<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680</atom:id><lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 02:00:02 +0000</lastBuildDate><category>bisnis</category><category>MLM</category><category>Network Marketing</category><category>motivasi</category><category>tips</category><title>Siluet Bisnis</title><description>Sharing Bisnis, Investasi, dan Pengalaman Hidup</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-8829584632374440140</guid><pubDate>Fri, 24 Jul 2015 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-24T08:51:17.252-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MLM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Network Marketing</category><title>MLM Bisnis Tipu-Tipuan?</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihll_IGY63BVV3VCHdlErN1x8iAE_xeVZ1JvDaAgvDlFZziTjUtYChUgfEU0UqVLzuYx3p_zdB16thCd7e3PUhpstpNkJKLGj8yQjtIKSwFkNENIOwwskEb5Y_0kkGlGtzCnxbRgXnjWA/s1600/no+mlm.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihll_IGY63BVV3VCHdlErN1x8iAE_xeVZ1JvDaAgvDlFZziTjUtYChUgfEU0UqVLzuYx3p_zdB16thCd7e3PUhpstpNkJKLGj8yQjtIKSwFkNENIOwwskEb5Y_0kkGlGtzCnxbRgXnjWA/s320/no+mlm.gif&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kalau baca judul artikel yang saya buat ini, saya yakin deh pasti banyak yang setuju, bener gak? Terutama bagi rekan-rekan yang sudah pernah menjalankan bisnis MLM dan tidak berhasil. Dan saya gak akan menghakimi bahwa pendapat rekan-rekan salah, karena pada kenyataannya banyak bisnis MLM ternyata hanyalah moneygame saja, atau juga pelaku bisnis MLM (oknumnya) menjalankan bisnis MLM yang sebenarnya legal tetapi dengan cara-cara yang tidak etis (akan saya bahas pada tulisan berikutnya).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi mari kita lihat dengan obyektif, beberapa perusahaan MLM yang sudah ada di Indonesia, dan kita selidiki adakah yang berhasil? Kalau gagal sih gak usah ditanya saya yakin banyak (nah loh artinya MLM bisnis tipu-tipuan dong? Pasti gitu pendapat rekan-rekan), tapi kita bandingkan juga prosentase keberhasilan dalam bisnis konvensional, berapa banyak yang sukses? Tidak banyak juga kan? Kalau kita pelajari sebenarnya banyak yang berhasil dalam menjalankan bisnis MLM, hanya saja karena bukan bisnis konvensional, maka media massa yang ada kurang dalam meliputnya. Dan karena stigma negatif yang terlanjur sudah tertanam di benak masyarakat pada umumnya, maka bisnis MLM menjadi kurang menarik untuk diberitakan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pribadi menulis artikel mengenai bisnis MLM di blog ini, hanya berniat memberikan informasi bahwa MLM adalah bisnis yang sangat bagus, tahan goncangan krisis, modal kecil (relatif lebih kecil dibandingkan bila kita merintis bisnis konvensional, tapi bukan berarti tanpa modal sama sekali), dapat memberikan income bahkan membuat pelaku bisnisnya meraih kebebasan finansial, dapat dipelajari setiap orang asal memiliki tekad untuk belajar, serta dapat membantu pengembangan kepribadian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak perusahaan MLM yang sudah berjalan di Indonesia, dalam memilih bisnis MLM yang ada saya masih menggunakan apa yang diajarkan oleh guru saya, yang sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya &lt;a href=&quot;http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/panduan-memilih-bisnis-mlm.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&quot;Panduan Memilih Bisnis MLM&quot;&lt;/a&gt;, dan rekan-rekan bisa menggunakannya sebagai acuan dasar memilih bisnis MLM yang hendak rekan-rekan jalankan. Periksa juga apakah perusahaan tersebut bergabung di dalam APLI (untuk lokal) dan &lt;a href=&quot;http://dsa.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DSA&lt;/a&gt; (untuk perusahaan MLM yang berasal dari negara Paman Sam). Rekan-rekan juga dapat membaca berita-berita seputar MLM, orang-orang yang sukses di MLM secara global di www.businessforhome.org.