<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564</id><updated>2026-10-10T11:25:58.639-07:00</updated><category term="Muslim Scientists and Scholars"/><category term="Nasihat Ulama"/><category term="Islam Sejagat"/><category term="Quran and Science"/><category term="Skandal Paus"/><category term="Dunia Lelaki"/><category term="Ibu dan Anak"/><category term="Kabar dari Negeri Jiran"/><category term="Barita Musuh"/><category term="Tahukan Anda?"/><category term="Warna-warni Politik Bangsaku"/><category term="Adab"/><category term="Berita dari Palestin"/><category term="Cinta"/><category term="Dunia Edan"/><category term="Fahisyah"/><category term="Humoria"/><category term="Integrated Islamic School Kota Damansara"/><category term="Islam Pilihanku"/><category term="Muhasabah Diri"/><category term="Unek-unek"/><title type='text'>Sibgatullahi</title><subtitle type='html'>Dr. Ahmad Saifullah El-Minangkabawi, Lc</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><blogger:adultContent>true</blogger:adultContent><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-1402891069668042895</id><published>2010-10-20T22:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T22:45:12.413-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Bersabaralah Atas Beban Dakwah</title><content type='html'>Mengapa mereka menempel di baju penguasa? Mereka memuja-muji panguasa? Tidak ada lagi nahyu munkar yang mereka tegakkan. Mereka menjadi kelompok atau golongan yang menyanyikan : “Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memasuki semua relung kehidupan. Tidak ada lagi pembatas (hijab) atas diri mereka. Tidak ada lagi kata, ‘la’ (tidak), dan yang ada hanya ‘nikmati dan boleh’. Sehingga, kehidupan mereka bercampur dengan kebathilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua dalil mereka gunakan. Tujuannya hanya untuk membenarkan apa yang hendak mereka inginkan. Kata ‘ijtihad’ menjadi resep mujarab, dan semuanya mengangguk. Tidak ada yang menyangkal. Semuanya mengamininya. Tanda setuju dengan segala ‘ijtihad’ yang mereka lakukan. Terkadang saking fanatiknya dengan ‘ijtihad’ yang disuguhkan itu, tentu yang berada dalam barisan kumpulan dan golongan itu, yang sudah tersihir dengan kehidupan dunia, tak bakal menerima pendapat dari yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Qur’an dan As-Sunnah tak lagi menjadi ukuran dan pembeda. Barangkali Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi tak lagi penting bagi kehidupan mereka. Karena tuntutan sekarang berbeda. Harus ada rumus dan ijtihad baru yang lebih sesuai dengan kehidupan dan perkembangan zaman. Tidak harus kaku dan fanatik dengan prinsip-prinsip yang bersumber dari wahyu Ilahi. Semua prinsip dapat ditukar dan diganti, sesuai dengan perkembangan zaman. Semua prinsip dalam Al-Qur&#39;an dan As-Sunah menjadi &#39;mutaghoyyirrot&#39; (dapat berubah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumus baru dalam kehidupan modern sekarang, tak lain, sebuah kepentingan. Prinsip-prinsip dapat diubah dan disesuaikan dengan kepentingan. Bila nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, bertabrakan dengan kepentingan yang lebih besar, harus dikalahkan nilai-nilai dan prinsip dari Al-Qur’an dan As-Sunnah itu. Tidak perlu takut. Tidak perlu kawatir. Karena yang dikejar adalah sebuah kepentingan yang lebih besar. Kekuasaan. Tidak bisa Al-Qur’an dan As-Sunnah itu dipaksakan. Apalagi dalam sebuah negara yang masyarakatnya majemuk (pluralis), maka harus ada rumus baru, khususnya dalam bermuamalah yang lebih terbuka alias inklusif. Sehingga, golongan diluar Islam dapat menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin menerapkan prinsip sabar. Sabar dalam mengamalkan isi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itu, terlalu lama dan panjang. Sedangkan umur ini sangatlah terbatas. Target-target dan capaian dunia harus diwujudkan. Diujung perjalanan ini harus ini harus ada, kisah tentang, ‘the success story’, yang akan menjadi ‘ther corner stone’ bagi generasi berikutnya. Kebanggaan sebagai sebuah maha karya, yang dituntaskan seumurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, langkah-langkah ekselarasi yang harus dilakukan, betapa itu terasa menjadi naif dan tidak logis. Semuanya harus berjalan, sesuai dengan skenario. Tidak penting banyak yang tidak setuju. Tetapi semuanya harus berjalan, dan yang penting segala target dan keinginan dapat terwujud. Inilah sebuah kenikmatan yang tanpa batas, saat mereka menikmati pujian dan sanjungan yang tak henti-henti dari para pengikutnya dan orang-orang yang terdekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilauan harta, kekuasaan, jabatan, kekuatan, wibawa, dan sanjungan, serta tabiat mereka yang ingin selalu dekat dengan penguasa itu, ternyata sudah menjadi karakter di awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Islam hari ini tidak memiliki izzah (kemuliaan) dihadapan manusia dan Allah Azza Wa Jalla. Karena para du’atnya diantaranya banyak yang tidak lagi komitment terhadap Allah, Rasul-Nya, dan Kitab-Nya. Mereka menjadi hamba-hamba dunia. Mereka menuhankan dan beribadah kepada yang memberi materi, jabatan, kekuasaan, dan bahkan ada diantara mereka yang menukar Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan harga yang murah. Mereka lupa dan melupakan atas arahan dan perintah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah ada pula yang tetap dalam kesesatan”. (QS : An-Nahl : 36)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter seorang du’at, yang digambarkan oleh Al-Qur’an, hanyalah mengajak manusia untuk semata-mata menyembah kepada Allah, dan menjauhkan segala hal yang melampui batas dan dilarang oleh Allah (thogut), dan ini harus menjadi misi kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kenyataannya hari ini, sangatlah berbeda dengan seperti yang diinginkan oleh Allah Ta’ala, yang hakekatnya, ketika mengutus para Rasul, tak lain hanyalah untuk mengajak menyembah kepada Allah Azza Wa Jalla semata, bukan menyekutukan Allah dengan melakukan sesembahan terhadap ‘ilah-ilah’ lainnya. Pembalikan yang sekarang terjadi tak lain, karena mereka sudah kehilangan sikap tsabat (teguh), dan shabar terhadap keyakinan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shahabat Ali bin Abi Thalib RA, menyatakan sikap shabar itu, seperti pedang yang tidak pernah tumpul, dan seperti cahaya yang tidak pernah redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hilangnya sikap shabar para du’at yang hanya mengejar kehidupan dunia itu, maka mereka menjadi tumpul hati nuraninya, dan wajah mereka tidak lagi memancarkan cahaya iman, karena sudah terbalut dengan hitam pekatnya dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;.. Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam pertempuran. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa&quot;. (QS : Al-Baqarah : 177)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Azza Wa Jalla menuntut para du&#39;at untuk tetap bershabar dan membela dan menegakkan agama Allah, dan tidak kemudian menanggalkan keyakinan dan komitmentnya terhadap Al-Qur&#39;an dan As-Sunnah, dan lari dari komitmentnya terhadap Islam, hanya demi kenikmatan dunia. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/1402891069668042895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/1402891069668042895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1402891069668042895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1402891069668042895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/bersabaralah-atas-beban-dakwah.html' title='Bersabaralah Atas Beban Dakwah'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5493806116926176721</id><published>2010-10-20T22:43:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T22:43:30.759-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Bani Israel Musuh Sepanjang Sejarah</title><content type='html'>Kisah Bani Israel adalah kisah yang paling banyak dicantumkan di dalam Al-Qur’an. Tidak ada golongan-golongan lain, yang banyak di sebut di dalam Al-Qur’an, kecuali Bani Israel. Mengapa demikian? Agar seluruh umat manusia, khususnya orang-orang Mukmin dan Muslim, kiranya dapat mengambil ibrah (pelajaran), yang berharga bagi kehidupan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bani Israel adalah umat pertama yang menghadapi dakwah Islamiyah dengan permusuhan, tipu muslihat, dan peperangan di Madinah dan seluruh jazirah Arab. Sekarang, bukan hanya di semenanjung Arab, tetapi di seluruh pelosok bumi, di mana ada orang keturunan Bani Israel dan Mukmin, pasti akan terjadi peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka ini memerangi orang-orang Mukmin sejak hari pertama. Mereka membuat permusuhan yang sangat keras terhadap orang-orang Mukmin. Sampai hari ini. Inilah sebuah realitas. Perang antara para pengikut dan penyembah Allah Azza Wa Jalla melawan kaum Bani Israel dengan seluruh keturunannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menumbuh-suburkan kemunafikan dan orang-orang munafik. Jiwa-jiwa nifaq yang berkembang biak dikalangan umat ini merupakan buah karya yang paling agung dari kalangan Bani Israel. Kelompok yang paling berbahaya dan destruktif dalam kehidupan ini, tak lain adalah orang-orang munafik. Pertama kali tumbuh dan lahir golongan munafik adalah di Madinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Bani Israel membantu orang-orang munafik dengan berbagai sarana tipu daya terhadap aqidah kaum Mukmin secara bersama-sama. Mereka tak pernah henti melakukan tipu daya dan permusuhan terhadap orang-orang Mukmin. Sehingga, sering terjadinya kehancuran perpecahan dikalangan orang-orang Mukmin, tak lain berasal dari kaum munafik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bani Israel membantu orang-orang munafik dan memprovokasi orang-orang musyrik, memberikan janji-janji kepada mereka, dan berkonspirasi dengan mereka untuk memusuhi orang-orang Mukmin. Ini terjadi sepanjang sejarah kehidupan. Tidak akan pernah berhentik persekongkolan jahat mereka, ketika mereka menghadapi kaum Mukminin. Inilah karakter dasar Bani Israel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menggerakan perang, rumor, fitnah, intrik, tipu muslihat, dan kekacauan di tengah barisan kaum mukminin. Mereka yang mencekoki orang-orang Mukmin dengan kehidupan materialisme yang menggantikan aqidah dan iman kaum Mukminin. Mereka menjerumuskan orang-orang Mukmin dengan cara-cara yang sangat rendah, terutama yang menjadi kecenderungan fitrah nafsu manusia. Segala kenikmatan dunia dan prenik-prenik yang seakan nampak indah itu, kemudian menjadi alat yang ampuh menggeroroti iman dan aqidah orang-orang Mukmin, yang lemah komitmennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tak jarang dan sedikit pula kaum Mukminin, yang sudah menanggalkan aqidah adan iman mereka, lalu bersedia menjadi budak dan kaki tangan Bani Israel untuk menghancurkan Islam dan barisan Islam. Mereka juga menyebarkan subhat, keragu-raguan, penyimpangan-penyimpangan seputar aqidah dan para pemimpin. Semua mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi, sebelum mereka melakukan perang terbuka dan terang-terangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang munafik yang sudah menjadi bagian dan alat Bani Israel, sangat pandai mereka menyembunyikan identas dan karakter mereka, dan mereka menelusup ke barisan kaum Mukminin, dan mengadu domba, dan membius kaum Mukminin dengan iming-iming harta, jabatan, kekuasaan, dan bahkan wanita. Banyak diantara kaum Mukminin yang tergoda, kemudian mengikuti kehendak dan ajakan Bani Israel, dan mengekor kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Mukminin harus tahu sejarah mereka, dan siapa yang menjadi musuhnya? Bagaimana karakter mereka? Dan apa hakikat perang yang mereka masuki melawan Bani Israel. “Sesungguhnya Allah tahu bahwa Bani Israel akan menjadi musuh-musuh petunjuk Allah di sepanjang kehidupan&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Golongan Bani Israel inilah yang paling keras menolak petunjuk Allah Rabbul Alamin. Golongan Bani Israel ini yang paling istiqomah menolak beriman dan tunduk kepada Allah. Dengan ajaran Islam yang dibawah Rasul Shallahu alaihi wa sallam, yang akan mengetuk karat-karat hati mereka, dan karena itu mereka menolaknya dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin mengharapkan kaum Bani Israel akan dapat beriman dan mau menerima kebenaran Islam. Karena mereka sejak awal dakwah ini telah melakukan permusuhan yang sangat keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum Bani Israel ini, di mana satu sama lainnya bekerjasama dalam hal kebathilan. Mereka tidak mau saling ingat-mengingatkan. Membiarkan rahib-rahib mereka memakan harta dengan cara yang bathil. Para rahib mereka mengharamkan yang dihalalkan oleh Allah, dan sebaliknya mereka menghalalkan yang diharamkan oleh Allah. Inilah mula pertama kehancuran. Mereka menuhankan rahib-rahib mereka, sekalipun para rahib mereka telah berbuat kebathilan dan kesesatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Yahudi-Bani Israel menjadikan “Uzayr itu putra Allah’, dan demikian pula kaum musyrik Nasrani mengatakan, “Al-Masih itu putra Allah’. Selanjutnya, seperti dikatakan dalam Al-Qur’an yang sangat jelas-jelas penyimpangan golongan Yahudi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٣١﴾&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Suci Allah dari apa yang mereka yang persekutukan”. (QS : at-Taubah : 31)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, gambaran orang-orang Bani Israel dan Yahudi, yang telah menyebabkan kekacauan di muka bumi sampai hari ini. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5493806116926176721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5493806116926176721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5493806116926176721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5493806116926176721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/bani-israel-musuh-sepanjang-sejarah.html' title='Bani Israel Musuh Sepanjang Sejarah'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-623869230252431620</id><published>2010-10-20T22:41:00.001-07:00</published><updated>2010-10-20T22:41:48.522-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Milikilah Rasa Malu</title><content type='html'>Segalanya telah dimilikinya. Rumah megah dilereng bukit. Mobil mewah berderet-deret dihalaman parkir. Tanahnya puluhan hektar. Investasinya di mana-mana. Simpanan uang di bank-bank tak ternilai. Kekayaannya sudah lebih. Tak ada lagi yang kurang. Dalam hal kenikmatan dan kemegahan dunia, tak ada lagi yang diperlukan. Serba cukup. Barangkali hanya satu, yang masih belum dimilikinya, yaitu rasa malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hidupnya tak seperti kebanyakan orang. Di mana orang-orang harus bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang. Orang harus berangkat pagi, sebelum fajar pergi ke kota untuk bekerja. Membanting tulang. Larut malam baru pulang. Itupun terkadang yang didapatkannya belum pasti. Bagi kebanyakan orang hidupnya penuh dengan ketidakpastian. Seakan umurnya itu habis di jalan, hanya mengejar yang tak pasti. Berjam-jam menempuh perjalanan menuju tempat kerja. Itupun yang didapatkan terkadang belumlah mencukupi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, ada orang yang tidak mencari uang, justru uang yang mengejarnya, mendatanginya, dan datang dengan uang yang berlimpah-limpah. Ia hanya duduk-duduk di beranda rumahnya, dan orang-orang datang mengunjunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang datang ingin mendapatkan restu, dukungan, dan pengesahan. Mereka yang datang ingin mendapatkan dunia. Harta, jabatan, kekuasaan, dan kenikmatan hidup lainnya. Itulah yang sekarang menjadi ‘ilah-ilah’ baru di zaman modern ini. Banyak orang yang berjudi dengan hidup, yang bertujuan ingin mendapatkan simbol-simbol kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang mengejar jabatan, kedudukan, kekuasaan, dan kenikmatan dunia lainnya itu, kemudian mereka datang kepada empunya, yang dipercaya dapat memberikan jaminan dan kelayakan bagi dirinya menjadi pejabat, memiliki kedudukan, memiliki kekuasaan, dan mendapatkan kenikmatan dan kemuliaan dunia. Bagi mereka pencari kenikmatan dan kemuliaan dunia, yang berusaha mendapatkannya, dan pasti akan menemui empunya, yang menjadi pembuka kunci bagi tercapainya tujuan itu, serta tak segan-segan memberikan dan mengabulkan permintaan apa saja yang menjadi kehendak empunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di zaman demokrasi, segalanya ditentukan oleh partai-partai, dan menuju jabatan, kedudukan, dan kekuasaan, yang diinginkan oleh bagi semua orang yang menginginkannya, kunci dan pintu pembukanya adalah para pemegang kuasa partai. Suka atau tidak suka. Mereka yang ingin mendapatkan kenikmatan hidup berupa jabatan, kedudukan, dan kekuasaan, semua pintunya melalui partai, dan para pemegang kuasa partai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentulah, segala kerusakan dan kebobrokan yang ada sekarang ini, manakala semua orang-orang yang memegang kuasa, tidak lagi memiliki ‘itijah’ (orientasi) kepada kehidupan akhirat, dan hanyalah kepada kenikmatan dunia, maka sekecil apapun, ketika ia memiliki kuasa, pasti kekuasaan itu akan diorientasikan untuk mendapatkan kenikmatan dunia sebesar-besarnya. Tidak mempedulikan segala akibatnya yang akan timbul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri ra, berkata, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam bersabda, “ Sesungguhnya sebagian yang masih diingat orang dari ajaran para Nabi terdahulu, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna malu adalah mencegah dari melakukan segala sesuatu yang tercela, maka sesungguhnya memiliki malu, pada dasarnya, seruan untuk mencegah segala maksiat dan kejahatan. Rasa malu adalah ciri khas kebaikan, yang senantiasa diinginkan oleh manusia. Mereka melihat bahwa tidak memiliki rasa malu adalah aib. Rasa malu merupakan bagian dari kesempurnaan iman. “Malu adalah bagian dari keimanan”, dan dalam hadist lainnya “Rasa malu selalu mendatangkan kebaikan”. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan secara marfu’ (bersumber dari sabda Rasulullah), bahwa Ibnu Mas’ud, “Merasa malu kepada Allah adalah dengan menjaga kepala dan apa yang dipikirkannya, perut dan apa yang ada didalamnya, dan selalu mengingat mati dan cobaan. Barangsiapa yang menghendaki akhirat, maka akan meninggalkan perhiasan dunia. Dan siapapun yang melakukan hal itu tersebut ia telah memiliki rasa malu kepada Allah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dalam diri manusia tidak ada lagi rasa malu, baik yang bersifat bawaan maupun yang diusahakan, maka tidak ada lagiyang menghalangi untuk melakukan perbuatan keji dan hina. Bahkan menjadi seperti orang yang tidak memiliki keimanan sama sekali, sehingga tidak berbeda degan golongan syetan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dikatakan Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu”. Ini menggambarkan betapa orang yang tidak memiliki lagi malu, pasti ai akan berbuat dan bertindak sesuka hatinya, tanpa lagi mempedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdusta, berbohong, berkhianat, memberikan wala’nya (loyalitasnya) kepada musuh-musuh Allah, seraya mengatakan sebaagai kemenangan. Menerima sogok dan suap, diangap sebagai shadaqah dan jariyah. Uang-uang yang suhbhat dianggapnya sebagai yang halal. Bahkan, yang haram pun dianggapnya sebagai halal, yang dapat digunakan untuk mencapai tujuannya, terutama menggapai kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ayal lagi sekarang ini, kalangan orang-orang yang mengerti tentang ‘din’ sekalipun mereka berlomba-lomba dalam rangka untuk melaksanakan kebersamaan dalam “ta’awanu alal ismi wal udwan”, bersama-sama dalam mengusung kebathilan, dan menegakkan yang fasik, dan durhaka kepada Allah, meskipun selalu mereka berdalih dalam rangka mencapai kemenangan Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah tidak lagi memiliki rasa malu di depan Allah Azza Wa Jalla, berbuat maksiat dan durhaka, justru mereka merasa menjalankan perintah-Nya. Inilah kehidupan orang-orang yang sudah kehilangan rasa malu. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/623869230252431620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/623869230252431620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/623869230252431620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/623869230252431620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/milikilah-rasa-malu.html' title='Milikilah Rasa Malu'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5462086493755680739</id><published>2010-10-20T22:38:00.001-07:00</published><updated>2010-10-20T22:39:54.378-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Menghadapi Detik-detik Terakhir Kehidupan</title><content type='html'>Bersiap-siaplah menghadapi detik-detik kematan, yang pasti tiba. Setiap kita pasti mati. Setiap kita pasti akan mengalami sekarat. Kita pasti akan menemui kematian itu. Semua orang – baik raja maupun hamba sahaya, atasan maupun bawahan, kaya ataupun miskin – telah merasakannya. Semua bangsa telah merasakan pendihnya kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amr Ibn Ash, yang dijuluki ‘Urthubun’ (orang yang amat cerdik) karena begitu cerdiknya, tengah mengalami sekarat. Ia tidak bisa menghindar dari kematian. Kematian melumpuhkan daya orang-orang yang amat cerdik, menguras habis tenaga orang-orang kuat, meluluhlantakkan bangunan si kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sakaratul maut menjelang sang tokoh itu, anaknya, Abdullah, yang ahli zuhud dan ahli ibadah, berbisik kepadanya, “Ayah, gambarkanlah kematian itu kepadaku. Tentu ayah orang yang paling jujur dalam menggambarkannya”, ujar Abdullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku “, ucap Amr ibn Ash. “Demi Allah, rasanya gunung-gunung seperti diimpitkan ke atas dadaku. Aku seakan bernapas melalui lubang jarum”, jawab Amr ibn Ash.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Rajab menyebutkan bahwa Umar ra, pernah berkata kepada Ka’ab al-Ahbar, “Coba beri aku gambaran tentang kematian”, ujarnya. “Amirul Mukminin, perumpaan kematian itu tidak lain seperti orang yang dipukul dengan ranting kayu bidara atau kayu thalh (pohon akasia) yang berduri. Kemaudian ranting tersebut ditarik, bersamaan dengan itu setiap pembuluh darah dibadan pun ikut tertarik”, tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾&lt;br /&gt;
وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾&lt;br /&gt;
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾&lt;br /&gt;
فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿٨٦﴾&lt;br /&gt;
تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٨٧﴾&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai dikerongkongan, dan kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasasi (oleh Allah), kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar”. (QS : Al-Waqi’ah : 83-87)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Allah Ta&#39;ala :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾&lt;br /&gt;
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal”. (QS : Ar-Rahman : 26-27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan al-Basri menasihati anak-anak dan murid-muridnya, “Kematian mengeruhkan kehidupan dunia, sehingga tidak menyisakan secuilpun kegembiraan pada mereka yang punya hati”, cetusnya. “Para pembesuk datang menjenguk orang yang sakit, tetapi mati itu dialami oleh orang yang membesuk dan yang dibesuk”, tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah riwayat hidup Ar-Rabi’ bin Khaitsam, ahli zuhud dan ahli ibadah, dikisahkan bahwa suatu kali ia jatuh sakit, lalu orang-orang bertanya, “Tidakkah perlu kami panggil dokter?”, tanyanya. Khaitsam menjawab, “Awalnya saya sudah berpikir untuk memanggil seorang dokter, tetapi dokter dan pasiennya sama-sama akan mati”, ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Bakar Ash-Siddiq ra, yang shahih dituturkan bahwa ketika ia sedang sekarat, orang-orang berkumpul di dekatnya. “Wahai Khalifah Rasulullah, tidakkah perlu kami penggilkan seroan tabib?”, tanya mereka. “Sudah. Sudah ada tabib yang datang melihat kondisiku”, jawabnya. “Lalu apa katanya”, tanya mereka. Katanya, “Aku berbuat sekehendak-Ku”, jawab Khalifah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian,di dalam kitab Washaayal-Ulama Indal-Maut (Wasiat Para Ulama Menjelang Kematian), disebutkan sebuah riwayat dari Abu Darda’ra, saat ia berjuang menghadapi sakaratul maut, “Adakah orang yang beramal untuk persiapan menghadapi kematian yang amat berat ini? Adakah oran gyang beramal untuk persiapan menghadapi sakitnya kematian? Adakah orang yang beramal untuk persiapan di kala ia terbaring tidak berdaya di atas pembaringan seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَاتَّقُواْ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ ﴿٢٨١﴾&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)”. (QS : Al-Baqarah : 281)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh kebanyakan, manusia terlena dan mabuk, mereka tidak menyadari tentang akan datangnya kematian, yang pasti menghampiri mereka. Di mana mereka tidak dapat lagi dari kematian yang akan merenggut nyawanya. Tidak ada satupun manusia yang dapat lari dari kematian yang akan tiba itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fiman-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُم حَفَظَةً حَتَّىَ إِذَا جَاء أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لاَ يُفَرِّطُونَ ﴿٦١﴾&lt;br /&gt;
