<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304</id><updated>2024-10-04T19:22:53.080-07:00</updated><category term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><category term="Science"/><category term="Selebriti"/><category term="Kesehatan"/><category term="Life Style"/><category term="Sport"/><category term="Philosophy"/><category term="Lowongan Kerja"/><category term="Gadget"/><category term="Hiburan"/><category term="Film"/><category term="Kuliner"/><category term="Musik"/><category term="Otomotif"/><category term="Ilmu Pengetahuan"/><category term="Politik"/><category term="SEO"/><category term="Making Money"/><category term="Theology"/><category term="Lirik Lagu dan Kord Gitar"/><title type='text'>SELAPUTS</title><subtitle type='html'>All About Information and Literature</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8509</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-5937636431938492229</id><published>2021-04-05T21:54:00.003-07:00</published><updated>2021-04-05T21:54:22.440-07:00</updated><title type='text'>Daftar Isi:</title><content type='html'>&lt;script src=&quot;https://cdn.rawgit.com/mowdot/mysitemap/master/sitemapku.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script src=&quot;http://selaputs.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;amp;alt=json-in-script&amp;amp;callback=loadtoc&quot;&gt;&lt;/script&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/5937636431938492229/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2021/04/daftar-isi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5937636431938492229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5937636431938492229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2021/04/daftar-isi.html' title='Daftar Isi:'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-1647869839254910877</id><published>2014-05-19T00:00:00.000-07:00</published><updated>2014-05-19T00:00:02.427-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENDIDIKAN DASAR PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kita harus memberikan prioritas kepada pendidikan
dasar di SD bahkan sebelum anak masuk sekolah. Orangtua kiranya perlu
memperhatikan pendidikan anak balita. Anak balita membutuhkan kasih sayang, perhatian
dan pemekaran kemampuan dasar di bidang ilmu dan nilai moral. Suasana keluarga
dan contoh teladan dari orangtua sangat membekas dalam sanubari anak. Kita
mendidik anak bukan supaya cocok untuk pekeijaan tertentu tetapi supaya anak
mampu menyesuaikan diri dengan pekeijaan di kemudian hari. Supaya berhasil
dalam pendidikan, diharapkan keija sama yang terpadu antara keluarga, sekolah
dan masyarakat. Dengan mendidik anak sebenarnya orangtua dan guru pun mendidik
dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Sebagai pertanyaan terakhir, &quot;Apakah yang mau
kita wariskan kepada anak-anak kita?&quot; Kepada anak-anak, kita mau
mewariskan sebuah dunia yang penuh dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;dan&lt;span class=&quot;Bodytext115pt&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext115pt&quot;&gt;kemerdekaan.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background: white;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/1647869839254910877/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/pendidikan-dasar-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1647869839254910877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1647869839254910877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/pendidikan-dasar-pada-anak.html' title='PENDIDIKAN DASAR PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-8853066132119022180</id><published>2014-05-18T00:00:00.000-07:00</published><updated>2014-05-18T00:00:05.005-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MEMBERIKAN PUJIAN PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Dengan memberikan pujian, orangtua menyampaikan
penghar­gaan atas prestasi anak. Anak bertumbuh dan berkembang. Anak merasa
dirinya berharga. Pujian memberanikan anak untuk berlangkah maju dalam kepastian
tindak-tanduknya. Orangtua memuji usaha dan perbuatan anak dan bukan memberi
komentar tentang kepribadian dan sifatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Pujian sebaiknya diberikan pada saat yang tepat. Namun
perlu dijaga agar jangan berlebih-lebihan. Ada bahaya anak dapat menjadi sombong.
Oleh karena itu pujian harus dilakukan dengan tulus hati. Pujian perlu
dibedakan dari sanjungan. Dalam sanjungan ada kecenderungan orang berpura-pura
untuk memuji. Sikap pura-pura tidak bersifat mendidik. Banyak orangtua
cenderung terjebak dalam sikap menyanjung dan kurang memberikan pujian yang
sebenarnya. Pujian harus memberi gambaran realistis tentang prestasi anak.
Pujian harus disertai dengan alasan. Contoh teladan dan cara hidup orangtua
dalam keluarga sangat membekas dalam diri pribadi anak. Anak melihat
orangtuanya yang gemar membaca dan belajar, orangtua yang senang berceritera,
ayah dan ibu yang mengatur hidupnya penuh disiplin dan penuh kerahiman
memberikan hukuman yang pantas. Anak mau men­dengarkan nasehat dari orangtua
yang disampaikan pada waktu yang tepat. Anak mengalami kehidupan perkawinan
dari orangtua yang monogam dan tak terceraikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/8853066132119022180/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-pujian-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8853066132119022180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8853066132119022180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-pujian-pada-anak.html' title='TIPS MEMBERIKAN PUJIAN PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-841788717085252351</id><published>2014-05-17T23:59:00.000-07:00</published><updated>2014-05-17T23:59:00.039-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MEMBERIKAN NASEHAT PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Melalui nasehat, orangtua dan para pendidik berusaha
memberi­kan saran-saran percobaan untuk memecahkan masalah sejauh ke­mampuan
dan keahlian. Orangtua dan para pendidik dinilai oleh anak sebagai orang yang
sudah mempunyai banyak pengalaman. Pengalaman hidup merupakan guru yang baik
bagi kaum muda. Na­mun perlu diperhatikan bahwa cara memberikan nasehat lebih
penting ketimbang isinya. Banyak nasehat yang baik tidak dide­ngarkan karena
cara memberikannya tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Dalam memberikan nasehat, hindarilah sikap menggurui
dan sikap membanggakan pengalaman masa lampau. Pengalaman masa lampau bisa saja
tidak cocok lagi dengan situasi saat sekarang. Peng­alaman masa lampau sebaiknya
dipakai hanya sebagai cermin saja tetapi tidak seluruhnya diterapkan untuk
anak-anak saat sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Supaya nasehat bisa berhasil maka perlu diciptakan
hubungan harmonis dengan anak. Orangtua dan anak saling percaya dan saling
menghormati. Kalau anak tidak bertanya tentang masalahnya maka orangtualah yang
mendekati anak dan mulai memancing. Sementara itu orangtua harus bersedia
menerima bahwa kadangkala nasehat- nya tidak dituruti oleh anak. Dan jangan
lupa, berhematlah dalam memberikan nasehat. Nasehat yang berkepanjangan sangat
mem­bosankan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/841788717085252351/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-nasehat-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/841788717085252351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/841788717085252351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-nasehat-pada-anak.html' title='TIPS MEMBERIKAN NASEHAT PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-1965878638950875759</id><published>2014-05-16T23:59:00.000-07:00</published><updated>2014-05-16T23:59:00.017-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>MENJALIN KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Orangtua tentu saja berusaha menjadi pendidik yang
terbaik bagi anak-anaknya. Namun kemampuan orangtua terbatas. Banyak hal tidak
dapat dipahami oleh orangtua. Oleh karena itu seandainya terdapat hambatan
dalam pendidikan anak di luar kemampuan orangtua, sebaiknya anak dibantu oleh
konselor keluarga. Kalau mengalami kelainan yang berat, sebaiknya anak dibawa
ke seorang psikiater.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Konseling keluarga melibatkan konselor, anak dan
seluruh ang­gota keluarga. Nasehat dan petunjuk dari seorang konselor tidak
akan berhasil kalau tidak ditunjang oleh suasana keluarga. Kena­kalan anak juga
disebabkan oleh tingkah laku dari orangtua dan anggota keluarga lainnya. Jadi
konseling anak harus ditempatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;dalam rangka keseluruhan terapi keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/1965878638950875759/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/menjalin-komunikasi-yang-baik-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1965878638950875759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1965878638950875759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/menjalin-komunikasi-yang-baik-dengan.html' title='MENJALIN KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-8750512301604197152</id><published>2014-05-15T23:59:00.000-07:00</published><updated>2014-05-15T23:59:00.095-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>KAPAN HARUS MEMBERIKAN HUKUMAN PADA ANAK?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Sebelum memberikan hukuman sebaiknya orangtua mengetahui
alasan-alasan mengapa anak bertindak salah. Hukuman hanya boleh diberikan kalau
anak melakukan kesalahan dengan sengaja walaupun telah diperingatkan. Anak
harus mengerti mengapa ia dihukum. Hukuman diberikan secara adil. Oleh karena
itu terhadap kekeliruan atau kelemahan anak, tidak boleh diberi hukuman.
