<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 07:30:51 +0000</lastBuildDate><category>Perspektif</category><category>Renungan Islam</category><category>Personality</category><category>Ahlak</category><category>Keluarga</category><category>wacana islam</category><category>Kisah Inspiratif</category><category>Tausiyah</category><category>Muslimah</category><category>hikmah</category><category>Peristiwa</category><category>Tips</category><category>Doa</category><category>Khutbah</category><category>wakaf</category><title>SketsA Informasi</title><description></description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-1668827174968689357</guid><pubDate>Thu, 05 Aug 2010 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-04T23:18:30.760-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wakaf</category><title>Wakaf sejuta QUR&#39;AN untuk sejuta UMMAT</title><description>Wakaf Se-Juta Al-Qur&#39;an untuk sejuta Umat.&lt;br /&gt;Ada seseorang yang tidak dikenal.tidak tahu juga dimana tinggalnya, tetapi setiap kali dia membaca Al_Qur&#39;an, mempelajari Al-Qur&#39;an, menghafalkan Al-Qur&#39;an, saya mendapat terus pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sederhana, Al-Qur&#39;an yang dipegang dan dibawanya, adalah WAKAF Al-Qur&#39;an dari saya .... Subhanallah wal Hamdulliah, segala puji bagi Allah yang begitu murah dalam membagi-bagikan pahala untuk hamba-hamba-Nya, lalu bagaimana dengan Anda ? Maukah Anda juga mendapatkan pahala serupa? bahkan lebih banyak lagi? yaitu dengan me-Wakafkan lebih dari satu Al-Qur&#39;an !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekatkan Al-Qur&#39;an di Hati Ummat dengan berwaqaf Rp.20.000,- per-Al-Qur&#39;an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diselengarakan oleh :&lt;br /&gt;Khadim Al-Qur&#39;an&lt;br /&gt;RABITHAH MA&#39;AHID AL-QUR&#39;AN INDONESIA&lt;br /&gt;www.rabitahmaahidalquran.com&lt;br /&gt;contact person : Hilaluddin - 081387309976, Alimuddin 08388105401&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wakaf dapat disalurkan melalui :&lt;br /&gt;Bank Syari&#39;ah Mandiri - no rek : 0740115111 ,an:RABITHAH MA&#39;AHID AL-QUR&#39;AN&lt;br /&gt;atau VIA Paypal : rabitah30@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/08/wakaf-sejuta-quran-untuk-sejuta-ummat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-7255131297557735941</guid><pubDate>Tue, 03 Aug 2010 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-03T04:00:58.935-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hikmah</category><title>Ujian Iman Kepada Hamba Allah</title><description>Hidup ini tiada sunyi dari ujian ,susah dan senang ,suka dan duka datang silih berganti.siapa saja mengira bahwa hidup ini senang semata,suka semata, dan mewah semata atau menduga sebaliknya: susah semata,sukar terus menerus,dan sempit selamanya, sudah pasti sangkaan dan dugaan itu salah belaka.itulah rupanya seni hidup,sunatullah pada alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH SWT,memerintahkan kepada malaikat malaikatNYA untuk memberikan aneka cobaan dan ujian kepada Manusia. Dengan hadirnya ujian itu ALLAH berkehendak mengorek apa yang tersembunyi dalam hati hamba Nya, sebagaimana yang tertera dalam hadist Qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ALLAH berfirman kepada malaikat malaikat NYA: pergilah kepada hamba-KU.lalu,timpahkanlah bermacam macam ujian karena aku ingin mendengar suaranya”(HR.Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun orang beriman,juga tidak luput dari ujian. Tujuannya tidak lain untuk mengukur kadar keimanan seseorang,disamping tentunya untuk mengetahui apakah orang tersebut benar benar beriman secara tulus atau sekedar dusta belaka.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ [٢٩:٢] &lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: &quot;Kami telah beriman&quot;, sedang mereka tidak diuji lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, ujian yang datang tidak semata berwujud kesusahan dan kesakitan, tetapi terkadang hadir dalam bentuk kesenangan dan keuntungan materi (kekayaan), sebagaimana termaktub dalam AL-QURAN surat Al-Anbiyah ayat 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [٢١:٣٥] &lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan hidup,ujian berupa kesenangan dan keuntungan materi lebih berat daripada ujian berupa kesusahan. Betapa banyak orang yang memperoleh kekayaan tapi justru menyebabkan kecelakaan baginya. Kekayaan seperti itu justru menjadi ujian bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dapat kita saksikan orang yang di uji dengan kekuasaan,kemegahan dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebenarnya telah di peringatkan ALLAH :&lt;br /&gt;كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ [٩٦:٦]&lt;br /&gt;أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ [٩٦:٧]&lt;br /&gt;إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ [٩٦:٨&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar benar melampaui batas dikala mengangap dirinya serba cukup, sesungguhnya hanya kepada Tuhan-mu lah tempat kembali”(Al-Alaq :6-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadist, Rasulullah Saw,menegaskan :&lt;blockquote&gt;”Demi ALLAH,bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang akan aku khawatirkan atas kalian.Akan tetapi justru aku khawatir(kalau kalau) kemewahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana telah diberikan kepada orang orang sebelum kalian, lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga kalian binasa,sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula”.(HR.Bukhari).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka melihat kelapangan hati manusia untuk menerima qadla’ dan qadar-Nya,Allah terkadang menguji pada fisik(tubuh)nya,berupa penyakit atau kecelakaan.Dan ujian macam ini adalah yang paling ringan bagi manusia.Seandainya manusia sabar dalam menerima ujian itu,ditetapkan atasnya pahala dan dihapuskan sebagian dosanya,lalu diangkatlah derajatnya.Maka jadilah ujian itu nikmat baginya. ALLAH Swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ [٣:١٤]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah dihiaskan kepada manusia kecintaan akan hawa nafsu berupa wanita,anak,berpikul pikul harta benda berupa emas dan perak,kuda pilihan(kendaraan),binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia,pada hal ALLAH memiliki tempat kembali yang baik” (Al-Imran :14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum laki laki,ujian terberat adalah kaum wanita.Nabi bersabda :&lt;blockquote&gt;”Sepeninggalku,tiadalah ujian yang paling berbahaya bagi kaum pria kecuali golongan kaum wanita”(HR Bukhori). &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang tua,ALLAH Swt.memberikan ujian berupa anak.ALLAH berkehendak agar anak anak yang diberikan kepadanya agar dididik sebaik baiknya,sehingga kelak menjadi manusia yang taat kepada NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan orang tua mendidik anak akan menyebabkan kemuliaannya disisi ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila mereka gagal harus mempertanggung jawabkan kegagalannya di hadapan ALLAH..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan ujian kepada hamba-NYA, ALLAH selalu mempertimbangkan kadar iman yang ada pada hambanya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin baik imannya,semakin berat pula ujiannya,sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadistnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tingkat berat ringannya ujian di sesuaikan dengan kedudukan manusia itu sendiri.Orang yang banyak mendapat ujian itu adalah para nabi,kemudian baru yang lebih dekat derajatnya kepada mereka yang berurutan secara bertingkat.Orang di uji menurut tingkat ketaatannya kepada agama.Jika dia sangat kuat dalam agamanya,maka sangat kuat pula ujian baginya, dan jika lemah dalam agamanya,di uji pula oleh ALLAH sesuai dengan tingkat ketaatan kepada agamanya.Demikian bala dan ujian itu senantiasa di timpahkan kepada seorang hamba sampai ia di biarkan berjalan di muka bumi tanpa dosa apapun”(HR.Turmuzi)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan umum diberikanya ujian kepada manusia adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Membersihkan dan memilih mana orang mukmin sejati,mana yang munafik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mengangkat derajat dan menghapuskan dosa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Membentuk menempa kepribadian,sehingga menjadi pembela kebenaran sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“YA ALLAH,Masukanlah Kami kedalam golongan orang mukmin yang tabah, yang senantiasa berlapang dada, dalam menempuh segala ujian,baik berupa penderitaan maupun kesenangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga mendapat manfaat…wallahua’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://bismillahhirohmanirrohim.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/08/ujian-iman-kepada-hamba-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-933625881294358419</guid><pubDate>Sat, 31 Jul 2010 06:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-30T23:08:00.501-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peristiwa</category><title>Hati-hati Berbicara dan Menulis Kata-kata</title><description>Lelaki Keledai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diekspos oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana. Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit pun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, “Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah, dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!.” Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati ?!&lt;br /&gt;(Sumber: Majalah “al-Majallah”, volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya “Nihâyah azh-Zhâlimîn”, Seri ke-9, h.73-74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Pemesan Tempat di Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini ditulis oleh redaksi majalah Al-Manar, Mesir. Ia mengisahkan, “Musim panas merupakan ujian yang cukup berat, terutama bagi seorang muslimah. Ia dituntut untuk tetap mempertahankan pakaian kesopannanya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan jilbab, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki manfaat multi fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang gadis muda yang berpakaian kurang layak untuk di deskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja, cara berpakaiannya mengundang “perhatian” orang didalam mikrobus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa cara berpakaiannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya sendiri. Di samping mengingatkan bahwa cara berpakaian seperti itu melanggar aturan syar’i. Orang tua tersebut berbicara agak hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana layaknya seorang bapak berbicara kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa respon perempuan muda tersebut ? Rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda !” Orang tua tersebut hanya bisa beristighfar sembari mengelus dadanya; kasihan nian gadis itu, semoga Allah memberinya hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik berikutnya suasana begitu senyap, penumpang mikrobus mulai terlelap dalam kantuk. Hingga sampailah perjalanan di ujung tujuan. Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi terhalangi oleh perempuan muda itu yang masih terlihat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangunkan saja !” teriak seorang penumpang.&lt;br /&gt;“Iya bangunkan saja” teriak penumpang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perempuan muda tersebut tetap bungkam. Salah seorang penumpang lain mencoba mendekati si perempuan muda tersebut dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Astaghfirullahal ‘Azhim ! Apakah yang terjadi ? Ternyata perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi, ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan NERAKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan seisi Mikrobus berucap Istghifar sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sebuah akhir kehidupan yang menakutkan; mati dalam keadaan menantang ALLAH. Apakah Allah langsung memenuhi permintaan ‘vila’nya untuk tinggal di neraka sana ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link sumber: http://www.facebook.com/notes/amalia-ika-paristu/special-for-akuntansi-4a/3 82630664641&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber CoPas : http://www.lailahaillallah.com/profile-1316/blog/hati-hati-berbicara-dan-menulis-kata-kata/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/07/hati-hati-berbicara-dan-menulis-kata.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-375470623812688279</guid><pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-22T00:52:25.471-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Hukum Shalat Jama’ah Kedua</title><description>&lt;blockquote&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Bagaimana mendirikan shalat&lt;br /&gt;jama’ah kedua setelah dilakukan jama’ah di dalam satu masjid.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Ulama fikih berbeda pendapat tentang hukum shalat jama’ah kedua. Sebelum aku menunjukkan perbedaan-perbedaan (pendapat) di antara mereka dan menjelaskan mana yang rajih (unggul) dan marjuh (lemah), aku perlu membatasi (pengertian) jama’ah (kedua) yang diperselisihkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang diperselisihkan adalah (shalat) jama’ah yang didirikan disatu masjid yang sebelumnya sudah didirikan oleh imam dan muadzdzin tetap (masjid tersebut). &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Adapun jama’ah-jama’ah yang didirikan di tempat lain, seperti di rumah, di masjid&lt;br /&gt;jalanan, kompleks pertokoan tidak termasuk yang dipermasalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama mengambil pendapat, bahwa mendirikan jama’ah untuk kedua kalinya dalam satu masjid yang ada imam dan mu’adzdzin rawatibnya hukumnya makruh,berdasar pengambilan dari dua sisi dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Dalil naqli (dari syara’)&lt;br /&gt;[2]. Dalil nazhari meliputi periwayatan dan hikmah disyari’atkannya shalat berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berdasar dalil naqli : Setelah para ulama ahli hadits meneliti kehidupan Rasul&lt;br /&gt;Allah, mereka menemukan bahwa Rasul Allah sepanjang hidupnya senantiasa shalat&lt;br /&gt;berjama’ah bersama para sahabatnya di masjid beliau. Bila di antara para sahabatnya ada&lt;br /&gt;yang ketinggalan, tidak bisa shalat berjama’ah bersama rasul Allah di masjid, mereka&lt;br /&gt;shalat sendiri dan tidak menunggu siapa pun. Tidak menengok kanan-kiri, seperti&lt;br /&gt;dilakukan orang sekarang, meminta satu atau banyak orang untuk bersama shalat jama’ah&lt;br /&gt;dan salah seorang dari mereka dijadikan imam. Demikian itu tidak pula diperbuat oleh orang-orang salaf (terdahulu). Bila mereka masuk masjid, ternyata sudah selesai didirikan shalat jama’ah, mereka shalat sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang dijelaskan oleh Iman Syafi’i dalam kitabnya Al-Um. Ungkapan Imam&lt;br /&gt;Syafi’i berkaitan dengan masalah ini lebih banyak dibanding ungkapan imam-imam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila ada beberapa orang masuk masjid, lantas mendapati imam telah selesai shalat&lt;br /&gt;(jama’ah) lakukanlah shalat sendiri-sendiri. Bila mereka melakukan shalat berjama’ah&lt;br /&gt;sendiri (lagi) boleh saja. Tapi, aku tidak menyukai semacam itu. Karena hal itu bukan&lt;br /&gt;merupakan karakteristik salaf”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Imam Syafi’i melanjutkan :&lt;br /&gt;“Adapun masjid yang ada di pinggir jalan (yang disediakan untuk para musafir) yang&lt;br /&gt;tidak punya imam dan muadzdzin tetap, maka melakukan (shalat) jama’ah berulang kali&lt;br /&gt;di dalam masjid tersebut tidak apa-apa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i berkata pula :&lt;br /&gt;“Aku telah hafal (beberapa riwayat), sesungguhnya ada sekelompok shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketinggalan shalat berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas merekapun shalat sendiri-sendiri. Padahal mereka mampu mendirikan shalat&lt;br /&gt;jama’ah lagi. Tapi, hal itu tidak dilakukannya, karena mereka tidak suka di satu masjid diadakan (shalat) jama’ah dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini merupakan ucapan Imam Syafi’i. Beliau menyebutkan, bahwa para shahabat&lt;br /&gt;apabila ketinggalan shalat berjama’ah (bersama Rasulullah) mereka shalat sendiri-sendiri. Begitulah disebutkan oleh Imam Syafi’i dengan riwayat muallaq (artinya Imam Syafi’i tidak langsung mendapatkan riwayat itu dari seorang rawi tapi rawinya menggantungkan riwayatnya). Al-Hafidzh Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah mengaitkannya dalam kitabnya yang masyhur Al-Mushannaf. Riwayatnya berdasarkan sanad yang kuat dari Hasan Al- Bashri, bahwa sesungguhnya para shahabat apabila ketinggalan shalat berjama’ah mereka shalat sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga diriwayatkan Imam Ath-Thabari dalam kitabnya Mu’jam Al-Kabir dengan sanad&lt;br /&gt;yang bagus dari shahabt Ibnu Mas’ud. Yaitu suatu saat Ibnu Mas’ud bersama dua temanya&lt;br /&gt;keluar dari rumah menuju masjid untuk mengikuti shalat jama’ah. Saat itu ia melihat&lt;br /&gt;orang-orang keluar masjid, mereka sudah selesai melakukan shalat jama’ah. Maka Ibnu&lt;br /&gt;Mas’ud pun kembali ke rumah bersama dua temannya. Ia shalat berjama’ah bersama&lt;br /&gt;mereka di rumah sekaligus sebagai imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud kembali (ke rumah). Padahal keshahabatannya dengan Rasul Allah cukup&lt;br /&gt;dikenal, pemahaman tentang keislamannya mendalam, andai kata beliau tahu mendirikan&lt;br /&gt;jama’ah berulang-ulang kali di masjid itu diysrai’atkan, pasti beliau dengan kedua&lt;br /&gt;temannya itu masuk masjid dan mendirikan shalat berjama’ah di situ. Karena beliau jelas tahu bahwa Rasul Allah pernah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Seutama-utama shalat seseorang itu dirumahnya kecuali shalat fardhu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang mencegah Ibnu Mas’ud melaksanakan shalat fardhu itu di masjid. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya.&lt;br /&gt;Karena Ibnu Mas’ud tahu bahwa sesungguhnya apabila melakukan shalat di masjid,&lt;br /&gt;beliau akan melakukannya secara sendiri-sendiri. Ibnu Mas’ud berpendapat, bahwa shalat&lt;br /&gt;berjama’ah di rumah bersama dengan dua temannya akan lebih utama dari pada shalat&lt;br /&gt;sendiri-sendiri meskipun dilakukan di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini merupakan kumpulan dalil-dalil naqli yang menguatkan pendapat jumhur&lt;br /&gt;(ulama) bahwa mengadakan jama’ah untuk kedua kalinya di satu masjid itu makruh&lt;br /&gt;hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian para ulama itu pun tidak kehabisan jalan untuk mendapatkan dalil-dalil lain&lt;br /&gt;selain yang sudah dipaparkan. Misalnya, melalui lstimbath dan melihat secara tajam&lt;br /&gt;berkenaan dalil-dalil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan lmam Muslim meriwayatkan hadits dari shahabat Abu Hurairah,&lt;br /&gt;Rasul Allah bersabda:&lt;br /&gt;“Artinya : Aku memiliki kehendak untuk menyuruh seseorang menjadi imam shalat (di&lt;br /&gt;masjid), kemudian aku menyuruh beberapa lelaki untuk mengambil (mengumpulkan)&lt;br /&gt;kayu bakar dan aku keluar menuju ke rumah orang-orang yang tidak mengikuti shalat&lt;br /&gt;berjamaah di masjid. Maka, aku bakar rumahnya. Demi Zat yang jiwa Muhammad&lt;br /&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam berada di tangan-Nya, andaikata orang-orang ku mengetahui bahwa di dalam masjid itu akan ditemukan dua benda yang sangat berharga pasti mereka akan menyaksikannya pula”[Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan ancaman dari Rasul Allah atas orang-orang yang suka menyelisihi&lt;br /&gt;terhadap kehadiran (untuk) shalat jamaah di masjid dengan cara membakar rumahnya.&lt;br /&gt;Saya (Al-Albani) melihat, bahwa hadits ini telah memberikan gambaran kepada kita&lt;br /&gt;tentang hukum permasalahan terdahulu (yaitu bahwa shalat berjamaah dua kali atau lebih dalam satu masjid yang ada imam dan mu’adzdzin tetapnya dihukumi makruh (dibenci).&lt;br /&gt;Hadits ini bisa pula memberikan gambaran kepada saya untuk bisa menerima penuturuan&lt;br /&gt;lmam Syafi’i yang diwashalkan oleh lmam lbnu Abi Syaibah bahwa sesungguhnya para&lt;br /&gt;shahabat tidak mau mengulang shalat jamaah di dalam satu masjid. Hal demikian itu&lt;br /&gt;disebabkan, (andai) kita melakukan pembenaran bahwa shalat jamaah yang kedua atau&lt;br /&gt;yang ketiga itu disyariatkan (oleh agama) di dalam satu masjid, kemudian pada sisi lain&lt;br /&gt;ada ancaman yang sangat keras dari Rasul Allah bag! orang-orang yang meninggalkan&lt;br /&gt;shalat jamaah, maka (timbul pertanyaan, ed) shalat jamaah yang keberapa yang apabila&lt;br /&gt;ditinggalkan akan mendapat ancaman yang sangat berat sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila (pengandaian) ini dijawab dengan ucapan, “Shalat jamaah (yang apabila&lt;br /&gt;ditinggalkan itu mendapat ancaman sangat berat) adalah shalat jamaah yang pertama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengandaian ini juga bisa dilanjutkan dengan perkataan: “Kalau begitu, jamaah yang&lt;br /&gt;kedua dan lainnya tidak disyariatkan?” Kalau dijawab “Ancaman ini meliputi atau&lt;br /&gt;mencakup atas orang-orang yang meninggalkan jamaah, keberapa saja” maka jawapan itu&lt;br /&gt;bisa ditimpali: “Kalau begitu ancaman Rasul Allah tidak bisa dibuat hujjah untuk orang-&lt;br /&gt;orang yang tidak mengikut jamaah yang keberapa pun, kerana andai kata orang-orang&lt;br /&gt;yang tidak mengikuti jamaah itu didatangi secara mendadak, saat mereka tidak berangkat&lt;br /&gt;(ke masjid, ed) dan kita menemukan mereka sedang santai-santai saja dengan anak dan&lt;br /&gt;isteri dan apabila ditegur mengapa tidak mengikuti shalat jamaah? Maka, mereka akan&lt;br /&gt;menjawab: “Kami akan mengikuti jamaah yang kedua saia, atau yang ketiga saja.” Bila&lt;br /&gt;begitu, apakah ancaman Rasul Allah itu dibuat hujjah atas mereka? Oleh kerana itu bila Rasul Allah berkehendak mencari ganti seseorang yang menduduki kedudukan beliau&lt;br /&gt;(sebagai imam) dalam shalat berjamaah, lantas beliau mendatangi rumah-rumah orang&lt;br /&gt;yang meninggalkan shalat berjamaah untuk membakarnya merupakan dalil yang sangat&lt;br /&gt;besar sekall untuk mengatakan bahwa shalat jamaah kedua, ketiga kaii di satu masjid&lt;br /&gt;adalah tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berkaitan dengan dalil nazhari, bisa dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan fadhilah (keutamaan) shalat berjamaah telah banyak dihadirkan melalui&lt;br /&gt;hadits-hadits yang masyhur, dan salah satu diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Shalat berjamaah dibandingkan shalat sendirian, keutamaannya dua puluh lima(datam satu riwayat dua puluh tujuh) derajat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keutamaan shalat berjamaah&lt;br /&gt;Sebuah hadits lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya shalat seorang laki-laki (yang berjamaah) dengan seorang laki-laki lain. lebih bersih di sisi Allah daripada shalatnya (seseorang yang) sendirian. Dan shalatnya seorang laki-laki (yang berjamaah) bersama dengan dua orang laki-laki lebih bersih lagi di sisi Allah daripada shalat berjamaah dengan satu oang laki laki” Dan begitu seterusnya, semakin banyak peserta jamaah smakin banyak pula pahala yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mengingat makna (arti) ini (yaitu, makna kalimat dalam riwayat di atas, ed),kemudian kita melihat akibat dari penetapan kebolehan mengulangi kembali shalat&lt;br /&gt;jamaah di dalam satu masjid yang punya imam dan mu’adzdzin tetap, akibatnya sangat&lt;br /&gt;buruk sekali bila diukur dengan hukum Islam (yang telah kita paparkan sebelumnya),&lt;br /&gt;yaitu shalat jamaah hanya satu kali. Kerana berpendapat, bahwa shalat jamaah itu boleh didirikan berulang ulang di dalam satu masjid yang ada imam dan muadzdzin ratib (tetap)nya bisa mengarah pada sedikitnya jamaah peserta shalat jamaah yang pertama. Hal ini tentu bertentangan dengan ajakan yang bisa kita petik dari hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Shalat seorang laki-laki dengan laki-laki lain itu lebih bersih dari shalat seorang laki-laki yang sendirian saja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hadits ini memotivasi agar jamaah bisa banyak pesertanya, begitu pula, pendapat yang membenarkan bolehnya mengulang (menyelenggarakan kembali) shalat jamaah di satu masjid,.niscaya bakal menciptakan kondisi peserta jamaah itu kecil, dan jelas sekali bakal memecah belah persatuan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita dituntut melihat secara jernih, bahwa penyebutan harus mengingat hadits Ibnu Mas’ud (dalam shahih Muslim) semisal dengan hadits Abu Hurairah:&lt;br /&gt;“Artinya : Aku berkeinginan menyuruh seseorang untuk menjadi imam shalat&lt;br /&gt;di masjid… dan seterusnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini, (ashbabulwurudnya), berkenaan dengan orang-orang yang menyelisihi shalat&lt;br /&gt;Jum’at. Kita mengetahui bahwa lbnu Mas’ud melepaskan kata ancaman (mestinya&lt;br /&gt;berdasar ancaman Nabi, ed) terhadap setiap orang yang meninggalkan jamaah. Baik&lt;br /&gt;jamaah Jum’at atau jamaah lainnya. Kita pun mengetahui bahwa sesungguhnya shalat&lt;br /&gt;jamaah Jum’at dan shalat jamaah lainnya sama. Sama di dalam berjamaahnya dan ada&lt;br /&gt;ancamannya. Hal itu menunjukkan tidak ada jamaah untuk kedua kalinya bagi kedua&lt;br /&gt;shalat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk shalat Jum’at, sampai sekarang orang masih menjaga pesatuannya. Tidak ada yang&lt;br /&gt;berpendapat bahwa Jum’at itu secara syariat bisa dilaksanakan dua atau tiga kali di dalam satu masjid, dan semua ulama dari golongan (madzhab) manapun sepakat akan hal itu.&lt;br /&gt;Oleh itu, kita bisa melihat masjid-masjid itu penuh sesak dengan jamaah di hari Jum’at.Meskipun, kita juga tidak melupakan, dan ingat secara pasti, bahwa di antara sebab meluapnya masjid-masjid di saat jamaah Jum’at itu di antaranya kerana yang hadir bukan hanya yang biasa melakukan jamaah di masjid itu. Namun, kita pun tidak ragu pula bahwa penuhnya masjid pada hari Jum’at itu kerana orang Islam tidak membiasakan&lt;br /&gt;mendirikan shalat Jum’at lagi setelah shalat Jum’at pertama dilaksanakan. (alhamdulillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau umat Islam, misalnya mendirikan jamaah selain Jum’at sama persis dengan&lt;br /&gt;mendirikan jamaah Jum’at seperti pada zaman Rasulullah, kita pasti bias melihat&lt;br /&gt;bagaimana penuhnya masjid masjid itu dengan jamaahnya. Oleh kerana orang-orang&lt;br /&gt;yang rindu akan shalat berjamaah, di dalam hatinya tidak ingin ia ketinggalan jamaah,&lt;br /&gt;lantaran tidak mungkin ia bias mendirikan jamaah baru. Kemudian semacam ini bias&lt;br /&gt;mendorong mereka untuk betul-betul melaksanakan jamaah tepat waktu dengan sebaik-&lt;br /&gt;baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, (tidak dimilikinya keyakinan seperti ini) jiwa seorang muslim akan&lt;br /&gt;menganggap ringan bila ia ketinggalan jamaah, kerana ia pun akan bisa menutup dengan&lt;br /&gt;jamaah yang kedua, ketiga sampai kesepuluh misalnya. Cara pandang demikian itu akan&lt;br /&gt;melemahkan kehendak dan semangat diri untuk mnghadiri jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Pembahasan Berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Kita perlu memperjelas bahwa para ulama yang berpendapat tidak disyariatkannya&lt;br /&gt;jamaah kedua, seperti yang telah diterangkan di awal artikel ini, dan andai terpaksa&lt;br /&gt;dilakukan hukumnya makruh, adalah jumhur para imam salaf, termasuk di datamnya&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan lmam Syafi’i. Adapun lmam Ahmad dalam salah&lt;br /&gt;satu riwayat dan dalam riwayat lain yang dibawa oleh seorang muridnya yang bemama&lt;br /&gt;Abu Dawud As-Sijistani di dalam kitabnya Masa-il al-lmam Ahmad, Imam Ahmad&lt;br /&gt;berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mengulang jamaah di dalam dua masjid al-Haramain (masjid at-haram di&lt;br /&gt;Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah) hukumnya sangat makruh (dibencl)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilihat dari keutamaan. (Maksudnya, ucapan Imam Ahmad di bahagian awal&lt;br /&gt;artikel ini memberikan gambaran kepada kita), bahawa kemakruhan jamaah ulang di&lt;br /&gt;masjid-masjid lain juga ada. Tapi, kemakruhan itu bisa lebih berat apabila jamaah ulang itu dilakukan di masjid Makkah ataupun Madinah. Jadi riwayat dari lmam Ahmad ini bisa bertemu (sama) pula dengan pendapat para imam yang tiga: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.