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh yah, buat menutup tulisan ini, bagi rekan-rekan yang masih skeptis terhadap bisnis MLM atau yang merasa MLM itu cuma jualan makanan kesehatan saja, berarti belum banyak yang tahu kalau TAXI (nama emiten dari perusahaan taxi Expres, iyah bener perusahaan taxi) meluncurkan sistem MLM untuk mendukung pengembangan bisnis taxi mereka (silahkan baca di &lt;a href=&quot;http://www.businessforhome.org/2015/07/indonesias-taxi-mlm/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;link&lt;/a&gt; nya). Nah loh, perusahaan Go Public aja jalanin MLM loh hehehe, artinya MLM bukan tipu-tipuan, tapi ada perusahaan penipu yang ngaku-ngaku perusahaan MLM. Masih ragu? Butuh konsultasi untuk memilih bisnis MLM yang ditawarkan kepada rekan-rekan? Jangan segan-segan untuk berkonsultasi dengan komunitas TGF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam sukses!&lt;/div&gt;
</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/mlm-bisnis-tipu-tipuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihll_IGY63BVV3VCHdlErN1x8iAE_xeVZ1JvDaAgvDlFZziTjUtYChUgfEU0UqVLzuYx3p_zdB16thCd7e3PUhpstpNkJKLGj8yQjtIKSwFkNENIOwwskEb5Y_0kkGlGtzCnxbRgXnjWA/s72-c/no+mlm.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-8348392967693519192</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2015 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-23T05:36:09.944-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><title>Bangkit dari Kebangkrutan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbytxfQ9aRTVpLKM6KMCtWM6rWs4ZQR-V4S58OP4HuVSdZVE4vupcurz8ZJvRQYV4llaYQjZI1JGE-bMRPbcRZE3ga7UVOyc7ZAvkk9fuT0ITilQUZ0jw7U_KK2OKo8r0vNv1vQ3f7WEA/s1600/Bangkrut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbytxfQ9aRTVpLKM6KMCtWM6rWs4ZQR-V4S58OP4HuVSdZVE4vupcurz8ZJvRQYV4llaYQjZI1JGE-bMRPbcRZE3ga7UVOyc7ZAvkk9fuT0ITilQUZ0jw7U_KK2OKo8r0vNv1vQ3f7WEA/s320/Bangkrut.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bangkrut, siapa sih yang gak ngeri sama kata ini? Siapa pula yang ingin mengalami kebangkrutan. Tapi bisa saja saat sekarang ada rekan-rekan yang sedang mengalami kebangkrutan dan merasa frustasi dengan keadaan yang sedang rekan-rekan alami. Tulisan ini saya buat untuk rekan-rekan yang sedang mengalami kebangkrutan, dan mungkin merasa sangat frustasi, merasa putus asa karena tidak bisa melihat jalan keluarnya (apalagi yang sudah memiliki tanggungan, tekanannya pasti akan menjadi semakin berlipat kali ganda).&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pribadi juga pernah mengalami hal demikian, saya mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh partner bisnis saya, yang bahkan saya tolong dengan membantu keuangannya dia. Karena ditipu itu bahkan mengakibatkan rencana saya mendiversifikasi usaha saya berujung pada kegagalan, modal yang sudah terlanjur saya tanamkan habis karena gagal membayar termin berikutnya sesuai kesepakatan. Aset-aset saya terpaksa harus saya jual untuk menutup kerugian, sehingga hampir tidak menyisakan apapun lagi kecuali bisnis utama saya (yang dengan kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini juga mengalami penurunan dari segi omzet). Dua tahun pertama terasa seperti neraka, mati segan hidup tak mau, bila melihat kenyataan saya lebih memilih untuk mati saja. Beberapa kali saya memikirkan skenario untuk mati secara wajar agar Uang Pertanggungan Asuransi saya tetap keluar, sehingga istri dan anak-anak saya masih mendapatkan penghidupan yang layak walau tanpa saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun syukurlah, hal itu tidak terjadi karena orang-orang terdekat saya menyemangati. Saya merintis kesuksesan semua dari nol, saat menikahpun modal no, sehingga istri saya tidak masalah kami memulai lagi dari awal. Saya juga teringat guru saya Robert Kiyosaki pun pernah mengalami kejatuhan dan berhutang USD 1 juta, dan saya membaca banyak orang sukses pernah mengalami kebangkrutan, tetapi mereka masih ssemangat untuk bangkit. Butuh waktu dua tahun bagi saya pribadi untuk menerima kenyataan bahwa saya bangkrut. Benar kata pepatah makin tinggi kita makin sakit jatuhnya. Walau orang-orang terdekat saya selalu mendukung saya, tapi secara kejiwaan saya masih belum bisa pulih. Saya belum bisa menerima kenyataan bahwa saya kembali miskin secara harta. Namun dengan banyak