<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;A0UGQH0yeip7ImA9WhRbFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104</id><updated>2012-02-06T21:40:21.392+07:00</updated><category term="Trik Blogspot" /><category term="Karir dan Kesuksesan" /><category term="trik pintar" /><category term="Rahasia" /><category term="CPNS" /><category term="kesehatan" /><category term="Waspadalah" /><category term="Balita" /><category term="Laptop Gratis" /><category term="Legenda" /><category term="Penting bagi wanita" /><category term="Patut Dibaca" /><category term="Kiat dan Cara Benar" /><category term="Advertising" /><title>Sittin'Blog</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SittinBlog" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="sittinblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">SittinBlog</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;AkUCQX47fip7ImA9WxFXFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-87286216914225397</id><published>2010-05-21T20:24:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T20:24:20.006+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-21T20:24:20.006+07:00</app:edited><title /><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S_aJLVhULaI/AAAAAAAAAO8/bYgHG6SeeRw/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S_aJLVhULaI/AAAAAAAAAO8/bYgHG6SeeRw/s320/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;Lama juga tidak posting bahkan terlalu lama. Begitulah istilah tepat untuk menggambarkan betapa lamanya blog ini hingga saya update kembali. Saya yakin rekan-rekan &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; mania sudah pasti menyalahkan saya akibat rehat atau iddle time hingga menulis sepatah atau dua kata lagi disini. Setelah lama tidak menyentuh keyboard akibat waktu yang mepet dan berbenturan dengan jadual kerja yang full day saya coba ulas cara kelola waktu yang menguntungkan. Saya pikir waktu dan tata manajemennya memiliki hubungan yang dekat dengan kesuksesan. Seberapa jauh dan berharganya waktu hingga orang luar sono sempat mewacanakan dan mentasbihkan waktu sama dengan uang. BUkan berarti kita gila harga dan materi namun lebih cenderung menyikapi waktu sebagai fakta untuk mencari value yang bermanfaat. Benarkan demikian? &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-87286216914225397?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/87286216914225397/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/05/lama-juga-tidak-posting-bahkan-terlalu.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/87286216914225397?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/87286216914225397?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/05/lama-juga-tidak-posting-bahkan-terlalu.html" title="" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S_aJLVhULaI/AAAAAAAAAO8/bYgHG6SeeRw/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ENSHszcSp7ImA9WxFRFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-8761595262625103357</id><published>2010-04-29T11:08:00.002+07:00</published><updated>2010-04-29T11:34:59.589+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T11:34:59.589+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="trik pintar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>Mengapa Rasa Malas Selalu Ada</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9kF6NQTQII/AAAAAAAAAO0/-HTy4-K70z8/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9kF6NQTQII/AAAAAAAAAO0/-HTy4-K70z8/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manusiawi sepertinya bila saya menulis judul posting tersebut diatas. Manusia memiliki banyak karakter dan sifat yang variatif dan rasa malas adalah salah satunya. Saya tertarik untuk menulis ide ini sebagai &lt;a href="http://fahry.com/"&gt;aktualisasi&lt;/a&gt; bahwa kita dalam menjalani hidup musti punyai visi dan misi. Apalagi dalam dunia karir dan pekerjaan tentunya hal ini sangat mutlak diperlukan untuk kesinambungan ke depannya. Fakta yang seringkali kita hadapi bahwa perasaan malas intinya memberikan implikasi yang negatif terhadap kelangsungan visi tentunya dalam apapun aktivitas kita. Sudah barang tentu saya berpendapat bahwa rasa malas ini hanya bisa dimutasikan dalam posisi dan waktu yang tepat, dalam artian semestinya kita bisa mengatur dan memposisikan kapan saat untuk malas dan terpenting lagi meminimalkan dorongan itu. Banyak hal yang bisa kita gali dan diungkap untuk menyikapi rasa malas ini. Dan &lt;a href="http://tonijauhari.blogspot.com/"&gt;motivasi diri&lt;/a&gt; sendiri adalah bahan bakar paling mujarab untuk memicunya menjadi &lt;a href="http://www.blogguebo.com/"&gt;energi &lt;/a&gt;yang efektif. Bagaimana langkah mujarab itu dan dibawah ini saya coba ungkap sedikit ulasannya.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Percayalah bahwa tiap diri mempunyai kemampuan dan karakter besar yang tentunya bisa membunuh rasa malas yang tak berguna. Ini bisa kita maksimalkan untuk lebih mengembangkan diri dan karakter yang bermanfaat untuk menunjang visi kita ke depan. Tetapkan program motivasi pribadi sebagai support yang akan menyulut semangat anda untuk selalu terus memiliki goal, keingingan dan haus akan kemenangan baru dan terus berkelanjutan. Berikut langkah penting yang bisa anda aplikasikan untuk mendapatkan motivasi diri anda dan tentunya membunuh rasa malas yang tak berguna : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Fokuskan pikiran anda (be focus)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda harus menetapkan tujuan spesifik untuk diri Anda sendiri dengan kerangka waktu untuk mencapainya. Tujuan umum tidak akan efektif. Miliki kekuatan, buatlah tujuan yang menarik menjamin Anda akan tetap semangat dan antusiasme Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Buat list atau catat tujuan anda &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tulis tujuan Anda ke dalam langkah-langkah yang konkrit yang dapat diperiksa sewaktu-waktu dan menandainya saat Anda sudah mencapainya, Anda akan tetap berkomitmen dan fokus. Jangan memulai tujuan selanjutnya jika tujuan sebelumnya belum terpenuhi. BIla perlu buat spread sheet  yang menandai setiap pencapaian tujuan Anda dan bawalah kemanapun Anda pergi. Anda bisa mengunggahnya ke smart phone dan saat senggang, sempatkan untuk memeriksanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Kembangkan keingingan terbesar anda untuk mencapai tujuan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelihara keinginan Anda demi mencapai tujuan dan dengan mengidentifikasi semua keuntungan dan kerugian yang akan Anda lalui. Buat daftar spesifik tentang manfaat yang ada. Jangan takut untuk mengungkapkan keinginan ‘tergila’ sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Konsisten &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal yang wajar jika terkadang semangat Anda menurun. When your mood is low, lihat kembali daftar yang memuat tujuan Anda dan bayangkan kebaikan yang bisa Anda dapatkan baik untuk Anda maupun untuk anggota tim Anda serta perusahaan. Sesungguhnya Anda tidak hanya membantu Anda, tetapi juga orang disekitar Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Bulatkan tekad bahwa anda pasti bisa menghadapi segala rintangan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekali Anda bertahan kuat untuk keinginan Anda dan juga manfaatnya, Anda akan melihat segala hambatan itu bukanlah apa-apa yang harus ditakutkan dan bisa segera Anda singkirkan. Jangan biarkan apa pun menghalangi jalan Anda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Referensi : jobsdb.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-8761595262625103357?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/8761595262625103357/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/mengapa-rasa-malas-selalu-ada.html#comment-form" title="11 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8761595262625103357?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8761595262625103357?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/mengapa-rasa-malas-selalu-ada.html" title="Mengapa Rasa Malas Selalu Ada" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9kF6NQTQII/AAAAAAAAAO0/-HTy4-K70z8/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>11</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEHQXs7eyp7ImA9WxFREks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4450205931247837921</id><published>2010-04-26T14:37:00.001+07:00</published><updated>2010-04-26T14:40:30.503+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-26T14:40:30.503+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Cara Mudah Jenjang Karir Merambah</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9VCljU143I/AAAAAAAAAOs/i5qardWlLII/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9VCljU143I/AAAAAAAAAOs/i5qardWlLII/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alhamdulillah masih diberikan waktu dan kesempatan untuk berusaha posting lagi. Sebenarnya blog saya ini masih jauh dari kategori sempurna seperti punya rekan-rekan lain. Bisa anda lihat rank &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; ini juga masih belum berada di papan atas klasemen &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa&lt;/a&gt;. Namun posting ini bukan mengulas tentang hal tersebut, kebetulan sudah jadwalnya posting dan tentunya berusaha &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/23/6-cara-menjaring-ide-bisnis-menarik-di-lautan-internet/"&gt;menggali ide&lt;/a&gt; baru. Berhubung ide baru belum juga muncul akhirnya tulisan baru pun muncul membahas tentang karir pribadi dan untuk kesekian kalinya resign pindah &lt;a href="http://www.jobsdb.com/"&gt;kerja&lt;/a&gt;. Inilah awal kisah menjadi seorang &lt;a href="http://www.pajak.go.id/"&gt;tax&lt;/a&gt; accounting dan bagaimana cerita selanjnutnya? Cek langsung ke &lt;a href="http://www.trans7.co.id/frontend/home/view"&gt;TKP&lt;/a&gt;..   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Menjadi karyawan sukses sepertinya memang sulit, perlu waktu dan konsistensi untuk terus melanjutkan upaya meningkatkan &lt;a href="http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html"&gt;kualitas diri&lt;/a&gt; agar lebih baik. Hingga pada akhirnya saya temukan peluang menjadi seorang staff &lt;a href="http://www.klinik-pajak.com/tarif-p2pph-2009"&gt;tax&lt;/a&gt; di satu perusahaan rokok di &lt;a href="http://www.malangraya.web.id/"&gt;Malang&lt;/a&gt;. Ini hal baru bagi saya dan disisi lain adalah peluang untuk terus memperkaya diri dengan pemahaman dan pengalaman. Mengingat tidak ada istilah karyawan sukses dan sepertinya statement itu mutlak adanya. Posting kali ini memang sangat pendek dan saya pikir tidak berarti sama sekali bagi rekan-rekan pembaca. Namun inti dari ulasan ini adalah upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan potensi adalah &lt;a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/yakin-adalah-modal-dasar-meraih-impian.mental.html"&gt;penting&lt;/a&gt; terutama untuk kelangsungan karir dan tentunya visi misi ke depan kita.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4450205931247837921?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4450205931247837921/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/cara-mudah-jenjang-karir-merambah.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4450205931247837921?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4450205931247837921?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/cara-mudah-jenjang-karir-merambah.html" title="Cara Mudah Jenjang Karir Merambah" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9VCljU143I/AAAAAAAAAOs/i5qardWlLII/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UNRnw5fCp7ImA9WxFSGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-372339499940048155</id><published>2010-04-22T16:15:00.006+07:00</published><updated>2010-04-22T16:41:37.224+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-22T16:41:37.224+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="trik pintar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trik Blogspot" /><title>Langkah Sukses Meraih Rank Alexa</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9AVQtAGDyI/AAAAAAAAAOk/axkgHK1O47A/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9AVQtAGDyI/AAAAAAAAAOk/axkgHK1O47A/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://kesuksesan-hidup.blogspot.com/"&gt;Sukses&lt;/a&gt; adalah hak semua orang dan sepertinya tiap diri kita berhak mendapatkannya. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan upaya meraih hal itu mengingat siapa sih orangnya yang tidak mengharapkan berhasil. &lt;a href="http://kesuksesan-hidup.blogspot.com/"&gt;Kesuksesan&lt;/a&gt; intinya memiliki makna dan arti yang luas, banyak hal dapat diindikasikan dengan kata sukses. Awalnya saya ragu untuk menulis postingan langkah-langkah sukses untuk mempertahankan rank &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.alexa.com/" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;alexa&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Namun sepertinya materi seperti ini banyak disantap pemakai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; sehingga memicu hati dan pikiran saya untuk sinkron dan menulis posting ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Namun sepertinya materi seperti ini banyak disantap pemakai &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; sehingga memicu hati dan pikiran saya untuk sinkron dan menulis posting ini. Karena memang menurut beberapa senior seperti &lt;a href="http://jovieblog.blogspot.com/"&gt;jovie &lt;/a&gt;bahwa update posting akan dapat meningkatkan dan mempertahankan ranking &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa.&lt;/a&gt; &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/"&gt;Mr Rochman&lt;/a&gt; bahkan juga sepaham dengan hal ini selain memang beliau memiliki tingkat traffic yang tinggi. &lt;a href="http://kluwan.blogspot.com/"&gt;Kluwan&lt;/a&gt; juga menyoroti posting yang kontinyu akan lebih memudahkan kita bertahan dalam rank &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa&lt;/a&gt; tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; Jadi inti dari posting pendek ini bahwa menulis postingan periodik, terjadwal dan berkesinambungan terbukti jitu meraih rank &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa&lt;/a&gt; dan ke depannya mampu menjaga kestabilan angka &lt;a href="http://www.alexa.com/"&gt;alexa&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-372339499940048155?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/372339499940048155/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/langkah-sukses-meraih-rank-alexa.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/372339499940048155?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/372339499940048155?