<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Semangat  Islam</title><link>http://semangatislam.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SemangatIslam" /><description>قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".(QS Al An'am :161)

Untuk baca selengkapnya klik Judul masing-masing post</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 17:12:58 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="semangatislam" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Religion &amp; Spirituality/Islam</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahi</itunes:subtitle><itunes:summary>قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".(QS Al An'am :161) Untuk baca selengkapnya klik Judul masing-masing post</itunes:summary><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam" /></itunes:category><feedburner:emailServiceId>SemangatIslam</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Berpikir Strategis Dalam Memenangkan Persaingan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/mAYLZCR76ZE/berpikir-strategis-dalam-memenangkan.html</link><category>Tasawuf</category><category>Tausyiah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><category>Permasalahan Ummat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 17:12:58 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-6713246504063189513</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dnHz8QkkiaI/Rb7RyTaseXI/AAAAAAAAAA8/yvt97ylUUK8/s400/VICTORY.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="303" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_dnHz8QkkiaI/Rb7RyTaseXI/AAAAAAAAAA8/yvt97ylUUK8/s400/VICTORY.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tulisan ini hanya pemikiran saja, mungkin akan menatap jelas Islam ke depan. Tulisan ini cukup panjang, mungkin untuk membaca semuanya anda perlu waktu santai kira-kira sepuluh menit. Memang saya melihat mungkin ada salah kaprah dalam berpikir kita sekarang. Lihat saja kita selalu saja kalah dari agama lain, padahal agama kita yang kita anggap benar, dan tidak ada yang agama yang benar selain Islam, kita harus meyakini itu, mungkin karena benar itu kita jadi kalah. Kawan saya dulu pernah bertanya: "Mengapa ya, Islam ini selalu memencilkan diri, bikin pondok pesantren di hutan-hutan, di desa terpencil, jauh dari lingkungan modren dan kemajuan zaman?" Saya jawab sementara waktu itu: " itu karena ingin memelihara anak pesantren dari pengaruh-pengaruh negatif perkotaan, seperti pornografi, miras, dan pergaulan yang tidak baik." Jawab saya seadanya itu menjadi buah pikiran sekarang, karena ada yang saya dengar pondok pesantren sampai mengharamkan santri untuk baca koran dan dengarkan radio, apalagi televisi, sedangkan radio saja tidak boleh, apalagi internet. Tapi kan itu menghambat kemajuan zaman namanya, seorang santri yang terkungkung dengan lingkungan pesantren yang di hutan, putus dari informasi yang ada diluar. Akhirnya ummat Islamkan jadi bodoh sendiri, tidak berkembang, gaptek, dan kalah bersaing dengan agama lain.&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Kita harus merubah cara pikir kita untuk memajukan agama kita. Kita harus berpikir bagaimana bisa memenangkan persaingan. Tidak dengan menghalalkan segala cara, tetapi dengan taktik dan strategi. Itulah yang dimaksudkan dengan berpikir strategis tersebut. Berpikir bagaimana cara memenangkan persaingan, memenangkan pertarungan, dengan taktik dan merebut posisi strategis atau menggunakan posisi strategis yang ada sekarang. Kita tidak bisa hanya berkutat pada pondok-pondok yang jauh terpencil,  yang berpakaian Islam, pakai kain sarung, dan berkupiah putih haji, kerjanya hanya minta-minta dan zikir di surau?
sementara objek sasaran dakwah justru ada di kota. Seorang Fakih, gelarnya saja, meminta-minta sedekah keliling kampung untuk memenuhi kehidupannya, sementara pekerjaannya hanya melakukan iktikaf suluk, selain meminta-minta. Apa imej yang didapat oleh orang ketika seorang kebetulan memperhatikan hal tersebut?
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Pada zaman sekarang ini penuh persaingan. Jika kita tidak mempersiapkan diri kita dengan cara berpikir strategis, maka, kita tidak akan mengerti yang mana kawan dan yang mana lawan. Secara tidak kita sadari banyak kesempatan dan hak-hak kita diambil orang yang sedikit tidak peduli pada aturan-aturan Allah. Sedangkan aturan Allah saja dia langgar apalagi aturan manusia. Orang-orang yang selalu melanggar aturan, itu adalah musuh, sekarang mungkin dia teman, di lain kesempatan, bisa jadi kitalah sasaran kejahatannya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Perperangan  untuk memenangkan persaingan, itulah intinya. Berpikir strategis bukan berperang dalam arti sebenarnya. Hanya untuk mendapatkan posisi dan pencitraan diri yang lebih baik lagi. Seandainya kita menjadikan pencitraan diri, merendah, low profile, dan menunjukkan level dibawah standar, maka "musuh-musuh" (dalam tanda petik) "musuh-musuh kita" akan berani melawan, paling tidak coba-coba melawan, kita. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika kita tidak berpikir demikian, kita akan senantiasa dalam keadaan tidak siap tempur, dan selalu mendapatkan posisi-posisi yang lemah dan mudah dikalahkan karena posisi-posisi strategis sudah direbut oleh orang-orang yang berpikir strategis tapi keimanan dan kecintaanya pada Islam kurang atau tidak ada. Tampuk kekuasaan, Kendali kepemimpinan, dan posisi strategis harus dipegang oleh orang beriman.
 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 
 Pada Era Global sekarang ini, perang dalam arti sesungguhnya, tidak sering terjadi, kalaupun ada selalu berselubung dengan :" Demi menjaga keamanan", " Memerangi Terorisme" ," Membersihkan senjata pemusnah massal", dan sebagainya. Perang sesungguhnya yang terjadi adalah "Perang Pemikiran", "Perang Propaganda", "Perang Merusak Moral Bangsa", "Perang Rebutan Pengaruh", "Brain Drain", "Perang Publik Opini", "Perang persaingan ekonomi", "Perebutan wilayah pasar dan produk dagang" dan banyak lagi yang lainnya. Perang seperti inilah yang sering terjadi pada zaman sekarang ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Tapi bukan berarti kita harus perang sesungguhnya, karena perang sesungguhnya kurang mendapat dukungan, karena banyak menanggung korban dan biaya perang yang tidak sedikit. Apalagi propaganda negara-negara adi daya, selalu saja, membuat peperangan dengan mengangkat senjata adalah tidak berperikemanusiaan, kejam, melanggar hak-hak azasi manusia, tidak suka berdamai, padahal merekalah pembuat perang, dan melanggar hak azasi manusia dengan berbagai dalih dan alasan, yang tidak dapat kita mengerti dan terbukti kebenarannya. Seandainya perang fisik pun terjadi, kita pun harus siap untuk itu, karena disitulah posisi strategisnya, kekuatan militer kita juga harus tidak lemah.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Low profile, merendah pada orang lain, lemah lembut, adalah sikap yang baik, dan bagus diamalkan menjadi kebiasaan sehari-hari. Tetapi jangan sampai sikap merendah itu menjadikan kita benar-benar jadi rendah diri, atau menunjukkan sikap yang menilai diri kita benar-benar rendah dibandingkan dengan orang lain. Cukuplah sikap-sikap positif itu menjadi profile (tampilan depan) kita saja. Tidak menjadi sikap yang benar-benar memposisikan diri kita berada dibawah.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Mengapa kita harus mengalah dengan orang lain? Sikap mengalah, tenggang rasa, adalah sikap-sikap positif yang diajarkan pada kita saat penataran Pancasila. Tetapi tidak seharusnya sikap itu lantas kita terapkan pada setiap orang tanpa pandang bulu. Karena setiap orang, tidak semua bersikap baik dan positif atas kemajuan diri kita. Jika orang yang tidak baik, kita tidak perlu bersikap baik kepadanya. Ada orang (mungkin orang) baik, niatnya tidak untuk memusuhi atau menyerang kita, tapi prilakunya hanya menghambat perkembangan dan beban saja bagi kita, orang ini patut tidak kita dukung. Saya bertemu orang yang seperti itu, sulit mengungkapkan bagaimana kejahatannya yang kelihatan wajar, tetapi sebenarnya merugikan dan sudah sistemik berada dilingkungan kita. Orang-orang ini pandai berselubung sebagai teman, rekan kerja dan sebagainya, tetapi dia jauh dari itu, memanfaatkan yang lemah, minta dukungan dan pengakuan palsu, sarjana palsu yang dapat tunjangan dari pemerintah, status pegawai tetapi tidak pernah bekerja sesuai jabatannya, orang-orang seperti ini harus diwaspadai, yang mungkin dia akan memanfaatkan kita untuk kepentingannya pribadi. Orang seperti ini wajib tidak boleh mengalah demi kepentingan pribadinya. Hanya menjadi beban saja nantinya. Jika kita harus dibebani dengan orang-orang diatas kita akan lambat berkembang dan selalu saja pada posisi lemah dan dimanfaatkan orang. Kita tidak akan pernah mendapatkan posisi strategis.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Ketika saya dengan kendaraan dengan sepeda motor tua, saya lambat terjebak di jalur sebelah kiri. Karena saya hendak belok ke kanan, tentunya akan memotong jalur-jalur cepat di sebelah kanan, dan baru ketemu jalur kedua dan di seberangnya baru bertemu simpang yang hendak saya tuju. Saya berhenti dengan posisi kendaraan agak serong ke kanan karena akan menyeberang. Saya lama juga menunggu Trans Metro lewat, dan ada beberapa kendaraan pribadi Pajero dan Fortuner lewat. Begitu kendaraan tersebut lewat, dan jalan kelihatan sepi, saya mulai memajukan kendaraan saya bermaksud hendak menyebrang. Saya kaget ketika seseorang melewati di depan hidung kendaraan saya, sambil membentak saya. Saya tidak melihatnya karena dia datang dari arah yang berlawanan. Tentu saja saya jadi balas membentak memarahinya dan tambah mengomel-ngomel. Orang yang saya omeli kelihatan lebih tua dari saya, tetapi dia dengan santainya mendengar ocehan saya seperti tanpa dosa. Jelas, jelas-jelas dia yang salah, karena datang dari arah depan saya, jelas melawan arus. Kalau ditinjau dari posisi dia, berarti dia berjalan di sebelah kanan jalan. Posisi orang tersebut jelas salah, tapi mengapa dia begitu beraninya membentak saya? Saya berpikir jawaban yang pasti adalah satu, yaitu saya memakai kendaraan tua, yang sedikit kelihatan lebih jelek dari yang dia pakai. Dan memakai jaket rombeng, yang menimbulkan imej bahwa level penghidupan saya adalah kelas bawah. Makanya dengan sepelenya dia membentak saya. Coba seandainya saya memakai mobil Fortuner atau Pajero, dengan posisi pada sepeda motor saya tadi, mungkin orang tersebut, akan berpikir untuk menyalip di depan mobil saya, jangankan mau membentak, mendekat saja tidak berani. Dari kejadian ini, dapat saya tarik pelajaran, posisi strategis, imej yang kuat, membuat orang tidak berani macam-macam kepada kita. Posisi yang lemah, gambaran (imej) yang lemah, membuat orang tergiur untuk menjatuhkan kita pada yang lebih rendah lagi. Tidak peduli kita pada posisi yang benar atau tidak. Zaman seperti sekarang ini, bagi orang seperti orang yang membentak saya tadi, berlaku hukum rimba: "Yang lemah siap jadi santapan yang kuat."
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Sejak kejadian itu, dan rentetan kejadian-kejadian sebelumnya, mengertilah saya, mengapa saya selalu saja disepelekan orang. Karena bagi mereka berlaku hukum rimba tersebut. Kalau kita mau aman, kita harus merebut posisi strategis. Kalau tidak ancaman selalu saja mengintai, dan senantiasa akan selalu menjadi bulan-bulanan orang lain. Jangan salahkan orang tersebut, karena orang tersebut memang pasti salah. Seolah-olah kita berada dalam hutan rimba yang dipenuhi dengan binatang buas. Hanya kitanya lagi yang perlu meningkatkan keamanan kita dengan meraih posisi strategis dan aman.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Kita yang salah selama ini, jika kita selalu saja menciptakan sikap, dan imej rendah, murahan, sepele dan sebagainya. Yang meminta-minta dijalan memakai pakaian muslim, berpeci dan berkain sarung, ditambah lagi membaca ayat-ayat Quran dijalan. Apa Imej yang di dapat? Islam itu miskin, sepele dan sebagainya. Membuat surau-surau di dekat hutan yang sepi, dan menyendiri disana, sekali keluar dengan jubah lusuh dan jenggot yang sangat panjang. Rambut gondrong dan tasbih yang besar. Begitukah Islam? Apa imej yang di dapat? Silahkan simpulkan gambaran sendiri. Atau seperti orang mengaji di dalam Pesantren yang terpencil, dengan kiyai yang sangat disegani. Mengkaji Islam dengan kitab kuning, kelihatan kitab itu lusuh dan lama sekali umurnya. Kiyai menekankan untuk selalu mengikuti sunnah-sunnah nabi saw. Tamat dari pesantren itu, didapatinya bahwa banyak sekali perbuatan orang umum yang menyalahi ajaran yang selama ini didapat di pesantren. Sehingga dia mulai banyak tidak di sukai masyarakat karena selalu saja menganggap bid'ah tradisi yang ada di masyarakat, seperti menabur bunga di pusara, kenduri menujuh hari, Yasinan. Dia mengemukakan fatwa segala yang tidak diperbuat di zaman nabi adalah bid'ah, menonton tv haram, facebook haram. Apa imej yang di dapat? Islam tidak bermasyarakat dan anti pada kemajuan zaman.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Contoh-contoh diatas adalah menjadikan kita berada di posisi dilecehkan orang, atau pada posisi tidak strategis. Berakhlak mulia menjadikan kita pada posisi yang strategis, disegani, disenangi orang, dianggap orang baik dan sebagainya. Tetapi jadi tidak posisi strategis ketika dianggap orang sebagai orang yang terlalu baik dan gampang diajak kompromi. Tidak jelas lagi batas perbuatan baiknya. Tidak punya prinsip yang tegas dan lain sebagainya. Ibarat pepatah, berbuat baik berpada-pada berbuat jahat jangan sekali-kali dilakukan. Berbuat baik, berakhlak mulia, adalah perintah Allah swt, dan sunnah nabi saw. Tetapi berbuat baik pada orang yang tidak tepat, adalah dilarang Allah swt.&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.&lt;/i&gt;(QS Al Maidah:2)&lt;/blockquote&gt; Ayat diatas jelas melarang kita bertolong menolong dalam berbuat kejahatan. Walau kita tidak tahu, bahwa niat baik kita akan di selewengkan, atau kita memang berniat baik dalam menolong, tetapi perbuatan baik itu ternyata mempunyai andil dalam kejahatan orang tersebut, maka, kita terkena dosa dalam perbuatan kejahatan tersebut.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Meningkatkan kwalitas hidup, tampilan, adalah kuncinya, untuk meraih posisi strategis. Jangan apatis, terima apa adanya. Karena tuhan menciptakan manusia, supaya berusaha, dan berjuang, dan diketahui oleh tuhan siapa yang paling baik amalannya.&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;تَبَٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ,ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ &lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.&lt;/i&gt;(QS Mulk: 1-2)&lt;/blockquote&gt;
Allah menyuruh kita berjuang. Seandainya Allah tidak menyuruh kita untuk berjuang, tentu diciptakanya kehidupan dengan dengan penuh fasilitas, tanpa harus diusahakan. Seandainya tuhan tidak menyuruk kita berjuang, tentu tidak diciptakannya orang jahat dan musuh, yang menjadi penghalang orang-orang yang menegakkan kebenaran dan berada dijalan kebaikan. Bahkan Allah swt telah mengingatkan kita tentang adanya musuh yang nyata bagi kita yaitu syaitan yang senantiasa membujuk manusia, dengan langkah dan strateginya pula.&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ  إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. &lt;u&gt;Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;(QS Al Baqarah : 208)&lt;/blockquote&gt;
Dan juga orang-orang kafir yang menjadi pengikut syaitan, mengikuti langkah-langkah syaitan, dia termasuh golongan syaitan, walaupun dia memasuki agama yang bernama Yahudi, atau Nasrani, dia tetap musuh abadi. Yang harus diperjuangkan melawannya. &lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. &lt;/i&gt;(QS Al Baqarah : 120)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang Kafir dari agama Yahudi dan Nasrani, akan senantiasa menjadi ancaman bagi kita, kecuali kita masuk agama mereka.
