<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106</atom:id><lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 06:24:46 +0000</lastBuildDate><category>Puisi Bukan Puisi</category><category>Belajar Menulis</category><category>Award</category><category>Sedikit Tentang Monas</category><title>SENJAKALA</title><description></description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-572936955589198643</guid><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 08:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-24T11:30:03.267+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Surat Cinta dari Bali</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kali ini keheningan yang berbicara saat kapal ferry perlahan mulai berlabuh meninggalkan hiruk pikuk Gilimanuk. Dari dek atas lantai dua, pada sisi kanan tepat sebelah ruangan nakhoda bersarang. Sayup angin lembut menyentuh badan kapal bak seorang Ibu mengusap kepala anaknya yang hendak pergi merantau.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Diluar sana, air laut terlihat tenang. Seolah tak terganggu oleh kapal besar yang sedang melintas di permukaan. Burung-burung camar sesekali menyentuhkan paruhnya kedalam air lalu kembali terbang menghias langit.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Ah, ingin rasanya berbagi keindahan sore di selat yang memisahkan antara Jawa dan Bali ini dan aku ingin bercerita tentang apa yang sedang terjadi pada pulau dewata kepadamu. Hey! Tahukah kamu bahwa hari kemarin Bali merayakan Nyepi? Sebuah perayaan bagi umat Hindu guna membersihkan diri dari segala dosa serta sebagai tanda pergantian tahun pada penanggalan Bali: Saka.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Suasana terasa begitu meriah di Pulau itu. Setiap banjar memiliki ogoh-ogoh - sebuah boneka besar terbuat dari rangka bambu serta kertas berbentuk setan dalam berbagai rupa -“ serta upacara keagamaan yang ikut menambah suasana seolah menjadi lebih relijius.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dahulu, Nyepi yang berarti sepi, dilaksanakan dalam jangka waktu berbeda-beda. Jika sekarang kita mengenalnya hanya dilakukan selama satu hari, maka puluhan tahun silam ibadah tersebut dilakukan selama 3-4 hari. Entahlah, siapa yang kemudian merubah itu menjadi satu hari seperti saat ini, namun yang pasti Nyepi tidak hanya membawa kebaikan bagi masyarakat di Bali atau yang merayakannya saja tetapi juga pada dunia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Akan ku ceritakan pada mu perihal itu bagi seluruh bangsa-bangsa yang hidup di atas bumi ini. Mungkin hanya sedikit yang dapat ku beritakan dan terbatas pada nilai-nilai dasar Nyepi, karena aku bukanlah orang yang menguasai dengan jelas persoalan ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Kamu tahu, Nyepi memiliki empat pondasi utama yang menjadi acuan dalam menjalankannya. Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, Amati Lelanguan, adalah pondasi tersebut. Amati Geni berarti tidak menyalakan api (penerangan) atau mengendalikan api amarah dalam diri. Amati Karya tidak melakukan aktifitas (bekerja). Amati Lelungan adalah tidak bepergian keluar rumah. Sedangkan Amati Lelanguan yaitu tidak mengumbar hawa nafsu atau tidak menikmati hiburan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Melihat keempat dasar itu bisa kau bayangkan, ketika Nyepi berlangsung praktis semua kehidupan &quot;berhenti&quot;. Orang-orang tidak boleh melakukan aktifitas kesehariannya selama 24 jam penuh: mulai jam 06.00 pagi hingga jam 06.00 keesokan harinya. Seorang teman pernah bercerita bahwa masyarakat yang menjalani Nyepi akan berdiam diri dalam rumah, bermeditasi, dan lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Hening dan sunyi: sepi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Oleh karena itu, tidak hanya pada masyarakat saja kehidupan &quot;berhenti&quot; pun, bandara, terminal, pelabuhan, pasar, mal, hotel, serta semua bentuk industri lainnya yang berada di pulau itu juga turut menstop semua kegiatannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Kamu pasti heran membaca penjelasan ku yang sangat singkat ini mengenai keterkaitan Nyepi dan nilai-nilai kebaikannya yang menyebar ke seluruh pelosok bumi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Baiklah, masih ingatkah kau mengenai lapisan es yang mulai mencair, perubahan musim, serta sampai pada meluasnya penyakit-penyakit daerah khas tropis atau tentang permasalahan atmosfer yang penuh dengan gas emisi di atas sana? Aku tahu kamu pasti ingat karena selama ini kau lah mesin pengingat ku untuk hal-hal itu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Kita berdua tahu bahwa, bumi sebagai media tempat kita bertemu, sedang mengalami ancaman bencana yang bahkan kita sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya. Bencana yang dibuat oleh manusia sendiri lewat penggunaan energi yang berlebihan, merampok kayu serta membabat hutan tropis, kemudian menggantinya dengan perkebunan sawit atau tambang mineral. Selain itu konsumsi bahan bakar fosil besar-besaran, serta berbagai hal lainnya, adalah sumber utama bencana yang hingga sekarang terus berjalan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Ancaman itulah yang belakangan marak dikenal dengan perubahan iklim: persoalan utama bumi. Berbagai solusi, baik itu berupa kesepakatan internasional hingga solusi sederhana, dibuat kemudian ditawarkan kepada semua Negara-negara di dunia. Lucunya, solusi tersebut yang lebih dikenal khalayak ramai meski asal datangnya entah dari mana.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Untuk Indonesia sendiri, solusi bagi degradasi lingkungan hidup sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tengok lah hutan serta tanah adat yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang dan kearifan lokal ini ada pada semua suku bangsa di nusantara.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pun begitu dengan Nyepi yang sudah hadir sejak lama. Ketika Nyepi sedang berlangsung, maka semua aktifitas manusia berhenti total. Lalu, kamu pun bisa menebak dampaknya: berhentinya gas emisi yang terbuang ke angkasa. Sungguh aneh rasanya bila Nyepi sebagai salah satu bentuk kearifan lokal bangsa ini, hanya dilihat dari sekedar persoalan ibadah manusia dengan sang pencipta bukan kepada turut serta berkontribusi mencegah terlepasnya gas rumah kaca.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Memang cukup sulit untuk mengadopsi nilai tersebut, tapi kita bisa melakukan solusi sederhana yang dapat dilakukan dengan mudah berdasarkan cerminan pada apa yang terkandung dalam Nyepi. Mematikan lampu misalnya atau mulai menggunakan transportasi publik, menggiatkan kembali sepeda, atau berbagai hal lainnya yang sangat dekat dengan kita.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Begitulah, sedikit cerita ketika di Bali. Sebenarnya banyak kisah yang ingin ku bagi dari perjalananan ini, namun rangkaian aksara tidak akan cukup untuk menjelaskan semua. Mungkin nanti ketika kita bertemu dalam temaram cahaya bulan dan bintang gemintang, setelah lampu dimatikan akan ku kisahkan kembali semua kepada mu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kapal terasa lambat sekali, Pulau Bali semakin jauh tertinggal. Angin masih bertiup lembut. Di luar sana laut tetap tenang hanya riak-riak kecil yang membuatnya sedikit bergejolak. Raja siang mulai siap berpulang. Daratan di depan semakin terlihat jelas. Klakson kapal memecah keheningan. Hiruk pikuk sesapu terdengar. Pulau Jawa hadir di depan. Tunggu aku di Jakarta pada Minggu ke empat bulan maret.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Gilimanuk-Ketapang, 2011 
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2012/08/surat-cinta-dari-bali.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4071125579008009116</guid><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 08:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-24T11:31:05.369+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Mangrove Harapan Terakhir Masyarakat Desa Tapak</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;27 Februari 2011. Bau anyir khas pesisir perlahan mulai tercium, jalan setapak berpasir kehitaman terbentang dihadapan tim road trip Earth Hour 2011. Di sisi kanan dan kiri jalan, terhampar petak-petak tambak ikan bandeng milik masyarakat. Siang itu di Desa Tapak, Tugurejo, Semarang, segenap alamnya seakan mengawasi kedatangan kami yang akan menuju lokasi penanaman mangrove.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Dan tibalah kami dipenghujung jalan. Tiga buah perahu motor dengan panjang 4 meter dan lebar 1,5 meter sudah menunggu sejak tadi. Setiap perahu dapat mengangkut tidak lebih dari 7 orang dengan komposisi 5 orang penumpang, 1 orang kemudi perahu, sisanya bertugas menjadi pemandu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Perahu pun mulai bergerak perlahan memasuki rindang pohon bakau menuju mulut sungai tapak. Deru mesin bertenaga 6,5 pk itu memecah keheningan kawasan mangrove, sehingga membuat wideng (kepiting) yang sedang asyik termenung lari pontang-panting saat perahu melintas didepannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Sepanjang sungai yang airnya hitam dan sarat bau endapan lumpur itu juga dipenuhi sampah plastik. Bahkan perahu kami beberapa kali harus mematikan mesin karena baling-baling tersangkut benda tersebut. Tidak hanya sampah saja yang mencemari sungai ini, warga setempat memberitahukan bahwa limbah cair dari perusahaan yang terletak di belakang desa turut andil mengotori sungai dan sudah terjadi sejak lama.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Tidak kurang 30 menit mulut sungai mulai terlihat. Lautan menyambut, hembusan angin serta gelombang membelai tubuh yang terasa lengket oleh keringat. Dengan hati-hati si pengemudi mengendalikan kapal ukuran kecil itu dari riuh rendah gelombang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; Kawasan mangrove semakin terlihat jelas di pingir-pinggir pesisir menjadi benteng pertahanan terakhir bagi wilayah desa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Mengapa menanam mangrove?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;	
Wilayah desa Tapak, Tugurejo, sebenarnya sudah sejak lama memiliki banyak pohon mangrove. Tetapi akibat adanya mitos (namun tidak terbukti) bahwa jika tumbang, racun yang tersimpan dalam akar tanaman ini akan terlepas dan membunuh ikan dalam tambak, maka masyarakat setempat membabatnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Namun, sejak adanya abrasi laut besar-besaran sekitar tahun 2000-2001 masyarakat mulai menyadari betapa besar manfaat mangrove bagi wilayah pesisir dan mulai menanamnya kembali. Disini terdapat 5 jenis tanaman mangrove yang dibudidayakan yakni jenis rhizophora macronata, rhizophora apiculata, rhizophora stylosa, avicenia marina, serta burguera.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Abrasi yang melanda wilayah pesisir desa Tapak, telah menghilangkan 8 petak tambak ikan bandeng seluas 1-2 hektar. Tidak hanya itu, abrasi juga menggeser garis pantai sejauh 700 meter kearah daratan serta telah menghilangkan pulau Tirang, sebuah pulau kecil yang dahulu juga menjadi tempat mangrove berkembang, dahulu masyarakat setempat menggunakan nama pulau tirang sebagai alamat untuk desa tapak: Jalan pulau Tirang, setelah tenggelam alamat pun berganti menjadi Jalan Tapak Tugurejo.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selain hilangnya pulau Tirang, abrasi air laut juga turut menenggelamkan lokasi tambak udang yang dapat dilihat secara jelas melalui sisa-sisa pondasi wc yang hancur akibat naiknya muka air laut. Dampak lain dari abrasi menyebabkan menurunnya hasil panen tambak. Jauh sebelum terjadinya bencana tersebut, tambak ikan bandeng dapat menghasilkan 8 ton setiap kali panen, tapi setelah air laut naik tambak hanya menghasilkan 5-6 ton ikan bandeng tiap panennya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir desa Tapak, selain semakin naiknya muka air laut (dampak dari perubahan iklim), juga diperparah akibat adanya reklamasi pantai yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Pakar lingkungan hidup dari Universitas Diponegoro Semarang, Prof Dr Sudharto P Hadi, menjelaskan bahwa Lahan reklamasi membuat arah arus laut berubah sehingga akhirnya memicu kerusakan lingkungan di lokasi lainnya (kompas.com).&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Abrasi juga melanda 60 persen dari 21,6 kilometer panjang pantai di perairan Kota Semarang, merupakan wilayah Kecamatan Tugu dan 70 persen di antaranya terkena abrasi (www.antarajateng.com).&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Guna mencegah abrasi yang semakin besar tidak cukup hanya dengan menanam mangrove sebanyak-banyaknya, masyarakat juga membangun Alat Pemecah Ombak (APO) yang terbuat dari ban-ban mobil bekas yang di tumpuk kemudian diisi dengan semen. Hal ini dilakukan karena semakin besarnya pengikisan tanah oleh air yang dapat dengan cepat menghilangkan daratan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Abrasi air laut, perubahan iklim, reklamasi serta pencemaran limbah menjadi ancaman utama bagi masyarakat yang menghuni wilayah pesisir Semarang. Setidaknya Mangrove dan APO telah sedikit memberikan harapan bagi masyarakat daerah pesisir Tugu, dimana pengikisan tanah oleh air terus terjadi secara perlahan namun pasti.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Mata-mata termenung menatap kosong laut lepas. Awan kembali mendung bersiap memuntahkan isi perutnya. Ikan-ikan belana berlompatan diantara perahu yang terlihat lelah melawan kencangnya arus laut ketika mengantar kami pulang. Dalam perjalanan kembali ke awal, kepala menunduk termenung, hati mencoba berdamai melihat realita yang entah dibuat oleh siapa hingga masyarakat menerima getah yang sangat lengket ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;

