<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862</id><updated>2024-10-24T04:18:29.966-07:00</updated><category term="Ilmu Pengetahuan"/><category term="Kebenaran Al Qur'an"/><category term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category term="Debat Islam - Kristen"/><category term="Kebenaran Hadits"/><category term="Diskusi Islam-Kristen"/><category term="Ilmu quran"/><category term="Debat Islam-Kristen"/><category term="Hubungan Antara Ka'bah"/><category term="Muslim menjawab hujatan"/><category term="Pengetahuan Islam"/><category term="Trinitas"/><category term="Bantahan Trinitas"/><category term="Sejarah Solat"/><category term="masjidil haram"/><category term="mekkah"/><category term="Babi Haram"/><category term="Bantahan Ketuhanan Isa"/><category term="Isra' Mi'raj"/><category term="Kiblat dan Kiamat"/><category term="Kyai"/><category term="Motivasi Sukses"/><category term="Mualaf"/><category term="Mukjizat nabi muhammad"/><category term="Persaudaraan Islam"/><category term="Prof. Jeffrey Lang"/><category term="Teori relativitas"/><category term="bantahan terhadap fitnah nabi muhammad"/><category term="bisnis"/><category term="jawaban tentang poligami nabi muhammad"/><category term="pendekar"/><category term="poligami nabi muhammad"/><category term="rahasia sukses"/><category term="sejarah salam"/><title type="text">Santri Cool </title><subtitle type="html">"Segala artikel tentang dunia islam, pesantren, Debat islam - kristen,</subtitle><link href="http://suntreecool.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" rel="hub"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-2489059969574081741</id><published>2011-12-24T05:28:00.000-08:00</published><updated>2014-03-11T23:01:11.499-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Babi Haram"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><title type="text">Analisa Ilmiah Babi Haram</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfXlOmzumBlAURL2n6AFvK0aOdjxiKghY7WmZW792UeaT6XSXDRYHNyFHw-ctmGo8ta1g-l0RuVIKBNXWpwbgu-flUTPSb7fC6XRPyaOcB-XpdnnXJ_pcUi7Z4OMBJpiV9iM4h63EdXQg/s1600/Babi+Haram.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfXlOmzumBlAURL2n6AFvK0aOdjxiKghY7WmZW792UeaT6XSXDRYHNyFHw-ctmGo8ta1g-l0RuVIKBNXWpwbgu-flUTPSb7fC6XRPyaOcB-XpdnnXJ_pcUi7Z4OMBJpiV9iM4h63EdXQg/s320/Babi+Haram.jpg" height="245" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Saya yakin banyak diantara kita yang pernah bertanya atau mendapat pertanyaan atau serangan dari umat lain,,,&lt;br /&gt;
Mengapa babi haram? Bukankah semua ciptaan Allah itu baik &amp;amp; ada manfaatnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya  Allah mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan  binatang  yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan  tetapi,  barang siapa dalam keadaan terpaksa sedang isi tidak  menginginkannya  dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.  Sesungguhnya  Allah Maha pengampun, Maha penyayang" QS. 2 Al-Baqarah:173&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  kita jawab dengan Qur’an, maka besar kemungkinan mereka tidak akan   percaya karena mereka tidak beriman pada Qur’anul Kariim. Biarlah mereka   belum percaya, sekarang mari kita jawab pertanyaan mengapa babi haram   dengan alkitab ditangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam alkitab  kristen pun sebetulnya JELAS tertulis jika BABI ITU HARAM!  Segala jenis  babi, tapi ayatnya dirubah-rubah dari masa ke masa oleh  gereja. Ini  buktinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IMAMAT 11:7&lt;br /&gt;
1928 Babi haram&lt;br /&gt;
1962 Babi haram&lt;br /&gt;
1971 Babi haram&lt;br /&gt;
1979 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia...&lt;br /&gt;
1985 Babi haram&lt;br /&gt;
1990 Babi haram&lt;br /&gt;
2006 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi  jika ada umat lain bilang kalau yang haram itu babi hutan, tapi  babi  ternakan tidak haram, maka itu sama sekali tidak benar karena BUKTI   NYATA ayat yang lama mengatakan yang haram itu ialah BABI. Jadi segala   jenis babi itu haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dalam Qur'an jelas babi tertulis  haram,tak perlu banyak penjelasan,  sejak awal sampai kiamat, sudah  tertulis Qur'an tak akan berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Allah  hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging  babi, dan binatang  yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.  Akan tetapi,  barang siapa dalam keadaan terpaksa sedang isi tidak  menginginkannya  dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.  Sesungguhnya  Allah Maha pengampun, Maha penyayang" QS. 2 Al-Baqarah: 173&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita lanjutkan, mari kita bahas sedikit garis besar Alkitab Kristen.&lt;br /&gt;
Alkitab terbagi 2: Perjanjian Lama &amp;amp; Perjanjian Baru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama: Seluruh kitab sebelum "Injil"&lt;br /&gt;
Perjanjian Baru: Seluruh kitab dimulai dari "Injil" dan surat-surat paulus dan seterusnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali  ke soal Babi, Terkadang pendeta umat kristen berdalih dengan   mengatakan bahwa ayat itu terdapat dalam Perjanjian Lama &amp;amp; sudah   dihapus oleh Perjanjian Baru. Padahal alasan pendeta ini tidak benar   karena justru Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru mengatakan bahwa   Perjanjian Lama TIDAK AKAN PERNAH DIHAPUS SAMPAI KIAMAT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayatnya (kami selalu berbicara dengan ayat, bukan pendapat sendiri / asal bicara):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matius  5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk  meniadakan  hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk   meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.&lt;br /&gt;
5:18 Karena Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap  langit dan bumi ini,  satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan  dari hukum Taurat,  sebelum semuanya terjadi.&lt;br /&gt;
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan  salah satu perintah hukum Taurat  sekalipun yang paling kecil, dan  mengajarkannya demikian kepada orang  lain, ia akan menduduki tempat  yang paling rendah di dalam Kerajaan  Sorga; tetapi siapa yang melakukan  dan mengajarkan segala  perintah-perintah hukum Taurat, ia akan  menduduki tempat yang tinggi di  dalam Kerajaan Sorga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara  dalil yang digunakan pendeta bahwa Perjanjian Lama (terdiri  dari  Taurat &amp;amp; kitab para Nabi terdahulu) sudah dihapus yaitu  ayatnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roma  7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum   Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu   milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita   berbuah bagi Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roma 7:6 Tetapi sekarang kita telah  dibebaskan dari hukum Taurat, sebab  kita telah mati bagi dia, yang  mengurung kita, sehingga kita sekarang  melayani dalam keadaan baru  menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama  menurut huruf hukum Taurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2  ayat ini berasal dari "SURAT PAULUS UNTUK JEMAAT DI ROMA", jika kita   lihat Roma 1 ayat 1, bunyinya: Dari Paulus , hamba Kristus Yesus, yang   dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal jelas sekali Yesus berkata bahwa TAURAT TIDAK AKAN DIHAPUS 1 TITIK KECIL PUN SAMPAI DUNIA KIAMAT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang tinggal pilih mana? Pilih kata Yesus atau pilih kata Paulus?&lt;br /&gt;
Siapa yang diteladani? Yesus atau Paulus?&lt;br /&gt;
Siapa yang dicintai? Yesus atau Paulus?&lt;br /&gt;
Aneh...  umat kristen ngaku cinta Yesus Yesus Yesus Yesus Yesus, tapi kok  malah  membantah dan berkhianat lalu malah mengikuti kata-kata Paulus  yang  jelas bertentangan dengan perintah Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PERLU DI GARIS  BAWAHI BAHWA AYAT TENTANG PENGHAPUSAN TAURAT &amp;amp;  PERJANJIAN LAMA  INILAH YANG MENURUT KAMI CUKUP PENTING KARENA AKIBAT  DARI MASALAH INI  AKAN MENGAKIBATKAN PULA MASALAH LAIN SEPERTI:&lt;br /&gt;
- BABI HARAM&lt;br /&gt;
- ALKOHOL HARAM&lt;br /&gt;
- TATA CARA IBADAH DIHAPUS&lt;br /&gt;
- KURBAN DIHAPUS&lt;br /&gt;
- HAJI DIHAPUS&lt;br /&gt;
- DAN LAINNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke masalah babi,,,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video cacing yang keluar dari daging babi (durasi 1 menit saja)&lt;br /&gt;
http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video cacing dari babi yang dikeluarkan dari tubuh pasien:&lt;br /&gt;
http://www.youtube.com/watch?v=9gRkABL-Wi8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video cacing dari babi yang dikeluarkan dari jantung:&lt;br /&gt;
http://www.youtube.com/watch?v=O_hzBqRCi2o&amp;amp;feature=related&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video cacing dari babi yang menyerang otak manusia:&lt;br /&gt;
http://www.youtube.com/watch?v=fn0mMs3_nkI&amp;amp;feature=related&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan masih banyak lagi video lain yang juga "mengerikan"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klik pada gambar agar gambar lebih besar untuk disebarkan ... ^_^&lt;br /&gt;
Ada  pertanyaan : “Kalian (umat Islam) mengatakan bahawa babi haram,  karena  ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba  dan  bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada.  Karena  babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan  terjamin, dan  proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin  babi-babi itu  terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  menjawab pertanyaan yang diajukan di Prancis ini, seorang ulama  dari  arab menjawabnya dengan meminta agar si penanya menyediakan:&lt;br /&gt;
3 ekor ayam terdiri dari 2 jantan dan 1 betina&lt;br /&gt;
3 ekor babi terdiri dari 2 jantan dan 1 betina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian,  3 ekor ayam itu dijadikan dalam 1 ruang kandang. Coba tebak  apa yang  terjadi? Ayam jantan dan ayam jantan lainnya saling berkelahi  hingga  salah satu kalah untuk memperebutkan 1 ayam betina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu  ustadz meminta agar 3 ekor babi yang sudah disediakan agar  dijadikan  satu dalam 1 ruang kandang. Dan apakah yang terjadi? Kedua  pejantan  babi itu saling bantu dalam menyetubuhi 1 babi betina, kedua  jantan itu  saling bantu satu sama lain. Bahkan terkadang Jantan sesama  jantan  bersetubuh. Dan yang lebih mengherankan lagi, ternyata anak babi  yang  sudah berumur cukup dewasa itu menyetubuhi betina yang ternyata  ialah  ibu kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini ustadz  itu menjelaskan bahwa meski babi dianggap steri, tetap  saja kelakuannya  itu yang akan membawa dampak buruk pada si pemakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ustadz  mengatakan: Karena itulah kalian terjangkiti penyakit seks bebas,  anak  dibawa orang lain tak dikenal, istri dipeluk cium orang lain tapi   tidak marah, selingkuh asal suka sama suka sudah merupakan hal biasa,   tak jarang diantara kalian melegalkan pernikahan sesama jenis, ini sudah   seperti tingkah kaum nabi Luth yang diazab!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal  kenyataan bahwa babi tetap saja tidak steril karena penyakit  babi  terdapat pada DNA-nya hingga sebersih apapun perawatan &amp;amp;  kandangnya  maka tetap saja penyakit babi tetap ada dan tak dapat  dihilangkan.  Satu lagi yang perlu diperhatikan bahwa DNA babi sangat  mirip sekali  dengan DNA manusia, hingga mungkin saudara pernah mendengar  ujicoba  cangkok organ tubuh babi pada manusia, namun berahir dengan  kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang  penjahat kanibal di jerman yang tertangkap kemudian ditanya:  seperti  apa rasanya daging manusia? Dia menjawab: Seperti daging babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih  lagi ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak  penyakit yang  disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya  disebutkan oleh  Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, mantan duta  besar Jerman,  dalam bukunya “Pergolakan Pemikiran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan Harian Muslim  Jerman”, halaman 130-131: “Memakan daging babi  yang terjangkiti cacing  babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat  menyebabkan meningkatnya  kandungan kolestrol dan memperlambat proses  penguraian protein dalam  tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang  kanker usus, iritasi  kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita  ketahui, virus-virus  influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada  musim panas karena  medium babi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:&lt;br /&gt;
1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus&lt;br /&gt;
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.&lt;br /&gt;
3.  Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa  menyebabkan  kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan  gangguan  persendian.&lt;br /&gt;
4. Penyakit pengelupasan kulit.&lt;br /&gt;
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi   hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah   penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan   memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti   makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di   hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan kotoran apa pun di depannya, entah  kotoran manusia, hewan atau  tumbuhan, bahkan memakan kotorannya  sendiri, hingga tidak ada lagi yang  bisa dimakan di hadapannya. Ia  mengencingi kotoranya dan memakannya jika  berada di hadapannya,  kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah,  busuk-busukan, dan  kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya  yang memakan tanah,  memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama,  jika dibiarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Kulit  orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak   sedap.Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina   dan Swedia –Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan   Swedia mayoritas penduduknya sekular– menyatakan: daging babi merupakan   merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita   penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat   secara drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terutama di negara-negara Eropa, dan  Amerika, serta di negara-negara  Asia (seperti Cina dan India).  Sementara di negara-negara Islam,  persentasenya amat rendah, sekitar  1/1000. Hasil penelitian ini  dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi  Tahunan Sedunia tentang  Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao  Paulo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Jika anda menuangkan Coca Cola (air soda) di  satu irisan yang tebal  daging babi, tunggu sebentar, anda akan dapat  melihatcacing-cacing  keluar merayap. Silahkan saksikan Video-nya dengan  durasi 1 menit saja  di http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.  Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir  semua  orang sudah tahu. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam   pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi   dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat   paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah   dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.  Daniel S. Shapiro, M.D., Pengarah Clinical Microbiology Laboratories,   Boston Medical Center, Massachusetts dan juga merupakan Penolong   Profesor Perubatan di Pathology and Laboratory Medicine, Boston   University School of Medicine, Massachusetts,merumuskan terdapat lebih   daripada 25 penyakit yang bisa di jangkiti dari babi. Di antaranya   ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Anthrax&lt;br /&gt;
• Ascaris suum&lt;br /&gt;
• Botulism&lt;br /&gt;
• Brucella suis&lt;br /&gt;
• Cryptosporidiosis&lt;br /&gt;
• Entamoeba polecki&lt;br /&gt;
• Erysipelothrix shusiopathiae&lt;br /&gt;
• Flavobacterium group IIb-like bacteria&lt;br /&gt;
• Influenza&lt;br /&gt;
• Leptospirosis&lt;br /&gt;
• Pasteurella aerogenes&lt;br /&gt;
• Pasteurella multocida&lt;br /&gt;
• Pigbel&lt;br /&gt;
• Rabies&lt;br /&gt;
• Salmonella cholerae-suis&lt;br /&gt;
• Salmonellosis&lt;br /&gt;
• Sarcosporidiosis&lt;br /&gt;
• Scabies&lt;br /&gt;
• Streptococcus dysgalactiae (group L)&lt;br /&gt;
• Streptococcus milleri&lt;br /&gt;
• Streptococcus suis type 2 (group R)&lt;br /&gt;
• Swine vesicular disease&lt;br /&gt;
• Taenia solium&lt;br /&gt;
• Trichinella spiralis&lt;br /&gt;
• Yersinia enterocolitica&lt;br /&gt;
• Yersinia pseudotuberculosis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah  dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di  Malaysia,  nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam  manusia  timbul dan bersumber dari babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 HAL YANG PERLU DIKETAHUI  BAHWA CACING-CACING INI DAN BAHKAN TELURNYA  SAJA TIDAK AKAN MATI MESKI  DAGING DIMASAK DENGAN SUHU 100% CELCIUS !!!  CACING HANYA AKAN MATI  JIKA DIMASAK DENGAN SUHU YANG JAUH LEBIH TINGGI,  NAMUN, SUHU YANG  TERLALU TINGGI INI AKAN MERUSAK DAGING DAN MALAH DAGING  TERSEBUTLAH  YANG AKAN BERBAHAYA BAGI MANUSIA MESKI CACING-CACINGNYA  MATI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali  lagi Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan   segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya   sendiri sampai kotoran manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara psikis babi  memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari,  sangat suka makan  dan tidur, mau menyetubuhi ibu kandungnya sendiri, mau  menyetubuhi  sesama kelamin, dalam satu masa dapat pula menjadi kanibal.  Secara  fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan  yang  sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit  itu  adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Taenia Sollum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parasit  ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau   berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan   daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung   ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi   perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa   mencapai lebih dari 3 meter .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing ini akan  melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan  kepalanya lalu  menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu  bisa  menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan,  karena  cacing ini bisa mengeluarkan racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila pada diri  seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui  terdapat cacing ini di  lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau  perasaan cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang  larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran  peredaran  darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak,  hati, saraf  tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat  menyebabkan  penyakit yang mematikan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Trichinia Spiralis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing  ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika   seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka   gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di   otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di   daerah-daerah lain di tubuh .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyerangan cacing  ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar  biasa dan  menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan  aktivitas.  Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit  pernafasan,  yang bisa berakhir dengan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa jadi, cacing  jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam  waktu singkat.  Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang  berkembang di  otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging  babi bisa  dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal  dunia .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Schistosoma Japonicus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini  adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang   dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung   cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka  menyentuh  atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing  yang  berasal dari kotoran babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing ini dapat  menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing  ini berkembang  dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih  dari 20.000  telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati.  Terkadang juga  menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang  berakibat pada  kelumpuhan dan kematian .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasciolepsis Buski&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parasit  ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika  terjadi  percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam  bentuk  tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada   manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di  daerah China dan Asia Timur.  Parasit ini bisa menyebabkan gangguan  pencernaan, diare, dan  pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa  menyebabkan kematian .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Ascaris&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panjang  cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan  radang  paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini  tidak  bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar diatas ini ialah contoh pasien yang meninggal dan tampak cacing ascaris keluar dari beberapa rongga tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Anklestoma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larva  cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika   seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa   menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan   terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh,   pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan   dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa   menyebabkan kematian .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Calornorchis Sinensis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini  jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati   babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia.   Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana   biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan   pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare   yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing Paragonimus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing  ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China  dan  Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi.   Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum   ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi  yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup.   Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana   penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat,   karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Erysipelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parasit  ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk  pembakaran  pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi  dengannya.  Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang  memperlihatkan  warna merah dan suhu tubuh tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang  kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai  penyakit,  diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal  (scabies), dan  Kuman Rusiformas N.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam berbagai argumentasi, sebagian  orang berpendapat jika peralatan  modern sudah jauh lebih maju dan bisa  menanggulangi cacing-cacing ini  sehingga tidak berbahaya lagi, karena  panas tinggi yang dihasilkan oleh  alat tersebut. Namun pengetahuan ini  masih memerlukan kajian yang lebih  mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai  sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan  benar  berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk  membunuh  cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang  benar  adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat  dalam  daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua  kandungan  gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun).  Kalau sudah  demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup  aman untuk  dikonsumsi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar dalam tubuh sapi juga ada  cacing. Cacing tersebut diberi  nama T. Saginata. Tapi babi sendiri  kadang-kadang juga menjadi sarang  cacing jenis ini. Namun demikian ada  perbedaan yang mendasar antara  cacing yang terdapat pada sapi dan  cacing yang ada pada babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saginata yang ada pada babi  melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh  manusia sedangkan saginata  yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam  sapi dan tidak hidup di  dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur  masuk dalam tubuh  manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh  manusia mungkin  disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam  tubuh babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping  itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna,  karena  kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan  menjelaskan  kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan  lainnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain  itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang  pertama  kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang  terakhir  adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut  dimasak,  maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari  hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan   daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan   sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam   hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita  bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik   pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu   berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu   atau bibit penyakit lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika dia masih juga  bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia  harus bisa membuktikan  bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit  maupun kandungan  lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya  sementara para ahli  saja tidak benar-benar berani menjaminnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu,  babi ialah sebagai ujian keimanan kita. Para Nabi dan  Para Rasul serta  Para sahabat langsung "SAMI'NA WA TO'NA" begitu ayat  pengharaman babi  ini turun tanpa perlu dijelaskan secara ilmiah dengan  bukti ini &amp;amp;  itu. Mengapa kita perlu penjelasan panjang lebar dahulu  baru  menerimanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berbahagialah kita sebagai muslim kerana  kita lah yg mengamalkan  semua itu, Qur'an telah memurnikan  ajaran-ajaran yg telah hilang &amp;amp;  tak dilaksanakan oleh ummat  terdahulu yang ingkar pada kitabnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam  telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah   menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ),   suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat   racun. Dengan kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk   akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh   kandungan purine dalam makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tubuh manusia,  senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98%  dari uric acid dalam  tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan  dibuang keluar  tubuh melalui air seni. Dalam Islam dikenal prosedur  khusus dalam  penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang  MahaKuasa dan  membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari  membiarkan  urat-urat dan organ organ lainnya utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cara ini  menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari  tubuh, bukannya  karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika  organ-organ misalnya  jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut  dapat meninggal  seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya  dan akhirnya  mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar  oleh uric  acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini  lah para  ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah  kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher ? karena  mereka  tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi  orang  muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak  bagi  konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini  dengan  memiliki leher.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu kedokteran mengetahui bahwa  babi sebagai inang dari banyak macam  parasit dan penyakit berbahaya,  sistem biochemistry babi mengeluarkan  hanya 2% dari seluruh kandungan  uric acidnya, sedangkan 98% sisanya  tersimpan dalam tubuhnya. Islam  telah melarang segala macam darah,  analisis kimia dari darah  menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari  uric acid (asam urat ),  suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi  kesehatan manusia, bersifat  racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain uric acid sampah dalam darah yang  terbentuk akibat  metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan  oleh kandungan  purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini  dikeluarkan  sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh,  dikeluarkan dari  dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh  melalui air seni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FAKTA LAINNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit orang  yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.  Penelitian  ilmiah modern di dua negara Timur &amp;amp; Barat, yaitu Cina dan  Swedia,  menyatakan: “Daging babi merupakan merupakan penyebab utama  kanker anus  &amp;amp; kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara  negara yang  penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama  di  negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia  (seperti  Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam,  persentasenya amat  rendah, sekitar 1/1000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penelitian ini  dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan  Sedunia tentang  Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.  Babi banyak  mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya,  sehingga  dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus  Avian  Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak  akan  menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan  60  ºC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ada  babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi  &amp;amp;  tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI  Strain  H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968  menyerang  Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu  Hongkong).