Orang-orang kafir adalah engkar kepada Allah. Dan siapa saja yang engkar pada Allah dia adalah musuh Allah dan berada pada kelompok musuh Allah. Hizbu Sayitan (Kelompok pembela Syaitan).&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطَٰنِ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.&lt;/i&gt;(QS Mujadilah : 19)&lt;/blockquote&gt; Dan siapa saja yang berada dalam ketaatan pada Allah swt dia adalah Hizbullah, kelompok Pembela Allah &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;لَّا تَجِدُ قَوْمًۭا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍۢ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.&lt;/i&gt;(QS Mujadilah : 22)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, berperang, atau bersiap-siap untuk perang adalah sangat disarankan bagi setiap muslim. Dan bagi orang Kafir yang memusuhi Islam kita selalu siap siaga untuk berperang melawannya. &lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌۭ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.&lt;/i&gt;(QS Al Baqarh : 193)&lt;/blockquote&gt; Allah memerintahkan kita untuk memerangi orang-orang yang memusuhi Islam. Dapat dijadikan petunjuk bahwa Islam, memerintahkan kita untuk berpikir strategis kedepan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Islam memberi contoh, untuk menggunakan strategi dalam peperangan.&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Ketika perang Uhud, di masa Rasulullah, pasukan pemanah, ditempatkan dibukit Uhud, dan dipesankan kepada mereka untuk tidak meninggalkan bukit Uhud, sampai ada komando untuk turun. Seandainya strategi tidak dipakai dalam Islam, tentunya umat Islam tidak perlu menempatkan pasukan panah di bukit Uhud.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika Perang Khndak, para sahabat bersusah payah menggali parit untuk pertahanan kota Madinah. Sampai perang usai, parit tersebut sangat berfungsi menahan pasukan kafir Qurays menyerang kota Madinah, sampai perbekalan mereka habis. Seandainya tidak perlu strategi, tentunya perang itu tidak perlu membangun parit untuk peperangan, dan kemungkinan kalah pada perang tersebut besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada perang Badar begitu pula, Rasulullah membuat pentas yang tinggi agar dapat dengan mudah memberikan komando penyerangan. Dan dengan berpikir strategis pula, Rasul meguasai sumur-sumur badar, agar musuh-musuh yang hendak menyerangnya, tidak dapat menggunakannya dan akan kehausan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengapa ketika Rasul Hijrah, tidak langsung menuju Madinah, melainkan bersembunyi dulu di gua syur? Ini adalah strategi rasulullah dalam mengelabui pengejaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengapa ketika rasulullah berjalan Hijrah menuju Madinah, mereka mengambil jalan lain yang tidak biasa dilalui orang? Tentunya sekali lagi, Islam memberikan contoh dan teladan, untuk menggunakan strategi yang baik dalam berusaha memenangkan pertentangan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
Karena diatas dunia ini, orang Islam yang mukminlah yang berhak menjadi pemimpin, dan Kalifah yang dipercaya memelihara alam semesta titipan tuhan (QS 2:30). Dan semua perbendaharaan langit dan bumi adalah diwariskan untuk umat Islam yang beriman. Oleh sebab itu, Orang Islam yang berimanlah yang seharusnya memimpin, dan yang berhak memimpin dunia, dan posisi itu seharusnya direbut kembali dari orang-orang kafir yang menguasai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau seandainya yang memimpin dunia adalah orang Kafir, maka, tentunya akan sewenang-wenang saja dia di muka bumi, tanpa rasa bersalah, dia akan membuat kerusakan, karena tidak ada pedoman, batas yang tegas, yang mana yang dibolehkan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Jika orang kafir yang berkuasa di dunia ini, maka, kepentinganlah yang menjadi tuhan-tuhan mereka selain Allah. Seperti Amerika serikat, penyerangannya ke Afghanistan adalah kepentingan ekonomi semata, yang berdalih memerangi Terorisme.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita harus merubah cara berpikir kita, yang senantiasa mengalah, membiarkan dizalimi, lemah, pasrah, menyerahkan urusannya hanya kepada Allah, sikap mengalah, tawakkal yang benar, itu bagus tetapi tidak meninggalkan berpikir bagaimana agama kita agar menang, dalam posisi yang disegani, dan terpandang; itulah yang dimaksudkan dengan berpikir strategis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-6713246504063189513?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/mAYLZCR76ZE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T17:12:58.628-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_dnHz8QkkiaI/Rb7RyTaseXI/AAAAAAAAAA8/yvt97ylUUK8/s72-c/VICTORY.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Jalan Sepakat, Pekanbaru</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">0.5333333 101.45</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-0.48284820000000006 100.1865725 1.5495148 102.71342750000001</georss:box><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2012/02/berpikir-strategis-dalam-memenangkan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mencintai Allah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/w-WPQwQRLTU/mencintai-allah.html</link><category>Tasawuf</category><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><category>tadabbur ayat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2012 16:15:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7894065205283241324</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4cPsBbOmK28/TVbbs7pUxJI/AAAAAAAAAAU/k3AyheOLgOg/s1600/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="151" width="160" src="http://4.bp.blogspot.com/-4cPsBbOmK28/TVbbs7pUxJI/AAAAAAAAAAU/k3AyheOLgOg/s1600/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mencintai Allah, sepertinya asing ditelinga, karena wujud Allah tidak terlihat dan dapat ditangkap oleh panca indra manusia. Tetapi bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, bukankah ada orang yang cinta jarak jauh, hubungan melalui surat, tetapi mereka tetap saling mencintai. Mungkin posisinya hampir sama dengan itu. Mencintai Allah adalah merupakan puncak keimanan kepada Allah ta'ala, setelah mengenalnya, dan akhirnya mencintainya. Banyak tokoh-tokoh tasawuf, yang karena mencintai Allah, ia mengabdikan sepanjang hidupnya hanya untuk mendapat ridho Allah. Kita barangkali tidak akan pernah mendapat ridho Allah selagi kita tidak pernah mencoba untuk mencintainya. Tokoh-tokoh tasawuf seperti Ibrahim bin adham, dan Rabi'ah al Adawiyah adalah tokoh-tokoh tasawuf yang mencintai Allah dan mengabdikan diri sepanjang hidupnya hanya untuk Allah dan mendapatkan cinta dan ridhoNya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًۭا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ
&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).&lt;/i&gt;
(Quran Surat 2 (Albaqoroh): ayat 165)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibrahim bin adham pergi ke Mekah dan menggelantungi kiswah ka'bah dengan berlingan air mata ia bersajak &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Semua makhluk telah aku tinggalkan, karena cintaku kepada engkau. Keluargaku aku biarkan jadi piatu, agar aku dapat melihat wajahMu. Biar tubuh ini akan dikerat terpotong-potong, lantaranku cinta kepadaMu, namun hati ini tidak akan berpaling kepada selain Engkau.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;

Nabi Daud juga berdoa mengharap cinta kepada Allah, yang nabi Allah saw telah menyebut nabi Daud ini sebagai orang yang paling rajin ibadahnya.
&lt;blockquote&gt;
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)&lt;/blockquote&gt; untuk lebih panjang lebar mengenai Do’a nabi Daud bisa dilihat blog &lt;a href="http://intifadhah87.blogspot.com/2010/06/memohon-cinta-allah.html"&gt;Intifadhah87...memohon cinta Allah&lt;/a&gt;

Allah memberikan penghargaan bagi orang yang mencintai Allah dan Rasulnya diatas segala cinta yang ia miliki.
&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
&lt;/i&gt;(Quran Surat 3 (Ali Imran):ayat 31)&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:&lt;br /&gt; 
&lt;i&gt;Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw.: Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah saw. bersabda: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: Cinta Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw. bersabda: Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.&lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.4775)&lt;/blockquote&gt;

Diakhir zaman kata rasulullah saw, ummat Islam terombang-ambing seperti buih di lautan. Sedangkan keadaannya menjadi santapan orang-orang kafir. Seperti santapan ketika orang tengah menghadapi satu talam hidangan, saling berebutan. Ketika itu jumlah ummat Islam bukanlah jumlah yang sedikit, tetapi kwalitasnya yang sangat lemah, disebabkan oleh satu penyakit yang disebut dengan wahnun, yaitu: amat sangat cintanya pada dunia, dan amat sangat takut akan mati.

&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).&lt;/i&gt;(Quran Surat 3 Ali Imran : ayat 14) &lt;/blockquote&gt;

Allah mencela orang-orang yang hanya mencintai dunia semata tanpa ada rasa mencintai pada Allah dan rasulnya.
&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.&lt;/i&gt;(Quran Surat 9 Taubah: ayat 24)&lt;/blockquote&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7894065205283241324?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/w-WPQwQRLTU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T16:15:04.868-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-4cPsBbOmK28/TVbbs7pUxJI/AAAAAAAAAAU/k3AyheOLgOg/s72-c/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2012/01/mencintai-allah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/NI1XHklT-nM/tata-cara-pelaksanaan-sholat-tarawih.html</link><category>Ramadhan</category><category>Shalat</category><category>Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Mon, 28 Nov 2011 15:05:41 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-1466296199315937673</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-54B84q2LXEc/Ts5mdwgE7jI/AAAAAAAAAKM/tJyirqK6ONg/s1600/sholat%2Bjamaah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="184" width="274" src="http://4.bp.blogspot.com/-54B84q2LXEc/Ts5mdwgE7jI/AAAAAAAAAKM/tJyirqK6ONg/s320/sholat%2Bjamaah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mohon Maaf pada pembaca setia karena kesibukan, sudah lama saya tidak membuat posting blog. Kali ini saya ingin melontarkan suatu pemikiran, yang selalu menggelitik pikiran saya, yaitu mengenai tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang dibuat empat raka'at-empat raka'at yang masing-masing empat raka'at hanya dilakukan dengan satu salam. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah radiallohu anha:   (untuk baca selengkapnya klik judul)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِى الله عَنْهَا قَلَتْ : مَا كَانَ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمْ يَزِيْدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى اِحْدَ عَشَرَةَ رَكْعَةً: يُصَلِىَّ, فَلاَ تَسْأََلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى اَرْبَعًا فَلاَ تَسْأََلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا، قَالَتْ عَائِشَةُ: يَا رَسُولَ اللهِ اَتَنَامُ قَبْلَ اَنْ تُوتِرَ؟ قَالَ: يَا عَائِشَةُ: إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلاَ يَنَامُ قَلْبِى ( مُتَفَقٌ عَلَيْهِ)&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Aisyah Radhiallohu anha, ia berkata: "Rasulullah salallohi alaihi wasallam tidak pernah menambah (raka'at) pada sholat sunat bulan Ramadhan dan tidak pula melebihi bulan-bulan lainnya melebihi sebelas raka'at, beliau sholat empat raka'at, jangan kamu tanyakan tentang bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau sholat empat raka'at, jangan kamu tanyakan tentang bagusnya dan panjangnya, Kemudian beliau sholat tiga raka'at, Aisyah berkata: "Lalu aku bertanya kepada beliau: "Ya Rasulullah, apakah engkau tidur dulu, sebelum witir?" Jawab beliau: "Hai Aisyah, sesungguhnya dua mataku merasakan tidur, tetapi hatiku tidak tidur." " &lt;/i&gt;&lt;small&gt;(Riwayat Mutafaqun alaih: Bukhari dan Muslim)&lt;/small&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini sepertinya menjelaskan tata cara sholat tarawih yang dilakukan empat rakaat-empat rakaat. Pandangan dan pengertian seperti ini salah. Karena ada Hadis dari Rasulullah yang menjelaskan sholat-sholat sunat siang maupun malam itu dikerjakan dua rakaat-dua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;Hadis Aisyah diatas sebenarnya menjelaskan:&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sholat tarawih yang dikerjakan rasulullah jika dijumlah rakaatnya tidak lebih dari sebelas rakaat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat tarawih rasulullah sangat bagus dan panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sholat tarawih Rasulullah berkelompok empat rakaat-empat rakaat dengan di selingi jeda istirahat, kemudian sholat witir tiga rakaat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sholat tarawih Rasulullah dengan adanya istirahat setiap empat rakaat. Bukankah tarawih artinya banyak istirahat? Tarawih itu artinya banyak istirahat. Berapa kali kah istirahat yang dilakukan orang sekarang dengan sholat tarawih empat rakaat satu salam? Hampir tidak ada istirahat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadis yang menyatakan tentang sholat sunat dilakukan dua rakaat-dua rakaat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَ عَنِ إِبْنِ عُمَرَ رَضِىَّ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ (صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فإِذَ خَشِىَ اَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تًوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى ( مُتَفَقٌ عَلَيْهِ، وَ للخَمْسَةِ وَ صَحَّحَهُ إِبْنُ حِبَّانْ، بِلَفْظِ:"صَلاَّةُ اللَّيلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى" وَ قَالَ النَّسائِىُّ خَطَأٌ)&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Ibnu Umar Radhiallohu anhu, berkata: Bersabda Rasulullahi sholallohi alaihi wa salam, "Sholat malam itu dua rakaat dua-rakaat, apabila seseorang diantara kamu takut terdesak tibanya waktu shubuh, maka cukup sholat witir satu rakaat saja."&lt;/i&gt; (Hadis disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim, Pada Riwayat Imam yang lima disebutkan dan dishahihkan pula oleh Imam Ibnu Hiban dengan lafaz:&lt;i&gt; "Sholat malam dan siang dua rakaat-dua rakaat",&lt;/i&gt; kecuali Nasa'I yang mengatakannya lafaz ini salah.&lt;/blockquote&gt; Yang dimaksud sholat dua rakaat-dua rakaat disini adalah sholat sunat bukan termasuk sholat wajib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-1466296199315937673?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/NI1XHklT-nM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-28T15:05:41.524-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-54B84q2LXEc/Ts5mdwgE7jI/AAAAAAAAAKM/tJyirqK6ONg/s72-c/sholat%2Bjamaah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/11/tata-cara-pelaksanaan-sholat-tarawih.html</feedburner:origLink></item><item><title>Alasan Muhammadiyah memakai Metode Hisab dalam Menentukan Bulan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/Sg2hsqE0u3k/alasan-muhammadiyah-memakai-metode.html</link><category>Pemikiran</category><category>Ramadhan</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:48:23 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-3694220608868538767</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-O80Kj94PyCg/Ts5nPjKJv2I/AAAAAAAAAKY/Ix_dPhkXSlE/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-O80Kj94PyCg/Ts5nPjKJv2I/AAAAAAAAAKY/Ix_dPhkXSlE/s320/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ada sekedar Informasi yang ingin saya sampaikan disini, yang saya dapatkan dari seorang kenalan di facebook, dalam catatannya ia menulis, sebagaimana saya kutip dibawah ini. Kelihatannya dia sedang mengutip sebuah makalah, atau artikel, yang penulisnya bernama Inamul Haqqi Hasan, tetapi sayang dalam catatan kenalan saya itu yang berinisial Prince Heri, tidak mencantumkan secara jelas dari mana sumber kutipan tersebut. Tetapi walau demikian tidak mengurangi makna pentingnya informasi yang ia sampaikan. Berikut ini, adalah kutipan catatan tersebut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awal kutipan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
MENGAPA MUHAMMADIYAH MEMAKAI HISAB...???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh Inamul Haqqi Hasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu saat Muhammadiyah ‘naik’ di media massa adalah ketika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pasalnya, Muhammadiyah yang memakai metode hisab terkenal selalu mendahului pemerintah yang memakai metode rukyat dalam menentukan masuknya bulan Qamariah. Hal ini menyebabkan ada kemungkinan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal versi Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah. Dan hal ini pula yang menyebabkan Muhammadiyah banyak menerima kritik, mulai dari tidak patuh pada pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga tidak mengikuti Rasullullah Saw yang jelas memakai rukyat al-hilal. Bahkan dari dalam kalangan Muhammadiyah sendiri ada yang belum bisa menerima penggunaan metode hisab ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya, mereka yang tidak dapat menerima hisab karena berpegang pada salah satu hadits yaitu “Berpuasalah kamu karenamelihat hilal dan bebukalah (idul fitri) karena melihat hilal pula. Jika bulanterhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’bantigapuluh hari” (HR Al Bukhari dan Muslim). Hadits tersebut (dan juga contoh Rasulullah Saw) sangat jelas memerintahkan penggunaan rukyat, hal itulah yang mendasari adanya pandangan bahwa metode hisab adalah suatu bid’ah yangtidak punya referensi pada Rasulullah Saw. Lalu, mengapa Muhammadiyah bersikukuh memakai metode hisab? Berikut adalah alasan-alasan yang saya ringkaskan dari makalah Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A. yang disampaikan dalam pengajian Ramadhan 1431 H PP Muhammadiyah di Kampus Terpadu UMY.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
