<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Sejenak Bijak</title>
	
	<link>http://sejenakbijak.com</link>
	<description>Cerita, Sharing dan Makna Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Nov 2011 14:46:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SejenakBijak" /><feedburner:info uri="sejenakbijak" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>SejenakBijak</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Instalasi Cinta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/arhIBUiBFcw/instalasi-cinta</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/instalasi-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 14:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi inta]]></category>
		<category><![CDATA[menginstal hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu? Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya? CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya? P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu? CS: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/11/4-1_u_jin0.jpg"><img class="size-medium wp-image-293 aligncenter" title="4-1_u_jin0" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/11/4-1_u_jin0-232x300.jpg" alt="" width="232" height="300" /></a><br />
<span style="color: #0000ff;">Customer Service (CS)</span>: Ya, ada yang bisa saya bantu?<br />
<span style="color: #ff6600;">Pelanggan (P)</span>: Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS</span>: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS</span>: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Program apa saja yang sedang aktif?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Sebentar, saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Ya. Apakah sudah selesai terinstal?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain untuk mengupgradenya.<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Apa pesannya?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> ERROR 412 &#8211; PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&#8221;. Apa artinya?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i mesin anda sendiri sebelum men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i orang lain.<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Lalu apa yang harus saya lakukan?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &#8220;PASRAH&#8221;?<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Ya, sudah.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &#8220;MYHEART&#8221; MEMAAFKAN-DIRI- SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. Sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.<br />
<span style="color: #ff6600;">P:</span> Apa?</p>
<p><span style="color: #0000ff;">CS:</span> CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.</p>
<p><strong>NB :</strong> Dan berhati2lah, kadang virus trojan seperti AMARAH.ini menginfeksi dan mengakibatkan BENCI.com dan DENDAM.exe kembali terinstal, bahkan hati anda akan terkena virus networm yg akan menghapus isi drive hati anda dan mengisinya dengan JAHAT.exe jika anda tidak mengupdate program ini. Update dapat di download dari www.amal-ibadah.net, kebaikan.org dan kasih-sayang.info atau pasang antivirus &#8216;IBADAH version 1&#8242;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: Pusat Humor Indonesia di Facebook</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/arhIBUiBFcw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/instalasi-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/instalasi-cinta</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kesabaran</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/D7fIby7T6EE/kesabaran</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/kesabaran#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 15:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[kesabaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Guru Buddhis yang terkenal dari India diundang ke Tibet untuk membeberkan Dharma. Guru ini membawa serta seorang laki-laki yang tidak hanya bawel dan tidak bertanggung jawab, tetapi juga merupakan tukang masak yang jelek. Setelah mengamatinya beberapa waktu, orang-orang Tibet mendekati sang Guru dan berkata dengan penuh hormat, &#8220;Mengapa Guru begitu tenggang rasa dengan tukang masak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/06/Dalis_rose.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-282" title="Dali's_rose" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/06/Dalis_rose-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Guru Buddhis yang terkenal dari India diundang ke Tibet untuk membeberkan Dharma. Guru ini membawa serta seorang laki-laki yang tidak hanya bawel dan tidak bertanggung jawab, tetapi juga merupakan tukang masak yang jelek.</p>
<p>Setelah mengamatinya beberapa waktu, orang-orang Tibet mendekati sang Guru dan berkata dengan penuh hormat, &#8220;Mengapa Guru begitu tenggang rasa dengan tukang masak yang tidak berguna itu. Ia kelihatannya cuma menimbulkan masalah, alih-alih membantu Guru. Mengapa Guru tidak pulangkan saja. Kami akan dengan senang hati melayani Guru.&#8221;</p>
<p>Sang Guru tersenyum dan menjawab,&#8221;Ah kalian tidak mengerti. Ia bukan pelayanku, tapi ia guruku.&#8221; Orang-orang Tibet kaget dan memohon penjelasan, &#8220;Kenapa bisa begitu?&#8221; Sang Guru menjelaskan, &#8220;Kalian lihat, perangainya yang rewel dan tidak menyenangkan itu telah  mengajariku untuk bersikap sabar dan bertenggang rasa setiap hari. Karena itulah aku menghargainya.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Percikan Hati&#8221; Skolastikat MSC Pineleng &#8211; Manado,  15 Mei 2011</em><br />
<em> Markus Marlon MSC</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/D7fIby7T6EE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/kesabaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/kesabaran</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kekuatan Memaafkan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/e2slDMvcu_w/kekuatan-memaafkan</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/kekuatan-memaafkan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 14:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar dari Kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek , ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu. Beberapa tahun yang lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/04/forgiveness-ja.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-271" title="forgiveness-ja" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/04/forgiveness-ja-300x280.jpg" alt="" width="300" height="280" /></a>Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek , ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.  Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, Van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, “Tuhan, maafkanlah mereka.”</p>