Desa Tapak, Semarang 2011
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2012/08/mangrove-harapan-terakhir-masyarakat_9024.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4498292778908283282</guid><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 08:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-24T11:33:51.034+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Secuil pandang di Bandung: Kunjungan ke Cihanjuang</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Aspal jalanan belumlah kering dari sisa hujan tadi pagi. Sisi kiri dan kanan jalan dipadati dengan berbagai jenis kendaraan. Dilangit, awan nampaknya masih ingin menumpahkan semua air yang entah sejak kapan dikumpulkannya. Semua itu seakan mengiringi kepergian tim road trip Earth Hour 2011 menuju Bandung, Jawa Barat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Bis berukuran tiga perempat yang kami naiki, perlahan merangkak memasuki jalan tol dalam kota. Tiada hal menyenangkan untuk dipandang mata, saat bis melaju dijalur yang katanya bebas hambatan itu. Hanya gedung-gedung, mobil pribadi, truk besar dan kecil, bis pariwisata, bis kota…gedung-gedung, mobil pribadi, truk besar dan kecil, bis pariwisata, bis kota…bis lagi, mobil pribadi lagi, gedung lagi…Jakarta pagi hari. Macet!&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pemandangan mulai terlihat berbeda saat memasuki tol cikampek, tepatnya di wilayah kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dahulu disebelah kiri dan kanan jalan tol ini masih terlihat banyak sawah-sawah tadah hujan, bahkan diantara areal persawahan itu berdiri tegak bangunan-bangunan dengan atap yang sengaja dibuat rendah, hingga jika memasukinya tidak dari pintu masuk, kita harus menundukkan kepala. Bangunan yang kemudian dikenal sebagai pabrik batu bata merah tradisional, menjadi salah satu penyegar mata kala melaju di tol cikampek.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Terbersit dalam ingatan saat kepulan asap hitam berlomba-lomba keluar dari cerobong kecil pabrik tersebut. Terbang bebas bak sebuah tinta hitam yang mewarnai putihnya langit. Pemandangan itu yang kemudian menjadi hiburan bagi para pelintas jalan tol Cikampek. Tidak jarang, pabrik-pabrik bata itu menjadi hal yang sangat menarik bagi anak-anak kecil dan kemudian menanyakan kepada orang tuanya, mengapa ada rumah dengan genteng  yang sangat pendek?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Namun, kini pemandangan sawah serta pabrik bata merah tradisional sudah tidak bisa dilihat, tiada lagi asap yang mengepul atau hamparan sawah luas. Sekarang hanya ada deret-deretan pabrik modern dengan cerobong-cerobong asap besar, yang selalu mengepul setiap harinya.  Sesekali sepanjang jalan ini masih terlihat sawah-sawah tetapi luasnya sangat terbatas. Pun, ada sawah yang berdampingan dengan sebuah pabrik. Lucunya ada sawah yang diberi tanda bahwa tanah luas itu milik suatu perusahaan besar tertentu. Hati sedikit menerka-nerka, jangan-jangan sawah-sawah itu suatu saat akan berganti pabrik atau komplek bangunan mewah. Entahlah…dan jika semua sawah-sawah sudah berganti fungsi, apa nantinya pekerjaan para petani-petani itu, masih adakah stok beras untuk semua orang?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dan kota kembang pun menyapa. Bis melaju dengan santai membelah jalan di tengah ramainya kendaraan bermotor lainnya…&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Bandung, sebuah kota yang dahulu pernah menjadi lautan api bagi pasukan Belanda, seolah tersenyum menyambut kedatangan kami, Jum’at 25 Februari 2011. Kota yang dikenal dengan gadis-gadisnya yang berparas ayu, lokasi belanja, macet saat weekend, tempat berlibur, dingin, jalan Dago serta segudang hal lainnya, ternyata memiliki keunggulan lain yakni pabrik produksi teknologi pembangkit listrik tenaga air (PLTA)/mikrohidro.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Pabrik yang berdiri sejak tahun 1996 ini terletak dijalan Cihanjuang, Cimahi Utara, Cimahi, Jawa Barat telah memproduksi 5 tipe mesin mikrohidro dari daya listrik 50 watt hingga berdasarkan kebutuhan. Keunikan dari tempat ini ialah keberhasilannya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar lewat program pemberdayaan masyarakatnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Tempat pembuatan pembangkit listrik tenaga air (PLTMH) Cihanjuang, menunjukkan bahwa penggunaan energi air sebagai sumber listrik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Hasil tersebut diperlihatkan pada film dokumenter yang dibuat oleh pabrik tersebut ketika tim road trip Earth Hour bertandang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Keberadaan tempat produksi PLTMH ini memperlihatkan adanya hubungan harmonis antara masyarakat dengan pabrik melalui perekrutan pegawai yang berasal dari sekitar wilayah pabrik. Tercatat, saat ini pabrik tersebut mampu menyerap lebih dari 34 orang dan lebih dari 50 orang terlibat produksi yang dikerjakan di rumah masing-masing.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Penggunaan energi alternative yang ramah lingkungan seperti mikrohidro, tidak saja berkontribusi menyelamatkan lingkungan namun juga memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pada wilayah yang belum terjangkau listrik. Dengan adanya listrik maka, akan mempermudah semua pekerjaan manusia. Bayangkan, jika sebuah desa yang tidak pernah mendapatkan pasokan listrik tapi memiliki potensi sumber daya alam melimpah, apakah tetap bisa mengolah hasil buminya secara efisien dan efektif, tanpa menggunakan listrik?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Memang untuk menerapkan teknologi mikrohidro gampang-gampang susah. Karena, dibutuhkan suatu uji kelayakan yang sangat mendalam jika ingin memanfaatkan energi listrik tenaga air. Mulai dari debit air hingga kepada kondisi sosial masyarakatnya. Hal tersebut dilakukan agar ketika pembangunan lokasi pembangkit, dapat berguna dan tahan lama. Tidak hanya itu, peran serta dari berbagai pihak juga sangat dibutuhkan dalam pengadaan mesin PLTMH bagi wilayah-wilayah yang terbelakang dengan kondisi penghasilan masyarakatnya yang sangat rendah, apalagi jika melihat tingkat perekonomian masyarakat yang tidak merata di Indonesia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kunjungan ke Cihanjuang, kembali mengingatkan kita bahwa listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, lucunya masih banyak dari kita yang boros dalam menggunakan listrik bahkan ada sebagian wilayah di Indonesia masih terjadi byar-pet serta belum teraliri listrik.. Dan hal yang semakin membuat kita ‘terpingkal-pingkal’ menyadari bahwa tanah nusantara ini memiliki sumber daya alam energi yang sangat melimpah ruah namun dinyatakan krisis energi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Awan mendung pun kembali menggelayut manja di langit sana, semilir angin sejuk setia membelai rambut dan kulit kami. Kehangatan bandrek menemani senda gurau ketika mengakhiri kunjungan pada lokasi percontohan aplikasi PLTMH Cihanjuang yang letaknya tidak terlalu jauh dari pabrik itu. Perlahan, si raja siang mulai surut ke peraduannya, mengiringi langkah kaki-kaki kecil meninggalkan Cihanjuang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Bandung, 2011 
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2012/08/secuil-pandang-di-bandung-kunjungan-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-5453735506498966396</guid><pubDate>Thu, 14 Oct 2010 07:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-24T11:26:07.624+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Mari beristirahat: membuat jeda</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; Temaram senja merangkak pelan menuju peraduannya. Meski terlihat letih, masih saja berbagi keindahan sinarnya kepada bumi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Geliat kota menyambut malam. Berbagai rupa dan warna lampu bertengger bersiap menantang sinar rembulan di angkasa raya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Deretan kendaraan berdesakan mengisi ruas jalan yang saban hari tak pernah sepi. Wajah-wajah resah berderet penuhi trotoar. Menunggu angkutan, bersiap pulang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Pada sebuah perempatan, di sela-sela kendaraan yang saling berjejalan. Seorang anak dengan tulang tubuh yang masih ’rawan’, menghampiri tiap jendela mesin-mesin dengan body dan warna mengkilap. Ia bernyanyi dengan nada sumbang, mengharap sodoran tangan berisi sekeping logam menjulur dari dalam.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Sesekali harapan itu terwujud namun, tak banyak yang berakhir dengan lambaian. Dari jendela ke jendela. Terus mainkan gitar, berdendang, sesekali mengumpat kesal karena terlalu banyak penolakan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Peluh menggelayut pada wajahnya. Bibir trotoar menjadi tempat sejenak melepas lelah. Ia pun menumpahkan semua isi kantong plastik kecil, menghitung hasil kerja beberapa jam yang lalu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Selesai sudah penghitungan. Matanya kembali menatap pada antrian panjang kendaraan. Belum lah kaki kecil nya yang berdebu itu hilang letih, si bocah kembali berlari dan bernyanyi sumbang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
 &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;‘Sebuah Tontonan’&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Adalah sebuah wajah asli yang terlihat sekarang. Wajah-wajah yang terus bergentayangan di sekitar dan berada dekat dengan kita. Tak berpisah dan tak berjarak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pemandangan yang senantiasa ada pada setiap jalan-jalan di Ibu kota negeri ini. Entah pengamen anak-anak, peminta-minta berusia tua, dan tuna wisma yang terpaksa hidup dari sisa-sisa kehidupan kota, atau para peminta uang dengan cara-cara kasar.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Mereka dan kita yang sedikit beruntung kini telah bersatu, melebur tanpa sekat. Dalam keseharian, setiap waktunya, sejak pagi hingga malam. Tak jarang sebagian dari kita menganggap ini adalah masalah yang kerap terjadi pada negara berkembang atau mungkin sebagian beranggapan hal ini persoalan biasa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mungkin memang benar ini persoalan bagi negara-negara ke tiga disudut dunia manapun. Mungkin benar juga bagi sebagian dari kita menganggap ini persoalan biasa. karena pemandangan seperti ini dapat dengan mudah kita dapati. Setiap hari.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lalu, bagaimana bisa persoalan itu dapat menjadi suatu hal yang dianggap biasa? bukankah memerlukan suatu analisis yang mendalam dan data-data valid untuk mengetahui hal itu?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Secara sederhana cobalah kita mengingat kembali sepuluh atau dua puluh tahun belakangan, apakah fenomena serupa tidak pernah terjadi sebelumnya? kemudian lihat kembali masa sekarang, adakah perubahan berarti?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalan yang kerap kita lihat ini layaknya sebuah sinetron berseri yang entah sampai kapan akan berakhir. Tetap tayang setiap waktu, tak pernah khawatir tertinggal karena ada tayangan ulang keesokan harinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seolah sebuah sinetron, maka persoalan kemiskinan sudah tidak lagi mengoyak-ngoyak hati kita sebagai manusia. Karena ia kini menjadi tontonan keseharian, dan kita pun menjadi bagian dari itu semua. Melebur satu. Tanpa batasan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sudah sepantasnya ketika menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan, kita dapat sekaligus mengenal dan saling mencintai serta berbagi satu sama lain. Namun, di jaman yang serba cepat ini kita seakan dipaksa (baik sadar maupun tidak) untuk selalu berusaha mengejar dan memenuhi tuntutan hidup yang kian hari kian tinggi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Kemudian kita pun terhanyut oleh itu semua, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan tersier yang semakin mengalami pergeseran nilai guna dan fungsi yang sebagian darinya hanya menunjukkan status seseorang dari pergaulan sosial. Kita lalu berlomba memenuhinya. Mengatur taktik dan strategi, tetap fokus pada rencana, jika perlu menghalalkan segala cara guna mendapatkannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Beberapa hal tersebut terkadang membuat kita lupa atas apa yang sedang terjadi selama ini. ’Menempatkan kebutuhan pribadi diatas segalanya’. Mengikis rasa dihati.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lalu cobalah tanyakan pada teman mengenai cerita anak kecil pada awal tulisan ini, atau kisah yang kita lihat di jalan-jalan ibukota (apapun itu masalahnya) jika perlu bumbui dengan kritikan. Tunggulah sejenak apa yang teman kita katakan. Atau mungkin kita sudah dapat menebak jawabannya:&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;”Udahlah ngapain sih mikirin hal kayak begitu, mending mikirin diri sendiri. Masalah begitu mah biasa, namanya juga Indonesia!”&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;   
Selanjutnya, bayangkan lima atau dua puluh tahun ke depan. Adakah anak-anak kecil dengan rupa wajah, pakaian, alat musik yang berbeda tetap ada dijalan-jalan? Atau mungkinkah persoalan ini akan tinggal sejarah? Sementara (mungkin) sebagian besar dari kita memiliki jawaban yang sama atas pertanyaan pada paragraf diatas.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Hiruk pikuk kehidupan Jakarta memang tidak pernah tertidur. Nuasa elegan serta ke eklusif-annya semakin hari kian terasa. Mereduksi arti hakikat keberadaan kita sebagai manusia terhadap manusia lainnya. Energi pun hampir terkuras. Lelah mungkin terasa, memberi waktu kepada diri seolah susah karena lusa harus tetap jalani aktifitas.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Beristirahatlah sejenak dari segala hiruk pikuk kehidupan ini. Singkirkan sementara semua pekerjaan, laptop, handphone, tugas sekolah, diskon besar-besaran di mal. Carilah sudut yang sekiranya cukup nyaman, lalu duduklah dan perhatikan dengan seksama semua hal disekeliling pun tengoklah kembali ke dalam diri. Apa yang kau lihat dan kau rasa?&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/mari-beristirahat-membuat-jeda.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2625377047277102945</guid><pubDate>Wed, 13 Oct 2010 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-13T19:53:33.302+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Alay : hanya sebutan atau ada makna lain?</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&quot;Banyak istilah jaman sekarang. Ada yang bilang lebih dari lebay. Anak kampungan dibilang alay-alay. Cewek gampangan dibilang jablay...”&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lagu “D’Allays” milik Superglad mengalun mewarnai sore ini. Bersaing dengan suara hujan yang menderu diluar seolah saling berlomba memperebutkan tempat di telinga.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Nada riangnya seakan mengajak tubuh ini bergoyang dan berdendang ikuti irama. Ingin rasanya hati menuruti rayuan itu, tapi enggan untuk memulainya. Hanya cukup mendengar dan memperhatikan lirik-lirik yang entah bermakna kritik atau sindiran, namun yang pasti lagu tersebut berhasil menangkap gejala perubahan sosial dimasyarakat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Banyak sekali kosakata atau istilah baru yang digunakan dalam penulisan lirik ini, namun ada satu istilah yang cukup mengusik dan menjadi tren saat ini baik dikalangan anak muda atau masyarakat pada umumnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Alay salah satunya, yang juga menjadi judul dari lagu tersebut. Aku, kamu, kita mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut yang saat ini trendi. Bahkan salah satu saluran televisi musik terbesar di dunia, MTV membuat sebuah program acara dengan tema MTV ALAY! yang entah apa maksudnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hati pun tergelitik untuk mencoba mencari tahu apa arti dan bagaimana alay itu. Dunia maya pun dikunjungi, berbagai laman jejaring sosial dimasuki, forum pun dijelajahi hingga perbincangan singkat dengan beberapa orang dilakukan namun jawaban buram yang didapat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mengenai asal usul dan definisi secara pasti tentang alay tidak begitu jelas seakan muncul dengan sendirinya dan menyebar layaknya air mengalir mengikuti dataran yang lebih rendah. Sebagai sebuah istilah, yang jelas alay itu ‘diberikan’ kepada orang-orang yang dianggap berbeda.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seperti penuturan Frans pemuda yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan mengenai alay. Dengan gaya bicara cukup lincah ia mengatakan bahwa alay merupakan kepanjangan dari anak layangan, yang dekil, kucel, kumel serta memiliki warna rambut kemerahan seperti terbakar panas matahari. Dia juga menambahkan bahwa mereka yang diberi predikat alay, jika nongkrong tidak memiliki ‘modal’ serta sok mengikuti gaya dan kampungan. Hal senada juga diberikan oleh empat anak muda jakarta lainnya mengenai alay: kampungan. Kesan kampungan ini pula yang menurut saya kental akan nada diskriminasi terhadap mereka yang tidak memiliki akses informasi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita mengetahui bahwa term kampungan berasal dari kata kampung yang berarti kesatuan administrasi terkecil yang menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; terkebelakang (belum modern); berkaitan dengan kebiasaan di kampung; kolot*. Dengan arti lain alay adalah mereka yang berada dikelas bawah dalam stratifikasi sosial.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kemunculan alay sebagai sebuah istilah kiranya perlu dilihat secara lebih luas. Banyak kesan miring melekat erat padanya. Bahkan tak jarang saya mendengar bahwa mereka yang diberi cap alay berasal dari wilayah yang bukan Jakarta (sebut saja kampung) hanya karena gaya berpakaiannya, dan dititik inilah terjadinya pengkotakan antara kampung dan kota. Tidak hanya itu banyak olokan dengan nada merendahkan yang ditujukan terhadap alay.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kesan negatif terhadap alay juga terjadi di dunia maya bahkan terkesan sebagai cyberbullying. Hal ini terlihat dari banyak blogger membuat tulisan yang mengarah pada pembentukan opini publik bahwa alay adalah masalah. Bahkan, ada beberapa orang (entah sengaja atau tidak) membuat page di Facebook bernama “pembenci alay” dan “anti alay”. Kedua page kontra alay itu bahkan disukai ribuan orang pengguna jejaring sosial tersebut.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hal lainnya yang juga tidak kalah menariknya adalah banyaknya tulisan yang dengan seenaknya memberikan kriteria atau pun ciri dari alay bernada sinis dan merendahkan. Mulai dari selera musik, penggunaan gaya bahasa** , model rambut, hingga gaya berpakaian. Semua hal mengenai ciri-ciri alay itu sama sekali tidak masuk akal dan tidak valid serta cenderung men-stereotip-kan seseorang atau kelompok orang tertentu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Munculnya persoalan ini ke permukaan terjadi karena adanya distribusi pendapatan (kepemilikan alat produksi dan modal) yang tidak merata dimasyarakat serta gaya hidup perkotaan yang jauh dari kesan sederhana. Hal itu tentu sangat mempengaruhi kondisi seseorang yang berusaha mengekspresikan dirinya agar tetap mendapat tempat dilingkungannya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pembangunan pusat perbelanjaan yang mewah, tayangan iklan baik di televisi maupun dipinggir-pinggir jalan menjadi faktor penambah pembentukan pola pikir masyarakat. Seperti iklan perumahan, mobil, telepon genggam, aliran musik serta lokasi ‘nongkrong’ telah mengalami pergeseran makna dan menentukan kelas sosial seseorang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalannya kemudian adalah, jika pendapatan yang tidak merata serta arus gaya hidup perkotaan yang begitu cepat dan mewah menjadi halangan bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang, maka sebagian dari mereka itu akan berusaha mengikutinya semampu apa yang bisa dilakukan, karena orang-orang yang dicap sebagai alay juga memiliki hak untuk menikmati dan mengkespresikan diri. Jika seperti ini layak kah istilah alay itu tetap digunakan?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
* Kamus besar bahasa indonesia
**Penggunaan gaya bahasa yang terlihat berbeda ini sering ditemui pada penulisan pesan singkat (sms), atau pun facebook. Bahkan, ada sebuah aplikasi khusus menerjemahkan ’bahasa alay’ berbasis web bernama ’The Simple &quot;ALAY&quot; Text Generator’, tampaknya pula si pembuat aplikasi ini adalah orang yang juga tidak menyukai alay. Terlihat dari deskripsi aplikasi tersebut yang tertulis ”Generator buat bikin tulisan orang-orang alay yang menyebalkan... menjijikkan...” (http://alaygenerator.co.cc/)
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2010/10/alay-hanya-sebutan-atau-ada-makna-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1738696497236563181</guid><pubDate>Wed, 28 Apr 2010 07:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-24T11:27:57.744+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Hari Bumi di &#39;Taman Impian&#39;</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ancol, 25 April 2010. Waktu mendekati pukul 4:30 Wib pagi hari. Di angkasa raya bulan masih menggantung dengan malas. Perlahan taman impian jaya ancol (tija), mulai menunjukkan geliatnya. Satu dua orang dengan pakaian olahraga berlari-lari susuri aspal yang entah akan menuju ke arah mana.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Saya bersama teman-teman, tengah berjalan menuju salah satu halte shuttle bus yang disediakan khusus bagi para pengunjung tempat rekreasi tersebut. Adapun tujuan dan maksud kami menuju salah satu halte bis tersebut bukan untuk menaiki bis dan berkeliling menikmati kawasan rekreasi yang dibangun pada tahun 1966 itu, melainkan menyiapkan atau lebih tepatnya sedikit menghias tempat tersebut untuk dijadikan sebuah pos yang kemudian diberi nama ‘pos gaya hidup hijau&#39;.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Merubah halte sebagi pos? ya, sebuah pos yang berisi informasi mengenai pemilahan sampah dan nantinya akan dikunjungi oleh orang-orang bersepeda yang tergabung dalam satu kelompok dengan nama kelompok tertentu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak hanya pos yang kami buat saja yang akan dikunjungi oleh mereka, tetapi tiga pos lainnya dengan isi materi dan nama berbeda sudah disiapkan untuk menyambut para peserta sepeda santai itu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April lalu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
                                                             ***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sudah sejak kemarin sore saya beserta puluhan orang lainnya yang terdiri dari orang tua dan kaum muda tiba di lokasi wisata tepi pantai kota Jakarta ini. Kehadiran kami untuk mempersiapkan kegiatan peringatan hari bumi, hari dimana yang menurut beberapa orang berfungsi untuk mengingatkan manusia akan kondisi bumi yang kian hari semakin ringkih akibat kerusakan yang dibuat oleh manusia sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berbicara mengenai hari bumi, perlu sedikit disinggung dahulu mengenai bagaimana awal dan tujuan diadakannya hari bumi itu sendiri. Secara singkat hari bumi pertama kali dicetuskan oleh salah satu anggota senat Amerika Serikat (AS) pada tahun 60-an, &lt;b&gt;Senator Gaylord Nelson&lt;/b&gt;  yang berniat untuk menjadikan persoalan lingkungan hidup sebagai salah satu agenda politik nasional di AS.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Perjuangan panjang kiranya yang dilakukan oleh Nelson untuk menjadikan permasalahan lingkungan masuk pada tingkatan agenda politik nasional di negera asal Mc. Donald tersebut. Bagaimana tidak, diera itu isu lingkungan hidup tidak popular dikalahkan oleh persoalan dalam dan luar negeri AS : politik, ideology, ekonomi, perang dll&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pada tahun 1962-lah, merupakan titik awal dimulainya sebuah ide membuat hari bumi yang merupakan sebuah &lt;i&gt;miles stone&lt;/i&gt; untuk menjadikan persoalan lingkungan sebagai salah satu agenda politik nasional AS. Ketika itu Nelson, mencetuskan ide untuk membuat tur nasional ke wilayah-wilayah konservasi yang ada di AS dengan mengikut sertakan Jhon F. Kennedy (JFK), presiden AS saat itu ke dalam rencananya. Ide senator Negara adi daya itu baru terwujud pada September 1963 dengan mengunjungi sebelas wilayah konservasi selama lima hari dimana JFK turut serta dalam perjalanan itu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Usaha yang dilakukan Nelson, saat selesai melakukan tur nasionalnya belum berhasil membawa persoalan lingkungan ke dalam gedung putih. Usahanya itu pun berlanjut dengan melakukan kunjungan ke 25 negara bagian AS untuk melakukan diskusi dengan berbagai kalangan masyarakat mengenai kondisi kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Gayung pun bersambut, usaha tersebut sedikit membawa dampak positif : masyarakat menjadi peduli meski para politisi tidak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Gerakan yang dilakukan Nelson, dengan melakukan pembicaraan dengan berbagai kalangan masyarakat itu terus berlanjut hingga musim panas tahun 1969. Pada tahun ini berbarengan dengan semakin meningkatnya arus gelombang protes menolak perang Vietnam yang telah merambah berbagai kalangan dan juga kampus-kampus disetiap pelosok Negara bagian. Namun, dengan ada nya protes besar-besaran terhadap perang Vietnam, Nelson menemukan sebuah taktik dan strategis untuk menjadikan persoalan lingkungan masuk ke dalam agenda politik nasional di negaranya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Di titk inilah Nelson mulai berpikir untuk membagi informasi kepada para demonstran anti perang Vietnam yang kebanyakan para mahasiswa dan kaum muda soal kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Dengan kata lain Nelson mulai merangkul tingkatan &lt;i&gt;grassroots&lt;/i&gt;. Seiring berjalannya waktu hasil dari usahanya menunjukkan hasil yang cukup mengaget kan dirinya sendiri, dan ini terlihat pada tahun 22 april 1970 ribuan demonstran turun ke jalan terdiri dari pelajar, mahasiswa dan kelompok-kelompok local menuntut reformasi di bidang lingkungan hidup.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Apa yang dilakukan oleh Senator Gaylord nelson perlu mendapatkan acungan jempol, atas usahanya membawa persoalan lingkungan hidup menjadi salah satu agenda politik nasional di AS. Terlebih di era tersebut tidak lah mudah untuk memperjuangkan sesuatu hal yang bukan bagian dari &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; dari arus politik dalam negeri AS.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kini, era Nelson telah berlalu. Hari bumi sudah dikenal orang, banyak Negara-negara (mungkin tidak semua) telah menjadikan permasalahan lingkungan hidup menjadi agenda politik nasional masing-masing Negara. Namun, untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup tentu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Terutama di zaman yang serba cepat dan canggih dimana tingkat konsumerisme kian tinggi. Jangan kan melawan suatu perusahaan-perusahaan besar yang melakukan perusakan lingkungan, membuat semua lapisan masyarakat menjadi lebih perduli pun tidak mudah.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Banyak orang kini lebih tertarik membicarakan gossip selebritis yang sedang booming dari pada sekedar membicarakan semakin panasnya suhu di Jakarta, atau kondisi hutan Indonesia yang perlahan mulai menghilang. Orang lebih suka datang pada pesta diskon yang dibuat di mal-mal ketimbang berdiskusi bahwa semakin menumpuknya sampah hasil dari barang-barang yang kita beli.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Persoalannya kemudian, apakah tindakan yang dilakukan sebagian besar masyarakat kita itu salah? Saya pikir tidak. Karena mereka hanya lah korban dari kepentingan modal yang mengarahkan kita untuk mengkonsumsi barang tanpa melihat nilai guna, fungsi, serta kebutuhan. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada barang-barang seperti pakaian, sepatu dan makanan saja, namun juga semua hal.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
lihat saja bagaimana sebuah iklan rumah hunian yang dibangun baik di tepi pantai atau tidak selalu menyuguhkan hal-hal yang baik, bagus, indah, harmonis serta berkelas. Hal itu tentu saja menutupi apakah bangunan yang didirikan tersebut memperhatikan AMDAL, dibangun di daerah resapan air kah, dan lainnya. Hal serupa juga terjadi pada iklan mobil yang menunjukkan tampilan berkelas dan elegan hingga memberikan kesan identitas si pemilik tersebut dan melupakan hal kecil namun penting : seberapa besar penggunaan bahan bakar yang nantinya menghasilkan CO2.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Begitu pun dengan tayangan iklan tempat rekreasi yang menampilkan wahana baru, permainan baru yang dapat memberikan kesenangan baru meskipun kita tahu bahwa semua bentuk kesenangan tersebut adalah dunia imajinasi yang tak mungkin dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah seperti ini, tidak mungkin orang sempat berpikir, seberpa besar konsumsi listrik yang digunakan untuk menjalankan setiap wahana permainan itu dan berapa banyak CO2 yang menumpuk di atmosfer hingga membuat bumi semakin panas tiap harinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pada titik inilah kiranya tantangan baru terhadap ekosistem lingkungan hidup terbentang luas, dimana tantangan itu tidak lagi berupa perusahaan atau pun institusi Negara yang memapankan penebangan hutan dlsb. Ia telah berevolusi, berada dekat kita dan dapat ditemui sehari-hari. ia adalah symbol-simbol yang dapat mengarahkan manusia untuk mengkonsumsi secara terus menerus. Dan membuat kita terlena serta lupa untuk bertanya kepada diri sendiri apakah semua benda-benda yang kita beli dan pergunakan ramah lingkungan? Bagaimana proses produksinya? Semua itu tertutupi oleh segudang keindahan, eksotika, kecantikan, harmoni dan lain-lain yang serba elok : membuat semua “indah” belaka. Melihat kondisi seperti ini saya jadi teringat bagaimana Jean Baudrillard pada buku-bukunya soal symbol/tanda yang secara garis besar menggambarkan bagaimana lingkungan manusia memang telah berubah, mengalami mutasi dari lingkungan flora dan fauna menjadi lingkungan billboard.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
***&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Matahari pun merangkak naik, para peserta sepeda santai sudah menyelesaikan perjalanannya. Perayaan hari bumi tahun ini selesai sudah. Wajah-wajah segar menunjukkan kelelahan dengan sorot mata memancarkan perasaan senang, mungkin dalam hati masing-masing berharap semoga semua orang makin peduli terhadap lingkungan hidup. Saya beserta teman-teman yang berada di pos sejak tadi pagi bergegas merapikan halte tersebut seperti sedia kala dan segera pergi meninggalkan Taman Impian Jaya Ancol segenap dengan kesenangan imajinatif nya. Selamat Hari Bumi!
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2010/04/hari-bumi-di-taman-impian.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7328678657432835827</guid><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-29T20:22:55.083+07:00</atom:updated><title>Sebuah Award dan Musik Anak-anak</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN9PPttHTMWbrk1NP4Tyf24H1cWTnwncrAx00zCXWfFLXDxVQ_2f8YyV71UVCCNKYrer2SvC_xoM3tH5aN38VOAnA640pYWm7mEZwjqYrPyotKtZi18aSPYuZWHvLy4YZ-lHHx-dl25L8/s1600-h/Award+dj+09.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN9PPttHTMWbrk1NP4Tyf24H1cWTnwncrAx00zCXWfFLXDxVQ_2f8YyV71UVCCNKYrer2SvC_xoM3tH5aN38VOAnA640pYWm7mEZwjqYrPyotKtZi18aSPYuZWHvLy4YZ-lHHx-dl25L8/s320/Award+dj+09.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5374916920001404786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;

