<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443</atom:id><lastBuildDate>Sun, 23 Feb 2025 11:07:22 +0000</lastBuildDate><category>Papua</category><category>Nasional</category><category>Internasional</category><category>Peristiwa</category><category>Sepak Bola</category><category>Alam</category><category>Budaya</category><category>Kekerasan</category><category>Penyiksaan</category><category>Sejarah</category><category>Video</category><category>pendidikan</category><category>Ekonomi</category><category>Kesehatan</category><category>Agama</category><category>politik</category><category>Kreasi</category><category>Tips</category><category>Inspirasi</category><category>Puisi</category><category>Renuggan</category><title>SINAR PAPUA</title><description></description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>200</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Government &amp; Organizations"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-2919996440392089200</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-11T00:29:01.802-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Alam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peristiwa</category><title>Spesies Ikan Purba Ditemukan di Perairan Papua</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/117214.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/117214.jpg" height="400" width="281" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;(Sinar Papua) -Biak:&lt;/strong&gt; Wilayah perairan laut sepanjang 
Kampung Opiaref, Kabupaten Biak Numfor, Papua, berdasarkan hasil 
penelitian ilmuwan Jepang, ditemukan habitat hidup spesies ikan purba 
Kolakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ikan purba ini berukuran besar hidup ratusan tahun silam dan masih 
dapat dilihat di wilayah perairan Opiaref, Distrik Oridek, hingga 
sekarang," ujar Bupati Biak Yusuf Melianus Maryen di Biak, Selasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengakui, jika wilayah ikan purba Kolakan itu dikemas sebagai objek 
pariwisata bahari maka bisa menarik minat turis mancanegara untuk 
melihat langsung kehidupan alam laut ikan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemkab Biak, lanjut Bupati Maryen, sangat berterima kasih dengan ilmuwan
 Negeri Sakura yang telah melakukan studi potensi kelautan di wilayah 
Kepulauan Biak Numfor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk menghidupkan bidang pariwisata bahari di perairan Biak berupa 
menyelam, memancing dan snorkling maka habitat hidup ikan purba bisa 
menjadi daya tarik wisatawan unggulan," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk retribusi penerimaan daerah dari sektor pariwisata, menurut 
Maryen, pendapatan di bidang ini masih terbatas karena minimnya investor
 memanfaatkan potensi pariwisata bahari yang dimiliki Biak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pemkab telah membuat regulasi perlindungan sumber daya alam Pulau Biak 
sebagai komitmen pemerintah menjaga keaslian dan keberagaman sumber daya
 alam untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Maryen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan data kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara di Kabupaten 
Biak Numfor setiap tahunnya mencapai 15 ribuan wisatawan.(Ant/RZY)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp; metrotvnews.com &lt;/b&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/spesies-ikan-purba-ditemukan-di.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-1164262726622402720</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-11T00:19:26.253-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah</category><title>Orang Papua Punya Cara Memasak yang Paling Sehat</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.detik.com/customthumb/2012/12/07/1025/img_20121207162626_50c1b642cb622.jpg?w=600" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/customthumb/2012/12/07/1025/img_20121207162626_50c1b642cb622.jpg?w=600" height="426" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h2&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanan yang telah siap, kemudian di tutup dan di biarkan selama beberapa puluh menit untuk mematangkan proses memasak&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style="float: left;"&gt;detikTravel Community -&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menikmati santapan
 lezat nan menyehatkan yang disajikan secara bergotong-royong, mungkin 
sulit ditemui di kota-kota besar. Akan tetapi, hal ini masih tetap 
terjaga dan dilestarikan di Papua melalui prosesi bakar batu. Yuk, 
lihat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang tradisi Suku Dani di Papua seakan tidak 
ada habisnya, selalu saja ada yang menarik untuk disimak dalam 
keseharian mereka. Kali ini saya berkesempatan untuk menyaksikan salah 
satu tradisi yang cukup terkenal, upacara bakar batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakar batu 
adalah salah satu cara memasak secara bergotong-royong khas Papua. 
Melihat masyarakat Suku Dani mempraktekkan prosesi ini, membuat saya 
seakan di bawa ke zaman purba. Cara memasak ini memang mustahil ditemui 
dalam peradaban modern di kota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakar batu dimulai 
dengan mempersiapkan bahan utama dalam proses ini, yaitu batu. Batu-batu
 besar seukuran kepalan tangan ini nantinya akan dibakar di atas bara 
api selama beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api untuk membakar batu ini pun di 
dapatkan dengan cara khusus. Alih-alih menggunakan korek atau gas, 
mereka masih menggunakan ranting yang digesekkan dengan bilah bambu 
untuk menciptakan api. Api kemudian diletakkan di tumpukan kayu yang 
akan digunakan sebagai media untuk membakar batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses membakar
 batu ini sendiri akan membutuhkan waktu sekitar satu atau dua jam, 
hingga kayu bakar habis dan menyisakan abu yang menyelimuti batu-batu 
tersebut. Bahan makanan pun disiapkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi dan keladi serta 
umbi-umbian adalah bahan makanan utama dalam bakar batu. Beberapa tempat
 akan ditambahkan ayam, buah merah atau bahan makanan lain dalam prosesi
 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan makanan kemudian akan diletakkan dalam sebuah lubang 
yang telah di beri alas jerami atau tanaman paku-pakuan. Kemudian 
batu-batu yang panas akan diletakkan di atas tumpukan jerami dan begitu 
seterusnya hingga memenuhi seluruh lubang. Lalu lubang akan ditutup 
dengan jerami dan dibiarkan selama satu hingga satu setengah jam untuk 
mematangkan bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat secara langsung proses bakar 
batu, saya berkesimpulan bahwa makanan yang nantinya akan kami makan 
tergolong sehat. Proses memasak yang menyerupai mengukus tanpa tambahan 
minyak ataupun bumbu-bumbu artifisial membuat makanan yang disajikan 
dengan proses bakar batu ini segar dan rasanya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan
 salah, bakar batu sendiri lebih dari sekedar proses memasak. Bakar batu
 melambangkan rasa syukur atas kelahiran dan pernikahan ataupun duka 
cita atas mereka yang meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakar batu juga melambangkan 
semangat gotong royong dan keadilan. Kegiatan ini dilakukan secara 
bersama-sama dan semua orang dapat menikmati sajian lezat. Ubi-ubian dan
 daging yang mengepulkan asap saat santapan akhirnya disajikan, selamat 
makan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp; detik.com &lt;/b&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/orang-papua-punya-cara-memasak-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-5177751915552702352</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-11T00:12:55.668-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><title>Wow! Banyak Taring Babi di Pasar Ini</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.detik.com/content/2012/12/11/1383/094916_taring1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/content/2012/12/11/1383/094916_taring1.jpg" height="292" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h2&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Kalung taring babi seharga Rp 50 ribu di Pasar Kota Wamena (Afif/detikTravel)&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Wamena&lt;/b&gt; - Saat melancong ke Papua, jangan lupa berbelanja 
oleh-oleh khasnya. Selain koteka, kalung taring babi dan noken adalah 
suvenir favorit dari Papua. Anda bisa membelinya di Pasar Kota Wamena, 
serbu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua memiliki banyak kejutan untuk traveler. Selain alam 
dan budaya yang beragam, Bumi Cendrawasih punya setumpuk suvenir etnik 
yang wajib dibeli. detikTravel dan tim Dream Destination Papua, 
berkesempatan untuk datang dan berbelanja di Pasar Kota Wamena, pada 
Sabtu (25/11/2012) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamena merupakan salah satu destinasi 
favorit di Papua. Di kabupaten ini, Anda bisa menyaksikan ajang Festival
 Lembah Baliem yang diadakan tiap tahun, melihat mumi Papua, dan juga 
berbelanja suvenir khas Papua. Siapkan dompet Anda untuk berburu 
suvenirnya di Pasar Kota Wamena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar ini terletak persis di 
tengah Kota Wamena. Pasarnya sangat besar dan luas. Saat memasuki pasar,
 ada satu pemandangan yang mungkin jarang Anda lihat di pasar-pasar 
lainnya. Banyak babi yang diikat di sebuah lapangan luas, ukurannya pun 
besar-besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Babi itu dijual di sini, harganya bisa mencapai Rp 30 juta," ujar pemandu kamu, Bertnart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow!
 Harga yang sangat mahal. Pantas saja, babi menjadi hewan berharga di 
Papua. Setelah memarkir mobil, kami semua diajak turun untuk masuk dan 
berbelanja ke dalam pasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar tradisional di sini menjual 
banyak sayuran dan hasil kebun lainnya, seperti buah merah, pinang, 
hingga udang selingkuh yang terkenal. Namun, bukan itu yang kami cari. 
Di sini, kami ingin berburu suvenir khas yang terkenal, yaitu kalung 
taring babi dan noken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masuk lebih dalam ke pasarnya. 
Beberapa penjual terlihat sibuk menjajakan dagangannya. Hingga akhirnya,
 mata kami terbelalak melihat barang-barang yang dijejerkan di atas meja
 yang terbuat dari batu. Kalung taring babi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taring babinya 
berwarna putih dengan tali kalungnya yang diberi hiasan manik-manik. 
Taring babi di sini adalah hasil buruan masyarakat Suku Dani yang 
tinggal di hutan-hutan di pegunungan Wamena. Harganya Rp 50 ribu satu 
kalungnya. Sayangnya, ini harga pas yang diberikan oleh pedagang di 
sini. Tak bisa ditawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kalung asli toh, kami juga suka pakai kalung ini," kata penjaja yang menawarkan kalungnya pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah
 melihat-lihat dan memilih sesuai selera, kami pun memburu kalung ini. 
