<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236</id><updated>2024-11-06T10:00:21.046+07:00</updated><category term="Pariwisata"/><category term="Budaya"/><category term="Agama"/><category term="Bahasa"/><category term="Makanan"/><title type='text'>Seni Budaya dan Keanekaragaman Budaya Bali</title><subtitle type='html'>Budaya, Agama, Bahasa, dan pariwisata Bali</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-473165074168629437</id><published>2013-04-20T19:52:00.001+07:00</published><updated>2013-04-20T19:52:34.608+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Sejarah Bali kuno pada Tahun 1343</title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5661412541917590242&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJmxLsiKnIvxbOPmPUV0eU_Uc60Z3N3pSEPxe-XzAbSrjwqu8M2-CW6Eblw6ungK8P8SmzXcuAyrerFflrWdMsrmJ0JV4SWgWBwRgl2WaJnmDRfBA6HKix_H9y8kD8sMUKu5Ou3Jq-uxUC/s400/image002-726552.jpg&quot; style=&quot;height: 136px; width: 183px;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5661412543275203154&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrMDfKMTJym7IrGKSbW9S6b9y3OQTNJyMqCZlSARp5sK3DMSFwTOfYmBgxTOzLowKCA496QrrKRxkLFodgpVfIH2LhDIFpB6SQeGgJsN3BAHQcwFrBZqUHCkRSKBF9S-QdMm40ZNla8X4w/s320/image001-726061.jpg&quot; style=&quot;height: 126px; width: 137px;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Dimulainya
 masa ini adalah pada saat kedatangan ekspedisi Gajah Mada pada tahun 
1343 ke Bali. Pada saat itu Bali diperintah olah Kerajaan Bedahulu 
dengan Raja yang bergelar Astasura Ratna Bumi Banten dan dengan patihnya
 yang bernama Patih Kebo Iwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Kedatangan
 Kebo Iwa ke daerah Bali adalah untuk melaksanakan misinya guna 
mempersatukan nusantara dibawah pimpinan kerajaan Majapahit. Bali adalah
 daerah terakhir yang didatangi oleh Majapahit,karena dianggap bahwa 
Bali adalah wilayah yang paling kecil sehingga dianggap akan mudah 
ditaklukan oleh kerajaan Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Kebo
 Iwa merupakan kekuatan bagi kerajaan Bali pada saat itu,karena Kebo Iwa
 adalah patih yang kuat dan sakti. Kebo Iwa lahir daerah 
Blahbatuh.Mengenai sejarah kelahiran Patih Kebo Iwa adalah sebagai 
berikut : tersebutlah di Desa Blahbatuh terdapat pasangan suami isteri 
yang lama tidak mempunyai putra yang akan menjadi penerus keturunan. 
Oleh karena itu,mereka memohon kepada Dewata agar diberikan putra.Mereka
 berjanji akan memenuhi segala permintaan anak yang akan dilahirkan 
kelak. Para betara mengabulkan permohonan itu. Tidak berselang berapa 
lama maka hamilah isteri orang itu. Setelah cukup masa kehamilannya maka
 lahirlah anak mereka.dan kedua orang tersebut merasa sangat berbahagia 
dengan kelahiran anak mereka. Tetapi sangat aneh baru berumur dua hari 
anak itu sudah menghabiskan sebutir ketupa. Ketika berumur satu minggu 
sudah mampu menghabiskan 6 butir (satu kelan ) ketupat setiap kali 
makan. Setelah berumur tiga tahu,anak itu menghabiskan satu periuk nasi 
setiap kali makan. Apabila dirumahnya tidak ada nasi,maka ia mencuri 
nasi tetangganya. Oleh karena rakusnya terhadap makanan,maka orang 
tuanya tidak sanggup memberikan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Karena
 sifat rakusnya menyebabkan ayahnya sangat marah,apalagi adanya aduan 
dari warga yang makanannya telah dicuri menyebabkan ayahnya bertambah 
marah lagi.Dari puncak amarah ayahnya pun menghunus keris akan membunuh 
sang anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Sebelum
 dibunuh anak tersebut menanyakan tentang namanya,alasannya agar dia 
tidak tersesat dialam niskala. Kemudian ayahnya menjawab; “nama kamu 
adalah Kebo Iwa”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Setelah
 mendengar bahwa namanya adalah Kebo Iwa anak tersebut mulai beringas 
dan merasa diri sangat kuat,kebal dan sakti. Oleh karena itu,ayahnya 
tidak jadi membunuhnya.kemudian anaknya permisi akan menghadap raja di 
Puri Singamandawa. Oleh raja,ia diangkat menjadi patih dan diberikan 
tempat tinggal di Blahbatuh. Segala kebutuhannya akan dipenuh oleh Raja.
 Mulai saat itu banyak wilayah yang mampu ditaklukan oleh Raja Bali 
berkat kekuatan  Patih Kebo Iwa bersama Ki Pasung Grigis dan Ki Ularan. 
Mulai saat itu orang Bali langsung memberikan nama kepada anaknya ketika
 anak itu dilahirkan dan ditanam bersama ari-arinya disuatu tempat 
disebelah kanan kiri  undak-undak menuju “bale delod” tergantung dari 
jenis kelamin anak yang dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Ekspedisi
 majapahit ke Bali dipimpin oleh Gajah Mada yang diiringi oleh panglima 
arya Damar,Arya Kenceng,Arya Sentong,Arya Belog,dan Arya lainnya.Mereka 
memimpin pasukan Majapahit dalam penyerangannya ke Kerajaan Bali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Dengan
 terlebih dahulu membunuh Kebo Iwa,Gajah Mada memimpin ekspedisi bersama
 panglima Arya Damar dan beberapa orang Arya. Penyerangan ini 
menyebabkan terjadinya pertempuran antara pasukan Gajah Mada dengan 
Kerajaan Bedahulu. Pertempuran ini mengakibatkan Raja Bedahulu dan 
putranya wafat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Tersebutlah
 Ki Pasung Grigis beserta para bawahannya menghamba di Wilwakita,setelah
 Bali dapat ditaklukan oleh Patih Gajah Mada beserta para Arya.Beliau 
disana bukanlah seperti orang tahanan malahan diberikan tempat yang 
layak karena beliau akan diutus untuk memerangi Raja Deldela Nata di 
Sumbawa. Mantan Patih Bedahulu yang sangat sakti ini menyanggupi akan 
membunuh Raja Deldela Nata sehingga takluk menjadi wilayah Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Pada
 suatu saat yang telah ditentukan maka berangkatlah KI Pasung Grigis 
beserta laskar Bali menuju pulau Sumbawa. Tidak diceritakan dalam 
perjalanan maka sampailah Ki Pasung Grigis di Sumbawa dan perang pun 
berkecamuk. Banyak laskar yang meninggal dari kedua belah pihak. 
Akhirnya perang tanding antara Raja Deldela Nata dengan Ki Pasung Grigis
 pun dimulai. Oleh karena perang itu sama-sama mengandalkan kelihaian 
ilmu bela diri dan kekebalan,maka perang pun berlangsung sangat lama. 
Mereka saling tusuk,saling tebas namun keduanya tidak ada yang terluka 
ataupun tergores sedikit pun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1pt;&quot;&gt;Setelah
 lama berperang,sudah tentu pernah saja kena tusuk pada suatu bagian 
yang merupakan kelemahan dari masing-masing pihak. Seperti telah 
ditakdirkan oleh Tuhan maka mereka sama-sama kena tusuk pada bagian yang
 merupakan kelemahan masing-masing. Dengan demikian,keduanya lalu wafat 
dan roboh ketanah. Setelah pemimpin mereka gugur,maka laskar Bali 
kembali ke Majapahit untuk melaporkan bahwa perang antara Ki Pasung 
Grigis dengan Raja Deldela Nata berkesudahan draw sama-sama meninggal. 
Untuk menghindari kekosongan pemerintahan di Bali dan Sumbawa,maka Raja 
Majapahit menugaskan 3 orang putra Mpu Kepakisan untuk memerintah  di 
Pasuruan,Bali,dan Sumbawa. Di Bali,pemerintahan diserahkan kepada putra 
bungsu yan bergelar Sri Kresna Kepakisan dan di Sumbawa di perintah oleh
  kakak perempuannya.Sri Kresna Kepakisan ditunjuk sebagai  Raja yang 
memerintah di Bali dengan pertimbangan bahwa Sri Kresna Kepakisan 
memiliki hubungan darah dengan penduduk Bali Aga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/473165074168629437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/sejarah-bali-kuno-pada-tahun-1343.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/473165074168629437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/473165074168629437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/sejarah-bali-kuno-pada-tahun-1343.html' title='Sejarah Bali kuno pada Tahun 1343'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJmxLsiKnIvxbOPmPUV0eU_Uc60Z3N3pSEPxe-XzAbSrjwqu8M2-CW6Eblw6ungK8P8SmzXcuAyrerFflrWdMsrmJ0JV4SWgWBwRgl2WaJnmDRfBA6HKix_H9y8kD8sMUKu5Ou3Jq-uxUC/s72-c/image002-726552.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-500207929984594783</id><published>2013-04-20T19:49:00.003+07:00</published><updated>2013-04-20T19:49:42.440+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Babad Dalem</title><content type='html'>Isi          Singkat :                                           &lt;br /&gt;

&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;9&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;           &lt;td valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;6%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.babadbali.com/pustaka/babad/babad-dalem-4.htm#top&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td width=&quot;94%&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;bodytext&quot;&gt;
 Kata pendahuluan            penulis, dengan memanjatkan doa ke hadapan 
Hyang            Maha Kuasa agar karyanya berhasil, dan memohon         
   agar panjang umur serta kesentosaan sampai turun-temurun.            
Diceritakan riwayat raja Bali yang garang, lahirnya            Sri 
Masula- Masuli, sampai dengan takluknya            Bali oleh Majapahit, 
tertawannya Ki Pasung Grigis.            Sri Maharaja Kepakisan sebagai 
raja Bali, dibantu            oleh para Arya: Kanuruhan, Wangbang, 
Kenceng,            Dalancang, Belog, Pangalasan, Manguri, Kutawaringin,
            Gajah Para. Pulau Bali belum aman, terjadi 
pemberontakan-pemberontakan            di desa-desa. Raja Bali menerima 
anugrah pakaian            kebesaran dan keris Ki Lobar dari Mahapatih  
          Gajah Mada. Setelah wafat Sri Kala Gemet di            
Majapahit diselenggarakan sejenis sayembara            untuk memperoleh 
suami putri-putrinya. Kemudian            lahir Sri Hayam Wuruk 
(Jhayattular, Smara Kajantaka).            Diceritakan juga riwayat 
meninggalnya Maha Patih            Gajah Mada di tengah- tengah samudra.
 Sri Maharaja            Kepakisan telah wafat. Putranya 3 orang. Yang  
          menggantikan adalah Dalem Samprangan (putra            sulung)
 tidak mampu mengendalikan pemerintahan.            I Gusti Bendesa 
Klapodyana (De Ngurah Abian            Tubuh) mencari Dalem Ketut 
Ngulesir dan dinobatkan            menjadi raja berkedudukan di Gelgel. 
Kyayi Klapodyana            mempersembahkan rumahnya untuk istana. Pada 
           masa pemerintahan Sri Hayam Wuruk di Majapahit,            
diselenggarakan yajnya besar-besaran dengan            mengundang 
raja-raja dari luar Majapahit. Sri            Smara Kepakisan (Ngulesir)
 hendak menghadiri            undangan upacara/ yajnya itu. Berangkat 
dengan            tata cara kebesaran diiringkan oleh pejabat-          
  pejabat teras/ tinggi, dengan pimpinan I Gusti            Kubon Tubuh.
 Diuraikan tentang perjalanan rombongan            raja Bali keindahan 
alam yang melatari perjalanan            tersebut. Akhirnya tiba di 
Majapahit. Dilanjutkan            dengan kisah suatu persidangan para 
raja, di            mana raja Bali menjadi kekaguman para hadirin.      
      Khusus kepada raja Bali, baginda raja Hayam            Wuruk 
menghadiahkan keris Ki Bangawan Canggu            dan pakaian kebesaran,
 setelah baginda menyaksikan            tanda hitam (seperti tattoo) 
berbentuk gambar            &quot;Caurri&quot;, pada paha raja Bali kemudian      
      raja-raja dari luar Majapahit kembali ke daerahnya            
masing-masing. Secara singkat dituturkan pula            bahwa Kerajaan 
Majapahit mengalami kehancuran.            Baginda raja Bali menghadiri 
undangan ke Madura.            Mampir ke Majapahit, beliau mendapat 
penjelasan            seorang pendeta bernama Çiwa Waringin            
tentang sebab musabab runtuhnya kerajaan Majapahit.            
Dilanjutkan rencana raja Bali untuk melakukan            &quot;Podgala&quot;. 
Mengundang pendeta dari            Keling bernama Jangganing Kayu Manis 
untuk &quot;Nabe&quot;.            Suatu kisah permohonan Kyayi Nyuhaya untuk 
membunuh            Kyayi Gusti Abian Tubuh karena terjadi salah        
    paham yang diakibatkan oleh perkawinan dengan            Kyayi Gusti
 Abian Tubuh dengan I Gusti Ayu Adi,            kakak kandung Kyayi 
Nyuhaya. Pertikaian itu,            diselesaikan dengan cermat oleh raja
 Sri Smara            Kepakisan, tercipta kekeluargaan yang terjalin    
        akrab antara mereka. Menyusul pengacauan harimau            
hitam di Blambangan, Raja Bali mengutus Kyayi            Kubon Tubuh 
yakni untuk menumpasnya, harimau            itu dapat dibunuh oleh Kyayi
 Kubon Tubuh. Kemudian            raja Bali menghadiahkan &quot;Piagam&quot; dan  
          Pura Dalem Tlugu, kepada Kyayi Gusti Kubon Tubuh,            
dan sebilah sumpitan bernama Ki Macan Guguh.            Baginda raja Sri
 Smara Kepakisan wafat, diganti            oleh putranya yang sulung 
Dalem Waturenggong.            Para menteri yang telah tiada, diganti 
oleh            putra-putranya.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;           &lt;td valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;6%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.babadbali.com/pustaka/babad/babad-dalem-4.htm#top&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td width=&quot;94%&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;bodytext&quot;&gt;
 Diceritakan            riwayat perpindahan Danghyang Nirartha sampai   
         ke Bali, bermukim di Gadingwani, dan di Desa            Mas. 
Raja Bali Dalem Waturenggong mengutus Ki            Gusti Dawuh 
Panulisan untuk menjemput Danghyang            Nirartha ke Mas. Ki Dawuh
 Panulisan (Baleagung            ) pujangga yang banyak karangannya, di 
antaranya            Wukir Padelengan, dan lain- lain. Peristiwa        
    peperangan di Brangbangan (Blambangan), yang            dipimpin 
oleh Kyayi Ularan, karena lamaran raja            Bali ditolak oleh 
Adipati Banyuwangi. Berakhir            dengan pindahnya Kyayi Ularan 
dan bermukim di            Desa Patemon. Dan Bali menguasai 
daerah-daerah            sebelah timur Puger tahun Çaka 1434 (siyu      
      samas tigang dasa papat). Dalem ingin melaksanakan            
upacara Podgala dan menobatkan Nabe kepada Danghyang            Angsoka.
 Namun akhirnya menobatkan Nabe kepada            Danghyang Nirartha. 
Tercipta kidung Smara Racana            dan Sara Kusuma. Secara singkat 
diceriterakan            datangnya Mpu Astapaka ke Bali. Negara aman    
        dan makmur di bawah raja Waturenggong dengan            patihnya
 Kryan Batan Jeruk. Kesusastraan maju            dengan pesat. Raja 
Dalem Waturenggong wafat,            diganti oleh putranya yang sulung 
yaitu I Dewa            Pembayun (Bekung). Dalem Bekung dan Dalem 
Seganing            diasuh oleh paman-pamannya: I Dewa Gedong Arta      
      dan adik-adiknya, yaitu putra dari Sri Aji Tegal            
Besung. Sri Aji Tegal Besung pada adalah putra            bungsu dari 
Dalem Wawu Rawuh (yang pertama di            Bali). Peristiwa perang 
hebat di Gelgel di satu            pihak dipimpin oleh I Gusti Batan 
Jeruk, dan            di pihak lain dipimpin oleh Kyayi Nginte, Kyayi   
         Kubon Tubuh dan lain-lain. Berakhir dengan gugurnya            I
 Gusti Batan Jeruk. Kyayi Nginte menjabat Patih,            Dalem 
Seganing sebagai raja muda. Kryan Pande,            mendapat pengampunan
 kemudian menjadi andalan            kerajaan. Sebelum Danghyang 
Nirartha berpulang,            sempat bernasehat kepada para putranya. 
Pemerintahan            kurang stabil karena Dalem Bekung sangat lemah. 
           Akhirnya timbul peristiwa sampai gugurnya I            Gusti 
Pande Çaka 1500 (sawang, sunia,            panca, dewa) yang diawali 
dengan terbunuhnya            I Gusti Telabah. Tercipta kidung Arjuna 
Pragalba.            Kemudian Dalem Bekung digantikan oleh Dalem        
    Seganing. Ki Gusti Jelantik diutus untuk menyerang            
Pasuruhan. Beliau gugur di medan laga, tanpa            senjata sebilah 
pun, Kemudian istrinya melahirkan            putra diberi nama I Gusti 
Jlantik Bogol. Kryan            Nginte wafat diganti oleh 
putra-putranya, I            Gusti Agung Widya dan I Gusti Kaler 
Prandawa.            Selanjutnya dicatat pula para putranya, sampai     
       lahirnya I Gusti Mambal. Dalem Seganing banyak            istri 
dan anak-anak. Antara lain I Dewa Dimade,            I Dewa Anom Kaler 
dan lain-lainnya (14 orang)            Dalem Seganing wafat tahun Çaka 
1587.            Digantikan oleh I Dewa Dimade yang menikah dengan      
      Ni Gusti Selat putri Ki Gusti Kamasan. Dan beberapa            
orang istri yang lain. Patih baginda ialah Kyayi            Kedung dan 
Kyayi Panida. Dilanjutkan dengan            silsilah keturunan Kryan 
Nginte. Diuraikan pula            secara singkat keturunan para Arya 
(Jawa) yang            telah menetap di Bali. I Gusti Ngurah Mambal     
       menderita penyakit mata. Kemudian sembuh oleh            Ida 
Manuaba. Ida Manuaba mengarang Bali Sanghara.            Dituturkan 
pula, tentang kemahiran ilmu Ida            Manuaba. Disinggung tentang 
silsilah keturunan            I Gusti Lurah Sidemen, semula Arya 
Wangbang            berputra Ki Gusti Tulus Aya dan Sri Banyak Wide     
       (yang menurunkan Pinatih). Kisah De Ngurah Batan            Nyuh 
(Ki Jumbuh), diangkat sebagai Anglurah.            Riwayat ringkas 
keris-keris kebanggaan raja,            Si Bangawan Canggu, Si Lobar, 
dan lain-lain.            Diuraikan bahwa Dang Hyang Aji Rembat, 
berputra            Ki Dukuh Suladri. Ki Dukuh Suladri kedatangan       
     seorang kanak-kanak pria, kemudian diangkat            menjadi 
menantu. Seorang putri Ki Dukuh menjadi            istri Dalem (raja). 
Putri Ki Dukuh yang bersuamikan            pendatang berputra pria dan 
istri raja berputra            wanita. Kemudian lahirlah Pungakan Den 
Bancingah.            Uraian tentang suasana kerajaan pada suatu hari   
         bulan hidup (purnama). Raja dengan pakaian kebesaran           
 dihadap oleh para Arya, menteri dan warga baginda.            Pada 
permusyawarahan itu, diputuskan untuk menyerang            Pasuruhan 
dipimpin oleh Anglurah Agung. Kyayi            Tabanan dan Pacung. Di 
Gelgel terjadi perebutan            kekuasaan yang dipimpin oleh 
Anglurah Agung.            Dalem Dimade mengungsi ke Guliang. Akhirnya  
          putra Dalem Dimade dibantu oleh Singarsa, Badung            
dan Bukit (Buleleng) berhasil merebut kembali            kerajaan Gelgel
 dari tangan Anglurah Agung.            Raja tidak berkedudukan di 
Gelgel lagi, tetapi            di Smarajaya (Klungkung) sebagai awal 
kerajaan            Klungkung.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;bodytext&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;bodytext&quot;&gt;
Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;http://bali77kuno.blogspot.com/&quot;&gt;http://bali77kuno.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/500207929984594783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/babad-dalem.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/500207929984594783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/500207929984594783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/babad-dalem.html' title='Babad Dalem'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-6014636255353929880</id><published>2013-04-20T19:47:00.004+07:00</published><updated>2013-04-20T19:47:37.815+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Purana Bali Dwipa</title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot;&gt;
Isi          Singkat :                                           &lt;br /&gt;

