<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239</atom:id><lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 20:27:20 +0000</lastBuildDate><category>Renungan</category><category>Beautiful Words</category><category>Kisah inspirasi</category><category>Rahasia menjadi sempurna</category><category>Secret of Life</category><category>Motivasi</category><category>True Love</category><category>Cerita Kehidupan</category><category>Kata-kata Harapan</category><category>Renungan Harian</category><category>Tips Sukses</category><category>Tokoh Besar</category><category>Spirit</category><title>Setitik Embun Untuk Jiwa</title><description></description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-8599053730896941096</guid><pubDate>Wed, 16 Nov 2016 04:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-16T11:41:01.857+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Harian</category><title>Memperlambat</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://orig07.deviantart.net/1f18/f/2008/024/0/3/confused_lights_by_theprodiqy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://orig07.deviantart.net/1f18/f/2008/024/0/3/confused_lights_by_theprodiqy.jpg&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;261&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lampu lintas ada 3: merah, kuning, dan hijau. Kita semua tahu itu. Merah adalah berhenti, hijau artinya jalan. Lampu kuning? Dalam praktiknya, sering kali kuning artinya tancap gas agar lampu tidak sampai berganti merah. Jika kita tidak buru-buru, saat melihat lampu menyala kuning, saya kadang memperlambat kendaraan. Apa akibatnya? Hal itu kadang justru membuat kendaraan di belakang saya marah. Tapi, harus diakui, kadang saya sendiri jika sedang buru-buru juga kesal jika pengemudi lain berbuat serupa dan menghalangi saya yang ingin segera melaju sebelum lampu berganti merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlambat-lambat saat kita sedang sangat ingin melakukan sesuatu tampaknya bukanlah hal yang populer, bahkan orang mungkin akan mengatakannya tindakan bodoh. Namun, hal itulah yang seharusnya dilakukan. Lambat untuk berkata-kata, lambat untuk marah, tapi cepat untuk mendengar. Saat mengalami atau menghadapi sesuatu yang tak menyenangkan, marah dan melontarkan berbagai ucapan bahkan caci maki adalah keinginan kita. Sementara mendengarkan adalah satu hal yang paling tidak kita mau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti marah adalah dosa. Bukan berarti pula bahwa kita dilarang berkata-kata saat kesal. Poinnya adalah memperlambat. Inilah yang sesungguhnya akan menghindarkan kita dari dosa dan akibat-akibat buruk lainnya. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena orang justru ngebut saat lampu kuning. Banyak korban tertabrak kereta hanya karena tak mau memperlambat kendaraan saat sinyal kereta api muncul. Banyak masalah, konflik, perpecahan, kesalahpahaman, atau kepahitan bisa kita hindari asal kita mau memperlambat saat emosi mendorong kita meledak, marah dan menuduh macam-macam. Ya, bersabat itu bukan tidak pernah atau dilarang marah. Bersabar pada dasarnya hanya kemampuan memperlambat. Saat kita memperlambat, kita bisa mendengarkan, dan sering kali dari situ kita akan bisa melihat sesuatu secara lebih luas, sheingga kita pun sadar bahwa ternyata bukan amarah dan caci maki yang bisa memperbaiki situasi atau orang itu. Cobalah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bersabar adalah memperlambat saat dorongan keinginan dan hawa nafsu ingin kita lebih cepat.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2016/11/memperlambat.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-622982420737441026</guid><pubDate>Sat, 12 Nov 2016 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-11-14T07:15:08.341+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Harian</category><title>Menghitung Mundur</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://img10.deviantart.net/6291/i/2009/044/5/7/xci__by_raesade.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://img10.deviantart.net/6291/i/2009/044/5/7/xci__by_raesade.jpg&quot; height=&quot;261&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tikker. Ini bukan sekadar merk arloji biasa. Tikker adalah sebuah jam tangan yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghitung mundur setiap detik yang tersisa dari kehidupan pemakainya hingga dia meninggal nanti. Setiap sisa hidup si pemakai akan terlihat di jam tangan tersebut. Sebelumnya, pemakai harus mengisi kuesioner pribadi pada riwayat kesehatan mereka, harapan hidup, dan rata-rata kematian manusia. Dari hasil tersebut, penghitungan mundur kematian dimulai. Tentu saja akurasinya tidak mungkin tepat, sebab yang menetukan mati tidaknya kita adalah Tuhan, bukan Tikker. Namun ada pesan penting yang hendak disampaikan oleh Fredrik Colting, pencipta jam Tikker, &quot;Saya pikir kita akan memiliki kehidupan yang lebih baik, membuat pilihan lebih baik, jika kita sadar dan tahu hidup kita akan berakhir, itulah yang ada dalam perspektif kita. Hal-hal yang kecil bisa sangat berharga, jika kita melihat jam tangan ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salomo mengatakan dengan bijak, &quot;Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.&quot; Ketika kita berada di rumah duka, kita diingatkan bahwa sesungguhnya setiap orang tidak bisa menghindar dari kematian. Pada saat umur kita bertambah, sebenarnya &quot;masa kontrak&quot; kita di dunia ini berkurang. Kita sedang menghitung mundur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita memikirkan hal ini, maka kita akan lebih bijak dalam menggunakan waktu. Tidak menyia-nyiakan, membuangnya, atau memboroskannya untuk hal-hal yang tidak penting. Semakin kita memikirkan bahwa waktu kita terus berkurang dan tinggal sedikit, sudah seharusnya kita mulai menata hidup dan membuat prioritas hidup yang tepat. Pikirkan kehidupan rohani kita dan hubungan kita dengan Tuhan, Sang Pemberi Waktu. Renungkan bagaimana relasi kita dengan keluarga, sahabat dan sesama. Bagaimana tanggung jawab kita dalam emmberi makna kehidupan, dsb. Kita akan menjalani hidup dengan cara yang berbeda jika kita menganggapnya seolah-olah ini adalah hari terakhir dalam hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pada saat umur kita bertambah, sebenarnya &quot;masa kontrak&quot; kita di dunia ini berkurang.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;(taken from Spirit RH, Jan 2016)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2016/11/menghitung-mundur.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-6377935749133773222</guid><pubDate>Tue, 08 Mar 2016 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-08T22:15:27.036+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Negara Tanpa Ayah</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://img11.deviantart.net/eef1/i/2013/279/3/0/father_and_son_hunter_by_mustafasezer-d6nchch.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://img11.deviantart.net/eef1/i/2013/279/3/0/father_and_son_hunter_by_mustafasezer-d6nchch.jpg&quot; height=&quot;261&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Anak-Anak Internasional PBB menyatakan bahwa sekitar 50% anak kulit putih yang lahir di Amerika Serikat akan menghabiskan sebagian masa kanak-kanaknya dalam keluarga dengan ibunya saja. Bagi anak kulit hitam, persentasenya bahkan sekitar 80%! Tidak heran kalau USA Today menyebut Amerika Serikat sebagai &quot;negara nomor satu keluarga tanpa ayah sedunia&quot;! Apakah akibat dari keluarga tanpa ayah ini? Survei Gallup di Amerika Serikat berpendapat bahwa 80% masalah sosial, kriminal, amoralitas, disebabkan karena &quot;ketidakhadiran sosok ayah di rumah&quot;. Betapa besar pengaruh seorang ayah dalam keluarga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak memang tidak akan mengatakan secara langsung bahwa hidup mereka menjadi kacau berantakan karena tidak adanya ayah. Beberapa dari antara mereka bahkan merasa bisa bersikap independen dan mengatakan bahwa ayah tidaklah penting bagi mereka. Namun, jauh dari kedalaman hati mereka, mereka tetap saja membutuhkan kehadiran ayah. Ketidakhadiran sang ayah dari kehidupan mereka merupakan tragedi yang menghancurkan kehidupan mereka dan masa depan mereka. Selain masalah sosial, kriminalitas, maupun amoralitas, ketidakhadiran ayah juga membuat anak menjadi pesimis, memiliki sikap yang lemah, dan gampang menyerah kalah. Tak heran kalau ketidakhadiran ayah dalam kehidupan anak, membuat anak lebih sulit melihat masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang kita tidak tinggal di Amerika yang dijuluki &quot;negara nomor satu keluarga tanpa ayah sedunia&quot;. Namun, toh jumlah anak yang dibesarkan tanpa ayah di Indonesia juga banyak, bahkan tiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bukan tidak mungkin, apa yang terjadi di Amerika sana bisa saja terjadi di Indonesia. Melihat hal tersebut, kita harus benar-benar memperhatikan betapa sakralnya sebuah pernikahan. Perceraian tidak hanya sekandar mengandaskan sebuah pernikahan, tapi hal itu juga berarti bahwa anda juga sedang menciptakan anak-anak yang rapuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;80% masalah sosial, kejahatan, amoral disebabkan karena ketidakhadiran ayah.