<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927</id><updated>2024-11-08T23:36:03.957+08:00</updated><category term="Fire"/><category term="Risk"/><category term="Prinsip Api"/><category term="Panas"/><category term="WaterSuppression"/><category term="PortableFireExtinguisher"/><category term="BahanBakar"/><category term="Insiden"/><category term="Oksidator"/><title type='text'>Api dan Kebakaran</title><subtitle type='html'>Blog mengenai fire safety dan semua informasi yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman dari potensi kebakaran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-348346038546337124</id><published>2018-07-13T15:08:00.003+08:00</published><updated>2018-07-13T19:55:52.701+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Kapan Concealed Space Membutuhkan Sistem Proteksi Sprinkler?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje9vdUOIMyA0UD3ZRC-WxuMRj5UtCk3ZYZ1tJrqzQO9MoQw0KxvKODLmRrFnPVkdxkttUwR9dZ2am8zphiNtFqxtVUPBxyIwS1Tzfk8NgbS5HhNuLH9ggTk7NS4hes4nZa8ZJZwoXdm_ui/s1600/Concealed.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;338&quot; data-original-width=&quot;450&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje9vdUOIMyA0UD3ZRC-WxuMRj5UtCk3ZYZ1tJrqzQO9MoQw0KxvKODLmRrFnPVkdxkttUwR9dZ2am8zphiNtFqxtVUPBxyIwS1Tzfk8NgbS5HhNuLH9ggTk7NS4hes4nZa8ZJZwoXdm_ui/s320/Concealed.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;KAPAN CONCEALED SPACE MEMBUTUHKAN PROTEKSI SPRINKLER?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebuah pertanyaan umum ketika suatu ruangan mempunyai CONCEALED SPACE atau jika didefinisikan berupa ruang tersembunyi yang berada di antara plafon dan floor slab (permukaan bawah lantai di atas plafon). Lalu apa hubungannya sprinkler dengan ruang tersebut yang pada umumnya tidak ada material yang dapat terbakar tersebut. Pertanyaan ini umumnya terkait dengan suatu standar proteksi kebakaran yaitu NFPA 13 (Installation of Sprinkler System).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika kita berjalan di setiap gedung perkantoran, rumah sakit, atau properti komersial lainnya dengan model plafon yang menggantung, kita mungkin akan sering melihat sistem sprinkler yang memproteksi area atau ruangan di bawah plafon. Pertanyaannya adalah, apakah sprinkler diperlukan untuk ruang di atas?, jika merefer ke Chapter 8.15.1.2 (Installation Requirement – Concealed Space) dari NFPA 13 (2016 edition saat saya menulis blog ini), Chapter ini bisa menjadi panduan kita karena chapter ini menyediakan daftar persyaratan tentang concealed space atau ruang tersembunyi di atas plafon yang tidak membutuhkan sistem proteksi sprinkler. Kode di NFPA untuk panduan ini dimulai dari 8.15.1.2.1 hingga 8.15.1.2.18 dan 8.15.6, tetapi jika dibaca daftar ini maka kemungkinan akan bingung dan malah bertanya kapan tepatnya concealed space dipasang sistem sprinkler.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 13 memungkinkan kita untuk tidak memasang sistem sprinkler di concealed space yang terbentuk atau terbuat dari material yang tidak dapat terbakar dan atau dari material yang dapat terbakar selama material tersebut dalam jumlah yang sedikit. Dengan kata lain, ketika concealed space tidak memiliki sistem sprinkler, maka lantai, plafon, dinding, dan elemen struktur ruang tersebut harus terbuat dari material yang tidak dapat terbakar atau material yang dapat terbakar tetapi dengan jumlah yang sangat terbatas. Ini bukan berarti melarang material lain yang dapat terbakar untuk berada di concealed space, tetapi bisa dikatakan boleh dengan syarat selama material tersebut tidak menjadi material utama dari lantai, plafon, dinding, atau elemen struktural, dan juga tidak memiliki kuantitas dimana jumlah material tersebut tidak dapat lagi dianggap &quot;minimal&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;ang menjadi perhatian adalah bahwa material lain yang dapat terbakar tersebut bisa menyebarkan api melalui concealed space dan bisa memungkinkan api menyebar luas melalui gedung dan berpindah dari ruang ke ruang, lantai ke lantai. Material seperti cables ties atau end caps dari cable tray di concealed space tidak cukup untuk menyebarkan api melalui ruang tersebut. Begitu juga beberapa kabel komputer yang digelar di concealed space pun tidak akan menyebarkan api melalui ruang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tetapi di satu waktu, beberapa kabel ini dapat menjadi lusinan, dan lusinan dapat menjadi ratusan, dan dalam hal ini kita akan memiliki situasi di mana jumlah material dapat terbakar tersebut tidak bisa lagi dianggap minimal. Di beberapa bangunan, kabel ini dapat mempunyai total berat puluhan kg dan memiliki kemampuan untuk menyebarkan api melalui concealed space. Sehingga dalam hal ini, concealed space tersebut akan membutuhkan sistem sprinkler jike merefer ke NFPA 13. Standar ini juga memungkinkan dipasang sistem proteksi sprinkler di concealed space hanya pada area di atas material yang dapat terbakar jika concealed space terbatas pada area tertentu di dalam ruang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Panduan yang jelas mengenai kapan proteksi sistem sprinkler diperlukan di concealed space sulit untuk diinterprestasikan atau dipahami. Komite Teknis NFPA 13 tidak dapat mencapai konsensus tentang batasan jelas antara concealed space yang mempunyai jumlah terukur material yang dapat terbakar untuk diperlukan pemasangan sistem sprinkler dengan concealed space yang tidak memerlukan pemasangan sistem sprinkler. Oleh karena itu, keputusan harus dievaluasi berdasarkan kasus per kasus terhadap potensi resiko yang akan terjadi, termasuk dari jumlah material yang dapat terbakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 13 di point 8.15.1.2.1 mempunyai kalimat yang penting karena di chapter ini menginformasikan kepada kita bahwa sejumlah kecil material yang dapat terbakar diizinkan di concealed space yang tidak diproteksi oleh sistem proteksi sprinkler. Tanpa kalimat ini di NFPA 13, beberapa user akan mengartikan semua concealed space harus mempunyai sistem proteksi sprinkler ketika terdapat material yang dapat terbakar dalam jumlah berapa pun, betapapun kecil jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Komite yang bertanggung jawab atas kalimat di 8.15.1.2.1 ini ingin mencegah pendekatan yang berat yang akan memukul rata semua kondisi untuk harus pasang sistem proteksi jika terdapat material yang dapat terbakar. Hal ini penting karena akan berpengaruh pada perhitungan hydraulic dari sistem sprinkler itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada akhirnya, keputusan tetap pada pemilik area atau badan yang mempunyai tugas untuk memastikan terpatuhinya standar keselamatan suatu gedung. Ketika kontraktor dan engineer tidak yakin apakah yang mereka lihat pada rencana awal untuk concealed space dianggap memiliki material yang dapat terbakar dalam jumlah minimal atau tidak, maka mereka harus menghubungi pemilik area atau badan tersebut untuk konfirmasi. Menunggu hingga pekerjaan semua selesai dipasang dan berharap interprestasi anda benar merupakan keputusan ekonomi yang tidak bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sehingga untuk menjawab pertanyaan utama di atas adalah harus melalui review kasus per kasus sambil dikombinasikan dengan NFPA 13 chapter 8.15.1.2 untuk menentukan apakah concealed space memerlukan sprinkler atau tidak. Dan juga manajemen perubahan juga harus diterapkan agar ketika pada awalnya concealed space tersebut hanya berisi sedikt material yang dapat terbakar dan seiring dengan waktu menjadi banyak dapat teridentifikasi dan ditentukan apakah &quot;saat itu&quot; diperlukan tambahan sistem proteksi di area tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tulisan ini berasal dari Journal NFPA dan tambahan sedikit informasi dari saya dengan tanpa mengurangi tujuan utama dari journal tersebut di tulis. Sehingga journal ini bisa mudah dipahami oleh teman teman. Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Join MyChannel for Database of EHS and Fire Safety&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;settings_modal_username_link&quot; href=&quot;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&quot; ng-bind=&quot;chatFull.exported_invite.link&quot; ng-click=&quot;shareLink($event)&quot; ng-href=&quot;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&quot; ng-switch-when=&quot;chatInviteExported&quot; style=&quot;background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); box-sizing: border-box; cursor: pointer; font-family: Tahoma, sans-serif, Arial, Helvetica; font-size: 13px; text-decoration-line: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;https://www.nfpa.org/News-and-Research/Publications/NFPA-Journal/2018/July-August-2018/In-Compliance/NFPA-13&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/348346038546337124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/Concealedspace.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/348346038546337124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/348346038546337124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/Concealedspace.html' title='Kapan Concealed Space Membutuhkan Sistem Proteksi Sprinkler?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje9vdUOIMyA0UD3ZRC-WxuMRj5UtCk3ZYZ1tJrqzQO9MoQw0KxvKODLmRrFnPVkdxkttUwR9dZ2am8zphiNtFqxtVUPBxyIwS1Tzfk8NgbS5HhNuLH9ggTk7NS4hes4nZa8ZJZwoXdm_ui/s72-c/Concealed.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-2420054115695071440</id><published>2018-07-07T13:30:00.001+08:00</published><updated>2018-07-07T14:10:26.430+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Pengelolaan Impairment untuk memastikan sistem proteksi bekerja saat dibutuhkan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO6MFizhKXQkEVCjDvPJweosm1xmaffwbr0uSVZrF_wfVlcWgINf57AUkxlRjMOUpLvQ3Qd122zI1yPDwDJwXdD8hkjR3Ekt1eq8qGJiT97BHrGtGvlD81f_LTueyatALcXeAnunAM2oW2/s1600/SprinklerValves-Small.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;683&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO6MFizhKXQkEVCjDvPJweosm1xmaffwbr0uSVZrF_wfVlcWgINf57AUkxlRjMOUpLvQ3Qd122zI1yPDwDJwXdD8hkjR3Ekt1eq8qGJiT97BHrGtGvlD81f_LTueyatALcXeAnunAM2oW2/s320/SprinklerValves-Small.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sabtu pagi tanggal 21 juli 2007, Massachusetts USA, kebakaran terjadi di bangunan bekas pabrik benang yang bersejarah dan juga merupakan pabrik benang terbesar ketiga di Amerika serikat. Bangunan tersebut ditempati 56 toko. Sekitar 600 tim damkar meresppon kebakaran tersebut, tetapi lokasi tersebut mengalami total loss. Di perlukan sekitar 3 hari untuk memadamkan api. Dampak finansial akibat kebakaran ini ditaksir sekitar USD 26 juta. Diduga kebakaran terjadi akibat pekerjaan pengelasan yang dilakukan di basement sehari sebelum terjadi kebakaran. Pada saat kebakaran, gedung sedang tutup. Bangunan tersebut dilengkapi dengan sistem sprinkler, tetapi pada saat kebakaran, valve sistem sprinkler tersebut tertutup dan terkunci. Dengan tidak adanya air untuk mensuplai sistem sprinkler maka api dapat cepat membesar dan menyebar. Tidak ada pemberitahuan penutupan valve tersebut ke tim pemadam kabakaran lokal seperti yang disyaratkan oleh peraturan pemerintah lokal di area tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyHePMSS9Lx9-Hlo0yP__SHQ4eMCycs20pzxpkn6GRTYi8gWzBO_Wq4JNkrsbD7iVuEts_wbphrisGNoO102G1PVPnRfZzYsuYyrk1Cp6lXbQwutO5xMfG3uw4eq4yP0hCmUiaqUmBhtBZ/s1600/PH-721001.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1028&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;205&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyHePMSS9Lx9-Hlo0yP__SHQ4eMCycs20pzxpkn6GRTYi8gWzBO_Wq4JNkrsbD7iVuEts_wbphrisGNoO102G1PVPnRfZzYsuYyrk1Cp6lXbQwutO5xMfG3uw4eq4yP0hCmUiaqUmBhtBZ/s320/PH-721001.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Massachusetts USA, Pabrik Benang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika kita mempunyai sistem proteksi kebakaran seperti sistem sprinkler, carbon dioxide gas, clean-agent gas, deluge water spray, water mist dll, pasti kita berharap sistem sistem tersebut berfungsi memadamkan atau mengendalikan api ketika kebakaran terjadi. Keefektifan dari sistem proteksi kebakaran dalam memadamkan api tergantung pada air atau gas yang akan mengalir ke area yang mengalami kebakaran melalui jaringan pipa. Jika salah satu valve yang berada di suatu tempat di jaringan pipa tertutup dapat menyebabkan air ataupun gas tersebut tidak dapat mengalir ke area yang mengalami kebakaran. Menurunkan sebagian atau seluruh fungsi sistem proteksi kebakaran dengan tertutupnya valve akan menciptakan suatu bahaya baru yang bernama &lt;b&gt;shut-valve hazard&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada saat terjadi kebakaran dan sistem proteksi kebakaran saat itu sedang mengalami pelemahan sistem atau lebih dikenal dengan istilah impairment (dari sini saya akan menggunakan istilah impairment untuk penulisan seterusnya), maka api akan dapat berkembang dan membesar tanpa terdeteksi dimana berkembangnya api ini sudah diluar kemampuan dari sistem proteksi kebakaran yang terpasang, meskipun anda sudah bisa membuka valve tersebut tetapi tetap akan menghasilkan total loss.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut 3 contoh lain kasus yang menggambarkan kebakaran dapat menjadi besar dan merusak ketika valve sistem proteksi kebakaran tertutup. Pada faktanya, suatu bangunan yang mempunyai sistem proteksi kebakaran seperti sprinkler dan tertutup valvenya dapat mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan bangunan yang tidak mempunyai sistem proteksi sprinkler. Hal ini dikarenakan prosedur jika terjadi kebakaran menggunakan asumsi bahwa sprinkler akan mendeteksi kebakaran lebih awal dan mengendalikan penyebaran apinya sambil menunggu tim pemadam kebakaran tiba atau sampai persiapan pemadaman api secara manual disiapkan, sehingga ketika asumsi sprinkler itu akan bekerja meski pada kenyataan tidak bekerja karena valvenya tertutup akan mengakibatkan kerugian menjadi lebih besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler telah dimatikan (valve ditutup) setelah terjadi kebakaran kecil di sebuah pabrik dimana diperkirakan kebakaran telah dipadamkan oleh tiga head sprinkler yang pecah dan pemadaman manual menggunakan hose oleh pegawai pabrik. Sistem sprinkler tidak dikembalikan lagi ke posisi normalnya dan tim pemadam kebakaran local tidak diberitahu mengenai kejadian ini. Api kemudian menyala kembali, menjadi besar dan menyebar ke area yang diluar kemampuan dari sistem sprinkler tersebut, meskipun pegawai pabrik tersebut berhasil membuka valve sistem sprinkler tersebut setelah mereka menemukan api kembali menyala dan membesar. Kerugian akibat kerusakan kebakaran diperkirakan mencapai USD 84 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Api berawal di suatu area dari suatu fasilitas dimana sistem sprinkler tidak matikan selama satu tahun akibat menunggu untuk diperbaiki. Kerugian yang diakibatkan berkisar USD 13 juta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Api berawal di tempat pemotongan kayu yang sedang tidak beroperasi. Meskipun sistem sprinkler terdapat di area tersebut, tetapi sistem sprinkler tidak dapat berfungsi dikarenakan sistem sprinkler membeku dimana kerugian yang diakibatkan berkisar USD 8 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengutip data dari asuransi FM Global, tiap tahun FM Global engineer menemukan sekitar 1000 valve sistem kebakaran yang tertutup dan impaired sistem kebakaran. Dalam survey yang dilakukan antara tahun 1995 dan 1999, FM Global Engineer menemukan sekitar 3800 valve sistem proteksi kebakaran yang tertutup penuh maupun setengah tertutup dimana 64% dari valve tersebut tidak ditemukan rantai gembok untuk mengunci posisi valve tersebut ataupun tamper switch. Sekitar19% valve ditemukan rantai gembok saat ditemukan, 13% dilengkapi dengan tamper switch dan 4% ditemukan mempunyai keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memberikan rantai gembok ataupun tamper switch tidak menjamin valve sistem proteksi kebakaran tidak akan tertutup atau impaired. Sebagai tambahan, 60% dari 3800 valve ditemukan pada valve yang berada di dalam bangunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada umumnya valve sistem proteksi kebakaran di tutup atau tertutup dikarenakan hal hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler sedang dalam perbaikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sedang ada perubahan bangunan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Aktivitas pemeliharaan (maintenance)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cuaca dingin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Error (tidak menyadari jika valve tersebut merupakan bagian dari sistem proteksi kebakaran)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sabotase&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hasil studi menunjukkan bahwa dengan tidak adanya manajemen impairment dan tindak lanjut hasil inspeksi akan bisa mengakibatkan valve sistem proteksi kebakaran ditutup untuk perbaikan dan lupa untuk dibuka kembali. Data menunjukkan bahwa valve yang dikatakan tertutup sementara biasanya akan tetap tertutup selama mingguan, bulanan bahkan tahunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran memang tidak bisa 100% di cegah, tetapi ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan sistem proteksi kebakaran di bangunan atau fasilitas anda siap berfungsi ketika dibutuhkan. Pada kondisi normal, pemastian bahwa valve dalam kondisi terbuka 100% adalah sangat penting. Dan sama pentingnya dalam memahami konsep dasar bagaimana dan kapan melakukan inspeksi dan mengelola impairment ketika sistem proteksi kebakaran akan dimatikan sementara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut langkah langkah yang dapat diambil untuk memastikan bangunan atau fasilitas anda terhindar dari shut-valve hazard:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kunci semua valve dalam kondisi valve terbuka dengan menggunakan rantai gembok&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lakukan rutin inspeksi dan catat hasil inspeksinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengawasan terhadap valve impairment&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penguncian Valve&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengunci valve dalam kondisi valve terbuka 100% membantu memastikan aliran air maupun gas yang diperlukan oleh sistem proteksi kebakaran untuk memadamkan maupun mengendalikan kebakaran. Berikut panduan untuk melakukannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan valve sistem proteksi kebakaran dalam kondisi terbuka 100% dan kemudian amankan valve terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara mengunci valve tersebut (untuk ukuran valve 1.5 inch atau kurang disarankan menggunakan wire seal)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kunci semua valve suplai air sistem proteksi kebakaran yang mempunyai ukuran di atas 1.5 inch atau valve yang mensuplai air lebih dari 5 sistem sprinkler&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan gembok, rantai ataupun wire seal terbuat dari material yang sulit untuk dirusak oleh alat biasa. Dianjurkan yang tahan cuaca jika dipasang diluar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan menggunakan gembok yang mempunyai beragam kunci. Semua gembok harus mempunyai satu macam kunci&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Distribusi kunci dipastikan ke orang orang yang bertanggung jawan terhadap sistem proteksi kebakaran dan minimalkan jumlah distribusi kunci.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlUOuf_GmJPK8Velrp65pmozbCR477HbqXAc8POjXT1CUeVhLtCQOQKGySJ7nGPK4IM4d_ZgGZr57AYd3ftkGyVwOgVcL7oOTRta65_Lwv4vZh4J-emNQZR7E1oZ-u4X4umhPoVYsrEz7/s1600/wireseal.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlUOuf_GmJPK8Velrp65pmozbCR477HbqXAc8POjXT1CUeVhLtCQOQKGySJ7nGPK4IM4d_ZgGZr57AYd3ftkGyVwOgVcL7oOTRta65_Lwv4vZh4J-emNQZR7E1oZ-u4X4umhPoVYsrEz7/s200/wireseal.jpeg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wire Seal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Panduan untuk mengunci beberapa tipe valve sistem proteksi kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy_1cXU-ntOBx3YNbHQwRtc2e7fmuSsHChbKptG5kAmOqe-P29QUglmwo7dWGkGZj-VdDB3llNw0oskCkz4hQZQrKTt34Vh-UbVSjydO33p_WAxFJoACq_uepyWpxK7OSDjEAvKeU4V_h1/s1600/valve.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;249&quot; data-original-width=&quot;632&quot; height=&quot;251&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy_1cXU-ntOBx3YNbHQwRtc2e7fmuSsHChbKptG5kAmOqe-P29QUglmwo7dWGkGZj-VdDB3llNw0oskCkz4hQZQrKTt34Vh-UbVSjydO33p_WAxFJoACq_uepyWpxK7OSDjEAvKeU4V_h1/s640/valve.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe A: Post-Indicator Valve (PIV)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kunci pegangan valve melalui lubang pegangan dengan memasukkan gembok pada lubang tersebut. Jika valve tersebut terdapat handwheel, masukkan rantai diantara handwheel tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe B: Wall-Post-Indicator Valve (WPIV)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pasang eyebolt di dinding untuk tempat gembok dan rantai mengunci. Jika terdapat banya Valve, maka penguncian harus dilakukan untuk masing masing valve dan jangan digabung menjadi Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe C: Outside-Screw-and-Yoke (OS&amp;amp;Y) Valve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lilitkan rantai melalui handwheel. Gunakan kabel untuk tipa valve yang kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe D: Inside-Screw-and-Gate Valve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lilitkan rantai melalui handwheel dan ruang antara baut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;INSPEKSI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan melakukan inspeksi secara rutin dan tercatat terhadap semua valve sistem proteksi kebakaran dan tandemkan dengan penguncian valve dalam keadaan valve terbuka akan meningkatkan kemungkinan sistem proteksi kebakaran anda akan beroperasi ketika terjadi kebakaran dan meminimalkan eksposur terhadap bangunan anda terhadap resiko kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Inspeksi dilakukan satu dalam seminggu dan melakukan pemutaran valve 3 putaran tiap bulannya untuk memastikan valve terbuka 100%. Untuk valve yang sering atau diduga selalu tertutup dengan misterius atau sering rusak, maka disarankan untuk melakukan inspeksi harian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;MANAJEMEN IMPAIRMENT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Manajemen Impairment diperlukan untuk membantu mengelola aktivitas penutupan atau penurunan fungsi dari suatu sistem proteksi kebakaran sehingga resiko yang akan muncul akibatnya dari tertutupnya valve ini tidak menjadi High Risk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara sistem, mungkin setiap perusahaan akan mempunyai How To nya yang berbeda beda, tetapi saya coba tuliskan konsep dasarnya dulu. Secara konsep, mengelola impairment ini ada tiga kondisi yaitu perencanaan, selama impairment dan setelah pekerjaan selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam rencana awal, maka bisa menggunakan Impairment permit untuk meregister peralatan mana yang akan dimatikan dan pekerjaan apa yang dilakukan. Kemudian disebutkan durasi impairmentnya. Setelah itu aktivitas ini diinformasikan ke pihak pihak yang terkait agar pihak tersebut mengetahui akan kehilangan sistem proteksi kebakaran dalam jangka waktu tertentu di areanya. Menghentikan operasional di area tersebut jika operasional tersebut dapat memiliki kemungkinan menyebabkan kebakaran. Kemudian disiapkan mitigasi sementara untuk menghadapi kejadian kebakaran pada saat sistem proteksi kebakaran tidak aktif. Yang terakhir adalah memastikan sumber daya sudah tersedia sebelum pekerjaan dimulai agar durasi penutupan proteksi kebakaran dapat di kurangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selama impairment berlangsung. Hilangkan sumber sumber panas yang memicu kebakaran di area tersebut dan lakukan patrol rutin di area tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah selesai dilakukan pekerjaan tersebut, maka sistem proteksi kebakaran diaktifkan lagi dan dilaporkan ke pihak pihak yang terkait. Tutup impairment permit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan mempunyai sistem proteksi kebakaran di area anda tidak menjamin bahwa kebakaran besar dapat dihindari. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi fungsi dari sistem tersebut, selain sistem yang apakah masih sesuai dengan jenis bahaya yang ada, pengelolaan impairment juga faktor penting lain yang harus diperhatikan. Dengan adanya faktor faktor tersebut, total loss di area anda dapat dihindari. Semoga artikel dapat bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Join MyChannel for Database of EHS and Fire Safety&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;settings_modal_username_link&quot; href=&quot;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&quot; ng-bind=&quot;chatFull.exported_invite.link&quot; ng-click=&quot;shareLink($event)&quot; ng-href=&quot;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&quot; ng-switch-when=&quot;chatInviteExported&quot; style=&quot;background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); box-sizing: border-box; cursor: pointer; font-family: Tahoma, sans-serif, Arial, Helvetica; font-size: 13px; text-decoration-line: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://t.me/joinchat/AAAAAEZrpR1mf-qNHEdx-g&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/2420054115695071440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/pengelolaan-impairment-sistem.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/2420054115695071440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/2420054115695071440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/pengelolaan-impairment-sistem.html' title='Pengelolaan Impairment untuk memastikan sistem proteksi bekerja saat dibutuhkan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO6MFizhKXQkEVCjDvPJweosm1xmaffwbr0uSVZrF_wfVlcWgINf57AUkxlRjMOUpLvQ3Qd122zI1yPDwDJwXdD8hkjR3Ekt1eq8qGJiT97BHrGtGvlD81f_LTueyatALcXeAnunAM2oW2/s72-c/SprinklerValves-Small.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7430012951852546750</id><published>2018-07-01T13:18:00.002+08:00</published><updated>2018-07-01T14:14:57.608+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Insiden"/><title type='text'>Belajar dari kebakaran warehouse GE dan hubungannya dengan NFPA (3 dan 25)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2zmno837QrV7BN7tifY5R6lIU79s9GjITuyTdIGacXgb0yVf1O2NIfiGNH30XfRa6bhyR5m_Y3ntwy7e_WtvbBxtuQSHbO3N55GpYdSTQEQv0a2z8G72edaYqqP4BfL5GAuaHYE9g-N4V/s1600/Too+Litte+Too+Late+feature+hed0317+%25281%2529.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;775&quot; height=&quot;185&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2zmno837QrV7BN7tifY5R6lIU79s9GjITuyTdIGacXgb0yVf1O2NIfiGNH30XfRa6bhyR5m_Y3ntwy7e_WtvbBxtuQSHbO3N55GpYdSTQEQv0a2z8G72edaYqqP4BfL5GAuaHYE9g-N4V/s400/Too+Litte+Too+Late+feature+hed0317+%25281%2529.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Masih terkait dengan tulisan saya di Blog sebelumnya yaitu mengenai &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2018/06/nfpa-3-nfpa-25.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;hubungannya NFPA 3 (Standard for Commissioning of Fire Protection and Life Safety Systems) dan NFPA 25 (Standard for the Inspection, Testing, and Maintenance of Water-Based Fire Protection Systems)&lt;/a&gt;, topik berikut ini merupakan contoh nyata yang terjadi di Warehouse GE (General Electric) yang mengalami kebakaran dan mengakbatkan kerugian sekitar USD 110 juta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran terjadi pada tanggal 3 April 2015 di salah satu warehouse GE yang terletak di area GE Appliance Park Louisville Kentucky (gambar dibawah, garis biru lokasi area GE dan garis merah merupakan lokasi bangunan yang terbakar) yang seluas 364 hektar. Sejam setelah laporan kebakaran, sudah jelas diprediksi bahwa kebakaran ini akan menghasilkan total loss. Asap hitam memenuhi setiap meter persegi dari bangunan, tebalnya asap sehingga orang orang yang berada di radius 3 km diminta untuk berlindung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn2sKCk7v69H1K_PR8HZuByztVKYH4hdnITvuSNmB9gAof23aweq5yID2pS9RbEU7XpYRq-u1PfXjG9R6M4YbIAo_6KFMsmfUyPtKef7WCMtupLgZaUaaStIEq16NMl_ctOZvST5ovrbff/s1600/GE_BuildingOutline.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;623&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn2sKCk7v69H1K_PR8HZuByztVKYH4hdnITvuSNmB9gAof23aweq5yID2pS9RbEU7XpYRq-u1PfXjG9R6M4YbIAo_6KFMsmfUyPtKef7WCMtupLgZaUaaStIEq16NMl_ctOZvST5ovrbff/s320/GE_BuildingOutline.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lebih dari 100 firefighter dari 18 departemen respon ke lokasi, yang diperkirakan kebakaran ini mencapai USD 100 juta yang menjadikan kerugian terbesar akibat kebakaran di Kentucky dan ketiga di Amerika setelah dua kebakaran hutan di California yang mencapai kerugian sebesar USD 2 milyar. Tidak ada cidera pada kejadian ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran terjadi di salah satu bangunan besar GE yang mempunyai luas 65032 meter persegi yang diberi nama Appliance Park 6 (AP6) yang mulai digunakan sejak tahun 1950. Pada awalnya bangunan ini digunakan untuk pabrikasi AC (air conditioner), tetapi seiring dengan perjalanan waktu, fungsi bangunan ini berubah sehingga 85% luas bangunan digunakan sebagai tempat penyimpanan material, suku cadang dari peralatan peralatan yang diproduksi GE seperti baut, hose berbahan plastic dan rubber belt. Semua material dan suku cadang tersebut disimpan dalam boks kardus atau kartopn plastic yang ditumpuk tumpuk hingga mencapai tinggi 3 meter. Sebagian juga disimpan dalam pallet kayu yang mencapai tinggi 8 meter. Sebagai informasi, bahwa tinggi ceiling dari AP6 adalah 9 meter, dan jika di analogikan luas area yang digunakan sebagai penyimpanan setara dengan luas 11 lapangan football .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ME_V12CCPWIcXAIfpZxLXefTlXvs3t50Cwlv089pwScyOKwYNXqpYanbC-W3CN60yMwIOlHO7-4axqLjTeHMvECiJXUZRp12_NzDwJCPrBqcsywpADDs08xlmtGZEJ2rfE0XL3DtBrJk/s1600/GE_4_cell_phone_pic_CC_CMYK+%25281%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;633&quot; data-original-width=&quot;501&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ME_V12CCPWIcXAIfpZxLXefTlXvs3t50Cwlv089pwScyOKwYNXqpYanbC-W3CN60yMwIOlHO7-4axqLjTeHMvECiJXUZRp12_NzDwJCPrBqcsywpADDs08xlmtGZEJ2rfE0XL3DtBrJk/s320/GE_4_cell_phone_pic_CC_CMYK+%25281%2529.jpg&quot; width=&quot;253&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Foto awal terjadinya kebakaran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meski Appliance Park memiliki sistem proteksi kebakaran yang tangguh dengan hydrant dan sprinkler dipasang dan water supply termasuk fire pump yang didedikasikan khusus untuk proteksi kebakaran, tetapi pada saat kebakaran sistem ini dapat dengan mudah dikalahkan oleh cepatnya dan besarnya penyebaran yang terjadi saat itu. Hampir sebagian besar fire pump saat itu tidak berfungsi pada saat kejadian dan sprinkler di AP6 tidak didesain untuk mengatasi dan mengendalikan kebakaran yang melibatkan material yang mudah terbakar seperti plastic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran di GE ini menggambarkan apa yang bisa terjadi ketika pemilik bangunan gagal melakukan perubahan terhadap sistem proteksi kebakaran berbasis air ketika jenis occupancy (hunian) telah berubah. Ketika jenis occupancy berubah, maka perubahan terhadap sistem proteksi harus menyesuaikan. NFPA 1 disebutkan bahwa perubahan occupancy harus mengikuti standar dari jenis occupancy yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Perubahan jenis occupancy di dunia industri terjadi sangat lambat seiring dengan waktu , berbeda dengan perubahan yang terjadi diperkantoran atau mall contohnya, disana perubahan jelas terlihat seperti perubahan area yang menjadi toko pakaian berubah menjadi tempat makan atau sebaliknya. Di dunia industri, perubahan dapat terjadi secara bertahap selama tahunan atau puluhan tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Isu utama dari perubahan ini adalah sistem proteksi kebakaran itu sendiri dalam hal ini adalah sistem sprinkler. Dengan adanya sistem sprinkler di bangunan tersebut, biasanya muncul suatu ilusi keselamatan dari bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang orang orang yang tidak familiar dengan kompleksitas sistem sprinkler, jenis occupancy dan material yang akan diproteksi oleh sistem sprinkler tersebut. Orang yang tidak familiar tersebut akan melihat ke atas dan akan berkata “ada sprinkler di bangunan ini, jadi bangunan ini aman”, tetapi mereka tidak mengerti engineering dibelakang sistem tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler harus didesain sesuai dengan jenis occupancy nya dan dalam hal jenis storage maka harus disesuaikan dengan jenis storage tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler jenis ordinary hazard dipasang di bangunan tersebut tahun 1950 dimana awalnya bagunan tersebut diperuntukkan untuk pabrikasi AC dan seiring dengan waktu berubah menjadi tempat penyimpanan. Andaikata kebakaran terjadi ketika bangunan tersebut masih sama dengan peruntukkannya, maka sprinkler akan bisa mengendalikan kebakaran tersebut sehingga tidak menjadi besar. Sistem sprinkler merupakan sistem yang sangat efektif menghadapi kebakaran ketika di desain, dipasang dan dirawat dengan benar. Selain itu sistem itu akan tetap efektif jika sistem tersebut tetap mengikuti perubahan occupancy. Dalam hal kebakaran di GE, sprinkler tidak mampu untuk mengendalikan penyebaran api karena memang tidak didesain untuk mengahadapi jenis occupancy yang baru yang mengandung plastik dan karet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara konsep sederhana, sistem sprinkler untuk jenis occupancy storage akan memiliki sprinkler head dengan diameter yang besar yang memungkinkan air yang banyak untuk keluar melalui sprinkler tersebut, jenis sprinkler head ini biasanya dikenal sebagai early suppression fast response (ESFR) sprinklers. Kemungkinan juga selain ESFR, dikombinasikan juga dengan pemasangan sprinkler di area rack juga untuk menjangkau area yang tertutup oleh material di atasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Masalah yang terjadi lebih kompleks lagi selain dari perubahan sistem sprinkler itu sendiri karena sistem penyuplai air tidak akan bisa menyuplai kebutuhan sistem sprinkler yang sesuai dengan jenis occupancy yang terbaru. Sebagai contoh, sprinkler ESFR di area warehouse kemungkinan membutuhkan sekitar 1700 GPM, sedangkan untuk sistem sprinkler untuk ordinary hazard membutuhkan sekitar 1500 GPM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Masalah inspeksi terhadap peralatan proteksi di GE juga dipertanyakan. Desain area GE memang dibuat untuk bisa mandiri untuk menghadapi kebakaran termasuk juga inspeksinya dilakukan oleh GE sendiri. Di Amerika, terkadang fire department di sekitar juga melakukan inspeksi. Tim asuransi FM telah menemukan defisiensi atau kekurangan di area GE dari hasil audit mereka di tahun 2003 dimana rekomendasinya untuk meminta melakukan update terhadap sistem sprinkler di AP6. Selain itu juga laporan dari FM menemukan bahwa beberapa hydrant dan fire pump di area GE tidak bisa beroperasi dengan semestinya. Dari keterangan beberapa saksi sebelum meninggalkan lokasi saat kebakaran, terdapat sprinkler yang tidak mengeluarkan air dan beberapa bekerja tetapi airnya tidak sampai ke lantai (mungkin karena sudah menguap sebelum menyentuh air akibat flow yang rendah).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Laporan dari Asuransi FM yang menyatakan adanya fire pump yang tidak beroperasi mengakibatkan kurangnya pasokan air untuk pemadaman air. Hal ini mengakibatkan adanya delay dalam respon dari sisi tim fire fighter. Delay ini diakibatkan oleh harusnya mencari sumber air diluar area GE dan juga mengakibatkan fire fighter harus menggelar sekitar 4,5 km hose untuk mengatasi kekurangan air ini. Ditemukan juga saat kejadian, hanya satu dari 8 fire pump yang bekerja. Mereka telah kehilangan seperempat bangunan hanya karena fire fighter masih harus mencari sumber air di luar area GE. Andaikata masalah ini pernah dikomunikasikan ke departemen kebakaran lokal, maka hal kekurangan air bisa teratasi sebelumnya dengan menerapkan rencana pemadaman untuk area tersebut sehingga tidak terjadi delay yang signifikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuGkCvrhSkWGVFfM0xKQjWebxpz7afOm259sW2-YxcdyIvCkW3YFpAs3Gc4WCZRCs5SyrNO6F6crLrpDdEqSn6FmIrxg68dLPdyQAK1_zBHOd6rFe5DtMFnYjFzQpsTnMPn-U43sU6E5tY/s1600/GE_3_Water_system_mechanics_CC_CMYK.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;367&quot; data-original-width=&quot;490&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuGkCvrhSkWGVFfM0xKQjWebxpz7afOm259sW2-YxcdyIvCkW3YFpAs3Gc4WCZRCs5SyrNO6F6crLrpDdEqSn6FmIrxg68dLPdyQAK1_zBHOd6rFe5DtMFnYjFzQpsTnMPn-U43sU6E5tY/s320/GE_3_Water_system_mechanics_CC_CMYK.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dari hal hal tersebut dapat dipastikan bahwa terdapat juga masalah kualitas dari inspeksi yang dilakukan oleh GE terhadap sistem proteksi mereka karena salah satu contohnya adalah hanya 1 fire pump yang bisa beroperasi saat kejadian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan adanya laporan yang menemukan adanya defisiensi sistem proteksi kebakaran dan bisa menimbulkan bahaya jika mengabaikannya, maka pertanyaannya, kenapa pemilik bangunan memilih untuk mengabaikan untuk melakukan perubahan?, jawaban yang paling umum adalah biaya yang muncul dari perubahan tersebut. Biaya yang muncul dari menyewa konsultan untuk menentukan pekerjaan apa yang diperlukan, penggalian pipa air untuk suplai air pemadam kebakaran hingga mengganti semua pipa yang diakhirnya bisa menghasilkan biaya yang sangat besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tetapi dengan tidak melakukan apapun seharusnya tidak membuat pemilik area menjadi nyaman saat mengambil keputusan tersebut karena berdasarkan sejarah kebakaran, biaya yang muncul akibat dari kebakaran tersebut sangat di atas biaya yang diperlukan untuk perbaikan sistem proteksi kebakaran itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan hasil investigasi, tidak dapat ditemukan sebab pastinya dari kebakaran ini. Berdasarkan hasil hipotesa dan interprestasi foto dan barang bukti, dua kemungkinan yang menyebabkan kebakaran yaitu electrical failure dan petir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini adalah pentingnya mengelola suatu perubahan sehingga dapat dipastikan apakah perubahan tersebut masih dalam koridor yang aman atau tidak. Dengan mengelola perubahan juga dapat teridentifikasi apakah sistem proteksi kebakaran yang ada masih sesuai dengan desain awal terhadap perubahan yang terjadi, sehingga jika tidak sesuai dibuatkan rencana untuk menangani perubahan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oleh karena itu pentingnya melakukan recommissioning sistem yang terdapat di NFPA 3 selain melakukan rutinitas inspeksi yang tertera di NFPA 25.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Video dibawah menggambarkan kondisi kebakaran saat itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/1_dN0p10dY0/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/1_dN0p10dY0?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;- NFPA Journal.&amp;nbsp;&lt;i&gt;https://www.nfpa.org/News-and-Research/Publications/NFPA-Journal/2017/March-April-2017/Features/GE-Warehouse-Fire&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7430012951852546750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/kebakaranGE.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7430012951852546750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7430012951852546750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/07/kebakaranGE.html' title='Belajar dari kebakaran warehouse GE dan hubungannya dengan NFPA (3 dan 25)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2zmno837QrV7BN7tifY5R6lIU79s9GjITuyTdIGacXgb0yVf1O2NIfiGNH30XfRa6bhyR5m_Y3ntwy7e_WtvbBxtuQSHbO3N55GpYdSTQEQv0a2z8G72edaYqqP4BfL5GAuaHYE9g-N4V/s72-c/Too+Litte+Too+Late+feature+hed0317+%25281%2529.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-8450016198515721034</id><published>2018-06-29T21:17:00.002+08:00</published><updated>2018-07-01T13:51:28.927+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WaterSuppression"/><title type='text'>NFPA 3 &amp; NFPA 25</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVMTVIDqUQjhyphenhyphenfGTcVuSMdzwJzjtGxCgaHadaUN75gFrOGV3OxankLYAA3to273Ac6viWqzbIS7AVJVbp4fGub1VK71SzZxqhOrOpEYSc-C3Y4jwKgFHnhYJ7zMbZJmeHMyHaMa5wbqKKT/s1600/NFPA.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;621&quot; data-original-width=&quot;607&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVMTVIDqUQjhyphenhyphenfGTcVuSMdzwJzjtGxCgaHadaUN75gFrOGV3OxankLYAA3to273Ac6viWqzbIS7AVJVbp4fGub1VK71SzZxqhOrOpEYSc-C3Y4jwKgFHnhYJ7zMbZJmeHMyHaMa5wbqKKT/s200/NFPA.png&quot; width=&quot;195&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan munculnya NFPA 3, Commissioning of Fire Protection
dan Life Safety Systems, dari recommended practice hingga standar, ada
pembahasan baru tentang perlunya sistem proteksi kebakaran di recommission,
khususnya sistem sprinkler.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ada asumsi bahwa, sejak NFPA 25, Inspeksi, Pengujian, dan
Pemeliharaan Sistem Perlindungan Kebakaran Berbasis Air (since NFPA 25,
Inspection, Testing, and Maintenance of Water-Based Fire Protection System),
memerlukan inspeksi tahunan dari sistem sprinkler, maka recommissioning ulang
sistem tidak diperlukan. Meskipun hal ini tampaknya benar - bahwa mendapatkan
&quot;tag hijau&quot; atau melewati pemeriksaan NFPA 25 akan memberikan
beberapa tingkat jaminan bahwa sistem tersebut dalam keadaan baik - tapi itu
tidak sama dengan recommissioning ulang sistem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk memahami perbedaan kegiatan recommissioning dari NFPA
25, Anda perlu melihat ruang lingkup kegiatannya. Fokus NFPA 25 adalah untuk
inspeksi untuk mempertimbangkan kondisi operasi sistem, termasuk peninjauan
semua komponen dan subsistem yang mendukung sistem sprinkler untuk memastikan
mereka dalam keadaan baik. Ini termasuk memeriksa fisik alat untuk memastikan
tidak karat, korosi, kerusaka cat lainnya. Hal ini juga membutuhkan peninjauan
status sistem untuk memastikan sprinkler valve berada pada posisi yang sesuai
dan di lakukan exercise sejumlah yang diperlukan untuk memastikan bahwa valve
akan bekerja jika terjadi kebakaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ruang lingkup inspeksi ini tidak termasuk peninjauan desain
sistem asli untuk memastikan bahwa masih sesuai untuk tipe bahaya yang ada —
orang yang melakukan pemeriksaan sesuai NFPA 25 tidak untuk mengkonfirmasi
konsep desain seperti jarak spasi sprinkler atau klasifikasi bahaya , atau
untuk memeriksa bahwa sprinkler k-factor yang tepat telah dipilih berdasarkan
pada desain yang diperlukan sistem. Semua item ini termasuk dalam “evaluasi
sistem,” yang berada di luar lingkup pemeriksaan NFPA 25. NFPA 25 memang
mengharuskan pemilik bangunan atau perwakilan yang ditunjuk (umumnya manajer
fasilitas atau properti) untuk memastikan bahwa perubahan yang terjadi dalam
bangunan tidak menciptakan situasi di mana sistem yang ada tidak lagi efektif
dalam melindungi bahaya baru akibat perubahan yang terjadi saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 25 tidak menyediakan pemilik owner arahan secara
eksplisit tentang bagaimana mereka untuk melaksanakan persyaratan ini. Pemilik
bangunan yang berpengalaman dalam manajemen perubahan (management of change)
mungkin memiliki proses dan prosedur yang akan mentrigger tinjauan compliance
dan keselamatan ketika perubahan tertentu dilakukan pada bangunan mereka.
