<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Sejarah  Indonesia dan Dunia</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</managingEditor><pubDate>Thu, 19 Dec 2024 10:27:30 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://musuhbersama.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>this blog very good. do you subscribe this blog ?</copyright><itunes:keywords>history,sejarah,masa,lampau,past</itunes:keywords><itunes:subtitle>Sejarah Indonesia dan Dunia</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"/><itunes:owner><itunes:email>maulia31@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Eksploitasi Bangsa Barat di Afrika</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2018/08/eksploitasi-bangsa-barat-di-afrika.html</link><pubDate>Fri, 10 Aug 2018 21:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-161328022038888124</guid><description>Assamualaikum Wr Wb. Saya Muhammad Aulia hari ini sudah lama tidak menulis artikel di blog ini. Berhubung ada tema yang menarik maka saya akan menulisnya. Tema kita hari ini adalah tentang sejarah Benua Afrika di masa kolonial. Seperti kita ketahui Afrika dijuluki sebagai Benua Hitam oleh orang Eropa, julukan yang sangat berbau rasial karena kebanyakan orang Afrika berkulit hitam. Ya begitulah ornag Barat menganggap selalu dirinya yang paling hebat dan mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum penemuan benua Amerika dan Australia, Afrika merupakan salah satu benua yang mempunyai peradaban besar tidak kalah dari dua benua lainnya, Eropa dan Asia. Peradaban Mesir Kuno merupakan salah satunya. Dan jalur perdagangan selalu mengalir antara tiga benua tersebut melalui laut Mediterania di tengah-tengah tiga benua tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lanjut ke pembahasan bangsa Barat ke Afrika, seperti kita ketahui Bangsa Barat hanya mengetahui tentang Afrika di bagian utara namun tidak di bagian pedalaman. Pada jaman penjelajahan awal dan eksplorasi Barat untuk mewujudkan 3G nya, Afrika utara dikuasai oleh orang-orang Moor, sebutan Islam bagi orang Barat di Afrika dan Semenanjung Iberia yang pernah menjadi wilayah Islam selama 7 abad. Namun karena usaha Reconquista, Iberia kembali menjadi milik Kristen kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan segera berbagai ekspedisi dilancarkan untuk mencari jalur ke Asia baik melalui Barat maupun Timur dan orang Portugal, Diogo Cao sampai di daerah Afrika Barat(daerah sekitar Sungai Kongo dan Angola). Dilanjutkan ekspedisi selanjutnya oleh Bartelomou Dias sampai ke Tanjung Harapan, ujung Afrika.&amp;nbsp; Dan Vasco da Gama berhasil mencapai India tahun 1497.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Portugal kemudian mendirikan koloni Portugis di Angola dan Mozambik untuk mensupport pusat Portugis di Goa, India. Namun ketika Portugis menduduki Brazil, kebutuhan perbudakan sangat diperlukan untuk dipekerjakan di perkebunan dan segera dua koloni tadi dimanfaatkan untuk dieksopor budak ke Brazil, dan pada masa itu penjualan budak Afrika adalah hal yang wajar. Ya masa yang sangat gelap sekali pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Portugal juga berusaha merebut Maroko yang dekat dengan negerinya, namun sang Raja Sebastian tewas dalam pertempuran dan meninggalkan tahta Portugal dalam krisis karena sang raja tidak punya pewaris dan Raja Spanyol, Philip II mengklaim tahta Portugal menjadikan wilayah Koloni Portugal masuk ke dalam Spanyol juga. Pada saat itu, Spanyol merajai kekuatan dunia terutama pasukan daratnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu dengan hilangnya Portugal, dan Spanyol lebih memfokuskan penguasaan koloni di wilayah barunya di Amerika jadi Afrika hanya dikuasai oleh suku Asli dan suku-suku Arab di Utara yang terbagi-bagi ke banyak dinasti sampai nantinya disatukan dibawah Ottoman Turki dibawah rajanya Selim I dan Sulaiman yang Perkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lepasnya pengaruh Ottoman di Afrika dan berkurangnya pengaruh Barat di Amerika terutama setelah keluar Doktrin Monroe yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat, James Monroe. Eropa setelah Perang Napoleon yang memakan korban jiwa dan biaya yang sangat banyak di tahun 1884, Konferensi Berlin mengesahkan tentang pembagian jatah "kue Afrika" untuk orang-orang Eropa dimana beberapa negara menjadi penguasa disitu namun Perancis dan Inggris mengambil lebih dahulu banyak wilayah karena meeka sudah mendapat wilayah sebelum Konferensi Berlin ini. Berikut gambarnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_o3G8Rl_dZMQmESuCKQb9I-G4cM9KvbiRI2JZ-Z8s1nSgQ44sQg8URSnAkVhRVuwKr2UJRe-a1YgVV4nzZaf-f65p0qpu-uyOefC458s5XUuzTvsUv3oHJYvydHUyx4S9Zs1SKZuEmVG/s1600/scramble+of+africa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="648" data-original-width="600" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_o3G8Rl_dZMQmESuCKQb9I-G4cM9KvbiRI2JZ-Z8s1nSgQ44sQg8URSnAkVhRVuwKr2UJRe-a1YgVV4nzZaf-f65p0qpu-uyOefC458s5XUuzTvsUv3oHJYvydHUyx4S9Zs1SKZuEmVG/s320/scramble+of+africa.jpg" width="296" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Hanya dua negara pada saaa itu yang belum yaitu Ethiopia yang diakui orang Barat sebagai negara Nasrani merdeka sebelum Italia dibawah Mussolini mengambil alih wilayah tersebut dan Liberia yang didirikan oleh mantan budak Amerika Serikat yang akhirnya diduduki oleh Inggris. Belgia mendapatkan Kongo yang diekslpoitasi habis-habisan untuk sang raja Leopold II, Spanyol hanya men dapatkan wilayah Maroko dan Sahara Barat yang sangat tidak berguna. Singkat kata begitulah proses &lt;i&gt;Scramble for Africa&lt;/i&gt; tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa Barat menjadikan Afrika sebagai eksploitasi SDA dan SDM namun ada juga yang menjadikan Arfrika untuk bahan riset dan penelitian untuk ilmu pengetahuan. Namun ya singkat kata, lebih banyak negatif dibandingkan dengan positifinya. Dan akhirnya setelah PD II negara-negara Afriak banyak yang menuntut merdeka dna berhasil namun masalah kemiskinan yang berkepanjangan menyebabkan Afrika sampai saat ini merupakan benua yang paling miskin diantara benua yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ini yang bisa saya sampaikan, terima kasih dan Wasaalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_o3G8Rl_dZMQmESuCKQb9I-G4cM9KvbiRI2JZ-Z8s1nSgQ44sQg8URSnAkVhRVuwKr2UJRe-a1YgVV4nzZaf-f65p0qpu-uyOefC458s5XUuzTvsUv3oHJYvydHUyx4S9Zs1SKZuEmVG/s72-c/scramble+of+africa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Perlawanan Sosial di Era Kolonial Belanda Untuk Mencapai Kemerdekaan</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2017/07/perlawanan-sosial-di-era-kolonial.html</link><pubDate>Sat, 15 Jul 2017 21:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-6231914726250019570</guid><description>Era Kolonial Belanda terbagi menjadi dua dimana pada periode pertama kita dijajah VOC (1602-1799). VOC adalah sebuah asosiasi pedagang-pedangang Belanda untuk menaungi dan mempersatukan mereka dari para pesaing pedagang-pedagang asing lainnya. Berpusat di Batavia, VOC berhak mengangkat gubernur di wilayah jajahannya dan bahkan mencetak mata uang.&amp;nbsp;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah merebut Kerajaan Mataram dan Banten, VOC mulai memperlihatkan kesewenang-wenangaannya sebagai pendatang yang tidak mau menghormati warga setempat. Perlawanan pun terjadi dimana-mana. Mulai dari perlawananan aliansi Jawa-China pada Geger Pacinan 1740-1743 dimana warga China dibantai di Batavia. Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa di Banten juga dipatahkan lewat politik devide et impera (pecah belah dan jajahlah) yang berhasil. Di Makassar Kerajaan Gowa-Tallo juga berhasil ditaklukkan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pada akhir abad ke-18 terjadi Revolusi Perancis yang menyebar pahamnya ke seluruh Eropa termasuk negeri Belanda. Bahkan Napoleon sang Kaisar Revolusioner menduduki Belanda dan mendudukan adiknya Louis Bonaparte sebagai raja disana. VOC pun mengalami kebangkrutan dan kekayaanya diambil alih oleh pemerintah Belanda.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pmerintah Kolonial Belanda hanya berlangsung selama 11 tahun &amp;nbsp;setelah pihak Inggris dibawah pimpinan Raffles menduduki pulau Jawa dan menduduki beberapa kota pemerintahan. Inggris sempat menerapakan beberapa perubahan dimana sistem feodal perlahan-lahan dihapuskan yang sempat membingungkan para raja-raja Jawa. Namun sesuai dengan Traktat London 1816, Hindia Belanda dikembalikan ke Belanda lagi. Mulailah kita merasakan pahitnya pendudukan langsung dibawah mahkota Belanda.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menerapakan sistem tanam paksa yang sangat membebani kaum rakyat Nusantara. Perlawanan pun terjadi dimana-mana. Perang Diponegoro(1825-1830) dan Perang Paderi (1821-1837) yang terjadi disaat bersamaan benar-benar merepotkan pihak pemerintah Belanda. Perlawanan Petani Banten 1888, Perlawanana Non-Fisik KH.Ahmad Rifai dari Kendal, Jawa Tengah yang pada akhirnya dibuang ke Ambon sampai beliau meninggal disana dan masih banyak lagi perlawanan benar-benar membuat Belanda dibuat kewalahan. Istilahnya 'Mau Untung Malah Buntung'.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perlawananan-perlawanan sosial ini baik dari segi agama maupun dari segi sosok pemimpin suatu daerah memang merepotkan, namun ternyata hal ini tidak meruntuhkan keeksistensian pihak Kolonial Belanda. Pada akhirnya terjadi juga protes terjadi didalam negeri sendiri dimana pihak Belanda akhirnya menerapkan sistem politik balas budi atau sering disebut politik Etis. Meski juga banyak desakan agar Indonesia diberi model dominion seperti jajahan Inggris, namun pemerintaha Belanda belum berani bersikap demikian, Belanda hanya membentuk sebuah dewan rakyat Volksraad yang sistemnya masih dikendalikan Belanda. Tetapi pada awal abad ke-20, sebuah era perjuangan baru timbul yang pada akhirnya tahun 1945 kita berhasil meraih kemerdekaan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Demikian yang bisa saya sampaikan. Kritik dan Saran ditunggu. Terima kasih&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Alexander Nevsky, Sang Penyelamat Timur dan Kristen Ortodox</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2017/03/alexander-nevsky-sang-penyelamat-timur.html</link><pubDate>Sat, 4 Mar 2017 21:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-6731591424334134619</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWRWFjdaEoarqABmOsHdHNnjNMX1T8-aPmKF580TN-A3MunN1aw8_eHiIu3xH-nv6rgdl4_t5r9VPHHU028QwSYoTRksbcZfDej7XU2M1gAibaeqmjiBW9fBX13QW2GHoOwhMEbtm4yuvi/s1600/alexander+nevsky.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWRWFjdaEoarqABmOsHdHNnjNMX1T8-aPmKF580TN-A3MunN1aw8_eHiIu3xH-nv6rgdl4_t5r9VPHHU028QwSYoTRksbcZfDej7XU2M1gAibaeqmjiBW9fBX13QW2GHoOwhMEbtm4yuvi/s320/alexander+nevsky.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat malam, sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Kali ini saya akan membahas tentang sejarah Eropa Timur abad pertengahan, tetapi kali ini saya akan membahas biografi seorang tokoh yang bernama Alexander Nevsky yang gambarnya berada diatas artikel ini. Siapakah Alexander Nevsky? Mari kita bahas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander Nevsky merupakan seorang pangeran Novgorod lahir di Pereslavl-Zalessky, Vladimir-Suzdal yang sekarang berada di wilayah Rusia. Kievan Rus yang menjadi cikal bakal modern sedang berganti menjadi Negara Novgorod. Negara ini mempunyai basis Kristen Ortodox yang cukup besar akibat hasil dari migrasi Kekaisaran Byzantium yang semakin melemah akibat tekanan dari orang-orang Saracen(sebutan orang Eropa untuk Arab Timur Tengah) dan Turki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sekitar abad ke-13,Bangsa Mongol yang sedang menuju puncak keemasan dibawah Jengis Khan merebut sebagian besar wilayah Novgorod dan menjadikan Novgorod negara bawahan Mongol tepatnya Mongol Gorden Horde. Hal ini menjadikan kesempatan bagi para Katolik Roma untuk menaklukkan daerah ini karena daerah ini tidak mau mengakui kepausan di Vatikan karena berbeda keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Alexander Nevsky dikucilkan oleh orang-orang kaya Novgorod akibat berbeda paham tentang tunduknya Novgorod terhadap Mongol. Namun mendengar ancaman Raja Swedia yang ingin menyerang Novgorod karena diming-imingi bantuan dan doa oleh Paus, Alexander Nevsky diminta untuk mempertahankan Novgorod dan hasilnya pasukan Swedia kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1242, pasukan besar dari kepausan Roma dan Ordo Teutonik(Ordo yang disiapkan untuk Perang Salib di Tanah Suci Jerussalem) bergabung untuk mennyerang Novgorod dan memaksa mereka untuk mengakui kepausan. Mendengar hal ini, orang-orang kaya Novgorod kembali meminta Alexander Nevsky untuk mengangkat senjata melawan invasi dari Barat ini. Alexander Nevsky kembali menyanggupi permintaan ini. Paus juga menganggap ini adalah perang Salib menyusul kefrustasian pihak Roma untuk menaklukkan Jerussalem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Alexander Nevsky, berkumpul di sekitaran Danau Peipus yang membeku yang membuatnya disebut pertempuran Es, kekuatan sebenarnya cukup berimbang namun pasukan Barat memakai baju zirah yang tebal, tidak seperti pasukan Alexander Nevsky.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Alexander Nevsky berpura-pura lari ke Danau Beku namun ini adalah siasat. Ketika pasukan musuh sampai di Danau Beku ini, mereka dihujani oleh pemanah dan sergapan kavaleri. Banyak diantara mereka tewas, Retakan Danau Es juga mengakibatkan pasukan musuh terpeleset dan tenggelam diantara es-es yang mencair. Sisanya pasukan-pasukan Barat pada melarikan diri. Pasukan Alexander Nevsky memperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak dari kekalahan ini ialah moral Katolik Roma merosot dan sebaliknya moral Kristen Ortodox naik berkali-kali lipat. Pihak Barat akhirnya meminta supaya pasukan Nevsky tidak melanjutkan invasi ke Barat. Alexander Nevsky berpendapat bahwa ia hanya mempertahankan negerinya dan tidak berkeinginan melanjutkan invasi ke Barat. Diadakanlah kesepakatan bahwa pasukan Barat tidak akan menyerang Timur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander Nevsky dianggap pahlawan oleh orang-orang Russia hingga kini karena berhasil menghentikan invasi Barat ke Timur dan menyelamatkan Kristen Ortodox hingga hari ini. Seandainya beliau gagal, Kristen Ortodox mungkin punah dan Russia mungkin tidak berdiri sebesar sekarang ini. Jika Kristen Ortodox berhasil dikalahkan, mungkin tidak akan ada Reformasi Gereja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Perang Dunia ke-2, ketika Jerman menginvasi Russia, nama Alexander Nevsky diangkat-angkat dan dipropagandakan oleh Uni Soviet untuk meningkatkan moral pasukan Uni Soviet yang bertempur karena beliau datang dari jaman sebelum kekaisaran Russia. Bahkan, Kantor-Kantor Pemerintah Russia memajang gambar beliau atas jasanya yang sangat besar untuk Russia modern ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangakan Barat, sampai saat ini masih tidak bisa melupakan kekalahan memalukan ini dan sangat membenci kehadiran tokoh ini terutama bagi kalangan kepausan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga artikel kecil ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan. Kritik dan Saran kami terima. Terima kasih Wassamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWRWFjdaEoarqABmOsHdHNnjNMX1T8-aPmKF580TN-A3MunN1aw8_eHiIu3xH-nv6rgdl4_t5r9VPHHU028QwSYoTRksbcZfDej7XU2M1gAibaeqmjiBW9fBX13QW2GHoOwhMEbtm4yuvi/s72-c/alexander+nevsky.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Sejarah Asia Tenggara</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2016/04/makalah-sejarah-asia-tenggara.html</link><pubDate>Tue, 12 Apr 2016 17:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-7240457642130752252</guid><description>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;BAB I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Wilayah Asia Tenggara memiliki jumlah
penduduk yang cukup banyak dan mempunyai suku yang bermacam-macam juga. Karena
wilayah ini bercampurnya dua kebudayaan besar yaitu India dan China. Wilayah
ini terkenal dengan alamnya yang subur dan kekayaan alamnya yang luar biasa.