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daging  babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak  mengandung  lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat,  namun daging  babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya  kholesterol! Selain  itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit :  pengerasan pada urat  nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang  mencekam (angina pectoris)  , dan radang pada sendi-sendi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar tahun 2001 pernah  terjadi para dokter Amerika berhasil  mengeluarkan cacing yang  berkembang di otak seorang perempuan, setelah  beberapa waktu mengalami  gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah  mengkonsumsi makanan khas  meksiko yang terkenal berupa daging babi,  hamburger (ham = babi, sebab  aslinya, hamburger adalah dari daging  babi). Sang perempuan menegaskan  bahwa dirinya merasa capek-capek  (letih) selama 3 pekan setelah makan  daging babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur cacing tsb menempel di dinding usus  pada tubuh sang perempuan  tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan  peredaran darah sampai ke  ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu  sampai di otak, maka ia  menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya,  hingga akhirnya mati dan  tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan  dis-fungsi yang sangat  keras pada susunan organ di daerah yang  mengelilingi cacing itu di otak.  Penyakit-penyakit “cacing pita”  merupakan penyakit yang sangat  berbahaya yang terjadi melalui konsumsi  daging babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkembang di bagian usus 12 jari  di tubuh manusia, dan beberapa  bulan cacing itu akan menjadi dewasa.  Jumlah cacing pita bisa mencapai  sekitar ”1000 ekor dengan panjang  antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup  di tubuh manusia dan mengeluarkan  telurnya melalui BAB (buang air  besar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka apakah  mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran  itu bukan  dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang  banyak di  dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qs.3 Ali Imran:85.  Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka  sekali-kali tidaklah  akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat  termasuk orang-orang  yang rugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana telah disebutkan, saluran  pernapasan babi memainkan peran  utama dalam kemunculan penyakit  berbahaya ini. Hal itu hanyalah satu di  antara sejumlah alasan di balik  pengharaman Allah memakan babi. Ada  banyak hikmah lain di balik Allah  mengharamkan penggunaan babi.  Sebagiannya dapat disebutkan sebagai  berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi mengandung belerang dengan kadar tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  babi mengandung belerang dengan kadar tinggi, ketika dimakan maka   sejumlah besar belerang diserap tubuh. Jumlah yang berlebihan dapat   menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi persendian ketika   belerang menumpuk di dalam tulang rawan, otot dan saraf; pengapuran dan   hernia. Ketika babi dimakan secara teratur, jaringan ikat lunak dari   babi menggantikan tulang rawan keras di dalam tubuh. Akibatnya, tulang   rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan, yang pada akhirnya   membawa pada kelainan persendian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hormon  pertumbuhan dalam kadar berlebihan yang tercerna melalui daging  babi  mengakibatkan pembengkakan dan kelainan bentuk jaringan. Hal itu  dapat  menimbulkan penimbunan lemak secara tiba-tiba dan berlebihan.  Orang  yang memakan babi pada umumnya memiliki bahaya lebih besar  mengidap  kegemukan. Hal itu berkemungkinan mendorong pertumbuhan yang  tidak  wajar pada tulang hidung, rahang, tangan dan kaki. Hal paling  berbahaya  mengenai hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih adalah bahwa  hal ini  membuka jalan bagi munculnya kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan daging babi menyebabkan penyakit kulit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zat  yang dikenal sebagai “histamin” dan “imtidazol” pada daging babi   menyebabkan gatal berlebihan. Zat-zat ini juga membuka jalan bagi   penyakit-penyakit kulit menular seperti eksem, dermatitis dan   neurodermatitis. Zat-zat ini juga meningkatkan bahaya terjangkiti bisul,   radang usus buntu, penyakit kantung empedu dan infeksi pembuluh darah   nadi. Karenanya, para dokter menyarankan penderita penyakit jantung  agar  menghindari makan babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan babi menyebarkan cacing trichina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing-cacing  trichina yang dicerna melalui daging babi memasuki  peredaran darah  melalui lambung dan usus dan menyebar ke seluruh tubuh.  Cacin trichina  terutama mendiami jaringan otot pada daerah rahang,  lidah, leher,  tenggorokan dan dada. Cacing ini menyebabkan kelumpuhan  pada otot-otot  gerak mengunyah, berbicara dan menelan. Hal ini juga  menimbulkan  penyumbatan pembuluh darah balik (vena), meningitis dan  infeksi otak.  Kasus-kasus parah bahkan dapat berujung pada kematian.  Sisi paling  berbahaya penyakit ini adalah tidak adanya obat untuk  menyembuhkannya.  Berjangkitnya wabah cacing trichina telah diamati dari  waktu ke waktu  di Swedia, Inggris dan Polandia, walaupun sudah dilakukan  pengawasan  kesehatan hewan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi sangatlah berlemak dan mengandung zat-zat beracun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babi  sangatlah berlemak. Ketika dicerna, lemak tersebut memasuki  peredaran  darah dan menyebabkan pengerasan pembuluh darah nadi,  meningkatkan  tekanan darah dan serangan jantung (coronary infarct).  Selain itu, babi  mengandung suatu racun yang dinamakan “Sutoxin.”  Kelenjar getah bening  dipaksa bekerja lebih keras untuk mengeluarkan  racun ini dari tubuh.  Hal ini ditandai dengan membengkaknya kelenjar  getah bening, khususnya  pada anak-anak. Jika penyakit ini berlanjut,  semua kelenjar getah  bening akan membengkak, suhu badan naik dan rasa  sakit mulai terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini  hanyalah secuil bagian hikmah di balik pengharaman Allah memakan  babi.  Allah juga menunjukkan kepada kita hikmah pengharaman ini dengan   menciptakan flu babi di Zaman Akhir. Bagi orang beriman yang tulus,   sekalipun tidak memahami mengapa Allah mengharamkan hal apa pun,   kewajiban utamanya adalah menjaga batas yang telah ditetapkan-Nya. Namun   dengan adanya wabah baru-baru ini Allah memberitahukan kepada kaum   beriman satu bagian lagi dari hikmah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan  ini baru didapatkan setelah adanya tekhnologi yang mutakhir di  abad 20  . Inilah salah satu bukti bahwa Qur'an ialah mukjizat terbesar  &amp;amp;  SEPANJANG MASA, karena ayat-ayatnya baru dapat dibuktikan oleh  ilmu  &amp;amp; tekhnologi terakhir. Bahkan masih banyak lagi ayat-ayat yang   belum dapat dibuktikan oleh ilmu &amp;amp; tekhnologi. Bukti kuat bahwa   Qur'an bukan buatan Rasulullah Muhammad SAW tapi berasal dari ALLAH,   Tuhan Langit &amp;amp; Bumi yang Maha Mengetahui ciptaan-NYA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  Al-Qur'anul Kariim bukan berasal dari Allah, tentu ayat ini   kemungkinan besar berbeda bunyinya &amp;amp; salah besar, tapi   Alhamdulillah... Qur'an TERBUKTI BENAR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka apakah mereka  tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran  itu bukan dari  sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang  banyak di  dalamnya. Qs.4 Nisaa':82&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mukjizat Qur'an mencakup  dari yang sangat sederhana, sampai yang penuh  dengan kerumitan dari  segala bidang matematika, astronomi, biologi,  geografi, sastra,  oceanografi dan segalanya. Karena Qur'an diturunkan  kepada semua  manusia sepanjang zaman. Bahasanya mencakup dari yang  sangat sederhana,  sampai pada tingkat tertinggi dari ilmu bahasa &amp;amp;  kesusasteraan  yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian pesan yang dibawa bisa dicapai  oleh setiap orang tanpa  melihat tingkat pendidikannya . Sama halnya  dengan mukjizat Qur'an,  fenonema yang sungguh teramat sangat luar biasa  ini dapat dibagi menjadi  2, yaitu: BUKTI SEDERHANA dan BUKTI RUMIT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi  orang awam saja, keindahan bahasa &amp;amp; hikmah serta nasihat jiwa   didalamnya sudah mampu membuktikan kemuliaan Qur'an bagi orang yang mau   jujur menggunakan hati kecilnya . Diceritakan dalam sebuah kisah jika   Abu Jahal pun menangis mendengar Rasulullah Muhammad SAW membaca Qur'an,   namun sayang, Abu Jahal tidak mau mengakui Mukjizat Qur'an yang   diturunkan pada Rasulullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.&lt;br /&gt;
25  Juta Muslim menjadi Murtad Kafir antara tahun 1950-2004 berdasar 3   sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam &amp;amp; Pihak Kristen   dengan sedikit perbedaan jumlah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baru yang tercatat, bagaimana dengan yang tidak tercatat?&lt;br /&gt;
Berapa jumlah murtadin antara 2005-2010?&lt;br /&gt;
Berapa jumlah murtadin sebelum tahun 1950?&lt;br /&gt;
Berapa jumlah murtadin di negara lain? Afrika, Malaysia, lainnya?&lt;br /&gt;
Belum termasuk yang terpengaruh Liberal berkata semua agama sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa jumlah Islam yg setengah hati terpengaruh media massa?&lt;br /&gt;
Berapa jumlah muslim yang tak yakin dengan Islam?&lt;br /&gt;
Berapa Jumlah "Islam Keturunan"?&lt;br /&gt;
Sampai kapan kita harus toleransi?&lt;br /&gt;
Hak kita untuk membela diri &amp;amp; keturunan kita!&lt;br /&gt;
Hidupkan KEWAJIBAN dakwah setiap individu muslim...&lt;br /&gt;
Sampaikan dengan hikmah &amp;amp; cara yang baik....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  benar semua agama sama, hanya 1 agama benar! Qur'an menulis:Siapa  cari  agama selain Islam,maka sekali-kali tidak diterima dari-nya, &amp;amp;  dia  di akhirat termasuk orang2 rugi (QS.3 Ali 'Imran:85).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  sempurna iman seorang muslim sampai dia menyayangi muslim lain  seperti  dirinya sendiri. Dan salah satu wujud sayang itu ialah amar  ma'ruf  nahi munkar. Kemunkaran yang meraja lela saat ini ialah "Semua  Agama  Sama". Mari kita buktikan semua agama tidak sama, hanya Islam saja   satu-satunya agama yang TERBUKTI benar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subhanallah...1 lagi bukti...&lt;br /&gt;
Dari ilmiah.... Islam TERBUKTI Benar...&lt;br /&gt;
Dari nalar.... Islam TERBUKTI Benar...&lt;br /&gt;
Dari Sejarah.... Islam TERBUKTI Benar...&lt;br /&gt;
Dari bahkan Kitab agama lain pun.... Islam TERBUKTI Benar...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klik  share,bagikan,kongsi, jempol,like,suka,tag,tandai agar dakwah  menyebar  ke seluruh pelosok. More like/jempol &amp;amp; More comment =  membantu  dakwah karena posting ini akan sering muncul di wall member  sebagai  most recent update.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman: Menyampaikan=Wajib (bukan kata orang)&lt;br /&gt;
Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥&lt;br /&gt;
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥&lt;br /&gt;
Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan&lt;br /&gt;
Qs.16:125 Serulah pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah &amp;amp; pelajaran baik&lt;br /&gt;
Qs.5:92 Kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang&lt;br /&gt;
Qs.64:12 Kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo mari menyampaikan.... SAMPAIKANLAH MESKI CUMA 1 AYAT&lt;br /&gt;
supaya lebih banyak  lagi  orang tahu kalau cuma Islam saja satu-satunya agama yg TERBUKTI  BENAR  ❤♡ ❥ ♥ Semoga Allah membalas amal kita semua, Amiin Amiin Amiin  Yaa  Robbal 'Aalamiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutip dari :&lt;br /&gt;
http://islamterbuktibenar.net/&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/2489059969574081741" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/2489059969574081741" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/analisa-ilmiah-babi-haram.html" rel="alternate" title="Analisa Ilmiah Babi Haram" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfXlOmzumBlAURL2n6AFvK0aOdjxiKghY7WmZW792UeaT6XSXDRYHNyFHw-ctmGo8ta1g-l0RuVIKBNXWpwbgu-flUTPSb7fC6XRPyaOcB-XpdnnXJ_pcUi7Z4OMBJpiV9iM4h63EdXQg/s72-c/Babi+Haram.jpg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-1940869618493776537</id><published>2011-12-24T05:22:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T05:22:51.514-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bantahan Trinitas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><title type="text">Melihat Allah [ menjawab FFI ]</title><content type="html">Kita berangkat dari cara berpikir umat Kristen apabila ditanya  tentang eksistensi Tuhan yang bisa menjelma menjadi manusia dengan  jawaban :”Terserah Tuhan donk, Dia khan Maha Kuasa, mau menjelma jadi  manusia, mau jadi trinitas atau apapun tentu saja Dia bisa  melakukannya”. Maka jawaban tersebut bisa juga dipakai untuk menjelaskan  eksistensi Tuhan menurut Al-Qur’an, bahwa Tuhan juga punya Kuasa untuk  menjadikan diri-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[42:11]…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[112:4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi  kalau berdasarkan informasi dari sumber lain yang menyatakan bahwa  Tuhan bisa saja menjelma menjadi apapun yang Dia mau, maka kita juga  harus menerima bahwa Tuhan juga bisa ‘tidak setara dengan apapun’ atau  juga ‘tidak menyerupai sesuatupun’, dan itu memang maunya Dia sesuai apa  yang disampaikan dalam Al-Qur'an. Penjelasan kedua ayat ini memastikan  bahwa eksistensi/wujud Tuhan tidak bisa dijangkau oleh panca indera  kita, karena kalau bisa maka tidak sejalan dengan pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat lain, Allah mengkonfirmasikan :&lt;br /&gt;
[6:103]  Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat  segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logika  yang kita pakai untuk menerima Tuhan yang menjelma menjadi manusia  karena Tuhan punya Kuasa untuk menjadi apapun yang Dia inginkan, bisa  juga kita pakai untuk menerima pernyataan Al-Qur'an ini. Lalu menjawab  pertanyaan : “Mengapa melalui Panca Inderanya tidak dapat mendeteksi  KEBERADAAN TUHAN?”, kita robah menjadi :”Mengapa Tuhan tidak memberikan  kemampuan kepada manusia untuk bisa melihat-Nya dengan panca indera..?”  karena konsisten dengan alasan Kristen soal Kekuasaan Tuhan tadi, maka  berdasarkan Kuasa-Nya tentu saja manusia akan bisa melihat wujud Tuhan,  namun dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Tuhan tidak memberikan kemampuan  panca indera manusia untuk bisa menjangkau eksistensi-Nya. Apa  alasannya..??? tentu saja Tuhan tidak perlu menjelaskan apa alasan Dia  tidak memberikan kemampuan tersebut, karena berdasarkan Kuasa yang Dia  miliki, Tuhan bisa berbuat apapun tanpa perlu repot-repot memberikan  alasan.&lt;br /&gt;
[7:143] Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan  Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman  (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri  Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman:  "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu,  maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat  melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu,  dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka  setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku  bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan  nabi Musa tersebut karena beliau ingin memperkuat keimanan, namun  akhirnya nabi Musa malah bertaubat karena meminta hal tersebut. Disini  digambarkan bahwa keinginan untuk bisa melihat Allah dengan panca indera  merupakan hal yang tidak baik. Selanjutnya Al-Qur’an menggambarkan  keinginan melihat Allah oleh Fir’aun, namun dengan cara yang agak ‘lucu’  :&lt;br /&gt;
[40:36] Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku  sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, [40:37]  (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan  sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan  Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari  jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah  membawa kerugian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar dari keinginan Fir’aun ini adalah  dalam konteks ‘menantang’ Musa, Al-Qur’an menjelaskan bahwa perbuatan  ini adalah perbuatan buruk, sekalipun Fir’aun menganggapnya baik.  Selanjutnya Al-Qur’an menjelaskan keinginan manusia lain, yaitu kaum  Yahudi umat nabi Musa yang ingin melihat Allah dengan panca indera,  dasar dari keinginan ini adalah keingkaran, yaitu setelah Allah  memberikan bukti keberadaan-Nya melalui ‘tanda-tanda’ yang disampaikan  nabi Musa, namun Yahudi meminta lebih, ingin melihat Tuhan. Al-Qur’an  menggolongkan tindakan ini adalah suatu kezaliman dan mendapat hukuman  dari Allah :&lt;br /&gt;
[2:55] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai  Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan  terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu  menyaksikannya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[4:153] Ahli Kitab meminta kepadamu agar  kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka  sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.  Mereka berkata : "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka  mereka disambar petir karena kezalimannya,..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ada satu ayat yang menggambarkan kondisi di akherat, yaitu penyesalan dari orang-orang yang tersesat di dunia :&lt;br /&gt;
[25:21]  Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan  Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa)  kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar  tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam  melakukan) kezaliman".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itupun dikatakan Al-Qur’an sebagai suatu kezaliman dan tindakan ‘memandang besar diri sendiri’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi  kesimpulannya, Al-Qur’an menyampaikan bahwa Tuhan tidak memilih  berdasarkan Kuasa-Nya agar manusia bisa menjangkau eksistensi-Nya dengan  panca indera, dan Tuhan juga telah menetapkan bahwa keinginan ataupun  permintaan untuk hal tersebut merupakan suatu kezaliman. Dari sisi  manusianya sendiri, kita tentu boleh-boleh saja memikirkan apa  alasannya, misalnya :”Melihat matahari saja mata kita tidak sanggup,  bagaimana pula halnya kalau kita melihat Tuhan yang menciptakan  matahari..??”. Tapi itu hanya berdasarkan akal pikiran kita sekalipun  memang alasan tersebut masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada pertanyaan :  “Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan manusia sehingga dapat mengenal Tuhan  yang tidak terdeteksi melalui panca indera manusia..?”. Yang bisa  dideteksi dengan panca indera kita adalah tentang ‘tanda-tanda’  keberadaan Tuhan, dan bukan tentang eksistensi/wujud Tuhan itu sendiri.  Tanda-tanda tersebut bisa dijangkau oleh panca indera kita dan juga akal  pikiran kita. Malah melalui Al-Qur’an, Allah mewajibkan setiap manusia  untuk mengamati dengan panca inderanya dan memikirkan dengan akal  pikirannya terhadap ‘tanda-tanda’ keberadaan Tuhan ini, agar kita bisa  meyakini bahwa Tuhan tersebut memang ada/eksis/wujud.&lt;br /&gt;
[41:53] Kami  akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di  segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi  mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa  sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[41:39]  Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan  gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak  dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat  menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[40:81]  Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka  tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[40:13]  Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan  menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran  kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2:164]  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam  dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi  manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan  air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di  bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang  dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda  (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[10:24]  Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air  (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya  karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia  dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna  keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemliknya  mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya  azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan  (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan  belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda  kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[57:17]  Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah  matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda  kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya adalah  segala yang ada di alam semesta merupakan bukti tentang eksistensi  Allah, tapi ini tentu hanya berlaku bagi orang yang melihat dengan  ‘hati’ dan mampu berpikir :&lt;br /&gt;
[22:46] maka apakah mereka tidak  berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka  dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat  mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang  buta, ialah hati yang di dalam dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[6:25] Dan di antara  mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah  meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak)  memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun  mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman  kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu,  orang-orang kafir itu berkata: "Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah  dongengan orang-orang dahulu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[45:23] Maka pernahkah kamu  melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah  membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati  pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka  siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya  sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata  yang dikatakan ‘mampu’ melihat tanda-tanda eksistensi Allah itu bukan  hanya terbatas pada pandangan mata atau mendengar dengan telinga saja,  tapi mata dan telinga yang dibimbing oleh hati yang tunduk dan tulus  ingin mengetahui eksistensi Tuhan. Jadi tidak aneh kalau banyak  mahasiswa sekolah seminari yang khusus mempelajari Al-Qur’an, sekalipun  sudah membaca Al-Qur’an seluruhnya dan berkali-kali, namun karena  dasarnya punya niat yang tidak baik, maka Al-Qur’an tidak akan bisa  menjadi petunjuk agar mereka kembali kejalan yang benar, malah semakin  dibaca semakin tersesat, dan yang rugi tentunya diri mereka sendiri.  Sebaliknya bagi orang yang punya niat baik dan tulus, benar-benar ingin  mengenal Allah dan ingin mendapat bimbingan-Nya, maka tidak perlu harus  melihat Tuhan dengan panca indera, Allah akan memberikan bimbingan  pengenalan kepada-Nya melalui tanda-tanda keberadaan Tuhan dan orang  tersebut makin mengenal Allah tanpa harus melihat wujud-Nya :&lt;br /&gt;
[21:49]  (yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka  tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[35:18]  Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika  seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul  dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang  dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri  peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun)  mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan  barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri  untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[5:94]  Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu  dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan  tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia  tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu,  maka baginya azab yang pedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan konsep ketuhanan  ini, kita bisa bertanya :”Apa akibatnya terhadap persepsi dan gambaran  yang muncul dari seorang Muslim terhadap Tuhannya..?”. Katakanlah ketika  seorang Muslim bersujud di tengan malam, sendirian , mengadu kepada  Tuhannya tentang masalah yang tengah dihadapi, atau ketika seorang  Muslim terjebak dalam situasi hidup mati dan tidak ada tempat atau  sesuatu untuk minta tolong kecuali Allah, lalu Muslim tersebut berteriak  :”Yaa..Allah, tolonglah hamba-Mu ini…!!”. Apa yang tergambar di  kepalanya tentang wujud Tuhan..?? Saya pastikan TIDAK ADA SATUPUN MUNCUL  WUJUD (BENTUK) DALAM PIKIRANNYA…, tapi yang ada adalah suatu keyakinan  bahwa Allah itu ADA, Kekuasaan-Nya SANGAT DEKAT, Dia pasti MENDENGAR  jeritan minta tolong si Muslim, Dia BERKUASA untuk menolong, kalau Dia  sudah menolong TIDAK ADA SESUATUPUN YANG BISA MENGHALANGI. Begitulah  eksistensi Tuhan yang selalu ada dalam hati setiap Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang  kita berandai-andai kalau kita menjadi seorang Kristen. Ketika kita  menyeru :” Yesus..!! tolonglah saya..!!”, apa yang tergambar dalam hati  dan pikiran kita..??? Tentu saja akan muncul sosok laki-laki, berambut  panjang, hidung mancung Eropah, ganteng, pakai janggut, mungkin  telanjang cuma pakai sepotong kain. Atau kita berdo’a :”Bapa yang ada di  surga..”, apa yang tergambar di kepala kita..?? tentu saja gambaran  seorang tua berjanggut putih, pasti berkulit putih, mukanya teduh dan  penuh senyum seperti muka pak Harto. Dimanakah Bapa..?? tentu saja bukan  berada didepan atau disamping kita, tapi nun jauh di surga, diatas  awan, Bapa melihat dari kejauhan. Kalaupun kita meminta :”Yaa Ruh  Kudus….!!”, pasti gambaran yang muncul adalah seekor burung merpati yang  turun dari langit. Lebih hebat lagi, bagaimana kalau kita menyebut  ketiga-tiganya :”Bapa, Yesus dan Ruh Kudus…, tolonglah saya….!!”,  gambarang yang muncul dalam hati dan pikiran adalah ketiga-tiganya  berjejer dengan wujudnya masing-masing. Dan Kristen akan bersusah-payah  menipu dirinya sendiri untuk ‘memblender’ ketiga wujud tersebut menjadi  satu</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/1940869618493776537" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/1940869618493776537" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/melihat-allah-menjawab-ffi.html" rel="alternate" title="Melihat Allah [ menjawab FFI ]" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-7592474482351256381</id><published>2011-12-23T03:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T03:11:30.220-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Solat"/><title type="text">Peringatan Bagi Yang Suka Meninggalkan Shalat</title><content type="html">&lt;div class="fullpost"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZrqbMlLkSqpaGo2tCJd2JRr3MhGIEVv58TNMheVhqhBiCZr0QHkczTVtHy5JKUkyti3rmbA65bwojffcanQxMGLYE1Zd9d55Pz6ETGxfcozxz83MzJSZdXR5hdnyuVTQQ4-GtMwYlTM/s1600/Sholat.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="222" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZrqbMlLkSqpaGo2tCJd2JRr3MhGIEVv58TNMheVhqhBiCZr0QHkczTVtHy5JKUkyti3rmbA65bwojffcanQxMGLYE1Zd9d55Pz6ETGxfcozxz83MzJSZdXR5hdnyuVTQQ4-GtMwYlTM/s320/Sholat.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah, sehala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kelaurga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya shalat merupakan perkara yang besar. Karena ia merupakan tiang Islam dan rukunnya yang paling utama sesudah dua kalimat syahahadat. Maka siapa yang menjaganya, ia telah memelihara diennya. Dan siapa yang meremehkan dan meninggalkan shalat, ia terhadap syariat Islam yang lain pasti lebih meremehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk menunaikan shalat dan menjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah 'Azza wa Jalla berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ayat-ayat yang membacarakan tentang shalat, mengagungkannya, dan menyuruh melaksanakannya sangat banyak sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah diriwayatkan dengan shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pokok segala urusan ialah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya jihad di jalan Allah.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, beliau menilai sebagai hadits Hasan shahih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Islam dibangun di atas lima pilar: Syahadat bahwa tidak ada tuhan (yang hak) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perjanjian (yang membedakan) antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang sengaja meninggalkannya maka ia telah menjadi kafir.” (HR. Ahmad dan Ahlussunan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim dari Jabir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maknanya, yang menghalanginya dari menjadi kafir adalah selama dia tidak meninggalkan shalat. Maka apabila ia meninggalkannya, tidak ada pembatas antara dia dan kesyirikan, bahkan ia telah masuk ke dalamnya. (Keterangan tambahan dari Syarah Muslim li al-Nawawi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hadits-hadits tentang masalah ini sangat banyak yang semuanya menunjukkan kufurnya orang yang meninggalkan shalat walaupun ia tidak menentang hukum wajibnya. Ini merupakan pendapat yang shahih (benar) dalam masalah ini, berdasarkan dalil yang menunjukkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka apabila ia meninggalkan shalat, tidak ada pembatas antara dia dan kesyirikan, bahkan ia telah masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika menentang wajibnya shalat, maka ia dikafirkan berdasarkan ijma’ para ulama walaupun ia tetap shalat. Sebabnya, karena ia mendustakan Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Dan siapa yang meninggalkannya, maka tidak sah puasa dan hajinya serta ibadah-ibadahnya yang selain itu. Karena kufur akbar menghapuskan semua amal shalih sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al-Maidah: 5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan ayat-ayat semakna dengan ini cukup banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka perkara yang wajib bagi seorang muslim dan muslimah, menjaga shalat lima kali sehari semalam sesuai dengan waktunya, saling berpesan dengan hal itu, dan memperingatkan orang yang meninggalkan dan meremehkannya, atau yang hanya meninggalkan sebagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika menentang wajibnya shalat, maka ia dikafirkan berdasarkan ijma’ para ulama walaupun ia tetap shalat. Sebabnya, karena ia mendustakan Allah 'Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi laki-laki, ia wajib menjaga pelaksanaannya dengan berjamaah di rumah-rumah Allah 'Azza wa Jalla (masjid) bersama saudara-saudaranya (kaum muslimin) yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya kecuali karena ada udzur.” Dikatakan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, “Apa yang dimaksud udzur?” Beliau menjawab, “Takut dan sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Ada seorang laki-laki buta datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak punya seorang yang menuntunku ke masjid. Apakah saya punya rukhshah (keringanan) untuk shalat di rumahku? Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat?” Ia menjawab, “Ya” Beliau bersabda, “Kalau begitu, penuhilah panggilan tersebut.” (HR. Muslim, Nasai, dan lainnya)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits yang agung ini menunjukkan agungnya urusan shalat berjama’ah bagi kaum Adam, kewajiban menjaganya dan tidak meremehkannya. Sedangkan kebanyakan orang meremehkan shalat Fajar (Shubuh), ini merupakan dosa dan kejahatan besar serta menyerupai orang-orang munafik. Maka wajib menjauhi perilaku-perilaku tersebut, lalu bersegera mendirikan shalat pada waktunya dengan berjama’ah bagi laki-laki sebagaimana shalat-shalat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلًا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. Al-Nisa’: 142)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat fajar. Seandainya mereka mengetahui apa yang ada di dalamnya (pahalanya), pasti mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak.” (Bukhari dan Ahlussunan, dan ini merupakan hadits yang disepakati keshahihannya)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash radhiyallahu 'anhuma, berkata: Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membicarakan shalat tengah-tengah sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang menjaganya, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Dan siapa yang tidak menjaganya, ia tidak akan punya cahaya, petunjuk, dan tidak selamat. Dan kelak pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Hamman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad, al-Daarimi, dan al-baihaqi dalam Syu’ab al-Iman. Dishaihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykah al-Mashabih, no. 578) ini merupakan ancaman keras bagi siapa yang tidak menjaga shalat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian ulama berkata mengenai syarah hadits ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Haman, Qarun, dan Ubai bin Khalaf; jika dia meninggalkan shalat karena faktor kepemimpinan, kekuasaan, dan keamiran, ia menyerupai Fir’aun yang melampaui batas dan berlaku zalim disebabkan kedudukannya, maka ia akan digiring bersamanya ke neraka pada hari kiamat. Jika dia meninggalkan shalat karena tugas dan pelayanan maka dia seperti Haman, seorang menteri Fir’aun yang melampaui batas dan berbuat zalim dikarenakan kekuasaan, maka ia akan digiring ke neraka bersamanya pada hari kiamat. Sedangkan kedudukannya tidak bermanfaat dan tidak bisa menyelamatkannya dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia meninggalkannya disebabkan harta dan hawa nafsunya, ia menyerupai Qarun, pedagang kaya Bani Israil yang telah Allah kabarkan, “Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka,” (QS. Al-Qashash: 76).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qarun sibuk dengan harta dan syahwatnya, durhaka kepada Musa dan berlaku sombong terhadap pengikutnya, lalu Allah benamkanlah ia beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka ia tenggelam ke dalam bumi sampai hari kiamat sebagai balasan yang disegerakan, disamping tetap mendapatkan siksa neraka pada hari kiamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, orang yang meninggalkan shalat karena sibuk dengan perdagangan dan jual-beli, menagih dan menghutangi, ia sibuk dengan kegiatan mu’amalah dan melihat catatan, apa yang masih ada pada fulan? apa yang masih ada pada fulan? Sehingga dia meninggalkan shalat, maka ia menyerupai Ubay bin Khalaf, seorang pedagang besar dari Makkah dalam kekufuran, maka ia akan digiring bersamanya ke neraka pada hari kiamat. Dan Ubai bin Khalaf telah terbunuh pada perang Uhud sebagai orang kafir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri yang membunuhnya dengan tangannya yang mulia. Ancaman ini menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat, -tanpa diragukan lagi- walaupun ia tidak menentang hukum wajibnya. Selanjutnya kami memohon keselamatan kepada Allah untuk diri kami dan seluruh kaum muslimin dari menyerupai musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala. [PurWD/voa-islam.com]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Jilid X, disadur dan diterjemahkan oleh Badrul Tamam dari Situs Resmi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz: www.binbaz.org.sa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/03/07/13633/peringatan-bagi-yang-suka-meninggalkan-shalat/</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/7592474482351256381" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/7592474482351256381" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/peringatan-bagi-yang-suka-meninggalkan.html" rel="alternate" title="Peringatan Bagi Yang Suka Meninggalkan Shalat" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZrqbMlLkSqpaGo2tCJd2JRr3MhGIEVv58TNMheVhqhBiCZr0QHkczTVtHy5JKUkyti3rmbA65bwojffcanQxMGLYE1Zd9d55Pz6ETGxfcozxz83MzJSZdXR5hdnyuVTQQ4-GtMwYlTM/s72-c/Sholat.jpeg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-4327391652260057813</id><published>2011-12-23T03:05:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T03:05:16.140-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu quran"/><title type="text">Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Qur’an</title><content type="html">&lt;div class="fullpost"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQi2OxXYqcANzQOn3AxtIQ8Fp4LpwKxwKWEIg64QblBx-ZekDHexNpQ-ff-jx5NlldwoCEvIEhw_5MMYM7Q6AQJI_xaLwlo65RcttBFMKeeJJ5ixfLIU5U3mJdcqm81IFTL6J3gJDYtXw/s1600/Sungai+dasar+laut+bukti+kebenaran+Quran.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQi2OxXYqcANzQOn3AxtIQ8Fp4LpwKxwKWEIg64QblBx-ZekDHexNpQ-ff-jx5NlldwoCEvIEhw_5MMYM7Q6AQJI_xaLwlo65RcttBFMKeeJJ5ixfLIU5U3mJdcqm81IFTL6J3gJDYtXw/s320/Sungai+dasar+laut+bukti+kebenaran+Quran.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungai dalam Laut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ditemukan mutiara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan&lt;br /&gt;
