<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832</atom:id><lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2011 04:46:19 +0000</lastBuildDate><category>Johari</category><category>pemikiran</category><category>ecopsychology</category><category>review buku</category><category>modern</category><category>jejaring sosial</category><category>konseling</category><category>psikologi</category><category>transpersonal</category><category>Islami</category><category>Pencerahan</category><category>telaah</category><category>humanis</category><category>emosi</category><category>klinis</category><category>sex</category><category>cyberstalking</category><category>psikopatologi</category><category>Senyum</category><category>kepribadian</category><category>kritik sosial</category><category>cyberstalkers</category><category>borderline</category><category>empiris</category><category>futuristik</category><category>pernikahan</category><category>Mazhab</category><title>Seberang Cinta dan Benci</title><description>sedikit penguraian dari dinamika perilaku manusia</description><link>http://www.odllirama.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Amarilldo)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SeberangCintaDanBenci" /><feedburner:info uri="seberangcintadanbenci" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-3242571967269798204</guid><pubDate>Tue, 18 Oct 2011 04:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-17T21:46:19.186-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><title>Alasan Mengapa Anda Harus Menyembunyikan Segala Tujuan Anda Dari Orang Lain</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Gxc9TQ_JQgo/Tp0EfjlgFMI/AAAAAAAAAEg/x22rXj2BckM/s1600/n784339810_948948_4706.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 319px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Gxc9TQ_JQgo/Tp0EfjlgFMI/AAAAAAAAAEg/x22rXj2BckM/s320/n784339810_948948_4706.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664688846476940482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata menyatakan sebuah komitmen atas tujuan Anda kepada orang lain membuat Anda kehilangan motivasi untuk mewujudkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin sering bagi Anda untuk mencari sebuah petunjuk untuk meningkatkan komitmen Anda terhadap tujuan Anda yang akan Anda raih, seringkali Anda berpikir bahwa dengan Anda menceritakan dan berjanji kepada orang lain bahwa diri Anda akan melakukan segala komitmen yang telah Anda tetapkan, akan menjadikan segalanya lebih mudah dan membuat Anda jauh lebih termotivasi. Sebagai contoh, Anda memutuskan untuk lebih rajin untuk belajar, Anda menceritakannya di depan kelas, Anda memutuskan hal tersebut kepada sang guru, seluruh teman sekelas dan diri Anda sendiri, atau Anda berjanji kepada semua orang di rumah Anda bahwa Anda akan mulai untuk berhenti merokok, sebuah kebiasaan buruk yang selama ini telah menjadi kebiasaan Anda. Dengan kedua contoh di atas, secara teori, Anda akan semakin berkomitmen untuk mencapai tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga Anda berusaha untuk mempertahankan konsistensi diri dalam menggapai tujuan, hal tersebut membuat Anda menjadi merasa lebih kuat. Sedangkan jika Anda tidak mempublikasikan segala maksud tujuan Anda maka Anda akan merasa salah dan rasa ke”diri”an Anda akan tergoyahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang tertulis di atas memang rasanya benar secara teoritis, namun bagaimanakah dengan perwujudannya di dunia nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya terkadang pikiran Anda sendiri memiliki kebiasaan buruk, yaitu mereka suka mensabotase pikiran Anda dari kendali diri Anda sendiri. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Gollwitzer et al pada tahun 2010 menunjukkan bahwa, pada kenyataannya, dengan Anda mengumumkan dan menceritakan segala macam tujuan yang akan Anda usahakan kepada orang lain akan mengakibatkan perolehan yang berkebalikan dengan apa yang Anda maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga hasil studi yang dilakukan terhadap hubungan antara membuat tujuan menjadi diketahui publik dan aktualisasi terhadap tujuan tersebut, ditemukan bahwa dalam setiap studi tersebut setiap partisipan yang menjalaninya kehilangan komitmen dalam menggapai tujuan mereka setelah mereka menceritakan dan mengumumkan apa yang menjadi fokus tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ilusi akan kemajuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Anda bisa menjelaskan bahwa dengan menceritakan tujuan Anda kepada orang lain dapat menurunkan komitmen Anda dalam mewujudkan tujuan. Dalam studi keempat yang dilakukan oleh Gollwitzer et al. menemukan bukti bahwa penjelasan yang mungkin bisa Anda ambil adalah karena dengan menceritakan dan mengumumkan tentang apa yang akan Anda raih dan apa yang Anda lakukan kepada orang lain, memberikan sebuah perasaan pada diri Anda bahwa Anda telah melakukan sebuah langkah besar untuk mewujudkan tujuan Anda tersebut. Hal itulah yang menjadi sebuah mekanisme psikologis di dalam diri Anda, dalam studi yang dilakukan tersebut ditemukan bahwa peserta yang mempublikasikan komitmennya akan merasa yakin sekali bahwa mereka telah melakukan sebuah kemajuan atas tujuan dan harapan mereka, walau sebenarnya hal itu bersifat semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sama saja dengan Anda sedang berfantasi tentang menggapai semua tujuan, ketika Anda memulai untuk menceritakan agenda dari tujuan Anda tersebut. Anda merasa diri Anda telah melakukan sesuatu yang berharga padahal hal tersebut hanya seperti penipuan terhadap diri sendiri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah ini diharapkan Anda hanya menyimpan segala tujuan hanya untuk diri Anda sendiri, jangan pernah untuk menceritakannya kepada orang lain, lakukan untuk diri Anda sendiri, dengan diri Anda dan dari diri Anda sendiri.  Jika nanti Anda menemukan sebuah tips atau petunjuk yang menganjurkan kepada Anda untuk melakukan publikasi terhadap tujuan dan harapan Anda, maka Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan, yaitu mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.spring.org.uk/2011/10/why-you-should-keep-your-goals-secret.php"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-3242571967269798204?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/DbcAZ3Q7fTU/alasan-mengapa-anda-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Gxc9TQ_JQgo/Tp0EfjlgFMI/AAAAAAAAAEg/x22rXj2BckM/s72-c/n784339810_948948_4706.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2011/10/alasan-mengapa-anda-harus.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-2447238668495093023</guid><pubDate>Fri, 30 Sep 2011 09:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-30T03:11:17.041-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Senyum</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><title>10 Manfaat Tersembunyi dari Tersenyum</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-W5hA-UlHiIU/ToWTxKyHw8I/AAAAAAAAAEY/DjAAqzBGYCQ/s1600/smile.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-W5hA-UlHiIU/ToWTxKyHw8I/AAAAAAAAAEY/DjAAqzBGYCQ/s320/smile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658090979778347970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senyuman bukan hanya sekedar bentuk ekspresi kegembiraan, dalam ilmu psikologi terungkap bahwa dari tersenyum itu sendiri terdapat 10 macam manfaat yang bisa Anda peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang selalu menggunakan senyum, terutama ketika bersama dengan orang lain, hal ini dilakukan bukan semata untuk menunjukkan bahwa diri sedang berada dalam keadaan bahagia. Manusia menggunakan senyuman untuk berbagai macam tujuan sosial dimana senyum dijadikan alat untuk mengirimkan sinyal dari kontak sosial tersebut. Berikut adalah beberapa manfaat dari tersenyum yang mungkin biasa kita lakukan dalam kehidupan sosial sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Senyum untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia yang penuh dengan keegoisan dimana setiap orang memiliki tujuan untuk kepentingan dirinya sendiri siapakah orang yang dapat Anda percayai? Yang dapat kita lakukan untuk mendapat kepercayaan orang lain adalah dengan tersenyum. Senyuman  memberikan arti kepada orang lain yang mendapat sinyal bahwa orang yang tersenyum tersebut dapat dipercaya dan dapat di ajak untuk bekerja sama. Seseorang yang dinilai murah hati, ramah dan penuh keterbukaan oleh orang lain, adalah mereka yang mampu memberikan senyuman tulus saat berbagi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para ahli ekonomi mengatakan bahwa senyum memiliki nilai ekonomi. Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Scharlemann et al. Menunjukkan bahwa para partisipan dalam penelitian terebut menunjukkan angka yang tinggi untuk kepercayaan mereka terhadap orang yang tersenyum. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan yang diberikan oleh seseorang akan meningkat sebanyak 10% apabila orang yang akan diberikan kepercayaan tersebut memberikan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tersenyum Untuk Meringankan Hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang melakukan suatu hal yang buruk kemudian mereka tertangkap maka terkadang mereka mengeluarkan senyum pada wajah mereka, apakah ada keuntungan dari senyum yang mereka keluarkan pada saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance dan Hecht pada tahun 1995 menunjukkan bahwa memungkinkan saja jika kita akan memberikan keringanan hukuman jika seseorang yang dipergoki sedang melakukan hal yang buruk tersenyum pada saat tertangkap basah tersebut, tanpa peduli apakah itu sebuah senyum palsu, senyum yang menyedihkan atau senyum yang tulus, semua senyuman tersebut yang terdapat pada wajah pelaku di saat tertangkap basah memberikan pengartian kepada kita bahwa para pelaku tersebut membutuhkan waktu untuk berhenti dan istirahat. Dimana mereka menunjukkan dengan tersnyum terebut bahwa mereka lebih bisa dipercaya daripada mereka yang tidak mengeluarkan senyum setelah melakukan kesalahan dan melanggar aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memulihkan Kesalahan Kita Terhadap Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita lupa akan ulang tahun pasangan kita, lupa akan nama orang yang penting dalam karier kita dan segala macam kesalahan yang menimbulkan rasa malu bagi diri Anda. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Keltner dan Buswell pada tahun 1997 menyebutkan bahwa rasa malu merupakan cara manusia untuk dapat keluar dari keadaan sosial yang menekan. Senyum malu terkadang ditunjukkan oleh manusia dengan menunduk kebawah dan diselingi dengan tertawa kecil yang terlihat konyol. Hal ini ditunjukkan untuk mendapatkan simpati dari orang lain sehingga orang tersebut dapat memberikan sedikit ruang mereka untuk memberikan iba dan pemaafan atas kesalahan kita. Dengan demikian senyum malu yang kita tunjukkan dapat memperbesar peluang untuk membebaskan kita dari sebuah kekangan kesalahan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Karena kalau tidak aku akan merasa buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda merasa tidak enak terhadap orang lain hanya dikarenakan Anda tidak memberikan mereka senyuman? Inilah salah satu rahasia dari tersenyum, ketika ada seseorang yang menceritakan suatu bentuk untukapan kegembiraan mereka kepada Anda, dikatakan sopan jika Anda ikut gembira atas apa yang menggembirakan mereka, kegembiraan itu dapat Anda tunjukkan dengan cara tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance pada tahun 1997 menunjukkan bahwa jika seseorang tidak tersenyum pada setelah mendengar kabar baik dari orang lain maka mereka akan merasakan perasaan yang buruk dan tidak enak serta dihantui oleh kemungkinan akibat berupa apa yang dipikirkan oleh lawan bicaranya yang memiliki kabar gembira tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu kita ketahui bahwa tersenyum pada saat orang lain gembira adalah agar diri kita tidak dihantui oleh rasa bersalah yang mungkin timbul. Rasa bersalah ini lebih cenderung tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mentertawakan Rasa Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum adalah salah satu cara untuk mengurangi rasa kecewa. Psikolog menyebutnya hipotesis umpan-balik wajah (facial feedback hypothesis) dimana kondisi ketika kita mencoba untuk tersenyum pada wajah terlebih dahulu lalu diikuti oleh perasaan hati yang juga ikut merasa gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tersenyum pada saat yang penuh dengan tekanan dan juga pada posisi yang kurang wajar membuat kita terenyum ternyata membuat diri kita tidak terlihat baik dimata orang lain, karena dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Ansfield pada tahun 2007 menunjukkan bahwa seseorang yang tersenyum pada keadaan yang seharusnya ia sedih cenderung tidak disukai oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Senyum untuk wawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita sedang gugup perhatian kita akan cenderung menjadi sempit. Kita berhenti melihat pada apa yang terjadi di sekitar kita dan hanya melihat pada apa yang berada depan kita. Hal ini berlaku baik secara harfiah dan metaforis: ketika gugup atau stres kita cenderung memperhatikan ide-ide yang berada di tepi kesadaran kita. Tapi untuk mendapatkan informasi tentang masalah, sering kali justru ide-ide perifer yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum membuat kita merasa nyaman dan juga meningkatkan fleksibilitas perhatian kita serta menambah kemampuan kita untuk dapat berpikir secara holistik. ide ini telah diuji oleh Jhonson et al pada tahun 2010, hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa para partisipan yang tersenyum melakukan pekerjaan lebih baik pada saat menerima tugas-tugas yang memerlukan perhatian karena mereka dengannya mampur melihat seluruh bagian hutan dan bukan hanya pohon-pohon. Jadi tersenyum benar-benar dapat membantu memberi kita wawasan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Senyum Untuk Seks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum wanita memiliki efek “magis” pada laki-laki lebih dari pada kontak mata. Satu studi telah meneliti bagaimana cara pria mendekati wanita di bar, dilakukan oleh Walsh dan Hewitt pada tahun 1985. Dalam penelitian itu Ketika seorang wanita hanya menjalin kontak mata dengan pria, maka akan ada kemungkinan sebesar 20% untuk pria tersebut datang dan mendekati sang wanita. Ketika wanita yang sama melemparkan senyuman kepada laki-laki maka kemungkinan sebesar 60% pria tersebut akan datang dan mendekati sang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika laki-laki yang melempar senyum pada wanita maka efeknya tidak seperti saat wanita memberikan senyum kepada pria. Tersenyum memang meningkatkan daya tarik perempuan untuk laki-laki, namun tidak sebaliknya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa pria akan terlihat lebih menarik bagi wanita ketika mereka menampilkan kesan rasa cuek dan malu-malu daripada ketika mereka terlihat penuh senyuman, dan ditemukan seorang pria akan terlihat lebih maskulin jika menunjukkan senyum yang jarang, hal yang terakhir ini merupakan hasil dari laporan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Tracy &amp;amp; Beall pada tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyembunyikan Apa Yang Anda Pikirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog selama ini berpikir bahwa senyum tulus tidak mampu dibohongi. Senyum palsu hanya melibatkan mulut, sedangkan senyum tulus melibatkan senyum-Duchenne yang dikatakan oleh para psikolog pada senyum terebut melibatkan area mata. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada orang-orang yang mampu menunjukkan senyum yang melibatkan area mata sehingga senyum palsu mereka terlihat seperti senyum tulus yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi senyum juga dapat digunakan untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya kita pikirkan, tapi tidak semudah itu untuk dapat membuat senyum palsu yang sempurna karena ketepatan waktu untuk mengeluarkannya juga harus diperhatikan. Sebuah kunci untuk menciptakan senyum tulus yang dapat dipercaya adalah dengan menunjukkannya dalam waktu yang relatif lambat penyebarannya keseluruh bagian wajah(sekitar ½ detik) dan menyebar secara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Senyum untuk menciptakan uang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidd dan Lockard pada tahun 1978 dalam penelitiannya menemukan pelayan yang tersenyum mendapatkan tips yang lebih saat melayani tamu mereka. Mereka yang berada pada industri jasa juga menerapkan kepada para pegawai mereka untuk selalu terenyum kepada para pelanggan, seperti pramugari, pekerja hotel dan berbagai macam tempat tempat hiburan, hal ini memang secara efektif dapat menciptakan rasa nyaman kepada para pelanggan namun ada yang mengatakan bahwa tersenyum tanpa emosi mengakibatkan ketidak sesuaian pada diri pekerja, kecenderungan mereka untuk mengalami keletihan kerja dan mengalami Burnout. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tersenyumlah dan (setengah) dunia tersenyum dengan Anda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesenangan sosial kehidupan yang sederhana, yang berjalan hampir tanpa disadari karena itu bersifat otomatis, adalah ketika Anda tersenyum pada seseorang dan mereka tersenyum kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Anda telah menyadari bahwa tidak semua orang kembali tersenyum kepada Anda. Hinsz dan Tomhave pada tahun 1991 ingin melihat berapa banyak orang akan menanggapi senyum yang ditujukan pada mereka dengan senyum mereka sendiri. Hasilnya menunjukkan sekitar 50% orang membalas. Sebagai perbandingan hampir tidak ada yang tidak menanggapi senyuman Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.spring.org.uk/2011/06/10-hidden-benefits-of-smiling.php"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-2447238668495093023?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/5lchdSTQA6Y/10-manfaat-tersembunyi-dari-tersenyum.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-W5hA-UlHiIU/ToWTxKyHw8I/AAAAAAAAAEY/DjAAqzBGYCQ/s72-c/smile.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2011/09/10-manfaat-tersembunyi-dari-tersenyum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-4577534668652014509</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 12:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T04:53:19.439-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kepribadian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">borderline</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNagyHXJo1I/AAAAAAAAAEE/BrluCy8Ncek/s1600/F1140003.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNagyHXJo1I/AAAAAAAAAEE/BrluCy8Ncek/s320/F1140003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536789574728655698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gangguan kepribadian ambang atau dalam bahasa inggris di kenal sebagai Borderline Personality Disorder, biasa disingkat BPD, merupakan suatu bentuk gangguan mental yang serius. Gangguan ini secara garis besar memiliki ciri dengan adanya bentuk tidak stabilnya keadaan jiwa, konsep diri dan juga perilaku. Keadaan tidak stabil ini seringkali mengacaukan hubungan dengan keluarga, pekerjaan, harapan jangka panjang, dan identitas seseorang sebagai individu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan ambang karena memang diketahui para penderitanya berada pada “ambang” psikosis, para penderita gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi yang mereka miliki. Di Amerika sendiri gangguan ini diderita oleh 2% orang dewasa dan hampir keseluruhannya adalah wanita muda, diketahui lebih tinggi dari pada gangguan skizofrenia dan gangguan bipolar. Gangguan ini juga sering mendorong para penderitanya untuk melukai diri mereka sendiri, terkadang ditemukan kecenderungan untuk melakukan bunuh diri baik yang masih berupa sebuah keinginan sampai yang benar-benar melakukan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada seseorang yang menderita gangguan depresi atau bipolar mereka memiliki keadaan jiwa yang stabil selama satu minggu atau lebih, maka pada penderita BPD ini mereka akan mengalami perubahan keadaan jiwa dari mulai marah, depresi atau cemas hanya dalam hitungan jam, dan dalam satu hari saja mereka dapat mengalami semuanya tanpa terkendali. Hal ini bisa dihubungkan dengan akan terjadinya perilaku agresi-impulsif, melukai diri sendiri dan penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Segala macam bentuk distorsi yang mereka alami dalam pikiran dan perasaan mereka akan mendorong terjadinya perubahan berkala dalam tujuan jangka panjang, rencana berkarir, pekerjaan, pertemanan, identitas gender dan nilai. Dalam beberapa kasus sering ditemui bahwa mereka yang mengalami gangguan ini seringkali secara mendasar menilai bahwa diri mereka itu buruk dan tidak berguna. Sering mereka merasa diperlakukan tidak adil, salah dimengerti, diperlakukan secara salah, bosan, perasaan diri yang kosong, dan hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai diri mereka sendiri. semua gejala tersebut menjadi akan menjadi lebih akut ketika sang penderita merasa terisolasi dan disisihkan dari dukungan sosial sehingga mengakibatkan kekalutan dalam rangka menghindari kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita BPD seringkali memiliki sebuah hubungan sosial yang bersifat tidak stabil dengan orang lain, mereka bisa menjalin kedekatan dengan orang lain namun bersifat cepat, perilaku mereka terhadap keluarga, teman dan pasangan hidup mereka cenderung dengan cepat berubah dari penuh kesetiaan dan cinta menjadi rasa tidak suka yang tinggi dan juga kemarahan. Kemudian dengan segera mereka akan melakukan sebuah hubungan yang lekat dan ideal dengan orang lain, namun ketika muncul perbedaan dan juga sedikit konflik mereka tanpa disangka akan berubah secara ekstrim dan marah menyimpulkan bahwa orang tersebut sama sekali tidak peduli terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang mampu menangani perasaan bertentangan ketika mereka memiliki dua hal yang bertentangan pada satu waktu. Namun pada penderita BPD selalu mengalami perubahan secara total dalam hal sisi yang baik dan buruk, ketika mereka berada pada kondisi pada sisi yang buruk maka mereka tidak akan peduli sama sekali dengan sisi baik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan anggota keluarga mereka sekalipun, mudah sekali mereka melakukan penolakan, bereaksi dengan amarah dan berikap tertekan karena sedikit saja terpisah dari salah satu anggota keluarga. Bahkan alasan liburam, perjalanan bisnis, atau sedikit perubahan dalam rencana dapat mengakibatkan munculnya pemikiran negatif dalam diri penderita. Sebuah bentuk ketakutan akan ditinggalkan oleh orang lain muncul, berkaitan dengan perasaan emosional mereka untuk terhubung dengan seseorang yang penting bagi mereka. Saat orang tersebut tidak berada di sisi mereka, maka penderita merasa kehilangan dan tidak berarti sama sekali. Percobaan untuk membunuh diri mereka sendiri pada penderita BPD memiliki kaitan dengan kemarahan mereka terhadap perasaan ditinggalkan dan dikecewakan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu para penderita BPD juga menunjukkan perilaku impulsif lain seperti berbelanja dengan sangat boros, mabuk-mabukan dan melakukan hubungan seks yang tidak sehat. BPD juga memiliki keterkaitan dengan masalah kejiwaan lain seperti gangguan bipolar, depresi, kecemasan, masalah perhatian dan berbagai macam gangguan kepribadian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini penyebab pasti dari terjadinya gangguan kepribadian ambang ini masih belum diketahui, namun faktor lingkungan dan genetik memiliki peran dalam membentuk seseorang untuk menunjukkan gejala dan bentuk dari gangguan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi menunjukkan bahwa hampir semua individu yang menderita BPD memiliki suatu riwayat yang berhubungan dengan penyiksaan, ditelantarkan, atau perceraian saat masih berusia dini. 40%-70% pasien yang menderita BPD dilaporkan memiliki pengalaman menjadi korban kekerasan seksual yang biasanya dilakukan oleh orang lain  yang bukan orang dekat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti meyakini bahwa BPD merupakan hasil dari kombinasi antara kelemahan diri individu dengan tekanan lingkungan, pengabaian atau kekerasan yang diterima saat masih berusia dini, kemudian berlanjut menjadi pemicu munculnya gangguan saat penderita berada pada usia dewasa awal. Sehingga Penderita BPD dewasa seringkali di pandang sebagai korban dari tindak kekerasan, seperti pemerkosaan dan jenis kejahatan lainnya. Ini juga merupakan hasil dari sebuah lingkungan tidak sehat yang ditanggapi secara impulsif dan penilaian yang kurang dalam pemilihan teman hidup dan gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu syaraf mengungkapkan tentang mekanisme otak yang mendasari sikap impulsif, mood yang tidak stabil, agresi, amarah, dan segala emosi negatif pada BPD. Hasil studi menunjukkan bahwa manusia bersikap menyerang secara impulsif dikarenakan terjadi penyumbatan pada sirkuit syaraf yang mengatur emosi. Bagian pada otak tersebut adalah Amigdala yang merupakan bagian penting yang berfungsi atas kontrol emosi negatif pada diri seseorang. Dalam merespon sinyal yang datang dari bagian tengah otak lainnya yang menunjukkan adanya  ancaman maka hal tersebut akan menimbulkan perasaan takut dan reaksi. Hal ini akan jauh lebih nyata saat berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan atau stress, sedangkan area yang berada dibagian depan otak merupakan bagian yang berfungsi untuk mengurangi aktfitas dari sirkuit tersebut. berdasarkan hasil penggambaran secara visual dari otak menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara satu individu dengan individu lain dalam kemampuannya menggunakan bagian otak depan saat berhadapan dengan emosi negatif yang terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serotonin, norephineprine dan acetylcholine adalah unsur kimia yang menghantar pada sirkuit dalam peran terjadinya kegiatan emosional seperti sedih, marah, cemas dan jijik. Obat yang berfungsi mengurangi kadar serotonin dapat berguna untuk menanggulangi masalah emosional pada penderita BPD. Seperti diketahui juga obat yang berfungsi menstabilkan mood bekerja dengan mempengaruhi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/GABA_receptor"&gt;GABA&lt;/a&gt;, yang merupakan inhibitor utama dari neurotransmiter, yang mana sangat membantu orang-orang yang mengalami BPD seperti gangguan mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk jenis pengobatan dan perawatan bagi para penderita BPD  telah dikembangkan, psikoterapi secara kelompok ataupun individual terbukti memiliki khasiat terhadap banyak pasien. Jenis perawatan yang terbaru adalah dengan terapi dialektik perilaku (dialectical behavior therapy  DBT) yang dikembangkan secara khusus untuk penderita BPD dan dari hasil studi menunjukkan bahwa terapi  ini cukup menjanjikan bagi kesembuhan pasien. Terapi dengan obat-obatan juga berfungsi dalam menangani beberapa gejala tertentu yang ditunjukkan oleh pasien. Obat antidepresan dan obat untuk penstabil mood sangat membantu untuk menghilangkan perasaan depresi dalam diri penderita dan keadaan diri labil yang mereka alami. Serta untuk mengatasi distorsi kognitif pada penderita maka pemberian obat antipsikosis sangatlah membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarilldo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.psychologytoday.com/conditions/borderline-personality-disorder"&gt;psychologytoday&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-4577534668652014509?