<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720</atom:id><lastBuildDate>Mon, 23 Sep 2024 05:29:41 +0000</lastBuildDate><category>Jawa Timur</category><category>Sumatera Barat</category><category>Kepulauan Riau</category><category>DKI Jakarta</category><category>Daerah Istimewa Yogyakarta</category><category>Jawa Tengah</category><category>Kalimantan Barat</category><category>Kalimantan Selatan</category><category>Kalimantan Tengah</category><category>Maluku</category><category>Nanggroe Aceh Darussalam</category><category>Nusa Tenggara Barat</category><category>Sulawesi Tengah</category><category>Bali</category><category>Bangka Belitung</category><category>Banten</category><category>Bengkulu</category><category>Gorontalo</category><category>Jambi</category><category>Jawa Barat</category><category>Kalimantan Timur</category><category>Lampung</category><category>Maluku Utara</category><category>Nusa Tenggara Timur</category><category>Papua</category><category>Papua Barat</category><category>Riau</category><category>Sulawesi Barat</category><category>Sulawesi Selatan</category><category>Sulawesi Tenggara</category><category>Sulawesi Utara</category><category>Sumatera Selatan</category><category>Sumatera Utara</category><title>Satu Indonesia</title><description>Direktori Pariwisata di Seluruh Indonesia</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-4672591740615607538</guid><pubDate>Wed, 18 May 2011 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-18T21:49:21.379+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nusa Tenggara Barat</category><title>Air Terjun Benang Kelambu</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXP_8TBy4kawzi5SUmLjB1QykT0EZKd1QSu4HTUKEgOerAJiritupUBqpog9h-qjM0UpAYe9OtljthX0m0GLIWTr9OLyG6C9Pn2FPEntxg-mr_rInamqkOZ7nTC4mTPrgeH9I5fsHnGj0/s1600/air+terjun+benang+kelambu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXP_8TBy4kawzi5SUmLjB1QykT0EZKd1QSu4HTUKEgOerAJiritupUBqpog9h-qjM0UpAYe9OtljthX0m0GLIWTr9OLyG6C9Pn2FPEntxg-mr_rInamqkOZ7nTC4mTPrgeH9I5fsHnGj0/s320/air+terjun+benang+kelambu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pulau Lombok merupakan tempat yang ideal untuk melepaskan kejenuhan setelah lelah beraktivitas dan bosan dengan hiruk pikuk kota. Sebagai pulau yang kaya akan pemandangan alam yang cantik dan menawan, ke manapun kaki Anda melangkah, akan menemukan pemandangan alam yang indah dan mempesona. Hampir di setiap sudut pulau terdapat spot menarik yang layak untuk dikunjungi, mulai dari Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Taman Narmada, Pantai Kuta, dan beberapa air terjun yang bersumber dari Danau Segara Anak.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sekian banyak air terjun yang ada, beberapa di antaranya sudah sangat dikenal oleh masyarakat seperti Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile. Selain air terjun tersebut, masih ada beberapa air terjun yang memiliki pemandangan indah namun belum dipublikasikan secara luas, sehingga keberadaannya baru diketahui oleh penduduk lokal saja. Satu dari sekian banyak air terjun tersebut adalah Air Terjun Benang Kelambu yang terletak di tengah hutan Desa Aik Berik, Batu Kliang Utara, Lombok Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Air Terjun Benang Kelambu berdasarkan pada aliran air terjun yang tercipta. Berbeda dengan air terjun biasa yang airnya meluncur pada satu tempat sehingga tercipta suara gemuruh, Air Terjun Benang Kelambu lebih menyerupai tirai (kelambu). Air yang mengalir turun dari ketinggian tebing mengalir melalui tanaman merambat yang tumbuh di permukaan tebing kemudian jatuh ke tanah, menyerupai rintik air hujan yang mengalir jatuh dari atap rumah. Oleh karena itulah air terjun ini disebut sebagai Air Terjun Benang Kelambu. Bagi Anda yang suka bertualang di alam bebas dan menikmati keindahan alam, maka jangan sampai lewatkan kunjungan ke Air Terjun Benang Kelambu saat sedang berada di Kabupaten Lombok Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda yang suka beraktivitas di tengah alam terbuka, berjalan kaki menembus hutan dan menikmati udara yang segar, Air Terjun Benang Kelambu merupakan obyek wisata yang layak untuk Anda kunjungi. Untuk mencapai lokasi air terjun, Anda akan melewati hamparan persawahan dengan latar belakang perbukitan serta Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Memasuki kawasan Desa Aik Berik hawa sejuk dan udara segar mulai terasa. Hal ini dikarenakan Desa Air Berik termasuk desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tempat parkir kendaraan, Anda harus berjalan kaki sekitar 1 km sebelum tiba di Air Terjun Benang Kelambu. Medan yang akan Anda lalui lumayan terjal dan menantang, melewati sungai kecil, jalan setapak, serta membelah hutan. Anda harus menyiapkan tenaga ekstra untuk mencapai air terjun ini. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang hijau, kicauan burung, dan suara hewan-hewan lain yang saling bersahutan. Namun, usaha dan semua keletihan Anda akan terbayar lunas saat sampai di Air Terjun Benang Kelambu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebing yang dindingnya dipenuhi oleh tanaman merambat menyambut Anda. Air mengalir dari ketinggian serupa kelambu putih tipis di balik dinding hijau serta menciptakan suara gemuruh. Air terjun ini bertingkat-tingkat dan menyebar. Selain ada air terjun utama berukuran besar, ada beberapa air terjun kecil yang tersebar di berbagai titik. Sedangkan tempat yang bisa digunakan untuk mandi ada 4, yakni di sebelah kiri, kanan, tengah, dan atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliran air terjun di Benang Kelambu tidak begitu deras, sehingga nyaman digunakan untuk mandi dan tidak menyakiti kulit. Selain itu, air yang mengalir melaui sela-sela dedaunan ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga membuat siapapun yang mandi di bawahnya terlihat lebih muda. Menurut kepercayaan masyarakat setempat hal ini dikarenakan Air Terjun Benang Kelambu bersumber langsung dari Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Terjun Benang Kelambu terletak berdekatan dengan Air Terjun Benak Stokel, tepatnya di Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa tenggara Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara Air Terjun Benang Kelambu dengan Kota Mataram sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama 45 menit menggunakan kendaraan melalui Narmada, Desa Pancar Dao, dan Pasar Teratak. Akses menuju lokasi dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah tiba di tempat parkir, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di tengah hutan hingga tiba di lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Air Terjun Benang Kelambu akan ditarik retribusi sebesar Rp 3.000,00/orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letaknya di dalam hutan menjadikan Air Terjun Benang Kelambu belum memiliki fasilitas yang lengkap. Meski begitu beberapa fasilitas standar sebuah obyek wisata seperti tempat parkir, kamar mandi umum, dan kios makanan sudah di tempat ini. Tak jauh dari Air Terjun Benang Kelambu juga terdapat Air Terjun Benang Stokel yang dapat Anda kunjungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : wisata melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2011/05/air-terjun-benang-kelambu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXP_8TBy4kawzi5SUmLjB1QykT0EZKd1QSu4HTUKEgOerAJiritupUBqpog9h-qjM0UpAYe9OtljthX0m0GLIWTr9OLyG6C9Pn2FPEntxg-mr_rInamqkOZ7nTC4mTPrgeH9I5fsHnGj0/s72-c/air+terjun+benang+kelambu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-6079487607390598061</guid><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 22:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-28T05:38:33.689+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jawa Timur</category><title>Monumen Kapal Selam, Kota Surabaya, Jawa Timur</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUHhjOXSZjz7pvHt302dE-RFEikZ8Rw2slCz6qRzT4ZvM74ZTh46dpobGLI9C72KpC1gjM2il1sqU-aIJxw11YSbw9abFI3XJfWVEIUUzUzVXAf5uNgXkjz45GPtFPrCp_F_bJ0XaVYsk/s1600/monumen+kapal+selam.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUHhjOXSZjz7pvHt302dE-RFEikZ8Rw2slCz6qRzT4ZvM74ZTh46dpobGLI9C72KpC1gjM2il1sqU-aIJxw11YSbw9abFI3XJfWVEIUUzUzVXAf5uNgXkjz45GPtFPrCp_F_bJ0XaVYsk/s320/monumen+kapal+selam.jpeg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Monumen Kapal Selam (Monkasel) ini terdapat di bantaran Kalimas, Surabaya. Pembangunan Monkasel dimulai pada tanggal 1 Juli 1995, dan diresmikan oleh Kasal Laksamana TNI Arief Kushariadi pada tanggal 27 Juni 1998, kemudian mulai dibuka untuk umum pada tanggal 15 Juli 1998.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Monumen ini berupa kapal selam asli, yaitu KRI Pasopati dengan nomor lambung 410, termasuk jenis SS tipe Whiskeys Class buatan Vladiwostok, Rusia, tahun 1962. KRI Pasopati masuk ke jajaran TNI AL mulai tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan silent raids. KRI Pasopati 410 dinonaktifkan dari jajaran TNI AL pada tanggal 25 Januari 1990.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KRI Pasopati memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 18,3 knots di atas air dan 13,5 knots di bawah air. Beratnya dalam kondisi penuh adalah 1300 ton, dan dalam kondisi kosong 1050 ton. Kapal memiliki jarak jelajah 8500 mil laut, dilengkapi dengan persenjataan 12 buah torpedo yang masing-masing panjangnya 7 meter. Untuk mengoperasikan kapal selam ini dibutuhkan 63 orang awak kapal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapal ini terdiri atas tujuh buah ruangan yang berderet dari haluan ke buritan, dimana tiap-tiap ruangan penuh dengan berbagai peralatan yang cukup rumit. Kapal digerakkan dengan tenaga baterai yang berjumlah 224 buah, dengan bahan bakar solar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama pengabdiannya, KRI Pasopati banyak berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut yurisdiksi nasional. Dalam Operasi Trikora, KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan, memberi tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan, sehingga Irian Barat dapat kembali ke dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah dilakukan KRI Pasopati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monumen ini berupa kapal selam asli dengan berbagai peralatan yang masih lengkap, sehingga sangat menarik dan sangat bagus untuk dilihat baik bagi masyarakat umum maupun para pelajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monkasel terletak di Jalan Pemuda No. 39, Surabaya. Telepon (031)5490410 dan (031)5353284.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monkasel dapat dicapai dengan mudah dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga tiket masuk adalah Rp. 2.500,- per orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam buka :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Senin – Jum‘at : 08.00 s/d 21.00 WIB&lt;br /&gt;
* Sabtu – Minggu : 08.00 s/d 22.00 WIB&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fasilitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Taman Swarga Puspitaloka&lt;br /&gt;
* Video Rama&lt;br /&gt;
* Live music dan wisata air Kalimas&lt;br /&gt;
* Restoran dan kafe&lt;br /&gt;
* Penjualan souvenir&lt;br /&gt;
* Tempat parkir luas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/12/monumen-kapal-selam-kota-surabaya-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUHhjOXSZjz7pvHt302dE-RFEikZ8Rw2slCz6qRzT4ZvM74ZTh46dpobGLI9C72KpC1gjM2il1sqU-aIJxw11YSbw9abFI3XJfWVEIUUzUzVXAf5uNgXkjz45GPtFPrCp_F_bJ0XaVYsk/s72-c/monumen+kapal+selam.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-4618641861182253141</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 11:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-17T18:20:34.452+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepulauan Riau</category><title>Benteng Bukit Kursi di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW5wfJmGAZjeAQRdp6kVABXkAmKCNogP1dmJFEdecO7Q2IJkDakrCdrTobrpF7HdEZRQCDrHxz3skVcpzXpcYJKGNQS3lzgzOt5i5m1xWO6nowm4KiB6s-hjtTGANdcfIxGEkmL4v2aPs/s1600/benteng+bukit+kursi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW5wfJmGAZjeAQRdp6kVABXkAmKCNogP1dmJFEdecO7Q2IJkDakrCdrTobrpF7HdEZRQCDrHxz3skVcpzXpcYJKGNQS3lzgzOt5i5m1xWO6nowm4KiB6s-hjtTGANdcfIxGEkmL4v2aPs/s320/benteng+bukit+kursi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Benteng Bukit Kursi yang terdapat di Pulau Penyengat, merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Kerajaan Melayu dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan diri dari serangan musuh. Nama benteng tersebut diambil dari nama tempat di mana benteng itu dibangun, yaitu Bukit Kursi. Bukit Kursi merupakan lokasi yang cukup strategis untuk benteng pertahanan. Selain berada pada dataran tinggi di Pulau Penyengat, bukit ini juga langsung menghadap laut lepas.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Mengingat pentingnya peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, maka muncullah ide untuk membangun benteng pertahanan. Ide tersebut disetujui oleh Raja Haji Fisabillah yang saat itu menjabat sebagai Raja Kerajaan Melayu Riau. Sebuah benteng kemudian dibangun di Bukit Kursi dalam waktu 4 tahun atau sekitar tahun 1782—1784 M. Untuk menyempurnakan keberadaan benteng sebagai basis pertahanan kerajaan, maka didatangkan sebanyak 80 meriam dari Eropa yang dipasang di tiap-tiap sudut strategis untuk memudahkan para prajurit kerajaan menghalau tentara musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat Benteng Bukit Kursi ini, istana dan bangunan kerajaan lainnya yang terdapat di dalam kompleks kerajaan bisa terhindar dari serangan musuh dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, pernah tercatat dalam sejarah perjuangan Kerajaan Melayu Riau, benteng ini mampu menjadi perisai yang tangguh guna menghalau penjajah Belanda yang akan memasuki Pulau Penyengat. Butuh strategi yang matang dan waktu yang cukup lama bagi Pemerintah Kolonial Belanda menguasai basis kerajaan dan benteng pertahanan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain bangunan benteng ini cukup menarik. Benteng pertahanan yang terletak di atas bukit ini dibangun dalam bentuk parit-parit. Desain ini dibuat untuk menghindari serangan musuh yang datang dalam jumlah besar serta memiliki persenjataan yang lengkap. Di samping itu, parit-parit tersebut juga berfungsi sebagai jalur untuk menyuplai bubuk mesiu bagi persenjataan meriam. Hingga saat ini, parit-parit tersebut masih membentang di Benteng Bukit Kursi. Parit-parit ini digali dengan kedalaman 1 m dan menghubungkan tiap-tiap lokasi meriam berdiri. Tetapi kondisi parit-parit tersebut, sekarang ini kurang terawat dan terkesan kumuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas Benteng Bukit Kursi ini, terdapat beberapa peninggalan meriam kuno. Tetapi, jumlah meriam yang terdapat di bukit tersebut jauh berkurang dari jumlah semula yang berjumlah sekitar 90 meriam. Sebagian meriam-meriam tersebut, oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dijual ke Singapura dengan harga yang cukup murah sebagai barang rongsokan. Sementara itu, sebagian lainnya hilang karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan dari pemerintah daerah setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak jauh dari Benteng Bukit Kursi, terdapat sebuah bangunan yang pada zaman dahulu dipergunakan untuk menyimpan bubuk mesiu. Oleh masyarakat setempat bangunan ini dinamakan Gedung Obat Bedil (gudang mesiu). Keberadaan gudang mesiu ini erat kaitannya dengan Benteng Bukit Kursi. Ketika pertempuran sedang berkecamuk, gudang ini menjadi penyuplai mesiu untuk senjata meriam guna menghalau musuh. Gedung Obat Bedil hingga sekarang masih berdiri kokoh walau telah berusia cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentang Bukit Kursi terletak di Pulau Penyengat, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjung Pinang, Kota Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menuju Benteng Bukit Kursi, para wisatawan mesti melintasi laut lepas. Perjalanan dapat dimulai dari Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan menggunakan angkutan kota. Kemudian, dari Pelabuhan Sri Bintan Pura perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Penyengat dengan lama perjalanan sekitar 15 menit menggunakan perahu pompong dengan ongkos perjalanan sekitar Rp 5.000. Bagi para pelancong disarankan agar tidak menempuh perjalanan pada sore hari menjelang malam. Karena biaya yang dikeluarkan untuk ongkos perjalanan dari pelabuhan menuju Pulau Penyengat atau sebaliknya bisa naik mencapai 200—300% dari harga normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, di Pulau Penyengat para wisatawan dapat menggunakan jasa becak bermotor untuk mengelilingi pulau tersebut. Termasuk menuju Benteng Bukit Kursi. Untuk mendapatkan jasa pelayanan becak bermotor tersebut, para wisatawan cukup membayar uang sebesar Rp 20.000 selama satu jam (November 2008). Para wisatawan tinggal duduk dan menunjukkan daerah tujuan wisata kepada pengemudi yang sekaligus bertindak sebagai pemandu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk masuk ke obyek wisata Benteng Bukit Kursi, tidak dipungut biaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam proses konfirmasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/11/benteng-bukit-kursi-di-kota-tanjung.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW5wfJmGAZjeAQRdp6kVABXkAmKCNogP1dmJFEdecO7Q2IJkDakrCdrTobrpF7HdEZRQCDrHxz3skVcpzXpcYJKGNQS3lzgzOt5i5m1xWO6nowm4KiB6s-hjtTGANdcfIxGEkmL4v2aPs/s72-c/benteng+bukit+kursi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-6433795879559478777</guid><pubDate>Fri, 12 Nov 2010 23:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-13T06:34:05.810+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jawa Tengah</category><title>Menikmati keindahan alam di Batu Raden, Kabupaten Banyumas, Jateng</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtp0OCat0nxbDugqWkaZCZGkdRp5mN3SkVt3Nq27is6Ah5-3Q26a-tTKjNtIihjVPWZ4Mmfq_dlYs7CEXY5dBcyW2U1QLnuD1OfHBN_e2ua4NkeBrafvzVvBunQyGUmUnGdaGTjJLTN4/s1600/baturaden.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtp0OCat0nxbDugqWkaZCZGkdRp5mN3SkVt3Nq27is6Ah5-3Q26a-tTKjNtIihjVPWZ4Mmfq_dlYs7CEXY5dBcyW2U1QLnuD1OfHBN_e2ua4NkeBrafvzVvBunQyGUmUnGdaGTjJLTN4/s320/baturaden.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Curug Pitu di Baturaden&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Batu Raden merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sejak tahun 1928, Batu Raden dikenal sebagai obyek wisata pegunungan. Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan udara pegunungan yang sejuk dengan suhu antara 18°C-25°C. Dalam kondisi cuaca yang bagus dan cerah, pemandangan Kota Purwokerto, Nusakambangan, dan pantai Cilacap dapat terlihat dengan jelas dari puncak Baturaden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Nama Batu Raden berasal dari dua kata (bahasa Jawa), yaitu Batur (bukit, tanah, teman, pembantu) dan Raden (bangsawan). Bila digabung, kata “Batu Raden” dapat bermakna:  tanah yang datar atau tanah yang indah. Ada dua versi sejarah Batu Raden, yaitu versi Syekh Maulana Maghribi dan versi Kadipaten Kutaliman. Menurut versi yang pertama, Syekh Maulana Maghribi, Pangeran Rum yang berasal dari Turki dan beragama Islam, pernah merasa penasaran dengan cahaya terang misterius yang menjulang ke angkasa dan bersinar di bagian timur. Sang Pangeran kemudian mencari asal cahaya tersebut. Singkat cerita, setelah melakukan pendakian hingga ke puncak sebuah gunung, Sang Pangeran melihat ada seorang pertapa Buddha yang bersandar pada sebuah pohon jambu yang memancarkan sinar cahaya ke atas. Lokasi ini kemudian dikenal dengan sebutan Batu Raden. Sedangkan menurut versi kedua, cerita Batu Raden terkait dengan kisah cinta antara anak perempuan Adipati Kutaliman dengan pembantunya yang menjaga kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luas tanah keseluruhan kawasan obyek wisata Batu Raden adalah 16,5 Ha, dengan luas lahan investasi 4 Ha. Status tanah adalah HPL (hak pengelolaan) Pemerintah Daerah (Pemda).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keistimewaan Batu Raden terletak pada aneka ragam jenis obyek wisata yang ditawarkan. Di samping wisata utama Batu Raden, di kawasan ini juga terdapat banyak lokasi wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Taman Botani. Taman ini menyediakan aneka ragam tanaman hias, tanaman bongsai, dan tanaman langka, seperti  Tanaman Havana, Daun Dewa, Brimulia, Keladi Tikus, Antarium Lipstik, Palem Paris, Lidah Gajah, dan Widoro Laut. Harga tanaman-tanaman ini terbilang cukup murah dan dapat dijangkau oleh pengunjung yang ingin menjadikannya sebagai cinderamata.&lt;br /&gt;