Orangtua mence­la tingkah laku dan tidak mencela anak. Beberapa bentuk hukuman
seperti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Memberikan kepada anak suatu tugas yang kurang menye­nangkan,
Mencabut dari anak suatu kegemarannya atau suatu kesem­patan yang enak, Memberikan
teguran namun jangan menghina dan mengecil­kan anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kadangkala orang tua tidak bisa menahan diri untuk
memukul pan­tat anak. Cara ini sebenarnya tidak baik namun dapat dipahami.
Orangtua bukanlah manusia sempurna. Tetapi tidaklah baik terlalu sering memukul
pantat anak. Terhadap anak yang sudah besar se­baiknya pukul pantat dihindari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Hukuman sebaiknya jangan diberikan ketika orangtua
masih dalam keadaan marah. Namun tidak boleh juga terlalu lama dari peristiwa
kesalahan, karena anak sudah lupa akan kesalahannya. Anak bisa saja keliru
menafsirkan hukuman.&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Orangtua kiranya berusaha
untuk menghindari sikap untuk mau menjadi orangtua sempurna.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/8750512301604197152/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/kapan-harus-memberikan-hukuman-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8750512301604197152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8750512301604197152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/kapan-harus-memberikan-hukuman-pada-anak.html' title='KAPAN HARUS MEMBERIKAN HUKUMAN PADA ANAK?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-5108272876188151234</id><published>2014-05-14T23:58:00.000-07:00</published><updated>2014-05-14T23:58:02.459-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>CARA MEMBIASAKAN ANAK UNTUK DISIPLIN</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Tujuan menegakkan disiplin dalam keluarga adalah agar
anak dapat mengatur keinginan, nafsu dan tingkah lakunya secara tepat. Ia dapat
mengatur waktu untuk keija, bermain, seni, &#39;rekreasi dan pergaulan. Dengan
disiplin anak dapat berhasil dalam kegiatannya dan sekaligus belajar untuk
menghormati hak dan kebebasan orang lain. Supaya anak dapat berdisiplin,
orangtua sendiri harus hidup disiplin dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Namun demikian peraturan dalam keluarga harus ditaati
dengan sadar dan penuh tanggung jawab. Sebaiknya beberapa peraturan ditetapkan
bersama-sama oleh orangtua dan anak. Orangtua mem­berikan kesempatan kepada
anak untuk secara kritis mempersoalkan beberapa peraturan keluarga. Orangtua
kiranya bersedia mene­rima kenyataan bahwa dalam menjalankan peraturan, anak
bisa keliru dan membuat kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Anak yang masih kecil menilai orangtuanya sebagai
orang yang paling benar paling baik dan paling hebat karena anak belum kritis.
Tetapi semakin dewasa, anak semakin kritis. Oleh karena itu ia mengharapkan
agar orangtuanya bersikap jujur dan mau mengakui kesalahan dan kekeliruannya
pula. Kalau orangtua sendiri bersikap tertib dalam kehidupan keluarga maka
sikap tertib dengan sendiri­nya akan tumbuh dalam diri anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/5108272876188151234/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/cara-membiasakan-anak-untuk-disiplin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5108272876188151234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5108272876188151234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/cara-membiasakan-anak-untuk-disiplin.html' title='CARA MEMBIASAKAN ANAK UNTUK DISIPLIN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-7835429929638436072</id><published>2014-05-13T23:58:00.000-07:00</published><updated>2014-05-13T23:58:01.244-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TEKNIK BERCERITA PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Bagi orangtua yang terlalu sibuk di siang hari,
menuturkan ceri­tera atau membacakan ceritera bagi anak di malam hari merupakan
kesempatan yang baik menjalin hubungan akrab dengan anaknya. Bagi anak yang
belum mampu membaca, sebaiknya orangtua berceritera sendiri secara lisan.
Kepada anak yang telah dapat membaca, sebaiknya diberikan buku-buku bacaan
kepada anak dan orangtua mendampingi mereka ketika membaca. Orangtua bersedia
menjadi pendengar yang baik. Anak lebih senang dengan ceritera yang me­nakjubkan
dari pada ceritera yang bengis atau serem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/7835429929638436072/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/teknik-bercerita-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7835429929638436072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7835429929638436072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/teknik-bercerita-pada-anak.html' title='TEKNIK BERCERITA PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-1594032198781914163</id><published>2014-05-12T23:57:00.000-07:00</published><updated>2014-05-12T23:57:00.427-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MENGAJAK ANAK UNTUK MAU BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kepandaian tidak dapat dibandingkan dan tidak boleh
disamakan dengan ke­pandaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Masing-masing anak diperlakukan sesuai dengan bakatnya sendiri. Nilai rapor
seorang anak diterima seperti apa adanya. Tidak tepat anak dibentak oleh
orangtua karena anak men­dapat nilai jelek. Kepada anak yang mendapat nilai
jelek sebaiknya diberi rangsangan untuk lebih lagi giat belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Sejak kecil diusahakan agar anak memiliki banyak
rangsangan untuk belajar. Permainan-permainan yang merangsang kreativitas perlu
dimiliki oleh anak. Orangtua jangan meremehkan pertanya­an-pertanyaan dari
seorang anak kecil yang barangkali di mata orang dewasa kelihatannya konyol.
Situasi keluarga diciptakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan suasana
belajar. Orangtua &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;harus mampu memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana
kepada anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Orangtua dapat
mendampingi anak dalam menyelesaikan Peker­jaan Rumah (PR) tanpa sendiri
menyelesaikan PR tersebut. Orang- tua dapat mengamati kecepatan belajar dari
anak. Beberapa anak termasuk tipe visual yang mudah belajar kalau dibantu
dengan tu­lisan tangannya sendiri. Beberapa anak lain termasuk tipe auditif
yang cepat belajar kalau dibantu dengan membaca pelajaran de­ngan suara
nyaring.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kiranya orangtua tidak mendewa-dewakan nilai rapor
anaknya. Nilai rapor memang sedikit memberikan gambaran tentang kepan­daian
anak tetapi bukanlah segala-galanya. Nilai rapor sangat di­tentukan pula oleh
mentalitas, kepandaian dan sifat guru di sekolah. Guru adalah manusia biasa
yang mempunyai simpati dan antipati. Orangtua tidak boleh menuntut terlalu
banyak dari guru. Apalagi kepandaian di sekolah hanya merupakan salah satu
aspek dari ke­seluruhan pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/1594032198781914163/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajak-anak-untuk-mau-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1594032198781914163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1594032198781914163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajak-anak-untuk-mau-belajar.html' title='TIPS MENGAJAK ANAK UNTUK MAU BELAJAR'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-5962935279394958101</id><published>2014-05-11T23:57:00.000-07:00</published><updated>2014-05-11T23:57:00.650-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>MANFAAT PEMBINAAN SENI PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kesenian melengkapi pembentukan kepribadian manusia
yang utuh. Dengan ilmu, anak menjadi orang paiidai. Dengan moral anak menjadi
orang baik. Dengan logika anak belajar berpikir lurus. Dengan Etika anak
terlatih berpikir kritis. Maka dengan kesenian anak dapat menikmati keindahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Melalui
pembinaan kesenian, anak menjadikan perasaannya semakin halus dan tajam.
