<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Share Ilmu Hadist</title><description>Mengungkap Rahasia Dan Hijab Dengan Ilmu Hadist</description><managingEditor>noreply@blogger.com (anak8garut)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 02:35:56 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://anak8garut.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Mengungkap Rahasia Dan Hijab Dengan Ilmu Hadist</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:category text="Government &amp; Organizations"><itunes:category text="National"/></itunes:category><itunes:category text="Science &amp; Medicine"/><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Philosophy"/></itunes:category><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 7</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-7.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-4596614841245748426</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KETUJUH&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai  manusia ! Wahai budak-budak uang ! Aku menjadikan uang agar engkau  dapat menikmati rejeki-Ku, mengenakan pakaian-Ku dan agar kalian semua  membaca tasbih serta mensucikan diri-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Tetapi  ternyata kalian semua mengambil kitab suci-Ku, lalu engkau taruh di  belakangmu dan engkau mengambil uang lalu engkau tempatkan di atas  kepalamu. Kau agung-agungkan rumahmu dan kau remehkan rumah-Ku. Sungguh  engkau bukanlah manusia-manusia pilihan, bukan orang yang merdeka. Tapi  engkau adalah budak dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Sekumpulan  manusia semacam dirimu laksana sebuah kuburan yang dibangun dengan  tembok. Sepintas, jika dilihat dari luar, nampak cantik-molek, tapi di  dalamnya jelek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Begitu pula dengan  sikapmu, sepintas kalian berbuat bajik, simpatik dan penuh kasih pada  orang lain dengan mulutmu yang manis dan perbuatanmu yang indah memikat.  Namun itu pula engkau sesungguhnya hatimu keras dan kasar serta budi  pekertimu yang nista.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai manusia ! Bersihkan perbuatanmu dari noda, lalu mintalah kepada-Ku !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Sungguh Aku akan memberi kepadamu lebih banyak lagi dari apa yang diminta oleh para peminta.”&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 6</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-6.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-4831492755369498233</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KEENAM&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai  manusia ! Aku tidak menciptakanmu karena Aku menginginkan agar yang  sedikit menjadi banyak karenamu, tidak karena Aku ingin menjadikan  luluhnya binatang buas karenamu, tidak karena Aku ingin meminta  pertolongan dalam urusan yang Aku tak mampu, tidak karena ingin menarik  keuntungan bagi-Ku atau pula untuk menolak yang membahayakan bagi  diri-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku menciptakanmu, agar tiada henti menyembah-Ku, bersyukur sebanyak mungkin dan mensucikan-Ku pagi dan sore. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Andai manusia yang pertama dan yang paling akhir di antara  kalian, seluruh jin dan manusia, baik tua maupun muda, baik yang merdeka  maupun hamba berkumpul semua tunduk dan patuh kepada-Ku, setitik tepung  pun tidak akan menambah kebesaran singgasana kekuasaan-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa  berjihad di jalan Allah, sesungguhnya ia berjuang untuk kebaikan  dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak butuh sama sekali terhadap  alam semesta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia ! Sebagaimana engkau berbuat, engkau akan diperlakukan.”&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 5</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-5.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-8118327071417399842</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KELIMA&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai  manusia ! Jangan engkau menjadi orang yang terlambat dalam bertobat,  membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan hidup di akhirat tanpa  amal. Berkata seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik. Jika  diberi karunia tidak pernah mau menerima apa adanya. Jika tidak diberi,  tidak mau bersabar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Mengajak berbuat baik  pada orang lain tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang lain agar  tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya. Mencintai orang  yang suka berbuat baik, namun ia sendiri tidak termasuk di dalamnya.  Membenci orang yang bersikap hipokrit, padahal ia termasuk di dalamnya.  Mengatakan sesuatu yang tidak ia perbuat dan melakukan apa yang ia  cegah. Menuntut orang lain memenuhi janji, namun ia sendiri  mengkhianati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai manusia ! Dalam setiap pergantian hari, sesungguhnya bumi selalu berkata kepadamu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Engkau berjalan di atas punggungku. Kemudian jenazahmu  ditaruh di dalam perutku. Engkau makan sesuka hatimu di atas punggungku  dan setelah itu ulat-ulat memakan bangkaimu di dalam perutku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Sungguh aku ini adalah sarang binatang buas, rumah saling  menuntut, rumah tempat tinggal bersama, rumah kegelapan, sarang ular dan  kalajengking. Maka hendaknya engkau membangun diriku, bukan justru  memporakporandakan diriku.”&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 4</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-4.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-2758417934552114562</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KEEMPAT&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai  manusia ! Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia hanya  akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia dan semakin menderita  di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka  selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapaan yang berlarut-larut  dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak  pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu,  sementara engkau tak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit  engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak,  engkau tidak juga pernah merasa kenyang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap  malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan  jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejeki-Ku, namun engkau tak  segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau  memohon kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kepada  manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa  aman-aman saja. Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku  engkau tak peduli.”</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 3</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-3.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-5016713344321360340</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KETIGA&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai  manusia ! Terimalah anugerah yang Kuberikan dengan lapang dada, maka  engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Tinggalkanlah rasa dengki, maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Hindari perbuatan haram, maka engkau aman dari kerancuan dalam beragama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain, maka kecintaan-Ku akan Kuanugerahkan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa mengisolasikan diri dari kerumunan orang, maka ia akan terhindar dari pengaruh jeleknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya, itu menandakan kematangan akalnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit, maka ia penuh percaya pada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  manusia ! Jika engkau tidak melaksanakan ilmu yang telah engkau  ketahui, maka bagaimana mungkin engkau akan dapat mencari ilmu yang  belum engkau ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai manusia ! Bekerjalah di dunia seakan engkau tidak akan mati esok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Kumpulkanlah harta seolah engkau akan hidup kekal di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Wahai  dunia ! Jangan kau beri orang yang memburu dirimu. Carilah orang yang  menghindar darimu. Jadilah kamu laksana manisan bagi mata orang yang  memandangmu.”&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 2</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-2.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-23116721387036701</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN KEDUA&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiada sekutu bagi-Ku. Dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa  tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak  bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterimakasih  atas segala nikmat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya  atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah Tuhan selain Aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya (pada orang), ia sungguh berkeluh-kesah pada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa menghadap pada orang kaya dengan menundukkan diri karena kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil sebuah tombak untuk memerangi Aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa memecah kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu Ka’bah-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa  tidak peduli terhadap cara mendapatkan makanan, berarti ia tidak  mempedulikan dari pintu mana Allah akan memasukkannya ke dalam neraka  Jahannam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang terus-menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan menganugerahkan ilmu yang belum ia ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang angan-angannya membumbung tinggi, maka amal perbuatannya akan keruh.”&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 1</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/hadits-qudsi-imam-ghazali-1.html</link><category>Danger</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-5257515797030241543</guid><description>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;PERINGATAN PERTAMA&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Wahai manusia ! Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka-ria. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku  heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal  perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta  benda.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku  heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara  ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya  sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala perilakunya, tapi ia berbuat durjana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Aku  heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal  dalam kubur seorang diri, lalu dimintai pertanggungjawaban seluruh amal  perbuatannya, tapi berharap belas-kasih dari orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sungguh tiada Tuhan kecuali Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku”.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Nabi Adam Saat Memohon Ampun</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/doa-nabi-adam-saat-memohon-ampun.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 12:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-6424863541163825595</guid><description>&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Posted by Syamsuri Rifai &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allah swt berfirman:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;(Qur'an surah al Baqarah ayat 37)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jalaluddin  As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur ketika menafsirkan ayat  ini, mengatakan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kalimat-kalimat yang diterima oleh Adam dari Tuhannya lalu Dia  menerima taubatnya”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah  saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Adam memohon kepada Allah dengan hak Muhammad, Ali,  Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein (sa), kemudian Allah menerima  taubatnya.” (Kanzul Ummal 1: 234).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Imam  Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang  firman Allah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya  “(Al-Baqara: 36).&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah  menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di  Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India  selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus  Jibril kepadanya dan berfirman:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu  dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu?  Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah  menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar.  Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab:  Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang  Maha Pengasih. Kemudian Allah swt berfirman: “Hendaknya kamu bertaubat  dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu  dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
