<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914</id><updated>2024-11-06T09:51:58.374+07:00</updated><category term="Pendidikan"/><category term="Sholat"/><category term="Hukum"/><category term="Motivasi"/><category term="Puasa"/><category term="Video"/><category term="Aliran Aneh"/><category term="Do&#39;a"/><category term="Sunnah"/><category term="Tawasul"/><category term="Shalawat"/><category term="Tasawuf"/><title type='text'>Site Blog Pencerah</title><subtitle type='html'>Fastabiqul Khairat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>96</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-3560582635553508432</id><published>2013-09-08T21:05:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T21:05:05.043+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Kenapa Kita Harus Sholat 5 Waktu ?</title><content type='html'>فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” [QS. ar-Rahman (55): 13]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ayat ini diulang berkali-kali pada surat Ar Rahman, seolah-olah menyiratkan arti betapa besar nikmat Allah yang doiberikan kita. Disisi lain, ayat ini juga menjadi awal bagi seorang Muslim untuk terus mencari adanya ‘nikmat’ Allah pada aktivitas kita sehari-hari. Pernahkah kita berpikir, kenapa Allah memerintahkan kita sholat 5 kali dalam sehari? Pernahkah kita berpikir, mengapa jarak antara sholat Ashar, Maghrib dan Isya’ berdekatan, sementara Isya, Subuh dan Dzuhur berjauhan?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: &quot;Berlapang-lapanglah dalam majlis&quot;, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: &quot;Berdirilah kamu&quot;, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. al-Mujaadilah (58): 11]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQO2v_WAcMfY37Re7Vp6ETgCC6PgX6Bm7Vp7p09YZlbAJ5l_QHMncbahHSXDGSMQth9Rbx1tF0GwOiBUQ8_yS7Em7Mw4unckj29E8V0jJJCvwuTb9XQOI8p20mNZgYC9XgPp_q7wVHC-s7/s1600/SHALAT+3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQO2v_WAcMfY37Re7Vp6ETgCC6PgX6Bm7Vp7p09YZlbAJ5l_QHMncbahHSXDGSMQth9Rbx1tF0GwOiBUQ8_yS7Em7Mw4unckj29E8V0jJJCvwuTb9XQOI8p20mNZgYC9XgPp_q7wVHC-s7/s320/SHALAT+3.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Karena itulah, tidak ada kata berhenti untuk selalu mencari rahasia di balik ritual wajib kita (Wudhu, Sholat, Puasa, Haji, dll)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ada penjelasan ‘keren’ tentang mengapa kita harus sholat sehari 5 kali. Hal ini bisa dijelaskan scara ilmiah melalui pendekatan biologis tubuh manusia,yaitu dari pola kerja hormon kortisol yg bergerak dalam tubuh manusia dengan pola siklus sinusoidal pada jam-jam tertentu. Pada tubuh manusia, ada sebuah hormon bernama CORTISOL. Pada intinya Cortisol adalah sebuah hormone yang mengatur tingkat stres, kecemasan, ketenangan dan kebahagiaan manusia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sesuai gambar diatas, sinusoida pola kerja hormon Cortisol dibagi menjadi 5 bagian penting. Semakin mendekati titik puncak atas (sumbu positif) maka seseorang semakin stres, sebaliknya semakin rendah titik puncaknya (sumbu negatif) maka kondisi kejiwaan seseorang semakin rileks.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Titik tertinggi A adalah titik dimana seorang manusia mengalami stres dan kecemasan luar biasa, biasanya titik A terjadi antara jam 04.30 - 06.00 pagi. Maka dari itu terkadang kalau kita ada di titik A kita akan merasa stres, cemas, dan sebagai akibatnya kita malas beraktivitas. Titik terendah D adalah titik dimana seseorang berada dalam kondisi paling rileks. Ini biasa terjadi pada jam 22.00 - 24.00 malam .
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Seorang manusia butuh stres dan kecemasan serta kerileks-an, agar hidupnya lebih tegar. Stres dibutuhkan manusia untuk menggapai cita-citanya. Bayangkan saja jika manusia tidak punya stres, maka yang ada manusia yang hanya hidup dengan ke-santai-an saja. Di sisi lain, rileks tentunya dibutuhkan juga oleh manusia, untuk melepas kepenatan dalam menjalani hidup. Oleh karena itu stres dan rileks dibutuhkan setiap manusia. Titik terbaik dari sinusoida Cortisol adalah ditengah-tengah, dimana terdapat keseimbangan antara stres dan rileks.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Nah, sekarang apa hubungan antara hormon cortisol dan waktu sholat? mari coba kita bedah perlahan-lahan. Titik A terjadi pada pukul 04.30 - 06.00, di titik ini manusia akan merasa malas karena berada dalam kondisi paling ekstrim stres, sholat shubuh berguna untuk meng-counter ini semua, oleh karena itu kenapa sholat shubuh 2 rakaat ? Karena melaksanakan 2 rakaat di waktu ekstrem, sudah teramat berat. Sholat shubuh berguna untuk melatih kita agar kita terbiasa berpindah dari kondisi ekstrem seorang manusia. Jika seorang muslim biasa beraktivitas di waktu shubuh , maka dia akan terlatih menjadi jiwa yang terlatih dalam kondisi ekstrem. Sholat shubuh dari segi biologi dan hormon berguna untuk melatih kita beraktivitas dalam kondisi ekstrem. Kalau kondisi ekstrem saja kita bisa mantap, apalagi kondisi biasa, kan ?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sekarang menuju titik B, Titik B terjadi sekitar jam 12.00 siang , ini adalah titik balance antara rileks dan stres. Lalu apa hubungannya dengan sholat dzuhur ? Kalau kita dalam kondisi puncak potensi tentunya harus mengingat Allah. Potensi puncak + ibadah = hasil yang optimal. Bukankah sebuah ikhtiar harus disertai dengan doa? disinilah manfaat dari titik B ini terhadap sholat dzuhur.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Titik C adalah titik menurun negatif menuju pukul 12 malam. Titik C terjadi sore hari sampai senja hari. Titik C dalam filosofi hormon Cortisol adalah situasi paling kondusif bagi seorang manusia untuk jatuh cinta. Manusia pada jam-jam ini, dalam bahasa gaul disebut sedang mengalami fase mellow. Lalu apa hubungan titik C dengan sholat ? Pernahkah anda bertanya kenapa sholat Ashar, Maghrib dan Isya berdekatan? Sementara Isya, Shubuh ke Dzuhur jaraknya panjang, seolah tidak ada waktu lain ? Berdasarkan filosofi biologinya maka tersirat bahwa, Allah ingin kita meningkatkan cinta kita pada-Nya pada jam-jam ini. Cintailah Tuhanmu, maka engkau akan bahagia. Orang yang tidak akan pernah merasakan menderita dan sakit hati karena cinta adalah orang yang mencintai Tuhannya. Tujuan sholat di waktu C adalah agar kita sering berinteraksi dengan Allah kita sehingga rasa cinta kita pada-Nya makin tinggi. Dengan rasa cinta yang tinggi, maka kita tidak akan depresi, sakit hati dan capek yang biasa didapat dari cinta ke sesama manusia. Cinta pada manusia itu fitrah, tapi cintailah Allah diatas segalanya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Titik D adalah titik pusat rileks, kalau kita sudah melewati titik D , maka otomatis rileksasi kita akan ilang perlahan2. &lt;br&gt;Pernahkah kita bertanya, kenapa saat kita begadang, saat menuju jam 24.00 rasanya mengantuk sekali, tapi ketika sudah melewati jam 1, maka mata kita tidak mengantuk lagi ? Jawabannya adalah karena perlahan-lahan kita meninggalkan titik puncak rileks.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Titik E adalah 1/3 malam yang disarankan untuk melakukan qiyamul lail. Tapi di titik ini juga, terjadi gravitasi bulan yang mempengaruhi cairan tubuh. Manusia terdiri dari air, sehingga airnya yang bereaksi dengan gravitasi akan mempengaruhi metabolisme tubuh kita. Saat di titik inilah, kita susah bangun karena pengaruh gravitasi itu. Oleh karena itu dalam 2 kondisi itu, kita diminta untuk bercengkrama dengan-Nya sebagai titik optimal seorang manusia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Karena Allah memerintahkan kita sholat. Sebagai hamba yang beriman, kita tentu harus menjalankannya. Tapi ternyata, subhanallah…ada efek biologi yang sama dengan waktu sholat. So, sudahkah anda sholat ? 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/3560582635553508432/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kenapa-kita-harus-sholat-5-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3560582635553508432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3560582635553508432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kenapa-kita-harus-sholat-5-waktu.html' title='Kenapa Kita Harus Sholat 5 Waktu ?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQO2v_WAcMfY37Re7Vp6ETgCC6PgX6Bm7Vp7p09YZlbAJ5l_QHMncbahHSXDGSMQth9Rbx1tF0GwOiBUQ8_yS7Em7Mw4unckj29E8V0jJJCvwuTb9XQOI8p20mNZgYC9XgPp_q7wVHC-s7/s72-c/SHALAT+3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-3748900095189414095</id><published>2013-09-08T20:57:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T20:57:20.833+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Waspadai Gerakan Pemurtadan</title><content type='html'>“&lt;b&gt;Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus&lt;/b&gt;.” [QS. al-Baqarah (2): 108]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kerukunan kehidupan beragama yang selama ini bisa kita rasakan baik dan relative lebih kondusif merupakan wujud kepedulian kita semua untuk bisa hidup berdampingan meski ada perbedaan khususnya dalam keyakinan beragama tidak menghalangi bagi kita untuk tetap menjaga kerukunan. 
&lt;br&gt;Dalam kehidupan dimasyarakat sangatlah diperlukan adanya sikap saling menghormati dan menghargai, sehingga terpeliharalah keharmonisan kehidupan, laksana satu keluarga yang terus berupaya menjaga kerukunan sebagai komitmen bersama, dan sadar betapa ruginya jika adanya konflik karena akan membuat masalah yang semakin besar.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiayj8LUTzp8ysv4GOOTNr2j6yLq4PxwiQUZtHepwdiw4cdJQ46sfR1tcteltioKBeFudfK9txKswnJ0sr6FBEFiaUGBkXwEJ9QFGFxtaIqLX6zsITi5aGqt2VHo3h93qxJ1LbuxVaQliyt/s1600/Pemurtadan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiayj8LUTzp8ysv4GOOTNr2j6yLq4PxwiQUZtHepwdiw4cdJQ46sfR1tcteltioKBeFudfK9txKswnJ0sr6FBEFiaUGBkXwEJ9QFGFxtaIqLX6zsITi5aGqt2VHo3h93qxJ1LbuxVaQliyt/s320/Pemurtadan.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Suasana kerukunan yang sangat kita dambakan ternyata terganggu oleh ulah beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjalankan misi yang dianggapnya suci atau untuk memenuhi seruan-Nya sehingga dengan bersemangatnya melakukan berbagai ajakan dan rayuan bahkan penipuan terhadap saudara-saudara kita yang muslim untuk dimurtadkan dengan menggantikan iman mereka dengan kekafiran yang menyesatkan. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Gerakan pemurtadan sepertinya nyaris hilang dari pengetahuan kita, karena memang tidak ada yang mempublikasikan sepak terjangnya, sangat berbeda publikasi media ketika menyoroti penangkapan terorisme yang mendapat perhatian besar sehingga tidak berimbang dalam opini public, dan dikesankan ajaran Islam itu penuh kekerasan. Perhatian kita benar-benar teralihkan sehingga lepas pantauan dan pelaku permurtadan dengan bebas dan leluasanya melakukan kerja sistematisnya untuk pemurtadan. Al Qur’an telah memberikan banyak petunjuk agar kita tetap mewaspadai gerakan mereka, sebagaimana pada Surat Al Baqarah 120 :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: &quot;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&quot;. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [QS. al-Baqarah (2): 120]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Murtad berasal dari akar kata riddah atau irtidad yang berarti kembali. Istilah murtad berarti keluar dari agama Islam dalam bentuk niat, perkataan, atau perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi kafir atau tidak beragama sama sekali.(Republika,10-12-2010). 