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/17qY3Sf9Igc/gangguan-kepribadian-ambang-borderline.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNagyHXJo1I/AAAAAAAAAEE/BrluCy8Ncek/s72-c/F1140003.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2010/11/gangguan-kepribadian-ambang-borderline.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7423268590359591200</guid><pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-06T05:04:25.707-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Johari</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><title>Kembali Menulis: Sebut Saja Ini Intro</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNVDfkAyylI/AAAAAAAAAD0/5RDW56nBFag/s1600/111.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNVDfkAyylI/AAAAAAAAAD0/5RDW56nBFag/s320/111.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536405526443903570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kesibukan yang ada sekarang menjadikan penulis tidak lagi segencar dahulu dalam menulis dan menelaah segala macam yang menjadi pertanyaan yang ada dalam kepala penulis, kesibukan dan perut yang kenyang terkadang menjauhkan seseorang dari pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menumbuhkan ide-ide cermelang dalam penggalian dan pencarian jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya zona nyaman merupakan keadaan dimana seseorang terbuai dan terlena dalam kenyamanan sehingga tidak mau lagi atau terhambat (walau lebih tepatnya “merasa tidak butuh lagi”) untuk menggali segala macam potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk terus dikembangkan. Itulah zona nyaman, yang ketika, mungkin, pernah diketahui dan dipelajari oleh para pembaca merupakan keadaan manusia yang cenderung tidak mau lagi untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan latar belakang pendidikan psikologi seringkali melakukan penelaahan terhadap diri saya sendiri, mencari kesadaran di atas kesadaran untuk menilai apa yang telah saya perbuat, apa yang telah saya ciptakan dan apa yang telah saya sia-siakan. Introspeksi diri, inilah tema yang akan saya bahas dalam tulisan saya kali ini. Sesuatu yang ada dalam diri kita yang tidak mampu kita lihat dan juga tidak mampu dilihat oleh orang lain, merujuk pada &lt;a href="http://ruangpsikologi.com/membuka-cakrawala-diri-melalui-jendela-johari"&gt;Jendela Johari&lt;/a&gt; hal tersebut dikatakan sebagai sesuatu yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian itu mungkin masih ada yang bisa kita gali kembali dari dalam diri kita, pengenalan terhadap diri dan juga pencarian jati diri terjadi selama rentang kehidupan manusia, entah dari makna yang telah mereka alami dan apa yang telah mereka pelajari dari semua kejadian yang pernah mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam psikologi sendiri ada sebuah istilah pengembangan diri. setiap orang dapat mempelajari bagaimana caranya menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi pribadi yang  berguna bagi lingkungan hidupnya, pribadi yang memikirkan kepentingan orang lain dengan tidak melupakan kepentingan dirinya sendiri, individu yang adil dalam bersikap dan sehat dalam berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup seseorang beserta segala macam cara pandanganya merupakan sesuatu yang dapat dilihat dalam diri seseorang, apa yang menjadi fokus kita dalam bertindak dan apa yang kita inginkan dapat menunjukkan apa yang menjadi tujuan hidup kita, serta menunjukkan sejatinya diri kita. Pencarian ke dalam diri tentang pemaknaan-pemaknaan yang kita miliki di dalam diri kita terhadap apa yang terjadi di dalam kehidupan kita membentuk suatu prinsip-prinsip kehidupan yang kita anut, menjadikan kita bersikap unik antara satu manusia dengan manusia lain dalam berbagai macam situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan manusia adalah berkah, yang dengannya manusia memiliki ciri khasnya masing-masing, membuat dunia melahirkan ilmu psikologi, mencari kesamaan dari semua manusia atas dasar-dasar perilaku yang mereka tunjukkan dalam keseharian. Kembali kepada zona nyaman, yang kesemuanya adalah suatu bentuk pilihan tergantung pada bagaimana kita sebagai individu yang menjalaninya menanggapi semuanya, ketika kita yakin bahwa kita tidak memiliki pilihan lain dalam kehidupan ini maka jadilah Anda sebagai manusia yang tidak memiliki pilihan lain, namun jika Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang belum Anda keluarkan dari dalam diri Anda, seperti yang dalam Jendela Johari disebut sebagai “sesuatu yang tidak diketahui”, dan Anda yakin masih ada pilihan lain yang  dapat Anda lakukan maka pilihan itu pun ada di tangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui tentang rasa takut, mereka muncul bukan sebagai bentuk dari pribadi yang pengecut, rasa takut ada karena kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan. Bayangkan jika kita tidak memiliki rasa takut, mungkin saja kita dengan berani akan melakukan hal yang bodoh seperti berada terlalu dekat dengan jurang, yang mengakibatkan kita terjatuh dan kehilangan nyawa di dalam jurang itu, atau kita takut pada harimau, bayangkan juka kita tidak memiliki rasa untuk takut dan segera lari menghindar, pasti kita akan diterkam dan menjadi santapan lezat bagi binatang buas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut dan khawatir yang cerdas adalah yang memiliki alasan yang tepat, sesuatu yang seharusnya kita ketahui terlebih dahulu tentang apa yang ada dalam diri kita, tentang kemampuan-kemampuan kita dan barulah setelah itu kita boleh mengatakan takut atau tidak terhadap sesuatu. Pengenalan diri tentang apa yang membuat kita tidak mau mengambil resiko dan juga tidak memiliki keberanian untuk mengetahui merupakan sebuah bentuk yang menghambat seseorang dalam membangun dirinya sendiri menjadi individu yang lebih unggul dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kita untuk mengetahui seberap daya tahan yang kita miliki sekarang dan bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan dan daya tahan kita merupakan bentuk upaya dalam menumbuhkan mentalitas juara di dalam diri kita. Sehingga dengannya manusia yang mau berkembang tidak menjadi statis dan begitu-begitu saja tanpa ada kemajuan, namun menjadi manusia yang dinamis dan penuh dengan inovasi, sesuai dengan perkembangan jaman sekarang ini yang segala sesuatunya melaju dengan cepat dan berubah tanpa pernah bisa untuk dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Untuk Semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Pernah Menyerah!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7423268590359591200?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/nN3R37mbEXQ/kembali-menulis-sebut-saja-ini-intro.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TNVDfkAyylI/AAAAAAAAAD0/5RDW56nBFag/s72-c/111.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2010/11/kembali-menulis-sebut-saja-ini-intro.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-201348821133973327</guid><pubDate>Sun, 19 Sep 2010 16:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-19T09:25:32.863-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">telaah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">emosi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jejaring sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Tentang Emosi yang Menular</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TJY5R4BO-CI/AAAAAAAAADs/iaBFKzgUsEw/s1600/road.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TJY5R4BO-CI/AAAAAAAAADs/iaBFKzgUsEw/s320/road.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518661372647241762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia hidup dengan manusia lainnya, manusia sebagai makhluk sosial, manusia berinteraksi satu sama lain, melakukan kegiatan bersama dan membentuk kehidupannya. Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan atau biasa dikenal sebagai emosi, sesuatu yang ada pada diri menusia berupa rasa dan juga perasaan atas apa yang sedang, akan dan telah ia alami, secara garis besar emosi dapat dibagi menjadi 2 macam, yang pertama adalah yang positif dan yang kedua adalah yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan positif seperti cinta, bangga, nikmat, bahagia dan semangat, sedangkan yang negatif seperti takut, sedih, malu dan marah. Dari kesemua itu datang silih berganti dalam diri seseorang, kebahagiaan dan kesedihan selalu saja ada, namun tetap ditemukan ada salah satunya yang mendominasi keadaan diri dalam jangka waktu yang cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jelas emosi itu menular, tidak percaya? Coba lihat ketika orang yang kita sayangi menangis karena sedih, bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda akan tinggal diam, atau memeluk orang yang kita sayangi tersebut dan memberikan perhatian kepada dirinya? Demikian adalah contoh kecil, juga ketika kita marah kepada keputusan pemerintah bersama para tetangga kita, atau ketika seseorang bercanda dengan Anda dan teman-teman Anda, apakah Anda tidak tertawa bersama mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ada pengaruh dari apa yang diri kita rasakan terhadap lingkungan kita,dimana diri kita (begitu juga diri orang lain) menyebarkan emosinya kepada sekitar. Adakalanya kita yang juga ditulari oleh emosi yang dimiliki orang lain. mungkin ada istilah seseorang sedang “sensitif” dimana dirinya tidak bisa diganggu dan menerima orang lain untuk sementara waktu. Namun dari semua keadaan itu diharapkan kepada pembaca yang budiman agar selalu menyebarkan senyum kepada dunia, agar kita menjadi pribadi yang menyebarkan kebaikan kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah adalah cerminan dari emosi kita, dalam hal ini kita belum memasuki tentang kedutan dari wajah yang mempu memberikan kita pengartian akan gejolak yang sedang terjadi dalam diri si pemilik wajah. Dari keseharian kita apabila kita memasang tampang masam setiap hari pastilah orang-orang yang ada disekitar kita akan tidak menyukai kita, dan kebalikannya dengan senyum maka kebanyakan orang lain akan tersenyum juga kepada kita, namun dalam catatan senyum yang kita berikan adalah senyum yang tulus dan bukan senyum yang palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada emosi yang menular, coba kita andaikan dirumah ibu kita sedang bersedih, sudah lebih dari seminggu semua itu terjadi, beliau selama seminggu itu setiap pagi, siang dan malam selalu menangis karena kehilangan kucing kesayangannya, apakah kita akan bisa hidup dalam keadaan baik-baik saja, jelas saja tidak, ada pengaruh yang beliau berikan sehingga kita juga memiliki sesuatu yang mengganjal dalam perasaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles mengatakan “Siapa pun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, semi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik - bukan hal mudah.” Dalam hal ini ditekankan tentang kemampuan emosional seseorang dimana dalam keadaan yang kacau sekalipun kita haruslah dapat mengendalikan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau kita dapat mengendalikan emosi dari dalam diri kita lalu bagaimana cara kita untuk dapat mengendalikan apa yang dikeluarkan oleh orang lain, jika saja mereka menulari kita dengan emosi yang negatif, atau bahkan positif. Bagi penulis sendiri keadaan seperti ini haruslah diperhatikan karena kemungkinan kita untuk bertemu dengan emosi-emosi yang tidak kita sangka sebelumnya, menjadikan kita bisa untuk hidup dalam kejutan-kejutan emosional yang sering terjadi dalam dunia sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini maka juga dibutuhkan kecakapan seseorang dalam mengenali perasaan (emosi) yang ia miliki dan kemudian merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kecakapan emosional seperti yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman di dalam bukunya dibagi menjadi lima wilayah utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Mengenali emosi sendiri, Mengenali perasaan saat perasaan itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosional. Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu merupakan hal yang penting bagi pemahaman diri. Ketidak mampuan mencermati perasaan yang sesungguhnya membuat individu dalam kekuasaan perasaan. Individu dengan keyakinan lebih memiliki kepekaan lebih tinggi akan perasaan-perasaannya yang sesungguhnya ataas pengambilan keputusan-keputusan masalah pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Mengelola emosi, Menangani perasaan agar perasaan terungkap dengan tepat adalah kecakapan yag bergantung pada kesadaran diri. Individu yang mampu mengelola emosi akan cenderung mampu menghibur diri sendiri dalam kecemasan, kemurungan atau ketika ketersinggungan muncul emosinya tetap stabil. Individu dengan keterampilan mengelola emosi yang buruk akan terus menerus bertarung dalam kemurungan, sementara yang lain akan bangkit jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Memotivasi diri sendiri, Untuk mampu memotivasi diri individu harus mamapu menata emosi. Menata emosi untuk menjadi alat mencapai tujuan adalah hal yang penting untuk memotivasi diri dan menguasai diri sendiri. Individu mamapu untuk menahan diri dan mengontrol dorongan ketika muncul keinginan tertentu. Dengan kemampuan ini individu akan menjadi lebih produktif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Mengenali emosi orang lain, Mengenali emosi orang lain berarti mampu berempati dengan orang lain, hal ini pun dibangun oleh kesadaran diri. Semakin individu terbuka pada emosinya sendiri semakin terampil individu membaca perasaan orang lain. Setiap hubungan yang merupakan akar kepedulian berasal dari penyesuaian emosional dari kemampuan berempati. Individu yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Membina hubungan, Seni membina hubungan erat hubungannya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Untuk mampu melakukan ini individu harus memiliki kemampuan untuk menyimpan kemarahan serta beban stress mereka, dorongan hati dan kegairahannya. Kemampuan ini menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang telah dijelaskan oleh Daniel Goleman dalam bukunya yang jadi Best Seller tersebut maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses mempelajari emosi yang menular dapat kita lakukan dengan mengetahui apa yang diri kita rasakan dan juga apa yang orang lain rasakan. Kepekaan hati seseorang dalam berinteraksi dengan sesamanya, menjadikan segala macam hal yang berhubungan dengan emosi menjadi begitu mudah, namun seperti diketahui juga bahwa kecakapan ini dapat terus ditingkatkan sepanjang hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman sekarang penularan emosi dapat terjadi dengan cepat dengan bantuan media sosial seperti situs-situs jejaring sosial, televisi dan radio, bahkan ketikan Anda bercanda atau marah-marah di telepon terhadap pasangan Anda. Sehingga terkadang jarak tidak lagi jadi penghalang atas penularan emosi dalam kehidupan manusia. Manusia dan kehidupan sosialnya adalah sesuatu yang bersifat sangat kompleks, penuh dengan dinamika dan juga keterkaitan satu sama lain yang sangat acak. Hal ini yang menjadikan manusia makhluk yang terus saja berubah, dipengaruhi dan mempengaruhi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada saat ini penulis masih menjadikan tulisan ini sebagai bahan mentah dari pemikiran dan masih membutukan banyak teori penyangga yang akan segera penulis temukan dalam beberapa literatur yang penulis dapatkan, sejauh ini penulis masih memperhatikan tentang pergerakan manusia dalam kehidupan nyata dan juga dalam dunia maya yaitu dalam situs jejaring sosial yang sekarang telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia modern pada masa ini. Semoga apa yang penulis gali dapat menjadi sebuah masukkan bagi para pembaca yang budiman, sehingga, dari harapan penulis, dapat tercipta kehidupan sejahtera yang cerdas dalam keseharian kita semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-201348821133973327?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/yIibVeSGRho/tentang-emosi-yang-menular.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TJY5R4BO-CI/AAAAAAAAADs/iaBFKzgUsEw/s72-c/road.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2010/09/tentang-emosi-yang-menular.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-9124274439802207461</guid><pubDate>Sun, 15 Aug 2010 14:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-15T07:50:04.396-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cyberstalking</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cyberstalkers</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Cyberstalkers: Modus Kejahatan di Dunia Maya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TGf9MXFZnqI/AAAAAAAAADc/U7cb_zBB8Rw/s1600/cbrstklr.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TGf9MXFZnqI/AAAAAAAAADc/U7cb_zBB8Rw/s320/cbrstklr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505647458280644258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pada jaman Internet seperti sekarang dimana segala sesuatu telah dikomputerisasi, ketika arus informasi terjadi tanpa henti, dimana manusia telah terbiasa dengan komunikasi lintas waktu dan ruang. Berhubungan dengan jejaring sosial bersama dengan berbagai macamnya. Kehidupan yang lebih mudah dalam satu sisi namun menebar bahaya yang sama tingginya pada sisi yang lain. sedangkan teknologi melaju tanpa henti, tak bisa lagi dibendung, manusia dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan dalam segala aspek kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berurusan dengan teknologi dimana pada semangat awal dari dikembangkannya teknologi adalah untuk memudahkan dan mensejahterakan kehidupan manusia, dengan kemudahan yang dihasilkan oleh teknologi tersebut manusia menjadi lebih bisa melakukan segala macam kehendak lain yang dapat mereka lakukan dimana berikutnya diharapkan untuk memberikan kebaikan kembali kepada mereka. Sedangkan kemudahan tersebut bukan hanya dapat menambahkan kesempatan bagi manusia lain untuk berbuat kebaikan namun juga membuka peluang lain bagi kejahatan untuk terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; adalah perilaku yang muncul dari seseorang yang kita kenal pada kebanyakannya namun juga ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalkers&lt;/span&gt; yang tidak dikenal sama sekali oleh korbannya dikarenakan ia memilih korban dengan secara acak. Dalam bentuk kejahatannya stalkers ada yang bergerak dengan offline atau pada dunia nyata dan ada yang melalui dunia maya dimana pada stalkers yang demikian ini disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyberstalkers&lt;/span&gt;, walau pada dasarnya para cyberstalkers tidak hanya menggunakan media internet melainkan juga menggunakan media elektronik lain seperti telepon dan juga berbagai macam alat komunikasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; adalah kata yang digunakan menunjuk pada suatu perhatian yang tidak diharapkan dari seseorang atau mungkin sekelompok orang terhadap orang lain. Dalam dunia psikologi sendiri kata stalking digunakan untuk mendefinisikan suatu bentuk perilaku yang cenderung bersifat gangguan, hal ini juga digunakan pada bidang hukum dimana stalking didefinisikan sebagai salah satu bentuk tindakan kriminal. Pada awalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; digunakan dalam mengartikan tindakan mengganggu yang didapati oleh orang-orang  terkenal (seperti selebritis, bintang film, model iklan) dari seseorang yang tidak ia kenal, dimana orang tersebut (pelaku) telah memiliki suatu bentuk obsesi tersendiri kepada para korbannya. Hal ini pertama kali digunakan dalam sebuah tabloid di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang psikologi dan psikiatri sendiri stalking diartikan oleh Meloy (1998) dan juga Stieger, Burger dan Schild (2008), yang mana oleh mereka suatu perilaku dapat dikategorikan sebagai stalking jika korban melaporkan sekurang-kurangnya dua bentuk perilaku yang bersifat mengganggu dimana waktu kejadiannya terjadi kurang dari dua minggu dan selalu membentuk rasa ketakutan kepada korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; telah diterapkan kedalam banyak bentuk dari perilaku, yang juga didasari oleh berbagai macam motif. Obsesi adalah dasar dari perilaku stalking, dimana sang pelaku akan melakukan observasi dan juga melakukan kontak dengan korbannya semua ini bertujuan untuk memenuhi keinginannya untuk memiliki kedekatan dengan korban, namun secara “sakit”. Tidak jarang juga bahwa para stalker mengikuti korban sampai ketempat mereka beraktifitas dan sampai ketempat mereka tinggal, juga mereka tertarik terhadap informasi-informasi yang bersifat personal dari korbannya seperti nomor telepon, alamat email, ukuran pakaian, nama lengkap dan lain-lain yang cenderung bersifat privasi. dimana mereka juga berusaha mencari informasi tentang jati diri korban melalui berbagai macam hal seperti internet, arsip personal, atau media lain yang mengandung informasi tentang diri korban, bahkan ada yang sampai mendekati orang-orang terdekat dari korban untuk memperoleh hal tersebut yang jelas dilakukan tanpa ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik diri seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker &lt;/span&gt;cenderung memiliki kepercayaan yang salah didalam dirinya, terkadang kepercayaan salah itu berbentuk bahwa orang yang menjadi targetnya memiliki rasa cinta kepada sang pelalu. Dasar ini muncul dari kecenderungan Erotomania (suatu bentuk gangguan kepribadian dimana penderitanya yakin bahwa seseorang yang lebih tinggi status sosialnya mencintai dirinya, dan hal ini biasa ditemukan pada pria) yang dimiliki pada seorang stalker. Selain itu perilakunya juga didasari oleh keinginan sang stalker untuk menolong korbannya dari sesuatu yang merupakan khayalan sang pelaku saja, padahal jelas bahwa orang tersebut tidaklah memerlukan pertolongan. Sehingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking &lt;/span&gt;juga dapat dikemas dalam suatu tindakan yang bersifat legal seperti menelepon, mengirimkan hadiah atau mengirimkan surat dan email. Namun semua itu datang dari orang yang tidak diharapkan dan malahan menimbulkan gangguan dan ketidak-nyamanan, karena sang korban tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker &lt;/span&gt;yang berperilaku berlebihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku merugikan sang korban seperti fitnah dan mencemarkan nama baik korban seringkali ditemui dalam suatu kasus, hal ini merupakan suatu cara bagi stalker untuk dapat berperilaku kejam yang merupakan hasrat mereka kepada para korbannya, dilakukan tanpa empati, seperti merasakan apa kira-kira yang dirasakan orang lain dari apa yang telah ia lakukan terhadapnya, tidak ada rasa empati pada diri seorang stalker, mereka cacat dalam hal tersebut, membuat mereka menjadi lebih sadis, seperti dikatakan oleh Dr. Meloy (1998), bahwa setiap stalker adalah psikopat, yaitu pribadi yang tidak memiliki hati nurani dan memiliki tingkat narsisis yang terlampau tinggi. Selain itu perilaku sadis yang mereka tunjukkan mendapat dorongan dari dalam pikiran mereka yang telah mengalami berbagai macam waham, dan biasanya daripadanya mereka mendapat kesimpulan bahwa diri korban memang pantas diperlakukan dengan cara yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker &lt;/span&gt;memandang para korbannya buruk dan lemah sehingga dari kepercayaan sesatnya mereka merasa pantas untuk memperlakukan para korbannya dengan buruk atau bahkan berperilaku seperti ingin menolong mereka. Hal ini semakin mendorong waham di dalam pikiran mereka untuk dapat memperlakukan sang korban selayaknya apa yang mereka delusikan, seperti untuk disakiti atau untuk di tolong. Jika mereka menebar fitnah dan juga menyebarkan kejelekan karakter dari sang korban, hal tersebut akan dapat mengisolasi kehidupan sang korban yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan akan kekuasaan bagi stalker dan kendali lebih atas diri korban. Adapun kiranya para stalker melakukan diagnosa terhadap sang korban dengan kesimpulan bahwa sang korban memiliki suatu gangguan mental tertentu yang menyebabkan dirinya perlu untuk diberikan pertolongan atau mungkin perlu disakiti, kepercayaan ini sangat absolut di dalam diri stalker yang mengakibatkan korban merasa sangat tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manipulatif merupakan senjata bagi seorang stalker, tindakan yang bersifat legal namun penuh dengan gangguan adalah salah satu cara dari sikap manipulatif yang mereka miliki. Akan lebih berbahaya jika korban sampai termakan oleh perilaku manipulatif mereka karena seorang stalker menginginkan suatu hal yang cenderung tidak rasional bagi korbannya. Bahkan demi mendapat perhatian dari korbannya tidak jarang ada bentuk perilaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker &lt;/span&gt;yang sampai mengancam akan melakukan bunuh diri jika tuntutannya tidak dipenuhi. Semua ditujukan agar sang korban mau membuka hubungan dengan dirinya. Bentuk-bentuk ancaman dan kekerasan seperti perusakan barang-barang korban sering kali ditemui dalam kasus-kasus perilaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking. &lt;/span&gt;setelah menakut-nakuti korban, bentuk kejahatan biasanya berlanjut kepada perilaku kekerasan seksual dan juga penyerangan secara fisik yang dari keduanya dapat menimbulkan bekas yang serius pada jiwa dan raga korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyberstalker &lt;/span&gt;sendiri muncul akibat perkembangan teknologi, dimana seperti diterangkan pada awal artikel bahwa teknologi sendiri membuka kesempatan bagi model kejahatan yang baru. Seperti stalking pada awalnya namun para pelaku cyberstalker dibekali dengan kemampuan komputer yang cukup baik sehingga mereka menjalankan aksinya melalui media komunikasi yang ada pada saat ini. Depkominfo sendiri telah memasukkan cyberstalking sebagai salah satu kejahatan dunia maya seperti yang dilansir dari kantor berita ANTARA, &lt;a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1180489883&amp;amp;c=NAS&amp;amp;s="&gt;Cyberstalking merupakan segala bentuk kiriman e-mail yang tidak diinginkan penerimaannya dan termasuk tindakan pemaksaan atau "perkosaan"&lt;/a&gt;. Sedangkan dalam Undang-Undang ITE sendiri semua tertulis dalam pasal 27 dalam bab  Perbuatan Yang Dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sekarang, ketika hampir setiap orang  memiliki akun dalam situs jejaring sosial, katakanlah seperti Facebook, Twitter dan Friendster, dimana manusia terhubung dengan teman, kerabat, saudara, keluarga, mitra kerja atau bahkan dengan seseorang yang tidak mereka kenal sebelumnya sekalipun. dengan demikian maka keempatan orang lain untuk melakukan kejahatan semakin terbuka lebar, seperti penipuan, pencurian akun, ancaman dan menjadi korban fitnah dapat saja terjadi. Era informasi tanpa henti, era dimana bumi menjadi sebuah kampung kecil didalam dunia maya, sebagai contoh, sebuah kejadian diujung dunia dapat segera diketahui oleh penduduk dari ujung dunia yang lain dalam waktu yang sangat singkat, kemajuan yang membanggakan, namun dibelakangnya terdapat bahaya yang mengintai jikalau seseorang tidak berhati-hati dalam menggunakan segala macam kecanggihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://www.antaranews.com/view/?i=1180489883&amp;amp;c=NAS&amp;amp;s=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-9124274439802207461?