اللّهم  إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً  وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، اللّهم إني أسألك بحق محمّد  وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ya  Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad.  Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan  kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya  Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon  pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan  kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya  Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.&lt;br /&gt;
Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;(Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab: &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kisah Nabi Khidir Dalam Kitab Allamah Ibnu Hajar al Asqalani</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/11/kisah-nabi-khidir-dalam-kitab-allamah.html</link><category>Kisah</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Tue, 16 Nov 2010 11:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-4586301497722020185</guid><description>&lt;div align="justify" style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam kitab  Tafsir: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bercerita kepadaku ayahku, yang didengarnya dari Abdul Aziz  Al-Ausiy, dari Ali bin Abu Ali, dari Ja'far bin Muhammad bin Ali bin  Husain, dari ayahnya, katanya Ali bin Abi Talib berkata: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ketika wafat  Rasulullah SAW, datanglah ucapan takziah. Datang kepada mereka (keluarga  Nabi SAW) orang yang memberi takziah. Mereka mendengar orang memberi  takziah tetapi tidak melihat orangnya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bunyi suara itu begini :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;.Assalamu  Alaikum Ahlal Bait Warahmatullahi Wabarakatuh. Setiap yang bernyawa  akan merasakan mati. Hanyasanya disempurnakan pahala kamu pada hari  kiamat. Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi takziah bagi setiap  musibah, bagi Allah ada pengganti setiap ada yang binasa, begitu juga  menemukan bagi setiap yang hilang. Kepada Allah-lah kamu berpegang dan  kepada-Nya mengharap. Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah yang  diberi ganjaran pahala..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berkata Imam  Ja'far as Shadiq :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;.Bercerita kepadaku ayahku bahawa Ali bin Abi Talib  ada berkata : .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tahukah kamu siapa ini? Ini adalah suara Nabi Khidir..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berkata Muhammad bin Ja'far : .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Adalah ayahku, yaitu Ja'far bin Muhammad,  menyebutkan tentang riwayat dari ayahnya, dari datuknya, dari Imam Ali  bin Abi Talib bahawa datang ke rumahnya satu rombongan kaum Quraisy  kemudian dia berkata kepada mereka: .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maukah kamu aku ceritakan kepada  kamu tentang Abul Qasim (Muhammad SAW)?.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kaum Quraisy itu menjawab:  .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tentu saja mau..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Imam Ali bin Abi Talib berkata: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Jibril Alaihis salam pernah berkata kepada Rasulullah SAW :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;.Selamat  sejahtera ke atas kamu wahai Ahmad. Inilah akhir watanku (negeriku) di  bumi. Sesungguhnya hanya engkaulah hajatku di dunia.. Maka tatkala  Rasulullah SAW wafat, datanglah orang yang memberi takziah, mereka  mendengarnya tetapi tidak melihat orangnya. Orang yang memberi takziah  itu berkata: .Selamat sejahtera ke atas kamu wahai ahli bait.  Sesungguhnya pada agama Allah ada pemberi takziah setiap terjadi  musibah, dan bagi Allah ada yang menggantikan setiap ada yang binasa.  Maka kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya mengharap.  Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah yang diberi ganjaran  pahala.. Mendengar yang demikian Imam Ali bin Abi Talib berkata:  .Tahukah kamu siapa yang datang itu? Itu adalah Khidir..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berkata  Saif bin Amr At-Tamimi dalam kitabnya Ar-Riddah, yang diterimanya dari  Said bin Abdullah, dari Ibnu Umar mengatakan: .Ketika wafat Rasulullah  SAW, datanglah Abu Bakar ke rumah Rasulullah. Ketika beliau melihat  jenazah Rasulullah SAW, beliau berkata: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi  Rajiun.. Kemudian beliau bersama sahabat-sahabat yang lain  menyembahyangkan jenazah Rasulullah SAW. Pada waktu mereka  menyembahyangkan jenazah Rasulullah SAW, mereka mendengar suara ajaib.  Selesai solat dan mereka pun semuanya sudah diam, mereka mendengar suara  orang di pintu mengatakan: .Selamat sejahtera ke atas kamu wahai Ahli  Bait. Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Hanya saja  disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
Sesungguhnya  pada agama Allah ada pengganti setiap ada yang binasa dan ada kelepasan  dari segala yang menakutkan. Kepada Allah-lah kamu mengharap dan  dengan-Nya berpegang. Orang yang diberi musibah akan diberi ganjaran.  Dengarlah itu dan hentikan kamu menangis itu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mereka melihat ke arah suara itu tetapi tidak melihat orangnya. Kerana sedihnya mereka&lt;br /&gt;
menangis  lagi. Tiba-tiba terdengar lagi suara yang lain mengatakan: &lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Wahai Ahli  Bait, ingatlah kepada Allah dan pujilah Dia dalam segala hal, maka  jadilah kamu golongan orang mukhlisin. Sesungguhnya dalam agama Allah  ada pemberi takziah setiap terjadi musibah, dan ada pengganti setiap ada  yang binasa. Maka kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya taat.  Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah orang yang diberi pahala..&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Mendengar yang demikian itu berkata Abu Bakar: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ini adalah Khidir dan Ilyas. Mereka datang atas kematian Rasulullah SAW..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berkata  Ibnu Abu Dunia, yang didengarnya dari Kamil bin Talhah,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;dari Ubad bin  Abdul Samad, dari Anas bin Malik, mengatakan: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Sewaktu Rasulullah SAW  meninggal dunia, berkumpullah sahabat-sahabat beliau di sekeliling  jenazahnya menangisi kematian beliau. Tiba-tiba datang kepada mereka  seorang lelaki yang bertubuh tinggi memakai kain panjang. Dia datang  dari pintu dalam keadaan menangis. Lelaki itu menghadap kepada  sahabat-sahabat dan berkata: .Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi  takziah setiap terjadi musibah, ada pengganti setiap ada yang hilang.  Bersabarlah kamu kerana sesungguhnya orang yang diberi musibah itu akan  diberi ganjaran..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kemudian lelaki itu pun menghilang daripada  pandangan para sahabat. Abu Bakar berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;.Datang ke sini lelaki yang  memberi takziah.. Mereka memandang ke kiri dan kanan tetapi lelaki itu  tidak nampak lagi. Abu Bakar berkata: .Barangkali yang datang itu adalah  Khidir, saudara nabi kita. Beliau datang memberi takziah atas kematian  Rasulullah SAW..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Berkata Ibnu Syahin dalam  kitabnya Al-Jana.iz: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bercerita kepada kami Ibnu Abu Daud, dari Ahmad  bin Amr, dari Ibnu Wahab, dari Muhammad bin Ajlan, dari Muhammad bin  Mukandar, berkata: .&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Pernah pada suatu hari Umar bin Khattab  menyembahyangkan jenazah, tiba-tiba beliau mendengar suara di  belakangnya: janganlah mendahului dari kami mengerjakan solat jenazah  ini. Tunggulah sudah sempurna dan cukup orang di belakang baru memulakan  takbir.. Kemudian lelaki itu berkata lagi: .Kalau engkau siksa dia ya  Allah, maka sesungguhnya dia telah durhaka kepada-Mu. Tetapi kalau  Engkau mahu mengampuni dia, maka dia betul-betul mengharap keampunan  dari-Mu..Umar bersama sahabat-sahabat yang lain sempat juga melihat  lelaki itu. Tatkala mayat itu sudah dikuburkan, lelaki itu masih  meratakan tanah itu sambil berkata: .Beruntunglah engkau wahai orang  yang dikuburkan di sini..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Malam dan Hari Jumat</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-malam-dan-hari-jumat.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-4201650366167464946</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Keutamaan Malam dan Hari Jumat &lt;/h2&gt;&lt;h3 align="center"&gt;Keutamaan dan Amalan&lt;/h3&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;Malam  Jum’at adalah malam yang paling utama,&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;harinya adalah hari yang paling  utama dari semua hari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya malam Jum’at  dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada  enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq  (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari  Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum’at, Allah melindunginya dari  siksa kubur yang menakutkan.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Malam Jum’at dan hari Jum’at  mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi  ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan  semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan,  menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan  malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan  shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia  untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya  Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;    &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dalam hadis yang  mu’tabar, Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang mukmin  yang memohon hajatnya kepada Allah, Ia menunda hajat yang dimohonnya  hingga hari Jum’at agar ia memperoleh&amp;nbsp; keutamaan yang  khusus (dilipatgandakan karena keutamaan hari Jum’at).”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq  (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Ketika saudara Yusus meminta kepada Ya’qub agar ia  memohonkan ampunan untuk mereka, ia berkata, Tuhanku akan mengampunimu.  Kemudian ia mengakhirkan istighfarnya hingga dini hari Jum’at agar  permohonannya diijabah.