Perasaan yang halus dapat menang­kap kenyataan secara intuitif. Pengetahuan
intuitif meleng­kapi pengetahuan rasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Dengan menikmati karya seni, anak mengendorkan ketegangan
batin akibat kesibukan di sekoiah misalnya. Banyak ketegangan psikologis dapat
disembuhkan dengan menik­mati karya seni. Dorongan seksual dapat disublimasi
dalam seni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Karya seni dapat membimbing anak untuk masuk ke dalam
sikap religius. Karya seni menolong anak untuk dapat dekat dengan Aliahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Keluarga dan sekolah kiranya memberikan kesempatan
kepada anak untuk dapat mengungkapkan diri dalam permainan, pckeijaan atau
tugas dan dalam kesenian. Pemekaran nilai-nilai moral dapat ditunjang dan
dilatih melalui permainan, pekerjaan dan kesenian. Tiga ketrampilan ini kiranya
dilatih dengan kesabaran dan penuh kesetiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/5962935279394958101/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/manfaat-pembinaan-seni-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5962935279394958101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/5962935279394958101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/manfaat-pembinaan-seni-pada-anak.html' title='MANFAAT PEMBINAAN SENI PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-4278500704509859617</id><published>2014-05-10T23:56:00.000-07:00</published><updated>2014-05-10T23:56:00.309-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>MENGAJARKAN ANAK TENTANG APRESIASI SENI</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Tujuan
pembinaan kesenian dalam keluarga dan di sekolah pertama sekali bukan untuk
menciptakan atau menyulap anak men­jadi seniman ulung. Orangtua dan guru cukup
saja membangkit­kan minat anak terhadap seni dan kemampuan untuk menghargai dan
menikmati karya seni. Karya seni harus dirasakan oleh anak sebagai suat u nilai
yang melengkapi kehidupannya di samping ilmu dan agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Untuk
dapat mencapai taraf apresiasi yang memadai, anak didik perlu mengetahui empat
faktor penting dalam suatu tindakan apre­siasi seni, yaitu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;karya
seni itu sendiri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;misalnya lagu, patung dan seterusnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;seniman
yang menciptakan karya seni misalnya J.S. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Bach &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;atau Affandi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;anak didik sebagai subyek penikmat seni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;fungsi
karya sastra, misalnya untuk mengubah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Pendekatan apresiatif yang menitikberatkan karya itu
sendiri dise­but sebagai pendekatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;
obyektif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Karya seni didekati sebagai se­suatu yang otonom,
berdiri sendiri. Anak langsung saja membaca karya sastra atau memandang
lukisan. Anak dibiasakan dengan mendengar lagu-lagu entah klasik atau moderen.
Sambil menikmati karya seni, secara keseluruhan, anak dibina perlahan-lahan
untuk menguraikan bagian-bagian yang membuat karya seni menjadi indah secara
keseluruhan. Karya seni dinilai dengan ukuran yang ada dalam karya itu sendiri,
misalnya dalam musik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;melodi, harmoni dan irama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Untuk
menikmati sebuah karya seni dengan memadai kepada anak perlu juga dijelaskan
latar belakang seniman sebagai pencipta. Pendekatan ini disebut sebagai
pendekatan. Anak menge­tahui latar belakang kehidupan sosial dari seniman,
pendidikannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;dan riwayat hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Anak didik sebagai penikmat karya seni merupakan pusat perha­tian utama
dalam apresiasi seni. Pendekatan ini disebut sebagai pendekatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; pragmatik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Latar belakang sosial dan pendidikan akan
sangat berperanan dalam apresiasi karya seni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Dengan menikmati karya seni anak pun dapat dibina
untuk melihat apa fungsi dan manfaat karya seni bagi perubahan masyara­kat.
Pendekatan ini disebut sebagai pendekatan Karya seni mencerminkan kenyataan
masyarakat dan mengharapkan agar setelah menikmati karya seni, anak dapat
melihat peluang untuk merubah masyarakat dari yang kurang baik menjadi lebih
baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 2pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Sebaiknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; empat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; cara ini (obyektif, ekspresif, mimetik dan pragmatik) dipakai secara
integral dalam menikmati karya seni. Dalam bimbingan apresiasi seni sebaiknya
dikurangi penjelasan teori dan lebih banyak mencemplungkan anak langsung dalam
karya seni. Dengan demikian anak menjadi terbiasa akrab dengan karya seni.
Teori hanya bersifat sebagai penunjang. Tugas orangtua dan guru dalam apresiasi
seni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 19pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Berilah
contoh apresiasi dengan jelas kepada anak dan siswa bagaimana mestinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 19pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Jelaskan
kepada anak apa akibat kekeliruan-kekeliruan dilihat dari teknik apresiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 3pt 0.0001pt 19pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Anjurkan
kepada anak dan siswa supaya membiasakan diri untuk terus menerus melancarkan
kritik terhadap diri sen­diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berikan kepada anak dan siswa tugas-tugas apresiasi yang te­pat sesuai
usia, pengetahuan dan kecakapannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/4278500704509859617/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/mengajarkan-anak-tentang-apresiasi-seni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/4278500704509859617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/4278500704509859617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/mengajarkan-anak-tentang-apresiasi-seni.html' title='MENGAJARKAN ANAK TENTANG APRESIASI SENI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-8872881337303169095</id><published>2014-05-09T23:56:00.000-07:00</published><updated>2014-05-09T23:56:00.016-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MENGAJARKAN ANAK TENTANG SENI DAN BUDAYA</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kesenian
merupakan salah satu ketrampilan yang perlu dikem­bangkan pada anak oleh
orangtua maupun oleh guru di sekolah. Anak yang baik secara moral dan pandai
secara intelektual harus memiliki kepekaan yang tajam terhadap nilai kesenian.
Tidaklah perlu semua anak didik menjadi seniman besar. Pendidikan keseni­an
menjadi berhasil kalau semua anak sekurang-kurangnya dapat mengapresiasi karya
seni. Setiap orang biasanya cenderung lebih menyukai salah satu cabang kesenian
tertentu dari pada cabang kesenian lain. Hal ini menyangkut minat, latar
belakang pendidikan serta latar belakang budaya. Sejarah kesenian
memperlihatkan pelbagai macam ragam penger­tian terhadap kesenian. Kesenian di
tempo doeloe mempunyai pe­ngertian yang berlainan dari kesenian di saat
sekarang. Pemahaman kesenian dari orang Yunani Kuno berbeda dari -orang
India,&quot; orang Tiongkok dan orang Jawa Kuno. Bagi Plato, keindahan hanya
terdapat pada tingkatan dunia ide-ide. Dunia ide berbeda secara tajam dari
dunia nyata. Hanya para filsuflah yang dapat mendekati dunia ide. Seni sejati
berusaha mengatasi dunia kenyataan. Seni menyarankan suatu dunia yang lebih
tinggi. Seni berusaha meniru keindahan ideal. Seniman hanya menjiplak atau
meniru alam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Bagi orang dari suku asli, alam memang mempesonakan
tetapi bukan pertama-tama karena keindahannya. Orang suku asli terpe­sona
terhadap alam karena kedasyatannya dan keagungannya. Manusia abad Pertengahan
di Eropa belum memisahkan secara tajam kesenian dari Ilmu dan Teologi. Bagi
mereka, segala sesuatu yang ada, sejauh ada, bersifat tungga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;l, benar, baik dan
indah (omne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;ens unum, verum, bonum, pulchrum. Sesuatu itu indah
karena me­narik untuk dipandang, dapat dipahami oleh akal budi, menampak­kan
diri sebagai suatu kesatuan dan menghimbau manusia untuk melaksanakannya. Aliran
Romantik sangat menekankan perasaan untuk melawan aliran rasionalisme yang
terlalu mendewakan rasio. Seniman ber­daulat dengan merdeka, dapat meluapkan
emosinya secara spontan dan otentik. Aliran Romantik sangat memuja alam,
memiliki rasa melankolik dan nostalgik terhadap masa silam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Bagi
orang India, kesenian lebih menyangkut pengertian menda­lam mengenai
seluk-beluk batin manusia serta gelombang-gelombang emosinya, mulai dari
kesadaran praktis sampai pada permenungan estetik. Orang India mempunyai pengertian
tentang perasaan yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;sangat iuas yang mencakup emosi senang, kegembiraan,
kesedihan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;kemurkaan, kebulatan tekad, ketakutan, kebencian dan&lt;span class=&quot;Bodytext10pt&quot;&gt; kekagumr &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;an. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Lewat pengalaman estetik, horison manusia diperluas menjadi semakin lebih
manusiawi. Dalam pengalaman estetis, kesadaran pribadi dapat lenyap. Pengalaman
estetik sangat dekat dengan pengalaman religius. Di Tiongkok lebih berkembang
seni lukis, seni musik dan moral. Kata kunci untuk memahami seni Tiongkok
adalah Secara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;harafiah, Tao
berarti jalan. Dengan menempuh Tao, manusia dapat membedakan yang baik dari
yang jahat, yang indah dari yang jelek. Kalau manusia menghargai keindahan maka
sekaligus ia mempunyai kesadaran moral yang kuat. Tao menciptakan keselarasan
di tengah kekacauan. Melalui kontemplasi, jiwa seniman dijernihkan dan menjadi
seimbang dengan hukum keselarasan alam semesta. Seni Tiongkok berusaha
menampilkan makna spiritual. Oleh karena itu dalam seni lukis misalnya, seniman
mementingkan ruang kosong, karena kekosongan menandakan dimensi spiritual.