&lt;br&gt;Upaya mengembalikan pada kekafiran setelah adanya keimanan senantiasa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari bentuk pergaulan antar remaja melalui persahabatan, berpacaran, dihamili dan dilakukan pernikahan atau melakukan strategi berpura-pura masuk Islam lalu menikah secara Islam dan beberapa tahun berikutnya kembali pada keyakinannya semula untuk mengajak istri/suami dan anak-anaknya pada keyakinan agamanya; memberikan berbagai fasilitas pekerjaan dan jabatan yang menggiurkan; bakti social dan pemberian berbagai bea siswa; pemberian modal usaha; rehabilitasi pasca bencana alam; penyebaran pamflet; kunjungan ke rumah-rumah untuk mengabarkan keselamatan, kerab kali dilakukan mereka.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Suasana kemiskinan sepertinya dijadikan media yang efektif untuk pemurtadan, karena dari sanalah akan semakin mempermudah terbukanya pintu penyesatan dengan berbagai rayuan, bahkan memberikan 10 juta rupiah jika bisa mengajak saudara atau teman dekatnya dalam kelompoknya. Sungguh sempurna gerakan mereka yang semula dilakukan atas nama seruan dan panggilan Tuhan dibingkai menjadi bisnis door to door ke rumah-rumah kita untuk pemurtadan guna meraih keuntungan harta yang melimpah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebagai seorang muslim seharusnya tergerakkan baik hati, pikiran dan tindakan untuk upaya penyelamatan dari berbagai sergapan yang siap menghadang, sebagaimana disampaikan oleh Prof.Dr. Yunahar Ilyas (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah) : Saat ini umat Islam yang miskin, lemah iman, dan tak aktif dalam Ormas Islam serta kelompok pengajian sangat rawan utuk dimuradkan, maka melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin sangat diperlukan untuk penyelamatan dari bahaya pemurtadan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Upaya penyelamatan ini harus dimaksimalkan, jika tidak korbannya akan semakin bertambah dan bisa jadi diantaranya adalah jamaah kita sendiri atau juga keluarga kita sendiri. Dan seharusnya kita juga bisa introspeksi atas dakwah yang telah kita lakukan selama ini apakah sudah menyentuh pada akar masalah atau justru dakwah kita tidak peduli dengan problematika masyarakat yang ada, sehingga orang lain yang tidak seiman dengan kita justru gencar sekali berakrab ria dengan sasaran tembaknya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Proses pemutadan harus segera dihentikan secepatnya melalui kerja dakwah yang relevan dengan denyut nadi kehidupan masyarakat, dimana pembinaan jama’ah untuk penguatan aqidah sekaligus penguatan ekonomi yang mensejahterakan harus menjadi prioritas dalam gerakan dakwah kita saat ini. Pemurtadan adalah bahaya yang menyelinap melalui berbagai cara agar umat Islam kembali kafir dan mengikuti agama mereka, untuk itu bangun persaudaraan sejati untuk lebih peduli dengan dakwah Islam yang mencerahkan. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/3748900095189414095/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/waspadai-gerakan-pemurtadan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3748900095189414095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3748900095189414095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/waspadai-gerakan-pemurtadan.html' title='Waspadai Gerakan Pemurtadan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiayj8LUTzp8ysv4GOOTNr2j6yLq4PxwiQUZtHepwdiw4cdJQ46sfR1tcteltioKBeFudfK9txKswnJ0sr6FBEFiaUGBkXwEJ9QFGFxtaIqLX6zsITi5aGqt2VHo3h93qxJ1LbuxVaQliyt/s72-c/Pemurtadan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-2169149199873850003</id><published>2013-09-08T20:47:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T20:47:36.183+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Ibrah dari &quot;SANG PENCERAH&quot;</title><content type='html'>“&lt;b&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#39;ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung&lt;/b&gt;.” [QS Ali Imran (3): 104]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ada suasana baru dalam menyambut Idul fithri tahun ini, karena sejak 1 Syawal 1431 lalu dimeriahkan oleh film “Sang Pencerah” yang diputar serentak di seluruh wilayah nusantara, khususnya di kota-kota besar. Film religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo itu, mendapat sambutan masyarakat yang luar biasa. Sehingga untuk dapat menyaksikannya membutuhkan antrian panjang. Bahkan untuk dapat nonton bareng, pihak sekolah/lembaga harus booking beberapa hari sebelumnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9NaktVWzlsJbjZ-4A7r_BI7ezRVqQh91WlFVZfwSU_6Q7Nh5hexSGiJsmUe8imaJ_YwsRh97dr0TZys2DgiPnTXs0-OQcYuiOsxU9EkRXc9UHHHwASq4xs3nTSBZYoUY9xWHMl5KhauVk/s1600/Sang+Pencerah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9NaktVWzlsJbjZ-4A7r_BI7ezRVqQh91WlFVZfwSU_6Q7Nh5hexSGiJsmUe8imaJ_YwsRh97dr0TZys2DgiPnTXs0-OQcYuiOsxU9EkRXc9UHHHwASq4xs3nTSBZYoUY9xWHMl5KhauVk/s320/Sang+Pencerah.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Setelah menonton film tersebut, kita dapat mengambil ibrah, pelajaran yang sangat berharga. Yakni kisah perjalanan da’wah tokoh muda umur 21 tahun bernama Muhammad Darwis, saat memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitarnya, perihal cara memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang benar, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Meskipun apa yang difahami dan didakwahkan oleh tokoh muda yang setelah naik haji, berganti nama K.H. Ahmad Dahlan itu, mendapat reaksi keras, baik dari para tokoh Islam maupun masyarakatnya. Dicaci maki, dikatakan kyai kafir dan bahkan dirobohkan Langgarnya, tempat untuk ibadah dan mengajarkan ilmu pada para santrinya. Namun Kyai bersama istrinya Nyai Walidah yang shalihah dan setia, tetap sabar dan bertekad untuk mendirikan kembali langgar kesayangan yang sudah dirusak dan dirobohkan massa dengan bringas dan membabi buta.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tidak terlalu lama, santri dan pendukungnya terus bertambah, sehingga berhasil mendirikan perkumpulan/organisasi Islam modern bernama Muhammadiyah, seperti kita saksikan selama ini. Bahkan terus berkembang sampai ke luar negeri, dan bertahan hidup hingga usia 100 tahun lebih.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;GAGASAN &amp; POLA DAKWAH YANG BEDA&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Andai ajaran Islam yang difahami dan diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan, sama dengan yang difahami dan diamalkan oleh ulama’ dan masyarakat saat itu. Tentu dakwahnya tidak akan mendapat perlawanan yang sangat keras, tetapi nama Kyai Ahmad Dahlan juga tidak akan pernah muncul sebagai tokoh besar di Indonesia. Gagasan dan pola dakwah yang beda itu antara lain adalah :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
1. Ajaran Islam yang ada saat itu masih banyak bercampur keyakinan selain Islam. Di samping menyembah dan memohon kepada Allah swt, mereka juga masih menyembah dan memohon kepada lainnya. Seperti memberikan sesaji kepada yang mbau rekso pohon besar, segoro kidul, gunung, kuburan dan sebagainya, agar diberi keselamatan dan keberkahan dalam hidupnya. Padahal itu merupakan perbuatan syirik, dosa paling besar yang bisa merusak keimanan, menghapus semua amal ibadah dan kebaikan (simak QS 6:88 dan QS.39:65), serta tidak diampuni oleh Allah swt. jika mati dalam keadaan musyrik (simak QS 4 :116).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh Kyai Ahmad Dahlan kemudian diluruskan menuju keyakinan tauhid, yakni menyembah dan memohon hanya kepada Allah semata. Dan itu sama dengan ikrar setiap muslim ketika membaca surat Al-Fatihah dalam shalat “hanya kepada Engkau (ya Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan”.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
2. Ajaran Islam yang ada saat itu masih bercampur dengan ajaran dan tradisi yang bertentangan dengan Islam. Namun sudah diyakini masyarakat sebagi kebenaran yang tidak boleh diganggu gugat lagi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh Kyai Dahlan dipisahkan, mana yang ajaran Islam dan mana tradisi yang menyesatkan, sehingga tidak campur aduk antara yang haq (Islam) dengan yang bathil (non Islam). Sebab itu dilarang oleh Allah dalam QS. 2 / al-Baqarah : 42.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
3. Pemahaman ajaran Islam yang kurang tepat, sehingga praktik agama Islam tidak menyejukkan, menyusahkan, berlebihan dan mengganggu lingkungan sekitar.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh Kyai Dahlan dicerahkan, bahwa Islam itu membawa perdamaian. Islam itu mudah dan menyenangkan. Islam itu mengajarkan hidup hemat dan menghormati lingkungan. Dan Islam itu membawa rahmat bagi seluruh alam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
4. Arah kiblat dalam shalat saat itu umumnya menghadap ke Barat (Afrika), padahal seharusnya adalah ke Masjidil Haram/Ka’bah di Mekkah. Oleh karena itu K.H. Ahmad Dahlan berjuang untuk membetulkannya pada arah agak nyerong ke barat laut 23 derajat. Klimaksnya dia dijuluki kyai kafir dan langgarnya dirusak serta dirobohkan massa.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
5. Dan masih banyak lagi gagasan cemerlang lainnya. Untuk itu saksikan langsung film Sang Pencerah bersama keluarga, tetangga dan teman-teman dekat anda.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Yang penting usai menyaksikan, apa sikap dan langkah kita ke depan, jika kita mengaku sebagai generasi penerus kyai Ahmad Dahlan.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/2169149199873850003/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/ibrah-dari-sang-pencerah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2169149199873850003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2169149199873850003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/ibrah-dari-sang-pencerah.html' title='Ibrah dari &quot;SANG PENCERAH&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9NaktVWzlsJbjZ-4A7r_BI7ezRVqQh91WlFVZfwSU_6Q7Nh5hexSGiJsmUe8imaJ_YwsRh97dr0TZys2DgiPnTXs0-OQcYuiOsxU9EkRXc9UHHHwASq4xs3nTSBZYoUY9xWHMl5KhauVk/s72-c/Sang+Pencerah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-7652413146254557920</id><published>2013-09-08T20:36:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T20:36:00.736+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Muhammadiyah Tiada Henti Berdakwah</title><content type='html'>”&lt;b&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar&lt;/b&gt;.” [QS al-Hujuurat (49): 15]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Komitmen keimanan dengan keyakinan yang sempurna untuk menjaga aqidah ketauhidan kepada Allah SWT, dan tidak mencapurkan dengan berbagai bentuk kemusyrikan yang menyesatkan, serta ittiba’ kepada Rasulullah Muhammad SAW, sebagai panutan kehidupan agar meraih kemuliaan. Dari sikap hidup ini direfleksikan dalam berbagai bentuk kehidupan, tanpa ada keraguan sedikitpun karena keyakinnnya memberikan dorongan dan kekuatan untuk terus berjihad dengan harta dan jiwa sebagai potensi diri yang dimiliki untuk diorientasikan kepada keridhoan Ilahi. Konsep inilah merupakan konsep yang benar sehingga harus terus diwujudkan baik pada kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa agar meraih kemuliaan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiebvXolB8EVsTugcoubU67c6G_STFe3J2hlgVNfkmjfJp_YzWOhMNowjoBiG-wc2Wm8PLXlcmmnAAhvNxDen4sFhzVwQNL4TMXhpTk8n7zW9nb_A2KjLRbVQtHt15BC0A2v5FPlM6uf2Ft/s1600/Logo+MD+5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiebvXolB8EVsTugcoubU67c6G_STFe3J2hlgVNfkmjfJp_YzWOhMNowjoBiG-wc2Wm8PLXlcmmnAAhvNxDen4sFhzVwQNL4TMXhpTk8n7zW9nb_A2KjLRbVQtHt15BC0A2v5FPlM6uf2Ft/s320/Logo+MD+5.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Muhammadiyah sejak awal berdirinya hingga usia seabadnya terus melakukan proses penguatan keyakinan tanpa ada keraguan dan memaksimalkan perjuangan dengan berjihad dijalan-Nya, sebagai proses dinamisasi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar. Karena Muhammadiyah sebagai gerakan, sehingga dituntut untuk terus melakukan bebagai aktivitas dakwahnya dengan tiada henti, dakwah konfensional yang umumnya bersifat tabbligh (menyampaikan) dan parsial, maka dakwah gerakan lebih bersifat pada pemberdayaan masyarakat (community development), dengan sistematika mulai dari : perbaikan individu, perbaikan keluarga, perbaikan masyarakat dan perbaikan pemerintahan dan Negara.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam wawasan keagamaan, Muhammadiyah menjadikan tauhid sebagai pilar dan kunci utama karena dapat melahirkan kehidupan yang bersih, seimbang dan adil serta sejahtera, dan jika mengotori aqidah tauhid maka dapat merusak baik pada kehidupan pribadi maupun di masyarakat dengan berbagai bidangnya. KH. Achmad Dahlan pernah berwasiat: Penyakit sejati adalah mempersekutukan Tuhan dalam hal kekuasaannya, sedangkan obat sejati adalah mengesakan Allah dengan sesungguh-sungguhnya. Maka dakwah dengan membawa misi tauhid sejatinya untuk mengantarkan kehidupan manusia meraih kesempurnaan, kebahagiaan dan keselamatan, sekaligus menentang berbagai bentuk penyesatan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan serta berbagi bentuk kerendahan moral, karena perbuatan ini termasuk penyakit yang membahayakan kehidupan manusia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dakwah Muhammadiyah tidak hanya pemenuhan kepuasan spiritualistas diri saja tetapi lebih dari itu untuk menciptakan kehidupan masyarakat madani (berperadaan) yang kualitas keagamannya tidak terjebak oleh symbol, dan asesoris yang cenderung eklusif tetapi mampu memberikan substansinya pada hal-hal yang lebih bersifat strategis meningkatkan harkat kemanusiaan dan kesejahteraan. KH. Achmad Dahlan ketika mengajarkan kajian surat Al-Maun berbulan-bulan kepada para muridnya sehingga mendapat protes dari para muridnya itu merupakan gambaran paham beragama yang masih eklusif padahal problem social dan kemiskinan begitu parah disekitarnya, sehingga disuruhlah para muridnya untuk melakukan gerakan kepedulian dengan memberikan makan dan pakaian kepada orang miskin sebagai proses aktualisasi atas kajian tafsir al Qur’an yang lebih actual dan fungsional.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Problem kebekuan pemahaman sebagian umat atas pesan Al Qur’an sebagai hudan (petunjuk) yang mencerahkan perlu ditata sedemikian rupa agar tercerahkan sehingga tanggap untuk memberikan solusi atas berbagai problem social yang ada, karena tujuan dakwah Islam menurut Prof. Dr.Thohir Luth dalam bukunya M.Natsir Dakwah dan Pemikirannya, ada tiga hal, Pertama, Upaya memberikan gambaran sejelas mungkin tentang bagaimana konsep Islam mengatur kehidupan manusia. Kedua, mempertegas fungsi hidup manusia untuk mengabdi kepada-Nya, dan ketiga, memanggil manusia untuk kembali kepada tujuan hidup yaitu mencari keridhaan Ilahi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Proses dakwah Islam yang dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah yang terus bergerak dinamis, disamping sebagai komitmen juga merupakan aktualisasi atas spirit keagamaan yang didukung kekuatan teologis yang produktif, sehingga lahirlah berbagai amal usaha Muhammadiyah sebagai lahan dakwah baik yang berupa masjid, rumah sakit, sekolah, panti asuhan dan lain sebagainya, yang kemunculannya didasarkan pada kebutuhan nyata bagi masyarakat. Maka ke depan tugas dakwah ini harus terus dimaksimalkan dengan sasaran yang lebih luas, dan metode pendekatan yang lebih actual serta penggunaan media yang sesuai dengan perkembangan, mengingat tantangan ke depan semakin kompleks dan permasalahannyapun semakin berat, sehingga dituntut kerja keras dan cerdas, ikhlas dan istiqomah, serta sabar dan tegar untuk mengantarkan kehidupan manusia meraih kemuliaannya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Buya Syafi’i Ma’arif mengingatkan kepada kita, bahwa adalah sebuah malapetaka jika seseorang yang mengaku beriman, tetapi culas dalam perbuatannya, dari sisi simbul dan ritual kelihatan taat, tetapi simbolisasi dan ritualisasi itu sama sekali tidak terkait dengn substansi keimanannya, dan peta global semakin tidak bersahabat saja dengan nilai-nilai spiritual. Perlukah untuk menyerah ? Menyerah sama dengan menggali kubur sendiri. Dari prespektif itulah dakwah Islam diharapkan mampu membangun kesadaran dan ketulusan, mencerahkan dan memberdayakan, serta mengokohkan untuk membangun peradaban. Semoga kita senantiasa istiqomah dalam berdakwah. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/7652413146254557920/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/muhammadiyah-tiada-henti-berdakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7652413146254557920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7652413146254557920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/muhammadiyah-tiada-henti-berdakwah.html' title='Muhammadiyah Tiada Henti Berdakwah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiebvXolB8EVsTugcoubU67c6G_STFe3J2hlgVNfkmjfJp_YzWOhMNowjoBiG-wc2Wm8PLXlcmmnAAhvNxDen4sFhzVwQNL4TMXhpTk8n7zW9nb_A2KjLRbVQtHt15BC0A2v5FPlM6uf2Ft/s72-c/Logo+MD+5.