Berbagai bangsa ingin sekali menaklukkan daerah ini dari mulai bangsa India,
China, Mongol dan Eropa. Bertahun-tahun mereka berusaha menggapai wilayah ini
dan mereka akhirnya berhasil menduduki wilayah-wilayah di kawasan ini dan
membagi-baginya. Kalau penulis boleh bilang, Eropa maju seperti sekarang ini
karena kekayaan dari kawasan ini, kalau seandainya mereka belum mencapai
wilayah ini mungkin keadaan mereka jauh tertinggal dari kebudayaan Asia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penemuan wilayah Asia Tenggara juga tidak lepas
dari jatuhnya kekaisaran Romawi Timur terakhir pada tahun 1453 oleh Sultan
Mehmed II, sultan dari Kesultanan Turki Ottoman. Karena Kesultanan Turki
Ottoman menguasai Laut Tengah yang merupakan sentral perdagangan 3 benua; Asia,
Eropa dan Afrika maka Eropa memutuskan untuk mencari jalan sumber-sumber
perdagangan itu sendiri dan membuat koloni-koloni untuk memperkuat negara asal
mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Wilayah Asia Tenggara selain melimpah SDA nya
juga dikenal mempunyai iklim tropis karena dekat sekali dengan garis khatulistiwa
khususnya negara kita, Indonesia. Karena wilayah Eropa begitu dingin maka
banyak wisatawan asing berkunjung ke kawasan ini khususnya daerah pantai karena
pantai di wilayah ini tidak dapat ditemukan suasananya seperti kebanyakan
daerah-daerah di Eropa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;BAB II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Wilayah
di Asia Tenggara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Asia Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; adalah sebuah kawasan di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Benua" title="Benua"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;benua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asia" title="Asia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
bagian tenggara. Kawasan ini mencakup &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indochina" title="Indochina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indochina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Malaya" title="Semenanjung Malaya"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Semenanjung
Malaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; serta kepulauan di sekitarnya.
Asia Tenggara berbatasan dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Tiongkok" title="Republik Rakyat Tiongkok"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Republik
Rakyat Tiongkok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di
sebelah utara, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik" title="Samudra Pasifik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Samudra
Pasifik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di timur, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia" title="Samudra Hindia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Samudra Hindia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di selatan, dan Samudra Hindia, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Teluk_Benggala" title="Teluk Benggala"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Teluk Benggala&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_benua_India" title="Anak benua India"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;anak benua India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Asia Tenggara biasa dibagi dalam dua
kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Negara-negara
     yang termasuk ke dalam ATD adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"
       coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"
       filled="f" stroked="f"&gt;
       &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;
       &lt;v:formulas&gt;
        &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;
        &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;
        &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;
        &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;
        &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;
        &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;
        &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;
       &lt;/v:formulas&gt;
       &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;
       &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
      &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" o:spid="_x0000_i1060" type="#_x0000_t75"
       alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/83/Flag_of_Cambodia.svg/22px-Flag_of_Cambodia.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:10.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png"
        o:title="22px-Flag_of_Cambodia.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/83/Flag_of_Cambodia.svg/22px-Flag_of_Cambodia.svg.png" border="0" height="14" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" v:shapes="Picture_x0020_1" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2"
       o:spid="_x0000_i1059" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Flag_of_Laos.svg/22px-Flag_of_Laos.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png"
        o:title="22px-Flag_of_Laos.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Flag_of_Laos.svg/22px-Flag_of_Laos.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" v:shapes="Picture_x0020_2" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laos" title="Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3"
       o:spid="_x0000_i1058" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Flag_of_Myanmar.svg/22px-Flag_of_Myanmar.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png"
        o:title="22px-Flag_of_Myanmar.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Flag_of_Myanmar.svg/22px-Flag_of_Myanmar.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.jpg" v:shapes="Picture_x0020_3" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myanmar" title="Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4"
       o:spid="_x0000_i1057" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Flag_of_Thailand.svg/22px-Flag_of_Thailand.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.png"
        o:title="22px-Flag_of_Thailand.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Flag_of_Thailand.svg/22px-Flag_of_Thailand.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.gif" v:shapes="Picture_x0020_4" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_5"
       o:spid="_x0000_i1056" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Flag_of_Vietnam.svg/22px-Flag_of_Vietnam.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.png"
        o:title="22px-Flag_of_Vietnam.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Flag_of_Vietnam.svg/22px-Flag_of_Vietnam.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.jpg" v:shapes="Picture_x0020_5" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Negara-negara
     yang termasuk ATM adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_6"
       o:spid="_x0000_i1055" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9c/Flag_of_Brunei.svg/22px-Flag_of_Brunei.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:8.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.png"
        o:title="22px-Flag_of_Brunei.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9c/Flag_of_Brunei.svg/22px-Flag_of_Brunei.svg.png" border="0" height="11" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image012.jpg" v:shapes="Picture_x0020_6" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_7"
       o:spid="_x0000_i1054" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/99/Flag_of_the_Philippines.svg/22px-Flag_of_the_Philippines.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:8.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image013.png"
        o:title="22px-Flag_of_the_Philippines.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/99/Flag_of_the_Philippines.svg/22px-Flag_of_the_Philippines.svg.png" border="0" height="11" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image014.jpg" v:shapes="Picture_x0020_7" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_8"
       o:spid="_x0000_i1053" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/22px-Flag_of_Indonesia.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image015.png"
        o:title="22px-Flag_of_Indonesia.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/22px-Flag_of_Indonesia.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image016.jpg" v:shapes="Picture_x0020_8" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_9"
       o:spid="_x0000_i1052" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Flag_of_Malaysia.svg/22px-Flag_of_Malaysia.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:8.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image017.png"
        o:title="22px-Flag_of_Malaysia.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Flag_of_Malaysia.svg/22px-Flag_of_Malaysia.svg.png" border="0" height="11" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image018.jpg" v:shapes="Picture_x0020_9" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_10"
       o:spid="_x0000_i1051" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/48/Flag_of_Singapore.svg/22px-Flag_of_Singapore.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:11.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image019.png"
        o:title="22px-Flag_of_Singapore.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/48/Flag_of_Singapore.svg/22px-Flag_of_Singapore.svg.png" border="0" height="15" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image020.gif" v:shapes="Picture_x0020_10" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_11"
       o:spid="_x0000_i1050" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Flag_of_East_Timor.svg/22px-Flag_of_East_Timor.svg.png"
       style='width:16.5pt;height:8.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
       &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image021.png"
        o:title="22px-Flag_of_East_Timor.svg"/&gt;
      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Flag_of_East_Timor.svg/22px-Flag_of_East_Timor.svg.png" border="0" height="11" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image022.jpg" v:shapes="Picture_x0020_11" width="22" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste" title="Timor Leste"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung
ke benua Asia, biasa dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara
Asia Tenggara terhimpun ke dalam organisasi ASEAN. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste" title="Timor Leste"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; yang sebelumnya merupakan bagian dari &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; telah mengajukan diri menjadi anggota ASEAN walaupun
oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan ke kawasan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pasifik" title="Pasifik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pasifik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Secara geografis (dan juga secara &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah" title="Sejarah"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;historis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;) sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan" title="Taiwan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan pulau &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hainan" title="Hainan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Hainan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula.
Namun, karena alasan politik Taiwan, dan pulau Hainan lebih sering dimasukkan
ke kawasan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Timur" title="Asia Timur"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Asia Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Cocos" title="Kepulauan Cocos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kepulauan Cocos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Christmas" title="Pulau Christmas"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pulau Christmas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, yang terletak di selatan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;,
oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia Tenggara meskipun secara politik
berada di bawah administrasi &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Australia" title="Australia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Sebaliknya, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua" title="Pulau Papua"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pulau Papua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dimasukkan sebagai Asia Tenggara secara politik meskipun
secara &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Geologi" title="Geologi"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;geologi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; sudah tidak termasuk benua Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dari penelitian yang dilakukan oleh Anthony
Reid tahun 2011 tentang bahasa inilah dapat diketahui bahwa bahasa-bahasa di
Asia Tenggara mempunyai akar yang sama (Sudrajat, 2012). Di samping bahasa
banyak unsur-unsur budaya yang memiliki kesamaan karena kontak dan interaksi
sosial yang intensif di kalangan masyarakat Asia Tenggara sehingga memungkinkan
terjadinya proses pembauran budaya. Faktor lain yang membuat Asia Tenggara
menjadi satu kesatuan yaitu lingkungan geografis yang sama sehingga menyamakan
jenis makanan yang umumnya di konsumsi oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara yaitu:
beras, ikan, dan berbagai jenis palem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sejarah penamaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai
pada &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20" title="Abad ke-20"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;abad ke-20&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.
Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama &lt;b&gt;India Belakang&lt;/b&gt; (jika
dibandingkan dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_benua_India" title="Anak benua India"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;anak
benua India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;).Istilah kontemporer yang
dipakai oleh Angkatan Perang Inggris-Amerika pada tahun 1941, yang berkedudukan
di Ceylon dalam melawan tentara Jepang dalam Perang Dunia Kedua, Orang Amerika
menulis istilah ini dengan Southeast. &amp;nbsp;Subkawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas
negara, beberapa di antaranya berada di daratan utama (&lt;i&gt;mainland&lt;/i&gt;), yang
juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indocina" title="Indocina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Indocina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;) dan sebagian lagi seluruhnya merupakan
kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti
Kepulauan Selatan (&lt;i&gt;Nan Yang&lt;/i&gt;, Cina, dan Vietnam), Kepulauan Melayu (&lt;i&gt;Malay
Archipelago&lt;/i&gt; menurut A.R. Wallace), Malayunesia (Logan), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (Logan, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Bastian" title="Adolf Bastian"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Adolf
Bastian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;), Hindia Timur (&lt;i&gt;Oost-Indie&lt;/i&gt;,
Belanda), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Insulinde" title="Insulinde"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Insulinde&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (oleh orang Hindia Belanda di awal abad
ke-20), atau &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara" title="Nusantara"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
(oleh masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Malaya" title="Semenanjung Malaya"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Semenanjung Malaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; biasanya dimasukkan dalam wilayah kepulauan
meskipun masih tersambung dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Benua_Asia" title="Benua Asia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;benua
Asia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Tabel
Negara-Negara di Asia Tenggara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable"&gt;
 &lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Negara" title="Negara"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Negara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bendera" title="Bendera"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Bendera&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota" title="Ibu kota"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Ibu kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang" title="Mata uang"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Mata uang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah" title="Pemerintah"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Resmi" title="Bahasa Resmi"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Bahasa Resmi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: #ECECEC; padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang" title="Lambang"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Lambang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Indonesia.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_12"
   o:spid="_x0000_i1049" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Indonesia.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Indonesia.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image023.png"
    o:title="Flag of Indonesia"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Indonesia.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image024.jpg" v:shapes="Picture_x0020_12" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah" title="Rupiah"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Rupiah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia" title="Bahasa Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_13"
   o:spid="_x0000_i1048" type="#_x0000_t75" alt="National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg"
   style='width:37.5pt;height:40.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image025.png"
    o:title="National emblem of Indonesia Garuda Pancasila"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg" border="0" height="54" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image026.gif" v:shapes="Picture_x0020_13" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Malaysia.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_14"
   o:spid="_x0000_i1047" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Malaysia.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Malaysia.svg" style='width:60pt;
   height:30pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image027.png"
    o:title="Flag of Malaysia"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Malaysia.svg" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image028.jpg" v:shapes="Picture_x0020_14" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kuala_Lumpur" title="Kuala Lumpur"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kuala Lumpur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ringgit" title="Ringgit"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Ringgit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan" title="Kerajaan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Raja" title="Raja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Raja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Malaysia" title="Bahasa Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Mandarin" title="Bahasa Mandarin"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Mandarin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tamil" title="Bahasa Tamil"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Tamil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Malaysia.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_15"
   o:spid="_x0000_i1046" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of Malaysia.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Malaysia.svg"
   style='width:37.5pt;height:28.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image029.png"
    o:title="Coat of arms of Malaysia"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of Malaysia.svg" border="0" height="38" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image030.gif" v:shapes="Picture_x0020_15" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_the_Philippines.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_16"
   o:spid="_x0000_i1045" type="#_x0000_t75" alt="Flag of the Philippines.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_the_Philippines.svg"
   style='width:60pt;height:30pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image031.png"
    o:title="Flag of the Philippines"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of the Philippines.svg" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image032.jpg" v:shapes="Picture_x0020_16" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manila" title="Manila"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Manila&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Peso" title="Peso"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Peso&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Filipino" title="Bahasa Filipino"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Filipino&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tagalog" title="Bahasa Tagalog"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Tagalog&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Spanyol" title="Bahasa Spanyol"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_the_Philippines.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_17"
   o:spid="_x0000_i1044" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of the Philippines.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_the_Philippines.svg"
   style='width:37.5pt;height:41.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image033.png"
    o:title="Coat of arms of the Philippines"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of the Philippines.svg" border="0" height="55" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image034.gif" v:shapes="Picture_x0020_17" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Singapore.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_18"
   o:spid="_x0000_i1043" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Singapore.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Singapore.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image035.png"
    o:title="Flag of Singapore"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Singapore.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image036.gif" v:shapes="Picture_x0020_18" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dolar_Singapura" title="Dolar Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Dollar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Mandarin" title="Bahasa Mandarin"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Mandarin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu" title="Bahasa Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tamil" title="Bahasa Tamil"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Tamil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Singapore_(blazon).svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_19"
   o:spid="_x0000_i1042" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of Singapore (blazon).svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Singapore_(blazon).svg"
   style='width:37.5pt;height:30.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image037.png"
    o:title="Coat of arms of Singapore (blazon)"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of Singapore (blazon).svg" border="0" height="41" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image038.gif" v:shapes="Picture_x0020_19" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Cambodia.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_20"
   o:spid="_x0000_i1041" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Cambodia.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Cambodia.svg" style='width:60pt;
   height:38.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image039.png"
    o:title="Flag of Cambodia"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Cambodia.svg" border="0" height="51" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image040.jpg" v:shapes="Picture_x0020_20" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Phnom_Penh" title="Phnom Penh"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Phnom
  Penh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Riel" title="Riel"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Riel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan" title="Kerajaan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Raja" title="Raja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Raja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Kamboja" title="Bahasa Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Perancis" title="Bahasa Perancis"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Perancis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Cambodia.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_21"
   o:spid="_x0000_i1040" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of Cambodia.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Cambodia.svg"
   style='width:37.5pt;height:42.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image041.png"
    o:title="Coat of arms of Cambodia"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of Cambodia.svg" border="0" height="57" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image042.gif" v:shapes="Picture_x0020_21" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laos" title="Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Laos.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_22"
   o:spid="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Laos.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Laos.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image043.png"
    o:title="Flag of Laos"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Laos.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image044.jpg" v:shapes="Picture_x0020_22" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vientiane" title="Vientiane"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Vientiane&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kip" title="Kip"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kip&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Laos" title="Bahasa Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Emblem_of_Laos.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_23"
   o:spid="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" alt="Emblem of Laos.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Emblem_of_Laos.svg" style='width:37.5pt;
   height:33pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image045.png"
    o:title="Emblem of Laos"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Emblem of Laos.svg" border="0" height="44" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image046.gif" v:shapes="Picture_x0020_23" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myanmar" title="Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Myanmar.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_24"
   o:spid="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Myanmar.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Myanmar.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image047.png"
    o:title="Flag of Myanmar"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Myanmar.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image048.jpg" v:shapes="Picture_x0020_24" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Naypyidaw" title="Naypyidaw"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Naypyidaw&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kyat" title="Kyat"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kyat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Myanmar" title="Bahasa Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:State_seal_of_Myanmar.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_25"
   o:spid="_x0000_i1036" type="#_x0000_t75" alt="State seal of Myanmar.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:State_seal_of_Myanmar.svg"
   style='width:37.5pt;height:30.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image049.png"
    o:title="State seal of Myanmar"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="State seal of Myanmar.svg" border="0" height="41" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image050.gif" v:shapes="Picture_x0020_25" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Thailand.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_26"
   o:spid="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Thailand.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Thailand.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image051.png"
    o:title="Flag of Thailand"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Thailand.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image052.gif" v:shapes="Picture_x0020_26" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bangkok" title="Bangkok"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Baht" title="Baht"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Baht&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan" title="Kerajaan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Raja" title="Raja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Raja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Thai" title="Bahasa Thai"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Thai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Garuda_Emblem_of_Thailand.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_27"
   o:spid="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" alt="Garuda Emblem of Thailand.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Garuda_Emblem_of_Thailand.svg"
   style='width:37.5pt;height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image053.png"
    o:title="Garuda Emblem of Thailand"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Garuda Emblem of Thailand.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image054.gif" v:shapes="Picture_x0020_27" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Vietnam.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_28"
   o:spid="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Vietnam.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Vietnam.svg" style='width:60pt;
   height:39.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image055.png"
    o:title="Flag of Vietnam"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Vietnam.svg" border="0" height="53" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image056.jpg" v:shapes="Picture_x0020_28" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hanoi" title="Hanoi"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Hanoi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/%C4%90%E1%BB%93ng" title="Đồng"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Đồng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Vietnam" title="Bahasa Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Vietnam.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_29"
   o:spid="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of Vietnam.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_Vietnam.svg"
   style='width:37.5pt;height:38.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image057.png"
    o:title="Coat of arms of Vietnam"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of Vietnam.svg" border="0" height="51" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image058.gif" v:shapes="Picture_x0020_29" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Brunei.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_30"
   o:spid="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="Flag of Brunei.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_Brunei.svg" style='width:60pt;
   height:30pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image059.png"
    o:title="Flag of Brunei"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of Brunei.svg" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image060.jpg" v:shapes="Picture_x0020_30" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Seri_Begawan" title="Bandar Seri Begawan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Bandar Seri Begawan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dolar_Brunei" title="Dolar Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Dolar Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan" title="Kerajaan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Raja" title="Raja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Raja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu" title="Bahasa Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Emblem_of_Brunei.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_31"
   o:spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="Emblem of Brunei.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Emblem_of_Brunei.svg" style='width:37.5pt;
   height:33.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image061.png"
    o:title="Emblem of Brunei"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Emblem of Brunei.svg" border="0" height="45" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image062.gif" v:shapes="Picture_x0020_31" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Timor Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_East_Timor.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_32"
   o:spid="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="Flag of East Timor.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Flag_of_East_Timor.svg" style='width:60pt;
   height:30pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image063.png"
    o:title="Flag of East Timor"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Flag of East Timor.svg" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image064.jpg" v:shapes="Picture_x0020_32" width="80" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dili" title="Dili"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Dili&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dolar_Amerika_Serikat" title="Dolar Amerika Serikat"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Dollar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tetun" title="Bahasa Tetun"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Tetun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Portugis" title="Bahasa Portugis"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;Portugis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_East_Timor.svg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_33"
   o:spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="Coat of arms of East Timor.svg"
   href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Coat_of_arms_of_East_Timor.svg"
   style='width:37.5pt;height:37.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
   o:button="t"&gt;
   &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
   &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image065.png"
    o:title="Coat of arms of East Timor"/&gt;
  &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="Coat of arms of East Timor.svg" border="0" height="50" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image066.gif" v:shapes="Picture_x0020_33" width="50" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: .75pt .75pt .75pt .75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Geografis Asia Tenggara dari sisi Geologi dan
Geografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sisi Geologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Southeast_asia.jpg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_34"
 o:spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/Southeast_asia.jpg/250px-Southeast_asia.jpg"
 href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Southeast_asia.jpg" style='width:187.5pt;
 height:214.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
 &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
 &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image067.jpg"
  o:title="250px-Southeast_asia"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/Southeast_asia.jpg/250px-Southeast_asia.jpg" border="0" height="286" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image067.jpg" v:shapes="Picture_x0020_34" width="250" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Asia Tenggara terletak pada pertemuan
lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa" title="Gempa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;kegempaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
(seismik) dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi" title="Gunung berapi"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;gunung berapi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD
relatif stabil, dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana
bertemu dua lempeng benua besar: &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Indo-Australia" title="Lempeng Indo-Australia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;lempeng
Indo-Australia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Eurasia" title="Lempeng Eurasia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;lempeng
Eurasia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, ditambah dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lempeng_Filipina&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Lempeng Filipina (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;lempeng Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan" title="Kalimantan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang
lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Es" title="Zaman Es"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Zaman Es&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam
benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng
besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk
Benggala di barat Myanmar, dan Thailand, terus menuju sisi barat &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, lalu membelok ke timur membentuk &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Palung_Jawa" title="Palung Jawa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Palung Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; yang memanjang di selatan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan Kepulauan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara" title="Nusa Tenggara"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Nusa Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di
daerah-daerah sekitarnya, seperti &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004" title="Gempa bumi Samudra Hindia 2004"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Gempa
bumi Samudra Hindia 2004&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.
Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di
dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah
pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci" title="Gunung Kerinci"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Gunung Kerinci&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; adalah gunung berapi tertinggi di Asia
Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao, dan Palung
Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik.
Di Filipina juga terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Puncak tertinggi yang berada di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kinabalu" title="Gunung Kinabalu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Gunung Kinabalu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (4.101 m; Kalimantan) dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Puncak_Jaya" title="Puncak Jaya"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Puncak Jaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Papua" title="Pulau Papua"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pulau Papua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, Indonesia (5.030 m).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Terdapat beberapa klaim, dan perebutan
wilayah, dan batas perairan di kawasan ini, yang melibatkan negara-negara di
kawasan ini maupun yang melibatkan negara di luar Asia Tenggara (terutama &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/RRT" title="RRT"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Tiongkok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan" title="Taiwan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dalam kasus &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Spratly" title="Kepulauan Spratly"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kepulauan Spratly&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;). Di Indonesia sendiri perebutan dan klaim
wilayah sering terjadi juga dengan Negara tetangga seperti Malaysia,&amp;nbsp; Filipina dan Thailand. Kasus pulau Sipadan
dan Ligitan pada tahun 2002 yang berakhir dengan kemenangan Malaysia. Perairan
Ambalat pun juga sampai sekarang masih belum ada titik terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sisi Geografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Secara astronomis letak kawasan Asia Tenggara
berada di antara 29&lt;sup&gt;O&lt;/sup&gt; LU- 11&lt;sup&gt;O &lt;/sup&gt;LS dan 93&lt;sup&gt;O&lt;/sup&gt; BT –
141&lt;sup&gt;O&lt;/sup&gt; BT. Sedangkan secara geografis letak kawasan Asia Tenggara
adalah: Sebelah utara berbatasan dengan China. Sebelah timur berbatasan dengan
Papua Nugini. Sebelah barat dan selatan masing-masing berbatasan dengan Samudra
Pasifik dan Samudra Hindia. Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi
dua bagian, daratan, dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan
termasuk &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myanmar" title="Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laos" title="Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan
termasuk &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Sejarah Singkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dengan ditemukannya &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Homo_floresiensis" title="Homo floresiensis"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Homo floresiensis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di Pulau &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores" title="Pulau Flores"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Flores&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; pada &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/2003" title="2003"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; menandakan bahwa daerah kepulauan Asia
Tenggara ini paling tidak telah ditinggali oleh manusia sejak 18.000 tahun
lalu, dengan perkiraan terjauh sampai 94.000 tahun yang lalu. Sejarah Asia Tenggara
sebelum zaman kerajaan tidak diketahui banyak. Beberapa kerajaan berawal di
daratannya, yang sekarang &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Burma" title="Burma"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Burma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;(Myannmar)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kerajaan pertama yang berkembang di kepulauan
Asia Tenggara adalah &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya" title="Sriwijaya"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Sriwijaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Dari sejak abad ke-5 ibu kota Sriwijaya, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Palembang" title="Palembang"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Palembang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, merupakan pelabuhan utama antara &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/India" title="India"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cina" title="Cina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.
Dan kemudian diikuti oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit" title="Majapahit"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Majapahit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mataram" title="Mataram"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Mataram&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; Hindu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.
Pedagang Muslim mulai memasuki daerah ini pada abad ke-12.Sebagian sumber
mengatakan bahwa pedagang Muslim malah lebih awal masuk pada zaman kekhalifahan
para sahabat nabi yaitu sekitar pada abad ke-7. Samudra &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pasai" title="Pasai"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Pasai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
merupakan kesultanan Islam pertama. Namun umur kesultanan ini tidak berangsur
lama karena Majapahit dengan cepat menaklukkan kesultanan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Karena kondisi geografis yang berdekatan
dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/India" title="India"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cina" title="Cina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, kawasan ini banyak terpengaruh oleh
kebudayaan India, dan China. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Malaka" title="Selat Malaka"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Selat Malaka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; merupakan jalur perdagangan yang ramai sejak
berabad-abad lalu, dan masih bertahan hingga sekarang. Kerajaan Malaka yang
menguasai selat tersebut sering digempur oleh berbagai bangsa dan akhirnya
jatuh ke bangsa Portugis pada tahun 1511 dan direbut lagi oleh Belanda pada
tahun 1641. Pengaruh Sultan Aceh saat itu Sultan Iskandar Muda juga sangat
berpengaruh pada kemunduran Kerajaan Malaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kebanyakan ekonomi negara-negara di Asia
Tenggara masih digolongkan kepada &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_berkembang" title="Negara berkembang"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;negara berkembang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, hanya &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; yang digolongkan ke dalam &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_maju" title="Negara maju"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;negara maju&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak
tergantung pada hasil alam, dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kawasan_perdagangan_bebas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Kawasan perdagangan bebas (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;kawasan perdagangan bebas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; Asia Tenggara oleh negara-negara &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/ASEAN" title="ASEAN"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;ASEAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Demografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Penduduk asli Asia Tenggara terdiri dari
berbagai macam suku yang jumlahnya sangat banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid #AAAAAA .25pt; mso-padding-alt: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Khmer" title="Suku Khmer"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Khmer&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (94%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa" title="Tionghoa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (4%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Vietnam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Suku Vietnam (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku
  Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1%), lainnya
  (kebanyakan suku Cham) (1%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laos" title="Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Lao
  Daratan Rendah (56%), Lao Theung (34%), Lao Soung (10%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myanmar" title="Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Burma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Suku Burma (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku
  Burma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (68%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Shan" title="Shan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Shan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
  (9%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karen&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Karen (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Karen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (6%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rakhine" title="Rakhine"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Rakhine&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (4%), lainnya (termasuk suku Tionghoa, dan Indo-Arya)
  (13%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Thai" title="Suku Thai"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Thai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (75%), Tionghoa (14%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Melayu" title="Suku Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (4%), Khmer (3%), lainnya (4%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Vietnam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Suku Vietnam (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku
  Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (88%), Tionghoa (4%),
  Thai (2%), lainnya (6%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Melayu
  (69%), Tionghoa (18%), suku pribumi Brunei (6%), lainnya (7%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipino" title="Filipino"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipino&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (80%), Tionghoa (10%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Indo-Arya" title="Bangsa Indo-Arya"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indo-Arya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (5%), bangsa &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Amerika" title="Amerika"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Amerika&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (2%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab" title="Bangsa Arab"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Arab&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1%), lainnya (2%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa" title="Suku Jawa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (41,7%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda" title="Suku Sunda"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Sunda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (15,4%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Melayu" title="Suku Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (3,4%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Madura" title="Suku Madura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Madura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (3,3%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak" title="Suku Batak"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Batak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (3.0%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Minangkabau" title="Suku Minangkabau"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Minangkabau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (2,7%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi" title="Suku Betawi"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Betawi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (2,5%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bugis" title="Suku Bugis"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Bugis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (2,5%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banten" title="Suku Banten"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Banten&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (2,1%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjar" title="Suku Banjar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Banjar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1,7%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bali" title="Suku Bali"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Bali&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1,5%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sasak" title="Suku Sasak"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Sasak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1,3%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Makassar" title="Suku Makassar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Makassar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (1,0%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Cirebon" title="Suku Cirebon"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Cirebon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (0,9%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tionghoa" title="Suku Tionghoa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (0,9%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Aceh" title="Suku Aceh"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Aceh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (0,43%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Toraja" title="Suku Toraja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Toraja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (0,37%), sisanya ratusan suku kecil dari
  Rumpun &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Melanesia" title="Melanesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Melanesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Melayu-Polinesia" title="Melayu-Polinesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Melayu-Polinesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Melayu" title="Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Asli" title="Orang Asli"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Orang Asli&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (60%), Tionghoa (30%), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tamil" title="Tamil"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Tamil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (6,4%), lainnya (2%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Tionghoa
  (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), lainnya (2%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste" title="Timor Leste"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.0pt 3.0pt 3.0pt 3.0pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Austronesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Suku Austronesia (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Austronesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Melayu" title="Suku Melayu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;suku Melayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, suku &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Portugis" title="Portugis"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Portugis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Peradaban India dan China di Asia Tenggara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Perkembangan sejarah Asia
Tenggara pada zaman kuno dipengaruhi oleh dua hal yaitu factor angin dan
sungai-sungai besar (Sudrajat, 2012) Angin musim yang bertiup secara teratur
setiap tahun memungkinkan wilayah Asia Tenggara dilalui oleh pelayaran.
Sedangkan sungai besar memungkinkan bangsa-bangsa Asia Tenggara dilalui oleh
pelayaran. Sedangkan sungai besar memungkinkan bangsa- bangsa Asia Tenggara
membangun konsentrasi pemukiman untuk kemudian mengembangkan peradaban yang
lebih maju dan berkembang di kemudian hari. Hal inilah yang membuat kuatnya
pengaruh peradaban India dan China di Asia Tenggara yang berbatasan langsung
dengan negara-negara di Asia Tenggara. Faktor dekatnya secara geografis dengan
pusat peradaban China dan India barangkali menjadi faktor penentu sejarah Asia
Tenggara pada umumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kawasan Asia Tenggara
merupakan salah satu kawasan kuno di dunia jika dilihat adanya penduduk yang
hidup di wilayah ini. Hal ini dilihat dari banyaknya penemuan fosil-fosil
manusia purba di beberapa wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Kawasan
ini, pada masa protosejarah sebenarnya merupakan wilayah yang dinamis dalam
perkembangan kebudayaanya. Wilayah tersebut merupakan terminal migrasi bangsa
yang dating dari arah Asia continental, Dalam upaya menempati wilayah yang baru
saja dihuni, manusia migran dari daratan Asia mengembangkan kebudayaanya yang
akan menjadi dasar perkembangan kebudayaan Asia Tenggara hingga kini. Setelah
beberapa ratus abad bermukim di daratan Asia Tenggara, orang-orang yang
kemudian mengembangkan kebudayaan Austronesia tersebut, sebagian ada yang
melanjutkan migrasinya ke wilayah kepulauan, menyebar&amp;nbsp; kearah kepulauan, menyebar kearah kepulauan
Nusantara dan juga Philipina, bahkan terus berlanjut kearah pulau-pulau di
Samudera Pasifik. Kebudayaan Austronesia tidak mungkin berkembang sendiri di wilayah
Asia Tenggara, karena kawasan tersebut menjadi arena pertemuan dua kebudayaan
besar Asia yang telah lama berkembang, karena kebudayaan itu adalah India dan
China (Hubbilah, Adi, &amp;amp; Antika, 2012)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Penyebaran Agama dan Kebudayaan di Asia
Tenggara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dalam program pertukaran kebudayaan antar
India dan Asia Tenggara telah terjadi pada awal abad Masehi. India menerima
siswa/mahasiswa Asia Tenggara, saudagar dan kaum kolonis Asia Tenggara.