&lt;/h3&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;6&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;           &lt;td valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;6%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.babadbali.com/pustaka/babad/purana-bali-dwipa.htm#top&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;94%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;bodytext&quot;&gt;
 Didahului            dengan sembah pangastuti kepada mereka yang            telah mendahului.&lt;br /&gt;
Setelah Bali mengalami kehancuran di bawah Mayadanawa            dan 
setelah matinya Mayadanawa bertahta seorang            raja bernama Sri 
Kesari Warmadewa Çaka            804. &lt;br /&gt;
Aci-aci mulai lagi antara lain Hari Galungan.            &lt;br /&gt;
Baginda Sri Kesari Warmadewa wafat Çaka            837 (915 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Kesari Warmadewa digantikan oleh putra baginda            bergelar 
Sri Ugrasena Warmadewa, seorang raja            yang bijaksana. &lt;br /&gt;
Baginda Sri Ugrasena Warmadewa wafat Çaka            864 (942 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Ugrasena Warmadewa digantikan oleh putra            baginda bergelar Sri Canda Baya Singa Warmadewa.            &lt;br /&gt;
Baginda mendirikan Pura Tirta Empul Çaka            882 (960 Masehi). &lt;br /&gt;
Air suci yang memusnahkan racun yang disebarkan            oleh Mayadenawa. &lt;br /&gt;
Baginda Sri Canda Baya Singa Warmadewa wafat            Çaka 913 (991 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Canda Baya Singa Warmadewa digantikan oleh            putranya 
bergelar Maharaja Sri Dharma Udayana            Warmadewa dengan 
permaisuri Mahendradata Gunapriya            Darmapatni. Baginda suami 
istri memerintah amat            bijaksana dibantu oleh sebelas 
senapati, Agama            dan Kebudayaan berjalan sejajar dengan baik. 
           &lt;br /&gt;
Baginda Udayana wafat tahun Çaka 940            (1028 Masehi) dimakamkan di Banyuweka.&lt;br /&gt;
Baginda berputra tiga orang: Sri Erlangga, Sri            Wardana Markata Tunggadewa Sri Aji Wungan. &lt;br /&gt;
Yang menggantikan Sri Udayana adalah Mahendradata            dengan putranya yang kedua.&lt;br /&gt;
Setelah Mahendradata dan putranya Sri Markata            Pangkaja 
Tunggadewa wafat, maka digantikan oleh            Sri Aji Wungsu Çaka 
971 (1049 Masehi).            &lt;br /&gt;
Mahendradata dimakamkan di Bukit Burwan. Sri            Markata Pangkaja Tunggadewa dimakamkan di Gunung            Kawi.&lt;br /&gt;
Sri Anak Wungsu, pertama digantikan oleh Ratu            Sakalindu Kirana, Sri Suradipa, dan Sri Jayasakti.            &lt;br /&gt;
Sri Anak Wungsu wafat tahun Çaka 999            (1077 Masehi) dimakamkan di Gunung Kawi.&lt;br /&gt;
Ratu Sakalindu menggantikan sampai dengan tahun            Çaka 1023 
(1101 Masehi). Sri Suradipa            sampai dengan tahun Çaka 1041 
(tahun            1129 Masehi). &lt;br /&gt;
Sri Jayasakti sampai dengan tahun Çaka            1072 (1150 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Jayasakti digantikan oleh putranya bernama            Sri Jaya Pangus. &lt;br /&gt;
Keamanan terjamin dan ajaran agama berkembang            dengan pesat. &lt;br /&gt;
Baginda bertahta hingga tahun Çaka 1103            (1181 Masehi). &lt;br /&gt;
Jenasahnya dimakamkan di Dharma Anyar. &lt;br /&gt;
Putra Baginda dua orang: Sri Hikajaya dan Sri            Danadiraja.&lt;br /&gt;
Sri Jaya Pangus digantikan oleh Sri Hikajaya            hingga tahun Çaka 1122 (tahun 1200 Masehi).            &lt;br /&gt;
Pura dan agama tidak mendapat perhatian. &lt;br /&gt;
Baginda digantikan oleh adiknya yaitu Sri Danadiraja            hingga tahun Çaka 1126 (1204 Masehi).            &lt;br /&gt;
Agama juga tidak mendapat perhatian.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;           &lt;td valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;6%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.babadbali.com/pustaka/babad/purana-bali-dwipa.htm#top&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;94%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;bodytext&quot;&gt;
 Sri            Danaraja digantikan oleh putranya yang bergelar         
   Sri Jaya Kasunu, baginda melakukan samadi untuk            memperoleh
 restu dewata agar mengadakan perbaikan            pada Pura dengan 
aci-acinya terutama di Besakih:            Juga agar melaksanakan 
kembali tata upacara            Hari Galungan. &lt;br /&gt;
Baginda bergelar Bhatara Sri Parameswara. &lt;br /&gt;
Pulau Bali kembali aman dan tentram. Baginda            berputra 
(buncing) yang laki bernama Sri Masula            dan adiknya bernama 
Sri Masuli.&lt;br /&gt;
Sri Kertanegara (raja Singasari) menguasai Bali            dengan senapati bernama Kebo Parud. &lt;br /&gt;
Kemudian Sri Kertanegara dikalahkan oleh Kediri            (Jayakatong) tahun Çaka 1222 (1300 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Jayakasunu digantikan oleh putra-putrinya            yaitu Sri 
Masula Masuli dengan gelar Bhatara            Mahaguru Darma Utangga 
Warmadewa dengan ibu            kota kerajaan Batu Anyar. &lt;br /&gt;
Bali aman kembali Kebo Parud tidak berada di            Bali lagi. &lt;br /&gt;
Baginda bertahta sampai dengan tahun Çaka            1250 (1328 Masehi).&lt;br /&gt;
Sri Masula Masuli digantikan oleh Putranya,            Sri Tapolung bergelar Bhatara Asta Asura Ratna            Bumi Banten. &lt;br /&gt;
Dalam pemerintahannya dibantu oleh para Senapati,            dengan 
patih utama Ki Pasung Grigis, Ki Kebo            Waruya, putra Ki Karang
 Buncing berkat yoga            samadi Mpu Sidhimantra. &lt;br /&gt;
Pada masa itu datang ekspedisi kerajaan Majapahit            oleh Gajah Mada dan Arya Damar dan para Arya            yang lain. &lt;br /&gt;
Terjadi pertempuran antara pasukan Bali dan            Majapahit, Bali 
mengalami kekalahan dan dikuasai            Majapahit pada tahun Çaka 
1265 (1343            Masehi).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;bodytext&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;bodytext&quot;&gt;
Sumber :&lt;a href=&quot;http://bali77kuno.blogspot.com/&quot;&gt; http://bali77kuno.blogspot.com&lt;/a&gt;/ &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/6014636255353929880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/purana-bali-dwipa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/6014636255353929880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/6014636255353929880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/purana-bali-dwipa.html' title='Purana Bali Dwipa'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-8172840095850937276</id><published>2013-04-17T16:38:00.001+07:00</published><updated>2013-04-17T16:38:08.029+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Bali Miliki 25 Alat Musik Tradisional </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;side_body&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mangkalanproperty.com/rumah-bali/bali-gamelan-tradisional.jpg&quot; rel=&quot;lightbox&quot;&gt;&lt;img align=&quot;left&quot; alt=&quot;Bali Miliki 25 Alat Musik Tradisional Berbahan Baku Bambu dan Logam&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.mangkalanproperty.com/rumah-bali/bali-gamelan-tradisional.jpg&quot; style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-right: 20px;&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar
 25 jenis alat musik gamelan tradisional Bali seluruhnya mengandung 
tendensi untuk menunjang dan mengabdikan kehidupan keagamaan umat Hindu.
 &#39;Dari alat musik sebanyak itu, sepuluh di antaranya berbahan baku 
bambu, sementara yang lain dari logam,&#39; kata I Kadek Suartaya, SS Kar, 
dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (28/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Ia mengatakan, penciptaan dan perkembangan aneka jenis gamelan 
tradisional Bali itu, terungkap dilakukan nenek moyang melalui proses 
yang cukup panjang, mulai dari dasar-dasar kesenian pada zaman pra-Hindu
 hingga masuknya kebudayaan Hindu ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Perkembangan seni tabuh dan tari Bali itu erat kaitan dengan berbagai 
kesusastraan yang menjadi sumber dalam ajaran Hindu. &#39;Hubungan 
timbal-balik antara jenis kesenian dengan kegiatan ritual Hindu, 
menjadikan hampir semua jenis kesenian yang ada mengandung seni 
keagamaan, bukan kesenian untuk seni semata-mata,&#39; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Suartaya, kandidat doktor pada Program S-3 Kajian Budaya Universitas 
Udayana itu menambahkan, pengalaman Bali sebagai sebuah wilayah budaya, 
memiliki potensi dan aset seni yang cukup besar. Gamelan berbahan logam 
gong kebyar merupakan salah satu gamelan Bali yang berkembang sejak 
tahun 1915, dan kini dapat dijumpai pada setiap banjar atau desa di 
Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Meskipun demikian, eksistensi gamelan dari bahan bambu tidak kalah 
penting dibandingkan dengan gong kebyar, karena perangkat itu juga 
memiliki instrumen yang nyaris mirip dengan gamelan gong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

&#39;Seruling atau suling bambu, misalnya, masuk dalam hampir setiap 
barungan atau seperangkat gamelan Bali, sebagai pembawa melodi dan 
mempermanis lagu,&#39; tutur Kadek Suartaya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tarian gambuh yang menjadi dasar dari sebagian besar seni tari di Bali, 
menempatkan instrumen suling sebagai alat musik terpentingya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Aneka bentuk gamelan bambu yang hingga kini masih diwarisi dan 
diteruskan, terungkap berfungsi sebagai gamelan ritual dan adat, serta 
tetap sebagai ungkapan seni murni dan hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Gambang misalnya, adalah gamelan yang disajikan saat prosesi upacara 
agama. Ansembel &#39;xylophone&#39; bambu dimainkan dengan panggul (alat 
pemukul) bercabang dua, tutur Kadek Suartaya. (Pusformas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Sumber: Antnews

&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/8172840095850937276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/bali-miliki-25-alat-musik-tradisional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8172840095850937276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8172840095850937276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/bali-miliki-25-alat-musik-tradisional.html' title='Bali Miliki 25 Alat Musik Tradisional '/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-8011220073338744120</id><published>2013-04-17T16:35:00.004+07:00</published><updated>2013-04-17T16:35:50.870+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Alat Musik Tradisional Bali</title><content type='html'>Bicara tentang pulau 
Bali, Siapa yang tidak tahu dengan provinsi yang satu ini. Provinsi yang
 terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok ini memiliki jumlah 
penduduk sekitar 4 juta jiwa dengan mayoritas penduduk yang menganut 
agama Hindu. Ibu kota Bali adalah Denpasar, Bali juga disebut dengan 
sebutan Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Di dunia, Bali sudah 
dikenal khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia, Karena bagi 
mereka Bali merupakan tempat tujuan pariwisata yang memang terkenal akan
 keindahan pantainya. Namun tidak hanya itu, Bali juga terkenal memiliki
 keberagaman seni dan budaya. Banyak sekali tari-tarian Bali yang 
terkenal sampai ke mancanegara.&lt;br /&gt;

&lt;a href=&quot;http://alatmusiktradisional.com/wp-content/uploads/2013/02/inilah-alat-musik-tradisional-bali.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;alat musik tradisional bali&quot; class=&quot;aligncenter size-medium wp-image-271&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://alatmusiktradisional.com/wp-content/uploads/2013/02/inilah-alat-musik-tradisional-bali-300x200.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

Namun khusus di artikel saya untuk kali ini kita akan membahas alat 
musik tradisional Bali yang merupakan salah satu faktor yang berperan 
penting pada seni budaya dan tarian di Bali. Pada umumnya alat musik 
tradisional Bali tidak jauh beda dengan provinsi yang lain. Berikut 
adalah beberapa jenis alat-alat musik tradisional Bali.&lt;br /&gt;

&lt;h2&gt;
Inilah Alat Musik Tradisional Bali&lt;/h2&gt;
Ada beberapa jenis alat musik tradisional di Bali yang terkenal dan 
terus dilestarikan khususnya oleh masyarakat di Bali. Memang masyarakat 
di Bali juga terkenal aktif dalam melestarikan peninggalan leluhur 
mereka, sehingga bisa terus ada dan dikenal sampai sekarang. Termasuk 
diantaranya adalah alat musik tradisional, yaitu :&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Gamelan Bali&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Rindik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Ceng-ceng&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp; Pereret Pengasih-asih&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Mungkin untuk alat musik yang bernama Rindik, Ceng-ceng, dan Pereret 
Pengasih-asih masih agak kedengaran asing di telinga kita, meskipun 
sebenarnya jika anda pernah ke Bali dan menyaksikan pagelaran seni di 
sana, saya yakin anda sudah pernah melihat alat-alat musik yang disebut 
di atas, hanya saja mungkin anda tidak begitu kenal namanya. Nah, supaya
 tidak bingung, saya akan jelaskan satu persatu di bawah.&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Penjelasan Tentang Alat Musik Tradisional Bali&lt;/h3&gt;
&lt;strong&gt;1. Gamelan Bali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Dalam acara adat dan ritual keagamaan di Bali, Gamelan sangat sering 
digunakan. Gamelan merupakan beberapa kumpulan alat music yang terdiri 
dari gong, gambang, gendang, kempul dan bonang, termasuk juga di dalam 
nya Gamelan Bali. Gamelan secara umum juga terdapat di Jawa, Madura dan 
Nusa Tenggara, dari nama dan jenis alat music nya tidak ada yang beda. 
Hanya saja dari masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri 
ketika memainkan Gamelan. Sebenarnya di Bali sendiri ada 25 jenis 
Gamelan yang berkembang di pedesaan-pedesaan, 10 diantara nya terbuat 
dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;2. Rindik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Alat musik tradisional Bali yang satu ini biasanya digunakan pada 
acara-acara seperti upacara adat perkawinan dan biasanya alat musik ini 
disandingkan dengan tarian jogged bumbung. Joged bumbung dimainkan oleh 
penari wanita, yang kemudian mencari pria dari salah satu penonton yang 
kemudian akan di ajak menari bersama. Alat musik tradisional yang 
terbuat dari bambu ini, biasanya juga dimainkan di hotel-hotel Bali 
untuk menyambut atau menghibur para tamu.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;3. Ceng-ceng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Di atas tadi kita sudah membahas tentang alat music Gamelan Bali. 
Nah, salah satu instrument yang membuat Gamelan Bali ini berbeda dari 
Gamelan yang lain adalah adanya Ceng-ceng. Alat musik yang sejenis 
simbal ini merupakan bagian penting dari seperangkat gamelan Bali, 
karena alat ini akan menimbulkan efek suara yang dinamis pada saat di 
mainkan dengan gamelan.&lt;br /&gt;

Alat musik tradisional Bali yang sering juga disebut dengan ceng-ceng
 ricik ini terdiri dari enam buah logam bundar yang berada di bawah dan 
dua logam bundar di bagian atas. Ceng-ceng dimainkan dengan cara 
memukulkan bagian tembaga bundar yang atas dengan bagian bundar yang 
bawah yang diarahkan ke atas. Alat musik yang bentuknya menyerupai 
kura-kura ini, membuat orang berpendapat kalau bentuk alat musik 
tradisional Bali ini mengambil gambaran dari tokoh Legenda Bali yaitu 
Kura-Kura mistis. Menurut kebudayaan Bali, kura-kura mistis memiliki 
nilai yang magis yaitu dapat menyeimbangkan dunia di atas punggungnya.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;4. Pereret Pengasih-asih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Pereret termasuk salah satu alat musik tradisional Bali jenis 
terompet yang terbuat dari kayu yang di ukir sedemikian rupa sehingga 
menjadi seperti terompet. Sedangkan Pengasih-asih adalah guna-guna 
(pelet). Alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup ini berasal dari 
Jembrana Bali. Alat musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi 
kesenian Sewo Gati yaitu kesenian yang mirip dengan kesenian Arja.&lt;br /&gt;

Biasanya alat ini sering dipakai oleh perjaka untuk mengguna-gunai 
seorang gadis yang dicintai nya, lalu memainkannya pada malam hari 
diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya bisa didengar sayup-sayup 
merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat 
tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan gaib oleh Jero Balian 
(Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada 
Sanghyang Pasupati.&lt;br /&gt;

Cukup unik dan sedikit menyeramkannya alat musik yang saya urutan 
ke-empat di atas? Namun itulah salah satu sumber kekayaan budaya yang 
ada di negeri kita tercinta ini.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/8011220073338744120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/alat-musik-tradisional-bali.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8011220073338744120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8011220073338744120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2013/04/alat-musik-tradisional-bali.html' title='Alat Musik Tradisional Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4831507950546197161</id><published>2012-09-23T10:18:00.004+07:00</published><updated>2012-09-23T10:19:13.471+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Taman Ujung, Sebuah Istana Air Bagi Raja</title><content type='html'>&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Taman Ujung, 
tempat dimana Anda dapat melihat lautan biru Bali timur serta panorama 
Gunung Agung, dan sekitarnya yang dipenuhi persawahan dan perbukitan 
yang luas yang subur. Taman Ujung adalah sebuah situs warisan dari 
kerajaan Karangasem, yang baru saja dipugar oleh pemerintah, bersama 
dengan berhektar-hektar taman dan dua buah kolam besar disekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Taman Soekasada Ujung, juga dikenal sebagai Istana Air Ujung 
atau Taman Ujung, berada di wilayah paling timur Kabupaten Karangasem, 
di Desa Tumbu, yang berjarak sekitar dua setengah jam dari Kuta. Istana 
ini dibangun pada tahun 1919 oleh Raja Karangasem terakhir, I Gusti 
Bagus Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945. 
Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 menghancurkan istana air dan 
semakin rusak akibat gempa bumi besar tahun 1979. Namun pemerintah telah
 melakukan pemugaran terhadap tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihHwvfE1Dlxaj2ubOQDc1enmZutU6MILeqsaxH8wC6WOZd1ysoGKFAz14UkYnlLqUqi8d_VjXNVKrBawQWAjAxNI4UdMH4X7RkQdeYQAn8VCCtGkh6vKChr0RHhTsyh2zrUQ6wz7UoTaPZ/s1600/1341417656.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihHwvfE1Dlxaj2ubOQDc1enmZutU6MILeqsaxH8wC6WOZd1ysoGKFAz14UkYnlLqUqi8d_VjXNVKrBawQWAjAxNI4UdMH4X7RkQdeYQAn8VCCtGkh6vKChr0RHhTsyh2zrUQ6wz7UoTaPZ/s1600/1341417656.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah istana air yang dibangun bagi raja untuk menyambut para 
tamu penting dan raja-raja dari kerajaan lainnya, juga sebagai tempat 
rekreasi bagi raja dan keluarga kerajaan. Pada masa itu taman-taman luas
 bergema dengan tawa dari istri raja dan anak-anak saat mereka 
bersantai, seraya mencelupkan kaki mereka di kolam. Sekarang daerah ini 
sepi dan diisi dengan kekosongan. Beberapa wisatawan lokal dan asing 
sibuk mengabadikan keindahan yang tersisa untuk difoto dan menikmati 
suasana yang tenang disini.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqW-5V6fHy9zdunOAbOOOAqFPkDg3sUg7J6nwlmSw8d1FwGGvx790Z-mkCQUSxy2alwiquZcw9hl-7wgokD3nJkKhjis6RzK1SLvBnm-NVFsax0-EajFoUl1NKXGfmqWndrZoDq2jPUcTd/s1600/taman_ujung_24.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqW-5V6fHy9zdunOAbOOOAqFPkDg3sUg7J6nwlmSw8d1FwGGvx790Z-mkCQUSxy2alwiquZcw9hl-7wgokD3nJkKhjis6RzK1SLvBnm-NVFsax0-EajFoUl1NKXGfmqWndrZoDq2jPUcTd/s320/taman_ujung_24.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sebuah jembatan beton yang panjang menghubungkan area parkir 
dan area istana. Di ujung jembatan terdapat taman yang luas. Pada sisi 
utara terdapat sebuah bangunan persegi kecil putih di tengah kolam utama
 yang dihubungkan dengan dua jembatan di sisi kiri dan kanan. Bangunan 
ini sebelumnya berfungsi sebagai kamar tidur raja, ruang pertemuan, 
ruang keluarga, dan lainnya. Di sini anda dapat melihat foto-foto lama 
Taman Ujung dan juga beberapa foto keluarga kerajaan.&lt;br /&gt;
Di samping kolam utama, terdapat pula kolam dengan bale, sebuah
 bangunan tradisional terbuka Bali, di tengah-tengahnya. Kompleks Taman 
Ujung menggabungkan arsitektur Bali dan Eropa. Di puncak bukit teradapat
 sisa-sisa bangunan yang terlihat seperti sebuah kapel tetapi memiliki 
gaya khas Bali dengan ukiran di dinding. Di sisi lain, terdapat patung 
besar badak dan banteng di bawahnya. Dari tempat ini anda dapat 
menikmati pemandangan laut biru berkilauan, hutan hijau subur, dan tentu
 saja Gunung Agung yang perkasa yang mendominasi pemandangan langit.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4831507950546197161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/09/taman-ujung-sebuah-istana-air-bagi-raja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4831507950546197161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4831507950546197161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/09/taman-ujung-sebuah-istana-air-bagi-raja.html' title='Taman Ujung, Sebuah Istana Air Bagi Raja'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihHwvfE1Dlxaj2ubOQDc1enmZutU6MILeqsaxH8wC6WOZd1ysoGKFAz14UkYnlLqUqi8d_VjXNVKrBawQWAjAxNI4UdMH4X7RkQdeYQAn8VCCtGkh6vKChr0RHhTsyh2zrUQ6wz7UoTaPZ/s72-c/1341417656.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-849195204528598176</id><published>2012-09-23T10:14:00.000+07:00</published><updated>2012-09-23T10:14:01.269+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Taman Kerajaan Tirta Gangga </title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Tirta Gangga, Sebuah Taman Air Kerajaan&lt;/h2&gt;
&lt;span&gt;Di tengah sawah
 dan dikelilingi oleh perbukitan hijau yang indah, lokasi Tirtagangga 
begitu damai dan indah. Tirtagangga merupakan taman air kerajaan milik 
keluarga kerajaan Karangasem. Terletak di desa Ababi, sekitar 83 km dari
 Denpasar atau 6 km utara Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span&gt;Taman air ini dibangun pada tahun 1948 atas prakarsa Raja 
Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Arsitektur taman air 
ini merupakan gabungan dari arsitektur gaya Bali dan Cina. Sebelum 
dibangun menjadi taman air, sumber air telah berada di sana sebelumnya, 
yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar akan air 
namun diyakini juga sebagai air suci untuk memurnikan setiap energi 
buruk di sekitar daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGZrAbJm2yE-cp-kQpLWSbFSgvPFwoiOu4UbO8sDMmXqK4yX2Uoy2FVQhjvKpe5kZ5rADgx78V4FySb6ScMCcLeSDDYLoUkuhTKs0hYnWL41HBQSio7feTDFUq4wyliZlv8zd7EplKlNC5/s1600/tirta_gangga_water_palace_600x.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGZrAbJm2yE-cp-kQpLWSbFSgvPFwoiOu4UbO8sDMmXqK4yX2Uoy2FVQhjvKpe5kZ5rADgx78V4FySb6ScMCcLeSDDYLoUkuhTKs0hYnWL41HBQSio7feTDFUq4wyliZlv8zd7EplKlNC5/s320/tirta_gangga_water_palace_600x.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span&gt;Tirta berarti air yang diberkati dan diambil dari nama sungai 
Gangga di India. Air dari mata air Tirtaganga dianggap sebagai air suci 
oleh umat Hindu di Bali. Air ini digunakan untuk upacara keagamaan di 
Pura-Pura di daerah tersebut sampai saat ini. Mata air ini diperlukan 
untuk upacara yang diselenggarakan oleh Pura-Pura di sekitar Tirtagangga
 yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span&gt;Memasuki satu taman dapat dilihat bahwa terdapat sebuah kolam 
di sisi kanan yang dihiasi oleh bebatuan dekoratif yang diletakkan di 
sekitar kolam, sementara yang lainnya berfungsi sebagai jembatan. Patung
 dewa dan dewi berdiri anggun di tengah-tengah kolam air yang dingin. 
Ikan mas berenang di kolam air, sisik mereka bersinar seperti cahaya 
matahari yang terpantul ke dalam air. Bagian ini adalah tingkat Swah. 
Pada tingkat ini, di mana selain dua kolam hias, terdapat pula kolam 
renang di mana penduduk lokal atau pengunjung dapat menikmati berenang 
pada mata air yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3m2QZnNVZb-e9Ya1x_RKg6bZiOCE-HvCV0SaQqfQEXN27gp2Tl5UdxOP102M1xSKhWnSEd5ZmOezVqwn-rTi0No1wtgY-7hYVSec7NmfcXONeTKfXDz7cCpcNb3QQuhOtWI_GyOioeouu/s1600/Tirta_Gangga1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3m2QZnNVZb-e9Ya1x_RKg6bZiOCE-HvCV0SaQqfQEXN27gp2Tl5UdxOP102M1xSKhWnSEd5ZmOezVqwn-rTi0No1wtgY-7hYVSec7NmfcXONeTKfXDz7cCpcNb3QQuhOtWI_GyOioeouu/s320/Tirta_Gangga1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span&gt;Luas taman air adalah 1,2 ha, terdiri dari tiga tingkatan tanah
 membentang dari timur ke barat. Di tingkat menengah, tingkat Bwah, 
terdapat sebelah buah air mancur Nawa Sanga berdiri elegan. Dan di 
tingkat Bhur, di sisi kiri jalan, lurus dari pintu masuk di sebelah 
barat terdapat kolam besar dengan sebuah pulau di tengah-tengahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span&gt;Sumber air ini menghasilkan air murni yang sangat besar. Salah 
satu dari ketiga aliran air ini digunakan untuk menyediakan air minum 
bagi kota Amlapura. Beberapa dialirkan ke kolam renang bagian atas 
melalui pipa bawah tanah, sementara yang lainnya masuk ke dalam kolam 
renang yang lebih rendah dan untuk mengairi sawah yang mengelilingi 
taman air ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span&gt;Tempat ini sangat bagus untuk membebaskan diri dari cuaca panas
 karena cuaca di daerah ini cukup panas. Berjalan-jalan santai atau 
mencelupkan kaki anda ke dalam air dingin sangat menyenangkan, atau 
mengambil beberapa foto dari pemandangan-pemandangan yang indah.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/849195204528598176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/09/taman-kerajaan-tirta-gangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/849195204528598176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/849195204528598176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/09/taman-kerajaan-tirta-gangga.html' title='Taman Kerajaan Tirta Gangga '/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGZrAbJm2yE-cp-kQpLWSbFSgvPFwoiOu4UbO8sDMmXqK4yX2Uoy2FVQhjvKpe5kZ5rADgx78V4FySb6ScMCcLeSDDYLoUkuhTKs0hYnWL41HBQSio7feTDFUq4wyliZlv8zd7EplKlNC5/s72-c/tirta_gangga_water_palace_600x.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-2494610414147687618</id><published>2012-07-29T15:19:00.002+07:00</published><updated>2012-07-29T15:19:36.785+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot;&gt;