Sebuah postingan cukup menarik yang saya temukan pada blog &lt;a href=&quot;http://another-reni.blogspot.com&quot;&gt;The Others&lt;/a&gt; milik Ibu reni, begitu saya menyapa nya. Pada postingan yang diberi judul &lt;a href=&quot;http://another-reni.blogspot.com/2009/08/musik-dan-anak-anak.html&quot;&gt;Musik Dan Anak-anak&lt;/a&gt; beliau menceritakan bagaimana di masa sekarang ini banyak anak-anak yang melantunkan lagu-lagu orang dewasa. Sangat miris memang, anak yang seharusnya bertingkah dan berperilaku layak nya seorang anak-anak tidak seharusnya disuguhkan oleh menu-menu yang belum saat nya di terima.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Hal itu terkait dikarenakan minim nya penciptaan lagu anak-anak yang sarat makna seperti Ibu Soed, A.T Mahmud dan lain-lainnya di jaman sekarang ini serta menuruti kemauan pasar yang selalu mencari keuntungan. Lihat saja tayangan-tayangan televisi yang mengadakan berbagai lomba menyanyi dan sejenisnya, semua bertemakan lagu-lagu &quot;cinta&quot; orang dewasa.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;  
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Ekploitasi anak itulah kiranya yang saat ini terjadi. Menjadi artis, terkenal dan punya uang banyak, anak-anak diarahkan sebagai mesin pencari keuntungan oleh orang-orang yang hanya memikirkan materi.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Tidak terbayangkan nasib generasi muda di tanah ini nantinya, jika sedari kecil di jejali oleh mimpi muluk pemilik modal.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Melihat seorang anak kecil melantunkan sebuah lagu orang dewasa memang terlihat lucu, namun akan lebih Indah jika seorang anak bergaya dan berperilaku layaknya seorang anak kecil yang polos, lugu serta mengenal budaya &quot;Ibu&quot; nya.&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Tak lupa saya akan memberikan award ini kepada para sahabat saya dengan harapan lebih meluangkan waktunya untuk sekedar melihat dan memikirkan terhadap perkembangan musik anak-anak di nusantara. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Quo Vadis&lt;/span&gt; lagu anak-anak?&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. &lt;a href=&quot;http://koleksi-osi.blogspot.com/&quot;&gt;Diary Osi&lt;/a&gt;
2. &lt;a href=&quot;http://www.masprinet.co.cc/&quot;&gt;Mas Pri&lt;/a&gt;
3. &lt;a href=&quot;http://inamuth2.blogspot.com/&quot;&gt;Ina&lt;/a&gt;
4. &lt;a href=&quot;http://bali-piknik.blogspot.com/&quot;&gt;Bali piknik&lt;/a&gt;
5. &lt;a href=&quot;http://myemo83.blogspot.com&quot;&gt;La viva&lt;/a&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/senuah-award-dan-musik-anak-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN9PPttHTMWbrk1NP4Tyf24H1cWTnwncrAx00zCXWfFLXDxVQ_2f8YyV71UVCCNKYrer2SvC_xoM3tH5aN38VOAnA640pYWm7mEZwjqYrPyotKtZi18aSPYuZWHvLy4YZ-lHHx-dl25L8/s72-c/Award+dj+09.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1781309845811455619</guid><pubDate>Fri, 28 Aug 2009 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-28T14:32:17.370+07:00</atom:updated><title>Award : terima kasih untuk blog aku dan perempuan ku.</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWLhdAip2OnkQJerTm1kI2yfZhegkpqMCR6TveaBVndFp9JHJn-X7WWUXopJRhxggaykgGN0wCdT7tY13IHsbD4nExcCP8Vvs7EOovgtATG5kmqP73S_n-kw4kiqfU6YfUkKKeW8uzvUk/s1600-h/Award.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 159px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWLhdAip2OnkQJerTm1kI2yfZhegkpqMCR6TveaBVndFp9JHJn-X7WWUXopJRhxggaykgGN0wCdT7tY13IHsbD4nExcCP8Vvs7EOovgtATG5kmqP73S_n-kw4kiqfU6YfUkKKeW8uzvUk/s320/Award.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5374907084335012850&quot; /&gt;&lt;/a&gt;

