<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843</id><updated>2024-09-01T08:26:53.343-07:00</updated><category term="Expedition"/><category term="artikel"/><category term="Berita"/><category term="Cartenz Pyramid"/><category term="Aconcagua"/><category term="Kilimanjaro"/><category term="Elbrus"/><category term="trevel"/><category term="Formulir"/><category term="Petualang"/><title type='text'>SEVEN SUMMITS EXPEDITION</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-1592288709598678876</id><published>2010-12-27T01:53:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:53:11.621-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Persiapan Mendaki Aconcagua</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdv471qHZfLFibCpVCiDYiA7OHWJKtgtYer1DthHWWvoLNYCtmYLXyBK5tXSXVSPEq1_c7EVCnIeLpEEJtcKyDbeSKNSur75fpg3RDVHMGQOr6tZ9SyBf3AaWTyrbJGxPu7BGeyJQ6gN4/s1600/0938383620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdv471qHZfLFibCpVCiDYiA7OHWJKtgtYer1DthHWWvoLNYCtmYLXyBK5tXSXVSPEq1_c7EVCnIeLpEEJtcKyDbeSKNSur75fpg3RDVHMGQOr6tZ9SyBf3AaWTyrbJGxPu7BGeyJQ6gN4/s200/0938383620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Setelah beristirahat seminggu di Santiago, Cile, tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) 2009-2012 mulai mempersiapkan diri untuk pendakian ke Puncak Aconcagua (6.959m). Akhir pekan lalu tim yang didukung penuh PT Mudking Asia Pasifik Raya itu bergerak ke Mendoza, Argentina menggunakan bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan Warta Kota Max Agung Pribadi yang bergabung bersama tim, Minggu (26/12/2010) melaporkan, tim mengecek ulang dan memilah semua perlengkapan dan belanja logistik yang masih kurang. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perlengkapan yang sebelumnya digunakan tim untuk mendaki Puncak Vinson Massif di Kutub Selatan tidak seluruhnya digunakan di Aconcagua. Jaket downsuit dan sepatu triple boot misalnya, hanya akan digunakan kembali di Gunung Everest dan Mc Kinley (Amerika Utara). Peralatan itu ditinggalkan di Mendoza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim yang beranggotakan Sofyan Arief Fesa (27), Janatan Ginting (21), Broery Andrew (21), dan Xaverius Frans (21) mendaki puncak Aconcagua dengan dukungan pemandu gunung dari Acomara. Pendakian dimulai pada 28 Desember setelah sebelumnya tim bergerak ke Puenta del Inca menggunakan kendaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian ke Aconcagua dimulai dari titik ini setelah pencatatan administrasi di Destacamento Guardaparque Horcones atau semacam kantor pengelola taman nasional setempat. Dari 33 jalur menuju puncak, jalur melalui Polish Original Glacier termasuk yang terpanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Puente del Inca, akses menuju puncak terbagi menjadi dua, ke arah barat melalui Lembah Horcone dimana Rute Normal berada serta ke arah timur melalui Lembah Vacas dimana Rute Polish Glacier berada. Pada peta topografi Provincial Aconcagua skala 1:50.000 terlihat, perjalanan di Lembah Vacas ini relatif landai dengan melintasi dua-tiga kontur dan dua kali menyeberangi Sungai Vacas. Jalan mulai menanjak tajam setelah melewati Casa de Piedra (3.245m), empat hari perjalanan dari Puente del Inca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua tim Sofyan Arief Fesa mengatakan, tim akan bergerak mengangkut seluruh logistik dengan mobil hingga Quebrada de Vacas. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan trekking dan perbekalan diangkut menggunakan mulas (sejenis keledai) hingga ke Pampa de Lenas (3.100m). Keesokan harinya menuju Casa de Piedra (3.600m) hingga ke Base Camp Plaza Argentina (4.180m).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di base camp tim akan beraklimatisasi selama dua hari sambil mengangkut perbekalan menuju Camp I (4.950m) lalu kembali ke basecamp. Pada 5 Januari, tim melanjutkan pendakian dengan taktik himalaya yaitu mendaki sambil beraklimatisasi dengan menambah ketinggian dan memindahkan perbekalan secara bertahap. Setelah menginap sehari di Camp I, tim lalu memindahkan perbekalan ke Camp II (5.800m). Dari Camp II tim mendaki menuju Piedra Bandera (6.400m) dan direncanakan akan menggapai puncak pada 10 Januari 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhamad Muqharabbin bin Mokhtarrudin (28) alias Qobin, pendaki Malaysia yang ditemui di pesawat menuju Buenos Aires mengatakan, cuaca di sekitar puncak Aconcagua tak menentu. ”Seringkali hanya nasib baik saja kita bisa ke puncak karena sekalipun hari cerah, angin kencang bertiup sewaktu-waktu. Kalau anginnya sudah sampai 40 kilometer per jam, kita tidak bisa ke puncak karena bahaya terkena frostbite,” tutur Qobin yang baru turun dari puncak pada pertengahan Desember lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dalam perjalanan menuju Vinson Massif untuk menggenapi pendakian Seven Summits. Sehari sebelum ia menggapai puncak, tiga tenda di camp III sampai hancur disapu Angin Putih atau El Viento Blanco, cuaca ekstrem Aconcagua yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuaca setempat benar-benar tak menentu. Karena itu pandai-pandailah mengatur waktu buat summit attack,” tutur Qobin yang juga sudah mendaki Everest (2004), Kilimanjaro (2010), dan Kosciusko (2010). (MAX)&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/1592288709598678876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/persiapan-mendaki-aconcagua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/1592288709598678876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/1592288709598678876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/persiapan-mendaki-aconcagua.html' title='Persiapan Mendaki Aconcagua'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdv471qHZfLFibCpVCiDYiA7OHWJKtgtYer1DthHWWvoLNYCtmYLXyBK5tXSXVSPEq1_c7EVCnIeLpEEJtcKyDbeSKNSur75fpg3RDVHMGQOr6tZ9SyBf3AaWTyrbJGxPu7BGeyJQ6gN4/s72-c/0938383620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-5687013772846377430</id><published>2010-12-27T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:51:49.383-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Mulai Mendaki Menuju Kamp 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBAqYnsSVxtRNqaqGfxI8RTyOIMLpzY6dVcERzMoEdD6BqdhNwM4IJ5DWeauy4RUt5zVhN9Nyhp3K3YjznksF-VdqQjQboMRe_WTgQv2M29vkDnfGJvcDH-fPiyRKF8d3osGtpbwfmbTo/s1600/1830002620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;104&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBAqYnsSVxtRNqaqGfxI8RTyOIMLpzY6dVcERzMoEdD6BqdhNwM4IJ5DWeauy4RUt5zVhN9Nyhp3K3YjznksF-VdqQjQboMRe_WTgQv2M29vkDnfGJvcDH-fPiyRKF8d3osGtpbwfmbTo/s200/1830002620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
PLAZA DE MULAS, KOMPAS.com — Dalam pendakian Aconcagua hari ketujuh, tim ekspedisi tujuh puncak dunia mulai bergerak menuju kamp 1 atau Plaza Canada di ketinggian 4.910 meter di atas permukaan laut (4.910 mdpl) setelah empat malam menginap di Plaza de Mulas untuk aklimatisasi. Tim berangkat pada Jumat (24/12/2010) pagi setelah sarapan dan cek peralatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim menginap di kamp utama Plaza de Mulas (4.300 mdpl) untuk aklimatisasi sebelum menembus ketinggian 5.000 mdpl. Rencananya, tim akan dijadwalkan mendaki ke puncak Aconcagua (6.962 mdpl) pada 28 Desember jika cuaca cerah.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perjalanan menuju Plaza Canada memerlukan waktu sekitar 3-4 jam melalui medan tanah berbatu yang terjal. Tim akan menginap sehari di Plaza Canada sebelum bergerak ke kamp 2 atau Nido de Condores (5.334 mdpl) dan menginap dua hari untuk aklimatisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, tim bergerak menuju Camp Colera di ketinggian sekitar 5.900 mdpl. Awalnya, tim akan menginap di Camp Berlin atau kamp 3 di ketinggian 5.800 mdpl. Namun, terdapat perubahan rencana karena Camp Colera lebih dekat ke puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan dari Plaza de Mulas menuju Camp Colera, anggota tim, baik dari media maupun pendaki, akan menggunakan porter untuk mengangkut sebagian barang untuk tidur, peralatan pendakian es, dan peralatan pengiriman berita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, tim juga telah melakukan aklimatisasi ke Plaza Canada pada Rabu (22/12/2010) lalu saat masih menginap di Plaza de Mulas. Dalam aklimatisasi tersebut, beberapa anggota tim terkena sakit kepala dan sesak napas, gejala penyakit ketinggian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, koordinator pemandu dari Aymara, Andres Girotti, mengatakan bahwa kondisi itu merupakan hal yang normal asalkan sakitnya masih dalam taraf ringan. “Yang terpenting adalah minum air yang banyak,” ucapnya.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/5687013772846377430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-mulai-mendaki-menuju-kamp-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5687013772846377430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5687013772846377430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-mulai-mendaki-menuju-kamp-1.html' title='Tim Mulai Mendaki Menuju Kamp 1'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBAqYnsSVxtRNqaqGfxI8RTyOIMLpzY6dVcERzMoEdD6BqdhNwM4IJ5DWeauy4RUt5zVhN9Nyhp3K3YjznksF-VdqQjQboMRe_WTgQv2M29vkDnfGJvcDH-fPiyRKF8d3osGtpbwfmbTo/s72-c/1830002620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-2902673591374614887</id><published>2010-12-27T01:50:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:50:17.251-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Besok, Pendakian Puncak Aconcagua</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg9zLicCT688HkzSVLhJMMsBMEAihSXYvrDP4v05ynno7174irJmyW2ocRSK2mrxL_xm2m5WMBuXrSUoOo4WCCwxmQqKu1WWBFIK93HmYZINgExF9h_h_p46j0voQm0xT6siOf2-XZvkE/s1600/1140263620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg9zLicCT688HkzSVLhJMMsBMEAihSXYvrDP4v05ynno7174irJmyW2ocRSK2mrxL_xm2m5WMBuXrSUoOo4WCCwxmQqKu1WWBFIK93HmYZINgExF9h_h_p46j0voQm0xT6siOf2-XZvkE/s200/1140263620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Tim ekspedisi tujuh puncak dunia mulai Sabtu (25/12/2010) akan memulai pendakian puncak Aconcagua di Argentina. Ini merupakan puncak keempat yang akan didaki setelah tim sukses mencapai Puncak Cartenz di Papua, Kilimanjaro di Afrika, dan Elbrus di Eropa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari informasi yang diterima Kompas.com, kondisi fisik, mental, dan medis tim sehat, sesuai hasil cek medis terakhir selesai melakukan aklimatisasi di Plaza de Mulas, &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;salah satu base camp sebelum mendaki puncak. Beberapa anggota tim sempat mengalami pusing-pusing dan diare, tetapi sudah pulih. Semua peralatan sudah diuji coba dan memenuhi syarat. Selain itu, pemandu profesional melayani dengan baik. Yang penting, selera makan semua anggota tim masih terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian Aconcagua yang dilakukan Wanadri ini dipimpin oleh Yoppi sebagai ketua tim, Ardhesir sebagai komandan pendaki, dan Nurhuda sebagai komandan operasi. Mereka secara khusus mohon agar didoakan sebelum pendakian puncak Aconcagua dimulai.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/2902673591374614887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/besok-pendakian-puncak-aconcagua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2902673591374614887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2902673591374614887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/besok-pendakian-puncak-aconcagua.html' title='Besok, Pendakian Puncak Aconcagua'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg9zLicCT688HkzSVLhJMMsBMEAihSXYvrDP4v05ynno7174irJmyW2ocRSK2mrxL_xm2m5WMBuXrSUoOo4WCCwxmQqKu1WWBFIK93HmYZINgExF9h_h_p46j0voQm0xT6siOf2-XZvkE/s72-c/1140263620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-2168934851862016092</id><published>2010-12-27T01:48:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:48:57.685-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Pulihkan Kondisi di Plaza de Mulas</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan tim ekspedisi 7 Summits menuju puncak Aconcagua di ketinggian sekitar 6.962 meter di atas permukaan air laut (mdpl) terus berlanjut. Hingga kemarin, Selasa (21/12/2010) waktu setempat, tim telah tiba di Plaza de Mulas pada ketinggian 4.260 mdpl. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Berdasarkan informasi yang diterima dari Sekretariat Ekspedisi 7 Summits, Rabu (22/12/2010), sesuai rencana awal, kemarin (Selasa), tim beristirahat sehari penuh di Plaza de Mulas untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan. Di titik ini seluruh anggota tim juga kembali melakukan cek medis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara keseluruhan, tim berada dalam kondisi yang baik, meskipun beberapa personel seperti Martin Rimbawan dan Nurhuda mengalami penurunan kondisi. Nurhuda yang mengalami diare sejak beberapa hari sebelumnya mengaku bahwa kondisinya telah membaik, dan tim medis telah menyatakan tidak ada masalah dengan kesehatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurhuda, komandan operasional menuturkan dalam laporannya bahwa perjalanan yang ditempuh oleh tim pada hari sebelumnya, Senin (20/12/2010) merupakan perjalanan yang cukup berat. Tim menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer dari Confluencia menuju Base Camp Plaza de Mulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami berjalan selama 10 jam 20 menit. Kita mulai berjalan pukul 08.15, dan tiba di Base Camp pukul 18.20. Mungkin ini perjalanan terpanjang dari pendakian Aconcagua secara keseluruhan,&quot; tulis Huda dalam laporannya kepada Sekretariat tim 7 Summits, Rabu (22/12/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan ini, lanjut Huda, beberapa anggota tim mulai merasakan sakit kepala ringan. Hingga pada ketinggian 3.900 mdpl di Ibanez Camp Site, reporter dari Metro TV, Yulian, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena sakit kepala. Yulian pun turun kembali ke Confluencia, sementara anggota tim lainnya melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Besok (22 Desember), Yulian akan menyusul ke Plaza de Mulas menggunakan mules (sejenis keledai untuk transportasi lokal). Tapi dia tidak diizinkan untuk mendaki lebih tinggi. Jadi kemungkinan dia akan tinggal di base camp selama tim melakukan pendakian,&quot; urai Huda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan dalam beberapa hari mendatang, imbuhnya, akan sedikit berubah dari rencana awal. Hal ini dilakukan setelah tim berdiskusi dengan pemandu perjalanan. Salah satu perubahan adalah terkait dengan lokasi camp ketiga nanti. Awalnya, tim berencana menggunakan Camp Berlin sebagai Camp 3. Namun dengan berbagai pertimbangan, tim akan menggunakan Camp Colera yang terletak sekitar 50 meter vertikal di atas Camp Berlin sebagai camp ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski terjadi perubahan rencana, hal ini tidak merubah jadwal tim untuk melakukan summit attack pada tanggal 28 Desember mendatang. Ardhesir Yaftebi, Iwan Irawan, Nurhuda, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi serta Gina Afriani adalah enam pendaki inti dalam ekspedisi 7 summits yang berasal dari Wanadri. Dalam pendakian ke puncak tertinggi benua Amerika Selatan kali ini, mereka didampingi oleh ketua harian 7 Summits, Yoppi Rikson Saragih. Turut serta dalam rombongan pendaki, Harry Susilo (Kompas), Yulian dan Popo Nurakhman (Metro TV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspedisi yang akan berlangsung hingga 2012 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Pertamina, Telkomsel, Eiger, Point Trek dan Tugu Pratama.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/2168934851862016092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-pulihkan-kondisi-di-plaza-de-mulas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2168934851862016092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2168934851862016092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-pulihkan-kondisi-di-plaza-de-mulas.html' title='Tim Pulihkan Kondisi di Plaza de Mulas'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-3303257066704532638</id><published>2010-12-27T01:47:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:47:39.837-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim 7 Summit Memulai Pendakian</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaJRj02-ajvIzue1yqYk9siJ-MGCq08ZD0DLEg3cb2FcZZjDO9dTruusu65pndbJAEUxxfEJy1MbNLRuXZVCd3oLSUC6xqh-MeH2GENl52pCqtz3UUnns6NyW8BsRnpHDwj_Ah0zFSxYM/s1600/0938383620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaJRj02-ajvIzue1yqYk9siJ-MGCq08ZD0DLEg3cb2FcZZjDO9dTruusu65pndbJAEUxxfEJy1MbNLRuXZVCd3oLSUC6xqh-MeH2GENl52pCqtz3UUnns6NyW8BsRnpHDwj_Ah0zFSxYM/s200/0938383620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim 7 Summits memulai pendakian menuju puncak Aconcagua yang berada di 6.962 meter di atas permukaan air laut (mdpl) sejak akhir pekan lalu. Pada Sabtu (18/12/2010) sekitar pukul 11.30 waktu setempat, perjalanan dimulai dari Puente Del Inca, tempat mereka bermalam, menuju Confluencia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memulai tracking ke Confluencia, tim berkesempatan untuk menengok cemetery Andinista.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Ini adalah sebuah memorial yang dibuat pengelola setempat untuk para pendaki yang tewas dalam perjalanannya di Aconcagua. Norman Edwin, pendaki gunung asal Indonesia juga merupakan salah satu nama yang ada di memorial tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Puente Del Inca menuju Confluencia, tim melalui medan yang relatif landai. Nurhuda, komandan operasi tim menuturkan, medan ini tak jauh berbeda dengan sebelumnya, yaitu berupa gurun, kering, dan berangin. Tak lama, setelah menaiki bukit pertama, terlihat danau berwarna hijau. Namanya Laguna de Horocones. Ia adalah oasis yang airnya bersumber dari Rio de Horocones, tulis Nurhuda dalam laporannya ke sekretariat 7 Summits melalui surat elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medan yang cenderung serupa menyertai perjalanan tim hingga mereka tiba di Confluencia camp, 4 jam kemudian. Confluencia camp sendiri merupakan sebuah pertemuan lembahan sekaligus persimpangan antara dua jalur untuk menuju puncak Aconcagua, yaitu jalur normal (yang tim gunakan) serta jalur south face. Jalur kedua terkenal dengan tingkat kesulitannya, dan bahkan masuk sebagai tiga dinding tersulit di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiba di Confluencia Camp di ketinggian 3.300 mdpl, tim beristirahat sejenak lalu kemudian mendirikan tenda. Satu tenda, akan berisi masing-masing dua orang. &quot;Tidak mudah mendirikan tenda dalam terpaan angin yang cukup kencang,&quot; tulis Huda menggambarkan kencangnya angin di camp.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lolos Tes Medis Pertama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendirikan tenda, tim dipanggil satu per satu untuk melakukan tes medis. Hal ini memang menjadi salah satu persyaratan yang wajib dilakukan oleh seluruh pendaki yang ingin menggapai puncak Aconcagua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pemeriksaan medis yang pertama ini, enam pendaki utama yaitu Ardhesir Yaftebi, Iwan Irawan, Nurhuda, Fajri Al Luthfi, Martin Rimbawan dan Gina Afriani dinyatakan sehat. Begitu pula dengan ketua harian 7 Summits, Yoppi Rikson Saragih, dan tiga wartawan yang turut serta, yaitu Harry Susilo (Kompas), Popo Nurakhman dan Yulian (Metro TV) juga dinyatakan tidak bermasalah dengan kondisi medisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya, Minggu (19/12/2010), tim memulai proses aklimatisasi atau penyesuaian dengan ketinggian. Tujuan pertama aklimatisasi adalah Plaza Francia pada ketinggian 4.000 mdpl. Proses aklimatisasi ini akan terus berlanjut ke Plaza de Mulas, Plaza Canada, dan seterusnya pada hari-hari berikutnya. Rencananya, tim akan melakukan summit attack pada tanggal 28 Desember nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aconcagua merupakan puncak keempat yang menjadi tujuan dari tim 7 Summits, setelah sebelumnya mereka berhasil membawa Merah Putih ke puncak Ndugu-Ndugu, Kilimanjaro dan Elbrus. Perjalanan ke tujuh puncak tertinggi di tujuh benua ini akan berlangsung hingga 2012 mendatang.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/3303257066704532638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-7-summit-memulai-pendakian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3303257066704532638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3303257066704532638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-7-summit-memulai-pendakian.html' title='Tim 7 Summit Memulai Pendakian'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaJRj02-ajvIzue1yqYk9siJ-MGCq08ZD0DLEg3cb2FcZZjDO9dTruusu65pndbJAEUxxfEJy1MbNLRuXZVCd3oLSUC6xqh-MeH2GENl52pCqtz3UUnns6NyW8BsRnpHDwj_Ah0zFSxYM/s72-c/0938383620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-275697611337043567</id><published>2010-12-27T01:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:46:08.616-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Bertolak ke Mendoza</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9NuYqzmo6JhAof8V1F1QtdWFaVmHuesINm7Xn1RWRZg-S9kHzv6QOOL9PWDZnfq6RbLI9xnP-N1hDwOSKwWVvWW_my6ibFCISCivphiiQEb1LUQzYs2x9q-gRmd4TjlY5kPm6LE3hprI/s1600/1150386620X310.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9NuYqzmo6JhAof8V1F1QtdWFaVmHuesINm7Xn1RWRZg-S9kHzv6QOOL9PWDZnfq6RbLI9xnP-N1hDwOSKwWVvWW_my6ibFCISCivphiiQEb1LUQzYs2x9q-gRmd4TjlY5kPm6LE3hprI/s200/1150386620X310.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
BUENOS AIRES,  KOMPAS– Tim ekspedisi tujuh puncak dunia mulai bertolak ke Provinsi Mendoza menggunakan pesawat dari Ministro Pistarini International Airport, Buenos Aires, Kamis (16/12/2010) sekitar pukul 09.50 waktu setempat. Tim akan menginap sehari di Mendoza sebelum mulai mendaki puncak Aconcagua pada Jumat besok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim dijadwalkan tiba di Mendoza, provinsi yang berbatasan dengan Cile, sekitar pukul 12.50 waktu setempat atau malam ini.  &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah itu, tim akan bertemu dengan pihak Aymara, yang menjadi guide pendakian ke Aconcagua, untuk kemudian mengurus perizinan pendakian dan melengkapi peralatan.  Tim tujuh puncak dunia menggunakan jasa Aymara sebagai guide dan yang menyiapkan makanan selama pendakian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim ekspedisi tujuh puncak dunia dari Wanadri yang beranggotakan  Ardehir Yaftebbi (28), Iwan Irawan (38), Martin Rimbawan (25), Fajri Al Luthfi (25), Nurhuda (23), dan Gina Afriani (22) berencana memulai pendakian pada Jumat melalui jalur normal (normal route) yang merupakan rute paling sering digunakan pendaki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan Kompas Harry Susilo yang menyertai para pendaki melaporkan, perjalanan dimulai dengan menggunakan mobil ke pos Taman Nasional Aconcagua di Laguna de Horocones yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama tiga hari ke base camp Plaza de Mulas (4.230 mdpl). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melalui serangkaian proses aklimatisasi, tim akan melanjutkan perjalanan melalui Plaza Canada (4.877 mdpl), Nido de Condores (5.334 mdpl), dan Camp Berlin (5.800 mdpl).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 11 hari pendakian, tim dijadwalkan dapat mencapai puncak Aconcagua pada 28 Desember mendatang.  Pendakian ke Aconcagua ini paling aman dilakukan pada saat musim panas di Argentina, yaitu mulai November hingga Maret. Biasanya, pendakian sejak pertengahan Desember hingga akhir Januari merupakan yang terpadat sepanjang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain terkenal karena menjadi pintu masuk ke Aconcagua dan pesona alamnya yang menawan, Mendoza merupakan provinsi yang tersohor produksi anggurnya. Duta Besar RI untuk Argentina Kartini Nurmala Syahrir bahkan mengakui, jika kualitas anggur Mendoza merupakan yang terbaik di Argentina. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jamuan makan malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, dalam jamuan makan malam, Rabu atau Kamis pagi waktu Indonesia Barat, tim dilepas oleh Kartini di kediamannya di Wisma KBRI, Buenos Aires. Pada kesempatan itu, Dubes berharap tim dapat mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di Amerika Selatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makan malam itu juga dihadiri rombongan delegasi Badan Pemeriksa Keuangan yang dipimpin anggota BPK Sapto Amal Damandari dan tim sepak bola U-17 dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).  BPK hadir di Aconcagua dalam rangka mengaudit keuangan KBRI sedangkan tim sepak bola dari NAD sedang berada di Paraguay untuk berlatih sepak bola selama tiga tahun. KBRI di Argentina juga menaungi negara Paraguay dan Uruguay.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kartini, berkibarnya merah putih di puncak Aconcagua yang berada di ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl) dapat menjadi ajang promosi bangsa Indonesia di Amerika Selatan. Dia mengapresiasi tim yang mau melanjutkan semangat Norman Edwin, pionir pendakian tujuh puncak dunia dari Indonesia yang juga wartawan Kompas yang meninggal di Aconcagua pada Maret 1992. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kartini sangat antusias dengan adanya program pendakian ke puncak Aconcagua dan ekspedisi tujuh puncak dunia yang dilakukan pendaki gunung dari Indonesia. “Andaikan saya 15 tahun lebih muda, saya pasti mau ikut serta,” ujar Kartini bersemangat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semasa mudanya, Kartini Syahrir juga merupakan sosok yang senang bertualang ke alam bebas. Dia turut bergabung dengan kelompok Mapala Universitas Indonesia pada 1968 dan sempat menjabat Ketua Umum Mapala UI pada 1974. “Saya masuk Mapala UI sebelum almarhum Norman,” katanya lebih lanjut.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/275697611337043567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-bertolak-ke-mendoza.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/275697611337043567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/275697611337043567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-bertolak-ke-mendoza.html' title='Tim Bertolak ke Mendoza'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9NuYqzmo6JhAof8V1F1QtdWFaVmHuesINm7Xn1RWRZg-S9kHzv6QOOL9PWDZnfq6RbLI9xnP-N1hDwOSKwWVvWW_my6ibFCISCivphiiQEb1LUQzYs2x9q-gRmd4TjlY5kPm6LE3hprI/s72-c/1150386620X310.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-737050082111298208</id><published>2010-12-27T01:43:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:43:58.034-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Puncak Dunia Dilepas Ibu Dubes</title><content type='html'>BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Tim ekspedisi tujuh puncak dunia yang akan mendaki puncak Aconcagua dilepas oleh Duta Besar RI untuk Argentina Kartini Nurmala Syahrir di kediamannya di Wisma KBRI, Buenos Aires, Rabu (15/12/2010) malam waktu setempat atau Kamis pagi waktu Indonesia. Dubes berharap tim dapat mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di Amerika Selatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tim dilepas Dubes RI Kartini Syahrir sambil makan malam di Wisma KBRI karena mereka akan bertolak ke Provinsi Mendoza yang berada di kaki Aconcagua pada Kamis (16/12/2010) pagi. Makan malam itu juga dihadiri rombongan delegasi Badan Pemeriksa Keuangan yang dipimpin anggota BPK Sapto Amal Damandari dan tim sepak bola U-17 dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BPK hadir di Aconcagua dalam rangka mengaudit keuangan KBRI sedangkan tim sepak bola dari NAD sedang berada di Paraguay untuk berlatih sepak bola selama tiga tahun. KBRI di Argentina juga menaungi negara Paraguay dan Uruguay.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kartini, dengan berkibarnya merah putih di puncak Aconcagua yang berada di ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl) dapat menjadi ajang promosi bangsa Indonesia di Amerika Selatan. Dia mengapresiasi tim yang mau melanjutkan semangat Norman Edwin, pionir pendakian tujuh puncak dunia dari Indonesia yang juga wartawan Kompas yang tewas di Aconcagua pada Maret 1992.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kartini sangat antusias dengan adanya program pendakian ke puncak Aconcagua dan ekspedisi tujuh puncak dunia yang dilakukan pendaki gunung dari Indonesia. &quot;Andaikan saya 15 tahun lebih muda, saya pasti mau ikut serta,&quot; ujar Kartini bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semasa mudanya, Kartini Syahrir juga merupakan sosok yang senang bertualang ke alam bebas. Bahkan, dia turut bergabung dengan kelompok Mapala Universitas Indonesia pada 1968 dan sempat menjabat Ketua Umum Mapala UI pada 1974. &quot;Saya masuk Mapala UI sebelum almarhum Norman,&quot; katanya lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencananya, tim akan berangkat menuju Provinsi Mendoza, yang berbatasan dengan Cile, menggunakan pesawat dengan menempuh perjalanan selama sekitar 2,5 jam. Tim akan menginap sehari di Mendoza sebelum pergi menggunakan mobil ke pos Taman Nasional Aconcagua di Laguna de Horocones yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama tiga hari menuju base camp Plaza de Mulas (4.230 mdpl) yang termasuk dalam rute normal.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/737050082111298208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-puncak-dunia-dilepas-ibu-dubes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/737050082111298208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/737050082111298208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-puncak-dunia-dilepas-ibu-dubes.html' title='Tim Puncak Dunia Dilepas Ibu Dubes'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-6570801945835308626</id><published>2010-12-27T01:42:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:42:59.328-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Berangkat Menuju Argentina</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg88UiBhqwlPy0yWUlN_BqIHDxH6RgsPuIDaqzSdN70bGgGX6FbJy1LSXaTx1-3D-uJEuu6rfR_B6NRAlcVSWpFQSw35938-kd5wDzk-q2ia-0j7nIuWmnqqUxhyphenhyphenEXQnShycSw506tUBKQ/s1600/0938383620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg88UiBhqwlPy0yWUlN_BqIHDxH6RgsPuIDaqzSdN70bGgGX6FbJy1LSXaTx1-3D-uJEuu6rfR_B6NRAlcVSWpFQSw35938-kd5wDzk-q2ia-0j7nIuWmnqqUxhyphenhyphenEXQnShycSw506tUBKQ/s200/0938383620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
CENGKARENG, KOMPAS.com - Tim ekspedisi tujuh puncak dunia yang akan mendaki ke Gunung Aconcagua telah berangkat menuju Buenos Aires, Argentina dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Selasa (14/12/2010) dini hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim menggunakan pesawat Qatar Airways QR 671 dan dijadwalkan tiba di Buenos Aires pukul 20.30 di hari yang sama. Argentina memiliki perbedaan waktu sekitar 11 jam lebih dulu dibandingkan Indonesia.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tim akan transit terlebih dulu di Doha, Qatar. Rencananya, tim akan berkunjung ke kantor Kedutaan Besar RI di Argentina sekaligus bersilaturahmi dengan Dubes RI untuk Argentina Dr Kartini Syahrir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manajer tim sekaligus Ketua Harian Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Yoppi Rikson Saragih mengatakan, tim akan singgah dua hari di Buenos Aires sebelum ke Mendoza, Pendakian dimulai pada 17 Desember.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/6570801945835308626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-berangkat-menuju-argentina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6570801945835308626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6570801945835308626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-berangkat-menuju-argentina.html' title='Tim Berangkat Menuju Argentina'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg88UiBhqwlPy0yWUlN_BqIHDxH6RgsPuIDaqzSdN70bGgGX6FbJy1LSXaTx1-3D-uJEuu6rfR_B6NRAlcVSWpFQSw35938-kd5wDzk-q2ia-0j7nIuWmnqqUxhyphenhyphenEXQnShycSw506tUBKQ/s72-c/0938383620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-7886722337269056263</id><published>2010-12-27T01:41:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:41:19.879-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Gunung Aconcagua Jadi Target Berikutnya</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Usai sukses menaklukkan puncak Gunung Elbrus (5.642 mdpl) pada Agustus lalu, kali ini tim 7 summits Indonesia yang terdiri dari Ardeshir Yaftebbi, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, Narhuda serta Gina Afriani, kembali bersiap untuk melakukan pendakian keempat. Mereka ingin menaklukkan puncak tertinggi dari Gunung Aconcagua di Argentina.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 6.962 mdpl ini merupakan puncak tertinggi untuk kawasan Amerika Selatan. Rombongan dijadwalkan akan memulai perjalanan pada 17 Desember 2010 dari Mendoza ke kaki Aconcagua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencananya, tim akan mencapai base camp pada tanggal 20 Desember 2010. Selama di base camp dengan ketinggian 4.000 mdpl ini tim akan melakukan aklimatisasi selama tiga malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari base camp, tim menuju tiga tahapan selanjutnya yakni camp 1 di Kanada dengan ketinggian 4.877 mdlp, camp 2 di Nido de Condores dengan ketinggian 4.334 mdpl dan camp 3 di Berlin dengan ketinggian 5.800 mdpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di camp terakhir, tim rencananya akan melakukan istirahat selama satu hari sebelum mencapai puncak Aconcagua yang rencananya dijadwalkan pada 28 Desember 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama berada di tiga camp tersebut tim juga akan menjalani tes medis berupa pengukuran kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen). Ini sangat penting mengingat semakin tinggi puncak ketinggian yang didaki, semakin sedikit pula kandungan oksigen yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai persiapan, salah satu anggota tim Ardeshir Yaftebbi menuturkan telah melakukannya sejak merampungkan pendakian puncak Elbrus. Ia pun yakin timnya saat ini tengah dalam kodisi yang terbaik baik dari segi mental maupun fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Persiapannya sudah dari akhir Agustus lalu sampai seminggu terakhir ini. Yang perlu kami perhatikan adalah mengenai kondisi paru-paru yang cukup baik mengingat kadar oksigen yang sedikit di puncak Aconcagu nanti. Selain itu kami juga mewaspadai adanya awan putih dingin yang terkenal berbahaya,&quot; papar Ardeshir, di sela jumpa pers di Jakarta, Senin (13/12/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak Aconcagua merupakan gunung keempat yang akan didaki tim Indonesia. Jika berjalan dengan lancar, setelah Aconcagua pada bulan Mei 2011 nanti akan mendaki ke puncak Denali/Mc Kinley (6.194 mdpl) yang merupakan puncak tertiggi di Amerika utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu pada Desember akan dilanjutkan dengan pendakian ke puncak tertinggi di Antartika, Vinson Massif (4.897 mdpl). Terkahir pada pertengahan tahun 2012, tim akan mendaki puncak tertinggi di dunia yakni Everest (8.848 mdpl).