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Jika malam  Jum’at tiba semua binatang laut dan binatang darat mengangkat kepalanya  seraya memanggil dengan bahasanya masing-masing: Wahai Tuhan kami,  jangan siksa kami karena dosa-dosa anak cucu Adam.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Muhammad Al-Baqir  (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap  malam Jum’at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir  malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk  keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku  mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku  dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya,  tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon  kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah  dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang  sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar  kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang  sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar  dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku  menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba  yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil  kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil  kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ali bin Abi Thalib  (sa) berkata: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu menjadikan  harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya&amp;nbsp; menjadi  malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah&amp;nbsp; orang yang  momohon hajatnya&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; Allah Azza wa Jalla  pada&amp;nbsp; hari Jum’at Allah mengijabahnya; suatu bangsa yang  sudah layak menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at  Allah pasti menyelamatkan mereka darinya. Tidak ada sesuatu pun yang  Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at.  Karena itu, malam Jum’at adalah malam yang paling utama, dan harinya  adalah hari yang paling utama.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“ Jauhilah  maksiat pada malam Jum’at, karena pada malam itu keburukan  dilipatgandakan dan kebaikan dilipatgandakan. Baransiapa yang  meninggalkan maksiat kepada Allah pada malam Jum’at Allah mengampuni  semua dosa yang lalu, dan barangsiapa yang menampakkan kemaksiatan  kepada Allah pada malam Jum’at Allah menyiksanya dengan semua amal yang  ia lakukan sepanjang umurnya dan melipatgandakan siksa padanya akibat  maksiat itu.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam  Ali Ar-Ridha (sa) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya  hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla  melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat,  mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang  besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang  dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon  perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang  diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia  dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid  dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman.Tidak ada seorang  pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh Allah dan menyia-nyiakan  hak-Nya, kecuali Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam  kecuali ia bertaubat.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Tidak ada terbit  matahari yang lebih utama dari hari Jum’at, dan sesungguhnya  pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini,  ia mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq  (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka janganlah kalian  disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari  pengampunan bagi hanba-hamba Allah; pada hari Jum’at dan malam Jum’at  Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada  mengambilnya dalam waktu yang singkat.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Amalan dan doa malam Jum’at&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amalan dan doa  pada malam Jum’at banyak sekali, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
memperbanyak membaca tasbih,  tahmid, takbir, tahlil dan shalawat kepada Nabi saw dan keluarganya.  Karena dalam hadis dikatakan bahwa malam Jum’at adalah malam yang mulia  dan harinya adalah hari cahaya. Dalam suatu hadis dikatakan: paling  sedikitnya membaca shalawat 100 kali, lebih banyak lebih utama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membaca istighfar  berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;اَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذي  لاَ اِلَهَ إلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ  عَبْدٍ خَاضِعٍ مِسْكِيْنٍ مُسْتَكِيْنٍ لاَ يَسْتَطِيْعُ لِنَفْسِهِ  صَرْفاً وَلاَ عَدْلاً وَلاَ نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً وَلاَ حَيَاةً وَلاَ  مَوْتاً وَلاَ نُشُوراً وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعِتْرَتِهِ  الطَّيِّبينَ الطَّاهِرِينَ اْلاَخْيَارِ اْلاَبْرَارِ وَسَلَّمَ  تَسْلِيْماً .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku mohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia  Yang Hidup dan Mengawasi, aku bertaubat kepada-Nya taubat seorang hamba  yang rendah, hina dan miskin; yang dirinya tak mampu berupaya dan  berbuat keadilan, tak mampu memberi manfaat dan mudharrat, tak mampu  hidup, mati dan hidup kembali. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan  salam kepada Muhammad dan keluarganya yang suci dan baik, yang pilihan  dan benar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memperbanyak mendoakan saudara-saudaranya yang beriman sebagaimana yang  dilakukan oleh Fatimah Az-Zahra’ (sa). Jika mendoakan sepuluh orang  yang telah meninggal, maka wajib baginya surga, sebagaimana yang  disebutkan di dalam hadis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keempat:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membaca doa-doa malam Jum’at, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;اَللَّهُمَّ اِنّى اَعُوذُ  بِكَ فَاَعِذْنِى، وَاَسْتَجِيْرُ بِكَ فَاَجِرْنِى، وَاَسْتَرْزِقُكَ  فَارْزُقْنِى، وَاَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ فَاكْفِنِى، وَاَستَنْصِرُكَ عَلَى  عَدُوِّى فَانْصُرْنِى، وَاَسْتَعِيْنُ بِكَ فَاَعِنِّى، وَاَسْتَغْفِرُكَ  يَا اِلَهِى فَاغْفِرْ لِى آمِيْنَ آمِيْنَ آمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, aku berlindung  kepada-Mu, maka lindungi aku. Aku memohon keselamatan kepada-Mu, maka  selamatkan daku. Aku memohon rizki kepada-Mu, maka berilah aku rizki.  aku bertawakkal kepada-Mu, maka cukupi daku. Aku memohon pertolongan  kepada-Mu terhadap musuhku, maka bantulah daku. Aku memohon bantuan  kepada-Mu, maka bantulah aku. Ya Ilahi, aku memohon ampunan kepada-Mu,  maka ampuni daku, amin amin amin.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;اَللَّهُمَّ&amp;nbsp; اِنْ  وَضَعْتَنِي فَمَنْ ذَا الَّذِي يَرْفَعُنِي وَاِنْ رَفَعْتَنِي فَمَنْ  ذَا الَّذِي يَضَعُنِي وَاِنْ اَهْلَكْتَنِي فَمَنْ ذَا الَّذِي يَعْرِضُ  لَكَ فِي عَبْدِكَ اَوْ يَسْأَلُكَ عَنْ اَمْرِهِ وَقَدْ عَلِمْتُ اَنَّهُ  لَيْسَ فِى حُكْمِكَ ظُلْمٌ وَلاَ فِى نَقَمَتِكَ عَجَلَةٌ وَاِنَّمَا  يَعْجَلُ مَنْ يَخَافُ الْفَوْتَ وَاِنَّمَا يَحْتَاجُ اِلَى الظُّلْمِ  الضَّعِيفُ وَقَدْ تَعَالَيْتَ يَا اِلَهِى عَنْ ذَلِكَ عُلُوّاً  كَبِيْراً. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, jika Engkau  hinakan daku, siapa lagi yang akan memuliakan aku. Jika Engkau muliakan  aku, siapa lagi yang mampu menghinakan aku. Jika Engkau binasakan aku,  siapa lagi yang akan beribadah kepada-Mu atau yang akan memohon pada-Mu  tentang persoalannya. Sungguh, aku tahu tidak ada kezaliman dalam  hukum-Mu, tidak ada yang tergesa-gesa dalam siksaan-Mu. Karena  tergesa-gersa itu hanya terjadi pada orang takut ketinggalan, dan butuh  pada kezaliman yang lemah. Sementara Engkau ya Ilahi benar-benar Maha  Mulia dari semua itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Di antara amalan dan doa pada Hari Jum’at&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mandi  sunnah. Waktunya dari terbit fajar sampai matahari tergelincir.&lt;br /&gt;
Yang  paling utama menjelang matahari tergelincir.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah saw bersabda  kepada Imam Ali bin Abi Thalib (sa): &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Wahai Ali, mandi sunnahlah kamu  setiap hari Jum’at walaupun kamu harus membeli air, karena tidak ada  amalan sunnah yang lebih mulia darinya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Barangsiapa yang mandi sunnah pada hari Jum’at, kemudian membaca doa  berikut, ia disucikan dari dosa-dosanya dari hari Jum’at ke hari Jum’at  berikutnya,&amp;nbsp; amal-amalnya diterima dan disucikan secara  spritual:&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; line-height: 200%; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;اَشْهَدُ  اَنْ لاَ اِلَهَ إلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ  مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ  مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ  المُتَطَهِّرِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang  Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan  rasul-Nya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga  Muhammad, jadikan aku tergolong kepada orang-orang yang bertaubat, dan  jadikan aku termasuk kepada orang-orang yang mensucikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ziarah ke kuburan orang-orang mukmin khususnya kedua orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:  “Ziarahlah kalian ke kuburan pada hari Jum’at, karena mereka mengetahui  orang yang datang kepada mereka dan mereka bahagia.”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amalan  dan doa-doa ini diajarkan dan dicontohnya oleh Rasulullah saw dan  keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;( Disarikan dari kitab  Fafâtihul Jinân, bab 1, pasal 4, halaman 28-38 )&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Doa Rasulullah saw di Peristiwa Al-Ghadir</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/doa-rasulullah-saw-di-peristiwa-al.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-1008690282151843803</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Doa Rasulullah saw di Peristiwa Al-Ghadir  &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa Al-Ghadir terjadi pada 18  Dzul-Hijjah 10 H&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doa Rasulullah  saw dalam peristiwa ini sungguh&lt;br /&gt;
membahagiakan&lt;span style="color: red;"&gt; sekaligus mengerikan bagi  kita semua kaum muslimin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Ghadir adalah peristiwa yang paling  besar dalam sejarah kehidupan Nabi saw. Dalam peristiwa ini Rasulullah  saw khutbahnya yang terakhir di Ghadir Khum, dalam haji wada’. Ghadir  &amp;nbsp;Khum adalah suatu tempat antara Mekkah dan Madinah, dekat Juhfah  sekitar 200 km dari Mekkah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa Al-Ghadir terjadi pada tanggal 18 Dzul-Hijjah 10 H,&amp;nbsp;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eid_al-Ghadeer"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa ini terjadi kira-kira 70 hari  sebelum Rasulullah saw wafat. Rasulullah saw wafat tanggal 28 Shafar 11 H  (Dalam buku 560 hadis dari 14 Manusia suci, oleh Fatih Guven).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, peristiwa besar ini asing di kalangan umumnya kaum  muslimin. Mengapa?&lt;br /&gt;