ثُمَّ رُدُّواْ إِلَى اللّهِ مَوْلاَهُمُ الْحَقِّ أَلاَ لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ ﴿٦٢﴾&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga kematian datang kepada salah seorang diantara kamu, melaikat-malaikat Kami mencabaut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya. Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling tepat”. (QS : Al-An’am : 61-62)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemusnah kenikmatan ad alah mati, yang memisahkan kumpulan, merenggut anak-anak. Kematian datang dengan bencana dan petaka, lalu meninggalkan mereka tergeletak dalam kegelapan. Begitulah kematian. Manusia banyak yang melalaikannya. Mereka seakan tak pernah akan menghadapi kematian. Mereka berpesta dengan kehidupannya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5462086493755680739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5462086493755680739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5462086493755680739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5462086493755680739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/bersiap-siaplah-menghadapi-detik-detik.html' title='Menghadapi Detik-detik Terakhir Kehidupan'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5994724565210965876</id><published>2010-10-20T22:34:00.001-07:00</published><updated>2010-10-20T22:34:55.798-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Belajarlah Dari Orang Yang Lalai</title><content type='html'>Adz-Dzahabi menceritakan bahwa ketika sakaratul maut menghampiri Abdul Malik bin Marwan, ia mendengar tukang cuci dari samping istananya. Ia pun berkata, “Oh, sekiranya aku tukang cuci biasa … Seandainya ibuku tidak melahirkanku … Seandianya aku tidak menjabat khalifah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sa’id bin Musayyab, tabi’in terkemuka, mengatakan , saat mendengar ini, “Alhamdulillah”, Allah telah membuat mereka lari ke kita di saat meninggal, bukan kita yang lari ke mereka”. Kita berlindung kepada Allah dari kehidupan seperti ini, yang membuat kita lengah dan lalai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdul Malik bin Marwan, sewaktu berhasil mengalahkan para penentangnya dan membunuh Mush’af bin Zubair di Irak, membentangkan mushaf di hari ia diangkat menjadi Khalifah. Ia membaca mush’af tersebut, lalu menutupnya kembali seraya berkata, “Ini adalah kali terakhirku denganmu!” Lalu, komentar Ad-Dzahabi dalam siyar A’laamin – Nurbalaa, “Ya Allah, jangan perdayakan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan Sa’ad bin Abi Waqqash, salah seorang yang dijamin masuk surga. Ketika sekarat, ia didatangi oleh anak perempuannya yang menangis dekat kepalanya. “Jangan menangis, putriku. Demi Allah, aku ini termasuk penduduk surga!”, ucapnya. Ia benar … beruntung dan berbahagialah Sa’id! Nabi Shallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa Sa’ad termasuk penduduk surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa jauh perbedaan orang itu. Betapa jauh perbedaan akhir kehidupan keduanya. Tak dapat dibandingkan antara keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muawiyah bin Abi Sufyan, sang khalifah, sedang sekarat. Ia turun dari singgasananya, menyingkap permadani, dan menyapukan debu ke wajahnya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan merka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud : 15-16)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muawiyah melanjutkan, “Aku tidak mempunyai bekal apapun yang lebih ampuh dari Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasulullah”. Muawiyah melanjutkan, “Bila meninggal nanti, kafanilah aku dengan gaun yang kuperoleh dari Rasulullah shallahu alaihi wa sallam. Ada botol di ruangan kantor kekhalifahan berisi kuku dan rambut Rasulullah! Taruhlah kuku dan rambut tersebut pada mata dan hidungku”. Ia lalu pergi menghadap Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harun Ar-Rasyid, menjelang ajalnya datang, mengadkan parade militer. Ia memandangi tentaranya, berdo’a : “Wahai Yang Kekuasaan-Nya tidak lenyap, rahmatilah orang yang kekuasaannya sirna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Watsiq, pemangku jabatan khalifah sesudah Al-Mu’tashim, adalah orang yang kejam tidak kenal ampun. Dialah yang memenggal kepala Ahmad bin Nashr All-Khuza’I, ulama masyhur, salah satu pucuk pimpinan Ahlul Sunnah wal Jama’ah dan termasuk ulama terkemuka, serta penulis kitab al-I’tishaam bil-Kitab was-Sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu beliau menghadap Al-Watsiq. Al-Watsiq menyuruhnya mengakui bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk. Akan tetapi, ia menolak, menentang, dan tidak mau menerima. Al-Watsiq maju dengan sebilah pisau kecil, menusukkannya ke dadanya. Ia menyembelihnya seperti menyembelih kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Al-Watsiq pada saat sekarat, sebagaimana dituturkan oleh As-Suyuthi dalam Taariikhul Khulafa’, begitu mereka membaringkannya setelah ia meninggal dan menyerahkan ruhnya kepada Allah, datangnya seekor tikus yang mengambil kedua matanya dan memakannya!” Peristiwa ini dipelihatkan oleh Allah kepada manusia-manusia diktator di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thawus, ulama Yaman, datangmenghadap Abu Ja’far al-Mansur.Abu Ja’far adalah oran gyang sangat kejam. Ia telah memenggal kepala para raja, pangeran, dan menteri. Ia dalah seorang paling cerdik. Namun, akhirnya pergi juga menghadap Allah. Seekor lalat selalu hinggap di pucuk hidungnya. Ia mengusirnya, namun lalat itu datang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk apa Allah menciptakan lalat, wahai Thawus?”, tanya Abu Ja’far. “Untuk menghinakan kesombongan para tiran”, jawab Thawus. Abu Ja’far terdiam. Lalu ia berkata, “Tolong ambilkan tempat tintat itu”. “Tidak.Demi Allah. Kalau yang akan tuan tulis kebathilan, saya tidak akan membantu tuan untuk sebuah kebathilan”, ujar Thawus, seraya meninggalkan Abu Ja’far Al-Mansur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah sikap yang ditampilkan para ulama yang bertakwa dihadapan orang-orang lalai. Ibnu Abi Dzi’b didatangi oleh AlMahdi di Masjid Nabawi. Al-Mahdi adalah seorang Khalifah, putra Abu Ja’far al-Manshur. Orang-orang berdiri, kecuali Ibnu Dzi’b. “Mengapa engkau tidak berdiri menyambut kami seperti yang dilakukan orang-orang?”, tanya Al-Mahdi. Ibn Dzi’b menjawab : “Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sebetulnya saya mau berdiri menyambut. Tapi saya teringat firman Allah, “Yaitu pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam”. (Al-Muthafiffin : 6). Karena itulah aku urung berdiri”. “Duduklah! Demi Allah, semua rambut di kepalaku berdiri mendengarnya”, ucap Al-Mahdi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdul Haq al-Isybili menyebutkan bahwa Al-Mu’tashim dijemput kematian. Al-Mu’tashim , penglima militer sekaligus khalifah yang menaklukkan Amuria dengan sembilan puluh ribu prajurit. “Sembilan puluh ribu prajurit bagai singa, kulit mereka matang lebih cepat dari buah tin dan anggur”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian para sejarawan mengatakan bahwa ia eprnah meraih lempengan besi lalu menulsikan namanya, karena saking kuatnya. Ia termasuk orang yang paling perkasa. Bahkan seorang ahli hadist berkisah, “Saya menghadap al-Mu’tashim . Ia mengulurkan tangannya kepada saya, lalu berkata, “Aku memintamu, atas nama Allah, untuk menggigit tanganku”. “Saya pun menggigit tangannhya”, lanjut ahli hadist itu. “Demi Allah, gigitanku tidak berbekas pada tangannya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, keperkasaan Al-Mu’tashim itu tidak berdaya saat menghadapi kematian si pemusnah kenikmatan, pemisahkumpulan, dan perampas anak laki-laki dan perempuan. Ajal al-Mu’tashim tiba. “Apakah hari ini aku akan mati?”, tanyanya. “Ya, hari ini Tuan akan mati”, jawab orang-orang. Dia masih sangat muda, baru empat puluh tahun umurnya. Orang mengira ia tidak akan mati sebelum umur tujuh puluh tahun. Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. al-Hasyr : 18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang asyik bermaksiat hanya akan sadar saat sekarat. Betapa banyak penceramah menyampaikan! Betapa banyak ulama berbicara! Betapa banyak da’i sudah menyerukan. Namun, sebagian baru menjawab ketika nyawanya sudah meregang di dada. Laa illaaha illallaah. Betapa lalainya manusia. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5994724565210965876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5994724565210965876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5994724565210965876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5994724565210965876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/belajarlah-dari-orang-yang-lalai.html' title='Belajarlah Dari Orang Yang Lalai'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-7749901900585735872</id><published>2010-10-20T02:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T02:10:04.342-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Skandal Paus"/><title type='text'>Skandal dan Kriminal Paus Borgia [habis]</title><content type='html'>V. Keluarga Borgia dalam Perspektif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun-tahun yang memberikan pengaruh terbesar pada keluarga Borgia (1435-1520) dapat dihubungkan pada suatu periode paling penting dalam sejarah Eropa. Periode itu adalah jaman Renaissance, permulaan jaman Eksplorasi dan jaman berbagai penguasa besar, artis-artis dan penulis-penulis yang mempengaruhi Jaman Modern kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaman Borgia dimulai dari jaman Joan of Arc (tahun 1430) dan berikutnya pengusiran orang-orang Inggris dari Prancis, Perang Salib-Perang Salib terakhir (tahun 1460), dan berakhir (waktu meninggalnya Lucrezia) dengan Cortez si penakluk Mexico. Itu semua meliputi periode the War of the Roses (Perang Mawar) di Inggris dan perjuangan-perjuangan diantara para penguasa Prancis, Spanyol, Portugal dan Jerman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaman itu penuh dengan kejadian-kejadian bersejarah. Saat itu adalah jaman keluarga Medici yang agung di Florence, yaitu para pelindung dan penyokong seni termasyhur yang menjadi lambang Renaissance. Jaman yang berlangsung dari akhir Abad Pertengahan (Medievalism, dalam pengertian paham dan pemikiran) menuju permulaan Abad Reformasi. Hal ini berarti lebih dari apa yang bisa dipahami seseorang secara intelektual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit dari beberapa kejadian di atas dapat diurutkan di sini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1429 – Joan of Arc membebaskan Orleans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1430 – Alonso Borya (Borgia), terakhir sebagai Callixtus III, lahir (tahun 1378 ?, pentj.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1443 – Berakhirnya the Great Catholic Schism19.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1455 – Alonso Borya menjadi Paus Callixtus III.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1456 – Rodrigo Borgia menjadi Kardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1456 – Rehabilitasi Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1458 – Meninggalnya Paus Callixtus III.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1469 – Pernikahan Isabella dan Ferdinand.     &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1475 – Lahirnya Cesare Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1480 – Lahirnya Lucrezia Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1492 – Columbus menemukan Dunia Baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1492 – Rodrigo Borgia menjadi Paus Alexander VI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1497 – Vasco da Gama memulai pelayaran keliling dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1503 – Meninggalnya Alexander VI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1507 – Gugurnya Cesare Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1508 – Michelangelo mulai melukis fresco di Kapel Sistine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1517 – Martin Luther memakukan thesisnya yang menyerang indulgences20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1519 – Meninggalnya Lucrezia Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1520 – Luther dikucilkan (excommunicatio21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1521 – Ferdinand Cortez menaklukkan Mexico.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat berbagai kejadian penting lainnya yang dapat diisikan ke dalam kronologi ini, tahun demi tahun. Karakter-karakter yang melalui drama jaman ini adalah Machiavelli, Boccaccio, Pinturicchio, patung Pieta karya Michelangelo, lukisan Monalisa karya Da Vinci, bangunan yang sekarang menjadi St. Peter; semuanya dalam rentang waktu tidak lebih dari dua puluh tahun. Sungguh sebuah periode yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aspek yang paling sulit pada Era Borgia adalah kompleksnya peristiwa-peristiwa politik. Italia terbentuk dari sejumlah besar negara-negara kota, beberapa di antaranya adalah papal fiefdoms22. Tidak sampai pada bagian akhir abad ke sembilan belas, Italia sebagai sebuah negara bersatu akhirnya terbentuk. Sebagaimana kenyataannya, bermacam-macam “kerajaan” Italia di abad lima belas dan abad enam belas merupakan teater-teater intrik, peperangan dan campur tangan luar negeri. Pada berbagai waktu, Spanyol dan Prancis menguasai berbagai bagian Italia, aliansi-aliansi politik terbentuk dan pecah secara konstan. Lingkungan-lingkungan pengaruh dibentuk oleh perkawinan-perkawinan, seringkali digerakkan oleh para penguasa Spanyol dan Prancis, demikian juga dengan Vatikan. Yang membuat sulitnya mengenali keterlibatan Vatikan dalam hal ini adalah kenyataan bahwa para Paus tidak hanya merupakan sosok pemimpin-pemimpin spiritual, tetapi juga pemimpin-pemimpin duniawi yang seringkali lebih tertarik untuk memperoleh kekuatan politik dari pada memimpin orang-orang beriman. Perang Salib lebih merupakan pelaksanaan perluasan kekuasaan dari pada merebut kembali Tanah Suci. Kesucian menjadi nomor dua setelah pengumpulan kekayaan, yang kemudian melahirkan kekuatan politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Borgia yang selanjutnya tidak merupakan pengecualian dalam pemenuhan nafsu-nafsu mereka pada kekayaan dan kepemilikan suatu daerah. Bisa dikatakan bahwa cara-cara mereka untuk memperoleh kekayaan-kekayaan itu lebih kejam dari pada para penguasa sejamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari upaya-upaya mereka untuk Gereja, terdapat pengecualian pada beberapa anggota keluarga Borgia. Francisco Borgia, setelah membuat sejumlah anak, menjadi penyokong utama atas sebuah ordo pendeta baru, yaitu Ordo Jesuit yang didirikan oleh Ignatius Loyola, dan akhirnya dianggap sebagai orang suci karena upaya-upayanya. Terdapat sejumlah biarawati-biarawati dan kepala-kepala biara wanita yang lumayan banyak pada keluarga ini, keturunan berkelamin wanita yang diberikan kepada Gereja ketika kemampuan berunding mereka sebagai istri-istri yang memungkinkan untuk perkawinan-perkawinan politik dianggap lemah. Seorang keturunan Francisco, Catherine Braganza, menikah dengan Charles II dari Inggris, dan menolong rajanya memimpin salah satu dari beberapa istana tak bermoral dalam sejarah monarki Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus terakhir dari keluarga Borgia adalah seorang keturunan dari anak tertua Alexander, Isabella. Giovanni Battista Pamfili, Paus Innocent X (1574-1655, Paus dari tahun 1644-1655) adalah seorang keturunan yang terpisah waktu seratus tahun dari daftar orang-orang termasyhur keluarga Borgia, sehingga dia tidak terlalu dipengaruhi oleh warisan sifat-sifat nenek moyangnya. Daripada mengutuk Jansenism23, sebuah gerakan di dalam Gereja Katolik Prancis yang kelihatannya lebih mirip Protestan daripada Katolik, dia melanjutkan usaha-usaha para pendahulunya dalam mendukung penyebaran misi-misi ke seluruh dunia, dan mendukung sejumlah upaya-upaya artistik penting di Roma, sehingga kepausannya tidak terlalu kelihatan gemilang. Meskipun dia menunjukkan kecenderungan untuk meneruskan praktek-praktek nepotisme keluarga Borgia, dia relatif lebih lunak dalam kepatuhannya itu. Jelaslah, bahwa kelompok gen keluarga Borgia mulai melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi hal-hal apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga Borgia?  Dari mana reputasi-reputasi mereka berasal, khususnya reputasi Lucrezia sebagai pemimpin kelompok peracun, dan simbol seorang wanita jahat? Sebagian besar informasi tersebut dapat ditelusuri melalui sejarah (dan sebagaimana lazimnya rumor; dimodifikasi melalui percakapan dan cerita), datang dari dua buah karya tulis periode itu, dan dua buah karya fiksi abad ke sembilan belas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah karya besar Machiavelli, The Prince (1513), sebuah petunjuk bagi para pemimpin politik yang menggunakan Alexander dan khususnya Cesare sebagai model. Cesare terpilih sebagai contoh utama kekejaman yang dibutuhkan oleh para penguasa. Buku kedua yang sejaman adalah The Journal karya Johannes Burchard, yang bukan hanya merupakan sekumpulan catatan-catatan ritual, kebiasaan-kebiasaan, dan detil-detil the Holy Office24, tetapi juga merupakan sebuah kompilasi dari kejadian-kejadian, skandal-skandal, dan rumor-rumor pada waktu itu. Sampai dengan jaman sejarah modern di akhir abad sembilan belas, dua buah buku ini merupakan sumber seluruh karya-karya lain tentang keluarga Borgia, dan mereka menyediakan dasar-dasar untuk perluasan cerita, fantasi dan rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1833, Victor Hugo memilih Lucrezia Borgia sebagai pahlawan wanita pada sebuah sandiwara yang disaksikan secara luas dan menuai banyak pujian. Apa yang Hugo lakukan untuk menyatakan reputasi Lucrezia dapat dilihat pada bagian Pendahuluan karyanya tersebut. Sulit dijelaskan apakah dia bercerita tentang Lucrezia atau “the Hunchback of Notre Dame” (“si Bungkuk dari Notre Dame”):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa sebenarnya Lucrezia Borgia? Ambillah sebuah karakter yang amat menyeramkan, yang amat menjijikkan, dengan cacat moral yang lengkap, lalu letakkan ia pada tempatnya yang paling pantas, di hati seorang wanita yang secara fisik cantik dengan kemuliaan kerajaan yang akan membuat semua kejahatan dilakukan secara lebih menyolok; kemudian tambahkan pada seluruh cacat moral itu perasaan seorang wanita yang paling murni yang bisa didapat, yaitu perasaan seorang ibu……. Di dalam monster tersebut kita letakkan hati sang ibu dan monster itu akan menarik perhatian kita dan membuat kita mencucurkan airmata. Dan mahluk itu akan mengisi perasaan kita dengan rasa takut akan timbulnya kasih sayang; sehingga jiwa cacat itu akan menjadi sangat indah di dalam pandangan kita……”      &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&gt;&gt;&gt;Victor Hugo (dari Pendahuluan untuk karya sandiwaranya Lucrezia Borgia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya seni fiksi lain tentang Lucrezia yang berpengaruh besar pada reputasinya adalah karya Alexander Dumas (1839) pada bukunya tentang keluarga Borgia yang berjudul “Les crimes celebres”. Pada karya ini, keluarga Borgia menjadi dikenal karena memakai racun untuk membunuh musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada sedikit keraguan tentang kriminalitas sang bapak, Alexander, dan sang putra, Cesare. Dan jika kita mengikutsertakan keserakahan, pemerasan dan nepotisme, maka kita dapat menambahkan sang kakek, Callixtus, untuk memperoleh paling sedikit tiga generasi jahat dalam keluarga ini (Girolamo, anak haram Cesare, bisa dipastikan seorang pembunuh).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu akan memberi kita empat generasi keluarga jahat. Adalah sangat mungkin bila Alexander menyuruh bunuh para musuhnya yang banyak, dan dapat secara aman diperkIraqan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang diluar kemampuannya sendiri. Cesare memang membunuh dengan kehendaknya sendiri, dan meskipun dia bisa menggunakan racun, seringkali dia lebih suka menggunakan pisau, pedang dan bedil untuk membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&gt;&gt;&gt;Lukisan “Lucrezia” karya Titian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lucrezia adalah hal yang berbeda. Dia memang seorang pengamat yang penurut dan pendukung perbuatan-perbuatan kriminal bapak dan saudara laki-lakinya. Dia dilaporkan secara akurat menjadi peserta dari tindakan-tindakan tak bermoral kedua orang dekatnya tersebut. Tidak ada petunjuk yang memberitahukan bahwa dia menyuruh keluarganya untuk menggunakan pembunuhan sebagai sebuah solusi untuk memecahkan masalah-masalah politik mereka. Hingga menjadi Duchess Ferrara, dia merupakan wanita muda yang sibuk secara seksual, dan bisa jadi sungguh-sungguh melakukan incest dengan anggota-anggota keluarganya. Mungkin dia berubah sebagaimana dia beranjak tua, atau mungkin juga karena sebab-sebab lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi terdapat suatu hal kecil yang menjadi dasar perkiraan bagi reputasinya sebagai model historis untuk pembunuh dengan menggunakan racun, yaitu bahwa dia merupakan “black widow”25 dari jaman Renaissance yang membuat kita percaya bahwa memang demikianlah Lucrezia adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
VI. BIBLIOGRAFI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir semua pembahasan sejarah tentang Italia, Roma, kepausan atau Renaissance berisi beberapa informasi tentang keluarga Borgia. Seringkali laporan-laporan tersebut ringkas dan singkat, tetapi beberapa karya menyediakan sebuah titik awal bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang keluarga yang menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Relatif sedikit dari berbagai karya tentang keluarga Borgia yang ditulis dalam bahasa Italia atau Spanyol yang sudah diterjemahkan, dan karya-karya berbahasa Inggris yang mencurahkan perhatiannya secara eksklusif pada keluarga Borgia juga amat sedikit. Yang saya masukkan ke dalam bibliografi ini hanyalah karya-karya yang saya periksa untuk mempersiapkan artikel ini. Kebanyakan buku-buku ini dicetak luas; sejumlah kecil berada pada perpustakaan umum, dan sejumlah kecil lainnya hanya dijual di toko buku bekas. Beberapa buku yang saya perkIraqan telah habis persediaannya kemungkinan dicetak ulang di tahun-tahun belakangan ini, tetapi seandainya benar, saya tidak bisa memastikan tempat cetak ulang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Crime Library secara terpisah merekomendasikan buku-buku saat ini karya Cloulas dan Mallett sebagai sumber-sumber yang teliti, serta dua buah buku karya Chamberlain yang sudah habis persediaannya. Novel karya Haasse, yang tersedia dalam edisi biasa, adalah sebuah reportase menarik tentang Giovanni, sang infans Romanus, dengan pandangan-pandangan yang diperluas dan dapat dipercaya tentang Cesare, Lucrezia, Vannozza, Machiavelli, dan Michelangelo. Buku ini adalah karya yang secara historis paling akurat (dalam batas-batas fiksi) dari tiga buah novel yang saya baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku yang masih dicetak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burchard, Johann. 1993. (diedit dan diterjemahkan oleh Geoffrey Parker) At the Court of the Borgia. Folio Society.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chastenet, Genevieve (dalam bahasa Spanyol) Lucrecia Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cloulas, Ivan. (diterjemahkan oleh Gilda Roberts) Borgias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hibbert, Christopher. Rome: The Biography of a City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Holmes, George. Oxford History of Italy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mallett, Michael. Borgias: The Rise &amp; Fall of a Renaissance Dynasty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
