<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800</atom:id><lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 18:48:07 +0000</lastBuildDate><category>BAB 24 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 3 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 21 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 11 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 5 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 25 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 6 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 28 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 9 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 23 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 13 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 26 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 29 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 10 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 15 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 4 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 14 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 16 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 22 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 7 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 8 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 2 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 27 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 1 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 12 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 17 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 18 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 19 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>BAB 20 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><category>Agar Taqwa Terasa Mudah dan Ringan</category><title>Sejarah Nabi Muhammad Sang Pimpinan</title><description></description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>286</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-1328644713513776699</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 11:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-19T12:22:05.063+07:00</atom:updated><title>Awal Mula Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW</title><description>Menurut catatan sejarah, peringatan maulid &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; pertama kali diperkenalkan seorang penguasa Dinasti Fatimiyah (909-117 M). Jauh sebelum al-Barzanji lahir dan menciptakan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Langkah ini secara tidak langsung dimaksudkan sebagai sebuah penegasan kepada khalayak, bahwa dinasti ini betul-betul keturunan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;. Setidaknya ada dimensi politis dalam kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan maulid kemudian menjadi sebuah upacara yang kerap dilakukan umat Islam di berbagai belahan dunia. Hal itu terjadi setelah Abu Sa&#39;id al-Kokburi, Gubernur Irbil, Irak, mempopulerkannya pada masa pemerintahan Sultan Shalahuddin al-Ayyubi (1138-1193M). Waktu itu tujuannyauntuk memperkokoh semangat keagamaan umat Islam umumnya, khususnya mental para tentara yang lengah bersiap menghadapi serangan tentara Salib dari Eropa, yang ingin merebut tanah suci Jerusalem dari tangan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut sumber lain, orang pertama yang mencetuskan ide memperingati maulid&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;&amp;nbsp;justru Malik Mudzaffar Abu Said,yang lebih dikenal sebagai Sultan Shalahuddin al-Ayyubi (orang Inggris menyebutnya Saladin). Pemuka Islam yang kharismatik ini pernah mengundang pujangga terkenal AI-Hafidz Ibnu Dahiah untuk menggubah naskah riwayat singkat perjuangan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;. Naskah itu kemudian diberi judul At-Janwir If Maulid al-Basyir an-Nashir dan Ibnu Dahiah diberi honorarium 1000 dinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan maulid perdana yang diadakan oleh Malik Mudzaffar ternyata menimbulkan surprise pada banyak kalangan. Betapa tidak! Kala itu Malik mengundang para ulama, para sufi dan kalangan pemuka dan pembesar beserta masyarakat Islam lainnya untuk ikut menyemarakkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. Dalam peringatan besar-besaran itu di sembelih 5OOO ekor kambing, 1O.OOO ekor ayam dan dimasak 1OOO.OOO roti bermentega. Konon biaya keseluruhan peringatan itu mencapai 3OOO.OOO dinar, selain honorarium penulisan naskah di atas. (HA Fuad Said, Yayasan Masagung, 1985).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam peringatan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;&amp;nbsp;itu seorang sufi terkenal. Syekh Hasan Bashri berkomentar: “Seandainya saya memiliki mas sebesar bukit Uhud niscaya akan saya sumbangkan seluruhnya untuk keperluan peringatan Maulid&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt;....&quot; Banyak kalangan berpendapat bahwa ungkapan dan pujian tersebut tidak berlebihan kalau diukur dan dibandingkan dengan koberhasilan Nabi Muhammad SAW membawa manusia dari peradaban jahili menuju peradaban islami</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/11/awal-mula-peringatan-maulid-nabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-6452092810576808952</guid><pubDate>Sat, 25 Sep 2010 21:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-26T04:50:51.470+07:00</atom:updated><title>Kesaksian dan Pengakuan Iblis</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Edisi ini saya akan berbagi tentang satu hadits panjang yang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan satu hadits ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akan menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: &quot;Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.&quot; Rasulullah bersabda: &quot;Tahukah kalian siapa yang memanggil?&quot; Kami menjawab: &quot;Allah dan rasulNya yang lebih tahu&quot;. Beliau melanjutkan, &quot;Itu iblis, laknat Allah bersamanya&quot;. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umar bin Khattab berkata: &quot;izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah&quot;. Nabi menahannya: &quot;Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: &quot;Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin&quot;,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah SAW lalu menjawab: &quot;Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?&quot; Iblis menjawab: &quot;Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa&quot;. &quot;Siapa yang memaksamu? &quot; &quot;Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin&quot;. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Orang yang Dibenci Iblis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: &quot;Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?&quot; Iblis segera menjawab: &quot;Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa selanjutnya?&quot; tanya Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Lalu siapa lagi?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang Alim dan wara&#39; (Loyal)&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Lalu siapa lagi?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang yang selalu bersuci.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa lagi?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa tanda kesabarannya?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot; Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Selanjutnya apa?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang kaya yang bersyukur&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa tanda kesyukurannya?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Umar bin Khattab?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Usman bin Affan?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ali bin Abi Thalib?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot; Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.&quot; (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak saalat?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku merasa panas dingin dan gemetar.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kenapa?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jika seorang umatku berpuasa?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jika ia berhaji?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku seperti orang gila.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jika ia membaca Alquran?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Jika ia bersedekah?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Mengapa bisa begitu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Suara kuda perang di jalan Allah.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Taubat orang yang bertaubat.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat membakar hatimu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Istighfar di waktu siang dan malam.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat mencoreng wajahmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sedekah yang diam - diam.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat menusuk matamu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Salat fajar&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang dapat memukul kepalamu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Saalat berjamaah.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang paling mengganggumu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Majelis para ulama.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Bagaimana cara makanmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dengan tangan kiri dan jariku.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Di bawah kuku manusia.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Manusia yang Menjadi Teman Iblis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nabi lalu bertanya: &quot;Siapa temanmu wahai Iblis?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pemakan riba&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa sahabatmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pezina&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa teman tidurmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pemabuk&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa tamumu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pencuri&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa utusanmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Tukang sihir&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa yang membuatmu gembira?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Bersumpah dengan cerai&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa kekasihmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang yang meninggalkan salat Jumaat&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah SAW lalu bersabda: &quot;Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iblis segera menimpali: &quot; tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Siapa orang yang ikhlas menurutmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Syaithan juga berkata, &quot;keluarkan tanganmu&quot;, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Iblis Menggoda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akulah mahluk pertama yang berdusta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukah kau Muhammad?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya &#39;lihat kiri dan kananmu&#39;, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan &#39;salatmu tidak sah&#39;. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, &quot;kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;10 macam&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Apa saja?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, &quot;Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.&quot; (QS Al-Isra :64)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah berfirman, &quot;Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaithan. &quot; (QS Al-Isra : 27)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, &quot;silahkan&quot;, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iblis berkata: &quot;Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah SAW lalu membaca ayat: &quot;mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT&quot; (QS Hud :118 - 119). Juga membaca, &quot; Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku&quot; (QS Al-Ahzab: 38)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Iblis lalu berkata: &quot; Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.&quot;&lt;/div&gt;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/09/kesaksian-dan-pengakuan-iblis.