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2016/03/negara-tanpa-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2867334617430362282</guid><pubDate>Tue, 08 Oct 2013 00:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-10-08T08:39:23.084+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Harian</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Spirit</category><title>Blak-Blakan</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc00.deviantart.net/fs70/i/2013/040/5/4/nice_words_by_erinbird-d5uc8b5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;261&quot; src=&quot;http://fc00.deviantart.net/fs70/i/2013/040/5/4/nice_words_by_erinbird-d5uc8b5.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Daripada berhadapan dengan orang yang bermuka dua yang plin-plan, tidak tulus dan suka cari muka, lebih baik saya berhadapan dengan orang yang blak-blakan dan apa adanya.&quot; Kita sering mendengar ucapan seperti itu. Memang sikap jujur, terbuka, terus terang dan blak-blakan jauh lebih positif dibandingkan sikap bermuka dua. Namun kita juga perlu ingat bahwa seringkali niat kita untuk bersikap terbuka, terus terang dan blak-blakan itu justru menuai masalah, sakit hati, dan perselisihan. Blak-blakan itu boleh-boleh saja, namun alangkah baiknya jika itu disampaikan dengan penuh hikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita sedang memilih-milih sepatu dan seorang pelayan toko berusaha membantu wanita tersebut memilihkan sepatu yang pas. Namun, setelah sekian lama masih sulit juga menemukan sepatu yang pas. Setelah mengetahui masalahnya, pelayan toko itu berkata dengan jujur dan terus terang, &quot;Maaf Bu, saya tidak dapat menemukan sepatu yang cocok untuk anda karena kaki anda besar sebelah.&quot; Mendengar kata-kata tersebut, kontan saja wanita tersebut marah besar. Kebetulan sang manajer mengetahui hal tersebut dan ia segera turun tangan untuk melayani wanita tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajaibnya, wanita tersebut reda amarahnya, bahkan akhirnya melakukan penjualan. Si pelayan toko menjadi heran dan akhirnya bertanya kepada manajer, &quot;Saya mengatakan hal yang sama dan wanita itu tersinggung.&quot; Manajer itu menjawab, &quot;Tidak sama. Saya berkata kepadanya kalau sepatu yang dia pilih terlalu besar dan dia harus memilih sepatu yang model dan ukurannya spesial.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manajer tersebut melakukan hal yang sama dengan pelayan toko itu, yaitu bersikap terus terang. Namun ketika dia menggunakan kalimat yang tepat, maka hasilnya bisa berbeda jauh. Kita bisa belajar bahwa bersikap terus terang dan blak-blakan itu sah-sah saja, tapi usahakan diri kita memilih kalimat atau kata-kata yang lembut. Praktikkan hal ini, maka kita tidak perlu kompromi dengan hal yang salah dan pada saat yang bersamaaan kita bisa menegur dan menasihati tanpa menimbulkan luka hati pada orang yang menerimanya. Seni berkomunikasi seperti ini sangat dibutuhkan dalam hubungan rumah tangga, keluarga, bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berterus terang atau blak-blakan tidak selalu berarti menimbulkan luka hati bagi orang yang mendengarnya.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/10/blak-blakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-3621724511666010480</guid><pubDate>Sat, 08 Jun 2013 02:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-12T08:01:23.802+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><title>Anak Lelaki Bernama &#39;Luke&#39;</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs11/i/2006/195/f/2/Look_Up_by_Adiago.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs11/i/2006/195/f/2/Look_Up_by_Adiago.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku tidak akan menikah lagi,&quot; kata Sherri kepada ibunya. &quot;Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia&quot;. &quot;Kau tidak perlu meyakinkanku,&quot; sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. &quot;Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.&quot;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. &quot;Pelatih&quot;, panggilnya. &quot;Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?&quot;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tentu,&quot; jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. &quot;Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.&quot; Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. &quot;Pertandingan yang sangat mengagumkan,&quot; katanya kepada Luke. &quot;Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?&quot;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, &quot;Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu... Ibuku meninggal.&quot; Luke kembali menangis.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, &quot;Hari ini... hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka...&quot; Luke kembali menangis terisak-isak.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji yang membuat mereka malu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/06/anak-lelaki-bernama-luke.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-1991855430069785681</guid><pubDate>Thu, 06 Jun 2013 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-06T09:09:11.181+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-kata Harapan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><title>Sang Gadis Penyendiri</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc04.deviantart.net/fs13/i/2007/002/3/4/Angel_by_olivestar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;313&quot; src=&quot;http://fc04.deviantart.net/fs13/i/2007/002/3/4/Angel_by_olivestar.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telanjang kaki dan kotor, si gadis hanya duduk dan mengamati orang-orang lewat. Ia tak pernah mencoba untuk berbicara, ia tak pernah mengatakan sepatah kata pun. Banyak orang berlalu, tetapi tak seorang pun berhenti. Hari selanjutnya saya memutuskan untuk pergi kembali ke taman, penasaran jika sang gadis kecil masih berada di situ. Tepat di tempat yang sama ketika ia berada di hari kemarin, ia duduk di tempat yang agak tinggi dengan wajah termurung di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini saya melakukan gerakan pertama saya dan berjalan menghampiri si gadis kecil. Seperti yang kita semua tahu, sebuah taman penuh dengan orang asing bukanlah tempat yang baik untuk anak kecil bermain sendiri. Sebagaimana saya mulai berjalan menghampiri dirinya, saya bisa melihat di balik pakaian si gadis kecil punggungnya memiliki kelainan. Saya merasa itulah alasan orang-orang hanya melewatinya saja dan tidak melakukan apapun untuk menolong. Sebagaimana saya mendekat, si gadis kecil memalingkan matanya untuk menghindari pandangan saya yang intens. Saya bisa melihat bentuk punggungnya lebih jelas. Bentuknya sangatlah bungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tersenyum kepadanya agar ia tahu bahwa itu baik-baik saja. Saya berada di situ untuk menolong, untuk berbicara dengannya. Saya duduk di sampingnya dan membuka percakapan dengan Hello yang sederhana. Si gadis kecil terlihat terkejut dan dengan gagap mengucapkan &quot;hai&quot; setelah menatap lama kedua mata saya. Saya tersenyum dan ia dengan malu-malu tersenyum kembali. Kami berbicara hingga hari menjadi gelap dan taman pun menjadi kosong melompong. Semua orang telah pergi dan kami pun akhirnya tinggal berdua saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya bertanya kepada si gadis kecil mengapa ia sangat begitu sedih. Si gadis kecil melihat kepada saya dan dengan wajah sedih berkata, &quot;Karena saya berbeda.&quot;