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/langkah-sukses-meraih-rank-alexa.html" title="Langkah Sukses Meraih Rank Alexa" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S9AVQtAGDyI/AAAAAAAAAOk/axkgHK1O47A/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0INQXk4eSp7ImA9WxFREks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-8793901369498652784</id><published>2010-04-19T08:49:00.005+07:00</published><updated>2010-04-26T14:06:30.731+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-26T14:06:30.731+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>10 Tips Sederhana Meningkatkan Karir</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S8u2kxg5eWI/AAAAAAAAAN8/fAaNc-1k7bA/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S8u2kxg5eWI/AAAAAAAAAN8/fAaNc-1k7bA/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepertinya telah banyak sumber ataupun pendapat tentang cara, tips bagaimana agar posisi dan karir kita melaju pesat. Ini bukan hal baru lagi bagi pembaca setia terutama yang berminat dan menyukai artikel tentang karir dan pekerjaan. Nah tulisan kali ini memang tidak jauh beda dengan tips lain dalam blog ini namun tidak ada salahnya bila kita review kembali. Kebetulan sekali karir dan pekerjaan adalah satu obsesi bagi semua orang dan intinya kita bisa melakukan setting agar sempurna di kelak kemudian hari. Lantas bagaimana cara dan kita untuk &lt;a href="http://lifestyle-inspiration.blogspot.com/2010/04/ciri-suami-sukses.html"&gt;merealisasikannya&lt;/a&gt;? Saya yakin tiap diri memiliki &lt;a href="http://magazineforum.blogspot.com/2010/04/100-dofollow-blog-indonesia-2010.html"&gt;tips &lt;/a&gt;tersendiri namun 10 tips sederhana berikut sepatutnya anda baca demi masukan dan langkah ke depan yang lebih baik. Berikut ini lebih lengkapnya...  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Nasib saya tergantung dari diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Menganggap penting setiap orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Memiliki jejaring yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Tidak terpaku pada jam kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Kegagalan merupakan kunci sukses&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Perlihatkan kemampuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;BDV-455818-BDV+ &lt;/span&gt;&lt;span class="status action"&gt;&lt;b&gt;WMB8QE6JAVP4&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-8793901369498652784?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/8793901369498652784/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/10-tips-sederhana-meningkatkan-karir.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8793901369498652784?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8793901369498652784?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/10-tips-sederhana-meningkatkan-karir.html" title="10 Tips Sederhana Meningkatkan Karir" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S8u2kxg5eWI/AAAAAAAAAN8/fAaNc-1k7bA/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAGQHs9fyp7ImA9WxFTFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-2709059631429266187</id><published>2010-04-07T10:34:00.002+07:00</published><updated>2010-04-07T15:58:41.567+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-07T15:58:41.567+07:00</app:edited><title>Cara Mudah Meningkatkan Potensi dan Kompetensi</title><content type="html">&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7v6zQmXTFI/AAAAAAAAAN0/2rhU-IIqxiI/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7v6zQmXTFI/AAAAAAAAAN0/2rhU-IIqxiI/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Saat ini sumber daya manusia merupakan aset paling berharga terlebih bila kita melihat sisi ini dari diri kita sendiri. Seringkali saya mendengar keluhan dari teman kerja yang merasa bosan dengan rutinitasnya atau bahkan mengakui indikasi karir yang mentok. Ini adalah keluhan wajar dan sangat logis namun perlu disadari bahwa ke depan keluhan seperti itu bisa saja diminimalkan mengingat tiap personal memiliki potensi dan kompetensi yang dapat ditingkatkan. Semua orang sudah pasti menginginkan yang terbaik dalam karirnya, saya pun jadi teringat seorang bijak yang mengatakan your jobs is not your career yang artinya jangan mencintai pekerjaan anda tapi cintai karir anda. Makna dibalik kata ini adalah jangan pernah terlalu idealis dengan satu pekerjaan namun lebih dari itu lebih fokuskan untuk perkembangan karir ke depan. JObs atau pekerjaan adalah miliki perusahaan atau instansi tapi karir adalah milik kita. Bila kita lepas dari satu pekerjaan maka karir ke depan masih bisa kita lanjutkan dengan pekerjaan lainnya, lantas bagaimana upaya untuk membentuk karir ini. Berikut adalah ulasan singkat nan sederhana serta mudah dilakukan siapa saja untuk potensi diri yang lebih baik dan karir yang menonjol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Profesional yang berhasil adalah mereka yang meyakini bahwa tanggung jawab untuk masa depan dan pengembangan karier ada di tangan dirinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kuncinya adalah investasi. Yakni, investasi pada diri sendiri. Dan, itu harus dilakukan terus-menerus. Investasi pada diri sendiri setidaknya meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;1. Investasi pada wawasan dan keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Jangan menampilkan diri sebagai orang yang lamban, sulit diajak kompromi, keras kepala dan merasa sudah –atau, bahkan paling– mumpuni. Melainkan, tampilkan diri sebagai orang yang terbuka, mau belajar dan bisa menyerap setiap isu dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bangun kebiasaan membaca dan optimalkan penggunaan internet untuk mencari tahu hal-hal baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Pelajari cara-cara berkomunikasi, bernegosiasi dan berpersuasi secara langsung dari orang yang ahli yang ada di sekitar, jangan sekedar dari buku-buku panduan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ambil setiap kesempatan untuk belajar memimpin kelompok, mempraktikkan teknik-teknik manajerial dan menggunakan alat-alat manajemen –perencanaan, laporan, kontrol– dengan disiplin ketat sehingga cara kerja manajerial menjadi kebiasaan baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;2. Investasi pada portfolio sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Bayangkan Anda punya ratusan relasi, yang bukan hanya dari kalangan yang selevel dengan Anda, tapi juga dari kalangan manajemen top. Segala gerak Anda akan dipermudah karenanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ingat, portfolio sosial Anda bukan hanya terdiri dari orang-orang yang Anda kenal, kerabat dekat sendiri, tapi juga orang-orang yang kenal dan mengingat Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;3. Investasi pada perangkat kerja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Contoh yang bagus untuk bagian ini adalah seorang wartawan yang kesulitan mewawancarai narasumber karena alat perekam yang dibawanya ternyata low batt. Ibaratnya, kalau mengelola baterai satu alat perekam saja tidak bisa, bagaimana mengelola hal-hal lain yang lebih kompleks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Ponsel, laptop…merupakan perangkat kerja kaum profesional zaman sekarang –mengoptimalkan fungsi-fungsinya merupakan suatu keharusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;4. Investasi pada kebugaran diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sediakan waktu yang cukup untuk berolahraga, menjaga asupan makanan, menjalani pola hidup sehat. Luangkan waktu untuk berkontemplasi, merenung dan menjalankan ibadah sehingga badan bugar dan jiwa bagaikan baterai yang habis di-charge.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Berhentilah mengeluh dan menyalahkan keadaan, dan mulailah berinvestasi pada diri sendiri sehingga orang lain pun tidak ragu untuk berinvestasi pada diri Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-2709059631429266187?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/2709059631429266187/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/cara-mudah-meningkatkan-potensi-dan.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2709059631429266187?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2709059631429266187?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/cara-mudah-meningkatkan-potensi-dan.html" title="Cara Mudah Meningkatkan Potensi dan Kompetensi" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7v6zQmXTFI/AAAAAAAAAN0/2rhU-IIqxiI/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMBQXc9eyp7ImA9WxFSGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-5822150099477055727</id><published>2010-04-05T08:31:00.003+07:00</published><updated>2010-04-22T11:27:30.963+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-22T11:27:30.963+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Waspadalah" /><title>Saat Pajak Memicu Jadi Tak Bijak</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7atBd5xhhI/AAAAAAAAANs/uTFCwCyBUQk/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7atBd5xhhI/AAAAAAAAANs/uTFCwCyBUQk/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Akhir-akhir ini sepertinya wawasan dan pemahaman kita makin ramai saja dengan kabar-kabar yang menggelitik telinga publik. Saya pribadi sebenarnya juga bukan pemerhati kabar ataupun isu yang seringkali muncul di publik, akan tetapi sepertinya sangat menyita perhatian kala banyak fenomena menarik muncul. Satu dari sekian yang menarik adalah seorang pegawai negeri yang mempunyai isi rekening dengan jumlahnya yang miliaran. Sungguh luar biasa manusiawinya...Kenapa saya ungkap seperti itu? Karena rekening dengan jumlah rupiah yang fantastis sejatinya menunjukkan nilai esensi manusiawi dengan kodrat sifatnya yang super serakah dan ini yang menarik perhatian. Ini satu fenomena wajar karena siapa sih yang tidak menginginkan uang banyak. Lantas...bagaimana seorang pegawai biasa namun memiliki uang luar biasa? Apalagi ini notabene adalah orang yang berkecimpung dengan pajak...apa kata BuNia ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Seringkali kita melihat pariwara di televisi tentang himbauan agar kita senantiasa mentaati pajak tentunya dengan ending jargon &lt;a href="http://www.pajak.go.id/"&gt;APA KATA DUNIA&lt;/a&gt;. Saya lantas heran apa kata dunia bila mengetahui bahwa seorang dari institusi yang menghimbau jargon itu ternyata malah tak bijak menyikapi tanggungjawabnya. Ini yang akhirnya muncul jadi bombastis namun riil adanya karena dukungan data dan fakta yang nilainya luar biasa. Orang jadi merasa seperti antipati untuk &lt;a href="http://zona-orang-gila.blogspot.com/2010/04/pansus-pajak-tahan-dulu.html"&gt;bayar pajak&lt;/a&gt;, gaji besar ternyata kok masih korupsi. Pemikiran ini secara pribadi juga menghinggapi benak saya, sebetulnya siapa yang harus bijak. Semoga postingan pendek ini bisa mewakili rasa bijak yang mulai menyimpang dari konteksnya. Saya yakin anda semua lebih mahir dalam menyikapi hal ini dibanding saya pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sumber : hati dan pikiran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-5822150099477055727?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/5822150099477055727/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/saat-pajak-memicu-jadi-tak-bijak.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/5822150099477055727?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/5822150099477055727?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/04/saat-pajak-memicu-jadi-tak-bijak.html" title="Saat Pajak Memicu Jadi Tak Bijak" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7atBd5xhhI/AAAAAAAAANs/uTFCwCyBUQk/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYNRH48cCp7ImA9WxFTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-7075035561522842328</id><published>2010-03-31T16:54:00.001+07:00</published><updated>2010-04-05T09:06:35.078+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-05T09:06:35.078+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Waspadalah" /><title>Memahami Broken link dan Broken heart</title><content type="html">&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Mby1qwJNI/AAAAAAAAANk/aS9FTUlayfE/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Mby1qwJNI/AAAAAAAAANk/aS9FTUlayfE/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tulisan judul ini sepertinya menunjukkan keterkaitan yang aneh dan belum pernah saya buat. Bila melihat temanya tentunya mengandung topik yang kurang relevan dan membingungkan. Namun intinya saya berusaha menggali ide dan mencari titik relevansi atapun benang merah antara broken link dan broken heart. Ya..dua istilah yang menunjukkan indikasi terputusnya satu keterkaitan atau munculnya bad connection dari suatu rangkaian yang menghubungkan dua karakter atau lebih. Itulah definisi yang bisa saya ungkapkan dan meski terkesan sederhana saya yakin teman-teman pasti memiliki definisi yang lebih akurat. Membingungkan bukan? Agar tidak tambah pusing, saya akan ungkap dengan singkat dan sederhana ada apa diantara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Broken link tentu sudah jelas mengacu pada sesuatu yang berhubungan dengan dunia maya, dimana merupakan satu tautan berupa link teks ataupun picture dan nantinya akan membawa ke tampilan halaman lain saat klik mouse menghampiri. Dan istilah broken muncul sebagai akibat dari missing connection dari tautan yang dituju, hal ini tentu memperparah kondisi bilamana yang bersangkutan seorang internet marketer atau profesional yang mendulang keuntungan dari dunia internet. Tentunya akan merugikan bila link yang semestinya bisa menghubungkan dengan page lain namun menjadi unsearchable. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sementara broken heart bisa dipicu dari terputusnya suatu keterkaitan yang melibatkan hati dan perasaan diantara dua atau lebih obyek individu. Saya yakin anda semua pasti memiliki pemahaman lebih detail tentang broken heart. Nah disini letak persamaannya bahwa kedua jenis broken ini memang mengindikasikan misconnect atau bad connection dari beberapa obyek yang terlibat namun perbedaannya bila broken link dapat dengan instant dan mudah dilakukan perbaikan. Lantas broken heart bisa memakan waktu yang relatif lama saat dilakukan reparasi, namanya juga hati yang patah bisa butuh waktu untuk sembuh. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan broken heart bisa relatif lebih cepat recovery-nya tergantung dari si pelakunya. CUkup jelas saya pikir relevansi antara broken link dan broken heart karena memang tidak terdapat keterkaitan sama sekali diantara keduanya. Sederhana saja, bila anda mengalami broken link yang cukup parah bisa saja memicu adanya broken heart. Untuk broken link anda dapat memeriksanya melalui &lt;a href="http://www.linktiger.com/"&gt;fitur ini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;silakan ditindaklanjuti.