Kebudayaan Bali
&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Bali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu 
provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok.
 Ibukota provinsi bali adalah Denpasar. Mayoritas penduduk Bali adalah 
pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata 
dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya. Bali juga dikenal sebagai
 Pulau Dewata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bali dengan masyarakat dan budaya yang unik dipastikan bukanlah satu 
wilayah migrasi yang baru tumbuh. Keseharian masyarakat Bali dengan 
budaya yang senantiasa menampilkan warna budaya lokal menunjukkan bahwa 
perjalanan Bali telah melewati alur sejarah yang panjang. Sebagaimana 
dengan wilayah lain di Nusantara, meliputi tiga babak tingkatan budaya. 
Lapis pertama adalah masa kehidupan yang bertumpu pada budaya berburu. 
Secara alamiah, berburu adalah cara mempertahankan kelangsungan hidup 
yang amat jelas dan mudah dilakukan. Dengan alat-alat sederhana dari 
bahan batu, yang peninggalannya ditemukan di daerah Sembiran di Bali 
utara dan wilayah Batur, manusia Bali diperkirakan mampu bertahan hidup.
 Peninggalan peralatan sejenis yang lebih baik, dengan menggunakan bahan
 tulang, ditemukan pula di gua Selonding di daerah Bulit, Badung 
Selatan. Ini menunjukkan bahwa masa berburu melewati masa cukup panjang 
disertai dengan peningkatan pola pikir yang makin baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3945336945932191236&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;Masih berdasar pada temuan benda-benda purbakala, 
tergambar bahwa Bali mulai meninggalkan masa berburu dan masuk pada masa
 bercocok tanam. Kendati sudah memasuki tatanan hidup yang lebih terpola
 pada masa bertanam, kelompok manusia Bali pada masa itu dipastikan 
hidup secara berpindah. Berbagai peninggalan sejenis ditemukan sebagai 
temuan lepas di berbagai wilayah Bali barat, Bali utara, dan Bali 
selatan. Tatatan hidup dengan permukiman diyakini sebagai peralihan 
tatanan hidup manusia Bali dari jaman pra sejarah ke jaman sejarah. 
Peninggalan purbakala berupa nekara perunggu dan berbagai barang dari 
bahan logam di daerah Pejeng Gianyar, membuktikan bahwa kala itu telah 
terbentuk tatanan masyarakat yang lebih terstruktur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbarengan dengan peralihan jaman pra sejarah ke jaman sejarah, 
pengaruh Hindu dari India yang masuk ke Indonesia diperkirakan memberi 
dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali. Masa peralihan ini, yang 
lazim disebut sebagai masa Bali Kuno antara abad 8 hingga abad 13, 
dengan amat jelas mengalami perubahan lagi akibat pengaruh Majapahit 
yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal
 abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami 
penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal
 Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa dari Majapahit dalam bentuk penolakan 
penduduk Bali menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di 
Bali. Secara perlahan dan pasti, dengan upaya penyesuaian dan 
percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang 
sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rumah Adat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai 
apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, 
palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus 
meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut ‘’Tri Hita 
Karana’’. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti 
harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9mTmAnHBb57_VRfRNJlvDu7IlF2O6uFt1nRL25HaZhIMvaK8btC9dKg5insN4wtCSiydYDlHDvnADJ58zA6kqoZxFYM3bXo5Eu3xmntjqlnkNhja3yGVjc0DFrgEqMVHaLLljqdx99vk/s1600-h/rumah+adat+bali.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382065796153413890&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9mTmAnHBb57_VRfRNJlvDu7IlF2O6uFt1nRL25HaZhIMvaK8btC9dKg5insN4wtCSiydYDlHDvnADJ58zA6kqoZxFYM3bXo5Eu3xmntjqlnkNhja3yGVjc0DFrgEqMVHaLLljqdx99vk/s320/rumah+adat+bali.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu 
dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam 
hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan 
simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari 
jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan
 dalam patung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesenian Bali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaqetq5KbvZsUWZhpT0coGyRDT8j__Y4ia2jWAunNlPeFzkdDxQSl1M2mVs-3Tau07-jlS834DX-SQMU03s4tN7ZMUwu0Phvt8WhkF6jQ8pPQIapijZk3P60FKQycjKqaoTEbJ5_8fTmY/s1600-h/Tari+kecak.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382069402003974850&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaqetq5KbvZsUWZhpT0coGyRDT8j__Y4ia2jWAunNlPeFzkdDxQSl1M2mVs-3Tau07-jlS834DX-SQMU03s4tN7ZMUwu0Phvt8WhkF6jQ8pPQIapijZk3P60FKQycjKqaoTEbJ5_8fTmY/s320/Tari+kecak.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Bali terdapat sejenis tarian yang cukup unik, dan dimainkan terutama 
oleh laki-laki dimana jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih 
penari yang duduk berbaris dan melingkar dengan irama tertentu 
menyerukan suara “cak” sambil mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut 
menggambarkan ketika barisan kera membantu Rama melawan Rahwana dalam 
kisah Ramayana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan
 dalam keadaan tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan tuhan, 
atau roh para leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya 
kepada masyarakat. Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan 
hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada kaki para penari yang 
sedang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Sedangkan para penari yang duduk
 melingkar mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan 
dengan seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tari 
tersebut berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari 
bagian-bagian kisah Ramayana. Tarian ini menjadi populer ketika Wayan 
Limbak bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian
 Kecak tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni khas Bali 
yang terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8QKe2mc9BLVOlpBcDzzHMAtQ27mbwtXQYj72hcwocKeXy_7kd65NUmG0wiSF7L_TSeOHv9crydYX5s9zadHQOPHBxzPcyC_7dL17t6aJLMbvv2sqdzpPx36SvjdfLQH9YRvRgp-MzPNw/s1600-h/tari+oleg.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382070449653154514&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8QKe2mc9BLVOlpBcDzzHMAtQ27mbwtXQYj72hcwocKeXy_7kd65NUmG0wiSF7L_TSeOHv9crydYX5s9zadHQOPHBxzPcyC_7dL17t6aJLMbvv2sqdzpPx36SvjdfLQH9YRvRgp-MzPNw/s320/tari+oleg.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 260px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baberapa jenis kesenian dari provinsi bali :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang 
mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Senjata Tradisional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai karya seni dalam wujud senjata tajam dengan bentuk khas 
satu-satunya di dunia, keris terdapat di hampir seluruh kawasan 
Nusantara. Tetapi banyak temuan arkeologi dan sejarah yang sangat 
menguatkan kesimpulan bahwa keris-keris generasi awal dibuat di jawa. 
Keris bali merupakan perkembangna keris yang datang dari tanah jawa, 
mulai dari segi mistik, dongeng, legenda, kepercayaan, filsafat, 
sejarah, teknik pembuatan hingga tradisi yang berkaitan dengan keris 
dalam tata kehidupan orang Bali. Adapun tata nilai yang diangkat disini 
adalah tata nilai yang dianut hingga menjelang abad 20, ketika 
perkembangan budaya perkerisan mencapai titik kulminasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keris Bali, sebagai senjata tradisional Bali merupakan perlambang 
estetika tinggi, yang memiliki arti seremonial dan teknologi metalurgi 
unggul, di samping benda antik yang sangat berharga. Keris adalah karya 
agung warisan kebudayaan Indonesia yang sangat dihargai dan mampu 
memukau masyarakat dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimiLppJVRpnrXyv9vSQa3M8jrFDDoOrj-YniHDg11BUSMcvH7toEcvYGuP3WQr4tApOn4TbfAH2UbDFDTh11UfAAUpq90m0kxdKcbGwQJQurncPJOv74pVekJMqfPHNMRNKUA7KB4x3EE/s1600-h/keris+bali.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382073197509442594&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimiLppJVRpnrXyv9vSQa3M8jrFDDoOrj-YniHDg11BUSMcvH7toEcvYGuP3WQr4tApOn4TbfAH2UbDFDTh11UfAAUpq90m0kxdKcbGwQJQurncPJOv74pVekJMqfPHNMRNKUA7KB4x3EE/s320/keris+bali.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 174px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/2494610414147687618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/kebudayaan-bali-bali-bali-adalah-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2494610414147687618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2494610414147687618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/kebudayaan-bali-bali-bali-adalah-sebuah.html' title=''/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9mTmAnHBb57_VRfRNJlvDu7IlF2O6uFt1nRL25HaZhIMvaK8btC9dKg5insN4wtCSiydYDlHDvnADJ58zA6kqoZxFYM3bXo5Eu3xmntjqlnkNhja3yGVjc0DFrgEqMVHaLLljqdx99vk/s72-c/rumah+adat+bali.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-3496332358918790506</id><published>2012-07-29T15:06:00.001+07:00</published><updated>2012-07-29T15:06:18.298+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Budaya Egaliter Masyarakat Bali Aga</title><content type='html'>&lt;h1&gt;
&lt;/h1&gt;
&lt;b&gt;    &lt;span class=&quot;guest&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;dsq-postid&quot; rel=&quot;9521 http://berdikarionline.com/?p=9521&quot;&gt;&lt;/span&gt;         &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;

                            &lt;div style=&quot;padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;&quot;&gt;

           
           
          &lt;/div&gt;
Pulau Bali yang dijuluki Pulau Dewata tersohor akan 
&amp;nbsp;kekayaan budayanya yang memukau tidak hanya bagi penduduk nusantara, 
tapi juga warga dunia. Kebudayaan Bali yang erat kaitannya dengan agama 
Hindu memang bernilai estetis, eksotis serta (bagi sebagian orang) 
bernuansa mistik. Hal-hal inilah yang membentuk karakteristik kebudayaan
 Bali menjadi demikian unik hingga mengundang banyak orang dari seantero
 jagad untuk berkunjung ke Bali demi melihat serta mempelajari 
kebudayaan Bali. Film &lt;em&gt;Eat,Pray, Love,&lt;/em&gt; yang dibintangi oleh 
aktris Julia Roberts, mengilustrasikan ‘fungsi’ pulau Dewata bagi warga 
dunia tidak hanya sebagai tempat rekreasi atau pelesiran, tetapi juga 
‘wadah’ pencarian ketenangan dan hakekat kehidupan.&lt;br /&gt;

Identifikasi kebudayaan Bali dengan ke-Hindu-an memang telah menjadi 
rahasia umum. Identitas ke-Hindu-an itulah yang seakan&amp;nbsp; menutupi adanya 
variasi dalam kebudayaan Bali. Bagi masyarakat awam diluar Bali, 
sepintas memang tidak dapat melihat adanya berbagai varian dalam 
kebudayaan masyarakat Bali. Namun, faktanya secara sosio-kultural 
kebudayaan Bali terbagi dalam dua sub-kultur, yakni Bali Aga dan Bali 
Majapahit. Apa sesungguhnya perbedaan mendasar dari kedua ‘kutub’ budaya
 tersebut?&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Dampak Invasi Majapahit &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Masyarakat pendukung kebudayaan Bali Aga merupakan sebagian dari 
orang Bali yang tidak atau kurang mendapat pengaruh dari kebudayaan 
Jawa-Majapahit dan agama Hindu Dharma (Danandjaja, 1985). Masyarakat 
Bali Aga berdomisili di daerah pegunungan serta pedalaman, karena itu 
dinamakan Aga yang dalam kamus bahasa Kawi&amp;nbsp; artinya gunung. &amp;nbsp;Sembiran, 
Trunyan, Tigawasa, Pedawa dan Pegringsingan adalah beberapa desa yang 
didiami masyarakat Bali Aga. Desa-desa tersebut berada di Kabupaten 
Buleleng dan Kabupaten Karangasem. Masyarakat Bali Aga atau Bali Mula 
dapat disebut juga sebagai penduduk asli Pulau Bali sebelum datangnya 
pengaruh kebudayaan Jawa-Majapahit yang kental nuansa Hindu-Dharma.&lt;br /&gt;

Sementara masyarakat Bali Majapahit atau wong Majapahit adalah 
masyarakat Bali yang telah terpengaruh budaya Jawa-Majapahit pasca 
invasi Majapahit ke pulau tersebut. &amp;nbsp;Kitab Negarakertagama mencatat 
invasi Majapahit terjadi ditahun 1343 dibawah pimpinan Patih Gajah Mada,
 yang ketika itu tengah berusaha mewujudkan sumpahnya untuk 
mempersatukan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;(baca: menaklukkan) nusantara atau yang lebih 
dikenal dengan istilah&amp;nbsp; “Sumpah Palapa”. Wong Majapahit merupakan bagian
 terbesar dari populasi di Pulau Bali kini. Mereka tinggal didaerah 
dataran rendah serta membentuk kebudayaan yang kental dengan nuansa 
Hindu Majapahit (Bagus, 1999).&lt;br /&gt;

Perbedaan yang mendasar antara masyarakat Bali Aga dengan Bali 
Majapahit terlihat pada sistem sosialnya. Orang Bali Aga sejak masa 
sebelum datangnya invasi Majapahit hingga kini tidak mengenal sistem 
kasta dalam tatanan masyarakatnya. Pada masa Bali kuno/pra-Majapahit, 
struktur masyarakat ketika itu diisi oleh empat kelompok yang dikenal 
dengan Catur Varna dalam agama Hindu, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya 
dan Sudra. Pembagian masyarakat pada masa Bali kuno yang disebut sistem 
Catur Varna tersebut lebih bersifat fungsional-horizontal, bukan 
genetis-vertikal seperti sistem kasta dalam masyarakat India.&lt;br /&gt;

Sistem Catur Varna yang sifatnya horizontal perlahan mulai pudar 
pasca masuknya pengaruh Majapahit melalui invasi tahun 1343. Sebagaimana
 yang kita ketahui, sistem kemasyarakatan Majapahit berbasis pada 
tatanan feodal-prebendal yang hirarkis sifatnya. Hal ini bercampur baur 
dengan sistem kasta yang juga menonjol dalam tatanan masyarakat 
Majapahit.&lt;br /&gt;

Oleh karena hegemoni budaya Majapahit itulah, sistem sosial Bali 
mulai berubah menuju pada sistem Wangsa yang mirip dengan kasta di 
India. Kategorisasi sosial ditentukan oleh garis keturunan dengan 
mobilitas antar kelompok yang tertutup. Dalam perkembangan selanjutnya, 
sistem Wangsa digunakan sebagai instrumen diskriminatif dari kalangan 
petinggi Majapahit terhadap orang Bali Aga yang masih melanjutkan sistem
 budaya egaliter Bali kuno. Sistem wangsa dipakai penguasa Majapahit 
untuk membedakan wong Majapahit yang diberi perlakuan istimewa (misalnya
 dalam distribusi pengairan &lt;em&gt;subak&lt;/em&gt;) dengan orang Bali Aga yang sudah terdesak ke daerah pegunungan.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Perlawanan Kultural&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Meskipun zaman keemasan Majapahit yang mengakibatkan polarisasi dalam
 masyarakat Bali telah berlalu, namun egalitarianisme masyarakat Bali 
Aga tetap terjaga. Sampai sekarang, niscaya tidak akan ditemukan adanya 
susunan masyarakat Bali Aga yang terstratifikasi dalam kasta atau kelas 
secara&amp;nbsp; kaku dan dengan batasan antar kelas yang tegas. Sistem sosial 
masyarakat Bali Aga yang egaliter dan demokratis masih tetap 
dipertahankan hingga kini di desa-desa tempat orang-orang Bali Aga 
bermukim. Penelitian etnografi yang dilakukan James Danandjaja di salah 
satu desa Bali Aga, Trunyan, pada tahun 1975 menemukan fakta mengenai 
kehidupan sosial yang demokratis dalam interaksi antara warga dan 
pimpinan desa tersebut. Bahkan pernah terjadi ‘pembangkangan’ warga desa
 terhadap keputusan pemimpin desa untuk mengadakan upacara &lt;em&gt;purnama kepitu&lt;/em&gt; yang dianggap sepihak oleh warga desa (Danandjaja, 1985).&lt;br /&gt;

Situasi masyarakat Bali Aga yang tetap &lt;em&gt;survive &lt;/em&gt;dengan 
kebudayaan Bali Mula dapat dilihat sebagai perlawanan kultural terhadap 
hegemoni budaya Majapahit. Salah satu bentuk perlawanan kultural yang 
lainnya adalah penggunaan bahasa Bali yang berbeda dengan bahasa yang 
digunakan masyarakat Bali &lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt;. &amp;nbsp;Masyarakat Bali Aga 
menggunakan bahasa Bali yang dianggap kasar oleh kebanyakan orang Bali 
(Majapahit), yakni bahasa Bali nista. Orang Bali Aga tidak mengenal 
tingkatan bahasa seperti layaknya masyarakat Bali pada umumnya yang 
telah terpengaruh budaya feodalisme Majapahit.&lt;br /&gt;

Dalam suprastruktur masyarakat feodal, strata bahasa memang kerap 
dijumpai karena berfungsi sebagai simbol keagungan atau prestise 
kalangan elit feodal dalam masyarakat bersangkutan. Hal yang sama juga 
terjadi pada masyarakat Bali di dataran rendah yang terkontaminasi 
budaya feodal Majapahit. Demikian juga halnya dengan masyarakat Sunda 
Priangan yang pernah dijajah oleh kekuasaan feodal Mataram, hingga 
akhirnya mengenal &lt;em&gt;undak-unduk basa&lt;/em&gt; hingga kini.&lt;br /&gt;

Dimasa kini, konflik kultural antara orang Bali Aga dengan wong 
Majapahit sudah tidak ‘sepanas’&amp;nbsp; dahulu lagi, oleh karena sistem wangsa 
dikalangan penduduk Bali majapahit pun telah meluntur secara perlahan. 
Namun, pranata-pranata feodal seperti penggunaan nama, kategorisasi 
sosial berdasarakan keturunan dan strata bahasa masih ditemukan pada 
masyarakat Bali Majapahit. Bahkan stigmatisasi terhadap orang Bali Aga 
sebagai orang yang masih belum beragama Hindu secara ‘penuh’ masih kerap
 ditemukan dikalangan orang Bali Majapahit. Dan pada saat yang bersamaan
 pula, masyarakat Bali Aga tetap mempertahankan karakteristik 
kebudayaannya yang egaliter, demokratis dan sosialistis.&lt;br /&gt;

