<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Satoe DKI</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:29:49 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://satoe-dki.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Gadgets"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Aktivis, Organisatoris, Fungsionaris </title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2013/03/aktivis-organisatoris-fungsionaris.html</link><category>Aktivis</category><category>Fungsionaris</category><category>Organisatoris</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Sat, 2 Mar 2013 04:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-3658452974175199291</guid><description>&lt;span class="userContent"&gt; &lt;br /&gt;
 Dalam organisasi ada manajemen yang harus dijalankan oleh pengurus atau
 pengelola organisasi. Orang yang mengurus dan mengelola organisasi 
menjalankan fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, 
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Setiap orang yang ada di 
dalam organisasi mempunyai jabatan, tugas, fungsi, tanggung jawab, dan 
kewenangan yang ber&lt;span class="text_exposed_show"&gt;beda sesuai dengan 
struktur organisasi. Masing-masing juga menjalankan fungsi manajemen 
sesuai kapasitas dan dalam ruang lingkup kerjanya. Oleh karena itu 
mereka disebut sebagai fungsionaris organisasi, yakni orang yang 
menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Orang yang berfungsi atau berguna 
bagi kelangsungan aktivitas organisasi. Dalam skala ruang lingkupnya, 
aspek kepemimpinan juga tidak bisa dilapaskan. Pengelolaan waktu 
aktivitas, pengaturan orang-orang, pendayagunaan sumber daya, serta 
penyelenggaraan administrasi menjadi pekerjaan rutin keseharian sebagai 
insan fungsionaris. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pengelolaan organisasi tidak hanya 
bertumpu pada sistem manajemen yang diterapkan, juga dipengaruhi oleh 
sifat pemimpin tertinggi organisasi itu sendiri.  Organisasi yang 
dipimpin oleh pemimpin yang pemikir, visioner, berkarakter, jujur, 
cerdas, berani, dan bertanggung jawab akan menjadi idaman dan dambaan 
semua pengikut (anggota) organisasi. Namun, sebuah organisasi belum 
cukup memiliki pemimpin yang baik dan sistem manajemen yang canggih, 
jika tidak memiliki budaya (kultur organisasi) yang kuat dan maju. 
Budaya organisasi dan atmosfer organisasi harus berorientasi pada 
kemajuan dan masa depan organisasi. Semua anggota harus memahami budaya 
tersebut dan menikmati atmosfernya, sehingga hidup dan beraktivitas di 
organisasi dalam suasana aman, mapan, dan nyaman. Hanya orang-orang 
tertentu yang benar-benar memiliki kepemimpinan yang selaras dengan 
sistem manajemen serta mampu mengkondisikan organisasi dalam budaya yang
 baik dengan suasana atmosfer yang sehat. Orang-orang seperti ini pantas
 menyandang sebagai sang organisatoris.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam perkembangannya, 
sebuah organisasi harus menyeimbangkan antara karya dan aktivitas. Karya
 dalam arti produk intelektual dan pemikiran, sedangkan aktivitas lebih 
pada pergerakan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi apapun 
selayaknya bisa menjadi ladang penyemaian bibit kualitas SDM, sehingga 
’sekolahan’ tidak hanya ada di institusi pendidikan formal saja yang 
memang menjadi ”core business”nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beberapa tempo lalu, dalam 
akun Komunitas ini penulis pernah memaparkan 7 manfaat menjadi aktivis 
sekolah atau aktivis universitas. Sekedar mengingat kembali, ketujuh 
manfaat itu adalah:&lt;br /&gt; 1. Kepemimpinan. &lt;br /&gt; 2. Manajemen waktu. &lt;br /&gt; 3. Softskill. &lt;br /&gt; 4. Networking. &lt;br /&gt; 5. Kecerdasan sosial. &lt;br /&gt; 6. Manajemen mutu. &lt;br /&gt; 7. Manajemen konflik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Aktivis lekat dengan organisasi. Sukar dijumpai orang yang bergerak 
sebagai aktivis tidak berada dalam organisasi yang menyertainya. Suatu 
hil yang mustahal, kali ya? (sengaja dibalik!).&lt;br /&gt; Aktivis dengan 
organisasi laksana ikan dengan air. Terlepas dia berada di dalam suatu 
organisasi atau berada di atas banyak organisasi, tetap saja si aktivis 
dengan organisasi memiliki hubungan mutualisma. Seandainya tidak 
berorganisasi formal, sang aktivis akan mengorganisasi dalam kelompok 
atau grup informal atau nonformal, minimal kelompok diskusi. Bisa saja 
pengaruh seorang aktivis dapat melampaui bargaining position sebuah 
organisasi dengan kompetitor atau rivalnya pada suatu ketika.&lt;br /&gt; Kamus 
Besar Bahasa Indonesia membuat pengertian,  aktivis adalah orang 
(terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, 
mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau
 berbagai kegiatan dalam organisasinya. Dalam bidang politik, aktivis 
ialah seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya).&lt;br /&gt; Namun,
 aktivis bisa saja setiap orang yang aktif bergerak membuat perubahan di
 lingkungan terkecilnya. Bisa dalam organisasi, sekolah, kantor, pabrik,
 masyarakat, atau komunitas. Seorang aktivis juga memiliki spektrum yang
 lebar. Artinya tidak bisa digeneralisir perbuatan seorang aktivis 
merupakan perbuatan setiap dan semua yang menyandang status aktivis. 
Seorang aktivis dapat bersikap idealis atau realistis pragmatis, dan 
bahkan bisa saja oportunis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beberapa catatan sejarah yang 
dikutip dari Wikipedia dan beberapa sumber, tentang organisasi dan 
gerakan aktivisnya berdasarkan urutan berdirinya. Secara kronologis, 
adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.Jamiatul Khair&lt;br /&gt;                Organisasi sosial 
yang berperan dalam melakukan perubahan sistem atau lembaga pendidikan 
Islam terutama di Jakarta. Lengkapnya Al-Jamiatul Khairiyah. Merupakan 
organisasi pendidikan Islam tertua di Jakarta, didirikan tahun 1901 
dengan peran besar para ulama asal Arab Hadramaut dan juga pemuda 
Alawiyyin, seperti Habib Abubakar bin Ali bin Abubakar bin Umar Shahab, 
Sayid Muhammad Al-Fakir Ibn. Abn. Al Rahman Al Mansyur, Idrus bin Ahmad 
Shahab, Ali bin Ahmad Shahab, Abubakar bin Abdullah Alatas, Muhammad bin
 Abdurrahman Shahab, Abubakar bin Muhammad Alhabsyi dan Syechan bin 
Ahmad Shahab.&lt;br /&gt; Organisasi Pembaharuan Islam ini berkantor di daerah 
Pekojan di Tanjung Priok (Jakarta). Oleh karena perkembangannya dari 
waktu ke waktu semakin pesat, maka pusat organisasi ini dipindahkan dari
 Pekojan ke Jl. Karet, Tanah Abang. Organisasi ini dikenal banyak 
melahirkan tokoh-tokoh Islam, terdiri dari tokoh-tokoh gerakan 
pembaharuan agama Islam antara lain, Kyai Haji Ahmad Dahlan (pendiri 
Muhammadiyah), HOS Tjokroaminoto (pendiri Syarikat Islam), H. Samanhudi 
(tokoh Sarekat Dagang Islam), dan H. Agus Salim. Bahkan beberapa tokoh 
perintis kemerdekaan juga merupakan anggota atau setidaknya mempunyai 
hubungan dekat dengan Jamiatul Khair.&lt;br /&gt; 2.Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) &lt;br /&gt;
    Pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam. 
Organisasi ini dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 
1905, dengan tujuan awal untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim 
(khususnya pedagang batik) agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang 
besar Tionghoa. R.M. Tirtoadisurjo pada tahun 1909 mendirikan Sarekat 
Dagang Islamiyah di Batavia. Pada tahun 1910, Tirtoadisuryo mendirikan 
lagi organisasi semacam itu di Buitenzorg. Demikian pula, di Surabaya 
H.O.S. Tjokroaminoto mendirikan organisasi serupa tahun 1912. Pada tahun
 1912, oleh pimpinannya yang baru Haji Oemar Said Tjokroaminoto, nama 
SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3.Boedi Oetomo&lt;br /&gt;    
Wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian 
modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa 
dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap 
kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang 
ditampilkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4. Muhammadiyah &lt;br /&gt; Muhammadiyah didirikan di 
Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 
1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan 
KHA Dahlan&lt;br /&gt; Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, 
sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang 
menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. &lt;br /&gt; Tujuan utama Muhammadiyah 
adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses 
dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur 
dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5.Perhimpunan Al-IrsyadAl-Islamiyyah(Jam'iya&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;t al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) &lt;br /&gt;
 Berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu 
pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di 
Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial
 Belanda pada 11 Agustus 1915.&lt;br /&gt; Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad 
adalah Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary, 
seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Pada mulanya Syekh 
Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami'at Khair 
-yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia 
keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. Mathlaúl Anwar&lt;br /&gt;
 Awalnya para kyai di Menes, Banten mengadakan musyawarah di bawah 
pimpinan KH. Entol Mohamad Yasin dan KH. Tb. Mohamad Sholeh memanggil 
pulang seorang pemuda (KH. Mas Abdurrahman bin Mas Jamal) yang sedang 
belajar di Makkah al Mukarramah pada seorang guru besar yang juga 
berasal dari Banten, yaitu Syekh Mohammad Nawawi al Bantani.&lt;br /&gt; Pada 
tanggal 10 bulan ramadhan 1334 H, bersamaan dengan tanggal 10 Juli 1916 
M, diadakan suatu musyawarah untuk membuka sebuah perguruan Islam dalam 
bentuk madrasah yang akan dimulai kegiatan belajar mengajarnya pada 
tanggal 10 Syawwal 1334 H/9 Agustus 1916 M. Sebagai Mudir atau direktur 
adalah KH. Mas Abdurrahman bin KH. Mas Jamal dan Presiden Bistirnya 
KH.E. Moh Yasin dari kampung Kaduhawuk, Menes, serta dibantu oleh 
sejumlah kyai dan tokoh masyarakat di sekitar Menes. Mathla’ul Anwar 
(bahasa Arab, yang artinya tempat lahirnya cahaya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7. Persatuan Islam (disingkat Persis) &lt;br /&gt;
 Didirikan pada 12 September 1923 (1 Shafar 1342 H) diawali dengan 
terbentuknya suatu kelompok tadarusan (penalaahan agama Islam) di 
Bandung yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.&lt;br /&gt; 
Persis lahir sebagai jawaban atas tantangan dari kondisi umat Islam yang
 tenggelam dalam kejumudan (kemandegan berfikir), terperosok ke dalam 
kehidupan mistisisme yang berlebihan, tumbuh suburnya khurafat, bid’ah, 
takhayul, syirik, musyrik, rusaknya moral, dan lebih dari itu, umat 
Islam terbelenggu oleh penjajahan kolonial Belanda yang berusaha 
memadamkan cahaya Islam.&lt;br /&gt;    Persis bertujuan untuk memberikan 
pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah 
Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional 
yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal,
 sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam 
lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih. Oleh karena 
itu, lewat para ulamanya seperti Ahmad Hassan yang juga dikenal dengan 
Hassan Bandung atau Hassan Bangil, Persis mengenalkan Islam yang hanya 
bersumber dari Al-Quran dan Hadits (sabda Nabi).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8.Pada 
pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam 
Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan 
Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan 
kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik 
yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat 
berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. 
Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang
 dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, 
Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para 
nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori 
oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925.&lt;br /&gt;    Diinspirasi oleh 
pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian 
Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang 
menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan 
tahun 1926, Kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa 
Katolik, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen,
 dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 
1930-an.&lt;br /&gt;    Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, 
intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda 
Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. 
Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di 
Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 9.Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) &lt;br /&gt; Didirikan pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.&lt;br /&gt;
 Ada tiga orang tokoh ulama yang memainkan peran sangat penting dalam 
proses pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Kiai Wahab 
Chasbullah (Surabaya asal Jombang), Kiai Hasyim Asy’ari (Jombang) dan 
Kiai Cholil (Bangkalan)&lt;br /&gt; 10..Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi
 Partai Bangsa Indonesia (PBI), sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi 
Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).&lt;br /&gt; 11. Perhimpunan Pelajar 
Pelajar Indonesia adalah suatu wadah organisasi pemuda yang didirikan 
pada tahun 1926 oleh Raden Tumenggung Djaksodipoera bersama 5 kawannya 
(Soegondo, Soewirjo, Goelarso, Darwis, dan Abdoellah Sigit), dengan 
alamat Jl. Kramat No. 106 Weltevreden Batavia. Organisasi ini menirukan 
Indonesisch Vereniging (Perhimoenan Indonesia) yang didirikan oleh 
Mohammad Hatta di Negeri Belanda tahun 1908. &lt;br /&gt; 12. Nahdlatul Wathan &lt;br /&gt;
       Organisasi massa Islam terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara 
Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh 
TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Tuan Guru Pancor) pada tanggal 25 
Agustus 1935. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 13. Majelis Islam A'la Indonesia atau MIAI&lt;br /&gt;  
      Badan federasi bagi ormas Islam yang dibentuk dari hasil pertemuan
 18-21 September 1937. KH Hasyim Asy'ari merupakan pencetus badan kerja 
sama ini, sehingga menarik hati kalangan modernis seperti KH Mas Mansur 
dari Muhammadiyah dan Wondoamiseno dari Syarekat Islam.&lt;br /&gt;       MIAI 
mengoordinasikan berbagai kegiatan dan menyatukan umat Islam menghadapi 
politik Belanda seperti menolak undang-undang perkawinan dan wajib 
militer bagi umat Islam. KH Hasyim Asy'ari menjadi ketua badan 
legislatif dengan 13 organisasi tergabung dalam MIAI.&lt;br /&gt;       Setelah Jepang datang, MIAI dibubarkan dan digantikan dengan Masyumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 14. Masyumi&lt;br /&gt;
       Bulan Desember 1942, 32 orang Kiai diundang ke Istana Gambir yang
 megah dan asri di Jakarta untuk beraudiensi dengan Gunseikan, Gubernur 
Militer Jepang yang merupakan pimpinan tertinggi pemerintahan pendudukan
 saat itu.&lt;br /&gt;       Pengelolaan Masyumi era Jepang ini banyak diserahkan kepada tokoh-tokoh pesantren.&lt;br /&gt;
       Sebenarnya Masyumi didirikan pada 24 Oktober 1943 karena Jepang 
memerlukan suatu badan untuk menggalang dukungan masyarakat Indonesia 
melalui lembaga agama Islam. Pada masa pendudukan Jepang, Masyumi belum 
menjadi partai, tapi federasi dari empat organisasi Islam diizinkan pada
 masa itu, yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Umat 
Islam, dan Persatuan Umat Islam Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 15.Tiga asrama yang 
terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, 
adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan Asrama Kebon Sirih. 
Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang
 menentukan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;       Salah satu peran angkatan muda 
1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang 
antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang 
terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya 
memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan 
peristiwa Rengasdengklok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 16. Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi &lt;br /&gt;
 Sebuah partai politik yang berdiri pada tanggal 7 November 1945 di 
Yogyakarta. Partai ini didirikan melalui sebuah Kongres Umat Islam pada 
7-8 November 1945, dengan tujuan sebagai partai politik yang dimiliki 
oleh umat Islam dan sebagai partai penyatu umat Islam dalam bidang 
politik.&lt;br /&gt; Masyumi pada akhirnya dibubarkan oleh Presiden Soekarno 
pada tahun 1960 dikarenakan tokoh-tokohnya dicurigai terlibat dalam 
gerakan pemberontakan dari dalam Pemerintahan Revolusioner Republik 
Indonesia (PRRI). Pada masa pemerintahan Soeharto, terjadi rehabilitasi 
sebagian dari tokoh-tokoh Masyumi, di mana beberapa tokoh-tokoh Masyumi 
diperbolehkan aktif kembali dalam politik dengan meleburkan diri ke 
dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 17. Himpunan Mahasiswa Islam (disingkat HMI)&lt;br /&gt;
       Sebuah organisasi yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 
Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa 
Sekolah Tinggi Islam Yogyakarta. (sekarang Universitas Islam Indonesia 
(UII).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 18.Pelajar Islam Indonesia disingkat PII&lt;br /&gt;       
Sebuah organisasi Pelajar Islam yang pertama setelah kemerdekaan 
Republik Indonesia. Didirikan di Kota Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 
1947. Para pendirinya adalah Joesdi Ghazali, Anton Timur Djaelani, Amien
 Syahri, dan Ibrahim Zarkasji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 19. Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI)&lt;br /&gt;       Dibentuk melalui    Kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947.&lt;br /&gt;
    Organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakan organisasi 
dibawah partai-partai politik. Misalnya, GMKI Gerakan Mahasiswa kristen 
Indonesia, PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia 
dengan Partai Katholik,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat
 dengan PNI, Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dekat dengan
 PKI, Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI, 
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berafiliasi dengan Partai 
NU, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Menurut  Nugroho Notosusanto, organisasi mahasiswa extra yang pernah ada di Indonesia dapat dibagi atas 3 jenis, yakni:&lt;br /&gt; a. yang berdasarkan agama&lt;br /&gt; b. yang berdasarkan politik partai/golongan&lt;br /&gt; c. yang berdasarkan lokalitas.&lt;br /&gt;
                Contoh daripada jenis pertama adalah Himpunan Mahasiswa 
Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), 
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan lain-lain. Contoh 
daripada jenis kedua adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),
 Gerakan Mahasiswa Sosialis (GM Sos), Consentrasi Gerakan Mahasiswa 
Indonesia (CGMI), dan lain-lain. Contoh daripada jenis ketiga adalah  
Gerakan Mahasiswa Djakarta (GMD),  Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada), 
Persatuan Mahasiswa Bandung (PMB), Masyarakat Mahasiswa Bogor (MMB) dan 
sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 20. Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa 
Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil 
kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri 
Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, 
yakni PMKRI, HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), 
Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa 
Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Tujuan 
pendiriannya, terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan 
perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki 
kepemimpinan.&lt;br /&gt;       Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya, 
seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda 
Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan 
lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 21. Dewan Da`wah Islamiyah Indonesia&lt;br /&gt;       Dewan
 Da`wah Islamiyah Indonesia atau disingkat “Dewan Da`wah”, didirikan 
oleh para ulama, pejuang dan tokoh Masyumi atas  inisiatif Alm. Dr. 
Mohammad Natsir, mantan Ketua Umum Partai Masyumi (Majelis Syura 
Muslimin Indonesia) dan Mantan Perdana Menteri pertama RI, melalui 
musyawarah alim ulama se-Jakarta yang difasilitasi oleh Pengurus Masjid 
Al-Munawarah, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 26 Februari
 1967, bertepatan tanggal 17 Dzulqa’dah 1386 H, satu tahun setelah 
jatuhnya rezim Orde Lama setelah pemberontakan G 30 S PKI.&lt;br /&gt;       
Para pemimpin nasional Mochtar Lubus, K.H. Isa Anshari, Mr. Assaat, Mr. 
Sjafruddin Prawiranegara, Boerhanoeddin Harahap, S.H., M. Yunan 
nasution, Buya Hamka, Mr, Kasman Singodimedjo dan K.H E.Z. Muttaqin yang
 bersikap kritis terhadap politik Demokrasi terpimpin, ditangkap dan 
dipenjarakan tanpa proses pengadilan. &lt;br /&gt;       Dalam kata-kata Pak Natsir, dulu berdakwah lewat jalur politik, sekarang berpolitik melalui jalur dakwah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 22. Mahasiswa  melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru, seperti:&lt;br /&gt; • Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama pada masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang.&lt;br /&gt;
 • Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 
yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut.&lt;br /&gt; 
Lahirlah,  apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori 
Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap 
kenaikan BBM, dan korupsi.&lt;br /&gt; Muncul berbagai pernyataan sikap 
ketidakpercayaan dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa terhadap 
sembilan partai politik dan Golongan Karya sebagai pembawa aspirasi 
rakyat. Sebagai bentuk protes akibat kekecewaan, mereka mendorang 
munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971 
yang dimotori oleh Arif Budiman, Adnan Buyung Nasution, Asmara Nababan.&lt;br /&gt;
 Protes terus berlanjut. Tahun 1972, dengan isu harga beras naik, 
berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan 
meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang datang ke 
Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 23. 