Sungai dalam Laut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ditemukan mutiara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4327391652260057813" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4327391652260057813" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/sungai-di-dasar-laut-merupakan-bukti.html" rel="alternate" title="Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Qur’an" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQi2OxXYqcANzQOn3AxtIQ8Fp4LpwKxwKWEIg64QblBx-ZekDHexNpQ-ff-jx5NlldwoCEvIEhw_5MMYM7Q6AQJI_xaLwlo65RcttBFMKeeJJ5ixfLIU5U3mJdcqm81IFTL6J3gJDYtXw/s72-c/Sungai+dasar+laut+bukti+kebenaran+Quran.jpeg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3279223045639926358</id><published>2011-12-09T01:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-09T01:08:43.921-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Muslim menjawab hujatan"/><title type="text">MENJAWAB FITNAH NONMUSLIM: Islam membolehkan menyetubuhi istri lewat dubur</title><content type="html">"Istrimu adalah ladang bagimu,maka datangilah ladangmu itu kapan saja dgn cara yg kmu sukai,dan utamakanlah(yg baik) utk dirimu. ."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Q.S.Al-Baqarah:223&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat tsb turun utk menyangkal khurafat orang Yahudi yg meyakini bhw anak yg lahir hasil persetubuhan melalui belakang(tp tetap di kemaluan) akan menjadi cacat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dlm sebuah riwayat tertulis,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Umar ra datang kpd Rasulullah dan berkata ya Rasulullah celakalah aku,semalam haluan kapalku berubah(maksudnya bersetubuh dr belakang dgn tetap pd kemaluan/farji)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tp Rasulullah tdk menjawab hingga turunlah ayat tsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jd jelaslah bhw maksud ayat tsb membolehkan berhubungan intim dgn gaya apa saja tp tetap melalui farji,BUKAN DUBUR!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumhur Ulama mengharamkan mendatangi istri melalui dubur,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dng dalil,kata 'Anna' dlm ayat ini berarti kaifa(bgaimana) yg mengatur bagaimana tata cara mendatangi istri,dimana ada pembatasan pd tempat trtentu meskipun dgn cara brbeda namun tujuannya satu,yaitu FARJI/KEMALURAN ,hal ini dikuatkan oleh kata sebelumnya "Fa'tuu"yg dibarengi fa sbg pengkhususan,kemudian kata "Harts" atau ladang adalah tempat utk bercocok tanam,dgn kata lain faraj(kemaluan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faraj Wanita bagaikan tanah utk bercocok tanam,Nuftah(airmani/sperma) bagaikan benih dan bibit yg siap dituai sedangkan Walad(anak) bgaikan tanaman yg akan tumbuh dr benih tsb dan tempat benih tsb adalah lewat kemaluan bukan dubur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Landasan hukumnya adalah keharaman menyetubuhi istri di saat haidh,dgn alasan darah haidh itu kotor meski melalui farji,apalagi dubur yg jelas kotor yg kan mendatangkan banyak kemudharatan bg pelakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan landasan lainnya brdasarkan hadits nabi,diantaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Man ataa Imraatan fi duburiha lam yaridhurillahu ilayhi yaumul Qiyamah"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Barang siapa yg melakukan hubungan intim dgn istrinya di bagian dubur maka ALLAH SWT takkan melihat kpdnya pd hari kiamat"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
H.R.Ad-Darimi,dlm bab "As-Shalaat wa At-Thahaarah",1/260)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
atau hadits serupa namun akhirnya beda yaitu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Barangsiapa yg mendatangi istrinya melalui dubur maka dia telah kufur dgn nyata"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas sudah,dalil2 tsb secara terang menderang mematahkan pandangan yg menyatakan kebolehan menyetubuhi istri melalui Dubur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allahu a'lam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kristener objektif,mrk takkan mampu menemukan celah menjatuhkan islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SELAMAT BERFIKIR DGN OTAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dari berbagai sumber.</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3279223045639926358" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3279223045639926358" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/menjawab-fitnah-nonmuslim-islam.html" rel="alternate" title="MENJAWAB FITNAH NONMUSLIM: Islam membolehkan menyetubuhi istri lewat dubur" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3747686657371562883</id><published>2011-12-08T04:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-08T04:08:32.205-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Hadits"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Solat"/><title type="text">SEJARAH SHOLAT</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPePkAPJ1_3bV1rJxL7M0hB3GbTvCfaqPJK9rHs1tXBoZVU47HPaLBMmS_R-XZ7cEvgdpTVP0H-FIYxEnh13DIGP4emPIjDjMaApMaotHxZnkUwcFqXeT1o4PyKb60QQfjWlId3oFdd_o/s1600/Solat.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPePkAPJ1_3bV1rJxL7M0hB3GbTvCfaqPJK9rHs1tXBoZVU47HPaLBMmS_R-XZ7cEvgdpTVP0H-FIYxEnh13DIGP4emPIjDjMaApMaotHxZnkUwcFqXeT1o4PyKb60QQfjWlId3oFdd_o/s400/Solat.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mtl fbDocument"&gt;Assalamu'alaykum Wr. Wb. &lt;br /&gt;
Dirikanlah sholat, sungguh ini merupakan  kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;
- Qs. 4  an-nisaa’ :103-  104&lt;br /&gt;
Hai orang-orang yang beriman, Ruku’ dan sujudlah kamu, sembahlah  Tuhanmu ;  Berbuatlah kebaikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan - Qs.  22 al-hajj : 77&lt;br /&gt;
Istilah Sholat berasal dari kata kerja Shalaah  (yang menyatakan  suatu perbuatan) dan orang yang melakukannya disebut Mushallin,   sementara pusat tempat melakukannya disebut Musholla.&lt;br /&gt;
Kecuali bagi orang yang mushollin (yang  mengerjakan sholat)&lt;br /&gt;
– Qs. 70  al-Ma’arij : 22&lt;br /&gt;
Jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim itu  musholla (tempat sholat)&lt;br /&gt;
– Qs. 2 al-Baqarah:  125&lt;br /&gt;
Sholat merupakan suatu perbuatan memuliakan  Allah yang menjadi suatu  tanda syukur kaum muslimin sebagai seorang hamba dengan  gerakan dan  bacaan yang telah diatur khusus oleh Nabi Muhammad Saw yang tidak  boleh  dirubah kecuali ada ketentuan-ketentuan yang memang   memperbolehkannya[1].&lt;br /&gt;
Perintah sholat sendiri sudah harus  diperkenalkan sejak dini kepada  generasi muda Islam agar kelak dikemudian hari  mereka tidak lagi merasa  canggung, malu atau malah tidak bisa  melakukannya.&lt;br /&gt;
Dari Amer bin Syuaib dari ayahnya dari  kakeknya, berkata :&lt;br /&gt;
Rasulullah Saw bersabda: ‘Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan   sholat disaat mereka berumur 7 tahun dan pukullah mereka jika tidak   mengerjakannya saat mereka berumur 10 tahun’&lt;br /&gt;
- Hadis Riwayat Ahmad dan abu daud&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan  sholat ; dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya - Qs. 20 thaahaa: 132&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Hadis kita mendapati bahwa mendirikan  sholat sudah ditekankan  mulai umur 7 tahun dan bila sampai usia 10 tahun belum  juga  melaksanakannya maka kita seyogyanya mulai diberi penegasan berupa  pukulan  sampai mereka mau mendirikannya. ; Tentu pukulan yang dimaksud  disini tidak  dengan tujuan menyakiti apalagi sampai pada tingkat  penganiayaan, namun sekedar  memberi pengajaran dan peringatan agar mau  dan tidak malas untuk sholat.  Bukankah secara paradoks siksa Allah jauh  lebih keras dari sekedar pukulan yang  kita berikan dalam rangka  menyayangi anak-anak kita dan menghindarkan mereka  dari azab Allah ?&lt;br /&gt;
Jagalah dirimu dari hari dimana seseorang  tidak dapat membela orang  lain walau sedikitpun dan hari tidak diterima  permintaan maaf serta  tidak ada tebusan baginya dan tidaklah mereka akan  ditolong&lt;br /&gt;
Qs. 2 al-Baqarah : 48&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun al-Quran juga disatu sisi tidak  menjelaskan secara detil sejak  kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan Sholat  yang diperintahkan  kepada Nabi Muhammad Saw. Meski demikian al-Quran secara  tegas  menyatakan bahwa Sholat sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya,  seperti  perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya[2], kepada  Nabi Syu’aib[3], kepada Nabi Musa[4] dan kepada Nabi Isa  al-Masih[5].  Pernyataan  al-Qur’an tersebut  dibenarkan oleh cerita-cerita yang ada  dalam Kitab Perjanjian Lama dan  Perjanjian Baru yang mengisahkan tata  cara beribadah para Nabi sebelum Muhammad  yaitu ada berdiri, ruku dan  sujud yang jika dirangkai maka menjadi Sholat  seperti Sholatnya umat  Islam.&lt;br /&gt;
Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud  menyembah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Keluaran 34:8&lt;br /&gt;
Masuklah, marilah kita sujud menyembah,&lt;br /&gt;
berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan  kita.&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Mazmur 95:6&lt;br /&gt;
Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah,  menyembah&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Yosua 5:14&lt;br /&gt;
Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu  ia membungkuk ke tanah,&lt;br /&gt;
dengan mukanya di antara kedua  lututnya&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab I Raja-raja 18:42&lt;br /&gt;
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke  pintu Kemah Pertemuan,&lt;br /&gt;
lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN  kepada mereka.&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Bilangan 20:6&lt;br /&gt;
Kemudian ia menjauhkan diri dari mereka  kira-kira sepelempar batu jaraknya&lt;br /&gt;
lalu ia berlutut dan berdoa - Perjanjian Baru – Injil Lukas 22:41&lt;br /&gt;
Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan  berdoa&lt;br /&gt;
- Perjanjian Baru  – Injil Markus  14:35&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kenyataan ini, maka jelas bagi umat Islam  bahwa Sholat sudah  menjadi suatu tradisi dan ajaran yang baku bagi semua Nabi  dan Rasul  Allah sepanjang jaman, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;
Sebagai ketentuan Allah yang telah berlaku  sejak dahulu, Kamu  sekalipun tidak akan menemukan perubahan Bagi ketentuan ALLAH  itu&lt;br /&gt;
- Qs. 48 al-fath:  23&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Kisah perjalanan Nabi Muhammad mengarungi  angkasa raya yang disebut  dengan istilah Isra’ dan Mi’raj yang menceritakan awal  diperintahkannya  Sholat kepada Nabi Muhammad sebagaimana terdapat dalam beberapa  hadis  yang dianggap shahih atau valid oleh sejumlah ulama secara logika justru   mengandung banyak ketidaksesuaian dengan fakta sejarah dan ayat-ayat  al-Quran  sendiri.&lt;br /&gt;
Menurut hadis, Isra’ dan Mi’raj terjadi sewaktu Khadijah, istri   pertama Rasulullah wafat, dimana peristiwa ini justru menjadi salah satu  hiburan  bagi Nabi yang baru ditinggalkan oleh sang istri tercinta dan  juga paman beliau,  Abu Thalib dimana tahun ini disebut dengan tahun  duka cita atau aamul  ilzan[6].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara sejarah juga mengatakan bahwa jauh  sebelum terjadinya  Isra’ dan  Mi’raj, Nabi Muhammad  dipercaya telah melakukan Sholat  berjemaah dengan Khadijjah sebagaimana yang  pernah dilihat dan  ditanyakan oleh Ali bin abu Thalib yang kala itu masih  remaja[7].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logikanya perintah Sholat telah diterima oleh  Nabi Muhammad bukan  saat beliau Isra’ dan Mi’raj  namun jauh sebelum itu, apalagi secara  obyektif ayat al-Qur’an yang menceritakan mengenai peristiwa  Mi’raj  sama sekali tidak  menyinggung tentang adanya pemberian perintah Sholat  kepada Nabi.[8] ; Pada kedua surah tersebut hanya  menekankan cerita  perjalanan Nabi tersebut dalam rangka menunjukkan sebagian  dari  kebesaran Allah dialam semesta sekaligus merupakan kali kedua bagi Nabi   melihat wujud asli dari malaikat Jibril setelah sebelumnya pernah  beliau  saksikan saat pertama mendapat wahyu di gua Hira.&lt;br /&gt;
Selain itu, diluar hadis Isra’ dan Mi’raj yang menggambarkan Nabi  memperoleh  perintah Sholat pada peristiwa tersebut, Imam Muslim dalam  musnadnya ada  meriwayatkan sebuah hadis lain yang sama sekali tidak  berhubungan dengan cerita  Mi’raj namun disana  menjelaskan bagaimana  Nabi mempelajari Sholat dari malaikat Jibril.&lt;br /&gt;
Dari Abu Mas’ud r.a. katanya : Rasulullah Saw  bersabda : turun  Jibril, lalu dia menjadi imam bagiku Dan aku sholat bersamanya,   kemudian aku sholat bersamanya, lalu aku sholat bersamanya dan aku  sholat  bersamanya dan aku sholat bersamanya Nabi menghitung dengan lima  anak  jarinya - Hadis Riwayat Muslim[9]&lt;br /&gt;
Jika demikian adanya, bagaimana dengan  kebenaran hadis yang  dipercaya oleh banyak orang bahwa perintah Sholat baru  diperoleh Nabi  sewaktu isra’  dan mi’raj ?&lt;br /&gt;
Mungkin kedengarannya ekstrim, tetapi  meragukan atau malah menolak  keabsahan validitas hadis-hadis tersebut bukanlah  perbuatan yang  tercela apalagi berdosa, dalam hal ini kita tidak menolak dengan  tanpa  dasar yang jelas, para perawi hadis tetaplah manusia biasa seperti kita   adanya, mereka juga bisa salah baik disengaja apalagi yang tanpa mereka  sengaja  atau sadari, adalah kewajiban kita untuk melakukan koreksi  jika mendapatkan  kesalahan pada riwayat hadis yang mereka lakukan  tentunya dengan tetap menjaga  kehormatannya dan berharap semoga Allah  mengampuni kesalahannya.&lt;br /&gt;
Beberapa kejanggalan variasi cerita  Isra’ dan Mi’raj diantaranya  sebut saja kisah Nabi  Muhammad dan Buraq ketika berhenti di Baitul   maqdis dan melakukan sholat berjemaah didalam  masjidil aqsha bersama  arwah  para Nabi sebelumnya, padahal sejarah mencatat bahwa masjid  al-aqsha baru  dibangun pada masa pemerintahan Khalifah umar bin khatab  tahun 637 masehi saat  penyerbuannya ke Palestina yang mana notabene  saat itu Nabi Muhammad sendiri  sudah cukup lama wafat, beliau wafat  tahun 632 masehi.&lt;br /&gt;
Cerita sholatnya Nabi Muhammad dan para arwah  inipun patut  mengundang pertanyaan, sebab Nabi sudah melakukan sholat (menurut  hadis  itu malah raka’atnya  berjumlah 2) sehingga pernyataan Nabi menerima  perintah Sholat saat  Mi’raj sudah bertentangan  padahal kisah ini  terjadi detik-detik sebelum mi’raj itu sendiri.&lt;br /&gt;
Belum lagi cerita sholatnya para arwah Nabi  pun rasanya tidak bisa  kita terima dengan akal yang logis, masa kehidupan mereka  telah  berakhir sebelum kelahiran Nabi Muhammad dan mereka sendiri sudah   menunaikan kewajiban masing-masing selaku Rasul Allah kepada umatnya,  perlu apa  lagi mereka yang jasadnya sudah terkubur didalam tanah itu  melakukan sholat  ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai sholat berjemaah, lalu satu  persatu para arwah Nabi  dan Rasul itu memberi kata sambutannya sungguh suatu hal yang terlalu   mengada-ada, karena jumlah mereka ada ribuan yang berasal dari berbagai  daerah  dibelahan dunia ini, baik yang namanya tercantum dalam al-Quran  ataupun  tidak[10], berapa lama waktu  yang habis diperlukan untuk  mengadakan kata sambutan masing-masing para arwah  ini ?&lt;br /&gt;
Jika dimaksudkan agar semua Nabi dan Rasul itu  bertemu dan bersaksi  mengenai kebenaran Muhammad, ini dibantah oleh al-Quran  sendiri yang  menyatakan bahwa pada masa kehidupan mereka dan pengangkatan mereka   selaku Nabi dan Rasul, Allah telah mengambil perjanjian dari mereka  mengenai  akan datangnya seorang Rasul yang membenarkan ajaran mereka  sebelumnya lalu  terdapat perintah tersirat agar mereka menyampaikan  kepada umatnya masing-masing  :&lt;br /&gt;
Dan ketika Allah mengambil perjanjian terhadap  para Nabi :&lt;br /&gt;
‘Jika datang  kepadamu Kitab dan Hikmah, lalu datang kepada kamu  seorang Rasul yang  membenarkan apa-apa yang ada tentang diri kamu,  hendaklah kamu imani ia secara  sebenarnya.’ ; Dia bertanya  : ‘Sudahkah  kalian  menyanggupi dan menerima perjanjian-Ku tersebut ?’ ; Mereka  menjawab : ‘Kami menyanggupinya !’ ; Dia berkata : ‘Saksikanlah ! dan  Aku bersama kamu  adalah dari golongan mereka yang menyaksikan !’&lt;br /&gt;
- Qs. 3 ali imron: 81&lt;br /&gt;
Puncak kemustahilan cerita dari hadis-hadis  mi’raj adalah saat Nabi   Muhammad diberitakan telah bolak balik dari Allah ke arwah Nabi Musa  untuk  penawaran jumlah sholat yang semula 50 kali menjadi 5 kali dalam  sehari semalam,  apakah sedemikian bodohnya Nabi Muhammad itu sehingga  dia harus diberi saran  berkali-kali oleh arwah Nabi Musa agar mau  meminta keringanan kepada ALLAH  sampai 9 kali pulang pergi ?&lt;br /&gt;
Tidakkah kekurang ajaran arwah Nabi Musa dalam  cerita tersebut  dengan menganggap Allah juga tidak mengerti akan kelemahan dan   keterbatasan umat Nabi Muhammad sebab tanpa dipikir dulu telah memberi  beban  kewajiban yang pasti tidak mampu dikerjakan oleh mereka sehingga  arwah Nabi Musa  itu harus turut campur memberi peringatan kepada Allah  dan Nabi Muhammad lebih  dari sekali saja sebagai suatu indikasi  israiliyat (hadis buatan orang-orang  Israel atau Yahudi yang sengaja  dibuat untuk tetap memuliakan Nabi Musa diatas  yang lain) ?&lt;br /&gt;
Apakah hadis-hadis yang demikian ini masih  akan diterima dan  dipertahankan hanya untuk mempertahankan dalil turunnya  perintah  Sholat, sementara al-Qur’an sendiri yang nilai kebenarannya sangat pasti  justru tidak  berbicara apa-apa tentang hal tersebut ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak diragukan bahwa Nabi Muhammad pernah  melakukan Isra’ dan   Mi’raj karena hal ini ada  didalam al-Quran dan bisa dianalisa secara  ilmiah, tidak perlu diragukan pula  bahwa Sholat merupakan salah satu  kewajiban utama seorang muslim sebab inipun  banyak sekali ayatnya  didalam al-Quran dan hadis-hadis lain, bahkan sholat  merupakan tradisi  yang diwariskan oleh semua Nabi dan Rasul dalam semua  jamannya. Hanya  saja itu tidak berarti kaum muslimin bisa menerima semua riwayat  hadis  yang isinya secara jelas mempunyai pertentangan dengan al-Quran dan   logika, sehingga akhirnya hanya akan menyerahkan akal pada kebodohan  berpikir,  padahal Allah sendiri mewajibkan manusia untuk berpikir dan  berdzikir didalam  membaca ayat-ayat-Nya.&lt;br /&gt;
[1] Misalnya jika  sakit boleh sholat dengan cara duduk, berbaring hingga hanya dengan kedipan mata  saja&lt;br /&gt;
[2] Lihat surah 21  al-anbiya ayat 73 dan surah 19 Maryam ayat 55&lt;br /&gt;
[3] Lihat surah 11  Huud ayat 87&lt;br /&gt;
[4] Lihat surah 20  Thaahaa ayat 14&lt;br /&gt;
[5] Lihat surah 19  Maryam ayat 31&lt;br /&gt;
[6] Drs. Abu Ahmadi,  Mutiara isra’ mi’raj, Penerbit Bumi Aksara, hal.  27&lt;br /&gt;
[7] Muhammad Husain  Haekal , Sejarah Hidup Muhammad, edisi besar, Penerbit Litera antarNusa, 1998,  hal. 87 – 88&lt;br /&gt;
[8] Lihat surah 17  al-israa ayat 1 dan surah 53 an-najm ayat 13 s/d 18&lt;br /&gt;
[9] Fachruddin HS,  Terjemah Hadits Shahih Muslim III, Bagian ke-26,  Waktu Sembahyang Fardu dan  Kiblat, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta,  1979, hal. 170&lt;br /&gt;
[10] lihat surah 40  al-mu’min: 78 dan surah. 17  al-israa’: 15&lt;br /&gt;
Wassalam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oleh :Armansyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3747686657371562883" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3747686657371562883" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/sejarah-sholat.html" rel="alternate" title="SEJARAH SHOLAT" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPePkAPJ1_3bV1rJxL7M0hB3GbTvCfaqPJK9rHs1tXBoZVU47HPaLBMmS_R-XZ7cEvgdpTVP0H-FIYxEnh13DIGP4emPIjDjMaApMaotHxZnkUwcFqXeT1o4PyKb60QQfjWlId3oFdd_o/s72-c/Solat.jpeg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-4723088789721376706</id><published>2011-12-08T03:56:00.000-08:00</published><updated>2011-12-08T03:58:26.970-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Muslim menjawab hujatan"/><title type="text">Ajaran Kasih Dalam Islam</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mtl fbDocument"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAyHrgBa1jbEbv0_Cb2gr_JyTEqXdA9m13TIGeiF8hCZa_kFM5EKuMcjlbQt0mL9oeqUiReqs28_ob7la_P62ogcowMEsclfDEgZ9CKPRT_z-AXZ-aneBEVwnK7kGrNJV9Nb8ioPzaecY/s1600/index.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAyHrgBa1jbEbv0_Cb2gr_JyTEqXdA9m13TIGeiF8hCZa_kFM5EKuMcjlbQt0mL9oeqUiReqs28_ob7la_P62ogcowMEsclfDEgZ9CKPRT_z-AXZ-aneBEVwnK7kGrNJV9Nb8ioPzaecY/s320/index.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ajaran Islam tentang kasih sayang telah  lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan  dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu  sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang  telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya.  Sebagaimana syair yang mengatakan, “mawaddatuhu taduumu likulli haulin,  wa hal kullun mawaddatuhu taduumu”, kasih sayangnya (manusia) selalu  kekal untuk segala hal yang menakutkan, dan apakah setiap orang itu  kasih sayangnya selalu kekal. (Jawaahirul Balaaghah:407). Hal ini karena  tidak diniatkan semata karena Allah yang tidak dijadikan sebagai ladang  amal bahkan hanya untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan duniawi  saja.Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang  adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang  kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini  berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah  kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya  sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah”  Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya.  (H.R. Turmudzi). Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim  tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia.  Rasulullah saw. bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum  kalian mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab  mereka. Berkata Rasulullah, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih  sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi  bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani).  Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini  telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan  yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq r.a. pernah berpesan kepada  pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua,  dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan  janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai  orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian  ganggu.” Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran  Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan  tumbuhan. Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan  kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas  kemahnya.Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar  untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan  perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau  mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar  yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai  Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya  kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang.  Ditegaskan hadis Rasulullah saw., Laa tunza’ur rahmatu illaa min  syaqiyyin. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari  orang-orang yang celaka.&lt;br /&gt;