Terima kasih kepada &lt;a href=&quot;http://akudanperempuanku.blogspot.com&quot;&gt;Stand My Ground&lt;/a&gt; yang udah ngasih award ini buat senjakala...well ga usah banyak basa-basi lagi blog ini akan saya bagikan kembali kepada 7 sobat saya...mereka adalah :&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. &lt;a href=&quot;http://another-reni.blogspot.com&quot;&gt;Ibu Reni&lt;/a&gt; yang telah memberikan award kepada saya
2. &lt;a href=&quot;http://lialuv.blogspot.com&quot;&gt;Mbak Lia&lt;/a&gt;
3. &lt;a href=&quot;http://www.masdoyok.co.cc/&quot;&gt;Mas Doyok&lt;/a&gt;
4. &lt;a href=&quot;http://nadjatirta.blogspot.com/&quot;&gt;Mas Najda Tirta&lt;/a&gt;
5. &lt;a href=&quot;http://www.meriam-sijagur.com/&quot;&gt;Bang Jagur&lt;/a&gt;
6. &lt;a href=&quot;http://seputarobat.blogspot.com/&quot;&gt;Seputar obat&lt;/a&gt;
7. &lt;a href=&quot;http://gustigadas.blogspot.com/&quot;&gt;Owam&#39;s&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
okeh, bagi yang menerima award ini ada syarat nya perhatikan baik2 ya soal nya ini datang dr yang ngasih award ini ke saya :&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Berikut aturan yang harus dijalankan penerima award&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. Link the person who tagged you (Tautkan dengan orang yang men-tag kamu).
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post (Kopikan gambar di atas berikut aturan dan pertanyaan pada postingan ini).
3. Post this in one or all of your blogs (Posting award ini pada satu atau pada semua blog milik kamu).
4. Answer the four questions following these Rules (Jawab empat pertanyaan di bawah dengan mengikuti aturan yang ada).
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them (Rekrut sedikitnya tujuh orang teman yang ada pada Blog Roll kamu lalu berbagi award ini dengan mereka).
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List (Kunjungi BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (Jangan ubah linknya) di http://bloggistame.blogspot.com dan tinggalkan URL blog kamu untuk ditambahkan ke Master List).
7. Have Fun! (Selamat bersenang-senang!)&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Questions &amp; Your Answers (Pertanyaan &amp; Jawaban):&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
1. The person who tagged you (Orang yang me-tag kamu): blackcurrantz
2. His/her site&#39;s title and url (Judul situs dan url-nya): blackcurrantz (http://www.idhanz.co.cc)
3. Date when you were tagged (Tanggal ketika men-tag kamu): August 20,2009
4. Persons you tagged (Orang-orang yang kamu tag atau beri award):&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
So, buat para sobat blogger yang mendapat kan award ini silah kan di ambil ya...
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/award-terima-kasih-untuk-blog-aku-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWLhdAip2OnkQJerTm1kI2yfZhegkpqMCR6TveaBVndFp9JHJn-X7WWUXopJRhxggaykgGN0wCdT7tY13IHsbD4nExcCP8Vvs7EOovgtATG5kmqP73S_n-kw4kiqfU6YfUkKKeW8uzvUk/s72-c/Award.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-6177589341552501475</guid><pubDate>Wed, 12 Aug 2009 12:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-12T20:22:52.904+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Award</category><title>Terima Kasih untuk Blog My Life and My Love</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrBzUZL8imLENz-hhux7FGL4qRMt-JaXIIBuKmQuy8U3cYvECQdXDEOwQV8VOOj1IRG-Gs4DNedb-SEWXbE_Y-M02LFEHZM0siY-i-ByuC7KWwx_l-eu2eEkRaX6CELgepx6PIV6LDB_s/s1600-h/award+sastra+radio.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrBzUZL8imLENz-hhux7FGL4qRMt-JaXIIBuKmQuy8U3cYvECQdXDEOwQV8VOOj1IRG-Gs4DNedb-SEWXbE_Y-M02LFEHZM0siY-i-ByuC7KWwx_l-eu2eEkRaX6CELgepx6PIV6LDB_s/s320/award+sastra+radio.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5369063761588633762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Terima kasih kepada si pemberi award ini yaitu mas yang punya blog, &lt;a href=&quot;http://gustihana.blogspot.com/&quot;&gt;my life and my love&lt;/a&gt;, mas gus (begitu saya memanggil teman saya yang baik itu).&lt;br&gt;&lt;/br&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Hmmm...jadi silahkan Sobat Blogger yang belum tau blog my life and my love silahkan klik pada kalimat yang warnanya beda...just for you info, blog itu udah dapat banyak award lo dan tentunya keren...jadi siapa tau klo kalian berkunjung akan ke-cepretan award juga dari blogger lain hehehehe...&lt;br&gt;&lt;/br&gt;
Ini award ketiga yang diterima oleh blog senjakala. Award Pertama itu dari sobat &lt;a href=&quot;http://duabelasipa1.blogspot.com/&quot;&gt;Imam Setiawan&lt;/a&gt; award nya keren ber-back link. Kemudian award kedua saya yang bertajuk award friendship Diary Osi. Award yang satu ini berbeda dengan kedua award yang lain. Berbentuk audio visual. Musik, lembut di padu dengan kalimat-kalimat yang sejuk di baca oleh mata, membuat kita betah, menatap layar kaca. Klo gak percaya coba aj kunjungi &lt;a href=&quot;http://koleksi-osi.blogspot.com/&quot;&gt;blog diary osi&lt;/a&gt;, orang nya ramah lho dan sepertinya penuh cinta...klo tetep gak percaya ya langsung klik hyperlink nya...!!! hehehe...
&lt;/span&gt;</description><enclosure type='' url='http://duabelasipa1.blogspot.com/' length='0'/><enclosure type='' url='http://gustihana.blogspot.com/' length='0'/><enclosure type='' url='http://koleksi-osi.blogspot.com/' length='0'/><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/terima-kasih-untuk-blog-my-life-and-my.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrBzUZL8imLENz-hhux7FGL4qRMt-JaXIIBuKmQuy8U3cYvECQdXDEOwQV8VOOj1IRG-Gs4DNedb-SEWXbE_Y-M02LFEHZM0siY-i-ByuC7KWwx_l-eu2eEkRaX6CELgepx6PIV6LDB_s/s72-c/award+sastra+radio.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-2908000526747573607</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 12:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-09T23:36:38.457+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Bom waktu itu bernama e-waste</title><description>Penemuan mesin uap di tahun 1789 telah menjadi titik tolak bagi perkembangan arus &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;teknologi&lt;/span&gt; di dunia. Berbagai rentetan penemuan lahir sejak saat itu. Kapal laut, kereta api hingga sinar x, meretas sekaligus mendorong penciptaan-penciptaan berikutnya pada bidang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;teknologi&lt;/span&gt; hingga saat ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak dapat di pungkiri bahwa, terjadi nya perubahan besar pada ranah teknologi telah membantu umat manusia dalam memudahkan semua aktifitas nya di segala bidang. Kehidupan kini semakin mudah, pun dunia seolah semakin kecil.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Permasalahan waktu serta jarak dinilai bukan lagi sebagai halangan berarti. Liar nya belantara hutan dengan mudah dapat di taklukan dengan mesin-mesin besar berkemampuan luar biasa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Pergi ke belahan bumi bagian barat tak lagi berminggu-minggu, dengan pesawat cukup-lah hitungan hari. Pembukaan hutan, tak perlu mengorbankan nyawa banyak pekerja, cukup satu orang mengoperasikan sebuah alat besar, ratusan pohon tumbang dengan cepat.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Perbincangan masalah bisnis hingga hubungan jarak jauh pasangan kekasih kini semakin dekat sejak teknologi komunikasi semakin maju. Bahkan peristiwa yang terjadi nun jauh di berbagai dunia dapat diketahui dari rumah kita sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sungguh hal yang sangat luar biasa. Bahkan James Watt pun, mungkin tidak akan mempercayai bahwa penemuannya itu telah menjadi sumbu ledakan terdahsyat dalam kemajuan teknologi sekarang ini.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Bak kartu domino yang di urutkan berdiri memanjang. Jika salah satu ujung nya di jatuhkan maka, akan menimpa kartu yang berada di depan nya begitu pun selanjutnya hingga tak ada kartu yang tersisa.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Seperti itulah yang terjadi terhadap perkembangan teknologi, berawal dari satu hal melahirkan banyak hal. Mulai dari benda sederhana hingga benda-benda berteknologi rumit. Memudah kan kehidupan meringankan pekerjaan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Namun, dari serangkaian efek tersebut tanpa disadari juga memberikan efek buruk terhadap keberlangsungan kehidupan bumi serta isinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dari sekian banyak dampak negatif dari kemajuan teknologi, sampah elektronik lah e-waste : electronic waste) yang kini menjadi sorotan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Hey, tunggu sebentar. Kenapa harus e-waste yang dibahas? Bukankah dampak terjadinya revolusi teknologi yang paling buruk adalah penebangan hutan, energi nuklir, ekploitasi barang tambang, polusi dan yang paling parah adalah tergesernya manusia dari pekerjaannya pada bidang industri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Benar adanya, apa yang tertulis pada paragraf diatas. Tapi, coba lah melihat di sekitar kita. Berapa banyak jumlah penggunaan barang elektronik di masyarakat dan kemudian berakhir begitu saja. Semakin bertumpuk setiap harinya. Dan itu ada di dekat kita.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lalu apa itu e-waste atau sampah elektronik? E-waste merupakan limbah yang berasal dari barang-barang elektronika baik yang sudah rusak atau pun sudah tidak dipergunakan kembali. Perlu di ketahui bahwa komponen-komponen dari produk elektronik tersebut mengandung bahan beracun berbahaya (B3).&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot; http:/artukat.com/umum/e-waste&quot;&gt;Setiap tahunnya 20-50 juta ton limbah elektronik di hasilkan&lt;/a&gt;. Pembuangan nya pun tidak melalui proses yang cukup baik. Dengan jumlah yang sungguh luar biasa tersebut serta kandungan B3 di dalamnya, jika terakumulasi maka lambat laun akan masuk kedalam tubuh mahluk hidup.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sepintas dapat dilihat bahwa limbah elektronik saat ini belum menjadi suatu hal yang  membahayakan bagi dunia. Di Indonesia sendiri penelitian mengenai efek buruk dari limbah tersebut belum lah ada.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mungkin kita tak pernah membayangkan, semua peralatan elektronik yang saat ini dimiliki akan menjadi ancaman bagi diri sendiri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Namun, dari sekian banyak jumlah peralatan elektronik di rumah kita, telepon genggam lah yang perlu di waspadai. Teknologi yang tergolong semi  konduktor ini, memang terlihat sangat tidak membahayakan karena fungsi serta bentuk nya yang menarik.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Tidak hanya efek radiasi dari pancaran sinyal radio saja yang di sebabkan oleh telepon selular, &lt;a href=&quot; http://beker07.wordpress.com/2008/09/18/mewaspadai-bahaya-lain-ponsel/&quot;&gt; namun juga material-material timbal (lead), tembaga, logam mercury, serta plastik yang terdapat pada hp &lt;/a&gt;, sangat lah berbahaya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Walaupun kandungan B3 di dalam satu unit telepon genggam jumlah nya sedikit, tetapi dengan produk handphone yang &lt;a href=&quot; http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel_cetak.php?aid=28322&quot;&gt; mencapai angka 3 miliar di dunia pada tahun 2008&lt;/a&gt;, kita bisa menebak berapa besar pula jumlah zat berbahaya nya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sedang kan untuk Negara kita sendiri &lt;a href=&quot;http://beker07.wordpress.com/2008/09/18/mewaspadai-bahaya-lain-ponsel/&quot;&gt; pengguna telepon selular mencapai angka 7,4 juta pada April 2007&lt;/a&gt;, dan sebagian besar nya terdapat di wilayah Jabodetabek. Belum lagi dengan gaya hidup masyarakat yang saat ini memandang hand phone layak nya sebuah trend fashion yang harus di ganti kala munculnya produk terbaru.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Usia telepon genggam yang dapat mencapai 8 tahun kini dengan paradigma tersebut hanya mungkin digunakan selama 1 hingga 2 tahun. Ketika tidak di gunakan akan kita jual.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lalu apakah kita akan merasa tidak melakukan hal yang merusak lingkungan? Jika anda berfikiran seperti itu, maka selamat anda telah mengorbankan generasi berikutnya yang di dalam nya terdapat anak, adik, serta anggota keluarga anda yang terbilang berusia muda.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kok bisa?  Coba bayangkan jika di wilayah rukun tetangga (RT) anda, per rumah nya memiliki 2 buah hand phone kemudian kalikan dengan banyaknya rumah yang berada di wilayah tersebut berapa jumlah nya. Lalu akumulasikan dengan jumlah pemilik “benda ajaib” itu dari RT yang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita mungkin menganggap saat ini bahaya limbah elektronik tidak terlalu mengancam keberlangsungan kehidupan, namun dampak buruk dari limbah elektronik terus mengintai kita hingga tiba saat nya maka sekejap semua akan menjadi korban.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sebuah bom waktu yang entah disadari atau tidak telah kita ciptakan sendiri – dari sebuah benda sederhana bernama hand phone – untuk masa depan generasi berikutnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Inilah efek buruk dari deretan kartu domino yang salah satu ujungnya telah di jatuh kan oleh James Watt, dan terus berlangsung hingga tiada kartu yang tersisa. Lalu apakah kita menambahkan deretan panjang kartu domino hanya untuk menambah efek buruk nya saja? Tanpa memberikan kontribusi positif seperti para pendahulu kita bagi kehidupan?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Keberlangsungan dari seluruh isi bumi ini bukan di tangan pemerintah, Negara-negara maju, LSM, PBB, namun kita sendiri. You Rule!!!&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berikut merupakan zat-zat berbahaya yang berada di dalam e-waste :&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Timah&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
suatu racun syaraf, juga membahayakan ginjal dan sistem reproduksi. Bahkan paparan timah kadar rendah sekalipun dapat merusak perkembangan mental anak.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PVC&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
jika dibakar jadi abu menghasilkan dioksin yang sangat beracun&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bromin&lt;/span&gt;
menyebabkan kerusakan tiroid &amp; mengganggu perkembangan janin&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Barium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
menyebabkan gangguan lambung dan usus, kelemahan otot, kesulitan bernapas, kenaikan ataupun penurunan tekanan darah&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kromium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
menghirup bentuk heksavalen dari kromium dapat merusak hati dan ginjal, meningkatkan resiko kanker paru-paru, serta mneyebabkan bronkitis asma&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Merkuri&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
merusak otak dan ginjal, berbahaya bagi perkembangan janin dan bisa berpindah melalui air susu ibu&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Berilium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
merupakan karsinogen dan debunya dapat menyebabkan penyakit paru-paru&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kadmium&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
paparan jangka panjang dari karsinogen ini dapat merusak ginjal dan tulang&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
(Sumber : http://artukat.com/umum/e-waste)&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kutipan : klik hyperlink nya
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/bom-waktu-itu-bernama-e-waste.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8517026874255076049</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 15:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-12T20:23:37.939+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Award</category><title>My first award : Thanks To Imam Setiawan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitC3pwC0EhL0yYSvQF3ZC91DDNacBQ6GoB3zK8WdB194f6WT-WklSzRd1NGccmHz_md_97pCiMyCvYjmcsh3_j6frUoVuYVVy3NLxcX8ZsZIbX91aZqx7O7RezXkUqwulwspreiWKoW2g/s1600-h/award11.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitC3pwC0EhL0yYSvQF3ZC91DDNacBQ6GoB3zK8WdB194f6WT-WklSzRd1NGccmHz_md_97pCiMyCvYjmcsh3_j6frUoVuYVVy3NLxcX8ZsZIbX91aZqx7O7RezXkUqwulwspreiWKoW2g/s320/award11.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5366138272218213586&quot; /&gt;&lt;/a&gt;