&lt;br /&gt;Ada riwayat lain dari Imam Ahmad, yang riwayat ini masyhur di kalangan pengikutnya,&lt;br /&gt;pada intinya lmam Ahmad.dan pengikut-pengikutnya daripada ahli tafsir membawakan&lt;br /&gt;hadits yang diriwayatkan oleh lmam Tirmidzi, lmam Ahmad sendiri dan lain-lainnya dari&lt;br /&gt;kalangan shahabat Abu Sa’id al-Khudri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ada seorang lelaki masuk masjid dan Rasul Allah sudah selesai berjamaah&lt;br /&gt;shalat. Di sekitar Rasul waktu itu masih ada beberapa shahabat. Maka, Rasul Allah&lt;br /&gt;melihat lelaki itu akan melakukan shalat sendiri. Kemudian Rasul Allah bersabda,&lt;br /&gt;Adakah seseorang yang bisa bersedekah kepadanya ?, Kemudian ada seorang laki-laki&lt;br /&gt;berdiri, lantas shalat bersamanya. Maka(seseorang itupun) shalat bersamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat yang dibawakan oleh lmam Abu Bakar al-Baihaqi datam kitab Sunan&lt;br /&gt;al-Kubra menjelaskan, bahawa laki-laki yang bersedekah dimaksud adalah shahabat Abu&lt;br /&gt;Bakar. Tetapi, riwayat ini dhaif sanadnya. Adapun yang shahih adalah riwayat yang tidak menyebutkan nama laki-laki dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada yang berhujjah dengan hadits ini bahwa jamaah kedua (ketiga dan&lt;br /&gt;seterusnya) boleh dengan alasan: “Rasul Allah telah setuju adanya jamaah kedua.&lt;br /&gt;Jawaban terhadap pendapat ini, yang berdalil dengan hadits di atas dalah: ‘Kita harus&lt;br /&gt;memperhatikan bahawa jamaah yang diterangkan dalam hadits itu bukan jamaah yang&lt;br /&gt;kita persoalkan. Karena, jamaah yang termuat di dalam hadits itu jamaahnya seorang&lt;br /&gt;yang masuk masjid setelah masjid itu selesai digunakan untuk shalat jamaah. Dan lagi,&lt;br /&gt;orang itu pun akan melakukan shalat sendiri. Setelah Rasul Allah melihat yang demikian itu, Rasul Allah meminta para shahabat di dekatnya yang sudah shalat berjamaah bersama beliau kiranya ada yang mau bersedekah untuknya. Kemudian ada yang bangkit menuruti perintah Rasul, dan dia melakukan shalat nafilah (sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu yang terjadi. ltu merupakan jamaah yang terdiri dari dua orang, satu imam dan&lt;br /&gt;satu makmum. Imam melakukan shalat fardhu dan yang makmum melakukan shalat&lt;br /&gt;sunnah. Maka, siapakah yang berkeyakinan bahwa hal ini jamaah? Seandainya tidak ada&lt;br /&gt;yang bershalat sunnah, tentu tak akan ada jamaah. Kalau begitu, jamaah semacam itu&lt;br /&gt;namanya berjamaah tathawwu’ dan tanafful, bukan jamaah (shalat) fardhu. Padahal&lt;br /&gt;perselisihan pendapat tentang jamaah ini, persoalannya berputar pada jamaah shalat&lt;br /&gt;fardhu yang dilakukan jamaah, persoalannya berputar pada jamaah shalat fardhu yang&lt;br /&gt;dilakukan untuk kedua kalinya di satu masjid (yang ada imam ratibnya dan mu’adzdzin).&lt;br /&gt;Oteh kerana itu mengambil dalil dengan hadits Abi Sa’id dan ditempatkan dalam&lt;br /&gt;kerangkan perselisihan tentu tidak bisa dibenarkan. Apalagi bila dikuatkan dengan&lt;br /&gt;kalimat hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artina : Adakah seseorang yang mau bersedekah kepadanya ? Maka, (sesearang itupun)&lt;br /&gt;shalat bersamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi karena adanya orang yang bersedekah dan yang disedekahi.&lt;br /&gt;Seandainya kita tanyakan kepada orang yang sangat sedikit pemahaman dan ilmunya,&lt;br /&gt;siapa (dari dua orang ini) yang bersedekah dan yang disedekahi dalam peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jawabnya pasti orang yang besedekah ialah orang yang melakukan shalat lagi,&lt;br /&gt;yang sebelumnya sudah shalat berjamaah dibelakang Rasuluilah, dan orang yang&lt;br /&gt;disedekahi adalah orang yang datang belakangan sehabis jamaah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya itu sendiri apabila kita lemparkan ke dalam masalah jamaah yang&lt;br /&gt;diperselisihkan kebolehannya, (misalnya) ada enam atau tujuh orang masuk masjid secara&lt;br /&gt;bersamaan dan menemukan imam sudah selesai melakukan jamaah shalat. Kemudian&lt;br /&gt;salah satu dari mereka maju ke depan (untuk menjadi imam sedang lainnya di belakang&lt;br /&gt;mengatur diri dalam posisi makmum), dan mereka mendirikan jamaah kedua.&lt;br /&gt;Pertanyaan, siapa di antara mereka yang bersedekah dan siapa pula yang disedekahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tidak akan mampu dijawab oleh siapa pun, sebagaimana menjawab&lt;br /&gt;(contoh) pertanyaan pertama. Jamaah shalat yang ini dilakukan setelah imam dan&lt;br /&gt;makmum di masjid itu selesai melakukan shalat jamaah fardhu. Jadi, dalam hal ini tidak ada yang bersedekah dan tidak ada pula yang disedekahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya jelas sekali. Dalam contoh pertama, orang yang bersedekah adalah laki-laki&lt;br /&gt;yang (shalat) nafilah (sunnah) yang sudah shalat bersama Rasul Allah yang tentunya&lt;br /&gt;mendapatkan nilai tambah (pahala) sebanyak dua puluh tujuh derajat. Jadi dia bisa&lt;br /&gt;disebut orang kaya. Kerana kemampuannya pula dia bisa bersedekah kepada orang lain&lt;br /&gt;dan kepada yang menjadi imam (melalui shalat sunnah dengan bermakmum di belakang&lt;br /&gt;orang yang shalat sendirian). Kalau tidak begitu, orang itu akan shalat sendiri. Dia miskin, dan dia memerlukan orang yang bisa memberi sedekah padanya. Sebab, dia tidak bisa mengupayakan orang yang bisa memberi sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh ini, jelas ada orang yang memberi sedekah dan ada yang diberi sedekah.&lt;br /&gt;Adapun yang kita perselisihkan tidak demikian. Rombongan yang datangng setelah&lt;br /&gt;selesai jamaah shalat di masjid, semuanya fakir, semuanya ketinggalan jamaah pertama&lt;br /&gt;(bersama imam). Jadi kalau kita bersandar dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakah seseorang yang mau bersedekah kepadanya. Maka (seseorang itu pun) shalat&lt;br /&gt;bersamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tidak bisa tepat. Perumpamaan ini tidak sah untuk dijadikan dalil bagi peristiwa kedua (yaitu, bagi serombongan orang melakukan shalat jamaah kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi pengambilan dalil lainnya yang mereka bawakan adalah sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Shalat berjamaah dibanding shalat sendiri, keutamaannya dua puluh tujuh&lt;br /&gt;derajat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengambil dalil ini, berdasarkan pemahaman bahawa al pada kalimat al-Jamaah&lt;br /&gt;adalah li as-syumul (bagi keseluruhan). Artinya, bahwa semua shalat jamaah (baik&lt;br /&gt;pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, ed) di dalam satu masjid memperoleh keutamaan&lt;br /&gt;bila dibandingkan shalat sendirian.&lt;br /&gt;(Untuk mengomentari itu) kami akan mengatakan berdasarkan dalil terdahulu:&lt;br /&gt;Sesungguhnya al di sini bukan untuk keseluruhan, akan tetapi al dimaksud adalah li al- ‘ahdi (untuk penunjukan). Maksudnya, menunjuk kepada shalat jamaah sebagaimana&lt;br /&gt;disyariatkan Rasul Allah yang semua manusia dihasung kepadanya. (Bahkan), beliau&lt;br /&gt;mengancam orang-orang yang meninggalkannya dengan ancaman akan membakar&lt;br /&gt;rumah-rumah mereka dan Rasul Allah juga memberikan sifat kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;meninggalkannya dengan sebutan munafiqin. Adalah shalat jamaah yang memiliki&lt;br /&gt;keutamaan dibanding shalat sendiri, yaitu shalat jamaah yang pertama. Wallahu Ta’ala&lt;br /&gt;a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku HUKUM SHALAT JAMA&#39;AH KEDUA, oleh Syaikh&lt;br /&gt;Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Dinukil dari Rubrik Masa&#39;il... Wa Ajwibatuha&lt;br /&gt;Majalah Al-Ashalah Edisi 15 Rajab 1415H, Penerjemah Musta&#39;in Masyhur,&lt;br /&gt;Penerbit Yayasan Al-Madinah] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Allamah -Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/hukum-shalat-jamaah-kedua.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5261754350338174242</guid><pubDate>Tue, 08 Jun 2010 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-08T01:17:17.673-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peristiwa</category><title>Kisah dari GAZA tentang tentara-tentara dari Langit</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilA6eP1QOt4csnZ-NvI36qPjlhrxMtvI00DVXsospxQAX83ak4JE4Wop1VMI-kaQg6Ky8MZHol2qfX9Ay9dEIUb694V3WOfL2cvAbp8n_qgIlYI5CiJ5Ymd4FecpwtPrbrC4N2npwbypU/s1600/gaza-strip-war.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilA6eP1QOt4csnZ-NvI36qPjlhrxMtvI00DVXsospxQAX83ak4JE4Wop1VMI-kaQg6Ky8MZHol2qfX9Ay9dEIUb694V3WOfL2cvAbp8n_qgIlYI5CiJ5Ymd4FecpwtPrbrC4N2npwbypU/s400/gaza-strip-war.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480307043920063522&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7lsUof_7owY98GieSv6O8t6y1fBIpmP7ZoR80-Kq84C1gJuf5O2XRD68W2V6PA_O6NCW-K8L3v9tu7FAyHkpb34L9x3A5IjaR7Bmo4-eZ6ZbSj567NJaahpc-aJWH7FvLDT99vBDALzw/s1600/31241_393411784354_291202364354_4254273_5233434_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7lsUof_7owY98GieSv6O8t6y1fBIpmP7ZoR80-Kq84C1gJuf5O2XRD68W2V6PA_O6NCW-K8L3v9tu7FAyHkpb34L9x3A5IjaR7Bmo4-eZ6ZbSj567NJaahpc-aJWH7FvLDT99vBDALzw/s400/31241_393411784354_291202364354_4254273_5233434_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480309946399836066&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUnAqMuRqoB28wAqBtahbt4-hQAriZZ_A-bnBk1fwCTCDiSNe34Tjyj-qQJbYqrRl5fGAYovlOsvlmmbul7V1x7jRohg3izN1a_aW0KIzHxT4ymCTTSynXiHrAzNA4_poeKuScqkY5y8/s1600/r-GAZA-large.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 226px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUnAqMuRqoB28wAqBtahbt4-hQAriZZ_A-bnBk1fwCTCDiSNe34Tjyj-qQJbYqrRl5fGAYovlOsvlmmbul7V1x7jRohg3izN1a_aW0KIzHxT4ymCTTSynXiHrAzNA4_poeKuScqkY5y8/s400/r-GAZA-large.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480310114998697202&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKVBQ9csstlkP-rP0VMgL3Pm8OXP-hCIjrXTlB7ml7cIF954jdJnOFSAjmC5lQ5ADpJN-Hz9Ylx5HmcsQn4DOu_sFZJyo9gbSEf-76ocEuThyphenhyphenoIRxRRY-sr5w72hQg_itK6W5bQkK68Rk/s1600/300_idf_soldiers.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 276px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKVBQ9csstlkP-rP0VMgL3Pm8OXP-hCIjrXTlB7ml7cIF954jdJnOFSAjmC5lQ5ADpJN-Hz9Ylx5HmcsQn4DOu_sFZJyo9gbSEf-76ocEuThyphenhyphenoIRxRRY-sr5w72hQg_itK6W5bQkK68Rk/s400/300_idf_soldiers.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480310252075344530&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin  mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka  tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada  para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan  lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad  para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama  pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para  jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat  mereka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai  sumber untuk kita ingat dan renungkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel  sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga  Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais,  tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah  satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang  al-Qassam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan  (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu  menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju  hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga  laki-laki malang itu pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab  bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara  itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu  berseragam putih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade  Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan  lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh  sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari  kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan  kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian  putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun  kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di  belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Suara Tak Bersumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib  masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah  ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr  Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi  Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang  telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah  helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang  beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira  ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat  banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar  suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di  tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang  sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu  kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang  pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang  khatib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika  sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi.  Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya  langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari  mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam  keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam  situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu  Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga)  mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak  ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang  bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan  asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar  kecuali dari bebatuan dan pasir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang  penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama  keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian  menangis?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari  musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada  kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak  tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi Serdadu Israel&lt;br /&gt;Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh  mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel  sendiri menyatakan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah  menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran  Gaza dan kembali dalam keadaan buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi  saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya  buta,” kata anggota pasukan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah  berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya,  kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami  berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang.  Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel  10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut  membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI  Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat  mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki  mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan  pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan  lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana  ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah  berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas  tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis  di atas ranjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat  pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam  tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya  Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi  mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan  dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm3yc_5ctbFaA7oS2yKtl5PLqRpoHLVoAXk4E_ZZJ4QHtQECYBKucoGGvIKHFRSG7tvIVX8bz6zuD0JpslCkSG6qNz3EMlCAV_sZHXMr6BeD25UCFrVL0YIVhMOM6BdUh3nm3HCz5e51A/s1600/31241_393412049354_291202364354_4254283_1464537_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm3yc_5ctbFaA7oS2yKtl5PLqRpoHLVoAXk4E_ZZJ4QHtQECYBKucoGGvIKHFRSG7tvIVX8bz6zuD0JpslCkSG6qNz3EMlCAV_sZHXMr6BeD25UCFrVL0YIVhMOM6BdUh3nm3HCz5e51A/s400/31241_393412049354_291202364354_4254283_1464537_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480310513455974562&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api Tidak Membakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merpati dan Anjing&lt;br /&gt;Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut pun Ikut Membantu&lt;br /&gt;Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Dengan al-Qur’an&lt;br /&gt;Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ  الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ&lt;span class=&quot;waqfSign&quot;&gt; ۗ&lt;/span&gt;  وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harum Jasad Para Syuhada&lt;br /&gt;Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir&lt;br /&gt;Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbunuh 1.000, Lahir 3.000&lt;br /&gt;Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.&lt;br /&gt;Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.&lt;br /&gt;“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekejaman zionos yahudi, semua makhluk Allah melawannya, Maha benar sabda Rasulullaah SAW dalam haditsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, &quot;Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, &quot;Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!&quot; (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami&#39; Ash-Shaghir no. 7414)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود، فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر، فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم، يا عبد الله، هذا يهودي خلفي، فتعال فاقتله.. إلا الغرقد، فإنه من شجر اليهود&quot; (ذكره في: صحيح الجامع الصغير أيضًا -7427)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, &quot;Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.&quot; (HR Muslim dalam Shahih Jami&#39; Ash-shaghir no. 7427)&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/kisah-dari-gaza-tentang-tentara-tentara.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilA6eP1QOt4csnZ-NvI36qPjlhrxMtvI00DVXsospxQAX83ak4JE4Wop1VMI-kaQg6Ky8MZHol2qfX9Ay9dEIUb694V3WOfL2cvAbp8n_qgIlYI5CiJ5Ymd4FecpwtPrbrC4N2npwbypU/s72-c/gaza-strip-war.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-6720845403639872765</guid><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 10:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-03T03:25:02.784-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tausiyah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Dialog Rosullulah dengan Iblis</title><description>Dialog ini saya petik dari Buku Dialog Rasulullah dengan Iblis, karya H. Abu Bakar Yacub, Penerbit Maju, Medan. Riwayat ini belum saya temukan dalam hadits shahih, mungkin rekan-rekan bisa menambahkannya bila perlu. Namun demikian dialog ini tetap saya tulis disini agar kita dapat mengambil suatu pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika Rasulullah sedang duduk-duduk sendirian datanglah iblis dengan rupa orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut panjang. Ia mengatakan bahwa Allah melalui Malaikat-Nya menekankan kepada iblis agar tidak membuat berita bohong karena apabila dia berdusta sepatah katapun maka Allah akan memutuskan ruas-ruas tubuhnya dan urat-uratnya serta akan menyiksanya dengan siksaan yang dasyat. Rasulullah tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dialogpun dimulai:&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapakah musuhmu yang terbesar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Engkaulah musuhku yang terbesar di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana pendapatmu tentang aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Aku mampu mengubah diri, bentuk, rupa serta suara siapapun bahkan menirukan segala suara binatang dan lain-lain. Namun aku tak sanggup menyamar menyerupaimu karena Allah melarang keras. Sekali-kali aku tak berani melangggar larangan itu. Bila aku berbuat juga niscaya hancurlah aku menjadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana caramu memperlakukan makhluk Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Ada beberapa cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terhadap wanita kugiatkan nafsunya hingga merenggangkan kedua pahanya kepada laki-laki yang bukan suaminya. Dengan begini terjadilah perzinahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagian kulalaikan dari zakat, dan kuberdayakan dengan makanan dan minuman haram serta perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagian aku lalaikan dengan harta kekayaan sehingga dengan itu mereka berbuat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Antara kaum laki-laki dan kaum wanita kuperdaya imannya hingga berbelok dan lemah. Dengan demikian lebih mudah bagiku menarik mereka ke jalan maksiat. Kusenangkan mereka di tempat-tempat hiburan dengan minuman keras. Dan bila rasa malu telah hilang karena mabuk maka hilang pula akal dan pikirannya, saat itu kutaburkan syahwat di antara mereka sehingga terbukalah pintu-pintu maksiat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dan apabila mereka terlanjur melakukan maksiat-maksiat besar lalu ingin bertaubat dan mulai beribadah lagi maka kukerahkan segala taktik supaya mereka menangguhkan taubat dan ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagian kumasuki hatinya supaya mereka beramal dengan riya (supaya dipuji orang) dan ujub (mengagumi amalnya sendiri). Penghasutan ini berlaku siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekarjaan yang tak memberimu faedah malah menambah kutuk dan laknat bagimu di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Ini dikarenakan oleh hawa nafsu, takabbur, hasad dan dengki sehingga menjatuhkan aku kedalam kehinaan. Aku telah beribu-ribu tahun menjadi pemimpin segala malaikat melakukan tasbih dan ibadah kepada Allah sampai datanglah firman Allah kepada kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku hendak menciptakan seorang khalifah di dunia&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah Adam tercipta, kami diperintahkan sujud kepadanya. Semua malaikat sujud tetapi aku tidak dengan alasan  aku lebih mulia daripada Adam karena aku diciptakan dari api sedang Adam dari tanah. Dan karena kesombonganku Tuhan murka. Aku diusir dan dilaknat sampai hari kiamat. Wajahku yang dulunya bercahaya dan cakap sirna menjadi buruk dan keji, sedangkan Adam ditetapkan menjadi khalifah dan bertempat tinggal di surga bersama istrinya Siti Hawa. Mereka bergembira ria didalamnya sehingga dendamku menjadi-jadi. Melalui Hawa tipu dayaku berhasil. Mereka memakan buah larangan, lalu Allah murka dan menurunkan mereka di tempat yang terpisah di bumi. Setelah sekian lama baru mereka bertemu kemudian mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Lalu kuhasut pula anak Adam yang bernama Qobil agar membunuh saudaranya Habil. Aku belum puas sampai disitu, aku akan terus memperdaya anak cucu Adam hingga hari kiamat. Namun setelah engkau di utus, segala rayuan dan bujukan yang kulakukan terhalang karena mereka Engkau ajak menganut agama Islam. Dahulu sebelum engkau dilahirkan, aku dan tentara-tentaraku bebas naik kelangit mencari rahasia-rahasia tentang nasib manusia atau tulisan yang menyuruh manusia beribadah dengan ganjaran surga. Maka apabila aku turun kubisikkan pada mereka dengan cara yang bertentangan sehingga mereka tersesat. Tetapi sejak engkau dilahirkan, golongan iblis tidak lagi di perbolehkan naik kelangit. Pintu-pintu langit  dijaga ketat oleh malaikat-malaikat dan bila aku dan tentaraku bersikeras menerobosl langit, para malaikat membidik dengan panah-panah berapi. Banyak tentaraku yang terbakar karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apa yang lebih engkau dahulukan dalam memperdayakan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Pertama-tama kupalingkan imannya supaya mengubah iktikadnya dari mukmin kepada syikrik, baik dari perkataan, perbuatan maupun niat di hatinya. Jika tidak dapat kupalingkan dengan cara ini aku mengubah cara dengan mengurangkan pahalanya supaya lama-kelamaan terjerumus dalam tipu dayaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana keadaanmu bila ummatku menegakkan sholat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Seluruh tubuhku gemetar , lemah lunglai sendi-sendi tulangku. Maka aku perintahkan anak buahku menghalang-halangi dan menggoda orang lslam yang akan sholat. Setiap orang dengan berpuluh-puluh setan. Sebagian menaiki badan orang yang sholat itu agar berat dan malas. Sebagian lagi membisiki hatinya agar was-was sehingga kadangkala terlupa rakaat yang dikerjakan. Sebagian lagi menaiki telinganya sehingga ia mendengarkan orang-orang yang bercakap-cakap, bunyi-bunyian dan sebagainya dari perbuatan yang sia-sia. Sebagian lagi menduduki belakangnya agar tak tahan duduk dan sujud lama, sehingga ingin cepat selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku membaca Al-Qu`an dengan ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Tubuhku terasa hangus dan terasa putus urat-uratku, maka segera aku lari menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku mengerjakan haji karena Allah semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Binasalah aku dan terasa gugur daging-daging yang ada di tubuhku  karena mereka mencukupkan rukun-rukunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana keadaanmu apabila ummatku berpuasa karena Allah semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Inilah suatu bencana dan kesedihan yang amat sangat aku rasakan karena apabila masuk bulan Ramadhan maka memancarlah cahaya Arsyi dan Kursy serta seluruh malaikat menyambutnya dengan kegembiraan. Bagi orang islam yang berpuasa akan mendapatkan karunia yang besar dari Allah. Dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Yang paling menyakitkan hatiku adalah seluruh isi langit dan bumi ikut memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa. Setinggi-tingginya yang capai oleh orang yang berpuasa adalah dibebaskan oleh Tuhan setiap hari dalam bulan Ramadhan seribu pembebasan dan azab api neraka. Semua pintu neraka ditutup rapat dan semua pintu surga dibuka lebar-lebar dan berhembuslah angin sepoi-sepoi dari bawah Arsyi melalui surga. Setiap awal bulan puasa, malaikat turun atas perintah Tuhan menangkapi kami. Mereka membelenggu dan merantai kaki dan tangan kami dengan besi yang panas lalu memasukkan kami kebawah bumi yang sangat dalam dengan azab yang sangat keras sampai ummatmu selesai berpuasa barulah kami dibebaskan. Semua itu dimaksudkan agar kami tidak dapat mengacau ummat yang sedang berpuasa sehingga mereka berpuasa dengan perasaan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana pandangmu terhadap masing-masing sahabatku (yang empat itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Semua sahabatmu adalah musuhku. Terhadap Abu Bakar Siddiq Quhafah sebelum bersamamu aku tak sanggup mendekatinya apalagi setelah mendampingimu. Dialah yang pertama kali menyaksikan engkau sebagai Rasul Allah dan engkau pernah mengatakan bahwa seandainya ditimbang kebajikan Abu Bakar Siddiq dengan kebajikan isi dunia, niscaya lebih berat kebajikan Abu Bakar Siddiq. Lagi pula Abu bakar adalah mertuamu karena engkau nikahi anak gadisnya Aisyah. Terhadap Umar Ibnu Khaththab aku tak sanggup memandang wajahnya karena ia sangat keras menjalankan syariatmu. Aku gemetar apabila memandang wajahnya. Imannya kokoh. Engkau pernah mengatakan bahwa seandainya ada Nabi lagi setelah engkau maka  Umar Ibnu Khaththab yang akan diangkat. Sehingga dia digelari Umar Al-Faruq. Terhadap Usman Ibnu Affan aku tak kuasa menghampirinya karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur`an siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu orang yang sabar lagi pula dia adalah menantumu. Terhadap Ali Ibnu Abu Thalib aku sangat takut karena kegagahannya bertempur dimedan perang. Bila kami golongan iblis memadang wajahnya akan terbakarlah biji mata kami karena dia sangat kuat menjalankan perintah Allah. Dialah yang pertama kali memeluk agama Islam dari golongan anak-anak. Ia tak pernah sekalipun menundukkan pandangan matanya dari patung-patung, sehingga