Padahal peristiwa ini paling besar dalam sejarah  hidup Nabi saw, dihadiri oleh 90 ribu sahabat Nabi saw. Ada juga ahli  sejarah yang mengatakan dihadiri: 114.000 sahabat; ada juga yang  mengatakan: 120.000 sahabat; dan ada yang mengatakan dihadiri oleh:  124.000 sahabat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, tidak ada satu pun khutbah dan hadis  Nabi saw dalam waktu yang sama didengar langsung oleh sejumlah besar  sahabat Nabi saw seperti dalam peristiwa Al-Ghadir. Karenanya para ahli  hadis mengatakan: Tidak ada satu pun hadis Nabi saw yang  kemutawatirannya melebihi kemutawatiran hadis Al-Ghadir. Adapun mengapa  peristiwa dan hadis Al-Ghadir asing di kalangan umumnya kaum muslimin,  itu persoalan lain. Kita mesti bertanya secara kritis dan objektif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;HADIS DAN DOA RASULULLAH SAW&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadis dan doa ini disampaikan oleh  Rasulullah saw dalam khutbahnya yang terakhir di Ghadir Khum. Hadis ini  dikenal sebagai hadis Al-Ghadir. Berikut ini hadis dan doa Rasulullah  saw:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;من كنت مولاه فعـلي مولاه، اللهمّ وال من والاه  وعاد من عاداه&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang  menjadikan aku sebagai pemimpinnya, maka Ali (bin Abi Thalib) adalah  pemimpinnya. Ya Allah, cintai orang yang mencintainya, dan musuhi orang  yang memusuhinya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadis ini terdapat di dalam:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Shahih Muslim 4:1873, Dar Fikr, Bairut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Shahih Tirmidzi 5: 297, hadis ke 3797.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sunan Ibnu Majah 1: 45, hadis ke 121.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Musnad Ahmad 5: 501, hadis ke18838, hlm  498, hadis ke:18815, cet Bairut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh betapa mengerikan hidup kita jika  kita dimusuhi oleh Allah dan Rasul-Nya, dan betapa bahagianya hidup kita  jika dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Redaksi hadis  Al-Ghadir bermacam-macam.&lt;br /&gt;
Yang ingin mengetahui lebih detail tentang  hadis Al-Ghadir dan kaitannya dengan tafsir surat Al-Maidah: 67, berikut  pendapat para ulama, klik di sini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://tafsirtematis.wordpress.com/"&gt;http://tafsirtematis.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Apabila Durhaka Kepada Orang Tua</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-apabila-durhaka-kepada-orang.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-2840088057929686762</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Akibat Durhaka kepada Orang Tua  &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Seb&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;agaimana berbakti kepada orang tua, durhaka kepada  mereka juga berakibat langsung dalam kehidupan di dunia, selain juga  berakibat saat sakratul maut, di alam Barzakh dan akhirat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;Bahkan  Rasulullah saw sendiri tak sanggup memberi syafaat dan pertolongan  kepada anak yang durhaka sebelum orang tuanya memaafkan. Ini banyak  disebutkan dalam riwayat-riwayat hadis yang shahih dan mutawatir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tolok Ukur  durhaka kepada orang tua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah swt berfirman:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Jika salah seorang  di antara mereka telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka  sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan  janganlah kamu membentak mereka, ucapkan kepada mereka perkataan yang  mulia.” (Al-Isra’: 23).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah  saw: Apa ukuran durhaka kepada orang tua?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  menjawab:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Ketika mereka menyuruh ia tidak mematuhi mereka, ketika  mereka meminta ia tidak memberi mereka, jika memandang mereka ia tidak  hormat kepada mereka sebagaimana hak yang telah diwajibkan bagi mereka.”  (Mustadrak Al-Wasâil 15: 195)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw pernah bersabda kepada  Ali bin Abi Thalib (sa):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Wahai Ali, barangsiapa yang membuat sedih  kedua orang tuanya, maka ia telah durhaka kepada mereka.” (Al-Wasail 21:  389; Al-Faqîh 4: 371)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tingkatan Dosa durhaka kepada orang tua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Dosa besar yang paling besar adalah syirik kepada Allah dan  durhaka kepada kedua orang tua...” (Al-Mustadrak 17: 416)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Ada tiga macam dosa yang akibatnya disegerakan, tidak ditunda  pada hari kiamat: durhaka kepada orang tua, menzalimi manusia, dan  ingkar terhadap kebajikan.” (Al-Mustadrak 12: 360)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“...Di atas setiap durhaka ada durhaka yang lain kecuali  durhaka kepada orang tua. Jika seorang anak membunuh di antara kedua  orang tuanya, maka tidak ada lagi kedurhakaan yang lain di atasnya.”  (At-Tahdzib 6: 122)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akibat-akibat durhaka kepada orang tua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Durhaka kepada orang  tua memiliki dampak dan akibat yang luar bisa dalam kehidupan di dunia,  saat sakratul maut, di alam Barzakh, dan di akhirat. Akibat-akibat  durhaka kepara orang tua antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dimurkai oleh Allah  Azza wa Jalla&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dalam hadis Qudsi Allah swt berfirman:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Sesungguhnya  yang pertama kali dicatat oleh Allah di Lawhil mahfuzh adalah kalimat:  ‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Aku, barangsiapa yang diridhai  oleh kedua orang tuanya, maka Aku meri­dhainya; dan barangsiapa yang  dimurkai oleh keduanya, maka Aku murka kepadanya.” (Jâmi’us Sa’adât,  penghimpun kebahagiaan, 2: 263).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menghalangi doa dan Menggelapi  kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Ja’far &amp;nbsp;Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“…Dosa yang  mempercepat kematian adalah memutuskan silaturrahmi, dosa yang  menghalangi doa dan menggelapi kehidupan adalah durhaka kepada kedua  orang tua.” &amp;nbsp;(Al-Kafi 2: 447)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Celaka di dunia dan akhirat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far  Ash-Shadiq (sa) berkata: &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa  besar karena Allah Azza wa Jalla menjadikan dalam firman-Nya sebagai  anak yang durhaka sebagai orang yang sombong dan celaka: “Berbakti  kepada ibuku serta Dia tidak menjadikanku orang yang sombong dan celaka,  (Surat Maryam: 32)” (Man lâ yahdhurul Faqîh 3: 563)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dilaknat oleh Allah  swt&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah  saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Wahai Ali, Allah melaknat  kedua orang tua yang melahirkan anak yang durhaka kepada mereka. Wahai  Ali, Allah menetapkan akibat pada kedua orang tuanya karena kedurhakaan  anaknya sebagaimana akibat yang pasti menimpa pada anaknya karena  kedurhakaannya…” (Al-Faqîh 4: 371)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dikeluarkan dari keagungan Allah swt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ali Ar-Ridha  (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;“Allah mengharamkan durhaka kepada kedua orang tua karena  durhaka pada mereka telah keluar dari pengagungan terhadap Allah swt dan  penghormatan terhadap kedua orang tua.” (Al-Faqih 3: 565)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Amal kebajikannya  tidak diterima oleh Allah swt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dalam hadis Qudsi Allah swt berfirman:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“Demi Ketinggian-Ku, keagungan-Ku dan kemuliaan kedudukan-Ku, sekiranya  anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya mengamalkan amalan semua  para Nabi, niscaya Aku tidak akan menerimanya.” (Jâmi’us Sa’adât 2:  263).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Shalatnya tidak diterima oleh Allah swt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Ja’far  Ash-Shadiq (sa) berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“Barangsiapa yang memandang kedua orang tuanya  dengan pandangan benci ketika keduanya berbuat zalim kepadanya, maka  shalatnya tidak diterima.” (Al-Kafi 2: 349).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tidak melihat  Rasulullah saw pada hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Semua muslimin  akan melihatku pada hari kiamat kecuali orang yang durhaka kepada kedua  orang tuanya, peminum khamer, dan orang yang disebutkan nama­ku lalu ia  tidak bershalawat kepadaku.” (Jâmi’us Sa’adât 2: 263).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Diancam dimasukkan  ke dalam dua pintu neraka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membuat  kedua orang tuanya murka, maka baginya akan dibukakan dua pintu neraka.”  (Jâmi’us Sa’adât 2: 262).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tidak akan mencium aroma surga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Takutlah kamu berbuat durhaka kepada kedua orang tuamu,  karena bau harum surga yang tercium dalam jarak perjalanan seribu tahun,  tidak akan tercium oleh orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,  memutuskan silaturahmi, dan orang lanjut usia yang berzina…” (Al-Wasâil  21: 501)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penderitaan saat Saktatul maut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penderitaan anak yang  durhaka kepada orang tuanya saat sakratul mautnya pernah menimpa pada  salah seorang sahabat Nabi saw.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;Berikut ini kisahnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kisah nyata di zaman  Nabi saw&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada suatu hari Rasulullah saw mendatangi seorang pemuda  saat menjelang kematiannya. Beliau membimbingnya agar membaca kalimat  tauhid, Lâilâha illallâh, tapi pemuda itu lisannya terkunci.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bertanya kepada seorang ibu yang berada di dekat kepala sang pemuda  sedang menghadapi sakratul maut: Apakah pemuda ini masih punya ibu?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang ibu menjawab:  Ya, saya ibunya, ya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bertanya lagi: Apakah  Anda murka padanya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang ibu menjawab: Ya, saya tidak berbicara dengannya  selama 6 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bersabda: Ridhai dia!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang ibu berkata:  Saya ridha padanya karena ridhamu padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian Rasulullah  saw membimbing kembali kalimat tauhid, yaitu Lâilâha illallâh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kini sang pemuda  dapat mengucapkan kalimat Lâilâha illallâh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bertanya pemuda itu: Apa yang kamu lihat tadi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang pemuda menjawab:  Aku melihat seorang laki-laki yang berwajah hitam, pandangannya  menakutkan, pakaiannya kotor, baunya busuk, ia mendekatiku sehingga  membuatku marah padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lalu Nabi saw membimbinnya untuk mengucapkan doa:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;يَا مَنْ يَقْبَلُ  الْيَسِيْرَ وَيَعْفُو عَنِ الْكَثِيْرِ، اِقْبَلْ مِنِّى الْيَسِيْرَ  وَاعْفُ عَنِّي الْكَثِيْرَ، اِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Wahai Yang Menerima  amal yang sedikit dan Mengampuni dosa yang banyak, terimalah amalku  yang sedikit, dan ampuni dosaku yang banyak, sesungguhnya Engkau Maha  Pengampun dan Maha Penyayang.” 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang pemuda kini dapat mengucapkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nabi saw bertanya  lagi: Sekarang lihatlah, apa yang kamu lihat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang pemuda menjawab:  sekarang aku melihat seorang laki-laki yang berwajah putih, indah  wajahnya, harum dan bagus pakaiannya, ia mendekatiku, dan aku melihat  orang yang berwajah hitam itu telah berpaling dariku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nabi saw bersabda:  Perhatikan lagi. Sang pemuda pun memperhatikannya. Kemudian beliau  bertanya: sekarang apa yang kamu lihat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sang pemuda menjawab:  Aku tidak melihat lagi orang yang berwajah hitam itu, aku melihat orang  yang berwajah putih, dan cahayanya meliputi keadaanku. (Bihârul Anwâr  75: 456).