Pemilik bangunan yang “lain” membuat perubahan operasional yang diperlukan,
seperti membangun kembali bangunan atau menambahkan penyimpanan rak baru di
gudang, tanpa memahami dampak potensial yang dapat terjadi pada hubungan antara
sistem proteksi kebakaran mereka dan barang-barang yang terdapat dalam
bangunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 3 disusun untuk membantu pemilik bangunan dengan
menyediakan kerangka kerja untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa kewajiban
yang tidak perlu berdasarkan buruknya manajemen perubahan. NFPA 3 mencakup
topik recommissioning sebagai mekanisme untuk melakukan evaluasi desain dengan
hasil berupa proteksi tanggung gugat pemilik bangunan terhadap keselamatan
bangunannya. Recommissioning akan mencakup tinjauan desain asli, peninjauan
perubahan yang dibuat untuk bangunan dan operasi bangunan, dan survei bangunan,
semua kegiatan yang akan dipertimbangkan di luar lingkup NFPA 25.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meskipun ada argumen yang menganggap bahwa kedua standar
(NFPA 3 &amp;amp; 25) ini seperti bersaing satu sama lain dan tumpang tindih dalam
ruang lingkup mereka, faktanya kedua dokumen ini saling melengkapi. Setiap
standar menguraikan secara detail dan dalam kegiatan yang akan dilakukan yang
kemudian mendorong biaya yang berbeda dari aktivitas yang diperlukan untuk
pelaksanaannya. Banyak pemilik berasumsi bahwa, ketika inspeksi dilakukan,
mereka juga akan mendapatkan konfirmasi dan jaminan bahwa desainnya masih
memadai — tetapi anggapan itu tidak benar. Untuk gambaran yang lebih akurat dan
lebih lengkap, pemilik harus mempertimbangkan penugasan berkala sesuai dengan
NFPA 3 untuk melengkapi program inspeksi mereka saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;script async src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/8450016198515721034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/06/nfpa-3-nfpa-25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8450016198515721034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8450016198515721034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/06/nfpa-3-nfpa-25.html' title='NFPA 3 &amp; NFPA 25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVMTVIDqUQjhyphenhyphenfGTcVuSMdzwJzjtGxCgaHadaUN75gFrOGV3OxankLYAA3to273Ac6viWqzbIS7AVJVbp4fGub1VK71SzZxqhOrOpEYSc-C3Y4jwKgFHnhYJ7zMbZJmeHMyHaMa5wbqKKT/s72-c/NFPA.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-2971927070175241215</id><published>2018-02-17T21:36:00.002+08:00</published><updated>2018-02-21T14:47:16.425+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip Api"/><title type='text'>Mengenal Segitiga Api</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinDHXIivzv7gR0dx4sDPOffvXioHCWR6zI2Qw0w-iFl8JGcp6QsNEbl1SytAIOAN9vK6cTIWJZV_6NQgJgeYf-hUIvlTBEFMB5VS2_voIHdLO40xrGq8CCieE3Ie8zHl_xPg6oG6D6FMnp/s1600/segitigaapi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;560&quot; data-original-width=&quot;798&quot; height=&quot;140&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinDHXIivzv7gR0dx4sDPOffvXioHCWR6zI2Qw0w-iFl8JGcp6QsNEbl1SytAIOAN9vK6cTIWJZV_6NQgJgeYf-hUIvlTBEFMB5VS2_voIHdLO40xrGq8CCieE3Ie8zHl_xPg6oG6D6FMnp/s200/segitigaapi.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kali ini saya akan coba membahas topik khusus mengenai segitiga api secara umum, meski pada perkembangannya segitiga api ini berkembang menjadi fire tetrahedron akibat dari tambahan komponen berupa reaksi berantai kimia. Secara konsep, segitiga api dapat memberikan gambaran konsep utama dari suatu proses terjadinya api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Segitiga api adalah gambaran sederhana dari tiga komponen yang harus ada agar api dapat terjadi, ketiga komponen tersebut terdiri dari bahan bakar, sumber panas dan oksigen. Ketiga komponen ini juga biasanya ditemukan diteori segi empat api (fire tetrahedron).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oksigen normalnya selalu tersedia dan dalam jumlah yang cukup untuk proses terbentuknya api terjadi. Bahan bakar dibutuhkan untuk berekasi dengan oksigen. Pada umumnya bahan bakar berupa material berbahan dasar karbon yang akan dikonsumsi seluruhnya ataupun sebagian ketika reaksi proses pembakaran terjadi. Yang terakhir adalah sumber panas, karena bahan bakar dan oksigen akan bereaksi pada suhu tinggi, maka suatu sumber panas dibutuhkan untuk menyebabkan reaksi tersebut terjadi. Agar reaksi pembakaran atau terbentuknya api tersebut dapat terus terjadi tanpa membutuhkan sumber panas dari luar, maka dibutuhkan reaksi antara oksigen dan bahan bakar yang cukup dan dengan kecepatan yang cukup untuk menghasilkan panas sendiri untuk mempertahankan proses pembakaran itu sendiri. Oleh karena itu ketiga komponen dari segitiga api tersebut yang berupa oksigen, bahan bakar dan sumber panas harus ada, dalam kombinasi yang tepat untuk bereaksi agar terjadinya api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semua bahan bakar atau material memiliki kemampuan untuk terbakar jika diberikan panas yang cukup. Panas ini yang akan memecah molekul dan mengeluarkan uap mudah terbakar. Ketika uap atau gas sudah dihasilkan yang terlepas, maka uap atau gas ini yang tersulut oleh sumber panas sehingga menyebabkan terproduksinya panas lebih banyak sehingga terjadi proses kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Segitiga api yang terdiri dari tiga komponen, memerlukan reaksi rantai kimia yang terjadi diantara ketiga komponen tersebut, reaksi rantai kimia ini menjadi komponen keempat dalam istilah segi empat api. Apa saja yang terbakar, maka keempat komponen tersebut akan hadir dan menghilangkan salah satu faktor tersebut akan mencegah terjadinya api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketiga komponen dalam segitiga api tidak mempunyai nilai atau jumlah yang tetap dan nilai yang bervariasi pada setiap komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Bahan bakar yang sudah dihangatkan tidak membutuhkan sumber panas yang tinggi untuk terbakar jika dibandingkan dengan bahan bakar yang tidak dalam keadaan hangat. Contohnya, jika bensin tumpah di jalanan dengan suhu lingkungan sekitar 10 derajat celcius akan mempunyai kemungkinan kecil untuk tersulut jika dibandingkan dengan tumpahnya bensin di area yang sama tetapi dengan suhu lingkungan sekitar 32 derajat celcius. Jika suatu bahan bakar berada di lingkungan yang kaya akan oksigen akan lebih mudah pula untuk tersulut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Komponen oksigen dari segitiga api dapat dipandang lebih ilmiah lagi sebagai oksidator. Beberapa kimia mempunyai sifat seperti oksigen. Contohnya Klorin, yang akan berkontribusi memperbesar kebakaran karena sifatnya yang sebagai oksidator. Beberapa bahan lainnya seperti ammonium nitrat, mengandung cukup oksigen di dalam struktur kimianya yang menyebabkan tidak diperlukannya oksigen dari luar untuk terjadinya api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bentuk dari material bahan bakar juga memegang peranan penting segitiga api. Blok kayu lebih sulit untuk tersulut terbakar dibandingkan dengan serbuk kayu, hal ini dikarenakan perbedaan perbandingan rasio volume terhadap luas permukaan. Jika Volume besar dan total luas permukaan kecil seperti blok kayu, maka energi panas dari sumber panas akan mudah hilang. Jika volume kecil dan total luas permukaan besar seperti sebuk kayu, panas tidak hilang dengan mudah dan penyalaan api akan mudah terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai contoh gambar dibawah ini, sebuah balok kayu dengan ukuran 3 x 3 inci mempunyai luas permukaan 54 inci persegi. Jika balok tersebut di potong dengan ukuran 1 inci balok, maka total volume tetap sama, tetapi luas permukaan menjadi 162 inci persegi. Jika setiap 1 inci balok dipotong menjadi 0.33 inci, maka total volume tetap sama tetapi sekarang luas permukaan menjadi 2187 inci persegi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8KD5CxmiownBILb5r4EbvHGy9hyphenhyphenxMOPgZDoEGfxdROZEt5M3GEXbJneGUHDpsEoAs7tfG3TJOUY-PMJtvoqXQV5AuLca5_31G4b4EBjjNG4V6eZGWNk5rTRIOkCwCnqwJqv5hDgzgoLJt/s1600/box.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;258&quot; data-original-width=&quot;473&quot; height=&quot;174&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8KD5CxmiownBILb5r4EbvHGy9hyphenhyphenxMOPgZDoEGfxdROZEt5M3GEXbJneGUHDpsEoAs7tfG3TJOUY-PMJtvoqXQV5AuLca5_31G4b4EBjjNG4V6eZGWNk5rTRIOkCwCnqwJqv5hDgzgoLJt/s320/box.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Debu adalah contoh lain sebagai perbandingan volume terhadap luas permukaan. Jika dalam kondisi dan konsentrasi yang tepat, maka ada debu yang dapat menyebabkan ledakan. Debu gandum dan debu batubara adalah contoh umum tipe debu yang dapat meledak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam kebakaran, uap bahan bakar yang sebenarnya terbakar, sehingga semakin dekat wujud bahan bakar pada wujud uap atau gas, maka semakin mudah bahan bakar tersebut untuk terbakar. Bahan bakar cair lebih mudah terbakar dibanding bahan bakar padat, bahan bakar gas lebih mudah terbakar dibanding bahan bakar cair. Wujud dari bahan bakar ini berdampak pada usaha kita untuk mengendalikan resiko kebakaran. Yang harus diingat adalah bahwa setiap perubahan wujud dari materi bahan bakar berarti akan merubah juga sifat dan perilaku dari bahan bakar tersebut di kondisi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;color: blue; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b style=&quot;color: blue; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Segitiga Api dan kaitannya dengan proses pemadamannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Proses kebakaran dapat dihentikan atau diinterupsi dengan cara menghilangkan salah satu komponen pada segitiga api. Pada dasarnya pemadaman dapat dilakukan dengan cara berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengurangi suhu atau penghilangan energi panas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghilangan bahan bakar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghilangan atau pengurangan konsentrasi Oksigen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengurangi suhu atau penghilangan energi panas dari komponen segitiga api&lt;/b&gt;, pada umumnya cara ini menggunakan air untuk mendinginkan suhu dari bahan bakar hingga mencapai suhu dibawah suhu penyalaanya. Proses ini mencegah bahan bakar untuk menghasilkan uap karena suhu sekitar menurun. Ketika bahan bakar berhenti menghasilkan uap, maka proses kebakaran berhenti. Jika proses pendinginan ini tidak memadai, maka ada potensi bahan bakar tersebut akan terbakar lagi karena suhu sekitar masih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan bakar padat dan cair dengan suhu titik nyala yang rendah dapat dipadamkan dengan pendinginan, akan tetapi uap mudah terbakar mungkin masih terproduksi, jika suhu dari bahan bakar tersebut masih di atas dari suhu titik nyala, sumber panas apapun yang mempunyai cukup energi akan menyebabkan bahan bakar tersebut terbakar kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penghilangan bahan bakar dari komponen segitiga api&lt;/b&gt;, cara ini merupakan cara yang paling efektif memadamkan api. Sumber bahan bakar dapat dihilangkan dengan cara mengehentikan aliran bahan bakar cair atau gas, contohnya seperti menutup katup (valve) sumber bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada saat kebakaran hutan, tim pemadam kebakaran akan menghilangkan bahan bakar seperti semua tumbuh tumbuhan yang berada di depan api yang belum terbakar, sehingga api tidak tersebar lebih luas. Usaha ini dapat dilakukan dengan menggunakan buldoser atau secara manual dengan menggunakan gergaji untuk menghilangkan semua bahan bakar yang terdapat di jalur kebakaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penghilangan atau pengurangan konsentrasi Oksigen&lt;/b&gt;, mengurangi jumlah oksigen yang tersedia untuk proses pembakaran dapat mengurangi berkembangnya api dan juga dapat memadamkan secara total api tersebut. Contoh yang sederhana adalah ketika terjadi kebakaran pada wajan atau panci masak, maka dengan meletakkan tutup pada wajan atau panci tersebut dapat memadamkan kebakaran. Contoh lainnya adalah pengurangan konsentrasi oksigen di suatu ruangan tertutup dengan cara membanjiri ruangan tersebut dengan gas inert seperti Karbon Dioksida yang mempunyai berat 1.5 kali dari udara, gas ini akan mengganti oksigen di ruangan tersebut. Karena Karbon Dioksida tidak termasuk dalam proses pembakaran, maka api akan padam dengan adanya Karbon Dioksida. Contoh gas inert lainnya seperti gas Nitrogen. Aplikasi inert untuk suatu bahan bakar akan berbeda antara karbon dioksida dan Nitrogen, sebagai contoh untuk Gasoline, maksimum Oksigen yang harus dicapai ketika menggunakan gas Nitrogen adalah 9% dan jika menggunakan gas inert karbon dioksisa, maka maksimum konsentrasi Oksigen yang harus dicapai adalah 11%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oksigen bisa juga dipisahkan dari bahan bakar dengan menyelimuti bahan dengan busa (foam). Busa tersebut akan menciptakan lapisan di atas permukaan bahan bakar dan menghalangi oksigen terhadap bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kedua metode di atas tidak akan efektof terhadap bahan bakar yang mempunya kandungan oksigen di dalam struktur kimianya sehingga ketika di proses pembakaran tetap terjadi dengan menggunakan oksigen internal dari bahan bakar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Demikian sekilas mengenai penjelasan tentang segitiga api yang terdiri dari tiga komponen yang terdiri dari bahan bakar, sumber panas dan Oksigen. Semoga bermanfaat tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tulisan lain mengenai konsep segitiga api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Terjadinya API&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/bahan-bakar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bahan Bakar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/oksigen.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Oksigen&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/sumber-panas-bagian-1-elemen-api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber Panas 1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/09/sumber-panas-api-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber Panas 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;script async src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/2971927070175241215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/02/mengenal-segitiga-api.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/2971927070175241215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/2971927070175241215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/02/mengenal-segitiga-api.html' title='Mengenal Segitiga Api'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinDHXIivzv7gR0dx4sDPOffvXioHCWR6zI2Qw0w-iFl8JGcp6QsNEbl1SytAIOAN9vK6cTIWJZV_6NQgJgeYf-hUIvlTBEFMB5VS2_voIHdLO40xrGq8CCieE3Ie8zHl_xPg6oG6D6FMnp/s72-c/segitigaapi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7064795358221319604</id><published>2018-02-12T22:08:00.000+08:00</published><updated>2018-02-12T22:08:04.414+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WaterSuppression"/><title type='text'>Pentingnya Peran Pompa Pemadam Kebakaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw1jp-ayhgiGEAKKPdVaMgx8TLoZ_jHme8zSejFZ5qQHRl7r4AQsacrKhQmpKmG2Hjz6QjI2i7vGcUBfj-In2Z5TwnhZwPJI7aO0N2f_3-y9cKiBxhZPemH2722E_2zvYuMvXyoPvi4m4T/s1600/pompa+pemadam+kebakaran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pompa kebakaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;406&quot; data-original-width=&quot;560&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw1jp-ayhgiGEAKKPdVaMgx8TLoZ_jHme8zSejFZ5qQHRl7r4AQsacrKhQmpKmG2Hjz6QjI2i7vGcUBfj-In2Z5TwnhZwPJI7aO0N2f_3-y9cKiBxhZPemH2722E_2zvYuMvXyoPvi4m4T/s400/pompa+pemadam+kebakaran.jpg&quot; title=&quot;pompa pemadam kebakaran&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketika terjadi kebakaran maka peran suatu sistem proteksi kebakaran sangatlah vital. Hampir sebagian besar sistem proteksi yang terpasang berbasis air seperti sistem sprinkler otomatis. Semua sistem berbasis air ini harus didukung oleh suplai air yang sesuai agar sistem proteksi kebakaran tersebut dapat memadamkan ataupun mengendalikan api saat terjadi kebakaran, sehingga ketika suplai air tidak bisa mendukung, maka hasilnya akan bisa menjadi bencana besar. Pada umumnya, suplai air ini di suplai oleh pompa pemadam kebakaran (fire pump) yang berfungsi untuk memastikan aliran air dan tekanan sesuai dengan desain sistem proteksi kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika melihat singkat penjelasan di atas, maka kita akan sadar bahwa pompa pemadam kebakaran merupakan jantung dari sistem proteksi kebakaran, berhasil atau tidaknya sistem proteksi kebakaran dalam memadamkan api sangat tergantung dari pompa kebakaran ini. Sesuai dengan fungsinya yang menyediakan aliran air dan tekanan untuk memungkinkan sistem proteksi kebakaran berbasis air untuk memadamkan api dan mempertahankan fasilitas terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran. Tanpa adanya suplai air yang cukup, maka sistem proteksi kebakaran tidak mampu memadamkan api dan meletakkan fasilitas atau bangunan anda dalam resiko akibat kerusakan fisik, potensi kematian orang yang berada di fasilitas tersebut dan potensi gangguan operasional bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Inspeksi yang dilakukan secara regular, pengetesan pompa mingguan dan perawatan sistem pompa yang sesuai standar merupakan hal yang penting untuk memastikan sistem proteksi dalam keadaan siap dan andal. Sistem pemadam kebakaran apapun yang anda miliki seperti sistem sprinkler otomatis, sistem busa atau foam, water spray sistem atau sistem pemadaman berbasis air lainnya, dengan tidak aktifnya pompa pemadam kebakaran untuk mensuplai air, maka fasilitas anda dalam kondisi beresiko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meskipun sistem proteksi kebakaran didesain dengan sangat cermat, pengalaman menunjukkan bahwa dengan kurangnya inspeksi, pengetesan, perawatan dan pelatihan respon kondisi darurat akan mengakibatkan tidak beroperasinya atau terlambatnya pengoperasian pompa pemadam kebakaran disaat sangat dibutuhkan dalam kondisi kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan perannya sebagai andalan utama untuk mensuplai air yang dibutuhkan terhadap sistem proteksi kebakaran berbasis air, maka pompa pemadam kebakaran harus dapat diandalkan. Jika pompa pemadam kebakaran ini tidak beroperasi dengan benar, maka akan menjadi titik terlemah dalam sistem terpadu proteksi kebakaran di area anda dan dapat mengakibatkan bahaya kebakaran di area anda menjadi tidak dapat dikendalikan dan hasilnya dapat mengakibatkan kerugian yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;u&gt;IKLAN&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pompa pemadam kebakaran merupakan sistem mekanikal yang bergantung pada desain yang tepat, instalasi yang sesuai standar dan perawatan yang rutin agar bisa mendapatkan kinerja yang maksimal dari pompa pemadam kebakaran. Suatu unit pompa terdiri dari pompa, penggerak pompa dan panel pengontrol pompa. Pada umumnya, pemicu aktifnya pompa pemadam kebakaran adalah turunnya tekanan air ketika sistem sprinkler otomatis bekerja. Turunnya tekanan air ini mengaktifkan pressure switch yang akan mengirim sinyal ke panel pengontrol pompa untuk mengaktifkan pompa. Dalam beberapa contoh desain lainnya seperti sistem foam water sprinkler yang menggunakan head sprinkler tipe terbuka atau open, maka sinyal aktifnya pompa pemadam kebakaran berasal dari aktifnya sistem deteksi kebakaran seperti sistem deteksi panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Komponen komponen dari unit pompa pemadam kebakaran telah didesain khusus untuk diaplikasikan pada sistem proteksi kebakaran. Biasanya sertifikasi dari beberapa badan sertifikasi seperti UL atau FM Approved menunjukkan bahwa pompa pemadam kebakaran tersebut telah melewati serangkaian protokol pengetesan untuk memastikan kinerja pompa pemadam kebakaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam setiap pemasangan sistem pompa pemadam kebakaran harus mengikuti panduan standar yang berlaku atau standar internasional yang diikuti oleh fasilitas anda. Dengan mengikuti standar tersebut maka pompa pemadam kebakaran dapat berkerja di kondisi yang diperlukan tanpa dipengaruhi oleh kondisi disekitarnya. Pompa Diesel, pada umumnya harus seluruhnya independen dari semua fungsi di area atau fasilitas anda, dengan sistem baterai, maka keandalan pompa pemadam kebakaran tidak tergantung dari kondisi di luar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk pompa listrik, keandalan dari pompa pemadam kebakaran ini datang dari sumber listrik yang didedikasikan untuk pompa itu sendiri dan tidak terhubung dengan sistem kelistrikan dari operasional fasilitas atau area di sekitarnya, sehingga ketika terjadi gangguan di sistem kelistrikan di salah satu area tidak mempengaruhi sumber listrik untuk pompa listrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk dikatakan sebagai pompa pemadam kebakaran yang dapat diandalkan dan beroperasi dalam kondisi yang sesuai desain, maka fasilitas anda harus mempunyai sistem untuk dilakukannya inspeksi secara regular, pengetesan mingguan, pengetesan kinerja pompa tahunan dan perawatan rutin terhadap semua komponen pompa pemadam kebakaran. Supaya keandalan sistem ini tercapai, maka petugas khusus harus ditunjuk untuk melaksanakan aktifitas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai tambahan, salah satu anggota dari tim respon darurat harus ditugaskan untuk merespon segala kejadian kebakaran untuk memastikan pompa pemadam kebakaran aktif, berfungsi secara normal dan juga untuk memastikan pompa pemadam kebakaran tidak dimatikan hingga kebakaran berhasil dipadamkan atau dapat dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kerugian terkait pompa pemadam kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berdasarkan informasi dari FM Global, dalam rentang 10 tahun terakhir menunjukkan 23 kerugian dimana salah satu faktor kerugiannya diakibatkan oleh tidak berfungsinya pompa pemadam kebakaran baik tidak berfungsi secara total maupun penurunan fungsi. Total kerugian yang tercatat sebesar 102 juta Dollar. Kerugian terbesar adalah sebesar 23 juta Dollar yang diakibatkan oleh matinya panel pengontrol pompa. Tiga kerugian lainnya (4 juta Dollar, 3.8 juta Dollar, 300 ribu Dollar) diakibatkan oleh penyetelan pressure switch yang tidak benar dan kasus lainnya diakibatkan oleh rusaknya shaft pompa. Semua kerugian tersebut bisa dihindari atau dimitigasi dengan program inspeksi regular, pengetesan mingguan dan perawatan rutin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGhmeY9JloBw7jG3h-O99pSC5eCwtxr69m4RwotqgBDrSjwneQ4FMIdnJWdxprE28ap-jptDSDprupPzhrtFmAs3_7iVU2MRe2zc6F8HJPfMQNx3d3UdowUJ0z4zhAd0ydWq116eVtrKL7/s1600/kerugian+pompa+kebakaran.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;garfik pompa kebakaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;407&quot; data-original-width=&quot;710&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGhmeY9JloBw7jG3h-O99pSC5eCwtxr69m4RwotqgBDrSjwneQ4FMIdnJWdxprE28ap-jptDSDprupPzhrtFmAs3_7iVU2MRe2zc6F8HJPfMQNx3d3UdowUJ0z4zhAd0ydWq116eVtrKL7/s400/kerugian+pompa+kebakaran.png&quot; title=&quot;grafik pompa pemadam kebakaran&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika dilihat dari grafik diatas, salah satu faktor kerugian yang diakibatkan pompa adalah terjadi pada pompa yang tidak diset otomatis sehingga terjadi keterlambatan pengoperasian pompa pemadam kebakaran. Hal ini jelas menunjukkan bahwa aktivasi pompa secara otomatis sangat penting karena pompa pemadam kebakaran akan aktif tanpa adanya penundaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lalu bagaimana jika ada rencana untuk dilakukan oleh pihak kontraktor untuk melakukan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;color: blue; font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aktivitas inspeksi, pengetesan pompa pemadam kebakaran dan perawatan rutin?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tidak masalah jika ingin di lakukan oleh pihak luar, tetapi harus dipastikan bahwa kontraktor tersebut memahami fasilitas di area anda dan memahami pentingnya pompa pemadam kebakaran terhadap semua sistem proteksi kebakaran yang terhubung dengan pompa. Biasanya ruang lingkup yang dikerjakan mencakup juga pengetesan sistem proteksi yang lain, seperti pengetesan local alarm (water gong) di sistem sprinkler otomatis. Terkait dengan pengetesan sistem sprinkler, maka satu orang harus disiapkan di ruang pompa jika pada saat pengetesan sistem sprinkler mengharuskan untuk mematikan pompa. Orang tersebut harus bersiap untuk mengaktifkan pompa jika terjadi kebakaran dan ketika semua aktifitas inspeksi ataupun pengetesan selesai dilakukan, maka pompa harus di set kembali ke kondisi otomatis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kaitannya tim respon darurat dengan pompa pemadam kebakaran?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan tim respon darurat, maka dalam struktur tim tesebut harus ditugaskan orang khusus untuk memastikan semua sistem proteksi kebakaran bekerja di waktu krusial kebakaran yaitu di 15 – 20 menit awal kebakaran. Orang yang ditugaskan khusus harus ada di setiap shift jika area tersebut bekerja 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagaimana jika pipa bawah tanah saya sudah tua? Dan saya coba menghindari memasukkan tekanan tinggi dalam pipa tersebut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Coba kita bertanya pada manajemen atau setidaknya pada diri sendiri, apakah lebih baik pecah saat dilakukan pengetesan atau pecah saat kondisi kebakaran sebenarnya. Dalam situasi pengetesan, akan ada kondisi dimana tekanan dalam pipa akan tinggi ketika kita melakukan pengetesan pompa dengan sedikit air yang keluar atau mendekati churn pressure.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika terdapat pipa yang tidak dapat menahan tekanan, maka anda harus sudah mulai membuat anggaran untuk mengganti pipa tersebut secara bertahap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan tekanan, terkadang ada fasilitas yang menset tekanan aktivasi pompa pemadam kebakaran dengan sangat rendah, sehingga ketika berjalannya waktu hingga turunnya tekanan dapat mengaktifkan pompa, kebakaran sudah menjadi besar. Di sisi lain, bahaya yang akan dihadapi ketika menggunakan pengaturan aktivasi tekanan yang rendah adalah water hammer yang akan menimbulkan tekanan yang tinggi pada pipa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bingung memilih pompa diesel atau pompa listrik?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Beberapa pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa pompa diesel lebih sedikit dapat diandalkan dibandingkan dengan pompa listrik karena pompa diesel benar benar berdiri sendiri tanpa tergantung dengan kondisi yang terjadi di luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;u&gt;IKLAN&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa yang bisa anda lakukan untuk fasilitas anda?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangka Pendek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan anda mengerti fungsi dari pompa pemadam kebakaran anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan pekerja di fasilitas anda paham terhadap aktivasi pompa pemadam kebakaran dan peran mereka ketika terjadi kondisi darurat kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mulai melakukan inspeksi, pengetesan rutin dan perawatan rutin untuk pompa pemadam kebakaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangka panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan tim tanggap darurat anda mengerti cara kerja pompa dan melakukan respon yang tepat terhadap pompa ketika terjadi kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memformalkan program inspeksi internal, pengetesan dan perawatan rutin tanpa melibatkan pihak luar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Membuat program impairment (pelemahan sistem) sehingga ketika terjadi kebakaran di saat pompa pemadam kebakaran akan tidak berdampak besar karena sudah ditangani dengan benar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melakukan review terhadap hasil pengetesan kinerja pompa tiap tahun untuk memastikan tekanan dana aliran pompa pemadam kebakaran tidak menurun dan masih sesuai dengan kurva pompa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sekian sedikit tulisan saya mengenai pompa pemadam kebakaran, semoga dapat digunakan untuk memahami betapa pentingnya peran pompa pemadam kebakaran terhadap fasilitas anda dan mulai melakukan instalasi sesuai dengan standar yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7064795358221319604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/02/pompa-kebakaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7064795358221319604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7064795358221319604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/02/pompa-kebakaran.html' title='Pentingnya Peran Pompa Pemadam Kebakaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw1jp-ayhgiGEAKKPdVaMgx8TLoZ_jHme8zSejFZ5qQHRl7r4AQsacrKhQmpKmG2Hjz6QjI2i7vGcUBfj-In2Z5TwnhZwPJI7aO0N2f_3-y9cKiBxhZPemH2722E_2zvYuMvXyoPvi4m4T/s72-c/pompa+pemadam+kebakaran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-1215992565950548895</id><published>2018-01-28T22:02:00.002+08:00</published><updated>2018-02-21T14:54:38.666+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Apa itu latihan kebakaran? - Fire Drill</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCmapmq3L0a-8SpOdbGSMHTw5PyA7VY7SNy1Dt_8AB1o2M76_ktU9RpCSwUPeObZJOBRcK5CM7TuiK_S_cu8eszGHYSrG-_mFbjM9JgINCuqpwVC8yaqzRoIXkpm_lZ9gD4_WgaNJfNGlQ/s1600/fire-drill.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;463&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;247&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCmapmq3L0a-8SpOdbGSMHTw5PyA7VY7SNy1Dt_8AB1o2M76_ktU9RpCSwUPeObZJOBRcK5CM7TuiK_S_cu8eszGHYSrG-_mFbjM9JgINCuqpwVC8yaqzRoIXkpm_lZ9gD4_WgaNJfNGlQ/s400/fire-drill.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Latihan membuat sempurna atau istilah inggrisnya &lt;i&gt;Practice Make Perfect&lt;/i&gt;, begitu juga dalam menghadapi situasi kondisi darurat, dengan berlatih maka akan membuat kita lebih siap menghadapi situasi kondisi darurat dengan mengetahui apa yang harus diperbuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan insiden kebakaran di lingkungan kerja, maka latihan kebakaran (fire drill) dan latihan evakuasi secara regular dapat menjadi suatu cara untuk memastikan pemahaman dan reaksi yang sama dari semua penghuni ketika terjadi suatu kondisi darurat kebakaran. Tujuan utama dari latihan kebakaran (fire drill) di tempat kerja adalah untuk membiasakan penghuni terhadap prosedur darurat saat terjadi kebakaran dan mengetahui semua komponen (tangga, pintu darurat, muster point dll) yang terkait dengan jalur evakuasi darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dapat secara mudah bagi para penghuni untuk mengabaikan komponen komponen evakuasi setiap harinya pada saat mereka melakukan rutinitas harian di areanya. Penghuni akan masuk dan keluar bangunan melalui jalur yang sama setiap harinya. Jalur ataupun tangga darurat alternatif mungkin tidak familiar terhadap sebagian besar penghuni, termasuk juga para penghuni yang sudah tahunan bekerja atau tinggal di area tersebut. Jika terjadi kebakaran, kemungkinan besar penghuni akan menggunakan jalur evakuasi yang berdekatan dengan jalur mereka sehari hari. Dengan dilakukannya latihan kebakaran ini, maka para penghuni diberi kesempatan untuk mengetahui jalur alternatif yang tidak mempunyai kondisi berbahaya. Pengenalan ini dapat meningkatkan kemungkinan suksesnya evakuasi dan berkurang korban saat terjadi kondisi darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Evaluasi kondisi jalur evakuasi sebelum latihan kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebelum dilakukan latihan kebakaran yang diikuti dengan proses evakuasi di tempat kerja, koordinator latihan kebakaran harus melakukan evaluasi pra latihan kebakaran terhadap jalur evakuasi dan titik berkumpul. Tujuan dilakukannya evaluasi pra latihan adalah untuk memastikan semua komponen evakuasi (tangga, pintu dll) dalam kondisi baik dan penghuni dapat menggunakannya dengan aman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai contoh, evaluasi dapat memastikan bahwa jalur evakuasi telah mempunyai tanda yang jelas dan dapat dibaca, selain itu juga dapat memastikan bahwa jalur evakuasi tidak terdapat halangan yang dapat menghambat proses evakuasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Koordinator latihan kebakaran juga harus mereview prosedur rencana evakuasi sebelum dilakukan latihan kebakaran dan mengidentifikasi pembaharuan yang diperlukan sebagai hasil dari perubahan operasional, perubahan fasilitas maupun perubahan karyawan di tempat kerja. Jika merefer ke OSHA 1910.38 (Occupational Safety and Health Administration – Emergency Action Plan), maka persyaratan suatu rencana aksi darurat (emergency action plan) minimal terdapat informasi mengenai prosedur evakuasi darurat, tipe dari evakuasi dan rute jalur evakuasi yang harus digunakan. Saat ini di beberapa perusahaan sudah memperlebar persyaratan ini dengan membuat rencana evakuasi formal dengan memasukkan gambar atau diagram jalur evakuasi dengan alternatif rute evakuasinya lengkap dengan spesifik informasi yang berkaitan dengan lokasi tempat itu berada. Contohnya, jalur evakuasi di suatu pabrik, maka informasi yang akan dimasukkan termasuk informasi mengenai jalur yang aman untuk evakuasi, area area apa saja yang harus dihindari saat proses evakuasi itu berlangsung dan khususnya untuk operator control room, terdapat juga informasi mengenai apa yang harus dilakukan sebelum melakukan evakuasi agar saat evakusi proses produksi tidak menimbulkan bahaya lainnya. Dalam merencanakan suatu latihan kebakaran, semua informasi mengenai bagaimana suatu penghuni harus bereaksi atau merespon harus dimasukkan dalam rencana latihan kebakaran untuk dilakukan evaluasi saat latihan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut link untuk contoh formulir evaluasi pra latihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/open?id=1AZQKf6nOKnwnbkY2ccIXfRaJVSgxIYOp&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;link1&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Objektif Latihan Kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika merefer ke NFPA &lt;i&gt;Life Safety Code&lt;/i&gt;, objektif utama dari latihan kebakaran adalah evakuasi yang teratur. NFPA menyebutkan bahwa dalam melakukan latihan kebakaran (fire drill), penekanan pelatihan harus pada evakuasi yang teratur dan bukan pada kecepatan evakuasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada umumnya, setiap tempat kerja atau fasilitas mempunyai persyaratan yang spesifik untuk evakuasi darurat. Secara umum, objektif latihan kebakaran berikut ini dapat digunakan untuk semua tempat kerja meski mereka mempunyai persyaratan yang berbeda beda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghuni dapat mengenali alarm evakuasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saat menerima alarm evakuasi, penghuni akan mengambil tindakan yang tepat, termasuk mematikan proses produksi atau peralatan yang kritikal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghuni kemudian dengan segera melakukan proses evakuasi menggunakan jalur evakuasi yang telah ditetapkan dalam rencana aksi darurat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghuni akan memberikan bantuan ke tamu atau individu yang mengalami kesulitan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghuni akan melakukan tindakan penghindaran jika jalur evakuasi yang telah ditentukan dalam kondisi tidak aman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghuni akan melapor ke petugas monitor area berkumpul di lokasi area berkumpul yang telah ditentukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Objektif tambahan yang terkait dengan kebutuhan yang spesifik dari suatu area atau fasilitas harus dimasukkan ke daftar objektif tersebut. Supaya objektif yang telah ditetapkan tersebut dapat dicapai, maka koordinator latihan kebakaran harus membuat program pelatihan prosedur evakuasi darurat kepada semua penghuni yang akan terlibat dalam latihan kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pelaksanaan latihan kebakaran harus dapat dilakukan dengan aman dan dapat memberikan perserta latihan kebakaran dengan pengalaman pembelajaran yang diinginkan, oleh karena itu perencanaan latihan kebakaran harus direncanakan dengan benar sebelumnya. Objektif dan ekspektasi dari suatu tempat kerja ataupun fasilitas terhadap evakuasi saat terjadi kebakaran harus dipertimbangkan saat proses pembuatan perencanaan latihan kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Proses perencanaan latihan setidaknya harus mencakup hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Objektif dari latihan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Frekuensi dari latihan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe latihan kebakaran – diumumkan vs kejutan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Keamanan dari latihan kebakaran dan evaluasi jalur evakuasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tugas dan tanggung jawab dari tim evakuasi darurat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Perhitungan jumlah penghuni&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tugas dan tanggung jawab tim latihan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Koordinasi dengan tim pemadam kebakaran local&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Koordinasi dengan pemilik area&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Frekuensi Latihan Kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA Life Safety Code menyatakan bahwa latihan kebakaran harus cukup sering agar penghuni di area tersebut memahami atau familiar terhadap prosedur evakuasi darurat. Dan juga dengan adanya penetapan frekuensi latihan kebakaran, maka akan terbentuk suatu program kegiatan rutin latihan kebakaran tiap tahunnya. Spesifik frekuensi latihan kebakaran di bawah ini berdasarkan NFPA Life Safety Code&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_1902140776&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1902140777&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidTe38Azbxv-_7xjnO2jH3-05sBQ4zQ_se7b3IKqLGkx5tJGwULdM-jgQktIkSFQ5xwGqgj6FEtzbLoTG2r8kdey2lR9qzSnSb1GjBDFZlWMiJZTsY2psOOsA0iZzSc-wPUI86_XMIxM0H/s1600/Fire+Drill.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;429&quot; data-original-width=&quot;673&quot; height=&quot;253&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidTe38Azbxv-_7xjnO2jH3-05sBQ4zQ_se7b3IKqLGkx5tJGwULdM-jgQktIkSFQ5xwGqgj6FEtzbLoTG2r8kdey2lR9qzSnSb1GjBDFZlWMiJZTsY2psOOsA0iZzSc-wPUI86_XMIxM0H/s400/Fire+Drill.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika tidak ada referensi mengenai berapa jumlah latihan kebakaran yang harus dilaksanakan tiap tahunnya, maka harus dilakukan evaluasi terhadap lokasi tersebut, apakah lokasi tersebut dikategorikan beresiko tinggi atau rendah. Nilai dengan proses penilaian resiko untuk menentukan jumlah frekuensi latihannya. Pada umumnya, satu atau dua latihan kebakaran tiap tahun dianggap cukup untuk memastikan penghuni familiar dengan prosedur evakuasi darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kapan dibutuhkan jumlah latihan lebih banyak?&lt;/span&gt;, jumlah latihan dipertimbangkan dilakukan lebih banyak dari yang sudah direncanakan ketika terjadi perubahan baru pada prosedur evakuasi ataupun perubahan jalur evakuasi. Penambahan jumlah karyawan yang cukup signifikan juga dapat dipertimbangkan juga sebagai justifikasi untuk menambah frekuensi latihan kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Indikator lain yang bisa menyebabkan frekuensi latihan kebakaran ditambah yaitu respon yang buruk dari penghuni pada saat dilaksanakannya latihan kebakaran atau pada saat aktivasi alarm sesungguhnya. Latihan kebakaran ini selain digunakan sebagai sarana pelatihan, latihan ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengevaluasi pengetahuan, ketrampilan dan perilaku dari penghuni area tempat kerja, jika terdapat indikasi seorang penghuni membutuhkan pelatihan tambahan, maka frekuensi latihan akan ditambah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Latihan Kebakaran – &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;diumumkan vs kejutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA Life Safety Code menyatakan bahwa “Latihan kebakaran harus dilaksanakan pada waktu yang sudah diduga maupun pada waktu yang tidak diduga dengan kondisi yang bervariasi untuk mensimulasikan kondisi tidak normal yang dapat terjadi saat kondisi darurat sebenarnya”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran selalu hadir di waktu yang tidak diduga, jika latihan kebakaran dilakukan di waktu dan cara yang sama terus menerus, maka latihan kebakaran ini akan kehilangan nilai objektifnya. Suatu ketika, terjadi kebakaran yang sesungguhnya, dan entah karena suatu masalah muncul, jalur evakuasi dan titik berkumpul yang biasa digunakan saat latihan kebakaran tidak dapat diikuti, maka hal ini akan menciptakan suatu kebingungan dan kepanikan. Latihan kebakaran harus direncanakan dengan hati-hati untuk dapat mensimulasikan kondisi kebakaran sebenarnya. Tidak hanya dilakukan diwaktu yang berbeda saja, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan jalur evakuasi yang berbeda beda yang berdasarkan dari asumsi skenario akan terjadinya penutupan jalur evakuasi oleh asap maupun api&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe latihan kebakaran yang akan dilakukan baik latihan yang diumumkan maupun latihan secara kejutan tergantung dari koordinator latihan terhadap objektif yang ingin dicapai dari latihan kebakaran. Latihan kebakaran yang diumumkan memberikan kesempatan bagi penghuni untuk melakukan persiapan sebelum dilakukan latihan kebakaran. Latihan kebakaran (fire drill) yang diumumkan akan menjadi pembelajaran pelatihan evakuasi secara terstruktur dimana setiap penghuni akan melakukan tindakan yang sesuai prosedur pada saat alarm mulai berbunyi maupun pada saat perintah evakuasi dilakukan. Latihan kebakaran yang diumumkan juga memberikan kesempatan kepada proses produksi untuk shutdown (jika diperlukan) atau mempersiapkan kondisi yang aman agar latihan kebakaran dapat dilakukan dengan selamat. Latihan kebakaran yang diumumkan merupakan latihan kebakaran dengan tingkat resiko yang kecil atau yang paling tidak mengancam, tipe ini cocok untuk mengenalkan prosedur atau jalur evakuasi yang baru ataupun pengenalan prosedur yang baru direvisi kepada penghuni. Pada saat latihan kebakaran tipe ini dilakukan, orang yang ditugaskan dalam latihan kebakaran ini dapat mengarahkan penghuni ke jalur evakuasi alternatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meskipun latihan kebakaran secara kejutan itu dianggap mengganggu, tetapi latihan kebakaran tipe ini dapat memberikan indikasi yang mendekati situasi nyata mengenai apa yang akan terjadi ketika situasi kebakaran benar benar terjadi. Tanpa adanya pengumuman pelaksanaan latihan kebakaran, penghuni mungkin dapat memilih untuk tidak bereaksi ketika mendengar alarm atau menunjukkan perilaku yang berbahaya saat kondisi darurat terjadi. Untuk mensimulasikan keadaan nyata, tanda berupa visual gambar maupun tulisan dapat digunakan, contohnya tulisan berupa pintu rusak di jalur evakuasi yang membuat penghuni untuk mencari jalur evakuasi alternatif. Latihan kebakaran secara kejutan ini tetap harus dilakukan komunikasi juga dengan pemilik area tetapi cukup dengan perwakilan manajemen di area tersebut, tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan dan pertimbangan dari mereka terhadap bahaya yang mungkin terjadi pada saat latihan kebakaran kejutan diadakan di area mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keselamatan pelaksanaan latihan kebakaran dan evaluasi jalur evakuasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Keselamatan penghuni saat latihan kebakaran harus menjadi prioritas utama sehingga latihan ini tidak menimbulkan cidera kepada penghuni. Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satunya adalah inspeksi pra latihan kebakaran yang dilakukan dan dikoordinasi oleh koordinator latihan kebakaran. Tujuan aktivitas inspeksi adalah untuk mengidentifikasi bahaya yang ada di jalur evakuasi dan dapat menciderai penghuni saat melakukan evakuasi. Selain identifikasi jalur evakuasi, untuk area produksi seperti di pabrik yang memiliki resiko tinggi, identifikasi juga harus dilakukan agar aktivitas latihan ini tidak menciptakan bahaya baru akibat dari tidak adanya orang yang memonitor parameter kritikal dari suatu proses produksi. Setelah ditemukan potensi bahaya tersebut maka dilakukan pengendalian terhadap bahaya tersebut, pengedalian bahaya ini harus terlebih dulu dilakukan sebelum latihan kebakaran dilakukan. Menjadi tanggung jawab koordinator latihan kebakaran untuk memastikan pengendalian tersebut selesai dilakukan dan efektif terhadap potensi bahaya yang telah diidentifikasi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pelatihan juga harus dilakukan sebelum dilakukan latihan kebakaran dan evakuasi, di pelatihan ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memaparkan kondisi kondisi bahaya apa saja yang ada dan bagaimana mengendalikan pada saat latihan dilakukan. Latihan kebakaran secara bertahap dan teratur mengikuti prosedur harus ditekankan dalam pelatihan kebakaran ini dibandingkan kepada kecepatan evakuasi. Sebagai contoh, pada saat latihan kebakaran dan harus melalui tangga darurat, pemberitahuan kepada penghuni untuk melakukan dengan pergerakan yang aman harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cidera akibat terpleset atau terjatuh saat menuruni tangga dengan terburu buru. Secara garis besar, yang ingin dilihat dalam latihan kebakaran ini adalah konsep pemahaman penghuni terhadap prosedur evakuasi yang telah di ajarkan kepada para penghuni, apakah mereka mengikuti secara teratur, apakah ada prosedur yang tidak tepat ataupun mengidentifikasi perilaku penghuni yang berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tekait dengan keamanan terhadap barang berharga penghuni yang melakukan latihan kebakaran dan evakuasi, maka koordinasi harus dilakukan dengan pihak pengamanan untuk memastikan tidak ada pihak pihak yang mengambil keuntungan dari latihan kebakaran ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perhitungan jumlah penghuni&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai pemilik suatu fasilitas, maka dituntut untuk bisa menghitung jumlah penghuni di area tersebut saat dilakukan latihan kebakaran dan evakuasi darurat. Sistem perhitungan jumlah penghuni harus dibuat untuk mengidentifikasi kehadiran penghuni dan lokasi mereka setelah evakuasi dilakukan. Latihan kebakaran ini akan melihat apakah sistem yang telah dibuat berfungsi secara sempurna atau parsial sehingga bisa disempurnakan. Selain itu, perhitungan ini bisa menunjukkan persentase keikut sertaan penghuni dalam mengikuti latihan ini dan berapa yang tidak mengikuti pelatihan, sehingga bisa identifikasi apakah perlu dilakukan latihan tambahan atau tidak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Metode yang biasa digunakan untuk menghitung jumlah orang adalah menggunakan tempat berkumpul yang telah ditetapkan dan menghitung satu persatu penghuni ketika mereka mencapai area berkumpul tersebut. Metode ini bekerja dengan baik untuk fasiltas dengan satu tenant. Metode ini juga dapat berfungsi dengan baik terhadap fasilitas yang memiliki ribuan pekerja jika proses perhitungan ini dikelola dengan baik. Untuk area yang memiliki banyak tenant seperti di gedung perkantoran, maka tiap tenant berkewajiban untuk menghitung masing masing penghuninya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tugas dan tanggung jawab staf latihan kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengacu ke Life Safety Code “Tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan latihan kebakaran harus ditugaskan kepada orang yang kompeten untuk memimpin pelatihan”. Life safety code tidak menspesifikasikan secara pasti peran, tanggung jawab dan kualifikasi dari orang yang ditugaskan untuk mengkoordinasi dan membantu pelakasanaan latihan kebakaran dan evakuasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Posisi dibawah ini menjelaskan fungsi dari peran masing masing staf latihan kebakaran dan evakuasi yang dapat diimplementasikan hampir di semua tipe fasilitas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Catatan : nama posisi mungkin akan berbeda di tiap fasilitas atu perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Koordinator latihan&lt;/b&gt; : Merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi latihan kebakaran. Posisi ini bisa ditugaskan ke Fire Safety Manager atau EHS Manager. Pada fasilitas yang kecil, koordinator latihan ini bisa ditugaskan ke Facility Manager.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Floor/area warden&lt;/b&gt; : Tugas individu untuk menggkoordinasi evakuasi darurat di suatu bagian area tertentu atau lantai tertentu dan memastikan semua penghuni telah melakukan evakuasi. Floor warden juga bertugas memastikan semua area di bawah tanggung jawabnya telah kosong termasuk memastikan area toilet sudah tidak ada orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemantau Tangga darurat&lt;/b&gt; : Tugas individu untuk memantau penggunaan tangga darurat pada lantai tertentu sewaktu evakuasi darurat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemantau lift&lt;/b&gt; : Tugas individu untuk memantau lobi lift sewaktu evakuasi darurat kebakaran. Pemantau lift akan memastikan tidak ada penghuni yang menggunakan lift pada saat kondisi darurat dan mengarahkan penghuni ke jalur evakuasi lainnya atau ke arah tangga darurat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Buddy atau tim support orang yang memiliki keterbatasan&lt;/b&gt; : Penghuni yang ditugaskan untuk membantu penghuni yang memiliki keterbatasan pada saat evakuasi darurat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemantau titik kumpul &lt;/b&gt;: Penghuni yang ditugaskan untuk memantau titik kumpul dan mencatat penghuni yang tiba di titik kumpul&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Komunikator&lt;/b&gt; : Staf yang bertanggung jawab untuk komunikasi antar titik kumpul dan pusat komando&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemantau latihan &lt;/b&gt;: Tugas individu untuk memantau reaksi dan aksi penghuni saat latihan kebakaran dan melaporkan temuannya ke koordinator latihan pada saat akhir latihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Koordinasi dengan tim pemadam kebakaran Lokal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada umumnya, semua rencana pelatihan kebakaran harus selalu dikoordinasikan dengan tim pemadam kebakaran lokal yang ada di area anda. Tim pemadam kebakaran bisa diminta masukannya dalam perencanaan latihan ini karena mereka lebih ahli dalam proses evakuasi, sehingga masukan dari mereka dapat membuat perencanaan latihan kebakaran lebih bagus dan objektif yang telah ditetapkan dapat dicapai dalam latihan kebakaran ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saya mempunyai pengalaman yang terkait dengan koordinasi di tim pemadam, kebetulan di area kami mempunyai tim pemadam sendiri. Pada saat itu ada area yang melakukan latihan kebakaran dengan tidak melibatkan tim pemadam, mereka memutuskan untuk menggunakan api yang sebenarnya di area pantry. Saat latihan dimulai, api pun dinyalakan tetapi mereka lupa siapa yang akan memonitor api tersebut, sehingga hampir saja terjadi kebakaran yang sebenarnya, tetapi beruntung api bisa dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran. Pelajaran dari insiden ini adalah pentingnya koordinasi dengan tim pemadam untuk mendapatkan masukan teknis termasuk potensi bahaya jika penghuni ingin menggunakan api dalam latihan kebakarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Koordinasi dengan pemilik area&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Latihan kebakaran harus juga berkordinasi dengan pemilik area atau fasilitas sehingga penghuni yang terlibat dalam perencanaan latihan kebakaran mengetahui tanggung jawab mereka selama latihan kebakaran berlangsung. Lingkup koordinasi tergantung pada tipe fasilitas dan komplektifitas proses produksi yang ada di area tersebut, tetapi minimal melibatkan posisi seperti manajer area, manajer EHS, manajer security dan tim respon darurat area (jika ada). Koordinasi juga dilakukan pada manajer yang membawahi suatu proses produksi yang akan terdampak dalam latihan ini, tujuannya untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan dalam proses produksi pada saat latihan kebakaran berlangsung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Posisi lain atau individual seperti senior manajemen ataupun perwakilan penghuni bisa dimasukkan juga dalam daftar orang yang akan diajak koordinasi. Meski tidak semua posisi diatas harus mengetahui kapan dilaksanakannya latihan kebakaran, tetapi mereka dapat memberikan bantuan dalam proses perencanaan latihan kebakaran dan juga membantu untuk memastikan latihan kebakaran ini mencapai objektif yang telah direncanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Evaluasi latihan kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Latihan kebakaran di tempat kerja dilaksanakan untuk melatih penghuni dalam menjalankan prosedur evakuasi dan darurat, selain dari pemberi latihan kepada penghuni, latihan kebakaran ini juga menguji prosedur rencana darurat dan pengetahuan penghuni mengenai bahaya keselamatan kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tim pemantau latihan kebakaran yang tersebar di beberapa area saat latihan kebakaran akan memantau pelaksanaan latihan kebakaran. Koordinator latihan kebakaran akan mengumpulkan semua informasi dari masing masing pemantau latihan kebakaran, termasuk juga laporan dari tim yang terlibat dalam proses evakuasi dan juga laporan dari partisipasi penghuni yang mengikuti latihan kebakaran ketika latihan kebakaran telah selesai dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Isu isu terkait dengan respon dari penghuni, sistem proteksi kebakaran area, ataupun prosedur rencana darurat harus diidentifikasi pada saat latihan kebakaran berlangsung. Semua laporan dan isu akan dibuatkan laporan hasilnya oleh koordinator latihan yang kemudian akan mempresentasikan hasil ini ke perwakilan manajemen. Semua temuan yang ditemukan dari latihan kebakaran akan ditindaklanjuti oleh pemilik area untuk memastikan pada saat keadaan darurat kebakaran dan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman. Dalam pertemuan tersebut dengan perwakilan manajemen juga harus dibahas temuan temuan hasil dari latihan kebakaran sebelumnya dan memastikan apakah temuan tersebut sudah ditindaklanjuti atau belum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut contoh laporan evaluasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/open?id=1eQ168DixkqAe8DqhDu-NrzyBeAaQKatP&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;link2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut contoh formulir perencanaan latihan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/open?id=16CcOuJPePWZiYLW7Mf0nC9snczidA8R2&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;link3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semoga informasi mengenai latihan kebakaran ini dapat membantu teman teman dalam memahami dan merencanakan latihan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Collona, P.E., Guy R. 2001.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Introduction to Employee Fire &amp;amp; Life Safety&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;2010.&amp;nbsp;&lt;i&gt;A study book for the NEBOSH Certificate in Fire SAfety and Risk Management 3rd Edition&lt;/i&gt;. RMS&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Craighead, Geoff. 2003.&amp;nbsp;&lt;i&gt;High-Rise Security and Fire Life Safety 2nd Edition&lt;/i&gt;. Britihs Library&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;2018.&amp;nbsp;&lt;i&gt;NFPA 101 Life Safety Code&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;


&lt;script async src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/1215992565950548895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/01/latihan-kebakaran-fire-drill.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1215992565950548895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1215992565950548895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2018/01/latihan-kebakaran-fire-drill.html' title='Apa itu latihan kebakaran? - Fire Drill'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCmapmq3L0a-8SpOdbGSMHTw5PyA7VY7SNy1Dt_8AB1o2M76_ktU9RpCSwUPeObZJOBRcK5CM7TuiK_S_cu8eszGHYSrG-_mFbjM9JgINCuqpwVC8yaqzRoIXkpm_lZ9gD4_WgaNJfNGlQ/s72-c/fire-drill.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7384007304242862407</id><published>2017-12-22T05:27:00.002+08:00</published><updated>2018-02-21T16:03:01.062+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="WaterSuppression"/><title type='text'>Mengenal sistem sprinkler otomatis -  The automatic sprinkler</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQOdJlaiaJw7-LzgvFJPWjWGXEXm0XEDqpPo1OHTx2C_W9dAYhyphenhyphenEgLuOk1JjWPQschnKd_v_mvGzmD9k3QDjJKzJtk5aHDbj9D4RN4b_Z-M18fKetc6jsiu4qU6wmoAQx7yvQT1OENzft/s1600/sprinklerpic.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sistem otomatis sprinkler&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;436&quot; data-original-width=&quot;590&quot; height=&quot;295&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQOdJlaiaJw7-LzgvFJPWjWGXEXm0XEDqpPo1OHTx2C_W9dAYhyphenhyphenEgLuOk1JjWPQschnKd_v_mvGzmD9k3QDjJKzJtk5aHDbj9D4RN4b_Z-M18fKetc6jsiu4qU6wmoAQx7yvQT1OENzft/s400/sprinklerpic.png&quot; title=&quot;Kepala sprinkler&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar sistem sprinkler otomatis, tapi apakah kita tahu sistem sprinkler otomatis itu seperti apa? Bagaimana sistem tersebut bekerja melawan api? Dimana seharusnya sistem tersebut dipasang?. Ketika kita mengetahui konsep sistem sprinkler otomatis dan bagaimana sistem ini bekerja maka akan besar kemungkinan anda dapat mencegah kerugian yang besar akibat insiden kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saat ini memang sudah banyak teknologi untuk memadamkan api, tetapi sistem sprinkler otomatis masih sebagai sistem yang efisiensi dalam melawan api. Sistem ini juga garis depan dalam bertahan melawan api. Meskipun begitu, masih banyak yang gagal paham betapa pentingnya sistem sprinkler otomatis. Alasan untuk tidak memasang sistem sprinkler otomatis bervariasi dan berikut ini yang menjadi alasan yang sering digunakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran tidak mungkin terjadi di sini&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dekat dengan lokasi tim Pemadam Kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Biaya untuk pemasangan sistem yang tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Asuransi akan mengganti kerugian jika terjadi kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam setiap alasan di atas seperti berjudi bahwa kerugian akibat kebakaran tidak mungkin sampai menghancurkan, andaikata terjadi tidak akan mengganggu proses bisnis. Pada kenyataannya, dengan memilih untuk tidak memasang sistem sprinkler otomatis di lokasi yang sebenarnya membutuhkan sistem sprinkler otomatis menciptakan potensi untuk terjadinya bencana. Hal yang harus dipertimbangkan adalah objektif dari pemasangan sistem tersebut, dengan adanya sistem sprinkler otomatis dapat mengurangi konsekuensi dari dampak kebakaran. Dampak kebakaran dapat berupa dengan cideranya pekerja atau karyawan, rusaknya properti, hingga terganggunya keberlangsungan operasional maupun bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada umumnya api berawal dari ukuran api yang kecil dan dapat tidak terlihat dalam jangka waktu tertentu. Ketika api sudah cukup besar untuk dapat dilihat, maka waktu untuk mencapai besar dapat diukur dalam hitungan detik, sehingga sistem sprinkler otomatis dibutuhkan untuk mengendalikan dan memadamkan api sebelum membesar dan tidak bisa di kendalikan. Pada saat sistem sprinkler bekerja, air keluar dari kepala sprinkler (sprinkler head) dan alarm aktif. Sprinkler sistem akan memusatkan air pada area yang terjadi kebakaran tanpa terpengaruh oleh panas, asap, gas beracun yang biasanya akan berpengaruh pada tim pemadam kebakaran saat memadamkan api secara manual.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika sistem sprinkler didukung oleh suplai air yang cukup kuat, maka biasanya hanya sprinkler yang berada di atas lokasi kebakaran dan lokasi didekatnya saja yang aktif. Dengan beroperasinya sprinkler di saat awal perkembangan api, maka sistem sprinkler akan menggunakan air lebih sedikit dan lebih efektif dibandingkan dengan air yang dikeluarkan oleh Hose saat tim pemadam kebakaran memadamkan api. Bangunan yang tidak memiliki sistem sprinkler otomatis, ketika terjadi kebakaran maka kebakaran kemungkinan besar tidak dapat dikendalikan. Ketika tim pemadam kebakaran datang, maka panas, asap dan api sudah sangat besar dan bisa diluar jangkauan dari kemampuan tim pemadam kebakaran itu sendiri. Statistik menunjukkan bahwa bangunan yang tidak memiliki sistem sprinkler otomatis akan mengalami kerusakan yang lebih parah dan membutuhkan biaya yang besar untuk kembali beroperasi kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;JADI…. APA ITU SISTEM SPRINKLER OTOMATIS?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sprinkler otomatis terpasang secara berselang selang di instalasi jaringan pipa sprinkler yang luas dan sistem jaringan pipa ini yang akan menyalurkan air ke semua kepala sprinkler. Kepala sprinkler akan mengeluarkan air sesaat setelah elemen sensitif panasnya terpanasi hingga mencapai suhu operasionalnya untuk aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sprinkler dapat dipasang dalam 3 posisi yaitu menghadap ke atas (upright), menghadap ke bawah (pendent) atau di sisi samping dinding (sidewall). Untuk tipe kepala sprinkler sidewall, tergantung pada tipenya dapat dipasang secara vertikal maupun horisontal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kepala sprinkler mempunyai 3 komponen utama yaitu orifice, deflektor dan elemen sensitif panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhodn8wORDJ7h7rAX08r9clkYyH8GZHAWk3txDxMgG_GYEdmOWmaWSI4MzKn_us9pHMC0eS_GvaBAGgxjnqxD3SNGD3yvcfR2EYmpM9vnlCV_CzzUb4JWRJrl8UJJg2nlEy-pI2SVfvDjyS/s1600/anatomi1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;282&quot; data-original-width=&quot;375&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhodn8wORDJ7h7rAX08r9clkYyH8GZHAWk3txDxMgG_GYEdmOWmaWSI4MzKn_us9pHMC0eS_GvaBAGgxjnqxD3SNGD3yvcfR2EYmpM9vnlCV_CzzUb4JWRJrl8UJJg2nlEy-pI2SVfvDjyS/s320/anatomi1.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orifice&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Orifice adalah lubang di kepala sprinkler tempat untuk air keluar. Ukuran lubang bervariasi tergantung pada tipe kepala sprinkler tersebut. Orifice menentukan koefisien debit (discharge coefficient) dari sprinkler. Suatu sprinkler dapat memiliki koefisien debit 2.8 (40), 5.6 (80), 8.0 (115), 11.2 (160), 14.0 (200), 16.8 (235), 22.4 (315) dan 25.2 (360) gal./min./psi1/2 (L/min./bar1/2).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Debit air (Q) dari kepala sprinkler didapatkan dari hasil perkalian koefisien debit (K) dengan akar pangkat dua dari tekanan air (P) di kepala sprinkler.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&amp;nbsp;Q=K ×√P&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Deflektor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dengan instalasi standard, maka air yang akan keluar dari kepala sprinkler akan membentur deflektor untuk membentuk pola pancaran sprinkler yang seragam berbentuk payung. Desain dari deflektor ini yang akan menentukan bentuk dan karakteristik pola pancaran air dari kepala sprinkler.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Elemen Sensitif Panas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Yang menjadi trigger untuk pengoperasian sprinkler adalah elemen sensitif panas yang ada di kepala sprinkler. Elemen sensitif panas ini mempunyai dua tipe yaitu, elemen fusible (atau elemen solder) dan bohlam kaca (glass bulb).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika elemen fusible ini mencapai suhu desain operasional, maka elemen ini akan meleleh dan membuka jalur air bertekanan untuk keluar melalui orifice yang kemudian air ini akan menabrak deflektornya dan berpencar ke bawah dalam bentuk pola pancaran seperti payung dan mengarah ke lokasi kebakaran tepat di bawahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tipe elemen bohlam kaca (glass bulb) terdiri dari bohlam kaca yang berisi cairan. Cairan ini mulai mengembang sehingga tekanan di dalam bohlam kaca meningkat akibat dari pengaruh panas dari luar, tekanan ini akan terus naik hingga bohlam kaca ini pecah yang kemudian membukan jalur air terbuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;DIMANA SISTEM SPRINKLER OTOMATIS DIBUTUHKAN?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem ini dibutuhkan di manapun ketika terdapat material kontruksi yang dapat terbakar ataupun area yang menyimpan material yang dapat terbakar. Dibutuhkan di manapun ketika bahan bakar dapat tersulut dan menyebabkan api menyebar luas atau di manapun yang dapat mengakibatkan kerusakan oleh kebakaran ataupun produk dari kebakaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;LALU BAGAIMANA SISTEM SPRINKLER OTOMATIS INI MELAWAN KEBAKARAN?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Respon Alarm&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alarm akan berbunyi ketika air keluar dari salah satu atau lebih kepala sprinkler. Secara lokal, alarm gong yang berada di katup sprinkler akan berbunyi yang menandakan bahwa ada aliran air dan memberitahukan kepada semua orang yang berada di area sekitar tersebut bahwa sistem sprinkler aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tergantung dari sistem yang diimplementasikan, alarm juga akan berbunyi di ruang kendali (control room) yang ada di lokasi yang sama maupun di ruang kendali yang berada di kantor pusat di luar area. Setelah alarm berbunyi maka setiap orang yang berada di area sekitar maupun di ruang kendali menghubungi tim respon kebakaran untuk datang ke lokasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Respon Sprinkler&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler otomatis akan merespon kebakaran dalam dua mode yaitu mengendalikan (control-mode) dan memadamkan api (suppression-mode). Control-mode sprinkler mengendalikan kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Air yang keluar dari &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;control-mode sprinkler&lt;/span&gt; akan membasahi permukaan yang terbakar untuk membatasi tingkat kerusakan, tapi yang lebih penting adalah air membasahi permukaan yang belum terbakar di luar area yang terbakar, hal ini akan mengurangi intensitas api dan mencegah penyebaran api menjadi lebih luas. Kepala sprinkler yang aktif juga mendinginkan area didekat atap ataupun plafon yang akan mencegah kerusakan struktur dan juga mencegah aktifnya kepala sprinkler yang letaknya jauh dari lokasi kebakaran awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;suppression mode sprinkler&lt;/span&gt;, konsep kerjanya adalah merespon api dengan cepat dan mengaplikasikan air dengan debit dan droplet air yang besar langsung ke arah plume kebakaran sehingga efektif menghentikan api sebelum menjadi besar. Sebagai hasil dari respon yang cepat dan terbatasnya perkembangan api adalah jumlah kepala sprinkler yang aktif menjadi sedikit sehingga penggunaan air bisa dikurangi, ini termasuk juga berkurangnya intensitas api dan asap. Suppression mode sprinkler biasa digunakan untuk proteksi gudang yang terdapat tumpukan rak tinggi untuk penyimpanan material.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;


&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;TIPE TIPE SISTEM SPRINKLER OTOMATIS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam suatu gedung atau area, biasanya akan terdiri dari satu atau lebih tipe sistem sprinkler berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Wet Pipe&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem ini paling umum digunakan. Semua pipa sistem sprinkler ini berisi air yang bertekanan dalam keadaan normalnya. Ketika satu atau lebih kepala sprinkler aktif atau beroperasi, maka air akan keluar dari kepala sprinkler yang terbuka dan terus mengalirkan air sampai control valve ditutup setelah api berhasil dipadamkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dry Pipe&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem ini biasanya digunakan di area yang mempunyai potensi air membeku di pipa. Di sistem ini, pipa akan berisi udara atau nitrogen bertekanan dengan tekanan yang cukup untuk menahan air di posisi sebelum alarm valve. Alarm valve akan ditempatkan di area atau ruangan yang mempunyai sistem penghangat. Ketika kepala sprinkler aktif dan mulai melepaskan udara di dalam pipa, maka tekanan udara di dalam pipa akan turun yang kemudian akan membuka alarm valve dan selanjutnya air akan mengalir ke pipa dan menuju ke kepala sprinkler yang aktif. Delay waktu antara waktu pecahnya kepala sprinkler dengan waktu air yang keluar dari kepala sprinkler membuat sistem ini kurang efisien dibandung sistem Wet Pipe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Preaction&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem ini hampir sama dengan Dry Pipe dimana pipa tidak akan berisi air. Air tidak akan masuk ke pipa sampai sistem deteksi yang berada di area yang sama dengan sistem sprinkler otomatis mendeteksi asap maupun panas yang kemudian mengaktifkan alarm valve. Berbeda dengan Dry pipe dimana air akan masuk ke pipa ketika satu atau beberapa kepala sprinkler aktif atau beroperasi, di preaction air akan mulai masuk ke pipa meski belum ada kepala sprinkler yang aktif dan kondisi ini sama dengan kondisi sistem Wet Pipe. Air akan keluar dari sistem ketika salah kepala sprinkler aktif. Sehingga fungsi sistem deteksi ini memberikan alarm dini bahwa telah terjadi kebakaran sebelum sistem sprinkler beroperasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Deluge&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem deluge ini digunakan untuk memproteksi area yang mengharuskan pengaplikasian air ke seluruh area yang luas secara bersamaan. Sistem menggunakan sistem deteksi yang sesuai dengan tipe bahaya yang akan diproteksi. Ketika sistem deteksi mendeteksi adanya api, asap atau panas, maka sistem akan mengaktifkan deluge valve yang kemudian akan mengalirkan air ke dalam pipa menuju kepala sprinkler yang sudah terbuka orifice nya. Kepala sprinkler yang digunakan di sistem Deluge menggunakan kepala sprinkler tipe terbuka maksudnya tidak ada elemen sensitive panas yang menutup orifice.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMILIHAN RATING SUHU SPRINKLER&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memahami rating suhu sprinkler sangat penting ketika akan memilih sistem sprinkler untuk aplikasi tertentu. Sprinkler menyediakan beragam pilihan suhu aktifasi yang bervariasi dan pemilihan yang tepat akan mencegah sprinkler aktif secara prematur. Pemilihan rating suhu sprinkler juga harus memperhitungkan suhu lingkungan sekitar lokasi pemasangan kepala sprinkler&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPu8xVGU-qPjm9-qNjvOLnSTOTY0IK1rW0X_BAH22M3_nzCkgPL97Qdw9Lu0blkNvrg6xt5zL45FzgFYlAyYH1qHMy2cvqM-Ua42CwMAijNauAv0QjlYt1DC-7iiIAIerbSSEO9SBDIfBA/s1600/Sprinkler1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sprinkler head temperature&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;552&quot; data-original-width=&quot;505&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPu8xVGU-qPjm9-qNjvOLnSTOTY0IK1rW0X_BAH22M3_nzCkgPL97Qdw9Lu0blkNvrg6xt5zL45FzgFYlAyYH1qHMy2cvqM-Ua42CwMAijNauAv0QjlYt1DC-7iiIAIerbSSEO9SBDIfBA/s400/Sprinkler1.png&quot; title=&quot;Suhu kepala sprinkler&quot; width=&quot;365&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;MEMASTIKAN SUPLAI AIR YANG CUKUP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem sprinkler otomatis butuh air untuk beroperasi. Sistem ini membutuhkan air dengan dengan debit dan tekanan yang cukup untuk beroperasi selama durasi waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Sumber air yang akan masuk ke sistem sprinkler ini dapat berasal dari bermacam sumber yaitu : sistem sumber air umum, tangki hisap dan pompa air, tangki gravitasi atau kombinasi dari sumber sumber tersebut. Tambahan koneksi (Fire Dept Connection) dari truk pemadam biasanya juga disediakan, koneksi ini digunakan untuk menaikkan tekanan air di sistem ataupun menambah debit air ke sistem.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tetapi jika kita gagal dalam melakukan inspeksi dan memonitor status semua valve, maka fungsi sistem sprinkler ini akan mati atau melemah. Desain standar sistem sprinkler otomatis adalah dipasangnya control valve sebelum alarm valve untuk memungkinkan dilakukan aktivitas perbaikan di sistem, tetapi jika tim perawatan lupa membuka kembali control valve yang ditutup pada saat perbaikan maka akan menimbulkan bencana. Sistem sprinkler yang terpasang akan menjadi tidak berguna ketika control valve dalam keadaan tertutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Program inspeksi mingguan dan program impairment dapat mencegah tertutupnya control valve yang tidak diketahui sehingga sistem dapat dipastikan selalu dalam keadaan siap berfungsi ketika terjadi kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;ANATOMI SISTEM SPRINKLER&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhinh2dsRNxM9o56Tl0_X0oreGyrhZANOL6Ige5rIJqFtcBogGFFo_LqgMWkKUxDDlJEWnxwuP1c4TznzFoLPRkxVs5mlOemtKHXx-v4dYvyEkLLXwV-y05gKPceaIEeMFPISbWp7wrqcx1/s1600/Sprinkler+System+Types2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;sistem sprinkler otomatis&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;305&quot; data-original-width=&quot;625&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhinh2dsRNxM9o56Tl0_X0oreGyrhZANOL6Ige5rIJqFtcBogGFFo_LqgMWkKUxDDlJEWnxwuP1c4TznzFoLPRkxVs5mlOemtKHXx-v4dYvyEkLLXwV-y05gKPceaIEeMFPISbWp7wrqcx1/s400/Sprinkler+System+Types2.jpg&quot; title=&quot;sistem sprinkler otomatis&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika kita lihat sistem sprinkler otomatis secara langsung, mungkin akan terlihat kompleks dan rumit, tetapi sebenarnya sistem ini cukup sederhana. Sistem dimulai dari sumber air yang bisa berasal dari berbagai sumber. Air ini akan memasuki ke sistem pipa utama menuju ke masing area yang terdapat sistem sprinkler otomatis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebelum masuk ke alarm valve atau ada yang bilang sebagai alarm valve, terdapat control valve atau gate valve dipasang sebelumnya yang berfungsi mengisolasi sumber air jika diperlukan perbaikan pada sistem sprinkler. Fungsi alarm valve ini adalah untuk mengalirkan air ke alarm gong (lokal alarm) agar aktif dan memberithukan orang sekitar bahwa sistem sprinkler aktif dan ada kemungkinan terjadi kebakaran (karena terkadang alarm berbunyi ketika terjadi kebocoran atau terjadi patahnya pipa sprinkler). Selain aktifnya alarm gong, sistem juga mengirim sinyal ke ruang pengedali lokal ataupun ruang pengendali pusat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah dari alarm valve, air akan terus masuk ke pipa utama sistem sprinkler dimana pipa utama ini akan mempunyai pipa pipa cabang untuk distribusi air ke area yang diproteksi. Di setiap pipa cabang ini akan dipasang kepala sprinkler dengan jarak tertentu antar kepala sprinkler. Sistem sprinkler juga dilengkapi dengan valve tambahan atau disebut sebagai inspector test connection yang dipasang di bagian ujung sistem atau posisi terjauh yang akan digunakan untuk memastikan sistem sprinkler dalam kondisi berfungsi atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Definisi definisi penting sistem sprinkler&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Control-mode&lt;/b&gt;: Memberikan pengendalian terhadap api dengan cara memastikan suhu langit langit dingin dan membasahi di dan sekitar bahan bakar untuk mencegah penyebaran api secara horizontal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cooling Tower&lt;/b&gt;: Didesain untuk membasahi fills areas di cooling tower tipe crossflow&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Corrosion resistant&lt;/b&gt;: Terdapat lapisan cat peindung karat atau di buat dari material anti karat, biasanya dipilih untuk kondisi lingkungan tertentu saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dry&lt;/b&gt;: Dipasang di area yang memiliki potensi dingin yang bisa mengakibatkan air beku di dalam pipa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Extended-coverage, extra hazard (ECEH)&lt;/b&gt;: Control-mode sprinkler dengan area cakupan 4.2 x 4.2 m yang diperuntukkan sebagai proteksi area yang mempunyai potensi kebakaran dengan pelepasan panas yang tinggi (High Heat Release)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Extended-coverage, ordinary hazard (ECOH)&lt;/b&gt;: Control-mode sprinkler dengan area cakupan 6 x 6 m yang diperuntukkan sebagai proteksi area yang mempunyai potensi kebakaran dengan pelepasan panas yang moderate (Moderate Heat Release)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Extended-coverage, light hazard (ECLH)&lt;/b&gt;: Control-mode sprinkler dengan area cakupan 6 x 6 m yang diperuntukkan sebagai proteksi area yang mempunyai potensi kebakaran dengan pelepasan panas yang rendah (Low Heat Release)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Flushed, recessed, concealed&lt;/b&gt;: Sprinkler yang dipasang di plafon yang menggantung (suspended ceiling) untuk mengakomidir estetika keindahan. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Flushed&lt;/span&gt; – bagian yang terekpos hanya bagian elemen sensitive panasnya saja. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Recessed&lt;/span&gt; – bagian orifice berada di atas plafon. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Concealed&lt;/span&gt; – kelapa sprinkler diberi penutup yang sejajar dengan plafon, penutup akan terlepas ketika sprinkler aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Quick-Response&lt;/b&gt;: Elemen panas pada tipe sprinkler ini lebih sensitif terhadap panas dibandingkan dengan elemen panas tipe standar sprinkler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pendent&lt;/b&gt;: Sprinkler dipasang di bagian bawah pipa dimana deflektor berada di bawah orifice. Kelemahan pendent adalah pipa tidak dapat di kuras seluruhnya pada kondisi darurat suhu dingin dan juga sedimen dapat terkumpul di dalam bagian kepala sprinkler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rack storage&lt;/b&gt;: Kepala sprinkler yang didesain untuk proteksi rak penyimpanan. Sprinkler tipe ini mempunyai integral water shield yang berfungsi untuk melindungi elemen sensitive panas dari air yang keluar dari kepala sprinkler yang berada di atasnya. Sprinkler ini biasanya akan dipasang secara bertingkat di beberapa tiap level dari rak penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Resindetial&lt;/b&gt;: Sprinkler yang didesain untuk aplikasi life safety dan bukan untuk proteksi bangunan. Sprinkler tipe ini berfungsi untuk menahan penyebaran api selama mungkin untuk dapat memberikan waktu penghuni rumah untuk melakukan evakuasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sidewall&lt;/b&gt;: Dipasang di dinding didekat pertemuan antara dinding dengan plafon. Disarankan untuk tipe bahaya yang rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Suppression mode&lt;/b&gt;: Memberikan kemampuan untuk memadamkan api dengan beroperasi pada tahap awal dari perkembangan api dan mengaplikasikan dalam jumlah volume air yang signifikan ke semua area yang terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Upright&lt;/b&gt;: Dipasang di bagian atas dari pipa dan deflektor berada di atas orifice&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Window&lt;/b&gt;: Dipasang di luar bangunan untuk melindungi jendela dari paparan api dari luar. Di aktivasi secara manual atau dengan thermosensitive valve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYYPPEvsuQ57D5X3u9S9Dr_clMLrPW9KOXC1xPlh9wSjvrPov2-4b3cg5Z3icU-4UbOuo8PTSZPAtpA7kareZGf-G0RbpJul0Xiavksk_qJMwaaJDPU62O2mOBrBeI4zXaojemA8cJtNcz/s1600/sprniklertype.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sprinkler Head Type&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;387&quot; data-original-width=&quot;511&quot; height=&quot;242&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYYPPEvsuQ57D5X3u9S9Dr_clMLrPW9KOXC1xPlh9wSjvrPov2-4b3cg5Z3icU-4UbOuo8PTSZPAtpA7kareZGf-G0RbpJul0Xiavksk_qJMwaaJDPU62O2mOBrBeI4zXaojemA8cJtNcz/s320/sprniklertype.png&quot; title=&quot;Model kepala sprinkler&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semoga perkenalan dengan sistem otomatis sprinkler ini dapat memberikan gambaran umum mengenai sistem ini. Dengan mengetahui sistem sprinkler, maka kita sudah mendapatkan gambaran mengenai sistem itu sendiri dan tipe apa yang cocok untuk diaplikasikan di tempat anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Schroll, R. Craig. 2002. &lt;i&gt;Industrial Fire Protection Handbook second edition&lt;/i&gt;. CRC Press&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. &lt;i&gt;Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hague, P.E., CFPS. David R. 2008. &lt;i&gt;Water Based Fire Protection System Handbook&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global.2015. &lt;i&gt;The Automatic Sprinkler - P6924&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: &quot;ca-pub-2717580099135400&quot;,
          enable_page_level_ads: true
     });
&lt;/script&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7384007304242862407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/sistem-otomatis-sprinkler.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7384007304242862407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7384007304242862407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/sistem-otomatis-sprinkler.html' title='Mengenal sistem sprinkler otomatis -  The automatic sprinkler'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQOdJlaiaJw7-LzgvFJPWjWGXEXm0XEDqpPo1OHTx2C_W9dAYhyphenhyphenEgLuOk1JjWPQschnKd_v_mvGzmD9k3QDjJKzJtk5aHDbj9D4RN4b_Z-M18fKetc6jsiu4qU6wmoAQx7yvQT1OENzft/s72-c/sprinklerpic.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-1973959110096755490</id><published>2017-12-17T20:32:00.003+08:00</published><updated>2018-01-16T20:54:40.231+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Mengenal Prosedur Hot Work untuk Kerja yang lebih Aman</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDs3QgpeYdfqtqAD_1Cm-KcNU6Yvbep1lNz0fiC5fFZBgVE4DWrZohD13LcDxPXq-m3vT_mKz4oo7Y5NEhmqvEpyOPQG5eYg7ZQvCw6waKcslLmkKgD_qUrD9Dz2toVn204rY3Iun_ce7n/s1600/hOTWORK1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Prosedur Hot Work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;370&quot; data-original-width=&quot;579&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDs3QgpeYdfqtqAD_1Cm-KcNU6Yvbep1lNz0fiC5fFZBgVE4DWrZohD13LcDxPXq-m3vT_mKz4oo7Y5NEhmqvEpyOPQG5eYg7ZQvCw6waKcslLmkKgD_qUrD9Dz2toVn204rY3Iun_ce7n/s320/hOTWORK1.png&quot; title=&quot;Prosedur Hot Work&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Don’t Get Burned by Hot Work. Kebakaran dan ledakan akibat Hot Work bisa dicegah sehingga tidak menempatkan bangunan, orang dan operasioanl bisnis dalam posisi beresiko. Pencegahan kebakaran dan ledakan yang diawali oleh Hot Work memerlukan kolaborasi antara jajaran manajemen, pekerja dan kontraktor. Senior manajemen harus dilibatkan untuk mendukung kebijakan program manajemen Hot Work dan berkomitmen untuk menyiapkan sumber daya untuk implementasi program manajemen Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahaya ledakan dan kebakaran terkadang tidak terlihat secara langsung meskipun oleh pekerja yang berpengalaman sekalipun, contohnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Semua yang disekitar kita dapat terbakar. Percikan api dan metal panas dapat menjadi sumber panas yang tidak terkontrol seperti melayang dan bergulir jauh dari lokasi awal pekerjaan. Satu percikan api di atau dekat bahan bakar seperti serpihan kayu atau foam, cukup untuk terjadinya suatu kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Percikan api dapat menetap di area atau di lokasi yang tidak dapat dilihat seperti lubang di lantai, lubang di plafon, atau di pelapis antara dinding. Percikan ini akan terus membara tidak terdeteksi selama berjam jam sebelum muncul kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Material bahan bakar terkadang juga tidak selalu terlihat. Pengelasan di suatu dinding metal dapat membakar bahan bakar yang kebetulan berada dibalik dinding tersebut akibat dari transfer panas secara konduksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Suhu api dari pengelasan Oxyacetylene bisa mencapai 3.316 derajat celcius. Aktivitas Hot Work pada tangki ataupun di dalam tangki bisa menyulut kebakaran ataupun ledakan dari sisa sisa uap gas mudah terbakar kecuali tangki tersebut sudah dibersihkan terlebih dahulu, di inert dan diinspeksi sebelum dan selama aktivitas pekerjaan Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oleh karena itu sangat penting setiap pekerja melakukan tugas mereka untuk meminimalkan resiko yang diakibatkan oleh sumber panas Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di postingan sebelumnya kita membahas mengenai &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/11/Safehotwork1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;apa itu Hot Work&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/12/manajemen-hot-work.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;program manajemen Hot Work dan sistem izin kerja Hot Work&lt;/a&gt;. Sekarang saya coba mengangkat pembahasan prosedur Hot Work mengenai bagaimana Hot Work itu dilakukan dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;MELINDUNGI LOKASI HOT WORK&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Jika terdapat sistem proteksi kebakaran terpasang di lokasi tersebut, maka pastikan sistem proteksi tersebut dalam keadaan berfungsi (contoh valve sistem sprinkler dalam keadaan terbuka)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Memastikan sistem sumber air untuk proteksi kebakaran berfungsi (contoh pompa dalam kondisi otomatis, sumber air dalam keadaan penuh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Jika sistem proteksi kebakaran di area tersebut dalam kondisi tidak berfungsi, maka harus dipertimbangkan untuk menunda pekerjaan di area tersebut sampai sistem proteksi di area tersebut berfungsi kembali atau jika pekerjaan tersebut tidak dapat ditunda, maka pengendalian tambahan harus ditambahkan lagi. Pengendalian tambahan dapat berupa menggelar hose di area tersebut atau meminta anggota pemadam kebakaran yang terlatih untuk berada di lokasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&lt;/b&gt; Menyiapkan alat pemadam kebakaran seperti APAR di lokasi pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;MEMPERSIAPKAN LOKASI HOT WORK&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika mempersiapkan izin kerja Hot Work, maka harus diidentifikasi dulu area Hot Work tersebut menggunakan rumus radius 11 meter horisontal dari titik lokasi pekerjaan Hot Work dan 5 meter vertikal dari titik lokasi pekerjaan Hot Work. Apabila pekerjaan Hot Work dilakukan di ketinggian atau pada saat kondisi berangin, maka radius dipertimbangkan di perluas menjadi 15 meter. Setelah sudah teridentifikasi area di dalam radius tersebut maka langkah selanjutnya menentukan pengendalian dan tindakan pencegahan berikut ini untuk mengendalikan bahan bakar dan sumber panas di dalam lokasi Hot Work tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Memindahkan semua bahan bakar dari lokasi Hot Work. Jika bahan bakar tersebut tidak dapat dipindahkan maka lindungi bahan bakar tersebut dengan cara menutup atau melapisi bahan bakar tersebut dengan bahan yang tahan panas seperti welding pad dan welding blanket, atau dengan cara membatasi penyebaran sumber panas Hot work agar tetap di area lokasi pekerjaan saja. Pembatasan ini atau lebih dikenal istilah &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;“boxing”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, boxing dilakukan dengan cara memasang welding curtain secara vertikal dan welding pad secara horizontal (khusus di area pertemuan vertikal dan horizontal, welding pad harus berada di atas welding curtain karena welding curtain tidak didesain untuk kontak lama dengan material cair panas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGvXqTtYgGuSxq-fEqxHpl5lIiM1fdGWAuLqxqLNMY-h4kaXQFHEiJ0oSPdBKjKAnbE570o5riTbnDqYRt0rTjxQ9-wn0KSPj5eTkZ08iHRYqEWCxFv7QiKwEdtwbQHWD92BAhq4Rz1U4A/s1600/Portable-Weld-Enclosure-with-Window.