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-5191297360337800506</id><published>2013-09-08T20:31:00.001+07:00</published><updated>2013-09-08T20:31:36.438+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Memilih Pendidikan Anak</title><content type='html'>“&lt;b&gt;Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &quot;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&lt;/b&gt;&quot;. [QS. Luqman (31): 13]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berdasar ayat tersebut dapat diambil pokok pikiran bahwa orang tua wajib memberikan pendidikan anak-anaknya dengan prioritas menanamkan pendidikan aqidah sehingga dapat membentuk pribadi anak yang sholeh.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebentar lagi banyak orang tua akan disibukkan memasukkan putra-putrinya ke sekolah, bagi anak yang telah lulus SD melanjutkan ke SMP, anak yang lulus SMP/M.Ts. melanjutkan ke SMA/SMK/MA, maupun lulusan SMA melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Bersamaan itu pula dunia pendidikan banyak disorot oleh public.Orang tua akan mencari sekolah yang dianggap- nya baik.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi92uMWGqg4wGYnkIdIV9uOQUmS9fS3iGeTyJ3w3gzsg08-UFHOqs5xQsokvNlufOPE2SvN0VJp-yWzkEZWVf82ISYCcwC6W5FpwdXw_vOI9X80XEMLizyt7oKXQW5JI8eoWbQ7HyrE_PM5/s1600/SHALAT+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi92uMWGqg4wGYnkIdIV9uOQUmS9fS3iGeTyJ3w3gzsg08-UFHOqs5xQsokvNlufOPE2SvN0VJp-yWzkEZWVf82ISYCcwC6W5FpwdXw_vOI9X80XEMLizyt7oKXQW5JI8eoWbQ7HyrE_PM5/s320/SHALAT+2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Mulai pengambilan formulir, memasukan dan melihat hasil pengumuman PSB. Wajah kuyu puluhan bahkan ratusan orang tua calon siswa baru nampak di sekolah/tempat akan digelar pengumuman, apalagi ada pergeseran waktu, menambah rasa cemas.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Gambaran di atas memper-lihatkan betapa orang tua berupaya menyekolahkan putra-putrinya sesuai dengan keinginan. Bahkan ada orang tua berani mengediakan uang setumpuk demi keinginan diterima di sekolah pilihan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kriteria sekolah pilihan setiap orang tua dan anak bisa berbeda satu dengan yang lain, namun kesempatan memilih sekolah banyak ditentukan oleh nilai UN (Ujian Nasional) yang diperoleh sebelumnya. Akibatnya banyak ulah atau cara yang dilakukan agar nilai UN tinggi, bahkan adakalanya mengorbankan etika dan kelaziman serta megabaikan tujuan pendidikan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kita berharap dan berdoa semoga sekolah pilihan yang dituju dapat menjadikan anak sesuai dengan harapan Allah yang tertuang dalam surat Luqman ayat 14 :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” [QS. Luqman (31): 14]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Untuk menjadikan anak dapat berbuat baik kepada kedua orang tuanya, tentu perlu memilih sekolah yang mengajarkan berbuat baik kepada orang. Mengapa demikian, karena ditengarahi orang tua sering lupa perintah Allah tersebut dan terbawa oleh arus informasi yang tidak semuanya benar dan baik menurut Islam. Orang tua menginginkan putra-putri menjadi pandai, cerdas dan menjadi siswa peringkat tertinggi serta diterima di sekolah atau PT yang “favorit”. Tidak mempertimbangan aqidah, akhlaq, dan budi pekerti anak kelak. Walaupun dalam kurikulum sekolah telah termaktub kompetensi afektif (sikap) namun selama ini masih lebih didominasi aspek kognitif (pengetahuan).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sulit kita bayangkan bila anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa, masyarakat dan agama hanya diberi bekal aspek kognitif dan mengabaikan aspek afektif serta aqidah. Bisa kita rasakan saat ini, banyak pelaku pemerintahan, legislatif, yuridis yang mempunyai kepintaran tinggi tetapi akhlaq mereka tidak sebanding dengan kepintarannya, sehingga muncul korupsi, suap, pelecahan sex dll.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kita menginginkan anak-anak kita nanti bila menjadi pengusaha jadilah pengusaha yang baik tidak melakukan penipuan, bila jadi pejabat jadilan pejabat yang baik dan menjadi teladan tidak melakukan kurupsi, bila jadi pedagang tidak mengurangi ukuran/timbangan, bila jadi polisi jadilah polisi yang baik, bila jadi politikus jadilah politikus yang santun, bila menjadi hakim jadilah hakim yang jujur/adil, dan bila jadi guru jadilah guru yang bermoral dll.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Atas uraian di atas maka hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua muslim dalam memilih pendidikan anak :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
1. Prioritaskan pendidikan aqidah kepada anak-anak dengan kelembutan, kemesraan dan kasih sayang.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
2. Pilih pendidikan/sekolah yang dapat menjadikan anak sholih atau sholihah dan yang dapat dan mau mendoakan orang tuanya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
3. Bila sekolah tempat putra-putri hanya diajarkan pendidikan agama selama 2 jam per minggu, tambahlah pengetahuan agama mereka dengan kursus atau cara lain.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
4. Anak adalah aset orang tua dunia dan akhirat, mari kita beri pendidikan sebaik-baiknya agar ke depan dapat bermanfaat bagi anak, orang tua, masyarakat terutama agama. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/5191297360337800506/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/memilih-pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5191297360337800506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5191297360337800506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/memilih-pendidikan-anak.html' title='Memilih Pendidikan Anak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi92uMWGqg4wGYnkIdIV9uOQUmS9fS3iGeTyJ3w3gzsg08-UFHOqs5xQsokvNlufOPE2SvN0VJp-yWzkEZWVf82ISYCcwC6W5FpwdXw_vOI9X80XEMLizyt7oKXQW5JI8eoWbQ7HyrE_PM5/s72-c/SHALAT+2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-5404001946806306059</id><published>2013-09-08T20:24:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T20:24:32.177+07:00</updated><title type='text'>Tiga Model Sholat Malam</title><content type='html'>“&lt;b&gt;Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji&lt;/b&gt;.” (QS. 17 / Al-Isra’ : 79).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dengan adanya balasan Allah yang luar biasa itu, khususnya di bulan Ramadlan, di mana dosa manusia yang telah lewat akan diampuninya, maka setiap jelang adzan Isyak, kita saksikan betapa ummat Islam berbondong-bondong memenuhi masjid atau mushalla guna memunaikan Qiyamu Ramadlan, shalat sunnah di malam Ramadlan, yang biasa dikenal dengan Shalat Tarawih dan Witir.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglWwl9HPbu4zTMJgapcs3YvkE878afmCe9uBYDxt1uOmnXNDp4hkbaVlKrDOZXslyjCvXTQUDH6aA_qAjo9ex2i-XP7yhIIVKWL5ulwJuw2bLjPS-uZJY-qENlyvsBv3p35ObHQ-89cUa6/s1600/SHALAT+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglWwl9HPbu4zTMJgapcs3YvkE878afmCe9uBYDxt1uOmnXNDp4hkbaVlKrDOZXslyjCvXTQUDH6aA_qAjo9ex2i-XP7yhIIVKWL5ulwJuw2bLjPS-uZJY-qENlyvsBv3p35ObHQ-89cUa6/s320/SHALAT+1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Kemudian jika kita perhatikan, umumnya ada tiga model shalat malam yang biasa dilakukan oleh ummat Islam, yakni 11 rakaat, 13 rak’at dan ada yang 23 rakaat. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ARGUMEN MASING-MASING&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;1. Bagi yang mengerjakan 11 rak’at, mereka beralasan pada hadits berikut ini :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berdasarkan hadits Aisyah yang mengatakan ketika ia ditanya tentang shalat Rasulullah saw. di dalam bulan Ramadlan. Maka ia menjawab : Tidak (pernah) Rasulullah menambah (shalat malam) di dalam (bulan) Ramadlan dan tidak pula di (bulan) lainnya di atas sebelas rak’at. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
2. Bagi yang mengerjakan 13 rak’at, di samping beralasan pada hadits nomor 1 di atas, juga dipadukan dengan hadits Nabi lainnya, yakni hadits dari Shahabat Abu Hurairah ra. berikut ini :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berdasarkan hadits Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda : Apabila salah seorang dari kamu mendirikan shalat di waktu malam, maka hendaklah ia membuka shalatnya dengan 2 rak’at ringan/singkat. (HR. Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Juga beralasan pada hadits shahabat Zaid Bin Kholid al-Juhani, yang mengatakan :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
”Benar- benar aku hendak mengamati shalat Rasulullah saw. malam ini. Lalu (aku lihat) Beliau shalat dua raka’at singkat-singkat, kemudian dua raka’at panjang-panjang, lalu shalat dua raka’at yang panjangnya kurang dari yang sebelumnya, lalu shalat dua raka’at kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, lalu shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat witir. Jadilah seluruhya tiga belas raka’at” (Riwayat Muslim).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Lebih detailnya, dapat membaca Kitab Himpunan Putusan Tarjih cetakan ke 3 tahun 2009, halaman 355 dan 356-357. (Keputusan Tarjih Wiradesa)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
3. Bagi yang mengerjakan 23 rak’at, mereka beralasan pada Atsar dan bukan hadits Nabi saw, yakni :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
”Bahwa orang-orang di zaman Umar bin Khaththab ra. mereka mengerjakan shalat malam (tarawih) sebanyak 23 rak’at”. (baca Kitab Pengajaran Shalat karya A. Hassan).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MANA YANG HARUS DIPILIH?&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;Jika mencari mana yang lebih ringan tentu memilih shalat malam yang jumlahnya 11 rak’at, dan jika mencari yang lebih banyak jumlah rak’atnya tentu memilih yang 23 rak’at. Namun dalam urusan ibadah tidak boleh main spekulasi dan rasional semata, melainkan harus mengacu pada contoh dari Rasulullah saw. yang ada dalam hadits-hadits Beliau secara menyeluruh. Bukan mengikuti contoh dari shahabat, apalagi orang-orang di zaman shahabat, selama contoh shalat malam dari Nabi saw. sebagai uswatun hasanah bagi ummatnya sudah ada.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Muhammadiyah sejak menerbitkan buku Himpunan Putusan Tarjihnya sudah memberikan tuntunan,tentang model shalat malam (Qiyamu Ramadlan) yang dipilih nya. Yakni 11 Rakaat yang sebelumnya dibuka dengan shalat 2 rakaat singkat (shalat iftitah), sehingga jumlah seluruhnya 13 rakaat. (lihat HPT bab Shalat Tathawwu’).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kemudian sejak tahun 1988 lalu, Lajnah Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya telah mengadakan musyawarah. Hasilnya membuat buku saku Tuntunan Ramadlan, yang antara lain isinya adalah Tatacara Qiyamu Ramadlan yang seluruhnya berjumlah13 rakaat. &lt;br&gt;Lalu jelang Ramadlan 1431 H./ 2010 H. dicetak ulang dengan penampilan lebih menarik, sebanyak 10.000 buku untuk dibagikan kepada PCM, PRM dan Amal Usaha serta anggota dan simpatisan Muhammadiyah di seluruh Kota Surabaya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Karena itu maka tatacara yang lebih pas dipilih oleh seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah khususnya di Kota Surabaya, adalah tatacara Shalat Malam yang telah diputuskan secara kolektif (jama’i) oleh Ulama Tarjih Muhammadiyah, baik tingkat Pusat maupun Daerah. Bukan memilih tatacara shalat malam hasil ijtihad sendiri, karena tingkat kebenarannya belum teruji.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/5404001946806306059/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/tiga-model-sholat-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5404001946806306059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5404001946806306059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/tiga-model-sholat-malam.html' title='Tiga Model Sholat Malam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglWwl9HPbu4zTMJgapcs3YvkE878afmCe9uBYDxt1uOmnXNDp4hkbaVlKrDOZXslyjCvXTQUDH6aA_qAjo9ex2i-XP7yhIIVKWL5ulwJuw2bLjPS-uZJY-qENlyvsBv3p35ObHQ-89cUa6/s72-c/SHALAT+1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-4881187577554418271</id><published>2013-09-08T20:11:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T20:11:28.160+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Moral Bangsa dan Murka Allah</title><content type='html'>&quot;&lt;b&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya&lt;/b&gt;.&quot; [QS. al-A&#39;raf (7): 96]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Pertanyaan Ebit G. Ade dalam syair lagunya kini benar benar terjadi dengan adanya berbagai bencana Alam di bumi Indonesia, yang bermula dari, Sunami Aceh, Gempa Bantul, diikuti dengan gempa di pulau pulau yang lain, melubernya Lumpur Lapindo yang sampai saat ini belum juga berhenti, dan bersamaan dengan gunung Merapi erupsi, juga gempa mentawai yang menelan ratusan nyawa telah terjadi dengan sekejap mata musnah. “ ……Mengapa ditanahku terjadi bencana. Mungkin Tuhan mulai bosan, Bersahabat dengan kita, Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang……”
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuTi63HVKftO_8bqBC_OlJNxGEzCJXnpJgBL2M_BgBiB4DGbjKuRg99TKeXuEUsXn_NYop-fHV4eLTmis5WiLVDpJSMKHHZF0CJ9auwH5wkb3ajn1FBJpqByTxrfROg2gaPwUJoCWNO-Qb/s1600/Murka+Allah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuTi63HVKftO_8bqBC_OlJNxGEzCJXnpJgBL2M_BgBiB4DGbjKuRg99TKeXuEUsXn_NYop-fHV4eLTmis5WiLVDpJSMKHHZF0CJ9auwH5wkb3ajn1FBJpqByTxrfROg2gaPwUJoCWNO-Qb/s320/Murka+Allah.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
Mengapa Aceh ? Bantul ? Mentawai ? Merapi ? dan Bromo ? membuat umat yang tinggal disekitar-nya sangat ketakutan dan gusar ? Bergolek tubuh tubuh manusia tak bernyawa, bahkan diantaranya ditemukan tubuh mbah Marijan (sang Juru Kunci) tertelungkup meninggal dunia yang diekspose oleh media sedang sholat dan bersujud di atas sajadah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tak lama kemudian datang hujan lebat telah mengakibatkan banjir bandang erupsi lahar dingin merapi mengalir. Begitulah peringatan Allah atau hukum alam yang berlaku. Dalam pandangan Islam fenomena alam Indonesia semacam ini perlu adanya Instropeksi diri yang sangat mendalam .
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MORAL BANGSA&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;Moral dalam bahasa Agama Adalah Akhlaq, Perbuatan dan tingkah laku manusia yang dapat membentuk suatu karakter baik atau buruk yang mempunyai nilai nilai sosial atau norma, sedangkan Akhlaq nilai nilai itu sebagai tolok ukur perbuatan yang sudah ada dalam agama, yaitu aturan Allah. Kaitan Akhlaq dan Iman manusia kita cermati dalam pernyataan Allah, bilamana penduduk suatu negri beriman dan bertaqwa maka berkah dari langit akan turun, namun bilamana mendustakan ayat ayat Allah maka siksa itu akan datang sebagaimana manusia itu berbuat. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Melihat perbuatan dan akhlaq anak cucu bangsa mulai dari para pemimpin, aparat hukum, dan keamanan, pengusaha, pemuka agama, serta para ilmuwan, generasi muda, dan semua rakyat Indonesia hendaknya perlu merenungkannya dan bercermin kedalam diri untuk bertanya tanya, sampai menemukan jawabannya. Ebit G. Ade menyuruh kita bertanya pada rumput yang bergoyang makna nya kira kira bahwa rumput itu tidak kuasa atas dirinya “ Laa qaula wa la quwata iIabillah”. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kemusryikan dan perbuatan syirik banyak terjadi dimana mana, dalam pemikiran sebagian umat setiap kejadian fenomena alam selalu dihubungkan dengan kemistikan, ketahayulan yang tidak rasional sama sekali. Lebih lebih ramalan Joyoboyo yang baru baru ini diceritakan oleh seorang tokoh Supra natural di-televisi, bahwa Meletusnya Gunung merapi berkaitan dengan 3 dosa yang diperbuat oleh Raden Patah. Opini itu sebenarnya hanya sebuah rekayasa fikiran manusia yang tidak ilmiah dan perselingkuhan iman yang mengajak manusia kejalan yang menyesatkan. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Budaya bangsa dan infiltrasi budaya asing yang mengitegrasi kedalam negeri ini telah merasuki fikiran generasi anak bangsa , sehingga akhlaq atau moral anak bangsa mulai hanyut dalam setiap perbuatan sehari hari, misalnya cara berpakaian, cara bertegur sapa dengan cium pipi kiri dan kanan antara laki laki dan perempuan didepan umum bukan hal yang tabuh, berpasang pasangan bukan mukrim, baik yang bersuami maupun beristri , berzina itu sudah menjadi konsumsi sehari hari dikota kota besar dan daerah daerah terpencil . 