*) &lt;em&gt;Penulis adalah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia 
(GMNI) cabang Sumedang dan alumni Antropologi Universitas Padjajaran 
(Unpad)&lt;/em&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/3496332358918790506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/budaya-egaliter-masyarakat-bali-aga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/3496332358918790506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/3496332358918790506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/budaya-egaliter-masyarakat-bali-aga.html' title='Budaya Egaliter Masyarakat Bali Aga'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-2441129799218554800</id><published>2012-07-29T15:03:00.003+07:00</published><updated>2012-07-29T15:03:52.037+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Raja Bali Kuno pra Ekpansi Majapahit Tahun 1343</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Prasasti adalah
ketetapan resmi yang dikeluarkan oleh para raja Bali Kuno. Prasasti menjelaskan
tentang aturan yang telah disepakati bersama. Teks prasasti jarang menjelaskan
tentang asal usul keturunan para raja itu. Karena tidak dijumpai secara pasti nama
keturunannya, juga secara parsial terputus tahun prasasti yang dikeluarkan dari
raja satu ke raja yang lain, maka menimbulkan berbagai macam penafsiran tentang
kisah peristiwa apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka terdahulu. Adakah
hubungan kekerabatan antara raja satu dengan raja sebelumnya, berapa lama
mereka berkuasa, tahun berapa mereka meninggal dan dimana dicandikan? Adakah
terjadi pengambilalihan kekuasaan secara paksa dari kerabat dekat raja maupun
dari orang luar?
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3945336945932191236&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Sejarah
pemerintahan raja-raja Bali Kuno, tidak ditemukan peralihan kekuasaan dengan
cara paksa, dalam arti jika sang raja meninggal, tapuk pemerintahan akan
digantikan oleh istri dan atau anaknya. Apabila sang anak masih kecil, belum
cukup umur untuk berkuasa, maka akan digantikan oleh sang paman atau kerabat
dekat raja yang lain. Apabila ‘buntu’ tak ada yang mau menggantikan, maka akan
dipakai metode yang lain, melaui jalan ‘niskala’, dengan jalan minta petunjuk “&lt;i&gt;nedunang
ida bhatara”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Hal seperti ini terlihat dalam teks Purana Pura Puseh
Gaduh, Blahbatuh, dimana Sri Pasung Gerigis, seorang&amp;nbsp;&lt;i&gt;nyuklabrahmacari&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tidak
kawin seumur hidup), untuk mencari penggantinya sebagai orang suci di Pura
Lempuyang, Gamongan, Karangasem.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Setelah terkumpul
salinan naskah-naskah kuna itu, lalu kita telisik, prasasti satu dengan yang
lain dirunut menurut angka tahun dan nama raja yang mengeluarkan prasasti itu.
Kadang-kadang terlihat nama samar, dengan perkataan lain, beda nama tetapi
orangnya satu, misalnya, antara Raja Sri Jayasakti, Sri Gnijaya Sakti, Sri
Gnijaya dan Sri Ragajaya. Masa pemerintahan ke empat nama raja ini, menurut
tahun Prasasti dan Purana, yang dikeluarkan berkisar tahun 1119–1177 Masehi.
Dalam prasasti nama Sri Gnijaya Sakti dan Sri Gnijaya tidak muncul, jadi tidak
ada prasasti yang dikeluarkan, sebagaimana umumnya raja raja yang lain. Begitu
pula dengan raja Sri Ragajaya, hanya mengeluarkan satu prasasti yang disebut
Prasasti Tejakula, tahun Isaka 1077/1155 Masehi. Sedangkan Raja Sri Jayasakti
mengeluarkan prasasti terakhir pada tahun Isaka 1072/1150 Masehi, yang disebut
Prasasti Sading Kapal. (Poeger, 1964:105). Tetapi dalam naskah Purana Bali
Dwipa, Piagem Dukuh Gamongan, Prasasti Pura Puseh, Sading, Kapal, Purana Pura Batu
Karu, Purana Pura Pucak Bukit Gede, dan beberapa naskah lainnya, akan terlihat
jelas kisah kehidupan para raja Bali Kuna itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Teks Piagem Dukuh
Gamongan dan Prasasti Pura Puseh Sading, Kapal, nama raja Sri Jayasakti identik
dengan Sri Gnijaya Sakti, begitu juga putranya diberi nama sama dengan ayah
kandung Sri Gnijaya juga (tanpa ident&amp;nbsp;&lt;i&gt;sakti&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di belakang
namanya). Sedangkan nama Sri Ragajaya tidak muncul dalam purana manapun, Dalam
kamus Jawa Kuna (Zoetmulder, 1994:899), kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;raga&amp;nbsp;&lt;/i&gt;artinya&amp;nbsp;&lt;i&gt;warna
merah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Warna merah identik dengan warna&amp;nbsp;&lt;i&gt;Api&amp;nbsp;&lt;/i&gt;atau&lt;i&gt;&amp;nbsp;Gni.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Dari
analisis ini raja Sri Ragajaya adalah nama lain dari Sri Gnijaya, raja ini
banyak menjadi titik awal dalam penulisan&amp;nbsp;&lt;i&gt;piagem, purana, babad&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;prakempa&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;pamancangah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lainnya
yang ada di Bali masa kini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Demikian pula
setelah Raja Sri Aji Hungsu berkuasa muncul nama Sri Walaprabhu yang
menggantikannya. Raja Walaprabhu mengeluarkan tiga prasasti yang disebut
prasasti Babahan, Klandis, Babi A, menjadi raja Bali tahun 1079–1088 Masehi
(Semadi Astra, 1977:21).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Dalam purana, raja
&lt;b&gt;Sri Walaprabhu&lt;/b&gt; tidak muncul nama itu, yang muncul menggantikan Sri Aji Hungsu
adalah Sri Sakalindu Kirana, anak dari Sri Aji Hungsu yang beribu bangsawan.
Hanya satu prasasti yang dikeluarkan raja Sri Sakalindu Kirana yang disebut
prasasti Pengotan, Isaka 1010/1088 Masehi. Padahal dalam Purana Bali Dwipa,
Purana Pura Pucak Bukit Gede, raja Sri Sakalindu Kirana berkuasa selama 20
tahun dan digantikan oleh adiknya Sri Suradipa yang berkuasa selama 15 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Dengan demikian
Walaprabhu diperkirakan seorang janda yang menjadi raja, kemungkinan setelah
Sri Aji Hungsu meninggal, kemudian tapuk pemerintahan diganti oleh sang
permaisuri yang seorang janda, maka disebut&amp;nbsp;&lt;i&gt;Waluprabu&lt;/i&gt;. Atau
analisis lain, dalam Kamus Jawa Kuna, kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;walaprabhu&lt;/i&gt;berasal dari bahasa
sanskerta, dari urat kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;wala&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;prabhu,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Wala
artinya&amp;nbsp;&lt;i&gt;muda, kekanakan, tidak tumbuh atau belum berkembang penuh,
muncul baru, tolol, junior.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Prabhu artinya&amp;nbsp;&lt;i&gt;raja,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Jadi&lt;i&gt;walaprabhu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;artinya&amp;nbsp;&lt;i&gt;raja
muda, raja junior.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dengan demikian setelah Sri Aji Hungsu meninggal
tapuk pemerintahan digantikan oleh permaisuri bersama putri mahkota yang masih
kecil, bersama-sama menjadi penguasa Bali pada era itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Tetapi kebalikkan
dari purana ini yaitu dalam prasasti yang dikeluarkan oleh Sri Aji Hungsu
selalu menyebutkan,&amp;nbsp;&lt;i&gt;paduka haji anak wungsu kalih bhatari lumah ing
burwan, bhatara lumah ing banu wka,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;artinya, raja Sri Aji Hungsu
setiap mengeluarkan prasasti selalu mencantumkan almarhumah ibunya yang
dicandikan di Buruwan, dan almarhumah ayah yang dicandikan di Banyu Wka.
Sedangkan dalam&amp;nbsp;&lt;i&gt;purana&amp;nbsp;&lt;/i&gt;tidak muncul nama Sri Aji Hungsu
mengatasnamakan almarhum kedua orangtuanya yang dikebumikan di&amp;nbsp;&lt;i&gt;Bhurwan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Banu
Wka.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Yang dicandikan di Buruwan adalah Ibunda Sri Mahendradatta dan di
Banu Wka (Gunung Kawi) dicandikan ayahnda yaitu Sri Udayana.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Demikian pula
dengan nama raja &lt;b&gt;Sri Ajnadewi &lt;/b&gt;yang berkuasa setelah Sri Udayana. Hanya satu
prasasti dikeluarkan oleh raja Sri Ajnadewi yang disebut prasasti Sembiran,
tahun Isaka 938/1016 Masehi. Pertanyaannya siapakah Sri Ajnadewi? Di dalam
Purana Bali Dwipa, Sri Udayana meninggal dunia Isaka 940/1018 Masehi,
dicandikan di&amp;nbsp;&lt;i&gt;Banu Wka.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Sri Ajnadewi tidak muncul dalam purana
mana pun. Begitu pula dalam teks Purana Bali Dwipa, tertulis Sri Marakata
berkuasa bersama-sama ibunya sebagai penguasa Bali pada era itu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Sedangkan dalam
prasasti yang dikeluarkan tidak kelihatan bahwa raja &lt;b&gt;Sri Marakata&lt;/b&gt; berkuasa
bersama ibunya. Kalau boleh diartikan secara bebas, Sang Ajnadewi artinya
seorang dewi yang mahir dalam bidang ilmu waskita. Dalam dongeng serat&amp;nbsp;&lt;i&gt;calonarang&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang
ada di Bali, permaisuri Sri Udayana yang bernama Sri Mahendratta Gunaprya
Dharmapatni sering dihubungkan ahli dalam ilmu mistis. Raja ini dimakamkan di
Buruwan, dikuburanya terlukis arca Durga Mahisasura Wardhini. Arca ini
menguatkan dugaan orang bahwa Mahendradatta sebagai penganut ajaran-ajaran ilmu
gaib dan Dewi Durgalah yang menganugrahinya kesaktian. Jadi Sri Ajnadewi nama lain
dari Sri Mahendratta Gunapriya Dharmapatni.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Begitu pula Raja
Patih Kebo Parud dengan Raja Patih &lt;b&gt;Sri Jayakatong&lt;/b&gt; adik kandung dari Sri Pasung
Gerigis. Dalam prasasti Pengotan, tahun Caka 1218/1296 Masehi dan prasasti
Sukawana, tahun Caka 1222/1300 Masehi, yang dikeluarkan oleh Raja Patih
Makakasir Kebo Parud, berisikan persoalan Desa Kedisan dan Desa Sukawana yang
terletak di perbatasan Balingkang. Sedangkan menurut buku Negarakertagama
dikatakan bahwa pada tahun 1284 raja Kertanegara telah menyerang Bali dan
rajanya ditawan. Sayang sekali dalam buku Negara Kertagama tidak disebutkan
siapa nama raja Bali itu. Dalam Purana Bali Dwipa dijelaskan raja Kertanegara
ingin mengusai Bali yang tatkala itu menjadi senapati Bali adalah&amp;nbsp; Raja
Patih Kebo Parud. Dalam Piagem Dukuh Gamongan dijelaskan tahun Caka 1238/1318
Masehi, Sri Jayakatong sebagai penguasa di kerajaan Batahanar dan mendirikan
Pura Gaduh, Blahbatuh. Setelah raja patih Sri Jaya Katong yang menjadi raja
adalah Sri Taruna Jaya, Sri Masula-Masuli dan Sri Astasura Ratna Bumi Banten,
raja akhir Bali Kuno.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Dari acuan di atas secara tegas menyebutkan yang menjadi pimpinan
pemerintahan saat itu seorang Patih atau seorang Senapati bawahan raja yang
mewakili dikeluarkannya prasasti tersebut diatas. Dalam skema silsilah Sri
Karang Buncing bahwa Raja Patih Kebo Parud menjadi pucuk pimpinan setelah raja
Sri Indracakru yang disebut juga Sri Sidhimatra, nama sama dengan sang ayah
setelah menjalani hidup suci. Raja Sri Indracakru menggantikan kakaknya yaitu &lt;b&gt;Sri
Dewa Lancana&lt;/b&gt;. Dimana putra dari Sri Dewa Lencana yaitu Sri Taruna Jaya masih
kecil yang semestinya menggantikan ayahnya. Karena kesenangan Sri Indracakru
(Sri Sidhimantra) melakukan hidup suci mengikuti jejak para leluhur sebelumnya.
Untuk menjalani roda pemerintahan diwakili oleh putranya yang nomor dua yaitu
Sri Jaya Katong. Yang kemungkinan tatkala menduduki tapuk pemerintahan Sri Jaya
Katong diberi gelar Raja Patih Makakasir Kebo Parud. Setelah Sri Taruna Jaya
cukup umur untuk menjadi raja maka Sri Jaya Katong pun melakukan hidup suci
dengan mendirikan Pura Gaduh di Blahbatuh. Sri Jaya Katong merupakan cikal
bakal berdirinya kerajaan baru yang disebut Batahanar artinya istana baru,
dimana sebelumnya kerajaan Bali Kuno masih berada di Bali Utara, disebut
kerajaan Singamandawa, sekarang menjadi nama kota Singaraja. Perkembangan
selanjutnya pusat kerajaan menyebar ke selatan daerah Pejeng, Bedulu dan
Blahbatuh. Argumentasi lain pada era Kebo Parud muncul nama Kebo Iwa merupakan
anak didik dari Sri Jaya Katong. Jadi Kebo Parud bukan seorang patih dari Jawa.
Dimana beberapa penekun sastra menafsirkan Kebo Parud seorang patih dari
kerajaan Singosari. Yang dipengaruhi oleh Kerajaan Singasari terhadap Bali
adalah penyebaran paham baru yang disebut agama Bhairawa. Peninggalan paham
Bhairawa sangat kentara pada masa kini dengan adanya peninggalan Patung Bhima
di Pura Kebo Edan, Pejeng dan Patung Arca&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pangulu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(patung
kepala) di Pura Puseh Gaduh, Blahbatuh dan beberapa tinggalan lain yang
tersebar di wilayah Gianyar. Dalam Piagem Dukuh Gamongan disebutkan Arca
Pangulu&amp;nbsp;&lt;i&gt;maka lingganira hyang wawudateng&amp;nbsp;&lt;/i&gt;artinya patung kepala
merupakan simbol suci tuhan ajaran baru era itu. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Begitu pula dengan
nama Sri Taruna Jaya identik dengan Sri Jayasunu. Catatan prasasti tembaga di
Banjar Srokodan, Perbekel Abuan, Susut, Bangli, dialih aksara dan diterjemahkan
oleh Putu Budiastra, disebut prasasti Srokodan (Bhatara Guru), satu-satunya
prasasti yang dikeluarkan oleh Sri Taruna Jaya, tahun Isaka 1246/1324 Masehi
untuk desa Hyang Putih dan sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Tetapi dalam Piagem
Dukuh Gamongan, Sri Dewa Lencana menurunkan putra Sri Taruna Jaya. Tidak muncul
Sri Taruna Jaya menurunkan putra&amp;nbsp;&lt;i&gt;buncing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kembar laki
perempuan) Sri Masula dan Sri Masuli (Prabhu buncing). Dalam Purana Bali Dwipa
muncul Sri Jayasunu mempunyai putra buncing bernama Sri Masula dan Sri Masuli
menjadi raja Bali tahun 1324 Masehi. Sri Jayasunu satupun tidak mengeluarkan
prasasti sebagai mana raja yang lain. Sedangkan dalam salinan lontar Aji Murti
Siwasasana ning Bwana Rwa, milik Desa Pakraman Gamongan, muncul nama Sri
Jayasunu yang mengeluarkan pedoman itu disaat rapat besar di Majapahit. Dan
beberapa&amp;nbsp;&lt;i&gt;purana&amp;nbsp;&lt;/i&gt;lain muncul nama Sri Jayasunu yang menjadi
pedoman awal dalam penulisan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Salinan lontar &lt;b&gt;Aji
Murti Siwa Sasana&lt;/b&gt; dan Purana Bali Dwipa tersebut diatas tidak secara tegas
tahun berapa naskah itu ditulis, siapa yang dimaksud dengan Sri Jayasunu?
Siapakah orang tua Sri Jayasunu? Kamus Jawa Kuna, oleh P.J. Zoetmulder
(1994:1147),&amp;nbsp;&lt;i&gt;sunu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;artinya&amp;nbsp;&lt;i&gt;putra, anak, keturunan.&amp;nbsp;Jadi
Sri Jayasunu artinya raja keturunan Jaya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Tidak terdapatnya
prasasti-prasasti Bali yang dikeluarkan oleh raja Sri Jayasunu, membuat
kekaburan perjalanan sejarah keturunan raja-raja Bali Kuno. Yang dimaksud
keturunan Jayasunu (turunan jaya) disini adalah turunan dari &lt;b&gt;Sri Jayasakti&lt;/b&gt; nama
lain Sri Gnijaya Sakti yang menjadi raja Bali pada tahun Isaka 1041/1119
Masehi, yang menurunkan 5 putra. Putra ke dua dari Sri Jaya Sakti bernama &lt;b&gt;Sri
Maha Sidhimantradewa&lt;/b&gt;, menurunkan putra bernama &lt;b&gt;Sri Dewa Lencana&lt;/b&gt;, menurunkan
putra Sri Taruna Jaya. Dengan demikian &lt;b&gt;Sri Taruna Jaya&lt;/b&gt; adalah turunan Jaya
juga, tiga generasi setelah &lt;b&gt;Sri Jaya Sakti&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Dari analisis ini&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sri
Jayasunu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah turunan Jaya versi&amp;nbsp;&lt;i&gt;purana&lt;/i&gt;, identik
dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sri Taruna Jaya&lt;/i&gt;&amp;nbsp;turunan Jaya versi Prasasti Srokodan
dan Piagem Dukuh Gamongan.&amp;nbsp;Demikian juga dengan putra dari Sri Jayasunu
yaitu &lt;b&gt;Sri Masula-Sri Masuli&lt;/b&gt;, dalam prasasti satu pun tidak ada disebutkan atas
nama Sri Masula-Sri Masuli, dalam purana Bali Dwipa setelah menjadi raja beliau
disebut Bhatara Mahaguru Dharma Hutungga Warmmadewa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Demikian juga
dengan putra Sri Masula Masuli yaitu &lt;b&gt;Sri Tapa Hulung&lt;/b&gt; nama lain Sri Batu Ireng
setelah menjadi raja bergelar &lt;b&gt;Sri Astasura Ratna Bumi Banten&lt;/b&gt;, menjadi raja Bali
tahun Isaka 1250/1328 Masehi, nama kerajaan Batahanar. Jikalau data awal
penulisan bersumber dari Purana dan Babad, maka nama Sri Batu Ireng atau Sri
Tapa Hulung satu pun tidak ada mengeluarkan prasasti sebagaimana layaknya
raja-raja yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Demikian juga
dengan Sri Kbo Iwa dan Sri Karang Buncing. Dalam mitologi yang dikenal
masyarakat Bali hingga kini, Kebo Iwa adalah seorang patih sakti pada masa
akhir Bali Kuno. Ia digambarkan seorang lelaki bertubuh besar, tinggi, gagah
perkasa serta sakti. Kebo Iwa disebut-sebut bertempat tinggal di Blahbatuh,
sebelah baratdaya kota Gianyar. Selain sebagai patih sakti, Kebo Iwa dikenal
juga sebagai seorang arsitek (&lt;i&gt;undagi&lt;/i&gt;). Banyak bangunan-bangunan kuno
sebagai hasil karyanya. Tetapi dalam prasasti yang dikeluarkan Raja Sri
Astasura Ratna Bumi Banten, satu pun tidak muncul nama Kebo Iwa sebagai
mahapatih kerajaan Badhahulu dan kisah kehidupannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Secara administratif, dalam Prasasti Langgahan, Isaka
1259/1337 Masehi, yang dikeluarkan oleh Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten,
terdapat beberapa senapati (mahapatih) kerajaan yang menyaksikan dikeluarkannya
prasasti dikala itu, antara lain,&amp;nbsp;senapati kuturan makakasir mabasa sinom(sang
mahapatih di wilayah kuturan bernama makakasir mabasa sinom),&amp;nbsp;sang
senapati sarbwa makakasir candri lengis, sang senapati wrasanten makakasir
jagatrang, sang senapati dinganga makakasir gagak lpas,&amp;nbsp;dan beberapa
senapati lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kebo Iwa hanyalah sebagai penjaga pos keamanan untuk daerah Batahanar dan Blahbatuh
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ki Tambyak penjaga pos keamanan di Jimbaran
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ki Bwahan di Batur
Si Tunjung Tutur di Tenganan
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ki Pasung Grigis di Tengkulak, serta para ksatria lainnya yang menyebar di jagat Bali.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Sedangkan dalam purana, prakempa, babad,
pamancangah,&amp;nbsp;lainnya Kbo Iwa adalah mahapatih kerajaan Badhahulu.
Sedangkan dalam Purana Pura Luhur Pucak Padang Dawa, Kebo Iwa diberi sebutanbhatara
amurbeng rat, dewa gede kebo iwa, bhatara gede sakti, bhatara guru,&amp;nbsp;dan
sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Demikian juga dengan Sri Karang Buncing, karena&amp;nbsp;nyineb
wangsa&amp;nbsp;(menutup asal usul), sehingga dalam kehidupan sosial di masyarakat
ada menyebut,&amp;nbsp;arya karang buncing, gusti karang buncing, prabali karang
buncing, pasek karang buncing, sri arya karang buncing, karang gaduh, bendesa
karang buncing, arya kedi dan soroh karang,&amp;nbsp;lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Sekilas dapat disimpulkan, bila penulisan awal sejarah
Bali hanya bersumber dari prasasti prasasti yang dikeluarkan oleh raja yang
bersangkutan, akan terlihat mereka berkuasa sangat pendek, ini terlihat
berdasarkan awal dan akhir tahun prasasti yang dikeluarkan. Dalam prasasti
tidak tertulis hubungan kekerabatan raja satu dengan raja yang lainnya, dan
tidak kelihatan kisah kehidupan mereka. Sedangkan dalam&amp;nbsp;purana&amp;nbsp;kadang-kadang
mereka berkuasa melebihi dari prasasti-prasasti yang dikeluarkan, serta asal
asul dan kisah peristiwa yang terjadi kepadanya sangat jelas. Sedangkan apabila
hanya&amp;nbsp;purana, piagem, babad, prakempa, pemancangah&amp;nbsp;yang dipakai
pedoman dalam penulisan awal sejarah Bali tanpa didukung data sejarah yang
dikeluarkan pada zaman orangnya sendiri maka teks itu akan mengambang dalam
arti masih diragukan kebenarannya. Hanya orang-orang penting yang berkuasa pada
zamannya akan tercatat dalam buku sejarah Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Sri Kbo Iwa dan Sri Karang Buncing banyak mempunyai nama
samar, tergantung masyarakat hendak menggambarkan beliau itu dari sisi yang
mana, apakah kisah kehidupannya mau dimitoskan, dilecehkan, dipolitisir,
dibudayakan, disucikan, atau dihilangkan dan sebagainya, tentunya akan
berdampak mendoktrin pikiran generasi selanjutnya tentang perjalanan sejarah
Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;

Runutan nama raja yang berkuasa di Bali, bersumber dari Prasasti,  
Purana,  Piagem,  Babad,  Prakempa  dan  Pamancangah  lainnya, berikut:
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sri Kesari Warmmadewa (isaka 804-835) 
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Ugrasena (isaka837-858)
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Haji Tabanendra Warmmadewa (877-889).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Jaya Singa Warmmadewa(isaka 892).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Janasadhu Warmmadewa(isaka 897).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Maharaja Cri Wijaya Mahadewi (isaka 905).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Dharmodayana Mahendradata (isaka 911-933).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Sang Ajnadewi (isaka 938)
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Wardana Marakata (isaka 944-948).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Haji Hungsu (isaka 971-999).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Walaprabu (isaka 1001-1010).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Sakalindu Kirana (isaka 1010-1023).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Suradhipa (isaka 1037-1041).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Jayasakti (isaka 1055-1072).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Gnijaya (isaka 1072-1077).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Ragajaya (isaka 1077-1099).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Maharaja Haji Jayapangus (isaka 1099-1103).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Hekajaya Lancana (isaka 1103-1122).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Adi Kuti Ketana (isaka 1122-1126).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Adi Dewa Lancana (isaka 1126-).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Indra Cakru (isaka 1172).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rajapatih Makakasir Kebo Parud (isaka1206-1214).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rajapatih Sri Jaya Katong (isaka 1214-1218).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Taruna Jaya (isaka 1226).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Masula-Masuli (isaka1246-1250).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Astasura Ratna Bumi Banten (isaka 1259-1265).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Expansi Majapahit (isaka 1265/1343 M).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kyayi Agung Pasek Gelgel (isaka 1265-1272).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalem Samprangan (isaka 1272).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalem Gelgel/Sri Kresna Kepakisan (isaka1302).
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalem Waturenggong (isaka 1382).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/2441129799218554800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/raja-bali-kuno-pra-ekpansi-majapahit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2441129799218554800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2441129799218554800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/raja-bali-kuno-pra-ekpansi-majapahit.html' title='Raja Bali Kuno pra Ekpansi Majapahit Tahun 1343'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4812155821016756804</id><published>2012-07-29T15:02:00.000+07:00</published><updated>2012-07-29T15:02:04.304+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Sejarah Kerajaan Bali Kuno Sebelum Kedatangan Majapahit</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;item-page&quot;&gt;

 &lt;h2&gt;

   
  
