyphenhyphenI92Z8evNZnfDdUBaum4PxvX7QsCddkP2dmu8coIliqNSlJnPycMRELSmoVRLVeWacgspUiOnHA3GSxr_dWG-0qyTiA3Avdv7MXn-vwBV/s72-c/kalung.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-8462412796011684184</guid><pubDate>Mon, 25 Aug 2014 13:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-04T03:36:17.739+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Bidang Koordinat</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam matematika ada cara praktis dalam menentukan letak suatu benda yaitu dengan menggunakan koordinat kartesius. Bidang koordinat digunakan untuk menentukan letak titik. Pada bidang koordinat terdapat garis mendatar yang disebut sumbu X. Selain itu, juga terdapat garis tegak yang disebut sumbu Y. Setiap titik pada bidang koordinat dapat ditentukan letaknya berdasarkan jarak terhadap sumbu X dan sumbu Y.Perhatikan letak titik-titik pada bidang koordinat berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf5v13M6mzzsCJqXZz0GaU9bvQn7V0hcexWuBInJ4RH6hNTobVhTb81aEPE2w48g1uruoiT1wZ3OThxuxbxGKXRpMnM_7XkIfdC_YxMxCu-pk5IUpYJnNSQyzKQrWjy2QjjrXbTNLj9bcz/s1600/koordinat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf5v13M6mzzsCJqXZz0GaU9bvQn7V0hcexWuBInJ4RH6hNTobVhTb81aEPE2w48g1uruoiT1wZ3OThxuxbxGKXRpMnM_7XkIfdC_YxMxCu-pk5IUpYJnNSQyzKQrWjy2QjjrXbTNLj9bcz/s1600/koordinat.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada gambar bidang koordinat di atas, terdapat sumbu X dan sumbu Y. Sumbu X adalah garis mendatar yang dilengkapi dengan bilangan-bilangan bulat. Sumbu Y adalah garis tegak yang dilengkapi bilangan-bilangan bulat. Sumbu X dan sumbu Y digunakan untuk menentukan letak titik pada bidang koordinat. Bagaimana cara kita menentukan letak titik A?&lt;br /&gt;
Cara menentukan letak titik A adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik A.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis tegak melalui titik A dan memotong sumbu X pada bilangan -4. Bilangan -4 disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis mendatar melalui titik A dan memotong sumbu Y pada bilangan 5. Bilangan 5 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik A adalah pasangan bilangan (-4, 5) yang menyatakan letak titik A pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menentukan letak titik B :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik B.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis tegak melalui titik B dan memotong sumbu X pada bilangan -6. Bilangan -6 disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis mendatar melalui titik B dan memotong sumbu Y pada bilangan -3. Bilangan -3 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik B adalah pasangan bilangan (-6, -3) yang menyatakan letak titik B pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menentukan letak titik C:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik C.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis tegak melalui titik B dan memotong sumbu X pada bilangan 0. Bilangan 0 disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Titik C berada pada bilangan -2. Bilangan -2 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik C adalah pasangan bilangan (0, -2) yang menyatakan letak titik C pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menentukan letak titik D :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik D.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis tegak melalui titik D dan memotong sumbu X pada bilangan 4. Bilangan 4 disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis mendatar melalui titik D dan memotong sumbu Y pada bilangan 5. Bilangan 5 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik D adalah pasangan bilangan (4, 5) yang menyatakan letak titik D pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menentukan letak titik E :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik E.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik E berada pada bilangan 6. Bilangan 6 disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis mendatar melalui titik E dan memotong sumbu Y pada bilangan 0. Bilangan 0 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik E adalah pasangan bilangan (6, 0) yang menyatakan letak titik E pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara menentukan letak titik F :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan letak titik F.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis tegak melalui titik F dan memotong sumbu X pada bilangan 3. Bilangan 3&amp;nbsp;disebut absis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarik garis mendatar melalui titik F dan memotong sumbu Y pada bilangan -7. Bilangan -7 disebut ordinat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Koordinat titik F adalah pasangan bilangan (3, -7) yang menyatakan letak titik F pada bidang koordinat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menggambar bangun datar juga dapat menggunakan bidang koordinat. Cara menggambar bangun datar pada bidang koordinat tidak jauh berbeda dengan menentukan letak titik pada bidang koordinat. Hanya saja jika ingin membuat bangun datar maka ada langkah lanjutannya, yaitu seteah menentukan titik-titik tersebut kemudian titik-titik dihubungkan antara titik satu dengan titik lainnya dengan menggunakan garis sehingga membentuk bidang datar yang dikehendaki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh Soal :&lt;/div&gt;Diketahui koordinat titik-titik berikut. A (-5, 2), &amp;nbsp;B (-2, -3), C (4, -3), dan D (1, 2). Tentukan letak titik A, B, C, dan D pada bidang koordinat berikut.Kemudian, hubungkan titik A dan B, B dan C, C dan D, serta A dan D. Bangun apakah ABCD?&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkmexs6zNLyoK6DX3Hmw1Q6uVToiyw1iv1oUPvE8A5w4Vh4msGAixnjwVFU_cXDCc9-i9_DRlMDTttNQQSnsqeSyTlrFupwpXFIYiXzBtuvz-WJZ-9IzFPqOZsGTFMv1U46vnwBc4Lgo4H/s1600/koordinat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkmexs6zNLyoK6DX3Hmw1Q6uVToiyw1iv1oUPvE8A5w4Vh4msGAixnjwVFU_cXDCc9-i9_DRlMDTttNQQSnsqeSyTlrFupwpXFIYiXzBtuvz-WJZ-9IzFPqOZsGTFMv1U46vnwBc4Lgo4H/s1600/koordinat.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berdasarkan gambar di atas kita juga dapat menentukan koordinat bangun datar yang lainnya, misalnya :&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nama Bangun &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Koordinat Titik Sudut &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Persegi Panjang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;E (-5, 2), F (-5, -3), G ( 2, -3), dan H (2, 2)&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Persegi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;I (-3, 2), J (-3, -2), K (1, -2), dan L (1, 2)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Segitiga Samakaki&lt;/td&gt; &lt;td&gt;M (-3, 2), N (-5, -4), dan O (-1, -4)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trapesium&lt;/td&gt; &lt;td&gt;P (-5, 2), Q (-5, -3), R (5, -3), dan S (1, 2)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Layang-layang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;T (5, 0), U (-3, -2), V (5, 0), dan W (-3, 2)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/bidang-koordinat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf5v13M6mzzsCJqXZz0GaU9bvQn7V0hcexWuBInJ4RH6hNTobVhTb81aEPE2w48g1uruoiT1wZ3OThxuxbxGKXRpMnM_7XkIfdC_YxMxCu-pk5IUpYJnNSQyzKQrWjy2QjjrXbTNLj9bcz/s72-c/koordinat.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-7994572621222624421</guid><pubDate>Mon, 25 Aug 2014 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T11:45:08.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bahasa Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Pantun dan Syair</title><description>Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti &quot;petuntun&quot;. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa. Jenis-jenis pantun antara lain : Pantun Agama, Pantun Adat, Pantun Budi, Pantun Jenaka, Pantun Kepahlawanan, Pantun Kias, Pantun Nasehat, Pantun Percintaan, Pantun Peribahasa, Pantun Perpisahan, dan Pantun Teka-teki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri Pantun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu pantun terdiri dari empat baris atau larik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pantun terdiri dari sampiran dan isi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berikut ini beberapa contoh pantun&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;4&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kerlip bintang menghias malam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sinar bulan menerangi bumi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika tidak menjaga alam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manusia juga yang merugi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berjalan-jalan ke taman bunga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mawar melati harum baunya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lingkungan alam harus kita jaga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar selamat semuanya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Malam cerah bertabur bintang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung hantu bertengger di dahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika alam selalu seimbang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Urung bencana menelan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Marilah kita bertimbang rasa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lingkungan alam kita rawat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tumbuhan dan hewan kita pelihara&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiada kerusakan bumi kita pun akan selamat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hati senang senyum ceria&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdendang bernyanyi sepanjang hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Indonesia bumi yang kaya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melimpah ruah hasil alam negeri&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ke hulu mencari duku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meski raga berselimut lelah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dulu indah bumi kotaku&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kini rusak tertimbun sampah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Syair adalah &amp;nbsp;jenis puisi berirama yang berasal dari daerah Arab dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Saat itu syair telah mengalami perubahan bahasa menjadi bahasa Melayu klasik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri Syair&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Biasanya terdiri dari 4 baris serangkap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersajak aaaa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap baris dalam syair mempunyai makna yang berkaitan dengan baris-baris terdahulu. Sebuah syair biasanya menceritakan suatu kisah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suku kata dalam setiap baris adalah sama, yaitu 4 perkataan dan 8-12 suku kata dalam satu baris.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berikut ini beberapa contoh syair&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;4&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia negeri yang kucinta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ramah penduduknya aman lingkungannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemandangan tampak di mata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sungguh indah tiada duanya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia negara yang merdeka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Walau banyak bermacam petaka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Yang datang tak terkira&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tetap jaya negara dan bangsa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia bumi pertiwiku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanah tumpah darahku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semoga jaya selalu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selama hayat dibadanku&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia bumi kaya raya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak tersimpan intan permata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hutan gunung sawah dan samudera&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak habis sumber dayanya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia akan tetap jaya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena kerukunan selalu terjaga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan Pancasila pemersatu bangsa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aku bangga mejadi anak Indonesia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style=&quot;border-radius: 10px; border: 2px solid gold; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia negeri yang subur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rakyat sejahtera dan makmur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Walau zaman semakin uzur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Indonesia tak akan hancur&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Perbedaan dan Persamaan Pantun dan Syair&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Persamaan :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pantun dan syair biasanya terdiri dari 4 baris.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sama-sama terikat oleh irama sajak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiap baris pantun dan syair terdiri dari 8-10 suku kata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pantun dan syair adalah puisi lama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Perbedaan&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pantun baris pertama dan kedua disebut sampiran( pembayang ) dan baris ketiga dan keempat disebut isi ( maksud sampiran ), sedangkan syair keempat baris adalah arti/maksud si pengarang.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pantun terdiri sampiran dan isi, sedangkan syair tidak terdapat sampiran dan isi.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pantun berirama a-b-a-b/ a-a-a-a, sedangkan syair berirama a-a-a-a.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pantun bahasanya boleh campur-campur, sedangkan syair bahasanya harus sama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/pantun-dan-syair.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-1447158348383761538</guid><pubDate>Mon, 25 Aug 2014 10:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-04T03:38:12.349+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Menentukkan Letak Benda</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menentukkan Letak Benda. Salah satu Kompetensi Dasar Matematika pada tema Sehat itu Penting adalah mengenal dan menggambar denah letak benda dan sistem koordinat. dan menggambar denah sederhana menggunakan skala, mempertimbangkan jarak dan waktu dengan berbagai lintasan, serta menentukan letak objek berdasarkan arah mata angin.Untuk menentukan letak benda atau tempat dapat menggunakan arah mata angin, garis bujur dan lintang pada peta, dan juga menggunakan baris dan kolom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menentukan Letak Benda dengan Arah Mata Angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Arah mata angin terdiri atas arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Pada peta atau denah arah utara selalu berada di sebelah atas dan arah selatan berada di bagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas VI&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;Klelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas V&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas IV&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas III&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas II&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: red; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;asd&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas xx&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kelas I&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;kotak = 1 langkah&lt;br /&gt;