<p>Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?”</p>
<p>Wanita itu menjawab, “Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat.” Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, “Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya.”  “Dan, akhirnya,” ia berkata, “Permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Tuhan itu Maha Pengampun. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan.”</p>
<p>Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan. Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidakadilan serupa – berdiri dan bernyanyi <em>&#8220;Amazing grace, how sweet the sound that saved a wretch like me. I once was lost, but now I&#8217;m found. &#8216;Twas blind, but now I see.&#8221;</em> (Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat).”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Terimakasih buat seseorang yg telah meneruskan cerita apik ini.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/e2slDMvcu_w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/kekuatan-memaafkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/kekuatan-memaafkan</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cerita “Hiu Kecil”</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/HHOAxa6hok4/cerita-hiu-kecil</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/cerita-hiu-kecil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 17:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar dari Kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak aktif]]></category>
		<category><![CDATA[hiu kecil]]></category>
		<category><![CDATA[semakin kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan, salmon-salmon tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/02/hope.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-264" title="The boy observes cultivation of a young plant." src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2011/02/hope-300x235.jpg" alt="" width="300" height="235" /></a>Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.</p>
<p>Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan, salmon-salmon tersebut tetap hidup.</p>
<p>Mesti demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati dikolam buatan tersebut.</p>
<p>Bagaimana caranya mereka menyiasatinya?</p>
<p>Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. AJAIB!! Hiu kecil tersebut &#8220;memaksa&#8221; salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit !</p>
<p>Diam membuat kita mati ! Bergerak membuat kita hidup !</p>
<p>Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran diatas.</p>
<p>Apa yang membuat kita diam? Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati.</p>
<p>Ironis, bukan?</p>
<p>Apa yang membuat kita bergerak?</p>
<p>Masalah, pergumulan dan tekanan hidup.</p>
<p>Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.</p>
<p>Disaat-saat seperti itu biasanya kita akan ingat Tuhan dan berharap kepada Tuhan. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa !!</p>
<p>Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.</p>
<p>Itu sebabnya syukurilah &#8220;hiu kecil&#8221; yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive !</p>
<p>Masalah hidup adalah baik, karena itulah yg membuat kita terus bergerak dan hidup&#8230;</p>
<p><em>NB: Tulisan @gregedwin</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/HHOAxa6hok4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/cerita-hiu-kecil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/cerita-hiu-kecil</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Reframing</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/rxSaT-dvFMQ/reframing</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/reframing#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 17:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar dari Kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[mengubah sudut pandang]]></category>
		<category><![CDATA[reframing]]></category>
		<category><![CDATA[virginia satir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &#38; kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur, suami serta anak2nya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/berussa-photo-magic-ball.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-260" title="berussa photo-magic ball" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/berussa-photo-magic-ball-300x241.jpg" alt="" width="300" height="241" /></a>Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &amp; kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih dan teratur, suami serta anak2nya sangat menghargai pengabdiannya itu.</p>
<p>Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.</p>
<p>Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp; berkata kepada sang ibu:</p>
<p>&#8220;Ibu&#8230; harap tutup mata Ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan&#8221;</p>
<p>Ibu itu kemudian menutup matanya.</p>
<p>&#8220;Bayangkan rumah Ibu yang rapih dan karpet Ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan Ibu?&#8221; Sambil  tetap menutup mata, senyum Ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah.  Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.</p>
<p>Virginia Satir melanjutkan; &#8220;Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah Ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah Ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang Ibu kasihi&#8221;.</p>
<p>Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Sekarang lihat kembali karpet itu, Ibu melihat jejak sepatu &amp; kotoran disana, artinya suami dan anak-anak Ibu ada di rumah, orang-orang yang Ibu cintai ada bersama Ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati Ibu&#8221;.</p>
<p>Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekarang bukalah mata Ibu.&#8221; Ibu itu membuka matanya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat Ibu?&#8221; Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.</p>
<p>&#8220;Aku tahu maksud Anda&#8221; ujar sang ibu, &#8220;Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif.&#8221;</p>
<p>Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.</p>
<blockquote><p>Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder &amp; John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita &#8216;membingkai ulang&#8217; sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.</p></blockquote>
<p>Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :</p>
<p>Saya BERSYUKUR;</p>
<p>1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain</p>
<p>2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe.</p>
<p>3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan</p>
<p>4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan  digaji tinggi</p>
<p>5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman</p>