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-1622964257216550747</guid><pubDate>Mon, 20 Sep 2010 02:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-20T09:19:52.196+07:00</atom:updated><title>Pengakuan Allah swt</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Muhammad adalah nama Nabi Agung yang telah menyelamatkan dan menyempurnakan agama-agama yang pernah disampaikan para Nabi sebelumnya dalam satu Agama yang dikemas dengan nama Islam, untuk dijadikan satu-satunya agama yang diterima dan diridhoi Allah swt. Muhammad artinya orang yang dipuji. Nama ini benar-benar telah menjadi nyata dan terukir dalam sejarah. Dan Allah swt mengakui dan mengumumkan kepada dunia dengan firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan sesungguhnya engkau benar-benar memiliki Akhlaq yang agung (Al-Qalam, 68:5) *)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuan Allah swt mengutus beliau saw kepada umat manusia semuanya agar mereka menjadikan teladan dan ikutan sehingga mereka mendapatkan berkahnya dan menjadi Muhammad-muhammad kecil yang bertebaran dimuka bumi ini, Allah swt berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan Hari Akhir serta yang banyak mengingat Allah (Al-Akhzab, 33:22)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, kemudian Allah pun akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha-Pengampun, Maha- Penyayang (Ali Imran, 3:32)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karunia apakah yang akan manusia peroleh dari Allah swt berkat meneladani dan mengikuti Rasulullah saw? Berdasarkan janji Allah swt dan pengalaman para wali, sholihin dan sholihat yang terukir dalam sejarah Islam adalah Allah swt akan menjadi matanya yang dengan-Nya ia melihat; Allah swt akan menjadi telinganya yang dengan-Nya ia mendengar; Allah swt akan menjadi tangannya yang dengan-Nya ia memegang; Allah swt akan menjadi kakinya yang dengan-Nya ia berjalan; Allah swt akan menjadi hatinya yang dengan-Nya ia berfikir; Allah swt menjadi lidahnya yang dengan-Nya ia berbicara; jika ia memanggil Allah swt Dia menjawabnya; jika ia meminta kepada Allah swt Dia memberinya, sebagaimana dinyatakan dalam Hadits Kudsi berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;وَمَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ عَيْنَهُ الَّتِي يُبْصِرُ بِهَا وَأُذُنَهُ الَّتِي يَسْمَعُ بِهَا وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَفُؤَادَهُ الَّذِي يَعْقِلُ بِهِ وَلِسَانَهُ الَّذِي يَتَكَلَّمُ بِهِ إِنْ دَعَانِي أَجَبْتُهُ وَإِنْ سَأَلْتَنِي أَعْطَيْتُهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْئٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ وَفَاتِهِ وَذَالِكَ ِلأَنَّهُ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَائَتَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang hamba-Ku yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan ibadah nafal sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat; Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar; Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang; Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan; Aku akan menjadi hatinya yang dengannya ia berfikir; Aku menjadi lidahnya yang dengannya ia berbicara; jika ia memanggil-Ku Aku menjawabnya; jika ia meminta kepada-Ku Aku memberinya; Aku tiada ragu melakukan sesuatu selain mencabut nyawanya; karena yang demikian itu karena ia benci kepada kematian itu dan Aku membenci keburukannya (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, Abu Ya’la dalam Musnadnya, Ath-Thobroni dalam Ash-Shoghir, Abu Nu’aim dalam Ath-Thib, Al-Bukhori, Muslim dalam Az-Zuhd, Ibnu Asakir dari Aisyah rodhiyAllahu ‘anha dan Kanzul-Ummal, Juz I/1157)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oleh karena itu, kedatangan Muhammad Rasulullah saw sangat ditunggu-tunggu para pengikut Agama-agama terdahulu, karena berita kedatangan beliau itu telah disampaikan para Nabi yang diutus sebelum beliau, sebagaimana firman Allah swt berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَه مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi Ummi yang mereka dapati tertulis dalam Taurot dan Injil (Al-A‘raf, 7:158)”.&lt;/div&gt;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/09/pengakuan-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-37032295379622018</guid><pubDate>Mon, 20 Sep 2010 02:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-20T09:16:14.578+07:00</atom:updated><title>Beberapa Contoh Akhlaq Rasulullah saw</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikemukakannya beberapa contoh Akhlaq yang mulia Sayyidina AL-MUSHTHOFA, &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; adalah agar kita mengetahui dan mencontohnya dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari. Sejarah menjadi saksi bahwa semua kaum di Arab sepakat memberikan gelar kepada Muhammad saw “Al-Amin”, artinya orang yang terpercaya, padahal waktu itu beliau belum dinyatakan sebagai Nabi. Peristiwa ini, belum pernah terjadi dalam sejarah Mekkah dan Arabia. Hal itu menjadi bukti bahwa Rasulullah saw memiliki sifat itu dalam kadar begitu tinggi sehingga dalam pengetahuan dan ingatan kaumnya tidak ada orang lain yang dapat dipandang menyamai dalam hal itu. Kaum Arab terkenal dengan ketajaman otak mereka dan apa-apa yang mereka pandang langka, pastilah sungguh-sungguh langka lagi istimewa. (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 372-373)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diriwayatkan tentang Rasulullah saw bahwa segala tutur kata beliau senantiasa mencerminkan kesucian dan bahwa beliau (tidak seperti orang-orang kebanyakan di zaman beliau) tidak biasa bersumpah (Turmudzi). Hal itu merupakan suatu kekecualian bagi bangsa Arab. Kami tidak mengatakan bahwa orang-orang Arab di zaman Rasulullah saw biasa mempergunakan bahasa kotor, tetapi tidak pelak lagi bahwa mereka biasa memberikan warna tegas di atas tuturan mereka dengan melontarkan kata-kata sumpah dalam kadar yang cukup banyak, suatu kebiasaan yang masih tetap berlangsung sampai hari ini juga. Tetapi Rasulullah saw menjunjung tinggi nama Tuhan sehingga beliau tidak pernah mengucapkan tanpa alasan yang sepenuhnya dapat diterima (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 373-374)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beliau sangat memberikan perhatian, bahkan cermat sekali dalam soal kebersihan badan.&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;senantiasa menggosok gigi beberapa kali sehari dan begitu telaten melakukannya sehingga beliau biasa mengatakan bahwa andaikata beliau tidak khawatir kalau mewajibkannya akan memberatkan, beliau akan menetapkan menjadi kewajiban untuk tiap-tiap orang muslim menggosok gigi sebelum mengerjakan kelima waktu sholat. Beliau senantiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah tiap kali makan, dan desudah makan beliau senantiasa berkumur dan memandang sangat baik tiap-tiap orang yang telah memakan masakan berkumur lebih dahulu sebelum ikut bersembahyang berjamaah (Al-Bukhori)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam peraturan Islam, masjid itu satu-satunya tempat berkumpul yang ditetapkan untuk orang-orang Islam. Oleh karena Rasulullah saw sangat istimewa menekankan kebersihannya, terutama pada saat orang-orang diharapkan akan berkumpul di dalamnya. Beliau memerintahkan supaya pada kesempatan-kesempatan itu sebaiknya setanggi dsb dibakar untuk membersihkan udara (Abu Daud). Beliau juga memberi petunjuk jangan ada orang pergi ke masjid saat diadakan pertemuan-pertemuan sehabis makan sesuatu yang menyebarkan bau yang menusuk hidung (Al-Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;menuntut agar jalan-jalan dijaga kebersihannya dan tidak ada dahan ranting, batu dan semua benda atau sesuatu yang akan mengganggu atau bahkan membahayakan. Jika beliau sendiri menemukan hal atau benda demikian di jalan, beliau niscaya menyingkirkannya dan beliau sering bersabda bahwa orang yang membantu menjaga kebersihan jalan-jalan, ia telah berbuat amal sholih dalam pandangan Ilahi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diriwayatkan pula bahwa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;memerintahkan supaya lalu-lintas umum tidak boleh dipergunakan sehingga menimbulkan halangan atau menjadi kotor atau melemparkan benda-benda yang najis, atau tidak sedap dipandang ke jalan umum atau mengotori jalan dengan cara apapun, karena semua itu perbuatan yang tidak diridhoi Tuhan. Beliau sangat memandang penting upaya agar persediaan air untuk keperluan manusia dijaga kebersihan dan kemurniannya. Umumnya, beliau melarang sesuatu benda dilemparkan ke dalam air tergenang yang mungkin akan mencemarinya, dan memakai persediaan air dengan cara yang dapat menjadikannya kotor (Al-Bukhori dan Muslim, Kitabal-Barr wal-Sila) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 374-375)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw sangat sederhana dalam hal makan dan minum. Beliau tidak pernah memperlihatkan rasa kurang senang terhadap makanan yang tidak baik masakannya dan tidak sedap rasanya. Jika didapatkannya makanan sajian serupa itu, beliau akan menyantapnya untuk menjaga supaya pemasaknya tidak merasa kecewa. Tetapi, jika hidangan tidak dapat dimakan, beliau hanya tidak menyantapnya dan tidak pernah memperlihatkan kekesalannya. Jika beliau telah duduk menghadapi hidangan, beliau menunjukkan minat kepada makanan itu dan biasa mengatakan bahwa beliau tidak suka kepada sikap acuh-tak-acuh terhadap makanan, seolah-olah orang yang makan itu terlalu agung untuk memperhatikan hanya soal makanan dan minuman belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika suatu makanan dihidangkan kepada beliau, senantiasa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;menyantapnya bersama-sama semua yang hadir. Sekali peristiwa seseorang mempersembahkan kurma kepada beliau. Beliau melihat ke sekitar dan setelah beliau menghitung jumlah orang yang hadir, beliau membagi rata bilangan kurma itu sehingga tiap-tiap orang menerima tujuh buah. Abu Huroiroh ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah makan sekenyang-kenyangnya, walaupun sekedar roti jawawut (Al-Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekali peristiwa, ketika&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;melalui jalan tampak kepada beliau beberapa orang berkumpul mengelilingi panggang anak kambing dan siap untuk menikmati jamuan. Ketika mereka melihat Rasulullah saw mereka mengundang beliau ikut serta, tetapi beliau menolak. Alasannya bukan karena beliau tidak suka daging panggang, tetapi disebabkan oleh kenyataan bahwa beliau tidak menyetujui orang mengadakan perjamuan di tempat terbuka dan terlihat oleh orang miskin yang tak cukup mempunyai makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiap-tiap segi kehidupan Rasulullah saw nampak jelas diliputi dan diwarnai oleh cinta dan bakti kepada Tuhan. Walaupun pertanggung-jawaban yang sangat berat terletak di atas bahu beliau, bagian terbesar dari waktu, siang dan malam dipergunakan untuk beribadah dan berdzikir kepada Tuhan. Beliau biasa bangkit meninggalkan tempat tidur tengah malam dan larut dalam beribadah kepada Tuhan sampai saat tiba untuk pergi ke masjid hendak sembahyang subuh. Kadang-kadang beliau begitu lama berdiri dalam sembahyang tahajjud sehingga kaki beliau menjadi bengkak-bengkak, dan mereka yang menyaksikan beliau dalam keadaan demikian sangat terharu. Sekali peristiwa Aisyah ra berkata kepada beliau “Tuhan telah memberi kehormatan kepada engkau dengan cinta dan kedekatan-Nya. Mengapa engkau membebani diri sendiri dengan menanggung begitu banyak kesusahan dan kesukaran?” Beliau menjawab “Jika Tuhan, atas kasih sayang-Nya, mengaruniai cinta dan kedekatan-Nya kepadaku, bukankah telah menjadi kewajiban pada giliranku senantiasa menyampaikan terima kasih kepada Dia? Bersyukurlah hendaknya sebanyak bertambahnya karunia yang diterima (Kitabul-Kusuf) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 381)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tuhan telah memberikan mata untuk melihat; maka bukan ibadah tetapi aniaya kalau mata dibiarkan pejam atau dibuang. Bukan penggunaan kemampuan melihat secara tepat yang dapat dipandang dosa, melainkan penyalahgunaan daya itulah yang menjadi dosa…&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siti Aisyah meriwayatkan “Bilamana Rasulullah saw dihadapkan kepada pilihan antara dua cara berbuat, beliau senantiasa memilih jalan yang termudah, asalkan bebas dari segala kecurigaan bahwa itu salah atau dosa. Kalau arah perbuatan itu membuka kemungkinan timbulnya kecurigaan serupa itu, maka Rasulullah saw itulah orangnya, dari antara seluruh umat manusia yang paling menjauhinya (Muslim, kitabul-Fadhoil) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 389-390)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;sangat baik dan adil terhadap istri-istri sendiri. Jika, pada suatu saat salah seorang di antara mereka tidak dapat membawa diri dengan hormat yang layak terhadap beliau, beliau hanya tersenyum dan hal itu dilupakan beliau. Pada suatu hari beliau bersabda kepada Siti Aisyah ra, Aisyah jika engkau sedang