<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>sapu jagat tasikmalaya</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 03:44:28 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/</link><language>en-us</language><item><title>sapu jagat tasikmalaya: Program Pengobatan</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/12/sapu-jagat-tasikmalaya-program.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 8 Dec 2014 07:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-4947002043573313387</guid><description>&lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page_20.html?spref=bl"&gt;sapu jagat tasikmalaya: Program Pengobatan&lt;/a&gt;: kami melayani berbagai macam pengobatan medis dan non medis, bisa langsung datang ketempat atau kunjungan langsung ke tempat anda dimana pu...</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tugu Kujang Pusaka Kampung Naga</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/05/tugu-kujang-pusaka-kampung-naga.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 11 May 2014 05:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-1599522453461038701</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7Rr5x2GJDOpbD6ID5s1mKEfhyphenhyphengP2UkskX15iusvS8lm1NGUBXIe1yKadNdEZsEFtNxl81Vv1gk5tt-x_vaFaE67lUoELczmGtLEof-tAyDpg8gaZTEgeP1Hv5FmxRppZnlf4ZrdbI83E/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7Rr5x2GJDOpbD6ID5s1mKEfhyphenhyphengP2UkskX15iusvS8lm1NGUBXIe1yKadNdEZsEFtNxl81Vv1gk5tt-x_vaFaE67lUoELczmGtLEof-tAyDpg8gaZTEgeP1Hv5FmxRppZnlf4ZrdbI83E/s1600/images.jpg" height="239" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masyarakat Kampung Naga di Desa Neglasari Kec Salawu Kab Tasikmalaya akhirnya menjadi saksi diresmikannya Tugu Kujang Pusaka. Peresmian tersebut sekaligus mengukuhkan tugu sebagai yang terbesar di dunia saat ini. Bangunan tugu tersebut selain menjadi yang terbesar, juga menjadi lambang kuatnya budaya sunda yang ada di Jawa Barat. Kujang memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat sunda, senjata kujang di masa lalu adalah senjata khas dan menjadi andalan &amp;lt;I&amp;gt;urang&amp;lt;I&amp;gt; sunda dalam memperkuat pertahanan diri saat bertempur. &lt;br /&gt;
Besarnya tugu tersebut terlihat dari bangunan kujang yang menjulang tinggi.Tingginya&amp;nbsp; mencapai 3 meter. Kujang raksasa tersebut ditopang oleh sebuah bangunan persegiempat yang terbuat dari beton, kujang raksasa tersebut dibuat dan ditempa oleh 40 empu yang biasa membuat kujang. Selain itu,&amp;nbsp; yang membuat kujang tersebut istimewa, karena bahan baku pembuatannya&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berasal dari leburan senjata pusaka yang dimiliki 900 kerajaan yang ada di nusantara,&amp;nbsp; pembuatannya memakan waktu 40 hari lebih. Karenanya, meski melibatkan 40 empu tetap saja prosesnya memakan waktu lama. Sebelum tugu tersebut berdiri, gagasan pembuatan sudah dilontarkan Kepala Polwil Priangan, Kombes Anton Charliyan.&amp;nbsp; setelah gagasan itu direspon oleh pemerintah setempat dan para pengusaha, pendirian tugu pun dimulai, awalnya direncanakan ada di Lapangan Gazebo, Kota Bandung. pendirian Tugu Kujang di Kampung Naga memiliki dua elemen yang sangat penting. Yakni, melambangkan kuatnya budaya sunda dengan&amp;nbsp; semangatnya yang membara dan juga melambangkan betapa tingginya penghargaan masyarakat kepada kampung kuno, Kampung Naga. ''Sudah lama Kampung Naga dikenal sebagai kampung wisata karena kekukuhan mempertahankan adat istiadat asli, Karena itu, dengan potensi pariwisata yang ada, seharusnya keberadaan tugu tersebut bisa membawa dampak yang positif di kemudian hari. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieZVWiks8fFeH8LR0LfdGZkV8bncFOGJmLcsmoEpOtMB6H0Je8EKJjrl3zG0C8NYqazJl5dj5FpdvB-YIST5NfMU50Kj4h3SOXgEvEhjTAIRasqXP2b5f9hAU-M7t7aFHpgzuqpwkjfMA/s1600/wp-gsp-tugu-kujang-pusaka.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieZVWiks8fFeH8LR0LfdGZkV8bncFOGJmLcsmoEpOtMB6H0Je8EKJjrl3zG0C8NYqazJl5dj5FpdvB-YIST5NfMU50Kj4h3SOXgEvEhjTAIRasqXP2b5f9hAU-M7t7aFHpgzuqpwkjfMA/s1600/wp-gsp-tugu-kujang-pusaka.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda di masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi dan topografi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melaluai jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.&lt;br /&gt;
Religi dan sistem pengetahuan&lt;br /&gt;
Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Umpanya sembahyang lima waktu: Subuh, Duhur, Asyar, Mahrib, dan salat Isa, hanya dilakukan pada hari Jumat. Pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang Singaparna, Bumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayang, pencak silat, dan sebagainya diperbolehkan kesenian tersebut dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal-usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan kepada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan kepada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara Adat di Kampung Naga&lt;br /&gt;
Upacara-upacara yang senantiasa dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga ialah Upacara Menyepi, Upacara Hajat Sasih, dan Upacara Perkawinan.&lt;br /&gt;
Menyepi&lt;br /&gt;
Upacara menyepi dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga pada hari selasa, rabu, dan hari sabtu. Upacara ini menurut pandangan masyarakat Kampung Naga sangat penting dan wajib dilaksanakan, tanpa kecuali baik laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu jika ada upacara tersebut di undurkan atau dipercepat waktu pelaksanaannya. Pelaksanaan upacara menyepi diserahkan pada masing-masing orang, karena pada dasarnya merupakan usaha menghindari pembicaraan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat. Melihat kepatuhan warga Naga terhadap aturan adat, selain karena penghormatan kepada leluhurnya juga untuk menjaga amanat dan wasiat yang bila dilanggar dikuatirkan akan menimbulkan malapetaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hajat Sasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara Hajat Sasih dilaksanakan oleh seluruh warga adat Sa-Naga, baik yang bertempat tinggal di Kampung Naga maupun di luar Kampung Naga. Maksud dan tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon berkah dan keselamatan kepada leluhur Kampung Naga, Eyang Singaparna serta menyatakan rasa syukur kepada Tuhan yang mahaesa atas segala nikmat yang telah diberikannya kepada warga sebagai umat-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara Hajat Sasih diselenggarakan pada bulan-bulan dengan tanggal-tanggal sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Muharam (Muharram) pada tanggal 26, 27, 28&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Maulud (Rabiul Awal) pada tanggal 12, 13, 14&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Rewah (Sya'ban) pada tanggal 16, 17, 18&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Syawal (Syawal) pada tanggal 14, 15, 16&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan Rayagung (Dzulkaidah) pada tanggal 10, 11, 12&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan tanggal dan bulan untuk pelaksanaan upacara Hajat Sasih sengaja dilakukan bertepatan dengan hari-hari besar agama Islam. Penyesuaian waktu tersebut bertujuan agar keduanya dapat dilaksanakan sekaligus, sehingga ketentuan adat dan akidah agama islam dapat dijalankan secara harmonis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara Hajat Sasih merupakan upacara ziarah dan membersihkan makam. Sebelumnya para peserta upacara harus melaksanakan beberapa tahap upacara. Mereka harus mandi dan membersihkan diri dari segala kotoran di sungai Ciwulan. Upacara ini disebut beberesih atau susuci. Selesai mandi mereka berwudlu di tempat itu juga kemudian mengenakan pakaian khusus. Secara teratur mereka berjalan menuju mesjid. Sebelum masuk mereka mencuci kaki terlabih dahulu dan masuk kedalam sembari menganggukan kepala dan mengangkat kedua belah tangan. Hal itu dilakukan sebagai tanda penghormatan dan merendahkan diri, karena mesjid merupakantempat beribadah dan suci. Kemudian masing-masing mengambil sapu lidi yang telah tersedia di sana dan duduk sambil memegang sapu lidi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun kuncen, lebe, dan punduh / Tua kampung selesai mandi kemudian berwudlu dan mengenakan pakaian upacara mereka tidak menuju ke mesjid, melainkan ke Bumi Ageung. Di Bumi Ageung ini mereka menyiapkan lamareun dan parukuyan untuk nanti di bawa ke makam. Setelah siap kemudian mereka keluar. Lebe membawa lamareun dan punduh membawa parukuyan menuju makam. Para peserta yang berada di dalam mesjid keluar dan mengikuti kuncen, lebe, dan punduh satu persatu. Mereka berjalan beriringan sambil masing-masing membawa sapu lidi. Ketika melewati pintu gerbang makam yang di tandai oleh batu besar, masing-masing peserta menundukan kepala sebagai penghormatan kepada makam Eyang Singaparna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setibanya di makam selain kuncen tidak ada yang masuk ke dalamnya. Adapun Lebe dan Punduh setelah menyerahkan lamareun dan parakuyan kepada kuncen kemudian keluar lagi tinggal bersama para peserta upacara yang lain. Kuncen membakar kemenyan untuk unjuk-unjuk (meminta izin ) kepada Eyang Singaparna. Ia melakukan unjuk-unjuk sambil menghadap kesebelah barat, kearah makam. Arah barat artinya menunjuk ke arah kiblat. Setelah kuncen melakukan unjuk-unjuk, kemudian ia mempersilahkan para peserta memulai membersihkan makam keramat bersama-sama. Setelah membersihkan makam, kuncen dan para peserta duduk bersila mengelilingi makam. Masing-masing berdoa dalam hati untukmemohon keselamatan, kesejahteraan, dan kehendak masing-masing peserta. Setelah itu kuncen mempersilakan Lebe untuk memimpin pembacaan ayat-ayat Suci Al-Quran dan diakhri dengan doa bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai berdoa, para peserta secara bergiliran bersalaman dengan kuncen. Mereka menghampiri kuncen dengan cara berjalan ngengsod. Setelah bersalaman para peserta keluar dari makam, diikuti oleh punduh, lebe dan kuncen. Parukuyan dan sapu lidi disimpan di "para" mesjid. Sebelum disimpan sapu lidi tersebut dicuci oleh masing-masing peserta upacara di sungai Ciwulan, sedangkan lemareun disimpan diBumi Ageung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara selnjutnya diadakan di mesjid. Setelah para peserta upacara masuk dan duduk di dalam mesjid, kemudian datanglah seorang wanita yang disebut patunggon sambil membawa air di dalam kendi, kemudian memberikannya kepada kuncen. Wanita lain datang membawa nasi tumpeng dan meletakannya ditengah-tengah. Setelah wanita tersebut keluar, barulah kuncen berkumur-kumur dengan air kendi dan membakar dengan kemenyan. Ia mengucapkan Ijab kabul sebagai pembukaan. Selanjutnya lebe membacakan doanya setelah ia berkumur-kumur terlebih dahulu dengan air yang sama dari kendi. Pembacaan doa diakhiri dengan ucapan amin dan pembacaan Al-fatihah. Maka berakhirlah pesta upacara Hajat Sasih tersebut. Usai upacara dilanjutkan dengan makan nasi tumpeng bersama-sama. Nasi tumpeng ini ada yang langsung dimakan di mesjid, ada pula yang dibawa pulang kerumah untuk dimakan bersama keluarga mereka.&lt;br /&gt;