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/S68uiXHSqZI/cyberstalkers-modus-kejahatan-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/TGf9MXFZnqI/AAAAAAAAADc/U7cb_zBB8Rw/s72-c/cbrstklr.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2010/08/cyberstalkers-modus-kejahatan-di-dunia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-1945435774824951224</guid><pubDate>Fri, 04 Dec 2009 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-05T07:49:18.930-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">humanis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">konseling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pernikahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><title>Mengurangi Angka Perceraian Dengan Konseling Pranikah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SxkRtI7nI4I/AAAAAAAAADQ/xMoDInfQ60g/s1600-h/coll54.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SxkRtI7nI4I/AAAAAAAAADQ/xMoDInfQ60g/s320/coll54.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411375894451659650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan kali ini tentang manfaat konseling pranikah bagi mereka yang akan melaksanakan pernikahan, karena seperti kita tahu bahwa pernikahan adalah sebuah pilihan hidup, dimana antar anggota pasangan akan terjalin hubungan yang bersifat mengikat dan diupayakan agar bertahan untuk selama-lamanya hingga maut memisahkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Pasangan Bercerai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, berdasarkan berita tertanggal 15 Agustus 2009 (&lt;a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=233540"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Suara Karya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;): “Angka perceraian di Indonesia meningkat tajam dalam 5 tahun terakhir. Lima tahun lalu angka perceraian masih di bawah 100 ribu, tetapi kini mencapai lebih dari 200 ribu. Sebagian besar (70%) justru istri yang menceraikan suami (gugat cerai). Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Depag, Nasaruddin Umar mengatakan sekitar 2 juta pasangan menikah setiap tahun, di sisi lain sekitar 200 ribu pasangan juga bercerai setiap tahun.  "Angka perceraian 10 persen dari angka pernikahan ini besar sekali," katanya. Itu berarti terdapat 1 perceraian setiap 10 pernikahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan berita diatas adalah laporan terbaru dari kuartal ketiga tahun 2009, apakah pernikahan bukan lagi sesuatu yang direncanakan untuk bersifat selamanya didalam bayangan dan harapan mereka yang akan menikah?, dimana seharusnya yang diharapkan dalam setiap pernikahan adalah “sampai maut memisahkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“cinta itu buta”, atau inikah yang telah membutakan mereka sehingga sepasang kekasih  berpikir karena mereka saling mencintai maka dapat mengatasi setiap masalah. Sehingga mereka melupakan segala kekurangan masing-masing dan tidak mengambil keputusan dengan pemikiran yang masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali penyebab terjadinya perceraian, mulai dari masalah prinsip, anak, ekonomi, perbedaan paham politik, agama, poligami tidak sehat, krisis akhlak, kawin paksa, alasan ekonomi, cacat biologis, tidak ada tanggung jawab (dalam rumah tangga), serta rumah tangga yang tak lagi harmonis. Namun mengapa mereka bisa sampai menikah pada waktu yang lalu jika terdapat suatu perselisihan, atau mungkin benar bahwa mereka telah dibutakan oleh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih mereka yang menyimpan rahasia terhadap pasangannya, yang tidak dibuka selama masa pacaran, entah bisa apa saja rahasia tersebut, namun sama saja dengan berbohong jika menyembunyikannya secara menahun. Mereka biasanya akan tetap menyembunyikan rahasia tersebut sampai pernikahan terjadi, dan setelah itu barulah rahasia dibuka kepada pasangannya, alhasil, ada kalanya kekecewaanlah yang didapat oleh sang pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti ini biasanya menjadi pemicu dari retaknya tali perkawinan, merasa dikhianati dan juga dibohongi, terlebih merasa telah ditipu. Rasa tidak terima dari salah satu pihak mengakibatkan semakin besarnya masalah dan berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja keterbukaan dan akal sehat digunakan secara baik pada masa sebelum menikah maka ada kemungkinan bahwa segala masalah tidak akan terjadi pasca pernikahan, dikarenakan pasangan telah mempertimbangkan secara masak segala aspek dalam pernikahan mereka, seperti jumlah anak, penghasilan, agama, peraturan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konseling Pranikah Sebagai Solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu program konseling pranikah dirancang untuk membuat pasangan calon pengantin meningkatkan pemahaman tentang perkawinan dan hubungan antar suami-istri sebagai suatu yang serius. konseling pranikah bukan semata-mata upaya prevensi terhadap kemungkinan gangguan dalam pernikahan yang akan berlangsung, namun juga untuk meningkatkan kualitas hubungan suami-istri yang baik serta memberikan kesejahteraan, rasa aman dan kebahagiaan dalam perkawinan. Dengan demikian maka akar keretakan dari hubungan dapat dihindari sedini mungkin. konseling biasanya dilakukan dengan cara memberikan pelatihan keterampilan menjalin hubungan interpersonal, seperti kemampuan komunikasi dan kemampuan untuk penyelesaian konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan perlu mempelajari cara yang efektif untuk mengatasi masalah yang timbul sebelum masalah tersebut menumpuk dan meledak dengan terjadinya konflik yang berujung pada kerugian bagi kedua belah pihak. Dalam hal ini, calon suami ataupun istri harus mempelajari bahwa mengatasi permasalahan yang masih tergolong ringan akan lebih baik daripada menimbun masalah menjadi lebih banyak dan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui konseling pranikah, kedua pasangan akan menyadari bahwa mereka mendapat kesempatan untuk mengukur kelebihan dan kekurangan masing-masing serta menemukan bentuk kebaikan bersama yang masih dapat terus dikembangkan, juga dengan konseling pranikah pasangan dapat mengetahui hal-hal yang selama ini bersifat mengganggu kelangsungan hubungan di antara kedua pasangan atau salah satu pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjasama dalam masalah hubungan saat proses konseling pranikah berlangsung akan menjadikan kedua calon suami-istri mampu mengambil keputusan seputar pernikahan mereka, seperti, apakah akan dilakukan sesuai dengan rencana atau mungkin justru ditunda, serta berbagai kesepakatan lainnya yang telah melalui proses berpikir sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terpenting dalam konseling pranikah adalah sebagai suatu kesempatan bagi kedua pasangan untuk mewaspadai adanya sikap meremehkan atas keputusan yang mereka akan ambil, menjadikan calon pasangan lebih berpikir kritis akan masa depan hubungan, kebahagian, dan kesejahteraan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka pendapat yang menyatakan bahwa bila pasangan saling mencinta maka hubungannya akan dengan sendirinya memuaskan kedua belah pihak menjadi tidak terpakai. Yang dengan demikian pula maka bukan hanya cinta yang membutakan yang dijadikan landasan dari terjadinya suatu pernikahan, melainkan juga hasil dari suatu bentuk pemikiran dan juga pengambilan keputusan yang telah ditentukan secara masak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://202.146.5.33/kesehatan/news/0511/13/125423.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=233540"&gt;Suara Karya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-1945435774824951224?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/hdSBT_VO9Cg/konseling-pranikah-kunci-langgeng.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SxkRtI7nI4I/AAAAAAAAADQ/xMoDInfQ60g/s72-c/coll54.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/12/konseling-pranikah-kunci-langgeng.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-647491528510692674</guid><pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-25T05:10:55.852-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sex</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Mak Erot, Simbol Kurang Percaya Diri Laki-laki Indonesia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/Sw0sDioqXTI/AAAAAAAAADI/n6E8vCHGSjE/s1600/baut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 289px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/Sw0sDioqXTI/AAAAAAAAADI/n6E8vCHGSjE/s320/baut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408027166890417458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mak Erot mungkin telah tiada, namun kini keberadaannya telah digantikan oleh para generasi penerusnya. Dalam tulisan ini bukan untuk menyudutkan atau menghancurkan suatu usaha yang dirintis oleh Mak Erot, namun lebih kepada gejala yang muncul di dalam diri setiap laki-laki yang ada di negeri tercinta Indonesia, dan hal tersebut juga bukan karena adanya Mak Erot dan penerusnya, namun kepada kejujuran jiwa maskulin yang ada di dalam diri setiap laki-laki. Di dalam diri setiap laki-laki terdapat hasrat yang besar untuk berkuasa atas segala sesuatu, mungkin tidak dengan kekuatan fisik namun juga dengan kekuatan intelektual bahkan dengan kelmbutan hati. Seperti disepakati bersama walau ini bukan hasil yang jelas dan benar adanya melainkan hanya sebuah stereotip yang menjadi suatu jalan pikiran dan anggapan masyarakat banyak bahwa pria menggunakan 80% logika untuk mengambil keputusan dan wanita menggunakan 80% perasaan untuk mengambil keputusan. Dari pendangan tersebut maka dapat diketahui bahwa yang dominan dalam diri laki-laki adalah otak kiri yang merupakan pusat berhitung dan pembeda antara ‘hitam dan putih”, baik dan benar serta objektivitas. Sehingga laki-laki disebut sebagai makhluk yang paling rasional diantara makhluk-makhluk yang lain. Bahkan terkadang karena rasionalnya sehingga mereka menjadi benar-benar irasional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan dan kekuatan merupakan idaman setiap laki-laki, bukan hanya itu, laki-laki juga dituntut untuk menjadi perkasa dan mampu menguasai apa yang mau dia kuasai. Bagi sebagian orang menjadi laki-laki adalah suatu anugrah dimana dalam kehidupan ini para laki-laki merupakan kaum yang bebas dalam bertindak, kaum yang berkuasa dalam berkehendak dan memonopoli segala bidang tanpa kecuali. Tapi pemikiran dan sangkaan ini dalam jangka waktu terakhir rasa-rasanya sudah tidak lagi relevan, lihat saja diluar sana kini antara laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama, entah dalam berkarir, mencari nafkah, pemimpin dan lain-lain. sehingga penempatan perempuan dalam hirarki kini disamakan saja dengan laki-laki, tidak ada bedanya, emansipasi berjalan dengan baik. Jadi bukan laki-laki yang diturunkan martabatnya melainkan wanita yang diangkat derajatnya, atau memang tidak pernah ada cara pandang ini sebelumnya dikembalikan kepada cara pandang pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan ini nampaknya banyak laki-laki yang kalah dari wanita, karena kesempatan yang sama, yang baru terjadi beberapa dekade terakhir ini, banyak dari mereka yang berjiwa maskulin kolot merasa menjadi rendah diri dan kehilangan harga diri, mereka seakan lupa akan yang mereka selalu utarakan sebagai kejantanan yaitu kata “siapa yang paling banyak berkeringat (usaha) maka ialah yang menang”. Mereka seperti tidak mengikhlaskan adanya sisi maskulin dalam tubuh perempuan yang mengalahkan mereka. Kalau begini jadinya, maka hal ini dikatakan bahwa laki-laki tersebut adalah mereka yang memiliki sisi feminin yang terasah dalam dirinya. Dengan kata lain tidak jantan jika mengeluh mengingat mereka (wanita) memperoleh segala sesuatu dengan usahanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya pihak yang dikatakan superior kini dapat diartikan bukan lagi berdasarkan seks dan gender, melainkan superioritas ditentukan oleh kemampuan yang dibalut dengan perjuangan, bukan bawaan. Walau ada indikasi bertentangan dengan budaya yang berlaku didalam masyarakat, namun begitulah nyatanya, masyarakat terbentuk dari hasil interaksi antar manusia yang ada didalamnya, membentuk kebudayaan, dan kebudayaan itu sendiri bersifat dinamis, dimana satu-satunya ketetapan adalah perubahan itu sendiri. pergeseran nilai-nilai lama menuju nilai-nilai yang baru jelas sedang terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi hal ini berlaku secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada masalah kenapa praktek Mak Erot menjadi pilihan bagi beberapa laki-laki adalah karena merasa kurang besarnya ukuran “senjata” yang dimilikinya. Dari kenyataan ini mungkin merasa rendah diri dan ingin lebih dari apa yang telah dimiliki, selain itu mengharapkan pujian dari “lawan main” dengan ukuran yang sudah diubah tersebut, yang dengannya diharapkan lawan main juga akan menjadi lebih puas dan senang. namun mengingat ini semua, tampaknya kita (penulis dan mereka) masih dilanda suatu stereotip tentang ukuran dimana menganggap bahwa yang paling besar adalah yang paling kuat dan benar. Mari kita buktikan, bukankah dalam menggunakan senjata lebih berarti tentang siapa yang berada dibalik senjata tersebut, dengan kata lain cara menggunakannya merupakan hal yang lebih penting dari pada senjatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kebermaknaan sesuatu sangat bergantung terhadap tingkat fungsinya. Berdasarkan pengalaman beberapa orang ternyata dalam melakukan hubungan seksual, anatomi dan ukurannya tidaklah berpengaruh, namun lebih kepada bagaimana satu sama lain memainkan perannya masing-masing, dikarenakan hubungan seksual bukanlah sesuatu yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan pribadi semata, namun pada individu yang melakukannya memiliki fokus untuk memberikan kepuasan kepada lawan mainnya. Dilaporkan bahwa wanita yang mementingkan ukuran semata bukanlah mereka yang mampu mencapai titik puncak kepuasan saat berhubungan, sehingga mereka cenderung menyalahkan lawan main karena keadaan itu, sang lawan main yang telah disalahkan menjadi rendah diri dikarenakannya dan mencoba mencari cara untuk dapat memuaskan lawan mainnya. Secara filsafat kebatinan hal ini bukanlah sekedar kesalahan dari anatomi yang dimiliki namun lebih kepada keadaan diluar ranjang. Coba, mungkin bisa kita telaah lagi, apakah sang pemilik senjata dalam hal ini pihak laki-laki, dan pemilik sasaran dalam hal ini perempuan telah sama-sama memberikan yang terbaik yang mereka miliki satu sama lain. ataukah mereka cenderung kepada sikap hanya ingin dipuaskan tanpa pernah berpikir bahwa sang pasangan juga membutuhkan kepuasan dari dirinya, jika demikian yang terjadi maka yang ada adalah ketidak seimbangan dari hubungan. Sebelum terlalu jauh maka penulis mengartikan semua ini kepada pasangan yang telah menikah, bukan kepada mereka yang melakukan “kumpul kebo”, melihat nilai-nilai kesucian yang dimiliki oleh pasangan suami istri, bukannya untuk keterkutukkan bagi mereka yang menganut paham seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dipandang dari sisi ini maka yang terjadi adalah bagaimana seseorang dapat memberikan kesenangan kepada orang lain, dimana cinta menjadi landasan dari semuanya, bukan tentang kepemilikan melainkan tentang bagaimana memberdayakan apa yang telah dimiliki. Dalam hal ini maka yang dibutuhkan adalah tentang suatu rasa syukur yang ada setiap individu, cintai dan syukurilah mereka yang telah menjadi pasangan anda. Karena cinta merupakan kata kerja yang kini telah diartikan hanya sebatas retorika yang tidak bermakna. Arti cinta sebagai kata kerja adalah mencintai, walau dengan cinta saja sudah cukup, tapi ini tetap saja retorika, maka jika cinta maka lakukanlah, berikan perhatian dan kasih sayang, rasakan menggebu-gebunya perasaan terhadap pasangan, tunjukkan kesetiaan dan juga pengabdian dan tamukanlah bahwa kita sedang melakukan cinta, dan ketika itu dilakukan oleh dua orang kepada masing-masing, maka yang terjadi adalah bercinta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai laki-laki masalah ukuran jelaslah bukan masalah sekali lagi penulis ingin menegaskan kalau yang terpenting adalah kebijaksanaan dalam menggunakannya, bukan ukuran yang menjadi simbol belaka, jika tanpa fungsi maka akan menjadi sia-sia. Simbolisasi tanpa makna sama saja kering dan kosong, seperti halnya suatu benda yang sudah absolut nilai kebermaknaannya dilihat dari fungsinya. Dengan ini maka lebih baik kita memfungsikan segala sesuatu dengan maksimal, sehingga apa yang kurang menjadi lebih tinggi nilai kebermaknaannya, bukan hanya simbol dalam ukuran melainkan lebih kepada “kejantanan sejati” dalam menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-647491528510692674?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/NooYjmoC8ro/mak-erot-simbol-kurang-percaya-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/Sw0sDioqXTI/AAAAAAAAADI/n6E8vCHGSjE/s72-c/baut.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/mak-erot-simbol-kurang-percaya-diri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-9057208560889895727</guid><pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-27T20:07:48.565-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">humanis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">modern</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">konseling</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Konseling Untuk Anda</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SwzuXG1TR0I/AAAAAAAAADA/2VCN8KLo1U8/s1600/bulu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SwzuXG1TR0I/AAAAAAAAADA/2VCN8KLo1U8/s320/bulu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407959333303699266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup tidak akan pernah lepas dari permasalahan dan juga kejadian yang kurang baik, entah ditimbulkan oleh diri sendiri atau mungkin oleh pihak yang lain.  Wajar memang segala permasalahan terjadi, tanpa melakukan kesalahan atau terlibat dalam suatu masalah manusia tidak akan belajar, karena pengalaman merupakan bahan pembelajaran, sehingga manusia dapat mengambil hikmah dari segala yang ia hadapi dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Susah dan senang datang silih berganti dalam kehidupan ini, laksana perahu di laut lepas, yang terkadang bertemu hari yang cerah, dimana saat itu baik untuk berlayar, namun ada kalanya juga ketika badai datang menerpa, semua datang tanpa diduga, terkadang badai datang pada saat diri tidak mengalami kesiapan untuk menghadapinya, sehingga keadaan menjadi begitu buruk, dimana diri menjadi terasa sangat terpuruk, menghilangnya kepercayaan didalam diri, tidak dapat berpikir jernih, kehilangan kemampuan dalam bertindak, diselimuti ketakutan dan tidak memiliki arah tujuan serta penuh dengan kebimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini seseorang akan cenderung mencari suatu tempat untuk mengadu, dimana bisa berbagi kesedihan dan juga nestapa. Wajar, setiap manusia diketahui memiliki masalah dan kesedihannya masing-masing, dengan tingkatan berbeda dan juga dengan daya tahan yang berbeda. Terkadang ada dari mereka yang mampu menjadi diri sendiri dan melawan getirnya kehidupan dengan badan sendiri, walau tetap sakit terasa. Namun ada juga mereka yang membutuhkan orang lain dalam menghadapi apa yang mereka alami, mereka membutuhkan teman, bantuan, perlindungan dan yang terpenting adalah kehadiran seseorang yang mampu untuk mengerti. Pada titik inilah para konselor hadir menjadi penyejuk bagi mereka yang haus akan rasa percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konseling adalah cara yang tepat untuk menyelesaikan segala problema dalam hidup Anda. Dengan konseling Anda dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda dari permasalahan Anda. segala permasalahan pastilah memiliki jalan keluar, memiliki suatu titik untuk dipecahkan, serumit apapun itu dan setidakmungkin apapun itu dari sudut pandang Anda. Dengan konseling Anda akan disadarkan tentang adanya potensi dan juga keunggulan dalam diri Anda yang belum terbuka, yaitu potensi Anda dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan Anda. sehingga demikian dengan tangan Anda sendiri Anda akan mampu menyelesaikan semua permasalahan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan konseling:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereduksi stress yang anda alami.&lt;br /&gt;2. Memperoleh rasa nyaman, aman, tentram dan bahagia.&lt;br /&gt;3. Mampu memahami diri anda dan orang lain secara lebih mendalam.&lt;br /&gt;4. Mendapatkan semangat hidup yang baru.&lt;br /&gt;5. Maksimalisasi potensi diri.&lt;br /&gt;6. Mengembangkan kemampuan dalam menjalin hubungan efektif dengan orang lain.&lt;br /&gt;7. Membantu proses pengembangan diri.&lt;br /&gt;8. Membantu Anda dalam memperoleh kepuasan hidup.&lt;br /&gt;9. Memberikan Anda sudut pandang yang berbeda dalam menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era modern seperti sekarang dimana tingkat mobilitas manusia yang sangat tinggi dan tekanan kehidupan yang semakin kuat, mengharuskan seseorang untuk selalu dapat berada dalam kondisi prima, baik itu secara fisik maupun mental dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Sedangkan permasalahan yang datang menghambat pergerakan diri Anda tidak mengenal kapan dan dimana, serta harus Anda pecahkan sendiri. Dalam tekanan yang sangat tinggi seperti sekarang maka kehadiran konselor akan sangat membantu,  memberikan Anda tempat yang nyaman untuk terbuka dan mengembalikan fokus dalam hidup Anda, sehingga Anda mampu menjalani semua dengan baik tanpa pernah merasa putus asa dan kehilangan arah,  Anda akan tampil dengan potensi diri Anda yang sesungguhnya dan memiliki kebermaknaan dalam hidup Anda. yang dengan demikian maka kesuksesan akan selalu bersama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-9057208560889895727?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/yA0zBnM4z3E/konseling-untuk-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Kj6WPNPnkrI/SwzuXG1TR0I/AAAAAAAAADA/2VCN8KLo1U8/s72-c/bulu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/konseling-untuk-anda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-3908705085703279195</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:55:57.221-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">humanis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Jendela Hati Menuju Kematian</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ6yE3pqFDI/AAAAAAAAACw/deSh70jaako/s1600-h/S7303843.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ6yE3pqFDI/AAAAAAAAACw/deSh70jaako/s320/S7303843.