marah kepadaku, aku senantiasa dapat mengetahuinya” Aisyah ra bertanya “Bagaimana?” Beliau menjawab “Aku perhatikan jika engkau senang kepadaku dan dalam percakapan kau menyebut nama Tuhan, ‘Kau sebut Dia sebagai Tuhan Muhammad. Tetapi jika engkau tidak senang kepadaku, ‘Kau sebut Dia sebagai Tuhan Ibrahim” Mendengar keterangan itu Aisyah tertawa dan mengatakan bahwa beliau benar” (Al-Bukhori, Kitabun-Nikah) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 391)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beliau senantiasa sangat sabar dalam kesukaran dan kesusahan., Dalam keadaan susah,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;tak pernah putus asa dan beliau tak pernah dikuasai oleh suatu keinginan pribadi… Sekali peristiwa beliau menjumpai seorang wanita yang baru ditinggal mati oleh anaknya, dan melonglong dekat kuburan anaknya. Beliau menasehatkan agar bersabar dan menerima taqdir Tuhan dengan rela dan menyerahkan diri. Wanita itu tidak mengetahui bahwa ia ditegur oleh Rasulullah saw dan menjawab “Andaikan engkau pernah mengalami sedih ditinggal mati oleh anak seperti yang kualami, engkau akan mengetahui betapa sukar untuk bersabar di bawah himpitan penderitaan serupa itu.” Rasulullah saw menjawab “Aku telah kehilangan bukan hanya seorang tetapi tujuh anak”. Dan beliau terus berlalu. (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 393-394)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beliau senantiasa dapat menguasai diri. Bahkan ketika beliau sudah menjadi orang paling berkuasa sekalipun selalu mendengarkan dengan sabar kata tiap-tiap orang, dan jika seseorang memperlakukan beliau dengan tidak sopan, beliau tetap melayaninya dan tidak pernah mencoba mengadakan pembalasan (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 394)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw mandiri dalam menerapkan keadilan dan perlakuan. Sekali peristiwa suatu perkara dihadapkan kepada beliau tatkala seorang bangsawati terbukti telah melakukan pencurian. Hal itu menggemparkan, karena jika hukuman yang berlaku dikenakan terhadap wanita muda usia itu, martabat suatu keluarga sangat terhormat akan jatuh dan terhina. Banyak yang ingin mendesak Rasulullah saw demi kepentingan orang yang berdosa itu, tetapi tidak mempunyai keberanian. Maka Usama diserahi tugas melaksanakan itu. Usama menghadap Rasulullah saw, tetapi serentak beliau mengerti maksud tugasnya itu, beliau sangat marah dan bersabda, “Kamu sebaiknya menolak. Bangsa-bangsa telah celaka karena mengistimewakan orang-orang kelas tinggi tetapi berlaku kejam terhadap rakyat jelata. Islam tidak mengidzinkan dan akupun sekali-kali tidak akan mengizinkan. Sungguh, jika Fathimah anak perempuanku sendiri melakukan kejahatan, aku tidak akan segan-segan menjatuhkan hukuman yang adil “ (Al-Bukhori, Kitabul-Hudud) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 396)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw senantiasa prihatin memikirkan untuk memperbaiki keadaan golongan yang miskin dan mengangkat taraf hidup mereka di tengah-tengah masyarakat. Seorang wanita muslimah biasa membersihkan masjid Nabi di Madinah. Rasulullah saw tidak melihatnya lagi beberapa hari dan beliau menanyakan ihwalnya. Disampaikan kepada beliau bahwa ia sudah meninggal. Beliau bersabda, “Mengapa aku tidak diberi tahu kalau ia meninggal? Aku pasti ikut dalam sembahyang janazahnya” dan menambahkan. Barangkali kalian tidak memandangnya cukup penting karena ia miskin. Anggapan itu salah. Bawalah aku ke kuburnya.” Kemudian beliau pergi ke sana dan mendoa untuk dia (Al-Bukhori, Kitabus-Salat) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 399)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Abu Musa Al-Asy’ari meriwayatkan jika seorang miskin menghadap Rasulullah saw dan mengajukan permintaan, beliau biasa bersabda kepada orang yang ada disekitar beliau, “Kemudian juga hendaknya memenuhi permintaannya itu sehingga mendapat pahala sebagai orang yang berperan serta dalam menggalakkan perbuatan baik’ (Al-Bukhori dan Muslim), dengan tujuan membangkitkan rasa cenderung untuk menolong si miskin di satu pihak dalam hati para sahabat dan dipihak lain menimbulkan kesadaran dalam hati kaum fakir-miskin adanya cinta-kasih saudara-saudara mereka yang kaya. (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 402)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika Islam berangsur-angsur diterima secara umum oleh bagian terbesar bangsa Arab, Rasulullah saw sering menerima barang dan uang berlimpah-limpah, beliau segera membagi-bagikan hadiah itu di antara mereka yang sangat membutuhkan. Sekali peristiwa anak beliau, Fathimah datang mendapatkan beliau sambil memperlihatkan tapak tangannya yang tebal dan keras akibat pekerjaan menepung gandum dengan batu, memohon agar diberi seorang budak untuk meringankan pekerjaannya. Rasulullah saw menjawab, “Aku akan menceriterakan kepadamu sesuatu yang nanti akan terbukti jauh lebih berharga daripada seorang budak. Jika engkau akan tidur pada malam hari, engkau hendaknya membaca SubchanAllah 33 kali, Al-chamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 34 kali. Hal itu akan jauh lebih banyak menolongmu daripada memelihara seorang budak” (Al-Bukhori). (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 402).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;senantiasa menganjurkan kepada mereka yang mempunyai budak-budak supaya memperlakukan mereka dengan baik serta kasih sayang. Beliau menetapkan bahwa jika si pemilik memukul budaknya atau memaki-makinya, maka satu-satunya perbaikan yang dapat dilakukannya ialah memerdekakannya (Muslim, Kitabul-Iman). (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 403)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw sangat berhasrat memperbaiki keadaan wanita di tengah-tengah masyarakat, menjamin mereka mendapat kedudukan terhormat dan perlakuan wajar lagi pantas. Islam adalah agama pertama yang memberikan hak waris kepada wanita…&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika dalam satu perjalanan beliau ada wanita-wanita yang ikut serta, beliau senantiasa memberi petunjuk supaya kafilah bergerak lambat dan berhenti-berhenti secara bertahab. Pada suatu kesempatan serupa itu ketika orang-orang berjalan cepat, beliau bersabda “Perhatikan kaca! Perhatikan kaca!” dengan maksud mengatakan bahwa ada wanita-wanita dalam rombongan dan bahwa jika onta-onta dan kuda-kuda berlari cepat, mereka itu akan menderita dari bantingan-bantingan binatang-binatang itu (Al-Bukhori, Kitab Al-Adab) (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 407)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;menetapkan bahwa orang tidak boleh membicarakan keburukan seseorang yang telah meninggal, melainkan hendaknya menekankan kepada kebaikan apa saja yang dimiliki almarhum, sebab tidak ada faedahnya menyebut-nyebut kelemahan atau kejahatan orang yang sudah meninggal. Tetapi dengan mengemukakan kebaikan-kebaikan almarhum orang akan cenderung mendoakan (Al-Bukhori). (Pengantar untuk mempelajari Al-Quran, hal. 409)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perlakuan Rasulullah saw terhadap tetangga dengan ramah dan penuh perhatian;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;sangat menekankan agar orang berbakti dan mengkhidmati orang tua serta memperlakukan mereka dengan baik dan kasih-sayang; beliau selamanya memilih pergaulan dengan orang-orang baik dan jika melihat suatu kelemahan pada salah seorang dari para sahabat, beliau menegurnya dengan ramah secara berempat mata; Rasulullah saw sangat berhati-hati membawa diri agar tidak timbul kemungkinan adanya salah faham; Beliau tidak pernah mengemukakan kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan orang lain dan menasehati orang-orang jangan mengumumkan kesalahan-kesalahan sendiri; Kesusahan, penderitaan atau kemalangan di saat menjelang wafat, beliau pikul dengan penuh kesabaran sampai-sampai Fathimah ra tidak tahan melihat ayahnya dalam keadaan demikian, namun beliau bersabda kepadanya: “Bersabarlah, ayahmu tidak akan menderita lagi sesudah hari ini”;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw menekankan agar para sahabat bekerja sama satu dengan lainnya. Ketika seseorang mengadukan saudaranya yang bermalas-malasan,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;bersabda kepadanya: “Tuhan telah mencukupi kebutuhanmu berkat adanya saudaramu, dan karena itu menjadi kewajibanmu mencukupi kebutuhannya dan membiarkan dia bebas mengkhidmati agama” (Turmudzi).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw dalam jual-beli secara terus terang dan sangat mendambakan orang-orang muslim agar jangan melakukan kelicikan dalam transaksi atau jual-beli. Beliau senantiasa optimis menghadapi masa depan. Beliau sangat memusuhi sikap pesimis atau keputusasaan, Beliau bersabda: “Siapa yang menyebarkan rasa pesimis di kalangan masyarakat, ia bertanggung jawab atas kemunduran bangsa; sebab pikiran-pikiran pesimis mempunyai kecenderungan mengecutkan hati dan menghentikan laju kemajuan (Muslim, Bagian II, Jilid 2).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw memperingatkan para sahabat agar memperlakukan hewan-hewan dengan baik dan mengecam bersikap kejam terhadap hewan. Beliau sering menceriterakan tentang wanita Yahudi yang dihukum Allah swt lantaran membiarkan kucingnya mati kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw bukan saja menekankan pada kebaikan toleransi dalam urusan agama, tetapi memberikan contoh-contoh yang sangat tinggi dalam urusan ini. Suatu delegasi suku Kristen Najron yang telah berdialog selama beberapa jam, meminta idzin untuk meninggalkan masjid untuk mengadakan kebaktian di tempat yang tenang, Rasulullah saw bersabda: “Mereka tidak perlu meninggalkan masjid yang memang merupakan tempat khusus untuk kebaktian kepada Tuhan dan mereka dapat melakukan ibadah mereka di situ (Az-Zurqani)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberanian Rasulullah saw luar biasa, ketika terjadi isu bahwa pasukan Romawi akan mengadakan pendudukan di Madinah dan ketika ada suara gaduh di tengah malam, beliau mengadakan penelitian sendiri dengan menaiki kudanya. Beliau sangat lunak terhadap orang yang kurang sopan terhadap beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah saw sangat menaruh penting ihwal asas menyempurnakan perjanjian. Sekali peristiwa seorang duta datang kepada beliau dengan tugas istimewa dan sesudah ia tinggal beberapa hari bersama beliau, ia yakin akan kebenaran Islam dan mohon diperbolehkan bai’at masuk Islam. Rasulullah saw menjawab bahwa perbuatannya itu tidak tepat karena ia datang sebagai duta dan telah menjadi kewajibannya untuk pulang ke pusat Pemerintahannya tanpa mengadakan hubungan baru, jika sesudah pulang ia masih yakin akan kebenaran Islam, ia dapat kembali lagi sebagai orang bebas dan masuk Islam (Abu Daud, bab tentang Wafa bil-Ahd).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;sangat menghargai mereka yang membaktikan waktu dan harta bendanya untuk menghidmati umat manusia. Suku Arab , Banu Tho‘i mulai mengadakan permusuhan terhadap Rasulullah saw dan kekuatan mereka dapat dikalahkan dan beberapa orang ditawan dalam sebuah peperangan. Seorang dari tawanan itu adalah seorang anak perempuan Hatim, seorang yang kebaikan dan kemurahannya telah menjadi buah bibir bangsa Arab. Ketika anak Hatim menerangkan kepada Rasulullah saw mengenai silsilah kekeluargaannya, beliau memperlakukan wanita itu dengan penghormatan yang besar dan sebagai hasil dari perantaraannya beliau membatalkan semua hukuman yang tadinya akan dijatuhkan atas wanita itu sebagai tindak balasan terhadap serangan mereka (Halbiyah, Jilid III, hal. 227).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedemikian agung dan indahnya Akhlaq &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad Rasulullah saw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, sebagai hamba teladan umat manusia yang hidup sezaman dengan beliau maupun umat manusia yang hidup sesudahnya hingga hari Qiamat, karena itu hanya ada satu syahadat pada beliau saja yang disyari’atkan dalam agama dan wajib diikrarkan oleh setiap orang yang masuk ke dalam agama Islam, sebagai tekad untuk mengawali dalam mengikuti dan meneladani kehidupan beliau. Adapun jaminan bagi orang yang telah mengikrarkan syahadat itu adalah sorga, sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ يَلْقَاهُ بِهِمَا أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلاَّ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ فِيْهِ&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah Yang Esa yang tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya, maka tiada seorang pun yang bertemu dengan kedua kalimah syahadat itu pada Hari Qiamat, kecuali ia dimasukkan kedalam sorga karena apa yang ada di dalamnya (Ath-Thobroni dalam Al-Ausath dari Abdurrahman bin Abi Amrah Al-Anshari dari ayahnya dan Kanzul-Ummal, Juz I/ 139)&lt;/div&gt;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/09/beberapa-contoh-akhlaq-rasulullah-saw.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-5502106852460016480</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-25T22:14:33.314+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Para nabi tidak diwariskan</title><description>&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Para nabi&lt;/a&gt; tidak diwariskan&lt;br /&gt;