berdoa dan berserah kepada Tuhan YME, akhirnya saya bisa menerima bahwa kebangkrutan yang saya alami merupakan suatu proses menuju sukses dan bukan akhir dari segalanya di dalam hidup saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang saya kembali merintis dari nol, tapi bukan berarti nol sama sekali. Kenapa? Saya sudah memiliki pengalaman (dan pengalaman adalah guru terbaik), saya memiliki networking yang kuat, perusahaan saya masih berjalan, bahkan sekarang saya sedang merintis perusahaan start up, sedang belajar berinvestasi di pasar modal, membangun bisnis jaringan, menjalankan biro arsitektur dengan nama saya sendiri, dan beberapa bisnis lagi sedang saya siapkan. Kebangkrutan yang saya alami beberapa waktu lalu membuat saya keluar dari zona nyaman saya dan membuat saya aktif mempelajari hal-hal yang baru dan melihat peluang baru, serta lebih menikmati hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh yah, bagi rekan-rekan yang sedang merasakan namanya bangkrut kita bisa saling sharing dan juga mungkin bisa membaca buku karya pak Jaya Setiabudi, silahkan klik banner dibawah untuk membeli dengan harga khusus. Buku ini juga baik dibaca bagi rekan-rekan yang sedang merintis bisnis sehingga bisa menghindari kesalahan yang dapat membuat bangkrut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://yuk.bi/t1cb8d&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://store.yukbisnis.com/smallphoto/qs8bundel-preview.jpg.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Akhir kata dari saya, ingat bangkrut itu bukan akhir dari segalanya. Bangkrut adalah salah satu proses yang mungkin kita alami untuk menuju kesuksesan dan kebebasan finansial. Segala sakit yang kita rasakan saat bangkrut tidak sepadan dengan segala kenikmatan yang akan kita rasakan pada saat kita mencapai kesuksesan dan kebebasan finansial kita. Jadi tetap semangat dan jangan putus asa, bila merasa sedang sangat &lt;i&gt;down&lt;/i&gt;, cari sahabat yang dapat membuat kita semangat dan positif kembali. Bila tidak merasa memiliki, silahkan bergabung bersama kami, &lt;i&gt;insyaallah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kami dengan senang hati menerima dan menguatkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/bangkit-dari-kebangkrutan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbytxfQ9aRTVpLKM6KMCtWM6rWs4ZQR-V4S58OP4HuVSdZVE4vupcurz8ZJvRQYV4llaYQjZI1JGE-bMRPbcRZE3ga7UVOyc7ZAvkk9fuT0ITilQUZ0jw7U_KK2OKo8r0vNv1vQ3f7WEA/s72-c/Bangkrut.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-8482094181094073557</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2015 09:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-22T11:08:47.876-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MLM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Network Marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Panduan Memilih Bisnis MLM</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2ftxgtR94TDoaPcdVZaJDIhjaGeeD9Ydh8flAAxqzAK8P-1sgqsv3g1W8y6NpyVgf47slnOybnEg7y7DSyMKfRDT4jTn_HDARegDDPUO5Hlwr-oIu3hGlfOeOtgp66YAIOAGTQB8T9jA/s1600/mlm-software.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2ftxgtR94TDoaPcdVZaJDIhjaGeeD9Ydh8flAAxqzAK8P-1sgqsv3g1W8y6NpyVgf47slnOybnEg7y7DSyMKfRDT4jTn_HDARegDDPUO5Hlwr-oIu3hGlfOeOtgp66YAIOAGTQB8T9jA/s320/mlm-software.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok, tulisan kali ini dibuat sebagai kelanjutan dari tulisan saya kemarin (&lt;a href=&quot;http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/bisnis-yang-bersinar-di-masa-resesi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bisnis yang Bersinar di Masa Resesi&lt;/a&gt;). Dan sesuai janji akan saya coba berikan tips bagaimana memilih MLM yang tepat, tapi ingat tidak ada perusahaan yang sempurna setidaknya kita cari yang mampu bertahan lama dan memberikan kompensasi yang setimpal dan berkesinambungan (itu kata kuncinya, berkesinambungan, agar bisa mencapai kebebasan finansial).