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Boxing Hot Work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;408&quot; data-original-width=&quot;424&quot; height=&quot;307&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGvXqTtYgGuSxq-fEqxHpl5lIiM1fdGWAuLqxqLNMY-h4kaXQFHEiJ0oSPdBKjKAnbE570o5riTbnDqYRt0rTjxQ9-wn0KSPj5eTkZ08iHRYqEWCxFv7QiKwEdtwbQHWD92BAhq4Rz1U4A/s320/Portable-Weld-Enclosure-with-Window.jpg&quot; title=&quot;Boxing Hot Work&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Boxing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Welding pad&lt;/b&gt;:&amp;nbsp; Sebuah kain tahan panas yang diperuntukkan untuk melindungi material yang bisa terbakar yang berada di bawah lokasi kerja penghasil panas. Welding pad dirancang untuk digunakan dalam aplikasi horisontal dengan paparan operasi panas yang tinggi seperti pengelasan atau obor pemotongan. Welding pad harus bisa mentolerir kontak yang lama dengan material cair panas tanpa mengalami tembus ke sisi lain atau hangus berat. Dan juga bisa membatasi suhu di sepanjang bagian bawah Welding pad di bawah 500° F (260° C). Tujuan dari welding pad adalah untuk melindungi permukaan sensitif di bawahnya dari kerusakan panas dan untuk mencegah penyalaan bahan yang mudah terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Welding blanket&lt;/b&gt;: Sebuah kain tahan panas yang diperuntukkan untuk digunakan di sekitar operasi kerja penghasil panas. Welding Blanket dirancang untuk digunakan dalam aplikasi horisontal dengan paparan operasi panas ringan sampai menengah seperti chipping, grinding, heat treating, sand blasting dan pengelasan ringan horisontal. Welding blanket harus bisa mentolerir kontak yang lama dengan percikan api, api dan permukaan panas tanpa mengalami tembus terbakar atau hangus berat. Disamping itu welding blanket bisa membatasi suhu dibawah 260° C (500° F) di sepanjang bagian bawah welding blanket. Tujuan dari Welding Blanket adalah untuk melindungi permukaan sensitif di area bawahnya dari kerusakan panas dan juga untuk mencegah adanya penyalaan bahan yang bisa terbakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Welding curtain&lt;/b&gt;: Sebuah kain tahan panas yang diperuntukkan untuk digunakan di sekitar operasi kerja penghasil panas. Sebuah Welding Curtain dirancang untuk digunakan dalam aplikasi vertikal dengan paparan operasi panas ringan sampai menengah seperti chipping, grinding, heat treating, sand blasting dan pengelasan ringan horisontal. Welding curtain harus bias mencegah percikan api dan puing-puing panas keluar dari isolasi area kerja penghasil panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Membersihkan akumulasi sisa sisa bahan bakar dan genangan bahan bakar cair dari lokasi Hot Work (contohnya, sisa sisa oli, debu kayu dll). Proses identifikasi lokasi harus dilakukan dengan teliti khususnya di area yang tersembunyi seperti di bawah peralatan atau di sudut sudut untuk memastikan area kerja Hotw Work bersih dari bahan bakar. Tidak dianjurkan untuk menggunakan pengendalian dengan cara membasahkan lantai dengan air dikarenakan ada kemungkinan air akan mengalir ke tempat rendah jika lantai tidak rata sehingg ada beberapa lokasi tidak terlindungi air, kemungkinan akan menguap dan kering ketika terus terpapar panas, dan kemungkinan tersetrum bagi pekerja jika aktivitas pengelasan dengan menggunakan listrik (terdapat kabel yang terkelupas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&lt;/b&gt; Identifikasi dan isolasi potensial sumber bahan bakar seperti bahan bakar cair, gas dan material debu mudah terbakar yang bisa keluar atau lepas ke lokasi Hot Work pada saat aktivitas sedang berlangsung. Lakukan analisa keselamatan kerja untuk menentukan apakah sistem harus dimatikan atau tidak dan menentukan pengendalian bahaya yang tepat. Jika diperlukan, adanya pengendalian tambahan seperti LOTO, purging ataupun dilakukan pengurasan jika terkait bahan bakar cair.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&lt;/b&gt; Lakukan pengukuran gas dengan menggunakan detektor gas untuk mendeteksi uap bahan bakar atau atmosfir gas mudah terbakar. Pengukuran harus dilakukan sebelum pekerjaan Hot Work dimulai. Ketika melakukan pengetesan dan hasil pembacaan detektor gas melewati 1% dari suatu nilai lower explosive limit (LEL), maka pekerjaan harus dihentikan saat itu juga. Posisi pembacaan detektor gas harus mempertimbangkan vapour density dari uap atau gas tersebut karena jika lebih berat dari udara maka uap atau gas akan cenderung berkumpul di bagian bawah dan jika lebih ringan dari udara maka mengarah ke atas atau berkump di bagian atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Matikan atau tutupi (lindungi) sistem ventilasi atau sistem pemindah material (conveyor) yang kemungkinan akan membawa material bahan bakar ke lokasi Hot Work ataupun membawa keluar sumber panas Hot Work ke area lain. Jika ventilasi dibutuhkan, maka lakukan hal berikut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Gunakan sistem ventilasi sementara yang terbuat dari bahan yang tidak bisa terbakar dan filter udaranya dilepas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika sistem negatif yang digunakan, maka perluas area cakupan Hot Work sejauh sistem pembuangan ventilasi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika sistem positif yang digunakan, maka pastikan aliran udara tidak menyebabkan percikan api semakin tidak terarah penyebarannya dan mempengaruhi posisi dari welding blanket maupun welding curtain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Perluas area pengendalian Hot Work ke sisi ruangan yang lain ketika terdapat celah atau bukaan yang memungkinkan sumber panas dari Hot Work dapat menyebrang ke area tersebut, termasuk juga potensi transfer panas konduksi yang memungkinkan tersulut nya suatu bahan bakar yang menyentuh material yang sedang dikerjakan dengan Hot Work (contohnya pipa metal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Identifikasi dan lakukan perlindungan terhadap pipa atau sistem pemipaan berisi bahan mudah terbakar yang mempunyai lubang atau celah yang memungkinkan masuknya sumber panas Hot Work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Perlakukan aktivitas Hot Work pada material yang mempunyai sifat transfer panas yang bagus. Pindahkan bahan bakar disekitar material tersebut dan lakukan monitor suhu pada material tersebut pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung, stop pekerjaan dan lakukan tindakan darurat jika terdeteksi titik panas pada material tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI0IPaivOPimjChwjtAMKSovRESrLw3yHAO34pHsc6hEfszSW9GiPn4lNm9FzLWg17QHdPfjfQsYBpm2i6N2j0pN5TjWyuIXMtbFHNtRF8FTivpABhSitAfWaEaHrENzttgO16XUnBgPoP/s1600/Multiple+Fire-Model.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Posisi Hot Work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI0IPaivOPimjChwjtAMKSovRESrLw3yHAO34pHsc6hEfszSW9GiPn4lNm9FzLWg17QHdPfjfQsYBpm2i6N2j0pN5TjWyuIXMtbFHNtRF8FTivpABhSitAfWaEaHrENzttgO16XUnBgPoP/s400/Multiple+Fire-Model.png&quot; title=&quot;Hot Work&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Keterangan gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;A =&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Sapu bersih lantai, menyingkirkan tumpahan pelumas atau minyak apapun. Lapisi lantai yang terbuat dari bahan yang bisa terbakar dengan terpal tahan api atau dengan bahan yang tidak mudah terbakar lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;B =&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Tutupi semua lubang di dinding dan lantai. Sumbat lubang lantai dengan fire stop material yang telah disetujui. Tutup semua pintu untuk mencegah percikan api berpindah ke tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;C =&lt;/b&gt; Pindahkan semua cairan mudah terbakar dari area pekerjaan penghasil panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;D =&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Lindungi dengan weliding blanket, pads dan curtain untuk semua bahan yang bisa terbakar dan tidak bisa dipindahkan dari lokasi pekerjaan penghasil panas. Ini termasuk barang-barang yang disimpan atau mesin dengan pelumas atau endapan kain (serat kain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdU2yXSVHQrwq2F7M1qGJUz_XDdOCchGlhZv7BtcXiIKbT1-FyXuuS1GwRvenE4EJwVFfvvxu2HJJWbgEaa5bSLCdhgFqyHdCI5dpfOoPkkW1mWpcD42ny5TB_r0mFnB2Imwc97eX9tLFh/s1600/Multiple+Fire-Model1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Elevation Hot Work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdU2yXSVHQrwq2F7M1qGJUz_XDdOCchGlhZv7BtcXiIKbT1-FyXuuS1GwRvenE4EJwVFfvvxu2HJJWbgEaa5bSLCdhgFqyHdCI5dpfOoPkkW1mWpcD42ny5TB_r0mFnB2Imwc97eX9tLFh/s400/Multiple+Fire-Model1.png&quot; title=&quot;Hot Work&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Elevation Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN PEKERJAAN HOTWORK DI LUAR ATAU DI DALAM SUATU PERALATAN ATAU PIPA&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika akan melakukan pekerjaan pada suatu peralatan atau pipa baik itu di luar maupun di dalam, maka berikut tindakan pengendalian yang harus dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Identifikasi dan isolasi peralatan atau pipa yang saling terhubung yang berisi gas mudah terbakar, bahan bakar cair mudah terbakar dan debu mudah terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&lt;/b&gt; Kuras bahan bakar cair dan lakukan purging untuk menghilangkan uap atau gas mudah terbakar dari peralatan maupun pipa. Ketika melakukan pengurasan bahan bakar cair, identifikasi titik titik dimana terdapat area terendah dari elevasi titik kuras yang menyebabkan tidak terkurasnya bahan bakar cair tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Lakukan pengetesan pada peralatan atau pipa terhadap adanya uap atau gas mudah terbakar sebelum dimulainya pekerjaan dan selama pekerjaan jika dibutuhkan. Hentikan pekerjaan ketika pembacaan detektor gas melewati 1% dari suatu nilai lower explosive limit (LEL)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Hilangkan sisa sisa debu di dalam peralatan maupun pipa. Lakukan Housekeeping yang tepat untuk memastikan tidak adanya bahan bakar yang masih tersembunyi yang bisa menyebabkan kebakaran ketika tersulut sumber panas dari Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Kategorikan pekerjaan Hot work di peralatan atau pipa yang mengandung bahan bakar gas mudah terbakar, bahan bakar cair mudah terbakar dan debu mudah terbakar sebagai pekerjaan beresiko tinggi. Sebagai tambahan, lakukan tindakan pencegahan berikut ini ketika kondisi area terjamin untuk dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Gunakan alternatif metode cold work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penuhi peralatan atau pipa dengan air. Sebagai alternatif, lakukan pembasahan secara terus menerus permukaan bahan bakar dengan menggunakan semprotan air (water spray) selama pekerjaan berlangsung dan juga pada periode 1 jam setelah pekerjaan selesai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Identifikasi akses port jalur hulu dan hilir dari suatu pemipaan atau peralatan di area kerja Hot Work dan gelar hose di tempat akses port tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Isolasi peralatan, pemipaan di bagian hulu dan hilir di area pekerjan Hot Work menggunakan metode isolasi yang tepat seperti menggunakan blind flange atau menggunakan material non-conductive material for a blank&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;ul&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;/ul&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;PENGENDALIAN YANG DIPERLUKAN SAAT PEKERJAAN HOT WORK BERLANGSUNG&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saat pekerjaan Hot Work berlangsung, fire watch harus secara terus menerus mengawasi lokasi di dan sekitar aktivitas Hot Work. Termasuk tanggung jawab berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Pengawasan terus menerus terhadap area kerja Hot Work dan orang yang melakukan pekerjaan Hot Work untuk memastikan kondisi aman kebakaran tetap terjaga. Fire watch harus tetap di area kerja Hot Work secara terus menerus dimulai dari awal pekerjaan sampai dengan berakhirnya pekerjaan, termasuk saat waktu istrirahat pekerja. Jika FireWatch ingin meninggalkan tempat kerja, maka harus dicarikan pengganti sementara untuk melanjutkan fungsi pengawasan secera terus menerus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Memastikan sumber panas Hot Work terbatasi di dalam area kerja Hot Work. Fire Watch bertanggung jawab untuk memberhentikan pekerjaan Hot Work ketika kondisi tidak aman muncul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Memastikan semua pengendalian dan pencegahan kebakaran yang telah ditulis di formulis izin kerja Hot Work tetap terimplementasi di lokasi Hot Work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Dalam kondisi kebakaran, menghubungi nomor darurat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Menjaga agar lokasi Hot Work tetap tidak berubah sesuai dengan yang ditulis di formulis izin kerja Hot Work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Penambahan jumlah Fire Wath diperlukan ketika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Area Hot Work dan orang yang melakukan Hot Work tidak dapat terlihat dari satu titik pandang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Area Hot Work sangat luas, berbeda elevasi dan padat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kapan Fire Watch dibutuhkan, berikut kondisi yang memerlukan fire watch: (catatan : ketentuan dibutuhkan nya Fire Watch di setiap Hot Work tergantung dari kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bahan mudah terbakar di dalam konstruksi bangunan berjarak kurang dari 11 meter dari titik kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bahan mudah terbakar dan/atau cairan mudah terbakar berjarak lebih dari 11 m (35 ft) dari titik kegiatan tetapi dapat terbakar dengan mudah oleh percikan api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Lubang di dinding atau lubang di lantai didalam radius 11 m (35 ft) yang menampakkan bahan yang mudah terbakar di area sekitarnya, termasuk ruang tersembunyi di dinding atau lantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Bahan yang mudah terbakar yang berlokasi dekat dengan sisi belakang dari partisi, dinding, langi-langit atau atap dan cenderung untuk bisa terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;PENGENDALIAN YANG DIPERLUKAN SETELAH PEKERJAAN HOT WORK SELESAI&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah pekerjaan Hot Work selesai, maka diperlukan pengendalian berikut ini untuk memastikan resiko kebakaran tetap terkendali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Fire Watch tetap dilokasi selama 30 menit sampai dengan 1 jam setelah pekerjaan Hot Work selesai dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;#&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Setelah periode pengamatan 1 jam, area kerja Hot Work dipantau secara berkala selama 3 jam. Kewajiban dan durasi dasar pemantauan tambahan didasarkan pada klasifikasi bahaya dalam kondisi normal di area kerja penghasil panas. Pemantauan ini tidak terus-menerus, tetapi pemeriksaan area secara berkala. Metode pemantauan yang dapat diterima dapat berupa sistem otomatis deteksi asap, kamera video keamanan (CCTV), patrol rutin petugas keamananan/petugas pemeliharaan, dan operator di area. Metode yang sesuai akan tergantung pada kondisi lokal dan harus didokumentasikan pada izin kerja Hot Work&lt;b&gt; &lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;(Catatan : persyaratan ini optional karena NFPA tidak mensyaratakan ini tetapi beberapa perusahaan asuransi memerlukan adanya pengamatan tambahan setelah pengamatan 1 jam)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semua pengendalian pengendalian yang telahi dibahas diatas merupakan persyaratan minimum dari Prosedur Hot Work yang mungkin akan berbeda dengan perusahaan anda, tetapi jika anda baru ingin membuat prosedur, mungkin postingan bisa memberikan gambaran awal dari suati prosedur Hot Work. Harapan dengan diimplementasi prosedur ini yang merupakan juga bagian program manajemen Hot Work adalah dapat menciptakan lokasi kerja yang aman bagi pekerja sehingga kejadian Kosambi tanggal 26 Oktober 2017 tidak terulang lagi di tempat kerja anda atau dimanapun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semoga bermanfaat pembahasan kali dan saya tetap terbuka atas masukan dan kritiknya untuk kesempurnaan postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 51B,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Standard for Fire Protection During Welding, Cutting, and Other Hot Work,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Edisi 2014&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2015.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Don&#39;t Get Burned by Hot Work - P9802&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2010.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Understanding the Hazard&amp;nbsp;Hot Work - P0032&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2017.&amp;nbsp;&lt;i&gt;FM Datasheet - Hot Work Management (10-3)&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Colonna P.E, Guy R. 2001.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Introduction to Employee Fire &amp;amp; Life Safety&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;


</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/1973959110096755490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/mengenal-prosedur-hot-work.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1973959110096755490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1973959110096755490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/mengenal-prosedur-hot-work.html' title='Mengenal Prosedur Hot Work untuk Kerja yang lebih Aman'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDs3QgpeYdfqtqAD_1Cm-KcNU6Yvbep1lNz0fiC5fFZBgVE4DWrZohD13LcDxPXq-m3vT_mKz4oo7Y5NEhmqvEpyOPQG5eYg7ZQvCw6waKcslLmkKgD_qUrD9Dz2toVn204rY3Iun_ce7n/s72-c/hOTWORK1.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7530906640848887858</id><published>2017-12-13T09:48:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T21:45:29.180+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Mengenal Konsep Manajemen dan Sistem Izin kerja Hot Work</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQ9EomEZKtu7MLf1v_jZ0BCBcp4Ifo0A6wfzmAk2H74QT1Y_JZXceNlXCa-LAw7AR9ClPRkIMOXd1l4Q9mLqNN9f5TE49CMdfa5THRZAzv1Kg1NOIhXBqmGIKOglekr6sDB5sTgcgesWm/s1600/Hotwork.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;izin kerja hot work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;555&quot; data-original-width=&quot;831&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQ9EomEZKtu7MLf1v_jZ0BCBcp4Ifo0A6wfzmAk2H74QT1Y_JZXceNlXCa-LAw7AR9ClPRkIMOXd1l4Q9mLqNN9f5TE49CMdfa5THRZAzv1Kg1NOIhXBqmGIKOglekr6sDB5sTgcgesWm/s320/Hotwork.png&quot; title=&quot;manajemen Hot Work&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kali ini saya akan membahas mengenai Manajemen Hot work dan sistem Izin kerja Hot Work yang merupakan kelanjutan postingan saya mengenai Hot work yang berjudul &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/11/Safehotwork1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;“Mari mengenal Hot Work untuk bekerja lebih aman”&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara definisi, Hot work adalah setiap aktivitas atau pekerjaan yang bersifat sementara atau permanen yang melibatkan api terbuka (open-flame) atau menghasilkan permukaan panas dan/atau menghasilkan bunga api yang mempunyai energi cukup untuk mampu menyulut atau memulai kebakaran atau ledakan. Hot work ini termasuk, tapi tidak terbatas pada:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan api terbuka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Patri (brazing)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Las Listrik, Las Gas/Karbit (Oxy-Fuel Welding)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemotongan (torch cutting)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Grinding&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Soldering&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Torch-applied roofing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengoperasian peralatan penghasil panas, contoh Heat gun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semua kebakaran dan ledakan yang diakibatkan oleh Hot Work dapat dicegah selama impelementasi manajemen Hot Work nya dilakukan dengan benar dan berkomitmen. Ketika dilakukan dengan benar maka sumber panas hasil dari aktivitas Hot work tidak akan kontak dengan bahan bakar seperti cairan mudah terbakar maupun debu mudah terbakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berdasarkan dari sejarah insiden kebakaran atau ledakan yang diakibatkan oleh Hot Work, ada beberapa kesimpulan yang dapat kita tarik sebagai faktor kunci insiden tersebut, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kegagalan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi bahan material kontruksi bangunan yang mudah terbakar dapat meningkatkan kemungkinan dan kerugian kebakaran akibat Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kegagalan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi bahan material yang mudah terbakar di sekitar area tempat aktivitas Hot Work dapat meningkatkan kemungkinan dan kerugian kebakaran akibat Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berfungsinya sistem proteksi kebakaran (contoh sprinkler) dapat menurunkan secara signifikan tingkat kerugian kebakaran akibat Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mayoritas kebakaran akibat Hot Work terjadi setelah aktivitas Hot Work selesai dilakukan&amp;nbsp; atau dalam periode 60 menit setelah selesai pekerjaan. Disinilah peran Fire Watch yang harus tetap berjaga selama dan sesudah aktivitas Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PROGRAM MANAJEMEN HOT WORK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Fokus utama dari program Manajemen Hot Work adalah mencari alternatif pekerjaan yang tidak menghasilkan sumber panas baik itu secara penggunaan alat yang tidak menghasilkan sumber panas atau desain yang memungkinkan untuk tidak diperlukannya Hot Work. Jika memang harus dilakukan maka lokasi aktivitas Hot Work dipindahkan ke tempat yang didesain untuk aktivitas Hot Work, jika tidak memungkinkan untuk pindah maka yang harus dilakukan adalah memindahkan atau mengisolasi bahan bakar agar tidak kontak dengan sumber panas. Seberapa pun ukuran kebakaran atau ledakan akibat Hot work, maka itu bisa dilihat sebagai kegagalan program manajemen Hot Work.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berbicara mengenai Manajemen Hot work, setiap perusahaan pasti akan mempunyai program manajemen hot work yang berbeda beda yang disesuaikan dengan jenis dan sifat aktivitas pekerjaan di sana. Yang ingin saya jabarkan disini bisa dianggap syarat minimal dari suatu menajemen Hot work yang meliputi Kebijakan, Pelatihan, Penyimpanan Dokumen dan Audit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;KEBIJAKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penting untuk dibuat suatu kebijakan secara formal mengenai program manajemen Hot Work ini karena manajemen perusahaaan bertanggung jawab terhadap keselamatan operasional dari aktivitas pekerjaan Hot Work dan keselamatan semua pegawai perusahaan, termasuk kontraktor yang bekerja dibawah pengawasan manajemen perusahaan. Terkait dengan aktivitas Hot Work, kebijakan yang dibuat harus jelas dalam menjelaskan “Chain of Command” , metode implementasinya dan pemenuhan persyaratan lainnya. Terkait dengan Chain of Command, ini merupakan garis otoritas yang tidak boleh dilanggar mulai dari manajemen puncak hingga level menajeman yang paling bawah, menjelaskan siapa melapor ke siapa dan pertanggung jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pihak manajemen juga harus menunjuk seseorang sebagai program champion untuk program manajemen Hot Work ini. Jika dalam organisasi yang kecil, mungkin orang yang diberi otoritas secara tertulis untuk mengeluarkan izin pekerjaan, untuk organisasi yang besar bisa di letakkan di posisi manajer EHS untuk program championnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam memastikan keselamatan pekerja dan perlindungan, kebijakan ini juga bisa menjelaskan kapan Hot Work harus dilarang sehingga setiap pekerja mengerti garis batasnya. Kebijakan akan tetap menjadi suatu kertas tidak berguna jika ini tidak dikomunikasikan ke semua pekerja perusahaan dan kontraktor. Mereka juga diberi kuasa atau diberi wewenang tanpa takut terhadap konsekuensinya untuk memberhentikan suatu aktivitas Hot Work yang dinilai tidak aman dan berbahaya bagi pekerja tersebut maupun pekerja di sekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika dirangkum, secara minimal, kebijakan mencakup pernyataan berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Identifikasi pemilik dari program&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Daftar aktivitas Hot Work di kelola oleh program manajemen Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan area area mana yang di desain untuk hot work, area yang mempunyai resiko tinggi dan area yang dilarang dilakukan Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan dari izin kerja Hot Work termasuk otoritas pemberi izin kerja. Biasanya pernyataan ini akan merefer ke suatu prosedur yang sudah dibuat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan untuk melakukan investigasi dan mendokumentasikan semua insiden kebakaran dan ledakan terkait dengan Hot Work tanpa melihat ukuran kejadian tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan untuk menyimpan dokumen aktivitas Hot work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan untuk pelatihan untuk pekerja dan kontraktor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan area kerja Hot Work harus bersih dari bahan mudah terbakar dan mengisolasi dari bahan mudah terbakar dengan pembatas fisik atau berjarak 11 meter di tempat terbuka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menetapkan persyaratan audit program termasuk ruang lingkup dan frekuesni audit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dukungan manajemen terhadap program manajemen Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PELATIHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memberikan pelatihan awal dan pelatihan penyegaran kepada semua pekerja dan kontraktor yang terlibat dalam aktivitas Hot Work dan sistem izin kerja Hot Work (seperti pemberi izin kerja Hot Work, penerima izin Kerja Hot Work, pekerja yang melakukan Hot Work dan pengamat kebakaran (fire watch)). Pelatihan ini, minimal meliputi hal hal berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Implementasi dan control tindakan pencegahan yang diperlukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Inspeksi area kerja Hot Work untuk memastikan area aman terhadap potensi kebakaran. Jika terjadi kebakaran, maka notifikasi melalui nomor darurat. Padamkan api jika bisa dipadamkan menggunakan APAR dan tinggalkan area jika sudah tidak bisa dikendalikan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan APAR atau pemadaman menggunakan hose jika kondisi mengharuskan menggunakan alat tersebut untuk pemadaman api&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;DOKUMEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menyimpan dokumen programan manajemen Hot Work sebagai bahan untuk Audit. Minimal, dokumen yang disimpan sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Formulir izin kerja Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Prosedur Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Laporan terkait kejadian kebakaran dan ledakan akibat Hot Work, termasuk hasi investigasinya yang menunjukkan penyebab kejadian dan tindakan perbaikan untuk mencegah hal yang terulang kembali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semua dokumen hasil audit sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;AUDIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melakukan audit secara rutin terhadap program manajemen Hot Work, minimal audit bisa dilakukan setahun sekali. Berikut hal hal minimum yang akan di audit:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem izin kerja Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Record pelatihan Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Laporan hasil investigasi kejadian kebakaran dan ledakan akibat Hot Work termasuk daftar semua kejadian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;SISTEM IZIN KERJA HOT WORK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Izin kerja Hot Work merupakan suatu dokumen yang dikeluarkan oleh pemberi izin kerja (Orang yang mendapat otoritas secara tertulis untuk mengeluarkan jenis izin yang spesifik) untuk meng otorisasi pekerjaan yang melibatkan Hot Work, di beberapa perusahaan pemberi izin kerja Hot Work dilakukan oleh Fire safety Supervisor. Tujuan utama dari izin kerja ini adalah untuk memastikan semua tindakan pencegahan yang diperlukan telah dilakukan dan dimplementasikan sesuai dengan kondisi dan jenis bahaya yang ada. Dikarenakan setiap area akan mempunyai jenis lingkungan dan tipe bahaya yang berbeda beda maka sebagian besar setiap informasi di formulir izin kerja Hoy Work tidak akan sama isinya, patut dicurigai jika menemukan formulir izin kerja yang isinya COPY PASTE dari tempat lain. Di beberapa perusahaan, izin kerja Hot Work merupakan bagian dari sistem izin kerja (Permit to Work) yang merupakan payung besar dari sistem perizinan kerja.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Izin kerja Hot Work dibutuhkan untuk semua pekerjaan Hot work apa pun yang bersifat sementara dan di lakukan di luar area yang didesain untuk Hot Work. Sebuah izin kerja Hot Work harus ditangguhkan atau dihentikan dengan segera jika salah satu tindakan pencegahan terganggu fungsinya. Sebagai contoh, jika pasokan air ke hose dalam keadaan tertutup atau tidak adanya APAR di dekat area kerja Hot Work. Selain itu, izin kerja Hot Work harus dibatalkan ketika pekerjaan harus ditunda untuk waktu yang lama atau tidak terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Area yang didesain Hot Work merupakan area yang tidak memerlukan izin Hot Work untuk melakukan aktivitas Hot Work karena area ini sudah melalui penilaian resiko dan diberi persetujuan oleh pemilik area. Area ini didesain untuk dibuat aman terhadap resiko kebakaran dengan cara salah satunya memastikan tidak adanya bahan bakar di sekitar area tersebut dan juga adanya pembatas permanen yang mencegah spark atau sumber panas keluar dari area kerja. Tetapi terkadang area ini bisa terjadi kebakaran ketika area sudah berubah kondisinya, sehingga pemilik area dan pemberi izin harus secara regular melakukan inspeksi terhadap adanya kemungkinan bahan bakar di sekitar area tersebut atau adanya perubahan kondisi. Contoh area ini adalah Bengkel untuk pabrikasi, ruangan untuk pengelasan dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbWJTB_wbkUbjeBwjxHc8nP36IcsiAs6x8u0UucZ4d0__7s1Tyb6p1pl9A7erRweToVXblL9l1XcHi_fVsGgI1R58kTTs46jdEZ3t_yJlcU6Lc1YfK9Um6nV8wOlhpM7EsvjJV86SG6Lp5/s1600/HotWorkRoom.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hot Work Room&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;384&quot; data-original-width=&quot;453&quot; height=&quot;271&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbWJTB_wbkUbjeBwjxHc8nP36IcsiAs6x8u0UucZ4d0__7s1Tyb6p1pl9A7erRweToVXblL9l1XcHi_fVsGgI1R58kTTs46jdEZ3t_yJlcU6Lc1YfK9Um6nV8wOlhpM7EsvjJV86SG6Lp5/s320/HotWorkRoom.jpg&quot; title=&quot;Hot Work Room&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh Area yang didesain Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara umum dalam Sistem izin kerja Hot Work terdapat 2 posisi yang berperan dalam sistem ini yaitu Pemberi izin kerja dan Fire Watch&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tanggung jawab pemberi izin kerja Hot Work:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menentukan apakah ada alternatif lain selain Hot Work atau kemungkinan untuk memindahkan lokasi kerja Hot Work ke area yang sudah didesain Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika Hot Work diperlukan, mengevaluasi lokasi kerja Hot work terhadap potensi bahaya kebakaran yang mungkin akan muncul di lokasi kerja dan menentukan tindakan tindakan pencegahan yang harus dilakukan dan diimplementasikan di lokasi kerja Hot Work untuk memastikan pekerjaan Hot Work dilakukan dengan aman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika aktivitas yang dilakukan berada di area yang mempunyai resiko tinggi, maka pemberi izin harus memastikan adanya pengendalian tambahan sesuai dengan prosedur Hot Work yang telah dibuat, contohnya jika bekerja di dekat area yang mempunyai potensi terbentuknya flammable atmosphere, maka diperlukan adanya purging dan memonitor konsentrasi gas menggunakan gas detector. atau jika terdapat sumber bahan bakar yang ada kemungkinan dapat lepas secara tidak sengaja ke arae kerja, maka dibutuhkan pengendalian tambahan seperti LOTO dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Diskusi dengan pekerja Hot Work dan fire watch&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memonitor dan mengawasi secara periodic aktivitas Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika area anda mempunyai Impairment Program, maka koordinasi dengan koordinator impairment untuk memastikan sistem proteksi kebakaran di area tersebut tidak dalam keadaan Shutdown. Jika dalam keadaan shutdown, maka dibutuhkan pengendalian tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Membatasi izin kerja ke satu shift jika memungkinkan. Perpanjangan izin kerja ke shift berikutnya masih diperbolehkan tetapi dengan memasukkan suatu prosedur keharusan kepada pemberi izin selanjutnya untuk memverifikasi semua tindakan pencegahan yang dicantumkan dalam izin kerja Hot Work tersebut, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan dengan aman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melakukan pengecekan akhir di area lokasi aktivitas Hot Work setelah aktivitas pekerjaan selesai dilakukan (periode 60 menit setelah fire watch). Area beresiko tinggi wajib dilakukan pengecekan secara fisik ke lapangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika pemberi ijin terbatasi dengan sumber daya manusia, maka hal yang bisa dilakukan adalah memberikan pelatihan Hotw Work kepada supervisor pekerja Hot works atau penerima izin kerja sehingga identifikasi bahaya dan penentuan pengendalian akan ditentukan oleh mereka, tetapi otorisasi pemberian izin kerja tetap dikeluarkan oleh pemberi izin kerja Hot Work setelah sebelumnya memverifikasi semua tindakan dan identifikasi bahaya yang telah diisi di formulir izin kerja oleh supervisor telah benar dan memverifikasinya di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tanggung Jawab Fire Watch:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara fungsi, Fire watch bertugas mencegah terjadinya kebakaran dengan cara memastikan sumber panas dan bahan bakar tidak bertemu, selain itu siap merespon jika terjadi kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengawasi area untuk memastikan kondisi aman api selama aktivitas Hot dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tetap dilokasi untuk pengawasan selama jam istirahat. Tunjuk pengganti sementara jika fire watch ingin meninggalkan lokasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memonitor terhadap arah percikan bunga api dan potensi bahaya kebakaran lainnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mampu menggunakan APAR dan mengetahui prosedur kondisi darurat termasuk nomor telepon darurat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melakukan pengawasan 30 menit sampai dengan 1 jam (tergantung penilaian resiko atauy prosedur yang telah dibuat) setelah pekerjaan Hot Work selesai dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di beberapa perusahaan asuransi juga mengharuskan pengawasan secara periodic setelah 1 jam pengawasan selesai dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Secara sistem berikut alur izin kerja Hot Work:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Permintaan izin kerja Hot Work oleh pekerja Hot Work ke pemberi izin Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pekerja menjelaskan ruang lingkup pekerjaan, kapan dilakukan dan dimana lokasi pekerjaan akan dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemberi izin kerja akan menentukan apakah diperlukan Hot Work atau tidak, apakah ada alternatif lain atau tidak dan apakah bisa dilakukan di area yang sudah didesain untuk Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika diperlukan, maka pemberi izin akan menentukan tindakan pengendalian apa saja yang akan diambil sesuai dengan bahaya dan kondisi area dimana Hot Work akan dilakukan, termasuk kebutuhan adanya Fire Watch. Tindakan pengendalian ini akan tercatat di Formulir izin kerja Hot Work termasuk kapan izin kerja akan expired.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemberi izin kerja akan menjelaskan bahaya apa saja yang ada di area tersebut dan mengkomunikasikan tindakan pengendalian ke pekerja Hot Work dan fire watch&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tanda tangan pemberi izin kerja di Formulis izin kerja untuk menyatakan bahwa tindakan pengendalian sudah dilakukan, dicek dan diimplementasikan untuk mencegah terjadinya kebakaran dan memberi izin aktivitas Hot Work dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pekerja Hot Work juga bertanda tangan di formulir izin kerja termasuk dengan nama lengkap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Aktifitas pekerjaan Hot Work dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah pekerjaan Hot Work selesai dilakukan, Fire watch bertanda tangan di formulir izin kerja bahwa telah dilakukan inspeksi selama periode 1 jam setelah pekerjaan selesai dan menyatakan bahwa area sudah dinyatakan aman api.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Formulir izin kerja dikembalikan ke pemberi izin kerja untuk diverifikasi. Izin kerja ditutup setelah pemberi izin kerja memastikan lokasi pekerjaan telah aman api&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Record izin kerja kemudian disimpan untuk keperluan audit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran maupun ledakan akibat Hot Work dapat dicegah selama program manajemen Hot Work diikuti oleh semua pihak termasuk komitmen manajemen untuk tetap menegakkan kebijakan yang telah dibuat untuk memastikan keselamatan pekerja. Semoga bermanfaat postingan ini, dan saya tetap menungg kritikan maupun saran untuk kesempurnaan postingan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut link contoh contoh formulir izin kerja untuk digunakan sebagai referensi pembuatan formulir izin kerja di tempat anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Dv16aqqyTJbRJ5iPyn5_G7flkFLZCNFO/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Contoh 1&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/112_7QsEhTpGV-ukMUYXUDF-nm7tP8YTa/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Contoh 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Y6vn_ykLv4oNRzmD9i2jIT2f1JqtNuJg/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Contoh 3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA 51B, &lt;i&gt;Standard for Fire Protection During Welding, Cutting, and Other Hot Work, &lt;/i&gt;Edisi 2014&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2015.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Don&#39;t Get Burned by Hot Work - P9802&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2010.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Understanding the Hazard&amp;nbsp;Hot Work - P0032&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2017.&amp;nbsp;&lt;i&gt;FM Datasheet - Hot Work Management (10-3)&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Colonna P.E, Guy R. 2001.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Introduction to Employee Fire &amp;amp; Life Safety&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7530906640848887858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/manajemen-hot-work.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7530906640848887858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7530906640848887858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/12/manajemen-hot-work.html' title='Mengenal Konsep Manajemen dan Sistem Izin kerja Hot Work'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQ9EomEZKtu7MLf1v_jZ0BCBcp4Ifo0A6wfzmAk2H74QT1Y_JZXceNlXCa-LAw7AR9ClPRkIMOXd1l4Q9mLqNN9f5TE49CMdfa5THRZAzv1Kg1NOIhXBqmGIKOglekr6sDB5sTgcgesWm/s72-c/Hotwork.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-3253231810513874944</id><published>2017-11-25T06:58:00.001+08:00</published><updated>2018-01-04T10:44:20.269+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Bahaya tersembunyi ketika melakukan jumper aki</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiga1bHlSXiKyaN3-flSL-OTOxLv4ROyQ6__qIKB21LNzqC5FJ3MusD-yGs5Cyibb4_G3lPnk3AAfNhuVHWCx3lW_3SSgwYWf-QrhhtynP9v8dxJFLBGHkOGVeB2x60jEaQRjDQOX_NOsW/s1600/aki.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bahaya ledakan aki&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;421&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiga1bHlSXiKyaN3-flSL-OTOxLv4ROyQ6__qIKB21LNzqC5FJ3MusD-yGs5Cyibb4_G3lPnk3AAfNhuVHWCx3lW_3SSgwYWf-QrhhtynP9v8dxJFLBGHkOGVeB2x60jEaQRjDQOX_NOsW/s320/aki.png&quot; title=&quot;ledakan aki&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kali ini saya mau berbagi mengenai suatu kejadian aki mobil yang meledak di tempat kami yang mungkin bisa terjadi pada kita semua. Ledakan yang dimaksud tidak seperti ledakan besar tetapi cukup berbahaya buat kita jika terkena cipratan air aki pada saat aki tersebut meledak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kejadian ini terjadi di bulan oktober pagi, saat itu salah satu mobil operasional kami (mobil double cabin) dilaporkan mati. Kemudian tim maintenance merespon laporan tersebut dan langsung menuju lokasi. Laporan yang diterima bahwa sebelum unitnya mogok, sempat ada asap dari sisi sebelah kiri mesin. Lalu tim maintenance berencana memastikan penyebab mogoknya mobil dengan cara starter mobil lagi, tetapi mobil tetap tidak bisa menyala. Kemudian diputuskan untuk melakukan jumper pada aki mobil, saat kabel jumper baru ditempelkan ke terminal aki, tiba tiba terjadi ledakan pada aki yang mengakibatkan tutup atas aki terangkat, gambar dibawah memperlihatkan kondisi aki setelah ledakan. Beruntung air aki yang keluar saat ledakan tidak banyak sehingga tim maintenance tidak terpapar banyak air aki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM7ybbXBoc0YKbtJVPkrfOIpYA9H0t9l7RxSJ5-Ul3kipfOGDVp0vznndYIIBW0UwgeO1pgTwl727KHgG3usOBh4Y_zl_p2tdD-vDwNOdw-satE2cect4k09zW11RL7B_ATTQEcPn-3JJi/s1600/Picture1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;514&quot; data-original-width=&quot;914&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM7ybbXBoc0YKbtJVPkrfOIpYA9H0t9l7RxSJ5-Ul3kipfOGDVp0vznndYIIBW0UwgeO1pgTwl727KHgG3usOBh4Y_zl_p2tdD-vDwNOdw-satE2cect4k09zW11RL7B_ATTQEcPn-3JJi/s320/Picture1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saya coba bagi kejadian ini menjadi beberapa topik bagian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;MARI KITA MENGENAL AKI DULU&lt;/b&gt;.. secara singkat, aki terdiri dari komponen berikut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kotak baterai berfungsi sebagai penampung dan pelindung bagi semua komponen baterai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Plat baterai. Terdapat dua buah plat, plat positif dan plat negatif. Kedua plat tersebut mempunyai grid yang terbuat dari antimony dan paduan timah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penyekat. Penyekat ini ditempatkan di antara palt positif dan negatif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemisah sel. Bagian ini merupakan bagian dari kotak baterai yang memisahkan tiap sel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penghubung cell (cell connector). Merupakan plat logam yang dihubungkan dengan plat-plat baterai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tutup ventilasi. Pada tutup ini terdapat lubang ventilasi berfungsi untuk membuang gas hidrogen yang dihasilkan saat terjadi proses pengisian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Larutan elektrolit. Cairan pada baterai merupakan campuran antara asam sulfat (H2SO4) dan air (H2O). Baterai yang terisi penuh mempunyai kadar 36% asam sulfat dan 64% air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy5CXWUEpUfD76SLObmWUD_Y_VzMuew3iUAlTAoJtGAqGG2heTiSgVsFYgURE9zPyrgNxzoNDcB0VIczs3ko65lNMvMZpXSJi4YtV2j7FRR9ZYPIhIBbG3wIflEkBaTorsZO3ljDHUvHep/s1600/lead-acid-battery-i-21-638.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;336&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy5CXWUEpUfD76SLObmWUD_Y_VzMuew3iUAlTAoJtGAqGG2heTiSgVsFYgURE9zPyrgNxzoNDcB0VIczs3ko65lNMvMZpXSJi4YtV2j7FRR9ZYPIhIBbG3wIflEkBaTorsZO3ljDHUvHep/s320/lead-acid-battery-i-21-638.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;BAHAYA AIR AKI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Air aki berbahaya jika terkena mata, apalagi ada potensi tersebut terjadi ketika aki meledak pada saat kita melakukan jumper. Air aki termasuk dalam larutan yang bersifat asam. Trauma kimia pada mata oleh larutan asam memerlukan penanganan segera. Jika tidak segera ditangani maka akan menyebabkan kerusakan pada mata. Kerusakan ringan biasanya hanya mengenai segmen bagian depan mata, termasuk kornea, konjungtiva, dan kadang-kadang mengenai segmen dalam mata seperti lensa. Risiko yang paling fatal adalah gangguan penglihatan bahkan kebutaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penanganan pertama yang dapat dilakukan pada saat kejadian adalah irigasi. Irigasi dilakukan dengan mengalirkan air ke daerah mata yang terkena sebanyak mungkin dengan tujuan untuk menetralkan pH. Irigasi dilakukan selama minimal 10 menit. Meskipun tidak nyaman, buka kelopak mata selebar mungkin saat melakukan irigasi agar semua bagian mata tersiram air. Setelah melakukan irigasi, segera bawa ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan penanganan segera. Dan jangan dilupa, air aki juga berbahaya jika terkena kulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;AKI MENGELUARKAN ASAP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berdasarkan laporan saksi, sempat muncul asap dari sisi sebelah kiri tepat dimana lokasi aki tersebut berada. Berasapnya aki tersebut akibat mendidihnya air yang ada didalam sel aki mobil. Biasanya terkadang kita tidak mengetahui asap ini dan tiba -tiba air aki anda sudah habis. Istilah teknis untuk menyebutkan kondisi air aki yang mendidih ini disebut dengan overheating aki.