McBrien, Richard P. Lives of the Popes: The Pontiffs from St. Peter to John Paul II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku yang masih dicetak lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bellonci, Maria. 1953. The Life and TIME of Lucrezia Borgia. Harcourt, Brace.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bradford, Sarah. 1976. Cesare Borgia, His Life and TIME. Weidenfeld &amp; Nicolson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chamberlain, E.R. 1969. The Bad Popes. Dorset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chamberlain, E.R. 1974. The Fall of the House of Borgia. Dial Press.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fugero, Clemente. 1972. The Borgias. Praeger.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latour, Anny. 1966. The Borgias. Abelard-Shuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel-novel tentang Keluarga Borgia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haasse, Hella. (diterjemahkan oleh Anita Miller). Scarlet City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Holland, Celia. 1979. City of God. Knopf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maugham, W. Somerset. 1946. Then and Now. Doubleday.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puzo, M. 2001. The Family. HarperCollins (sebuah novel yang dikarang oleh penulis The Godfather tentang Keluarga Borgia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Russel Aiuto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Russell Aiuto adalah seorang pensiunan pendidik. Dia adalah seorang profesor biologi, dengan spesialisasi pada genetika, seorang dekan, pembantu rektor dan seorang rektor sebuah college.  Dia mempunyai gelar BA untuk bidang teater dari University of Michigan, gelar BA untuk biologi dan sastra Inggris dari Eastern Michigan University, serta gelar MA dan Ph.D untuk bidang genetika dan botani dari the University of North Carolina. Sesudah karir akademisnya di Albion College (MI) dan Hiram College (OH), dia menjadi seorang direktur divisi pada the National Science Foundation, direktur riset dan pengembangan pada the National Science Teachers Association, dan senior project officer pada the Council of Independent Colleges.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang penulis non-fiksi, dia sudah mempublikasikan dua belas buah research paper dalam bidang genetika, lima buah textbook sains, sejumlah artikel di bidang sains pendidikan, literatur dan kritik, serta menjadi editor sebuah revisi kurikulum sains nasional. Publikasi fiksinya termasuk dua buah cerpen, tujuh buah sandiwara, dan sebuah novel. Di waktu senggangnya dia suka memasak, bepergian dan mengadakan pertunjukan di kelompok-kelompok teater lokal. Dia adalah seorang kontributor pada Notable Twentieth Century Scientists dan namanya terdaftar di dalam buku Who’s Who in America.&lt;a href=&quot;http://hidayatullah.com/berita/ragam/12838?task=view&quot;&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/7749901900585735872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/7749901900585735872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7749901900585735872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7749901900585735872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/skandal-dan-kriminal-paus-borgia-habis.html' title='Skandal dan Kriminal Paus Borgia [habis]'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-3194599565199850033</id><published>2010-10-20T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T02:06:20.861-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Skandal Paus"/><title type='text'>Skandal dan Kriminal Paus Borgia [3]</title><content type='html'>Anak dari hubungan gelap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IV. LUCREZIA (1480-1519)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satu pun potret Lucrezia Borgia yang mampu menangkap kesan kontradiksi alamiahnya lebih dari lukisan allegoris yang dibuat oleh Titian yang digantung di Borghese Gallery, Roma. Lukisan itu memperlihatkan Lucrezia di satu sisi sebuah kolam kecil, Venus yang telanjang di sisi lain, dan cupid kecil di antara mereka. Alegori yang diharapkan adalah penggambaran cinta suci (Lucrezia) dan cinta duniawi (Venus), bagaikan paradoks historis Lucrezia Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lucrezia adalah anak perempuan Kardinal Rodrigo Borgia dan gundiknya Vannozza de Cattanei. Di usia sebelas tahun Lucrezia sudah bertunangan dua kali, tetapi pertunangan-pertunangan itu dibatalkan oleh Rodrigo. Setelah Rodrigo menjadi Paus Alexander VI, dia menikahkan Lucrezia dengan Giovanni Sforza, sehingga membentuk persekutuan dengan sebuah keluarga Milan yang kuat. Pernikahannya dilakukan oleh wali, dan selama empat bulan setelah pernikahannya sampai dengan kedatangan suami barunya di Roma, Lucrezia hidup di sebuah istana yang indah sebelum pindah ke Vatikan dengan gundik baru Paus, Guilia Farnese (suami Guilia telah pergi jauh akibat “usaha” Paus yang baik sekali). Kediaman berikutnya adalah istana Vatikan, di mana Alexander dengan mudah datang dan pergi, mengunjungi anak dan gundiknya tanpa pengawasan siapapun. Sebuah upacara pernikahan resmi diadakan sesaat setelah kedatangan Sforza, dengan lima ratus orang pengiring pengantin wanita yang dipimpin oleh gundik Paus. Sebuah pesta perkawinan yang diselenggarakan secara mewah, dengan penampilan sebuah komedi karya dramawan Romawi kuno Plautus, sebuah komedi tentang libertine-libertine, gundik-gundik dan germo-germo. Ini adalah sebuah peristiwa skandal, tetapi tidak lebih mewah dibandingkan dengan banyak pesta zaman Renaissance lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalani waktu selama dua tahun sebagai Countess Pesaro dan tinggal di daerah di mana Paus telah menempatkan menantunya pada sebuah ekspedisi militer, Lucrezia kembali ke Roma dengan suaminya. Dia diperbantukan sebagai nyonya rumah bapaknya pada resepsi-resepsi diplomatik. Sejak keluarga Borgia tidak memerlukan keluarga Sforza lagi, lambat laun kehadiran Giovanni Sforza di istana kepausan tidak berarti apa-apa. Aliansi-aliansi politik baru telah membuat hubungan baik dengan keluarga Sforza tidak diperlukan lagi oleh Paus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat informasi dari Cesare bahwa Giovanni akan dibunuh, Lucrezia langsung mengingatkan suaminya, sehingga Giovanni pergi meninggalkan Roma. Ini mungkin merupakan suatu cara Cesare dan Lucrezia untuk menyuruh suaminya pergi.  Lucrezia sangat senang berhasil menyingkirkan suaminya yang membosankan itu, dan Alexander serta Cesare lebih senang lagi mendapatkan kemungkinan merancang perkawinan yang menguntungkan lainnya bagi Lucrezia. Tentu saja dalam hal ini yang pertama kali dilakukan adalah menyingkirkan Giovanni Sforza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&gt;&gt;&gt;“Lucrezia Borgia” karya Bartolomeo Veneziano&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander mulai menjalankan rencananya. Dia bertanya kepada paman Giovanni, Kardinal Ascanio Sforza, untuk menawari kemenakannya itu agar setuju bercerai. Giovanni menolak dan menghubungi anggota keluarga Milan lainnya yang berkuasa. Para keluarga Milan itu enggan bertengkar dengan Paus, tetapi mereka berusaha membela Giovanni dengan menyarankannya untuk membuktikan kejantanannya dengan tidur bersama Lucrezia, disaksikan oleh keluarga Borgia dan Sforza. Giovanni menolak usulan ini, meskipun orang-orang dekatnya tahu bahwa dia mampu melakukan pembuktian itu, dan balik menyerang. Dia menuduh Lucrezia melakukan incest dengan bapaknya dan kedua saudaranya: Cesare dan Giovanni, Duke kedua Gandia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap tuduhan ini, Paus hanya bisa mengemukakan sebuah alasan valid untuk membatalkannya: non-consummation perkawinan, dan dia menawarkan kepada menantunya untuk mengambil seluruh mas kawin putrinya. Kepala keluarga Sforza mengancam mencabut perlindungannya terhadap Giovanni bila keponakannya itu menolak tawaran Paus. Giovanni Sforza tidak punya pilihan lain, dan menandatangani sebuah surat pengakuan gangguan impotensi serta dokumen-dokumen pembatalan pembuktian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah nasib sang suami pertama, Giovanni Sforza. Dia beruntung bisa keluar dari keluarga Borgia dengan selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama perundingan perceraian berlangsung, Lucrezia beristirahat di sebuah biara terdekat, dan komunikasinya dengan Alexander selama itu hanya berupa pesan-pesan yang diantarkan oleh pengurus rumah tangga istananya yang masih muda, Perotto. Enam bulan kemudian, dalam keadaan hamil akibat hubungan haramnya dengan Perotto, Lucrezia hadir pada sebuah seremoni dimana Vatikan memberikan ketetapan yang menegaskan bahwa Lucrezia adalah “intacta”, yang berarti dia seorang perawan (virgin). Giovanni Sforza memberikan testimoni di bawah sumpah terhadap fakta ini dan perceraian menjadi kata “final”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare, begitu mengetahui kehamilan adiknya, menjadi marah. Dia mengejar Perotto dengan pedang terhunus, lalu menikamnya ketika Perotto berlutut di bawah singgasana Paus, sehingga darahnya muncrat ke haribaan bapaknya. Perotto selamat dari serangan ini, tetapi dia ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Beberapa hari kemudian, Burchard melaporkan bahwa Perotto “jatuh dan tenggelam di sungai Tiber karena kehendaknya sendiri”. Enam hari kemudian, tubuh Perotto diangkat dari sungai bersama dengan pelayan perempuan Lucrezia yang dipercaya telah memudahkan terjadinya affair itu.            &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak dari hubungan gelap ini lahir dengan penuh kerahasiaan, dan ketika Alexander akhirnya mengakuinya, maka anak itu disebut “infans Romanus”. Dia diberi nama Giovanni, dan merupakan sosok misterius dalam sejarah Borgia. Anak ini belum tampil hingga tiga tahun setelah kelahirannya, yaitu ketika Alexander mengumumkan bahwa anak tersebut memang infans Romanus, anak Roma; dan merupakan keturunan Cesare dengan seorang wanita yang tidak diketahui namanya. Ketetapan Kepausan (Papal Bull) pertama kemudian diikuti dengan ketetapan berikutnya, yang menyatakan bahwa anak tersebut adalah anak Paus sendiri, biar pun Paus telah berusia enam puluh tujuh tahun ketika anak itu masih berupa janin. Kepentingan Papal Bull itu untuk memberi alasan bagi Alexander mewariskan kepada Giovanni muda sebuah duchy Nepi, sebuah properti penting bagi keluarga Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalih untuk melegitimasi infans Romanus ini dengan mudah membuat masyarakat berasumsi bahwa anak tersebut adalah putra dari Lucrezia dan Alexander, atau Lucrezia dengan Cesare. Sejarawan Potigliotti memperkirakan bahwa Lucrezia telah menuntut diumumkannya dua buah Papal Bull tersebut karena dia tidak mengetahui yang mana di antara kedua “kekasihnya” itu, bapaknya ataukah kakaknya, yang sebenarnya menjadi ayah dari sang Giovanni muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Giovanni berpindah dari penjagaan yang satu ke penjagaan yang lain, yang berakhir bersama Lucrezia di Ferrara sebagai “sanak keluarga Lucrezia”. Sayangnya Giovanni tidak mewarisi gelar dan hak-haknya, dan sesudah bekerja seumur hidup sebagai seorang pegawai rendahan di istana-istana Vatikan dan Perancis, dia meninggal dalam kondisi relatif tidak dikenal di tahun 1548. Rumor yang menyatakan bahwa asal usulnya dari hubungan incest bermula dari serangan suami pertama Lucrezia kepada bapak mertuanya, dan rumor itu tetap berlangsung hingga saat ini. Hal tersebut bisa jadi benar, atau bisa jadi Giovanni memang anak dari hubungan sembrono Lucrezia dengan Perotto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun itu juga, setelah terjadinya peristiwa dengan Giovanni Sforza di atas, Lucrezia menikah dengan Pangeran Alfonso dari Aragon yang berusia tujuh belas tahun di Naples, yang mengizinkan Alexander membentuk persekutuan lainnya dengan sebuah kerajaan penting kedua. Alfonso adalah Duke Bisceglie, sebuah daerah kepangeranan penting di Kerajaan Naples. Pesta perkawinan kedua ini semewah perkawinan pertama, dan kedua orang yang berusia tujuh belas tahun ini benar-benar gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana kasus-kasus yang seringkali terjadi sepanjang periode sejarah, kesetiaan politik mulai membentur kembali, mengubah sekutu menjadi musuh. Alfonso, sang Duke Bisceglie, tiba-tiba menyadari bahwa dia dan keluarganya mulai tidak disenangi, dan Alexander mengalihkan dukungannya kepada musuh-musuh Kerajaan Naples. Meskipun Paus meyakinkan menantunya bahwa dia tetap disayangi –suatu saat pasangan muda itu diberi hadiah sebuah puri, bersama-sama dengan kota dan tanah-tanah Nepi-, Alfonso tahu bahwa segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk suatu alasan, Alexander memberikan jabatan Gubernur Spoleto dan Foligno (daerah-daerah yang biasanya disediakan untuk Kardinal-kardinal) kepada Lucrezia, terutama untuk menjadikan Alfonso sebagai seorang suami yang tidak berguna. Lucrezia, meskipun baru berusia sembilan belas tahun, bukan hanya sebagai pemimpin boneka saja di Spoleto dan Foligno, tetapi memang memiliki kemampuan untuk mengelola kota itu dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah beberapa bulan kemudian, Paus membujuk Lucrezia dan suaminya kembali ke Roma,  sambil menanti kelahiran anak mereka yang pertama, yang kemudian diberi nama yang sama dengan kakeknya: Rodrigo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba terlihat Alfonso berlari melintasi alun-alun St. Peter karena diserang oleh sekelompok orang bersenjata. Dia menderita luka-luka serius dan hampir mati, tetapi segera dibawa ke apartemen Vatikan dan didatangi oleh sang istri, Lucrezia. Lucrezia yang menunggui suaminya di sisi tempat tidurnya, benar-benar takut karena dia sepenuhnya sadar bahwa saudaranya Cesare, berada di balik serangan itu. Atas perawatan yang sabar dan lembut dari istrinya, Alfonso sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya dia lalu dikunjungi oleh saudara iparnya, Cesare; yang menyuruh Lucrezia, saudara iparnya Sancia, dan para pembantu keluar ruangan. Menurut beberapa sumber, Cesare memerintahkan kepada kepala pengikutnya untuk mencekik Alfonso. Alexander yang melihat Lucrezia dan Sancia keluar lari ketakutan dari kamar tidur Alfonso, segera mengirimkan para pelayannya untuk berusaha mencegah pembunuhan itu.  Saat mereka masuk, semuanya sudah terlambat. Sebagaimana dilaporkan oleh Burchard, ”Karena Don Alfonso tidak mau mati akibat luka-lukanya, maka dia dicekik di tempat tidurnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah akhir riwayat suami kedua. Dia tidak seberuntung suami pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun kemudian, ketika memeriksa pendapatan-pendapatan tambahan baru dari penaklukannya atas bapak Alfonso, sang Raja Naples Federico, Alexander meninggalkan pengelolaan Vatikan dan Gereja di tangan Lucrezia. Seorang wanita yang berusia dua puluh satu tahun dan berperan sebagai kepala pemerintahan dunia Kristen, tidak terlalu mengejutkan para Kardinal Curia, yang terbiasa dengan sistem pemerintahan kepausan Alexander yang seenaknya dan keterlaluan. Paus sibuk mengumpulkan uang untuk membiayai petualangan-petualangan militer Cesare, dan mendapatkan mas kawin yang besar bagi Lucrezia, yang diharapkan menikah lagi dengan suami ketiga dari keluarga kerajaan, jika mungkin untuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare membuat seleksi. Pangeran dan warisannya duchy Ferrara, sebuah negara kota yang berbatasan dengan propinsi Romagna milik Cesare, telah bersedia. Dia berusia dua puluh empat tahun dan seorang duda tanpa anak. Lucrezia yang berusia dua puluh satu tahun, amat tepat untuknya. Sebagai penukar mas kawin yang besar dan sebagai sebuah upaya pencabutan pajak kepausannya, Duke Ferrara setuju untuk menikah. Lucrezia akhirnya memperoleh suaminya yang ketiga dan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alfonso d’Este, Pangeran Ferrara, adalah tipe laki-laki yang sangat pendiam, yang tertarik pada artileri, musik dan rumah pelacuran, telah sanggup menawan hati istri barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anggota istana menggambarkan Lucrezia sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “Tingginya sedang dan bentuk tubuhnya anggun; wajahnya agak lonjong dengan hidung mancung, rambut keemasan, matanya keabu-abuan, mulutnya agak besar, giginya putih sempurna, dadanya putih halus dengan proporsi yang mengagumkan. Keseluruhannya memancarkan humor dan keriangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari titik ini, Lucrezia menjadi seorang istri yang menyenangkan dan ibu yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali untuk beberapa hal. Ketika dia berhasil memuaskan suaminya dan memperoleh empat orang anak darinya, dia juga melakukan sebuah hubungan kasih dengan penyair Pietro Bembo. Apakah hal itu merupakan sebuah hubungan fisik ataukah sebuah roman platonik tidak begitu jelas, tetapi hal tersebut kadang kala menimbulkan kecurigaan-kecurigaan pada suaminya. Sesudah Bembo meninggalkan Ferrara menuju Venice, surat-suratnya kepada Lucrezia menjadi lebih resmi, dan pada tahun 1505 persahabatan itu berakhir. Yang mengherankan, hubungannya dengan Bembo telah menganugerahkan sebuah kepekaan artistik yang meningkatkan reputasinya di Ferrara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lucrezia selalu berpihak kepada saudaranya Cesare dalam berbagai petualangan militernya, dan ketika Cesare gugur, dia merasa hancur. Dia berupaya membuat proteksi untuk Rodrigo anaknya dari suami kedua, dan juga “saudaranya” Giovanni yang misterius, infans Romanus. Berlawanan dengan keinginan suaminya, dia membawa Rodrigo dan Giovanni ke Ferrara, di mana mereka bergabung di dalam sebuah rumah tangga yang sesak. Pada akhirnya kedua anak muda tersebut dikirimkan kepada Isabella dari Aragon yang berjanji untuk memperhatikan pendidikan mereka. Rodrigo meninggal pada tahun 1512, pada usia tiga belas tahun. Lucrezia yang berduka kemudian mengasingkan diri di sebuah biara. Sesudah sekian waktu, dia kembali lagi kepada suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melahirkan bayinya yang kelima ketika di Ferrara, yang meninggal sesaat sesudah lahir, Lucrezia terkena puerperal fever dan meninggal pada tanggal 24 Juni 1519. Dia berusia tiga puluh sembilan tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah Lucrezia; yang dituduh berpartisipasi dalam berbagai pembunuhan yang dilakukan oleh bapak dan saudaranya, yang dituduh melakukan incest dengan bapaknya atau saudaranya (atau keduanya), meninggal di kediaman suaminya yang saleh dan dihormati, Duke Ferrara. Salah seorang anaknya, Ercole, menggantikan posisi bapaknya sebagai Duke; sedangkan lainnya, Ippolito, menjadi seorang Kardinal. Keduanya dikenal karena kecintaannya pada kemewahan, sebagaimana tradisi keluarga Borgia terhadap dunia materi yang berlebihan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/3194599565199850033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/3194599565199850033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3194599565199850033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3194599565199850033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/skandal-dan-kriminal-paus-borgia-3.html' title='Skandal dan Kriminal Paus Borgia [3]'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-1277189338613580758</id><published>2010-10-20T02:05:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T02:05:10.740-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Skandal Paus"/><title type='text'>Skandal dan Kriminal Paus Borgia [2]</title><content type='html'>Sikap Amoral Alexander&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TERLAHIR sebagai Rodrigo Borgia di dekat Valencia, Spanyol, merupakan kemenakan Callixtus yang membuatnya menjadi seorang Kardinal pada umur dua puluh lima tahun (tahun 1456) dan vice chancellor6  di tahun 1457. Sebagai seorang vice chancellor, ia menimbun kekayaan pribadi yang banyak, menjalani hidup secara terbuka dan tidak pilih-pilih dalam bergaul, serta menjadi bapak bagi tujuh orang anak, baik sewaktu menjadi Kardinal maupun sebagai Paus. Pius II, yang menggantikan Callixtus dan melanjutkan dukungan untuk kenaikan Kardinal Rodrigo Borgia pada hierarki gereja, sudah mengingatkan Kardinal muda ini untuk menahan diri dari kebiasaannya berpartisipasi dalam pesta-pesta orgy. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh Paus Pius II, sebagai sesuatu yang “tidak pantas”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang anak muda, Rodrigo digambarkan sebagai tinggi dan ganteng. Sigismondo de Conti mengatakan tentangnya sebagai seorang yang tinggi, tegap, dengan tatapan mata yang tajam, sangat ramah, dan “kemampuan yang menakjubkan dalam menangani masalah-masalah keuangan”.  Lainnya mengagumi postur tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang kemerah-merahan, matanya yang gelap, dan mulutnya yang penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, ternyata pada umur awal enam-puluhan ketika dia menjadi Paus, rupanya dia kehilangan pesona fisiknya. Kita hanya memiliki sedikit lukisan yang dapat diidentifikasikan sebagai lukisan diri yang sebenarnya; sebuah lukisan yang menggambarkan seorang Paus yang botak dan gemuk sedang berlutut dan berdoa di depan Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menjadi Kardinal, dia mengambil Vannozza de Catanei sebagai gundiknya, yang memberinya empat orang anak, termasuk Cesare (lahir di tahun 1475) dan Lucrezia (lahir di tahun 1480). Saat dia menjadi Paus di tahun 1492, dia membuang Vannozza dan memperoleh Guilia Farnese sebagai gundiknya; seorang wanita muda yang mungkin menjadi ibu atas dua atau tiga anak tambahan dari Alexander. Sebelum Vannozza, Rodrigo sudah menjadi bapak dari paling sedikit dua orang anak hasil hubungannya dengan satu atau lebih wanita yang nama-namanya hilang dari sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus Innocent VIII wafat, dan sebuah perjuangan politik terjadi untuk memperebutkan tahta kepausan. Tawar menawar terjadi sengit, dan ketika suara-suara yang masuk sudah dihitung secara final; Rodrigo Borgia, dengan membeli suara seorang Kardinal yang berumur 96 tahun dan sudah hampir kehilangan seluruh kemampuannya, akhirnya terpilih. Seorang dari enam orang Kardinal yang tidak bisa disuap adalah Giuliano della Rovere, yang tetap menjadi musuh keluarga Borgia dan akhirnya menggantikan Alexander VI sebagai Paus Julius II (ingat lukisan Michelangelo; the Warrior Pope (Paus Pejuang)).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat perayaan pentahbisan Rodrigo sebagai Paus Alexander VI yang rumit, dia juga “ditetapkan” sebagai seorang laki-laki, karena dari abad ke XIII dan sebagai akibat skandal mitos “Paus Joan”, Paus John yang dipercaya sebenarnya adalah wanita7, Paus terpilih yang baru harus bersedia menjalani “uji kebohongan” pada sebuah tempat duduk rendah dan berlobang (pemeriksa alat kelamin). Kenyataan bahwa Rodrigo, seorang bapak yang subur, mungkin telah menyamarkan jenis kelaminnya, merupakan sebuah pernyataan yang menggelikan pada kenaikannya menuju tahta puncak St. Peter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Rodrigo, sekarang Alexander VI, telah belajar banyak dari pendahulunya, Innocent VIII, Paus pertama yang mengakui secara terbuka anak haramnya dan menampilkan mereka dengan kekayaan dan gelar-gelar. Alexander mengambil keuntungan dari teladan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah sebuah permulaan yang keras sebagai seorang Paus, yaitu memperbarui Curia8 dan Simony9 –yang tentu saja berarti dia sudah membeli kepausan- Alexander mengkonsentrasikan usahanya kepada minat-minatnya yang utama, yang seperti halnya Innocent VIII, berarti perolehan emas, mengejar wanita-wanita, dan kesenangan-kesenangan keluarganya. Dalam hal ini Alexander telah membuat pendahulunya kelihatan bertaraf amatiran. Dia namakan anak lelakinya Cesare, dan kemudian hanya dalam waktu delapan belas tahun, menjadikannya seorang Kardinal bersama dengan saudara selir Paus yang lebih muda, Alessandro Farnese. Dia merancang tiga buah perkawinan untuk anak perempuannya, Lucrezia, lalu secara cerdas membatalkan perkawinannya yang pertama, dan melalui upaya-upaya Cesare, dengan baik sekali membuat Lucrezia sebagai seorang janda pada perkawinan kedua. Lucrezia seringkali dibiarkan mengisi kelowongan jabatan Paus pada kepausan –yang sebagai akibatnya menjadi perwalian- ketika Alexander pergi dari Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander membentuk persekutuan-persekutuan melalui perkawinan-perkawinan anak-anaknya. Sebagai contoh, dia menghubungkan kekuatannya dengan faksi orang-orang Milan, menggabungkan keluarga-keluarga Borgia dan keluarga Sforza dengan mengawinkan Lucrezia pada Giovanni Sforza, anak haram Constanzo Sforza, sepupu kardinal yang berkuasa, Ascanio Sforza. Dia memperkuat posisinya dengan Kerajaan Aragon dan Naples dengan mengawinkan anak lakinya yang lebih muda, Jofre dengan Sancia dari Aragon, yang kemudian menipu suaminya dan melakukan perzinaan dengan Cesare serta Giovanni, saudara tua Jofre.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 1493, Alexander mencoba membuat sebuah garis pemisah (garis demarkasi) di antara lingkungan pengaruh Spanyol dan Portugis pada Dunia Baru (the New World), tetapi ketetapan politik tentang daerah-daerah yang jauh ini dimodifikasi pada tahun 1494, karena pada bentuk awalnya ketetapan tersebut mengistimewakan tanah airnya, Spanyol. Dia juga menyiksa dan mengeksekusi pendeta Florentine terkenal Savonarola pada tahun 1498 yang secara terang-terangan mencela korupsi yang terjadi pada kepausan dan meminta agar Alexander dipecat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1500, tingkah laku Alexander –dengan dominasi pengaruh Cesare- makin menjadi-jadi. Perilaku amoral dan pembunuhan menjadi acara harian bagi kedua bapak dan anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sesudah merayakan ulang tahun kesebelas kenaikannya ke kepausan, di bulan Agustus 1503, Alexander jatuh sakit. Atas kejadian yang kebetulan ini beredar sebuah rumor di Roma, dimana beberapa orang ahli seperti Mc Brien, percaya dengan kebenarannya. Alexander dan Cesare makan malam dengan Kardinal Adrian Corneto di villanya yang terbaru. Sudah lama dipercaya bahwa keluarga Borgia menargetkan Corneto menjadi korban mereka berikutnya. Tentu saja Corneto berpikir bahwa dia hendak diracun. Waktu hendak minum, dia menyelamatkan dirinya dengan menukar cangkir yang sudah disiapkan oleh Cesare untuknya. Yang tidak disangka-sangka adalah bahwa Alexander dan Cesare minum berdua tanpa beban dari cangkir-cangkir itu. Dalam beberapa hari Cesare sembuh dari keracunannya. Sang ayah masih tetap hidup beberapa hari kemudian dan meninggal pada usia tujuh puluh tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burchard, pembantu yang setia dan penulis buku harian yang rajin, melaporkan bahwa orang-orang Cesare memaksa masuk ke Vatikan dan merampok seluruh harta yang dapat mereka bawa, dan vandalisme ini berlangsung ketika Paus berjuang untuk tetap hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu Alexander wafat, para pembantunya menjarah kamar tidurnya. Sesudah Burchard menyiapkan mayat tersebut, para penjaga utama mengumpulkan para pendeta untuk menjaga mayat Paus dari kemungkinan penodaan atas kemarahan (atau lebih tepatnya luapan kegirangan) masyarakat Roma. Tetapi akhirnya Burchard mendapati bahwa mayat itu dipindah ke sebuah kapel kecil, dimana mayat tersebut tidak diawasi, perlahan membusuk dalam lembabnya cuaca bulan Agustus yang mencekam Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Burchard kembali dengan para pembantu hendak menyiapkan si mayat untuk dimakamkan, dia menemukan tubuh Alexander menggelembung dan menghitam, demikian bengkak sehingga tidak muat ke dalam peti matinya. Para pembantu akhirnya melepas korset sang Paus, baru benar-benar berhasil memasukkannya ke dalam peti mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah sang Paus Alexander wafat dalam puncak kemuliaan dan kemakmuran. Padanya terdapat, dalam takaran penuh, semua sifat-sifat buruk baik yang sudah terwujud maupun yang masih berupa semangat. Padanya tidak terdapat agama, tidak terdapat kemauan menjaga perkataannya. Dia menjanjikan semua hal secara royal, tetapi membatasi dirinya sendiri terhadap hal-hal yang tidak berguna baginya. Dia tidak peduli dengan hukum, dan karena itu pada masanya Roma menjadi sarang pencuri dan pembunuh. Meskipun begitu, dosa-dosanya tidak mendapat hukuman di dunia ini, dia menjalani hari-hari terakhirnya dengan kondisinya yang amat makmur. Dalam satu kata, dia lebih jahat dan lebih beruntung dari, mungkin, Paus-paus siapapun juga sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Francesco Guicciardini (sebagaimana dilaporkan dalam Chamberlain).