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut guru saya, seorang praktisi MLM yang sudah mendunia, dalam memilih suatu MLM sebagai bisnis kita pribadi, harus melihat 4 pilar utamanya. Apa saja 4 pilar utama itu? &lt;b&gt;Pilar Pertama adalah PERUSAHAANNYA&lt;/b&gt;, kita periksa apakah perusahaannya bonafide? Kelasnya lokal atau global? Guru saya selalu menyarankan pilihlah perusahaan global, namun bukan berarti perusahaan MLM Indonesia jangan dipilih, ada kok perusahaan MLM asal Indonesia yang sudah go internasional. Kenapa harus perusahaan global, karena lebih aman. Kita gak mau dong sudah berjuang membangun jaringan kita selama bertahun-tahun dengan cucuran keringat dan airmata, tiba-tiba perusahaannya tutup? Sebagai leader di jaringan, kita juga punya tanggung jawab terhadap downline agar mereka bisa berhasil loh. Bayangkan bila mereka sedang semangat-semangatnya dalam menjalankan bisnis, eh tau-tau perusahaannya tutup? Jadi jelas kita sangat perlu mempelajari perusahaannya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pilar Kedua adalah PRODUKNYA&lt;/b&gt;, namanya juga MLM atau perusahaan pemasaran berjenjang (bahasa Indonesia kerennya hehehe), yah jelas harus ada produk untuk kita pasarkan dong. Guru saya mengajarkan agar kita memilih produk yang unik, punya keistimewaan yang tidak dimiliki MLM lain (eksklusif), dan memiliki masa pakai singkat (untuk repeat order, hey MLM yang baik adalah yang repeat ordernya cepat supaya kita mendapat bonus yang kontinyu) tetapi tidak cepat kadaluarsa. Jadi jelas jangan kita pilih MLM yang produknya memiliki kompetitor, baik yang dipasarkan secara network marketing ataupun secara konvensional (toko retail). Apa contohnya? Gak etislah masa saya sebutkan disini hehehe, japri aja bro and sis hehehe.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pilar yang Ketiga adalah MARKETING PLAN&lt;/b&gt;&amp;nbsp;alias bonusnya. Jelas kita harus mencari perusahaan MLM yang memberikan kompensasi bonus yang menarik (bonusnya besar maksudnya kalo yang gak paham :p), yang berkesinambungan (maksudnya bonus semakin banyak level downline yang kita miliki justru makin besar bonus kita, bukannya malah semakin kecil, yang waktu pembayaran bonusnya cepat dan otomatis (jadi perhitungan bonus dan pemberian bonus harus otomatis jangan yang manual, malu dong masa bonus kita yang milyaran itu admin perusahaannya bisa tau, bisa2 setiap bonus dibagiin kita dipalakin buat makan-makan, kan bangkrut juga lama-lama hehehe).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pilar Terakhir adalah SUPPORT SYSTEM&lt;/b&gt;. Ok, mungkin ada yang bingung mahkluk jenis apapula support system ini. Gini gampangnya, support system adalah suatu sistem yang dibuat oleh leader-leader yang sudah berhasil dalam menjalankan MLM sehingga downline-downline yang bergabung di dalam pemasaran jaringan ini dapat tinggal menjalankannya sehingga tingkat keberhasilan dalam bisnis semakin besar, atau dengan kata lain adalah SOP nya. Tujuan support system ini adalah agar proses duplikasi dari upline ke downline dapat berjalan dengan lancar sehingga bisnis pemasaran jaringan bisa berjalan dengan otomatis sehingga impian kita untuk meraih kebebasan finansial dan kebebasan waktu dapat tercapai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari ke empat pilar ini, yang mutlak harus kita perhatikan adalah pilar pertama dan pilar kedua, sangat fatal bagi kita dan jaringan kita bila kita salah memilih dari dua pilar ini. Loh, pilar ketiga dan keempat bagaimana? Ok, anggaplah bonus yang kita dapat tidak seperti impian kita, tapi sekecil-kecilnya bonus di bisnis MLM, percaya deh masih jauh lebih besar daripada penghasilan sebagai karyawan atau self employed. Sedangkan bila pilar ke empat belum ada, oh gak pa pa, artinya kita bisa berkembang dan membuat support system sendiri loh, dan pssstttt, ada income tambahan loh dari support system diluar bonus yang kita terima dari marketing plan hehehe, mau tau? Japri aja bro dan sis hehehe.