<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733</id><updated>2024-09-25T19:46:47.056-07:00</updated><title type='text'>Si Putri Kecil Menuju Dewasa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-2014024567286828970</id><published>2014-03-26T01:26:00.000-07:00</published><updated>2014-03-26T01:26:00.749-07:00</updated><title type='text'>26 Maret 2014 -Kebadungan Yang Layak Diceritakan-</title><content type='html'>&lt;i style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;The purpose of life is to live it, to taste experience to the utmost, to reach out eagerly and without fear for newer and richer experience.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Eleanor Roosevelt-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak pernah berbuat kebadungan di masa kecil? Mungkin hampir semua dari kita yang pernah melewati masa kecil pernah melakukannya, bisa jadi kebadungan yang dilakukan itu luar biasa hebatnya hingga membekas dalam ingatan semua orang yang terkait atau minimum kebadungan yang masih dalam taraf normal (tidak melenceng namun cukup mendebarkan). Menurutku kebadungan sendiri adalah suatu proses belajar untuk mendapatkan suatu pengalaman berdasarkan tindakan pemberontakan terhadap norma sosial. Disadari atau tidak, sejak kecil kita hidup dan tumbuh dalam sebuah proses yang diatur dan disesaki oleh norma sosial yang kebenarannya patut dipertanyakan. Sementara hakekat kehidupan itu adalah belajar dan mendapat pengalaman lewat suatu proses yang tidak mengenal kebenaran absolut. Pengalaman seseorang, baik yang positif ataupun negatif, tetap merupakan guru yang brutal dan memberikan suatu pelajaran berharga dalam mewarnai tindakan dan keputusan kita di masa depan. Apakah pengalaman itu suatu kesalahan ataupun kebenaran hanya akan terjawab oleh waktu, bukan sekelompok masyarakat apalagi orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuyu kecil yang sedang tumbuh dalam hidupnya ini pun tak luput merasakan pengalaman dari tindakan-tindakan badungnya agar ia dan kami sebagai orang tuanya ikut belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut. Dibawah ini adalah beberapa cerita tentang kebadungan-nya yang telah memberikan kami pengalaman berharga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Memperalat papi untuk menghindari kemarahan mami&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku lupa kapan waktu persis terjadinya, namun yang kuingat adalah saat dimana ia mulai menyukai makan kerupuk. Biasanya kerupuk yang dibeli pasti akan lebih dari satu karena aku juga penggemar kerupuk. Namun jenisnya yang beragam tentu akan menggugah selera anak kecil untuk memakan lebih dari satu. Untuk hal ini maminya tegas melarang dengan ancaman hukuman. Apa yang dilakukan yuyu ketika ia ingin makan kerupuk lagi? Ia menunggu diriku pulang dan dengan riang berdiri di pintu depan rumah menungguku masuk dan berkata &quot;Papi, kita habis beli kerupuk buat papi loh, ini kerupuknya&quot; sambil memperlihatkan kerupuk itu padaku. &quot;dimakan ya...&quot; Aku yang tidak tahu menahu tentang larangan dari maminya, membuka kerupuk itu sambil tak lupa menawari yuyu untuk ikut makan bersama. Iapun tak menolak dan kami berdua asyik makan kerupuk sambil menonton tv. Saat istriku memergoki kami, iapun memarahi yuyu, tapi dengan santainya ia berkata, &quot;ini kan kerupuknya papi, jadi waktu papi pulang aku kasih ke papi, terus papi ngajak aku makan sama-sama.&quot; nah lo....akhirnya akulah yang kena getahnya dan memperoleh omelan dari istriku. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. UAS yang sunyi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Siapa yang pernah dihinggapi rasa malas untuk belajar? semua pasti pernah, tapi bagaimana caranya supaya tidak belajar tanpa tidak diketahui? Mungkin kita bisa belajar dari pengalaman yuyu. Suatu ketika, secara tidak sengaja aku terlibat dalam diskusi salah satu grup di bb yang mengeluhkan betapa sibuknya para mama ketika harus memperhatikan anaknya belajar UAS. Aku tersenyum saat membaca keluhan-keluhan itu karena pikirku yuyu biasanya akan memberi tahu kapan ia akan UAS dan bersiap belajar sendiri. Tetapi rasa penasaran menyergapku karena ketikah kehebohan UAS itu terjadi kok aku belum dapat berita dari yuyu tentang kapan UAS-nya dimulai. Iseng-iseng aku bertanya ke yuyu, &quot;yu, kapan kamu UAS?&quot; Betapa kagetnya diriku ketika ia menjawab &quot;kan besok udah terakhir pi...&quot; Loh, kapan belajarnya...? lanjutku. Jawaban dari yuyu lebih mengagetkan lagi &quot;aku nda belajar tapi bisa tuh, pi.&quot; Alamak....UAS tanpa info tanpa belajar. Seketika aku memarahinya dan melaporkan hal ini kepada maminya dan ia pun sama terkejutnya dengan diriku. Tidak perlu diceritakan lagi bahwa hasil UAS tanpa belajar itu tidak merefleksikan kemampuan yuyu yang maksimal, prestasinya melorot dan atas dasar itulah kami menghukumnya. Aku yakin hukuman kami tidak membuatnya jera dan suatu saat akan terulang lagi karena keberhasilannya untuk tidak belajar merupakan kegagalan kami dalam memperhatikannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Pamit ke mbak kan sama dengan pamit ke mami&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita sering menasehati yuyu bahwa mbak dirumah itu bisa dianggap sebagai wali mami dan papi yang bertugas untuk menjaganya. Jadi harapan kami, yuyu tidak memperlakukan mbak di rumah itu semena-mena. Yuyu menaatinya bahkan melakukan tindakan yang lebih spektakuler lagi. Mamaku sering mengajak yuyu, cucunya, untuk jalan bersama. Masalahnya waktu untuk jalan keluar itu lebih sering di malam hari. Akibatnya pulang sering larut malam, hal ini menimbulkan masalah dengan jadwal bangun di pagi hari yang berujung pada keterlambatan ke sekolah, karena itu maminya sering melarang yuyu untuk ikut jalan bersama emaknya. Suatu hari, ketika maminya sedang mandi, emak hendak mengajaknya jalan. Khawatir tidak diijinkan mami, yuyu langsung lari menyongsong emak dan memberitahunya bahwa ia akan berpamitan dengan mami dan berganti baju. Yuyu memang berpamitan, tetapi bukan dengan maminya melainkan dengan mbak. Sambil lari-lari kecil, ia menghampiri mbak dan berkata &quot;mbak, yuyu pergi dulu dengan emak ya.&quot; Istriku keheranan sehabis mandi mendapat laporan &#39;pamit&#39;nya yuyu dari mbak dan ketika yuyu pulang larut, ia pun mendapatkan teguran dari mami bahwa seharusnya ia berpamitan dengan mami bukan dengan mbak. Jawaban yuyu adalah &quot;loh, kata mami mbak kan wakilnya mami dan papi, jadi yuyu pikir pamit sama mbak kan sama dengan pamit dengan mami.&quot; Jawaban badung yang membuat istriku tidak bisa berkata lebih lanjut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lepas dari kegiatan kebadungan yang dipertontonkannya kepada kami, aku tidak pernah menganggap hal itu adalah suatu kesalahan baginya ataupun kegagalan kami sebagai orang tua. Menurutku, dasar dari tindakan-tindakan badung yuyu adalah kesempatannya memanfaatkan celah kosong perhatian kami, itu adalah sebuah kewajaran, kalau tidak boleh dikatakan sebagai suatu keberhasilan. Aku hanya berharap ia mendapatkan pengalaman yang berharga dari tindakannya itu untuk kemudian dapat memakluminya ketika menjadi orang tua suatu saat di masa depan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/2014024567286828970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2014/03/26-maret-2014-kebadungan-yang-layak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2014024567286828970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2014024567286828970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2014/03/26-maret-2014-kebadungan-yang-layak.html' title='26 Maret 2014 -Kebadungan Yang Layak Diceritakan-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-2454985219533398663</id><published>2013-11-05T07:17:00.002-08:00</published><updated>2013-11-08T10:18:23.293-08:00</updated><title type='text'>05 November 2013 -Minuet itu mulai menghilang....-</title><content type='html'>&lt;i style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; line-height: 24px;&quot;&gt;Learn to let go. That is the key to happiness. -wishing tree-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #2e2e2e; font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;Yuyu baru saja menyelesaikan kelas Grade 1 dengan nilai yang sangat memuaskan, 94 dari nilai tertinggi 99. Ia berhak untuk mendapatkan gelar &lt;i&gt;passed with honor and distinction&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam nilai ujian praktek piano-nya tersebut, ketika secara mendadak, bagaikan halilintar di siang bolong, ia meminta maminya untuk keluar dari kelas piano-nya. Aku paham kenapa ia memilih untuk menceritakan permintaannya keluar itu kepada maminya daripada kepada diriku, karena permintaan itu adalah yang kesekian kalinya terlontar dari dirinya dan aku selalu berhasil &quot;mengakali&quot;nya untuk bertahan (lihat kisahku berhasil mempertahankan yuyu agar tetap melanjutkan kelas piano-nya di:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;28 November 2012 - Papi adalah guru semangat Yuyu -)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; line-height: 24px;&quot;&gt;. Kali ini yuyu tidak mau bertahan lagi dan ia bersikeras untuk keluar dari kelas piano.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;Istriku menceritakan maksudnya dengan nada kalimat di bagian akhir yang menyatakan persetujuannya terhadap permintaan yuyu dan aku mengalah. Aku menemuinya dan mengajaknya berbicara untuk kesekian kalinya, kali ini aku bertanya apakah benar ia ingin meninggalkan kelas pianonya, ia menjawab dengan kepastian &quot;ya pi, aku mau keluar.&quot; Aku memutuskan untuk berbicara dengan sekolah piano-nya dan membereskan keluarnya dengan cepat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;Satu hal yang masih belum kupahami dari yuyu adalah kenapa ia ingin keluar dari kelas piano meski nilainya tinggi? bagiku itu absurd, apalagi alasan yuyu tentang keinginan keluarnya selalu sama; tidak bisa dan tidak mau. Apa yang tidak bisa? nilainya menunjukkan ia bisa, guru piano-nya bahkan bilang kalau ia punya bakat. Alasannya tidak mau, mungkin ini adalah alasan yang lebih masuk di logika, disinilah dasar berpikirku bertumpu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;Yuyu mengikuti dua kelas tambahan di luar sekolah, piano dan kumon, untuk kumon ia tidak memiliki bakat yang &quot;&lt;i&gt;outstanding&quot;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dibandingkan dengan piano, tetapi kelas kumon masih berjalan hingga saat ini sementara kelas piano berhenti. Jika dilihat dari tingkat kebosanan, kumon lebih membosankan dibandingkan piano, namun dititik ini aku menemukan sesuatu yang lebih pada kelas kumon, yakni konsistensi. Kelas kumon mengajarkan yuyu untuk konsisten mengerjakan tugas yang diberikan setiap hari, sementara kelas piano tidak. Aku yang mestinya menjadi guru semangat yuyu-pun tidak konsisten untuk mengingatkan yuyu. Akhirnya, kelas piano yang memiliki gap dalam pertemuannya, yakni seminggu sekali tergeser fokusnya, sementara kelas kumon bertemu 2x seminggu dan setiap hari diisi dengan tugas yang harus kumpulkan pada setiap pertemuan, telah berhasil membuat yuyu menjadi lebih konsisten.