Kalung yang unik dan menjadi oleh-oleh khas Papua menggantung di bawah 
leher. Keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kalung, berbagai macam suvenir etniknya 
juga dapat Anda temukan. Ada noken seharga Rp 50-100 ribu, hiasan kepala
 dari bulu kuskus dan burung cendrawasih seharga Rp 200 ribu, kalung 
berhias cangkang kerang, berbagai macam jenis gelang, dan masih banyak 
lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar ini tak hanya dikunjungi oleh para pelancong saja, 
tapi warga sekitar juga datang untuk berbelanja di sini tiap harinya. 
Kedatangan kami hanya untuk membeli suvenir khasnya, untuk oleh-oleh 
bagi teman dan juga orang tersayang. Meski merogoh kocek lebih dalam, 
tapi kapan lagi bisa membeli kalung taring babi asli Papua di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasar ini selalu ramai, apalagi hari Sabtu dan Minggu," lanjut Bertnart menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber: detik.com&amp;nbsp; &lt;/b&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/wow-banyak-taring-babi-di-pasar-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-8798465928188956780</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-11T00:00:29.847-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Toko Spesialis Pembungkus Kelamin Pria Bertebaran di Sini</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.detik.com/content/2012/12/10/1383/170315_kotekaafif1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/content/2012/12/10/1383/170315_kotekaafif1.jpg" height="472" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h4&gt;
Pembungkus kelamin pria tradisional Papua di Pasar Hamadi, Jayapura (Afif/detikTravel) &lt;/h4&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Jayapura&lt;/b&gt; - Siapa yang tidak tahu koteka? Ini adalah alat 
pembungkus kelamin pria tradisional dan asli dari Papua. Di Pasar 
Hamadi, Jayapura, koteka juga dapat Anda beli untuk hiasan di rumah atau
 dipakai sendiri, terserah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koteka adalah ciri khas dari Papua. 
Ini adalah pembungkus kelamin pria tradisional yang masih dipakai oleh 
beberapa suku di sana, seperti Suku Dani. Nah, bagi Anda yang ingin 
melihat koteka dari dekat dan memilikinya, datang saja ke Pasar Hamadi, 
Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detikTravel dan tim Dream Destination Papua 
berkesempatan datang ke pasar ini pada Minggu (30/12/2012). Pasar ini 
terletak di Kota Jayapura dan menjadi tempat berburu oleh-oleh para 
traveler. Segala jenis suvenir etnik Papua dapat Anda temukan di sini, 
termasuk pembungkus kelamin tradisional pria, koteka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang 
Pasar Hamadi, Anda dapat datang ke toko-toko suvenirnya berjejer rapi. 
Sangat mudah untuk menemukannya. Uniknya, kebanyakan toko-toko tersebut 
memajang koteka di bagian depannya. Bentuknya pun beragam, wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koteka
 terbuat dari buah labu yang telah melalui beberapa proses pengolahan 
dan pengeringan. Labu-labu tersebut tumbuh di atas rumah-rumah Hanoi, 
rumah adat suku-suku di wilayah pegunungan Papua. Labunya pun berbentuk 
lonjong panjang, ukurannya juga beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara membuat 
koteka? Labu yang telah dipetik akan dipotong salah satu ujungnya. 
Bagian yang dipotong itu memudahkan untuk mengeruk isi dalamnya. Bagian 
dalamnya inilah sebagai pembungkus kelamin pria. Lalu labu tersebut 
dipanaskan di atas bara api selama beberapa menit sampai gosong. 
Kemudian isi labu dibersihkan kembali dan dijemur selama beberapa hari, 
jadilah koteka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koteka pun memiliki banyak ukuran dan bentuk, tak
 hanya kerucut panjang. Ada yang berbentuk seperti tabung, hingga 
bergelombang seperti keris. Suka yang mana? Tergantung selera Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga
 koteka yang ada di Pasar Hamadi ini berkisar, mulai dari Rp 20-300 
ribu. Anda bisa memilih sendiri bentuk dan ukurannya. Yang memiliki 
bentuk panjang dan besar, biasanya dipatok ratusan ribu rupah. Jangan 
ragu untuk menawar di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain koteka, berbagai suvenir etnik
 bertebaran di sini. Anda bisa membeli kalung dengan hiasan taring babi 
seharga Rp 50 ribu, lukisan kulit kayu asli masyarakat Sentani seharga 
Rp 50-300 ribu sesuai ukuran, gantungan kunci seharga puluhan ribu 
rupiah, noken mulai dari Rp 20 ribu, hingga topeng-topeng asli dari 
masyarakat Papua Nugini seharga Rp 500 ribu. Lengkap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit
 untuk menemukan pasar ini saat Anda traveling ke Jayapura. Tanyakan 
pada warga sekitar, mereka akan menunjukan dengan jelas jalannya kepada 
Anda. Satu yang penting, jangan lupa membawa uang lebih untuk berbelanja
 di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; detik.com </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/toko-spesialis-pembungkus-kelamin-pria.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-6286207533090900602</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-10T23:48:04.343-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Indonesia bantah batasi akses media ke Papua</title><description>Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa telah berjanji akan secara pribadi 
mereview semua kasus-kasus jurnalis yang dilarang masuk ke Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2012/12/10/3709700-3x2-700x467_2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2012/12/10/3709700-3x2-700x467_2.jpg" height="265" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menlu Marty Natalegawa mengatakan, terdapat kekhawatiran keamanan di Papua.&lt;br /&gt;
(Credit:  AFP) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Marty Natalegawa mengatakan kepada sekelompok jurnalis asing bahwa 35
 reporter sudah dijinkan masuk ke Papua dalam setahun terakhir, tapi 
dipahami, sebagian besar, atau bahkan mungkin semua, adalah jurnalis 
travel.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
TUjuh ditolak, dan program 7:30 ABC mengirim reporter ke Papua tanpa ijin.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
Natalegawa mengatakan, seharusnya ada akses terbuka untuk melaporkan dari daerah itu, tapi terdapat kekhawatiran keamanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meminta kepada departemennya agar memberitahunya jika ada jurnalis yang dilarang masuk ke Papua.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; Berbagai Sumber &lt;/div&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/indonesia-bantah-batasi-akses-media-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-2843030631909305075</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-10T23:28:12.061-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Penyaluran BBM Subsidi di Pedalaman Merauke Minim </title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/05/1434088-konsumsi-bbm-bersubsidi-melampaui-kuota-620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/05/1434088-konsumsi-bbm-bersubsidi-melampaui-kuota-620X310.JPG" height="320" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;lustrasi. Konsumsi BBM bersubsidi.
    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;MERAUKE, (Sinar Papua) &lt;/strong&gt;— Kuota bahan bakar minyak 
premium dan solar bersubsidi di distrik-distrik pedalaman di Kabupaten 
Merauke, Papua, tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, warga 
sering kali mengalami kesulitan mendapatkan  BBM bersubsidi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggota
 DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan, Selasa (11/12/2012),  mengatakan, 
BBM bersubsidi di wilayah pedalaman Kimaam sering mengalami kelangkaan 
akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kuota. Akibatnya, harga 
BBM selalu melonjak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Distrik Kimaam  Elyas Mite di Merauke,
 Papua, mengatakan, kuota premium dan solar bersubsidi di wilayah Kimaam
 saat ini jauh di bawah kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;
Kuota premium 
subsidi untuk wilayah Pulau Kimaam yang  meliputi Distrik Kimaam, Waan, 
Tabonji, dan Ilwayab hanya 30 ton per bulan, sedangkan kuota  solar 
subsidi 30 ton per bulan.  Kuota ini kurang karena kebutuhan masyarakat 
terhadap BBM tinggi untuk transportasi air sehingga stok BBM akan cepat 
habis,  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elyas mengungkapkan, warga membutuhkan premium 
untuk bahan bakar perahu motor cepat yang merupakan alat transportasi 
utama warga.  Selain itu juga untuk bahan bakar  &lt;em&gt;ketinting&lt;/em&gt; atau perahu motor untuk menjaring ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan
 kuota itu, pemerintah distrik menerapkan pembatasan pembelian BBM 
subsidi.  Pembelian harus disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak boleh 
berlebihan,  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Elyas, harga premium bersubsidi di 
Kimaam Rp 5.000 per liter, sedangkan harga eceran premium di kampung 
pedalaman bisa mencapai Rp 15.000 per liter.  "Kami berharap ada 
penambahan kuota BBM bersubsidi untuk wilayah Kimaam sebab kuota saat 
ini kurang untuk memenuhi kebutuhan warga," ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/penyaluran-bbm-subsidi-di-pedalaman.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-2426767895650332194</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-10T22:26:59.297-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sepak Bola</category><title>Persipura vs KNPB</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033254267611576.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033254267611576.jpg" height="426" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Persipura menjuarai ISL 2011. Sumber : http://persipura-persipuramania.blogspot.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Papua itu unik dan selalu menarik perhatian. 
Sampai kapan pun, tidak akan pernah habis cerita-cerita tentang Papua, 
mulai dari sisi politik, ekonomi, kehidupan sosial masyarakat, surga 
bagi para traveler sampai catatan prestasi dari si mutiara 
hitam-Persipura.&lt;/div&gt;
Persipura adalah sebuah klub sepakbola berjuluk mutiara hitam kebanggaan
 masyarakat Papua dan juga&amp;nbsp; pecinta sepakbola seluruh Indonesia, yang 
selalu tampil hebat nan memukau. Klub ini telah mencatat beberapa 
prestasi seperti menjuarai Liga Indonesia, Indonesian Super League, 
PIala Indonesia, Community Shield Indonesia dan tampil di ajang AFC 
Champion dan AFC Cup.&lt;br /&gt;
Sementara satu cerita lagi datang dari KNPB yang merupakan 
sebuah organisasi lokal sebagian masyarakat Papua dengan nama panjang 
Komite Nasional Papua Barat yang fokus pada mengangkat isu kemerdekaan 
Papua dan HAM. Organisasi ini pun dikenal sebagai corong dari organisasi
 pendukung isu kemerdekaan Papua internasional yaitu ILWP dan IPWP.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033848517004773_150x150.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033848517004773_150x150.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;alm. Mako Tabuni. Sumber : tribunnews.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp; Keduanya adalah Papua. Keduanya adalah dari, untuk dan oleh Papua.