Berdasarkan gambar di atas, misalnya Siti berdiri di kotak merah. Ada pertanyaan sebagai berikut. “Ke mana Siti harus melangkah untuk mendapatkan air minum di dalam galon yang berada di kelas 2?” Jawabannya adalah “Untuk mendapatkan air minum di dalam galon yang berada di kelas 2, Siti harus melangkah ke timur sebanyak 6 langkah, lalu ke utara sebanyak 1 langkah”.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Edo berdiri pada kotak yang berwarna merah. Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum di dalam galon yang berada di kelas V? Edo harus &amp;nbsp;melangkah ke timur sebanyak 3 langkah, lalu ke utara sebanyak 3 langkah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum yang berada di kelas I ? Edo harus melangkah ke timur sebanyak 4 langkah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ke arah mana Edo harus melangkah untuk mendapatkan air minum yang berada di kelas VI ? Edo harus melangkah ke timur sebanyak 5 langkah, lalu ke utara sebanyak 6 lankah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tentukan letak galon kelas II terhadap galon kelas III ! Galon kelas II terletak 4 langkah di sebelah timur galon kelas III.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tentukan letak galon kelas V terhadap galon kelas IV ! Galon kelas V terletak 3 langkah ke arah timur, lalu 1 langkah ke arah utara dari galon kelas IV.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Menentukan Letak Benda Berdasarkan Garis Bujur dan Lintang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Letak kota atau tempat pada peta dinyatakan dengan garis bujur dan garis lintang. Jarak dua garis bujur berdekatan sebesar 1°. Jarak dua garis lintang berdekatan sebesar 1°. Garis bujur terbagi dua, yaitu bujur barat (BB) dan bujur timur (BT). Garis lintang juga terbagi dua, yaitu lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS). Perhatikan peta Provinsi Jawa Tengah berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQmwO8DQ-lGjZsS_UB1WJVnh0LNyo9Pqh5o8Rm_xXt3rhEaWOI5tyFbdyhCl_PSHpNaNG10qcJFlqKpydDFz0nZ4lOEbbt1eQ8nkCi0VH92BWDQtoEt7iRkq-i7N0FA4WCRK3oT_QXBSQo/s1600/jawa_tengah.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQmwO8DQ-lGjZsS_UB1WJVnh0LNyo9Pqh5o8Rm_xXt3rhEaWOI5tyFbdyhCl_PSHpNaNG10qcJFlqKpydDFz0nZ4lOEbbt1eQ8nkCi0VH92BWDQtoEt7iRkq-i7N0FA4WCRK3oT_QXBSQo/s1600/jawa_tengah.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Provinsi Jawa Tengah beribu kota di Semarang. Letak geografis kota Semarang sekitar 110° BT dan 7°LS. Pilihlah 10 kota kabupaten pada peta di atas, kemudian tuliskan letaknya menurut garis lintang dan garis bujur!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nama Tempat &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Garis Bujur &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Garis Lintang &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kebumen&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;109° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Brebes&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;108° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;7°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cilacap&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;108° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Blora&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;111° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Rembang&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;111° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;7°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Salatiga&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;110° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bajarnegara&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;109° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Magelang&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;110° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Klaten&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;110° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;8°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10.&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jepara&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;110° BT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;7°LS&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menentukan Letak Tempat Berdasarkan Baris dan Kolom&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Edo dan teman-temannya ingin hidup sehat. Mereka bersepakat untuk mengawali hidup sehat dengan menjaga kebersihan dan kerapian. Mereka ingin alat-alat sekolah yang dimilikinya pun bersih dan ditempatkan secara rapi. Perhatikan letak benda-benda berikut. Benda-benda ini berada di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;7&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;B&lt;br /&gt;
a&lt;br /&gt;
r&lt;br /&gt;
i&lt;br /&gt;
s&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8_QyV2fy6MWsd10RzpFblNfA7yqkukoCLj3vDPxFmEsYiJurUbKZYhnHbqCJ0Ds_0SwkuXA2y7qJfdaSD_1i8n8IICDT2NS2Siwl-QwJ8zs6h-M3Chdyap-swuc10HdBhWBC-lj7qd9HO/s1600/e6.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8_QyV2fy6MWsd10RzpFblNfA7yqkukoCLj3vDPxFmEsYiJurUbKZYhnHbqCJ0Ds_0SwkuXA2y7qJfdaSD_1i8n8IICDT2NS2Siwl-QwJ8zs6h-M3Chdyap-swuc10HdBhWBC-lj7qd9HO/s1600/e6.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXLHyVD51NM670TaEaNugvzgaMkbcFAEUOLJGykpsH8iqy9nd2pdwg4jNn3J1y2eoaJym78KQVd_9bsJtRVKENaR7YgBCy-54NuYrCIAVx_qxhbmyzOIuiKxGu6wOYg3RGvsegr_VkikXy/s1600/c5.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXLHyVD51NM670TaEaNugvzgaMkbcFAEUOLJGykpsH8iqy9nd2pdwg4jNn3J1y2eoaJym78KQVd_9bsJtRVKENaR7YgBCy-54NuYrCIAVx_qxhbmyzOIuiKxGu6wOYg3RGvsegr_VkikXy/s1600/c5.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHdwZJhcUthI00JJNjZpD7oEbmfmGIELSrVxCNjXpr6BRDhbYwehAvX2n_jYQxjjgDMgfn4ql-3djK9w68USYOvmdGeKhSZoQmHnGLIl6jTNqEHV-IRLKGjRk7gcrd32LkLG2u0B7lne_R/s1600/4.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHdwZJhcUthI00JJNjZpD7oEbmfmGIELSrVxCNjXpr6BRDhbYwehAvX2n_jYQxjjgDMgfn4ql-3djK9w68USYOvmdGeKhSZoQmHnGLIl6jTNqEHV-IRLKGjRk7gcrd32LkLG2u0B7lne_R/s1600/4.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas V&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS9a3WeWYuV5zvoZX348No0M9JCxtcCyEuoZdiYsOG4xynOnFFT7zq9voc6bw0rxqcf4QPsUGG-P1ehVY7OVXn47C2eq6M0ajOd06iYwWYdAzw6205veBMNXB5srr-JjAOCCVGkGaviB8F/s1600/e4.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS9a3WeWYuV5zvoZX348No0M9JCxtcCyEuoZdiYsOG4xynOnFFT7zq9voc6bw0rxqcf4QPsUGG-P1ehVY7OVXn47C2eq6M0ajOd06iYwWYdAzw6205veBMNXB5srr-JjAOCCVGkGaviB8F/s1600/e4.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas IV&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ-aJO18MFa_cdgG4TbUovFlnl_Yp1KN6daPAUQ-8ByT8zGB-45nKMrpjrNDDIX6pWK3wW3WSbTOmJTJM8YiYse8nm5DaqzD31XyN7Yqvo0KFLzy2lctmkOK_1w3SRHyz9wAneW-uvTUVJ/s1600/h3.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ-aJO18MFa_cdgG4TbUovFlnl_Yp1KN6daPAUQ-8ByT8zGB-45nKMrpjrNDDIX6pWK3wW3WSbTOmJTJM8YiYse8nm5DaqzD31XyN7Yqvo0KFLzy2lctmkOK_1w3SRHyz9wAneW-uvTUVJ/s1600/h3.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas III&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;sd&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;asd&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas xx&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFBoFW8s9m3faIBFfqcSUMyUr6wIpEi8Kj_vrT1YD4Yie5o5sVisiD9DPDav6JPxyMJhLcBMF3A71ZpzFEwaxFXQDSIQCfQrSb74bzkUW604oMFhEQxeJ5bwp8oxo6FPXP9lmYM8GXYc6o/s1600/d.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFBoFW8s9m3faIBFfqcSUMyUr6wIpEi8Kj_vrT1YD4Yie5o5sVisiD9DPDav6JPxyMJhLcBMF3A71ZpzFEwaxFXQDSIQCfQrSb74bzkUW604oMFhEQxeJ5bwp8oxo6FPXP9lmYM8GXYc6o/s1600/d.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kelas I&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiedhmHk3XsrUxYA4htdi6CIcdfxkTU3lhaWmpepB-eiCuGME2oozP4gmmX9piZIRGG73eLzEvf2XqAsikpRV8bVgAPbRv2byy_DKiBmASmrEuXLYobl5VxAw6SDlek5ztPPjAr5RDLI8w9/s1600/f.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiedhmHk3XsrUxYA4htdi6CIcdfxkTU3lhaWmpepB-eiCuGME2oozP4gmmX9piZIRGG73eLzEvf2XqAsikpRV8bVgAPbRv2byy_DKiBmASmrEuXLYobl5VxAw6SDlek5ztPPjAr5RDLI8w9/s1600/f.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;A&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;B&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;C&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;D&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;E&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;F&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;G&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;9&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kolom&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Letak benda pada bidang koordinat dapat dituliskan dengan (kolom, baris).&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada lantai terdapat penghapus. Penghapus terletak pada kolom D dan baris 1. Letak penghapus dapat dituliskan (D, 1).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggaris terletak pada kolom A dan baris 4 ditulis (A, 4).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tas terletak pada kolom C dan baris 5 ditulis (C, 5)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pensilterletak pada kolom Edan baris 6 ditulis (E, 6)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pensil warna terletak pada kolom E dan baris 4 ditulis (E, 4)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Balpoint terletak pada kolom F dan baris 1 ditulis (F, 1)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buku terletak pada kolom G dan baris 3 ditulis (G, 3)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/menentukkan-letak-benda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQmwO8DQ-lGjZsS_UB1WJVnh0LNyo9Pqh5o8Rm_xXt3rhEaWOI5tyFbdyhCl_PSHpNaNG10qcJFlqKpydDFz0nZ4lOEbbt1eQ8nkCi0VH92BWDQtoEt7iRkq-i7N0FA4WCRK3oT_QXBSQo/s72-c/jawa_tengah.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-6076923145859282072</guid><pubDate>Fri, 22 Aug 2014 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-04T03:38:57.670+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Perubahan Energi Listrik</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan Energi Listrik. Pada setiap peralatan listrik, energi listrik berubah menjadi bentuk energi lain, misalnya energi panas, energi gerak, suara, dan gambar. Sebagai contoh pada setrika listrik energi listrik diubah menjadi energi panas. Komponen setrika yang menjadi alat utama dalam pengubahan energi ini adalah logam. Logam ini akan memanas ketika dilewati arus listrik. Logam ini akan memanaskan dasar setrika&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;sehingga dapat digunakan untuk menyetrika baju. Berikut ini beberapa contoh perubahan energi listrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Panas. Energi listrik dapat diubah menjadi panas. Ada banyak alat rumah tangga yang dapat mengubahnya. Contohnya, setrika listrik, kompor listrik, dispenser, dan solder. Di dalam alat-alat tersebut terdapat elemen pemanas. Ketika dialiri arus listrik, elemen pemanas menjadi panas.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya. Energi listrik juga dapat diubah menjadi energi cahaya. Sekarang, orang sudah mengenal lampu listrik. Lampu listrik mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. Dengan lampu listrik, malam hari menjadi terang benderang. Kalian pun dapat belajar dengan nyaman.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Gerak. Mobil-mobilan baterai bergerak dengan memanfaatkan baterai. Roda mobil dapat berputar karena terhubung dengan motor listrik. Motor listrik inilah yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Ada banyak peralatan rumah yang memiliki motor listrik. Adanya motor listrik membuat peralatan tersebut dapat menghasilkan energi gerak. Contohnya, kipas angin, blender, mesin cuci, dan pengering rambut.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Bunyi. Radio, televisi, handphone (hp), dan bel listrik merupakan penghasil bunyi. Namun, alat itu tidak berfungsi jika tidak ada listrik. Dengan demikian, alat-alat tersebut mengubah energi listrik menjadi energi bunyi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lampu listrik menyala ketika dirangkaikan dengan sumber listrik. Secara umum ada dua macam rangkaian listrik. Perhatikan penjelasan berikut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Rangkaian Listrik Seri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangkaian listrik seri adalah rangkaian alat listrik yang disusun secara berurutan. Rangkaian dengan bentuk seperti itu dinamakan rangkaian lampu secara seri. Dalam rangkaian jenis ini, jika salah satu lampu padam, lampu yang lain akan ikut padam. Arus listrik yang mengalir di kedua lampu mempunyai besar yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun tegangan listrik pada kedua lampu mempunyai sifat sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika kedua lampu mempunyai ciri sama, tegangan listrik bernilai sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kedua lampu mempunyai ciri yang berbeda, tegangan listrik akan berbeda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8ei1-6D6xUDZfZDRjcPico_RXpZEQD0jzd7i5a3JpjOltzcyiad0tTv4brct0xk1uOwOzrLbPLv-yprkfs6w9T47Dl2TQgDj6fEBl1spBAvquBrcgqySTs2aWtfwYOaVAIbx3MUjpO1LC/s1600/rangkaian_listrik.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8ei1-6D6xUDZfZDRjcPico_RXpZEQD0jzd7i5a3JpjOltzcyiad0tTv4brct0xk1uOwOzrLbPLv-yprkfs6w9T47Dl2TQgDj6fEBl1spBAvquBrcgqySTs2aWtfwYOaVAIbx3MUjpO1LC/s1600/rangkaian_listrik.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;2. Rangkaian Listrik Paralel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian alat listrik yang disusun secara bertingkat atau sejajar. Rangkaian dengan bentuk seperti itu dinamakan rangkaian lampu secara paralel. Dalam rangkaian jenis ini, jika salah satu lampu padam, lampu yang lain akan tetap menyala. Tegangan listrik pada kedua lampu bernilai sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arus listrik pada kedua lampu mempunyai sifat sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika kedua lampu mempunyai ciri sama, arus listrik bernilai sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kedua lampu mempunyai ciri yang berbeda, arus listrik akan berbeda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Selain lampu listrik, banyak benda lain menggunakan energi listrik, misalnya lemari es, mesin cuci, hingga mesin-mesin yang digunakan di pabrik-pabrik besar. &amp;nbsp;Di antara peralatan listrik yang digunakan, hampir di setiap rumah pasti ada lampu listrik. Pada lampu listrik, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan energipanas. Kamu dapat mencoba membuat rangkaian listrik sederhana menggunakan batu baterai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sediakan 4 buah bola lampu 5 watt, 2 buah batu baterai, dan kabel.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buatlah rangkaian paralel dari 2 bola lampu dan satu baterai seperti gambar berikut.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buatlah rangkaian 3 bola lampu, kemudian 4 bola lampu dengan 1 buah batu baterai.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buatlah rangkaian 2 bola lampu, 3 bola lampu, dan 4 bola lampu dengan 2 buah baterai.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa yang kamu amati?&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Banyak Bola Lampu&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kondisi Nyala Lampu&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;1 Batu Baterai&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;2 Batu Baterai&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2 Bola Lampu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;...................................................&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;..........................................................&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3 Bola Lampu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;..................................................&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;..........................................................&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4 Bola Lampu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;..................................................&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;.........................................................&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/perubahan-energi-listrik.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8ei1-6D6xUDZfZDRjcPico_RXpZEQD0jzd7i5a3JpjOltzcyiad0tTv4brct0xk1uOwOzrLbPLv-yprkfs6w9T47Dl2TQgDj6fEBl1spBAvquBrcgqySTs2aWtfwYOaVAIbx3MUjpO1LC/s72-c/rangkaian_listrik.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-7717404649943737294</guid><pubDate>Fri, 22 Aug 2014 10:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T11:44:09.990+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Benda Konduktor dan Isolator</title><description>Benda Konduktor dan Isolator.Perhatikan TV, kulkas, seterika, lampu, dan komputer. Lampu menyala merupakan salah satu contoh perubahan energi listrik. Listrik berasal dari sumber energi listrik. Melalui kabel listrik mengalir sampai ke perabotanmu. Semua peralatan itu dihubungkan oleh kabel ke bagian sumber arus. Mengapa kabel dapat menghantarkan arus listrik? Benda konduktor adalah benda-benda yang dapat mengantarkan listrik dari sumber listrik. Sebaliknya, benda isolator adalah benda-benda yang tidak bisa mengalirkan listrik dari sumber listrik. Apakah benda-benda yang termasuk jenis konduktor dan isolator ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua buah baterai sebagai sumber listrik dihubungkan ke lampu dengan menggunakan kabel yang disambung &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisV-XHDXy-X_TzhYUHi4t9pA5tj_zxBsYrNPGBCMmcdXOAV8XwZw5cWA1WqkI1OuYAYi9Paah8eyb7rX6v27FBbZk0tyQxYFx427AHowt8RT_K8srguRJykhvEzH9qHRFGM6LNPgwOnjoA/s1600/konduktor_listrik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisV-XHDXy-X_TzhYUHi4t9pA5tj_zxBsYrNPGBCMmcdXOAV8XwZw5cWA1WqkI1OuYAYi9Paah8eyb7rX6v27FBbZk0tyQxYFx427AHowt8RT_K8srguRJykhvEzH9qHRFGM6LNPgwOnjoA/s1600/konduktor_listrik.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