Perkawinan&lt;br /&gt;
Upacara perkawinan bagi masyarakat Kampung Naga adalah upacara yang dilakukan setelah selesainya akad nikah. adapun tahap-tahap upacara tersebut adalah sebagai berikut: upacara sawer, nincak endog (menginjak telur), buka pintu, ngariung (berkumpul), ngamparmunjungan. (berhamparan), dan diakhiri dengan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara sawer dilakukan selesai akad nikah, pasangan pengantin dibawa ketempat panyaweran, tepat di muka pintu. mereka dipayungi dan tukang sawer berdiri di hadapan kedua pengantin. panyawer mengucapkan ijab kabul, dilanjutkan dengan melantunkan syair sawer. ketika melantunkan syair sawer, penyawer menyelinginya dengan menaburkan beras, irisan kunir, dan uang logam ke arah pengantin. Anak-anak yang bergerombol di belakang pengantin saling berebut memungut uang sawer. isi syair sawer berupa nasihat kepada pasangan pengantin baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai upacara sawer dilanjutkan dengan upacara nincak endog. endog (telur) disimpan di atas golodog dan mempelai laki-laki menginjaknya. Kemudian mempelai perempuan mencuci kaki mempelai laki-laki dengan air kendi. Setelah itu mempelai perempuan masuk ke dalam rumah, sedangkan mempelai laki-laki berdiri di muka pintu untuk melaksanakan upacara buka pintu. Dalam upacara buka pintu terjadi tanya jawab antara kedua mempelai yang diwakili oleh masing-masing pendampingnya dengan cara dilagukan. Sebagai pembuka mempelai laki-laki mengucapkan salam 'Assalammu'alaikum Wr. Wb.' yang kemudian dijawab oleh mempelai perempuan 'Wassalamu'alaikum Wr. Wb.' setelah tanya jawab selesai pintu pun dibuka dan selesailah upacara buka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah upacara buka pintu dilaksanakan, dilanjutkan dengan upacara ngampar, dan munjungan. Ketiga upacara terakhir ini hanya ada di masyarakat Kampung Naga. Upacara riungan adalah upacara yang hanya dihadiri oleh orang tua kedua mempelai, kerabat dekat, sesepuh, dan kuncen. Adapun kedua mempelai duduk berhadapan, setelah semua peserta hadir, kasur yang akan dipakai pengantin diletakan di depan kuncen. Kuncen mengucapakan kata-kata pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan doa sambil membakar kemenyan. Kasur kemudian di angkat oleh beberapa orang tepat diatas asap kemenyan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai acara tersebut dilanjutkan dengan acara munjungan. kedua mempelai bersujud sungkem kepada kedua orang tua mereka, sesepuh, kerabat dekat, dan kuncen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya selesailah rangkaian upacara perkawinan di atas. Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para undangan, tuan rumah membagikan makanan kepada mereka. Masing-masing mendapatkan boboko (bakul) yang berisi nasi dengan lauk pauknya dan rigen yang berisi opak, wajit, rengginang, dan pisang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari setelah perkawinan, kedua mempelai wajib berkunjung kepada saudara-saudaranya, baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan. Maksudnya untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan mereka selama acara perkawinan yang telah lalu. Biasanya sambil berkunjung kedua mempelai membawa nasi dengan lauk pauknya. Usai beramah tamah, ketika kedua mempelai berpamitan akan pulang, maka pihak keluarga yang dikunjungi memberikan hadiah seperti peralatan untuk keperluan rumah tangga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(sumber : Baraya SKKS TATAR SUNDA)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7Rr5x2GJDOpbD6ID5s1mKEfhyphenhyphengP2UkskX15iusvS8lm1NGUBXIe1yKadNdEZsEFtNxl81Vv1gk5tt-x_vaFaE67lUoELczmGtLEof-tAyDpg8gaZTEgeP1Hv5FmxRppZnlf4ZrdbI83E/s72-c/images.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Misteri Wangsit Siliwangi</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/12/misteri-wangsit-siliwangi.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Dec 2014 19:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-179763574252670699</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://th03.deviantart.net/fs71/PRE/f/2011/171/c/e/prabu_siliwangi_final_by_iki_chipp-d3jezt1.jpg" class="decoded shrinkToFit" src="http://th03.deviantart.net/fs71/PRE/f/2011/171/c/e/prabu_siliwangi_final_by_iki_chipp-d3jezt1.jpg" height="320" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="204" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menurut
 beberapa babat carita sunda wangsit siliwangi adalah ucapan yang 
mengandung pesan terakhir&amp;nbsp; yang bermuatan patwa kehidupan di masa yang 
akan datang yang&amp;nbsp; di ucapkan oleh seorang raja Pajajaran yang terkenal 
yaitu Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi bagi seluruh para abdinya dan 
rakyatnya yang mana saat mengucapkan pesan keadaan mereka sedang dalam 
perjalanan menghindari pasukan Cirebon yang dipimpin langsung oleh putra
 dan cucu sang nalendra sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada
 masa itu hubungan antara penguasa Pajajaran dengan putra serta cucunya 
ya itu Pangeran Cakra buana dan Syarif Hidayatulloh sedang memanas karna
 Cirebon&amp;nbsp; mendeklarasikan kemerdekaan wilayahnya &amp;nbsp;dengan melepaskan 
segala ikatan politik pemerintahan serta membebaskan cirebon dari 
kewajiban mengirim upeti ke Pajajaran yang membuat gusar penguasa 
Pajajaran yang notabene adalah ayah dan kakek penguasa Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Alasan
 Cirebon memisahkan diri dari kekuasaan Pajajran karna sistim iklim 
politik yang di terapkan Syarif Hidayatulloh sangat berbeda dengan apa 
yang diterapkan Pajajaran,karna Cirebon mutlak dalam menjalankan roda 
pemerintahanya dengan menerapkan syareat Islam&amp;nbsp; hal ini terjadi karna 
kedua penguasa dua wilayah tersebut berbeda keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam
 menghadapi Cirebon yang saat itu di pandang oleh pajajaran adalah sikap
 pembangkangan terhadap kekuasaan Pajajaran padahal Cirebon mutlak masuk
 wilayah Pajajaran,berbagai cara di tempuh untuk mengingatkan Cirebon 
dengan mengirimkan beberapa tliksandi ke wilayah cirebon dengan tujuan 
agar Cirerbon segera merubah sikapnya agar tidak terjadi hal hal yang 
tidak di inginkan karna bagaimanapun Syarif Hidayatulloh cucu penguasa 
Pajajaran yang terlahir dari Dewi Rara Santang yang bersuamikan petinggi
 Mesir.Juga Pangeran Cakrabuana uwaknya Syarif Hidayatulloh masih dalam 
kategori putra mahkota Pajajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun
 segala upaya yang dilakukan pihak Pajajaran menemui kebuntuan bahkan 
setiap utusan yang diutus tidak pernah kembali kepajajaran.Maka dengan 
berat hati Pajajaranpun bermaksud melakukan tindakan dengan kekuatan 
militer maka disusunlah segala rencana dan segera disiapkan kekuatan 
militer untuk berangkat kecirebon.Namun berkat kearipan salah seorang 
penasehat kerajaan hal itu urung dilakukan karna akan ada dampak yang 
kurang baik apabila itu dilakukan,maka dengan bijaksananya penasehat itu
 memberikan alasan lebih baik yang tua mengalah bukan berarti tunduk 
tapi dengan mendatangi cirebon sebagai orang tua kepada putra dan cucu 
bukan sebagai penguasa negara,barang kali dengan bicara dari hati kehati
 akan ada titik temu yang lebih menguntungkan kedua wilayah itu 
dibanding dengan kekuatan militer yang jelas akan lebih banyak 
mrugikanya,karna pada dasarnya pemisahan cirebon dilakukan hanya karna 
bebeda pandangan keyakinan dan kepercayaan yang di inginkan Cirebon 
Pajajaran mau menerima dan memeberi kebebasan agar ajaran islam diterima
 dan para petinggi&amp;nbsp; Pajajaran mau memeluk islam termasuk Penguasanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di
 saat yang bersamaan Cirebonpun melakukan kunjungan ke Pajajaran dengan 
tujuan melakukan upaya perdamaian,namu karna rombongan dari Cirebon 
dalam jumblah besar serta dengan pasukan bersenjata lengkap maka 
Pajajaran salah mengartikan kedatangan mereka yang di anggap datang 
melakukan penyerbuan,hingga Penguasa Pajajaran terpaksa menyingkir 
dengan membawa pengikut yang masih sangat setia kepada Pajajaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di
 saat itulah ketika seluruh rombongan sedang beristirahat dari melakukan
 perjalanan yang melelahkan pemimpin mereka mengeluarkan patwa atau 
pesan yang harus di ingat dan di pilih oleh semua pengikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di antaranya isi pesan yang terkenal dengan nama Wangsit Siliwangi itu sebagai berikut:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt; 1. Prabu Siliwangi menyatakan bawa dirinya sudah bukan lagih penguasa Pajajaran.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt; 2.Memberikan kebebasan kepada seluruh pengikut setianya agar&amp;nbsp; memilih jalan hidup masing masing&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
 3.Bagi yang ingin kembali ke kotaraja diperintahkan ke utara,yang ingin
 mengabdi kepada penguasa diperintahkan berangakat ketimur,yang tidak 
ingin ikut siapa siapa ingin menentukan jalan hidupnya sendiri 
diperintahkan ke barat dan yang ingin mengikutinya diperintahkan 
berangkat ke selatan.dan sebelum mereka berangkat sesuai pilihannya 
Prabu Siliwangi memberikan pesan yang bermuatan ramalan kehidupan 
Pajajaran di masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4.Bagi
 yang memilih berangat ke utara Prabu sdiliwangi meramalkan mereka akan 
menemukan kehidupan dan menjadi orang orang yang selalu 
terpinggirkan,akan selalu terkalahkan oleh orang asing,sekalipun ada 
yang pandai tapi tidak akan menjadi pejabat tinggi paling jadi bawahan 
dan suruhan tetap orang lainlah yang akan memimpin mereka dimasa yang 
cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5.Bagi
 yang memilih mandiri dan berangkat ke barat diramalkan mereka akan 
tetap terpisah dari siapapun bahkan tidak akan terjangkau penguasa negri
 yang terlahir dari keturunan saudaranya yang pergi ketimur,punya cara 