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok, dari paparan saya di atas tadi, saya rasa sudah cukup membantu bagi rekan-rekan yang ingin berbisnis MLM, jika ingin berkonsultasi atau malah ingin direferensikan MLM apa yang menurut saya (artinya subyektif loh yah) terbaik, boleh japri saya dengan mendaftarkan email rekan-rekan pada form dibawah ini atau yang ada pada bagian sidebar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script src=&quot;http://app.talkfusion.com/webform/wform.asp?wf_id=84209&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;/script&gt;</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/panduan-memilih-bisnis-mlm.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2ftxgtR94TDoaPcdVZaJDIhjaGeeD9Ydh8flAAxqzAK8P-1sgqsv3g1W8y6NpyVgf47slnOybnEg7y7DSyMKfRDT4jTn_HDARegDDPUO5Hlwr-oIu3hGlfOeOtgp66YAIOAGTQB8T9jA/s72-c/mlm-software.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-2032146013574982039</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 18:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-21T11:58:36.982-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MLM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Network Marketing</category><title>Bisnis yang Bersinar di Masa Resesi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo3_bc-LhC4JU6WanGDGmp53Dxq9lEZmk3oBbWRAu2NhTMyUGe9lvAktuNTOqtvZELeGMMuNCKLxkRrPYY9xKvVEg0ql7cYcsONMsVoYHo-BKej6L_SIugC2J7AUhhg2Med9ckkpK5caU/s1600/bisnis-internasional.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo3_bc-LhC4JU6WanGDGmp53Dxq9lEZmk3oBbWRAu2NhTMyUGe9lvAktuNTOqtvZELeGMMuNCKLxkRrPYY9xKvVEg0ql7cYcsONMsVoYHo-BKej6L_SIugC2J7AUhhg2Med9ckkpK5caU/s320/bisnis-internasional.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rekan-rekan pada nyadar gak yah, kalau semenjak tahun lalu tuh negara kita mulai masuk yang namanya resesi? Kita bisa merasakan perlambatan ekonomi negara kita ini, dan makin terasa di tahun 2015 ini. Sektor properti mengalami penurunan penjualan, pasar primer maupun sekunder, kelas atas maupun bawah. Hampir semua sektor usaha mengalami kelesuan. Billboard di jalan juga banyak yang kosong, bahkan penjualan mobil bekas yang biasanya kinclong saat menjelang Lebaran, kemaren cukup sepi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk sektor properti sendiri, hasil obrolan dengan kerabat saya yang developer apartemen, beliau mengatakan akan lesu hingga tahun 2018. Jadi yang ingin berinvestasi di properti, mungkin bisa lebih bijak dan menahan diri untuk membeli properti yang developernya suka menggoreng harganya. Pilih properti yang harganya masih wajar dan daerahnya masih berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tulisan saya kali ini bukan mau bahas properti. Tapi bisnis tahan banting yang bersinar pada saat resesi, yaitu &lt;b&gt;bisnis MLM&lt;/b&gt; (eh apa? MLM? Mungkin rekan-rekan langsung sinis hehehe). Betul, tidak salah baca kok, bisnis MLM. Multi Level Marketing atau Network Marketing atau Bisnis Pemasaran Berjenjang, adalah bisnis yang selalu bersinar disaat resesi maupun saat tidak sedang resesi. Ok, mana buktinya? Kita lihat kebelakang yuk, tahun 1998 saat krisis moneter melanda negara kita, saya ingat Bisnis Pemasaran Berjenjang mengalami kenaikan yang luar biasa, hingga tahun 2004. Kita sebut saja perusahaan-perusahaannya, siapa yang saat itu tidak pernah mendengar Amway, CNI, Tianshi, High Dessert, dll. Robert Kiyosaki sendiri sampai menulis dua buku mengenai MLM, &quot;The Business School&quot; tahun 2001 dan &quot;Business of the 21st Century&quot; tahun 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa MLM menjadi bisnis yang bersinar saat resesi melanda? &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, karena bisnis MLM bisa dikerjakan oleh semua orang, dari seluruh golongan, dengan tingkat pendidikan apapun (selama mau belajar untuk mengikuti sistem), semua jenis kelamin, dan umur berapapun (biasanya diatas 17 tahun alias sudah punya KTP). Dan &lt;b&gt;kedua&lt;/b&gt;, bisnis MLM modalnya kecil sehingga apabila ada resiko kerugian masih dapat diterima oleh orang yang menjalankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi harap bisa membedakan antara bisnis MLM dengan moneygame (akan coba saya bahas di tulisan berikutnya), sering kali MLM dianggap sama dengan moneygame, dan ini yang membuat orang antipati dengan bisnis MLM. Padahal MLM adalah bisnis yang sah, dan bila dikerjakan dengan tekun dan konsisten akan bisa memberikan penghasilan yang luar biasa (gak percaya? cek link berikut ini: &lt;a href=&quot;http://www.businessforhome.org/2014/04/top-150-worldwide-earners-in-mlm-april-2014/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Peraih penghasilan tertinggi secara global di bisnis MLM&lt;/a&gt;). Saya pribadi dulu menganggap remeh bisnis MLM, dan baru terbuka baru-baru ini saja dengan melihat potensi income yang bisa dihasilkan dan yang lebih menariknya lagi, makin besar incomenya semakin banyak waktu kita miliki, karena income dari MLM ini merupakan passive income.