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan yang membuat Alexander gila-gilaan itu dapatlah dipahami ketika seseorang melihat keruntuhan total kerajaan Cesare setelah kematian ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi membaca riwayat Cesare pada tulisan berikutnya, ternyata Alexander masih terhitung lunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III. CESARE&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(1475-1507, Kardinal dari tahun 1493-1498)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada keluarga Borgia yang diingat saat ini, maka itu adalah kedua anak Alexander VI, dimana orang-orang mengetahui, bahwa hanya dengan kejahatanlah nama-nama mereka dihubungkan. Cesare, sang pembunuh dan petualang, dan Lucrezia, sang peracun. Keterangan-keterangan tentang keduanya menceritakan terlalu banyak tetapi juga terlalu sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukisan “Cesare Borgia” oleh Bembo di Galleria dell Accademia Carrara&gt;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah gambaran tentang kekuatan, pesona dan kekejaman Cesare Borgia dapat dilihat pada sebuah lukisan dirinya, mungkin dilukis sekitar tahun 1500 oleh Gianfrancesco Bembo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukisan tersebut tentang seorang laki-laki yang ganteng, tanpa senyum, gelap, mengancam, matanya terletak berjauhan. Seseorang dapat merasakan kebenaran dari komentar Baluze (seorang pengamat kontemporer):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paus amat menyayangi putranya, dan juga sangat takut padanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare adalah anak laki-laki tertua dari anak-anak yang lahir akibat hubungan Alexander dan Vannozza de Catanei dalam masa jabatan Alexander sebagai Kardinal Rodrigo Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Cesare adalah anak pertama dari keluarga kedua Rodrigo. Kelompok pertama anak-anak haramnya yang diketahui berasal dari satu atau lebih wanita, dimulai oleh Pedro Luis (1462-1488), Duke pertama Gandia, yang naik menguasai duchy10 di Spanyol itu melalui intrik-intrik sang ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;&lt; Lukisan “Vannozza Cattanei” (Hachette)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 1480, Paus Sixtus IV membuat sebuah Papal Bull11  yang “membuktikan” bahwa Cesare berasal dari kelahiran yang sah, dan mengijinkannya memperoleh benfices atau pendapatan dari berbagai kantor yang telah ditetapkan oleh Sixtus. Pada umur tujuh tahun Cesare diberi gelar yang memungkinkannya memperoleh prebend12 dari Katedral Valencia, dan sesudah itu dalam waktu singkat dia juga mendapatkan gelar apostolic protonotary atau “orang terkemuka pada Kanselir Kepausan”. Kedua gelar itu memberikan banyak benfices, yaitu gaji-gaji. Di umur sembilan tahun, Cesare menjadi Rector Gandia, Provost13 Albar dan Jativa, dan terakhir sebagai bendaharawan Cartagena. Pengangkatan-pengangkatan ini tentu saja merupakan hadiah yang diberikan atas pengaruh ayahnya, Rodrigo, yang memastikan harta-harta benda kependetaan di Valencia tetap berada didalam kontrol keluarga Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare mempunyai saudara laki-laki yang lebih muda, anak kedua Vannozza yang bernama Giovanni. Ketika kakak tirinya yang bernama Pedro Luis, Duke pertama Gandia meninggal, Rodrigo menjadikan Giovanni sebagai Duke kedua Gandia. Jadi Rodrigo telah menetapkan Cesare untuk memiliki sebuah karir kependetaan yang memperkokoh pengaruh keluarga Borgia pada Gereja. Giovanni, saudara laki-lakinya yang lebih muda, akan menjadi –sebagaimana akan kita lihat- seorang korban pertama Cesare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dijelaskan oleh Cloulas, pendidikan Cesare direncanakan secara hati-hati oleh Rodrigo. Cesare dibawa ke Roma hingga berumur dua belas tahun, dan dididik oleh para guru yang berpengalaman. Kemudian dia dikirim ke Perugia dalam pengawasan seorang guru Valencia yang kemudian menjadi Kardinal, sebagai hadiah untuk jasa tutorial tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare mempelajari hukum dan humaniora di universitas, kemudian ke Universitas Pisa untuk belajar teologi. Pada akhir pendidikannya ini, ayahnya yang sekarang menjadi Paus Alexander VI, menjadikannya sebagai seorang Kardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 1493, sesudah menghadiri sebuah acara makan malam keluarga bersama ibunya, Vannozza dan saudara tuanya, Cesare; Giovanni, Duke Gandia yang kedua menghilang.  Dia berkuda hingga petang bersama Cesare, teman-temannya dan para pembantu. Kemudian ditinggalkannya mereka semua, dan berkuda ke arah istana kepausan dengan ditemani oleh seorang pembantu dan seorang misterius dari sebuah festival topeng. Dia tidak pernah kelihatan hidup-hidup lagi. Sore hari berikutnya, ketika mencari Giovanni, para pencari datang dengan seorang saksi yang telah melihat dua orang laki-laki menceburkan sesosok tubuh manusia ke dalam sungai Tiber. Sungai Tiber akhirnya diaduk-aduk oleh sekitar tiga ratus orang pencari, dan sesudah mencari sepanjang malam, tubuh itu ditemukan siang hari berikutnya. Dia tetap memakai pakaian indahnya dengan dompet yang berisi uang tiga puluh ducat, tetapi tenggorokannya digorok dan tubuhnya direjam dengan luka-luka tikaman yang keji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu mendengar kematian anaknya, Alexander menjadi marah dan berduka,  lalu menyatakan bahwa dia telah memutuskan untuk “mengubah kehidupan kita dan mereformasi Gereja. Kita meninggalkan semua bentuk nepotisme. Kita akan mulai mengadakan perubahan pada diri kita sendiri dan diteruskan ke seluruh tingkatan Gereja sampai seluruh pekerjaan selesai.” Seringkali kesungguhan Alexander tidak sesuai dengan pernyataannya, dan akhirnya kembali kepada cara-cara lamanya, mengabaikan janji-janji. Sebagai pendeta, dia tidak lebih siap untuk mengalami perubahan dibandingkan dengan keinginannya meneruskan program-programnya sendiri dalam politik dan kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembunuh Giovanni tidak ditemukan, tetapi sekitar satu tahun sesudah kematiannya, yaitu sewaktu Cesare menanggalkan jubah kardinalnya untuk memperoleh jabatan duniawi, rumor yang berkembang menyatakan bahwa Cesarelah yang membunuh saudaranya itu. Motifnya menurut dugaan adalah kecemburuan Cesare terhadap sukses duniawi Giovanni, serta keinginannya untuk memperoleh gelar-gelar dan tanda-tanda jasa Giovanni bagi dirinya sendiri. Sebagaimana tampaknya, kecil kemungkinan bahwa Cesare membunuh saudaranya, karena Giovanni mempunyai seorang putra yang bernama Giovanni juga, yang segera menjadi Duke Gandia ketiga. Motif pembunuhan itu kemungkinan adalah balas dendam seorang suami yang cemburu, yang konsisten dengan perilaku seksual keterlaluan para anggota keluarga Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali ini, keterangan di atas tidak menegaskan peranan Cesare sebagai seorang pembunuh, tetapi perilaku Cesare di kemudian hari membuat sulit bagi penduduk Roma untuk percaya bahwa dia tidak terlibat peristiwa pembunuhan Giovanni. Meskipun begitu, sudah jelas bahwa kematian Giovanni telah melapangkan jalan Cesare untuk menjadi orang biasa sekali lagi, yang memungkinkannya memperoleh pemberian posisi-posisi kebangsawanan yang melebihi tanda-tanda jasa Giovanni dari sang bapak. Keyakinan yang menyatakan bahwa Cesare merupakan pembunuh Giovanni diperlihatkan oleh sejarawan  sejamannya yaitu Sanudo dan Guicciardini yang percaya bahwa sebuah pembunuhan Giovanni yang sempurna hanya dapat dilakukan oleh sang pakar intrik, Cesare Borgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1498, Cesare berhasrat meninggalkan dunia kependetaan dan menginginkan sebuah posisi kebangsawanan. Meskipun Cesare masih menjadi Kardinal, Alexander merancang sebuah pernikahan antara Cesare dan Carlotta, anak perempuan Raja Naples. Sebuah penggabungan yang akan menarik para hartawan kota Tarento dengan Carlotta sebagai maskawinnya. Untuk mempercepat negosiasi-negosiasi yang dilakukan, Cesare meninggalkan dunia kependetaan, sebagian besar demi kesenangannya, yang juga membuatnya menjadi Duke Valentois. Raja Naples yang mempunyai ambisi-ambisi lain untuk anaknya, menolak tawaran Paus. Alexander yang tidak merasa terganjal oleh penolakan itu, membentuk sebuah persekutuan dengan raja baru Perancis, Louis XII, yang mengklaim kedua kerajaan Milan dan Naples sebagai warisan leluhurnya. Dalam rangka pembatalan pernikahan Louis, Raja Perancis tersebut akan menjodohkan Cesare dengan seorang putri, yang ternyata adalah Charlotte d’Albert, anak Duke of Guyenne. Mas kawinnya amat besar nilainya, dan pesta pernikahannya dilangsungkan sebagaimana mestinya. Malah menurut pernyataan dalam sebuah surat yang ditulis oleh Cesare kepada bapaknya, pesta pernikahan itu dirayakan dengan sempurna sebanyak delapan kali dalam semalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cesare yang sekarang seorang sekutu Raja Perancis, menjadi seorang jenderal utama Louis XII yang memenangkan pertempuran-pertempuran penting di Romagna, sebuah negara-kota yang berbatasan dengan negara kepausan. Dia memasuki kota Roma dengan penuh kemenangan di bulan Pebruari tahun 1500 dengan menyeret di belakangnya dalam rantai emas, Caterina Sforza, Ratu Dua Kota yang telah dia taklukkan. Caterina dijebloskan ke dalam penjara, dan akan mati jika tidak ditengahi oleh Raja Perancis yang membebaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perayaan tahun 1500 mengawali periode kemerosotan moral terbesar Alexander dan Cesare. Cesare menghibur gerombolan orang-orang Roma dengan membunuh lima ekor banteng di alun-alun St. Peter, yang kemudian menjadikannya sebagai seorang pahlawan Roma. Burchard yang setia memberikan beberapa gambaran tentang pesta pora gila-gilaan yang diadakan pada awal-awal bulan di tahun 1500. Bukan hanya gambaran tentang tembakan-tembakan tidak berperasaan yang dilakukan oleh Cesare kepada para pelaku kriminal yang tidak bersenjata (seperti yang telah diceritakan pada bagian Pengantar tulisan ini, pentj.), tetapi Burchard juga memberikan gambaran suatu peristiwa dimana Alexander, Cesare dan Lucrezia menonton dengan penuh kegirangan ketika lima puluh orang pelacur Roma bersetubuh dengan lima puluh orang pembantu istana, berlomba memperebutkan penghargaan-penghargaan sebagai “penampilan terbaik” yang dihadiahkan oleh Alexander. Seorang peminum yang sedang mabuk dipotong tangan dan lidahnya hanya karena menghina Cesare. Seorang Venesia yang menulis sebuah pamflet yang mengkritik Cesare dihukum dengan menenggelamkannya di sungai Tiber. Gregorvarius melaporkan bahwa Cesare, ketika menjawab permohonan-permohonan ampunan para korbannya, mengatakan, “Roma dibiasakan untuk menulis dan berbicara, tetapi aku akan mengajari masyarakat untuk menjadi waspada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Cesare belum puas dengan hanya mengembalikan Roma ke dalam kancah kemenangan. Hadiah-hadiah hari Perayaan tahun 1500 masuk ke dalam peti uang simpanannya, dan Alexander berbagi dengannya atas sejumlah besar penghasilan yang didapat dari pembentukan sembilan orang Kardinal baru, masing-masing dari mereka telah membayar ribuan ducat. Tetap saja keluarga Borgia belum merasa puas. Keputusan-keputusan yang dibuat oleh suami kedua Lucrezia, Duke Bisceglie, telah menghilangkan kepercayaan keluarga Borgia kepadanya. Perancis dan Spanyol bersatu menjatuhkan keluarga Bisceglie di Naples. Cesare mencekiknya begitu dia sembuh dari luka-luka akibat serangan pertama antek-antek Cesare. Alexander mungkin sekali tidak ikut merencanakan pembunuhan itu, tetapi inisiatif anaknya tersebut mengijinkannya merancang sebuah perkawinan ketiga bagi Lucrezia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kematian Alexander di tahun 1503, Cesare pergi ke Spanyol, dan sekitar tiga tahun sesudah kepergian tersebut, Cesare gugur di Spanyol ketika bertempur dengan gagah berani sebagai seorang prajurit sewaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah beberapa bulan sejak perkawinannya dengan Charlotte di tahun 1498, Cesare tidak pernah melihat istrinya lagi, demikian juga anak perempuannya, Louise. Charlotte tetap setia pada ingatan tentang suaminya. Dia dan Louise kemudian memasuki sebuah biara lalu menjalani kehidupan yang saleh hingga saat kematiannya. Louise kemudian menikah dan mempunyai enam orang anak yang membangkitkan sebuah garis keturunan para prajurit yang berkompeten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua anak haram Cesare, Camilla dan Girolamo, menjalani nasib yang berlainan. Camilla menjadi seorang kepala biara wanita yang sangat dihormati karena kealimannya. Si anak laki-laki, Girolamo, menjadi sebuah karakter yang bengis, kejam dan bertanggung jawab terhadap paling sedikit satu pembunuhan dan kemungkinan beberapa pembunuhan lainnya. Dia mati dan meninggalkan dua orang anak perempuan yang tidak diketahui nasibnya. Kecenderungan Cesare akan pembunuhan rupanya berakhir pada anak laki-laki haramnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya, warisan terakhir Cesare adalah kenyataan bahwa dia dipakai sebagai model karakter “Sang Pangeran” dalam buku terkenal karya Niccolo Machiavelli “The Prince”, seorang pemimpin yang giat berusaha mengembangkan dirinya sendiri semata-mata hanya melalui kekuatan kemauannya sendiri. Ketika kita mendengar kata sifat “Machiavellian”, sekali lagi kita merasakan kehadiran Cesare Borgia.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/1277189338613580758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/1277189338613580758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1277189338613580758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1277189338613580758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/skandal-dan-kriminal-paus-borgia-2.html' title='Skandal dan Kriminal Paus Borgia [2]'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-2163081518398596530</id><published>2010-10-20T02:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T02:01:43.747-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Skandal Paus"/><title type='text'>Skandal dan Kriminal Paus Borgia [1]</title><content type='html'>Paus Borgia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Paus Alexander VI, dinilai Paus paling buruk dalam sejarah. Dia dengan kontribusi anak-anaknya: Cesare dan Lucrezia dianggap telah menorehkan kerakusan akan harta, pembunuhan-pembunuhan, dan incest, yang menjadikan dirinya dan kedua anaknya disebut oleh Russell Aiuto (penulis artikel ini) sebagai the First Crime Family, Keluarga Kriminal yang Pertama. Bayangkan, seorang Paus mendapat julukan semacam itu. Bagaimana, orang-orang yang merasa dirinya muslim?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara berkala, hidayatullah.com akan mempublikasikan hasil riset Russell Aiuto ini. Sumber utama artikel ini  adalah situs www.crimelibrary.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga “Ganjil” Borgia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PARA penjaga kepausan mendorong para kriminal yang acak-acakan itu ke tengah alun-alun St. Peter. Mereka dibelenggu pada pergelangan tangannya dan dikumpulkan secara bergerombol di dekat pusat alun-alun. Para penjaga membentuk sebuah garis pada jalan masuk menuju alun-alun, menghalangi pelarian para tahanan. Para tahanan memandang ke atas, ke jendela-jendela Vatikan, di mana pada sebuah balkon kecil di sebuah jendela yang agak besar, Paus yang berusia 70 tahun Alexander VI (nama aslinya Rodrigo Borgia), berdiri bersama anak perempuannya yang berusia 20 tahun, Lucrezia Borgia. Keduanya tersenyum. Beberapa jendela di sebelahnya, dalam pakaian lengkap beludru hitam, adalah anak laki-laki Alexander, Cesare Borgia. Di sebelahnya berdiri seorang pembantu yang juga berpakaian hitam seluruhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di manakah para tahanan itu mendengar kata-kata belas kasih, sebuah keringanan dermawan atas perbuatan-perbuatan kriminal mereka, dari yang remeh sampai yang serius? Mungkin mereka terlalu berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba seorang tahanan jatuh, ditembak oleh Cesare. Para tahanan berhamburan seluruhnya di alun-alun, setelah tahu bahwa ada seseorang pada salah satu jendela itu yang menembak mereka. Setiap selesai sebuah tembakan, si pembantu memberi Cesare sepucuk senapan baru –terisi penuh dengan mesiu-, dan dia menembak lagi. Setiap tembakan diikuti oleh sebuah senapan baru dan tembakan lain. Dalam bilangan menit, seluruh tahanan itu mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander melambaikan tangannya kepada sang anak. “Bidikan yang bagus, nak,” kata Paus. Cesare tersenyum dan balas melambai, lalu ia dan pembantunya meninggalkan jendela dan memasuki apartemen Vatikan. Empat orang pegawai, dengan menarik sebuah gerobak, mulai mengangkat mayat-mayat tersebut dan memasukkannya ke dalam karung goni. “Hasil panen” Cesare tersebut dibawa pergi, untuk ditenggelamkan ke dalam sungai Tiber.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detil-detil gambaran di atas merupakan imajinasi, tetapi fakta-fakta dasar atas kejadian tersebut sepenuhnya benar. Johannes Burchard, kepala upacara kepausan, pembantu tuannya yang setia, Alexander VI, merekam gambaran di atas pada catatan hariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Borgia adalah sebuah keluarga yang ganjil dan amat membingungkan. Sebelas Kardinal Gereja Katolik Romawi Suci. Tiga orang Paus. Seorang Ratu Inggris. Seorang suci (Saint). Sebuah keluarga dengan tentakel-tentakel panjang yang bermula dari abad ke XIV di Spanyol, lalu merentang melalui sejarah abad XV dan XVI di Italia, Spanyol dan Perancis. Kerakusan, pembunuhan, incest, dan anehnya,……. juga saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warisan keluarga Borgia memperlihatkan dirinya sendiri dalam sebuah periode sejarah Italia yang paling gilang gemilang, dan karena itu dalam berbagai jalan, mendominasi Renaissance dengan kekuatan dan intrik selama lima puluh tahun. Melalui jalan-jalan tertentu, warisan itu terasa pengaruhnya pada gereja dan negara selama dua ratus tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keluarga yang terkenal karena nama buruknya ini, terdapat empat orang yang secara terpisah paling diingat secara samar-samar, sebagai contoh-contoh ketamakan dan kejahatan yang luar biasa. Dua di antaranya adalah Paus Callixtus III (Alonso Borgia) dan Alexander VI (Rodrigo Borgia). Lainnya, Cesare Borgia, sekali waktu menjadi seorang Kardinal yang naik ke posisi tersebut karena pengetahuan dan pengaruh sang ayah, Alexander VI.  Selanjutnya, setelah meninggalkan ordo-ordo suci, menjadi seorang Duke yang bengis dan kejam. Anggota keempat menjadi sebuah kiasan untuk wanita jahat: Lucrezia Borgia, adik perempuan Cesare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anggota-anggota keluarga lainnya membuat pertunjukan-pertunjukan penting pada drama kekuatan keluarga, empat orang ini membentuk nukleus untuk mana keluarga ini akan diingat sejarah. Mereka ganteng, ramah, tetapi juga amoral. Seperti don  Mafia, mereka menginspirasikan kebanggaan dan loyalitas. Tetapi lebih dari segalanya, mereka menginspirasikan ketakutan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berjumpa dengan Cesare kemarin di gedung di Trastevere; dia berpakaian berburu dengan kostum yang sepenuhnya duniawi: berpakaian sutra dan bersenjata. Ia hanya memakai sebuah tonsure kecil seperti seorang pendeta biasa. Aku berkuda ke arah yang berlawanan dengannya sebentar, kemudian berkuda bersama: aku berhubungan akrab dengannya. Ia memiliki tanda-tanda genius dan personalitas yang ramah, yang menampilkan dirinya bagaikan seorang pangeran. Ia terutama sekali bersemangat dan gembira serta amat menyukai keramaian. Archbishop ini tidak pernah punya keinginan untuk menjadi pendeta, tetapi para pendeta dermawan mengiriminya lebih dari 16.000 ducat setiap tahunnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andrea Boccaccio, tentang Cesare Borgia ketika menjadi pendeta, sebelum diangkat menjadi Kardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti Caligula yang gila, yang membunuh untuk kesenangan, atau Nero dan para pendahulunya, yang membunuh untuk alasan dan pertimbangan politik; keluarga Borgia membunuh bukan hanya untuk kesenangan dan pertimbangan politik, tetapi juga untuk kekayaan pribadi. Mereka tidak dilambungkan bersama oleh ritual berdarah, tetapi oleh gen-gen pembawa sifat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus-Paus Borgia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa sebenarnya orang-orang ini? Darimana mereka datang, dan bagaimana caranya sehingga mereka naik menuju kekuasaan? Mereka mengawali dinasti mereka di Spanyol pada tahun-tahun terakhir di abad XIV, sebagai sebuah keluarga yang dikenal dengan nama de Borya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua saudara sepupu Spanyol, Domingo de Borya dan Rodrigo de Borya menghasilkan anak-anak yang akan menggabungkan garis keturunannya ke dalam apa yang nantinya menjadi keluarga Borgia Italia. Anak perempuan Domingo, Isabella, menikah dengan anak laki-laki Rodrigo, Jofre.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita dimulai oleh saudara Isabella, Alfonso de Borya, Paus Callixtus III. Sejarah keluarga mengenai ketamakan dan pengejaran kekuasaan politik di masa-masa sesudahnya, lahir bersama dia. Untuk memahami keluarga Borgia, sebagaimana terkenalnya keluarga de Borya di Italia, seseorang harus mengetahui tentang patriarch, yaitu orang-orang yang menjadi asal muasal sebuah keluarga yang melampaui kelebihan-kelebihan keluarga-keluarga lain pada suatu zaman, seperti misalnya keluarga Medici, Orsini, Sforza, dan keluarga della Rovere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Borgia mengawali sejarah mereka yang penuh warna dengan nepotisme dan akuisisi kekayaan pribadi, lalu beralih kepada agenda yang lebih rumit tentang pembunuhan-pembunuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. CALLIXTUS III (1378-1458, Paus dari tahun 1455-1458).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus Spanyol pertama, Callixtus III, sudah berusia 77 tahun ketika naik singgasana Petrus di tahun 1455; seorang kandidat kompromistis di antara fraksi-fraksi yang bertikai. Tua, dikuatkan lagi dengan janggut, ia kelihatan sebagai pilihan yang aman dan sementara. Ia memerintah hanya selama tiga tahun, tetapi dalam waktu yang pendek itu ia mampu mengangkat dua kemenakan laki-lakinya menjadi kardinal. Seorang di antaranya, Rodrigo, anak dari adik perempuannya, akhirnya menjadi Paus Spanyol kedua dan terakhir, Alexander VI yang keji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Callixtus, terlahir sebagai Alfonso de Borya, sudah menjadi Kardinal di Valencia ketika di tahun 1429 Paus Martin V mempromosikannya kepada Bishop Valencia. Kardinal Alfonso yang berhasil mendekati Paus Prancis yang memusuhi kepausan Roma, Clement VIII, untuk menerima otoritas Martin, sepatutnya menerima penghargaan untuk pertolongannya dalam mengakhiri the Great Schism (Perpecahan Akbar) pada Gereja Katolik, di mana dua orang Paus tersebut, satu di Prancis dan satu di Roma, memerintah Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai Paus, Callixtus segera mengorganisasi sebuah perang salib untuk membebaskan Constatinopel dari bangsa Turki. Untuk membiayai proyek ini, dia menjual karya-karya seni dari emas dan perak, buku-buku berharga, menjual keikutsertaan atau jabatan –jabatan-jabatan dalam urusan Kardinal, pembatalan-pembatalan dana untuk daerah-daerah kepausan-, dan pembebanan pajak. Dia hanya menuai sedikit sukses dari proyek tersebut, karena kebanyakan penguasa-penguasa Kristen Eropa tidak tertarik dengan alasan-alasan pelaksanaan perang salib itu dan menolak berpartisipasi. Para raja-raja Eropa mendukung perang salib secara prinsip, tetapi tidak dengan kekuatan yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi cara-cara Callixtus yang tidak benar dalam memperoleh uang, nepotismenya yang arogan, dan keputusan-keputusannya yang cenderung kasar melawan orang-orang Yahudi, telah menciptakan oposisi di Perancis, Jerman dan negara asalnya, Spanyol. Ketika dia meninggal, orang-orang Italia mengalihkan kemarahannya kepada jenderal-jenderal dan administrator-administrator Callixtus, dan menceburkan Roma ke dalam teror. Orang-orang Spanyol –yang disebut Catalan- dicaci maki. Hanya kemenakan Callixtus yang pintar, Kardinal Rodrigo Borgia, lolos dari kemarahan massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menunjang keinginannya menciptakan seorang Paus masa depan dalam diri kemenakannya Rodrigo (terpisah dari masa kepausan Callixtus oleh empat orang Paus dan masa 34 tahun), Callixtus juga teringat untuk membatalkan hukuman terhadap Joan of Arc dan mengampuninya dari tuduhan bid’ah, di mana pembatalan itu merupakan konsesi politik untuk mengubah sikap terhadap Gadis dari Orleans (the Maid of Orleans) tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara kebetulan, dia meninggal saat Pesta Transfigurasi (6 Agustus 1458), sebuah hari suci yang dia ciptakan setelah kekalahan bangsa Turki di luar Belgrado. Hari itu tetap merupakan hari suci dalam pandangan Gereja Katolik Roma modern dan the Anglican Communion (Komunitas Anglikan). Dia dimakamkan di Gereja Spanyol di Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Callixtus mungkin bukan seorang pembunuh, tetapi secara politis ia zalim, kejam, tamak, dan dengan berbagai jalan mengatur agenda keturunan Borgia yang akan mengikuti jejaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. ALEXANDER VI (1431-1503, Paus dari tahun 1492-1503).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alexander adalah Paus yang terkenal paling buruk dalam sejarah. Dia memimpin sebuah kepausan yang penuh dengan nepotisme, kerakusan, kekejaman, pembunuhan, dan sebagaimana Mc Brien menyebutnya, “unbridled sensuality” (“sensualitas yang tak terkendalikan”). Dia menjadi figur utama dalam saga keluarga Borgia, baik sebagai seorang pemelihara kejahatan, maupun sebagai fasilitator aktivitas-aktivitas kedua anaknya yang paling terkenal, Cesare dan Lucrezia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus Spanyol yang kedua dan yang terakhir ini secara harfiah membeli kepausannya dengan penyuapan-penyuapan. Seperti “pembelian” pemilihan Paus yang disebut “simoniacal”, yang diselesaikan dengan mudah melalui pemungutan suara oleh tujuh belas orang dari dua puluh dua orang Kardinal yang tamak untuk Paus yang baru.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/2163081518398596530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/2163081518398596530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/2163081518398596530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/2163081518398596530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/skandal-dan-kriminal-paus-borgia-1.html' title='Skandal dan Kriminal Paus Borgia [1]'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5268752147350141412</id><published>2010-10-17T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T19:11:44.816-07:00</updated><title type='text'>CARA SISTEMATIS MENGHAPAL QURAN: 10 Ayat setiap hari.</title><content type='html'>Ada sekitar 6236 ayat dari 114 surah dalam Al-Quran dan maaf tidak menggunakan riwayat yg mengatakan 6666 yg biasa kita kenal. Saya mengambil dari rasm utsmani yang ada banyak beredar dan hampir semua Al-Quran riwayat Hafash tertulis secara gamblang setelah melalui penghitungan sebanyak 6236 ayat dan ini juga tertulis di dalam kitab dalalatul asma suwarul Quranil Kariim (Muhamad Khalil J, hal 167) disebutkan bahwasannya Nash Al-Quran terdiri dari 114 surah, 6236 ayat, 77.934 kalimat dan 323.671 huruf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke atas, 10 ayat setiap hari kalau kita hitung demikian:&lt;br /&gt;