Benar2 sesuatu yang gak di sangka. tiba2 bisa dapet award ini. Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sahabat saya,&lt;a href=&quot;http://duabelasipa1.blogspot.com&quot;&gt;imam setiawan&lt;/a&gt; yang sudi memberikan award ini kepada saya.  Award yang ber-backlink, sehingga dapat meningkatkan traffic blog. Maka, bagi para sahabat  blogger yang mendapatkan award ini akan mendapatkan back link secara otomatis&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selanjutnya saya akan memberikan award ini kepada para sahabat saya yakni :
&lt;a href=&quot;http://nadjatirta.blogspot.com&quot;&gt;1. Nadja Tirta&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.deniawliyas.co.cc&quot;&gt;2. Deni&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://seputarobat.blogspot.com&quot;&gt;3. Adi&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://myemo83.blogspot.com&quot;&gt;4. La Viva&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://prys.ilovebogor.com/&quot;&gt;5. Pry. S&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://njowotenan.blogspot.com/&quot;&gt;6. cah ndueso&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://ahmadsabihin.blogspot.com/&quot;&gt;7. bebas ide&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.masprinet.co.cc/&quot;&gt;8. Supriyadi&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://gustigadas.blogspot.com/&quot;&gt;9. Owam&#39;s&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://mudamerah.blogspot.com&quot;&gt;10. Solar Generation&lt;/a&gt;


Namun ada ketentuan dan syarat nya nih kata si Imam yang ngasih award ini kepada saya. 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Ia mengatakan bahwa, sebelum memasang award ini di wajib kan, kudu dan harus memberikan award ini kepada 10 teman yang lain serta memasang link-link dibawah ini.

&lt;a href=&quot;http://boybloglinux.blogspot.com/&quot;&gt;1.Rizky&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://omtomi.blogspot.com/&quot;&gt;2. Omtomi&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://rockmusik-net.blogspot.com&quot;&gt;3. Blognya ipank&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://rockmusik-net.blogspot.com&quot;&gt;4. My Music&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://avancalinux.blogspot.com/&quot;&gt;5. Avanca Linux&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://designofpassion.blogspot.com/&quot;&gt;6. Ote Tatsuya&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://deogracias86.blogspot.com/&quot;&gt;7. Deogracias&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://ridowahyudi.blogspot.com&quot;&gt;8. Akhi Rido Wahyudi&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://duabelasipa1.blogspot.com&quot;&gt;9. Imam setiawan&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://senjakalahati.blogspot.com&quot;&gt;10. Senja&lt;/a&gt;
&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selain itu ini tata cara untuk memasang award ini:
sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan trafik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selamat mengambil award-nya, sobat. Tetap jalin silaturrahim kepada para blogger agar blog sobat cepat naik trafik pengunjungnya. Selamat kepada para sahabat blogger yg mendapat award.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Mudah-mudahan, jika hal ini dilakukan dengan benar, maka akan mendapat back link nya.
Serta semakin menambah semangat kita semua untuk berblogging ria...&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Salam Hangat&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Senja








&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/my-first-award-thanks-to-imam-setiawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitC3pwC0EhL0yYSvQF3ZC91DDNacBQ6GoB3zK8WdB194f6WT-WklSzRd1NGccmHz_md_97pCiMyCvYjmcsh3_j6frUoVuYVVy3NLxcX8ZsZIbX91aZqx7O7RezXkUqwulwspreiWKoW2g/s72-c/award11.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-5586761773791003019</guid><pubDate>Sat, 01 Aug 2009 21:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-02T12:18:55.527+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Pelangi sehabis hujan : Semesta penuh kejutan</title><description>Baiklah, ku sambut pagi ini dengan secangkir teh hangat dan sebatang rokok kretek untuk memulai hari yang entah, akan membawa tawa renyah atau mungkin air mata. Siapa yang tahu. Tidak ter-prediksi. Bukankah ini lucu?, Tanya ku suatu waktu. Manusia yang dapat menciptakan teknologi super canggih serta berbagai teori dan pemikiran hebat sukar menebak kapan kebahagiaan dan kesedihan terjadi. Di satu sisi kebahagiaan dapat datang namun di sisi lain kesedihan mengintai bak srigala kelaparan yang menyeringai mengawasi mangsa-nya dari balik belukar. Kemarin mungkin kita senang namun hari ini apakah mungkin bisa kembali merasakan hal yang sama? Meski kebahagiaan adalah kehendak mungkin kah kesedihan juga? Mungkin kah manusia di posisikan sebagai mahluk yang selalu berharap dan berusaha menghindari kesedihan yang tak tahu kapan ia datang dan kapan ia menghilang.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kesedihan tetap lah kesedihan. Tidak perduli kaya-miskin, lelaki-perempuan, tua-muda, beragama-tak beragama, cerdas-bodoh ia akan datang berkunjung tak mengenal waktu tanpa belas kasihan, tanpa pernah bosan. Ini nyata, dan akan terjadi kapan pun tanpa terkecuali bahkan ketika kalian membaca rangkaian kalimat- kalimat di layar ini, sedang merasakan kesenangan, namun bisa saja tiba-tiba kabar buruk atau masalah datang kepada kita begitu pun sebaliknya. Di luar dugaan tentu nya, dan ketika itu terjadi waktu seakan berjalan sangat malas dan seolah dunia menjadi tempat yang tak menarik lagi. meski kesedihan itu terjadi akibat adanya suatu sebab, namun mungkin kah kita dapat menghindari nya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Kawan, betapa pun kesedihan yang di rasakan sangat mendalam hingga terkadang membuat api semangat dalam tungku ini menjadi kecil jangan sampai menyesali itu semua. Kesenangan dan kesedihan bagai dua sisi keping mata uang. Tak dapat dipisahkan. Kawan, menangis lah jika itu yang ingin kau lakukan saat sedih bertamu ke rumah mu, namun jangan kau menangis di hadapan kehidupan, bersembunyi-lah kau sejauh mungkin hingga kehidupan tidak dapat melihat mu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Kita ber-kehendak untuk selalu bahagia hingga terkadang lengah terhadap adanya kehendak lain. Apa pun akan kita lakukan untuk mendapat kan kebahagiaan, berbagai taktik dan strategi di buat sangat matang dengan berpijak pada rasionalitas yang telah melembaga untuk menjadi bahagia. Pun, tetap suatu waktu kesedihan akan menyambangi mahluk yang bernama manusia dan sudahkah kita membuat perencanaan menghadapi hal itu? Pelangi tak akan indah jika ia hadir kala matahari bersinar terik. Kehidupan akan lebih eksotis saat susah dan sedih bertandang. Jangan hindari kesedihan, ikuti arusnya berusaha jangan sampai tenggelam, berenang lah sepuasnya. Percaya lah kawan, menikmati pelangi saat badai besar pergi sangat indah, lebih indah dari sekedar memiliki kekasih cantik atau tampan. Nanti, di akhir cerita dari satu episode kisah ini, kita akan tersenyum serta berkata pelan ‘indah dunia’ dan bersiap untuk merangkai kisah berikutnya dengan berbagai warna dan emosional lebih baik lagi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Asap terakhir ku hembuskan dan teh hangat ku putuskan ajal nya lalu, hati tergelitik bertanya : Apakah kesedihan adalah kebahagiaan sesungguh nya?
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/08/pelangi-sehabis-hujan-semesta-penuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3818869450689397729</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 11:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-02T12:19:17.429+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Dampak Pemanasan Global : Senjakala Peradaban</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpheFhYP97Imr04wnHQLCJCJ3ioSOQlb_qWTUqG0U2rDsrsY2cIaRPKW14r0nBV8vwlG4gz_qEESHaFfAV1US5Q2p9XD3tT3HMW0a4eDmBINJK0B7IlmnGizAAHfa2wtTV4jHA3Ie6nN4/s1600-h/4.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpheFhYP97Imr04wnHQLCJCJ3ioSOQlb_qWTUqG0U2rDsrsY2cIaRPKW14r0nBV8vwlG4gz_qEESHaFfAV1US5Q2p9XD3tT3HMW0a4eDmBINJK0B7IlmnGizAAHfa2wtTV4jHA3Ie6nN4/s320/4.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5364588236708158834&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://blog.climatesecurity.org/?p=34&quot;&gt;Kelaparan akan menjadi hal utama saat Dampak Pemanasan global semakin parah&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuhZi-5AuopSFOnKeBjlK6DPpZepFT3Ok-0BY2bkHJHZmKTqW7FffLATknqun6moV5pbF8S_d_2ob3z_SMN7SOtfCC_pWxgyHyqVFPdnSqbW2XGYdW0s9gAvj-qvOxwMDHPJvGi6OUcC0/s1600-h/3.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuhZi-5AuopSFOnKeBjlK6DPpZepFT3Ok-0BY2bkHJHZmKTqW7FffLATknqun6moV5pbF8S_d_2ob3z_SMN7SOtfCC_pWxgyHyqVFPdnSqbW2XGYdW0s9gAvj-qvOxwMDHPJvGi6OUcC0/s320/3.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5364587882985989762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://endangeredspaces.blogspot.com/2009/05/economic-and-glacial-meltdown-2009.html&quot;&gt;Gletser Pun Mencair&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6QyBBFjbI9hNU4c1UikxZxF89UMf6KoGYRM-iEki9GdF3faOR7GBZqyvHNg9VWwi7-SYIlvt0dTmRr4zy9qXAVI-6e7uzGYt3siGQFcKihfpc7zh-35RJLlbG-TYyNAetXfbBpKw7KpI/s1600-h/2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6QyBBFjbI9hNU4c1UikxZxF89UMf6KoGYRM-iEki9GdF3faOR7GBZqyvHNg9VWwi7-SYIlvt0dTmRr4zy9qXAVI-6e7uzGYt3siGQFcKihfpc7zh-35RJLlbG-TYyNAetXfbBpKw7KpI/s320/2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5364587495309926482&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://noimpactman.typepad.com/blog/2008/08/whole-countries.html&quot;&gt;Tenggelamnya Daratan (Kepulauan Tuvalu)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Dan...&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinYj-VDcxoy73OSo7DoazrpRPQoMBnkmuqRKLuAODHAx0z2qo8cCFwNlDBjsH3K8YmjblWTFsF2ZKzj6Q3aEhcVcF5M4Dn4ztfziw6wkxTjE-kugHls7Igra88eZAOyLeutikoJ4Yl57c/s1600-h/1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinYj-VDcxoy73OSo7DoazrpRPQoMBnkmuqRKLuAODHAx0z2qo8cCFwNlDBjsH3K8YmjblWTFsF2ZKzj6Q3aEhcVcF5M4Dn4ztfziw6wkxTjE-kugHls7Igra88eZAOyLeutikoJ4Yl57c/s320/1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5364586633744968850&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.newwest.net/topic/article/climate_change_impacts_more_than_glaciers_glaciers/C38/L38/
&quot;&gt;Lapisan serta seluruh gletser yang ada di bumi pun terus mencair...&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;