dan adat yang berbeda dan tetap selamanya memegang keyakinan leluhurnya 
dalam menjalankan kehidupan sehari hari dan tidak akan tersentuh 
perubahan jaman atau kemoderenan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6.Kemudian
 yang ingin mengikutinya dan memilih ke selatan ,karna kebetulan 
dipimpin seorang petapa sakti yang perginya menyimpan dendam 
bekepanjangan dan sangat membenci para Pemimpin Cirebon yang notabene 
keturunan susuhunanya,maka diapun mengajarkan ajaran kesaktian yang 
memiliki keahlian merubah wujud menjadi harimau,karna Pajajaran sangat 
identik dengan binatang yang satu ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7.Bagi
 yang berangkat ketimur diramalkan dari merekalah kelak akan terlahir 
pemimpin negeri dan para kaula pemerintahan hingga batas waktu yang 
panjang&amp;nbsp; jaman berganti&amp;nbsp; jaman,berganti piminan negeri hingga diramalkan
 datang jaman kebo bule yang menguasai negri,banyak keturunan anak negri
 yang jadi penjilat,banyak menyebar bibit penyakit.Akan mengalami 
bermacam macam pergolakan kehidupan,akan banyak orang orang yang 
memikirkan pribadi semata serta perebutran kekuasaan.Di ramalkan akan 
muncul pemimpin negri yang membawa perubahan besar yang memelihara 
burung elang di pohon beringin,akan ada sedikit kesadaran penduduk negri
 namun tidak lama muncul kekisruhan dan kerusuhan.Hal itu akan terulang 
dan terulang hingga akan datang pembawa kedamaian ya itu budak 
angon(pengembala) dan budak janggotan(Pemuda berjanggut) yang 
kedatanganya di awali oleh budak janggotan yang memberikan peringatan 
namun tidak digubris malah budak janggotan di tangkap.Dan&amp;nbsp; pada masa itu
 akan mulai muncul kesadaran dari penduduk negri tentang kehidupan yang 
semerawut hingga banyak yang menelusuri&amp;nbsp; jati diri negri yang 
hilang,namun banyak juga yang kebablasan hingga menimbulkan banyak 
permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disaat
 keadaan negri sudah semakin kacau maka barulah akan tampil budak angon 
pembawa kedamaian dan kemakmuran yang akan berdampingan bersama sama 
dengan budak janggotan hingga akan muncul kembali Pajajaran baru yang 
berdirinya seiring perubahan jaman bukan pajajaran yang lampau.Pada saat
 itulah manusia pinunjul akan muncul memimpin Pajajaran dalam 
pembaharuan dan peradaban moderen yang di aping budak angon dan budak 
janggotan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah
 selesai berbicara Prabu Siliwangi segera memerintahkan seluruh 
pengikutnya berangkat sesuai pilihanya masing masing dan di larang 
menengok kebelakang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Nah
 hingga saat ini wangsit siliwangi sangat di pegang teguh oleh orang 
orang yang meyakini kebesaran dan ke agungan Prabu Siliwangi dan 
meyakini betul&amp;nbsp; patwa penguasa Pajajaran itu akan menjadi kenyataan 
karna dari penelitian mereka beberapa patwa itu memang jadi kenyataan, 
coba simak pilihan yang di ambil oleh pengikut Prabu Siliwangi yang ke 
utara yang dikatakan mereka akan selalu tersisih..? itu bisa dilihat 
dari suku betawi yang hingga sekarang keberadaanya terus 
terpinggirkan,tergerus kemajuan jaman dan dalam pemerintahanpun belum 
ada yang menjadi petinggi negri yang mutlak seperti&amp;nbsp; gubernur dan 
pejabat tinggi lainya..? paling sekarang adapun baru baru ini di tingkat
 kabupaten dan walikota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kemudian
 yang memilih tidak ikut siapa siap dan berangkat ke barat, sampai detik
 ini orang badui tidak tersentuh kemoderenan dan keyakinannya&amp;nbsp; sunda 
buhun juga tidak mengenal pemerintahan walaupun wilayah badui luar mulai
 tersentuh kemajuan namun untuk badui dalam sangat dipertahankan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kemudian
 yang memilih ketimur,bukankah seluruh pemimpin negri dan para pejabat 
tinggi negara dari jaman kejaman tidak bisa terbantahkan dari mana...? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;juga
 kekacauwan dan jaman yang dikiasakan jaman kebo bule...bukankah itu 
jaman penjajahan..? juga pergolakan politik dan saling sikutnya para 
elit politik yang terus menerus dipertontonkan oleh sebagian para elit 
politik sekarang..? itu di gambarkan dalam wangsit siliwangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Juga
 yang diberi pilihan pergi keselatan,sangatlah jelas hingga saat ini di 
wilayah sancang kabupaten garut masih tersimpan misteri hutan sancang 
yang banyak ceritera misticnya,bahkan tidak sedikit didatangi orang 
orang yang sangat memegang prinsip kuat ageman yang besumber dari sumber
 karuhun karna disana terdapat petilasan Prabu Siliwangi bahkan sejak 
dahulunya banyak orang orang yang mlakukan ritual persembahan dengan 
memotong hewan kambing untuk persembahan yang memang ini kebiasaan turun
 temurn sejak jaman Pajajaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun
 dalam memaknai masalah budak angon dan budak janggotan disinilah yang 
harus menggunakan pemikiran yang jernih,sebab mungkin ini bahasa kiasan 
dan harus digali dan diteliti pemahamanya.Sebab dua tokoh ini dikatakan 
sebagai pembawa kedamaian dan jalan terang bagi negri.Mungkin saya salah
 satu orang yang sering bertanya dalam hati, apakah dua tokoh ini muncul
 dalam perwujudan manusia perorangan hingga benar benar menjelma sebagai
 manusia yang akan memebebaskan negri ini dari kecarut marutan dan 
kesemrawutan negri ini..? kalau ya kapan dan dari mana ia datang..? 
apakah kedatanganya menunggu negri ini makin terpuruk..? karna saya 
sering mendengar tutur orang orang tua atau pinisepuh yang saya datangi 
sekedar menggali pemikiran dan penelitian,rata rata mereka meyakini 
kemunculanya seseorang keturunan pajajaran yang bergelar budak angon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun
 saya sering berpikir lebih realistis,mungkin yang dimaksud budak angon 
disini adalah dalam bentuk jamak,ya itu kaum intelektual yang punya 
kejernihan dan kebesaran hati,yang menjadi para pemimpin negri yang 
penuh kesabaran dan ke aripan sebagai pengayom masyarakat yang mengerti 
keinginan dan keseriusan dalam melayani&amp;nbsp; masyarakatnya,seperti laku 
seorang pengembala yang di sebut budak angon,yang selalu siaga menjaga 
gembalaanya dari hal apapun,selalu mencari daerah yang penuh dengan 
sumber makanan.Kemunculan tokoh inilah yang diharapkan oleh segenap 
masyarakat,bukan orang yang pandai bicara namu tak pandai mengurus 
rakyat.Mungkin inilah yang dimaksud budak angon yang akan muncul seiring
 proses perjalanan negri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang
 kedua tokoh budak janggotan(berjanggut) kalo Cuma sekedar berjanggut 
entah berapa ribu orang indonesia yang berjanggut,tapi belum tentu orang
 yang akan jadi penerang negeri.Jadi saya menyimpulkan sendiri bahwa 
makna budak janggotan disinih bukan secara harpiah,tapi makna dan 
istilah dari budak janggotan dan budak angon sinyalemen akan munculnya 
manusia pinunjul yang terlahir dari gerakan kesadaran diri manusia yang 
kembali pada pitrah dan sunahnya sebagai insan hingga tampil sebagai 
kholifah parahyiangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sang
 nalendra sendiri adalah seorang manusia yang pinunjul di 
masanya,mempunyai pandangan dan wawasan luas serta sangat taat terhadap 
ajaran budi pekerti mendekatkan diri kepada sang penguasa alam,hingga 
saat mengeluarkan patwa wangsit itupun hasil dari semedinya yang memohon
 petunjuk sang hiyang Widhi(TUHAN PENCIPTA ALAM) dengan memasrahkan diri
 seutuhnya hingga dapat petunjuk gambaran kehidupan Pajajaran yang akan 
datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam
 kalimat kalimat yang di ucapkan sang nalendra seolah dia mampu 
menangkap sinyalemen bahwa Pajajaran akan kembali berdiri dalam era 
peradaban baru dalam kepemimpinan wujud yang sempurna dan teratur 
setelah melalui proses rekonstruksi sistem tata nilai sunah dan sunda 
secara pitrahnya Sebab sunda adalah Pajajaran bekitupun sebaliknya,yang 
akan melahirkan manusia pinunjul yang di sebut budak angon sebagai 
AYATULLOH KAUNIYAH dan budak janggotan sebagai AYATULLOH KAULIYAH,yang 
keberadaan keduanya penuh misteri yang pusatnya ada pada tiap kesucian 
diri manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kedua
 tokoh yang disebut manusia pinunjul adalah gambaran sinyalemen diri 
diri manusia yang mampu berpikir dalam kesucian hati dan keiklasan 
berbuat dan berkarya hingga benar benar tampil sebagai pengayom 
pengaping dan pelindung rakyat,mampu memberi penerang bagi kegelapan 
menuntun kepada manusia yang mejalankan hidup silih asah silih asih 
silih asuh sebagai bentuk kesucian Siliwangi yang sejati.Sehingga 
sinyalemen yang tersirat dalam wangsit siliwangi bahwa sunda akan 
menjadi isu sentra rekonsruksi peradaban manusia secara 
Universal,Global,Holistik dan Suci benar benar nyata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebab
 Wangsit siliwangi menyiratkan sinyalemen bahwa sunda akan tampil 
memimpin dunia menuju keadilan dan kesejahtraan umat manusia dengan 
hadirnya manusia pinunjul diwilayah Parahiyangan namun wujud manusia 
secara Universal bukan Individual hingga kesadaran&amp;nbsp; dunia akan melirik 
sunda sebagai induk generasi dan induk peradaban dunia....WALLOHU A’LAM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bilih lepat tutur kalimat sareng bahasana hapunten anu kasuhun&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sumber By Budi kusumah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title> Kemampuan Rasulullah SAW dalam Google Earth </title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/12/kemampuan-rasulullah-saw-dalam-google.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2014 09:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-8026831717347469209</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/muhammad-saw.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-3932" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/muhammad-saw.jpeg?w=150&amp;amp;h=90" height="192" title="Muhammad SAW" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak
 ada manusia di dunia yang dapat menarik garis lurus di permukaan bumi 
antara dua kota yang berjauhan, kecuali dengan bantuan peta yang 
terperinci. Kini lebih dimungkinkan karena teknologi pesawat terbang, 
satelit, dan pengetahuan tentang garis lintang dan bujur, serta tinggi 
permukaan tanah telah ada. Namun, dahulu kala sekitar 1400 tahun yang 
lalu ada seseorang yang telah melakukan hal ini meski semua ilmu 
pengetahuan diatas belum ada. Orang ini adalah Nabi Muhammad SAW. 