1 tahun = 365 hari, maka kita punya cara penyelesaian seperti berikut;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 1 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 17 tahun, 7 bulan dan 9 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 2 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 8 tahun, 9 bulan dan 18 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 3 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 5 tahun, 10 bulan dan 13 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 4 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 4 tahun, 4 bulan dan 24 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 5 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 3 tahun, 6 bulan dan 7 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 6 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 2 tahun, 11 bulan dan 4 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 7 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 2 tahun, 6 bulan dan 12 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 8 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 2 tahun, 2 bulan dan 12 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 9 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 11 bulan dan 12 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 10 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 9 bulan dan 3 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 11 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 7 bulan dan 6 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 12 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 5 bulan dan 15 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 13 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 4 bulan dan 6 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 14 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 3 bulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 15 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 2 bulan dan 1 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 16 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 1 bulan dan 6 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 17 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 10 hari&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 18 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 11 bulan dan 19 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 19 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 11 bulan dan 1 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 20 ayat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 10 bulan dan 16 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 1 halaman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 1 tahun, 8 bulan dan 12 hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda menghafal Quran sehari 2 halaman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda akan hafal 30 juz dalam 10 bulan dan 6 hari</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5268752147350141412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5268752147350141412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5268752147350141412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5268752147350141412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/10/cara-sistematis-menghapal-quran-10-ayat.html' title='CARA SISTEMATIS MENGHAPAL QURAN: 10 Ayat setiap hari.'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-3297866270232560827</id><published>2010-07-21T00:47:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T00:47:37.320-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita dari Palestin"/><title type='text'>Apa Yang Didapat Arafat Dari Israel?</title><content type='html'>Di Palestina, Yasser arafat memang telah selesai. Dengan Israel, ia juga hanya cerita lalu. Apa sesungguhnya yang dicapai Arafat selama menjadi pemimpin PLO?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1969, Arafat ditunjuk menjadi pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menggantikan Yahya Hammudah. Di tangan Arafat, PLO mengalami perubahan khittah perjuangannya; dari perlawanan bersenjata ke cara-cara damai. Tidak heran jika sejak saat itu, Palestina bisa dikatakan melempem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan sikap Arafat itu secara kongkrit dituangkan dalam keputusan yang diambil pada bulan November 1988 yang menerima Resolusi PBB no.181 yang mengakui partisi wilayah Palestina dalam dua wilayah untuk bangsa Palestina dan Yahudi. Kebijakan ini diteruskan dalam negosiasi Madrid, Kesepakatan Oslo atau Gaza-Jericho First yang secara ofisial ditandatangani di Washington, 13 September 1993. Konon, resolusi dan negosiasi inilah yang membuat Yahudi bersikeras menegakkan negara Israel di tanah Palestina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kesepakatan Gaza-Jericho, elit PLO menyatakan telah mengakui eksistensi hak entitas Zionis, membenarkan legitimasi pendudukan dan kepemilikan 77% tanah Palestina oleh Israel, menghentikan Intifadhah bersenjata, menghapus klausul-klausul dalam Piagam Nasional yang menyerukan pembebasan seluruh bumi Palestina dan menghancurkan entitas Zionis serta berjanji untuk menyelesaikan segala persoalan yang muncul kemudian dengan cara-cara damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semua itu, PLO sebaliknya mendapatkan pengakuan dari Israel sebagai satu-satunya representasi rakyat Palestina, mendapatkan kekuasaan otonom-terbatas terutama di Tepi Barat hingga isu-isu sentral tentang konflik dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun (1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang terjadi, sampai detik kematian Arafat, OP hanya mendapatkan 17% dari wilayah Tepi Barat (sekitar 1000 km2)? Komitmen Arafat terhadap kesepakatan Oslo terus dilakukannya dengan berbagai cara, menangkapi para aktifis Intifadhah seperti yang terjadi di tahun 1996 dan bahkan di tahun 2004 tidak kurang dari 35 rencana operasi bom syahid berhasil digagalkan oleh pihak keamanan OP. Namun apa yang didapat oleh Arafat dari Israel? Ia justeru dijatuhi larangan keluar dari Muqata, bahkan hembusan kabar yang menyatakan bahwa Arafat diracun sudah lama mengemuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, kontroversi penyebab kematian Arafat masih terus diselidiki. Dan ini menjadi tuntutan Brigade Syahid Yasir Arafat (Brigade Syuhada Aqsha) kepada para elit politik OP beberpa tahun lalu, terutama sekitar dugaan racun yang menjadi penyebab kematian “sang pahlawan.” Menurut Hamas, Israel berada di belakang kematian Arafat. Terlepas dari benar atau tidaknya &quot;tudingan&quot; Hamas tersebut, yang jelas niat sang pahlawan legendaris ini untuk dikuburkan di Jerusalem Timur—yang &#39;dijanjikan&#39; akan menjadi ibukota Palestina masa depan—pun telah ditolak mentah-mentah oleh Ariel Sharon, perdana menteri Israel ketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, Mahmoud Abbas, suksesor Arafat sekarang ini yang mendekati usia senja kala, baik secara politis maupun jatah umurnya sendiri, bisa memetik pelajaran penting dari kegagalan total Arafat terhadap Palestina.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/3297866270232560827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/3297866270232560827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3297866270232560827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3297866270232560827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/apa-yang-didapat-arafat-dari-israel.html' title='Apa Yang Didapat Arafat Dari Israel?'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-8795135776368375197</id><published>2010-07-20T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:42:05.118-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Sejauh Mana Toleransi Kita?</title><content type='html'>الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِين&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema&#39;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran 3:134)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi dimulai dengan toleransi dengan diri sendiri, dengan menahan diri dari menyimpan dendam dan kebencian dan permusuhan. Sebaliknya kita harus mengajar diri sendiri rahmat, persahabatan, dan perdamaian. Kita harus mengampuni orang tua kita, kerabat, dan semua kerabat kita, memelihara hubungan darah, karena memang Allah swt telah memerintahkan kita untuk melakukan itu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus bermurah hati dengan kerabat kita, merawat mereka, memaafkan kesalahan mereka, dan menoleransi kerugian yang mereka lakukan kepada kita. Kita harus toleran dan memaafkan anggota-anggota masyarakat kita sehingga jika mereka berbuat salah, kita akan membetulkan mereka dengan kelembutan dan nasihat ringan, mengingat bahwa kita mungkin sama seperti yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mengirimkan pesan tentang toleransi dan perdamaian ke dunia. Kita harus menunjukkan kepedulian kepada bangsa-bangsa lain `keselamatan dan kesejahteraan sehingga mereka dapat diyakinkan bahwa kita tidak akan menyakiti mereka. Mereka dan kita hidup di planet yang sama. Kita memiliki kepentingan bersama dan keuntungan. Sebagai manusia, kita semua memiliki tanggung jawab terhadap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sinilah kita menunjukkan wajah Islam yang indah tanpa kekerasan, penghinaan, dan penindasan. Ia memerintahkan kita untuk menggunakan wacana dan perlakuan yang lembut. Allah swt melarang kita untuk menggunakan terorisme intelektual dan mencoba untuk mengendalikan pikiran orang secara paksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita peduli tentang kesuksesan, kebahagiaan, dan kehidupan masyarakat. Nabi Muhammad saw diutus untuk membawa kebahagiaan, bukan kesengsaraan kepada rakyat, untuk memimpin mereka kepada keselamatan, bukan kebinasaan, menjaga keamanan dan kehidupan mereka, dan tidak membunuh mereka, kecuali di jalan kebenaran. Rasulullah mengatakan demikian dalam indah dan terinspirasi khotbah pada suatu waktu: &quot;Kalian dilarang untuk membunuh satu sama lain, mengambil harta, dan kehormatan. Larangan ini suci seperti hari ini, di bulan ini, di tanah yang suci ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang di dunia selalu melihat orang Islam sebagai pelaku kekerasan? Kita selalu bekerja untuk melakukan kerja kemanusiaan, tapi mengapa sebagian dari kita selalu dianggap sebagai ancaman?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini, karena kita tidak benar-benar setia kepada agama kita, kita lemah dan tidak siap. Kita terus dicerai-beraikan, cengeng, dan primitif ketika datang ke dunia materi yang mereka sebut peradaban. Orang-orang asing marah dan lelah dengan dunia dan diri mereka sendiri. Mereka marah dengan segala sesuatu, dengan orang-orang dan bahkan dengan air yang mereka minum dan udara yang mereka hirup. Mereka seperti ini karena mereka memiliki sedikit pengetahuan dan tidak mampu untuk hidup dalam persahabatan dan perdamaian dengan masyarakat mereka. Mereka tidak mampu berinteraksi dengan orang dan menunjukkan atau menerima kasih sayang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/8795135776368375197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/8795135776368375197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/8795135776368375197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/8795135776368375197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/sejauh-mana-toleransi-kita.html' title='Sejauh Mana Toleransi Kita?'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-6187554363099601711</id><published>2010-07-20T22:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:29:02.973-07:00</updated><title type='text'>Jauhkan Dirimu Dari Orang Munafik</title><content type='html'>Ibn Juraij mengatakan, “Ucapan orang munafik selalu berbeda dengan perbuatannya. Apa yang ia sembunyikan selalu berbeda dengan  apa yang ia tampakkan. Bathinnya berbeda dengan dhohirnya dan kehadirannya berbeda dengan ketidakhadirannya. Karena itu, nifaq i’tikhadi menjadikan pelakunya kafir dan keluar dari keimanan. Kemunafikan tipe inilah yang ada pada orang-orang munafik di masa Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa perang Badr, yang agung, saat Allah Rabbul Alamin, membuktikan keagungan-Nya serta memuliakan Islam dan para pengikutnya. Di Madinah ada seorang tokoh bernama Abdullah bin Ubai bin Salul. Dia adalah salah seorang pemimpin penduduk Madinah, berasal dari suku Khazraj, dan merupakan pembesar dua kabilah di masa jahiliyah, anggota suku-suku itu, secara aklamasi berjanji mengangkatnya sebagai raja. Kemudian datanglah Islam dan merekapun memeluknya. Abdullah bin Ubai bin Salul pun masuk Islam bersama keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat perang Badr berkecamuk, Abdullah bin Ubai bin Salul berkata, “Urusan ini sudah jelas”. Kemudian ia menampakkan keIslamannya dan masuklah bersamanya beberapa golongan dan pengikutnya serta kelompok lain dari Ahlul Kitab. Karena itu, kemunafikan mulai ditemukan di dalam tubuh penduduk Madinah dan orang-orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nifaq ‘amal (perbuatan) adalah salah satu dari bagian dosa besar. Pelakunya adalah orang ylang melakukan beberapa perbuatan kemunafikan yang telah dikategorikan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa sallam dalam banyak sabdanya. Seperti perbuatan dengan menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam, bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada empat perkara yagn apabila terkumpul pada diri seseorang, maka ia adalah orang munafik tulen. Dan barangsiapa yang hanya terkumpl salah satu darinya, maka ia telah memiliki tabiat orang munafik sampai ia dapaat meninggalkannya. Yaitu, jika ia dipercaya, maka ia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia akan ingkar janji, jika berseteru ia akan ber buat keji”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunafikan digambarkan sebagai sindrom berbahaya bagi setiap individu kaum muslimin. Karena itu, mutlak harus menjauhi sifat-sifat munafik. Kemunafikan juga membahayakan bagi umat manusia, dan hari depan kehidupan. Allah Azza Wa Jalla telah memperingatkan kepada orang-orang mukmin tentang sosok orang-orang munafik. Mereka adalah orang-orang yang lebih pantas untuk dimusuhi, dilawan dan dihadapi sebagai musuh nyata dibandingkan musuh yang jauh lokasinya, sudah diketahui, dan jelas keberadaannya. Allah Rabbul Alamin bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadkan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kau yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?”. (Al-Munafiqun : 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Azza Wa Jalla mengingatkan orang-orang mukmin, bahwa orang-orang munafik adalah musuh yang sesungguhnya yang harus diwaspadai, awas dari tipu daya, kelicikan dan kencenderungan sikap aniaya mereka. Mereka berusaha menguping kaum mukminin secara sembunyi-sembunyi demi kemaslahatan orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka, ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya”. (At-Taubah : 73, At-Tahrim : 9).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat ini, ada sebuah bentuk perintah dari Allah Ta’ala kepada Nabi Shallahu Alaihi Wasallam untuk berjihad melawan orang-orang kafir. Secara khusus, wahyu tersebut memperingatkan Nabi Shallahu Alaihi Wasalllam, tentang bahaya orang-oran manufik, tipu daya dan kecenderungan makar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara sifat nifaq itu dapat menimbulkan berbagai akibat yang sangat buruk, dan mengancam kehidupan manusia. Orang munafik menimbulkan kerusakan yang amat merusak di muka bumi. Mereka akan selalju membuat kerusakan,yang tiada henti-hentinya. Orang-orang manufik akan mencabut agama (Islam) sampai ke akar-akarnya. Meskipun, karena sifatnya kemanufikannya itu, mereka tidak merasa bahwa mereka berbuat kerusakan. Maka, apabila diperingatkan, “Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi!”, maka mereka akan menjawab, “Kami menghendaki pembangunan, mengeluarkan umat dari kebodohan dan kezaliman menuju ilmu dan cahaya, dari keterpurukan menuju modernitas, dan dari kemunduran menuju kemajuan. Kami hanyalah kalangan orang yang menghendaki reformasi”, ujar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakekatnya mereka adalah para pendusta! Merekalah destruktor (perusak) yang sesungguhnya. Tetapi tidak pernah menyadari, atau pura-pura tidak menyadari, bahwa tindakan atau amal mereka merusak. Mereka mengeluarkan jargon-jargon yang indah dan memikat bagi kaum muslimin, sehingga banyak kaum muslmin yang tertipu oleh bujukan jargon orang-orang munafik itu. Sesungguhnya, mereka itu, yang melakukan kerusakan, baik itu kerusakan terhadap aqidah, pemikiran, ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kemiliteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, jika dicegah perbuatan yang merusak itu, mereka tidak mau ambil peduli. Alasan utama mereka adalah : “Kami adalah para reformis dankalian adalah orang-orang yang tidak menghendaki perubahan. Kami adalah orang-orang yang benar, sedangkan kalian adalah orang-orang yang salah. Kami adalah orang-orang yang cerdas, memiliki visi masa depan, sedangkan kalian orang-orang yang dungu, dan hanya berorienasi ke masa lalu”, tegas orang-orang manufik itu. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi mereka tidak sadar”. (Al-Baqarah : 12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berusaha melahirkan kaader-kader baru, dan mendidik generasi baru, yang akan memiliki karakter dan sifat-sifat manufik, terutama para ulama jahat (syu’), ulama yang menjilat penguasa fasik, dan para ulama mansuniyah (freemanson),agar mereka dapat melempar berbagai kerancuan di tengah-tengah kaum muslimin dan membuat kaum muslimin ragu dan meninggalkan Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyulut kaum muslimin dengan berbagai provokasi pemikiran yang ‘la diniyah’ (sekuler), yang dibunungkus dengan jargon-jargon, yang seakan-akan benar bersumber dari asholah Islam, tapi sebenarnya dari ajaran setan. Mereka banyak mendirikan lembaga pendidikan dengan bungkusan lebel yang sangat indah, menarik kaum muslimin, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, surat kabar, majalah, radio, yang lebih fokus dengan tujuan menyelewengkan ajaran Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalangan yang berperan besar menyuburkan kelompok munafik, seperti sejarah awalnya lahirnya, orang-orang munafik, tak lain adalah kalangan Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang serupa dengan mereka dan kaum munafik dikalangan umat ini. Mereka bertujuan ingin memadamkan cahaya Allah, dan menanamkan keraguan kepda banyak orang dengan kebenaran. Padahal, mereka sendiri selalu berbantah-bantahan dan bermusuh-musuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, benarlah sebuah ucapan Umar bin Khattab RA, yagn mengatakan, “Yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat”, ungkap Umar. Maka, jauhilah mereka, tinggalkanlah mereka, jangan mendekatkan diri kepada mereka, serta lepaskanlah wala’ (loyalitas) kepada mereka. Karena orang-orang munafik itu, tak lain , mereka adalah orang-orang kafir jua. Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata keapda saudara-saudara mereka yang kafir diantara ahli kitab, ‘Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kamiun akan keluar bersama kamu, dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kdepada seiapapun untuk menyusahkan kamu”. (Al-Hasyr : 11).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikkianlah, sebuah fakta dari karakter dasar orang-orang manufik sepanjang sejarah kemanusiaan yang telah berlangsung sejak dahulu kala. Wallahu’alam.  mashadi@eramuslim.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/6187554363099601711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/6187554363099601711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/6187554363099601711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/6187554363099601711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/jauhkan-dirimu-dari-orang-munafik.html' title='Jauhkan Dirimu Dari Orang Munafik'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-621945019766988390</id><published>2010-07-20T22:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:27:34.574-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Carilah Jenis Cinta untuk Memperoleh Petunjuk</title><content type='html'>Banyak jenis cinta yang menjadi kazanah kehidupan. Dengan cinta manusia bisa hidup. Dengan cinta manusia bisa menjadi celaka. Maka manusia harus memahami hakekat cinta. Ada lima jenis cinta yang harus dibedakan, sehingga tidak timbul persepsi salah, yang akhirnya menyebabkan seseorang tersesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, cinta kepada Allah Azza Jalla. Cinta kepada Allah saja tidak cukupuntuk menyelamatkan seseorang dari siksa Allah dan mendapatkan pahala dari-Nya. Karena orang-orang musryik, penyembah Salib, Yahudi dan lainnya juga mencintai Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, mencintai apa yang dicintai Allah Azza Wa Jalla. Jenis cinta inilah yang memasukkan seseorang ke dalam Islam dan mengeluarkannya dari kekafiran. Orang yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah orang yang paling kuat kecintaannya dalam hal hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, kecintaan karena Allah dan di jalan Allah Azza Wa Jalla. Kecintaan ini merupakan syarat dari kecintaan kepada apa yang dicintai oleh Allah (jenis kedua). Mencintai apa yang dicintai Allah tidak akan lurus kecuali jika ia mencintai karena Allah dan di jalan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, cinta mendua kepada Allah Azza Wa Jalla. Artinya ia mencintai selain Allah, dan juga mencintai Allah dengan kadar yang sama. Ini merupakan syirik. Setiap orang yang mencintai sesuatu dengan kecintaan yang sama kepada Allah, bukan karena Allah atau di jalan-Nya, maka ia telah menjadikannya sebagai tandingan selain Allah. Inilah jenis kecintaan orang-orang musyrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, kecintaan yang sifatnya manusiawi, kita boleh melakukannya. Yaitu kecenderungan seseorang kepada apa yang disenanginya dan yang sesuai dengan wataknya dan nalurinya. Seperti orang haus mencintai air, lapar mencintai makanan, senang tidur, mencintai isteri, dan anak. Ini bukan cinta yang dicela, melainkan jika telah melalaikan zikir kepada Allah Azza Wa Jalla dan menyibukkan dari cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, siapakah yang lebih baik dan bahagia hidupnya, ialah  orang yang semua kehendak dan cita-citanya bersatu untuk mencapai keridhaan Allah. Orang yang zikir hanya kepada Allah, hanya rindu kepada-Nya. Kemudian inilah yang menguasai kemauan-kemauannya, cita-citanya, dan lamunan-lamunannya. Ia akan diam karena Allah. Jika berbicara ia karena Allah. Jika memukul, ia memukul karena Allah. Bergerak karena-Nya, diam karena-Nya, hidup dan mati karena Allah, dan dibangkitkan karena Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Shahih Buchari hadist qudsi, Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku wajibkan, dan senantiasa ia beribadah dengan yang sunnah, keuali Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku pendengarnya yang ia mendengar dengannya, Aku penglihatannya yang ia melihat dengannya, Aku tangannya yang ia memukul dengannya, Aku kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepadaku, maka niscaya Aku akan memberinya, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, maka Aku akan memberi perlindungan kepadanya. Tidakkah Aku ragu-ragu dalam melakukan sesuatu, jika Aku yang melakukannya, kecuali keraguan-Ku ketika mencabut nyawa hamba-Ku yang beriman yang benci kematian, dan Aku benci apa yang ia benci”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecintaan seperti inilah yang menyibukkan hatinya untuk tidak memikirkan dan memperlihatkan hal-hal lain, selain Allah, sehingga menguasai ruhnya. Tak ada lagi tempat bagi yang lain dihatinya. Kecintaan inilah