Hisab yang dipakai Muhammadiyah adalah hisab wujud al hilal, yaitu metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhi tiga parameter: telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. Sedangkan argumen mengapa Muhammadiyah memilih metode hisab, bukan rukyat, adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat “Matahari dan bulan beredarmenurut perhitungan” (QS 55:5). Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena banyak kegunaannya. Dalam QS Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa kegunaannya untuk mengetahi bilangan tahun dan perhitungan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, jika spirit Qur’an adalah hisab mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? Menurut Rasyid Ridha dan Mustafa AzZarqa, perintah melakukan rukyat adalah perintah ber-ilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adalah karena ummat zaman Nabi saw adalah ummat yang ummi,tidak kenal baca tulis dan tidak memungkinkan melakukan hisab. Ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim,“Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dantidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Yaknikadang-kadang dua puluh sembilan hari dan kadang-kadang tiga puluh hari”.. Dalam kaidah fiqhiyah, hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya ilat. Jika ada ilat, yaitu kondisi ummi sehingga tidak ada yang dapat melakukan hisab, maka berlaku perintah rukyat. Sedangkan jika ilat tidak ada (sudah ada ahli hisab), maka perintah rukyat tidak berlaku lagi. Yusuf Al Qaradawi menyebut bahwa rukyat bukan tujuan pada dirinya, melainkan hanyalah sarana. Muhammad Syakir, ahli hadits dari Mesir yang oleh Al Qaradawi disebut seorang salafi murni, menegaskan bahwa menggunakan hisab untuk menentukan bulan Qamariah adalah wajib dalam semua keadaan, kecuali di tempat di mana tidak ada orang mengetahui hisab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, dengan rukyat umat Islam tidak bisa membuat kalender. Rukyat tidak dapat meramal tanggal jauh ke depan karena tanggal baru bisa diketahui pada H-1. Dr.Nidhal Guessoum menyebut suatu ironi besar bahwa umat Islam hingga kini tidak mempunyai sistem penanggalan terpadu yang jelas. Pada hal 6000 tahun lampau di kalangan bangsa Sumeria telah terdapat suatu sistem kalender yang terstruktur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, rukyat tidak dapat menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat memaksa umat Islam berbeda memulai awal bulan Qamariah, termasuk bulan-bulan ibadah. Hal ini karena rukyat pada visibilitas pertama tidak mengcover seluruh muka bumi. Pada hari yang sama ada muka bumi yang dapat merukyat tetapi ada muka bumi lain yang tidak dapat merukyat. Kawasan bumi di atas lintang utara 60 derajat dan di bawah lintang selatan 60 derajat adalah kawasan tidak normal, di mana tidak dapat melihat hilal untuk beberapa waktu lamanya atau terlambat dapat melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan lingkaran artik dan lingkaran antartika yang siang pada musim panas melabihi 24jam dan malam pada musim dingin melebihi 24 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, jangkauan rukyat terbatas, dimana hanya bisa diberlakukan ke arah timur sejauh 10 jam. Orang di sebelah timur tidak mungkin menunggu rukyat di kawasan sebelah barat yang jaraknya lebih dari 10 jam. Akibatnya, rukyat fisik tidak dapat menyatukan awal bulan Qamariah di seluruh dunia karena keterbatasan jangkauannya. Memang, ulama zaman tengah menyatakan bahwa apabila terjadi rukyat di suatu tempat maka rukyat itu berlaku untuk seluruh muka bumi. Namun, jelas pandangan ini bertentangan dengan fakta astronomis, di zaman sekarang saat ilmu astronomi telah mengalami kemajuan pesat jelas pendapat semacam ini tidak dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam, rukyat menimbulkan masalah pelaksanaan puasa Arafah. Bisa terjadi di Makkah belum terjadi rukyat sementara di kawasan sebelah barat sudah, atau di Makkah sudah rukyat tetapi di kawasan sebelah timur belum. Sehingga bisa terjadi kawasan lain berbeda satu hari dengan Makkah dalam memasuki awal bulan Qamariah. Masalahnya, hal ini dapat menyebabkan kawasan ujung barat bumi tidak dapat melaksanakan puasa Arafah karena wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan hari Idul Adha di ujung barat itu. Kalau kawasan barat itu menunda masuk bulan Zulhijah demi menunggu Makkah pada hal hilal sudah terpampang di ufuk mereka, ini akan membuat sistem kalender menjadi kacau balau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argumen-argumen di atas menunjukkan bahwa rukyat tidak dapat memberikan suatu penandaan waktu yang pasti dan komprehensif. Dan karena itu tidak dapat menata waktu pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras diseluruh dunia. Itulah mengapa dalam upaya melakukan pengorganisasian sistem waktu Islam di dunia internasional sekarang muncul seruan agar kita memegangi hisab dan tidak lagi menggunakan rukyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makalah disampaikan dalam acara Temu pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam (Ijtima’ al Khubara’ as Sani li Dirasat Wad at Taqwimal Islami) tahun 2008 di Maroko dalam kesimpulan dan rekomendasi (at Taqrir alKhittami wa at Tausyiyah) menyebutkan: “Masalah penggunaan hisab: parapeserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan Qamariah di kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaanhisab untuk menentukan waktu-waktu shalat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhir Kutipan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-3694220608868538767?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/Sg2hsqE0u3k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-24T07:48:23.955-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-O80Kj94PyCg/Ts5nPjKJv2I/AAAAAAAAAKY/Ix_dPhkXSlE/s72-c/2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/09/alasan-muhammadiyah-memakai-metode.html</feedburner:origLink></item><item><title>10 Hikmah Puasa Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/vHl_g7NhsnU/10-hikmah-puasa-ramadhan.html</link><category>Ramadhan</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 08:52:02 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-5122311526315739256</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-lKpGXvKDp0I/TjpAXZ9zDuI/AAAAAAAAAI4/ca_WWoko2AI/s1600/090114himaar1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lKpGXvKDp0I/TjpAXZ9zDuI/AAAAAAAAAI4/ca_WWoko2AI/s320/090114himaar1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636888654458851042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah 10 Hikmah yang terkandung dalam setiap bulan Ramadhan. Sebenarnya banyak hikmah yang terkandung dalam setiap bulan Ramadhan. Karena setiap tahun Ramadhan datang, bagaikan pengunjung setia dan rutin, sehingga &lt;span class="fullpost"&gt; banyak hikmah yang ia berikan sering terabaikan. Ini adalah sepuluh diantaranya.&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu.&lt;/b&gt; Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup.&lt;/b&gt; Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,&lt;br /&gt;dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi.&lt;/b&gt; Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan &lt;i&gt;tajil&lt;/i&gt; perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi, tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah.&lt;/b&gt; Di bulan Ramadhan kita puasa, merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan.&lt;/b&gt; Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah.&lt;/b&gt; Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa.&lt;/b&gt; Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan.&lt;/b&gt; Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana.&lt;/b&gt; Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banyak kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt; Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita.&lt;/b&gt; Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapar dan haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya? Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan pada kita?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah barangkali beberapa hikmah yang didapat di bulan yang penuh hikmah dan berkah ini. Lain orang lain pula hikmah yang telah ia dapat. Allahu rahiim, Raaziq, Al Khobiir, Al Hakiim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-5122311526315739256?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/vHl_g7NhsnU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T08:52:02.646-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-lKpGXvKDp0I/TjpAXZ9zDuI/AAAAAAAAAI4/ca_WWoko2AI/s72-c/090114himaar1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/08/10-hikmah-puasa-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ketika Nikmat Menjadi Bencana</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/XGP2Lhsxgno/ketika-nikmat-menjadi-bencana_2451.html</link><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sun, 31 Jul 2011 20:27:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-2697105233290903288</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nikmat adalah suatu anugrah tuhan yang tiada terkira. Bagaimana hidup dunia jika tidak diberikan kenikmatan oleh tuhan. Tentulah kehidupan dunia tidak lagi nyaman, melainkan penuh penderitaan dan kepedihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Allah menciptakan kenikmatan di dunia, tetapi juga di ciptakannya penderitaan, sebagai penyeimbang dari kenikmatan tersebut. Nikmat akan terasa nikmat apabila telah mengalami penderitaan. Bagaimana jika kehidupan ini hanya nikmat saja tanpa penderitaan? Jangan dikira enak! Kenapa? Karena nikmat, nyaman, menjadi suatu hal yang biasa, dan rutin saja, bukanlah menjadi suatu kenikmatan, malah akan timbul kebosanan. Orang akan lupa bahwa kenimatan itu adalah nikmat. Orang akan sadar atas betapa pentingnya nikmat kesehatan yang telah ia miliki, apabila ia telah merasakan sakit. Ketika sakit, betapa terhalangnya segala macam perbuatan. Orang yang sakit, ia akan berkata "seandainya aku sehat". Tetapi bagi orang yang sehat tidak pernah ia teringat seandainya ia tidak sehat ia tidak dapat berbuat seperti biasa yang ia lakukan. Itulah sebabnya Allah ciptakan di dunia ini seimbang, ada sehat ada sakit, ada kaya ada miskin, ada enak ada derita, ada nikmat ada juga Bencana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; (QS: ayat)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan akan berubah menjadi bencana ketika kenikmatan tersebut diperturutkan. Menikmati kenikmatan juga ada seninya. Kenikmatan tersebut ada batasnya. Jangan terlalu diperturutkan. Karenakan akan dapat merusakkan. Rusak bukan saja nikmatnya jadi rusak, tetapi orang penikmatpun menjadi rusak. Nonton Televisi itu nikmat, tetapi menonton TV saja terus-menerus, tidak lagi nikmat. Mata butuh istirahat, badan butuh makan dan Istirahat, begitu juga Otak yang dapat lelah. Menonton Televisi dalam waktu yang lama akan menimbulkan ketegangan-ketegangan syaraf yang seharusnya butuh istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kenikmatan yang lainnya. Vidio Game, adalah contoh yang lebih parah lagi. Main Game Komputer atau Vidio Game selama 3 hari 3 malam tanpa tidur bisa mati ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah ajarkan kepada kita untuk membatasi atas nikmat yang telah diberikan kepada kita jangan terlalau dipakai secara berlebihan. Karena akan dapat menimbulkan bencana, kerusakan. Agama Islam mengajarkan kepada kita, agar tidak memperturutkan hawa nafsu. Di bulan suci Ramadhan kita dilatih untuk hidup seimbang, wajar, dan manusiawi. Itulah Allah katakan bahwa Quran itu adalah petunjuk bagi manusia, agar manusia menjadi manusia, bukan robot.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ &lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). &lt;br /&gt;&lt;/i&gt; (QS: ayat)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hidup seimbang, ada bekerja yang bermanfaat bagi kehidupan, ada hubungan vertikal dengan tuhan, melalui sholat, ada hubungan horizontal, sosial, ketika bertemu tetangga di masjid sholat berjamaah, Dalam sholatpun manusia rileks, semua ketegangan saraf-sarafnya mengendur, dan peredaran darahnya lancar. Ketika sujud adalah mengalirkan darah ke otak sekaligus memberikan Oksigen yang cukup bagi otak.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; (QS: Al Jatsiyah ayat 23)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; (QS: Thoha ayat 124)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang lupa pada tuhan, menikmati kenikmatan secara berlebihan, memperturutkan hawa nafsu, bahkan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Maka manusia tidak lagi manusia. Manusianya sudah mati, yang ada hanya mayat-mayat yang berjalan, bagaikan robot-robot yang hidup tanpa ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah sebenarnya mengajarkan seimbang dalam hidup kita, antar hubungan dengan tuhan dan hubungan dengan manusia, antara bekerja mencari rizki dengan menikmati hidup yang menyehatkan. Allah memberi petunjuk bagi manusia agar manusia menjadi manusia, bukan hewan, bukan robot, dan bukan mayat hidup. Allahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-2697105233290903288?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/XGP2Lhsxgno" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-31T20:27:38.866-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/ketika-nikmat-menjadi-bencana_2451.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tujuan Hidup Seorang Muslim (2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/NdlQASCTEb8/tujuan-hidup-seorang-muslim-2.html</link><category>aqidah</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 04 Aug 2011 00:26:28 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7668819341533448660</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6HybSQfAq2I/TjpJmmfz1UI/AAAAAAAAAJA/U-dxMbi-YRs/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6HybSQfAq2I/TjpJmmfz1UI/AAAAAAAAAJA/U-dxMbi-YRs/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636898811125421378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang mempunyai tujuan hidup dan Tujuan Hidup yang mana yang seharusnya dipilih seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan Hidup seorang Mukmin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Mukmin Hidupnya disandarkan pada Allah yang maha pencipta dan penguasa kehidupan, selain kita diharuskan juga berusaha, begitu pula tujuan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&lt;/i&gt;(QS: Al An 'aam ayat 162 )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seperti ayat diatas, bukankah menjadi do'a setiap kali sholat, menjadi do'a pembuka sholat? Artinya hal itu memang penting dan itulah yang menjadi tujuan seorang muslim.&lt;br /&gt;Segala Sholat, dan apapun ibadah yang ia lakukan, segala macam yang ada dan atas kehidupannya, Bahkan jiwanya, nyawanya, kematiannya, jika dikehendaki Allah harus mati, dia pun rela melepasnya demi keridhoan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tujuan hidupnya selain Allah, kehidupannya sempit sebatas dunia saja. Tidak ada bagian akhirat, bahkan mungkin tidak mempercayai adanya akhirat. Orang-orang seperti ini hanya mencari kesenangan sesaat, untuk kebutuhan dunia saja, bahkan mungkin saat ini saja, tanpa memikirkan masa depan, apalagi jauh kedepan yaitu akhirat. Orang yang hanya memikirkan kepentingan sesaat, &lt;i&gt;pragmatisme&lt;/i&gt;, selalu tidak peduli aturan, asal kepentingan dan kebutuhan saat ini tercapai, maka akibat masa yang akan datang tidak menjadi pikirannya.&lt;br /&gt;Orang-orang seperti ini tidak mau menempuh cara-cara yang sulit dan jauh, karena mereka untuk memenuhi kebutuhan sesaat saja tanpa memikirkan masa depan dia maupun orang-orang yang bersamanya atau terlibat dengannya.&lt;br /&gt;Sesuai sekali sebagaimana yang digambarkan tuhan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لاتَّبَعُوكَ وَلَكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu" Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta&lt;/i&gt; (QS: At Taubah ayat 42)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang tujuan hidupnya untuk mencapai keridhoan Allah, maka dia berada pada tujuan yang benar, tujuan yang haq, tujuan yang dikehendaki Allah swt yang maha pencipta dan penguasa alam raya, tujuan yang selamat dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang muslim yang bersandar pada Allah dan tujuannya untuk mencapai keridhoan Allah semata, maka Allah ridho dan memberikan ganjaran berupa pahala bagi setiap kehidupannya, karena telah menjadikan kesegala kehidupannya menjadi ibadah ikhlas hanya pada Allah semata. Inilah tujuan yang dikehendaki Allah, tujuan mengapa manusia dicipatakan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.&lt;/i&gt;(QS: Adz Dzariyaat : 56)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Diciptakan Jin dan Manusia untuk menjadikan seluruh kehidupannya menjadi ibadah semata-mata untuk mendapat ridhonya, menjadi ibadah, dan mendapat ganjaran pahala atas kehidupannya, karena Allah ridho dan sesuai dengan yang dikehendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tujuannya untuk mendapat ridho Allah di setiap detik kehidupannya, maka dia berada pada jalan yang benar, berpegang pada pegangan yang kuat, pada tujuan yang tidak tergoyahkan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا &lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus&lt;/i&gt; (QS: Albaqarah ayat 256)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Meraka berjanji kepada Allah dengan syahadat yang mereka ucapkan, untuk menjadikan hidup dan matinya hanya untuk keridhoan Allah, dan dengan itu mereka rela mati, dan sebagian ada yang gugur di medan juang dan sebagian lagi menunggu-nunggu terhadap tugas perjuangan yang akan dibebankan padanya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt; مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya),&lt;/i&gt; (QS: Al Ahzab ayat 23)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang-orang yang tujuan hidupnya selain ridho Allah mereka hanya untuk kepentingan dunia saja. Mereka berbuat hanya untuk kebanggaan diri sendiri, kebesaran dunia sajalah yang mereka bangga-banggakan, tanpa tahu hakekat kehidupan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?&lt;/i&gt;(QS: ayat)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan fisik, tubuh-tubuhnya membuat kagum, tetapi hanya itulah yang mereka cari, mereka membangga-banggakan kekuatan fisiknya, kekayaan yang mereka miliki, peralatan yang mereka punyai, tetapi hilang dari arti hakikat kehidupan, perjuangan menegakkan keadilan, sehingga mereka digambarkan seperti pohon yang tersandar, berdirinya tidak karena kekuatan akarnya, mereka lemah, dengan sedikit dorongan saja dapat rubuh seketika. Mereka mengira setiap tindak tanduk orang muslim adalah untuk menyerangnya, sehingga sekarang orang-orang seperti ini timbul penyakit yang bernama &lt;i&gt;islamfobia&lt;/i&gt;. Allahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7668819341533448660?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/NdlQASCTEb8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-04T00:26:28.271-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-6HybSQfAq2I/TjpJmmfz1UI/AAAAAAAAAJA/U-dxMbi-YRs/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/tujuan-hidup-seorang-muslim-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tujuan Hidup Seorang Muslim (1)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/AXSuEfenfQQ/tujuan-hidup-seorang-muslim.html</link><category>aqidah</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 04 Aug 2011 00:31:30 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-2632240405709964847</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vqcux0d_XQw/TjpKxwruiDI/AAAAAAAAAJI/SbqxfDCHFvw/s1600/casablanca14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vqcux0d_XQw/TjpKxwruiDI/AAAAAAAAAJI/SbqxfDCHFvw/s320/casablanca14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636900102349948978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hidup harus mempunyai tujuan hidup. Hidup tanpa tujuan adalah sia-sia atau tidak berdaya guna. Bagi yang mempunyai tujuan, setiap orang yang mempunyai tujuan, tidak sama antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Mempunyai tujuan hidup saja tidak cukup, karena dari sekian banyak tujuan hidup, tentu ada satu tujuan hidup yang baik dan benar. Maka jika mempunyai tujuan hidup, maka tujuan hidup itu harus tujuan yang baik dan benar. Dalam hal ini setiap orang harus memilih, tujuan hidup yang mana yang dianggap baik dan benar. Dalam hal memilih inilah orang harus memilih dengan tepat, harus dipertimbangkan untung ruginya kalau pilihan yang tidak tepat tentunya akan mendapat kerugian. Oleh sebab itu keberhasilan seseorang dalam kehidupan sangat tergantung pada ketepatan dalam memilih ini, terutama sekali adalah memilih tujuan hidup.