Setelah Nabi berpulang, Fatimah puterinya minta kepada Abu Bakr tanah peninggalan Nabi di Fadak dan di Khaibar diberikan kepadanya. Tetapi Abu Bakr menjawab dengan kata-kata ayahnya: &quot;Kami para nabi tidak mewariskan.10 Apa yang kami tinggalkan buat sedekah.&quot; Kemudian kata Abu Bakr kepada Fatimah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau ayahmu dulu memang sudah menghibahkan harta ini kepadamu, maka usulmu itu saya terima, dan saya laksanakan apa yang dimintanya itu.&quot; Tetapi Fatimah menjawab bahwa tentang itu ayahnya tidak berkata apa-apa kepadanya hanya Umm Aiman yang mengatakan kepadanya bahwa yang demikian itulah yang dimaksudkan. Dalam hal ini Abu Bakr menekankan supaya Fadak dan Khaibar tetap dikembalikan ke baitulmal untuk kaum &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muslimin.&lt;/a&gt;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/para-nabi-tidak-diwariskan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-259955848159333530</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:53:53.119+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Warisan rohani terbesar dari Nabi Muhammad</title><description>Warisan rohani terbesar&lt;br /&gt;
Demikianlah, Muhammad pergi melepaskan dunia ini dengan tiada meninggalkan sesuatu kekayaan dunia yang fana kepada siapa pun. Ia pergi melepaskan dunia ini seprti ketika ia datang. Sebagai peninggalan ia telah memberikan agama yang lurus ini kepada umat manusia. Ia telah merintis jalan kebudayaan Islam yang maha besar, yang telah menaungi dunia sebelumnya, dan akan menaungi dunia kemudian. Ia telah menanamkan ajaran Tauhid, menempatkan ajaran Tuhan yang tinggi di atas dan ajaran orang-orang kafir yang rendah di bawah. Kehidupan paganisma dalam segala bentuk dan penampilannya telah dikikis habis. Manusia sekarang diajaknya melakukan perbuatan yang baik dan takwa, bukan perbuatan dosa dan permusuhan. Kemudian ia meninggalkan Kitabullah buat manusia, sebagai rahmat dan petunjuk. Ia meninggalkan teladan yang tinggi, contoh nan indah. Contoh terakhir diberikannya kepada umat manusia, ketika dalam sakit, ia berkata kepada orang banyak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wahai manusia! Barangsiapa punggungnya pernah kucambuk, ini punggungku, balaslah! Barangsiapa kehormatannya pernah kucela, ini kehormatanku, balaslah! Dan barangsiapa hartanya pernah kuambil, ini hartaku, ambillah! Jangan ada yang takut permusuhan, itu bukan bawaanku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilamana ada orang yang pernah menuntut uang tiga dirham kepadanya, kepada orang itu diberikan pula gantinya. Kemudian ia melepaskan dunia ini dengan meninggalkan warisan rohani yang agung, yang selalu memancar di semesta dunia ini. Tuhan akan menyempurnakan ajaranNya, akan menolong agamaNya di atas semua agama, sekali pun oleh orang-orang kafir tidak diakui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah memberi rahmat dan kedamaian kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shallallahu &#39;alaihi wa sallam.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/warisan-rohani-terbesar-dari-nabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-8169901156528088035</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:52:27.951+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Menyelamatkan pasukan Usama</title><description>Menyelamatkan pasukan Usama&lt;br /&gt;
Begitu selesai kaum Muslimin menyelenggarakan pemakaman Rasulullah, Abu Bakr memerintahkan pasukan Usama yang akan menyerbu Syam segera diteruskan sebagai pelaksanaan apa yang telah diperintahkan oleh Rasulullah. Ada juga kaum Muslimin yang merasa tidak setuju dengan itu, seperti yang pernah terjadi ketika Nabi sedang sakit. Umar termasuk orang yang tidak setuju. Ia berpendapat supaya kaum Muslimin tidak bercerai-berai. Mereka harus tetap di Medinah, sebab dikuatirkan akan terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan. Tetapi dalam melaksanakan perintah Rasul Abu Bakr tidak pernah ragu-tagu. Dia pun menolak pendapat orang yang mengusulkan supaya mengangkat seorang komandan yang lebih tua usianya dari Usama dan lebih berpengalaman dalam perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian pasukan di Jurf itu tetap disiapkan di bawah pimpinan Usama, dan Abu Bakr pergi melepaskannya. Ketika itu dimintanya kepada Usama supaya Umar dibebaskan dari tugas itu. Ia perlu tinggal di Medinah supaya dapat memberi nasehat kepada Abu Bakr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum selang duapuluh hari setelah tentara berangkat, pihak Muslimin sudah dapat menyerang Balqa&#39;. Usama telah dapat mengadakan pembalasan buat kaum Muslimin dan ayahnya yang telah terbunuh di Mu&#39;ta dulu. Dalam peristiwa yang gemilang itu semboyan perang yang diucapkan ialah: &quot;Untuk kemenangan, matilah!&quot;9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian baik Abu Bakr mau pun Usama telah dapat melaksanakan perintah Nabi. Ia kembali dengan pasukannya itu ke Medinah didahului panji yang oleh Rasulullah dulu diserahkan di tangannya dengan menunggang kuda yang juga dulu dipakai ayahnya di Mu&#39;ta sampai tewasnya.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/menyelamatkan-pasukan-usama.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-7362425862039742404</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:52:05.100+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 3 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Aisyah di ruangan sebelah makam</title><description>Aisyah di ruangan sebelah makam&lt;br /&gt;
Sesudah itu Aisyah tinggal menetap di rumahnya dalam ruangan yang berdampingan dengan ruangan makam Nabi. Ia merasa bahagia di samping tetangga yang sangat mulia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Abu Bakr wafat ia dimakamkan di samping Nabi, demikian juga Umar menyusul dimakamkan di sebelahnya lagi. Ada disebutkan, bahwa Aisyah berziarah ke ruangan makam itu tidak mengenakan kudung, sebab sebelum Umar dimakamkan, di sana hanya ayah dan suaminya. Tetapi setelah juga Umar dimakamkan, setiap ia masuk selalu berkudung dengan mengenakan pakaian lengkap.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/aisyah-di-ruangan-sebelah-makam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-5837703788391771057</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:51:39.590+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad dikebumikan | dimakamkan</title><description>Nabi dikebumikan&lt;br /&gt;
Ada dua cara orang-orang Arab ketika itu dalam menggali kuburan: pertama cara orang Mekah yang menggali kuburan dengan dasarnya yang rata; kedua cara orang Medinah yang menggali kuburan dengan dasarnya yang dilengkungkan. Abu &#39;Ubaidah bin&#39;l-Jarrah misalnya, ia menggali cara orang Mekah, sedang Abu Talha Zaid b. Sahl menggali kuburan cara orang Medinah. Keluarga Nabi juga memperbincangkan cara mana kuburan itu akan digali. &#39;Abbas paman Nabi segera mengutus dua orang, masing-masing supaya memanggil Abu &#39;Ubaida dan Abu Talha. Yang diutus kepada Abu &#39;Ubaida kembali tidak bersama dengan yang dipanggil, sedang yang diutus kepada Talha datang bersama-sama. Maka makam Rasulullah digali menurut cara Medinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilamana hari sudah senja, dan setelah kaum Muslimin selesai menjenguk tubuh yang suci itu serta mengadakan perpisahan yang terakhir, keluarga Nabi sudah siap pula akan menguburkannya. Mereka menunggu sampai tengah malam. Kemudian sehelai syal berwarna merah yang biasa dipakai Nabi dihamparkannya di dalam kuburan itu. Lalu ia diturunkan dan dikebumikan ke tempatnya yang terakhir oleh mereka yang telah memandikannya. Di atas itu lalu dipasang bata mentah kemudian kuburan itu ditimbun dengan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini Aisyah berkata: &quot;Kami mengetahui pemakaman Rasulullah s.a.w. ialah setelah mendengar suara-suara sekop pada tengah malam itu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatimah juga berkata seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara pemakaman itu terjadi pada malam Rabu 14 Rabiulawal, yakni dua hari setelah Rasul berpulang ke rahmatullah.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-dikebumikan-dimakamkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-1703850875721730491</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:50:51.156+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Keguncangan orang-orang yang lemah iman</title><description>Keguncangan orang-orang yang lemah iman&lt;br /&gt;
Sudah sepantasnya pula apabila kaum Muslimin jadi kuatir. Sejak diumumkannya berita kematian Nabi di Medinah dan kemudian tersebar pula sampai kepada kabilah-kabilah Arab di sekitar kota, pihak Yahudi dan Nasrani segera memasang mata dan telinga, sifat-sifat munafik mulai timbul, iman orang-orang Arab yang masih lemah mulai pula guncang. Dalam pada itu orang-orang Mekah juga sudah siap-siap akan berbalik dari Islam, bahkan sudah mau bertindak demikian, sehingga &#39;Attab b. Asid wakil Nabi di Mekah merasa kuatir dan tidak menampakkan diri kepada mereka. Tepat sekali Suhail b. &#39;Amr yang berada di tengah-tengah mereka itu ketika ia tampil dan berkata - setelah menerangkan kematian Nabi - bahwa Islam sekarang sudah bertambah kuat, dan siapa yang masih menyangsikan kami, kami penggal lehernya. Kemudian katanya lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Penduduk Mekah! Kamu adalah orang yang terakhir masuk Islam, maka janganlah jadi orang yang pertama murtad! Demi Allah. Tuhanlah yang akan menyelesaikan soal ini. Seperti kata Rasulullah s.a.w. - Belum jugakah mereka sadar dari kemurtadan mereka itu?&quot;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/keguncangan-orang-orang-yang-lemah-iman.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-6299513798531301914</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:50:23.582+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Detik-detik yang khidmat dalam sejarah</title><description>Detik-detik yang khidmat dalam sejarah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hadapan saya sekarang - setelah lampau seribu tiga ratus tahun yang lalu - terbentang sebuah lukisan peristiwa khidmat dan syahdu yang telah memenuhi hati saya, dengan segala kerendahan hati dan hormat. Tubuh yang terbungkus kini terletak dalam sebuah sudut, dalam ruangan yang nantinya akan menjadi sebuah makam, dan ruangan yang tadinya dihuni oleh orang yang mengenal makna hidup, orang yang penuh rahmat, penuh cahaya. Tubuh yang suci ini, yang telah mengajak dan membimbing orang ke jalan yang benar, dan yang buat mereka telah menjadi teladan tertinggi tentang arti kebaikan dan kasih sayang, tentang ketangkasan dan harga diri, tentang keadilan dan kesadaran dalam menghadapi kekejaman serta segala tindakan tirani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang banyak itu kini lalu dengan perasaan yang sudah remuk-redam, dengan hati yang sendu, hati yang tersayat pilu. Setiap pria, setiap wanita, setiap anak-anak - terhadap laki-laki yang sekarang memilih tempatnya di sisi Tuhan itu - mengenangkannya sebagai ayah, sebagai kawan setia dan sahabat, sebagai Nabi dan Rasulullah. Betapakah perasaan yang sekarang sedang rimbun memenuhi kalbu yang penuh semarak iman itu, kalbu yang penuh prihatin akan rahasia hari esok setelah Rasui wafat?! Lukisan peristiwa khidmat inilah yang sekarang terbentang di hadapan saya. Saya lihat diri saya sedang tercengang menatapnya, dengan sepenuh hati akan keagungan yang penuh syahdu dan khidmat ini; hampir-hampir saya tak dapat melepaskan diri.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/detik-detik-yang-khidmat-dalam-sejarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-670809564251054122</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:49:48.793+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad dimandikan</title><description>Nabi dimandikan&lt;br /&gt;