Gerakan mahasiswa tahun 1977/1978 ini tidak hanya berporos di Jakarta 
dan Bandung saja namun meluas secara nasional meliputi kampus-kampus di 
kota Surabaya, Medan, Bogor, Ujungpandang (sekarang Makassar), dan 
Palembang. [1] 28 Oktober 1977, delapan ribu anak muda menyemut di depan
 kampus ITB. Mereka berikrar satu suara, "Turunkan Suharto!". Besoknya, 
semua yang berteriak, raib ditelan terali besi. Kampus segera berstatus 
darurat perang. Namun, sekejap kembali tentram.&lt;br /&gt; 10 November 1977, di
 Surabaya dipenuhi tiga ribu jiwa muda. Setelah peristiwa di ITB pada 
Oktober 1977, giliran Kampus ITS Baliwerti beraksi. Dengan semangat 
pahlawan, berbagai pimpinan mahasiswa se-Jawa hadir memperingati hari 
Pahlawan 1977. Seribu mahasiswa berkumpul, kemudian berjalan kaki dari 
Baliwerti menuju Tugu Pahlawan.&lt;br /&gt; Di Jakarta, 6000 mahasiswa berjalan 
kaki lima kilometer dari Rawamangun (kampus IKIP) menuju Salemba (kampus
 UI), membentangkan spanduk,"Padamu Pahlawan Kami Mengadu". Juga dengan 
pengawalan ketat tentara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;           24.Peringatan 12 tahun 
Tritura, 10 Januari 1978, peringatan 12 tahun Tritura itu jadi awal 
sekaligus akhir. Penguasa menganggap mahasiswa sudah di luar toleransi. 
Dimulailah penyebaran benih-benih teror dan pengekangan.&lt;br /&gt; Sejak awal 
1978, 200 aktivis mahasiswa ditahan tanpa sebab. Bukan hanya dikurung, 
sebagian mereka diintimidasi lewat interogasi. Banyak yang dipaksa 
mengaku pemberontak negara.&lt;br /&gt; Tentara pun tidak sungkan lagi masuk 
kampus. Berikutnya, ITB kedatangan pria loreng bersenjata. Rumah 
rektornya secara misterius ditembaki orang tak dikenal. Di UI, panser 
juga masuk kampus. Wajah mereka garang, lembaga pendidikan sudah menjadi
 medan perang. Kemudian hari, dua rektor kampus besar itu secara 
semena-mena dicopot dari jabatannya. Alasannya, terlalu melindungi anak 
didiknya yang keras kepala. Di ITS, delapan fungsionaris DM masuk 
"daftar dicari" Detasemen Polisi Militer. Sepulang aksi dari Jakarta, di
 depan kos mereka sudah ditunggui sekompi tentara.&lt;br /&gt;         25. 1978 
diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi  
Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa lewat  Dooed Yusuf 
dan Pangkopkamtib Soedomo Konsep ini mengarahkan mahasiswa hanya menuju 
pada jalur kegiatan akademik, dan menjauhkan dari aktivitas politik 
karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim dan 
melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa. Hanya mengijinkan 
pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa 
Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF)&lt;br /&gt;        
  26. Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah 
intra kampus, di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi. 
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula. Mahasiswa 
meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus 
seperti HMI (himpunan mahasiswa islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam
 Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI 
(Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan 
Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok 
Cipayung. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers 
mahasiswa.&lt;br /&gt;          27. Memasuki awal tahun 1990-an, di bawah 
Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya 
keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK ini 
ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui 
adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri 
dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). 
Dalam perkembangan kemudian, banyak timbul kekecewaan di berbagai 
perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini. Mahasiswa menuntut 
organisasi kampus yang mandiri, bebas dari pengaruh korporatisasi negara
 termasuk birokrasi kampus. Sehingga, tidaklah mengherankan bila 
akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti
 oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi 
pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen.&lt;br /&gt;          28. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)&lt;br /&gt;
 Sebuah organisasi mahasiswa muslim yang lahir di era reformasi yaitu 
tepatnya tanggal 29 Maret 1998 di Malang. Anggotanya tersebar di hampir 
seluruh PTN/PTS di Indonesia.&lt;br /&gt; KAMMI muncul sebagai salah satu 
kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan 
mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah 
Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas 
Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang 
berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) di seluruh Indonesia . Jumlah 
peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktivis
 dakwah kampus. KAMMI lahir pada ahad tanggal 29 Maret 1998 pukul13.00 
wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan 
dalam naskah Deklarasi Malang.&lt;br /&gt; KAMMI lahir didasari sebuah 
keprihatinan yang mendalam terhadap krisis nasional tahun 1998 yang 
melanda Indonesia. Krisis kepercayaan terutama pada sektor kepemimpinan 
telah membangkitkan kepekaan para pimpinan aktivis dakwah kampus di 
seluruh Indonesia yang saat itu berkumpul di UMM - Malang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     
     29.Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" 
(korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung 
DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto 
melepaskan jabatannya.&lt;br /&gt;          30. Hidayatullah&lt;br /&gt; Hidayatullah 
didirikan pada tanggal 7 Januari 1973 (kalender Islam: 2 Dzulhijjah 1392
 Hijr) di Balikpapan dalam bentuk sebuah pesantren oleh Ust. Abdullah 
Said (alm), kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang 
sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah
 di seluruh provinsi di Indonesia. Melalui Musyawarah Nasional I pada 
tanggal 9–13 Juli 2000 di Balikpapan, Hidayatullah mengubah bentuk 
organisasinya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan menyatakan 
diri sebagai gerakan perjuangan Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika kini Anda sedang 
aktif dalam organisasi, posisi manakah yang tepat bagi Anda? Apakah 
sudah benar menjadi Fungsionaris, telah menyandang peran organisatoris, 
dan mungkin sudah sekaliber seorang aktivis? Standarisasi dan ukuran 
ketiga kategori di atas memang belum ada, akan tetapi ’standar menurut 
definisi’ sementara bisa dirujuk. Yang jelas, setiap standar menjadi 
cermin bagi si pemakai dan akan merefleksi (memantul) kembali pada 
dirinya, sehingga terlihat kelebihan dan kekurangannya sendiri. Cermin 
tidak akan berdusta. Dan buruk peran kita, bukan cermin yang dipecah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cerita tentang Organisasi</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2013/03/cerita-tentang-organisasi.html</link><category>Cerita tentang Organisasi</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Sat, 2 Mar 2013 00:21:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-493242161048053997</guid><description>&lt;h5 class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;
&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;Organisasi Sekolah dan Kegiatan Ekstrakurikuler, sebagai titian tangga menjadi Aktivis Sejati &lt;br /&gt;
 Kalau sekolah hanya belajar adalah itu biasa buat seorang siswa. Jika 
kuliah hanya menuntut Ilmu (idealnya sih?) apalagi sekedar persyaratan 
pengumpulan portofolio karir masih biasa. Namun, akan menjadi luar biasa
 bila seorang siswa/pelajar atau mahasiswa menjadi aktivis organisasi 
kesiswaan atau organisasi kemahasiswaan. Ungkapan ini bukanlah kalimat 
agitatif apalagi provokatif. Tak bisa dinafikan seorang aktivis adalah 
‘makhluk’ penuntut ilmu yang punya ‘kelebihan’ minimal dalam 
bersosialisasi, sensitivitas, empati, dan mencari hal-hal di luar 
kemapanan dan kebiasaan. Meneguhkan jati diri, menggali bakat, 
memodifikasi minat, meningkatkan kemampuan, menebarkan aroma kepedulian,
 dan mengepakan sayap pengembangan diri. Terlepas beragamnya kriteria 
dan penilaian hasil pencapaiannya, tidak dapat dimungkiri seorang 
aktivis di lembaga pendidikan adalah seorang penuntut ilmu plus.&lt;br /&gt; 
Penulis pernah mengungkapkan dalam komunitas maya ini, bahwa ada jenjang
 yang berkesinambungan dan merupakan untaian mata rantai yang panjang 
tentang aktivis, bahkan seorang aktivis hanya sekedar dari satu mata 
rantai. Seorang aktivis biasanya terikat dengan organisasi. Ibarat 
mencari jarum dalam tumpukan jerami, jika sampai menemukan seorang 
aktivis yang tidak pernah nimbrung dalam organisasi. Sehingga, bermula 
dari FUNGSIONARIS (pengurus, pengelola organisasi), kemudian menjadi 
ORGANISATORIS (pemimpin pengembangan sistem dan kultur organisasi), 
membentuk jadi AKTIVIS, serta diharapkan berwujud PEJUANG, yang kelak 
insya Allah dianugerahi sebagai PAHLAWAN. Namun, dalam artikel kali ini 
penulis hanya bertutur sekitar dan seputar peran aktivis.&lt;br /&gt; Ada 3 
cerita atau kisah nyata yang penulis alami tentang pentingnya ikut 
organisasi semasa sekolah. Pertama, ada seorang teman pergaulan di 
tempat tinggal yang tidak pernah satu sekolah dengan penulis. Akan 
tetapi, seumuran dengan usia penulis. Kejadiannya waktu sama-sama duduk 
di SMA. Penulis sekolah di Kebayoran Lama, teman ini di Kebayoran Baru. 
Alhamdulillah, penulis menjadi Sekretaris Umum OSIS, dia menjadi Ketua 
Umum OSIS. Nah, apa bedanya dan masalahnya? Sebelum menjadi ‘petinggi 
OSIS’ penulis pernah memegang jabatan yang sama di SMP sebelumnya, dan 
ketika masuk SMA penulispun sudah merintis ikut organisasi ekskul yang 
serius (merintis karir) dan beberapa ekskul tidak serius diikuti (hanya 
perluasan gaul) dan juga Seksi di salah satu bidang kegiatan OSIS. Teman
 ini tidak pernah sekalipun ikut organisasi, baik sejak SMP ataupun 
sebelum “diceburin” menjadi Ketua Umum OSIS. Istilah “diceburin” ini 
adalah istilah teman-teman aktivis, yang artinya ‘mengerjain’ seseorang 
untuk menjadi pimpinan organisasi, karena organisasi tidak punya sistem 
pengkaderan sehingga kesulitan mencari pemimpin. Kalimat sederhananya, 
daripada kagak ada siape aje dah ! nyang penting masih ada yang mao 
duduk. Sehari setelah pelantikannya, kata yang pertama keluar dari mulut
 teman ini, adalah “bingung”.  Mau ngapain? Curhat dengan teman-teman 
nongkrong di lingkungan tempat tinggal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kedua, seorang kawan 
sekelas waktu SMA dan ketika kuliah berada di perguruan tinggi yang 
sama, hanya berbeda fakultas. Sewaktu SMA kawan ini pernah terdaftar 
jadi anggota salah satu ekskul, tetapi tidak aktif dan mengundurkan diri
 dengan sendirinya secara tidak resmi. Karena tidak mengajukan dengan 
surat. Hal seperti ini sudah lumrah di aktivis ekskul dan sudah biasa. 
Suatu saat kawan ini bertemu penulis di kampus dalam satu perjalanan  ke
 fakultasnya. Setelah berbasa basi tentang kabar, tanpa ujung 
pangkalnya, beliau berujar: “Ki, gue nyesel dulu waktu SMA enggak aktif 
di sekolah!” . Penulis memandang heran dan mengerutkan dahi. “Memang 
kenapa?” Belum sempat menjawab, kendaraan pas berhenti di depan halte 
fakultasnya dan kawan kita ini langsung lompat sambil melambaikan 
tangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ketiga, ternyata kegiatan ekskul tidak hanya ada di 
sekolah, kalau mau beraktif-aktif ria ada saja kesempatan dan tentu saja
 juga didorong niat. Kata penceramah kondang, da’i sejuta umat KH. 