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perbuatan pasti ada tujuannya. Hanya saja setiap tujuan itu, bernilai baik dan benar, jika dipandang sebab akibatnya jauh kedepan. Setiap perbuatan sesungguhnya dapat dinilai dari tujuannya. Jika nilai tujuan perbuatan itu tidak baik dan benar maka perbuatan tersebut tidak baik dan benar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuan yang dapat dicapai dengan berbagai cara. Dan ada pula tujuan yang hanya dapat dicapai hanya dengan satu cara. Tujuan yang dapat dicapai dengan berbagai cara, ada yang dengan cara baik, ada dengan cara yang lebih baik, atau dengan cara yang terbaik. Kalau dengan cara buruk pun demikian, Cara Buruk, lebih buruk, sampai pada yang paling buruk. Cara mencapai tujuan adalah merupakan proses untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan yang hanya dapat dilaksanakan dengan satu cara, seperti seseorang yang ingin membuat roti, harus dengan cara membuat roti, tidak bisa dengan cara lain. Sholat contoh lain. Tujuan sholat hanya mendapat ridho Allah semata tidak ada yang lain. Perbuatannya adalah dengan cara yang telah ditentukan oleh Nabi dan RasulNya. Tidak syah sholat jika tidak sesuai dengan cara-cara yang diajarkan Nabi kepada kita.&lt;br /&gt;Rasulullah saw pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;مَنْ عَمِِلََ عََمَلاً لَيْسَ  بِهِ أَمْرِنََا فَهُُوَا رَئْدٌ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;barangsiapa yang melakukan suatu amal ibadah, jika diluar perintahku maka ianya tertolak&lt;/i&gt;(Hadits Mutafaqun alaih)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai cara ini juga penting, karena merupakan proses tercapainya tujuan baik tujuan utama maupun tujuan antara. Jika prosesnya salah maka tujuan tidak tercapai. Oleh sebab itu bagaimana cara mencapai tujuan itu juga penting. Apakah sudah benar caranya? Kalau benar apakah cara tersebut sudah merupakan cara yang terbaik? Ini perlu dikaji ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan Hidup Seorang Mukmin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Mukmin dalam sholatnya setiap pembukaan selalu berdo'a:&lt;br /&gt;Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;Inilah pernyataan yang benar, yang seharusnya dimiliki oleh seorang mukmin, segalanya diserahkan kepada Allah ta'ala, tetapi ini tidak ada paksaan, tetapi bukankah Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah semata?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-2632240405709964847?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/AXSuEfenfQQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-04T00:31:30.022-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-vqcux0d_XQw/TjpKxwruiDI/AAAAAAAAAJI/SbqxfDCHFvw/s72-c/casablanca14.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/tujuan-hidup-seorang-muslim.html</feedburner:origLink></item><item><title>Marhaban Ya Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/u1lNy5dl0KE/marhaban-ya-ramadhan.html</link><category>Ramadhan</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sat, 16 Jul 2011 03:48:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-883910985562530565</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xzwDPhHKPyY/Thj-fAqDS7I/AAAAAAAAAIw/9s9POnnPmjI/s1600/akap2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xzwDPhHKPyY/Thj-fAqDS7I/AAAAAAAAAIw/9s9POnnPmjI/s200/akap2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627527543105211314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak lama lagi kita memasuki bulan suci lagi mensucikan, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh rahmat, dan bulan yang penuh pengampunan, itulah bulan yang dinanti-nantikan oleh orang mukmin, yaitu bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan Ramadhan selain sebagai bulan suci untuk beribadah, tetapi juga bulan untuk pembelajaran, pelatihan sekaligus pembuktian pada diri kita masing-masing, pada diri setiap umat Islam, dan setiap manusia ciptaanNya. Pembelajaran bahwa ternyata tidak hanya makan dan minum kebutuhan kita, kebutuhan akan makan dan minum dapat ditekan demi untuk mencapai tujuan yang lebih besar yaitu untuk mendapatkan ridho Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja dibalik bulan Ramadhan sebagai bulan ibadah kita dapat melihat betapa efisien penggunaan waktu di bulan ramadhan, walau sekolah dan pekerjaan hanya berjalan setengah hari, atau setengah kegiatan, tetapi ternyata terbukti bahwa hasil yang dicapai ternyata tidak kurang dengan hasil yang dicapai ketika kita bekerja penuh di bulan lain, selain bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuktikan bahwa perintah tuhan berpuasa di bulan Ramadhan, adalah benar-benar wahyu, yang datang dari tuhan, di peruntukkan bagi hambanya yang mukmin agar hambanya yang mukmin dapat mengambil hikmah dan pelajaran di bulan Ramadhan tersebut, selain beribadah dan mensucikan diri.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,&lt;/i&gt; (QS: Al Baqoroh ayat 183)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Yang diseru oleh ayat yang diatas adalah orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memberikan hikmah dan pelajaran pula bagi manusia, barangkali pekerjaan kita yang sangat menyibukkan di luar bulan Ramadhan, di hari-hari biasa, yang sangat sibuk, ternyata kesibukan kita hanyalah kesibukan yang tidak efisien. Ternyata pada bulan puasa pekerjaan dapat dipotong waktu dan pekerjaannya jadi separuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya manajemen puasa ini diterapkan pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan? Dengan waktu lebih cepat, pekerjaan lebih sedikit, biaya yang tentunya jadi lebih irit, tetapi mendapat hasil yang sama dengan pekerjaan yang dilakukan ketika di luar bulan Ramadhan. Mungkin barangkali ummat Islam akan lebih maju beberapa langkah dibanding dengan ummat-ummat lain yang diluar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mungkin perlu diteliti lebih lanjut, benarkah puasa memang dapat menjadikan pekerjaan menjadi lebih efisien, artinya, kita dengan tidak sengaja membuang pekerjaan yang tidak perlu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hikmah yang dikandung bulan Ramadhan tentunya harus kita sambut bulan suci ini dengan gembira, semoga memberikan berkah, kepada kita bersama. Amiin &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-883910985562530565?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/u1lNy5dl0KE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-16T03:48:03.311-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-xzwDPhHKPyY/Thj-fAqDS7I/AAAAAAAAAIw/9s9POnnPmjI/s72-c/akap2.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/marhaban-ya-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Rasional Islam (2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/sCjOcV5fbew/rasional-islam-2.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sat, 09 Jul 2011 09:57:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7393945844964786857</guid><description>&lt;b&gt;Kaum Rasionalisme kebablasan, demikian pula Mu'tazilah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paham Mu'tazilah, adalah aliran pemikiran Islam yang berkembang diabad ke lima atau ke enam hijriah. Paham inilah yang kita bahas pada tulisan yang lalu, adalah sebagai paham yang sangat mendewakan akal, atau logika, atau Rasio. Padahal tidak semua dapat dilogikakan karena keghaiban dan keanehan alam semesta serta kekuasaan penciptanya melampaui logika dan akal manusia. Latar belakang munculnya Paham ini adalah karena munculnya perbedaan pendapat dan cara berpikir ummat setelah wafatnya Baginda Rasulullah saw dan berkembangnya ilmu Filsafat dan logika yang berasal dari Yunani yang banyak mempengaruhi cara berpikir ulama pada masa abad kedua hijriah. Selain Paham Mu'tazilah sebelumnya berkembang paham Jabariyah dan Qodariyah, yang kedua-duanya juga memiliki kesalahan dalam berprinsip dan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walau ada yang baik yang diambil dari paham mu'tazilah, seperti menerima hukum kausalitas, tetapi hal tersebut kemungkinan besar adalah adopsi dari pemikiran filsafat Yunani (barat) dari pada hasil pemikiran mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hanya mengandalkan logika semata maka, banyak celah kesalahan logika yang mereka ciptakan, demi mendukung peran logika dan hukum kausalitas, yang mereka perjuangkan dan pertahankan. Seperti tidak menerima takdir, dan ketentuan (Qadho) Allah. Padahal Takdir dan Qodho adalah elemen penting dari iman dan aqidah Islam. Karena jika mereka menerima takdir dan Qodho Allah, maka mereka meniadakan hukum kausalitas yang dibuat oleh manusia, artinya setiap perbuatan yang dibuat oleh manusia adalah perbuatan sebab akibat (kausalitas), sehingga manusia memperoleh hasil dari perbuatannya sendiri. Misalkan manusia menanam padi di sawah sehingga manusia mendapat hasil, berupa padi, oleh karena sebab manusia bertani dan bekerja di sawah.&lt;br /&gt;Dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh filsafat Yunani sangat besar dengan mendewa-dewakan akal dalam memahami sesuatu. Yang tidak sesuai dengan akal maka mereka tolak, den tidak mau mempercayainya, walaupun hal tersebut sudah nyata di depan mata. Sehingga mereka tidak mau percaya pada hal yang gaib-gaib. Tidak percaya pada Malaikat, Jin, Iblis, Setan, dan hari akhirat karena tidak sesuai dengan akal dan rasio mereka atau tidak ada bukti yang syah. Terhadap ayat-ayat al-Quran yang berarti demikian mereka tafsirkan secara menyimpang dari arti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Filsafat Yunani, besar sekali pengaruh Bapak filsuf barat, pemikir, ahli logika, dan ahli matematika, kala itu yang sangat &lt;i&gt;Rene Descartes&lt;/i&gt;. Menurut &lt;i&gt;Rene Descartes&lt;/i&gt; "semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir." Bahkan &lt;i&gt;Rene&lt;/i&gt; sendiri pernah mempertanyakan dirinya, &lt;blockquote&gt;apakah ia ada atau tidak ada. Kalau ada apa buktinya bahwa ia ada? Jangan-jangan tidak ada, apa pula buktinya jika ia tidak ada? Saya berpikir, berarti saya ada, &lt;i&gt;cogito ergo sum&lt;/i&gt;.&lt;/blockquote&gt; Aliran filsafat yang dibawakan &lt;i&gt;Rene&lt;/i&gt; ini berpendapat bahwa semua harus rasional. Bahwa semua yang tidak sesuai dengan rasional berarti tidak benar. Sekalipun itu hasil cerapan panca indra. Oleh karena itulah &lt;i&gt;Rene&lt;/i&gt; meyakini atas keberadaan dirinya setelah separuh umur yang telah ia lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah kelompok pemikir Mu'tazilah berpendapat bahwa semua yang tidak sesuai rasio tidak benar dan tidak dipercayai. Pemikiran Mu'tazilah sebenarnya adalah kelompok pemikir yang berasal atau belajar dari kelompok pemikir Islam sebelumnya, yaitu kelompok pemikiran Qodariyyah yang berpendapat bahwa Manusia mempunyai kehendak bebas mutlak, dan kehendak bebas mutlak ini tidak berkaitan dengan kehendah Allah yang pencipta, tetapi manusia sendirilah yang menentukan nasib baik maupun buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Qodariyyah ini sebenarnya tantangan dari paham Jabarriyyah sebelumnya yang menyatakan bahwa manusia dalam bertindak bukanlah kehendak manusia tetapi kehendak Allah sebagai sang pencipta dan penguasa, jika ada sandaran pada kehendaknya maka sandaran tersebut sandaran semu atau palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Asy 'Ariyah atau ahlu sunnah wal jamaah, berpendapat memadukan kedua pendapat itu, yaitu: Manusia dalam bertindak tidak bebas secara Mutlak. Artinya semua itu karena ada izin Allah swt. Namun demikian Allah memberi kebebasan pada manusia untuk berusaha dan berikhtiar untuk selalu senantiasa dalam jalan kebaikan dan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7393945844964786857?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/sCjOcV5fbew" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-09T09:57:39.244-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/rasional-islam-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Rasional Islam (1)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/AUQWhv29HiY/rasional-islam-1.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sat, 09 Jul 2011 18:12:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7283677644116752071</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam agaman yang mengedepankan rasio, atau akal dalam melaksanakan agamanya. Tidak cukup hanya iman saja, tanpa akal yang mempertimbangkannya. Kita tidak dapat melaksanakan sholat jika akal kita sedang tidak dapat berfungsi dengan baik. Allah melarang hambanya sholat dalam keadaan mabuk, &lt;blockquote&gt;&lt;big&gt; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقْرَبُوا الصَّلاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,... &lt;/i&gt; (QS: An Nisa : 43)&lt;/blockquote&gt;karena mabuk tidak dapat menggunakan akal. Orang yang tidak berakal tidak diwajibkan sholat, seperti anak-anak dan orang gila.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada tiga belas ayat dalam al Qur'an yang mempertanyakan "Apakah kamu tidak mempergunakan akal?"&lt;big&gt; اَففَلَا تَعْقِِلُونْ &lt;/big&gt;, artinya betapa pentingnya menggunakan akal dalam beragama Islam. Akal adalah potensi yang diberikan dan diciptakan tuhan bagi manusia, sangat sayang dan tidak bertanggung jawab namanya jika tidak dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya&lt;/i&gt; (QS: Al Isra' ayat 36)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lebih dari tujuh ratus lima puluh ayat (&gt; 750) menurut syaikh Thanthowi adalah ayat &lt;i&gt;kauniyah&lt;/i&gt;, yaitu ayat yang mengajak, menyuruh kita berpikir mengenai fenomena alam, sementara hanya sekitar seratus limapuluh saja yang berbicara mengenai &lt;i&gt;fiqih&lt;/i&gt;. Hal ini juga berarti kita diperintahkan untuk berfikir dan memperhatikan alam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasional kebablasan &lt;i&gt;Mu'tazilah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak semua dapat dirasionalkan karena daya rasio dan akal manusia terbatas, dan sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt; وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; ... dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". &lt;/i&gt; (QS: Al Isra' ayat 85)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mu'tazilah adalah paham atau aliran pemikiran dalam Islam yang mendewakan akal. Semua ayat-ayat, dapat pemikiran, konsep, semua dirasionalkan oleh kelompok ini. Artinya ayat-ayat atau pendapat, pernyataan yang tidak dapat diterima akal maka tidak mereka terima. Pemikiran seperti ini dianggap paham sesat dan menyimpang karena tidak semua dapat dirasionalkan. Orang yang berpaham mu'tazilah beranggapan perjalanan Isra' Mi'rajnya Rasul sebagai mimpi saja. Dan Jin ditafsirkan sebagai suku badui yang sembunyi dibalik bukit, atau Syaikh Muhammad Ridha adalah menafsirkan Jin sebagai Jasad Renik atau microba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu hal ghaib yang tidak dapat di rasionalkan, seperti perjalanan Isra' Mi'raj misalnya, bagi ilmu manusia, logika dan akal manusia mengatakan tidak mungkin melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina sekitar 1.233,3 km (seribu dua ratus tiga pulu tiga koma tiga kilo meter) hanya dalam waktu beberapa detik saja, ketika dizaman nabi muhammad saw belum ditemukan pesawat Concorde, pesawat tercepat yang membawa manusia melebihi kecepatan suara. Logika manusia mengatakan tidak mungkin, tetapi Kekuasaan, dan ilmu Allah swt melampaui logika manusia, kita hanya bisa mengimaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berkaitan dengan hukum-hukum fiqih, adalah ketetapan Allah yang harus kita patuhi dan kita amalkan seperti yang diperintahkan apa adanya, tidak boleh ditambah-tambah atau pun dikurangi, tidak boleh pula ditafsir-tafsirkan. Hal ini berlaku prinsip Sami'na wa atho'na ( سَمِعْنِا  وَ اَطَعْنَا )"aku dengar dan aku ta'ati." Begitu pula ayat-ayat yang berhubungan dengan mu'jizat dan kekuasaan Allah yang harus kita yakini dan kita imani saja tanpa, bertanya-tanya, mereka-reka maksudnya, menafsir-nafsirkannya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".&lt;/i&gt; (QS: Al Baqaroh ayat 286)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Terlalu memaksakan agar sesuai dengan logika manusia adalah salah, karena tidak sama logika manusia dengan logika Allah, yang dapat berbuat sekehendaknya dan berkuasa menciptakan segala sesuatu termasuk menciptakan sesuatu yang baru kapan saja. Karena Allah maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memakai logika dan akalpun salah pula karena tidak menggunakan potensi akal yang diberikan Allah kepada kita dan menjadikan sesuatu tidak jelas lagi mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/rasional-islam-2.html"&gt;(Bersambung)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7283677644116752071?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/AUQWhv29HiY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-09T18:12:22.027-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/07/rasional-islam-1.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sunatullah (2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/huw7w8oXai8/sunatullah-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Fri, 24 Jun 2011 08:42:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-6456583108035057068</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-e_vXb2vYIeQ/TgSr3Lwc8PI/AAAAAAAAAIY/fJKWyZXAIXI/s1600/tatasurya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-e_vXb2vYIeQ/TgSr3Lwc8PI/AAAAAAAAAIY/fJKWyZXAIXI/s320/tatasurya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621807199402389746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sunnatullah adalah suatu ketentuan, yang harus ada karena memang demikian adanya. Bumi berputar pada porosnya, dan mengelilingi matahari sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah. Aturan itulah yang dimaksud sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&lt;/i&gt;(QS Al Ambiyaa ayat 33)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&lt;/i&gt;(QS Yasiin ayat 40)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Aturan Allahlah yang menentukan matahari bulan dan bumi agar beredar menurut garis edarnya itulah sunnatullah. Konsekwensi logis dan alamiah itulah sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan modren dapat menyaksikan fenomena alam, dan dapat menerangkan bagaimana fenomena itu terjadi. Tetapi ilmu pengetahuan modren tidak dapat menjawab mengapa semua itu terjadi. &lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu pengetahuan modren mengistilahkan keteraturan alam sebagai hukum alam. Jantung yang selalu berdetak dibawah sadar manusia disebut hukum alam. Sel-sel darah yang berkembang dalam hati manusia disebut hukum alam. Yang segala sesuatu yang bekerja dengan sendirinya, tanpa ada kesadaran dan kesengajaan ilmu pengetahuan menamakannya sebagai hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--OwMekNMz4g/TgSuUXqnDtI/AAAAAAAAAIg/sR93E6miKig/s1600/hemoglobin.