dengan klip kertas dari logam. Lampu tersebut akan menyala karena arus listrik mengalir dari baterai ke lampu. Dalam hal ini, klip kertas disebut sebagai konduktor karena mampu mengalirkan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi pada lampu ketika klip kertas logam diganti dengan kawat, karet, atau sedotan plastik? Jika klip kertas logam diganti dengan karet dan sedotan plastik, lampu tidak menyala. Hal ini menunjukkan bahwa karet dan sedotan plastik tidak dapat menghantarkan listrik. Oleh karena itulah, karet dan sedotan plastik digolongkan sebagai bahan isolator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan kegiatan ini untuk mengetahui apakah suatu benda merupakan konduktor atau isolator.&lt;br /&gt;
Sediakan benda-benda berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Batu baterai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lampu 5 watt&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klip kertas logam, plastik, karet, kertas, kain, kapas, uang logam, batu, seng, dan kaca.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kerja:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buatlah rangkaian listrik seperti gambar di atas. Pastikan lampu dapat menyala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gantilah klip kertas logam dengan plastik, karet, kertas, kain, kapas, uang logam, batu, seng, dan kaca. Kemudian, amati keadaan lampu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catat hasil pengamatanmu dalam tabel berikut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(0,0,0); width: 100%;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Barang&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keadaan Lampu&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Golongan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Klip Kertas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Konduktor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Plastik&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Karet&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kertas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kain&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Uang Logam&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Batu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Seng&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Konduktor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kaca&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampu tidak menyala&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Isolator&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Selain benda sebagai konduktor dan isolator listrik, di sekitar kita juga terdapat barang barang yang merupakan konduktor dan isolator panas. Berikut ini beberapa barang yang merupakan konduktor ataupun isolator panas.&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Wajan dan Panci. Benda yang sangat baik menghantarkan panas yaitu jenis logam (baja, besi, tembaga, seng, alumunium, perunggu, kuningan ). Logam yang paling baik menghantarkan panas adalah alumunium. Alumunium dipakai untuk perkakas rumah tangga, misalnya : wajan penggorengan, panci, rice cooker, ceret dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Thermos. Termos terbuat dari campuran alumunium, kaca, plastik, dan gabus. Bagian dalam termos terbuat dari alumunium yang dilapisi kaca. Bahan ini merupakan jenis konduktor yang cukup baik. Bagian luar termos terbuat dari plastik dan gabus. Gabus dan plastik adalah isolator panas. Ada juga termos yang menggunakan ruang hampa udara di dalamnya, ruang hampa udara ini juga berfungsi sebagai isolator panas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setrika. Setrika listrik ini mengubah energi listrik menjadi energi panas. Setrika listrik dibuat dari campuran bahan konduktor dan isolator. Bagian dasar setrika terbuat dari besi sebagai penghantar panas yang baik(konduktor). Bagian atas setrika (pegangan) terbuat dari plastik. Plastik merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan panas (isolator).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jaket. Jaket terbuat dari bahan kain yang bersifat isolator. Pada saat suhu udara dingin, jaket akan menahan panas yang ada dalam tubuh keluar. Pakaian lain yang sama fungsinya dengan jaket adalah sweater, sweater menahan panas tubuh kita agar tidak keluar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/benda-konduktor-dan-isolator.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisV-XHDXy-X_TzhYUHi4t9pA5tj_zxBsYrNPGBCMmcdXOAV8XwZw5cWA1WqkI1OuYAYi9Paah8eyb7rX6v27FBbZk0tyQxYFx427AHowt8RT_K8srguRJykhvEzH9qHRFGM6LNPgwOnjoA/s72-c/konduktor_listrik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-2896344948690240746</guid><pubDate>Thu, 21 Aug 2014 16:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-21T23:03:17.033+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Skala Peta</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Skala Peta. Bel sekolah berbunyi. Siswa-siswa segera masuk kelas. Begitu pula siswa-siswa kelas V. Mereka berbaris menuju tempat duduk masing-masing. Tak lama kemudian Bapak Guru memasuki ruang kelas. Pak Guru membawa kertas lebar yang terlipat. Edo berbisik-bisik kepada Beni yang duduk di sebelahnya. Edo penasaran dengankertas lebar yang dibawa Pak Guru. Selanjutnya, Pak Guru membuka lipatan kertas itu. Pak Guru menunjukkannya kepada para siswa. Ternyata kertas itu adalah peta. Inilah peta yang dibawa Pak Guru.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdZN0BNS-SCvCQF1A-aFkN_ksvZL0bMywKpFEnYa90gNzCDvYOYZtu40cJvHsPlGRMzHrjXtMEEEkXvjRFk77tVMFRTwxZ-FKGXl55xvzuUDM5fwSQwQ7Yd4P6sHN3ztirJCtcPm0Pk10C/s1600/asia_tenggara.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdZN0BNS-SCvCQF1A-aFkN_ksvZL0bMywKpFEnYa90gNzCDvYOYZtu40cJvHsPlGRMzHrjXtMEEEkXvjRFk77tVMFRTwxZ-FKGXl55xvzuUDM5fwSQwQ7Yd4P6sHN3ztirJCtcPm0Pk10C/s1600/asia_tenggara.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perhatikan angka 1 : 32.000.000 yang tertulis pada bagian bawah peta. Menurutmu, apa artinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perdagangan antarbangsa memudahkan setiap bangsa membantu memenuhi kebutuhan para warganya. Begitu pula negara-negara di Asia Tenggara. Semua negara itu saling mengadakan kerja sama perdagangan. Lihatlah kembali peta Asia Tenggara pada halaman awal pembelajaran ini. Dengan melihat peta itu kamu dapat mengetahui posisi setiap negara dan jaraknya dengan negara-negara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peta merupakan penggambaran suatu wilayah atau daerah. Tentu tidak mungkin menggambar peta suatu wilayah sesuai ukuran sebenarnya, bukan? Biasanya peta digambar dengan menggunakan skala. Artinya, jarak dua tempat atau ukuran suatu wilayah digambar lebih kecil. Sebagai contoh jarak sebenarnya dua kota 5 km digambar pada peta sejauh 1 cm. Dikatakan bahwa peta tersebut mempunyai skala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skala peta = 1 cm : 5 km = 1 cm : 5.000 m = 1 cm : 500.000 cm = 1 : 500.000&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Peta tersebut mempunyai skala 1 : 500.000 atau&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;500.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Skala 1 : 500.000. Skala tersebut menunjukkan bahwa jarak 1 cm pada peta mewakili jarak sebenarnya 500.000 cm = 5 km.&lt;/blockquote&gt;
Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dengan jarak yang sebenarnya.&amp;nbsp;Secara umum rumus skala ditulis sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Skala = &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jarak sebenarnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jarak pada peta&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jarak sebenarnya = Skala x Jarak pada peta &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jarak pada peta = &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jarak sebenarnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Skala&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Catatan :&amp;nbsp;Dalam menentukan skala, biasanya jarak sebenarnya disajikan dalam satuan km. Untuk memudahkan dalam mencari skala sebaiknya samakan terlebih dahulu satuannya. Konversi satuan panjang dari km ke cm adalah dengan mengalikan bilangan tersebut dengan 100.000 (naik 5 tangga satuan panjang). Begitu juga ketika menentukan jarak sebenarnya, karena skala satuannya adalah cm dan jarak sebenarnya biasanya menggunakan satuan km. Terlebih dahulu satuan pada skala diubah menjadi km dengan cara membagi dengan bilangan 100.000(turun 5 tangga satuan panjang).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Contoh Soal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Jarak antara kedua kota sesungguhnya 25 km. Jarak pada peta 10 cm. Tentukan skala peta tersebut!&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Skala = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;Jarak sebenarnya&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;2.500.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= 250.000 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jarak pada peta&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
2. Jarak kedua kota sesungguhnya 45 km. Skala pada peta 1 : 150.000. Jarak kedua kota pada peta ?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jarak pada peta = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;Jarak sebenarnya&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;4.500.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= 30 cm &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Skala&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;150.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
3. Panjang rumah pada denah 50 cm. Panjang rumah sebenarnya 25 m. Berapa skala denah tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Skala = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;Jarak sebenarnya&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;2.500&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;= 50 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jarak pada peta&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;50&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
4. Tinggi suatu gedung 60 meter. Tinggi gedung pada denah 50 cm. Berapa skala denah tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Skala = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;Jarak sebenarnya&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;6.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 120 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jarak pada peta&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;50&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
5. Lebar suatu kolam renang 20 meter. Pada denah dibuat dengan skala 1 : 250. Berapa sentimeterkah lebar kolam pada denah?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Lebar kolam pada denah = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;Lebar sebenarnya&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px;&quot;&gt;2.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 8 cm &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Skala&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;250&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
6. Sebuah peta digambar dengan skala 1 : 2.250.000. Jika jarak dua kota dalam peta 8 cm, jarak kedua kota sebenarnya adalah...km.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biasanya jarak sebenarnya satuan yang digunakan adalah km, ubah satuan sekala menjadi km dengan cara membagi skala dengan 100.000 ( km ke cm turun 5 tangga = 100.000). 2.250.000 : 100.000 = 22,5 km&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/skala-peta.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdZN0BNS-SCvCQF1A-aFkN_ksvZL0bMywKpFEnYa90gNzCDvYOYZtu40cJvHsPlGRMzHrjXtMEEEkXvjRFk77tVMFRTwxZ-FKGXl55xvzuUDM5fwSQwQ7Yd4P6sHN3ztirJCtcPm0Pk10C/s72-c/asia_tenggara.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-2690972038692182446</guid><pubDate>Thu, 21 Aug 2014 12:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-21T19:57:37.972+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Menentukan Perbandingan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menentukan Perbandingan. Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana. Ketika melakukan kegiatan mencari contoh-contoh iklan, Dayu mengetahui harga dua macam telepon genggam. Harga telepon genggam A: Rp800.000. Harga telepon genggam B: Rp1.000.000. Dayu membandingkan kedua harga telepon genggam tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Harga telepon genggam A : harga telepon genggam B&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;800.000 : 1.000.000 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;800.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.000.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pecahan &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;800.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;dapat disederhanakan sebagai berikut. &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.000.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;800.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;800.000 : 200.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.000.000&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.000.000 : 200.000&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Oleh karena itu, perbandingan harga telepon genggam A dan B dapat ditulis:&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Harga telepon genggam A : harga telepon genggam B =&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berapa selisih harga telepon genggam A dan B? Berapa jumlah harga telepon genggam A dan B? Perhatikan tabel berikut.&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keterangan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bilangan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Harga telepon genggam A&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rp800.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Harga telepon genggam B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Rp1.000.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Selisih harga telepon genggam A dan B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Rp200.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jumlah harga telepon genggam A dan B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rp1.800.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan harga telepon genggam A dan B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan harga telepon genggam A dan selisih&lt;br /&gt;