Dalam seni musik, saat-saat hening sama penting dengan saat-saat diperdengarkan
nada-nada.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Bagi
orang Jawa Kuno, sastra (kesenian) dan agama merupakan satu kesatuan tunggal.
Penyair mengungkapkan keindahan alam. Ia terhanyut oleh keindahan alam. Penyair
dan alam adalah satu. De­ngan bertapa, penyair memperoleh kesaktian di bidang
keindahan. Indera penyair menjadi peka untuk dapat menangkap keindahan. Syair
mempunyai fungsi magis yang dapat mendatangkan berkat bagi kerajaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Dalam Jaman Moderen, Kesenian dibedakan secara tajam
dari Filsafat dan Agama. Nilai keindahan berdiri sendiri, dan bersifat otonom,
Nilai keindahan dilihat terlepas dari nilai kebaikan (moral) dan nilai
kebenaran (ilmu). Sesuatu dinilai sebagai indah kalau memiliki kualitas
kesatuan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;(unity),
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;keselarasan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;(harmony), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;kesetangkupan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;(symmetry), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;keseimbangan
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;(balance)
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;dan perlawanan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;(contrast).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan. Selain kesenian,
kebudayaan masih terdiri lagi atas beberapa unsur yaitu sistem religi dan
upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasya­rakatan, sistem pengetahuan,
bahasa, sistem mata pencaharian hidup, sistem teknologi dan peralatan. Kesenian
mewujudkan nilai rasa dalam arti yang luas. Rasa memiliki kepekaan terhadap
kenya­taan yang tidak ditemukan oleh akal. Kesenian dapat membuka mata kita
terhadap kenyataan puitis dan bukan kenyataan matematis. Kesenian melengkapi
kepentingan dunia eksakta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/8872881337303169095/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajarkan-anak-tentang-seni-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8872881337303169095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8872881337303169095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajarkan-anak-tentang-seni-dan.html' title='TIPS MENGAJARKAN ANAK TENTANG SENI DAN BUDAYA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-7313861789010350561</id><published>2014-05-08T23:55:00.000-07:00</published><updated>2014-05-08T23:55:00.238-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MENGAJARKAN ANAK MENCINTAI PEKERJAANNYA</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Di jaman
moderen ini terasa semakin sulit orang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan
harapan dan cita-citanya. Banyak orang terpaksa bekerja di kantor atau pabrik,
entah sebagai apa, menangani pekerjaan yang barangkali bukan harapannya.
Sebenarnya ia tidak mencintai pekerjaan itu tetapi terpaksa bekerja karena
kalau tidak bekerja maka ia tidak mendapat upah. Padahal, ia membutuhkan upah
untuk dapat melangsungkan hidupnya. Di tempat kerja, sebe­narnya banyak orang
merasa terasing dari pekerjaannya. Hal ini me­mang tragis. Rupa-rupanya
pekerjaan tidak lagi merupakan ungkapan pribadi dari si pekerja. Namun, karena
tekun dan lama bekerja, akhir­nya orang pun mencintai pekerjaanhya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Mencintai
pekerjaan dan setia dalam pekerjaan dapat mulai ditumbuhkan pada diri anak
sejak kecil. Kepada anak diberikan beberapa tugas yang rutin misalnya menyirami
bunga atau tugas un­tuk membersihkan kamar mandi. Tugas ini merupakan tugas
yang tetap bagi anak tersebut. Dengan memberikan salah satu tugas yang rutin
kepada anak, kita menumbuhkan rasa tanggung jawab. Pada mulanya, mungkin anak
segan melakukan tugas itu, misalnya mem­bersihkan kamar mandi. Tetapi semakin
lama anak akan semakin mencintai tugasnya. Sehingga kalau pada suatu saat
diganti oleh orang lain, barangkali anak itu tidak mau memberikan tugas itu ke­pada
penggantinya. Anak yang sejak kecil setia pada tugas rutinnya dalam keluarga,
biasanya lebih mandiri dalam mencari pekerjaan kelak ketika dewasa dan setia
dalam pekerjaannya. Ketekunan dalam menyelesaikan tugas rutin dalam keluarga
sejak kecil oleh anak diba­wa terus dalam melaksanakan pekerjaan sebagai orang
dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Kita
dapat merumuskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam
memberikan tugas bagi anaknya di ramah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Anak
tidak bekerja di rumah tetapi anak menyelesaikan beberapa tugas rutin dalam
keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Orangtua
harus berani membiarkan anak sendiri merencanakan dan menyelesaikan tugasnya
dalam keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Tugas
anak harus dijalankan secara tetap dan penuh setia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Orangtua
harus memuji hasil tugas yang telah dijalankan oleh anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Memperbaiki
kesalahan anak tentang tugasnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;hams &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;dibicarakan secara dialogal. Orangtua dan anak harus merundingkan tugas ha­rian
anak dalam keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 19pt; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Melalui tugas yang rutin dari anak,
orangtua menumbuhkan dis­posisi moral dalam diri anak terhadap pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Sebagai
pendidik, orangtua tidak harus melatih anak untuk trampil dalam suatu pekerjaan
tertentu tetapi orangtua wajib mendidik dan mempersiapkan anak sebagai pekerja
yang baik kelak melalui tugas rutin dalam keluarga sekarang. Melalui sekolah
atau kursus menjadi pekerja yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;trampil &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;tapi untuk menjadi pekerja yang baik sudah mulai dibentuk sejak kecil dalam
keluarga. Pekeija yang trampil misalnya, adalah pekerja yang dapat memasang
salah satu sekrup mobil secara tepat, sedangkan pekeija yang baik adalah peker­ja
yang setia, dan tekun dalam melaksanakan pekeijaannya secara bertanggung jawab.
Keluarga bukanlah tempat melatih pekeija yang trampil tetapi adalah persemaian
tempat mendidik calon pekeija yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/7313861789010350561/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajarkan-anak-mencintai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7313861789010350561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7313861789010350561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-mengajarkan-anak-mencintai.html' title='TIPS MENGAJARKAN ANAK MENCINTAI PEKERJAANNYA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-2151913664972568260</id><published>2014-05-07T23:54:00.000-07:00</published><updated>2014-05-07T23:54:25.399-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>TIPS MEMBERIKAN TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Terdapat
tiga macam orangtua yaitu yang pertama memberikan terlalu banyak pekeijaan bagi
anak dan yang kedua sama sekali tidak memberikan pekerjaan apapun kepada anak.
Jenis orangtua yang ke­tiga adalah memberikan pekerjaan secukupnya kepada anak.
Namun demikian kita masih mengajukan pertanyaan, apakah orangtua me­mahami arti
dan nilai pekerjaan pada umumnya dan terlebih peker­jaan bagi anak? Sebab,
kalau orang tua hanya tnenilai bahwa pe­kerjaan anak dapat meringankan
pekerjaan orangtua, itu berarti orangtua cenderung memperlakukan anak sebagai
obyek. Padahal anak adalah subyek yang mandiri. Tindakan mengobyekkan manu­sia
adalah tindakan yang tidak baik. Apakah pekerjaan anak sedekar mengisi waktu
luang? Pengertian ini sangat merendahkan pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan tidak
sama dengan bermain bola kaki atau bermain tenis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Ada banyak perbuatan dan tindakan manusia yang tidak
dapat digolongkan ke dalam pekerjaan seperti bermain, berjalan-jalan, makan dan
minum, tidur, beristirahat dan berekreasi. Pekerjaan adalah kegiatan yang
direncanakan. Binatang tidak bekerja karena binatang tidak membuat rencana.