&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/7886722337269056263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gunung-aconcagua-jadi-target-berikutnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/7886722337269056263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/7886722337269056263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gunung-aconcagua-jadi-target-berikutnya.html' title='Gunung Aconcagua Jadi Target Berikutnya'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-6901392177629717579</id><published>2010-12-27T01:39:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:39:29.736-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aconcagua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Gunung Aconcagua Salah Satu yang Terberat</title><content type='html'>Bandung, Kompas - Pendakian Gunung Aconcagua di Argentina akan menjadi salah satu perjalanan terberat Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri 2010. Aconcagua terkenal dengan badai angin dan suhu udara hingga di bawah 35 derajat celsius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aconcagua adalah gunung tertinggi kedua. Pendakian ini akan menjadi salah satu yang terberat dan memerlukan banyak persiapan, terutama fisik. Di sana kami harus membawa barang dan perlengkapan sendiri karena tidak ada jasa porter,” ujar Ketua Tim Pendakian Ardesir Yaftebi di Bandung, Sabtu (2/10).&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Aconcagua (6.962 meter di atas permukaan laut/mdpl) adalah gunung tertinggi di Amerika Selatan, berlokasi di perbatasan Argentina dan Cile. Aconcagua didominasi es, gletser, dan bebatuan. Selain badai angin, yang harus diwaspadai juga adalah kadar oksigen tipis. Kadar oksigen di puncak Aconcagua lebih rendah sekitar 40 persen daripada di daerah dekat laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, dilihat dari karakteristik perjalanan, tingkat kesulitannya terbilang masih ringan karena tidak perlu memanjat tebing es. Bagi pendaki, sejauh ini berjalan kaki di atas es menjadi yang paling sulit dijalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ardesir mengatakan, tim memulai pendakian dari Provinsi Mendoza, Argentina, menuju puncak selama 18 hari. Pos pertama yang dilewati adalah Pos Plaza de Mulas (4.260 mdpl).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, tim akan melewati Pos Plaza Canada (4.910 mdpl) dan Pos Nido de Conderas (5.250 mdpl). Pos yang akan dilewati sebelum puncak adalah Berlin (5.900 meter). Perjalanan itu merupakan yang terlama dari tiga puncak yang telah didaki, yakni Cartenz (4.884 mdpl/Papua), Kilimanjaro (5.892 mdpl/ Tanzania), dan Elbrus (5.652 mdpl/Rusia). Waktu itu termasuk proses aklimatisasi di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Waktu yang kami ambil merupakan saat paling ideal untuk pendakian karena di sana sedang musim panas. Lapisan es tidak terlalu keras sehingga memudahkan perjalanan,” kata Ardesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaca dari fakta di atas, latihan intensif pun langsung dilakukan sejak sebulan lalu. Latihan dilakukan tiga bulan sebelum keberangkatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Umum Wanadri Darmanto mengingatkan agar fokus utama perjalanan kali ini adalah keselamatan pendaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri dimulai sejak 5 Mei 2010 hingga tiga tahun ke depan. Empat gunung lain yang akan didaki adalah Aconcagua, Mckinley (6.194 mdpl), Vinson Masif (4.897 mdpl), dan Everest (8.850 mdpl). (CHE)&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/6901392177629717579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gunung-aconcagua-salah-satu-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6901392177629717579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6901392177629717579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gunung-aconcagua-salah-satu-yang.html' title='Gunung Aconcagua Salah Satu yang Terberat'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-4026331180096576000</id><published>2010-12-27T01:37:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:37:58.135-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Endriartono: Jangan Sombong</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFZEAF5ys6iWK0eVU4uyLa-f3lVyzyYYLWCzkv7Ms67NddGJzCqAX3QzkYbkNYB4_rloDb692zhsJIVMjpOHx0vyrfz0FYL4eObUbB4d2KU-rK23oXInkFMpZVKhJhGXnZJF-o4S4BteE/s1600/1150386620X310.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFZEAF5ys6iWK0eVU4uyLa-f3lVyzyYYLWCzkv7Ms67NddGJzCqAX3QzkYbkNYB4_rloDb692zhsJIVMjpOHx0vyrfz0FYL4eObUbB4d2KU-rK23oXInkFMpZVKhJhGXnZJF-o4S4BteE/s200/1150386620X310.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com-  Ketua Umum Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Endriartono Sutarto mengingatkan kepada anggota tim untuk tidak bersikap sombong dan angkuh. Keberhasilan menggapai tiga puncak dari tujuh puncak dunia yang ditargetkan adalah hasil kerjasama semua banyak pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan Panglima TNI ini juga menegaskan, keberhasilan tim menggapai tiga puncak adalah untuk memberikan kebanggaan pada bangsa Indonesia. &quot;Ini semua untuk bangsa. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di tengah keterpurukan, bangsa kita bisa memberikan sesuatu yang membanggakan,&quot; kata Endriartono saat menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Wanadri di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Rabu (25/8/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim kembali ke Tanah Air setelah menggapai puncak Gunung Kilimanjaro (5.895 meter Tanzania) dan Gunung Elbrus (5.642 meter di Rusia). Sebelumnya, tim telah mendaki Puncak Ndugu-Ndugu atau Carstensz (4.884 meter) di Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sambutannya, Endriartono mengingatkan, perjalanan tim ekspedisi belumlah final karena baru separuh perjalanan. &quot;Kita masih harus menggapai empat puncak lainnya,&quot; kata mantan Panglima TNI ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Ekspedisi yang terdiri dari Ardhesir Yaftebbi, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, Nurhuda, dan Gina Afriani serta pendaki senior Hendricus Mutter disambut antara lain Endriartono, Erry Riyana Hardjapamekas dan keluarga para pendaki serta anggota Wanadri lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan tim disertai jurnalis Kompas Ambrosius Harto, Bambang Hamid dan Popo Nurakhman (Metro TV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambro mencapai puncak Kilimanjaro, namun tidak berhasil mencapai Puncak Elbrus karena terkena penyakit gunung. Sedang sebelumnya wartawan Kompas yang lain Harry Susilo dengan anggota tim yang sama, sukses menggapai puncak Ndugu-ndugu (Papua) beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gina Afriani adalah satu-satunya pendaki wanita yang tergabung dalam tim. Setelah berhasil mengibarkan Merah Putih di tiga puncak gunung, Tim Ekspedisi segara bersiap dan berlatih kembali untuk menggapai empat puncak gunung lainnya yakni Aconcagua (6.962 meter di Argentina), McKinley (6.194 di Alaska), Vinson Massif (4.897 meter, Antartika) dan Mount Everest (8.848 meter, Nepal/China).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manajer Tim Bambang Hamid dan Ketua Bidang Eksternal Ekspedisi Ipong Witono mengatakan, pendakian Aconcagua akan dilaksanakan Desember 2010. ”Pendakian berikutnya akan lebih berat dan panjang,” ujar Bambang seraya menambahkan, ”Latihan dan persiapan harus dilakukan sejak dini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua tim pendaki Adhesir Yaftebbi mengatakan, salah satu faktor penting dalam pendakian adalah sikap untuk jangan pernah patah semangat dan jangan pernah takut untuk gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menegaskan pada 17 Agustus 2010, Tim sebenarnya sudah 200 meter menjelang Puncak Elbrus, namun memutuskan untuk turun karena badai yang begitu kencang menghantam tim. Tim baru mencapai puncak 19 Agustus 2010.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/4026331180096576000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/endriartono-jangan-sombong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4026331180096576000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4026331180096576000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/endriartono-jangan-sombong.html' title='Endriartono: Jangan Sombong'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFZEAF5ys6iWK0eVU4uyLa-f3lVyzyYYLWCzkv7Ms67NddGJzCqAX3QzkYbkNYB4_rloDb692zhsJIVMjpOHx0vyrfz0FYL4eObUbB4d2KU-rK23oXInkFMpZVKhJhGXnZJF-o4S4BteE/s72-c/1150386620X310.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-4951110812565270807</id><published>2010-12-27T01:36:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:36:33.530-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elbrus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Ekspedisi Tiba dari Elbrus</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLwwvKZaVahEsrM-zr9WgNN7uhiapkJWBNHYQ4dms6ojEVOsg1pP7dRrzYeBITwUZmqbR5NxRijABbYshyphenhyphenkDWPJtNsjUG2hBPZxWlYC8dKb_OzwjJKCsTtrXa7aUIRtIxIzeeXTpZVRwM/s1600/0657094620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;104&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLwwvKZaVahEsrM-zr9WgNN7uhiapkJWBNHYQ4dms6ojEVOsg1pP7dRrzYeBITwUZmqbR5NxRijABbYshyphenhyphenkDWPJtNsjUG2hBPZxWlYC8dKb_OzwjJKCsTtrXa7aUIRtIxIzeeXTpZVRwM/s200/0657094620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia, Rabu (25/8/2010) petang ini, tiba kembali di Tanah Air. Rencananya, tim akan disambut langsung Ketua Umum Ekspedisi 7 Puncak Dunia Endriartono Sutarto di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga akan bergabung dengan para penyambut adalah para aktivis Wanadri dan Redaktur Pelaksana Harian Kompas Budiman Tanuredjo. Dalam tim ini, ikut bergabung wartawan Kompas Ambrosius Harto.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Tim akan tiba dengan Turkish Air pukul 17.25,&quot; kata Ipong Witono dari Wanadri kepada Kompas melalui telepon Rabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti diberitakan, Tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia telah berhasil mencapai puncak Kilimanjaro (5.892 mdpl) di Tanzania dan puncak Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian ke Elbrus sempat terkendala cuaca pada tanggal 17 Agustus lalu sehingga tim terpaksa turun ke basecamp. Tim akhirnya berhasil mencapai puncak dua hari kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, tim juga sudah berhasil mencapai puncak Carstenz atau Ndugu-Ndugu di Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Ekspedisi yang bernama 7 Summits ini rencananya akan mendaki tujuh puncak tertinggi di tujuh benua hingga tahun 2012. Setelah menaklukkan Carstensz, Kilimanjaro, dan Elbrus, tim masih akan mendaki empat puncak lainnya, yakni Vinson Massif (Antartika, 4.897 mdpl), McKinley (Amerika Utara, 6.194 mdpl), Aconcagua (Argentina, 6.962 mdpl), dan Everest (8.850 mdpl).&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/4951110812565270807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-ekspedisi-tiba-dari-elbrus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4951110812565270807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4951110812565270807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-ekspedisi-tiba-dari-elbrus.html' title='Tim Ekspedisi Tiba dari Elbrus'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLwwvKZaVahEsrM-zr9WgNN7uhiapkJWBNHYQ4dms6ojEVOsg1pP7dRrzYeBITwUZmqbR5NxRijABbYshyphenhyphenkDWPJtNsjUG2hBPZxWlYC8dKb_OzwjJKCsTtrXa7aUIRtIxIzeeXTpZVRwM/s72-c/0657094620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-3165456182511323385</id><published>2010-12-27T01:34:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:34:38.318-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elbrus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Besok, Tim Akan Daki Lagi Puncak Elbrus</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipHMTcVJtolAtRHVdtxZKpnSrkRd3q4rHTHd38VGenK-z1v7U2wjWgCE001bhsDVuEngZcNea84_S__xSnk9xRK8WCG681mhA2_yxEAegaxTcI933Mg_Yn9LPIHOTL-6kgx_9q-5piQFY/s1600/3944171p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;126&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipHMTcVJtolAtRHVdtxZKpnSrkRd3q4rHTHd38VGenK-z1v7U2wjWgCE001bhsDVuEngZcNea84_S__xSnk9xRK8WCG681mhA2_yxEAegaxTcI933Mg_Yn9LPIHOTL-6kgx_9q-5piQFY/s200/3944171p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com- Gagal mencapai puncak pada Selasa (17/8/2010) kemarin, tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia, Kamis (19/8) besok akan kembali mencoba mendaki Puncak Elbrus di Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian surat elektronik yang diterima Wanadri di Jakarta dari tim pendaki dan disebarkan ke media, Rabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam surat itu disebutkan, tim mulai mendaku dari Pastukhov, Selasa sekitar pukul 03.30. Ketika itu, cuaca cerah meskipun angin bertiup kencang. Perjalanan juga lancar hingga sekitar pukul 07.00.