digelari Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah (dimuliakan Allah karena wajahnya). Engkau mengatakan engakulah negeri semua ilmu dan Ali itu pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana caramu memperdaya ummatku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Bagiku ummatmu terbagi tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Seperti air hujan dari langit yang menghidupkan semua tumbuh-tumbuhan serta banyak manfaatnya. Mereka adalah guru-guru yang memberi nasehat kepada manusia agar mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Seperti tanah yaitu bersyukur dan rela atas nikmat dan karunia Tuhan yang diberikan kepadanya. Mereka beramal shaleh dan bertawakal kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Seperti fir`aun sangat tamak pada harta dunia sampai melupakan amal akherat. Aku sangat suka pada orang-orang seperti ini. Kuputar hatinya pada perbuatan maksiat dan durhaka. Hatinya terpikat pada dunia dan lupa pada akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapakah yang serupa dengan engkau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang-orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang-orang yang mempelajari hukum-hukum agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapakah yang membuat mukamu berseri-seri kegirangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Itulah orang-orang yang berbuat dosa dan noda dan bersumpah dengan sumpah palsu serta menyalahi janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Cobalah terangkan perbuatanmu pada ummatku dikamar mandi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang islam apabila tidak mengucapkan perlindungan ketika memasuki kamar mandi niscaya kugosokkan najis ketubuhnya tanpa dia sadari tapi apabila dia mengucapkannya aku lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana perbuatanmu terhadap ummatku apabila mereka melakukan persetubuhan dengan istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Aku lari apabila ia mengucapka doa bersetubuh, tapi bila tidak maka akulah yang mendahului bersetubuh dengan istrinya dan apabila benihku bercampur dengan benih istrinya maka anak yang lahir akan senang kepada perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana caranya agar dapat menolak tipu dayamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Segeralah bertobat dengan sungguh-sungguh setelah melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa saja yang lebih engkau sukai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Lelaki atau wanita yang dalam masa 40 hari tidak mencukur bulu ari-arinya, maka duduklah aku mengecilkan diri seperti kutu busuk. Aku juga berbuai-buai pada ketiak orang-orang yang tidak mencabuti atau mencukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapakah yang paling akrab denganmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang-orang yang menelungkup, yang mengantuk diwaktu subuh sehingga tak cepat bangun untuk sholat. Orang-orang seperti ini kugumul, kupeluk dan kunina bobokkan supaya pulas tidurnya sampai terbit matahari. Demikian juga pada waktu sholat yang lain kukacau hatinya dengan berbagai rayuan dan tipu muslihat sehingga mereka menjadi malas mengerjakan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apakah yang dapat menghancurkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Banyak berdzikir, bersedekah secara sembunyi-sembunyi, taubat dan membaca Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apakah yang dapat memecahkan matamu bila kamu melihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang beri`tikaf di mesjid, orang yang taat kepada kedua orang tuanya dan membantu keduanya dalam soal makanan dan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apakah yang menyebabkan kamu terbelenggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Apabila pedagang tidak curang dalam perdagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku memberi salam kepada temannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Rasanya pecah dadaku. Bila mereka bertemu yang seorang memberi salam dan yang lainnya menjawabnya aku menangis sedih karena keduanya mendapat ampunan setelah berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa saja yang menjadi teman karibmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Para peminum minuman keras dan para pecandu karena hal ini bisa menyebabkan perceraian dan perkelahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa temanmu yang setaraf denganmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Bila berjumpa laki-laki dengan wanita maka wanita itu kududuki kuduknya dan kuhias wajahnya sehingga nampak bertambah ayu dan menawan. Dan Apabila mereka sampai berzina maka merekalah yang setaraf denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Dimanakah kamu bertempat tinggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Dirumah-rumah berhala, batu-batu besar dan tempat-tempat yang dianggap keramat. Apabila mereka datang kesana aku pengaruhi hatinya agar bertambah yakin kepada benda-benda yang dikeramatkan sehingga bertambah musyriklah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Dimanakah kamu selalu berkumpul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Ditempat hiburan dimana laki-laki dan wanita bercampur baur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apa yang kamu kerjakan dimesjid-mesjid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Mengacau hati orang yang shalat. Dan yang kutakuti adalah yang tidur disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Mengapa begitu? Padahal yang sedang bermunajat kepada Allah kamu tidak takut. Bukankah yang tertidur itu dalam keadaan tak sadar dan tak melihat apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang yang sholat itu mudah aku perdaya karena sebagian besar mereka jahil dan tak tahu hakikat syariat agama tetapi yang tertidur sebagian besar adalah mereka yang tahu tentang syariat agama. Bila ia terbangun aku khawatir ia menegur dan memperbaiki sholat orang-orang yang kugoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apa yang kamu sukai dan kau puji dari seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Suara orang-orang yang bernyanyi, bersajak diiringi bunyi-bunyian. Sedangkan orang-orang yang bernazam dan bersalawat dengan suara yang bagus kurang mengenakkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapakah yang menjadi temanmu yang paling kau sukai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Para penipu dan para pemakan harta anak yatim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Sebab apa kau gelapkan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Kugelapkan hati manusia karena mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Makan dan minum dari hasil yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lambat bangun sehingga meninggalkan shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terlalu mengenyangkan perut sehingga  malas mengerjakan shalat dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa yang menggembirakanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang-orang kaya yang bakhil bersedekah dijalan Allah. Orang-orang yang tak mau mengeluarkan zakat, mereka hanya mau mengeluarkan dengan imbalan tenaga sedangkan familinya banyak yang miskin dan berhajat pada sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa saja yang menggemukkan dan menyuburkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang-orang yang hasad (dengki), orang-orang yang tidak mempelajari hukum-hukum agama dan wanita-wanita yang tidak menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana halnya bila seorang ulama mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Aku akan mempersubur fitnah dikalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apakah tindakanmu apabila ummatku melaksanakan shalat berjamaah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Sungguh akan gagallah tipu dayaku pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Bagaimana keadaanmu apabila ummatku bershalawat kepadaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Itu  berarti sama dengan membelah mukaku karena mereka sangat ingat kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apabila ummatku berpuasa Ramadhan dan ditutup dengan shalat Id maka Allah berfirman: &quot;Wahai malaikat-malaikat-Ku, setiap yang bekerja tentu menuntut upah, dan hamba-Ku yang berpuasa sebulan, lalu mereka keluar berhari-raya, mereka menuntut upahnya. Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka&quot;. Allah berfirman lagi: &quot; Wahai ummat Muhammad pulanglah kerumah masing-masing, sesungguhnya Aku ampunkan semua dosamu yang lalu dan yang akan datang dan Aku gantikan dosa-dosamu dengan kebajikan&quot;. Bagaimana perasaanmu ya iblis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Aku memekik sekuat-kuatnya sehingga anak buahku berdatangan. Kukatakan kepada mereka: &quot;Wahai tentara dan pengikutku, yang menyebabkan aku berduka cita adalah karena Allah telah mengampuni ummat Muhammad pada hari ini. Wahai tentaraku tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah menerima puasa ummat Muhammad dan Allah sangat mengasihi dam merakhmati serta mengabulkan segala permohonan mereka. Allah juga telah mengampuni dosa mereka. Maka hendaklah kamu goda mereka agar mereka malas beribadah dan kembali durhaka serta mengerjakan berbagai kemaksiatan. Dengan begitu Allah murka sehingga diturunkan bala bencana. Bila sudah demikian rianglah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Siapa saja pendukungmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Orang yang tidak bertaubat dari dosanya apalagi bila ia bangga dengan dosanya. Tetapi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illahllah dan istighfar akan membinasakanku. Orang yang bersiul-siul, karena sewaktu aku diusir kedunia aku mengembara dengan bersiul-siul. Itulah hiburanku. Tetapi orang yang adzan akan menghalangiku karena malaikat hadir bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi : Apakah ikhtiarmu dan usahamu atas ummatku setelah aku diutus menjadi Rasul Allah untuk menyelamatkan Bani Adam dari kesesatan kepada jalan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : Aku akan berusaha sungguh-sungguh dalam menarik Bani Adam kejalan maksiat. Akan kujadikan laki-laki dan wanita bergaul dengan bebas supaya senang dan mudah aku menggoda mereka kepada maksiat. Aku tidak akan berhenti menjerumuskan mereka selama nyawa dikandung badan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/dialog-rosullulah-dengan-iblis.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5629252234374888559</guid><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-03T02:33:06.055-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tausiyah</category><title>Kedasyatan saat Menjelang Maut</title><description>كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ [٣:١٨٥]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” – Q.S. Ali-`Imran (3 : 185).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;Kedahsyatan Saat Menjelang Maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa seandainya di hadapan manusia yang malang itu tidak ada teror, malapetaka ataupun siksaan kecuali sakratul maut saja, maka itu sudah cukup untuk menyusahkan hidupnya, menghalangi kegembiraannya, dan mengusir kealpaan maupun kelengahannya. Seharusnya dia senantiasa memikirkan hal ini dan meningkatkan perhatian dalam mempersiapkan diri untuk menghadapinya, apalagi karena setiap saat dia berada di dalam genggamannya.&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah dikatakan oleh seorang filsuf, “Malapetaka di tangan orang lain tak bisa diramalkan”. Dan Luqman a.s pernah berkata kepada anaknya, “Wahai, anakku. Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila dia datang, maka persiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedangkan engkau dalam keadaan lengah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan adalah bahwa seringkali seorang manusia, meskipun dia tengah menikmati hiburan atau berada di tempat yang paling menyenangkan, akan merasakan cemas dengan kemungkinan kedatangan seorang “tentara” yang akan menyerangnya. Karena rasa cemas itu, kenyamanannya pun merasa terganggu dan napasnya terasa sesak. Akan tetapi, dia lalai akan keadaannya yang setiap saat bisa didatangi oleh malaikat maut yang akan menimpakan ke atas dirinya derita pencabutan nyawa. Tak ada lagi sebab bagi kelalaian seperti ini kecuali sikap “masa bodoh” dan keteperdayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa ke-luarbiasa-an rasa sakit dalam sakratul maut tak dapat diketahui dengan pasti kecuali oleh orang yang telah merasakannya. Sedangkan orang yang belum pernah merasakannya hanya bisa mengetahuinya dengan cara menganalogikannya dengan rasa sakit yang benar-benar pernah dialaminya, atau dengan cara mengamati orang lain yang sedang berada dalam keadaan sakratul maut. Lewat jalan analogi, yang akan membuktikannya derita sakratul maut, akan diketahui bahwa setiap anggota badan yang sudah tidak bernyawa tidak lagi bisa merasakan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada jiwa, maka serapan rasa sakit itu tentulah berasal dari aktivitas jiwa. Dan ketika ada anggota tubuh yang terluka atau terbakar, maka pengaruhnya akan menjalar kepada jiwa. Dan sesuai dengan kadar yang menjalar ke jiwa, maka sebesar itu pula rasa sakit yang dialami oleh seseorang. Derita rasa sakit itu terpisah dari daging, darah, dan semua anggota tubuh yang lain. Tak ada yang bisa mencederai jiwa kecuali penyakit-penyakit tertentu. Jika salah satu dari sekian banyak penyakit langsung mengenai jiwa dan tidak berpencar ke bagian-bagian yang lain, maka betapa pedih dan kerasnya rasa sakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakratul maut adalah ungkapan tentang rasa sakit yang menyerang inti jiwa dan menjalar ke seluruh bagian jiwa, sehingga tak ada lagi satupun bagian jiwa yang terbebas dari rasa sakit itu. Rasa sakit tertusuk duri misalnya, menjalar pada bagian jiwa yang terletak pada anggota badan yang tertusuk duri.&lt;br /&gt;Sedangkan pengaruh luka bakar lebih luas karena bagian-bagian api menyebar ke bagian-bagian tubuh lain sehingga tidak ada bagian dalam ataupun luar anggota tubuh yang tidak terbakar, dan efek terbakar itu dirasakan oleh bagian-bagian jiwa yang mengalir pada semua bagian daging.&lt;br /&gt;Adapun luka tersayat pisau hanya akan menimpa bagian tubuh yang terkena, dan karena itulah rasa sakit yang diakibatkan oleh luka tersayat pisau lebih ringan daripada luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi rasa sakit yang dirasakan selama sakratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota badan, sehingga pada orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat saraf, persendian, dari setiap akar rambut, kulit kepala sampai ke ujung jari kaki. Jadi, jangan anda tanyakan lagi tentang derita dan rasa sakit yang tengah dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan inilah dikatakan bahwa : “Maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gergaji atau sayatan gunting”. Karena rasa sakit yang diakibatkan oleh tusukan pedang terjadi melalui asosiasi bagian tubuh yang tertusuk dengan ruh, maka betapa sangat sakitnya jika luka itu langsung dirasakan oleh jiwa itu sendiri!.&lt;br /&gt;Orang yang ditusuk bisa berteriak kesakitan karena masih adanya sisa tenaga dalam hati dan lidahnya. Sedangkan suara dan jeritan orang yang sekarat, terputus karena rasa sakit yang amat sangat dan rasa sakit itu telah memuncak sehingga tenaga menjadi hilang, semua anggota tubuh melemah, dan sama sekali tak ada lagi daya untuk berteriak meminta pertolongan.&lt;br /&gt;Rasa sakit itu telah melumpuhkan akalnya, membungkam lidahnya, dan melemahkan semua raganya. Dia ingin sekali meratap, berteriak, dan menjerit meminta tolong, namun dia tak kuasa lagi melakukan itu. Satu-satunya tenaga yang masih tersisa hanyalah suara lenguhan dan gemeretak yang terdengar pada saat ruhnya dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna kulitnya pun berubah menjadi keabu-abuan menyerupai tanah liat, tanah yang menjadi sumber asal-usulnya. Setiap pembuluh darah dicerabut bersamaan dengan menyebarnya rasa pedih ke seluruh permukaan dan bagian dalamnya, sehingga bola matanya terbelalak ke atas kelopaknya, bibirnya tertarik ke belakang, lidahnya mengerut, kedua buah zakar naik, dan ujung jemari berubah warna menjadi hitam kehijauan.&lt;br /&gt;Jadi, jangan lagi anda tanyakan bagaimana keadaan tubuh yang seluruh pembuluh darahnya dicerabut, sebab satu saja pembuluh darah itu ditarik, rasa sakitnya sudah tak kepalang. Jadi, bagaimanakah rasanya jika yang dicabut itu adalah ruh, tidak hanya dari satu pembuluh, tetapi dari semuanya?…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian satu per satu anggota tubuhnya akan mati. Mula-mula telapak kakinya menjadi dingin, kemudian betis dan pahanya. Setiap anggota badan merasakan sekarat demi sekarat, penderitaan demi penderitaan, dan itu terus terjadi hingga ruhnya mencapai kerongkongannya. Pada titik ini berhentilah perhatiannya kepada dunia dan manusia-manusia yang ada didalamnya. Pintu taubat ditutup dan diapun diliputi oleh rasa sedih dan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Taubat seorang manusia tetap diterima selama dia belum sampai pada sakratul maut.” (Hakim, IV.257).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid mengatakan [dalam menafsirkan] Firman Allah SWT, ‘Taubat bukanlah untuk mereka yang berbuat jahat, dan kemudian manakala maut telah datang kepada salah seorang di antara mereka, dia berkata : “Sekarang aku bertaubat.” (Q.S. An-Nisaa, 4 : 18), yakni ketika dia melihat datangnya utusan-utusan maut (yakni para malaikat maut)’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, wajah malaikat maut muncul di hadapannya. Janganlah Anda bertanya tentang pahit dan getirnya kematian ketika terjadi sakratul maut!. Karena itulah Rasulullah SAW bersabda : “Ya Allah Tuhanku, ringankanlah sakratul maut bagi Muhammad.” (Ibn Majah, Janaa’iz, 64).&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebab manusia tidak memohon perlindungan darinya dan tidak memandangnya dengan penuh rasa gentar adalah karena kebodohan mereka. Ini dikarenakan banyak hal yang belum pernah terjadi hanya bisa diketahui melalui cahaya kenabian dan kewalian. Itulah sebabnya para nabi alaihimussalaam dan para wali senantiasa berada dalam keadaan takut kepada maut. Bahkan Isa a.s bersabda, “Wahai, para sahabat. Berdoalah kepada Allah SWT agar DIA meringankan sekarat ini bagiku. Sebab rasa takutku kepadanya setiap saat justru bisa menyeretku ke tepi jurangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pada suatu ketika sekelompok Bani Israil berjalan melewati pekuburan, dan salah seorang di antara mereka berkata kepada yang lain, “Bagaimana jika kalian berdoa kepada Allah SWT agar DIA menghidupkan satu mayat dari pekuburan ini dan kalian bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya?” Mereka pun lalu berdoa kepada Allah SWT. Tiba-tiba mereka berhadapan dengan seorang laki-laki dengan tanda-tanda sujud di antara kedua matanya yang muncul dari salah satu kuburan itu. “Wahai, manusia. Apa yang kalian kehendaki dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun kini rasa pedihnya belum juga hilang dari hatiku!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a berkata, “Aku tidak iri kepada seorangpun yang dimudahkan sakratul maut atasnya setelah aku menyaksikan gejolak sakratul maut pada diri Rasulullah SAW.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya engkau telah mencabut nyawa dari urat-urat, tulang hidung dan ujung-ujung jari. Ya Allah, tolonglah aku dalam kematian, dan ringankanlah dia atas diriku.” (Ibn Abi’l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al-Hasan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menyebut-nyebut kematian, cekikan, dan rasa pedih. Beliau bersabda, “Sakitnya sama dengan tiga ratus tusukan pedang.” (Ibn Abi’l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Beliau SAW pernah ditanya tentang pedihnya kematian. Dan Beliau menjawab, “Kematian yang paling mudah ialah serupa dengan sebatang pohon duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutra yang terkoyak?” (Ibn Abi’l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Beliau menjenguk seseorang yang sedang sakit, dan beliau bersabda, “Aku tahu apa yang sedang dialaminya. Tak ada satu pembuluhpun yang tidak merasakan pedihnya derita kematian.” (Al Bazzar, Al-Musnad, Haitsami, Majma`, II.322).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali k.w biasa membangkitkan semangat tempur orang banyak dengan berkata, “Apakah kalian semua tidak akan berperang dan lebih memilih mati dengan (cara biasa)? Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tusukan seribu pedang adalah lebih ringan atasku daripada mati di tempat tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Auzaa`i berkata, “Telah disampaikan kepada kami bahwa orang mati itu terus merasakan sakitnya kematian sampai dia dibangkitkan dari kuburnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaddad bin Aus berkata, “Kematian adalah penderitaan yang paling menakutkan yang dialami oleh seorang yang beriman di dunia ini atau di akhirat nanti. Ia lebih menyakitkan daripada dipotong-potong dengan gergaji, disayat dengan gunting, atau digodok dalam belanga. Seandainya seseorang yang sudah mati bisa dihidupkan kembali untuk menceritakan kepada manusia di dunia ini tentang kematian, niscaya mereka tidak mempunyai gairah hidup dan tidak akan bisa merasakan nikmatnya tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Aslam meriwayatkan bahwa suatu ketika ayahnya berkata, “Jika bagi seorang beriman masih ada derajat tertentu (maqam) yang belum berhasil dicapainya melalui amal perbuatannya, maka kematian dijadikan sangat berat dan menyakitkan agar dia bisa mencapai kesempurnaan derajatnya di surga. Sebaliknya, jika seorang kafir mempunyai amal baik yang belum memperoleh balasan, maka kematian akan dijadikan ringan atas dirinya sebagai balasan atas kebaikannya dan dia nanti akan langsung mengambil tempatnya di neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ada seseorang yang gemar bertanya kepada sejumlah besar orang sakit mengenai bagaimana mereka mendapati (datangnya) maut. Dan ketika (pada gilirannya) dia jatuh sakit, dia ditanya, “Dan engkau sendiri, bagaimana engkau mendapatinya?” Dia menjawab, “Seakan-akan langit runtuh ke bumi dan ruhku ditarik melalui lubang jarum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi SAW berkata, “Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang yang beriman, dan nestapa bagi pendosa.” (Abu Daud, Janaa’iz, 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Makhul bahwa Nabi SAW bersabda, “Seandainya seutas rambut dari orang yang sudah mati diletakkan di atas para penghuni langit dan bumi, niscaya dengan izin Allah SWT mereka akan mati karena maut berada di setiap utas rambut, dan tidak pernah jatuh pada sesuatupun tanpa membinasakannya.” (Ibn Abi’l Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.262).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ‘Seandainya setetes dari rasa sakitnya kematian diletakkan di atas semua gunung di bumi, niscaya gunung-gunung itu akan meleleh.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ketika Ibrahim a.s meninggal dunia, Allah SWWT bertanya kepadanya, “Bagaimanakah engkau merasakan kematian, wahai teman-Ku?” dan beliau menjawab, “Seperti sebuah pengait yang dimasukkan ke dalam gumpalan bulu yang basah, kemudian ditarik.” “Yang seperti itu sudah Kami ringankan atas dirimu”, Firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan tentang Musa a.s bahwa ketika ruhnya akan menuju ke hadirat Allah SWT, DIA bertanya kepadanya, “Wahai Musa, bagaimana engkau merasakan kematian?” Musa menjawab, “Kurasakan diriku seperti seekor burung yang dipanggang hidup-hidup, tak mati untuk terbebas dari rasa sakit dan tak bisa terbang untuk menyelamatkan diri.” Diriwayatkan juga bahwa dia berkata, “Kudapati diriku seperti seekor domba yang dipanggang hidup-hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ketika Nabi SAW berada di ambang kematian, di dekat Beliau ada seember air yang ke dalamnya Beliau memasukkan tangan untuk membasuh mukanya seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, ringankanlah bagiku sakratul maut!” (Bukhari, “Riqaq”, 42). Pada saat yang sama, Fathimah r.a berkata, “Alangkah berat penderitaanku melihat penderitaanmu, Ayah.” Tetapi Beliau berkata, “Tidak akan ada lagi penderitaan ayahmu sesudah hari ini.” (Ibn Majah, Janaa’iz, 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a berkata kepada Ka`b Al-Ahbar, “Wahai Ka`b, berbicaralah kepada kami tentang kematian!” “Baik, wahai Amirul Mu’minin,” jawabnya. “Kematian adalah sebatang pohon berduri yang dimasukkan ke dalam perut seseorang. Kemudian seorang laki-laki menariknya dengan sekuat-kuatnya, maka ranting itu pun membawa serta semua yang terbawa dan meninggalkan yang tersisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, “Manusia pasti akan merasakan derita dan rasa sakit kematian, dan sesungguhnya sendi-sendinya akan mengucapkan selamat tinggal satu sama lain seraya berkata, “Sejahteralah atasmu, sekarang kita saling berpisah hingga datang hari kiamat.”&quot; (Qusyairi, Risalah, II.589)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sakratul maut yang dirasakan oleh para Wali Allah dan hamba-hamba yang dikasihi-Nya. Lalu bagaimanakah nanti yang akan kita rasakan nanti, padahal kita selalu bergelimang dalam perbuatan dosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan sakratul maut berturut-turut datang pula tiga macam petaka.&lt;br /&gt;Petaka yang pertama adalah kedahsyatan peristiwa dicabutnya ruh, seperti yang telah dijelaskan. Petaka yang kedua adalah menyaksikan wujud malaikat maut dan timbulnya rasa takut di dalam hati. Manusia yang paling kuat sekalipun, tak akan sanggup melihat wujud malaikat maut saat menjalankan tugasnya untuk mencabut nyawa manusia yang penuh dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa suatu ketika Ibrahim a.s, sahabat Allah, bertanya kepada malaikat maut, “Dapatkah engkau memperlihatkan rupamu ketika mencabut nyawa manusia yang gemar melakukan perbuatan jahat?”. Malaikat menjawab, “Engkau tidak akan sanggup.” “Aku pasti sanggup,” jawab beliau. “Baiklah,” kata sang malaikat. “Berpalinglah dariku.” Ibrahim a.s pun berpaling darinya. Kemudian ketika beliau berbalik kembali, maka yang ada di hadapannya adalah seorang berkulit legam dengan rambut berdiri, berbau ‘busuk’ dan mengenakan pakaian berwarna hitam. Dari mulut dan lubang hidungnya keluar jilatan api.&lt;br /&gt;Melihat pemandangan itu, Ibrahim a.s pun jatuh pingsan, dan ketika beliau sadar kembali, malaikat telah berubah dalam wujud semula. Beliau pun berkata, “Wahai, malaikat maut! Seandainya seorang pelaku kejahatan pada saat kematiannya tidak menghadapi sesuatu yang lain kecuali wajahmu, niscaya cukuplah itu sebagai hukuman atas dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Daud a.s adalah seorang manusia yang telaten (sangat peduli) terhadap istrinya dan akan mengunci semua pintu jika dia bermaksud meninggalkan rumahnya. Suatu hari, setelah beliau mengunci semua pintu dan pergi keluar rumah, istrinya masih mendapati seorang laki-laki di dalam rumahnya. “Siapa yang mengizinkan laki-laki ini masuk?” tanyanya dalam hati. “Seandainya Daud pulang, ia pasti akan marah.”&lt;br /&gt;Ketika Daud a.s pulang dan melihat laki-laki itu, beliau bertanya, “Siapa engkau?” Laki-laki itu menjawab, “Aku yang tidak takut kepada raja dan tidak pernah bisa dihalangi oleh pengawal raja”. “Jadi, engkau adalah malaikat maut”, kata Daud a.s. Dan di tempat itu jugalah beliau wafat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa suatu ketika Isa a.s berjalan melewati sebuah tengkorak. Kemudian beliau menyentuh tengkorak itu dan berkata, “Berbicaralah, dengan izin Allah”. Tengkorak itu pun berkata, “Wahai, Ruh Allah! Aku adalah seorang raja yang berkuasa di suatu zaman. Suatu hari ketika aku duduk di atas singgasana dengan mengenakan mahkotaku dan dikelilingi oleh para menteriku, tiba-tiba muncul malaikat maut di hadapanku sehingga seluruh anggota badanku menjadi beku, dan nyawaku kembali ke hadirat-Nya. Ah, seandainya tak pernah ada saat perpisahan dengan orang-orang di sekelilingku, seandainya tak ada pemutus segala kegembiraanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah petaka yang menimpa para pendosa dan berhasil dihindari oleh orang-orang yang taat. Sesungguhnya, para nabi telah menceritakan sakratul maut selain kengerian yang dirasakan oleh orang yang melihat wujud malaikat maut. Bahkan seandainya seseorang hanya melihatnya dalam mimpi saja, niscaya dia tidak akan pernah merasakan lagi kegembiraan sepanjang hidupnya. Lalu, bagaimana pula jika orang secara sadar melihatnya dalam bentuk seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, manusia yang bertaqwa akan melihatnya (malaikat maut) dalam rupa yang bagus dan indah. Ikrimah (putra shalih dari Abu Jahal, red.) telah meriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa Ibrahim a.s adalah seorang manusia yang penuh perhatian. Beliau mempunyai rumah untuk beribadah dan selalu dikuncinya jika dia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika pulang ke rumah, beliau melihat ada seorang laki-laki di dalamnya. “Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam rumahku?” tanya beliau. Orang itu menjawab, “Aku diizinkan masuk oleh Pemiliknya”. “Tapi akulah pemilik rumah ini,” kata Ibrahim a.s. Orang itu berkata, “Aku diizinkan masuk oleh DIA yang lebih berhak atas rumah ini daripada engkau ataupun aku.” “Kalau begitu, malaikat apakah engkau ini?” tanya beliau. “Aku adalah malaikat maut,” demikian orang itu menjawab.