Melalui pekerjaan manusia ingin mencapai sesuatu hal atau hasil yang berdiri
sendiri dalam bentuk seperti benda, karya atau tenaga. Hasil pekerjaan melayani
kebu­tuhan diri sendiri dan kebutuhan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;Bodytext0&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 0in 0.0001pt 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;Ketika
berhadapan dengan pekerjaannya, manusia melihat dirinya sendiri. Pekerjaan
mengungkapkan pribadi manusia. Manu­sia bercermin dalam pekerjaannya. Manusia
berbangga atas hasil pekerjaannya. Orang lain dapat memuji atau mencela
pekeijaan kita. Melalui pekerjaannya, manusia menunjukkan bahwa sebagai makhluk
rohani, ia dapat menaklukkan alam Cita-cita dan bakat manusia menjadi nyata dan
terwujud dalam pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Binatang dapat
langsung saja memenuhi kebutuhannya dari alam. Manusia tidak dapat langsung
memanfaatkan alam. Manusia perlu bekerja untuk mengolah alam menjadi
kebutuhannya. Jadi melalui pekerjaannya manusia menunjukkan bahwa ia tidak
takluk begitu saja kepada alam. Pekerjaan memperlihatkan bahwa manusia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;&#39; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif;&quot;&gt;tidak terikat pada suatu lingkungan alam tertentu. Manusia bebas
merencanakan pekerjaannya di mana saja dan kapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Pekerjaan memiliki nilai personal, sosial dan nilai
agama. Peker­jaan adalah ungkapan pribadi manusia yang berakal budi. Meialui
pekerjaan manusia saling membantu untuk dapat hidup. Meialui pekerjaan manusia
menjalin hubungannya dengan sesama dan dengan Tuhan. Allah menghadiahkan kepada
manusia anugerah untuk-be­kerja dan manusia harus menggunakan anugerah ini. T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;erhadap pertanyaan, &quot;apakah anak boleh bekerja atau tidak?&quot;,
kita tidak bisa menjawab dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; line-height: 115%;&quot;&gt; ya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; line-height: 115%;&quot;&gt; atau Anak belum bekerja
tetapi sudah mulai terlatih untuk siap bekeija. Secara negatif dapat kita
katakan bahwa anak tidak bekeija seperti orang dewasa bekerja. Anak bekerja
sesuai dengan keadaan anak. Jadi dari anak kita tidak boleh mengharapkan hasil
pekeijaan seperti hasil pekeijaan orang dewasa. Tetapi melalui beberapa pekerjaan
tertentu, anak dilatih untuk menghargai pekerjaan. Jadi, memberikan pekerjaan
bagi anak adalah suatu pendidikan moral. Kita menumbuhkan disposisi yang baik
dalam diri anak terhadap pekerjaan. Itu berarti dalam mendidik anak untuk bekerja,
kita harus berani memberikan kesem­patan kepada anak untuk sendiri merencanakan
pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/2151913664972568260/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-tanggung-jawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/2151913664972568260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/2151913664972568260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/05/tips-memberikan-tanggung-jawab.html' title='TIPS MEMBERIKAN TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN PADA ANAK'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-1899347187164965079</id><published>2014-02-25T22:12:00.005-08:00</published><updated>2014-02-25T22:12:26.651-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSODUS</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext65pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;ari kata Yunani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;exodos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;yang berarti jalan ke
luar, buku kedua dari kitab Perjanjian La­ma dan buku kedua dari Taurat, atau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pentateuch, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;ke­lima buku pertama
dalam kitab suci Yahudi. Buku ini berkaitan dengan kisah perbudakan orang
Israel di Mesir dan pembebasan mereka dari Mesir pada abad ke-I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;SM di bawah pimpinan
Nabi Musa ke tanah yang dijanjikan. Melalui eksodus, orang Israel meng­ubah
statusnya dari budak menjadi bangsa yang ber­daulat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ada dua tema besar dan satu tema kecil dalam ki­tab
Eksodus. Tema besar pertama mengisahkan per­jalanan keluar itu sendiri, yaitu
pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Tema besar kedua berkaitan dengan
kejadian di Gunung Sinai, khususnya perjan­jian antara Tuhan dan bangsa Israel
dengan diturun­kannya Sepuluh Perintah Allah. Tema kecilnya ber­isikan
pengembaraan bangsa Israel di gurun dan alam liar yang disisipkan di antara
kedua tema besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Buku Eksodus berkisah lebih jauh mengenai ma­syarakat yang memelihara
dan membentuk tradisi, ter­masuk penulis-penulis dokumen, dan kemudian ten­tang
kejadian itu sendiri. Buku ini adalah bagian ba­hasa agama Israel. Sejarahnya
dianggap sebagai se­jarah kudus dengan Tuhan sebagai topik utamanya. Perjanjian
merupakan pengertian bangsa Israel sen­diri. Bagi bangsa Israel perjanjian itu
wahyu Tuhan dan atas kehendakNya Israel dinyatakan sebagai Orang-orang
Terpilih. Setiap tahunnya, kepercayaan semacam ini diperkuat oleh bangsa Yahudi
selama Ha­ri Raya Pesach, perayaan Paskah kaum Yahudi. Pa­da perayaan ini,
kisah Eksodus diceritakan kembali dan diinterpretasikan kembali untuk setiap
generasi secara turun-temurun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/1899347187164965079/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksodus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1899347187164965079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1899347187164965079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksodus.html' title='PENGERTIAN EKSODUS'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-7868830373968340985</id><published>2014-02-25T22:12:00.002-08:00</published><updated>2014-02-25T22:12:04.562-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSODONSIA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ilmu dan keterampilan yang ber­kaitan dengan pengeluaran atau pencabutan
gigi dari rongga mulut. Pencabutan gigi dapat dilakukan de­ngan dua cara, yaitu
dengan penyuntikan dan tanpa penyuntikan. Penyuntikan dilakukan agar pada waktu
gigi dicabut tidak timbul rasa sakit. Pencabutan gigi tanpa penyuntikan hanya
dilakukan bila gigi sudah sangat goyang dan biasanya Lntuk gigi susu yang akar­nya
sudah mengalami resorpsi. Supaya tidak sakit, gu­si d sekeliling gigi yang
bersangkutan disemprot de­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextSpacing0pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;ngan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; chlorethyl&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextSpacing0pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; (etil klorida) atau
diolesi salep pema­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;ti rasa agar terjadi mati rasa
setempat yang ringan si­fatnya, artinya hanya pada permukaan mukosa saja. Untuk
mencabut gigi pada seseorang diperlukan pe­ngetahuan dan keterampilan mengenai
cara-cara me­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext55pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;nyuntik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextSpacing0pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; dan tempat-tempat yang harus disuntik agar diperoleh keadaan mati rasa
yang sempurna. Gigi ha­nya akan dicabut apabila ada indikasi, misalnya bila
gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi, atau ada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;keharusan karena alasan
estetis, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/7868830373968340985/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksodonsia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7868830373968340985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7868830373968340985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksodonsia.html' title='PENGERTIAN EKSODONSIA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-411120291132631981</id><published>2014-02-25T22:11:00.006-08:00</published><updated>2014-02-25T22:11:47.615-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSOBIOLOGI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Suatu cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari kemungkinan adanya
kehidupan di luar planet bumi. Manusia telah lama berspekulasi mengenai
kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; ekstraterestrial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; ini. Sekitar tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;1930, Orson Welles &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;pernah menggemparkan
masya­rakat Amerika Serikat bagian timur ketika ia me­nyiarkan lewat radio
dugaan adanya makhluk planet Mars yang datang ke bumi. Kemudian pada tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;1950, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;UFO &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;the Unidentified Flying Object&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;yaitu ben­da terbang
yang tak dikenal, diduga sebagai pesawat yang dikendarai oleh makhluk dari
planet lain. Sikap para ahli umumnya cenderung setuju dengan kemung­kinan
adanya kehidupan di luar bumi, namun mere­ka berpendapat bahwa jenis kehidupan
itu lebih mung­kin berupa mikroorganisme dan bukan binatang atau makhluk yang
menyerupai manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/411120291132631981/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksobiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/411120291132631981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/411120291132631981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksobiologi.html' title='PENGERTIAN EKSOBIOLOGI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-3519417623952441840</id><published>2014-02-25T22:11:00.003-08:00</published><updated>2014-02-25T22:11:29.010-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSKRESI OBAT</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;embuangan obat sete­lah