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah itu, hujan salju mulai turun. Kabut mulai melingkupi Elbrus. Jarak pandang hanya 20 meter. Mulai pukul 08.00, hujan salju makin deras, tetapi tim tetap bersemangat naik terus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 11.00, tim sebenarnya sudah berhasil mencapai saddle elbrus (5400 meter), tetapi angin sudah sangat kencang, hujan salju sudah berubah menjadi badai salju. Tim pendaki bertemu dengan dua tim pendaki lain yang sudah memutuskan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim akhirnya berhenti dan berunding, dan memutuskan turun dengan pertimbangan keselamatan lebih penting. Perjalanan turun berjalan lambat, karena harus melawan angin dari muka. Kadang mereka bahkan harus berjalan miring untuk menghindari terpaan angin ke muka yang sangat perih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 15.00, seluruh tim kembali ke basecamp dengan selamat. Semula mereka akan mencoba naik lagi hari ini. Akan tetapi dengan perrtimbangan cuaca dan kondisi fisik, akhirnya mereka memutuskan akan naik kembali pada 19 agustus nanti.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/3165456182511323385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/besok-tim-akan-daki-lagi-puncak-elbrus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3165456182511323385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3165456182511323385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/besok-tim-akan-daki-lagi-puncak-elbrus.html' title='Besok, Tim Akan Daki Lagi Puncak Elbrus'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipHMTcVJtolAtRHVdtxZKpnSrkRd3q4rHTHd38VGenK-z1v7U2wjWgCE001bhsDVuEngZcNea84_S__xSnk9xRK8WCG681mhA2_yxEAegaxTcI933Mg_Yn9LPIHOTL-6kgx_9q-5piQFY/s72-c/3944171p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-5461123712634988663</id><published>2010-12-27T01:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:32:16.946-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elbrus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Menguji Diri di Gletser Kashkatash</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyz65RnG6INtQzV0VnBw1nSlj7kkbZx-0XNgwQXZDOjtp978lss25DKlGKiLb711vRMw4jUdBRvv8sCTMLZC8AlCc8thnGuF-FEMPlXNbo0_nmnNOpM6yUQ5_Unm-7c4leLpP5kNfHcgM/s1600/0657094620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;104&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyz65RnG6INtQzV0VnBw1nSlj7kkbZx-0XNgwQXZDOjtp978lss25DKlGKiLb711vRMw4jUdBRvv8sCTMLZC8AlCc8thnGuF-FEMPlXNbo0_nmnNOpM6yUQ5_Unm-7c4leLpP5kNfHcgM/s200/0657094620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KOMPAS.com — Keterampilan dan peralatan khusus mutlak diperlukan dalam pendakian gunung es Elbrus (5.642 meter) di Rusia selatan. Peralatan bisa dibeli atau disewa. Keterampilan mendaki sambil menggunakan peralatan harus dilatih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri berniat menggapai Elbrus, puncak Eropa yang diselimuti salju, pada 17 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, sebelum pendakian, tim melatih keterampilan pendakian gunung es di Gletser Kashkatash, dekat Elbrus, Rabu (11/8/2010) siang.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Berhasil tidaknya latihan di gletser itu akan menentukan keberhasilan pendakian di Elbrus nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kashkatash amat dikenal di kalangan pendaki Elbrus. Di sanalah pendaki melatih diri berjalan di lapisan es hingga mendaki tebing es. Jarak gletser itu sekitar 10 kilometer dari hotel tempat tim menginap di Desa Elbrus, Terskol, wilayah otonom Karachay-Balkar, Rusia selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kashkatash ditempuh sekitar satu hingga dua jam pendakian dari suatu pemondokan (hut) yang berupa tangki-tangki (barrel) berjejer di lembahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggota tim pendaki Gina Afriani mencatat, pemondokan itu berada pada ketinggian 2.200 meter, sedangkan salah satu titik tempat latihan di Kashkatash berketinggian 2.600 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rute pendakian menuju Kashkatash berupa jalan setapak yang terjal, curam, berbatu, serta kiri dan kanan jurang dalam. Pendakian itu amat meletihkan dan menguras energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memakai bot ganda untuk medan es—dan bisa juga meski tidak disarankan—dipakai di medan berbatu. Sepatu itu berbobot lebih dari 2 kilogram. Apalagi kami masih harus memanggul perlengkapan, bekal dan peralatan dalam tas, serta menenteng tongkat ski.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak terbiasa berjalan memakai sepatu besar dan berat. Apalagi menjelang Kashkatash, medannya berupa tumpukan batu besar, tajam, dan rentan longsor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sempat terjatuh dan nyaris membentur batu sebesar jip. Untunglah tongkat ski menyelamatkan nyawa saya dengan menahan beban tubuh, meskipun patah satu, sehingga badan tidak membentur batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandu pendakian kami adalah Sergei dan Daniel dari Alpindustria, perusahaan jasa pendakian dan kegiatan alam terbuka di Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar pukul 12.30 waktu setempat tim tiba di Kashkatash.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sergei mengatakan, pelajaran pertama adalah belajar berjalan di es memakai krampon atau alas bot ganda berupa cakar-cakar tajam dari baja untuk pencengkeram lapisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran kedua adalah berjalan dengan bantuan kapak es. Kapak itu bisa difungsikan sebagai tongkat, bahkan pembongkar lapisan es, untuk membuat pijakan kaki hingga pengait. Satu sisi kapak itu tajam dan bergerigi, sedangkan sisi lainnya berbentuk sekop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran ketiga adalah membuat pijakan kaki dengan bantuan kapak es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan turun itu, saya berkali-kali terpeleset dan jatuh meskipun tidak sampai cedera, apalagi terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sergei mengatakan, pelajaran berikutnya berlangsung Kamis dan Jumat ini. Setelah itu, tim akan mendaki menuju puncak Elbrus (gunung keabadian dan kebahagiaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elbrus adalah puncak ketiga dari tujuh puncak dunia yang hendak dicapai tim. Dua puncak telah berhasil digapai, yakni Ndugu-Ndugu atau Carstensz Pyramid (4.884 meter) di Indonesia pada 18 April dan Kilimanjaro atau Uhuru (5.895 meter) di Tanzania pada 1 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Kashkatash, puncak kembar Elbrus sore itu tidak tertutup kabut seperti hari sebelumnya. Sepertinya puncak itu memanggil kami untuk segera mendaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hati, keinginan cuma satu, mendaki hingga ke puncak Eropa, mengibarkan Merah Putih di sana, dan kembali ke Indonesia dengan selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah harapan dan mimpi yang kami bawa dalam tidur menyongsong latihan berikutnya.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/5461123712634988663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/menguji-diri-di-gletser-kashkatash.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5461123712634988663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5461123712634988663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/menguji-diri-di-gletser-kashkatash.html' title='Menguji Diri di Gletser Kashkatash'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyz65RnG6INtQzV0VnBw1nSlj7kkbZx-0XNgwQXZDOjtp978lss25DKlGKiLb711vRMw4jUdBRvv8sCTMLZC8AlCc8thnGuF-FEMPlXNbo0_nmnNOpM6yUQ5_Unm-7c4leLpP5kNfHcgM/s72-c/0657094620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-5504167250637933715</id><published>2010-12-27T01:29:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:29:59.013-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kilimanjaro"/><title type='text'>Gina dan Hendricus akhirnya Capai Puncak</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSV4QWaOsloC1hbeppv95desPV7XJsSWBgVCYBBhgQKZVirM8lH1WxqLB9AfculTDEKFBSLs7qqijFUg70h1e6Yh4ZXr7KZA2ShlaZteA1vd82QpMWkNeNFvyL6oIEIpl_fsIWll45qg/s1600/0845034620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSV4QWaOsloC1hbeppv95desPV7XJsSWBgVCYBBhgQKZVirM8lH1WxqLB9AfculTDEKFBSLs7qqijFUg70h1e6Yh4ZXr7KZA2ShlaZteA1vd82QpMWkNeNFvyL6oIEIpl_fsIWll45qg/s200/0845034620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com- Sebuah berita gembira diterima Wanadri dari tim ekspedisi 7 Puncak Dunia yang kini tengah mendaki puncak Kilimanjaro di benua Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Alhamdulillah, barusan dapat kabar Hendricus dan Gina berhasil mencapai puncak Uhuru. Kondisinya baik, sekarang dalam perjalan turun,&quot; tulis anggota Wanadri Yoppi Rikson Saragih dalam pesannya lewat Blackberry Messenger yang diterima Kompas.com, Selasa (3/8/2010).&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Seprti diberitakan kemarin, tim ekspedisi telah berhasil mencapai puncak Kilimanjaro pada hari Minggu (1/8). Akan tetapi Gina ditemani Hendricus masih tertinggal dan ketika itu tengah berusaha menggapai puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita keberhasilan Gina dan Hendricus mencapai puncak tertinggi di benua Afrika (5.892 mdpl) itu segera disambut gembira rekan-rekannya di Jakarta. Ipong W mengucapkan selamat. Budi Baboon berharap agar keduanya juga selamat ketika turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mengharukan.. Gina, hebat. Hendricus, dahsyat.. Selamat..!&quot; tulis Aat Soeratin. Ucapan yang sama disampaikan Widia Dj dan Ogun Gunawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Umum Tim Ekspedisi ini, Jenderal (Purn) Endriarto Sutarto kembali menyampaikan rasa bangganya pada tim yang berhasil mendaki Kilimanjaro ini.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/5504167250637933715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gina-dan-hendricus-akhirnya-capai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5504167250637933715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5504167250637933715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/gina-dan-hendricus-akhirnya-capai.html' title='Gina dan Hendricus akhirnya Capai Puncak'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghSV4QWaOsloC1hbeppv95desPV7XJsSWBgVCYBBhgQKZVirM8lH1WxqLB9AfculTDEKFBSLs7qqijFUg70h1e6Yh4ZXr7KZA2ShlaZteA1vd82QpMWkNeNFvyL6oIEIpl_fsIWll45qg/s72-c/0845034620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-2370862218422403219</id><published>2010-12-27T01:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:24:25.517-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kilimanjaro"/><title type='text'>Tim Ekspedisi Capai Puncak Kilimanjaro</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrkzV19dQt8xvU3bAXLXijFyTwlfRmyw4j4apeLa6dTiffJ4-okNGw82dR-lunO-v1B-s0jiLEENd4EmwExmSCL1Ulsxp50N4AOY6qYoLlkTp-DjL6PxCFycgIcgtIYDY_1tMcEt0q6oQ/s1600/3547925p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrkzV19dQt8xvU3bAXLXijFyTwlfRmyw4j4apeLa6dTiffJ4-okNGw82dR-lunO-v1B-s0jiLEENd4EmwExmSCL1Ulsxp50N4AOY6qYoLlkTp-DjL6PxCFycgIcgtIYDY_1tMcEt0q6oQ/s200/3547925p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KILIMANJARO, KOMPAS.com — Tepat pukul 12.00 waktu setempat, Tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia, Minggu (1/8/2010) kemarin, berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro (5.892 meter di atas permukaan laut), sebuah gunung tertinggi benua di Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ipong W dari Wanadri, Senin (2/8/2010), melaporkan, saat ini tim sudah turun di ketinggian 3.700 mdpl. Kondisi tim sehat, termasuk wartawan Kompas Ambrosius Harto yang bergabung dengan tim ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Berita pencapaian luar biasa tim ini, setelah sebelumnya juga sempat mendaki puncak Ndugu-ndugu di Pegunungan Carstensz di Papua, kemudian mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandiaga Uno, misalnya, memberikan ucapan selamat atas keberhasilan tim ini. &quot;Anda membuat bangga Indonesia,&quot; tulisnya melalui layanan BlackBerry Messenger.