  &lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;float: right; overflow: hidden; padding-top: 10px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;border: none; float: left; margin-left: 10px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;IN-widget&quot; style=&quot;display: inline-block; line-height: 1; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;display: inline-block ! important; font-size: 1px ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important; text-indent: 0px ! important; vertical-align: baseline ! important;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3945336945932191236&quot; id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0-link&quot;&gt;&lt;span id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0-logo&quot;&gt;in&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0-title&quot;&gt;&lt;span id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0-mark&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801535_0-title-text&quot;&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;display: inline-block ! important; font-size: 1px ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important; text-indent: 0px ! important; vertical-align: baseline ! important;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;IN-right IN-hidden&quot; id=&quot;li_ui_li_gen_1343548801555_1-container&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Sumber : Gajah Mada google.com&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.pandawalimatour.com/portal/images/stories/remote/http--upload.wikimedia.org-wikipedia-id-2-25-Gajah_Mada.jpg&quot; style=&quot;border: 0; float: left; margin-bottom: 0px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 0px;&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;Selasa,
 8 November 2011. Bali pada jaman dahulu kala dikenal sebagai Pulau 
Dewata. Sebelum kedatangan Majapahit, terdapat sebuah kerajaan yang 
muncul pertama kali di Bali yaitu sekitar 914 Masehi. Ini diketahui dari
 sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Blanjong Sanur. Prasasti itu 
berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya “Khesari 
Warmadewa” memiliki istana yang ada di Singhadwala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khesari 
Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M - 942 Masehi. Setelah 
meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu.
 Ugrasena lalu digantikan oleh Jayasingha Warmadewa (960 M - 975 M). 
Dalam masa pemerintahannya, raja Jayasingha membangun dua pemandian di 
Desa Manukaya, yang letaknya sekarang di dekat istana negara Tapak 
Siring.
 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Jayasingha Warmadewa digantikan oleh Raja Jayasadhu 
Warmadewa (975 M - 983 M). Setelah wafat beliau digantikan oleh seorang 
Ratu yang bernama Sri Maharaja Sriwijaya Mahadewi (983 M - 989 M). 
Sesudahnya digantikan oleh Dharmodayana (989 M - 1011 M) yang disebut 
juga Raja Udayana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Udayana menikah dengan 
Gunapriayadharmapatni alias Mahendradatta dari kerajaan Medang Kemulan 
Jawa Timur. Dari perkawinannya menghasilkan 3 orang anak yaitu : 
Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Kemudian Airlangga menikah dengan 
putri Raja Dharmawangsa (raja Jawa Timur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Marakata 
menggantikan Raja Udayana sebab Airlangga berada di Jawa Timur. Raja 
Udayana wafat dan abu jenazahnya dicandikan di Banu Wka. Marakata diberi
 gelar Dharmawangsa Wardana Marakatta Pangkajasthana Uttunggadewa yang 
memerintah di Bali dari 1011 - 1022. Beliau Kemudian digantikan oleh 
Anak Wungsu (1049 - 1077) yang memerintah selama 28 tahun. Selama 
pemerintahannya, keadaan negara aman tenteram. Anak Wungsu tidak 
memiliki keturunan dan meninggal tahun 1077 dan didharmakan di Gunung 
Kawi dekat Tampak Siring Gianyar Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anak Wungsu 
meninggal, Kerajaan di Bali tetap mengadakan hubungan dengan raja-raja 
di Jawa. Dan ada dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja
 Bedahulu atau yang kenal dengan nama Mayadenawa, yang memiliki seorang 
patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahapatih Gajah
 Mada dari kerajaan Majapahit kemudian datang ke Bali untuk menaklukan 
Bali di bawah kekuasaan Majapahit. Namun upaya ini tidak berjalan mulus 
karena Patih Gajah Mada tidak mampu mengalahkan Patih Kebo Iwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah
 Mada kemudian mengajak Ki Kebo Iwa ke Jawa. Di sana Kebo Iwa diperdaya 
dan akhirnya Kebo Iwa dikubur hidup-hidup di dalam sumur dengan tanah 
dan batu. Namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan
 cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur 
balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya Patih Kebo Iwa menyerahkan diri
 sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian Ki 
Kebo Iwa, barulah Bali dapat ditaklukan oleh Gajah Mada pada tahun 1343.
 Setelah Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit, sebagian penduduk Bali
 Kuno melarikan diri ke daerah pegunungan yang kemudian disebut penduduk
 “Bali Aga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini keberadaan mereka dapat dijumpai di 
beberapa daerah di Bali seperti di desa Tenganan Karangasem, desa Pedawa
 di Buleleng, desa Trunyan di Bangli, dan beberapa desa Bali Aga yang 
lainnya. Mereka memiliki pakaian adat sendiri yang khas dimana bahan dan
 bentuknya sedikit berbeda dengan pakaian adat Bali pada umumnya. 
(litbang bbcom/berbagai sumber)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4812155821016756804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/sejarah-kerajaan-bali-kuno-sebelum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4812155821016756804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4812155821016756804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/sejarah-kerajaan-bali-kuno-sebelum.html' title='Sejarah Kerajaan Bali Kuno Sebelum Kedatangan Majapahit'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-7961041349474213207</id><published>2012-07-29T15:00:00.003+07:00</published><updated>2012-07-29T15:00:37.041+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Bali : Kuno dan Modern</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;single-title&quot;&gt;
&lt;/h1&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hampir
 semua penduduk didunia ini pasti mengenal Bali dengan baik. Bali 
merupakan suatu pulau yang tidak dapat dipungkiri keunikannya dan 
keindahannya yang bersumber dari kebudayaan setempat berpadu dengan 
keindahan alamnya. Nama pulau ini mungkin bisa dikatakan jauh lebih 
masyur dibandingkan dengan nama Indonesia sendiri yang sebenarnya 
merupakan induk dari pulau ini.Keunikan dan keindahan Bali sudah 
tersebar sejak jaman nenek moyang. Hingga kini Bali masih memancarkan 
pesonanya, walau pancaran pesonanya kini jauh berbeda dengan pancaran 
pesona masa lampau. Dulu Bali terkenal dengan seni budayanya yang sakral
 dan keutuhan budaya leluhur yang masih ditanam sempurna dan 
diaplikasikan dalam norma kehidupannya. Lihat saja, sebagian besar warga
 Bali pedesaan masih menanamkan secara ketat budaya leluhurnya dengan 
sistem-sistem yang ada. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kini budaya 
leluhur tersebut sudah mulai terkikis dengan kemoderenan jaman. 
Kebudayaan yang kental tersebut dianggap sebagai suatu aset yang 
bernilai jual yang berharga sehingga berdatanganlah para pelancong dari 
seluruh pelosok dunia. Lambat laun Bali semakin terkenal seperti kini. 
Namun keterkenalannya itu mulai merambah ke berbagai aspek, bukan hanya 
di budaya saja tetapi merambah ke aspek hiburan. Beragam fasilitas 
hiburan yang mengusung tema kebudayaan yang modern mulai merambah Bali 
sehingga jujugan para pelancong kini semakin bergeser kearah hiburan dan
 eksplorasi alam. Lihat saja, seminyak-kuta dan banyak lagi pesisir Bali
 kini menggeliat menjadi icon wisata di Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kawasan hiburan dan pusat perbelanjaan 
yang berupaya mengusung tema seni juga menjadi jujugan pelancong. 
Pelancong menjadi sangat konsumtif di Bali dan Balipun menggeliat dan 
mulai terlena dengan icon wisata seperti itu yang dianggap 
menguntungkan. Tanpa disadari, geliat semacam itu justru membuat kita 
sebagai pelancong seakaan terlena dengan fasilitas hiburan yang 
ditawarkan tanpa memandang aspek budaya dan sejarah setempat yang 
sebenarnya&amp;nbsp; merupakan awal mula dari ketenaran Bali itu sendiri. Kalau 
saya ambil contoh simple, ketika pelancong belanja di pasar seni 
sukawati kebanggaan yang mereka dapatkan adalah : seberapa murah harga 
barang seni yang berhasil mereka tawar tanpa&amp;nbsp; mau tahu asal,nama dan 
jenis barang seni tersebut. Serta tanpa menghiraukan seberapa sulit 
kehidupan para pengrajin seni yang merupakan pelestari budaya itu 
menciptakan hasil karya seni tersebut. Pelancong seakan-akan datang 
keBali bukan karena budayanya (seninya) tetapi karena kemurahan 
harganya. Mengenai budaya dan sejarah budaya itu sendiri, tidak ada yang
 mau tahu..pokoknya murah-pokoknya senang dan pokoknya sudah ke Bali. 
Padahal, hal yang paling penting yang harus diketahui dari Bali adalah 
budayanya dan sejarah budaya. Karena budaya itulah yang merupakan awal 
mula dan sumber kemajuan Bali seperti sekarang ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/para-punggawa-di-alun-alun.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1067&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/para-punggawa-di-alun-alun.jpg?w=300&amp;amp;h=187&quot; title=&quot;para-punggawa-di-alun-alun&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/ritual-agama.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1068&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/ritual-agama.jpg?w=300&amp;amp;h=223&quot; title=&quot;ritual agama&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Beberapa Foto Bali dari sisi budaya kerajaan dan budaya ritualnya masa lampau &lt;a href=&quot;http://iwbdenpasar.wordpress.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya, budaya dan sejarah budaya 
Bali sudah dilirik oleh banyak penulis dan peneliti dari luar negeri 
sejak jaman dahulu. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk
 menetap di Bali dan menjadi bagian dari keluarga Bali. Salah satunya 
adalah Ketut Tantri, perempuan bernama asli Muriel Stuart Walker ini 
merupakan warga negara Amerika Serikat kelahiran Inggris, seorang 
seniman yang suatu siang di tahun 1932 menonton film, &lt;em&gt;“Bali-The Last Paradise”&lt;/em&gt;
 di Hollywood. Begitu terkesannya, dia langsung jatuh cinta dengan Bali 
dan bertekad memulai hidup sebagai artis bohemian di sana.&amp;nbsp;Menurut 
cerita dalam bukunya &lt;a href=&quot;http://www.thebalitimes.com/2007/05/04/revealed-the-truth-behind-k%E2%80%99tut-tantri%E2%80%99s-revolt-in-paradise/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;em&gt;Revolt in Paradise&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
 nama Bali Ketut Tantri dia dapatkan dari keluarga angkatnya di 
Bali.Selain itu, film dokumenter tentang kebudayaan klasik Bali yang 
terkenal dengan tariannya dan gamelan cepatnya juga pernah dibuat pada 
tahun 1910 oleh pemerintahan Belanda. Film dokumenter lain tentang Bali 
kuno juga bisa diliihat melalui Youtube. Selain dianggap unik pada 
tarian dan gamelannya, keunikan budaya Bali lainnya adalah pada sistem 
kemasyarakatan (desa adat) dan arsitektur rumah di masing-masing desa. 
Beberapa buku terbitan luar negeri seperti &lt;em&gt;Balinese Character: A Photographic Analysis&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Margaret Mead, Gregory Bateson, and Highland Bali: Fieldwork Photographs of Bayung Gede (1936-1939)&lt;/em&gt;
 yang mengusung tema tentang kondisi pedesaan di Bali pernah 
diterbitkan. Beberapa buku dan hasil penelitian dalam&amp;nbsp; maupun luar 
negeri tentang budaya Bali juga banyak diterbitkan kemudian. Namun 
sayangnya hanya segelintir orang yang menyadari dan memahami 
kebudayaan-kebudaan tersebut.Padahal, kebudayaan tersebutlah yang 
merupakan cikal bakal dari perkembangan suatu wilayah. Perkembangan 
budaya Bali yang kita ketahui hingga kini tidak lepas dari campur tangan
 penduduk Bali itu sendiri yang kebanyakan membentuk suatu kelompok 
desa. Desa-desa itulah yang kemudian berkembang dan menciptakan suatu 
kebudayaan-kebudayaan yang memiliki ciri berbeda pada masing-masing 
desa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/penari_bali_1937.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1069&quot; height=&quot;189&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/penari_bali_1937.jpg?w=300&amp;amp;h=189&quot; title=&quot;penari_bali_1937&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/kartu-post-bali-kuno.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1070&quot; height=&quot;191&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/kartu-post-bali-kuno.jpg?w=300&amp;amp;h=191&quot; title=&quot;kartu post bali kuno&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/collectie_tropenmuseum_balinese_dansers_dansen_de_kc3a8tjak_tmnr_10004676.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1071&quot; height=&quot;186&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/collectie_tropenmuseum_balinese_dansers_dansen_de_kc3a8tjak_tmnr_10004676.jpg?w=300&amp;amp;h=186&quot; title=&quot;COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Balinese_dansers_dansen_de_kètjak_TMnr_10004676&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/z-08-jul-10-bali-nikola-drakulic-12-res-150.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignnone size-medium wp-image-1072&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;http://tantristory.files.wordpress.com/2012/03/z-08-jul-10-bali-nikola-drakulic-12-res-150.jpg?w=300&amp;amp;h=214&quot; title=&quot;Barong Bali&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Beberapa tarian Bali dan kebudayaan Bali masa lampau yang masih ada hingga kini. (sumber &lt;a href=&quot;http://devry.wordpress.com/2010/10/27/a7789ef88d599b8df86bbee632b2994d/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://tempodoeloe.wordpress.com/category/area-bali-tempo-doeloe/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://kritisfrombali.blogspot.com/2011/07/foto-bali-tempoe-doeloe.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;3&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arsitektur rumah adat di desa-desa diBali
 juga merupakan salah satu unsur budaya yang unik yang memiliki ciri 
khas tersendiri.Saya mengambil contoh tipe rumah saya di Bali. Berbeda 
dengan tipe rumah hunian modern masa kini, rumah saya masih menggunakan 
aturan-aturan masa lampau daerah setempat. Beberapa bangunan tersebar di
 petak tanah yang luas yang dibagi menjadi bangunan di masing-masing 
sisi mata angin. Sehingga di rumah saya terdapat Bale Daje (petak 
bangunan yang berada di Utara), Bale Dauh, Bale Delod, Bale dangin, Paon
 (Dapur), Sanggah (Tempat ibadah) dan Tebe (kebun luas di belakang 
rumah). Beberapa kawasan lain di Bali memiliki tipe rumah yang berbeda 
dengan tipe rumah di desa saya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh 
wilayah dan akar budaya yang berkembang di wilayah tersebut yang 
bersumber pada budaya desa tradisional Bali. Terdapat banyak desa 
tradisional di Bali yang tersebar di seluruh wilayah Bali. Desa 
tradisional tersebut hingga kini masih ada dan masih menggunaan 
sistem-sistem tradisional walau beberapa diantaranya sudah agak tergerus
 zaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Desa Bali Aga (Bali Pegunungan) adalah 
desa tradisional tertua di Bali. Penduduk aslinya merupakan nenek moyang
 orang Bali yang berasal dari keluarga besar Austronesia dan 
diperkirakan telah masuk ke Bali dua abad sebelum masehi (Mulono,1978). 
Dalam perkembangan berikutnya barulah masuk orang imigran dari Jawa yang
 melahirkan tipe desa Apanaga. Orang-orang Bali yang termasuk kedalam 
kelompok Bali Aga adalah mereka yang berdiam di Pulau Bali mendahului 
orang Bali Apanaga. Ini dimaksudkan untuk memberi keterangan tentang 
orang Bali dengan kebudayaan Pra-Hindu dan orang Bali dengan kebudayaan 
Hindu. Perbedaan ini terutama dari faktor geneologis dan faktor budaya. 
Perbedaan geneologis yaitu orang Bali Aga adalah termasuk kedalam orang 
Bali Apanaga ditambah dengan orang Bali keturunan Mongoloid sedangkan 
orang Bali Apanaga atau orang Bali dataran Jawa Hindu yang datang ke 
Bali melalui persebaran penduduk ekspedisi seperti ekspedisi Singasari 
tahun 1284 M dan ekspedisi Gajah Mada tahun 1343 M &lt;a href=&quot;http://rah-toem.blogspot.com/2011/10/sejarah-bali-kuno-masa-1343.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;(artikel terkait)&lt;/a&gt;.
 Menurut penelitian beberapa ahli, masyarakat Bali Aga tersebar 
diseluruh Bali umumnya berada didaerah pegunungan seperti di Kintamani 
yaitu Desa Trunyan, Desa Batur, Desa Sukawana, Desa Kedisan, Desa 
Kintamani, Desa Bayung Gede, Abang, Dausa, Manik Liyu dan lain-lain. 
Beberapa sumber yaitu berupa prasasti menyebutkan keberadaan Desa Bali 
Aga di Kintamani. Prasasti-prasasti tersebut yaitu : Prasasti Sukawana 
AI, Prasasti Sembiran, Prasasti Sabatin AI, Prasasti Turunan Trunyan, 
Prasasti Bwahan. Semua Prasasti tersebut dapat menjelaskan tentang 
kondisi Bali Aga dan didukung pula dari beberapa bukti-bukti peninggalan
 kebudayaan, ciri-ciri kebudayaan dan aspek faktor budaya lainnya dari 
masyarakat Bali Aga tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa desa tradisional yang 
keturunannya merupakan penduduk asli pulau Bali masih tersebar di pulau 
tersebut. Beberapa diantaranya adalah &lt;a href=&quot;http://wisatadewata.com/article/wisata/desa-bayung-gede&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa Bayung Gede&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://jambitourism.co.id/desa-pengotan-potret-keaslian-bali/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa Adat Pengotan&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://pariwisatabaliku.wordpress.com/2011/12/29/desa-adat-penglipuran/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa Penglipuran&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://desa_bugbug.byethost5.com/Article/Profile%20desa%20Bugbug.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa Tradisional Bugbug,&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/tempat-wisata/berwisata-di-desa-tradisional-tenganan.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa Adat Tenganan&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://photo.asnawa.com/2010/05/31/bungaya-village/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa adat Bungaya&lt;/a&gt;, Desa Adat Tengkudak, &lt;a href=&quot;http://bali.panduanwisata.com/spot-wisata/berkunjung-ke-desa-taro-yang-tenang-dan-tentram/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa adat&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://desataro.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Taro&lt;/a&gt; dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.journalbali.com/bali-yin-yang/pinggan-pelabuhan-terakhir-putri-kang-cing-wie-di-bali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Desa adat Pinggan&lt;/a&gt;.
 Desa-desa tersebutlah merupakan cikal bakal kehidupan Bali yang 
berbudaya serta beradat istiadat unik yang sebagian diantaranya masih 
ada hingga kini. Penduduk desa tersebutlah yang kemudian beasimilasi dan
 berpadu dengan kebudayaan penduduk Jawa yang berekspedisi ratusan tahun
 lampau menghasilkan suatu kebudayaan yang luhur seperti yang dapat kita
 nikmati di Bali pada masa kini. Kebudayaan yang beragam tersebutlah 
yang harus kita lestarikan dan jaga agar tidak punah tergerus oleh 
budaya modernisasi yang berkiblat pada negara Barat. Karena Budaya asli 
itulah yang menjadi alasan kenapa Bali bisa seterkenal seperti saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bali yang kini menjelma menjadi Bali yang
 modern pasti berawal dari Bali masa Kuno,Bali yang lampau yang 
sebenarnya masih bisa kita nikmati kini kalau kita bisa menghormati dan 
melestarikan akar budaya tersebut. Bali tidak tiba-tiba menjadi sebuah 
pulau gemerlap nan modern seperti masa kini, tetapi Bali bermula dari 
suatu sejarah kebudayaan lampau yang setidaknya harus kita hormati 
karena bagian dari kekayaan budaya negara kita Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Let’s love our culture…&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/7961041349474213207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/bali-kuno-dan-modern.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/7961041349474213207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/7961041349474213207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/bali-kuno-dan-modern.html' title='Bali : Kuno dan Modern'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-154230793407365919</id><published>2012-07-29T14:58:00.004+07:00</published><updated>2012-07-29T14:58:38.655+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>WARGA BALI</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;seni&quot;&gt;Keunikan Bali yang lain bisa dilihat lewat bagaimana 
              manusia Bali melakukan pembinaan kekerabatan secara lahir dan batin. 
              Manusia Bali begitu taat untuk tetap ingat dengan asal muasal darimana 
              dirinya berasal. Hal inilah kemudian melahirkan berbagai golongan 
              di masyarakatnya yang kini dikenal dengan wangsa atau soroh. Begitu 
              banyak soroh yang berkembang di Bali dan mereka memiliki tempat 
              pemujaan keluarga secara tersendiri. &lt;/span&gt; 
              &lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Tatanan masyarakat berdasarkan soroh ini begitu 
                kuat menyelimuti aktivitas kehidupan manusia Bali. Mereka tetap 
                mempertahankan untuk melestarikan silsilah yang mereka miliki. 
                Mereka dengan seksama dan teliti tetap menyimpan berbagai prasasti 
                yang didalamnya berisi bagaimana silsilah sebuah keluarga Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Beberapa soroh yang selama ini dikenal misalnya 
                Warga Pande, Sangging, Bhujangga Wesnawa, Pasek, Dalem Tarukan, 
                Tegeh Kori, Pulasari, Arya, Brahmana Wangsa, Bali Aga dan lainnya. 
                Semuanya memiliki sejarah turun-temurun yang berbeda. Meski begitu, 
                akhirnya mereka bertemu dalam siklus keturunan yang disebut Hyang 
                Pasupati. Begitu unik dan menarik memahami kehidupan manusia Bali 
                dalam kaitan mempertahankan garis leluhurnya tersebut. Sebagian 
                kehidupan ritual mereka juga diabdikan untuk kepentingan pemujaan 
                terhadap leluhur mereka &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt; Identifikasi Orang Bali &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;seni&quot;&gt;&lt;br /&gt;
              &lt;br /&gt;
              Suku bangsa Bali merupakan kelompok manusia yang terikat oleh kesadaran 
              akan kesatuan budayanya, kesadaran itu diperkuat oleh adanya bahasa 
              yang sama. Walaupun ada kesadaran tersebut, namun kebudayaan Bali 
              mewujudkan banyak variasi serta perbedaan setempat. Agama Hindhu 
              yang telah lama terintegrasikan ke dalam masyarakat Bali, dirasakan 
              juga sebagai unsur yang memperkuat adanya kesadaran kesatuan tersebut. 
              &lt;/span&gt; 
              &lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Perbedaan pengaruh dari kebudayaan Jawa Hindhu di 
                berbagai daerah di Bali dalam jaman Majapahit dulu, menyebabkan 
                ada dua bentuk masyarakat Bali, yaitu masyarakat Bali - Aga dan 
                masyarakat Bali Majapahit. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Masyarakat Bali Aga kurang sekali mendapat pengaruh 
                dari kebudayaan Jawa - Hindhu dari Majapahit dan mempunyai struktur 
                tersendiri. Orang Bali Aga pada umumnya mendiami desa-desa di 
                daerah pegunungan seperti Sembiran, Cempaga Sidatapa, pedawa, 
                Tiga was, di Kabupaten Buleleng dan desa tenganan Pegringsingan 
                di Kabupaten Karangasem. Orang Bali Majapahit yang pada umumnya 
                diam didaerah-daerah dataran merupakan bagian yang paling besar 
                dari penduduk Bali. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Pulau Bali yang luasnya 5808,8 Km2 dibelah dua oleh 
                suatu pegunungan yang membujur dari barat ke timur, sehingga membentuk 
                dataran yang agak sempit. di sebelah utara., dan dataran yang 
                lebih besar disebelah selatan. Pegunungan tersebut yang sebagian 
                besar masih tertutup oleh hutan rimba, mempunyai arti yang penting 
                dalam pandangan hidup dan kepercayaan penduduk. di wilayah pegunungan 
                itulah terletak Kuil-kuil (pura) yang dianggap suci oleh orang 
                Bali, seperti Pura Pulaki, Pura Batukaru, dan yang terutama sekali 
                Pura Besakih yang terletak di kaki Gunung Agung. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Sedangkan arah membujur dari gunung tersebut telah 
                menyebabkan penunjukan arah yang berbeda untuk orang Bali utara 
                dan Orang Bali selatan. Dalam Bahasa Bali, kaja berarti ke gunung, 
                dan kelod berarti ke laut. Untuk orang Bali Utara kaja berarti 
                selatan, sedangkan untuk orang Bali selatan kaja berarti utara. 
                Sebaliknya kelod untuk orang Bali utara berarti utara, dan untuk 
                orang bali selatan berarti selatan. Perbedaan ini tidak saja tampak 
                dalam penunjukan arah dalam bahasa Bali, tapi juga dalam aspek 
                kesenian dan juga sedikit aspek bahasa. Konsep kaja kelod itu 
                nampak juga dalam kehidupan sehari-hari, dalam upacara agama, 
                letak susunan bangunan-bangunan rumah kuil dan sebagainya. &lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