2. Curug Gede. Obyek wisata ini terletak di Desa Wisata Ketenger, jaraknya kurang lebih 3 km dari Batu Raden. Di sana terdapat sebuah air terjun yang indah.&lt;br /&gt;
3. Pancuran Pitu, yang berjarak 2,5 km dari Batu Raden. Pancuran ini terletak 2,5 km dari Batu Raden. Pancuran ini merupakan sumber air panas bumi dengan temperatur 60°-70° C yang langsung mengalir dari kaki Gunung Slamet melalui tujuh pancuran.&lt;br /&gt;
4. Pancuran Telu. Pancuran ini diresmikan pada tanggal 18 Januari 1987. Pancuran ini mengalirkan air panas bersulfur dengan suhu 40‘C yang konon dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.&lt;br /&gt;
5. Wana Wisata. Obyek wisata ini terletak 2 km dari Batu Raden. Wana Wisata menyajikan pemandangan hutan yang hijau dan indah. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan berkemah dan jungle tracking.&lt;br /&gt;
6. Telaga Sunyi. Telaga ini terletak di sebelah timur, yang berjarak sekitar 3,5 km dari Batu Raden. Telaga ini terbilang indah, airnya jernih dan dingin.&lt;br /&gt;
7. Taman Kaloka Widya Mandala, yang merupakan kebun binatang sekaligus sebagai wisata pendidikan. Di taman ini terdapat sejumlah binatang yang didatangkan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti kambing kaki tiga, gajah, beruk, sapi kaki lima, ular sanca, monyet, landak, buaya Irian, orangutan, dan rusa. Di komplek wisata ini juga terdapat Museum Satwa Langka yang berisi binatang seperti beruang madu, harimau Sumatera, dan macan dahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping obyek wisata yang cukup banyak, kawasan Batu Raden ini juga diwarnai dengan fasilitas seni dan budaya, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Grebeg Syura atau Sedekah Bumi. Upacara ini dilakukan pada tanggal 9 Bulan Syura. Tujuannya adalah sebagai tolak bala, yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan berupa ruwat bumi dan selamatan di makam-makam leluhur.&lt;br /&gt;
2. Kenthongan, merupakan kesenian musik khas Banyumas. Alat utama kesenian ini adalah kenthong yang berupa potongan bambu yang diberi lubang di sisinya secara memanjang. Untuk memainkannya perlu dikentong.&lt;br /&gt;
3. Calung dan lengger. Calung merupakan alat musik yang juga terbuat dari potongan bambu, diletakkan secara melintang, dan dimainkan dengan cara dipukul. Sedangkan lengger adalah tarian yang dimainkan dua orang perempuan atau lebih dan diiringi dengan calung.&lt;br /&gt;
4. Pakaian adat Banyumas. Pakaian adat Banyumas ada dua macam, yaitu pakaian untuk kalangan wong cilik (seperti pakaian ancingan, bebed wala, pinjungan, iketan, dan nempean) dan pakaian untuk kalangan bangsawan (beskap untuk pria dan nyamping untuk perempuan).&lt;br /&gt;
5. Ebeg (kuda lumping). Ebeg merupakan tarian tradisional Banyumas dengan ciri khasnya menggunakan kuda kepang. Dalam pertunjukan biasanya diiringi dengan gamelan yang bernama bendhe.&lt;br /&gt;
6. Pameran tanaman hias, seperti havana, daun dewa, dan palem paris.&lt;br /&gt;
7. Sadranan. Ritual ini berupa bersih-bersih makam yang dilanjutkan dengan acara kenduren. Tujuannya adalah untuk mengenang arwah para leluhur.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu Raden terletak di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut. Lokasi obyek wisata ini berada di sebelah utara dan berjarak sekitar 14 km dari Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menuju lokasi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari Kota Purwokerto perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dari terminal Kebondalem Purwokerto menuju lokasi wisata Batu Raden.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiket masuk obyek wisata Batu Raden dapat diklasifikasikan berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Lokawisata Batu Raden: Rp. 3.000,00 per orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendaraan yang masuk ke lokawisata ini dikenakan tarif tersendiri, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kendaraan roda dua: Rp. 1.000,00&lt;br /&gt;
* Kendaraan roda empat nonmikrobus: Rp. 4.000,00&lt;br /&gt;
* Kendaraan roda empat mikrobus: Rp. 5.500,00&lt;br /&gt;
* Kendaraan roda enam atau lebih: Rp. 8.000,00&lt;br /&gt;
* Taman Botani: Rp. 1.000,00 per orang&lt;br /&gt;
* Curug Gede: Rp. 1.000,00 per orang&lt;br /&gt;
* Pancuran Pitu: Rp. 5.000,00 per orang&lt;br /&gt;
* Pancuran Telu: Rp. 5.000,00 per orang&lt;br /&gt;
* Wana Wisata: Rp. 5.000,00 per orang&lt;br /&gt;
* Kaloka Widya Mandala: Rp. 2.500,00 per orang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokawisata Baturaden terdapat sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kolam renang (Rp. 1.500,00 per orang)&lt;br /&gt;
2. Kolam luncur (Rp. 1.500,00 per orang)&lt;br /&gt;
3. Pijat lulur belerang dan mandi air panas (Rp. 15.000,00 per orang)&lt;br /&gt;
4. Sepeda air (Rp. 1.500,00 per orang)&lt;br /&gt;
5. Mandi air panas VIP (Rp. 3.000,00, maksimal 15 menit)&lt;br /&gt;
6. Mandi Air Panas Kelas I (Rp. 2.000,00, maksimal 15 menit)&lt;br /&gt;
7. Mogen atau mobil genjot (Rp. 1.500,00, maksimal 15 menit)&lt;br /&gt;
8. Komedi putar (Rp. 1.500,00, maksimal 15 menit)&lt;br /&gt;
9. Kereta mini (Rp. 2.000,00 per orang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak akomodasi dan fasilitas yang tersedia di obyek wisata Batu Raden ini, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Di pusat wisata Batu Raden terdapat banyak villa, wisma Batu Raden, dan hotel.&lt;br /&gt;
2. Di sebelah timur kawasan wisata Batu Raden juga terdapat banyak villa dan hotel.&lt;br /&gt;
3. Di sebelah Barat kawasan wisata Batu Raden terdapat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Banyak hotel.&lt;br /&gt;
* Biro perjalanan wisata. Batu Raden tidak mempunyai biro perjalanan wisata sendiri. Mereka melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan memfasilitasi sejumlah biro atau agen perjalanan wisata.&lt;br /&gt;
* Sejumlah restoran.&lt;br /&gt;
* Gedung Kertiwana, yang terletak di sebelah kawasan Bumi Perkemahan Batu Raden. Gedung yang didesain secara khusus menyatu dengan alam ini mampu menampung 500 orang.&lt;br /&gt;
* Palawi SPA Batu Raden, sebagai fasilitas untuk SPA dan Aromateraphy.&lt;br /&gt;
* Rumah penginapan (homestay) yang terdapat di desa wisata Ketenger dan disediakan untuk umum.&lt;br /&gt;
* Beberapa bungalo atau rumah yang disewakan sebagai tempat peristirahatan.&lt;br /&gt;
* Beberapa jasa pramuwisata, yang lebih dikhususkan untuk wisatawan mancanegara.&lt;br /&gt;
* Kelab malam.&lt;br /&gt;
* Panti pijat dan mandi lulur belerang. Fasilitas ini merupakan wisata kesehatan dengan memanfaatkan sumber air panas yang mengandung kadar belerang yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;
* Terminal Batu Raden. Terminal ini berfungsi sebagai tempat kedatangan dan pemberangkatan kendaraan ke Taman Wisata Batu Raden, seperti bis umum, bis pariwisata, dan kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;
* Kios-kios cinderamata, yang menjajakan sejumlah barang, seperti pakaian, sepatu, sandal, jaket, mainan anak-anak, dan asesoris-asesoris lainnya.&lt;br /&gt;
* Tempat parkir yang cukup memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/11/menikmati-keindahan-alam-di-batu-raden.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtp0OCat0nxbDugqWkaZCZGkdRp5mN3SkVt3Nq27is6Ah5-3Q26a-tTKjNtIihjVPWZ4Mmfq_dlYs7CEXY5dBcyW2U1QLnuD1OfHBN_e2ua4NkeBrafvzVvBunQyGUmUnGdaGTjJLTN4/s72-c/baturaden.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-655870982034642192</guid><pubDate>Wed, 27 Oct 2010 21:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-28T04:52:47.196+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sulawesi Tengah</category><title>Rumah Tradisional Banua Mbaso di Kota Palu, Sulawesi Tengah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggohAz0XEySNC8FpxwE_FQmJNYcLgLWVnMw1lwhRcdRepb_FAzgXXG4EiYJr1DJuJWXdJaVEyKMElHUMzBha0r3lK80wgk6aMhOQyzk23-UWj0viSuWFkbc8nLC5EQthcuJtn0HFqEOIc/s1600/banua+mbaso.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;286&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggohAz0XEySNC8FpxwE_FQmJNYcLgLWVnMw1lwhRcdRepb_FAzgXXG4EiYJr1DJuJWXdJaVEyKMElHUMzBha0r3lK80wgk6aMhOQyzk23-UWj0viSuWFkbc8nLC5EQthcuJtn0HFqEOIc/s320/banua+mbaso.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banua Mbaso atau lazim dikenal dengan Sou Raja berarti rumah besar atau rumah raja. Banua Mbaso ini merupakan rumah tradisional masyarakat Sulawesi Tengah yang diwariskan oleh keluarga bangsawan suku-bangsa Kaili. Rumah jenis ini pertama kali dibangun oleh Raja Palu, Jodjokodi, pada tahun 1892. Rumah ini merupakan rumah kediaman tidak resmi bagi manggan atau raja beserta keluarganya, terutama yang tinggal di daerah pantai dan kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah sejenis ini dapat ditemukan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Banua Mbaso yang dibangun oleh Raja Palu yang usianya ratusan tahun tersebut, hingga saat ini masih terawat dengan baik.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara keseluruhan, bangunan Banua Mbaso terbagi atas tiga ruangan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Lonta karawana (ruang depan). Ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu. Sebelum ada meja dan kursi, di ruangan ini dibentangkan onysa (tikar). Ruangan ini juga berfungsi sebagai tempat tidur para tamu yang menginap.&lt;br /&gt;
* Lonta tata ugana (ruang tengah). Ruangan ini khusus untuk menerima tamu yang masih ada hubungan keluarga.&lt;br /&gt;
* Lonta rorana (ruang belakang). Ruangan ini berfungsi sebagai ruang makan. Terkadang ruang makan juga berada di lonta tata ugana. Di pojok belakang ruangan  ini khusus untuk kamar tidur anak-anak gadis agar mudah diawasi oleh orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk urang avu (ruang dapur), sumur dan jamban, dibuatkan bangunan tambahan atau ruangan lain di bagian belakang yang terpisah dengan bangunan utama. Untuk menghubungkan bangunan induk dengan ruang dapur tersebut dibuatkan jembatan beratap yang disebut dengan hambate atau dalam bahasa Bugis disebut jongke. Di jembatan beratap ini, biasanya dibuatkan pekuntu, yakni ruang terbuka untuk berangin-angin. Di kolong bangunan utama, biasanya dijadikan sebagai ruang kerja untuk pertukangan atau tempat beristirahat di siang hari. Sementara loteng rumah dipergunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan Banua Mbaso memiliki arsitektur yang cukup unik dan artistik. Uniknya, rumah ini berbentuk panggung yang merupakan perpaduan antara arsitektur rumah adat (Bugis) di Sulawesi Selatan dan rumah adat di Kalimantan Selatan. Bangunan rumah ini ditopang oleh sejumlah tiang kayu balok persegi empat dari kayu-kayu pilihan yang berkualitas tinggi, seperti kayu ulin, bayan, atau sejenisnya, sehingga bangunan rumah ini dapat bertahan sampai ratusan tahun. Atap bangunan ini berbentuk piramida segitiga yang dihiasi dengan ukiran-ukiran yang disebut dengan panapiri. Menariknya lagi, pada ujung bubungan bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir yang disebut dengan bangko-bangko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan Banua Mbaso ini tampak lebih artistik, karena hampir semua bagian bangunan ini diberi hiasan berupa kaligrafi Arab dan ukiran dengan motif bunga-bungaan dan daun-daunan. Hiasan-hiasan tersebut terdapat pada jelusi-jelusi pintu atau jendela, dinding-dinding bangunan, loteng, ruang depan, pinggiran cucuran atap, papanini, dan bangko-bangko. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan dan kesejahteraan bagi penghuninya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyaksikan keunikan dan keartistikan Banua Mbaso peninggalan Raja Palu, para wisatawan dapat datang ke Kelurahan Lere atau lebih dikenal Kampung Lere, di Kota Palu. Sebagai informasi, Kampung Lere ini merupakan pusat Kerajaan Palu di masa lalu (abad XVII – XX). Selain di Kota Palu, para wisatawan juga dapat menyaksikan rumah tradisional Palu di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, seperti di Kecamatan Sigi Biromaru dan Tawaeili (Kabupaten Donggala) dan di Kabupaten Parigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akses&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencapai Kampung Lere atau Kelurahan Lere tidaklah sulit, karena kampung ini termasuk ke dalam wilayah Kota Palu. Para wisatawan dapat menggunakan angkutan umum berupa bus dan taksi yang setiap hari beroperasi di Kota Palu. Sementara Kabupaten Donggala yang terletak sekitar 15 km di sebelah Timur Kota Palu dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 30 – 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Biaya Tiket Masuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dalam proses konfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Kota Palu tersedia banyak fasilitas, seperti: hotel, wisma, penginapan, restoran, dan rumah makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/rumah-tradisional-banua-mbaso-di-kota.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggohAz0XEySNC8FpxwE_FQmJNYcLgLWVnMw1lwhRcdRepb_FAzgXXG4EiYJr1DJuJWXdJaVEyKMElHUMzBha0r3lK80wgk6aMhOQyzk23-UWj0viSuWFkbc8nLC5EQthcuJtn0HFqEOIc/s72-c/banua+mbaso.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-1779519906533546398</guid><pubDate>Wed, 27 Oct 2010 21:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-28T04:34:44.558+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Maluku</category><title>Benteng Belgica (The Indonesian Pentagon) di Banda Naira, Kab. Maluku Tengah, Maluku</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCS64oI1a74uXYf5Tqm0ZnUq-CWePe_AL9bjgm3Q7jj1V-hdQ_4tgAKe0JTb4gc3J-YdruEVL4sgZSM0eyy48oriqz7N62q1RAfxFUNSxHDy9BI5pKwBIHSHJ39YMsIESvok8KLhe16zY/s1600/belgica.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCS64oI1a74uXYf5Tqm0ZnUq-CWePe_AL9bjgm3Q7jj1V-hdQ_4tgAKe0JTb4gc3J-YdruEVL4sgZSM0eyy48oriqz7N62q1RAfxFUNSxHDy9BI5pKwBIHSHJ39YMsIESvok8KLhe16zY/s320/belgica.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ekspansi perdagangan bangsa Eropa di Nusantara sekitar abad ke-16 dan 17 memberi pengaruh yang berarti kepada berbagai bangsa di Asia Tenggara. Salah satunya Indonesia. Berawal dari kedatangan bangsa Portugal di awal abad ke-16, kemudian disusul Belanda dan Inggris pada periode selanjutnya, menjadikan hampir seluruh wilayah Kepulauan Nusantara sebagai zona ekonomi kolonial. Salah satu contohnya Kota Bandaneira, yang kini menjadi ibukota Kecamatan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandaneira merupakan salah satu kota kecil (small town) tinggalan zaman kolonial Portugal dan Belanda di Nusantara. Tempat ini beranjak menjadi kota ketika Portugal menginjakkan kakinya untuk kali pertama di pulau yang terkenal sebagai pulau rempah-rempah (spice island) pada tahun 1527 (Kompas, 24/10/96). Kala itu, Bandaneira diproyeksikan sebagai sentra dagang Portugal untuk Eropa. Oleh karenanya, dibutuhkan pelabuhan yang memadai yang dilengkapi prasarana pertahanan, yakni benteng yang sekaligus berfungsi sebagai penjara dan gudang mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam proses mengembangkan Bandaneira, Portugal mulanya mendirikan sebuah benteng yang diberi nama Benteng Nassau. Pembangunan benteng ini sekaligus bertujuan sebagai simbol kebesaran kolonial Portugal di kawasan Timur Jauh. Namun, belum selesai benteng ini dibangun, kedatangan Belanda di sana pada akhir abad ke-16 membuat Portugis harus meninggalkan Bandaneira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedatangan VOC (Vereenigde Oost Indiesche Companie) —sebuah kongsi dagang swasta untuk wilayah Hindia Timur asal Belanda yang berdiri pada 1602— di Kepulauan Banda pada tahun 1599 inilah yang menjadi cikal bakal praktik kolonialisasi di antero wilayah Nusantara (Kompas, 24/10/96). VOC menyingkirkan hak-hak ekonomi Portugal dari Kepulauan Banda (dan juga Nusantara) ketika itu karena VOC menerima piagam hak monopoli (oktroi) dari Parlemen Kerajaan Belanda. Melalui piagam tersebut, VOC kemudian memiliki hak penuh atas segala aktivitas perdagangan di Hindia Timur, yakni Afrika bagian selatan dan timur serta seluruh Asia (Kompas, 28/03/02). Kawasan perdagangan yang dimaksud terbentang mulai dari Tanjung Harapan di Afrika Selatan sampai ke Selat Magellan di sebelah timur Kepulauan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Piagam oktroi, sebagaimana disebut di atas, sekaligus menjadikan VOC sebagai wakil Pemerintah Kerajaan Belanda untuk kawasan Asia. Karenanya, VOC dapat melakukan perundingan dan mengikat perjanjian dengan para penguasa negara-negara berdaulat di seluruh Hindia Timur. Ia juga berhak membangun benteng untuk melindungi kantor dan gudang mereka, berhak mengangkat gubernur dan pegawai, berhak membentuk pasukan perang, menyelenggarakan peradilan, sampai menerbitkan uang (Kompas, 28/03/02).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana runtutan kisah di atas, hengkangnya Portugal dari Kepulauan Banda di awal abad ke-17, mendorong VOC membangun fondasi-fondasi kekuatan militernya di Nusantara bagian Timur. Ketika itu, kapal-kapal besar VOC berlabuh di Teluk Neira, membawa ribuan personel militernya dan menuntaskan pembangunan Benteng Nassau yang belum selesai dikerjakan Portugis dan juga mempersiapkan pembangunan benteng lain yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam http://www.paketrupiah.com, dikisahkan bahwa pembangunan benteng baru itu dikomandoi oleh Pieter Both, Gubernur Jenderal VOC pertama, pada tahun 1611.  Benteng yang diberi nama “Belgica” ini digunakan sebagai markas dan pusat pertahanan militer. Dalam kurun waktu itu, benteng yang pada awalnya difungsikan sebagai pusat pertahanan tersebut dalam perkembangannya menambah fungsinya sebagai benteng pemantau lalu lintas kapal dagang. Benteng ini kemudian diperbesar tahun 1622 oleh J.P. Coen. Kemudian, tahun 1667 diperbesar lagi oleh Komisaris Cornelis Speelman. Benteng ini menjadi markas militer Belanda hingga tahun 1860, atau berfungsi lebih dari 200 tahun. Setelah itu, benteng yang berada di atas perbukitan Tabaleku (di wilayah barat daya Pulau Naira) dan terletak pada ketinggian 30,01 meter di atas permukaan laut (dpl) ini dibiarkan terbengkalai karena tidak dipakai lagi hingga mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1991, atau setelah hampir empat seratus tahun berselang, Benteng Belgica dipugar oleh para ahli atas bantuan dana dari Jenderal L.B. Moerdani, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Republik Indonesia. Empat tahun pascapemugaran, benteng ini masuk ke dalam daftar bangunan yang pantas dilestarikan oleh UNESCO karena nilai sejarah yang melekat padanya. Dalam situs resmi UNESCO, whc.unesco.org, benteng ini ditetapkan sebagai salah satu situs peninggalan cagar budaya (world heritage culture) yang harus dilestarikan. UNESCO menerima pengajuan usulan dari Departemen Kebudayaan pada tanggal 19 Oktober 1995, bahwa benteng ini merupakan cagar budaya yang layak untuk dilestarikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer napak tilas riwayat kolonialisme di Nusantara akan terasa sejak wisatawan tiba di Pulau Banda. Bukan hanya ketika wisatawan mencium aroma buah pala yang amat kuat di pulau ini, tetapi juga ketika para pelancong berkunjung ke Benteng Belgica. Berada di benteng yang menyimpan sejuta ceritera VOC di awal kedatangannya ini, seolah mengajak kita untuk kembali menengok situasi Bandaneira pada abad ke-17.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski telah berusia hampir 400 tahun, benteng ini masih terawat dengan baik. Tidak tampak di sana, misalnya, coretan-coretan pada tembok benteng yang tebalnya mencapai puluhan sentimeter itu seperti yang sering terjadi pada beberapa bangunan bersejarah di banyak tempat di Indonesia. Selain bangunan yang masih terawat dengan baik, penampilan benteng ini juga masih terlihat kokoh dan tangguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi luar bangunan, banyak yang mengatakan bahwa Benteng Belgica yang dibangun pada tahun 1611 ini secara fisik menyerupai Gedung Pentagon di Washington D.C., Amerika Serikat. Bahkan, benteng ini mempunyai julukan sebagai The Indonesian Pentagon. Karena, secara desain arsitektur bangunan benteng bekas markas VOC tersebut berbentuk pentagonal alias persegi lima. Uniknya, apabila benteng ini dilihat dari salah satu penjuru niscaya hanya akan terlihat empat buah sisi, meski sesungguhnya memiliki lima sisi layaknya sebuah bintang persegi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap sudut pada bangunan ini dilengkapi dengan dinding-dinding yang dikreasi sebagai sarana bertahan ketika ada musuh yang menyerang atau yang lazim disebut sebagai defensive wall. Secara umum, http://en.wikipedia.org/wiki/Fort menyebutkan bahwa VOC mendirikan Benteng Belgica ini merujuk pada tren teknologi arsitektural (model) benteng di Eropa kala itu atau gaya benteng di periode modern awal (Early Modern Era).