&lt;br&gt;Masya Allah ampuni dosa dosa kami. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;BERKAH DAN SIKSA ALLAH&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;Berkah dalam bahasan yang luas merupakan suatu pemberian Allah yang menguntungkan dan dapat dinikmati oleh manusia dengan tidak terbatas dan terukur sebagaimana Allah menghendakinya. Begitu sebaliknya siksaNya juga pemberian Allah atas perbuatan manusia yang ingkar kepada perintah dan laranganNya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berkah dan Siksa dapat diberikan langsung di dunia ataupun nanti di Akherat. Yang menjadi pertanyaannya persoalan sosial dan bencana Alam yang ada di negeri ini apakah merupakan berkah atau Siksa Allah ?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Melihat dari persoalan ini perlu adanya pernyataan dari semua unsur manusia yang ada di negeri ini, mulai dari para pemimpin, aparat hukum, dan keamanan, pengusaha, pemuka agama, serta para ilmuwan, generasi pemuda, dan semua rakyat Indonesia harus melakukan taubatan Nasuhah. Sebelum Allah memusnahkan negeri ini, maka semua harus tunduk dan taat pada sang khaliq. Sebab Akhlaq manusia yang sudah melampai batas akan mengundang murka Allah SWT. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebagaimana penjelasan Allah dalam Q.S : Al A’raf : 97-100 yang artinya Sebagai berikut :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
(97) &lt;b&gt;Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
(98) &lt;b&gt;Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
(99) &lt;b&gt;Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
(100) &lt;b&gt;Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?&lt;/b&gt; [QS. al-A&#39;raaf (7): 97-100]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebagai kesimpulan bahwa akhlaq dan perbuatan manusia disuatu negeri sangat menentukan datangnya berkah dari langit dan bumi atau datangnya sisksa dariNya. Oleh karena itu terjadinya bencana alam di negeri ini, banyaknya persoalan sosial yang rumit ini, dan musibah di udara, di darat, dan di laut itu semua adalah hasil dari perbuatan manusia yang lalai dan ingkar kepada Allah SWT. Solusi yang dapat dilakukan tidak ada lain kecuali mohon ampunan Allah dan berhijrah dari fikiran dan perbuatan yang mengundang amara Allah, Hal ini tidak boleh di tunda tunda lagi. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Waallahu alamu bisshawab.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/4881187577554418271/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/moral-bangsa-dan-murka-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4881187577554418271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4881187577554418271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/moral-bangsa-dan-murka-allah.html' title='Moral Bangsa dan Murka Allah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuTi63HVKftO_8bqBC_OlJNxGEzCJXnpJgBL2M_BgBiB4DGbjKuRg99TKeXuEUsXn_NYop-fHV4eLTmis5WiLVDpJSMKHHZF0CJ9auwH5wkb3ajn1FBJpqByTxrfROg2gaPwUJoCWNO-Qb/s72-c/Murka+Allah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-8361058833423785948</id><published>2013-09-08T19:54:00.002+07:00</published><updated>2013-09-08T19:54:19.729+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Manusia dan Amanah </title><content type='html'>&quot;&lt;b&gt;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh&lt;/b&gt;.&quot; [QS. al-Ahzaab (33): 72]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ditinjau dari segi lughawi (arti bahasa) maka amanah berasal dari kata amanatan yang berarti kepercayaan. Serumpun dengan kata amana yang berarti beriman/mengamankan Dari sini dapat ditarik suatu pengertian bahwa hakekat orang beriman (mu’min) itu adalah orang yang dapat menjaga/mengamankan kepercayaan (amanah) yang diberikan kepadanya. Sebaliknya, tidak (sempurna) iman seseorang jika ia tidak bisa menjaga amanah atau berkhiyanah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dahulu ketika Allah menawarkan amanah kepada para makhlukNya yang bernama langit, bumi dan gunung, tak satupun yang bersedia untuk menerimanya karena merasa keberatan dan takut tidak bisa menunaikannya dengan baik. Hanya manusialah yang siap untuk menerimanya padahal sebenarnya dia juga tidak memiliki kemampuan untuk itu. Sehingga Allah memberi predikat pada nya sebagai makhluk yang dhalim lagi bodoh.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;PANDUAN ISLAM TERHADAP AMANAH&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Manusia sejak awal memang sudah disetting oleh Allah untuk menjadi kholifah di bumi (QS. 2 : 30), dalam upaya mengemban amanahNya, yakni memimpin dan memakmurkan bumi ini sesuai dengan kehendakNya. berupa terwujudnya sebuah kehidupan yang baik dan selalu mendapat ampunan Allah (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh karena itu jika diserahi amanah (jabatan) yang dianggap mampu untuk memikulnya, maka ia tidak boleh menolak amanah tersebut, dengan catatan jika ia punya waktu untuk menunaikannya.
&lt;br&gt;Dalam hal amanah ini, Rasulullah saw. Bersabda :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“&lt;b&gt;Apabila amanah diterlantarkan maka tunggulah saat (kehancuran) nya. Salah seorang shahabat bertanya : bagaimana dengan menelantarkan amanah itu wahai Rasul Allah? Jawab Beliau : apabila diserahkan amanah kepada selain ahlinya (bidangnya) maka tunggulah saat (kehancuran) nya&lt;/b&gt;.” (H.R. Al-Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Maksudnya, setiap orang harus diserahi amanah sesuai dengan bidangnya. Untuk mengurus masalah pembangunan serahkan pada ahli sipil dan arsitektur, untuk mengurus kesehatan serahkan pada ahli kesehatan atau dokter, untuk mengrus perekonomian serahkan pada pakar ekonomi dan untuk mengurus masalah keagamaan serahkan saja pada ahli agama, demikian seterusnya. Sehingga betul-betul ditangani secara profesional dan tidak asal-asalan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Islam melarang seseorang meminta atau mencari-cari jabatan. apalagi dengan menfitnah saudara seiman dan menghalalkan segala cara, yang biasanya terjadi dalam kalangan birokrasi, dunia usaha dan politik, demi kepentingan jangka pendek (keuntungan dunia semata), karena hal itu bukan akhlak Islam dan sangat dibenci oleh Allah yang Maha Rahman. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Islam mengajarkan bahwa jabatan itu adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban (kullukum ra’in wa kullukum mas-ulun ‘an ra’iyyatihi), baik oleh sekelompok masyarakat yang memberikannya, maupun oleh Allah yang Maha Kuasa. itulah sebabnya maka para sahabat dahulu merasa berat kalau mendapat amanah atau jabatan, sehingga ungkapan yang muncul saat menerima nya bukan ucapan alhamdulillah melainkan inna lillah. Demikian halnya dengan para tokoh Islam d n pimpinan Muhammadiyah zaman dahulu, yang rebutan mundur jika mendapat amanah jabatan pimpinan, karena bisa rumangsa dan bukan rumangsa bisa. (baca tulisan Nurchlis Huda dalam buku Anekdot tokoh-tokoh Muhamadiyah bagian awal).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kini zaman sudah berubah, tidak hanya jabatan basah seperti birokrasi, politik dan dunia usaha yang jadi rebutan, namun jabatan dalam organisasi keagamaan yang penuh dengan amanah perjuangan dan tanpa imbalan uang, juga ikut jadi ajang rebutan. Ada apa dibalik semua itu kawan? 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh karena itu, dalam memasuki tahun baru hijriyah 1432 ini, perlu kita tata kembali niyat dan jihad kita, karena itu merupakan esensi hijrah pasca fathu Makkah, agar jiwa kita selalu ikhlash dan istiqamah, tidak terkontaminasi oleh kepentingan dunia semata dan agar jihad atau perjuangan kita memperoleh hasil dan ridla Allah swt. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/8361058833423785948/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/manusia-dan-amanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/8361058833423785948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/8361058833423785948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/manusia-dan-amanah.html' title='Manusia dan Amanah '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-7994390442674322032</id><published>2013-09-08T19:50:00.004+07:00</published><updated>2013-09-08T19:50:54.771+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Cerdas Mengemban Amanah</title><content type='html'>&quot;&lt;b&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui&lt;/b&gt;.&quot; [QS. al-Anfaal (8): 27]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mengemban Amanah dalam ajaran Islam merupakan salah satu pilar utama untuk tegaknya keadilan, sehingga siapapun orangnya diharapkan mampu menjaga amanah yang diembannya, dan lebih-lebih bagi seorang pemimpin yang telah mendapat mandat dari rakyat untuk memaksimalkan kinerjanya. Al Qur’an telah mengulang beberapa kali tentang amanah ini sebagai pedoman dan petunjuk kebenaran, agar dalam menjalankan amanah ini tetap tertuju pada kebenaran. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebagaimana yang tertuang dalam Al Qur’an surat An Nisa’ : 58 agar amanah ini diberikan kepada yang berhak menerimanya, bukannya yang meminta-minta untuk diberi amanah; Al Baqarah : 283 menyandingkan dalam menunaikan amanat dengan tetap bertaqwa; Al Ahzab : 72 tentang kesanggupan manusia dalam memikul amanah; Al Anfaal : 27 tentang keserasian sikap orang yang beriman yang tidak berkhianat terhadap Allah dan Rasulnya serta amanat yang dipercayakan kepadanya; Al Mukminuun : 8 untuk selalu memelihara amanat.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rangkaian ayat-ayat Al Qur’an di atas semakin menyadarkan kepada kita bahwa dalam mengemban amanah ini tidak diperoleh begitu saja, lebih – lebih seperti perilaku murahan yang mempergunakan uang ataupun imbalan jasa lainnya untuk mendukungnya, jika cara ini yang dilakukan berarti telah menodai amanah, sehingga kinerjanyapun tidak maksimal dan akan melakukan jika mendapatkan imbalan yang selalu diharapkannya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sungguh ironis jika suatu jabatan / kedudukan yang diemban diparalelkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan, bukannya dengan tanggung jawab. Suatu ketika Abu Dzar RA, menginginkan jabatan yang bersifat strategis pada Rosulullah Muhammad SAW, sebagaimana dalam hadits Muslim : “ Wahai Abu Dzar, kamu seorang yang lemah dan suatu jabatan.kedudukan yang bernilai tanggung jawab adalah sebuah amanat. DanSesunguhnya amanat itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan di hari Pembalasan, kecuali orang yang menerimanya dengan benar dan mampu menunaikan kewajibannya dalam amanat tersebut.” Sungguh luar biasa ketauladanan Rosulullah ketika memberikan kebijakan terkait tanggung jawab yang tidak sembarangan orang bisa menerimanya tetapi tetap diperhatikan integritas, kapabilitas, dan moralitas, sehingga dalam menjalankan amanatnya tidak ada kepentingan lain kecuali sebagai wujud ketaqwaan pada-Nya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Ruhaniyah, memberikan penjelasan bahwa amanah adalah titipan yang menjadi tanggungan, bentuk kewajiban, atau utang yang harus kita bayar dengan melunasinya sehingga kita merasa aman dan terbebas dari segalan tuntutan. bertanggung jawab berarti kemampuan seseorang untuk menunaikan amanah karena adanya harapan atau tujuan tertentu. &lt;br&gt;Prof.Dr. Thohir Luth memberikan pencerahan bahwa penerima amanah sebenarnya telah memiliki landasan moral yang teramat mulia, yaitu dipercaya orang karena kejujurannya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kejujuran pemimpin suatu kalimat yang sangat indah yang bukan sebatas wacana ataupun slogan saja tetapi benar-benar teraktualisasikan dalam sikap dan kebijakannya, sehingga yang dipimpin merasakan sikap kejujuran pemimpin dan hak-haknya tidak terkurangi sedikitpun. Pemimpin yang demikianlah yang bertanggung jawab akan tugas yang diembannya, dan rela berkurban untuk kesejahteraan masyarakatnya, bukannya masyarakat menjadi korban kebijakannya sehingga kesengsaraan melilitnya. Selanjutnya Yusuf Qordhowi memperinci bahwa perbuatan seperti keadilan, rahmat, kebaikan, kejujuran, amanah, ikhlas, pemenuhan janji, kesucian, rasa malu, tawadhu’, kedermawanan, senang berbuat baik, memperhatikan hal-hal yang haram, berbakti kepada orangtua, silaturrohmi, menghormati tetangga, dan keutamaan-keutamaan lainnya merupakan kewajiban agama yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Perbuatan ini termasuk cabangnya iman.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Jangan berikan amanah ini kepada mereka yang tidak memiliki kompetensi sesuai bidangnya karena akan semakin mengarah pada kehancuran, dan harapan yang dicitakan tertelan keangkuhan, kritikan yang menghunjam dilawan dengan kebodohan, mereka tidak mampu menangkap nilai-nilai kemuliaan dan terbuai oleh mimpi dan bisikan koleganya semata. Pemimpin menjadi pemimpi yang tidak cerdas dan bijak terhadap realita yang sesungguhnya terjadi disekitarnya. Perubahan pemimpin menjadi pemimpi sangatlah tipis sekali hanya satu huruf n saja, tetapi dampaknya luar biasa, dimana mereka hidup dalam bayang-bayang semu saja, karena kebohongan dianggap kebaikan, menghianati amanat sudah menjadi tradisi kebijakannya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kecerdasan mengemban amanah merupakan kesadaran akan tanggung jawab yang diembannya, sehingga tidaklah mungkin untuk dihianati, tetapi justru semakin menjadikan kekokohan jatidiri untuk mampu memberi solusi atas problematika yang terjadi, bukannya semakin membebani. Kecerdasannya semakin menunjukkan prestasi karena mampu memberikan pelayanan sepenuh hati, untuk peduli. Amanah merupakan wujud tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, wujud tampilannya adalah keterbukaan, kejujuran, kerja optimal, ihsan (berbuat yang terbaik) dalam segala hal.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ibnu Taimiyah mengatakan, sejatinya jujur dan ikhlas merupakan perwujudan iman dan Islam. Penganut agama islam terbagi dua mukmin dan munafik, keduanya dibedakan oleh kejujuran, sebab kemunafikan adalah dusta. Mengemban amanah bagi seorang mukmin akan selalu diprioritaskan, karena dari sanalah akan terbuka cakrawala bahwa amanah mampu menjadikan diri lebih mulia, dan segala sifat kehinaan tidaklah pantas disandingkan dengan keimanan, amanah menjadikan diri lurus akal, sehingga akan bersikap bijak, dan amanah merupakan wujud pribadi yang terpercaya. Laksanakan amanah dengan kesungguhan agar menjadi pribadi mulia. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/7994390442674322032/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/cerdas-mengemban-amanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7994390442674322032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7994390442674322032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/cerdas-mengemban-amanah.html' title='Cerdas Mengemban Amanah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-8843711446054454983</id><published>2013-09-08T19:47:00.002+07:00</published><updated>2013-09-08T19:47:46.792+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Kiprah Hamba Mulia</title><content type='html'>&quot;Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.&quot; [QS. Al Furqaan (25):63]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Istilah ‘hamba’ dalam bahasa Arab adalah‘abd yang berasal dari kata kerja ‘abada yang berakar kata dengan huruf-huruf ‘ain, ba’,dan dal. Struktur ini bermakna pokok ‘kelemahan dan kehinaan’ dan ‘kekerasan dan kekasaran’.  Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa seorang hamba pada hakekatnya lemah dan hina tidak ada bandingannya dihadapan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sehingga tak layaklah bagi seorang hamba melakukan kesombongan baik terhadap sesamanya lebih-lebih terhadap sang kholik (Pencipta). 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Seorang hamba merupakan wujud pribadi yang mampu berkiprah dengan kerendahan hati dan ucapan yang mengandung keselamatan kehidupan, menyadari keadaan ini dinamika kehidupan akan mampu meminimalkan berbagai bentuk kejahatan yang penuh kehinaan, untuk meraih kemuliaan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dinamika kehidupan dunia ada yang berwarna kemuliaan dan juga ada yang berwarna kehinaan, dan sangat dimungkinkan antara keduanya bisa saling bersengketa untuk mempertahankan kepentingan  yang dimilikinya, maka diutuslah para Nabi dan Rasul untuk membimbing manusia pada kebenaran menuju keselamatan, membuang segala bentuk permusuhan menuju persaudaraan. Hubungan antar manusia beserta alam sekitarnya bisa saling menghormati dan menghargai, lebih-lebih sebagai sesama hamba yang lemah tentunya sangat paham akan peran kemuliaan, sehingga figur pemimpin yang menjadi tauladan kehidupan akan mendorong proses kesadaran diri.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Keberadaan Rasulullah Muhammad SAW dalam pentas peradaban dunia ternyata mampu memberikan kontribusi besar untuk perbaikan kehidupan, ketika lingkungan sekitarnya mengedepankan permusuhan, kesewenangan, hingga pembunuhan, sapaan dakwah Rasulullah SAW mengantarkan sekaligus menyelamatkan kehidupan manusia pada kemuliaan. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kepribadiannya sungguh luar biasa dalam memberikan keteladanan kebaikan (QS:68:4), ketika tatanan sosial lebih mengedepankan kerendahan moral, sehingga nilai-nilai kemanusiaan runtuh dan tidak ada harganya, Uswah hasanah Rasulullah SAW mampu menjadi bintang penerang kehidupan, penyembuh luka kehidupan, mengangkat pada derajat kemuliaan. Beliaulah hamba pilihan Allah SWT yang memiliki kepekaan tinggi untuk peduli, yang memiliki kesabaran tinggi untuk memberi solusi atas problem dan jeratan kehidupan yang menghinakan. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tanggal 12 Rabiul Awwal merupakan tanggal yang bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, karena pada saat itulah lahirnya manusia yang mulia, teragung sepanjang masa, dengan membawa misi kenabian Risalah Islam yang menyelamatkan. Sehingga Michael H Hurt dalam bukunya The 100, menempatkan Rasulullah Muhammad SAW pada ranking pertama sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam Ensiklopedi Islam, ketika beliau masih berusia 20 tahun telah mendirikan Hilful Fudul, semacam lembaga sosial yang menangani masalah kemiskinan dan korban keteraniayaan, sebagaimana kita ketahui para elite Jahiliyah yang begitu tega menyiksa dan menghina masyarakat Makkah yang menjadi korban kebrutalan dan kekejamannya tanpa adanya belas kasihan. Dalam Ensiklopedi Muhammad, Afzalur Rahman menyatakan, dalam tempo kurang dari satu dekade , Muhammad SAW berhasil meraih berbagai prestasi yang tak mampu disamai pemimpin Negara manapun.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Prestasi gemilang membangun peradaban manusia yang lebih beradab karena dukungan kesempurnaan ajaran Islam serta keteladanan sang pembawa risalah Islam Muhammad SAW, kekuatan inilah yang mampu merobohkan tirani kekejaman yang ditampilkan para elite jahiliyah, sehingga mereka yang cerdas tercerahkan, mereka yang tertindas diberdayakan, dan mereka yang pemberani menjadi ikhlas dalam berjuang untuk mengawal dakwah Islam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kepribadian yang unggul dari Rasulullah itulah yang menjadi daya dorong umat untuk meneladani sepak terjangnya baik sebagai pribadi, anggota keluarga maupun perannya di masyarakat yang lebih luas agar tetap mencerminkan nilai-nilai kemuliaan. Hamba mulia merupakan pribadi yang sehat baik secara jasmani maupun ruhani serta mampu mengambil hikmah secara cerdas atas berbagai fenomena kehidupan yang dihadapinya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Penelitian Dr. Herbert Benson dari fakultas kedokteran Harvard University berkesimpulan keimanan memberikan banyak kedamaian dan kesehatan jiwa. Hasil penelitian David B Larson seorang ahli kesehatan masyarakat dari Amerika berkesimpulan, bahwa orang yang taat beragama sedikit mengalami stress, bahkan penyakit jantung 60 % lebih sedikit dibandingkan orang – orang  biasa dan atau yang tidak taat beragama.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Interaksi kehidupan kadangkala membahagiakan dan kadang pula mengguncangkan, sehingga seorang hamba mulia akan mampu mendayagunakan segenap potensi dirinya untuk konsisten dalam perilaku yang bijak. Hasan Al Basri memberikan nasehat, wahai anak cucu Adam bagaimana mungkin kamu mendapatkan kemuliaan dalam agamamu, sedang kamu melalaikan sholat, dan janji orang mulia adalah berbuat dan menyegerakan, sedang janji orang yang hina adalah menangguhkan dan menunda-nunda.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Peradaban kehidupan ini membutuhkan kehadiran orang-orang yang mulia, dan diharapkan kita mampu menjadi bagian orang yang mulia itu untuk memperbaiki kehidupan yang telah dirusak oleh ulah orang-orang yang hina, dan jangan jadikan diri ini bagian dari orang-orang yang hina karena orientasinya hanya sebatas pemuasan nafsu belaka. Hamba mulia merupakan pribadi yang konsis mempererat kedekatan dengan sang kholiknya sekaligus berkiprah dengan teladan kebaikan. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/8843711446054454983/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kiprah-hamba-mulia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/8843711446054454983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/8843711446054454983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kiprah-hamba-mulia.html' title='Kiprah Hamba Mulia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-7614529347824604959</id><published>2013-09-08T19:41:00.001+07:00</published><updated>2013-09-08T19:41:11.905+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Kunci Kejayaan Hidup </title><content type='html'>&quot;Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu : &quot;Berlapang-lapanglah dalam majlis&quot;, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : &quot;Berdirilah kamu&quot;, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&quot; [QS. Al Mujaadilah (58):11]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Setiap orang pasti menginginkan kejayaan, merasa nyaman dan serba kecukupan dalam hidupnya. Karena dengan kejayaan, dia bisa memperoleh apa yang diinginkan, dan dengan kejayaan dia akan mendapat pengakuan, serta bisa mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kejayaan identik dengan hasanah (kebaikan, kesejahteraan), dan setiap orang Islam yang beriman kepada kita Suci Al-Qur’an tentu mendambakan-nya, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Sebagai-mana do’a yang acap dipanjatkan orang-orang beriman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 201 :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya ( Al-Qur’anul Adhim), yang dimaksud hasanah di dunia adalah kejayaan dan derajat yang tinggi bagi seseorang, yakni memiliki istri yang cantik dan shalihah atau suami yang tampan dan shalih, keturunan yang baik dan taat, rumah yang luas dan megah, kendaraan yang mewah, sawah dan perkebunan (di kota, perusahaan, pabrik, mall) dan lainnya, serta predikat baik dan terhormat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sementara hasanah di akhirat adalah kejayaan dan derajat di atas semua itu, berupa rahmat dan ampunan Allah serta surga yang sangat indah, lengkap dengan fasilitas pendukungnya yang luar biasa, aman, tenteram dan fuul kenikmatan, seperti janji Allah dalam QS. Al-Baqarah : 25, Al-Ghasyiyah : 8-16 maupun dalam surat-surat lainnya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kejayaan juga diidentikkan dengan derajat. Artinya orang yang diberi kejayaan dalam hidupnya, berarti dia telah dianugerahi derajat yang tinggi oleh Allah SWT. Kadang berupa kekayaan, pangkat, jabatan dan kedudukan maupun pengakukan dan kepercayaan dalam kehidupan. Yang jelas kebanyakan orang mendambakan dapat meraih puncak kejayaan atau derajat tertinggi dalam hidupnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Menurut janji Allah dalam Surat Al-Mujadilah ayat 11 di atas, ada dua kunci utama untuk menggapai kejayaan atau derajat tinggi dalam kehidupan, yakni :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;1. BERIMAN&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Iman atau keyakinan merupakan landasan pokok bagi kehidupan manusia. Dari keimanan tersebut seseorang akan beramal shalih, yakni aktifitas yang tepat, proporsional, mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah serta aturan yang ada. Dari keimanan akan memancarkan karakter yang amanah, sehingga dalam setiap aktifitas kesehariannya selalu menjaga kepercayaan yang diembannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
&lt;br&gt;Semua sektor kehidupan khususnya dunia usaha dan birokrasi, membutuhkan orang-orang yang amanah. Karena perusahaan akan jaya dan tidak mengalami kebangkrutan jika dijalankan oleh wirausahawan dan para pekerja yang amanah. Demikian halnya dengan birokrasi pemerintahan, program untuk mensejahterahkan kehidupan rakyat nya, tentu akan jalan dengan baik dan mengena sasaran, karena tidak dikorupsi dan dimanipulasi oleh para aparaturnya. Kasus skandal Bank Century, mavia Pajak Gayus Tambunan CS dan lainnya, tidak akan terjadi dalam kehidupan bangsa ini, jika memiliki karakter amanah. Sehingga wabah dan berbagai bencana akan segera sirna dari negeri yang kata Koes Plus bak tanah surga ini. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Allah telah menjanjikan dalam Al-Qur’an :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&quot; [QS. al-A&#39;raaf (7): 96]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;2. BERILMU&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Di samping iman, ilmu dan ketrampilan juga merupakan kunci meraih kejayaan atau derajat dalam kehidupan. Semakin tinggi ilmu dan ketrapilan sesorang, semakin mudah baginya untuk mencapai kejayaan dan derajat puncak kehidupan, demikian sebaliknya.
&lt;br&gt;Seorang dokter, insiyur atau direktur, diberi honor tinggi berlipat ganda dibanding para perawat, tukang atau karyawan, bukan karena volume kerja fisiknya, melainkan karena ilmu dan ketrampilannya. Dia juga bisa mengatur dan menegur seenaknya bila bawahannya melakukan kesalahan sedikit saja.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Pemimpin negara maju bisa menjajah dan mengatur dengan seenaknya kehidupan negara berkembang, juga karena keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Sehingga yang dijajah dan diatur tidak menyadari karena kebodohannya, dan justru merasa malah dibantu programnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Betapa urgennya ilmu dalam mencapai kejayaan hidup sehingga wahyu yang pertama kali disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk ummatnya, adalah perintah untuk membaca (meneliti) dan menulis. (simak QS. 96 / Al-Alaq : 1-5). 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/7614529347824604959/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kunci-kejayaan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7614529347824604959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7614529347824604959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/kunci-kejayaan-hidup.html' title='Kunci Kejayaan Hidup '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-3694381746154060583</id><published>2013-09-08T19:31:00.002+07:00</published><updated>2013-09-08T19:31:36.417+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Rasulullah Tauladan Ummat</title><content type='html'>لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&quot; [QS al-Ahzaab (33): 21]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rasulullah SAW adalah manusia pilihan Allah SWT yang diutus kepada seluruh umat manusia untuk menyempurnakan akhlak. Di antaranya akhlak dalam pergaulan, berpolitik, berumah tangga, mendidik anak-anak, pemerintahan, masalah ekonomi, dan dalam penegakan hukum. Tujuannya adalah agar umat manusia senantiasa berada di jalan yang benar, yang lurus, dan diridhai Allah SWT.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sungguh pada diri Rasulullah SAW terdapat suri teladan yang agung bagi umat manusia dalam menjalankan semua sendi kehidupan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&quot; [QS al-Ahzaab (33): 21]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW bagaikan mengarungi lautan yang tak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Keluasan suri teladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan, demikian kata Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya Muhammad SAW the Super Leader Super Manager .
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh karena itu, siapa pun yang mengenal Rasulullah SAW akan tak kuasa untuk tidak mencintainya. Untuk tidak terpesona oleh kepribadiannya. Wa innaka la’ala khuluqin adzim Sungguh engkau benar-benar memiliki akhlak yang mulia. Begitu Allah SWT mengakui kemuliaannya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Bahkan, Michael Hart seorang penulis Barat dalam bukunya The 100, Rangking of The Most Influential Persons in History , dengan sangat objektif telah menempatkan Rasulullah SAW sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah. “Saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.” tulis Michael Hart.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kecerdasan manajerial yang tinggi dalam mengelola, mengatur, dan menempatkan anggota masyarakatnya dalam berbagai posisi sesuai kemampuannya, sehingga dapat mencapai tujuan utama, yaitu membangun masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Di Kota Madinah, setidaknya ada lima hal yang menjadi perhatian utama Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat madani yang damai, sejahtera, dan senantiasa berada dalam tuntunan Alquran. Kelima hal tersebut adalah pemantapan Islam sebagai ajaran, kekuatan politik, keilmuan, persatuan dan kesatuan, serta penegakan hukum. Untuk itu, sebagai seorang pemimpin, Rasulullah SAW tidak memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melaksanakan sesuatu, kecuali beliau juga melaksanakannya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rasulullah SAW mengedepankan akhlak yang mulia dalam kepemimpinannya. Dalam sebuah riwayat Husain bin Ali, cucu Rasulullah SAW, menceritakan bagaimana keagungan akhlak beliau.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“Aku bertanya kepada ayah (Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasulullah SAW di tengah-tengah para sahabatnya. Ayah berkata, Rasulullah SAW selalu menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rasulullah SAW menjauhkan tiga hal, yaitu riya, boros, dan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah SAW juga tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat dan berpahala. &lt;br&gt;Kalau beliau berbicara, maka yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang tertimpa kesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya. [HR Tirmidzi]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rasulullah SAW sangat tegas dalam masalah penegakan hukum. Beliau tak pernah menetapkan hukum dengan rasa belas kasihan, pilih kasih, atau tebang pilih. Rasulullah sangat tegas dan tidak memihak siapa pun, baik pada pejabat pemerintahannya, sahabatnya, masyarakat kecil, maupun anggota keluarganya sendiri, termasuk anaknya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dikisahkan, suatu hari para pembesar Quraisy menggelar rapat khusus. Pasalnya, salah seorang wanita Quraisy dari Bani Makhzum telah mencuri. Antara panik dan resah bila sampai kasus ini terekspose ke publik, mereka pun berpikir keras. Siapa orang yang bisa melobi Rasulullah SWT untuk memetieskan kasus ini. Pilihan akhirnya jatuh ke Usamah bin Zaid.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Usamah bergegas menemui Rasulullah SAW dengan sangat hati-hati dan penuh harap, pemuda kesayangan Nabi itu mengungkapkan maksud kedatangannya. Yang intinya, ia meminta hak khusus agar Nabi SAW tidak memidanakan kasus ini. Paham akan kedatangan Usamah, Rasulullah SAW menjadi merah wajahnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Beliau menahan marah luar biasa, lalu Rasulullah SAW berdiri seraya berkata : 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“Sesungguhnya yang telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu adalah (sikap tercela mereka), apabila yang mencuri itu adalah orang terpandang di antara mereka, mereka membiarkannya. Namun, apabila yang mencuri itu adalah orang yang lemah, mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, andai Fatimah Putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” [HR Bukhari dan Muslim]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Selain dikenal sebagai figur yang tegas, Nabi SAW juga dikenal sebagai sosok yang bijak dalam mengambil keputusan. Sebelum memutuskan perkara, beliau selalu memikirkannya dengan matang. Dan, dalam memutuskan suatu perkara, beliau selalu mengacu kepada kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam Alquran.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Demikianlah sebagian kisah kehidupan Rasulullah SAW. Tentu, masih banyak sisi kehidupan Rasulullah yang seharusnya digali dan diperkenalkan di tengah bangsa dan umat yang merindukan akan kebaikan dan keberkahan hidup. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/3694381746154060583/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/rasulullah-tauladan-ummat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3694381746154060583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3694381746154060583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/rasulullah-tauladan-ummat.html' title='Rasulullah Tauladan Ummat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-2711123739438260013</id><published>2013-09-08T19:26:00.001+07:00</published><updated>2013-09-08T19:26:23.847+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Puasa dan Budaya Konsumtif </title><content type='html'>&quot;Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.&quot; [QS. Yunus (10): 17]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Rasa syukur dan segala pujian selalu dipanjatkan hanya kepada Allah SWT, ketika orang-orang yang beriman kembali bisa berjumpa bulan suci Ramadhan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan, perjumpaan dengan Ramadhan ini sudah puluhan tahun kita lakukan, sehingga terkesan puasa untuk menjalankan rutinitas seruan-Nya, meninggalkan makna yang mampu memperbaiki karakter dan perilaku diri yang selama ini kurang terkontrol dan lebih memuaskan kemauan diri.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berpuasa tidaklah sekedar menahan lapar dan dahaga, karena jika hanya itu maka dampak positifnya sangat terbatas seperti kesehatan ragawi sebagaimana hasil dari beberapa penelitian tentang puasa. Para Profesor dari Rusia setelah mengadakan riset tentang puasa, jika dilakukan selama 3 minggu berturut akan membersihkan mikroba sebagai penyebab timbulnya penyakit.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sungguh luar biasa ajaran tentang puasa ini bagi kehidupan kita karena di dalamnya terkait dengan upaya mengkualitaskan diri menjadi manusia sejati yang sadar akan fungsi kedudukannya, bukannya menjadi pribadi yang terkotori dengan berbagai hal yang dapat merusak kualitas diri, sehingga pada ayat diatas betapa bahaya dan ruginya melakukan kedustaan lebih-lebih pada Allah SWT sang pencipta, penguasa dan pengatur seluruh alam semesta, sehingga kedustaannya tidak dapat memberikan manfaat sedikitpun bagi aktifitas kehidupannya, sebagaimana janji-Nya termasuk orang yang tidak beruntung karena melakukan perbuatan dosa.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Puasa juga mampu membangun kesadaran diri, karena selama perjalanan kehidupan manusia sering kali dipengaruhi berbagai rayuan yang menggiurkan sehingga kehilangan kesadaran diri, hanya untuk mengabdi pada seluruh keinginan diri, dengan berpuasa akan terkendali untuk konsisten mengabdi pada Ilahi Rabbi. Setiap manusia pasti memiliki banyak keinginan dalam kehidupannya, dan dari setiap daftar keinginannya itu akan selalu diusahan semaksimal mungkin jangan sampai keinginan yang ada itu hilang begitu saja, maka segala upayapun dilakukan untuk pemenuhan keinginan tersebut. Ternyata ada fenomena yang menarik untuk kita cermati disekitar pelaksanaan puasa Romadhan, salah satu diantaranya adalah merebaknya dan meningkatnya budaya konsumtif di sebagian masyarakat kita.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Perilaku konsumtif telah menjadi gaya hidup, dimana melakukan pemborosan atas barang atau jasa secara berlebihan, bahkan lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhannya. Momentum Romadhan oleh para pelaku usaha dijadikan ajang untuk meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya dengan strategi pemasaran yang tepat diberikanlah berbagai diskon secara besar-besaran agar ada pertambahan pangsa konsumen, sehingga ritual Ramadhan beriringan dengan pola konsumtif, baik ditinjau dari pola makan yang seharusnya ada perubahan kuantitas ternyata terjadi pertambahan dengan beragam menu yang ada, yang sebelum Ramadhan tidak ada, ditinjau dari pola pembelanjaan pakaian terjadi pertambahan karena dikaitkan dengan momen Idul Fitri, pembelanjaan pulsa handpond semakin meningkat baik untuk pemberian ucapan permohonan maaf saat menjelang Romadhan dan 1 Syawal sehingga terjadi boming yang luar biasa besarnya dan masih ada lagi berbagai praktek perilaku konsumtif yang ada disekitar kita.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