 Keduanya adalah aspirasi rakyat Papua. Mengenai perbedaan sepak terjang
 dan area bermain, itu memang realitanya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550341701188922324_300x202.2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550341701188922324_300x202.2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Persipura mania. Sumber : http://persipura-&lt;br /&gt;
persipuramania.blogspot.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/135503446457368010_300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/135503446457368010_300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Demo KNPB. Sumber : knpbsentanidotorg.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355035076357660950_300x200.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355035076357660950_300x200.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Demo KNPB. Sumber : mediaindonesia.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033944170776808_300x198.19944598338.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1355033944170776808_300x198.19944598338.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Konvoi kemenangan Persipura. Sumber : http://persipura-&lt;br /&gt;
persipuramania.blogspot.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550341081210192932_300x200.4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550341081210192932_300x200.4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Konvoi kemenangan Persipura. Sumber : http://persipura-&lt;br /&gt;
persipuramania.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Persipura adalah kebanggaan. Persipura adalah prestasi. Persipura adalah
 semangat positif yang menginspirasi. Persipura adalah persatuan. 
Persipura adalah energi. Persipura adalah harapan Indonesia. Sementara, 
tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan KNPB kecuali demo anarkis,
 isu usang dan kontra produktif. Namun keduanya tetap Papua dan Papua 
adalah Indonesia!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550351341739846293.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13550351341739846293.jpg" height="265" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ortiz dan putra kesayangan. Sumber : http://persipura-persipuramania.blogspot.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/persipura-vs-knpb.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-7263069074693297639</guid><pubDate>Tue, 11 Dec 2012 05:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-10T21:36:27.291-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sepak Bola</category><title>Kemenpora: Sepak Bola Indonesia Sudah Darurat!</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/1939314-agung-laksono-620X310.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/1939314-agung-laksono-620X310.JPG" height="318" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div align="right" class="font10"&gt;
TRIBUNNEWS.com/DANNY PERMANA&lt;/div&gt;
Pejabat Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA, (Sinar Papua)&lt;/strong&gt; — Pejabat sementara Menteri Pemuda 
dan Olahraga, Agung Laksono, menilai sepak bola Indonesia saat ini sudah
 darurat. Menurut dia, segala persoalan dualisme ataupun konflik yang 
terjadi harus segera diselesaikan oleh kedua kubu yang bertikai. Jika 
tidak, mungkin saja sanksi FIFA akan dijatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu 
diungkapkannya menanggapi masalah rekomendasi kongres PSSI di 
Palangkaraya yang belum disetujui pemerintah karena belum adanya 
verifikasi peserta. Jika PSSI tetap &lt;em&gt;ngotot&lt;/em&gt; untuk menggelar kongres tersebut, pemerintah akan menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita
 serahkan penilaian itu kepada FIFA karena mereka yang punya kewenangan.
 Pemerintah tidak bisa melarang. Kita sudah berusaha. Saya juga sudah 
mengirim surat dan mengumpulkan mereka (PSSI dan KPSI) kemarin untuk 
menyelesaikan masalah ini,"&amp;nbsp; ujar Agung saat dihubungi &lt;em&gt;Kompas.com &lt;/em&gt;di Jakarta, Minggu (9/12/2012) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi,
 saya sudah sampaikan kepada kedua belah pihak itu untuk melaksanakan 
keputusan MOU yang sudah disepakati bersama. Cobalah lepaskan baju-baju 
kepentingan golongan masing-masing. (Sepak bola Indonesia) ini sudah 
darurat dan menyangkut kepentingan negara, jadi harus segera 
diselesaikan," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOU atau nota kesepahaman yang dimaksud 
Agung mengacu pada lima butir MOU antara PSSI, KPSI, dan ISL, berisi 
solusi untuk menyelesaikan dualisme kepengurusan dan dualisme kompetisi 
yang terjadi dalam sepak bola nasional yang telah disepakati bersama, 7 
Juni 2012, di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PSSI sendiri, 
melalui Ketua Umum Djohar Arifin Husin, mengaku sedang melangsungkan 
amanat Kemenpora tersebut agar dapat memperoleh izin menggelar kongres. 
PSSI, katanya, tengah menyusun verifikasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali 
dikonfirmasi, Agung mengaku telah menerima kabar dari PSSI terkait 
persoalan tersebut. Namun, menurut politikus Partai Golkar ini, 
verifikasi nama-nama tersebut belum sesuai dengan apa yang 
diharapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi saya sudah dikirimi faksimile. Akan tetapi, 
itu verifikasi nama-nama menurut mereka (PSSI) saja karena hanya 
ditandatangani satu pihak. Tidak ada persetujuan dari wakil-wakil Joint 
Committe yang seharusnya ditandatangani oleh perwakilan kedua belah 
pihak (PSSI dan KPSI)," ungkap Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung juga mengaku telah 
berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri terkait pemberian izin 
penyelenggaraan kongres tersebut. "Intinya, kalau semua tidak sesuai 
aturan saya tidak akan mengeluarkan rekomendasi. Kalau masih seenak 
perutnya saja, saya tidak bisa melarang. Biarkan saja FIFA yang 
menilai," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp; kompas.com &lt;/b&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/kemenpora-sepak-bola-indonesia-sudah.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-8035785886053269380</guid><pubDate>Mon, 10 Dec 2012 20:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-10T12:35:04.737-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Kapolda Papua minta Jangan Mengotori Makna Natal</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antaranews.com/new/2012/10/small/20121029Kapolda-Papua-001.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.antaranews.com/new/2012/10/small/20121029Kapolda-Papua-001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Irjen Pol. Tito Karnavian (FOTO ANTARA/Willy)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Mulia (Sinar Papua)
 - Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian meminta  seluruh kelompok 
kriminal bersenjata yang senantiasa menganggu masyarakat dan aparat 
keamanan, agar tidak mengotori Natal  yang sebentar lagi dirayakan umat 
Kristiani di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     "Makna Natal jangan dikotori," tegas Kapolda Papua kepada Sinar Papua di Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Dikatakannya, aparat keamanan saat ini lebih mengedepankan tindakan
 persuasif  sehingga anggota yang saat ini ditugaskan di kawasan 
Kabupaten Lanny Jaya hanya melakukan patroli guna memberikan rasa aman 
kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Kapolda sangat mengharapkan  apa yang dilakukan anggotanya dipahami
 dan dimengerti oleh kelompok tersebut sehingga mereka tidak lagi 
menganggu baik itu masyarakat maupun aparat keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Akan tetapi, tegas Irjen Pol Tito Karnavian, bila kelompok 
bersenjata yang posisi persembunyiannya sudah diketahui tetap menganggu 
maka Polri yang didukung TNI tidak akan segan-segan bertindak tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Irjen Pol Tito Karnavian mengaku, pihaknya belum dapat memastikan 
sampai kapan aparat keamanan yang saat ini masih terus berjaga jaga baik
 di Tiom maupun Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     "Kami akan terus berjaga jaga sampai masyarakat kembali merasakan 
keamanan hingga dapat melakukan aktifitas tanpa merasa ketakutan," kata 
Kapolda Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Diakui, saat ini aktifitas masyarakat di Tiom, ibukota Kab.Lanny 
Jaya berangsur angsur mulai kembali normal, dimana terlihat pasar yang 
sudah kembali berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Begitu pula jalur transportasi darat yang menghubungkan Tiom-Wamena
 sudah kembali dilalui masyarakat, jelas Kapolda Irjen Pol Tito 
Karnavian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
     Jalur Tiom-Wamena dapat ditempuh selama tiga jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat.&lt;br /&gt;(Snrp/you)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/kapolda-papua-minta-jangan-mengotori.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-1975491859920652729</guid><pubDate>Sun, 09 Dec 2012 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-09T03:57:39.557-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Warga Ukraina Ditahan di HUT OPM, Djoko Suyanto: Ada Keterlibatan Asing </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://images.detik.com/customthumb/2012/12/03/10/202552_djokosuyanto1.jpg?w=460" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/customthumb/2012/12/03/10/202552_djokosuyanto1.jpg?w=460" height="426" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Polres Manokwari menahan seseorang bernama 
Artem Shapirenko (36) seorang warga negara Ukraina saat mengikuti 
peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/12) kemarin. 