<p>6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan</p>
<p>7.  Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras</p>
<p>8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat</p>
<p>9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup</p>
<p>10. Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Sumber: <a href="http://acepswd.multiply.com/journal" onclick="urchinTracker('/outgoing/acepswd.multiply.com/journal?referer=');">http://acepswd.multiply.com/journal</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/rxSaT-dvFMQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/reframing/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/reframing</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perlu Orang “Gila” Untuk Membangun Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/E-Rjsw2qK1w/perlu-orang-gila-untuk-membangun-indonesia</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/perlu-orang-gila-untuk-membangun-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 17:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar dari Kenyataan]]></category>
		<category><![CDATA[john tabo]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade astronomi asia pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tolikara]]></category>
		<category><![CDATA[yohanes surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Salam dari Jayapura! Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific. Hasilnya? Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan,Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/Kontingen-APAO.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-253" title="Kontingen-APAO" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/Kontingen-APAO.jpg" alt="" width="330" height="211" /></a>Salam dari Jayapura!</p>
<p>Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific. Hasilnya? Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan,Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia diraih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari Tolikara, Indonesia belajar!</p>
<p>Kisahnya dimulai dengan seorang &#8220;gila&#8221;bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi AsiaPacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda diIndonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari &#8230;</p>
<p>Yohanes Surya ketemu dengan seorang &#8220;gila&#8221; lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara, pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraan off-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpa penutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadi sponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia juga mendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun. John Tabo membangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue olimpiade ini. Orang yang berfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiade astronomi seperti ini? Bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yang harus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai infrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja!</p>
<p>John Tabo melakukan terobosan &#8220;gila&#8221;. Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yang akan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat, jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untuk membangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu&#8221;breakthrough&#8221; untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlu menunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka.</p>
<p>Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari2010 di Karawaci untuk, kesemuanya &#8220;gila&#8221;. 8 dari 15 anak tersebut direkrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematika yang rendah, menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu. Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7! Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dan gurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwa apa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari dari sekolah!</p>
<p>Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2&#8243;gila&#8221;, yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yang diajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas.</p>
<p>Pendekatan mengajarnya  juga&#8221;gila&#8221;.  Astronomi adalah kumpulan dari berbagai ilmu science: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajari fenomena jagad raya.</p>
<p>Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai dibidang astronomi di dunia hanya dalam waktu 10 bulan??!!</p>
<p>Urusan ijin ternyata juga &#8220;gila-gilaan&#8221;. Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas. Akibatnya, untuk mendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visa dari negara. Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidak keluar. Entah gimana ceritanya &#8230;</p>
<p>Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang&#8221;gila&#8221; dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehingga Kemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visa disaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukan anak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akan berpikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!!</p>
<p>Lalu si orang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 orang anggotanya yang kebetulan juga &#8220;agak gila&#8221; untuk datang menghadiri kegiatan olimpiade di Tolikara. Jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsur pemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang ini membawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2. Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman, tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan dari pemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka digodok di Karawaci. Datang dan duduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini. Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakarta mau datang melihat mereka di Tolikara.</p>
<p>Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selain perolehan medali-medali diatas:</p>
<p>1. Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara, meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwa dari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juara olimpiade science, yang akan mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia,</p>
<p>2. Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianya menuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anak Tolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anak Tolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaing di tingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing di tingkat dunia.</p>
<p>3. Tolikara membuktikan bahwa mereka dapat membangun &#8220;lebih cepat&#8221; jika cara berfikir &#8220;gila&#8221; ini diterapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapat dipercepat.</p>