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304873207816918066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat ironi jika manusia telah melupakan hakikatnya sebagai makhluk ciptaan tuhan, dalam tulisan ini penulis akan berusaha memberikan suatu paradigma baru dalam melihat kehidupan yang kita alami dalam bumi ini. Ketika manusia tenggelam dalam nikmat duniawi yang telah membutakannya, atau juga dalam nikmat dendam ketika mereka sudah biasa menikmati apa itu arti rasa sakit. Manusia adalah makhluk yang tidak dapat merdeka 100% walau mereka sangat menginginkannya, walau mereka sangat menyukainya, walau mereka sangat mengharapkannya, ketika mereka mulai ingin mengalahkan kematian, yang sampai saat ini tidak mungkin dilakukan, berbagai macam usaha telah kita lakukan untuk menunda suatu kepastian yang paling pasti terjadi pada setiap manusia yaitu kematian. Mulai dari obat-obat untuk kesehatan hingga adanya dokter-dokter yang bertugas untuk menyembuhkan suatu penyakit. Manusia selalu menghindari kematian padahal mereka selalu tahu kalau kematian merupakan suatu kepastian yang pasti terjadi, sesuatu yang pasti terjadi, walau tidak pernah diketahui kapan akan terjadinya tapi itu pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;setiap Manusia selalu terlahir tanpa mengetahui apa-apa, lalu orang tua atau orang yang merawat kita yang memberikan keterangan paling awal tentang apa yang ada di sekitar kita, manusia memiliki proses kehidupan, dari bayi sampai mati dihari tua secara normal. Kita ambil rata-rata umur manusia adalah hanya 60 tahun dan itu bukanlah suatu waktu yang lama, itu adalah suatu waktu yang sangat sigkat dan cepat. Lalu kita akan kemana setelah itu, apakah ada yang terjadi setelah itu atau kita akan binasa saja, lenyap tanpa pernah merasa pernah ada. Dalam setiap agama selalu percaya akan adanya kehidupan setelah kematian, adanya sesuatu yang terjadi di balik tirai kehidupan, kehidupan dibalik kehidupan. Dari agama-agama itu telah mengajarkan bahwa setelah kematian siapa yang kehidupannya dipenuhi dengan kebaikan dalam dunia maka akan mendapat balasan kebaikan dalam kehidupan setelah kematian itu, sedangkan untuk mereka yang selalu melakukan keburukan dan kejahatan di dunia maka akan menerima suatu balasan yang amat perih dalam kehidupan setelah kematian. Semua hasl ini selalu sama pada setiap agama yang ada. Lalu selain itu manusia juga selalu percaya dan yakin akan adanya alam roh atau adanya alam kehidupan setelah kematian hal itu ditunjukan dengan adanya  kegiatan “nyekar” ke kuburan untuk menghormati orang yang telah meninggal terlebih dahulu, atau mungkin ada kegiatan yang lainnya seperti mendoakan arwah orang yang baru meninggal dengan diadakannya tahlilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan manusia terhadap adanya suatu bentuk kehidupan lain setelah kematian sangatlah kental walau mereka yang sangat mencintai dunia pasti dengan lantang akan menyangkalnya. Semua manusia yang telah merasa nyaman dan dimanjakan oleh dunia pasti sangat mencintai dunia dan tidak akan pernah mau mati atau bertambah usianya, hal ini karena kita memang diciptakan untuk menjadi makhluk yang dapat mencintai dunia ini, menjadi makhluk yang sangat menyukai apa yang ditawarkan oleh dunia dengan segala kenikmatannya yang membutakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mencoba sedikit berfilsafat dalam kehidupan setelah kematian, bahwa manusia selalu yakin bahwa orang yang telah tiada sebenarnya masih ada, hanya saja mereka berubah bentuk menjadi sesuatu yang lain. Sebagian mengatakan tentang hal ini sebagai suatu bentuk dari ketidak terimaan akan hilangnya seseorang dari muka bumi, namun sebagian lagi meyakini bahwa memang ada kehidupan setelah kematian. Dari jaman dahulu hingga hari ini ketika menulis tulisan ini belum ditemukan seorangpun yang dapat hidup abadi, keseluruhan dari manusia akan merasakan mati lebih tepatnya semua yang bernyawa akan mengalami mati dan lebih umumnya segala sesuatu yang berbentuk akan mengalami kemusnahan. Siapapun akan mati, jadi mengapa harus takut dan menghindar. Yang kini menjadi focus dari pemikiran penulis adalah mengapa seseorang harus takut terhadap satu-satunya kepastian, disini dikatakan sebagai satu-satunya kepastian dikarenakan dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari, bias saja hari ini kita tertawa-tawa namun esok hari kita menangis meraung-raung. Bias saja hari ini kita sehat dan besok kita sakit. Namun kalau masalah kematian maka suatu hari kita akan mati dan itu pasti terjadi. Jika memang manusia itu akan mati mengapa harus takut? Mengapa kita tidak hidup dengan tujuan kematian itu sendiri, kita hidup untuk apa yang akan terjadi jika saya mati nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa buku motivasi ala barat yang saya temui dikatakan bahwa tujuan manusia dalam hidup dikatakan baik jika ia nantinya mati dengan kehadiran orang-orang yang dicintainya, fokus hidup adalah dengan membayangkan siapa dan berapa banyak yang datang kepemakaman kita. Maknanya begini, seseorang yang berperilaku baik dan penuh kasih saying kepada orang lain maka akan dicintai oleh orang lain juga. Dengan demikian jika orang baik itu meninggal dunia maka orang-orang yang juga sayang terhadap dirinya akan hadir di pemakamannya, mereka akan merasa sedih karena telah ditinggalkan oleh seseorang yang baik dan penuh kasih sayang tersebut. Dengan demikian makna kehidupan adalah lebih kepada seberapa kebermakanaan kita terhadap lingkungan kita, kembali kepada fungsi dan makna yang selalu saling berkorelasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian adanya maka manusia dilihat dari fungsinya terhadap lingkungan hidupnya, seseorang yang berfungsi baik akan membawa kebaikan terhadap setiap orang yang ditemuinya dalam kehidupan yang sementara ini, sedangkan seseorang yang tidak berfungsi dengan baik akan hanya membawa kerusakan bagi lingkungan hidupnya. Manusia adalah makhluk sosial dimana manusia hidup berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Jikalau manusia berbuat buruk terhadap lingkungannya maka lingkungannya tidak akan mengharapkan kehadirannya diantara mereka. Kebiasaan manusia untuk tidak menjadi yang dibenci oleh manusia lain, jadi berbuat baik memang benar adanya bahwa bagi orang yang buruk sekalipun jika bertemu dengan orang yang santun, ramah dan baik akan senang. Jadi kebaikan adalah sifat universal, dengan artian jika mendapat bentuk kebaikan dari orang lain setiap orang akan merasa suka dan senang dengan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kehidupan, tentang bagaiman kita dapat sebaik mungkin dapat melaksanakannya, memilih setiap persimpangan jalan pilihan hidup dengan sebijak-bijaknya, melakukan kesalahan dan belajar dari padanya, dan memiliki kemampuan untuk tidak jatuh kedalam lubang yang sama. Namun sebesar apapun manusia belajar dan berkarya tetap saja mereka tidak dapat menghindari diri dari kematian itu sendiri. Karena kematian tetaplah suatu kepastian yang pasti terjadi. Tidak ada yang bias bersembunyi dari padanya, ada yang bilang setelah itu ada surga dan neraka, maka pilihan dilakukan dari sekarang, siapakah yangpantas masuk kedalam salah satunya pasti dilihat dari apa yang dilakukan semasa didunia. Semoga kita semua adalah manusia yang berfungsi baik bagi sesama, sehingga makna kita yang telah hadir di dunia ini akan membawa kebaikan bagi semua yang dengan begitu akan memberikan arti dari kehidupan yang bermanfaat dan bukan menjadi makhluk yang membawa keburukan bagi orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna dan dunia itu hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-3908705085703279195?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/10fuKkHJy34/jendela-hati-menuju-kematian.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ6yE3pqFDI/AAAAAAAAACw/deSh70jaako/s72-c/S7303843.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/jendela-hati-menuju-kematian.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-4119734082620452782</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:54:49.379-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">humanis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Beberapa Keuntungan Untuk Tidak Dapat Melihat Masa Depan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ-uzZ-d6DI/AAAAAAAAAC4/DRZG8zIAqvE/s1600-h/S7303838.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ-uzZ-d6DI/AAAAAAAAAC4/DRZG8zIAqvE/s320/S7303838.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305151084235188274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan diatas bumi ini dimana kini kita berada dalam wujud sebagai manusia, terlahir tanpa mengetahui apa-apa dan tanpa pernah merasa memilih untuk terlahir dari siapa dan sebagai siapa. Salah satu hal yang menakjubkan dalam kehidupan ini dimana kehidupan itu sendiri terasa sangat menakjubkan, tidak kita mengetahui apa yang membawa kita menjadi seperti sekarang ini. Mungkin sebagian dari kita mengatakan bahwa semua ini adalah hasil usaha keras kita seorang diri namun benarkah?, mengapa ketika ditanya lebih jauh tentang kebaikan yang telah terjadi dan pernah kita akui sebagai bentuk dari kehebatan kita pada akhirnya kita sebut sebagai nasib baik, dimana kita yakin bahwa kita hanya menjalankan dan tidak mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya. Disini jelas bahwa walaupun kita yakin akan apa yang kita lakukan namun pada perwujudannya dalam kenyataan tidaklah selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Mungkin bisa melenceng jauh entah itu menjadi jauh lebih baik atau mungkin menjadi jauh lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu misteri dunia ini yang selalu diusahakan untuk dijawab oleh para manusia adalah masa depan, dimana manusia sering melakukan prediksi dan juga analisis secara seksama dan penuh dengan perhitungan, namun pada kenyataannya manusia tetap saja tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi nantinya, walau sudah dicoba untuk diterka namun jawaban selalu berpihak pada kenyataan sehingga sebagian dari kita sering mengatakan “biar waktu yang menjawabnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani hidup ini adalah suatu ketetapan bagi mereka yang hidup, entah itu dengan tujuan atau tanpanya, tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi didepan, namun alam telah berjanji dimana kita sebagai manusia akan menuai apa yang kita tanam, sebagai contoh nyata dan dapat dilihat adalah jika kita sedang berkebun, ketika seseorang menanam tomat, misalkan, maka ia akan mencari benih tomat, menanamnya diatas tanah, maka yang nantinya akan tumbuh adalah tomat, tidak mungkin yang tumbuh adalah durian atau mungkin jeruk dan pepaya. Dengan kata lain si penanam mendapatkan apa yang diharapkannya yaitu tomat, namun jika sang penanam adalah seorang yang telah kehilangan akal sehat beserta pikiran jernihnya maka ia akan mengharap durian dan juga pepaya atau mungkin jeruk walau yang ia tanam adalah benih tomat. Dengan demikian yang terjadi pada diri sang penanam adalah suatu bentuk ketidak-rasionalan dan juga angan-angan kosong yang tidak beralasan. Namun keadaan manusia kini walau penuh dengan mimpi dan keinginan maka haruslah disesuaikan dengan apa yang bisa ditanamnya, menemukan benih yang tepat dan penuh dengan harapan. Dimana manusia dengan begitu tidak menjadi sekedar seorang pemimpi yang muluk-muluk dan kosong, hanya mengharap keajaiban yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja kalau keajaiban itu tidak ada walau diawal tulisan ini penulis menyebutkan nasib baik, namun nasib baik adalah suatu rentang yang panjang, bukan terpatok pada satu kejadian saja. Yang berarti bahwa nasib baik merupakan suatu rangkaian kejadian yang berurutan, dalam kejadiannya beringgungan dengan nasib buruk sekalipun menciptakan suatu ketetapan dalam kehidupan yang membawa manusia pada akhir hayatnya. Jadi yang terjadi bukanlah keajaiban walau penuh dengan kebetulan dan juga keberuntungan. Setiap langkah manusia diyakini telah diatur oleh yang maha kuasa dan manusia yang mengaku memiliki free will merupakan suatu ketetapan dari yang maha penyayang. Manusia tidak menciptakan tindakannya sendiri melainkan telah diatur sedemikian rupa dari awal lahir hingga akhir hayatnya. Dengan adanya hal itu maka dengan baik manusia tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian waktu terhadap dirinya sendiri atau terhadap segala sesuatu yang berada diluar dirinya. Disinilah keuntungan yang akan di bahas dikarenakan jika seorang manusia mengetahui apa yang akan terjadi maka manusia memiliki kesempatan guna mengubahnya dan memberikan kemampuan bagi manusia untuk mengetahui kebaikan dan keburukan sebelum waktunya, jika sudah demikian maka habislah cerita kita diatas bumi ini. Kita tidak lagi perlu melakukan apa-apa, diam saja dan bertindak yang perlu, semua menjadi kacau karena ada satu kebenaran yang telah datang dan menetap serta diketahui dan dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu penuh dengan kejutan dikarenakan banyak ketidak pastian sedangkan satu-satunya kepastian yang pasti datang dan akan dialami hanyalah kematian. Kematian sendiri dianggap sebagai akhir dari kehidupan dunia. Kepastian itu akan datang namun yang mengherankan adalah mengapa kita masih saja melakukan hal yang sia-sia jika yang pasti itu hanyalah kematian itu sendiri (termasuk penulis sendiri...hehehe). jawabannya adalah walaupun kematian adalah suatu bentuk dari kepastian namun tidak ada yang pernah mengetahui kapan tepatnya akan terjadi, semua mencoba untuk memprediksi tapi yang terjadi hanyalah persangkaan yang terkadang dan sering kali luput dari yang akan terjadi. Masa depan adalah misteri, masa lalu adalah suatu keabadian dan hari ini atau saat ini adalah anugerah, ketiganya sangat berkaitan satu sama lain, bersifat integral dan tak mungkin bisa dipisahkan. Dalam berpikir tentang apa yang telah terjadi sebelumnya, kita sebagai manusia jelas berjalan dnegan waktu yang terus bertambah, detik-demi-detik kita lewati, saat kita sadar akan waktu dan kita menyebut kata “sekarang”, dan menatap kedepan penuh dengan kabut ketidak pastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada fokus penulisan dimana keuntungan atas ketidak tahuan diri kita terhadap apa yang akan terjadi didepan adalah agar “saat ini” kita gunakan dengan baik, sehingga apa yang terjadi didepan baik pula keadaannya. Dengan berbekal masa lalu sebagai pengalaman dan pembelajaran, maka saat ini kita gunakan agar mendapat kebaikan didepan hari nanti. Masa depan itu adalah suatu bentuk pohon misteri, dimana bibitnya adalah masa sekarang yang dipupuk dalam tanah masa lalu. Namun pohon itu tidak akan menjadi pohon yang baik jika tidak diberikan bibit yang baik. Hukum alam adalah ketetapan, dan masa depan ditetapkan untuk tidak diketahui, kita hanya bisa berprasangka, dan lebih banyak meleset dari pada terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan tidak diketahuinya apa yang ada didepan menguatkan kepercayaan dalam diri setiap orang, mereka menetapkan dan mencapai apa yang mau mereka peroleh dalam masa depan nanti, dalam bentuk harapan, mimpi dan doa. Sehingga mereka berusaha dengan giat dalam menggapainnya. Tidak perduli karena memang masih kosong, belum ada yang ditetapkan didepan sehingga mereka yakin dapat mengisinya dengan apa yang mereka harapkan sendiri. itulah bentuk keuntungan yang paling besar dari tidak mengetahui masa depan. Karena dengan belum ditetapkannya apa yang akan terjadi membuat kita menjadi yakin akan ada jalan menuju apa yang kita inginkan. Walau kita percaya terhadap takdir, dan jika begitu maka lakukanlah kerena memang tidak ada pengetahuan kita tentang apa yang menjadi takdir itu sendiri, walau semua sudah ditetapkan, tapi tetap kita juga yang akan membuka tabir ketetapan itu sehingga kita mengetahui apa yang sebenarnya benar itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-4119734082620452782?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/xSjrFHfstW8/beberapa-keuntungan-untuk-tidak-dapat.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/SZ-uzZ-d6DI/AAAAAAAAAC4/DRZG8zIAqvE/s72-c/S7303838.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/beberapa-keuntungan-untuk-tidak-dapat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6796076729446576051</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:53:32.968-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">telaah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Makna Pejuang</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScSQFndE9XI/AAAAAAAAAD4/Wcw0Xo4GIdY/s1600-h/S7302564.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 280px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScSQFndE9XI/AAAAAAAAAD4/Wcw0Xo4GIdY/s320/S7302564.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315531886368716146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang bebas mengartikan apa yang mereka ingin artikan, setiap orang memiliki pandangannya sendiri sesuai dengan apa yang ia pelajari, rasakan dan alami. Berjuang adalah melakukan sesuatu demi mencapai suatu tujuan, dan tujuan semua orang dalam kehidupan yang sementara ini adalah berbeda-beda, dan ada juga yang tidak memiliki tujuan sama sekali. Namun bagi mereka yang memilikinya, tujuan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan, namun bagi para pejuang tujuan merupakan harapan. Dimana saat berjuang mereka memiliki kepercayaan mereka sendiri terhadap suatu hal, entah itu masuk akal bagi orang lain ataupun sangat tidak masuk akal bagi orang lain. namun didalam diri setiap pejuang selalu ada yang namanya kepercayaan, keyakinan yang akan selalu dipertahankan sampai titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makna dari pejuangan adalah melakukan segala sesuatu untuk mempertahankan prinsip dan mencapai tujuan, mati dengan gagah ketika menggenggam erat kepercayaan yang dimiliki adalah sebuah kehormatan bagi setiap pejuang. Kematian dan rasa sakit bukanlah halangan karena apa yang sebenarnya dipercayai adalah keyakinan kuat dalam hati yang tidak mudah diombang-ambing oleh keadaan. Tujuan merupakan harapan, karena dengannya akan jelas jalan mana yang akan dituju, walau itu jurang sekalipun, walau itu laut sekalipun, atau mungkin api sekalipun. Namun dengan keyakinan dan tekad yang bulat semua menjadi terasa manis dan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin adalah keharusan bagi setiap pejuang, terlepas dari itu salah atau benar, tidak pernah perduli dengan apa yang ditentang oleh orang lain, setiap rintangan hanya akan membuatnya semakin kuat jika berhasil dipatahkan. Kematian yang dialami terkadang berada dalam keadaan yang bersemangat, namun bukan mati dalam keadaan hina karena berkhianat terhadap diri sendiri, keyakinan sendiri dan kemauan sendiri. mati dalam keadaan terpuji, bukan terhina jika yang dipertahankan adalah kepercayaan dan keyakinan. Tidak akan bisa dibutakan oleh apapun, mengorbankan segalanya mulai dari harta, jiwa serta orang-orang yang dicintai. Hanya dengan berbekal kehendak melakukan apa yang dipercaya dan diyakini secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas seorang pejuang tidaklah mudah didapat, melainkan hal itu adalah suatu berkah yang datang dari langit, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah. Namun juga bukan otak dan hati yang menjadi penopang keyakinan para pejuang melainkan roh yang ada pada diri, yang sudah menyatu dengan kesemuanya dan mengambil alih segala sisi tubuh. Membakar, menyalakan semuanya, membawa pada titik tertinggi dari kemanusiaan itu sendiri. perjuangan tanpa henti, maju dengan tenang, tak kenal lagi takut, ataupun keberanian melainkan keyakinan, hanya yakin-yakin dan yakin saja yang dimiliki. Percaya, entah apapun tentang yang ada didalamnya. Mentalitas dimana siksaan sekalipun tidak akan menyurutkan tujuan, semua telah dilampaui hingga rasa yang paling pedih sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang adalah mereka yang benar, karena mereka berani mempertahankannya dengan sekuat tenaga, mengikuti apa kata hati, tidak terjebak dalam pemikiran busuk yang penuh tipu daya, melainkan mereka yang berjuang dengan hati nurani. Mendengarkan bisikkan-bisikkan hati menuntun mereka kepada tujuan yang paling mulia. walau terkadang bertemu dengan mereka yang menentang apa yang kita perjuangkan dan juga menentang apa yang kita pertahankan, mencoba untuk meruntuhkan, mencoba untuk menghancurkan, dan itu sudah biasa terjadi dalam sesuatu bentuk perjuangan. dianggap remeh dan dianggap yang tidak-tidak bukan hanya oleh mereka yang tidak mengerti tentang diri kita melainkan dari mereka yang dicintai. tidak takutnya diri ini dalam kehilangan segala macam hal yang kita sukai sebelumnya entah itu dalam bentuk barang atau bahkan orang-orang yang kita cintai. pengorbanan dengan seluruh jiwa dan raga demi satu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6796076729446576051?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/7DXp7dHQuVI/makna-pejuang.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScSQFndE9XI/AAAAAAAAAD4/Wcw0Xo4GIdY/s72-c/S7302564.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/makna-pejuang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-111209180374177760</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:52:05.647-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">futuristik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ecopsychology</category><title>Hidup Untuk Kehidupan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdopaquyJI/AAAAAAAAAEI/GWllPN-p8XQ/s1600-h/ulat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdopaquyJI/AAAAAAAAAEI/GWllPN-p8XQ/s320/ulat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316332945876633746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam kehidupan ini kita semua yang membaca pastilah terlahir sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran. Itulah yang menjadi kelebihan manusia yang menyebabkan kita disebut sebagai makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lain. Manusia hidup dibumi dengan makhluk-makhluk yang lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Manusia sangat bergantung kepada alam dan alam tidak sedikitpun bergantung kepada manusia, namun dengan akal dan pikirannya manusia melakukan tindakan-tindakan yang berujung pada penaklukan alam untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Hal ini sebenarnya adalah baik jika manusia melakukannya dengan wajar dan juga memberikan juga kebaikan kepada alam itu sendiri dan bukannya hanya berserakah diri untuk mengeruk semua dari alam untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari tulisan ini adalah mencoba memberikan masukkan kepada para manusia agar membuat kesementaraan ini sebagai manusia untuk kepentingan alam itu sendiri, atau dengan gamblang dikatakan hidup untuk kehidupan. Setidaknya manusia selalu mengkonsumsi segala macam makanan dan minumannya yang berasal dari alam, belum lagi segala macam keperluan sekunder yang kini dianggap sebagai kebutuhan primer oleh manusia merupakan hasil alam. Dari sini dalam keadaan bumi yang menurut para ahli sedang sekarat ini karena terjadinya pemanasan global, maka seharusnya manusia-manusia sadar bahwa bumi ini diciptakan bukanlah untuk dirusak melainkan untuk dipelihara, karena hingga saat ini manusia masih hanya bisa hidup dibumi, dan tidak di tempat lain. dibumi ini nanti kelak akan lahir manusia-manusia dari generasi yang baru, dan mereka akan hidup dalam bumi yang sama dengan bumi dimana kita hidup. Jadi janganlah apa yang ada pada bumi sekarang menjadi rusak karena perilaku serakah manusia, segala kekayaannya bukanlah untuk dihabiskan sekarang melainkan untuk dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan itu sendiri merupakan anugrah, dan mengapa sebagai manusia daripada kita menjadi perusak lingkungan, kenapa tidak kita membantu&lt;br /&gt;proses kehidupan seperti ikut serta memelihara tanaman dan juga mengembangbiakkan hewan, yang dengan demikian maka kita sebagai manusia ikut serta dalam melestarikan alam yang kita miliki. karena manusia sangatlah bergantung terhadap alam dan alam tidak membutuhkan manusia sama sekali. jadi ibaratnya kita ini hidup bersama-sama dengan alam jadi berikanlah juga kasih sayang kepada alam sehingga alampun akan bersikap ramah terhadap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana banjir adalah bentuk dari tindakan buruk dari manusia terhadap alam yang akhirnya merugikan manusia sendiri, kebiasaan manusia yang mengeksploitasi alam akhirnya menimbulkan tidak berfungsinya alam sebagai mestinya, perusakan hutan, pengurangan daerah resapan dan juga pengotoran dengan membuang sampah sembarangan mengakibatkan air hujan tidak dapat lagi dibendung, begitu hujan deras datang maka keseluruhan airnya meluap pada tempat hidup lingkungan manusia. manusia juga yang mendapatkan akibat buruk dari perilaku buruknya kepada alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banjir hanyalah salah satu contoh saja, dan masih banyak contoh lain yang dapat diambil menjadi pelajaran bagi manusia dalam berinteraksi dengan alam. keserakahan manusia adalah bentuk dari upaya bunuh diri yang dilakukan oleh manusia terhadap dirinya sendiri, dikarenakan dalam memuaskan keserakahannya manusi melupakan hak alam dan terus saja melakukan kerusakan terhadapnya.sehingga pada akhirnya alam membalas semua perbuatan manusia dalam bentuk bencana dan ketidak bersahabatan alam.manusia yang kini hidup didalam masayarakat modern tidak lagi mengenal alam sebagai mitra dalam kehidupan, tetapi lebih mengenalnya sebagai budak yang dapat diperintah apa saja, mereka lupa kalau hewan dan tumbuhan juga merupakan makhluk hidup yang bernafas, mereka lupa kalau tumbuhan dan hewan terhubung dalam suatu mata rantai kehidupan, sehingga jika salah satu ada yang mengalami perubahan maka menimbulkan dampak terhadap yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan demikian maka keselarasan antara manusia dengan alam haruslah tercipta, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, sikap saling menghormati alam haruslah tumbuh dalam diri setiap individu dikarenakan manusia bukanlah makhluk yang mampu bertahan hidup tanpa alam disekitarnya. kehidupan manusia untuk kehidupan adlah sebuah jalan dimana manusia membantu proses pertumbuhan alam bebas dan melestarikan semua dengan hati yang ikhlas, sehingga manusia terbebas dari belenggu keserakahan akan mengeksploitasi alam yang pada akhirnya akan merugikan umat manusia sendiri seperti yang terjadi pada masa sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-111209180374177760?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/wx_mhl5D7pg/hidup-untuk-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdopaquyJI/AAAAAAAAAEI/GWllPN-p8XQ/s72-c/ulat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/hidup-untuk-kehidupan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-2516914607428438147</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:32:18.587-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">humanis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">futuristik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">klinis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><title>Topeng-Topeng Sosial Manusia Modern dan Penyakitnya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdpTiLm3HI/AAAAAAAAAEU/kn4hoIoeRsE/s1600-h/S7302364.