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan KSAD Endriartono Sutarto yang juga penasihat Ketua Umum Tim Ekspedisi  ini juga menyampaikan ucapan selamat. &quot;Selamat dan terima kasih untuk semua. Kita masih harus banyak berdoa untuk kelanjutan tugas 7 Summits. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lupa, Endriarto mengingatkan bahwa salah satu anggota tim, Gina Aftiani, satu-satunya perempuan dalam tim, masih memerlukan dukungan karena masih berusaha mendaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Ekspedisi ini dijadwalkan akan mendaki tujuh puncak dunia. Puncak Carstensz sudah berhasil didaki bulan April lalu, sedangkan Kilimanjaro baru saja sukses didaki, menyusul kemudian puncak Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia akan didaki tanggal 17 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung lain yang akan didaki antara tahun 2010-2012 adalah Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika, McKinley (6.194 mdpl) di Amerika Serikat, Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, dan Everest (8.850 mdpl) di Nepal.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/2370862218422403219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-ekspedisi-capai-puncak-kilimanjaro.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2370862218422403219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2370862218422403219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-ekspedisi-capai-puncak-kilimanjaro.html' title='Tim Ekspedisi Capai Puncak Kilimanjaro'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrkzV19dQt8xvU3bAXLXijFyTwlfRmyw4j4apeLa6dTiffJ4-okNGw82dR-lunO-v1B-s0jiLEENd4EmwExmSCL1Ulsxp50N4AOY6qYoLlkTp-DjL6PxCFycgIcgtIYDY_1tMcEt0q6oQ/s72-c/3547925p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-3810822691853855519</id><published>2010-12-27T01:21:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:21:34.835-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kilimanjaro"/><title type='text'>Tim Menuju ke Gerbang Gunung Cahaya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJNhja1eYOM2nek1C_yfdJBvuxS73E9ObA1DKONzR7ixCs6YFBGlgsqBhW0md37pt2el5ebjmUwA6IXF3BsHMqGS6uFws1YlPLcTzYICVPmTnD-Ni7KHbILoFLko1sPXOBGR3u6FuqxQ/s1600/0845034620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJNhja1eYOM2nek1C_yfdJBvuxS73E9ObA1DKONzR7ixCs6YFBGlgsqBhW0md37pt2el5ebjmUwA6IXF3BsHMqGS6uFws1YlPLcTzYICVPmTnD-Ni7KHbILoFLko1sPXOBGR3u6FuqxQ/s200/0845034620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KOMPAS.com - Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri berangkat ke Tanzania untuk mendaki Kilimanjaro (5.892 meter)—yang berarti gunung (kilima) cahaya (njaro) pada bahasa Swahili, gunung tertinggi di Afrika, Senin (26/7/2010) pagi. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Ambrosius Harto, yang menyertai tim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian ke puncak Uhuru akan dimulai Rabu (28/7/2010) siang melalui jalur Desa Marangu, gerbang Taman Nasional Kilimanjaro, dan akan mencapai puncak pada 1 Agustus.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Begitu mendarat di Nairobi setelah penerbangan panjang dari Jakarta, 11 anggota tim dibagi menjadi dua rombongan penerbangan ke Bandara Internasional Kilimanjaro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiba rombongan kedua, perjalanan dilanjutkan ke Marangu memakai bus perusahaan jasa wisata TN Kilimanjaro. Tim berangkat pukul 16.06 WIB dan tiba pukul 18.01 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan, rombongan melewati dataran dengan ladang jagung, savana, dan padang penggembalaan. Jalan raya beraspal mulus dan lebar. Rumah-rumah penduduk berdinding tembok. Rombongan di sepanjang jalan menjumpai banyak orang Masai, suku pejuang (warrior). Mereka berpakaian khas dan unik, yaitu sarung warna-warni dan bermotif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampai di Marangu, rombongan menjajal sapi dan ayam bakar dengan kentang goreng. Minumnya bisa kopi, teh, air putih, bahkan bir bermerek beken Kilimanjaro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah cukup kenyang, tim beristirahat di pemondokan Babylon yang baru selesai direnovasi. Air hangat untuk mandi serta kasur empuk dan selimut tebal begitu nyaman dan spesial guna memulihkan kondisi tubuh yang letih akibat perjalanan panjang.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/3810822691853855519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-menuju-ke-gerbang-gunung-cahaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3810822691853855519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3810822691853855519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-menuju-ke-gerbang-gunung-cahaya.html' title='Tim Menuju ke Gerbang Gunung Cahaya'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJNhja1eYOM2nek1C_yfdJBvuxS73E9ObA1DKONzR7ixCs6YFBGlgsqBhW0md37pt2el5ebjmUwA6IXF3BsHMqGS6uFws1YlPLcTzYICVPmTnD-Ni7KHbILoFLko1sPXOBGR3u6FuqxQ/s72-c/0845034620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-1777712066857879197</id><published>2010-12-27T01:18:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:18:46.881-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kilimanjaro"/><title type='text'>Tahap Pertama Kilimanjaro Diselesaikan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc4HtJ7QgLOXY-lTJz7FRLMJ0_Cr-YYGDM5bxMSPPSH7ZaUVYl80fa5rNwVnLRceiUyERu4EOKYYUE1JFivclnWCMqTdkQA4btUqRJKyHtbekTAn_W3UAXeYev8x2rTdxnPpwVVxJKEvg/s1600/3547925p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc4HtJ7QgLOXY-lTJz7FRLMJ0_Cr-YYGDM5bxMSPPSH7ZaUVYl80fa5rNwVnLRceiUyERu4EOKYYUE1JFivclnWCMqTdkQA4btUqRJKyHtbekTAn_W3UAXeYev8x2rTdxnPpwVVxJKEvg/s200/3547925p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KILIMANJARO, KOMPAS.com - Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri menyelesaikan tahap pertama pendakian Gunung Kilimanjaro (5.892 meter) di Tanzania, Rabu (28/7/2010) sore. Setelah mendaki sekitar tiga jam dari gerbang Marangu, pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, seluruh anggota tim tiba di pemondokan Mandara (2.720 meter) untuk menginap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mandara merupakan pemondokan (hut) pertama yang disinggahi para pendaki Kilimanjaro. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk itu, tim akan melanjutkan pendakian pada Kamis ini menuju pemondokan Horombo yang berjarak 4,5 jam perjalanan dari Mandara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas pemondokan Mandara amat lengkap dan tertata rapi. Pondok kayu berbentuk limas segitiga. Tim menginap di pondok besar di lantai dua. Lantai bawah untuk bersantai para pendaki menikmati teh, susu, kopi, dan penganan serta makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar pondok terdapat toilet yang juga bangunan kayu yang bersih dan tidak berbau. Pemondokan dikelilingi pepohonan dan vegetasi yang dipenuhi lumut. Sekitar 15 menit berjalan dari Mandara, terdapat sumber air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mencapai Mandara, tim menempuh pendakian sekitar 3,5 jam dari gerbang Marangu. T im berangkat dari penginapan Babylon, sekitar lima kilometer dari gerbang Marangu, pukul 10.00 WIB. Setelah antre untuk pendaftaran dan pendakian di Kantor Taman Nasional Kilimanjaro, tim mulai mendaki pukul 12.05 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian dibagi menjadi dua kelompok. Yang pertama beranggotakan lima pendaki ekspedisi, dua pendaki senior Wanadri, dan wartawan Kompas . Kelompok dua beranggotakan satu pendaki ekspedisi, satu pendaki senior Wanadri, dan wartawan serta juru kamera Metro TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kelompok didampingi dua pemandu. Adapun semua barang dan perlengkapan pendakian dalam tas besar dibawa portir yang lebih dulu berangkat. Anggota tim cuma membawa tas yang lebih kecil berisi jaket dan celana tahan angin badai, air minum, dan penganan manis dan gurih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 1,5 jam mendaki, tim beristirahat di titik Kisambioni (2.200 meter) untuk menikmati makan siang. Makanan disediakan pemasak yang sudah dipesan sebelumnya dengan menu sup sayuran, roti tawar, biskuit, potongan pisang, semangka, tomat, dan paprika hijau. Minumannya jus nanas, teh, dan kopi.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/1777712066857879197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tahap-pertama-kilimanjaro-diselesaikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/1777712066857879197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/1777712066857879197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tahap-pertama-kilimanjaro-diselesaikan.html' title='Tahap Pertama Kilimanjaro Diselesaikan'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc4HtJ7QgLOXY-lTJz7FRLMJ0_Cr-YYGDM5bxMSPPSH7ZaUVYl80fa5rNwVnLRceiUyERu4EOKYYUE1JFivclnWCMqTdkQA4btUqRJKyHtbekTAn_W3UAXeYev8x2rTdxnPpwVVxJKEvg/s72-c/3547925p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-3647097026908657611</id><published>2010-12-27T01:16:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:16:19.523-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Wapres: Kalian Bawa Indomie, Gak?</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan suara agak serak tetapi tetap tersenyum, Wakil Presiden Boediono menyapa para anggota Tim Ekspedisi Seven Summit sambil berseloroh, &quot;Kalian bawa Indomie, enggak?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mata Boediono, seusai memberikan pengarahan pada Tim Ekspedisi Seven Summit di Jakarta, Rabu (21/7/2010), aktivitas mendaki gunung tak pernah lepas dari mie instan untuk mengisi perut saat melakukan pendakian.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Seloroh pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu pun disambut senyum dan tawa sebagian anggota Tim Ekspedisi ke tujuh puncak tertinggi dunia dan pendukungnya, sesaat sebelum berfoto bersama dengan Wapres Boediono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengarahannya, kepada Tim Ekspedisi yang beranggotakan enam orang dari kelompok pencinta alam Wanadri, Wapres pun menyampaikan minatnya terhadap aktivitas mendaki gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tetapi usia saya tidak memungkinkan,&quot; kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada itu pun menambahkan, &quot;Jangankan naik gunung, saya baru keliling Palu kemudian ke Bandung saja, suara sudah terganggu. Tapi kalau masih muda, saya berani,&quot; ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boediono meminta agar tim tetap memerhatikan faktor keselamatan selain meraih impian untuk mendaki tujuh puncak tertinggi di dunia. Sambil satu per satu menyalami keenam pendaki, Wapres menyampaikan, &quot;Selamat yaaa... Hati-hati....&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Tim Ekspedisi Seven Summit telah melakukan pendakian ke puncak Ndugu-Ndugu/Cartenz Pyramid pada April 2010, yakni puncak tertinggi di kawasan Australia Oceania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim melanjutkan pendakian ke Puncak Kilimanjaro (Tanzania) dan Elbrus (Rusia) masing-masing pada 28 Juli dan 17 Agustus 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Ekspedisi Seven Summit terdiri atas Ardhesir Yaftebbi, Fajri Al Lutfhi, Nurhuda, Gina Afriani Wulan Pratiwi, Iwan Irawan, dan Martin Rimbawan.