Koloni-koloni perdagangan Indonesia didirikan di-Benggala dekat kota Kalkuta
dan pantai Koromandel di bagian tenggara India. Sebaliknya orang India
melakukan perjalanan ke Asia Tenggara,&amp;nbsp;
termasuk Indonesia. Abad ke-6 sebelum Masehi Kitab Ramayana India
menyebut suatu pulau emas, yang dimaksud mungkin Burma dan Semenanjung Melayu
yang mempunyai tambang emas. Dalam abad ke-3 sebelum Masehi seorang Buddhis
terkenal dari kerajaan Asoka mengirimkan misionaris ke Burma. Pada abad
berikutnya misi yang sama dikirim ke Cambodia, Cochin Cina. Dari orang-orang
India penduduk Asia Tenggara menerima agama baru, lengkap dengan filsafat,
mitologi, tempat pemujaan, bahasa, tulisan, hokum dan teori politik (Milton W,
Meyer, 1965).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Agama yang dianut oleh penduduk Asia Tenggara
sangat beragam, dan tersebar di seluruh wilayah. Agama &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Buddha" title="Buddha"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Buddha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; menjadi mayoritas di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myanmar" title="Myanmar"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Myanmar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laos" title="Laos"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Laos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
serta &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam" title="Vietnam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kamboja" title="Kamboja"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kamboja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Agama &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dianut oleh mayoritas penduduk di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei" title="Brunei"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Brunei&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dengan Indonesia menjadi negara dengan penganut Islam
terbanyak di dunia. Agama &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kristen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; menjadi mayoritas di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Leste" title="Timor Leste"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, agama dengan pemeluk terbanyak adalah agama yang dianut
oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Tionghoa" title="Orang Tionghoa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;orang
Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; seperti &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Buddha" title="Buddha"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Buddha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taoisme" title="Taoisme"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Taoisme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Konfusianisme" title="Konfusianisme"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Konfusianisme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Walau begitu, di beberapa daerah, ada
kantong-kantong pemeluk agama yang bukan mayoritas seperti &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hindu" title="Hindu"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Hindu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di
&lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bali" title="Bali"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kristen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" title="Maluku"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Maluku&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Papua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
atau Islam di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Filipina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; bagian selatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesia-Bull.jpg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_37"
 o:spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/Indonesia-Bull.jpg/220px-Indonesia-Bull.jpg"
 href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesia-Bull.jpg" style='width:165pt;
 height:219.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
 &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
 &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image068.jpg"
  o:title="220px-Indonesia-Bull"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/Indonesia-Bull.jpg/220px-Indonesia-Bull.jpg" border="0" height="293" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image068.jpg" v:shapes="Picture_x0020_37" width="220" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Kerbau
di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wallace's_line.jpg"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_38"
 o:spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Wallace%27s_line.jpg/220px-Wallace%27s_line.jpg"
 href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wallace's_line.jpg" style='width:165pt;
 height:110.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"&gt;
 &lt;v:fill o:detectmouseclick="t"/&gt;
 &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\AULIAN~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image069.jpg"
  o:title="220px-Wallace%27s_line"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Wallace%27s_line.jpg/220px-Wallace%27s_line.jpg" border="0" height="147" src="file:///C:/Users/AULIAN~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image069.jpg" v:shapes="Picture_x0020_38" width="220" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Garis khayal Wallace yang
memisahkan fauna Australasia dengan Asia Tenggara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Beraneka ragam hewan hidup di Asia Tenggara;
di pulau Kalimantan, dapat ditemukan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Orangutan" title="Orangutan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;orangutan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Asia" title="Gajah Asia"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Gajah Asia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Badak_Sumatra" title="Badak Sumatra"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Badak Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Macan_Dahan" title="Macan Dahan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Macan Dahan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;i&gt;Neofelis nebulosa diardi&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Binturong&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Binturong (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Binturong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dapat ditemukan di pulau &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Palawan" title="Palawan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Palawan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kerbau" title="Kerbau"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Kerbau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;, baik yang dipelihara maupun yang liar, tersebar di
sepanjang Asia Tenggara, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kancil" title="Kancil"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;kancil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; dapat ditemukan di Sumatra, dan Kalimantan. Kancil
sendiri merupakan hewan yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat di
Indonesia, dan banyak dikenal anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Burung-burung yang cantik seperti &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Merak" title="Merak"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;burung merak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Srigunting&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Srigunting (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;srigunting&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;i&gt;drongo&lt;/i&gt;) hidup di subkawasan Asia ini
hingga sejauh sebelah timur Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Babirusa" title="Babirusa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Babirusa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (babi dengan empat gading), &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Anoa" title="Anoa"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;anoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;,
dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Biawak_komodo" title="Biawak komodo"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;komodo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; juga terdapat di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Burung_Enggang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Burung Enggang (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Burung
Enggang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; banyak dicari untuk
paruhnya, dan diperdagangkan ke Tiongkok. Tanduk badak juga turut
diperdagangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kepulauan Indonesia dipisahkan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Garis_Wallace" title="Garis Wallace"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Garis Wallace&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Garis ini berada di sepanjang sebuah
perbatasan lempeng tektonik, dan memisahkan spesies Asia (Barat) dari spesies
Australasia (Timur). Pulau-pulau antara Jawa/Kalimantan, dan Papua yang
membentuk kawasan campuran di mana kedua spesies ada dinamakan &lt;i&gt;Wallacea&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Perairan dangkal di terumbu karang (&lt;i&gt;coral
reef&lt;/i&gt;) di Asia Tenggara mempunyai tingkat &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Biodiversitas" title="Biodiversitas"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;biodiversitas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; tertinggi untuk ekosistem laut di dunia, di
mana ikan-ikan, dan moluska banyak dijumpai. &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ikan_hiu_paus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Ikan hiu paus (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Ikan
hiu paus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;i&gt;rhincodon typus&lt;/i&gt;)
juga hidup di &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laut_China_Selatan" title="Laut China Selatan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Laut
China Selatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pepohonan, dan tanaman lainnya di kawasan ini
adalah tumbuhan tropis; di beberapa negara di mana terdapat gunung-gunung yang
cukup tinggi, tanaman bersuhu menengah dapat ditemukan. Wilayah-wilayah &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_hujan" title="Hutan hujan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;hutan hujan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; (&lt;i&gt;rainforest&lt;/i&gt;) ini saat ini banyak mengalami
penebangan liar, khususnya di Kalimantan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Meskipun Asia Tenggara kaya akan flora, dan
fauna, kawasan ini menghadapi &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Penebangan_hutan" title="Penebangan hutan"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;penebangan hutan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; yang berat, sehingga mengakibatkan hilangnya
habitat berbagai &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Spesies_terancam" title="Spesies terancam"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;spesies
terancam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; seperti orangutan, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Macan_Sumatra" title="Macan Sumatra"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;Macan Sumatra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;. Pada saat yang sama, &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabut_asap" title="Kabut asap"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;kabut asap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; juga merupakan peristiwa yang lazim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kabut asap terburuk yang pernah terjadi
berlangsung pada tahun &lt;/span&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;1998&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt; di mana beberapa negara diselimuti kabut
yang tebal. Menghadapi masalah ini, beberapa negara di Asia Tenggara
menandatangani Persetujuan ASEAN mengenai Polusi Kabut Asap Transperbatasan (&lt;i&gt;ASEAN
Agreement on Transboundary Haze Pollution&lt;/i&gt;) untuk melawan polusi yang
diakibatkan kabut asap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;BAB III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Wilayah Asia Tenggara sebenarnya mempunyai potensi yang
sangat banyak, khususnya negara Indonesia, negara kita yang tercinta ini. Jika
negara kita dan negara tetangga yang lain menjalin kerja sama yang lebih erat
lagi, maka kawasan Asia Tenggara mungkin akan lebih dipertimbangkan di mata
dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Wilayah ini dari dulu merupakan kunci sukses suatu bangsa
jika ingin membuat kerajaan atau kekaisaran seperti Jepang yang memang
mengincar wilayah ini bahkan sebelum perang dunia ke-II dimulai untuk
memantapkan sumber daya nya dan untuk menjalankan mesin-mesin perangnya.
Tentara sekutu bahkan mati-matian mempertahankan dan mengambil-alih kembali
wilayah ini selama perang dunia ke-II. Jadi wilayah ini sangat penting dari
sisi ekonomi, politik dan geografis. Sayangnya kita terlalu terpecah dalam
konflik internal seperti perebutan wilayah dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Marilah Asia Tenggara kita bersatu dan mewujudkan
persaudaraan yang lebih kuat dan harmonis kembali. Suatu saat Asia Tenggara
akan menjadi aliansi yang paling menakutkan dunia. SDA dan SDM yang tidak
terbatas dari wilayah ini yang menjadi alasan saya mengatakan demikian.
Negara-negara adidaya seperti USA dan Russia tidak akan berani mengganggu
bahkan mengatur-ngatur kita. Kita akan mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri)
seperti kata presiden pertama kita, Bung Karno.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Gunawan, Rudy. 2013 Sejarah Asia Tenggara. Bandung:
Alfabeta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Suyatno. 1995 Sejarah Asia Tenggara. Surakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://spistai.blogspot.co.id/2009/03/sejarah-kedatangan-islam-di-indonesia.html"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;http://spistai.blogspot.co.id/2009/03/sejarah-kedatangan-islam-di-indonesia.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://spensakes.blogspot.co.id/2013/11/biografi-afonso-de-albuquerque.html"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;http://spensakes.blogspot.co.id/2013/11/biografi-afonso-de-albuquerque.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Mengapa Kita harus berterima kasih kepada AS dan Sekutu-sekutunya pada kemerdekaan Indonesia?</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2016/02/mengapa-kita-harus-berterima-kasih.html</link><pubDate>Tue, 1 Mar 2016 13:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-3669692458747426261</guid><description>&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Perang Dunia ke-2 sudah dimulai, Hitler sebagai pemimpin Nazi Jerman terus menyerang Polandia, dan membagi negara itu dengan Uni Soviet. Inggris dan Perancis pun menyatakan perang dengan segera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jerman kemudian menduduki Denmark, Norwegia serta Belanda. Hal inini memicu kepanikan di seantero Belanda bahkan ratu Juliana mengungsi ke Inggris. Sementara jajahan Belanda di Asia Tenggara yaitu Indonesia ditinggal dalam ketidakpastian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Jepang bersama Italia dan Jerman telah menandatangani pakta 3 negara yang mengijinkan Jepang menduduki semua jajahan Sekutu di Asia Pasifik. Jepang pun mulai menyiapkan menyerang Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. AS kalah telak karena tidak siap. Hal ini memicu keterlibatan AS dalam Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Setelah itu Jepang secara cepat menduduki Filipina, IndoChina, Myannmar, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Di Filipina, tentara AS yang bertahan mati-matian, akhirnya tidak mampu bertahan dan kalah. Douglas MacArthur, pemimpin AS yang terkenal mengeluarkan kata " I will return".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Indonesia yang menjadi sasaran empuk akhirnya jatuh pada tahun 1942. Kedatangan Jepang disambut gembira karena dianggap mengalahkan Belanda, sang penjajah. Namun ternyata Jepang lebih kejam daripada Belanda. Rakyat Indonesia dijadikan pekerja paksa (romusha), wanitanya dijadikan pemuas nafsu tentara Jepang dan berbagai kekejaman lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Pada saat ini Jepang seolah tak terkalahkan, namun pada Pertempuran Midway, Jepang kehilangan kapal- kapal induknya, sedangkan AS hanya hilang 1 kapal induk. Ditambah lagi tewasnya Yamamoto, pemimpin Jepang. Industri mesin perang AS secara mengejutkantak henti-hentinya memproduksi perlengkapan perang dengan sangat cepat diluar perkiraan. Sedangkan Jepang produksi militernya sangat lambat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dan seperti kata Sun Tzu, &lt;b&gt;"Dan kenalilah musuhmu dalam peperangan maka kau tak akan terkalahkan dalam 100 pertempuran"&lt;/b&gt;. AS pun perlahan-lahan mulai mengontrol Asia Pasifik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Di Indonesia sendiri Jepang mulai panik dan mulai mempersiapkan tentara Indonesia untuk dilatih berperang seperti PETA, Heiho dll. Serta mulai menjanjikan kemerdekaan RI supaya mau membantu Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Douglas MacArthur yang diungsikan ke Australia, akhirnya menempati janjinya dengan merebut Filipina bahkan membebaskan seluruh kawasan yang dikuasai Jepang. Jepang mengeluarkan senjata terakhir, Kamikaze(bom bunuh diri), tapi tak mempan. Dan Tanggal 6 &amp;amp; 9 Agustus 1945, AS membom atom Hiroshima dan Nagasaki yang mengakibatkan Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Di Indonesia sendiri kejadian tersebut memicu pemuda-pemuda untuk secepatnya memproklamasikan kemerdekaan. Dan tanggal 17 Agustus 1945, negara kita memproklamasikan kemerdekaan yang kita rayakan sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Disini jelas peran AS dan sekutu-sekutunya dalam mengalahkan Jepang, kalau Jepang tidak kalah, kemerdekaan kita mungkin bakal lamalagi. Terlepas dari tidak setujunya saya terhadap kebijakan AS yang selalu mencampuri urusan negara lain namun terima kasih besar terutama kepada bapak Douglas MacArthur. Kalau bukan beliau yang mengalahkan Jepang, mungkin kemerdekaan kita akan lebih lama lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Terima kasih jika ada kata-kata yang tidak berkenan mohon dimaafkan. Kritik dan saran dengan senang hati saya terima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Asal Mula Kota Wonogiri</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2011/11/asal-mula-kota-wonogiri.html</link><category>Kota-Kota di Indonesia</category><pubDate>Mon, 14 Nov 2011 22:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-2850370718059782200</guid><description>Pada zaman Kerajaan Demak ada seorang pertapa sakti bernama Ki Kesdik Wacana. Dia tinggal menyendiri di salah satu gua yang termasuk dalam jajaran Pegunungan Seribu. Pegunungan ini dikelilingi hutan yang&amp;nbsp; penuh dengan pepohonan lebat dan alam yang indah. Tidak heran jika penguasa Demak pada waktu itu menjadikan sebagai hutan wisata raja dan tempat perburuan binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu-waktu tertentu, datanglah rombongan raja dengan pengiring dan senopatinya. Mereka berburu binatang, terutama Rusa. Sebagian hasil dari perburuan itu ada yang dihabiskan di tempat dan sebagian lagi biasanya dibawa kembali ke istana. Bekas tempat pesta pora itu pada akhirnya menjadi sebuah desa yang sekarang dinamakan Desa Senang, yang berarti tempat untuk bersenang-senang. Sampai sekarang desa itu masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu ketika Raja Demak mengirimkan seorang utusan bernama Raden Panji untuk menemui pertapa Ki Kesdik Wacana. Melalui utusannya, Raja meminta kepada Ki Kesdik Wacana untuk membawa beberapa ekor rusa untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan di Istananya. Ki Kesdik Wacana menyanggupi permintaan Raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kesaktiannya Ki Kesdik Wacana memasukkan rusa-rusa itu dalam bumbung, rongga pada ruas pohon bambu petung dan kemudian disumbat. Bumbung tersebut kemudian diserahkan kepada Raden Panji disertai dengan pesan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