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; line-height: 24px;&quot;&gt;Aku sadar yuyu bukan tidak suka dengan kelas piano, tetapi ia butuh sesuatu yang konsisten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;Kegagalanku untuk menjadi guru semangat yuyu merupakan suatu pelajaran yang berharga, tetapi aku tidak akan pernah berhenti berharap. Aku masih terus berjuang dan mencari cara agar suatu hari nanti, nada minuet itu terdengar kembali dengan lebih nyaring lewat denting piano yang sekarang mulai dimakan kesunyian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #2e2e2e; font-family: Georgia, Times New Roman, Times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/2454985219533398663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2013/11/05-november-2013-minuet-itu-mulai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2454985219533398663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2454985219533398663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2013/11/05-november-2013-minuet-itu-mulai.html' title='05 November 2013 -Minuet itu mulai menghilang....-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-3478654584640725072</id><published>2013-03-13T21:44:00.000-07:00</published><updated>2013-03-13T21:44:03.904-07:00</updated><title type='text'>14 Maret 2013 -Hadiah Natal Terindah-</title><content type='html'>&lt;i&gt;this story was grab years ago from anonymous,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;however the story kept the spirits to believe in miracles.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;not only miracles in&amp;nbsp;Christmas but beyond of it...the miracles of life from each of human being&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;-wishing trees-&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nasib Egar tidak sebaik hatinya. Dengan pendidikannya yg rendah, pria berumur sekitar 30 tahun itu hanya seorang pekerja bangunan yg miskin. Dan bagi seseorang yg hanya berjuang hidup untuk melewati hari demi hari, natal tidak banyak berbeda dengan hari2 lainnya, karenanya apa yg terjadi pada suatu malam natal itu tidak banyak yg diingatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu di seluruh negeri berlangsung kemeriahan suasana natal. Setiap orang mempersiapkan diri menghadapi makan malam yg berlimpah. Tapi di kantong Egar hanya terdapat $10, jumlah yg pas-pasan untuk makan malamnya dan tiket bis ke Baldwin, dimana dia mungkin mendapatkan pekerjaan untuk ongkos hidupnya selama beberapa berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka menjelang malam, ketika lonceng &amp;amp; lagu2 natal terdengar dimana2, dan senyum dan salam natal diucapkan tiap menit, Egar menaikkan kerah bajunya dan menunggu kedatangan bis pukul 20:00 yg akan membawanya ke Baldwin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salju turun deras. Suhu jatuh pada tingkat yg menyakitkan dan perut Egar mulai berbunyi karena lapar. Ia melihat jam di stasiun, dan memutuskan untuk membeli hamburger dan kentang goreng ukuran ekstra, karena ia butuh banyak energi untuk memindahkan salju sepanjang malam nanti. &#39;Lagipula,&#39; pikirnya, &#39;sekarang adalah malam natal, setiap orang, bahkan orang seperti saya sekalipun, harus makan sedikit lebih special dari biasanya.&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah jalan ia melewati sebuah bangunan raksasa, dimana sebuah pesta mewah sedang berlangsung. Ia mengintip ke dalam jendela. Ternyata itu adalah pesta kanak2. Ratusan murid taman kanak2 dengan baju berwarna-warni bermain-main dengan begitu riang. Orangtua mereka saling mengobrol satu sama lain, tertawa keras dan saling olok. Sebuah pohon terang raksasa terletak di tengah2 ruangan, kerlap-kerlip lampunya memancar keluar jendela dan mencapai puluhan mobil2 mewah di pekarangan. Di bawah pohon terang terletak ratusan hadiah2 natal dalam bungkus berwarna-warni. Di atas beberapa meja raksasa tersusun puluhan piring2 yg berisi bermacam-macam makanan dan minuman, menyebabkan perut Egar berbunyi semakin keras. Dan ia mendengar bunyi perut kosong di sebelahnya. Ia menoleh, dan melihat seorang gadis kecil, berjaket tipis, dan melihat ke dalam ruangan dengan penuh perhatian. Umurnya sekitar 10 tahun. Ia tampak kotor &amp;amp; tangannya gemetar. &#39;Minta ampun nona kecil,&#39; Egar bertanya dengan pandangan tidak percaya,&#39;udara begitu dingin, dimana orangtuamu?&#39; Gadis itu tidak bicara apa2. Ia hanya melirik Egar sesaat, kemudian memperhatikan kembali anak2 kecil di dalam ruangan, yang kini bertepuk tangan dengan riuh karena Sinterklas masuk ke dalam ruangan. &#39;Sayang kau tidak bisa di dalam sana&#39; Egar menarik napas. Ia merasa begitu kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya kembali memperhatikan pesta dengan diam2. Sinterklas sekarang membagi-bagikan hadiah pada anak2, dan mereka meloncat ke sana-sini, memamerkan hadiah2 kepada orangtua mereka yg terus tertawa.&lt;br /&gt;
Mata gadis itu bersinar. Jelas ia membayangkan memegang salah satu hadiah itu, dan imajinasi itu cukup menimbulkan secercah sinar di matanya. Pada saat yg bersamaan Egar bisa mendengar bunyi perutnya lagi.&lt;br /&gt;
Egar tidak bisa lagi menahan hatinya. Ia memegang tangan gadis itu &amp;amp; berkata &#39;Mari, akan saya belikan sebuah hadiah untukmu.&#39; &#39;Sungguh ?&#39; gadis itu bertanya dengan nada tidak percaya. &#39;Ya. Tapi kita akan mengisi perut dulu.&#39; Ia membawa gadis itu diatas bahunya dan berjalan ke sebuah depot kecil. Tanpa berpikir tentang tiket bisnya ia membeli 2 buah roti sandwich, 2 bungkus kentang goreng dan 2 gelas susu coklat. Sambil makan ia mencari tahu tentang gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya Ellis dan ia baru kembali dari sebuah toko minuman dimana ibunya bekerja paruh waktu sebagai kasir. Dia sedang dalam perjalanan pulang ke rumah anak yatim St. Carolus, sebuah sekolah kecil yg dibiayai pemerintah untuk anak2 miskin. Ibunya baru memberinya sepotong roti tawar untuk makan malamnya. Egar menyuruh gadis itu untuk menyimpan rotinya untuk besok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mereka bercakap2, Egar terus berpikir tentang hadiah apa yg bisa didapatnya untuk Ellis. Ia kini hanya punya sekitar $5 dikantongnya. Ia mengenal sopir bis, dan ia yakin sopir itu akan setuju bila ia membayar bisnya kali berikutnya. Tapi tidak banyak toko2 yg buka disaat ini, dan yg bukapun umumnya menaikkan harga2 mereka. Ia amat ragu2 apakah ia bisa membeli sesuatu seharga $5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun yg terjadi, katanya pada dirinya sendiri, saya akan memberi gadis ini hadiah, walaupun itu kalung saya sendiri. Kalung yg melingkari lehernya adalah milik terakhirnya yg paling berharga. Kalung itu adalah 24 karat murni, sepanjang kurang lebih 30 cm, seharga ratusan dollar. Ibunya memberinya kalung itu beberapa saat sebelum kematiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengunjungi beberapa toko tapi tak satupun yg punya sesuatu seharga $5. Tepat ketika mereka mulai putus asa, mereka melihat sebuah toko kecil yg agak gelap di ujung jalan, dengan tanda &#39;BUKA&#39; di atas pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergegas mereka masuk ke dalam. Pemilik toko tersenyum melihat kedatangan mereka, dan dengan ramah mempersilakan mereka melihat2, tanpa peduli akan baju2 mereka yg lusuh. Mereka mulai melihat barang2 di balik kaca &amp;amp; mencari2 sesuatu yg mereka sendiri belum tahu. Mata Ellis bersinar melihat deretan boneka beruang, deretan kotak pensil, dan semua barang2 kecil yg tidak pernah dimilikinya. Dan di rak paling ujung, hampir tertutup oleh buku cerita, mereka melihat seuntai kalung. Kening Egar berkerut. Apakah itu kebetulan, atau natal selalu menghadirkan keajaiban, kalung bersinar itu tampak begitu persis sama dengan kalung Egar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara takut2 Egar meminta melihat kalung itu. Pemilik toko, seorang pria tua dengan cahaya terang di matanya dan jenggot yg lebih memutih, mengeluarkan kalung itu dengan tersenyum. Tangan Egar gemetar ketika ia melepaskan kalungnya sendiri untuk dibandingkan pada kalung itu. &#39;Yesus Kristus,&#39; Egar mengguman,&#39;begitu sama dan serupa.&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kalung itu sama panjangnya, sama mode rantainya, dan sama bentuk salib yg tertera diatas bandulnya. Bahkan beratnyapun hampir sama. Hanya kalung kedua itu jelas kalung imitasi. Dibalik bandulnya tercetak: &#39;Imitasi : Tembaga&#39;. &#39;Samakah mereka?&#39; Ellis bertanya dengan nada kekanak2an. Baginya kalung itu begitu indah sehingga ia tidak berani menyentuhnya. Sesungguhnya itu akan menjadi hadiah natal yg paling sempurna, kalau saja......kalau saja.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Berapa harganya, Pak ?&quot; tanya Egar dengan suara serak karena lidahnya kering. &quot;Sepuluh dollar.&quot; kata pemilik toko. Hilang sudah harapan mereka. Perlahan ia mengembalikan kalung itu. Pemilik toko melihat kedua orang itu berganti2, dan ia melihat Ellis yg tidak pernah melepaskan matanya dari kalung itu. Senyumnya timbul, dan ia bertanya lembut &quot;Berapa yg anda punya, Pak ?&quot; Egar menggelengkan kepalanya &quot;Bahkan tidak sampai $5.&quot; Senyum pemilik toko semakin mengembang &quot;Kalung itu milik kalian dengan harga $4.&quot; Baik Egar maupun Ellis memandang orang tua itu dengan pandangan tidak percaya. &quot;Bukankah sekarang hari Natal ?&quot; Orang tua itu tersenyum lagi, &quot;Bahkan bila kalian berkenan, saya bisa mencetak pesan apapun dibalik bandul itu. Banyak pembeli saya yg ingin begitu. Tentu saja untuk kalian juga gratis.&quot; &quot;Benar2 semangat natal.&quot; Pikir Egar dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 5 menit orang tua itu mencetak pesan berikut dibalik bandul : &quot;Selamat Natal, Ellis Salam Sayang, Sinterklas&quot; Ketika semuanya beres, Egar merasa bahwa ia memegang hadiah natal yg paling sempurna seumur hidupnya. Dengan tersenyum Egar menyerahkan $4 pada orang tua itu dan mengalungkan kalung itu ke leher Ellis. Ellis hampir menangis karena bahagia. &quot;Terima kasih. Tuhan memberkati anda, Pak. Selamat Natal.&quot; kata Egar kepada orang tua itu. &quot;Selamat natal teman2ku.&quot; Jawab pemilik toko, senantiasa tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua keluar dari toko dengan bahagia. Salju turun lebih deras tapi mereka merasakan kehangatan didalam tubuh. Bintang2 mulai muncul di langit, dan sinar2 mereka membuat salju di jalan raya kebiru2an. Egar memondong gadis itu di atas bahunya dan meloncat dari satu langkah ke langkah yg lain. Ia belum pernah merasa begitu puas dalam hidupnya. Melihat tawa riang gadis itu, ia merasa telah mendapat hadiah natal yg paling memuaskan untuk dirinya sendiri. Ellis, dengan perut kenyang dan hadiah yg berharga di lehernya, merasakan kegembiraan natal yg pertama dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bermain dan tertawa selama setengah jam, sebelum Egar melihat jam di atas gereja dan memutuskan bahwa ia harus pergi ke stasiun bis. Karena itu ia membawa gadis itu ketempat dimana ia menemukannya.&lt;br /&gt;