harga kedua telepon genggam&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;800.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;200.000&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan harga telepon B dengan jumlah harga&lt;br /&gt;
kedua telepon genggam&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1.000.000&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.800.000&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hitunglah banyak siswa di kelasmu, lalu lengkapilah tabel berikut.Misalkan jumlah siswa di kelasmu adalah 40 orang siswa dengan 25 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keterangan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bilangan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Banyak siswa perempuan&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;25&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Banyak siswa laki-laki&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jumlah siswa&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;40&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Selisih banyak siswa perempuan dan banyak siswa laki-laki&lt;/td&gt; &lt;td&gt;25 - 15 = 10&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan banyak siswa perempuan dan banyak siswa&lt;br /&gt;
laki-laki&amp;nbsp;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25 : 5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15 : 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Selisih banyak siswa perempuan dan jumlah siswa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;40 - 25 = 15&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan banyak siswa perempuan dan jumlah siswa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25 : 5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;40&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;40 : 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan banyak siswa laki-laki dan jumlah siswa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;15 : 5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;40&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;40 : 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan banyak siswa perempuan dengan selisih&lt;br /&gt;
banyak siswa perempuan dan siswa laki-laki&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;25 : 5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15 : 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Perbandingan jumlah siswa dengan selisih banyak siswa&lt;br /&gt;
perempuan dan siswa laki-laki&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;40&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;40 : 5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;=&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;8&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15 : 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Contoh Soal 1 :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Siswa SD Nusantara selalu hidup rukun. Suatu hari mereka bekerja sama membersihkan sampah dan merapikan tanaman. Di halaman sekolah terdapat 36 siswa. &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9gt8JlSAfSKRC7biGXO2SNmHhjWW3A6uZr0SerhXyLR0KPRhbwIkF4AIEjAOhGnmG5W3OtuMOmdF98cVPbhbDEWvQJTw45e1hlEZnfk7pWsNuxmHRWL9l_LIxts9CDb6xwnyjbCWSNFca/s1600/siswa.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9gt8JlSAfSKRC7biGXO2SNmHhjWW3A6uZr0SerhXyLR0KPRhbwIkF4AIEjAOhGnmG5W3OtuMOmdF98cVPbhbDEWvQJTw45e1hlEZnfk7pWsNuxmHRWL9l_LIxts9CDb6xwnyjbCWSNFca/s1600/siswa.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perbandingan banyak siswa perempuan dan banyak siswa laki-laki adalah 4:5. Berapa banyak siswa perempuan? Berapa banyak siswa laki-laki?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembahasan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara I:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak siswa perempuan : banyak siswa laki-laki = 4 : 5.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misalkan banyak siswa perempuan = 4n.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh karena itu, banyak siswa laki-laki = 5n.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jumlah siswa perempuan dan siswa laki-laki = 4n + 5n = 9n.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Diketahui jumlah siswa = 36, sehingga 9n = 36 atau n = 36/9 = 4.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, banyak siswa perempuan = 4n = 4 x 4 = 16.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak siswa laki-laki = 5n = 5 x 4 = 20.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara 2 :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak siswa perempuan : banyak siswa laki-laki = 4 : 5.&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;Banyak siswa perempuan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Banyak siswa laki-laki&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jumlah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Banyak siswa perempuan = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;x 36 &amp;nbsp;= 16 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Banyak siswa laki-laki = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;x 36 &amp;nbsp;= 20 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Contoh Soal 2 :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah membersihkan halaman, Edo membantu Ibu menyiram pot-pot tanaman. Pot tanaman Ibu banyak. Ada pot besar dan ada pula pot kecil. Kata Ibu, perbandingan banyak pot besar dan pot kecil 3 : 7. Selisih banyak pot besar dan pot kecil adalah 16. Berapa banyak pot besar? Berapa banyak pot kecil? Berapa jumlah semua pot?&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0);&quot;&gt;&lt;b&gt;Pot besar&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pot kecil&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Selisih&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jumlah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3n&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7n&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7n – 3n = 4n&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3n + 7n = 10n&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;?&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;?&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;16&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Terlihat bahwa 4n = 16 atau n = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;16&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 4 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Banyak pot besar = 3n = 3 x 4 = 12.&lt;br /&gt;
Banyak pot kecil = 7n = 7 x 4 = 28.&lt;br /&gt;
Jumlah semua pot = 12 + 28 = 40 atau 4n = 4 x 10 = 40.&lt;br /&gt;
Jadi, banyak pot besar = 12, banyak pot kecil = 28, dan jumlah pot = 40.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Selesaikan soal-soal berikut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Pak Made pengekspor kerajinan. Hari itu Pak Made mengekspor patung kayu dan patung batu sejumlah 48 buah. Patung batu yang diekspor hari itu sebanyak 26.&lt;br /&gt;
a. Berapa banyak patung kayu yang diekspor Pak Made?&lt;br /&gt;
b. Berapa perbandingan antara banyak patung kayu dengan banyak patung semuanya?&lt;br /&gt;
Patung kayu = 48 - 26 = 22 buah&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Perbandingan &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;22&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;22 : 2&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;11&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;48&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;48 : 2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;24&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
2. Salah satu patung kayu yang akan diekspor dimasukkan ke dalam sebuah peti. Peti itu berukuran panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 120 cm.&lt;br /&gt;
a. Berapa perbandingan panjang dan lebar peti itu?&lt;br /&gt;
b. Berapa perbandingan panjang dan tinggi peti itu?&lt;br /&gt;
c. Berapa perbandingan lebar dan tinggi peti itu?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Perbandingan panjang dan lebar &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;60&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;60 : 10&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;6&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;50&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;50 : 10&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Perbandingan panjang dan tinggi &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;60&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;60 : 60&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;120&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;120 : 60&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Perbandingan lebar dan tinggi &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;50&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;50 : 10&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;120&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;120 : 10&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;12&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
3. Bu Sita mengekspor kerajinan tas. Bu Sita mengekspor tas batik dan tas bordir ke Arab Saudi. Tas batik yang dikirim sebanyak 70 buah. Perbandingan banyak tas batik dan tas bordir adalah 5 : 9. Berapa banyak tas bordir yang diekspor Bu Sita ke Arab Saudi?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Banyak tas bordir &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;x 70 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;630&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 45 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;14&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;14&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Catatan : Apabila jumlah hasil perbandingan sudah diketahui, maka perbandingan dijumlahkan.&lt;br /&gt;
4. Sebuah pabrik mengimpor sebuah mesin dari luar negeri. Mesin itu dimasukkan ke dalam sebuah peti. Peti berisi mesin itu mempunyai berat 315 kg. Saat mesin sudah dikeluarkan dari peti, perbandingan berat peti dan berat mesin = 1 : 20.&lt;br /&gt;
a. Berapa berat peti kosong?&lt;br /&gt;
b. Berapa berat mesin?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Berat peti kosong = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;x 315 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;315&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 15 kg &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;20&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Berat mesin = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;20&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;x 315 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;6.300&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 300 kg &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;21&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
5. Untuk menguasai sebuah tarian baru, anggota sanggar tari biasanya berlatih selama 6 hari. Setiap kali latihan dilakukan selama 2 jam. Untuk mempersiapkan pementasan, para anggota hanya mempunyai waktu 4 hari untuk berlatih. Berapa jam mereka harus berlatih setiap kali latihan agar dapat menguasai sebuah tarian baru?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0);&quot;&gt;&lt;b&gt;Banyak Hari Latihan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jam Latihan Setiap Hari&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Total Jam Latihan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6 × 2 = 12&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;n = ?&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4 × n = 12&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Perhatikan bahwa total jam latihan harus sama, yaitu 6 × 2 = 12.&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;Oleh karena itu, 4 × n = 12 atau n = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;12&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot;&gt;&amp;nbsp;= 3 &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perhatikan bahwa 4 × n = 12 merupakan kalimat matematika. Jadi, untuk masa berlatih selama 4 hari, anggota tari harus berlatih selama 3 jam setiap kali latihan.&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/menentukan-perbandingan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9gt8JlSAfSKRC7biGXO2SNmHhjWW3A6uZr0SerhXyLR0KPRhbwIkF4AIEjAOhGnmG5W3OtuMOmdF98cVPbhbDEWvQJTw45e1hlEZnfk7pWsNuxmHRWL9l_LIxts9CDb6xwnyjbCWSNFca/s72-c/siswa.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-1535545952779982498</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2014 17:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-21T00:08:01.216+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas IV</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SBdP</category><title>Mengolah Sampah</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai merupakan pekerjaan yang mulia. Di samping dapat mendatangkan uang, juga dapat menjaga lingkungan dari pencemaran yang berdampak buruk bagi kehidupan.Seorang pengrajin barang bekas, mengolah barang bekas atau sampah menjadi benda yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Selain itu, pekerjaan ini juga mengurangi tumpukan sampah yang ada di sekitar kita. Mengolah sampah bisa kita lakukan dengan &amp;nbsp;berbagai cara..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara yang pertama, kita bisa mengurangi pemakaiannya. Istilah ini dikenal dengan nama reduce (mengurangi). Sebisa mungkin kita kurangi penggunaan kemasan barang. Semakin banyak kita menggunakan kemasan barang, semakin banyak sampah yang dihasilkan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara yang kedua, kita bisa memakai kembali. Istilah ini dikenal dengan reuse (memakai kembali). Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai). Hal itu dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara yang ketiga, kita bisa mendaur ulang. Istilah ini dikenal dengan recycle (mendaur ulang). Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara yang keempat, kita bisa mengganti ulang. Istilah ini dikenal dengan replace (mengganti). Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