masuk ke dalam tubuh. Setiap obat diekskresikan dengan cara yang khas, melalui
organ pengekskresi tertentu, dan dengan kecepatan tertentu pula. Penge­tahuan
akan hal ini diperlukan dalam mempertim­bangkan pemakaian suatu obat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ekskresi
obat dapat melalui satu atau lebih organ, dan dapat dalam bentuk utuh,
konjugat, atau pecah­annya. Organ tubuh yang terpenting dalam pengeluar­an obat
ini adalah ginjal, usus besar, dan paru-paru. Selain itu, dalam jumlah terbatas
obat dikeluarkan melalui keringat, air mata, dan air susu ibu. Obat juga dapat
menembus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; plasenta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
atau ari, dan dengan demikian dapat masuk aliran darah bayi dan mem­beri efek
pada bayi. Sebagai salah satu contohnya, pe­makaian morfina pada waktu ibu
bersalin akan meng­akibatkan hambatan timbulnya pernapasan spontan pada bayi
yang dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Obat terkonsentrasi pada organ yang mengekskre- sikannya. Karena itu
banyak gejala keracunan obat terjadi akibat kerusakan organ pengekskresi obat
ter­sebut. Misalnya pada keracunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; merkurium,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; ginjal dan usus
besarlah yang mengalami kerusakan berat karena kedua organ itulah yang
berfungsi mengeluar­kan merkurium. Dengan demikian suatu obat baru bo­leh
diberikan bila organ yang mengeluarkannya ber­fungsi normal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/3519417623952441840/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskresi-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/3519417623952441840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/3519417623952441840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskresi-obat.html' title='PENGERTIAN EKSKRESI OBAT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-6466641894927858421</id><published>2014-02-25T22:11:00.000-08:00</published><updated>2014-02-25T22:11:06.005-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSKRESI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ialah proses pengeluaran bahan-bahan buangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;—&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;khususnya bahan buangan hasil metabo­lisme di dalam
sel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;—&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;dari tubuh tumbuhan atau
hewan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;dan manusia. Bahan buangan yang dapat memba­hayakan
tubuh ini disebut ekskreta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextSpacing0pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kulit, paru-paru, ginjal,
dan bagian ujung saluran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;pencernaan merupakan
organ ekskresi. Sekitar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;0,7 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;liter air dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;1,6 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;mililiter garam dibuang
melalui kulit be­rupa keringat. Pada waktu bernapas, orang dewasa membuang
sekitar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;200 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;mililiter karbon
dioksida se­tiap menitnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Lebih kurang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;0,9 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;liter urine&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;—&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;terdiri atas air, urea
yang merupakan bahan padat sisa pemakaian protein oleh tubuh, garam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;(natrium &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;klorida), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;natrium &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;hidro­gen fosfat, dan
kadang-kadang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;natrium &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;bikarbonat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;— &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;dikeluarkan oleh ginjal.
Sisa-sisa makanan yang te­lah dicerna dikeluarkan tubuh melalui usus besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/6466641894927858421/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskresi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/6466641894927858421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/6466641894927858421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskresi.html' title='PENGERTIAN EKSKRESI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-1806856606846744467</id><published>2014-02-25T22:10:00.003-08:00</published><updated>2014-02-25T22:10:34.570-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSKORIASI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Merupakan erosi atau perlukaan ri­ngan pada permukaan kulit, yang dalam
bahasa sehari-hari disebut lecet. Hal ini biasanya terjadi ka­rena gesekan,
garukan, cubitan, dll. Sebagai akibat­nya, kulit bagian luar akan terkelupas
sehingga tim­bul rasa pedih. Bila luka ini tidak terinfeksi, dalam beberapa
hari akan terbentuk jaringan kulit yang ba­ru, sehingga kulit menjadi utuh
kembali tanpa mening­galkan bekas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/1806856606846744467/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskoriasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1806856606846744467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/1806856606846744467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskoriasi.html' title='PENGERTIAN EKSKORIASI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-8984448227321258367</id><published>2014-02-25T22:10:00.000-08:00</published><updated>2014-02-25T22:10:04.748-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSKAVATOR</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;alam kedokteran gigi
ialah alat pembersih gigi yang mengalami karies. Alat ini ber­fungsi memotong
bagian-bagian gigi yang melembek karena infeksi, dan kemudian mengeluarkannya
dari lekukan lubang karies. Karena itu ekskavator mem­punyai bagian ujung yang
tajam dan berfungsi seba­gai alat pemotong. Bentuk bagian ujungnya da^at me­lingkar
oval, atau cekung seperti sendok. Alat ini ti­dak digerakkan dengan mesin,
melainkan mengguna­kan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dalam rekayasa mekanik, ekskavator merupakan alat
berat yang dilengkapi dengan timba dan diguna­kan untuk menggali tanah serta
batu. Sebagian besar ekskavator pada dasarnya merupakan modifikasi dari sebuah
derek. Bila dimodifikasi untuk penggalian, alat ini merupakan derek yang alat
tambangnya adalah penggali. Ada empat macam ekskavator, yaitu rantai keruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{dragline),&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;cangkram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{clamshell),&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;sekop berte­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;{power shovel),&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dan cangkul balik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; {backhoe).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Rantai
Keruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; dilengkapi sebuah lengan
derek yang panjang, dua kabel penarik, dan sebuah timba yang dirancang untuk
penggalian-penggalian horizontal. Timba ini dilemparkan atau dimasukkan ke
dalam daerah galian, sedangkan kabel-kabel menarik timba ke arah mesin. Karena
berat dan bentuknya, timba ini dapat mengisi sendiri. Pengisian dan
pengangkatan timba dilakukan oleh kedua kabel yang digerakkan oleh mesin,
begitu pula pengosongan di tempat pem­buangan. Alat ini cocok unt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;uk
penggalian di daerah- daerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; yang basah dan berlumpur tempat pencakar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext75pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;{scraper)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dan buldoser tidak dapat bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext75pt2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Cangkram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; adalah ekskavator yang
menggunakan lengan derek dan sebuah timba berbentuk kulit ke­rang. Penggalian
dengan kulit kerang bukanlah ope­rasi yang menggunakan tenaga gerak, sebab
cangkram diisi hanya karena beratnya dan cengkeraman penje- pitnya selama alat
ini tertutup. Oleh karena itu, cang­kram adalah alat terbaik untuk penggalian
bahan- bahan yang lunak. Alat ini mampu menggali lebih da­lam dan mengangkat
bahan lebih tinggi daripada ekskavator-ekskavator jenis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext75pt2&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sekop
Bertenaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; adalah ekskavator yang menggu­nakan
sebuah lengan pendek berat dan sebuah batang pencedok yang terletak pada sebuah
timba penggali. Timba ini diisi dengan sebuah gerakan ke muka dan ke atas, dan
dikosongkan dengan membuka bagian bawahnya. Sekop bertenaga merupakan
ekskavator yang paling efisien untuk penggalian-penggalian ke­ras atau berat di
daerah-daerah yang sempit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext75pt2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cangkul Balik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt; adalah sebuah mesin yang berlengan
pendek dengan timba pembalik pada ujung tangkai­nya. Timba ini diisi dengan
menekannya ke bawah dan menarik ke arah mesin. Cangkul balik dikosongkan dengan
mengangkat dan mengulurkannya, dan kemu­dian menjatuhkannya melalui sisi