Apakah kita hanya menyaksikan semua ini terjadi???
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/dampak-pemanasan-global-senjakala.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpheFhYP97Imr04wnHQLCJCJ3ioSOQlb_qWTUqG0U2rDsrsY2cIaRPKW14r0nBV8vwlG4gz_qEESHaFfAV1US5Q2p9XD3tT3HMW0a4eDmBINJK0B7IlmnGizAAHfa2wtTV4jHA3Ie6nN4/s72-c/4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-7882110474075302502</guid><pubDate>Thu, 30 Jul 2009 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-02T12:19:34.200+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Sampah Plastik :  Sebuah Ancaman Bumi</title><description>Kita dan semua orang lainnya tentu sudah tidak asing lagi dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;plastik&lt;/span&gt;. Dimana saja dan kapan saja, kita dapat menemukan benda berbahan dasar polimer itu. Kemasan makanan, mainan anak-anak, alat rumah tangga, peralatan kantor dan lain sebagai nya hampir ke-semua-nya dikemas atau berbahan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;plastik&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Alat tulis, kemasan makanan dan minuman, hingga pada saat membeli gorengan pun, plastik digunakan sebagai wadah pembungkusnya. Percaya atau tidak kehidupan kita dikelilingi oleh benda-benda yang dapat menyatu dengan berbagai jenis bahan pewarna ini. Lihat saja di sekitar dan juga diri kita, mana kah yang lebih banyak benda plastik atau benda-benda non-plastik?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang sangat praktis karena selain tidak mudah pecah, tahan lama dan ringan, harga plastik juga relatif murah. Sudah sepantasnya-lah di minati orang banyak termasuk juga industri.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Berbagai kemudahan di berikan oleh plastik kepada setiap orang di zaman modern ini. Kantung plastik misalnya, ia dapat di lipat lalu dapat di masukkan ke dalam saku celana atau tas. Kita tidak perlu lagi membawa keranjang jika ingin pergi berbelanja. Bahkan kantung-kantung plastik itu dibagi kan secara gratis ketika kita membeli sesuatu di toko atau pun supermarket.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Salah satu tanda dari kemajuan zaman sejak ditemukan plastik dalam kehidupan kita tentunya. Namun, pernah kah kita mengetahui seberapa banyak plastik – semua jenis – yang di gunakan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Terpikir kah oleh kita bahwa semua itu akan membawa dampak negatif yang cukup besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan? Mungkin kah terbesit bahwa kita memiliki tanggung jawab setiap kali menggunakan satu plastik? Adakah pertanyaan itu muncul?&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sebagian dari kita mungkin telah berfikir untuk mempertanyakan hal yang di sebutkan pada paragraf di atas. Namun sebagian dari kita (dalam jumlah yang besar) terlalu sibuk dengan berbagai aktifitas dan urusan perut nya masing-masing, hingga terkadang enggan atau bahkan malas untuk berfikiran seperti itu.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Selama ini kita mungkin terbuai dengan suguhan tayangan-tayangan serta reklame yang kerap kali menyajikan berbagai hal kemudahan dan status nilai yang didapat. Tanpa di sadari secara tidak langsung kita mengikuti himbauan-himbauan tersebut dan mulai membeli, membeli dan membeli, pada akhirnya kita melupakan hal-hal penting yang ada di sekitar kita: semua barang yang di beli akan berakhir menjadi tumpukan benda-benda usang – sampah.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sampah Plastik dan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Setiap penemuan pasti akan memberikan hal positif dan negatif. Kemudahan tentunya memiliki kelebihan serta kekurangan. Begitulah, kira-kira yang terjadi terhadap plastik. 
Saat ini dunia mulai mengkhawatirkan akan keberadaan benda tersebut, ke-khawatiran itu muncul akibat dari dampaknya yang di prediksikan dapat menggangu bumi beserta isinya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Lihat saja apa yang terjadi dengan isi tempat-tempat sampah di sekolah, kampus, kantor bahkan sekitar rumah kita atau bahkan di tempat kalian membaca ini. Hampir sebagian isi tempat sampah itu adalah plastik di bandingkan dengan sampah lainnya. Belum lagi nasib bantaran sungai-sungai yang melintasi daerah tempat tinggal kita jumlah sampah plastik cukup mengkhawatirkan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Keberadaan sampah plastik yang digunakan oleh kita tiap harinya saat ini sangat lah besar. Diperkirakan sebanyak &lt;a href=&quot; http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=17579&quot;&gt;500 juta sampai 1 miliar kantong plastik di gunakan di dunia.&lt;/a&gt; Sampah-sampah itu jika di bentangkan maka dapat membungkus permukaan bumi. Serta diperkirakan sebanyak 170 kantong plastik dihabiskan oleh setiap orang per tahun.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Sungguh luar biasa dan tidak dapat di percaya akibat dari penggunaan plastik oleh manusia dan industri. Bagaimana tidak, peredaran plastik sudah tidak bisa di bendung. Semua orang bebas menggunakannya dengan semau nya (sekali atau dua kali pakai lalu tidak berguna). Hal itu juga di dorong oleh semakin banyak nya industri khususnya supermarket yang menggunakan plastik sebagai wadah barang belanja-an konsumen nya atau menjadi kemasan produk untuk beberapa industri lainnya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Bayangkan dengan jumlah yang di luar batas itu akan berakhir menjadi benda yang tidak berguna dan berbahaya.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Badan Lingkungan PBB memperkirakan bahwa di tahun &lt;a href=&quot; http://koran.kompas.com/read/xml/2009/06/12/03570135/limbah.plastik..mengan &quot;&gt;2015&lt;/a&gt; dasar perairan Samudera Pasifik akan tertutup sampah plastik yang luasnya dua kali daratan Amerika.Hal ini tentu saja akan berdampak negatif pada rantai makanan. Organisasi Internasional itu juga memperkirakan bahwa jutaan burung laut dan 100 ribu binatang laut mati setiap tahunnya dan ditemukan sejumlah partikel plastik di dalam perutnya, dan ini menjadi ancaman bagi kura-kura leatherback.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/sehari-tanpa-kantong-plastik-kurangi-kantong-plastik-daur-ulang-kantong-plastik-d&quot;&gt;Di Indonesia sendiri sebanyak 300 juta kantong plastik di buang tiap tahunnya&lt;/a&gt; dan ini akan menyebabkan permasalah baru bagi Indonesia  yang sudah memiliki banyak permasalahan di bidang lingkungan.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Perlu diketahui selain membutuhkan waktu 1000 tahun untuk ter-dekomposisi (terurai) secara sempurna oleh tanah, plastik juga tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya pun, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, contohnya saja pada jenis kantong plastik kresek yang sering di gunakan oleh kita sehari-harinya. Hal in berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href=&quot;http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/23/14512748/bahaya.mengintip.di.balik.pemakaian.plastik&quot;&gt; Selain zat tersebut terdapat juga bahan kimia yang berbahaya, yakni Bisphenol A&lt;/a&gt; alias BPA. Bahan kimia ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker serta memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil. Zat adiktif seperti plasticizers, stabilizer, dan antioksidan dalam waktu kontak yang cukup lama dengan makanan dapat masuk secara bebas ke makanan dan akan menjadi ancaman kanker bagi manusia.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Selain membahayakan bagi mahkluk hidup dan bumi, plastik merupakan produk yang sangat boros. Industri plastik menghabiskan 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Ketika sudah terpakai keseluruhan plastik itu akan menjadi sampah yang menumpuk.&lt;br&gt;&lt;br/&gt; 
Namun dari kesemuanya itu dampak yang ditimbulkan oleh limbah plastik adalah pemanasan global. Sampah plastik jika di biarkan menumpuk akan mengeluarkan gas metana, sekali pun di bakar asap pembakaran tersebut menghasilkan carbon yang lagi-lagi semakin bertambahnya jumlah emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfer bumi.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Senakin banyak &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;plastik &lt;/span&gt;yang terbuang percuma, bumi semakin panas. Mulai lah dari sekarang atau akan menjadi saksi kehancuran kehidupan di bumi ini. Bijak lah dalam menggunakan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;plastik&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br/&gt;
Sumber : Klik hyperlink
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sampah-plastik-sebuah-ancaman-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1146023918276801528</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-25T01:09:21.705+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Pemanasan Global : Ancam masa depan manusia</title><description>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia... ” ( Q.S Ar Ruum)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Bumi merupakan tempat tinggal yang sempurna bagi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;manusia&lt;/span&gt; dan seluruh mahluk hidup lainnya, Di tempat inilah semua organisme tumbuh dan berkembang biak dari masa ke masa. Suatu ekosistem sempurna yang telah semesta berikan kepada &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;manusia&lt;/span&gt;. Keaneka ragaman hayati yang saling bertalian satu sama lain terhampar luas hiasi tiap jengkal permukaan bumi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kekayaan akan sumber daya alam sungguh melimpah. Lautan dipenuhi oleh ikan yang tidak akan pernah habis walau ditangkap setiap harinya. Hutan yang terhampar luas berwarna hijau nan permai layaknya permadani raksasa, penuh dengan berbagai manfaat serta berfungsi sebagai paru-paru dunia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Segala-nya tersedia di tempat kita berdiri sekarang ini, dan manusia hanya tinggal memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab. Sungguh sebuah hasil karya seni yang tidak ternilai harganya. Inilah surga dunia yang patut dijaga serta dilestarikan oleh semua manusia agar terus dapat dimanfaatkan demi kelangsungan hidup umat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Tidak dapat dibayangkan jika semua yang ada di bumi hancur. Sejuta keindahan dan kekayaan bernilai tinggi tidak dapat kita nikmati lagi. Hijaunya hutan, segar nya udara serta birunya laut dan langit tidak seindah sekarang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Dapat kah manusia mempertahankan keberlangsungan hidup nya tanpa itu semua? Walau pun saat ini bumi sudah memiliki potensi kehancuran akibat usia bumi yang semakin tua, perang dan bencana alam, namun tanpa pernah kita sadari ancaman bencana terdahsyat sedang mengintai manusia. ia menyeringai bak hewan predator yang akan menerkam mangsa nya setiap saat. Bencana yang mungkin kita sendiri tidak sekalipun berani untuk membayangkannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Adalah pemanasan global (global warming) yang sekarang kerap diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bahkan hal ini telah membuat organisasi internasional Perserikatan Bangsa Bangsa membuat konferensi yang khusus membicarakan mengenai hal itu. Lalu sebenarnya apa itu pemanasan global? kenapa sih kian hari semakin banyak orang yang berbicara bumi dan masa depan? dan ada apa dengan pemanasan global, mahluk dari manakah itu? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Pemanasan global merupakan suatu fenomena terjebaknya panas matahari di atmosfer yang dipantulkan kembali oleh bumi ke luar angkasa – yang sebelumnya diserap terlebih dahulu oleh bumi – oleh gas-gas hasil pembakaran (gas rumah kaca) yang berasal dari aktifitas alamiah maupun yang dilakukan oleh manusia (industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, penebangan hutan). Gas yang dimaksudkan ialah karbondioksida (CO2), klorofloukarbon (CFC), Metana (Mhetane) dan lainnya. Gas-gas inilah yang terlepas secara bebas ke udara dan berkumpul di atmosfer bumi kemudian mengikat panas matahari, hingga membuat suhu rata-rata di permukaan bumi semakin meningkat tiap tahunnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Perlu diketahui bahwa bumi kita ini memang memerlukan pemanasan global yang berguna menjaga kehangatan bumi, hingga semua mahkluk hidup dapat tinggal dan tumbuh disini, namun jika hal itu berlebihan maka akan menjadi ancaman besar bagi keberlangsungan hidup semua penghuni yang ada di bumi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mendekati Kehancuran&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Pemanasan global tidak saja membuat tempat yang kita huni sekarang ini menjadi lebih panas, bencana itu juga menimbulkan efek domino yang luar biasa. Terjadinya perubahan iklim adalah dampak dari pemanasan global hingga menyebabkan perubahan terhadap musim, curah hujan, penggurunan (desertification), mencairnya lapisan es yang menyebabkan kenaikan muka air laut, peningkatan penyakit tropis (malaria, kolera), kehancuran keragaman hayati, dan terjadinya krisis pangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh panel antar pemerintah untuk perubahan iklim (IPCC) tahun 2007 menyebut kan, bahwa sepanjang kurun waktu 100 tahun (1906-2005) suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sebesar 0.740 C. Kenaikan temperatur tersebut lebih besar dari pengamatan suhu pada kurun waktu tahun 1901-2000 yang hanya sebesar 0,60 C (IPCC Fourth Assesment Report, Climate Change 2007 : Synthesis Report).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi itu pun sekaligus membuat lapisan es di laut arctic mencair. Melalui pengamatan yang dilakukan oleh IPCC lewat satelit sejak tahun 1978, menunjukkan bahwa telah terjadi nya pengurangan lapisan es di laut arctic sebesar 2.7% per dekade dan menjadi lebih besar 7,4% per dekade ketika musim panas tiba. Dengan mencairnya lapisan es menyebabkan kenaikan muka air laut sebesar 1,8 mm per-tahunnya sejak tahun 1961 dan semakin meningkat menjadi 3,1 mm per-tahunnya sejak tahun 1993.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Berdasar kan hasil laporan IPCC tersebut, dapat dilihat bahwa dengan semakin meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi menyebabkan terganggunya sistem alam secara global baik di daratan maupun di lautan. Hal ini bukan isapan jempol belaka atau bahkan sebuah gurau-an yang sangat memaksa. Lihat saja bagaimana &lt;a href=&quot;http://www.nytimes.com/2007/05/03/world/asia/03iht-pacific.2.5548184.html?_r=1&quot;&gt;kepulauan Vanuatu&lt;/a&gt;, di daerah pasifik dimana sebagian pulau yang di huni oleh masyarakat mengalami bencana banjir akibat pasangnya air laut, hal serupa juga di alami oleh Negara kepulauan &lt;a href=&quot;http://www.pemanasanglobal.net/lingkungan/pulau-pulau-yang-tenggelam-karena-pemanasan-global.htm&quot;&gt;Kiribati&lt;/a&gt; yang telah kehilangan beberapa pulau-pulau kecilnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah akan mengalami nasib yang sama seperti dua Negara kepulauan itu? berdasarkan hasil penelitian yang di publikasikan oleh jurnal Environment and Urbanization, London, menyebutkan bahwa dua per tiga kota-kota besar di dunia akan terancam dampak pemanasan global, akibat kenaikan muka air laut, Jakarta salah satu nya karena 70 % wilayah-nya berada di kawasan pantai berelevasi rendah (Tempo Interaktif, 28 Maret 2007). &lt;a href=&quot;http://www.pelangi.or.id/media.php?mid=174&quot;&gt;Indonesia juga mengalami kenaikan suhu &lt;/a&gt; yang cukup signifikan sebesar 0,3 derajat celcius sejak tahun 1990 dan naik lagi ke angka tertinggi tahun 1998 yaitu di atas 1 derajat Celcius di atas suhu rata-rata tahun 1961-1990. bahkan di perkirakan Indonesia akan kehilangan 2000 pulau nya dan kenaikan muka air laut tidak hanya mengancam daerah pesisir namun juga kawasan perkotaan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Penduduk di beberapa desa Kepulauan Raja Ampat, Papua juga sudah merasakan berubahnya garis pantai yang semakin masuk ke darat setidak nya 10 meter dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, serta semakin luasnya intrusi air laut ke air tanah(Nurani Soyomukti: Memahami Filsafat Cinta, Jakarta 2008). Hal ini memaksa penduduk setempat untuk mencari lokasi tempat tinggal baru. Tidak hanya itu, pemanasan global juga menjadi ancaman terhadap hewan dan tumbuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Usia bumi yang semakin tua serta telah mengalami berbagai kerusakan di setiap sisi nya akan mempercepat laju proses kehancuran planet yang sekarang menjadi tempat tinggal kita. Ini sekaligus menjadi ancaman terhadap keberlangsungan hidup ras manusia, khusus nya generasi muda yang merupakan penerus dari suatu bangsa di dunia. Parah nya, perusakan itu dilakukan oleh mereka yang memandang bahwa alam sebagai suatu sarana yang dapat di ekploitasi. Sebagai objek penguasaan (Franz Magnis Suseno: Berfilsafat Dari Konteks, Jakarta 1999).Dengan kata lain bahwa alam di pandang hanya sekedar alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia: atas nama kemaslahatan manusia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Pandangan seperti itu juga sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi kapitalisme yang mendasarkan pada laba semata. Semakin besar nya laba, maka suatu perusahaan akan tetap ada dan bertahan di tengah persaingan bebas. Kesadaran akan tanggung jawab terhadap alam bagi mereka penganut sistem tersebut di kesampingkan. Lihat saja apa yang telah dilakukan oleh para pemilik modal itu ketika mereka telah menghisap secara besar-besaran terhadap sumber daya alam hingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah: tidak ada. Alih-alih sudah melakukan penanaman sejuta pohon di bekas kawasan hutan yang telah di babat habis misalnya, apakah itu merupakan bentuk tanggung jawab Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara pembukaan hutan sebagai lahan-lahan baru penghasil keuntungan terus terjadi secara luas, atau dengan melakukan cek kesehatan terhadap masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tambang, kimia dan lainnya sudah dapat dikatakan bertanggung jawab terhadap alam dan manusia., meskipun hasil pembuangan limbahnya tetap berjalan mencemari air serta udara yang selama ini sangat di butuhkan oleh warga sekitar. Inikah sebuah bentuk tanggung jawab?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Bumi, memang suatu saat nanti akan hancur (setidak nya itu yang dijelaskan semua agama yang ada di dunia) namun setidak nya kita, manusia., meski sebagai pusat tidak sepantasnya memandang alam hanya sebagai sarana yang berguna bagi manusia, namun alam dilihat sebagai sesuatu hal yang memiliki nilai nya sendiri (Franz Magnis. S, Jakarta 1999).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Manusia&lt;/span&gt; mempunyai tanggung jawab terhadap semua yang ada di sekitar nya, dan dengan melakukan sesuatu hal kecil untuk menyelamat kan alam, kita sudah memberikan kesempatan bagi kaum muda, serta mahluk hidup lainnya dan diri sendiri untuk tetap ada dan hidup di muka bumi. Jadi bergerak sekarang atau hanya menjadi saksi hancur nya sebuah peradaban.&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/pemanasan-global-ancam-masa-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3571648264259342505</guid><pubDate>Tue, 07 Jul 2009 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T20:48:07.692+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Sekeping yang lain : sebuah keliaran</title><description>&quot;Aku berkaca melihat refleksi aku diantara dua cermin di depan dan belakang ku&quot;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 