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Narasumber : dari hati dan pikiran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-7075035561522842328?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/7075035561522842328/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/memahami-broken-link-dan-broken-heart.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/7075035561522842328?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/7075035561522842328?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/memahami-broken-link-dan-broken-heart.html" title="Memahami Broken link dan Broken heart" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Mby1qwJNI/AAAAAAAAANk/aS9FTUlayfE/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QHSHwzfCp7ImA9WxBbGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4469208669125433175</id><published>2010-03-19T13:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T13:48:59.284+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-19T13:48:59.284+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>Inilah Sebab Obama 2 Kali Urung ke Indonesia</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6MeIp0x4SI/AAAAAAAAAMU/Q4aw0lutfNA/s1600-h/57739_air_mata_obama_untuk_sang_nenek_140_105.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6MeIp0x4SI/AAAAAAAAAMU/Q4aw0lutfNA/s320/57739_air_mata_obama_untuk_sang_nenek_140_105.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menarik sekali mengikuti perkembangan berita akhir-akhir ini bagi saya dan salah satunya adalah isu kedatangan Obama dan keputusannya untuk menunda jadwal kedatangannya hingga Juni 2010. Sebetulnya saya tidak berniat untuk posting ini tapi karena menarik perhatian saya dan menjadi isu hangat di masyarakat lantas jadilah posting ini dengan merujuk dari satu narasumber terpercaya. Dan berikut ulasannya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demi meloloskan undang-undang (UU) layanan kesehatan di Kongres Amerika Serikat (AS), Presiden Barack Obama sampai dua kali menunda lawatan ke tiga tempat, yaitu Guam, Indonesia, dan Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu, para anggota Kongres dari Partai Demokrat, yang mendukung pemerintahan Obama, Kamis lalu juga menawarkan subsidi asuransi miliaran dolar kepada para konsumen di AS serta menambahkan insentif sebesar US$250 per orang untuk kaum lanjut usia yang harus menebus obat berbiaya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian upaya Obama dan Partai Demokrat dalam memperjuangkan UU di Kongres berbiaya US$940 miliar, yang ditentang kubu oposisi dari Partai Republik dan kalangan pebisnis asuransi di Amerika. Rencananya, pengesahan itu akan melalui proses pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Minggu esok, 21 Maret 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadwal voting itulah yang membuat Obama kembali menunda kunjungannya ke luar negeri. Obama berupaya menggunakan waktu di akhir pekan untuk melobi para anggota Kongres yang masih keberatan dengan pengesahan UU itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Pemungutan suara ini akan menjadi sejarah dan kami akan mengupayakan pengesahannya," kata politisi Demokrat merangkap Ketua DPR, Nancy Pelosi. Selama 16 bulan terakhir, pemerintah dan Kongres gencar meramu UU itu yang akan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada 32 juta warga yang tidak memiliki asuransi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;UU itu juga membuat pelaku industri asuransi tidak bisa lagi beralasan menolak menanggung biaya kesehatan klien berdasarkan syarat-syarat aneh, yang populer disebut pre-existing medical condition.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi politisi demokrat, untuk jangka panjang, UU bisa mengurangi defisit anggaran sekitar US$138 miliar dan membawa manfaat bagi hampir setiap warga Amerika dan menyumbang seperenam dari ekonomi AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasarkan UU itu, mulai 2014 sebagian besar rakyat Amerika diharuskan membeli asuransi dan bisa dikenakan sanksi bila ada yang menolak. Jutaan keluarga dengan pendapatan hingga US$88.000 per tahun akan menerima bantuan pemerintah untuk mengatasi biaya hidup. Selain itu bisnis-bisnis besar akan dikenakan sanksi bila mereka tidak menawarkan tanggungan asuransi berkualitas baik kepada para pekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Usulan peraturan itu mendapat tentangan keras dari kaum Partai Republik yang konservatif. Menurut mereka, kebijakan itu menandakan bahwa pemerintah bakal mengambil alih industri layanan kesehatan, namun biayanya diambil dari pajak dan potongan gaji untuk tunjangan Medicare yang semakin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Rakyat Amerika sudah bilang, 'Stop,' dan mereka sudah berteriak," kata pemimpin oposisi di DPR, John Boehner. Dia menyayangkan adanya laporan bahwa Obama konon memberi tahu kepada para politisi dari kalangan Hispanik bahwa pemerintahan dia tergantung dari disahkannya UU itu. "Maaf, Pak Presiden, ini bukan mengenai Anda," kata Boehner. (Associated Press)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : VivaNews&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4469208669125433175?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4469208669125433175/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/inilah-sebab-obama-2-kali-urung-ke.html#comment-form" title="15 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4469208669125433175?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4469208669125433175?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/inilah-sebab-obama-2-kali-urung-ke.html" title="Inilah Sebab Obama 2 Kali Urung ke Indonesia" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6MeIp0x4SI/AAAAAAAAAMU/Q4aw0lutfNA/s72-c/57739_air_mata_obama_untuk_sang_nenek_140_105.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>15</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4HSHc4eCp7ImA9WxBbGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-3464865619704476551</id><published>2010-03-17T15:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-17T15:18:59.930+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-17T15:18:59.930+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>Alasan-Alasan Resign</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6CQJ0CQPyI/AAAAAAAAAMM/kczTCJcOrig/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6CQJ0CQPyI/AAAAAAAAAMM/kczTCJcOrig/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Resign atau lebih dikenal dengan mengundurkan diri adalah satu konsekuensi logis dari suatu sebab yang menghinggapi kalangan pekerja. Sudah menjadi hal lumrah bahwa hal tersebut terjadi sebagai akibat ketidakpuasan atau kemungkinan akibat lain yang kurang menyenangkan. Namun demikian terlepas dari apapun ketidaknyamanan itu tentunya kita perlu mengemukakan alasan resign dengan bahasa formal yang nantinya akan ditunjukkan dalam sebuah surat pengunduran diri. Nah beberapa alasan resign berikut mungkin bisa dijadikan wacana buat anda yang menghendaki resign. Alasan resign dalam posting ini sebenarnya sangat klasik dan sudah umum namun tidak ada salahnya kita buka kembali untuk sebuah pemahaman dan berikut ulasan lengkapnya... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Tidak ada kesesuaian antara gaji dan beban kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekerja dengan gaji yang tidak sesuai memang menimbulkan rasa tidak nyaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Soalnya jujur aja deh pasti salah satu motivasi anda bekerja adalah gaji kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanya banyak karyawan yang resign dari pekerjaannya karena masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terutama jika sudah menemukan pekerjaan lain dengan gaji yang lebih sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Tidak sesuai dengan minat dan bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kesesuaian pekerjaan dengan minat dan bakat memang sangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;mempengaruhi tingkat 'kebetahan' anda dalam bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagian karyawan langsung menyatakan pengunduran diri begitu sadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;bahwa pekerjaannya tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Tidak ada peningkatan karir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karyawan yang career oriented biasanya memilih memutuskan hubungan kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;jika ternyata pekerjaannya tidak menjanjikan prospek karir yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lain hal dengan karyawan yang motivasinya bukan karir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;biasanya memilih untuk tetap bertahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Ketidakcocokan dengan bos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecocokan karyawan dan pimpinan juga merupakan hal penting untuk membuat anda 'enjoy' dengan pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bayangkan jika anda bekerja di bawah perintah bos yang otoriter dan selalu menyalahkan anak buahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pasti anda merasa tersiksa kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makanya nggak heran kalau banyak juga kasus 'resign' karena masalah bos dan anak buah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Tidak mendapat pengakuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umumnya, karyawan akan merasa bangga bila pekerjaannya diakui oleh bos atau rekan-rekan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengakuan ini bisa dalam bentuk 'reward' atau penghargaan seperti pujian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;pemberian bonus, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi jika pengakuan ini tidak pernah anda rasakan, anda merasa sia-sia saja pekerjaan anda selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini juga merupakan salah satu alasan kenapa karyawan memilih 'resign'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selebihnya masih banyak hal yang dapat dijadikan alasan untuk mengundurkan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi asal tahu saja, banyak karyawan yang 'resign' dengan mengatakan alasan 'ingin mendapatkan kesempatan yang lebih baik'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padahal sesungguhnya banyak karyawan yang mengatasnamakan 'kesempatan' untuk menyamarkan motivasi yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-3464865619704476551?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/3464865619704476551/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/alasan-alasan-resign.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3464865619704476551?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3464865619704476551?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/alasan-alasan-resign.html" title="Alasan-Alasan Resign" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S6CQJ0CQPyI/AAAAAAAAAMM/kczTCJcOrig/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UBQ3g8fip7ImA9WxFTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-633444693251491316</id><published>2010-03-13T11:36:00.002+07:00</published><updated>2010-04-05T10:47:32.676+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-05T10:47:32.676+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>Tips Khusus Pekerja dan Pencaker</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5sWNe3jYOI/AAAAAAAAAME/WfSm06jQpF4/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5sWNe3jYOI/AAAAAAAAAME/WfSm06jQpF4/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alhamdulilah tahun 2010 sudah memasuki bulan ketiga yang artinya seiring perjalanan waktu tentunya masih banyak hal yang harus kita benahi dan kita tingkatkan. Apalagi tiap diri kita masing-masing memiliki orientasi dan sasaran yang anda prioritaskan. Tentunya hal ini yang nantinya dijadikan dasar pemikiran untuk review dan preview langkah apa yang hendak kita optimalkan. Tidak akan panjang lebar, dalam posting ini saya memberikan sedikit review mengenai langkah penting yang harus anda terapkan karena berkaitan erat dengan anda yang tengah mencari pekerjaan dan juga anda yang tengah meniti karir. Anda juga perlu untuk &lt;a href="http://ristizona.blogspot.com/2009/10/inilah-alasan-mengapa-anda-kesulitan.html"&gt;mengenali hal-hal&lt;/a&gt; sebelum menginjak apa yang disebut karir dan pekerjaan. Kebetulan sekali ini merujuk dari seorang rekan yang memberikan sedikit pencerahan tentang &lt;a href="http://ristizona.blogspot.com/2009/02/cara-memperoleh-pekerjaan-bagi-yang.html"&gt;mencari karir&lt;/a&gt; dan meniti karir. Saya mengharapkan sekali semoga bermanfaat bagi anda semua dan berikut rinciannya... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silahkan mendalami beberapa petunjuk review berikut demi mencari &lt;a href="http://www.karir.com/"&gt;karir&lt;/a&gt; dan meniti &lt;a href="http://www.jobstreet.com/"&gt;karir&lt;/a&gt; yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Strategi Jitu interview Kerja (Trik Menjawab 50 pertayaan Yang Sering Diajukan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;link : http://www.indowebster.com/Strategi_Jitu_Interview_Kerja.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Tips dan Trik Ekstrim Melamar Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;link : http://www.indowebster.com/Tips_dan_trik_ekstrim_melamar_kerja.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Kumpulan Tips Dunia Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;link : http://www.indowebster.com/Kumpulan_Tips_Dunia_Kerja.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* 175 Tips Efisiensi Waktu Dalam Bekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;link :http://www.indowebster.com/175_tips_Efisiensi_Waktu_dalam_Bekerja_.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-633444693251491316?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/633444693251491316/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/tips-khusus-pekerja-dan-pencaker.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/633444693251491316?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/633444693251491316?