Selanjutnya yang bertindak memandikan Nabi ialah keluarganya yang dekat. Yang pertama sekali Ali b. Abi Talib, lalu &#39;Abbas b. &#39;Abd&#39;l-Muttalib serta kedua puteranya, Fadzl dan Qutham serta Usama b. Zaid. Usama b. Zaid dan Syuqran, pembantu Nabi, bertindak menuangkan air sedang Ali yang memandikannya berikut baju yang dipakainya. Mereka tidak mau melepaskan baju itu dari (badan) Nabi. Dalam pada itu mereka juga mendapatkan Nabi begitu harum, sehingga Ali berkata: &quot;Demi ibu bapaku! Alangkah harumnya engkau di waktu hidup dan di waktu mati.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu juga beberapa Orientalis ada yang berpendapat, bahwa bau harum itu disebabkan Nabi selama hidupnya biasa memakai wangi-wangian. Ia menganggap wangi-wangian itu sudah menjadi barang kesukaannya dalam kehidupan dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai dimandikan dengan mengenakan baju yang dipakainya itu, Nabi dikafani dengan tiga lapis pakaian: dua Shuhari7 dan satu pakaian jenis burd hibara dengan sekali dilipatkan. Selesai penyelenggaraan dengan cara demikian, jenazah dibiarkan di tempatnya. Pintu-pintu kemudian dibuka untuk memberikan kesempatan kepada kaum Muslimin, yang memasuki tempat itu dari jurusan mesjid, untuk mengelilingi serta melepaskan pandangan perpisahan dan memberikan doa selawat kepada Nabi. Kemudian mereka keluar lagi dengan membawa perasaan duka dan kepahitan yang dalam sekali, yang sangat menekan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu telah menjadi penuh kembali tatkala kemudian Abu Bakr dan Umar masuk melakukan sembahyang bersama-sama Muslimin yang lain, tanpa ada yang bertindak selaku imam dalam sembahyang itu. Setelah orang duduk kembali dan keadaan jadi sunyi, Abu Bakr berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Salam kepadamu ya Rasulullah, beserta rahmat dan berkah Tuhan.8 Kami bersaksi, bahwa Nabi dan Rasulullah telah menyampaikan risalah Tuhan, telah berjuang di jalan Allah sampai Tuhan memberikan pertolongan untuk kemenangan agama. Ia telah menunaikan janjinya, dan menyuruh orang menyembah hanya kepada Allah tidak bersekutu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada setiap kata yang diucapkan oleh Abu Bakr disambut oleh Muslimin dengan penuh syahdu dan khusyu: Amin! Amin!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perpisahan dengan jenazah yang suci&lt;br /&gt;
Selesai bagian laki-laki melakukan sembahyang, setelah mereka keluar, masuk pula kaum wanita, dan setelah mereka, kemudian masuk pula anak-anak. Semua mereka itu, masing-masing membawa hati yang pedih, perasan duka dan sedih menekan kalbu, karena mereka harus berpisah dengan Rasulullah, penutup para nabi.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-dimandikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-6140296520917629908</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:49:17.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Di mana Nabi Muhammad Rasulullah akan dimakamkan</title><description>Di mana Rasul akan dimakamkan?&lt;br /&gt;
Selesai memberikan ikrar kepada Abu Bakr orang segera bergegas lagi hendak menyelenggarakan pemakaman Rasulullah. Dalam hal di mana akan dimakamkan, orang masih berbeda pendapat. Kalangan Muhajirin berpendapat akan dimakamkan di Mekah, tanah tumpah darahnya dan di tengah-tengah keluarganya. Yang lain berpendapat supaya dimakamkan di Bait&#39;l-Maqdis (Yerusalem} karena para nabi sebelumnya di sana dimakamkan. Saya tidak tahu bagaimana orang-orang ini berpendapat demikian, padahal Bait&#39;l-Maqdis pada waktu itu masih di tangan Rumawi dan sejak kejadian Mu&#39;ta dan Tabuk, Rumawi dengan pihak Islam sedang dalam permusuhan, sehingga Rasulullah menyiapkan pasukan Usama untuk mengadakan pembalasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Muslimin tak dapat menyetujui pendapat ini, juga mereka tidak setuju Nabi dimakamkan di Mekah. Mereka ini berpendapat supaya Nabi dimakamkan di Medinah, kota yang telah memberikan perlindungan dan pertolongan, dan kota yang mula-mula bernaung di bawah bendera Islam. Mereka berunding, di mana akan dimakamkan? Satu pihak mengatakan: dimakamkan di mesjid, tempat dia memberi khotbah dan bimbingan serta memimpin orang sembahyang, dan menurut pendapat mereka supaya dimakamkan ditempat mimbar atau di sampingnya. Tetapi pendapat demikian ini kemudian ditolak, mengingat adanya keterangan berasal dari Aisyah, bahwa ketika Nabi sedang dalam sakit keras, ia mengenakan kain selubung hitam, yang sedang ditutupkan di mukanya, kadang dibukakan sambil ia berkata: &quot;Laknat6 Tuhan kepada suatu golongan yang mempergunakan pekuburan nabi-nabi sebagai mesjid.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Abu Bakr tampil memberikan keputusan kepada orang ramai itu dengan mengatakan: &quot;Saya dengar Rasulullah s.a.w. berkata Setiap ada nabi meninggal, ia dimakamkan di tempat dia meninggal.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu diambil keputusan, bahwa pada letak tempat tidur ketika Nabi meninggal itu, di tempat itulah akan digali.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/di-mana-nabi-muhammad-rasulullah-akan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-3377081629337410729</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:48:18.092+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Ikrar Umum  dan Pidato Khulafa&#39;ur-Rasyidin yang pertama</title><description>Ikrar Umum&lt;br /&gt;
&quot;Kepada saudara-saudara kemarin saya sudah mengucapkan kata-kata yang tidak terdapat dalam Kitabullah, juga bukan suatu pesan yang diberikan Rasulullah kepada saya. Tetapi ketika itu saya berpendapat, bahwa Rasulullah yang akan mengurus soal kita, sebagai orang terakhir yang tinggal bersama-sama kita. Tetapi Tuhan telah meninggalkan Qu&#39;ran buat kita, yang juga menjadi penuntun RasulNya. Kalau kita berpegang pada Kitab itu Tuhan menuntun kita, yang juga telah menuntun Rasulullah. Sekarang Tuhan telah menyatukan persoalan kita di tangan sahabat Rasulullah s.a.w. yang terbaik di antara kita dan salah seorang dari dua orang, ketika keduanya itu berada dalam gua. Maka marilah kita ikrarkan dia.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu orang lalu memberikan ikrarnya kepada Abu Bakr sebagai Ikrar Umum setelah Ikrar Saqifa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato Khulafa&#39;ur-Rasyidin yang pertama&lt;br /&gt;
Selesai ikrar kemudian Abu Bakr berdiri. Di hadapan mereka itu ia mengucapkan sebuah pidato yang dapat dipandang sebagai contoh yang sungguh bijaksana dan sangat menentukan. Setelah mengucap puji syukur kepada Tuhan Abu Bakr r.a. berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kemudian, saudara-saudara. Saya sudah dijadikan penguasa atas kamu sekalian, dan saya bukanlah orang yang terbaik di antara kamu. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah suatu kepercayaan, dan dusta adalah pengkhianatan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata saya, sesudah haknya nanti saya berikan kepadanya - insya Allah, dan orang yang kuat, buat saya adalah lemah sesudah haknya itu nanti saya ambil - insya Allah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada suatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana pada mereka. Taatilah saya selama saya taat kepada (perintah) Allah dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar (perintah) Allah dan Rasul maka gugurlah kesetiaanmu kepada saya. Laksanakanlah salat kamu, Allah akan merahmati kamu sekalian.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kaum Muslimin sedang berlainan pendapat - kemudian kembali sependapat lagi dalam melantik Abu Bakr dalam Ikrar Saqifa kemudian Ikrar Umum - jenazah Nabi masih tetap ditempatnya di atas ranjang kematian dikelilingi oleh kerabat-kerabat dan pihak keluarga.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/ikrar-umum-dan-pidato-khulafaur.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-7680512128079038799</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:47:38.652+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Sambutan Abu Bakr kepada Anshar</title><description>Sambutan Abu Bakr kepada Anshar&lt;br /&gt;
Ketika di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan dua orang baik-baik dari kalangan Anshar, yang kemudian menceritakan kepada pihak Muhajirin itu tentang adanya orang-orang yang sedang mengadakan persepakatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tuan-tuan mau ke mana?&quot; tanya dua orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diketahui bahwa mereka akan menemui orang-orang Anshar, kedua orang itu berkata: &quot;Tidak ada salahnya tuan-tuan tidak mendekati mereka. Saudara-saudara Muhajirin, selesaikanlah persoalan tuan-tuan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak, kami akan menemui mereka,&quot; kata Umar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mereka meneruskan perjalanan sampai di Serambi Banu Sa&#39;ida. Di tengah-tengah mereka itu ada seorang laki-laki yang sedang berselubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Siapa ini?&quot; tanya Umar bin&#39;l-Khattab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sa&#39;d b. &#39;Ubada,&quot; jawab mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dia sedang sakit.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pihak Muhajirin duduk, salah seorang dari Anshar berpidato. Sesudah mengucapkan syukur dan puji kepada Tuhan ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kemudian daripada itu. Kami adalah Ansharullah dan pasukan Islam, dan kalian dari kalangan Muhajirin sekelompok kecil dari kami yang datang ke mari mewakili golongan tuan-tuan. Ternyata mereka itu mau menggabungkan kami dan mengambil hak kami serta mau memaksa kami.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang demikian ini memang merupakan jiwa Anshar sejak masa hidup Nabi. Oleh karena itu, begitu Umar mendengar kata-kata tersebut ia ingin segera menangkisnya. Tetapi oleh Abu Bakr ditahan, sebab sikapnya yang keras sangat dikuatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sabarlah, Umar!&quot; katanya. Kemudian ia memulai pembicaraannya, ditujukan kepada Anshar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saudara-saudara! Kami dari pihak Muhajirin orang yang pertama menerima Islam, keturunan kami baik-baik, keluarga kami terpandang, kedudukan kami baik pula. Di kalangan Arab kamilah yang banyak memberikan keturunan, dan kami sangat sayang kepada Rasulullah. Kami sudah Islam sebelum tuan-tuan dan di dalam Qu&#39;ran juga kami didahulukan dari tuan-tuan; seperti dalam firman Tuhan: &#39;Orang-orang yang terdahulu dan mula-mula (masuk Islam), dari Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dalam melakukan kebaikan.&#39; (Qur&#39;an, 9:100)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kami Muhajirin dan tuan-tuan adalah Anshar, saudara-saudara kami seagama, bersama-sama menghadapi rampasan perang dan mengeluarkan pajak serta penolong-penolong kami dalam menghadapi musuh. Apa yang telah tuan-tuan katakan, bahwa segala kebaikan ada pada tuan-tuan, itu sudah pada tempatnya. Tuan-tuanlah dari seluruh penghuni bumi ini yang patut dipuji. Dalam hal-ini orang-orang Arab itu hanya mengenal lingkungan Quraisy ini. Jadi dari pihak kami para amir dan dari pihak tuan-tuan para wazir.&quot;4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu salah seorang dari kalangan Anshar ada yang marah, lalu berkata: &quot;Saya tongkat lagi senjata.5 Saudara-saudara Quraisy, dari kami seorang amir dan dari tuan-tuan juga seorang amir.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dari kami para amir dan dari tuan-tuan para wazir,&quot; kata Abu Bakr. &quot;Saya menyetujui salah seorang dari yang dua ini untuk kita. Berikanlah ikrar tuan-tuan kepada yang mana saja yang tuan-tuan sukai.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia mengangkat tangan Umar bin&#39;l-Khattab dan tangan Abu &#39;Ubaida bin&#39;l-Jarrah, sambil dia duduk di antara dua orang itu. Lalu timbul suara-suara ribut dan keras. Hal ini dikuatirkan akan membawa pertentangan. Ketika itu Umar lalu berkata dengan suaranya yang lantang: &quot;Abu Bakr, bentangkan tanganmu!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakr membentangkan tangan dan dia diikrarkan seraya kata Umar: &quot;Abu Bakr, bukankah Nabi sudah menyuruhmu, supaya engkaulah yang memimpin Muslimin bersembahyang? Engkaulah penggantinya (khalifah). Kami akan mengikrarkan orang yang paling disukai oleh Rasulullah di antara kita semua ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata ini ternyata sangat menyentuh hati Muslimin yang hadir, karena benar-benar telah dapat melukiskan kehendak Nabi sampai pada hari terakhir orang melihatnya. Dengan demikian pertentangan di kalangan mereka dapat dihilangkan. Pihak Muhajirin datang memberikan ikrar, kemudian pihak Anshar juga memberikan ikrarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilamana keesokan harinya Abu Bakr duduk di atas mimbar, Umar ibn&#39;l-Khattab tampil berbicara sebelum Abu Bakr, dengan mengatakan - setelah mengucapkan syukur dan puji kepada Tuhan:</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/sambutan-abu-bakr-kepada-anshar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-3544132539120866399</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:46:59.925+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Pasukan Usama kembali ke Medinah</title><description>Pasukan Usama kembali ke Medinah&lt;br /&gt;