Sekarang keheningan-lah yang berbicara kala kita berjumpa hari ini, di ruang ini. Kita terdiam tak ingin mengeluarkan sepatah kata, meski itu hanya sebuah kalimat menyapa. Kedua bola mata kita hanya saling menatap, menusuk satu sama lain. Menyelidik, heran, curiga, benci, berloncatan dari sorot mata kami berdua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;  
Cukup lama kita saling memandang dan kita tidak sama sekali bersentuhan bahkan berbincang sekali pun sepertinya enggan. Entah, apa yang telah terjadi dengan kita, mengapa selalu saja seperti ini. Aku menemui, menatap mu. lalu diam. Tak bergeming. Mungkin aku melakukan kesalahan besar terhadap mu atau mungkin sebaliknya, entah. Kita pernah bersama, dibawah redupnya temaram senja di sana, tapi kemudian aku menjauh, mencoba memberikan sedikit ruang untuk kepala menerjemahkan ini semua. Dan kau pun pergi bersama bayang yang sedikit pun tak berwajah. Pun begitu, aku mengejar redup cahaya lain, di ujung lorong malam. Masing-masing dari kita meributkan itu. Mungkin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  
Namun kali ini aku tidak ingin membicarakan salah dan benar dengan mu, aku ingin berbicara mengenai ruang. Ruang yang benar-benar ruang. Ruang dimana kita pernah mencoba mewujudkan sedikit mimpi-mimpi kita, ruang tempat biasa Aku dan Kamu berkelakar. Ruang tempat canda tawa serta gelak yang mendatangkan pelangi kala awan hitam menggelayut di langit sana. Ruang yang berdebu dan hanya sesekali di bersihkan, ruang yang penuh dengan mahkluk-mahkluk bersih serta jorok. Ruang tempat bersemayam nya puntung rokok serta berbagai benda usang, ruang tempat kita dapat menyimpan rahasia. Ruang dimana terdapatnya rahasia pribadi tidak menjadi rahasia umum. Lalu mungkin kau akan bertanya. Mengapa harus ruang? Memang nya kau dan aku tidak bisa berbincang hal lain di sini, dalam ruang ini? Benar sayang, kita bisa saja berbincang bahkan terbahak sesuka hati. Namun, aku merasakan ada yang berbeda saat ini. Tidak kah kau merasakan nya juga? Pernahkah kau bertanya apakah ruang tempat kita berada sekarang ini benar-benar nyata? Apakah perasaan yang kita rasakan benar, di dalam ruang ini?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Mungkin ruang itu masih ada, di mana ruang privat terlindungi dan ruang publik masih terdapat jarak. Tapi, ruang yang ku maksud itu sedikit demi sedikit mulai terkikis tergantikan dengan ruang-ruang superfisial yang lahir dari rahim kemajuan zaman. Berbagai simbol hadir di setiap sendi-sendi kehidupan dan di topang dengan penggunaan teknologi tinggi yang mengalir deras tanpa halangan. Menggeser ruang lingkup pikir banyak orang. Aku melihat, maka aku ada. Itu lah yang terjadi sekarang ini. Simbol/tanda itu memaksa kita untuk menjadi sesuatu yang jauh dari sesungguhnya. Memaksa kita untuk selalu menampilkan beragam gemerlap di seluruh bagian tubuh ini. Memaksa selalu menjadi necis dan berpenampilan maksimal di setiap tempat. Melahir kan diri sebagai pusat tontonan layaknya sebuah televisi. Pudarnya ide dan kreativitas. Lunturnya ke-otentikan manusia. Semakin banyak simbol/tanda semakin membuat aku dan kamu menjadi bingung, atas apa yang kita inginkan. Saat ini aku memang rindu dengan mu, lalu kemudian aku berfikir ulang kembali, apakah ini benar-benar rindu yang lahir dari sifat alamiah ku sebagai manusia, atau hanya hasil dari tayangan serta simbol/tanda yang selama ini hadir dan terlihat jelas? Maaf jika aku ragu, namun semua telah dipadati oleh berbagai simbol/tanda yang mengarahkan kita pada sesuatu yang entah dimana ujungnya. Kita pun terhanyut, terlena, terbiasa, mencandu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Aku merindukan mu, benar merindukan mu. Sedikit berharap dapat bertemu kembali dengan perbincangan menarik di ruang yang sebenar-benar nya ruang. Ruang yang memiliki batas riil dan tidak riil. Ruang dimana aku bisa merasakan keajaiban saat melihat senyum manis, tawa renyah serta kesedihan mu. Ruang yang tidak membuat ku menjadi linglung atas apa yang sebenar-nya ku inginkan. Maaf, aku berlaku tidak sopan datang tanpa permisi, masuk begitu saja karena memang ruang ini menghilangkan tata kerama dan semua tingkah laku santun. Pun, seperti biasa aku hanya melihat laman jejaring sosial mu malam ini, dan tidak meninggalkan jejak rangkaian kalimat-kalimat di wall-mu untuk sekedar menyapa. Karena aku bingung apakah kamu benar ada atau tidak begitu pun sebaliknya.&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/07/sekeping-yang-lain-sebuah-keliaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-8868974551240349023</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T20:50:50.740+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Keindahan Pagi</title><description>Matahari belum lah beranjak tinggi, semilir sejuk angin segar berhembus membelai kehidupan pagi ini. Riuh redam suara terdengar sesayup mengunjungi telinga. Warman  baru saja terbangun setelah semalaman kencani bulan dan bintang yang menggelayut di angkasa. Lingkar matanya sedikit berwarna hitam, mukanya tak bergairah. Pun akhirnya ia membasuh wajahnya untuk mengembalikan kesegaran dan menghilangkan sisa mimpi semalam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Segelas air putih di reguk-nya, tak lama berselang sebatang rokok di sulutnya. Belum juga ia merasakan kenikmatan pagi dan hangatnya senyum si raja siang, bagai seekor kucing liar, telinganya menangkap suara orang berteriak menggunakan microphone. Dengan berhati-hati warman mulai mendengarkan suara itu dan mata nya pun membelalak! ke-sayu-an yang sejak tadi menggelayut manja di mata Warman hilang seketika terbawa suara dari luar sana.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
“…bagi seluruh warga sekitar yang ingin memeriksakan dirinya silahkan datang segera ke lokasi pengobatan gratis di lapangan Rt. 25/07…acara pengobatan gratis ini di selenggarakan oleh pasangan Josef-winarto…pastikan No.99 untuk masa depan negeri ini…”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Kalimat itu didengungkan berulang kali. Warman kontan menghambur keluar rumah. Wajahnya mulai memerah, matanya makin terbelalak melihat orang berseragam hitam yang dipadu dengan warna oranye serta merah. Orang itu sungguh bersemangat memberikan pengumuman dengan kalimat-kalimat yang sama.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Warman mematung memperhatikan drama kebaikan tersebut, pikirannya tak tentu arah melihat pertunjukan yang tak di pungut biaya sepeser pun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
“…Demi Indonesia tercinta…” Gumam Warman dalam hati membaca spanduk yang menjadi hiasan acara tersebut. Pengobatan gratis!? Baru kali ini di daerah rumahnya diadakan kegiatan seperti itu. Seluruh warga perumahan ini termasuk golongan menengah ke atas. Kenapa harus Gratis? Memangnya di sini daerah tertinggal atau daerah terlantar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Dan kenapa baru saat-saat mendekati pemilihan umum banyak sekali manusia yang ingin berbuat kebajikan demi manusia lainnya, yang diadakan secara meriah bahkan ada yang sampai mengundang media massa!? Warman tetap mematung. Ia lupa rokok yang terselip diantara jemarinya mulai memendek termakan bara. Pikirannya loncat dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Tragedi Lumpur, penggusuran paksa, bencana danau, kasus orang hilang, kemiskinan, tragedi mal nutrisi, tragedi…bencana…kebobrokan negeri…terus melintas cepat di kepala Warman.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Matahari pagi pun semakin terik, perlahan kesejukan sirna keramaian sedikit demi sedikit berganti kesunyian…alunan musik tentang tanah air ini mengalun. Lirih kan hati sesakkan dada. Pengobatan gratis tidak disini tempatnya dan dilaksanakan bukan berdasarkan momentum apapun atau mengharapkan pamrih dari mereka yang datang. Tapi kegiatan itu semestinya berkelanjutan di seluruh pelosok negeri yang membutuhkannya bukan di perkotaan atau perumahan yang tingkat ekonomi masyarakatnya tergolong mampu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
“…disana tempat lahir beta, di buai dibesarkan bunda, tempat berlindung di hari tua…sampai akhir menutup mata…”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Sebuah komposisi yang sangat pas dari pentas drama kebajikan manusia. Semua orang larut pada pertunjukan itu. Mereka lupa, lupa bahwa seharusnya itu semua bukan untuk dinikmati. Warman, masih berdiri menatap kosong. Matanya kembali sayu, merah di raut wajahnya pudar. Hampa, lelah, resah saat sadar Ia tidak berbuat apapun disini untuk tanah dan bangsa ini. Ia hanya butiran pasir yang berserakan dan tidak tahu akan sesuatu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; 
Warman merasa hanya seorang anak muda di belantara masa kini yang bodoh. Namun, kini dirinya tahu bahwa tak ada sesuatu apapun yang benar-benar gratis (bebas biaya) tulus. Kebajikan hanya ada dalam dongeng pengantar tidur. Hati hanya sebuah benda usang warisan budaya dunia yang lampau dan tersimpan rapih entah dimana. Ini wajah dunia bagi Warman.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;  
Bekasi, Juni 2009
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/06/keindahan-pagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4148200160337620780</guid><pubDate>Fri, 24 Apr 2009 22:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-25T05:08:43.127+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Ingin Tahu...</title><description>Kau tak akan pernah tahu sebelum menekan ini....