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/tips-khusus-pekerja-dan-pencaker.html" title="Tips Khusus Pekerja dan Pencaker" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5sWNe3jYOI/AAAAAAAAAME/WfSm06jQpF4/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UMQHg6fip7ImA9WxBbEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-1040687063757656842</id><published>2010-03-11T10:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T10:48:01.616+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-11T10:48:01.616+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Makna Dibalik Hari Kerja Senin-Jumat</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5hnEHWk1TI/AAAAAAAAAL8/gwUNDLzxOFI/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5hnEHWk1TI/AAAAAAAAAL8/gwUNDLzxOFI/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita sepakat dan sepaham bahwa hari kerja bagi sebagian besar kalangan pekerja adalah antara senin sampai dengan jumat atau mungkin sabtu. Dan perbedaan yang muncul relatif pada jumlah hari kerjanya saja sehingga ada sebagian yang memakai sistem 5 atau 6 hari kerja. Dalam posting kali ini saya hanya ingin sedikit relax dan mengulas materi ringan mengenai karakteristik hari-hari saat kita bekerja di kantor atau dimanapun profesi kita. Terlepas dari benar atau tidaknya bahasan ini kebetulan sekali saya peroleh ketika saya sempatkan jalan-jalan mendalami materi tentang dunia pekerjaan tentunya. Dan selanjutnya saya pikir ini hanya suatu wacana dan review ringan saja buat kita karena saya yakin anda semua memiliki pengalaman tersendiri saat melalui hari-hari kerja yang penuh dengan kesibukan dan berikut liputannya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Debbie Moskowitz dari McGill University di Montreal, Kanada, ditemukan bahwa "Semua orang berapi-api di awal minggu, tetapi semakin mendekat hari ke hari Jumat, semua semakin menyadari, bahwa semua orang harus belajar untuk berkompromi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari ini adalah hari yang tepat untuk semua pekerja menjadi lebih menuntut dan agresif, menentukan jadwal dan tujuan kerja, mengikuti perintah boss dan menghindari konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah hari yang baik dan pada umumnya adalah hari puncak untuk hasil dan efektifitas, walaupun sebuah studi yang dilakukan oleh fish4jobs, menunjukkan bahwa Selasa siang adalah waktu yang paling pas untuk mencari kerja secara online. "Kami melihat ada tanjakan traffic persis setelah jam 3 siang" kata Joe Slavin, salah seorang chief executive.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rabu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para pekerja sudah mulai merasa rileks karena mendekati weekend tapi masih belum kecapaian. Menurut pelatih bisnis Gladeana McMahon, hari ini adalah hari terbaik untuk berpikir secara kreatif "Hari yang tepat untuk mengadakan brainstorming dan berpikir untuk masa depan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kamis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Prof. Moskowitz berkpikir bahwa kamis adalah hari yang terbaik untuk "Minta orang melakukan sesuatu", karena para pekerja cenderung lebih menurut dan terbuka untuk negosiasi. Maka, hari ini juga hari yang terbaik untuk meminta kenaikan gaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jumat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hati-hati, hari ini adalah hari dimana para pekerja lebih berani mengambil resiko dan lebih sering tertimpa kecelakaan. Hari ini adalah hari baik untuk berkonfrontasi dengan kolega yang sedang tertimpa masalah, demikan saran Alastair Hamill, seorang psikolog: "Mereka dapat memikirkan apa yang anda pikirkan selama weekend sebelum bertemu kembali dengan ada pada hari Senin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Narasumber: Reader's Digest, November 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-1040687063757656842?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/1040687063757656842/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/makna-dibalik-hari-kerja-senin-jumat.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/1040687063757656842?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/1040687063757656842?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/makna-dibalik-hari-kerja-senin-jumat.html" title="Makna Dibalik Hari Kerja Senin-Jumat" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S5hnEHWk1TI/AAAAAAAAAL8/gwUNDLzxOFI/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EGQ3o6eSp7ImA9WxFTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4185834833567095758</id><published>2010-03-04T08:34:00.001+07:00</published><updated>2010-04-05T10:53:42.411+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-05T10:53:42.411+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Patut Dibaca" /><title>Keluarga vs Kerja : Setting Prioritas Anda</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S48OJGDM9rI/AAAAAAAAAL0/SWJlwXrHB8U/s1600-h/4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S48OJGDM9rI/AAAAAAAAAL0/SWJlwXrHB8U/s320/4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekerja di kantor sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan saat ini. Sehingga banyak kaum eksekutif yang menghabiskan kehidupan untuk bekerja sehingga melupakan keluarga dan aktivitas lainnya. Sedangkan sebagian kaum eksekutif lainnya cenderung terlalu santai dalam bekerja sehingga tidak mencapai apa yang telah ditargetkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila kalian bisa menjaga keseimbangan antara kegiatan di kantor dan rumah maka anda tidak akan mengalami kesulitan. Karena biasanya kaum eksekutif yang terlalu menyibukkan diri dengan pekerjaan, akan selalu memiliki masalah dalam kehidupan diluar pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tetapi terkadang ada juga permasalah rumah tangga bisa membuat kita menjadi kehilangan semangat bekerja. Sehingga kita merasa sulit berkonsentrasi karena pikiran terbebani dengan berbagai permasalahan. Agar hal ini tidak terjadi maka kalian harus bisa mengimbangi dan memilah antara persoalan rumah tangga dengan urusan pekerjaan. Hal ini tidak sulit dilakukan apabila kalian bisa mengedepankan rasionalitas dalam bekerja sehingga semua masalah bisa di atasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di berbagai negara maju, bekerja keras memang menjadi sebuah kebutuhan mutlak bagi pekerja profesional karena dijadikan sebagai sebuah kebiasaan. Setiap orang memiliki target dan Key Performance Indicator (KPI) yang harus dicapainya dalam setiap pekerjaan. Sehingga tidak menutup kemungkinan target dan KPI ini dibuat semakin tinggi dari hari ke hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apalagi untuk Multi National Coorporation (MNC), target dan KPI eksekutif di Indonesia mengacu pada yang diterapkan di negara maju. Dalam kondisi semacam ini, waktu untuk santai menjadi berkurang drastis dan menimbulkan kadar stres yang meningkat. Sehingga muncul istilah tuntutan pekerjaan saat ini yaitu 24/7 (24 hours by 7 days). Mereka bekerja 24 jam sehari dalam seminggu penuh, hampir tanpa istirahat. Praktis selama bekerja (katakanlah 5 hari dalam seminggu), tidak ada waktu untuk keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tekanan pekerjaan dan stres yang meningkat jelas akan membuat keseimbangan hidup menjadi terabaikan. Sehingga mereka tidak bisa melakukan santai bersama keluarga, kehidupan pribadinya saja mereka tidak sempat. Karena mereka selalu berpikir tentang pencapaian target dan KPI akan menentukan seseorang dalam mempertahankan posisinya atau meniti karier yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanpa kemampuan mengatasi beban pekerjaan dan mencarikan solusinya, bisa dipastikan kehidupan akan berantakan. Karier bisa saja sukses tetapi badan tidak sehat, keluarga berantakan, nilai dan gaya hidup berubah dan sebagainya. Bayangkan jika pasangan suami istri bekerja dan selalu sibuk, sedangkan anak-anak mereka masih membutuhkan perhatian khusus. Situasi semacam ini secara otomatis akan mengganggu perkembangan jiwa anak dan akan menimbulkan masalah baru dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluarga merupakan pelabuhan hati karena di dalam keluarga, orang bisa merasakan kesejukan dan ketenangan. Tetapi orang sering melupakan bahwa pekerjaan juga bisa membuat orang bahagia, sama dengan kebahagian bercengkerama dengan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam situasi semacam ini,seorang profesional harus pandai-pandai mencarikan jalan keluarnya. Dengan mengubah paradigma pekerjaan dari yang sebelumnya menganggap pekerjaan sebagai beban, lalu mengubahnya sebagai hal yang harus dinikmati. Meski begitu, komunikasi dengan keluarga harus tetap terjaga. Komunikasi tatap muka tidak bisa dilakukan tapi bisa diganti dengan cara berhubungan lewat handphone, telepon atau email. Banyak yang mengatakan bahwa konsep "work hard-play hard" sebagai solusinya. Konsep ini menganjurkan bahwa kerja keras anda harus diimbangi pula dengan maksimalnya kualitas bermain di saat waktu luang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selama bermain itu tidak menjurus kepada hal yang negatif, maka tidak akan menjadi masalah. Kalian bisa berolahraga atau menjalankan hobi bersama teman-teman dan keluarga. Cobalah jauhkan pikiran terhadap pekerjaan saat bersantai, termasuk dengan keluarga. Karena jika hal ini tidak dilakukan maka proses recharging pikiran, jiwa dan tubuh tidak akan terjadi. Kuantitas waktu terhadap keluarga menurun tetapi kualitasnya harus meningkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa perusahaan memperhatikan sekali tentang kualitas hidup karyawannya karena mereka sadar bahwa waktu karyawan tidak bisa hanya untuk bekerja terus menerus. Pada akhirnya ketidakseimbangan hidup akan mempengaruhi kinerja mereka di tempat kerja. Work life balance bisa di terapkan dengan menyediakan sarana fitness, penitipan anak dan beraneka program lainnya di kantor-kantor tersebut dan didapat secara gratis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin ada beberapa perusahaan yang melakukan survey QWL (Quality Work Life) sebagai upaya mengetahui kepuasan karyawan dalam bekerja dan bagaimana perusahaan bisa berkontribusi meningkatkan kualitas hidup mereka. Jadi, apakah perusahaan KL'ers sudah menyediakan fasilitas tersebut? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu hal manusiawi yang paling berperan dalam pekerjaan adalah &lt;a href="http://ristizona.blogspot.com/2009/02/kiat-mendapatkan-gaji-lebih-tinggi.html"&gt;gaji&lt;/a&gt;, dimana ini bisa menjadikan indikasi seseorang betah atau tidak menjalani pekerjaan di suatu tempat. Untuk hal lain saya yakin anda lebih paham...jabat erat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4185834833567095758?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4185834833567095758/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/keluarga-vs-kerja-setting-prioritas.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4185834833567095758?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4185834833567095758?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/03/keluarga-vs-kerja-setting-prioritas.html" title="Keluarga vs Kerja : Setting Prioritas Anda" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S48OJGDM9rI/AAAAAAAAAL0/SWJlwXrHB8U/s72-c/4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4MQ3Y4cCp7ImA9WxBVFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-2668476779662031707</id><published>2010-02-20T09:29:00.000+07:00</published><updated>2010-02-20T09:29:42.838+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-20T09:29:42.838+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Filosofi : Karir dan Karet Gelang</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S39I766qOkI/AAAAAAAAALM/0BEGaUj4hTE/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S39I766qOkI/AAAAAAAAALM/0BEGaUj4hTE/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tiap waktu akan terus meningkat dibanding sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan? Ada keterkaitan dan makna mendalam antara karir dengan sebuah karet gelang dan berikut adalah filosofisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Saat masa kecil saya dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang. Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan, seperti karet gelang kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : seorang yang mengaku bijaksana..di suatu tempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-2668476779662031707?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/2668476779662031707/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/filosofi-karir-dan-karet-gelang_20.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2668476779662031707?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2668476779662031707?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/filosofi-karir-dan-karet-gelang_20.html" title="Filosofi : Karir dan Karet Gelang" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S39I766qOkI/AAAAAAAAALM/0BEGaUj4hTE/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C08HQ3w_eip7ImA9WxFTFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4694879169606860378</id><published>2010-02-19T13:20:00.001+07:00</published><updated>2010-04-05T17:03:52.242+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-05T17:03:52.242+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiat dan Cara Benar" /><title>Kunci Agar Betah dan Mencintai Pekerjaan</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S34tPGXwWjI/AAAAAAAAAK4/EcdajDrcbfY/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S34tPGXwWjI/AAAAAAAAAK4/EcdajDrcbfY/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekerja merupakan aktivitas, rutinitas kita demi mengharapkan satu kompensasi setimpal. Tanpa memandang bentuk pekerjaan dan profesinya kita sepakat bahwa pada suatu ketika ada saatnya muncul rasa jenuh dan rutinitas terasa membosankan. Namun dalam posting ini saya tidak mengulas soal menghilangkan rasa jenuh dalam beraktivitas kerja, namun lebih dari itu adalah menyoal kiat bagi kalangan pelaku karir untuk lebih mencintai profesi dan pekerjaannya. Asumsinya cukup sederhana saja, bila kita menghadapi segala sesuatu atas dasar cinta tentunya kita akan bisa menjalani dengan tanpa beban dan lebih mendasar lagi rasa ikhlas dan betah menjalani pekerjaan. Dengan asumsi seperti ini tentunya perlu langkah dan cara tertentu agar pekerjaan terasa ringan, kerasan, dan betah menjalankan tiap tugas dan tanggungjawab. Berikut filosofisnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam suatu forum dia mengatakan tentang kunci untuk mencintai pekerjaan dan tips agar betah menjalani suatu pekerjaan, berikut kutipan saat sang CEO berbicara di forum tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada pula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para karyawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain untuk meninggalkan kantor tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Langkah pertama dan terpenting adalah saya lah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang. Sebagai contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang menurut saya cukup membantu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3) Pulanglah ke rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4) Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan rekan, keluarga, bermain dengan anak-anak, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif dan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar yg bersifat personal pada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa yang akan kita lakukan. Hingga pepatah bijak mengatakan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU - Narayana Murthy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ada benarnya juga apabila kita sejenak mencermati &lt;a href="http://sibaho.blogspot.com/2010/03/kontrol-saja-prosesnya-dengan-baik.html"&gt;budaya orang jepang&lt;/a&gt;, meski agar rumit dan memerlukan keuletan namun mudah dicerna dan prospektif.