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdpTiLm3HI/AAAAAAAAAEU/kn4hoIoeRsE/s320/S7302364.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316333669448080498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia modern cenderung sibuk dan berusaha untuk mengikuti serta menyesuaikan diri dengan kehidupan modern mereka. Didalam diri mereka  selalu merasa kalau dirinya melakukan apa yang sebenarnya mereka inginkan padahal yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan apa yang menjadi tuntutan orang lain (sosial) kepada mereka. Dalam tulisan ini akan coba penulis jabarkan mengenai beberapa hal yang menyangkut dengan modernisasi dan juga globalisasi serta efek-efek buruk yang didapat oleh manusia-manusia didalamnya, diusahakan dalam tulisan ini tidak dijelaskan mengenai solusi dari apa yang seharusnya dilakukan dan apa cara yang dapat menyelamatkan, mengingat kemungkinan akan dibahasnya hal tersebut dalam tulisan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu rajinnya manusia modern mengikuti perkembangan jaman mengakibatkan mereka sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan. Arus informasi tiada henti akibat globalisasi yang mengubah dunia seperti tanpa jarak, mengakibatkan perubahan yang begitu cepat didalam masyarakat, trend demi trend datang dan pergi, menyerbu serta menuntut setiap orang yang ingin terlihat modern untuk berlomba dalam mendapatkan dan mengenakan simbol-simbolnya. Entah itu dalam bidang otomotif, teknologi, fashion, makanan, pengetahuan, profesi dan berbagai macam lainnya. Dunia industri maju yang didominasi oleh negara maju didukung dengan globalisasi informasi yang berfungsi memudahkan promosi, telah berimbas buruk bagi negara-negara berkembang dimana persaingan terasa sangat tidak adil lagi. Tingkat pemahaman dan pengalaman masyarakat yang masih minim dinegara-negara berkembang mengakibatkan terjadinya distorsi yang sangat merugikan, seperti di Indonesia rasanya telah disusupi oleh hal-hal berbau asing yang sewajarnya tidak ada didalam negara ini, yang pada dasarnya merupakan negara yang masih berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang berfungsi sebagai peningkat kualitas kehidupan manusia, seperti mempermudah apa yang sebelumnya sulit dan memperbaiki apa yang sebelumnya buruk. Dengan demikian maka seharusnya manusia modern adalah manusia yang lebih arif dan bijaksana dalam bertindak dikarenakan apa yang menjadi fokus kehidupannya telah ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada digenggaman mereka. Namun pada kenyataannya manusia modern menjadi manusia yang tenggelam dalam teknologi dan kecerdasan mereka sendiri, seperti istilah senjata makan tuan. Hal ini diakibatkan oleh ketidak-siapan manusia modern itu sendiri dalam menerima semua pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, hal ini ditunjukkan dengan penurunan kualitas manusia dan kemunduran nilai dalam berperilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kualitas manusia yang tidak siap dalam menerima seluruh teknologi dan arus informasi yang ditawarkan dunia mengakibatkan mereka yang ingin mengikuti semua perkembangan ini menjadi kehilangan diri mereka sendiri, terlalu cepatnya semua datang dan pergi membuat mereka tidak sempat memikirkan apa yang sebenarnya menjadi keinginan mereka dan yang mereka ketahui adalah hanya apa yang diinginkan oleh orang lain (sosial). semua ini mengakibatkan manusia modern menjadi manusia yang kosong karena kehilangan makna dalam kehidupannya, walau keseluruhan simbol modern telah melekat pada diri mereka. Para manusia modern yang sudah ditambal dengan simbol-simbol modernisasi pada diri mereka tersebut menjadi manusia yang terasing walau berada dalam keramaian sekalipun, mereka menjadi kehilangan makna dalam hidup serta kehangatan dari orang lain karena segalanya telah diatur oleh keinginan orang lain (sosial) yang bukanlah keinginan luhur yang ada pada diri mereka sendiri. keadaan ini oleh para sosiolog disebabkan oleh baberapa hal, pertama, perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, kedua, hubungan antar manusia sudah berubah menjadi suatu hubungan yang gersang, ketiga, lembaga tradisional sudah berubah menjadi lembaga rasional, keempat, masyarakat yang homogen sudah menjadi masyarakat yang heterogen, kelima, stabilitas sosial sudah berubah menjadi mobilitas sosial. dari kelima aspek aspek tersebut merupakan apa yang menjadi dasar perubahan yang terjadi pada manusia modern untuk menjadi manusia yang kosong dan kehilangan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal berhubungan dengan orang lain manusia modern cenderung memakai topeng-topeng sosial, sehingga mereka kehilangan kehangatan dari sebuah hubungan bahkan jika sudah parah maka hubungan yang intim sekalipun tidaklah terasa hangat. Hubungan yang gersang ini diakibatkan perilaku yang mereka wujudkan bukan berasal dari diri mereka sendiri melainkan dari tatacara yang telah diatur oleh orang lain (sosial), sehingga ketika berkontak sosial dengan orang lain yang dirasakan hanyalah bahwa orang lain yang sedang berada didepannya jugalah pengguna topeng seperti dirinya, menjadi penuh curiga ketika diberi pujian bahkan ketika diberikan sapaan oleh orang lain. jika telah begitu maka betapa beratnya hidup manusia modern tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hausnya manusia modern terhadap apa yang namanya makna dan kehangatan merubah mereka menjadi manusia-manusia yang tampak hangat diluar namun terasa dingin didalam, seperti topeng-toprng yang saling menipu satu sama lain dengan mengaku sebagai wajah asli, senyumannya tidak tulus dan penuh dengan tipu daya. walau sudah separah itu namun jalan untuk keluar dari penjara manusia modern itu maka setiap manusia yang sudah merasa muak terhadap kepalsuan yang selalu mereka perankan haruslah mendobrak pintu agar dapat menemukan suara hati nuraninya yang paling mendalam, karena hanya ada disanalah kejujuran yang sebenarnya dalam menentukan sikap terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-2516914607428438147?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/PQL4quASpB0/topeng-topeng-sosial-manusia-modern-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/ScdpTiLm3HI/AAAAAAAAAEU/kn4hoIoeRsE/s72-c/S7302364.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/topeng-topeng-sosial-manusia-modern-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-3625315617024281032</guid><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T20:31:02.261-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">futuristik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">klinis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Anda Adalah Apa Yang Anda Pakai dan Anda Miliki</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/Scdp0ZLSURI/AAAAAAAAAEc/ZavnPMMpFpI/s1600-h/S7302379.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 239px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/Scdp0ZLSURI/AAAAAAAAAEc/ZavnPMMpFpI/s320/S7302379.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316334233966498066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini telah muncul suatu aliran sesat, dengan paradigma “Anda adalah apa yang anda Pakai atau apa yang anda Miliki”, menjadi salah satu bentuk agama didunia ini, tidak diketahui kapan tepatnya cara pandang ini muncul, mungkin sejak adanya manusia itu sendiri atau merupakan cara pandang ter-rendah dari manusia, tapi di masa modern seperti ini keberadaannya semakin terasa menguasai dan mengepung alam pikiran kita tak perduli siapapun orangnya. Inilah yang terjadi dengan kemajuan teknologi pesat yang tidak diimbangi oleh kapasitas manusianya. paradigma ini telah secara terang-terangan menyama-ratakan derajat manusia dengan benda-benda mati, dan jelas sekali kalau ini adalah kesesatan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang semakin parahnya lagi kesesatan yang nyata ini menjadi agama bagi segelintir orang yang telah dianutnya dengan sangat fanatik. Sebagai contoh, penulis sering bertemu dengan orang-orang yang kehilangan kepercayaan dirinya ketika tidak mengenakan pakaian-pakaian dengan merk terkenal yang harganya selangit, atau mereka juga tidak mau makan ditempat-tempat yang “biasa saja” dalam pandangan mereka, juga sering mencela orang lain karena menggunakan barang-barang yang mereka anggap telah ketinggalan jaman. Yah diluar sana dalam kehidupan sehari-hari pasti contoh-contoh seperti itu sudah dianggap wajar dan bagi mereka yang sudah terjebak dalam kesesatan yang nyata menganggap memang seharusnya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini adalah bentuk dari DEHUMANISASI, yaitu pelecehan terhadap harkat dan derajat juga martabat manusia, dan dehumanisasi yang terjadi ditengah masyarakat ini semakin  di perkuat dengan iklan-iklan yang ditayangkan televisi, media cetak dan berbagai macam media komunikasi massa yang lain, iklan-iklan itu seperti membacakan ayat-ayat suci agama kesesatan yang nyata tadi dengan mengulas jargon-jargon yang sangat-sangat melecehkan martabat manusia, ada iklan yang secara sadar melakukannya dan juga ada yang secara terlihat tidak sadar tapi memiliki maksud-maksud yang menjurus pada dehumanisasi. Sebagai contoh yang paling kentara adalah pada iklan pakaian mahal bermerk internasional yang mengusung kata-kata “you are what you wear”, kenyataan ini cukup menyedihkan bukan? Lalu pada iklan makanan yang enak, lezat, mahal dan berkualitas internasional menggunakan kata-kata “you are what you eat” kalau yang ini jelas sungguh menggelikan dan menyedihkan, dan yang paling menyedihkan dan sama menyedihkannya dengan yang lain adalah kata-kata “you are what you drive” pada iklan mobil yang mahal jelas. Untuk yang secara tidak sadar mungkin hampir setiap iklan yang muncul melakukan itu, memberikan ide-ide kepada para penonto atau pembaca agar masuk kedalam peta mental “anda adalah yang anda Pakai atau apa yang anda Miliki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kata-kata itu telah dikuatkan pandangan bahwa anda adalah pakaian mahal, anda adalah  jam tangan, anda adalah sepatu, anda adalah makanan yang anda makan, anda adalah mobil, anda adalah motor dan anda adalah benda tak lebih dan selalu kurang. Lalu siapakah anda yang tidak memiliki itu semua? Siapakah anda yang naik angkot untuk beraktifitas? Siapakah anda yang hanya mampu membeli pakaian bekas atau dengan kualitas rendahan? Siapakah anda yang makan dengan tangan di pinggir jalan dengan kondisi buruk yang jauh dari kebersihan? Apakah anda yang tergolong dalam mereka yang tidak memiliki harga diri?. Cara memandang manusia dengan cara ini jelas adalah pelcehan terhadap kemanusiaan, berarti telah sama harga manusia dengan benda mati, telah sama harga manusia dengan benda ciptaan tangan manusia sendiri, telah masuk kembali kita ke dalam jaman penyembahan berhala yang lebih modern, dengan artian adalah manusia jaman jahiliyah yang hidup dalam gemilang teknologi masa depan, atau bahkan jauh lebih parah dari jaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ayat-ayat iklan, mungkin para pembaca yang sangat manusia merasa bahwa tidak ada yang salah dengan iklan-iklan itu, tapi coba tolong lebih peka dan bandingkan dengan yang tidak sesat, atau anda sendiri telah menganggap penulis ini sedang mengalami sakit jiwa, tetapi ternyata kemungkinan yang lebih besar adalah anda sekalian telah terjebak dan terikat kuat dalam paradigma “anda adalah apa yang anda Pakai dan apa yang anda Miliki”. Ternyata ayat-ayat itu hanya alat pencari keuntungan bagi para produsen, lihat saja sekarang ini biaya iklan bisa hampir lebih separuh dari biaya produksi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki dimensi-dimensi-nya sendiri yang membedakan dirinya dari benda mati, tumhbuhan dan juga hewan, manusia memiliki dimensi fisik yang pada dasarnya adalah dimensi terendah dalam kehidupan, lalu ada dimensi mental-psikologi yang membuat manusia bisa berpikir dengan rasio, menentukan arah yang ia tuju, menciptakan ciptaan-ciptaannya sendiri, menciptakan mimpi dan sebagainya. Lalu ada dimensi sosial-emosional yang mengakibatkan kita bisa bermain dengan orang lain atau melakukan hubungan dengan mereka juga adanya rasa empati dan saling berbagi diantara manusia dengan lingkungannya, dan dimensi spiritual yang menghubungkan manusia dengan penciptanya,jadi manusia dapat bersyukur dan mengenal penciptanya dengan seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal diatas tadi adalah unsur utama pembeda antara manusia dengan makhluk atau benda lain yang ada di dunia ini, menurut pandangan penulis, sehina-hinanya manusia dia tetaplah manusia dan begitu juga ketika melihat orang-orang yang mulia mereka tetaplah manusia, kebutuhan dasar manusia pun tidak jauh dari makan, minum, kawin dan memperoleh keturunan, jadi apa yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain, itu semua tergantung bagaimana kita memandangnya, tapi cara pandang kita adalah diri kita yang sebenarnya, jadi jika kita memandang dengan cara kita yang menentukan siapakah diri kita ini. Yang jelas sekali adalah ke-ada-an fisik adalah dimensi ter-rendah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang ingin diperlakukan secara manusiawi, secara wajar sebagai manusia, tanpa harus dipandang bentuk wujud dan lingkungannya, tak perduli ia miskin atau kaya, yang paling mudah adalah kita membiasakan diri untuk melihat manusia lain bukan dari gaya-nya, bukan dari keturunan-nya, bukan dari rumah megah-nya, bukan dari mobil-nya, bukan dari kekayaannya, melainkan dari keahliannya dalam suatu bidang atau banyak bidang, Amal saleh yang telah ia lakukan, kemanfaatan dirinya dalam lingkungannya, dan akhlak pribadi yang dimiliki oleh dirinya. Tidakkah menyedihkan para manusia yang hanya memiliki gaya, kemewahan, wajah yang tampan dan cantik, pakaian yang indah-indah tapi tidak memiliki akhlak yang baik, cuma menjadi penyebar penyakit di dalam lingkungannya, dan bahkan tidak memiliki keahlian sedikitpun dalam bidang apapun, dan merupakan orang yang memiliki kelakuan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....maknanya, ilmu pengetahuan manusia, adab kesopanan, ibadah, kedermawanan serta akhlak dan moralitasnya adalah nilai diri yang sebenarnya dan bukan wajah, gaya dan kedudukannya. (Ali Bin AbiThalib)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-3625315617024281032?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/HX7CFhp4Lzc/anda-adalah-apa-yang-anda-pakai-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_4zrlWLHsNQI/Scdp0ZLSURI/AAAAAAAAAEc/ZavnPMMpFpI/s72-c/S7302379.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/11/anda-adalah-apa-yang-anda-pakai-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-5248053740747291595</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 14:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-04T07:27:00.353-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Erotomania</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Erotomania atau biasa dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de Clerambault’s syndrome &lt;/span&gt;merupakan suatu bentuk gangguan kepribadian dimana para penderitanya memiliki keyakinan yang merupakan waham bahwasannya ada seseorang, biasanya yang memiliki status sosial lebih tinggi (selebritis, bintang rock, orang terkenal, wanita sosialita, bos, dll),  memendam perasaan cinta kepada si penderita, atau mungkin memiliki suatu bentuk hubungan intim. Gangguan kepribadian ini rata-rata penderitanya adalah kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali ditelaah oleh psikiater asal perancis yang bernama Gaetan Gatian Clerambault, yang menyusun sebuah makalah yang membahas tentang gangguan kepribadian macam ini pada tahun 1921. walau referensi awal yang sejenis dengan gangguan ini telah ada dalam tulisan Hipokrates, Erasistratus, Plutark, dan Galen. Dalam dunia psikiatri sendiri referensi sejenis ini telah ada pertama kali dalam tahun 1623 dalam sebuah risalah berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maladie d’amour ou melancolie erotique&lt;/span&gt; yang ditulis oleh Jacques Ferrand, dan juga disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“old maid’s psychosis”, “erotic mania”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“erotic self-referent delusions”&lt;/span&gt; sampai kemasa sekarang dimana disebut sebagai bentuk dari Erotomania atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de Clerambault’s Syndrome&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti utama dari bentuk sindrom ini adalah si penderita memiliki suatu waham atau delusi keyakinan bahwa ada orang lain, yang biasanya memiliki status sosial yang lebih tinggi, secara sembunyi-sembunyi memendam perasaan cinta kepadanya. Para penderita selalu yakin bahwa subjek dari delusi mereka secara rahasia menyatakan cinta mereka dengan isyarat halus seperti bahasa tubuh, pengaturan perabot rumah, atau dengan cara lain yang kemungkinan tidaklah mungkin (jika yang menjadi sasaran adalah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt; maka akan diartikan secara salah oleh penderita, terhadap sesuatu yang tertulis dalam media massa tentang orang tersebut). Sering kali orang yang menjadi objek dalam delusi, hanya memiliki sedikit sekali hubungan atau bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan sang penderita. Walau demikian sang penderita tetap percaya bahwa sang objek-lah yang memulai semua hubungan khayal itu. Delusi Erotomania sering ditemukan dalam sebuah gejala awal dari sebuah gangguan delusional atau dalam konteks Skizofrenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang subjek yang berada dalam delusi tidaklah pernah ada dalam dunia nyata, nemun yang lebih sering terjadi, subjek adalah publik figur seperti penyanyi terkenal, aktor, aktris, politikus, selebritis dll. Erotomania juga disebut-sebut sebagai suatu penyebab perilaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; yaitu suatu bentuk perilaku memperhatikan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang diperhatikan, lalu perlahan melakukan suatu upaya pendekatan yang bersifat mengganggu, biasanya dengan obsesi bahwa korban adalah orang yang perlu ditolong atau bahkan dimusnahkan. Selain itu Erotomania juga disebut sebagai penyebab dari bentuk suatu tindakan yang mengganggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan pembunuhan terhadap Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan oleh John Hinckley, Jr. dilaporkan telah diakibatkan oleh erotomania yang diderita Hinckley, yang merasa bahwa artis Jodie Foster akan membeberkan kepada publik bahwa ia cinta kepadanya setelah ia membunuh sang presiden. Hinckley sendiri terbebas dari jeratan hukum karena didiagnosa memiliki gangguan jiwa (skizofrenia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar beberapa artis yang menjadi korban dari gangguan kepribadian ini:&lt;br /&gt;Linda Ronstadt&lt;br /&gt;David Letterman&lt;br /&gt;Madonna&lt;br /&gt;Barbara Mandrell&lt;br /&gt;Ronald Reagan&lt;br /&gt;Steven Spielberg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.helium.com/items/263966-defining-erotomania"&gt;http://www.helium.com/items/263966-defining-erotomania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://psychology.wikia.com/wiki/Erotomania"&gt;http://psychology.wikia.com/wiki/Erotomania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetrione.blogspot.com/2008/06/erotomania.html"&gt;http://cetrione.blogspot.com/2008/06/erotomania.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-5248053740747291595?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/d6y1F3fYG8Q/erotomania.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/05/erotomania.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-5837983745780696934</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-04T00:14:12.409-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Stalking : Bentuk Perhatian Dari Seseorang Yang Tidak Pernah Diharapkan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda merasa ada orang lain yang mulai mengganggu hidup anda dengan memberikan ancaman melalui surat atau email dan juga berbagai macam gangguan lain seperti telepon tanpa suara atau terdengar suara mengancam, mulai dari yang bersifat hanya sebatas ucapan sampai kepada tindakan nyata. Atau anda sering mendapatkan perhatian dari orang yang belum anda kenal sebelumnya berupa hadiah, kiriman bunga, surat cinta. dimana anda merasa bahwa mereka selalu saja menemukan diri anda dimanapun, bahkan anda tidak bisa bersembunyi sama sekali, mereka ada dan nyata, mengikuti dan membuntuti anda. Anda sadar kalau semua ini bukanlah sebuah bentuk paranoid belaka, melainkan memang benar adanya, dan menghantui hidup anda. Mereka memaksa anda untuk merasa terancam, tidak tenang dan berada dibawah tekanan. Jika anda pernah mengalami gangguan demikian kemungkinan besar yang terjadi pada diri anda adalah, anda telah menjadi korban dari perilaku stalking, Yaitu suatu bentuk kelainan yang dimiliki seseorang yang terobsesi dengan diri anda. Mereka merasa diri anda memang pantas diperlakukan demikian dengan dasar keyakinan waham yang mereka yakini didalam kepala mereka yang selalu berisikan pemujaan terhadap diri anda dan juga ide-ide “kegilaan” yang berkenaan pada diri anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Stalking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalking adalah kata yang digunakan dalam menunjuk pada suatu perhatian yang tidak diharapkan dari seseorang atau mungkin sekelompok orang terhadap orang lain. Dalam dunia psikologi sendiri kata stalking digunakan untuk mendefinisikan suatu bentuk perilaku yang cenderung bersifat gangguan, hal ini juga digunakan pada bidang hukum dimana stalking didefinisikan sebagai salah satu bentuk tindakan kriminal. Pada awalnya Stalking digunakan dalam mengartikan tindakan mengganggu yang didapati oleh para orang terkenal, seperti selebritis, dari seseorang yang tidak ia kenal dimana orang tersebut yang mana para pelakunya telah memiliki suatu bentuk obsesi tersendiri kepada para korbannya. Hal ini pertama kali digunakan dalam sebuah tabloid di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang psikologi dan psikiatri sendiri stalking diartikan oleh Meloy (1998) dan juga Stieger, Burger dan Schild (2008), yang mana oleh mereka suatu perilaku dapat dikategorikan sebagai stalking jika korban melaporkan sekurang-kurangnya 2 bentuk perilaku yang bersifat mengganggu dimana waktu kejadiannya terjadi kurang dari 2 minggu dan selalu memberikan rasa takut kepada korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranah Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalking telah diterapkan kedalam banyak bentuk dari perilaku, yang juga didasari oleh berbagai macam motif. Obsesi adalah dasar dari perilaku  stalking, dimana sang pelaku akan melakukan observasi dan juga melakukan kontak dengan korbannya semua ini bertujuan untuk memenuhi keinginannya untuk memiliki kedekatan dengan korban. Tidak jarang juga bahwa para stalker mengikuti korban sampai ketempat mereka beraktifitas dan sampai ketempat mereka tinggal, juga mereka tertarik terhadap informasi-informasi yang bersifat personal dari korbannya seperti nomor telepon, alamat email, ukuran pakaian, nama lengkap dan lain-lain yang cenderung bersifat privasi. dimana mereka juga berusaha mencari informasi tentang jati diri korban melalui berbagai macam hal seperti internet, arsip personal, atau media lain yang mengandung informasi tentang diri korban, bahkan ada yang sampai mendekati orang-orang terdekat dari korban untuk memperoleh hal tersebut yang jelas dilakukan tanpa ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik diri seorang stalker cenderung memiliki kepercayaan yang salah didalam dirinya, terkadang kepercayaan salah itu berbentuk bahwa orang yang menjadi targetnya memiliki rasa cinta kepada sang stalker. Dasar ini muncul dari kecenderungan Erotomania (suatu bentuk gangguan kepribadian dimana penderitanya yakin bahwa seseorang yang lebih tinggi status sosialnya mencintai dirinya, dan hal ini biasa ditemukan pada pria) yang dimiliki pada seorang stalker. Selain itu perilakunya juga didasari oleh keinginan sang stalker untuk menolong korbannya dari sesuatu, padahal jelas bahwa orang tersebut tidaklah memerlukan pertolongan. Sehingga stalking juga dapat dikemas dalam suatu tindakan yang bersifat legal seperti menelepon, mengirimkan hadiah atau mengirimkan surat dan email. Namun semua itu datang dari orang yang tidak diharapkan dan malahan menimbulkan gangguan dan ketidak-nyamanan, karena sang korban tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari para stalker yang berperilaku berlebihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku merugikan sang korban seperti fitnah dan mencemarkan nama baik korban seringkali ditemui dalam suatu kasus, hal ini merupakan suatu cara bagi stalker untuk dapat berperilaku kejam yang merupakan hasrat mereka kepada para korbannya, dilakukan tanpa empati, seperti merasakan apa kira-kira yang dirasakan orang lain dari apa yang telah ia lakukan terhadapnya, tidak ada rasa empati pada diri seorang stalker, mereka cacat dalam hal tersebut, membuat mereka menjadi lebih sadis, seperti dikatakan oleh Dr. Meloy (1998), bahwa setiap stalker adalah psikopat, yaitu pribadi yang tidak memiliki hati nurani dan memiliki tingkat narsisis yang terlampau tinggi. Selain itu perilaku sadis yang mereka tunjukkan mendapat dorongan dari dalam pikiran mereka yang telah mengalami berbagai macam waham, dan biasanya daripadanya mereka mendapat kesimpulan bahwa diri korban memang pantas diperlakukan dengan cara yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalker memandang para korbannya buruk dan lemah sehingga dari kepercayaan sesat itu mereka merasa pantas untuk memperlakukan para korbannya dengan buruk atau bahkan berperilaku seperti ingin menolong mereka. Hal ini semakin mendorong waham didalam pikiran mereka untuk dapat memperlakukan sang korban dengan layaknya apa yang mereka delusikan seperti untuk disakiti atau untuk ditolong. Jika mereka menebar fitnah dan juga menyebarkan kejelekan karakter dari sang korban, hal tersebut akan dapat mengisolasi kehidupan sang korban yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan akan kekuasaan bagi stalker dan kendali lebih atas diri korban. Adapun kiranya para stalker melakukan diagnosa terhadap sang korban terhadap dengan kesimpulan bahwa sang korban memiliki suatu gangguan mental tertentu yang menyebabkan dirinya perlu ditolong atau mungkin perlu disakiti, kepercayaan ini sangat absolut didalam diri stalker yang mengakibatkan korban merasa sangat tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manipulatif adalah senjata bagi stalker, tindakan yang bersifat legal namun penuh dengan gangguan adalah salah satu cara dari sikap manipulatif yang mereka miliki. Akan lebih berbahaya jika korban sampai termakan oleh perilaku manipulatif mereka karena seorang stalker menginginkan suatu hal yang cenderung tidak rasional bagi korbannya. Bahkan demi mendapat perhatian dari korbannya tidak jarang ada bentuk perilaku stalker yang sampai mengancam akan melakukan bunuh diri jika tuntutannya tidak dipenuhi. Semua ditujukan agar sang korban mau membuka hubungan dengan dirinya. Bentuk-bentuk ancaman dan kekerasan seperti perusakan barang-barang korban sering kali ditemui dalam kasus-kasus perilaku stalking. setelah menakut-nakuti korban, bentuk kejahatan biasanya berlanjut kepada perilaku kekerasan seksual dan juga penyerangan secara fisik yang dari keduanya dapat menimbulkan bekas yang serius pada jiwa dan raga korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Gender Yang Berhubungan Dengan Stalking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporakan bahwa matoritas pelaku stalking adalah kaum pria, dan sedikit ditemukan pada kaum wanita. Berdasarkan hasil catatan dan juga diagnosa psikiatris dari pria dan wanita yang melakukan stalking tidaklah jauh berbeda, namun pada kaum pria telah tercatat sebelumnya memiliki sejarah terlibat kasus kejahatan yang telah menjurus pada kriminalitas. Selain itu kecenderungan durasi waktu yang dihabiskan untuk menguntit pada korbannya juga tidak jauh berbeda antara yang pria dan yang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada stalker wanita biasanya mereka mencari korban dari orang yang telah mereka kenal sebelumnya, seperti yang memiliki hubungan profesional, dan mereka jarang mencari target korban dari orang asing. Kecenderungan pada wanita juga ditemui bahwa mereka dapat men-stalk wanita lainnya, berbeda dengan stalker pria yang secara umum hanya mencari korban dari lawan jenisnya saja. Di dalam “study of women who stalk” Purcell, Pathe dan Mullen, menyimpulkan terdapat 2 variabel psikiatris utama yang membedakan perilaku ini pada pria dan wanita, yaitu dalam motif yang mendasari dan dalam hal pemilihan korban. Pada wanita motif yang didapati adalah untuk mendapatkan keintiman dengan para korbannya, yang biasanya adalah orang yang telah ia kenal sebelumnya, korban biasanya adalah yang bekerja pada bidang pelayanan sosial seperti dokter, perawat, terapis, dan konselor, namun tetap tidak menutup kemungkinan pada pria didalam bidang yang lain. selain itu pada wanita jarang ditemukan bentuk-bentuk ancaman dan juga kekerasan yang dilakukan terhadap korbannya, berbeda pada pria yang dalam aksinya seringkali ditemukan tindakan mengancam dan juga kekerasan terhadap korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stalking"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Stalking&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html"&gt;http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-5837983745780696934?