&lt;!-- JavaScript examples by Quackit.com --&gt;
&lt;input type=&quot;button&quot; onclick=&quot;alert(&#39;Kamu tahu seharian ini aku mencari mu!&#39;);&quot; value=&quot;Tekan&quot; /&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/blog-post_24.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1371342742617034540</guid><pubDate>Fri, 24 Apr 2009 20:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-25T05:01:19.866+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Susuri...</title><description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;marquee bgcolor=&quot;#000080&quot; scrollamount=&quot;2&quot; direction=&quot;up&quot; loop=&quot;true&quot; width=&quot;35%&quot;&gt; &lt;center&gt; 
&lt;font color=&quot;#ffffff&quot; size=&quot;+1&quot;&gt;&lt;strong&gt; Menapaki halaman gedung stadhuis
Susuri tembok-tembok tua&lt;br&gt; Mengendus Harmoni-Sarinah
Mengamati riuh nya sabang&lt;br&gt; Menatap malam di semanggi
Bisingnya640 melaju pelan, mencari penumpang&lt;br&gt; &lt;br&gt; 
Simpang kalibata ku sapa dan bertanya : Kamu di mana?&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/center&gt; &lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/susuri.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-3005327384092218726</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 17:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-25T05:01:38.556+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Maaf dan lepaskan-lah</title><description>&lt;marquee onMouseover=&quot;this.scrollAmount=2&quot;onMouseout=&quot;this.scrollAmount=8&quot; height=&quot;34&quot; width=&quot;713&quot;&gt;Ketika kau menyentuh. percuma. Sebarapa pun kuat engkau memegang, hanya tersisa lelah yang tersisa. Mungkin akan ada kecewa, luka, dan air mata yang terjatuh. Semakin erat kau mengikat ku, semakin banyak keringat mengucur. Percuma, aku akan terus melaju. Maka sentuh lah ini. dan kau kan mengerti...maaf...&lt;/marquee&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/ketika-kau-menyentuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1910007324219652979</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-25T05:02:00.257+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Tanjung pasir - Untung Jawa</title><description>&lt;marquee behavior=&quot;alternate&quot; direction=&quot;up&quot; width=&quot;80%&quot;&gt;&lt;marquee direction=&quot;right&quot;&gt;Perut Menjadi Mual&lt;/marquee&gt;&lt;/marquee&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/tanjung-pasir-untung-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1514742989523783838</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T11:26:50.805+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Terbang Tinggi Melayang...</title><description>&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior=&quot;scroll&quot; direction=&quot;up&quot;&gt;Melayang&lt;/marquee&gt;
&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior=&quot;scroll&quot; direction=&quot;left&quot;&gt;Maaf Nona, malam ini saya terbang tinggi...
&lt;/marquee&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/terbang-tinggi-melayang.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-1084508718510637457</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T11:08:46.409+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi Bukan Puisi</category><title>Semua Terjadi Begitu Cepat, Nona!</title><description>&lt;!-- HTML codes by Quackit.com --&gt;
&lt;marquee behavior=&quot;scroll&quot; direction=&quot;left&quot; scrollamount=&quot;1&quot;&gt;semua&lt;/marquee&gt;
&lt;marquee behavior=&quot;scroll&quot; direction=&quot;left&quot; scrollamount=&quot;10&quot;&gt;terjadi&lt;/marquee&gt;
&lt;marquee behavior=&quot;scroll&quot; direction=&quot;left&quot; scrollamount=&quot;20&quot;&gt;begitu cepat&lt;/marquee&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/04/semua-terjadi-begitu-cepat-nona.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-4177594099574376010</guid><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 09:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-23T21:01:44.924+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Satu Dunia Untuk Mereka</title><description>Angin malam berhembus malas. Kerlip bintang yang menggantung diantara pekatnya warna hitam, cahayanya sangat lemah. Ke-eksotisan sang bulan pun tidak bisa dinikmati berlama-lama. Orkestra binatang malam kini tak terdengar lagi.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Seolah teater tempat biasa mereka berdendang hilang ditelan bumi. Kini udara malam sungguh terasa berbeda. Dinginnya, perlahan semakin hilang hanya kelembapan yang menyisakan pengap. Kesan malam yang sunyi, kelam atau bahkan suram sudah tidak ada lagi.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Semua terganti, atau lebih tepatnya tersingkirkan secara paksa oleh laju pembangunan yang menjadi ladang subur tumbuhnya gedung-gedung tinggi. Juga kendaraan bermotor yang hanya membuat jalan-jalan di kota ini macet dan penuh polusi. Bising, hanya itu yang tersisa dari pekatnya malam.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Ya… kota ini perlahan berganti rupa menjadi sesuatu yang menurut ku abstrak. Tidak jelas. Sesuatu yang hanya menghasilkan benturan sosial. Sesuatu yang dapat membuat orang lupa terhadap diri dan sesamanya, bahkan sampai melupakan bahwa mereka telah kehilangan hal terpenting dalam diri mereka.
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Malam merangkak semakin tua. Jalanan belum juga kering dari sisa hujan hari ini. Halte bus dan trotoar belumlah sepi. Orang-orang memadati pinggiran jalan di pusat bisnis. Pun, kendaraan bermotor masih berdiri mengantri di atas aspal hitam. Bunyi klakson nya memekikkan telinga. Semua ingin lebih dulu. Semua ingin haknya didahulukan tanpa pernah melihat bahwa ada yang melebihi dari hak pribadi mereka. Perubahan ini memang benar-benar mengikis semuanya.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Perburuan akan harta dan mimpi-mimpi yang dijanjikan masa baru ini merasuki, bahkan hal itu mengalir disetiap darah semua orang. Semua ingin kaya, semua ingin berkuasa, semua ingin yang terbaik bagi dirinya. Namun, menurutku bukan berarti harus mengesampingkan kepedulian kita terhadap sesama. pun, bukan berarti memikirkan diri sendiri. Cih, hakikat kita sebagai manusia perlahan terkikis. Dimana hati? Dimana engkau bersembunyi? Teriak ku melirih, melihat pentas drama manusia yang kian hari, tingkah serta pola pikirnya semakin aneh. Pemujaan terhadap merk, pemuasan akan hasrat yang berlebihan, pengejaran status melalui kebendaan, konsumsi junk food yang menjadi tren dikalangan anak muda dan berbagai tingkah kebodohan lainnya, membuat diri ini muak dan ingin muntah. Inikah abad modernisasi? Inikah kemajuan? Sekali lagi aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah merasakan hal yang sama dengan ku ketika melihat ini semua? Jika tidak cobalah sesekali pergi melihat-lihat kota ini, yang penuh dengan mal-mal megah dengan isi nya? Kemudian sejenak pikirkan apakah ini sangat kita butuhkan? atau pernahkah terpikirkan oleh kalian seberapa besarkah manfaat yang diberikan oleh teknologi bernama hand phone dengan berbagai jenis ukuran pixel warna yang tinggi serta fitur-fiturnya yang semakin canggih, hingga harus menggantinya tiap kali keluar model baru dari produk tersebut?
&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;
Di sini lah di atas tanah ini, kuku-kuku industri yang selalu mencari keuntungan dengan merubah pola pikir dan budaya hidup umat manusia hadir bagai banjir bah yang tak bisa di hindari. Mereka ada di sekililing kita di segala aspek. Ekonomi, budaya, politik, sosial bahkan agama perlahan namun pasti menjadi komoditas untuk mendatangkan keuntungan. Lihat beberapa waktu lalu dimana shalawat di jual lewat telepon genggam, bahkan ayat-ayat kitab suci di perdagangkan kala mendekati hari-hari besar keagamaan. Iklan dimana-mana, dan tanpa pernah di sadari kita hidup dan besar dalam sebuah slogan dan merk-merk hasil rekayasa manusia. &lt;/b&gt;&lt;/b&gt; Kemajuan dunia informasi dan telekomunikasi perlahan menggerus budaya silaturrahmi, budaya saling mengunjungi, saling menjenguk terganti kan oleh deretan-deretan kalimat di layar kaca di depan anda sekarang. Entah tampaknya semakin banyak orang yang suka dengan ucapan-ucapan melalui surat elektronik, pesan singkat, berbincang di yahoo, face book dan lain-lain sehingga membuat orang menjadi antusias bersosialisasi di dunia maya yang kian hari semakin terpisah dari realitas sesungguhnya. Pun, menjadikannya seolah menjadi dunia yang benar-benar nyata.
Langit pun semakin menghitam. Bintang-bintang enggan bersinar terang.&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; 
Saya pun semakin terjebak dalam dunia ini, larut sekaligus turut menghanyutkan diri ke dalam samudera luas haru biru kehidupan yang kini terlihat tanpa batasan. Kita berdiri, dan beraktivitas di dalam satu bingkai besar para pemilik modal yang menempatkan kita sebagai mesin-mesin pembuat keuntungan mereka yang tak perduli atas apa pun, kecuali untung.
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/satu-dunia-untuk-mereka.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-855941896794429106.post-9107695910339245321</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 09:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-31T16:21:48.094+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Belajar Menulis</category><title>Huru-hara hati dan kepala</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalan-jalan begitu sepi. Angin sejuk bertiup perlahan membelai setiap benda yang terhampar di tanah ini. sesekali deru mesin kendaraan bermotor menjerit kencang lalu perlahan menghilang di kejauhan. Satu persatu bentuk kehidupan di mulai. Pedagang baru saja menggelar dagangannya, para perempuan yang bersuami mulai bersolek dan membawa tas jinjing plastik berbagai rupa dan warna nya. Gelak tawa ceria anak-anak sesapu menghiasi sela-sela udara. Kegembiraan, itu yang mereka rasakan meski tanpa mainan yang lahir dari rahim modernitas dan dapat membuat anak-anak lupa untuk bermain dengan teman-teman sebayanya serta menikmati betapa indahnya masa kecil. Hari indah baru saja di mulai, ia menggeliat bebas ke segala arah meyapa semua mahkluk hidup tanpa memandang status kaya atau miskin, buruk atau bagus, lelaki atau perempuan, dan sebagainya. Ia akan terus ada memberi semangat bagi mereka yang selalu mencintai segala bentuk kehidupan, selama semua manusia sadar indah dunia akan terwujud, bila di kepala tetap terpatri bahwa kita adalah sama : mahluk ringkih yang bernama manusia.   

&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;...gesekan daun kelapa, kicau burung, hembusan angin, buih putih, sinar matahari. Sunyi, sepi…sendiri…&lt;/span&gt;

Tenang dan damai atmosfer itu yang kini menyelubungi pesisir yang selalu ramai dengan riuh redam ombak dengan segala erotisme nya. Andai dunia dapat merasakan hal seperti ini, andai dunia jauh dari keserakahan, tak mengenal kemiskinan, jauh dari kesengsaraan yang muncul karena kita selalu haus untuk memiliki akan sesuatu, mungkin dunia akan seperti sekarang ini, di sini jauh dari itu semua. Namun entah apa yang akan terjadi bila kebejadan dunia datang memeluk tempat ini yang mengatasnamakan pembangunan, serta kesejahteraaan rakyat, namun hanya ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari keindahan disini tanpa pernah memperhatikan dampaknya.

Pagi masih begitu muda gelak tawa terus menyambangi telinga. Badan serasa begitu letih, kepala bagai di tindih batu karang yang besar, berat, sungguh menyakitkan. Tatapan mata sayu memandang ke hamparan pasir yang berikan sedikit rasa hangat di sela-sela jemari kaki. Angan terus melayang tak beraturan, huru-hara di kepala sisa semalam belum juga hilang. Ya, malam tadi bersama bulan dan bintang kita bertemu, saling merangkul, memeluk, sungguh mesra. Kita berbincang tentang banyak hal. Kehidupan, kegembiraan, kebobrokan negara, perempuan, cinta dan banyak lagi. Kita tertawa, bersulang, berteriak, berlari, berkejaran dengan air. Ya, semalam terbang melayang menyentuh bintang berkencan dengan bulan, sungguh terlihat sempurna. Ah…andai dapat ku bagi rasa ini kawan. Rasa yang membuat ku selalu merasa hidup, rasa yang mungkin dapat membuat keramaian menjadi tak berguna dan akhirnya musnah. Benda ini, alcohol murahan membawa ku berjalan susuri labirin yang baru saja ku buat dengan pasir. Aku tersesat tak tahu jalan pulang. Wajah-wajah itu pun datang silih berganti beri senyuman, satu persatu masa lalu muncul bagai banjir bah menerjang tubuh, masuk ke mata menembus barikade di kepala, ia mendobrak menyelusup ke saluran darah hingga memaksa jantung ini memompa lebih kencang lagi agar setiap bagian yang ada di tubuh ini merasakannya. Lalu…banjir bah itu perlahan mereda, arusnya semakin melemah ia menyisakan lumpur kerinduan yang lengket dan mengendap jauh di hati.

&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sepi…&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sunyi…&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dingin…&lt;/span&gt;

Bergerak dengan lembut, perlahan namun pasti mata mulai tertutup otak berhenti bekerja, dan hati pun bertanya apa kabar Bekasi, masihkah kalian tetap seperti waktu dahulu bergembira dengan kegilaannya? Apa kabar Melati, masihkah penuh dengan berbagai gelak canda tawa dan obrolan yang membuat ku berfikir? Hey Bintaro apakah kau masih sibuk dengan berbagai benda-benda terbaru? Hmmm…Pondok kopi ku dengar ada mahluk polos dan lugu di sana sekarang. Baik-baik sajakah kalian? Sukapura!, tetapkah dengan panasnya, lalu lalang angkot serta hilir mudik buruh yang selalu ramai kala pagi dan sore hari? Lalu bagaimana dengan cimandiri masihkah kalian dengan euphoria aktivisme? Hey-ho! Kalian mahkluk-mahkluk merah yang tersebar di pelosok Jakarta dan Bandung, masihkah tetap bersemangat dan penuh keyakinan untuk membuat dunia yang lebih baik lagi? Dan kamu, ya kamu yang mungkin membaca ini apa kabar nya?, ingin rasanya berbincang kembali…

Mungkin aku lalai, mungkin lupa atas rutinitas yang penuh dengan retorika dan hanya berjalan ditempat. Namun pagi ini bersama pasir ku cumbui ombak berharap semua terhanyut terbawa arus ke laut lepas dan sadar bahwa semua pasti mengalami hal semacam ini. Apa yang terjadi mungkin menurut kalian adalah hal remeh, tapi ini membuat kita tetap bersemangat untuk terus bertarung di belantara kehidupan yang sering hadirkan luka. Selalu mengingatkan bahwa di lain tempat ada orang-orang yang mengendap jauh di dasar hati. Aku hanya ingin merindukan…

Selamat pagi semua! Matahari tersenyum dengan manis. Ayo bangun!!!.&lt;/div&gt;</description><link>http://senjakalahati.blogspot.com/2009/03/huru-hara-hati-dan-kepala.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad. S)</author><thr:total>3</thr:total></item></channel></rss>