(H.R. Ibn. Hibban).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan orang celaka adalah orang yang tidak memiliki  rasa kasih sayang di dalam hatinya baik untuk dirinya maupun orang lain.  Di sinilah perlunya kita bermuhasabah, bertafakur, apakah diri ini  sudah benar menjalani hidup. Bagaimana kita mengasihi dan menyayangi  ciptaan Allah sebagai akhlak yang mulia. “Sesungguhnya Allah SWT Maha  Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang  mulia serta membenci akhlak yang rendah.” (H.R. Na’im melalui Ibnu Abbas  r.a.).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4723088789721376706" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4723088789721376706" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/ajaran-kasih-dalam-islam.html" rel="alternate" title="Ajaran Kasih Dalam Islam" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAyHrgBa1jbEbv0_Cb2gr_JyTEqXdA9m13TIGeiF8hCZa_kFM5EKuMcjlbQt0mL9oeqUiReqs28_ob7la_P62ogcowMEsclfDEgZ9CKPRT_z-AXZ-aneBEVwnK7kGrNJV9Nb8ioPzaecY/s72-c/index.jpeg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-5707609314024247703</id><published>2011-12-07T04:31:00.000-08:00</published><updated>2011-12-07T04:31:33.174-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bantahan terhadap fitnah nabi muhammad"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diskusi Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jawaban tentang poligami nabi muhammad"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Muslim menjawab hujatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poligami nabi muhammad"/><title type="text">Menjawab Hujatan Tentang Poligami Nabi Muhammad SAW</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mtl fbDocument"&gt;Banyak Orang Menganggap Poligami Nabi  Muhammad SAw adalah suatu Pemuasan Nafsu...Bagi yang belum mengerti  berikut sedikit uraian singkat dari data dan fakta sejarah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut Istri2 Rosululloh setelah ditinggal wafat Istrinya Khatijah R.A:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Saudah binti Zum’ah Ketika dilamar Rasulullah SAW, Saudah telah  berusia 70 tahun dengan 12 anak. Perempuan berkulit hitam dari Sudan ini  merupakan janda dari sahabat Nabi bernama As-Sukran bin Amral  Al-Anshari yang menemui syahid keran menjadikan dirinya perisai hidup  bagi Rasulullah di medan perang. Rasulullah yang ketika melamar Saudah  telah berusia 56 tahun menikahi wanita itu agar Saudah bisa terjaga  keimanannya dan terhindar dari gangguan kaum Musyirikin yang tengah  hebat-hebatnya memusuhi umat Islam yang ketika itu masih sangat sedikit  jumlahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Zainab binti Jahsy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelah menikahi Saudah, Rasulullah mendapat perintah dari  allah SWT untuk menikahi Zainab binti Jahsy, seorang janda berusia 45  tahun yang berasal dari keluarga terhormat. Pernikahan dengan Zainab ini  merupakan suatu pelaksanaan perintah Allah SWT bahwa pernikahan  haruslah sekufu. Zainab merupakan mantan isteri dari Zaid bin Haritsah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Ummu Salamah binti Abu Umayyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menikahi Saudah dan Zainab, Rasulullah kembali mendapat  perintah Allah SWT agar menikahi puteri dari bibinya yang pandai  mengajar dan juga pandai berpidato. Ummu Salamah binti Abu Umayyah,  seorang janda berusia 62 tahun. Setelah menikah dengan Rasulullah SAW,  Ummu Salamah kelak banyak membantu Nabi dalam medan dakwah dan  pendidikan bagi kaum perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengembangan dakwah Islam yang masih sangat terbatas, umat  Islam mendapat cobaan ketika salah seorang darinya, Ubaidillah bin  Jahsy, murtad dan menjadi seorang Nasrani. Secara syar’i, murtadnya  Ubaidillah ini menyebabkan haram dan putusnya ikatan suami-isteri dengan  Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan. Untuk menyelamatkan akidah janda  berusia 47 tahun ini, Rasulullah mengambil langkah cepat dengan menikahi  Ummu Habibah. Kelak langkah Rasulullah SAW ini terbukti tepat dengan  aktifnya Ummu Habibah di dalam menunjang dakwah Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Juwairiyyah binti Al-Harits al-Khuzaiyyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juwairiyyah adalah seorang janda berusia 65 tahun dengan 17 anak.  Perempuan ini merupakan budak dan tawanan perang yang dibebaskan  Rasulullah. Setelah dibebaskan Rasulullah SAW, Juwairiyyah dengan ke-17  orang anaknya tentu akan kebingungan karena dia sama sekali tidak  memiliki seorang kerabat pun. Allah SWT memerintahkan Nabi SAW agar  menikahi perempuan ini sebagai petunjuk agar manusia mau membebaskan  budak dan memerdekakannya dari perbudakan dan penghambaan kepada selain  Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Shafiyyah binti Hayyi Akhtab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun setelahnya, saat berusia 58 tahun, Rasulullah kembali  menikahi Shafiyah binti Hayyi Akhtab, seorang janda dua kali berusia 53  tahun dan memiliki 10 orang anak dari pernikahan sebelumnya. Shafiyyah  merupakan seorang perempuan Muslimah dari kabilah Yahudi Bani Nadhir.  KeIslaman Shafiyyah diboikot orang-orang Yahudi lainnya. Untuk menolong  janda tua dengan 10 orang anak inilah Rasulullah SAW menikahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Maimunah binti Al-Harits&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dakwah Islam tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang Arab semata,  tetapi juga kepada manusia lainnya termasuk kepada orang-orang Yahudi.  Sebab itu, Rasulullah kemudian menikahi Maimunah binti Al-Harits,  seorang janda berusia 63 tahun, yang berasal dari kabilah Yahudi Bani  Kinanah. Pernikahan ini dilakukan semata untuk mengembangkan dakwah  Islam di kalangan Yahudi Bani Nadhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Zainab binti Khuzaimah bin Harits&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zainab binti Khuzaimah merupakan seorang janda bersuia 50 tahun yang  sangat dermawan dan banyak mengumpulkan anak-anak yatim, orang-orang  lemah, serta para fakir miskin di rumahnya, sehingga masyarakat sekitar  menjulukinya sebagai “Ibu Fakir Miskin”. Guna mendukung secara aktif  aktivitas janda tua ini maka Rasulullah menikahinya. Dengan  pernikahannya ini Rasulullah ingin mencontohkan kepada umat-Nya agar mau  bersama-sama menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang lemah, bahkan  dengan hidup dan kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Mariyah al-Kibtiyyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah delapan pernikahannya dengan para janda-janda tua dengan  banyak anak, barulah Rasulullah SAW menikahi seorang gadis bernama  Mariyah al-Kibtiyah. Namun pernikahannya ini pun bertujuan untuk  memerdekakan Mariyah dan menjaga iman Islamnya. Mariyah merupakan  seorang budak berusia 25 tahun yang dihadiahkan oleh Raja Muqauqis dari  Iskandariyah Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Hafshah binti Umar bin Khattab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merupakan puteri dari Umar bin Khattab, seorang janda pahlawan  perang Uhud yang telah berusia 35 tahun. Allah SWT memerintahkan  Rasulullah untuk menikahi perempuan mulia ini karena Hafshah merupakan  salah seorang perempuan pertama di dalam Islam yang hafal dengan seluruh  surat dan ayat al-Qur’an (Hafidzah). Pernikahan ini dimaksudkan agar  keotentikan al-Qur’an bisa tetap terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Aisyah binti Abu Bakar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puteri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq ini merupakan seorang perempuan  muda yang cantik, cerdas, dan penuh izzah. Allah SWT memerintahkan  langsung kepada Rasululah SAW agar menikahi gadis ini. Pernikahan  Rasululah dengan Aisyah r. A. Merupakan perintah langsung Allah SWT  kepada Rasulullah SAW lewat mimpi yang sama tiga malam berturut-turut  (Hadits Bukhari Muslim). Tentang usia pernikahan Aisyah yang katanya  masih berusia 9 tahun, ini hanya berdasar satu hadits dhaif yang  diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah saat beliau sudah ada di Iraq ,  dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menurun.  Mengenai Hisyam, Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh  Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dipaparkannya ketika ia sudah  pindah ke Iraq . ” Malik ibnu anas pun menolak segala penuturan Hisyam  yang sudah berada di Iraq .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh para orientalis, hadits dhaif ini sengaja dibesar-besarkan untuk  menjelek-jelekan Rasulullah SAW. Padahal menurut kajian-kajian semacam  al-Maktabah Al-Athriyyah (jilid 4 hal 301) dan juga kajian perjalanan  hidup keluarga dan anak-anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka akan  diperoleh keterangan kuat bahwa Aisyah sesungguhnya telah berusia 19-20  tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW. Suatu usia yang cukup matang  uhtuk menikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang mau lebih jauh menelusuri tentang keterangan ini silakan  menelusuri Tarikh al-Mamluk (Jilid 4, hal. 50) dari at-Thabari,  Muassasah al-Risalah (Jilid. 2 hal. 289) dari Al-Zahabi, dan  sumber-sumber ini dituliskan kembali oleh Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec  dalam buku “The Super Leader Super Manager: Learn How to Succeed in  Business &amp;amp; Life From The Best Example” (ProLM;Agustus 2007). Jadi  tidak benar tudingan dan fitnah para orientalis bahwa Rasulullah  menikahi Aisyah di saat gadis itu masih berusia sangat belia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah pernikahan-pernikahan agung yang dilakukan Rasulullah SAW.  Beliau banyak menikahi para janda tua dengan banyak anak sebelum menikah  dengan dua gadis (Mariyyah dan Aisyah), itu pun atas perintah Allah SWT  dan di saat usia Beliau sudah tidak muda lagi. Poligami yang diajarkan,  yang disunnahkan Rasulullah SAW adalah poligami yang berdasarkan  syariat yang sejati, bukan berdasar akal-akalan, bukan berdasarkan  syahwat yang berlindung di balik ayat-ayat Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sekarang banyak sekali orang-orang Islam yang melakukan  poligami, mengambil isteri kedua, isteri ketiga, dan isteri keempat,  yang semuanya masih gadis, cantik, muda usia, dan sesungguhnya tidak  berada dalam kondisi yang memerlukan pertolongan darurat terkait  keimanannya, maka hal itu berpulang kepada mereka masing-masing. Adakah  poligami yang demikian itu sesuai dengan poligami yang dilakukan dan  dijalani Rasululah SAW? Silakan tanya pada hati nurani masing-masing,  karena hati nurani tidak pernah mampu untuk berbohong. Wallahu’alam  bishawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec dalam buku “The Super Leader  Super Manager: Learn How to Succeed in Business &amp;amp; Life From The Best  Example” (ProLM;Agustus 2007).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/5707609314024247703" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/5707609314024247703" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/menjawab-hujatan-tentang-poligami-nabi.html" rel="alternate" title="Menjawab Hujatan Tentang Poligami Nabi Muhammad SAW" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3402163336565648445</id><published>2011-12-05T23:32:00.000-08:00</published><updated>2011-12-08T20:49:54.375-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bantahan Ketuhanan Isa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bantahan Trinitas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam - Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diskusi Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Hadits"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trinitas"/><title type="text">Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang Ketuhanan Isa a.s.</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mtl fbDocument"&gt;&lt;b&gt;Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang ketuhanan Isa:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ali Imran 45&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah  menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan)  dengan kalimat&amp;nbsp;[195]&amp;nbsp;(yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih  Isa&amp;nbsp;putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan  termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ali Imran 55&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai&amp;nbsp;Isa, sesungguhnya Aku akan  menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku  serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan  orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga  hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan  diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ali Imran 59&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa&amp;nbsp;di sisi AllAh, adalah seperti  (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah  berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;An-Nisa 157-159&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al  Masih, `Isa&amp;nbsp;putra Maryam, Rasul Allah , padahal mereka tidak membunuhnya  dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang  yang diserupakan dengan `Isa&amp;nbsp;bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang  berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam  keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan  tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,  mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa&amp;nbsp;kepada-Nya. &amp;nbsp;Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya  (`Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti `Isa&amp;nbsp;itu akan  menjadi saksi terhadap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;An-Nisaa`:171&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan  janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.  Sesungguhnya Al Masih, `Isa&amp;nbsp;putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan  (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam,  dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan  rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga",  berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya  Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala  yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi  Pemelihara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Maaidah:072&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:  "Sesungguhnya&amp;nbsp;Allah ialah&amp;nbsp;Al&amp;nbsp;Masih&amp;nbsp;putera Maryam",  padahal&amp;nbsp;Al&amp;nbsp;Masih&amp;nbsp;(sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah&amp;nbsp;Allah  Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu  dengan)&amp;nbsp;Allah, maka pasti&amp;nbsp;Allah mengharamkan kepadanya surga, dan  tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang  penolongpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Maaidah:075&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al&amp;nbsp;Masih&amp;nbsp;putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya  telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat  benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. &amp;nbsp;Perhatikan bagaimana Kami  menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami),  kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan  ayat-ayat Kami itu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Maaidah:116-117&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam,  adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua  orang tuhan selain Allah ?". `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah  patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku  pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada  diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau  perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku  dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku  berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah  yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala  sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;At-Taubah:030-031&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera&amp;nbsp;Allah" dan orang-orang  Nasrani berkata: "Al&amp;nbsp;Masih&amp;nbsp;itu putera&amp;nbsp;Allah". Demikianlah itu ucapan  mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir  yang terdahulu. Dilaknati&amp;nbsp;Allah mereka , bagaimana mereka sampai  berpaling?&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai  tuhan selain&amp;nbsp;Allah &amp;nbsp;dan (juga mereka mempertuhankan)&amp;nbsp;Al&amp;nbsp;Masih&amp;nbsp;putera  Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada  Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci&amp;nbsp;Allah dari apa yang  mereka persekutukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Maryam 30&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata&amp;nbsp;Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asy-Syura:013&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah  diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan  apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan&amp;nbsp;Isa&amp;nbsp;yaitu :  Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat  berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.  Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi  petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Az-Zukhruf:059&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Isa&amp;nbsp;tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya  ni`mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan  Allah) untuk Bani lsrail&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Az-Zukhruf:061&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan sesungguhnya&amp;nbsp;Isa&amp;nbsp;itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang  hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan  ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Bagikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Az-Zukhruf:063&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tatkala&amp;nbsp;Isa&amp;nbsp;datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya  aku datang kepadamu dengan membawa hikmatdan untuk menjelaskan kepadamu  sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah  kepada Allah dan taatlah (kepada) ku".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Hadiid:027&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan  Kami iringi (pula) dengan&amp;nbsp;Isa&amp;nbsp;putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya  Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa  santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah &amp;nbsp;padahal  kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang  mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak  memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan  kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di  antara mereka orang-orang fasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ash-Shaaf:006&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan (ingatlah) ketika `Isa&amp;nbsp;ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil,  sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab  sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya)  seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad  (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa  bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi jelaslah bahwa dalam alQuran telah dinyatakan bahwa nabi Isa a.s hanyalah seorang utusan Allah. Maka sampai kapanpun orang-orang nonmuslim yang suka mencari-cari ayat di Alquran untuk membuktikan ketuhanan Isa a.s itu tidak akan pernah ada, dan yang ada hanyalah asumsi mereka saja.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3402163336565648445" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3402163336565648445" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/bantahan-dalam-al-quran-bahwa-isa-as.html" rel="alternate" title="Bantahan dalam Al-Qur'an Tentang Ketuhanan Isa a.s." type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-8091206231154610676</id><published>2011-12-05T23:28:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T23:29:10.098-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diskusi Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trinitas"/><title type="text">"Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Islam dan kristen [ J.P. Jones vs Albert Rumampuk ]"</title><content type="html">&lt;b&gt;"Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Islam dan kristen&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[ J.P. Jones vs Albert Rumampuk ]&lt;/b&gt;"&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[[ Note ini saya ambil dari Dokumen Forum diskusi Kristen - Islam ]]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Kristen dan Islam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : Tuhan memang Esa, tapi dalam keEsaan-Nya itu, ada semacam "kejamakan tertentu".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Syahril Ariel] : Esa itu bersifat mutlak, bila sampai ada kejamakan  maka tidak lagi bisa disebut Esa. Esa itu monotheism dan jamak itu  politheism. bagaimana menurut anda??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Welly Mainollo] : Kenapa  tidak bisa ada yg jamak dalam suatu yg esa? Bahasa Ibrani dengan jelas  membedakan Echad (esa-jamak) dan Yachid (esa-tunggal)... Shema Israel  dalam ulangan 6:4 menggunakan Echad dan bukan Yachid.. tentu ini berarti  sesuatu bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : Esa (Ibrani = Echad) bisa berarti 'satu gabungan'. Mengenai Kristen sembah berhala, NO WAY!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Syahril Ariel] : echad itu artinya satu/1 jadi bersifat mutlak,  sedangkan Yachid itu adalah tunggal yg berarti situasional. nah kristen  penganut tritunggal, maka dia bukan penyembah Tuhan Yang Echad,  melainkan yg Yachid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : Kej 2:24 - Adam dan Hawa menjadi satu (ECHAD) daging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Syahril Arie] :l apakah adam dan Hawa benar2 menjadi satu?? atau hanya sebuah perumpamaan saja??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : Tuh contohnya Kej 2:24, Adam dan Hawa jadi satu  (ECHAD). Apakah Echad berarti satu tunggal mutlak?? Kej 1:5 - gabungan  dari petang dan pagi membentuk satu (ECHAD) hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[J.p. Jones] :  Pak Mainollo &amp;amp; pak Rumampuk, mengingat anda berdua adalah gentile,  cobalah anda check arti "echad" pada seorang rabbi.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.jewsforjudaism.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=157%3A-in-what-sense-is-echad-one-used-in-the-...shema&amp;amp;catid=49%3Atrinity&amp;amp;Itemid=501" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;www.jewsforjudaism.org/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;index.php?option=com_conten&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;t&amp;amp;view=article&amp;amp;id=157%3A-i&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;n-what-sense-is-echad-one-&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;used-in-the-...shema&amp;amp;catid&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;=49%3Atrinity&amp;amp;Itemid=501&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Coba anda check Gen 1:5&lt;br /&gt;
ויקרא אלהים לאור יום ולחשך קרא לילה ויהי ערב ויהי בקר יום אחד׃&lt;br /&gt;
Wa yiqera` elohim le owr yowm walachosek qara` layilah wayehiy ‘ereb wayehiy boker ECHAD yowm&lt;br /&gt;
Dan Allah menyebut terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, hari ……satu atau manunggal??????????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ולעבר ילד שני בנים שם האחד פלג כי בימיו נפלגה הארץ ושם אחיו יקטן׃&lt;br /&gt;
Wa le’eber yuwlad sheniy baniym shem ha`ECHAD peleg kiy biyamow nipelegah ha aretz was hem achiyuw yaqetan.&lt;br /&gt;
Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang …satu atau manunggal ????  ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah  Yoktan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : "Dan Allah menamai terang itu siang,  dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari  pertama." kEJ 1:5 Kata 'pertama' pada ayat itu disebut ECHAD.  Berdasarkan konteks yg ada, maka kata itu tak bisa diartikan satu  tunggal mutlak. Hari pertama (Echad), merupakan gabungan dari 'petang'  dan 'pagi'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[J.p. Jones] : Genesis 1:8 petang –pagi membentuk ….dua (sheniy) hari&lt;br /&gt;
Genesis 1:13... petang –pagi membentuk ….tiga (shloshah) hari&lt;br /&gt;
Genesis 1:19 petang-pagi membentuk ….empat (rebi’i) hari&lt;br /&gt;
Genesis 1:23 petang-pagi membentuk ….lima (chamiyshiy) hari&lt;br /&gt;
Genesis 1:31 petang-pagi membentuk ….enam (shishy) hari&lt;br /&gt;
Apakah angka-angka diatas adalah hasil gabungan petang -pagi???????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Back to Genesis 1:5 petang –pagi membentuk …. ( ) hari , diisi sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;‎[Albert Rumampuk] : "Lalu  Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi,  itulah hari kedua." Kej 1:8 Kata "kedua" (Ibrani=Sheniy). 'Hari kedua',  jelas dihitung satu hari (sekalipun disebut 'hari kedua'). Satu hari  itupun (hari kedua), merupakan gabungan dari 'petang' dan 'pagi'.  Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[J.p. Jones] : Coba anda terjemahkan  literal - yowm echad = day one, yowm sheniy= day two……dst ,  bilangan-bilangan itu bermakna ANGKA atau gabungan petang pagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Albert Rumampuk] : Menafsirkan satu kata, tentu harus berdasar pada  konteks ayat yang dimaksud, bukan hanya asal mengartikannya secara  literal. Kata2 Ibrani dan Yunani, biasanya punya banyak arti / makna.  Arti yang mana yang harus digunakan, tentunya harus disesuaikan dengan  konteks yang ada. Kata Echad jelas bukan 1 yang tunggal mutlak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[J.p. Jones] : Apa referensinya claim anda bahwa echad bukan tunggal mutlak????&lt;br /&gt;
Setahu saya echad adalah מספר (mispar) bilangan / angka SATU.&lt;br /&gt;
Kurang yakin?&lt;br /&gt;
Silahkan anda click&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://he.wikipedia.org/wiki/1_%28%D7%9E%D7%A1%D7%A4%D7%A8%29" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://he.wikipedia.org/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;wiki/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;1_(%D7%9E%D7%A1%D7%A4%D7%A8&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Artikel tentang ANGKA 1 (SATU) מספר-(mishpar) 1&lt;br /&gt;
Bagaimana 1 diucapkan/ dituliskan dalam hebrew?&lt;br /&gt;
check table sebelah kiri (dibawah artikel מספרים שלמים ) misepariym shlamiym –bilangan-bilangan utuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lihat baris kedua, lihat kolom sebelah kanan במילים (bamilim-  kata-kata) , kemudian lihat kolom sebelah kiri אחד (ECHAD) , אחת  (ECHAT).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas ECHAD adalah bilangan SATU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih kurang yakin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan anda check Septuagint PL dalam greek yang ditulis sebelum  kedatangan Jesus dan katanya dibaca orang Jahudi di tanah Judea  (termasuk Jesus????).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genesis 2:21 Lalu TUHAN Allah membuat  manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil SATU  rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
וַיַּפֵּל֩ יְהוָ֨ה אֱלֹהִ֧ים׀ תַּרְדֵּמָ֛ה עַל־הָאָדָ֖ם וַיִּישָׁ֑ן  וַיִּקַּ֗ח אַחַת֙ מִצַּלְעֹתָ֔יו וַיִּסְגֹּ֥ר בָּשָׂ֖ר תַּחְתֶּֽנָּה׃&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21 wayapēl yəhweh ’ĕlōhîm tarədēmâh ‘al-hā’āḏām wa yîšān wayyiqqach ECHAT miṣṣalə‘ōṯāyow wayyisəgōr bāśār tachətennâh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2:21 και επεβαλεν ο θεος εκστασιν επι τον αδαμ και υπνωσεν και ελαβεν μιαν των πλευρων αυτου και ανεπληρωσεν σαρκα αντ' αυτης&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genesis 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan  ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi SATU  daging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
עַל־כֵּן֙ יַֽעֲזָב־אִ֔ישׁ אֶת־אָבִ֖יו וְאֶת־אִמּ֑וֹ וְדָבַ֣ק בְּאִשְׁתּ֔וֹ וְהָי֖וּ לְבָשָׂ֥ר אֶחָֽ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24 ‘al-kēn ya‘ăzāḇ-’îš ’eṯ-’āḇîw wə’eṯ-’immo waḏāḇaq bə’išətōw wəhāyû ləḇāśār ECHAD:&lt;br /&gt;
2:24 ενεκεν τουτου καταλειψει ανθρωπος τον πατερα αυτου και την μητερα  αυτου και προσκολληθησεται προς την γυναικα αυτου και εσονται οι δυο εις  σαρκα μιαν&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
אחד (echad) , אחת (echat).= μιαν MIAN (accusative, feminine)= ONE = SATU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
μίαν (MIAN) f&lt;br /&gt;
(cardinal) accusative feminine of ένας, (ONE).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://en.wiktionary.org/wiki/%CE%BC%CE%AF%CE%B1%CE%BD" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://en.wiktionary.org/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;wiki/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;%CE%BC%CE%AF%CE%B1%CE%BD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mia irregular feminine of eis ; ONE or first:--a (certain), + agree, first, one, X other.&lt;br /&gt;
eis (including the neuter (etc.) hen); a primary numeral; one:--a(-n,  -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some.  Tidak ada kata mian yang bermakna manunggal , Greek punya vocabulary  untuk menyatakan unity atau union&lt;br /&gt;
enotes from heis; oneness, i.e. (figuratively) unanimity:--unity.&lt;br /&gt;
Eph 4:3, Eph 4:13&lt;br /&gt;
νωσης = union (saya belum berhasil menemukan kata itu dalam bible)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;‎[Albert Rumampuk] : Baik, saya beri contoh lagi supaya anda jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian 2:24 – “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya  dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi SATU  daging”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The King James Version (Gen...esis 2:24): Therefore  shall a man leave his father and his mother, and shall cleave unto his  wife: and they shall be one flesh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Commentari:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The New John Gill Exposition&lt;br /&gt;
of the Entire Bible: (and they shall be one flesh;)&lt;br /&gt;
“that is, ‘they two’, the man and his wife, as it is supplied and  interpreted by Christ, (Matthew 19:5) and so here in the Targum of  Jonathan, and in the Septuagint and Samaritan versions: the union  between them is so close, as if they were but one person, one soul, one  body; . . .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata “satu” (Echad) pada ayat diatas, tak boleh  dilepas dari konteksnya. “Satu” menerangkan kalimat sebelumnya yang  menjelaskan adanya ‘persatuan’ 2 orang yaitu ‘seorang laki-laki’ dan  ‘istrinya’. Ketika ‘laki-laki’ itu ‘bersatu’ dengan istrinya, mereka  menjadi SATU / ECHAD daging (jangan diartikan secara hurufiah bahwa  tubuh laki-laki dan istrinya itu melebur jadi satu) – bandingkan Matius  19:5-6. Jika kata Echad diartikan ‘satu yang tunggal mutlak’, maka itu  akan menentang konteks yang ada yang menjelaskan adanya persatuan 2  orang (laki-laki dan istrinya). Jika anda hanya menyoroti kata  “satu/Echad” lepas dari teksnya, maka anda tidak akan dapat memunculkan  satu kebenaran, tapi justru ‘kebenaran’ yang dibuat-buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan definisi kata Echad:&lt;br /&gt;
Definisi ‘Echad&amp;lt;0259&amp;gt;: 1) one (number)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. one (number)&lt;br /&gt;
b. each, every&lt;br /&gt;
c. a certain&lt;br /&gt;
d. an (indefinite article)&lt;br /&gt;
e. only, once, once for all&lt;br /&gt;
f. one...another, the one...the other, one after another, one by one&lt;br /&gt;
g. first&lt;br /&gt;
h. eleven (in combination), eleventh (ordinal)&lt;br /&gt;
__________________________&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;______________&lt;br /&gt;
a numeral from 258; properly, united, i.e. one; or (as an ordinal) first:-a, alike, alone, altogether, and,&lt;br /&gt;
any(-thing), apiece, a certain, (dai-)ly, each (one), +&lt;br /&gt;
eleven, every, few, first, + highway, a man, once, one, only,&lt;br /&gt;
other, some, together,&lt;br /&gt;
see HEBREW for 0258&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arti yang mana yang bisa diambil / diterapkan pada ayat diatas,  tentunya sekali lagi konteks sangat berperan penting. Jadi, kata Echad  harus diartikan ‘satu gabungan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[J.p. Jones] : Saya sayangkan  anda tidak menanggapi postingan s...aya January 16 at 11:36pm, anda  hanya merefer komentar seorang gentile yang bernama John Gill.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Gill_%28theologian%29" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://en.wikipedia.org/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;wiki/John_Gill_(theologian)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
John Gill mengkomentari ayat yang diclaim sebagai ucapan Jesus dalam  Matthew 19:5 dimana Jesus mengutip Genesis 2:24 versi Septuagint, lalu  ia mengapplikasikan kata mian – terjemahan kata ‘echad’ menurut  tafsirannya untuk Deuteronomy 6:4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genesis 2:24 ενεκεν τουτου  καταλειψει ανθρωπος τον πατερα αυτου και την μητερα αυτου και  προσκολληθησεται προς την γυναικα αυτου και εσονται οι δυο εις σαρκα  μιαν. (Septuagint)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Translit&lt;br /&gt;
eneken toutou kataleipsei  anthrôpos ton patera autou kai tên mêtera autou kai proskollêthêsetai  tên gunaika autou kai esontai oi duo eis sarka MIAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matthew 19:5 (codex sinaiticus)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
και ειπεν ενεκα τουτου καταλιψι ανοϲ τον πρα και την μρα και προϲκολληθηϲετε τη γυνεκι αυτου και εϲοτε οι δυο ειϲ ϲαρκα μιαν&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19:5 kai eipen eneken toutou kataleipsei anthrôpos ton patera [autou]  kai tên mêtera kai proskollêthêsetai tê gunaiki autou kai esontai oi duo  eis sarka MIAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Translit&lt;br /&gt;
Bandingkanlah kedua ayat diatas  perhatikan perbedaannya, diantaranya grammateus (penyalin) Codex  Sinaiticus meringkas tulisan-tulisan πατερα dan μητερα serta tidak  menulis kata αυτου setelah kata kata itu. (Dalam catatan gospel itu  siapakah yang salah, kutipan sang grammateus atau Jesus tidak  mengucapkannya secara verbatim??)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
μιαν MIAN adjective - accusative singular feminine&lt;br /&gt;
eis : ONE -- a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan disitu MIAN = satu, tidak disebut ενωμένος = united, atau ενοποιημένο = unified atau ένωσης = union&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba anda check arti kata μια – mia dalam bible apakah berarti ‘satu gabungan’????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga apakah dalam catatan bible Jesus mengapplikasikan kata ‘echad’ dalam Shema (Deut 6:4) bermakna ‘satu gabungan’???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Check bagaimana Jesus menyatakan Shema menurut catatan bible:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mark 12:29 απεκριθη ο ιϲ οτι πρωτη εϲτι ακουε ιηλ κϲ ο θϲ ημων κϲ ειϲ εϲτι (Codex Sinaiticus)&lt;br /&gt;
translit.&lt;br /&gt;
apekrithe o is (singkatan iesous) oti prote pason ton entolon akoue iel  (singkatan israel) ks (singk. kurios) o ths (singk theos) emon ks  (singk. kurios) EIS estin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jesus mengquote Deut 6:4 ...........…..ἄκουε ισραηλ κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν κύριος εἷς ἐστιν.(Septuagint)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......akoue israel kurios o theos emon kurios EIS estin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jesus menterjemahkan ‘echad’ = EIS (Greek).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
εις adjective - nominative singular masculine&lt;br /&gt;
eis : ONE -- a(-n, -ny, certain), + abundantly, man, one (another), only, other, some&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dalam catatan bible menurut Jesus eis = ‘satu gabungan’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matt 24:40 τοτε εϲονται δυο ε τω αγρω ειϲ παραλαμβανετε και ειϲ αφιετε&lt;br /&gt;
Tote esontai duo e to ayro EIS paralambenete kai EIS aphiete.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trans. literal&lt;br /&gt;
Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang SATU akan dibawa dan yang SATU akan ditinggalkan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah make sense kalau EIS diartikan 'satu gabungan'????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan anda check kata EIS lainnya apakah diartikan 'satu gabungan'??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;‎[J.p. Jones] : Coba anda baca lagi referensi yang anda postingkan&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Definisi ‘Echad&amp;lt;0259&amp;gt;: 1) one (number)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. ONE (NUMBER)&lt;br /&gt;
...b. each, every&lt;br /&gt;
c. a certain&lt;br /&gt;
d. an (indefinite article)&lt;br /&gt;
e. only, once, once for all&lt;br /&gt;
f. one...another, the one...the other, one after another, one by one&lt;br /&gt;
g. first&lt;br /&gt;
h. eleven (in combination), eleventh (ordinal)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang mengharuskan kata ‘echad harus diartikan 'satu gabungan'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan anda check arti lexicon ‘echad’ menurut Strong’s Concordance&lt;br /&gt;
(versi gentile)&lt;br /&gt;
a&lt;br /&gt;
Exo 16:33, Exo 33:5, Exo 36:21, Num 13:2, Jos 3:12, Jos 4:2, Jos 4:4,  Jos 4:5, Jos 7:21, Jos 7:21, Jud 15:4, 1 Sam 1:5, 1 Sam 6:7, 1 Sam 7:9, 1  Sam 7:12, 1 Sam 9:15, 1 Sam 16:20, 1 Sam 24:14, 1 Sam 26:20, 2 Sam  2:18, 2 Sam 6:19, 2 Sam 6:19, 2 Sam 6:19, 2 Sam 18:11, 1 Ki 7:32, 1 Ki  19:4, 1 Ki 19:5, 1 Ki 20:13, 2 Ki 6:2, 2 Ki 12:9, 2 Chr 24:8, Job 42:11,  Jer 51:60, Eze 8:7, Eze 8:8, Eze 33:2, Eze 40:42, Eze 40:42, Eze 43:13,  Eze 48:1, Eze 48:2, Eze 48:3, Eze 48:4, Eze 48:5, Eze 48:6, Eze 48:7,  Eze 48:23, Eze 48:24, Eze 48:25, Eze 48:26, Eze 48:27, Dan 8:3, Jonah  3:4, Zech 5:7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
alike&lt;br /&gt;
Eccl 11:6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
alone&lt;br /&gt;
Jos 22:20, 1 Chr 29:1, Eccl 4:10, Isa 51:2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
altogether&lt;br /&gt;
Jer 10:8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
an&lt;br /&gt;
Jos 3:13, Jos 3:16, 2 Sam 2:25, 1 Ki 13:11, 1 Ki 22:9, 2 Ki 25:19, Job 42:11, Jer 52:25, Eze 40:43&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
another&lt;br /&gt;
Exo 26:19, Exo 26:21, Exo 26:25, Exo 36:10, Exo 36:10, Exo 36:12, Exo  36:13, Exo 36:22, Exo 36:24, Exo 36:26, Exo 37:8, Exo 37:19, Deu 21:15,  Jud 9:37, Jud 16:7, Jud 16:11, 1 Sam 10:3, 1 Sam 10:3, 1 Sam 13:18, 1  Sam 13:18, 1 Ki 18:6, Job 41:16, Eze 10:9, Eze 10:9, Eze 17:7, Eze 19:5,  Eze 33:30, Eze 37:16, Eze 37:17, Eze 40:26, Eze 40:49, Eze 41:11, Dan  8:13, Amos 4:7, Zech 8:21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
any&lt;br /&gt;
Lev 4:2, Lev 4:13, Lev 4:22,  Lev 4:27, Lev 4:27, Lev 5:17, Lev 6:3, Num 15:27, Num 36:3, Deu 15:7,  Deu 16:5, Deu 17:2, Deu 18:6, Deu 28:55, 2 Sam 2:1, 2 Sam 7:7, 1 Chr  17:6, Eze 16:5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
certain&lt;br /&gt;
Jud 9:53, Jud 13:2, 1 Sam 1:1, 2 Sam 18:10, 1 Ki 20:35, 2 Ki 4:1, 2 Ki 8:6, Est 3:8, Dan 10:5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
daily&lt;br /&gt;
Neh 5:18&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
each&lt;br /&gt;
Num 7:11, Num 7:85, Num 7:85, Num 29:14, Num 29:15, 2 Ki 15:20, 2 Chr 4:13&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eleven&lt;br /&gt;
Deu 1:2, Jos 15:51, 2 Ki 23:36, 2 Ki 24:18, 2 Chr 36:5, 2 Chr 36:11, Jer 52:1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eleventh&lt;br /&gt;
1 Ki 6:38, 2 Ki 9:29, Eze 30:20, Eze 31:1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
every&lt;br /&gt;
Exo 36:30, Num 28:21, Num 29:14, Jos 3:12, Jos 4:2, Jos 4:4, 1 Ki 7:30, 1 Ki 7:38, 1 Chr 27:1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
few&lt;br /&gt;
Gen 27:44, Gen 29:20, Dan 11:20&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
first&lt;br /&gt;
Gen 1:5, Gen 2:11, Gen 8:5, Gen 8:13, Gen 8:13, Exo 28:17, Exo 39:10,  Exo 40:2, Exo 40:17, Lev 23:24, Num 1:1, Num 1:18, Num 29:1, Num 33:38,  Deu 1:3, 1 Ki 16:23, 2 Chr 29:17, 2 Chr 36:22, Ezr 1:1, Ezr 3:6, Ezr  7:9, Ezr 7:9, Ezr 10:16, Ezr 10:17, Neh 8:2, Job 42:14, Eze 10:14, Eze  26:1, Eze 29:17, Eze 31:1, Eze 32:1, Eze 45:18, Dan 1:21, Dan 9:1, Dan  9:2, Dan 11:1, Hag 1:1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
fro&lt;br /&gt;
2 Ki 4:35&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
man&lt;br /&gt;
Jud 4:16, 1 Ki 4:7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
none&lt;br /&gt;
Psa 139:16, Dan 10:21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
once&lt;br /&gt;
Exo 30:10, Exo 30:10, Lev 16:34, Jud 16:28, 1 Ki 10:22, 2 Ki 6:10, 2  Chr 9:21, Job 33:14, Job 40:5, Psa 62:11, Psa 89:35, Prov 28:18, Hag 2:6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;one&lt;br /&gt;
Gen 1:9, Gen 2:21,  Gen 2:24, Gen 3:22, Gen 4:19, Gen 10:25, Gen 11:1, Gen 11:1, Gen 11:6,  Gen 11:6, Gen 19:9, Gen 21:15, Gen 22:2, Gen 26:10, Gen 27:38, Gen  27:45, Gen 32:8, Gen 33:13, Gen 34:16, Gen 34:22, Gen 40:5, Gen 41:5,  Gen 41:11, Gen 41:22, Gen 41:25, Gen 41:26, Gen 42:11, Gen 42:13, Gen  42:13, Gen 42:16, Gen 42:19, Gen 42:27, Gen 42:32, Gen 42:33, Gen 44:28,  Gen 48:22, Gen 49:16, Exo 1:15, Exo 8:31, Exo 9:6, Exo 9:7, Exo 10:19,  Exo 11:1, Exo 12:18, Exo 12:46, Exo 12:49, Exo 14:28, Exo 16:22, Exo  17:12, Exo 18:3, Exo 23:29, Exo 24:3, Exo 25:12, Exo 25:19, Exo 25:32,  Exo 25:33, Exo 25:36, Exo 26:2, Exo 26:2, Exo 26:2, Exo 26:4, Exo 26:5,  Exo 26:6, Exo 26:8, Exo 26:8, Exo 26:8, Exo 26:10, Exo 26:11, Exo 26:16,  Exo 26:17, Exo 26:19, Exo 26:21, Exo 26:24, Exo 26:25, Exo 26:26, Exo  27:9, Exo 28:10, Exo 29:1, Exo 29:3, Exo 29:15, Exo 29:23, Exo 29:23,  Exo 29:23, Exo 29:39, Exo 29:40, Exo 36:9, Exo 36:9, Exo 36:9, Exo  36:10, Exo 36:10, Exo 36:11, Exo 36:12, Exo 36:12, Exo 36:13, Exo 36:13,  Exo 36:15, Exo 36:15, Exo 36:15, Exo 36:18, Exo 36:22, Exo 36:22, Exo  36:24, Exo 36:26, Exo 36:29, Exo 36:31, Exo 37:3, Exo 37:8, Exo 37:18,  Exo 37:19, Exo 37:22, Lev 5:4, Lev 5:5, Lev 5:7, Lev 5:13, Lev 7:7, Lev  7:14, Lev 8:26, Lev 8:26, Lev 12:8, Lev 13:2, Lev 14:5, Lev 14:10, Lev  14:10, Lev 14:12, Lev 14:21, Lev 14:21, Lev 14:22, Lev 14:30, Lev 14:31,  Lev 14:50, Lev 15:15, Lev 15:30, Lev 16:5, Lev 16:8, Lev 22:28, Lev  23:18, Lev 23:19, Lev 24:5, Lev 24:22, Lev 25:48, Lev 26:26, Num 1:41,  Num 1:44, Num 2:16, Num 2:28, Num 6:11, Num 6:14, Num 6:14, Num 6:14,  Num 6:19, Num 6:19, Num 7:3, Num 7:13, Num 7:13, Num 7:14, Num 7:15, Num  7:15, Num 7:15, Num 7:16, Num 7:19, Num 7:19, Num 7:20, Num 7:21, Num  7:21, Num 7:21, Num 7:22, Num 7:25, Num 7:25, Num 7:26, Num 7:27, Num  7:27, Num 7:27, Num 7:28, Num 7:31, Num 7:31, Num 7:32, Num 7:33, Num  7:33, Num 7:33, Num 7:34, Num 7:37, Num 7:37, Num 7:38, Num 7:39, Num  7:39, Num 7:39, Num 7:40, Num 7:43, Num 7:44, Num 7:45, Num 7:45, Num  7:45, Num 7:46, Num 7:49, Num 7:49, Num 7:50, Num 7:51, Num 7:51, Num  7:51, Num 7:52, Num 7:55, Num 7:55, Num 7:56, Num 7:57, Num 7:57, Num  7:57, Num 7:58, Num 7:61, Num 7:61, Num 7:62, Num 7:63, Num 7:63, Num  7:63, Num 7:64, Num 7:67, Num 7:67, Num 7:68, Num 7:69, Num 7:69, Num  7:69, Num 7:70, Num 7:73, Num 7:73, Num 7:74, Num 7:75, Num 7:75, Num  7:75, Num 7:76, Num 7:79, Num 7:79, Num 7:80, Num 7:81, Num 7:81, Num  7:81, Num 7:82, Num 8:12, Num 9:14, Num 10:4, Num 11:19, Num 11:26, Num  13:23, Num 14:15, Num 15:5, Num 15:11, Num 15:11, Num 15:12, Num 15:15,  Num 15:16, Num 15:16, Num 15:24, Num 15:24, Num 15:29, Num 16:15, Num  16:15, Num 16:22, Num 17:3, Num 17:6, Num 28:4, Num 28:7, Num 28:11, Num  28:12, Num 28:12, Num 28:13, Num 28:15, Num 28:19, Num 28:22, Num  28:27, Num 28:28, Num 28:28, Num 28:29, Num 28:30, Num 29:2, Num 29:2,  Num 29:4, Num 29:4, Num 29:5, Num 29:8, Num 29:8, Num 29:9, Num 29:10,  Num 29:11, Num 29:16, Num 29:19, Num 29:22, Num 29:25, Num 29:28, Num  29:31, Num 29:34, Num 29:36, Num 29:36, Num 29:38, Num 31:28, Num 31:30,  Num 31:34, Num 31:39, Num 31:47, Num 34:18, Num 35:30, Num 36:8, Deu  1:23, Deu 4:42, Deu 6:4, Deu 12:14, Deu 13:12, Deu 15:7, Deu 17:6, Deu  19:5, Deu 19:11, Deu 19:15, Deu 21:15, Deu 23:16, Deu 24:5, Deu 25:5,  Deu 25:11, Deu 28:7, Deu 28:25, Deu 32:30, Jos 9:2, Jos 10:2, Jos 10:42,  Jos 12:9, Jos 12:9, Jos 12:10, Jos 12:10, Jos 12:11, Jos 12:11, Jos  12:12, Jos 12:12, Jos 12:13, Jos 12:13, Jos 12:14, Jos 12:14, Jos 12:15,  Jos 12:15, Jos 12:16, Jos 12:16, Jos 12:17, Jos 12:17, Jos 12:18, Jos  12:18, Jos 12:19, Jos 12:19, Jos 12:20, Jos 12:20, Jos 12:21, Jos 12:21,  Jos 12:22, Jos 12:22, Jos 12:23, Jos 12:23, Jos 12:24, Jos 12:24, Jos  17:14, Jos 17:14, Jos 17:17, Jos 20:4, Jos 23:10, Jos 23:14, Jos 23:14,  Jud 6:16, Jud 8:18, Jud 9:2, Jud 9:5, Jud 9:18, Jud 16:29, Jud 17:5, Jud  17:11, Jud 18:19, Jud 19:13, Jud 20:1, Jud 20:8, Jud 20:11, Jud 20:31,  Jud 21:3, Jud 21:6, Jud 21:8, Ruth 1:4, Ruth 2:13, 1 Sam 1:2, 1 Sam  1:24, 1 Sam 2:34, 1 Sam 2:36, 1 Sam 6:4, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam  6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 6:17, 1 Sam 9:3, 1 Sam 10:3, 1 Sam 11:7, 1 Sam  13:17, 1 Sam 14:4, 1 Sam 14:5, 1 Sam 14:40, 1 Sam 16:18, 1 Sam 17:36, 1  Sam 22:20, 1 Sam 25:14, 1 Sam 26:15, 1 Sam 26:22, 1 Sam 27:1, 2 Sam  1:15, 2 Sam 2:21, 2 Sam 2:25, 2 Sam 3:13, 2 Sam 4:2, 2 Sam 6:20, 2 Sam  7:23, 2 Sam 9:11, 2 Sam 12:1, 2 Sam 12:1, 2 Sam 12:3, 2 Sam 13:13, 2 Sam  13:30, 2 Sam 14:6, 2 Sam 14:27, 2 Sam 15:2, 2 Sam 17:12, 2 Sam 17:22, 2  Sam 19:14, 2 Sam 23:8, 2 Sam 24:12, 1 Ki 2:16, 1 Ki 2:20, 1 Ki 3:17, 1  Ki 3:17, 1 Ki 3:25, 1 Ki 4:22, 1 Ki 6:24, 1 Ki 6:25, 1 Ki 6:25, 1 Ki  6:26, 1 Ki 6:27, 1 Ki 6:34, 1 Ki 7:16, 1 Ki 7:17, 1 Ki 7:18, 1 Ki 7:27, 1  Ki 7:34, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:37, 1 Ki 7:38, 1 Ki 7:38, 1 Ki  7:38, 1 Ki 7:42, 1 Ki 7:44, 1 Ki 8:56, 1 Ki 10:14, 1 Ki 10:16, 1 Ki  10:17, 1 Ki 11:13, 1 Ki 11:32, 1 Ki 11:36, 1 Ki 12:29, 1 Ki 12:30, 1 Ki  14:21, 1 Ki 15:10, 1 Ki 18:6, 1 Ki 18:23, 1 Ki 18:25, 1 Ki 19:2, 1 Ki  20:29, 1 Ki 22:8, 1 Ki 22:13, 1 Ki 22:13, 2 Ki 3:11, 2 Ki 4:22, 2 Ki  4:22, 2 Ki 4:39, 2 Ki 6:3, 2 Ki 6:5, 2 Ki 6:12, 2 Ki 7:8, 2 Ki 7:13, 2  Ki 8:26, 2 Ki 9:1, 2 Ki 14:23, 2 Ki 17:27, 2 Ki 17:28, 2 Ki 18:24, 2 Ki  22:1, 2 Ki 24:18, 2 Ki 25:16, 2 Ki 25:17, 1 Chr 1:19, 1 Chr 11:11, 1 Chr  12:14, 1 Chr 12:38, 1 Chr 17:21, 1 Chr 21:10, 1 Chr 23:11, 1 Chr 24:6, 1  Chr 24:17, 1 Chr 25:28, 2 Chr 3:11, 2 Chr 3:17, 2 Chr 4:15, 2 Chr 5:13,  2 Chr 5:13, 2 Chr 9:13, 2 Chr 9:15, 2 Chr 9:16, 2 Chr 12:13, 2 Chr  16:13, 2 Chr 18:7, 2 Chr 18:8, 2 Chr 18:12, 2 Chr 18:12, 2 Chr 22:2, 2  Chr 28:6, 2 Chr 30:12, 2 Chr 32:12, 2 Chr 34:1, 2 Chr 36:11, Ezr 2:26,  Ezr 3:1, Ezr 10:13, Neh 1:2, Neh 4:17, Neh 5:18, Neh 7:30, Neh 7:37, Neh  8:1, Neh 11:1, Est 3:13, Est 4:11, Est 7:9, Est 8:12, Job 2:10, Job  9:3, Job 9:22, Job 14:4, Job 23:13, Job 31:15, Job 33:23, Job 41:16, Psa  14:3, Psa 27:4, Psa 34:20, Psa 53:3, Psa 82:7, Psa 106:11, Prov 1:14,  Eccl 2:14, Eccl 3:19, Eccl 3:19, Eccl 3:20, Eccl 4:8, Eccl 4:9, Eccl  4:10, Eccl 4:11, Eccl 4:12, Eccl 6:6, Eccl 7:27, Eccl 7:27, Eccl 7:28,  Eccl 9:2, Eccl 9:3, Eccl 9:18, Eccl 12:11, S of Solomon 4:9, S of  Solomon 4:9, S of Solomon 6:9, S of Solomon 6:9, Isa 4:1, Isa 5:10, Isa  6:2, Isa 6:6, Isa 9:14, Isa 10:17, Isa 19:18, Isa 23:15, Isa 27:12, Isa  27:12, Isa 30:17, Isa 30:17, Isa 34:16, Isa 36:9, Isa 47:9, Isa 66:8,  Isa 66:17, Jer 3:14, Jer 24:2, Jer 32:39, Jer 32:39, Jer 35:2, Jer 52:1,  Jer 52:20, Jer 52:21, Jer 52:22, Eze 1:6, Eze 1:6, Eze 1:15, Eze 1:16,  Eze 4:9, Eze 9:2, Eze 10:9, Eze 10:9, Eze 10:10, Eze 10:14, Eze 10:21,  Eze 10:21, Eze 11:19, Eze 18:10, Eze 19:3, Eze 21:19, Eze 23:2, Eze  23:13, Eze 33:24, Eze 34:23, Eze 37:16, Eze 37:17, Eze 37:17, Eze 37:17,  Eze 37:19, Eze 37:19, Eze 37:22, Eze 37:22, Eze 37:24, Eze 40:5, Eze  40:5, Eze 40:6, Eze 40:6, Eze 40:7, Eze 40:7, Eze 40:7, Eze 40:8, Eze  40:10, Eze 40:10, Eze 40:12, Eze 40:12, Eze 40:26, Eze 40:42, Eze 40:44,  Eze 40:49, Eze 41:11, Eze 41:24, Eze 42:4, Eze 43:14, Eze 45:7, Eze  45:11, Eze 45:15, Eze 46:17, Eze 46:22, Eze 48:8, Eze 48:31, Eze 48:31,  Eze 48:31, Eze 48:32, Eze 48:32, Eze 48:32, Eze 48:33, Eze 48:33, Eze  48:33, Eze 48:34, Eze 48:34, Eze 48:34, Dan 8:3, Dan 8:9, Dan 8:13, Dan  9:27, Dan 10:13, Dan 10:13, Dan 11:27, Dan 12:5, Hos 1:11, Amos 4:7,  Amos 4:7, Amos 4:8, Amos 6:9, Obad 1:11, Zeph 3:9, Hag 2:1, Zech 3:9,  Zech 3:9, Zech 4:3, Zech 8:21, Zech 11:7, Zech 11:8, Zech 14:7, Zech  14:9, Zech 14:9, Mal 2:10, Mal 2:10, Mal 2:15, Mal 2:15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;only&lt;br /&gt;
1 Ki 4:19, Eze 7:5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
other&lt;br /&gt;
Exo 17:12, Exo 18:4, Exo 25:19, Exo 25:33, Lev 5:7, Lev 12:8, Lev  14:22, Lev 14:31, Lev 15:15, Lev 15:30, Lev 16:8, Num 6:11, Num 8:12,  Jud 16:29, Jud 20:31, 1 Sam 14:4, 1 Sam 14:5, 1 Sam 14:40, 2 Sam 12:1, 2  Sam 14:6, 1 Ki 3:25, 1 Ki 12:29, 1 Ki 18:23, 2 Chr 3:12, 2 Chr 3:17,  Neh 4:17, Jer 24:2, Eze 40:6, Dan 12:5, Zech 4:3, Zech 11:7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
prince&lt;br /&gt;
Num 34:18, Jos 22:14&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
some&lt;br /&gt;
Gen 37:20, 1 Sam 27:5, 2 Sam 17:9, 2 Sam 17:9, 2 Sam 17:12, 2 Ki 2:16, 2 Ki 2:16&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
thing&lt;br /&gt;
Lev 6:7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
to&lt;br /&gt;
2 Ki 4:35&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
together&lt;br /&gt;
Ezr 2:64, Ezr 3:9, Ezr 6:20, Neh 7:66, Isa 65:25&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Following Have Multiple Hebrew Words Associated To A Single English Word&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
apiece&lt;br /&gt;
Num 17:6, 1 Ki 7:15&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eleven&lt;br /&gt;
Gen 32:22, Gen 37:9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
highway&lt;br /&gt;
1 Sam 6:12&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
once&lt;br /&gt;
Jos 6:3, Jos 6:11, Jos 6:14, 1 Sam 26:8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jos 22:14&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;&lt;b&gt;Sekali lagi tidak ada yang mengharuskan kata ‘echad harus diartikan 'satu gabungan'.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/8091206231154610676" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/8091206231154610676" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/soal-istilah-echad-ahad-menurut-islam.html" rel="alternate" title="&quot;Soal Istilah Echad - Ahad Menurut Islam dan kristen [ J.P. Jones vs Albert Rumampuk ]&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-8335315373660753026</id><published>2011-12-01T04:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T04:00:01.313-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trinitas"/><title type="text">MENJAWAB TUDUHAN MISKONSEPSI TRINITAS DALAM AL QURAN</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Di antara keunggulan Islam adalah apabila berada pada posisi dicerca,  dihina, dan dimarginalkan maka yang terjadi justru sebaliknya. Semakin  Islam disudutkan maka semakin terlihat kebenaran ajaran dan  kesesuaiannya dengan fithrah manusia. Agama ini memiliki kemampuan  berinteraksi dengan manusia dari berbagai kalangan menurut kadar akalnya  masing-masing. Mungkin inilah rahasia mengapa Islam selalu berhasil  menundukkan peradaban yang memusuhinya. Terbukti di sejumlah negara  seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan negara Barat lainnya yang  mengalami kondisi kekosongan spiritual, mulai menunjukkan geliat  sebagian penduduknya menuju Islam. Munculnya kartun berisi penghinaan  terhadap nabi di surat kabar Jylland Posten atau beredarnya film Fitna  yang menghujat Islam hanya merupakan percikan kecil di antara  kekhawatiran akan menguatnya syariat Islam di belahan dunia Barat.&lt;br /&gt;
Barat juga telah memunculkan sejumlah karya tulis yang menunjukkan  kecemasan yang sama. Di antaranya adalah karya Robert Morey bertitle “ &lt;em&gt;Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion&lt;/em&gt;”.  Dari judulnya saja telah nampak sebuah wajah “ketakutan”. Hatta buku  tersebut dikemas dengan “bergaya” sebagai karya tulis ilmiah, namun  senyatanya isinya tidak seilmiah kemasannya. Motif kebencian dan  islamophobia sedemikian menyeruak dan nampak berpengaruh terhadap  obyektifitas kajian, tentu saja jika Barat masih mau berfikir tentang  subyektif, obyektif, atau pun netralitas. Tidak mengherankan jika  sejumlah kalangan muslim meminta buku tersebut dibredel dari peredaran.  Namun menurut hemat penulis tindakan demikian kurang bijaksana. Justru  buku tersebut merupakan sebuah simbol, asset, dan bukti monumental  “kebencian” Barat yang katanya humanis. Fungsinya sebagai salah satu  pijakan untuk melihat salah satu struktur dan pola pikir Barat dalam  melihat Islam. Pada giliran selajutnya membalikkan keadaan dan akan  semakin nampak keunggulan konsep Islam di antara yang lain.&lt;br /&gt;
Dalam salah satu tulisannya, Morey mempermasalahkan posisi Maryam  dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 73-75 dan 116. Al Quran, dalam  pandangan Morey, mengandung kesalahan kosep dalam mengungkapkan doktrin  trinitas Kristen. Muhammad, tulis Morey, secara keliru menganggap bahwa  umat Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan yaitu : Bapa, Ibu (Maryam), dan  Anak (Isa).&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Guna memperkuat argumentasinya, Morey juga mengutip pendapat Richard  Bell dan Encyclopaedia Britanica yang menegaskan bahwa Al Quran memiliki  kesalahan konsep tentang trinitas dan Muhammad sebagai penulis Al Quran  kurang memahami hal tersebut.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Morey menambahkan bahwa umat Kristiani tidak pernah mengimani tiga  Tuhan dan Maria bukan merupakan salah satu oknum dalam ketuhanan  Trinitas sebagaimana konsep dalam Al Quran. Morey sendiri nampaknya  telah menjadi sedemikian yakin dengan argumentasinya yang didukung oleh  sejumlah ‘kebingungan’ penulis dari kalangan Islam tentang tafsir ayat  tersebut.&lt;br /&gt;
Lantas, benarkah Al Quran telah salah ketika menyebutkan bahwa Maryam pernah disembah sebagai tuhan ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;FAKTA YANG DILUPAKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat al Quran yang dipermasalahkan oleh Robert Morey adalah Surat Al Maidah ayat 73 sampai 75 sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:  “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali  tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti  dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara  mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;74. Maka Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon  ampun kepada-Nya ?. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang  Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang  yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan  bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda  kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling  (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Juga ayat dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;116. Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera  Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku  dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau,  tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).  jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada  pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan pertama yang akan penulis bahas terkit dengan konsep  penyembahan terhadap Maryam dalam dunia Kristen. Robert Morey secara  tegas telah menolak posisi Maryam sebagai salah Tuhan dan satu satu  oknum ketuhanan trinitas. Nampak bahwa Morey telah mempersulit dirinya  sendiri pada tahap awal dengan menempatkan realsi antara penuhanan  Maryam dengan keanggotaannya sebagi salah satu oknum trinitas.&lt;br /&gt;
Senada dengan Morey, Geoffrey Parrinder menyatakan bahwa ayat Al  Quran Surat Al Maidah ayat 116 adalah sulit dipahami dalam kekristenan.  Menurut Parrinder pada abad V, Nestorius, seorang bangsawan  Konstantinopel, telah memprotes penggunaan gelar ”ibu Tuhan” (&lt;em&gt;theotokos&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;god-bearer&lt;/em&gt;) yang berkembang dan diterapkan kepada Maryam. Nestorius menyatakan, seharusnya digunakan kata ’ibu manusia’ Yesus (&lt;em&gt;anthropotokos&lt;/em&gt;); ibu Kristus (&lt;em&gt;cristo-tokos&lt;/em&gt;).  Nestorius juga tidak bersedia mengakui penggunaan frase seperti itu  yang berarti bahwa ”Tuhan telah dilahirkan” dan ”Tuhan telah mengalami  penderitaan” sebagaimana banyak digunakan pada hari ini. Nestorius  mengajarkan bahwa Yesus adalah organ bejana dan kuil bagi anak Tuhan.  Karena pemahaman inilah maka gereja Nestorian akhirnya terpisah.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria, nampaknya juga  memberikan pengakuan bahwa bentuk pseudotrinity yang terdiri dari Allah,  Isa, dan Maryam adalah sebuah realitas yang pernah terjadi. Namun  Noorsena membatasi bahwa reaksi Al Quran yang kerap kali krisi terhadap  sejumlah keyakinan Kristen, tidak semua didasarkan atas kekristenan yang  orthodoks. Penilaian Islam tentang Kristen, menurut Noorsena, tidak  ditujukan pada kekristenan yang lurus dan benar, namun lebih ditujukan  kepada praktik-praktik sekte-sekte Kristen yang sesat dan menyimpang (&lt;em&gt;heterodoks&lt;/em&gt;).&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Hakikatnya, Noorsena mengakui bahwa praktik penuhanan terhadap pribadi  Maryam bukanlah sebuah omong kosong, namun merupakan fakta historis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah realitas historis, sisa-sisa penyembahan terhadap  Maryam masih dapat ditemukan hingga hari ini. Di sejumlah wilayah Eropa,  termasuk Polandia, bahkan Inggris Raya dan Perancis Selatan, menurut  survey yang dilakukan oleh Ean Begg pada tahun 1985, masih ditemukan  patung bunda Maria yang berwarna hitam yang dikenal dengan sebutan &lt;em&gt;black virgin&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Black Madonna&lt;/em&gt;.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Patung tersebut sengaja dibuat untuk dipuja atau disembah sebagai  tuhan. Bahkan patun-patung tersebut selalu diasosiasikan dengan sejumlah  situs pemujaan kaum pagan dari masa yang jauh lebih kuno.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  Ditengarai bahwa penyembahan terhadap pribadi Maria merupakan hasil  proses adopsi dan perkembangan dari pemujaan terhadap sejumlah dewi  pagan yang memiliki kisah kehidupan sama persis dengan kisah Yesus dan  Ibunya, Maria.&lt;br /&gt;
Dalam kebudayaan paganisme dikenal Bacchus (Dionysius) yaitu dewa  matahari Yunani yang lahir dari kandungan seorang perawan bernama  Demeter yang mengandung dari benih Dewa Jupiter tanpa hubungan badan.  Bacchus lahir pada tanggal 25 Desember dan terbunuh untuk menebus dosa  manusia. Dikisahkan pula bahwa Bacchus kemudian bangkit kembali dari  kematiannya.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Bangsa Mesir juga mengenal Osiris, dewa matahari yang lahir pada 25  Desember dari kandungan seorang perawan yang disebut ’Perawan Dunia’.  Osiris memiliki 12 orang murid. Salah satu muridnya yang bernama Typhone  berkhianat hingga menyebabkan kematian Osiris. Setelah bersemayam  selama tiga hari dalam kuburnya, Osiris bangkit kembali dari  kematiannya. Ia diyakini sebagai inkarnasi Tuhan dan merupakan salah  satu dari oknum trinitas 3 Dewa di Mesir.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dalam cerita mithologi yang lain tersebutlah Mithra  yang lahir pada tanggal 25 Desember. Memiliki pemujaan yang dilakukan  setiap hari Minggu. Mithra adalah seorang juru selamat yang menebus dosa  manusia. Dia tidak disalib namun mengurbankan lembu suci yang darahnya  mensucikan dan menebus dosa manusia. Lembu itu tidak lain adalah  inkarnasi dari sang Mithra sendiri. Perayaan Mithra biasanya ditandai  dengan keberadaan pohon terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyembahan terhadap sosok ibu Tuhan umumnya terjadi dalam  kepercayaan pagan yang dsebutkan di atas. Masing-masing wilayah  penyembah paganisme memiliki Tuhan Ibu dan Anak. Di Jerman, Hertha  disembah sebagai ibu suci dengan anak dipangkuannya. Di Scandinavia,  Disa disembah sebagai tuhan ibu dengan anak dipangkuannya juga.  Sedangkan di Romawi purba, Venus atau Fortuna juga dipuja sebagi tuhan  Ibu bersama Jupiter anaknya.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ralph Edward Woodrow dalam buku &lt;em&gt;Babylon Mysteri Religion&lt;/em&gt; mengutip buku Frazer, &lt;em&gt;The Golden Bought&lt;/em&gt;  Volume 1 Halaman 356 menjelaskan fakta bahwa penyembahan terhadap Tuhan  Ibu dan Tuhan Anak telah menyebar dan merasuk kepada masyarakat kerjaan  Romawi dan sekitarnya. Hal tersebut iungkapkan oleh Woodrow sebagi  berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;The Worship of Great Mother … very popular under the Roman  Empire, unscriptions prove that the two (the mother and the child)  receive divine honors, … not only in Italy and especially at Rome, but  also in the provinces, particularly in Arican, Spain, Portugal, France,  Germany, and Bulgaria&lt;/em&gt;”.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Akibatnya bisa dipastikan, penyembahan Tuhan Ibu dalam Kristen tidak  dapat dihindari setelah para penyembah berhala dari Romawi, Yunani,  Babilonia, dan Mesir memeluk ajaran Kristen. Dalam agama barunya  tersebut para mantan penyembah berhala tidak mendapatkan penylurn yang  sesuai dengan semangat penyembahan Tuhan Ibu. Padahal mereka belum dapat  sepenuhnnya meninggalkan ajaran paganisme. Woodrow menulis bahwa  kompromi pun terjadi, pihak gereja mencarikn padnan terhadap figure ibu  yang disembah oleh kaum mantan kaum pagan dalam khazanah kekristenan.  Tuhan Ibu yang dimaksud tidak lain adalah Maria, Ibu Yesus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;One of the best example of such a carry over from paganism may  be seen in the way the worship o the great mother continued – only in a  slightly different form and with a new name. You see many pagans had  been drawn to Christianity, but so strong was their adoration for the  mother goddess, they did not want to forsake her. Compromising church  leaders saw that if they could find some similarity in Christianity with  the worship of the mother goddess, they could greatly increase their  numbers … but who could replace the great mother of paganism ? Mary, of  course was the most logical person for them to choose … little by  little, the worship that had been associated with the pagan mother was  transferred to Marry&lt;/em&gt;”.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Maka tidak mengherankan pasca munculnya kritik Nestorius yang menolak  istilah “bunda Tuhan”, gereja justru mengukuhkan posisi Maria sebagai &lt;em&gt;Theotokos&lt;/em&gt;  atau Ibu Tuhan dalam Konsili Efesus tahun 431 M. Salah satu butir yang  dihasilkan dalam konsili tersebut adalah sebagai berikut : “&lt;em&gt;Menurut  pengertian bahwa kesatuan ini tidak mencampur adukkan, kami mengaku  bahwa anak dara kudus adalah theotokos (bunda Allah), karena Allah  Firman menjelma menjadi manusia dan sejak pembuahan-Nya menyatukan pada  diri-Nya bait yang diambil daripadanya (Maria)&lt;/em&gt;”.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri  Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan  2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim  yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain  Bapa.&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;  Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria  sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang  para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba  tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Dalam  hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip  dengan tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan  kezuhudan. Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita  lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru dalam Ibrani 11: 37.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang apakah penyembahan terhadap Maria adalah bentuk Kekristenan  heterodoks yang menyimpang maka biar waktu yang akan menentukan. Sebab  sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan  belum selesai hingga hari ini. Sebut saja pertarungan antara kaum &lt;em&gt;Trinitarian&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Unitarian&lt;/em&gt;.  Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya dan dipihak  lain menolaknya dan menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi dan bukan  Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah  penyembahan dan Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal  ini terhapus saja dari ingatan sejarah. Masalah trinitas yang diakui  mayoritas dunia Kristen hari ini juga bukan tanpa cacat sejarah. Konsili  Nicea pada 325 Masehi, menurut informasi Ibnu Patrick, dihadiri oleh  2.048 orang peserta yang terdiri diri para uskup. 318 (tiga ratus  delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus.  Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius yang  menolak hakikat ketuhanan Yesus, dan sisanya memiliki sejumlah  kepercayaan yang berbeda termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria.  Namun, anehnya berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318  orang (pendukung ketuhanan Yesus) tersebut yang kemudian dimenangkan.  Jelas kaisar Konstantin telah emerankan agnda politik pribainya dengan  sukses.&lt;br /&gt;
Lantas dimana letak kesalahan atau miskonsepsi Al Quran tentang  trinitas Kristen ? Al Quran jelas dalam ayat tersebut tidak membahas  tentang trinitas. Hal tersebut hanya merupakan bagian dari upaya Robert  Morey dalam menyudutkan Islam. Namun jawaban atas pertanyaan ”apakah Al  Quran telah salah ?” jawabannya adalah ”Tidak !”. Justru kehebatan Al  Quran adalah mampu memberikan isyarat bagi pengungkapan kebenaran  sejarah, dimana dunia pun telah berusaha secara maksimal untuk  melupakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Tuduhan Robert Morey bahwa Al Quran memiliki  kesalahan konsepsi tentang trinitas terbukti tidak benar. Konsep  Trinitas dalam dunia Kristen sendiri mengalami perkembangan dari masa ke  masa termasuk bersentuhan dengan sejumlah peradaban dan kepercayaan  lainnya. Kebenaran lain yang terungkap justru teletak pada  ketidakbenaran pemahaman Morey terhadap sejarah agamanya sendiri.  Sehingga bukunya ”Islamic Invasion” sering diwarnai dengan pemahaman  yang tidak berdasar. Sebuah pemikiran yang hanya lahir didasarkan pada  kebencian fanatis yang menutup semua bentuk akal waras.&lt;br /&gt;