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4694879169606860378?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4694879169606860378/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/kunci-agar-betah-dan-mencintai.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4694879169606860378?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4694879169606860378?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/kunci-agar-betah-dan-mencintai.html" title="Kunci Agar Betah dan Mencintai Pekerjaan" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S34tPGXwWjI/AAAAAAAAAK4/EcdajDrcbfY/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEENQn05eSp7ImA9WxBVEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4242256704967731668</id><published>2010-02-15T13:51:00.000+07:00</published><updated>2010-02-15T13:51:33.321+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-15T13:51:33.321+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kiat dan Cara Benar" /><title>Sikap Penunjang Karir Melesat</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3juyeiymfI/AAAAAAAAAKw/8rDZjMZduHA/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3juyeiymfI/AAAAAAAAAKw/8rDZjMZduHA/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekerjaan dan karir adalah suatu anugerah sementara kita wajib menjalani hal ini dengan tindaklanjut yang benar dan mencintainya dalam konteks demi profesionalisme ataupun alasan lainnya. Bahwa kita seringkali melihat atau mendengar dari cerita teman atau mungkin pengalaman kita sendiri seseorang dengan liku karir dan pekerjaan yang hebat. Saya pribadi pun mengharapkan realisasi seperti itu karena saya sadar masih dalam tahap untuk mencapai itu dan saya pikir ini merupakan asa normal bagi kita semua yang berkecimpung dengan dunia pekerjaan. Kita menyadari dan sepakat bahwa dalam menjalani segala sesuatu dan apapun itu sangat ditentukan sekali oleh sikap atau attitude seseorang. Sangat manusiawi rasanya bila hal tersebut kita ulas dan diungkap karena sifat dan sikap merupakan aspek dominan yang tentunya akan berimplikasi secara langsung pada tiap individu. Memang untuk mencapai suatu raihan tertentu bisa saja didukung dan ditunjang beberapa faktor lain yang berindikasi eksternal namun jauh lebih terpenting lagi adalah sikap dalam diri untuk konsisten mencapai pencapaian tersebut. Dan saya pikir beberapa sikap berikut bisa dijadikan acuan dan bahan koreksi untuk kita demi karir dan pekerjaan yang lebih baik, karena pengembangan diri yang matang tentu berujung manis. Itu semua tergantung dari anda sendiri dan berikut ini beberapa sikap yang patut untuk kita tindaklanjuti, tentukan sikap anda sekarang...  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Nasib saya tergantung dari diri saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Menganggap penting setiap orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Memiliki jejaring yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Tidak terpaku pada jam kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Kegagalan merupakan kunci sukses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Perlihatkan kemampuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti sekarang. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang beberapa point tersebut diatas sepertinya terkesan teoritis, tapi ini penting demi pengembangan menuju tingkat lanjut dan posting ini memang saya dedikasikan terutama sekali untuk diri saya pribadi. Karena belum semua dari kesepuluh point ini saya terapkan dengan baik dan sebagian masih terus saya dalami dengan sikap nyata. Bagaimana dengan anda??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4242256704967731668?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4242256704967731668/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/sikap-penunjang-karir-melesat.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4242256704967731668?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4242256704967731668?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/sikap-penunjang-karir-melesat.html" title="Sikap Penunjang Karir Melesat" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3juyeiymfI/AAAAAAAAAKw/8rDZjMZduHA/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEEQ3syeCp7ImA9WxBWGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-7989079787160164175</id><published>2010-02-12T13:53:00.000+07:00</published><updated>2010-02-12T13:53:22.590+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-12T13:53:22.590+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Advertising" /><title>Iklan Lowongan Tempoe Doeloe</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3T6c4tL5EI/AAAAAAAAAKQ/tG6_jhRCWNE/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3T6c4tL5EI/AAAAAAAAAKQ/tG6_jhRCWNE/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alhamdulilah sampai dengan hari ini masih bisa posting dan tentunya saya berusaha konsisten untuk terus mengulas tentang dunia kerja dan pernak perniknya. Meski demikian saya yakin blog serupa milik teman-teman ada yang lebih complete dan menarik namun setidaknya ada upaya dan pemikiran untuk maju ke depan. Lanjut, berawal dari jalan-jalan blogging beberapa waktu lalu hingga akhirnya menemukan sebuah arsip menarik dari tempo dulu. Kebetulan sekali menyoal tentang iklan lowongan kerja dari tahun sebelum saya lahir. Unik dari penataan bahasanya dan menarik karena ternyata rekrutmen jaman dahulu pun tetap menggunakan departemen HRD. Ini penting dan menarik untuk disimak, berikut ulasannya.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PENGOEMOEMAN !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;DAG INLANDER,... ..HAJOO URANG MELAJOE,...KOWE MAHU KERDJA???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN- PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;BERIKOET:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Kowe poenja njali gede&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Kowe poenja moeka kasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Keliling rawa Senajan 3 kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Angkat badan liwat 30 kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Angkat peroet liwat 30 kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Soerabaja,Batavia en Riaoeeiland.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Istirahat siang 1 uur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago. Haastig kalaoe kowe mahoe..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertanggal 31 Maart 1889 Niet Laat te Zijn Hoor.. Batavia 1889 Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor Generaal H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Perpustakaan Nasional Jakarta (Koran harian th.1889)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-7989079787160164175?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/7989079787160164175/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/iklan-lowongan-tempoe-doeloe.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/7989079787160164175?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/7989079787160164175?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/iklan-lowongan-tempoe-doeloe.html" title="Iklan Lowongan Tempoe Doeloe" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3T6c4tL5EI/AAAAAAAAAKQ/tG6_jhRCWNE/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUAQn49cCp7ImA9WxBWF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-246038563947971706</id><published>2010-02-10T14:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T14:34:03.068+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-10T14:34:03.068+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Karyawan Baru : 4 Fakta Tak Terhindarkan</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3JhVBWnMmI/AAAAAAAAAKA/yTIabcPHqMs/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3JhVBWnMmI/AAAAAAAAAKA/yTIabcPHqMs/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi anda yang baru saja menapaki dunia kerja dan kapasitas sebagai karyawan baru tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri saat anda diterima bekerja entah di perusahaan besar ataupun instansi pemerintah atau mungkin perusahaan lain. Sudah barang tentu dan dipastikan anda begitu menikmati saat-saat permulaan karir anda ini dengan semangat dan energi yang masih fresh. Saya sendiri pun mengalami hal seperti ini beberapa tahun yang lalu dan saya pikir hal ini adalah logis bahwa bekerja dan menjadi karyawan di suatu instansi atau perusahaan merupakan satu obsesi dan titik pencapaian dari serangkaian obyektivitas yang telah kita susun. Namun dalam kondisi yang lain dunia kerja dan karir penuh dengan beberapa alur dan tahapan yang nantinya pasti kita akan lalui. Dan ini sudah menjadi etika dan estetika....(maaf bila salah dalam pemakaian kata) dalam artian suka tidak suka, mau tidak mau, semua yang namanya karyawan dan pekerja akan menemukan dan dihadapkan pada beberapa kondisi berikut ini. Dan bagi anda yang berstatus newcomer dalam dunia kerja saya pikir perlu anda cermati dan diperhatikan beberapa fenomena berikut agar ke depan anda bisa menyiasatinya dengan obyektif dan cakap, simak liputannya.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Anda pasti dibayar seminim mungkn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam hal ini perlu trik nego gaji yang mantap dan meyakinkan tentu melalui proses tawar menawar yang terjadi agar mendapatkan gaji yang sesuai. Sepengetahuan saya terdapat fakta bahwa dalam posisi yang sama dan sejenis bisa saja muncul perbedaan gaji yang cukup jauh. Nah bagi yang sudah bekerja tentunya bukan hal baru fakta seperti ini namun bagi anda yang masih baru dan belum pernah bekerja tentu akan bertanya realita ini. Pertama, perusahaan memiliki pertimbangan bahwa masih ada banyak kandidat lain bersedia menggantikan posisi Anda jika memang Anda keberatan dengan penawaran gaji. Yang jelas secara mendasar biaya karyawan, masuk di prosentase terbesar dari total biaya perusahaan. Komponen biaya ini biasanya dimonitor dalam berbagai pelaporan dan budgeting. Karena ini memang salah kunci penting untuk penentu performa perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika Anda memang lebih butuh jaminan aman (baca : kerja yg mapan) ketimbang gaji yang besar, ada baiknya anda menahan diri terlebih dahulu (terima saja) dan baru saat ketemu timing yang tepat ajukan permohonan Anda untuk naik gaji misalnya saat review tahunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Selamanya tidak ada karyawan bisa kaya karena gaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah opini yang mungkin bisa terbantahkan bilamana anda bisa menyikapi dan menyiasati dengan beberapa langkah tepat. Suatu misal setelah sekian lama bekerja tentu pendapatan anda konsisten dan kebutuhan anda cenderung progresif. Bagi karyawan baru hal ini mungkin belum terpikirkan namun bila sejak dini sudah dipertimbangkan tentunya akan memudahkan langkah ke depan. Temukan solusi seperti misalnya dengan side job yang sepintas tidak terlalu menguras energi anda namun memberi peluang penghasilan tambahan. Terus gali dan eksplorasi pemahaman anda tentang sumber penghasilan lain meski tetap di jalur main job. Ada manfaatnya juga biila kita mampu menjaga harmonisasi antara main job dan side job, jadi diverifikasi penghasilan bisa terealisasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Tentukan obyektivitas bukan tentang apa namun siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Statemen dan fakta ini mempunyai relevansi saat anda baru pertama kalinya bekerja dan mengenal dunia kerja pada umumnya. Bukanlah tentang pemahaman apa yang Anda tahu, melainkan siapa saja yang Anda kenal dan lantas siapa saja yg kenal dengan Anda. Ketika Anda sudah bisa meningkatkan performa dalam hal kualitas, kuantitas dari aspek pekerjaan, maka Anda harus membuat orang yg tepat mengetahui tentang hal itu. Tentunya orang-orang yang punya kuasa untuk mempromosikan Anda dan mempunyai kapasitas diperhatikan sebagai pimpinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Cermati dengan siapa anda berasosiasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam arti, temukan dan pastikan rekan kerja anda adalah orang dan pribadi dengan kapasitas yang cakap dalam pekerjaan dan berkepribadian positif. Dalam suatu lingkungan kerja tentunya banyak terdiri dari berbagai latar belakang inisiatif dan sifat, nah disini anda sebagai orang baru perlu mencermati hal tersebut dan dituntut untuk mampu menempatkan diri. Sepertinya konteks right man on the right place perlu dikedepankan dan bilamana terjadi suatu kasus atau permasalahan yang melibatkan teamwork, Anda akan ikut kena getah tanpa perlu menjadi sumber getah. Bukan dalam artian lari dan lepas dari tanggungjawab namun setidaknya ada upaya dini untuk selektif dan proaktif dalam menyikapi tiap hal dan siapa obyeknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-246038563947971706?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/246038563947971706/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-baru-4-fakta-tak-terhindarkan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/246038563947971706?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/246038563947971706?