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/njAN7q6J8g8/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/njAN7q6J8g8?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu apa penyebabnya??? Ini dikarenakan adanya tegangan dan arus listrik yang terlalu berlebih yang masuk ke dalam aki, dalam hal ini arus listrik yang dihasilkan oleh altenator mobil. Pada altenator terdapat komponen yang sangat penting&amp;nbsp; yang berguna untuk mengubah dan menstabilkan arus listrik dari tegangan bolak balik menjadi tegangan searah. Jika komponen ini sampai rusak maka arus listrik yang dihasilkan tidak bisa distabilkan tegangannya sehingga arus listrik yang masuk ke dalam aki menjadi besar dan tak terkendali sehingga menyebabkan air di dalam aki menjadi mendidih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mengatasi hal ini, satu satunya cara adalah melakukan pengecekan arus listrik, jika ternyata arus listrik tersebut sangat tinggi dari ukuran standar maka bisa dipastikan bahwa IC regulator sudah rusak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA PROSES AKI MELEDAK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahaya ini bermula pada saat interaksi antara plat dengan larutan elektrolit didalam wadah aki. Seperti kita tahu, bahwa plat tersebut terendam oleh larutan elektrolit. Sejumlah kecil gas hydrogen terproduksi pada saat proses discharge dan charging (pengisian), dan gas hydrogen merupakan gas yang mudah terbakar. Gas hydrogen ini mempunyai kepadatan uap (vapour density) lebih ringan dari udara sehingga gas ini akan terus ke atas. Meskipun ketika aki sudah habis energi sampai ke titik dimana tidak bisa lagi menggerakkan starter mobil, tetapi gas hydrogen ini masih terdapat dan tertinggal di dalam aki. Gas ini tinggal menunggu sumber panas untuk memacu ledakan. Ini terjadi juga saat over charging yang dapat membentuk formasi oksigen dan hydrogen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;APA YANG DILAKUKAN MEKANIK SEBELUM LEDAKAN TERJADI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jadi saat mereka memutuskan untuk melakukan jumper, mekanik tersebut melakukan pemasangan kabel positif terlebih dahulu dari aki yang sehat ke aki yang bermasalah, lalu dilanjutkan pemasangan kabel negatif dari aki yang sehat ke aki yang bermasalah, ketika mekanik memasang kabel jumper di terminal aki yang bermasalah, ledakan pun terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENYEBAB LEDAKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika melihat fakta dan kesaksian, maka aki meledak akibat terakumulasinya gas hydrogen di dalam aki. Dengan mendidihnya aki maka kadar air berkurang dan kekosongan ruang yang ditinggalkan air diisi oleh gas hydrogen ini sehingga terakumulasi di dalam kotak aki (Fakta yang ditemukan, tidak banyak cipratan air aki keluar dan pada saat di cek level air di aki tersebut tinggal sedikit). Secara pribadi, kemungkinan gas ini sudah banyak, karena mendidihnya aki dikarenakan juga overcharging. Ketika mekanik siap memasang kabel jumper di terminal negatif, muncul spark (di dalam aki atau di terminal aki) yang bertemu dengan gas hydrogen sehingga terjadi ledakan dari dalam ke luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA KITA BISA MENCEGAHNYA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ada dua sumber penyalaan yang harus kita waspadai dan itu bisa kita hindari dengan pengisian aki yang aman, jumper dilakukan dengan benar dan rutin dilakukan pemeriksaan perawatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber pertama penyalaan adalah spark yang muncul ketika memasang dan melepas jumper di terminal aki. Ini lah pentingnya untuk memasang kabel jumper negatif di bodi mobil atau di area mesin. Jika kita langsung memasang jumper di terminal aki, maka gas hydrogen yang tersisa atau yang muncul di aki bisa tersulut oleh spark tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber kedua sumber penyalaan dan masih berhubungan dengan gas hydrogen adalah berasal dari dalam aki. Masalah ini muncul ketika aki tidak terawatt dengan baik dan level cairan elektrolit dibiarkan berkurang. Berkurang nya level cairan ini menyebabkan plat baterai terekspose oksigen dan bisa melengkung. Hal ini bisa berakibat plate bersentuhan pada saat arus dari aki terkuras banyak pada saat kita menyalakan mobil, yang kemudian menciptakan spark di dalam aki dan bisa menyulut gas hydrogen yang ada di dalam aki dan menyebabkan ledaka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu apa yang kita bisa lakukan untuk mencegah ini terjadi lagi, berikut tindakan yang bisa kita implementasikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Rutin melakukan pengecekan kondisi mobil terutama untuk aki basah, harus diperiksa level cairan elektrolitnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menggunakan kacamata pada saat melakukan jumper&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Proses tahap pemasangan kabel yang aman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tahapan pemasangan kabel jumper yang aman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan posisi kunci kedua mobil dalam keadaan OFF atau mati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pasang satu kabel jumper di terminal aki positif pendonor (sehat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pasang satu kabel jumper di terminal aki positif penerima (rusak)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pasang kabel jumper ke terminal aki negatif pendonor (sehat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pasang kabel jumper negatif frame atau bodi mobil. Tapi pastikan dulu sistem listrik mobilnya, karena ada beberapa mobil yang postifnya tersebar di bodi mobil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sekian hasil pembelajaran dari kejadian aki meledak ini, semoga bisa membantu kita dan keluarga kita terhindar dari potensi bahaya tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Internal Report&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Laukkonen, Jeremy.&lt;i&gt;The Dangers of an Exploding Car Battery&lt;/i&gt;. Lifewire, diakses tanggal 24 November 2017, &amp;lt;https://www.lifewire.com/dangers-of-exploding-car-battery-534782&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Amalia Sari, dr. Anita&lt;i&gt;.Mata Terkena Air Aki&lt;/i&gt;. klikDokter,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;diakses tanggal 24 November 2017, &amp;lt;http://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2741202/mata-terkena-air-aki&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;L. Campbell, Jody.&amp;nbsp;&lt;i&gt;What Happens When You Overcharge a Car Battery?.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;It Still Runs, diakses tanggal 24 November 2017&amp;nbsp;, &amp;lt;https://itstillruns.com/happens-overcharge-car-battery-5137116.htmll&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hidayat, Rahmad&lt;i&gt;.Kontsruksi dan Bagian-bagian Baterai atau Aki&lt;/i&gt;. Kita Punya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;diakses tanggal 24 November 2017,&amp;lt;http://www.kitapunya.net/2015/03/kontsruksi-bagian-baterai-aki.html&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mamad, King&lt;i&gt;.Penyebab Air Aki Mobil Mendidih Bergejolak&lt;/i&gt;. Blog Tips Otomotif Mobil Motor,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;diakses tanggal 24 November 2017,&amp;lt;http://automotivexist.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-air-aki-mobil-mendidih.html&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/3253231810513874944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/ledakanaki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3253231810513874944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3253231810513874944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/ledakanaki.html' title='Bahaya tersembunyi ketika melakukan jumper aki'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiga1bHlSXiKyaN3-flSL-OTOxLv4ROyQ6__qIKB21LNzqC5FJ3MusD-yGs5Cyibb4_G3lPnk3AAfNhuVHWCx3lW_3SSgwYWf-QrhhtynP9v8dxJFLBGHkOGVeB2x60jEaQRjDQOX_NOsW/s72-c/aki.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-8150602151704642057</id><published>2017-11-12T10:48:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T21:49:27.334+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Mari mengenal Hot Work untuk bekerja lebih aman</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJe6sni7Tp9xz6XxeiL2h5SrvSrMSlhYoGuaFNw8gMxpF7YMe5YBbqmM5aSSOn171a8X5L-vP_60q80k_efctWGa2F1yFDB1cD9LjcLcAsP8w3VHTW7R7VrHdLNb7H-ODymBDLAct-Lob0/s1600/Hotwork.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pekerjaan Penghasil Panas - Hot Work&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;336&quot; data-original-width=&quot;431&quot; height=&quot;249&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJe6sni7Tp9xz6XxeiL2h5SrvSrMSlhYoGuaFNw8gMxpF7YMe5YBbqmM5aSSOn171a8X5L-vP_60q80k_efctWGa2F1yFDB1cD9LjcLcAsP8w3VHTW7R7VrHdLNb7H-ODymBDLAct-Lob0/s320/Hotwork.png&quot; title=&quot;Hot Work&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tanggal 26 Oktober 2017 di Kosambi Tangerang terjadi ledakan besar yang diikuti oleh kebakaran di area tersebut, ledakan ini sangat keras dan besar sehingga bisa terlihat dari terminal 3 Bandara (kesaksian atasan saya yang kebetulan sedang di bandara tersebut), beliau bercerita bahwa ledakannya terlihat besar dan seperti jamur besar (seperi bom nuklir yang jatuh). Sumber ledakan berasal dari gedung pabrik pembuatan kembang api yang menyimpan 4000 kg bahan pembuat kembang api. Kejadian ini mengakibatkan 49 orang meninggal dan 46 orang cidera dari total 103 orang yang bekerja di area tersebut. Pada tanggal 28 oktober, diumumkan bahwa penyebab awal ledakan adalah akibat adanya aktivitas pengelasan di atas atap tempat penyimpanan bahan pembuat kembang api. Berdasarkan keterangan tukang las yang selamat dari kejadian ini, bahwa saat mereka mengelas di atap tersebut, percikan bunga api jatuh ke bawah tepat di atas bahan pembuat kembang api tersebut. Jatuhnya percikan api ini langsung mengakibatkan ledakan berbentuk bola api yang selanjutnya membakar area disekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Postingan kali ini tidak akan membahas lebih detail mengenai kejadian tersebut, tapi saya coba membahas mengenai aktivitas pengelasan tersebut dengan harapan dapat membantu mencegah kejadian serupa di tempat lain. Aktivitas pengelasan ini bukanlah penyebab utama atau tunggal dari kejadian tersebut karena pasti ada serentetan deviasi (penyimpangan) atau pelanggaran yang telah terjadi sebelum kejadian ini dimana salah satu deviasinya adalah aktivitas pengelasan ini. Hampir sebagian besar orang saya temui mengerti bagaimana mengelas yang benar bahkan mereka benar benar ahli dan kompeten, hasil kerjanya sangat bagus, tetapi ketika ditanyakan bagaimana menciptakan proses pengelasan yang aman dan pengendalian bahaya apa saja yang diperlukan, banyak yang tidak memahami konsep dasarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika kita berbicara pengelolaan keselamatan aktivitas pengelasan maka kita akan ketemu suatu istilah yang umum sering kita dengar yaitu HOT WORK atau pekerjaan yang menghasilkan panas. Pada umumnya orang lebih familiar dengan istilah Hot work, sehingga dalam postingan saya akan menggunakan Hot Work untuk pembahasannya.&amp;nbsp; Setiap perusahaan wajib memiliki kebijakan mengenai Hot work yang merupakan bagian dari manajemen keselamatan kebakarannya. Di setiap perusahaan pasti akan mempunyai prosedur yang bervariasi dan berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan biasanya akibat dari sifat aktifitas, tipe operasional maupun bahaya yang berbeda beda, tetapi secara garis besar semua prosedur prosedur tersebut ada persyaratan minimal yang sama dengan semua perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara definisi, Hot work adalah setiap aktivitas atau pekerjaan yang bersifat sementara atau permanen yang melibatkan api terbuka (open-flame) atau menghasilkan permukaan panas dan/atau menghasilkan bunga api yang mempunyai energi cukup untuk mampu menyulut atau memulai kebakaran atau ledakan. Hot work ini termasuk, tapi tidak terbatas pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan api terbuka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Patri (brazing)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Las Listrik, Las Gas/Karbit (Oxy-Fuel Welding)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemotongan (torch cutting)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Grinding&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Soldering&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Torch-applied roofing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengoperasian peralatan penghasil panas, contoh Heat gun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0L9MrIvJI6OY2fQ8_iBR5YE2TJ-WjjUJmORz0lwlUzNg6IwEkU2WWXcFP8Cqi1PYQygLjCXZLCBevS2T9d6n9A2nOpwxuVUghQHDYzqHfW1u0fzZpkvCHOeEtthYinZNGl6LRIOyZb0Y8/s1600/hotwork1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;235&quot; data-original-width=&quot;273&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0L9MrIvJI6OY2fQ8_iBR5YE2TJ-WjjUJmORz0lwlUzNg6IwEkU2WWXcFP8Cqi1PYQygLjCXZLCBevS2T9d6n9A2nOpwxuVUghQHDYzqHfW1u0fzZpkvCHOeEtthYinZNGl6LRIOyZb0Y8/s1600/hotwork1.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara umum, setiap bangunan atau fasilitas, apakah itu digunakan untuk komersial, industri, pendidikan maupun fasilitas kesehatan pasti mempunyai material atau bahan yang bisa terbakar yang cukup untuk menciptakan atau mendukung suatu kebakaran. Bahan bakar ini dapat terletak di dalam area bangunan atau menjadi bagian dari konstruksi bangunan tersebut. Bahan bakar yang terletak di dalam area bangunan dapat berupa furniture, peralatan produksi, penyimpanan bahan baku, cairan mudah terbakar, gas mudah terbakar dan debu mudah terbakar. Sedangkan bahan bakar yang menjadi bagian konstruksi bangunan dapat berupa bahan kayu sampai dengan bahan plastik. Bahan bakar ini dapat ditemukan di dinding, atap, di atas plafon, ducting dll.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCqY_cNxYVDGi2WFociiUymsiaIzdOqU1LcyE5AC1j2FYg3xAeCSQYQJmT6W6pY5TVsrw95HOlAQ3GY88aZPmMh_G5TYGuTsz7ZJBQ5gmdpQZZuCLBb25gxwJ77O4L74zYbxo1V6OPzqSF/s1600/tabel22.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;810&quot; data-original-width=&quot;1484&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCqY_cNxYVDGi2WFociiUymsiaIzdOqU1LcyE5AC1j2FYg3xAeCSQYQJmT6W6pY5TVsrw95HOlAQ3GY88aZPmMh_G5TYGuTsz7ZJBQ5gmdpQZZuCLBb25gxwJ77O4L74zYbxo1V6OPzqSF/s400/tabel22.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;10 Besar Sumber Panas Penyebab Kebakaran dan Ledakan (FM Global Data 2007 - 2011)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersedianya bahan bakar dan oksigen, maka secara konsep segitiga api, tinggal satu eleman lagi yang kurang untuk menyebabkan terjadinya api atau ledakan yaitu sumber panas. Seperti definisi di atas, Hot work merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan panas ataupun melibatkan api terbuka ataupun percikan bunga api. Sumber panas dari Hot Work ini dapat dengan mudah menyulut hampir semua bahan bakar yang dapat ditemukan di dalam bangunan atau di sekitar fasilitas bangunan. Tabel dibawah menggambarkan beberapa bahan bakar yang umum dapat ditemukan di area anda. Sebagai tambahan informasi, temperatur penyalaan atau ignition temperature berbeda dengan flash point. Temperatur penyalaan yang saya tulis dibawah adalah batas temperature terendah dimana bahan tersebut akan terbakar di atmosfer normal tanpa adanya sumber panas atau sumber pembakaran dari luar, seperti api dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;3&quot; style=&quot;width: 450px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Nama Bahan Bakar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Temperatur Penyalaan (Ignition Temperature)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Produk berbasis Kayu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;210&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C - 499&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ethanol&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;210&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bensin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;257&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C - 280&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Diesel&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;254&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C - 260&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Minyak Pelumas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;340&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C - 360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Polivinil Klorida (PVC)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;507&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tabel dibawah ini akan memberikan gambaran terhadap temperatur sumber panas yang dihasilkan oleh aktivitas Hot Work. Seperti yang kita lihat, temperatur yang dihasilkan sangat tinggi sehingga dapat dengan mudah menyulut suatu kebakaran jika tidak dikelola dengan aman dan benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;3&quot; style=&quot;width: 300px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jenis Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Temperatur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Electric Arc&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;5,732&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C - 11,732&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Arc welding slag&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;6,350&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C di lokasi pengelasan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Arc welding slag&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;2,704&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C 0.5 m dari lokasi pengelasan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Arc welding slag&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;2,204&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C 4.9 m dari lokasi pengelasan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Welding spatter&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;1,843&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C di dekat welding rod&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Welding spatter&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;1,566&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C 2.7 m di bawah welding rod&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oxyacetylene cutting slag&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;2,093&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Spark from grinding wheel on steel&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;1,850&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C di udara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;PENYEBAB UMUM KEBAKARAN AKIBAT HOT WORK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tidak tepatnya pengelolaan pekerjaan atau aktivitas Hot Work masih tetap menjadi sebab utama dari kebakaran dan ledakan, berikut factor kunci penyebab kebakaran akibat Hot Work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kurang atau tidak adanya program pengelolaan Hot Work di area tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Gagal untuk mengidentifikasi dan mengisolasi bahan bakar di area aktivitas Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kurangnya periode pengawasan Hot Work oleh pengamat kebakaran (fire watch) termasuk periode istirahat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mendelegasikan pengelolaan Hot Work ke kontraktor tanpa dilakukannya pelatihan ataupun pengawasan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Fokus utama dari pengelolaan pekerjaan atau aktivitas Hot Work&lt;/span&gt; adalah mencari alternatif aktifitas Hot Work atau lebih dikenal sebagai Cold Work (menggunakan alat yang tidak menghasilkan panas) atau jika tidak ada alternatif Hot Work maka dapat merelokasi pekerjaan tersebut ke area yang sudah didesain untuk aktifitas Hot Work. Ketika alternatif Hot Work dan merelokasi tidak dapat dilakukan dan pekerjaan Hot Work memang tidak bisa dihindarkan maka penting untuk bisa memindahkan dan mengisolasi material atau bahan bakar di area tersebut sehingga kecil kemungkinan sumber panas dari Hot Work kontak dengan bahan&amp;nbsp; bakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sistem Proteksi kebakaran juga memainkan peran dalam memitigasi atau mengurangi dampak kebakaran ketika terjadi kegagalan dalam pengelolaan aktifitas Hot Work. Aktifitas Hot Work secara sudut pandang resiko maka harus dilarang dilakukan di area yang tidak terdapat sistem proteksi kebakaran ataupun ketika ada sistem proteksi kebakaran tersebut sedang rusak atau tidak aktif, hal ini penting terutama di area dengan tingkat resiko kebakaran tinggi seperti di gudang penyimpanan barang barang mudah terbakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selain sistem proteksi kebakaran, ada juga pengamat kebakaran (Fire Watch). Pengamat kebakaran ini yang secara hampir besar dilupakan dalam setiap aktivitas Hot Work. Fungsi Pengamat kebakaran ini tidak bisa dilakukan oleh pekerja Hot Work itu sendiri dan oleh orang lain karena fokus pekerja tidak melihat area Hot Work secara keseluruhan. Memang ada kondisi kondisi tertentu dimana fungsi pengamat kebakaran tidak diperlukan, tetapi secara umum kondisi ini sulit ditemukan. Kenapa kita butuh pengamat kebakaran, karena orang pada dasarnya bisa melakukan kesalahan, terutama kesalahan dalam mengidentifikasi hal hal untuk pencegahan kebakaran atau ledakan, seperti memastikan bahan bakar sudah dipindahkan atau terisolasi dari sumber panas Hot Work. Ketika kesalahan ini terjadi, maka tugas pengamatan kebakaran ini yang akan meminimalkan akibat dari kesalahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara umum semua pegendalian resiko kebakaran akan tercakup di dalam program pengelolaan Hot Work. Program pengelolaan Hot work secara minimal terdiri dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kebijakan perusahaan tentang Hot Work&lt;/b&gt;. Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap keselamatan operasional pekerjaan Hot Work dan keselamatan pekerja termasuk keselamatan kontraktor yang berada di bawah pengawasan Manajemen perusahaan. Kebijakan yang dibuat kurang lebih menggambarkan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan program pengelolaan Hot work untuk mencegah kebakaran dan ledakan akibat hot work, termasuk keharusan semua karyawan dan kontraktor yang beraktivitas Hot Work untuk mengikuti program tersebut termasuk untuk mendorong semua pekerja untuk menghentikan aktifitas Hot Work tanpa takut akibat dari penghentian tersebut ketika keselamatan dari Hot Work telah terdeviasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prosedur Hot Work&lt;/b&gt;. Prosedur harus menjelaskan dengan detail bagaimana Hot work dilakukan dengan aman, termasuk kapan ijin kerja dilakukan, kapan pengamat kebakaran dibutuhkan, pelatihan yang dibutuhkan, metode audit dan tahapan tahapan pengendalian yang harus dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sistem ijin kerja Hot Work&lt;/b&gt;. Sistem ijin kerja ini akan mengontrol setiap aktivitas Hot Work yang akan dilaksanakan di suatu area dan memastikan semua prosedur dan pengendalian telah dilakukan sehingga pemilik area dapat memastikan bahwa areanya aman dan pekerjaan dilakukan dengan aman terhadap potensi kebakaran akibat Hot Work.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Enforcement dari kebijakan dan prosedur Hot Work itu sendiri&lt;/b&gt;. Pekerja maupun kontraktor harus mempunyai prosedur dan kebijakan mengenai Hot Work dan ini harus disosialisasikan. Tujuan sosialisasi ini agar mereka paham kenapa harus mengikuti prosedur dan konsekuensinya jika tidak mengikuti prosedur tersebut. Konsekuensi dapat berupa sanksi teguran hingga pemecatan bagi pegawai perusahaan dan penghentian kontrak bagi kontraktor.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Detail dari pengelolaan Hot Work akan saya bahas terpisah di beberapa postingan yang akan datang agar pembaca dapat memahami Hot Work ini secara terstruktur dan memahami konsepnya.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;SEMUA KEBAKARAN AKIBAT HOT WORK DAPAT DICEGAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ya benar..., Kebakaran atau ledakan akibat Hot Work dapat kita cegah sehingga tidak menimbulkan kerugian baik dari sisi pekerja maupun operasional bisnis. Ada banyak kesempatan di setiap langkah dalam proses aktivitas Hot Work yang dapat kita lakukan untuk mencegah kebakaran dan ledakan. Keefektifan dalam pengelolaan Hot Work dimulai dari &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;PIMPINAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;MANAJEMEN PERUSAHAAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;tertinggi di perusahaan tersebut jika kita bicara dalam lingkungan industrial. Ketika mereka mengerti mengenai bahaya yang&amp;nbsp; terlibat dalam aktivitas Hot Work dan &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;BERKOMITMEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; untuk mencegah dan memitigasi resiko kebakaran yang tercipta disetiap aktivitas Hot Work yang dilakukan, maka kerugian akibat Hot Work dapat dicegah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tujuan utama atau Gol besarnya dari program pengelolaan atau manajemen Hot Work adalah untuk mencegah sumber panas yang dihasilkan oleh aktivitas Hot work kontak dengan material atau bahan yang mudah terbakar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Secara pribadi bisa saya katakan bahwa kebakaran akibat Hot work, baik yang sudah terjadi atau yang terdeteksi atau yang berhasil dipadamkan baik dalam periode pengawasan oleh pengamat kebakaran (fire watch)&amp;nbsp; merupakan kegagalan dalam implementasi program pengelolaan Hot Work akibat gagalnya mengontrol sumber panas dan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Demikian postingan saya kali ini mengenai Hot Work, berangkat dari keprihatinan kejadian Kosambi, semoga kejadian tersebut menjadi yang terakhir dan tidak terjadi di area manapun di Indonesia, karena pihak yang paling sangat dirugikan dari kejadian ini adalah keluarga korban dan bukan perusahaan. Semoga bermanfaat dan kritik, komentar dan saran masih saya tunggu dari para pembaca.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2015. &lt;i&gt;Don&#39;t Get Burned by Hot Work - P9802&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2010. &lt;i&gt;Understanding the Hazard&amp;nbsp;Hot Work - P0032&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global. 2017. &lt;i&gt;FM Datasheet - Hot Work Management (10-3)&lt;/i&gt;. FM Global&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Colonna P.E, Guy R. 2001. &lt;i&gt;Introduction to Employee Fire &amp;amp; Life Safety&lt;/i&gt;. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tangerang fireworks disaster&lt;/i&gt;. Wikipedia, diakses tanggal 11 November 2017, &amp;lt;https://en.wikipedia.org/wiki/Tangerang_fireworks_disaster&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Amelia R, Mei.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Cerita Pengelas saat Detik-detik Ledakan di Pabrik Kembang Api&lt;/i&gt;. DetikNews,&amp;nbsp;diakses tanggal&amp;nbsp;&amp;nbsp;9 November 2017,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;lt;https://news.detik.com/berita/d-3706436/cerita-pengelas-saat-detik-detik-ledakan-di-pabrik-kembang-api&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/8150602151704642057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/Safehotwork1.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8150602151704642057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8150602151704642057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/Safehotwork1.html' title='Mari mengenal Hot Work untuk bekerja lebih aman'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJe6sni7Tp9xz6XxeiL2h5SrvSrMSlhYoGuaFNw8gMxpF7YMe5YBbqmM5aSSOn171a8X5L-vP_60q80k_efctWGa2F1yFDB1cD9LjcLcAsP8w3VHTW7R7VrHdLNb7H-ODymBDLAct-Lob0/s72-c/Hotwork.png" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-5881232119645108629</id><published>2017-11-05T16:36:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T21:52:20.555+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Rumah aman api bagian 2</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HHQP6G_58AIUOHkpLHlGSGmFLmSQHuc3Wscke5FxMJOhasahlLapoTt7HHYCpgkWTyL-tfWkSPz1cECcFsBfsLPkFwlvZF4VbGnn5MDe9And49tNyOonuGmcOY9hyW55xsTtC3BadbYl/s1600/Ap1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Home Fire Safety&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;267&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HHQP6G_58AIUOHkpLHlGSGmFLmSQHuc3Wscke5FxMJOhasahlLapoTt7HHYCpgkWTyL-tfWkSPz1cECcFsBfsLPkFwlvZF4VbGnn5MDe9And49tNyOonuGmcOY9hyW55xsTtC3BadbYl/s400/Ap1.png&quot; title=&quot;Home Fire SAfety&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melanjutkan postingan mengenai bagaimana membuat &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/10/Rumahamanapi1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;rumah aman api&lt;/a&gt;, maka untuk posting kali ini saya akan meneruskan tindakan pencegahan untuk mencegah proses terjadinya api dan kebakaran di rumah kita, dan juga kita akan membahas mengenai apa yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak jika terjadi kebakaran termasuk apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mengingat kembali mengenai data yang saya ambil di Jakarta di tahun 2012 – 2016, rata rata terjadi kebakaran sebanyak 1300 kejadian tiap tahun dimana 55% penyebab kebakaran adalah listrik. Di tahun 2016, jumlah korban akibat kejadian bencana kebakaran di Jakarta mencapai 89 orang yang terdiri dari 25 orang meninggal, 16 luka berat dan 48 luka ringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;PENCEGAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penimbunan Barang dan Cairan mudah terbakar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di daerah saya, terkait dengan bensin premium yang langka maka banyak yang menjual bensin eceran yang di beli dari tempat pengisian resmi. Ketika praktik ini dilakukan maka yang menjadi perhatian saya adalah dimana mereka menyimpan bensin tersebut? Dan berapa banyak yang mereka simpan di area rumah mereka? Seperti yang kita ketahui bahwa bensin mempunyai titik nyala (flash point) yang sangat rendah yaitu sekitar -43 C sehingga dalam kondisi suhu normal, bensin sudah menghasilkan uap yang mudah terbakar. Apabila terjadi kecobocoran atau tidak sengaja tumpah dari tempat penyimpanan, maka akan mengakibatkan tersebarnya uap bensin di dalam rumah dan jika pada saat itu terjadi terdapat sumber panas di sekitar area tumpahan seperti lilin atau listrik maka akan menyulut kebakaran. Selain bahaya dapat memunculkan kebakaran, dengan disimpannya bensin tersebut di rumah maka jika terjadi kebakaran di dalam rumah akan mengakibatkan api menjadi lebih cepat menyebar dan besar. Jika anda memang harus menyimpan bensin di dalam rumah, maka simpan di wadah khusus dan diletakkan di luar rumah. Hal ini termasuk untuk cairan cairan mudah terbakar lainnya seperti cat, thinner, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjso0k7N1G5ommBm3UdnjlzQ8aFq92YgIjK3RZcR1kjPH0DdrPdLlw0WbAVDBSBMhYI34KvRSXYpLP94oqj24_-rHqpKTTo41lT-YhcySdVEDk5uqOSDDvW9ImMV4rePB2vWvvUxwrQQg0l/s1600/Hoarding_living_room.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;305&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjso0k7N1G5ommBm3UdnjlzQ8aFq92YgIjK3RZcR1kjPH0DdrPdLlw0WbAVDBSBMhYI34KvRSXYpLP94oqj24_-rHqpKTTo41lT-YhcySdVEDk5uqOSDDvW9ImMV4rePB2vWvvUxwrQQg0l/s320/Hoarding_living_room.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selain penimbunan bahan bakar cair, ada juga penimbunan barang barang di dalam rumah sehingga memenuhi ruangan dalam rumah atau istilah di Amerika dikenal sebagai &lt;i&gt;Hoarding&lt;/i&gt;. Aktifitas penimbunan barang barang ini lebih sering dikaitkan dengan gangguan jiwa seseorang yang mempunyai kebiasaan mengumpulkan atau menyimpan barang barang dalam jumlah banyak yang kemudian disimpan di dalam rumah seperti kamar, dapur dan ruang keluarga, biasanya orang tersebut juga akan mengalami kesengsaraan jika barang barang tersebut dibuang. Akibatnya rumah menjadi penuh dan pergerakan menjadi terbatas. Penimbunan barang barang ini dapat membawa bahaya bagi penghuni maupun tim pemadam kebakaran karena penimbunan ini dapat menciptakan hal hal berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terhalangnya jalur keluar dan jalur masuk bagi pemadam kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memasak menjadi berbahaya ketika barang barang tersebut disimpan terlalu dekat kompor atau peralatan memasak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penggunaan lilin menjadi berbahaya karena banyak bahan bakar yang berada di dekat lilin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kabel listrik yang tertimpa oleh barang barang akan menjadi usang atau cepat rusak, dan juga jika suatu kabel yang tertutup atau terhalangi oleh barang barang dalam waktu yang lama juga dapat memunculkan potensi kerusakan akibat di gigit tikus. Dengan rusaknya kabel listrik maka dapat memunculkan sumber panas yang akan menyulut kebakaran ketika kontak dengan bahan bakar yang berada di dekatnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kapasitas api menjadi lebih besar akibat banyaknya bahan bakar yang dapat menyebabkan struktur bangunan runtuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Orang orang yang tempat tinggalnya langsung bersebelahan dengan lokasi orang penimbun dapat dengan cepat terkena dampak dari kebakaran karena besarnya api yang terjadi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana mengendalikan resiko kebakaran tersebut, berikut hal hal yang dapat dilakukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tidak menyimpan cairan mudah terbakar di dalam rumah dan menjauhkannya dari sumber panas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melakukan penyortiran dan pembenahan (housekeeping) barang barang yang sudah tidak digunakan untuk dibuang sehingga jumlah bahan bakar di rumah menjadi berkurang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Memasang detektor asap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika menemukan orang dengan gangguan jiwa yang suka menimbun barang, maka harus dilakukan pendekatan secara personal dengan menekankan isu keselamatan seperti isu kebakaran, adanya potensi orang cidera akibat tersandung barang barang , dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: orange; font-size: large;&quot;&gt;Setelah kita membahas tindakan tindakan pencegahan&lt;/span&gt; yang bertujuan untuk mencegah proses terjadinya api yang tidak diharapkan di dalam rumah, maka selanjutnya kita membahas apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan dampak atau kerugian jika api tersebut muncul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;MITIGASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jalur Evakuasi dan Rencana Evakuasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jalur evakuasi adalah jalur alternatif keluar dari rumah jika jalur utama tertutup asap atau api. Jalur evakuasi ini bisa menggunakan jendela sebagai jalur keluarnya. Jendela yang dapat digunakan harus langsung mengarah ke luar bangunan tanpa harus melewati suatu ruangan lain lagi. Jika kita merefer ke NFPA, maka desain jendela yang dianjurkan harus bisa dibuka dari dalam tanpa harus menggunakan peralatan khusus, mempunyai dimensi lebar 50.8 cm dan tinggi 61 cm dan jarak bagian bawah jendela tidak boleh lebih dari 1 meter dari lantai. Jika terdapat pintu alternatif lain yang langsung mengarah keluar, maka desain jendela tersebut tidak diharuskan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Rencana evakuasi diawali dengan pembuatan peta rumah dan menentukan jalur mana yang digunakan pada saat terjadi kebakaran. Setelah sudah ditentukan, gambar jalur arah evakuasi agar penghuni rumah mengerti jalur mana yang akan digunakan. Jika memungkinkan, setiap kamar atau ruangan yang berhadapan langsung dengan area luar mempunyai jalur alternatif, minimal melalui jendela. Jalur evakuasi yang sudah ditentukan maka selanjutnya harus dipastikan akses jalur tersebut tidak terhalangi oleh barang barang. Ketika merencanakan rencana evakuasi, harus juga mempertimbangkan kondisi para penghuninya, contohnya orang tua yang menggunakan kursi roda, wanita hamil, bayi dll, sehingga ketika terjadi kebakaran sudah ada acara mengevakuasi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik5TQXKLgLieubEqlr2rF0uExqFS20KerGOjceTl7rD92FOKTnhrXOn0MljnZM8jRQueq-2mVmT_XFFB-O6urGEmgqPhwALSOH_BYQ407woYdQufBnH29p9EH9I0O9lqC9idC8RKrky77T/s1600/map.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;400&quot; data-original-width=&quot;748&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik5TQXKLgLieubEqlr2rF0uExqFS20KerGOjceTl7rD92FOKTnhrXOn0MljnZM8jRQueq-2mVmT_XFFB-O6urGEmgqPhwALSOH_BYQ407woYdQufBnH29p9EH9I0O9lqC9idC8RKrky77T/s400/map.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Credit to NFPA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Didalam rencana evakuasi, harus juga ada nomor telpon yang bisa dihubungi jika terjadi keadaan darurat, seperti nomor telpon Damkar terdekat, nomor telpon polisi, nomor telpon tetangga terdekat dan saudara. Ketika rencana evakuasi sudah selesai dibuat, maka dikomunikasikan dengan penghuni rumah, lakukanlah dengan cara santai atau dibuat dalam bentuk permainan sehingga setiap penghuni rumah mengerti bagaimana cara evakuasi. Lakukan latihan kebakaran jam 2 malam jika memungkinkan 😁 dan lakukan saat akhir minggu, sehingga akan terbiasa evakuasi dalam keadaan gelap.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika terdapat pintu yang normalnya dalam keadaan terkunci tetapi akan digunakan sebagai sarana evakuasi maka dipastikan juga kunci untuk membuka pintu tersebut teridentifikasi dengan jelas dan diletakkan dekat dengan pintu tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana dengan jendela yang terdapat teralis?, kondisi ini umum diperumahan di Indonesia terkait dengan tingkat keamanan di daerah tersebut, sehingga banyak jendela yang mengarah langsung keluar di beri teralis untuk mencegah orang menerobos masuk ke dalam rumah. Terdapat kontradiksi antara keamanan terhadap kebakaran dan keamanan terhadap kejahatan. Teralis memang menjaga keluarga kita aman dari pencuri atau penyusup tetapi teralis jendela juga dapat menjadi perangkap dalam kebakaran yang mematikan, sehingga sekarang dibutuhkan produk teralis yang bisa memenuhi kedua objektif tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di Amerika, terdapat produk teralis yang bisa memenuhi kedua objektif tersebut. Besi besi penghalang di teralis bisa di copot dengan menggunakan kunci, sehingga ketika terjadi kondisi darurat, jendela tersebut bisa digunakan. Di Indonesia, saya belum menemukan produk teralis seperti itu, tetapi tampaknya desain ini bisa dibuat sendiri di Indonesia jika ada yang mau berinovasi dan peduli terhadap potensi keamanan masyarakat. Tetapi keputusan akhir tetap kepada penghuni rumah, apakah akan menggunakan teralis atau tidak, karena kedua objektif tersebut memang bisa mengancam keselamatan anggota keluarga kita. Anda bisa melihat video dibawah ini mengenai konsep teralis yang dapat dibuka saat keadaan darurat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/9TxN1Ji4D3I/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/9TxN1Ji4D3I?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan rumah bertingkat, ini juga yang menjadi pertanyaan bagi saya, akhirnya saya menemukan suatu produk tangga evakuasi darurat di salah satu website (&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://a.co/4MhO7He&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kidde KL-2S Two-Story Fire Escape Ladder&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;) yang bisa menjadi solusi jalur evakuasi darurat ketika terjadi kebakaran. Tangga tersebut bisa digunakan dengan cara mencantolkan ujung tangga di daun jendela. Tangga ini mempunyai 2 tipe yaitu untuk bangunan 2 lantai dan bangunan 3 lantai. Tangga ini cocok juga untuk ruko yang mempunyai tinggi 3 lantai maksimal. Untuk harga, jika melihat di Ebay maka harganya sekita 1 juta termasuk ongkos kirim dan jika membeli di Amazon, maka harganya sekitar 1.8 jt termasuk ongkos kirim. Dengan adanya tangga ini, diharapkan penghuni rumah tidak harus turun ke lantai 1 untuk jalur evakuasinya dan bisa dengan selamat keluar dari jendela lantai 2 menuju area luar. berikut video mengenai cara aplikasinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/4bfBrb4Z8uA/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/4bfBrb4Z8uA?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alat Deteksi Asap (Smoke Detector)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dulu saya berpikir bahwa alat deteksi asap hanya diperuntukkan di perkantoran, di pabrik, di mall dan tidak untuk di rumah. Ternyata saya salah, memasang alat deteksi asap di rumah merupakan hal yang sangat penting bagi keselamatan keluarga karena alat ini akan memberi alarm lebih dini jika terjadi kebakaran dan memberi waktu yang cukup kepada penghuni rumah untuk keluar dari rumah. Disarankan untuk memasang alat deteksi asap di tiap kamar atau di area dekat ruang tidur atau minimal lorong jalur menuju ruang tidur. Hal yang perlu diketahui adalah rentang waktu saat anggota keluarga tidur merupakan rentang waktu yang kritikal atau rentan ketika terjadi kebakaran karena orang akan terbangun ketika asap sudah tebal sehingga konsentrasi orang akan tidak fokus dan panik. Untuk harga alat deteksi asap ini cukup murah yaitu berkisar antara 100 ribu sampai dengan 1 juta dan sudah banyak dijual toko toko online di Indonesia. Pemasangan alat ini harus diletakkan di titik tertinggi di plafon rumah sehingga lebih cepat dalam mendeteksi asap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7Xlf8_YoFGiO35GNZ9iQNuYx0fVl9_jrkPFEjYWe1EylXK4zfJa0Qqyay_5HTFYwqpQ4Knrzij6ryUPhnVWlaz9b33ip9wNsweiCEsZCK1Nt4J9bJtVxdg2gpxiKZAupcp-o7USC3quiz/s1600/WikiGrenier_-_D%25C3%25A9tecteur_de_fum%25C3%25A9e_01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Smoke detector&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;853&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7Xlf8_YoFGiO35GNZ9iQNuYx0fVl9_jrkPFEjYWe1EylXK4zfJa0Qqyay_5HTFYwqpQ4Knrzij6ryUPhnVWlaz9b33ip9wNsweiCEsZCK1Nt4J9bJtVxdg2gpxiKZAupcp-o7USC3quiz/s320/WikiGrenier_-_D%25C3%25A9tecteur_de_fum%25C3%25A9e_01.jpg&quot; title=&quot;alat deteksi asap&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan penyebaran asap, kebiasaaan tidur dengan pintu tertutup ternyata juga faktor penting yang harus dilakukan dalam mencegah penyebaran asap, sehingga ketika kita terbangun dan mengetahui rumah kita terbakar, kita punya waktu melalukan hal hal yang ada dalam rencana evakuasi seperti menelpon Damkar atau evakuasi keluar rumah melalui jendela. Hal ini tidak bisa kita lakukan jika asap sudah masuk ke kamar, apalagi kita langsung membuka jendela, karena dengan membuka jendela akan menarik asap dan udara panas ke dalam kamar kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #4c1130;&quot;&gt;Menurut pendapat pribadi saya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, rumah dengan plafon yang tinggi lebih memberikan waktu evakuasi yang cukup untuk evakuasi dibandingkan dengan rumah dengan plafon rendah (dengan kondisi isi ruangan yang sama), kenapa… karena asap akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk memenuhi plafon yang tinggi sebelum asap tersebut turun ke bawah apalagi jika dikombinasikan dengan alat deteksi asap. Bagaimana menurut anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;