Sedangkan beliau sendiri kala itu berada di Madinah Al-Munawarah dan 
tujuan dari garis lurus itu adalah kota Yaman,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span id="more-3928"&gt;&lt;/span&gt;Diriwayatkan bahwa Allah SWT telah 
memerintahkan bahwa umat Islam harus menghadap ke arah Ka`bah di 
Masjidil Haram, Makkah karena telah ditetapkan sebagai arah patokan 
kiblat bagi semua umat. Dan sejak saat itu Islam pun menyebar. Setelah 
kemenangan (Fatih Makkah) banyak orang yang datang dan masuk Islam. 
Kemudian, Nabi SAW mulai mengirim guru agama kepada orang-orang untuk 
mengajarkan mereka tentang Islam. Salah satu dari mereka adalah Wabr bin
 Al-Khozaee Yohanas yang oleh Nabi SAW di tugaskan ke Yaman (Sana’a). Ia
 diperintahkan untuk mengajar orang-orang Yaman dan membangun sebuah 
masjid disana, dimana sebelumnya Nabi SAW sendiri telah mendefinisikan 
kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3931" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg?w=300&amp;amp;h=282" height="282" title="1" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Masjid di Bathan Taman – Yaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Al-Tabarani meriwayatkan dalam ungkapan Al-Mu’jam wsat: Wabr bin 
Al-Khozaee berkata: Nabi SAW berkata kepada saya; “Jika kamu membangun 
masjid Sana’a, buatlah ke arah kanan menghadap gunung yang disebut 
Deyn’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk menjelaskan, Al-Hafez Al-Rahzey mengatakan dalam bukunya 
“Sejarah Sana’a” bahwa Nabi SAW memerintahkan Wabr Al-Khozaee bin 
Yohanas untuk membangun sebuah masjid di Bathan taman, dimana ditemukan 
sebuah batu di Gamdan yang menghadap ke sebuah gunung yang dikenal 
dengan nama Deyn.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari riwayat diatas maka Nabi Muhammad SAW sekitar 1400 tahun yang 
lalu memerintahkan untuk membangun masjid Sana’a agar menghadap ke arah 
Jabal-e-deen. Jika kita menggunakan Google Earth dan menarik garis hayat
 (garis lurus) dari Masjid Sana’a ke kiblat yang ada di Makkah, ternyata
 akan melewati puncak Jabal-e-deen dan akan berakhir di tengah Ka’bah di
 masjidil Haram, Makkah. Sehingga arah kiblat untuk masjid di kota Yaman
 ini adalah benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3930" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg?w=239&amp;amp;h=300" height="300" title="4" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Garis hayat lokasi Masjid di Bathan Taman – Yaman dan Ka`bah di Masjidil Haram -Makkah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pertanyaannya kini adalah, bagaimana bisa seseorang di 1400 tahun 
yang lalu telah menunjukkan arah yang tepat untuk Ka`bah dari sebuah 
kota yang sangat jauh tanpa menggunakan alat bantu – seperti sekarang 
ini – yang diperlukan untuk proses semacam itu? Tentu saja ini adalah 
sebuah mukjizat dan menandakan bahwa beliau sendiri adalah seorang yang 
sangat cerdas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;sumber : perjalanan cinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Fakta terbaru: Benarkah Hitler Islam? </title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/12/fakta-terbaru-benarkah-hitler-islam.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 4 Dec 2014 09:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-4115697026579841569</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="post-title" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/adolf-hitler.gif" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-3943" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/adolf-hitler.gif?w=150&amp;amp;h=99" height="211" title="Adolf Hitler" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Anda
 pasti mengenal sosok yang bernama Adolf Hitler ini. Dia sering di 
gadang-gadang sebagai seorang yang bengis dan tidak manusiawi. Tetapi 
apakah semua itu benar adanya? Benarkah ia tidak lagi memiliki rasa 
kemanusiaan dan belas kasih? Atau memang ada gerakan dan alasan 
tertentu, demi tujuan tertentu,&amp;nbsp; sehingga sang pemimpin besar Nazi ini 
selalu di pandang jelek di mata dunia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span id="more-3897"&gt;&lt;/span&gt;Setelah mengulik di internet, saya pun 
mendapatkan sisi yang lain dari seorang Hitler, yang mungkin selama ini 
tidak banyak diketahui oleh orang. Karena sisi lain itu adalah beberapa 
hal yang luput dari perhatian media. Atau memang sengaja di hilangkan 
dari peredaran dengan tujuan tertentu, entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk mempersingkat waktu, berikut saya sertakan sisi-sisi yang memperlihatkan kehidupan lain dari Hitler:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelumnya, apa yang akan Anda baca ini adalah sebuah email yang saya
 terima dari seorang sahabat dari Arab Saudi yang saya terjemahkan ke 
dalam bahasa Indonesia untuk dibagi kepada Anda sekalian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Suatu ketika saya berdiskusi dengan seorang sarjana yang sedang 
menamatkan tesis PhD-nya. Saya sangat terkejut ketika dia mengatakan 
kalau tesisnya berkaitan dengan sosok pemimpin besar Nazi, yaitu Adolf 
Hitler. Saya katakan padanya “Apakah sudah habis semua tokoh Islam di 
dunia ini hingga ia pun memilih “si kejam ini” untuk dijadikan bahan 
penelitian?”. Dia tertawa lalu bertanya apa yang aku ketahui tentang 
Hitler? Saya lalu menjawab bahwa Hitler seorang pembunuh yang membunuh 
secara sporadis tapi berhasil membawa Jerman menguasai banyak hal. Lalu 
dia bertanya lagi padaku; “Dari mana aku mendapatkan informasi itu” Saya
 pun menjawab: sumberku dari TV, internet dan pastinya buku-buku. Lalu 
dia berkata: ”Baiklah, pihak Inggris telah melakukan lebih dahsyat dari 
itu. Pihak Jepang semasa zaman Kekaisarannya dulu juga sama. Tapi kenapa
 dunia hanya menghukum Hitler dan meletakkan kesalahan bahkan 
memburuk-burukkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih ada hingga hari ini. 
Sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak Inggris kepada Scotlandia, 
pihak Jepang kepada dunia dan pihak Afrika Selatan kepada kaum kulit 
hitam mereka?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saya lantas meminta penjelasan lebih jauh darinya. Ia pun 
melanjutkan, katanya: “Ada dua sebab mengapa Hitler/Nazi selalu di 
pojokkan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Prinsip Hitler berkaitan dengan Yahudi, Zionisme dan berdirinya 
negara Israel. Hitler pun di tuduh telah melancarkan Holocaust untuk 
menghapus Yahudi karena beranggapan Yahudi akan menghancurkan dan 
menguasai dunia pada suatu hari nanti. Padahal Holocaust sendiri hingga 
kini masih menjadi pertanyaan besar, apakah memang benar-benar terjadi 
dan dilakukan oleh Nazi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Prinsip Hitler berkaitan dengan Islam. Hitler telah mempelajari 
sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, bahkan beliau telah 
menyatakan bahwa ada tiga pengaruh yang terkuat, yaitu Persia, Romawi 
dan Arab. Ketiga pengaruh ini telah menguasai dunia di masa lalu bahkan 
Persia serta Romawi telah mengembangkan pengaruh mereka hingga hari ini,
 sedangkan Arab sendiri sungguh sangat di sayangkan masih lebih kepada 
persengketaan sesama mereka saja. Dia melihat ini sebagai satu masalah 
yang besar, karena Arab akan merusak pengaruh Islam yang menurutnya dulu
 begitu hebat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Atas rasa kagumnya Hitler pada pengaruh Islam, ia telah mencetak 
risalah yang berkaitan dengan Islam dan disebarkan kepada tentara Nazi 
semasa perang, bahkan kepada tentara yang bukan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/tentara-nazi-yang-membaca-risalah-islam.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3898" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/tentara-nazi-yang-membaca-risalah-islam.jpg?w=300&amp;amp;h=224" height="224" title="tentara Nazi yang membaca Risalah Islam" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 1.&lt;/b&gt; Foto: Tentaran Nazi yang membaca risalah Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hitler juga telah memberi peluang kepada tentara Jerman yang beragama
 Islam untuk menunaikan shalat ketika masuk waktunya dimana saja, bahkan
 tentara Jerman pernah shalat di dataran Berlin dan Hitler ketika itu 
menunggu mereka sampai selesai shalat berjama`ah untuk menyampaikan 
pidatonya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/tentara-nazi-yang-shalat-berjamaah-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3899" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/tentara-nazi-yang-shalat-berjamaah-1.jpg?w=300&amp;amp;h=225" height="225" title="tentara Nazi yang shalat berjamaah 1" width="300" /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3901" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/tentara-nazi-yang-shalat-berjamaah-2.jpg?w=300&amp;amp;h=225" height="225" title="tentara Nazi yang shalat berjamaah 2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Gambar 2.&lt;/b&gt; Foto: Tentara Nazi yang shalat berjamaah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hitler juga sering bertemu dengan para ulama Islam dan meminta 
pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama atau bagaimana 
kisah Rasulullah SAW dan para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/hitler-bersama-syeikh-amin-al-husainiy.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3900" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/hitler-bersama-syeikh-amin-al-husainiy.jpg?w=300&amp;amp;h=214" height="214" title="Hitler bersama Syeikh Amin Al-Husainiy" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 3.&lt;/b&gt; Foto: Hitler bersama Syeikh Amin Al-Husainiy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Beliau juga meminta para Syeikh agar mendampingi tentaranya (Nazi) 
untuk mendoakan mereka yang bukan Islam dan memberi semangat kepada yang
 beragama Islam untuk melawan Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/syeikh-amin-al-husainiy-dan-tentara-nazi-1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3902" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/syeikh-amin-al-husainiy-dan-tentara-nazi-1.jpg?w=300&amp;amp;h=225" height="225" title="Syeikh Amin Al-Husainiy dan tentara Nazi 1" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/syeikh-amin-al-husainiy-dan-tentara-nazi-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3903" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/syeikh-amin-al-husainiy-dan-tentara-nazi-2.jpg?w=300&amp;amp;h=189" height="189" title="Syeikh Amin Al-Husainiy dan tentara Nazi 2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 4.&lt;/b&gt; Foto: Syeikh Amin Al-Husainiy bersama tentara Nazi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/seorang-tentera-nazi-menempelkan-gambar-mufti-al-quds.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3904" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/seorang-tentera-nazi-menempelkan-gambar-mufti-al-quds.jpg?w=166&amp;amp;h=300" height="300" title="Seorang tentera Nazi menempelkan gambar Mufti Al-Quds" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 5.&lt;/b&gt; Foto: Seorang tentara Nazi yang menempelkan gambar Mufti Al-Quds&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Semua informasi ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh 
sahabat saya untuk tesis PhD-nya dan beliau meminta saya untuk tidak 
merubah atau menambahkan yang lainnya, agar tidak menyusahkannya pada 
saat memaparkannya nanti (seminar). Dia tidak mau saya campurkan dengan 
bahan dari sumber internet karena saya bukan pakar sejarah. Tetapi 
gambar-gambar yang ada disini mungkin sudah lama tersebar dan semua 
orang bisa melihatnya di internet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun, saya sedikit “nakal” untuk tidak 100% mematuhi permintaannya. 