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--OwMekNMz4g/TgSuUXqnDtI/AAAAAAAAAIg/sR93E6miKig/s320/hemoglobin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621809899838574290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Agama Islam menjawab, atau seorang muslim berkeyakinan dan harus berkeyakinan bahwa semua fenomena alam itu atas aturan, kekuasaan dan petunjuk (inayah) Allah subhanawata'ala. Itulah yang namanya sunnatullah. Jika kita dapat melihat bagaimana sel-sel darah merah memproduksi hemoglobin didalam hati dengan adanya oksigen, kita melihat suatu keajaiban alam, kita melihat kekuasaan Allah, itulah tanda-tanda (ayat-ayat) Allah di alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan modren tidak bisa menjawab fenomena-fenomena alam yang rumit, kecuali hanya menjawab bahwa ada rancangan cerdas yang mengatur itu semua. Karena sangat-sangat kecil kemungkinan bahwa kerumitan kompleks tersebut dapat terjadi dengan sendirinya dan kebetulan semata. Ilmuwan mengukur kemungkinannya adalah satu per sepuluh pangkat seratus lima puluh (1/10&lt;sup&gt;150&lt;/sup&gt;), mungkin lebih. Artinya memang sangat-sangat kecil kemungkinan hal-hal tersebut dapat terjadi dengan sendirinya. Perancang Cerdas itu adalah Allah ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengatur semuanya sehingga Matahari bulan dan planet-planet berada pada orbitnya dengan perhitungan yang sangat teliti dan demikian tidak terjadi salah atau tabrakkan antara planet-planet, bulan-bulan di masing-masing planet, dan Matahari.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yNcftL3b1io/TgSwA4NSoiI/AAAAAAAAAIo/Liv7V0G-P6g/s1600/tatasurya2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yNcftL3b1io/TgSwA4NSoiI/AAAAAAAAAIo/Liv7V0G-P6g/s320/tatasurya2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621811763999842850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.&lt;/i&gt; (QS Yunus ayat 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),&lt;/i&gt; (QS An Nahl ayat 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.&lt;/i&gt; (QS Al Hajj ayat 18)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, bahkan tumbuhnya pohon-pohonpun adalah sesuai dengan sunnatullah, Gunung pun begitu tidak terlepas dari aturan dan kekuasaan Allah swt. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada manusia betapa besar kekuasaan dan penguasaannya terhadap sekalian makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-6456583108035057068?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/huw7w8oXai8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-24T08:42:05.830-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-e_vXb2vYIeQ/TgSr3Lwc8PI/AAAAAAAAAIY/fJKWyZXAIXI/s72-c/tatasurya.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/06/sunatullah-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Permasalahan Kepemimpinan Wanita</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/9zFdVWTo2Z8/permasalahan-kepemimpinan-wanita.html</link><category>Pemikiran</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Tue, 21 Jun 2011 23:42:23 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-9066329352794316209</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Pilkada di Pekanbaru, Isu kepemimpinan wanita sangat santer dibicarakan, karena tentunya adanya muatan politik. Karena salah satu calon walikota pekanbaru adalah wanita. Sehingga banyaklah selebaran yang beredar ditengah kota pekanbaru mengenai kepemimpinan wanita, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung. Saya mengumpulkan tulisan-tulisan tersebut. Dan tulisan-tulisan bernada mendukung berkali lipat lebih banyak saya dapatkan dari pada tulisan yang mengatakan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ &lt;/big&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). &lt;/i&gt;(QS An Nisaa' ayat 34)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau ikut terlibat dari polemik seputar politik, dan ikut berkampanye mendukung salah satu calon. Karena itulah saya tidak menurunkan tulisan ini disaat hebohnya calon kepemimpinan wanita. Pilkada telah lewat beberapa hari, saya ingin mengulas sedikit tentang pendapat saya mengenai polemik seputar kepemimpinan wanita dalam Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak mendukung kepemimpinan wanita dalam Islam berdalil &lt;i&gt;"Ar-rijaal qowwamuna alan Nisaa'"&lt;/i&gt; (QS An Nisa ayat 34). Bagi yang mendukung kepemimpinan wanita dalam Islam mengatakan ayat tersebut hanya untuk kepemimpinan rumah tangga, sedangkan kepemimpinan pada umumnya wanita dibolehkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat saya, setiap ayat al Quran diturunkan maka berlaku umum dan berlaku dalam segala kondisi. Jadi tidak dibatasi pada waktu dan kondisi tertentu. Saya teringat hal ini sama kasusnya ketika heboh seragam berjilbab tahun 90 an dan ada pula orang yang mengatakan bahwa ayat tersebut hanya berlaku untuk istri rasulullah. Why! bagaimana mungkin ayat al-quran turun kemudian terkotak-kotak pemberlakuannya? Pada masa sahabat, Ibnu Abbas memakai ayat bagaimana mendamaikan kedua pihak suami istri, dengan perwakilan pihak laki-laki dan pihak perempuan untuk diterapkan dalam mendamaikan sengketa antara Muawwiyah dan Ali pada tahun 37 Hijriah. Kedua belah pihak mau menerima dalil yang dikemukakan Ibnu Abbas dalam sengketa antara Muawwiyah dan Ali, dan keduanya sepakat berdamai, walaupun dalil yang dikemukankan oleh Ibnu Abbas adalah ayat Al Quran mengenai konflik rumah tangga (QS An Nisa ayat 35). Bagaimana mungkin orang menolak ayat yang disampaikan dalam al quran masih dalam satu surat, dan masih dalam satu masalah yang sama, ayatnya pun berdampingan ayat 34 dan 35, sedangkan dahulu para sahabat menerimanya, tanpa berdalih ini ayat untuk rumah tangga?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas sebenarnya ayat ini menjelaskan bahwa laki-lakilah yang lebih layak sebagai pemimpin dibandingkan wanita. Tidak dibatasi kondisi berumah tangga atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak mendukung kepemimpinan wanita, juga mengemukakan dalil hadits:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;لَنْ يُفْلِحُ قَوْمٌ وَلَوْا أَمْرَهُمْ إِمْرَأَةً&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak akan beruntung suatu kaum yang akan menyerahkan urusan mereka kepada wanita.&lt;/i&gt; (Hadis Riwayat: Bukhari, an Nasai, at Turmuzi, dan Ahmad)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mendukung kepemimpinan wanita, mengatakan bahwa memang dibolehkan kepemimpinan wanita dalam Islam sebatas, kepemimpinan kerja. Tetapi tidak kepemimpinan publik. Logikanya kepemimpinan di rumah tangga saja harus lelaki apalagi untuk kepemimpinan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang mendukung atau yang menyetujui sepenuhnya sebagai pemimpin publik dalam Islam, mengatakan bahwa konteks hadits tersebut terbatas pada raja Persia saja. Mereka menolak memakai hadits tersebut sebagai dalil karena tidak sesuai konteks hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat, bahwa kepemimpinan wanita dalam Islam sangat tidak cocok jika masih adanya laki-laki yang mampu memimpin. Karena bagi saya permasalahannya tidak pada dalil yang lemah. Dalil yang dikemukakan cukup shahih, dan ayat al Qur'anpun cukup mengena, tanpa harus memperhatikan hanya untuk hubungan rumah tangga atau tidak. Permasalahannya terletak pada, ciptaan wanita, tidak sangat tidak cocok dijadikan pemimpin bagi kaum lelaki, karena wanita punya fisik yang lemah, keadaan yang harus menjaga kesuciannya jika harus berada ditengah-tengah lelaki. Permasalahan &lt;i&gt;Ikhtilat&lt;/i&gt;, campur baur antara laki-laki dan perempuan, Seorang pemimpin harus berada ditengah-tengah ummat hampir 24 jam, Kadang juga mengharuskan menyelesaikan masalah dengan rapat sampai larut malam, harus keluar rumah, dan lain sebagainya, benarkah masih juga mereka mengatakan dengan persamaan gender perempuan harus menjadi pemimpin masyarakat? Bagaimana kodrat wanita harus menyusui anak, hamil, haid dan sebagainya? Apakah harus kepemimpinan diwakilkan jika selama sang pemimpin hamil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merenungi fiqih kewanitaan, seharusnya mengerti bagaimana fungsi dan kedudukan wanita dalam kehidupan dunia. Kepintaran hampir sama pintarnya dengan laki-laki. Kenapa saya katakan hampir karena menurut penelitian gen dan gender mendapati bahwa Pria lebih pintar dari pada Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Anak laki-laki tidaklah sama dengan anak wanita&lt;/i&gt; (QS Ali Imran ayat 36)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt; بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ  &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), &lt;/i&gt;(QS Ali Imran ayat 34)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kelebihan pada diri laki-laki yang menyebabkan dirinya diciptakan sebagai pemimpin. Dan ada pula kelebihan pada diri wanita sehingga mereka layak sebagai pengasuh dan pendidik anak-anak. Keduanya menempati posisi dan fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki diciptakan tidak berhalangan untuk melakukan aktifitas diluar, lebih tegas, lebih cermat dan bijak, lebih cerdas dalam mengambil suatu tindakan dan keputusan. Sedangkan wanita lebih lembut, lebih penyayang, dan lebih tahan terhadap tekanan stres yang terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-9066329352794316209?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/9zFdVWTo2Z8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-21T23:42:23.654-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/06/permasalahan-kepemimpinan-wanita.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sunatullah (1)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/PUuV-NjaXzM/sunatullah-1.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:23:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7370377263020694494</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunatullah adalah ketentuan Allah. Suatu ketentuan hukum Logika yang mempunyai hubungan sebab akibat. Jika menurut kajian ilmiah (Scientific) disebut dengan hukum Alam. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunatullah itu.&lt;/i&gt;(QS Al Fath ayat 23)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seperti ketentuan setiap benda apabila dilemparkan keatas maka akan kembali lagi ke bumi akibat adanya gaya tarik bumi. Ini salah satu contoh hukum, dan banyak lagi hukum-hukum alam lainnya, yang secara ilmiah dapat kita temukan dalam setiap pelajaran ilmu pengetahuan alam atau fisika. Ini hukum pasti. Allah tidak mungkin merubah ketentuan hukumnya karena ini sudah merupakan janji Allah dan Allah selalu menepati janji. Hukum-hukum alam seperti ini disebut sebagai Sunatullah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hukum-hukum Allah yang tertulis dalam al-Quran, Seperti ketentuan mengenai garis peredaran bulan, dan pergantian siang dan malam&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ&lt;br /&gt;لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.&lt;br /&gt;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&lt;/i&gt;(QS Yasiin ayat 39-40)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga Allah swt mencontohkan kepada kita salah satu sunnahnya tentang proses terbentuknya manusia sampailah ia dewasa kemudian tua dan mati. Juga menjelaskan sunnatullah di alam tentang proses pertumbuhan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الأرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.&lt;/i&gt;(QS AlHajj ayat 5)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sunnatullah adalah hubungan ilmiah, dan dapat diterangkan secara ilmiah dan logika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sunnatullah adalah hukum kausal, hubungan sebab akibat yang terjadi di alam, yang dapat diterangkan secara ilmiah. Misalnya seseorang sakit, kemudian dia (si sakit) memakan obat, lantas sembuh. Ini adalah sunnatullah, hubungan sebab akibat, jika makan obat maka bakteri penyebab sakit akan mati dan, penyakit yang disebabkan oleh bakteria tersebut akan hilang atau sembuh. Jika tidak makan obat kemungkinan sembuh dengan segera itu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui hubungan sunnatullah di alam di alam maka kita harus tidak meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan si sakit, tetapi tetap Allah swt karena dengan sunnatullah yang berlaku dialamlah yang menyebabkan si sakit sembuh setelah makan obat. Obat disini hanyalah usaha manusia. Dengan makan obat maka hubungan sebab akibat berlaku, dan menyembuhkan si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukanlah obat yang menyembuhkan si sakit, berkeyakinan seperti ini dapat jatuh kepada Syirik (Menduakan Tuhan). Dengan mengetahui hukum alam sebagai sunnatulla maka kita terhindar dari pada keyakinan yang dapat menimbulkan Syirik. Contohnya membuat tangkal pada anak kecil yang sering sakit sakitan. Tangkal ini adalah kepercayaan masyarakat Indonesia, yaitu berupa kantong kecil dari kain hitam yang diisi logam logam penangkal seperti magnet, besi putih, timah dan sebagainya. Kepercayaan seperti ini adalah Syirik. Karena tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Hanya Mitos, Takhyul dan Khurafat, yang menyebabkan pelakunya jatuh kepada Syirik. Tidak ada usaha atau bukanlah usaha namanya jika sesuatu itu tidak dapat dijelaskan hubungan sebab akibatnya dan diterima secara ilmiah dan logik (Masuk akal). Janganlah bersandar pada alasan bahwa memakai tangkal dan azimat itu hanya usaha dan Allah yang menyembuhkan. Allah tidak ridho dengan usaha yang menserikatkanya. Walau dengan izin Allah sembuh juga, tetapi iblis dan syaitan telah menang mengelabui dan menipu ummat manusia yang beriman dengan melakukan perbuatan yang menjauhinya, yaitu mensyerikatkannya dengan memakai azimat dan tangkal itu. Jadi jika sesuatu tidak dapat dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah maka itu ditolak sebagai sunnatullah (hukum kausal) yang sudah menjadi ketetapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sunnatullah sesuatu yang dapat diukur, diperhitungkan dan diramalkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui adanya sunnatullah di alam kita dapat membedakan mana ramalan atau prediksi ilmiah dengan ramalan yang menyebabkan syirik. Ramalan Cuaca, Ramalan akan terjadi Gerhana matahari, adalah contoh-contoh ramalan prediksi ilmiah yang didapat melalui penelitian dan perhitungan ilmiah. Tetapi jika ramalan nasib memakai kartu, ramalan nasib dengan bintang berdasarkan tanggal lahir, astrologi adalah contoh-contoh ramalan yang dapat jatuh kepada kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sunnatullah adalah ketentuan Allah yang ada pada Al-Quran:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;لا يُؤْمِنُونَ بِهِ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mereka tidak beriman kepadanya (Al Qur'an) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu.&lt;/i&gt;(QS Al Hijr ayat 13) Maksud sunnatullah di sini ialah membinasakan orang-orang yang mendustakan rasul.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hubungan kausalitas disini jika tidak beriman dan menolak mengakui kebenaran wahyu yang disampaikan rasul, dengan bencana yang menimpa suatu ummat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7370377263020694494?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/PUuV-NjaXzM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-11T03:23:42.810-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/06/sunatullah-1.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pintu Langit</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/8TcTTVZPPG4/pintu-langit.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>tadabbur ayat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:09:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7985206202954906695</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Gzwo8U3ZpkM/TfMqxfT-III/AAAAAAAAAIA/BeExgFWOFII/s1600/galaxi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Gzwo8U3ZpkM/TfMqxfT-III/AAAAAAAAAIA/BeExgFWOFII/s400/galaxi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616880189968359554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,&lt;/i&gt;(QS An Nabaa' ayat 19)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui dari Al=Quran bahwa langit mempunyai pintu-pintu. Tapi begaimanakah rupa pintu-pintu langit itu? Apakah ianya mempunyai suatu bentuk tertentu? ataukah membentuk suatu yang baru? Yang belum pernah dilihat sebelumnya yang sedemikian itu?! Apapun bentuknya hanya Allahlah yang maha tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,&lt;/i&gt;(QS Al Hijr ayat 14)&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bOOtT9HMQOQ/TfMqVp83o_I/AAAAAAAAAH4/SJab0EcBhB4/s1600/131_blackhole.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10 10px 0px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bOOtT9HMQOQ/TfMqVp83o_I/AAAAAAAAAH4/SJab0EcBhB4/s400/131_blackhole.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616879711787918322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ&lt;/big&gt;Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.(QS Al Qomar ayat 11)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlihat fenomena sekarang adalah "The black hole". Adalah sebuah "Lubang Hitam di langit" yang siap menelan benda-benda langit apa saja termasuk planet-planet dan matahari (bintang-bintang). Sangat mengerikan. Apakah ini yang disebut pintu langit. Allahlah yang Maha tahu akan maksud ayat-ayatnya. Manusia hanya menduga-duga akan pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ciri-ciri yang disampaikan Allah melalui Al-Quran pintu langit yang dimaksud sama seperti "black hole" itu. Perhatikan Quran Surat Ar-Rahman ayat 37 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ &lt;/big&gt;&lt;i&gt;Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak&lt;/i&gt; (QS Ar-Rahman ayat 37)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Lihat gambar-gambar berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SB8c3N41OwY/TfMrtK8Ur0I/AAAAAAAAAII/HPAhoAy0sOQ/s1600/catseye.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 244px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SB8c3N41OwY/TfMrtK8Ur0I/AAAAAAAAAII/HPAhoAy0sOQ/s400/catseye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616881215292616514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan gambar disamping ini bukankah terlihat seperti gambar sebuah bunga mawar? Ada yang sedang merekah dan ada pula yang masih kuncup. Tetapi ini sesungguhnya adalah foto satelite Hubble mengenai sebuah ledakan di jagat raya, yang kemudian membentuk lobang hitam, &lt;i&gt;"black hole"&lt;/i&gt; Warnanyapun tidak berbeda dengan yang disampaikan dalam al Qur'an, yaitu Merah Mawar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-A7unGpiUUN8/TfIa2EqstxI/AAAAAAAAAHo/PBRbFkVWBpw/s1600/206345main_3c321_665x485.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-A7unGpiUUN8/TfIa2EqstxI/AAAAAAAAAHo/PBRbFkVWBpw/s400/206345main_3c321_665x485.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616581201552520978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ &lt;/big&gt;&lt;i&gt;Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak&lt;/i&gt;QS Ar-Rahman ayat 37)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jumlahnya juga tidak satu, tetapi ada beberapa, sesuai dengan dengan yang diberitakan dalam al-Qur'an.