Salah satu cara mengolah sampah adalah dengan memakai kembali, bahan yang digunakan adalah kertas korang atau majalah. Sekarang ayo kita coba membuat kreasi hiasan cantik dari barang bekas koran atau majalah. Berikut caranya:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Bahan-bahan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kertas koran atau kertas majalah bekas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lem kertas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangka (tidak harus ada) atau cetakan lainnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pensil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Cara pembuatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwugVkYPWFva150mFyEDYWz0mmaT96VVZCrf0TD08j5waDi8Pg2mcSTJnZlPCLb8NgozvgNwk8ZfSGA8ZK6BTrbzo6G89FcsPKJwdcC1vd9-zt5ZcL-uWCYyTbxe-87ewrra90Zj-3yx-Q/s1600/bunga_kertas.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwugVkYPWFva150mFyEDYWz0mmaT96VVZCrf0TD08j5waDi8Pg2mcSTJnZlPCLb8NgozvgNwk8ZfSGA8ZK6BTrbzo6G89FcsPKJwdcC1vd9-zt5ZcL-uWCYyTbxe-87ewrra90Zj-3yx-Q/s1600/bunga_kertas.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siapkan kertas bekas.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk pemula, gunakan jangka dan pensil untuk membuat pola pada kertas.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Potong spiral berdasarkan pola yang dibuat sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gulung spiral mulai dari bagian terluar, sampai yang paling dalam. Selama menggulung, dapat dilem pada beberapa tempat agar kuat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bunga kertas siap dipajang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Bunga dari Sedotan Es&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Alat dan Gahan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gunting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cutter/silet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sedotan plastik baru / bekas (aneka warna)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lidi / kawat dengan diameter sekitar 2 mm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kertas krep / kertas pita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Botol plastik bekas berwarna / vas bekas&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Cara Membuat:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Potonglah sedotan dengan panjang sekitar 10 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian belah ujung sedotan menjadi empat bagian&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian gunting tiap ujung sedotan yang telah dibelah membentuk lancip menyerupai bentuk kelopak bunga&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa sedotan tersebut kemudian digabungkan jadi satu sehingga berbentuk bunga yang sedang mekar&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bunga ini kemudian kita ikatkan pada kawat / lidi yang telah dibalut kertas krep&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan untuk daunnya bisa dibuat dari potongan kertas pita atau dari potongan bekas gelas plastik, kalau kalian malas membuatnya kalian bisa ganti dengan daun-daunan yang terbuat dari kain / plastik dan bisa dibeli di toko kerajinan tangan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian tempelkan bunga plastik tersebut ke tangkai yang sudah kita buat, jangan lupa tempelkan juga daun-daunnya&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah satu tangkai bunga telah jadi, buat tangkai-tangkai lainnya dengan cara yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rangkailah tangkai bunga tersebut ke dalam pot bunga yang telah diisi spoon / busa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/mengolah-sampah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwugVkYPWFva150mFyEDYWz0mmaT96VVZCrf0TD08j5waDi8Pg2mcSTJnZlPCLb8NgozvgNwk8ZfSGA8ZK6BTrbzo6G89FcsPKJwdcC1vd9-zt5ZcL-uWCYyTbxe-87ewrra90Zj-3yx-Q/s72-c/bunga_kertas.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-7240867854193111412</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2014 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-20T23:24:58.126+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas IV</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Luas dan Keliling Persegi dan Segitiga</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Luas dan keliling Persegi dan Segitiga. Setelah makan siang, Dayu memperhatikan meja makan di restoran itu. Permukaan meja makan tersebut berbentuk persegi dan terbuat dari kayu. Seorang tukang kayu harus mengetahui luas permukaan meja yang akan dibuatnya sehingga ia bisa menentukan ukuran dan jumlah yang akan digunakan. Mari kita bantu tukang kayu bagaimana cara mengukur luas permukaan sebuah meja.&lt;br /&gt;
1. Bagaimana cara mengukur luas permukaan? Lakukan langkah berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Siapkan 2 meja yang sama besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutupi meja 1 dengan daun (satuan ukuran) yang besarnya sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah semua permukaan tertutup? Berapa banyak daun yang digunakan untuk menutup meja?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutupi meja 2 dengan buku. Apakah semua permukaannya tertutup? Berapa banyak buku yang digunakan?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Coba perkirakan, berapa banyak daun yang bisa menutupi seluruh permukaan meja. Cocokkan perkiraanmu dengan hasil akhir!&lt;br /&gt;
3. Banyaknya satuan yang menutupi permukaan meja merupakan luas dari meja. Kali ini luas meja diukur menggunakan daun dan buku sebagai satuan ukurannya:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Apakah banyaknya buku yang digunakan untuk menutupi permukaan meja sama dengan banyaknya daun?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah seluruh bidang permukaan meja tertutup dengan sempurna?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah daun dan buku bisa digunakan untuk mengukur luas permukaan meja?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat ukur apa yang mampu mengukur seluruh permukaan bidang dengan sempurna? Berikan contohnya!&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
4. Hitung banyak satuan yang menutupi permukaan meja tersebut! Bandingkan!&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Jadi, luas permukaan meja = ... daun =.... buku tulis&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Jadi, luas permukaan sebuah bidang adalah: Pajang x Lebar&lt;/blockquote&gt;
Ketika kita menghitung luas dengan menggunakan daun atau buku tulis, maka hasil yang didapat berbeda. Daun dan buku tulis tersebut dinamakan satuan tidak baku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Udin sedang menonton televisi, datang ayah Lani yang ingin bertemu dengan ayah Udin. Ayah Lani adalah seorang arsitek yang tugasnya merancang sebuah bangunan. Ayah Lani menggambar rancangan bangunannya di atas kertas berpetak. Saat membuat rancangan bangunan, seorang arsitek harus mengetahui luas dan keliling setiap ruangan yang ada di dalam bangunannya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwdtt4Cq2LTbD5jORFO5iYDYpSWxkPTNmBhyphenhyphenD67ZlhyphenhyphenqA5FIG1LAkSv4X8UwiKkOglU3eJMpn7u4jd_yr3Vl7b6ph_o9CjDYS16i946rzEqYUGEvQgBBA992_oaTtkhAF6Ywj3kFwuAlxB/s1600/persegi_panjang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwdtt4Cq2LTbD5jORFO5iYDYpSWxkPTNmBhyphenhyphenD67ZlhyphenhyphenqA5FIG1LAkSv4X8UwiKkOglU3eJMpn7u4jd_yr3Vl7b6ph_o9CjDYS16i946rzEqYUGEvQgBBA992_oaTtkhAF6Ywj3kFwuAlxB/s1600/persegi_panjang.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Berapa banyak persegi satuan yang menutupi persegi panjang di atas? Jadi, banyaknya persegi satuan yang menutupi seluruh permukaan persegi panjang dinamakan luas persegi panjang. Luas persegi panjang ditentukan melalui tahap:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;hitung banyak persegi satuan yang menutupi persegi panjang!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hitung banyak persegi satuan yang menutupi lebar persegi panjang!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hitung banyak persegi satuan yang menutupi panjang dari persegi panjang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kalikan bilangan yang menyatakan panjang dan lebar dari persegi panjang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jadi luas persegi panjang di atas = (6 x 4) satuan = 24 satuan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Jika L= Luas, p = ukuran panjang, dan l = ukuran lebar, maka L= p x l&lt;/blockquote&gt;
Bagaimana dengan luas persegi panjang? Persegi mempunyai sisi yang sama panjang. Jika L = luas persegi&lt;br /&gt;
dan s = banyak satuan yang menutupi sisi-sisi persegi maka L = s x s&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Jumlah ukuran sisi yang membatasi sebuah bangun merupakan keliling dari bangun tersebut. Pada bangun di atas, kelilingnya adalah AB + BC + CD + DA = 6 satuan + 4 satuan + 6 satuan + 4 satuan = 20 satuan&lt;br /&gt;
Jadi keliling persegi panjang 2 x ( ukuran panjang + ukuran lebar).&lt;br /&gt;
Lalu, bagaimana dengan keliling persegi? Ukuran sisi-sisinya = s. Jika keliling persegi = K maka K= s + s + s + s.&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;Contoh Soal :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Udin telah sampai di rumah paman di desa. Paman Udin adalah seorang petani. Ia memiliki ladang yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman. Setibanya di sana, Udin melihat paman akan menanam jagung di ladang. Ia juga akan memagari ladang jagungnya menggunakan batang-batang bambu. Panjang kebun paman adalah 20 m dan lebar 15 m&lt;br /&gt;
Jika 1 m&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;membutuhkan 5 kantong biji jagung, berapa banyak kantong biji jagung yang diperlukan?&lt;br /&gt;
Luas ladang paman Udin adalah: Panjang x lebar = 20 x 15 = 300 m&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Banyak kantong biji jagung yang diperlukan adalah: 300 x 5 = 1.500 kantong&lt;br /&gt;
Keliling ladang paman Udin adalah:2 x (p&amp;nbsp;+ l) = 2 x (20&amp;nbsp;+ 15) = 2 x 35 = 70 m&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berjalan di sepanjang pinggir pantai, Lani dan ayahnya melihat seorang nelayan yang ingin mencari ikan. Namun, ia terhambat, karena harus memperbaiki layar perahunya. Ia membutuhkan 2 layar baru berbentuk segitiga siku-siku untuk perahunya. Sebelum membeli kain, ia perlu menghitung luas kain layar yang diperlukan. Ayo, kita bantu Lani dan Pak Nelayan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya kita harus mengetahui bagaimana cara mencari luas bangun segitiga. Nah, kita akan kembali menentukan luas segitiga dari rumus luas persegi panjang. Mari kita perhatikan gambar di bawah ini. Kamu dapat mengikuti langkah–langkah pengerjaannya sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ambillah sehelai kertas berbentuk persegi panjang !&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lipatlah persegi panjang menurut diagonalnya sehingga menjadi dua bagian yang sama besar. Bangun apa yang dihasilkan?(segitiga)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tumpuklah kedua kertas hasil potongannya. Apakah luas keduanya sama besar?(sama besar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perhatikan kedua bentuk bangun segitiga ABC dan ADC.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Nah, berapa bagiankah segitiga ABC dari bangun persegi panjang ABCD?(setengah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sebuah persegi panjang mempunyai panjang sisi AB = 6 cm dan lebar sisi BC = 2 cm, maka luas persegi panjang = &amp;nbsp;6 x 2 = 12 m. Karena luas segitiga adalah 1/2 dari luas persegi panjang, luas segitiga ABC = luas segitiga ADC = 1/2 x (6 x 2) x 1 cm&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;²&amp;nbsp;&lt;/span&gt;= 6 cm&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Dalam segitiga dikenal istilah alas dan tinggi. Alas selalu tegak lurus dengan tinggi. Jika L = luas dan a = ukuran alas, t = ukuran tinggi maka :&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Cara menghitung keliling segitiga adalah dengan menghitung jumlah ukuran sisi-sisinya.Jika K = keliling. a, b, dan c adalah ukuran sisi-sisinya, maka K = a&amp;nbsp;+ b&amp;nbsp;+ c&lt;/blockquote&gt;
Setelah kamu mengetahui cara menghitung luas segitiga, sekarang bantulah Pak Nelayan menghitung luas kedua layar yang dibutuhkannya. Lihat ukuran layar pada gambar di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlJkzIu-BIlkayvtF4Ly_Vm5gPqGH6ymlfT3uxY4wzyeleqTU9BQph6r1VzhlPl2fLEP7HKDtjxyROpBqMpIbjqnVuPSqkAXe8GcSdscGIwPBDpa9qus32H3vlAAPcaXrbk49yXEqC5VgD/s1600/layar_perahu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlJkzIu-BIlkayvtF4Ly_Vm5gPqGH6ymlfT3uxY4wzyeleqTU9BQph6r1VzhlPl2fLEP7HKDtjxyROpBqMpIbjqnVuPSqkAXe8GcSdscGIwPBDpa9qus32H3vlAAPcaXrbk49yXEqC5VgD/s1600/layar_perahu.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas layar 1 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 3 x 4 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 12 = 6 m²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;LuasLayar 2 &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 2 x 3 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 6 = 3 m²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Luas layar keseluruhan 6&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;m²&amp;nbsp;+ 3&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;m² = 9&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;m²&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Soal Latihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Suatu hari Dayu dan ayahnya kembali ke rumah. Untuk keperluan pemasangan jendela di rumah, ayah Dayu membeli beberapa kayu tripleks. Tukang kayu memotongnya untuk membuat 36 segitiga kayu siku-siku, dengan panjang sisi sikusi-kunya 25 cm dan 18 cm.&lt;br /&gt;
a. Bantulah tukang kayu itu untuk menghitung luas daerah tiap-tiap segitiga!&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 25 x 16 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 400 = 200 cm²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
b. Untuk membuat segitiga-segitiga tersebut, tukang kayu itu menggunakan sejumlah papan tripleks yang dibeli seharga Rp117.000,00. Berapa harga sebuah segitiga jika tripleks habis terpakai untuk membuat 36 segitiga tersebut?&lt;br /&gt;
Harga sebuah segitiga = 117.000 : 36 = 3.250&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. a. Ibu Dayu adalah seorang penjahit. Untuk keperluan kegiatan pramuka, Dayu dan teman-temannya meminta tolong ibu untuk membuatkan bendera regu dengan bentuk dan ukuran sebagai berikut : Tinggi 30 cm, alas40 cm, dan sisi miring &amp;nbsp;50 cm. Berapa luas kain yang mereka butuhkan?&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas Kain &amp;nbsp;= &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 40 x 30 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 1.200 = 600 cm²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
b. Dayu mempunyai ide untuk menghias sisi bendera tersebut dengan pita berwarna. Berapa panjang pita&lt;br /&gt;
yang dibutuhkan?&lt;br /&gt;
Panjang pita yang dibutuhkan = 40 + 30&amp;nbsp;+ 50 = 120 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sebidang tanah berbentuk segitiga dengan panjang tiap sisi tanah berturut-turut 4 m, 5 m, dan 7 m. Di sekeliling tanah tersebut akan dipasang pagar dengan biaya Rp85.000,00 per meter. Berapakah biaya yang diperlukan untuk pemasangan pagar tersebut?&lt;br /&gt;
Biaya = (4 m&amp;nbsp;+ 5m&amp;nbsp;+ 7 m) x 85.000 = 19 x 85.000 =&amp;nbsp;1.615.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Luas segitiga siku-siku yang panjang sisinya 20 cm, 42 cm, dan 34 cm adalah ….&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 20 x 34 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 680 = 340 cm²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
5. Diketahui sebuah segitiga siku-siku dengan panjang sisi AB = 4 cm, sisi BC = 3 cm, dan sisi AC = 5 cm hitunglah:&lt;br /&gt;
a. Luas segitiga&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Luas = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 3 x 4 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: center;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 12 = 6 cm²&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
b. Keliling segitiga&lt;br /&gt;