&quot;Sekarang pulanglah, Ellis. Hati2 dijalan. Tuhan memberkatimu selalu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kemana anda pergi, Pak ?&quot; tanya Ellis pada orang asing yg baik hati itu.&lt;br /&gt;
&quot;Saya harus pergi bekerja. Ingat sedapat mungkin bersekolahlah yg rajin. Selamat natal, sayang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencium kening gadis itu, dan berdiri. Ellis mengucapkan terima kasih dengan suaranya yg kecil, tersenyum dan berlari2 kecil ke asramanya. Kebahagiaan yg amat sangat membuat gadis kecil itu lupa menanyakan nama teman barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Egar merasa begitu hangat didalam hatinya. Ia tertawa puas, dan berjalan menuju ke stasiun bis. Pengemudi bis mengenalnya, dan sebelum Egar punya kesempatan untuk bicara apapun, ia menunjuk salah satu bangku yg masih kosong. &quot;Duduk di kursi kesukaanmu, saudaraku, dan jangan cemaskan apapun. Sekarang malam natal.&quot; Egar mengucapkan terima kasih, dan setelah saling menukar salam natal ia duduk di kursi kesukaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bis bergerak, dan Egar membelai kalung yg ada di dalam kantongnya. Ia tidak pernah mengenakan kalung itu di lehernya, tapi ia punya kebiasaan untuk mengelus kalung itu setiap saat. Dan kini ia merasakan perbedaan dalam rabaannya. Keningnya berkerut ketika ia mengeluarkan kalung itu dari kantongnya, dan membaca sebuah kalimat yg baru diukir dibalik bandulnya : &quot;Selamat Natal, Ellis Salam Sayang, Sinterklas&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ia baru sadar bahwa ia telah keliru memberikan hadiah untuk Ellis......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama 20 tahun berikutnya hidup memperlakukan Egar dengan amat keras. Dalam usahanya mencari pekerjaan yg lebih baik, ia harus terus menerus berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Akhirnya ia bekerja sebagai pekerja bangunan di Marengo, sekitar 1000 km dari kampung halamannya. Dan ia masih belum bisa menemukan pekerjaan yg cukup baik untuk makan lebih dari sekedar makanan kecil atau kentang goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena bekerja terlalu keras di bawah matahari &amp;amp; hujan salju, kesehatannya menurun drastis. Bahkan sebelum umurnya mencapai 45 tahun, ia sudah tampak begitu tua dan kurus. Suatu hari menjelang natal, Egar digotong ke rumah sakit karena pingsan kecapaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup tampaknya akan berakhir untuk Egar. Tanpa uang sepeserpun di kantong dan sanak famili yg menjenguk, ia kini terbaring di kamar paling suram di rumah sakit milik pemerintah. Malam natal itu, ketika setiap orang di dunia menyanyikan lagu2 natal, denyut nadi Egar melemah, dan ia jatuh ke dalam alam tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Direktur rumah sakit itu, yg menyempatkan diri menyalami pasien2nya, sedang bersiap2 untuk kembali ke pesta keluarganya ketika ia melihat pintu gudang terbuka sedikit. Ia memeriksa buku di tangannya &amp;amp; mengerutkan keningnya. Ruang itu seharusnya kosong. Dia mengetuk pintu, tidak ada jawaban. Dia membuka pintu itu dan menyalakan lampu. Hal pertama yg dilihatnya adalah seorang tua kurus yg tergeletak diatas ranjang, disebelah sapu2 &amp;amp; kain lap. Tapi perhatiannya tersedot pada sesuatu yg bersinar suram di dadanya, yg memantulkan sinar lampu yg menerobos masuk lewat pintu yg terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendekat dan mulai melihat benda yg bersinar itu, yaitu bandul kalung yg sudah kehitam2an karena kualitas logam yg tidak baik. Tapi sesuatu pada kalung itu membuat hatinya berdebar. Dengan hati2 ia memeriksa bandul itu dan membaca kalimat yg tercetak dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selamat Natal, Ellis Salam Sayang, Sinterklas&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata turun di pipi Ellis. Inilah orang yg paling diharapkan untuk bertemu seumur hidupnya. Inilah orang yg membuat masa kanak2nya begitu tak terlupakan hanya dengan 1 malam saja, dan inilah orang yg membuatnya percaya bahwa sesungguhnya Sinterklas memang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memeriksa denyut nadi Egar dan mengangguk. Tangannya yg terlatih memberitahu harapan masih ada. Ia memanggil kamar darurat, dan bergerak cepat ke kantornya. Malam natal yg sunyi itu dipecahkan dengan kesibukan mendadak dan bunyi detak langkah2 kaki puluhan perawat &amp;amp; dokter jaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jangan kuatir, Pak.... Siapapun nama anda. Ellis disini sekarang, dan Ellis akan mengurus Sinterklasnya yg tersayang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyentuh kalung di lehernya. Rantai emas itu bersinar begitu terang sehingga seisi ruangan terasa hangat walaupun salju mulai menderas diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa begitu kuat, perasaan yg didapatnya tiap ia menyentuh kalung itu. Malam ini dia tidak harus bertanya2 lagi karena ia baru saja menemukan orang yg memberinya hadiah natal yg paling sempurna sepanjang segala jaman..........&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/3478654584640725072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2013/03/14-maret-2013-hadiah-natal-terindah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3478654584640725072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3478654584640725072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2013/03/14-maret-2013-hadiah-natal-terindah.html' title='14 Maret 2013 -Hadiah Natal Terindah-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-6104166635416566953</id><published>2012-11-27T11:03:00.003-08:00</published><updated>2012-11-27T11:03:47.043-08:00</updated><title type='text'>28 November 2012 - Papi adalah guru semangat Yuyu -</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: body-font;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 25px;&quot;&gt;&lt;i&gt;Satu Ayah lebih berharga dari 100 guru disekolah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: body-font;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 25px;&quot;&gt;&lt;i&gt;– George Herbert -&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah hampir setahun piano yang dibeli dengan cara dicicil itu berada di rumah kami dan cicilannya pun masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Sementara itu, dentingan yang mula-mula sederhana mulai meningkat menuju nada-nada musik yang mulai berirama cepat dengan tekanan-tekanan yang semakin sulit. Disisi lain, dentingan nada yang awalnya sering didengar itu kini mulai terdengar jarang. Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Papi, yuyu mau berhenti les piano.&quot; pinta yuyu suatu ketika di pagi yang mendung. Seketika seperti ada kilat yang menyambar diriku seiring dengan mulainya gerimis di awal musim hujan yang terlambat ini. &quot;kenapa yuyu mau berhenti?&quot; kataku dengan nada yang dibuat tenang. &quot;yuyu pengen aja, bosen main piano,&quot;jawabnya. &quot;hmm, kalo gitu papi mesti berhentiin les piano yuyu dong?&quot;tanyaku hati-hati &quot;iya pi&quot;jawab yuyu pasti. &quot;kalau begitu nanti piano-nya mesti papi jual dong?&quot;lanjutku lagi dengan penuh harapan cemas bahwa yuyu akan menolak pianonya dijual, &quot;iya pi, dijual aja....&quot; Duarr!!!!, petirnya menyambar setelah kilat dan telingaku berdenging....respon awalku adalah apa yang salah? Bagaimana mungkin yuyu yang dulu minta piano dengan semangat belajar yang luar biasa tiba-tiba berubah hendak berhenti main piano? (kalau tidak ingat cerita semangat yuyu belajar piano, bisa direfresh ke cerita:&amp;nbsp;29 September 2011 -Minuet-).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini saatnya aku harus mengeluarkan salah satu kartu jokerku yang paling luar biasa pada yuyu, yang sering aku gunakan disaat-saat aku terdesak dan kalah untuk memaksakan kehendakku padanya, yakni intimidasi untuk menceritakan masalah ini kepada semua orang yang kukenal. Maka dengan wajah sesantai mungkin aku berbicara dengan yuyu lagi, &quot;kalau begitu papi mesti mengabarkan kabar sukacita ini keseluruh penjuru dunia.&quot; Yessssss.....berhasil, yuyu mulai mengambek mendengar kalimatku itu. Dalam pikirannya, semua orang akan tahu kalau ia berhenti les piano karena......bosan hehehehehehehe. Dan seakan Tuhan menjawab doaku tersebut, pagi itu aku bertemu dengan Kevin, salah seorang temanku yang dikenal juga oleh yuyu. &quot;Papi boleh cerita ke om Kevin kan yu?&quot; kejarku dengan cepat dan penuh kemenangan. Yuyu meninggalkanku dan tidak mau bertemu dengan Kevin karena.....ngambek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang, pada saat yuyu tidak mau berbicara padaku, aku berpikir jika kartu joker pun tidak berguna pada saat kugunakan, maka ada masalah mendasar yang membuat yuyu tidak mau main piano lagi.....apa itu ya? bagaimana aku bisa tahu? dan kalaupun tahu bagaimana bisa membantunya? Aku buta piano dan musik, jangankan membaca tangga nada yang bagiku seperti ular tangga, memainkan nada dengan satu tangan dipiano saja sudah cukup sulit bagiku, jadi bagaimana aku bisa membantunya jika memang tahu masalahnya? Akhirnya kuputuskan bahwa aku harus mencoba untuk mencari tahu dan jika memang nanti tidak tahu aku mesti lapor ke guru pianonya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampai dirumah, aku melapor pada istriku bahwa yuyu hendak berhenti main piano, diluar dugaan, istriku sudah mengetahuinya....jadi aku adalah orang terakhir yang tidak tahu apa-apa tentang masalah ini dan masih mencicil piano tiap bulan pula?? Semangatku hidup dan membara melihat situasi seperti ini, aku mulai membuka pembicaraan lagi dengan yuyu, menanyakan lagi sampai dimana pelajaran pianonya dan bahkan memintanya memainkan lagu yang kami suka. Setelah itu, aku bertanya tentang lagu yang telah dipelajarinya terakhir serta memintanya untuk dimainkan pula......yuyu terlihat tidak siap dan lagu tersebut dimainkan secara berantakan. Sejenak aku berpikir, lagu ini memang sulit karena ada dua balok nada yang harus dimainkan dengan kedua tangan mesti sinkron dan saling mengisi. Pada awal yuyu bermain piano, aku masih turut mengajarinya, tetapi lebih ke arah penekanan perasaan ke dalam setiap lagu yang dimainkan yuyu dan aku tidak perlu sok untuk mengerti dan menguasai tangga nada yang memang tidak kumengerti sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk kasus lagu ini, ada beda yang menjurang, aku tidak bisa menekankan perasaan yuyu ke dalam lagu itu karena.....yuyu tidak menguasai lagunya, tetapi ada satu hal yang aku mengerti, jika nadanya sulit dimainkan oleh dua tangan maka mainkan dulu dengan satu tangan, jadi kalau kedua tangan sudah hapal dengan nada-nya maka barulah disinkronkan.&amp;nbsp;Yuyu menuruti saranku dan mencoba mensinkrokan nadanya dengan cara memainkan balok nada atas sebanyak sepuluh kali dengan tangan kiri dan balok nada bawah sepuluh kali dengan tangan kanan kemudian bermain sinkron dengan kedua tangan, just as simple as that and then the miracle happen.....yuyu terkejut karena ia telah bisa memainkan lagunya dengan lebih baik. Aku tersenyum dan berkata padanya &quot;papi rasa kamu sudah siap untuk mainkan lagu itu ke miss-mu deh&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang, yuyu pulang dari les piano dan berkata padaku dengan bangga &quot;papi, kata miss aku bisa lanjutin ke buku tes musik&quot; &quot;oya? trus gimana rencanamu untuk berhenti les piano?&quot; tanyaku lagi. Kalimat jawaban selanjutnya dari yuyu membuatku terjaga &quot;ngapain berhenti les piano, kan ada papi yang jadi guru semangat yuyu?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papi adalah guru semangat yuyu.....apakah ini janjiku kepadanya ataukah ini ucapan terima kasih tulusnya padaku? jika ini janjiku maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap menjadi guru semangatmu yu....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PS.&lt;br /&gt;