"Raden Panji, bumbung ini berisi rusa-rusa yang dikehendaki oleh sang Prabu. Sengaja aku masukkan ke dalam bumbung ini supaya Raden Panji mudah membawanya. Lagi pula perjalanan dari sini ke Keraton cukup jauh. Namu ingat pesanku, jangan coba-coba sekalipun membuka isi dari bumbung tersebut sampai bumbung tersebut telah ada di hadapan Raja."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Terima kasih bapak pertapa, saya akan selalu ingat pesan itu" kata Raden Panji dengan penuh hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang kembali ke Demak, pikiran Raden Panji dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan yang tidak bisa terjawab oleh Raden Panji sendiri. Menurut dia tidaklah masuk akal rusa-rusa yang diminta oleh sang Prabu dimasukkan ke bumbung ini. Ini sangat tidak logis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Raden Panji tetap ingat pesan Ki Kesdik Wacana untuk tidak membuka bumbung itu sampai di hadapan Raja. Raden Panji pun akhirnya membatalkan keinginannya untuk membuka bumbung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang, karena lelah Raden Panji singgah sebentar di sebuah hutan jati yang lebat. Saat melepas lelah, pandangan Raden Panji terus memandang bumbung tersebut dengan perasaan heran. Karena terus memandang bumbung tersebut, akhirnya Raden Panji membuka bumbung tersebut untuk mengetahui isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika sumbat bumbung dibuka, Raden Panji kaget bukan kepalang melihat kejadian aneh. Dalam keadaaan yang masih terbengong, tiba-tiba dari bumbung tersebut keluar hewan kecil yang makin lama makin membesar. Ternyata hewan-hewan itu adalah rusa-rusa yang berjumlah 16 ekor atau 8 pasang. Dan kesemuanya dengan cepat segera masuk ke hutan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raden Panji yang segera sadar dari kekagetannya itu, langsung&amp;nbsp; segera berlari cepat ke hutan untuk mengejar rusa-rusa itu sampai kopiahnya jatuh ke tanah. Namun beliau tidak menghiraukan kejadian tersebut. Walau usahanya untuk mengejar rusa-rusa itu sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan main sedih dan menyesal hati Raden Panji akibat kecerobohannya itu. Raden Panji hanya bisa jatuh tertunduk malu dan lesu. Tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Mau balik ke Demak takut terken murka Raja. Mau kembali tempat pertapaan Ki Kesdik Wacana takut terkena makian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untunglah Ki Kesdik Wacana yang sakti dapat segera mengetahui peristiwa itu. Oleh karena itu Ki Kesdik segera menyusulnya. Dalam perjalanan menyusul Raden Panji, Ki Kesdik sempat menemukan kopiah Raden Panji yang terjatuh. Pertapa sakti itu pun berkata, wahai bumi dan langit saksikanlah bahwa tempat ini sejak saat ini aku beri nama Wana Kethu. Jadilah tempat itu sampai sekarang bernama Wana Kethu. 'Wana' berarti hutan dan 'Kethu' artinya kopiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama Ki Kesdik Wacana segera menemukan tempat Raden Panji. Melihat kehadiran Ki Kesdik Wacana, Raden Panji pun sangat kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mohon ampun bapak, hamba telah berbuat lancang membuka sumbat bumbung itu dan mengakibatkan hewan-hewan yang ada di dalam bumbung itu keluar semua. Sekarang hamba pasrah menerima hukuman dari bapak pertapa" kata Raden Panji bersedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pengakuan Raden Panji, sang pertapa merasa kasihan tetapi yang bersalah tetap harus menerima hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Raden Panji, ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu adalah utusan raja yang telah diberi amanat. Sayang sekali kamu tidak dapat melaksanakan amanat itu. Oleh karena itu kamu tetap mendapat hukuman. Mulai sekarang, janganlah kamu berwujud manusia, tetapi jadilah kamu seekor&amp;nbsp; Rusa Wulung penunggu hutan jati ini" kata Bapak Pertapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu selesai ucapan bapak pertapa itu, seketiak tiba-tiba dunia menjadi gelap gulita dan di langit terdengar suara petir menyambar-nyambar. Semua seakan menjadi saksi atas segala ucapan bapak pertapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar keadaanya. Secara mendadak Raden Panji yang asalnya manusia berubah menjadi rusa jantan yang sangat gagah dengan bulu wulungnya. Raden Panji yang sudah berubah menjadi rusa itu menangis dan bersimpuh di hadapan pertapa sakti tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hukuman ini terlampau berat bagi Hamba, Bapak. Mohon bapak sudi mencabutnya," ratap rusa wulung penjelmaan Raden Panji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun penyeselana tinggal penyesalan, Raden Panji harus mengalami kehidupan baru sebagai pemimpin pasangan rusa yang dahulu dilepasnya di Wana Kethu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah peristiwa di Wana Kethu itu, Ki Kesdik Wacana naik ke atas bukit kecil tak jauh dari situ. Sesampai di puncak bukit itu, ia berhenti sesaat untuk mengagumi keindahahan alam di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bukit ini begitu indah. Besok kalau ada keadaan zama sudah ramai, bukit ini aku namai dengan Gunung Giri. sedangkan sungai yang mengalir dibawahnya aku namakan Sungai Wahyu. Sekarang nama sungai ini adalah Bengawan Solo." kata Ki Kesdik Wacana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu ketika dalam kesempatan yang lain, Sunan Giri dalam pengembaraanya sampai di tempat yang dahulu dikunjungi Ki Kesdik Wacana. Sama dengan Ki Kesdik Wacana, Sunan Giri juga mengagumi keindahan alam hutan yang sangat luas dengan alamnya yang berbukit-bukit. Sunan Giri pun berkata "Besok kalau ada keramaian zaman, tempat ini aku namai Wonogiri".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wono&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Wana&lt;/i&gt; berarti 'hutan', sedangkan &lt;i&gt;Giri&lt;/i&gt; berarti 'Gunung'. Demikianlah tempat yang berhutan lebat dan bergunung-gunung itu sampai sekarang bernama Wonogiri yang terletak di Propinsi Jawa Tengah.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">39</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Review Tentang Buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Edisi 1992</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2011/07/review-tentang-buku-100-tokoh-yang.html</link><category>Review Buku 1</category><pubDate>Sat, 30 Jul 2011 16:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-1492355243273298650</guid><description>Halo para pembaca sudah lama saya baru muncul lagi. Maklum disamping banyak tugas, saya juga bingung menuliskan tentang topik yang akan ditulis dalam Blog ini sebab Blog ini bertemakan Sejarah. Dan hari ini barulah saya menemukan topik yang tepat untuk diceritakan kepada para pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari ini saya akan menulis tentang sedikit review dalam Buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Edisi 1992 karangan Michael H.Hart dimana banyak sekali perubahan rangking tentang orang-orang yang termasuk dalam daftar ini. Saya akan membahas sedikit tentang perubahan yang terdapat dalam Buku edisi 1992 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pertama, 3 tokoh komunis yang berpengaruh yakni, Karl Marx. Joseph Stalin dan Lenin turun peringkat jauh sekali bahkan Lenin yang pada edisi 1978 hanya berbeda sedikit dengan peringkat Karl Marx sekarang selisihnya jauh sekali malah sekarang peringkat Lenin dibawah Joseph Stalin. Hal ini pasti sudah tahu bagi para pembaca yang sering mengamati perkembangan sejarah dari tahun ke tahun&amp;nbsp; atau sering membaca buku Sejarah, Edisi tahun 1978 komunis masih jaya-jaya nya makanya Michael H. Hart menempatkan tokoh-tokoh ini masuk dalam peringkat hampir atas(kecuali Stalin).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan edisi 1992, Uni Soviet dan komunisme-nya sudah runtuh dan hancur berantakan akibat naiknya presiden demokrastis&amp;nbsp; Mikhail Gorbachev yang membuat beliau masuk dalam daftar 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah. Dan akibat ini, Michael H.Hart menata ulang peringkat-peringkatnya dan sebagai dampak peringkat 3 tokoh komunis ini turun drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga saya perhatikan masuknya Ernest Rutherford menggantikan Niels Bohr, dan naik drastisnya peringkat John Dalton, penemu atom. Saya sangat mendukung dengan penaikan peringkat ini disebabkan dua tokoh inilah yang menemukan atom dan mengetahui bahwa atom itu mempunyai atom negatif dan positif meski Rutherford belum sempurna. Sedangkan Niels Bohr hanya memperbaiki kesalahan dalam teori Rutherford sehingga dia dihapus dari 100 tokoh edisi 1992 ini, padahal di edisi 1978, dia menempati peringkat ke-100 pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu ada perubahan lain dimana dihapusnya Pablo Picasso dari buku ini alasannya belum terlalu jelas. Tetapi saya mengira itu wajar-wajar saja karena beliau hanyalah seorang pelukis. Juga kenaikan 10 peringkat dari Tokoh penemu Geometri, Euclid juga saya mendukung 100%. Mengapa begitu? Seandainya tidak ada Geometri, bagaimana manusia mau mengukur suatu bangunan, merancang bangunan atau mungkin insinyur perancang bangunan tidak akan ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi saya sangat salut dengan 1 tokoh ini Nabi Muhammad SAW, beliau tidak ada tandingannya di dunia. Prestasi ini hampir disamai oleh Jengis Khan, sayang beliau bukan nabi melainkan hanya seorang raja sehingga pengaruhnya hanya sebentar. Bedanya adalah berbanding 180 derajat. Nabi Muhammad dikenal sebagai orang yang sabar, penyantun, ramah tamah dan sopan terhadap semua orang, meskipun kebanyakan orang-orang non islam mengatakan yang sebaliknya(saya tidak bilang semua begitu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Jengis Khan sendiri&amp;nbsp; sudah jelas terkenal di seluruh dunia, di buku sejarah, di komik tokoh dunia dan para pengamat sejarah sebagai orang yang kejam, angkuh, tamak, dan sedikit culas tetapi dangkal pengetahuannya hingga ke keturunannya. Buktinya bisa dilihat ketika pasukan Hulagu Khan (anak Jengis Khan) menyerang Baghdad, Baghdad merupakan kota terbesar Islam di masa itu. Dan disitu pula berbagai macam ilmuwan, para tokoh terkenal, buku-buku lengkap disitu. Padahal Eropa dimasa itu masih berkutat dengan sihir dan hal-hal takhayul lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasukan Hulagu Khan yang menyerang kota itu dan hasilnya jelas menang telak diakibatkan pada abad itu dibawah kepemimpinan Abbasiyah, ilmu memang lebih berkembang daripada masa dinasti sebelumnya tetapi mereka melupakan di bidang kemiliteran. Akibatnya pasukan Hulagu Khan menang telak dan membantai ribuan rakyat Baghdad. Tetapi ketika saya membaca kelanjutan sejarah dari perang ini, sangat tolol dan terlalu tolol. Mereka justru membuang buku-buku itu kedalam sungai Eufrat sehingga airnya yang semula jernih menjadi hitam akibat terkena buku-buku yang dibuang itu. Seandainya waktu itu Hulagu Khan berpikir lebih jauh, mungkin bangsa Mongol akan bertahan lebih lama. Buku-buku itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan negeri dan kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehabis menguasai Baghdad, mereka menguasai Palestina, tetapi itulah berkat pengetahuan, beberapa tahun kemudian, dinasti Fathimiyah dari Mesir berhasil mengusir bangsa Mongol bahkan mereka berhasil menguasai Baghdad kembali. Sisa pasukan Mongol mundur ke Mogul, India dan akhirnya mereka masuk Islam dan mendirikan kerajaan Islam yang cukup besar disitu. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jadi sekali lagi ingat! kemiliteran dan pengetahuan adalah hal yang tak bisa dipisahkan begitu saja. Dan harus ada keseimbangan diantara mereka karena jika salah satunya terlupakan, maka contoh diatas anda bisa saksikan sendiri antara kerajaan yang mementingkan pengetahuan dan lebih mementingkan kemiliteran.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bukti Eropa yang pada perang Salib pertama menang, mereka tidak serta merta hanya membantai penduduk Islam dan Yahudi begitu saja, tetapi mereka juga mempelajari pengetahuannya. Dan Renaissance(Masa dimana Eropa menuju kemajuan) muncul juga dipengaruhi oleh Perang Salib ini meski memang mereka kalah 7 kali dari pasukan Islam karena kalah strategi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian yang dapat saya sampaikan dari Review ini, Mohon maaf bila ada kesalahan dan mohon diberikan saran dan kritik terhadap artikel ini. Tetapi mohon diberikan &lt;b&gt;komentar yang sopan dan tidak memberikan spam-spam yang tidak jelas atau saya akan menghapus komentar tersebut.&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Memperingati Invasi Uni Soviet ke Afghanistan</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/12/memperingati-invasi-uni-soviet-ke.html</link><category>Invasi Uni Soviet</category><pubDate>Mon, 27 Dec 2010 10:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-8229665869654192535</guid><description>&lt;b&gt;&amp;nbsp;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini (27 Desember), 31 tahun yang lalu untuk pertama kalinya secara terbuka pasukan komunis Uni Soviet melakukan invasi ke bumi Afghanistan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masuknya pasukan komunis Soviet ke wilayah tersebut pada tanggal 27 Desember 1979 tersebut atas permintaan seorang pejabat dari partai komunis Afghanistan, yang ingin adanya campur tangan militer asing dalam merubah hirarki yang berkuasa pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uni Soviet pada saat itu memutuskan untuk memberi bantuan kepada Afganistan untuk menjalankan revolusi. Pemimpin Soviet, berdasarkan informasi dari KGB dan sekutunya di Afganistan, merasa presiden Hafizullah Amin telah membuat situasi di Afghanistan tidak stabil. KGB di Kabul sendiri telah memperingatkan orang yang hendak mengkudeta presiden Amin dan pembunuh Taraki (presiden sebelumnya) bahwa kepemimpinan Amin akan menuju ke tindakan "represi kasar".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soviet mendirikan komisi khusus di Afganistan, atas perintah pemimpin KGB Yuri Andropov, Ponomaryev dari Komite Pusat dan Dmitry Ustinov, Menteri Pertahanan Uni Soviet. Pada akhir Oktober mereka melaporkan bahwa Amin telah membersihkan lawan-lawan politiknya, termasuk para simpatisan Soviet; kesetiannya terhadap Moskow hanyalah bohongan; begitu informasi yang diterima Soviet atas perilaku Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argumentasi terakhir untuk mengeliminasi Amin adalah informasi yang didapat oleh KGB dari agennya di Kabul, menurut dugaan, dua dari penjaga Amin telah membunuh presiden sebelumnya, Nur Muhammad Taraki dengan menggunakan bantal, dan Amin sendiri diduga adalah agen CIA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 22 Desember, penasehat Soviet menasehati kepala Pasukan Bersenjata Afganistan, agar mereka untuk melakukan pemeliharaan tank dan untuk peralatan perang lainnya karena kemungkinan situasi genting terjadi. Sementara itu, hubungan telekomunikasi keluar area Kabul diputus, mengisolasi ibukota itu. Dengan memburuknya situasi keamanan, sebagian besar anggota pasukan Pasung Soviet bergabung dengan pasukan darat di Kabul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui situasi semakian memanas, presiden Hafizullah Amin memindahkan kantor presidennya ke Istana Tajbeg, yang dipercaya bahwa tempat ini lebih aman dari mendapatkan risiko yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat pada tanggal 27 Desember 1979, 700 pasukan Soviet dengan memakai seragam militer Afganistan, termasuk OSNAZ dan 54 pasukan khusus Soviet Spetsnaz dari Grup Alpha dan Grup Zenith, mengambil alih pemerintah, militer dan bangunan-bangunan di Kabul, termasuk merebut target utama mereka - Istana Tajbeg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Invasi pasukan Soviet menggulingkan pemerintah Afghanistan pada waktu bernama Operasi Badai-333 («Шторм-333»). Operasi ini berhasil dan sukses di mana tentara Soviet berhasil merebut dan memasuki Istana Tajbeg di Afganistan dan membunuh Presiden Hafizullah Amin dan 200 pengawalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sejak tanggal itu (27 Desember) di mulailah babak baru Afghanistan resmi di bawah kekuasaan rezim pro komunis Soviet dan dijajah oleh Uni Soviet.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>10 Tokoh Dunia  Tertragis (Darius III)</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/10-tokoh-dunia-tertragis-darius-iii.html</link><category>Tokoh Tertragis</category><pubDate>Thu, 16 Sep 2010 14:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-449341036549033540</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Darius III (380 SM-330 SM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darius III merupakan salah satu dari raja-raja Persia terkenal. Darius dikenal sebagai pemimpin Persia ketika bangsanya sedang menghadapi perang dengan bangsa Macedonia di bawah pimpinan Alexander yang Agung yang berhasil mengalahkannya dan menguasai wilayah jajahan Persia dan Persia-nya sendiri. Padahal pasukan Persia berjumlah lebih banyak. Namun dengan strategi Alexander yang Agung akhirnya tentara Macedonia pun menang telak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke Darius III. Beliau lahir di Persia (tidak diketahui nama kotanya) tahun 380 SM dan meninggal di Baktria pada tahun 330 SM. Ayahnya bernama Arsames dan Ibunya bernama Sisygambis. Beliau menganut agama Zoroastrianisme. Semasa memerintah beliau pernah hampir diracun oleh Bagoas, seorang yang telah membunuh Raja sebelumnya Artaexes III beserta anak-anaknya kecuali Arses. Arses akhirnya oleh Bagoas dipasang sebagai tahta raja boneka dengan gelar Artaexes IV. Beliau adalah seorang yang baik namun akhirnya dia dibunuh juga oleh Bagoas. Lalu jabatan diserahkan kepada Codomannus, ahli waris yang sah yang masih hidup terakhir ke tahta Persia. Codomannus akhirnya mengambil nama Darius III. Beliau pun sempat diracun juga oleh Bagoas, namun tidak berhasil dan Bagoas oleh Darius dipaksa minum racun. tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya Darius adalah orang yang tidak bisa mengatur kerajaan dengan baik. Akibatnya kerajaan yang sebelumnya keadaanya sangat parah menjadi tambah parah. Padahal mereka akan mendapat serbuan Philip II, ayah Alexander dari Persia. Benar saja, tahun 336 SM Philip II benar-benar menyerang jajahan Persia di Yunani dan mengalahkannya. Akibatnya tentara Persia lari kalang kabut kembali ke negerinya. Sayangnya, Philip dibunuh. Dan perang pun terhenti sementara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak Philip II, Alexander yang Agung menjadi raja pada usia 20 tahun mengambil alih pimpinan perang. Beliau menyerang Asia kecil dan berhasil menaklukannya yang merupakan jajahan Persia juga. Darius tidak pernah muncul dalam&amp;nbsp; garis depan medan perang karena dia tahu benar kekuatan Alexander yang sangat licik. Darius juga pernah tertangkap ketika perang Gaugamela tetapi berhasil meloloskan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedudukan Persia semakin terdesak karena tentara Alexander terus-menerus menang dan hampir mendekati Ibukota Persia. Dan akhinya memang kejadian, ALexander yang Agung masuk ke Ibukota Persia. Darius lagi-lagi melarikan diri. Sialnya beliau dibunuh oleh Bessus, konon merupakan jenderalnya sendiri. Mengetahui hal itu Bessus ditangkap oleh Alexander, disiksa lalu dibunuh. Alexander pun mengubur Darius dengan sangat mewah dan kemudia menikahi putri Darius, Statira. Itulah akhir dari ketidakbecusan Darius dan menandai takluknya Persia oleh Macedonia meskipun setelah Alexander yang Agung ,meninggal, Persia tumbuh lagi walaupun hanya berupa kerajaan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa saya masukkan Darius III sebagai daftar tokoh dunia tertragis. Beliau dari awal saja sudah memimpin dengan ketidakbecusannya mengatur kerajaan dan di kerajaan sendiri pun sudah parah dari peninggalan raja-raja pendahulunya. Ditambah lagi di masa dialah Persia mengalami kemerosotan yang drastis dan beliau pun akhirnya dibunuh pula oleh Jenderalnya sendiri. Begitu malangnya seorang Darius.