Zainudin MZ (alm.), suatu perbuatan akan dilakukan seseorang jika ada 
faktor N dan K, yaitu Niat dan Kesempatan. Selain bekerja, di tempat 
penulis mencari nafkah ada 3 organisasi karyawan, yakni Serikat Pekerja,
 Koperasi, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Dari ketiga organisasi 
tersebut penulis ikut menjadi anggota, bahkan untuk DKM sendiri penulis 
menjadi salah satu deklaratornya. Teman-teman karyawan sebagai aktivis 
berganti-ganti dari satu organisasi pindah ke organisasi lainnya. Atau 
merangkap jabatan di lebih dari satu organisasi. Dan ada juga yang 
pernah menjabat di suatu periode hanya diselingi satu periode kembali 
menjabat lagi. Penulis hanya fokus di DKM dan tetap berinteraksi dengan 
aktvis di organisasi lain. Jikapun membantu sekedar menjadi panitia 
pemilihan pengurus atau forum tertinggi organisasi (dalam 
sidang-sidang). Penulis selalu menolak (sudah 2X3 kali) menjadi bakal 
calon pimpinan kedua organisasi (Serikat Pekerja dan Koperasi). Alasan 
penulis, ketika penulis menjadi lokomotif seberapa gerbong yang sevisi 
dan semisi dengan penulis. Penulis pernah menantang, akan mau menjadi 
pimpinan Serikat Pekerja, jika ‘calon kabinet’ siap menguasai UU tentang
 Tenaga Kerja dan Siap di PHK. Bagi penulis, di serikat tidak cukup 
punya otot, otak juga perlu diisi. Di Koperasi, penulis akan siap 
menjadi Ketua dengan program utama: tidak menjual rokok, tidak boleh 
hutang untuk urusan mulut dan perut, serta dalam pinjaman (bersifat 
sosial: biaya sekolah, sakit, darurat) tidak dikenakan tambahan dalam 
pengembalian. Lagi pula penulis berguyon, bahwa Serikat Pekerja, 
Koperasi, dan DKM ibarat 3 partai di era Orde Baru (PDI, Golkar, PPP), 
sehingga kalau masih muda dan bersemangat dengan idealisme aktif di 
Serikat Pekerja, jika ingin ‘cari’ kesempatan dan ‘perbaikan ‘ hidup di 
Koperasi, kemudian aktif di DKM bila ingin berdakwah, sosial, dan 
perbaikan sipiritual, dan setelah itu pensiun.  Sesuai hukum demokrasi, 
penulis hanya memegang tampuk selama 2 periode di DKM dan tidak mau 
diikutsertakan lagi dalam kepengurusan apapun. Pelajaran apa yang 
dipetik dari ‘ekskul’ di tempat kerja itu? Dari hasil perbincangan, 
mereka yang menduduki jabatan pengurus tidak pernah ikut organisasi 
sewaktu sekolah. Sehingga, untuk mengembangkan organisasi perlu waktu 
dan tenaga ekstra untuk mendidik SDM yang minim dalam dasar-dasar KOMA 
(kepemimpinan, organisasi, manajemen, administrasi). Ada AD/ART tidak 
dipakai, karena tidak mengerti. Tidak mengerti, karena tidak pernah 
dibaca. Konsep berorganisasi asing. Job description pengurus tidak 
nampak. Program tidak ada. Aktivis yang berganti-ganti jabatan dan 
organisasi, juga tidak menghasilkan apa-apa terhadap organisasinya hanya
 memiliki wadah kongres (kongkow ngga’ beres-beres) yang berganti rupa. 
Cara berpikir yang terlampau praktis, terlalu mengejar target jangka 
pendek, ajang pemanfaatan ‘orang pintar’ yang ‘tidak benar’ terhadap 
pengurus yang lugu, atau menitipkan anak buah (di pekerja an) menjadi 
pengurus untuk mandapatkan ‘hak istimewa’, sehingga pada akhirnya  
organisasi hanya sekedar ada. Hidup bosan mati tak mau. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 
Sekedar ilustrasi dari ketiga kisah di atas dapat diambil pemahaman 
bahwa untuk menjadi seorang aktivis sejati butuh waktu yang panjang dan 
belajar yang terus menerus. Setiap peroide atau jenjang adalah saat 
mengukur dan mengevaluasi pengayaan ilmu dan kemampuan praktik. Mau 
memulai dari jenjang manapun tergantung si aktivis untuk mengejar 
ketertinggalannya dan mau belajar cepat. Seorang aktivis sejati 
selayaknya memiliki idealisme tanpa meninggalkan titian realitas 
kehidupannya. Proporsionalitas antara kebutuhan sendiri dan kepentingan 
masyarakat. Bukankah, sebaik-baiknya manusia adalah yang paing banyak 
manfaatnya buat orang lain?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SEJARAH IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2013/03/sejarah-ikatan-alumni-stm-mangga-besar.html</link><category>SEJARAH IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Sat, 2 Mar 2013 00:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-4421784161803760245</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/405215_350699015013024_841593345_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/405215_350699015013024_841593345_n.jpg" width="319" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tahun 2009 saya browsing di internet dengan Subjek STM 1 DKI. Ternyata Di Dunia maya tidak ada Subjek tersebut ( STM 1 DKI ). Saya browsing STM 1 DKI dengan harapan saya menemukan teman2 saya waktu sekolah di SATOE DKI saya LULUSAN STM PGRI 7 Listrik Tahun 1993/1994. Saya gabung dengan FACEBOOK dari tahun 2006 dengan ID GUSTAF PARLINDUNGAN LUMBAN TOBING. ID Gustaf Aurellio adalah untuk membuat sebuah Group IKATAN ALUMNI yang waktu itu saya membuat Group STM 1 DKI. Group STM 1 DKI tidak ada di group Facebook. Waktu Itu teman yang meng ADD pertama adalah Mbak Peggy Fatiani, Lalu banyak lagi. Pertemuan teman2 sekolah yang satu gedung dengan beberapa Almamater membuat kami banyak cerita tentang masa lalu, dari cerita masih sekolah sampai bekerja, dari sebuah cerita dan impian kenapa gk diadakan REUNI saja. Saya pribadi pernah sih diundang oleh beberapa teman untuk reuni juga tapi waktu itu lom terkordinir dengan baik terkesan kurang baik walaupun reuni tersebut terlaksana. Akhirnya saya mbak peggy, om syam berbicara kenapa kita tidak buat suatu wadah IKATAN ALUMNI. Sampai Akhirnya di tahun 2011 di Bulan Maret di tahun itu. Saya, Mbak Peggy, Oom Syam Suardi, Bang H. Zaini Rehaffa, dan Teman satu kelas bang Zaini, Serta Bpk. Suhandaisnata Isnata Putra datang kesekolah Sowan mohon izin kepada Kepala Sekolah waktu itu dengan Ibu Herlina ButarButar. Dan Ibu Kepala Sekolah Menyetujuin dibentuk sebuat Ikatan Alumni untuk menunjang Sekolah dengan para alumninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/183806_192855120746993_7866300_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/183806_192855120746993_7866300_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197798_192855537413618_5117577_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197798_192855537413618_5117577_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Akhirnya kami sepakat ( saya, Mbak Peggy, Oom Syam Suardi, Bang H. Zaini, Pak Suhanda) Membentuk Ikatan alumni. Untuk Deklarasi IKATAN ALUMNI Kami mengadakan REUNI AKBAR. Waktu itu Kita Mengundang teman2 untuk membicarakan tentang REUNI AKBAR ini. Terlihat dari teman2 sangat antusias sekali diadakan REUNI AKBAR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/255023_10150226713133189_2931088_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/255023_10150226713133189_2931088_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;PERTEMUAN PEMBAHASAN TENTANG REUNI AKBAR CIKAL BAKAL HALAL BIHALAL 1 Oleh Bapak Jhonie Steak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp;Pertemuan Pertama kita menentukan dimana Lokasi yang baik untuk REUNI AKBAR. Akhir dengan keputusan bersama tanpa ada yg mempengaruhi dan secara spontanitas REUNI AKBAR diadakan di luar Kota yaitu di puncak. Waktu itu kita membentuk sebuah Panitia Acara REUNI AKBAR Oom Syam Suardi sebagai Ketua Panitia dan teman2 lain membantu menjadi beberapa seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/317463_164880856928175_376217379_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/317463_164880856928175_376217379_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/297977_164880646928196_1660413422_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/297977_164880646928196_1660413422_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Kami Bekerja dari membuat draft&amp;nbsp; Susunan acara, Pemberangkatan, Dll &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/390796_200992163317044_1921103653_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/390796_200992163317044_1921103653_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;REUNI AKBAR 3-4 Desember 2011&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;Akhirnya Lokasi yang disepakati yaitu di WISMA LOKAWIRA TAMA MABES TNI.&lt;br /&gt;Untuk menunjang terlaksananya REUNI AKBAR tersebut dana diambil dengan Iuran dengan Beberapa Donatur. REUNI AKBAR 1 Belum masuk di IKATAN ALUMNI. Iuran bagi yang mau ikut dikenakan biaya Rp.250.000/perorang dan 500.000/keluarga. Akhirnya peserta yang ikut sekitar 125 orang menginap 1 malam di Puncak. DEKLARASI IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR terlaksana. Bagi saya REUNI AKBAR 1 termasuk sukses reuni akbar tersebut dilaksanakan secara spontan, dan yang ikut saya salut kepada ALUMNI SENIOR 80 an untuk alumni 90 an hanya beberapa orang saja. Akhirnya kita membentuk sebuah wadah karena kita sudah Deklarasi kami yang terpilih disusunan kepengurusan IASMB Ketua Umum dipegang Oleh Oom Syam Suardi. Ketua 1 saya sendiri dan ketua 2 Pak Suhandaisnata Isnata Putra﻿ Bendahara MBak Peggy Fatiani﻿, untuk sekretaris mendapat beberapa kali pergantian pengurus. dalam Perjalan IASMB kita membuat kan AD/ART waktu itu di pertemuan yang 9 ditahun 2012 awal AD/ART dibuat saya sendiri mengCOPY untuk bisa diKoreksi supaya AD/ART ini menjadi panduan dan pegangan IASMB walaupun ISI dari AD/ART setiap Organisasi adalah baku dimana ada IURAN ANGGOTA untuk menunjang setiap kegiatan setiap oragnisasi dan keputusan disetujui oleh 2/3 dari Anggota. Ternyata lain masih ada juga yg memprotes AD/ART di Tinjau Ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR akhirnya terbentuk walaupun berjalan secara terseok2 mungkin kesibukan masing2 yg tidak bisa ditinggalkan. Kalaupun ditanya mau bagaimana Organisasi sekolah ini IASMB berkembang ya tergantung bagaimana kita membuat IASMB berkembang jgn tanya ke pengurus bagaimana. Tapi Alhamdulillah Kita bisa bertemu dan bercerita tentang masa lalu. Dan kita juga pernah bergembira dari pagi hingga pagi kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehhhhmmmmm ini sekedar cerita mungkin ada yg mau menambahkan cerita ini........</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2013/03/anggaran-dasar-dan-anggaran-rumah.html</link><category>ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Fri, 1 Mar 2013 03:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-5784539764200055074</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