1. For your kind interest, the song that my daughter should learned called: Down By The Bay - one of classical song that should be learned during basic piano lesson, you could find it on:&lt;br /&gt;
http://www.youtube.com/watch?NR=1&amp;amp;v=Lk6MnqBf2H8&amp;amp;feature=endscreen&lt;br /&gt;
2. Special Thanks for Kevin Mardhi to be appear on live scene as my Daddy-Daughter Story&#39;s witness. GBU&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/6104166635416566953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/11/28-november-2012-papi-adalah-guru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/6104166635416566953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/6104166635416566953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/11/28-november-2012-papi-adalah-guru.html' title='28 November 2012 - Papi adalah guru semangat Yuyu -'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-4797965197091272771</id><published>2012-05-25T13:45:00.002-07:00</published><updated>2012-05-25T20:49:47.190-07:00</updated><title type='text'>5 May 2012 - Happy Birthday my Sweet Little Girl-</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Our lives are made in these small hours&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;These little wonders, these twists and turns of fate&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Time falls away but these small hours&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;These small hours still remain...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;-Footage of Little Wonders&#39;s Song-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Seven years ago on the same date and month just like today, that little baby were born. Her cries were overwhelmed the maternity alley and suddenly woke me up from my desperate bide. My legs trembled when i start to run and chase over the nurse that drove a baby cart from where the cry belongs. &quot;is she my baby, nurse?&quot; asked me, &quot;yes sir, she is, congratulation for your baby daughter born&quot; replied her without turned her heads or broke her hasten steps to carry my little yuyu up to be washed. My pace were stopped at the baby room and I could no longer follow her inside and saw her been washed nor to look what the nurse did to her, i just could starred their shadow from the closed curtains.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As the curtains opened on the next thirty minutes, my little yuyu has been covered with blanket and started to yawn. Just on the seconds, she start to cry again and now as her lungs already filled with the air, she screamed her voice out that was so loud, just to shock the other babies and triggered a choir of babies cry along the room. At that moment i was inadvertent crying a bit and mumbled &quot;welcome to our family, yuyu...&quot;. That tears were some kind of puzzled emotions consist of happiness, worry, miracles, outstanding and all of other feelings mix in one. She just born on that morning and from that time, she will filled our family life up and gave us the starting point to taste the parental experiences, an everlasting experience that should be learned by both of us until she is ready to confront the reality.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Our parental learning experiences were draw with so many colors, consist of sort sad and happiness stories. There was a time when she should enter a hospital caused by our failures to learn that every children need their parents on their side to look after them. There also a time when we shall dealt with natural disaster and how i shall carried her on my neck with my right hand and umbrella on the left hand and crossed the flooding which already meet my upper chest at midnight. She was just one and a half year that time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Today,&amp;nbsp;Its been a while when time passes by and sometimes it was so fast for me to realize that my little baby already reach her seven years. She grew from her first yawn, first cry and her first step. All of her first act seem just like a life picture of yesterday and those initial love become as strong as her growth. I just could not express the feeling of my pride to be her father on how she will hop in happiness just to fetch me up when i got home on many evenings and how she will patiently wait for me to assist her learning just to boost her confidence up to meet her test in school or how she will suddenly call me just to know when will i went to home.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I just wish that it would be everlasting enough for me to be her shoulder to lean of, even though that some day in the near future, she will leave us to start her own family.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Happy birthday yuyu, a best wishes from papi will always be with you everyday......</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/4797965197091272771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/05/5-may-2012-happy-birthday-my-sweet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/4797965197091272771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/4797965197091272771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/05/5-may-2012-happy-birthday-my-sweet.html' title='5 May 2012 - Happy Birthday my Sweet Little Girl-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-381341220560019403</id><published>2012-05-17T11:09:00.001-07:00</published><updated>2012-05-17T11:09:35.391-07:00</updated><title type='text'>25 April 2012 -Gmana cara membuatmu mau membaca ya yu? (extended part)-</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;There are many little ways to enlarge your child&#39;s world. Love of books is the best of all.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;~ Jacqueline Kennedy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengalaman kami untuk membuat yuyu membaca pada saat ia berusia 3,5 tahun memang mengalami kemajuan, namun kemajuan tersebut tidak menjadikan yuyu sering dan suka membaca. Di usianya yang beranjak ke tujuh tahun, ia tidak lagi suka membaca dan kemampuan membaca-nya masih bersifat standar alias masih tetap malas membaca, meskipun telah mampu membaca. Situasi ini membuatku prihatin dan berpikir untuk terus merangsang yuyu agar mau dan suka membaca. Sebenarnya aku tidak berharap yuyu menjadi kutu buku seperti aku, tetapi setidaknya ia bisa mirip mami-nya yang suka membaca buku jika memang diperlukan. Bagaimanapun, buku merupakan jendela dunia dan dari bukulah seseorang bisa memperoleh pandangan yang luas tentang apa saja yang ia inginkan. Berikut ini beberapa cara yang telah kucoba untuk membuat yuyu mau membaca.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Berlangganan majalah anak-anak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Siapa yang tidak kenal Bobo? hampir semua anak di Indonesia kenal Bobo. Bagi aku dan istriku, Bobo merupakan majalah anak-anak yang menyertai kami dalam proses menuju dewasa. Latar belakang tersebut menjadikan yuyu kecil telah menjadi sahabat Bobo dimulai dari majalah Bobo Junior dan berlangsung hingga majalah Bobo. Meskipun sering membaca Bobo, tetapi kerap kali ia hanya membaca bagian yang ia senangi dan itupun tidak banyak. Hingga sekarang, majalah Bobo tetap menjadi langganan karena sangat membantu yuyu ketika ia harus menyiapkan pekerjaan kliping sekolah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Membelikan dan membacakan buku dongeng.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu resep agar anak mau membaca adalah menimbulkan keingintahuannya tentang buku. Rasa keingin-tahuan tentang buku bisa dimulai dengan cara sederhana yakni membacakan dongeng sejak anak kita masih kecil. Meskipun kami memulai langkah ini dengan terlambat, tetapi keyakinan bahwa tidak ada sesuatu yang terlambat di dunia ini mendorongku membelikan sebuah buku dongeng yang berisi 365 dongeng. Jadi dalam buku tersebut tersedia begitu banyak dongeng yang bila dibacakan satu dongeng per hari bisa selesai dalam waktu satu tahun. Dalam prakteknya, yuyu kerap meminta kami membacakan dongeng....tetapi rasa ingin tahu untuk membaca tetap tidak tumbuh dalam dirinya, yang tumbuh malah ketergantungan untuk minta dibacakan dongeng :-D&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meskipun cara ini belum berhasil, kami berdua masih keras kepala memakainya sembari mencari cara lain. Setidaknya investasi buku dongeng ini masih bisa dilanjutkan pada yu el, anak kedua kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Menawarkan koleksi buku yang disukai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Yuyu suka komik bergambar dan kesempatan ini tidak ku sia-siakan. Aku mengajaknya untuk mengoleksi buku komik yang ia sukai, tentunya buku komik yang dipilih sesuai dengan standar yang kita sepakati bersama. Yuyu dan aku memutuskan untuk mengoleksi komik smurf. Menyadari kesempatan untuk membuat yuyu membaca telah datang didepan mata, dengan tidak tanggung-tanggung aku memesan tiga buku komik Smurf langsung sebagai investasi awal dan mengajaknya membaca. Rasanya senang ketika melihat ia menikmati bacaan komik smurf sembari aku juga ikutan membaca komik tersebut. Waktu aku membaca komik smurf, timbul perasaan janggal......aku kesulitan untuk mengartikan arti kata &quot;smurf&quot; seperti