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/3pFAGWgzBiY/stalking-bentuk-perhatian-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/05/stalking-bentuk-perhatian-dari.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7517808135349207904</guid><pubDate>Sun, 03 May 2009 08:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-03T01:50:59.618-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Tipe-Tipe Stalker (Penguntit)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; atau dalam  bahasa Indonesia adalah Penguntit merupakan perilaku yang sangat meresahkan bagi para korbannya, bayangkan diri anda diikuti oleh seseorang tanpa sepengetahuan anda pastilah keadaan ini sangatlah mengganggu bagi anda sekalian. Menurut Dr. J. Reid Moley yang merupakan seorang penulis dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Violent Attachments&lt;/span&gt; dan yang juga merupakan editor dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Psychology of  Stalking&lt;/span&gt; mengatakan bahwa bentuk cinta patologis biasa muncul pada kaum pria, biasanya dimulai pada dekade keempat usia mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;Yang mana gejalanya selalu diikuti oleh gejala sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. setelah pertemuan pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; akan mengembangkan perasaan seperti kegila-gilaan dan menempatkan objek cinta mereka pada bentuk pemujaan.&lt;br /&gt;2. Sang penguntit (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;) kemudian akan memulai pendekatan kepada objek namun ketika hubungan itu terjadi stalker akan membuat perilaku mereka merujuk pada penolakan terhadap sang objek.&lt;br /&gt;3. penolakan yang ia lakukan kemudian akan menimbulkan delusi dan kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; tersebut akan memproyeksikan persaannya kepada sang objek dalam bentuk keyakinan bahwa “dia mencintai saya juga”.&lt;br /&gt;4. penguntit tersebut akan selalu mengembangkan sebuah bentuk kemarahan untuk menyembunyikan rasa malunya yang merupakan bahan bakar dari pengejaran terhadap objeknya. Sekarang ia ingin mengontrol kepada bentuk gangguan atau bahkan kekerasan.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; memiliki keharusan dalam menyalurkan fantasi narsistisnya.&lt;br /&gt;6. kekerasan adalah hal yang paling sering dilakukan ketika objek cinta dituduh bersalah sebagai bentuk dari imajinasi akan pengkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meloy mengatakan bahwa setiap stalker adalah seorang psikopat yang dengan kata lain mereka memiliki taraf empati pada tingkat yang rendah atau telah kehilangan akan empati itu sama sekali. Hubungan yang mereka jalani cenderung menjadi sadistis dikarenakan berdasarkan akan keinginan untuk berkuasa atas yang lainnya. Dikatakan juga bahwa hal ini berhubungan dengan kedekatan awal masa kehidupan yang mereka alami, dimana mereka tidak mendapatkan kasih sayang yang baik dari oragn-orang terdekatnya (keluarga). Meloy juga mengatakan bahwa seorang psikopat secara biologis memiliki predisposisi untuk melakukan aktivitas antisosial karena mereka miliki sistem saraf otonomik yang hiper-reaktif. Kejahatan atau eksploitasi terhadap orang lain bersifat sangat menarik untuk mereka. Yang dengan demikian maka berarti mereka termotivasi untuk melakukan sesuatu yang menegangkan sistem saraf mereka dan mereka tidak memiliki perasaan saat menyakiti orang lain seperti halnya orang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Departemen Hukum di Amerika, selama setahun saja mereka telah menerima laporan bahwa 1,5 juta orang disana telah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; dan lebih dari 2/3nya adalah perempuan. Juga fakta bahwa 90% wanita dibunuh oleh suami atau pasangan mereka dengan sebelumnya telah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt;. Perbandingannya adalah 1 diantara 12 wanita dan 1 diantara 45 pria merupakan korban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; di Amerika. Diramalkan kira-kira 10 juta orang akan menjadi korban stalker dimasa depan. Sedangkan diantara para selebritis dan orang-orang kelas atas sendiri, satu perusahaan keamanan telah mengumpulkan lebih dari 300.000 komunikasi yang berhubungan dengan kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; hanya melakukan kejahatan dalam bentuk ancaman, hanya sedikit persentase yang membuktikan mereka melakukan ancaman mereka, menghancurkan properti dan menyakiti hewan peliharaan. Dengan meningkatnya popularitas Internet, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyberstalking&lt;/span&gt; telah menjadi suatu bentuk baru dari lahan yang berbahaya. Banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker &lt;/span&gt;yang sebelumnya telah memiliki catatan kriminal dan juga menunjukkan adanya tindak kekerasan yang pernah dilakukan, gangguan mood, gangguan kepribadian atau juga psikosis. Setidaknya setengah dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; melakukan bentuk ancaman kepada korban mereka, dimana peningkatan kemungkinan untuk tindakan kekerasan semakin terjadi. Frekuensi dari tindaka kekerasan berkisar 25% sampai 35%, dengan kebanyakan tindak kekerasan terjadi diantara orang-orang yang sebelumnya memiliki hubungan yang romantis dimasa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan buruk ini terjadi karena Stress emosional yang hebat kepada target yang akan menjadi korban. Beberapa orang telah kehilangan pekerjaan mereka atau secara terpaksa mengganti identitas diri mereka dan berpindah. Kemungkinan mereka mendapatkan suatu bentuk kecemasan yang ekstrim, gangguan tidur dan juga depresi. Beberapa bahkan melakukan bunuh diri. Jika mereka memiliki anggota keluarga atau anak yang berada dibawah ancaman, mereka akan merasa bersalah dan  memiliki rasa takut yang berlebihan kepada orang lain. walaupun kecelakaan ini dilaporkan, namun penahanan secara hukum hanya dapat dilakukan dalam lingkup kecil, terhadap gangguan yang bersifat verbal. Pada kenyataannya beberapa hukum telah digunakan sebagai suatu resiko dasar dari bahaya atau suatu bentuk pola kejadian sebelum perlindungan secara formal ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk memprediksi siapa yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;. Mungkin saja ia adalah bekas pacar atau mungkin juga seseorang biasa yang telah menentukan targetnya dalam sebuah pertemuan dengan calon korban. Juga mungkin tetangga yang memiliki sikap permusuhan, atau seorang penjaga toko video dan mungkin juga hanya seseorang yang hanya pernah melihat korbannya di jalanan. Bahkan seseorang yang tidak memiliki obsesi terhadap tindakan pelecehan sebelumnya dapat menjadi pelaku dalam jenis kejahatan ini. Menurut Janet S. Rulo-Pierson, seorang konselor rumah sakit, hal ini dikarenakan mereka merubah secara perlahan dunia kenyataan ke dunia imajinasi yang ternyata lebih memberikan kenyamanan dan juga kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sifat-sifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; telah dikembangkan dan menurut Dr. Michael Zona dan koleganya dari University Of Southern California School Of Medicine, Stalker muncul dalam 3 varietas dengan corak jahat dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; yang terbagi dalam 4 kategori penting, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Obsesi Sederhana&lt;br /&gt;Hal ini kebanyakan terjadi pada seorang pria dengan seorang wanita, dimana keduanya pernah berada pada keadaan keintiman seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta Obsesional&lt;br /&gt;Cinta-obsesional yang dimiliki seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; cenderung kepada pemikiran tentang seseorang selebritis atau seseorang yang telah ia lihat dari kejauhan dan kemudian dia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;) mengembangkan kepercayaan yang tidak realistis didalam kepalanya bahwa sang target memiliki persetujuan untuk menjalin hubungan dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Erotomania&lt;br /&gt;Seseorang yang mengalami keadaan ini memiliki tingkat obsesi yang lebih ekstrim dikarenakan mereka percaya dengan yakin bahwa korban mereka memiliki perasaan cinta kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pencari Korban Secara Acak&lt;br /&gt;Menuntut gangguan dan perilaku stalking ketika tidak ada, perilaku ini biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lain yang digunakan untuk kategorisasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; datang dari panduan klasifikasi tindak kejahatan milik F.B.I, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Non-domestic stalker&lt;/span&gt;, yaitu mereka yang melakukannya dengan tidak memiliki hubungan personal dengan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terorganisir, mereka yang melakukannya atas dasar kalkulasi dan tindak agresi yang terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Delusional, mereka yang melakukannya atas dasar keyakinan sesat seperti erotomania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Domestic stalker&lt;/span&gt;, mereka yang pernah memiliki hubungan dengan korban dan merasa termotivasi untuk melanjutkan hubungan, hal ini merupakan dasar dari 60% perilaku stalking dan bentuk agresi ini akan berlanjut pada bentuk kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker &lt;/span&gt;cenderung menjadi tidak terkendali atau dibawah kendali, tetapi selalu lebih cerdik dari pada bentuk kriminal yang lain. mereka sering kali memiliki pengalaman gagal dalam sebuah hubungan. Mereka juga cenderung untuk menyakiti korban mereka dan juga secara seksual. Mereka juga selalu mengidealisasikan orang lain, dan cenderung meminimalisasi apa yang mereka kerjakan untuk terlihat. Proyek yang bermotif kepada orang-orang biasanya tidak memiliki dasar yang benar, dan merasionalisasi bahwa target memang pantas untuk menerima gangguan dan juga kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker &lt;/span&gt;melihat aksi mereka dengan kerangka kerja yang berdasarkan pada waham dan mereka juga tidak membutuhkan bantuan. Bahkan sebagian melakukannya dengan cara yang profesional. Satu pelaku kasus yang ada dalam suatu kejadian sebenarnya dapat diperbaiki dengan menyerahkannya kepada terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7517808135349207904?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/lNSkIz_z-vY/stalker-penguntit-teroris-psikologis.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/05/stalker-penguntit-teroris-psikologis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6814470020786139242</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-17T05:31:40.997-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">empiris</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Psikologi Di Indonesia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepanjang sejarah dunia psikologi di Indonesia, ternyata terlihat bahwa bangsa ini banyak sekali mengadopsi teori-teori psikologi yang berasal dari luar negeri. sedangkan teori yang datang dari luar itu didapat dari kebudayaan dan bangsa yang berbeda sama sekali dengan Indonesia. kembali keawal dimana psikologi dengan segala usaha mencari suatu teori yang bersifat universal, dengan artian bahwa psikologi mencari dimana letak persamaan dari semua manusia tanpa memandang suku, ras dan segala macamnya. waktu telah membuktikan bahwa memang semakin dekat saja dunia psikologi dengan semua itu. proses mengadopsi teori asing di Indonesia jelas telah mengalami penyesuaian, tetapi sebaik-baiknnya penyesuaian yang telah dilakukan adalah tetap tidak sesuai dengan pondasi awalnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kalau dilihat Indonesia sendiri bukanlah satu bangsa yang bersifat sama, bahkan Indonesia sendiri dibangun atas dasar perbedaan yang disatukan. bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dikarenakan banyaknya kebudayaan dan suku bangsa yang tergabung didalamnya. psikologi sendiri lahir pertama kali dari dunia barat dan menjadi suatu cabang ilmu pengetahuan yang tergolong muda jika dibandingkan dengan cabang ilmu-ilmu yang lain. dengan bertujuan mampu mempelajari apa yang merupakan bagian mental manusia yang mendasari setiap perilaku yang ditimbulkan oleh manusia. berbagai macam teori bermunculan sejak abad ke-19, semua kebanyakan berasal dari dunia barat, yang dimana dasar dalam menentukan valid atau tidaknya teori tersebut berdasar pada masyarakat barat sendiri yang memiliki pengalaman, budaya, bawaan dan juga lingkungan yang jauh berbeda dengan manusia-manusia di Indonesia. aplikasi teori psikologi pada dasarnya dapat menjadi berbagai macam hal seperti membuat alat tes psikologi, penentuan segala macam kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat luas dan juga perkiraan-perkiraan terhadap segala kemungkinan yang mungkin muncul pada perilaku masyarakat. jika sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan diri masyarakat sendiri lalu dijadikan suatu bentuk tindakan maka yang terjadi adalah suatu kekacauan diakibatkan tidak cocoknya antara perkiraan yang disangkakan berserta tindakan yang dimunculkan dengan keadaan dilapangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa psikolog dalam negeri memang telah melakukan beberapa macam penelitian sejak lama, namun memang tidak sebanyak yang dilakukan oleh dunia barat dikarenakan keadaan bangsa Indonesia sendiri yang masih merupakan negara berkembang, yaitu negara yang masih mencari bentuknya, dimana kemerdekaan bangsa ini bahkan belum berusia 1 abad. memang kenyataannya terlalu muluk-muluk jika kita menuntut perkembangan dunia psikologi di Indonesia agar setara dengan perkembangan dunia psikologi di Barat dan juga negara-negara maju lainnya, hal ini jelaslah tidak mungkin melihat pengalaman dan juga jumlah tenaga ahli yang berada di negara tercinta ini, selain itu juga fokus pemerintah yang masih pada terletak pada pembangunan kekuatan dasar negara mengakibatkan kurangnya penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam hal bidang ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas yang diharapkan mampu menjadi lembaga Independen yang akan memberikan penerapan ilmu pengetahuan yang dikajinya kepada masyarakat, terlepas dari Universitas negeri dan swasta, rasanya tidak terlalu banyak memberikan sumbangan kepada masyarakat dari ilmu pengetahuan yang dikaji di dalamnya. dalam dunia psikologi sendiri juga tercermin masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan psikologis dan pengetahuan tentang psikologi, yang seharusnya diperkenalkan oleh setiap orang yang tergabung sebagai anggota dalam suatu fakultas psikologi, baik itu mahasiswa dan dosen dengan segenap jajarannya. dengan demikian maka Universitas tidak melaksanakan fungsinya sebagai badan yang bergerak dalam hal ilmu pengetahuan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat Indonesia sendiri terbagi atas berbagaimacam kelas, bahkan didalam negeri ini masih ada yang hidup dengan cara yang paling tradisionil hingga yang sudah ultra modern. sungguh sangat mejemuk keadaan disini, ketidak rataan pembangunan telah menjadi masalah yang klasik dialami oleh bangsa ini. bukan hanya pada bidang ekonomi dan sosial melainkan juga pada hal ilmu pengetahuan. tidak semua orang memiliki akses terhadap sumber ilmu tersebut, ditambah dengan beberapa bentuk kebudayaan yang menghambat terjadinya revolusi pengetahuan pada diri masyarakatnya menjadi suatu bentuk masalah tersendiri bagi arus perkembangan bangsa yang diharapkan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyisipan ilmu psikologi seharusnya dapat dilakukan dengan baik pada jaman arus informasi tanpa henti seperti sekarang ini dimana media penyebaran informasi sudah sangat banyak dan beragam. pemanfaatan media komunikasi adalah bentuk yang baik dalam menyalurkan pengetahuan dan pengajaran bagi masyarakat, walau dalam melakukannya terjadi persaingan dengan berbagai topik informasi yang lainnya. edukasi bagi masyarakat adalah tanggung jawab bersama dengan maksud memberikan pengetahuan yang berguna untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal ini psikologi hanyalah salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang seharusnya hadir diantara masyarakat, dikarenakan kehadirannya mampu memberikan suatu perubahan yang berarti bagi cara hidup masyarakat luas. dengan keadaan sekarang dimana bangsa ini berada pada masalah multi dimensi, maka kesadaran masyarakat pada solusi permasalahan haruslah diterima dengan baik dan dipahami dengan betul, sebagai suatu cara untuk mengakhiri krisis tersebut. yang diharapkan adalah peran serta media dan masyarakat sendiri untuk melakukan suatu gerakan baru yang berdasar pada altruisme dan bukan egoisme semata. dimana semua orang menginginkan kebaikan bagi orang lain dan bukan hanya tertuju kepada kebaikan diri sendiri, sehingga dengan demikian maka dengan pengorbanan yang berlangsung akan terwujud suatu bentuk masyarakat yang selalu dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6814470020786139242?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/ZcWK6rEKUbg/psikologi-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/04/psikologi-di-indonesia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-476186461381184627</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-05T07:01:56.051-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kritik sosial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><title>Manusia Indonesia ala Mochtar Lubis</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku Manusia Indonesia adalah sebuah buku yang diangkat dari ceramah Mochtar Lubis di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tanggal 6 April 1977. didalamnya menceritakan sifat-sifat yang melekat pada manusia Indonesia, dikatakan dalam 6 buah sifat yaitu pertama, munafik atau hipokrit. Kedua, enggan bertanggung jawab atas perbuatannya. Ketiga, sikap dan perilaku yang feodal. Keempat, masih percaya pada takhayul. Kelima, artistik. Keenam, lemah dalam watak dan karakter. Di Indonesia nama Mochtar Lubis telah dikenal sebagai seorang  pengarang dan jurnalis. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Serta beliau sering kali mendapat penghargaan atas karya-karya tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala tuduhan yang dijadikan oleh Mochtar Lubis pada dasarnya hanyalah merupakan sebuah stereotip tentang keadaan manusia Indonesia yang tergeneralisasi. Namun stereotip itu sendiri tidaklah seluruhnya benar dan juga tidak seluruhnya salah. Stereotip terbentuk dari adanya pengalaman dan juga pengamatan sehingga melekat pada manusia Indonesia, walau dalam sisi tidak benarnya, stereotip diperkuat oleh prasangka dan juga generalisasi. Buku ini sudah ada sejak tahun 1977, namun kenapa ketika penulis membaca dan mengamati ternyata isinya sungguh cukup relevan dengan keadaan lingkungan masyarakat Indonesia saat ini. Padahal Muchtar Lubis sendiri juga mengatakan dalam tanggapan atas tanggapan dalam buku ini tentang subjektifitas dalam pemikirannya, setelah menerima kritik dan masukkan dari tokoh psikologi Indonesia, Sarlito Wirawan, tentang tidak bisanya menggeneralisasi penduduk Indonesia yang pada dasarnya bersifat majemuk dari berbagai aspek. Ditambahkan lagi oleh Sarlito Wirawan bahwa profil kepribadian tentang manusia Indonesia yang diungkapkan oleh Mochtar Lubis hanya didasari pengamatan-pengamatannya sendiri tanpa didasari oleh data-data objektif yang demikian segala tuduhan itu tidak memberi gambaran persis berapa persen sebenarnya dari manusia Indonesia yang dimaksud oleh Mochtar Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri manusia Indonesia yang pertama menurut Mochtar Lubis adalah munafik atau hipokrisi. Dalam ciri yang pertama ini dijelaskan bahwa kemunafikan merupakan sifat manusia Indonesia sebagai contoh, negara kita dipimpin oleh manusia-manusia beragama yang memakai simbol-simbol agama entah itu pada nama (seperti gelar) atau aksesoris pakaian, namun coba diperhatikan bahwa masih ditemukan tempat-tempat prostitusi baik itu didalam kota maupun diluar kota, dan yang parahnya lagi mereka tumbuh subur bagai jamur. Pidato-pidato tentang kebajikan dan kebijaksanaan ada dimana-mana, diucapkan dan didengarkan, namun korupsi masih saja merajalela. Manusia Indonesia juga terkenal bersikap alim hanya dilingkungannya sendiri, jika sudah datang keluar negeri maka mereka akan segera mencari kepuasan seperti pergi ke-nightclub dan prostitusi. Manusia-manusia memakai topeng dengan tujuan mencari selamat sendiri, memakai prinsip terhadap atasan dengan sikap ABS (asal bapak senang), penggunaan kata bapak yang menurut Mochtar Lubis bukanlah kata panggilan yang cocok kepada atasan dikarenakan yang memanggil bapak pastilah anak dan anak berada dibawah kuasa bapak yang berkuasa penuh.  Yang demikian tadi adalah yang ada pada jaman Mochtar Lubis yaitu 1977 kebelakang, dan kini mari coba kita bandingkan dengan keadaan bangsa Indonesia kini. Rasa-rasanya pada sebagian titik tidaklah berubah seperti korupsi sepertinya baru beberapa tahun terakhir ini saja gencar dilakukan berarti kira-kira sudah lama juga bangsa ini terbelit masalah korupsi pada para pengurus negaranya. Mungkin yang kini berbeda adalah keberadaan klab malam di Indonesia sudah berstandar Internasional sehingga para pengunjung sudah tidak perlu lagi lari keluar negeri untuk menikmati semua fasilitas hedonis itu. Kemunafikan pada manusia Indonesia ternyata pada masa sekarang sudah merambak pada berbagai macam aspek, banyak sekali kalau kita perhatikan mulut-mulut manis yang mengumbar janji, mengatakan yang kebalikan dari apa yang akan dilaksanakan, topeng-topeng kepalsuan, bagai penebar kebaikan pada tampak luar yang berhati busuk dan berwatak yang buruk didalamnya. Sama seperti milik Mochtar Lubis semua ini hanyalah stereotip, benarkah atau tidak benarkah semua hanyalah tuduhan tapi beralasan. Yang jelas dalam masyarakat kita sekarang masih ada juga mereka-mereka yang tidak bersifat munafik, mereka yang tidak hipokrisi dan masih ada mereka yang baik secara luar dan dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada ciri yang kedua adalah enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, kata “bukan saya” merupakan suatu kata penyelamat dalam menghadapi sesuatu yang tidak baik atau berakibat buruk. Lepas dari tanggung jawab dengan mengatakan “saya hanya melaksanakan tugas dari atasan” merupakan pembelaan paling ampuh dari suatu kesalahan yang dilakukan. dalam Manusia Indonesia, Mochtar Lubis menyebutkan korupsi yang ada di Pertamina sebagai contoh nyata, dimana pada saat itu ratusan juta dollar uang negara dikorupsi, belum lagi pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan oleh jajaran Pertamina mulai dari Presiden Direktur hingga ke lapisan bawah, namun tidak seorangpun yang dituntut. Kalau dilihat berarti kebobrokan dalam tubuh Pertamina sudah berlangsung sekian lama, sampai beberapa waktu lalu semua terbongkar, walau belum tuntas. 