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-baru-4-fakta-tak-terhindarkan.html" title="Karyawan Baru : 4 Fakta Tak Terhindarkan" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S3JhVBWnMmI/AAAAAAAAAKA/yTIabcPHqMs/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUERXY5cSp7ImA9WxBWE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-1034954261103095381</id><published>2010-02-05T16:46:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T16:46:44.829+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-05T16:46:44.829+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Karyawan Sukses dan Karakternya</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2vo4kEgUZI/AAAAAAAAAJ4/Jb1ZmVAngX0/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2vo4kEgUZI/AAAAAAAAAJ4/Jb1ZmVAngX0/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekali lagi postingan tentang karyawan, maaf bila mungkin pembaca merasa jenuh dengan bahasan ini namun dunia kerja memang tidak bisa lepas dari peranan si pelaku langsung suatu pekerjaan ini. Seorang pengusaha sukses tidak akan disebut orang sebagai seorang yang sukses tanpa dukungan sumber daya yang bernama karyawan. Kita sepakat bahwa dimanapun tempatnya sebenarnya tidak ada istilah karyawan sukses. Seringkali kita mendengar dan melihat fenomena pengusaha sukses namun sangat langka sepertinya ada istilah yang menyebutkan seorang karyawan sukses. Saya sendiri pun bingung mendefinisikan hal tersebut dengan dasar apa penilaian atas karyawan sukses. Namun demikian ada baiknya bila anda perhatikan dan simak beberapa karakteristik berikut yang mungkin bisa dijadikan tolok ukur sebenarnya untuk upaya introspeksi diri. Berikut liputannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakteristik pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda bekerja maka perusahaan merasa diuntungkan dan bila anda tidak ada perusahaan merasa kehilangan, bahkan bisa merugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri karyawan tipe ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Selalu punya insiatif tindakan untuk mendukung bidang pekerjaannya bahkan berpikir pengaruhnya terhadap divisi yang lain dalam perusahaan tyersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Selalu berpikir global dan melaksanakan sesuai dengan kewenangannya (Think Globally act locally).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri untuk mendukung kinerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Memberikan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru dan segar bagi kemajuan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;jika anda tipe karyawan seperti ini, anda akan sukses di bidang pekerjaan anda. jika anda tidak cocok dengan bidang pekerjaan yang digeluti sekarang ini, segera diterima ditempat lain anda tetap akan sukses dibidang pekerjaan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakteristik kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;jika anda bekerja maka perusahaan senang dan diuntungkan; namun bila anda tidak ada maka perusahaan biasa saja dan tidak dirugikan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri tipe ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan tipe ini bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Bersedia untuk melakukan pekerjaan yang lain apabila diperintah oleh atasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda pada tipe ini, anda akan aman di perusahaan tempat anda bekerja. Bahkan jika ada kesempatan anda mungkin akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakteristik ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda bekerja perusahaan sepertinya biasa saja dan jika anda tidak adapun perusahaan seakan biasa saja tidak untung tidak rugi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Tipe ini adalah karyawan text book.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Tipe ini juga tipe Yes Sir!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan ini adalah karyawan entah karena kemampuannya atau karena mentality-nya tidak mau berubah menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda pada tipe ini anda tidak akan mempunyai prestasi khusus. Anda juga akan sulit sekali mendapat promosi jabatan kecuali diperusahaan anda memang tidak ada orang lain lagi. Sebaiknya anda segera menggali potensi dalam diri anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakteristik keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda bekerja perusahaan terkesan biasa saja, tidak terlalu diuntungkan dan tidak juga merugikan namun bila anda tidak ada maka perusahaan malah akan senang dan diuntungkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan ini sering ceroboh melakukan pekerjaannya, meskipun tidak sampai mengakibatkan kerusakan fatal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan ini juga sering lalai dalam menjalankan tugas-tugas meski tidak seluruhnya ada aja hal-hal yang terabaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan ini juga sering ijin tidak masuk karena berbagai keperluan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan ini juga sering meremehkan hal-hal kecil yang bisa mengakibatkan kemunduran kinerja dia sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda tipe ini, sangat disayangkan anda sama sekali tidak punya kesempatan untuk menaikkan jenjang karier apabila anda tidak cepat merubah diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakteristik keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda bekerja maka perusahan sepertinya dirugikan, bilamana anda tidak ada dipastikan perusahaan akan merasa senang dan diuntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ciri-ciri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Karyawan akan selalu mengeluh dalam segala hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Tidak ada tanggungjawab terhadap pekerjaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Selalu menganggap remeh atasannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Selalu bermasalah dengan rekan karyawan yang laian maupun dengan atasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anda tipe karyawan seperti ini, sebaiknya segera instropeksi diri. Sebab gerbang kesuksesan sangat menjauh dari anda. Saat ini perusahaan tempat anda bekerja sedang bersiap-siap untuk memecat anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Bpk. Eko Juli &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-1034954261103095381?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/1034954261103095381/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-sukses-dan-karakternya.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/1034954261103095381?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/1034954261103095381?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-sukses-dan-karakternya.html" title="Karyawan Sukses dan Karakternya" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2vo4kEgUZI/AAAAAAAAAJ4/Jb1ZmVAngX0/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUFRX06eSp7ImA9WxBXGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-6874138817632350703</id><published>2010-02-01T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T10:00:14.311+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-01T10:00:14.311+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rahasia" /><title>Karyawan : Bisakah Kaya Hanya Dengan Gaji?</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2ZDoPpfyiI/AAAAAAAAAJw/6vZDjCHYzPw/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2ZDoPpfyiI/AAAAAAAAAJw/6vZDjCHYzPw/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lagi-lagi soal gaji dan kaitannya dengan kapasitas kita sebagai karyawan. ya....sepertinya sekarang ini di benak dan pikiran saya memang hanya itu yang terbersit. Maklum pure karyawan dari awal berkarir sehingga gaji merupakan satu topik yang membuat kita semangat dan terperangah meski beberapa dari kita ada pula yang menjerit karena gaji yang kurang sesuai. Ok....back to topic bahwa kita sepakat gaji merupakan satu dari sekian banyak aspek yang memberi dan menyokong semangat kerja. Banyak tuh teori manajemen yang membahas demikian dan kita obyektif bahwa tuntutan nominal gaji merupakan hasil dari sebuah hubungan sebab akibat, memberi dan menerima, itulah dasar dari kompensasi. Namun demikian gaji atau salary bagi semua orang merupakan tonggak ataupun penopang operasional terhadap berbagai aspek kebutuhan dan keinginan dalam hidup. Karena memang hanya dengan mengandalkan gaji inilah kita bisa menjalani rotasi konsumerisme dan perlu diingat bahwa tidak sepantasnya bila kita mengalokasikan semua pendapatan kita untuk konsumerisme dan ada kalanya saving the money perlu untuk prioritas tertentu. Berangkat dari fitur inilah perlu adanya manajemen diri sendiri yang maksimal agar gaji bisa optimal dan bisa memicu pengaruh positif dalam jangka waktu beberapa periode ke depan. Realitanya mungkin hanya sedikit dari kita yang berprofesi karyawan dan bisa menjadi kaya dengan hanya membukukan pendapatan sebulan sekali. terlepas dari berapapun nominal yang diterima namun perihal kekayaan ini, kita sepaham bahwa semua harta atau aset yang kita miliki menjadi tolok ukurnya. Akan tetapi apakah bisa seorang karyawan dengan pendapatan konsisten bisa menjadi kaya raya layaknya pengusaha sukses? Ini yang perlu digaris bawahi dan tentunya dengan beberapa metode yang tepat dan mudah untuk diterapkan dimungkinkan bisa untuk mencapai hal itu dan berikut liputannya .        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kiat Menyisihkan Penghasilan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?” Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga, kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Pakai celengan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;A. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana Melakukannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contohnya seperti pada tabel di halaman berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;HARTA PRODUKTIF HARTA KONSUMTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tabungan di Bank Niaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deposito di Bank Mandiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Reksadana Pendapatan Tetap (dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trimegah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rencana Harta Produktif Lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deposito di Bank Danamon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Unit Link dari Prudential&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Emas Koin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Reksadana Saham Shcroeder&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Motor (disewakan ke tukang ojek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;dekat rumah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bisnis Laundry (perantara saja)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bisnis Burger Edam (Franchise) Teve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Radio tape&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perabot rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hiasan dinding (5 buah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meja makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Handphone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sofa (3 buah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perangkat makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ranjang (4 buah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perhiasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peralatan masak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Busana (banyak sekali)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kaset dan CD (banyak sekali)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;VCD dan DVD (banyak sekali)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setumpuk buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mobil Kijang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Motor Yamaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tabungan di BCA (untuk belanja)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;B. Atur Pengeluaran Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Bedakan kebutuhan dan keinginan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;C. Hati-hati dengan Utang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan BOLEH Berutang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya sih , hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya. Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan. Di sini, Anda boleh berutang karena hampir bisa dipastikan persentase kenaikan nilai rumah Anda lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Pilih dengan siapa Anda berutang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau sudah punya hutang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;D. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa Yang Akan Datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Merasa belum urgent, toh masih lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Pendidikan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Pensiun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Properti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Liburan dan Perjalanan Ibadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;E. Miliki Proteksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Kecelakaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Musibah pada rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Musibah pada kendaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Pemutusan Hubungan Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Miliki asuransi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Miliki dana cadangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-6874138817632350703?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/6874138817632350703/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-bisakah-kaya-hanya-dengan-gaji.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/6874138817632350703?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/6874138817632350703?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/02/karyawan-bisakah-kaya-hanya-dengan-gaji.html" title="Karyawan : Bisakah Kaya Hanya Dengan Gaji?" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S2ZDoPpfyiI/AAAAAAAAAJw/6vZDjCHYzPw/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMFQ344fCp7ImA9WxBQFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-3710856191386926170</id><published>2010-01-15T15:33:00.000+07:00</published><updated>2010-01-15T15:33:32.034+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T15:33:32.034+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="trik pintar" /><title>Trik Jitu Gaji Selalu Cukup</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S1AoFoVXxfI/AAAAAAAAAJo/lN5hjuU47Zc/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S1AoFoVXxfI/AAAAAAAAAJo/lN5hjuU47Zc/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi kalangan karyawan seperti saya ini saat menerima gaji adalah sesuatu penghargaan setimpal dari apa yang telah kita tunaikan dengan bekerja selama satu bulan. Dan ini saya pikir sudah lumrah disaat slip gaji kita terima bersamaan dengan munculnya beberapa planning anggaran di benak dan pikiran. Nah disinilah yang perlu kita perhatikan bagaimana melakukan review dan preview terhadap sekian waktu ke depan agar gaji salary yang kita peroleh dapat berimbang. Secara manusiawi kita sepakat dan obyektif bahwa konsumerisme adalah kecenderungan yang dimiliki hampir tiap individu. Pada intinya kita bisa menjadi kaya tanpa memandang apapun profesinya. Namun hal ini akan dapat terealisasi setidaknya akan sangat tergantung pada bagaimana metode atau pola kita untuk mengkondisikan salary yang kita terima dan bukan pada tuntutan kita untuk mendapatkan salary yang lebih besar. Salary yang lebih besar saya pikir bukanlah satu syarat mutlak untuk bisa membuat anda jadi kaya raya. Sepintas anda pasti bingung dengan statement itu, setidaknya beberapa metode sederhana berikut ini sedikit dapat membantu anda untuk menempatkan salary agar lebih proporsional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai karyawan atau pekerja dengan tanpa memandang posisi ataupun berapapun salary yang anda terima, saya pikir patut dan pantas untuk mencermati 3 hal penting berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Berapa pun jumlah salary yang Anda peroleh sudah barang tentu tidak akan mutlak menjamin Anda bisa menumpuk kekayaan. Obyektifitas ini justru akan terealisir dan kita menjadi kaya disaat kita mampu mengelola gaji dengan cara dan metode yang tepat. Untuk metodenya saya yakin anda semua lebih paham karena kembali ke selera ego.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Jangan pernah menjadikan asumsi bahwa kondisi Anda di rumah suatu misal banyak tanggungan, banyak utang, atau konsumerisme lainnya sebagai alasan untuk selalu minta kenaikan gaji. Secara sistemik, perusahaan hanya akan memberi Anda salary sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, bila anda merasa gaji Anda kurang atau tidak mencukupi untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, saya pikir itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda tidak perlu minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?. Namun demikian saya pikir manajemen perusahaan diharapkan peka akan tuntutan hidup dan tentunya kondisi sekarang ini pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya ini semua terlihat seperti sebuah metode yang sudah normal dan banyak kalangan yang membahasnya. Namun demikian disaat kondnisi sulit seperti sekarang pemikiran kreatif dan inovatif sangatlah menunjang pola kehidupan kita agar lebih berimbang dan efektif. Apakah anda setuju? Silakan anda berkomentar di comment box agar uneg-uneg atau kreasi pemikiran anda tidak tertahan di otak.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-3710856191386926170?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/3710856191386926170/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/trik-jitu-gaji-selalu-cukup.html#comment-form" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3710856191386926170?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3710856191386926170?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/trik-jitu-gaji-selalu-cukup.html" title="Trik Jitu Gaji Selalu Cukup" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S1AoFoVXxfI/AAAAAAAAAJo/lN5hjuU47Zc/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMRHc8fip7ImA9WxBQE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-4774572203989355985</id><published>2010-01-13T09:03:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T09:03:05.976+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-13T09:03:05.976+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="trik pintar" /><title>Kiat Kilat (60 detik) Menghilangkan Stress</title><content type="html">&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S00pnLMuARI/AAAAAAAAAJg/C21irkVuTZo/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S00pnLMuARI/AAAAAAAAAJg/C21irkVuTZo/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekerjaan atau apapun profesi anda yang menuntut keteraturan dan rutinitas sudah barang tentu memicu kondisi mental yang tertekan. Sederhana saja aspek psikologis ini paling mudah menimbulkan apa yang disebut stress. Memang dari segi obyektivitas stress banyak ragam sebab dan muasalnya namun dalam kondisi ini rutinitas sepertinya pemicu paling mudah. Oke...mungkin posting ini saya tidak terlalu panjang lebar, berawal dari pengalaman pribadi karena rutinitas keseharian di kantor yang sempat membuat saya agak beban (namun belum diagnosa stresss...he..hee dikit aja) akhirnya cobalah nyari solusi dan cara yang mudah, sederhana saja untuk menghilangkan stres. Setelah jalan-jalan telusur punya telusur, cari narasumber yang tepat akhirnya menemukan juga kiat mudah dan sederhana menghilangkan stres. Tips ini mungkin udah biasa dan sudah terlalu umum karena banyak nara sumber lain yang mengemukakan hal serupa. Namun yang menarik perhatian saya, tips dan kiat berikut cukup mudah untuk dijadikan acuan dan terlebih lagi dijamin hanya dalam waktu singkat bahkan hitungan detik anda kaum stresser bisa menghilangkan stres dari tubuh anda. Berikut ini metodenya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Berbicara santai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat stress mendadak melanda, cobalah untuk berinteraksi dan bicara santai dnegan rekan kerja atau teman anda. Dengan melontarkan jokes atau mungkin topik lain setidaknya bisa melepas rasa tegang anda barang sejenak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Listen the music&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah...ini yang sederhana. Putar musik dan dengarkan dengan seksama. Bila mendengarkan dengan suara keras atau mungkin pilihan musik keras, rock, heavy metal, underground atau jenis lain itu hanya opsi saja, tidak ada batasan sepanjang bisa membuat anda nyaman dan enjoy meski hanya dalam 5 menit. Just stay tune with the music bila stress tiba-tiba muncul di tubuh anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Menangislah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk tips ini umumnya kaum wanita yang cenderung mengalaminya..sederhana saja bila dalam kondisi stres atau mental pressure cobalah untuk menangis. 85 persen wanita merasakan kondisi yang baikan setelah diungkapkan dengan menangis dan ini manusiawi selain itu air mata bisa membebaskan kimia tubuh yang dibentuk selama periode stres berlangsung.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Mencium       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mohon jangan berasumsi yang aneh-aneh terlebih dahulu, kiat ini berhubungan dengan indera kita untuk mencium dan membau atau hidung. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa mencium aroma menyenangkan dapat memperbaiki suasana hati. Keluarkan tungku terapi aroma dan bakar beberapa tetes minyak esensial kesukaan ketika gejala-gejala stres mulai mendera. Bisa juga dengan aroma parfume atau cologne favorit anda untuk sedikit membantu Anda mengurangi tekanan stres yang melanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Sdr. Rahmat Saepulloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-4774572203989355985?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/4774572203989355985/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/kiat-kilat-60-detik-menghilangkan.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4774572203989355985?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/4774572203989355985?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/kiat-kilat-60-detik-menghilangkan.html" title="Kiat Kilat (60 detik) Menghilangkan Stress" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S00pnLMuARI/AAAAAAAAAJg/C21irkVuTZo/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQEQXs7eip7ImA9WxBQEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-8635766256883822096</id><published>2010-01-12T08:59:00.001+07:00</published><updated>2010-01-12T10:18:20.502+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-12T10:18:20.502+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rahasia" /><title>Cepat &amp; Tepat Lolos Seleksi - Rekruitment</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S0vXPKj4IhI/AAAAAAAAAJY/yVMQkqHPxiA/s1600-h/karyawanidaman2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S0vXPKj4IhI/AAAAAAAAAJY/yVMQkqHPxiA/s320/karyawanidaman2.jpg" width="104" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Punya perusahaan impian yang sudah lama ingin Anda "tembus" setelah bertahun-tahun menuntut ilmu atau mengemban pengalaman di kantor yang sekarang itu sudah biasa. Jauh lebih membawa sukses bila Anda justru membentuk kualitas sebagai kandidat karyawan idaman. Jangan dikira perusahaan tak punya impian mendapatkan karyawan yang tepat. Faktanya, setiap hari divisi HRD mencari karyawan baru. Bahkan konon, mereka mengeluh susah mencari orang. Tak terkecuali perusahaan yang sudah Anda idam-idamkan selama ini! Nah, di sinilah Anda justru bisa jadi pelipur lara mereka. Yang tinggal Anda lakukan adalah memastikan mereka menyadari hal tersebut. Kuncinya tentu saja terletak pada dua hal utama: resume dan sesi interview.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda sudah merasa layak menjadi kandidat yang diidam-idamkan suatu perusahaan? Berarti Anda sudah melakukan langkah awal yang benar. Masalahnya, seringkali kepercayaan diri itu tidak terbaca di resume atau terlihat saat sesi interview. Berikut beberapa bocoran yang diungkapkan sekumpulan HRD Manager mengenai hal apa saja yang membuat mereka memanggil kandidat karyawan untuk diwawancara, hanya dengan membaca resume yang mereka terima. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan itu saja, para pemburu karyawan juga buka mulut soal poin-poin utama yang mereka perhatikan saat interview yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk merekrut. Surat Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah Anda adalah tipe pencari kerja yang menyeragamkan isi surat pengantar kecuali bagian kepada orang dan nama perusahaan yang ditujukan? Jangan buang-buang energi, teman. Berdasarkan hasil survei Career Masters Institute, hanya 20% dari para HRD Manager yang merasa masih bisa menerima surat pengantar seperti itu. Bahkan 20% lagi justru menganggapnya tak terlalu penting dan melewati proses membaca cover letter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun persentase terbesar, yaitu 60%, merekomendasikan Anda untuk mengirim surat pengantar yang memang khusus dibuat untuk posisi serta perusahaan yang dimaksud. Bila tidak, lebih baik tak usah sama sekali. Jangan lupa untuk menjelaskan mengapa Anda ingin memberikan kontribusi terhadap perusahaan mereka, melakukan follow up setelahnya lalu memberikan kabar bila Anda memang sudah tak lagi available karena telah direkrut oleh perusahaan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Resume&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum Anda mengirimkan surat pengantar dan resume, sangat disarankan untuk membaca ulang dan mengecek kembali tata bahasanya. Bila Anda memang tak yakin dengan penggunaan bahasa Inggris, lebih baik minta orang lain yang lebih fasih untuk membacanya terlebih dulu supaya ia bisa mengoreksi bila memang ada yang salah. Bukannya apa-apa, 76% dari HRD Manager yang disurvei mengaku akan mengeliminasi sebuah aplikasi jika menemukan kesalahan penulisan atau tata bahasa yang kacau. Soal format, 75% lebih senang bentuk resume dengan gaya kronologis terbalik. Dan, 83% lebih menghendaki resume tercetak pada kertas putih atau krem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kabar baiknya, Anda tidak perlu membatasi halaman CV yang ingin dikirimkan. 88% dari seluruh 2.500 manager, yang terdaftar dalam Society of Human Resources Manager dan telah diminta pendapatnya lewat survei yang sama, merasa informasi paling penting dalam sebuah resume adalah prestasi yang bisa diperiksa keabsahannya. Bila Anda punya daftar panjang keberhasilan yang telah diraih, tak perlu ragu untuk memuat semuanya tapi tetap dengan mempertimbangkan hal ini: 20% menganggap resume cukup satu lembar saja, 30% berpendapat dua halaman sudah oke, tapi yang paling ideal, adalah menyesuaikan jumlah halaman dengan tingkat posisi yang diinginkan. Namun yang paling penting, pastikan semua informasi dilengkapi detail tanggal serta kegiatan yang tengah dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Interview&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada satu rahasia besar yang perlu Anda ketahui saat hari interview tiba: umumnya para pihak HRD dari perusahaan yang memanggil Anda hadir di sesi tersebut dengan niat untuk memperkerjakan Anda. Sama halnya dengan Anda yang punya harapan besar untuk diterima, mereka juga berharap bahwa Andalah orang yang tepat untuk posisi lowong yang tersedia. Lagipula Anda memang sudah mencapai tahap temu muka tersebut, kan? Jadi, kepercayaan diri sangatlah berperan dalam tahap ini. Jika Anda frustasi dengan pencarian kerja yang selama ini seringkali ditolak, jangan sampai hal tersebut terlihat! Ingat, sikap pesimis sangatlah tidak menarik di mata pencari karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi di saat yang bersamaan, jangan terlalu menuntut diri untuk tampil serba sempurna juga. Percaya atau tidak, pewawancara bisa lebih bersikap maklum dari yang Anda kira. Mereka tidak berharap Anda punya jawaban yang benar terhadap segala pertanyaan yang mereka ajukan, kok. Walaupun begitu, usahakan untuk menjelaskan segala sesuatunya dengan jelas. Bahkan penjelasan bahwa Anda tidak tahu jawabannya sekalipun. Biasanya pewawancara mengajukan pertanyaan sulit hanya untuk melihat bagaimana Anda menghadapi situasi "gelap" tersebut. Banyak pewawancara kerja menemui kandidat karyawan yang jago "mengarang" terhadap sesuatu yang tidak mereka pahami sama sekali. Bila memang tidak tahu, katakan saja, tapi dengan menambahkan bahwa Anda bisa memberikan dugaan berpendidikan atau mengusulkan suatu cara supaya Anda bisa mengetahui jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang terpenting adalah Anda punya bekal cukup untuk menunjukkan keseriusan Anda untuk bekerja untuk mereka. Bila Anda memang sudah lama ingin bekerja di perusahaan tersebut, ungkapkan hal itu. Sertai pula dengan pengetahuan Anda mengenai perusahaan yang dimaksud. Mengakses situs resmi atau press release serta artikel yang memuat keberhasilan perusahaan bisa menambah poin Anda di mata mereka. Poin lebih lainnya? Tunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Jauh di dalam lubuk hati setiap pewawancara, mereka ingin Anda mendamba perusahaan mereka. Jadi tak perlu bersikap defensif atau justru jual mahal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga berhasil!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Ibu Intan Iskandar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-8635766256883822096?