contoh; papa smurf men-smurf-kan tulisan yang telah di-smurf oleh smurf penyair. Alamak, jika aku saja kesulitan untuk mengartikan kata &quot;smurf&quot;, apalagi yuyu? Benar saja, tak lama setelah satu buku dibaca, ia mulai bertanya tentang arti kata &quot;smurf&quot; di dalam komik smurf, hasilnya menjadi jelas, buku smurf tidak laku lagi untuk dibaca, karena kami sama-sama kesulitan mengartikan arti kata &quot;smurf&quot; secara keseluruhan dalam komik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Membaca ayat Alkitab saat teduh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Istriku dalam kesehariannya sering melakukan saat teduh, salah satu kegiatan dimana seseorang melakukan kontak dengan sang Pencipta melalui keyakinannya yang dalam hal ini adalah Kristen. Secara tidak sengaja, yuyu ikut bergabung dengan maminya berdua untuk melakukan saat teduh dan ketika memasuki fase membaca Alkitab, yuyu dengan senang hati dan antusias membacakan ayat-ayat yang ada di Alkitab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bagi kami, membaca ayat alkitab disaat teduh itu merupakan salah satu titik terang untuk menumbuhkan minat membacanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Aku sadar, ternyata selama ini usaha kami untuk menumbuhkan minat yuyu untuk membaca hanya bertumpu pada bagaimana mengupayakan bacaan yang disenangi olehnya tanpa melihat kenyataan bahwa sebenarnya yuyu ingin membaca bersama-sama dibarengi oleh kami sebagai orang tuanya. Sekali lagi kami belajar, bahwa menyayangi anak-anak bukanlah dengan menyediakan materi yang berlebihan, tetapi lebih banyak bertumpu pada penyediaan waktu yang berkualitas untuk bersama-sama melakukan pekerjaan yang mereka senangi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekali lagi papi melakukan kesalahan dan belajar dari kenyataan yang sederhana dalam kehidupan ini......terima kasih yuyu telah mengingatkan papi.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/381341220560019403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/05/25-april-2012-gmana-cara-membuatmu-mau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/381341220560019403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/381341220560019403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/05/25-april-2012-gmana-cara-membuatmu-mau.html' title='25 April 2012 -Gmana cara membuatmu mau membaca ya yu? (extended part)-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-1393693612455217499</id><published>2012-04-12T07:17:00.002-07:00</published><updated>2012-04-12T07:27:12.809-07:00</updated><title type='text'>9 April 2012 -Selamat Jalan Kung Kung-</title><content type='html'>&lt;i&gt;Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.&amp;nbsp;Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.&lt;br /&gt;
2 Timotius 4:7-8&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi hari ini kung-kung kami meninggal. Kung-kung adalah sebutan yuyu untuk kakek dari ayah kandung istriku. Sudah hampir 4 bulan kung kung dirawat karena jatuh dari lantai kamar mandi di rumahnya. Sejak jatuh hingga hari dimana ia meninggal, kung kung hampir tidak pernah sadar dan berbicara lagi kepada kami. Bagi kami, kehilangan kung kung hari ini sebenarnya merupakan faktor penentu dari hubungan yang tidak pasti selama hampir 4  bulan ini. Meskipun sedih, kami merelakan kepergiannya dan bersyukur ia telah lepas dari penderitaan di dunia ini dan kembali ke Sang Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan yuyu dengan kung kung mungkin kurang dekat karena faktor jarak lokasi yang berjauhan, usia diantara keduanya dan karakter kung kung sendiri yang memang cenderung pendiam. Tulisan ini sendiri dibuat agar Yuyu sedikit banyak dapat mengetahui cerita tentang pribadi kung-kung yang telah meninggalkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kung kung lahir pada masa republik ini masih belum merdeka dan sedang berjuang untuk itu. Ia merupakan anak tertua dari 8 bersaudara, masa-masa itu merupakan masa sulit yang tak perlu diceritakan, sehingga mengharuskan ia menjadi orang kedua setelah ayahnya yg bertanggung jawab utk keluarga. Kung kung mengorbankan masa sekolahnya untuk bekerja dan ia membantu menyekolahkan adik-adiknya, membesarkan mereka hingga berkeluarga satu demi satu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah keluarga mereka di cepu merupakan saksi dari kerja keras kung-kung dalam mengumpulkan saudara2nya, yang satu demi satu ia lepaskan dengan mandiri. Kadang untuk tujuan tersebut, kung kung harus mengorbankan waktu, tenaga dan dana yg diperuntukkan bagi keluarganya, kasih sayangnya terhadap saudara2nya kadang membuat dirinya terkesan tidak tegas bagi keluarganya sendiri, sebuah konsekuensi yang diterimanya dengan sabar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesabaran kung-kung ibarat langit tak berbatas, nada suaranya hampir tidak pernah tinggi, perdebatan dengan pho-pho bahkan mirip seperti dua orang yang sedang berdiskusi. Jika marah, kung kung lebih banyak menghindar dan diam. Perselisihan adalah hal yang tabu bagi dirinya, mengalah adalah pilihannya. Sepanjang ingatan mami, ia tidak pernah dipukul oleh kung kung, kecuali omelan biasa yang tidak panjang lebar. Bagi kung kung, dirinya adalah prioritas belakangan,  orang yang menurutnya lebih penting akan selalu diprioritaskan, bahkan bila perlu dengan mengorbankan dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kesabaran, kung kung juga memiliki keyakinan yang kuat, sekali memilih pantang untuk berhenti di tengah jalan, ia akan melakukan langkahnya dengan pasti tanpa penyesalan dan dalam setiap langkahnya, terdapat iman yang teguh, Tuhan adalah pemimpinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimasa tuanya, kung kung yang lelah bekerja, hidup dalam kesederhanaan, tangannya yang dulu kuat tidak mampu lagi utk mengangkat beban berat, matanya yang dulu cermat dalam bekerja terkikis habis oleh usia, diabetes menjadi penyakit yang menyertai dirinya mirip sahabat setia. Namun setiap menatap mata kung kung, papi selalu melihat sorot mata kebanggaan dari seorang kakak. Seorang kakak yang bertanggung jawab sedemikian besar bagi orang tuanya dan berkorban sedemikian besar bagi adik-adiknya. Sungguh kualitas seorang kakak yang tidak ada duanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuyu, seorang kakak tertua mewarisi semangat dari kedua orang tuanya untuk melindungi adik-adiknya. Kakak tertua punya tugas dan tanggung jawab yang berat untuk membuat dirinya secepat mungkin menjadi mandiri dan kemudian berusaha untuk membuat adik-adiknya untuk menjadi mandiri juga. Ingatlah itu yu, kamu adalah teladan bagi mereka adik-adikmu, dari kamulah mereka belajar untuk bersatu atau pecah berantakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, ketika kung kung berpulang, papi berharap mami bisa memahami nilai perjuangan yang telah kung kung lakukan selama ini, perjuangan itu layak mendapatkan kebanggaan terdalam di hati setiap anak-anak kung kung, termasuk mami, karena kung kung, lepas dari segala kekurangannya merupakan perwujudan sempurna dari gambar dan rupa Tuhan selaku gembala yang baik bagi adik dan keluarganya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/1393693612455217499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/04/9-april-2012-selamat-jalan-kung-kung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/1393693612455217499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/1393693612455217499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/04/9-april-2012-selamat-jalan-kung-kung.html' title='9 April 2012 -Selamat Jalan Kung Kung-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-3152204347477563803</id><published>2012-03-07T09:31:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T09:35:42.396-08:00</updated><title type='text'>7 Maret 2012 -Gmana cara membuatmu mau membaca ya yu? (prelude)-</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Cerita ini dibuat di suatu hari di tahun 2008 ketika putri kecil kami masih berusia 3,5 tahun dan akan menjadi dasar dari cerita selanjutnya yang sesuai dengan judul diatas.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah beberapa kali kami berusaha untuk membuat Yuyu dapat melafalkan huruf sehingga nantinya ia tidak kesulitan untuk masuk dan belajar di taman kanak-kanak. Beberapa cara sudah dilakukan antara lain, membeli satu lembar karton yang berisi huruf dari a-z, setelah memasang karton tersebut di dinding, kami mulai mengajarinya untuk menghafal huruf tersebut. Kesulitan datang karena Yuyu tidak suka belajar, tidak ada anak yang suka belajar ketika seharusnya ia bermain, walhasil ia hanya mau mempelajari huruf a-i, itupun dengan lafal yang sengaja disalahkan olehnya, setelah gagal dengan metode menghafalkan, istri menyarankan untuk mengubah metodenya dengan menempelkan kata2 disekitar benda-benda yang mudah untuk dilafalkan, seperti tulisan meja di meja belajarnya yang kecil, tulisan teve di televisi dan lain-lain. Ide ini juga tidak berjalan dengan mulus karena baik Yuyu maupun kami malah sama sekali tidak pernah menaruh perhatian atas tulisan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide cemerlang datang lagi dari istriku yang memang punya ambisi besar untuk membuat Yuyu pandai membaca, ia membeli sekotak kartu yang berisi huruf a-z dan mulai mengajarnya dengan metode…..menghafal, kesalahan ini kami ulangi lagi karena kami masih tidak sadar bahwa putri kami sebenarnya ingin bermain. Setelah melalui protes keras yang berujung pada pemberontakannya untuk belajar, aku sadar, metodenya yang harus dirubah. seharusnya aku mencoba untuk mengajaknya bermain, akhirnya aku menciptakan kata-kata sederhana yang akan kita pakai untuk bermain, seperti papa, mama, kaki, dan lain-lain setelah itu kami mulai mencari hurufnya, aku melihat betapa bersemangatnya ia untuk mencari huruf-huruf itu dan kami berlatih untuk mengingat hurufnya.  Sesekali aku &quot;berpura-pura&quot; lupa hurufnya dan ia dengan bahagia membetulkan huruf yang salah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan jadi lebih seru ketika huruf yang dikumpulkan sudah lengkap dan sekarang tinggal proses menatanya, sekali lagi kita bermain untuk menyatukan huruf tersebut sehingga lafalnya pas dan oh....betapa menyenangkan dan mudah baginya untuk menghafalkan huruf daripada ketika kami memaksanya. Bahkan ketika tulisan ini ditulis, Yuyu sudah punya kemampuan untuk memasang huruf tersebut menjadi satu kata yang mudah, tentu dengan sedikit kesalahan yang entah disengaja atau tidak, seperti kata papa menjadi apap, kaki menjadi akik, tapi yang penting kami bermain sambil belajar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuyu masih berumur 3,5 tahun dan masih ingin bermain, dia adalah anak kami yang masih membutuhkan banyak permainan untuk menggali kreatifitasnya....aku bukan ayah yang baik ketika memaksanya belajar karena ia masih ingin bermain...