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/3647097026908657611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/wapres-kalian-bawa-indomie-gak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3647097026908657611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/3647097026908657611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/wapres-kalian-bawa-indomie-gak.html' title='Wapres: Kalian Bawa Indomie, Gak?'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-5023002208397034207</id><published>2010-12-27T01:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:14:01.839-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Tim Wanadri Daki Kilimanjaro dan Elbrus</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijZ6rj8uUR8ksNWe9XcXcpEg_N76KHPR6zWJ1LtaiQ_8TDTQclTgQpqfdRbrc34w-l8llAf2sOFDkOxazh0TP7kXLROynFn2CHm0kbgLOIa_65Yb3V7xKdzm2Y9qJxwv_YTCJYdQrqP1U/s1600/3547925p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijZ6rj8uUR8ksNWe9XcXcpEg_N76KHPR6zWJ1LtaiQ_8TDTQclTgQpqfdRbrc34w-l8llAf2sOFDkOxazh0TP7kXLROynFn2CHm0kbgLOIa_65Yb3V7xKdzm2Y9qJxwv_YTCJYdQrqP1U/s200/3547925p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Wanadri siap mendaki puncak Kilimanjaro di Tanzania dan Elbrus di Rusia. Puncak Kilimanjaro yang tertinggi di Afrika bakal digapai pada 1 Agustus. Puncak Elbrus bagian barat, tertinggi di Eropa, bakal digapai pada 17 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian penjelasan Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dalam jumpa pers di Wisma Tugu, Jakarta, Selasa (20/7/2010). Tim terdiri dari anggota perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri, yaitu Ardesir Yaftebbi, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, Nurhuda, dan Gina Afriani.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pendakian Kilimanjaro-Elbrus itu melanjutkan keberhasilan pendakian puncak pertama, yaitu di Ndugu-Ndugu atau Carstensz Pyramid di Papua pada April lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada 26 Juli. Pendakian Kilimanjaro bakal menghabiskan waktu 5 hari. Pendakian dimulai pada 28 Juli dan puncak digapai pada 1 Agustus. Sebelum pendakian menuju puncak bersalju Kilimanjaro, pendaki perlu latihan aklimatisasi atau penyesuaian dengan hawa dingin yang rencananya dilaksanakan di jalur Horombo-Mawenzi Saddle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kilimanjaro, pendakian dilanjutkan ke Elbrus. Pendakian yang memerlukan waktu 8 hari itu dimulai pada 10 Agustus. Tim bakal berupaya keras menggapai puncak pada 17 Agustus untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan mengibarkan Merah Putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Elbrus nanti, anggota ekspedisi dijadwalkan menjalani kursus singkat pemanjatan gunung es di kawasan Kashkatash Glacier karena jalur pendakian menuju puncak memerlukan keahlian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Umum Ekspedisi Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto mengatakan, ekspedisi tujuh puncak dunia itu menghabiskan waktu yang panjang sebab berlangsung dari bulan Maret 2010 hingga Mei 2012. &quot;Dananya sekitar Rp 10 miliar,&quot; kata mantan Panglima TNI ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat puncak lainnya, yaitu Aconcagua di Argentina, Denali atau McKinley di Alaska, Vinson Massif di Antartika, dan Sagarmatha atau Everest di Nepal, didaki kurun Desember 2010-Mei 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspedisi ini didanai dan didukung oleh PT Pertamina, PT Tugu Pratama Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Eiger, Pointrek, Wanadri, dan Rumah Nusantara, serta dibantu media, yakni Antara, Metro TV, dan Kompas.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/5023002208397034207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-wanadri-daki-kilimanjaro-dan-elbrus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5023002208397034207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/5023002208397034207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/tim-wanadri-daki-kilimanjaro-dan-elbrus.html' title='Tim Wanadri Daki Kilimanjaro dan Elbrus'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijZ6rj8uUR8ksNWe9XcXcpEg_N76KHPR6zWJ1LtaiQ_8TDTQclTgQpqfdRbrc34w-l8llAf2sOFDkOxazh0TP7kXLROynFn2CHm0kbgLOIa_65Yb3V7xKdzm2Y9qJxwv_YTCJYdQrqP1U/s72-c/3547925p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-4907365316393366333</id><published>2010-12-27T01:10:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T01:10:59.518-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>&quot;7 Summits Expedition&quot; Latihan Panjat</title><content type='html'>JAKARTA, Kompas.com - Tim &quot;7 Summits Expedition&quot; atau tim pendaki puncak tertinggi dunia di tujuh benua mulai fokus latihan panjat tebing guna menyiapkan diri untuk pendakian kedua yaitu ke puncak Puncak Kilimanjaro (5892) di Tanzania, Afrika, medio Juli-Agustus 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua tim &quot;7 Summits Expedition&quot; Ardeshir Yaftebbi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (17/5/10) mengatakan, sesuai dengan jadwal yang ada, latihan panjat tebing dilalukan secara berkala dan diikuti seluruh anggota tim.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Lokasi panjat tebing di Citatah Padalarang. Sesuai dengan jadwal latihan panjat tebing dilakukan sebanyak empat kali mulai pekan ini hingga awal bulan Juli nanti. Yang jelas latihan hanya dilakukan pada akhir pekan saja,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, latihan panjat tebing salah satu tujuannya adalah untuk membentuk kembali otot-otot setelah menjalani masa istirahat pasca-pendakian pertama yaitu ke Puncak Ndugu-Ndugu (Cartenz Pyramid) di Papua beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, panjat tebing dilakukan untuk mengenal karakter puncak yang akan didaki berikutnya. Meski tidak sesulit pendakian di Puncak Cartenz, kata dia, persiapan harus dilakukan secara maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selain panjat tebing kami juga memperbanyak latihan lari. Lari sangat bagus untuk mengatur nafas agar mampu menghemat oksigen selama melakukan pendakian,&quot; katanya menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh terkait karakteristik Puncak Kilimanjaro berbeda dengan Puncak Cartenz. Yang dibutuhkan pada pendakian kedua ini adalah fisik yang kuat karena harus melakukan tracking yang panjang. Dengan demikian, diperlukan ketahanan tubuh yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Data yang kami peroleh, Puncak Kilimanjaro sangat minim oksigen. Jadi kami harus latihan penuh agar mampu menghadapinya. Yang jelas secara teknis pendakian lebih mudah,&quot; katanya menegaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim pendaki atau lebih dikenal dengan Tim Alpha ini selain fokus pada latihan panjat tebing dan lari, juga akan melakukan pendakian, salah satunya ke Gunung Gede Pangrango Jawa Barat. Sesuai dengan jadwal, pendakian akan dilakukan pekan kedua bulan Juni nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendaki &quot;7 Summits Expedition&quot; yang tergabung dalam Tim Alpha terdiri dari 11 orang dengan enam pendaki utama yaitu Ardesir Yaftheby, Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Nurhuda, Fadjri Al Luthfi, dan Gina Afriani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun sasaran pendakian setelah Puncak Ndugu-Ndugu (4884) Papua selanjutnya adalah Puncak Kilimanjaro (5892) di Tanzania Afrika medio Juli-Agustus 2010. Selanjutnya Pucak Elbrus (5642) di Rusia pada pertengahan Agustus-September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sasaran keempat adalah Puncak Vinson Massif (4897) di Antartika pada pertengahan Desember 2010-Januari 2011, sasaran kelima Puncak Denali/Mc Kinley (6194) di Alaska pada pertengahan April-Mei 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sasaran keenam adalah Puncak Aconcagua (6962) di Argentina pada pertengahan November-Desember 2011 dan sasaran ketujuh adalah Puncak Sagarmatha/Everest (8850) di Nepal pada pertengahan April-Mei 2012.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/4907365316393366333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/7-summits-expedition-latihan-panjat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4907365316393366333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4907365316393366333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/7-summits-expedition-latihan-panjat.html' title='&quot;7 Summits Expedition&quot; Latihan Panjat'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-4002096717535500629</id><published>2010-12-27T01:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:09:10.274-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cartenz Pyramid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Menaklukkan Carstensz, Luar Biasa!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI6HZCcyN8jLpbuR5rv4pmu5985Mco-OBX99H_rDiM-q9AjsDOmpWANLr27dg2a0-Qzrdus7AixkfjBsagENIUB2uegvN2mANhKfVecAEzZxAFB5sn50JenQO61qmrvxlVovrhcid_C9g/s1600/1301387620X310.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI6HZCcyN8jLpbuR5rv4pmu5985Mco-OBX99H_rDiM-q9AjsDOmpWANLr27dg2a0-Qzrdus7AixkfjBsagENIUB2uegvN2mANhKfVecAEzZxAFB5sn50JenQO61qmrvxlVovrhcid_C9g/s200/1301387620X310.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KOMPAS.com — Tak banyak orang yang beruntung bisa menaklukkan Puncak Carstensz Pyramid di Pegunungan Jayawijaya, Papua, salah satu puncak tertinggi di dunia yang menjualang sampai 4.884 meter. Wartawan Kompas, Harry Susilo (Ilo), adalah salah satu yang berkesan dengan hal itu karena menyertai perjalanan Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Wanadri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Menurut saya, semangat tim luar biasa. Sempat beberapa kali cuaca buruk, tetapi tim bisa dua kali mencapai puncak. Luar biasa,&quot; ujar Ilo.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dua tim ikut dalam ekspedisi tersebut. Tim Alfa mencapai puncak pada 18 April 2010 dan Tim Bravo mencapai puncak tanggal 26 April 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mudah untuk bisa mencapai puncak. Ilo menceritakan, kendala fisik dan lingkungan harus dihadapi. Selama sepuluh hari membangun tenda di Pegunungan Jayawijaya, beberapa kali tim ekspedisi didera hujan es. Alhasil, upaya untuk menaklukkan puncak beberapa kali batal. Namun, berkat kesabaran dan perhitungan matang, toh, mereka bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses aklimatisasi atau penyesuaian tubuh terhadap perubahan tekanan dan suhu di ketinggian juga bukan hal sepele. Setiap anggota tim rupanya memiliki daya tahan berbeda sehingga harus menentukan sendiri batas kemampuannya. Bolak-balik naik turun kudu dilakoni demi melatih tubuh sebelum menuju puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tim Alfa saja perlu sepuluh hari proses aklimatisasi. Berangkat tanggal 8, tetapi baru sampai puncak tanggal 18,&quot; kata Ilo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim Bravo menyusul delapan hari kemudian seusai perayaan Hari Bumi yang monumental di lidah es Jayawijaya. Menurut Ilo, konon luas lapisan es di sana menyusut seiring waktu. Diduga karena pemanasan global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buang hajat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman lain yang tak terlupakan, menurut Ilo, adalah bagaimana bertahan sepuluh hari di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut itu. Tidur sudah ada tenda berikut selimut dan sleeping bag hangat. Makan pun tersedia dengan bekal makanan yang cukup. Namun, bagaimana dengan urusan pribadi macam buang hajat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami menyiasatinya, kalau buang air kecil, cari tempat yang tersembunyi, seperti di dekat tebing bebatuan. Kalau buang air besar, kami harus gali tanah dan menguruknya kembali agar tidak bau. Secara alami kan organik, jadi enggak apa-apa. Tapi, harus cari tempat yang jauh dari aliran air,&quot; kata Ilo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama di atas, Ilo mengaku tak terlalu terkendala dengan kebiasaan baru tersebut yang harus dilakoni. Bahkan, dia hitung setidaknya empat kali melakukan hajat besar di sekitar Lembah Danau-Danau yang menjadi lokasi menginap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tisu basah pun menjadi andalan untuk bebersih dan sampahnya dikumpulkan bersama sampah lainnya. Sebagian dibawa turun, sebagian lagi dimusnahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan air melimpah di sekitar Puncak Carstensz karena di sana banyak danau yang berasal dari lelehan es gletser. Ilo mengaku penasaran dengan air gletser dan mencoba mandi sekali meski harus menahan dingin yang menusuk tulang. Namun, kapan lagi bisa mandi di ketinggian 4.700 meter, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat Ilo, Cartstensz merupakan puncak tertinggi yang pernah dijangkaunya. Sebelumnya dia memang hobi memanjat gunung dan paling tinggi baru Rinjani yang tingginya 3.726 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung-gunung besar di Jawa sebagian besar pun sudah ditaklukkan. Kini dia berharap bisa kembali bergabung dengan Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia untuk menaklukkan puncak kedua, Kilimanjaro, Afrika.