<p>4. Kita perlu &#8220;A Tolikara Approach&#8221; untuk sebuah percepatan pembangunan Papua!</p>
<p>Pesan moral dari kisah ini:</p>
<p>Jadilah orang gila untuk membangun Indonesia lebih baik! Never underestimate things! Kesempatan ke Tolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harus selalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah diperhitungkan dipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan dunia.</p>
<p><strong><em>Partogi Samosir</em></strong><br />
<em><strong>Counsellor &#8211; </strong></em><strong>Embassy of the Republic of Indonesia </strong><strong>Washington, D.C.</strong></p>
</div>
</div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/E-Rjsw2qK1w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/perlu-orang-gila-untuk-membangun-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/perlu-orang-gila-untuk-membangun-indonesia</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Chat With Tuhan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/RKmZAtMh0_I/chat-with-tuhan</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/chat-with-tuhan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 03:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku dan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[chat with tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Sign in&#8230;&#8230; TUHAN : Kamu memanggilKu? AKU : Memanggilmu? Tidak&#8230; Ini siapa ya? TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu. AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk. TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk. AKU : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/11/pray-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-249" title="pray-2" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/11/pray-2.jpg" alt="" width="390" height="264" /></a></em></p>
<p><em>Sign in&#8230;&#8230;</em></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="472">
<tbody>
<tr>
<td width="63" scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td width="8"><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td width="381"><span style="color: #ff0000;">Kamu memanggilKu?</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Memanggilmu? Tidak&#8230; Ini siapa ya?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah&#8230;</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah . Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Apa yang menarik dari manusia?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Jika menderita, mereka bertanya, &#8220;Mengapa harus aku?&#8221;. Jika mereka bahagia, tidak ada yang bernah bertanya, &#8220;Mengapa harus aku?&#8221;</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya ada disini?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya disini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.</span></td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div>AKU</div>
</td>
<td>:</td>
<td>Terimakasih Tuhan atas chatting yang indah ini.</td>
</tr>
<tr>
<td scope="row">
<div><span style="color: #ff0000;">TUHAN</span></div>
</td>
<td><span style="color: #ff0000;">:</span></td>
<td><span style="color: #ff0000;">Oke&#8230; Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="font-family: trebuchet ms, sans-serif;"><span style="font-size: 10pt;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2009/05/chat-tuhan.jpg"></a></span></p>
<p style="font-family: trebuchet ms, sans-serif;"><em>&#8230;&#8230;&#8230;TUHAN has signed out</em></p>
<p style="font-family: trebuchet ms, sans-serif;">NB: Thanks for <a title="Facebook Yulia Setyani" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1045924812&amp;ref=profile#/profile.php?id=570809827" target="_blank" onclick="urchinTracker('/outgoing/www.facebook.com/profile.php?id=1045924812_amp_ref=profile_/profile.php?id=570809827&amp;referer=');">Yulia Setyani </a>udah forward tulisan ini</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/RKmZAtMh0_I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/chat-with-tuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/chat-with-tuhan</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Surat Seorang Ibu Kepada Anaknya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/0WNPGGa44YI/surat-seorang-ibu-kepada-anaknya</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/surat-seorang-ibu-kepada-anaknya#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 00:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Ayah-Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[surat seorang ibu kepada anaknya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Anakku, bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/three-ages.jpg"><img class="size-medium wp-image-246 alignleft" title="three ages" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/three-ages-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a>Anakku,</p>
<p>bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.</p>
<p>Anakku,</p>
<p>ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.</p>
<p>Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.</p>
<p>Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.</p>
<p>Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugendong dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?</p>
<p>Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e&#8217;ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.</p>
<p>Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.</p>
<p>Anakku,</p>
<p>pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.</p>
<p>Kini engkau sudah dewasa,</p>
<p>aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.</p>
<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/mother_child_79.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-247" title="mother_child_79" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/mother_child_79-246x300.jpg" alt="" width="246" height="300" /></a>Anakku,</p>
<p>betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.</p>
<p>Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.</p>
<p>Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.</p>
<p>Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.</p>
<p>Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis&#8230; dan sebentar lagi pasti akan padam&#8230; untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.</p>
<p>Anakku,</p>
<p>kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.</p>
<p>Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia. Anakku, jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa pulang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.</p>
<p>Akhirnya,</p>
<p>sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.</p>
<p>Anakku,</p>
<p>aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.</p>
<p>31 Januari 1992, pekalongan</p>