Menko Polhukam Djoko Suyanto menilai ada keterlibatan asing di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti
 ada, di luar-luar itu kan juga suara-suara seperti itu selalu 
digaungkan. Di Inggris kemarin juga ada, di Amerika masih ada. Tapi 
apakah itu lalu merepresentasikan seluruh dunia. Ya kan? bagaimana kita 
membangun Papua, kita percepat, kita perluas. Policy, lima kebijakan 
dasar presiden untuk Papua itu yang menjawab itu," ujar Djoko di Kantor 
Presiden, Jakarta, Senin (3/12/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko tidak membantah jika keberadaan Artem Shapirenko mengindikasikan&lt;br /&gt;ada organisasi asing terlibat dalam OPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adalah,
 organisasi-organisasi yang selalu bersuara di luar negeri ada. Kita 
meresponsnya membangun Papua dengan lebih baik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko 
juga membenarkan soal klaim Tentara Pembebasan Nasional OPM ada kontak 
senjata dengan aparat hari ini. "Saya denger begitu. Ya dicari. Tangkap 
lagi. Itu pendekatannya. Harus begitu. Tugas polisi menangkap," 
paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Geografi papua itu susah, banyak hutan. Mereka memiliki inisiatif,&lt;br /&gt;dia sembunyi, nunggu lengahnya, itu taktik mereka bekerja," lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; detik.com </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/warga-ukraina-ditahan-di-hut-opm-djoko.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-794097151040492530</guid><pubDate>Sun, 09 Dec 2012 11:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-09T03:40:14.608-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Kepala Suku Papua sambangi Jakarta</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS0hnVvbamiL9SYRgpWESS8UrN27ydBy8I0mV5eWlpmXuuWEIfm" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS0hnVvbamiL9SYRgpWESS8UrN27ydBy8I0mV5eWlpmXuuWEIfm" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi Google&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
JAKARTA - Rombongan Kepala Suku dan Tokoh Agama Kabupaten Jayawijaya 
Provinsi Papua ini berada di Jakarta selama empat hari yang diisi dengan
 kunjungan ke Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI serta beberapa objek 
bersejarah di Jakarta dan Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, rombongan 22 perwakilan 
dari Provinsi Papua menemui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro 
dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pendeta Esmon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan
 adalah bagian dari upaya menyosialisasikan pendidikan bela negara bagi 
generasi muda Papua yang menjadi salah satu program Kemhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan
 bela negara untuk generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu 
cara dalam penjagaan kedaulatan negara karena sistem pertahanan yang 
dianut adalah sistem pertahanan rakyat semesta," kata Menhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhan
 menjelaskan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan pemerintah adalah 
pendekatan kesejahteraan dan lebih demokratis. Disadari bahwa dibutuhkan
 waktu dan stabilitas keamanan untuk meningkatkan kesejahteraan seperti 
yang diharapkan oleh semua warga negara, khususnya di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi
 dari Papua tersebut menginginkan adanya komunikasi yang lebih baik 
antara masyarakat dengan pemerintah daerah dan masyarakat Papua dengan 
pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwakilan dari Papua tersebut juga meminta agar sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan lainnya ditingkatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; waspada.co.id </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/kepala-suku-papua-sambangi-jakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-5371661355353122257</guid><pubDate>Sun, 09 Dec 2012 11:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-09T03:21:45.417-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>KEPALA SUKU DEIYAI: Tak Ada Pemukulan di Wilayah Adat Debey</title><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://kabarindonesia.com/gbrberita/201212/20121204090433.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://kabarindonesia.com/gbrberita/201212/20121204090433.jpg" height="137" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sinar Papua &lt;/em&gt;- Deiyai,&lt;/strong&gt;
 Pencoblosan dan perhitungan serta pleno penetapan Bupati dan Wakil 
Bupati Kabupaten Deiyai telah berjalan dengan aman dan transparan. 
Seluruh masyarakat di Deiyai telah berpartisipasi langsung dalam 
memberikan hak suaranya kepada pasangan calon Bupati dan wakil Bupati 
Kabupaten Deiyai periode 2012-2017. Walau telah berjalan dengan lancar 
dan transparan sehingga telah diterima seluruh rakyat di Deiyai&amp;nbsp; namun 
belakangan pasca penetapan pasangan calon terpilih&amp;nbsp; beredar rumor bahwa 
adanya kasus kriminal yakni terjadi pemukulan di Kampung Debey, Distrik 
Tigi Barat Kabupaten Deiyai Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang dihimpun media 
ini, pasangan calon tertentu meminta visum dari dokter di Rumah sakit 
Umum daerah Kabupaten Paniai di Madi untuk dijadikan alat bukti dalam 
mempersoalkan kasus ini ke Mahkama Konstitusi (MK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap 
adanya rumor ini ketua Lembaga Masyarakat Adat wilayah Debey (Kampung 
Widuakia, Demago, Piyakedimi, Digibagata, Wagomani dan Yinudoba) 
Martinus Tekege mengatakan adanya isu pemukulan terhadap&amp;nbsp; oknum Kepala 
Kampung Widuakia, PILATUS DAWAPA tersebut,&amp;nbsp; dengan tegas menyatakan 
bahwa tidak benar dan ada upaya Pasangan Calon tertentu&amp;nbsp; mempolitisasi 
permasalahan musyawara kesepakatan pembagian suara Wilayah Adat&amp;nbsp; Debey 
yang telah berlangsung dengan baik dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga 
saat perhitungan rekapitulasi suara di lapangan terbuka Kapolres 
Kabupaten Paniai, Intan Jaya dan Deiyai AKBP Anthon Djance mengatakan 
tak ada persoalan yang terjadi selama pendistribusian surat suara hingga
 perhitungan suara di tingkat KPU karena tidak ada laporan masyarakat ke
 pihak kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan dari Kepala Suku Besar 
Kabupaten Deiyai di wilayah adat Debey&amp;nbsp; bahwa tidak benar adanya isu 
bahwa terjadi pemukulan di Debey Papua. Frans Mote selaku kepala suku 
besar di Kabupaten Deiyai mengatakan bahwa&amp;nbsp; tidak benar karena pilkada 
Deiyai berjalan baik dan transparan. Buktinya masih menurut Mote saat 
pencoblosan di TPS tak ada keberatan yang diajukan oleh saksi dari kedua
 belah kandidat yang bertarung (Snrp/you)***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;KabarIndonesia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/kepala-suku-deiyai-tak-ada-pemukulan-di.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-2663169927142656621</guid><pubDate>Sat, 08 Dec 2012 00:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-07T16:02:59.090-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah</category><title>“Pepera, Amerika Ikut Bermain”</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.tanahku.west-papua.nl/images/stories/2012/thimotius%20idie%20dan%20pelimun%20bukeba.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.tanahku.west-papua.nl/images/stories/2012/thimotius%20idie%20dan%20pelimun%20bukeba.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Thimotius Idie en Pelimun Bukeba&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;JAYAPURA -
Ev. Pdt. Thimotius Idie, mengatakan, &amp;nbsp;pada saat kemerdekaan NKRI
&amp;nbsp;Tahun 1945, &amp;nbsp;Papua belum masuk (bergabung, red) dengan NKRI. &amp;nbsp;
Dikatakan, &amp;nbsp;masuknya Papua ke NKRI &amp;nbsp;merupakan permainan dan
kepentingan dari negara Amerika Serikat dengan negara Republik Indonesia (RI)
pada Tahun 1967, &amp;nbsp;yakni pada saat penandatanganan kontrak karya (PT.
Freeport Indonesia).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;“Sehingga
Papua pada Tahun 1969 masuk atau ikut bergabung ke dalam Indonesia, yang mana
kita kenal dengan istilah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera, red). Maka saat
itu Indonesia langsung melakukan Pepera terhadap rakyat Papua yang saya anggap
itu merupakan suatu manipulasi, dimana rakyat Papua hanya berjumlah 800 Kepala
Keluarga (KK) saja, atau berkisar 100.000-an orang, namun Indonesia manipulasi
data penduduk Papua yang hanya berjumlah 1.025 orang saja,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Lanjutnya,
dalam Pepera ini juga Amerika Serikat ikut bermain karena mempunyai
kepentingan, sehingga Amerika mempengaruhi rakyat Papua dalam proses Pepera
untuk ikut bergabung ke RI hanya 1.025 orang. “Jadi, rakyat Papua saat itu yang
diikutkan dalam Pepera itu semuanya adalah orang – orang yang tuna aksara (buta
huruf, red), sedangkan rakyat Papua yang sudah tahu baca tulis dipisahkan
dengan cara ditodong oleh aparat keamanan RI,” jelasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selain itu, Thimotius
Idie juga menyampaikan, bahwa negara Belanda yang menjajah Papua sudah
memberikan kemerdekaan kepada bangsa Papua pada Tahun 1961, tapi dikarenakan
adanya kepentingan yang bermain saat itu. “Jadi, bangsa Papua itu sebenarnya
tidak masuk dalam NKRI, namun adanya kepentingan antara Amerika Serikat dan
NKRI yang ikut bermain saat itu, dikarenakan saat NKRI merdeka tidak ada
kekayaan alam, dan disisi lain Papua ini kaya akan sumber daya alam (SDA),
sehingga rakyat Papua yang dikorbankan,” ujarnya &amp;nbsp;didampingi Ketua BEM
STIH Umel Mandiri, Pelimun Bukeba ketika bertandang &amp;nbsp;ke redaksi Harian
Bintang Papua, kemarin malam Jumat (30/11).Thimotius
yang juga mengaku tokoh gereja yang mewakili 32 Sinode dan enam Uskup di Tanah
Papua mengatakan, &amp;nbsp;mengikuti perjuangan pergerakan Papua Merdeka ini bukan
hal yang baru, tapi ini merupakan idiologi sejak Tahun 1965 hingga Tahun 2012
sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;“Perjuangan
untuk Papua Merdeka ini merupakan idiologi dari rakyat Bangsa Papua Barat, dan
tidak akan bisa dihapus sampai kapanpun, sehingga terus terjadi penindasan
terhadap rakyat Bangsa Papua Barat dan bahkan kami anggap Papua Barat ini hanya
titipan dari Belanda kepada Indonesia dari Tahun 1961 hingga Tahun 1988 (selama
25 Tahun, red), maka itu DR. Thomas Wanggai, MPH. pergi ke Belanda untuk
sekolah dan menyelidiki sejarah Bangsa Papau Barat yang sebenarnya, dan saat
itu juga beliau membuat pergerakan pada tanggal 14 Desember yakni upacara
kenegaraan bagi Bangsa Papua Barat di Lapangan Mandala, sedangkan kalau untuk
perayaan 1 Desember adalah sejarah Tahun 1961 saat Belanda menitipkan Papua ke
NKRI,” imbuh Thimotius Idie yang juga mengaku sebagai saksi mata dari
Pepera. Dirinya juga
menyampaikan, bahwa Otsus itu seharusnya sudah satu paket yakni baik bendera,
lambang negara, bahasa dan mata uang. Sejak Otsus yang sudah tidak ada
kejelasannya baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, sehingga
Pusat memberikan solusi yakni Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat
(UP4B), yang mana dinilai juga sama dengan Otsus yang tidak mempunyai
kejelasan.Maka itu,
Thimotius Idie menegaskan, bahwa pada tanggal 1 Desember besok (hari ini, red)
akan melakukan upacara ibadah syukur, untuk memperingati momen 1 Desember Tahun
1961 sebagai hari kemerdekaan Bangsa Papua Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Dimana pada bulan Oktober
Tahun 2011 lalu kami juga sudah mengadakan Kongres Rakyat Papua (KRP) III di
Lapangan Zakheus – Padang Bulan, yang melahirkan tujuh negara bagian dan
dokumen dari Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) sudah dimasukkan ke
PBB serta dokumen NFRPB ini sedang dalam pembahasan, sehingga pada Tahun 2013
mendatang sudah didaftar, yang mana jaringan – jaringan yang ada di Australia
sebanyak 111 negara mendukung Papua sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Maka
itu Paus telah menekankan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono untuk
menyelesaikan permasalahan Papua dengan cara damai,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dikatakannya,
senjata baik dari TNI/Polri tidak bisa menyelesaikan persoalan Papua. “Jadi,
pembunuhan, kekerasan, tetesan air mata dan tetesan darah jangan lagi ada
diatas Tanah Papua ini, dan sudah cukup lama kami merasakan penderitaan seperti
ini.Ketika
wartawan Koran ini menanyakan terkait banyaknya &amp;nbsp;aparat baik polisi maupun
TNI yang dibunuh, Thimotius Idie langsung mengatakan dan membantahnya bahwa
soal banyaknya aparat keamanan yang dibunuh itu dirinya tidak mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Maka itu,
kami meminta kepada aparat keamanan baik itu Polri maupun TNI agar mengijinkan
kami untuk melakukan upacara ibadah syukur untuk memperingati 1 Desember besok
(hari ini, red) di Lapangan Alm. Theys H. Eluay, dan dirinya menjamin dalam
perayaan tersebut tidak akan melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora (BK),
kalau ada pengibaran bendera BK di tempat lain itu kami tidak mengetahuinya
karena kami besok (hari ini, red) hanya fokus pada upacara ibadah syukur saja,”
pintanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Jika ada
yang melakukan pengibaran bendera BK, kami meminta kepada aparat kepolisian
untuk mengambil tindakan persuasif, jangan sampai melakukan tindakan – tindakan
arogan bahkan sampai mengeluarkan tembakan. Kalau ada yang kibarkan BK kepada
aparat kepolisian agar langsung menangkap dan memprosesnya secara hukum.