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;__________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1). Doa ini dikenal sebagai doa Yasîr, doa untuk  memperoleh kemudahan saat sakaratul maut.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Surat Al-Fatihah</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-surat-al-fatihah.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-7660065402839743501</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Keutamaan Surat Al-Fatihah &lt;/h2&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Rasulullah SAW bersabda:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;“Ketika Allah Azza wa  Jalla hendak menurunkan surat Al-Fatihah, ayat Kursi, Ali-Imran 18,  26-27, surat dan ayat itu bergelantung di Arasy dan tidak ada hijab  dengan Allah. Surat dan ayat itu berkata: Ya Rabbi, Kau akan turunkan  kami ke alam dosa dan pada orang yang bermaksiat kepada-Mu, sementara  kami bergelantung dengan kesucian-Mu. Allah SWT. berfirman:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada seorang pun hamba yang membaca kalian  setiap sesudah shalat kecuali Aku karuniakan padanya lingkaran kesucian  di tempat ia berada, dan Aku memandangnya dengan mata-Ku yang  tersembunyi setiap hari tujuh puluh kali pandangan. Jika tidak, Aku  tunaikan baginya setiap hari tujuh puluh hajat yang disertai  pengampunan. Jika tidak, Aku melindungi dan menolong-nya dari semua  musuhnya. Dan tidak ada yang mengha-langinya untuk masuk ke surga  kecuali kematian.” (Tafsir Majmaul Bayan 1/426)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT. berfirman:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Aku membagi surat  Al-Fatihah antara Aku dan hamba-Ku, separuh untuk-Ku dan separuh lagi  untuk hamba-Ku. Bagi hamba-Ku ketika ia bermohon dan membaca:&amp;nbsp;  Bismillahir Rahmanir Rahim, Allah Azza wa Jalla menyatakan: “Hamba-Ku  telah memulai dengan nama-Ku, maka berhaklah Aku untuk menyempurnakan  urusannya dan memberikan keberkahan dari sisi-Ku untuk seluruh  keadaannya.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ketika  hamba-Ku membaca:&lt;/b&gt; Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, Allah Jalla  jalaluh menyatakan: “Hamba-Ku telah memuji-Ku, mengakui bahwa semua  nikmat yang dimilikinya berasal dari sisi-Ku, dan semua bala’ Aku yang  menyingkirkan sehingga ia merasakan itu sebagai karunia. Maka, hendaknya  kalian saksikan, Aku akan menjamunya dengan kenikmatan akhirat lebih  dari kenikmatan dunia yang telah Kuberikan, dan menyingkirkan bala’  akhirat sebagaimana Aku telah menyingkirkan bala’ dunia.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ketika hamba-Ku  membaca:&lt;/b&gt; Ar-Ramânir Rahîm, Allah Jalla jalaluh menyatakan:  “Hamba-Ku telah bersaksi bahwa Aku Maha Pengasih dan Maha Penyayang.  Kalian saksikan, Aku akan melimpahkan rahmat-Ku padanya dan mencurahkan  karunia-Ku padanya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ketika hamba-Ku membaca:&lt;/b&gt; Maliki  yawmiddîn, Allah SWT. menyatakan: Kalian saksikan, sebagaimana ia telah  mengakui Aku sebagai Raja pada hari kiamat, Aku akan memberikan  kemudahan baginya yaitu amalnya tidak dihisab, dan Aku akan mengampuni  semua kesalahannya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ketika hamba-Ku membaca:&lt;/b&gt; Iyyâka na’budu  wa iyyâka nasta’in, Allah Azza wa Jalla menyatakan: “Dia hanya memohon  pertolongan kepada-Ku dan hanya bersandar kepada-Ku. Kalian saksikan,  Aku akan menolongnya dalam segala urusannya, Aku akan melindungi-Nya  dalam segala deritanya, dan Aku akan memegang tangannya saat ia  membutuhkan pertolongan.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ketika  hamba-Ku membaca:&lt;/b&gt; Ihdinash shirâthal mustaqîm ... (sampai  akhir surat), Allah Jalla jalaluh menyatakan: Hamba-Ku telah bermohon  pada-Ku, Aku pasti mengijabah permohonan hamba-Ku, memberikan apa yang  diinginkan, dan menyelamatkannya dari apa yang ditakutkan.” (Tafsir Nur  Ats-Tsaqalayn 1/5)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Rahasia Berbakti kepada Orang Tua</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-berbakti-kepada-orang-tua.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-7014503389996954698</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Akibat Berbakti kepada Orang Tua  &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebagaimana kita  maklumi bahwa setiap manusia mengharapkan dan mengidamkan kebahagiaan  di dunia dan akhirat, memperoleh kemudahan dan keluasan pintu rizki, dan  keberkahan di dalamnya. Memperoleh kemudahan dalam sakratul maut,  bahagia di alam kubur dan Barzakh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;Untuk itu, kita harus mengenal  rambu-rambu yang mengantarkan kita padanya. Agar kita bisa mencapai  harapan itu dan diselamatkan dari segala yang ditakutkan, kita harus  benar-benar rambu-rambunya sebagaimana yang dipesankan dalam hadis-hadis  Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah swt menegaskan  dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Rendahkan dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih  sayang, dan ucapkan: “Duhai Tuhanku, sayangilah mereka berdua  sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.” (Al-Isra’: 24).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Berbaktilah kamu pada orang tuamu, niscaya anak-anakmu  akan berbakti padamu. Jagalah kesucian isteri orang lain, niscaya  kesucian isterimu akan terjaga.” (Al-Wasail 20: 356)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Berbakti  kepada orang tua&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;tidak cukup pada saat hidupnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw  pernah ditanyai: “Siapakah yang paling besar haknya terhadap seseorang?”  Beliau menjawab: “Kedua orang tuanya.” Kemudian beliau bersabda:  “Sesungguhnya ada orang yang berbakti kepada orang tuanya ketika mereka  hidup, jika ia tidak memohonkan ampunan untuk mereka setelah wafat, maka  ia dicatat sebagai anak yang durhaka kepada mereka. Dan sungguh ada  orang yang durhaka kepada orang tuanya ketika mereka hidup, tapi sesudah  mereka wafat ia memperbanyak istighfar untuk mereka, sehingga ia  dicatat sebagai anak yang berbakti kepada mereka.” (Mustadrak Al-Wasâil  2: 112)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;“Sungguh ada  seorang hamba yang berbakti kepada orang tuanya ketika mereka hidup,  tetapi setelah mereka wafat ia tidak menunaikan hutangnya, tidak  memohonkan ampunan untuk mereka, maka &amp;nbsp;Allah mencatat ia sebagai anak  yang durhaka. Sungguh ada seorang hamba yang durhaka kepada orang  tuanya, tetapi setelah mereka wafat ia menunaikan hutangnya dan  memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah mencatat ia sebagai anak  yang berbakti kepada mereka.” (Mustadrak Al-Wasâil 2: 112)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tingkat kewajiban  berbakti pada orang tua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;“Berbakti kepada  kedua orang tua adalah kewajiban yang paling besar.” (Mustadrak  Al-Wasâil 15: 178)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Ada tiga hal yang  wajib dilaksanakan: Menunaikan amanat kepada orang yang baik atau yang  zalim, memenuhi janji kepada orang yang baik atau yang zalim, dan  berbakti kepada kedua orang tua yang baik atau yang zalim.” (Mustadrak  Al-Wasâil 15: 179)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Akibat-Akibat berbakti kepada Orang Tua&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Akibat-akibat  berbakti kepada orang tua antara lain yang terpenting adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pertama: Diridhai  oleh Allah Azza wa Jalla&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dalam hadis qudsi Allah swt berfirman: &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Sesungguhnya  yang pertama kali dicatat oleh Allah di Lawhil mahfuzh adalah kalimat:  ‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Aku, barangsiapa yang diridhai  oleh kedua orang tuanya, maka Aku meri­dhainya. &amp;nbsp;Barangsiapa yang  dimurkai oleh keduanya, maka Aku murka kepadanya.” (Jâmi’us Sa’adât,  penghimpun kebahagiaan, 2: 263).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shaqiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Takutlah kamu kepada Allah, dan janganlah durhaka kepada kedua orang  tuamu, karena ridha mereka &amp;nbsp;adalah ridha Allah dan murka mereka adalah  murka Allah.” (Al-Kafi 2: 349)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kedua: Disayangi oleh Allah swt&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah saw  bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa):&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“…Wahai Ali, Allah menyayangi  kedua orang tua yang melahirkan anak karena keberbaktiannya kepada  mereka. Wahai Ali, barangsiapa yang membuat sedih kedua orang tuanya,  maka ia telah durhaka kepada mereka.” (Al-Faqîh 4: 371)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketiga: Bahagia dan  Sakinah dalam rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bersabda: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang percaya  kepadaku tentang berbakti kepada kedua orang tua dan menjalin  silaturrahim, maka aku akan menjaminnya dalam hal penambahan harta,  penambahan umur, dan sakinah dalam rumah tangganya.” (Mustadrak  Al-Wasâil 15: 176)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Keempat: Menambah umur dan Rizki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Imam Ja’far (sa)  berkata:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“Jika kamu ingin ditambah umurmu oleh Allah, maka bahagiakan  kedua orang tuamu. Berbakti kepada mereka dapat menambah rizki.”  (Al-Wasâil 18: 371).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kelima: Kemudahan saat sakaratul maut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah saw  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;“Barangsiapa yang ingin memperoleh kemudahan saat sakaratul  maut, maka hendaknya ia menjalin silarurrahim dengan karabatnya, dan  berbakti kepada kedua orang tuanya.” &amp;nbsp;(Bihârul Anwâr 74: 66)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Keenam: Kemudahan  perhitungan amal pada hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Berbakti kepada orang tua dan menjalin silaturrahim akan dimudahkan  hisab amalnya…” (Mustadrak Al-Wasâil 15: 177)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Surat Al-Qadar</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-surat-al-qadar.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-3185750998442907336</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Surat Al-Qadar dan Keutamaannya  &lt;/h2&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;‏&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 21px;"&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِنَّا  أَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْر. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ  الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر.&amp;nbsp;تَنَزَّلُ  الْمَلَئِكَةُ وَ الرُّوْحُ&amp;nbsp;فِيْهَا&amp;nbsp;بِإِذْنِ&amp;nbsp;رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ  أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِىَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bismillâhir Rahmânir  Rahîm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1) Innâ anzalnâhu fî laylatil qadr. 2) Wamâ adrâka mâ  laylatul qadr. 3) Laylatul qadri khayrun min alfi syahr. 4) Tanazzalul  malâ-ikatu war rûhu fîhâ bi-idzni rab-bihim min kulli amr. 5) Salâmun  hiya hattâ mathla'il fajr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;1) Sesungguhnya  Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam Al-Qadar. 2) Dan tahukah  kamu apakah malam Al-Qadar itu? 3) Malam Al-Qadar itu lebih baik dari  seribu bulan. 