Saya dengan cepat berkata, &quot;Anda memanglah begitu!&quot; dan tersenyum.

Si gadis kecil terlihat lebih kecil, ia berkata, &quot;Ya, anda pun tahu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&quot;Gadis kecil,&quot; ujar saya, &quot;Anda mengingatkanku kepada seorang malaikat, manis dan lugu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ia menatap saya dan tersenyum, dengan pelan ia berdiri, dan berkata, &quot;Benarkah?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&quot;Ya sayang, kamu seperti malaikat penjaga kecil yang dikirimkan untuk mengamati setiap orang yang berjalan lalu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum, kemudian tiba-tiba ia melebarkan kedua sayap di balik punggungnya dan berkata, &quot;Memang. Sayalah malaikat penjaga anda,&quot; dengan sebuah kerlipan di matanya.

Saya tak bisa berkata apa-apa. Sudah pasti saya baru saja melihat hal yang ajaib. Katanya, &quot;Anda telah berpikir bagi orang lain daripada diri anda sendiri. Tugas saya di sini telah selesai.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, saya pun langsung berdiri dan bertanya, &quot;Tunggu, lalu mengapa tak seorang pun berhenti untuk menolong seorang malaikat?&quot;

Ia menatap saya dan tersenyum, &quot;Andalah satu-satunya yang dapat melihat saya, dan anda mempercayai itu dalam hati anda.&quot; Dan ia pun pergi.

Dan dengan itu hidup saya pun berubah dramatis. Maka, ketika anda berpikir bahwa anda hanya memiliki diri anda sendiri, ingatlah, ada penghuni Surgawi yang selalu mengamati anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Anda tidak sendirian.&lt;br /&gt; Ada hal besar yang tak terlihat oleh mata mendampingi hidup anda.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/06/sang-gadis-penyendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2440091790908667280</guid><pubDate>Wed, 05 Jun 2013 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-06T08:46:48.677+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">True Love</category><title>Kekuatan Kasih</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs42/i/2009/116/f/0/Heaven_or_Hell_by_ahermin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs42/i/2009/116/f/0/Heaven_or_Hell_by_ahermin.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ada seseorang bertanya, &quot;Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar, sementara beberapa lainnya selalu mengeluh terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramesh menjelaskan-nya dalam kisah yang sangat indah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke surga.

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, Malaikat di surga berbuat kesalahan. Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di surga, maka tempatnya adalah di &#39;tempat yang lain&#39; dan ia pun langsung mengirimnya ke neraka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi, begitulah orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.

Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ada apa?&quot; tanya Malaikat surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Raja Iblis berteriak dengan murka.

&quot;Apa maksud kalian mengirim orang ini ke neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Ramesh menutup ceritanya dengan berkata,

&quot;Maka, hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu, sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke neraka, Sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke surga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/06/kekuatan-kasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-8652194884951099624</guid><pubDate>Tue, 04 Jun 2013 03:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-04T10:34:02.234+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-kata Harapan</category><title>Kisah Ratu Victoria</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc07.deviantart.net/fs11/i/2006/255/1/c/Angel_by_nagsoto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://fc07.deviantart.net/fs11/i/2006/255/1/c/Angel_by_nagsoto.jpg&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan masih bekerja, dan Ia bekerja dengan berbagai cara, besar ataupun kecil. Billy Graham pernah menulis sebuah cerita, &quot;Kereta ekspres Inggris membelah malam, lampu besarnya yang terang menyinari malam. Ratu Victoria menjadi penumpang kereta itu. Tiba-tiba teknisi melihat sesuatu yang mengejutkan. Di tengah cahaya lampu kereta tampak sosok asing yang mengenakan jubah hitam sedang berdiri di tengah rel dan melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknisi menyambar rem dan menghentikan kereta api itu dengan mendadak.

Ia dan rekan-rekannya turun dari kereta untuk melihat apa yang telah menghentikan mereka. Namun, mereka tidak dapat menemukan jejak sosok asing tadi. Mengikuti perasaannya, teknisi itu lalu berjalan beberapa meter menyusuri rel. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap kabut dengan ngeri. Sebuah jembatan yang akan mereka lewati tiba-tiba rubuh di hadapan mereka. Jembatan itu tercebur ke dalam sungai yang deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya teknisi tadi tidak memperhatikan sosok seperti hantu itu, kereta apinya akan tercebur ke dalam sungai.

Setelah jembatan dan rel itu diperbaiki, para pekerja melakukan pencarian lebih seksama terhadap orang asing pengibar bendera tersebut. Akan tetapi, setelah sampai di London barulah mereka memecahkan misteri tersebut.

Di dasar lampu besar kereta, teknisi menemukan seekor ngengat besar yang sudah mati. Ia memeriksanya sejenak, kemudian mengikuti dorongan hatinya. Ia membasahi sayapnya dan menempelkannya di kaca lampu.

Ia naik kembali kereta, menyalakan lampu dan melihat si &quot;Pengibar bendera&quot; di tengah cahayanya, seperti yang dilihatnya beberapa detik sebelum kereta sampai di jembatan yang hanyut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kabut ia tampak seperti sosok hantu yang melambai-lambaikan lengannya.

Ketika Ratu Victoria diberi tahu tentang kejadian aneh tersebut, ia mengatakan, &quot;Saya yakin itu bukan suatu kebetulan. Itu adalah cara Tuhan melindungi kita.&quot;