              &lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Bahasa Bali termasuk keluarga bahasa Indonesia. 
                Dilihat dari sudut perbendaharaan kata dan strukturnya, maka bahsa 
                Bali tak jauh berbeda dari bahsa Indonesia lainnya. Peninggalan 
                prasasti zaman kuno menunjukkan adanya adanya suatu bahasa Bali 
                kuno yang berbeda dari bahasa Bali sekarang. Bahasa Bali kuno 
                tersebut disamping banyak mengandung bahsa Sansekrta, pada masa 
                kemudiannya juga terpengaruh oleh bahasa Jawa Kuno dari jaman 
                Majapahit, ialah jaman waktu pengaruh Jawa besar sekali kepada 
                kebudayaan Bali. Bahasa Bali mengenal juga apa yang disebut &quot;perbendaharaan 
                kata-kata hormat&quot;, walaupun tidak sebanyak perbendaharaan 
                dalam bahasa Jawa. Bahasa hormat (bahasa halus) dipakai kalau 
                berbicara dengan orang-orang tua atau tinggi. Di Bali juga berkembang 
                kesusasteraan lisan dan tertulis baik dalam bentuik puisi maupun 
                prosa. Disamping itu sampai saat ini di bali didapati juga sejumlah 
                hasil kesusasteraan Jawa Kuno (kawi) dalam bentuk prosa maupun 
                puisi yang dibawa ke Bali tatkala Bali di bawah kekuasaan kerajaan 
                Majapahit. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Sistem Kekerabatan Orang Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
                &lt;span class=&quot;seni&quot;&gt;Perkawinan merupakan suatu saat yang amat penting 
                dalam kehidupan orang Bali, karena pada saat itulah ia dapat dianggap 
                sebagai warga penuh dari masyarakat, dan baru sesudah itu ia memperoleh 
                hak-hak dan kewajiban seorang warga komuniti dan warga kelompok 
                kerabat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Menurut anggapan adat lama yang amat dipengaruhi 
                oleh sistem klen-klen (dadia) dan sistem kasta (wangsa), maka 
                perkawinan itu sedapat mungkin dilakukan diantara warga se-klen, 
                atau setidak-tidaknya antara orang yang dianggap sederajat dalam 
                kasta. Demikian, perkawinan adat di Bali itu bersifat endogami 
                klen, sedangkan perkawinan yang dicita-citakan oleh orang Bali 
                yang masih Kolot adalah perkawinan antara anak-anak dari dua orang 
                saudara laki-laki. Keadaan ini memang menyimpang dari lain-lain 
                masyarakat yang berklen, yang pada umumnya bersifat exogam. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Orang-orang se-klen di Bali itu, adalah orang orang 
                yang setingkat kedudukannya dalam adat dan agama, dan demikian 
                juga dalam kasta, sehingga dengan berusaha untuk kawin dalam batas 
                klennya, terjagalah kemungkinan akan ketegangan-keteganagan dan 
                noda-noda keluarga yang akan terjadi akibat perkawinan antar kasta 
                yang berbeda derajatnya. Dalam hal ini terutama harus dijaga agar 
                anak wanita dari kasta yang tinggi jangan sampai kawin dengan 
                pria yang lebih rendah derajat kastanya, karena perkawinan itu 
                akan membawa malu kepada keluarga, serta menjatuhkan gengsi dari 
                seluruh kasta dari anak wanita tersebut. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Dahulu, apabila ada perkawinan semacam itu, maka 
                wanitannya akan dinyatakan keluar dari dadianya, dan secara fisik 
                suami-istri akan dihukum buang (maselong) untuk beberapa lama, 
                ketempat yang jauh dari tempat asalnya. Semenjak tahun 1951, hukuman 
                sermacam itu tidak pernah dijalankan lagi, dan pada saat ini hukuman 
                campuran semacam itu relatif lebih banyak dilaksanakan. Bentuk 
                perkawinan lain yang dianggap pantang adalah perkawinan bertukar 
                antara saudara perempuan suami dengan saudara laki-laki istri 
                (makedengan ngad), karena perkawinan yang demikian itu dianggap 
                dapat mendatangkan bencana (panes). Pada umumnya, seorang pemuda 
                Bali memperoleh seorang istri dengan dua cara, yaitu dengan meminang 
                (memadik, ngidih) kepada keluarga gadis, atau denganacara melarikan 
                seorang gadis (mrangkat,ngrorod). Kedua cara diatas berdasarkan 
                adat. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Sesudah pernikahan, suami-istri yang baru biasanya 
                menetap secara virilokal dikomplek perumahan dari orang tua suami, 
                walauntidak sedikit suami istri yang menetap secara neolokal dengan 
                mencari atau membangun rumah baru. Sebaliknya ada pula suami istri 
                baru yang menetap secara uxorilokal dikomplek perumahan dari keluarga 
                istri (nyeburin). Kalau suami istri menetap secara virilokal, 
                maka anak-anak keturunan mereka selanjutnya akan diperhitungkan 
                secara patrilineal (purusa), dan menjadi warga dari dadia si suami 
                dan mewarisi harta pusaka dari klen tersebut. Sebaliknya, keturunan 
                dari suami istri yang menetap secara uxorilokal akan diperhitungkan 
                secara matrilineal menjadi warga dadia si istri, dan mewarisi 
                harta pusaka dari klen itu. Dalam hal ini kedudukan si istri adalah 
                sebagai sentana(penerus keturunan).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Suatu rumah tangga di Bali biasanya terdiri dari 
                suatu keluarga batih yang bersifat monogami, sering ditambah dengan 
                anak laki-laki yang sudah kawin bersama keluarga batih mereka 
                masing-masing dan dengan orang lain yang menumpang, baik orang 
                yang masih kerabat maupun orang yang bukan kerabat. Beberapa waktu 
                kemudian terdapat anak laki-laki yang sudah maju dalam masyarakat 
                sehingga ia merasa mampu untuk berdiri sendiri, memisahkan diri 
                dari orang tua dan mendirikajn rumah tangga sendiri yang baru. 
                Salah satu anak laki-laki biasanya tetap tinggal di komplek perumahan 
                orang tua (ngerob), untuk nanti dapat membantu orang tua mereka 
                kalau sudah tidak berdaya lagi dan untuk selanjutnya menggantikan 
                dan melanjutkan rumah tangga orang tua. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Tiap-tiap keluarga batih maupun keluarga luas, dalam 
                sebuah desa di Bali harus memelihara hubungan dengan kelompok 
                kerabatnya yang lebih luas yaitu klen (tunggal dadia). Strutur 
                tunggal dadia ini berbeda-beda di berbagai tempat di Bali. Di 
                desa-desa pegunungan, orang-orang dari tunggal dadia yang telah 
                memencar karena hidup neolokal, tidak usah lagi mendirikan tempat 
                pemujaan leluhur di masing-masing tempat kediamannya. didesa-desa 
                tanah datar, orang-orang dari tunggal dadia yang hidup neolokal 
                wajib mendirikan mendirikan tempat pemujaan di masing-nasing kediamannya, 
                yang disebut kemulan taksu. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Disamping itu, keluarga batih yang hidup neolokal 
                masih mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap kuil asal (dadia 
                atau sanggah) di rumah orang tua mereka.Suatu pura ditingkat dadia 
                merayakan upacara-upacara sekitar lingkaran hidup dari semua warganya, 
                dan dengan demikian pura/kuil tersebut mempersatukan dan mengintensifkan 
                rasa solidaritet anggota-anggota dari suatu klen kecil. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Di samping itu ada lagi kelompok kerabat yang lebih 
                besar yang melengkapi beberapa kerabat tunggal dadia (sanggah) 
                yang memuja kuil leluhur yang sama disebut kuil (pura) paibon 
                atau panti. Dalam prakteknya, suatu tempat pemujaan di tingkat 
                paibon juga hanya mempersatukan suatu lingkaran terbatas dari 
                kaum kerabat yang masih dikenal hubungannya saja. Klen-klen besar 
                sering juga mempunyai suatu sejarah asal-usul yang ditulis dalam 
                bentuk babad dan yang disimpan sebagai pusaka oleh salah satu 
                dari keluarga-keluarga yang merasa dirinya senior, ialah keturunan 
                langsung dan salah satu cabang yang tua dalam klen. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Sistem Kemasyarakatan Orang 
                Bali&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;seni&quot;&gt;&lt;br /&gt;
                &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;TEKS&quot;&gt;&lt;br /&gt;
                &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Banjar&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;seni&quot;&gt;&lt;br /&gt;
                Merupakan bentuk kesatuan-kesatuan sosial yang didasarkan atas 
                kesatuan wilayah. Kesatuan sosial itu diperkuat oleh kesatuan 
                adat dan upacara-upacara keagaman yang keramat. Didaerah pegunungan, 
                sifat keanggotaan banjar hanya terbatas pada orang yang lahir 
                di wilayah banjar tersebut. Sedangkan didaerah datar, sifat keanggotaannya 
                tidak tertutup dan terbatas kepada orang-orang asli yang lahir 
                di banjar itu. Orang dari wilayah lain atau lahir di wilayah lain 
                dan kebetulan menetap di banjar bersangkutan dipersilakan untuk 
                menjadi anggota(krama banjar) kalau yang bersangkutan menghendaki. 
                &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Pusat dari bale banjar adalah bale banjar, dimana 
                warga banjar bertemu pada hari-hari yang tetap. Banjar dikepalai 
                oleh seorang kepala yang disebut kelian banjar. Ia dipilih dengan 
                masa jabatab tertentu oleh warga banjar. Tugasnya tidak hanya 
                menyangkut segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dari 
                banjar sebagai suatu komuniti, tapi juga lapangan kehidupan keagamaan. 
                Kecuali itu ia juga harus memecahkan masalah yang menyangkut adat. 
                Kadang kelian banjar juga mengurus hal-hal yang sifatnya berkaitan 
                dengan administrasi pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Subak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
                Subak di Bali seolah-olah lepas dari dari Banjar dan mempunyai 
                kepala sendiri. Orang yang menjadi warga subak tidak semuanya 
                sama dengan orang yang menjadi anggota banjar. Warga subak adalah 
                pemilik atau para penggarap sawah yang yang menerima air irigasinya 
                dari dari bendungan-bendungan yang diurus oleh suatu subak. Sudah 
                tentu tidak semua warga subak tadi hidup dalam suatu banjar. Sebaliknya 
                ada seorang warga banjar yang mempunyai banyak sawah yang terpencar 
                dan mendapat air irigasi dari bendungan yang diurus oleh beberapa 
                subak. Dengan demikian warga banjar tersebtu akan menggabungkan 
                diri dengan semua subak dimana ia mempunya sebidang sawah. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Sekaha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
                Dalam kehidupan kemasyarakatan desa di Bali, ada organisasi-organisasi 
                yang bergerak dalam lapangan kehidupan yang khusus, ialah sekaha. 
                organisasi ini bersifat turun-temurun, tapi ada pula yang bersifat 
                sementara. Ada sekaha yang fungsinya adalah menyelenggarakan hal-hal 
                atau upacara-upacara yang berkenan dengan desa, misalnya sekaha 
                baris (perkumpulan tari baris), sekaha teruna-teruni. Sekaha tersebut 
                sifatnya permanen, tapi ada juga sekaha yang sifatnya sementara, 
                yaitu sekaha yang didirikan berdasarkan atas suatu kebutuhan tertentu, 
                misalnya sekaha memula (perkumpulan menanam), sekaha manyi (perkumpulan 
                menuai), sekaha gong (perkumpulan gamelan) dan lain-lain. sekaha-sekaha 
                di atas biasanya merupakan perkumpulan yang terlepas dari organisasi 
                banjar maupun desa. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;TITLE&quot;&gt;Gotong - Royong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
                Dalam kehidupan berkomuniti dalam masyarakat Bali dikenal sistem 
                gotong royong (nguopin) yang meliputi lapangan-lapangan aktivitet 
                di sawah (seperti menenem, menyiangi, panen dan sebagainya), sekitar 
                rumah tangga (memperbaiki atap rumah, dinding rumah, menggali 
                sumur dan sebagainaya), dalam perayaan-perayaan atau upacara-upacara 
                yang diadakan oleh suatu keluarga, atau dalam peristiwa kecelakaan 
                dan kematian. nguopin antara individu biasanya dilandasi oleh 
                pengertian bahwa bantuan tenaga yang diberikan wajib dibalas dengan 
                bantuan tenaga juga. kecuali nguopin masih ada acara gotong royong 
                antara sekaha dengan sekaha. Cara serupa ini disebut ngedeng (menarik). 
                Misalnya suatu perkumpulan gamelan ditarik untuk ikut serta dalam 
                menyelenggarakan suatu tarian dalam rangka suatu upacara odalan. 
                bentuk yang terakhir adalah kerja bhakti (ngayah) untuk keprluan 
                agama,masyarakat maupun pemerintah. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;seni&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
                --------------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;seni&quot;&gt;
Kesatuan-kesatuan sosial di atas, biasanya mempunyai 
                pemimpin dan mempunyai kitab-kitab peraturan tertulis yang disebut 
                awig-awig atau sima. Pemimpin biasanya dipilih oleh warganya. 
                Klen-klen juga mempunyai tokoh penghubung yang bertugas memelihara 
                hubungan antara warga-warga klen, menjadi penasehat bagi para 
                warga mengenai seluk beluk adat dan peristiwa-peristiwa yang bersangkaut 
                paut dengan klen. Tokoh klen serupa itu di sebut moncol. Klen 
                tersebut tidak mempunyai peraturan tertulis, akan tetapi mempunya 
                silsilah/babad. Ditingkat desa ada kesatuan-kesatuan administratif 
                yang disebut perbekelan. Suatu perbekelan yang sebenarnya merupakan 
                warisan dari pemerintah Belanda, diletakkan diatas kesatuan-kesatuan 
                adat yang asli di Bali, seperti desa adat dan banjar. Maka terdapatlah 
                gabungan-gabungan dari banjar dan desa ke dalam suatu perbekelan 
                yang dipimpin oleh perbekel atau bendesa yang secara administratif 
                bertanggung jawab terhadap atasannya yaitu camat, dan seterusnya 
                camat bertanggung jawab kepada bupati. &lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;1&quot; cellspacing=&quot;1&quot; height=&quot;85&quot; style=&quot;width: 591px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;200&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;img height=&quot;150&quot; src=&quot;http://baliantiqueco.tripod.com/Warga_bajang.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
                  &lt;td width=&quot;187&quot;&gt;&lt;img height=&quot;151&quot; src=&quot;http://baliantiqueco.tripod.com/Warga_Pernikahan.jpg&quot; width=&quot;189&quot; /&gt;&lt;/td&gt;
                  &lt;td width=&quot;337&quot;&gt;&lt;img height=&quot;148&quot; src=&quot;http://baliantiqueco.tripod.com/Warga_Rajin.jpg&quot; width=&quot;194&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/154230793407365919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/warga-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/154230793407365919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/154230793407365919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/warga-bali.html' title='WARGA BALI'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-5663124498564456851</id><published>2012-07-29T14:55:00.002+07:00</published><updated>2012-07-29T14:56:11.540+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Pantai Impian di Pantai Dreamland Bali</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;title-container&quot;&gt;
&lt;h1 class=&quot;entry-title&quot;&gt;


&lt;/h1&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;entry-header&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;colorbox cboxElement&quot; href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land2.jpg&quot;&gt;
   &lt;img alt=&quot;Pantai Dreamland, Bali&quot; class=&quot;attachment-single-thumb wp-post-image&quot; height=&quot;305&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land2.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Pantai_Dream_Land2&quot; width=&quot;420&quot; /&gt;  &lt;/a&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;aside class=&quot;entry-meta&quot;&gt;
   &lt;ul&gt;&lt;ins style=&quot;border: none; display: inline-table; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;ins id=&quot;aswift_0_anchor&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/aside&gt;
  
 &lt;/div&gt;
Dreamland berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, yang terletak di
 bagian selatan Pulau Bali. Anda dapat mencapai pantai ini sekitar 30 
menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan 
alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan. Anda akan menjumpai 
pantai ini dalam perjalanan menuju pura terkenal di Bali yaitu Pura 
Uluwatu.&lt;br /&gt;
Anda mungkin bingung mengapa pantai ini disebut Dreamland? Pantai 
lainnya di Bali menggunakan nama lokal, sedangkan pantai yang satu ini 
menggunakan bahasa Inggris yaitu dreamland yang berarti tanah impian.&lt;span id=&quot;more-493&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_498&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land5.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-498&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land5-300x224.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Pantai_Dream_Land5&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Dreamland Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Ternyata ada asal-usulnya. Konon, pantai ini dinamakan Dreamland 
karena di wilayah Pecatu sempat akan dibangun salah satu kawasan pusat 
wisata terbesar dan terunik di Asia Tenggara. Selain itu, di sana juga 
akan dibangun resor superluks yang dipadukan dengan kawasan wisata yang 
menonjolkan keindahan dan keaslian alam serta pelestarian lingkungan 
hidup. Sebelumnya daerah ini adalah daerah tandus dan gersang.&lt;br /&gt;
Pada saat krisis moneter tahun 1998, mega proyek ini terbengkalai. 
Namun, karena penduduk setempat sangat berharap agar proyek ini selesai,
 dengan harapan mereka bisa beralih ke bisnis pariwisata dari pertanian,
 maka mereka menamakan tempat ini sebagai tanah impian yang dalam bahasa
 Inggris disebut dreamland. Sejak itulah kawasan ini dinamakan 
Dreamland.&lt;br /&gt;
Sewaktu Anda memasuki kawasan wisata Pantai Dreamland, mata Anda akan
 terpesona dengan keindahan pantai ini. Daerah yang berbukit dan 
bertebing membuat Anda melihat seolah-olah daerah pantai lebih rendah 
pada laut. Dreamland merupakan pantai yang dikelilingi oleh 
tebing-tebing yang menjulang tinggi serta batu karang yang berukuran 
besar.&lt;br /&gt;
Sewaktu Anda menuruni bebatuan dan anak tangga menuju pantai ini, 
Anda akan terpukau dengan pemandangan tebing batu yang di atasnya 
terdapat padang rumput yang hijau yang cukup tinggi. Banyak wisatawan 
asing maupun lokal yang senang menikmati di daerah padang rumput itu.&lt;br /&gt;
Daerah Pantai Dreamland juga sangat memikat mata. Anda akan terpikat 
oleh hamparan pasir coklat keputihan yang bersih dengan celah karang 
yang terjal. Anda dapat menikmati keindahan matahari tenggelam atau 
sunset di area pantai sempit yang tepat berada di bawah dinding karang 
yang curam.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_494&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land1.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-494&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land1-300x225.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Pantai_Dream_Land1&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Ombak Dreamland&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Laut di kawasan Dreamland juga memiliki ombak yang tinggi dan besar. 
Oleh karena itu, banyak peselancar senang berselancar di pantai ini. 
Dreamland juga menjadi salah satu tempat tujuan wisata surfing di Bali.&lt;br /&gt;
Anda dapat menyewa payung yang disediakan di sepanjang pantai ini 
untuk menghindari teriknya matahari. Apabila Anda ingin berenang namun 
tidak membawa baju ganti, Anda dapat membeli di area wisata Dreamland. 
Setelah menuruni anak tangga, sederetan pedagang baju akan menawari Anda
 barang dagangan mereka. Selain itu juga tersedia beberapa toko yang 
menjual makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
Selain itu, di sini juga tersedia fasilitas MCK jika Anda ingin 
berganti pakaian maupun mandi. Namun tarifnya cukup mahal meski hanya 
untuk sekadar buang air kecil di daerah ini.&lt;br /&gt;
Jika Anda ingin menginap, di daerah Dreamland terdapat puluhan resort
 dan vila yang berdiri sebagai pendukung pariwisata yang terus bergeliat
 di Pantai Dreamland. Beberapa resor dan vila berdiri di atas tebing 
sehingga Anda dapat menikmati pemandangan pantai yang indah dari atas 
tebing.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_496&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land3.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-496&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/02/warawiriwisata_Pantai_Dream_Land3-300x212.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Pantai_Dream_Land3&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Pasir Putih Dreamland&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Menurut pemandu wisata di sana, Dreamland merupakan satu-satunya 
tempat di Bali yang menggunakan Hukum Internasional. Sehingga aturan 
yang berlaku di pantai ini lebih bebas. Pengunjung dapat mengkonsumsi 
alkohol ataupun para wanita dapat bertelanjang dada di pantai ini tanpa 
dikenai sanksi.&lt;br /&gt;
Pasir yang berwarna coklat cerah keputihan yang bersih, tebing tinggi
 yang indah, juga air laut yang biru, membuat banyak para wisatawan 
untuk datang ke pantai yang pernah disponsori oleh Tommy Suharto ini. 
Meski belum setenar Pantai Kuta, Dreamland atau “tanah impian” 
diperkirakan akan membuat para wisatawan semakin banyak datang ke pantai
 ini. Berbagai fasilitas pariwisata mulai tersedia di wilayah ini, dari 
vila, resor, tempat belanja, mal, hingga lapangan golf. Ya, Pantai 
Dreamland karena keunikannya menambah satu lagi daerah wisata pantai 
yang menawan di Pulau Bali.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/5663124498564456851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/pantai-impian-di-pantai-dreamland-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5663124498564456851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5663124498564456851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/pantai-impian-di-pantai-dreamland-bali.html' title='Pantai Impian di Pantai Dreamland Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4431607255454625575</id><published>2012-07-29T14:53:00.004+07:00</published><updated>2012-07-29T14:53:48.910+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Lima Museum Budaya Terunik di Bali</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;title-container&quot;&gt;

  &lt;h1 class=&quot;entry-title&quot;&gt;
&lt;/h1&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;entry-header&quot;&gt;

  &lt;a class=&quot;colorbox cboxElement&quot; href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata-Bali.jpg&quot;&gt;
   &lt;img alt=&quot;warawiriwisata Bali&quot; class=&quot;attachment-single-thumb wp-post-image&quot; height=&quot;345&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata-Bali-460x345.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata Bali&quot; width=&quot;460&quot; /&gt;  &lt;/a&gt;
  &lt;aside class=&quot;entry-meta&quot;&gt;
   &lt;ul&gt;&lt;ins style=&quot;border: none; display: inline-table; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;ins id=&quot;aswift_0_anchor&quot; style=&quot;border: none; display: block; height: undefinedpx; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: undefinedpx;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/aside&gt;
  
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bali atau biasa kita mengenal dengan 
Pulau Dewata tidak hanya populer dengan wisata bahari seperti laut, 
pantai,atau water sport saja, Warawiriwisata coba mengangkat 5 dari 
sekian banyak museum yang ada di bali dilihat dari keunikan museum 
tersebut. inilah 5 Museum terunik yang ada di Bali.&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;Museum Puri Lukisan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_540&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Puri_Lukisan.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-540&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Puri_Lukisan-300x225.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Museum_Puri_Lukisan&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Museum Puri Lukisan&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Istana lukisan ini menampilkan koleksi lukisan-lukisan Bali modern. 
Selagi Anda memasuki museum yang terdiri dari tiga bangunan ini, Anda 
bisa melihat bagaimana perkembangan gaya lukisan di Bali sejak 1930an 
hingga saat ini.&lt;br /&gt;

Meskipun tidak menyukai lukisan, museum ini tetap layak dikunjungi 
karena terletak di tengah taman hijau dengan kolam teratai yang sejuk. 
Puri Lukisan terletak di pusat kota Ubud, dan dibuka dari pukul 08.00 
hingga 16.00. Harga tiket masuknya Rp10.000 per orang.&lt;span id=&quot;more-539&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Museum Kerang Bali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_544&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Kerang_Bali.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-544&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Kerang_Bali-300x212.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Museum_Kerang_Bali&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Museum Kerang Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Di sini, Anda akan menemukan kerang-kerang dalam berbagai bentuk dan 
ukuran. Museum ini adalah sebuah bangunan tiga lantai dengan luas 1.500 
meter persegi. Mr. Stephen, pemilik museum ini sendiri yang melengkapi 
koleksi kerang-kerang di dalamnya. Ia mengumpulkannya dari pameran 
kerang di seluruh dunia. Museum Kerang Bali ini terletak di Kuta.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Rumah Topeng dan Boneka Setia Darma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_543&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Rumah_Topeng_dan_Boneka_Setia_Darma.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-543&quot; height=&quot;242&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Rumah_Topeng_dan_Boneka_Setia_Darma-300x242.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Rumah_Topeng_dan_Boneka_Setia_Darma&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Museum Rumah Topeng Satia Darma&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Museum ini termasuk salah satu museum terbaru di Bali, yang memiliki 
1.200 koleksi topeng dan 4.700 boneka dari berbagai wilayah di 
Indonesia, Asia, dan Afrika. Beberapa boneka dan topeng di sini juga 
memiliki desain yang menyeramkan. Museum ini berlokasi di kawasan 
perbukitan, beberapa kilometer sebelah selatan Ubud. Museum ini juga 
kerap menjadi tempat bagi berbagai aktivitas kebudayaan.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Agun Rai Museum of Art (ARMA)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_542&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Agun_Rai-_museum_of_Art_ARMA.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-542&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Agun_Rai-_museum_of_Art_ARMA-300x200.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Agun_Rai _museum_of_Art_ARMA&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Agun Rai Museum of Art&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
ARMA bukan hanya museum, juga resor dan restoran berisi koleksi 
lukisan dengan gaya Bali tradisional. Namun, kesamaan dari 
lukisan-lukisan adalah semuanya memiliki pengaruh dari pelukis Jerman, 
Walter Spies. ARMA terletak di Ubud, apabila Anda mengunjungi museum ini
 pada pukul 15.00-17.00 pada hari biasa dan 10.30-12.00 di akhir pekan, 
Anda dapat menyaksikan anak-anak dari kampung sekitar berlatih tarian 
tradisional Bali.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Museum Subak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_541&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Subak.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-541&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;http://www.warawiriwisata.com/wp-content/uploads/2012/03/warawiriwisata_Museum_Subak-300x168.jpg&quot; title=&quot;warawiriwisata_Museum_Subak&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Museum Subak&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Subak merupakan nama sistem irigasi yang digunakan di persawahan 
Bali. Nah, Museum Subak ini menceritakan detail sistem irigasi tersebut.
 Anda akan menemukan miniatur Subak di museum ini, dan diperkenalkan 
kepada semua aktivitas yang berhubungan dengan subak, mulai membuat dan 
mengatur irigasi hingga panen dan pembersihan padi. Museum Subak 
terletak di desa Senggulan, dua kilometer sebelah timur Tabanan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4431607255454625575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/lima-museum-budaya-terunik-di-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4431607255454625575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4431607255454625575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/lima-museum-budaya-terunik-di-bali.html' title='Lima Museum Budaya Terunik di Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4608664585784895256</id><published>2012-07-29T14:47:00.003+07:00</published><updated>2012-07-29T14:47:45.061+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Objek Wisata &amp; Tempat Tempat menarik Di Pulau Bali.</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  Sudah tidak disangsikan lagi bahwa Bali memiliki aneka ragam atraksi 
  termasuk daerah wisata pantai, gunung, sawah bahkan desa dan penduduk 
  dengan kebudayaan nya yang unik dan khas, tempat-tempat bersejarah 
  dengan nuansa mistis yang kental dan tentu saja keindahan alamnya yang 
  sangat menawan. Wisatawan asing sering memanggil Bali dengan sebutan The 
  Land Of God atau tanahnya para Dewa.&lt;br /&gt;
  