&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alat Pemadam Api Ringan (APAR)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penjelasan lebih detail APAR bisa dilihat di postingan saya sebelumnya mengenai APAR (&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/10/Angka-kode-apar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;post 1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/10/portable-fire-extinguisher-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;post 2&lt;/a&gt;). APAR ini sangat penting juga untuk kita punyai di rumah untuk mencegah api menjadi besar dan biasanya disarankan dipasang lebih dekat ke dapur karena area ini yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran. Penggunaan APAR ini juga harus memastikan tingkat besarnya api sehingga tidak boleh memaksakan diri untuk memadamkan api yang bisa membahayakan diri. APAR saat ini banyak di jual di Indonesia dengan rentang harga antara 300 ribu sampai dengan 1 juta. Ketika anda memutuskan untuk membeli APAR, pastikan anda sudah membaca postingan saya mengenai APAR untuk membantu anda dalam memilih jenis APAR yang digunakan dan besaran berat yang cocok untuk penghuni rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSfYduMCAvZhwGl9pjIuiwBRC3wRn4WMFZQNUFXA3pp5AI8acr8G7_ANuvEb8rV9Hd_UmMMNvhivEt1wImS40Y_XQfrg6wd-k-0vwNzuTbOJI3YOeNtppnA_BXYjaQFEIzrN9q_JGttq1R/s1600/IMG_20171105_134421906.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Portable Fire Extinguisher&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;448&quot; data-original-width=&quot;336&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSfYduMCAvZhwGl9pjIuiwBRC3wRn4WMFZQNUFXA3pp5AI8acr8G7_ANuvEb8rV9Hd_UmMMNvhivEt1wImS40Y_XQfrg6wd-k-0vwNzuTbOJI3YOeNtppnA_BXYjaQFEIzrN9q_JGttq1R/s320/IMG_20171105_134421906.jpg&quot; title=&quot;Alat pemadam Api Ringan&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERJADI KEBAKARAN????&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sekarang kita akan membahas apa yang kita lakukan jika terjadi kebakaran karena dari semua yang kita bahas di atas, ini titik pentingnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;BERITAHU SEMUA ORANG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan semua orang mengetahui bahwa terjadi kebakaran dan meminta semua orang untuk keluar dari rumah secepatnya. Jika rumah anda sudah terpasang alat deteksi asap (smoke detector), alarm dari alat tersebut akan berbunyi keras sehingga semua penghuni mengetahui ketika terjadi kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;SEMUA PENGHUNI LANGSUNG EVAKUASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ikuti rencana evakuasi yang telah direncanakan (inilah pentingnya latihan rutin untuk rencana evakuasi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebelum anda membuka pintu, letakkan pungung telapak tangan anda ke pintu tersebut, jika dirasakan hangat, maka jangan membuka pintu tersebut karena disisi lain pintu sudah terdapat api kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan terlambat evakuasi demi menyelamatkan barang barang berharga atau binatang peliharaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Merangkak jika sudah terdapat asap di plafon. Udara lebih bersih di area bawah, oleh karena itu pastikan posisi hidung anda serendah mungkin. Kita harus ingat, asap sangat beracun dan dapat membunuh anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika anda melakukan evakuasi dalam satu grup, usahakan selalu bersama terus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika kita keluar rumah, usahakan menutup pintu yang tidak perlu untuk dibuka. Usaha ini dapat menghambat penyebaran api&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika sudah keluar rumah, lakukan panggilan darurat ke nomor yang sudah di tulis di rencana evakuasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ada hal pilihan yang sulit kita lakukan ketika kita dalam posisi terpisah ruangan dengan anak atau orang tercinta pada saat terjadi kebakaran&lt;/b&gt;. Sebagai contoh, tidur dalam kondisi pintu tertutup adalah salah satu tindakan yang dapat mencegah masuk ke kamar tidur ketika terjadi kebakaran. Pada saat kita tersadar terjadi kebakaran, maka kita akan berusaha keluar dari kamar tidur untuk menyelamatakn anak atau orang tercinta kita, tetapi pada saat kita merasakan pintu, pintunya sudah terasa hangat dan sudah dipastikan sudah ada api di sisi lain dari pintu. Jika kita tetap memaksakan, maka ada kemungkinan kita akan mengalami cidera berat dan tidak bisa sampai ke lokasi kamar tempat anak kita atau kita akan membawa asap dan panas ke dalam ruangan anak kita. Ini pilihan sulit dan sulit untuk didiskusikan dan praktiknya sangat susah, oleh karena itu disini pentingya pelatihan dan rencana evakusi. Semua orang akan mengerti apa yang harus dilakukan sehingga kita bisa memastikan bahwa mereka sudah bisa melakukan hal yang seharusnya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;PAKAIAN ANDA TERBAKAR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika pakaian anda terkena api dan mulai terbakar maka jangan berlari karena akan membuat api menjadi besar. Yang anda lakukan adalah langsung berhenti, rebahkan badan anda dan mulai berguling untuk mematikan api. Pemadaman bisa dibantu dengan menutupi badan dengan material yang berat seperti selimut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;TIDAK BISA KELUAR SESUAI JALUR EVAKUASI DAN TERHALANG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pilih ruangan yang terdapat jendela dan menghadap langsung keluar jika memungkinkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tutup pintu ruangan tersebut dan tutup semua sisi pintu menggunakan selimut, pakaian, bantal atau apapun untuk mencegah asap masuk ke kamar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Telepon tetangga atau orang terdekat untuk memberitahu posisi anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tetap berada diruangan tersebut selama mungkin sampai di selamatkan oleh pemadam. Mungkin langkah ini akan terdengar seperti teori dan akan menunggu sangat lama untuk pemadam kebakaran untuk datang menyelamatkan anda, tetapi ini yang bisa anda lakukan jika semua jalur evakuasi terhalang oleh api dan asap. Masih ada kemungkinan kita selamat jika tetap memastikan ruang tersebut aman dari asap.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kita semua sadar bahwa kejadian kebakaran di rumah tidak pernah terpikirkan oleh kita semua, dan itu normal cara berpikir setiap orang dan tidak mau berpikir sesuatu yang buruk untuk terjadi. Orang akan berpikir ini akan membutuhkan biaya dan usaha yang besar yang kemudian dalam otak kita berbicara, ach tidak mungkin terjadi pada saya. Saya menulis ini juga mengingatkan diri saya bahwa hal ini harus dlakukan, bukan saja ini untuk menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi juga menyelamatkan orang orang yang kita cintai. Semua kebakaran di rumah bisa dicegah tapi tidak bisa dihilangkan, akan tetap ada potensi kebakaran di rumah kita, persiapan harus tetap dilakukan jika hal yang terburuk terjadi sehingga penyelasan tidak datang belakangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;PT Vale Indonesia Tbk.2017.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Buku Pencegahan kebakaran &amp;amp; Tips Keselamatan di Rumah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Solomon, Robert E. 2002.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Fire and Life Safety Inspection Manual 8th Edition&lt;/i&gt;. Jones &amp;amp; Bartlett Learning&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA Public Education, diakses tanggal 4 November 2017 &amp;lt;http://www.nfpa.org/Public-Education&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Moretti, Cornelio. 2009. &lt;i&gt;Home Fire Safety, Preventive Measures and Issues&lt;/i&gt;. Nova SciencePublisher, Inc&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/5881232119645108629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/rumahamanapi2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/5881232119645108629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/5881232119645108629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/11/rumahamanapi2.html' title='Rumah aman api bagian 2'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0HHQP6G_58AIUOHkpLHlGSGmFLmSQHuc3Wscke5FxMJOhasahlLapoTt7HHYCpgkWTyL-tfWkSPz1cECcFsBfsLPkFwlvZF4VbGnn5MDe9And49tNyOonuGmcOY9hyW55xsTtC3BadbYl/s72-c/Ap1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-4109327038586389147</id><published>2017-10-29T16:08:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T21:56:20.653+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Rumah aman api bagian 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAU-EPt0KHOiPPhnsU3ZV6lh_WzXhSGi-NMA8FLF624a4Vxmm5h40qFDEBw3eIUVvyNoL0Pp7EqLQAUDDs909L3gwxK_yEZl4nPVRwnS9m1JeTrIizXDF3Rhgj87dvUpcqfJQ8P_PBRQ-B/s1600/rumahaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;membuat rumah aman kebakaran dan api&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAU-EPt0KHOiPPhnsU3ZV6lh_WzXhSGi-NMA8FLF624a4Vxmm5h40qFDEBw3eIUVvyNoL0Pp7EqLQAUDDs909L3gwxK_yEZl4nPVRwnS9m1JeTrIizXDF3Rhgj87dvUpcqfJQ8P_PBRQ-B/s400/rumahaman.jpg&quot; title=&quot;membuat rumah aman kebakaran dan api&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kali ini mari kita membahas bagaimana membuat &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;rumah kita aman dari bahaya kebakaran dan mengetahui macam macam penyebab kebakaran rumah&lt;/span&gt;. Terkadang kita bisa selalu berkutat bagaimana membuat aman lingkungan kerja kita tetapi kita lupa membuat aman di tempat tinggal kita sendiri. Kesadaran terhadap keselamatan terhadap potensi kebakaran rumah di Indonesia sangat rendah menurut saya, contoh kecilnya bagaimana kita mengabaikan standar keamanan instalasi listrik, contohnya adalah menggunakan kabel tidak sesuai beban, teknik penyambungan kabel yang tidak benar, menggunakan produk listrik yang rendah kualitasnya, dll. Pembahasan topik ini akan saya bagi menjadi dua postingan karena informasi terkait topik ini sangat banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika memikirkan topik ini. saya menjadi penasaran untuk mencari data mengenai data statistik kebakaran perumahan di Indonesia dan ternyata di Indonesia masih belum mempunyai data seluruh kejadian kebakaran yang terpadu, sehingga saya mengambil contoh jumlah kebakaran yang terjadi di Jakarta (data saya ambil dari website jakartafire.net dan BPBD DKI Jakarta). Meski data ini bercampur dengan bangunan dan kios, tetapi hampir 50% datanya merupakan data kebakaran dari rumah tinggal permanen, sehingga bisa cukup mewakili sebagai analisa dari topik blog ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC5JQ-eVE2ZalxuQqmlv5VbR_JFn3hjikTLKnASeeoD03yXtxQYCcmdBOoiJdUUApBJIHUBZrLj3z94gTd2IAUna2kdbTQV-b_razkFglYTVoidAWvRD4YvVhdkxh5dxQgpxGQ1coBkw5C/s1600/statistik.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;619&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;244&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC5JQ-eVE2ZalxuQqmlv5VbR_JFn3hjikTLKnASeeoD03yXtxQYCcmdBOoiJdUUApBJIHUBZrLj3z94gTd2IAUna2kdbTQV-b_razkFglYTVoidAWvRD4YvVhdkxh5dxQgpxGQ1coBkw5C/s640/statistik.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terlihat dari data di atas bahwa tingkat kebakaran di Jakarta cukup tinggi dengan rata-rata 1300 kejadian kebakaran tiap tahunnya. Penyebab kebakaran didominasi oleh permasalahan kelistrikan yang hampir meliputi 52% penyebab kebakaran dari tahun 2012 hingga 2016 dengan rata rata 714 kasus kebakaran tiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa listrik masih menjadi penyumbang terbesar penyebab kebakaran meski di peringkat kedua ditempati penyebab lain lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika kita berbicara penyebab kebakaran, pembaca bisa melihat lagi dari postingan saya sebelumnya yang membahas sumber panas apa saja yang bisa memulai proses terjadinya api atau kebakaran (&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/sumber-panas-bagian-1-elemen-api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;post 1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/09/sumber-panas-api-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;post 2&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sekarang sebelum kita membahas macam macam penyebab kebakaran, kita kembali ke topik utama kita yaitu bagaimana membuat rumah kita aman dari kebakaran dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran (topik ini akan dibahas di postingan selanjutnya). Berbicara mengenai &quot;siapa&quot; yang akan terkena dampak kebakaran di rumah, maka kita akan berbicara orang orang yang kita cintai. Kita berbicara anak, istri (apalagi jika istri sedang hamil), orang tua dan bayi kecil yang imut. Secara keterbiasaan dan pengetahuan, mereka belum terbiasa mengenal dan berbicara potensi kebakaran, apalgi berbicara bagaimana untuk harus bertindak jika terjadi kebakaran, oleh karena itu kita harus mempersiapkan rumah kita sebisa mungkin mempunyai beberapa pengendalian kebakaran yang tidak perlu mengandalkan mereka secara penuh, sehingga jika terjadi kebakaran, anggota keluarga kita selamat dari kejadian kebakaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya api bisa dilihat lebih detailnya lagi di posting saya mengenai &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;proses terbentuk dan terjadinya ap&lt;/a&gt;i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;PENCEGAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pertama yang kita lakukan adalah menyiapkan tindakan tindakan pencegahan agar proses terjadinya api yang tidak diharapkan tidak terjadi di rumah kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lilin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lilin mungkin terlihat sederhana dan tidak terlalu dianggap berbahaya, tetapi kenyataanya lilin merupakan penyebab nyata dari kebakaran terutama di Indonesia yang masih sering mati lampu (PLN = Perusahaan Lilin Negara) sehingga banyak yang menggunakan lilin hingga pagi sambil menunggu lampu menyala kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Fakta dari lilin adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;# Hampir sepertiga kebakaran di rumah yang melibatkan lilin berawal dari kamar tidur (sumber NFPA)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;# Lebih dari 50% kebakaran lilin di rumah akibat meletakkan lilin dekat material yang mudah terbakar, yang perlu diingat, lilin merupakan menghasilkan api terbuka (open flame) yang dapat membakar apa saja yang berada di dekatnya.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu bagaimana kita mengendalikan resikonya jika memang lilin diperlukan. Berikut caranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Matikan lilin jika meninggalkan ruangan dalam waktu yang lama atau jika ingin tidur. Jika memang dibutuhkan, jangan meletakkan lilin di area dimana orang akan tertidur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Letakkan lilin jauh dari material atau bahan yang mudah terbakar seperti jauh dari tirai, kertas dll. Beberapa referensi menyarankan jarak yang teraman adalah 30 cm&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCazJxxMEoYH9PzMwFRXs9Q_t8ChxGG0k3TtSDCYBfBRTi3L9kxC-DR9tSXKg27_6b8djc7LttfvvvEDdNwIT2z3JaNSlg8IxB5NqS0hBgXWRCoOpfQoyuVYE16swNuuqMZwxiTuKJx-kx/s1600/-_Bugia_candlestick_-.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;336&quot; data-original-width=&quot;382&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCazJxxMEoYH9PzMwFRXs9Q_t8ChxGG0k3TtSDCYBfBRTi3L9kxC-DR9tSXKg27_6b8djc7LttfvvvEDdNwIT2z3JaNSlg8IxB5NqS0hBgXWRCoOpfQoyuVYE16swNuuqMZwxiTuKJx-kx/s200/-_Bugia_candlestick_-.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Letakkan lilin di tempat yang stabil, kokoh dan tidak membuat lilin mudah jatuh. Disarankan menggunakan alas lilin dari bahan yang tidak mudah terbakar maupun meleleh seperti logam atau kaca.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Nyalakan lilin dengan aman, pastikan rambut dan pakaian anda tidak menyentuh lilin saat dinyalakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan meninggalkan anak anak sendiri dengan lilin yang masih menyala&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan sampai menyalakan lilin hingga habis total&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan menggunakan lilin jika salah satu anggota keluarga kita menggunakan tabung oksigen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika bisa, gunakan lampur darurat untuk menggantikan penggunaan lilin, dengan menggunakan lampu darurat maka kita menghilangkan potensi kebakaran akibat lilin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rokok&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika berdasarkan data kebakaran Jakarta tahun 2011-2016, rata rata tiap tahun terjadi 51 kasus kebakaran yang diakibatkan oleh rokok atau jika dilihat per bulan maka 4 kasus perbulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di beberapa kejadian kebakaran menimbulkan korban jiwa dan ternyata korban korban tersebut bukan lah seorang perokok.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Fakta dari rokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;# 1 dari 4 korban meninggal kejadian kebakaran akibat rokok adalah bukan perokok.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;# 34% korban yang meninggal adalah anak dari perokok tersebut&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;# Banyak kasus kebakaran rokok akibat dari perokok yang tertidur ketika sedang merokok. Yang harus diingat adalah&lt;/i&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;ROKOK TIDAK OTOMATIS MATI KETIKA ANDA TERTIDUR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu bagaimana kita mengendalikan resikonya, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;ya kita jangan merokok&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, dengan tidak merokok berarti hilang potensi bahaya kebakaran di dalam rumah dan juga lebih sehat bagi seluruh anggota keluarga kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut cara cara memastikan rumah kita aman dari bahaya kebakaran akibat merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika anda perokok, maka merokok lah di luar rumah, karena kematian akibat kebakaran dari rokok berawal dari ruang keluarga dan tempat tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan merokok saat anda mengantuk atau setelah meminum obat yang dapat menyebabkan ngantuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jauhkan korek api dan rokok dari jangkauan anak anak anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Gunakan asbak rokok yang dalam, lebar dan kokoh. Jangan gunakan asbak dari bahan yang bisa terbakar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala ke area yang terdapat bahan bahan yang mudah terbakar seperti rumput kering, kertas, dedaunan kering. Buanglah puntung rokok pada tempatnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXRdJlwl17Blfc6NlkCCtCwbPQAvbn4qsy7oNClFfvisLsAu7QXCOriWzewDQPuifrzPT4wfTitMmtx26D4eZ0Lx_wkKHsFZWAWf69_GOJQiu-v91iINjchfU4JlLTIHm-JlrDWWGV9jWM/s1600/maxpixel.freegreatpicture.com-Tobacco-Hamuzo-Cig-Cigarette-Smoking-1081388.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;426&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXRdJlwl17Blfc6NlkCCtCwbPQAvbn4qsy7oNClFfvisLsAu7QXCOriWzewDQPuifrzPT4wfTitMmtx26D4eZ0Lx_wkKHsFZWAWf69_GOJQiu-v91iINjchfU4JlLTIHm-JlrDWWGV9jWM/s200/maxpixel.freegreatpicture.com-Tobacco-Hamuzo-Cig-Cigarette-Smoking-1081388.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan anda mematikan dulu puntung rokok tersebut sebelum anda membuangnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan merokok di area yang terdapat tabung oksigen murni, karena oksigen murni dapat menyebabkan kebakaran menjadi lebih cepat dan lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sofa dapat terbakar dengan cepat ketika terdapat puntung rokok yang masih menyala, jika ada orang selesai merokok di sofa, cek bekas rokok di sofa tersebut untuk memastikan tidak ada bekas puntung rokok yang masih menyala&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dapur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Aktivitas memasak dapat memperat keluarga dan teman. Aktivitas ini hampir selalu ada tiap hari di dapur. Berdasarkan data kebakaran di Jakarta, 6% kebakaran disebabkan oleh peralatan memasak kompor dengan rata rata 77 kasus kebakaran per tahunnya. Di Amerika, berdasarkan data antara tahun 2011 – 2015, penyebab utama kebakaran adalah dari peralatan memasak dengan persentase 47% dan mengakibatkan 20% kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Aktivitas memasak di dapur tidak mungkin kita hilangkan, tetapi bisa kita kendalikan resikonya agar bisa menjadi lebih aman. Lalu bagaimana mengendalikan resikonya, berikut caranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika anda merasa mengantuk atau habis meminum obat yang dapat menyebabkan ngantuk, maka anda dilarang menggunakan peralatan memasak ataupun memasak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan tinggalkan dapur ketika anda sedang menggoreng atau membakar makanan (contoh sate atau ayam bakar). Meski anda meninggalkan dapur meski hanya sebentar, matikan kompor tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika sedang merebus, memanggang, baking, atau mendidihkan air, cek secara regular dan gunakan pengingat waktu agar dapat mengingatkan anda bahwa anda sedang memasak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan mengenakan pakaian yang kedodoran ketika memasak (misalnya daster) karena beresiko tersangkut pada peralatan memasak. Gulung lengan baju sebelum memasak, agar tidak terkena api dan menyebabkan kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika anda menggunakan kompor listrik dan ketika terjadi pemadaman listrik saat anda memasak, maka pastikan kompor tersebut dimatikan agar ketika listrik menyala kompor tidak menyala tanpa kita ketahui&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan tidak ada material atau bahan bahan yang mudah terbakar di sekitar kompor, seperti tirai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hati hati saat menggoreng, karena minyak panas mudah terbakar. Batasi minyak goreng pada panci atau wajan tidak lebih dari 1/3 nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan area kompor anda bersih dari tumpahan minyak atau dari bahan bahan yang mudah terbakar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqEqTgB3S_JIf6kgpiBapJNaNPGoWoOeA6yNH6Jeq93G10Ush8-CKXyB-obdL1ivhhH0S5a9VpPGXosM9dlG9xwBsoDZ5hMPjxAetK29HAgN6AkyNE7QEKfd3Bbk6mSwTsVb0d1SX4RyfR/s1600/8202680893_b1b467901e_b.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kebakaran ketika memasak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;298&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqEqTgB3S_JIf6kgpiBapJNaNPGoWoOeA6yNH6Jeq93G10Ush8-CKXyB-obdL1ivhhH0S5a9VpPGXosM9dlG9xwBsoDZ5hMPjxAetK29HAgN6AkyNE7QEKfd3Bbk6mSwTsVb0d1SX4RyfR/s320/8202680893_b1b467901e_b.jpg&quot; title=&quot;kebakaran ketika memasak&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika terjadi kebakaran kecil yang melibatkan minyak goreng di wajan anda dan anda memutuskan untuk mematikan api, maka yang harus dilakukan adalah menutup wajan tersebut dengan penutup wajan dengan cara menggeser tutup wajan dari pinggir hingga menutupi seluruhnya, biarkan sampai dingin. Atau jika terjadi kebakaran di oven, matikan pemanasnya atau pusat listriknya (jika menggunakan oven listrik) dan tetap tutup pintu oven tersebut. Akan lebih mudah pemadaman jika terdapat APAR di rumah anda. Tapi yang harus diingat adalah pastikan posisi anda aman untuk memadamkan api tersebut dan telepon nomor telepon darurat kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan&amp;nbsp; mencoba memadamkan kebakaran minyak goreng dengan air karena air akan menyebarkan minyak tersebut sehingga kebakaran semakin meluas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan memindahkan wajan yang sedang terbakar karena berpotensi tumpah dan penyebaran kebakaran semakin luas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika terkait dengan kebakaran di kompor listrik, jangan menggunakan air untuk pemadaman api karena berbahaya tersengat listrik. Air bisa digunakan &lt;b&gt;JIKA&lt;/b&gt; listrik sudah dipastikan mati dan tidak melibatkan kebakaran yang mengandung minyak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;LPG (Elpiji)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Elpiji memang memang bukan penyebab kebakaran tetapi elpiji menyebabkan kebakaran menjadi lebih luas dan besar karena sifatnya yang sudah menjadi gas. Banyak kasus kebakaran di Indonesia yang melibatkan Elpiji karena faktor penggunaan yang tidak tepat. Kasus ledakan atau kebakaran yang melibatkan elpiji diawali dengan adanya kebocoran gas yang kemudian gas yang bocor tersebut bertemu dengan sumber panas di sekitarnya, seperti listrik atau permukaan panas lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut cara cara untuk mengendalikan resiko kebakaran yang terkait dengan elpiji (LPG)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Gunakan peralatan elpiji sesuai standar nasional Indonesia (SNI)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tempatkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Perlu diketahui bahwa berat jenis gas elpiji lebih berat dari udara, sehingga jika terjadi kebocoran maka gas tersebut akan terakumulasi di elevasi terendah dan untuk mengurangi akumulasi gas tersebut, maka harus dibuat sirkulasi udara di bagian bawah sehingga tidak terjadi akumulasi gas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selalu melakukan pengecekan pada komponen elpiji seperti pada selang, regulator dan klem selang untuk memastikan tidak ada kebocoran. Untuk pemeriksaan kebocoran gas, bisa dilakukan dengan cara memberikan air sabut pada area yang diduga bocor, jika terdapat kebocoran maka akan muncul gelembung udara dan air sabun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pastikan selang tidak tertindih atau tertekuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika terjadi pemadaman lampu, maka dilarang meletakkan lilin di dekat tabung elpiji dan di posisi lantai, jika memang tidak ada pilihan, maka letakkan lilin tersebut di atas elevasi lokasi tabung elpiji&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Listrik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Listrik masih menjadi penyebab utama di kasus kasus kebakaran di Jakarta, 55% penyebab kebakaran antara tahun 2011 – 2016 adalah listrik dengan rata 713 kasus pertahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Aktivitas kedua alami yang sering kita lakukan dalam hidup ini adalah seperti menyalakan lampu, isi baterai HP dll, listrik membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Tetapi, terdapat bahaya yang mengintai di belakang aktivitas tersebut yang membuat kita harus tetap waspada. Karena listrik sudah membuat hidup kita lebih mudah,maka sudah akan sulit hidup kita tanpa adanya listrik, sehingga yang bisa kita lakukan adalah memastikan listrik tersebut tidak menjadi bahaya bagi kita dan keluarga kita dengan cara melakukan hal hal berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika anda tidak mengerti listrik, maka jangan melakukan pekerjaan instalasi listrik, selalu berkonsultasi dengan orang orang yang ahli dalam kelistrikan untuk memastikan standarisasi dan keamanan dari instalasi listrik tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selalu gunakan alat alat penghasil panas seperti pemanggang roti, mesin kopi dll sekali saja,maksudnya ketika tidak digunakan maka cabut listrik dari outlet (stop kontak), jangan dibiarkan terus menerus terpasang di outlet&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Peralatan peralatan utama seperti computer, mesin cuci, kulkas, AC, microwave, kompor listrik dan oven, harus tercolok langsung pada outlet di dinding. Kabel ekstensi untuk peralatan ini sangat dilarang karena bisa mengakibatan beban berlebih pada kabel ekstensi tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan menggunakan peralatan yang melebihi kapasitas kabel karena akan menimbulkan panas pada kabel sehingga akan melelehkan kabel. Ketika isolator kabel terpapar panas dari arah dalam konduktor, maka akan meleleh, sehingga sifat isolator tersebut berubah menjadi konduktor sehingga dapat menciptakan percikan api akibat adanya hubungan arus pendek di kabel tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Anda harus waspada ketika outlet terasa panas, circuit breaker sering trip, atau lampu menyala tidak sempurna seperti berkedip kedip, bau hangus dari outlet listrik maupun peralatan listrik, ataupun tangan terasa tersetrum ketika menyentuh peralatan listrik. Ketika hal ini muncul, itu tandanya anda harus memanggil ahli listrik untuk melakukan pengecekan instalasi listrik rumah anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika menggunakan kabel ektensi, maka kabel ekstensi tersebut harus dilengkapi fuse atau sekering pemutus arus. Pada saat menggunakan kabel ekstensi, kondisi fisik dari kabel ekstensi tersebut harus diperiksa untuk memastikan tidak adanya kerusakan seperti terkelupasnya kabel dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzbOfaIx2hUVe6v1vqm3OlgfnZjPqTp59v8fv4MSNMWuTwmat3svZ-CQeBtTTxNUgWkcJ9BVl9-d4FHWdkE16GodgGiEyCOd6j-A10s6hyP1oZmQ2jN0RM4Z-7dOGW0aZ49dq0oq5vRW3w/s1600/plug.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bahaya listrik kebakaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;448&quot; data-original-width=&quot;336&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzbOfaIx2hUVe6v1vqm3OlgfnZjPqTp59v8fv4MSNMWuTwmat3svZ-CQeBtTTxNUgWkcJ9BVl9-d4FHWdkE16GodgGiEyCOd6j-A10s6hyP1oZmQ2jN0RM4Z-7dOGW0aZ49dq0oq5vRW3w/s200/plug.jpg&quot; title=&quot;bahaya listrik kebakaran&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selalu lakukan inspeksi visual secara rutin terhadap instalasi rumah anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jangan memposisikan tirai tepat diatas outlet listrik karena jika muncul percikan api di outlet tersebut, api akan cepat membesar akibat adanya tirai yang tergantung secara vertikal. Api akan cepat menyebar secara vertikal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan sambungan kabel, ketika sambungan antar kabel atau sambungan kabel ke outlet listrik ataupun sambungan kabel ke peraralatan listrik longgar, maka akan menimbulkan percikan, ketika muncul percikan maka akan tercipta panas yang mentrigger api ketika panas tersebut kontak dan bahan bakar di sekitarnya. Kondisi ini tidak akan mempengaruhi breaker karena tidak terjadi hubung singkat maupun beban lebih sehingga kondisi ini sangat berbahaya karena tidak ada proteksi yang mendeteksinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Demikian beberapa tindakan yang bisa membuat rumah aman yang dibahas di postingan ini, beberapa tindakan lainnya untuk pencegahan dan mitigasi lainnya akan dibahas di postingan selanjutnya. Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;PT Vale Indonesia Tbk.2017.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Buku Pencegahan kebakaran &amp;amp; Tips Keselamatan di Rumah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Data Statistik BPBD Provinsi DKI Jakarta, diakses tanggal 28 Oktober 2017 &amp;lt;http://bpbd.jakarta.go.id/elibrary/category/3#&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Data Statistik kebakaran berdasarkan penyebab. DKI Jakarta. Diakses tanggal 28 Oktober 2017 &amp;lt;http://www.jakartafire.net/statistic&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA Public Education . Diakses tanggal 28 Oktober 2017 &amp;lt;http://www.nfpa.org/Public-Education/By-topic/Top-causes-of-fire&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA News &amp;amp; Research - Fire Statistic. Diakses tanggal 28 oktober 2017. &amp;lt;http://www.nfpa.org/News-and-Research/Fire-statistics-and-reports/Fire-statistics&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Solomon, Robert E. 2002. &lt;i&gt;Fire and Life Safety Inspection Manual 8th Edition&lt;/i&gt;. Jones &amp;amp; Bartlett Learning&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/4109327038586389147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/Rumahamanapi1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/4109327038586389147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/4109327038586389147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/Rumahamanapi1.html' title='Rumah aman api bagian 1'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAU-EPt0KHOiPPhnsU3ZV6lh_WzXhSGi-NMA8FLF624a4Vxmm5h40qFDEBw3eIUVvyNoL0Pp7EqLQAUDDs909L3gwxK_yEZl4nPVRwnS9m1JeTrIizXDF3Rhgj87dvUpcqfJQ8P_PBRQ-B/s72-c/rumahaman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-3741023220695401166</id><published>2017-10-14T13:40:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:01:00.164+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PortableFireExtinguisher"/><title type='text'>Memahami Angka Rating dan Kode APAR</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfeglRPNj1PIM2Vl0z6BG9MMo-En6pzQnL6TihSA5zZZ47H4WKRm4hXntT4H9AKrc0FsPZkaBmvk8LE7Xi-Jkm2jHHSjNYtnBATKQ7HqqSMLhE92or8e37PvaQulsnY_VfsFO3oYexJbu/s1600/APAR.gif.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;716&quot; data-original-width=&quot;1272&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfeglRPNj1PIM2Vl0z6BG9MMo-En6pzQnL6TihSA5zZZ47H4WKRm4hXntT4H9AKrc0FsPZkaBmvk8LE7Xi-Jkm2jHHSjNYtnBATKQ7HqqSMLhE92or8e37PvaQulsnY_VfsFO3oYexJbu/s400/APAR.gif.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Publishwithline&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;2-A, 10-B, C&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Anda tentunya
sering melihat kode seperti itu di Alat Pemadam Api Ringan a.k.a APAR dan
mungkin dari beberapa dari anda belum mengerti apa maksudnya dan bagaimana
suatu APAR mendapatkan kode tersebut. Sebenarnya dengan kita mengetahui maksud
kode tersebut, kita bisa memilih APAR yang tepat dan sesuai dengan bahaya, sumber dan besarnya api
yang akan dikendalikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pertama kita akan membahas mengenai kode A, B, C, D dan K. Kode kelas APAR ini di buat untuk
memudahkan pemadaman yang tepat dengan mengindentifikasi bahan bakar yang akan
di padamkan, sehingga akan meningkatkan keberhasilan pemadaman dan tentunya
juga untuk keselamatan operator APAR. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5SJWihOfPcAn9MEyWCJ_PqRG6ib_cf0HIEeuH1iBaOgsFErhaoAPmda6ZRvo0BL5YI8s5IfQDnUtqSBz0KmYwDIW-TmBqT7A7rbcmk38uKAlhB9fi-KcCqvZiDb0EMcyGcVNRsT2QnXTM/s1600/A.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kelas A APAR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;121&quot; data-original-width=&quot;270&quot; height=&quot;89&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5SJWihOfPcAn9MEyWCJ_PqRG6ib_cf0HIEeuH1iBaOgsFErhaoAPmda6ZRvo0BL5YI8s5IfQDnUtqSBz0KmYwDIW-TmBqT7A7rbcmk38uKAlhB9fi-KcCqvZiDb0EMcyGcVNRsT2QnXTM/s200/A.png&quot; title=&quot;kelas A APAR&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas A, APAR
kelas ini digunakan pada bahan bakar pada umumnya seperti kayu, kertas, beberapa
bahan plastik yang ketika terbakar membutuhkan efek pendinginan oleh air
(penyerapan panas) atau efek pelapisan dari dry chemical. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan pemadam
yang terklasifikasi di kelas A diantaranya adalah Air (Water), Aqueous film
forming foam (AFFF), Multipurpose dry chemical dan Halon &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Simbol A merupakan mnemonic untuk kata “Ash”. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAHPH4qG7Of5mMPEQTrhmsMDVR8GzGm6ID7pyw8SlZe3dU9z92Miny5yJWjX2Fp3CBsN_K9S05R0OH5fGcFob8RwPUWobT6s9lAJTfUqb9UMTpdl9PcXaSE0Opl9VQMBw8Z-EhtRQFxMGQ/s1600/B.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kelas B APAR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;122&quot; data-original-width=&quot;260&quot; height=&quot;93&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAHPH4qG7Of5mMPEQTrhmsMDVR8GzGm6ID7pyw8SlZe3dU9z92Miny5yJWjX2Fp3CBsN_K9S05R0OH5fGcFob8RwPUWobT6s9lAJTfUqb9UMTpdl9PcXaSE0Opl9VQMBw8Z-EhtRQFxMGQ/s200/B.png&quot; title=&quot;kelas B APAR&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas B, APAR
kelas ini digunakan pada bahan bakar cair yang mudah terbakar seperti bensin,
oli, pelumas ataupun cat dimana efek pelapisan, pembekapan dan penghambatan
reaksi kimia dibutuhkan untuk pemadaman. Terdapat 3 tipe kebakaran secara umum
pada bahan bakar cair yaitu [1] kebakaran pada cairan dengan kedalaman lebih
dari 6.4 mm, contohnya pada tangki celup (dip tank) dan tangki quench (quench
tank) [2] Kebakaran pada cairan yang bergerak (kebakaran pada tumpahan bakan
bakar cair) dengan kedalaman kurang dari 6.4 mm [3] kebakaran gas atau kebakaran
bahan bakar cair bertekanan tinggi dari suatu bejana bertekanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika ada
kemungkinan terjadi kebakaran pada tangki terbuka dengan luas permukaan cairan
yang lebih dari 1 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dan berada di dalam bangunan, maka APAR tidak boleh
menjadi satu satunya alat pemadam untuk tipe kebakaran tersebut karena tipe
kebakaran tersebut menghasilkan panas yang tinggi dan asap yang tebal yang dapat
menyebabkan bahaya bagi setiap orang yang tetap berada di area tersebut.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kebakaran yang
melibatkan gas maupun cairan bertekanan tinggi akan memunculkan bahaya yang
lebih spesifik. Untuk kebakaran tipe ini, hanya tipe APAR dry chemical yang
telah terbukti efektif dan terkadang sering diperlukan tambahan tipe nozzle
yang khusus dengan tingkat flow yang tinggi. Tetapi, pemilihan APAR untuk tipe
kebakaran ini harus berdasarkan rekomendasi penggunaan yang dikeluarkan oleh
produk tersebut. Yang perlu diingat adalah jangan mencoba untuk memadamkan tipe
kebakaran ini sampai ada kepastian bahwa sumber dari bahan bakar tersebut dapat
di hentikan atau di tutup dengan benar, karena selama sumber bahan bakar cair masih terus
mengalir maka pemadaman akan sulit dilakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan pemadam
yang terklasifikasi di kelas B diantaranya adalah Karbon Dioksida, dry
chemical, Aqueous film forming foam (AFFF) dan Halon&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Simbol B merupakan mnemonic untuk kata “Barrel” &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3R7oh4ce8LmJx3F0pwyunDcx_PKK6qAuGMHi49NfMOdDjU_GDeOJPAO1r8MLuUHbacm55O0opJEwlVv2-B99hkzdn93xY-DvjV258MIzMg717Dlm33KHScPz_hqr7U5uB2W_5Ko4AbqgR/s1600/C.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kelas C APAR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;123&quot; data-original-width=&quot;269&quot; height=&quot;91&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3R7oh4ce8LmJx3F0pwyunDcx_PKK6qAuGMHi49NfMOdDjU_GDeOJPAO1r8MLuUHbacm55O0opJEwlVv2-B99hkzdn93xY-DvjV258MIzMg717Dlm33KHScPz_hqr7U5uB2W_5Ko4AbqgR/s200/C.png&quot; title=&quot;kelas C APAR&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas C, APAR
kelas ini digunakan untuk kebakaran yang melibatkan peralatan dengan listrik
yang aktif (live electrical equipment), sehingga dibutuhkan tipe bahan pemadam
APAR yang tidak menghantarkan listrik (Non konduktif) sehingga tidak
membahayakan orang yang menggunakan APAR maupun tidak menimbulkan kerusakan
pada peralatan listrik itu sendiri. Tetapi jika peralatan listrik tersebut
sudah tidak terdapat listrik yang aktif, maka boleh menggunakan APAR kelas A
atau B. Hal yang pertimbangkan dalam pemilihan APAR yang terkait dengan
peralatan listrik adalah mayoritas bahan bakar dari peralatan listrik tersebut,
contohnya, panel listrik yang mengandung lebih banyak material kelas A dibanding dengan
transformer (oil filled transformer) yang lebih banyak oli atau material kelas B.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan pemadam
yang terklasifikasi di kelas C diantaranya adalah karbon dioksida, dry chemical
dan Halon &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Simbol C merupakan mnemonic untuk kata “Current”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi62RuwT0L4U36EHaQwVaxF7TDApxYKfyFNjDv3ue3TYVS_Codw2uFz6OBgCfiOY42Gn6UiXwv8YdvBUEjNpG_rwAruD2sn10fvA_Ci7bBdCX3JC30s7BOrj4xgi7hJOEqLiVY3kmBtdMeR/s1600/D.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kelas D APAR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;120&quot; data-original-width=&quot;120&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi62RuwT0L4U36EHaQwVaxF7TDApxYKfyFNjDv3ue3TYVS_Codw2uFz6OBgCfiOY42Gn6UiXwv8YdvBUEjNpG_rwAruD2sn10fvA_Ci7bBdCX3JC30s7BOrj4xgi7hJOEqLiVY3kmBtdMeR/s1600/D.png&quot; title=&quot;kelas D APAR&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas D, APAR
kelas ini digunakan untuk kebakaran yang melibatkan logam yang bisa terbakar
seperti pada magnesium, powdered aluminium, titanium, zinc, sodium dan potassium.
APAR kelas ini membutuhkan bahan pemadam yang mempunyai kemampuan untuk menutup
permukaan logam yang terbakar sambil meniadakan oksigen dan juga tahan terhadap
panas yang sangat tinggi. Selain itu juga, bahan pemadam api diharuskan
mempunyai sifat untuk tidak bereaksi terhadap bahan metal yang terbakar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan pemadam
yang terklasifikasi di kelas D adalah dry chemical (Special powder)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Simbol D merupakan mnemonic untuk kata “Dynamite”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLNZMvtBmeZUNICFQpxO7EDU9X0duXCmb7208jpkajKmVZ6I_2b4uaqykuUPtardYXRD7tt_eC3hEnJatL0t_DAuyY2ptGJDC0TzEDu6SQSjqSSshojq_5WwAHI5k55MI-5h1sd6eUNi1s/s1600/K.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;120&quot; data-original-width=&quot;270&quot; height=&quot;88&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLNZMvtBmeZUNICFQpxO7EDU9X0duXCmb7208jpkajKmVZ6I_2b4uaqykuUPtardYXRD7tt_eC3hEnJatL0t_DAuyY2ptGJDC0TzEDu6SQSjqSSshojq_5WwAHI5k55MI-5h1sd6eUNi1s/s200/K.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas K, APAR
ini digunakan untuk kebakaran yang melibatkan media untuk memasak seperti
minyak goreng dan lemak, ini biasa kita temukan dalam jumlah besar di area
restoran atau tempat memasak komersial. APAR untuk kelas ini berkerja dengan
menggunakan prinsip kerja saponifikasi. Saponifikasi terjadi saat campuran
alkali seperti potassium asetat, kalium sitrat, atau kalium karbonat diterapkan
pada pembakaran minyak goreng ataupun lemak. Kombinasi campuran alkali dengan
asam lemak menciptakan busa sabun di permukaan minyak goreng yang menahan uap
minyak goreng dan memadamkan api. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan pemadam
yang terklasifikasi di kelas K adalah wet chemical&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Simbol K merupakan mnemonic untuk kata “Kitchen”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai
catatan: terkait dengan isu lingkungan terhadap bahan pemadam Halon, maka bahan
pemadam ini tidak dirproduksi lagi dan APAR yang masih terpasang harus
dipastikan tidak discharge dalam kondisi bukan pada kebakaran. Bahan pemadam
Halokarbon telah diperkenalkan untuk mengganti halon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saat ini
terdapat empat standar besar yang untuk klasifikasi kelas kebakaran ini. Hampir
sebagian besar APAR yang beredar di Indonesia menggunakan standar Amerika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;background: #0D0D0D; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Amerika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: #0D0D0D; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Eropa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: #0D0D0D; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;UK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: #0D0D0D; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Australia/Asia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: #0D0D0D; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Bahan Bakar/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Sumber panas&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan bakar
  padat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan bakar
  cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bahan bakar
  gas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tidak ada
  Klasifikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tidak ada
  Klasifikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas E&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Peralatan
  Listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Logam mudah
  terbakar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas K&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelad F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kelas F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 143.9pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;192&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Minyak goreng
  atau lemak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah kita
mengerti kode kelas kebakaran di APAR, maka sekarang kita beralih ke angka yang
berada di awal setiap huruf A dan B, untuk kelas C, D dan K tidak ada angka
dibelakangnya. Hampir semua APAR (Alat Pemadam Api Ringan) memiliki kombinasi A-B-C,
seperti 4-A; 40-B;C. Merefer ke berbagai referensi, angka di belakang huruf
kelas api menunjukkan kapasitas atau kemampuan APAR tersebut untuk memadamkan suatu
bahan bakar. sehingga semakin besar angkas tersebut, maka semakin besar
kemampuan tersebut untuk memadamkan api yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lalu apa yang
dijadikan standar untuk memberikan angka di APAR tersebut?, jika mengacu kepada
Underwriters Laboratories (UL), mereka mengembangkan standar tentang bagaimana
cara melakukan pengetesan APAR dan kapasitasnya yang kemudian hasilnya
diberikan angka pada APAR tersebut. Standar tersebut adalah ANSI/UL 711, &lt;i&gt;Rating and Fire Testing of Fire Extinguisher&lt;/i&gt;.