PENGURUS &lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;DEWAN PENASEHAT&lt;br /&gt;SENIOR ALUMNI dan Para Alumni&lt;br /&gt;DEWAN PENGURUS &lt;br /&gt;KETUA UMUM : Syam Suardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUA HARIAN : &lt;br /&gt;1. Ketua I : Gustaf Parlindungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketua II : Suhanda Isnata Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKRETARIS : &lt;br /&gt;1. Sekretaris I : Irma Uliati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENDAHARA : &lt;br /&gt;1. Bendahara 1 : Juhriah fatiani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG II : PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA ( S D M ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketua : Supriyadi (Fariz-champier Kemayoran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota : Rizani Rizki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG III : DANA DAN USAHA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketua : Nasrulloh ( Lung Lung Alung )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota : Neneng Sulfiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anggota : Budi Riswandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG IV : HUKUM DAN TATA TERTIB ORGANISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketua : Hariayanto Capung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota :&amp;nbsp; Semua Anggota IASMB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDANG V : HUMAS DAN PUBLIKASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketua : Nju Tompel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota : Didin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( AD / ART )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUKADDIMAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucap syukur atas segala limpahan rahmat dan hidayah Allah SWT, yang telah menciptakan &lt;br /&gt;manusia sebagai makhluk yang sempurna dan diberi potensi untuk bisa mengembangkan diri guna &lt;br /&gt;mencapai keberhasilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa untuk bisa mencapai keberhasilan tersebut, manusia dituntut untuk saling bekerja sama yang &lt;br /&gt;dilandasi oleh persamaan – persamaan tujuan yang akan dicapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari akan hal tersebut, kami IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR, dengan memohon ridho &lt;br /&gt;Allah SWT, sepakat untuk membentuk dan bersatu dalam sebuah organisasi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR ( STM 1 DKI )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR &lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&lt;br /&gt;&amp;nbsp;BAB I &lt;br /&gt;NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1 &lt;br /&gt;Nama&lt;br /&gt;Organisasi ini diberi nama IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR ( STM 1 DKI )&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2 &lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Organisasi ini didirikan pada hari Sabtu, tanggal Tiga, bulan Desember tahun Dua Ribu Sebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3 &lt;br /&gt;Tempat kedudukan&lt;br /&gt;Organisasi ini berkedudukan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;AZAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 &lt;br /&gt;Azas&lt;br /&gt;Organisasi ini berazaskan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;MAKSUD DAN TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5 &lt;br /&gt;Maksud&lt;br /&gt;Maksud pendirian organisasi ini adalah untuk mempersatukan Alumni Semua Jurusan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6 &lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk membina persatuan, memelihara dan meningkatkan persaudaraan, menggali dan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia untuk kepentingan anggota, dan memupuk pengabdian terhadap almamater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV &lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7 &lt;br /&gt;Keanggotaan&lt;br /&gt;1. Keanggotaan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR meliputi Alumni IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;2. Anggota Kehormatan yaitu orang – orang yang berjasa dalam organisasi Ikatan Alumni &lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V &lt;br /&gt;ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8 &lt;br /&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;br /&gt;1. Kekuasaan tertinggi dipegang Musyawarah Anggota Ikatan Alumni &lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;2. Jalannya Organisasi dipimpin oleh Ketua Umum dan dijalankan oleh Pengurus Harian Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Kepengurusan&lt;br /&gt;Struktur Kepengurusan terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Dewan Penasehat&lt;br /&gt;2. Pengurus Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI &lt;br /&gt;FUNGSI DAN PERANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 &lt;br /&gt;Fungsi&lt;br /&gt;Organisasi ini berfungsi untuk mengorganisir Alumni IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11 &lt;br /&gt;Peranan&lt;br /&gt;Organisasi ini berperan untuk membina persatuan, memelihara, dan meningkatkan persaudaraan antar Alumni, menggali dan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia untuk kepentingan anggota, dan memupuk pengabdian terhadap almamater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII &lt;br /&gt;SIFAT DAN USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12 &lt;br /&gt;Sifat&lt;br /&gt;Organisasi ini bersifat Independen dan bekerjasama dengan semua Jurusan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR yang dijiwai oleh semangat profesionalisme, kesetiakawanan sosial, dan rasa pengabdian terhadap almamater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13 &lt;br /&gt;Usaha&lt;br /&gt;1. Meningkatkan rasa persaudaraan diantara sesama Alumni IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;2. Meningkatkan peran serta Alumni semua Jurusan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR pada almamaternya&lt;br /&gt;3. Membantu dan menanggulangi setiap permasalahan yang menimpa dan dialami oleh anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII &lt;br /&gt;MUSYAWARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14 &lt;br /&gt;1. Musyawarah Anggota dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam masa satu periode kepengurusan&lt;br /&gt;2. Musyawarah Luar Biasa dilakukan sewaktu-waktu apabila diperlukan, didasarkan pada keputusan Kepengurusan Organisasi&lt;br /&gt;3. Keputusan yang didapatkan pada saat Musyawarah Anggota bersifat mengikat pada seluruh Anggota Ikatan Alumni semua Jurusan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX &lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15 &lt;br /&gt;Kekuasaan untuk merubah anggaran dasar Ikatan Alumni semua Jurusan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;&amp;nbsp;ada pada Musyawarah Anggota dan sekurang – kurangnya diputuskan atas dua per tiga suara dari anggota yang hadir pada saat Musyawarah Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X &lt;br /&gt;PEMBUBARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16 &lt;br /&gt;Pembubaran organisasi Ikatan Alumni semua Jurusan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR hanya dapat dilakukan dengan suatu Musyawarah Luar Biasa dan sekurang – kurangnya diputuskan oleh dua per tiga suara dari anggota yang hadir pada saat Musyawarah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;LAIN – LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17 &lt;br /&gt;Hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan di atur dalam suatu Anggaran Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18 &lt;br /&gt;Anggaran Dasar Pertama ini disahkan dalam Musyawarah Anggota IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&amp;nbsp; semua Jurusan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal Tiga, bulan Desember tahun Dua Ribu Sebelas&lt;br /&gt;, bertempat di Aula Wisma Loka Wira Tama, Puncak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Jakarta &lt;br /&gt;Pada Tanggal : 3 – 12 - 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAM SUARDI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA &lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR &lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1 &lt;br /&gt;Anggota&lt;br /&gt;1. Keanggotaan IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR semua Jurusan meliputi Alumni STM 1 PEMDA DKI. STM 5 KJ, STM Negeri 13, STM PGRI 7, SMK Negeri 53 semua Jurusan, &lt;br /&gt;2. Anggota Kehormatan yaitu orang – orang yang berjasa dalam organisasi IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR semua Jurusan &lt;br /&gt;Pasal 2 &lt;br /&gt;Syarat – syarat Anggota&lt;br /&gt;1. Telah mendaftar dan didata sebagai anggota organisasi yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) Organisasi IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&lt;br /&gt;2. Telah membayar Iuran Pokok anggota dengan besaran yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3 &lt;br /&gt;Kewajiban Anggota&lt;br /&gt;1. Tunduk dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan – peraturan organisasi.&lt;br /&gt;2. Memelihara dan menjaga nama baik organisasi dan almamater.&lt;br /&gt;3. Menjaga dan membangun persatuan dan kesatuan dalam organisasi.&lt;br /&gt;4. Menginformasikan kepada pengurus bila ada sumber ilmu pengetahuan dan keahlian yang kemudian disosialisasikan keanggota yang lain.&lt;br /&gt;5. Berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;6. Membayar iuran pokok anggota dan sumbangan – sumbangan lain yang ditetapkan untuk kemajuan organisasi.&lt;br /&gt;7. Harus bersedia bila sewaktu – waktu ditugaskan oleh organisasi dalam rangka pengembangan organisasi dan pelaksanaan program.&lt;br /&gt;8. Menyampaikan bila ada permasalahan yang dialami oleh anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 &lt;br /&gt;Hak Anggota&lt;br /&gt;1. Menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan dalam Musyawarah Anggota.&lt;br /&gt;2. Memberi saran yang membangun untuk kemajuan organisasi.&lt;br /&gt;3. Memilih dan dipilih dalam Struktur Kepengurusan Organisasi.&lt;br /&gt;4. Berhak atas penugasan untuk mengikuti seminar, lokakarya, kursus atau penyegaran ilmiah lainya.&lt;br /&gt;5. Mendapatkan bantuan / santunan dari organisasi yang besarnya ditentukan oleh pengurus bila ada musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5 &lt;br /&gt;Anggota Kehormatan&lt;br /&gt;1. Anggota kehormatan adalah orang – orang yang dianggap berjasa dalam organisasi IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR semua Jurusan, dan ditetapkan oleh Kepengurusan Organisasi&lt;br /&gt;2. Anggota kehormatan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;MUSYAWARAH ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6 &lt;br /&gt;Status&lt;br /&gt;1. Musyawarah Anggota merupakan kekuasaan tertinggi organisasi.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Anggota diadakan setiap 2 ( dua ) tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7 &lt;br /&gt;Kekuasaan dan wewenang&lt;br /&gt;1. Merubah dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.&lt;br /&gt;2. Menerima laporan pertanggung jawaban pengurus organisasi.&lt;br /&gt;3. Menyatakan desimioner pengurus organisasi.&lt;br /&gt;4. Menetapkan program kerja.&lt;br /&gt;5. Memilih dan melantik Kepengurusan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8 &lt;br /&gt;Tata Tertib Musyawarah Anggota&lt;br /&gt;1. Peserta Musyawarah Anggota adalah : anggota organisasi ditambah dengan anggota kehormatan.&lt;br /&gt;2. Musyawarah Anggota dapat dilaksanakan apabila dihadiri sekurang – kurangnya 2 / 3 jumlah anggota, apabila syarat tersebut tidak terpenuhi maka diundur 2 x 60 menit dan setelah itu dinyatakan syah.&lt;br /&gt;3. Pimpinan sidang Musyawarah Anggota dipilih dari dan oleh peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;RAPAT DAN KEPUTUSAN&lt;br /&gt;Pasal 9 &lt;br /&gt;Rapat Kerja&lt;br /&gt;1. Rapat kerja dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh Pengurus Organisasi.&lt;br /&gt;2. Rapat kerja diadakan minimal satu kali dan maksimal empat kali dalam setahun.