4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat  Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5) Malam itu  (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan  surat Al-Qadar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah SAW bersabda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;: “Barangsiapa  yang membaca surat Al-Qadar, pahalanya sama dengan orang yang berpuasa  di bulan Ramadhan dan menghidupkan malam Al-Qadar.” (Tafsir Nur  Ats-Tsaqalayn 5: 613).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;i&gt;“Tidak ada seorang pun hamba yang membaca surat Al-Qadar tujuh kali  sesudah shalat Subuh, kecuali para malaikat ber-shalawat kepadanya 70  shalawat dan mencurahkan rahmat kepadanya 70 rahmat.” (Mafatihul Jinan:  79).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Ja’far  Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar dalam  shalat-shalat fardhunya, malaikat memanggilnya: Wahai hamba Allah, Allah  telah mengampuni dosamu yang lalu, maka mulailah amalmu yang baru.”  (Tafsir Ats-Tsaqalayn 5: 612).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;i&gt;“Barangsiapa yang berziarah ke kubur saudaranya yang seiman, kemudian ia  meletakkan tangannya pada kuburannya sambil membaca surat Al-Qadar (7  kali), Allah menjamin baginya keamanan dari ketakutan yang paling  besar.” (Tafsir Ats-Tsaqalayn 5: 613).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Ja’far  Ash-Shadiq (sa) menasehati para sahabat dan pengikutnya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Barangsiapa  yang sakit, hendaknya ia mengambil bejana yang baru, kemudian diisi air  oleh dirinya sendiri, lalu membacakan pada air itu surat Al-Qadar secara  tartil sebanyak (30 kali), kemudian air itu diminum, dibuat wudhu’ dan  diusapkan pada bagian yang sakit, jika airnya kurang bisa ditambahkan.  Jika hal itu dilakukan, insya Allah dalam waktu tiga hari Allah akan  menyembuhkannya dari penyakit itu.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;(Tafsir Ats-Tsaqalayn 5/613).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Surat Al-ikhlas</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-surat-al-ikhlas.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-767051299554700917</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Surat Al-Ikhlash dan Keutamaannya  &lt;/h2&gt;&lt;address style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 21px; font-style: normal;"&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ  الرَّحِيْمِ‏&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ  وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كفُواً أَحَدٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;Bismillâhir Rahmânir Rahîm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;Qul huwallâhu ahad.  Allâhushshamad. Lam yalid wa lam yûlad. Walam yakun lahu kufuwan ahad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Katakanlah: "Dia-lah  Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya  segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak  ada seorang pun yang setara dengan Dia".&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan  surat Al-Ikhlash&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah SAW bersabda: ...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;”Barangsiapa  yang membaca surat Al-Ikhlash tiga kali, &amp;nbsp;ia seperti membaca seluruh  Al-Qur’an.” &amp;nbsp;(Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 702).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah SAW  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang melewati kuburan dan membaca surat  Al-Ikhlash sebelas kali, kemudian ia menghadiahkan pahalanya kepada  penghuni kubur, Allah SWT memberikan pahala padanya sejumlah penghuni  kubur.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 702).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang membaca  surat Al-Ikhlash sebelas kali sesudah shalat Subuh, maka pada hari itu  ia tidak akan ditakutkan oleh dosa walaupun setan berusaha keras untuk  menggodanya.” (Mafatihul Jinan: 77).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4.Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Aku mimpi melihat Hidhir  (as) pada malam besoknya perang Badar. Aku berkata padanya: ajarkan  padaku sesuatu yang dapat menolongku dari musuh-musuhku. Hidhir (as)  berkata: bacalah: Yâ Huwa yâ Man lâ huwa illâ Huwa. Pagi harinya aku  ceritakan kepada Rasulullah SAW. Kemudian beliau bersabda: “Wahai Ali,  engkau telah mengetahui Ismul A’zham (nama Allah yang paling agung).”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian Ismul A’zham itu mengalir di lisanku pada hari perang Badar.  Perawi hadis ini mengatakan: &amp;nbsp;Imam Ali (sa) membaca surat Al-Ikhlash  kemudian membaca:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;يَا هُوَ يَا مَنْ لاَ هُوَ اِلاَّ هُوَ، اِغْفِرْلِي  وَانْصُرْنِي عَلَى الْكَافِرِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Yâ  Huwa yâ Man lâ huwa illâ Huwa, ighfirlî wanshurnî ‘alal kâfirîn.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wahai Dia yang tiada  dia kecuali Dia, ampuni aku dan tolonglah aku menghadapi orang-orang  kafir. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 700)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Ja`far  Ash-Shadiq (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;“&lt;/b&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari  akhir, maka jangan tinggalkan membaca surat Al-Ikhlash sesudah shalat  fardhu, karena orang yang membacanya Allah akan menggabungkan baginya  kebaikan dunia dan akhirat, mengampuni dosanya dan dosa kedua orang  tuanya serta dosa anaknya”. (Mafatihul Jinan 478)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Musa  Al-Kazhim (sa)1) berkata:&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt; “Sangatlah banyak keutamaan bagi anak kecil  jika dibacakan padanya surat Al-Falaq (3 kali), surat An-Nas (3 kali),  dan surat Al-Ikhlash (100 kali), jika tidak mampu (50 kali). Jika dengan  bacaan itu ia ingin mendapat penjagaan, ia akan terjaga sampai hari  wafatnya.” (Mafatihul Jinan: &amp;nbsp;479)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;__________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imam Musa  Al-Kazhim (sa) adalah putera Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin  Ali Zainal Abidin bin Al-Husein bin Fatimah puteri Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Alfusalam</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/alfusalam.html</link><category>Shalawat</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-7433419844793370517</guid><description>&lt;h2 class="contentheading" style="text-align: center;"&gt;    Alfusalam (1000 Salam untuk Rasulullah saw)  &lt;/h2&gt;&lt;div class="article-content"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;صَلاَةٌ مِنَ اللهِ وَاَلْفَ  سَلاَمْ&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;عَلَى الْمُصْطَفَى اَحْمَدْ  شَرِيْفِ الْمَقَام&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Shalãtum minallãh wa alfa  salam, ‘alal Mushthafã Ahmad syarîfil maqãm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Ya Allah curahkan seribu salam, bagi mushtafa  Ahmad insan mulia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;سَلاَمٌ سَلاَمٌ كَمِسْكِ  الْخِتَامْ&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;عَلَيْكُمْ اَحَيْبَبِنَا يَا  كِرَامْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;address style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Salãmun salãmun kamiskil  khitãm, ‘alaykum uhaybabinã yã kirãm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Salam &amp;nbsp;o salam seharum kesturi, bagimu duhai kekasih  yang mulia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;وَنُورٌ لَنَا بَيْنَ هَذَا  اْلاَنَامْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma,Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;وَمَنْ ذِكْرُهُمْ اُنْسُنَا فِي الظًّلاَمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Wa man dzikruhum unsunã fizh zhalãm, &amp;nbsp;wa nûrul lanã  bayna hãdzal anãm&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Dalam gulita kami rindukanmu,  kaulah cahaya di tengah manusia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Simplified Arabic';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;سَكَنْتُمْ فُؤَادِي وَرَبِّ  الْعِبَادْ &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma,Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;وَاَنْتُمْ  مَرَا مِي وَاَقْصَ الْمَرَامْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Sakantum fuãdî wa Rabbil `ibãd, &amp;nbsp;wa Antum marãmî wa  aqshal marãm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Demi Allah kau penuhi hatiku,  engkaulah tujuan cita-citaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;فَهَلْ تُسْعِدُونِي بِصَفْوِ  الْوِدَادْ &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;وَهَلْ تَمْنَحَو لِي شَرِيْفَ  الْمَقَامْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Fahal tus’idûnî bishafwil  widãd, &amp;nbsp;wa hal tamnahûlî syarîfal maqãm&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Muliakan’ku dengan cinta-sucimu, berikan padaku tempat  yang mulia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: 'Simplified Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Simplified Arabic';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;اَنَاعَبْدُكُمْ يَا اُهَيْلَ  الْوَفَا &amp;nbsp;وَفِي قُرْبِكُمْ مَرْحَمِي وَالشِّفَآءْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Anã ‘abdukum yã uhaylal wafã, wa fĩ qurbikum marhamĩ  wasy-syifa’&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Akulah hambamu, duhai tercinta,  di dekatmu cintaku dan bahagia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;فَلاَتُسْقِمُونِي بِطُولِ  الْجَـفَا &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;وَمَنُّوا بِوَصْلِي وَلَوْ فِي  الْمَنَامْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Falã tusqimũnĩ bithũlil jafã,  &amp;nbsp;wa mannũ biwashlĩ walaw fil manãm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green;"&gt;Jangan  dukakan daku tanpa dikau, sapalah daku walau dalam mimpi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Saksikan dan download Video Alfusalam (Haddad &amp;amp;  Sulis),&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alfusalam.web.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=category&amp;amp;id=73&amp;amp;Itemid=99"&gt;klik  di sini&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Alfusalam, seribu salam untuk Rasulullah saw&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8185716/Seribusalam.doc.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Surat Al-waqiah</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-surat-al-waqiah.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-7665627604792053813</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Keutamaan Surat Al-Wâqi’ah  &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat sebagai  orang yang tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur  Ats-Tsaqalayn 5: 203).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw  bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan  ditimpa kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 203).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)  berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at,  ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia; tidak akan &amp;nbsp;melihat  kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia. Surat ini adalah  bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki  keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur  Ats-Tsaqalayn 5: 203).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“Barangsiapa yang  merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan  barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat  As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal: 117).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang  membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah  dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal: 117).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8214961/Al-Waqiahdankeutamaannya.rar.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Rahasia Bulan Shafar dan Hari Nahas</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-bulan-shafar-dan-hari-nahas.