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>10 Tokoh Dunia  Tertragis (Boudicca)</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/10-tokoh-dunia-tertragis-boudicca.html</link><category>Tokoh Tertragis</category><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 16:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-3394638687244580177</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpZFRAXpr2aO9RM3LHgty3gVrgSY5Cvv6bmnHqXS2F7uoWrStwLXC0Nx9VvfR2jItwlQ_V2k9I530UIsoJPxL63GqTG3wzV1LYylb7x7e1qiDwkqShAJYlTPRI_bJT0wCklM3XZ3oSfHY/s1600/boudicca.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpZFRAXpr2aO9RM3LHgty3gVrgSY5Cvv6bmnHqXS2F7uoWrStwLXC0Nx9VvfR2jItwlQ_V2k9I530UIsoJPxL63GqTG3wzV1LYylb7x7e1qiDwkqShAJYlTPRI_bJT0wCklM3XZ3oSfHY/s320/boudicca.jpg" width="258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Boudicca (30 M - tidak diketahui)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boudicca merupakan salah saru tokoh yang menentang penjajah Romawi selain Hannibal Barca dari Cartago. Beliau lahir sekitar tahun 30 Masehi. Beliau mempunyai suami bernama Prasutagus yang merupakan raja Iceni. Setelah suaminya meninggal barulah dia menonjol sebagai ratu Iceni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Julius Caesar menaklukkan sebagian kecil Inggris sekitar tahun 55 SM, suku Iceni dan suku-suku lainnya menderita walaupun akhirnya penaklukkan itu tidak secara permanen karen Caesar lebih memilih menaklukkan sisa-sisa wilayah kerajaan Gaul (Perancis). Pilihan Caesar ini sangatlah tepat mengingat dengan menaklukkan Gaul wilayah Kerajaan Romawi bagian utara menjadi aman dari serangan bangsa Anglo-Saxon, Viking dan sebagainya. Dan untuk sementara suku-suku di Inggris aman kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi datanglah kembali tentara-tentara Romawi yang ketika itu berkuasa adalah Augustus Caesar dan kembali menjajah Inggris bahkan lebih luas lagi. Hal ini membuat rakyat Inggris lebih menderita lagi daripada periode penjajahan pertama. Dan mereka memukuli Boudicca dan memperkosa dua putrinya. Sementara itu, banyak rumah rakyat yang dibakar. Timbullah kebencian semua rakyat Inggris kepada penjajah Romawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Boudicca yang memimpin suku Iceni, berhasil mengangkat pamor rakyat Inggris. Dan dia pun berhasil mengumpulkan pasukan sebanyak 100.000 pasukan untuk menyerang kedudukan Romawi di London yang waktu itu gubernurnya adalah Suetonius Paulinus. Paulinus berusaha menyusun pasukan Romawi di London tetapi terlambat dan kalah jumlah. Paulinus berhasil melarikan diri dari London. Pasukan Romawi yang tidak siap tercerai berai dan dibantai oleh pasukan Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi akhirnya&amp;nbsp; pada tahun 61 M tentara Romawi yang dikirim oleh raja Romawi saat itu, Nero berhasil membalikkan keadaan meski jumlah mereka lebih sedikit. Dan pertempuran terjadi namun karena kalah strategi pasukan Inggris kalah telak. Mereka kehilangan sekitar 80.000 orang dan pasukan Romawi hanya tewas sekitar 400 orang. Dan kekalahan ini membuat Romawi lebih kejam lagi terhadap rakyat Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boudicca, tidak diketahui keberadaannya. Tetapi, menurut legenda dia selamat dari kematian namun sesampai di rumah dia bunuh diri dengan menenggak racun karena dia malu kalau tertangkap pasukan Romawi. Boudicca pun sampai sekarang dinyatakan pahlawan wanita Inggris yang gagah berani.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpZFRAXpr2aO9RM3LHgty3gVrgSY5Cvv6bmnHqXS2F7uoWrStwLXC0Nx9VvfR2jItwlQ_V2k9I530UIsoJPxL63GqTG3wzV1LYylb7x7e1qiDwkqShAJYlTPRI_bJT0wCklM3XZ3oSfHY/s72-c/boudicca.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>10 Tokoh Dunia  Tertragis (Julius Caesar)</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/10-tokoh-dunia-tertragis-julius-caesar.html</link><category>Tokoh Tertragis</category><pubDate>Fri, 10 Sep 2010 22:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-8358708305724699110</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFLg62TBDUrAi6RY42YatfWVFmiwLmiqzXJQ2lNV2cDOhZh3HJk2FjtcMbK4lZx88FXHPKvdMXGUErfJkblluY2tMsfnuii7C5srBJ6phzjvCnATkargsXgYgdwvzbE2ekobT81jxMwC1p/s1600/julius+caesar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFLg62TBDUrAi6RY42YatfWVFmiwLmiqzXJQ2lNV2cDOhZh3HJk2FjtcMbK4lZx88FXHPKvdMXGUErfJkblluY2tMsfnuii7C5srBJ6phzjvCnATkargsXgYgdwvzbE2ekobT81jxMwC1p/s320/julius+caesar.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Julius Caesar (13 Juli 100 SM - 15 Maret 44 SM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Julius Caesar adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi. Beliaulah yang membuat kerajaan Romawi menjadi kuat dan mampu memperluas kekuasaannya hingga ke Gaul(Perancis), melancarkan serangan pertama ke Inggris (meski tidak mengusai seluruhnya dan diteruskan oleh raja-raja sesudahnya) dan pengaruhnya masih berbekas hingga sampai saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau bertarung selama perang saudara melawan Pompeius yang berasal dari senat. Beliau berhasil mengalahkannya di Yunani. Akibatnya beliau pun menjadi diktator Romawi seumur hidup dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa itu di abad ke-2&amp;nbsp; sebelum masehi orang-orang Romawi sudah berhasil mengalahkan Cartago yang dipimpin oleh Hannibal Barca.&amp;nbsp; Penaklukkan ini membuat mereka memiliki harta yang melimpah ruah. Tetapi keadaan kacau karena banyak peperangan yang terjadi. Senat Romawi, yang asalnya hanya semacam dewan kecil tidak mampu mengatur kekuasaan yang demikian luasnya. Korupsi pun merajalela di pemerintahan Romawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caesar membawahi propinsi Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini);  dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang) sewaktu menjadi Gubernur. Di bawah komandannya saat itu ada  empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara. Selam tahun 58-51 SM Caesar menggunakan pasukan itu untuk menyerbu sisa-sisa kekuasaan Gaul, bagian-bagian dari Swiss, Belanda dan Jerman. Keberhasilan ini mengangkat pamor Julius Caesar. Sehingga kembali dari sana beliau dianggap sebagai pahlawn kemenangan Romawi. Dan penaklukkan ini sangatlah penting mengingat Gaul merupakan pelindung Romawi dari ancaman musuh di wilayah utara selama beratus-ratus tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika komando militernya berakhir dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi penduduk biasa. Caesar tahu itu adalah ide lawan-lawan politiknya untuk menghancurkan karier politiknya.&amp;nbsp; Oleh sebab itu di malam tanggal 10-11 Januari 49 SM, dalam pertempuran terbuak dalam melawan pasukan senat, Caesar memimpin pasukannya menyeberangi Sungai Rubicon di belahan utara Italia menuju Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini merupakan langkah melanggar aturan karena tak lain merupakan suatu pemula perang saudara antara pasukan Julius Caesar dengan pasukan yang masih setia terhadap senat. Pertempuran berlangsung tak kurang dari 4 tahun lamanya yang akhirnya dimenangkan Caesar. Pertempuran penentu terjadi di Munda, Spanyol, tanggal 7 Maret 45 SM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Julius Caesar mengambil pemerintahan dan menjadi diktator seumur hidup.&amp;nbsp; Beliau juga sempat menduduki Alexandria, ibukota Mesir. Tetapi, dikembalikan ke Cleopatra atas bujuk rayunya dengan syarat menjadi istri gelapnya. Namun banyak yang dendam kepadanya termasuk senator-senator yang dulu dikalahkannya . Akhirnya Julius Caesar ditusuk hingga meninggal dalam sebuah sidang Senat oleh Marcus Junius Brutus dengan berkomplot dengan senator lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ini merupakan akhir dari Romawi yang berbentuk Republik. Akibat kejadian itu terjadi ketegangan antara pendukung Augustus dan pendukung senator Antonius karena kedua-duanya merasa berhak untuk menguasai tahta kerajaan dan sama-sama orang terdekat Caesar. Tetapi terjadi kesepakatan antara Augustus dengan Antonius. Augustus menjadi Kaisar yang menandai berakhirnya Romawi berbentuk republik dan Antonius menjadi Gubernur Gaul (Perancis) dan Italia bagian utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuktikan kesetiaan Mesir terhadap Romawi, Antonius menemui Cleopatra di Alexandria. Tetapi Antonius malah jatuh cinta dengan Cleopatra dan menikahinya. Antonius pun menceraikan istrinya yang bernama Octavia di Roma dan memaksa warga Romawi untuk mengakui bahwa dia telah memperistri Cleopatra. Augustus marah karena Antonius membelot ke arah Mesir dan dia pun menyatakan perang. Pada tahun 31 SM Romawi menyerbu pasukan Antonius yang didukung pasukan Mesir. Namun, mereka kalah di lepas pantai Yunani dan Antonius terbunuh. Dan Cleopatra pun mengetahui suaminya meninggal, langsung bunuh diri dengan membiarkan ular berbisa menggigit tangannya sampai meninggal. Menurut kepercayaan Mesir, digigit ular berbisa merupakan kematian yang abadi. Mungkin itulah sebabnya Cleopatra memilih cara mati seperti itu daripada menanggung malu menjadi tawanan Romawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa saya memasukkan Julius Caesar ke dalam 10 tokoh dunia tertragis. Pertama, seandainya beliau tidak dibunuh beliau dapat mengembangkan kekuasaannya kembali. Kedua, Akibat perselingkuhan dengan Cleopatra, Ratu Mesir maka namanya tercoreng sebagai raja yang tak tahu diri. Dan ini dianggap orang Romawi sebagai kehancuran dari Republik Romawi bersumber dari Julius Caesar. Padahal orang-orang senatlah penyebabnya. Mereka membunuh Julius Caesar tanpa memikirkan jangka ke depan. Mereka hanya menuruti nafsu beringas mereka tanpa menggunakan otak terlebih dahulu.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFLg62TBDUrAi6RY42YatfWVFmiwLmiqzXJQ2lNV2cDOhZh3HJk2FjtcMbK4lZx88FXHPKvdMXGUErfJkblluY2tMsfnuii7C5srBJ6phzjvCnATkargsXgYgdwvzbE2ekobT81jxMwC1p/s72-c/julius+caesar.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>10 Tokoh Dunia Tertragis (Alexander yang Agung)</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/20-tokoh-dunia-tertragis.html</link><category>Tokoh Tertragis</category><pubDate>Wed, 8 Sep 2010 16:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-1082601979588614297</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini saya akan menampilkan para tokoh dunia tertragis&amp;nbsp; berikut ini nama tokoh-tokohnya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Alexander yang Agung (Meninggal dalam usia yang amat muda)&lt;br /&gt;
2. Julius Caesar {Meninggal dibunuh oleh senat (di kita DPR)}&lt;br /&gt;
3. Boudicca (Meninggal dibunuh secara kejam oleh tentara Romawi)&lt;br /&gt;
4. Darius III ( Meninggal dibunuh oleh Jendralnya sendiri)&lt;br /&gt;
5. John F. Kennedy (Meninggal ditembak di Dallas,Texas)&lt;br /&gt;
6. Umar bin Khattab (Dibunuh oleh seorang Majusi ketika sedang shalat subuh)&lt;br /&gt;
7. Cleopatra (Meninggal bunuh diri dengan membiarkan ular kobra menggigit tangannya)&lt;br /&gt;
8. Adolf Hitler (Meninggal bunuh diri)&lt;br /&gt;
9. Saddam Hussein (Meninggal dihukum gantung oleh AS akibat dituduh membuat senjata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; pemusnah massal tapi tidak terbukti)&lt;br /&gt;
10. Abraham Clinton (Meninggal dibunuh oleh orang amerika serikat bagian selatan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini akan saya jelaskan masing-masing per tokoh :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjtY7r_25a2y01nIaubypBQKOC0yVSQR4W9ZTsUtbsicsoKL-UWLJuJdhdGnTaugD8dinQRlRkRH_L-uLwlrDir5tbKEbRHvpdb8ttdWCLwY8JY6BySrITOcDuCWG1TUD_511c8ugLx_zl/s1600/alexander-the-great.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjtY7r_25a2y01nIaubypBQKOC0yVSQR4W9ZTsUtbsicsoKL-UWLJuJdhdGnTaugD8dinQRlRkRH_L-uLwlrDir5tbKEbRHvpdb8ttdWCLwY8JY6BySrITOcDuCWG1TUD_511c8ugLx_zl/s320/alexander-the-great.jpg" width="272" /&gt;&lt;/a&gt;1. Alexander yang Agung (356 SM-323 SM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander yang Agung saya masukkan dalam tokoh dunia tertragis diakibatkan meninggal dalam usia yang amat muda. Beliau meninggal pada usia 33 tahun. Sungguh usia yang muda sekali bukan? Dan yang lebih anehnya lagi kematiannya tidak jelas ada yang bilang diracun oleh temannya atau terkena sihir dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander yang Agung dilahirkan di Pella yang dulu merupakan ibukota Kerajaan Macedonia. Ayahnya bernama Philip II dan Ibunya adalah Olympias. Dan selama beliau dari kecil hingga menjadi raja menggantikan ayahnya beliau oleh ayahnya diajar oleh filsuf terkenal saat itu, Aristoteles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 340 SM Philip II mengumpulkan tentara besar untuk menyerang Byzantium dan Alexander yang agung ditunjuk sebagai panglima perang sementara padahal dia baru berusia 16 tahun. Beliau pun meraih kemenangan pertamanya. Namun sempat terjadi percekcokan antara Alexander yang Agung dengan ayahnya. Hal ini diakibatkan karena ayahnya mau menikah lagi dengan perempuan yang lain. Alexander yang marah langsung meninggalkan rumah walaupun akhirnya diminta ayahnya untuk balik kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ketika Philip II dan Alexander yang Agung untuk menikahkan putrinya. Namun dia justru dibunuh oleh prajuritnya sendiri. Alexander yang melihat itu langsung membunuh prajurit tersebut. Menurut saya prajurit itu membunuh ayahnya Alexander dikarenakan diberi bayaran yang tinggi oleh Ibunya Alexander karena dendam suaminya ingin menikah kembali dengan wanita lain. Buktinya sewaktu ayahnya Alexander dibunuh dia malah tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Alexander yang Agung naik tahta pada usia 20 tahun menggantikan ayahnya yang mangkat. Mendengar ini kota-kota di Yunani yang telah tunduk kepada kerajaan Macedonia seperti Athena dan Thebes memberontak namun dapat dipadamkan oleh Alexander yang Agung.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Pada tahun 335 SM Alexander yang Agung dengan hanya membawa 30.000 pasukan menyerang Persia dibawah pimpinan Darius III. Alexander yang Agung berhasil menaklukkan Persia dan berbalik menyerang Mesir yang merupaka jajahan Persia. Tentara Persia di Mesir menyerah tanpa perlawanan dan oleh rakyat Mesir Alexander yang Agung diangkat menjadi dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Alexander berbalik ke Persia lagi dan menyerang Darius III yang bertahan di Ibukotanya. Darius III melarikan diri dan tentara Alexander yang Agung menang lagi. Tetapi datang kepada Alexander yang Agung jenderal Persia yang membunuh Darius III. Alexander yang Agung marah besar dan jenderal tersebut dibunuhnya sendiri. Darius III pun oleh Alexander yang Agung dikubur dengan sangat mewah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penaklukkan itu Alexander yang Agung balik ke Macedonia. Tetapi para prajuritnya mengkritik bahwa dia telah memasukkan kebudayaan Yunani-Macedonia-Persia menjadi satu. Dan orang-orang Persia boleh masuk tentaranya. Para prajurit tersebut memberontak di kota Opis. Para Pemimpin pemberontakan dieksekusi namun prajuritnya dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya Alexander yang Agung mengalami demam 11 hari dan akhirnya meninggal. Akibatnya belum jelas. Namun ada suatu cerita ketika itu Alexander yang Agung habis dari rumah prajurit-prajuritnya dan ingin ke Istananya. Datang seorang nenek-nenek berpakaian hitam berkata " Hai Alexander kamu bila masuk kedalam sana maka kamu tak akan bisa keluar kembali"&amp;nbsp; Namun oleh Alexander yang Agung tidak dihiraukan dan memang benar kutukan itu benar-benar terjadi. Alexander yang Agung pun meninggal misterius. Sampai sekarang belum ada sumber sejarah yang menemukan fakta tentang sebab kematian Alexander yang Agung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa saya sebutkan bahwa Alexander yang Agung tokoh dunia tertragis ? Pertama setelah meninggalnya Kekuasaannya hancur berantakan karena Alexander yang Agung tidak menunjuk penggantinya. Kedua, seandainya dia diberi waktu yang panjang mungkin daerah Cina, Semenanjung Andalusia, Gaul (Perancis) dan daerah lainnya akan dikuasai oleh Alexander yang Agung walaupun mungkin tidak bertahan lama. Dan Kekuasaannya pun bisa melebihi Romawi atau Mongol pada masa Jengis Khan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjtY7r_25a2y01nIaubypBQKOC0yVSQR4W9ZTsUtbsicsoKL-UWLJuJdhdGnTaugD8dinQRlRkRH_L-uLwlrDir5tbKEbRHvpdb8ttdWCLwY8JY6BySrITOcDuCWG1TUD_511c8ugLx_zl/s72-c/alexander-the-great.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Peter Yang Agung, Tokoh Modernisasi Rusia</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/peter-yang-agung-tokoh-modernisasi.html</link><category>Peter Yang Agung</category><pubDate>Sat, 4 Sep 2010 11:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-907586198696139311</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peter yang Agung adalah orang yang mungkin menurut sebagian orang paling berjasa terhadap Rusia dibandingkan dengan raja-raja sebelumnya. Beliaulah yang membuat Rusia yang dulunya jauh ketinggalan di belakang dengan negara-negara barat menjadi sejajar dengan mereka hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peter dilahirkan tahun 1672 di Moskow. Beliau merupakan anak satu-satunya dari Tsar Alexis dengan istri keduanya Natalia Narishkina.Peter belum lagi mencapai umur empat tahun tatkala ayahnya meninggal dunia. Karena Alexis punya tiga belas anak dari istri pertamanya, taklah mengherankan jika terjadi pergulatan panjang bahkan keras untuk memperebutkan mahkota. Dalam suatu kejadian, si Peter muda diharuskan pergi meninggalkan negeri seumur hidup. Selama bertahun-tahun Sophia, saudara tiri Peter menjadi penguasa sementara karena Peter masih terlampau muda. Dan baru sesudah tahun 1689, ketika dia melepaskan kedudukan itu posisi Peter menjadi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rusia pada tahun 1689 sangat jauh tertinggal oleh negara-negara barat dalam hamir semua bidang. Mereka sama sekali tidak mencicipi masa Reinassance maupun Reformasi. Perbudakan merajalela, matematika dan ilmu pasti tidak dikenal disana, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1697-1698 Peter melakukan perjalanan panjang ke Eropa Barat. Perjalanan inilah yang menggugah hati Peter untuk memodernisasi Rusia menjadi negara yang seimbang dengan kekuatan Eropa Barat. Akibatnya Rusia mampu mengejar ketertinggalan dengan Eropa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seandainya Rusia tidak punya Peter yang Agung dan justru Sultan Turki-lah yang melakukan modernisasi maka mungkin wilayah Rusia yang luas bisa dicaplok oleh Jepang, Cina dan Turki sendiri. Berkat Peter yang Agung militer diperkuat dengan ala Eropa Barat sehingga wilayah Rusia tetap utuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Turki sendiri ? Mereka baru sebenarnya sudah lebih maju daripada Russia karena budaya mereka &amp;nbsp;yang sangat unggul segalanya modernisasi ketika sistem kekhalifahan runtuh dengan diganti dengan sistem republik. Mustafa Kemal Ataturk yang menjadi presiden pertama Turki. Dia-lah yang berhasil memodernisasi Turki menurut versinya walaupun saya sedikit meragukannya. Dan setelah diketahui secara mendalam bahwa beliau adalah agen Yahudi yang disisipkan Inggris untuk memecah belah Turki karena sulitnya menaklukkan Turki. Untuk memperlemah Turki Agen Inggris yang juga orang Yahudi T.E Lawrence di Arab Saudi untuk memberontak kepada kekaisaran Turki dan juga memprovokasi negara-negara lainnya. Dan Turki-pun jatuh ke dalam genggaman Yahudi dan Inggris pun mampu menguasai Turki. Walaupun pada perang Dunia I beliau berpihak kepada Jerman yang merupakan lawan Inggris(hal inilah yang menyebabkan Inggris menyusupkan agennya). Kekuatan militer Turki sangat menyulitkan Inggris walaupun akhirnya menyerah juga karena dikepung beramai ramai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah dia Peter yang Agung sang modernisator Rusia. Beliau meninggal tahun 1725. Di Rusia dia dinobatkan sebagai Pahlawan Modernisasi. Beliau pun membangun kota yaitu Petersburg yang diambil dari namanya sendiri. Kota itu pernah menjadi ibukota Negara Rusia namun akhirnya dipindahkan ke Moskow. Kota ini juga terkenal dengan klub sepakbolanya yaitu Zenit St Petersburg.