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri khas lain dari benteng bercorak Early Modern Era ini adalah keberadaan bastion-bastion pada bangunan benteng. Bastion merupakan sebuah celah pada dinding benteng yang difungsikan sebagai tempat menaruh mulut canon atau meriam (http://en.wikipedia.org/wiki/Bastion). Sebagian besar, bastion-bastion ini menghadap ke arah laut, atau sehadap dengan muka benteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengunjung akan melihat bagaimana benteng ini ternyata tidak hanya meninggalkan berbagai bastion dan dinding-dinding raksasanya saja, melainkan juga beberapa meriam yang pernah digunakan VOC untuk menghalau para ‘pemberontak‘ yang dilakukan oleh penduduk lokal dan beberapa kesultanan dari Sulawesi dan Maluku Utara kala itu (antara akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, apabila pengunjung melihat dari dalam benteng, sebagaimana yang dilukiskan dalam http://www.paketrupiah.com/, konstruksi benteng terdiri atas dua lapis bangunan (dua lantai). Untuk memasukinya, pengunjung harus menggunakan tangga yang aslinya berupa tangga yang dapat diangkat (semacam tangga hidrolik). Kemudian, pada bagian tengah benteng terdapat sebuah ruang terbuka luas untuk para tahanan. Di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia dengan bentuk persegi yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dalam sumber yang sama, pada setiap sisi benteng terdapat sebuah menara. Untuk menuju puncak menara tersedia tangga dengan posisi nyaris tegak dan lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara ini wisatawan dapat menikmati panorama sebagian daerah di Kepulauan Banda, mulai dari birunya perairan Teluk Banda, matahari terbenam (sunset), puncak Gunung Api —sebuah gunung vulkanis di Bandaneira yang tingginya mencapai 667 meter dpl— yang  menjulang, sampai rimbunnya ratusan pohon pala di Pulau Banda Besar. Berjalan-jalan di sekitar benteng ini sangat menyenangkan sambil membayangkan suasana masa kolonial tempo doeloe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benteng Belgica terletak di Kota Bandaneira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akses&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku, Anda dapat menggunakan Kapal Pelni KM Ciremai dari Pelabuhan Yos Sudarso untuk menuju Bandaneira. Waktu tempuh yang diperlukan kapal ini adalah tujuh (7) jam perjalanan ke arah tenggara dari Ambon. Meski tampak menjemukan, perjalanan selama 7 jam tersebut akan terobati dengan panorama Laut Banda yang menakjubkan di siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di Pelabuhan Yos Sudarso, Anda dapat mencari angkutan umum yang berjejeran di pelabuhan tersebut untuk menuju ke Benteng Belgica. Salah satu angkutan umum yang dapat mengantar Anda menuju Benteng Belgica adalah becak, ojek, angkutan kota, maupun taksi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan tidak dipungut biaya apapun ketika mengunjungi Benteng Belgica. Namun, sebagaimana bangunan-bangunan bersejarah lainnya di Kepulauan Banda, kita diharapkan untuk mengisi kotak donasi untuk membantu biaya perawatan benteng ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan akan menemukan banyak penginapan dalam berbagai kelas di Kota Bandaneira, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, salah satunya ialah yang berada di Jalan Ratu Liliselo dan Jalan Pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/benteng-belgica-indonesian-pentagon-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCS64oI1a74uXYf5Tqm0ZnUq-CWePe_AL9bjgm3Q7jj1V-hdQ_4tgAKe0JTb4gc3J-YdruEVL4sgZSM0eyy48oriqz7N62q1RAfxFUNSxHDy9BI5pKwBIHSHJ39YMsIESvok8KLhe16zY/s72-c/belgica.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-4843277778865491777</guid><pubDate>Sun, 24 Oct 2010 22:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-25T05:03:12.334+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kalimantan Barat</category><title>Taman Wisata Alam Bukit Kelam, Kab. Sintang, Kalbar</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAabOj1foR3loAffberA3QQg2tt16jYa4wMF1AJXQycambdIGrmKhpTDnbZMImz1FAnGUdtWvD1FnTPi-KYfOfSv7iS68jjqDPhgviYeNO22D_TwIqmkHsxySSztJQG7ZNY_bM04jcMYg/s1600/bukit+kelam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAabOj1foR3loAffberA3QQg2tt16jYa4wMF1AJXQycambdIGrmKhpTDnbZMImz1FAnGUdtWvD1FnTPi-KYfOfSv7iS68jjqDPhgviYeNO22D_TwIqmkHsxySSztJQG7ZNY_bM04jcMYg/s320/bukit+kelam.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh masyarakat sekitar, keberadaan Bukit Kelam dikaitkan dengan legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang (ibu kota Kabupaten Sintang sekarang). Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar. Lalu, ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak Bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari khayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakkan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga, batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat bernama Jetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut legendanya, batu besar yang terbenam di Jetak itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Dewasa ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam, sebuah obyek wisata unik dan eksotik yang sangat dikagumi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Dinamakan Bukit Kelam karena batu-batu yang terdapat di bukit tersebut berwarna hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keunikan, keeksotisan, dan kekayaan hayati kawasan seluas 520 hektar lebih tersebut, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 594/Kpts-II/92 pada tanggal 6 Juni 1992, menetapkannya sebagai Taman Wisata Alam Bukit Kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panorama alamnya yang rancak dan alami, serta udaranya yang sejuk dan segar, menjadikan kawasaan ini tepat sekali dipilih sebagai tujuan rekreasi alam. Pengunjung dapat mencerap keindahan panoramanya sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut, atau sambil duduk santai di shelter-shelter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kawasan ini, terdapat berbagai flora langka, seperti meranti (shorea sp), bangeris (koompassia sp), tengkawang (dipterocarpus sp), kebas-kebas (podocarpusceae), anggrek (archidaceae), dan kantong semar raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai fauna langkanya, seperti beruang madu (heralctus mayalanus), trenggiling (manis javanica), kelelawar (hiropteraphilie), dan alap-alap (acciptiter badios), menambah daya tarik kawasan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang ingin ke puncak bukitnya, dapat melewati sebuah tangga batu yang memiliki ketinggian sekitar 90 meter yang terletak di sebelah barat Bukit Kelam. Bagi yang bernyali besar dan menyukai tantangan ekstrem, dapat mencapai puncaknya dengan melewati tebing batu yang terjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di puncak bukitnya, terdapat gua-gua alam yang eksotik dan bernuansa magis yang di dalamnya banyak terdapat burung walet. Dan, dari atas puncaknya, terlihat hutan tropis yang lebat dan hijau di sekitarnya, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang mengapit Kota Sintang, keindahan Kota Sintang dari kejauhan, dan areal persawahan yang menghampar luas di bawahnya. Bila musim hujan tiba, dari tempat ini juga terlihat air terjun yang memesona.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketinggian kawasan ini berkisar antara 50-900 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan antara 15°-40°, sehingga tepat sekali dijadikan tempat untuk melakukan olahraga terbang layang dan panjat tebing. Bagi penyuka olahraga lintas alam, di kawasan ini terdapat jalan setapak yang berliku-liku sampai ke dalam hutan dengan medan yang cukup berat. Pengunjung yang ingin berenang dan bermain tenis, di kawasan ini juga tersedia kolam renang dan lapangan tenis yang dapat digunakan saban waktu. Bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini pada malam hari, juga disediakan camping ground yang luas dan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, di sini pengunjung juga dapat melihat Rumah Panjang (rumah tradisional suku Dayak) Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang yang memiliki arsitektur khas.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kawasan ini setiap tahunnya diadakan Gebyar Wisata Bukit Kelam yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari masyarakat setempat, pameran wisata, fashion, permainan rakyat, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Wisata Alam Bukit Kelam terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabupaten Sintang berjarak sekitar 395 kilometer di sebelah timur Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju Sintang, pengunjung dapat naik pesawat, taksi, bus travel, angkutan umum, atau kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pusat Kota Sintang, Taman Wisata Alam Bukit Kelam berjarak sekitar 19 kilometer ke arah timur. Jalan menuju kawasan ini telah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga pengunjung mudah mengaksesnya dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki tangga-tangga menuju kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Untuk memudahkan pengunjung, di kawasan tersebut telah dibangun jalur wisata permanen yang menghubungkan satu objek wisata dengan objek wisata lainnya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dalam proses konfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam terdapat berbagai fasilitas, seperti pusat informasi pariwisata, pemandu wisata, balai pertemuan, panggung hiburan, papan penunjuk arah, camping ground, dan area hiking,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat terminal bus, area parkir yang luas dan aman, warung makan, kolam renang, lapangan tenis, shelter-shelter, sentra oleh-oleh dan cenderamata, dan toilet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir, karena di kawasan ini terdapat losmen dan wisma dengan berbagai tipe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/taman-wisata-alam-bukit-kelam-kab.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAabOj1foR3loAffberA3QQg2tt16jYa4wMF1AJXQycambdIGrmKhpTDnbZMImz1FAnGUdtWvD1FnTPi-KYfOfSv7iS68jjqDPhgviYeNO22D_TwIqmkHsxySSztJQG7ZNY_bM04jcMYg/s72-c/bukit+kelam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-1635262270766396247</guid><pubDate>Thu, 21 Oct 2010 09:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T16:20:13.052+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepulauan Riau</category><title>Pesona Pulau Bintan, Kabupaten Bintan, Kepri</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1k-ZzoaryuspJlzwmM_FG5S2oR21-Zzn24fsnfMZ2GNGoBJVmXgqbn-zMKHnRzMBJoRD82CGGsaMzJ0YCT7smYqe9PNn6MJuw3LLISOa6_6ijYPnfEnlZ9TCaT1BOG7-F9tY1Em4a1uA/s1600/bintan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1k-ZzoaryuspJlzwmM_FG5S2oR21-Zzn24fsnfMZ2GNGoBJVmXgqbn-zMKHnRzMBJoRD82CGGsaMzJ0YCT7smYqe9PNn6MJuw3LLISOa6_6ijYPnfEnlZ9TCaT1BOG7-F9tY1Em4a1uA/s320/bintan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pariwisata di Pulau Bintan terus menggeliat. Pemkab setempat giat mengembangkan keindahan pulau yang terletak 40 km dari Singapura ini menjadi daerah tujuan wisata andalan. Tak hanya wisata bahari, Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan juga gencar mengembangkan wisata olahraga sebagai daya tarik di pulau terbesar di gugusan pulau yang menghampar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Visit Bintan Year (VBY) 2010, Pemkab Bintan menargetkan 550 ribu kunjungan wisatawan dan pada 2012 sebanyak 1 juta wisatawan. &quot;Pada 2012, VBY menargetkan satu juta wisatawan mengunjungi pulau ini,&quot; kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bintan RM Akib Rachim kepada rombongan Media Fam Trip Kementerian Budaya dan Pariwisata, baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target itu tidak muluk-muluk mengingat pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata cukup besar. Menurut data Dinas Pariwisata dan Budaya setempat, pendapatan asli daerah (PAD) Bintan 2009 adalah Rp 132,7 miliar, yang kebanyakan berasal dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan. Angka ini melampaui target dari yang ditargetkan sebesar Rp 127,95 miliar, atau pencapaiannya sebesar 103,76 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berwisata ke Pulau Bintan, wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan pantai pasir putih eksotis, air laut jernih, aneka batu karang laut di Pantai Lagoi, hutan mangrove dan berbagai olahraga bahari, tetapi juga resor istirahat yang menawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan operator pariwisata Singapura, yang merasa diuntungkan dengan pesatnya Bintan, ikut menjual pulau yang dijuluki &quot;Bumi Segantang Lada&quot; itu ke berbagai penjuru dunia. Di area resor wisata pulau seluas 23 ribu hektare ini setidaknya ada lima resor yang ditawarkan, yakni Mayang Sari, Nirwana Gardens, Bintan Lagoon, Angsana, dan Banyan Tree.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keelokan dan kebersihan Pantai Lagoi tidak kalah dengan pantai-pantai di Bali. Karena amat tersohornya pantai di Bintan, tokoh-tokoh penting dunia menyempatkan diri berkunjung ke Bintan. Misalnya, yang paling anyar adalah kunjungan Tonny Blair. Mantan Perdana Menteri Inggris ini memilih Pantai Lagoi sebagai tempat berlibur bersama keluarga pada April 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya berselang sekitar tiga minggu sebelum kunjungan Blair, Lagoi juga kedatangan tamu penting lainnya, yakni mantan Sekjen PBB Kofi Annan dan aktor Hollywood Chuck Norris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat rombongan Media Fam Trip yang dipimpin Kasubdit Lembaga Pariwisata dan Widyawisata Ditjen Pemasaran Kemenbudpar Vincentius Jemadu itu mengunjungi Bintan, sejumlah artis dan sutradara ternama Bollywood India tengah melakukan syuting film drama komedi berjudul Behjatry Masula. Mereka mengambil gambar di kawasan wisata internasional Lagoi (Bintan Utara), serta kawasan perbukitan yang masih alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisata olahraga golf juga sudah mendunia di Bintan karena telah mendapat PATA Gold Award. Para pegolf dunia berbondong-bondong mendatangi pulau ini untuk mencoba lapangan golf yang merupakan lima terbaik di Asia. &quot;Bahkan ada olok-olok, pegolf Indonesia belum disebut golfer kalau belum menjajal lapangan di sini,&quot; kata Akib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program olahraga andalan untuk mendongkrak VBY 2010 lainnya yaitu Tour de Bintan. Sekitar 300 pembalap sepeda dari berbagai negara dan Indonesia bakal berlaga pada lomba balap sepeda pada 15-17 Oktober 2010. Peserta yang sudah konfirmasi untuk bertarung yakni dari Selandia Baru, Australia, Singapura, Inggris, Amerika, China, Korea, Jepang, Thailand, Filipina, dan Malaysia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tour de Bintan digelar untuk kedua kalinya. Dibanding tahun lalu yang diikuti 100 peserta dari sembilan negara, kata Akib, kegiatan sekarang lebih menantang. Pasalnya, rute yang dilalui lebih panjang (dari 266 km ditambah jadi 300 km) yang merupakan perpaduan pantai, bukit, dan hutan. Meski baru pertama digelar, Tour de Bintan sudah mendapat kepercayaan dari United Cycling International (UCI) atau Badan Balap Sepeda Dunia. &quot;Kami harapkan, tahun ini Tour de Bintan bisa ditetapkan menjadi kalender tahunan balap sepeda internasional, seperti halnya Tour de Singkarak,&quot; kata Akib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisata Sejarah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain wisata Bahari, Pemprov Kepri juga giat mempekenalkan wisata sejarah. Pasalnya, daerah ini sangat terkenal pada abad ke-18 pada saat kejayaan Kerajaan Melayu. Salah satu objek wisata sejarah yang terkenal yaitu di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau seluas 240 hektare dengan panjang dua kilometer dan lebar kurang dari satu kilometer itu memiliki aneka situs peninggalan sejarah Melayu abad ke-18, yang sampai kini masih tetap lestari. Misalnya, masjid dengan arsitektur yang menarik, sebuah benteng kuno untuk memantau lalu lintas perahu, Kompleks Makam Raja Kerajaan Riau-Lingga. Juga, ada rumah akar pohon bekas praktik tabib kerajaan, balai pertemuan adat, puing-puing bekas pagar pembatas kerajaan. Situs peninggalan sejarah ini sebagai bukti Indonesia pernah mengalami kejayaan pada masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pergi ke Pulau Penyengat, juga tidak susah. Pulau ini berdekatan dengan Pulau Bintan, tapi masuk wilayah Tanjung Pinang. Untuk mencapai pulau tersebut dari Tanjung Pinang, cukup naik perahu kelotok atau populer disebut pompom dari Pelabuhan Kuning, Tanjung Pinang, dengan membayar Rp 5.000. Wisatawan dari Batam harus menyebrang ke Pelabuhan Sri Intan, Tanjung Pinang dulu baru melanjutkan ke Pulau Penyengat.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/pesona-pulau-bintan-kabupaten-bintan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1k-ZzoaryuspJlzwmM_FG5S2oR21-Zzn24fsnfMZ2GNGoBJVmXgqbn-zMKHnRzMBJoRD82CGGsaMzJ0YCT7smYqe9PNn6MJuw3LLISOa6_6ijYPnfEnlZ9TCaT1BOG7-F9tY1Em4a1uA/s72-c/bintan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-1386052296875793206</guid><pubDate>Wed, 20 Oct 2010 22:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T05:35:15.090+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Daerah Istimewa Yogyakarta</category><title>Desa Wisata Kerajinan Batik Kayu &quot;Krebet&quot;, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSJuVusOg_j6nQ-DaatWOFGS28r-twNMv121XHVR6cCr-NUzoo27a8bNMWq750fRC6wcxhNjQtGz-KxzF7UJOVOjevUuBnUtXafly9XLAQM1dcIzMw1TDrKejyMPIt5F46EJ3fM_AIlY/s1600/krebet.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSJuVusOg_j6nQ-DaatWOFGS28r-twNMv121XHVR6cCr-NUzoo27a8bNMWq750fRC6wcxhNjQtGz-KxzF7UJOVOjevUuBnUtXafly9XLAQM1dcIzMw1TDrKejyMPIt5F46EJ3fM_AIlY/s320/krebet.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Batik lazimnya ditoehkan di atas kain, namun para pengrajin di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, batik dikembangkan dengan menggunakan media kayu. Topeng kayu, miniatur binatang, dan pernik hiasan lainya dihiasi motif-motif batik dibuat dengan proses layaknya membatik di atas kain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dusun Krebet sebenarnya merupakan kawasan tandus. Namun kreativitas warganya dalam mengolah kerajinan batik kayu, telah membuat dusun ini dijadikan sebagai desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerajinan batik kayu ini menjadi icon dusun Krebet dan sekaligus menjadi tulang punggung ekonomi warga. Omset para pengrajin setiap bulannya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Hasil kerajinan Batik kayu Krebet ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri seperti Bali, Jakarta, dan Surabaya melainkan juga telah menembus pasar mancanegara, yakni Asia, Eropa dan timur tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal menarik lainnya yang bisa dilakukan wisatawan di sini adalah belajar membatik wayang dari kayu. Membatik dengan media wayang kayu tentu akan memberikan sensasi yang berbeda. Proses membatik dengan media ini tentu akan lebih membutuhkan ketelitian sebab polanya secara otomatis dibuat manual, tidak dicetak seperti ketika membatik dengan media kain. Nuansa istimewa lain dari kegiatan membatik wayang ini adalah pengunjung dapat mempelajari berbagai jenis motif batik, seperti motif klasik Kraton, seperti parangrusak, parangbarong, kawung, garuda, sidomukti, sidorahayu dan puluhan motif lain. Motif-motif ini sangat terkenal dan diminati di pasar mancanegara. Selain motif-motif tersebut, pengunjung juga bisa memilih sendiri motif batik yang hendak dibuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun fasilitas belajar membatik di dusun ini tergolong sederhana dan belum menyediakan instruktur yang bisa berbahasa asing, namun dengan mengamati aktivitas para pengrajin mulai dari membuat wayang dan membatik, pengunjung dapat memperoleh modal yang cukup untuk mulai membatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keistimewaan lain yang didapat pengunjung bila berkunjung ke desa wisata ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan lokasi Obyek Wisata Goa Selarong, yang merupakan tempat persembunyian Pangeran Dipenogoro saat berperang melawan Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Desa Wisata Kerajinan Batik Kayu “ Krebet ” terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, kurang lebih 12 km Barat Daya Kota Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menuju Dusun Krebet, pengunjung bisa melewati Jalan Bantul menuju ke arah selatan. Dalam perjalanan ini pengunjung dapat memilih beberapa alternatif jalan, yakni melewati desa wisata Kasongan atau berbelok ke kanan setelah sampai Masjid Agung bantul. Pengunjung harus menyiapkan kendaraan pribadi atau menghubungi agen tur yang menyediakan jasa menuju dusun tersebut, sebab tak ada angkutan umum yang menjangkau dusun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Kabupaten Bantul tidak memungut tarif apapun kepada wisatawan. Pengunjung bisa mengunjungi Desa Wisata Krebet secara gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di desa wisata ini ada sekitar 25 sanggar yang menjadi tempat penampungan bagi setiap kreativitas warga masyarakat. Hampir semua warganya, baik laki-laki maupun perempuan bekerja pada sektor usaha kerajinan batik kayu. Untuk menikmati proses belajar membuat wayang batik ini, anda perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 200.000,00 (Desember 2009). Sekilas jumlah tersebut tampak mahal, tapi akan terasa murah karena tak hanya proses belajar membuat wayang saja yang bisa dinikmati melainkan pengunjung juga akan disajikan dasilitas menginap di rumah penduduk yang dijadikan homestay di dusun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/desa-wisata-kerajinan-batik-kayu-krebet.