Karena ada juga sisi lain yang bisa menjelaskan tentang sosok Adolf 
Hitler sebagai pelengkap artikel ini. Dari sisi sebagai manusia biasa, 
dia tetaplah manusia yang memiliki sifat kemanusiaan dan rasa belas 
kasih terhadap sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berikut yang saya dapatkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler hendak menyampaikan pidato. 
Dia pun memerintahkan penasihat-penasihatnya untuk mencari kata-kata 
pembukaan yang paling cocok dan mengandung arti yang luar biasa dari 
kitab agama, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang 
sastrawan Iraq yang tinggal di Jerman lalu mengusulkan ayat Al-Qur`an 
berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan”&lt;/i&gt; (QS. Al-Qamar [54] : 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalam 
pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir 
menguraikan bahwa ayat tersebut bermaksud kehebatan, kekuatan dan 
memberi maksud yang mendalam. Sebab dulu di zaman Rasulullah SAW pernah 
terjadi satu mukjizat dari beliau yaitu membelah bulan dengan jari 
telunjuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Perkara ini dinyatakan oleh Hitler di dalam bukunya yang berjudul &lt;i&gt;Mein Kampf&lt;/i&gt;,
 yang ditulis di dalam penjara. Dia menjelaskan bahwa banyak aspek 
tindakannya berdasarkan ayat Al-Qur`an, khususnya yang berkaitan dengan 
tindakannya terhadap kaum Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di 
dalam ikrar para tentaranya yang akan tamat belajar di akademi tentara 
Jerman. Berikut isinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;”Aku bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan ini 
adalah sumpah suciku, bahwa aku akan mentaati semua perintah komandan 
tentera Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, pemimpin bersenjata 
tertinggi, bahwa aku akan senantiasa bersedia untuk berkorban dengan 
nyawaku kapanpun demi pemimpinku”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Hitler yang enggan meminum beer (arak)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hitler tidak mau meminum beer (arak) pada saat dia cemas dalam keadaan 
Jerman yang agak goyah dan bermasalah. Contohnya adalah ketika para 
dokter meminta dia minum beer sebagai obat tapi dia tidak mau, sambil 
mengatakan; ”Bagaimana Anda ingin agar seseorang itu minum arak untuk 
tujuan pengobatan sedangkan dia tidak pernah seumur hidupnya menyentuh 
arak?”. Ya memang, Hitler tidak pernah menjamah arak sepanjang hayatnya.
 Minuman kebiasaan beliau hanyalah teh yang di racik secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Hitler dan anak-anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai sosok yang sering disamakan dengan figur yang menakutkan, kejam,
 tidak manusiawi dan pembunuh sadis, ternyata Hitler mempunyai sisi yang
 sebaliknya. Ia juga seorang pemimpin yang menyukai anak-anak sebagai 
wujud kemanusiaannya. Berikut ini buktinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/52788.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3909" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/52788.jpg?w=300&amp;amp;h=205" height="436" title="52788" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/22717.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3910" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/91021.jpg?w=300&amp;amp;h=258" height="258" title="91021" width="300" /&gt;&lt;img alt="" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/22717.jpg?w=300&amp;amp;h=283" height="283" title="22717" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/98448.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3911" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/98448.jpg?w=300&amp;amp;h=208" height="208" title="98448" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/50354.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3912" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/50354.jpg?w=300&amp;amp;h=201" height="201" title="50354" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/15840.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3913" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/15840.jpg?w=223&amp;amp;h=300" height="300" title="15840" width="223" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/27466.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3914" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/87635.jpg?w=221&amp;amp;h=300" height="300" title="87635" width="221" /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3906" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/27466.jpg?w=208&amp;amp;h=300" height="300" title="27466" width="208" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/42296.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3907" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/42296.jpg?w=223&amp;amp;h=300" height="300" title="42296" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/46330.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-3908" src="http://oediku.files.wordpress.com/2011/07/46330.jpg?w=214&amp;amp;h=300" height="300" title="46330" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Gambar 5.&lt;/b&gt; Foto: Hitler dan anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sungguh, banyak peristiwa dan fakta sejarah 
yang disembunyikan di dunia ini. Entah apa alasannya, yang jelas ini 
tidaklah baik bagi perkembangan sejarah dunia. Bagaimanapun juga yang 
baik haruslah dikatakan baik dan yang salah harus dikatakan salah pula. 
Tidak boleh sebaliknya, apalagi disembunyikan. Sedangkan tujuan dari 
penulisan artikel ini tidaklah untuk membela apa yang pernah dilakukan 
oleh Adolf Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang 
disembunyikan oleh banyak pihak – Barat khususnya – sebagai fakta 
sejarah. Semoga kita semua mendapatkan manfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;(Sumber : Mashudi Antoro (Oedi`)
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;[Sebagian disadur dari: Muhd Hazrie Abd Wahab, &lt;a href="http://muhdhazrie.wordpress.com/2011/07/07/hitler-di-sebalik-%E2%80%9Ckejahatannya%E2%80%9D/%5D" rel="nofollow"&gt;http://muhdhazrie.wordpress.com/2011/07/07/hitler-di-sebalik-“kejahatannya”/%5D&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Sejarah Singkat Paguron Sapu Jagat</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/sejarah-singkat-paguron-sapu-jagat.html</link><category>Jagat</category><category>Sapu</category><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Apr 2014 08:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-1596684636682347698</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk9f0uDBU974SCZo5MxxP68xycYJ2zO0ie1hGXyVHA6vgxFiMHaS9KLkn22JQRMwmFMWHetYKugMvFS0VVF3vAe5tu5WvWO_Hw1zcyY60FE74OPGHDC4gcyJ6-Ghb_LkYgMPyj5hRGJy4/s1600/Graphic1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk9f0uDBU974SCZo5MxxP68xycYJ2zO0ie1hGXyVHA6vgxFiMHaS9KLkn22JQRMwmFMWHetYKugMvFS0VVF3vAe5tu5WvWO_Hw1zcyY60FE74OPGHDC4gcyJ6-Ghb_LkYgMPyj5hRGJy4/s1600/Graphic1.jpg" height="200" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;logo sapu jagat tasikmalaya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan Olah Raga Silat Kebathinan (POSKAB) sapu jagat yang ber Aqidah Ahlusunnah Wal Jama'ah adalah Sebuah &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page.html" target="_blank"&gt;perguruan&lt;/a&gt; olah raga Silat dan kebathinan, berdiri tahun 1960. Pertama didirikan oleh KH.Ahmad Rifa'i (Almaghfurlah) kampung tanjungsari Desa Bokong Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dan menjadi pusat dari perguruan sapu jagat se Dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah Wafat KH.Ahmad Rifa'i Tahun 1974 dilanjutkan oleh putranya M.Anwarulloh. Kemudian Tahun1994 di tingkat pusat mulai berstatus yayasan pendidikan poskab sapu jagat dengan akta notaris yudo purnomo No. 116 Tanggal 21 September 1994.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Badan pengurus pusat yayasan pendidikan poskab sapu jagat kemudian mengeluarkan surat keputusan tentang susunan badan pengurus pusat, terhitung 08 Januari 1998 dengan menetapkan KH.M.Anwarulloh (guru besar &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/kunci-ajaran.html" target="_blank"&gt;sapu jagat&lt;/a&gt; ) diangkat menjadi penanggung jawab dan ketua umum di pegang oleh H.Ace Subardja (kepala Depisi Laut PT.Pamor Sapta Dharma) serta di dukung oleh para pengurus inti dari kalangan TNI AD, TNI AU, TNI AL, Angota MPR RI , tokoh Masyarakat KAPPI 66 Guru Agama. &lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bulan Oktober Tahun 2008 KH.M.Anwarulloh berpulang kerahmatulloh , kini kepemimpinan sapu jagat dilan jutkan oleh para putra nya . sejak sapu jagat berdiri , sampai sa'at ini terus berkembang, antara lain dengan banyaknya tingkat kepengurusan yang di bentuk di ber bagai daerah.kurrang lebih ada 700 cabang SAPUJAGAT&amp;nbsp; yang tersebar di seluruh Indonesia., beberapa cabang diantaranya adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cabang SAPUJAGAT Wanayasa ( Purwakarta ), Cabang SAPUJAGAT&amp;nbsp; Ciganea, Cabang SAPUJAGAT Wadas ( Karawang ), &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page.html" target="_blank"&gt;Cabang SAPUJAGAT&amp;nbsp; Tasikmalaya&lt;/a&gt;, Cabang SAPUJAGAT Banjar ( Ciamis ), Cabang SAPUJAGAT Jatiwangi, Cabang SAPUJAGAT Panongan, Cabang SAPUJAGAT Jatitujuh, Cabang SAPUJAGAT Pasar Rebo, Cabang SAPUJAGAT Soreang , Cabang SAPUJAGAT Tanjung Priok, Cabang SAPUJAGAT Bekasi dan masih banyak cabang - cabang lainnya yang bertebaran diseluruh nusantara.