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah terbuka dengan bisnis MLM ini? Silahkan coba pelajari tawaran-tawaran dari perusahaan MLM yang sudah banyak di negara kita, pada tulisan berikutnya saya akan mengulas tips cara memilih MLM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Bisnis dan Investasi.&lt;/div&gt;
</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/bisnis-yang-bersinar-di-masa-resesi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo3_bc-LhC4JU6WanGDGmp53Dxq9lEZmk3oBbWRAu2NhTMyUGe9lvAktuNTOqtvZELeGMMuNCKLxkRrPYY9xKvVEg0ql7cYcsONMsVoYHo-BKej6L_SIugC2J7AUhhg2Med9ckkpK5caU/s72-c/bisnis-internasional.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-6592455817725042096</guid><pubDate>Tue, 21 Jul 2015 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-21T09:43:27.416-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><title>Mapan Secara Finansial</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tulisan ini terutama ditujukan untuk kaum Adam, hehehehe.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjadi mapan secara finansial bagi setiap orang adalah keharusan dan dambaan, semakin cepat meraih kemapanan semakin bagus. Idealnya bagi pria, saat mencapai umur 30 kita harus mapan. Namun kenyataannya banyak yang belum mapan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum saya bahas lebih lanjut, saya ingin uraikan dahulu mapan itu apa sih. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://kbbi.web.id), definisinya adalah &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b class=&quot;main highlight&quot;&gt;mapan&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;per-suku&quot;&gt;/ma·pan/&lt;/span&gt; &lt;em class=&quot;jk&quot; title=&quot;adjektiva (kata yang menjelaskan nomina atau Pronomina)&quot;&gt;a&lt;/em&gt; mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya): &lt;em&gt;dia yg dulu lontang-lantung, kini hidupnya telah --;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut saya pribadi mapan secara finansial artinya: sudah memiliki pendapatan/tidak bergantung lagi dari orang tua, memiliki tempat tinggal pribadi (bukan sewa), dan kendaraan pribadi (baik motor dan atau mobil), serta tabungan pribadi untuk keadaan darurat.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari definisi di atas kita dapat bertanya pada diri kita sendiri, sudahkan kita para kaum Adam mencapai kemapanan secara finansial? Banyak dari teman dan kenalan saya bahkan sudah hampir berumur 40 tahun secara finansial belum mapan. Jadi yah gak heran masih jomblo toh? Janganlah bilang wanita itu matre kalo gak mau sama kaum Adam yang belum mapan. Lha emang berumah tangga bisa cuma dengan modal cinta aja? Bayangkan kalau nanti istri sudah hamil dan mendadak mau melahirkan, masa mau antar istri naik ojeg? Naik taxi? Iya kalau datengnya cepet, kalau nyari rumahnya aja masuk-masuk kepelosok gang, bisa-bisa keburu &lt;i&gt;brojol&lt;/i&gt; sebelum sampai rumah sakit bersalin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah anak lahir juga biaya besar, minimal sebulan sekali periksa ke dokter anak juga untuk imunisasinya. Sebagai seorang Ayah, pasti maunya kasih yang terbaik dong buat anak-anaknya. Karena kaum Adam harus bisa mapan, makanya saya dan rekan saya memulai blog ini untuk membagikan pengalaman dalam berbisnis, berinvestasi, juga info-info bisnis yang bisa dikerjakan dengan modal terbatas dan bisa dilakukan dengan status sebagai karyawan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Impiannya bukan hanya rekan-rekan yang membaca dan mengikuti blog ini bisa menjadi mapan, tetapi goal kami adalah mencapai kebebasan finansial, sebagai tujuan awalnya. Oh yah, jangan lupa daftar email untuk mengikuti update artikel, serta info-info bisnis/investasi yang sedang in, atau sekedar info seminar dan pelatihan dari para pakar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selamat memulai berbisnis dan berinvestasi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/07/mapan-secara-finansial.