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSJuVusOg_j6nQ-DaatWOFGS28r-twNMv121XHVR6cCr-NUzoo27a8bNMWq750fRC6wcxhNjQtGz-KxzF7UJOVOjevUuBnUtXafly9XLAQM1dcIzMw1TDrKejyMPIt5F46EJ3fM_AIlY/s72-c/krebet.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-2202220009375592353</guid><pubDate>Tue, 19 Oct 2010 15:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-19T23:13:39.446+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kalimantan Tengah</category><title>Monumen Palagan Sambi, Kab. Kotawaringin Barat, Kalteng</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUws1BL80peJNgN1KRg7401pxpJiRjttTmjK9ie1q9Wf4WYSZ9dcuo3STA5mkeotm3dtoC1SrdTG5YdJQTdbbUq7jDe_AmMKW6y90OcadvaPvKaZD2TYMBD-nV643SOuALor3Wr_d18SI/s1600/palagan+sambi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUws1BL80peJNgN1KRg7401pxpJiRjttTmjK9ie1q9Wf4WYSZ9dcuo3STA5mkeotm3dtoC1SrdTG5YdJQTdbbUq7jDe_AmMKW6y90OcadvaPvKaZD2TYMBD-nV643SOuALor3Wr_d18SI/s320/palagan+sambi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekitar 61 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, di Desa Sambi, pedalaman Kabupaten Kotawaringin Barat, tergores sebuah cacatan sejarah bagi TNI AU yang pertama kalinya menerjunkan pasukan payung RI di daerah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerjunan pasukan payung pertama RI itu atas permintaan Gubernur Kalimantan Selatan waktu itu, yaitu Ir. Pangeran Muhamad Noor kepada KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Komodor Udara D. Suryadarma untuk mendirikan stasiun radio induk yang dapat menghubungkan Yogyakarta (pusat pemerintahan waktu itu) dengan Pulau Kalimantan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk memenuhi permohonan tersebut, KSAU membentuk staf khusus dengan tugas mempersiapkan dan melatih pasukan payung sebanyak 13 orang yang sebagian besar direkrut dari putra asli Kalimantan bersama dengan pemuda asal Sulawesi dan Jawa di bawah komandan Mayor Tjilik Riwut. Dengan hanya dilatih selama satu minggu, anggota pasukan payung yang belum memiliki ketrampilan secara memadai itu diterjunkan dari pesawat C 4/Dakota RI-002.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penerjunan tersebut tidak ada satu pun di antara 13 anggota pasukan yang berhasil dengan mulus mendarat sampai ke tanah. Semuanya mengalami hambatan-hambatan di atas pohon. Namun, tantangan yang paling tragis justru datang dari penghianatan bangsa sendiri, karena ada oknum yang telah memberitahu kepada Belanda tentang operasi penerjunan tersebut. Pasukan khusus yang selama berbulan-bulan hidup di rimba belantara itu akhirnya diserang oleh pasukan Belanda dan mengakibatkan tiga orang anggota pasukan gugur di medan laga. Ketiga orang yang gugur dalam penyergapan pasukan Belanda itu adalah Iskandar, pimpinan pasukan, dan dua anggota lainnya, Akhmad Kosasih dan Hary Hadi Sumantri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang gugur pada penerjunan pasukan payung pertama itu, pada tahun 2000 diresmikan Monumen Palagan Sambi oleh Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Hanafie Asnan di Desa Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pemberian nama Palagan Sambi didasarkan pada lokasi di mana peristiwa penerjunan itu terjadi, yaitu di Desa Sambi.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keistimewaan Monumen Palagan Sambi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Palagan Sambi terletak pada bagian utama dari monumen ini, yaitu pesawat C 4/Dakota RI-002, pesawat asli yang digunakan sewaktu penerjunan. Pesawat ini ditopang oleh sebuah tiang penyangga beton yang berdiri kokoh di atas pelataran seluas kurang lebih 10 x 12 meter. Kondisi pesawat ini sangat terawat, karena sebelumnya benda ini merupakan koleksi berharga milik Angkatan Udara Indonesia. Namun, setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berencana membangun sebuah monumen untuk mengenang peristiwa penerjunan tersebut, pihak Angkatan Udara kemudian menghadiahkan pesawat ini kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat untuk dijadikan sebagai simbol monumen ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi Angkatan Udara Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi. Monumen ini juga mengingatkan pada cikal-bakal lahirnya korps pasukan payung TNI Angkatan Udara Indonesia, karena di tempat bersejarah inilah pertama kalinya Angkatan Udara Indonesia menerjunkan pasukan payung yang saat itu dilatih hanya dalam waktu satu minggu. Sebelum peristiwa penerjunan itu terjadi, Angkatan Udara Indonesia belum memiliki korps pasukan payung sama sekali. Sedangkan bagi masyarakat Kotawaringin Barat saat ini, Monumen Palagan Sambi adalah simbol kegigihan para pendahulunya dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Kalimantan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monumen Palagan Sambi terletak di Desa Sambi, Kecamatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencapai Pangkalan Bun, pengunjung tidak harus singgah di Palangkaraya (Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah) terlebih dahulu. Sebab, di Pangkalan Bun sudah terdapat bandar udara yang menghubungkan dengan kota-kota seperti Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Dari kota-kota tersebut, penerbangan menuju Pangkalan Bun rata-rata satu kali dalam sehari. Setelah sampai di Bandara Pangkalan Bun, pengunjung dapat menggunakan taksi, mobil sewaan, atau menggunakan sarana transportasi umum berupa minibus jurusan Bundaran Tugu Pancasila (pusat kota Pangkalan Bun). Letak monumen yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Bundaran Tugu Pancasila membuat monumen ini dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar Monumen Palagan Sambi, pengunjung dapat menjumpai sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, swalayan/minimarket, tempat ibadah (masjid dan gereja), warung internet, warung telekomunikasi, kios-kios penjual voucher handphone, kios-kios penjual cenderamata, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/monumen-palagan-sambi-kab-kotawaringin.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUws1BL80peJNgN1KRg7401pxpJiRjttTmjK9ie1q9Wf4WYSZ9dcuo3STA5mkeotm3dtoC1SrdTG5YdJQTdbbUq7jDe_AmMKW6y90OcadvaPvKaZD2TYMBD-nV643SOuALor3Wr_d18SI/s72-c/palagan+sambi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-8539582688492229203</guid><pubDate>Tue, 12 Oct 2010 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T05:11:54.711+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kalimantan Selatan</category><title>Pasar Batu dan Cinderamata Cahaya Bumi Selamat Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqP8BcqfM9eitLtKmvxY06q8HJyYvkMqRSEciD3GV-NElnmxCV1XnR_2TInVjUUEJTeniZMVkcOkYSt304DesqEzwCYvEFoaz5pNBSXyD1p8goY5kKPEHGRI1RldeU1URMcXYbHgtvZB8/s1600/martapura2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqP8BcqfM9eitLtKmvxY06q8HJyYvkMqRSEciD3GV-NElnmxCV1XnR_2TInVjUUEJTeniZMVkcOkYSt304DesqEzwCYvEFoaz5pNBSXyD1p8goY5kKPEHGRI1RldeU1URMcXYbHgtvZB8/s320/martapura2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kota Martapura dikenal sebagai Kota Intan. Ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini adalah penghasil batu mulia intan/berlian serta batu aji. Batu-batu indah dan berharga tersebut ada yang ukurannya mencapai sebesar ukuran telur ayam. Batu intan dan permata di Pasar Cahaya Bumi Selamat ini masih ditambang dengan cara tradisonal.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mula-mula warga menggali lubang pendulangan sedalam 1  hingga 3 meter. Dalam tidaknya sebuah lubang pendulangan ditentukan oleh jauh dekatnya batu dulangan (batu yang diduga mengandung intan) yang terpendam di dalam tanah. Setelah digali, batu dulangan kemudian dinaikkan ke atas, kemudian ditumpuk tidak jauh dari lubang pendulangan. Selanjutnya, batu dulangan diangkat lagi ke tepi sungai untuk dicuci. Batu dulangan dicuci dengan bantuan alat yang disebut dulangan atau linggangan yang terbuat dari pohon kayu besar yang dibentuk seperti kerucut, mirip topi para petani di pulau Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit demi sedikit batu dulangan tersebut dicuci dan disortir, setelah yakin di dalam batu dulangan tersebut tidak ada intan, batu dulangan tersebut dikeluarkan dari dalam dulangan. Begitulah seterusnya, sampai tumpukan batu dulangan habis dicuci dan seseorang pendulang intan berhasil menemukan sebutir intan. Bila seorang berhasil menemukan sebutir intan, maka yang bersangkutan harus mengumandangkan Salawat Nabi dan mengulum intan temuannya itu ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu mendengar kumandang Salawat Nabi, biasanya para pendulang intan di sekitarnya akan berdatangan untuk melihat dari dekat intan yang baru saja ditemukan. Selama menjalani profesinya sebagai pendulang intan, mereka dilarang melakukan perbuatan tertentu yang dianggap tabu, misalnya mengibaskan pakaian, kencing di lubang pendulangan, kentut di lubang pendulangan, bersiul-siul, bernyanyi, dan tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tambang intan di Kalimantan Selatan menyimpan banyak kandungan intan yang besar, akan tetapi tidak setiap saat bisa ditemukan. Yang bisa diperoleh setiap harinya hanyalah intan-intan kecil yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terkadang dalam beberapa hari, para pendulang tidak menemukan intan sama sekali, karena untuk menemukan intan yang diidam-idamkan sifatnya adalah untung-untungan. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk bekerja mencari rezeki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu-batu yang ditemukan tersebut kemudian dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan. Setelah berbentuk perhiasan atau cenderamata, batu-batu ini dijual di sentra perdagangan. Sentra penjualan sekaligus etalase batu intan dan cenderamata khas Martapura yang terbesar adalah Pasar Batu dan Cenderamata Cahaya Bumi Selamat. Wisatawan yang berkunjung ke Martapura tidak pernah melewatkan untuk singgah di pasar yang sudah lekat sebagai ikon Martapura ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasar Cahaya Bumi Selamat ini cukup luas. Di dalamnya wisatawan akan menjumpai toko-toko yang memajang kilau keindahan batu permata. Batu-batu tersebut ada yang sudah dipadupadankan dalam bentuk perhiasan, tetapi ada juga yang berupa batu murni. Selain itu, ada pula aneka aksesoris yang diciptakan dengan bahan dasar batu. Selain perhiasan dan aksesoris, Pasar Cahaya Bumi Selamat ini juga menyediakan kerajinan tangan khas daerah hingga ramuan obat dari Kalimantan, seperti pasak bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beragamnya hasil kerajinan dari batu ini menjadikan harga cenderamata dan perhiasan di Pasar Cahaya Bumi Selamat sangat variatif. Di sini pengunjung dapat menjumpai permata dengan harga murah sampai permata dengan harga selangit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasar Intan dan Cenderamata Cahaya Bumi Selamat boleh jadi adalah pasar intan yang paling unik di dunia. Meskipun bernama Pasar Intan, namun situasi dan kondisinya tidaklah semewah nama yang disandangnya. Suasana yang tercipta di pasar ini sangat egaliter. Di sini tidak ada toko-toko dengan etalase super mewah seperti lazimnya pasar intan lainnya. Merupakan hal yang wajar dan lumrah jika wisatawan akan menjumpai beberapa toko di pasar tersebut lebih sering tutup daripada buka. Hal ini dikarenakan pemilik toko tersebut lebih gemar menjual intannya secara asongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekitar 7 km dari pusat kota Martapura, tepatnya di Kecamatan Cempaka, wisatawan dapat mengunjungi tempat pendulangan intan. Batu paling terkenal yang pernah ditemukan di lokasi ini adalah intan trisakti yang ditemukan sekitar belasan tahun yang lalu. Dengan ditemukannya intan ini, sang pendulang menjadi kaya mendadak. Bahkan nama Trisakti diabadikan menjadi sebuah nama pelabuhan di Banjarmasin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasar Intan dan Cenderamata Cahaya Bumi Selamat ini terletak di pusat kota Martapura. Secara Administratif pasar ini terletak di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasar Intan dan Cenderamata Cahaya Bumi Selamatlebih kurang berjarak 45 km ke arah Timur dari ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Perjalanan ini bisa ditempuh dengan jalur darat baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lama waktu tempuh dari Kota Banjarmasin mencapai 45 menit. Jika Anda datang dari Bandara Syamsudin Noor, maka waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai pasar ini relatif lebih singkat. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai pasar ini.,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan tidak dikenakan tarif tiket masuk apapun untuk berkunjung ke Pasar Intan dan Cinderamata Cahaya Bumi Selamat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekitar 7 km dari pusat kota Martapura, tepatnya di Kecamatan Cempaka, wisatawan dapat mengunjungi tempat pendulangan intan. Di Kecamatan Cempakaini, banyak orang yang mendadak kaya raya karena mendapat uang puluhan juta rupiah begitu berhasil menemukan sebutir intan berkadar di atas puluhan karat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/pasar-batu-dan-cinderamata-cahaya-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqP8BcqfM9eitLtKmvxY06q8HJyYvkMqRSEciD3GV-NElnmxCV1XnR_2TInVjUUEJTeniZMVkcOkYSt304DesqEzwCYvEFoaz5pNBSXyD1p8goY5kKPEHGRI1RldeU1URMcXYbHgtvZB8/s72-c/martapura2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-2127570024671806088</guid><pubDate>Fri, 08 Oct 2010 22:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-09T05:27:33.500+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nanggroe Aceh Darussalam</category><title>Pulau Weh, Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-q6459n7tCZJb03-MFCcGWIbISW7cu192USq9Ybwugha5QrvEfW760IEzDFBABj5XIschN8R3MO1ctDkaT-CN09XqSMwiaxPzqp2NrO4opv2F_g48KvtP0VrRkmQpjJbAuPPMBSjD5nk/s1600/pulau+weh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-q6459n7tCZJb03-MFCcGWIbISW7cu192USq9Ybwugha5QrvEfW760IEzDFBABj5XIschN8R3MO1ctDkaT-CN09XqSMwiaxPzqp2NrO4opv2F_g48KvtP0VrRkmQpjJbAuPPMBSjD5nk/s320/pulau+weh.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah tiba di Aceh rasanya belum lengkap jika belum menginjakkan kaki ke Sabang, Pulau Weh yang merupakan &quot;titik nol&quot; bahagian paling barat Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dari Sabang sampai Merauke (Papua), kini bukanlah sebuah lagu, tapi begitulah gambaran luasnya negeriku, Indonesia Raya,&quot; demikian kalimat yang keluar dari seorang wisatawan Nusantara, setibanya di Balohan Sabang.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Weh memiliki keunikan dan keindahan alamnya yang masih alami. Birunya laut menembus karang-karang beraneka ragam, warna-warni ikan hias sehingga digelar sebagai &quot;surganya&quot; alam bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panorama alam perairan laut dangkal itu bisa disaksikan di Taman Laut Rubiah, sekitar 23,5 kilometer sebelah barat kota Sabang. Untuk menjangkau objek wisata &quot;surga&quot; bawah laut itu bisa dicapai melalui darat atau sekitar tujuh kilometer dengan perahu bermesin dari Kota Sabang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 2.600 hektare kawasan Pulau Rubiah telah ditetapkan sebagai daerah khusus cagar alam (special nature reserve). Kondisi perairan laut kawasan wisata andalan Sabang relatif tenang dan jernih .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi penggemar snorkel berpengalaman, Octopus dan Stingrays dapat memilih juga Pantai Iboih, yang berdekatan dengan kawasan Pulau Rubiah. Pantai Iboih berpasir putih dan halus. Bertahun-tahun Iboih juga dikenal sebagai &quot;surganya&quot; para turis dari berbagai belahan dunia, terutama penggemar snorkel dan selam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keunikan lain dari Pulau Weh yang berjarak sekitar 14 mil laut dari Kota Banda Aceh, yaitu tempat bersejarah seperti benteng kuno dan meriam peninggalan perang sebelum kemerdekaan RI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabang juga diberi gelar sebagai kota &quot;seribu benteng&quot; karena hampir setiap jengkal tanah yang mengarah ke laut lepas itu terdapat benteng kuno, dari masa perang melawan Portugis sampai masuknya Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Weh yang mudah dijangkau dengan kapal penyeberangan dari pelabuhan Ulee Lhue Kota Banda Aceh, dengan dua armada kapal cepat (45 menit) dan feri (90 menit) itu juga memiliki sejumlah objek wisata lain yang menarik dikunjungi wisatawan.&lt;br /&gt;
Pelabuhan bebas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di era 1970-an hingga 1985, Pemerintah Pusat menetapkan status Sabang sebagai kawasan pelabuhan bebas (freeport). Masa-masa itu disebut dengan kejayaan Sabang karena hampir setiap jam, berlabuh kapal-kapal niaga dari berbagai negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saat itu, Sabang merupakan salah satu daerah yang banyak dikunjungi kapal-kapal niaga dan menjadi salah satu wilayah perputaran ekonominya cukup baik di Aceh,&quot; kata salah seorang pegiat LSM di Sabang, TM Yusuf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pascareformasi, Pemerintah Pusat kembali memberi kado istimewa kepada Sabang, melalui Undang Undang Nomor 37/2000 tentang kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, Pemerintah Pusat dan Aceh terus berupaya memajukan kawasan Sabang terutama sektor pariwisata sebagai unggulan untuk menarik &quot;dolar&quot; dari jasa kunjungan wisatawan. Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menyatakan pengembangan Kota Sabang agar menjadi lokomotif atau penggerak pariwisata di 23 kabupaten/kota di provinsi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya berharap pengembangan pariwisata di Sabang oleh pemerintah pusat harus menjadi penggerak bagi daerah lain seperti di pesisir timur dan pantai barat Aceh,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan sektor wisata berpeluang penting dalam meningkatkan pendapatan daerah yang didukung dengan berbagai potensi alam yang indah dan situs-situs sejarah di daerah ini. &quot;Aceh memiliki banyak potensi wisata yang harus dikembangkan guna meningkatkan kunjungan wisatawan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabang sebagai &quot;lokomotif&quot; maka kabupaten/kota lainnya di Aceh, Nazar mengharapkan agar memprogramkan kalender kebudayaan yang digelar minimal dua bulan sekali guna menarik wisatawan berkunjungan di seluruh daerah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adanya even kebudayaan seperti penampilan berbagai tari tradisional akan mampu untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Aceh,&quot; kata Nazar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendukung berjalannya &quot;lokomotif&quot; pariwisata Aceh, maka Pemerintah Pusat harus memberi perhatian yang serius terhadap tiga kawasan lainnya yakni Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya sebagai daerah pengembangan kawasan Sabang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami berharap Kementerian Budaya dan Pariwisata dapat menyetujui ketiga daerah yang kami usulkan itu sebagai daerah penopang pengembangan wisata di Sabang,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Pariwisata Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Firmansyah Rahim, mengatakan Kota Sabang menjadi salah satu dari 29 daerah di Indonesia yang akan dikembangkan sebagai daerah pariwisata selama lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dari 29 daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan kunjungan wisata oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah Sabang,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpilihnya Sabang, ia mengatakan, karena memiliki berbagai aspek pendukung seperti infrastruktur dan daya tarik sebagai daerah tujuan wisata yang dimiliki oleh kota berpenduduk sekitar 26 ribu jiwa tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pascatsunami, ruas jalan terutama akses ke sejumlah lokasi wisata di Sabang sudah membaik, selain dukungan transportasi yang memadai, Pulau Weh juga memiliki sarana pendukung lainnya seperti hotel dan penginapan yang dikelola masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan sektor pariwisata itu harus ramah lingkungan, menambah lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sektor pariwisata merupakan salah satu kekayaan alam yang dapat terus dikembangkan dan tidak akan habis dibanding sektor pertambangan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Aceh dalam lima tahun terakhir meningkat drastis yakni dari 4.414 orang 2005 menjadi 18.589 orang pada 2009. Kunjungan wisatawan asing ke Aceh pada 2005 sebanyak 4.414 orang, 2006 (11.524), 2007 (13.838), 2008 (17.282) dan pada 2009 mencapai 18.589 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain wisman, kunjungan wisatawan nusantara ke Aceh juga meningkat yakni dari 296.801 orang 2005 menjadi sebanyak 712.630 orang pada 2009.