<p><em>ibumu</em></p>
<p>(Renungan oleh: <strong>Thomas Soebandriyo</strong>)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/0WNPGGa44YI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/surat-seorang-ibu-kepada-anaknya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/surat-seorang-ibu-kepada-anaknya</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hidup ini Berharga</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/0j1PbMsDyys/hidup-ini-berharga</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/hidup-ini-berharga#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 05:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup ini berharga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[saat aku meloncat dari gedung&#8230;. Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul. Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9 Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi Di lt.6 Heng yang pengangguran terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb1.jpg"><img class="size-full wp-image-227 alignnone" title="gb1" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb1.jpg" alt="" width="316" height="39" /></a></p>
<p style="text-align: center;">saat aku meloncat dari gedung&#8230;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-228" title="gb2" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb2.jpg" alt="" width="420" height="193" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-229" title="gb3" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb3.jpg" alt="" width="352" height="286" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-230" title="gb4" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb4.jpg" alt="" width="318" height="292" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-231" title="gb5" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb5.jpg" alt="" width="308" height="322" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="gb6" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb6.jpg" alt="" width="282" height="303" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-232" title="gb7" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb7.jpg" alt="" width="256" height="346" /></a></p>
<p style="text-align: center;">di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-234" title="gb8" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb8.jpg" alt="" width="319" height="291" /></a></p>
<p style="text-align: center;">di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya<img class="aligncenter size-full wp-image-235" title="gb9" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb9.jpg" alt="" width="328" height="361" />Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-236" title="gb10" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb10-292x300.jpg" alt="" width="292" height="300" />Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-237" title="gb11" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb11.jpg" alt="" width="184" height="315" />Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-238" title="gb12" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb12-235x300.jpg" alt="" width="235" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-239" title="gb13" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb13-221x300.jpg" alt="" width="221" height="300" /></a>Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb14.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-240" title="gb14" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb14-70x300.jpg" alt="" width="70" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;">Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb15.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-241" title="gb15" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/gb15-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;"> </p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Bersyukurlah atas dirimu apa adanya&#8230; karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>NB: Thanks for Christina Dhesy yang sudah forward cerita ini</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/0j1PbMsDyys" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/hidup-ini-berharga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/hidup-ini-berharga</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hukum Menabur dan Menuai</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SejenakBijak/~3/OZ1X0PlBKDo/hukum-menabur-dan-menuai</link>
		<comments>http://sejenakbijak.com/hukum-menabur-dan-menuai#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 05:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar dari Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[alexander fleming]]></category>
		<category><![CDATA[hukum menabur dan menuai]]></category>
		<category><![CDATA[winston churchill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejenakbijak.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang; semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/sowing-and-reaping.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-222" title="sowing and reaping" src="http://sejenakbijak.com/wp-content/uploads/2010/12/sowing-and-reaping-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a>Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang; semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan. Kemudian pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.</p>
<p>Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah dan mewah. Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, namun pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.</p>
<p>Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi ada seorang yang murah hati yaitu ayah dari pemuda bangswan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya ia meraih gelar dokter.</p>
<p>Tahukah kamu nama pemuda miskin yang menjadi dokter ini? Dia adalah Alexander Fleming, yang menemukan obat Penisilin. Sementara itu si pemuda bangsawan masuk dinas militer dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr. Fleming dan mereka menyuntik penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Akhirnya berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda sembuh!</p>
<p>Pemuda bangsawan ini adalah Winston Churchill, PM Inggris yang termasyur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan, dan ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul dan ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil.</p>
<p><em>NB: Disadur dari Buku Motivasi &#8211; Ir. Andi Muzaki</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SejenakBijak/~4/OZ1X0PlBKDo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejenakbijak.com/hukum-menabur-dan-menuai/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sejenakbijak.com/hukum-menabur-dan-menuai</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