Tidak, sosok yang dilihat oleh teknisi di cahaya lampu itu memang bukanlah sosok malaikat... namun demikian, Allah sangat mungkin melalui pelayanan malaikat-malaikatNya yang tidak nampak, telah meletakkan ngengat itu di kaca lampu tepat di saat dan di tempat yang diperlukan.</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/06/kisah-ratu-victoria.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-4685364997836887459</guid><pubDate>Sat, 25 May 2013 00:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-25T08:00:29.882+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Secret of Life</category><title>Lifetime</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc05.deviantart.net/fs26/f/2008/040/6/1/615865faddc59fee.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;275&quot; src=&quot;http://fc05.deviantart.net/fs26/f/2008/040/6/1/615865faddc59fee.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir kebanyakan barang elektronik memiliki usia hidup atau yang lebih dikenal dengan istilah lifetime. Misalnya, kamera yang sering kita gunakan ternyata memiliki lifetime tersendiri, rata-rata memiliki usia hidup 100.000 jepretan. Televisi LCD memiliki usia sekitar 30.000 jam. Lampu juga memiliki usia sekitar 5.000 jam. Itu sebabnya tidak ada barang elektronik yang memberi garansi seumur hidup karena memang &lt;b&gt;segala sesuatu ada batas usianya&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal menarik lainnya yang perlu kita tahu adalah, cara kita menggunakan dan merawat barang-barang elektronik tersebut juga sangat menentukan apakah perangkat elektronik tersebut sudah rusak sebelum waktunya, atau bisa berumur lebih panjang dari seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia juga punya usia hidup atau lifetime. Harapan hidup manusia masa kini sekitar 60-70 tahun, bahkan tak jarang kita menemui orang-orang yang meninggal sebelum waktu tersebut. Mengapa demikian? Bisa saja disebabkan karena kita memperlakukan tubuh kita secara asal-asalan, sembrono, sembarangan dan tidak memeliharanya dengan baik. Namun di luar itu, bisa juga karena memang Tuhan yang punya kehendak berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, jika ingin perangkat elektronik kita berumur panjang, maka kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Demikian juga kalau kita ingin umur kita panjang, maka kita harus menghargai kehidupan yang telah Tuhan percayakan ini dan memeliharanya dengan sungguh-sungguh. Mulai dari hal-hal kecil seperti berikut ini: berapa kali dalam seminggu kita berolahraga, apakah kita menjaga pola makan dan kebiasaan hidup yang sehat, apakah kita menjaga agar pikiran tidak stres sehingga akhirnya mengganggu kesehatan kita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara kita memelihara tubuh kita menunjukkan apakah kita menghargai hidup sebagai anugerah dari Tuhan.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/lifetime.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-7385282300707666196</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 10:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-25T07:36:42.663+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Jujur = Hancur</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc03.deviantart.net/fs70/f/2011/021/6/9/honesty_by_nephele73-d37p05x.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://fc03.deviantart.net/fs70/f/2011/021/6/9/honesty_by_nephele73-d37p05x.jpg&quot; width=&quot;355&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang raja hendak mewariskan kerajaannya kepada salah satu di antara lima anaknya. Untuk menentukan siapa yang paling tepat menggantikannya, raja tersebut membuat sayembara. Kelima pangeran diberi sebatang pohon yang harus dipanggul dari istana ke sebuah desa. Barangsiapa yang berhasil tiba lebih dulu di desa itu, maka dialah yang akan menjadi raja. Mereka semua bersemangat memanggul balok pohon yang berat itu. Satu jam kemudian mereka merasa kepayahan dan salah seorang dari antara mereka mulai curang. Ia memotong batang kayu tersebut sehingga menjadi pendek dan lebih ringan. Melihat kecurangan itu, yang lain juga tak mau kalah sehingga mereka ikut-ikutan curang. Hanya si bungsu yang ngotot dengan pendiriannya untuk tak bersikap curang. Akibatnya bisa ditebak, si bungsu terseok-seok dan tertinggal jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampailah si bungsu di jurang yang memisahkan kerajaan dan desa tersebut. Ia melihat semua saudaranya termangu-mangu di bibir jurang karena batang kayunya tidak cukup panjang untuk menjadi jembatan akibat sudah mereka potong sebelumnya. Tidak ada jembatan untuk bisa menyeberang ke desa tersebut kecuali menggunakan batang kayu utuh yang memang sudah diukur raja agar bisa menjadi jembatan. Kejujuran akhirnya menang dan kecurangan berakhir dengan kekalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bahasa Jawa, ada ungkapan bernada satir, jujur berarti ajur (ajur = hancur). Demikian juga dalam bahasa Jawa ada ungkapan yang berkata, &quot;Zaman edan yen ora ngedan ora keduman.&quot; Artinya, di zaman yang bobrok dan penuh kecurangan ini banyak orang ikut menghalalkan segala cara. Namun, firman Tuhan mengingatkan agar kita hidup di dalam kejujuran, kesetiaan, dan memiliki integritas. Sekalipun banyak orang hidup dalam kecurangan, jangan pernah kita menjadi larut dengan dunia dan ikut-ikutan melakukannya. Yakinlah bahwa kebenaran dan kejujuran tak akan pernah kalah oleh kecurangan. Setiap tindakan kejujuran yang kita hari ini pasti akan kita tuai suatu hari nanti. Demikian juga kecurangan yang kita lakukan hari ini pasti akan memunculkan akibat di kelak kemudian hari.
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jujur bukan berarti ajur. Jujur justru mujur!&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/jujur-hancur.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-4641714054537937440</guid><pubDate>Tue, 14 May 2013 04:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-25T07:37:43.156+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-kata Harapan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Cara Pandang</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc07.deviantart.net/fs9/i/2006/066/5/e/Point_of_View_by_dive2blue.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;http://fc07.deviantart.net/fs9/i/2006/066/5/e/Point_of_View_by_dive2blue.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang ahli reparasi televisi baru saja tiba di rumah sepasang suami sitri lansia. Mereka baru saja memanggilnya karena TV mereka tampak buram. Namun, begitu mengetuk pintu rumah tersebut, si istri langsung membuka pintu dengan wajah tampak tersipu-sipu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaf, Pak. Saya tidak jadi membetulkan pesawat TV saya. Ternyata tidak ada masalah dengan TV-nya.&quot;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh, ya? Lalu, apa yang terjadi?&quot; Tanya si ahli reparasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si istri hanya tersenyum dan berkata pelan, &quot;Kami tadi tanpa sadar saling tertukar memakai kacamata. Saya memakai kacamata suami, dan sebaliknya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pandang. Dalam hidup manusia memang sangat banyak dipengaruhi oleh cara pandang mereka atas segala sesuatu. Contoh yang paling menarik adalah kisah Daud dan Goliat. Sejarah mencatat bangsa Israel begitu gentar pada Goliat. Selain karena dia adalah prajurit terlatih, dia juga punya tubuh yang sangat besar. Bahkan para prajurit Israel yang terlatih pun, dan juga Raja Saul yang punya tubuh lebih besar dari rata-rata orang Israel gentar menghadapi Goliat. Tapi, mengapa Daud yang masih remaja berani menantang Goliat? Jawabannya sekali lagi adalah pada cara pandang. Saul dan para prajurit Israel takut karena membandingkan diri mereka dengan Goliat. Sementara Daud membandingkan Goliat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada nasihat berkata, &quot;Jika anda mengeluh lelah berjalan kaki karena belum memiliki kendaraan, bandingkan dengan mereka yang bahkan tidak punya kaki.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;
Saat melihat masalah besar, ingat bahwa sumber kekuatan kita adalah dari Allah yang Maha Besar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/cara-pandang.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-5392299119753019854</guid><pubDate>Fri, 03 May 2013 02:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-03T09:00:04.210+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beautiful Words</category><title>Slow Down, God is Still in Heaven</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc01.deviantart.net/fs49/i/2009/228/a/0/Heaven_by_pokepetter.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;http://fc01.deviantart.net/fs49/i/2009/228/a/0/Heaven_by_pokepetter.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
You are not responsible for doing&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
it all yourself, right now.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Remember a happy, peaceful time in your past.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rest there. Each moment has richness
that takes a lifetime to savor.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Set your own pace.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
When someone is pushing you,
it&#39;s OK to tell them they&#39;re pushing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take nothing for granted:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
watch water flow, the corn grow,
the leaves blow, your neighbor mow.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Taste your food.
God gives it to delight as well as to nourish.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Notice the sun and the moon as they rise and set.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
They are remarkable for their steady pattern
of movement, not their speed.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Quit planning how you&#39;re going to use
what you know, learn, or possess.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
God&#39;s gifts just are;
be grateful and their purpose will be clear.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
When you talk with someone,
don&#39;t think about what you&#39;ll say next.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Thoughts will spring up naturally if you let them.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Talk and play with children.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