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Wali kota Sabang Munawarliza Zainal mengatakan kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Pulau Weh setiap hari sekitar 20 orang. Mereka itu berasal dari berbagai negara antara lain seperti Jerman dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama kunjungan wisman ke Sabang itu selama ini bervariasi, yakni minimal dua hari dan maksimal sepekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggota DPRK Sabang, Muntadhir menyatakan selain memiliki objek wisata menarik, keramah tamahan masyarakat Pulau Weh akan menjadi daya tarik tersendiri sebagai daerah kunjungan wisatawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Masyarakat Sabang sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata karena mereka tahu hanya melalui jasa pariwisata maka upaya pertumbuhan ekonomi Pulau Weh akan tercapai,&quot; kata politisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Weh yang pernah menjadi &quot;lokomotif&quot; ekonomi Aceh pada masa pelabuhan bebas, kini diharapkan bisa tumbuh dan berkembang melalui &quot;lokomotif&quot; pengembangan sektor pariwisata. (A042/K004)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/pulau-weh-kota-sabang-nanggroe-aceh.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-q6459n7tCZJb03-MFCcGWIbISW7cu192USq9Ybwugha5QrvEfW760IEzDFBABj5XIschN8R3MO1ctDkaT-CN09XqSMwiaxPzqp2NrO4opv2F_g48KvtP0VrRkmQpjJbAuPPMBSjD5nk/s72-c/pulau+weh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-1916416719793623505</guid><pubDate>Wed, 06 Oct 2010 19:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-07T02:47:35.802+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Daerah Istimewa Yogyakarta</category><title>Gunung Merapi, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigg1LOZG3xEX_ROOEyzMl6rnaIXJpabJaDEkoMpfSsV_s7DZw2hDxU90_w7ZMUrWvMw7uQUMdaJcgU30fOGZo5yxhfRW5KaCUkiBJXLc4JURCdMfr5yjX2ReC7mjUBWcY7h0AanPMDzzQ/s1600/merapi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigg1LOZG3xEX_ROOEyzMl6rnaIXJpabJaDEkoMpfSsV_s7DZw2hDxU90_w7ZMUrWvMw7uQUMdaJcgU30fOGZo5yxhfRW5KaCUkiBJXLc4JURCdMfr5yjX2ReC7mjUBWcY7h0AanPMDzzQ/s320/merapi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gunung Merapi (2911 meter di atas permukaan laut) merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang masih aktif. Gunung ini terletak kira-kira 30 km di sebelah utara Kota Yogyakarta dan termasuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Merapi bertalian erat dengan mitos, kepercayaan, dan filosofi masyarakat Jawa, terutama masyarakat sekitar gunung tersebut. Hal ini digambarkan dengan garis imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi dengan Laut Selatan (Samudera Indonesia) dengan Kota Yogyakarta sebagai titik pusat. Garis imajiner tersebut mempunyai dua aspek filosofis, yaitu jagat alit dan jagat ageng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jagat alit merupakan proses perjalanan kehidupan manusia sejak lahir hingga menghadap Yang Maha Kuasa. Tugu Yogyakarta merupakan titik di mana manusia dapat menyatu dengan Tuhan tatkala ia mampu menempuh kehidupan dengan benar dan “lurus”. Planologi Kota Yogyakarta menggambarkan makna dari filosofi tersebut melalui jalan yang membujur dari selatan ke utara. Namun, perjalanan kehidupan manusia tak lepas dari godaan kekuasaan dan kemewahan. Godaan kekuasaan digambarkan melalui kompleks Kepatihan, sedangkan godaan harta tergambar lewat pasar Beringharjo yang berada di sisi jalan antara Keraton dan Tugu Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagat Ageng bermakna seorang pemimpin harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan mementingkan hati nurani ketimbang nafsu kekuasaan. Pemimpin harus melandaskan kepemimpinannya dengan berdasarkan keyakinan kepada Tuhan. Artinya, tindakan memimpin mestilah berdasar pada apa yang diperbolehkan/diperintahkan dan dilarang oleh Tuhan. Oleh karena itu, makna dari garis imajiner tersebut adalah bahwa manusia dapat berada dekat dan menyatu dengan Tuhannya ketika ia sudah dapat memaknai hakikat hidup yang sebenarnya serta berperilaku sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Merapi juga diliputi mitos sebagai kerajaan makhluk halus. Masyarakat percaya bahwa Gunung Merapi dijaga oleh Kiai Sapujagad, patih Kesultanan Mataram Islam pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, yaitu Sultan Mataram Islam yang pertama. Namun, makhluk halus yang menghuni Merapi bukanlah makhluk yang jahat asalkan manusia senantiasa biasa menjaga dan menghargai Merapi sebagai entitas kehidupan. Atas dasar mitos tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Merapi melakukan berbagai upacara, misalnya Upacara Labuhan yang diadakan setiap tahun oleh Keraton Yogyakarta, kegiatan sedekah gunung, selamatan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar makna filosofis yang menghubungkan keberadaan Gunung Merapi, Laut Selatan, dan Keraton Yogyakarta, Gunung Merapi merupakan fenomena alam yang memiliki keistimewaan tersendiri. Hingga saat ini, Gunung Merapi masih menjadi salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Sejak meletus pada tahun 1548, Gunung Merapi sudah meletus 68 kali. Aktivitas letusan kecil Merapi terjadi setiap 2-3 tahun dan letusan besar terjadi sekitar 10-15 tahun sekali – terakhir pada tahun 2006.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letusan besar Gunung Merapi terjadi pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan pada tahun 1006 inilah yang diklaim sebagai penyebab perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur. Sementara itu, letusan yang terjadi pada tahun 1930 menelan korban 1.369 jiwa. Aktivitas letusan yang sering terjadi mengakibatkan ketinggian dan bentuk puncak Merapi senantiasa berubah dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendaki Merapi menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang suka melakukan petualangan. Jalan setapak untuk mendaki Merapi tidak seperti laiknya jalur pendakian. Kadang-kadang jalan ini lebih menyerupai parit dari puncak gunung. Begitu pula medan sepanjang pendakian: berbatu, terjal, dan mudah longsor. Mendekati Puncak Garuda, para pendaki harus ekstra hati-hati dan tepat dalam mengambil keputusan karena tak jarang bebatuan yang diinjak justru longsor – yang bisa berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keistimewaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Merapi menawarkan berbagai obyek wisata yang menarik. Di lereng selatan ada obyek wisata Kinahrejo yang sekaligus menjadi jalur pendakian dari sisi selatan. Di sini Anda dapat menikmati pemandangan alam yang indah atau berkunjung ke Tuk Pitu (tujuh mata Air). Atau Anda juga dapat bertemu langsung dengan Mbah Marijan, juru kunci Gunung Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda juga dapat mengunjungi obyek wisata Kaliurang, Kalikuning, Kaliadem,  atau Taman Nasional Gunung Merapi yang menjadi taman konservasi alam kawasan Gunung Merapi. Udara sejuk dan pemandangan yang indah di kawasan ini akan menyegarkan Anda setelah suntuk dengan rutinitas sehari-hari.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara administratif Gunung Merapi masuk di wilayah Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa jalur pendakian yang dapat ditempuh untuk mendaki Merapi dengan tingkat kesulitan dan jarak tempuh yang berbeda-beda. Jalur yang bisa ditempuh para pendaki antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, jalur sisi selatan Gunung Merapi, melalui Dusun Kinahrejo. Jalur ini dapat dikatakan sebagai gerbang untuk masuk di Gunung Merapi. Pos pendakian berada di rumah Mbah Marijan. Pendakian dari jalur ini dapat ditempuh rata-rata 6-7 jam menuju puncak. Para pendaki yang menempuh jalur ini akan langsung berhadapan dengan medan yang relatif berat dengan kemiringan 30-34 derajat. Para pendaki pemula sebaiknya menghindari jalur ini karena medannya berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sampai di Kinahrejo, Anda dapat menggunakan kendaraan umum jurusan Yogyakarta–Kaliurang. Kemudian, dari Kaliurang menuju Kinahrejo ditempuh dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, jalur Selo berada di sisi utara lereng Gunung Merapi. Jalur ini cocok pagi para pendaki pemula karena medan pendakian yang tidak terlalu berat. Jalur ini dimulai dari posko pendakian yang menjadi basecamp para pendaki. Posko pendakian berada di Dusun Plalangan, Desa Lencoh. Transportasi untuk mencapai dusun ini: dari Solo naik bus jurusan Semarang, turun di Boyolali. Dari Boyolali naik minibus menuju Selo, turun di pertigaan pasar Selo. Dari pertigaan pasar Selo menuju posko pendakian ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1 km. Perlu diperhatikan, minibus jurusan Selo hanya ada sampai jam 17.00 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendaki Gunung Merapi, Anda cukup menuliskan identitas diri di buku tamu dan membayar tiket sebesar Rp 3000,00 per orang di posko pendakian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar kawasan wisata Kaliurang, terdapat beberapa hotel yang tarifnya bervariasi. Ada juga beberapa restoran kecil yang menawarkan berbagai menu makanan. Selain itu, Anda dapat menggunakan posko pendakian, baik di Kinahrejo maupun di Plalangan, sebagai tempat beristirahat sebelum dan setelah melakukan pendakian. Bahkan, Anda boleh pula bermalam di sini. Di masing-masing posko, ada beberapa pemandu yang siap mengantar Anda mencapai puncak. Beberapa di antara mereka sekaligus berfungsi sebagai anggota SAR (Search and Rescue).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, posko pendakian ini menyediakan makan dan minum dengan harga yang relatif murah. Para pemuda di sekitar posko itu biasanya menyediakan suvenir berupa stiker, kaos, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya. Sebelum mulai mendaki, Anda harus membawa bekal air yang cukup karena Anda akan kesulitan mencari air di lereng Gunung Merapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Source : Wisata Merlayu&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2010/10/gunung-merapi-kab-sleman-daerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigg1LOZG3xEX_ROOEyzMl6rnaIXJpabJaDEkoMpfSsV_s7DZw2hDxU90_w7ZMUrWvMw7uQUMdaJcgU30fOGZo5yxhfRW5KaCUkiBJXLc4JURCdMfr5yjX2ReC7mjUBWcY7h0AanPMDzzQ/s72-c/merapi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-5526926531855914918</guid><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-14T07:09:36.372+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sulawesi Utara</category><title>Taman Laut Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBLOc22AYFA14nkd8C2TvjHX3viFB50ZYSNsu3EmZBkm3avbnIOQgy_cyWURi2WwbveNedCCOE-BcO8fxmqvTyzRNPp3qSYWyt2rMf2fQJmmB18Qdf_8lQ3jyjcP6xeR6dPbiQBE-fs0w/s1600-h/bunaken.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 309px; height: 193px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBLOc22AYFA14nkd8C2TvjHX3viFB50ZYSNsu3EmZBkm3avbnIOQgy_cyWURi2WwbveNedCCOE-BcO8fxmqvTyzRNPp3qSYWyt2rMf2fQJmmB18Qdf_8lQ3jyjcP6xeR6dPbiQBE-fs0w/s320/bunaken.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369604748252881554&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Secara keseluruhan, Taman Laut Nasional Bunaken meliputi area seluas 75.255 hektar dan terdiri dari lima pulau, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Kelima pulau tersebut memiliki jumlah populasi lebih dari 21.000 jiwa.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Bunaken secara geografis masuk dalam perairan &quot;Segi tiga emas&quot; dimana kawasan ini menjadi habitat lebih dari 3.000 spesies ikan. Perairan &quot;Segi tiga emas&quot; yang dimaksud ialah perairan yang menghubungkan Laut Papua, Filipina, dan Indonesia. Lantaran kekayaan yang terkandung di dalamnya, pemerintah dan organisasi non pemerintah (nasional maupun internasional) bekerja sama untuk menjalankan program konservasi terumbu karang dan mangrove di kawasan Bunaken. Program konservasi terumbu karang ini bertujuan untuk menjaga ribuan jenis ikan laut dari kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat potensi alam dan juga aktivitas konservasi ekologi laut di kawasan ini, maka pemerintah setempat yakni Kota Manado menggagas kawasan Bunaken sebagai objek wisata bahari dan pendidikan. Aspek keindahan alam di laut dan edukasi menjadi menu utama berwisata di Taman Laut Nasional Bunaken. Oleh karenanya, kawasan Bunaken diresmikan sebagai taman laut nasional oleh Menteri Kelautan pada tahun 1991.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir bisa dipastikan bahwa wisatawan akan menyempatkan diri mengunjungi Taman Laut Nasional Bunaken ketika berlibur ke Manado, Sulawesi Utara. Kendati kawasan taman laut ini memiliki gugusan yang terdiri atas lima pulau, Pulau Bunaken-lah yang paling tersohor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunaken ialah sebuah pulau seluas kurang lebih 8 kilometer persegi di Teluk Manado. Pulau ini merupakan bagian dari Kota Manado, ibukota Propinsi Sulawesi Utara. Di sekitar Pulau Bunaken, terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua dimana ia menjadi salah satu taman laut yang memiliki biodiversitas kelautan tertinggi di dunia. Oleh karenanya, fasilitas selam scuba (scuba diving) dapat menarik banyak wisatawan ke pulau ini. Meskipun meliputi area seluas 75.265 hektar, lokasi penyelaman hanya terbatas di sekitar pantai-pantai yang mengelilingi kelima pulau tersebut. Petugas taman laut melarang pengunjung menyelam sampai ke tengah laut karena dikhawatirkan akan lepas dari pantauan petugas pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Bunaken mempunyai sedikitnya 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan Taman Laut Nasional Bunaken. Dijamin penyelam akan takjub dengan kekayaan taman laut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Laut Nasional Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam diantaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi oleh penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls atau yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken. Fenomena alam laut yang ada di Bunaken, hampir pasti tidak bisa ditemukan di taman laut lain. Berwisata di taman laut ini baik untuk perkembangan pengetahuan orang dewasa dan anak-anak tentang alam laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kemasyhuran pesona dalam laut, pulau-pulau di kawasan taman nasional ini menghadirkan suasana natural. Pengunjung dapat bercengkerama bersama keluarga maupun orang terkasih pada sore hari di pinggir pantai dimana sang surya tidak lagi memancarkan panas sinarnya sembari menikmati sajian masakan favorit yang dapat dipesan di restoran di resort yang pengunjung pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Bunaken berada di perairan Laut Sulawesi. Taman Laut Nasional Bunaken berada di sekitar pulau itu, yakni di sebelah utara Teluk Manado yang masih dalam wilayah administrasi pemerintah Kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman laut ini terletak sekitar 5000 kaki atau 1,5 kilometer dari Kota Manado. Menuju ke taman laut ini pengunjung harus menggunakan perahu motor dari tepian pantai di Teluk Kota Manado. Biaya menyewa perahu motor ini relatif murah, kendati harga yang ditawarkan beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang akan masuk kawasan Taman Laut Bunaken dikenakan tiket sekali masuk sebesar Rp 50.000 tiap orangnya. Biaya ini berlaku bagi yang ingin menyelam dan tidak. Selain itu, ditawarkan pula tiket yang berlaku untuk satu tahun sebesar Rp 150.000. Bila pengunjung membeli tiket masuk satu tahun, maka akan diberikan semacam lencana dari plastik sebagai tanda masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan dapat menemui dan memilih langsung tempat menginap dari berbagai resort maupun homestay yang ada di sekitar lokasi. Terdapat pula jasa penyewaan alat selam dan instrukturnya. Instruktur diving yang disediakan menguasai bahasa Inggris, Jerman, Belanda dan Perancis. Di kawasan ini, kolam renang, hot shower, dan restoran tidak sulit didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/taman-laut-bunaken-kota-manado-sulawesi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBLOc22AYFA14nkd8C2TvjHX3viFB50ZYSNsu3EmZBkm3avbnIOQgy_cyWURi2WwbveNedCCOE-BcO8fxmqvTyzRNPp3qSYWyt2rMf2fQJmmB18Qdf_8lQ3jyjcP6xeR6dPbiQBE-fs0w/s72-c/bunaken.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-2278199445486771304</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 14:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T22:20:13.596+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Puncak Jayawijaya (Carstensz Pyramide), Kab. Puncak Jaya, Papua</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpsAFc7BP5ID2YGXNSWEa89hjzbhHpVAB6HTaxwrAvaUOf9NgDbxgo2DbkSBvmBDXymYghBXvYMmjY_-BKbiBdiPOFv4AuMfGL3x4Dgfagpu1y4SPzOpcLJ49EcxNIQiZBH59kS_KkyL4/s1600-h/jayawijaya.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpsAFc7BP5ID2YGXNSWEa89hjzbhHpVAB6HTaxwrAvaUOf9NgDbxgo2DbkSBvmBDXymYghBXvYMmjY_-BKbiBdiPOFv4AuMfGL3x4Dgfagpu1y4SPzOpcLJ49EcxNIQiZBH59kS_KkyL4/s320/jayawijaya.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369468351233536930&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Jika Anda menyangka bahwa di daerah tropis tak akan menemukan pegunungan yang diselimuti salju, Anda dapat meralat anggapan tersebut setelah berkunjung ke Puncak Jayawijaya, puncak tertinggi di Pegunungan Sudirman (Sudirman Range) di Propinsi Papua. Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya memiliki ketinggian mencapai kurang lebih 4.884 meter di atas permukaan laut (dpl), sehingga memungkinkan daerah ini diselimuti salju abadi.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, salju abadi tersebut diperkirakan bakal menyusut, bahkan mengering. Dalam sejumlah penelitian disimpulkan bahwa endapan es di pegunungan ini dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang serius. Dalam situs http://aapgscundip.wordpress.com disebutkan, penyusutan salju di Pegunungan Sudirman ini diakibatkan oleh pemanasan global. Sehingga, bukan tidak mungkin kelak pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi pada Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Nah, sebelum perkiraan itu betul-betul menjadi nyata, tak ada salahnya Anda mencoba menaklukkan puncak tertinggi di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikenal dengan nama Puncak Jaya, puncak tertinggi ini juga terkenal dengan sebutan Carstenz Pyramide, atau Puncak Carstensz. Situs http://www.absoluteastronomy.com mengatakan, nama tersebut diambil dari seorang petualang dari negeri Belanda, yakni Jan Carstensz, yang pertama kali melihat adanya puncak bersalju di daerah tropis, sepatnya di Pulau Papua. Pengamatan tersebut dilakukan oleh Jan Crastensz melalui sebuah kapal laut pada tahun 1623. Karena belum bisa dibuktikan dengan pengamatan langsung, laporan itu dianggap mengada-ada. Sebab, bagi orang Eropa, menemukan pegunungan bersalju di tanah tropis adalah sesuatu yang hampir mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran laporan Carstensz terungkap setelah hampir tiga ratus tahun kemudian, ketika tahun 1899 sebuah ekspedisi Belanda membuat peta Pulau Papua dan menemukan puncak gunung yang diselimuti salju sebagaimana dilaporkan oleh Crastensz. Untuk menghormati Carstensz, maka puncak gunung tersebut kemudian diberi nama sesuai namanya. Sedangkan sebutan Puncak Jayawijaya merupakan pemeberian Presiden Soekarno setelah berhasil merengkuh kedaulatan Papua Barat dari Belanda. Nama ini mengandung makna &quot;puncak kemenangan&quot;, sebagai ungkapan syukur atas bersatunya Papua Barat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaki pertama yang tercatat pernah menaklukkan Puncak Jaya adalah tim ekspedisi yang dipimpin oleh Heinrich Harrer pada tahun 1962. Heinrich Harrer adalah seorang pendaki ulung dan pengarang kawakan. Bukunya yang terkenal, Seven Years in Tibet, merupakan kisah nyata pengembaraan dan persahabatannya di pegunungan Himalaya, Tibet. Sebelum Harrer, sebetulnya telah banyak para pendaki lain yang mencoba melakukan pendakian, namun belum pernah ada yang berhasil. Setelah Heinrich Harrer, menyusul ekspedisi dari Indonesia berhasil mencapai puncak. Ekspedisi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Azwar Hamid dari Direktorat Topografi Angkatan Darat ini berhasil mencapai Puncak Jaya pada tahun 1964.