yang menguasainya dalam setiap geraknya. Dalam mendengar, melihat berjalan. Allah ada dalam hatinya dan bersamanya. Walah ‘alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/621945019766988390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/621945019766988390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/621945019766988390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/621945019766988390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/carilah-jenis-cinta-untuk-memperoleh.html' title='Carilah Jenis Cinta untuk Memperoleh Petunjuk'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-7288115949765628290</id><published>2010-07-20T22:17:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T22:17:06.159-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Jauhkanlah Dirimu Dari Cinta Buta</title><content type='html'>Betapa banyak orang mengalami penyakit cinta buta. Cinta buta itu tidak dapat membedakan antara kemuliaan dan kehinaan. Banyak mereka yang terkena penyakit cinta buta itu, terjatuh ke dalam kehidupan hina dina, tetapi mereka menyangka sebuah kemuliaan. Tak jarang pula mereka yang sudah terkena penyakit cinta buta itu, kehilangan kesadaran dan kehendak sucinya mengenal hakekat kebenaran sejati, Al-haq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengobati cinta buta seseorang harus mengetahui bahwa yang menimpanya adalah sesuatu yang bertentangan dan menafikan tauhidnya kepada Allah. Manusia yang mengalami cinta buta harus menyadari bahwa ketika melakukan semuanya, karena kelalaian hatinya kepada Allah. Ia harus mengetahui dan menyadari untuk bertauhid kepada-Nya, sunnah-sunnah-Nya, dan bukti-bukti Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan ibadah-ibadah lahir dan bathin, sehingga hati dan pikirannya senantiasa berpikir kepadanya ibadah kepada-Nya. Hendaklah ia memperbanyak kembali dan mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh ketundukkan dan rendah diri. Tidak ada obat yang paling efektif daripada ikhlas hanya kepada Allah. Allah menyebutkan di dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Demikianlah, agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih”. (Yusuf : 24)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggambaran ayat diatas ini menjelaskan bahwa Allah memalingkan dan menjauhkan Yusuf dari kemungkaran isyq (cinta buta)  dan kekejian dengan keikhlasannya. Tidak ada yang dapat menjauhkan kesesatan seseorang kecuali, hanya ketika ia dekat dengan Allah. Jika hati itu bersih suci dan memurnikan amanah hanya kepada Allah, maka idak mungkin orang akan terkena penyakit cinta buta. Cinta buta tidak akan bersemayam di hati seseorang yang selalu mengingat Allah. Sebab cinta buta hanya berada di dalam hati yang kosong. Seperti dikatakan seorang penyair :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cintaku pada perempuana itu datang sebelum aku mengenal cinta, Ia datang ke hati yang kosong, kemudian bersaralah ia”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, hendaklah orang yang berakal mengetahui bahwa secara logika dan syariat dalam hidup ini, ia harus meraih kebaikan dan kemaslahatan atau melengkapinya dan menghindar dari mafsadah. Jika seseorang dihdapkan pada masalah yang ada kandungan masalahat dan mafsadah,maka ia harus memiliki dua prinsip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prinsip amali dan prinsip ilmiah. Secara ilmiah mengharuskannya memiliki pengetahuan tentang mana yang lebih kuat segi maslahat atau mafsadahnya? Jika ia telah menemukan mana yang paling banyak masalahatnya, maka seseorang itu harus mengikuti yang palig banyak masalahatnya. Bukan justru mengikuti yang banyak mafsadahnya, meskipun secara pandangan mata, itu sangat baik bagi seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang harus memahami bahwa cinta buta itu, tidak ada sama sekali maslahatnya bagi manusia di dunia dan akhirat. Cinta itu dapat menimbulkan mafsadah bagi manusia dalam kategori yang sangat luas dalam kehidupan ini. Diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, manusia akan disibukkan dengan mengingat-ngingat makhluk dan mencintainya, dan dibandingkan dengan zikir dan cinta kepada Allah. Ketahuilah antara cinta dan zikir itu tidak mungkin menyatu dalam hati seseorang, karena keduanya akan bertarung, dan akan menguasainya adalah yang paling kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, hatinya tersiksa karena ma’syuqnya, dan barangsiapa yang mencintai selain Allah, ia akan tersiksa dengannya. Seorang penyair mengatakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada yang lebih sengsara di bumi daripada orang yang kasmaran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bertemu dengan orang yang dicintai ia senang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau lihat ia menangis setiap saat, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena takut berpisah ataumemendam rindu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga menangis ketika erada disampingnya karena takut berpisah, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata bverlinang ketika berpisah, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan air matanya berlinang lagi ketika bertemu&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta buta, meski terkadang dinikmati oleh pelakunya, namn sebenarnya ia merasakan ketersiksaan hati yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, Hatinya tertawan dan terhina dalam genggaman orang yang dicintainya. Namun, karena ia mabuk cinta, ia tidak merasakan musibah yang menimpanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mata melihatnya ia hidup bebas, padahal hakikatnya ia tertawan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sakait dan berputar dalam lingkaran kutub,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mati meski terlihat fisiknya hidup, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak punya hak untuk dibangkitkan lagi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hatinya hilang tersebut dalam kebodohan, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak akan kembali sampai mati&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, ia akan disibukkan oleh ma’syuqnya dari urusan maslahat agama dan dunianya. Tak ada orang yang paling menyia-nyiakan agama dan dunia, melebihi orang sedang dirundung cinta buta. Ia menyia-nyiakan maslahat agamanya, karena hatinya lalai untuk beribadah kepada Allah. Kemaslahatan dalam segi agama terwujud dengan bercahanya hati, dan kecenderungan untuk melakukan ibadah kepada Allah. Sementara itu, cinta kepada keindahan fisik akan menghancurkan semua agama yang dibangunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, bahaya-bahaya dunia dan akhirat lebih cepat menim;pa kepada orang yang dirundung cinta buta, melebihi kecepatan api membakar kayu kabar kering. Ketika hati berdekatan dengan ma’syuqnya ia akan menjauh dari Allah. Jika hati jauh dari Allah, semua jenis marabahaya akan mengancamnya dari segala sisi, kaerna setan menguasainya. Jika setan telah menguasainya, maka musuh menjadi senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam, jika kekuatan setan menguasai seseorang, ia akan merusak akalnya dan memberikan rasa was-was. Bahkan, mungkin tak ada bedanya ia dengan orang gila. Mereka tidak menggunakan akalnya secara layak. Padahal, yang palin berharga bagi manusia adalah akalnya. Akal yang membedakan ia dengan binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuat yang membuat gila Layla Majnun, tidak lain karena cinta buta. Seperti kata penyair:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bilang, “Kamu gila (tergila) dengan orang yang kaucintai?,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engkau menjawab, “Cinta buta lebih dahsyat daripada orang gila”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang terserang cinta buta tidak tersadar sepanjang masa,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara orang gila akan siuaman dari kegilaannya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh, cinta buta akan merusak indra atau mengurangi kepekaannya, baik indra seriya ‘konkrit’ maupun indra maknawi ‘abstrak’,. Kerusakan indra maknawi mengikuti rusakna hati, sebab jika hati telah rusak, maka organ pengindra lain, seperti mata, lisan, telinga, juga turut rusak. Artina, ia akan melihat yang buruk pada diri ma’syuq adalah baik juga dan juga sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad mengatakan, “Cintamu kepada sesuatu membutakanmu dan membuatmu tuli”. Mata hati akan buta melhat keburukan dan kekurangan orang atau sesuatu yang dicintainya, sehingga mata fisiknya tidak mampu melihat hal itu. Telinganya akan tuli mendengarkan celaan orang kepada orang yang dicintainya. Kesenangan-kesenangan itu menutup kekurangan dan aib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecintaanku kepadamu menutup mataku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika terlepas cintaku semua aibmu menampakkan diri”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ketika seseorang mencintai fisik, selanjutnya akan ditandai dengan sakitnya badan, karena mencintai pisik bentuk-bentuk keindahan fisik, bahkan mungkin sampai ada ang mati karenanya. Dan, kisah dari Ibn Abbas, menceritakan ada seoran laki-laki yan g sangat kurus, sehingga yang tersisa hanya kulit dan tulang. Ibn Abbas, berkata, “Kenapa dia?”. “Ia terkena jatuh cinta, isyq”. Maka Ibn Abbas berdoa dan belrindung dari Allah sepanjang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedelapan, seperti yang disebutkan diatas, bahwa isyq adalah berlebihan dalam mencintai, sehingga orang yang dicintainya sudah pada tingkat menguasai dan mengendalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Awalnya ia hanya membutuhkan cinta, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian setelah ia dapatkan itu, ia berjalan sesuai dengan takdir, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga, ketika ia masuk dalam dunia cinta yang dalam dan gelap, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menghadapi urusan-urusan yang tak sanggup dipikul, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski oleh orang-orang besar sekalipun”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/7288115949765628290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/7288115949765628290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7288115949765628290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7288115949765628290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/jauhkanlah-dirimu-dari-cinta-buta.html' title='Jauhkanlah Dirimu Dari Cinta Buta'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-7777998356623915286</id><published>2010-07-20T21:21:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T21:21:35.381-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Ketahuilah Akibat Maksiat Terhadap Jiwamu</title><content type='html'>Tidak mudah. Tapi lakukanlah. Setiap saat. Di mana hadirkanlah dalam kehidupan ini hukuman-hukuman, dan akibat yang ditetapkan oleh Allah terhadap perbuatan dosa. Bayangkan betapa dahsyatnya akibat hukuman yang bakal kita terima. Lalu, jadikanlah hal itu sebagai, langkah untuk mengajak jiwa ini meninggalkan dosa-dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syeikh Ibn Qayyim menyebutkan beberapa hukuman, akibat dari perbuatan maksiat yang cukup membuat seseorang harus berpikir, sebelum melakukan perbuatan maksiat. Digambarkan oleh Syikhul Islam, akibat perbuatan maksiat itu antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang itu, mempunyai akibat, akan dapat menutup hati, pendengaran, dan penghilatan. Sehingga, terkuncilah hatinya, tersumbat kalbunya, karena ia penuh dengan kotoran yang berkarat. Allah yang membolak-balikkan hatinya itu, sehingga tidak memiliki pendirian, membuat jarak antara diri dan hatinya. Allah akan membuatnya lupa untuk berzikir, dan membuat lupa dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah meninggalkan orang-orang berbuat maksiat dengan tidak membersihkan hatinya. Maksiat membuat dada seseorang sempit, sukar bernafas seperti naik ke langit, hatinya dipalingkan dari kebenaran, menambah penyakit dengan penyakit, dan akan tetap sakit. Seperti yang diterangkan oleh Imam Ahmad, dari Hudhaifah ra, ia berkata, ‘hati itu ada empat kondisi’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, yaitu hati bersih yang memiliki lampu yang menerangi. Itulah hati orang mukmin. Kedua, hati yang tertutup, yaitu hati orang kafir. Ketiga, hati yang terbalik, yaitu orang munafik. Keempat, hati yang ada dua unsur materi (madah), didalamnya,unsur keimanan dan kemunafikan. Kapan saja salah satu unsurnya yang mendominasi, maka unsur itu yang menguasainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakikatnya, kemaksiatan juga menjauhkan seseorang dari kethaatan kepada Allah, menjadikan hati menjadi tuli dan enggan mendengarkan kebenaran. Selalu menolak kebenaran, dan membuat seseorang buta dan enggan melihat kebenaran. Perumpaan antara hatinya dan kebenaran yang tidak bermanfaat adalah seperti antara telinga dan suara, antara mata dan warna, serta antara lidah orang bisu dengan ucapannya. Sebenarnya, hakekat kebutaan, ketulian, dan kebisiuan hati adalah hakikat cacat yang sebenarnya, cacat akan zat, dan cacat organ sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi buta ialah hati yang di dalam dada”. (Al-Hajj : 46).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ayat diatas itu menafikan cacat kebutaan fisik, sebab Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada halangan bagi orang buta”. (An-Nur : 61)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia (Muhammad) bermuka masa dan berpaling karena telah datang seoran buta”. (‘Abassa :1-2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian yang dimaksud ayat diatas itu, kebutaan yang sempurna dan yang sebenarnya adalah kebutaan hati. Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bukanlah orang yang kuat itu orang yang kuat dalam bergulat (bertarung), akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai hawa nafsunya ketika marah”. Dan Sabd beliau lainnya : “Bukanlah orang-orang miskin itu orang yang berkeliling yng datang padamu yang minta sesuap makanan, akan tetapi orang miskin yang tidak meminta-minta kepada orang dna tidak diketahui orang tetapi ia diberi sedekah”. (RH : Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiranya, dapat disimpulkan, kemaksiatan menyebabkan kebutaan, ketulian, dan kebisuan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, maksiat dapat menyebabkan longsornya hati seperti longsornya suatu bangunan ke dalam bumi, hingga menyebabkan jatuh hatinya pada derajat yang paling bawah. Tanda-tanda longsornya hati tidak bisa dirasakan pemiliknya. Tanda-tanda longsornya hati adalah selalu berlaku pada hal-hal yang hina, keji, rendah, dan kotor. Seorang ulama salaf mengatakan, “Sesungguhnya hati kita ini berkeliling. Ada yang berkeliling di sekitar  arsy (singgasana Allah), tetapi juga ada pula hati yang di sekitar tempat-tempat yang kotor-kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksiat juga dapat mengubah bantuk hati atau mengutuk, sebagaimana dikutuknya sebuah bentuk fisik makhluk menjadi binatang. Akibatnya, hati berubah menjadi bentuk binatang dalam perilaku, watak, dan kelakuannya. Ada hati yang dikutuk menjadi bentuk babi, anjing, khimar, ular, kelajengking, atau watak-watak binatang tersebut. Sufyan ats-Tsauri menafsirkan ayat “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada dalam bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melankan umat-umat (juga) seperti kamu”. (Al-An’am : 38).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diantara mereka ada yang memiliki akhlak (perilaku) seperti binatang buas, juga yang memiliki perilaku anjing, perilaku babi, perilaku khimar, atau ada juga yang suka menghiasi pakaiannya seperti burung merak, atau ada juga yang bodoh seperti khimar. Ada yang lebih suka mengutamakan orang lain atas dirinya seperti ayam jago. Ada juga yang sangat jinak dan penurut seperti burung dara, ada juga yang sangat pendendam seperti unta, ada juga yang baik seperti kambing, dan ada juga yang mirip serigala, dan lainnya”. Jika persamaan watak dan perilaku ini menguat secara bathin, maka akan nampak wujudnya dalam bentuk lahir yang mampu dilihat orang yang firasatnya kuat. Allah akan mengubah bentuk fisiknya dengan bentuk binatang yang perilakuknya diserupai. Sebagaimana apa yang dilakukan oleh Allah kepada orang Yahudi da orang yang menyerupai mereka, di mana mereka dikutuk menjad babi dan anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa banyak hati yang sakit, tanpa dirasakan oleh pemiliknya, betapa banyak hati yang dikutuk, danhati yang longsor. Betapa banyak orang yang terfitnah oleh pujian manusia, orang yang tertipu, karena perilakunya ditutupi oleh Allah. Ini semua adalah hukuman dan penghinaan Allah kepada ahli maksiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah juga menjadikan makar bagi ahli maksiat, ia akan ditipu oleh para penipu, ditertawakan, dan disesatkan dari jalan kebenaran oleh orang yang hatinya sesat. Maksiat juga membalikkan hati, dan hati akan melihat kebenaran sebagai kebathilan, kebathilan sebagai kebenaran, makruf sebagai mungkar, dan mungkar sebagai yang makruf. Ia berbuat kerusakan, tetapi merasa berbuat kebaikan. Ia menghalangi manusia dari jalan Allah, tetapi ia merasa mengajak ke jalan kebenaran. Ia mendapat kesesatan akan tetapi merasa mendapat petunjuk dari Allah. Dia mengkuti hawa nafsu, namun merasa sebagai orang yang thaat kepda Allah. Ini semua adalah hukuman bagi ahli maksiat yang mengenai hati manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksiat juga menghijab hati dari Allah di dunia dan hijab terbesar adalah ketika hari kiamat. Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat Tuhan mereka”. (Al-Muthaffifin : 15). Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/7777998356623915286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/7777998356623915286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7777998356623915286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7777998356623915286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/ketahuilah-akibat-maksiat-terhadap.html' title='Ketahuilah Akibat Maksiat Terhadap Jiwamu'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-1928549173388417642</id><published>2010-07-20T21:19:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T21:19:36.440-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Jangan Melakukan Zina Mata</title><content type='html'>Mata yang merupakan anugerah Allah Azza Wa Jalla, bisa mendatangkan kemuliaan, tetapi juga bisa mendatangkan laknat yang membinasakan. Mata yang selalu melihat fenomena kehidupan alam dan seisinya, dan kemudian menimbulkan rasa syukur kepada sang Pencipta, selanjutnya akan mendatangkan kemuliaan dan kebahagiaan di sisi-Nya. Sebaliknya, mata yang merupakan anugerah yang paling berharga itu, bisa mendatangkan laknat yang membinasakan bagi manusia, bila ia menggunakan matanya untuk berbuat khianat terhadap Rabbnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam Islam ada jenis maksiat yang disebut dengan ‘zina mata’ (lahadhat). Lahadhat itu, pandangan kepada hal-hal, yang menuju kemaksiatan. Lahadhat bukan hanya sekadar memandang, tetapi diikuti dengan pandangan selanjutnya. Pandangan mata adalah sumber itijah (orientasi) kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat. Seseorang yang menjaga pandangan berarti ia menjaga kemaluan. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka manusia itu akan masuk kepada hal-hal yang membinasakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, pernah menasihati Ali :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan selanjutnya. Milik kamu adalah pandangan yang pertama, tapi yang kedua bukan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam musnad Ahmad, disebutkan, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sarah hadist itu, tak lain, seperti di jelaskan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian”. Juga Sabda Beliau : “Jauhilah oleh kalian duduk di pinggir jalan”. Para Shahabat berkata : “Pinggir jalan itu adalah tempat duduk kami, kami tidak bisa meninggalkan”. Beliau bersabda : “Jika kalian harus duduk di jalan, maka berikanlah haknya”. Mereka berkata : “Menundukkan pandangan, dan menahan diri untuk tak menganggu, baik dengan perkataan atau perbuatan, dan menjawab salam”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat adalah sumber dari segala bencana yang menimpa diri manusia. Melihat melahirkan lamunan atau khayalan, dan khayalan melahirkan pemikiran, pikiran melahirkan syahwat, dan syahwat melahirkan kemauan, kemauan itu lantas menguat, kemudian menjadi tekat kuat dan terjadi apa yang selagi tidak ada yang menghalanginya. Dalam hal ini ada hikmah yang mengatakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menahan pandangan lebih ringan dari pada bersabar atas kesakitan (siksa) setelah itu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyair Arab bertutur,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Semua bencana itu bersumber dari pandangan,&lt;br /&gt;
Seperti api besar itu bersumber dari percikan bunga api, &lt;br /&gt;
Betapa banyak pandangan yang menancap dalam hati seseorang,&lt;br /&gt;
Seperti panah yang terlepas dari busurnya,&lt;br /&gt;
Berasal dari sumber matalah semua marabahaya, &lt;br /&gt;
Mudah beban melakukannya, dilihat pun tak berbahaya, &lt;br /&gt;
Tapi, jangan ucapkan selamat datang kepada kesenangan sesaat yang kembali dengan membawa bencana&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahaya memandang yang haram adalah timbulnya penderitaan dalam diri seseorang. Karena tak mampu menahan gejolak jiwanya yang diterpa nafsu. Akibat selanjutnya adalah seorang hamba akan melihat sesuatu yang tidak akan tahan dilihatnya. Ini adalah sesuatu yang menyiksa, yang paling pedih, jangankan melihat semuanya, melihat sebagian saja tak akan mampu menahan gejolak jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyair berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kapan saja engkau melemparkan pandanganmu dari hatimu,&lt;br /&gt;
Suatu hari engkau akan merasakan penderitaan, karena melihat akibat-akibatnya,&lt;br /&gt;
Kamu akan melihat siksa yang kamu tidak mampu melihat keseluruhannya, &lt;br /&gt;
Dan kamu tiak akan bersabar melihat sebagiannya saja&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyair lainnya berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wahai manusia yang melihat yang haram, tidakkah pandangannya dilepaskan,&lt;br /&gt;
Sehingga ia jatuh mati menjadi korban&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan seseorang adalah panah yang berbisa. Namun, yang sangat mengherankan, belum sampai panah itu mengenai apa yang ia lihat, panah itu telah mengenai hati orang yang melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyair berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wahai orang yang melemparkan panah pandangan dengan serius, kamu sudah terbunuh, karena yang kau panah, padahal panahmu tidak mengenai sasarannya&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu, yang lebih mengherankan lagi, bahwa dengan sekali pandangan, hati akan terluka dan akan menimbulkan luka demi luka lagi dalam hati. Sakit itu tidak akan hilang selamanya, dan ada keinginan mengulang kembali pandangannya. Ini pesan yang disampaikan dalam bait-bait syair ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Terus menerus kamu melihat dan melihat,&lt;br /&gt;
Setiap yang cantik-cantik,&lt;br /&gt;
Kamu mengira bahwa itu adalah obat bagi lukamu,&lt;br /&gt;