&lt;hr size="1" /&gt; &lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Robert Morey. &lt;em&gt;Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion.&lt;/em&gt; (Christian Scholar Press, Las Vegas, 1992). Hal 185&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Robert Morey. &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. Hal. 186&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Geoffrey Parrinder. &lt;em&gt;Yesus dalam Quran&lt;/em&gt;. (Terj. oleh Ali Masrur, ett. all). (Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2002). Hal. 88&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Bambang Noorsena.&lt;em&gt; Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam&lt;/em&gt;. Cetakan IX. (Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001). Hal. 6-7&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Burton L. Mack. &lt;em&gt;The Lost Gospel: The Book of Q and Christian Origins&lt;/em&gt;. (Element Books, Shaftesbury, 1994). Hal. 51 dalam Lynn Picknet and Clive Prince. &lt;em&gt;The Templar Revelation : Secret Guardians of The True Identity of Christ&lt;/em&gt;. Edisi Indonesia : &lt;em&gt;The Templar Revelation : Para Pelindung Sejati Identitas Kristus&lt;/em&gt;. (Bantam Press, 1997). Terjemah oleh FX Dono Suhadi. Cetakan II. (Serambi, Jakarta, 2006). Hal. 121&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Lynn Picknett dan Clive Prince. &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. Hal. 33&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang &lt;em&gt;Attis&lt;/em&gt; dalam Dr. Hamid Qadri. &lt;em&gt;Kristen dan Agama Berhala&lt;/em&gt;. (Modus Vol. 1 No. 9 Th. II/2004). Hal. 46&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. &lt;em&gt;Ibid.&lt;/em&gt; Hal. 46&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Tim Redaksi. &lt;em&gt;Tuhan Ibu dan Ibu Tuhan&lt;/em&gt;. (Modus Vol. 1 No. 5/Th. II/ 2004). Hal. 25&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Tim Redaksi. &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. Hal. 26&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Tim Redaksi. &lt;em&gt;Ibid&lt;/em&gt;. Hal. 28&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Tony Lane. &lt;em&gt;The Lion Concise Book of Christian Thought&lt;/em&gt;. (Lion Publishing, England, 1984). Edisi Indonesia : &lt;em&gt;Runtut Pijar Pemikiran Kristiani&lt;/em&gt;. Terjemah oleh Conny Corputy. (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1990). Hal. 47&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="http://susiyanto.wordpress.com/2009/02/16/%E2%80%9Cketuhanan%E2%80%9D-maryam-miskonsepsi-trinitas-dalam-al-quran/#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Prof. Sjech Abuzahrah. &lt;em&gt;Muhadlarat fi an Nasrabiyah&lt;/em&gt;. Edisi Indonesia: &lt;em&gt;Tindjauan Tentang Agama Masehi&lt;/em&gt;. (AB. Sitti Sjamsijah, Surakarta, 1969). Hal. 140. Juga DR. Rauf Syalabi. &lt;em&gt;Ya ahl al Kitab Ta’alaw ila kalimat sawa’&lt;/em&gt;. Edisi Indonesia: &lt;em&gt;Distorsi Sejarah dan Ajaran Yesus&lt;/em&gt;. (Pustaka Alkautsar, Jakarta, 2001). Hal. 127&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/8335315373660753026" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/8335315373660753026" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/12/menjawab-tuduhan-miskonsepsi-trinitas.html" rel="alternate" title="MENJAWAB TUDUHAN MISKONSEPSI TRINITAS DALAM AL QURAN" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-7787667005276451880</id><published>2011-11-25T00:22:00.000-08:00</published><updated>2011-11-25T00:22:37.994-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hubungan Antara Ka'bah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiblat dan Kiamat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masjidil haram"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mekkah"/><title type="text">"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;"Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat "&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="267" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/391770_1968744078610_1843212250_1323619_754697998_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya   rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang   di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia.   (QS. Ali Imran:96)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;Kita mungkin  pernah bertanya kenapa solat harus menghadap Kiblat, juga  kenapa harus  ada Ibadah Thawaf, kenapa  berdoa di area Ka'bah lebih Abdol atau di  ijabah.? Ini juga sering jadi perenungan manusia,  seperti ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Agama), bahwa putaran   energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi   akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan   arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="320" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/316584_1968715077885_1843212250_1323549_1879937_n.jpg" width="282" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
2.   Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan   berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa   tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="296" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/379129_1968716837929_1843212250_1323552_465472983_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Perenungan Sintesa (Ilmu Umum) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.   Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul   memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di Kabah setiap saat,   karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti   dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian   orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung  dan  seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar  sudah  mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London  Sholat  Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun  dan  seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan  bertumpuk  akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang  berputar  secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah  sekitarnya  dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan  waktunya  seperti dalam video tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Maka menurut  implikasi hukum  Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan  diputar dengan  Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke  atas MENUJU  LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak  berhenti di Kabah  namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong  yang di mulai dari  Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu  masih belum nyampe  pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat  saluran agar solat  dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke  Hadirat Nya. Jadi selama  24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang  terfokus naik ke atas  Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang  solat dan tawaf  (kiamat?).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/390968_1968718277965_1843212250_1323556_970291849_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kesimpulan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
1.   Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan   selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa   (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena   dua-duanya ciptaan Tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan   bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas   dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.   Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri   untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu   terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan   senang hati (iklas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Terjawablah jika sholat itu tidak   menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi   menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk   mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini   sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan   para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih   mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta   dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga   makin yakin dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin renungan ini   berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu   menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan   Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka’bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Tahu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.   Ka’bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan  ditenggelamkannya  satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari  nanti)&lt;br /&gt;
2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)&lt;br /&gt;
3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan (Baca Disini)&lt;br /&gt;
4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama&lt;br /&gt;
5.  Untuk selain Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan  Pentium  2 dan pentium  4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Allah   Disempurnakan dari umat  Ibrahim, Musa hingga Muhammad saw, Nabi Isa   menyempurnakan Taurat dengan  Injil, Dan Muhammad menyempurnakan   keduanya Dengan Al Qur'an. Hingga  Kalian mengerti bahwa kita dulu   adalah umat yang satu.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/7787667005276451880" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/7787667005276451880" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/11/hubungan-antara-kabah-kiblat-dan-kiamat.html" rel="alternate" title="&quot;Hubungan Antara Ka'bah , Kiblat dan Kiamat &quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-4440638831991001680</id><published>2011-11-13T18:59:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T04:23:20.259-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hubungan Antara Ka'bah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Hadits"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masjidil haram"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mekkah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mukjizat nabi muhammad"/><title type="text">"Diantara Mukjizat nabi Muhammad yg bisa kita saksikan"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;[dari sebuah Postingan yg menarik dari mr J.P. Jones di Forum dialog K-I]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" height="253" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254872_1601421015763_1843212250_1029987_7849102_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bismillahirrahmanirrahim.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika arah kiblat mengarah ke Baitul-Maqdis, di tahun kedua Hijrah  waktu Rasul Allah SAW berada di Madinah beliau diperintahkan agar beliau  berkiblat kearah Masjidil-Haraam di Mekkah, kemudian tempat itu menjadi  kiblat bagi muslimin. Sejak itu Islam menyebar hingga datangnya  pertolongan Allah dan kemenangan dan orang-orang masuk Diin- Allah  (Agama Islam) dengan berbondong-bondong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu datanglah orang-orang Yaman sebagai muslimin, setelah itu Rasul  Allah SAW mengutus para pengajar kepada mereka untuk mengajarkan Agama  Islam, maka beliau mengutus Ali bin Abi Thalib RA ke Hamdan dan mengutus  Mu’adh ibn Jabal ke Janad dan beliau mengirimkan utusan-utusan ke  San’a, diantara mereka adalah Waber ibn Yuhannas Al-Khaza’i yang diutus  sebagai perwalian atas kota San’a dimana Rasul Allah SAW telah  memerintahkan beliau (Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i) untuk mendirikan  mesjid dengan ciri tertentu Rasul Allah SAW telah memberikan ketetapan  kepada beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At-Tabarani meriwayatkan dalam Al Mu’jam Al Awsat: Waber ibn Yuhannas Al-Khuza’i telah berkata:&lt;b&gt;”  Rasul Allah SAW telah berkata kepadaku: “Apabila engkau membangun  Mesjid San’a, bangunlah mesjid itu disebelah selatan bukit yang bernama  -adh-Dhain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Al-Hafizh Ar-Razy ia menulis dalam bukunya “At-Tariikh-us-San’a”  (Sejarah kota San’a) bahwa Rasul Allah SAW telah memerintahkan kepada  Wabr ibn Yuhannas Al-Anshari ketika beliau diutus Rasul Allah SAW ke  San’a sebagai perwaliannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau bersabda: &lt;b&gt; “Ajaklah mereka untuk beriman, apabila  mereka mematuhimu untuk itu, maka syaria’tkanlah shalat, apabila mereka  mematuhimu untuk itu, maka shalatlah dan bangunlah mesjid di Bustaani  Bathan (Taman Bathan), dimana disana terdapat batu karang yang  diselubungi (Ghamdan) dan mengarahlah kamu dari batu itu kearah bukit  yang bernama Dhayn”.&lt;/b&gt; Dan Razi berkata: Rasul Allah telah  memberi ketetapan kepada Waber untuk mendirikan diding-dinding Bathan  untuk mesjid dan jadikanlah itu dari posisi dasar batu karang temboknya  dan hadapkanlah mengarah ke Bukit Dhayn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bisa di check kesejarahannya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.islamictimes.co.uk/content/view/623/50/" target="_blank"&gt;http://www.islamictimes.co.uk/content/view/623/50/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://books.google.com/books?id=95Q3AAAAIAAJ&amp;amp;pg=PA115&amp;amp;lpg=PA115&amp;amp;dq=badhan+walls&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=CTnLs_WCvq&amp;amp;sig=bJy5fkcz0EMqX5BoAljm4qNnIXw&amp;amp;hl=en&amp;amp;ei=kUz5TcrqHY7AgQfekriYDA&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;ct=result&amp;amp;resnum=4&amp;amp;sqi=2&amp;amp;ved=0CD4Q6AEwAw#v=onepage&amp;amp;q=badhan%20walls&amp;amp;f=false" target="_blank"&gt;http://books.google.com/books?id=95Q3AAAAIAAJ&amp;amp;pg=PA115&amp;amp;lpg=PA115&amp;amp;dq=badhan+walls&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=CTnLs_WCvq&amp;amp;sig=bJy5fkcz0EMqX5BoAljm4qNnIXw&amp;amp;hl=en&amp;amp;ei=kUz5TcrqHY7AgQfekriYDA&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;ct=result&amp;amp;resnum=4&amp;amp;sqi=2&amp;amp;ved=0CD4Q6AEwAw#v=onepage&amp;amp;q=badhan%20walls&amp;amp;f=false&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita check keakurasian ketentuan Nabi Muhammad SAW, bahwa  garis yang melintasi batu karang Ghamdan, bukit Dhain juga melintasi  Ka’bah, alias berada dalam satu garis bujur&lt;br /&gt;
Mesjid San’a masih ada sampai sekarang, batu karang Ghamdan juga  masih ada, bukit Dhain masih ada, dan setelah di check dengan satelit,  melalui google earth bisa dicheck bahwa batu karang Ghamdan, bukit Dhain  dan Ka’bah adalah &lt;b&gt;berada dalam SATU GARIS BUJUR !!!&lt;/b&gt;. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Check disini :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=1r-K9bZqb6w" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=1r-K9bZqb6w&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perhatikanlah&lt;/b&gt; bagaimana nabi Muhammad SAW diawal  abad ke VII CE tanpa GPS, tanpa peta, dapat dengan akurat menentukan  arah qiblat Makkah – San’a yang berjarak 800 Km &lt;a href="http://www.mapcrow.info/Distance_between_Sanaa_YM_and_Mecca_SA.html" target="_blank"&gt;http://www.mapcrow.info/Distance_between_Sanaa_YM_and_Mecca_SA.html&lt;/a&gt;, sedangkan beliau sendiri berada di kota Madinah yang berjarak 380 km dari Makkah &lt;a href="http://distancecalculator.globefeed.com/Saudi_Arabia_Distance_Calculator.asp" target="_blank"&gt;http://distancecalculator.globefeed.com/Saudi_Arabia_Distance_Calculator.asp&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
dan berjarak 1100 km dari San’a &lt;a href="http://www.travelmath.com/flight-distance/from/MED/to/SAH" target="_blank"&gt;http://www.travelmath.com/flight-distance/from/MED/to/SAH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darimanakah beliau mendapatkan informasi navigasi itu, kalau bukan petunjuk dari Allah SWT?&lt;br /&gt;
Apakah ini tidak termasuk mu’jizat yang bisa kita saksikan? “SUBHANALLAH”&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4440638831991001680" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/4440638831991001680" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/11/diantara-mukjizat-nabi-muhammad-yg-bisa.html" rel="alternate" title="&quot;Diantara Mukjizat nabi Muhammad yg bisa kita saksikan&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-2008510487973985092</id><published>2011-11-04T21:45:00.000-07:00</published><updated>2011-12-08T05:19:26.087-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi Sukses"/><title type="text">"Bodoh VS Pintar"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Bodoh VS Pintar Ala "Bob Sadino"&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Dikutip dari Milis TDA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah  Ukuran yang tepat mengenai bodoh dan pintar bagi setiap orang  pasti  berbeda- beda. Kali ini mari kita melihat pandangan Pak Bob Sadino   mengenai Bodoh dan Pintar yang seseorang dari kacamata   Entrepuener/wiraswasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/312598_1898271636843_1843212250_1288326_1531851808_a.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Terlalu Banyak Ide&lt;/b&gt; -&lt;br /&gt;
Orang  "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide,   sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh"   mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan   usahanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Miskin Keberanian untuk memulai &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ?  Karena  orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak  pertimbangan.  Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu  banyak  pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Telalu Pandai Menganalisis &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Sebagian besar orang "pintar"sangat&lt;br /&gt;
pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat&lt;br /&gt;
lengkap,  mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang   "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Ingin Cepat Sukses &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang"Pintar"  merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya  termasuk  mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh"  merasa dia  harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan  hasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Tidak Berani Mimpi Besar &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika  bisa  di capai. Orang "bodoh"tidak perduli dengan logika, yang penting  dia  bermimpi sesuatu, sangat besar,&lt;br /&gt;
bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;b&gt;Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;b&gt;Berpikir Negatif Sebelum Memulai &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir  negatif  tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil  dikumpulkannya  sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat  berpikir negatif  karena harus segera berbisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. &lt;b&gt;Maunya Dikerjakan Sendiri &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan   orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga   harus dibantu orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. &lt;b&gt;Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali   melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting   produknya terjual".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. &lt;b&gt;Tidak Fokus &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan   banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh"tidak punya   kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. &lt;b&gt;Tidak Peduli Konsumen &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke&lt;br /&gt;
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. &lt;b&gt;Abaikan Kualitas &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka&lt;br /&gt;
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. &lt;b&gt;Tidak Tuntas &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain   karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau   harus menuntaskan satu bisnisnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. &lt;b&gt;Tidak Tahu Pioritas &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak  hal  dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"?   Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. &lt;b&gt;Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Banyak  orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras  plus  sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain  sisi  kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok  cerdas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. &lt;b&gt;Mencampur adukan Keuangan &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. &lt;b&gt;Mudah Menyerah &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Orang  "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga  langsung  beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang  "Bodoh"  seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan  tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. &lt;b&gt;Melupakan Tuhan &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Kebanyakan  orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri  sendiri, tanpa  campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai  ibadah vertikal  dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. &lt;b&gt;Melupakan Keluarga &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Jadikanlah  keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru  memulai  menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu  dan  tenaga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. &lt;b&gt;Berperilaku Buruk &lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;
Setelah  menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya   sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain,   karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Menjadi "Orang Bodoh" atau "Orang Pintar" adalah pilihan, bukan Takdir"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/2008510487973985092" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/2008510487973985092" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/11/bodoh-vs-pintar.html" rel="alternate" title="&quot;Bodoh VS Pintar&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3307652053230831643</id><published>2011-10-08T04:27:00.000-07:00</published><updated>2011-12-08T05:32:04.549-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mualaf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persaudaraan Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prof. Jeffrey Lang"/><title type="text">Catatan Prof. Jeffrey Lang, seorang mualaf Amerika Serikat</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Ng0UYp4lwTTU3qDoWEaGiLLRpX1FiZpzA9R_BMKFVtkI9JARIrtxeC40WPwTnBFU450DVlqw-wy24Sxn_d-lL3LMjKNVNkAZonjNJGMt9u-ijZ1sH5k-wWt0gjK3qo7Iyas2QwB-0II/s1600/jeffrey.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Ng0UYp4lwTTU3qDoWEaGiLLRpX1FiZpzA9R_BMKFVtkI9JARIrtxeC40WPwTnBFU450DVlqw-wy24Sxn_d-lL3LMjKNVNkAZonjNJGMt9u-ijZ1sH5k-wWt0gjK3qo7Iyas2QwB-0II/s320/jeffrey.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Prof. Jeffrey Lang, seorang mualaf Amerika Serikat&lt;/h2&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Seperti mualaf lainnya, saya tidak akan pernah bisa melupakan  syahadat pertama saya. Kesaksian ini merupakan momen paling sulit tapi  paling membebaskan dan kuat dalam hidup saya. Secara berangsur-angsur,  saya menjadi lebih memahami banyak implikasinya, dan secara khusus saya  mulai mengerti bahwa kesaksian itu memaklumkan bukan hanya ke-Esa-an  Allah, melainkan juga kesatuan dan persamaan umat manusia. Tentu saja,  temuan saya tentang hal ini sama sekali tidak orisinal. Prinsip  egalitarian ini adalah tema yang sangat menonjol dalam ajaran-ajaran  Islam sehingga tidak mungkin dihilangkan. Saya tidak bermaksud  mengatakan bahwa setiap Muslim sangat siap untuk mengartikulasikannya.  Akan tetapi, prinsip ini dapat diamati dengan jelas dalam tradisi dan  interaksi keagamaan masyarakat Muslim. Karena itu, sama sekali tidak  mengejutkan bila ajaran ini menjadi salah satu hal yang pertama kali  menarik Malcom X dalam perjalanan ibadah hajinya ke Mekah. Ia menulis :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Selama  sepekan terakhir, saya betul-betul tidak bisa berucap sepatah-katapun  dan terpesona oleh keanggunan yang ditampakkan di sekeliling saya oleh  manusia dari seluruh suku bangsa -- Anda boleh saja terkejut kata-kata  ini keluar dari saya. Tapi, dalam perjalanan haji ini, apa yang telah  saya lihat dan alami memaksa saya untuk menata ulang sebagian besar pola  pemikiran yang sebelumnya saya pegang, dan membuang beberapa konklusi  sebelumnya – Barangkali jika orang-orang kulit putih Amerika bisa  menerima ke-Esa-an Allah, mungkin juga mereka bisa menerima dalam  kenyataannya kesatuan umat manusia – dan berhenti mengukur, menghalangi  dan mencelakakan orang lain karena ‘perbedaan’ warna kulit mereka –  Setiap jam di tanah suci memungkinkan saya memperoleh pengetahuan  spiritual yang semakin besar tentang apa yang terjadi di Amerika antara  orang-orang kulit hitam dan orang-orang kulit putih.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini  saya tidak mengatakan bahwa Islam menghapuskan prasangka-prasangka suku  dan warna kulit. Klaim diatas lebih mengesankan bahwa Islam  menghapuskan kejahatan. Sebaliknya saya ingin menegaskan bahwa Islam  tidak mentoleransi prasangka-prasangka semacam itu dan bahwa ketika kaum  Muslim mencampakkannya, mereka sadar betul bahwa mereka melanggar  ajaran fundamental dalam agama mereka dan melakukan sebuah kesalahan  yang serius. Dari semua agama besar di dunia, saya yakin bahwa tidak ada  agama yang lebih berhasil dalam memerangi prasangka ras selain Islam.  Saya telah melihat pertunjukan kekuatan Islam dalam hal ini, yang sangat  bersifat pribadi dan membangkitkan semangat, beberapa minggu setelah  menjadi seorang Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Waktu itu ada pengajian yang  diorganisasi oleh para mahasiswa Muslim University of San Fransisco,  pembicara malam ini adalah Abdul Aleem Musa, yang waktu itu adalah imam  mesjid an-Nur di Oakland, California. Ia menuturkan perjalanannya  memeluk Islam, yang dimulai saat ia bergabung dengan gerakan Nation of  Islam pada tahun enam puluhan dan kemudian beralih ke Islam otentik pada  tahun tujuh puluhan. Orang-orang Muslim Amerika keturunan Afrika  Oakland yang menyertainya menunjukkan reaksi mereka atas ceramahnya  bahwa jalan mereka menuju Islam sangat mirip dengan jalan Aleem.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Secara  fisik, Abdul Aleem adalah seorang yang sangat mengesankan. Ia kelihatan  seolah-olah mampu bermain dengan ketat hingga akhir babak dalam  permainan ‘San Fransisco Forty-Niners’. Ia sangat pandai dan cerdas, dan  tentu saja bukan tipe orang yang bisa diremehkan. Dalam perjalanan  menuju pengajian itu beberapa mahasiswa memberitahu saya bahwa Abdul  Aleem dulunya adalah anggota kelompok Black Panthers dan mantan  narapidana. Saya biasanya mencurigai kabar angin seperti ini. Akan  tetapi, dari pembicaraannya, saya merasa bahwa, paling tidak, dia  memiliki masa lalu yang kelabu. Sekalipun demikian, kebijaksanaan  kata-katanya dan ketenangan yang kini diperlihatkannya membuat saya  merasa bahwa ia telah menemukan kedamaian batin melalui keimanannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketika  saya mendengar Abdul Aleem, saya teringat masa-masa remaja saya dan  brutalitas perang ras yang mengerikan antara lingkungan tetangga saya  dengan para pemuda kulit hitam seperti dirinya, dari daerah kumuh yang  berdekatan. Saya membayangkan betapa berbahayanya ia waktu itu sebagai  musuh – tipe musuh yang setiap orang berusaha sebaik mungkin tidak  melihatnya ketika ia memasuki wilayah anda. Serentak saya merasa  terinspirasi dan terancam, tersentuh tetapi juga bingung. Seluruh  refleks dan rasa takut masa lalu yang saya pikir sudah lama saya  tinggalkan di Bridgeport, Connecticut, kini kembali lagi datang kepada  saya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pertanyaan pertama yang diajukan kepada  Abdul Aleem ketika ia telah menyelesaikan ceramahnya berasal dari  seorang mahasiswa Arab :”Apakah anda merasa bahwa Islam telah mengubah  diri anda..?? Apakah Islam benar-benar telah mengubah hidup anda..?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pertanyaan  itu mungkin biasa-biasa saja, tapi rupanya menyinggung masa lalunya  yang kelabu. Paling tidak, inilah penafsiran saya, dan tampaknya  demikian juga perasaan Abdul Aleem.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Anda tidak  tahu, berapa kali saya sudah ditanya tentang soal yang sama,” ia  menghela nafas, sambil menggelengkan kepalanya hampir tidak percaya.  “Orang tidak mengira bahwa hal itu benar-benar bisa terjadi, bahwasanya  anda bisa merubah hidup anda”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ia berbicara  pelan-pelan, mengukur kata-katanya, berusaha keras menguasai  kebanggaannya yang terluka. Kemudian, dengan nada rendah yang  memperlihatkan rasa frustasi memuncak ia berkata :”Orang sungguh tidak  percaya dengan kekuatan Islam”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hadirin menjadi  tegang dan menahan nafas, mengantisipasi luapan emosi yang dapat terjadi  sewaktu-waktu. Mata Abdul Aleem menyelidiki ruangan, seolah-olah ia  sedang mencari-cari orang yang mungkin bisa memahami atau membuktikan  pendangannya. Tiba-tiba ia menatap Grant, seorang mualaf kulit putih  Amerika lain yang duduk disebelah kiri saya. Kejadian berikutnya yang  saya tahu adalah: ia menunjuk kami berdua.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ia  berseru, hampir berteriak, “Fakta bahwa ada orang-orang kulit putih  seperti mereka ini, duduk disini dengan orang kulit hitam seperti kami,  sebagai saudara – SAUDARA…!! – ketika sepuluh tahun lalu kami saling  berbunuh-bunuhan di jalanan, menunjukkan kepada anda sekalian betapa  Islam dapat mengubah hidup..!!”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seakan-akan dia  dapat membaca pikiran saya, Grant dan saya adalah generasi yang sama  dengan Abdul Aleem, dan raut wajah Grant mengatakan kepada saya bahwa ia  dapat mengerti apa yang baru saja diucapkan Abdul Aleem. Setelah acara  itu selesai, Abdul Aleem berjalan menghampiri kami berdua dan menyalami  kami dengan tersenyum ramah dan dengan apa yang saya katakan ‘pelukan  rangkap tiga Islam’. Itulah awal dari suatu hubungan yang amat penting  bagi saya, Abdul Aleem menjadi sahabat dekat dan mentor saya, serta  membantu saya menangani banyak jebakan dan kendala yang bisa mengancam  keikhlasan seorang pendatang baru dalam Islam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketika  saya berjumpa dengan Abdul Aleem, saya baru saja memeluk Islam dan  masih memerlukan banyak waktu untuk mendalami ajaran-ajaran Islam. Akan  tetapi, pada malam itu, saya banyak belajar tentang egalitarianisme  Islam. Dan saya belajar lebih banyak dari Abdul Aleem dalam bulan-bulan  dan tahun-tahun berikutnya”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah kaum Muslim  menjadi fanatik dan penuh prasangka..?? tentu saja mereka bisa, dan  sebagian besar dari mereka menjadi fanatik dalam waktu dan keadaan yang  berbeda. Manusia menggeneralisasi dan berprasangka berdasarkan  pengalamannya. Secara umum, kelangsungan hidup kita bergantung padanya.  Kadang-kadang kita menyakiti orang lain dan diri kita sendiri ketika  kita menyalah-gunakan kemampuan intelektual kita, tetapi kita mampu dan  harus meluruskan dan belajar dari kesalahan-kesalahan kita. Berkali-kali  saya menyaksikan kekuatan koreksi syahadat atas kaum Muslim. Saya telah  melihat bahwa perbedaan kultural, ekonomi dan ras yang  mencerai-beraikan mereka dan syahadat menyatukan mereka kembali sebagai  saudara dan saudari dalam keimanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari buku : Bahkan Malaikatpun Bertanya. Membangun Sikap ber-Islam yang Kritis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jeffrey Lang, Serambi, thn 1997.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3307652053230831643" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3307652053230831643" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/10/islam-dan-persaudaraan-catatan-prof.html" rel="alternate" title="Catatan Prof. Jeffrey Lang, seorang mualaf Amerika Serikat" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Ng0UYp4lwTTU3qDoWEaGiLLRpX1FiZpzA9R_BMKFVtkI9JARIrtxeC40WPwTnBFU450DVlqw-wy24Sxn_d-lL3LMjKNVNkAZonjNJGMt9u-ijZ1sH5k-wWt0gjK3qo7Iyas2QwB-0II/s72-c/jeffrey.JPG" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-377768700667936780</id><published>2011-09-26T03:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T03:24:42.419-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sejarah salam"/><title type="text">Sejarah ucapan salam "As-Salaamu 'Alaikum" atau "Shalom Aleichem"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0hV3D_3B90HBpYqODc-T2uT0wYFvP80OwctBIGCXsz8wDhWC7rmOa6lrodWaDvhhiZHmuaaaVvGVpPFKReQMp3vC4IGtYCUMD_nmMZSNNQJ6WlhFJ8KxFM8jJCbQTdNuFXc2Lzq970Yc/s1600/salam.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0hV3D_3B90HBpYqODc-T2uT0wYFvP80OwctBIGCXsz8wDhWC7rmOa6lrodWaDvhhiZHmuaaaVvGVpPFKReQMp3vC4IGtYCUMD_nmMZSNNQJ6WlhFJ8KxFM8jJCbQTdNuFXc2Lzq970Yc/s1600/salam.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="color: #f6b26b;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah ucapan salam "As-Salaamu 'Alaikum" atau "Shalom Aleichem"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman kepada Adam: "Pergilah dan ucapkanlah salam kepada para Malaikat yang sedang duduk itu, kemudian dengarkan jawaban mrk kepadamu, karena jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan penghormatan bagi anak cucumu". Maka Adam mengucapkan Assalamu ‘Alaikum. Mereka menjawab: Assalamu Alaika Warahmatullah”. (H.R Bukhari 6227, Muslim 2841).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/377768700667936780" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/377768700667936780" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/sejarah-ucapan-salam-as-salaamu-alaikum.html" rel="alternate" title="Sejarah ucapan salam &quot;As-Salaamu 'Alaikum&quot; atau &quot;Shalom Aleichem&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0hV3D_3B90HBpYqODc-T2uT0wYFvP80OwctBIGCXsz8wDhWC7rmOa6lrodWaDvhhiZHmuaaaVvGVpPFKReQMp3vC4IGtYCUMD_nmMZSNNQJ6WlhFJ8KxFM8jJCbQTdNuFXc2Lzq970Yc/s72-c/salam.jpeg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3880807501376828322</id><published>2011-09-24T05:13:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T05:42:26.233-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Isra' Mi'raj"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori relativitas"/><title type="text">"Isra' Mi'raj &amp; Teori Relativitas "</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim.... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261944_1643309862958_1843212250_1056791_7179961_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah   Islam mencatat peristiwa unik dan sulit dicerna akal, Isra dan Miraj.   Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj   adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan   Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke  Masjid Al Aqsha  Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi  Muhammad saw dari  Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha  dan langit  tertinggi tempat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt.  Isra’ Miraj  adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh  dalam waktu  semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi  Muhammad termaktub  dalam QS. 17.Al-Isra’ :1 yang berbunyi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Maha   suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil   Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami   memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS.   17.Al-Isra’ :1)&lt;/blockquote&gt;Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dan   sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam   rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat   (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril)   ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya   tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.   Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan)   Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Rasulullah SAW melihat secara langsung&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah   ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada   Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat   kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”.   Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti   secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda   kebesaran-Nya itu secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai pemahaman   tentang Isra’ Mi’raj banyak kaum muslim yang masih memiliki perbedaan   pandangan secara mendasar, yang terbagi dalam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Pemahaman dgn beranggapan peristiwa isra’ Mi’raj hanyalah sekedar   perjalanan ruh, spiritual atau metaphor journey Nabi Muhammad SAW tidak   dengan jasad fisik. Pemahaman ini berpegang kepada surah Al Quran :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;QS. 17 Al-Isra’ : 60 “Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia…”&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebaliknya   ada yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke Bait’l-Maqdis itu   dengan jasad atau physical journey. Sedang mi’raj ke langit adalah   dengan ruh atau metaphor journey.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Pemahaman lain  menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan dengan  jasad (fisik)  dan dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia  karena merupakan  peristiwa nyata.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Pemahaman secara fisik (physical journey)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263929_1643310342970_1843212250_1056793_5974945_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ISRA`MI`RAJ,   sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu   yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran   metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus   dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya   kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia   diimani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam pemahan secara fisika banyak orang   mempertanyakan ke-shahih-an Isra` Mi`raj;&amp;nbsp; “ apakah mungkin manusia   melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?” .   Kaum kafirpun telah menantang Rasulullah seperti&amp;nbsp; diberitakan dalam Al   Quran dalam surat&amp;nbsp; Al-Israa: 93.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Atau  kamu  mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan  kami  sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu  turunkan  atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci  Tuhanku,  bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”&lt;/blockquote&gt;Dan&amp;nbsp; didalam Hadith&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Ketika   orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi SAW), saya berdiri   di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Allah menampakkan   kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan  saya  jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya….”  (HR.  Bukhari, Muslim, dan lainnya).&lt;/blockquote&gt;dan banyak Hadith hadith lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hubungan&amp;nbsp; antara peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj dengan&amp;nbsp; teori relativitas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara keduanya terdapat faktor persamaan dan perbedaan didalam proses kejadian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
persamaan kedua kisah antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Keduanya&amp;nbsp; membahas&amp;nbsp; perihal&amp;nbsp; perjalanan atau journey dari Bumi ke luar angkasa lalu kembali ke Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Keduanya&amp;nbsp; membahas&amp;nbsp; penggunaan&amp;nbsp; faktor “Speed” atau “kecepatan”&amp;nbsp; tinggi&amp;nbsp; didalam&amp;nbsp; pemberitaannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &amp;nbsp;Konsep mengenai perpisahan antara&amp;nbsp; dua manusia (atau lebih) digunakan   sebagai bahan pokok&amp;nbsp; atau object pembahasan didalam kedua cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam   Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan kaumnya di bumi untuk bepergian ke   ke Majidil Aqsha&amp;nbsp; lalu ke Langit ketujuh, dalam kasus teori  relativitas  menceritakan tentang dua saudara kembar A dan B, dimana  saudara kembar B  bepergian keluar angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai disini  dari hal hal  tersebut diatas, kita&amp;nbsp; sudah dapat mengambil kesimpulan  secara  gamblang,&amp;nbsp; bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Bagaimana  mungkin  seorang&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; yang ummi&amp;nbsp; 14 Abad yang silam dapat membuat  sebuah  cerita atau teori yang dapat dibuktikan didalam abad ke 20  dengan  sedemikian detailnya. Dengan kata lain tidak mungkin Rasulullah&amp;nbsp;  SAW  mencontoh teori Albert Einstein yang lahir sesudahnya (?).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teori Relativitas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Theori   Relativitas membahas mengenai Struktur Ruang dan Waktu serta mengenai   hal hal yang berhubungan dengan Gravitasi. Theori relativtas terdiri   dari dua teori fisika, relativitas umum dan relativitas khusus. Theori   relativitas khusus&amp;nbsp; menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari   perspektif pengamat yang&amp;nbsp; bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan   fenomena terkait. Sala artikel ini hanya dibahas theori relativitas   khusus dan Efek yg&amp;nbsp; disebut dilatasi waktu (dari&amp;nbsp; bahasa Latin: dilatare   “tersebar”, “delay”).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan mathematik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/270388_1643310182966_1843212250_1056792_7213175_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
t’ = waktu benda yang bergerak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
t = waktu benda yang diam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v = kecepatan benda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c = kecepatan cahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterangkan   bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan  cahaya,  akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat  nilai  kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin  besar  pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika   kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai   pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat   melampaui kecepatan cahaya (v&amp;gt;c), keadaan pun berubah. Efek yang   dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi   mundur (-t’).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah perjalanan Si Kembar atau&amp;nbsp; dilatasi waktu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Twin   Paradox adalah suatu theori hasil pemikiran (Gedankenexperiment atau   thought experiment) oleh Albert Einstein berbasis theori relativitas   khusus yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para pakar fisika.   Theori tersebut secara keseluruhan menggambarkan kisah perjalanan dua   saudara kembar yang berpisah. Salah seorang dari saudara kembar (A)   tersebut tinggal di Bumi dan saudara kembar lainnya (si traveler(B))   terbang keluar angkasa kesebuah planet di tata surya yang jauh dengan   kecepatan cahaya dan kembali kebumi dengan kecepatan yang sama. Setelah   mereka bertemu kembali dibumi mereka menemukan fakta bahwa umur si   kembar yang mengadakan perjalanan (si traveler) lebih muda daripada umur   saudaranya (A) yang tetap tinggal dibumi, disebabkan si traveler   mengalami phenomenon time dilation atau fenomena dilatasi waktu&amp;nbsp; dalam   perjalanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time dilation (dilatasi waktu) adalah   fenomena, dimana seorang Observer disatu titik melihat, bahwa jam dari   orang yang bergerak dengan cepat menjadi lebih lambat (atau cepat),   sebenarnya hal tersebut tergantung dari frame of reference dimana dia   berada. Time dilation dapat di ketahui hanya apabila kecepatan mengarah   kepada kecepatan cahaya dan sudah dibuktin secara akurat dengan  unstable  subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembuktian teori relativitas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Studi   tentang sinar kosmis merupakan satu pembuktian teori ini. Didapati   bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan   partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen   dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas   permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai   permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu   (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta   detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron.   Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak   dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya   dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana   Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan   kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66   mikro-detik. Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?   Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati   kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan   teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuktian   selanjutnya terjadi pada tahun 1971,&amp;nbsp; perbedaan waktu (time dilation) di   twin paradox theori tersebut telah dibuktikan melalui   “Hafele-Keating-Experiment” dengan menggunakan 2 buah jam yang   berketepatan tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set awal   pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Experiment tersebut menghasilkan   perbedaan waktu pada kedua jam tersebut, antara jam yang diletakkan di   pesawat Intercontinental yang bergerak terbang kearah timur / barat   dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di   Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung dari   arah penerbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/262692_1643310502974_1843212250_1056794_5345376_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Relativ   terhadap jam di Naval Observatory, jam dipesawat berkurang waktu   59+/-10 nanoseconds dalam penerbangan ketimur, dan mengalami pertambahan   waktu 273+/-7 nanosecond pada penerbangan ke barat. Hasil empiris   tersebut membuktikan theori twin paradox dalam tingkatan jam   macroskopik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya pembuktian pembukatian   tersebut, berarti&amp;nbsp; Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara   langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah Al Quran   tentang kisah&amp;nbsp; “perjalanan&amp;nbsp; Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali   dalam&amp;nbsp; satu malam” adalah benar. &amp;nbsp;&amp;nbsp;Terutama dalam segi dimensi WAKTU,&amp;nbsp;   dalam perhitungannya memungkinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan   selanjutnya bagaimana dengan Nabi Isa AS, ummat Islam mempercayai bahwa   Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak   dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau   belum wafat.&amp;nbsp;Nabi Isa akan kembali diakhir jaman, Apakah Nabi Isa juga   mengalami perjalanan dan dilatasi waktu&amp;nbsp;serupa? Wallahu ‘alam bish   shawwab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Applikasi Teori Relativitas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah  satu aplikasi teori tersebut adalah alat GPS – Global Postioning System   di Handphone anda merupakan applikasi hasil dari&amp;nbsp; theory relativitas   umum dan relativitas khusus. Dalam hal ini jam satellite di orbit di   bandingkan dengan jam di darat sebagai faktor koreksi pengiriman signal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirul   kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu   antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena   inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari   oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan   mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih   memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah   adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan   desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk   teratai (Sidrah atau Sidratul, dan bentuk otak pada tubuh manusia.   Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita   dihadapan sang Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;A New Astronomical Quranic Method for&amp;nbsp; The Determination of The Greatest Speed C).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Die Spezielle Relativitätstheorie.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3880807501376828322" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3880807501376828322" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/isra-miraj-teori-relativitas.html" rel="alternate" title="&quot;Isra' Mi'raj &amp; Teori Relativitas &quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-5137409672597386107</id><published>2011-09-24T05:06:00.000-07:00</published><updated>2011-12-06T22:33:40.430-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Debat Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diskusi Islam-Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Al Qur'an"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Hadits"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjawab Fitnah Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan Islam"/><title type="text">"Petunjuk Nyata bagi Kaum yg berpikir"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48KKjS8O-aUW3M57-5Xo8aCgz8u8AWUB2jxLqVaYWCrKxT2J5VP1PDrdef79c1tk3nagG0ZyaAConmTabP5rMVml4Rp-v4U3eS3Az-B4NS_J6cXFhP2z9MZjZKMVz9dz_qJ55jgT16Fk/s1600/quran1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48KKjS8O-aUW3M57-5Xo8aCgz8u8AWUB2jxLqVaYWCrKxT2J5VP1PDrdef79c1tk3nagG0ZyaAConmTabP5rMVml4Rp-v4U3eS3Az-B4NS_J6cXFhP2z9MZjZKMVz9dz_qJ55jgT16Fk/s320/quran1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mari kita perhatikan 1 lagi bukti Qur'an ialah Firman ALLAH.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Kitab yang mengaku dari ALLAH&lt;br /&gt;
Harus berani dihadapkan dengan segala macam masalah, segala&lt;br /&gt;
zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun &amp;amp; harus&lt;br /&gt;
sepanjang zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara,&lt;br /&gt;
muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah&lt;br /&gt;
ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak&lt;br /&gt;
penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan,&lt;br /&gt;
sehingga masa kiamat &amp;amp; kehidupan setelah kiamat sekalipun.&lt;br /&gt;
Dan zaman ini ialah zaman ilmu pengetahuan, apakah Qur'an&lt;br /&gt;
dapat mengikuti perkembangan zaman???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu pengetahuan modern kini membuktikan bahwa air meliputi&lt;br /&gt;
71,111% wilayah bumi, dan daratan menutupi 28,8889%.&lt;br /&gt;
Dalam Qur'an disebutkan kata "DARAT" sebanyak 13 ayat, dan kata&lt;br /&gt;
"LAUT" ialah 32 ayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita perhatikan baik baik:&lt;br /&gt;
Darat=13 ayat&lt;br /&gt;
Laut=32 ayat&lt;br /&gt;
Jumlah= 45 ayat&lt;br /&gt;
Percentage DARAT: = 13/45 = 28.888888889%&lt;br /&gt;
Percentage LAUT = 32/45 = 71.111111111%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi&lt;br /&gt;
Pendapat Qur'an, Darat = 28.889%, Laut = 71.111%&lt;br /&gt;
Bukti Ilmiah Nyata, Darat=28.889%, Laut = 71.111%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mengapa mereka tak juga beriman?&lt;br /&gt;
Mengapa mereka masih memfitnah Rasulullah Muhammad SAW yang mengarang Qur'anul Kariim ini???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
QS. 4 An-Nisaa':82 Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Allah menyatakan jika bukti kebenaran Qur'an itu ada pada seluruh alam dan termasuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qs. 41 Fushshilat:53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Allah menyatakan jika bukti kebenaran Qur'an itu ada pada seluruh alam, mulai galaksi sampai lalat / nyamuk kecil sekalipun, dan ALLAh tak ragu menunjukkan kuasa meski cuma melalui seekor nyamuk/lalat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qs.2 Baqarah:26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, mari kita lihat lagi mukjizat lainnya masih masalah angka.&lt;br /&gt;
BULAN, disebutkan 12 x&lt;br /&gt;
HARI, disebutkan 365 x&lt;br /&gt;
Apakah ini kebetulan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan keseimbangan jumlah kata dibawah ini:&lt;br /&gt;
1. Dunia disebutkan 115 kali. Akhirat disebutkan 115 kali.&lt;br /&gt;
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.&lt;br /&gt;
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.&lt;br /&gt;
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.&lt;br /&gt;
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.&lt;br /&gt;
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.&lt;br /&gt;
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.&lt;br /&gt;
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.&lt;br /&gt;
9. Orang2 yang tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.&lt;br /&gt;
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.&lt;br /&gt;
11. Emas 8 kali, kehidupan yang mudah 8 kali.&lt;br /&gt;
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.&lt;br /&gt;
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.&lt;br /&gt;
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.&lt;br /&gt;
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.&lt;br /&gt;
16. Harapan 8 kali, ketakutan/kecemasan 8 kali.&lt;br /&gt;
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pempublikasian 18 kali.&lt;br /&gt;
18. Penderitaan 114 kali, kesabaran 114 kali.&lt;br /&gt;
19. Muhammad 4 kali, syari'ah (ajaran rasululloh saw) 4 kali.&lt;br /&gt;
20. Laki2 24 kali, wanita 24 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini kebetulan pula?&lt;br /&gt;
Apakah ini karangan dari Rasullullah Muhammad SAW yang tak dapat menulis &amp;amp; dari zaman 1400 tahun lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Subhanallah.. Maha Benar Allah dengan segala Firman- Nya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/5137409672597386107" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/5137409672597386107" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/petunjuk-nyata-bagi-kaum-yg-berpikir.html" rel="alternate" title="&quot;Petunjuk Nyata bagi Kaum yg berpikir&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48KKjS8O-aUW3M57-5Xo8aCgz8u8AWUB2jxLqVaYWCrKxT2J5VP1PDrdef79c1tk3nagG0ZyaAConmTabP5rMVml4Rp-v4U3eS3Az-B4NS_J6cXFhP2z9MZjZKMVz9dz_qJ55jgT16Fk/s72-c/quran1.jpg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-6733647692003929470</id><published>2011-09-24T04:39:00.000-07:00</published><updated>2011-12-01T04:23:20.260-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hubungan Antara Ka'bah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pengetahuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kebenaran Hadits"/><title type="text">"Pembuktian Kebenaran mengenai hadîts tentang "LALAT"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Bismillahirahmanirrahim,smg bermanfaat buat saya dan teman-teman :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #0b5394;"&gt;IMAN DAN ILMU&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
PEMBUKTIAN MENGENAI HADIST TERSEBUT : &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Oleh : Abū Salmâ Muhammad Rachdie, S.Si&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY38dLE4USm90xrG1G9plB642syjcG1fAs19BIcip6RodICTKOAMAlVBFBZk6GFCYUH78SG6lKSeTlgIfcO3UFYD1l9wKGYPAX0kd82oBtTU5TduUi75CyQ8n9oEDRjwgX-0DKQffIurY/s1600/lalat1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY38dLE4USm90xrG1G9plB642syjcG1fAs19BIcip6RodICTKOAMAlVBFBZk6GFCYUH78SG6lKSeTlgIfcO3UFYD1l9wKGYPAX0kd82oBtTU5TduUi75CyQ8n9oEDRjwgX-0DKQffIurY/s1600/lalat1.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, Allôh Azza wa Jalla telah menganugerahkan nikmat yang besar  kepada ummat Muhammad Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam, yaitu Allôh jadikan  agama mereka sebagai khôtimul Adyân (penutup agama-agama) dan  menjadikan nabi mereka sebagai khôtimul Anbiyâ` (penutup para nabi)  serta menjadikan mereka sebagai sebaik-baik ummat. Allôh juga berjanji  untuk menjaga agama mereka, yang mashdar (sumber) pertamanya adalah  al-Qur`ân al-’Azhîm kemudian as-Sunnah al-Muthohharoh. Maka barangsiapa  yang berpegang dengan keduanya, niscaya Allôh akan menjaganya dari  segala keburukan dan fitnah, dan cukuplah bagi kita, wasiat Nabî kita  ’alaihi ash-Sholâtu was Salâm :&lt;br /&gt;
تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهم ( ما تمسكتم بهما ) كتاب الله وسنتي ، ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض&lt;br /&gt;
”Telah  aku tinggalkan dua hal untuk kalian, yang kalian tidak akan pernah  tersesat setelahnya selama kalian berpegang kepada keduanya, yaitu  Kitabullâh dan sunnahku. Dan kalian tidak akan pernah berpisah sampai  kalian menemui telagaku (di hari kiamat kelak).” [Dikeluarkan oleh Imâm  Mâlik dan Hâkim, dan beliau menshahîhkannya].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita acap  kali melihat adanya tulisan-tulisan yang berangkat dari kedengkian dan  kebodohan, yang menyebarkan syubhât dan isykâlât (problema) seputar  ayat-ayat dan hadîts- hadîts, baik dengan sengaja atau tidak, yang  menimbulkan keragu-raguan dan kerancuan terhadap aqidah kaum muslimin.  Sebagaimana yang dilakukan oleh kaum zanâdiqoh (orang-orang zindîq),  mustasyriqîn (orientalis) dan ’ilmânîyîn (sekuler) [termasuk juga kaum  liberalis dan rasionalis], terutama di negeri-negeri kâfir sehingga  menyebabkan tasykîk (keragu-raguan) yang melanda kaum muslimin terhadap  agamanya. Bisa juga hal ini disebabkan oleh kebodohan anak-anak kaum  muslimin yang membebek terhadap setiap isu yang tidak benar, sehingga  mereka ditimpa keragu-raguan oleh sebab syubhât dan racun-racun  berbahaya yang menimpa pemikiran mereka. [disarikan dari Syubuhât wa  Isykâlât haula Ba’dhil Ahâdîts wal Ậyât, Dârun Nasyr wat Tauzî’, hal.  35, cet. I, 1422].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum muslimin yang berbahagia,  sesungguhnya umat Islâm generasi awal telah bersepakat seluruhnya, bahwa  sunnah nabawîyah merupakan marja’ (referensi/rujukan) kedua di dalam  syariat Islam, baik di dalam masalah yang bersifat ghaibîyah i’tiqâdiyah  (keimanan yang bersifat ghaib), ahkâm ‘amalîyahsiyâsîyah (politik)  maupun tarbawîyah (pendidikan), dan tidak boleh menyelisihinya sedikit  pun hanya karena ro’yu (pemikiran), ijtihâd ataupun qiyâs (analog)  seseorang. Sebagaimana yang diutarakan oleh al-Imâm asy-Syâfi’î  rahimahullâh di dalam akhir kitab “ar-Risâlah” :&lt;br /&gt;
(hukum-hukum praktek),&lt;br /&gt;
لا يحل القياس والخبر موجود&lt;br /&gt;
“Tidak halal menggunakan qiyâs sedangkan khobar (hadîts) masih ada”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan  yang semisal dengan ucapan beliau adalah, perkataan yang masyhūr dari  ‘ulamâ` al-Ushūl al-Muta’âkhirîn (kontemporer), yaitu :&lt;br /&gt;
إذا ورد الأثر بطل النظر&lt;br /&gt;
“Apabila atsar (hadîts) masih ada, pemikiran (pendapat) batal (tidak sah).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau ucapan :&lt;br /&gt;
لا اجتهاد في مورد النص&lt;br /&gt;
”Tidak ada ijtihâd ketika nash (teks dalil) masih ada”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena  sandaran dan landasan mereka adalah al-Kitâb al-Karîm dan as-Sunnah  al-Muthohharoh. [Disarikan dari al-Hadîts Hujjatun Binafsihi fil Aqô`id  wal Ahkâm, al-Imâm al-Albânî, softcopy http://sahab.org/]&lt;br /&gt;
Setiap muslim wajib menerima segala apa yang disampaikan oleh Nabî Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam, karena sesungguhnya Nabî itu :&lt;br /&gt;
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى&lt;br /&gt;
”Tidaklah ia berucap dari hawa nafsunya melainkan ia berucap dari wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS an-Najm : 3-4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap  muslim wajib meyakini dan mengimani, bahwa apa saja yang disampaikan  oleh Nabî, selama itu shahîh dan tetap dari beliau, maka itu pasti haq  dan benar, walaupun seakan-akan hal itu sesuatu yang tidak masuk akal.  Kaum muslimin wajib meyakini, bahwa seluruh ayat al-Qur`ân dan hadîts  nabî yang shahîh pastilah tidak akan bertentangan dengan realitas dan  fakta.&lt;br /&gt;
Di antara hadîts yang masih menjadi kontroversi di kalangan kaum muslimin adalah hadîts yang shahîh tentang lalat. Yaitu :&lt;br /&gt;
حَدَّثَنَا  خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ  حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ  حُنَيْنٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ:  قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَقَعَ  الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ  فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأُخْرَى&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
شِفَاءً&lt;br /&gt;
”Khâlid  bin Makhlid menceritakan kepada kami, Sulaimân bin Bilâl menceritakan  kepada kami, beliau berkata : ’Utsbah bin Muslim bercerita kepadaku  bahwa beliau berkata : ’Ubaid bin Hunain mengabarkan kepadaku bahwa  beliau berkata : Aku mendengar Abū Hurairoh Radhiyallâhu ’anhu berkata :  Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda : ”Apabila seekor  lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah  lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya  terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”.”&lt;b&gt; [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fî Syarôbi Ahadikum, XI:99, hadîts no. 3073]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lafazh yang serupa juga diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhârî di dalam Shâhîh-nya &lt;b&gt;(bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fîl Inâ`, hâdîts no. 5336, XVIII:79)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
حَدَّثَنَا  قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ  مُسْلِمٍ مَوْلَى بَنِي تَيْمٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ حُنَيْنٍ مَوْلَى بَنِي  زُرَيْقٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ  فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ  فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً&lt;br /&gt;
”Qutaibah  menceritakan kepada kami, Ismâ’îl bin Ja’far menceritakan kepada kami  dari ’Utbah bin Muslim Maulâ (mantan budak) Banî Taim dari ’Ubaid bin  Hunain Maulâ Banî Zuraiq dari Abu Hurairoh Radhiyallâhu ’anhu, bahwa  Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda : ”Apabila seekor  lalat jatuh ke dalam wadah minum kalian, maka celupkanlah seluruh  tubuhnya kemudian buanglah, karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya  terdapat obat dan pada sayap lainnya terdapat penyakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadîts  ini adalah hadîts yang shahîh tanpa ada keraguan sedikitpun.  Al-Muhaddits al-Albânî rahimahullâh menshahîhkannya dalam as-Silsilah  ash-Shahîhah (I/58-59), beliau berkata bahwa hadîts ini datang dari 3  sahabat, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt; : Abū Hurairoh, darinya ada beberapa jalan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari  ‘Ubaid bin Hunain beliau berkata, Aku mendegar Abū Hurairoh berkata,  kemudian beliau menyebutkan hadîtsnya. Jalan hadîts ini dikeluarkan oleh  al-Bukhârî (II/329 dan IV/71-72), ad-Dârimî (II/99), Ibnu Mâjah (3505)  dan Ahmad (II/398)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Sa’îd bin Abî Sa’îd dari Abū  Hurairoh. Jalan hadîts ini dikeluarkan oleh Abū Dâwūd (3844) dari jalan  Ahmad di dalam Musnad-nya (III/229,2466), al-Hasan bin ‘Arofah di dalam  Juz`-nya (qôf I/91) dari jalan Muhammad bin ‘Ajlân dengan tambahan “Dan  lalat itu berlindung dengan sayapnya yang di dalamnya terkandung  penyakit, maka celupkanlah seluruh badannya” dan isnadnya hasan. Ibrâhîm  bin Fadhl menyertai riwayat ini dari Sa’îd dengan riwayat yang sama.  Dikeluarkan oleh Ahmad (II/443) dan Ibrâhîm ini adalah al-Makhzūmî  al-Madanî, dia adalah seorang yang dha’îf.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari ‘Tsumâmah  bin ‘Abdillâh bin Anas dari Abū Hurairoh. Jalan hadîts ini dikeluarkan  oleh ad-Dârimî dan Ahmad (II/263,355,388) dan sanadnya shahîh menurut  syarat Muslim.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Muhammad bin Sîrîn dari Abū Hurairoh. Jalan hadîts ini dikeluarkan oleh Ahmad (II/355,388) dan sanadnya juga shahîh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari  Abū Shâlih dari Abū Hurairoh. Jalan hadîts ini dikeluarkan oleh Ahmad  (II/340), al-Fâkihî dalam Hadits-nya (II/50/2) dengan sanad yang hasan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt; : Abū Sa’îd al-Khudrî, dengan lafazh :&lt;br /&gt;
إن أحد جناحي الذباب سم و الآخر شفاء ، فإذا وقع في الطعام ، فاملقوه ، فإنه يقدم السم ، و يؤخر الشفاء&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya  pada salah satu sayap lalat terdapat racun dan pada sayap lainnya obat.  Apabila seekor lalat jatuh pada makanan, maka celupkanlah, karena ia  akan mendahulukan mengeluarkan racun dan mengakhirkan mengeluarkan  obat.”&lt;br /&gt;
Dikeluarkan oleh Ahmad (III/67), dengan jalur : Yazid  meriwayatkan kepada kami, Ibnu Abî Dzi`b meriwayatkan kepada kami, dari  Sa’îd bin Khâlid beliau berkata : Aku datang mengunjungi Abū Salamah dan  beliau menghidangkan kepada kami bubur dan gandum, lalu seekor lalat  jatuh pada makanan, namun Abū Salamah malah mencelupkan lalat itu dengan  telunjuknya. Saya berkata : “Wahai paman, apa yang anda lakukan?”,  beliau menjawab : “Sesungguhnya Abū Sa’îd al-Khudrî mengabarkan kepadaku  dari Rasūlullâh Shallâllâhuu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda  -menyebutkan hadîts di atas-.&lt;br /&gt;
Dikeluarkan pula oleh Ibnu Mâjah  (3504) dengan jalur : Abū Bakr bin Abî Syaibah meriwayatkan kepada kami,  Yazîd bin Hârūn menceritakan kepada kami secara marfu’ tanpa  menceritakan kisah seperti di atas.&lt;br /&gt;
Ath-Thoyâlîsî juga meriwayatkan di dalam Musnad-nya (2188) : Ibnu Abi Dzi`b meriwayatkan kepada kami dari Abū Sa’îd al-Khudrî.&lt;br /&gt;