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3551118343657820680.post-4588727072865129138</guid><pubDate>Fri, 01 May 2015 17:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-21T12:04:50.675-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips</category><title>Langkah Pertama</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Retire Young Retire Rich adalah salah satu buku karya Robert T. Kiyosaki yang menjadi favorit saya, bukunya sangat memotivasi saya untuk bisa pensiun dini dan kaya. Saya ingat saat masih berstatus mahasiswa bersama rekan kuliah saya kami berdua memiliki cita-cita untuk bisa pensiun kaya di umur 30. Sekarang umur saya 36, dan belum bisa pensiun juga hehehe. Tetapi pengalaman selama 15 tahun berbisnis, jatuh bangunnya membuat saya yakin jalan yang saya pilih sebagai pengusaha adalah benar dan akan manis pada akhirnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk menjadi pengusaha, langkah pertama biasanya yang sulit, yaitu bertindak, melakukan &lt;i&gt;action&lt;/i&gt;. Biasanya bila seseorang adalah seorang karyawan yang terbiasa menerima gaji bulanan, akan sulit sekali untuk memulai langkah pertama menjadi pengusaha. Kenapa? Karena zona nyaman sebagai karyawan ditambah ketakutan akan kegagalan dalam berbisnis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya kan bagikan tips saya dalam mengambil langkah pertama saya menjadi pengusaha,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, langsung &lt;i&gt;action&lt;/i&gt;, betul untuk memulai suatu bisnis kita harus ada hitung-hitungannya, namun sering sekali hitungan kita inginnya sangat detail sedangkan dalam bisnis variabelnya itu banyak. Ada variabel manusianya, modal, sistem bisnisnya, waktu memulainya sampai kondisi pasar. Tapi ingat bisnis itu gak pernah sama walau mirip, kita hanya cuma bisa mengambil pelajaran dari bisnis sejenis, dari pengalaman orang lain, tetapi menurut saya saat kita menjalankannya pasti melalui tahapan &lt;i&gt;trial and error&lt;/i&gt;, pasti akan ada masalah dan disitulah kia belajar untuk menemukan solusinya. IQ kita sebagai pengusaha dikembangkan saat mulai praktek.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, selalu belajar, saat masalah datang artinya bisnis sudah jalan hanya perlu perbaikan dan penyesuaian dari kita sebagai pemilik bisnis. Mulai membuat sistem di bisnis Anda agar jangan terjebak dalam bisnis kecil (kuadran S) yang membuat Anda tidak bisa menikmati hasil bisnis Anda walaupun bisnis Anda semakin maju.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan &lt;b&gt;ketiga&lt;/b&gt;, adalah cari sahabat atau orang yang Anda hormati dan segani yang mau menjadi mentor Anda. Dalam berbisnis Anda pasti akan menghadapi masalah, dan seringkali masalah itu membuat Anda &lt;i&gt;down&lt;/i&gt;, mungkin Anda tidak bisa bangkit sendiri walau dimotivasi oleh keluarga dan pasangan hidup Anda. Tetapi mentor Anda bisa karena mungkin telah melewati masalah seperti yang Anda alami. Belajarlah dari pengalaman mentor Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhir kata dari artikel pertama saya ini, semoga Anda yang sudah jenuh menjadi pegawai, yang ingin merasakan pensiun dini dan kaya, yang baru lulus kuliah, yang ingin mengubah nasib. Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama menjadi pengusaha. Awalnya berat dan penuh perjuangan, tetapi Anda akan mendapatkan kebebasan waktu dan kebebasan finansial yang Anda impikan. Selamat berjuang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://siluetbisnis.blogspot.com/2015/05/langkah-pertama.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item></channel></rss>