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk9f0uDBU974SCZo5MxxP68xycYJ2zO0ie1hGXyVHA6vgxFiMHaS9KLkn22JQRMwmFMWHetYKugMvFS0VVF3vAe5tu5WvWO_Hw1zcyY60FE74OPGHDC4gcyJ6-Ghb_LkYgMPyj5hRGJy4/s72-c/Graphic1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Uga Wangsit Siliwangi (Bahasa sunda)</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/uga-wangsit-siliwangi-bahasa-sunda.html</link><category>Sejarah</category><category>Siliwangi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 14 Apr 2014 05:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-1479109355135995922</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5E104o6rSCFyIplj-IWNJKISKB3WjltnFUufCa7_82Lm12u-JLUJP8jsIL1zVB39ZTujtyUoz2-Wgfo7WOEHB67fSClknN-zMByRb9fYeXtLoaPTrYNEPitX_hU0s3fT9QnvjfMB95DI/s1600/tn_stalking-tiger-mink-blanket1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5E104o6rSCFyIplj-IWNJKISKB3WjltnFUufCa7_82Lm12u-JLUJP8jsIL1zVB39ZTujtyUoz2-Wgfo7WOEHB67fSClknN-zMByRb9fYeXtLoaPTrYNEPitX_hU0s3fT9QnvjfMB95DI/s1600/tn_stalking-tiger-mink-blanket1.jpg" height="320" width="201" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Maung Siliwangi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Carita Pantun Ngahiangna Pajajaran&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pun, sapun kula jurungkeun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mukakeun turub mandepun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nyampeur nu dihandeuleumkeun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Teundeun poho nu baréto&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nu mangkuk di saung butut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ukireun dina lalangit&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tataheun di jero iga!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang : “Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.”&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya babalesna. Jig geura narindak!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia nu di beulah kulon! Papay ku dia lacak Ki Santang! Sabab engkéna, turunan dia jadi panggeuing ka dulur jeung ka batur. Ka batur urut salembur, ka dulur anu nyorang saayunan ka sakabéh nu rancagé di haténa. Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné. Ulah sina talangké, sabab talaga bakal bedah! Jig geura narindak! Tapi ulah ngalieuk ka tukang!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia nu marisah ka beulah kalér, daréngékeun! Dayeuh ku dia moal kasampak. Nu ka sampak ngan ukur tegal baladaheun. Turunan dia, lolobana bakal jadi somah. Mun aya nu jadi pangkat, tapi moal boga kakawasaan. Arinyana engké jaga, bakal ka seundeuhan batur. Loba batur ti nu anggang, tapi batur anu nyusahkeun. Sing waspada!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi. Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Engké bakal réa nu kapanggih, sabagian-sabagian. Sabab kaburu dilarang ku nu disebut Raja Panyelang! Aya nu wani ngoréhan terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngoréhan bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nyaéta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé, lain méong lain banténg, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laju hawar-hawar, ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur, galudra megarkeun endog. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Pangpring sabuluh-buluh gading. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Laju ngamuk turunan urang; ngamukna teu jeung aturan. loba nu paraéh teu boga dosa. Puguh musuh, dijieun batur; puguh batur disebut musuh. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan, nu bingung tambah baringung; barudak satepak jaradi bapa. nu ngaramuk tambah rosa; ngamukna teu ngilik bulu. Nu barodas dibuburak, nu harideung disieuh-sieuh. Mani sahéng buana urang, sabab nu ngaramuk, henteu beda tina tawon, dipaléngpéng keuna sayangna. Sanusa dijieun jagal. Tapi, kaburu aya nu nyapih; nu nyapihna urang sabrang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa. Tapi mémang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar hésé apes ku rogahala! Ti harita, ganti deui jaman. Ganti jaman ganti lakon! Iraha? Hanteu lila, anggeus témbong bulan ti beurang, disusul kaliwatan ku béntang caang ngagenclang. Di urut nagara urang, ngadeg deui karajaan. Karajaan di jeroeun karajaan jeung rajana lain teureuh Pajajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laju aya deui raja, tapi raja, raja buta nu ngadegkeun lawang teu beunang dibuka, nangtungkeun panto teu beunang ditutup; nyieun pancuran di tengah jalan, miara heulang dina caringin, da raja buta! Lain buta duruwiksa, tapi buta henteu neuleu, buaya eujeung ajag, ucing garong eujeung monyét ngarowotan somah nu susah. Sakalina aya nu wani ngageuing; nu diporog mah lain satona, tapi jelema anu ngélingan. Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan……………………….. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ti dinya datang budak janggotan. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut, ngageuingkeun nu keur sasar, ngélingan nu keur paroho. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger, hayang meunang sorangan. Arinyana teu areungeuh, langit anggeus semu beureum, haseup ngebul tina pirunan. Boro-boro dék ngawaro, malah budak nu janggotan, ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur, majarkeun néangan musuh; padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sing waspada! Sabab engké arinyana, bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. Sabab sarieuneun kanyahoan, saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. Buta-buta nu baruta; mingkin hareup mingkin bedegong, ngaleuwihan kebo bulé. Arinyana teu nyaraho, jaman manusa dikawasaan ku sato!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jayana buta-buta, hanteu pati lila; tapi, bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Buta bakal jaradi wadal, wadal pamolahna sorangan. Iraha mangsana? Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kabéh gé taya nu meunang bagian. Sabab warisan sakabéh béak, béakna ku nu nyarekel gadéan. Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju naréangan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nu kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia éta budak angon!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jig geura narindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;(Sources : nurahmad.wordpress.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5E104o6rSCFyIplj-IWNJKISKB3WjltnFUufCa7_82Lm12u-JLUJP8jsIL1zVB39ZTujtyUoz2-Wgfo7WOEHB67fSClknN-zMByRb9fYeXtLoaPTrYNEPitX_hU0s3fT9QnvjfMB95DI/s72-c/tn_stalking-tiger-mink-blanket1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kunci Ajaran</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/kunci-ajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Apr 2014 09:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-92560790234795287</guid><description>&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8xi8q0wKlmRReiqatrJ_ue4KMjAwaedzKbgsymoEIBZKxgB5bZAzpUlGwxBpyXH1ktrCEqZGbMokYoqGCnc_jBM3rvsTti0c4_7VFrS9lzKNEFPhhNH0lbYzPbIdRW_CcexSCrxVkuZI/s1600/doa_nabi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8xi8q0wKlmRReiqatrJ_ue4KMjAwaedzKbgsymoEIBZKxgB5bZAzpUlGwxBpyXH1ktrCEqZGbMokYoqGCnc_jBM3rvsTti0c4_7VFrS9lzKNEFPhhNH0lbYzPbIdRW_CcexSCrxVkuZI/s1600/doa_nabi.jpg" height="209" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai sebuah Perguruan yang berlandaskan kepada ajaran dan Aqidah Islam, Pedoman Ajaran Padepokan Poskab Sapujagat adalah :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Al -Qur'an&amp;nbsp; 2. Hadits Rosul&amp;nbsp; 3. Ijma Ulama&amp;nbsp; 4. Qiyas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dasar -dasar Ajaran Poskab Sapujagat :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Bismillahirrahmanirrahim&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Kalimat Taubat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Dua kalimah Shahadataen.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Kalimah&amp;nbsp; Tafwid.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Kalimah Tauhid.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Kalimah Takbir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pokok - pokok Ajaran &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page.html" target="_blank"&gt;Poskab Sapujagat.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melaksanakan
 ( mempraktekan ) sipat qudrat - iradat Allah, yang mumkinat dan 
mustahilat, melalui jalan silat kebatinan. Supaya lebih tebal keimanan 
dan mantap, menuju Allah dan melaksanakan ketentuan - ketentuan hukum 
sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan Ajaran Poskab Sapujagat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Membina
 manusia dalam upaya mempertebal keimanan kepada Allah, dan melaksanakan
 ajaran - ajaran Islam, baik budi pekertinya, Patriot dan tho'at serta 
melaksanakan kewajiban - kewajiban serta menjauhi perkara - perkara yang
 tidak sesuai dengan hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
kunci - kunci Ajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semuanya ada 41 kunci, dimana yang 41 
kunci itu cukup untuk semua manusia, yang mencakup semua kebutuhan 
manusia, khususnya dalam perkara - perkara yang ada kaitannya dengan 
&lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/sejarah-singkat-paguron-sapu-jagat.html" target="_blank"&gt;Ilmu kebatinan&lt;/a&gt; yang bersih, untuk menghasilkan atau mendapatkan&amp;nbsp; kunci 
ajaran ini dengan jalan dibai'at oleh guru baik guru pusat maupun oleh 