&lt;br /&gt;3. Rapat kerja diselenggarakan untuk menyusun program kerja dan menetapkan peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 &lt;br /&gt;Rapat Pengurus&lt;br /&gt;Rapat pengurus dilaksanakan dan diikuti oleh pengurus organisasi diadakan sekurang – kurangnya satu kali dalam tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11 &lt;br /&gt;Rapat Khusus&lt;br /&gt;Rapat khusus diadakan bilamana dianggap perlu dilaksanakan oleh Pengurus Organisasi diikuti oleh seluruh Pengurus Organisasi ditambah dengan Anggota yang diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12 &lt;br /&gt;Rapat Kepanitiaan&lt;br /&gt;Rapat Kepanitiaan dilaksanakan dan diikuti oleh sebuah Kepanitiaan dengan unsur terkait yang dibentuk oleh organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13 &lt;br /&gt;Rapat – rapat sebagaimana tercantum pada pasal 9, 10, 11, 12, dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang – kurangnya 2/3 dari jumlah yang diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14 &lt;br /&gt;Keputusan&lt;br /&gt;1. Keputusan dalam Musyawarah Anggota dan rapat lainya diambil dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat.&lt;br /&gt;2. Jika tidak tercapai mufakat, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV &lt;br /&gt;DEWAN PIMPINAN ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15 &lt;br /&gt;Dewan Penasehat&lt;br /&gt;Dewan Penasehat merupakan tokoh yang bijaksana dan dianggap mampu untuk menjalankan tugas dan wewenang memberikan saran dan pendapat baik diminta maupun tidak diminta kepada pengurus organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16 &lt;br /&gt;Pengurus organisasi&lt;br /&gt;1. Pengurus organisasi adalah badan kepemimpinan tertinggi organisasi.&lt;br /&gt;2. Masa bhakti pengurus organisasi adalah 2 ( dua ) tahun terhitung sejak pembentukan atau serah terima jabatan dari pengurus demesioner.&lt;br /&gt;3. Ketua umum pengurus organisasi tidak dapat menduduki jabatan yang sama setelah 2 ( dua ) kali masa pengurus organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17 &lt;br /&gt;Personalia Pengurus Organisasi&lt;br /&gt;1. Personalia pengurus organisasi ditetapkan oleh rapat umum anggota, sekurang – kurang nya terdiri dari ketua umum, ketua harian,sekretaris dan bendahara serta dilengkapi dengan bidang – bidang.&lt;br /&gt;2. Yang dapat menjadi Pengurus organisasi adalah anggota organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18 &lt;br /&gt;Tugas dan Wewenang Pengurus organisasi&lt;br /&gt;1. Melaksanakan hasil – hasil ketetapan rapat umum anggota.&lt;br /&gt;2. Menjalankan program kerja organisasi.&lt;br /&gt;3. Memimpin dan mengarahkan organisasi sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.&lt;br /&gt;4. Menggali dana dan menentukan penerimaan dan pengeluarkan organisasi.&lt;br /&gt;5. Bertanggung jawab penuh atas kekayaan organisasi.&lt;br /&gt;6. Melaksanakan rapat umum anggota pada akhir masa bhakti.&lt;br /&gt;7. Mengindahkan saran dan pendapat dari Dewan Penasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V &lt;br /&gt;KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19 &lt;br /&gt;1. Besarnya iuran anggota ditetapkan oleh pengurus organisasi dalam rapat kerja.&lt;br /&gt;2. Keuangan dan kekayaan organisasi dikelola oleh pengurus organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20 &lt;br /&gt;Segala bentuk pengeluaran organisasi dilakukan oleh bendahara dengan persetujuan ketua umum atau salah seorang ketua harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21 &lt;br /&gt;Peraturan tambahan&lt;br /&gt;Hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini dapat diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22 &lt;br /&gt;Pengesahan&lt;br /&gt;Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan dan disyahkan dalam Musyawarah Anggota IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR semua Jurusan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal Tiga, bulan Desember tahun Dua Ribu Sebelas&lt;br /&gt;, bertempat di Aula Wisma Loka Wira Tama, Puncak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Jakarta &lt;br /&gt;Pada Tanggal : 3 – 12 - 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR&lt;br /&gt;Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAM SUARDI&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Daftar Para Alumni SATOE DKI</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2013/02/daftar-para-alumni.html</link><category>Daftar Para Alumni SATOE DKI</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Tue, 12 Feb 2013 04:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-6004665582231768642</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-f.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880557494870_1675797272_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-f.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880557494870_1675797272_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-c.ak/hphotos-ak-prn1/563314_325886674160925_774148617_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-c.ak/hphotos-ak-prn1/563314_325886674160925_774148617_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-g.ak/hphotos-ak-prn1/563314_325886680827591_2053513138_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-g.ak/hphotos-ak-prn1/563314_325886680827591_2053513138_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886670827592_1234034711_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886670827592_1234034711_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-h.ak/hphotos-ak-ash3/532647_325873957495530_60604498_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-h.ak/hphotos-ak-ash3/532647_325873957495530_60604498_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-h.ak/hphotos-ak-ash3/532647_325873957495530_60604498_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-b.ak/hphotos-ak-prn1/532647_325873970828862_77293265_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-b.ak/hphotos-ak-prn1/532647_325873970828862_77293265_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/photos-f.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886684160924_758313229_a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/photos-f.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886684160924_758313229_a.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-d.ak/hphotos-ak-ash4/480609_327370094012583_494317282_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-d.ak/hphotos-ak-ash4/480609_327370094012583_494317282_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-b.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880567494869_2140697237_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-b.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880567494869_2140697237_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880547494871_59669845_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-e.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880547494871_59669845_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-b.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880567494869_2140697237_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-c.ak/hphotos-ak-prn1/545068_325880554161537_300734438_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-c.ak/hphotos-ak-prn1/545068_325880554161537_300734438_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-a.ak/hphotos-ak-snc6/206127_327366274012965_781254894_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-a.ak/hphotos-ak-snc6/206127_327366274012965_781254894_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-a.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886677494258_562265570_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-a.ak/hphotos-ak-ash3/563314_325886677494258_562265570_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-d.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880560828203_2112849404_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-d.ak/hphotos-ak-ash3/545068_325880560828203_2112849404_n.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DAFTAR LAPORAN KAS IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2012/05/daftar-laporan-kas-ikatan-alumni-stm.html</link><category>DAFTAR KAS IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Sat, 12 May 2012 07:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-8903218043275212929</guid><description>&lt;iframe frameborder="0" height="300" src="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?key=0Ap_St0c09vJ5dFp5TngtTnJxZWc2bXhjTlRNdU9wOXc&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="700"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder="0" height="300" src="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?key=0Ap_St0c09vJ5dDdkM0lSampGWGZWTFVuaFBxa2tWb3c&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="700"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Pembayaran Kas Alumni Bisa Di Transfer Melalui :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/536676_273950846021175_100002187847896_644747_957579545_a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/536676_273950846021175_100002187847896_644747_957579545_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Transfer ke Rekening &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;BANK MANDIRI No Rek 129 - 00 - 0663268-7&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; atas nama &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;JUHRIAH FATIANI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/560282_292755037474089_100002187847896_695109_769969182_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/560282_292755037474089_100002187847896_695109_769969182_a.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;CONTACK PERSON&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Peggy Fatiani&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;e-mail : juhriahfatiani@yahoo.co.id&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Telp : 0813 1156 1505&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belajar Desain Pondasi Mesin (Rotating Equpment Foundation)</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2012/05/belajar-desain-pondasi-mesin-rotating.html</link><category>Belajar Desain Pondasi Mesin</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Thu, 10 May 2012 05:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-3484823817767293134</guid><description>Saya mendapat banyak email yang menanyakan bagaimana merencanakan pondasi untuk mesin-mesin, terutama yang mengeluarkan getaran. Untuk itu, saya tulis artikel ini sebagai sumbang saran bagi design engineer yang berkutat di perencanaan pondasi mesin. Dan saya ingin membagi pengalaman rekayasa dan desain tentang serba serbi pondasi dangkal khususnya untuk pondasi mesin (rotating equipment) secara umum saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rotating equipment (RE), -saya cenderung memakai istilah RE saja diartikel ini untuk lebih spesifik dibanding kata “mesin”-, yang harus diletakkan langsung diatas pondasi beton, banyak macam jenisnya. Dan tiap jenis RE dapat memberikan efek yang harus diperhitungkan dalam mendesain pondasi pendukungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/405025_298910333525226_100002187847896_712141_231305941_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="720" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/405025_298910333525226_100002187847896_712141_231305941_n.jpg" width="565" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis RE yang sering dijumpai dalam plant/kilang Migas/Petrokimia/Refinery misalnya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kompresor (Reciprocating dan Centrifugal).&lt;br /&gt;