Usama b. Zaid yang telah melihat Nabi pagi itu pergi ke mesjid, seperti orang-orang Islam yang lain dia pun menduga bahwa Nabi sudah sembuh. Bersama-sama dengan anggota pasukan yang hendak diberangkatkan ke Syam yang sementara itu pulang ke Medinah, sekarang ia kembali menggabungkan diri dengan markas yang di Jurf. Perintah sudah dikeluarkan supaya pasukannya itu siap-siap akan berangkat. Tetapi dalam pada itu, tiba-tiba ada orang yang datang menyusulnya, dengan membawa berita sedih tentang kematian Nabi. Ia membatalkan niatnya akan berangkat dan pasukannya diperintahkan kembali semua ke Medinah. Ia pergi ke rumah Aisyah dan ditancapkannya benderanya di depan pintu rumah itu, sambil menantikan keadaan Muslimin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya Muslimin sendiri dalam keadaan bingung. Setelah mereka mendengar pidato Abu Bakr dan yakin sudah bahwa Muhammad sudah wafat, mereka lalu terpencar-pencar. Golongan Anshar lalu menggabungkan diri kepada Said b. &#39;Ubada di Saqifa3 Banu Sa&#39;ida; Ali b. Abi Talib, Zubair ibn&#39;l-&#39;Awwam dan Talha b. &#39;Ubaidillah menyendiri pula di rumah Fatimah; pihak Muhajirin, termasuk Usaid b. Hudzair dari Banu &#39;Abd&#39;l-Asyhal menggabungkan diri kepada Abu Bakr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Abu Bakr dan Umar dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada orang datang menyampaikan berita kepada mereka, bahwa Anshar telah menggabungkan diri kepada Sa&#39;d b. &#39;Ubada, dengan menambahkan bahwa: Kalau ada masalah yang perlu diselesaikan dengan mereka, segera susullah mereka, sebelum keadaan jadi berbahaya. Rasulullah s.a.w. masih di dalam rumah, belum lagi selesai (dimakamkan) dan keluarganya juga sudah menutupkan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baiklah,&quot; kata Umar menujukan kata-katanya kepada Abu Bakr. &quot;Kita berangkat ke tempat saudara-saudara kita dari Anshar itu, supaya dapat kita lihat keadaan mereka.&quot;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/pasukan-usama-kembali-ke-medinah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-90446384985989783</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:46:28.293+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Kedatangan Abu Bakr</title><description>Kedatangan Abu Bakr&lt;br /&gt;
Sementara mereka dalam keadaan begitu tiba-tiba Abu Bakr datang. Ia segera kembali dari Sunh setelah berita sedih itu diterimanya. Ketika dilihatnya Muslimin demikian, dan Umar sedang berpidato, ia tidak berhenti lama-lama di tempat itu melainkan terus ke rumah Aisyah tanpa menoleh lagi ke kanan-kiri. Ia minta ijin akan masuk, tapi dikatakan kepadanya, orang tidak perlu minta ijin untuk hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ia masuk, dilihatnya Nabi di salah satu bagian dalam rumah itu sudah diselubungi dengan burd hibara.1 Ia menyingkapkan selubung itu dari wajah Nabi dan setelah menciumnya ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Alangkah sedapnya di waktu engkau hidup, alangkah sedapnya pula di waktu engkau mati.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kepala Nabi diangkatnya dan diperhatikannya paras mukanya, yang ternyata memang menunjukkan ciri-ciri kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Demi ibu-bapakku.2 Maut yang sudah ditentukan Tuhan kepadamu sekarang sudah sampai kaurasakan. Sesudah itu takkan ada lagi maut menimpamu!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dikembalikannya kepala itu ke bantal, ditutupkannya kembali kain burd itu kemukanya. Sesudah itu ia keluar. Ternyata Umar masih bicara dan mau meyakinkan orang bahwa Muhammad tidak meninggal. Orang banyak memberikan jalan kepada Abu Bakr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sabar, sabarlah Umar!&quot; katanya setelah ia berada di dekat Umar. &quot;Dengarkan!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Umar tidak mau diam dan juga tidak mau mendengarkan. Ia terus bicara. Sekarang Abu Bakr menghampiri orang-orang itu seraya memberi isyarat, bahwa dia akan bicara dengan mereka. Dan dalam hal ini siapa lagi yang akan seperti Abu Bakr! Bukankah dia Ash-Siddiq yang telah dipilih oleh Nabi dan sekiranya Nabi akan mengambil orang sebagai teman kesayangan tentu dialah teman kesayangannya?! Oleh karena itu cepat-cepat orang memenuhi seruannya itu dan Umar ditinggalkan.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/kedatangan-abu-bakr.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-7299469349635136576</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:46:24.761+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Barangsiapa akan menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal</title><description>Barangsiapa akan menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal&lt;br /&gt;
Setelah mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Abu Bakr berkata: &quot;Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakr membacakan ayat Qur&#39;an - Pendapatnya meyakinkan Muslimin&lt;br /&gt;
Kemudian ia membacakan firman Tuhan: &quot;Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelum dia pun telah banyak rasul-rasul yang sudah lampau. Apabila dia mati atau terbunuh, apakah kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berbalik ke belakang, ia tidak akan merugikan Tuhan sedikit pun. Dan Tuhan akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.&quot; (Qur&#39;an, 3:144)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu Umar juga turut mendengarkan tatkala dilihatnya orang banyak pergi ke tempat Abu Bakr. Setelah didengarnya Abu Bakr membacakan ayat itu, Umar jatuh tersungkur ke tanah. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi, setelah ia yakin bahwa Rasulullah memang sudah wafat. Ada pun orang banyak, yang sebelum itu sudah terpengaruh oleh pendapat Umar, begitu mendengar bunyi ayat yang dibacakan Abu Bakr, baru mereka sadar; seolah mereka tidak pernah mengetahui, bahwa ayat ini pernah turun. Dengan demikian segala perasaan yang masih ragu-ragu bahwa Muhammad sudah berpulang ke rahmat Allah, dapat dihilangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah melampaui bataskah Umar ketika ia berkeyakinan bahwa Muhammad tidak mati, ketika mengajak orang lain supaya juga yakin seperti dia? Tidak! Para sarjana sekarang mengatakan kepada kita, bahwa matahari akan terus memercik sepanjang abad sebelum tiba waktunya ia habis hilang sama sekali. Akan percayakah orang pada pendapat ini tanpa ia ragukan lagi kemungkinannya? Matahari yang memancarkan sinar dan kehangatan sehingga karenanya alam ini hidup, bagaimana akan habis, bagaimana akan padam sesudah itu kemudian alam ini masih akan tetap ada? Muhammad pun tidak kurang pula dari matahari itu sinarnya, kehangatannya, kekuatannya. Seperti matahari yang telah melimpahkan jasa, Muhammad pun telah pula melimpahkan jasa. Seperti halnya dengan matahari yang telah berhubungan dengan alam, jiwa Muhammad pun telah pula berhubungan dengan semesta alam ini, dan selalu sebutan Muhammad s.a.w. mengharumkan alam ini keseluruhannya. Jadi tidak heran apabila Umar yakin bahwa Muhammad tidak mungkin akan mati. Dan memang benar ia tidak mati, dan tidak akan mati.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/barangsiapa-akan-menyembah-muhammad.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-6591886838810556521</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:45:17.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Umar tidak percaya Rasul wafat</title><description>Umar tidak percaya Rasul wafat&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu cepat-cepat Umar ke tempat jenazah disemayamkan. Ia tidak percaya bahwa Rasulullah sudah wafat. Ketika dia datang, dibukanya tutup mukanya. Ternyata ia sudah tidak bergerak lagi. Umar menduga bahwa Nabi sedang pingsan. Jadi tentu akan siuman lagi. Dalam hal ini sia-sia saja, Mughira hendak meyakinkan Umar atas kenyataan yang pahit ini. Ia tetap berkeyakinan, bahwa Muhammad tidak mati. Oleh karena Mughira tetap juga mendesak, ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Engkau dusta!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia keluar ke mesjid bersama-sama sambil berkata: &quot;Ada orang dari kaum munafik yang mengira bahwa Rasulullah s.a.w. telah wafat. Tetapi, demi Allah sebenarnya dia tidak meninggal, melainkan ia pergi kepada Tuhan, seperti Musa bin &#39;Imran. Ia telah menghilang dari tengah-tengah masyarakatnya selama empat puluh hari, kemudian kembali lagi ke tengah mereka setelah dikatakan dia sudah mati. Sungguh, Rasulullah pasti akan kembali seperti Musa juga. Orang yang menduga bahwa dia telah meninggal, tangan dan kakinya harus dipotong!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Umar yang datang bertubi-tubi ini telah didengar oleh kaum Muslimin di mesjid. Mereka jadi seperti orang kebingungan. Memang, kalau memang benar Muhammad telah berpulang, alangkah pilunya hati! Alangkah gundahnya perasaan mereka yang pernah melihatnya, pernah mendengarkan tutur katanya, orang-orang yang beriman kepada Allah Yang telah mengutusnya membawa petunjuk dan agama yang benar! Rasa gundah dan kesedihan yang sungguh membingungkan, sungguh menyayat kalbu! Apabila Muhammad telah pergi menghadap Tuhan - seperti kata Umar - ini sungguh membingungkan. Dan menunggu dia kembali lagi seperti kembalinya Musa, lebih-lebih lagi ini mengherankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua datang mengerumuni Umar, lebih mempercayainya dan lebih yakin, bahwa Rasulullah tidak meninggal. Belum selang lama tadi mereka bersama-sama, mereka melihatnya dan mendengar suaranya yang keras dan jelas, mendengar doanya dan pengampunan yang dimohonkannya. Betapa ia akan meninggal, padahal dia adalah Khalilullah yang dipilihNya untuk menyampaikan risalah, risalah yang sekarang sudah dianut oleh Arab se]uruhnya, tinggal lagi Kisra dan Heraklius yang akan menganut Islam! Betapa ia akan meninggal, padahal dengan kekuatannya itu selama duapuluh tahun terus-menerus ia telah menggoncangkan dunia dan telah menimbulkan suatu revolusi rohani yang paling hebat yang pernah dikenal sejarah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sana wanita-wanita masih juga memukul-mukul muka sendiri sebagai tanda, bahwa ia telah meninggal. Sungguh pun begitu Umar di mesjid masih juga terus menyebutkan bahwa dia tidak wafat, dia sedang pergi kepada Tuhan seperti Musa bin &#39;Imran, dan mereka yang berpendapat bahwa ia sudah meninggal, mereka itu golongan orang-orang munafik, orang munafik, yang tangan dan kakinya oleh Muhammad nanti akan dihantamnya setelah ia kembali. Mana yang mesti dipercaya oleh kaum Muslimin? Mula-mula mereka cemas sekali. Kemudian kata-kata Umar itu masih menimbulkan harapan dalam hati mereka, karena Muhammad masih akan kembali. Hampir saja angan-angan mereka itu mereka percayai, menggambarkan dalam hati mereka sendiri hal-hal yang hampir-hampir pula membawa mereka jadi puas karenanya.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/umar-tidak-percaya-rasul-wafat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-3791622027994389135</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T22:45:14.400+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 31 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Berita kematian Nabi Muhammad menggemparkan</title><description>Berita kematian menggemparkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NABI telah memilih Handai Tertinggi di rumah Aisyah dengan kepala di pangkuannya. Kemudian Aisyah meletakkan kepalanya di atas bantal. Ia berdiri, dan bersama-sama dengan wanita-wanita lain - yang segera datang begitu berita sampai kepada mereka - ia memukul-mukul mukanya sendiri. Dengan peristiwa itu kaum Muslimin yang sedang berada dalam mesjid sangat terkejut sekali, sebab ketika paginya mereka melihat Nabi dari segalanya menunjukkan, bahwa ia sudah sembuh. Itu pula sebabnya Abu Bakr pergi mengunjungi isterinya Bint Kharija di Sunh.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/berita-kematian-nabi-muhammad.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-6035274059843649827</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T23:13:26.373+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad Berpulang ke rahmatullah.</title><description>&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; Berpulang ke rahmatullah.&lt;br /&gt;