terbuka. Mesin cangkul balik umumnya lebih kecil dan lebih ringan daripada
mesin rantai keruk atau sekop bertenaga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/8984448227321258367/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskavator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8984448227321258367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/8984448227321258367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-ekskavator.html' title='PENGERTIAN EKSKAVATOR'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-554855222091270063</id><published>2014-02-25T22:09:00.000-08:00</published><updated>2014-02-25T22:09:11.410-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSISTENSIALISME</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext20&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt; text-indent: 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tidak dapat
didefinisikan dengan pasti karena banyaknya ajaran eksistensialis­me, namun ada
aspek yang sama pada beberapa aliran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext6pt&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;eksistensialisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Dapat
dikatakan bahwa eksistensialisme adalah suatu gerakan pemikiran filsafat yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext55pt1&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;beranggapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; bahwa segala sesuatu berpangkal pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext55pt1&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;eksistensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; manusia. Sebelum eksistensialisme, eksis­tensi diartikan sebagai
keberadaan. Ada anggapan bahwa esensi manusialah yang menentukan eksistensi­nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Soren &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Aabye Kierkegaard (1813-1855) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dianggap sumber utama
filsafat eksistensialisme dengan feno­menologi dari Husserl. Gerakan pemikiran
ini sangat berpengaruh di Eropa daratan pada awal abad ke-20. Si k &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;in &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;sebagai pemikir
serius, gerakan ini juga banyak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext6pt1&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;menarik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
kelompok massa. Beberapa filsuf eksisten­sialisme antara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;lain Karl Jaspers (1883-1969), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Martin
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext55pt1&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Heidegger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; (1889-1976), Jean-Paul Sartre (1905-), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dan
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext55pt1&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Gabriel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Marcel (1889-1973), Albert Camus (1916- 1960), dan Simone de Beauvoir
(1908-1986).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Walaupun terdapat perbedaan antarfilsuf, ada tema
tertentu yang sama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Hubungan individu dan sistem.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Bagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kierkegaard, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;konsep individu
dipertentangkan dengan konsep sis­tem filsafat, stereotipe, dan massa. Dalam
konsep sistem filsafat, stereotipe, dan massa, individu di­pandang sekunder di
bawah konsep yang memuatnya. Dalam kenyataan apa yang ada lebih dahulu, konsep
tidak memadai untuk menggapai eksistensi individual yang selalu menolak
konseptualisasi secara tuntas. Da­lam berbagai pemikiran lain, ditekankan
keterbata­san akal budi manusia walau tidak menjadi nasional­isme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 2pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Intensionalitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Kecuali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kierkegaard, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;semua filsuf
eksistensialisme kontemporer dipengaruhi gagasan intensionalitas fenomenologi
Brentano dan Husserl. Konsep intensionalitas itu digunakan pa&lt;sup&gt;r&lt;/sup&gt;a
eksisten­sialis, terutama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sartre, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;untuk menggarisbawahi
per­bedaan dasar antara pengetahuan tentang diri sendiri dan pengetahuan
tentang orang lain. Orang lain tidak dipandang seperti apa adanya, melainkan
sebagai objek intensional dari persepsi, keyakinan, dan emosi pengamat; tetapi
diri sendiri (pengamat) tidak pernah menjadi objek seperti itu. Jelas bahwa
walaupun in­tensionalitas tidak lahir dari pemikiran eksistensialis, pengertian
itu memperkaya pemikiran eksistensialis­me individu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextItalic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Ada dan
absurditas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Pembicaraan &quot;ada&quot;
cukup kuat dalam pemikiran para eksistensialis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Heidegger
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;berpendapat bahwa satu-satunya berada yang
diarti­kan sebagai berada adalah beradanya manusia; sehing­ga harus dibedakan
antara berada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; (sein)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; dan yang berada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; (seinde).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Yang berada hanya berlaku untuk benda bukan manusia dan terletak begitu
saja, sedang keberadaan manusia disebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; dasein&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; yang berarti &quot;ber­ada da.am dunia&quot; dan disebut juga eksistensi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sartre
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dalarr karyanya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Ada dan Ketiadaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1943, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;menganalisis &quot;ada&quot;. Menurut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sartre &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;ada dua macam &quot;ada&quot;, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; l&#39;etre &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;en &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;soi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; l&#39;etre&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;pour
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;soi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Pertama, semacam ada pada diri sendiri, ada itu
sendiri. Ke­dua, ada untuk diri sendiri, ada yang sadar akan diri­nya.
Keberadaan kedua inilah keberadaan manusia. Pembahasan ada dijumpai juga pada
filsuf &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karl Jas­pers, Gabriel Marcel, Albert Camus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextBold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Eksistensialisme beranggapan bahwa manu­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;sia merdeka sama sekali, karenanya bebas bertindak, tetapi bertanggung
jawab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext65pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; pilihannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext65pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Keadaan ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextSpacing0pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; menimbulkan kecemasan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext65pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; ketakutan, dan pende­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;ritaan mendalam pada manusia. Anggapan ini dida­sarkan pada anggapan tak
tersurat, bahwa manusia itu pusat alam semesta, manusia tidak terikat pada
alam. Seperti halnya anggapan bahwa eksistensi men­dahului esensi, bukan
sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;BodytextItalic1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Manusia sebagai keterbukaan dan pengalaman kon­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;BodytextItalic2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;kret.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; Manusia dipandang sebagai keterbukaan, realitas yang masih berlangsung. Pada
hakikatnya, manusia terikat pada dunia sekitarnya, terutama sesama ma­nusia;
karena itu paham ini menekankan pengalaman manusia yang unik dan konkret. Dalam
usaha meng­artikan pengalaman, para eksistensialis mempunyai pendapat yang
berbeda-beda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Heidegger &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;memberi te­kanan pada kematian, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Marcel &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;pada pengalaman re­ligius dan mendalam, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jaspers
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;pada ber­bagai pengalaman hidup, seperti
kematian, penderi­taan, perjuangan, dan kesalahan. Camus menekan­kan absurditas
hidup manusia dan ketidakbermaknaan hidup itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Walaupun ada beberapa kesamaan tema, karena penekanan
pada keunikan individu sering kali para eksistensialis tidak sepakat tentang
tema eksisten­sialisme. Kadangkala pemikiran mereka tampak jauh berbeda, bahkan
bertentangan karena adanya ke­inginan menonjolkan segi khasnya. Jasa eksisten­sialisme
adalah pada usaha untuk menegakkan kem­bali penghargaan pribadi dan individu.