30 tahun lebih berarti memang Pertamina menjalankan semua praktek kotornya. Selain itu manusia Indonesia jika menerima sesuatu yang bersifat mengangangkat derajatnya seperti penghargaan dan pujian maka akan langsung diterima, walau mungkin salah sasaran dalam pemberiannya. Manusia Indonesia menurut yang digambarkan oleh Mochtar Lubis tidak akan sungkan-sungkan untuk tampil kedepan menerima bintang, tepuk tangan, surat pujian, piagam penghargaan, dan sebagainya. Dari ciri yang kedua ini memang sudah sangat menyedihkan apa yang terjadi pada masa tahun 1977 kebelakang tersebut. namun jika penulis samakan dengan masa tahun 2009, sepertinya kenyataan ini masih tidak berubah. Lihat saja para pelaku korupsi yang saling salah-menyalahkan, tidak mau mengaku dan melemparkan tanggung jawab kepada pihak-pihak lain, sampai akhirnya diketahui bahwa korupsi yang terjadi berjalan secara “Berjamaah”, begitulah kiranya ditulis dalam beberapa koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang ketiga adalah jiwa Feodal yang masih tertanam subur dalam diri Manusia Indonesia. Dikatakan dalamnya bahwa nilai-nilai Feodalisme merupakan warisan dari negara-negara kerajaan yang ada pada jaman dahulu di nusantara, lalu diambil alih oleh para penjajah, terjadi revolusi kemerdekaan yang sebenarnya bertujuan untuk menghilangkan feodalisme yang ada pada diri manusia Indonesia. Sikap-sikap feodal ini bersifat destruktif dikarenakan seorang bawahan akan menganggap mereka yang lebih tinggi dari mereka adalah benar dalam setiap tindakannya, ketidak bolehan dalam menyangkal walau itu salah sekalipun merupakan salah satu keburukan dari feodalisme, selain itu juga menghancurkan harkat dan martabat manusia sebagai manusia yang sama derajatnya dengan manusia lain. seperti yang ada dalam jaman sekarang dimana seorang bawahan dikatakan tidak sopan jika menegur atasan karena alasan yang benar, merupakan suatu bentuk dari feodalisme, tidak didengarnya suara mereka yang ada dibawah sebagai suara manusia juga merupakan bentuk nyata dari feodalisme yang terjadi pada manusia Indonesia. Hanya saja kerajaan yang dimaksud sudah bukan raja lagi sebagai pemimpin namun raja-raja tersebut sudah diganti namanya menjadi presiden, menteri, jenderal, presiden direktur dan lainnya. Nyata sekali bahwa feodalisme menghambat proses perkembangan manusia dikarenakan tidak sampainnya kritik terhadap pemimpin dikarenakan 2 hal yaitu bawahan yang segan dalam melakukannya dan pemimpin yang tidak mau mendengar suara dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri keempat adalah Manusia Indonesia masih percaya takhayul, sepertinya sudah berlangsung lama semua ini, tak perlu dipertanyakan lagi tentang apa yang terjadi pada masa 1977 kebelakang tersebut. coba saja lihat keadaan sekarang, siaran tv menampilkan segala macam sihir, kuntilanak, jailangkung, pocong, genderuwo, dan aksi dukun-men-dukun. Belum lagi ditambah film-film bioskop yang menampilkan segala macam judul berbau setan dan makhluk halus, dan film-film layar lebar tersebut dibuat atas dasar adanya permintaan pasar terhadap jenis film misteri horor. Yang terbaru dari takhayul ini adalah kisah dukun-dukun cilik yang dapat menyembuhkan sembarang penyakit, mereka kedapatan pasien sampai puluhan ribu orang dalam sehari. Sungguh mengejutkan memang dalam keadaan dunia yang sudah modern dan dikuasai oleh iptek seperti ini masih ada mereka yang mengharapkan keajaiban yang tidak mungkin dijelaskan oleh rasio. Kepercayaan terhadap segala macam keramat-keramat juga masih ada di Indonesia, dan para pelakunya juga sebagian adalah manusia-manusia berijazah yang dikatakan berpendidikan itu. Namun dalam tanggapannya penulis setuju dengan Sarlito Wirawan, yang mengatakan dalam taggapan terhadap ceramah Mochtar Lubis, bahwa mengenai mitos dan mistik bukanlah monopoli manusia Indonesia semata, melainkan suatu sifat hakiki manusiawi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman (security need). Selama manusia masih belum bisa mengatasi bahaya-bahaya dan ancaman-ancaman dengan dengan kemapuan dan ilmu penghetahuannya sendiri, selama itu manusia masih akan mencari pelindung terhadap mitos dan mistik. Dalam hal manusia Indonesia Sarlito Wirawan mengatakan bahwa gejala mitos dan mistik ini lebih banyak terdapat di kalangan “angkatan tua”. Dikarenakan mereka tidak menerima pendidikan yang layak, namun karena jasa-jasanya pada masa revolusi maka mereka harus mengisi kedudukan penting dalam pemerintahan. Dengan sendirinya kemampuan dan ilmu yang mereka milik belumlah cukup untuk memegang jabatan itu dan mereka masih merasa kurang “secure” dalam memegang jabatan mereka itu, maka larilah mereka kepada praktek-praktek perdukunan dan mistik. Dikalangan angkatan yang lebih muda seperti para sarjana atau mahasiswa, terlihat bahwa praktek-praktek mistik sudah jauh berkurang, meskipun belum dapat dikatakan sudah hilang sama sekali. Sarlito Wirawan yakin dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dinegara kita, maka mitos dan mistik pun akan makin berkurang, demikianlah apa yang dikatakan oleh Sarlito Wirawan dalam tanggapannya terhadap manusia Indonesia ala Mochtar Lubis. Tapi sepertinya pernyataan dari Sarlito Wirawan tampaknya meleset, kenyataannya di Indonesia hal mistik malah semkin merebak dari hari-ke-hari, hal ini ditunjukkan dengan munculnya klinik-klinik “spiritual healing” (yang bagi penulis hal ini merupakan suat modernisasi dari praktek perdukunan dengan menggunakan bahasa inggris dengan nama “spritual healing”). Ditambah lagi ilmu psikologi kini memiliki mazhabnya yang keempat yaitu psikologi transpersonal yang didalamnya membahas dimensi sprirtual manusia termasuk hal-hal mistik. Namun dalam satu sisi memang benar kegemaran terhadap mistisme ini bukanlah sekedar monopoli dari manusia Indonesia saja melainkan juga pada masyarakat barat dengan film-film berbau exorcism, vampir, dracula, zombi, sihir-sihir seperti Harry Potter dan lain sebagainya. Nampaknya mungkin semua manusia sudah mulai tidak rasional lagi, dan menikmati hal tersebut, yang dimungkinkan terjadi karena semakin sedikitnya rasa aman yang dapat dimiliki pada jaman sekarang ini pada sebagian masyarakat yng mengakibatkan mengambil jalan irasional untuk mendapatkan kebutuhannya akan rasa aman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kelima dari manusia Indonesia adalah artistik, berjiwa seni, hal ini memang sudah dapat terlihat dari kayanya budaya daerah yang ada di Indonesia yang dalam tiap-tiap daerahnya memiliki keseniannya masing-masing. Kesenian merupakan hasil dari kebudayaan, dengan demikian maka masyarakat Indonesia memang memiliki jiwa berkarya dan mencintai keindahan. Belum lagi ditemukan peninggalan-peninggalan bangunan kuno, seperti candi-candi yang menakjubkan, menandakan bahwa manusia Indonesia memiliki peradabannya sendiri. bahkan dimasa sekarang ini musik Indonesia dikabarkan telah “menjajah” negeri tetangganya Malaysia, dengan adanya suatu bentuk pemboikotan terhadap radio swasta di Malaysia, dikarenakan lebih sering memutar lagu artis dari Indonesia dibandingkan lagu dari artis lokalnya sendiri. selain itu banyak juga hasil karya asli anak bangsa yang sudah diekspor keluar negeri dan kebanyakan dari hal itu adalah karya-karya kesenian. Jadi kalau masalah seni bangsa ini tidak perlu takut, selama masih ada generasi penerus yang mau mempertahankannya maka kesenian tradisional ini akan selalu terjaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang keenam adalah memiliki watak dan karakter yang lemah. Tidak kuatnya manusia Indonesia dalam mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya merupakan bahasan yang menjadi inti ciri keenam manusia Indonesia. Mochtar Lubis mengatakan hal ini ditandai dengan adanya pelacuran-pelacuran Intelektual dalam banyak bidang. Pelacuran intelektual sebagai contohnya adalah manipulasi hasil yang ditujukan agar dapat mempertahankan suatu penguasa lain, seperti seseorang ahli pangan mengatakan bahwa tidak berbahaya menggunakan suatu produk dari produsen tertentu, padahal produk yang dijual mengandung zat yang berbahaya bagi pengkonsumsi, namun karena sudah diberikan upah, maka ahli tersebut menutupi kenyataan dan mengatakan bahwa tidak ada yang salah pada produk tersebut, sehingga dikatakan sebagai pelacuran intelektual. Yang terjadi kini dalam pemerintahan adalah dengan adanya kebijakan-kebijakan yang bersifat menyengsarakan rakyat, para ahli yang bersangkutan pada bidangnya masing-masing tidak melakukan apa-apa walaupun tahu pada kenyatannya bahwa kebijakan yang ada itu salah, sehingga para ahli itu dapat dikatakan sebagai pelacur intelek. Tidak kuatnya seseorang dalam mempertahankan kebenaran akan membawa keburukan bagi masyarakat luas, dikerenakan tanpa kebenaran maka yang terjadi adalah pembolak-balikkan yang menuju pada ketidak jelasan, sehingga yang terjadi adalah bergesernya nilai-nilai dalam masyarakat kearah yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam ciri ini memang berkesan menjelek-jelekkan bangsa sendiri, namun dengan ini semua diharapkan tidak menjadi suatu bentuk kebencian terhadap bangsa sendiri, melainkan sebagai cermin dalam bertindak. Walau semua penjabaran Mochtar Lubis adalah subjektif dan tidak mewakili, namun sepertinya kalau dipikirkan ada kebenaran dalam pengamatan yang telah ia lakukan. Menurut &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/21/00524966/masa.depan.manusia.indonesia-nya.mochtar.lubis"&gt;ST Sularto (dalam Kompas)&lt;/a&gt; pernah ketika tahun 1982 Mochtar Lubis diminta merefleksikan kembali ”manusia Indonesia”, dengan tegas ia mengatakan tidak ada perubahan. Makin parah. Andaikan permintaan itu disampaikan kembali, di saat Mochtar Lubis sudah tiada (meninggal 2 Juli 2004), niscaya ia menangis di alam baka. Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang kerdil, bukan bangsa yang lemah, namun bangsa yang belum menunjukkan taringnya kepada dunia. Diharapkan pada masa yang akan datang manusia Indonesia menjadi bangsa yang besar, yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain, walau sekarang sudah demikian adanya namun rasanya masih ada sebagian dari manusia-manusia Indonesia yang tidak merasakan hal yang sama. Semoga dari tulisan yang jauh dari sempurna dan membutuhkan banyak kritik ini dapat menjadi masukkan bagi saudara-saudara sebangsa dan setanah air.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-476186461381184627?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/l7tLF_kjwWQ/manusia-indonesia-ala-mochtar-lubis.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/02/manusia-indonesia-ala-mochtar-lubis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-8050290155417457910</guid><pubDate>Sun, 15 Feb 2009 11:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-15T03:08:56.152-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><title>Melihat Manusia dari 3 Spektrum</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kali kita melihat manusia lain yang ada dalam kehidupan kita dengan cara pandang kita yang penuh dengan prasangka, bercampur dengan segala macam tuduhan dan juga penyelewengan dari kenyataan. Bukannya tidak boleh kita menilai orang lain namun setidaknya semua tuduhan itu haruslah didasari oleh segala macam kebenaran dan tidak bertujuan untuk membuka belang orang lain, jika hanya untuk mencari kesalahan orang lain maka bercerminlah, dan kita yang sadar bahwa mengetahui kekurangan sendiri dibandingkan mencari kesalahan orang lain akan jauh lebih beruntung, dikarenakan dengannya kita akan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dikarenakan dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri yang dengannya dapat melakukan tindakan-tindakan yang berguna untuk menjadi manusia yang lebih baik dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia jelas bukanlah makhluk yang dapat berdiri sendiri, manusia merupakan makhluk sosial, namun dilain sisi juga merupakan makhluk individu yang hidup di dalam alamnya. Berdasarkan pengakuan dari manusia sendiri mengenai keberadaannya dalam susunan jagad raya ini adalah sebagai makhluk yang berakal dan sempat mengakui bahwa dirinya adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain dikarenakan akal dan pikiran mereka yang mampu digunakan untuk menentukan jalan mereka sendiri (free will). diatas bumi ini jelas manusia menjadi makhluk yang nomor satu, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya, pembedanya adalah akal pikiran mereka yang dapat merubah keadaan mereka sesuai dengan kehendak bebas mereka, kemampuan untuk berkembang yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi membuat mereka dapat hidup dengan teknologi serta pengetahuan yang selalu dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ditengah-tengah kesombongannya, manusia juga merupakan makhluk yang sangat bergantung terhadap alam. Jelas manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa alam, seperti udara yang mereka butuhkan untuk bernapas, lalu air untuk mereka minum, alam juga menyediakan makanan bagi manusia, matahari dengan sinarnya yang memberikan kehangatan, gravitasi yang menjaga kedudukan manusia diatas bumi sehingga tidak terpental jauh keangkasa luar karenanya. Tanpa itu semua manusia tidak dapat hidup dan tidak mampu bertahan serta berkembang biak, dari sini maka dapat diketahui bahwa manusia sangat bergantung terhadap alam. Diketahui juga bahwa alam tidaklah bergantung barang sedikitpun terhadap manusia, kehadiran manusia dewasa ini bagi alam cenderung hanya sebagai perusak, mengeksploitasi alam guna mendapat keuntungan darinya tanpa pernah membalas kebaikan yang telah diberikan alam kepada manusia. Manusia menambang, menggali, meruntuhkan, menebang, membakar, yang dari kesemuanya mengakibatkan kerusakan bagi alam sendiri dan keuntungan bagi manusia. Walau tidak semua manusia melakukan kerusakan terhadap alam, dan masih banyak ditemui manusia-manusia yang mau mengabdikan kesementaraannya terhadap alam dalam kehidupan yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pastilah memiliki kecenderungan untuk menjadi jahat ataupun baik, berbagai macam faktor jelas mendukung kualitas manusia entah itu dari dalam (internal) atau dari luar (eksternal). Manusia terlahir dengan bakat yang dibawanya yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Manusia adalah makhluk yang paling sulit diterka dalam segala tindakannya, karena selain akal mereka juga memiliki perasaan atau hati. Bentuk sulit diterkanya manusia terlihat dari perubahan jaman yang terjadi pada lingkungan hidup manusia, manusia yang berkelompok atau yang biasa disebut sebagai masyarakat bersifat dinamis dalam segala hal, tidak ada yang bertahan selamanya, semua berubah, sehingga ketetapan yang ada adalah perubahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang telah dituliskan diatas adalah manusia sebagai makhluk yang sama dengan manusia lain. maksud dalam tulisan ini adalah memberikan masukan dalam suatu cara untuk mengartikan manusia-manusia yang ada di dalam kehidupan kita. Sering kali kita tidak mengerti dengan maksud dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang yang ada disekitar kita, sehingga kita merasa heran ataupun bingung dalam menentukan sikap terhadap mereka, namun setidaknya kita harus mengerti tentang orang yang sedang kita perhatikan itu berdasarkan tiga hal yang akan penulis coba jelaskan dalam tulisan ini, ketiga hal itu adalah manusia sebagai makhluk yang sama dengan manusia lain (universal), manusia sebagai makhluk yang sama dengan sebagian manusia lain (kelompok), dan manusia sebagai makhluk yang jelas berbeda dari manusia lainnya (unik/individu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita melihat manusia hanya dari satu sisi, melihat kesalahan yang mereka lakukan dan menilainya dengan serampangan, memberikan label permanen terhadap dirinya tanpa pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Pemaknaan terhadap orang lain sering kali yang terjadi hanyalah bias belaka yang diliputi oleh persangkaan-persangkaan yang belum tentu benarnya, bukan hanya merugikan siapa yang disangkakan melainkan juga akan merugikan orang yang memiliki prasangka tersebut. dalam keadaan yang sering disebut sebagai keadaan salah sangka ini seseorang sering kali mengalami salam paham yang mengakibatkan buruknya hubungan yang terjadi didalam lingkungan sosial. untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kita sebagai manusia dalam menilai manusia lainnya dilandasi oleh 3 spektrum seperti yang telah disebutkan diatas sehingga apa yang telah kita nyatakan tidaklah terlalu jauh dengan kenyataannya, dan juga tidak hanya merupakan persangkaan kosong yang subjektif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat manusia sebagai bagian dari suatu kelompok tertentu jelas sangat didasari dengan sifat manusia yang merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin terlepas dari kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Kecenderungan manusia untuk dipengaruhi dan juga saling mempengaruhi satu sama lainnya dalam berinteraksi sosial merupakan salah satu faktor penting dalam diri kita ketika melihat satu sosok manusia untuk dinilai, namun dalam kenyataannya dalam suatu kelompok cenderung ada yang disebut dengan stereotip yang merupakan suatu sangkaan yang cenderung belum benar adanya. Stereotip pada dasarnya terbentuk akibat suatu bentuk generalisasi yang dilakukan secara membabi-buta terhadap suatu kelompok tertentu, baik itu etnis, agama, ras, budaya, bangsa, partai politik, atau yang lainnya oleh masyarkat. Namun memang pada kenyataannya kehadiran stereotip memang bukanlah hanya merupakan suatu isapan jempol belaka, ada juga bentuk empiris yang terjadi diakibatkan suatu pengalaman dan juga pengamatan yang telah berlalu bersama dengan waktu. Tidak dapat dikatakan bahwa stereotip selalu salah, namun dalam melihat manusia itu sendiri tidak semudah kita melihat sebuah benda, dalam keadaan ini tidak seorangpun dapat melihat dalam diri manusia yang paling dalam, manusia dilindungi oleh tubuhnya dalam menyembunyikan aktifitas mental yang dimilikinya. Sehingga tidak ada yang mampu melihat dan menerka apa yang akan dilakukan oleh seseorang pada kemudian saat. Manusia merupakan makhluk yang sulit untuk diterka dikarenakan mereka memiliki akal pikiran namun selain itu juga dikarenakan manusia memiliki perasaannya yang unik terhadap segala sesuatu yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kelompok pastilah berlaku suatu peraturan-peraturan atau norma baik itu yang tertulis maupun yang tidak tertulis, dan dari norma dan peraturan itu akan menumbuhkan suatu karakter yang bersifat umum bagi anggota kelompok tertentu. Dari sinilah kita bisa menilai manusia lainnya, dikarenakan lingkunagn hidup tempat ia berinteraksi sehari-hari pastilah merupakan suatu rujukan bagi dirinya dalam berperilaku sehari-hari. Baik itu gender, ras, agama, suku, bangsa, paham politik dan lain-lain. manusia memiliki sifat dasar yang menuntut penerimaan dari lingkungannya, kebanyakan manusia mengerti bahwa jika mereka ingin diterima dalam kelompok mereka, maka yang harus dilakukan adalah dengan memenuhi harapan kelompok, walau tidak jarang seseorang menolak tuntutan masyarakat terhadap dirinya walau hal ini hanya terjadi pada segelintir orang saja, namun akibat dari itu semua adalah suatu penolakan dari masyarakat dan juga alienasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu dapat dilihat dan dinilai mengenai manusia dari apa yang ada dalam lingkungan tempat mereka hidup, peran-perannya dalam lingkungan dan juga hasil interaksi yang ia lakukan dengan manusia lain didalam lingkungannya tersebut. dalam melihat manusia sebagai makhluk yang sama dengan sebagian manusia lain dapat dinilai juga dari proses-proses mental yang mereka miliki seperti prinsip dalam beragama dan juga pandangan politik. Hal ini dapat dikenali dari simbol-simbol yang mereka gunakan dalam memperkenalkan apa yang mereka anut terhadap dunia diluar dirinya. Maka mereka yang melihat dapat meng-kira-kira apa yang menjadi dasar perilakunya. Demikianlah sedikit dari cara melihat manusia dari sisi manusia sebagai bagian dari kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang terakhir adalah melihat manusia sebagai makhluk yang unik, manusia sebagai pribadi, manusia sebagai sesuatu yang tidak ada duanya. Bahkan dua orang yang kembar secara identik pun tidak memiliki kepribadian yang sama. Manusia masing-masing memiliki dimensinya sendiri, dimana dimensi mereka dengan dimensi manusia lainnya hanya memiliki kemiripan namun bukan kesamaan secara persis. Demikian halnya dengan fisik mereka. Jadi jumlah jenis manusia adalah sebanyak jumlah manusia itu sendiri. menghargai manusia sebagai makhluk yang unik pada dasarnya merupakan hal yang sulit bagi manusia itu sendiri, kemanusiaan adalah suatu bentuk penghargaan terhadap setiap jiwa dan juga terhadap segala potensi-potensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melihat manusia sebagai makhluk yang unik dapat diterapkan dengan melihatnya sebagai bagian dari lingkungan, interaksinya terhadap gejala-gejala yang bersifat umum. Karena langkah yang diambil manusia dalam menghadapi sesuatu pada dasarnya ada yang bersifat umum dan khusus, memfokuskan permasalahan pada hal yang khusus sering kali bersifat subjektif namun dapat menjadi suatu landasan yang ampuh dalam menilai diri seseorang jika dipadukan dengan apa yang dianut dalam kehidupan mentalnya sebagai garis besar dasar filsafat dan juga pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan kekurangan dan kelebihannya manusia hidup dalam dunia ini, dan berusaha menjadi seperti apa yang mereka harapkan, walaupun harapan itu merupakan hasil ciptaan yang dipengaruhi oleh pihak lain diluar dirinya, namun tetap yang menjalankan semua itu adalah diri mereka sendiri-sendiri. manusia adalah makhluk yang memiliki potensi yang tidak dapat diduga, apa yang terjadi hari ini pada dirinya memiliki kemungkinan menjadi berbeda pada hari yang bereikutnya, namun ada manusia yang memiliki kekonsistenan dalam dirinya, entah itu yang membabibuta atau yang bersifat membangun. Manusia adalah makhluk dengan moral namun terkadang manusia juga bisa disebut sebagai binatang yang berakal. Gejolak dalam diri manusia akan selalu tercermin dlama tingkahlakunya sehingga, dari tingkahlaku akan terlihat apa yang sebenarnya terjadi didalam diri manusia itu sendiri, apa yang menjadi pokok permasalahannya dan apa yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan tulisan yang tidak seberapa ini akan dapat memberikan  sedikit inspirasi kepada para pembaca, masukan kritik dan seran jelas sangat dibutuhkan sehingga apa yang tertulis sekarang ini dapat dicari tahu dimana kesalahan dan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-8050290155417457910?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/9lD1P9qgKuY/melihat-manusia-dari-3-spektrum.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/02/melihat-manusia-dari-3-spektrum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-729579999995830666</guid><pubDate>Fri, 06 Feb 2009 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-05T20:02:25.210-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">transpersonal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mazhab</category><title>Psikologi Transpersonal</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu pengetahuan selalu berkembang seiring berjalannya waktu, hal ini terjadi dalam semua bidang ilmu. Demikian halnya dengan ilmu psikologi. Setelah mengenal beberapa mazhab seperti psikoanalisis, bihavioristik dan humanistik, kini dunia psikologi memperkenalkan psikologi transpersonal. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat mengenai mazhab keempat dalam ilmu psikologi yaitu psikologi transpersonal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikologi Transpersonal dikembangkan pertama kali oleh para ahli yang sebelumnya mengkaji secara mendalam bidang humanistik seperti Abraham Maslow, C.G. Jung, Victor Frankl, Antony Sutich, Charles Tart dan lainnya. Dengan melihat dari para tokoh awalnya maka dapat diketahui bahwa psikologi transpersonal merupakan turunan langsung dari psikologi humanistik. Yang membedakan antara psikologi humanistik dan psikologi transpersonal adalah didalam psikologi transpersonal lebih menggali kemampuan manusia dalam dunia spiritual, pengalaman puncak, dan mistisme yang dialami manusia. Beberapa kalangan berpendapat bahwa bidang spiritualitas dan kebatinan hanya didominasi oleh para ahli-ahli agama dan juga praktisi mistisme, namun ternyata dalam perkembangannya, kesadaran akan hal ini dapat diaplikasikan dan dibahas dalam ilmu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar seperti yang dikemukakan oleh Lajoie dan Shapiro dalam Journal of Transpersonal Psychology didefinisikan psikologi transpersonal sebagai studi mengenai potensi tertinggi dari manusia melalui pengenalan, pemahaman dan realisasi terhadap keesaan, spiritualitas dan kesadaran-transendental. Psikologi transpersonal juga melepaskan diri dari keterikatan berbagai bentuk agama yang ada. Namun walau demikian dalam penelitiannya psikologi transpersonal mengkaji pengalaman spiritual yang dialami oleh para ahli spiritual yang berasal dari berbagai macam agama sebagai subjek penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi transpersonal berpendapat bahwa potensi tertinggi dari individu terdapat dalam dunia spiritual yang bersifat non-fisik, hal ini ditunjukkan dengan berbagai pengalaman seperti kemampuan melihat masa depan, extrasensory perception (ESP), pengalaman mistik, pengembangan spiritualitas, pengalaman puncak, meditasi dan berbagai macam kajian yang bersifat parapsikologi atau metafisik. Dengan menyadari betul tentang keadaan manusia yang bukan hanya terletak pada dunia fisik semata dan meyakini bahwa inti terpenting dari individu terletak pada dunia spiritual yang bersifat kasat mata dan abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal teori dan juga penelitian yang sesuai dengan sifat keobjektifan ilmu pengetahuan, maka dalam perkembangan pengkajian terhadap berbagai macam hal-hal mistis dan kebatinan tidak lagi menjadi suatu hal yang tabu untuk dibahas dan bahkan dipelajari, selama dalam penggunaannya memberikan manfaat yang baik dan berguna bagi perkembangan kehidupan manusia. Dari hasil penelitian Telah dibuktikan bahwa Individu cenderung untuk tidak membicarakan pengalaman puncak mereka dengan orang lain. Alasan yang paling banyak adalah bahwa mereka merasa pengalaman itu bersifat sangat personal, intim, dan tidak ingin mereka bagi; bahwa mereka tidak mempunyai kata-kata yang memadai untuk menceritakannya; atau mereka ketakutan jika orang lain akan melecehkan pengalaman itu atau menganggap mereka tidak waras atau sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi transpersonal mengkombinasikan ketiga mazhab psikologi yang telah ada sebelumnya dengan cara mendialogkan semua teori dengan keadaan manusia sebagai makhluk spiritual. Meski selalu mendapat tentangan keras dari mereka yang beraliran positivis dan juga materialis dilain sisi psikologi transpersonal mendapatkan tempat yang baik dalam bidang akademik. Dengan dimulainya berbagai macam penelitian yang bertujuan mengkaji dimensi spiritual manusia maka era milennium ini yang merupakan era aquarian benar-benar telah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-729579999995830666?