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Istana Tertua di Dunia Diubah Turki Jadi Museum Terbuka</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/09/istana-tertua-di-dunia-diubah-turki.html</link><category>Istana Tertua di Turki</category><pubDate>Fri, 3 Sep 2010 22:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-736733065607839321</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu istana berusia 5.000 tahun ditemukan di Turki Timur, istana tertua di dunia, akan menjadi museum udara terbuka pada Juni mendatang, kantor berita semi-pemerintah, Anatolia, melaporkan, Kamis. Istana yang ditemukan di bawah tanah di Aslantepe Tumulus, satu permukiman kuno di desa Orduzu, Provinsi Malatya, itu dibangun pada 3.300 Sebelum Masehi, dan pemugaran istana itu akan rampung pada tahun kini, kata Marcella Frangipane, dosen arkeologi Italia di Universitas La Spienza dan ketua tim penggalian di Aslantepe, kata Anatolia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, museum itu akan memperlihatkan bagaimana negara purba di Aslantepe mulai dibangun dan bagaimana sistem negara dijalankan.Ia menjelaskan, tim penggalian berhasil menemukan plafon setiap ruang istana bersama atap untuk melindungi bangunan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekas-bekas sebuah kuil, sebuah ruang pengadilan dan lorong-lorong ditemukan di dalam istana tersebut, sementara segel-segel ditemukan di sana yang menunjukkan keberadaan birokrasi pada saat itu, kata Frangipane.Peradaban tersebut berakhir dengan suatu kebakaran, namun bekas-bekas istana itu sangat penting untuk kemanusiaan, katanya.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Muhammad SAW, Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/08/muhammad-saw-tokoh-yang-paling.html</link><category>Muhammad SAW</category><category>Orang paling berpengaruh dalam sejarah</category><pubDate>Tue, 31 Aug 2010 04:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-8707259696667019818</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang dinobatkannya Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia di dalam &lt;b&gt;Buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah&lt;/b&gt; karangan &lt;b&gt;Michael H. Hart &lt;/b&gt;baik edisi 1978 maupun edisi revisi 1992. Edisi revisi ini saya sudah menduga akibat hancurnya komunisme. Terbukti dari menurunnya peringkat tokoh tokoh komunis dan masuknya beberapa tokoh baru seperti Ernest Rutherford dsb. Tetapi anehnya Michael H.Hart dalam bukunya baik sebelum revisi (1978) maupun setelah revisi (1992) &amp;nbsp;menyatakan bahwa Muhammad adalah orang yang paling berpengaruh dalam sejarah dan sama sekali tidak tergoyahkan padahal dia sendiri bukanlah orang Islam walaupun terdapat banyak kritikan dari orang-orang Eropa tersendiri yang menganggap Nabi Isa(Yesus Kristus) adalah harus nomor 1. Tetapi beliau tetap kukuh dalam pendiriannya. Saya sendiri kagum atas pendiriannya.Di bawah ini saya akan menjelaskan mengapa Muhammad &amp;nbsp;SAW layak menjadi no 1 dalam Sejarah di muka bumi ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad dilahirkan ketika bangsa Arab sedang &amp;nbsp;jatuh peradabannya. Mental mereka dipengaruhi oleh bermacam-macam pengaruh-pengaruh yang sangat tidak terpuji. Mereka menyembah berhala, mabuk-mabukan, melakukan pembunuhan bahkan menganggap wanita adalah sampah. Hal ini dibuktikan jika ada bayi wanita yang lahir harus dibunuh. Padahal mereka tidak menyadari bahwa merekapun lahir dari rahim seorang Ibu yang jelas juga seorang wanita. Dalam masa yang sesulit inilah Allah mengangkat Nabi di tengah-tengah mereka yaitu Muhammad SAW. Lahirnya beliau di kalangan Arab sangat mengherankan sekaligus mengejutkan bangsa Yahudi karena mereka menganggap Nabi terakhir adalah dari kalangan mereka yaitu Nabi Isa AS. Tetapi Isa sendiri bilang bahwa setelah ku akan ada nabi terakhir hal ini juga dijelaskan dalam kitab Taurat dan Injil yang masih asli bukan Injil yang sekarang. Taurat sekarang sudah tidak menjadi pedoman lagi bahkan peredarannya sekarang terbatas. Kalau adapun sudah pasti diubah-ubah isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat isi kitab Injil dan Taurat menyatakan bahwa nabi terakhir bukan berasal dari kalangan mereka, melainkan berasal dari kaum Arab, mereka mulai marah dan merasa bahwa kaum Arab adalah kaum miskin, hina, tidak beradab. Dan &amp;nbsp;mereka mulai mencari-cari nabi terakhir itu bahkan mereka ingin membunuhnya. Tetapi Allah berkehendak lain, nabi Muhammad lahir di tengah-tengah kelompok Arab sebelum kaum Yahudi bertindak lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad yang dilahirkan sebagai anak yatim dan pada umur 6 tahun menjadi yatim piatu. Hal ini tentu saja sangat tidak diduga kaum Yahudi yang mengincarnya. Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya kemudian diserahkan oleh pamannnya Abu Talib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada &amp;nbsp;umur 40 tahun Muhammad mendapat wahyu kenabian dari Allah SWT&amp;nbsp;Padahal Muhammad tidak bisa baca tulis karena tidak diajarkan di waktu kecil. Sedikit demi sedikit Muhammad menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi. Barulah setelah Umar bin Khattab ra. dan Hamzah bin Abdul Muthalib ra. atas anjuran kedua orang tersebut mulai mengajarkan Islam secara terang-terangan. Berbagai reaksi dari kaum Quraisy yang penyembah berhala. Mulai dari menyiksa kaum Muslimin hingga memblokir pasokan makanan hingga kaum muslimin kelaparan. Karena tekanan dari kaum Quraisy semakin menjadi-menjadi kaum Muslimin hijrah sebentar ke Habsyi (Ethiopia) sebentar lalu ke Madinah secara permanen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum meninggalkan Muhammad dengan marahnya mengatakan " Suatu saat nanti aku akan balik dan akan membunuh kalian semua dengan cara yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh bangsa Arab" walaupun pada akhirnya setelah pembebasan kota Mekkah Muhammad tidak melakukannya bahkan kaum Quraisy diperlakukan dengan damai. Kaum Quraisy tercengang-cengang dengan kejadian ini bahkan banyak dari mereka yang masuk Islam menambah kekuatan pasukan Islam. Kaum Quraisy suku yang cukup terbelakang perlahan-perlahan menyatukan suku-suku Arab lainnya mengubah bangsa Arab menjadi bangsa yang kokoh, kuat dan pantang menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad benar-benar orang paling sabar yang saya pernah baca dalam berbagai buku tokoh-tokoh di dunia. Kesabarannya membuahkan hasil. Setelah meninggal atas anjuran beliau pemerintahan dibagi-bagi kedalam 4 khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra. Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib ra untuk meneruskan pemerintahannya. Walaupun banyak pertentangan dalam transisi masa pemerintahan bahkan banyak terjadi pemberontakan dan munculnya nabi-nabi palsu yang mengaku-ngaku sebagai nabi terakhir namun hal ini dapat dipadamkan dengan cepat. Hal ini yang membuat bangsa Arab maju sangat drastis yang membuat kerajaan-kerajaan besar seperti Romawi dan Persia ketakutan dan kalang kabut. Bahkan mampu menguasai Spanyol dan hampir menguasi seluruh Eropa sebelum dihentikan oleh Charles de Martel (Charlemagne) Jenderal Perancis yang mampu memotong supply bahan makanan Islam dan akhirnya pasukan Islam mundur kembali ke Spanyol. Hal ini yang menyebabkan Charlemagne menjadi kaisar Perancis sekaligus menjadi bapaknya Perancis. Napoleon pun sangat mengagumi Charlemagne.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini juga persis di Mongol sana. Tempat kelahiran Jengis Khan yang mampu menguasai 1/6 muka bumi. Dia juga mampu mengembangkan bangsa Mongol yang tadinya terpuruk dan terpecah belah menjadi satu dan menguasai hampir 1/6 muka bumi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya Muhammad dengan Jengis Khan ? Muhammad adalah orang yang sangat sabar maka agamanya pun berkembang pesat ke seluruh dunia dan menjadi agama terbesar ke-2 di dunia setelah Kristen. Sedangkan Jengis Khan pengikutnya sudah habis akibat kekejamannya terhadap kawan ataupun lawan sehingga orang-orang pun benci kepadanya maupun pengikutnya. Lagipula Jengis Khan bukanlah budaya atau agam sehingga pengaruhnya tidak bertahan lama. Bahkan setelah dinasti Mongol di Cina mengakhiri kekuasaan maka pengikutnya dikejar dan bahkan dihukum mati atau dihakimi warga setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian mengapa Muhammad dianggap sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah. Beliau sebagi pengembang dan pembawa agama juga sebagai politikus dan negarawan yang berakibat Islam bisa menguasai Spanyol walaupun tahun 1492 mereka terusir dari negeri tersebut diakibatkan konflik internal mereka sendiri.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Biografi Imam Syafi'i</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/06/biografi-imam-syafii.html</link><category>Imam Syafi'i</category><pubDate>Thu, 24 Jun 2010 09:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-632767656524823853</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama dan Nasab Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu&lt;br /&gt;
Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam&lt;br /&gt;
keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya&lt;br /&gt;
menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah&lt;br /&gt;
seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam. Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya&lt;br /&gt;
tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja.&lt;br /&gt;
Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kun-yah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dan Tempat Kelahirannya Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman. Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, “Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma&lt;br /&gt;
yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat eliau&lt;br /&gt;
belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab&lt;br /&gt;
Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal.&lt;br /&gt;
Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti&lt;br /&gt;
mengena sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang&lt;br /&gt;
Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya&lt;br /&gt;
itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad,Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun,beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi kesana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keteguhannya Membela Sunnah Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata,“Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.”&lt;br /&gt;
Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wafatnya Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu,beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karangan-Karangannya :&lt;br /&gt;
Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam&lt;br /&gt;
al-Fahrasat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah :&lt;br /&gt;
al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan&lt;br /&gt;
ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan&lt;br /&gt;
As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Asal Usul Kota Kendal</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/06/asal-usul-kota-kendal.html</link><category>Kota-Kota di Indonesia</category><pubDate>Thu, 17 Jun 2010 07:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-4826464371883803136</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kendal merupakan kota yang cukup terkenal di Propinsi Jawa Tengah. Wilayah ini selain Blora juga merupakan kota yang sangat penting di zaman Kerajaan Mataram Islam juga di zaman Kerajaan Majapahit karena posisinya yang berdekatan dengan pantai menjadikannya sebagai kota pelabuhan dan. Kota ini juga merupakan kota yang cukup tua bahkan lebih tua daripada kota Blora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ceritanya begini, Pada waktu itu hampir sebagian besar Penduduk Jawa sudah memeluk agama Islam. Kerajaan Majapahit sebenarnya masih ada, cuma pamornya sudah menurun akibat perang saudara dan masuknya Agama Islam ke Tanah Jawa.Ditambah lagi bangsa Portugis yang perlahan-perlahan mulai menjalin hubungan dagang dengan pantai utara Banten. Sedangkan Kendal sendiri penduduknya sebagian besar masih beragama Hindu akibat pengaruh adipati Majapahit yang berkuasa saat itu, Mpu Pakuwojo. Beliau adalah adipati Majapahit yang masih tersisa dan juga beragama Hindu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengaruh Islam sudah sangat luas akibat berdirinya&amp;nbsp;Kerajaan Demak yang didirikan oleh Raden Patah yang juga merupakan putra asli Majapahit. Adipat-adipati lain banyak yang membelot dari Majapahit dan bergabung dengan Demak serta masuk Islam. Akibatnya Kerajaan Majapahit makin lama makin berkurang. Dan sekitar awal abad ke-16 terjadi perang antara Majapahit dengan Demak dan karena Raden Patah merupakan putra Majapahit juga yang dalam perang itu sebagai panglima dan yang dihadapi tidak lain adalah saudaranya sendiri. Ketika itu kedudukan yang semula seimbang tiba-tiba berbalik 180 derajat akibat membelotnya saudaranya Raden Patah itu. Dan akhirnya Majapahit dapat ditaklukkan sekaligus berakhirnya era Majapahit selama 3 abad (1284-1501)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke Kendal. Mpu Pakuwojo adalah seorang Hindu yang bergari-keras. Dia sangat menentang kehadiran agama Islam di Kendal. Bahkan bila ketahuan ada penduduk Kendal yang memeluk Islam dia akan menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, datang seorang ulama sakti bernama Sunan Katong yang bemaksud menyadarkan Mpu Pakuwojo. Sunan Katong sendiri dulu juga seorang pertapa Hindu yang sakti. Tetapi akhirnya beliau masuk Islam. Dan ketika Sunan Katong bermaksud menyebarkan agama Islam di Kendal, Mpu Pakuwojo sudah jelas menentang habis-habisan dan malah menantang Sunan Katong untuk beradu kesaktian. Karena Mpu Pakuwojo mulai mengeluarkan keris saktinya untuk menghajar Sunan Katong dan akhirnya, Sunan Katong terpaksa beradu kesaktian dengan Mpu Pakuwojo. Tetapi Pakuwojo mengalami kekalahan sehingga dia pun lari. Dan terus dikejar-kejar oleh Sunan Katong dan para santrinya. Dan saking kelelahannya Mpu Pakuwojo bersembunyi di batang pohon yang dibawahnya ada lubang seperti gua. Dia pikir tidak ada yang tahu dia bersembunyi disitu. Tetapi, takdir menentukan bahwa Mpu Pakuwojo tertangkap juga oleh Sunan Katong. Dan akhirnya Mpu Pakuwojo menyerah dan masuk agama Islam dengan syarat tidak terjadi kekerasan dan paksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Sunan Katong berkata "Di batang pohon inilah Mpu Pakuwojo sadar dan masuk agama Islam maka desa ini saya beri nama Kendal. Kendal artinya pembuka jalan atau pembuka kesadaran"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Kendal pun menjadi maju kotanya hingga ada seorang pahlawan nasional bernama KH. Ahmad Rifai. Beliau lahir di desa Kaliwungu, Kendal. Beliau berjuang secara non-fisik. Tetapi karena beliau mempunyai banyak pengikut maka karena dianggap membahayakan beliau ditangkap dan dibuang ke Ambon oleh pemerintah Belanda. Beliau meninggal di sana pada tahun 1859.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah cerita tentang asal-usuk Kota Kendal. Mohon maaf bila ada kesalahan. Terima Kasih</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Ternyata Israel Duduki Dua Pulau Milik Arab Saudi</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/05/ternyata-israel-duduki-dua-pulau-milik.html</link><category>Kecurangan Israel</category><pubDate>Fri, 21 May 2010 16:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-2926579753766395422</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah rahasia yang tersimpan sejak lama, bahwa Israel ternyata menduduki wilayah Arab Saudi sejak tahun 1967. Tiran dan Safir, merupakan dua pulau gabungan milik Arab Saudi yang hanya memiliki luas 113 Km.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya sangat kecil, dan sangat strategis, berada di mulut Teluk Aqaba, dimana lalu lintas ke pelabuhan di selatan Israel harus melewati Laut Merah. Israel membiayai sebuah pos di kedua pulau tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pemerintahan Arab Saudi mengklaim bahwa pulau tersebut sangat kecil, hanya berisi terumbu karang yang tidak penting, namun siapapun yang dapat mengontrolnya, berarti mengontrol Teluk Aqaba. Keduanya sama penting seperti kepulauan Hanish yang pernah diperebutkan pada 1995 silam. Keputusan internasional menyatakan bahwa Hanish adalah milik Yaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling memprihatinkan, selama ini negara Arab Saudi sangat gigih mempertahankan wilayahnya, mempertahankan pulau-pulau serupa agar terus berada dalam kekuasaan mereka, namun mengapa dengan kedua pulau ini Arab Saudi sepertinya enggan bermasalah dengan Israel. Apakah hanya karena pulau tersebut tidak memiliki nilai materi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pulau ini diduduki oleh Israel setelah Raja Faisal memberikan kontrol atas keduanya kepada Mesir agar kapal-kapal Israel tidak dapat melintasi Eilat selama Perang Enam Hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah gencatan senjata, Arab Saudi dan Mesir masing-masing saling mengklaim kepulauan lain sebagai milik mereka, namun membiarkan dua pulau ini diduduki oleh Israel. Ketika Mesir membuat perjanjian damai dengan ISrael pada 1978, Presiden Anwar SAdat menolak memasukkan kedua pulau tersebut dalam perjanjian damai dengan dalih keduanya milik Arab Saudi. Dalam Google Map pun sangat jelas terlihat bahwa kedua pulau berada dalam otoritas arab Saudi. Lalu, mengapa sepertinya kedua negara ini tidak ingin bermasalah dengan Israel dan mengapa masalah ini tidak pernah dipublikasikan oleh media?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya mungkin sederhana : Israel membutuhkan kedua pulau untuk pelayaran kapal-kapal mereka ke Laut Merah. Hanya kehadiran Israel di pulau-pulau itu yang dapat memastikan bahwa jalur pelayaran masuk dalam lalu lintas untuk impor dan ekspor, termasuk perangkat keras militer untuk memerangi negara-negara Arab berjalan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perjanjian internasional, pasukan PBB multinasional juga ditempatkan di pulau-pulau ini untuk "memantau kepatuhan semua pihak". Realitasnya, tentara Amerika dan Mesir membantu melindungi Israel untuk menduduki kedua pulau tersebut. Apa yang akan dilakukan warga Arab Saudi jika mengetahuinya?</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Pecahnya Kerajaan Romawi</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/05/pecahnya-kerajaan-romawi.html</link><category>Runtuhnya Kerajaan Romawi</category><pubDate>Mon, 10 May 2010 18:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-543114154675646163</guid><description>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Peristiwa pecahnya
kerajaan Romawi berawal dari pembagian wilayah menjadi Romawi Barat dan Romawi
Timur tetapi masih merupakan kerajaan Romawi. Karena Romawi sudah tidak sanggup
lagi mengatur wilayahnya yang terlalu luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Tetapi kejadian
ini merupakan malapetaka dari kerajaan Romawi itu sendiri. Romawi Barat menjadi
lemah dan ditaklukkan suku-suku Jermanik. Romawi Timur masih berdiri kokoh
sampai abad ke-15. Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di
Byzantium(Kostantinopel) yang sekarang bernama Istanbul(di wilayah negara Turki
sekarang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Pendiri Kekaisaran Romawi Timur ialah Costantyn yang Agung.