Sehingga tidak mengganggu kami saat merayakan 1 Desember, maka itu kami meminta
kepada polisi untuk memberikan kami melaksanakan upacara ibadah syukur.(Snrp/you).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sumber:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tanahku.west-papua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/pepera-amerika-ikut-bermain.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-1547878215553140284</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 20:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-06T12:12:17.185-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ekonomi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Sapi Merauke Tak Boleh Keluar Papua</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/30/1614195-sapi-620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/30/1614195-sapi-620X310.jpg" height="198" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sapi
    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;MERAUKE, Sinar Papua —&lt;/strong&gt; Pemerintah Kabupaten Merauke 
tidak mengizinkan pengiriman sapi potong ke luar Papua. Ini dilakukan 
untuk menjaga populasi ternak sapi potong lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Dinas 
Peternakan Merauke Hanok Untajana di Merauke, Papua, Kamis (6/12/2012), 
mengatakan, pemotongan sapi potong lokal di Merauke mencapai 8-12 ekor 
setiap hari.&lt;br /&gt;
Selain untuk memenuhi kebutuhkan di Merauke, sapi potong 
asal Merauke itu dikirim untuk memenuhi kebutuhan daging sapi ke 
beberapa kota di Papua, antara lain ke Jayapura, Timika, Biak, dan 
Wamena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ada gejolak kenaikan harga daging sapi di Jakarta
 dan daerah lain di Jawa, Pemkab Merauke tidak berencana mengirimkan 
sapi potong hidup ke Jawa. "Karena stok sapi potong masih terbatas, kami
 hanya akan melayani Papua," ungkap Hanok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Hanok, populasi
 ternak sapi potong di Merauke saat ini sekitar 34.000 ekor. Jumlah ini 
meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 sebanyak 31.342 ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemkab
 Merauke akan tetap menjaga populasi ternak sapi potong minimal 34.000 
ekor. "Kalau populasi sudah di atas 100.000 ekor, kami akan mengirim ke 
Jawa," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menjaga populasi sapi diharapkan stabilitas
 harga daging sapi tetap terjaga. Saat ini harga daging sapi potong di 
Merauke stabil di kisaran Rp 65.000 per kilogram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber: &lt;/b&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; &amp;nbsp; </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/sapi-merauke-tak-boleh-keluar-papua.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-8304538897267502456</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 19:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-06T11:47:11.418-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Anak-anak di Lanny Jaya Takut ke Sekolah</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQtZp5_f5dcojX0Fkv6yr25WGol7kS9_4-SxoOlF5VlmRmiWNoo7w" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQtZp5_f5dcojX0Fkv6yr25WGol7kS9_4-SxoOlF5VlmRmiWNoo7w" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sekolah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;di Puncak&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Jay&lt;/b&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;Sinar Papua, Jakarta:&lt;/strong&gt; Baku tembak antara aparat 
keamanan dan kelompok tak dikenal di Gedung DPRD Lanny Jaya, Papua, 
Senin (3/12), melumpuhkan aktivitas warga. Distribusi kebutuhan pokok 
tak beroperasi dan anak-anak ketakutan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jalur distribusi bahan pokok masyarakat dari arah wamena menuju Tiom, 
lumpuh. Anak-anak sekolah tidak berani bersekolah," kata Kepala Bidang 
Humas Kepolisian Daerah Papua AKBP Gede Sumerta melalui pesan singkat, 
Senin (3/12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kata Sumerta, pembangunan Gedung DPRD menjadi terhambat. 
Seorang pekerja bangunan, Ferdi Turualo, tewas tertembak dalam kejadian 
itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumerta menduga, kelompok penyerang Gedung DPRD Lanny Jaya sama dengan 
gerombolan yang menyerang dan menewaskan tiga polisi di Polsek Pirime, 
Kabupaten Lanny Jaya, beberapa waktu silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumerta menjelaskan, kejadian bermula saat terdengar suara letusan 
senjata sekitar 500 meter dari Gedung DPRD Lanny Jaya, pukul 08.15 WIT.&amp;nbsp;
 Satuan Brimob dan TNI yang berjaga langsung mengejar ke arah suara 
tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pengejaran, kata Sumerta, petugas menemukan sesosok tubuh 
tergeletak tak bernyawa. Belakangan ia diketahui sebagai Ferdi, pekerja 
bangunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat situasi demikian, tim gabungan balas menembak ke arah suara 
letusan. Jumlah mereka yang banyak membuat kelompok bersenjata akhirnya 
melarikan diri ke arah lembah. Tak seorang pun dari mereka yang 
tertangkap.(Snrp/you)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;Metrotvnews.com&lt;/strong&gt; </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/anak-anak-di-lanny-jaya-takut-ke-sekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-5879553896994288618</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 19:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-06T11:07:33.488-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Ini Kronologis Tewasnya Residivis Timo di Papua</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/05/1424526-pos-polisi-dibakar-620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/05/1424526-pos-polisi-dibakar-620X310.jpg" height="320" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="pb_10"&gt;KOMPAS.com/ BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pos
 Polisi Sanggeng, Manokwari, Papua Barat yang dibakar massa, Rabu 
(5/11/2012), pasca tewasnya narapidana Timotius AP yang ditembak aparat 
Polsek kota Manokwari, Selasa (4/11/2012)
    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;JAKARTA, (Sunar Papua)&lt;/b&gt; - Massa membakar dua pos polisi 
sekaligus di daerah  Manokwari, Papua, Rabu (5/12/2012). Hal itu terjadi
 pasca tewasnya  seorang residivis kasus kriminal, Timotius AP, yang 
ditembak Satuan Buru  Sergap (Buser) Polsek Manokwari, sehari sebelumnya
 atau Selasa  (4/12/2012).Kepala Bidang Humas Polda Papua I Gede 
Sumerta Jaya menerangkan,  Timotius berulang kali melarikan diri dari 
Lembaga Pemasyarakatan  Manokrawi, Papua. Pertama ia melarikan diri dari
 Lapas Manokwari pada  pertengahan Juli 2012 dan berhasil ditangkap oleh
 petugas Polres pada 13  September 2012. Setelah itu, ia kembali 
berhasil kabur 16 September  2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pada Selasa 
(4/12/2012) anggota Polsek Manokwari kembali  mencium keberadaan Timo. 