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/4dogk-yPvnc/psikologi-transpersonal.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/02/psikologi-transpersonal.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6071818581257981472</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2009 13:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-07T08:03:13.606-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mazhab</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pencerahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Ujub, Riya’ dan Takabbur dalam Psikologi Islami</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat tulisan dari Saudara &lt;a href="http://bahrilhidayat.blogspot.com/"&gt;Bahril Hidayat&lt;/a&gt;, beliau mengatakan dalam tulisannya yang berjudul &lt;a href="http://bahrilhidayat.blogspot.com/2008/04/skizofrenik.html"&gt;Definisi skizofrenik&lt;/a&gt;. Didalamnya terdapat: “salah satu ciri utama (gejala positif) gangguan utama skizofrenia adalah delusi, singkatnya makna delusi sangat dekat dengan kesombongan jika dikaitkan dengan agama, proses dinamika delusi berjalan pada 3 tahap, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unobserveable Phase &lt;/span&gt;(ujub), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Preobserveable Phase &lt;/span&gt;(riya’) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Observeable Phase&lt;/span&gt; (takabbur). Saya tidak menemukan delusi yang terbesar bagi seseorang selain 2 hal. Pertama meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah pada ibadah fardhu (wajib), kedua, berlaku sombong karena merasa banyak ibadah kepada-Nya. Jika seseorang termasuk pada salah satu jenis diatas, maka dia hanya tinggal menunggu masa-masa datangnya psikotik (pribadi terbelah) dalam hidupnya. Atau jika Allah lebih murka kepadanya maka azab Allah dihari pembalasan jauh lebih pedih apabila dia meninggal dalam keadaan belum bertobat.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya beliau juga menuliskan "Skizofrenik menggerogoti fungsi kesadaran (insight) intelektual, emosional, dan spiritual secara perlahan-lahan. Tak jarang gejala skizofrenik muncul dari peningkatan suatu kesadaran (misal, intelektual) tapi diikuti oleh penurunan kesadaran lain (misal, emosional). Sebagian orang jenius justru mendapat pemikiran yang orisinil dan gemilang melalui tahap awal skizofrenik tersebut. Kesadaran intelektual meningkat (misal, muncul teori atau temuan baru) namun kesadaran emosional-spiritual menurun (misal, delusional of grandeur; penurunan kemauan; penurunan naluriah). Tahap demi tahap itu berlangsung terus menerus hingga akhirnya penurunan tersebut mencapai keadaan distorsi mental yang luar biasa. Apabila kondisi itu sudah terjadi maka skizofrenik berhasil menguasai seseorang. Pada saat itu individu telah kehilangan dirinya, yaitu hilangnya kesadaran intelektual, emosional, dan spiritual secara tidak masuk akal. Bahkan tidak masuk akal bagi penderita skizofrenik lainnya, meski klasifikasi diagnosis tipe skizofrenik (delusi dan halusinasi) mereka sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dari penjelasan yang telah diberikan secara lengkap (bagi saya) oleh Bahril Hidayat memberikan gambaran mengapa menusia menjadi sakit secara kejiwaan dikarenakan manusia tidak bersikap adail terhadap dirinya sendiri atau dengan kata lain melakukan tindakan yang menganiaya diri sendiri. dalam tulisan yang akan jauh dari sempurna dan membutuhkan banyak kritikan ini, penulis akan mencoba untuk memberikan tanggapan terhadap "kegilaan" berdasarkan apa yang telah dituliskan oleh Bahril Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu aliran psikologi yang sedang populer dan cenderung efektif pada masa dewasa ini adalah aliran Psikologi Islam dimana menjadikan ajaran agama Islam sebagai dasarnya, dinamakan psikologi Islam dikarenakan memang pada dasarnya apa yang ada didalamnya merupakan hasil pencitraan Islam dalam dunia psikologi yang diyakini oleh para kalangannya bahwa fungsi Islam adalah Rahmatan Lil Alammin (rahmat bagi semesta alam). Filsafat dasar dari psikologi Islam adalah Tauhid atau yang biasa dikatakan sebagai Laillahailallah (tidak ada Tuhan Selain Allah). Didalam Islam sendiri kata sombong merupakan suatu sifat yang buruk, dikarenakan kesombongan merupakan suatu tindakan yang sangat tidak layak ada pada setiap makhluk dikerenakan satu-satunya yang berhak untuk sombong hanyalah Allah, manusia tidak memiliki daya apapun, sehebat apapun seorang manusia tetap saja dia membutuhkan yang namanya makan, minum, pakaian dan segala macam kebutuhan pokok. Ketergantungan manusia terhadapa tempat hidupnya merupakan salah satu alasan mengapa manusia tidak boleh melakukan kesombongan sedikitpun juga. Segala yang dimiliki manusia entah itu ilmu, kepandaian dan juga harta benda baik itu tubuh dan segala macamnya, berasal dari Allah sebagai suatu titipan dalam kehidupan dunia ini yang hanya bersifat sementara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skizofrenia merupakan bentuk gangguan pada kejiawaan yang menyerang fungsi kesadaran emosi, intelektual dan spiritual seperti yang telah dijelaskan diatas dikarenakan pada saat mengalaminya seseorang menjadi sangat jauh dari kenyataan atau tidak melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. Terjadi pembelahan dan juga distorsi didalam alam sadar, yang bersumber dari bawah sadar. Tidak dengan cepat seseorang mencapai proses skizofrenia, melainkan keadaan ini dicapai dengan melalui beberapa tahapan, tidak serta-merta menjadi rusak melainkan dengan tahapan sedikit demi sedikit yang menggerogoti diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ujub, riya’ dan takabbur ketiganya jelas merupakan bentuk dari kesombongan karena berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia ujub merupakan rasa bangga terhadap diri sendiri secara berlebihan, kemudian riya’ adalah rasa bangga karena telah berbuat kebaikan, dan takabbur adalah merasa diri mulia (hebat, pandai dan sebagainya). Dari ketiga hal itu tidak satupun yang memikirkan tentang adanya pengaruh lain yang menunjang keberhasilan diri seseorang, ketiganya merupakan perasaan teramat bagga terhadap diri sendiri yang membuat seseorang menganggap bahwa segala yang ada pada dirinya merupakan hasil kehebatannya sendiri. Dengan kata lain adalah sombong. Berbagai macam sikap sombong disebut sebagai pintu menuju psikotik dikarenakan dengan perasaan demikian maka seseorang didalam kepalanya telah menyangkal kebenaran. Sebagai contoh jika seseorang memperoleh suatu keberhasilan maka ia menganggap keberhasilan itu adalah hasil dari kehebatannya sendiri, besar kepala, dan melupakan orang-orang yang selama ini mendukung diirnya dalam proses pencapaian keberhasilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya penyangkalan ini maka seseorang dengan kegembiraan akan keberhasilannya melakukan pemutusan hubungan dengan para penunjang dirinya, ia tidak lagi menganggap bahwa mungkin sahabat, orang tua, teman-teman, saudara, atau sebagainya sebagai penunjang bagi keberhasilannya. Perasaan merasa diri adalah pusat dunia, kesombongan yang sakit. Dalam psikologi barat keadaan mental seperti ini disebut sebagai narsistis, diperkenalkan pertama kali oleh freud yang diambil dari mitologi yunani tentang seorang pemuda yang jatuh hati kepada bayangannya sendiri diatas danau, ia terus memandanginya, dan mengagumi dirinya secara terus menerus. Manusia membutuhkan kebutuhan akan penghargaan namun jika seseorang hanya ingin dipuja secara terus-menerus maka yang terjadi adalah suatu bentuk penyakit yang melekat pada kepribadian, bayangkan saja jika ada manusia yang menginginkan selalu menjadi pusat perhatian, tidak perduli dengan orang lain dan hanya berorientasi pada dirinya sendiri, maka yang terjadi adalah penebaran kerusakan bagi lingkungan, dimana diri narsis (ujub) menjadi sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesombongan manusia telah memilih psikosis sebagai jalan hidup dikarenakan 2 hal, pertama Ia mendustai dirinya secara sadar dan kemudian dia mengakui kedustannya itu sebagai satu-satunya kebenaran. Dan sudah menjadi bawaan dari dusta bahwa pada akhirnya akan ditutupi oleh dusta yang lain. Dengan demikian maka akan semakin banyak manipulasi didalam kepalanya sendiri sehingga mengakibatkan hilangnya diri dari realitas, terlempar dari kenyataan dan menuju alam skizofrenia, tersiksa akan suatu dusta yang berada didalam kepalanya sendiri yang diyakini oleh diri sendiri sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam psikologi Islam dikarenakan didasari pada AlQuran dan Hadist maka setiap manusia diharuskan barsyukur kepada nikmat yang telah diberikan oleh Allah, dan pelaku Ujub, Riya’ dan takabbur merupakan bentuk ketidak-bersyukuran seseorang terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah, dimana pribadi tidak menganggap ada campur tangan kuasa tuhan terhadap apa yang telah diperolehnya. Sedangkan dalam pandangan Islam sendiri Allah merupakan sumber kekuatan dimana semua makhluk bergantung kepadanya, dan Allah tidak membutuhkan makhluknya barang sedikitpun, Allah Maha Kaya lagi Maha Esa. Orang yang sombong merupakan mereka yang kufur terhadap nikmat Allah, mereka yang menganggap diri lebih dari orang lain, mereka yang menganggap dirinya telah banyak beribadah kepada Allah, mereka yang telah mengkultuskan diri sebagai ahli surga, dan kesemuanya adalah perbuatan-perbuatan yang keji. sedangkan Allah tidak pernah menganiaya hamba-hambanya melainkan mereka yang menganiaya diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham dalam Islam tidak menganggap umat manusia sebagai pusat alam semesta, seperti yang telah dijunjung oleh paham humanis, melainkan Islam memandang bahwa setiap manusia itu sama dihadapan Allah dan hanya Allah sajalah yang berhak untuk dipuja dikarenakan segala sesuatu yang ada didalam alam semesta ini merupakan hasil ciptaan Allah dan semua berada di bawah Kuasanya tanpa kecuali. Sedangkan bagi pribadi yang sombong maka yang terjadi adalah perasaan diri hebat jika dibandingkan apapun, dan bahkan merasa diri lebih hebat dari Tuhan. Perbuatan yang sangat mengerikan itu akan membawa manusia pada posisi yang tidak menyenangkan bagi dirinya, bukan karena Allah memberikan azab kepada dirinya melainkan dirinyalah yang menganiaya dirinya sendiri, seperti janji alam yang telah disebutkan diatas berperilaku sombong adalah ibarat menanam pohon penyakit dimana pada akhinya akan menjadikan kita manusia yang sakit secara mental. Perilaku yang kita lakukan sekarang berserta dengan kekuatan hatinya merupakan bakal “buah” yang akan kita peroleh dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanggulangan Ujub, Riya’ dan Takabbur berdasarkan Psikologi Islami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim: "Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka obat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan obat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)". Menunjukkan bahwa pada dasarnya dalam Islam jika dipahami secara mendalam maka akan ada obat-obat penyakit hati didalam ayat-ayat Al-Quran. Seperti yang disebut oleh ibnul Qayyim tentang obat dari riya’ dan takabbur yang keduanya merupakan ayat ke-5 dari surat al-fatihah (pembukaan), surat yang dibaca didalam setiap awal rakaat saat melaksanakan Shalat. Kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah” sebagai obat dari penyakit hati dari riya dikarenakan hanya kepada Allah saja kita menyerahkan segala sesuatu yang kita lakukan, maka dalam bertindak kebaikan terkadang manusia merasa ingin dilihat oleh orang lain yang pada akhirnya akan diberikan pujian dan juga sanjungan, namun dengan adanya kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah (mengabdi)” maka segala sesuatu kebaikan yang kita lakukan bukanlah untuk mencari ketenaran dan juga sanjungan dari orang lain melainkan hanya semata-mata karena Allah. Karena memang hanya Allah-lah yang telah mengijinkan kita untuk melakukan kebaikan tersebut dan atas kuasa-Nya-lah kita mampu beramal soleh dan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk penyakit takabbur maka obat yang diperoleh adalah kata “Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan dan diri kita tidak mampu untuk menolong diri kita sendiri tanpa adanya ijin dari Yang Menciptakan diri kita, karena ubun-ubun kitapun berada didalam genggaman-Nya, tidak ada suatu kuasapun selain kuasa Allah. Maka tidak pantaslah manusia melakukan hal yang takabbur, membangga-banggakan dirinya, merasa paling hebat, merasa paling benar dan merasa paling suci. Maka dengan kesadaran bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik penolong dalam kehidupan kita, akan menumbuhkan sifat stabil dalam diri kita, dimana kita tahu bukan diri kitalah yang sebenarnya pantas untuk dipuji, melainkan hanya yang Menciptakan kita, bukan diri kitalah yang mengakibatkan kebaikan bagi orang lain melainkan hanya saja Allah menjadikan kita sebagai perantara dari apa yang telah kita lakukan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti yang diawal dikatakan oleh Bahril Hidayat dimana Ujub merupakan fase awal dari delusi yang dekat dengan kesombongan itu. Dimana ujub merupakan perilaku bangga terhadap diri sendiri, walau ujub tidak dapat terobservasi, melainkan perasaan yang bangga dan memuji diri sendri yang terletak didalam proses mental manusia, sehingga dikatakan sebagai Unobserveable Phase. Ini adalah titik awal dari perilaku riya’ dan takabbur, dan bagi penulis sendiri obatnya adalah pada surat yang sama yaitu al-fatihah, pada ayat 1, 2, 3 dan 4. dimana disana tertulis “Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(1) Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam(2) Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(3) Yang mengusasi hari pembalasan(4)”. Disini tertulis tentang Ar-rahman dan Ar-rahim sebanyak masing-masing 2 kali, walau pada sebagian umat menganggap bahwa “bismillah” bukan merupakan bagian dari surat namun tetap dalam mengawali pembacaan tetap akan dibaca kata “bismillah” sebagai pembukaan. Yang menandakan bahwa Allah maha pengasih dan Maha penyayang, tidak mungkin Allah menyiksa hambanya, melainkan sebagai suatu cobaan yang akan berbuah kebaikan atau merupakan hasil dari perbuatan keji yang dilakukan oleh hamba-hambanya. Segala puji bagi Allah, itulah mengapa kita diharuskan mengucapkan Alhamdulillah pada saat kita menerima kebaikan, karena segala kebaikan yang kita terima adalah rahmat dari Allah, bukan merupakan suatu hasil dari kehebatan kita seorang diri, mengucap syukur kepada yang Maha pengasih merupakan suatu jalan pintas untuk menangkal terjadinya ujub didalam proses mental kita. Maka dengan sendirinya kita akan menyadari bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dibandingkan dengan kuasa Allah, hanya Ia yang berkuasa, dan hanya Ia yang berhak dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan mengingat Allah merupakan obat paling mujarab, dikarenakan hanya dengan berpegang kepada sesuatu yang kekal maka manusia akan selamat dalam melintasi lautan dunia yang sementara ini. Sesuatu yang kekal dan tidak pernah berubah jelaslah bukan makhluk dengan wujud, atau juga bukan dengan teori yang akan berubah dengan adanya pembaruan dan berjalannya waktu, namun kepada ketetapan-ketapan dan kebenaran-kebenaran, yang hanya bias dipahami oleh hati yang bersih Dengan begitu maka kita akan terjauh dari penyakit hati dan juga penyimpangan-penyimpangan dalam kejiwaan kita, sehingga kita tahu dimana kita berdiri, dan mengetahui kepada apa kita berpegang. walau godaan dalam diri manusia akan selalu ada, namun itulah Jihhad yang terbesar, yaitu berperang melawan nafsu di dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6071818581257981472?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/TDjT1IglIsU/kesombongan-sebagai-salah-satu-langkah.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/02/kesombongan-sebagai-salah-satu-langkah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7333791302362095546</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T06:32:15.498-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Schizofrenia Paranoid</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu jenis dari gangguan mental yang dapat dialami oleh manusia adalah schizofrenia paranoid, merupakan salah satu tipe dari gangguan schizofrenia. Bentuk dari gejala utamanya selain jelas gangguan emosional yang parah adalah bentuk delusi yang berupa keyakinan bahwa diri penderita adalah pribadi yang dibenci, dimusuhi, memiliki komplotan yang selalu mengancamnya, diburu, ditekan dan lainnya (biasa disebut dengan delusions of persecutions). Lalu dari delusi yang telah disebut sebelumnya akan membentuk delusi dimana penderita yakin bahwa dirinya adalah pribadi yang serba hebat, serba luar biasa, maha suci dan sebagainya (delusions of grandeur), keyakinan  ini terbentuk akibat dari pemikiran bahwa orang-orang memiliki rasa iri kepada dirinya sehingga berusaha melenyapkan dirinya. Dari simptom (gejala) utama yang telah disebutkan diatas maka dapat diketahui bahwa para penderita dari schizofrenia paranoid memiliki sifat agresif terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya, hal ini dikarenakan keyakinan mereka tentang tidak bersahabatnya keadaan dunia luar dengan dirinya, mereka memilih untuk menyerang terlebih dahulu dari pada diserang oleh orang lain yang mereka yakini cepat atau lambat pasti akan menyerangnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Delusi-delusi yang dialami oleh penderita selalu diperkuat oleh kehadiran halusinasi yang mereka alami baik itu secara visual maupun pendengaran. Contoh dari halusinasi ini mungkin bisa berupa munculnya suara-suara yang mengancam, lalu penampakan sosok yang menyeramkan sehingga timbul reaksi untuk menyerang atau agresi. Hal-hal tersebut selain membahayakan orang lain juga dapat membahayakan diri penderita sendiri diakibatkan dalam mengambil langkah guna menghindari delusi persecusion, penderita terkadang mengambil tindakan yang cenderung nekat dan berbahaya, bahkan dalam beberapa kasus telah memakan korban jiwa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juga terdapat kecenderungan homoseksualitas, dimana penderita laki-laki akan mengancam laki-laki dan penderita perempuan akan mengancam perempun. Dalam hal ini kecenderungan homoseksual akan nampak dari pribadi penderita sendiri, dimana terkadang kecenderungan ini tidak terlihat dan juga tidak diakui oleh penderita, namun diredam jauh dalam ketidaksadaran penderita. Namun juga ditemukan mengenai penderita yang mengakui orientasi seksualnya terhadap sejenis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para penderita schzofrenia paranoid mengalami “ideas of reference” yang merupakan percampuran antara waham dan halusinasi dengan kecenderungan untuk memberikan nuansa pribadi terhadap segala kejadian yang dialaminya. Contohnya adalah ketika seseorang penderita mendengar suara klakson dan mengartikannya sebagai tanda penyerbuan terhadap dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara psikoanalisis schizofrenia pada umumnya merupakan suatu pola kepribadian yang tidak dewasa dalam mengahadapi dorongan seksual dan juga agresi. Biasanya gangguan ini diawali oleh suatu pristiwa pencetus, dimana pristiwa pencetus (precipitating event) ini saat terjadinya, membuat individu menciptakan defence mechanism yang berlebihan, dimana individu menciptakan cara penyelesaian masalah yang tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya terjadi, sehingga dikemudian terjadi perpecahan atau disintegrasi dalam kepribadian individu tersebut. hal inilah yang mengakibatkan terputusnya hubungan antara individu dengan dunia nyata. Disebabkan oleh terjadinnya bentrokan antara defence mechanism yang terjadi secara bersamaan (defence againts a defence).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7333791302362095546?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/Dl-cH7du4hg/schizofrenia-paranoid.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2009/01/schizofrenia-paranoid.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7790735080592015965</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2008 00:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-22T17:33:31.337-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">psikopatologi</category><title>Gangguan kepribadian paranoid</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat banyak jenis gangguan yang terjadi menyerang kepribadian, salah satunya adalah gangguan kepribadian paranoid, dalam gangguan yang seperti ini para penderitanya memiliki tanda kecurigaan yang teramat sangat terhadap orang lain, selain itu rasa ketidak percayaan mereka kepada orang lain juga sangatlah tinggi, keadaan curiga dan tidak percaya terhadap orang lain ini dalam diri penderitanya berlangsung sangat lama. Sering kali mereka juga menyalahkan orang lain terhadap apa yang terjadi pada diri mereka, seperti  perasaan buruk yang mereka alami dan juga tanggung jawab atas keadaan mereka sendiri. Sikap bermusuhan juga cenderung mereka tunjukkan, mudah tersinggung dan marah. Selain itu mereka juga dicirikan sebagai orang fanatik, pengumpul ketidakadilan, seorang pasangan yang cemburu secara patologis dan orang yang nampak aneh seringkali memiliki gangguan kepribadian paranoid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang menderita paranoid jarang untuk mencari cara untuk sembuh seperti pengobatan seorang diri, seperti misalnya mereka dirujuk kepengobatan oleh pasangan atau perusahaannya maka mereka akan mencari teman untuk pergi bersama dan menunjukkan keadaannya yang tidak tampak menderita. Mengenai gangguan kepribadian paranoid para penderitanya didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan oleh kaum perempuan, dan pola penyebarannya tidak selalu dari faktor keturunan. Ciri dalam gangguan paranoid adalah adanya perasaan sensitif dan perasaan tidak diinginkan, mereka juga memiliki mengartikan tindakan orang lain sebagai suatu hal yang merendahkan mereka serta disengaja. Hampir selalu orang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid mengharapkan dirinya untuk dieksploitasi dan disakiti oleh orang lain dengan suatu cara. Seringkali mereka bertanya tanpa pertimbangan tentang kesetiaan pasangannya atau mitra seksualnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid mengeksternalisasikan emosinya sendiri dan menggunakan pertahanan proyeksi – yaitu, mereka menghubungkan kepada orang lain impuls dan pikiran yang tidak dapat diterimanya sendiri. Gagasan mengenai diri sendiri dan ilusi yang dipertahankan secara logis adalah sering ditemukan. Pasien dengan gangguan adalah terbatas secara afektif dan tampak tidak memiliki emosi. Mereka membanggakan dirinya sendiri karena mampu rasional dan objektif, tetapi sebenarnya tidak. Mereka kehilangan kehangatan dan terkesan dengan kekuatan dan memberikan perhatian kepada urutan., mengekspresikan hinaan kepada orang yang dipandangnya sebagai lemah, sakit, terganggu atau memiliki kekurangan pada suatu hal. Dalam situasi sosial individu dengan kepribadian paranoid mungkin tampak seperti sibuk dan efisien, tetapi mereka sering kali menciptakan ketakutan atau konflik pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut kriteria Diagnostik untuk gangguan kepribadian paranoid:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif kepada orang lain sehingga motif mereka dianggap sebagai berhati dengki, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti oleh yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. menduga, tanpa dasar yang cukup, bahwa orang lain memanfaatkan, membahayakan dan mengkhianati dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya tentang loyalitas atau kejujuran teman atau rekan sekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. enggan untuk menceritakan rahasia orang lain karena rasa takut yang tidak perlu bahwa informasi akan digunakan secara jahat untuk melawan dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. membaca arti merendahkan atau mengancam yang tersembunyi dari ucapan atau kejadian yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. secara terus menerus menanggung dendam, yaitu tidak memaafkan kerugian, cedera atau kelalaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya yang tidak tampak bagi orang lain dan dengan cepat bereaksi secara marah dan balas menyerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. memiliki kecurigaan yang berulang, tanpa pertimbangan, tentang kesetiaan pasangan atau mitra seksual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan ciri psikotik, atau gangguan psikotik lain dan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu kondisi medis umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-Kaplan &amp;amp; Sadok. Sinopsis Psikiatri. 1997. Binarupa Aksara, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-DSM-IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7790735080592015965?l=www.odllirama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/SeberangCintaDanBenci/~3/4uR1esQXAio/gangguan-kepribadian-paranoid.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.odllirama.com/2008/10/gangguan-kepribadian-paranoid.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