Gerakan ini bisa juga dipandang sebagai reaksi terhadap kecen­derungan
idealisme maupun kecenderungan sistem dan penghancuran manusia vang mewarnai
Eropa saat ini. Di Indonesia, Iwan Simatupang dengan karya sastra yang absurd
menampilkan warna eksistensialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/554855222091270063/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensialisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/554855222091270063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/554855222091270063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensialisme.html' title='PENGERTIAN EKSISTENSIALISME'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-6506406553551334917</id><published>2014-02-25T22:08:00.002-08:00</published><updated>2014-02-25T22:08:15.375-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSISTENSI SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dalah keberadaan
dalam ke­lompok sosial atau kehidupan kolektif dan masyara­kat untuk
menerangkan perilaku individu. Eksistensi sosial berbeda dengan paham yang
menekankan ke­unikan individu dalam berperilaku. Perilaku individu dapat
diramalkan dengan pendekatan rasional dan ilmiah, yaitu dengan mempelajari
kehidupan kelom­pok, kehidupan kolektif masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Eksistensi sosial dapat juga diartikan bahwa ma­nusia tidak dapat hidup
sendiri. Untuk mengembang­kan kepribadiannya dan memenuhi berbagai kebutuh­an
hidupnya, manusia perlu hidup dalam kelompok, kolektivitas, atau hidup
bermasyarakat. Manusia ada­lah makhluk sosial. Tiap kehidupan sosial yang di­alami
seseorang akan mempengaruhi dan menentukan perilakunya, misalnya dalam tata
cara pergaulan antara pria dan wanita, tata cara mengajukan kritik kepada pihak
lain, tata cara berinteraksi dengan orang yang lebih tua, dan sebagainya,
manusia mempelajari perilaku kelompok, kehidupan bersama, dan masya­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;rakat lingkungan
hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/6506406553551334917/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensi-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/6506406553551334917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/6506406553551334917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensi-sosial.html' title='PENGERTIAN EKSISTENSI SOSIAL'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-7850697827004590285</id><published>2014-02-25T22:07:00.002-08:00</published><updated>2014-02-25T22:07:41.383-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSISTENSI</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;stilah yang sering
dipakai dalam bi­dang filsafat dan psikologi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext65pt1&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bidang Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; mengartikan
eksistensi sebagai ada­nya segala sesuatu atau dalam arti sempit adanya pri­badi
atau individu. Dalam beberapa tulisan tokoh eksistensialisme, istilah ini tidak
terbatas pada ada­nya pribadi atau individu. Contohnya, tulisan Husserl. Di
sini istilah eksistensi berarti adanya segala sesuatu, namun ada tokoh
eksistensialisme yang mem­batasi arti istilah itu, misalnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kierkegaard. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Eksistensi tulisan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Kierkegaard &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;hanya dikhususkan
bagi manu­sia. Biasanya, eksistensi selalu dilawankan dengan esensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext65pt1&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bidang psikologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; mengartikan
eksistensi sebagai ke­hidupan, keberadaan, kehadiran. Pokok pemikiran kaum
eksistensialis adalah manusia yang terlempar ke dalam eksistensi dan terpaksa
menciptakan nilai dan makna kehidupan. Yang menjadi pertanyaan adalah
&quot;Apakah yang dialami dan dihayati individu sebagai dimensi, motivasi,
makna, kebebasan, dan tanggung jawab eksistensi?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-right: 1pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kaum eksistensialis ingin mempelajari aspek paling dasar dari
kepribadian manusia, ingin menyelami ke­dalaman pengalamannya, dan ingin menjajagi
keting­gian kesadarannya. Pemikiran seperti itu menumbuh­kan psikologi
eksistensial. Psikologi eksistensial me­nyatakan bahwa setiap orang berhubungan
dan ber­gaul secara realitas dengan orang lain. Dari hubung­an dan pergaulan
itu timbul kesadaran pribadi yang dapat dikomunikasikan dan dialami bersama
orang lain. Sampai sekarang pandangan para psikolog eksis­tensial belum
homogen, namun di antara mereka su­dah ada kesamaan pendapat menyangkut gagasan
da­sar dan peristilahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;showpost&quot;&gt;
          
        &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/7850697827004590285/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7850697827004590285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/7850697827004590285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksistensi.html' title='PENGERTIAN EKSISTENSI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4402469807275780304.post-2177180618535766059</id><published>2014-02-25T22:06:00.000-08:00</published><updated>2014-02-25T22:06:07.110-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arti ; Definisi ; Pengertian"/><title type='text'>PENGERTIAN EKSIL</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;Bodytext31&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext55pt1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;ari kata Latin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3Italic1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3Italic1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;xilium,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;tempat pembuang­an, atau pengembaraan, berarti
pengasingan (umum­nya ke luar tempat tinggal atau ke luar negeri), yang dapat
bersifat suka rela dapat pula bersifat paksaan. Dalam kehidupan politik,
tindakan pengasingan itu umumnya dilakukan karena yang bersangkutan me­lakukan
tindakan kejahatan, terutama pembunuhan atau tindak kekerasan lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 24.5pt 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dalam
sejarahnya, pada jaman Yunani Kuno, hu­kuman pembuangan atau pengasingan
dikenakan se­bagai bentuk pengganti hukuman mati atau hukuman bagi kejahatan
yang berdampak luas di masyarakat, misalnya kejahatan politik. Dengan demikian,
hukum­an pembuangan dapat dikatakan salah satu alterna­&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;tif dari hukuman
mati. Tidak jarang hukuman seper­&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;ti ini disertai pula dengan penyitaan atas
hak milik. Pada jaman Kekaisaran Romawi, hukuman pem­&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext32&quot;&gt;buangan dikenal sebagai&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3Italic1&quot;&gt; deportatio&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext32&quot;&gt; atau&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3Italic1&quot;&gt; relegatio. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext3&quot;&gt;Deportatio
lebih sering digunakan untuk para pen­jahat politik, sedangkan relegatio untuk
jenis kejahat­an lain. Deportatio ialah hukuman pembuangan ke suatu pulau yang
disertai penyitaan atau pelepasan hak sebagai warga negara, dan biasanya juga
penyitaan atas hak milik (harta benda). Relegatio ialah hukum­an pembuangan
yang lebih ringan, karena umumnya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;tidak disertai
pencabutan hak sebagai warga negara atau hak harta milik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; font-variant: small-caps; letter-spacing: 0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext65pt&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;
pula orang yang secara suka rela mengasing­kan dirinya karena politik. Sebagai
orang asing di dalam suatu negara, hak-hak orang seperti ini diten­tukan dalam
perjanjian antara negara tersebut dan orang itu. Pada umumnya, bagi orang asing
seperti itu tidak diberlakukan ekstradisi, tetapi mereka tetap dikenai
undang-undang yang berlaku di negeri itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; font-variant: small-caps; letter-spacing: 0.5pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sekarang
ada kecenderungan untuk menghapus je­nis hukuman itu. Di Inggris, misalnya,
jenis hukuman ini ditiadakan sejak tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1857, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;sedangkan di Peran- cis tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1938. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di Italia, jenis
hukuman tersebut di­berlakukan pada jaman pemerintahan fasis, namun setelah itu
dihapus. Di Rusia, praktik hukuman peng­asingan tampaknya masih diberlakukan
berupa pem­buangan ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Siberia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di
samping adanya hukuman pembuangan atau pengasingan, dikenal pula pemerintahan
pengasingan, yaitu pemerintahan yang berada di luar wilayah ke­daulatan
negerinya, yang berkehendak mengambil alih pemerintahan di dalam negerinya
apabila keadaan po­litik mengizinkan. Yang tergolong pemerintahan peng­asingan,
misalnya, pemerintahan Pangeran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sihanouk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;dari Kambodia
(1979-), pemerintahan Palestina Mer­deka di bawah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Yasser Arafat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;(1989-).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Bodytext1&quot; style=&quot;background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin: 0in 1pt 24.5pt 0in;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dalam sejarah Indonesia, hukuman pembuangan atau
pengasingan juga diberlakukan oleh pemerintah­an kolonial Belanda. Banyak tokoh
pergerakan ber- kebangsaan Indonesia yang dinilai akan membahaya­kan kedudukan
pemerintah penjajah dikenai hukum­an pengasingan ini. Misalnya, Pangeran
Diponegoro yang mengobarkan peperangan melawan Belanda di Jawa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;(1825—1830),
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;yang akhirnya dikhianati pada saat
perundingan di Magelang. Pahlawan nasional ini ditangkap lalu diasingkan ke
Manado dan kemudian dipindahkan ke Makasar (Ujungpandang sekarang) sampai
wafatnya. Demikian pula pada saat rakyat Minangkabau bangkit melawan Belanda
dalam Perang Padri &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;(1833-1837) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Ketika benteng
kaum Padri jatuh ke tangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Belanda pada tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1837,
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Imam Bonjol ditangkap
lalu diasingkan ke daerah Minahasa di Sulawesi Utara, sampai ia akhirnya
meninggal dunia pada tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext2&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;1864
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;di dalam pengasingan. Presiden pertama Republik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt; text-indent: -1pt;&quot;&gt; &lt;span class=&quot;Bodytext&quot;&gt;Indonesia, proklamator kemerdekaan RI, tidak
luput dari hukuman tersebut. Bersama-sama dengan tokoh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;lain,
Sukarno &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-indent: -1pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Cambria, serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;pernah dibuang ke Bengkulu,
Pulau Bangka, Ende, dan Prapat, Sumatra Utara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://selaputs.blogspot.com/feeds/2177180618535766059/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/2177180618535766059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4402469807275780304/posts/default/2177180618535766059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://selaputs.blogspot.com/2014/02/pengertian-eksil.html' title='PENGERTIAN EKSIL'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>