إِنَّ هٰذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.&quot; [QS. al-Insaan (76): 29]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Problem pembelanjaan yang mendorong terjadinya pola konsumtif, yang justru semakin menjauhkan dari jalan menuju kepada Allah SWT, bagi orang beriman hendaklah lebih selektif, kita sudah sama tahu amalan selama bulan Ramadhan akan dilipat gandakan tetapi pengetahuan itu belum mampu diimplementasikan dalam kehidupan yang lebih bermakna, mana itu keinginan dan kebutuhan, mana itu trend zaman dan tuntunan, dan mana itu penghamburan dan ketepatan pembelanjaan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Peringatan ayat diatas seharusnya mampu mendorong kepada kita untuk mendahulukan kebutuhan, tuntunan dan ketepatan dalam pembelanjaan. Pola konsumtif hanya untuk mendapat pengakuan dari komunitasnya, sekaligus semakin menjauhkan upaya peningkatan produtifitas yang ada, dimana perbincangannya sekitar Mall yang memberikan diskon lebih besar, pusat perbekanjaan yang lebih besar dan lebih lengkap persediaannya, serta pemberian doorprize yang semakin mendorong berjubelnya lautan manusia menuju titik keinginannya, sehingga kita akan semakin sulit menemukan pribadi yang memiliki gagasan besar untuk perbaikan, pribadi yang cerdas dengan terobosan wawasan yang produktif, karena kecenderungan budaya konsumtif akan mendorong pada pribadi yang sekedar menjadi penonton, dan pengekor tanpa ada upaya untuk membangun etos kerja yang lebih produktif.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Puasa Ramadhan yang penuh harapan agar menjadi orang bertaqwa, bersyukur dan beruntung (QS:2:183,185,189) sejatinya bisa terwujudkan jika benar-benar dilakukan tanpa adanya beban semacam pola komsumtif tersebut, sehingga puasa Ramadhan merupakan ajang untuk pencerahan dan percepatan perubahan menuju yang terbaik. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/2711123739438260013/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/puasa-dan-budaya-konsumtif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2711123739438260013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2711123739438260013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/puasa-dan-budaya-konsumtif.html' title='Puasa dan Budaya Konsumtif '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-3849688153650698889</id><published>2013-09-08T19:20:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T19:20:40.914+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Haji Kita, Antara Cita-Cita dan Fakta</title><content type='html'>&quot;(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.&quot; [QS. al-Baqarah (2): 197]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Minggu-minggu ini banyak kita saksikan bersama, sambutan atas kedatangan para jamaah haji. Saat berangkat dulu, kita rasakan bersama betapa kebahagiaan menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam lubuk hati mereka, manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia, memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berharap mereka menjadi Haji Mabrur. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tatkala seorang haji tiba di ka’bah, dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana, maka dia berputar mengelilingi rumah, Thawaf yang mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah. Begitu pula mencium Hajar Aswad, bukan berarti dan bukan karena menyembah batu, melainkan karena mengikuti sunnah Rasul. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan demikian. Inilah pembeda antara Muslim dan Musyrik. Dulu orang Musyrik mencium batu karena untuk menyembahnya. Sangat berbeda dengan Muslim yang mencium batu untuk mengikuti sunnah Rasul. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat, baik calon haji itu seorang petani, pegawai, polisi, artis, dokter, menteri maupun seorang kyai, laki-laki maupun perempuan , tua maupun muda. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya : 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.&quot; [QS. al-Baqarah (2): 197]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang, aku datang, memenuhi panggilanMu. Lalu aku berdiri di depan pintuMu. Aku singgah di sisiMu. Aku pegang erat kitabMu, aku junjung tinggi aturanMu, maka selamatkan aku dari adzabMu. Kini aku siap menghamba kepadaMu, merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. BagiMu segala ciptaan, bagiMu segala aturan dan perundang-undangan, bagiMu segala hukum dan hukuman, tidak ada sekutu bagiMu. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku, meninggalkan profesi dan pekerjaan, menanggalkan segala atribut dan jabatan, karena tujuanku hanyalah wajah dan keridhaanMu. &lt;br&gt;Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah, dalam firman-Nya : 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.&quot; [QS. al-Baqarah (2): 197]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan Rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan Jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu, bukan untuk mencari kebenaran. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan Haji Mabrur, yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat dan dosa-dosa yang lalu. Ia akan tampil sebagai Muslim yang shalih dan Muslimah yang shalihah. Maka sebuah negara yang semakin banyak muslim dan muslimah yang taat, maka negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. Maksiat dan kemungkaran akan menepi, perjudian dan pencurian akan sepi, perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. Penyakit khronis Korupsi akan terkikis habis. Apalagi jika yang pergi haji adalah Presiden, Gubernur, Bupati, Menteri, Jaksa, Hakim dan Polisi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan, yang kasar akan menjadi halus dan yang biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam dan manfaat. Itu semua manakala hajinya mabrur. Namun banyak kenyataan yang kita saat ini adalah bagaikan siang yang dihadapkan dengan malam, semuanya bertolak belakang, mereka tidak mengambil manfaat dari ibadah haji selain menambah gelar atau meminta dipanggil Pak Haji dan Bu Hajjah. Yang korup tetap korup malah semakin korup, yang artis panas tetap artis panas, yang lintah darat tetap lintah darat, yang jahat tetap jahat, bahkan ada yang sepulang haji, maksiatnya semakin meningkat, naudzu-billah. Maka tidak heran jika Rofats, Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral, krisis nilai, krisis kemanusiaan, krisis politik, lingkungan, ekonomi dan sosial. Krisis Multi Dimensial. Bagaimana dengan haji Anda?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Makna haji,seharusnya merubah sesuatu yang jelek menjadi baik, yang baik menjadi semakin baik. Semoga Allah menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang Mabrur, dan semoga dijauhkan dari haji yang Maghrur (tertipu) dan Mabur. Amin 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/3849688153650698889/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/haji-kita-antara-cita-cita-dan-fakta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3849688153650698889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3849688153650698889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/haji-kita-antara-cita-cita-dan-fakta.html' title='Haji Kita, Antara Cita-Cita dan Fakta'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-347785581369544606</id><published>2013-09-08T19:10:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T19:10:11.527+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Biro Perjodohan </title><content type='html'>”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS an-Nuur (24): 32]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Belum lama acara “&lt;b&gt;Biro Jodoh&lt;/b&gt;” digelar di stasiun televisi Indosiar, namun penggemarnya sungguh luar biasa. Mulai dari masyarakat kota hingga mereka yang tinggal di pelosok desa. Para kawula muda bahkan mereka yang sudah paroh baya, tidak mau ketinggalan untuk mengikuti atau menyaksikan acara spesial yang dipandu oleh presenter kondang, Choky Sitohang dan Yuanita Kristiani itu. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Awalnya bernama &lt;b&gt;Take Him Out&lt;/b&gt;, yaitu seorang jomblowati diminta memilih salah satu dari 30 jomblowan. Endingnya, wanita tadi boleh mengambilnya atau tidak, sebagai calon suaminya. Kemudian berkembang menjadi Take Me Out, yakni seorang jomblowan diminta memilih salah satu dari 30 jomblowati yang umumnya berpakaian serba mini, dan akhirnya suka atau tidak suka, wajib mengambil seorang wanita yang masih nyalakan lampu sebagai calon istrinya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Saking banyaknya penggemar, maka acara tersebut dikembangkan lagi dengan nama Take Celebrity Out, yang diikuti khusus oleh para selebriti dan orang-orang top. Pada acara yang satu ini caranya mirip dengan dua model di atas, tetapi lebih ugal-ugalan, kebablasan dan tidak lagi punya rasa malu, khususnya para selebriti senior dan yang mengikuti acara tersebut dengan tujuan sensasi atau sekedar mencari hiburan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Semula dalam perkenalan masih menyebutkan agama yang dianut di samping profesi serta identitas lainnya, Namun entah apa sebabnya belakangan ini, faktor agama sebagai syarat utama terwujudnya rumah-tangga sakinah, mawaddah dan rahmah itu, kini sudah tidak disinggung lagi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apapun penilaian dan kritik negatif terhadap acara tersebut, namun realitanya kini semakin boming serta dibutuhkan banyak orang, sebagai alternatif bagi mereka yang sudah cukup umur tapi belum punya pasangan untuk membina rumah tangga.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;PERLUNYA BIRO JODOH&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;Dalam kehidupan nyata, tidak semua lelaki punya keberanian atau nyali untuk menyatakan perasaan cinta, kepada wanita yang dicintai atau sebaliknya, sementera umur sudah cukup untuk menikah. Faktor penyebabnya antara lain; Ada yang khawatir cintanya ditolak. Ada yang takut tidak dapat memberi nafkah atau membahagiakannya, dan ada pula yang takut mengalami kegagalan setelah ia menikah. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Semakin tambah usia, kekhawatiran itu kian menghantui fikirannnya, karena faktor rasional lebih dominan dibanding faktor emosional. Akhirnya ia pilih lebih baik tidak menikah saja, Padahal semua ketakutan itu adalah bisikan setan yang harus diperangi dengan keyakinan akan janji Tuhan, “&lt;b&gt;bahwa Allah yang Maha Rahman akan selalu memberikan berkah kepada setiap insan setelah ia melangsungkan Pernikahan&lt;/b&gt;.” Tentu saja diserta do’a, usaha, serta kesabaran.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apalagi lembaga biro jodoh atau sejenisnya yang ada saat ini, masih sangat sedikit dibanding jumlah yang membutuhkan jasa tersebut. Sehingga begitu muncul acara biro jodoh di Indosiar, langsung disambut publik dengan gegap gempita. Tapi perlu diingat yang bisa memanfaatkan acara tersebut hanya mereka yang tinggal di sekitar Jakarta dan mereka yang sudah mapan hidupnya. Sedang mereka yang miskin serta jauh dari kota Jakarta, jelas tidak mungkin memperoleh manfaat darinya. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Itulah sebabnya diperlukan adanya lembaga biro jodoh yang Islami, seperti di jama’ah pengajian/masjid, organisasi sosial/keagamaan, lembaga pendidikan dan lainnya, yang tidak mengutamakan faktor biologis dan finansial semata, namun faktor agama serta akhlak justru menjadi prioritas utama. Setelah menemukan calon pasangan masing-masing, dimantapkan dengan shalat istikharah. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Lembaga tersebut bertugas memberikan arahan dan motifasi bahwa nikah itu merupakan perintah agama yang sangat menyenangkan. Mengingatkan bahwa kebanyakan orang-orang yang kini berkecukupan, dahulu sebelum menikah, hidup mereka adalah pas-pasan. Selain itu dengan menikah, seseorang akan punya harapan masa depan cemerlang. Akan punya anak, menantu, cucu dan seterusnya, yang dapat melangsungkan cita-cita luhur orang tua dan perjuangan suci Islam. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Oleh sebab itu mari kita wujudkan lembaga tersebut sedapat mungkin, baik secara pribadi maupun kolektif. karena hal itu merupakan amalan mulia serta diperintahkan Allah serta Rasul-Nya. Agar tidak ada lagi generasi muda yang terlambat menikah, apalagi membujang untuk selamanya. Na’udzu billah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ingat janji Islam dalam sebuah hadits Qudhsi, bahwa “&lt;b&gt;Allah akan menolong hamba (manusia), selagi hamba itu gemar menolong saudaranya&lt;/b&gt;.”
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Wallahu a’lamu bish-shawab.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/347785581369544606/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/biro-perjodohan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/347785581369544606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/347785581369544606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/biro-perjodohan.html' title='Biro Perjodohan '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-4636165092656704399</id><published>2013-09-08T19:04:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T19:04:01.882+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Karakter Ummat Muhammad SAW</title><content type='html'>&quot;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.&quot; [QS. al-Fath (48): 29]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Nabi Muhammad SAW. adalah sosok panutan yang terbaik (uswatun hasanah) bagi setiap Mu’min atau Muslim yang mendambakan bertemu Allah dan hari akhir. Pernyataan itu ditegaskan sendiri oleh Allah dalam al-Qur’an Surat 33/ al-Ahzab : 21.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&quot; [QS. al-Ahzab (33): 21]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebagai tokoh panutan, beliau memiliki sifat-sifat yang seharusnya diteladani oleh ummat pendukungnya, yakni tegas, tidak mengenal kompromi terhadap orang-orang kafir, dan kasih sayang terhadap sesama mu’min. sifat beliau lainnya pada lanjutan ayat di atas adalah, gemar ruku’ dan sujud (menegakkan shalat), selalu mencari ridla dan karunia Allah dan pada wajah mereka ada pancaran bekas sujud.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;1. ASYIDDAA’ ALAL KUFFAAR&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Sikap tegas Rasulullah terhadap orang kafir, yaitu ketika beliau ditawari Jabatan tertinggi dan wanita tercantik lewat sang paman Abu Thalib, dengan syarat tidak boleh lagi menda’wahkan agama barunya. Tawaran tersebut lansung dijawab tegas oleh beliau : “Wahai paman, sekiranya mereka (orang-orang kafir) mampu meletak-kan matahari di tangang kananku dan rembulan di tangan kiriku, dengan maksud agar aku berhenti menda’wahkan ajaran Islam ini. Maka aku akan terus menerus berda’wah sampai aku menang atau aku hancur.”