&lt;br /&gt;Ibrahim a.s lalu bertanya, “Dapatkah engkau memperlihatkan kepadaku rupamu ketika mencabut nyawa orang yang beriman (taat)?” “Tentu saja,” kata Malaikat itu. “Berpalinglah dariku.”&lt;br /&gt;Ibrahim pun berpaling, dan ketika berbalik kembali ke arah malaikat itu, maka berdiri di hadapannya seorang pemuda gagah dan tampan, berpakaian indah dan menyebarkan bau harum mewangi. “Wahai, malaikat maut! Seandainya orang yang beriman, taat, melihat rupamu pada saat kematian, niscaya cukuplah itu sebagai imbalan atas amal baiknya,” kata beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petaka selanjutnya adalah melihat kedua malaikat pencatat amal. (Menurut hadits yang dinisbatkan kepada Nabi, “Allah telah mengamanatkan hamba-Nya kepada dua malaikat yang mencatat amal-amalnya, baik dan buruk.” — Ahmad bin Mani`, Al-Musnad ; Ibn Hajar, Mathaalib, III.56).&lt;br /&gt;Wuhaib mengatakan, ‘Telah disampaikan kepada kami bahwa tak seorangpun manusia yang mati kecuali akan diperlihatkan kepadanya dua malaikat yang bertugas mencatat amalnya. Jika dia seorang yang shalih, maka kedua malaikat itu akan berkata, “Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu, sebab engkau telah menyatakan kami untuk duduk di tengah-tengah kebaikan, dan membawa kami hadir menyaksikan banyak perbuatan baikmu”. Akan tetapi jika dia adalah seorang pelaku kejahatan, maka mereka akan berkata kepadanya, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik sebab engkau telah hadirkan kami ke tengah-tengah perbuatan yang keji, dan membuat kami hadir menyaksikan banyak perbuatan buruk, memaksa kami mendengarkan ucapan-ucapan buruk. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik”. Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu dan selamanya dia tidak akan pernah kembali ke dunia ini lagi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petaka yang ketiga dialami pada saat manusia-manusia yang berdosa menyaksikan tempat mereka di neraka, dan rasa takut juga telah mencekam mereka sebelum mereka menyaksikan peristiwa itu. Hal ini karena ketika mereka berada dalam sakratul maut, tenaga mereka telah hilang sementara ruh mereka mulai merayap keluar dari jasad mereka. Akan tetapi, ruh mereka tidaklah keluar kecuali setelah mereka mendengar suara malaikat maut menyampaikan salah satu dari dua kabar. Kabar tersebut berupa, “Rasakanlah, wahai musuh Allah, siksaan neraka!” atau “Bergembiralah, wahai sahabat Allah, dengan surga!”. Dari sinilah timbul rasa takut di dalam hati orang-orang yang tak ber’aql (tidak menggunakan akal, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda, “Tak seorangpun di antara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga atau di neraka.” (Ibn Abi`l-Dunya, K. Al-Maut ; Zabiidii, X.262).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun akan senang bertemu dengannya; dan barangsiapa membenci pertemuan dengan-Nya, maka DIA pun tidak akan senang bertemu dengannya.” “Tetapi kami semua takut pada kematian,” para sahabat berkata. Beliau pun menjawab, “Tidaklah sama sebab ketika penderitaan yang dijumpai oleh orang yang beriman (taat) dalam menempuh perjalanan menuju Allah telah dihilangkan, maka dia akan gembira bertemu dengan Allah, dan Allah pun gembira bertemu dengannya.” (Muslim, Dzikr, 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pada suatu saat menjelang akhir malam, Hudzaifah bin Al-Yaman berkata kepada Ibn Mas`ud, “Bangunlah, dan lihatlah waktu apa sekarang.” Ibn Mas`ud pun bangun dan melakukan hal yang diperintahkan kepadanya, dan ketika dia kembali, dia berkata, “Langit telah memerah.” Hudzaifah kemudian berkata, “Aku berlindung kepada-Mu dari perjalanan pagi menuju neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Marwan menemui Abu Hurairah dan berkata, “Ya Allah, ringankanlah bebannya.” Tetapi Abu Hurairah menyahut, “Ya Allah, perberatlah.” Lalu dia mulai menangis seraya berkata, “Demi Allah, aku tidaklah menangis karena sedih kehilangan dunia ini, tidak pula bersedih karena berpisah dengan kalian; tapi aku sedang menanti salah satu di antara dua kabar dari Tuhanku: apakah kabar neraka ataukah kabar surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Jika Allah Swt ridha terhadap hamba-Nya, maka DIA akan berfirman, ‘Wahai Malaikat Maut, pergilah kepada si fulan dan bawalah kepada-Ku ruhnya untuk Kuanugerahi kebahagiaan. Amalnya Kupandang telah mencukupi: Aku telah mengujinya dan mendapatinya seperti yang Kuinginkan’. Malaikat itupun turun bersama lima ribu malaikat lain. Semuanya membawa tongkat yang terbuat dari kayu manis dan akar-akar tanaman safron, setiap malaikat itu menyampaikan pesan dari Tuhannya. Kemudian para malaikat itu membentuk dua barisan untuk mempersiapkan keberangkatan ruhnya. Ketika setan melihat mereka, dia meletakkan tangannya di atas kepalanya dan menjerit keras-keras. Para bala tentaranya bertanya, ‘Ada apa, tuanku ?’ Dia menjawab, ‘Tidakkah kamu lihat kehormatan yang telah diberikan kepada manusia ini? Apakah kalian tidak melakukan tugas kalian terhadap manusia ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami telah berusaha sekeras-kerasnya terhadapnya, tetapi dia tak bisa dipengaruhi.’ ” (Ibn Abi`l-Dunya, K. Al-Maut; Zabiidii, X.267).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan berkata, “Tidak ada kebahagiaan bagi orang beriman kecuali dalam perjumpaannya dengan Allah, dan barangsiapa dianugerahi perjumpaan tersebut, maka hari kematiannya adalah hari kegembiraan, kebahagiaan, keamanan, kejayaan, dan kehormatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ajalnya, Jabir bin Zaid ditanya apakah ada sesuatu yang diinginkannya, dan dia menjawab, “Aku ingin menatap wajah Al-Hasan.” Ketika Al-Hasan datang menjenguknya, kepadanya dikatakan, “Inilah Al-Hasan.” Jabir lalu membuka matanya untuk memandang Al-Hasan dan berkata, “Wahai, saudaraku. Saat ini, demi Allah, aku berpamitan kepadamu untuk pergi, entah ke surga ataukah ke neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ajalnya, Muhammad bin Wasi berkata, “Wahai, saudara-saudaraku. Selamat tinggal! Aku pergi, entah ke neraka, ataukah menuju ampunan Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang berangan-angan untuk tetap berada dalam saat-saat kematian dan tak pernah dibangkitkan untuk menghadapi pahala atau siksaan. Oleh karena itu, rasa takut terhadap kematian dalam keadaan berdosa (keadaan su`ul khotimah) mengoyak hati orang-orang ‘arif, sebab hal itu termasuk ke dalam petaka dahsyat yang menyertai kematian. Kami telah menjelaskan makna “akhir kehidupan yang buruk” (su`ul khotimah) dan rasa takut orang-orang ‘arif terhadapnya di dalam ‘Kitab Tentang Takut dan Harap’ (dalam Ihya IV, kitab ke-3). Bab tersebut masih relevan dengan konteks pembicaraan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan Ketika Berjumpa Malaikat Maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy`ats bin Aslam berkata, “Suatu ketika Ibrahim a.s mengajukan beberapa pertanyaan kepada malaikat maut yang namanya adalah `Izrail. ‘Wahai malaikat maut, apa yang engkau lakukan jika ada seorang manusia (yang sedang sekarat) di timur dan seorang lagi di barat, atau ketika negeri sedang dilanda wabah, atau ketika dua pasukan tentara sedang bertempur?’. Malaikat maut menjawab, ‘Kupanggil ruh-ruh itu dengan izin Allah hingga mereka berada di antara kedua jariku ini.’ Dan Ibrahim a.s berkata, ‘Kemudian bumi diratakan dan kelihatan seperti sebuah hidangan yang dia makan sebanyak yang diinginkannya.’ ” Asy`ats berkata, “Ketika itulah Allah SWT memberinya kabar gembira bahwa beliau adalah Kekasih (khalil) (Q.S. An-Nisaa, 4 : 125) Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman putra Daud a.s bertanya kepada malaikat maut, “Mengapa aku tidak melihatmu bertindak adil kepada umat manusia? Engkau mengambil nyawa seorang manusia tetapi membiarkan yang lain.” “Aku tidak mengetahui hal itu lebih daripada yang kau ketahui,” jawabnya. “Aku hanya diberi daftar dan buku-buku yang berisi nama-nama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahb bin Munabbih berkata, “Suatu ketika seorang raja berkeinginan pergi ke sebuah provinsi. Dia minta dibawakan seperangkat pakaian, tapi tak ada di antara pakaian itu yang menyenangkan hatinya. Setelah beberapa kali memilih, barulah dia menemukan pakaian yang disukainya. Dengan cara yang sama, dia meminta dibawakan seekor kuda, tapi ketika dibawakan, dia menolak kuda itu. Lalu kuda-kuda yang lain dibawakan kepadanya hingga akhirnya dia menaiki kuda yang paling baik di antaranya. Kemudian setan mendatanginya dan meniupkan sifat takabur ke dalam lubang hidung raja itu. Setelah itu, dia dan rombongannya memulai perjalanan dengan sikap penuh kesombongan. Akan tetapi, kemudian dia didekati oleh seseorang bertampang kusut, kumal, yang mengucapkan salam kepadanya. Ketika raja itu tidak menjawab salamnya, orang itu kemudian merampas tali kekang kudanya. ‘Lepaskan tali kekangku!’ bentak sang raja. ‘Engkau telah melakukan kesalahan besar!’ Namun, orang itu malah menukas, ‘Aku punya sebuah permintaan kepadamu.’ ‘Tunggu sebentar,’ kata raja, ’sampai aku turun dari kudaku.’ ‘Tidak,’ jawab orang itu. ‘Sekarang juga!’ dan dia lalu menarik tali kekang kuda sang raja. ‘Baiklah, katakan apa permintaanmu,’ kata raja. ‘Permintaanku itu rahasia,’ jawab orang itu. Raja pun menundukkan kepalanya kepada orang itu, dan orang asing itu kemudian berbisik kepadanya, ‘Aku adalah malaikat maut!’ Mendengar itu, raja berubah air mukanya. Lidahnya bergetar dan ia berkata, ‘Beri aku waktu agar aku bisa kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan membereskan urusan-urusanku.’ ‘Tidak, demi Allah,’ kata malaikat maut. ‘Engkau tidak akan pernah melihat keluarga dan harta kekayaanmu lagi!’ Sambil berkata demikian, malaikat mencabut nyawa raja itu yang tak lama kemudian tersungkur mati, bagaikan sebongkah kayu kering.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Malaikat meneruskan perjalanannya. Dia berjumpa dengan seorang beriman yang membalas salamnya ketika dia mengucapkan salam kepadanya. ‘Aku punya permintaan yang ingin kubisikkan ke telingamu,’ kata Malaikat. ‘Baiklah, akan kudengarkan,’ kata orang itu. Si malaikat pun membisikkan rahasianya dan berkata, ‘Aku adalah malaikat maut!’ Orang beriman itu menjawab, ‘Selamat datang, wahai siapa yang telah lama kunanti-nantikan. Demi Allah, tak ada siapapun di muka bumi ini yang lebih kunanti daripada dirimu.’ Mendengar itu, malaikat maut berkata kepadanya, ‘Selesaikanlah urusanmu yang telah menjadi maksud keberangkatanmu.’ Namun, orang itu menjawab, ‘Aku tidak mempunyai urusan lain yang lebih penting dan lebih kucintai daripada bertemu dengan Allah SWT.’ Dan malaikat berkata kepadanya, ‘Kalau begitu, pilihlah keadaanmu yang paling kau sukai untuk aku mengambil nyawamu.’ ‘Apakah engkau bisa melakukannya?’ orang itu bertanya. Malaikat menjawab, ‘Ya, demikianlah aku diperintahkan.’ ‘Kalau begitu, tunggulah aku sebentar, agar aku bisa berwudhu dan shalat, lalu ambillah nyawaku selagi aku bersujud.’ Dan Malaikat pun melakukan hal yang diminta oleh orang beriman itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakr bin `Abdullah Al-Mazani berkata, “Suatu ketika seorang laki-laki dari Bani Israil mengumpulkan sejumlah besar kekayaan. Ketika dia telah dekat dengan ajalnya, dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Perlihatkanlah kepadaku berbagai macam kekayaanku!’ Lalu, dibawakanlah kepadanya sejumlah besar kuda, unta, budak, dan harta benda yang lain. Ketika dia melihat semua itu, dia pun mulai menangis karena tak kuasa berpisah dengannya. Melihat orang itu menangis, malaikat maut pun bertanya kepadanya, ‘Mengapa engkau menangis? Sungguh, demi DIA yang telah memberimu anugerah semua ini, aku tidak akan meninggalkan rumahmu sebelum memisahkan nyawamu dari ragamu.’ ‘Berilah aku waktu sebentar,’ orang itu memohon kepadanya, ‘agar aku bisa membagi-bagikan kekayaanku.’ ‘Alangkah bodohnya!’ kata malaikat maut. ‘Waktumu telah berakhir. Seharusnya engkau telah mengerjakan hal itu sebelum habis waktumu.’ Sambil berkata begitu, dicabutnyalah nyawa orang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa suatu ketika seorang laki-laki telah mengumpulkan kekayaan yang besar hingga tidak ada satu jenis kekayaan pun yang tidak berhasil diraihnya. Dia membangun sebuah istana dengan dua pintu gerbang yang sangat kuat. Dia membayar sepasukan pengawal yang terdiri dari orang-orang muda. Kemudian dia mengundang seluruh sanak keluarganya dan menjamu mereka dengan makanan. Setelah itu dia duduk di atas sofa sambil mengangkat kaki, sementara sanak keluarganya makan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka selesai makan, dia berkata kepada dirinya sendiri, ‘Bersenang-senanglah selama bertahun-tahun karena aku telah mengumpulkan semua yang engkau butuhkan.’ Akan tetapi, baru saja dia mengucapkan perkataan itu, datanglah malaikat maut dalam wujud seorang laki-laki berpakaian compang-camping seperti seorang pengemis. Laki-laki itu memukul pintu gerbang dengan sangat keras dan mengejutkan orang kaya yang sedang berada di atas tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muda yang menjadi pengawalnya melompat dan bertanya, ‘Apa urusanmu di sini ?’ ‘Panggilkan tuanmu,’ kata orang itu. ‘Haruskah tuan kami datang menemui orang semacam engkau ini ?’ tanya mereka. ‘Ya,’ jawabnya. Dan ketika mereka menyampaikan kepada tuan mereka hal yang terjadi, dia berkata, ‘Kalian telah berbuat semestinya.’ Akan tetapi, kemudian pintu gerbang diketuk lagi dengan suara yang lebih keras daripada sebelumnya. Dan ketika para pengawal melompat untuk berbicara kepada orang itu, dia berkata, ‘Katakan kepadanya bahwa aku adalah malaikat maut.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar perkataan orang itu, mereka menjadi ngeri dan orang kaya itu juga merasa sangat hina dan rendah. ‘Berbicaralah kepadanya dengan sopan,’ perintahnya kepada mereka. ‘Dan tanyakan kepadanya apakah dia akan mengambil nyawa seseorang di rumah ini.’ Namun kemudian malaikat masuk dan berkata, ‘Berbuatlah sesuka hatimu karena aku tidak akan meninggalkan rumah ini sebelum aku mencabut nyawamu.’ Lalu orang kaya itu memerintahkan agar semua kekayaannya dibawa ke hadapannya. Setelah semuanya berada di depan matanya, dia berkata (kepada harta bendanya), ‘Semoga Allah mengutukmu sebab engkau telah memalingkan aku dari beribadah kepada Tuhanku dan menghalang-halangi aku dari pengabdian kepada-Nya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membuat harta bendanya berbicara, ‘Mengapa engkau menghinaku sedangkan karena akulah engkau bisa diterima para sultan, padahal orang-orang yang bertakwa kepada Allah malah diusir dari pintunya? Karena akulah engkau bisa mengawini wanita-wanita lacur, duduk bersama raja-raja, dan membelanjakanku di jalan keburukan. Namun aku tak pernah membantah. Seandainya saja engkau membelanjakan aku di jalan kebaikan, niscaya aku telah memberi manfaat kepadamu. Engkau dan semua anak Adam diciptakan dari tanah, kemudian sebagaian dari mereka memberikan sedekah, sedang yang lain berbuat keji.’ Malaikat maut pun segera mencabut nyawa orang kaya itu, dan robohlah orang itu ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahb bin Munabbih berkata, ‘Suatu ketika malaikat maut mencabut nyawa seorang penguasa tiran yang tidak ada tandingannya di muka bumi. Kemudian malaikat itu naik kembali ke langit. Malaikat-malaikat lain bertanya kepadanya, ‘Kepada siapa di antara orang-orang yang telah kau cabut nyawanya, engkau telah menaruh belas kasihan?’ Malaikat itu menjawab, ‘Suatu ketika aku pernah diperintahkan mencabut nyawa seorang perempuan di padang pasir. Ketika aku mendatanginya, dia baru saja melahirkan seorang anak laki-laki. Aku pun menaruh belas kasihan kepada perempuan itu karena keterpencilannya dan juga kasihan terhadap anak laki-laki perempuan itu, karena betapa dia masih sangat kecil namun tak terawat di tengah buasnya padang pasir.’ Lalu para malaikat itu berkata, ‘Penguasa lalim yang baru saja engkau cabut nyawanya itu adalah anak kecil yang dulu pernah engkau kasihani.’ Malaikat maut kemudian berujar, ‘Maha Suci DIA yang memperlihatkan kebaikan kepada yang dikehendaki-Nya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Atha bin Yasar berkata, “Pada setiap tengah malam bulan Sya’ban, malaikat maut menerima lembaran tulisan dan dikatakan kepadanya, ‘Tahun ini engkau harus mencabut nyawa orang-orang yang namanya tercantum dalam lembaran ini.’ Seorang laki-laki boleh jadi sedang menanam tanam-tanaman, mengawini wanita-wanita, dan membangun gedung-gedung, sementara dia tak menyadari bahwa namanya ada dalam daftar tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan berkata, “Setiap hari malaikat maut memeriksa setiap rumah tiga kali dan mencabut nyawa orang-orang yang rezekinya telah habis dan umurnya telah berakhir. Apabila dia telah melakukan hal itu, maka seisi rumah yang bersangkutan akan meratap dan menangis. Sambil memegang gagang pintu, malaikat maut berkata, ‘Demi Allah, aku tidak memakan rezekinya, tidak menghabiskan umurnya, dan tidak memperpendek batas hidupnya. Aku akan selalu kembali dan kembali lagi ke tengah-tengah kalian hingga tak ada lagi yang tersisa di antara kalian!’ “. Al-Hasan berkata, “Demi Allah, seandainya mereka bisa melihatnya berdiri di situ dan mendengar kata-katanya, niscaya mereka akan melupakan jenazah tersebut dan menangisi diri mereka sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yazid Al-Ruqasyi berkata, “Ketika seorang penguasa lalim dari Bani Israil sedang duduk seorang diri di istananya tanpa ditemani oleh salah seorang istrinya, masuklah seorang laik-laki melalui pintu istananya. Penguasa tiran itu marah dan berkata, ‘Siapa engkau? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam rumahku?’ Orang itu menjawab, ‘Yang mengizinkan aku masuk ke dalam rumah ini adalah pemilik rumah ini. Sedangkan aku adalah yang tak bisa dihalangi oleh seorang pengawal pun dan tidak pernah meminta izin untuk masuk bahkan kepada raja-raja sekalipun, tidak pernah takut kepada kekuatan raja-raja yang perkasa, dan tidak pernah diusir oleh penguasa tiran yang keras kepala ataupun setan pembangkang.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, penguasa lalim tersebut menutup mukanya, dan dengan tubuh gemetar dia jatuh tersungkur. Kemudian dia bangkit dengan wajah memelas. ‘Jadi engkau adalah malaikat maut ?’ tanyanya. ‘Ya,’ jawab laki-laki itu. ‘Sudikah engkau memberiku kesempatan agar aku bisa memperbaiki kelakuanku ?’ Alangkah bodohnya engkau,’ jawab sang malaikat, ‘Waktumu telah habis, napasmu dan masa hidupmu telah berakhir; tidak ada jalan lagi untuk memperoleh penangguhan.’ Penguasa tiran itu lalu bertanya, ‘Kemana engkau akan membawaku?’ ‘Kepada amal-amalmu yang telah engkau kerjakan sebelumnya. Dan juga ke tempat tinggal yang telah engkau dirikan sebelumnya,’ jawab malaikat. ‘Bagaimana mungkin,’ kata sang tiran, ‘Aku belum pernah mempersiapkan amal baik dan rumah baik yang bagaimanapun.’ Malaikat pun menjawab, ‘Kalau begitu, ke neraka, yang menggigit hingga ke pinggir-pinggir tulang.’ (Q.S. Al-Ma’arij, 70 : 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Malaikat mencabut nyawa sang tiran, dan dia pun jatuh mati di tengah-tengah keluarganya, di tengah-tengah mereka yang kemudian meratap-ratap dan menjerit.” Yazid Al-Ruqasyi berkata, “Seandainya mereka mengetahui bagaimana buruknya neraka itu, tentu mereka akan menangis lebih keras lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-A`masy meriwayatkan dari Khaitsamah, bahwa suatu ketika malaikat maut mendatangi Sulaiman putra Daud a.s dan mulai mengamati salah seorang dari sahabat-sahabatnya. Ketika dia telah pergi, sahabat itu bertanya, “Siapa itu tadi?” Dan dikatakan kepadanya bahwa itu adalah malaikat maut. Berkatalah sahabat itu, “Kulihat dia memandangiku seolah-olah dia mengincarku.” “Lalu, apa keinginanmu?” tanya Sulaiman. “Saya ingin agar Tuanku menyelamatkan saya darinya dengan menyuruh angin membawa saya ke tempat yang paling jauh di India.” (Sulaiman memiliki kemampuan mengatur arah angin, Q.S. Al-Anbiyaa, 21 : 81). Angin pun kemudian melakukan apa yang diperintahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malaikat maut datang lagi, Sulaiman a.s bertanya kepadanya, “Kulihat engkau menatap terus-menerus ke arah salah seorang sahabatku?” “Ya,” kata Malaikat, “Aku sangat heran sebab aku telah diperintahkan untuk mencabut nyawanya di bagian paling jauh di India dengan segera. Namun melalui engkau, dia malah sedang menuju ke tempat itu. Oleh karena itu, aku heran.” ***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/kedasyatan-saat-menjelang-maut.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-3748145560627791799</guid><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 08:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-03T01:14:10.477-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Tanda Menjelang Kiamat</title><description>OLEH KH. QOIMUDDIN WK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَن عَبَّاس ابْنِ عَابِس الغِفَّارِى رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:&quot;بَادِرُوا بالموت /بِالأَعْمَالِ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، واسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sayidina Abbas Ibn Abis al Ghifari ra. Berkata; Rasulullah bersabda, “bergegaslah kalian semua dengan (ingat) mati – pada riwayat yang lain- dengan (mengerjakana) amal-amal ibadah terhadap enam perkara; pemimpin yang dungu, jual beli hukum, merajalelanya tindak kriminal, memutus tali silaturahim dan lalai dengan menjadikan Al Quran sebagai lagu-lagu. Mereka mendahulukan seseorang yang melagukan al Quran, walaupun dia paling sedikit pengetahuan (ilmu agama)nya) HR Tabrani.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kiamat merupakan salah satu fase dari perputaran kehidupan, peritiwa besar yang akan dialami oleh alam ini. Rasulullah saw. Sebagai utusan Allah yang membimbing umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat telah diberi pengetahuan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang yang selanjutnya beliau tuangkan dalam mutiara hadits2 yang dikenal dengan tanabbu’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang diriwayatkan oleh sahabat abbas ibn abis di atas, mencerminkan bahwa seorang mukmin bila terlah mendapati enam perkara yang beliau sabdakan, maka hendaknya banyak mengingat kematian dengan diiringi usaha untuk memperbanyak amal ibadah. Karena, bekal yang akan dibawa oelah seorang hamba menuju peristirahatan yang kekal (akhirat), buakanlah harta benda yang selama ini dia kumpulkan, ataupun pangkat yang menjadi kebanggaan, melainkan hanyalah amal semasa dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam perkara yang menjadi tanda-tanda kiamat dalam sabda Nabi saw, ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. kepemimpinan orang-orang dungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna bodoh di sini dalam urusan gam, karena yang menjadi prioritas utamanya hanya urusan dunia, bahkan yang sia-sia sekalipun. Hal ini sangat berpengaruh pada keputusan-keputusan yang dia ambil, sehingga urusan-urusan agama akan terbengkalai dan semakin aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. banyak polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mempunyai statement (anggapan) bahwa dengan banyaknya polisi atau pasukan pengaman di suatu daerah, maka keadaan akan semakin kondusif dan aman. Padahal, justru hal inilah yang menandakan angka kejahatan di derah tersebut relatif tinggi. Sehingga orang yang baik pun gelisah di persimpangan jalan dan yang jahat dengan leluasa  melancarkan aksinya. Sedangkan para aparat hanya tidur menunggu tip dari para mafia. Seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjaga kebun Mesir saling tertidur sampai kancil-kancil itu kekenyangan sebelum tandan-tandan kurma habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan termasuk juga kategori polisi, orang-orang yang suka mencari, menyebarkan dan menggosip kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. jual beli hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek ini sudah berakar di dalam sendi-sendi negara, seperti suap menyuap yang banyak ditemukan di instansi-instansi pemerintahan, mulai dari kehakiman, pertahanan, pendidikan sampai pada penerimaan calon PNS. Nabi saw bersabda, “penyuap dan yang menerima suap (berada) di neraka.” (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. merahalelanya tindak kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dewasa ini, kriminalitas sudah menjadi berita setiap hari yang disajikan di beberapa stasiun tv dan seakan-akan merupakan menu wajib di keseharian kita. Sebut saja pembunuhan, perampokan dan tidak-tindak asusila lainnya. Hingga sampai ke tingkat apa yang terkandung dalam hadits, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga paling beruntungnya manusia (pada saat itu) adalan orang biadab bin biadab.” (HR. Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. memutus tali silaturrahmi (persaudaraan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan ini sangat tercela, karena sangat bertentangan dengan tuntunan Islam yang menganjurkan untuk saling bertegur sapa, meskipun dengan orang yang tak dikenal. Bahkan dalam Islam sesama muslim adalah saudara. Akan tetapi, qathi’u arrahim (memutus tali persaudaraan) telah membudaya di kalangan masyarakat kita. Hal itu merupakan imbas dari banyaknya orang yang saling memperebutkan warisan, kedudukan dan harta. Kadang seseorang akan mudah sekali memutus hubungan saudara atau kerabat, hanya karena perasaannya tersinggung dengan masalah yang sepele. Nabi saw bersabda, “Tidak masuk surga orang yang memutus (tali silaturrahmi).” (HR. Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. melagukan al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat terbesar beliau, yang terjaga keotentikannya dan seharusnya menjadi acuan dan pedoman, sudah banyak dilalaikan. Mari kita amati perkembangan al Quran dalam masyarakat Indonesia dewasa ini, al Quran dijadikan sebagai hiburan, kesenian, dilagukan untuk perlombaan dan pembukaan acara-acara, sehingga lupa akan tujuan untuk apa al Quran itu diturunkan, yaitu agar dipahami, dihayati dan diamalkan. Menjadikan al Quran tidak sesuai dengan tujuan utamanya adalah suatu bid’ah yang jelas kesesatannya, karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan orang-orang salaf. Ibnu Abbas berkata; “kesesatan itu manis dirasakan oleh orang-orang sesat Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa&#39;at[487] selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[485] Yakni agama Islam yang disuruh mereka mematuhinya dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[486] Arti menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau ialah memperolokkan agama itu mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya dengan dasar main-main dan tidak sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[487] Syafa&#39;at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa&#39;at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa&#39;at bagi orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maksud dari menjadikan agama sebagai mainan dan senda gurau ialah memperolok agama dengan mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya secara main-main dan tidak sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang-orang Islam mampu menerapkan apa yang terkandung dalam al Quran dalam lingkup keluarga maupun masyarakat, maka di negeri ini Insya Allah akan tercipta stabilitas nasional dan keadilan serta kemakmuran akan semakin merata. Namun hal ini tentunya dengan alasan yang baik, seperti syiar Islam atau mencari barakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca al Quran dengan dialek dan makhrajnya orang Arab. Disamping itu, beliau juga memberikan peringatan agar kita tidak membacanya dengan menggunakan lagunya orang-orang fasik dan ahli kitab. Karena Nabi juga menyebutkan, bahwa setelah zaman beliau, akan ada suatu kaum yang menelaah al Quran dari segi lagunya, seperti ratapan dan sebagaimana para rahib (pendeta) menelaah. Sedangkan al Quran tidak sampai melewati pangkal tenggorokan mereka (hanya sekedar dibaca, tidak diamalkan) dimana hati mereka dan hari orang-orang yang mengaguminya itu telah terkena fitnah.