Keliling = AB&amp;nbsp;+ BC&amp;nbsp;+ AC = 4&amp;nbsp;+ 3&amp;nbsp;+ 5 = 12 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Sebuah taman berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi yang sama 10 m, panjang sisi lainnya 12 m, dan tinggi 8 m. Jika taman tersebut akan ditanami rumput dengan biaya Rp60.000,00/m 2, hitunglah biaya yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Biaya = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; x alas x tinggi &amp;nbsp;60.000 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1 &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;x 12 x 8 x 60.000 = &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;48 x 60.000 = 2.880.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/luas-dan-keliling-bangun-datar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwdtt4Cq2LTbD5jORFO5iYDYpSWxkPTNmBhyphenhyphenD67ZlhyphenhyphenqA5FIG1LAkSv4X8UwiKkOglU3eJMpn7u4jd_yr3Vl7b6ph_o9CjDYS16i946rzEqYUGEvQgBBA992_oaTtkhAF6Ywj3kFwuAlxB/s72-c/persegi_panjang.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-3861815000863410543</guid><pubDate>Tue, 19 Aug 2014 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-19T23:14:09.268+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas IV</category><title>Jenis Jenis Pekerjaan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pekerjaan adalah kegiatan yang harus dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhannya Setiap hari manusia mempunyai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus segera di penuhi dan tidak bisa di tunda, &amp;nbsp;misalnya, makan, minum, pakaian, membeli alat-alat kebutuhan sekolah dan sebagainya, untuk memperoleh semua kebutuhan tersebut diperlukan uang. Untuk memperoleh uang, orang harus bekerja, bermacam- macam jenis pekerjaan yang di tekuni seseorang. Ada pekerjaan yang menghasilkan barang dan ada pekerjaan yang menghasilkan jasa. Pekerjaan yang menghasilkan barang di sebut produksi atau pekerjaan yang menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah pekerjaan yang menghasilkan jasa yang di butuhkan masyarakat atau menawarkan jasa seperti kesehatan, pendidikan, dll.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa pekerjaan sangat berhubungan dengan tempat mereka berada. Pemetik teh tinggal di pegunungan yang disebut sebagai dataran tinggi dan nelayan tinggal di pantai di dataran rendah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap orang harus bekerja. Perhatikan orang-orang yang tinggal di sekitarmu! Pasti jenis pekerjaan mereka bermacam-macam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain membutuhkan barang, orang hidup juga membutuhkan jasa. Jasa diperoleh dari orang lain. Untuk mendapatkan jasa, harus ada imbalan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7gS8_hNNu6686hunH8v3oN_e1jDDjx315dyNAlhYPPcg83OYNSoiqbY1_zgB_G3UyqrilURh41363tVwn-YtLE8c52Jwe7MW4nLCGLc5v5HGH-_Hb1EXK968jvao4IR05DTWS-jKLh-3/s1600/pekerjaan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7gS8_hNNu6686hunH8v3oN_e1jDDjx315dyNAlhYPPcg83OYNSoiqbY1_zgB_G3UyqrilURh41363tVwn-YtLE8c52Jwe7MW4nLCGLc5v5HGH-_Hb1EXK968jvao4IR05DTWS-jKLh-3/s1600/pekerjaan.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seseorang yang telah memberikan jasa akan menerima imbalan. Imbalan atau upah biasanya berupa uang. Selanjutnya, perhatikan contoh berikut. Pak Sukri mempunyai kebun kelapa sawit yang luas. Tanaman kelapa sawitnya banyak sekali. Pak Sukri tidak dapat mengurus kebun kelapa sawitnya sendirian. Ia membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus kebun kelapa sawit tersebut. Orang lain yang membantu tersebut bekerja memelihara, memanen, dan menjual buah kelapa sawit. Seminggu sekali para tenaga kerja yang membantu di kebun kelapa sawit tersebut menerima upah berupa uang dari Pak Sukri. Uang yang mereka terima itu merupakan imbalan atas jasa yang telah diberikan kepada Pak Sukri&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pekerjaan itu terbagi menjadi &amp;nbsp;dua &amp;nbsp;macam jenis pekerjaan.yaitu pekerjaan yang menghasilkan barang dan ada juga pekerjaan yang menghasilkan jasa.pekerjaan yang menghasilkan barang seperti pembuat kue , petanisedangkan pekerjaan yang menghasilkan jasa seperti guru,dokter dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pekerjaan yang Menghasilkan Barang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pekerjaan yang menghasilkan barang adalah pekerjaan &amp;nbsp;yang menghasilkan sesuatu barang yang bisa di pergunakan oleh seseorang .dan contoh dari pekerjaan yang menghasilkan barang seperti penjual kue, tukang kayu, petani peternak dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah beberapa jenis pekerjaan yang menghasilkan barang.&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis Pekerjaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Barang yang Dihasilkan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Petani&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Petani bekerja di sawah dan ladang, mereka menamam padi untuk mrnghasilkan beras, Di ladang petani juga menanam sayur-sayuran dan buah-buahan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Peternak Ikan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Seorang peternak ikan memelihara dan merawatnya dengan tujuan untuk dapat membudayakan ikan-ikan. Ikan yang sering dibudidayakan oleh para petani ikan antara lain ikan mukair, tawes Sepat, lele dan masih banyak yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tukang Kayu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Tukang katu mengerjakan pembuatan lemari, meja, bangku, kursi dan lain-lainnya. Para tukang kayu bekerja mengolah dari kayu batangan menjadi barang-barang perabot rumah. Mereka bekerja sesuai dengan &amp;nbsp;keahliannya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Penjual Kue&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Para penjual kue inimembuat kue untuk dijual, selain itu mereka juga&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;membuka pesanan jika ada masyarakat yang ingin memesan kue buatannya untuk acara keluarga dan acara sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengrajin Tahu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengrajin tahu membuat tahu dari bahan kedelai,kemudian menjualnya ke pasar ataupun di jual kepada yang membutuhkan. Tahu merupakan bahan pangan yang bergizi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nelayan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Banyak penduduk yang tinggal di wilayah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan mencari udang, cakalang, kerapu, cumi-cumi, dan tongkol,dll. Nelayan menangkap ikan memakai perahu dan kapal dengan jaring &amp;nbsp;dan menjual hasil tangkapannya ke pasar.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tukang Pembuat Sapu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Masyarakat yang tinggal di dekat perkebunan kelapa dapat bekerja sebagai pembuat sapu dan keset dengan memanfaatkan sabut kelapa.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah suatu pekerjaan yang di mana dari hasil pekerjaanya bisa di nikmati dan di rasakan oleh orang lain .dan pada pekerjaan yang menghasilkan jasa ini tidak menghasilkan barang.contoh dari pekerjaan yang menghasilkan jasa ini seperti guru, dokter, tukang potong rambut, polisi dan masih banyak lagi. Jenis pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita membutuhkan pendidikan, layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain. Berikut ini beberapa contoh pekerjaan yang menghasilkan jasa.&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0);&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis Pekerjaan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: rgb(255, 215, 0); text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jasa yang Dihasilkan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Guru&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Guru mengajar kita di sekolah, mereka memberikan pelayanan dengan cara mengajar kita berbagai pengetahuan/ Mereka mendapat imbalan berupa gaji yang diterima setiap bulan. Gaji yang mereka terima bersal dari pemerintah daerah.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dokter&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Dokter adalah orang yang pekerjaannya mengobati orang sakit, dokter bekerja di rumah sakit, puskesmas atau klinik kesehatan. Ada dokter yang khusus menangani penyakit gigi adalah dokter gigi.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tukang Jahit&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Penjahit adalah orang yang pekerjaannya menjahit pakaian seperti celana, baju, rok atupun jas, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Untuk melakukan pekerjaannya, penjahit dapat mengerjakannya baik dengan tangan maupun dengan mesin jahit.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Montir&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Montir adalah orang yang pekerjaanya memperbaiki kendaraan bermotor, seperti sepeda motor, mobil dan alat-alat yang menggunakan &amp;nbsp;mesin lain. Montir &amp;nbsp;biasanya bekerja di bengkel sendiri atau bengkel orang lain. Montir &amp;nbsp;memperoleh imbalan setelah memperbaiki kendaraan yang di perbaikinya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Polisi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Polisi merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa karena polisi bertugas untuk menjaga, mengayomi dan melindungi keamanan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tukang Cukur&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Tukang cukur rambut merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa karena ,tukang cukur rambut itu melayani para pelanggan untuk memotong rambut,dan dalam pekerjaan itu menghasilkan jasa yang nantinya dari jasanya itu bisa di nikmati oleh pelanggannya ,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sopir&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Seorang supir merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa karena seorang supir bisa melayani mengantarkan penumpang ke tempat yang di tuju oleh penumpang.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/jenis-jenis-pekerjaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7gS8_hNNu6686hunH8v3oN_e1jDDjx315dyNAlhYPPcg83OYNSoiqbY1_zgB_G3UyqrilURh41363tVwn-YtLE8c52Jwe7MW4nLCGLc5v5HGH-_Hb1EXK968jvao4IR05DTWS-jKLh-3/s72-c/pekerjaan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-6202647869065144431</guid><pubDate>Mon, 18 Aug 2014 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-02-21T11:52:54.796+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas IV</category><title>Alat Musik Tradisional</title><description>Selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Berikut adalah contoh alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia. Cara memainkannya berbeda-beda. Kecapi berasal dari Jawa Barat, dimainkan dengan cara dipetik. Angklung juga berasal dari Jawa Barat, dimainkan dengan cara digetarkan. Saluang berasal dari Sumatra Barat dimainkan dengan cara ditiup. Kendang dari Jawa Barat dan tifa dari Papua dimainkan dengan cara dipukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia kita mengenal bermacam-macam alat musik dengan berbagai bunyi serta suara yang khas dari &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtPF8-r4iSisK759e0X0OVG0jqqh5AJJ_gnpv1ST1D2v7ukaQiHRE4y0V7iLOOY9laIagiABevoEmr1p7cJZ-S8ftfQ9xDuDHdTcCtn1sFlVS9K32wWo_Ro7veGqlE0rXEPySc0d0GDGDF/s1600/alat_musik_gesek.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 0em; margin-left: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtPF8-r4iSisK759e0X0OVG0jqqh5AJJ_gnpv1ST1D2v7ukaQiHRE4y0V7iLOOY9laIagiABevoEmr1p7cJZ-S8ftfQ9xDuDHdTcCtn1sFlVS9K32wWo_Ro7veGqlE0rXEPySc0d0GDGDF/s1600/alat_musik_gesek.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
berbagai daerah, berikut ini adalah alat musik tradisional daerah bedasarkan fungsinya.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Alat musik ritmis, Alat musik ritmis merupakan alat musik yang tidak memiliki nada namun fungsinya lebih kepada pembentukan ritme, di Indonesia ada Kendang sebagai contoh alat musik ritmis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat musik melodis, Alat musik melodis adalah alat musik yang memiliki nada fungsinya yaitu untuk memainkan nada-nada serta melody yang ingin di tonjolkan contoh alat musik melodis dari Indonesia adalah kolintang, rebab, saron, demung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat musik harmonis, Alat musik harmonis merupakan alat musik yang digunakan untuk lebih memperindah lagu atau menjadi pengiring dari melodi dan musik contoh alat musik harmonis tradisional adalah gambus, bonang, dan siter.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berikut ini adalah beberapa macam alat musik tradisional di Indonesia berdasarkan cara memainkannya.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alat Musik Pukul&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kendhang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;11.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tambo&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nangroe Aceh Darussalam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gong&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;12.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tifa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Papua&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bonang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;13.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Doll&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bengkulu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Saron&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;14.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kolintang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sulawesi Utara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Demung&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kompang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jambi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gender&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;16.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tuma&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kalimantan Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Calung&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;17.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Arambia&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumatera Utara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Talempong&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumatera Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;18.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bende&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lampung&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gendang Melayu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bangka Belitung&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;19.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gendang Panjang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kepulauan Riau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cengceng&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bali&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;20.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ganda&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sulawesi Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alat Musik Tiup&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;th&gt;No.&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Nama Alat Musik&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Asal Daerah&lt;/th&gt;&lt;th&gt;No.