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-6095991863981156210</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Bulan Shafar dan Hari Nahas &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Kita sekarang berada di bulan Shafar 1431 H, bulan yang  di dalamnya banyak hari nahas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Adanya hari Nahas tidak dapat dibantah oleh seorang pun  muslim, walaupun ada yang tidak percaya, karena Allah swt menegaskan  dalam firmannya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Kami  menghembuskan badai dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami hendak  merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan  dunia. Dan sesungguhnya siksaan di akhirat lebih menghinakan sedangkan  mereka tidak diberi pertolongan.” (Fushshilat/41: 16)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Sesungguhnya Kami  menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas  yang terus menerus.” (Al-Qamar/54: 19).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Berikut ini saya kutipkan  sebagian hadis-hadis dari Ahlul bait Nabi saw tentang hari-hari Nahas:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib (sa)  berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt; &lt;i&gt;“Dalam setahun ada 24 hari Nahas dan tercela, tidaklah sempurna  rencana yang dilakukan di dalamnya, tidak baik ma’isyah anak yang lahir  di dalamnya, tidak menang orang berperang di dalamnya, dan tidak tumbuh  tanaman yang ditanam di dalamnya. Dalam setiap bulan ada dua hari: 11  dan 14 Muharram, 01 dan 20 Shafar, 10 dan 20 Rabi’1, 01 dan 11 Rabi’2,  10 dan 11 Jumad1, 10 dan 14 Jumad2, 11 dan 13 Rajab, 04 dan 20 Sya’ban,  03 dan 20 Ramadhan, 06 dan 08 Syawwal, 06 dan 10 Dzul-Qaidah, 08 dan 20  Dzul-Hijjah.” (Jawahirul Kalam jilid 18, hlm 161).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dalam yang panjang tentang hari Asyura Imam Ja’far  Ash-Shadiq (sa) berkata:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Jika kamu mampu pada hari itu, janganlah kamu  keluar untuk mencapai hajat, karena hari itu adalah hari Nahas, tidak  tercapai hajat seorang mukmin, dan jika kamu mencapainya tidak ada  keberkahan dan tidak ada bimbingan di dalamnya; dan pada hari itu  janganlah kamu menyimpan sesuatu di rumahmu, barangsiapa yang  menyimpannya pada hari itu, ia tidak memberi keberkahan padanya dan pada  keluarganya.” (Biharul Anwar jilid 98, hlm 291).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)  juga berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Paling banyak bala’ dalam satu tahun adalah di bulan  Shafar, maka hendaknya kamu berhati-hati dalam semua harinya terutama  pada hari Rabu yang terakhir.” (Biharul Anwar jliid 12, hlm 151).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)  berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang bepergian atau melakukan pernikahan ketika  bulan berada di buruj Aqrab (zodiak Scorpio), ia tidak akan melihat  kebaikan di dalamnya.” (Al-Faqih 2: 267).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Imam Musa Al-Kazhim (sa)  berkata:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang melakukan pernikahan pada hari Mahaq (tanggal  29 , maka terimalah keguguran anaknya.” (Al-Faqih 3: 403)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Hari Mahaq adalah hari dimana  bulan tidak mengitari buruj (zodiak), yaitu tanggal 29 dan 30 bulan  Hijriyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Untuk Memperoleh kemudahan Sakratul maut</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/doa-untuk-memperoleh-kemudahan-sakratul.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-5263111301476091134</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Doa Untuk Memperoleh kemudahan Sakratul maut &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;“Barangsiapa yang membaca doa berikut (10 kali) setiap  hari, Allah swt akan mengampuni baginya empat puluh ribu dosa besar,  menjaganya dari keburukan kematian, siksa kubur, hari kiamat dan hari  hisab, dan segala hal yang menakutkan; yakni Allah memudahkan seratus  hal yang menakutkan saat kematian, Allah menjaganya dari kejahatan iblis  dan pasukannya, menunaikan hutangnya, menghilangkan dukanya, dan  membahagiakan deritanya.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Doanya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Bismillâhir Rahmânir Rahîm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Dengan nama Allah Yang Maha  Pengasih dan Maha Penyayang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Ya Allah,  sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Aku persiapkan kalimat Lâiha  illallâh untuk segala yang menakutkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;masyâ Allâh untuk segala duka dan derita&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Alhamdulillâh untuk segala nikmat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Asy-Syukru lillâh untuk segala kebahagiaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Subhanallâh segala yang menakjubkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Astaghfirullâh untuk segala dosa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Innâlillâhi wa innâ ilayhi râji’ûn untuk segala musibah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Hasbiyallâh untuk segala kesulitan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Tawakkaltu ‘alallâh untuk setiap ketetapan dan takdir&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;A’shamtu billâh untuk semua musuh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Lâ hawala walâ quwwata illâ  billâhil aliyyil ‘azhîm untuk segala ketaatan dan kemaksiatan. (Biharul  Anwar 87: 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;CATATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Untuk menghindari teks arab  terbolak-balik bila dicopy-paste khususnya bagi yang PCnya belum support  arabic font, &amp;nbsp;seperti yang dikeluhkan oleh anggota dan pengunjung  umumnya, maka yang berminat teks arab dan bacaan teks doa ini, silahkan  download di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.missupload.com/dx684cswr97z/Doa_mudah_Sakratul_maut.rar"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;Gratis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Jawsyan Kabir</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/doa-jawsyan-kabir.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-3735994157918835815</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;Keutamaan Doa Jawsyan Kabir  &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Doa Jawsyan Kabir merupakan doa yang berisi seribu Asma  Allah, rincian dari Asmaul Husna. Allah swt berjanji di dalam Al-Qur'an  akan mengijabah permohonan hamba-Nya jika berdoa dan bertawassul dengan  Asmaul Husna. Allah swt menyuruh kita bertawassul dengan Asmaul Husna:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;"Allah memiliki Asmaul Husna, maka hendaknya kalian berdoa dengannya."  (Al-A'raf: 180).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Keutamaan Jawsyan Kabir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Doa Jawsyan Kabir memiliki banyak keutamaan, antara lain  seperti yang disebutkan di dalam kitab Al-Baladul Amîn dan Al-Mishbâh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Imam Ali Zainal Abidin (sa) meriwayatkan dari ayahnya  dari kakeknya dari Nabi saw, ia berkata: “Ketika Nabi saw berada dalam  salah satu peperangan, datanglah malaikat Jibril (as) kepadanya dan  berkata: Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam untukmu dan  berfirman: ‘Pakailah Jawsyan ini dan bacalah, doa ini akan menjadi  pelindung bagimu dan umatmu.” Beliau menyebutkan keutamaan doa ini,  antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Jika teks doa ini dituliskan  pada kain kafan, sang mayit akan diselamatan dari api neraka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Jika dibaca dengan ikhlas di  bulan Ramadhan, ia akan dikaruniai malam Al-Qadar, diciptakan baginya 70  ribu malaikat semuanya bertasbih kepada Allah swt lalu pahala  dihadiahkan kepada yang membacanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Jika dibaca di bulan Ramadhan  (3 kali), Allah swt mengharamkan jasadnya dari api neraka, mewajibkan  baginya surga, dan mewakilkan kepada dua malaikat &amp;nbsp;untuk menjaganya dari  kemaksiatan dan dalam sepanjang hidupnya ia berada dalam pengamanan  Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Di akhir riwayat tersebut Al-Husein (sa) berkata:  “Ayahku Ali bin Abi Thalib (sa) berwasiat kepadaku agar aku menjaga dan  memuliakan doa ini, menuliskan pada kain kafannya, mengajarkan kepada  keluargaku dan menganjurkan mereka agar membacanya. Doa ini terdiri dari  seribu Asma Allah yang di dalamnya terdapat Ismul A’zham.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Allamah Al-Majlisi, penulis  kitab Bihârul Anwâr (kitab hadis dan riwayat) yang terdiri dari 120  jilid. Dalam kitabnya Zâdul Ma’âd ia mengatakan: Doa Jawsyan Kabir  sangat dianjurkan untuk dibaca pada awal bulan Ramadhan, terutama pada  malam-malam Al-Qadar. Doa ini terdiri dari 100 pasal, setiap pasal  terdapat sepuluh Asma Allah, dan setiap akhir pasal membaca:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;سُبْحَانَكَ يَا لاَ اِلَهَ  إلاَّ اَنْتَ اَلْغَوْثَ اَلْغَوْثَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&amp;nbsp;Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta alghawts-alghawts  khallishnâ minan nâri &amp;nbsp;yâ râbb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;i&gt;Maha Suci  Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, lindungi kami, lindungi kami,  lindungi kami, selamatkan kami dari api neraka ya Rabb.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Doa ini telah disyarahi oleh  seorang ulama besar dan filosuf isyraqi yaitu Mulla Hadi Sabzawari.  Dalam kitab syarahnya disebutkan tentang keajaiban doa ini. Semoga kita  yang membacanya menemukan keajaiban doa ini sebagaimana yang disebutkan  dalam kitab tersebut dan seperti orang-orang mukmin yang telah  merasakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Yang berminat Doa Jawsyan Kabir, dilengkapi teks arab  dan bacaan teks latin, silahkan download di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.missupload.com/7cdc3n4k9oyw/Doa_Jawsyan_Kabir.rar"&gt;&lt;b&gt;Download  Gratis&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Menenteramkan Hati</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/doa-menenteramkan-hati.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-6485437761285759428</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;    Doa Menenteramkan Hati dan Gapai Rejeki &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Kebahagiaan dan ketenteraman hati adalah idaman setiap  manusia, yang kaya maupun yang miskin. Ketenteraman batin mahal  nilainya, karenanya tidak mudah dicapai oleh setiap manusia. Butuh  kesungguhan dan istiqamah dalam memproses diri untuk menggapainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Doa ini selain mengantarkan  kita pada kedamaian hati juga untuk membuka pintu rejeki dan karunia  Allah swt sebagai media kita untuk memperoleh ketenteraman batin.  