&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/3152204347477563803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/03/7-maret-2012-gmana-cara-membuatmu-mau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3152204347477563803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3152204347477563803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/03/7-maret-2012-gmana-cara-membuatmu-mau.html' title='7 Maret 2012 -Gmana cara membuatmu mau membaca ya yu? (prelude)-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-2390991059355491499</id><published>2012-03-07T08:22:00.002-08:00</published><updated>2012-04-12T09:25:37.152-07:00</updated><title type='text'>10 Desember 2011 -Carrot and Stick for Ulangan Umum-</title><content type='html'>&lt;i&gt;Carrot and stick (also &quot;carrot or stick&quot;) is an &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Idiom&quot;&gt;idiom&lt;/a&gt; that refers to a policy of offering a combination of rewards and punishment to induce behavior. It is named in reference to a cart driver dangling a carrot in front of a mule and holding a stick behind it. The mule would move towards the carrot because it wants the reward of food, while also moving away from the stick behind it, since it does not want the punishment of pain, thus drawing the cart. -Wikipedia Free Encyclopedia-&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;Semester satu akan berakhir dengan dimulainya ulangan umum di bulan Desember 2011 ini. Seperti dalam ulangan harian, Biasanya putri kami akan mengelak dari tugas belajarnya dengan melakukan banyak kegiatan yang tidak perlu untuk menghindari belajar, mulai dari main, nonton tv, bermain ke rumah neneknya, bahkan pergi jalan-jalan. Perhatian istriku yang sebagian besar tertuju pada anak kedua kami dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh putri kami untuk tidak belajar. Pada momen ini, aku bisa menggunakan metode marah-marah atau menggunakan kemucing untuk &amp;nbsp;membantunya belajar lebih tekun, tapi kelak metode ini tidak akan bisa bertahan lama dan &amp;nbsp;memudar pelahan-lahan seiring dengan pertumbuhan usianya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;Anak yang terlalu sering dimarahi dan dipukuli akan terbiasa dengan kehidupan tersebut dan akan menganggap normal kekerasan yang terjadi pada dirinya ataupun kekerasan yang dilakukan dirinya kepada orang lain dan aku bukanlah ayah yang cukup tolol untuk menggunakan metode itu. Iseng-iseng aku mencoba metode carrot and stick yang biasa digunakan oleh banyak perusahaan untuk memacu pegawainya berprestasi. Metode carrot and stick sebenarnya cukup simple dan sangat berguna untuk diterapkan &amp;nbsp;untuk anak-anak kita karena pada umumnya anak-anak kita memiliki hubungan yang jauh lebih dekat dengan kita daripada kolega yang menjadi bawahan di kantor. Intinya ada pada rasa saling percaya antara anak dan ortu, yup konsep memang selamanya mudah dibandingkan dengan praktek, benarkah?.............&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;Untuk memulai metode ini aku bertanya pada putriku, &quot;yuyu mau apa nanti waktu liburan semester satu?&quot; &quot;mau mainan di funworld 10x&quot;, jawabnya. menurutku itu bukan permulaan yang baik karena bermain 10x di funworld tidak akan membuatnya menjadi puas tapi malah menjadi kecanduan main disana. Dengan hati-hati aku mundur dari pertanyaan yang salah itu dan memikirkan strategi lain sementara waktu ulangan umum berdetak semakin dekat. Hari sabtu terakhir sebelum Ulangan Umum yang dimulai hari senin, aku masih belum mendapatkan solusi untuk carrot and stick, bukan karena aku kekurangan ide, tapi karena ide itu lebih banyak disita oleh tempatku bekerja daripada untuk putri kesayanganku itu. Hari itu aku bertekat untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan ketenangan belajar yang tidak perlu dipaksakan kepada putriku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19px;&quot;&gt;Kami berdua berjalan-jalan di gramedia dan sepintas terbit ideku untuk melanjutkan negosiasi yang tertunda itu,&quot;coba lihat, bagus sekali pensil pilot ini ya, waaah pensil warnanya juga cakep, penghapus bulat ini juga manis&quot; rayuanku termakan dengan mudah. Yuyu memang tertarik dengan benda-benda sekolah dan akupun mulai bernegosiasi, &quot;yuyu mau semua ini&quot;, &quot;mau, beliin dong pi&quot; rajuknya manja. &quot;oooo, bisa aja tapi.....&quot;, &quot; tapi apa?&quot; tangkisnya &quot;tapi papi ada permintaan sedikit, gimana? bisa nda?&quot;, &quot;apa itu?&quot;tanyanya penuh curiga. &quot;papi mau kamu belajar agar nilai ulangan umum-mu diatas tujuh semua, papi tidak perlu nilai seratus cukup nilai tujuh&quot; kataku. &quot;kalau nilai enam lima, gimana pi?&quot;tanyanya &quot;kalo ada satu yang dapat nilai enam lima, berarti ga jadi beli sayang&quot;tangkisku. &quot;oooo, jadi mesti nilai tujuh semua ya?, kalau tujuh lima?&quot;, &quot; kalau tujuh lima ya bagus dong&quot; kataku, &quot;enam delapan?&quot;, &quot;nda bisa&quot;, &quot;enam sembilan?&quot;, &quot;ndaaaa&quot;, &quot;ooo harus persis tujuh atau tujuh lebih ya pap?&quot; &quot;yup, baru kamu dapat tiga barang tadi....plus diary cantik ini&quot;, &quot;mauuu&quot;rajuknya manja, &quot;oke, belajar dulu dong&quot; jawabku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; line-height: 19px;&quot;&gt;Hari itu kami tidak berlama-lama di gramedia karena yuyu memintaku pulang lebih awal untuk......belajar, sesampai di rumah perjanjian tersebut kuratifikasi di selembar kertas dan kutanda-tangani untuk disimpan di dompet pensilnya. Pengen tau hasil ujiannya? nda perlu diceritain deh, cukup kuceritakan bahwa disuatu hari sabtu siang yang indah, si kecil yuyu berjalan keluar dari gramedia dengan membawa kantung plastik berlogo gramedia di tangan kanannya. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/2390991059355491499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/03/10-desember-2011-carrot-and-stick-for.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2390991059355491499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2390991059355491499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/03/10-desember-2011-carrot-and-stick-for.html' title='10 Desember 2011 -Carrot and Stick for Ulangan Umum-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-2127112366767923886</id><published>2012-01-29T09:52:00.001-08:00</published><updated>2012-04-12T09:26:46.720-07:00</updated><title type='text'>29 September 2011 -Minuet-</title><content type='html'>&lt;i&gt;&quot;A minuet, also spelled menuet, is a &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Social_dance&quot;&gt;social dance&lt;/a&gt; of &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/France&quot;&gt;French&lt;/a&gt; origin for two people, usually in &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Time_signature&quot;&gt;3/4 time&lt;/a&gt;. The word was adapted from &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Italian_language&quot;&gt;Italian&lt;/a&gt;minuetto and &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/French_language&quot;&gt;French&lt;/a&gt; menuet, and may have been from French menu meaning slender, small, referring to the very small steps, or from the early 17th-century popular group dances called branle à mener or amener.&quot; -Wikipedia the free encyclopedia-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Papi, beliin piano dong, kata miss sekarang belajar pianonya tambah susah dan butuh piano untuk dibuat belajar dirumah loh...&quot;rajuk putri kecilku sepulangnya dari kursus piano yang diikutinya. Waduh, piano bukan barang yang murah bagi keluarga kami, belum lagi keadaan lingkungan rumah kami di Jakarta yang sering diserang dengan &quot;bencana&quot; banjir kiriman dari wilayah tetangga. rasanya aku mulai menyesal memasukkan putri kami ke tempat kursus musik tersebut, sungguh kursus yang mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iseng-iseng aku mendatangi sebuah toko musik dan bertanya tentang harga piano yang dijual di toko tersebut. harganya masih mahal, tetapi kami masih berkesempatan untuk memilikinya jika kami mencicil alias kredit. hmm....sebenarnya jika dicicil, ringan juga, tapi aku khawatir jika harus membeli piano tersebut langsung, khawatirnya dengan niat putri kecil kecilku, jangan-jangan nanti pianonya dinganggurin? Terbetik ide, kenapa tidak dicoba kesungguhannya? caranya? hmmm aku dapat caranya....&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Yuyu mau punya piano? kalau mau punya piano ada syaratnya, setiap kali kamu dan papi ke toko musik ini, kamu harus mainkan papi &quot;Minuet&quot; dengan piano yang ada di toko ini.&quot; Seperti dugaanku, yuyu menyetujuinya, dan akhirnya selama hampir 3 bulan Yuyu dan aku sering datang ke toko tersebut hanya untuk mendengarnya memainkan &quot;minuet&quot;, hasilnya ia lulus dalam tes dasar piano-nya karena memainkan minuet dengan nada sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Piano itu sebenarnya sudah kubeli dan dicicil sebulan sejak kami datang ke toko musik tersebut untuk pertama kalinya, namun yuyu tidak pernah menyadari bahwa piano-nya sudah dibeli karena aku meminta kepada penjualnya untuk tidak mengirimkan piano tersebut sebelum ia lulus tes dasarnya......ah minuet, betapa indah nada itu di telingaku.   &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/2127112366767923886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/01/29-september-2011-minuet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2127112366767923886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/2127112366767923886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2012/01/29-september-2011-minuet.html' title='29 September 2011 -Minuet-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-698839547322194681</id><published>2011-12-09T12:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-09T12:10:45.290-08:00</updated><title type='text'>24 September 2011 -Mr. Bean-</title><content type='html'>Aku dan Putriku sering berbincang-bincang waktu malam sebelum kami tidur, isi pembicaraan lebih banyak tentang bagaimana ia berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, curhat tentang bu guru yang suka teriakin temen-temennya yang ribut, main kejar-kejaran waktu istirahat, sirik-sirikan dengan teman dari kelas lain, pokoknya ia banyak cerita sementara aku mendengar sambil sesekali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suatu malam ia bercerita tentang seorang teman laki-laki di kelas lain yang dipanggil Mr. Bean, rasa kantuk yang menghampiri tiba-tiba lenyap ketika ia bercerita bagaimana ia ikut memanggil teman tersebut dengan panggilan olokan yang sama dengan teman-teman lainnya. &quot;jadi kamu juga ikut manggil dia Mr. Bean?&quot; , &quot;kenapa kamu nda nanya namanya?