Padahal sebenarnya itu melukai luka yang sudah ada&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah hikmah yang mengatakan, “Sesungguhnya menahan pandangan-pandangan kepada yang haram lebih ringan daripada menahan penderitaan yang akan ditimbulkan terus menerus”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagalah matamu, dan jangan engkau kotori setitik debu dosa, yang akan mengantarkan dirimu kepada kebinasaan, karena pengkhianatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Matamu adalah anugerah agar mengenal-Nya, dan kemudian beribadah kepada-Nya, menggapai ridho-Nya. Jangan dengan matamu itu, engkau campakkan dirimu ke dalam nafsu durhaka, yang membinasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa banyak manusia yang mulia, berakhir dengan nestapa dan hina, karena tidak dapat mengedalikan matanya. Matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, yang tak terbatas, yang tak terhingga, bagaikan sinar matahari, yang selalu menerangi alam kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, karena matanya yang sudah penuh dengan hamparan nafsu itu, hidup menjadi penuh dengan gulita,yang mengarahkan seluruh kehidupannya hanya diisi dengan segala pengkhianatan terhadap Rabbnya. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/1928549173388417642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/1928549173388417642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1928549173388417642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/1928549173388417642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/jangan-melakukan-zina-mata.html' title='Jangan Melakukan Zina Mata'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5458961122040828893</id><published>2010-07-20T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T21:18:15.577-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Manusia Akhirat</title><content type='html'>من كانت همه الآخرة جمع الله شمله وجعل غناه فى قلبه وأتته الدنيا راغمة, من كانت همه الدنيا فرق الله عليه أمره وجعل فقره بين عينيه ولم يأ ته من الدنيا إلا ما كتب الله له&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang fokus perhatiannya hanya akhirat maka Allah akan kokohkan urusannya dan Allah jadikan kekayaannya di dalam hatinya dan dunia datang padanya tanpa diminta, dan barang siapa yang fokus perhatiannya hanya pada dunia maka Allah cerai beraikan urusannya dan Allah jadikan kefakirannya di depan kedua matanya dan tidaklah datang dunia kepadanya kecuali yang telah Allah tetapkan baginya (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai fokus pedulinya, liputan hatinya pastilah semua gerak ritmik hidupnya senantiasa berselimutkan akhirat. Tak ada detiknya yang lewat kecuali akhirat ikut ambil bagian dalam ucapannya, dalam wacananya, dalam bincang-bincangnya, dalam diskusi-diskusinya. Dia gembira karena akhirat, sedih karena ingat akhirat, rela berjuang demi akhirat, marah demi akhirat, bergerak karena akhirat, membela kebenaran karena akhirat, menerjang bahaya karena akhirat. Dia melangkah karena akhirat, dia siap menjadi pemimpin karena akhirat, hatinya sepi dari kekumuhan dunia karena dia ingin menjadi manusia akhirat walaupun dia sendiri memiliki banyak dunia di tangannya namun dunia tak mampu menembus hatinya. Dunia hanya mampir di tangannya dan dia dengan gampang mengelolanya. Sebab jika dunia sampai melekat dalam hati maka seseorang akan dikendalikan oleh dunia dan dia akan menjadi budaknya. Padahal dunia ini adalah budak yang baik namun tuan yang paling jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang telah menjadikan akhirat sebagai fokus utamanya, dia akan mendapatkan tiga nikmat tak terkira harganya. Dimana andaikata para raja mengetahui tentang nikmat itu pastilah mereka akan menacambuknya dengan cemeti hingga mereka bisa merampas nikmat itu darinya. Namun karunia itu Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya yang telah menghambakan diri mereka secara total kepada-Nya dan tidaklah ada yang masuk dalam hatinya selain Allah, dari berhala-hala dunia dan perhiasannya yang hanya akan mengaburkan pandangan tajamnya tentang akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nikmat pertama yang Allah berikan adalah kekokohan urusan hidupnya. Sehingga orang itu akan diliputi rasa damai dan tentram, pikirannya fokus dan jernih, lupanya sangat jarang, keluarganya senantiasa mendukung dan bersamanya, suasana cinta tumbuh subur di tengah keluarganya dan anak-anaknya menyenanginya. Keluarga dekatnya senantiasa dekat dan berhimpun dengan dirinya. Perpecahan tak muncul di tengah-tengah mereka, hartanya mudah didapat, sehingga dia tidak terlibat dalam perdagangan yang merugi atau tindakan-tindakan konyol dan bodoh. Sehingga tidaklah ada seorangpun yang melihatnya kecuali dia pasti menyukainya. Kebaikan-kebaikan senantiasa membuntutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, Allah karuniakan padanya nikmat yang paling agung yakni kaya jiwa. Sebab Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits shahih yang mengatakan : bukanlah kekayaan itu kaya harta namun kaya yang sebenarnya adalah kaya hati dan jiwa (HR. Muslim). Manusia-manusia kaya jiwa akan senantiasa merasa puas dengan apa yang Allah karuniakan padanya, jiwanya tentram dengan apa yang Allah karuniakan dan senantiasa menyeleksi darimana dia dapatkan hartanya dan untuk apa dia belanjakan dan gunakan. Nikmat ketiga adalah, dunia akan datang padanya. Dia sering kali lari menghindari dunia namun dunia senantiasa mengejar-ngejarnya dengan hina. Dunia memburunya namun dia tidak peduli pada dunia karena dia yakin dia pasti mendapatkannnya dan bahkan akan ditambah porsinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya manusia yang menjadikan dunia sebagai fokus utamanya, maka dia tidak akan berpikir kecuali tentangnya. Otaknya mengotak-atiknya, akalnya mengakalinya. Dia tidak bekerja kecuali demi dunia, dia tidak gembira kecuali karena dunia, dia tidak sedih kecuali karena memikirkan dunia. Hatinya diliputi dunia sehingga akhirat lenyap dari pikiran dan hatinya. Maka Allah kacau balaukan urusannya. Allah kacaukan pikirannya, Allah guncang jiwanya, Allah tumpahkan kesedihan dan gundah gulana dalam hatinya. Anak-anaknya menjadi anak-anak bengal, isteri atau suaminya menjadi pasangan yang tidak setia. Beragam keluhan muncrat setiap saat, beragam pembangkangan menghiasi rumah tangganya. Dirinya terasa ingin sekali lepas dari hidup ini karena seakan hidupnya terasa selalu membara dengan kepulan asap masalah yang tiada henti. Setiap kali manusia melihatnya muncul benci tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu dia akan mengalami kefakiran yang menyelimuti dirinya karena dia tidak pernah merasa puas dan qana’ah dari dunia yang dia miliki. Perasaannya terus menerus merasa fakir dan selalu kurang. Inilah yang membuatnya senantiasa terseret-seret lari di belakang harta dan mengais-ngaisnya. Setiap perasaan fakir muncul dalam hatinya maka muncul pula gundah gulana yang tak terhingga, semakin banyak dia hartanya maka resah dan gundah semakin membakar hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, walaupun dia mengejar dunia sebagai bonus tambahan dari jatahnya namun harta tak mau mendekatnya. Harta selalu menjauh darinya karena harta telah menjadi tuannya, sementara dia telah dengan setia menjadi budaknya . Dunia terus menghindarinya karena dia cengeng meminta. Dia laksana orang yang mencari air di fatamorgana ketika dia datangi ternyata hanyalah bayangan belaka. Dia berburu kedudukan, posisi, pujian dan kemasyhuran di tengah mata manusia yang ingin melihatnya dan ingin memujinya sehingga dia harus bercapek-capek dan menghancurkan dirinya namun yang dia kejar senantiasa lari lebih kencang. Ini semua adalah siksaan dari Allah karena dia mengalihkan penghambaannya dari Allah pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu saat Utsman bin Affan khalifah ketiga ummat Islam yang kaya raya pernah berkata : Fokus pada dunia adalah kegelapan dalam hati sedangkan fokus pada akhirat adalah cahaya dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia akhirat akan hidup untuk akhiratnya, berjuang untuk keabadiannya di akhirat, bergerak untuk mengisi pundi-pundi tabungan akhiratnya sebab dia tahu dan sadar bahwa akhirat adalah negeri keabadiannya. Sedangkan hamba dunia memiliki pandangan pendek...hidup untuk sebuah dunia yang fana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tentu bertekad menjadi manusia akhirat sehingga Allah menyukai kita, kita kaya hati dan jiwa dan yang terakhir dunia mengejar kita tanpa kita harus tersengal-sengal memburunya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5458961122040828893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5458961122040828893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5458961122040828893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5458961122040828893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/manusia-akhirat.html' title='Manusia Akhirat'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-5408051942025140990</id><published>2010-07-20T21:16:00.003-07:00</published><updated>2010-07-20T21:16:47.362-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Bentuk Kenikmatan Dunia?</title><content type='html'>Betapa banyak manusia menjadi lupa. Betapa banyak manusia menjadi ingkar. Betapa banyak manusia tidak dapat bersyukur. Betapa banyak manusia menjadi durhaka dan berkhianat. Mereka melupakan tujuan hidupnya dan hanya mengejar kenikmatan dunia. Dunia yang akan berakhir. Tempat manusia hidup. Tempat manusia memuja kenikmatan. Semuanya menjadi sia-sia belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupan ini ada bertingkat-tingkat tentang kenikmatan dunia. Manusia berlomba mengejar, hingga kepayahan, dan umurnya habis, dan hidupnya tersungkur, hanya diarahkan mengejar kenikmatan dunia. Tak ada kenikmatan yang sejati. Kenikmatan yang diinginkan manusia dalam kehidupan itu hanyalah kenikmatan yang semu. Ilusi. Khayalan dari manusia yang sudah orientasi hidupnya hanya untuk kenikmatan dan kemegahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan yang teragung dan terbesar, yaitu kenikmatan yang mengantarkan pada kenikmatan akhirat. Kenikmatan akhirat itulah yang akan membawa hamba kepada kemuliaan yang kekal. Karena itu, hakekatnya seorang mukmin, tidak mengejar kenikmatan dunia, yang tidak memiliki arti apa-apa, dibandingkan dengan kenikmatan berupa kemuliaan disisi Allah Azza Wa Jalla. Tidak ada artinya kenikmatan dan kelezatan dunia seisinya, yang banyak membuat manusia menjadi lupa dan mabuk, sehingga terlena dengan kehidupan dunia. Kehidupan manusia yang sudah mabuk dunia itu, menjadi sujud, rukuk, dan ibadahnya hanya untuk memenuhi rasa kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanyalah orang-orang mukmin, yang layak mendapatkan kenikmatan, yang sejati, karena pahala Allah Rabbul alamin, selalu mengalir, ketika mereka makan, minum, berpakaian, tidur, terjaga, dan dalam pernikahannya, dan semua amal mereka semata hanya diarahkan untuk mendapatkan ridho-Nya. Tidak mencari ridho selain-Nya. Apalagi, hanya ingin mendapatkan ridho kepada manusia lainnya, yang dapat memberinya kenikmatan dunia. Itu bukan sifat mukmin yang hakiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang mukmin kerinduan hanya pada kenikmatan atas keimanannya, ibadahnya, kerinduannya hanya kepada Allah Azza Wa Jalla.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan dunia itu, selalu akan menghalangi seseorang memperoleh kenikmatan akhirat dan bahkan mengantarkan kepada siksa. Manusia yang orientasinya kepada kenikmatan dunia, akhirnya menjadikan benda-benda, jabatan, kekuasaan, dan makhluk-makhluk, serta berbagai bentuk berhala-hala, yang menyerupai tuhan, menjadi arah dan tujuan hidup mereka. Seakan semua yang ada itu, mampu memberikan kenikmatan kepada manusia yang bersifat kekal. Karena itu, ketika diakhirat mereka saling mencerca dan menyalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ .. Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, ‘Ya Tuhan kami sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang Engkau tentukan bagi kami, ‘Allah berfirman, ‘Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). ‘Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (al-An’aam : 128-129).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelezatan dan kenikmatan orang yang berbuat zalim dan keji merupakan istidraj (tangga tahapan pengahancuran),yang diberikan Allah agar mereka merasakan siksa yang lebih berat dan mereka akan terlarang untuk merasakan kenikmatan yang paling agung. Seperti orang yang menyodorkan makan yang enak dan dibubuhi racur agar orang yang memakannya mati secara peralahan-lahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ .. Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) ari arah yang tidak mereka ketahui. Dan, Aku memberi tangguh, kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh”. (al-Qalam : 44-45).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian salaf menafsirkan inna kaidi matin (rencana-Ku amat tangguh), maksudnya adalah setiap kali mereka melakukan dosa, maka Kami akan memberikan nikmat mereka. Itulah bagi orang-orang yang hidupnya hanya mengejar kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, seorang yang sangat takut dengan kehidupan dunia, dan hidupnya zuhud dan wara’, ketika meninggal rombongan Malaikat suci, hamba-hamba Allah yang sangat dekat kepada-Nya, datang menjemputnya menuju tempat, yang abadi kekal, selamanya, surga Allah taman Firdausi. Itulah akhir kehidupan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebahagiaan di kampung akhirat itu Kami sediakan hanya bagi mereka yang tidak suka menyombongkan diri dan melakukan kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang taqwa”. (al-Qashas : 83). Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/5408051942025140990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/5408051942025140990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5408051942025140990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/5408051942025140990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/bentuk-kenikmatan-dunia.html' title='Bentuk Kenikmatan Dunia?'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-775527121269984139</id><published>2010-07-20T21:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T21:04:00.444-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?</title><content type='html'>Siapa orang yang disebut tertipu? Mereka yang tertipu itu, ialah yang tertipu dunia dengan kenikmatannya. Mereka lebih mengutamakan dunia atas akhirat, dan mereka lebih ridha dengannya daripada kehidupan akhirat. Mereka penganut paham hedonisme. Mereka kaum pemuja syahwat kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan-pernyataan mereka sangat rendah, dan mengatakan, “Dunia itu sifatnya tunai, dan kenikmatannya konkret, sementara akhirat itu belum ada sekarang. Sekarang yang tunai itu lebih bermanfaat daripada yang belum nampak, yaitu kehidupan di akhirat, serta adanya surga. Mereka yang mencintai kehidupan materi dan hedonis, lebih memilih yang sifatnya tunai, kehidupan dunia bagaikan mutiara yang indah, memberi kelezatan yang sangat nikmat, meyakinkan, sementara kehidupan akhirat itu masih meragukan. Mereka tidak ingin memilih kehidupan yang masih meragukan. Begitulah orang-orang yang telah masuk perangkap dan memilih kehidupan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang memilih kehidupan itu, karena terkena rasukan dan bisikan setan yang paling dahsyat. Binatang ternak lebih cerdas daripada mereka. Binatang ternak bila takut dengan sesuatu yang membahayakan, mereka tidak akan berjalan ke depan, meskipun dipukul. Tetapi, bagi mereka yang hedonis dan penikmat dunia, itu mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pertemuan dengan-Nya, maka mereka itu manusia yang paling sengsara, karena mereka mengetahui. Dan, jika mereka tidak beriman dengan itu semua, menolak, serta tidak menerima (istijabah), maka mereka lebih jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti”. (Al-Anfal : 20)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penganut paham hedonis dan pemuja kenikmatan dunia itu, bila mereka menyatakan bahwa yang tunai itu lebih baik dibanding dengan yang tertunda (akhirat), maka jawabannya, adalah jika diantara yang tunai dan yang tertunda sama nilainya, maka yang tunai itu lebih baik. Namun, jika keduanya berbeda, yaitu yang tertunda lebih baik dan besar nilainya, maka yang tertunda lebih baik. Lantas bagaimana membandingkan antara dunia dan akhirat? Sementara, dunia itu hanya satu nafas dari nafas-nafas akhirat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perumpamaan dunia dengan akhirat adalah kalian mencelupkan jari kalian ke laut, kemudian diangkat, lihatlah dunia hanya air yang ada di jari tersebut”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hakekatnya, mengutamakan dunia, yang sifatnya tunai ini atas akhirat yang tertunda adalah tipuan, dan kebodohan yang besar bagi manusia. Perbandingan antara dunia beserta isinya dengan akhirat berapakah umur manusia? Berapa lama ia menikmati dunia, kemudian selanjutnya mereka akan menuai hasilnya di akhirat. Apakah orang yang berfikir dengan logis akan mendahulukan kenikmatan sekarang (di dunia) dalam waktu yang sangat singkat, mengharamkan diri mereka dari kebaikan di akhirat yang sifatnya kekal abadi? Sebaliknya mereka lebih memilih kenikmatan kecil dan sebentar untuk meninggalkan kenikmatan yang tak ternilai harganya di akhirat, yang tak ada akhirnya, dan tak terhitung jumlahnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan sebagian diantara mereka, para penganut paham hedonis itu, “Saya tidak akan meninggalkan sesuatu yang meyakinkan menuju suatu yang meragukan”. Hanya ada dua asumsi dari pernyataan itu, bisa jadi mereka meragukan janji dan ancaman Allah, meragukan kebenaran Rasul-Rasul-Nya, maka renungkanlah ayat-ayat Allah yang Mahatinggi yang menunjukkan keberadaan-Nya, kekuasaan-Nya, kehendak-Nya, ke-Esaan-Nya, kebenaran para utusan-Nya yang mereka kepada manusia. &lt;br /&gt;
Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (al-Anfal : 20)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu, barangsiapa mau merenung sejenak, di mana sejak janin, hingga menjadi manusia yang sempurna, maka manusia akan menyimpulkan bahwa yang mengatur demikian rupa, serta mengatur setiap tahapan yang dilalui dalam kehidupannya, tidak mungkin manusia melakukan semua itu, kemudian ditelantarkan dan ditinggalkan sia-sia. Tidak mungkin diibiarkan tanpa perintah, dilarang mengerjakan sesuatu, tidak diberitahu kepadanya hak-hak-Nya, tidak memberi balasan baik dan buruk. Barangsiapa yang merenungkan semua makhluk-Nya baik yang ia lihat atau yang tidak, ia akan menyimpulkan, semua adalah bukti ke-Esaan Tuhan, adanya kenabian, hari pembalasan, dan al-Qur’an adalah semua itu benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu iihat, dan dengan apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan pada) Rasul yang mulia”. (Al-Haaqqah : 38-40).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya eksistensi manusia merupakan bukti adanya Allah yang Maha Esa, bukti kebenaran Rasul-Nya, dan bukti ketetapan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Termasuk adanya kehidupan akhirat, yang kekal dan abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya jaminan surga dan neraka. Manusia dapat memilihnya sesuai dengan keyakinan mereka. Manusia yang mencintai dunia dan kenikmatan materi, tak akan pernah dapat menerima kehidupan akhirat dan surga-Nya, yang sifatnya masih tertunda itu. Wallahu‘alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/775527121269984139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/775527121269984139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/775527121269984139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/775527121269984139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/mengapa-engkau-tertipu-kehidupan-dunia.html' title='Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-3220514307561277902</id><published>2010-07-20T21:02:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T21:02:52.554-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kabar dari Negeri Jiran"/><title type='text'>Memilih Menjadi Golongan Bertaubat</title><content type='html'>Ketahuilah sesungguhnya golongan orang yang bertaubat itu lebih utama. Mereka memahami kehidupannya, tak akan pernah luput dari perbuatan maksiat dan dosa. Karena itu, keinginannya untuk selalu menghadapkan dirinya dihadapan Allah Azza Wa Jalla, dan memohon ampunan, jalan menuju taubat, yang akan dapat menghapus segala  dosanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang memilih jalan bertaubat itu, menemukan alasan yang paling asasi, dan mereka akan sungguh-sungguh menempuh jalan taubat itu. Diantara alasan mereka adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ubudiyah orang yang bertaubat merupakan ‘ubudiyah yang sangat dicintai dan dimuliakan Allah. Karena Dia mencintai orang-orang yang bertaubat. Seandainya taubat bukan merupakan sesuatu yang paling dicintai Allah, niscaya tidak mungkin Dia menguji makhluk yang pailng mulia ini dengan dosa. Demi cinta-Nya terhadap taubat hamba-Nya, diuji-Nya lah seorang hamba dengan dosa, yang mengharuskannya melakukan sesuatu yang dicintai-Nya yaitu taubat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, taubat mempunyai kedudukan disisi Allah yang tidak dimiliki oleh ketaatan-ketaatan lainnya. Allah Azza Wa Jalla sangat gembira dengan taubat hamba-Nya, sebagaimana digambarkan oleh Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam dengan kegembiraan seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang. Seraya membawa perbekalannya berupa makanan dan minuman di lembah yang membahayakan, dia berputus asa untuk dapat hidup lebih lanjut. Tetapi Allah Azza Wa Jalla bergembira dengan taubat hamba-Nya, melebihi orang yang menemukan kembali untanya. Kegembiraan semacam ini tidak didapati di dalam ketaatan manapun, selain taubat. Kegembiraan seperti ini memiliki pengaruh yagn besar kondisi dan hati orang yang bertaubat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, di dalam ‘ubudiyah taubat terhadap sikap merasa rendah, hina, tunduk dan selalu pasrah kepada Allah, dan merendahkan diri kepada-Nya. Hal ini lebih dicintai oleh-Nya daripada kebanyakan amalan lahir lainnya. Karena merasa rendah diri dan hina merupakan ruh ‘ubudiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, sesungguhnya tingkatan perasaan hina dan rendah pada orang yang bertaubat lebih sempurna daripada selainnya. Karena ia dan orang yang tidak berdosa sama-sama merasakan kehinaan kefakiran, ‘ubudiyah, dan mahabbah (kecintaan), tetapi berbeda dari orang yang tidak berdosa dalam soal remuk redamnya hati, karena maksiat yang dilakukannya. Hati orang-orang yang bermaksiat, dan tidak bertaubat menjadi hancur, dan tidak dapat lagi menerima hidayah-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabda baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahwa Dia akan berfirman pada hari kiamat : “Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberi-Ku makan”. Anak Adam bertanya, “Ya Tuhan, bagaimana aku memberi makan kepada-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?” Allah menjawab, “Hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberi. Ketahuilah, bahwa seandainya engkau memberi makan, niscaya engkau dapati hal itu disisi-Ku. Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tetapi engkau tidak mau memberi-Ku minum, padahal Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?” Allah menjawab, “Hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu, tetapi tidak engkau beri minum.Ketahuilah, seandainya engkau memberinya minum niscaya engkau dapati hal itu disisi-Ku. Waha anak Adam, Aku sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku”. Hamba bertanya, “Ya Tuhan, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkau Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta? Allah menjawab,”Ketahuilah bahwasanya hamba-Ku si fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya. Ingatlah, seandainya engkau menjenguknya niscaya engkau dapat aku disisinya”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa do’a tiga orang manusia pasti dikabulkan, yaitu, orang yang dianiaya, musafir, dan orang yang berpuasa. Karena hati mereka gundah gulana, merasa terasing dan resah. Demikian pula, puasa menghancurkan kebuasan jiwa kebinatangan dan menundukkannya. Maksudnya, lilin kekuasaan, keutamaan, dan anugerah itu turun di tempat lilin kegelisahan. Pelaku ahli maksiat yang telah bertaubat mendapatkan bagian yang banyak ketika sudah berubah hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, dosa kadang-kadang bermanfaat, bila diiringi dengan taubat, daripada ketaatan yang banyak. Inilah makna perkataan Salaf, “Kadang-kadang seorang hamba melakukan dosa, teapi karena dosa itu dia masuk surga, dan kadang-kadang melakukan ketaatan, tetapi karena dia masuk neraka”. Lalu, orang-orang bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Ia menjawab, “Dia melakukan suatu dosa, kemudian dosanya selalu tampak di pelupuk matanya. Ketika berdiri, duduk, dan berjalan, ia selalu ingat dosanya. Sehingga hatinya remuk redam, bertaubat, beristighfar, dan menyesal. Semuanya itu menjadi penyebab kesalamatan dirinya. Sebaliknya orang yang senantiasa melakukan amal kebaikan, kemudian kebaikannya itu selalu nampak di pelupuk matanya, ketika berdiri, duduk, dan berjalan. Setiap kali ingat kebaikannya, ia merasa ujub, takabur, dan merasa telah berjasa, sehingga menjadi penyebab kebinasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosa itu telah menjadikan dirinya selalu meningkatkan berbagai ketaatan, kebaikan dan kesadaran hatinya, seperti takut kepada Allah Azza Wa Jalla, malu kepada-Nya, datang kepada-Nya dengan menundukkan kepala dan hati yang resah gelisah, dengan menangis dan menyesal, dan mengakui semua kesalahan dan kelalaian dihadapan Rabbnya. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/3220514307561277902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/3220514307561277902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3220514307561277902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/3220514307561277902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/memilih-menjadi-golongan-bertaubat.html' title='Memilih Menjadi Golongan Bertaubat'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-8679586124487416575</id><published>2010-07-20T21:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T21:01:12.533-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Ketahuilah Zina Mengakibatkan Kehancuran</title><content type='html'>Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Kebanyakan yang menyebabkan seseorang masuk neraka adalah mulut dan farj (kemaluan)”. Dan, sabda Rasul lainnya, “Tidak halal darah seorang muslim, kecuali tiga orang, yaitu laki-laki yang berzina, orang yang membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) yang keluar dari jamaah muslim”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa zina yang hina itu, membolehkan pelakunya untuk dibunuh. Karena perbuatan yang dilakukannya itu, termasuk perbuatan dosa besar, yang sangat merusak. Dan, hadist diatas secara berurutan, zina, kekufuran, dan pembunuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti di dalam surah al-Furqan dan hadist Ibnu Mas’ud, yaitu hadist yang menegaskan bahwa yang paling sering terjadi adalah zina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zina perbuatan yang sering terjadi, kemudian pembunuhan, dan murtad. Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyebutkan dari segi tingkat mafsadah-nya dan efek negatifnya, disebutkan zina merupakan perbuatan yang memiliki tingkat kerusakan paling besar. Perzinahan bertentangan dengan kemaslahatan, yaitu merusak tatanan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila seorang perempuan berbuat zina, maka ia telah menciptakan aib kepada keluarga, suami, dan familinya. Setelah itu kehormatannya pun jatuh dihadapan manusia. Perempuan yang telah berzina menjadi hina dihadapan manusia maupun Allah Rabbul Alamin. Jika perempuan itu hamil dari hasil perzinaan, dan membunuh anaknya, maka ia melakukan dua tindakan kriminal sekaligus. Dan, jika pada saat yang sama ia hamil dari hasil hubungannya dengan suaminya yang sah, maka ia memasukkan orang asing dalam keluarganya. Ini mafsadah dari perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mafsadah yang ditimbulkan laki-laki yang berzina adalah juga terjadi percampuran nasab, yaitu ketidakjelasan dari mana janin itu, sehingga tidak ada kejelasan status bayi yang lahir. Orang laki-laki itu juga telah menjerumuskan perempuan kedalam mafsadah dan kehancuran. Jenis kriminal dan dosa besar ini menyebabkan kerusakan, kehancuran, dan mafsadah dunia dan agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perzinaan menyebabkan kefakiran, memendekkan umur, muka menghitam dihadapan manusia, menimbulkan murka orang lain, menghancurkan hati, menimbulkan sakit hati, mematikan hati, menyebabkan kesedihan, dan kekhawatiran. Seandainya seseoang isterinya berzina atau keluarga membunuhnya, itu lebih ringan dibandingkan dengan mendengar isterinya berzina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sa’ad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki berzina dengan isteriku, maka akan aku penggal leher laki-laki itu dengan pedang”, ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Sa’ad itu sampai ke telinga Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, dan beliau berkata : “Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad?” Sesungguhnya aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Oleh karena itu, Allah mengharamkan kekejian-kekejian yang tampak dan yang tersembunyi”. (HR. Muttafaq alaih).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah cemburu (tersinggung) dan seorang mukmin harus cemburu. Ketersinggungan Allah adalah ketika hamba-Nya melakukan apa yang dilarang Allah”. (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadist yang lain, ketika beliau khotbah shalat gerhana matahari beliau bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa”. Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Maraknya perzinaan adalah tanda-tanda hancurnya dunia dan hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Anas bin Malik berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan aku beritahu berita yang tidak akan diberitakan oleh seorangpun yang sesudahku. Saya mendengar Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda, “Termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan menyebarnya kebodohan, maraknya minuman khamar, dan pernzinaan. Perempuan akan berjumlah banyak sebaliknya laki-laki sedikit. Sehingga laki-laki satu berbanding lima puluh perempuan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka ia akan menurunkan hukuman-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, “Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya”. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/8679586124487416575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/8679586124487416575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/8679586124487416575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/8679586124487416575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/ketahuilah-zina-mengakibatkan.html' title='Ketahuilah Zina Mengakibatkan Kehancuran'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-7001793151462844933</id><published>2010-07-20T20:58:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T20:58:14.598-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kabar dari Negeri Jiran"/><title type='text'>Cinta Akhirat</title><content type='html'>TAPI, JANGAN LUPA NASIBMU DI DUNIA !!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata bahwa sebagian kaum muslimin ketinggalan dalam sains dan teknologi akibat terlalu sibuk dengan urusan akhirat dan melupakan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas dasar apa mereka berkata demikian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah manusia yang sehat melupakan nasibnya di dunia, padahal dia sedang hidup di dunia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkan seseorang lupa terhadap apa yang sedang dialaminya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlukah manusia diingatkan agar mereka mencari kenikmatan dunia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkan anda membenci harta karena sibuk ibadah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sering terdengar ungkapan yang menerangkan bahwa Islam menganjurkan untuk mencari kekayaan. Dan menganjurkan agar kehidupan dunia seimbang dengan kehidupan akhirat. Anjuran tersebut sering didukung dengan menggunakan beberapa ayat al-Qur’an, diantaranya firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini sering diartikan dengan kalimat: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...” [QS. al-Qashash (28) : 77]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemahaman yang sama juga diambil dari firman Allah yang berisi do’a yang selalu Rasul amalkan dan beliau anjurkan kepada ummatnya untuk selalu berdu’a dengan ayat tersebut, yaitu firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya Allah berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.” [QS. al-Baqarah (2) : 201]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan manusia menganggap bahwa kebaikan dunia adalah harta kekayaan yang berlimpah, jabatan yang tinggi, badan selalu sehat, pasangan hidup yang senantiasa menghibur dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita yakin bahwa Rasul SAW adalah kekasih Allah, bila beliau berdo’a memohon apapun pasti Allah mengabulkannya. Dan beliau sering sekali berdu’a dengan do’a ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah yang dimaksud dengan kebaikan dunia menurut Islam? Kalau sekiranya yang dimaksud dengan kebaikan dunia adalah harta kekayaan yang berlimpah, mengapa Rasulullah tidak terkenal sebagai konglomerat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau yang dimaksud dengan kebaikan dunia adalah jabatan terhormat, mengapa Rasulullah dimusuhi oleh sebagian masyakat Arab? Atau yang dimaksud dengan kebaikkan itu adalah panjang umur dan sehat selalu, mangapa beliau hanya hidup selama 63 tahun dan terkadang menderita sakit? Sementara diantara orang lain bahkan orang kafir ada yang mengalami hidup hingga lebih dari 100 tahun?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping kedua ayat di atas ada lagi ayat yang sering dipahami dengan tafsirkan yang sama yang mengarah kapada materialism, yaitu firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini sering diartikan dengan: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib satu kaum sehingga mereka sendiri merubahnya.” [QS. ar-Ra&#39;d (13) : 11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh banyak orang yang menjadikan ayat ini sebagai dalil tentang pentingnya kemajuan pembangunan fisik dan materi. Padahal tanpa didukung oeh ayat al-Qur’an, umumnya manusia berlomba dalam mencapai kemajuan material. Karena itu apakah makna dukungan tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga ayat ini sering dijadikan argumantasi oleh sebagian penceramah dan muballig untuk mendukung kaum muslimin agar semangat mencari kehidupan dunia, meningkatkan pembangunan fisik dan materi serta mendoroang mereka agar dapat berlomba dalam teknologi dan sains.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan seperti ini bukan saja disampaikan melalui ceramah-ceramah akan tetapi juga disampaikan melalui media cetak hingga pemahamannya sudah demikian melekat pada benak khalayak ramai, karena telah diuraikan oleh orang-orang yang mereka pandang sebagai penasihat terkemuka atau ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat penting kiranya bagi kita untuk melakukan studi dengan memperhatikan hubungannya dengan ayat sebelum dan sesudahnya, agar dapat diketahui lebih mendalam maknanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat pertama firman Allah: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) dunia.” [QS. al-Qashash (28) : 77]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dimaksud dengan nasibmu dari dunia? Tentu berbeda dengan nasibmu di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memahami ayat ini, sangat diperlukan kajian terhadap ayat sebelumnya yaitu firman Allah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’.” [QS. al-Qashash (28) : 76]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita perhatikan dengan cermat, kedua ayat ini ternyata menjelaskan pentingnya beramal untuk akhirat dan mengingatkan jangan tertipu dengan keni’matan dunia seperti halnya yang dialami oleh Qarun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kenapa banyak yang memahami ayat yang berbunyi وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا sebagai dalil pentingnya mencari kehidupan dan meningkatkan kekayaan dunia. Padahal bila dihubungkan dengan ayat sebelumnya, dapat diketahui bahwa ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang mendapat keni’matan banyak harta di dunia. Dan ayat ini mengarahkan mereka agar tidak terlena dengan kenimatan sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka harus senantiasa ingat akan nasibnya dari dunia yang sangat sedikit dan sebentar. Bila kenikamatan yang sedikit ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kehidupan yang abadi tentu mereka akan menyesal untuk selamanya. Sementara sebagian orang menjadikan ayat ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kehidupan duniawi, padahal tanpa menggunakan ayat al-Qur’an pun kebanyakan manusia terus berlomba dalam mencari dan meningkatkan kehidupan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, karena kesibukan duniawi yang tidak pasti ini, banyak sekali manusia melupakan tugasnya sebagai hamba dalam menghadapi hari akhirat yang pasti terjadi. Karena itu sangat diperlukan bagi mereka penjelasan tentang hakikat keni’matan dunia, bahwa keni’matan tersebut Allah sediakan demi bekal akhirat. Dan manusia diingatkan bahwa waktu yang tersedia untuk membekali diri demi kepntingan akhirat sangat terbatas. Karena itu janganlah manusia lalai akan keterbatasan waktu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Abi-Ashim mengatakan: “Yang dimaksaud dengan ‘jangan lupa nasibmu dari dunia’ bukan berarti jangan melupakan keni’matan lahir di dunia, melainkan umurmu. Artinya gunakanlah usiamu untuk akhirat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Ibnul Mubarak juga berpandangan yang sama, ia berkata: “Yang dimaksud dengan ‘jangan lupa nasibmu dari dunia’ adalah beramal ibadah dalam taat kepada Allah di dunia untuk meraih pahala diakhirat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ungkapan diatas bukanlah ungkapan yang baru melainkan kelanjutan dari ungkapan para pendahuluunya dari para ahli tafsir baik generasi shahabat, tabiin atau tabittabi’in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menafsirkan ayat ini Ath-Thabari mengatakan: “Janganlah kamu tinggalkan nasibmu dan kesempatanmu dari dunia untuk berjuang demi meraih nasibmu dari akhirat, maka kamu terus beramal ibadah yang dapat menyelamatkanmu dari siksaan Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga mengutip beberapa ungkapan para shahabat, dianataranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Abbas: “Kamu beramal didunia untuk akhiratmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mujahid: “Beramal dengan mentaati Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaid: ”Janganlah kamu lupa mengutamakan dari kehidupan duniamu untuk akhiratmu, sebab kamu hanya akan mendapatkan di akhiratmu dari apa yang kamu kerjakan didunia dengan memanfaatkan apa yang Allah rizkikan kepadamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari beberapa pernyataan shahabat diatas, dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan “jangan melupakan nasibmu dari dunia” adalah peringatan jangan lalai terhadap kesempatan untuk beramal yang tidak lama lagi akan berakhir. Artinya menyuruh manusia agar mampu menggunakan semua karunia Allah demi keselamatan dan kemaslahatan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, maka makna ayat ini sangat erat hubungannya antara awal, tengah dan penghujung ayat. Dan tidak ada hubungan dengan perintah untuk berlomba dalam mencari kehidupan duniawi atau meningkatkan kemajuan ekonomi. Sebab tanpa perintah, umumnya manusia terus berlomba untuk meraih kehidupan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, justru pemahaman inilah yang lebih populer dan meyakinkan karena sering dikemukakan oleh orang-orang yang berpengaruh. Memang, tidak sedikit pandangan yang keliru tapi meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemahaman di atas juga sering di perkuat dengan ungkapan: Kerjakanlah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup abadi, dan kerjakanlah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski tidak pernah ada yang mengatakan siapa yang meriwayatkannya, sebagian penceramah mengatakan bahwa ungkapan ini adalah sabda Rasul SAW. Penulis hingga kini belum menemukan bukti sebagai hadits nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari perkataan siapa kalimat tersebut, yang jelas kalimat ini mengandung pepatah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat bila dipahamai dengan tepat. Dan bila ditemukan ada pahaman yang kurang tepat atau keliru, sebagai hamba, kita terpanggil untuk mengemukakan apa yang dipandang lebih tepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan harapan mudah-mudahan akan menjadi bahan pertimbangan. Menurut al-Qurthubi , kalimat di atas sejajar dengan ungkpan Abdullah bin Umar, ia berkata: “Bercocok tanamlah kamu seolah-olah kamu akan hidup abadi, dan beramallah kamu seolah-olah kamu akan mati esok hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan kalimmat yang pertama yaitu keabadian hidup didunia al-Minawi berkata: “Yang demaksud dengan ungkapan tersebut adalah bahwa manusia apabila yakin akan hidup abadi maka akan berkuranglanglah hirsh-nya (cintanya kepada dunia) dan dia mengetahui bahwa apa yang diinginkannya pasti akan tercapai kendatipun ditempuh dengan rileks, sebab bila tidak tercapai hari ini maka akan diraih esok karena hidupku abadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, janganlah terlalu sibuk dalam urusan dunia sebab ada tugas lain yang lebih penting yaitu urusan akhirat. Dan dalam melaksanakan tugas demi meraih keni’matan akhirat, setiap hamba mesti merasa seolah-olah tidak ada kesempatan lain untuk melakukannya kecuali hari ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka bila sedang sibuk menghadapi urusan keduniaan kemudian mendengar panggilan Ilahi berupa shalat, da’wah, infaq, jihad dan lainnnya,  maka sambutlah panggilan ini dan tinggalkanlah urusan dunia, karena kesempatan untuk menyambut panggilan ini tidak ada lagi waktu selain hari ini sementara untuk urusan dunia waktunya sangat lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekiranya kalimat ini dari ungkapan Rasul, maka tidak dapat diragukan hadits Rasul adalah tafsir al-Qur’an yang pertama dan tepat untuk dijadikan sebagai rujukan utama dalam memahami al-Qur’an. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apabila kalimat tersebut adalah ungkapan shahabat, maka sesungguhnya mereka adalah generasi pertama yang lebih memahami makna al-Qur’an dan yang menjadi tauladan bagi generasi berikutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu pemahaman mereka adalah lebih tepat untuk diikuti dan dipercayai dibandingkan dengan pemahaman generasi berikutnya. Bila ditemukan pernyataan mereka tidak sesuai dengan petunjuk al-Qur’an, maka besar kemungkinan yang tidak sesuai bukan pernyataannya akan tetapi pemahaman kita terhadap pernyataan tersebut. Wallahu&#39;alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/7001793151462844933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/7001793151462844933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7001793151462844933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/7001793151462844933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/cinta-akhirat.html' title='Cinta Akhirat'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-4656058184146057037</id><published>2010-07-20T20:56:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T20:56:55.874-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Hendaklah Engkau Bersama Dengan Orang Yang Lurus</title><content type='html'>Kehidupan manusia pasti akan berakhir. Tidak ada yang kekal selama-lamanya. Kematian pasti akan dijumpai manusia. Kemana setelah kematian? Allah Rabbul Alamin akan menetapkan nasib manusia. Semuanya sesuai dengan ihtiar manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ihtiar yang sudah dilakukan manusia itu, yang nantinya di akhirat menjadi mizan (timbangan) bagi kehidupannya yang bersifat kekal, kemuliaan atau kehinaan. Allah Azza Wa Jalla telah memberikan petunjuk (hudan) yang akan memberi kemuliaan bagi manusia yang mengikutinya berupa al-Qur&#39;an dan as-Sunnah. Karenanya, manusia tidak dapat memungkirinya kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang akan mendapatkan kemuliaan itu, mereka yang memilih berteman dan berkarib dengan orang-orang yang menempuh jalan lurus (shirathal mustaqiem), dan tidak bersama dengan orang-orang yang menempuh jalan yang sesat dan bathil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidupnya hanya berserah kepada Allah Azza Wa Jalla, dan tidak menyekutukan-Nya, serta berkhianat kepada-Nya. Tunduk, patuh, berserah diri sepenuhnya dengan ikhlas kepada-Nya. Tidak ingin sedikitpun berkhianat dan berbuat durhaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menempuh jalan lurus (shirath) itu, tidak mau bermain-main dengan para pendusta agama Allah Ta’ala. Mereka yang menempuh jalan Rabbnya, tak hendak berwala’ dan memberikan loyalitas kepada mereka yang memusuhi agama Allah, serta orang-orang yang terang-terangan berkhianat dengan berbuat syirik, dan bertahkim kepada hukum-hukum selain hukum Allah Rabbul Alamin. Mereka yang menempuh jalan lurus (shirath) akan baro’ terhadap segala bentuk kekufuran dan kemungkaran, dan menarik garis pembatas yang tegas terhadap praktik-praktik kebathilan dan kezaliman dalam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Azza Wa Jalla, senantiasa mengingatkan bagi para penempuh jalan lurus (shirath), agar mereka hanya bersama-sama dengan orang yang dikasihi-Nya, seperti dalam al-Qur’an :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-Nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan itulah teman-teman yang sebaik-baiknya”. (An-Nisa’ : 69)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Allah Azza Wa Jalla, pasti menyandarkan shirath kepada orang-orang yang menempuhnya, yaitu orang-orang yang diberi ni’mat oleh Allah, agar hati orang yang menempuh jalan lurus (shirath) itu tidak dihinggapi perasaan sedih, karena pasti tidak akan terkucilkan, dan ia akan bersama-sama dengan orang-orang yang menempuh jalan shirath lainnya. Bahkan, mereka akan dijamin bersama mereka yang menempuh jalan shirath di akhirat kelak, yaitu para Anbiya&#39; (Nabi-Nabi), Shiddiqin, mereka yang mati syahid, Tabi&#39;in, dan orang-orang yang shalih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan orang-orang yang menyimpang dan bermusyarakah dengan orang-orang yang memusuhi agama Allah, dan menentang hukum-hukum Allah, bersama-sama dengan orang-orang berlaku durhaka, serta bersama-sama dengan pelaku kebatahilan dan kezaliman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapapun, sekarang di dunia, mereka yaitu para pelaku menyimpang, sepertinya mendapatkan kenikmatan dengan harta yang melimpah, jabatan, kekuasaan, dan segala bentuk kenikmatan lainnya, tetapi di hadapan Allah Azza Wa Jalla tidak ada artinya. Para penempuh jalan kesesatan yang menyimpang itu, pasti akan binasa, dan dihancurkan oleh Allah Azza Wa Jalla, yang Maha Aziz (Maha Perkasa), dan tidak pernah mendapatkan ampunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, bagi penempuh jalan yang menyimpang atau sesat, meskipun jumlah mereka banyak, tetapi nilai dan kualitas mereka sangatlah sedikit, sebagaimana dikatakan para ulama Salaf, “Tetaplah engkau tempuh jalan kebenaran, dan janganlah engkau bersedih karena sedikitnya orang yang menempuhnya. Dan jauhilah jalan kebathilan, dan janganlah engkau tertipu oleh banyaknya orang yang binasa di jalan itu (kesesatan dan kebathilan)”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan, jika anda sedih merasa sendirian, maka layangkanlah pandanganmu ke arah teman-teman terdahulu (para generasi salaf), dan berkeinginanlah untuk senantiasa bertemu mereka, serta alihkanlah pandangan anda selain dari orang-orang selain mereka. Karena mereka (orang-orang lain yang menyimpang dari jalan lurus itu), tidak akan menolongmu sama sekali. Dan jika mereka memanggil anda untuk menyimpang dari jalan yang anda tempuh, maka janganlah anda menghiraukan mereka”, ucap Ibnu Qayyim al-Jauzi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dalam lantunan dalam do’a qunut : “Ya Allah,tunjukilah aku bersama orang yang Engkau beri petunjuk, bukan orang-orang yang Engkau murkai”. Wallahu’alam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/4656058184146057037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/4656058184146057037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/4656058184146057037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/4656058184146057037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/hendaklah-engkau-bersama-dengan-orang.html' title='Hendaklah Engkau Bersama Dengan Orang Yang Lurus'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4471966938202103564.post-6901191974725370124</id><published>2010-07-20T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T20:53:05.523-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasihat Ulama"/><title type='text'>Mengapa Nabi SAW Menangis?</title><content type='html'>Pernah terdengar seseorang berkata: “aku bukan tipe orang cengeng, aku adalah orang eksak, aku orang rasional bukan orang emosional, karena itu aku nggak biasa menangis, biarpun orang lain banyak yang menangis akibat tersentuh oleh nasihat dan terbawa oleh kondisi, namun aku tetap tidak menangis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai saudaraku yang tidak menangisi kesalahan, tidakkah anda menangis ketika dilahirkan dahulu?, tidakkan anda menangis ketika ingin air susu ibu diwaktu kecil?, tidakkah anda menangis sewaktu kecil ketika belum mendapat apa yang diinginankan?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu anda mudah menangis ketika masih bersih dari dosa dan belum dituntut untuk bertaubat. sejak kapan anda berhenti menangis? dan kapan sebenarnya menangis itu lebih berguna dan lebih diperlukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah yang lebih patut untuk menangis, apakah orang yang masih bersih dari dosa karena belum dewasa, ataukah orang yang sudah dewasa yang tidak lama lagi akan menghadapi pertanggungjawaban tentang kehidupan selama di dunia?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah yang lebih patut menangis, apakah orang yang belum punya ilmu dan belum berpikir tentang hakikat hidup dan tidak mengetahui mana perbuatan yang salah dan mana yang benar, ataukan seorang pemikir yang paham dan mengetahui siapa dirinya dan apa arti hidupnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para shahabat adalah generasi utama yang mesti kita jadikan sebagai teladan karena merekalah orang-orang yang mendapat bimbingan langsung dari Rasul dan merekalah pelaku sejarah diturunkannya AlQuran. Diantara mereka ada pemikir, politisi, ahli perang, penyair, bisnisman, teknokrat dan lain-lain. semua keahlian mereka telah digunakan untuk berjuang membela agama Allah jihad fi sabilillah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendatipun keahlian mereka berbeda-beda namun ketika mereka tersentuh ayat-ayat AlQuran mereka tenggelam dalam kandungannya dan hanyut dalam maknanya. Kendatipun dihadapan musuh mareka tampil dengan gagah perkasa namun dikala mereka mendengar ayat-ayat Allah maka qalbu mereka mudah bergetar dan air mata mereka mudah keluar. Itulah orang-orang yang telah menulis sejarah dengan air mata dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan hidup mereka dilestarikan dalam AlQuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ ءَايَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Setiap manusia memiliki rasa sedih dan bahagia, suka menangis dan tertawa. Yang dapat dibuktikan sejak lahir hingga lanjut usia. Semuanya adalah potensi yang sangat berguna bagi kepentingan hidup di&lt;br /&gt;
dunia kini dan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua potensi adalah amanat ilahi yang sering dilupakan manusia dan sedikit sekali mereka yang menyadari. Setiap manusia baik yang sadar ataupun yang lalai semuanya&lt;br /&gt;
akan diminta pertanggungjawaban tentang semua kehidupannya. mereka semua akan disidang di hadapan pengadilan Yang Mahatinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena menyadari bahwa setiap insan akan dihisab tentang kehidupan ini maka para ahli ibadah sering meneteskan air mata karena takut dan harap kepada Allah. Melalui buku ini penulis berupaya mengemukakan sebagian penglaman para mujahid yang telah mengisi lembaran sejarah dengan airmata, baik pada waktu sepi ataupun ramai baik pada waktu malam atau siang. Semoga Allah membimbing kita agar dapat mengikuti jejak para nabi dan shalihin. amiin</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/feeds/6901191974725370124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4471966938202103564/6901191974725370124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/6901191974725370124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4471966938202103564/posts/default/6901191974725370124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibgatullahi.blogspot.com/2010/07/mengapa-nabi-saw-menangis.html' title='Mengapa Nabi SAW Menangis?'/><author><name>sibgatullahi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02143735733972152473</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eCPUeB8EZsUkJJcHl1wQw6yFv7nkWZvjjb1AHBGVJ9G8w7iFYEdK4RHmS1NGFRjr_0yJloBD4P23KNk7t0uvtONsfgfAf5f00aVBZBVomFAZGDT7TUhJIsQTtPGJ2Q/s220/presiden.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>