&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,&lt;/i&gt;(QS An Nabaa' ayat 19)&lt;/blockquote&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tulXhYjyzMM/TfM9niQYjkI/AAAAAAAAAIQ/0xgL2Pja9co/s1600/supermassive_black_hole_001.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 395px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tulXhYjyzMM/TfM9niQYjkI/AAAAAAAAAIQ/0xgL2Pja9co/s400/supermassive_black_hole_001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616900909680856642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--oOFbIJ9X0Q/Te-cu6aIa9I/AAAAAAAAAHY/ckIg_GFd0_0/s1600/black_hole_big_2_3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--oOFbIJ9X0Q/Te-cu6aIa9I/AAAAAAAAAHY/ckIg_GFd0_0/s400/black_hole_big_2_3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615879590121073618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wRwxvTJvTnU/TfIb7ctk-pI/AAAAAAAAAHw/juYmDo8Vnr8/s1600/blackhole_radio.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wRwxvTJvTnU/TfIb7ctk-pI/AAAAAAAAAHw/juYmDo8Vnr8/s400/blackhole_radio.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616582393418021522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.&lt;/i&gt; (QS al A'raf ayat 40)&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7985206202954906695?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/8TcTTVZPPG4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-11T03:09:01.050-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Gzwo8U3ZpkM/TfMqxfT-III/AAAAAAAAAIA/BeExgFWOFII/s72-c/galaxi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/06/pintu-langit.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jahiliyah Modern</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/I59Qmt0WZ-k/jahiliyah-modern.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><category>Permasalahan Ummat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 09 Jun 2011 07:50:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-6214739041284990022</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang jika disebut kata jahiliyah, bayangan pikirannya pada masa dahulu dengan orang-orang bodoh dan payah. Orang-orang yang tidak mengerti aturan dan jauh dari pada peradaban. Dari segi bahasa kata Jahiliyah tidak dikenal dalam bahasa Arab pra Islam dahulu. Mereka memakai kata Jahl tapi bukan Jahiliyah. Kata Jahiliyah adalah istilah yang ada dalam al-Qur'an, untuk menyatakan orang-orang yang tidak mau membuka diri atas kebenaran Islam. Mereka yang masih mau menerima dan melakukan hal jahl (bodoh), walaupun bukti kebenaran dan ilmu pengetahuan (petunjuk) dari al-Qur'an telah datang pada mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi persepsi jahiliyah adalah identik orang-orang bodoh, preman-preman yang tidak mau mengindahkan aturan di masyarakat, tukang pelaku maksiat, adalah ternyata salah sama sekali. Makna Jahiliyah menurut al-Qur'an bukan orang-orang yang bodoh sama sekali. Orang-orang Jahiliyah, sebenarnya juga orang-orang yang pandai dalam membuat sesuatu. Umat Nabi Shaleh as adalah orang-orang yang ahli dalam membuat seni patung. Berbagai patung telah mereka buat, dan kota tersebut adalah penghasil patung-patung batu yang dijual keluar kota, dan banyak yang memesan patung batu untuk keindahan kota dan berhala mereka berasal dari kota nabi Shaleh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula umat nabi Hud as. Adalah umat yang telah berhasil membuat kota yang indah yang dikelilingi bangunan tinggi menjulang, yang tampak bagaikan menara-menara. Tetapi mereka disebut masih jahiliyah karena tidak mau mengerti hakikat ketuhanan, dan masih mau menyembah berhala-berhala yang berupa patung-patung batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Defenisi Jahiliyah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jahiliyah orang yang tidak beriman pada rasul saw walaupun sudah jelas bukti kebenaran, dan kepercayaannya sifatnya.&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an dijelaskan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti &lt;u&gt;orang-orang Jahiliyah &lt;/u&gt;yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.&lt;/i&gt;(QS Al Ahzab ayat 33)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Makna ayat ini untuk membedakan orang-orang mukminah yang telah beriman dengan orang-orang-orang Arab kebanyakan, jadi yang membedakan antara orang Jahiliyah dengan tidak, adalah faktor keimanan dan ketaatan kepada Allah taala.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Orang-orang Jahiliyah adalah orang-orang yang tidak tenang, dan kafir karena kesombongannya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.&lt;/i&gt;(QS Al Fath ayat 26)&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Orang yang berhukum diluar hukum Islam, adalah Jahiliyah, Atau hukum yang diluar hukum Islam adalah hukum Jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?&lt;/i&gt;(QS Al Maidah ayat 50)&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Orang-orang yang tidak mengerti akan takdir dan kekuasaan Allah, mereka berprasangka dan menduga-duga saja, orang seperti ini adalah orang Jahiliyah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَى طَائِفَةً مِنْكُمْ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الأمْرِ مِنْ شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الأمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لا يُبْدُونَ لَكَ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الأمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَا هُنَا قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh".&lt;/i&gt;(QS Ali Imran ayat 154)&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Kesimpulannya, orang-orang Jahiliyah adalah orang-orang yang tidak mengerti dengan petunjuk-petunjuk Allah swt dikarenakan kesombongan mereka, dan tidak mau taat pada Allah, atau mereka tidak mau tahu dengan urusan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-6214739041284990022?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/I59Qmt0WZ-k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-09T07:50:25.463-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/06/jahiliyah-modern.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cara Pandang Seorang Muslim (2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/faKQTqwIDSE/cara-pandang-seorang-muslim-2.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><category>Permasalahan Ummat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Thu, 09 Jun 2011 07:50:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-5612515940624815020</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang muslim harus mempunyai sudut pandang yang khas, sesuai dengan kedudukannya dan titik tolaknya. Karena orang muslim mempunyai pandangn yang tumbuh dari konsep, doktrin, nilai, dan pandangan Islam tentang Alam, Kehidupan, dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini tidak dapat dipaksakan sama, dengan pandangan yang dipakai oleh orang-orang diluar Islam terutama Barat. Karena Islam mempunyai ciri khusus. Orang barat tidak berhak mengatakan pandangan yang berdasarkan Qur'an adalah kolot, fanatik dan sebagainya. Mengapa ummat Islam harus mempunyai paham liberal seperti yang mereka anut, dengan dalih, paham mereka lebih menglobal dan internasional.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran Scientic, yang terbukti dengan cara ilmiah, itu dapat kita terima sebagai dalil kenyataan bahwa itu juga adalah kebenaran Scientic yang juga relatif. Dan kebenaran scientic itu, juga tanda-tanda kebenaran dari tuhan, yang merupakan ayat-ayat Allah juga yang terbentang di alam, ayat kauniyah. Bukan kebenaran yang berasal dari praduga dan kesepakatan, dalam terminologi Islam Hawa Nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.&lt;/i&gt;(QS Al- Mu'minun ayat 71)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga Fenomena besar yang di dunia adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Amerika Serikat sebagai polisi dunia, yang di dukung oleh negara-negara multinasional, bekas blok barat, dan negara-negara yang dibawah pengaruhnya, siap menekan negara-negara Islam dan dihancurkan bila perlu, demi kepentingan Amerika serikat dan pendukungnya, seperti negara Afghanistan, Irak, negara-negara Timur tengah, dan negara-negara Islam lainnya. Dengan berbagai dalih, senjata pemusnah masal, terorisme dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Yahudi terbentang kesuluruh dunia. Gerakan Yahudi terselubung dan sangat sulit dideteksi tetapi ada disetiap negara, termasuk Indonesia. Gerakan dan Jaringannya diarahkan untuk tujuan kepentingan-kepentingan Yahudi dan rencana-rencana Yahudi kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan negara-negara Islam yang hanya dapat mengikuti negara-negara barat (Amerika Serikat dan kroni-kroninya) seperti sapi yang sudah tertusuk hidungnya. Negara yang penduduknya Islam tidak dapat mempunyai pandangan khusus karena kuatnya tekanan negara Amerika Serikat. Orang Islam kehilangan kepribadiannya karena tidak satu kata dalam memandang, dan tidak satu tindakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-5612515940624815020?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/faKQTqwIDSE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-09T07:50:02.077-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/cara-pandang-seorang-muslim-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cara Pandang Seorang Muslim (1)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/6cG4rpLcVb4/cara-pandang-seorang-muslim.html</link><category>aqidah</category><category>Pemikiran</category><category>Akhlak</category><category>Permasalahan Ummat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Wed, 22 Jun 2011 08:30:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-4511107577335712378</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia Islam bergejolak. Berbagai perubahan mulai tampak. Mesir dengan pergantian pemimpin dengan pimpinan yang lebih layak. Libya juga menjaga persatuan yang mulai terkoyak. Di selatan Arabia ada Yaman yang semula juga bergolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang kita dalam menyikapi kejadian dan pergolakan ini penting, demi menjaga pola sikap dan pola tindak kita pada kedudukan yang benar-benar pas dengan nilai Islam dan Kehendak Allah dan rasulNya. Cara pandang ini penting agar kita tidak terseret arus informasi, globalisasi, dan transformasi, yang sangat deras diusung oleh Barat, Amerika Serikat dan segala macam kepentingannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang Qur'ani, inilah cara pandang yang paling baik, dan paling pas yang sangat cocok untuk orang-orang muslim, dalam menyikapi negeri-negeri muslim. Hal inilah tujuannya Allah menurunkan kitabnya, agar manusia berpedoman pada nilai-nilai ketuhanan. Cara pandang ketuhanan, yaitu cara pandang yang benar, yang berasal dari sang maha pencipta. Agar cara pandang ini dimiliki oleh manusia maka diutuslah rasul agar mengerti bagaimana seharusnya menilai sesuai dengan ukuran ketuhanan, agar manusia bisa bersikap seperti sikap yang benar, dan agar manusia dapat bertindak dengan tindakan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُروا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ&lt;br /&gt;هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.&lt;/i&gt;(QS Ali Imran ayat 137-138)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah agar kita mengerti bagaimana cara pandang kita yang benar, berdiri pada titik tolak yang benar, memandang dari sisi yang benar dan melihat dengan cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cara pandang ini didapat kesatuan pandangan, kesatuan pendapat, dan kesatuan tindakan yang benar. Tidak ada perselisihan lagi antara manusia. Walau manusia berbeda-beda latar belakang dan suku. Berbeda-beda tingkat pendidikan dan kecerdasan. berbeda-beda ekonomi dan kekayaan. Tetapi dasarnya manusia, makhluk tuhan, dengan cara pandang dan ukuran nilai ketuhanan manusia dapat bersatu, jika mereka mau mengikuti petunjuk wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ&lt;br /&gt;إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.&lt;/i&gt;(QS Hud ayat 118-119)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mengikuti petunjuk tersebut, maka merekalah yang dikatakan ummat terbaik, yang tidak sama dengan manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kaum muslimin sekarang memiliki pandangan dan sikap yang spesifik, yang berbeda dari bangsa-bangsa lain? Ataukah kaum muslimin jadi umat yang berpecah belah dengan cara pandangnya masing-masing dan mengikuti arus informasi sampah yang penuh tipu daya dan propaganda? Atau mengikuti salah satu arus pemikiran yang sangat kuat, cara pandang asing yang sarat dengan kepentingan kekuatan dan propaganda asing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa kaum muslimin saat ini malah saling berdebat sesamanya bukan karena memiliki pandangan dan pemikiran yang khas. Tetapi karena berbeda-beda dalam berbagai sudut pandang dan cara pandang. Akibatnya kaum muslimin kehilangan jati diri dan kepribadiannya yang seharusnya dimiliki dengan cara dan pandangan yang khas. Dan menjadi kehilangan karakter sebagai ummat yang terbaik yang berbeda dengan manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin seharusnya berbeda karena memiliki titik tolak dan tingkat kedudukan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Mansya' مَنْْشَآء&lt;/b&gt;(titik tolak) yang berbeda&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Berada pada jalur, rel, yang benar, yaitu Islam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".&lt;/i&gt;(QS Al-An'aam ayat 161)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pada jalur yang diluar yang dikehendaki Allah, sebagai mana Allah perintahkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ قُلْ لا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".&lt;/i&gt;(QS: Al An'aam ayat 56)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pada jalur yang benarlah, seseorang menjadi beruntung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي&lt;br /&gt;فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ&lt;/big&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku". Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.&lt;/i&gt;(QS Az Zumar ayat 14-15)&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Mustawa مُسْتَوَى&lt;/b&gt;(tingkat kedudukan) yang berbeda&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Berkedudukan sebagai ummat terbaik yang ada ditengah-tengah manusia:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ &lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.&lt;/i&gt;(QS: Ali Imran ayat 110)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Hadaf حَدَافٌ&lt;/b&gt; (tujuan umum) kaum Muslimin&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Hadaf ummat muslimin adalah menjadi ummat yang menegakkan keadilan dan menjadi saksi atas perbuatan manusia dan Nabi Muhammad saw menjadi saksi terhadap ummat Islam. Sesuai firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. &lt;/i&gt;(QS Al Baqoroh ayat 143)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi ummat yang terbaik dan berbeda dari manusia pada umumnya (ummah mutamayyizah أُمَّةُ المُتَمَيِّزَةِ), maka harus mempunyai pandangan yang spesifik, terhadap peristiwa yang terjadi dimuka bumi ini. Selain itu ia juga harus mempunyai sikap pandangannya sendiri yang spesifik pula baik secara dasar pandangan maupun posisi pandangannya. Yaitu sudut pandang Qur'ani, sudut pandang wahyu ilahiyah, yaitu pandangan yang dianjurkan dan yang diridhoi oleh Allah swt. Bukan pandangan-pandangan lain, dari ideologi-ideologi lain buatan manusia yang menyesatkan, dan tidak diridhoi Allah swt. Bahkan Fir'aun merasa dirinya baik dan benar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الأرْضِ فَمَنْ يَنْصُرُنَا مِنْ بَأْسِ اللَّهِ إِنْ جَاءَنَا قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلا سَبِيلَ الرَّشَادِ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Firaun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dapat saja beranggapan baik dan benar, mengaku dirinya benar, dan menyatakan pada seseorang telah mengatakan yang baik, tetapi baik menurut ukuran siapa yang dapat kita jadikan patokan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa pada umumnya merasa tidak perlu untuk berpikir tentang apa, bagaimana, dan mengapa kejadian-kejadian sekeliling mereka terjadi. Mereka hanya memikirkan batasan hidup yang sempit. Berpikir kehidupan ini hanya sebagian-sebagian, tanpa mau memikirkan hakekat kehidupan yang lebih luas lagi, ini bukan cara pandang orang muslim. Orang muslim harus memandang kehidupan ini secara utuh, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan manusia lainnya, sehingga tercipta harmoni dan pemahaman terhadap kehidupan ini secara utuh, dan seimbang. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan memahami Islam sebagai titik tolak berpikir (&lt;b&gt;munthalaq مُنْطََلََقٌ&lt;/b&gt;) kemudian diterapkan sebagai mamba'ul hayaah مَمْبَأُُ  الحََيَاةِ(sepanjang kehidupan), menjadi sistem dan ideologi kehidupan minhajul hayah مِنْحَاجُ حَيَاةٌ.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/cara-pandang-seorang-muslim-2.html"&gt;(Bersambung)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-4511107577335712378?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/6cG4rpLcVb4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-22T08:30:55.757-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/cara-pandang-seorang-muslim.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kota Iram, Kota Nabi Hud, Ditemukan Kembali.</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/CPlU57L8jKI/kota-iram-kota-nabi-hud-ditemukan.html</link><category>Nabi</category><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sun, 12 Jun 2011 01:47:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-1988225074650732275</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-85SqiqPd8bo/Td4ZwyVeo-I/AAAAAAAAAGw/9AMDqLwq798/s1600/Ubar1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-85SqiqPd8bo/Td4ZwyVeo-I/AAAAAAAAAGw/9AMDqLwq798/s200/Ubar1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610950511686493154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Ubar, adalah kota di zaman Nabi Hud alaihi salam.&lt;br /&gt;Yaitu kota disebut dalam al-Quran bernama Iraam.&lt;br /&gt;Ia menjadi berjaya dan terkenal dimasa silam.&lt;br /&gt;Tepatnya pada kira-kira 3000 tahun sebelum nabi Isa alaihi salam.&lt;br /&gt;Kini ditemukan lagi, digali dari sisa-sisa puing-puing yang tenggelam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-a0Eq_q5iEpE/Td4jDO6ZAoI/AAAAAAAAAG4/EFbFONQQ-gw/s1600/8432924.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-a0Eq_q5iEpE/Td4jDO6ZAoI/AAAAAAAAAG4/EFbFONQQ-gw/s200/8432924.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610960724199801474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabi Hud alaihi salam, bukanlah hanya dongengan sebelum tidur saja. Tetapi adalah merupakan kisah nyata. Agar manusia sesudahnya dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berguna. Agar kita yang hidup sesudahnya, di zaman modern tahu bahwa modernitas dan teknologi tidak dapat lepas dari kekuasaan dan azabNya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--KBBGTIh78s/Td4jc0yw7eI/AAAAAAAAAHA/sSk2GAS5Re8/s1600/Ubar03.