&quot;&amp;nbsp;tanyaku. &quot;aku ngga tau namanya, pi, tapi temen-temen semua manggil dia Mr. Bean, jadi aku juga ikut manggil Mr. Bean&quot; jawabnya lugas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkali masalah kecil ini tidak menjadi perhatian kita, para orang tua, beberapa mungkin menasehati, beberapa mendengar sambil lalu dan tidak jarang yang tidak peduli. Dalam hati kecil ini aku bertanya apa gerangan yang terjadi dengan orang tua dari &quot;Mr. Bean&quot; itu sendiri, apakah mereka mengetahui panggilan olokan anaknya di sekolah dan apakah mereka mempedulikan atau malah tidak ambil peduli? Karakter building yang semestinya mulai tumbuh sejak Sekolah Dasar mungkin bisa berjalan tidak sempurna dan mempengaruhi faktor psikologis dari anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke putri kami, aku sadar nasehatku bisa jadi tidak didengar, ketika aku menyarankan ia untuk berkenalan dan bertanya nama aslinya, namun toh tidak ada salahnya mencoba meskipun kemungkinan berhasil itu tipis dan pada akhirnya...............aku memang gagal. Putri kecil kami memang menuruti nasehatku untuk berkenalan tapi ia menjawab bahwa temannya tidak mau memberitahu namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari setelah kejadian itu terjadi, aku memiliki kesempatan untuk membenarkan sikap putri kecil kami untuk menjadi lebih bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahannya karena ikut-ikutan mengolok teman yang sama sekali tidak dikenalnya. Pagi itu, ketika aku mengantarnya ke sekolah, ia berbisik padaku &quot;papi, ituloh mr. Bean.&quot; Waktu itu aku merasakan bahwa inilah saat yang tepat untuk membenarkan apa yang menjadi kesalahannya. Kugenggam tangan putriku dan kubawa ia mendekati &quot;mr. bean&quot; dan setelah dekat kuminta putri kami untuk berkenalan dengannya dan sekaligus mengenalkan namanya. &quot;Halo, aku yujing, boleh tahu namamu nda?&quot; kalimat itu meluncur dengan tangan yang terjulur tulus siap untuk menjabat teman yang dioloknya. Seperti yang diduga, Mr. Bean meski awalnya agak terkejut, menyambut tangan tulus itu dan dengan mantap menjawab pertanyaan putri kami, &quot;halo namaku Willy, makasih.&quot; Sesaat aku melihat pancaran mata hangat dari Willy tanda persahabatan dan aku bersyukur bahwa hari itu putri kami telah melakukan sesuatu yang benar dalam hidupnya yang masih muda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/698839547322194681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/12/24-september-2011-mr-bean.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/698839547322194681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/698839547322194681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/12/24-september-2011-mr-bean.html' title='24 September 2011 -Mr. Bean-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-1326543682979859485</id><published>2011-09-02T05:21:00.001-07:00</published><updated>2011-09-02T05:21:44.701-07:00</updated><title type='text'>18 Agustus 2011 –Kegagalan sebagai sahabat setia-</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kau datang ketika kesedihan itu mendera&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Merangkul dan menemani diriku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Menangis bersama dalam pekatnya malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kau datang ketika kekecewaan itu menggunung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Menemaniku berteriak dalam emosi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Meninju awan yang gelap, bertanya tentang keadilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kau slalu hadir saat gelapnya mendung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Menghilang dalam keceriaan embun pagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tak pernah ada kesempatan bagiku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tuk ucapkan terima kasih kepadamu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(WishingTrees)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tiga piala sudah terpampang manis di rumah kami yang mungil, hasil yang didapat beruntun dari perjuangan putri kami dalam tiga lomba yang berbeda, juara 1 dalam lomba menggambar dengan komputer, juara 2 dalam lomba senam bebas dan juara harapan 2 dalam lomba kerajinan tangan duet antara ibu dan anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kemarin, putri mungil ini bercerita bahwa dia memenangkan lomba membawa kelereng di sekolah dalam perayaan Tujuh Belas Agustus dan meraih juara 1. Aku &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mendengar keceriaan-nya didalam bercerita bagaimana ia sukses memenangkan lomba tersebut dan menyimpulkan bersama dirinya bahwa ia menang dalam lomba itu karena berhasil membawa kelereng dalam keadaan stabil dan tenang. Sesaat setelah pembicaraan itu, tiba-tiba aku merasakan keinginan untuk menuangkan rekaman peristiwa ini agar kelak dewasa nanti ia dapat mengerti pikiran dan tindakan papinya selama ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Juara, menang dan sukses identik dengan keberhasilan yang nilainya mewah, kita selalu mendengar ataupun melihat berita tentang kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Seringkali kisah sukses ataupun keberhasilan tersebut didengungkan sekilas dengan kisah kegagalan, namun porsi terbesar selalu berita tentang keberhasilan itu sendiri. Jarang sekali atau bahkan tidak ada manusia yang mampu untuk menceritakan bagaimana ia gagal dan merasakan manisnya kegagalan tersebut sebelum ia sukses, termasuk aku yang sedang bercerita ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kesuksesan butuh kemampuan diri yang luar biasa untuk menerima kegagalan sebagai sahabat setia. Sebenarnya mau diakui atau tidak, dalam kehidupan ini kegagalan merupakan sahabat setia kita, sementara kesuksesan bukanlah teman yang baik dan setia. Bersama kegagalan kita mengenal kata pantang menyerah, berjuang kembali, termotivasi kembali, menangis sedih, kecewa dan mau belajar lagi. Sementara bersama kesuksesan kita akan mengenal kata sombong, tidak mau belajar, merasa lebih pandai dari orang lain, superior, outstanding bahkan dalam kasus yang akut bisa menyebabkan victory disease (penyakit kemenangan). Hasilnya jelas, bersama kegagalan kita akan lebih banyak menerima nasehat dan dorongan supaya bisa menerima keberagaman dalam hidup yang dinamis dan nanti ketika diinsyafi akan kelihatan normalnya. Sementara di dalam keberhasilan, mata hati dan telinga kita pelahan namun pasti akan menjadi tertutup akibat terbuai oleh puja puji yang menyebabkan kita tidak bisa lagi membedakan mana yang terbaik bagi diri kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kembali ke cerita diatas, setelah merasakan tiga kali kemenangan beruntun , sesaat sesudah kemenangan yang ketiga, aku langsung mengajak istri berembuk dan sepakat agar kita sekuat tenaga mengikutsertakan dia ke dalam lomba lebih banyak lagi. Tujuannya jelas, yakni untuk mencari kekalahan karena tanda-tanda victory disease sudah didepan mata kami berdua dan itu tidak baik karena bagiku kekalahan memiliki nilai dan bobot yang lebih besar daripada kemenangan. Aku bertekad untuk memperkenalkan sahabat setia putri kami dalam kehidupan ini sesegera mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Akhirnya putri kami mengenal kekalahan untuk pertama kali dalam lomba yang diikuti setelah kemenangan beruntun itu, ia menangis sedih dan bercerita dalam pilu tentang bagaimana ia kalah dan betapa kecewa dirinya. Untuk pertama kalinya &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;aku mendengar ia berkata Kenapa aku kalah? Kenapa aku bisa kalah? Dalam kebahagiaan yang tak terlukiskan kugendong dan peluk erat dirinya serta berkata “kalah dan menang itu biasa, justru papi bangga sama kamu ketika kamu kalah, ayo jangan patah semangat ya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Momen kekalahan yang indah itu terekam terus dalam pikiranku dan hari ini, ketika dia menang dalam lomba membawa kelereng, dalam hati kecil, aku berharap agar ia dapat selalu menjaga nilai dari kemenangan itu tidak lebih dibanding dengan nilai dari kekalahan yang diperolehnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/1326543682979859485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/18-agustus-2011-kegagalan-sebagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/1326543682979859485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/1326543682979859485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/18-agustus-2011-kegagalan-sebagai.html' title='18 Agustus 2011 –Kegagalan sebagai sahabat setia-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-9068053318501693696</id><published>2011-09-02T05:20:00.001-07:00</published><updated>2011-09-02T05:20:34.745-07:00</updated><title type='text'>13 Agustus 2011 –Semoga papi punya secuil kebijakan-</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa itu benar dan apa itu salah? Apa itu putih dan apa itu hitam? Apa itu bagus dan apa itu jelek? Kesimpulan paling hakiki dari pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan pengejawantahan dari perbedaan yang ada di dunia yang tua ini. Setiap makhluk hidup yang berakal akan selalu mempertanyakan hal ini ketika ia mulai dapat berpikir dan melihat adanya perbedaan. Aku selalu percaya bahwa perbedaan itu indah adanya dan perbedaan yang ada bukan merupakan jurang pemisah namun perekat abadi untuk memahami artinya kesatuan yang indah. Masalahnya adalah bagaimana mentransfer ide ini pada putri kami?&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Saat ini kita hidup didalam dunia modern yang bermutasi sangat dinamis baik dari segi teknologi maupun informasi. Kesalahan dalam mentransfer ide itu merupakan kesalahan sempurna dari setiap individu yang bernama manusia. Dalam diriku sekarang terjadi kebingungan yang hampir dialami setiap orang tua di seluruh dunia sepanjang peradaban sejarah umat manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kebingungan dalam mentransfer ide tentang perbedaan lebih bertumpu pada satu sebab yakni tiadanya jalan yang pasti benar dan pasti salah. Memaksakan suatu ide kepada putri kami bukan merupakan jawaban yang mutlak salah, sementara tidak memaksakan juga bukan jawaban yang mutlak benar karena sesuatu yang bersifat mutlak hanya ada pada keabadiaan yang hakiki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dalam situasi ini, aku teringat analogi tentang bagaimana Tuhan melihat anak-anaknya yakni manusia. Tuhan, dalam analogi tersebut, bagaikan ayah yang melihat anaknya memanjat pohon. “anakku, memanjat pohon dengan tidak berhati-hati akan mengakibatkanmu jatuh dan kesakitan”, begitu pesan Tuhan kepada anaknya. Ia tidak melarang namun menasehati dan ketika kita, manusia, memanjat pohon itu, kita sudah mendengar resiko yang akan terjadi dan kita akan tetap memanjat pohon itu. Ketika jatuh dan menangis, Tuhan tidak marah, namun IA akan meraih tangan kita, membopong dan memangku kita di pangkuannya sambil memeluk dan berkata “sudah jangan menangis, lain kali naik pohonnya lebih hati-hati ya” tidak ada penyesalan dalam kata-kataNYA melainkan penghiburan dan pengharapan agar kita bangkit dan berjuang lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Mampukah aku memiliki secuil kebijakanmu oh wahai Keabadian?