guru - guru cabang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Azas azas Pendidikan Poskab Sapujagat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Tauhid ( beresrah diri kepada Allah )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Ihwatul Islamiyah ( memperbanyak persaudaraan )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Tsabuh ( saling menghormati )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Tasamuh ( Saling Toleransi dalam kebenaran )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Musyawarah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Ta'awun ( tolong menolong dalam kebaikan )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Takapulul Ijtima&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
8. Jihad Fisabilillah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
9. Fastabiqul Khoerat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10. Lurus dan mantap dijalan yang benar, yang dibenarkan oleh hukum Allah dan Rosul-Nya, dan hukum negara.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8xi8q0wKlmRReiqatrJ_ue4KMjAwaedzKbgsymoEIBZKxgB5bZAzpUlGwxBpyXH1ktrCEqZGbMokYoqGCnc_jBM3rvsTti0c4_7VFrS9lzKNEFPhhNH0lbYzPbIdRW_CcexSCrxVkuZI/s72-c/doa_nabi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Elmu Luhung Sakti Diri Yakin Kersaning Allah</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/elmu-luhung-sakti-diri-yakin-kersaning.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 11 Apr 2014 02:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-5308011291713817870</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnwJ_MlWL47gUEiDsZ-VRyH0neSaEXeKVqWHKZlCaDtLTI7iJG6rXqBBHXK1cw-tFZKmBEnKfXMAGR5pFs7y564sU-KMb0LObgXwmMn-oQ3GFLcx7L2lTPrXSa4OSqB9lcGwBZpsIpaWk/s1600/ahli-hikmah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnwJ_MlWL47gUEiDsZ-VRyH0neSaEXeKVqWHKZlCaDtLTI7iJG6rXqBBHXK1cw-tFZKmBEnKfXMAGR5pFs7y564sU-KMb0LObgXwmMn-oQ3GFLcx7L2lTPrXSa4OSqB9lcGwBZpsIpaWk/s1600/ahli-hikmah.jpg" height="169" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page.html" target="_blank"&gt;Sapu jagat&lt;/a&gt; adalah sebuah perguruan Silat Kebathinan yang cukup di segani di Pulau Jawa, dari perguruan ini sudah banyak melahirkan jawara - jawara adi luhung yang memiliki ilmu kanuragan dan berbagai kesaktian lahir bathin yang mumpuni, hasil dari gemblengan sejumlah cabang perguruan dan pusat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
perguruan sapu jagat memiliki prinsip dasar &lt;i&gt;&lt;b&gt;" ELMU LUHUNG SAKTI DIRI YAKIN KERSANING ALLOH"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ini adalah gambaran keyakinan bagi setiap insan &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/p/blog-page.html" target="_blank"&gt;Sapu Jagat&lt;/a&gt;, bahwa pada dasarnya setiap manusia itu diciptakan sama, dari sumber yang sama, dengan proses yang sama, dan sama-sama dari keturunan bani Adam,as.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
maka pada dasarnya tidak ada satu pun manusia yang kuat dan tidak pula manusia itu lemah, karena prinsipnya yang membedakan adalah kemampuan yang telah di takdirkan terhadap manusia itu sendiri oleh yang maha kuasa yaitu Allah, SWT. manusia telah diperintahkan oleh Allah untuk berdoa dan berusaha dan Allah lah yang menentukan semuanya, baik buruk besar kecil berhasil dan tidaknya hanya lah Allah yang berhak, manusia hanya melaksanakan saja apa yang telah diperintahkan olehnya.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di perguruan&amp;nbsp; &lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/sejarah-singkat-paguron-sapu-jagat.html" target="_blank"&gt;Sapu Jagat&lt;/a&gt; semua ini wajib di pahami sebagai sebuah pedoman, karena melalui jalan ritual mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh ke imanan dan kepasrahan melalui ikhtiar dan do'a para guru kami lahirlah berbagai keahlian, kelinuwihan, kearifan dalam hal Ilmu kebatinan yang senantiasa tidak bisa lepas dari keyakinan kepada sang maha pencipta sebagai sumber dari segala sumber kekuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah telah menciptakan langit dan bumi serta isinya, Allah menciptakan jutaan jenis mahluk yang mendiami langit dan bumi, yang kasat mata maupun yang tak kasat mata, dan Allah memberikan berbagai macam Ilmu kepada mahluknya supaya menjadi jalan bagi keimananya dan sadar atas kekuasaanya sehingga mereka beriman. maka dari itu tidak ada satupun cara bagi kita untuk ingkar terhadap kekuasaanya, dengan apa yang telah kita lihat, dan dengan apa yang kita rasakan. melalui indra dhohir maupun bathin.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
inilah tujuan diajarkanya Ilmu Sapu Jagat, sebagai sebuah Ilmu dari keagungan sang maha pencipta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
dengan keyakinan, dengan kerja keras dan do'a, dengan penuh ketabahan dan keikhlasan !! melalui Thariqoh Anfasiyah yang menjadi jalan&lt;a href="http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/kunci-ajaran.html" target="_blank"&gt; keilmuan&lt;/a&gt;, guru besar KH. Muhamad Anwarulloh mewarisi Ilmu langsung dari seorang Mursyid yang bergelar Eyang Haji Sapu Jagat. dan inilah bukti salah satu khasanah kebesaran Ilmu Allah yang diturunkan atas dasar sifat Rahman dan Rahimnya Allah kepada mahluknya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnwJ_MlWL47gUEiDsZ-VRyH0neSaEXeKVqWHKZlCaDtLTI7iJG6rXqBBHXK1cw-tFZKmBEnKfXMAGR5pFs7y564sU-KMb0LObgXwmMn-oQ3GFLcx7L2lTPrXSa4OSqB9lcGwBZpsIpaWk/s72-c/ahli-hikmah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Far East</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-7.01366792756663 108.28125</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-61.380915927566626 25.6640625 47.353580072433367 -169.1015625</georss:box></item><item><title>Kabuyutan Galunggung</title><link>http://sapujagat-tasik.blogspot.com/2014/04/kabuyutan-galunggung.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 18 Apr 2014 01:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3016678515166317851.post-2057487394408989991</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyTgIIyDsJ1lmsdFLvy78eQNljcISoqYU9XG9cPfi6wIIba6-75CcmxGPfC9wtG77BBmkSa8rH6smf79If7lBfXwAWqNGlGpA_b3CGBcvCK_GuvQGz10toEB3cWxHv9BUaWBjukankHko/s1600/gunung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyTgIIyDsJ1lmsdFLvy78eQNljcISoqYU9XG9cPfi6wIIba6-75CcmxGPfC9wtG77BBmkSa8rH6smf79If7lBfXwAWqNGlGpA_b3CGBcvCK_GuvQGz10toEB3cWxHv9BUaWBjukankHko/s1600/gunung.jpg" height="230" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Galunggung pada sa'at meletus (bitu)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika masyarakat Arabia mengenal Mekkah dan Yerusalem sebagai wilayah keramat, maka di tatar Sunda orang mengenal Galunggung sebagai sebuah kabuyutan. Di Mekkah terdapat 'maqom' (bekas petilasan) Ibrahim, maka di Galunggung terdapat 'sanghyang tapak Parahyangan' (bekas petilasan para leluhur awal). Seorang sesepuh bernama Aki Anang alias Raden Anang Daryan Jayadikusumah (1926 -- 2000), pemimpin kelompok kebatinan 'jati Sunda' yang juga keturunan Batara di Galunggung, pernah menuturkan berita turun-temurun kurang lebih sebagai berikut : Bahwasanya pada jaman yang telah lampau sekali, tatar Sunda adalah daerah perairan yang hanya terdapat satu daratan yang tidak terlalu luas (jaman air). Daerah tertinggi dari daratan itu adalah puncak dari sebuah gunung yang kini disebut Galunggung. Pada jaman itu puncak Galunggung adalah daratan tertinggi di tatar Sunda. Pada hari yang diberkahi, tibalah sebuah perahu besar yang memuat banyak sekali manusia dan hewan peliharaan. Sebagian orang-orang perahu itu turun dan tinggal menetap membangun komunitas manusia yang baru. Itulah nenek moyang manusia Sunda sekarang, dan menjadikan Galunggung sebagai sebuah kabuyutan atau 'sanghyang tapak Parahyangan'.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Galunggung sebagai sebuah kabuyutan nyata disebut dalam guratan naskah lontar yang temukan di Ciburuy, Garut, yakni sebuah naskah yang setelah diteliti merupakan naskah lontar tertua di Indonesia dengan kode Kropak 632. Kropak 632 ini diperkirakan dibuat pada tahun 1030-an masehi. Dalam naskah itu diberitakan bahwa Rakeyan Darmasiksa memberikan petuah kepada anak cucunya tentang pegangan hidup, dan bahwa kabuyutan di Galunggung harus dijaga dan dipertahankan agar tidak dikuasai oleh orang asing (Danasasmita, 2006). Pesan Sang Darmasiksa bahwa Galunggung jangan sampai dikuasai orang asing nampaknya mirip dengan larangan bagi kaum non muslim memasuki tanah al Haram di Makkah (tanah larangan di Mekkah, Arab Saudi). Mengapa kabuyutan perlu dijaga, tentulah karena kabuyutan adalah cikal dan simbol jatidiri. Rusaknya kabuyutan Galunggung berarti pudarnya jatidiri dan nilai-nilai asli yang khas dari masyarakat Sunda! Pesan Rakeyan Darmasiksa yang termuat dalam Kropak 632 dibukukan oleh Atja (1929--1991) dan Saleh Danasasmita (1933--1986) dengan judul 'Amanat Galunggung' (diterbitkan oleh Proyek Pengembangan Musium Jawa Barat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wibawa Galunggung sebagai sebuah kabuyutan, nampak pula dari petikan 'Babad Tanah Jawi ' dan 'Carita Parahyangan', bahwasanya putra sulung Raja Galuh yang bernama Semplak Waja menjadi Batara (raja pandita) di Galunggung dengan gelar Batara Dangiang Guru, yang melantik raja-raja yang akan berkuasa. Kedudukan Batara di Galunggung yang amat tinggi didukung pula oleh penemuan naskah kuno lain dengan kode Kropak 406, yang isinya menerangkan kurang lebih sekitar tahun 1030-an, datanglah Darmasiksa (Sri Jayabupati) menghadap Batara keturunan Batara Dangiang Guru Semlpak Waja, meminta wilayah yang kemudian diberi nama oleh Batara yang berkuasa itu sebagai 'tempat tinggal Sang Karma' (Saunggalah). Darmasiksa atau Sri Jayabupati menurut Carita Parahyangan adalah anak dari Sang Lumahing Winduraja. Sedangkan menurut naskah Pangeran Wangsakerta, Jayabupati adalah Raja Sunda ke-20 yang memerintah tahun 1030--1042 (Ekadjati, 2005).