Diriwayatkan pula oleh an-Nasâ`î 9II/193), Abū Ya’lâ dalam Musnad-nya (qôf II/65) dan Ibnu Hibbân dalam ats-Tsiqôt (II/102).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh  al-Albânî berkata : sanad hadîts ini shahîh dan rijâl (perawi)-nya  tsiqât (kredibel) merupakan rijâlnya syaikhain (Bukhâri-Muslim) selain  Sa’îd bin Khâlid, karena dia adalah al-Qôrizhî yang statusnya shodūq,  sebagaimana dinyatakan oleh adz-Dzahabî dan al-‘Asqolânî.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;  : Hadîts Anas, diriwayatkan oleh al-Bazzâr dan rijâl-nya adalah rijâl  yang shahîh. Diriwayatkan pula oleh ath-Thabrânî dalam al-Ausath  sebagaimana pula di dalam Majma’uz Zawâ`id (V/38) dan oleh Ibnu Abî  Khaitsamah di dalam Târîkh al-Kabîr-nya. Al-Hâfizh berkata : isnadnya  shahîh, sebagaimana di dalam Nailul Authâr (I/55). [selesai ucapan Imâm  al-Albânî Rahimahullâh dari as-Silsilah ash-Shahîhah I/58-59).&lt;br /&gt;
Kesimpulan  : Hadîts ini shahîh dan isnadnya tsabat dari tiga sahabat yang mulia:  Abū Hurairoh, Abū Sa’îd al-Khudrî dan Anas bin Malik Radhiyallâhu  ‘anhum, tanpa menyisakan sedikitpun celah keragu-raguan atau penolakan  terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan waridnya isnad dari tiga sahabat ini,  maka tertolaklah klaim para pengingkar sunnah dan pencelanya, baik dari  kaum Syiah dan rasionalis ekstrem, yang menuduh dan menghujat Abū  Hurairoh Radhiyallâhu ‘anhu dengan tuduhan-tuduhan dusta dan keji lagi  tak berdasar, yang dengannya mereka menuduh bahwa hadîts ini tidak kuat,  dikarenakan infirâd (bersendirinya) Abū Hurairoh dalam periwayatan.  Sekiranya hadîts ini pun hanya datang dari riwayat Abū Hurairoh secara  infirâd, tetap merupakan hujjah dan menjadi dalil.&lt;br /&gt;
Sebagian lagi  membuat keragu-raguan terhadap hadîts ini, dengan asumsi bahwa hadîts  ini menyelisihi realitas dan ilmu kedokteran. Menurut mereka, lalat itu  adalah binatang kotor yang senang dengan hal-hal kotor. Apabila lalat  jatuh pada makanan atau minuman, tentu saja lalat tersebut akan  menularkan berbagai macam penyakit. Untuk itulah, sebagian mereka  meng-‘ilal (mencacat) hadîts ini secara matan, dan memalingkan makna  zhahirnya walaupun defajat hadîts ini shahîh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironinya,  diantara para penyebar tasykîk (keragu-raguan) terhadap hadîts ini  adalah para tokoh Islâm yang dikenal akan kegigihannya di dalam membela  Islâm dari tuduhan kaum orientalis dan kuffâr, semisal Syaikh Muhammad  al-Ghozâlî, Mahmūd Syaltūt, al-Maraghî Rahimahumullâhu dan selainnya,  termasuk pula DR. Yusuf al-Qaradhâwî wafaqonâllâhu wa iyâhu ila sabîlil  haq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imâm al-Albâni Rahimahullâhu berkata :&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya  banyak orang merasa rancu dengan dengan hadîts ini, yang dianggap  menyelisihi apa yang ditetapkan oleh para dokter, yaitu bahwa lalat itu  membawa kuman-kuman penyakit yang apabila hinggap di makanan atau  minuman, maka ia akan menyebarkan kuman-kuman tersebut. Realitanya  sebenarnya hadîts ini tidak menyelisihi ilmu kedokteran sama sekali,  bahkan menyokongnya. Karena hadîts ini memberitakan bahwa pada salah  satu sayap lalat terdapat penyakit, namun ada tambahan informasi, yaitu  pada sayap satunya ada obatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini merupakan perkara  yang ilmunya belum bisa diketahui secara pasti (saat ini, pent.), maka  wajib mengimaninya apabila mereka mengaku sebagai kaum muslimin, atau  tawaqquf (mendiamkan) apabila mereka bukan termasuk umat Islâm jika  mereka termasuk orang yang berakal dan berilmu! Karena, ilmu yang benar  itu menyatakan bahwa ketidaktahuan akan sesuatu tidak otomatis  menyatakan sesuatu itu tidak ada...&lt;br /&gt;
Pakar kedokteran sendiri  berbeda pendapat seputar masalah ini. Saya telah banyak membaca  artikel-artikel di berbagai majalah, yang sebagiannya menyokong dan  sebagiannya lagi membantah. Kami meyakini akan keshahîhan hadîts ini dan  kami yakin bahwa Nabî Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam tidaklah berucap  dari hawa nafsunya melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya. Kami  tidaklah memusingkan banyaknya analisis yang dilakukan oleh pakar  kedokteran tentangnya, karena hadîts adalah penjelas yang berdiri  sendiri tidak butuh pengukuhan dari luar. Namun, jiwa ini akan semakin  bertambah keimanannya apabila melihat hadîts yang selaras dengan ilmu  modern yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, saya rasa cukup banyak  faidahnya apabila saya menukilkan kepada para pembaca sekalian,  ringkasan ceramah yang dihadiri oleh salah seorang pakar medis di  Jum’îyah al-Hidâyah al-Islâmîyah di Mesir seputar hadîts ini. Beliau  (pakar medis ini) berkata :&lt;br /&gt;
”Lalat hinggap di atas tempat-tempat  jorok yang penuh dengan kuman-kuman berbagai penyakit. Sebagian kuman  tersebut menempel di bagian tubuhnya dan sebagiannya lagi termakan. Oleh  karena itulah di dalam tubuh lalat membentuk suatu (antibody) terhadap  kuman tersebut berupa senyawa yang disebut oleh pakar kedokteran sebagai  ”antibacterial”, dan antibacterial ini membunuh banyak kuman-kuman  penyakit, sehingga tidak memungkinkan lagi bagi kuman-kuman tersebut  tetap hidup atau memberikan pengaruh terhadap tubuh manusia dalam  keadaan eksisnya antibacterial ini. Dan ada lagi kekhususan salah satu  sayap lalat ini, yaitu ia memojokkan bakteri sampai ke ujungnya. Dengan  demikian, apabila ada lalat yang jatuh ke dalam minuman atau makanan, ia  akan menurunkan kuman yang menempel di tubuhnya pada minuman tersebut,  karena kuman tersebut berada di bagian tubuhnya yang terdekat, dan yang  pertama kali melindungi dari kuman ini adalah antibacterial yang dibawa  lalat di dalam perutnya yang dekat dengan salah satu sayapnya, yang  apabila ada penyakit maka obat penawarnya adalah pada bagian terdekat  penyakit itu (yaitu di bagian sayap lainnya). Maka cukuplah kiranya  untuk membunuh kuman itu dengan cara mencelupkan lalat tersebut (ke  dalam minuman) kemudian membuangnya...” [selesai ucapan Imâm al-Albânî  Rahimahullâh dari Silsîlah ash-Shahîhah (I/59) dengan diringkas].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imâm al-Albânî Rahimahullâh melanjutkan :&lt;br /&gt;
“Kemudian  saya pernah membaca Majalah “al-‘Arobî al-Kuwaitîyah” no. 82, hal. 144,  artikel yang berjudul “Anta Tas`al wa Nahnu Nujîb” (Anda bertanya Kami  menjawab), buah pena ‘Abdul Wârits Kabîr, yang memberikan jawaban atas  pertanyaan mengenai hadîts lalat ini, apakah shahîh ataukah dha’îf? Dia  menjawab :&lt;br /&gt;
“Adapun hadîts lalat dan penjelasan bahwa pada kedua  sayapnya terhadap penyakit dan obatnya, maka hadîtsnya dha’îf. Bahkan  hadîts tersebut secara akal adalah hadîts yang dibuat-buat, karena telah  jelas bahwa lalat itu membawa kuman dan penyakit… Tidak ada seorangpun  yang mengatakan bahwa pada satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada  sayap satunya terdapat obat, melainkan orang yang memalsukan hadîts ini  atau mengada-adakannya. Kalau hadîts ini shahîh, niscaya ilmu hadîts  akan mengungkapkan bahayanya lalat dan mendorong untuk menjauhinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Imâm  al-Albânî mengomentari) Ringkasnya, ucapan orang ini berangkat dari  tipu muslihat dan kebodohannya yang harus dibongkar sebagai pembelaan  terhadap hadîts Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam dan  perlindungan padanya dari penipuan yang dilakukan orang ini dengan  kata-kata yang dihiasinya (dengan kebodohan dan tipu muslihat). &lt;b&gt;Saya (Imâm al-Albânî) katakan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;  : ia menuduh bahwa hadîts ini dha’îf, yaitu dari bidang keilmuan hadîts  dengan dalil ucapannya : “Bahkan hadîts tersebut secara akal adalah  hadîts yang dibuat-buat”. Tuduhannya ini adalah tuduhan yang nyata-nyata  bathil, yang dapat diketahui dari takhrîj hadîts yang telah dipaparkan  sebelumnya dari jalan periwayatan tiga orang sahabat dari Rasūlullâh  Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam, dan kesemuanya shahîh. Cukuplah bagi anda  dalil atas hal ini bahwa tidak ada seorangpun ulama yang berpendapat  bahwa hadîts ini dha’îf sebagaimana yang dilakukan oleh penulis yang  buruk ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt; : ia menuduh bahwa  hadîts ini secara akal adalah dibuat-buat. Tuduhannya ini tidak kalah  jelasnya akan kebatilannya dibandingkan dengan tuduhannya pertama.  Karena tuduhannya ini hanyalah sekedar tuduhan belaka, tanpa disokong  oleh dalîl sedikitpun melainkan berangkat dari kebodohannya, yang tidak  mungkin ia menguasainya sepenuhnya. Tidakkah anda melihat bahwa ia  mengatakan : “Tidak ada seorangpun… Kalau hadîts ini shahîh, niscaya  ilmu hadîts akan mengungkapkan…”&lt;br /&gt;
Apakah ilmu hadîts, wahai orang  yang miskîn (ilmu), telah dapat mengetahui segala sesuatunya secara  sempurna… padahal ahli hadîts apabila mendapatkan ilmu mereka mengatakan  :&lt;br /&gt;
إننا كلما ازددنا علما بما في الكون و أسراره ، ازددنا معرفة بجهلنا&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya  kami, apabila bertambah ilmu kami tentang alam dan rahasianya, maka  bertambahlah pengetahuan kami akan kebodohan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena yang benar adalah sebagaimana firman Allôh Tabâroka wa Ta’âlâ :&lt;br /&gt;
و ما أوتيتم من العلم إلا قليلا&lt;br /&gt;
“Dan tidaklah kami dianugerahi ilmu melainkan hanya sedikit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;  : Kami telah menukilkan kepada anda sebelumnya apa yang telah  ditetapkan oleh dunia kedokteran hari ini, bahwa lalat membawa di dalam  perutnya apa yang disebut dengan “antibacterial” yang dapat membunuh  kuman. Hal ini, walaupun belum bisa dikatakan membuktikan hadîts ini  secara mendetail, namun secara umum telah cukup untuk mengingkari sang  penulis dan orang semisalnya bahwa lalat memiliki penyakit dan obat  sekaligus dalam tubuhnya. Bukannya tidak mungkin bahwa pada masa yang  akan datang, akan tersingkaplah mukjizat Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi  wa Sallam tentang tetapnya perincian masalah ini secara ilmiah.&lt;br /&gt;
و لتعلمن نبأه ، بعد حين&lt;br /&gt;
“Dan  Sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya setelah  beberapa waktu lagi.” [Dinukil secara ringkas dari Silsîlah al-Ahâdîts  ash-Shahîhah I/59-60].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya, apa yang syaikh Rahimahullâh  katakan adalah benar, bahwa bukti-bukti ilmiah telah menjelaskan secara  terperinci dan mendetail kebenaran hadîts lalat ini, sebagaimana akan  saya jelaskan nanti. Hal yang sama juga diutarakan oleh Fadhîlatusy  Syaikh ‘Athiyah Shaqr, salah satu mufti Mesir dan guru besar al-Azhar,  dalam Fatâwâ al-Azhar (VIII/206) ketika ditanya tentang hadîts lalat  ini, beliau berkata :&lt;br /&gt;
“Al-Bukhârî meriwayatkan dari Abi Hurairoh  Radhiyallâhu ‘anhu bahwa Nabî Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda  “Apabila seekor lalat jatuh ke dalam Syarôb (minuman) salah seorang dari  kalian, maka benamkanlah (falyaghmushu) lalat tersebut kemudian angkat  (buang)-lah. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada  sayap lainnya terdapat obat.” Di dalam riwayat selain al-Bukhârî  dikatakan “inâ`” (gelas/wadah) sebagai pengganti “syarôb” dan dikatakan  “famqulūhu” (celupkanlah) sebagai pengganti “falyaghmushu”. Bahwasanya  lalat, (ketika jatuh) mendahulukan sayap yang di dalamnya terkandung  penyakit dan mengakhirkan sayap yang mengandung obat, dan hadîts di atas  memerintahkan untuk membuang lalat setelah membenamkannya ke dalam  minuman dan tidak membiarkannya begitu saja di dalam gelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para  dokter sendiri, saling berselisih sengit seputar hadîts ini, dan setiap  kubu berdalil dengan wijhah nazhorpent]. Para peneliti sendiri telah  menemukan bahwa lalat –terutama dari jenis yang dikenal dengan sebutan  az-Zanbūr- di dalam tubuhnya terdapat bisa/racun sekaligus antidotnya,  atau dengan kata lain penyakit dan obatnya. Suatu hal yang telah ma’rūf  (diketahui) oleh orang banyak bahwa bisa/racun kalajengking dapat  diobati dengan bisa kalajengking pula setelah mengalami perlakuan  khusus. Dan kekebalan (imunitas) terhadap beberapa penyakit, dapat  diperoleh dari penyakit itu sendiri setelah melemahkan mikroba atau  virus –menurut istilah mereka- dengan suatu metode tertentu. [semisal  vaksinasi, pent.] (analisis) masing-masing. Namun suatu hal yang jelas  dari pendapat mereka, bahwa mereka para ilmuwan dalam bidang  medis/kedokteran, menyatakan bahwa ilmu kedokteran senantiasa masih  diliputi oleh suatu rahasia yang belum terkuak hingga sekarang  [maksudnya belum selesai,&lt;br /&gt;
Ulama kita yang mulia telah mengukuhkan  bahwa hadîts ini adalah hadîts yang tsabat (tetap) dari jalur riwayat  yang shahîh. Oleh karena itu tidak sepatutnya kita terlalu gegabah  mendustakannya walaupun hadîts tersebut menyelisihi suatu hal yang umum  yang mana tidak sampai kepada tingkatan haqîqoh (realita) yang pasti.  Tidak pula kita tergesa-gesa menakwilkannya untuk menyelaraskan dengan  hal yang kita hadapi, kecuali apabila (realitasnya) telah tetap secara  pasti dan tidak menyisakan suatu keraguan sedikitpun, maka pada saat  itulah takwil dibolehkan dan cara penakwilan dalam hal ini banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertentangan  antara nash dengan realitas semata-mata merupakan pertentangan zhahir  nash belaka, bukan hakikatnya. Karena dua hal yang realitas tidak akan  saling bertentangan selamanya dengan bentuk pertentangan yang menyeluruh  dari segala aspeknya. Diantara ulama yang menghabiskan waktunya di  dalam menyelaraskan antara dua riwayat yang terkesan saling bertentangan  antara satu dengan lainnya adalah : Ibnu Qutaibah ad-Dînawarî (w. 276  H), beliau membahas hadîts lalat ini di dalam buku beliau yang berjudul  Ta`wil Mukhtalafil Hadîts dan beliau paparkan pendapat ahli pengobatan  tentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Almarhūm [lebih utama menyebut dengan  Rahimahullâhu, walaupun Imâm Ibnu ‘Utsaimîn memperbolehkan menyebut kata  ini dengan maksud tafaâ’ul (optimistis) dan doa, pent.] Yūsuf ad-Daujî  telah memberikan jawaban tentang hadîts ini dengan jawaban yang belum  pernah dikeluarkan sebelumnya, dan pendapat beliau ini disokong oleh  as-Sayyid Ibrâhîm Musthofâ ‘Abdah –salah seorang apoteker dan ahli  farmasi medis- dalam salah satu muhâdhoroh (ceramah) beliau di Jum’îyah  (Perhimpunan) al-Hidâyah al-IslâmîyahAl-Islâm” tertanggal 30 Desember  1932 dengan sokongan tambahan informasi medis dari ahli medis senior di  dunia. Hal ini juga dipublikasikan oleh Majalah “Al-Azhar” edisi Rojab  1378. Pembahasan akan Hadîts ini juga termaktub dalam risalah  (disertasi) yang dipresentasikan oleh Almarhūm as-Syaikh Muhammad  Muhammad Abū Syuhbah dalam rangka meraih gelar profesor pada tahun 1946,  dan di dalamnya terdapat penukilan-penukilan medis dari ahli medis  ternama, anda dapat merujuk pembahasan ini dalam kitab beliau, Difâ’  ‘anis Sunnah, halaman 199. di Kairo pada tanggal 19 Maret 1931, dan  ceramah beliau ini dipublikasikan oleh Majalah “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembahasan  serupa juga datang dari ceramah al-Ustadz Ibrâhîm Musthofâ, bahwa lalat  seringkali hinggap di tempat-tempat busuk dan kotor yang banyak  mengandung kuman, dan mengubah apa yang dimakannya di dalam tubuhnya  menjadi apa yang disebut oleh ahli medis sebagai “Bacteriophage”  [perusakan bakteri oleh agen litik, pent.], yang membantu membunuh  mayoritas kuman-kuman tersebut. Beliau menetapkan hal ini dari jurnal  ilmiah yang beliau nukil dari Majalah at-Tajârub ath-Thibbîyah  al-Injilîziyah [Farmakologi Medis] no. 1037, tahun 1927. [selesai  penukilan dari Fatawa al-Azhar].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kepada para  penolak hadîts lalat –dan pengingkar hadîts Nabî lainnya-, lihatlah  bagaimana benarnya Nabîyullâh Muhammad Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam,  dan bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan  pengetahuan modern.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut  ini adalah sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen  Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab  Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sâmi Ibrâhîm at-Tailî&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;‘Ậdil ‘Abdurrahmân al-Misnid&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Khâlid Dza’âr al-Utaibî&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Yang  dibimbing oleh Dr. Jamâl Hâmid, dan dikoordinasi oleh DR. Shâlih  ash-Shâlih (seorang da’i terkenal di Eropa, pen.), melakukan penelitian  tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka  presentasikan ke acara ”Student Research Seminar” di Universitas Qâshim,  KSA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Metode yang mereka gunakan cukup  sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah  dicelupkan lalat ke media Agar [media yang berasal dari musilaginosa  kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencair pada suhu 100oC  dan memadat pada suhu 40oC yang tidak dapat dicerna oleh mikroba, pen.]  kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(1) sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga hanya pada bagian sayap lalat saja, dan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(2)  sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya.  Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus,  untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil  penelitian menjadi bias.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Setelah itu,  sample air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi selama beberapa  hari sehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas.  Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk mengetahui jenis  mikroba tersebut.&lt;/b&gt; Berikut ini adalah hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spesies lalat A&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cawan Petri 1 :&lt;/b&gt;  sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air  steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya  terbenam).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cawan Petri 2 :&lt;/b&gt; sampel kultur air  yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan  seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hasil : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada  cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh  koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai  macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak tumbuh  koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh  mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces  yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan  antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin  yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan  antifungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spesies lalat B &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cawan Petri 1&lt;/b&gt;  : sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air  steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya  terbenam).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cawan Petri 2&lt;/b&gt; : sampel kultur air yang  diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan  seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hasil : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada  cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh  koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang merupakan  penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh  mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces  yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan  antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin  yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan  antifungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Spesies Lalat C&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cawan Petri 1 &lt;/b&gt;:  sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air  steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya  terbenam).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cawan Petri 2 &lt;/b&gt;: sampel kultur air yang  diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan  seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hasil : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada  cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh  koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus sp., yang merupakan penyebab  berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikororganisme yang  setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi  antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat  diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan  bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.&lt;br /&gt;
Hasil yang serupa  diperoleh untuk jenis lalat lain yang banyak mengandung bakteri patogen  Salmonella sp.Proteus sp., yang terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesimpulan : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masuknya  lalat pada makanan atau minuman, dengan tanpa dicelup dan dicelup,  ternyata memberikan hasil berbeda yang signifikan. Hal ini membenarkan  apa yang disabdakan oleh baginda Nabî yang mulia, Shallâllâhu ‘alaihi wa  Sallam, bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus  penawarnya. Maha benar Allôh dan Maha benar Rasūlullâh Shallâllâhu  alaihi wa Sallam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Malang, 23 November 2007&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Abū Salmâ al-Atsarî&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Moch. Rachdie Pratama, S.Si&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Rujukan :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Syubuhât  wa Isykâlât Haula Ba’dhil Ahâdîts wal Ậyât, Lajnah ad-Dâ`imah lil  Buhutsil ‘Ilmîyah wal Iftâ`, Dâr ats-Tsabât lin Nasyr wat Tauzî’, cet.  I, 1322.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah, Muhammad Nâshiruddîn al-Albânî, Maktabah Syâmilah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fatâwâ al-Azhar, ‘Athiyah Shaqr, Maktabah Syâmilah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Hadîts Hujjatun Binafsihi fil Aqô’id wal Ahkâm, Muhammad Nâshiruddîn al-Albânî, softcopy dari http://www.sahab.org/.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Al-Madrosatu al-‘Aqlîyah wa Buthlânu Hujjatuha, DR. Muhammad Mūsâ Nashr, Dârul Atsarîyah, Amman, 2005.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The  Hadith on The Fly : One Wing Carrying Disease And The Other Carrying  The Cure, Student Research Seminar Team, Course Med 497,  http://www.islamlife.com/&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Microbiology Concepts and Application, Paul A. Ketchum, John&amp;amp; Wiley Sons Inc., America, 1998.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kamus Kedokteran Dorland, Tim EGC, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Edisi 26, cet. II, 1996&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Link utama :&lt;br /&gt;
http://assunnah-qatar.com/tauhid-artikel-185/570.html?task=view&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Link terkait :&lt;br /&gt;
http://amachikudo.multiply.com/tag/medis-science-islam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/6733647692003929470" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/6733647692003929470" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/pembuktian-kebenaran-mengenai-hadits.html" rel="alternate" title="&quot;Pembuktian Kebenaran mengenai hadîts tentang &quot;LALAT&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjY38dLE4USm90xrG1G9plB642syjcG1fAs19BIcip6RodICTKOAMAlVBFBZk6GFCYUH78SG6lKSeTlgIfcO3UFYD1l9wKGYPAX0kd82oBtTU5TduUi75CyQ8n9oEDRjwgX-0DKQffIurY/s72-c/lalat1.jpg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-6237835013469495002</id><published>2011-09-24T04:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T04:32:32.931-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kyai"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendekar"/><title type="text">"Once Upon Time in Parkir Timur"</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Y_Wov-099APgwX82M4H1VzPA7oCmB7AIvik99rQC3kHwJufmFwiulBCXdrvaPWz3oR59h7M0OTOXebxTQmdJ1efQIfkZQniIRk1w9FCH_Jd84kg-jKZ6_Vjqsd85ZvVazREqZm2qn-I/s1600/Maksum_Jauhari19.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Y_Wov-099APgwX82M4H1VzPA7oCmB7AIvik99rQC3kHwJufmFwiulBCXdrvaPWz3oR59h7M0OTOXebxTQmdJ1efQIfkZQniIRk1w9FCH_Jd84kg-jKZ6_Vjqsd85ZvVazREqZm2qn-I/s1600/Maksum_Jauhari19.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;KH Maksum Jauhari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Cerita  tentang seorang  kiai bukan saja jago mengaji ayat Alquran tetapi juga  sakti bak pendekar  silat, sungguh, bukanlah isapan jempol atau semata  kisah sinetron dan  film. Bukti itu bisa dilihat saat kelompok musik  Kantata Takwa Samsara  menggelar konsernya di Parkir Timur, Senayan,  Senin malam, 6 Juli 1998. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Primadona grup  musik yang dimotori pengusaha Setiawan Djody ini  adalah Iwan Fals, yang  kerap melantunkan syair lagu yang penuh muatan  kritik sosial.  Buktinya, massa penonton yang beringas itu kemudian  merangsek ke atas  panggung dan menyeret-nyeret -- sebetulnya berebut  menyalami dan  memeluk -- Iwan, sehingga bekas pengamen jalanan itu pun  kerepotan  karena ternyata dia pun tak mampu meredam keberingasan massa  itu.  Apalagi massa lainnya kemudian juga melempar berbagai benda yang  ada di  sekitar mereka: botol plastik, kaleng minuman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  saat yang gawat itulah muncul KH Maksum Jauhari, kiai Nahdatul  Ulama  dari Kediri, Jawa Timur, yang sehari sebelumnya mengikuti &lt;i&gt;istigotsah kubro&lt;/i&gt; bersama para &lt;i&gt;nahdliyin&lt;/i&gt;  di tempat yang sama. Dengan sekali sentakan tangannya, berbagai benda   tadi jatuh ke tanah sebelum sempat menyentuh Iwan dan kawan-kawannya di   panggung: Setiawan Djody, Sawung Jabo, Yockie Suryoprayogo, penyair   Rendra, dan lain-lain. Bukan hanya itu, massa yang kain brutal itu pun   terjengkang ke tanah bak dihempas sabetan topan. Dan, sungguh, semuanya   bukanlah adegan film yang penuh trik macam yang diperankan Jet Li dalam   berbagai sekuel &lt;i&gt;Once Upon Time in China&lt;/i&gt; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya, kiai nyentrik -- karena suka berpakaian "semau &lt;i&gt;gue"&lt;/i&gt;  ini tidak berencana mengeluarkan aji-aji kesaktiannya. "Aku tahu,   risikonya berat," kilah pengasuh pondok pesantren di Lirboyo, Kediri,   ini dalam dialek Jawa Timur yang kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dia &lt;i&gt;ngenes &lt;/i&gt;melihat  Iwan yang ditarik-tarik  massa hingga tidak berdaya itu, maka dengan  terpaksa dia keluarkan ilmu  tenaga dalamnya: tanpa menyentuh,  orang-orang pun terjungkal. "Mana aku  tega mendiamkan orang-orang  mengusik Iwan di depan mataku sendiri.  Padahal aku tahu pasti, Iwan  berusaha menenangkan penggemarnya. Eh,  mereka malah nekat, nggak peduli  dan terus memaksa Iwan," kisahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak awal kerusuhan  sebisa mungkin Gus Maksum mencoba  menenangkan massa. Dibujuknya massa  agar ikut melafalkan shalawat.  Karena bujukannya tidak digubris, dan  massa terus merangsek, Pak Kiai  berteriak lantang, "Silakan maju, kalau  berani! Aku juga &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; Arek yang bisa memecahkan kepala kalian!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan  itu -- mungkin tak terdengar -- dianggap angin lewat.  Massa tambah  beringas dan terkesan balik menantang. Maka, ya… begitu  itulah, tenaga  dalamlah yang lantas bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Pak Kiai yang  berambut gondrong ini, sebetulnya dia  pantang mengeluarkan ilmunya.  Katanya, itu sama saja dengan melanggar  kesepakatannya dengan gurunya.  "Teapi karena waktunya terdesak, masa aku  pasrah. Ya, itung-itung bela  diri," ucapnya sambil tertawa dan  mengelus-elus jenggotnya yang  panjang. Dia mengaku, esoknya badannya  menjadi pegal. "Mungkin aku juga  kualat, karena seharusnya tak perlu  mengeluarkan jurus jitu,"  sambungnya terkekeh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan sekarang ini saja dia  mengeluarkan rapalannnya. Dua tahun  sebelumnya, saat pesantrennya  disatroni orang yang mencurigakan, orang  yang menyatroni itu itu pun  terpental karena sabetan tangan KH Maksum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, omong-omong, siapa &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; guru Pak Kiai? Awalnya, dia menggeleng, sebelum kemudian berbisik perlahan,&lt;b&gt; "Guruku Gusti Allah."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;In memoriam of KH Maksum Jauhari (Gus Maksum)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; http://www.tempo.co.id/ang/min/03/19/pokok1.htm&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/6237835013469495002" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/6237835013469495002" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/once-upon-time-in-parkir-timur.html" rel="alternate" title="&quot;Once Upon Time in Parkir Timur&quot;" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Y_Wov-099APgwX82M4H1VzPA7oCmB7AIvik99rQC3kHwJufmFwiulBCXdrvaPWz3oR59h7M0OTOXebxTQmdJ1efQIfkZQniIRk1w9FCH_Jd84kg-jKZ6_Vjqsd85ZvVazREqZm2qn-I/s72-c/Maksum_Jauhari19.jpg" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-502060104415682862.post-3503414556182240015</id><published>2011-09-23T01:23:00.000-07:00</published><updated>2011-09-23T02:32:09.636-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rahasia sukses"/><title type="text">Rahasia keberhasilan dalam Surah Al-Insyiroh</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="entry"&gt;Kita pasti mau dong berhasil dalam melakukan sesuatu.  Berpeganglah pada AlQuran. Baca ..!, Renungkan maknanya, dan amalkan.  AlQuran adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia. Dalam AlQuran, Allah  memberitahukan hal yang harus kita lakukan agar BERHASIL atau SUKSES.&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEXEEQeNzOw8mSIRo9-o8pdVdttT6Octsp-evpKXewfzZYN1JEvaBIiADDfY1VFP1_Azqdh2m46sYd04m_ud9CHKD1mJyKbBPWEZLrSq8NagHl5dD2XmRUqoQ6MFxzglNUsJB1T70rvz8/s1600/kunci.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEXEEQeNzOw8mSIRo9-o8pdVdttT6Octsp-evpKXewfzZYN1JEvaBIiADDfY1VFP1_Azqdh2m46sYd04m_ud9CHKD1mJyKbBPWEZLrSq8NagHl5dD2XmRUqoQ6MFxzglNUsJB1T70rvz8/s1600/kunci.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kunci Keberhasilan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Rahasia keberhasilan dalam Surah Al-Insyiroh&amp;nbsp; :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. SABAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan  sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah  “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari  segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah.&lt;br /&gt;
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:&lt;br /&gt;
Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan  lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang  tidak terarah.&lt;br /&gt;
Jadi, jika kita GAGAL, jangan frustasi dan putus asa. Ada istilah yang mengatakan “Kegagalan adalah Kesuksesan yang tertunda”&lt;br /&gt;
——&amp;gt;  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ikhtiar (Berusaha) dengan TEKUN dan SUNGUH-SUNGGUH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—–&amp;gt; Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (QS. 94:7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. DOA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. 94:8)&lt;br /&gt;
==================================================================&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #f6b26b;"&gt;Selamat mengamalkan… Semoga Allah senantiasa memberi KEMUDAHAN dalam segala urusan. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3503414556182240015" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/502060104415682862/posts/default/3503414556182240015" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://suntreecool.blogspot.com/2011/09/rahasia-keberhasilan-dalam-surah-al.html" rel="alternate" title="Rahasia keberhasilan dalam Surah Al-Insyiroh" type="text/html"/><author><name>santri cool</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08427679478171493483</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRWlW2ZfmyIPEf1K_JmBXKYGd0Z5KwlsEZM6GHXnuu6kZfGKIEKxNyfJpoUcFBpVkIw9vMr2cOy4mDRbEPniV1ZNsgSDApDP5S3Nmt0QCIIxxHiOOswo_-1hXguQ-zhM/s220/remind.jpg" width="32"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEXEEQeNzOw8mSIRo9-o8pdVdttT6Octsp-evpKXewfzZYN1JEvaBIiADDfY1VFP1_Azqdh2m46sYd04m_ud9CHKD1mJyKbBPWEZLrSq8NagHl5dD2XmRUqoQ6MFxzglNUsJB1T70rvz8/s72-c/kunci.jpeg" width="72"/></entry></feed>