2. Turbin (Gas dan Uap/Steam)&lt;br /&gt;
3. Pompa (Rotary dan Reciprocating)&lt;br /&gt;
4. Genset (biasanya hanya sebagai back up dari system catu daya listrik kilang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk rekayasa keteknikan pondasi RE ini, sebaiknya kita mempersenjatai diri dengan membaca beberapa referensi dari beberapa Code dan Standard internasional misalnya:&lt;br /&gt;
ASME B 73.1 M, ACI 207.2R, ACI 318 dan ACI 318R, ACI 504, kemudian serial API seperti API STD (610, 611, 612, 613, 616, 617, 618, 672, 674, 676, 677) &amp;amp; API RP 6869. Baik juga ditambah ISO 2631-1 &amp;amp; 2631-2 dan PIP REIE 686 &amp;amp; PIP STC 01015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan untuk pemahaman lebih lanjut, silahkan dibuka referensi kepustakaan seperti Design of Structures and Foundations for Vibrating Machines oleh Suresh C Arya, Michael O’Neill &amp;amp; George Pincus, juga Foundation Engineering Handbook oleh Hans F Winterkon &amp;amp; Hsai Yang Fang, plus Foundation Design for Vibration Machines oleh Suresh C Arya, Roland P Drewyer &amp;amp; George Pincus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekedar mengingatkan dalam mendesain pondasi untuk RE yang mengeluarkan vibrasi, saya kutipkan pendapat suhu-suhu pondasi (Suresh C Arya, Michael O’Neill dan G Pincus) bahwa pondasi akan mengalami akibat getaran seperti berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Vertical Excitation.&lt;br /&gt;
b. Horizontal Translation.&lt;br /&gt;
c. Rocking Exictation.&lt;br /&gt;
d. Torsional Excitation.&lt;br /&gt;
e. Coupled Horizontal Translation &amp;amp; Rocking Oscillation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, seorang design engineer harus mempertimbangkan bahwa bentuk/dimensi dan massa pondasi serta daya dukung tanah harus benar-benar kuat untuk menahan akibat getaran tersebut. Serta memperhitungkan faktor-faktor sekunder seperti kondisi sekeliling, antisipasi lemahnya workmanship dari pekerja lapangan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, pengertian atas beberapa istilah teknis dan nomenklatur yang juga patut dipahami, seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. High Tuned System (HTS) : adalah suatu sistem pondasi pendukung dimana kisaran frekwensi mesin dibawah frekwensi natural dari sistem secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
b. Low-Tuned System (LTS): adalah suatu sistem pondasi pendukung dimana kisaran frekwensi mesin diatas frekwensi natural dari sistem secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
c. Table Top (TT): Struktur beton bertulang berketinggian untuk menopang/sebagai dudukan RE.&lt;br /&gt;
d. f(n): Frekwensi natural dari system pondasi mesin dalam satuan Hertz.&lt;br /&gt;
e. ED: Modulus dinamis elastisitas beton dalam satuan MPa.&lt;br /&gt;
f. A: Batas ijin maximum getaran amplitude puncak ke puncak (peak to peak).&lt;br /&gt;
g. Grout: Material bersifat semen atau epoksi (epoxy) yang disediakan untuk keseragaman pondasi pendukung dan sebagai media transfer beban dari instalasi RE diatasnya ke pondasi. Grout diposisikan dibawah base plate/mounting plate/skid dari RE. Dan grout haruslah mempunyai sifat non shrink (tidak berkerut).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya, atas dasar kepraktisan dan keekonomisan, lebih baik menerapkan azas desain Low-Tuned System (LTS) terutama untuk RE yang mempunyai RPM (revolutions per minute) tinggi. RE dengan RPM tinggi cenderung menghasilkan frekwensi natural yang lebih tinggi dari pada frekwensi natural pondasi beton. Selain daripada itu, LTS memiliki efek vibrasi yang lebih rendah dari HTS.&lt;br /&gt;
Namun penerapan azas LTS tidak disarankan buat RE yang mempunyai RPM rendah ataupun bervariasi. Untuk kasus seperti ini, azas HTS dianggap lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, rule of thumb jika kita sebagai perencana tidak ada/tidak bisa mendapatkan data analisa dinamis (dynamic analysis) dari RE, sengaja kalimat itu saya tebalkan dan garis bawahi sebagai catatan penting, maka langkah berikut ini bisa kita pergunakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Struktur pendukung atau pondasi untuk RE CENTRIFUGAL yang mengeluarkan output KURANG dari 500 HP (horse power), maka berat pondasi didesain tidak boleh kurang dari 3 (tiga) kali dari berat RE secara keseluruhan. Terkecuali jika ada pemberitahuan lain dari pabrik pembuatnya.&lt;br /&gt;
b. Sedangkan untuk RE RECIPROCATING yang mengeluarkan output KURANG dari 200 HP, maka berat pondasi didesain tidak boleh kurang dari 5 (lima) kali dari berat RE secara keseluruhan. Terkecuali jika ada pemberitahuan lain dari pabrik pembuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbandingan rasio massa 3:1 dan 5:1 ini juga merupakan nilai empiris yang telah lama dipakai perbandingan untuk massa pondasi terhadap massa RE/mesin. Tentu saja nilai perbandingan tersebut bisa kita ubah menjadi lebih kecil dan tentu saja harus dibarengi dengan perhitungan dan bukti terapan dilapangan yang cukup.&lt;br /&gt;
Dan meskipun pendekatan dengan metode ini merupakan best practice terhadap rule of thumb, sebaiknya pada pendesainan tetap dilakukan analisa dinamis untuk memprediksi perilaku pondasi akibat RE.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patut dipertimbangkan bahwa untuk penempatan/lokasi pondasi RE haruslah terpisah dari pondasi dan bangunan lain. Dasar pemikirannya adalah massa pondasi RE maupun efek getaran yang dihasilkan akan memberikan stress/tekanan pembebanan terhadap pondasi dan bangunan disampingnya dan ataupun sebaliknya jika tidak ada pemisahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang jarak pemisahan pondasi RE terhadap struktur lain disampingnya, saya merekomendasikan lebar ruang antara (space) minimal sebesar 2,5 kali lebar pondasi berukuran terkecil.&lt;br /&gt;
Nilai ini dianggap sebagai best practice serta karena stress yang diderita tanah dibawah struktur/pondasi lain (pada jarak ruang antara tersebut) tidak akan menimpa tanah dibawah pondasi RE dan sebaliknya. Pada jarak tersebut juga, dapat dihindarkan akibat negative dari transmisi amplitudo getaran yang merugikan lewat tanah disekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika nilai jarak antar tersebut tidak bisa diterapkan karena keterbatasan ruang, maka diperlukan perhitungan teknis yang dapat memberikan indikasi bahwa transmisi amplitude getaran masih dapat diterima. Bisa juga dipertimbangkan opsi menggunakan softboard (misalnya gabus/Styrofoam atau bahan yang tidak rigid) atau menggunakan lapisan slurry (campuran semen) yang dibuat seperti dinding atau bahkan sheetpiles yang diletakkan diantara pondasi yang berdekatan. Opsi-opsi diatas tergantung dari hasil perhitungan amplitudo getaran dan perilaku tanah. Jadi bijaklah menyikapi semua informasi yang didapat sebelum memutuskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pondasi RE ini terletak diarea paving/pavement atau disekeliling slab beton, maka perlu pula diberikan isolation joint disekeliling pondasi. Untuk penerapan isolation joint ini disarankan lebar minimum 12 mm dan kedalaman sekitar 20 mm dan material adalah sesuai penggunaan yaitu jenis material untuk expansion joint. Untuk itu, ACI 504R (Guide for Sealing Joints in Concrete Structures) bisa dijadikan rujukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menentukan seberapa kedalaman yang layak dari suatu pondasi RE dari muka tanah khususnya untuk pondasi berbentuk blok, ada beberapa pendapat misalnya minimum 50% dari tebal pondasi yang harus tertanam dalam tanah. Ada juga yang berpendapat minimum 80%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pribadi lebih memilih nilai 80 % dengan pertimbangan faktor penambahan keamanan stabilitas pondasi atas getaran yang bakal diterima. Menurut saya, dengan berkedalaman lebih juga akan meningkatkan ketahanan lateral dan rasio-rasio peredam untuk semua mode vibrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyikapi perihal tentang tanah, perlulah dipahami kaitan pondasi yang kita desain dengan tekanan daya dukung tanah. Untuk pondasi dangkal, meskipun kita sudah mendesain pondasi pendukung sebaik mungkin namun itu semua bakal tidak terpakai jika tanah sebagai pendukung pondasi tidak cukup baik kualitasnya, terutama daya dukung.&lt;br /&gt;
Untuk itu, diperlukan tindakan uji soil investigation, kecermatan dalam membaca hasilnya, kemudian kecermatan dalam menerapkannya dalam desain. Pemeriksaan terhadap kecukupan kuat tanah dalam kemampuan kapasitas daya dukung statis dan pertimbangan besar penurunan (settlement) perlulah dilakukan.&lt;br /&gt;
Termasuk juga efek pembebanan dinamis terhadap tanah dan jika diperlukan, perlakuan lanjutan untuk meningkatkan kapasitas daya dukung dapat saja dilakukan. Banyak metoda yang dipakai, salah satunya seperti metoda dynamic compaction atau dynamic replacement seperti yang telah saya tulis diartikel sebelum ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa patokan untuk daya dukung ijin tanah yang dapat dipertimbangkan adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Untuk system pondasi high-tuned: tekanan daya dukung tanah tidak melebihi 50% dari tekanan daya dukung ijin yang diperbolehkan terhadap beban statis.&lt;br /&gt;
b. Untuk system pondasi low-tuned: tekanan daya dukung tanah tidak melebihi 75% dari tekanan daya dukung ijin yang diperbolehkan terhadap beban statis.&lt;br /&gt;
Sebagai catatan, daya dukung ijin (Q all) untuk pondasi RE berat haruslah dikurangi. Hal ini perlu dilakukan untuk menyediakan lebih besar safety factor terhadap kemungkinan penurunan (settlement) akibat getaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan penentuan ketebalan minimum? Disamping kita bisa mendapat masukan pertimbangan atas perbandingan berat dari rasio 3:1 atau 5:1, lebih spesifik dalam menentukan ketebalan pondasi minimum adalah azas:&lt;br /&gt;
0.60 + L/30 (dalam satuan meter).&lt;br /&gt;
Misalnya:&lt;br /&gt;
Direncanakan panjang (L) pondasi = 1,50 meter maka ketebalan minimum adalah 0.60 + 1,5 m/30 = 0.605 m.&lt;br /&gt;
Faktor lain yang patut dipertimbangkan adalah jika ada anchor bolt yang harus ditanam kedalam pondasi maka meskipun ketebalan minimum sudah terpenuhi dengan azas diatas, ketebalan harus mengakomodasi panjang anchor bolt tertanam plus ketebalan sekitar minimum 100 mm diatas lapisan tulangan terbawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebar minimum, secara teknis nilai berikut ini dapat dipakai yaitu paling tidak 1,5 kali jarak vertical dari dasar ke garis tengah RE dan tambahkan lebar mimimum dengan area bebas (jarak ke tepi beton) dari base plate/mounting plate/skid RE yaitu 100 mm kesegala arah.&lt;br /&gt;
Jadi misalnya lebar skid 1000 mm maka lebar pondasi disarankan 1000 mm + 100 mm (kiri) + 100 mm (kanan) = 1200 mm.&lt;br /&gt;
Mengapa? Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi retak pinggir yang sering terjadi karena kekurang cermatan pekerja lapangan dalam mengkonstruksi pondasi dan jarak 100 mm ini dipandang cukup mengakomodasi sudut tekanan yang tercipta dari skid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita masuk kebagian penulangan dan pembetonan.&lt;br /&gt;