Timo diketahui berada di rumah mertuanya yakni  BI yang terletak di 
Jalan Baru Manokwari. Saat hendak ditangkap di rumah  mertuanya itu, 
Timo berusaha melarikan diri dengan sepeda  motor."Ketika hendak ditangkap, dia melarikan diri dengan kendaraan Mio dan  petugas mengejar
 hingga ke Pantai Maripi," terang I Gede saat dihubungi,  Rabu 
(5/12/2012).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengejaran itu, benda yang dibawa Timo 
terjatuh. Timo pun berusaha  mengambil benda tersebut. Saat itu, petugas
 lantas memerintahkan Timo  untuk menyerah."Bukannya menyerah, 
malah dia mengarahkan senpi rakitan yang dibawanya  saat itu, kepada 
petugas. Karena merasa terancam, dengan sangat terpaksa  petugas 
melepaskan tembakan dengan maksud untuk melumpuhkan," jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan
 yang dilakukan petugas pun mengenai pinggang Timo. Timo  langsung 
dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Manokwari guna  mendapatkan 
pertolongan pertama dan perawatan intensif. Namun, nyawanya  tak 
tertolong sekitar 18.00.Dari tangan Timo, kepolisian menyita satu pucuk senjata api rakitan dan 3 amunisi kaliber 5,56 mm.Menurut
 I Gede, akibat tewasnya Timo, warga kemudian hendak mengarak  
jenazahnya ke Mapolres, Rabu (5/12/2012) sekitar pukul 10.30. Namun aksi
  tersebut dicegah oleh petugas Pengendalian Massa (Dalmas). Saat itu  
massa tak terima dan bersikap anarkis."Massa hendak mengarak 
jenazahnya ke Mapolres, namun disekat oleh  pasukan Dalmas sehingga 
massa anarkis dan merusak warung-warung  disekitar dan sempat memacetkan
 arus lalu lintas," terangnya.Kemudian massa membakar dua pos 
polisi di Manokwari yaitu Pos Polisi  Pasar Sanggeng dan Pos Polisi 
Amban. Aksi massa pun akhirnya dapat  dilerai dengan bantuan Brimob dan 
TNI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw, 
mengatakan, massa  saat itu hanya membawa peti kosong. Sebab, jenazah 
Timotius sendiri  berada di rumah duka di kawasan Venindi Pantai.Menurut
 I Gede, situasi di Manokwari kini berangsur pulih setelah adanya  
campur tangan tokoh adat dan agama setempat. Tidak ada korban jiwa pada 
 kerusuhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I Gede menjelaskan, tahun 2012 Timo tercatat 
melakukan tiga tindak  pidana, diantaranya kasus pencurian dengan 
kekerasan sebanyak 2 kali dan  telah divonis masing-masing 9 dan 6 tahun
 penjara. Kemudian pada tindak  pidana pemerkosaan dia telah divonis 3 
tahun."Disamping itu masih ada 7 laporan polisi terkait kasus 
yang  dilakukannya yaitu curas, curat, penganiayaan dan pengeroyokan,"  
ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;KOMPAS.com&lt;/b&gt;&amp;nbsp; </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/ini-kronologis-tewasnya-residivis-timo.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-1082255455510303307</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 18:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-06T10:44:03.533-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Warga Australia Didakwa Bantu Kelompok Bersenjata Papua</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/21/1320598-bintang-kejora-620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/21/1320598-bintang-kejora-620X310.jpg" height="318" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="pb_10"&gt;KOMPAS.com/ BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARI&lt;/span&gt;
        &lt;br /&gt;
Sejumlah massa dari masyarakat Papua yang membentangkan bendera 
bintang Bintang kejora dalam aksi unjuk rasa mendukung simposium para 
petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam mempresentasekan 
perjuangan masyarakat Papua Barat di salah satu Universitas di Amerika, 
Rabu (21/11/2012)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="ingress"&gt;
&lt;b&gt;BRISBANE, (Sinar Papua)&lt;/b&gt; - Pengadilan 
Brisbane, Australia, mendakwa seorang warganya mengikuti  pelatihan di 
Ukraina sebagai persiapan untuk membantu kelompok  bersenjata Papua 
Barat.                      &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Gerard Michael Little merencanakan 
untuk  "terlibat dalam konflik melawan Pemerintah Indonesia" di Papua 
Barat,  menurut dakwaan di pengadilan Brisbane, Rabu (5/12/2012).       
               &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permintaan Little-agar bebas dengan jaminan-ditolak karena dia dianggap dapat melarikan diri.Little
 (45) dikenakan dakwaan karena berencana memasuki negara asing dan 
berlatih untuk menyusup ke negara asing  berdasarkan undang-undang 
Australia, yang melarang warganya terlibat  tindakan bermusuhan dengan 
negara lain.                      &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polisi federal Australia 
menuduh Little ingin  meninggalkan Australia untuk bekerja sebagai 
tentara bayaran di Papua  Barat, dan telah mengikuti latihan sebagai 
persiapan.                      &lt;br /&gt;
Menurut harian &lt;i&gt;Brisbane Times&lt;/i&gt;, Little dituduh menggunakan Facebook untuk mendapat dukungan atas rencananya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diundang&lt;/b&gt;                                                                  &lt;br /&gt;
Jaksa
 penuntut Justin Williams mengatakan, Little  dicegat saat dalam 
perjalanan ke Papua Barat melalui Papua Niugini pada  Selasa (4/12/2012)
 malam.                      &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polisi mencegatnya sebelum ia naik pesawat di bandara internasional Brisbane.                      &lt;br /&gt;
Williams
 mengatakan, Little memberi tahu polisi pada 2003 bahwa ia tidak percaya
 atas kedaulatan Australia dan juga  hukum negara itu.                  
    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pensiunan yang berasal dari negara bagian Victoria ini juga disebutkan memiliki catatan kriminal.Namun,
 kuasa hukum Little, Nick Dore, mengatakan bahwa kliennya "diundang" ke 
Papua Barat "untuk memberikan jasa" dan polisi  masih melakukan 
penyelidikan terkait aktivitas ini."Ada 
perbedaan besar antara seseorang yang  memasuki satu negara sebagai 
tentara bayaran, tidak diundang... dan  seseorang yang secara legal 
diundang untuk datang," kata Dore.Little akan tetap berada dalam tahanan sampai pengadilan bulan Januari tahun depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;KOMPAS.com&lt;/b&gt;&amp;nbsp; </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/12/warga-australia-didakwa-bantu-kelompok.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-2106492187959070708</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 17:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T09:47:48.128-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kekerasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Polri Klaim Kantongi Pelaku Penyerangan Polsek Pirime</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115804.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115804.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi penembakan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;Metrotvnews.com, Jakarta:&lt;/strong&gt; Kepolisian Negara Republik 
Indonesia (Polri) sudah mengetahui pelaku penyerangan dan pembakaran 
terhadap Polsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Provinsi Papua, Selasa 
(27/11) pagi. Penembakan oleh orang tidak dikenal itu menewaskan tiga 
orang, termasuk Kepala Polsek Pirime Ipda Rofli Takubesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Berdasarkan langkah penyelidikan diketahui dari kelompok mana dan motif
 penyerangan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan 
Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di 
Jakarta, Kamis (29/11). Boy tidak menjelaskan rinci dari kelompok mana 
para pelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saat ini, tim kita dari Mabes Polri sudah ada di lokasi untuk melakukan
 olah tempat kejadian perkara untuk membantu Polda Papua," kata Boy. Tim
 Mabes Polri bersama 90 personel Brimob dan TNI dipimpin Kapolda Papua 
Inspektur Jenderal Polisi Tito Carnavian menuju lokasi kejadian, Rabu 
(28/11) lalu. Tim sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku bersenjata
 itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mereka sekitar 40 hingga 50 orang yang diketahui memiliki senjata api 
dan melakukan penembakan. Rombongan melakukan perlawanan dengan 
melepaskan tembakan. Kelompok itu melarikan ke gunung," kata Boy. Saat 
ini, Kapolda Papua sudah kembali ke Jayapura. (snrp/you).</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/polri-klaim-kantongi-pelaku-penyerangan.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-8203796100569505559</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T09:40:14.326-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Polda Papua Pastikan Penyerang Polsek Pirime bukan Separatis</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115820.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115820.jpg" height="400" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Paulus Waterpaw&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;Metrotvnews.com, Jayapura:&lt;/strong&gt; Kepolisian Daerah Papua 
telah mengidentifikasi kelompok tak dikenal yang menyerang, membakar, 
dan membunuh anggota Polsek Pirime di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, pada 
Selasa (27/11) lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kami terus upayakan pengejaran kelompok sudah teridentifikasi sebagai 
kelompok bersenjata pimpinan RM. Mereka ini memang sangat kejam dalam 
aksinya," kata Wakapolda Papua Brigadir Jenderal Polisi Paulus Waterpaw 
usai memimpin upacara penguburan Bripka Jefry Rumkorem di Jayapura, 
Papua, Kamis (29/11).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Waterpauw, kelompok pimpinan RM ini belum bisa dikategorikan 
sebagai separatis, sebab apa yang dilakukan selalu untuk kepentingan 
kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikemukakannya, kelompok yang sering beroperasi dari Puncak Jaya dan 
sekitarnya itu keras dalam aksinya, biasanya dilakukan jika ada tujuan 
mereka yang tak tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Yang saya prihatin adalah mereka begitu kejam. Mereka berada di wilayah
 itu sebagai kelompok ketiga yang bermain untuk kepentingan pribadi," 
terang Waterpauw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyinggung kekuatan kelompok pimpinan RM itu, Waterpauw menyebut mereka
 berjumlah tak lebih dari 40 orang dengan 10 senjata api yang merupakan 
rampasan pada beberapa tahun belakangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mereka begitu kejam. Bayangkan almarhum Bripka Jefry ini sedang 
menaikkan bendera saat ditembak. Karena untuk kepentingan sendiri ketika
 tak tercapai, selalu kejam. Saya sangat prihatin dengan ini. Sangat 
biadab, serang, bunuh, dan bakar kapolsek berikut anggota," 
tuturnya.(MI/TII)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; metrotvnews.com </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/polda-papua-pastikan-penyerang-polsek.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-7810944339425751186</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 17:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T09:33:34.203-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kekerasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Mabes Kirim Tim Ke Papua</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR9TTl9WDuDrTt46cNN_9hp6WClyRNU097R49R7WDyLesGrw4l-9w" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR9TTl9WDuDrTt46cNN_9hp6WClyRNU097R49R7WDyLesGrw4l-9w" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tim Khusus TNI, POLRI Bekerja sama dengan BRIMOB&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA--&lt;/strong&gt;-Mabes Polri sangat terpukul dengan peristiwa 
penyerangan di Polsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya , Papua. Polri 
menyebut aksi itu dilakukan oleh faksi dalam organisasi Papua Merdeka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Memang ini katagorinya massa yang liar, namun dari analisa sementara 
itu bagian dari gerombolan OPM," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat 
Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri kemarin (27/11). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mabes mempertimbangkan mengirimkan tim khusus dari Brimob ke Papua. 