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--KBBGTIh78s/Td4jc0yw7eI/AAAAAAAAAHA/sSk2GAS5Re8/s200/Ubar03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610961163865091554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah al-Quran, yang datang dari Tuhan penguasa semesta alam. Yang tersebut dalam Quran surat al Fajr ayat 6-8:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ 6 &lt;br /&gt;إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ 7 &lt;br /&gt;الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ 8&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;i&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad?&lt;br /&gt;(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,&lt;br /&gt;yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,&lt;/i&gt;(QS: Al-Fajar ayat 6 - 8)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar Allah swt yang telah menurunkan ayat-ayatnya,yang tiada satupun salah maupun cela. ini adalah nyata, hasil penelitian seorang arkeologi dan ahli sejarah. Yang tengah meneliti sejarah dan peninggalan tanah arab. Yang sedang mencari kota-kota tua yang sudah tenggelam dimakan zaman.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_BJmtMU6n6A/TeA4LNZc7XI/AAAAAAAAAHI/7nmrJqKypnI/s1600/Ubar7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 319px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_BJmtMU6n6A/TeA4LNZc7XI/AAAAAAAAAHI/7nmrJqKypnI/s400/Ubar7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611546900929768818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="460" height="287"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NCF49ahsH8c&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NCF49ahsH8c&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="460" height="287"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-1988225074650732275?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/CPlU57L8jKI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-12T01:47:22.579-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-85SqiqPd8bo/Td4ZwyVeo-I/AAAAAAAAAGw/9AMDqLwq798/s72-c/Ubar1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.youtube.com/v/NCF49ahsH8c&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" length="3085" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/v/NCF49ahsH8c&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" fileSize="3085" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> Kota Ubar, adalah kota di zaman Nabi Hud alaihi salam. Yaitu kota disebut dalam al-Quran bernama Iraam. Ia menjadi berjaya dan terkenal dimasa silam. Tepatnya pada kira-kira 3000 tahun sebelum nabi Isa alaihi salam. Kini ditemukan lagi, digali dari sisa-</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</itunes:author><itunes:summary> Kota Ubar, adalah kota di zaman Nabi Hud alaihi salam. Yaitu kota disebut dalam al-Quran bernama Iraam. Ia menjadi berjaya dan terkenal dimasa silam. Tepatnya pada kira-kira 3000 tahun sebelum nabi Isa alaihi salam. Kini ditemukan lagi, digali dari sisa-sisa puing-puing yang tenggelam. Kisah Nabi Hud alaihi salam, bukanlah hanya dongengan sebelum tidur saja. Tetapi adalah merupakan kisah nyata. Agar manusia sesudahnya dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berguna. Agar kita yang hidup sesudahnya, di zaman modern tahu bahwa modernitas dan teknologi tidak dapat lepas dari kekuasaan dan azabNya. Benarlah al-Quran, yang datang dari Tuhan penguasa semesta alam. Yang tersebut dalam Quran surat al Fajr ayat 6-8: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ 6 إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ 7 الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ 8 Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,(QS: Al-Fajar ayat 6 - 8) Maha benar Allah swt yang telah menurunkan ayat-ayatnya,yang tiada satupun salah maupun cela. ini adalah nyata, hasil penelitian seorang arkeologi dan ahli sejarah. Yang tengah meneliti sejarah dan peninggalan tanah arab. Yang sedang mencari kota-kota tua yang sudah tenggelam dimakan zaman. </itunes:summary><itunes:keywords>Nabi, Sejarah</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/kota-iram-kota-nabi-hud-ditemukan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Berhala Modern</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/EbSMIaXMrFQ/berhala-modern.html</link><category>aqidah</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Fri, 27 May 2011 17:08:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-6051891244833851206</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berhala modren di zaman modren, dilakukan oleh orang-orang jahilyah modren. Bahkan berhala sekarang dapat berupa manusia yang dianggap keren. Atau suatu kelompok komunitas tertentu, yang mewajibkan anggotanya melakukan kegiatan tertentu yang sudah dianggap nge-tren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhala adalah sesuatu yang dipuja dan disembah, sesuatu yang dianggap dapat menimbulkan musibah. Jahilyah Modren pemikiran yang dapat cepat mewabah. Bahkan penyebarnya sangat dipuja sebagai orang modren yang bersifat perubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang jahiliyah bukanlah orang yang tidak berilmu pengetahuan dan memiliki teknologi. Bahkan mereka menguasai teknologi tinggi. Tetapi mereka adalah orang-orang yang tidak dapat memaknai keberadaan tuhan yang hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapatkan contoh yang diberikan Allah dalam Al-Qur’an yang termuat, mengenai kondisi segolongan umat, nabi Huud dan kaum ‘Aad. Yang memiliki kota Iram dengan gedung bertingkat, dan menara yang menjulang hebat. Sesuatu yang tidak pernah didapat suatu penemuan di negeri mana pun di dunia sebelumnya, seperti yang mereka buat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ, إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ, الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ, وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Aad?, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,&lt;/i&gt;(QS: Al-Fajr: 6-9)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang secara metafisik ditakuti dan dianggap dapat mendatangkan manfaat dan dapat menimbulkan mudharat, itulah makna ilah yang katakan oleh Abul A’la Al-Maududi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menjadikan berhala atau yang menserikatkan tuhan kepada selain berkata bahwa penyembahannya pada selain Allah agar mereka dapat mendekatkan diri pada Allah dengan sedekat-dekatnya. Seperti dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya".&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menjadikan berhala sebagai fasilitas, atau apapun wujudnya, tidak dapat dibenarkan dalam Islam. Walaupun itu adalah usaha untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Jadi apapun bentuk fasilitasnya, melalui fasilitas itu mendekatkan diri pada Allah, baik wujudnya berupa benda sakti, manusia sakti, atau Jin dan makhluk halus yang sakti, maka itu adalah berhala. Dan ciri-ciri berhala itu adalah sakti dan dianggap dapat menimbulkan mudhorot jika tidak melakukan sesuatu sesuai anggapannya dan dianggap dapat menimbulkan manfaat jika dilakukan sesuatu sesuai dengan anggapan atau prasangka penyembahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang dapat menjadi berhala di zaman modren ini? Yang perlu kita waspadai jika seandainya berhala tersebut ada disekitar kita, dan mungkin dapat melibatkan diri kita dapat terikut menjadikannya berhala yang dapat menjadikan diri kita dapat terjerumus ke kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjadikan jabatan dan kedudukan sebagai berhala. Dapat kita lihat betapa banyak calon legislatif yang setres gara-gara tidak terpilih di PEMILU. Betapa banyak calon pemimpin kepala daerah, yang tidak terima kekalahan di PEMILU KADA. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada orang yang menjadikan sesuatu profesi dijadikan sebagai berhala. Sehingga menganggap profesi tersebut diduga dapat mendatangkan bahaya, jika tidak melakukan ritual laba. Seorang pedagang mengharuskan dirinya setiap kali penjualan pertama, menepuk-nepukkan uang hasil penjualannya itu kepada barang dagangan yang lainnya. Pada profesi lain pun demikian. Ketika panggilan azan, sementara sedang ada kesibukan pekerjaan. Panggilan mana yang didahulukan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Al-Quran dapat saja seseorang itu menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. Jika kehendak hawa nafsunya lebih ia ikuti dari pada kehendak dan perintah Allah swt.QS Yunus : 29 Allah berfirman &lt;i&gt;"Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)"&lt;/i&gt; Artinya, orang yang menyembah berhala itu sebenarnya bukanlah menyembah berhala, tetapi hawa nafsunya sendirilah yang mereka sembah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-6051891244833851206?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/EbSMIaXMrFQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-27T17:08:48.843-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/berhala-modern.html</feedburner:origLink></item><item><title>Beriman Dengan Akhirat</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/Hju1-zjSXV8/beriman-dengan-akhirat.html</link><category>aqidah</category><category>Akhlak</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Sun, 15 May 2011 03:53:49 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-1232188411762569945</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beriman dengan adanya hari akhirat, adalah salah satu hal penting dalam keimanan seseorang. Banyak ayat-ayat dalam al quran menjelaskan bahwa beriman pada hari akhirat ditempatkan setelah perkataan beriman pada Allah swt. Karena hari akhir adalah hari pembalasan amal kebajikan, kebaikan dan perbuatan keburukan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jika akhirat itu tiada tidak lagi menyembah Allah? Pertanyaan ini sebenarnya diluar konteks pembicaraan tulisan ini, tetapi cukup menarik untuk dikaji dan dikaitkan dengan beriman pada hari akhirat. Tuhan sebagai maha pencipta, termasuk menciptakan diri kita, adalah zat yang paling berhak disembah, baik ada hari akhirat maupun tiada. Tetapi motivasi apa, yang dapat dijadikan alasan seseorang berbuat baik? Kalau tidak adanya balasan di hari akhirat? Tidak ada Surga, dan tidak ada Neraka? Jika anda menemukan jawaban untuk mendapatkan Ridho Allah swt, ya memang itulah jawaban satu-satunya, karena apa lagi selain itu. Memang benar untuk mendapatkan Ridho Allah swt, yang sebenarnya dibalik kata-kata itu juga mengharapkan Surga Allah swt juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Bagaimana seandainya seseorang tidak percaya pada hari akhirat?&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak percaya pada hari akhirat, yang percaya hidup hanya sebatas hidup didunia saja, dan tidak ada lagi hari setelah kematian, tidak ada Surga dan Neraka, maka orang tersebut:&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Mati-matian mengejar dunia.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Seandainya dunia tidak ia dapatkan maka ia akan frustasi bisa jadi bunuh diri. Bagi yang mendapatkan sedikit kesenangan dunia, ia akan takut akan kematian. Karena ia merasa bahwa sudah berusaha keras untuk mendapatkan kebahagiaan, belum sempat ia nikmati seluruhnya, atau merasa sayang untuk meninggalkan dunia ini. Padahal sebenarnya mau atau tidak mau kematian itu akan pasti datang, cepat atau lambat, seseorang tersebut pasti akan meninggalkan dunia ini.&lt;/li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Stress pada penyakit dan ketuaan atau usia lanjut.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Sama seperti kematian usia lanjut dan penyakit juga amat ditakuti oleh orang yang tidak percaya pada hari akhirat, karena kebahagiaan hidupnya hanya sebatas umur manusia, yang dipotong usia muda. Penyakit dan Ketuaan adalah perenggut waktu, kesenangan dan kebahagiaan dunia.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Tidak ada kata tanpa pamrih.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Bagi orang yang hanya percaya hidup didunia, sangat mengharap balasan atas segala perbuatan baiknya. Balasan yang diharapkan tentunya balasan didunia. Mulai dari materi, harta, uang, upah, sampai pada promosi pangkat, goal tujuan tertentu, pujian, kedudukan dan sebagainya. Orang yang tidak percaya pada hari akhirat sangat membenci kerja bakti.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Stres jika perbuatan baiknya hanya dilakukan sendiri.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Ada juga orang yang tidak percaya pada akhirat, mereka berbuat baik karena adanya kepentingan bersama. Seperti menjaga kebersihan lingkungan. Sadar mereka melakukan perbuatan tidak akan mendapat upah atau gaji atau pujian, tetapi mereka dapatkan adalah hasil dari menjaga kebersihan itu sendiri, yaitu lingkungan mereka yang bersih. Hal ini mereka mau melakukan karena bersama-sama. Kalau hanya sendiri menjaga kebersihan lingkungan iapun sama seperti lingkungannya tidak mau menjaga kebersihan. Kesadaran pribadi untuk berbuat baik itu tidak ada, tanpa pamrih, atau ikhlas.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-1232188411762569945?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/Hju1-zjSXV8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-15T03:53:49.077-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/05/beriman-dengan-akhirat.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ibadah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/KlfG_nTQyGM/ibadah.html</link><category>aqidah</category><category>Akhlak</category><category>Ibadah</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Mon, 16 May 2011 21:54:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-3444070559819417227</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang disebut ibadah. Ibadah ialah merupakan kegiatan kemanusiaan, yang kaitan dan hubungannya kepada Allah subhanahu wata’ala. Bukan saja kegiatan yang dilakukan tergolong penyembahan seorang hamba pada tuhannya, tetapi juga segala macam kegiatan yang baik dilakukan dan dirihoi tuhan adalah ibadah. Segala macam kebaikan, yang bertujuan dan berdampak baik adalah ibadah. Bahkan Allah subhnahu wata’ala menegaskan bahwa bukanlah kegiatan ritual yang disebut sebagai kebajikan, tetapi kebajikan adalah hal-hal yang diluar kegiatan ibadah seperti sholat, do’a, dan ibadah mahdhoh lainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;big&gt;لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّ&lt;br /&gt;وا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-rang yang bertakwa. &lt;/i&gt;(QS: Al Baqoroh :177 )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya kebajikan adalah ibadah yang diperintahkan Allah swt kepada kita umat manusia. Termasuk sholat dan zakat, juga beriman kepada Allah swt dan rasulnya, adalah merupakan bagian kebajikan. Dan segala macam kebabaikan-kebaikan, adalah ibadah dan Ibadah semacam sholat, Puasa, adalah puncak segala kebaikan. Kebajikan adalah keluasan ketaatan kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud menghadapkan ke Timur dan ke Barat dalam ayat diatas? Menurut asbabun nuzul ayat tersebut dijelaskan bahwa ayat ini turun disebabkan oleh adanya pandangan orang kafir Jahiliah, yang mengatakan mengapa orang mukmin merubah qiblatnya dari masjid Al Aqsho di Paletina ke Masjidil Haram di Mekkah? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka turunlah ayat ini. Jadi yang dimaksud dengan menghadap ke Timur dan ke Barat adalah sholat atau ibadah. Sedangkan Kebajikan adalah ibadah dengan ketaatan yang lebih luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan itu ibadah, dan segala macam ibadah adalah kebaikan. Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;ألإحسن ان تعبد الله كانّك تراه فإنلم تكن تراه  فإنّّه تراك&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Al Ihsan an ta'budulloh ka'annaka taroohu fa illam takum tarohu fa innahu tarooka&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kebaikan adalah kamu beribadah kepada Allah sekan-akan kamu melihat Allah, seandainya kamu tidak dapat melihat Allah, sesungguhnya Allah melihat kamu.&lt;/i&gt;Mutafaqun alaih&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang ditentukan oleh Allah tata caranya, sebahagian wajib dikerjakan untuk menunaikan hak Allah dan melaksanakan fungsi manusia, dan sebahagian lagi hanya sebagai ibadah sunat, tambahan saja, jika dikerjakan akan mendapat pahala, tetapi jika tidak dikerjakan tidak akan mendapat dosa. Ibadah yang telah ditentukan tata caranya seperti ini, adalah ibadah yang dikenal dengan ibadah mahdhoh, ibadah yang ada karena adanya perintah atau anjuran untuk melaksanakannya. Ibadah seperti ini rutin dikerjakan berdasarkan waktunya. Misalkan ibadah sholat, rutin dikerjakan jika waktu ibadah sholat sudah sampai. Puasa, rutin dikerjakan jika tepat pada waktunya, yaitu di siang hari, di bulan Ramadhan, atau waktu-waktu yang dianjurkan melaksanakan puasa, seperti hari senin, kamis. Begitu juga Zakat, ada waktunya membayar Zakat. Begitu pula Haji, ada waktunya pula beribadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebajikan, kebaikan, atau perbuatan baik, yang diridhoi Allah, dan dilakukan hanya semata ingin mendapatkan ridho Allah semata, maka ini, sesuatu yang bernilai ibadah. Artinya apabilah perbuatan baik ini dikerjakan akan mendapat pahala dari Allah swt. Sesuatu yang mendapat pahala dari Allah swt apabila dikerjakan, karena Allah ridho atas perbuatan itu, tetapi tidak ada perintah atau anjuran khusus untuk itu, inilah sesuatu yang bernilai ibadah, yang juga berarti ibadah ghoiru mahdoh. Ibadah ghoiru mahdhoh seperti ini dapat dilakukan kapan saja, dan tidak terikat oleh waktu tertentu. Ia berpahala karena ridho dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ibadah ghoiru mahdhoh seperti ini tidak boleh dijadikan ibadah mahdhoh, maksudnya seseorang mengikat diri, mengharuskan diri sendiri, untuk berbuat ibadah ini, atau rutin harus dikerjakan menurut waktu tertentu, misalnya bersyukur atas nikmat umur yang telah diberikan Allah kepada kita adalah mempunyai nilai ibadah. Tetapi jika dijadikan rutin dilakukan setiap tahun, dengan upacara atau seremonial tertentu, pada waktu tertentu biasaya pada hari kelahiran, bersedekah makanan, memang dianjurkan tetapi jika berkaitan dengan hari seremonial pesta kelahiran ini maka, apapun kegiatannya menjadi tidak boleh dilakukan karena, karena sudah berubah menjadi kegiatan ibadah mahdhoh. Dan kegiatan ibadah mahdhoh ini, hanya boleh dilakukan jika ada perintah, atau contoh yang dilakukan nabi saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nabi saw bersabda:&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;مََن   عمِِل عملا ليس به مِن أمرنا فهو  ردٌّ&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;man amila 'amalan laisa bihi min amrina, fahua raddun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah dari ku maka ianya tertolak.&lt;/i&gt;(Al Hadits)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena usul fiqh juga mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;الأصل ععبدة آدم و ممنوع حتّى يأتى النص لأمرها&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Al Ashlu ibadah aadamu, wa mamnu'un, hattaa ya'tin Naasha li amrihaa&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pada dasarnya setiap ibadah adalah tiada dan terlarang untuk dikerjakan sampai ada dasar hukum (dalil) yang memerintahkan demikian.