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/8635766256883822096/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/rahasia-cara-tepat-lolos-seleksi.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8635766256883822096?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/8635766256883822096?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2010/01/rahasia-cara-tepat-lolos-seleksi.html" title="Cepat &amp; Tepat Lolos Seleksi - Rekruitment" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S0vXPKj4IhI/AAAAAAAAAJY/yVMQkqHPxiA/s72-c/karyawanidaman2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMMQnc6fCp7ImA9WxBRFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-2754514304749168377</id><published>2009-12-30T17:18:00.004+07:00</published><updated>2010-01-05T14:28:03.914+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-05T14:28:03.914+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Workaholic...Apa Saja Cirinya??</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzspR6d-P2I/AAAAAAAAAJQ/fQerdxslRQo/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzspR6d-P2I/AAAAAAAAAJQ/fQerdxslRQo/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bekerja memang kewajiban untuk menyambung hidup atau mungkin untuk maksud dan tujuan yang lain. Lepas dari apapun tipe dan profesi pekerjaan kita namun visi kita sepakat bahwa bekerja adalah untuk mengharapkan satu timbal balik. Ini penting dan obyektif karena setiap hari kita dihadapkan pada kebutuhan baik dalam rentang jangka pendek ataupun jangka panjang. Namun tanpa disadari aktivitas dan rutinitas dengan motif untuk meraup pendapatan tentunya akan menyita waktu, tenaga, dan pikiran sehingga kita seolah merasa terlena dengan dunia pekerjaan itu. Entah hal tersebut anda sadari ataupun tidak namun hidup ini akan terasa indah dan menyenangkan bila segala sesuatunya kita lakukan dengan proporsional dan profesional....he...he..he (maaf bila pemilihan kalimatnya terlalu muluk2). Dalam arti dengan bekerja kita bisa berkarya dan menghasilkan feedback untuk menjalani roda kehidupan asal dijalani dengan prinsip yang semestinya. Ada kalanya seseorang bekerja hingga larut karena mereka menyenangi pekerjaan itu ataupun mungkin karena tuntutan. Nah...lantas bagaimana kita bisa mengukur seseorang dikatakan pecandu pekerjaan atau bukan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di posting ini saya coba menggali pengalaman pribadi saya sendiri dan juga beberapa opini rekan sejawat hingga menjadi sebuah paragraf tentang idealisme pekerjaan atau bisa saja istilah lain sesuai pemikiran anda. Dan mungkin beberapa point berikut bisa anda jadikan tolok ukur sejauh mana kadar workaholic yang ada dalam tubuh anda.       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Anda merasakan lebih exciting saat berada di kantor dibandingkan saat bersama keluarga atau beraktivitas lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Anda bisa untuk selalu fresh di kantor karena anda mempunyai cukup waktu untuk re-charge meskipun dengan jadwal kerja yang cukup ketat.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Anda seringkali membawa pekerjaan kantor ke rumah bahkan menyempatkan diri untuk menyelesaikannya saat berlibur atau weekend.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Anda beranggapan bahwa pekerjaan di kantor adalah aktivitas yang menyenangkan dan di setiap terjadi perbincangan anda selalu menjadikannya sebagai topik yang hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Anda bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Anda merasa senang dan enjoy untuk melakukan sesuatu pekerjaan dngan orientasi money making dan hal ini bahkan mengalahkan aktivitas hobby anda sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Anda berani memutuskan untuk menerima full responsibility terhadap upaya dan penyelesaian tugas pekerjaan anda di kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Pada kodnisi tertentu, keluarga atau teman anda berharap sekali agar anda menghadiri suatu acara non formal namun karena alasan kantor anda tidak bisa hadir dan kondisi ini seringkali anda lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Anda seringkali bekerja lembur di kantor karena anda berkomitmen hanya dengan cara seperti inilah akan cepat terselesaikan dan tidak ada opsi lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Anda selalu merasa ragu dan underestimate mengenai proyeksi butuh berapa lama pekerjaan kantor akan selesai dan bagaimana upaya untuk segera menuntaskannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;11. Anda berkeyakinan bekerja lembur bukanlah suatu masalah dan its okay karena anda memang mencintai pekerjaan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;12. Anda merasa tidak respek terhadap orang lain atau teman sekantor yang memiliki prioritas selain urusan pekerjaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;13. Anda dilanda kekhawatiran jika tidak bekerja keras dan sungguh-sungguh maka anda akan kehilangan pekerjaan atau bahhkan kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;14. Anda merasa masa depan selalu menjadi perhatian anda yang utama namun tanpa disadari segala sesuatunya sangat mendukung untuk itu dan berjalan dengan baik tanpa ada masalah berarti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;15. Anda selalu mengerjakan segala sesuatunya dengan energic dan kompetitif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;16. Anda akan merasa tersinggung bila orang lain bertanya atau meminta anda untuk berhenti sejenak dari pekerjaan atau untuk melakukan satu aktivitas lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;17. Anda bekerja long hours (lembur) secara kontinyu tapi hal ini justru membuat keluarga atau sahabat, teman anda merasa tersakiti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;18. Anda selalu memikirkan pekerjaan di kantor bahkan saat mengendarai mobil, saat beranjak tidur atau saat berbincang dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;19. Anda melakukan aktivitas makan namun masih menyempatkan sambil membaca buku, atau mungkin sambil meneruskan pekerjaan kantor saat anda kerja lembur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;20. Anda berkeyakinan bahwa dengan memiliki uang yang melimpah akan mampu menyelesaikan semua permasalahan dalam kehidupan.       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila anda menjawab ya dan terhitung ada tiga point atau lebih kemungkinan anda termasuk kategori workaholic. Namun anda tidak perlu khawatir anggap saja dengan rileks karena bukan hanya anda yang memiliki karakter seperti itu. Ada banyak sekali temuan dan solusi untuk menyelesaikan karakter workhaholic tersebut. Namun kali ini saya tidak mengulas tentang hal itu karena saya pikir ini semua kembali ke diri masing-masing. Saya yakin anda semua punya cara dan metode sendiri yang jitu untuk itu. Silakan anda analisa sendiri mungkin beberapa indikator dalam posting ini bisa membantu anda untuk lebih berintrospeksi dalam beraktivitas dan bekerja. Selamat berkarya..........     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-2754514304749168377?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/2754514304749168377/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2009/12/workaholicapa-saja-cirinya.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2754514304749168377?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/2754514304749168377?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2009/12/workaholicapa-saja-cirinya.html" title="Workaholic...Apa Saja Cirinya??" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzspR6d-P2I/AAAAAAAAAJQ/fQerdxslRQo/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IMRnk5eip7ImA9WxBSGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163871184503776104.post-3111323123119913790</id><published>2009-12-26T13:39:00.000+07:00</published><updated>2009-12-26T13:39:47.722+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-26T13:39:47.722+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karir dan Kesuksesan" /><title>Hal-Hal Sepele yang Mematikan Karir</title><content type="html">&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzWu8m2pJPI/AAAAAAAAAJA/ItqujrtCGxM/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzWu8m2pJPI/AAAAAAAAAJA/ItqujrtCGxM/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebentar lagi kita memasuki tahun 2010, bagi anda yang sudah memulai karir selama beberapa tahun sebelumnya pergantian tahun adalah hal yang biasa. Bagi saya sendiri pun begitu, rutinitas akhir tahun dijejali dengan setumpuk laporan untuk tutup buku dan pergantian tahun hanyalah tolok ukur bahwa kita semakin dituntut untuk lebih berkualitas,  berintegritas, berdaya analisis. Akhir tahun dan awal tahun merupakan moment untuk kita melakukan review apa yang sudah kita lakukan selama 12 bulan dan merupakan preview langkah apa yang akan kita perbaiki 12 bulan ke depan. Ini penting bagi saya dan mungkin juga bagi anda semua kalangan karywan dan profesional di bidangnya masing-masing. Kembali ke bahasan karir dan pekerjaan sebagai dunia kita, saya akan sedikit mengulas beberapa aspek penting  yang seringkali kita temui dalam pekerjaan dan di lingkup kantor. Beberapa aspek ini sifatnya sederhana, ringan dan sepele namun saya mencermati hal ini sebagai hal yang tidak bisa dianggap remeh. Meskipun bersifat sepele dan sepintas lalu namun suatu saat bisa saja mematikan karir dan pekerjaan anda. Ini yang perlu digarisbawahi dan dicermati namun aspek mematikan apa saja yang saya maksudkan diatas? Anda kalangan karyawan dan dunia kerja perlu dan wajib menyimak bahasan berikut ini.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Perasaan bangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasa bangga yang muncul saat anda berhasil mencapai prestasi tertentu janganlah lantas membuat anda merasa super. Mengingat saat anda mencapai hal ini bisa saja atas support dan asistensi dari beberapa orang yang lain dibawah anda. Dalam suatu teamwork bila anda merasa bangga terlalu instant maka disadari atau tidak, cepat atau lambat hal ini akan meruntuhkan semangat team. Rasa bangga yang relatif over perlu ditelusuri penyebabnya, ingat anda dalam posisi teamwork dan prestasi yang terbentuk adalah karena kinerja dan kesatuan bersama. Tiap diri adalah kesatuan suatu tim dan ini penting  karena akan memberikan keberhasilan dalam jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Rasa iri hati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan mudah cemburu bila melihat rekan kerja berprestasi dan mendapatkan penghargaan. Jangan lantas terbersit pertanyaan seharusnya saya yang mendapat penghargaan itu, wah..ini yang bisa menyurutkan citra diri anda sendiri yang pada akhirnya karakter anda yang menjadi korbannya. Karakteristik seseorang merupakan hal esensial dalam dunia kerja dan lebih baik kita saling bekerja sama dengan semangat dan membuang kecemburuan karena penghargaan dari perusahaan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Amarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata orang sifat pemarah bisa mempercepat penuaan..ha..haa...Lepas dari benar atau tidaknya namun rasa marah ini tidak memberikan keuntungan apapun dalam dunia kerja kita. Sifat pmarah hanya akan meruntuhkan dan menyudutkan citra anda di mata karyawan yang lain, dan tentunya di mata atasan anda ataupun bawahan bila anda sebagai seorang pimpinan. Anda  boleh saja mempertahankan argumen atau menolak suatu ide namun perlu kita pahami terlebih dahulu bagaimana menyalurkan emosi-emosi ke hal yang lebih menguntungkan bagi diri sendiri dan di mata orang lain. Sifat pemarah sama sekali tidak mendukung anda untuk mendapatkan promosi ataupun penghargaan karena prestasi. Dan yang fatal lagi seorang yang mudah marah biasanya tidak akan mampu menginspirasi orang lain atau memotiovasi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Mudah merasa puas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada sisi lain, mudah puas dan kemalasan tidak memiliki tempat di dunia kerja. Setelah berhasil mencapai satu tahap lalu berhenti dan berharap capaian itu bisa mengantarkan ke sukses berikutnya dalam perjalanan karir adalah mustahil. Lebih-lebih dalam iklim kompetitif dewasa ini, hanya mereka yang terus berproses dan menindaklanjuti pertumbuhannya, dan senantiasai memperbarui kontribusinya yang akan sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Berpikir pendek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah manusiawi bila tiap diri ingin segera menuntaskan suatu urusan dan mengharapkan lebih saat berusaha mencapai tujuan karir. Tapi bila kita mencapainya dengan cara yang kurang benar atau dengan kata lain menghalalkan segala cara tentu berimplikasi destruktif buat anda sendiri. Jalan menuju sukses menghendaki pendekatan jangka panjang dalam semua aspek pekerjaan. Fokus pada kecepatan dan capaian-capaian jangka pendek hanya baik untuk sesaat, dan ketika dihadapkan pada hal-hal di tahap berikutnya, Anda tidak siap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Ketidakseimbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejumlah orang bergerak naik terlalu cepat dalam jenjang jabatan perusahaan tapi kemudian berakhir dengan kegagalan. Segala yang berlebihan dan tidak wajar tidaklah bagus --khususnya jika Anda tidak siap dengan tantangannya. Penting untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya siap secara profesional untuk mengambil tantangan yang lebih besar, tapi juga kehidupan personal juga mesti disiapkan untuk tuntutan-tuntutan baru tersebut. Mencapai sukses karir sebaiknya tidak mengesampingkan keseimbangan hidup, dan hasrat profesional yang "salah tempat" bisa menciptakan masalah di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.bidvertiser.com/SittinBlog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163871184503776104-3111323123119913790?l=sitsite.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sitsite.blogspot.com/feeds/3111323123119913790/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2009/12/hal-hal-sepele-yang-mematikan-karir.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3111323123119913790?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7163871184503776104/posts/default/3111323123119913790?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sitsite.blogspot.com/2009/12/hal-hal-sepele-yang-mematikan-karir.html" title="Hal-Hal Sepele yang Mematikan Karir" /><author><name>SittinBlog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06887481749336362298</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/S7Is0hek1FI/AAAAAAAAANE/ibh8lNxial4/S220/DSC01299.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xuxw83DvgyU/SzWu8m2pJPI/AAAAAAAAAJA/ItqujrtCGxM/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry></feed>