It will bring out the unhurried little person inside you.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Create a place in your home...
at your work...in your heart...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
where you can go for quiet and recollection.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
You deserve it.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Allow yourself time to be lazy and unproductive.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rest isn&#39;t luxury; it&#39;s a necessity.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Listen to the wind blow.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
It carries a message of yesterday, tomorrow
and now.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
NOW counts.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Rest on your laurels.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
They bring comfort whatever their size,
age, or condition.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Talk slower. Talk less.
Don&#39;t talk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Communication isn&#39;t measured by words.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Give yourself permission to be late sometimes.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Life is for living, not scheduling.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Listen to the song of a bird; the complete song.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Music and nature are gifts,
but only if you are willing to receive them.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take time just to think.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Action is good and necessary,
but it&#39;s fruitful only if we muse, ponder, and mull.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Make time for play - the things you like to do.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Whatever your age, your inner child needs re-creation.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Watch and listen to the night sky.
It speaks.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Listen to the words you speak, especially in prayer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Learn to stand back and let others take their turn as leaders.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
There will always be new opportunities
for you to step out in front again.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Divide big jobs into little jobs.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
If God took six days to create the universe,
can you hope to do any better?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
When you find yourself rushing &amp;amp; anxious, stop.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ask yourself &quot;WHY?&quot;
you are rushing and anxious.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
The reasons may improve your self-understanding.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take time to read.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Thoughtful reading is enriching reading.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Direct your life with purposeful choices,
not with speed and efficiency.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
The best musician is one who plays with expression and meaning, not the one who finishes first.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take a day off alone; make a retreat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
You can learn from monks and hermits without becoming one.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pet a furry friend.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
You will give and get the gift of now.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Work with your hands. It frees the mind.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take time to wonder.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Without wonder, life is merely existence.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Sit in the dark.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
It will teach you to see and hear, taste and smell.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Once in a while, turn down the lights,
the volume, the throttle, the invitations.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Less really can be more.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Let go.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Nothing is usually the hardest thing to do
but often it is the best.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Take a walk-but don&#39;t go anywhere.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
If you walk just to get somewhere,
you sacrifice the walking.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;b&gt;~Joel Osteen &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/slow-down-god-is-still-in-heaven.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2546209476688192902</guid><pubDate>Thu, 02 May 2013 01:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-02T10:34:14.582+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><title>Benar-Benar Kaya</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/dan-perjovschi-rich-poor_zps07722c75.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/dan-perjovschi-rich-poor_zps07722c75.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkisah di sebuah kota kecil, ada seorang kaya yang sangat sombong. Suatu hari ketika ia sedang berjalan-jalan, seorang pengemis tanpa sengaja menabraknya. Merasa kesal dengan kecerobohan si pengemis, ia menjadi marah. Dengan emosi ia berkata, &quot;Dasar pengemis bodoh, berani-beraninya kamu menabrak saya. Kamu tidak tahu siapa saya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketakutan, pengemis itu berkata, &quot;Maaf, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja, tapi... sebenarnya Tuan ini siapa?&quot; Orang kaya itu pun menjawa dengan sombongnya, &quot;Saya orang yang paling kaya di kota ini!&quot; Mendengar hal itu, dengan polos pengemis itu berkata, &quot;Maaf, Tuan. Tapi setahu saya, orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. Ia sering kali mengundang para pengemis seperti saya ini untuk makan di rumahnya.&quot; Mendengar perkataan pengemis itu, orang kaya tertunduk malu. Ia juga tahu sepak terjang si tukang kayu yang sebenarnya hidup dalam kekurangan, namun selalu berbagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia memuja materi. Itulah sebabnya banyak orang terjebak dalam sebuah pemahaman yang keliru. Kaya miskin semata-mata diukur atas dasar materi, padahal kelimpahan materi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kaya. Sama seperti kekurangan materi sebenarnya tidak lantas membuat seseorang menjadi miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah, kekayaan tidak berbicara tentang berapa banyak yang seseorang miliki, melainkan tentang berapa banyak yang ia bagikan. Ketika seseorang mau berbagi dengan sesamanya sekalipun tidak memiliki materi yang berlimpah. Sesungguhnya, ia adalah seorang yang kaya. Sebaliknya, seseorang yang tidak pernah berbagi dengan sesamanya sekalipun memiliki materi yang berlimpah, ia adalah seorang yang miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun keadaan anda saat ini, milikilah pemahaman yang benar tentang &quot;kaya&quot; dalam arti yang sesungguhnya. Untuk menjadi kaya, anda tidak perlu menunggu sampai mengalami kelimpahan materi. Ketika anda rela membagikan apa yang anda miliki untuk memberkati sesama sekalipun sedikit, sesungguhnya anda sudah kaya. Untuk anda yang berlimpah materi, belajarlah berbagi. Ketika anda berbagi, sesungguhnya anda sempurna di hadapan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukan seberapa banyak yang kita dapatkan, tapi seberapa banyak yang kita bagikan.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/benar-benar-kaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/th_dan-perjovschi-rich-poor_zps07722c75.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-745594074738182531</guid><pubDate>Wed, 01 May 2013 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-01T08:09:38.119+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beautiful Words</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><title>Selalu Bersyukur</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/Thank-You-God_zps4fa3d024.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/Thank-You-God_zps4fa3d024.jpg&quot; width=&quot;325&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua orang mampu mensyukuri apa yang mereka miliki. Betapa sering kita bersungut-sungut dan mempersalahkan Tuhan ketika doa-doa kita belum dikabulkan atau ketika kita tidak menerima sesuai yang kita minta. Bagaimanapun keadaannya, Tuhan mengingatkan kita untuk mengucap syukur senantiasa di dalam segala perkara, karena itulah yang dikehendaki Tuhan. Mengucap syukur dalam segala perkara berarti tidak hanya mengucap syukur dalam situasi-situasi yang menyenangkan saja, melainkan dalam setiap situasi, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa? Seperti yang Tuhan janjikan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita dan Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita untuk mengalami situasi-situasi yang sangat tidak memungkinkan untuk mengucap syukur, tetapi sebenarnya kita akan selalu menemukan alasan untuk tetap mengucap syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pernah membaca kalimat, “Jika engkau tidak memiliki apa yang engkau inginkan, mengucap syukurlah untuk sesuatu yang tidak engkau inginkan namun engkau memilikinya.” Lihatlah betapa banyak pemberian di dalam hidup kita yang mungkin tidak pernah kita minta atau bahkan tidak kita inginkan, tetapi Tuhan mengaruniakannya. Kalau kita selalu membandingkan diri dengan orang lain, maka kita tidak akan sanggup bersyukur bahkan untuk perkara-perkara besar sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang menyadari bahwa mereka telah menerima banyak yang baik dari Tuhan dan meyakini bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah sekalipun sekeliling mereka berubah, merekalah yang dapat senantiasa mengucap syukur. Daripada bersungut-sungut dan menyesali diri, lebih baik bersyukur karena ada kekuatan di dalam pengucapan syukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah kita merasakan bahwa semakin kita mengucap syukur, semakin kita merasa lega dan semakin kita bersungut-sungut semakin terasa berat beban kita?