&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Nama Alat Musik&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Asal Daerah&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Karinding&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Serunai&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumatera Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Suling&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Serunee Kalee&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nangroe Aceh Darussalam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Saluang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumatera Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Serunai&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nusa Tenggara Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bansi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumatera Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Fu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Maluku Utara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alat Musik Petik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kacapi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Barat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Panting&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kalimantan Selatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sasando&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nusa Tenggara Timur&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Keso Keso&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sulawesi Selatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sampek&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kalimantan Timur&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Guoto&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Papua Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Japen&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kalimantan Tengah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Siter&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alat Musik Gesek&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;margin-left: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold;&quot;&gt;&lt;b&gt;No.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Alat Musik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asal Daerah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tehyan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Betawi&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Lado Lado&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sulawesi Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Hapetan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumut&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;4.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rebab&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/alat-musik-tradisional.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtPF8-r4iSisK759e0X0OVG0jqqh5AJJ_gnpv1ST1D2v7ukaQiHRE4y0V7iLOOY9laIagiABevoEmr1p7cJZ-S8ftfQ9xDuDHdTcCtn1sFlVS9K32wWo_Ro7veGqlE0rXEPySc0d0GDGDF/s72-c/alat_musik_gesek.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-4313275306679846162</guid><pubDate>Thu, 14 Aug 2014 13:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-14T20:12:26.274+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IPS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><title>Kebutuhan Manusia</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu kompetensi dasar IPS kelas V SD adalah memahami aktivitas dan perubahan kehidupan manusia dalam ruang, konektivitas antar ruang dan waktu serta dan keberlanjutannnya dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya dalam lingkup nasional. Selain sebagai makhluk individu, manusia juga sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&amp;nbsp;Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan Manusia Berdasarkan Tingkat Kepentingan / Prioritas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Primer adalah kebutuhan yang benar-benar amat sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya adalah seperti sembilan bahan makanan pokok / sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Misalnya seperti makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya yang belum masuk dalam kategori mewah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Contohnya adalah mobil, antena parabola, pda phone, komputer laptop notebook, tv 50 inchi, jalan-jalan ke hawaii, apartemen, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDHeZDrxyUjxuPBOfQFuyXHZXKgXfZ_Z5xTYA8rX8uZp_oGxQgKHdkaVhnnnUCQ0PjkbPP8WgH4MocANbll_1F7b6OVRR1HuIZOzMBROv8TQfifc80LVXRiWGD657cT_LCcgdMhety_XVL/s1600/kebutuhan_manusia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDHeZDrxyUjxuPBOfQFuyXHZXKgXfZ_Z5xTYA8rX8uZp_oGxQgKHdkaVhnnnUCQ0PjkbPP8WgH4MocANbll_1F7b6OVRR1HuIZOzMBROv8TQfifc80LVXRiWGD657cT_LCcgdMhety_XVL/s1600/kebutuhan_manusia.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Sekarang adalah kebutuhan yang benar-benar diperlukan pada saat ini secara mendesak. Contoh adalah kebelet pipis, makan karena sangat lapar, pengobatan akibat kecelakaan, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Masa Depan adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang. Contoh yaitu pergi haji, pendidikan tinggi, pahala untuk bekal akherat, membeli mobil toyota yaris terbaru, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / Subyek Penggunanya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Individual / Individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, dan banyak lagi contoh lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebutuhan Sosial / Kolektif adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berbisnis, berorganisasi, dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;
Sekarang, coba identifikasikan kebutuhan sehari-hari anggota keluargamu beserta cara memenuhinya!&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;No.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Anggota Keluarga&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis Kebutuhan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Kebutuhan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Wujud Benda&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;CaraMemenuhi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ayah&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Primer&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pakaian&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sekunder&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Televisi&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Tersier&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sepeda Motor&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ibu&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Primer&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Makanan&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sekunder&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Rice Cooker&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Tersier&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Perhiasan&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td rowspan=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Anak&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Primer&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Minuman&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cair&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Memasak air&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sekunder&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Buku&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Tersier&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Handphone&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Padat&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Membeli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/kebutuhan-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDHeZDrxyUjxuPBOfQFuyXHZXKgXfZ_Z5xTYA8rX8uZp_oGxQgKHdkaVhnnnUCQ0PjkbPP8WgH4MocANbll_1F7b6OVRR1HuIZOzMBROv8TQfifc80LVXRiWGD657cT_LCcgdMhety_XVL/s72-c/kebutuhan_manusia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-6412075116673564708</guid><pubDate>Thu, 14 Aug 2014 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-19T09:29:37.259+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Matematika</category><title>Bilangan Pangkat Dua</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu istirahat, Siti dan Dayu mengamati sebuah majalah. Mereka memperhatikan iklan-iklan yang terdapat di dalamnya. Siti memanggila dan berkata Dayu, coba kamu perhatikan bentuk halaman majalah ini! Aku yakin ini bentuknya persegi panjang. Kira-kira bagus tidak kalau bentuk halaman majalah ini diganti menjadi persegi? Dayu menjawab, sebenarnya sih bagus juga. Tetapi, berapa ya ukuran yang tepat untuk sebuah majalah? Mari kita coba, kalau panjang sisinya 12 sentimeter, luasnya pasti 12 kali 12, kan? Berarti luasnya menjadi 144 sentimeter persegi.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil perkalian dua bilangan yang sama besar melalui cara perkalian berulang disebut sebagai bilangan pangkat dua atau bilangan kuadrat.&lt;/blockquote&gt;
Coba perhatikan contoh mencari luas pada beberapa persegi di bawah ini!&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-ihr3Q9rgCbW4lV9kOdMNuP3HnuWvXb3tEnX1P8gJMpUpLRgBa8sMRVGq_5bMkhilRtr5cuE6fPP-MpocP8hzezcoUhvu26Ci0G_WxoGY_YyGSUoX3z6jNs02-zBQNyCD6PWrh1MDWqi/s1600/bilangan_persegi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-ihr3Q9rgCbW4lV9kOdMNuP3HnuWvXb3tEnX1P8gJMpUpLRgBa8sMRVGq_5bMkhilRtr5cuE6fPP-MpocP8hzezcoUhvu26Ci0G_WxoGY_YyGSUoX3z6jNs02-zBQNyCD6PWrh1MDWqi/s1600/bilangan_persegi.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gambar tersebut adalah bangun persegi yang luasnya adalah sisi x sisi. Oleh karena itu, bilangan kuadrat disebut juga dengan bilangan persegi.&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lengkapilah tabel berikut dan perhatikanlah cara menuliskan bilangan dalam bentuk berpangkat seperti contoh yang diberikan!&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Bentuk perkalian bilanganyang sama&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; Hasil &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bentuk berpangkat &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background: gold; text-align: center;&quot;&gt;Cara membaca&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3 x 3&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tiga pangkat dua atau tiga kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5 x 5&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5²&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lima pangkat dua atau lima kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7 x 7&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;49&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7²&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tujuh pangkat dua atau tujuh kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10 x 10&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;100&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sepuluh pangkat dua atau sepuluh kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;12 x 12&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;144&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;12&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dua belas pangkat dua atau dua belas kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15 x 15&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;225&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lima belas pangkat dua atau lima belas kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;17 x 17&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;289.&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;17²&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tujuh belas pangkat dua atau tujuh belas kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;20 x 20&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;400&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;20²&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dua puluh pangkat dua atau dua puluh kuadrat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
Cobalah memecahkan beberapa soal di bawah ini secara mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah majalah memberikan tarif untuk iklan sebesar Rp25.000 setiap cm&lt;sup&gt;2&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Sebuah iklan majalah yang berbentuk persegi memiliki panjang sisi 12 cm. Berapakah harga tarif untuk iklan tersebut?(Tarif iklan = 12²&amp;nbsp;x Rp25.000 = 144 x Rp25.000 = Rp3.600.000)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah papan iklan berbentuk persegi memiliki panjang sisi 120 cm. Biaya pemasangan iklan per meter persegi adalah Rp36.000. Berapa biaya yang diperlukan untuk membayar pemasangan iklan pada papan iklan tesebut?(Biaya = 1,2²&amp;nbsp;x Rp36.000 = 1,44 x Rp36.000 =Rp51.840)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siti berpikir untuk membuat lima iklan untuk sebuah majalah. Setiap iklan yang berbentuk persegi tersebut memiliki panjang sisi 15cm. Dengan tarif iklan sebesar Rp13.000 per cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; berapa biaya yang diperlukan untuk membuat semua iklan tersebut?(5 x 15²&amp;nbsp;x Rp13.000 = 5 x 225 x Rp13.000 = 1.125 x Rp13.000 = Rp14.625.000)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keuntungan yang diperoleh koperasi di desaku terus meningkat, lo! Bahkan, mereka sudah dapat membeli lahan baru untuk usaha pertanian mereka. Pada mulanya mereka mempunyai lahan berukuran 15 meter kali 15 meter. Sekarang mereka membeli lahan baru dengan ukuran 12 meter kali 12 meter. Jadi, berapa luas lahan mereka sekarang?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Persoalan di atas dapat dijawab dengan melakukan operasi penjumlahan bilangan kuadrat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Total luas lahan koperasi = Luas lahan awal + luas lahan baru&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
= (15² + 12² ) m²&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
= (15 × 15) m&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;+ (12 × 12) m&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
= 225 m&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;+ 144²&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
= 369 m&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, luas lahan keseluruhan yang dimiliki koperasi tersebut adalah 369 m&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan memahami contoh di atas, kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan&lt;br /&gt;
saksama!&lt;br /&gt;
Ingatlah aturan penyelesaian hitung campuran!&lt;br /&gt;
1. 12² + 13² – 10² =......................................................&lt;br /&gt;
2. (19²× 13) + 15² =......................................................&lt;br /&gt;
3. (10² : 5) + (11² × 3) =................................................&lt;br /&gt;
4. 25²– (22 ² : 4) =......................................................&lt;br /&gt;
5. (32² × 3 ) + (12² : 6) =...................................................&lt;br /&gt;
6. Suatu lahan berbentuk persegi dengan panjang sisinya 12 m dibagi menjadi empat bagian sama besar. Berapakah luas setiap bagian tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Udin dan Beni sedang berjalan kaki menuju rumah mereka sepulang sekolah. Udin menceritakan pada Beni sebuah permasalahan perhitungan yang sedang dipikirkannya. Kawan Paman memiliki lahan berbentuk persegi panjang yang luasnya 500 meter persegi. Lahan itu hendak dipetak-petakkan menjadi persegi yang lebih kecil. Petakan paling kecil yang diinginkannya adalah persegi dengan luas 25 meter persegi. Nah, pertanyaannya adalah berapa kemungkinan luasan persegi yang mungkin dibuat pada lahan seluas itu?”&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan Udin dapat dipecahkan dengan memahami konsep bilangan kuadrat. Ada berapa bilangan kuadrat antara 25 hingga 500? Bilangan kuadrat antara 25 dan 500 adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;5²=5x5=25&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;8²=8x8=64&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;11²=11x11=121&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;14²=14x14=196&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;17²=17x17=289&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;20²=20x20=400&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;6²=6x6=36&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;9²=9x9=81&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;12²=12x12=144&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;15²=15x15=225&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;18²=18x18=324&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;21²=21x21=441&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;7²=7x7=49&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;10²=9x9=81&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;13²=13x13=196&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;16²=14x14=256&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;18²=19x19=361&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;22²=22x22=484&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, luasan yang mungkin menjadi pilihan adalah 25 m², 36 m², 49 m2, 64 m², 81 m², 100 m², 121 m², 144 m², 169 m², 196 m², 225 m², 256 m², 289 m², 324 m², 361 m², 400 m², 441 m², dan 484 m².&lt;/div&gt;