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Jayawijaya dikenal sebagai salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia (seven summit). Oleh sebab itu, mendaki puncak setinggi 4.884 meter di atas permukaan air laut merupakan cita-cita para pendaki sejati, apalagi pendakian ke Puncak Jaya merupakan penaklukkan terhadap gunung berselimut salju. Berbagai rintangan yang disuguhkan dalam pendakian, seperti kondisi alam yang terjal, suhu yang sangat dingin, angin kencang dan hujan, serta minimnya oksigen di daerah ketinggian merupakan tantangan yang harus ditaklukkan oleh para pendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Jayawijaya merupakan salah satu puncak gunung bersalju yang ada di perlintasan garis khatulistiwa, selain di pegunungan di Afrika dan Amerika Latin. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya nampak seperti permadani hitam yang diselimuti oleh tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan memantulkan cahaya mentari yang menyilaukan. Kandungan es di pegunungan ini diperkirakan mencapai 5 persen dari cadangan es dunia yang berada di luar Benua Antartika. Namun akibat pemanasan global, jumlah tersebut dari tahun ke tahun kian menyusut. Jika dilihat dari tipe gletsernya, menurut website http://aapgscundip.wordpress.com kawasan bersalju di Jayawijaya masuk ke dalam tipe Alpine Glaciation, yaitu aliran gletser yang mengalir dari tempat tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Oleh sebab itu, di daerah ini dimungkinkan terdapat aliran sungai es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya menikmati pesona alam bersalju di daerah tropis, di pegunungan ini wisatawan juga dapat menyaksikan langsung bukti-bukti geologis mengenai sejarah pembentukan Pegunungan Jayawijaya. Penelitian-penelitian geologi menemukan bukti-bukti empirik bahwa pegunungan ini semula merupakan dasar laut yang dalam. Seorang ahli geologi bernama Fransiskus Benediktus Widodo Margotomo dalam http://www.e-samarinda.com menyebutkan bahwa pembentukan Pulau Papua dengan puncaknya di Jayawijaya terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pulau ini terbentuk dari bebatuan sedimen yang terangkat akibat tumbukan lempeng Indo-Pasifik dan Indo-Australia di dasar laut, sehingga mengakibatkan dasar laut terangkat menjelma menjadi sebuah pulau besar. Bukti-bukti tersebut dapat dilihat dari fosil hewan-hewan laut yang tertinggal di bebatuan Pegunungan Jayawijaya. Oleh sebab itu, selain menjadi surga bagi para pendaki, kawasan ini juga merupakan surga bagi penelitian geologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berminat menjelajahi Pegunungan Jayawijaya, tentu saja hal utama yang perlu dipersiapkan adalah kesiapan fisik, perbekalan, dan logistik. Latihan rutin di daerah dengan suhu yang cukup dingin merupakan salah satu pembiasaan yang cukup efektif untuk menghindari ancaman hipotermia (hypothermia), yaitu hilangnya panas tubuh karena berada di daerah yang bersuhu sangat dingin. Di samping itu, aspek perizinan juga harus dipersiapkan jauh jari sebelum pelaksanaan pendakian. Sebab, selain karena medannya yang berat, kawasan Papua kerap kali dilanda kerusuhan, perang antar suku, serta gangguan bencana alam lainnya. Sulitnya perizinan untuk mendaki &quot;atap Indonesia&quot; ini kerap memunculkan ungkapan satir: &quot;lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegunungan Jayawijaya terletak di Kabupaten Puncak Jaya, Propinsi Papua, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat medan pendakian yang berat, proses perizinan yang rumit, serta jaminan keamanan ketika proses pendakian, sebaiknya para pendaki memanfaatkan jasa agen perjalanan yang berpengalaman. Berbagai agen perjalanan yang memiliki reputasi internasional telah menyediakan dua pilihan jalur pendakian, yaitu jalur klasik melalui Desa Ilaga, atau jalur kedia yang lebih nyaman dengan menumpang helikopter menuju basecamp Bukit Danau (Danau Valley).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa agen perjalanan tersebut biasanya akan menangani juga masalah perizinan, transportasi dari Jakarta menuju Papua, persewaan helikopter menuju base camp, pemandu pendakian, asuransi, serta latihan dan pengkondisian tim sebelum pendakian. Tentu saja, biaya per orang untuk satu tim pendakian dengan menggunakan jasa agen perjalanan memerlukan biaya yang cukup besar, yaitu sekitar 10.000 USD per orang (atau sekitar seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam proses konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda memanfaatkan jasa agen perjalanan, keperluan akomodasi dan berbagai fasilitas untuk pendakian biasanya telah menjadi bagian dari tanggung jawab agen perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/puncak-jayawijaya-carstensz-pyramide.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpsAFc7BP5ID2YGXNSWEa89hjzbhHpVAB6HTaxwrAvaUOf9NgDbxgo2DbkSBvmBDXymYghBXvYMmjY_-BKbiBdiPOFv4AuMfGL3x4Dgfagpu1y4SPzOpcLJ49EcxNIQiZBH59kS_KkyL4/s72-c/jayawijaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-665779915434569929</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 11:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T19:38:52.941+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua Barat</category><title>Perairan Raja Ampat, Kab. Raja Ampat, Propinsi Papua Barat</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqr_m9gCm7Sp6PN_kDCY0jscY6JK1dEFhdtart47EpmBUJPlh3kKL5RG9cvrO1HCJWMcacMVeGyswd25utOzup-3NMVtetstb2qIAH3TAtzczUG3KJuhm3fDD0q8azAVQ0reUzHwyNCuM/s1600-h/raja+ampat.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqr_m9gCm7Sp6PN_kDCY0jscY6JK1dEFhdtart47EpmBUJPlh3kKL5RG9cvrO1HCJWMcacMVeGyswd25utOzup-3NMVtetstb2qIAH3TAtzczUG3KJuhm3fDD0q8azAVQ0reUzHwyNCuM/s320/raja+ampat.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369426286343585938&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bagi masyarakat kebanyakan, Papua lebih banyak dikenal dengan kebudayaannya yang masih sangat sederhana, pakaiannya yang unik (koteka misalnya), serta sumber daya alamnya yang melimpah. Namun bagi para penyelam dan pecinta dunia bawah laut, Papua adalah surga penyelam yang menyajikan kekayaan biota laut yang mengagumkan. Salah satu yang terkenal adalah perairan Raja Ampat. Kawasan ini dijuluki sebagai Coral Reef Paradise (surga terumbu karang) oleh para penyelam dunia. Lokasinya berada di atas &quot;kepala burung&quot; Pulau Papua, tepatnya di Propinsi Papua Barat.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ampat adalah kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sorong dengan luas wilayah kurang lebih 4,6 juta hektar. Sekitar 85% dari luas wilayahnya merupakan lautan, sementara sisanya adalah gugusan pulau dan karang atol sejumlah kurang lebih 610 pulau. Dari ratusan pulau-pulau tersebut, hanya 35 pulau saja yang dihuni oleh penduduk asli. Nama Raja Ampat sendiri berasal dari cerita rakyat setempat tentang asal muasal penguasa di empat pulau terbesar di kawasan ini, yaitu Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dalam cerita tersebut disebutkan, dahulu kala ada seorang perempuan yang menemukan 7 buah telur, dimana empat diantaranya menetas dan menjelma menjadi pangeran-pangeran. Para pangeran ini lalu terpisah dan menjadi raja di keempat pulau, sehingga kelak kawasan ini kemudian dijuluki Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Raja Ampat tak hanya dianggap sebagai taman laut terbesar di Indonesia, namun juga diyakini memiliki kekayaan biota laut terbesar di dunia. Terkuaknya panorama alam bawah laut Raja Ampat bermula ketika seorang penyelam ulung berkebangsaan Belanda bernama Max Ammer mengunjungi kawasan ini. Situs http://ngm.nationalgeographic.com menyebutkan, kunjungan pertama Max Ammer pada tahun 1990 ke Raja Ampat bermula dari keinginannya untuk menelusuri kapal dan pesawat yang karam pada masa Perang Dunia II. Penelusurannya ini sangat berkesan, sehingga pada tahun 1998 ia mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan (Ichthyologist) dari Australia untuk mengadakan survei di tempat ini. Betapa terkejutnya Gerry Allen melihat sumber daya bawah laut yang begitu beragam dalam jumlah yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerry Allen kemudian mengontak Conservation International (CI) untuk mengadakan survei kekayaan bawah laut di perairan Raja Ampat pada tahun 2001 dan 2002. Hasil survei ini membuktikan bahwa perairan Raja Ampat merupakan kawasan terumbu karang dengan kekayaan biota laut terbesar di dunia. Masih menurut situs http://ngm.nationalgeographic.com, kawasan ini memiliki setidaknya 1.300 spesies ikan, 600 jenis terumbu karang, serta 700 jenis kerang, belum lagi berbagai jenis kura-kura, ganggang, dan ubur-ubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan fotografi bawah laut di kawasan Raja Ampat, Imam Brotoseno dalam http://dunialaut.com menyebutkan bahwa kandungan kekayaan biota laut Raja Ampat paling besar di seluruh area segitiga koral dunia, yaitu Philipina-Indonesia-Papua Nugini. Segitiga koral ini merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan konservasi perlindungan alam internasional. Dari sekitar 600-an jenis terumbu karang di dunia, 75% diantaranya berada di perairan Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu luasnya perairan Raja Ampat serta kekayaan bito lautnya yang beragam, maka wisatawan yang ingin menikmati panorama bawah laut dapat memilih beberapa titik penyelaman. Di sekitar Pulau Kri, misalnya, wisatawan dapat menyaksikan keindahan terumbu karang serta berbagai jenis ikan yang sangat menakjubkan, termasuk jenis ikan Queensland Grouper yang terkenal, ikan Kuwe, Kakap, Kerapu, Hiu Karang, Tuna, Napoleon Wrasse, Barracuda, serta Giant Trevally. Kekayaan berbagai jenis ikan di kawasan Pulau Kri ini pernah dibuktikan oleh Gerry Allen (dalam http://dunialaut.com), dimana dalam sekali menyelam ia mencatat setidaknya terdapat 283 jnis ikan. Jumlah yang sangat mencengangkan untuk satu kali penyelaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik penyelaman lainnya adalah di Sardine Reef dengan kedalaman sekitar 10 meter. Tempat ini menyajikan berbagai jenis ikan termasuk ikan Parrotfish yang memiliki warna yang cemerlang. Apabila ingin mencoba sensasi berada dalam terowongan batu karang, wisatawan dapat menyelam di sekitar Kepulauan Kaboei Bay Rock. Di kepulauan ini terdapat sebuah teluk yang di bawahnya merupakan sebuah terowongan batu karang. Di Kaboei Bay Rock juga terdapat gua-gua karang yang dihuni kelelawar, serta di beberapa tempat ditemukan sisa-sisa tulang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi titik-titik penyelaman yang dapat ditelusuri oleh para penyelam, seperti di The Passage, Pulau Fam, serta Pulau Misool. Selain menikmati kekayaan biota laut, wisatawan dapat pula menikmati situs-situs sejarah bawah laut, diantaranya kapal perang serta pesawat tempur yang karam di perairan Raja Ampat. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati keindahan pulau-pulau di wilayah Raja Ampat. Daratan pulau-pulau di kawasan ini relatif masih perawan, laguna dan teluknya cukup terlindungi, memiliki hamparan pantai yang mempesona, serta laut yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata bahari Raja Ampat terletak di Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua Barat, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan yang berminat mengunjungi Raja Ampat dapat bertolak dari Jakarta atau kota-kota besar lainnya menuju Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat. Penerbangan dari Jakarta menuju Sorong biasanya transit terlebih dahulu di Makassar atau di Manado. Dari Bandara Domine Eduard Osok, wisatawan bisa segera melanjutkan perjalanan menuju Raja Ampat menggunakan kapal cepat berkapasitas 10 orang dengan biaya sekitar 3,2 juta rupiah sekali jalan. Perjalanan dengan kapal cepat memerlukan waktu sekitar 3-4 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tiket khusus untuk memasuki kawasan perairan Raja Ampat. Hanya saja, ongkos untuk menyewa kapal motor, peralatan selam, serta instruktur yang berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam sekali penyelaman. Proses menyelam biasanya dilakukan berkali-kali untuk menikmati titik-titik penyelaman yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, para penyelam disarankan berkelompok untuk menekan jumlah pengeluaran yang relatif mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan wisata bawah laut Raja Ampat wisatawan dapat memperoleh fasilitas yang memadai di beberapa resort yang ada, seperti di Pulau Kri, Waigeo, Mansuar, serta Misool. Beberapa resort menetapkan harga yang relatif mahal karena menyuguhkan fasilitas yang lengkap. Namun wisatawan dengan budget lebih rendah dapat memanfaatkan resort milik pemerintah yang jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain adalah dengan cara memilih menginap berhari-hari di atas kapal (Liveaboard) dengan menyewa kapal Pinisi yang telah dimodifikasi khusus untuk kegiatan penyelaman beberapa hari. Kapal ini memiliki kapasitas maksimal 14 orang, dengan biaya sekitar Rp 90 juta sampai Rp 110 juta untuk pelayaran selama seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/perairan-raja-ampat-kab-raja-ampat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqr_m9gCm7Sp6PN_kDCY0jscY6JK1dEFhdtart47EpmBUJPlh3kKL5RG9cvrO1HCJWMcacMVeGyswd25utOzup-3NMVtetstb2qIAH3TAtzczUG3KJuhm3fDD0q8azAVQ0reUzHwyNCuM/s72-c/raja+ampat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-7766318300914219017</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 11:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T18:11:08.112+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nusa Tenggara Timur</category><title>Taman Laut Selat Pantar, Kab. Alor, Propinsi NTT</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpMkx0H68Iw2Ea_DzD-2YbyaSvBZ7s7SA8vCQz_vr88HJxQp3AiYCeVpAfvg_dFAiWiVuClgAXF0nN9PHNhETfoWrbLLCvt0GbIZgJ_nBql8PKNSBKbesKfaDOwIsF4u3fxXWyTy-V6Aw/s1600-h/Selat+Pantar.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 302px; height: 237px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpMkx0H68Iw2Ea_DzD-2YbyaSvBZ7s7SA8vCQz_vr88HJxQp3AiYCeVpAfvg_dFAiWiVuClgAXF0nN9PHNhETfoWrbLLCvt0GbIZgJ_nBql8PKNSBKbesKfaDOwIsF4u3fxXWyTy-V6Aw/s320/Selat+Pantar.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369404040815119266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Selat Pantar merupakan laut yang memisahkan antara Pulau Alor dan Pulau Pantar. Tercatat, rata-rata terdapat 100 kunjungan wisata asing per-tahun yang datang menyelam di Taman Laut Selat Pantar. Semenjak krisis ekonomi melanda, tahun 2001 tercatat 187 penyelam, namun tahun berikutnya hanya 109 penyelam. Angka ini boleh dibilang cukup kecil mengingat potensi Taman Laut Selat Pantar yang sangat besar.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata bahari Taman Laut Selat Pantar mempunyai panorama bawah laut yang menakjubkan sehingga menjadi primadona dan pemikat bagi para diver dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan Taman Laut Selat Pantar melingkupi perairan Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate dan Pulau Pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat, ada 26 titik selam (diving spot) yang mempesona wisatawan. Ke 26 titik diving itu seperti, Half Moon Bay; Peter&#39;s Prize; Crocodile Rook; Cave Point; The Edge; Coral Clitts; Baeylon; The Arch; Fallt Line; The Patch; Nite Delht; Kal&#39;s Dream; The Ball; Trip Top; The Mlai Hall; No Man&#39;s Land; The Chatedral; School&#39;s Ut; hingga titik selam Shark Close. Titik selam yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan tempat kumpulan ikan hiu yang sangat bersahabat dengan para diver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman laut ini pula dapat ditemui lumba-lumba abu-abu yang merupakan spesies langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Laut Selat Pantar terletak di Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akses Menuju Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan bisa datang dari Kupang dengan naik kapal feri dengan waktu tempuh 12-13 jam menuju Larantuka. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kapal kayu menuju pelabuhan laut Kalabahi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Di depan pelabuhan Kalabahi yang berada di Kepulauan Alor, terbentang Taman Laut Selat Pantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tiket Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pengunjung tidak dikenai biaya tiket masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kepulauan Alor tersedia rumah makan, penginapan, pemandu wisata, dan perdagangan souvenir khas Pulau Pantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/taman-laut-selat-pantar-kab-alor.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpMkx0H68Iw2Ea_DzD-2YbyaSvBZ7s7SA8vCQz_vr88HJxQp3AiYCeVpAfvg_dFAiWiVuClgAXF0nN9PHNhETfoWrbLLCvt0GbIZgJ_nBql8PKNSBKbesKfaDOwIsF4u3fxXWyTy-V6Aw/s72-c/Selat+Pantar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-4758313599416522625</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T15:54:31.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nusa Tenggara Barat</category><title>Gunung Rinjani, Kab. Lombok Barat, Timur dan Tengah, NTB</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5c82dsWHmWpa3qIoVcHHjqWtBpiaDPt3Ktk1PLhx_KqtOQUjHp4NghdKHtZbj_RHfeHE0pH-0UMNUo7M8HHw_g3_oLrTPtLp07mZFE-eSmLwh95iO5JbBbXdkQyimzG31E1sT-ZbaDGY/s1600-h/rinjani11.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 195px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5c82dsWHmWpa3qIoVcHHjqWtBpiaDPt3Ktk1PLhx_KqtOQUjHp4NghdKHtZbj_RHfeHE0pH-0UMNUo7M8HHw_g3_oLrTPtLp07mZFE-eSmLwh95iO5JbBbXdkQyimzG31E1sT-ZbaDGY/s320/rinjani11.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369368958277718594&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Nama &#39;Rinjani&#39; berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti &quot;Yang Agung&quot;. Menurut dongeng suku Sasak, gunung ini merupakan kediaman Putri Anjani, putri dari dewa tertinggi Pulau Lombok. Sejak tahun 1990, kawasan gunung seluas kurang lebih 41.330 hektar ini dinyatakan sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan. Gunung Rinjani (3.726 meter) yang merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia mempunyai iklim tropis dengan rata-rata curah hujan sekitar 1.066 mm per tahun.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya yang cukup terjal dan curam serta jalurnya yang berkelok-kelok menjadikan lokasi Gunung Rinjani cukup menantang para penggemar tracking dan pecinta alam. Suhu yang relatif tidak stabil semakin menambah nilai tantangan yang dimiliki gunung yang masih aktif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani memiliki Danau Segara Anak, di puncaknya yang  dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya setiap tahun secara massal untuk melaksanakan upacara adat. Danau Segara Anak seluas 156 hektar dikelilingi oleh tebing-tebing yang merupakan dinding kaldera berwarna-warni, sangat menarik para pengunjung. Begitu pula dengan air danau yang berwarna-warni pada ketinggian 2.008 meter di atas permukaan air laut, serta pemandangan alam yang sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dari puncak Gunung Rinjani, para wisatawan dapat menikmati pemandangan ke arah danau dan keseluruhan kawasan pegunungan. Bila cuaca dalam keadaan cerah, wisatawan dapat melihat keseluruhan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani ini juga memiliki air terjun di Otak Kokok Gading dan Sendang Gile yang banyak dikunjungi para pengunjung terutama pada hari-hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif, gunung yang menjadi favorit bagi para pendaki ini berada di tiga wilayah kabupaten, yaitu Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pecinta alam, ada tiga jalur yang bisa ditempuh untuk menuju Gunung Rinjani, yakni Jalur Sembalun, Jalur Senaru dan Jalur Torean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jalur Sembalun : Dari Kota Mataram menuju Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (4-5 jam dengan kendaraan umum), dari Sembalun ke Puncak Rinjani (7 jam jalan kaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jalur Senaru : Dari Kota Mataram menuju Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat 93-4 jam dengan kendaraan umum), dari Senaru ke Puncak Rinjani (9-10 jam jalan kaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jalur Torean : Dari Kota Mataram menuju Desa Torean, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat (4-5 jam dengan kendaraan umum), dari Torean ke puncak Rinjani 8-9 jam jalan kaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Harga Tiket Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam proses konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fasilitas guide yang disediakan masyarakat lokal jika Anda ingin melakukan pendkian ke Gunung Rinjani. Bagi pendaki gunung yang membutuhkan jasa guide, penduduk sekitar banyak yang siap memenuhi kebutuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/gunung-rinjani-kab-lombok-barat-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5c82dsWHmWpa3qIoVcHHjqWtBpiaDPt3Ktk1PLhx_KqtOQUjHp4NghdKHtZbj_RHfeHE0pH-0UMNUo7M8HHw_g3_oLrTPtLp07mZFE-eSmLwh95iO5JbBbXdkQyimzG31E1sT-ZbaDGY/s72-c/rinjani11.