Hari ini bagaimanapun keadaan anda, kuatkanlah hati anda untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dengan segenap hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita mengucap syukur bukan agar hati Tuhan senang, lalu Ia memberkati dan memberikan jalan keluar bagi kita, tetapi karena sudah sepatutnya kita mengucap syukur kepada-Nya karena Ia setia dan baik.

Untuk membawa kita pada rencana agung-Nya, mungkin saja Allah memakai cara-cara yang tidak kita inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kita menilai itu dari sudut pandang kita yang penuh keterbatasan, kita akan bersungut-sungut dan tidak bersyukur. Tetapi, cobalah memandang segala sesuatunya dari sudut pandang Allah, maka kita akan dimampukan untuk mengucap syukur dalam segala perkara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ucapan syukur memampukan kita bertahan menghadapi suatu keadaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/05/selalu-bersyukur.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i1287.photobucket.com/albums/a631/freyalenneth12/Blog%20Stuff/th_Thank-You-God_zps4fa3d024.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-7267206457495609060</guid><pubDate>Tue, 30 Apr 2013 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-30T17:05:45.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><title>Kasih Terbesar</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRPn3mX9rFAZelsUQl_psBhV6nH3_92qEuvyvHwW9G91TdreAul1XPNe0jju3fLKlE0CZ0uP-RLRFqttNdaJ1TACdKKgRfarcthUhMaaZxWxmvdIHx_YZb_SZ6qftA39OPTlFr9U0t5sBM/s1600/FotoFlexer_Photo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRPn3mX9rFAZelsUQl_psBhV6nH3_92qEuvyvHwW9G91TdreAul1XPNe0jju3fLKlE0CZ0uP-RLRFqttNdaJ1TACdKKgRfarcthUhMaaZxWxmvdIHx_YZb_SZ6qftA39OPTlFr9U0t5sBM/s1600/FotoFlexer_Photo.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan yang terletak di perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, sedangkan beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.


Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis, mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan yang cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritisnya.


Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan, termasuk anak-anak untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dokter yang tidak begitu lancar berbahasa Vietnam berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.


Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heng,” jawab anak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.


Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Apakah engkau kesakitan, Heng?” tanya dokter itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, tetapi Heng menggelengkan kepalanya lagi.


Tangisan Heng pun tidak juga berhenti dan malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.


Tim medis menjadi khawatir dan mengkhawatirkan ada sesuatu yang tidak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untunglah seorang perawat asli Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan, ia kemudian berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan lalu perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.


Anak itu mulai berhenti menangis dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk, tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.


Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng dan anak lelaki itu menjawab dengan singkat,


“Ia sahabat saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;(Seperti yang ditulis oleh Kolonel dr. John W. Mansur, - termuat dalam buku “The Missileer”, New York, 2004) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/kasih-terbesar.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRPn3mX9rFAZelsUQl_psBhV6nH3_92qEuvyvHwW9G91TdreAul1XPNe0jju3fLKlE0CZ0uP-RLRFqttNdaJ1TACdKKgRfarcthUhMaaZxWxmvdIHx_YZb_SZ6qftA39OPTlFr9U0t5sBM/s72-c/FotoFlexer_Photo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2864562879654136036</guid><pubDate>Mon, 29 Apr 2013 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-29T08:31:13.942+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips Sukses</category><title>Blind Spot Area</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc09.deviantart.net/fs70/i/2012/042/7/c/blind_by_kayleighjune-d45i5ij.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://fc09.deviantart.net/fs70/i/2012/042/7/c/blind_by_kayleighjune-d45i5ij.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua atlet profesional memiliki pelatih. Bahkan, pegolf sehebat Tiger Woods sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding, jelas Tiger Woods yang akan memenangkan pertandingan tersebut. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tiger Woods butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Tiger Woods butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang tidak dapat dia lihat sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal-hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan blind spot atau titik buta. Kita hanya bisa melihat blind spot tersebut dengan bantuan orang lain. Saat selesai makan, kadangkala masih ada saja sisa makanan yang menyangkut di gigi kita. Entah itu kulit cabai atau sayuran yang lain. Itulah blind spot yang tidak bisa kita lihat sendiri. Kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita tentang &#39;kecelakaan penampilan&#39; seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Kita butuh orang lain untuk melihat apa yang tidak dapat kita lihat. Kita selalu membutuhkan seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh orang lain untuk menasihati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerendahan hati kita untuk menerima kritikan, nasihat dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita. Kita bukanlah manusia sempurna. Biarkanlah orang lain menjadi &quot;mata&quot; kita di area blind spot kita sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;
Kita butuh orang lain untuk membantu kita melihat apa yang selama ini kita tidak bisa lihat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;(taken from rh spirit, oktober, 2011)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/blind-spot-area.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-8884682011826838164</guid><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-28T07:10:47.786+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Kearifan Emas.</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc04.deviantart.net/fs70/i/2011/272/8/3/white_gold_by_photoyoung-d4baaqt.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;http://fc04.deviantart.net/fs70/i/2011/272/8/3/white_gold_by_photoyoung-d4baaqt.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Seorang
 pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, &quot;Guru, saya tak mengerti 
mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat 
sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat 
diperlukan? Bukan hanya untuk penampilan, melainkan juga untuk banyak 
tujuan lain?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Sang
 guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya
 lalu berkata, &quot;Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi terlebih 
dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke 
pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping 
emas?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Melihat
 cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu. &quot;Satu keping emas? 
Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pemuda
 itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang 
kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang 
lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping 
emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda itu 
tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke 
padepokan Zun-Nun dan melapor, &quot;Guru, tak seorang pun berani menawar 
lebih dari satu keping perak.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Zun-Nun
 sambil tetap tersenyum arif berkata, &quot;Sekarang pergilah kamu ke toko 
emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau 
tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia 
memberikan penilaian.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pemuda
 itu bergegas pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada 
Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, &quot;Guru, 
ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari 
cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. 
Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar 
oleh para pedagang di pasar.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Zun-Nun
 tersenyum simpul sambil berujar lirih, &quot;Itulah jawaban atas 
pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari 
pakaiannya. Hanya ‘para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar&#39; yang 
menilai demikian. Namun tidak bagi ‘pedagang emas&#39;.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Emas
 dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan 
dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan 
untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak 
bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan 
lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang 
kita lihat sebagai loyang ternyata emas.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/seorang-pemuda-mendatangi-zun-nun-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-4075450272116520020</guid><pubDate>Sat, 27 Apr 2013 01:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-28T07:10:04.498+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Seorang yang Bijaksana</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi83F1HsoRJhRWS-fUN1rrBOHcNB9LOg8-2G1m6uvLZjZyIaeS-NGyTYNZUA6Z2EaVp0E6Q9VHALi5Ii4JDxyCf1nIOxQBo5_8l2K3lSAMqwa58r-SLE9mFYyS9Ae_6LmmdWYIoh28lvG6U/s1600/oie_2612526NAkFV7Fb.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;292&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi83F1HsoRJhRWS-fUN1rrBOHcNB9LOg8-2G1m6uvLZjZyIaeS-NGyTYNZUA6Z2EaVp0E6Q9VHALi5Ii4JDxyCf1nIOxQBo5_8l2K3lSAMqwa58r-SLE9mFYyS9Ae_6LmmdWYIoh28lvG6U/s400/oie_2612526NAkFV7Fb.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ada seorang pemimpin paduan suara yang hendak memimpin paduan suaranya untuk menyanyikan lagu-lagu yang telah disiapkan di depan para hadirin yang memenuhi gedung konser. Jumlah anggota paduan suaranya kurang lebih 15 orang saja. Ketika mereka mulai menyanyi, sang pemimpin mulai merasakan suasana yang tidak enak. Ternyata ada yang fals. Karena fals, sang pemimpin paduan suara mulai diam dan mengamati. Namun, tidak ada lagi suara fals itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sang pemimpin bernyanyi lagi bersama-sama anggotanya, suara fals itu terdengar kencang. Sang pemimpin berhenti dan mengamati siapa biangnya? Namun, tidak lama kemudian ketahuan. Biangnya adalah sang pemimpin itu sendiri. Suara fals itu terdengar lantang karena sang pemimpin bernyanyi menggunakan pengeras suara. Ternyata, ketika sang pemimpin paduan suara berusaha mencari sumber masalah, dia sendirilah sumbernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perumpamaan di atas mengingatkan kita untuk tidak menganggap diri sendiri selalu benar dan kemudian menyalahkan orang lain. Orang yang menganggap diri sendiri selalu benar pada akhirnya tidak mau belajar untuk berubah, padahal perubahan itu mutlak. Kalau seseorang tidak berubah, pada waktunya ia akan digilas oleh zaman dan tidak akan pernah menjadi pribadi yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang menganggap dirinya bijak pastilah merasa tidak pernah salah. Kata &#39;sempurna&#39; mungkin akan selalu dilekatkan pada dirinya, namun pada kenyataannya tidak ada manusia yang sempurna. Hanya satu pribadilah yang sempurna di dunia ini, yaitu Tuhan sendiri. Bijaksana memang harus dikejar. Namun, menganggap diri sendiri bijak sangatlah berbahaya. Ketika kita berpikir kita bijaksana, sesungguhnya itu adalah suatu kesombongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita melihat orang lain, kita perlu melihat diri sendiri dulu setiap saat. Belajar dari kesalahan juga mutlak dibutuhkan. Jangan menuduh orang lain terlebih dahulu sebelum berintrospeksi dan memeriksa diri sendiri. Jangan-jangan kita ini yang justru menjadi sumber masalahnya. Jangan sampai kita yang jadi malu sendiri nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt; Jangan menganggap diri bijak. Itulah bijak! &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/seorang-yang-bijaksana.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi83F1HsoRJhRWS-fUN1rrBOHcNB9LOg8-2G1m6uvLZjZyIaeS-NGyTYNZUA6Z2EaVp0E6Q9VHALi5Ii4JDxyCf1nIOxQBo5_8l2K3lSAMqwa58r-SLE9mFYyS9Ae_6LmmdWYIoh28lvG6U/s72-c/oie_2612526NAkFV7Fb.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-3172782711423375139</guid><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 02:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T09:40:47.506+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Kehidupan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Salah Alamat</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs70/i/2012/040/e/8/oops__wrong_adress_by_skyhighfae-d4p71gn.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://fc02.deviantart.net/fs70/i/2012/040/e/8/oops__wrong_adress_by_skyhighfae-d4p71gn.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jamey Rodemayer adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang berasal dari Buffalo, New York. Ia diketemukan tewas bunuh diri di rumahnya karena tidak tahan terus menerus dilecehkan oleh teman-temannya yang menganggap dia seorang gay. Sebenarnya niatan bunuh diri itu sudah ditulisnya di dalam blog pribadinya. Ia berharap dengan menuliskan curahan hatinya itu ia akan mendapatkan pertolongan atau setidaknya ada yang peduli padanya untuk mencegahnya melakukan tindakan bunuh diri itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang menulis, &quot;Jamie bodoh, gay, gendut, dan jelek. Dia harus mati!&quot; Ada pula yang menulis, &quot;Aku tidak peduli kalau dia mati. Tak ada yang peduli. Jadi, lakukan saja.&quot; Tak ada yang mau mendengarkan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilakukan Jamey adalah salah alamat. Ia justru datang kepada orang yang tidak tepat. Ia mengharapkan orang-orang akan menolongnya, tapi ia tidak datang kepada Tuhan. Ia mengandalkan orang lain untuk menolongnya dan bukan mengandalkan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam keputusasaan datanglah kepada Tuhan. Jangan biarkan justru iblis yang menguasai hati dan pikiran kita sehingga kita melakukan langkah keliru. Alamat pasti yang kita tuju adalah Tuhan. Bukan orang lain. Orang lain tak akan mampu memahami diri kita sedalam Tuhan memahami diri kita. Hari ini, biarlah kita diingatkan kembali untuk meminta pertolongan Tuhan sebagai langkah pertama. Memang Tuhan bisa memakai orang terdekat kita seperti sahabat, orang tua, guru untuk menolong kita, jika pada awalnya kita datang kepada Tuhan sebagai alamat pertama yang kita tuju. Ingat bahwa alamat yang kita tuju sangat menentukan seperti apa kita mendapatkan jawaban. Jika alamatnya saja sudah keliru, bisa dipastikan kita mendapatkan jawaban yang keliru juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jika kita datang ke alamat yang tepat, maka kita akan mendapatkan jawaban yang tepat pula.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/salah-alamat.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2232025756883419433</guid><pubDate>Tue, 23 Apr 2013 13:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-23T21:01:39.634+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-kata Harapan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Secret of Life</category><title>Kekuatan Berpikir Positif</title><description>&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7Wa6cWTSLH0hLWVAqVdsuz-Q_5qS33J_17IHcKK17tIhiq4yPLSiafdKznhmdj8UCSMesDjcr1ZXMc3dWV_St1m7TFcW9HJ44ClHc5a6DblCOjSobSD2F_285yFy5BljdUyYGqD8sK8k/s1600/positive_by_gauci96-d2z8o6l.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;427&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7Wa6cWTSLH0hLWVAqVdsuz-Q_5qS33J_17IHcKK17tIhiq4yPLSiafdKznhmdj8UCSMesDjcr1ZXMc3dWV_St1m7TFcW9HJ44ClHc5a6DblCOjSobSD2F_285yFy5BljdUyYGqD8sK8k/s640/positive_by_gauci96-d2z8o6l.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Suatu 
ketika seorang pria asing menelepon Norman Vincent Peale yang adalah seorang penulis buku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“The Power of Positive Thinking”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Pria asing tersebut tampak sedih. 
Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria 
itu untuk datang ke kantornya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Norman Vincent Peale tersenyum penuh simpati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Mari kita pelajari keadaan anda,” kata Norman dengan lembut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pada
 selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah 
tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria
 itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya, sedangkan pada 
kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Lalu, kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Mari
 kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang 
amat mencintai”. Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Bagus!
 Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam 
penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi. Setelah 
beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa dilontarkan, akhirnya pria itu menangkap
 apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang bijak pernah berkata&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; bahwa bagi hati yang sedih, lagu yang riang pun terdengar 
memilukan. Sedangkan orang bijak yang lain berkata, sekali pikiran negatif 
terlintas di pikiran, dunia pun akan terjungkir balik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Maka, mulailah hari dengan selalu berpikir positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2013/04/kekuatan-berpikir-positif.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_7Wa6cWTSLH0hLWVAqVdsuz-Q_5qS33J_17IHcKK17tIhiq4yPLSiafdKznhmdj8UCSMesDjcr1ZXMc3dWV_St1m7TFcW9HJ44ClHc5a6DblCOjSobSD2F_285yFy5BljdUyYGqD8sK8k/s72-c/positive_by_gauci96-d2z8o6l.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-3930163778493938376</guid><pubDate>Fri, 28 Sep 2012 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-28T19:30:02.915+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>3 Hal Dalam Hidup</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc06.deviantart.net/fs35/i/2008/290/4/d/Three_by_SzandorDuBois.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://fc06.deviantart.net/fs35/i/2008/290/4/d/Three_by_SzandorDuBois.jpg&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;1. Waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;2. Perkataan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3. Kesempatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita
 tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan 
dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, 
walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Time is free but it&#39;s priceless, you can&#39;t own it but you can use it. You can&#39;t keep it but you can spend it.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita
 tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau 
statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting daripada 
menariknya kembali dan mengucapkan maaf. Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tapi
 kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi 
lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima 
kasih dari pada keluhan, dan lebih banyak nasihat positif 
dari pada sulutan amarah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan. Tapi
 kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain 
datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;1. Kehormatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;2. Kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3. Harapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika
 kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka 
bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih 
berharga di mata orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika
 kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka 
pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena 
orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika
 kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah 
harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan di balik semuanya. 
Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan 
susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi
 percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur. Pada 
waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3 hal dalam hidup yang paling berharga:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;1. Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;2. Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3. Cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;What is the difference between blood and friend?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&amp;gt;&amp;gt;Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jika
 anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka 
ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka 
kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk 
menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu 
anda berikan^^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;If love hurts, then love some more.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;If love hurts some more, then love even more.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;If love hurts even more, then love till its hurt no more&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2012/09/3-hal-dalam-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-5833287591532731307</guid><pubDate>Fri, 28 Sep 2012 02:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-28T09:06:46.771+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><title>Setiap Langkah Adalah Anugerah</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://fc03.deviantart.net/fs50/i/2010/314/6/c/careful_there____by_bittersweetvenom-d2amlkh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;293&quot; src=&quot;http://fc03.deviantart.net/fs50/i/2010/314/6/c/careful_there____by_bittersweetvenom-d2amlkh.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Seorang Profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia
 berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, 
penjemputnya di bandara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Setelah
 saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. 
Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal 
yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan 
terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat 
sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah
 yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Setiap kali, ia kembali ke sisi Sang Profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?&quot; tanya Sang Profesor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Melakukan apa?&quot; tanya Ralph.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?&quot; desak Sang Profesor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Oh,&quot; kata Ralph, &quot;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Lalu
 ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang 
tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus 
menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan
 matanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah.&quot; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Saya
 tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, 
sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya 
lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah 
sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&quot;Setiap
 langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira 
sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini. Kelimpahan hidup
 tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita 
menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Nilai manusia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan &lt;b&gt;BERSYUKURLAH SETIAP SAAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2012/09/setiap-langkah-adalah-anugerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Freya Lenneth)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-7452233528173783033</guid><pubDate>Tue, 05 Apr 2011 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-28T09:13:43.032+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Besi dan Air</title><description>&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://th05.deviantart.net/fs71/PRE/i/2010/337/7/f/water_and_iron_by_paolina77-d3450qv.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;http://th05.deviantart.net/fs71/PRE/i/2010/337/7/f/water_and_iron_by_paolina77-d3450qv.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu Besi dan Air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya, &quot;Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya. Suatu hari Besi menantang Air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.&lt;br /&gt;
Peraturannya : &quot;Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang.&quot; Besi dan Air pun mulai berlomba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu, yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu. Tetapi karena kerasnya sang Besi menabraknya, batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besi pun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air melakukan tugasnya dengan menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu. Dengan lembut, ia mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya. Sang Air hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan bahwa dirinya kuat. Ia pun kemudian mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus. Memang benar jika semakin keras ia berputar, maka celah itu pun akan semakin hancur, tetapi ia pun juga akan semakin terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir dengan santai. Dan karena bentuknya yang bisa berubah bentuk, ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat di dasar gua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Score Air dan Besi 2 : 0&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua. Besi kesulitan mengatasi rintangan ini dan tidak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya ia pun berkata kepada Air, &quot;Score kita 2 : 0, tapi aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Air sangat kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi kemudian ia membiarkan dirinya menggenang di dasar gua dan membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia lantas terbang dengan ringan menjadi awan, lalu kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya ke seberang dan mengembunkannya. Maka, air turun sebagai hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air menang telak atas Besi dengan score 3 : 0&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RENUNGAN SINGKAT:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jadikanlah hidupmu seperti air.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan segala sesuatunya, karena ia bergerak sedikit demi sedikit, namun ia dapat menembus bebatuan yang keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah bahwa hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam, dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri. Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya. Ia flexibel dan tidak kaku, oleh karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air tidak putus asa. Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap hingga ia lolos dari permasalahannya.</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2011/04/besi-dan-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>13</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-2562780869866575487</guid><pubDate>Sun, 13 Mar 2011 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-13T12:35:01.317+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rahasia menjadi sempurna</category><title>Perdebatan Sia-Sia</title><description>&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCzEzsvSf7zgzBi5atxwlFCT9LQbsCweI4_OwQuSv5vo9re3vtTKE_0XP4MO2G3WGcqaqBoxOBDQtezRUo24Cd3sn73qMWuZdrRiKwuW15ANJ6IT6uCvuKTSOsXzg0evUP_upiOUU0930i/s1600/Argue_by_lazy_lizzard.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;272&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCzEzsvSf7zgzBi5atxwlFCT9LQbsCweI4_OwQuSv5vo9re3vtTKE_0XP4MO2G3WGcqaqBoxOBDQtezRUo24Cd3sn73qMWuZdrRiKwuW15ANJ6IT6uCvuKTSOsXzg0evUP_upiOUU0930i/s400/Argue_by_lazy_lizzard.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutus setiap perkara dengan adil dan tanpa pandang bulu. Suatu hari ada dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya merupakan perkara kecil. Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum memprotes. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang hakim pun menjawab, &quot;Kamu bodoh. Mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja itu hanya cerita rekaan. Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega. Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada saatnya kita mengalah untuk perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana.</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2011/03/perdebatan-sia-sia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCzEzsvSf7zgzBi5atxwlFCT9LQbsCweI4_OwQuSv5vo9re3vtTKE_0XP4MO2G3WGcqaqBoxOBDQtezRUo24Cd3sn73qMWuZdrRiKwuW15ANJ6IT6uCvuKTSOsXzg0evUP_upiOUU0930i/s72-c/Argue_by_lazy_lizzard.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1802142982089093239.post-55036885703050739</guid><pubDate>Sat, 12 Mar 2011 06:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-12T13:00:09.062+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Beautiful Words</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah inspirasi</category><title>Menaklukkan Hidup Dengan Satu Kaki</title><description>&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXdetBdM1oZeSXF4bxT_5M-j7TRCKItIYJvMRuEEDARSihmI7ySUpSkM33VhzZ8XkH_IbIRuxG-ifucBIOP6-5JuxHPK21CfJkWrCuAPapxgtHIsPzyDLVHWIMV41sNdYlvZHgMiFEzEQO/s1600/One_Step_at_a_Time_by_SoChic28.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;322&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXdetBdM1oZeSXF4bxT_5M-j7TRCKItIYJvMRuEEDARSihmI7ySUpSkM33VhzZ8XkH_IbIRuxG-ifucBIOP6-5JuxHPK21CfJkWrCuAPapxgtHIsPzyDLVHWIMV41sNdYlvZHgMiFEzEQO/s400/One_Step_at_a_Time_by_SoChic28.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Roger Crawford dan bekerja sebagai konsultan dan pembicara motivator bagi banyak perusahaan fortune 500 di penjuru Amerika. Ketika masih di universitas, ia adalah pemain tennis untuk Marymount Layola University dan menjadi pemain tenis profesional. Apakah hal itu tidak membuat Anda terkesan? Tunggu dulu, jika saya katakan bahwa dia tidak punya tangan dan hanya punya satu kaki, bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roger dilahirkan dengan kondisi yang disebut ectrodactylism. Ketika masih dalam kandungan, dokter hanya melihat seperti ada jari jempol keluar dari lengan kanannya dan jari-jari tumbuh di lengan kirinya, namun ia tidak memiliki telapak tangan. Kaki kirinya terus menyusut hanya memiliki tiga jari, lalu kaki ini pun diamputasi saat ia berumur lima tahun. Orangtuanya diberitahu bahwa Roger tidak akan pernah memiliki kehidupan yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun orangtua Roger tidak menyerah. Mereka membentuk Roger menjadi manusia normal dan mengajarinya hidup mandiri. Ketika Roger telah siap, ia disekolahkan di sekolah umum. Mereka mengajarinya berpikir positif dan tangguh hingga Roger menjadi pribadi yang positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roger tidak membiarkan kekurangannya menghambatnya untuk berhasil dan menikmati kehidupan yang telah Tuhan karuniakan. Ia menjalani hidupnya dengan maksimal, karena ia mempercayai bahwa Allah memberikan kelebihan unik dalam dirinya di balik semua kekurangan yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini apa yang menjadi penghalang bagi Anda untuk maju? Datanglah kepada Allah dan mintalah kekuatan dari-Nya untuk menaklukkan kelemahan itu. Karena Allah telah karuniakan sebuah berkat yang unik dimana Anda bisa nikmati secara maksimal.</description><link>http://lifeforsoul.blogspot.com/2011/03/menaklukkan-hidup-dengan-satu-kaki.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXdetBdM1oZeSXF4bxT_5M-j7TRCKItIYJvMRuEEDARSihmI7ySUpSkM33VhzZ8XkH_IbIRuxG-ifucBIOP6-5JuxHPK21CfJkWrCuAPapxgtHIsPzyDLVHWIMV41sNdYlvZHgMiFEzEQO/s72-c/One_Step_at_a_Time_by_SoChic28.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>