&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Proses
pengetesan kelas A menggunakan dua metode pembakaran yaitu pembakaran tumpukan
kayu dan panel vertikal yang dibakar, untuk tiap kelas memiliki jumlah kayu,
tumpukan dan dimensi yang berbeda beda, informasi lebih detail dapat dilihat di
tabel di bawah ini. Untuk sukses dalam pemberian rating, maka APAR tersebut
harus bisa lulus dari kedua metode pengetesan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;4&quot; style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 319.2pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;426&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Informasi dan
  pengaturan pengetesan panel vertikal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Rating
  Kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Dimensi panel kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;No. 2 fuel oil (ASTM
  D396)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Berat wol kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;(m)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;(L)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;1-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;2.45
  x 2.45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;3.8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;4.55&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;2-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;3.05
  x 3.05&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;7.55&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;9.05&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;3-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;3.65
  x 3.65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;11.35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;13.60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;4-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;4.25
  x 4.25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;15.15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;18.15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;6-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;5.2
  x 5.2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;22.70&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;106&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;27.20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;4&quot; style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 383.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;511&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Informasi dan
  pengaturan pengetesan tumpukan kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Rating
  kelas A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Jumlah
  kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Dimensi
  kayu (mm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Pengaturan
  tumpukan kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;1-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;72&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;12
  susun, tiap susun 6 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;2-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;112&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 635&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;16
  susun, tiap susun 7 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;3-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;114&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 735&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;18
  susun, tiap susun 8 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;4-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;180&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 800&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;20
  susun, tiap susun 9 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;6-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;230&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 925&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;23
  susun, tiap susun 10 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;10-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;324&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 38 x 1100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;27
  susun, tiap susun 12 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;20-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;256&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 89 x 1400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;16
  susun, tiap susun 16 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;30-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;324&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 89 x 1625&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;18
  susun, tiap susun 18 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;40-A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;38
  x 89 x 1750&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;20
  susun, tiap susun 20 kayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kita ambil
contoh pengetesan kelas 3-A untuk metode panel vertikal, seperti gambar
dibawah, panel vertikal yang sesuai dengan rating kelas 3-A dibakar dengan cara
menyiramkan 11.35 liter bahan bakar cair ke panel kayu, kayu wol disebar dan
diletakkan di bagian bawah panel kayu (sebagian diletakkan tepat dibawah panel
dan sisanya diletakkan agak berjarak dari posisi panel). Pengetesan di awali
dengan membakar kayu wol dan dibiarkan beberapa saat dan kemudian sisa kayu wol
yang diletakkan agak berjarak didorong ke arah panel untuk memastikan semua
permukaan panel kayu vertikal terbakar. Ketika api sudah menyebar ke
seluruh permukaan panel, maka operator APAR akan melakukan pemadaman dengan
cara menyapu dari kiri ke kanan dan bawah ke atas, APAR dibuka penuh, dan waktu
pemadaman di catat waktunya. APAR 3-A harus bisa memadamkan semua panel kayu
tanpa ada muncul penyalaan api kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7GmVZSC38n4ZbdyN0hpEuux5w4cCZLbBr8z26I7Zd8lF-EaCPSPoeJkAydn7moUXlSm9JVHpNJ-uEnjOiTu1WQISFDNr22Sami71Lq8Bq3Gpp8k8LFJuHaczSqPq5P-yFQ4iNpVHE6VjR/s1600/Panel+vertikal.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;APAR api&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;827&quot; data-original-width=&quot;590&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7GmVZSC38n4ZbdyN0hpEuux5w4cCZLbBr8z26I7Zd8lF-EaCPSPoeJkAydn7moUXlSm9JVHpNJ-uEnjOiTu1WQISFDNr22Sami71Lq8Bq3Gpp8k8LFJuHaczSqPq5P-yFQ4iNpVHE6VjR/s320/Panel+vertikal.png&quot; title=&quot;APAR api&quot; width=&quot;228&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tes selanjutnya
menggunakan tumpukan kayu, mengacu pada tabel di atas, maka tes menggunakan 114
potongan kayu yang ditumpuk 18 susun dengan komposisi jumlah kayu tiap susunnya
sejumlah 8. Gambar dibawah menunjukkan model pengetesannya. Pengetesan di
awali dengan membakar bahan bakar cair yang di letakkan di nampan di bagiah
bawah dudukan tumpukan kayu, ketika semua kayu sudah terbakar, maka operator
APAR akan memadamkannya menggunakan APAR yang akan diuji. Untuk bisa di beri
rating 3-A, maka APAR tersebut harus bisa memadamkan secara keseluruhan tanpa
ada muncul penyalaan api kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOQzmxW7fb9UzFG6XU6KKQjihH0jsVr1bMvYBfKFT7zP5DtJxzhYAOPqx7lYZDTKmYfmeOehLq2ZErQBBTNLOhG6BiKLm5BfRxvq5j8LcezRudm_lMGvI0Q2y-annRM7-LUaYhjbeXiwSz/s1600/tumpukan+kayu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tes APAR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;661&quot; data-original-width=&quot;581&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOQzmxW7fb9UzFG6XU6KKQjihH0jsVr1bMvYBfKFT7zP5DtJxzhYAOPqx7lYZDTKmYfmeOehLq2ZErQBBTNLOhG6BiKLm5BfRxvq5j8LcezRudm_lMGvI0Q2y-annRM7-LUaYhjbeXiwSz/s320/tumpukan+kayu.png&quot; title=&quot;tes APAR&quot; width=&quot;281&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengetesan
untuk rating B, dilakukan dengan metode berbeda yaitu menggunakan nampan yang
diisi bahan bakar cair, tiap kelas akan berbeda dimensi nampannya dan jumlah
liter dari bahan bakar cair tersebut. Informasi bisa dilihat di tabel di bawah
ini. Untuk bisa diberi rating B, maka APAR tersebut harus bisa memadamkan api
dari nampan tersebut tanpa ada muncul penyalaan api kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan=&quot;4&quot; style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 383.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;511&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Pengetesan kelas B
  menggunakan nampan bahan bakar cair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Rating kelas B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Dimensi nampan (m2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Jumlah bahan bakar
  (L)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;Waktu efektif
  discharge, detik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;1-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;0.25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;12.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;2-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;0.45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;23.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;5-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;1.15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;58.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;10-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;2.3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;117&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;20-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;4.65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;245&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;30-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;6.95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;360&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;40-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;9.3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;475&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;60-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;13.95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;720&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;17&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;80-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;18.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;950&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;120-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;27.85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;1420&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;160-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;37.2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;1895&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;240-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;55.75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;2840&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;320-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;74.3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;3790&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;480-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;111.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;5680&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;63&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;640-B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;148.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;7570&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 95.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCsff-2i81MGsj3mCxk_NDrLbIbjqqirbS9HvPRfQlRKbJVHLeBXzCa_kvIfbnamY_4GVR6MLpYypp1XoqTKhv3Wk80fq6PG7rGrf55udUx0PNva0xLRI-0Qc6IgHgH7-69WD_S6rtbsg3/s1600/nampan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;638&quot; data-original-width=&quot;542&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCsff-2i81MGsj3mCxk_NDrLbIbjqqirbS9HvPRfQlRKbJVHLeBXzCa_kvIfbnamY_4GVR6MLpYypp1XoqTKhv3Wk80fq6PG7rGrf55udUx0PNva0xLRI-0Qc6IgHgH7-69WD_S6rtbsg3/s320/nampan.png&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;APAR pada
umumnya hanya sebagai pemenuhan suatu pesyaratan standar kebakaran dan
digunakan untuk api yang kecil, tetapi, jika digunakan oleh operator yang ahli,
maka APAR dapat efektif untuk api yang besar. Diluar kemampuan APAR untuk
memadamkan api, tetapi kita harus mengajarkan dan menekankan operator APAR baik
itu penghuni bangunan maupun pekerja bahwa tugas utama mereka adalah untuk
melaporkan setiap kebakaran ke departemen kebakaran dan evakuasi dari bangunan
jika api sudah terlalu besar untuk dipadamkan dengan APAR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global Data Sheet, Portable Extinguisher 4-5. April 2012&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II. NFPA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NFPA. 2002. Fire and Life Safety Inspection Manual 8th Edition. Jones &amp;amp; Bartlett Learning&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;McmIllan, Carl A.&amp;nbsp;&lt;i&gt;The ABCs, Ds, and Ks of Fire Extinguishers&lt;/i&gt;. OH&amp;amp;S, accessed 11 October 2017, 
&amp;lt;https://ohsonline.com/Articles/2004/08/The-ABCs-Ds-and-Ks-of-Fire-Extinguishers.aspx?Page=1&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Fire extinguisher&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;. Wikipedia,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;accessed 11 October 2017, &amp;lt;https://en.wikipedia.org/wiki/Fire_extinguisher&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Havel, Gregory.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Construction Concerns: Fire Extinguisher Testing. &lt;/i&gt;Fire Enginnering, accessed 14 October 2017&amp;nbsp;, &amp;lt;http://www.fireengineering.com/articles/2014/08/fire-extinguisher-testing.html&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;NIST Portable Fire Extinguisher Workshop, January 17, 2007. Undrewriters Laboratories Inc.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/3741023220695401166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/Angka-kode-apar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3741023220695401166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3741023220695401166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/Angka-kode-apar.html' title='Memahami Angka Rating dan Kode APAR'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfeglRPNj1PIM2Vl0z6BG9MMo-En6pzQnL6TihSA5zZZ47H4WKRm4hXntT4H9AKrc0FsPZkaBmvk8LE7Xi-Jkm2jHHSjNYtnBATKQ7HqqSMLhE92or8e37PvaQulsnY_VfsFO3oYexJbu/s72-c/APAR.gif.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-8181909709479435330</id><published>2017-10-01T06:38:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T22:02:42.144+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PortableFireExtinguisher"/><title type='text'>Mari mengenal alat pemadam api ringan (APAR)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4CgtosuN2hySN9wLbxtqlq7AJgBqqJtBPy_hH7nEwKXFoY9c93-NFOCjkywItcKV0W5HUSpfd3iywLj3hLgVQFSltlPXe-4YQ-szyYbXCZbd2hj7aSIZKWr6dwaufpLq_Hugawbx-HCC/s1600/fire-extinguisher-712975_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;583&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4CgtosuN2hySN9wLbxtqlq7AJgBqqJtBPy_hH7nEwKXFoY9c93-NFOCjkywItcKV0W5HUSpfd3iywLj3hLgVQFSltlPXe-4YQ-szyYbXCZbd2hj7aSIZKWr6dwaufpLq_Hugawbx-HCC/s400/fire-extinguisher-712975_1920.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Untung ada APAR, sehingga api nya tidak membesar&quot;.&lt;/i&gt;.., kira kira seperti itulah kisah sukses&amp;nbsp; APAR yang saya dengar ketika terjadi kebakaran di salah satu rumah teman saya akibat dari charger laptop yang membakar gorden di atasnya. Singkat cerita, teman saya melihat api sudah menjalar naik ke atas gorden dan langsung mengambil alat pemadam api ringan yang berada di dekat dapur untuk memadamkannya, sehingga api tidak berkembang besar. Mungkin saja cerita akhirnya akan berbeda jika tidak ada APAR saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau portable fire extinguisher bisa dikatakan sebuah alat pertolongan pertama pada kebakaran yang bisa digunakan langsung oleh siapa saja pada tahap awal perkembangan proses terjadinya api pada kebakaran. APAR memang didesain dan digunakan untuk ukuran api yang masih kecil atau ukuran api yang masih aman untuk dipadamkan menggunakan APAR. Sering kita dengar pada saat pelatihan penggunaan APAR bahwa jika anda tidak yakin untuk bisa memadamkan api dengan APAR maka tinggalkan area tersebut dan laporkan ke tim tanggap darurat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara definisi, Alat pemadam api ringan (APAR) adalah sebuah perangkat portable yang berisi bahan pemadam api yang dapat dikeluarkan dengan bertekanan untuk memadamkan api. Banyak jenis bahan pemadam api ringan termasuk beragam jenis ukuran nya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebelum kita memilih APAR yang tepat, penting untuk kita mengetahui bahaya dari jenis bahan bakar, siapa yang akan menggunakan APAR dan kondisi lingkungan di tempat pemasangan APAR tersebut karena jika areanya korosif, maka wajib kita menggunakan APAR yang mempunyai lapisan korosif. Pada saat pemilihan APAR yang beragam jenisnya, perlu kita pertimbangkan juga apakah APAR tersebut efektif untuk memadamkan bahaya api yang ada di area tersebut, apakah mudah di operasikan, dan bagaimana cara perawatan dan inspeksinya, terutama ketersediaan suku cadanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Respon cepat dalam penggunaan APAR telah banyak mengurangi dampak kerusakan yang bisa diakibatkan oleh kebakaran. Ketersediaan APAR di lokasi yang tepat, terisi dengan bahan pemadam api yang sesuai dengan tipe bahan bakar yang akan diproteksi dan digunakan oleh orang yang telah dilatih menggunakan APAR dapat meningkatkan keberhasilan dalam pemadaman api di tahap awal kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan reaksi seseorang saat berhadapan dengan api, maka reaksi emosi tiap orang berbeda beda dan ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan orang terhadap api tersebut, pengetahuan tentang alat pemadam api, pengalaman menggunakan alat tersebut ataupun pernah melihat cara penggunaannya dan yang terakhir adalah kepercayaan diri orang tersebut. Oleh karena itu pelatihan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan sangatlah penting karena bukan hanya aspek memadamkan api saja yang ditekankan, tetapi aspek keselamatannya juga, sehingga orang yang menggunakan APAR tidak membahayakan dirinya sendiri maupun membahayakan orang lain. Dengan pelatihan yang tepat, maka reaksi seseorang akan sama sehingga APAR bisa efektif dalam memadamkan api.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDxzKRppRVDZfGNm73MA026YLbgXGy9oAR8ZZo3HX2B9xKegAUNCKlOcaW1cW11YiXgIahkI1X_Uz4V1wOmTBbdRx06dmluczWXWmCq-3Zx85jql5Zm0g5gmTEFIhAFsvHwmD2n2j9hkze/s1600/100715-F-6936T-009.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelatihan alat pemadam api ringan (APAR)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;534&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;207&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDxzKRppRVDZfGNm73MA026YLbgXGy9oAR8ZZo3HX2B9xKegAUNCKlOcaW1cW11YiXgIahkI1X_Uz4V1wOmTBbdRx06dmluczWXWmCq-3Zx85jql5Zm0g5gmTEFIhAFsvHwmD2n2j9hkze/s400/100715-F-6936T-009.JPG&quot; title=&quot;pelatihan alat pemadam api ringan (APAR)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA API DIPADAMKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alat pemadam memadamkan api dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mendinginkan bahan bakar yang terbakar hingga di bawah suhu penyalaannya – Komponen sumber panas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meniadakan ataupun mengurangi jumlah oksigen sehingga proses pembakaran tidak berlanjut – Komponen oksidator&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menghambat atau menghalangi reaksi berantai kimia – Komponen reaksi berantai kimia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Metode lain untuk menghentikan proses terbentuknya api a.k.a memadamkan api yaitu dengan menghilangkan bahan bakar, tetapi dalam hal APAR tentu tidak mungkin dilakukan APAR untuk menghilangkan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut daftar bahan pemadam api alat pemadam api ringan yang dikenal secara umum: (Catatan: untuk detail dari masing masing bahan pemadam akan dibahas secara tersendiri di postingan artikel yang lain)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Air (Water)&lt;/b&gt; – secara konsep, air memadamkan api dengan cara pendinginan. Uap air yang terbentuk ketika air diaplikasikan ke bahan bakar yang terbakar membantu juga untuk meniadakan oksigen.&amp;nbsp; Air merupakan bahan pemadam api umum untuk bahan bakar yang mengandung karbon seperti kayu, kertas, plastik dan lain lain. Ketika air dalam bentuk semburan atau semprotan halus (fine spray) diaplikasikan ke bahan bakar cair yang terbakar, maka pemadaman dicapai oleh efek pendinginan dan peniadaan oksigen oleh uap yang terbentuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Aqueous film forming foam (AFFF)&lt;/b&gt; – AFFF ini memadamkan api dengan cara pendinginan, meniadakan oksigen dan menekan penguapan dari bahan bakar yang terbakar. Terkait dengan kebakaran bahan bakar cair, foam bertindak sebagai pembatas untuk meniadakan oksigen dan juga pembentukan lapisan berupa aqueous film untuk menekan penguapan dari bahan bakar cair yang terbakar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Karbon dioksida&lt;/b&gt; - Gas bahan pemadam api ini memadamkan api dengan cara mengurangi jumlah oksigen di area sekitar kebakaran sampai proses pembakaran tidak dapat berlanjut. Karbon dioksida juga terdapat sedikit aspek pendinginan. Bahan ini biasanya digunakan pada kebakaran di bahan bakar cair dan peralatan listrik maupun peralatan elektronik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Halon&lt;/b&gt; – Gas ini memadamkan api dengan cara menghambat atau menghalangi reaksi berantai kimia proses kebakaran, biasanya interfensi secara kimia terhadap reaksi antara bahan bakar dengan oksigen. Halon mempunyai sedikit keefektifan terhadap bahan bakar yang umum (contoh kayu), tetapi efektif terhadap kebakaran bahan bakar cair dan peralatan listrik. Penggunaan bahan pemadam ini sudah dilarang karena terdapat isu lingkungan, jika pun masih ada penggunaannya, maka harus dipastikan untuk tidak terlepas secara tidak sengaja ke atmosfir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dry Chemical&lt;/b&gt; – bahan pemadam ini memadamkan api dengan cara kombinasi dari hal hal berikut ini : efek penyelimutan secara fisik oleh powder, interupsi reaksi molekul pembakaran antara bahan bakar dan oksigen, penipisan oksigen di udara dan penyerapan panas secara langsung oleh partikel padat yang halus (partikel powder)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Solutions of wetting agents (larutan zat pembasah)&lt;/b&gt; – Larutan ini jika tepat penggunaanya, maka lebih efektif daripada pemadaman menggunakan air saja terhadap bahan bakar yang bersifat umum seperti kayu, kertas maupun mebel perumahan. Zat pembasah ini, ketika ditambahkan ke air dengan komposisi yang tepat, dapat meningkatkan penetrasi dan penyebaran daya dari air dengan mengurangi tegangan permukaan dari air. Dengan adanya penambahan zat pembasah di air, dampaknya adalah mengurangi jarak efektif APAR. Sebenarnya ini hampir sama dengan kelas A Foam, tetapi tidak mempunyai kemampuan berbusa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dry Powder &lt;/b&gt;– Bahan pemadam ini dikhususkan untuk kebakaran yang berhubungan dengan logam. Bahan ini cocok memadamkan api kecil pada logam seperti pada magnesium, powdered aluminium, titanium, zinc, sodium dan potassium. Penggunaan bahan ini tidak direkomendasikan untuk pemadaman bahan bakar lainnya. Bahan pemadam ini memadamkan api dengan cara menutupi permukaan logam yang terbakar sehingga akan meniadakan oksigen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Wet Chemical&lt;/b&gt;&amp;nbsp;- Penggunaan bahan ini diperuntukkan untuk api dari aktifitas memasak yaitu yang melibatkan minyak goreng dan lemak. Bahan ini merupakan bahan yang paling efektif untuk pemadaman resiko kebakaran tipe ini. Bahan pemadam ini bereaksi terhadap minyak goreng yang terbakar dan membentuk &quot;seperti busa&quot; di sepanjang permukaan bahan bakar. Pembentukan &quot;seperti busa&quot; ini akan memadamkan api dengan meniadakan oksigen dan mencegah penguapan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Yang perlu diingat adalah Alat pemadam api ringan ini merupakan alat untuk mengurangi dampak dari kebakaran (mitigation control) dan bukan alat untuk mencegah proses terjadinya api. Pencegahan tetap target utama dalam manajemen resiko kebakaran.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global Data Sheet, Portable Extinguisher 4-5. April 2012&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II. NFPA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pelton, Dave.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Firefighting Foam – Making Water Wetter&lt;/i&gt;. International Fire Protection, accessed 1 October 2017, &amp;lt;https://ifpmag.mdmpublishing.com/firefighting-foam-making-water-wetter/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/8181909709479435330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/portable-fire-extinguisher-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8181909709479435330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/8181909709479435330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/10/portable-fire-extinguisher-1.html' title='Mari mengenal alat pemadam api ringan (APAR)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK4CgtosuN2hySN9wLbxtqlq7AJgBqqJtBPy_hH7nEwKXFoY9c93-NFOCjkywItcKV0W5HUSpfd3iywLj3hLgVQFSltlPXe-4YQ-szyYbXCZbd2hj7aSIZKWr6dwaufpLq_Hugawbx-HCC/s72-c/fire-extinguisher-712975_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-6894848315184052329</id><published>2017-09-24T21:33:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:04:57.063+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip Api"/><title type='text'>Mengenal efek cerobong asap saat terjadi kebakaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGEJ2bu4khTc8abYvlbQyXyjegHrr_6vsKvm9anc29HXxb84w_cXdSkxlxUh69Fd_pXUQ8oG-aKPW3EhFJ4MYUyu4eI1v81nqni3H8Aunf0lf8-aEGMKOA8ijTtNePZ53Z-TWTun6r2b28/s1600/roof-1252356_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGEJ2bu4khTc8abYvlbQyXyjegHrr_6vsKvm9anc29HXxb84w_cXdSkxlxUh69Fd_pXUQ8oG-aKPW3EhFJ4MYUyu4eI1v81nqni3H8Aunf0lf8-aEGMKOA8ijTtNePZ53Z-TWTun6r2b28/s320/roof-1252356_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di era penghematan energi ini, banyak bangunan tinggi dibangun dengan konsep sangat rapat dengan meminimalkan jumlah bukaan ke arah luar bangunan. Akibat dari kurangnya ventilasi ini, pergerakan udara panas (asap dan gas beracun) pada saat kebakaran akan dikendalikan oleh pergerakan alami udara normal di dalam bangunan. Pergerakan alami udara normal di dalam bangunan tinggi ini yang dikenal sebagai efek cerobong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dikenal sebagai efek cerobong (stack effect atau chimney effect) karena terkait pergerakan udara ke arah vertikal dan efek cerobong ini menciptakan pergerakan udara alami di dalam gedung. Efek cerobong ini disebabkan oleh perbedaan suhu antara suhu di dalam bangunan dengan suhu di luar bangunan. Udara dalam bangunan ini akan naik ataupun turun secara bervariasi tergantung dari besarnya perbedaan suhu. Efek ini akan bisa dilihat atau dirasakan pada bangunan dengan tinggi di atas 18 meter dan efek ini akan semakin kuat ketika bangunan tersebut semakin tinggi dan perbedaan suhu semakin besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kita asumsikan dulu kondisi awal suhu di luar bangunan lebih dingin di banding dengan suhu di dalam bangunan. Udara yang suhunya lebih dingin kerapatannya meningkat (jarak antara molekulnya merapat) dan di luar tekanannya lebih besar dibanding dengan tekanan dalam bangunan. Secara praktik di lapangan, setiap bangunan pasti mempunyai banyak lubang atau bukaan di beberapa titik sepanjang tinggi bangunan, dan juga terkadang pintu di lantai bawah dalam keadaan terbuka. Melalui celah inilah udara dingin masuk melalui bukaan yang ada di lantai bawah sehingga menyebabkan udara panas dalam bangunan terdorong ke atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pergerakan udara di dalam bangunan yang mengarah ke atas ini dapat melalui shaft elevator, tangga, dan shaft vertikal lainnya, termasuk kebocoran pada penetrasi tiap lantai. Pergerakan udara ini dipaksa keluar ke atas menuju puncak bangunan melalui bukaan dan celah yang ada di masing masing lantai. Kondisi udara yang lebih dingin diluar menyebabkan sirkulasi udara mengarah ke atas bangunan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di suatu area di tengah bangunan akan terdapat bidang netral yang merupakan suatu bidang imajiner (lebih dikenal sebagai Neutral pressure plane) dimana tekanan udaranya sama dengan tekanan udara di luar bangunan dengan kondisi tidak terjadi angina. Gambar dibawah menunjukkan gambaran tekanan dan pergerakan udara yang disebabkan oleh efek cerobong ini. Ketika suhu diluar bangunan lebih hangat dibanding dengan suhu di dalam bangunan,maka pergerakan udara akan terbalik, yaitu dari atas ke bawah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1u2FH7690Ie1eey7eAmi-6E1f6byiakVOe2l-Szbt8rVGDOl5U6ECfjx6RBc58_jpGzMt_sUBDqrWgBnHQ-iv0vtyymRTJIonuz2Tj2HtiZwXrgOSO9SHmOr_hMlSKhtCIlZ1H0b8uyHf/s1600/konveksi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perambatan panas konveksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;884&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;352&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1u2FH7690Ie1eey7eAmi-6E1f6byiakVOe2l-Szbt8rVGDOl5U6ECfjx6RBc58_jpGzMt_sUBDqrWgBnHQ-iv0vtyymRTJIonuz2Tj2HtiZwXrgOSO9SHmOr_hMlSKhtCIlZ1H0b8uyHf/s640/konveksi.png&quot; title=&quot;perambatan panas konveksi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pergerakan udara panas khususnya asap akan dipengaruhi oleh lokasi kebakaran terhadap bidang netral (Neutral pressure plane). Sebagai contoh, jika terjadi kebakaran di lantai bawah dari gedung bertingkat tinggi, buoyancy yang disebabkan oleh perbedaan suhu dari pembakaran akan menghasilkan tekanan yang akan membawa udara panas ke atas. Pada saat suhu udara panas mulai menurun, maka daya penggerak buoyancy pun menurun sampai suhu udara panas mencapai suhu normal lingkungan. Meskipun demikian, efek cerobong membantu membawa udara panas ini ke lantai paling atas dengan cara menarik udara panas dari lokasi kebakaran ke arah atas bangunan melalui shaft, tangga yang terbuka, celah atau bukaan yang ada di lantai lokasi kebakaran tersebut, sehingga lokasi proses terjadinya api akibat penyebaran udara panas menjadi lebih jauh dari lokasi awal kebakaran. Biasanya skenario udara panas akan melewati beberapa lantai langsung menuju area di atas bidang netral. Tekanan terbesar terjadi di bagian teratas dari gedung dan lokasi tersebut lebih berbahaya dibanding lantai yang dekat dekat dengan lokasi kebakaran. Lantai yang berada di dekat bidang netral akan mengalami penyebaran udara panas ini, tetapi konsentrasi nya tidak sebanyak dibanding dengan lantai yang paling atas. Dari sisi fire fighthing, maka area yang berada di atas bidang netral akan mengalami penyebaran panas secara horizontal akibat perbedaan tekanan yang menyebabkan arah udara panas mengarah ke luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk kebakaran di atas bidang netral, tetap akan mengalami perpindahan panas ke arah akibat adanya kebocoran di tiap lantai, konsentrasi udara panas tetap pada lantai yang paling atas. Arah pergerakan udara panas akan mengarah ke luar bangunan akibat tekanan udara di dalam lebih besar dari tekanan di luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kejadian kebakaran terbaru yang diduga penyebaran apinya akibat efek cerobong adalah kebakaran di &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Grenfell_Tower_fire&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Grenfell Tower&lt;/a&gt; (24 lantai) di London Barat pada tanggal 14 juni 2017. Kejadian ini mengakibatkan 80 orang meninggal dan 70 cidera. Salah satu ahli fire safety menyatakan bahwa pelapis dinding merupakan sebab penyebaran api yang masif. Terdapat ruang antara pelapis dinding dengan bahan isolasi dinding, sehingga ruang tersebut menghasilkan efek cerobong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaoDWtrHrKCGDD-yw4vE09WoUAeQxh5u_ODYhfWO0EdJeH44DojpbeIRiwXlpIUh9M67vIL4CfW5pzoBjsm2dNA1CjLyde2TSvkpBORJoloYNydJLnDnw6WSjzcKTndO-tlrJrqqauq_-u/s1600/Grenfell_Tower_fire.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1119&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaoDWtrHrKCGDD-yw4vE09WoUAeQxh5u_ODYhfWO0EdJeH44DojpbeIRiwXlpIUh9M67vIL4CfW5pzoBjsm2dNA1CjLyde2TSvkpBORJoloYNydJLnDnw6WSjzcKTndO-tlrJrqqauq_-u/s320/Grenfell_Tower_fire.jpg&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Grenfeel Tower&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Fitzgerald, Robert W. 2004. Building Fire Performace Analysis 1st Edition. Wiley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Klinoff, Robert W. 2006. Introduction to Fire Protection 3rd Edition. Cengage Learning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Latifah, ST. MT, Nur Laela. 2015. Fisika Bangunan 1. Gaya Kreasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/6894848315184052329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/efek-cerobong-asap-stack-effect-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/6894848315184052329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/6894848315184052329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/efek-cerobong-asap-stack-effect-di.html' title='Mengenal efek cerobong asap saat terjadi kebakaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGEJ2bu4khTc8abYvlbQyXyjegHrr_6vsKvm9anc29HXxb84w_cXdSkxlxUh69Fd_pXUQ8oG-aKPW3EhFJ4MYUyu4eI1v81nqni3H8Aunf0lf8-aEGMKOA8ijTtNePZ53Z-TWTun6r2b28/s72-c/roof-1252356_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7881514273053791662</id><published>2017-09-19T22:45:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T22:06:56.221+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip Api"/><title type='text'>Transfer panas secara konveksi dan perannya terhadap kebakaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT_QCXLWOAbC6GUJIHOHVjWmtB-VIfV6scoeLbatBmya7lOM_n4Q3jnpOhJddIFSCR4bd523oB9SarI9Ph8gql2m4wQvsxC6T6w952O8mXx8acL1sV62K6d_ByS3Dlq9En5HDIT9Y0Latj/s1600/fireplace-276359_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT_QCXLWOAbC6GUJIHOHVjWmtB-VIfV6scoeLbatBmya7lOM_n4Q3jnpOhJddIFSCR4bd523oB9SarI9Ph8gql2m4wQvsxC6T6w952O8mXx8acL1sV62K6d_ByS3Dlq9En5HDIT9Y0Latj/s320/fireplace-276359_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Postingan kali ini kita akan membahas salah satu metode transfer panas yaitu konveksi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Konveksi merupakan mekanisme utama penyebaran api jika terjadi kebakaran di suatu bangunan, terutama kebakaran di gedung bangunan tinggi.&amp;nbsp;Pada saat dimulai proses terbentuknya api atau kebakaran, terjadi pergerakan udara panas yang luar biasa yang mengarah ke bagian atas struktur dan menjauhi lokasi awal api (panas selalu berjalan ke suhu yang lebih dingin). Pada saat penyebaran, semakin banyak bahan bakar yang terpanaskan sehingga udara panas ini membawa gas mudah terbakar jauh dari lokasi awal api ke lokasi yang lebih banyak oksigennya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara konsep, konveksi adalah distribusi panas atau perpindahan panas dari satu tempat ke tempat lain melalui fluida. Oh ya fluida itu adalah suatu zat yang bisa mengalami perubahan-perubahan bentuknya secara terus menerus bila terkena tekanan atau gaya walaupun relative kecil atau bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir. Fluida mencakup zat cair, gas, air dan udara karena zat ini dapat mengalir dan berubah rubah. Pada umumnya, konveksi terjadi di udara atau cairan, dan pastinya tidak terjadi di material padat. Tetapi konveksi juga berperan untuk perpindahan panas dari material padat ke udara atau gas dan begitu sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai contoh konveksi, ketika air dipanaskan, suhu air dapat cepat meningkat meskipun air mempunyai kemampuan transfer panas yang rendah. Hal ini dikarenakan air yang terpanaskan di bagian bawah wadah mengembang dan menjadi lebih ringan densitasnya (kurang rapat), karena menjadi lebih ringan, maka air yang terpanaskan ini bergerak ke atas dan sisi bawah wadah digantikan oleh air dingin yang lebih besar densitas nya. Contoh lainnya adalah pemanas ruangan, biasanya pemanas ruangan ini berasal dari api kecil yang diletakkan di suatu lokasi di bangunan, panas dari api ini terdistribusi melalui pipa melalui metode konveksi. Cerobong asap juga menerapkan perpindahan panas ini ketika udara panas keluar dari tungku perapian naik ke cerobong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Udara Panas tidak dapat bergerak sendiri bila tidak memiliki daya penggerak, sehingga dibutuhkan suatu penggerak dan penggeraknya adalah buoyancy.&amp;nbsp;Daya apung atau Buoyancy terkait dengan molekul udara yang suhunya lebih hangat. Ketika udara dipanaskan maka kerapatannya menurun (jarak antara molekulnya merenggang), sehingga massa jenisnya (massa per satuan volume) menjadi lebih ringan, dan udara pun bergerak (mengapung) ke atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada saat terjadi kebakaran di bangunan, udara yang sudah terpanaskan oleh api menjadi berkembang dan menjauhi sumber dan mengarah ke atas, hal ini terkait dengan penjelasan bouyancy di atas. Saat udara panas naik, udara ini membawa asap, gas (termasuk gas beracun) dan produk pembakaran lainnya. Udara panas ini terus naik hingga titik tertinggi dan terhenti ketika terdapat halangan horizontal. Udara panas ini akan menyebar secara horizontal atau mengarah ke samping yang mengakibatkan penyebaran kebakaran menyebar ke area lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMwZZDUQk7iTUMD5xObUBqEvWt6cxyraK0v7tCV1YHOVjQaQ2XSuAA4wwA6svHPBS49084o07zbM1Y2p_TieybfrB-XfaSOTxz98VWjDDdh0LYf4cnWg7mZXdmRbU-t0ovrTZ2r275jK4c/s1600/FIRETRAVEL.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;767&quot; data-original-width=&quot;925&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMwZZDUQk7iTUMD5xObUBqEvWt6cxyraK0v7tCV1YHOVjQaQ2XSuAA4wwA6svHPBS49084o07zbM1Y2p_TieybfrB-XfaSOTxz98VWjDDdh0LYf4cnWg7mZXdmRbU-t0ovrTZ2r275jK4c/s320/FIRETRAVEL.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ilutrasi penyebaran panas konveksi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan penyebaran udara panas ini, selain digerakkan oleh daya bouyancy dari hasil proses terjadinya api itu sendiri, penyebaran panas ini dapat menjadi luas akibat adanya pergerakan udara yang disebabkan oleh stack effect dan sistem aliran udara dari bangunan tersebut (contoh HVAC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Stack effect atau Chimney effect atau efek cerobong merupakan pergerakan alami udara di bangunan tinggi yang diakibatkan oleh perbedaan suhu antara suhu di dalam bangunan dan di luar bangunan. Udara dalam bangunan ini akan naik ataupun turun secara bervariasi tergantung dari besarnya perbedaan suhu. Efek ini akan bisa dilihat atau dirasakan pada bangunan dengan tinggi di atas 18 meter dan efek ini akan semakin kuat ketika bangunan tersebut semakin tinggi dan perbedaan suhu semakin besar. Kaitannya dengan penyebaran udara panas, stack effect ini membuat penyebaran panas menjadi lebih luas ke arah vertikal, penyebaran vertikal dapat melalui shaft lift, tangga darurat yang terbuka, sistem pendingin udara maupun melalui celah dari penetrasi pipa dan kabel yang mengarah ke lantai atas. Sehingga jika terjadi kebakaran di lantai 1, maka udara panas ini bisa menyebar ke lantai atas dengan cepat dan ada kasus dimana penyebaran panas bisa naik puluhan lantai di atas dari lokasi awal kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada kebakaran yang sangat besar, khususnya di area terbuka, pergerakan udara panas ke atas sangat besar dan berkontribusi terhadap terbentuknya badai api (fire storm). Ketika badai api terjadi, terbentuk aliran udara masuk ke arah pusat kebakaran dimana aliran udara ini akan menghisap semua bahan bakar yang ringan yang ada di darat yang akan membuat api menjadi semakin besar. Buoyancy kemudian mengangkat sekumpulan gas hasil pembakaran dan puing puing padat puluhan meter ke atas ke udara. Puing puing padat yang telah terbakar jatuh sebagai sumber api yang baru mengikuti arah angin. Kumpulan gas yang terbakar ini (jika dalam jumlah yang masif) dapat membentuk suatu masa api yang terpisah yang biasa di kenal sebagai fireball. Intensitas kebakaran dari firestorm ini terkadang sangat besar sehingga radiasi panas yang dihasilkan bisa memanaskan bahan bakar ke titik menyalanya yang berjarak jauh dari sumber api.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;DeHaan, John D. 2007. Kirks&#39;s Fire Investigation sixth edition. Pearson Prentice Hall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Fitzgerald, Robert W. 2004. Building Fire Performace Analysis 1st Edition. Wiley&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Klinoff, Robert W. 2006. Introduction to Fire Protection 3rd Edition. Cengage Learning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Latifah, ST. MT, Nur Laela. 2015. Fisika Bangunan 1. Gaya Kreasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7881514273053791662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/cara-kerja-perpindahan-panas-secara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7881514273053791662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7881514273053791662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/cara-kerja-perpindahan-panas-secara.html' title='Transfer panas secara konveksi dan perannya terhadap kebakaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT_QCXLWOAbC6GUJIHOHVjWmtB-VIfV6scoeLbatBmya7lOM_n4Q3jnpOhJddIFSCR4bd523oB9SarI9Ph8gql2m4wQvsxC6T6w952O8mXx8acL1sV62K6d_ByS3Dlq9En5HDIT9Y0Latj/s72-c/fireplace-276359_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-4872716464105671562</id><published>2017-09-13T08:18:00.003+08:00</published><updated>2018-01-05T22:08:01.001+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Memahami konsep dari masing-masing tipe pengendalian bahaya </title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada postingan &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/09/mengendalikan-bahaya-kebakaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mengendalikan bahaya kebakaran&lt;/a&gt;, sudah dituliskan prinsip pengendalian bahaya yang merupakan bagian dari manajemen resiko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mengingat lagi postingan sebelumnya, mari kita jabarkan lagi 6 hirarki pendekatan pengendalian bahaya, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Eliminasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Subsitusi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Isolasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian dengan rekaya (engineering control)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian administrasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alat pelindung diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pendekatan hirarki ini harus dari atas ke bawah atau dari diawali dari eliminasi turun hingga ke alat pelindung diri. Jadi ketika pengendalian eliminasi tidak mungkin dilakukan maka dilajutkan kemungkinan pengendelian selanjutanya yaitu subsitusi dan begitu seterusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Eliminasi adalah menghilangkan bahaya secara keseluruhan. Pada kenyataannya, menghilangkan bahaya secara keseluruhan terkadang tidak mungkin dilakukan, tetapi jika bisa dilakukan maka akan berdampak besar terhadap keselamatan operasi yang akan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja. Sebagai contoh, jika suatu proses produksi yang normalnya menggunakan pelarut dari cairan mudah terbakar, apabila dilakukan pengembangan dan penelitian untuk menggantikan dengan pelarut lain yang tidak bisa terbakar, maka bahaya yang melekat pada proses normal tersebut dapat dihilangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Subsitusi adalah ketika beberapa komponen sistem yang berbahaya diganti dengan komponen lebih rendah bahayanya. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu, industri percetakan menggunakan larutan seperti toluene, xylene dan methyl ethyl ketone. Larutan ini mempunyai resiko kebakaran yang serius dan juga isu paparan terhadap manusia. Lalu industri percetakan mengganti larutan tersebut dengan larutan yang berbahaya rendah seperto isopropyl alcohol. Meskipun alkohol juga merupakan cairan mudah terbakar tetapi tidak setinggi resikonya dibanding larutan yang digunakan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Isolasi bisa diimplementasian seperti memisahkan suatu proses berbahaya jauh dari proses lainnya atau memberi pembatas fisik seperti fire wall untuk membatasi dampak kebakaran area sebelahnya. Pabrik bahan peledak sudah melakukan hal ini sejak awal industri ini dibangun. Area produksinya biasanya dipisahkan oleh suatu jarak dan atau blast wall, sehingga jika terjadi ledakan di suatu area tidak akan mempengaruhi area operasi lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian dengan rekayasa (engineering control). Pengendalian ini melalui proses rekayasa yang bertujuan untuk mengurangi intervensi manusia dalam memastikan keselamatan operasi. Engineering control bisa sebagai pengendalian pencegahan (prevention control) dan pengendalian mitigasi (mitigation control). Sebagai contoh adalah pemasangan spring loaded valve handle di area pengisian bahan bakar (ini seperti valve yang menutup sendiri jika tidak ditahan handle valvenya). Dengan adanya spring loaded valve ini maka dapat mencegah seseorang meninggalkan area pengisian dalam keadaan valve masih terbuka dan cairan mudah terbakar masih mengalir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Implementasi control terkait dengan engineering control biasanya ada di sistem manajemen keselamatan suatu proses. Control ini merupakan sistem yang memonitor parameter parameter dalam suatu proses produksi dan juga control ini dapat menghentikan suatu proses secara otomatis ketika parameter yang di monitor melewati ambang batas amannya. Contohnya control untuk ini adalah high temperature limit switch pada suatu furnace, limit switch ini akan mematikan furnace jika suhu operasi furnace melebihi batas atas suhu yang aman. Sistem proteksi kebakaran juga merupakan salah satu contoh engineering control karena sistem ini didesain bekerja otomatis untuk memadamkan api tanpa ada intervensi manusia ketika terjadi kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrT2nl4fbiN4nyvFLc8z3axtes7E8apidYeeQ5gWGXVY8wWubpLSSCiiVO30ldYef3n11i_EQH07SBUfEsjBegRT5N3YP3aSif_X4W8EzIJTeuw2h60vbjJRolAaMl0pn4020DQNao79T/s1600/pressure-690161_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1067&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrT2nl4fbiN4nyvFLc8z3axtes7E8apidYeeQ5gWGXVY8wWubpLSSCiiVO30ldYef3n11i_EQH07SBUfEsjBegRT5N3YP3aSif_X4W8EzIJTeuw2h60vbjJRolAaMl0pn4020DQNao79T/s400/pressure-690161_1920.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika suatu perusahaan ingin mempunyai tujuan Zero harm atau bebas cidera maka engineering control ini dapat membantu mewujudkan itu karena engineering control memungkinkan manusia tidak harus berada di area berbahaya sehingga severity menjadi rendah. Apalagi terkait dengan suatu proses yang bisa menyebabkan multiple fatality&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meski engineering control tidak sepenuhnya mengandalkan manusia untuk bekerja efektif, tetapi ada hal kritikal yang tetap mengandalkan manusia terkait dengan control ini yaitu PERAWATAN. Suatu control tidak akan berfungsi sesuai fungsi yang telah didesain jika control itu rusak, sehingga program rutin perawatan menjadi kritikal untuk keberlangsungan control ini. Jika kita mengambil contoh spring loaded valve handle di atas, jika pegas atau mekanisme yang membuat valve itu kembali lagi dalam keadaan rusak, maka fungsi untuk mencegah orang meninggalkan valve dalam keadaan terbuka menjadi tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian administrasi itu seperti peraturan, kebijakan (policy), prosedur, dan pelatihan. Pengendalian ini kurang efektif dibandingkan dengan engineering control karena pengendalian ini sangaaaaat mengandalkan manusia untuk menjadi efektif dan konsisten. Tetapi pengendalian ini tetap penting dalam mengendalikan suatu bahaya. Ada banyak engineering control yang harus didukung oleh pengendalian administrasi ini, contohnya bonding dan grounding pada aktifitas pemindahan cairan mudah terbakar merupakan engineering control. Pengendalian administrasi dalam hal ini berupa prosedur dan pelatihan yang di lakukan untuk memastikan sistem engineering control tersebut berfungsi secara benar. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dan yang terakhir adalah Alat pelindung diri (APD). APD ini merupakan pertahanan yang paling akhir terhadap bahaya yang dapat mengenai manusia secara langsung. Sebagai contoh, baju fire retardant (bahan yang tahan panas api dalam jangka waktu tertentu). Baju ini biasanya syarat khusus untuk bekerja di area proses yang banyak mengandung percikan api seperti di area furnace (area untuk mencairkan logam). Meski kita sudah banyak mengimplemantasi metode pengendalian yang ada diatas, tetapi ada momen dimana kebakaran itu mungkin akan terjadi akibat dari sifat dari material atau proses itu sendiri. Pakaian fire retardant ini yang memberikan perlindungan ekstra untuk memastikan perlindungan terhadap pekerja yang bekerja di area tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah kita mengetahui metode pengendalian bahaya, maka kita bisa menentukan strategi apa yang akan digunakan atau diterapkan untuk mengelola bahaya dan resiko di area anda, seperti mengurangi kemungkinan proses terbentuknya api ataupun proses terjadinya api. Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan sekali lagi mohon bantuanya untuk menyempurnakan postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Schroll, R. Craig. 2002. Industrial Fire Protection Handbook second edition. CRC Press&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/4872716464105671562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/hirarki-pengendalian-bahaya-kebakaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/4872716464105671562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/4872716464105671562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/hirarki-pengendalian-bahaya-kebakaran.html' title='Memahami konsep dari masing-masing tipe pengendalian bahaya '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyrT2nl4fbiN4nyvFLc8z3axtes7E8apidYeeQ5gWGXVY8wWubpLSSCiiVO30ldYef3n11i_EQH07SBUfEsjBegRT5N3YP3aSif_X4W8EzIJTeuw2h60vbjJRolAaMl0pn4020DQNao79T/s72-c/pressure-690161_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7856879785168500722</id><published>2017-09-12T15:27:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:09:11.333+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Risk"/><title type='text'>Konsep dalam mengendalikan bahaya kebakaran     </title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mencapai fire safety goal atau tujuan untuk mewujudkan area kerja atau area operasional yang aman dari bahaya kebakaran, maka harus dilakukan implementasi pengendalian untuk tujuan tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam manajemen resiko, pengelolaan akan selalu terkait dengan mengurangi kemungkinan proses terjadinya api maupun kebakaran dan meminimalkan dampaknya jika terjadi kebakaran, nah pengendalian bahaya ini adalah salah satu prosesnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/api.html&quot;&gt;konsep segi empat api&lt;/a&gt; (fire tetrahedron), harus ada empat komponen yang harus hadir untuk proses terjadinya api yaitu panas, oksidator, bahan bakar dan reaksi kimia. Untuk pengendalian bahaya kebakaran, umumnya akan fokus disalah satu komponen tersebut, biasanya terkait dengan panas dan bahan bakar. Sebagai contoh pengendalian bahaya di bengkel las, kita tidak bisa mengendalikan atau menghilangkan sumber panasnya karena itu merupakan bagian dari proses pengelasan tersebut, sehingga fokus pengendaliannya pada pengendalian bahan bakar. Bertolak belakang untuk pengendalian bahaya di area gudang, sesuai dengan fungsinya, maka bahan bakar pasti akan selalu ada di tempat tersebut setiap waktu dan akan sulit untuk mengendalikan bahayanya, sehingga fokus pengendalian bahayanya ada di pengendalian sumber panas agar tidak kontak dengan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUr5l8LnULgYcO5suGDNZcFmmKJDPEKTzgJWxtfRZhDlccNd8SFAg715eUoWhKsiZs_gZo-6CB8XPHauJQx4ncXcPMpWkFz1zIRX7vK4UtsvDF1KNOqSPVpcpDbN0H1hHXyfrZrP1fWc2b/s1600/wall-2649532_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;822&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;205&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUr5l8LnULgYcO5suGDNZcFmmKJDPEKTzgJWxtfRZhDlccNd8SFAg715eUoWhKsiZs_gZo-6CB8XPHauJQx4ncXcPMpWkFz1zIRX7vK4UtsvDF1KNOqSPVpcpDbN0H1hHXyfrZrP1fWc2b/s400/wall-2649532_1920.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemisahan operasional dan bahaya adalah konsep dasar dari loss control. Secara prinsip bahwa area operasional yang terpisah pisah akan memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kerusakan yang bersamaan ketika kebakaran terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pemisahan ini sebenarnya membantu pencapaian dua hal. Pertama, akan mengurangi kemungkinan penyebaran kebakaran dari area yang berbahaya tinggi ke area lainnya. Kedua, mengurangi kemungkinan sumber panas di area berbahaya rendah menyebaban kebakaran di area berbahaya tinggi. Pemisahan bedasarkan proses adalah hal yang paling umum dilakukan oleh perusahaan yang memiliki proses produksi dengan tingkat bahaya tinggi. Contohnya, resiko bahaya kebakaran dari proses penyemprotan cat dapat dikurangi dengan memisahkan proses tersebut dengan proses lainnya. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan pemasangan fire wall, pemisahan secara jarak bangunan atau metode lainnya. Contoh ekstrem lain dari kegagalan pemisahan adalah meletakkan bengkel las di sebelah ruang penyimpanan bahan bakar. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk pengendalian bahaya yang tepat sasaran dan efektif, kita harus mengerti hirarki dari pengendalian bahaya ini. Secara konsep, terdapat 6 hirarki pendekatan pengendalian bahaya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Eliminasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Subsitusi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Isolasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian dengan rekayasa (Engineering Control)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian administrasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alat pelindung diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pendekatan pengendalian bahaya harus secara konsep hirarki, yaitu dari atas ke bawah. Sempurnanya, semua bahaya harus di eliminasi, tapi pada kenyataanya ini merupakan hal yang kecil kemungkinannya untuk bisa diimplementasikan, jika eliminasi tidak bisa dilakukan, maka dilihat pengendalian selanjutnya yaitu subsitusi dan begitu seterusnya hingga mencapai pengendalian paling rendah yaitu Alat pelindung diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam pemilihan pengendalian bahaya, kita coba pilih pengendalian yang tidak bergantung pada manusia untuk implementasinya karena manusia akan melakukan kesalahan suatu saat. Pengendalian bahaya yang bergantung pada manusia adalah pengendalian administrasi dan alat pelindung diri. Sehingga disarankan kita memilih pengendalian lainnya untuk memastian keefektifan dari pengendalian bahaya tersebut&lt;/span&gt;