Berikut ini doanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Dengan nama Allah Yang Maha  Pengasih dan Maha Penyayang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Ya Allah,  sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Wahai Pelindungku dalam  dukaku, duhai Sahabatku dalam deritaku, duhai Kekasihku dalam nikmatku,  duhai Tujuanku dalam harapanku, Engkaulah Yang Menutupi rahasiaku, Yang  Menenteramkan ketakutanku, Yang Menghapuskan ketergelinciranku. Ampuni  kesalahanku, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Ya Allah, aku berdoa kepada-Mu  dalam duka yang tak akan dibahagiakan oleh selain-Mu, rahmat yang tak  akan dicapai kecuali dengan-Mu, derita yang tak akan terhilangkan  kecuali oleh-Mu, harapan yang tak akan tercapai kecuali dengan-Mu, hajat  yang tak akan dipenuhi kecuali oleh-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Ya Allah, sebagaimana Kau  izinkan daku untuk bermohon pada-Mu, dan Kau sayangi daku untuk  &amp;nbsp;mengingat-Mu. Maka dengan keadaan-Mu, duhai Junjunganku, perkenankan  apa yang kumohon pada-Mu, limpahkan padaku karunia yang Kuharapkan  dari-Mu, dan selamatankan daku dari apa yang kumohon perlindungannya  pada-Mu. Jika aku tak layak mencapai rahmat-Mu, rahmat-Mu layak  mencapaiku dan meliputiku. Jika aku tidak layak memperoleh ijabah-Mu,  Engkau layak mencurahkan karunia-Mu, dan rahmat-Mu meliputi segala  sesuatu. Maka, liputi aku dengan rahmat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Ya Ilâhi, duhai Tuhanku, duhai  Yang Maha Mulia. Aku bermohon pada-Mu dengan wajah-Mu yang mulia,  sampaikan shalawat kepada Muhammad dan ahlul baitnya, bahagiakan dukaku,  hilangkan duka dan deritaku, sayangi daku dengan rahmat-Mu, berikan  &amp;nbsp;padaku karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa, Maha Dekat  dan Maha Mengijabah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; (Mafâtihul Jinân: Bab 2, pasal 3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Yang berminat teks arab doa  ini dan bacaan teks latinnya, silahkan download di download di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.missupload.com/9v5gevhb9iva/Doa_Tenteramkan_hati.rar"&gt;Download  Gratis&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Doa Nûr</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/doa-nur.html</link><category>Do'a</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-5750570279539023524</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;    Doa Nûr (doa Cahaya) Plus Audio Flash Movie  &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Doa Nur dikenal sebagai Hirz (doa perlindungan) Fatimah  Az-Zahra' (sa). Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepadanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Di antara khasiat doa ini  dapat menyembuhkan penyakit demam, dan penjagaan diri dari wabah  penyakit demam. Doa ini sangat bagus didawamkan (dibaca secara  istiqamah) khususnya di saat musim wabah penyakit demam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Selain khasiat tersebut jika  doa ini didawamkan dapat mengalirkan energi untuk menembus hijab-hijab  pintu rejeki. Doanya berikut ini:&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;اللهم صل على محمد وآل محمد&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: right;"&gt;بِسْمِ اللهِ النُّوْرِ، بِسْمِ اللهِ نُوْرِ  النُّوْرِ، بِسْمِ اللهِ نُوْرٌ عَلَى نُوْرٍ، بِسْمِ اللهِ الَّذِي هُوَ  مُدَبِّرُ اْلأُمُوْرِ، بِسْمِ اللهِ الَّذِي خَلَقَ النُّوْرَ مِنَ  النُّوْرِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ النُّوْرَ مِنَ النُّوْرِ،  وَاَنْزَلَ النُّوْرَ عَلَى الطُّوْرِ فِي كِتَابٍ مَسْطُوْرٍ بِقَدَرٍ  مَقْدُوْرٍ عَلَى نَبِيٍّ مَحْبُوْرٍ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هُوَ  بِالْعِزِّ مَذْكُوْرٌ، وَبِالْفَخْرِ مَشْهُوْرٌ، وَعَلَى السَّرَّآءِ  وَالضَّرَّآءِ مَشْكُوْرٌ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Bismillâhir Rahmânir Rahîm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Allâhumma shalli `ala  Muhammadin wa âli Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Bismillâhin Nûr, bismillâhi Nûrin nûr, bismillâhi Nûrun  ‘alâ nûr, bismillâhil ladzî Huwa Mudabbirul umûr, bismillâhil ladzî  khalaqan nûra minan nûr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Alhamdulillâhil ladzî khalaqan nûra minan nûr, wa  anzalan nûra ‘alath thûr, fî kitâbim masthûr, Fî raqqim mansyûr,  bi-qadarin maqdûr, ‘alâ nabiyyin mahbûr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Alhamdulillâhil ladzî Huwa  bil-’izzi madzkûr, wa bil-fakhri masyhûr(un), wa ‘alas sarrâ-i wadh  dharrâi masykûr(un), wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihith  thâhirîn.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha  Penyayang&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga  Muhammad&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Dengan nama  Allah Cahaya, dengan nama Allah &amp;nbsp;Cahaya dari segala &amp;nbsp;cahaya, dengan  nama Allah Cahaya di atas cahaya, dengan nama Allah Yang Mengatur segala  urusan, dengan nama Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Segala puji  bagi Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya, Yang Menurunkan cahaya  ke bukit dalam kitab yang tertulis, dengan ukuran yang tertentu, kepada  Nabi yang terpilih.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;em&gt;Segala puji bagi Allah yang dikenal kebesaran-Nya,  yang masyhur keagungan-Nya, yang disyukuri dalam suka dan duka. Semoga  shalawat senantiasa Allah curahkan kepada junjungan kami Muhammad dan  keluarganya yang suci.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;(Mafatihul Jinan, bab 1: 112)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Audio Doa Nûr&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Audio doa Nûr dalam format  Flipping Book Flash Movie, dilengkapi teks arab, bacaan teks latin,  terjemahan, dan cara menggunakan Flipping Book (ada di halaman 4).  Flipping Book dibuat dalam dua tipe file:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Tipe Flash Movie (swf), harus  dijalan dengan Flash Player&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Tipe Application (exe), dapat  dijalankan di PC Anda tanpa Flash Player&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Jika Anda ingin mendengarkan  doa Nûr, klik tanda panah pada Background Music di Flipping Book,  kemudian klik Doa Nûr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Yang berminat silahkan download di halaman  Audio/download di website&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;Yang berminat doa ini dalam  format MSWord (dikemas dengan WinRar), silahkan download di halaman  download eBook di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #003300;"&gt;&lt;a href="http://www.missupload.com/ijgryno7ztir/Doa_nur.rar"&gt;Download Free&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Rahasia Hari Menurut Islam</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-hari-menurut-islam.html</link><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-8773289821646109860</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;    Primbon Islami Hari-Hari Pilihan   &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Agar  terhindar dari hal2 yang tidak diinginkan, dan juga untuk memperoleh  kebaikan dan keberkahan, maka sebaiknya kita memilih hari yang baik dan  tepat untuk melakukan aktivitas. Misalnya akad pernikahan, memulai  usaha, memulai membangun rumah, melakukan kontrak kerja, pindah rumah,  bepergian dan lainnya. Karena hari-hari itu tidak sama nilainya, ada  yang baik untuk aktivitas tertentu dan tidak baik untuk aktivitas yang  lain, dan ada juga hari yang nahas (sial) sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Allah  swt berfirman: "Kami menghembuskan badai dalam beberapa hari yang  nahas, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang  menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan di akhirat  lebih menghinakan sedangkan mereka tidak diberi pertolongan."  (Fushshilat/41: 16)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;"Sesungguhnya  Kami menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari  nahas yang terus menerus." (Al-Qamar/54: 19).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Tentang  hari-hari pilihan, Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Hindarilah  melakukan safar (bepergian) pada hari ketiga, keempat, ke 21 dan ke 25  setiap bulan, karena hari-hari itu adalah hari nahas." (Makarimul  Akhlaq: 424).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Beliau juga mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Pertama: Baik untuk  menjumpai penguasa, mencapai hajat, jual-beli, bercocok tanam, dan  bepergian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari  Kedua: Baik untuk bepergian, dan mencapai hajat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Ketiga: Buruk dan tidak baik untuk  seluruh kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Keempat: Baik untuk perkawinan, dan tidak disukai untuk  bepergian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari  Kelima: Buruk dan na'as.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Keenam: Diberkati, baik untuk  perkawinan, dan mencapai hajat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Ketujuh: Diberkahi, terpilih dan baik  untuk segala yang diinginkan dan rencana usaha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Perhitungan hari-hari dalam primbon ini  berdasarkan kalender Hijriyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Selengkapnya silahkan download di halaman  download eBook di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8788077/Primbonhari-haripilihan.rar.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rahasia Dosa Yang Mengurangi Umur Manusia</title><link>http://anak8garut.blogspot.com/2010/04/rahasia-dosa-yang-mengurangi-umur.html</link><category>Do'a</category><category>Rahasia</category><author>noreply@blogger.com (anak8garut)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 21:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8935080877803995826.post-2648065179808713693</guid><description>&lt;h2 class="contentheading"&gt;    Dosa-dosa yang Mengurangi Umur&amp;nbsp;Manusia &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Imam  Ali Zainal Abidin (sa) menjelaskan faktor-faktor yang dapat mengurangi  umur manusia. Dia mengatakan: “Dosa-dosa yang dapat mempercepat  datangnya ajal ialah memutuskan silaturahim, sumpah palsu, ucapan  bohong, zina, menutup jalan orang Mukmin, dan mengakui kepemimpinan yang  tidak hak.” ((Maanil Akhbar, hlm. 271)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Dalam hadis itu disebutkan mengenai  adanya enam faktor yang menyebabkan dipercepatnya datangnya kerusakan  dan kebinasaan. Pada baris-baris berikut ini kami uraikan sebagian  faktor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #003300;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Barangkali  pembaca yang mulia pernah menyaksikan dalam. hidupnya bukti-bukti  mengenai adanya keterkaitan yang sedang kita bicarakan ini. Alangkah  banyaknya orang-orang yang panjang umurnya, hidup dalam kebaikan dan  kebahagiaan akibat silaturahim yang dia lakukan. Dan alangkah banyak  orang yang menempuh kesengsaraan hidupnya akibat memutuskan tali  silaturahim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Nash-nash  agama dan riwayat banyak sekali yang menegaskan mengenai adanya  keterkaitan tersebut. Kita sebutkan di sini sebagian saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Rasulullah  saw bersabda: “Sesungguhnya ada orang yang menjalin silaturrahmi, yang  sisa umurnya tinggal tiga tahun, kemudian Allah menambah umurnya menjadi  tiga puluh tahu. Dan ada orang yang memutuskan silaturrahmi, yang sisa  umurnya masih tiga puluh tahun, kemudian Allah menjadikan umurnya tiga  tahun. Kemudian beliau membacakan firman Allah swt: ‘Allah menghapuskan  apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di  sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab’.” Ar-Ra’d/13: 39. (Safinah Al-Bihar 1:  514).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Rasulullah  saw. bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;‘Silaturahim mempermudah hisab dan menghindarkan diri  dari kematian yang jelek.”‘&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Imam  Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Sesungguhnya sumpah palsu, dan  memutuskan tali silaturahim mengakibatkan rumah,rumah ditinggalkan oleh  penghuninya.” (Dar Al-Salam, 3: 193)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Beliau  juga mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah dari dosa-dosa yang  mempercepat kebinasaan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Lalu  ada salah seorang yang berdiri sambil bertanya: “Wahai Ali, adakah dosa  yang dapat mempercepat kebinasaan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;Beliau  menjawab: “Ya, celaka engkau, memutuskan tali silaturahim.” (Ushul  Al-Kafi 4: 48)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #003300;"&gt;&lt;strong&gt;Doa  untuk panjang umur&lt;/strong&gt;, download di &lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8898159/doaumurpanjang.pdf.html"&gt;Download&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>