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-6593315645594486872</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 07:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T14:58:10.656+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bali</category><title>Pantai Sanur, Kota Denpasar, Propinsi Bali</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZM0UBvYRZ4m5-ZudazuAVy8m9kCm2SnoGNKSrGqOHmr3YscL-P0tRPTPR7cLIxlndm84P5AcGHOTzatLbQYC9xdW1Ozwot-4LONWFJCgHI-wwDLXdDIn5pkoQsGN2n9zXNuCultkKGc/s1600-h/Sanur.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZM0UBvYRZ4m5-ZudazuAVy8m9kCm2SnoGNKSrGqOHmr3YscL-P0tRPTPR7cLIxlndm84P5AcGHOTzatLbQYC9xdW1Ozwot-4LONWFJCgHI-wwDLXdDIn5pkoQsGN2n9zXNuCultkKGc/s320/Sanur.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369354469841084514&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pantai Sanur merupakan salah satu pantai di Pulau Bali yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan panorama alamnya membuat Pantai Sanur terkenal bahkan sejak zaman dahulu. Dalam sejarah Bali kuno, Pantai Sanur terkenal sebagai pantai yang indah, hal itu nampak dalam Prasasti Raja Kasari Warmadewa, seorang raja yang berkeraton di Singhadwala pada tahun 917 Masehi. Sekarang, prasasti tersebut terdapat di daerah Blanjong, bagian selatan Pantai Sanur.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kolonial Belanda, Pantai Sanur terkenal sebagai lokasi pendaratan bala tentara Belanda ketika akan menyerang Kerajaan Badung yang dianggap membangkang pada pemerintah kolonial. Perang yang terjadi pada tanggal 18 November 1906 itu kemudian dikenal sebagai Puputan Badung, yaitu semangat perang sampai mati yang dipraktikkan oleh Raja Badung dan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi pariwisata, Pantai Sanur mulai dikenalkan ke dunia internasional oleh A.J Le Mayeur, seorang pelukis dari Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Melihat daya tarik Pantai Sanur yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan sanggar melukis. La Mayeur kemudian menikah dengan gadis Bali bernama Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang terkenal dan merupakan salah satu model lukisannya. Melalui lukisan Le Mayeur, Pantai Sanur mulai dikenal oleh dunia internasional. Saat ini, sanggar lukis tersebut telah menjadi Museum La Mayeur dan dapat dikunjungi oleh publik. Museum La Mayeur berada dalam area wisata Pantai Sanur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Pantai Kuta yang menyajikan keindahan matahari terbenam (sunset), Pantai Sanur terkenal karena keindahan panorama matahari terbit (sunrise). Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmati detik-detik terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan Pulau Nusa Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan di Pulau Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan di sore hari juga tak kalah menarik. Surutnya air laut memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai Sanur. Tak hanya itu, gelombang air laut tidak begitu besar, wisatawan dapat menyaksikan keindahan batu karang yang membentang berwarna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Propinsi Bali, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Sanur berjarak sekitar 6 km dari pusat Kota Denpasar dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Jika ingin menggunakan kendaraan umum (bemo), wisatawan tak perlu khawatir karena kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Sanur merupakan kawasan pengembangan wisata pertama di Bali, ditandai dengan hadirnya hotel-hotel berbintang serta berbagai macam restoran. Oleh karena itu, wisatawan tak perlu khawatir jika membutuhkan penginapan atau warung makan di sekitar pantai ini. Selain itu, kawasan wisata Pantai Sanur juga menyediakan kios-kios souvenir yang menjual berbagai barang kesenian serta oleh-oleh khas pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/pantai-sanur-kota-denpasar-propinsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZM0UBvYRZ4m5-ZudazuAVy8m9kCm2SnoGNKSrGqOHmr3YscL-P0tRPTPR7cLIxlndm84P5AcGHOTzatLbQYC9xdW1Ozwot-4LONWFJCgHI-wwDLXdDIn5pkoQsGN2n9zXNuCultkKGc/s72-c/Sanur.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-4554754237989996014</guid><pubDate>Mon, 10 Aug 2009 18:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-11T02:34:04.726+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Daerah Istimewa Yogyakarta</category><title>Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Propinsi DIY</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNh6kiEF2JczbmrYIeK0YvJ1wMCxfm6x429NbEDxBokehnBBJ1mTHAlGA59_ppkIRsy0gczIseWRiyBAOPUz6jzClBS8gfOUFyWnrwGMTtavfNnGvb8VVHktAavb7C0t2Ms3yc25Ob-tU/s1600-h/Malioboro.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNh6kiEF2JczbmrYIeK0YvJ1wMCxfm6x429NbEDxBokehnBBJ1mTHAlGA59_ppkIRsy0gczIseWRiyBAOPUz6jzClBS8gfOUFyWnrwGMTtavfNnGvb8VVHktAavb7C0t2Ms3yc25Ob-tU/s320/Malioboro.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5368420489549959282&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Di Kota Yogyakarta, dimana banyak orang menyebut kota ini memiliki sejuta kenangan, terdapat satu kawasan belanja legendaris, yakni Malioboro. Penamaan &#39;Malioboro&#39; diadopsi dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang pernah menduduki Yogyakarta pada tahun 1811-1816 Masehi, yakni Marlborough.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malioboro memang sengaja dibangun di jantung kota Yogyakarta oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda di awal abad ke 19 sebagai pusat aktivitas perekonomian dan pemerintahan. Kawasan ini secara simbolis juga berfungsi untuk menandingi dominasi kekuasaan Sultan Mataram melalui kemegahan keratonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan tersebut, didirikanlah Benteng Vredeburg pada tahun 1765 yang kini menjadi museum dan arena wisata publik. Selain itu, pemerintah kolonial juga membangun Gedung Agung pada tahun 1832 Masehi, Pasar Beringharjo, Hotel Garuda yang merupakan tempat menginap dan berkumpul para elite kolonial ketika itu, dan kawasan pertokoan (perekonomian) Malioboro itu sendiri. Posisi semua bangunan tersebut berada di depan (utara) Alun-alun yang menjadi halaman keraton. Bangunan-bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota yang kerap disebut kota pelajar ini dari masa ke masa. Kelak, kawasan ini direncanakan akan menjadi sebuah kawasan pedestrian agar mengurangi kemacetan kendaraan bermotor dan polusi udara di dalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kawasan wisata, Maliobor menyajikan berbagai variasi aktivitas berbelanja. Mulai dari cara-cara berbelanja tradisional khas Malioboro, hingga bentuk-bentuk aktivitas belanja modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam cara belanja khas Malioboro salah satunya ialah proses tawar-menawar berbagai cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar di kawasan ini. Para pedagang itu menjual beraneka cenderamata dan kerajinan yang terbuat dari perak, gerabah, kain batik, kayu, kulit dan lain sebagainya. Namun jangan heran apabila penjaja menawarkan souvenir yang diminati dengan harga Rp 50.000. Tawaran seperti ini harus disusul dengan proses tawar-menawar dari wisatawan sehingga harga dapat turun drastis hingga misalnya, si pedagang melepasnya dengan harga Rp 10.000 saja. Hal ini juga dapat wisatawan lakukan ketika mengunjungi Pasar Tradisional Beringharjo yang masih satu area dengan Malioboro. Inilah keunikan dari tradisi wisata belanja di Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan berbelanja di sepanjang jalan Malioboro ini, di toko-toko di kawasan Maliobor, wisatawan dapat membeli barang-barang yang diminati, mulai dari batik, berbagai souvenir, pakaian, dan lain sebagainya tanpa adanya proses tawar-menawar. Di sini, nampak Malioboro juga hadir sebagai kawasan perbelanjaan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi kawasan ini ibarat pepatah &quot;sambil menyelam minum air&quot;. Malioboro dekat dengan obyek-obyek wisata sejarah, wisata arsitektur peninggalan kolonial, dan juga wisata belanja tradisional lainnya. Obyek-obyek wisata sejarah yang berada di sekitar Maliobor diantaranya : Keraton Yogyakarta dan alun-alunnya, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo, dan Kampung Kauman. Sedangkan pada wisata arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yang masih dapat disaksikan seperti Gedung Societet (sekarang Taman Budaya), Hotel Inna Garuda, Bank Indonesia, dan Bank BNI&#39;46. Dua obyek wisata belanja tradisional di dekat kawasan ini, yaitu Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Selain itu, bagi wisatawan yang gemar membaca, kawasan ini juga menyediakan perpustakaan umum milik Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pelbagai keragaman suasana di atas, wisatawan juga dapat menyaksikan kekhasan lain Malioboro berupa puluhan becak dan andong wisata khas Yogyakarta yang diparkir paralel di sebelah kanan jalan di jalur lambat kawasan ini yang siap mengantar wisatawan berkeliling Malioboro dan sekitarnya. Sedangkan di sebelah kiri jalan, wisatawan dapat melihat ratusan sepeda motor diparkir berjajar di sepanjang trotoar Malioboro yang menjadi tanda bahwa Malioboro adalah kawasan ramai pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala aktivitas turisme di atas biasanya dilakukan pada siang hari hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Di malam harinya, Malioboro menyuguhkan kepada wisatawan nuansa makan malam dengan berbagai pilihan menu di warung-warung lesehan khas Yogyakarta yang berjejer rapi di tepi jalan Malioboro. Para musisi jalanan akan menghampiri dan menemani santap malam wisatawan di berbagai warung lesehan ini. Masakan lezat, lantunan lagu-lagu dari para musisi jalanan, terang lampu kota, dan semilir angin berhembus di malam hari membuat wisatawan kerasan dan akan mengenang Malioboro sebagai kawasan yang seolah tak tertandingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan ini terletak di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Hanya sekitar 800 meter dari Keraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran menjadi kawasan andalan pariwisata di Yogyakarta, wisatawan memiliki banyak pilihan transportasi yang sesuai untuk sampai di Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan bisa naik bus : bus kota (menggunakan Jalur 4) dan bus Trans Jogja (trayek 3A atau 3B). Semua jenis bus ini dapat ditemui di Terminal Pusat Giwangan atau halte-halte bus yang ada di seputar Jogja. Tarif bus kota saat ini Rp 2.000, sedangkan untuk bus Trans Jogja sebesar Rp 3.000 (April 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula taksi yang bisa dijadikan pilihan lain bagi wisatawan, baik pesan via telepon dari penginapan maupun mencegatnya di pinggir jalan di Yogyakarta. Jika ingin menikmati suasana Kota Yogyakarta, maka bisa dipilih andong wisata maupun becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kawasan Malioboro, wisatawan tidak dipungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi bahwa kawasan ini menyediakan berbagai macam akomodasi bagi wisatawan, mulai dari hotel berbintang lima dengan harga sewa kamar per malamnya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan, hingga motel-motel atau homestay, yang harga sewa tiap kamarnya hanya berkisar Rp 20.000 per malam. Bagi yang berminat menginap, wisatawan dapat mencarinya di sekitar Jalan Mangkubumi, Jalan Dagen, Jalan Sosrowijayan, Jalan Malioboro, Jalan Suryatmajan, dan Jalan Mataram. Atau mencari penginapan di bagian barat kawasan ini, yakni Jalan Ngasem yang terletak di dekat Pasar Burung Ngasem dan daerah Wijilan yang letaknya tidak jauh dari kawasan Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, wisatawan juga dapat memilih berbagai masakan berdasarkan selera masing-masing, mulai dari angkringan (warung berbentuk gerobak yang menyediakan serba-serbi masakan lokal) yang letaknya di utara Stasiun Kereta Api Tugu, masakan-masakan khas Yogyakarta (seperti gudeg, nasi goreng, lalapan, dan sebagainya) yang disajikan dengan suasana lesehan, berbagai masakan Cina, sampai fastfood atau masakan-masakan ala Barat (seperti steak, beef lasagna, dan sebagainya) dalam restoran atau cafe-cafe yang ada di sekitar Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang menunjang kawasan ini tak hanya berupa akomodasi dan tempat makan saja, melainkan juga pos informasi bagi wisatawan, polisi pariwisata, tempat beribadah, kios-kios money changer, ATM, kios telepon, warung internet, tempat parkir yang luas, sampai Stasiun Kereta Api Tugu. Jika wisatawan ingin membeli buah tangan untuk sanak saudara di rumah, cukup berkunjung di sekitar Jalan Mataram atau di sebelah barat Malioboro yang menyediakan berbagai macam penganan khas Jogja, seperti bakpia, geplak, yangko dan puluhan jenis keripik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/jalan-malioboro-kota-yogyakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNh6kiEF2JczbmrYIeK0YvJ1wMCxfm6x429NbEDxBokehnBBJ1mTHAlGA59_ppkIRsy0gczIseWRiyBAOPUz6jzClBS8gfOUFyWnrwGMTtavfNnGvb8VVHktAavb7C0t2Ms3yc25Ob-tU/s72-c/Malioboro.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-6238984798328331846</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 13:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-08T22:36:01.484+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jawa Tengah</category><title>Bledug Kuwu, Kab. Grobogan, Jawa Tengah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJg_PAgoUgL8nNGdb5tduKXnHzsDQF_OI-gaS8CTd1yJC9kj3yB14jZ7B6JiUfzMnhe__uPdRZrZi6mqAb5hj9xYsnX5u7iLdCGUwSCi7OSmARtgdFTabrLyw0c4TxtB8uFcdGbHLJ1j8/s1600-h/bleduk+kuwu2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJg_PAgoUgL8nNGdb5tduKXnHzsDQF_OI-gaS8CTd1yJC9kj3yB14jZ7B6JiUfzMnhe__uPdRZrZi6mqAb5hj9xYsnX5u7iLdCGUwSCi7OSmARtgdFTabrLyw0c4TxtB8uFcdGbHLJ1j8/s320/bleduk+kuwu2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5367616772645996898&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena kawah lumpur (mud volcanoes) yang sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732-929 Masehi). Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Grobogan, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Secara etimologi, nama bledug kuwu berasal dari bahasa Jawa, yaitu &#39;bledug&#39; yang berarti ledakan/meledak dan &#39;kuwu&#39; yang diserap dari kata &#39;kuwur&#39; yang berarti lari/kabur/berhamburan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita turun temurun yang beredar di masyarakat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan. Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju Kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anak Aji Saka, penguasa Kerajaan Medang Kamulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan menuju Bledug Kuwu pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau, kawasan hutan yang cukup lebat dan bukit-bukit yang begitu indah sehingga perjalanan menuju tempat wisata ini tidak terasa membosankan. Setelah sampai di lokasi, pengunjung akan melihat fenomena alam yang mengagumkan. Di objek wisata ini, terjadi letupan-letupan lumpur seperti bunyi meriam yang berlangsung terus menerus secara berkala, antara 2 sampai 3 menit, di daerah dengan diameter kurang lebih 650 meter. Bahkan, tak jarang, letupan-letupan lumpur itu bisa mencapai seukuran rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menikmati keindahan wisata Bledug Kuwu, pengunjung juga bisa menyaksikan penduduk desa yang mencari nafkah dari Bledug Kuwu sebagai petani garam. Dari sumber air garam Bledug Kuwu, petani garam mengolahnya hingga menjadi garam dapur. Kemasyhuran rasa garam Bledug Kuwu pernah tercatat dalam sejarah Keraton Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek wisata Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju objek wisata Bledug Kuwu dapat ditempuh melalui jalan darat. Dari Terminal Bus Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Purwodadi dengan biaya sekitar Rp 10.000. Setelah sampai di Terminal Bus Purwodadi, perjalanan dapat dilanjutkan dengan minibus jurusan Purwodadi-Kuwu dengan ongkos sekitar Rp 5.000 (April 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengunjung yang baru pertama kali menyambangi objek wisata ini mungkin akan terheran-heran dengan harga tiket masuk yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 500 per orang (April 2008), pengunjung sudah bisa menikmati keindahan wisata alam Bledug Kuwu sepuasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar lokasi objek wisata Bledug Kuwu terdapat akomodasi dan fasilitas, seperti : rumah makan, rumah penginapan, warung telekomunikasi/wartel, dan tentu saja, warung/toko yang menjual garam buatan penduduk Desa Kuwu yang sudah masyhur rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/bledug-kuwu-kab-grobogan-jawa-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJg_PAgoUgL8nNGdb5tduKXnHzsDQF_OI-gaS8CTd1yJC9kj3yB14jZ7B6JiUfzMnhe__uPdRZrZi6mqAb5hj9xYsnX5u7iLdCGUwSCi7OSmARtgdFTabrLyw0c4TxtB8uFcdGbHLJ1j8/s72-c/bleduk+kuwu2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-810325451107141038</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 11:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-08T19:55:44.110+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jawa Barat</category><title>Masjid Kubah Emas, Kota Depok, Jawa Barat</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjONIL2df9HvwQ_wBTVBUfgAV8MGDQwUEwj0T7PmUJEMf2ssnRtrQ1_IyWQZJ8loZie4CwTm0lippkhi7LzWvN_uesydStB_GqYK5vTCBfr9pW5OdLm0muC9wACR1tJX3wxt3gQTCbo_nE/s1600-h/masjid+kubah+emas.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjONIL2df9HvwQ_wBTVBUfgAV8MGDQwUEwj0T7PmUJEMf2ssnRtrQ1_IyWQZJ8loZie4CwTm0lippkhi7LzWvN_uesydStB_GqYK5vTCBfr9pW5OdLm0muC9wACR1tJX3wxt3gQTCbo_nE/s320/masjid+kubah+emas.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5367575632550099874&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Masjid Kubah Emas merupakan sebuah masjid megah yang berdiri di Kota Depok, Propinsi Jawa Barat. Ciri khas masjid ini terletak pada atap kubahnya yang terbuat dari emas 24 karat. Bangunan masjid ini mempunyai luas sekitar 8 hektar dan menempati area tanah seluas 60 hektar. Konon, karena kemegahannya, masjid ini sering disebut sebagai masjid termegah di Asia Tenggara, melebihi masjid Istiqlal di Jakarta.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dengan nama Masjid Dian Al Mahri. Tanggal peresmian ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1427 Hijriah. Menurut cerita yang beredar, bahan-bahan material masjid ini langsung didatangkan dari negara-negara Eropa dan Brazil, seperti emas, lampu, dan granit dari Italia, serta beberapa material lain dari Spanyol, Norwegia dan Brazil. Pembangunannya pun dijalankan oleh tenaga profesional dari luar negeri dan memakan biaya milyaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kubah Emas dibangun oleh seorang pengusaha asal Banten bernama Hj. Dian Djuriah Al Rasyid. Pengusaha kaya tersebut telah membeli tanah di daerah Depok sejak tahun 1996 dan mulai membangunnya sejak tahun 2001. Pembangunan masjid selesai pada akhir tahun 2006 dan dibuka untuk publik tepat pada tanggal 31 Desember 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada tujuh masjid berkubah emas di dunia. Salah satunya berada di Indonesia. Salah satu keunikan yang dapat disaksikan pengunjung masjid ini adalah kubah tengah masjid. Masjid Dian Al Mahri mempunyai kubah berjumlah lima, yakni satu kubah utama dan empat buah kubah kecil. Bentuk kubah utama menyerupai kubah bangunan Taj Mahal di India. Kubah tersebut mempunyai diameter bawah 16 meter, dimeter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara kubah-kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, diameter tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Seluruh kubah tersebut dilapisi emas setebal 2 hingga 3 milimeter dan dihiasi oleh mozaik kristal. Selain itu, di pojok-pojok masjid juga berdiri enam menara yang berbentuk segi enam (heksagonal) dengan tinggi sekitar 40 meter. Keenam menara ini dibalut oleh batu-batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncak menara-menara ini juga terdapat kubah yang dilapisi oleh emas. Enam menara ini melambangkan jumlah rukun iman, sedangkan lima kubah melambangkan rukun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masjid ini juga terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia dengan berat sekitar 8 ton. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan kekhasan relief yang menghiasi ruang Mihrab yang terbuat dari emas 18 karat. Kekhasan relief ini juga dapat dilihat pada pagar pembatas di lantai dua, hiasan kaligrafi di langit-langit masjid, dan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah yang berlapis bahan prado atau sisa emas. Khusus untuk langit-langit masjid terdapat hiasan kaligrafi bergaya Kuffi yang terbuat dari lempengan kuningan berlapis emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat secara umum, arsitektur masjid ini mirip bangunan-bangunan masjid di Timur Tengah yakni dengan ciri khas kubah, menara, halaman dalam, serta corak hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah bangunan yang megah dan mempesona, masjid ini mempunyai bangunan dan halaman yang begitu luas. Luas bangunan masjid sekitar 8.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 hingga 20.000 jamaah. Ruangan masjid terbagi atas ruang utama, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar dan ruang-ruang fungsional lainnya. Ruangan utama masjid didominasi oleh warna monokrom dengan warna dasar krem. Warna-warna ini seolah memberi nuansa tenang dan nyaman bagi pengunjung yang berada di dalam masjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian luar masjid terdapat taman luas yang mengitari masjid. Taman ini ditumbuhi pepohonan rindang yang dapat memunculkan suasana sejuk dan asri bagi pengunjung. Konsep penataan taman ini merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan masjid bernuansa Timur Tengah dengan suasana lingkungan tropis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini terletak di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kubah Emas berlokasi di pinggir jalan Meruyung, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Untuk menuju lokasi ini tidak terlalu sulit, karena dapat ditempuh dari beberapa arah. Bila berangkat dari arah Terminal Depok, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat mengambil jalan menuju arah Kecamatan Sawangan. Setelah sampai di pertigaan Parung Bingung, pengunjung disarankan berbelok ke kanan ke arah Kecamatan Cinere, lalu menuju lokasi masjid. Jarak antara pertigaan Parung Bingung ke lokasi masjid sekitar 3-4 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, dari Terminal Kota Depok dapat berangkat dengan menggunakan jasa angkutan kota (angkot) nomor 03 menuju pertigaan Parung Bingung. Dari pertigaan ini, pengunjung disarankan menggunakan ojek menuju Masjid Kubah Emas. kota Depok berjarak sekitar 7 km dari Masjid Kubah Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pengunjung yang berangkat dari Terminal Lebak Bulus atau Terminal Pondok Labu di Jakarta Selatan dapat menggunakan jasa angkutan kota (angkot) bernomor 102 menuju pertigaan Parung Bingung, kemudian belok kanan menuju arah lokasi masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan yang berkunjung ke masjid ini dikenai biaya parkir kendaraan. Untuk rombongan bus dikenai tarif parkir sebesar Rp 10.000, untuk mobil keluarga dikenai tarif Rp 3.000, sedangkan pengendara roda dua hanya sebesar Rp 2.000 (Mei 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kubah Emas dibuka setiap hari untuk umum pada pukul 04.00-06.00 WIB dan pada pukul 10.00-20.00 WIB. Pada hari Kamis, masjid ini ditutup untuk persiapan kebersihan sholat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masjid ini terdapat fasilitas-fasilitas penunjang yang bisa membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di sini, diantaranya mini market, restoran, kios makanan, toko butik, rumah penginapan, gedung serbaguna, auditorium, gedung Islamic Center, dapur umum, dan toko souvenir. Wisatawan yang berniat mampir ke toko souvenir dapat membeli aneka cenderamata, seperti cangkir, pin, kaos, mukena, sajadah, songkok, dompet, jam, piring, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masjid ini mempunyai tempat parkir seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 300 kendaraan roda empat atau 1.400 kendaraan bermotor. Sistem pengamanan kompleks masjid ini diserahkan kepada para satpam yang bertugas di lokasi masjid. Bagi para pengunjung yang ingin berfoto di lokasi masjid ini tidak perlu khawatir, karena di sini terdapat banyak fotografer yang menawarkan jasa foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang ingin berwisata rohani ke masjid ini juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan masjid ini secara rutin, diantaranya kegiatan tausiyah umum setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu pada pukul 10.30-12.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah kawasan terpadu untuk sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial, masjid ini dimasa mendatang akan dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah perawat, pesantren dan universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu &amp;amp; Eramuslim&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/masjid-kubah-emas-kota-depok-jawa-barat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjONIL2df9HvwQ_wBTVBUfgAV8MGDQwUEwj0T7PmUJEMf2ssnRtrQ1_IyWQZJ8loZie4CwTm0lippkhi7LzWvN_uesydStB_GqYK5vTCBfr9pW5OdLm0muC9wACR1tJX3wxt3gQTCbo_nE/s72-c/masjid+kubah+emas.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-1332168145291128335</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 10:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-08T18:08:48.171+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Banten</category><title>Pantai Anyer, Kab. Serang, Propinsi Banten</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvo_aw0qwImG8hzE6g1FaBlDtNNoRnf3RwnAzHZ9huRGk71imOwUADb6JNJr5p9GrFCiyx2hAG__ogAzot4s8qviwjnZDKbCy8S72wcymmGOsC4ZnYcy_LeC2U8qfQqFwwrZqIZQyn-7A/s1600-h/anyer.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvo_aw0qwImG8hzE6g1FaBlDtNNoRnf3RwnAzHZ9huRGk71imOwUADb6JNJr5p9GrFCiyx2hAG__ogAzot4s8qviwjnZDKbCy8S72wcymmGOsC4ZnYcy_LeC2U8qfQqFwwrZqIZQyn-7A/s320/anyer.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5367548149804892098&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pantai Anyer dikenal luas sebagai tempat wisata yang menarik sejak tahun 1980-an. Keberadaannya sebagai salah satu dari &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Seven Wonders of Banten&lt;/span&gt; (Tujuh Keajaiban Banten) dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta membuat kawasan ini menjelma sebagai salah satu obyek wisata favorit saat ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Propinsi Banten telah berkomitmen mengembangkannya menjadi obyek wisata bahari terkemuka di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai fasilitas pendukung yang relatif lengkap dan representatif di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bibir pantai, pengunjung dapat menikmati panorama laut biru berlatar kaki langit yang juga biru. Hamparan pasir pantainya yang luas dan bersih menjadikan kawasan ini nyaman digunakan untuk melakukan kegiatan berjemur dan membuat patung dari pasir, atau melakukan aktivitas olahraga seperti voli pantai dan sepakbola pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air lautnya yang jernih dan bersih mendukung aktivitas pengunjung yang ingin berenang atau menyelam. Ombak laut Pantai Anyer yang relatif besar dan menjadi rumah bagi banyak ikan sehingga tepat sekali digunakan untuk arena berselancar dan area memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona terbit dan tenggelamnya matahari serta ditingkahi oleh burung-burung laut yang terbang rendah dan sesekali menyambar ikan di sepanjang pantai, kian mengukuhkan betapa spesialnya kawasan ini. Pengunjung dapat mencerap momen indah tersebut dari shelter-shelter, taman, pondok-pondok wisata, atau dari atas perahu yang berjalan perlahan-lahan di tepi pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bosan berada di tepi pantai, pengunjung dapat menikmati keelokan panorama Pantai Anyer dari atas mercusuar yang terdapat di kawasan tersebut. Pengunjung dapat juga menyewa sepeda untuk mengelilingi kawasan Pantai Anyer sambil mencari-cari obyek menarik untuk dipotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Anyer berada dalam wilayah administratif Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Propinsi Banten, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta-Pantai Anyer berjarak sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Sedangkan dari Kota Serang, ibukota Propinsi Banten, Pantai Anyer berjarak sekitar 35 kilometer. Dari Jakarta, pengunjung dapat mengambil jalan tol Jakarta-Merak dan keluar melalui jalan tol Cilegon Barat. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju arah Anyer. Berbagai papan penunjuk jalan memudahkan pengunjung untuk mencapai lokasi, baik yang menggunakan bus maupun yang menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung dapat juga mengakses Pantai Anyer dengan naik kereta api jurusan Jakarta-Merak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin menginap tidak perlu cemas karena di kawasan Pantai Anyer terdapat homestay, wisama, hotel, resort, cottage dan villa dengan berbagai tipe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pantai ini juga dilengkapi dengan jaringan fiber optik untuk mengakses internet dan jaringan komunikasi baik lokal maupun internasional sehingga pengunjung dapat menjalin komunikasi dan mengikuti perkembangan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejeran pedagang kaki lima dan warung tenda di sepanjang pantai, serta rumah makan dan restoran yang menawarkan berbagai menu memberikan banyak pilihan kepada pengunjung untuk menyantap makanan yang sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai fasilitas lainnya juga tersedia di kawasan ini seperti pusat informasi pariwisata, pemandu wisata, penjaga pantai, taman parkir yang luas dan aman, arena bermain anak-anak, arena berjemur, tempat berenang, camping ground, pondok-pondok wisata, shelter-shelter, sentra oleh-oleh dan souvenir, persewaan peralatan menyelam, persewaan sepeda, serta persewaan perahu dan speed boat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/pantai-anyer-kab-serang-propinsi-banten.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvo_aw0qwImG8hzE6g1FaBlDtNNoRnf3RwnAzHZ9huRGk71imOwUADb6JNJr5p9GrFCiyx2hAG__ogAzot4s8qviwjnZDKbCy8S72wcymmGOsC4ZnYcy_LeC2U8qfQqFwwrZqIZQyn-7A/s72-c/anyer.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-8764903447355939816</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 10:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-08T17:20:45.811+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Maluku Utara</category><title>Gunung Gamalama, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqBS1bsI1x3TWn65M8DGRH0XVVg5978IWWXPMgpmX5SQShV-ObE7fETa4_lcOWWGy8q1XTBq7sifYlH0XXlHmHvvjGE1SkwHlmCegFJltRzuy-PV23MixJf-0Id3El8d1tE7pRuFUvqeE/s1600-h/gunung-gamalama.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqBS1bsI1x3TWn65M8DGRH0XVVg5978IWWXPMgpmX5SQShV-ObE7fETa4_lcOWWGy8q1XTBq7sifYlH0XXlHmHvvjGE1SkwHlmCegFJltRzuy-PV23MixJf-0Id3El8d1tE7pRuFUvqeE/s320/gunung-gamalama.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5367535743997977938&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Gamalama merupakan salah satu gunung berapi di Propinsi Maluku Utara. Selain gunung ini, masih ada Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Gunung Ibu dan Gunung Dakona di Kabupaten Halmahera Utara, serta Gunung Kiebesi di Halmahera Selatan. Gunung Gamalama sendiri terletak di Pulau Ternate dan memiliki ketinggian sekitar 1.715 meter di atas permukaan air laut.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Gamalama yang kerap juga disebut sebagai puncak Ternate merupakan sebuah stratovolkano, yakni gunung berapi yang tinggi dan mengerucut, yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras. Gunung yang berdiameter 11 km ini memiliki danau kawah dan kawah ganda. Gunung Gamalama juga merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang masih aktif. Seperti yang tertulis dalam www.geocities.com, sejak tahun 1538 masehi hingga saat ini, Gunung Gamalama telah menyemburkan laharnya lebih dari 70 kali. Enam diantaranya menyebabkan bencana alam, yakni pada tahun 1771-1772 yang menewaskan sekitar 30 orang, sekitar 1.300 orang tewas akibat gelombang badai yang disebabkan letusan di tahun 1775 dan letusan di tahun 1962 memakan korban sekitar lima orang. Terakhir kali, gunung ini memuntahkan isi perutnya pada tahun 2003 namun tidak memakan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat Ternate sendiri terdapat sebuah ritual mengelilingi Gunung Gamalama. Dalam ritual bernama Kololi Kie ini, masyarakat mengelilingi Gunung Gamalama seraya memanjatkan doa untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan rakyat Ternate. Selain itu, Kololi Kie juga merupakan upacara penghormatan terhadap para leluhur Ternate. Kololi Kie sendiri diadakan sekali dalam setahun, setiap bulan April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh masyarakat setempat, Gunung Gamalama dipercaya memiliki banyak nilai-nilai keramat. Tak heran jika banyak mitos yang beredar, dan semakin memperkuat kekeramatan gunung ini. Semisal, masyarakat setempat selalu menyarankan pada sebuah tim yang berencana mendaki Gunung Gamalama aga memiliki jumlah anggota yang genap. Sebelum mendaki pun sebisa mungkin untuk berdoa agar tidak mengalami halangan dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terkesan berbahaya, namun Gunung Gamalama menyimpan pesona kecantikan yang luar biasa. Maka tak heran jika banyak para penjelajah alam yang sangat tertarik untuk mendaki gunung ini. Hamparan kebun cengkeh dan pala akan menemani para pendaki selama perjalanan menuju puncak. Begitu sampai di puncak gunung, para pendaki dapat melihat landscape Pulau Ternate. Tak hanya itu, beberapa pulau lainnya seperti Pulau Tidore, Pulau Halmahera dan Pulau Maitara dapat terlihat dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pemandangan yang mempesona, para pendaki juga akan menemui tempat-tempat unik di gunung tersebut. Diantaranya adalah mata air dalam lekukan batu seluas loyang besar, yang oleh masyarakat setempat disebut dengan mata air Abdas. Konon mata air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Maka tak heran jika masyarakat Ternate begitu mengkeramatkan mata air ini sehingga ada aturan tertentu untuk mengambil air dari mata air Abdas yakni tidak boleh berebbutan dan tiap-tiap orang hanya diperbolehkan mengambil satu botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mata air Abdas, tempat menarik lainnya adalah kuburan leluhur masyarakat Ternate yang sudah berumur ratusan tahun. Belum diketahui kenapa kuburan tersebut bisa ada di Puncak Gunung Gamalama. Namun yang pasti masyarakat setempat sangat mengkeramatkan kuburan tersebut. Banyak masyarakat Ternate yang mendaki Gunung Gamalama untuk berziarah ke makam leluhur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Gamalama terletak di Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara, Indonesia. Jika ingin melakukan pendakian, jalur pendakian dapat diakses dari beberapa desa di sekitarnya, seperti Desa Moya, Desa Malikurubu dan Desa Akehuda. Namun dari ketiga desa ini jika ingin jalur pendakian termudah dapat melalui Desa Mayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Ternate dapat dicapai dengan menggunakan pesawat maupun kapal laut. Jika ingin menggunakan pesawat, beberapa maskapai ada yang memiliki rute penerbangan Jakarta-Manado-Ternate, dan Jakarta-Makassar-Ternate. Jika ingin menggunakan kapal laut, PT Pelni memiliki rute yang menghampiri Ternate sekali dalam seminggu. Dari pusat Kota Ternate, pengunjung dapat melakukan perjalanan ke Desa Moya dengan menggunakan angkutan umum. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Harga Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendaki Gunung Gamalama pengunjung tidak dikenakan biaya apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rute menuju puncak Gunung Gamalama, para pengunjung akan menjumpai tiga pos yang kerap digunakan sebagai tempat beristirahat. Di Desa Moya, hanya ada satu warung kecil. Oleh karena itu, disarankan kepada para pendaki untuk melengkapi perbekalan secukupnya. Selain itu apabila memerlukan penginapan sebelum atau sesudah pendakian, wisatawan dapat dengan mudah memperolehnya di pusat Kota Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/gunung-gamalama-kota-ternate-propinsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqBS1bsI1x3TWn65M8DGRH0XVVg5978IWWXPMgpmX5SQShV-ObE7fETa4_lcOWWGy8q1XTBq7sifYlH0XXlHmHvvjGE1SkwHlmCegFJltRzuy-PV23MixJf-0Id3El8d1tE7pRuFUvqeE/s72-c/gunung-gamalama.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1336492241254742720.post-5934072978823329120</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 09:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-08T16:36:11.675+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Maluku</category><title>Wisata Bahari Laut Banda, Kab. Maluku Tengah, Propinsi Mauluku</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWsqKPY8e5p3KhLN2-bQrwfW5XS-Z9PbM81lTVV_ABphkTVzVfYxwHFE3WH4zypbI_X42UI7Ue4FTnvHfDcbFHFroTUFLcTntLdfMqt_IeaNh2hs9n0OMQF_5TMnZYULkyUpgvlJ4Hvrk/s1600-h/terumbu+karang+banda+1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWsqKPY8e5p3KhLN2-bQrwfW5XS-Z9PbM81lTVV_ABphkTVzVfYxwHFE3WH4zypbI_X42UI7Ue4FTnvHfDcbFHFroTUFLcTntLdfMqt_IeaNh2hs9n0OMQF_5TMnZYULkyUpgvlJ4Hvrk/s320/terumbu+karang+banda+1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5367524224972778434&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kegiatan pelancong wisata bahari di perairan Banda beraneka ragam, seperti melihat taman laut dari atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna dan cakalang, melihat ikan paus, lumba-lumba, burung laut dan menyaksikan Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata bahari ini dapat dilakukan pada musim teduh (musim laut tidak berombak), yang terjadi pada bulan Maret, April, Mei, September. Oktober dan Nopember. Berwisata di sini benar-benar mengasikkan karena wisatawan dapat mencoba sendiri menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan tuna dan cakalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Laut Banda memiliki 350 spesies biota laut, termasuk berbagai jenis kerang purba yang saat ini hampir punah. Keindahan taman laut yang di dalamnya terdapat berbagai macam ikan, akan semakin memanjakan para penyelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi taman laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir dan Pulau Hatta. Tepatnya terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akses &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari Kota Ambon selama satu malam dengan harga tiket Rp 80.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tiket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pengunjung tidak dikenakan biaya masuk ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa pelayanan guide dapat membantu wisatawan untuk menggunakan alat-alat pancing, sekaligus menjelaskan proses penangkapan ikan cakalang yang dilakukan oleh nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Banda terdapat banyak toko yang menjual berbagai souvenir, seperti miniatur kapal dalam botol, anyaman bambu alat memetik pala dan benda-benda replika peninggalan Belanda dan Portugis. Terdapat pula beberapa guest house yang disewakan untuk menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Wisata Melayu&lt;/span&gt;</description><link>http://1indonesia.blogspot.com/2009/08/wisata-bahari-laut-banda-kab-maluku.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWsqKPY8e5p3KhLN2-bQrwfW5XS-Z9PbM81lTVV_ABphkTVzVfYxwHFE3WH4zypbI_X42UI7Ue4FTnvHfDcbFHFroTUFLcTntLdfMqt_IeaNh2hs9n0OMQF_5TMnZYULkyUpgvlJ4Hvrk/s72-c/terumbu+karang+banda+1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>