Dalam hal ini beberapa sumber masih sangat berlain-lainan sekali keterangannya. Sebagian besar menyebutkan bahwa pada hari musim panas yang terjadi di seluruh semenanjung itu - 8 Juni 632 - ia minta disediakan sebuah bejana berisi air dingin dan dengan meletakkan tangan ke dalam bejana itu ia mengusapkan air ke wajahnya; dan bahwa ada seorang laki-laki dari keluarga Abu Bakr datang ke tempat Aisyah dengan sebatang siwak di tangannya. Muhammad memandangnya demikian rupa, yang menunjukkan bahwa ia menginginkannya. Oleh Aisyah benda yang di tangan kerabatnya itu diambilnya, dan setelah dikunyah (ujungnya) sampai lunak diberikannya kepada Nabi. Kemudian dengan itu ia menggosok dan membersihkan giginya. Sementara ia sedang dalam sakratulmaut, ia menghadapkan diri kepada Allah sambil berdoa, &quot;Allahumma ya Allah! Tolonglah aku dalam sakratulmaut ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah berkata - yang pada waktu itu kepala Nabi berada di pangkuannya, &quot;Terasa olehku &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/a&gt; sudah memberat di pangkuanku. Kuperhatikan air mukanya, ternyata pandangannya menatap ke atas seraya berkata, &quot;Ya Handai Tertinggi dari surga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kataku, &#39;Engkau telah dipilih maka engkau pun telah memilih. Demi Yang mengutusmu dengan Kebenaran.&#39; Maka Rasulullah pun berpulang sambil bersandar antara dada dan leherku dan dalam giliranku. Aku pun tiada menganiaya orang lain. Dalam kurangnya pengalamanku dan usiaku yang masih muda, &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasulullah s.a.w&lt;/a&gt;. berpulang ketika ia di pangkuanku. Kemudian kuletakkan kepalanya di atas bantal, aku berdiri dan bersama-sama wanita-wanita lain aku memukul-mukul mukaku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad &lt;/a&gt;&amp;nbsp;sudah meninggal? Itulah yang masih menjadi perselisihan orang ketika itu, sehingga hampir-hampir timbul fitnah di kalangan mereka dengan segala akibat yang akan menjurus kepada perang saudara, kalau tidak karena Tuhan Yang menghendaki kebaikan juga untuk mereka dan agama yang sebenarnya ini.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-berpulang-ke-rahmatullah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-5843221908503953668</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T23:11:57.448+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad Menyuruh Abu Bakr memimpin sembahyang</title><description>&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; Menyuruh Abu Bakr memimpin sembahyang&lt;br /&gt;
Ia kembali ke rumah Aisyah. Tetapi energi yang digunakannya selama ia dalam keadaan sakit itu, telah membuat sakitnya terasa lebih berat lagi. Sungguh suatu pekerjaan berat, terutama buat orang yang sedang menderita demam, ia keluar juga setelah disirami tujuh kirbat air; ia keluar dengan membawa beban pikiran yang sangat berat: Pasukan Usama, nasib Anshar kemudian hari, nasib orang-orang Arab yang kini telah dipersatukan oleh agama baru itu dengan persatuan yang sangat kuat. Itu pula sebabnya, tatkala keesokan harinya ia berusaha hendak bangun memimpin sembahyang seperti biasanya, ternyata ia sudah tidak kuat lagi. Ketika itulah ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Suruh Abu Bakr memimpin orang-orang sembahyang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah ingin sekali Nabi sendiri yang melaksanakan salat mengingat bahwa tampaknya sudah berangsur sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tapi Abu Bakr orang yang lembut hati, suaranya lemah dan suka menangis kalau sedang membaca Qur&#39;an,&quot; kata Aisyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aisyah pun mengulangi kata-katanya itu. Tetapi dengan suara lebih keras &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad&lt;/a&gt; berkata lagi, dengan sakit yang masih dirasakannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebenarnya kamu ini seperti perempuan-perempuan Yusuf. Suruhlah dia &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;memimpin orang-orang bersembahyang&lt;/a&gt;!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Abu Bakr datang memimpin sembahyang seperti diperintahkan oleh Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari karena Abu Bakr tidak ada di tempat ketika oleh Bilal dipanggil hendak bersembahyang, maka Umarlah yang dipanggil untuk memimpin orang-orang bersembahyang sebagai pengganti Abu Bakr. Oleh karena Umar orang yang punya suara lantang, maka ketika mengucapkan takbir di mesjid, suaranya terdengar oleh Muhammad dari rumah Aisyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mana Abu Bakr?&quot; tanyanya. &quot;Allah dan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;kaum Muslimin&lt;/a&gt; tidak menghendaki yang demikian.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian orang dapat menduga, bahwa Nabi menghendaki Abu Bakr sebagai penggantinya kemudian, karena memimpin orang-orang bersembahyang sudah merupakan tanda pertama untuk menggantikan kedudukan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasulullah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatkala sakitnya sudah makin keras, panas demamnya makin memuncak, isteri-isteri dan tamu-tamu yang datang menjenguknya, bila meletakkan tangan di atas selimut yang dipakainya, terasa sekali panas demam yang sangat meletihkan itu. Dan Fatimah puterinya, setiap hari datang menengok. Ia sangat mencintai puterinya itu, cinta seorang ayah kepada anak yang hanya tinggal satu-satunya sebagai keturunan. Apabila ia datang menemui Nabi, ia menyambutnya dan menciumnya, lalu didudukkannya di tempat ia duduk. Tetapi setelah sakitnya demikian payah, puterinya itu datang menemuinya dan mencium ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selamat datang, puteriku,&quot; katanya. Lalu didudukkannya ia disampingnya. Ada kata-kata yang dibisikkannya ketika itu, Fatimah lalu menangis. Kemudian dibisikkannya kata-kata lain Fatimah pun jadi tertawa. Bila hal itu oleh Aisyah ditanyakan, ia menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebenarnya saya tidak akan membuka &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;rahasia Rasulullah s.a.w&lt;/a&gt;.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah Rasul wafat, ia mengatakan, bahwa ayahnya membisikkan kepadanya, bahwa ia akan meninggal oleh sakitnya sekali ini. Itu sebabnya Fatimah menangis. Kemudian dibisikkannya lagi, bahwa puterinya itulah dari keluarganya yang pertama kali akan menyusul. Itu sebabnya ia tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena panas demam yang tinggi itu, sebuah bejana berisi air dingin diletakkan disampingnya. Sekali-sekali ia meletakkan tangan ke dalam air itu lalu mengusapkannya ke muka. Begitu tingginya suhu panas demam itu, kadang ia sampai tak sadarkan diri. Kemudian ia sadar kembali dengan keadaan yang sudah sangat payah sekali. Karena perasaan sedih yang menyayat hati, pada suatu hari Fatimah berkata mengenai penderitaan ayahnya itu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Alangkah beratnya penderitaan ayah!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak. Takkan ada lagi penderitaan ayahmu sesudah hari ini,&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya ia akan meninggalkan dunia ini, dunia duka dan penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari sahabat-sahabatnya berusaha hendak meringankan penderitaannya itu dengan mengingatkan kepada nasehat-nasehatnya, bahwa orang yang menderita sakit jangan mengeluh. Ia menjawab, bahwa apa yang dialaminya dalam hal ini lebih dari yang harus dipikul oleh dua orang. Dalam keadaan sakit keras serupa itu dan di dalam rumah banyak orang, ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bawakan dawat dan lembaran, akan ku (minta) tuliskan surat buat kamu, supaya sesudah itu kamu tidak lagi akan pernah sesat.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari orang-orang yang hadir ada yang berkata, bahwa sakit &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasulullah s.a.w&lt;/a&gt;. sudah sangat gawat; pada kita sudah ada Qur&#39;an, maka sudah cukuplah dengan Kitabullah itu. Ada yang menyebutkan, bahwa Umarlah yang mengatakan itu. Di kalangan yang hadir itu terdapat perselisihan. Ada yang mengatakan: Biar dituliskan, supaya sesudah itu kita tidak sesat. Ada pula yang keberatan karena sudah cukup dengan Kitabullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat pertengkaran itu, &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad&lt;/a&gt; berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pergilah kamu sekalian! Tidak patut kamu berselisih di hadapan Nabi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Ibn &#39;Abbas masih berpendapat, bahwa mereka membuang waktu karena tidak segera menuliskan apa yang hendak dikatakan oleh Nabi. Sebaliknya Umar masih tetap dengan pendapatnya, bahwa dalam Kitab Suci Tuhan berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tiada sesuatu yang Kami abaikan dalam Kitab itu.&quot; (Qur&#39;an, 6:38)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita sakitnya Nabi yang bertambah keras itu telah tersiar dari mulut ke mulut, sehingga akhirnya Usama dan anak buahnya yang ada di Jurf itu turun pulang ke Medinah. Bila Usama kemudian masuk menemui Nabi di rumah Aisyah, Nabi sudah tidak dapat berbicara. Tetapi setelah dilihatnya Usama, ia mengangkat tangan ke atas kemudian meletakkannya kepada Usama sebagai tanda mendoakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaannya yang demikian keluarganya berpendapat hendak membantunya dengan pengobatan. Asma&#39; - salah seorang kerabat Maimunah - telah menyediakan semacam minuman, yang pernah dipelajari cara pembuatannya selama ia tinggal di Abisinia. Tatkala Nabi sedang dalam keadaan pingsan karena demamnya itu, mereka mengambil kesempatan menegukkan minuman itu ke mulutnya. Bila ia sadar kembali ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Siapa yang membuatkan ini? Mengapa kamu melakukan itu?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami kuatir &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasulullah&lt;/a&gt; menderita sakit radang selaput dada,&quot; kata &#39;Abbas pamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Allah tidak akan menimpakan penyakit yang demikian itu kepadaku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian disuruhnya semua yang hadir dalam rumah - supaya meminum obat itu, tidak terkecuali Maimunah meskipun sedang berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad memiliki harta tujuh dinar ketika penyakitnya mulai terasa berat. Kuatir bila ia meninggal harta masih di tangan, maka dimintanya supaya uangnya itu disedekahkan. Tetapi karena kesibukan mereka merawat dan mengurus selama sakitnya dan penyakit yang masih terus memberat, mereka lupa melaksanakan perintahnya itu. Setelah hari Minggunya sebelum hari wafatnya ia sadar kembali dari pingsannya, ia bertanya kepada mereka: Apa yang kamu lakukan dengan (dinar) itu? Aisyah menjawab, bahwa itu masih ada di tangannya. Kemudian dimintanya supaya dibawakan. Bilamana uang itu sudah diletakkan di tangan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt;, ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimanakah jawab Muhammad kepada Tuhan, sekiranya ia menghadap Allah, sedang ini masih di tangannya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian semua uang dinar itu disedekahkan kepada fakir-miskin di kalangan Muslimin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu Muhammad dalam keadaan tenang. Panas demamnya sudah mulai turun, sehingga seolah karena obat yang diberikan keluarganya itulah yang sudah mulai bekerja dan dapat melawan penyakitnya. Sampai-sampai karena itu ia dapat pula di waktu subuh keluar rumah pergi ke mesjid dengan berikat kepala dan bertopang kepada Ali b. Abi Talib dan Fadzl bin&#39;l-&#39;Abbas. Abu Bakr waktu itu sedang mengimami orang-orang bersembahyang. Setelah kaum Muslimin yang sedang melakukan salat itu melihat Nabi datang, karena rasa gembira yang luarbiasa, hampir-hampir mereka terpengaruh dalam sembahyang itu. Tetapi Nabi memberi isyarat supaya mereka meneruskan salatnya. Bukan main &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; merasa gembira melihat semua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakr merasa apa yang telah dilakukan mereka itu, dan yakinlah dia bahwa mereka tidak akan berlaku demikian kalau tidak karena Rasulullah. Ia surut dari tempat sembahyangnya untuk memberikan tempat kepada Muhammad. Tetapi Muhammad mendorongnya dari belakang seraya katanya Pimpin terus orang bersembahyang. Dia sendiri kemudian duduk di samping Abu Bakr dan sembahyang sambil duduk di sebelah kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai sembahyang ia menghadap kepada orang banyak, dan kemudian berkata dengan suara agak keras sehingga terdengar sampai ke luar mesjid:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saudara-saudara. Api (neraka) sudah bertiup. Fitnah pun datang seperti malam gelap gulita. Demi Allah, janganlah kiranya kamu berlindung kepadaku tentang apa pun. Demi Allah, aku tidak akan menghalalkan sesuatu, kecuali yang dihalalkan oleh Qur&#39;an, juga aku tidak akan mengharamkan sesuatu, kecuali yang diharamkan oleh Qur&#39;an. Laknat Tuhan kepada golongan yang mempergunakan pekuburan mereka sebagai mesjid.