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/4002096717535500629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/menaklukkan-carstensz-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4002096717535500629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4002096717535500629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/menaklukkan-carstensz-luar-biasa.html' title='Menaklukkan Carstensz, Luar Biasa!'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI6HZCcyN8jLpbuR5rv4pmu5985Mco-OBX99H_rDiM-q9AjsDOmpWANLr27dg2a0-Qzrdus7AixkfjBsagENIUB2uegvN2mANhKfVecAEzZxAFB5sn50JenQO61qmrvxlVovrhcid_C9g/s72-c/1301387620X310.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-6663857710548436486</id><published>2010-12-27T01:06:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:06:57.878-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cartenz Pyramid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Awal Misi dan Ajang Latihan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqKd2fvEbwLeU0Ex-eXpmm4icceTqN-wnzN62cYlzWVc3ZdJG1YAZAhXRzYvT9IWYZGv4mnW4P7jCCJCocrXoN1XUK1o0dDkt1EUrJLGdKe-KLUokSK8gEOpNJuHJhDAucOnAvmqflq8A/s1600/3790924p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqKd2fvEbwLeU0Ex-eXpmm4icceTqN-wnzN62cYlzWVc3ZdJG1YAZAhXRzYvT9IWYZGv4mnW4P7jCCJCocrXoN1XUK1o0dDkt1EUrJLGdKe-KLUokSK8gEOpNJuHJhDAucOnAvmqflq8A/s200/3790924p.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
CARSTENSZ PYRAMID, KOMPAS.com — Selain menjadi awal misi Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia, pendakian ke puncak Carstensz Pyramid atau Ndugu-Ndugu di Jayawijaya, Papua, sekaligus merupakan ajang latihan bagi tim sebelum menempuh perjalanan ke enam puncak tertinggi lainnya. Medan yang bervariasi dan memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi membuat Carstensz menjadi lokasi latihan yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Sabtu (24/4/2010), sebagian anggota tim Alfa berlatih dengan kembali mendaki puncak Ndugu-Ndugu di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian kali ini melibatkan 10 orang, termasuk tim Bravo.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tim Alfa yang ke Ndugu-Ndugu untuk kedua kalinya antara lain Ardeshir Yaftebbi, Iwan Irawan, dan Nurhuda. Adapun tiga anggota tim lainnya, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, dan Gina Afriani, berlatih di puncak Carstensz timur yang berketinggian sekitar 4.400 mdpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koordinator Staf Ahli Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Muhamad Gunawan, kemarin, mengatakan, latihan ke dua puncak itu ditujukan untuk membiasakan tim dengan kondisi medan ekstrem, seperti tebing dan es. ”Dengan begitu, mereka tidak akan terlalu kaget ketika akan mendaki puncak tertinggi lainnya,” kata Gunawan, yang biasa disapa Ogun, di Lembah Danau-Danau, Jayawijaya. Lembah Danau-Danau adalah kamp terakhir tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pencapaian Tim Wanadri yang kedua kali ke puncak Ndugu-Ndugu, tim berangkat pukul 04.00 WIT dan tiba di puncak pukul 11.30 WIT. Perjalanan sempat terhambat cuaca buruk, yaitu kabut disertai hujan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian anggota tim yang mendaki puncak ini menggigil kedinginan sehingga perjalanan agak melambat. Tim baru mencapai Lembah Danau-Danau sekitar pukul 18.30 dengan kondisi fisik yang terkuras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian ke Ndugu-Ndugu sebagian besar melalui medan tebing bebatuan dengan kemiringan 75-90 derajat. Pada ketinggian 80-100 meter menuju puncak, tim melewati jurang selebar 15 meter yang dinamakan Kandang Babi dengan menggunakan lintasan tali (tyrollean).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Rabu lalu, tim inti ekspedisi juga berlatih menghadapi suhu dingin dan rendahnya oksigen dengan menginap di atas medan es yang berada di kawasan es Nggapulu dengan ketinggian sekitar 4.700 mdpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan tidur dengan tenda di atas es ini dimaksudkan agar tim terbiasa dengan medan dan suhu yang ekstrem. Kondisi ini diperkirakan akan dihadapi di puncak gunung tertinggi lainnya, seperti McKinley (Alaska, Amerika Serikat), Aconcagua (Argentina), Vinson Massif (Antartika), dan Everest (Nepal/China). (ILO)&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/6663857710548436486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/awal-misi-dan-ajang-latihan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6663857710548436486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/6663857710548436486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/awal-misi-dan-ajang-latihan.html' title='Awal Misi dan Ajang Latihan'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqKd2fvEbwLeU0Ex-eXpmm4icceTqN-wnzN62cYlzWVc3ZdJG1YAZAhXRzYvT9IWYZGv4mnW4P7jCCJCocrXoN1XUK1o0dDkt1EUrJLGdKe-KLUokSK8gEOpNJuHJhDAucOnAvmqflq8A/s72-c/3790924p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-4024670689846987904</id><published>2010-12-27T01:03:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:03:45.216-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cartenz Pyramid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Peringatan Hari Bumi di Es Jayawijaya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWv6w6pUIo8GUx8pkbPcHRSS_vKaZnqqQXvsxzOPnHWCSFARR_IiTYGDhUMj-z14fOkw9vQhiAOseffWAzqSjz5SrOnRmNAbExiVI6CB4zwC04kVRZMLRmdOl0pIqezIwZOrEeN95gAPQ/s1600/0858257620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWv6w6pUIo8GUx8pkbPcHRSS_vKaZnqqQXvsxzOPnHWCSFARR_IiTYGDhUMj-z14fOkw9vQhiAOseffWAzqSjz5SrOnRmNAbExiVI6CB4zwC04kVRZMLRmdOl0pIqezIwZOrEeN95gAPQ/s200/0858257620X310.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
LEMBAH DANAU-DANAU, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Wanadri akhirnya mencapai Puncak Nggapulu di Pegunungan Jayawijaya, Kamis (22/4/2010) sekitar pukul 10.30. Di puncak berlapis es berketinggian 4.700 meter di atas permukaan laut itu mereka merayakan Hari Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perayaan tersebut istimewa karena Puncak Nggapulu adalah satu-satunya kawasan di Indonesia yang dilapisi es. Dengan membawa bendera Merah Putih, tim ekspedisi mengabadikan momentum istimewa yang telah dicapai dan membawa pesan dampak pemanasan global. Upacara peringatan Hari Bumi dilaksanakan di sekitar batas es (lidah es) kawasan Puncak Nggapulu. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lokasi itu dipilih untuk menunjukkan menyusutnya batas es di kawasan itu setiap tahun akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dengan memperlihatkan dampak langsung pemanasan global, kami harapkan masyarakat Indonesia, termasuk para pemimpin, mau berbuat sesuatu untuk Bumi ini,&quot; kata Ketua Harian Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Yoppie Rikson kepada wartawan Kompas, Harry Susilo, yang ikut dalam tim ekspedisi itu di Tim Bravo di Lembah Danau-Danau, Jayawijaya, Papua, sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, bentangan es di Puncak Nggapulu hanya sekitar 1,5 kilometer dari puncak. Padahal, menurut pengakuan para pendaki dari Wanadri yang mengunjungi kawasan itu tahun 2004, bentangan es saat itu masih berjarak 2 kilometer dari puncak.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/4024670689846987904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/peringatan-hari-bumi-di-es-jayawijaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4024670689846987904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/4024670689846987904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/peringatan-hari-bumi-di-es-jayawijaya.html' title='Peringatan Hari Bumi di Es Jayawijaya'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWv6w6pUIo8GUx8pkbPcHRSS_vKaZnqqQXvsxzOPnHWCSFARR_IiTYGDhUMj-z14fOkw9vQhiAOseffWAzqSjz5SrOnRmNAbExiVI6CB4zwC04kVRZMLRmdOl0pIqezIwZOrEeN95gAPQ/s72-c/0858257620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6730672782243697843.post-2405813885984083210</id><published>2010-12-27T00:51:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T00:51:43.194-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cartenz Pyramid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Expedition"/><title type='text'>Puncak Nggapulu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDv3KMH-ic7VCAexpj_uCGK41Hs5OdUKg0MeKQJtOvEYArbriwjRA2D9CQjqnkZWqhyMxVZgN2lytA8Ub4AzQxUwsq0MF94jtEFWbf5enl3Mb6vX36bKTGrWUKnjbWrOKAHGsiDWMzLWY/s1600/2244467620X310.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDv3KMH-ic7VCAexpj_uCGK41Hs5OdUKg0MeKQJtOvEYArbriwjRA2D9CQjqnkZWqhyMxVZgN2lytA8Ub4AzQxUwsq0MF94jtEFWbf5enl3Mb6vX36bKTGrWUKnjbWrOKAHGsiDWMzLWY/s200/2244467620X310.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
NGGAPULU, KOMPAS.com — Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Wanadri, Senin (19/4/2010), akhirnya tiba di Puncak Nggapulu atau Puncak Soekarno di ketinggian 4.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan Kompas, Harry Susilo, yang tergabung dalam tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia itu melaporkan, Puncak Nggapulu masih berselimutkan es,&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;meskipun luas hamparannya sudah berkurang dibandingkan pada tahun 2004.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian ke daerah Puncak Nggapulu di kawasan Pegunungan Jayawijaya ini merupakan ajang pengenalan medan dan aklimatisasi bagi tim sebelum menuju Puncak Carstensz Pyramide atau Ndugu-Ndugu yang berada di ketinggian 4.884 mdpl pada Sabtu mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, tim Alpha sudah lebih dulu mencapainya pada Minggu (18/4/2010)&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/feeds/2405813885984083210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/puncak-nggapulu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2405813885984083210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6730672782243697843/posts/default/2405813885984083210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://7summitexpedition.blogspot.com/2010/12/puncak-nggapulu.html' title='Puncak Nggapulu'/><author><name>Dharma Eka Adji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13975330613008699513</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3IyxOyzU2vDUwz7Q6OVVWyerrbQjsij7n2K9zQktrsPzbvYkf3vPu0PxpSQ5bqg0TGElxeR12GGKlo9xFVY6OdYN174p9oSGb5IuremAS1U-3t1ouqcinNJ8Lo-p2bjE/s220/eka-rover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDv3KMH-ic7VCAexpj_uCGK41Hs5OdUKg0MeKQJtOvEYArbriwjRA2D9CQjqnkZWqhyMxVZgN2lytA8Ub4AzQxUwsq0MF94jtEFWbf5enl3Mb6vX36bKTGrWUKnjbWrOKAHGsiDWMzLWY/s72-c/2244467620X310.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>