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ibadah ghoiru mahdhoh seperti ini dapat dilakukan oleh karena ada sebab untuk dapat melakukannya. Contohnya menolong orang. Menolong orang tentunya harus ada orang yang membutuhkan pertolongan, mungkin karena kecelakaan, bencana alam, dan lain sebagainya. Karena sebab ada orang membutuhkan pertolonganlah kita dapat melakukan ibadah menolong orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah sesuatu yang bukan ibadah, menjadi sesuatu yang bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-3444070559819417227?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/KlfG_nTQyGM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-16T21:54:00.425-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/04/ibadah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Berkah (2)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/z85eh4s_YnE/berkah-2.html</link><category>Akhlak</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 09:02:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-2379478395864415167</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkah rizki dapat diukur dari seberapa besar pengaruhnya terhadap kebahagiaan si penerima rizki tersebut. Seorang Pengusaha yang cukup berada, selalu mengeluhkan tentang harta kekayaannya. Perusahaan rental alat berat dan trailernya yang selalu saja mengalami kerusakan, kecelakaan dan sebagainya. Ia punya sepuluh Bulldoser dan setiap mengalami kerusakan tidak sedikit memakan biaya perbaikan. Maklumlah harga satu unit alat berat tersebut bisa milyaran rupiah, tentu saja biaya perbaikannya juga sangat besar karena mahalnya harga Onderdil dan Spare Park alat berat tersebut. Jika satu alat berat rusak maka berkuranglah penerimaan hasil sewa alat berat berat tersebut, karena alat berat yang rusak tidak dapat dipergunakan dan disewakan, sementara alat berat tersebut membutuhkan dana untuk biaya &lt;span class="fullpost"&gt;perbaikan. Disinilah letak permasalahannya. Karena tidak tersedianya biaya untuk perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pengusaha yang bersandar dan berserahkan diri pada Allah. Maka ia menerima apapun keadaannya sebagai keadaan yang biasa-biasa saja, dan tidak menimbulkan stress, ini yang penting. Sehingga ia lebih bisa menyelesaikan masalah lebih tenang dalam mencari dan menyelesaikan masalahnya langsung pada akar permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian permasalahan tersebut barangkali, jika seandainya saya yang mendapat masalah tersebut maka saya akan menjual salah satu Carterpilarnya seandainya memang sangat dibutuhkan dana untuk perbaikan, sehingga cukup dana untuk memperbaiki sepuluh Alat berat selama setahun pemakaian. Dana ini saya namakan Dana A. Dan dana A inilah sebagai dana sementara saya untuk perbaikan alat berat yang rusak selama setahun. Dan setiap hasil sewa alat berat tersebut saya potong 20 persen yang berguna untuk dua hal. Yang pertama, 10 persennya saya tabung untuk biaya perbaikan alat berat, yang saya beri nama dana B. Dan 10 persen lagi saya tabung untuk pengembangan usaha. Dan dana ini saya beri nama dana C. Jika dana B sudah cukup untuk perbaikan sepuluh alat berat, kira-kira sama dengan dan A, maka saya akan alihkan dana perbaikan yang tadinya memakai dana A, saya alihkan menjadi memakai dana B, sedangkan dana A yang tersisa saya cadangkan untuk mebeli kembali Carterpilar yang terlanjur sudah saya jual tersebut, tentu saja dananya kurang. Kekurangan dana itu saya dapatkan dari tabungan dana C. Dana C saya buat untuk tabungan pembelian Carterpilar atau alat berat baru untuk pengembangan usaha. Tentunya berbeda ketika usaha yang dipegang pengusaha yang pertama dengan yang saya tangani, karena saya telah mepunyai dana B sebagai perbaikan peralatan yang rusak dan dana C untuk pengembangan Usaha. Walaupun sama-sama punya sepuluh alat berat, tetapi tidak ada lagi stres.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-2379478395864415167?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/z85eh4s_YnE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-10T09:02:03.805-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/03/berkah-2.html</feedburner:origLink></item><item><title>Berkah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/RQMEvSFvK1s/berkah.html</link><category>Akhlak</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 09:02:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-2478220918512195476</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disuatu pembicaraan dibawah pohon, saya dan para buruh angkat dan tukang las, disuatu jam istirahat siang, saya mendengar seorang tukang las, sebut saja namanya Yoto, kepercayaan bos, bercerita. “Saya mudah mendapatkan uang berjuta-juta, hanya dengan terima borongan las pembuatan konstruksi baja ini” tuturnya. “Tapi saya beda dengan Umar dan Amat, yang uangnya banyak, tapi habis buat main saja, dimeja judi. Uang saya, saya bawa kekampung untuk menyelesaikan pembangunan rumah di kampung yang tengah terbengkalai” jelasnya. “Kalau amat dan Umar uangnya tidak berkah, setiap rezki ditangannya selalu saja habis. Padahal Keluarga dan anak-anaknya banyak, mengharapkan hasil kerjanya.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang panas. Itulah istilah teman saya untuk menjelaskan uang yang mudah diperoleh dengan cara haram, tetapi akan mudah habis, tanpa manfaat, bahkan mungkin mudarat yang malah akan timbul. Uang banyak yang mudah didapat, tetapi akan mudah habis, karena uang tersebut didapat dengan cara yang tidak benar. Uang hasil judi teman saya yang, yang hobi menghitung-hitung dan mengolah-olah angka, untuk dipasang dalam perjudian nomor buntut, mudah ia dapatkan, tetapi habis untuk, beli minuman memabukkan, biaya duduk berjam-jam di kedai kopi, traktir kawan minum miras, makan di warung nasi. Yang semuanya perlu biaya besar, merusak kesehatan, dan jauh dari sifat kemanusiaan. Itu semuanya, disebabkan oleh hilangnya berkah rezki, yang sepatutnya harus dijaga jangan sampai hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang hasil curian, hasil judi, dan lain sebagainya, hilang berkahnya, karena didapat dengan cara yang tidak benar, tidak ada hak untuk mendapatkannya. Itulah uang panas. Uang yang dengan mudah mendapatkannya karena bukan haknya. Uang seperti ini kalau dipergunakan cendrung untuk foya-foya, ada setannya barangkali, sehingga kalaupun dibelikan ke kendaraanpun, kendaraannya akan mudah mendapat kecelakaan, tabrakan misalnya, masuk ke jurang, tabrak pohon dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang yang berkah, jika belikan ke kendaraan, kendaraannya akan selalu dirawat dengan penuh kasih sayang, dan awet. Karena ada proses mendapatkannya yang penuh perjuangan. Dan hasil dari perjuangan tersebut, benar-benar menjadi haknya karena adanya pengorbanan untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkahnya akan bertambah jika hasil yang didapat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan tersebut, diberikan sebagian pada orang lain sebagai perasaan ingin membantu orang lain, dalam bentuk sedekah, infak, wakaf, sumbangan, atau apapunlah namanya. Karena perjuangannya dan pengorbanannya tersebut, bukan saja bermanfaat bagi dirinya, juga bagi orang lain, juga menerima berkah rezki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi berkah tidak saja ada pada rezki atau kekayaan, juga ada berkah umur, berkah ilmu, berkah kesempatan, berkah kesehatan, dan lain sebagainya. Supaya berkah itu ada dan bertambah, sering-seringlah bersedekah. Sedekah umur, selagi masih ada umur dan usia, manfaatkan demi kebajikan dan amal ibadah yang berguna bagi orang lain. Sedekah ilmu, ajarkan kebaikan pada orang lain, jangan pelit ilmu. Sedekah kesempatan, bantulah orang lain yang tidak mempunyai kesempatan. Bantulah orang yang sakit untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, menjenguknya, memberi semangat padanya agar senantiasa bersabar terhadap penyakit, dan selalu bersemangat hidup, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-2478220918512195476?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/RQMEvSFvK1s" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-10T09:02:03.806-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/03/berkah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bahasa Manusia Sebagai Bahasa Qur'an</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SemangatIslam/~3/vY55TCZGJ5k/bahasa-manusia-sebagai-bahasa-quran.html</link><category>aqidah</category><category>tadabbur ayat</category><author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</author><pubDate>Tue, 10 May 2011 09:02:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5563901656244007138.post-7362502668893353423</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam al Qur'an banyak kita jumpai bahasa dan bahasan logika yang disampaikan sesuai dengan pola pikir dan pemikiran manusia. Banyak konsep-konsep yang bagi orang yang mempelajari Islam sekarang ini dianggap aneh dan tidak masuk akal. Seperti ayat quran yang seolah-olah menyatakan tentang langit sebagai bahan yang material yang keras. Padahal menurut penelitian sekarang tidak ada wujud material keras atau benda padat disitu. Banyak ayat-ayat al Qur'an yang menyatakan seolah-olah bertolak belakang dengan pemikiran dan logika sementara manusia.&lt;span class="fullpost"&gt; Banyak ayat yang mengatakan bahwa langit sebagai atap. Kalau atap berarti suatu pelindung di bagian atas yang berfungsi untuk melindungi dari panasnya sinar matahari dan melindungi dari kebasahan oleh air hujan jika terjadi hujan. Termasuk juga melindungi dari angin, salju jika ada musim salju, hujan es dan sebagainya.&lt;br /&gt;Seperti ayat qur’an yang tercantum dalam ayat 22 dari surat Al Baqoroh berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah30, padahal kamu mengetahui.&lt;/i&gt;(QS Al Baqarah ayat 22)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dianggap sebagai atap, maka seperti atap rumah, adalah suatu material yang keras, yang dapat melindungi. Tetapi menurut ilmu pengetahuan sekarang tidak ditemukan material yang keras di atas sana, melainkan tembus kesuatu ruang angkasa luas, yang tak terhingga luasnya. Allah swt tidak menyebutkan bahwa langit itu adalah material yang keras, atau padat, sehingga tidak dapat pula disalahkan. Jika dipahami secara harfiah, kata atap berarti menurut pemahaman arab jahiliyah dahulu tentunya benda padat yang digunakan dapat melindungi dari panas matahari dan hujan. Melindungi dari salju dan badai. Seperti atap-atap bangunan istana raja-raja pada zaman nabi muhammad saw dilahirkan, Raja Persia Aiywan Kisra (227M), yang atap istananya yang terbuat dari batu-bata dan tanah liat itu retak dan menara-menara istananya rubuh karena gempa yang dasyat menimpa Persia tepat ketika nabi Muhammad saw dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak secara langsung mengatakan bahwa langit merupakan material keras, tetapi secara tersembunyi atau tersirat, ada mengatakan demikian. Tetapi hal tersebut, hanya dapat ditemui sebagai kesalahan atas logika yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan sekarang, jika ia ditafsirkan sebagai atap yang berwujud material keras! Jika seandainya ada atap yang tidak berwujud material, tetapi fungsinya seperti atap, yaitu melindungi dari gangguan dan bahaya yang datang dari luar atau atas, maka, Allah SWT tidak salah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT secara tersirat juga menegaskan bahwa langit yang dimaksud sebagai atap, tetapi tidak ada wujud material diatas sana! Dengan mengatakan bahwa atap tersebut tidak berpengaruh daya tarik bumi, beratnya nol gram, sehingga tidak diperlukan tiang penyangga dibawahnya untuk menahan supaya tidak rubuh!&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.&lt;/i&gt; QS Luqman ayat 10&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Allah menegaskan bahwa langit tersebut bukanlah berwujud material yang padat! Jika demikian, maka material yang padat akan timbul retak-retak karena kekuatan ikatan sejenis antara benda-benda padat tersebut tidak sama sehingga akan timbul retak-retak. Tetapi langit tidak retak-retak! Berarti langit bukan benda padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;أَفَلَمْ يَنظُرُوا إِلَى السَّمَاء فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍ&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?&lt;/i&gt;(QS Qof ayat 6)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?&lt;/i&gt;(QS Mulk ayat 3)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah swt melakukan silat lidah seperti itu? Mengapa Ia tidak mengatakan saja terus terang bahwa langit adalah suatu ciptaanya yang berfungsi sebagai pelindung, dan tidak berwujud material padat? Melainkan hal yang lain dari pada itu!? Seperti Gas, Medan Magnet, dan sebagainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah gaya Allah swt menyampaikan wahyunya, agar wahyunya tidak ditolak oleh orang dahulu, jahiliyah yang mengecap masa modren, yang belum melihat dan mengetahui bagaimana langit sebenarnya! Orang jahiliyah juga hanya percaya atas apa yang ia lihat! Dan tidak percaya pada apa yang belum pernah ia lihat, dan tidak masuk akal olehnya. Tidak mungkin Allah swt menurunkan ayat Al Qur’an seperti “selidikilah pakai pesawat ulang alik, kamu akan menemukan bukti bahwa langit dapat melindungi bumi dari benda-benda angkasa luar!” Tidak mungkin diterima oleh bangsa Arab Jahiliyah saat al Qur’an diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar juga orang yang datang sesudahnya, yang sudah mengenal peralatan modren, tidak membantah atau mempertanyakan tentang kebenarannya! Yang tidak masuk akal oleh orang terdahulu, menjadi kenyataan ilmiah sekarang ini! Lihat Ilustrasi pada Video ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-f87c9c48848eea77" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;
&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;
&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;
&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v8.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Df87c9c48848eea77%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331047707%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D287A14325B03BA0AA1EB86D30072BD5EC5B0C084.2BD0054CF4415D1F3D438F5F9A7C0763F313B82B%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Df87c9c48848eea77%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D4q5efPFljvxoaGtjC7Et6n3Hbe4&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;
&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"
width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"
flashvars="flvurl=http://v8.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Df87c9c48848eea77%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331047707%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D287A14325B03BA0AA1EB86D30072BD5EC5B0C084.2BD0054CF4415D1F3D438F5F9A7C0763F313B82B%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Df87c9c48848eea77%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D4q5efPFljvxoaGtjC7Et6n3Hbe4&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"
allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah yang dimaksudkan oleh Allah swt bahwa langit sebagai atap, itu adalah perisai bumi, yang melindunginya dari meteor dan benda-benda langit lain yang akan membahayakan bumi? Allahu a’lam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5563901656244007138-7362502668893353423?l=semangatislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SemangatIslam/~4/vY55TCZGJ5k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-10T09:02:34.069-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.youtube.com/get_player" length="2856" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/get_player" fileSize="2856" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Dalam al Qur'an banyak kita jumpai bahasa dan bahasan logika yang disampaikan sesuai dengan pola pikir dan pemikiran manusia. Banyak konsep-konsep yang bagi orang yang mempelajari Islam sekarang ini dianggap aneh dan tidak masuk akal. Seperti ayat quran y</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Sobirin Nur)</itunes:author><itunes:summary>Dalam al Qur'an banyak kita jumpai bahasa dan bahasan logika yang disampaikan sesuai dengan pola pikir dan pemikiran manusia. Banyak konsep-konsep yang bagi orang yang mempelajari Islam sekarang ini dianggap aneh dan tidak masuk akal. Seperti ayat quran yang seolah-olah menyatakan tentang langit sebagai bahan yang material yang keras. Padahal menurut penelitian sekarang tidak ada wujud material keras atau benda padat disitu. Banyak ayat-ayat al Qur'an yang menyatakan seolah-olah bertolak belakang dengan pemikiran dan logika sementara manusia. Banyak ayat yang mengatakan bahwa langit sebagai atap. Kalau atap berarti suatu pelindung di bagian atas yang berfungsi untuk melindungi dari panasnya sinar matahari dan melindungi dari kebasahan oleh air hujan jika terjadi hujan. Termasuk juga melindungi dari angin, salju jika ada musim salju, hujan es dan sebagainya. Seperti ayat qur’an yang tercantum dalam ayat 22 dari surat Al Baqoroh berikut ini: الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah30, padahal kamu mengetahui.(QS Al Baqarah ayat 22) Jika dianggap sebagai atap, maka seperti atap rumah, adalah suatu material yang keras, yang dapat melindungi. Tetapi menurut ilmu pengetahuan sekarang tidak ditemukan material yang keras di atas sana, melainkan tembus kesuatu ruang angkasa luas, yang tak terhingga luasnya. Allah swt tidak menyebutkan bahwa langit itu adalah material yang keras, atau padat, sehingga tidak dapat pula disalahkan. Jika dipahami secara harfiah, kata atap berarti menurut pemahaman arab jahiliyah dahulu tentunya benda padat yang digunakan dapat melindungi dari panas matahari dan hujan. Melindungi dari salju dan badai. Seperti atap-atap bangunan istana raja-raja pada zaman nabi muhammad saw dilahirkan, Raja Persia Aiywan Kisra (227M), yang atap istananya yang terbuat dari batu-bata dan tanah liat itu retak dan menara-menara istananya rubuh karena gempa yang dasyat menimpa Persia tepat ketika nabi Muhammad saw dilahirkan. Allah SWT tidak secara langsung mengatakan bahwa langit merupakan material keras, tetapi secara tersembunyi atau tersirat, ada mengatakan demikian. Tetapi hal tersebut, hanya dapat ditemui sebagai kesalahan atas logika yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan sekarang, jika ia ditafsirkan sebagai atap yang berwujud material keras! Jika seandainya ada atap yang tidak berwujud material, tetapi fungsinya seperti atap, yaitu melindungi dari gangguan dan bahaya yang datang dari luar atau atas, maka, Allah SWT tidak salah! Allah SWT secara tersirat juga menegaskan bahwa langit yang dimaksud sebagai atap, tetapi tidak ada wujud material diatas sana! Dengan mengatakan bahwa atap tersebut tidak berpengaruh daya tarik bumi, beratnya nol gram, sehingga tidak diperlukan tiang penyangga dibawahnya untuk menahan supaya tidak rubuh! خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. QS Luqman ayat 10 Juga Allah menegaskan bahwa langit tersebut bukanlah berwujud material yang padat! Jika demikian, maka material yang padat akan timbul retak-retak karena kekuatan ikatan sejenis antara benda-benda padat tersebut tidak sama sehingga a</itunes:summary><itunes:keywords>aqidah, tadabbur ayat</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://semangatislam.blogspot.com/2011/03/bahasa-manusia-sebagai-bahasa-quran.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