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena diatas telah terjadi dimana-mana. Padahal, ketika disabdakan Nabi empat belas abad yang lalu,  hal tersebut masih dianggap sesuatu yang mustahil terjadi di kalangan umat Islam. Ini merupakan bukti bahwa Rasulullah adalah benar nabi pilihan Allah swt, supaya yang masih kafir menjadi beriman dan yang mukmin semakin mantap keimanannya, meningkat frekwensi ketakwaan, serta volume amalnya. Nabi Muhammad saw dalam haditsnya, berusaha menghandle jalan yang mesti kita tempuh agar umatnya selalu waspada terhadap tanda-tanda  kiamat kubro yang sudah terjadi ini. Karena dengan demikian kiamat sudah berada diambang pintu. Dan agar kita kembali kepada Allah, bertaubat, meminta keselamatan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan dari achmad shampton [achsanmas@telkom.net]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/tanda-menjelang-kiamat.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5673839282631615287</guid><pubDate>Thu, 03 Jun 2010 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-02T22:26:56.861-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><title>Gua nggak butuh sholat! Buat apa sih Sholat?</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgemRjRKcr655HXB3GXaIg3_tnqgVWwSZ5xhSdy6yB7JANnMyFhzwwAfwu8y4g28kx4o8c8WGQqib4XLDKxtqvqKcmtaU2sovgrGgIzj2wu6w___T1zZW94gCXkC8tFmqHPknAcezAeMA0/s1600/31835_1462558248422_1367431898_1269464_5587199_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgemRjRKcr655HXB3GXaIg3_tnqgVWwSZ5xhSdy6yB7JANnMyFhzwwAfwu8y4g28kx4o8c8WGQqib4XLDKxtqvqKcmtaU2sovgrGgIzj2wu6w___T1zZW94gCXkC8tFmqHPknAcezAeMA0/s400/31835_1462558248422_1367431898_1269464_5587199_n.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5478414543175479842&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila judulnya bikin emosi. insyaAllah isinya gak separah judulnya, itu cuman bikin penasaran aja. Saya cuman pengen berbagi, saya dapet email dari temen di sebuah milis. email itu isinya cerita begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : Pa, solat itu buat apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ortu : (menghardik) Udah, lu jangan tanya-tanya macem-macem.. kapir lu nanti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : (terdiam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahun kemudian, si anak bertemu lagi dengan saya. Mana saya tahu kalau dia dulu tunya-tanya kayak gitu kan ? Biar gampang, kita sebut aja dia Boni. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saya : Woy, jumatan atuh.. orang-orang udah pada ngabur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Hoream ah…. keur naon solat? (males ah, buat apa sholat?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : (untung ajah, dulu kenyang di plonco adik PAS) Dasar.. Ari kamu sholat buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Saya mah, sholat kalo butuh dong. Nggak solat kalo aku nggak merasa butuh. Solat itu harus merupakan kebutuhan, bukan kewajiban dong. Tuhan nggak butuh solat kita, yang butuh itu kita! Sekarang gua lagi nggak butuh solat, jadi buat apa gua solat. PEUN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Itu betul, memang kita harus punya sense ‘butuh’ terhadap sholat. Tapi, menurut gua, kita tetep ‘wajib’ sholat, meskipun kita sedang tidak ‘butuh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Buat apa? Menurut gua, disitulah letak nggak gunanya solat.&lt;br /&gt;Lebih cuih lagi, kalo orang solat buat ngejar ‘gelar’, gua paling nggak suka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Maksud loe?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Ya itu, jenis-jenis manusia yang solatnya buat pamer, kalo dia itu paling soleh!! Menurut gua sih, kalo die solat seribu rokaat juge, kalo abis solat die korup, die membunuh, die menjelekkan orang, menggunjing, tetep aje die tu, lebih buruk, dibanding orang nyang gak solat tapi berbuat baik sama orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Lu bener di satu sisi..Orang yang menzalimi orang lain, meski solat, tetep lebih buruk dibanding yang gak solat tapi berbuat baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Tuu, bener kan gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Tapi di sisi lain, lu juga salah Bon! Menurut saya nih, solat tetep wajib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Salah gimane? Ah paling lu mau ngeluarin ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Ok, kita pake akal aja. Nah, sekarang saya mau nanya neh. Gaji lu berapa Bon?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Rahasia dong.. yah oke deh, sekitar 3-an lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Lu kerja berapa jam sehari tuh, buat 3-an itu? 8 jam sehari ada nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Ya iya lah.. lebih kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Selain itu, saya yakin kalo lu dapet segitu, karena skill dan gelar lu kan ? Gak cuma karena kerjaan lu. Yang jelas, pengorbanan lu untuk dapet gaji segitu, lebih banyak dari sekedar kerja 8 jam sehari. Bener gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Bener banget! Tapi segitu juga udah untung. Gua suka dapet bonus, jadi gua yah, berterimakasih banget dah, sama Boss gua. Dia care banget sih sama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Nah, Bon, ngomong-ngomong lu pernah denger ada jual beli ginjal gak buat transplantasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Oh iya dong, gile, satu ginjal ada satu milyar kali! Gua sih nggak bakal jual. Gila aja kali! Ntar gua pake apa dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Nah lu dikasih semilyar, kok gak mau berterimakasih sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Bentar-bentar gua nggak ngerti neh.. dikasih semilyar gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Tuh, mata loe… harganya berapa? Ok, ginjal satu milyar kan ? Oh ya, belon ntu tuh, kuping, mulut, muka… hm, loba euy (banyak euy), semua jatuhnya berapa ya? Trilyunan tuh.&lt;br /&gt;Tapi semuanya dikasih gratis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Bon, Sekali lagi neh, menurut aku, sholat tetep wajib, karna, itu salah satu cara kita untuk berterimakasih sama Yang ngasih badan kita, rejeki kita, keberuntungan kita, yah, segalanya yang udah Dia kasih dah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita rela bekerja 8 jam sehari untuk mendapatkan 3 juta rupiah. Kita sangat berterimakasih sama orang yang ngasih kita tambahan bonus sekedar seratus-duaratus ribu, tapi kita kadang lupa berterimakasih sama ’seseorang’ yang ngasih kita mata, mulut, tangan, kaki, ginjal, yang harganya jauh lebih mahal kalo kita jual. Well, bahkan bisa dibilang tak ternilai harganya. CUma orang kepepet berat atau orang bodoh yang mau jual badan dia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang idealnya, orang solat tuh terhindar dari perbuatan buruk. Toh solat kan aslinya mencegah perbuatan buruk, dan membuat kita terbiasa melakukan perbuatan baik. Tapi itu kalau dia menghayati makna sholat sebagai sarana mengingat Tuhan, bukan sekedar menggugurkan kewajiban (seperti saya hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situasi ideal ini, selepas sholat, orang jadi mengingat kembali, betapa banyak yang Tuhan berikan dan lakukan demi kebaikan kita. Coba aja telaah arti bacaan shalat dan arti gerakan solat. So pasti lu temukan deh, banyak bacaan solat maknanya kearah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia ngeh bahwa Tuhan selalu melihat, dan telah banyak berbuat buat dia, dia bakal berfikir 1000 kali buat berbuat hal yang nggak Tuhan sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah kalo solatnya sekedar nyari gelar seperti yg lu bilang sih, memang gak bakal ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lu cerdas Bon, lu juga SQ-nya tinggi, makanya lu nggak mau solat sekedar menggugurkan kewajiban. Karena itu, lu pasti ngerti bahwa solat tetep wajib, meski kita lagi nggak butuh solat. Kita wajib solat, untuk berterimakasih sama yang telah ngasih kita segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Seandainya dulu bapa gua ngejawab kayak gitu, gua mungkin gak bakal terlalu anti solat ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya :? ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni : Sudahlah, gak usah dibahas… Tapi thanks ya.. gua jadi ngerti neh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Kaskus.us) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/06/gua-nggak-butuh-sholat-buat-apa-sih.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgemRjRKcr655HXB3GXaIg3_tnqgVWwSZ5xhSdy6yB7JANnMyFhzwwAfwu8y4g28kx4o8c8WGQqib4XLDKxtqvqKcmtaU2sovgrGgIzj2wu6w___T1zZW94gCXkC8tFmqHPknAcezAeMA0/s72-c/31835_1462558248422_1367431898_1269464_5587199_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5424660700224357694</guid><pubDate>Mon, 31 May 2010 17:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-02T22:59:33.840-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>Kisah Sabar yang Mengharukan</title><description>Seorang penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh “Prof. Dr. Khalid al-Jubair ” menceritakan sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab yang Terlupakan). Mari sejenak kita perhatikan bersama kisah tersebut. Dokter tersebut berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, (hari Selasa) aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Pada hari Kamis pukul 11.15 -aku tidak melupakan waktu itu karena pentingnya kejadian tersebut- tiba tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun bertindak cepat untuk menangani anak tersebut , kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah ‘Azza wa Jalla menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;setelah itu aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulitnya untuk mengabarkan keadaan pasien kepada keluarganya jika ternyata keadaannya memburuk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tetapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.” Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?&lt;br /&gt;Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.&lt;br /&gt;Sepuluh hari kemudian , mulailah sang anak bergerak gerak. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla serta menyampaikan sebuah kabar gembira , yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kamipun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,5 bulan kemudian , anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku tidak pernah melihat semisalnya sebelumnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah ‘Azza wa Jalla dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2C. Maka kukatakan kepada ibunya: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menangis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6C, dia akan mati…, dia akan mati…”. Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41,0C sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no.6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar pernyataan ibu tersebut , aku jadi teringat sebuah hadits Rasulullah Sholallahu ‘alihi wasallam yang indah lagi agung: ”Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu kemudian , ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku sendiri belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Di mana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kondisi anak nya yang seperti ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya. Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut dihadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompeks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya apa-apa kecuali hanya berdo’a dan merendahkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tersebut telah sembuh dengan sempurna karena rahmat Allah ‘Azza wa Jalla sebagai balasan bagi seorang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyusul ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.&lt;br /&gt;Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu setengah tahun setelah anak titu keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki beserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “Tidak mengenal mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menyambut mereka denagn ramah , dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar hal itu Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan linangan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang dia katakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak itu berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kukatakan kepadanya: “wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku sekalian, ketahuilah bahwa beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah taufik dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Qiblati edisi 01 tahun III&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/kisah-sabar-yang-mengharukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2568681445357052039</guid><pubDate>Mon, 31 May 2010 16:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-31T09:46:33.011-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Harta, Antara Nikmat dan Fitnah</title><description>Harta, tentu banyak yang menginginkannya. Beragam cara pun dilakukan untuk memperolehnya. Halal haram, bagi sebagian orang, adalah nomor kesekian. Yang terpenting adalah kebutuhan terpenuhi dan gaya hidup terpuaskan. Jika sudah seperti ini, harta tak lagi menjadi rahmat, namun menjadi celah turunnya azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta merupakan salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala yang dikaruniakan kepada umat manusia. Keindahannya demikian memesona. Pernak-perniknya pun teramat menggoda. Ini mengingatkan kita akan firman Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala apa yang diingini (syahwat), yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Al-Jannah).” (Ali ‘Imran: 14)&lt;br /&gt;Lebih dari itu, harta adalah sebuah realita yang melingkupi kehidupan umat manusia. ‘Sejarah’-nya yang tua, senantiasa eksis mengawal peradaban umat manusia di setiap generasi dan masa. Jati dirinya yang berbasis fitnah, telah banyak melahirkan berbagai gonjang-ganjing kehidupan. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, tatkala Dia mengingatkan para hamba-Nya akan realita tersebut. Sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيْمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya harta dan anak-anak kalian itu (sebagai) fitnah, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfaal: 28)&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mewanti-wanti umatnya dari gemerlapnya harta dengan segala fitnahnya yang menghempaskan. Sebagaimana dalam sabda beliau Shallallahu &#39;alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا، كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِيْ كَافِرًا وَيُمْسِيْ مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergegaslah kalian untuk beramal, (karena akan datang) fitnah-fitnah ibarat potongan-potongan malam. (Disebabkan fitnah tersebut) di pagi hari seseorang dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir, di sore hari dalam keadaan beriman dan keesokan harinya dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sesuatu dari (gemerlapnya) dunia ini.” (HR. Muslim no. 118, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu &#39;anhu)&lt;br /&gt;Demikianlah wasiat Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala dan Rasul-Nya tentang harta dan segala fitnahnya. Allahumma sallim sallim…(Ya Allah, selamatkanlah kami semua darinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan Hati Manusia Terhadap Harta&lt;br /&gt;Manusia sendiri merupakan makhluk Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala yang berjati diri amat dzalim (zhalum) dan amat bodoh (jahul). Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala Rabb semesta alam mensifatinya, sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” (Al-Ahzab: 72)&lt;br /&gt;Sontak, tatkala harta menghampiri, ketertarikan hati pun tak bisa dimungkiri lagi. Mereka benar-benar amat mencintainya. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (Al-Fajr: 20)&lt;br /&gt;Bahkan, saking cintanya terhadap harta akhirnya ia menjadi bakhil. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dia (manusia) sangat bakhil dikarenakan kecintaannya yang sangat kuat kepada harta.” (Al-‘Adiyat: 8)&lt;br /&gt;Jika demikian kondisinya, maka tak mengherankan bila (kebanyakan) manusia teramat berambisi mengumpulkan dan menumpuknya. Sungguh benar apa yang disabdakan dan diperingatkan Rasul Shallallahu &#39;alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثََالِثًا، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ، وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalaulah anak Adam (manusia) telah memiliki dua lembah dari harta, niscaya masih berambisi untuk mendapatkan yang ketiga. Padahal (ketika ia berada di liang kubur) tidak lain yang memenuhi perutnya adalah tanah, dan Allah Maha Mengampuni orang-orang yang bertaubat.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no. 6436, dari shahabat Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu &#39;anhuma)&lt;br /&gt;Para pembaca yang mulia, ketika hati anak manusia amat cinta kepada harta bahkan berambisi untuk mengumpulkan dan menumpuknya, maka sudah barang tentu harta tersebut dapat melalaikannya dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala (dzikrullah). Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala yang Maha Mengetahui keadaan para hamba-Nya telah memberitakan hal ini, sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah melalaikan kalian perbuatan berbanyak-banyakan. Hingga kalian masuk ke liang kubur.” (At-Takatsur: 1-2)&lt;br /&gt;Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata: “Telah melalaikan kalian (dari ketaatan, pen.) perbuatan berbanyak-banyakan dalam hal harta dan anak.” (Tafsir Ibnu Katsir)&lt;br /&gt;Maka dari itu, Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala memperingatkan orang-orang yang beriman dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِاللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian (dapat) memalingkan kalian dari dzikrullah. Barangsiapa berbuat demikian maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Dapat Menjadikan Seseorang Sombong&lt;br /&gt;Kondisi serba berkecukupan alias kaya harta tak jarang membuat seseorang lupa daratan, melampaui batas, dan sombong. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَلاَّ إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَيَطْغَى. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Manakala dia melihat dirinya serba berkecukupan.” (Al-‘Alaq: 6-7)&lt;br /&gt;Mungkin di antara anda ada yang bertanya: “Adakah di dalam Al-Qur`an kisah umat terdahulu yang lupa daratan, melampaui batas dan sombong dikarenakan harta yang dimilikinya, agar kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) darinya?” Maka jawabnya adalah: “Ada.”&lt;br /&gt;Di antaranya adalah Qarun, seorang kaya raya dari Bani Israil (anak paman Nabi Musa ‘alaihissalam) yang telah melampaui batas dan sombong. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ قَارُوْنَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوْسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوْزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوْءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لاَ تَفْرَحْ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ. وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ. قَالَ إِنَّمَا أُوتِيْتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلاَ يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ. فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِيْنَتِهِ قَالَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُوْنُ إِنَّهُ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ. وَقَالَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلاَ يُلَقَّاهَا إِلاَّ الصَّابِرُوْنَ. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ اْلأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُوْنَهُ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ. وَأَصْبَحَ الَّذِيْنَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِاْلأَمْسِ يَقُوْلُوْنَ وَيْكَأَنَّ اللهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلاَ أَنْ مَنَّ اللهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُوْنَ. تِلْكَ الدَّارُ اْلآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لاَ يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Qarun termasuk dari kaum Nabi Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah karuniakan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah engkau terlalu bangga diri (sombong), sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri (sombong). Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.’ Qarun pun menjawab: ‘ Sesungguhnya aku dikaruniai harta tersebut dikarenakan ilmu (kepandaian)-ku’. Tidakkah Qarun tahu sungguh Allah telah membinasakan umat-umat sebelum dia yang jauh lebih kuat darinya dan lebih banyak dalam mengumpulkan harta? Dan tak perlu dipertanyakan lagi orang-orang jahat itu tentang dosa-dosa mereka. Maka (suatu hari) tampillah Qarun di tengah-tengah kaumnya dengan segala kemegahannya, lalu berkatalah orang-orang yang tertipu oleh kehidupan dunia: ‘Duhai kiranya kami dikaruniai (harta) seperti Qarun, sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.’ Adapun orang-orang yang berilmu, mereka mengatakan: ‘Celakalah kalian, sesungguhnya karunia Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, namun tidaklah pahala itu diperoleh kecuali oleh orang-orang yang sabar.’ Akhirnya Kami benamkan dia (Qarun) beserta rumahnya ke dalam bumi, maka tidak ada satu golongan pun yang dapat menolongnya dari azab Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah). Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 76-83)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi berkata: “Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala menerangkan (dalam ayat-ayat tersebut, pen.) bahwa Qarun telah diberi perbendaharaan harta yang amat banyak hingga ia lupa diri. Dan semua yang dimilikinya itu ternyata tidak mampu menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, sebagaimana pula yang telah dialami (sebelumnya, pen.) oleh Fir’aun.” (Tafsir Al-Qurthubi)&lt;br /&gt;Berikutnya adalah kisah tentang musuh-musuh para rasul secara umum yang melampaui batas lagi sombong disebabkan harta yang dimilikinya. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيْرٍ إِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوْهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ. وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالاً وَأَوْلاَدًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami tidaklah mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun (Rasul) melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya kami mengingkari segala apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya’. Mereka juga berkata: ‘Kami mempunyai harta dan anak yang lebih banyak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab’.” (Saba’: 34-37)&lt;br /&gt;Kisah berikutnya adalah tentang para pembesar Bani Israil yang memprotes Nabi mereka atas diangkatnya Thalut sebagai raja mereka. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian’. Mereka menjawab: ‘Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedangkan dia pun bukan orang yang kaya?’ (Nabi mereka) berkata: ‘Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas serta tubuh yang perkasa.’ Allah memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 247)&lt;br /&gt;Para pembaca, demikianlah beberapa fenomena mengerikan tentang harta dan perannya yang amat besar dalam mengantarkan anak manusia kepada kesombongan. Akibatnya, kebenaran dengan ‘enteng’ ditolaknya dan orang-orang mulia pun direndahkannya. Padahal seluruh harta dan kekayaan yang dimilikinya itu tidak dapat menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala. Masih ingatkah dengan kisah Qarun, yang harta dan seluruh kekayaannya tidak mampu menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala? Bahkan ia dan seluruh kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi?!&lt;br /&gt;Hal senada telah Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala firmankan perihal Abu Lahab, paman Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa sallam yang kafir lagi sombong:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa. Tidaklah berfaedah baginya harta bendanya dan segala apa yang ia usahakan (dari azab Allah).” (Al-Masad: 1-2)&lt;br /&gt;Maka dari itu, tidaklah pantas bagi seorang muslim yang diberi karunia harta oleh Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala untuk berbangga diri (sombong) dengan hartanya. Bukankah harta itu merupakan titipan Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat? Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian kalian pasti akan ditanya pada hari itu (hari kiamat) tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan dengannya).” (At-Takatsur: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi tentang Pendapatan Ekonomi dan Penyalurannya&lt;br /&gt;Sekedar potret betapa fitnah harta telah mencengkram dengan kuat umat manusia di jaman ini, adalah bersarangnya slogan hidup ‘time is money’ (waktu adalah uang) pada otak kebanyakan orang, termasuk umat Islam. Waktu pun dihabiskan untuk mengais harta sehingga tak ada waktu untuk keluarga, interaksi sosial, apalagi mengkaji ilmu agama. Ini diperparah dengan munculnya argumentasi dangkal; ‘mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal’. Padahal semua harta yang dimiliki ini kelak akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat; Dari manakah harta itu diperoleh dan untuk apakah harta itu disalurkan?&lt;br /&gt;Fenomena di atas akan kian nyata bila mencermati berbagai sarana untuk mendapatkan sumber ekonomi yang tak lagi memperhatikan norma-norma syariat, halal ataupun haram. Praktik riba merajalela, mulai dari sistem yang paling sederhana hingga yang tercanggih sekalipun. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ. يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيْمٍ. إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ. فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُوْنَ وَلاَ تُظْلَمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri (ketika dibangkitkan dari kuburnya, pen.) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, disebabkan mereka (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Allah, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), maka urusannya (terserah) Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala. Dan orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni An-Naar; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah. Dan Allah tidak menyukai orang yang tetap di atas kekafiran dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, merekalah orang-orang yang mendapat pahala di sisi Rabb mereka. Tiada kekhawatiran pada diri mereka dan tiada (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian benar-benar orang yang beriman. Jika kalian masih keberatan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagi kalian pokok (modal) harta; kalian tidaklah menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al-Baqarah: 275-279)&lt;br /&gt;Persaingan usaha pun makin tak sehat. Jegal sana jegal sini, suap sana suap sini, hingga nyawa siap menjadi taruhannya. Tak mengherankan bila kehidupan bisnis dan industri saat ini banyak diwarnai kasus-kasus kelabu yang tidak selaras dengan fitrah suci dan norma-norma agama yang murni. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku di atas asas saling meridhai di antara kalian.” (An-Nisa`: 29)&lt;br /&gt;Praktik penipuan kerap kali dilakukan dengan cara-cara sistematis. Bahkan untuk meraup harta orang lain pun tak jarang ditempuh jalur hukum, dalam kondisi pelakunya sadar bahwa ia sedang berbuat aniaya. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيْقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِاْلإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil dan (janganlah) kalian membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kalian dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 188)&lt;br /&gt;Perjudian dengan beragam jenisnya, menjadi jalan pintas yang paling digemari dalam meraup ‘pendapatan’. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala telah mengingatkan para hamba-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. إِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala dan shalat; maka berhentilah kalian (dari perbuatan itu).” (Al-Maidah: 90-91)&lt;br /&gt;Kasus-kasus pencurian, perampokan, hingga korupsi tak kalah banyaknya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala telah berwasiat kepada sekalian umat manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي اْلأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan; karena setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (Al-Baqarah: 168)&lt;br /&gt;Sementara itu jika kita mencermati keadaan orang-orang yang diberi karunia harta oleh Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, maka beragam pula modelnya. Ada yang menghambur-hamburkan hartanya dengan boros (di jalan yang tidak jelas), dan ada pula yang bakhil. Padahal Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوْرًا. وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلاً مَيْسُوْرًا. وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَحْسُوْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka perkataan yang pantas. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (bakhil, pen.) dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya sehingga kamu termasuk orang yang tercela lagi menyesal.” (Al-Isra`: 26-29)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala juga berfirman tatkala mengisahkan ucapan (nasihat) kaum Nabi Musa terhadap Qarun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْْْلآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ وَلاَتَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77)&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Pergunakanlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala telah karuniakan kepadamu dari harta yang banyak dan nikmat yang tak terhingga itu, untuk ketaatan kepada Rabbmu dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan beragam amal shalih, yang diharapkan dengannya mendapatkan pahala baik di dunia dan di akhirat. (Janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, pen.) yang Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala halalkan bagimu berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan menikahi wanita. Merupakan suatu keharusan bagimu untuk menunaikan hak Rabbmu, hak dirimu, keluargamu, dan orang-orang yang mengunjungimu. Tunaikanlah haknya masing-masing. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu berambisi dengan kekayaan yang ada untuk berbuat kerusakan di (muka) bumi dan kejahatan kepada sesama. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Tafsir Ibnu Katsir juz 3, hal. 385)&lt;br /&gt;Maka dari itu, bila anda termasuk orang yang mendapatkan karunia harta dari Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, jadikanlah harta anda sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala. Tunaikanlah segala hak yang berkaitan dengan harta anda. Keluarkanlah zakat, bershadaqahlah kepada fakir miskin, santunilah anak yatim, bantulah orang-orang yang sedang kesusahan/ ditimpa musibah, dan lain sebagainya. Jangan sampai harta yang anda miliki menjadi penghalang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala dan sebagai penyebab untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Jauhkanlah diri anda dari perbuatan menghambur-hamburkan harta dengan jalan pemborosan, sebagaimana pula harus menjauhkan diri dari sifat bakhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran harta yang senantiasa mengitari hidup manusia. Tentunya kita semua berharap agar termasuk hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala yang istiqamah di atas jalan-Nya. Dengan tidak buta mata (menempuh cara-cara yang haram) ketika diuji dengan keterbatasan rizki dan tidak lalai (untuk menunaikan hak) ketika dikaruniai keluasan rizki. Terlebih di masa sekarang ini yang banyak dipenuhi serpihan fitnah syahwat dan fitnah syubhat.&lt;br /&gt;“Ya Allah…janganlah Engkau jadikan harta (dunia) ini sebagai sesuatu yang segala-galanya dalam kehidupan kami, dan jangan pula Engkau jadikan ia sebagai puncak tujuan dari ilmu yang kami miliki.”&lt;br /&gt;Amiin ya Rabbal ‘Alamin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.asysyariah.com&quot;&gt;www.asysyariah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/harta-antara-nikmat-dan-fitnah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2161093448142140171</guid><pubDate>Sun, 30 May 2010 04:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-31T09:43:32.754-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tausiyah</category><title>Penyumbat Saluran Rezeki</title><description>Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. ( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Tausiyah%20Aa%20Gym/508-penyumbat-saluran-rezeki&quot;&gt;mualaf.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/penyumbat-saluran-rezeki.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-8749635662720390760</guid><pubDate>Sun, 30 May 2010 04:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-31T09:43:10.678-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tausiyah</category><title>Allah Maha menjamin Rezeki</title><description>Allah, Zat yang Mahapeka terhadap segala kebutuhan, lintasan hati, harapan, dan keinginan hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang luput dalam perhitungan Allah. Pasti, Allah telah mengetahui semuanya. Hanya kepada Allahlah bertumpu segala harapan, tempat bagi kita untuk menyempurnakan segala nikmat, menghapuskan seluruh dosa, dan menyembunyikan setiap aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, coba kita pikirkan dan merenung; hanya Allahlah, satu-satunya Zat yang menciptakan lambung. Maka itu, Allah sangat mengetahui kebutuhan lambung kita; kapan lapar (membutuhkan makanan). Dialah Allah yang menciptakan rasa lelah, sehingga kita harus istirahat. Maka itu, Allah menganugerahkan rasa kantuk kepada kita. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang menciptakan tubuh kita mengeluarkan keringat dan bau-bauan, sehingga kita membutuhkan mandi. Ini berarti, kita membutuhkan rezeki air. Rasanya, kalau kita tidak berkeringat dan bersih terus, kita tidak akan butuh air untuk mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang menciptakan suhu yang dingin sehingga kita membutuhkan rezeki berupa baju penghangat. Dialah Allah yang menciptakan hujan deras dan teriknya matahari sehingga kita membutuhkan rezeki berupa rumah untuk berteduh. Di dalam rumah kita bisa aman dari terpaan panas dan cengkeraman dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah, hanya Allah yang menciptakan manusia dan paling mengetahui semua kebutuhan kita. Oleh sebab itu pula, hanya Allahlah satu-satunya Zat yang mampu mencukupi kebutuhan kita, karena Dialah yang tahu persis semua kebutuhan itu, lebih dari kita sendiri. Hanya Allah jugalah yang membuka segala jalan hingga rezeki itu sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rezeki yang lebih mahal dari semua itu adalah rezeki berupa &quot;makanan&quot; untuk rohani kita. Tidak cukup kita punya sandang, pangan, dan papan kalau hati kita tidak tenteram. Tidak cukup kita punya rumah mewah kalau hati ini tidak tenang. Kita butuh rezeki untuk kalbu kita. Kita butuh karunia Allah yang membuat kita bisa menikmati episode apa pun yang terjadi dalam hidup ini. Kita butuh hidayah dan petunjuk jalan, agar jelas tujuan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan terpikir oleh kita, jangan-jangan, kita melangkah setiap hari, tetapi tidak tahu tujuan hidup kita. Sungguh disayangkan. Kita telah hidup sekian lama, akan tetapi kita tidak mengerti apa yang kita jalani selama ini. Lucu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kita butuh pembeda (furqan), antara hak dan batil. Kita butuh taufik yang membuat kita bersemangat dalam beribadah, dan ikhlas dalam beramal. Kita butuh hikmah sehingga tersingkap rahasia di balik setiap kejadian yang ada. Kita butuh ketenteraman dari hiruk-pikuk, dari terjadi atau tidak terjadi, atau dari ada dan tiada. Kita butuh rezeki untuk memahami aneka kejadian yang terjadi. Apakah itu? Rezeki berupa mantapnya keyakinan kepada Allah, supaya kita sadar bahwa semua ini milik Allah, bukan milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita butuh rezeki berupa keyakinan seperti ini. Mengapa? Kalau kita sudah merasa dunia ini milik kita, kita akan banyak takut kehilangan. Kalau kita merasa dunia ini milik seseorang, kita jadi takut tidak kebagian. Kita butuh keyakinan bahwa segalanya milik Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini lebih tinggi dari rezeki lahiriah. Apa artinya makanan enak kalau hati enek (mual)? Apa artinya memiliki rumah yang luas, tapi hatinya sempit? Apa artinya diberi uang yang banyak tapi kalbunya miskin? Apa artinya diberi penampilan yang indah tapi hatinya busuk? Kita membutuhkan kedua-duanya. Lalu, siapa yang mampu memenuhi semua kebutuhan kita ini, selain Allah? Tidak ada, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat masyarakat kita masih banyak berada di bawah garis kemiskinan, orang lebih sibuk menjadi pelit, dan sulit bersedekah. Padahal, sungguh Allah akan membagikan rezeki kepada siapa pun yang Dia kehendaki, tanpa batas. Artinya, kalau kita butuh rezeki, mintalah kepada Allah. Lihatlah bayi, ketika rasa lapar menghampirinya, ia menangis, dan mendapat rezeki berupa air susu ibu (ASI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya ketika ia beranjak besar dan menjadi anak-anak, &quot;Mama, lapar!.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ambil sendiri!&quot; kata Ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kok sekarang tidak mempan lagi dengan rengekan, dan tangisan lagi seperti dulu? Mengapa? Allah sudah memberinya ilmu, usia, kekuatan, dan pengalaman supaya dia bertemu dengan jatah rezekinya. Pasti, semua makhluk yang Allah ciptakan sudah memiliki rezeki masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Sahabat! Lihat saja rezeki seekor anak burung elang. Pagi-pagi, ibunya terbang mencari makanan untuk dia dan anak-anaknya. Dengan ketajaman sorot matanya, sebentar saja terbang, sekelebat kemudian menukik, ia menyergap seekor ulat di dahan pohon. Kemudian, ia kembali terbang menuju sarang, menemui anaknya yang memang belum bisa terbang. Maka, bertemulah si anak elang ini dengan rezekinya berupa seekor ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, jika kita mengamati rezeki semut. Silakan sembunyikan sepotong kue di dalam laci terkunci, yang tidak diketahui oleh ayah, ibu, dan adik. Jangan kaget kalau tiba-tiba semut mengerumuni kue itu. Mengapa semut bisa tahu letak kue itu? Allahlah yang memberi tahu, melalui syaraf penciumannya yang memang begitu tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, pada suatu ketika ada seorang ulama yang ingin membuktikan, &quot;Benar tidak sih Allah itu Maha Menjamin Rezeki dan Maha Mencukupi segala kebutuhan?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ya Allah bukan diri ini tidak yakin kepada-Mu, tapi ya Allah saya ingin tahu bagaimana Engkau menjamin rezeki hamba-hamba-Nya. Saya yakin kepadamu, tapi kalau Engkau tunjukkan jaminan-Mu, saya akan lebih yakin lagi kepada-Mu. Sungguh, saya tidak niat meragukan-Mu. Saya akan pergi ke hutan, dan saya ingin membuktikan apakah Engkau masih menjamin rezeki saya di belantara hutan sana,&quot; gumamnya di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu berjalan menyusuri belantara hutan, ketika telah ada di tengah hutan, ia merasa haus dan perutnya terasa lapar. Ia lalu menahannya. Tidak dikira, jauh di rerimbunan pohon dan semak-semak, terlihat ada sekelompok pendaki gunung yang kalau tidak menghindar, pasti berpapasan dengannya. Bersembunyilah ia ke semak-semak. Baru saja masuk semak-semak, hujan turun dengan derasnya sehingga memaksanya untuk masuk lari ke gua yang tepat ada di bawah tebing, di samping tempat persembunyiannya. Larilah si ulama ini ke sana. Ternyata para pendaki pun berlari mencari perlindungannya ke gua yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wah, gawat nih, kalau begini harus pura-pura pingsan,&quot; bisik si ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pura-pura pingsanlah si ulama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wah ada orang pingsan, nih.&quot; Para pendaki yang menemukan si ulama yang sedang pingsan di gua sangat kaget, dengan sigap mereka siap-siap memberikan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jangan-jangan dia kelaparan, coba periksa mulut dan perutnya&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kalau begitu, saya akan menutup mulut,&quot; bisiknya dalam hati. Maka, dengan sekuat tenaga si ulama ini berusaha mengatupkan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Iya nih, mulutnya sampai susah dibuka, mari kita coba buka paksa. Siapkan air dan makanan untuknya,&quot; kata para pendaki itu. Maka, dipaksalah si ulama itu untuk bisa minum beberapa teguk air dan mengunyah beberapa potong roti. Allahu Akbar. Sungguh, terlalu bodoh kalau kita ini tidak yakin dengan jaminan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sahabat. Adapun jika ingin terjamin rezeki, Allah telah menjanjikannya. &quot;Wamayyatawakkallah fahua hasbu&quot;. [Q.S. At Thalaq (65):3].&lt;br /&gt;Barang siapa yang hatinya bulat, tanpa celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun. Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, akan dicukupi segala kebutuhannya. Subhanallah. Maka, beruntunglah bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh dan tujuan hidupnya hanya kepada Allah. Hanya Allahlah tujuan dari segalanya. Hanya Allahlah penjamin rezeki setiap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://mualaf.com/hikmah-dan-kajian/Tausiyah%20Aa%20Gym/5555-allah-maha-menjamin-rejeki&quot;&gt;Mualaf.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/allah-maha-menjamin-rezeki.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5743996106783158821</guid><pubDate>Tue, 25 May 2010 09:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-25T02:00:03.021-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hikmah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Sifat Syurga dan Penduduknya</title><description>Syurga adalah tempat istirahat yang sebenarnya. Satu tempat istimewa yang disediakan oleh Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya yang telah mengabdikan diri mereka sepenuhnya ketika didunia. Banyak dalam ayat-ayat al-Qur&#39;an dan hadis-hadis Nabi s.a.w. yang menceritakan tentang nikmat dan gambaran tempat tinggal di Syurga Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata, &quot;Ya Rasulullah dari apakah dibuat Syurga itu?&quot;.&lt;br /&gt;Jawab baginda : &quot;Dari air.&quot;&lt;br /&gt;Kami bertanya : &quot;Beritakan tentang bangunan Syurga?&quot;&lt;br /&gt;Jawab baginda : &quot;Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za&#39;faran, kerikilnya mutiara dan yakud, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Sesungguhnya didalam Syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah : Wa dhillin mamdud (dan naungan yang memanjang terus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam Syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau di dengar telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bacalah kamu : Fala ta&#39;lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a&#39;yunin jazza&#39;an bima kanu ya&#39;malun (Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dan kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tempat kembali di dalam Syurga lebih baik dari dunia seisinya. Bacalah ayat : Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam Syurga berarti telah untung).&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;(Hadis Riwayat Abul-Laits dari Abu Hurairah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan yang paling tinggi sekali dan tidak ada nikmat yang lain dapat mengatasinya adalah apabila Allah s.w.t. mengizinkan ahli Syurga melihat zat Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Apabila ahli Syurga telah masuk ke Syurga, dan ahli Neraka telah masuk ke Neraka, maka ada seruan : &#39;Hai ahli Syurga Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu.&#39;&lt;br /&gt;Mereka berkata : &#39;Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami, dan memutihkan wajah kami, dan memasukkan kami ke dalam Syurga, dan menghindarkan kami dari Neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat-Nya, demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah.&quot;&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Abul-Laits daripada Shuhaib r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al&#39;amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Rombongan pertama akan masuk Syurga dari umatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang di langit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas, dari ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum, dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tinggi bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbas berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : &quot;Sesungguhnya ahli Syurga itu muda semuanya, polos , halus, tidak ada rambut kecuali di kepala, alis dan di kelopak mata, sedang janggut, misai, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata :&#39; Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil, dan makan dari kebun Syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, dan dimakan oleh orang itu sekuatnya.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dan tiap wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang di jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang :&lt;br /&gt;Pertama : Selamat sejahtera kamu kerana kesabaranmu.&lt;br /&gt;Kedua : Masuklah ke Syurga dengan selamat dan aman.&lt;br /&gt;Ketiga : Itulah Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu.&lt;br /&gt;Keempat : Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita.&lt;br /&gt;Kelima : Kami memberimu pakaian dan perhiasan.&lt;br /&gt;Keenam : Kami kawinkan kamu dengan bidadari.&lt;br /&gt;Ketujuh : Untukmu dalam Syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu.&lt;br /&gt;Kelapan : Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan siddiqin.&lt;br /&gt;Kesembilan : Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya.&lt;br /&gt;Kesepuluh : Kamu tinggal dengan tetanga yang tidak mengganggu tetanggnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Di dalam Syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika di dunia, dan cara beribadat bagaimana keadaan antara si fakir dengan yang kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai di Syurga.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang dihormati,&lt;br /&gt;Sebelum memasuki ke Syurga setiap manusia akan melalui siratul mustaqim, melainkan para syuhada yang memasuki Syurga tanpa hisab dan tidak perlu meniti siratul mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Abul-Laits meriwayatkan dari Abdullah bin Mas&#39;ud, Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Manusia semua akan berdiri di dekat Neraka kemudian mereka menyeberang di atas sirat (jambatan) di atas Neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang dan yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan di atas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam Neraka, dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang di kanan-kiri Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang-orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur ke dalam api Neraka, sedang para Malaikat itu sama-sama berdo&#39;a Robbi sallim sallim (Ya Tuhan selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang terakhir masuk ke Syurga maka ketika ia selamat dari sirat terbuka baginya pintu Syurga dan merasa tidak ada tempat baginya di Syurga, sehingga ia berdo&#39;a : &#39;Ya Tuhan tempatkan saya di sini.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Tuhan : &#39;Kemungkinan jika Aku beri padamu tempat itu lalu minta yang lainnya?.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya :&#39; Tidak, demi kemuliaan-Mu. Maka ditempatkan di situ&#39;, kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga ia merasa kerendahan tempat yang diberikan padanya lalu ia berkata : &#39;Ya Tuhan tempatkanlah aku di situ.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jawab oleh Tuhan : &#39;Kemungkinan jika Aku berikan kepadamu, kau minta yang lainnya?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya :&#39; Tidak demi kemuliaan-Mu&#39;, kemudian diperlihatkan kepadanya Syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya itu masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama, sehingga ditanya :&#39; Apakah kau tidak minta?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya : &#39;Saya sudah minta sehingga merasa malu.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka firman Allah yang bermaksud : &#39;Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat di Syurga.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas&#39;ud berkata : &quot; Nabi s.a.w jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis yang lain menceritakan bahawa di antara wanita-wanita di dunia ini ada yang kecantikannya melebihi bidadari kerana perbuatannya ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Kami cipta mereka baru, dan kami jadikan mereka tetap gadis, yang sangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahlil yamin&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Arqam r.a. berkata : Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi s.a.w dan bertanya : &quot;Ya Abal-Qasim apakah kau nyatakan bahawa orang Syurga itu makan dan minum?&quot;&lt;br /&gt;Jawab Nabi s.a.w : &quot;Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, seorang ahli Syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima&#39; (bersetubuh)&quot;&lt;br /&gt;Ia berkata :&#39;&quot;Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang Syurga itu bersih tidak ada kotoran?&#39;&quot;&lt;br /&gt;Jawab Nabi s.a.w. : &quot;Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang dimuliakan,&lt;br /&gt;Abul-Laits berkata sesiapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara :&lt;br /&gt;1.Manahan dari maksiat, firman Allah s.w.t. yang bermaksud : &quot;Dan menahan nafsu dari maksiat maka Syurga tempatnya.&quot;&lt;br /&gt;2.Rela dengan pemberian yang sederhana sebab dalam hadis yang bermaksud : &quot;Harga Syurga itu ialah tidak rakus pada dunia.&quot;&lt;br /&gt;3.Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan, sebab kemungkinan amal itulah yang menyebabkan pengampunan dan masuk Syurga. Allah berfirman yang bermaksud ; &quot;Itu Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu.&quot;&lt;br /&gt;4.Cinta pada orang-orang soleh dan bergaul pada mereka sebab mereka diharapkan syafa&#39;atnya sebagaimana dalam hadis yang bermaksud : &quot;Perbanyaklah kawan, kerana tiap kawan itu ada syafa&#39;atnya pada hari Qiyamat.&quot;&lt;br /&gt;5.Memperbanyakkan do&#39;a dan meminta masuk Syurga dan hasnul khotimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;&quot;Siapa yang meminta kepada Allah Syurga sampai tiga kali, maka Syurga berdo&#39;a : &#39;Ya Allah, masukkan ia ke Syurga, dan siapa berlindung kepada Allah dari Neraka tiga kali, maka Neraka berdo&#39;a ; &#39;Ya Allah hindarkan ia dari Neraka.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli-ahli Syurga sentiasa sibuk berziarah di antara satu sama lain. Dikumpulkan semua ahli keluarga dari ayah, datok seterusnya keturunan di atas hingga ke datok kita pertama Nabi Adam a.s. Begitu juga dipertemukan anak, cucu, cicit dan serterusnya keturunan kita dibawah hingga kehari Qiyamat. Kalau kita di dunia hanya bertemu kaum keluarga yang terdekat sahaja tetapi di Syurga kita dapat bertemu semua ahli keluarga dan keturunan kita tanpa hadnya dan amat seronok dapat berbincang dan manceritakan amalan masing-masing hingga menyebabkan berhasil dapat memasuki Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Syurga juga kita dipertemukan dengan sahabat-sahabat, saudara seperjuangan dalam dakwah, rakan-rakan, jiran tetangga dan orang-orang soleh yang lain. Yang amat mengembirakan sekali kita dapat bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w dan sahabat-sahabat baginda. Bahasa yang di gunakan di Syurga adalah bahasa Arab, walaupun di dunia kita tak tahu bahasa Arab tetapi secara otomatik kita akan fasih berbahasa Arab kerana setiap hari kita solat menggunakan bahasa Arab. Sesiapa di dunia tidak pernah solat (dalam solat kita gunakan bahasa Arab) maka dia tidak akan memasuki Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Syurga kita diberikan kebenaran untuk berkomunikasi denga ahli Neraka, dan mereka melahirkan penyesalan kerana semasa di dunia mereka tidak mahu mendengar ajakan untuk beriman kepada Allah s.w.t. dan mentaati Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga mempunyai 7 tingkat. Tingkat yang paling tinggi adalah Syurga Firdaus. Nabi s.a.w ada menyatakan bahawa kalau kita berdo&#39;a mintalah pada Allah s.w.t. Syurga yang paling tinggi iaitu Syurga Firdaus. Di tingkat mana di dalam Syurga seseorang hamba itu di tempatkan adalah bergantung pada amalan masing-masing, semakin banyak amalan kebaikannya maka semakin tinggi tempat duduknya di Syurga. Penghuni Syrga juga menyesal kerana amalannya di dunia menyebabkan ia tidak dapat menduduki Syurga yang lebih tinggi. Dan jika diberi peluang ia sanggup balik semula ke dunia untuk membuat amalan soleh dan amal ibadah yang lebih banyak dan berkualiti supaya dapat memasuki Syurga yang paling tinggi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Syurga juga terdapat sungai susu, sungai arak dan sungai madu. Kenderaan yang di gunakan bergantong kepada keinginan masing-masing. Apabila masuk sahaja ke dalam Syurga, maka Allah s.w.t. sediakan kuda dari permata dan mempunyai dua sayap yang boleh terbang dan bergerak kemana sahaja mengikut arahan penghuni Syurga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga :&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. bahawa baginda ditanya,&quot;Makanan apakah yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga?&quot; Baginda menjawab, &quot;Hati ikan.&quot; Ditanya kembali. &quot;Kemudian apa lagi setelah itu?&quot; Baginda menjawab,&quot;Bagi mereka disembelihkan sapi Syurga yang biasa makan di tepian Syurga.&quot; Kemudian baginda ditanya lagi, &quot;Apakah minuman mereka?&quot; Maka, baginda menjawab, &quot;Dari mata air Syurga yang bernama Salsabila.&quot;&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata air yang mengalir di Syurga :&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. ditanya, seperti apakah mata air yang mengalir di Syurga? Maka, baginda menjawab,&quot; Mata air dari madu yang murni, sungai-sungai dari khamar (arak) yang tidak menyebabkan mabuk dan penyesalan, sungai-sunagai dari susu yang tidak berubah rasanya, air jernih yang belum berubah dan buah-buahan. Demi Allah, kalian tidak pernah melihat kenikmatan ini di dunia dan tidak ada sedikitpun yang serupa dengannya.&quot;&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri-isteri di Syurga :&lt;br /&gt;&quot;Adakah kita akan mempunyai isteri di Syurga?&quot; Maka, baginda menjawab, &quot; Orang-orang yang soleh akan dinikahkan dengan wanita-wanita yang solehah. Kalian akan merasakan kenikmatan sebagaimana isteri-isteri kalian juga akan merasakan kenikmatan waktu di dunia. Perbedaannya, hubungan intim di Syurga tidak menyebabkan kehamilan.&quot;&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni Syurga saling menikah :&lt;br /&gt;&quot;Apakah penghuni Syurga saling menikah?&quot; Maka, baginda menjawab, &quot;Nafsu syahwat mereka tidak pernah putus dan kemaluan mereka tidak pernah lemas serta dorongan seksual mereka sangat kuat sekali.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan isteri :&lt;br /&gt;&quot;Apakah penghuni Syurga juga berhubungan badan dengan isteri-isteri mereka?&quot; Maka, baginda menjawab, &quot; Sangat kuat dorongan seksualnya, tetapi mereka tidak mengeluarkan mani dan juga isterinya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni Syurga tidak tidur.&lt;br /&gt;&quot;Apakah penghuni Syurga itu tidur?