"Masih dianalisa apakah perlu kita tambah dari Mako Kelapa Dua atau 
Polda Papua sudah cukup," kata mantan Kapoltabes Padang, Sumatera Barat 
itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polri mempunyai pasukan yang disebut BAG atau Brimob Anti Gerilya. 
Pasukan ini adalah anggota Brimob yang berkualifikasi khusus dan 
mendapatkan pelatihan spesial. "Kelompok penyerang lari ke hutan-hutan. 
Pengejarannya terkendala medan dan cuaca," katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena serangan ityu, seluruh Polsek ditambah kekuatannya. "Saat 
kejadian memang minim sekali anggota. Kelompok seperti ini memang 
menyasar pos pos kecil," kata Boy.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga polisi tewas dalam serangan yang dilakukan oleh gerombolan tidak 
dikenal di Markas Polsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Papua, Selasa 27 
November 2012. Ketiga polisi itu ditemukan dengan kondisi yang sangat 
mengenaskan. Bahkan, kondisi Kapolsek ditemukan terbakar dan kondisi 
tangan terpotong-potong.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu dilakukan oleh sekitar 50 orang. Aksi serbuan itu diduga 
berlangsung saat para polisi melakukan upacara bendera.Polsek Pirime ini
 hanya memiliki delapan anggota polisi. Pada saat penyerangan itu, hanya
 ada empat polisi yang berjaga, termasuk Kapolsek Pirime, Ipda Rolfi 
Takubesi,48, yang ikut tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, empat polisi lainnya tidak berada di kantor. Satu polisi 
sedang dinas luar, satu cuti, dan dua lagi sedang tidak bertugas. 
Beruntung, dalam serangan itu ada satu polisi yang berhasil 
selamat.Diduga, motif penyerangan ini adalah merampas senjata 
aparat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mereka butuh logistik, termasuk senjata. Serangan itu untuk merampas," 
kata Boy Rafli. Dia menyebut Kapolri Jenderal Timur Pradopo telah 
menelpon langsung Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian untuk meminta 
laporan detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pengungkapan dan pengejaran akan dilakukan sembari memperkuat pos-pos lain, terutama yang terpencil," katanya&lt;strong&gt;.(rdl)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Sumber:&amp;nbsp; jpnn.com &lt;/strong&gt;</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/mabes-kirim-tim-ke-papua.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-7333780791814744068</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 17:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T09:25:11.056-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Internasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kekerasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Pasukan Kapolda Papua Tembak Seorang Anggota OPM</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115806.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/115806.jpg" height="205" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;(indonesiarayanews.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;strong&gt;Metrotvnews.com, Jayapura:&lt;/strong&gt; Tim gabungan yang dipimpin 
langsung Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Tito 
Carnavian terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di kawasan 
antara Distrik Makki, Kabupaten Jayawijaya, dan Distrik Tiom, Kabupaten 
Lanny Jaya, Papua, Kamis (29/11). Seorang anggota gerombolan bersenjata 
terkena tembakan dan kini dirawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim pimpinan Kapolda Papua ini mulai bergerak sejak kelompok masyarakat 
bersenjata melakukan penyerangan ke Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya,
 beberapa hari silam. Penyerangan kelompok bersenjata itu menyebabkan 
tiga anggota Polri tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Wakil Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau, tim berhasil 
menembak satu orang dari pihak kelompok bersenjata karena pada saat 
pengejaran, kelompok itu berusaha melakukan penembakan. Baku tembak 
terjadi selama dua jam. Saat ini anggota kelompok bersenjata yang tewas 
itu masih dirawat di Rumah Sakit Umum Wamena, Kabupaten Jayawijaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paulus juga menegaskan bahwa Kapolda Papua sudah langsung turun ke 
lapangan untuk memastikan bahwa kelompok bersenjata yang sering 
melakukan pembunuhan dan pembantaian di Papua itu memang benar ada. 
Bahkan Polda Papua telah mengidentifikasi pimpinan kelompok bersenjata 
itu berinisial RM. Kelompok ini kerap mengganggu keamanan dengan 
penembakan di daerah Puncak Jaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok pimpinan RM yang berjumlah 30 orang ini diduga memiliki 
kekuatan kurang lebih 10 pucuk senjata api. Senjata itu merupakan hasil 
rampasan dari anggota TNI dan Polri.(Ricardo Hutahaean/DSY)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; metrotvnews.com/metromain/news&amp;nbsp; </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/pasukan-kapolda-papua-tembak-seorang.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-6905998796781278635</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T09:18:14.192-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peristiwa</category><title>Tiga polisi Papua tewas diserang di Pirime Jayawijaya</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://wscdn.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2012/06/15/120615111109_kerusuhan_abepura_304x171_bbc_nocredit.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://wscdn.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2012/06/15/120615111109_kerusuhan_abepura_304x171_bbc_nocredit.jpg" height="180" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Polisi Papua mengkhawatirkan munculnya&lt;br /&gt;
kerusuhan pada peringatan 1 Desember.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="ingress"&gt;
(Sinar Papua)- Tiga polisi di Markas Polsek Pirime, termasuk 
Kapolsek, Jayawijaya Papua tewas akibat serangan sekelompok orang tak 
dikenal pada Selasa sekitar pukul 05:00 waktu setempat (pukul 03:00 
WIB).&lt;/div&gt;
Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok yang selama ini diburu polisi dan berpusat di sekitar Wamena dan Nabire.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kami sebenarnya sudah identifikasi ini daerah-daerah rawan, bahkan 
kami sedang menyiapkan tambahan bantuan pasukan Brimob ke lokasi," kata 
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar 
(Pol) Wachjono kepada Wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.&lt;br /&gt;
Selain membunuh aparat, polisi juga mendapati 
penyerang mengambil senjata dan lari ke wilayah lembah Pirime yang sulit
 dijangkau dengan kendaraan.&lt;br /&gt;
"Memang modusnya kelompok separatis yang kita catat selama ini seperti itu, serang dan ambil senjatanya," tambah Wachjono.&lt;br /&gt;
Polisi Papua menyiapkan kewaspadaan lebih 
beberapa waktu terakhir, menjelang datangnya 1 Desember yang secara 
tradisional diperingati sebagai hari kemerdekaan kelompok pro negara 
Papua.&lt;br /&gt;
Nyaris bersamaan dengan peristiwa serangan hari 
ini, satu kompi Brimob bantuan dari Mabes Polri juga baru saja  dikirim 
ke Papua.&lt;br /&gt;
"Pasukan bantuannya datang tapi keburu ada kejadian ini," sesal Wachjono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
'Lengah'&lt;/h2&gt;
Penembakan dan penyerangan aparat di Papua 
terutama marak terjadi di  lokasi terpencil, kawasan gunung atau lembah 
yang sebagian sulit dijangkau kendaraan.&lt;br /&gt;
"Distrik Pirime ini bisa didatangi dengan mobil 
tapi menuju Polsek (yang diserang) harus jalan kaki lagi berkilo-kilo 
meter," kata Wachjono.&lt;br /&gt;
Serangan sebelumnya menewaskan Brigadir Yohan 
Kisiwaitouw seorang anggota Polres Paniai pada bulan Agustus, sementara 
anggota Polres Tolikara Bripda Jefrry L Runtoboy tewas ditembak orang 
tak dikenal di Distrik Wenan, Wamena September lalu.&lt;br /&gt;
"Kita sudah identifikasi memang ini titik 
konsentrasi kelompok pengacau keamanan, makanya ada seruan khusus pada 
Polres dan Polsek siaga 24 jam," tegas Wahjono.&lt;br /&gt;
Yang terjadi di Pirime dalam insiden serangan terakhir Selasa pagi, menurutnya adalah bentuk 'kelengahan' petugas.&lt;br /&gt;
&lt;div class="module "&gt;
&lt;div class="box bx-quote"&gt;
&lt;div class="content"&gt;
&lt;div class="body"&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div class="name"&gt;
&lt;span class="start-quote"&gt;"&lt;/span&gt;Memang ini sulitnya, sudah siaga berjam-jam, lengah cuma beberapa jam lalu diserang sehingga kecolongan&amp;nbsp; &lt;span class="end-quote"&gt;"&lt;/span&gt;Kombes Pol Wachjono&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="person"&gt;
&lt;div class="person-info"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
"Memang ini sulitnya, sudah siaga berjam-jam, lengah cuma beberapa jam lalu diserang sehingga kecolongan."&lt;br /&gt;
Kapolda Papua Inspektur Jendral (Pol) Tito 
Karnavian, yang baru tiga bulan menempati jabatan ini setelah sebelumnya
 aktif berdinas dalam tim pemburu terorisme kepolisian dan BNPT, bersama
 sejumlah pejabat siang ini mendatangi lokasi kejadian.&lt;br /&gt;
Selain peringatan 1 Desember, sekitar 14 ribu 
aparat kepolisian juga menghadapi ancaman keamanan dari proses pemilihan
 kepala daerah Papua yang akan segera berlangsung.&lt;br /&gt;
Pada 13 Desember mendatang, KPUD Papua akan 
mengumumkan hasil verifikasi calon gubrenur dan wagub, yang 
dikhawatirkan berpotensi menciptakan gangguan keamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/tiga-polisi-papua-tewas-diserang-di_29.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-6789357045223223387</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T08:47:00.536-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>OPM Lakukan Penyesatan</title><description>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" style="width: 100%px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align="center" cellspacing="0" style="width: 90%px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Beberapa
 waktu lalu mantan tokoh pejuang pergerakan Organisasi Papua Merdeka 
(OPM) Franz Albert Joku mengklarifikasi soal isu dukungan dunia pada 
gerakan OPM. Dia menjelaskan, dukungan untuk Papua merdeka bukan datang 
dari 114 negara sebagaimana pernyataan dari berbagai pihak, tetapi hanya
 oleh satu negara, yakni Vanuatu. Menurutnya, kenyataan tersebut jangan 
sampai diputarbalikan agar tidak muncul kebingungan maupun keresahan di 
tengah-tengah masyarakat.