  
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;sanur&quot;&gt;Pantai Sanur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pantai Sanur Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;186&quot; longdesc=&quot;Pantai Sanur Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/pantai-sanur.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Obyek wisata ini terletak di Timur kota Denpasar. Di pantai Sanur dapat 
  dinikmati pantai yang pasirnya hitam dan putih. Di pantai Sanur bisa 
  dilakukan aktifitas watersport bagi penggemar olahraga air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
Pantai sanur juga 
  terkenal sebagai tempat dimana kita bisa menikmati pemandangan matahari 
  terbit di pulau Bali / Sunrise Beach. &lt;a href=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/sanur/index.html&quot;&gt;Baca 
  selanjutnya..&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips :&lt;br /&gt;
  Pantai Sanur ini relatif tenang sehingga sering disebut sebagai tempat 
  wisatawan yang sudah berumur 50 tahun ke atas. Untuk anda yang mencari 
  ketenangan, keindahan alam dan budaya sambil sayup-sayup mendengan musik 
  tradisional Bali, di sinilah tempatnya. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;ubud&quot;&gt;Ubud&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Ubud sangat terkenal dengan daerah seninya, karena merupakan tempat 
  belajar menari, melukis, mematung kayu atau batu. Di lokasi ini banyak 
  terdapat terdapat sanggar seni dimana wisatawan bisa ikut berlatih 
  seperti memainkan instrumen khas Bali dan menari Bali. Ubud juga 
  terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dengan sawah-sawah yang 
  bertingkat-tingkat atau dikenal dengan sebutan Subak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/banner/ubud.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  Beberapa objek wisata yang ada di daerah Ubud antara lain; Goa Gajah, 
  Gunung Kawi, Pura Kehen, Pemandian Tirta Empul, Dll.
  &lt;a href=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/ubud/tempat-wisata-ubud.html&quot;&gt;Lihat tempat wisata di Ubud lebih 
  lengkap.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;nusadua&quot;&gt;Pantai Nusa Dua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pantai Nusa Dua Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;166&quot; longdesc=&quot;Pantai Nusa Dua Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/nusa-dua-beach-by-inna.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Obyek wisata Nusa Dua merupakan daerah primadona bagi wisatawan, dengan 
  pantai pasir putihnya, hotel berbintang 5 berderet disepanjang pantai 
  ini. Pantai nusa dua merupakan terusan dari pantai sanur, atraksi 
  watersport juga bisa dilakukan di sini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips:&lt;br /&gt;
  Nusa Dua merupakan pantai yang dilengkapi dengan fasilitas wisata yag 
  lengkap. Hotel-hotel bintang lima banyak terdapat di sini, juga 
  permainan water sport seperti fly fish, banana boat, sea walker juga 
  terdapat di sini. Untuk anda yang mencari liburan dengan fasilitas 
  lengkap dan tidak mempermasalahkan biaya, disinilah tempat anda menginap 
  yang tepat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;kuta&quot;&gt;Pantai Kuta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pantai Kuta Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; longdesc=&quot;Pantai Kuta Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/main-pool-kuta.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Pantai Kuta memiliki ombak yang sangat disukai oleh para surfer. Kuta 
  tidak pernah sepi pada malam harinya, live music, karaoke dll, toko dan 
  artshop berderet disepanjang jalan di Kuta, kebanyakan menjual 
  pernak-pernik surfing ataupun barang-barang kerajinan. Hotel berbintang 
  juga ada disini, yang paling terkenal; Hard Rock Beach Club.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips:&lt;br /&gt;
  Pantai kuta adalah pantainya anak muda, kehidupan berjalan 24 jam di 
  tempat ini. Tepat di samping jalan Kuta terdapat jalan Legian, di sini 
  banyak terdapat toko-toko pakaian, diskotik dan rumah makan, suasananya 
  sangat ramai &amp;amp; meriah. Untuk anda yang senang berbelanja tepat di ujung 
  jalan kuta terdapat tempat perbelanjaan Kuta Square.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;jimbaran&quot;&gt;Pantai Jimbaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pantai Jimbaran Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; longdesc=&quot;Pantai Jimbaran Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/restaurants-jimbaran.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Mengunjungi pantai Jimbaran sebaiknya di malam hari. Pada malam hari 
  kafe-kafe yang berjejer dipinggir pantai ini ramai dengan aktifitasnya. 
  Disini juga bisa menyantap makanan khas laut yang langsung ditangkap 
  nelayan, karena di sini juga terdapat pusat pelelangan ikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips:&lt;br /&gt;
  Jimbaran adalah pantai yang romantis, sangat cocok untuk anda dengan 
  pasangan anda atau keluarga melaksanakan makan malam sambil melihat 
  pemandangan pantai yang diterangi oleh lampu-lampu obor. Anda tidak 
  boleh melewatkan tempat ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;gwk&quot;&gt;Patung GWK (Garuda Wisnu Kencana)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Patung GWK Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; longdesc=&quot;Patung GWK Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/salah-satu-bagian-patung-gw.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Proyek milyaran rupiah ini bisa dijumpai di Ungasan, di atas bukit 
  Jimbaran. Patung Garuda Kencana dibuat oleh seniman asli Bali Nyoman 
  Nuarta, dengan misi menjadikannya keajaiban dunia ke 8 dan ke 2 di 
  Indonesia. Salah satu pertunjukan yang bisa disaksikan di sini adalah 
  Kecak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips:&lt;br /&gt;
  Ini adalah proyek setengah jadi yang tujuanya membuat patung yang 
  ukuranya sangat besar, mungkin seperti patung liberty nya Indonesia. 
  Sayang proyek ini sepertinya terhenti di tengah jalan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;uluwatu&quot;&gt;Pura Luhur Uluwatu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pura luhur uluwatu Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; longdesc=&quot;Pura luhur uluwatu Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/pura-luhur-uluwatu.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Pura ini berdiri di ujung karang paling selatan pulau Bali. 
  Pemandangannya Indah dengan samudra lautan dan sunset dari ujung 
  tebingnya. Di Pura Luhur Uluwatu juga dilaksanakan tarian kecak setiap 
  malam. Kombiasi sunset dan tarian kecak menjadi suguhan tontonan yang 
  tak terlupakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pura luhur uluwatu Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; longdesc=&quot;Pura luhur uluwatu Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/uluwatu-view-from-the.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;i&gt;Travelers Tips:&lt;br /&gt;
  Berhati-hatilah dengan barang bawaan anda seperti kacamata, tas dan 
  lainya, karenabinatang kera / monyet yang banyak terdapat di tempat ini 
  sering jahil dengan bencuri barang dari pengunjung untuk dijadikan 
  mainan. Anda juga harus berhati-hati karena Pura Uluwatu terletak di 
  samping jurang yang sangat dalam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;batubulan&quot;&gt;Batubulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Batubulan merupakan tempat pertunjukan Barong. Terdapat sekitar 5 tempat 
  pementasan baring di daerah Batubulan.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;sukawati&quot;&gt;Pasar Sukawati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Ini adalah pasar tradisional yang menjajakan aneka kerajinan dan 
  souvenir. Pasar tradisional ini terletak di Kabupaten Gianyar dan sangat 
  terkenal di Bali maupun luar Bali. Barang-barang yang dijual berupa baju 
  kemeja, T-shirt, sarung pantai yang disablon dengan gambar seni Bali, 
  lukisan, dan barang kerajinan tangan.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;kintamani&quot;&gt;Kintamani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pemandangan danau batur dari Kintamani Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; longdesc=&quot;Pemandangan danau batur dari Kintamani Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/the-view-from-mount-kintama.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Obyek wisata dengan pemandangan yang indah, danau Batur di Penelokan dan 
  pemandangan gunung Batur. Berada di Kintamani seperti berada di atas 
  gunung dengan pemandangan ke bawah berupa danau Batur. Di sekitarnya 
  terdapat rumah-rumah makan tempat anda menikmati makanan sambil melihat 
  pemandangan.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;besakih&quot;&gt;Pura Besakih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Pura Besakih merupakan Pura Hindu terbesar di pulau Bali. Pura ini 
  dibangun dengan sangat megah untuk bersembahyang melakukan pemujaan Dewa 
  Brahma Wisnu Siwa. Pura ini juga sering dijadikan pintu masuk bagi 
  pendakian Gunung Agung oleh wisatawan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/banner/besakih.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  Sayangnya, Pura besakih yang megah, indah dan anggun dipenuhi oleh 
  orang-orang yang mengaku sebagai tour guide dengan meminta uang se-enaknya. 
  Banyak turis lokal dan asing yang kecewa dengan pelayanan dan keamanan 
  di pura ini.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;gajah&quot;&gt;Goa Gajah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Goa Gajahi Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; longdesc=&quot;Goa Gajahi Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/gua-gajah.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Goa ini dahulunya merupakan tempat petapaan. Di luar area Goa terdapat 
  patung Ganeca dan permandian penduduk desa berupa pancuran yang masih 
  digunakan sampai sekarang.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;lot&quot;&gt;Pura Tanah Lot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px; text-align: center;&quot;&gt;

  &lt;img alt=&quot;Pura Tanah Lot Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; longdesc=&quot;Pura Tanah Lot Bali&quot; src=&quot;http://www.indotravelers.com/bali/images/pura-tanah-lot.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
  Pura Tanah Lot merupakan pura paling terkenal di Bali dan sepertinya 
  sudah menjadi ikon pulau Bali. Keunikan pura ini adalah letaknya yang 
  ditengah laut, sehingga apabila laut sedang pasang anda tidak akan bisa 
  mendekat, tetapi apabila air laut sedang surut anda bisa menyebrang dan 
  melihat salah satu keunikanya yaitu pura ini ini dijaga oleh 2 ular 
  berwarna hitam dan putih yang tiap hari kelihatan didampingi oleh 
  pemangkunya.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;ayun&quot;&gt;Pura Taman Ayun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Ciri khas Pura Taman Ayun dikelilingi oleh kolam yang digunakan untuk 
  mengitari pura oleh dayang-dayang dengan perahu kecil. Namun sekarang 
  dipakai untuk kolam pemancingan. &lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;dasa&quot;&gt;Candi Dasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Pantai berpasir putih ini mulai terkenal sebagai alternatif dari pantai 
  Kuta yang sudah dirasa terlalu ramai dan kotor. Candi Dasa terletak di 
  sebelah timur pulau Bali.&lt;br /&gt;
  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1px; margin-top: 1px;&quot;&gt;

  &lt;br /&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span id=&quot;celuk&quot;&gt;Celuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  Merupakan pusat kerajinan emas dan perak di pulau Bali. Di sini anda 
  bisa melihat proses pembuatan kerajinan perak dan temtu saja dapat 
  membelinya langsung.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4608664585784895256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/objek-wisata-tempat-tempat-menarik-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4608664585784895256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4608664585784895256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/objek-wisata-tempat-tempat-menarik-di.html' title='Objek Wisata &amp; Tempat Tempat menarik Di Pulau Bali.'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-971436200092175372</id><published>2012-07-28T14:26:00.001+07:00</published><updated>2012-07-28T14:26:07.796+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Makanan Khas Bali</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;    &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;          &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;  SATE LANGUAN&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Sate
 Languan Sate ini terbuat dari ikan laut, kelapa muda, bumbu dan gula. 
Sate ini merupakan makanan khas kabupaten Klungkung, namun penyebarannya
 hampir di seluruh &lt;/span&gt;Bali&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;. sate ini digunakan sebagai hidangan dan sajian pada upacara keagamaan. Se.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;           &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;SATE LEMBAT&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Sate
 Lembat Sate lembat adalah sate yang dibuat dari daging yang ditumbuk 
halus, dicampur kelapa parut dan bumbu. Daging yang digunakan bisa 
daging babi, daging ayam, daging itik dan daging penyu. Sate ini 
digunakan untuk upacara keagamaan dan u.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;          &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;NASI KUNING BALI &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Nasi kuning &lt;/span&gt;Bali&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;
 agak berbeda dari nasi kuning pada umumnya, terutama dari bumbu yang 
dipergunakan dan cara pengolahannya. Nasi kuning ini biasanya dibuat 
pada hari Raya Kuningan, yaitu hari raya umat Hindhu di Bali setiap 210 
hari sekali yang jatuh ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MINUMAN CENDOL&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Cendol
 adalah sejenis minuman yang dibuat dari campuran tepung beras dan 
tepung tapioka serta ditambah dengan santan dan gula merah. Cendol ini 
dibuat sebagai hidangan dan kadang-kadang ditambahkan es pada saat 
meminumnya. Cendol ini sudah ada dijual..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;NASI
 YASA Nasi Yasa adalah makanan pokok (nasi kuning) yang dicampur dengan 
daging ayam, lalapan, telur dan saur. Biasanya nasi Yasa ini dibuat 
untuk upacara keagamaan seperti hari raya Saraswati, Çiwalatri dan juga 
untuk dihaturkan kepada leluhur. Bahan ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span&gt;          &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;LEMPET (PEPES IKAN TONGKOL) &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Lempet
 adalah sejenis lauk pauk yang dibuat dari ikan laut jenis ikan languan 
atau ikan tongkol, ditambah bumbu, dikemas dengan daun pisang dan 
dipanggang di atas bara api tempurung kelapa. Lempet ini secara umum 
disebut dengan pesan (pepes).
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MINUMAN BREM (MENGANDUNG ALKOHOL)&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Brem
 adalah salah satu jenis minuman khas daerah bali yang dibuat dari beras
 ketan atau beras ketan hitam atau campuran kedua jenis beras ketan 
tersebut yang difermentasikan dengan ragi tape. Secara tradisional 
terutama di tingkat rumah tangga di mas..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;ANEKA SAMBAL BALI&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;Sambal Bali Sambal merupakan makanan dengan rasa pedas sebagai pelengkap dalam masakan &lt;/span&gt;Bali&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;. Sedikit orang &lt;/span&gt;Bali&lt;span style=&quot;color: #33ff33;&quot;&gt;
 yang makan nasi tanpa dilengkapi dengan sambal, yang juga digunakan 
dalam mempersiapkan berbagai hidangan berupa daging dan sayur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/971436200092175372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/makanan-khas-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/971436200092175372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/971436200092175372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/makanan-khas-bali.html' title='Makanan Khas Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-5383205458054725644</id><published>2012-07-15T17:03:00.000+07:00</published><updated>2012-07-15T17:03:04.215+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Sekilas Budaya Bali</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;post-title&quot;&gt;


&lt;/h1&gt;
&lt;a href=&quot;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5323355748330062482&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvN_nLeSFvE-mcp7f_LEpCfpP5NyrjAx83kWTyipW9i2EAVRN4x8wb9Hy5XBKosac3GxyZTUSHga_Vlye7dWQXsSqq96t_dgT1lSU-sEIW6nQ2MhobW_WDq1xwhZoN18FS1BIZkN0ITJH5/s320/bali_tanahlot.jpg&quot; style=&quot;float: left; height: 179px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 225px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://de-kill.blogspot.com/2009/04/sekilas-budaya-bali.html&quot;&gt;Bali&lt;/a&gt;
 berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti &quot;Kekuatan&quot;, dan
 &quot;Bali&quot; berarti &quot;Pengorbanan&quot; yang berarti supaya kita tidak melupakan 
kekuatan kita. Supaya kita selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai 2
 pahlawan nasional yang sangat berperan dalam mempertahankan daerahnya 
yaitu I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Jelantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;DESKRIPSI LOKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://de-kill.blogspot.com/&quot;&gt;Pulau Bali&lt;/a&gt;
 adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil yang beribu kota Denpasar. 
Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di
 Kabupaten Gianyar, sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua adalah
 beberapa tempat yang menjadi tempat tujuan pariwisata, baik wisata 
pantai maupun tempat peristirahatan. Suku bangsa Bali dibagi menjadi 2 
yaitu: Bali Aga (penduduk asli Bali biasa tinggal di daerah trunyan), 
dan Bali Mojopahit (Bali Hindu / keturunan Bali Mojopahit).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;UNSUR – UNSUR BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. BAHASA&lt;br /&gt;Bali
 sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian 
besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa 
Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali
 yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di 
bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya 
lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya 
lebih halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENGETAHUAN&lt;br /&gt;Banjar atau bisa disebut sebagai 
desa adalah suatu bentuk kesatuan-kesatuan social yang didasarkan atas 
kesatuan wilayah. Kesatuan social tersebut diperkuat oleh kesatuan adat 
dan upacara keagamaan. Banjar dikepalahi oleh klian banjar yang bertugas
 sebagai menyangkut segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dan 
keagamaan,tetapi sering kali juga harus memecahkan soal-soal yang 
mencakup hukum adat tanah, dan hal-hal yang sifatnya administrasi 
pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TEKNOLOGI&lt;br /&gt;Masyarakat Bali telah mengenal dan 
berkembang system pengairan yaitu system subak yang mengatur pengairan 
dan penanaman di sawah-sawah. Dan mereka juga sudah mengenal arsitektur 
yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan yang menyerupai bangunan 
Feng Shui. Arsitektur merupakan ungkapan perlambang komunikatif dan 
edukatif. Bali juga memiliki senjata tradisional yaitu salah satunya 
keris. Selain untuk membela diri, menurut kepercayaan bila keris pusaka 
direndam dalam air putih dapat menyembuhkan orang yang terkena gigitan 
binatang berbisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. ORGANISASI SOSIAL&lt;br /&gt;a). Perkawinan&lt;br /&gt;Penarikan
 garis keturunan dalam masyarakat Bali adalah mengarah pada patrilineal.
 System kasta sangat mempengaruhi proses berlangsungnya suatu 
perkawinan, karena seorang wanita yang kastanya lebih tinggi kawin 
dengan pria yang kastanya lebih rendah tidak dibenarkan karena terjadi 
suatu penyimpangan, yaitu akan membuat malu keluarga dan menjatuhkan 
gengsi seluruh kasta dari anak wanita.&lt;br /&gt;Di beberapa daerah Bali ( 
tidak semua daerah ), berlaku pula adat penyerahan mas kawin ( petuku 
luh), tetapi sekarang ini terutama diantara keluarga orang-orang 
terpelajar, sudah menghilang.&lt;br /&gt;b). Kekerabatan&lt;br /&gt;Adat menetap diBali 
sesudah menikah mempengaruhi pergaulan kekerabatan dalam suatu 
masyarakat. Ada macam 2 adat menetap yang sering berlaku diBali yaitu 
adat virilokal adalah adat yang membenarkan pengantin baru menetap 
disekitar pusat kediaman kaum kerabat suami,dan adat neolokal adalah 
adat yang menentukan pengantin baru tinggal sendiri ditempat kediaman 
yang baru. Di Bali ada 3 kelompok klen utama (triwangsa) yaitu: Brahmana
 sebagai pemimpin upacara, Ksatria yaitu : kelompok-klompok khusus 
seperti arya Kepakisan dan Jaba yaitu sebagai pemimpin keagamaan.&lt;br /&gt;c). Kemasyarakatan&lt;br /&gt;Desa,
 suatu kesatuan hidup komunitas masyarakat bali mencakup pada 2 
pengertian yaitu : desa adat dan desa dinas (administratif). Keduanya 
merupakan suatu kesatuan wilayah dalam hubungannya dengan keagamaan atau
 pun adat istiadat, sedangkan desa dinas adalah kesatuan admistratif. 
Kegiatan desa adat terpusat pada bidang upacara adat dan keagamaan, 
sedangkan desa dinas terpusat pada bidang administrasi, pemerintahan dan
 pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. MATA PENCAHARIAN&lt;br /&gt;Pada umumnya masyarakat bali
 bermata pencaharian mayoritas bercocok tanam, pada dataran yang curah 
hujannya yang cukup baik, pertenakan terutama sapi dan babi sebagai 
usaha penting dalam masyarakat pedesaan di Bali, baik perikanan darat 
maupun laut yang merupakan mata pecaharian sambilan, kerajinan meliputi 
kerajinan pembuatan benda anyaman, patung, kain, ukir-ukiran, 
percetakaan, pabrik kopi, pabrik rokok, dll. Usaha dalam bidang ini 
untuk memberikan lapangan pekerjaan pada penduduk. Karena banyak 
wisatawan yang mengunjungi bali maka timbullah usaha perhotelan, travel,
 toko kerajinan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. RELIGI&lt;br /&gt;Agama yang di anut oleh 
sebagian orang Bali adalah agama Hindu sekitar 95%, dari jumlah penduduk
 Bali, sedangkan sisanya 5% adalah penganut agama Islam, Kristen, 
Katholik, Budha, dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup ajaran Hindu adalah untuk 
mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan batin.orang Hindu 
percaya adanya 1 Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti, yaitu wujud 
Brahmana (sang pencipta), wujud Wisnu (sang pelindung dan pemelihara), 
serta wujud Siwa (sang perusak). Tempat beribadah dibali disebut pura. 
Tempat-tempat pemujaan leluhur disebut sangga. Kitab suci agama Hindu 
adalah weda yang berasal dari India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meninggal dunia 
pada orang Hindu diadakan upacara Ngaben yang dianggap sanggat penting 
untuk membebaskan arwah orang yang telah meninggal dunia dari 
ikatan-ikatan duniawinya menuju surga. Ngaben itu sendiri adalah upacara
 pembakaran mayat. Hari raya umat agama hindu adalah Nyepi yang 
pelaksanaannya pada perayaan tahun baru saka pada tanggal 1 dari bulan 
10 (kedasa), selain itu ada juga hari raya galungan, kuningan, saras 
wati, tumpek landep, tumpek uduh, dan siwa ratri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman dalam 
ajaran agama Hindu yakni : (1).tattwa (filsafat agama), (2). Etika 
(susila), (3).Upacara (yadnya). Dibali ada 5 macam upacara (panca 
yadnya), yaitu (1). Manusia Yadnya yaitu upacara masa kehamilan sampai 
masa dewasa. (2). Pitra Yadnya yaitu upacara yang ditujukan kepada 
roh-roh leluhur. (3).Dewa Yadnya yaitu upacara yang diadakan di pura / 
kuil keluarga.(4).Rsi yadnya yaituupacara dalam rangka pelantikan 
seorang pendeta. (5). Bhuta yadnya yaitu upacara untuk roh-roh halus 
disekitar manusia yang mengganggu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. KESENIAN&lt;br /&gt;Kebudayaan
 kesenian di bali di golongkan 3 golongan utama yaitu seni rupa misalnya
 seni lukis, seni patung, seni arsistektur, seni pertunjukan misalnya 
seni tari, seni sastra, seni drama, seni musik, dan seni audiovisual 
misalnya seni video dan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;NILAI-NILAI BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tata krama : kebiasaan sopan santun yang di sepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia di dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;2. Nguopin : gotong royong.&lt;br /&gt;3. Ngayah atau ngayang : kerja bakti untuk keperluan agama.&lt;br /&gt;4. Sopan santun : adat hubungan dalam sopan pergaulan terhadap orang-orang yang berbeda sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;ASPEK PEMBANGUNAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di
 Bali jenis mata pencahariannya adalah bertani disawah. Mata pencaharian
 pokok tersebut mulai bergeser pada jenis mata pencaharian non 
pertanian. Pergeseran ini terjadi karena bahwa pada saat sekarang dengan
 berkembangnya industri pariwisata di daerah Bali, maka mereka 
menganggap mulai berkembanglah pula terutama dalam mata pencaharian 
penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kebanyakan orang menjual lahannya untuk 
industri pariwisata yang dirasakan lebih besar dan lebih cepat 
dinikmati. Pendapatan yang diperoleh saat ini kebanyakan dari mata 
pencaharian non pertanian, seperti : tukang, sopir, industri, dan 
kerajinan rumah tangga. Industri kerajinan rumah tangga seperti memimpin
 usaha selip tepung, selip kelapa, penyosohan beras, usaha bordir atau 
jahit menjahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;Swarsi, Si Luh;1986;Kedudukan Dan Peranan Wanita Pedesaan Daerah Bali;Jakarta: Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;Dhana, I Nyoman;1994;Pembinaan Budaya Dalam Keluarga Daerah Bali;Bali: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/5383205458054725644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/sekilas-budaya-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5383205458054725644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5383205458054725644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/sekilas-budaya-bali.html' title='Sekilas Budaya Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvN_nLeSFvE-mcp7f_LEpCfpP5NyrjAx83kWTyipW9i2EAVRN4x8wb9Hy5XBKosac3GxyZTUSHga_Vlye7dWQXsSqq96t_dgT1lSU-sEIW6nQ2MhobW_WDq1xwhZoN18FS1BIZkN0ITJH5/s72-c/bali_tanahlot.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4763856841556204433</id><published>2012-07-15T16:59:00.002+07:00</published><updated>2012-07-15T16:59:44.497+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Lima Museum Budaya Terbaik di Bali</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Kali ini Saya&amp;nbsp; akan bagikan info &lt;b&gt;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/b&gt;,
 siapa tahu sobat sekalian tahu ke museum tersebut atau belum dan 
kepingin ke museum budaya terbaik di bali ini. Dan memang BALI terkenal 
dengan pantai-pantainya yang sangat indah. Namun, &lt;b&gt;Pulau Dewata&lt;/b&gt; ini juga memiliki keunikan lain, yaitu kaya akan budaya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1462&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1462&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1462&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagian budaya Bali tersimpan dalam 
museum-museumnya. Berikut ulasan mengenai museum-museum terbaik di Bali.
 Langsung aja Cekidot!!&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Museum Puri Lukisan&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1457&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Istana lukisan ini menampilkan koleksi 
lukisan-lukisan Bali modern. Selagi Anda memasuki museum yang terdiri 
dari tiga bangunan ini, Anda bisa melihat bagaimana perkembangan gaya 
lukisan di Bali sejak 1930an hingga saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali_1/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1457&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1457&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali_1-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meskipun tidak menyukai lukisan, museum 
ini tetap layak dikunjungi karena terletak di tengah taman hijau dengan 
kolam teratai yang sejuk. Puri Lukisan terletak di pusat kota Ubud, dan 
dibuka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Harga tiket masuknya Rp10.000 per 
orang.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Museum Kerang Bali&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1458&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali_2/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1458&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1458&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali_2-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sini, Anda akan menemukan 
kerang-kerang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Museum ini adalah sebuah
 bangunan tiga lantai dengan luas 1.500 meter persegi. Mr. Stephen, 
pemilik museum ini sendiri yang melengkapi koleksi kerang-kerang di 
dalamnya. Ia mengumpulkannya dari pameran kerang di seluruh dunia. 
Museum Kerang Bali ini terletak di Kuta.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Rumah Topeng dan Boneka Setia Darma&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1459&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali_3/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1459&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1459&quot; height=&quot;388&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali_3-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Museum ini termasuk salah satu museum 
terbaru di Bali, yang memiliki 1.200 koleksi topeng dan 4.700 boneka 
dari berbagai wilayah di Indonesia, Asia, dan Afrika. Beberapa boneka 
dan topeng di sini juga memiliki desain yang menyeramkan. Museum ini 
berlokasi di kawasan perbukitan, beberapa kilometer sebelah selatan 
Ubud. Museum ini juga kerap menjadi tempat bagi berbagai aktivitas 
kebudayaan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Agun Rai Museum of Art (ARMA)&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1460&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali_4/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1460&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1460&quot; height=&quot;321&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali_4-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ARMA bukan hanya museum, juga resor dan 
restoran berisi koleksi lukisan dengan gaya Bali tradisional. Namun, 
kesamaan dari lukisan-lukisan adalah semuanya memiliki pengaruh dari 
pelukis Jerman, Walter Spies. ARMA terletak di Ubud, apabila Anda 
mengunjungi museum ini pada pukul 15.00-17.00 pada hari biasa dan 
10.30-12.00 di akhir pekan, Anda dapat menyaksikan anak-anak dari 
kampung sekitar berlatih tarian tradisional Bali.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;b&gt;Museum Subak&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1461&quot; style=&quot;width: 490px;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yodha.web.id/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali_5/&quot; rel=&quot;attachment wp-att-1461&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; class=&quot;size-full wp-image-1461&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;http://img.yodha.web.id/2012/03/Lima-Museum-Budaya-Terbaik-di-Bali_5-.jpg&quot; title=&quot;Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Lima Museum Budaya Terbaik di Bali&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Subak merupakan nama sistem irigasi yang
 digunakan di persawahan Bali. Nah, Museum Subak ini menceritakan detail
 sistem irigasi tersebut. Anda akan menemukan miniatur Subak di museum 
ini, dan diperkenalkan kepada semua aktivitas yang berhubungan dengan 
subak, mulai membuat dan mengatur irigasi hingga panen dan pembersihan 
padi. Museum Subak terletak di desa Senggulan, dua kilometer sebelah 
timur Tabanan.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4763856841556204433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4763856841556204433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4763856841556204433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/lima-museum-budaya-terbaik-di-bali.html' title='Lima Museum Budaya Terbaik di Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-4281886830227619810</id><published>2012-07-13T19:13:00.001+07:00</published><updated>2012-07-13T19:13:21.169+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Makanan"/><title type='text'>Wajib Coba! 5 Makanan dan Minuman Khas Bali</title><content type='html'>Punya rencana liburan atau merayakan 
valentine di Bali? Tidak ada salahnya bila menyempatkan waktu untuk 
berwisata ke &quot;Pulau Seribu Pura dan Sejuta Turis&quot; ini. Nah, selain 
tempat-tempat wisata di Bali memang eksotis, makanannya juga tak kalah 
eksotis dan mantap. Bahkan Bali merupakan salah satu tujuan wisata 
kuliner yang patut dipertimbangkan karena keragaman masakannya.&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Berikut ini kami merekomendasikan masakan Bali yang
 wajib dicoba saat berkunjung ke Bali. Namun, bagi yang beragama Islam 
jangan mencoba beberapa makanan karena bahan utamanya mengandung babi 
dan bahan-bahan lain yang tergolong haram.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Babi Guling&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Boleh dibilang, ini merupakan ikonnya masakan Bali.
 Di sekitar Denpasar, setiap beberapa ratus meter terdapat banyak warung
 yang menyediakan masakan khas Bali. Penandanya jelas, papan nama 
warungnya biasanya bergambar babi. Tapi, setelah kalian mencoba masakan 
ini, ehm... yummy, rasanya sangat gurih dan lezat, apalagi kulit luarnya
 yang terasa &lt;em&gt;kriuk...&lt;/em&gt;&amp;nbsp;saat mendarat di mulut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Babi guling, dari namanya jelas adalah babi yang 
diguling atau dipanggang. Sebelum memanggang, penjual akan mengeluarkan 
isi perut babi dan menggantinya dengan bumbu rempah-rempah. Kemudian si 
penjual kembali menjahit perut babi dan barulah siap memanggang. Jadi, 
saat memanggang akan terlihat seperti babi utuh, hanya bulu-bulunya saja
 yang sudah dibersihkan. Nah, proses menggulingnya bisa berjam-jam, lho.
 Ini dilakukan supaya babi matang sampai sedalam-dalamnya dan kulit 
luarnya terasa kriuk-kriuk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dimana kita bisa mendapatkan babi guling yang enak?
 Hampir di setiap sudut ada. Beberapa nama, seperti Babi Guling Ibu Oka,
 di Ubud, Babi Guling Candra di Denpasar, dan Babi Guling Handayani juga
 di Denpasar sudah banyak sekali pengunjung atau wisatawan yang 
mengenalnya, khususnya yang sudah pernah ke Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Untuk harga, makanan yang satu ini tergolong murah.
 Warung-warung kecil biasanya membandrol dengan harga sekitar 
Rp10.000,00 per porsi dan sekitar Rp25.000,00 untuk warung yang sudah 
terkenal. Satu lagi, akan terasa sangat nikmat bila menyantap babi 
guling saat makan siang lengkap dengan es jeruknya. Dijamin Anda akan 
ketagihan dan ingin terus menyantap babi guling khas Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Babi guling&quot; src=&quot;http://images.detik.com/customthumb/2012/02/07/1025/img_20120207154806_4f30e546772bf.jpg?w=600&quot; style=&quot;max-width: 530px;&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Babi Guling&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Lawar&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
lawar, makanan yang satu ini memiliki tiga pilihan,
 yaitu lawar babi, lawar ayam, dan lawar sapi. Bahan utama lawar ini 
adalah daging yang dicampur kacang atau kelapa, dan bumbu Bali lengkap. 
Ada juga penjual yang mencampur lawar dengan darah ayam atau babi. Bila 
ingin menikmati makanan ini Anda bisa menemukannya di tempat&amp;nbsp;babi 
guling.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Ayam Betutu&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Hidangan yang satu ini juga menjadi salah satu ikon
 kuliner Bali. Cara pengolahannya hampir sama dengan babi guling. 
Penjual mengeluarkan isi perut ayam dan menggantinya dengan bumbu dan 
sayur-sayuran. Bedanya, ayam betutu tidak dipanggang tapi dikukus.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Saat menikmati hidangan ini mulut akan langsung 
ketagihan. Bumbunya merasuk ke dalam daging ayam dan rasanya sangat 
gurih. Berhubung orang Bali suka masakan yang pedas, jadi ayam betutu 
ini rasanya juga lumayan pedas.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tapi jangan khawatir, ayam betutu ini sudah mulai 
go internasional. Beberapa warung yang menyediakan menu ini sudah 
mengurangi kadar pedas pada masakan ayam betutu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Penasaran mencoba? Anda bisa mencoba Ayam Betutu 
Gilimanuk, cabangnya banyak tersedia di sekitar Denpasar dan Kuta. 
Harganya juga bersahabat dengan kantong alias cukup murah. Mengeluarkan 
uang sekitar Rp30.000,00 Anda sudah bisa menikmati lezatnya ayam betutu 
khas Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Ayam betutu Men tempeh&quot; src=&quot;http://images.detik.com/customthumb/2012/02/07/1025/img_20120207154915_4f30e58b666df.jpg?w=600&quot; style=&quot;max-width: 530px;&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Ayam Betutu&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Jaja Bali&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Jaja Bali adalah kue-kue basah ala Bali. Rasa kuee 
di Bali itu cenderung manis, selain suka pedas lidah orang Bali suka 
manis. Dari deretan kue-kue basah yang cukup terkenal di Bali, misalnya 
laklak, kelepon, dan bulung biasanya selalu menawarkan rasa manis. Orang
 Bali biasa membuat pemanisnya dari gula kelapa atau mereka menyebutnya 
dengan gula Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Uniknya kue kelepon yang memiliki bentuk 
bulat-bulat seukuran bakso yang kecil dan di dalamnya berisi cairan gula
 merah, cara makannya haruslah ekstra hati-hati. Anda jangan langsung 
menggigitnya karena gula di dalam kue tersebut akan muncrat dan 
mengotori baju. Oleh sebab itu, sebaiknya harus dimasukkan terlebih 
dahulu, kalau sudah yakin mulut tertutup rapat, barulah menggigit kue 
tersebut, dan cres... rasakan sensasi cairan gula merah yang manis lumer
 di dalam mulut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Anda bisa mendapatkan kue-kue ini di semua pasar tradisional. Harganya juga hanya sekitar Rp500,00 per kue. Murah bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Tuak atau Arak&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dan, yang terakhir minuman ini hanya boleh untuk 
orang dewasa. Bagi yang tidak suka alkohol sebaiknya jangan sekai-kali 
mencoba minuman ini. Arak Bali memang cukup terkenal karena kadar 
alkoholnya yang tinggi. Sedangkan tuak tidak terlalu tinggi. &amp;nbsp;Tapi, bila
 Anda tetap penasaran dengan rasa tuak, biasanya para penjual tuak juga 
menyediakan tuak yang rasanya manis dan tidak mengandung alkohol.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sebenarnya masih banyak varian masakan dan minuman 
khas Bali rasanya sangat nikmat dan lezat. Kalau masih penasaran, 
cobalah masuk ke pasar tradisional atau pasar malam. Akan ada banyak 
makanan dan minuman khas Bali yang bisa Anda temukan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kalo Anda suka bertualang mencicipi masakan nusantara, Bali bisa menjadi salah satu surganya.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/4281886830227619810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/wajib-coba-5-makanan-dan-minuman-khas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4281886830227619810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/4281886830227619810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/07/wajib-coba-5-makanan-dan-minuman-khas.html' title='Wajib Coba! 5 Makanan dan Minuman Khas Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-2485216941873276273</id><published>2012-06-25T18:35:00.002+07:00</published><updated>2012-06-25T18:40:40.374+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Subak salah satu irigasi masyarakat Bali</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIeo3eOXaorS4HFJujAqxNfq510MvA2FQ1YoJ02wzLaUvAv666R16bdg7vPtw6jlvbXyJKO9WwW21tETXAcUNa7_J8jzuKbif6TTahnnZTtmic_S_gkf3BZYj4SGPjKe9gsuyiwNsXCqf/s1600/museum-subak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIeo3eOXaorS4HFJujAqxNfq510MvA2FQ1YoJ02wzLaUvAv666R16bdg7vPtw6jlvbXyJKO9WwW21tETXAcUNa7_J8jzuKbif6TTahnnZTtmic_S_gkf3BZYj4SGPjKe9gsuyiwNsXCqf/s320/museum-subak.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fe-kuta.com%2Fblog%2Fbudaya-bali%2Fapa-itu-subak.htm&amp;amp;t=Apa%20itu%20SUBAK%3F%20%7C%20Blog%20Bali%20-%20Paket%20Liburan%2C%20Tour%20dan%20Bisnis%20Bali&amp;amp;src=sp&quot; name=&quot;fb_share&quot; style=&quot;text-decoration: none;&quot; type=&quot;button_count&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fb_share_size_Small &quot;&gt;&lt;span class=&quot;FBConnectButton FBConnectButton_Small&quot; style=&quot;cursor: pointer;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;FBConnectButton_Text&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;