&quot; Maka, baginda menjawab, &quot;Tidur itu berarti mati, penghuni Syurga tidak pernah tidur,&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah sama-sama kita berdo&#39;a kepada Allah s.w.t. semoga Allah s.w.t. dengan rahmat dan kasih sayang-Nya mengizinkan kita agar dapat memasuki Syurga-Nya yang penuh kenikmatan dan di jauhkan kita daripada Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note.php?note_id=448773036039&quot;&gt;Catatan Akhi Abu Basyer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/sifat-syurga-dan-penduduknya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2486851299120677264</guid><pubDate>Tue, 25 May 2010 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-25T01:00:00.800-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muslimah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Syurga Wanita dimana ?</title><description>Rumah adalah pusat kegiatan para wanita. Rumah adalah Syurga dan medan jihad serta gelanggang bagi kaum wanita menumpukan masa bagi menyelesaikan tugas dan tanggungjawab mereka yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeza dengan kaum lelaki, gelanggang perjuangan mereka adalah diluar . Segala pahala mereka ada diluar rumah. Tetapi sebaliknya bagi kaum wanita mereka dengan mudah sahaja memperolehi pahala di dalam rumah dan di sekitar perkarangan rumah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang wanita telah menikah, ia tidak diwajibkan untuk bekerja dan menafkahi keluarga karena tugas untuk memberi nafkah adalah tugas dan tanggungjawab suami, tetapi sekiranya ia ridha untuk membantu suami dalam mencari tambahanan rezeki untuk keluarga tidaklah dilarang. Tetapi perlu diingatkan bahwa tugas asasi wanita adalah mentaati suami dan mendidik anak-anak tugas ini adalah tugas yang lebih utama daripada tugas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist dari Nabi s.a.w menyatakan bahwa keutamaan dan pahala kepada wanita yang bersembahyang di dalam bilik dan di dalam rumah melebihi daripada Masjid Nabawi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sholat di Masjid Nabawi pahalanya amat besar sehingga tidak terkira jumlahnya daripada bersembahyang di masjid-masjid lain di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu banyak lagi keterangan tentang kelebihan dan keutamaan pahala terhadap kaum wanita yang melakukan tugas mereka yang tugas itu amat berkait dengan tugas sebagai isteri dan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohibah yang dihormati,&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud : &quot;Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhir supaya masuk Syurga mengikut pintunya mana yang ia suka (mengikut pilihannya).&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : &quot;Mana-mana wanita yang melayani suaminya, meminyak rambut suaminya, menyikat janggutnya, mengunting misainya, mengerat kukunya, maka ia di akhirat ia diberi minum oleh Allah daripada air Syurga dan ia diringankan siksaan ketika sakaratulmaut (dekat hendak mati), di dalam kubur ia perolehi taman-taman seperti taman Syurga dan namanya tercatit sebagai orang yang lepas daripada siksaan Neraka dan selamat melintasi Titian Sirat tanpa menempuh kesusahan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saydatina Aisyah berkata, jika para wanita tahu akan betapa besarnya pahala memenuhi (melayan) hak suami, niscaya mereka sanggup mencuci debu-debu ditapak kaki suami mereka dengan muka mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut di dalam kitab &#39;Uqud Al-Lujain&#39; melarang wanita yang hendak ikut sama mengiringi mayat karena keinginan mendapat pahala, Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : &quot;Baiklah kamu tidak ziarah dan mengiringi mayat karena ia tidak ada pahala bagimu, lebih baik kamu tinggal di rumah dan berkhidmat kepada suami kamu, niscaya kamu akan mendapat pahala sama dengan pahala ibadah-ibadah orang lelaki.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohibah,&lt;br /&gt;Seorang ibu yang tahu akan kelebihan ganjaran pahala mengandung, melahirkan anak serta menyusui dan mengurus anak yang akan dibalasi oleh Allah di akhirat kelak nescaya ia tidak mau mengalihkan kepada kerja lain, kecuali kepada perkara-perkara yang boleh menguntungkannya di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis dari Nabi s.a.w yang bermaksud ; &quot;Seorang wanita yang ridha mengandung bayi hasil perhubungan dengan suaminya yang sah dan suaminya ridha pula kepadanya, maka Allah akan memberi ganjaran pahala sebagaimana pahala puasa fi sabilillah. Bila ia merasa sakit ketika akan melahirkan anak, maka Allah tambah lagi pahala yang tidak terkira oleh manusia oleh kerana terlalu banyaknya. Bila telah melahirkan anak dan ia menyusu dengan susunya sendiri, maka setiap seteguk (satu sedutan) Allah berikan satu kebajikan. Bila ia semalaman tidak tidur kerana mengawas (menjaga) anaknya (yang sekejap-sekejap menangis, sakit atau sebagainya), maka Allah beri lagi pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dalam fi sabilillah dengan ikhlas.&quot;&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat al-Hassan bin Sofwan, at- TabraniIbnu Asakir dan Salama yang menyusu Sayyidina Ibrahim anak Rasulullah s.a.w).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohibah yang dikasihi Allah,&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : &quot;Wanita yang tinggal di rumah bersama-sama (mendidik dan mengurus) anaknya, ia di akhirat akan tinggal bersama-sama dengan aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam Syurga.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi yang bermaksud : &quot;Sukakah aku beritahu siapakah dan bagaimana sifat isterimu yang bakal di tempatkan di Syurga?. Jawab para sahabat ,&#39;Bahkan kami suka.&#39; Sabda Nabi s.a.w , &#39;Yaitu tiap-tiap isteri yang bersifat kasih sayang dan melahirkan banyak anak. Dan apabila ia dimarahi oleh suaminya, ia menyerah diri untuk di hukum sehingga suaminya redha (memaafkan kesalahannya)...&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sebuah kitab bahawa Nabi s.a.w pernah bersabda yang bermaksud : &quot;Apabila seorang wanita mengandung (janin) di dalam rahim, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah pun mencatit baginya 1000 kebajikan dan menghapuskan 1000 dosa. Apabila ia sakit hendak bersalin Allah mencatit lagi pahala kepadanya seimbang dengan pahala orang (lelaki) yang berjihad fi sabilillah. Apabila ia telah melahirkan anak, maka gugur segala dosanya dan jadilah ia bersih tanpa dosa sepertimana waktu ia mula-mula dilahirkan oleh ibunya dahulu (semasa ia masih bayi).&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat di dalam kitab Uqud Al-Lujan bahawa Nabi s.a.w bersabda maksudnya : Empat wanita yang menjadi penghuni Syurga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Wanita yang menjaga dirinya daripada perkara yang haram dan ia tetap berbakti kepada Allah (mematuhi hukum Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Wanita yang banyak keturunan (melahirkan banyak anak ) lagi penyabar serta ia menerima sahaja pemberian Allah itu dan ia sabar dengan kehidupan yang serba kurang (qana&#39;ah) dan apa sahaja yang diberikan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Wanita yang bersifat pemalu. Apabila suaminya pergi (keluar menjalankan tugas) ia menjaga dirinya dan tetap beramanah dengan harta suaminya. Jika suaminya pulang ia menjaga mulutnya daripada berkata yang boleh menguriskan hati suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Wanita yang kematian suami dan ia mempunyai anak, dan ia tetap menjaga diri dan terus menerus menjaga dan mendidik anaknya (yang yatim) dan ia tidak bersedia untuk berkahwin kerana takut anak-anaknya terbiar.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran daripada hadist-hadist serta agar tentang kelebihan derajat kaum wanita dan betapa mudahnya mereka mendapat derajat yang tinggi itu di sisi Allah serta betapa mudahnya jalan yang dibuka oleh Allah untuk memasuki Syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note.php?note_id=306293106039&quot;&gt;Catatan Akhi Abu Basyer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/syurga-wanita-dimana.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-4939704539449971629</guid><pubDate>Tue, 25 May 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-24T20:54:28.299-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Jalan Pengampunan</title><description>Sahabat yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Apa yang perlu dibina didalam diri seorang Muslim bukan hanya sikap berwaspada dan berhati-hati dari menjauhi dosa. Malah tidak kurang pentingnya menanamkan sikap yang benar tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan ketika dosa-dosa itu terlanjur. Terdapat beberapa jalan-jalan pengampunan yang dianjurkan oleh Islam yang boleh mengurangkan azab atas dosa-dosa malah bisa menghapuskan semua dosa-dosa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Di antara jalan-jalan pengampunan itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Taubat.&lt;br /&gt;Terdapat banyak ayat-ayat Al-Qur’an, yang menyebutkan bahawa taubat itu berfungsi sebagai pengecualian dari ancaman azab yang akan diberikan kepada orang-orang yang melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;“kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal soleh, maka mereka itu akan masuk Syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.”&lt;br /&gt;(Surah Maryam ayat 60)&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :“Barangsiapa bertaubat kepada Allah sebelum matahari terbit dari barat, nescaya Allah akan menerima taubat orang tersebut.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang dimaksudkan adalah Taubat Nasuha. Sebuah taubat yang dilakukan dengan ikhlas dan benar. Bahkan itu adalah termasuk jalan yang paling besar dan luas untuk memperolehi pengampunan dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Istighfar.&lt;br /&gt;Istighfar dan taubat sebenarnya tidak jauh bedanya. Kedua-duanya adalah memohon keampunan daripada Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w .beristigfar lebih tujuh puluh kali sehari supaya lidah dan hati sentiasa menyebut dan mengingati Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t.  yang artinya:&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (istighfar)”&lt;br /&gt;(Surah Al-Anfal ayat 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya syaitan itu berkata kepada Allah : ‘Demi Izzah-Mu ya Allah, aku tidak akan berhenti menggoda hamba-hamba-Mu selama nyawa-nyawa mereka masih ada dalam jasad-jasad mereka. Maka Allah s.w.t. menjawab. ‘Demi Izzah-Ku dan keagongan-Ku, Aku akan mengampuni mereka selama mereka beristighfar memohon ampun kepada-Ku.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Imam Ahmad dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Amal-amal Kebajikan.&lt;br /&gt;Amal kebajikan yang dilakukan oleh seorang Muslim akan dilipat gandakan oleh Allah menjadi sepuluh kali atau lebih. Oleh itu amal kebaikan juga akan menjadi salah satu jalan pengampunan atas dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.”&lt;br /&gt;(Surah Hud ayat 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar meriwayatkan dari hadis Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan yang baik karena ia akan menghapuskannya…”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Musibah-musibah di dunia.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap musibah yang menimpa seorang Muslim menjadi penebus (kifarah) atas dosanya. Bahkan sampai terpeleset kakinya, luka di jari jemarinya atau pun duri yang mengenainya.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kita sabar diatas musibah yang datang kita akan mendapat pahala diatas kesabaran kita tadi dan ia menjadi sebagai penebus dosa.Kalau kita berkeluh kesah dan tidak sabar diatas ujian tadi maka kita akan mendapat dosa diatas sifat keluh kesah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Siksa Kubur .&lt;br /&gt;Azab Kubur adalah suatu yang mesti diyakini kebenarannya. Ia juga merupakan salah satu jalan pengampunan yang boleh meringankan azab yang ditimpakan Allah kepada hamba-hamba-Nya kerana dosa dan kesalahan yang dilakukan.Namun begitu azab kubur itu terbagi dua macam ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : azab kubur yang dirasai oleh orang-orang kafir selama-lamanya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;Dari Baro’ bin Azib berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Kepada orang kafir yang sudah berada di kubur dibukakan suatu pintu yang menghubungkannya dengan Neraka, maka ia akan melihat akan tempat duduknya di Neraka itu sampai hari kiamat.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : azab kubur yang waktunya terbatas. Azab ini di khususkan kepada dosa-dosa yang dikategorikan sebagai ringan dan disesuaikan dengan tingkat kesalahannya. Sehingga ia menjadi pengurang atau penebus azab yang akan menimpanya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Do&#39;a Orang Mukmin.&lt;br /&gt;Do&#39;a dan permohonan ampun dari orang mukmin yang diminta kepada Allah untuk diberikan kepada orang yang berdosa dan melakukan kesalahan. Tak terkecuali yang melakukan dosa itu masih hidup atau sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Do&#39;a seorang Muslim untuk saudaranya sesama Muslim dengan tidak diketahuinya adalah sangat mustajab. Diatas kepalanya diutus seorang malaikat. Setiap kali ia berdo&#39;a dan memohon kepada Allah untuk saudaranya itu suatu permohonan yang baik, maka meng’amin’kannya. Dan sesungguhnya untukmu seperti yang engkau mohonkan untuk saudaramu itu.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim dari Abu Darda’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Hadiah Pahala Untuk Muslim (yang telah meninggal dunia)&lt;br /&gt;Apa yang dihadiahkan seorang Muslim yang masih hidup kepada saudaranya yang telah meninggal dunia. Hadiah tersebut berupa pahala sedekah, haji dan seumpamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama’ sependapat bahawa apabila meninggal dunia seorang Muslim maka ia masih dapat memperoleh manfaat dari orang yang masih hidup lantaran dua perkara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : yang sumbernya dari orang yang mati itu sendiri ketika ia masih hidup seperti amal jariah.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Apabila meninggal dunia seorang anak Adam maka putuslah segala amalannya kecuali tiga iaitu sedekah yang ditinggalkan semasa hidupnya, ilmu yang di manfaatkan dan anak yang soleh yang mendoakan kedua ibu bapanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : do&#39;a kaum muslimin untuknya, pahala sedekah yang di peruntukkan kepadanya, haji dan lainnya. Ada pun pahala dari amal-amal seperti membaca Al-Quran, zikir dan lain-lain menurut Imam Ahmad dan Imam Abu Hanifah boleh sampai kepada si-mati tersebut kalau memang dihadiahkan kepadanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Syafa’at Dari Mereka Yang Berhak Memberi Syafa’at :&lt;br /&gt;Diantara jalan pengampunan yang lain ialah syafa’at dari mereka yang diizinkan Allah untuk memberi syafa’at. Syafa’at untuk meringankan atau membebaskan orang-orang yang harus mendapat siksaan di akhirat nanti. Mereka-mereka yang diberi keistimewaan adalah seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Rasulullah s.a.w. ; Syafa’at untuk meringankan siksa keatas orang-orang tertentu seperti bapa saudara baginda Abu Talib, begitu juga syafa’at baginda ke atas orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar agar boleh dikeluarkan dari Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Diantara syafa’atku ialah untuk orang yang melakukan doas besar dikalangan umatku.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Para Malaikat, para Nabi-nabi dan orang-orang yang beriman ;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :&lt;br /&gt;“…maka para malaikat telah memberi syafa’at, para nabi sudah memberi syafa’at, orang-orang beriman telah pun memberi syafa’at… maka tidak ada lagi kecuali Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kemudian setelah berkata demikian Allah mengambil dengan sekali genggaman-Nya itu dari Neraka orang-orang yang belum pernah berbuat kebaikan sedikitpun…”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, syafa’at hanya berlaku untuk orang-orang yang memang dihatinya ada Tauhid meskipun sebesar atom.Syafa’at tidak berlaku untuk mereka yang memang harus kekal dalam Neraka seperti orang-orang kafir. Maka jika begitu kita mesti berhati-hati jangan sampai terjejas akidah kita kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Ampunan dan Kemaafan Allah s.w.t. diluar Safa’at-Nya.&lt;br /&gt;Ini adalah jalan pengampunan terakhir.Keampunan daripada-Nya yang boleh meringankan atau menghapuskan sama sekali azab yang sepatutnya di terima oleh sesaorang yang melakukan dosa dan kesalahan didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syrik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu (syirik), bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”&lt;br /&gt;(Surah An-Nisaa’ ayat 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang dimuliakan,&lt;br /&gt;Ini adalah jalan pengampunan yang terakhir. Semuanya bergantung kepada kehendak Allah s.w.t..Untuk mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki selain daripada dosa syirik.Adapun mereka yang tidak diampuni dosanya maka mereka terpaksa memasuki Neraka terlebih dahulu untuk membersihkan keimanannya daripada kotoran dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan pengampunan telah dihamparkan di hadapan kita. Terpulang pada kita sejauhmana kita memerlukan pengampunan itu. Sebelum pertanyaan itu diajukan kepada umat Islam sebagai sebuah komuniti justeru ia terlebih dahulu pasti diajukan kepada diri-diri insan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t yang bermaksud ;&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”&lt;br /&gt;(Surah Ali Imran ayat 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note.php?note_id=347791021039&quot;&gt;Catatan Akhi Abu Basyer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/jalan-pengampunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-8215547183612343378</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 14:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-24T07:10:39.942-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>Sifat Api Neraka dan Ahlinya</title><description>Sahabat yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Siapakah mayoritas penghuni Neraka?&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud : &quot;Dan aku melihat ke dalam Neraka, maka aku dapat melihat kebanyakan penghuninya adalah terdiri daripada golongan wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapakah majoriti penghuni Neraka ini adalah wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Rasulullah s.a.w melawat ke dalam Neraka maka baginda s.a.w melihat kebanyakkan penghuninya adalah daripada kalangan wanita. Apakah kesalahan dan dosa yang mereka lakukan sehingga dikatakan menjadi penghuni paling ramai di Neraka. Na’uzubillahiminzalik!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ini disebabkan ramai kaum wanita yang tidak menunaikan hak suami. Mereka tidak berterima kasih di atas pemberian suami dan tidak menjaga kehormatan diri ketika suami tidak ada di rumah. Mereka tidak menutup aurat daripada orang yang bukan muhram dan ramai pula di kalangan mereka keluar dari rumah dengan bermacam-macam perhiasan dan persolekan, memakai minyak wangi dan membiarkan bau wangi itu dicium oleh orang yang bukan mahramnya. Sedangkan dia berhadapan dengan suaminya dengan pakaian yang buruk dan badan yang berbau busuk. Inilah di antara sebab-sebab yang mengakibatkan ramai di kalangan wanita yang akan masuk Neraka.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang dimuliakan,Abul-Laits meriwayatkan dengan sanatnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : &quot;Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : &quot; Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka iaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : &quot;Jibril datang kepada Nabi s.a.w. pada saat yang tiada biasa datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w. : &#39;Mengapa aku melihat kau berubah muka?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya : &#39;Ya Muhammad aku datang kepadamu pada sa&#39;at di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api Neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa Neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi s.a.w. bersabda : &#39;Ya Jibril jelaskan kepadaku sifat Jahannam!&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, &#39;Ya ketika Allah menjadikan Jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli Neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Qur&#39;an itu diletakkan di atas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasan besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potong-potongan api. Api Neraka itu ada mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bertanya : &#39;Apakah pintu-pintu bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya : &quot; Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dari bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu di masukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sampai dipukul oleh para Malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanam ke dalamnya, kemudian Nabi s.a.w bertanya : &#39;Siapakah penduduk masing-masing pintu?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya :&lt;br /&gt;&#39;Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir&#39;aun sedang namanya Alhawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu ketiga, tempat orang-orang Shobi&#39;in bernama Saqar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kelima, orang Yahudi bernama Huthomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu keenam, tempat orang Kristian (Nashara) bernama Sa&#39;ier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga Nabi s.a.w. tanya : &quot;Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya : &#39;Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat&#39;. Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan ketiaka mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi s.a.w bersabda ; &quot;Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam Neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya ; &#39;Ya , yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.&#39;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang dihormati,Marilah sama-sama kita insaf dan bertaubat kepada Allah s.w.t. Jauhkanlah diri kita daripada perbuatan dan amalan yang akan menjerumuskan kita kedalam api Neraka yang amat dahsyat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, wahai saudaraku sekelian, marilah sama-sama kita selamatkan diri kita, ahli keluarga, jiran tetangga, sahabat handai, saudara mara dan masyarakat kita. Dengan mengajak mereka untuk kembali mengambil Islam sebagai cara hidup. Hanya Islam agama yang diredhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami dan ayah perlulah kita mendidik isteri dan anak -anak perempuan kita dengan tarbiyah kerana wanita itu akalnya senipis rambutnya. Dijadikan wanita itu daripada tulang rusuk yang bengkok, untuk luruskannya perlu kepada lelaki yang beriman kepada Allah. Dari itu didiklah mereka dengan tarbiyah Islamiyyah secara yang berhikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihanilah mereka, tanpa lelaki yang beriman tidak mungkin akan melahirkan wanita yang solehah. Akal wanita senipis rambutnya, tebalkan dia dengan ilmu agama. Hatinya serapuh kaca, kuatkan dia dengan iman dan takwa kepada Allah. Perasaannya selembut sutera, hiasilah dengan akhlak mulia. Jangan jinakkan wanita dengan harta kerana nanti mereka akan semakin liar. Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan kerana nanti mereka akan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkan mereka dengan Zat Allah yang kekal, disitulah punca kekuatan dunia. Suburkan mereka dengan nikmat iman dan Islam kerana dari situlah nantinya mereka akan lihat nilaian dan keadilan Rabb, Tuhan sekalian alam. Bisikan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan kelemahan dan ianya bukan diskriminasi Allah, sebaliknya disitulah kasih sayang Allah. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mereka tidak akan lurus, malah akan semakin bengkok. Itulah hakikatnya seandainya mereka tidak kenal Allah. Bila wanita menjadi derhaka pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara. Jinakkan diri mereka untuk mentaati Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150174774630551&amp;amp;h=6293d34455db504c9a04a5aff5270144&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fnotes%2Fabu-basyer%2Fsifat-api-neraka-dan-ahlinya%2F452829736039&quot;&gt;Catatan Akhi Abu Basyer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shared By Catatan Catatan Islami Pages&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/sifat-api-neraka-dan-ahlinya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-1470274395965277729</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 11:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-24T04:57:41.481-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>Kematian Sangatlah Dekat Dengan Kita</title><description>Bismillahirrohmanirrohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi manusia meninggal dunia (tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 - 70 tahun (mayoritas)&lt;br /&gt;pukul rata manusia meninggal dunia antara usia kurang lebih 65 tahun beruntung yang di berikan umur panjang dan di manfaatkan sisa umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baligh = Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki Baligh kurang lebih 15 tahun&lt;br /&gt;Wanita Baligh kurang lebih 12 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus :&lt;br /&gt;MATI-BALIGH = Sisa USIA ???? ... 65-15 = 50 tahun&lt;br /&gt;Lalu 50 tahun ini di gunakan untuk apa saja ?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;12 jam siang hari&lt;br /&gt;12 jam malam hari... 4 jam satuhari satumalam&lt;br /&gt;Mari kita tela?ah bersama.&lt;br /&gt;Waktu kita tidur kurang lebih 8 jam/hari&lt;br /&gt;dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam = 146000 jam = 16 tahun, 7 bulan.&lt;br /&gt;di bulatkan jadi 17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis digunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari = 25 tahun habis tertidur,!!! Hati-hati dengan penyakit TUMOR.??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aktivitas di siang hari kurang lebih 12 jam&lt;br /&gt;dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas : 18250 hari x 12 jam = 219000 jam = 25 tahun.&lt;br /&gt;Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercinta.. ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling,??&lt;br /&gt;dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tidak bisa disamaratakan satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aktivitas santai atau rilexsasi kurang lebih 4 jam.&lt;br /&gt;dalam 50 tahun waktu yang dipakai rilexsasi 18250 hari x 4 jam = 73000 jam = 8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi relaxsasi biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung dibuai khayalan.???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus..Plos/Balance.&lt;br /&gt;Tidur??Ngelembur??Nganggur&lt;br /&gt;Lalu kapan Ibadahnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepa-Nya, karena satu yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut datang menjemput tak pernah bersahut.&lt;br /&gt;Malaikat datang menuntut untuk menrenggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak kuasa untuk berbicara...&lt;br /&gt;Tuhan Maha Kuasa atas Syurga dan Neraka.???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar!! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijasah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar!! bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang orang menolak di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah kita membaca Bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?&lt;br /&gt;pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan Ibadahnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh, mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup.?!&lt;br /&gt;karena kita pikir, Sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu Syurga??? Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita.!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa sholat kita dalam 50 tahun?&lt;br /&gt;1x sholat = kurang lebih 10 menit?... 5x sholat kurang lebih 1 jam.&lt;br /&gt;Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat = 18250 hari x 1 jam = 18250 jam = 2 tahun.&lt;br /&gt;ini dengan asumsi semua sholat kita diterima Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat???&lt;br /&gt;2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita..??? itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan dosa-dosa kita selama 50 tahun, dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap Orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika dari logikanya:&lt;br /&gt;Bukan suatu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.&lt;br /&gt;Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt;Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir begitu cepat, isilah dengan sesuatu yang bermanfaat, Jangan tunda-tunda lagi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat Malaikat Maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja, kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir.!! Apakah kita siap menyambut Malaikat Maut kapan saja dimana saja???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4160058&quot;&gt;kaskus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/kematian-sangatlah-dekat-dengan-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-5311873464592560445</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-24T01:00:06.100-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ahlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Mendidik Anak</title><description>1. Muliakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri.(Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berikan anak anda pelukkan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan orang di sekitarnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah atau pun sekurang-kurangnya senyuman untuksetiap kebaikan yang dilakukannya). &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;5. Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka membuatkan mereka ingin mengalami setiap perkara termasuklah berbuat silap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga, pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah anda mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengarkan lagi pada masa akan datang. (Tunggu giliran anda untuk bercakap. Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut hari jadinya. Sediakanlah hadiah harijadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak-anak yang datang dari lingkungan keluarga yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Hindari dari membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rusak. Mintalah ijin mereka terlebih dahulu sebelum berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Terimalah yang kadang kala anda bukanlah ibubapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Jangan selalu membawa bebanan kerja sehari-hari ke rumah. Anak-anak akan belajar bahwa pekerjaan selalu lebih penting daripada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect saja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Anak-anak juga mempunyai perasaan seperti anda. &lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&quot; (QS. At Tahrim: 6 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rosululloh SAW bersabda :&lt;br /&gt;    &quot;Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo&#39;akannya.&quot; (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ibarat kain yang putih tergantung pada anda untuk mewarnainya...&lt;br /&gt;semuanya di tangan anda ..&lt;br /&gt;Fikirkanlah....&lt;br /&gt;Nampak mudah tapi bermakna.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga yang pendek ini bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150173542280551&amp;h=0c1c0a4171b0fc2a1a96402f6bcbfa7e&amp;url=http%3A%2F%2Ftazkirah-umum.blogspot.com&quot;&gt;Tazkirah umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Edited And Shared By Catatan Catatan Islami Pages&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/mendidik-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2998995456562708665</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 06:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T23:28:12.040-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ahlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Noda Yang Menghancurkan Ibadah</title><description>Banyak orang beranggapan bahwa kualitas ibadah hanya ditentukan oleh syarat, rukun, dan kekhusyukan dalam pelaksanaannya. Misalnya, sholat yang berkualitas adalah yang didahului oleh wudhu yang betul, suci pakaian dan tempatnya, serta khusyuk dalam melakukan setiap rukunnya. Demikian pula dengan ibadah-ibadah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad bin Abi Waqqash RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang rahasia agar ibadah dan doa-doanya cepat dikabulkan. Rasulullah SAW tidak mengajari Sa&#39;ad tentang syarat, rukun, ataupun kekhusyukan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah SAW mengatakan, &quot;Perbaikilah apa yang kamu makan, hai Sa&#39;ad.&quot; (HR Thabrani).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ada teguran yang hendak disampaikan Rasulullah SAW lewat hadist di atas. Yaitu, bahwa kebanyakan manusia cenderung memperhatikan &#39;kulit luar&#39;, tapi lupa akan hal-hal yang lebih penting dan fundamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim pasti mengetahui bahwa sholat atau haji mesti dilakukan dengan pakaian yang suci. Pakaian yang kotor akan menyebabkan ibadah tersebut tidak sah atau ditolak. Namun, betapa banyak di antara kaum Muslim yang lupa dan lalai bahwa makanan yang diperolehi dari cara-cara yang kotor juga akan berakhir dengan ditolaknya ibadah dan munajat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah SAW telah mengingatkan, &quot;Demi Zat Yang menguasai diriku, jika seseorang memakan harta yang haram, maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari.&quot; (HR Thabrani).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain yang dinukil Ibnu Rajab al-Hanbali, Rasulullah SAW bersabda, &quot;Barangsiapa yang di dalam tubuhnya terdapat bagian yang tumbuh dari harta yang tidak halal, maka nerakalah tempat yang layak baginya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah terlihat dengan jelas, hubungan antara kualitas ibadah dan sumber penghasilan. Bahkan, karena ingin memastikan bahwa semua yang dimakan berasal dari sumber yang halal, para Nabi dan Rasul menekuni suatu pekerjaan secara langsung untuk menghidupi diri dan keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Daud a.s adalah seorang penempa besi dan penjahit, Nabi Zakaria a.s seorang tukang kayu, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang, dan seterusnya. Demikian pula dengan para sahabat yang mulia; mayoritas kaum Muhajirin berkerja sebagai pedagang, sementara kaum Ansar mengendalikan hidupnya dari pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, ketika seseorang bergelimang dengan harta yang haram, dan dia menafkahi keluarganya dengan harta tersebut, sebenarnya ia tidak hanya menodai ibadahnya sendiri. Tapi, juga menodai ibadah dan masa depan anak-isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Seperti komentar Syekh &#39;Athiyah dalam Syarh al-Arbain an-Nawawiyah, &quot;Orang tua seperti itu secara sengaja membuat ibadah dan doa anak-anaknya tertolak. Sebab, ia menjadikan tubuh mereka tumbuh dari harta yang haram.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wa Allahu a&#39;lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Artikel* : KCB Yahoo groups, Abdullah Hakam Shah MA, republik&lt;br /&gt;saduran : &lt;a href=&quot;www.iluvislam.com&quot;&gt;www.iluvislam.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/noda-yang-menghancurkan-ibadah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2074594127272302116</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T23:07:17.476-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hikmah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><title>Bagian Tubuh Yang Paling Berarti</title><description>Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menerka dengan jawaban yang aku anggap benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Telinga, Bu.&quot; Jawab Ibuku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.&quot;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dia memandangku dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah karena Banyak orang yang buta.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku mengingatinya karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya padaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar &quot;hidup&quot;. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata. Dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?&quot; Ibu membalas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bukan, tapi kerana bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila-bila pun kamu memerlukannya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dari sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan kecintaan, kasih sayang, dan bahu-membahu kaum mukminin bak satu tubuh, bila ada anggota tubuh itu yang menderita, niscaya anggota tubuh lainnya akan sama-sama merasakan susah tidur dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...&lt;br /&gt;Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...&lt;br /&gt;Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Source :&lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-style: italic;&quot; href=&quot;http://www.iluvislam.com/&quot;&gt;www.iluvislam.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Edited and Shared By Catatan Catatan Islami Pages&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/bagian-tubuh-yang-paling-berarti.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-4004830516980329977</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 04:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T21:35:00.025-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>Enam Pertanyaan Imam Ghazali</title><description>1. Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?&lt;br /&gt;   2. Apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia ?&lt;br /&gt;   3. Apakah yang paling besar di dunia ?&lt;br /&gt;   4. Apakah yang paling berat di dunia ?&lt;br /&gt;   5. Apakah yang paling ringan di dunia ?&lt;br /&gt;   6. Apakah yang paling tajam di dunia ?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Imam Ghazali berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;PERTAMA :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :&quot;Orang tua, guru, kawan dan sahabat&quot;. Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberikan adalah benar tetapi jawapan yang paling tepat sekali bagi soalan ini ialah &#39;MATI&#39;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Firman Alah s.w.t yang bermaksud :&lt;br /&gt;    “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [ QS Ali &#39;Imran : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;KEDUA :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :&quot; negara China, bulan, matahari dan bintang&quot;. Lalu Imam Ghazali menegaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah betul tetapi yang paling betul ialah &#39;MASA LALU&#39;. Walau dengan apa cara sekali pun kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga hari ini dan hari mendatang dengan amalan soleh agar kita tidak sesal di kemudian hari nanti.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;KETIGA :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya tentang apakah yang paling besar di dunia ini lalu muridnya menjawab: &quot; Gunung, bumi, matahari&quot;. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah tepat tetapi yang paling tepat ialah &#39;NAFSU&#39;. Maka kita mesti berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu mengheret kita ke neraka jahanam.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Firman Alah s.w.t yang bermaksud :&lt;br /&gt;    “ Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai ”.[QS AlA’raf : 179]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;KEEMPAT :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya tentang apakah yang paling berat di dunia lalu muridnya menjawab :&quot; besi, gajah&quot;. Imam Ghazali mengatakan bahawa semua jawapan adalah benar tetapi yang paling benar ialah &#39;MENANGGUNG AMANAH&#39;. Segala tumbuhan, binatang, gunung ganang tidak sanggup memikul amanah tetapi manusia sanggup memikulnya ketika Allah meminta untuk memikul amanah khalifah di bumi. Manusia ramai yang rosak dan binasa kerana tidak mampu memikul amanah dengan baik akibat kecuaian dan kedegilan mereka dalam mengikut lunas yang telah ditetapkan oleh syarak.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;KELIMA :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya tentang apakah yang paling ringan di dunia lalu muridnya menjawab :&quot; Kapas, angin, debu dan awan&quot;. Imam Ghazali menyatakan bahawa semua jawapan yang diberi adalah benar tetapi yang paling benar ialah &#39;MENINGGALKAN SEMBAYANG&#39; kerana manusia sering mempermudah dan meringankan sembahyang disebabkan terlalu mementingkan urusan dunia.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Firman Alah s.w.t yang bermaksud :&lt;br /&gt;    “ Maka dirikanlan solat. Sesungguhnya solat itu suatu kewajipan yang ditentukan waktunya ke atas orang-orang mukmin “. [QS.An-Nisa : 103]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;KEENAM :&lt;br /&gt;    Beliau bertanya tentang apakah yang paling tajam di dunia lalu muridnya menjawab:&#39;&#39;Pedang&quot;. Imam Ghazali mengatakan bahawa jawapan itu adalah betul tetapi yang paling betul ialah&#39;LIDAH MANUSIA&#39; di mana disebabkan lidah maka manusia suka menyakiti dan melukai perasaan orang lain sehingga berlakunya perbalahan dan perpecahan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Source : www.iluvislam.com&lt;br /&gt;oleh: wardah_afifah&lt;br /&gt;Shared and Edited By Catatan Catatan Islami Pages&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/enam-pertanyaan-imam-ghazali.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-3763847681903374849</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 04:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T21:23:51.900-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ahlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>9 Pemubaziran Yang Sering Dilakukan Manusia</title><description>Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan ada 9 pemubaziran yang sering dilakukan manusia yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mubazir jika tidak diamalkan untuk jalan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Amalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mubazir jika dilakukan tidak dengan hati yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kekayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mubazir jika dibelanjakan pada perkara yang tidak bermanfaat dan tidak di Ridhoi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mubazir jika kosong daripada kasih kepada Allah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;    &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tubuh badan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mubazir jika tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mubazir jika dicurahkan kepada selain Allah atau melebihi cinta kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Masa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mubazir jika tidak diurus sebaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mubazir jika tidak memikirkan sesuatu yang bermakna kepada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Zikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mubazir jika tidak memberi kesan kepada hati. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu&#39;alam. semuga Allah s.w.t memberi kekuatan untuk kita amalkan.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150173028705551&amp;h=a89e1dda7bea84718cde7fe18c2031f7&amp;url=http%3A%2F%2Ftazkirah-umum.blogspot.com&quot;&gt;Tazkirah umum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shared By Catatan Catatan Islami Pages &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/9-pemubaziran-yang-sering-dilakukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-2665763817852305630</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T21:03:38.414-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Personality</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wacana islam</category><title>Merapikan Shaf dalam Shalat Berjama&#39;ah</title><description>Shaf, adalah barisan kaum muslimin dalam sholat berjamaah. Salah satu kesempurnaan sholat berjama’ah adalah tergantung pada kesempurnaan shaf. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat menganjurkan serta menjaga kerapian dan kesempurnaan shaf. Sedemikian pentingnya hal ini sehingga beliau tidak akan memulai sholat jama’ah jika shaf-shaf para shahabat Radhiyallahu ‘Anhu belum tersusun rapi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam sebuah hadis dari Bara’ bin Azib Ra., dia telah berkata: “Rasulullah biasa meneliti celah-celah shaf dari satu sisi ke sisi lainnya. Beliau mengusap dada-dada dan bahu-bahu kami seraya bersabda: “Janganlah kamu berselisih karena hal itu dapat menyebabkan hati kamu berselisih juga. Dan beliau bersabda lagi: “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla dan para malaikat-Nya memberikan rahmat kepada shaf-shaf yang paling depan” (HR. Imam Abu Dawud).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan hadis di atas teranglah bagi kita bahwa merapikan shaf itu dengan merapatkan bahu, yakni menghilangkan celah-celah antara bahu dengan bahu, sehingga rapat satu dengan yang lainnya seumpama tembok yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, ada segelintir umat Islam yang berfaham bahwa merapikan shaf adalah dengan merapatkan kaki-kaki, dan bukan bahu. Untuk itu, mereka mengangkangkan kaki-kaki mereka lebar-lebar agar mata kaki mereka merapat satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak pernah diajarkan nabi kepada kita. Tidak ada dikatakan di dalam hadis bahwa  sebelum memulai sholat berjama’ah, nabi memeriksa shaf-shaf seraya mengusap-usap tumit dan mata kaki para shahabat. Tetapi yang ada di dalam hadis-hadis adalah nabi mengusap dan meratakan bahu serta dada para shahabat, bukan tumit dan bukan pula mata kaki!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, jika posisi kaki yang dilebarkan,  kemudian dirapatkan antara sesama mata kaki, maka menjadi rengganglah bahu-bahu para jama’ah antara satu dengan yang lainnya. Dengan demikian menjadi berselisihlah para individu yang ada dalam shaf-shaf  itu satu dengan lainnya.  Hal ini justru sangat dilarang oleh nabi Muhammad junjungan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Luruskanlah shaf-shaf kamu dan sejajarkanlah bahu-bahu kamu, bersikap lemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kamu, serta rapatkanlah celah-celah yang kosong, karena sesungguhnya syaitan menyusup di antara kamu seperti seekor anak kambing kecil” (HR. Ahmad dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan hadis di atas sangat nyata bagi kita bahwa menyempurnakan shaf adalah dengan meluruskan dan merapatkan bahu serta menutup celah-celah yang terbuka. Para ulama mengajarkan kepada kita agar shaf menjadi rapat dan sempurna, maka kaki tidak boleh dibuka lebar-lebar, karena dapat menyebabkan renggangnya bahu. Yang paling baik adalah dengan membuka kaki sekitar satu jengkal saja. Dengan demikian lebar kaki akan sejajar dengan lebar bahu, sehingga dengan demikian menjadi rapatlah kaki-kaki jama&#39;ah sebagaimana rapatnya bahu-bahu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ‘Aini dalam kitabnya Sarah Sunan Abu Dawud, Jilid III, halaman 217,  menjelaskan sabda nabi: “Bersikap lemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kamu”. Maksudnya adalah bila seseorang datang dan masuk ke dalam shaf sebaiknya masing-masing orang melembutkan dan melenturkan kedua bahunya sehingga orang yang baru masuk ke dalam shaf tersebut dapat dengan mudah dan nyaman mengikuti sholat berjama&#39;ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan di atas membuktikan bahwa sholat berjama&#39;ah itu dilakukan dengan lembut dan lentur tidak berdiri kokoh kaku dan tegap seperti robot besi. Perilaku sholat seperti ini buruk adanya. Dan, tidak dapat dipungkiri bahwa akhir-akhir ini sudah terlihat banyak juga orang yang sholat seperti robot itu, tegak, kaku, keras dengan kaki mengangkang lebar. Semoga Allah menunjuki mereka……. Amin…….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,  ada banyak hadis nabi yang memerintahkan kita untuk merebut shaf pertama karena besarnya rahmat Allah yang tercurah pada shaf pertama dalam sholat berjama&#39;ah. Di antaranya hadis dari Irbath bin Syariah Radhiyallahu ‘Anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa berdoa memohonkan ampun untuk shaf pertama sebanyak tiga kali, dan untuk shaf kedua, beliau memohonkan ampun sebanyak satu kali saja(HR. Ibnu Majah, Ahmad dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf yang pertama dan shaf yang terburuk bagi laki-laki adalah yang terakhir, sedangkan bagi perempuan shaf yang terbaik adalah shaf yang terakhir, dan yang paling buruk bagi perempuan adalah shaf yang pertama.” (H.R. Muslim, Bab Meluruskan Shaf, nomor 985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sholat berjamaah sangat penting untuk menjaga agar shaf tidak terputus. Dengan demikian jika ada celah yang merenggang ketika sholat berjama’ah sedang berlangsung,  disunnahkan bagi kita untuk bergeser sedikit untuk merapatkan shaf yang merenggang itu. Bergeser merapatkan shaf adalah mengarah ke tengah tempat imam berdiri. Orang yang melakukan amalan untuk menutup celah yang muncul saat shalat berjama&#39;ah akan diberi pahala dan diberi rahmat kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sesuai dengan sabda nabi: “Barangsiapa mengisi celah dalam shaf sholat berjama&#39;ah, maka diampuni Allah dosa-dosanya”. (HR. Al Bazar, Hasan Shohih, Majmu’ Azzawaid, Jilid II, Halaman 251).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menyambung shaf maka Allah akan menyambung hubungan kasih sayang kepadanya dan barangsiapa memutuskan shaf, maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis lain lagi dari Abdullah bin Umar dia berkata Rasulullah telah bersabda: “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang paling lembut bahunya dalam sholat berjamaah. Dan tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya dari pada langkah yang diayunkan seorang lelaki menuju celah yang terdapat pada sebuah shaf,  kemudian orang itu menutup celah tersebut” (HR. Al Bazar dan Thabrani, Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menjelaskan betapa dalam sholat berjama&#39;ah umat Islam diperintahkan oleh nabi untuk melembutkan bahunya, bukan sebaliknya malah mengeraskan bahu dan mengokohkan kaki lebar-lebar seperti robot besi yang kaku. Hadis di atas juga menjelaskan boleh melangkah sedikit untuk menutup celah yang muncul dalam shaf sholat berjamaah. Imam Syafi’i masih mengizinkan menggerakkan anggota tubuh yang besar asal jangan sampai tiga kali berturut-turut. Menggerakkan dengan sengaja anggota tubuh yang besar tiga kali berturut-turut dapat membatalkan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang batal wudhu’ dan sholatnya karena berhadas kecil ketika sedang mengerjakan sholat berjamaah, disunatkan duduk pada tempat sholatnya dan tidak menerjang shaf-shaf kaum muslimin, yang sedang berjama’ah bersamanya. Orang itu tidak dihitung memutuskan shaf walau terhenti dari sholatnya dan duduk di tempat sholatnya itu, sementara jama’ah lain terus menyelesaikan sholat mereka. Alam hal ini, seolah-olah orang yang batal sholatnya itu dianggap sebagai tiang dalam masjid tersebut. Bagaimanapun seorang muslim yang berhadas kecil tidaklah najis keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya jika sholat berjama&#39;ah telah selesai dilaksanakan, maka orang yang berhadas itu dapat segera berwudhu’ lagi, untuk kemudian mengulangi sholatnya yang batal tadi secara sendirian. Adapun pahala yang akan diterimanya tetap sebesar 27 derajat karena dia dianggap tetap dalam jamaah, walaupun pada kenyataannya dia terluput dari sholat jama&#39;ahnya sebab hadas kecil yang menerpa dirinya itu. Hal ini telah pun ditegaskan oleh nabi dalam beberapa hadis yang shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishawab &lt;br /&gt;sumber :&lt;a href=&quot;http://tengkuzulkarnain.net/&quot;&gt;http://tengkuzulkarnain.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/merapikan-shaf-dalam-shalat-berjamaah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5717988019244591645.post-6228509882139318148</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-23T21:01:59.065-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perspektif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Islam</category><title>BERCERMIN DIRI</title><description>&lt;blockquote&gt;Tatkala kudatangi sebuah CERMIN,&lt;br /&gt;Tampaklah sosok yang sudah sangat lama kukenal&lt;br /&gt;dan sangat sering kulihat.&lt;br /&gt;Namun aneh…&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya :&lt;br /&gt;Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya&lt;br /&gt;Dan bersinar indah di Surga sana?&lt;br /&gt;Ataukah wajah ini yang hangus legam di Neraka Jahanam?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya :&lt;br /&gt;Mata inikah yang akan menatap Allah..&lt;br /&gt;Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah kelak?&lt;br /&gt;Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, terburai menatap neraka jahanam?&lt;br /&gt;Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?&lt;br /&gt;Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tatkala kutatap MULUT..&lt;br /&gt;Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan&lt;br /&gt;Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput?&lt;br /&gt;Ataukah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur,&lt;br /&gt;dengan lengkingan jerit pilu …&lt;br /&gt;yang mencopot sendi-sendi setiap yang mendengar?&lt;br /&gt;Ataukah mulut ini jadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir,&lt;br /&gt;penghangus dan penghancur setiap usus?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apakah gerangan yang engkau ucapkan&lt;br /&gt;Wahai mulut yang malang?&lt;br /&gt;Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?&lt;br /&gt;Berapa banyak hati yang remuk …&lt;br /&gt;Dengan sayatan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?&lt;br /&gt;Berapa banyak kata-kata semanis madu…&lt;br /&gt;Yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?&lt;br /&gt;Berapa sering engkau berkata jujur?&lt;br /&gt;Berapa langkanya engkau dengan syahdu&lt;br /&gt;memohon agar Allah mengampunimu?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tatkala kutatap TUBUHku, apakah tubuh ini…&lt;br /&gt;Yang kelak menyala penuh cahaya bersinar…&lt;br /&gt;Bersuka cita dan bercengkrama disurga?&lt;br /&gt;Ataukah tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih…&lt;br /&gt;Dalam lahar neraka jahanam,&lt;br /&gt;Terpasung tanpa ampun,&lt;br /&gt;Menderita yang tak akan pernah berakhir?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan?&lt;br /&gt;Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?&lt;br /&gt;Berapa banyak hamba-hamba yang lemah…&lt;br /&gt;Yang engkau tindas dengan kekuatanmu?&lt;br /&gt;Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan- tanpa peduli,&lt;br /&gt;Padahal engkau mampu?&lt;br /&gt;Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ketika kutatap hai tubuh,&lt;br /&gt;Seperti apakah gerangan isi HATImu?&lt;br /&gt;Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?&lt;br /&gt;Ataukah sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu?&lt;br /&gt;Apakah hatimu segagah ototmu.&lt;br /&gt;Ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok?&lt;br /&gt;Apakah hatimu seindah penampilanmu,&lt;br /&gt;Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Betapa beda....&lt;br /&gt;Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...&lt;br /&gt;Aku telah tertipu oleh TOPENG yang selama ini tampak&lt;br /&gt;Betapa banyak pujian yang terhampar hanyalah memuji topeng&lt;br /&gt;Sedangkan aku.... hanyalah seonggok sampah yang terbungkus&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Aku tertipu...&lt;br /&gt;Aku malu Ya Allah...&lt;br /&gt;Ya Allah... selamatkan aku....&lt;br /&gt;Amin...Ya Rabbil &#39;alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;( Abdullah Gymnastiar dalam buku Ir. Permadi Alibasyah &quot; Sentuhan kalbu&quot;)&lt;br /&gt;=BC/01/09/09=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sumber saduran : &lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/#!/?page=1&amp;sk=messages&amp;tid=1456686463979&quot;&gt;KATA-KATA HIKMAH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://sketsainfo.blogspot.com/2010/05/bercermin-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>