Kemudian diteruskan cucunya Kaisar Heraclius. Setelah pasukan Islam kuat mereka
berupaya menaklukkan Kostantinopel tetapi selalu gagal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Akhirnya tahun
1453 Muhammad al-Fatah menaklukkan kota benteng terkuat dan terakhir Romawi
itu. Akhirnya kerajaan Romawi pun tamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Ceritanya begini
Muhammad al-Fatah sudah mengepung bertahun-tahun kota itu, namun belum menyerah
juga bahkan Kaisar Romawi menantang dan juga meremehkan kekuatan tentara Turki
Utsmani. Lalu dengan menggunakan menara yang memakai roda pasukan Islam
menyerang benteng. Akibatnya tembok-tembok benteng pun banyak yang rusak. Kapal
Islam didatangkan bukan dari laut melainkan dari darat. Tentu saja pasukan Byzantium
kaget bukan kepalang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Dan datang pula pasukan Islam dari arah laut. Akibatnya pasukan
Islam berhasil memanjat tembok. Tetapi banyak yang dilemparkan pasukan dari
dalam tembok yang membuat semangat mereka jadi turun. Akhirnya Muhammad
al-Fatah datang dan memberi semangat dengan menceritakan perjuangan Rasullulah
merebut kembali kota Mekkah. Akhirnya pasukan Islam kembali semangat dan
kembali memanjat tembok. Dan akhirnya pasukan Byzantium pun menyerah juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Selain kekalahan
dari Islam, pengaruh bangsa Anglo-Saxon(Suku kuno Inggris) dan bangsa Prusia
serta bangsa Viking(bangsa bajak laut di sekitar laut Norwegia) yang telah
bangkit juga turut mempercepat runtuhnya kerajaan Romawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Asal Usul Kota Blora</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/05/asal-usul-kota-blora.html</link><category>Kota-Kota di Indonesia</category><pubDate>Sat, 8 May 2010 11:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-7746588074153834970</guid><description>Blora, kota ini terletak di Jawa Tengah. Kali ini saya akan menceritakan asal-usul kota ini. Berikut ini penjelasan tentang &amp;nbsp;nama kota tersebut di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airlangga adalah pendiri kerajaan Kahuripan. Beliau mempunyai wakilnya yaitu putrinya yang bakal menjadi pengganti Airlangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang akhir hayatnya dia kesulitan mencari pengganti tahtanya karena putrinya memilih menjadi pertapa. Karena putrinya menolak menjadi pengganti Airlangga. Akibatnya kedua anak laki-laki putra Airlangga yang juga menjadi adiknya Gayatri mendengar itu menjadi berebut takhta kekuasaan kerajaan Kahuripan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airlangga berkata kepada Gayatri "Gayatri, bagaimana ini adikmu berebut takhta kekuasaan karena kamu menolak jadi raja!" Gayatri menjawab "Ayah bagaimana kalau kerajaan Kahuripan dibagi dua!" Airlangga menjawab dengan tegang "Bagaimana ini kerajaan Kahuripan dibagi menjadi dua sedangkan ayah bersusah payah mempersatukan kerajaan ini" ! Tapi ayah itulah salah satu cara supaya tidak terjadi pertumpahan darah!" Siapa yang akan membagi kerajaan Kahuripan?" tanya Airlangga. "Mpu Baradah" jawab Gayatri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Airlangga langsung mengadakan rapat tentang pembagian Kerajaan Kahuripan dan hasilnya menyetujui pendapat Gayatri. Besok pagi Airlangga langsung mengirim kedua pengawalnya untuk menyampaikan berita ini ke Mpu Baradah. Mpu Baradah &amp;nbsp;pun datang ke Istana. Setelah itu beliau pun mengiyakan pendapat Airlangga meskipun memang cukup berat untuk membagi wilayah &amp;nbsp;kerajaan yang sudah lama ditempatinya. Namun&amp;nbsp;akhirnya &amp;nbsp;beliau bersedia juga untuk &amp;nbsp;membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Akhirnya, Kerajaan Kahuripan dibagi 2 dengan Gunung Kawi sebagai batas. Yaitu Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan ibukotanya Daha yang terletak di sebelah barat Gunung Kawi dan Kerajaan Jenggala atau Singosari dengan ibukotanya Kahuripan terletak di Timur Gunung Kawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian itu sebagai ucapan terima kasih Airlangga memberi sebuah tanah yang sangat luas kepada Mpu Baradah. Tanah itu oleh masyarakat sekitar disebut Bhurara yanng berarti "Bhura" berarti Raja dan "Rara" yang berarti tanah rakyat yang diartikan hadiah tanah raja kepada anak atau orang yang berjasa kepada kerajaan. Namun akhirnya oleh masyarakat sekitar dinamakan Blura dan menjadi nama Blora hingga saat ini.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Siapakah Sebenarnya Drakula? Benarkah dia sesosok makhluk yang menyeramkan??</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/05/siapakah-sebenarnya-drakula-benarkah.html</link><category>Drakula</category><pubDate>Wed, 5 May 2010 13:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-745168725928912999</guid><description>Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Horror of of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman – sebagai wakil Islam – dan Kerajaan Honggaria – sebagai wakil Kristen – semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel – benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab – yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah diprogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tentang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam penyiksaan Dracula tersebut dibahas dalam Bab III buku ini. Metode penyiksaan yang digunakan Dracula untuk menyiksa korban-korbannya antara lain penyulaan, merebus korban hidup-hidup, memaku kepala korban, menjerat leher korban, merusak organ vital perempuan, dan beberapa metode penyiksaan lain yang tak kalah kejam. Di antara metode penyiksaan tersebut penyulaan merupakan yang paling terkenal. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara memasukkan kayu-sebesar lengan tangan orang dewasa yang telah dilancipkan ujungnya-ke dalam anus. Setelah sula masuk kemudian tubuh korban dipancangkan sehingga kayu sula terus masuk menembus tubuh korban hingga tembus ke bagian leher, punggung, atau kepala. Biasanya penyiksaan semacam ini dilakukan oleh Dracula secara massal, sehingga sekali melakukan “upacara” penyulaan jumlah korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat – khususnya umat Islam sendiri – yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka -pahlawan dari pihak Islam – dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih lengkapnya,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adjix.com/3muu" about="_blank"&gt;download disini &lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Benarkah Asap Perang Pasifik Pertama di Pearl Harbour ?</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/05/benarkah-asap-perang-pasifik-pertama-di.html</link><category>Neraka Pearl Harbour</category><pubDate>Tue, 4 May 2010 12:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-431481540612311102</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut orang jika ditanya "Apakah penyebab perang Dunia II di daerah Pasifik ?" Orang-orang pasti menjawab "Karena Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawai yang merupakan pangkalan AL Amerika Serikat" itu betul namun ketika ditanya "Dimanakah asap Perang Pasifik pertama? Orang-orang kebanyakan pasti menjawab jawaban yang sama. Padahal bukan itu jawabannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa bisa begitu?? Sebenarnya asap Perang Pasifik Pertama bukan di Pearl Harbour namun di &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kota Baharu, Malaysia. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ceritanya begini pada tanggal 6 Desember 1941 sehari sebelum Jepang menyerang Pearl Harbour, Jepang memang berniat menyerang pada hari itu tapi ditolak oleh pilot-pilot Jepang dengan alasan kalau malam susah untuk mendarat dan melancarkan serangan. Akhirnya Jepang mengubah haluan dengan menyerang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kota Baharu, Malaysia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; sekitar jam 20.00 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya Jepang sangat khawatir dengan penyerangan ini. Bisa saja pihak Inggris memberitahukan ke pihak AS di Pearl Harbour untuk berjaga-jaga dari serangan pihak Jepang.&lt;br /&gt;
Namun berita itu tidak sampai ke pihak AS. Akibatnya sekitar pukul 07.00 Jepang menyerang Pearl Harbour dengan mudah dan memporak-porandakan Pearl Harbour. AS pun kalah telak dalam pertempuran ini. Ini juga menyebabkan AS ikut terseret dalam Perang Dunia II baik di Front Eropa maupun di Front Pasifik. Dan akhirnya AS pun yang menjadi kunci kemenangan tentara Sekutu di medan Perang Dunia II.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Apakah Layak Sri Susuhunan Pakubuwono VI Jadi Pahlawan Nasional ??</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/04/apakah-layak-sri-susuhunan-pakubuwono.html</link><category>Sri Susuhunan Pakubuwono VI</category><pubDate>Tue, 20 Apr 2010 15:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-1351356609295909053</guid><description>&amp;nbsp;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan di buku-buku pahlawan yang beredar di toko buku menyatakan bahwa sesuai SK Presiden RI no. 294 tahun 1964 menyatakan bahwa Sri Susuhunan Pakubowono VI adalah Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;
Awalnya saya menyangka itu hal yang wajar saja karena di buku pahlawan itu tidak ada kalimat yang menyatakan dia mendukung Belanda alias mengkhianati RI. Tapi ketika saya membaca sebuah buku lain(saya lupa judulnya) menyatakan bahwa &lt;i&gt;beliau telah mengirim pasukan untuk membantu Belanda melawan Pangeran Dipenogoro walau ada unsur paksaan dari Jenderal de Kock. &lt;/i&gt;Tapi di banyak buku pahlawan menyatakan bahwa S&lt;i&gt;ri Susuhunan Pakubuwono VI memang berniat mengirim pasukan untuk membantu Pangeran Dipenogoro tetapi Jenderal de Kock secara mendadak datang ke Surakarta yang memaksa beliau bersikap pasif dan akhirnya dipaksa mengirim pasukan yang justru membantu Belanda.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Walaupun akhirnya beliau dibuang ke Ambon karena dituduh menyiapakan pemberontakan kepada rakyatnya padahal beliau hanya ingin mengunjungi makam nenek leluhurnya.&lt;br /&gt;
Harusnya beliau dengan tegas menolak seperti Sri Sultan Hamengkubuwono II yang menolak menyerahkan Yogyakarta kepada Inggris walaupun akhirnya dibuang ke Penang, Malaysia dan ke Ambon, Maluku.&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dan untuk pemerintah RI harusnya pengeluaran SK diatas dipertimbangkan lagi supaya tidak memicu permasalahan. Saya tidak bermaksud merendahkan martabat raja-raja Jawa. Saya ingin memberitahukan yang sebenarnya.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item><item><title>Apakah Columbus Mendarat ke Amerika Pertama Kali, Benarkah???</title><link>https://musuhbersama.blogspot.com/2010/03/pendaratan-columbus-ke-amerika-benarkah.html</link><category>Penemu Benua Amerika Sebenarnya</category><pubDate>Fri, 5 Mar 2010 03:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7057961017780746942.post-167652289000596760</guid><description>&lt;b&gt;Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengapa saya memilih artikel ini karena mungkin hampir semua buku sejarah di dunia khususnya Indonesia selalu menganggap Columbus adalah penemu benua Amerika pertama. Tapi menurut saya Columbus bukanlah orang yang pertama kali mendarat di Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa begitu ? Sebab Columbus mendarat tahun 1502, sedangkan sebenarnya ada 2 orang lagi yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Leif Erikson&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahun 1000 M yang mendarat di Newfoundland,Kanada&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;orang Islam lah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penemu pertama kali benua Amerika yaitu sekitar tahun 700-an masehi yang mendarat di sekitar Kuba,tempat Columbus pertama kali mendarat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Karena dalam Wikipedia salah satu ensiklopedia Indonesia menyatakan bahwa Columbus ketika datang kesana untuk pertama kali dia menemukan bangunan mesjid yang pernah dilihatnya ketika sempat mendarat di benua Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi saya menulis artikel ini bertujuan untuk membongkar kebohongan tentang siapa yang pertama kali mendarat di Amerika. Mengapa orang Eropa menutup-nutupi kebohongan itu ? Ini disebabkan karena benci dan iri terhadap Leif Erikson karena mereka Bangsa Viking yang merupakan musuh Eropa di utara dan benci pula terhadap orang Islam karena Islam sedang jaya-jayanya dan sempat pula menguasai Spanyol walaupun konflik intern memaksa mereka terusir dari negeri itu tahun 1492 M.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>maulia31@gmail.com (Muhammad Aulia Iskandar Muda)</author></item></channel></rss>