&lt;br /&gt;
Istilah &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/budaya-bali/apa-itu-subak.htm&quot;&gt;SUBAK&lt;/a&gt; sebenarnya sudah begitu terkenal di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Seperti apa &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/budaya-bali/subak.htm&quot; title=&quot;Subak&quot;&gt;subak&lt;/a&gt; itu dan apa saja kegiatannya? Berikut ceritanya :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/budaya-bali/subak.htm&quot; title=&quot;Subak&quot;&gt;Subak&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;
 adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan 
sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali. Subak ini biasanya 
memiliki &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/informasi/pura.htm&quot; title=&quot;Pura&quot;&gt;pura&lt;/a&gt; yang dinamakan &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/informasi/pura.htm&quot; title=&quot;Pura&quot;&gt;Pura&lt;/a&gt; Uluncarik, atau Pura &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/paket-tour/paket-tour-bedugul-tanah-lot.htm&quot; title=&quot;bedugul&quot;&gt;Bedugul&lt;/a&gt;,
 yang khusus dibangun oleh para petani dan diperuntukkan bagi dewi 
kemakmuran dan kesuburan Dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh 
seorang pemuka adat yang juga adalah seorang petani di Bali.&lt;br /&gt;
Revolusi hijau telah menyebabkan perubahan pada sistem irigasi ini, 
dengan adanya varietas padi yang baru dan metode yang baru, para petani 
harus menanam padi sesering mungkin, dengan mengabaikan kebutuhan petani
 lainnya. Ini sangatlah berbeda dengan sistem Subak, di mana kebutuhan 
seluruh petani lebih diutamakan. Metode yang baru pada revolusi hijau 
menghasilkan pada awalnya hasil yang melimpah, tetapi kemudian diikuti 
dengan kendala-kendala seperti kekurangan air, hama dan polusi akibat 
pestisida baik di tanah maupun di air.&amp;nbsp; Akhirnya ditemukan bahwa sistem 
pengairan sawah secara tradisional sangatlah efektif untuk menanggulangi
 kendala ini.&lt;br /&gt;
Subak telah dipelajari oleh Clifford Geertz, sedangkan J. Stephen 
Lansing telah menarik perhatian umum tentang pentingnya sistem irigasi 
tradisional. Ia mempelajari pura-pura di Bali, terutama yang 
diperuntukkan bagi pertanian, yang biasa dilupakan oleh orang asing. 
Pada tahun 1987 Lansing bekerja sama dengan petani-petani Bali untuk 
mengembangkan model komputer sistem irigasi Subak. Dengan itu ia 
membuktikan keefektifan Subak serta pentingnya sistem ini.(wikipedia/&lt;a href=&quot;http://www.e-kuta.com/&quot; title=&quot;www.e-kuta.com&quot;&gt;www.e-kuta.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngga lengkap rasanya jalan-jalan di kota &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/index.php/tabanan&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Tabanan&lt;/a&gt;, kalau ngga mengunjungi tempat wisata yang satu ini, &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/category/museum-di-bali&quot; title=&quot;museum&quot;&gt;Museum&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/budaya-bali/subak.htm&quot; title=&quot;Subak&quot;&gt;Subak&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/budaya-bali/subak.htm&quot; title=&quot;Subak&quot;&gt;Subak&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;adalah sistem pengairan atau irigasi yang adanya cuman di pulau Bali saja. Dan &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/category/museum-di-bali&quot; title=&quot;museum&quot;&gt;museum&lt;/a&gt; Subak ini dibuat untuk tetap meletarikan alat-alat atau pengetahuan tentang sistem irigasi Subak ini.&lt;br /&gt;
Museum Subak ini berlokasi di desa Sanggulan, 5 menit dari pusat kota &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/index.php/tabanan&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;Tabanan&lt;/a&gt; dan 5 menit juga dari &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/informasi/kediri.htm&quot; title=&quot;Kediri&quot;&gt;Kediri&lt;/a&gt;. Memasuki kawasan museum kita akan mendapatkan suasana yang rindang karena banyak pohon-pohon besar merindangi kawasan ini.&lt;br /&gt;
Museum Subak diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali 
tanggal 13 Oktober 1981. Museum ini merupakan Museum Khusus, tentang 
system pertanian di Bali yang dikenal dengan nama Subak, dengan bangunan
 museum induk dan museum terbuka.&lt;br /&gt;
Koleksi yang bisa ditemui yang digunakan selama proses menuai padi, alat
 untuk membajak sawah, perangkap ikan, penangkap belut, jaring buat 
nangkap capung, miniatur desa pertanian bali kuno, miniatur dapur 
tradisional&amp;nbsp; bisa ditemukan di sini. Buka setiap hari kecuali Minggu 
dari jam 07.30 dampe 18.30&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;http://e-kuta.com/blog/category/budaya-bali&quot;&gt;http://e-kuta.com/blog/category/budaya-bali&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/2485216941873276273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/subak-salah-satu-irigasi-masyarakat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2485216941873276273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/2485216941873276273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/subak-salah-satu-irigasi-masyarakat.html' title='Subak salah satu irigasi masyarakat Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoIeo3eOXaorS4HFJujAqxNfq510MvA2FQ1YoJ02wzLaUvAv666R16bdg7vPtw6jlvbXyJKO9WwW21tETXAcUNa7_J8jzuKbif6TTahnnZTtmic_S_gkf3BZYj4SGPjKe9gsuyiwNsXCqf/s72-c/museum-subak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-8059712550863785671</id><published>2012-06-25T18:26:00.003+07:00</published><updated>2012-06-25T18:27:08.741+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Rumah Adat</title><content type='html'>&amp;nbsp;&lt;img height=&quot;286&quot; id=&quot;il_fi&quot; src=&quot;http://www.wayantulus.com/wp-content/uploads/2010/07/foto-rumah-adat-bali.jpg&quot; style=&quot;padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;&quot; width=&quot;410&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumah_Bali&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Rumah Bali (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Rumah Bali&lt;/a&gt; yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Weda&quot; title=&quot;Weda&quot;&gt;Weda&lt;/a&gt; yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)&lt;br /&gt;
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan 
tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek 
pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah 
harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut &lt;i&gt;Tri Hita Karana&lt;/i&gt;.
 Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada 
hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.&lt;br /&gt;
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu 
dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam 
hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan 
simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari 
jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan
 dalam patung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bali&quot;&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bali&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/8059712550863785671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/rumah-bali-yang-sesuai-dengan-aturan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8059712550863785671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/8059712550863785671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/rumah-bali-yang-sesuai-dengan-aturan.html' title='Rumah Adat'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-5945351720323414756</id><published>2012-06-25T18:24:00.001+07:00</published><updated>2012-06-25T18:24:17.076+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Baju adat Bali</title><content type='html'>&lt;h4&gt;

&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pria&quot;&gt;Pria&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 177px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Ubud-Kids.jpg&amp;amp;filetimestamp=20070129101954&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;135&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/45/Ubud-Kids.jpg/175px-Ubud-Kids.jpg&quot; width=&quot;175&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Ubud-Kids.jpg&amp;amp;filetimestamp=20070129101954&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/static-1.20wmf5/skins/common/images/magnify-clip.png&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Udeng (ikat kepala)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kain kampuh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umpal (selendang pengikat)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kain wastra (kemben)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sabuk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beragam ornamen perhiasan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas kaki sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;

 &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Wanita&quot;&gt;Wanita&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 177px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Bali.jpg&amp;amp;filetimestamp=20070414184613&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;113&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/Bali.jpg/175px-Bali.jpg&quot; width=&quot;175&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Bali.jpg&amp;amp;filetimestamp=20070414184613&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/static-1.20wmf5/skins/common/images/magnify-clip.png&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gelung (sanggul)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesenteng (kemben songket)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kain wastra&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selendang songket bahu ke bawah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beragam ornamen perhiasan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bali&quot;&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bali &lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/5945351720323414756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/baju-adat-bali.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5945351720323414756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/5945351720323414756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/baju-adat-bali.html' title='Baju adat Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-7280118407859236204</id><published>2012-06-25T18:09:00.000+07:00</published><updated>2012-06-25T18:09:01.906+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>Seni Tari Bali</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni tari Bali&lt;/b&gt; pada 
umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau seni 
tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara
 dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk 
hiburan pengunjung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdp20ty0rpD1kMxIz8qsMkQoyFpI78s3Pt8B1HtcbkTnhTOAkjK9iLQYWGmhwmjRa0HfDlqf2n3glxy_V-LgKHbUu_e8O77U7goaSf2wsvp25EMKwlZ9PYIM2AcCP5A-uIh2bo1sSYTgk/s1600/tari+Bali+dence+bali.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdp20ty0rpD1kMxIz8qsMkQoyFpI78s3Pt8B1HtcbkTnhTOAkjK9iLQYWGmhwmjRa0HfDlqf2n3glxy_V-LgKHbUu_e8O77U7goaSf2wsvp25EMKwlZ9PYIM2AcCP5A-uIh2bo1sSYTgk/s320/tari+Bali+dence+bali.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pakar
 seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah 
menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke 
dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, 
bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong, 
sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon 
dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu &lt;b&gt;tarian Bali&lt;/b&gt; yang sangat populer bagi para wisatawan ialah &lt;b&gt;Tari Kecak&lt;/b&gt;.
 Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman 
Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan 
bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat 
berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tari Pendet dari Indonesia &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tarian Bali : wali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan
  jenis tarian upacara atau tari sakral, ditarikan pada setiap  kegiatan
  upacara adat dan agama Hindu di Bali. Di Pura, tarian ini  dipentaskan
  di area terdalam (Jeroan). &lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sang Hyang Dedari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sang Hyang Jaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tari Rejang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tari Baris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tari Janger&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tarian Bali : bebali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan
 jenis tarian semi sakral, dapat berfungsi sebagai tari sakral  dalam 
upacara tertentu dan sekaligus bisa sebagai tari hiburan&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Tari Topeng&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambuh&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tarian Bali : balih-balihan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merupakan
 jenis tarian hiburan, berfungsi sebagai hiburan masyarakat.  Kalau di 
area Pura, tarian ini umumnya dipentaskan di panggung atau  gedung 
(wantilan), area terluar pura (Jaba)&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Tari Legong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Arja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Joged Bumbung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Drama Gong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Barong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tari Pendet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tari Kecak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Calon Arang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/7280118407859236204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/seni-tari-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/7280118407859236204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/7280118407859236204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/seni-tari-bali.html' title='Seni Tari Bali'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdp20ty0rpD1kMxIz8qsMkQoyFpI78s3Pt8B1HtcbkTnhTOAkjK9iLQYWGmhwmjRa0HfDlqf2n3glxy_V-LgKHbUu_e8O77U7goaSf2wsvp25EMKwlZ9PYIM2AcCP5A-uIh2bo1sSYTgk/s72-c/tari+Bali+dence+bali.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3945336945932191236.post-3261300324501708059</id><published>2012-06-25T15:30:00.002+07:00</published><updated>2012-06-25T15:30:38.449+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata"/><title type='text'>Ikut Hari Raya Nyepi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;likethis&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Dalam
 setiap agama dipastikan memiliki hari raya kebesarannya masing-masing. 
Tak terkecuali dengan umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali. Umat 
Hindu Bali selalu merayakan Hari Raya Nyepi dalam setiap Tahun Baru 
Saka. Di hari kebesaran tersebut kebiasaan untuk &lt;i&gt;amati geni&lt;/i&gt; dilakukan untuk membersihkan lahir dan bathin dengan melakukan Samadhi atau semedi.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://bali.panduanwisata.com/files/2011/10/hari-raya-nyepi.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-full wp-image-3552 aligncenter&quot; height=&quot;375&quot; src=&quot;http://bali.panduanwisata.com/files/2011/10/hari-raya-nyepi.jpg&quot; width=&quot;550&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Makna Nyepi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Asal
 kata Nyepi ialah sepi, sunyi, dan senyap. Hari Raya Nyepi merupakan 
perayaan Tahun Baru Hindu yang sudah dimuali sejak tahun 78 Masehi. Di 
Hari Raya Nyepi ini seluruh Umat Hindu akan melakukan perenungan untuk 
kembali menjadi manusia yang fitrah, suci lahir dan bathin. Makanya tak 
heran ketika perayaan Nyepi semua aktifitas yang biasanya dilakukan 
masyarakat dihentikan, termasuk juga berbagai fasilitas umum.&lt;br /&gt;
Beberapa upacara Nyepi adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; Upacara Melasti; Selang waktu dua tiga hari sebelum&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hari Raya Nyepi&lt;/i&gt;,
 diadakan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis, seluruh 
perlengkapan persembahyang yang ada di pura di arak ke tempat-tempat 
yang mengalirkan dan mengandung air seperti laut, danau&amp;nbsp; dan sungai, 
karena laut, danau dan sungai adalah sumber air suci (tirta amerta) dan 
bisa membersihkan dan menyucikan dari segala kotoran yang ada di dalam 
diri manusia dan alam.&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; Upacara Ngembak Geni; Upacara Hari 
Ngembak Geni berlangsung setelah Hari Raya Nyepi berakhirnya &amp;nbsp;( brata 
Nyepi ). Pada esok harinya dipergunakan melaksanakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Dharma Shanty&lt;/i&gt;,
 saling berkunjung dan maaf-memaafkan sehingga umat hindu khususnya bisa
 memulai Tahun Baru Caka dengan hal hal baru yang fositif, baik di 
lingkungan keluarga maupun di masyarakat. sehingga terbinanya kerukunan 
dan perdamaian yang abadi.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://bali.panduanwisata.com/files/2011/10/hari-raya-nyepi2.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-full wp-image-3553 aligncenter&quot; height=&quot;375&quot; src=&quot;http://bali.panduanwisata.com/files/2011/10/hari-raya-nyepi2.jpg&quot; width=&quot;550&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
-
 &amp;nbsp; Upacara Bhuta Yajna; Sebelum hari Raya Nyepi diadakan upacara Bhuta 
Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh-roh 
jahat dengan membuat &amp;nbsp;hiasan atau patung yang berbentuk atau 
menggambarkan buta kala (Raksasa Jahat) dalam bahasa Bali-nya disebut 
Ogoh-ogoh. Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, 
Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/feeds/3261300324501708059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/ikut-hari-eaya-nyepi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/3261300324501708059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3945336945932191236/posts/default/3261300324501708059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliloveindonesia.blogspot.com/2012/06/ikut-hari-eaya-nyepi.html' title='Ikut Hari Raya Nyepi'/><author><name>Chenk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15105787216034146810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAR7r7D_bngPoHx2y08EDqf_65P1unBesiJ8-oQdLMPudRonlti45-CmWRayFnl3WSuyqrQUNGu4hoUC1AwqRRp3AmuCpnHr7ae50w7SVXfF3y77fic6EEukZOGx-B6A/s220/14267_1154402069365_5470917_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>