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tanda-tanda kesehatan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; yang bertambah maju, bukan main gembiranya kaum Muslimin, sampai-sampai Usama b. Zaid datang menghadap kepadanya dan minta ijin akan membawa pasukan ke Syam, dan Abu Bakrpun datang pula menghadap dengan mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Rasulullah!6 Saya lihat tuan sekarang dengan karunia dan nikmat Tuhan sudah sehat kembali. Hari ini adalah bagian Bint Kharija. Bolehkah saya mengunjunginya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi pun mengijinkan. Abu Bakr segera berangkat pergi ke Sunh di luar kota Medinah - tempat tinggal isterinya. Umar dan Ali juga lalu pergi dengan urusannya masing-masing. Kaum Muslimin sudah mulai terpencar-pencar lagi. Mereka semua dalam suasana suka-cita dan gembira sekali, - sebab sebelum itu mereka semua dalam kesedihan, berwajah suram setelah mendapat berita bahwa Nabi dalam keadaan sakit, demamnya semakin keras sampai ia pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ia kembali pulang ke rumah Aisyah. Senang sekali hatinya melihat &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;kaum Muslimin&lt;/a&gt; sudah memenuhi mesjid dengan hati bersemarak, meskipun ia masih merasakan badannya sangat lemah sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipandangnya laki-laki itu oleh Aisyah, dengan kalbu yang penuh pemujaan akan kebesaran orang itu, dan sekarang penuh rasa iba hati karena ia lemah, ia sakit. Ia ingin sekiranya ia dapat mencurahkan segala yang ada dalam dirinya untuk mengembalikan tenaga orang itu, mengembalikan hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, kiranya perginya &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; ke mesjid itu adalah suatu kesadaran batin, yang akan disusul oleh kematian. Setelah memasuki rumah, tiap sebentar tenaganya bertambah lemah juga. Ia melihat maut sudah makin mendekat. Tidak sangsi ia bahwa hidupnya hanya tinggal beberapa saat saja lagi. Ya, kiranya apakah yang diperhatikannya pada detik-detik yang masih ada sebelum ia berpisah dengan dunia ini? Adakah ia mengenangkan hidupnya sejak diutus Tuhan sebagai pembimbing dan sebagai nabi, mengenangkan segala yang pernah dialaminya selama itu, kenikmatan yang diberikan Tuhan kepadanya sampai selesai, kemudian hati merasa lega karena kalbu orang-orang Arab itu sudah terbuka menerima agama yang hak? Ataukah selama itu ia tinggal hanya membaca istighfar - meminta pengampunan Tuhan dan dengan seluruh jiwa ia menghadapkan diri seperti yang biasanya dilakukan selama dalam hidupnya? Ataukah juga dalam saat-saat terakhir itu ia harus menahan penderitaan sakratulmaut sehingga tidak lagi punya tenaga akan mengingat?</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-menyuruh-abu-bakr.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-3174602269064713063</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T23:16:06.311+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad Demam</title><description>&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; Demam&lt;br /&gt;
Pada hari-hari pertama ia jatuh sakit, demamnya sudah terasa makin keras, sehingga ia merasa seolah seperti dibakar. Sungguh pun begitu, ketika demamnya menurun ia pergi berjalan ke mesjid untuk memimpin sembahyang. Hal ini dilakukannya selama berhari-hari. Tapi tidak lebih dari sembahyang saja. Ia sudah tidak kuat duduk bercakap-cakap dengan sahabat-sahabatnya. Namun begitu apa yang dibisikkan orang bahwa dia menunjuk anak yang masih muda belia di atas kaum Muhajirin dan Anshar yang terkemuka untuk menyerang Rumawi, terdengar juga oleh &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt;. Meskipun dari hari ke hari sakitnya bertambah juga, tapi dengan adanya bisik-bisik demikian itu rasanya perlu ia bicara dan berpesan kepada mereka. Dalam hal ini ia berkata kepada isteri-isteri dan keluarganya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tuangkan kepadaku tujuh kirbat air dari pelbagai sumur, supaya aku dapat menemui mereka dan berpesan kepada mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dibawakan air dari beberapa sumur, dan setelah oleh isteri-isterinya ia didudukkan di dalam pasu kepunyaan Hafsha, ketujuh kirbat air itu disiramkan kepadanya. Kemudian katanya: Cukup. Cukup.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-demam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-2314560978904860922</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T23:15:30.753+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Nabi Muhammad Mendoakan syuhada Uhud</title><description>&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; Mendoakan syuhada Uhud&lt;br /&gt;
Lalu ia mengenakan pakaian kembali, dan dengan berikat kepala ia pergi ke mesjid. Setelah duduk di atas mimbar, ia mengucapkan puji dan syukur kepada Allah, kemudian mendoakan dan memintakan ampunan buat sahabat-sahabatnya yang telah gugur di Uhud. Banyak sekali ia mendoakan mereka itu. Kemudian katanya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saudara-saudara. Laksanakanlah keberangkatan Usama itu. Demi hidupku. Kalau kamu telah banyak bicara tentang kepemirnpinnya, tentang kepemimpinan ayahnya dulu pun juga kamu banyak bicara. Dia sudah pantas memegang pimpinan, seperti ayahnya dulu juga pantas memegang pimpinan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad&lt;/a&gt; diam sebentar. Sementara itu orang-orang juga diam, tiada yang bicara. Kemudian ia meneruskan berkata lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Seorang hamba Allah oleh Tuhan telah disuruh memilih antara dunia dan akhirat dengan apa yang ada padaNya, maka ia memilih yang ada pada Tuhan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad diam lagi, dan orang-orang juga diam tidak bergerak. Tetapi Abu Bakr segera mengerti, bahwa yang dimaksud oleh Nabi dengan kata-kata terakhir itu adalah dirinya. Dengan perasaannya yang sangat lembut dan besarnya persahabatannya dengan Nabi, ia tak dapat menahan air mata dan menangis sambil berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak. Bahkan tuan akan kami tebus dengan jiwa kami dan anak-anak kami.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuatir rasa terharu Abu Bakr ini akan menular kepada yang lain, &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad&lt;/a&gt; memberi isyarat kepadanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sabarlah, Abu Bakr.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dimintanya supaya semua pintu yang menuju ke mesjid ditutup, kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakr. Setelah semua pintu ditutup, katanya lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. Kalau ada dari hamba Allah yang akan kuambil sebagai khalil (teman kesayangan) maka Abu Bakrlah khalilku. Tetapi persahabatan dan persaudaraan ialah dalam iman, sampai tiba saatnya Tuhan mempertemukan kita.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilamana &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muhammad&lt;/a&gt; turun dari mimbar, sedianya akan kembali pulang ke rumah Aisyah, tapi ia lalu menoleh kepada orang banyak itu dan kemudian katanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saudara-saudara Muhajirin, jagalah kaum Anshar itu baik-baik; sebab selama orang bertambah banyak, orang-orang Anshar akan seperti itu juga keadaannya, tidak bertambah. Mereka itu orang-orang tempat aku menyimpan rahasiaku dan yang telah memberi perlindungan kepadaku. Hendaklah kamu berbuat baik atas kebaikan mereka itu dan maafkanlah kesalahan mereka.&quot;</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/nabi-muhammad-mendoakan-syuhada-uhud.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1901678492559205800.post-8218500223337439568</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T23:18:45.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAB 30 SEJARAH NABI MUHAMMAD</category><title>Kepergiannya  ke  pekuburan  Muslimin</title><description>Kepergiannya &amp;nbsp;ke &amp;nbsp;pekuburan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;&amp;nbsp;Muslimin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ada suatu peristiwa yang membuat mereka lebih cemas lagi. Pada malam pertama Muhammad merasa sakit ia tak dapat tidur, lama sekali tak dapat tidur. Dalam hatinya ia berkata, bahwa ia akan keluar pada malam musim itu, musim panas yang disertai hembusan angin di sekitar kota Medinah. Ketika itulah ia keluar, hanya ditemani oleh pembantunya, Abu Muwayhiba. Tahukah ke mana ia pergi? Ia pergi ke Baqi&#39;l-Gharqad, pekuburan &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Muslimin&lt;/a&gt; di dekat Medinah. Sesampainya di pekuburan itu ia berbicara kepada penghuni kubur, katanya, &quot;Salam sejahtera bagimu, wahai penghuni kubur! Semoga kamu selamat akan apa yang terjadi atas dirimu, seperti atas diri orang lain. Fitnah telah datang seperti malam gelap-gulita, yang kemudian menyusul yang pertama, dan yang kemudian lebih jahat dari yang pertama.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Muwayhiba ini juga bercerita, bahwa ketika pertama kali sampai di Baqi&#39;l-Gharqad &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad &lt;/a&gt;&amp;nbsp;berkata kepadanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku mendapat perintah memintakan ampun untuk penghuni Baqi, ini. Baiklah engkau berangkat bersama aku!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memintakan ampun dan tiba saatnya akan kembali, ia menghampiri Abu Muwayhiba seraya katanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Abu Muwayhiba, aku telah diberi anak kunci isi dunia ini serta kekekalan hidup di dalamnya, sesudah itu surga. Aku disuruh memilih ini atau bertemu dengan Tuhan dan surga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Abu Muwayhiba: &quot;Demi ayah bundaku! Ambil sajalah kunci isi dunia ini dan hidup kekal di dalamnya, kemudian surga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak, Abu Muwayhiba,&quot; kata &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Rasullulah saw&lt;/a&gt;. &quot;Aku memilih kembali menghadap Tuhan dan surga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Muwayhiba bercerita apa yang telah dilihat dan apa yang telah didengarnya; sebab Nabi mulai menderita sakit ialah keesokan harinya setelah malam itu ia pergi ke Baqi&#39;. Orang jadi makin cemas, dan pasukan tidak jadi bergerak. Memang benar, bahwa Hadis yang dibawa melalui Abu Muwayhiba ini oleh beberapa ahli sejarah diterima dengan agak sangsi. Disebutkan bahwa bukan karena sakit Muhammad itu saja yang membuat pasukan tidak jadi bergerak ke Palestina, tetapi karena banyaknya orang yang menggerutu, yang disebabkan oleh penunjukan Usama dalam usia semuda itu sebagai pemimpin pasukan yang terdiri dari orang-orang penting dalam kalangan Anshar dan Muhajirin yang mula-mula. Itulah yang lebih banyak mempengaruhi tidak berangkatnya pasukan itu daripada sakitnya &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad Rasulullah SAW&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam memberikan pendapatnya ahli-ahli &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;sejarah islam&lt;/a&gt; itu berpegang pada peristiwa-peristiwa yang sudah pembaca ikuti dalam bagian (bab) ini. Kalau kita tidak akan mendebat mereka yang berpendapat seperti apa yang diceritakan oleh Abu Muwayhiba secara terperinci itu, kita pun mendapat alasan akan menolak dasar kejadian-kejadian itu, dan menolak kepergian Nabi ke Baqi&#39;l-Gharqad serta memintakan ampunan buat penghuni kubur, juga adanya perasaan yang kuat akan dekatnya waktu, yaitu waktu menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu pengetahuan masa kita sekarang ini pun tidak menolak adanya spiritisma sebagai salah satu gejala psychis. Perasaan yang kuat akan dekatnya ajal itu sudah banyak dialami orang, sehingga siapa saja tidak sedikit orang yang dapat menceritakan apa yang diketahuinya tentang peristiwa-peristiwa itu. Juga adanya hubungan antara yang hidup dengan yang mati, antara kesatuan masa lampau dengan masa datang, kesatuan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dewasa ini sudah pula dapat ditentukan, meskipun - menurut kodrat bentuk kita -masih terbatas sekali kita akan dapat mengungkapkan keadaan sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah itu yang dapat kita lihat sekarang dan sudah diakui oleh ilmu pengetahuan, tidak ada alasan kita akan menolak dasar peristiwa seperti apa yang diceritakan oleh Abu Muwayhiba itu, juga tak ada alasan kita dapat menolak adanya apa yang sudah dapat dipastikan mengenai komunikasi &lt;a href=&quot;http://sejarahmuhammad.blogspot.com/&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/a&gt; dalam arti rohani dan spiritual dengan alam semesta ini demikian rupa, sehingga ia dapat menangkap persoalan itu sekian kali lipat daripada yang biasa ditangkap oleh para ahli dalam bidang ini.</description><link>http://sejarahmuhammad.blogspot.com/2010/08/kepergiannya-ke-pekuburan-muslimin.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item></channel></rss>