Dengan menggunakan contoh di atas, selesaikanlah soal-soal di bawah ini!&lt;br /&gt;
1. Hasil bilangan pangkat dua yang kurang dari 10 adalah . . . .&lt;br /&gt;
2. Hasil bilangan pangkat dua antara 20 dan 100 adalah . . . .&lt;br /&gt;
3. Hasil bilangan pangkat dua antara 100 dan 300 adalah . . . .&lt;br /&gt;
4. Hasil bilangan pangkat dua antara 300 dan 600 adalah . . . .&lt;br /&gt;
5. Hasil bilangan pangkat dua antara 700 dan 1.005 adalah . . . .&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk mendapatkan panjang sisi-sisi sebuah persegi yang sudah diketahui luasnya, diperlukan penarikan akar pangkat dua atau akar kuadrat dari luas tersebut. Apakah akar pangkat dua atau akar kuadrat? Akar pangkat dua atau akar kuadrat adalah faktor dari bilangan itu jika dipangkatkan dua akan sama dengan bilangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Akar pangkat dua atau kuadrat ditulis dengan menggunakan tanda √.&lt;br /&gt;
√36 dibaca akar pangkat dua dari 36 atau akar kuadrat dari 36.&lt;br /&gt;
√121 dibaca akar pangkat dua dari 121 atau akar kuadrat dari 121.&lt;br /&gt;
a x a = 36, a = ……… ditulis √36 = a, √36 = a , a = 6&lt;br /&gt;
a x a = 121, a = ……… ditulis √121 = a, √121 = a , a = 11&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerjakanlah soal berikut dengan saksama!&lt;br /&gt;
1. 4 = …………………………. karena &amp;nbsp; &amp;nbsp;4 = …………………2&lt;br /&gt;
2. 16 = …………………………karena &amp;nbsp; 16 = …………………2&lt;br /&gt;
3. 36 = …………………………karena &amp;nbsp; 36 = …………………2&lt;br /&gt;
4. 100 = ………………………..karena 100 = …………………2&lt;br /&gt;
5. 400 = ………………………..karena 400 = …………………2&lt;br /&gt;
Salin dan isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat!&lt;br /&gt;
1. 9&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;= 81, maka √81 = . . . . . . . .&lt;br /&gt;
2. 12&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;= 144, maka √n = 12. Nilai n = . . . . . . .&lt;br /&gt;
3. n&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;²&lt;/span&gt;&amp;nbsp;= 1.225, maka √1.225 = n. Nilai n = . . . . . . .&lt;br /&gt;
4. √324 = . . . . . .&lt;br /&gt;
5. √625 = . . . . .&lt;br /&gt;
Kerjakanlah dengan saksama!&lt;br /&gt;
1. Sebuah persegi mempunyai luas 256 cm2. Berapakah panjang sisi-sisinya?&lt;br /&gt;
2. Sebuah kebun yang berbentuk persegi mempunyai luas 625 m2, memiliki panjang . . . . . . m.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita dapat memperkirakan dengan tepat akar pangkat dua suatu bilangan. Oleh karena itu, kita dapat membandingkan akar pangkat dua suatu bilangan dengan bilangan yang lain. Perhatikan bilangan kuadrat di bawah ini!&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpCRMa0RLfjJp0-kYyW-pHVstnXdcXO_OjMvt2ngUFZfOwhlgGwIQHzGNO9oeqUHfpPoJ_JXeeILkFjh-5mxZd9nHEEkMIyX1cr-jZhRD0vLTp4fc5ES8BMj4_S1S5851-ZPQQJgJeB189/s1600/bilangan_kuadrat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpCRMa0RLfjJp0-kYyW-pHVstnXdcXO_OjMvt2ngUFZfOwhlgGwIQHzGNO9oeqUHfpPoJ_JXeeILkFjh-5mxZd9nHEEkMIyX1cr-jZhRD0vLTp4fc5ES8BMj4_S1S5851-ZPQQJgJeB189/s1600/bilangan_kuadrat.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Kesimpulan &quot;Semua bilangan kuadrat hanya mempunyai angka satuan, yaitu 1, 4, 5, 6, 9, dan 0. Bilangan dengan angka satuan 2, 3, 7, dan 8 adalah bukan bilangan kuadrat.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
Perhatikan contoh berikut!&lt;br /&gt;
1. Mana yang lebih besar, akar pangkat dua dari 196 atau 16?&lt;br /&gt;
Jawab&lt;br /&gt;
Bilangan 196 terletak antara 100 dan 400, dan lebih dekat ke 100. Satuannya 6, berarti akar pangkat dua dari 196 adalah 14. Jadi, 16 lebih besar dari akar pangkat dua dari 196.&lt;br /&gt;
2. Mana yang lebih besar, akar pangkat dua dari 625 atau 15?&lt;br /&gt;
Jawab&lt;br /&gt;
Bilangan 625 terletak antara 400 dan 900, dan lebih dekat ke 400. Satuannya 5, berarti akar pangkat dua dari 625 adal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang lakukanlah seperti contoh di atas, tetapi gunakanlah tanda = dan &amp;gt;!&lt;br /&gt;
1. 225 .............. 23&lt;br /&gt;
2. 289 .............. 25&lt;br /&gt;
3. 1.225 ........... 35&lt;br /&gt;
4. 1.444 .......... 42&lt;br /&gt;
5. 2.116 .......... 34&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyelesaikan soal hitungan campuran antara bilangan-bilangan akar kuadrat, kamu harus tetap mengikuti aturan pengerjaan hitungan campuran biasa. Perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu. Lalu, kerjakan hitungan yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan contoh berikut!&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;36 +&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;121 = 6 + 11= 17&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;144 :&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;16 +&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;400 = 12 : 4 + 20 = 3 + 20 = 23&lt;br /&gt;
Selesaikanlah soal-soal di bawah ini dengan cermat dan teliti!&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;225 +&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;100 x&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;25 = ...............&lt;br /&gt;
2.&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;&amp;nbsp;625 ×&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;&amp;nbsp;64 :&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;16 = ...............&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;256 +&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;196 -&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;225 = ...............&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;400 :&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;25 x&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;114 = ...............&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;(121+36) = ...............&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah beberapa waktu mengiklankan produknya di internet, pengusaha itu menerima pesanan dan akan mengirim produknya ke luar negeri. Dia mengemas barang itu dalam sebuah kotak kayu berbentuk kubus. Kotak tersebut bervolume 8 m3. Berapa ukuran kotak tersebut?&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ingatlah&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kubus memiliki rusuk yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Misalkan ukuran P = L = T = y&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Volume kubus = panjang x lebar x tinggi. = y × y × y = y³&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Oleh karena y³ = 8, y = 3&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;8 .&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berapa nilai y³?&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perhatikan bahwa 2 × 2 × 2 = 8 atau 2³&amp;nbsp;= 8, sehingga y = 3&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;√&lt;/span&gt;8 = 2.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jadi, kotak kayu tersebut berukuran P = L = T = 2 m.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/bilangan-pakat-dua.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-ihr3Q9rgCbW4lV9kOdMNuP3HnuWvXb3tEnX1P8gJMpUpLRgBa8sMRVGq_5bMkhilRtr5cuE6fPP-MpocP8hzezcoUhvu26Ci0G_WxoGY_YyGSUoX3z6jNs02-zBQNyCD6PWrh1MDWqi/s72-c/bilangan_persegi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2192980817676746823.post-1515843495488686552</guid><pubDate>Tue, 12 Aug 2014 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-26T19:22:32.951+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kelas V</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SBdP</category><title>Membuat Topeng dari Koran Bekas</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan suku bangsa yang lain. Setiap suku bangsa atau daerah juga mempunyai bentuk kerajinan yang berbeda dengan daerah/suku bangsa yang lain. Walaupun bahan dasarnya mungkin sama, tetapi motif dan bentuknya pasti berbeda pada setiap daerah. Gambar 1 adalah bentuk kerajinan dari daerah Papua. Gambar 2 merupakan kerajinan dari Kalimantan. Gambar 3 adalah kerajinan manik-manik dari Sulawesi. Gambar 4 adalah kerajinan topeng dari Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsog7jAkK-tqWQFpRQH_YtVvCi4fHCxgofTxSZq9hh07mOBHR3P-BGkXuieH7M99ALR30_6cVL0Df81bzcnIvzeeLGCRfA7KL_lC-0Sfl_hIe5FB-x8xWNBK0hheNMXNVlOmsmBHG5ZKYQ/s1600/topeng.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 0em; margin-right: 0em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsog7jAkK-tqWQFpRQH_YtVvCi4fHCxgofTxSZq9hh07mOBHR3P-BGkXuieH7M99ALR30_6cVL0Df81bzcnIvzeeLGCRfA7KL_lC-0Sfl_hIe5FB-x8xWNBK0hheNMXNVlOmsmBHG5ZKYQ/s1600/topeng.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Topeng merupakan cerminan karakter atau sifat manusia. Sebagaimana karakter manusia yang bermacam-macam, kita pun dapat membuat topeng dengan berbagai karakter. Ada topeng yang berkarakter lucu atau jenaka, garang dan pemberani, menyeramkan dan jahat, atau yang sabar dan ramah. Teknik atau cara pembuatan topeng bermacam-macam. Topeng dari bahan kayu dibuat dengan cara dipahat dan diukir. Topeng dari bahan gips dibuat dengan dicetak, sedangkan topeng dari tanah liat dibuat dengan cara dibentuk. Topeng kertas dapat dibuat dengan cara cetak atau cukup membentuknya dengan cara menggunting dan menempel.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Alat dan Bahan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Balon&lt;br /&gt;
2. Kertas koran&lt;br /&gt;
3. Lem kanji dan lem pralon&lt;br /&gt;
4. Kertas karton&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Selotip&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Cat minyak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Langkah-langkah pembuatannya seperti berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buatlah adonan lem kanji. Caranya, masukkan 10 gram tepung kanji ke dalam 1 1/2 gelas air sambil diaduk rata. Kemudian panaskan di atas api kompor sampai mengental. Kemudian tiuplah balon sampai kira-kira seukuran kepalamu. Ikatlah ujungnya agar tidak mengempis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sobek-sobeklah kertas koran dengan ukuran kurang lebih 3 cm x 6 cm. Rendamlah sobekan kertas koran pada adonan lem kanji. Kemudian tempelkan pada balon hingga menutup seluruh permukaannya. Setelah mengering, tempelkan lagi kertas koran. Biarkan mengering dan tempelkan lagi sampai 8 atau 9 lapisan. Ada cara lain untuk membuat cetakan topeng dari tanah liat, karena tanah liat mudah dibentuk sesuai dengan keinginan kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila tempelan kertas koran disentuh terasa kaku atau keras, berarti lem telah mengering. Letuskan balon dengan memasukkan mata jarum. Potong bagian tepi balon. Catlah permukaan topeng dengan warna putih. Gambarlah motif (raut muka) topeng kemudian buatlah lubang untuk mata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sobek-sobeklah kertas koran hingga menjadi serpihan kecil. Rendam sobekan kertas koran sampai menjadi bubur. Akan lebih baik jika sebelum hari H pembuatan Topeng, rendam terlebih dahulu koran bekas di ember. Lebih lama direndam akan lebih baik karena akan membuat kertas lembek. Lumatkan dengan cara meremas-remasnya. Tiriskan bubur kertas dan kemudian campurkan dengan lem pralon encer. Gunakan adonan ini untuk membuat alis, hidung, dan bibir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunggulah lem mengering, kemudian catlah dengan warna-warna yang kamu inginkan. Pasangkan dua karet gelang pada sisi kanan dan kiri agar topeng dapat digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam membuat topeng, kamu juga harus memperhatikan aspek proporsi dan keseimbangan. Artinya bentuk dan ukuran bagian topeng yang kamu buat harus sesuai dengan bentuk dan ukuran objek yang kamu tiru. Misalnya bentuk dan ukuran kedua mata harus sama dan seimbang, ukuran hidung, mata, telinga, mulut harus seimbang dengan besarnya ukuran kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakter topeng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Topeng berfungsi sebagai alat untuk menggambarkan tokoh-tokoh yang dikehendaki. Topeng yang dikenakan oleh pemain dapat mengekspresikan karakter-karakter tertentu seperti kasar, lembut, gagah, halus, jahat, baik dan lain sebagainya. Dengan demikian topeng merupakan pengucapan visual karakter tokoh-tokoh yang diperankan oleh pelaku. Secara garis besar, karakter topeng-topeng di wujudkan dalam bentuk hidung, mata, mulut dan juga warna topeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu warna juga dimaksudkan untuk menggambarkan tokoh-tokoh warna merah menunjukkan tokoh berwatak angkara, jahat, berani. Merah jambu menggambarkan tokoh yang keras hati. Warna biru tua menggambarkan tokoh dengan kekuatan magis, warna biru telur menunjukkan tokoh baik hati, warna putih menunjukkan kesucian dan hitam menggambarkan tokoh yang bijak dan teguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Membuat Topeng dari Kertas Manila&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain menggunakan koran bekas, topeng juga dapat dibuat dengan menggunakan kertas manila. Teknik membuat topeng dari kertas manila sangat sederhana dan mudah dilakukan. Untuk membuat topeng dari kertas manila dapat dilakukan dengan cara seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peralatan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kertas manila&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lem&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pensil warna/crayon/warna air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuat lubang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karet gelang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Cara membuat :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buat 2 buah titik yang sama ukuranya dengan jarak antara kedua mata kita. Pastikan bahwa jarak tersebut tepat dengan jarak antara kedua mata kita. Caranya adalah dengan menempelkan selembar kertas ke muka kita, lalu buat tanda dengan menggunakan pinsil untuk menandakan ukuran jarak antara kedua mata kita. Catatan hati-hati ketika menggunakan pinsil, karena dapat membahayakan mata kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat garis tegak lurus di kertas yang akan kita buat topeng. Tujuan dari pembuatan garis ini adalah untuk memastikan bahwa topeng yang kita buat nantinya bisa tegak lurus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lukislah topeng menggunakan pinsil sesuai dengan karakter yang kita inginkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guntinglah bentuk lukisan sesuai dengan ukuran muka kita, dan buatlah dua lubang yang digunakan untuk mata kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warnai dengan pinsil warna atau crayon dan hias topeng sesuai kreativitas sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikatkan karet gelang di bagian tepi kanan dan kiri yang telah dibuat lubang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Topeng sudah siap untuk digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://ngangsukawruhya.blogspot.com/2014/08/membuat-topeng-dari-koran-bekas.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsog7jAkK-tqWQFpRQH_YtVvCi4fHCxgofTxSZq9hh07mOBHR3P-BGkXuieH7M99ALR30_6cVL0Df81bzcnIvzeeLGCRfA7KL_lC-0Sfl_hIe5FB-x8xWNBK0hheNMXNVlOmsmBHG5ZKYQ/s72-c/topeng.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>