&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Schroll, R. Craig. 2002. Industrial Fire Protection Handbook second edition. CRC Press&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7856879785168500722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/mengendalikan-bahaya-kebakaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7856879785168500722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7856879785168500722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/mengendalikan-bahaya-kebakaran.html' title='Konsep dalam mengendalikan bahaya kebakaran     '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUr5l8LnULgYcO5suGDNZcFmmKJDPEKTzgJWxtfRZhDlccNd8SFAg715eUoWhKsiZs_gZo-6CB8XPHauJQx4ncXcPMpWkFz1zIRX7vK4UtsvDF1KNOqSPVpcpDbN0H1hHXyfrZrP1fWc2b/s72-c/wall-2649532_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-3643364091162565507</id><published>2017-09-12T15:03:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:10:26.751+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Mesin diesel sama berbahayanya dengan mesin bensin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq6SrHetrjal_ag4IDQK2nZ8Lk63ag15Jjg0AUb6tsvzKRYgYHCVIdJ_KcJNkQIU3THhVkfQwde1Zsk_gDw-0yxsQdmlIuh4yKEeiTXF6z8Vxuy1bD2vtz5qukJYUcL_4EmwocmBwAxXB/s1600/diesel.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1396&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;279&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq6SrHetrjal_ag4IDQK2nZ8Lk63ag15Jjg0AUb6tsvzKRYgYHCVIdJ_KcJNkQIU3THhVkfQwde1Zsk_gDw-0yxsQdmlIuh4yKEeiTXF6z8Vxuy1bD2vtz5qukJYUcL_4EmwocmBwAxXB/s320/diesel.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mesin diesel dan mesin bensin secara fungsi mempunyai kesamaan yaitu mengkonversi energi kimia menjadi energi mekanik melalui proses pembakaran internal mesin. Energi mekanik ini yang menggerakkan piston naik turun di dalam silinder.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kedua mesin ini mengkonversi bahan bakar cair ke energi melalui rangkaian proses dari pembakaran dan sedikit ledakan kecil. Perbedaan utama dari kedua mesin ada pada proses terjadinya ledakan di ruang pembakaran. Jika di mesin bensin, bahan bakar air bercampur dengan udara, dikompresi oleh piston dan di nyalakan (ignite) oleh percikan api dari busi. Beda dengan mesin diesel, udara dikompressi terlebih dahulu kemudian di inject bahan bakar. Karena udara sudah dipanaskan ketika dikompresi, maka udara panas ini yang menyalakan bahan bakar untuk meledak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Terkait dengan fire safety dan keselamatam operasional, banyak perusahaan tidak mengijinkan kendaraan bermesin bensin untuk masuk ke area yang terdapat gas mudah terbakar (gas flammable) atau cairan mudah terbakar, jika pun boleh, harus melalui pengawasan yang sangat ketat. Kenapa dilarang masuk?, alasannya adalah mekanisme proses terjadinya ledakan (diawali dengan proses terjadinya api kecil) yang dijelaskan di atas, mesin bensin menggunakan percikan api (spark) untuk proses terciptanya ledakan. Di sisi lain, banyak perusahaan yang membebaskan mesin diesel masuk ke area berbahaya tersebut dengan keyakinan bahwa mesin diesel tidak dapat memicu kebakaran maupun ledakan. Kenyataan nya salah, jika berkaca pada kejadian kejadian berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;4 ton cairan panas hidrokarbon yang mudah terbakar bocor keluar dari area operasional ketika pekerjaan perawatan sedang berlangsung. Saat itu sebuah mesin diesel sedang beroperasi di area tersebut. Uap dari cairan hidrokarbon tersebut terhisap melalui jalur masuk udara dari mesin tersebut yang menyebabkan mesin berputar semakin kencang. Operator berusaha mematikan mesin tersebut dengan menutup jalur suplai bahan bakar, tetapi cara ini tidak berhasil akibat uap hidrokarbon sudah terlanjur masuk ke dalam mesin. Akibatnya flash back terjadi dan uap hidrokarbon di sekitarnya ter ignite oleh flash back tersebut sehingga terjadi ledakan. Ledakan ini menyebabkan 2 orang meninggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kejadian lain terjadi saat sebuah truck tangki yang bermesin diesel melewati bagian bawah loading arm (tempat jalur pengisian bahan ke tangka mobil). Loading arm ini terdapat tumpahan bensin (gasoline). Uap bensin ini masuk dan terhisap ke mesin yang menyebabkan mesin berputar kencang dan menghasilkan asap hitam, untungnya kejadian ini tidak menyebabkan kebakaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di tempat lainnya, terjadi kebocoran oli hidrolik dengan tekanan tinggi. Semburan oli dalam bentuk seperti kabut (mist) terhisap masuk ke jalur udara mesin diesel. Mesin tetap berputar selama lima menit setelah suplai bahan bakar diesel diisolasi. Saat kejadian, filter udara tidak terpasang, andaikata terpasang maka pasti oli tersebut akan tertahan oleh filter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alat proteksi untuk menutup pasokan udara dan jalur pasokan bahan bakar harus tersedia untuk mesin diesel yang beroperasi secara rutin di area dimana bahan bakar cair ataupun gas mudah terbakar mempunyai kemungkinan bocor keluar. Meski terdapat alat proteksi tersebut, mesin diesel masih bisa menyebabkan kebakaran dan ledakan dengan cara yang lain juga, seperti spark yang dapat muncul di saluran pembuangan udara (knalpot), atau suhu pipa pembuangan udara cukup panas untuk ignite uap bahan bakar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Peralatan elektrik di mesin diesel juga dapat memicu kebakaran akibat adanya percikan api di sistem listriknya. Implementasi engineering control untuk pengendalian kebakaran dapat berupa pemasangan spark arrestor dan flame arrestor di saluran pembuangan udara, suhu mesin harus dijaga dibawah suhu auto-ignition dan peralatan elektrik harus diproteksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tingkat proteksi yang akan diimplementasi tergantung pada berapa lama mesin diesel itu berada di area berbahaya dan level tingkat pengawasannya. Sebagai contoh, truk pembawa makanan tidak perlu ditambahkan alat protesi khusus, tetapi harus dilarang masuk ke area dimana terdapat bahan bakar cair dan penanganan gas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk pompa diesel yang secara permanen terpasang atau forklift dan digunakan setiap hari, memerlukan perlakuan khusus. Mesin tersebut harus dilengkapi sistem untuk mematikan suplai udara dan dilarang meninggalkan kendaraan dalam keadaan mesin masih beroperasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Alternatif pengendalian lain dapat menggunakan metode elimination yaitu mengganti jenis driven pompa, sebagai contoh pompa tidak lagi digerakkan oleh mesin diesel tetapi digerakkan oleh udara yang terkompresi atau dengan air tekanan tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kletz, Trevor. 1998. What Went Wrong?, Fourth Edition: Case Studies of Process Plant Disasters 4th Edition. Gulf Professional Publishing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/3643364091162565507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/mesin-diesel-sama-berbahayanya-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3643364091162565507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/3643364091162565507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/mesin-diesel-sama-berbahayanya-dengan.html' title='Mesin diesel sama berbahayanya dengan mesin bensin'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq6SrHetrjal_ag4IDQK2nZ8Lk63ag15Jjg0AUb6tsvzKRYgYHCVIdJ_KcJNkQIU3THhVkfQwde1Zsk_gDw-0yxsQdmlIuh4yKEeiTXF6z8Vxuy1bD2vtz5qukJYUcL_4EmwocmBwAxXB/s72-c/diesel.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-7418106670356369143</id><published>2017-09-05T17:24:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T22:11:27.586+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip Api"/><title type='text'>Transfer panas secara konduksi dan perannya terhadap kebakaran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNrwgVyrBB48z0oDsEbZyy3T7Ebgvxpu5l39wWcKuqFNTrulRLARVnl43lfoYMEkfEUfjh93DNdqPyohiMJhUQY4Aco4pLUTXGtJs0mJFMFotuHjV4ZYKIcm-lesfccUtX9wzucGZBgf6R/s1600/teapots-1858601_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1066&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNrwgVyrBB48z0oDsEbZyy3T7Ebgvxpu5l39wWcKuqFNTrulRLARVnl43lfoYMEkfEUfjh93DNdqPyohiMJhUQY4Aco4pLUTXGtJs0mJFMFotuHjV4ZYKIcm-lesfccUtX9wzucGZBgf6R/s320/teapots-1858601_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Transfer panas merupakan faktor penting dalam semua proses terjadinya api dan juga untuk mempertahankan proses tersebut. Ketika melakukan review desain suatu pengendalian resiko kebakaran, konsep transfer panas harus sudah dipahami sehingga pemilihan strategi pengendaliannya tepat sasaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Konduksi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;atau keterhantaran termal merupakan salah satu dari empat metode dalam transfer panas. Gambaran umum contohnya bisa kita lihat disekitar kita, seperti panci air yang sedang dipanaskan, maka ketika kita memegang bagian metal dari panci tersebut maka akan terasa panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara konsep, konduksi merupakan perpindahan energi panas dari sisi panas ke sisi dingin melalui suatu medium benda padat dengan cara transfer energi dari molekul ke molekul terdekat atau dari atom ke atom.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Perpindahan panas ini dapat diilustrasikan ketika kita memanaskan suatu batang logam di sisi ujung yang satu dan mengukur suhu di ujung lainnya. Perpindahan panas melalui batang menyebabkan kenaikan suhu di ujung lainnya. Besarnya energi yang pindah melalui batang logam sebanding dengan waktu, luas penampang dan perbedaan suhu antar ujung logam dan berbanding terbalik dengan panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Laju panas yang dipindahkan melalui suatu material melalui konduksi diukur sebagai konduktivitas termal &lt;i&gt;k &lt;/i&gt;dengan satuannya Watt per meter Kelvin (W/(m.K)). Untuk menggambarkan relasi dalam konduktivitias, maka bisa dilihat hubungannya dari persamaan berikut ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;k&lt;/i&gt;&amp;nbsp;= qL&lt;i&gt;/&lt;/i&gt;A (T2 - T1) atau q = &lt;i&gt;k&lt;/i&gt;A(T2 - T1)/L&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dimana &lt;i&gt;k&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah konduktivitas termal, L adalah panjang atau jarak dari suatu material dimana panas di konduksikan, A adalah luas penampang area, T2 dan T1 adalah perbedaan suhu antara area panas dan area dingin. Jika kita masukkan suatu parameter yang berbeda beda di persamaan di atas, dapat kita lihat bahwa konduktivitas termal akan lebih cepat jika T2 lebih besar dari T1, Area lebih besar atau jarak konduktiviats pendek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ilustrasi lainnya yang menggambarkan pentingya pengetahuan tentang konduksi dapat dilihat dari perbandingan antara logam dengan kayu di api yang sama. Penyebaran panas di logam sangat cepat, sehingga ketika logam dipanaskan maka area lain yang tidak terpanaskan oleh sumber panas secara langsung akan menjadi panas. Ketika suhu panas yang terjadi melewati suhu penyalaan (&lt;i&gt;ignition temperature&lt;/i&gt;) suatu bahan bakar maka bahan bakar yang kontak langsung dengan logam tersebut akan memulai proses terbentuknya api dan terbakar, oleh karena itu terkadang kebakaran dapat terjadi jauh dari sumber awal panas. Berbeda dengan kayu, memang kayu jika dipanasan akan cepat terbakar dan bisa terbakar sangat hebat, tetapi lokasi kebakaran hanya disekitar area tersebut saja karena kayu merupakan konduktor yang buruk sehingga panas tidak menyebar ke area lain yang tidak terpanaskan. Jadi jika bakar di satu sisi papan kayu maka papan kayu tersebut akan terbakar dan menunjukkan sisa pembakaran di satu sisi saja, tetapi di sisi lainnya masih terlihat normal saja dan tidak terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2gNcQpyS4QcMiafMaqfzqHdbpuRjzSWx2bnhZSnyDYQFa7jZbMoRq5CfnGCtNj0NdBTaXlgu2-xm9dV2EMa5chA2DC5nJL4JTke4_ha_tSm_QC951ezSHZEiTqztANHZYNK0ruFGnvBL/s1600/Konduksi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;api konduksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1022&quot; data-original-width=&quot;1137&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2gNcQpyS4QcMiafMaqfzqHdbpuRjzSWx2bnhZSnyDYQFa7jZbMoRq5CfnGCtNj0NdBTaXlgu2-xm9dV2EMa5chA2DC5nJL4JTke4_ha_tSm_QC951ezSHZEiTqztANHZYNK0ruFGnvBL/s400/Konduksi.png&quot; title=&quot;api konduksi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pengetahuan dan pemahaman tentang konduktivitas termal juga sangat penting terkait dengan tahap perkembangan api dan juga konsekuensi yang besar dari konduktivitas termal tersebut. Konduktivitas termal untuk beberapa bahan bakar mudah terbakar seperti kayu, plastik foam ataupun kertas sangat rendah, sehingga ketika panas di paparkan pada permukaan bahan bakar tersebut maka panas akan berkumpul di satu area tersebut saja dan tidak menyebar sehingga dengan berkumpulnya panas di satu area tersebut maka akumulasi panas yang ditimbulkan akan melebih suhu penyalaan. Berbeda dengan logam, konduktivitas termal nya tinggi sehingga penyebaran panas sangat cepat sehingga panas yang terpapar di logam tersebut akan memudar cepat apalagi jika terdapat banyak logam di area tersebut. Karena cepat menyebar dan panasnya memudar cepat, maka susah untuk menghasilkan suhu yang berada di atas suhu penyalaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tembaga mempunyai konduksi termal 2000 kali lebih efisiensi di banding kayu. Jika kita lihat setelah kebakaran, maka copper tidak terdampak signifikan kerusakannya jika dibandingkan dengan kayu. Biasanyan bahan isolasi kabel copper akan rusak tidak terlalu jauh dari sumber panas. Dampak kayu setelah kebakaran akan sangat masif, kayu yang terpapar panas langsung akan rusak berat tetapi biasanya kerusakan hanya akan di area tersebut saja, area lain yang tidak terpapar panas langsung bisa saja tidak rusak sama sekali. Tapi perlu diingat dari gambaran diatas adalah hanya contoh gambaran penyebaran panas &#39;hanya&#39; melalui konduksi saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Konduksi termal tidak bisa sepenuhnya dicegah dengan bahan isolasi panas. Pindahnya panas tidak seperti air mengalir yang bisa ditahan oleh pembatas. Seberapa pun tebalnya bahan isolasi panas, tetap masih tidak cukup untuk mecegah penyalaan. Jika kecepatan penyebaran panas lebih besar dibanding dengan penguapan panas maka pada akhirnya akan menyentuh suhu penyalaan. Minimal ada jarak pemisah secara fisik sehingga panas yang terkonduksi akan berpindah ke panas konveksi melalui udara, cara ini lebih baik dari pada hanya menggunakan bahan isolasi panas dalam rangka pengendalian potensi kebakaran akibat konduksi panas. Memang secara praktek metode pencegahan ini tidak bisa diaplikasikan di beberapa proses sistem, tetapi setidaknya konsep sudah dipahami sehingga kita bisa menentukan pengendalian yang tepat &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYoFuRoW360nCgnt_hBdpEHnJSzyuUk9tRdx-ilBqEJOaM4CQQZsU_rMe3VxQ5RT9RtVK6_buUqLOtfidx2VZT8h2HrzCj0MptEBS-VPnBM3mcvoap0CDVcybMd_IPTUgQAq7JNe6E9w25/s1600/Propane_torch_soldering_copper_pipe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;api konduksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1067&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYoFuRoW360nCgnt_hBdpEHnJSzyuUk9tRdx-ilBqEJOaM4CQQZsU_rMe3VxQ5RT9RtVK6_buUqLOtfidx2VZT8h2HrzCj0MptEBS-VPnBM3mcvoap0CDVcybMd_IPTUgQAq7JNe6E9w25/s200/Propane_torch_soldering_copper_pipe.jpg&quot; title=&quot;api konduksi&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ilustrasi Hot Work&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Biasanya, konduksi yang terkait logam akan menjadi masalah ketika aktivitas hot work (seperti mengelas). Paparan panas yang terus menerus akan menyebar ke area lainnya, sehingga terkadang jika ada pekerjaan hot work pada material logam (contohnya pipa), maka harus dipastikan apakah ada bahan bakar yang dilalui oleh logam tersebut atau tidak, sehingga potensi kebakaran tidak terjadi di area lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;DeHaan, John D. 2007. Kirks&#39;s Fire Investigation sixth edition. Pearson Prentice Hall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/7418106670356369143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/transfer-panas-api-konduksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7418106670356369143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/7418106670356369143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/transfer-panas-api-konduksi.html' title='Transfer panas secara konduksi dan perannya terhadap kebakaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNrwgVyrBB48z0oDsEbZyy3T7Ebgvxpu5l39wWcKuqFNTrulRLARVnl43lfoYMEkfEUfjh93DNdqPyohiMJhUQY4Aco4pLUTXGtJs0mJFMFotuHjV4ZYKIcm-lesfccUtX9wzucGZBgf6R/s72-c/teapots-1858601_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-23704197129636771</id><published>2017-09-02T22:35:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:14:14.217+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Sumber panas yang menyebabkan terjadinya resiko kebakaran - 2</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc0QcCyJnTMvU8E88JS6WKsIivdOt1VhSLsnK1NWmnUmbEZtEiVCAg4Vjpf_CfPc-cJlxKmUh02PI8gxHpiKfWtZR7HgDv3W2Vs-brI6Smrw6kjvyN18sUgvBuid2krSzIdafwIjPwZRVW/s1600/cigarette-110849_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;810&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc0QcCyJnTMvU8E88JS6WKsIivdOt1VhSLsnK1NWmnUmbEZtEiVCAg4Vjpf_CfPc-cJlxKmUh02PI8gxHpiKfWtZR7HgDv3W2Vs-brI6Smrw6kjvyN18sUgvBuid2krSzIdafwIjPwZRVW/s320/cigarette-110849_1280.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Melanjutkan postingan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/08/sumber-panas-bagian-1-elemen-api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber Panas Api -1&lt;/a&gt;, di postingan ini kita akan membahas dua sumber panas lainnya yang akan memulai proses terjadinya api &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang disebabkan oleh kegagalan peralatan, desain yang tidak tepat ataupun disebabkan oleh kurangnya proteksi yang dibutuhkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang dihasilkan oleh kegiatan manusia atau terpapar panas dari area sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber
 panas yang disebabkan oleh kegagalan peralatan, desain yang tidak benar
 ataupun disebabkan oleh kurangnya proteksi yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Peralatan
 yang menggunakan listrik atau peralatan yang mempunyai bagian yang 
bergerak dapat menciptakan sumber panas atau sumber penyalaan jika tidak 
dirawat, didesain dan tidak dipasang proteksi yang diharuskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai
 contoh, koneksi kabel listrik yang longgar dapat menimbulkan panas dan percikan 
api di area koneksi tersebut. Kabel yang tidak sesuai dengan kapasitas daya dapat menyebabkan kabel menjadi panas dan merusak isolasi kabel.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh lainnya adalah pada bagian yang selalu bergerak dari suatu peralatan, dimana bisa menjadi panas atau menghasilkan percikan bunga api jika bagian yang selalu bergerak tersebut tidak 
terlubrikasi dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk
 memastikan keselamatan terhadap resiko kebakaran di area atau fasilitas anda dari sumber panas di kategori ini, maka kita harus memastikan 
desain, perawatan dan instalasi sesuai dengan standar yang ada ataupun 
petunjuk buku manual dari peralatan tersebut. Berikut beberapa sumber panas yang termasuk dalam kategori di atas: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kabel Listrik&lt;/b&gt;.
 Instalasi kabel listrik yang tidak tepat atau lokasi instalasi kabel yang 
buruk dapat menyebabkan koneksi kabel menjadi longgar atau rusak sehingga berpotensi munculnya bunga api di koneksi kabel tersebut. Penggunaan jenis kabel atau ukuran kabel yang tidak sesuai dapat menyebabkan kabel menjadi panas 
sehingga dapat merusak isolasi kabel. Rusaknya isolasi kabel dapat menciptakan jalur konduktor sehingga menyebabkan hubung singkat yang 
kemudian muncul percikan bunga api. Kerusakan kabel listrik juga dapat disebabkan oleh perawatan yang buruk sehingga bisa memungkinkan panas, kelembaban atau benturan fisik dari luar dapat merusak isolasi kabel&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Peralatan Listrik&lt;/b&gt;.
 Hubung singkat, percikan bunga api maupun panas yang berlebih dapat 
terjadi di peralatan listrik. Hal yang umum menjadi penyebab adalah akibat 
perawatan yang tidak sesuai standar atau tidak adanya aktivitas 
perawatan sehingga menyebabkan peralatan tersebut mengalami kerusakan atau kegagalan fungsi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzaW8g71cRInop0b3IgakxsVqiHJPFHHF-jdmQfNRlUT-iyg6hM2B1Zubt4OBbk6e63a7_ZWyi5SkB8-TFN9PdrXAEP5FIeRmykzCdYNaEYdXTrJ6OLq_z9J35eB-b-NZMPDpoGC6zz3Kp/s1600/DSCF2964.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;768&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzaW8g71cRInop0b3IgakxsVqiHJPFHHF-jdmQfNRlUT-iyg6hM2B1Zubt4OBbk6e63a7_ZWyi5SkB8-TFN9PdrXAEP5FIeRmykzCdYNaEYdXTrJ6OLq_z9J35eB-b-NZMPDpoGC6zz3Kp/s200/DSCF2964.JPG&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Panel Belakang TV LCD yang terbakar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Gesekan (&lt;i&gt;friction&lt;/i&gt;) &lt;/b&gt;merupakan akibat dari kegagalan lubrikasi pada peralatan yang bergerak, baik bergerak berputar maupun bergeser. Lubrikasi yang benar dan sesuai tidak hanya meminimalkan timbulnya gesekan tetapi juga mendinginkan di area titik kontak gesekan. Masalah yang timbul di lubrikasi biasanya terjadi kebocoran pada sistem lubrikasi sehingga seiring dengan waktu lubrikasi tersebut menjadi berkurang sehingga gesekan pun terjadi. Ketika kebocoran maupun hilangnya lubrikasi ini tidak digantikan, maka gerakan antar permukaan akan menghasilkan panas yang cukup atau percikan api untuk memulai proses terbentuknya api yang memicu kebakaran pada bahan bakar yang ada di area gesekan tersebut, terutama bahan bakar yang berasal dari sisa lubrikasi yang masih menempel di area tersebut. Gesekan ini juga berpotensi menyebabkan ledakan jika di area tersebut terdapat debu mudah terbakar (contoh debu halus batubara).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;umber panas yang dihasilkan oleh kegiatan manusia atau terpapar panas dari area sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selain sumber panas yang berasal bagian normal dari suatu proses atau yang dihasilkan oleh kegagalan peralatan, ada sumber panas lain yang dihasilkan oleh kegiatan manusia baik itu pekerja maupun kontraktor dan sumber panas dari luar akibat penyebaran api dari luar bangunan. Secara umum, sumber panas ini tidak akan ada sampai sesuatu yang salah terjadi atau seseorang melakukan sesuatu deviasi atau penyimpangan yang menyebabkan fasilitas anda dalam bahaya kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebagai contoh, seorang pekerja melakukan pekerjaan pengelasan dan pemotongan untuk memperbaiki peralatan. Pekerjaan pengelasan ini melibatkan api terbuka dan menghasilkan percikan api. Jika pekerja tersebut ceroboh atau tidak mengikuti prosedur pekerjaan, maka pekerja tersebut bisa menciptakan potensi sumber panas yang sebelumnya tidak ada di area tersebut. Contoh lainnya, seorang pekerja membuang puntung rokok di sembarang tempat yang lokasinya bisa tidak diketahui sampai puntung rokok tersebut mulai megakibatkan kebakaran. Berikut beberapa sumber panas yang masuk kategori ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pekerjaan penghasil panas atau yang lebih dikenal sebagai Hot Work&lt;/b&gt;. Hot Work bisa didefinisikan sebagai kegiatan atau aktivitas permanen maupun sementara yang melibatkan api terbuka, menghasilkan panas atau menghasilkan bunga api. Contoh contoh aktivitas yang termasuk dalam Hot work adalah pengelasan, penggunaan api terbuka, grinding, soldering, torch dll. Jika mengacu pada data dari klien FM Global, bahwa sepanjang lima tahun kebelakang, 1 dari 15 kasus kebakaran terkait dengan Hot Work dengan nilai kerugian untuk setiap kebakaran rata rata sebesar US$ 3.9 juta (kalau di konversi nilai rupiah agustus 2017, maka nilainya setara dengan Rp 52 M wooow)&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbLTMET2hOEQqj1xB-DLFLN1v-r8t8Nc6GyTi-7_DcHAhZs8Djd9iAp6AzGEWcDAPy1sF7fMkwlMApClsw3lGul3qG9mPWgrPoDWJVVkJDn3n4zuszzA_guuf2EQrFmV2BfMg5CaV7XuNL/s1600/construction-709487_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1010&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;201&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbLTMET2hOEQqj1xB-DLFLN1v-r8t8Nc6GyTi-7_DcHAhZs8Djd9iAp6AzGEWcDAPy1sF7fMkwlMApClsw3lGul3qG9mPWgrPoDWJVVkJDn3n4zuszzA_guuf2EQrFmV2BfMg5CaV7XuNL/s320/construction-709487_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sabotase &lt;/b&gt;bisa datang kapan saja dan dimana saja dengan target area yang diproteksi dengan ketat dan area yang tidak di proteksi. Mengambil referensi dari NCAVC (The National Center for the ANalysis of Violent Crime), mereka mengidentifikasi 6 motif utama dari pelaku sabotase dan motif itu adalah Keuntungan, Pencari tantangan, Vandalisme, Balas Dendam, Penyembuyian bukti kejahatan dan ekstrimisme.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Terpapar Panas dari Luar&lt;/b&gt;. Jika terjadi kebakaran di area luar seperti adanya pembakaran sampah, kebakaran hutan ataupun kebakaran dari gedung terdekat bisa menyebabkan suatu bangunan terbakar akibat paparan panasnya (hanya pada kondisi tertentu).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rokok&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang tidak dibuang pada tempatnya dapat menyebabkan kebakaran dan biasanya puntung rokok ini tidak terdeteksi hingga kebakaran muncul. Rokok bisa menyebabkan kerusakan yang masif jika terjadi di tempat penyimpanan bahan bakar cair maupun di lokasi atmosfir gas mudah terbakar. Hal yang umum dilakukan untuk mencegah rokok menjadi penyebab kebakaran adalah membuat suatu peraturan yang mengelola area merokok sehingga bisa mencegah rokok dibuang di tempat yang berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Petir&lt;/b&gt;. Selalu ada potensi petir menjadi sumber panas untuk memulai kebakaran terutama untuk area penyimpanan bahan bakar yang mempunyai suhu &lt;i&gt;flash point&lt;/i&gt;&amp;nbsp;rendah. Sambaran petir di bangunan dapat menyebabkan lonjakan listrik dan kerusakan lokal pada kabel listrik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara umum jika kita simpulkan dari kedua postingan mengenai sumber panas, maka proses terjadinya api atau kebakaran membutuhkan sumber panas untuk memulai reaksi kimia. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan inspeksi untuk mengidentifikasi sumber panas di area dimana kita bekerja maupun di area tempat tinggal kita. Setelah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya mengidentifikasi bahan bakar yang ada maupun yang akan ada di area tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah kita melakukan identifikasi kedua hal tersebut, maka kita bisa melakukan pengkajian apakah harus dilakukan pemindahan lokasi bahan bakar atau pemisahan sumber panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Housekeeping&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sangat penting dilakukan untuk memastikan lokasi tetap teratur dan aman. Buruk dalam &lt;i&gt;housekeeping&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;DeHaan, John D. 2007. Kirks&#39;s Fire Investigation sixth edition. Pearson Prentice Hall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Schroll, R. Craig. 2002. Industrial Fire Protection Handbook second edition. CRC Press&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lees, Frank. 2012. Lees&#39; Loss Prevention in the Process Industries: Hazard Identification, Assessment and Control (3 Volumes), 4th Edition. Butterworth-Heinemann&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global.2015. Ignitioin Sources : Recognizing the Causes of Fire - P8610&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global Data Sheet, Cause and Effect of Fire and Explosion 7-0. April 2013&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/23704197129636771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/sumber-panas-api-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/23704197129636771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/23704197129636771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/09/sumber-panas-api-2.html' title='Sumber panas yang menyebabkan terjadinya resiko kebakaran - 2'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc0QcCyJnTMvU8E88JS6WKsIivdOt1VhSLsnK1NWmnUmbEZtEiVCAg4Vjpf_CfPc-cJlxKmUh02PI8gxHpiKfWtZR7HgDv3W2Vs-brI6Smrw6kjvyN18sUgvBuid2krSzIdafwIjPwZRVW/s72-c/cigarette-110849_1280.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-1658729588457697929</id><published>2017-08-28T05:33:00.002+08:00</published><updated>2018-01-05T22:15:15.384+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip Api"/><title type='text'>Melihat proses pembakaran (combustion) atau terbentuknya api dari lilin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzvmsLKWYUGTmI3eWxkFRHdDK7kFs1fLXTjMmIwpEQjfIyOFa68awy0MXyJ-K3S8w63xkwSHkoLu9Sw5EPlE0fM_9LX88mImQrcfF88w0fY4mdUUh9GbpLzi0loxmXsW7Jo21Ifve5V5H3/s1600/candles-64177_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1200&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzvmsLKWYUGTmI3eWxkFRHdDK7kFs1fLXTjMmIwpEQjfIyOFa68awy0MXyJ-K3S8w63xkwSHkoLu9Sw5EPlE0fM_9LX88mImQrcfF88w0fY4mdUUh9GbpLzi0loxmXsW7Jo21Ifve5V5H3/s320/candles-64177_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;LILIN yang terbakar dan menyala adalah contoh termudah untuk melihat proses terjadinya api dan transfer panas. Lilin secara simpel mendemonstrasikan proses dan fenomena fisik dari transfer panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meskipun api lilin terlihat simpel, tetapi kenyataanya terdapat rangkaian dari reaksi kompleks dengan semua komponen yang berbeda ketika lilin bereaksi dengan udara dan panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada saat lilin dipicu untuk terbakar dengan cara diberikan sumber panas dari luar, maka terbentuk suatu kolam dari lilin yang meleleh yang terbentuk di dasar sumbu lilin. Kolam ini harus terbentuk, termasuk panjang sumbu yang cukup agar lilin bisa terbakar. Cairan lilin ini kemudian mengalir naik ke bagian atas sumbu akibat dari fenomena kapilaritas. Cairan lilin yang naik ini mulai menguap akibat adanya sumber panas dari luar dan membentuk gas dan kemudian proses terbentuknya api dimulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika sumber panas dari luar dihilangkan, lilin masih tetap bisa mempertahankan proses pembakarannya akibat dari panas yang tertransfer balik secara konduksi dan radiasi. Panas ini yang bertugas mempertahankan keberadaan kolam lilin cair. Cairan lilin terus berlanjut mengalir naik ke bagian atas sumbu dimana cairan ini menguap akibat dari panas yang intens dari api lilin dan bercampur dengan oksigen di udara. Kelebihan panas dari proses tersebut dilepaskan melalui konduksi dan radiasi, meskipun sebagian besar cairan lilin yang meleleh akibat dari transfer panas konduksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika kita lihat secara lebih detail pada api di lilin, maka akan terlihat bagian api tidak menyentuh sumbu maupun kolam lilin, terlihat seperti menggantung sedikit ke atas. Area antara api dan sumbu merupakan area dimana oksigen membaur ke uap lilin yang telah dipanaskan dan membentuk gas mudah terbakar. Sebagian besar cahaya berasal dari bagian atas api dimana di bagian ini partikel karbon yang telah dipanaskan sampai berpijar yang kemudian memasuki proses pembakaran dengan oksigen dari udara. Di ujung api, hampir sebagian besar partikel karbon telah dikonsumsi dan produk hasil dari pembakaran yang sebagian besar merupakan air dan karbon dioksida telah dikeluarkan juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di titik ini, sangat mudah menvisualkan bagaimana proses pembakaran itu dapat ditingkatkan maupun dikurangkan dengan cara penyusunan dari bahan bakar itu sendiri. Ketika bahan bakar disusun sedemikian dekat untuk meningkatkan transfer balik panas, maka api akan membesar, jika bahan bakar tersebar dan terpisah pisah, maka api akan mengecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIZ85zjiCMliajQ-AW4zb1H_vpsdOodYzfZXNx1oPwzdCKRR5KdhjaOF7lQRxbH4pW7PHdPXWrFvQZtQtmNsKOy4q_Hu7TB46kcspZPhjIor1iMTXLpoGj3k9ZBm2-1cBDxniKaBZT5BJQ/s1600/lilin3.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;terjadinya api lilin&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1084&quot; data-original-width=&quot;1054&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIZ85zjiCMliajQ-AW4zb1H_vpsdOodYzfZXNx1oPwzdCKRR5KdhjaOF7lQRxbH4pW7PHdPXWrFvQZtQtmNsKOy4q_Hu7TB46kcspZPhjIor1iMTXLpoGj3k9ZBm2-1cBDxniKaBZT5BJQ/s400/lilin3.png&quot; title=&quot;terjadinya api lilin&quot; width=&quot;388&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ladwig,, Thomas H. 1990. Industrial Fire Prevention and Protection. Van Nostrand Reinhold&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Shackelford, Ray. 2008. Fire Behavior and Combustion Processes 1st Edition. Delmar Cengage Learning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/1658729588457697929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/08/api-dan-lilin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1658729588457697929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/1658729588457697929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/08/api-dan-lilin.html' title='Melihat proses pembakaran (combustion) atau terbentuknya api dari lilin'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzvmsLKWYUGTmI3eWxkFRHdDK7kFs1fLXTjMmIwpEQjfIyOFa68awy0MXyJ-K3S8w63xkwSHkoLu9Sw5EPlE0fM_9LX88mImQrcfF88w0fY4mdUUh9GbpLzi0loxmXsW7Jo21Ifve5V5H3/s72-c/candles-64177_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6908186546314133927.post-5458083748198922090</id><published>2017-08-19T22:51:00.001+08:00</published><updated>2018-01-05T22:15:54.583+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fire"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panas"/><title type='text'>Sumber panas yang menyebabkan terjadinya resiko kebakaran - 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQzyWABv1unmenI1Pz4PRshi-N6y-_1fhQqNyrhlhKM0lHKjyytEz_pdUu4AzpuM_UN4hj6TzhAnUbu9YUYAd3J9ePaOI_DiC1CxPPQUCBi6UZK7JkGsrPd09JlN2k4lxpja8UD2Is53qO/s1600/PANAS1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;299&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQzyWABv1unmenI1Pz4PRshi-N6y-_1fhQqNyrhlhKM0lHKjyytEz_pdUu4AzpuM_UN4hj6TzhAnUbu9YUYAd3J9ePaOI_DiC1CxPPQUCBi6UZK7JkGsrPd09JlN2k4lxpja8UD2Is53qO/s320/PANAS1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk memproteksi area, bangunan atau fasilitas terhadap potensi bahaya kebakaran ataupun ledakan, kita harus memahami konsep bagaimana proses terjadinya api atau kebakaran tersebut terjadi. Sebagian penjelasan konsep tersebut sudah saya tulis di postingan sebelumnya (&lt;a href=&quot;https://segitigapi.blogspot.co.id/2017/08/api.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;api&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://segitigapi.blogspot.co.id/2017/08/bahan-bakar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bahan bakar&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://segitigapi.blogspot.co.id/2017/08/oksigen.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;oksidator&lt;/a&gt;). Komponen pembentuk proses terjadinya api selanjutnya yang kita bahas adalah sumber panas atau biasa kita sebut menjadi sumber penyalaan (&lt;i&gt;ignition source&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk melengkapi segi empat api, energi panas dibutuhkan untuk memulai dan mempertahankan reaksi kimia antara bahan bakar dan oksidator. Jumlah energi panas yang dibutuhkan bervariasi tergantung dari jenis bahan bakar tersebut (lihat postingan &lt;a href=&quot;https://segitigapi.blogspot.co.id/2017/08/bahan-bakar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bahan bakar&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ketika kita mengetahui sumber dan apa saja bentuk dari sumber panas tersebut, maka kita akan bisa mengelola, mencegah dan memitigasi resiko kebakaran, sebagai contohnya, kita dapat mengambil tindakan untuk mengisolasi atau memisahkan sumber panas yang sudah menjadi bagian dari suatu operasi agar tidak berinteraksi dengan bahan bakar yang berada di sekitar lokasi operasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk mempermudah memahami sumber panas yang banyak sekali tipe dan bervariasi, maka kita kelompokkan menjadi tiga kategori besar agar lebih mudah dipahami, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang sudah menjadi bagian atau sifat dari suatu proses ataupun peralatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang disebabkan oleh kegagalan peralatan, desain yang tidak benar ataupun disebabkan oleh kurangnya proteksi yang dibutuhkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang dihasilkan oleh kegiatan manusia atau terpapar panas dari area sekitarnya &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sebelum saya mulai menjabarkan masing masing sumber panas tiap kategori tersebut, tabel di bawah ini dapat memberi gambaran 10 besar sumber panas berdasarkan kerugian yang ditimbulkan secara finansial (&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber : FM Global, data 2007-2011&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;10 Besar Sumber Panas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penyebab Kebakaran dan Ledakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbmB0wN31XD6y8fxIZisYZafJXcXBqhIsUyF7Q7LQWwNHMfDNBFAw5-F9woaqjQ7w3KCVhSLd5WzWeLj63S-kUuICMyY66Jnp453DXBvCAS6Jf7TBCPMHLzYKvqqIXzTQ58stwLgfCzZ2l/s1600/tabel22.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;1484&quot; height=&quot;350&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbmB0wN31XD6y8fxIZisYZafJXcXBqhIsUyF7Q7LQWwNHMfDNBFAw5-F9woaqjQ7w3KCVhSLd5WzWeLj63S-kUuICMyY66Jnp453DXBvCAS6Jf7TBCPMHLzYKvqqIXzTQ58stwLgfCzZ2l/s640/tabel22.png&quot; width=&quot;500&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang sudah menjadi bagian atau sifat dari suatu proses ataupun peralatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Banyak suatu proses atau peralatan yang dalam operasi normalnya menghasilkan api terbuka, mempunyai permukaan panas ataupun menghasilkan percikan bunga api. Meskipun sumber panas ini sudah menjadi bagian dari proses tersebut ataupun bagian dari pengoperasian peralatan tersebut dan pada umumnya tidak bisa dieliminasi sumber bahaya panasnya (karena jika dieliminasi berarti menghentikan proses atau menghentikan operasional peralatan), tetapi ada banyak cara untuk mengelola resiko kebakaran tersebut, salah satunya yang termasuk paling penting adalah mengisolasi sumber panas dari bahan bakar di sekitarnya sehingga tidak terjadi proses terbentuknya api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Listrik atau lebih spesifik lagi adalah percikan bunga api&lt;/b&gt; yang tercipta ketika kita mengaktifkan maupun menonaktifkan saklar listrik, terutama ketika terdapat arus yang besar mengalir diantara kontak saklar tersebut. Ketika terdapat bahan bakar di area atau dekat dengan saklar tersebut, maka saklar listrik tersebut menjadi sumber panas yang akan memanaskan atau memberi energi panas ke bahan bakar di sekitarnya yang kemudian bisa memicu kebakaran. &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_I_jLo2vE1Mcq8rTo1uIqLPFv7aPvthZbp-gS7I_lCvuls8rtd5fRo2NsTdM6opmQeRBlabvkbYr0DDP4WjPGPI2fsEns-e_Dx1etLNwdN4IU6J9ZmhIYeiVJG2gvcFpCekQOVt2XX7K/s1600/Contact.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;383&quot; data-original-width=&quot;1109&quot; height=&quot;108&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_I_jLo2vE1Mcq8rTo1uIqLPFv7aPvthZbp-gS7I_lCvuls8rtd5fRo2NsTdM6opmQeRBlabvkbYr0DDP4WjPGPI2fsEns-e_Dx1etLNwdN4IU6J9ZmhIYeiVJG2gvcFpCekQOVt2XX7K/s320/Contact.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi saklar listrik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Listrik atau lebih spesifik lagi adalah listrik statis&lt;/b&gt;. Listrik statis dihasilkan dari beberapa mekanisme yang berbeda, termasuk gesekan dari terhubung dan terputusnya kontak antara permukaan padat. Contoh umum suatu proses yang bisa menghasilkan listrik statis melalui gesekan yaitu gesekan antara conveyor terhadap roller, material bubuk yang mengalir ke bin atau silo. Proses pengisian bahan bakar ke mobil dapat juga menghasilkan listrik statis dimana listrik statis diduga muncul akibat pergesekan bahan bakar cair dengan media penghantar ataupun akibat dari orang yang mengisi langsung bahan bakar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-2717580099135400&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8997600425&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Permukaan Panas / Panas Radiasi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;dapat dihasilkan dari peralatan yang secara normal operasinya menghasilkan panas seperti alat pemanas listrik, kompor listrik, setrika, oven, mesin kendaraan, lampu dan dryer. Kebakaran dapat terjadi ketika peralatan tersebut diletakkan dekat dengan bahan bakar. Beberapa contoh skenario kebakaran: Setrika yang ditinggal menyala, memanaskan bahan bakar yang kontak langsung dengan permukaan panas strika dan memicu kebakaran; Lampu berdaya tinggi yang panas memicu api pada bahan bakar yang diletakkan dekat dengan lampu tersebu; Di peralatan berat biasanya terjadi kebakaran akibat adanya kebocoran oli hidrolik yang menyentuh bagian panas pembuangan (exhaust)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Api Terbuka (&lt;/b&gt;&lt;i style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Open Flame&lt;/i&gt;&lt;b&gt;)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;dapat ditemukan di perumahan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;seperti penggunaan lilin, peralatan memasak (berbahan bakar gas). Di area industrial, api terbuka umumnya dapat ditemukan di peralatan pemanas atau &lt;i&gt;burner &lt;/i&gt;seperti boiler, furnace dll. Contoh skenario kebakarannya : P&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;enggunaan lilin saat mati lampu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt; yang dapat memicu kebakaran ketika lilin tersebut diletakkan di atas atau didekat dengan material yang mudah terbakar. Api burner dapat memicu kebakaran ketika bahan bakar cair yang bocor dari pipa distribusi masuk ke area burner.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Zat cair &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;panas&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dapat berupa kaca atau metal yang telah dipanaskan di dalam furnace, meleleh dan berubaha menjadi cair. Jika zat cair panas ini dibiarkan bertemu dengan bahan bakar dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan fisik yang besar terutama jika kerusakan mengenai peralatan kritikal yang membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki. Zat cair panas ini paling dilarang jika disiram langsung dengan air karena bisa menyebabkan ledakan, oleh karena itu biasanya taktik pemadamannya hanya berusaha memadamkan bahan bakar yang terbakar akibat terkena tumpahan atau cipratan dari zat cair panas ini.&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMlL8UXqSGb8DXidW3Ls9YLGxzWcAjb5EpivPvSqelfRbGJz4eQ-TTTK6UsfEgohtQ6UDxsN_6xsG-sphRrQVoyhc_3hnOfc_P4WEDDeJ_I0qu1uwCevRFlX7lQhnoOr1z8zmzYqtUyrQB/s1600/HOTMETAL.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;448&quot; data-original-width=&quot;336&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMlL8UXqSGb8DXidW3Ls9YLGxzWcAjb5EpivPvSqelfRbGJz4eQ-TTTK6UsfEgohtQ6UDxsN_6xsG-sphRrQVoyhc_3hnOfc_P4WEDDeJ_I0qu1uwCevRFlX7lQhnoOr1z8zmzYqtUyrQB/s320/HOTMETAL.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk artikel yang membahas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber
 panas yang disebabkan oleh kegagalan peralatan, desain yang tidak benar
 ataupun disebabkan oleh kurangnya proteksi yang dibutuhkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sumber panas yang dihasilkan oleh kegiatan manusia atau terpapar panas dari area sekitarnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Akan dilanjutkan di postingan &lt;a href=&quot;http://www.segitigaapi.com/2017/09/sumber-panas-api-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sumber panas bagian 2&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;DeHaan, John D. 2007. Kirks&#39;s Fire Investigation sixth edition. Pearson Prentice Hall&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Schroll, R. Craig. 2002. Industrial Fire Protection Handbook second edition. CRC Press&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cote P.E., Arthur. 2003. Fire Protection Handbook Nineteenth Edition Volume I &amp;amp; II. NFPA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Lees, Frank. 2012. Lees&#39; Loss Prevention in the Process Industries: Hazard Identification, Assessment and Control (3 Volumes), 4th Edition. Butterworth-Heinemann&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global.2015. Ignitioin Sources : Recognizing the Causes of Fire - P8610&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;FM Global Data Sheet, Cause and Effect of Fire and Explosion 7-0. April 2013&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://segitigapi.blogspot.com/feeds/5458083748198922090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/08/sumber-panas-bagian-1-elemen-api.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/5458083748198922090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6908186546314133927/posts/default/5458083748198922090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://segitigapi.blogspot.com/2017/08/sumber-panas-bagian-1-elemen-api.html' title='Sumber panas yang menyebabkan terjadinya resiko kebakaran - 1'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQzyWABv1unmenI1Pz4PRshi-N6y-_1fhQqNyrhlhKM0lHKjyytEz_pdUu4AzpuM_UN4hj6TzhAnUbu9YUYAd3J9ePaOI_DiC1CxPPQUCBi6UZK7JkGsrPd09JlN2k4lxpja8UD2Is53qO/s72-c/PANAS1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>