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah Galunggung disebut sebagai kabuyutan, sebagai 'sanghyang tapak Parahyangan' yang sangat dikeramatkan dan dijaga oleh para 'raja pandita' (Batara) yang memiliki kekuasaan yang sangat tinggi di atas raja-raja biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabuyutan-kabuyutan lain yang muncul terkemudian, yang merupakan 'turunan' dari kabuyutan Galunggung banyak tersebar di wilayah Jawa Barat, diantaranya Denuh, Ciburuy, Sumedang, Linggawangi, dan Panjalu. Seperti halnya di Galunggung, kabuyutan-kabuyutan ini pun dipimpin oleh raja pandita bergelar Batara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PARA BATARA DI GALUNGGUNG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membahas kabuyutan Galunggung tidak bisa lepas dari topik para Batara yang mendudukinya. Sejauh ini naskah-naskah kuno paling banyak menyebutkan nama 'Batara Dangiang Guru Semplak Waja' yang menjadi Batara di Galunggung. Batara-batara lain sesudahnya pun kadang disebut dengan menyertakan nama besar Dangiang Guru Semplak Waja, seperti halnya yang tertulis pada Kropak 406 di atas. Dari Prasasti yang ditemukan di Gegerhanjuang, Tasikmalaya, diketahui nama seorang Batara wanita. Mungkin Batara wanita satu-satunya, bernama Batari Hyang, yang pada tahun 1111 mengubah bentuk kebataraan menjadi kerajaan, yaitu Kerajaan Galunggung. Menurut versi lokal, diketahui setidaknya enam orang Batara yang memerintah setelah Batari Hyang tahun 1111, dan tidak diketahui jumlah Batara sebelum masanya. Versi keluarga Anang Daryan menyebutkan sebuah nama Sanghyang Puhun sebagai Raja Pandita Galunggung yang pertama, namun belum disebut Batara. Para Batara penguasa Galunggung yang dikenal masyarakat lokal diantaranya Sanghyang Puhun, Sanghyang Tunggal, Sanghyang Wiroga, Batara Tunggal, Ratu Demung Kamulan, Batara Sakti, Batara Siluman, Batara Sombeng, Batara Sempakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu dan Batari Hyang. Versi keluarga R. Anang Daryan Jayadikusumah menambahkan nama Batara Gunawisesa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batara Gunawisesa adalah kakak sulung Batara Kuncung Putih. Adik-adik Batara Gunawisesa dari yang tertua hingga yang termuda adalah Wahyu Cakraningrat (makam di Curug Tujuh Galunggung), Ambu Sarigan (makam di Dinding Ari Galunggung), Ambu Hawuk alias Nyi Mas Garsih (makam di Dinding Ari Galunggung), dan Batara Kuncung Putih (makam di Kawah Galunggung).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menindaklanjuti informasi dari prasasti Gegerhanjuang bahwasanya pada tahun 1111 masehi terjadi perubahan bentuk pemerintahan dari bentuk kebataraan menjadi kerajaan, tentulah menimbulkan pertanyaan mengenai perbedaan kedua bentuk pemerintahan tersebut. Sejauh ini belum ada rujukan pustaka yang menerangkan hal itu.. Namun menurut hemat Penulis, barangkali bentuk kebataraan dapat dimisalkan dengan bentuk kepausan katolik sekarang ini yang berkedudukan di Roma. Italia, yakni pemerintahan setingkat negara (bahkan lebih dari itu) yang hanya mengurusi keruhanian masyarakat. Kemudian barulah pada tahun 1111 masehi, yakni pada jaman Batari Hyang, Batara tidak hanya mengurusi masalah ruhani masyarakat, namun juga masalah kompleks sehari-hari seperti kesejahteraan rakyat, politik, budaya, dan lain-lain. Dengan demikian, bertambahlah fungsi Batara sejak saat itu, meminjam istilah Islam, yakni sebagai 'ulama' (tokoh ruhani) sekaligus 'umaro' (tokoh birokrat pemerintahan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JATI SUNDA SEBAGAI ‘AGAMA’ PARA BATARA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini muncul sebuah pertanyaan baru. Sebagai tokoh ruhani, apakah 'agama' para Batara ? Menilik berdasar istilah, 'batara' tentulah kental dengan ke-Hinduan yang dibawa dari India. Bisa jadi para Batara di Galunggung beragama Hindu adanya. Tapi bisa jadi pula tidak, meski segala istilah meminjam unsur ke-Hinduan. Danasasmita (2006) dalam tulisannya berjudul 'Batu Nyantra dari Tapos' memberikan informasi yang disepakati oleh Penulis, bahwa agama orang Pajajaran (Sunda, Parahyangan) mengandung tiga unsur utama, yakni 'Hinduisme', 'Budhisme', dan 'Jati Sunda' dengan pemuliaan para leluhur. Dari ketiga unsur tersebut, ternyata 'Jati Sunda' yang paling mendominasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merujuk pada pendapat Saleh Danasasmita (2006) pada tulisan berjudul 'Batu Nyantra dari Tapos' dan 'Hubungan Sri Jayabupati dengan Prasasti Geger Hanjuang, Penulis akan mengulas tentang alam spiritual masyarakat Sunda kuno, terutama para Batara di Galunggung :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar istilah-istilah dan nama-nama yang terdapat pada prasasti dan naskah kuno lainnya, para ahli berpendapat bahwa agama yang berkembang di tatar Sunda adalah Hindu. Namun setelah diteliti, apabila Hindu yang dianut, maka Hindu orang Sunda berbeda dengan Hindu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hindu di tatar Sunda tidak mengenal kasta, yang ada hanyalah feodalisme biasa. Agama Hindu yang agak cocok dengan profil spiritual di tatar Sunda adalah Hindu Tantrayana, yakni perpaduan Hindu dan Budha, namun lebih mengarah ke Budha. Hal ini didukung oleh penemuan "Batu Nyantra" di Tapos, Bogor, pada tahun 1979, yang pada bagian atasnya terdapat goresan serupa gajah, dimana gajah adalah simbol aliran Tantrayana yang lebih mengarah ke Budhiisme. Gambar gajah terdapat pula pada prasasti Kebon Kopi yang ditemukan di Kampung Muara, Cibungbulang, Bogor. Dengan demikian, Budhisme lebih dominan daripada Hinduisme dalam pengertian 'Siwaisme' pada masyarakat tatar Sunda kala itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminjam ungkapan Danasasmita, meninjau sejarah keagamaan di India, sebenarnya Budhisme dapat disebut sebagai salah satu aliran dalam agama Hindu. Sedangkan, agama Budha sendiri pada dasarnya lebih cenderung merupakan filsafat daripada agama. Ajaran agama Budha pada asal muasalnya tidak mengenal ritual ibadat karena menurut pahamnya keberhasilan mencapai nirwana semata-mata bergantung pada kebenaran karma (perbuatan) belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membedakan Budhisme dengan Hinduisme ialah watak Budhisme yang kosmopolit, dapat dianut oleh mereka yang bukan Hindu. Hinduisme pada dasarnya bercorak Aryan, bercorak khas Hindu, kerena menurut doktrin yang mendasarinya, seorang Hindu dilahirkan dalam kasta. Agama Budha tidak mengenal sistem kasta. Agaknya nilai-nilai Budhisme inilah yang menjadi bagian 'irisan' dengan falsafah asli Sunda, yaitu 'Jati Sunda'. Menurut hemat Penulis, bukan Hinduisme atau Budhisme yang mendominasi alam spiritual orang Sunda, terutama para Batara di Galunggung. Hinduisme dan Budhisme hanya memperkaya khasanah spiritual dan bahasa. Logika sejarah mendukung pendapat Penulis, bahwa semenjak filtrasi besar-besaran ajaran Islam dari Cirebon dan Banten abad ke-16 di tatar Sunda, Hinduisme dan Budhisme begitu mudah sirna, sementara 'Jati Sunda' masih tetap ada dan hidup di hati masyarakat Sunda hingga detik ini. Jadi mana yang lebih berurat-berakar : Hinduisme - Budhisme atau 'Jati Sunda' ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajaran 'Jati Sunda' mengajarkan keimanan kepada Tuhan Yang Satu, hidup sederhana (meurih), saling tolong menolong, bersahaja, dan 'kembali ke alam' atau 'back to nature', yakni bahwa alam dan manusia saling memberi sebab - akibat (Suganda, 2006). Ajaran 'Jati Sunda' ini masih nampak kental pada beberapa komunitas masyarakat di wilayah tatar Sunda, diantaranya masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya, Kampung Kuta di Ciamis, Kampung Dukuh dan Kampung Pulo di Garut, Kampung Urug di Bogor, Kampung Ciptarasa - Sirnarasa di Sukabumi, dan Kanekes di Banten. ‘Jati Sunda’, jika dianggap agama, maka agama ini mirip dengan agama Nabi Ibrahim as. Agama Ibrahim belum bernama Islam. Para ulama menyebut agama Ibrahim adalah agama Hanif, yakni agama ‘Jalan Lurus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, bahwa banyak istilah Kehinduan yang memperkaya khasanah bahasa di tatar Sunda, khususnya di kabuyutan Galunggung, yang faktanya tak terbantahkan. Begitu pula sumbangan ajaran Hinduisme dan Budhaisme yang memperkaya falsafah asli 'Jati Sunda'. 'Jati Sunda' agaknya sudah ada jauh sebelum Hinduisme - Budhisme dikenal di Galunggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'Jati Sunda' mungkinkah 'agama' yang dibawa para Parahyangan (leluhur awal) yang merapat di Galunggung pada jaman air seperti cerita yang ditutur oleh mendiang Aki Anang ? Benarkah cerita Aki Anang tentang hal ikhwal karuhun Sunda di Galunggung ? Kita semua masih menunggu jawaban ilmiah dari para ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabuyutan Galunggung : masih misteri yang belum terpecahkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suganda, Her. 2006. 'Kampung Naga Mempertahankan Tradisi'. Penerbit PT Kiblat Buku Utama. Bandung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danasasmita, Saleh. 2006. 'Hubungan antara Sri Jayabupati dan Prasasti Gegerhanjuang' dalam 'Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya Mengenai Budaya Sunda' - Kumpulan makalah. Pusat Studi Sunda. Bandung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danasismita, Saleh. 2006. Batu Nyantra dari Tapos' dalam 'Mencari Gerbang Pakuan dan Kajian Lainnya Mengenai Budaya Sunda' - Kumpulan makalah. Pusat Studi Sunda. Bandung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekadjati, Edi. 2005. 'Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta'. Pustaka Jaya. Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sources : hamdanarfani.blogspot.com &lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyTgIIyDsJ1lmsdFLvy78eQNljcISoqYU9XG9cPfi6wIIba6-75CcmxGPfC9wtG77BBmkSa8rH6smf79If7lBfXwAWqNGlGpA_b3CGBcvCK_GuvQGz10toEB3cWxHv9BUaWBjukankHko/s72-c/gunung.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item></channel></rss>