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sikap tegas beliau juga tergambar pada saat diajak toleransi oleh orang-orang kafir, yakni mereka bersedia menyembah Allah bersama kaum muslimin selama 1 minggu dan berikutnya kaum muslimin diajak menyembah berhala selama 1 munggu pula. Demikian halnya pada hari-hari berikutnya. Lalu dijawab tegas oleh Nabi, sebagaimana termaktub dalam Surat al-Kafirun ayat 1-6).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;2. RUHAMAA’ BAINAHUM&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Jika terhahap orang-orang kafir Rasulullah bersikap tegas dan tidak kenal kompromi, maka kepada sesama mu’min atau muslim, beliau sangat mencintai, menyayangi dan suka membantu mereka. Bahkan beliau memberi gambaran kehidupan mu’min satu dengan lainnya itu, diibaratkan satu tubuh yang saling menyanyangi dan membantu satu dengan lainnya, dan jika salah satu organ tubuh sakit, maka ikut sakit pula seluruh anggota tubuhnya. Dalam hadits lain beliau menggambarkannya seperti sebuah bangunan yang saling memperkokoh satu sama lainnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Itulah sebabnya maka beliau bersabda :
“tidak beriman salah seorang kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. (HR. Bukhari Muslim, Ahmad, at-Trimidzi dan an-Nasa’i)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;3. RUKKA’AN SUJJADAN&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Karakter Nabi saw. adalah gemar beribadah terutama shalat. Dalam suatu riwayat diterangkan, bahwa Nabi saw kalau shalat di malam hari itu memakan waktu yang sangat lama. Kualitas shalat dan bacaannya juga luar biasa, sehingga basah tempat sujud beliau karena air mata dan bengkak kedua mata beliau karena menangis saat beribadah dan berdo’a. Aisyah bertanya: “Kenapa engkau Lakukan semua itu wahai Rasulullah? bukankan Allah sudah mengampuni dosa-dosa engkau dan juga sudah menjamin surga untukmu? Maka jawab beliau : “afalaa uhibba an akuuna ‘abdan syakuuran”, bukankah aku senang jika aku dinilai Allah sebagai hamba yang bersyukur (kepadaNya)?” 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Di samping 3 sifat di atas, dalam semua aspek kehidupan baik bidang mu’amalah, ubudiyah maupun da’wah, Rasulullah SAW. selalu mencari karunia dan ridla Allah swt. bukan jabatan, kekayaan, pengaruh atau pujian orang. Itulah sebabnya maka wajah beliau meman-carkan aura yang penuh cahaya, berwibawa, dan mempesona.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;SIKAP KITA SEHARUSNYA&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;Sebagai Ummatnya tentu saja kita harus mencotoh karakter Nabi Muhammad yang dIterangkan Allah dalam sura al-Fath di atas. Yakni Asyidda’u ’alal kuffaar dan ruhamaa’u bainal mu’minin, bersikap keras dan tegas terhadap orang kafir, namun menjalin kasih sayang terhadap sesama mu’min. kalau kita mengaku sebagai ummat Muhammad (Muhammadiyyah). Jangan sebaliknya, jahat dan sadis kepada sesama mu’min namun kasih sayang dan suka menolong orang-orang fasiq atau kafir, yang sudah jelas-jelas sebagai musuh Allah dan agama Islam tercinta. 
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/4636165092656704399/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/karakter-ummat-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4636165092656704399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4636165092656704399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/karakter-ummat-muhammad-saw.html' title='Karakter Ummat Muhammad SAW'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-6239155938701515319</id><published>2013-09-08T18:55:00.003+07:00</published><updated>2013-09-08T18:55:40.904+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Faham Agama Islam Menurut Muhammadiyah</title><content type='html'>Katakanlah: &quot;Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir&quot;. [QS Ali Imran (3): 32]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Pemahaman terhadap suatu persoalan sangat penting bagi seseorang sebelum ia mengerjakan sesuatu. Jika pemahamannya salah, maka langkahnya akan ikut salah juga, demikian sebaliknya. misalnya, ada seorang bapak minta tolong tetangganya untuk membelikan soto dengan bahasa jawa, Maksud sang bapak adalah membelikan makanan soto, namun yang datang adalah tembakau, karena menurut pemahaman orang yang dimintai tolong tadi adalah soto yang berarti tembakau untuk merokok. Akibat salah faham maka hasilnya adalah kesalahan yang amat fatal dan mengecewakan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam hal beragama juga demikian. Jika tradisi yang tampaknya seperti Islam itu difahami sebagai ajaran Islam, misalnya sedekah bumi di desa jelang musim tanam bagi petani agar hasil panennya dapat berlimpah (ruwatan di kota), dan sedekah laut (larung) bagi para nelayan pada saat-saat tertentu, dengan tujuan agar hasil tangkapan ikan dapat berlipat ganda. Maka kedua tradisi ini terus dilestarikan dan diyakini sebagai salah satu ajaran Islam yang wajib dipertahankan. Padahal jika dilihat dari keyakinan (aqidah) Islam, kebiasaan ini sangat dibenci Allah dan termasuk perbuatan syirik (orangnya musyrik), yang dapat menghapus semua amal kebaikan (simak QS. 6 / Al-An’am 88 dan QS. 36 / Az-Zumar 65), juga termasuk dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah jika sampai mati meyakini dan mengamalkannya (QS. 4 / An-Nisa’ 48).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sering juga kita saksikan di tengah-tengah masyarakat Islam, masih mengadakan tingkepan, yakni selamatan untuk wanita hamil 7 bulan. Menurut keyakinan Hindu, tujuannya agar bayi yang dikandung diberi perlindungan oleh sang Hyang Widhi hingga lahir ke dunia. Jika laki-laki agar tampan serta baik pribadinya seperti Arjuna dan jika lahir perempuan agar cantik dan baik pribadinya seperti Srikandi. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam upaya strategi da’wah Islam, acara ini lalu diadop penyebar Islam tempo dulu, kemudian diganti dengan acara “walimatul haml” yang nampak Islami, lalu mengganti tokoh Arjuna dan Srikandi dengan Nabi Yusuf dan Maryam, karena kedua tokoh Islam ini jauh lebih baik dibanding Arjuna dan Srikandi. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sekaligus mengganti acara wayangan dengan membaca Al-Qur’an surat Yusuf dan Maryam. Upaya ini dapat dimaklumi sebagai strategi awal da’wah Islam, dalam rangka mengenalkan tokoh Islam dan kitab suci Al-Qur’an, tapi tidak boleh difahami dan diyakini sebagai ajaran Islam yang harus diamalkan serta dipertahankan. Sebab tidak ada satupun ayat Al-Qur’an maupun Hadits Nabi yang mencontohkan ajaran seperti itu. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. mensunnahkan Aqiqah untuk bayi yang lahir telah 7 harinya. Pada saat itu diadakan pemotongan 1 ekor kambing untuk bayi perempuan dan 2 ekor kambing untuk bayi laki-laki. Si bayi juga dicukur rambutnya dan diberi nama yang baik. Bukan justru mengadakan acara tingkepan dan Selapanan (pendak pasaran) yang diadakan secara besar-besaran, sementara ajaran Islam Aqiqah ditinggalkan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;AGAMA ISLAM MENURUT MUHAMMADIYAH&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Menurut Muhammadiyah, Agama Islam adalah “apa yang diturunkan oleh Allah dalam al-Qur’an dan apa yang dihadirkan oleh Nabi Muhammad dalam Sunnah shahihah, yang terdiri dari perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk, untuk kebaikan (hidup) manusia di dunia dan akhirat”. (Kitab HPTM hal. 276).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dari pengertian di atas, maka yang difahami, diyakini, dan diamalkan serta perjuangkan oleh Muhammadiyah adalah ajaran agama Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan al-Hadits (Sunnah Rasulullah saw.). Islam murni yang bebas dari tahayul dan khurafat (keyakinan syirik yang merusak aqidah tauhid), serta bid’ah, (amalan baru dalam kalangan Islam yang tidak ada perintah atau contoh dari nabi Muhammad saw. yang menyebabkan rusaknya ibadah seseorang). Agar ummat Islam memperoleh kebaikan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sementara Ijtihad, Qiyash dan Ijma’ Shahabat/Ulama’ tidak dijadikan dasar atau pedoman beragama dalam Islam, tetapi hanya sebagai cara untuk memahami ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana perintah Allah dalam Surat Ali Imran ayat 32 di atas.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Muhammadiyah tidak membawakan ajaran baru, bukan pula ajaran K.H. Achmad Dahlan (Allahu yarhamhu), tetapi semata-mata hanya meneruskan ajaran Islam yang telah dibawakan oleh Nabi Muhammad saw. dengan pendekatan tajdid (pembaruan yang selaras dengan misi Islam), dalam berbagai bidang kehidupan. Jadi salah besar kalau ada orang atau kelompok yang mengatakan bahwa Muhammadiyah itu aliran sesat. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/6239155938701515319/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/faham-agama-islam-menurut-muhammadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/6239155938701515319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/6239155938701515319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/faham-agama-islam-menurut-muhammadiyah.html' title='Faham Agama Islam Menurut Muhammadiyah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-5255830632763610493</id><published>2013-09-08T18:44:00.001+07:00</published><updated>2013-09-08T18:44:15.108+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Musyawarah Dalam Perspektif al-Qur&#39;an</title><content type='html'>“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [QS. Ali Imran (3): 159]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Musyawarah Dalam Kamus Al-Munawwir disebutkan, syura atau musyawarah adalah suatu usaha untuk saling memberikan nasihat atau saran. Dengan kata lain, musyawarah sebagai upaya pengambilan keputusan yang terbaik tentang suatu persoalan. Jika demikian, maka musyawarah sangat dibutuhkan ketika seseorang, komunitas atau organisasi menghadapi persoalan yang rumit. Sebab keputusan hasil musyawarah tentunya akan memberikan keuntungan bagi banyak pihak karena telah melewati proses sharing (tukar pendapat) dan saran para peserta.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ayat di atas secara tegas menyebutkan tiga sikap yang secara berurutan diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya dalam melaksanakan permusyawaratan. Penyebutan ketiga sifat yang harus di miliki oleh setiap peserta musyawarah adalah sebagai berikut. Pertama, sikap lemah lembut (lintalahum). Seseorang yang melakukan musyawarah, seharusnya menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Karena sikap seperti itu membuat para musyawirin menjauh dan tidak simpatik. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kedua, mudah memberi ma’af dan membuka lembaran baru (wa’fu anhum). Berkenan dengan memberi ma’af berarti bersedia menghapus bekas luka di hati akibat perlakuan pihak lain yang di nilai tidak wajar. Hal ini menjadi penting karena proses musyawarah dengan berbagai pihak harus dilakukan dengan kejernihan pikiran.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ketiga, berserah diri kepada Allah SWT. (tawakkal ‘ala Allah), setelah berbulat tekad dan mau melaksanakan hasil musyawarah yang telah diputuskan bersama. Karena hanya dengan sikap inilah pembicaraan selama permusyawaratan bisa membuahkan hasil dan memberikan hasil yang efektif untuk mewujudkan pemaslahatan bersama.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Jika di renungkan lebih seksama, ayat tersebut dapat dipahami secara tegas bahwa Rasulullah saw sebagai manusia dan pribadi yang terjaga dari dosa (ma’shum) saja, diperintahkan untuk melakukan musyawarah. Hal itu beliau lakukan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Beliau tidak pernah segan bertukar pikiran dan pendapat dengan para sahabatnya tentang suatu masalah. &lt;br&gt;Dalam pandangan DR. Ramadhan Said al-Buthy (penulis biografi [sirah nabawiyah]) ditegaskan bahwa kunci sukses dakwah Rasulullah saw karena beliau menerapkan musyawarah dalam setiap langkah perjuangan beliau.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Sifat Peserta Musyawarah&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Senada dengan ayat di atas tadi, Q.s. Asy-Syuura: 38 memerintahkan orang-orang yang menerima dan mematuhi seruan Allah dan orang-orang yang rajin melaksanakan shalat, agar urusan mereka (diputuskan) dengan jalan musyawarah di antara mereka. Ayat ini bisa dipahami, bahwa setiap persoalan yang dipecahkan secara kolektif kolegial atau bersama-sama akan memberikan manfaat yang banyak dan memiliki efek kemaslahatan yang lebih luas.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Islam sebagai agama yang membentangkan rahmatnya atas seluruh alam (rahmatan lil alamin) sama sekali tidak membatasi keterlibatan orang di luar Islam (non Muslim) dalam menyumbangkan sarannya untuk memecahkan suatu masalah. Karena sesungguhnya ajaran musyawarah dalam Islam bersifat inklusif (terbuka), bukan hanya sesama muslim, melainkan juga kepada mereka yang bukan muslim. Kerjasama dalam urusan muamalah-duniawiyah sebagaimana disebutkan dalam qaidah ushul, al ashlu fi al-mu‘amalah al-ibahah (pada prinsipnya semua bentuk kerjasama muamalah itu di perbolehkan dan boleh dipecahkan secara bersama dan tidak menjadi monopoli umat Islam saja). Sebab target utama yang akan dicapai adalah membangun iklim kondusif dalam memecahkan persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ajaran musyawarah tidak ada yang menetapkan sifat-sifat peserta musyawarah, tidak juga batasan jumlahnya. Namun demikian, dari keterangan suatu riwayat dan beberapa pandangan ulama, dijumpai penjelasan sifat-sifat umum kriteria peserta musyawarah. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Di antara riwayat Rasulullah saw yang menjelaskan hal itu adalah :
Wahai Ali, janganlah kamu bermusyawarah dengan penakut! Karena dia justru akan mempersempit jalan keluar. Jangan juga dengan orang yang kikir! Karena dia hanya akan menghambat engkau dari tujuanmu. Juga tidak dengan orang yang berambisi! Karena dia akan menciptakan keburukan bagimu. Ketahuilah wahai Ali, bahwa sifat takut, kikir dan sifat ambisius merupakan sifat bawaan yang semuanya bermuara para prasangka buruk terhadap Allah SWT.” (HR al-Bukhari &amp; Muslim).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam konteks persoalan-persoalan yang berkaitan dengan urusan publik, apa yang dilakukan Rasulullah saw cukup beragam. Sekali waktu beliau pernah memilih orang-orang tertentu yang dianggap cakap untuk masalah yang dibahas. Terkadang melibatkan para pemuka masyarakat, bahkan menanyakan kepada semua unsur yang terlibat di masyarakat. Dalam bermusyawarah, setiap orang harus menjunjung tinggi etika, menghargai pendapat orang lain, mengakui kelemahan diri sendiri, dan mengakui kelebihan orang lain. 
&lt;br&gt;Di samping itu yang paling penting, peserta musyawarah harus mampu menahan diri dari sikap ingin menang sendiri. Dalam melakukan debat dan adu argumentasi tujuan utamanya adalah mendapatkan kebaikan bersama. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Karena itu tidak boleh ada yang ingin menang sendiri. Sebab dalam musyawarah tidak ada yang kalah dan menang. Kemenangan akan diraih ketika keputusan terbaik telah dihasilkan. Karena itu, hendaknya setiap pimpinan dan warga Persyarikatan sebagai generasi penerus KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” senantiasa menjadikan musyawarah sebagai forum untuk memperjuangkan nilai-nilai agama demi kemaslahatan bersama. Sebagaimana sebuah riwayat,
&lt;br&gt;“&lt;b&gt;Agama itu nasihat. Para sahabat bertanya: untuk siapa nasihat itu ya Rasulallah? Beliau menjawab: untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyatnya&lt;/b&gt;” (HR Muslim).