&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/9068053318501693696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/13-agustus-2011-semoga-papi-punya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/9068053318501693696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/9068053318501693696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/13-agustus-2011-semoga-papi-punya.html' title='13 Agustus 2011 –Semoga papi punya secuil kebijakan-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-984451391944880464</id><published>2011-09-02T05:19:00.003-07:00</published><updated>2011-09-02T05:19:43.402-07:00</updated><title type='text'>4 July 2011 –Selamat Datang Sekolah Dasar-</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Anakmu bukanlah milikmu,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;mereka adalah putra putri sang Hidup,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;yang rindu akan dirinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Mereka lahir lewat engkau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;tetapi bukan dari engkau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Berikanlah mereka kasih sayangmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;namun jangan sodorkan pemikiranmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Patut kau berikan rumah bagi raganya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;namun tidak bagi jiwanya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;yang tiada dapat kau kunjungi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sekalipun dalam mimpimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;namun jangan membuat mereka menyerupaimu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;ataupun tenggelam ke masa lampau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Engkaulah busur asal anakmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;anak panah hidup, melesat pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(Kahlil Gibran 1883-1931)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pagi yang cerah dan indah ini seakan memberi tanda bagi putri kami untuk memasuki gerbang Sekolah Dasar. Dia telah bangun pagi dengan kebahagiaan dan kebanggaan karena hari ini dia telah berhak untuk memakai seragam putih dan rok merah serta topi yang berlogo Tut Wuri Handayani. Ya, itu adalah seragam Sekolah Dasar yang akan dilaluinya, jika normal, selama enam tahun ke depan. Enam tahun yang akan membangun karakter dalam dirinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sesaat ketika memandang istriku yang kerepotan dengan perangkat sekolahnya, aku melihat kecemasan seorang ibu terhadap masa depan putrinya. Kami berdua memiliki berbagai macam pertanyaan tentang bagaimana karakter kecil ini mampu terbentuk dengan kuat tanpa intervensi yang berlebihan dari orang tuanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Harapan kami tidak berlebihan, kami hanya ingin putri kecil ini tumbuh menjadi seseorang yang berguna bagi sesamanya, terlepas dari apapun cita-citanya nanti di kemudian hari. Semoga kami tidak berlebihan dalam pengharapan dan tidak berharap terlalu lebih kepada putri kami yang istimewa ini.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/984451391944880464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/4-july-2011-selamat-datang-sekolah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/984451391944880464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/984451391944880464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/4-july-2011-selamat-datang-sekolah.html' title='4 July 2011 –Selamat Datang Sekolah Dasar-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-455162714105511860</id><published>2011-09-02T05:19:00.001-07:00</published><updated>2013-11-08T10:20:41.993-08:00</updated><title type='text'>26 Juni 2011 –Putri yang khawatir-</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hari yang cukup mendebarkan ketika kemarin lusa istriku masuk rumah sakit akibat kontraksi dari kehamilannya yang masih memasuki delapan bulan lebih. Putri kami yang kedua dijadwalkan akan lahir pada akhir july 2011, namun entah kenapa rencana tersebut berakhir berantakan dan akibatnya proses kelahiran direncanakan, maju satu bulan lebih awal ketika pada akhirnya kontraksi yang berkepanjangan itu membuahkan pembukaan kelahiran yang mengakibatkan kelahiran normal.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Putri kedua kami lahir prematur, sore ini ketika matahari mulai terbenam di ufuk barat, dengan selamat. Suara teriakan tangisan yang pertama terdengar begitu kencang menandakan paru-parunya yang sehat. Selamat datang anakku, selamat bergabung dalam keluarga kecil kami. Semoga engkau selalu sehat dan memberikan warna yang berbeda dalam hidup kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sekilas kulihat adanya perasaan senang bercampur cemas dari putri kami yang pertama. Senang karena setelah menanti selama enam tahun akhirnya ia memiliki seorang adik, cemas karena dalam dirinya terjadi suatu pertentangan batin mengenai kepastian kasih sayang yang terbagi. Akankah diriku kan tetap menjadi pujaan papi dan mamiku? Akankah adikku akan merebut semua kasih sayang itu dariku? Pertanyaan lumrah dari setiap anak yang telah mendapat curahan kasih sayang sempurna selama enam tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Hari ini aku bertanya pada diriku sendiri, mampukah kami bersikap adil padanya dan kepada adiknya? Mampukah aku menyayangi dirinya sama seperti dulu waktu putri kedua kami belum lahir? Mampukah aku bersikap adil, meskipun kadang keadilan berarti tidak adil bagi salah satu diantara keduanya?&amp;nbsp; Meskipun gamang terhadap kedua pilihan itu, aku bertekad untuk tetap tidak mengecewakan keduanya, semoga Tuhan merestui tekadku ini.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/455162714105511860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/26-juni-2011-putri-yang-khawatir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/455162714105511860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/455162714105511860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/26-juni-2011-putri-yang-khawatir.html' title='26 Juni 2011 –Putri yang khawatir-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-666108502981919537</id><published>2011-09-02T05:18:00.000-07:00</published><updated>2011-09-02T05:18:01.586-07:00</updated><title type='text'>17 Juni 2011 –Selamat tinggal Taman Kanak-Kanak-</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Satu-satu daun-daun berguguran tinggalkan tangkai-nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Satu-satu burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Jauh-jauh tinggi ke langit yang biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sore itu merupakan salah satu dari sekian hari yang cerah dan panas di kota Jakarta, ketika aku menyadari bahwa lagu “andaikan aku punya sayap” gubahan dewi lestari yang dinyanyikan oleh guru KB dan TK di tempat putri kami bersekolah merupakan akhir dari cerita masa lima tahun pertama putri kami dan awal dari perjuangannya menuju gerbang kedewasaan untuk melihat indahnya dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sesaat air mata haru mengembang di pelupuk mata, mendengar para guru yang saat itu menyanyi. Lagu sederhana tersebut merupakan sekelumit perasaan yang keluar dari hati para guru mengingat bahwa perpisahan mereka hari itu untuk melihat anak didiknya terbang menuju ke angkasa, sementara mereka akan terus mengabdi dalam rentangan waktu ditempat yang sama untuk memberikan didikan terbaik kepada anak-anak yang silih berganti akan tumbuh menjadi dewasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Jika aku menoleh ke belakang, ke masa ketika kami pun harus berpisah dengan guru-guru kami, kami tidak menyadari bahwa perpisahan tersebut mungkin juga membuat guru kami merasa sedih, bangga dan perasaan campur aduk melihat anak didik mereka menapaki landasan awal dari kehidupan untuk mengepakkan sayap kami menuju ke angkasa. Hari ini ketika melihat putri kami dan teman-temannya menyanyi riang gembira, berlari dan berkejaran, aku melihat sekelumit air mata dari ibu kepala sekolah, entah itu air mata bangga, air mata haru atau air mata untuk keduanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Di sore itu, aku menengadah ke awan dan berdoa di dalam hati agar Tuhan mau menyayangi para Guru dimanapun mereka berada dan semoga putri kami mampu menyadari pengorbanan mereka, lebih cepat daripada papinya yang baru menyadari ketika usianya menginjak angka tiga puluhan. Terima kasih atas pengorbananmu Bapak dan Ibu Guruku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/666108502981919537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/17-juni-2011-selamat-tinggal-taman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/666108502981919537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/666108502981919537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/17-juni-2011-selamat-tinggal-taman.html' title='17 Juni 2011 –Selamat tinggal Taman Kanak-Kanak-'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4269957090622833733.post-3777561153814203559</id><published>2011-09-02T05:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-02T05:15:38.603-07:00</updated><title type='text'>Prelude</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Cerita ini dibuat berdasarkan janjiku pada putri pertama kami untuk mengisahkan sebuah kenangan tentang hubungan kami, suka duka yang terjalin, cerita tentang seorang putri dengan ayah dan ibunya dan sejarah kecil tentang perjalanan manusia yang terpisah oleh perbedaan umur dan gap sosial antara orang tua dan anak.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/feeds/3777561153814203559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/prelude.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3777561153814203559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4269957090622833733/posts/default/3777561153814203559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukuharianpapi.blogspot.com/2011/09/prelude.html' title='Prelude'/><author><name>wishing tree</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17031222449994757514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsW5NUfdrDC0_dwhYUoUMGg5MJvQL1_0neWj6EB4peEvFCZE4dBkJ4KIrbkiknxAtzfml-cjMMkV7ZohWxp7DpAgmAF-57cUrKw785wLW2F16XZKqQTKWeeInF2o-3wg/s220/Wishing+Trees.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.211544 106.84517200000005</georss:point><georss:box>-6.355154 106.69912250000004 -6.067934 106.99122150000005</georss:box></entry></feed>