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Isu-isu dukungan 114 negara terhadap OPM, merupakan bagian 
dari upaya propganda hitam terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Kelompok ini melakukan penyebaran informasi yang menyesatkan dalam 
rangka untuk mendapat kepercayaan, perhatian  dan dukungan yang kuat 
dari masyarakat di Papua.  Sehingga diharapkan kekuatan dukungan 
masyarakat Papua ini, dapat digunakan untuk melakukan tekan-tekan  
politik kepada pemerintah Indonesia. Agar cita-cita pembakangan mereka 
tercapai yaitu Papua Merdeka.
&lt;br /&gt;   
&lt;br /&gt;Sudah jelas Perserikatan  Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Papua 
merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.Maka dari itu 
isu dukungan daria 114 negara terhadap perjuangan OPM tidak masuk akal. 
Jikapun ada dukungan hanya dilakukan oleh segelintir orang di beberapa 
negara. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Maka dari itu diharapkan masyarakat Papua, jangan begitu saja 
mempercayai   dan terpengaruh informasi-informasi penyesatan dari OPM.  
Ingat Papua tetap bagian dari NKRI, rongrongan baik dalam bentuk 
perlawanan bersenjata maupun melalui cara-cara propaganda hitam. Akan 
tetap mendapatkan perlawanan dari segenap masyrakat Indonesia dimana 
mereka berada , baik di Papua maupun daerah lainya.  
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Martin Wenda
&lt;br /&gt;jakarta Selatan
&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.google.com/url?sa=X&amp;amp;q=http://www.mimbar-opini.com/mod.php%3Fmod%3Dpublisher%26op%3Dviewarticle%26artid%3D5895&amp;amp;ct=ga&amp;amp;cad=CAcQAhgAIAEoBDACOAJA8t7OhQVIAVgAYgVpZC1JRA&amp;amp;cd=ioCVFs2N3-U&amp;amp;usg=AFQjCNFxrUJbcd42rrnaiOcWYRH4l_61qQ" style="color: #228822;" target="_blank" title="http://www.mimbar-opini.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=viewarticle&amp;amp;artid=5895"&gt;www.mimbar-opini.com/mod.php?&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;mod=publisher&amp;amp;amp;op...&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/opm-lakukan-penyesatan.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-784758795107160518</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 16:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T08:31:30.839-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kekerasan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>Jelang Ultah OPM, Seorang Ibu Tewas di Boven Digoel </title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyusHAA5SZljI1IkCUqCo65kDd4xyEmlZj9HewEpBG76wPEOxTcCCOGjwGAIfNNQQMNEE3PbHHlwaonezKdBdFDCSZEW75gIYdLa5tdeBIdoQ84wtWN3T1j7raDZ9AnKWDqw31cgslhIQ/s1600/jjjjjju.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyusHAA5SZljI1IkCUqCo65kDd4xyEmlZj9HewEpBG76wPEOxTcCCOGjwGAIfNNQQMNEE3PbHHlwaonezKdBdFDCSZEW75gIYdLa5tdeBIdoQ84wtWN3T1j7raDZ9AnKWDqw31cgslhIQ/s1600/jjjjjju.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;JAKARTA--MICOM:&lt;/b&gt; Seorang wanita ditemukan tewas di Trans-Papua 
dekat sungai di Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, pukul 07.45 
WIT, Rabu (21/11). Dia tewas karena luka tembak di pelipis kiri.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Ditemukan seorang ibu dalam keadaan meninggal dunia yang diduga 
terkait aksi penembakan orang tak dikenal bernama Fredika Metal Neki, 
usia 38 tahun, warga Tanah Merah, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven 
Digoel," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri 
Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis (22/11).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Menurut dia, petugas belum mengetahui motif penembakan tersebut. 
Termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan ulang tahun Organisasi Papua 
Merdeka (OPM) 1 Desember mendatang.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Kami terus melakukan penyidikan. Mohon waktu untuk mengungkap," kata Boy.
&lt;br /&gt;Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan
 peluru berkaliber 45 mm, selongsongnya, helm, tas, dan sandal.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Petugas masih melakukan pengidentifikasian pelaku penembakan 
tersebut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. "Sejauh ini baru dua 
saksi yang dimintai keterangan petugas," tukas Boy. (Bob/OL-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&amp;nbsp; mediaindonesia.com </description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/jelang-ultah-opm-seorang-ibu-tewas-di.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyusHAA5SZljI1IkCUqCo65kDd4xyEmlZj9HewEpBG76wPEOxTcCCOGjwGAIfNNQQMNEE3PbHHlwaonezKdBdFDCSZEW75gIYdLa5tdeBIdoQ84wtWN3T1j7raDZ9AnKWDqw31cgslhIQ/s72-c/jjjjjju.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-167524941733600443.post-5717047976098045544</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2012 16:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-29T08:20:50.132-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua</category><title>HUT OPM 1 Desember Dinilai Tak Punya Landasan Hukum </title><description>&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;
HUT OPM 1 Desember&amp;nbsp; Dinilai Tak&amp;nbsp; Punya Landasan Hukum&lt;/h1&gt;
&lt;h5 style="font-weight: normal;"&gt;
Agustinus Waipon: Bukan 1 Desember tapi 1 Juli&lt;/h5&gt;
&lt;h5 style="font-weight: normal;"&gt;
&amp;nbsp;JAYAPURA - Momen 1 Desember yang setiap tahunnya 
diperingati&amp;nbsp; sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditanggapi 
berbeda oleh Agustinus Waipon yang mengaku sebagai Kepala Kantor 
Sekretariat Negara Republik Papua Barat. Menurutnya, peringatakan itu 
tidak mempunyai/memiliki landasan hukum konstitusional.&amp;nbsp; Ditegaskan 
demikian, karena kemerdekaan bangsa Papua Barat atau yang kini menjadi 
Negara Repoblik Papua Barat (NRPB) bukan pada 1 Desember 1961 melainkan 
pada 1 Juli 1971.“Peringatan 1 desember adalah sebuah pembohongan politik bagi rakyat Papua,” tegasnya kepada Bintang Papua, Rabu, (21/11). Untuk itulah, dirinya mengajak semua komponen masyarakat Papua Barat 
untuk tidak melakukan perayaan peringatan kemerdekaan NRPB pada 1 
Desember 2012 mendatang, karena hal itu sama saja mengkhianati 
perjuangan yang selama ini dilakukan para pejuangan rakyat Papua sejak 
dulu hingga sekarang. “Janganlah berjuang dengan tindakan anarkis 
yang akhirnya merugikan diri sendiri, dan rakyat Papua serta menodai 
cita-cita luhur pejuangan kemerdekaan kita menjadi sebuah Negara yang 
berdaulat,” tukasnya.



Dijelaskannya, sesuai dengan dokumen kenegaraan, bahwa perjuangan 
TPN-OPM bersama rakyat bangsa Papua Barat dengan landasan dan ideologi 
Papua Merdeka yaitu tertanggal 1 juli 1971 diumumkan Proklamasinya di 
Waris-Keerom, dengan lahirnya Undang-Undang Dasar (UUD) nya itu . Dimana
 pada kesempatan itu menolak dengan tegas hasil Pepera 1969 itu karena 
cacat hukum dan pelanggaran HAM tinggi di Tanah Papua Barat. Menurutnya,
 UU konstitusi NRPB yakni 1 Juli 1971 yang menyangkut didalamnya 
terdapat 343 pasal sudah lengkap dan pemerintahan secara ‘devacto’ 
bangsa dan negara sudah ada, tinggal menunggu pengakuan secara penuh 
(pengakuan secara ‘dejure’ atau hukum) dari NKRI dan dunia 
internasional. “Kami menyampaikan kepada organisasi sipil yang 
tergabung dalam perjuangan kelompok-kelompok lain yang tidak punya hak 
sedikitpun kewenangan untuk membentuk negara atau umumkan pemerintahan, 
segera bubarkan diri karena tidak mempunyai legalitas hukum yang kuat,” 
tegasnya. Ditandaskan seperti itu, karena mengkotori perjuangan 
murni dari rakyat Papua untuk merdeka secara berdaulat, sebab NRPB sudah
 ada dalam konstitusi undang-undang 1 Juli 1971 dimaksud yang menyatakan
 adalah Organisasi Papua Merdeka merupakan organisasi induk. “Kepada
 pihak-pihak yang selama ini di luar OPM yang mengklaim dirinya 
memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat, sebaiknya jangan hanya beradu 
mulut, tapi harus beradu konsep yuiridis yang nyata yang mempunyai 
kekuatan hukum, sebab masalah Papua adalah masalah hukum,” 
pungkasnya.(nls/don/l03)&lt;/h5&gt;
&lt;h5 style="font-weight: normal;"&gt;
&amp;nbsp;Sumber: bintangpapua.com&amp;nbsp; &lt;/h5&gt;
</description><link>http://sinarpapua01.blogspot.com/2012/11/hut-opm-1-desember-dinilai-tak-punya.html</link><author>noreply@blogger.com (SINAR PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>