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/5255830632763610493/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/musyawarah-dalam-perspektif-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5255830632763610493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5255830632763610493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/musyawarah-dalam-perspektif-al-quran.html' title='Musyawarah Dalam Perspektif al-Qur&#39;an'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-5907882367285709177</id><published>2013-09-08T18:38:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T18:38:28.065+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Sikap Memaafkan Bermanfaat Bagi Kesehatan</title><content type='html'>خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : ”Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma&#39;ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” [QS al-A&#39;raaf (7): 199]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
“&lt;b&gt;Sampai kapanpun, saya tidak akan maafkan kesalahan dia. Kali ini, dia benar-benar keterlaluan&lt;/b&gt;” ujar seorang ibu pada teman arisannya. Disaat bersamaan, orang yang dimaksud lewat di depan mereka sambil mengucap salam sambil tersenyum. Apa yang terjadi pada ibu tadi? Salam tidak dijawab, wajahnya ‘melengos’, nafasnya tersengal-sengal dan terasa berat. Sementara orang yang ‘dirasani’ tadi, tetap berjalan dengan bibir merekah tanpa tahu apa yang terjadi. Ibu pendendam ini, tubuhnya mengeluarkan hormon Adrenalin yang pada akhirnya menyebabkan detak jantung berdetak lebih cepat, wajah memerah, perut nyeri, keluar keringat dingin, kepala berdenyut pusing dan masih banyak hal-hal tidak mengenakkan lainnya yang dialami.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Betapa ruginya seorang pendendam dan pemarah. Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma&#39;ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.&quot; [QS al-A&#39;raaf (7): 199]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam ayat lain Allah berfirman :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
وَلَا يَأْتَلِ أُولُوا الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&quot; [QS an-Nuur (24): 22]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Meminjam istilah grup band PADI, Memaafkan Tidak Sesulit Memindahkan Samudra.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat orang lain. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&quot; [QS ath-Thagabun (64): 14]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.&quot; [QS asy-Syura (42): 43]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada. Salah satu ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Artinya : &quot;(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&quot; [QS Ali Imran (3): 134]
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah namun juga jasmaniah. Telah dibuktikan bahwa gejala-gejala pada tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini, dalam dunia medis disebut sebagai penyakit Psikosomatis. Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap Muslim.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam bukunya, &lt;b&gt;Forgive for Good&lt;/b&gt; (Maafkanlah demi Kebaikan), Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran, seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak fisik yang dapat diamati oleh orang lain sepeerti kisah diatas.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sebuah tulisan berjudul “&lt;b&gt;Forgiveness&lt;/b&gt;” (Memaafkan), yang diterbitkan Healing Current Magazine (Majalah Penyembuhan Masa Kini), menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan -sebagaimana segala sesuatu lainnya haruslah untuk mendapatkan ridho Allah semata. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya. So, mulai sekarang, janganlah mudah marah dan segeralah maafkan segala kesalahan orang lain pada kita. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/5907882367285709177/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/sikap-memaafkan-bermanfaat-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5907882367285709177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/5907882367285709177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/sikap-memaafkan-bermanfaat-bagi.html' title='Sikap Memaafkan Bermanfaat Bagi Kesehatan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-7203768271185517405</id><published>2013-09-08T18:21:00.000+07:00</published><updated>2013-09-08T18:21:24.287+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>4 Model Orang Ber-Muhammadiyah (Sebuah Otokritik)</title><content type='html'>Mengetahui apa Muhammadiyah dan siapa kiyai Dahlan bagi warga Muhammadiyah adalah bukan sesuatu yang sulit. Tetapi hal itu akan menjadi sulit dan kompleks ketika mereka (warga Muhammadiyah) ditanya apa motif sebenarnya seseorang ber-Muhammadiyah ? Sebagaimana isi wasiat sang pencerah : “ &lt;i&gt;Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan didalamnya&lt;/i&gt; “.
&lt;br&gt;Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya penulis ketengahkan terlebih dahulu pengertian Motif. Dalam bukunya yang berjudul “&lt;b&gt;Psikologi Sosial&lt;/b&gt;” halaman 140 DR. W. A. Gerungan menyimpulkan bahwa ‘Motif itu merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. &lt;br&gt;Singkatnya semua tingkah laku manusia pada hakikatnya mempunyai motif.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan sedikitnya ada 4 motif (alasan) mengapa orang tertarik dan ingin menjadi anggota Muhammadiyah. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MOTIF PERTAMA&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Adalah ia ingin mencari penghidupan dengan jalan menginfakkan tenaga dan pikiran di perguruan - perguruan Muhammadiyah. Misalnya menjadi guru, dosen atau tenaga non pendidikan. Dengan demikian ia bisa melangsungkan hajat hidupnya tanpa terbebani oleh hal-hal lain di luar profesinya - pokoknya saya mengajar kemudian dapat upah titik - soal-soal lainnya itu urusan pengurus Muhammadiyah setempat. Dengan lain perkataan ia ber-Muhammadiyah ibarat numpang makan, minum dan tidur. Secara sosiopsikologis keterlibatannya ia ber-Muhammadiyah &lt;b&gt;bermotif biogenetis&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Sedikitkah jumlah mereka ? Sangat banyak jumlahnya, saking banyaknya penulis tidak mampu menghitungnya. Kalau tidak percaya silahkan pembaca menghitung sendiri. Mudah-mudahan Anda sendiri tidak termasuk kelompok ini.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MOTIF KE-DUA&lt;/b&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Orang tertarik Muhammdiyah dan ingin menjadi anggota bahkan rela menjadi pengurus, karena hal tersebut dianggap sebagai batu loncatan yang efektif guna menggapai sesuatu yang lebih baik. Setidaknya untuk menjaga image (citra diri) di masyarakat. &lt;br&gt;Misalnya seorang mantan pejabat, tokoh masyarakat atau orang terpandang di komunitas tertentu, rasanya akan lebih dihormati manakala ia bergabung dan aktif di setiap kegiatan yang ada di ormas tersebut, bila perlu ia rela mengorbankan waktu dan hartanya, demi cita-citanya. Dengan demikian nama beliau akan mudah dikenal oleh masyarakat tidak terkecuali warga ormas itu sendiri. Dengan modal popularitas dan finansial yang dimilikinya bukan hal yang sulit baginya untuk menggunakan momen-momen itu dijadikan jembatan meraih keuntungan yang lebih besar, misalnya mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dengan logika kaum pedagang pada umumnya pengorbanan yang ia keluarkan harus memperoleh ganti yaitu dukungan “suara” atas namanya. Bila ternyata ia terpilih menjadi anggota Dewan yang “terhormat” jelas kesejahteraan hidupnya terjamin. Namun sayang seiring berjalannya waktu terkadang sang anggota dewan terjebak oleh kesibukan dan mulai melupakan nama ormas dan anggotanya yang dulu pendukung setianya. Dengan kata lain motif anggota dewan tersebut dapat diibaratkan seperti numpang lewat artinya ia jadikan ormas sebagai kendaraan politik demi ambisinya. Secara sosiologis motif ber-Muhammadiyah orang tersebut termasuk &lt;b&gt;bermotif sosiogenetis&lt;/b&gt;.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Jumlah kelompok yang kedua ini tidak terlalu banyak, tetapi dampak politis dan psikologisnya lebih dahsyat dibanding dengan kelompok yang pertama. Mengapa ?, Karena mereka ini tergolong elit dan mempunyai kekuasaan. Bila mereka tidak bisa menjalankan amanat rakyat yang diembannya bisa-bisa nama Persyarikatan menjadi rusak dan menyisakan rasa kecewa yang berkelanjutan.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MOTIF KE-TIGA&lt;/b&gt; 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mengapa seseorang tertarik terhadap Muhammadiyah tanpa harus menjadi anggota resmi Muhammadiyah alias ia hanya sebagai anggota simpatisan. Keberadaannya di Muhammadiyah hanyalah pelengkap kalau tidak mau dibilang penggembira. Namun demikian kesungguhannya dalam mengikuti kegiatan Muhammadiyah tidak perlu diragukan : ia rajin ikut sholat berjama’ah, rela menjadi donatur tetap dan tidak keberatan bila diminta datang ke tempat-tempat pengajian, tetapi dia menolak untuk didaftar sebagai anggota resmi apalagi untuk dicalonkan menjadi pengurus. Baginya ia bergaul dan bergabung dengan warga Muhammadiyah bukan untuk mengejar popularitas atau yang lainnya. Keber-Muhammadiyahan-nya lebih didorong oleh rasa simpatiknya terhadap ormas tersebut. Karena menurutnya Muhammadiyah adalah satu dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia yang menaruh perhatian besar pada rakyat yang tidak berdaya baik secara ekonomis maupun edukatif. Jadi boleh dikatakan bahwa motif orang ini ber-Muhammadiyah bisa diibaratkan numpang Surga. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Banyakkah orang yang bermuhammadiyah model seperti ini? Jawabnya tentu banyak. Namun sulit dipastikan karena di samping mereka juga tidak ber-KTA mereka tidak mau tampil secara terang-terangan di muka umum alias ada di belakang layar.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;b&gt;MOTIF KE-EMPAT&lt;/b&gt; 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mengapa orang tertarik dan ingin ber-Muhammadiyah karena ia yakin dengan ber-Muhammadiyah hidupnya tidak akan sia-sia dunia akherat. Baginya ber-Muhammadiyah itu harus berani berkorban tanpa disisipi oleh keinginan-keinginan lain. Ia benar-benar menginfakkan harta, tenaga dan waktunya serta pikiran demi tegaknya Syariat Allah (Islam) lewat ormas yang ia ikuti dan ia bersedia untuk dicalonkan menjadi pengurus inti bahkan Ketua Ormas tersebut ditempat ia tinggal tanpa reserve. Dalam bahasa agama ia ber-Muhammadiyah secara lilla hi ta’ala. Dengan kata lain motif ber-Muhammadiyah orang ini ibarat Titip Amal atau bahasa ilmiahnya &lt;b&gt;bermotif teogenetis&lt;/b&gt;. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Banyak atau sedikitkah jumlah mereka? Amat sedikit, Saking sedikitnya penulis cukup mengangkat jari tangan kiri atau kanan, tidak lebih dari itu jumlahnya di setiap Ranting atau Cabang dimana Muhammadiyah berada.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dari Keempat motif (alasan) di atas mana yang sesuai dengan wasiat Kiai Dahlan? Yaitu menghidup-hidupkan Muhammadiyah. Jawabnya sudah jelas yaitu kelompok yang keempat.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/7203768271185517405/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/4-model-orang-ber-muhammadiyah-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7203768271185517405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7203768271185517405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/09/4-model-orang-ber-muhammadiyah-sebuah.html' title='4 Model Orang Ber-Muhammadiyah (Sebuah Otokritik)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-3822702466268205822</id><published>2013-08-20T21:07:00.001+07:00</published><updated>2013-08-20T21:07:52.821+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, MA (1)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/9nsOhmNP4a0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; width=&quot;0&quot; src=&quot;http://i2.ytimg.com/vi/9nsOhmNP4a0/0.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, M.A. (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur) pada acara Silaturrahim Warga Muhammadiyah dan Orsos/Orpol se-kota Surabaya pada hari ahad, tanggal 23 September 2012, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/3822702466268205822/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/ceramah-prof-dr-thohir-luth-ma-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3822702466268205822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/3822702466268205822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/ceramah-prof-dr-thohir-luth-ma-1.html' title='Ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, MA (1)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/9nsOhmNP4a0/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-7392518552581373525</id><published>2013-08-20T21:05:00.005+07:00</published><updated>2013-08-20T21:05:58.054+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, MA (2)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/eE7sI1ORUfo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; width=&quot;0&quot; src=&quot;http://i2.ytimg.com/vi/eE7sI1ORUfo/0.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, M.A. (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur) pada acara Silaturrahim Warga Muhammadiyah dan Orsos/Orpol se-kota Surabaya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/7392518552581373525/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/ceramah-prof-dr-thohir-luth-ma-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7392518552581373525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/7392518552581373525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/ceramah-prof-dr-thohir-luth-ma-2.html' title='Ceramah Prof. Dr. Thohir Luth, MA (2)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/eE7sI1ORUfo/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-298676605011243128</id><published>2013-08-20T21:01:00.001+07:00</published><updated>2013-08-20T21:15:41.768+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Prof. Dr. Yunahar Ilyas - Islam Liberal</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/mkUhAOF6FlI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; width=&quot;0&quot; src=&quot;http://i2.ytimg.com/vi/mkUhAOF6FlI/0.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA selaku Ketua Harian MUI Pusat bicara soal islam liberal dan penyebarannya di kampus-kampus.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/298676605011243128/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/prof-dr-yunahar-ilyas-islam-liberal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/298676605011243128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/298676605011243128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/prof-dr-yunahar-ilyas-islam-liberal.html' title='Prof. Dr. Yunahar Ilyas - Islam Liberal'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/mkUhAOF6FlI/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-2727250683751266581</id><published>2013-08-20T20:57:00.002+07:00</published><updated>2013-08-20T20:57:32.982+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>KH. Anwar Zahid-Ceramah Koplak</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/MdTFsgQkJY4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; width=&quot;0&quot; src=&quot;http://i2.ytimg.com/vi/MdTFsgQkJY4/0.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ceramah yg Sangat menarik dan Lucu ......
&lt;br&gt;Sarat dgn kata kata yang kocak dan menghibur .......
&lt;br&gt;Gatuk, Matuk, Kucluk, Ces Pleng, dan Koplak ......
&lt;br&gt;Hanya sebagai Hiburan Pembanding saja.
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/2727250683751266581/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/kh-anwar-zahid-ceramah-koplak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2727250683751266581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/2727250683751266581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/kh-anwar-zahid-ceramah-koplak.html' title='KH. Anwar Zahid-Ceramah Koplak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/MdTFsgQkJY4/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8011135023609861914.post-4513020422319669721</id><published>2013-08-20T20:51:00.001+07:00</published><updated>2013-08-20T20:51:22.717+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Tahlilan Ada Dalam Kitab Weda</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/IWvp_43AjbM&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;0&quot; width=&quot;0&quot; src=&quot;http://i2.ytimg.com/vi/IWvp_43AjbM/0.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Kita mengenal sebuah ritual keagamaan di dalam masyarakat muslim ketika terjadi kematian adalah menyelenggarakan selamatan kematian/kenduri kematian/tahlilan/yasinan (karena yang biasa dibaca adalah surat Yasin) di hari ke 7, 40, 100, dan 1000 harinya. Disini kami mengajak anda untuk mengkaji permasalahan ini secara praktis dan ilmiah.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Setelah diteliti ternyata amalan selamatan kematian/kenduri kematian/tahlilan/yasinan (karena yang biasa dibaca adalah surat Yasin) di hari ke 7, 40, 100, dan 1000 hari, bukan berasal dari Al Quran, Hadits (sunah rasul) dan juga Ijma Sahabat, malah kita bisa melacaknya dikitab-kitab agama hindu.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Disebutkan bahwa kepercayaan yang ada pada sebagian ummat Islam, orang yang meninggal jika tidak diadakan selamatan (kenduri: 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari dst, /red ) maka rohnya akan gentayangan adalah jelas-jelas berasal dari ajaran agama Hindu. Dalam agama Hindu ada syahadat yang dikenal dengan Panca Sradha (Lima Keyakinan). Lima keyakinan itu meliputi percaya kepadaSang Hyang Widhi, Roh leluhur, Karma Pala, Samskara, dan Moksa. Dalam keyakinan Hindu roh leluhur (orang mati) harus dihormati karena bisa menjadi dewa terdekat dari manusia [Kitab Weda Smerti Hal. 99 No. 192]. Selain itu dikenal juga dalam Hindu adanya Samskara (menitis/reinkarnasi).
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi : &quot;Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dalam buku media Hindu yang berjudul : &quot;Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal&quot; karya : Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan : &quot;Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu.&quot;
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Telah jelas bagi kita pada awalnya ajaran ini berasal dari agama Hindu, selanjutnya umat islam mulai memasukkan ajaran-ajaran islam dicampur kedalam ritual ini. Disusunlah rangkaian wirid-wirid dan doa-doa serta pembacaan Surat Yasin kepada si mayit dan dipadukan dengan ritual-ritual selamatan pada hari ke 7, 40, 100, dan 1000 yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Apakah mencampur-campur ajaran seperti ini diperbolehkan??
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Lalu apakah kita lebih memegang perkataan nenek moyang kita daripada apa-apa yang di turunkan Allah kepada RasulNya?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Allah berfirman :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Dan apabila dikatakan kepada mereka :&quot;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah&quot;. Mereka menjawab :&quot;(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami&quot;. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&quot; (QS Al Baqoroh ayat 170)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Allah berfirman :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Dan janganlah kamu mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya&quot; (QS Al Baqarah 42)
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Allah subhanahu wa ta&#39;ala menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan) tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah???
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Selanjutnya Allah berfirman :
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
&quot;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu&quot;.[QS. Albaqoroh : 208].
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Allah menyuruh kita dalam berislam MENYELURUH, tidak setengah-setengah...
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
TIDAK SETENGAH HINDU SETENGAH ISLAM ....</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/feeds/4513020422319669721/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/tahlilan-ada-dalam-kitab-weda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4513020422319669721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8011135023609861914/posts/default/4513020422319669721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyah-ponorogo.blogspot.com/2013/08/tahlilan-ada-dalam-kitab-weda.html' title='Tahlilan Ada Dalam Kitab Weda'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239415120770392289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/IWvp_43AjbM/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>