Penulangan diperlukan untuk menahan gaya-gaya dalam dan momen yang relatif kecil dalam suatu pondasi berbentuk blok disebabkan oleh ukuran pondasi yang masif. Untuk itu, minimum jumlah tulangan yang diperlukan lebih banyak diperlukan untuk mengantisipasi penyusutan dan temperatur beton.&lt;br /&gt;
Di ACI 318 memang tidak secara spesifik menyebutkan kebutuhan tulangan minimum untuk pondasi blok, tetapi pemakaian nilai 0,0018 (sebagai A min tulangan) dikalikan luasan arah melintang beton dapat dipergunakan sebagai panduan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengecualian terhadap nilai tersebut dapat kita lihat di ACI 207.2R jika ketebalan pondasi ternyata setelah kita hitung melebihi 1,2 meter. Dimana ketebalan tersebut kita perlukan lebih pada faktor kestabilan, kekakuan dan peredaman akibat getaran serta untuk mengakomodasi panjang anchor bolt, maka disarankan tulangan minimum memakai diameter 22 mm dengan jarak maksimum antar tulangan adalah 300 mm (center to center), namun saya lebih menyukai pemakaian jarak tulangan 200 mm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan jika kita harus menggunakan pier (pengertian ini beda dengan table top), maka jumlah tulangan minimum yang harus disediakan di pier adalah tidak boleh kurang dari 1% tetapi tidak boleh lebih dari 8% dikalikan luasan potongan melintang beton. Jika mempergunakan pedestal, maka tulangan minimum tidak boleh kurang dari ½%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pondasi dengan ketebalan minimum 500 mm, maka haruslah disediakan tulangan susut dan penahan temperature beton sesuai ACI 318. Untuk nilai ED dalam menghitung kekakuan beton, kita memakai:&lt;br /&gt;
ED (dalam satuan MPa) = 6560 x kuat tekan beton berpangkat 0,5 (setengah).&lt;br /&gt;
Kuat tekan beton disarankan minimum 28 MPa (atau sekitar 4000 psi). Perlu dipahami nilai modulus dinamis elastisitas harus lebih tinggi dari modulus statis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan eksentrisitas pondasi dengan RE yang berporos horizontal?&lt;br /&gt;
Kita tahu bahwa eksentrisitas dapat menimbulkan gaya tidak seimbang yang berujung pada penambahan momen. Untuk itu perlulah kita batasi besaran eksentrisitas tersebut. Alasannya adalah untuk meminimalisasi momen-momen sekunder yang bisa saja secara signifikan mempengaruhi frekwensi natural dari pondasi. Misalnya pondasi dimaksudkan untuk mampu menahan gaya tidak seimbang vertical dimana gaya tidak segaris dengan titik pendukung elastis, yang dimana gaya tersebut menghasilkan tambahan gaya putar (rotation) terhadap vertical displacement.&lt;br /&gt;
Nah jika kita tidak menetapkan batasan eksentrisitas yang diijinkan maka dikhawatirkan (momen sekunder plus momen utama) akan mengakibatkan 2 jenis frekwensi natural yang mungkin saja secara significant berbeda dengan azas tunggal frekwensi natural dalam satu system pondasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa batasan yang saya anut dalam menentukan nilai eksentrisitas ijin.&lt;br /&gt;
Yaitu, untuk eksentrisitas horizontal, tegak lurus terhadap bantalan poros (bearing axis), antara titik pusat garis berat pondasi dan pusat area kontak tanah tidaklah boleh melebihi nilai 0,05 dikalikan lebar pondasi. Sedangkan jika searah/parallel dengan bantalan poros, maka tidak boleh melebihi 0,05 dikalikan panjang pondasi.&lt;br /&gt;
Jika kita menggunakan pier atau pedestal, maka penerapan nilai tersebut juga harus disesuaikan plus pertimbangan terhadap center of gravity dari RE. Diatas semua itu, saya menyarankan, jika dimungkinkan, sebaiknya hindarilah eksentritas. Sedapat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit bahasan tentang rasio rentang frekwensi natural yang diijinkan.&lt;br /&gt;
Pembatasan rentang frekwensi natural yang diijinkan dalam suatu system pondasi berkaitan dalam upaya menghindari bahaya yang terjadi akibat getaran yang berlebihan. Secara umum, rasio antara frekwensi operasi mesin (f) dengan frekwensi natural dari system pondasi f(n) tidak diharapkan berada pada rentang 0,7 hingga 1,3.&lt;br /&gt;
Sehingga, untuk frekwensi natural HTS harus berada dibawah nilai 0,7 dan untuk LTS f/f(n) nilainya harus diatas 1,3. Seperti yang kita ketahui, jika rasio f/f(n) mendekat angka 1, akan terjadi penambahan peningkatan secara cepat terhadap amplitude getaran.&lt;br /&gt;
Untuk itulah dalam menyediakan factor keamanan terhadap resonansi getaran, kita membatasi rentang frekwensi natural ini. Diluar rentang 0,7 – 1,3 ini, respon dinamis maksimum dari system hanya terbatas sedikit lebih besar dari nilai defleksi statis system pondasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, pembatasan rentang frekwensi natural ini sangat sulit dicapai jika kita mendesain suatu system struktur yang rumit seperti halnya kombinasi kekakuan steel structure dengan sistim pondasi, pondasi untuk RE yang memilik beragam mode kecepatan, pondasi untuk RE yang sangat berat (turbo compressor yang berdimensi luar biasa besar misalnya), maka kita harus menyediakan perhitungan yang lebih rumit (misalnya menghitung maksimum kecepatan getaran dalam fasa dan 180 derajat diluar fasa, penentuan lokasi dimana amplitude getaran yang dominan berada dan lain sebagainya). Jika nanti ada kesempatan, untuk serba serbi frekwensi natural ini akan saya bahas dalam artikel tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu jika kita harus menyediakan suatu platform struktur baja, terutama jika mendesain pondasi RE dengan memakai TT (table top), maka platform tersebut sebaiknya terpisah dengan system pondasi TT. Untuk bagaimana supaya platform dapat bernilai aman dan nyaman bagi pemakai dilapangan, design engineer sebaiknya membaca ISO 2631-1 &amp;amp; ISO 2631-2. Referensi itu membahas tentang bagaimana respon seseorang terhadap getaran bangunan dan kurva berat respon pada kesamaan gangguan terhadap tubuh dan metoda-metoda bagaimana cara mengatasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diluar semua perhitungan teknis diatas kertas, seorang engineer haruslah memiliki “sense of engineering” atau juga disebut “engineering feeling”. “Rasa” ini tidak ada kriteria bakunya namun bisa terbentuk dan terasah jika seorang engineer setia pada kemauan untuk berkarya sesuai bidangnya.&lt;br /&gt;
“Rasa” ini juga bisa membimbing seorang engineer dalam mendesain suatu konstruksi yang kuat dan aman, tepat sasaran, tidak rumit, mudah dilaksanakan serta hemat biaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit cerita tentang engineer copas (copy paste).&lt;br /&gt;
Suatu ketika karib saya mengirim email, meminta bantuan saya memeriksa pekerjaan desain pondasi RE (generator/genset) yang dikerjakan staffnya. Setelah membaca hitungan desain, belum lagi saya memeriksa hitungan yang dikirimkan tersebut, saya langsung mendapat kesimpulan staff karib saya ini hanya melakukan engineering copas. Sang staff yang mengaku jebolan konsultan engineering, hanya mengganti angka-angka (dari suatu perhitungan pondasi lain) dan memberikan kesimpulan dimensi serta menyebutkan bahwa desain tersebut aman. Aman dari hongkong? Hehehehehe..&lt;br /&gt;
Dalam perhitungan tersebut, tidak ada hubungan data teknis dari mesin generator dengan desain pondasi dibawahnya dan ajaibnya dibawah pondasi generator diberikan usulan menggunakan cerucuk dolken kayu untuk meningkatkan daya dukung tanah, yang sayangnya sang staff tidak menuliskan berapa daya dukung tanah yang dihasilkan dengan metoda cerucuk.&lt;br /&gt;
Sehingga tidak ada perhitungan settlement dan daya dukung yang ditulis hanya imajinasi saja. Sedangkan data teknis generator, yang seharusnya diperhitungkan untuk penentuan system pondasi, tidak dipakai dan hanya untuk pajangan supaya jumlah halaman teknis jadi panjang dan terkesan bagus.&lt;br /&gt;
Saya kemudian menganjurkan karib saya untuk meminta staff tersebut mendesain ulang dengan kaidah-kaidah yang benar, desain harus memiliki esensi dan tidak copas. Model copas inilah yang kita harus hindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak sulit mengganti sekedar angka namun itu berarti kita hanya berkemampuan meniru, yang kosong, tak berbobot, tak ada nilainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini saya sajikan contoh perhitungan desain pondasi RE, silahkan dipelajari untuk mengambil intisarinya/esensinya, melakukan trial dan error, sampai kita merasa kita mampu melakukan desain secara mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;sumber:http://www.ilustri.org/&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DAFTAR KAS IKATAN ALUMNI STM MANGGA BESAR</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2012/05/daftar-kas-ikatan-alumni-stm-mangga.html</link><category>DAFTAR KAS IKATAN ALUMNI</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Thu, 10 May 2012 04:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-7302081332867198288</guid><description>&lt;iframe frameborder="0" height="300" src="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?key=0Ap_St0c09vJ5dFp5TngtTnJxZWc2bXhjTlRNdU9wOXc&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="700"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder="0" height="300" src="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?key=0Ap_St0c09vJ5dDdkM0lSampGWGZWTFVuaFBxa2tWb3c&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="700"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Untuk Pembayaran Kas IKATAN ALUMNI BISA DI TRANSFER MELALUI   :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/536676_273950846021175_100002187847896_644747_957579545_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/536676_273950846021175_100002187847896_644747_957579545_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Transfer ke Rekening &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;MANDIRI No Rek 129 - 00 - 0663268-7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;atas nama &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;JUHRIAH FATIANI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>This Weblog is Under Contruktion.......SORRY!!!!!</title><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2012/05/this-weblog-is-under-contruktionsorry.html</link><category>This Weblog is Under Contruktion.......SORRY</category><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Wed, 9 May 2012 18:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-6115761358708230439</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMAN INI......KAMI DALAM PERBAIKAN......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://s133.photobucket.com/albums/q48/gustaf_aurellio/?action=view&amp;amp;current=under-construction.gif" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" src="http://i133.photobucket.com/albums/q48/gustaf_aurellio/under-construction.gif" /&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://satoe-dki.blogspot.com/2012/05/closeddddddddddd.html</link><author>noreply@blogger.com (Satoe DKI)</author><pubDate>Mon, 7 May 2012 09:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1275813962017398469.post-6433483173597691743</guid><description>CLOSEDDDDDDDDDDD.....................SELESAI..................</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>