<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>SKRIPSI | ARTIKEL | MAKALAH </title><description>Download skripsi, Skripsi Kesehatan, Skripsi Ekonomi, Skripsi Bahasa dan Sastra, Skripsi Ilmu Komputer, Tugas Akhir Ekonomi, Tugas Akhir Kesehatan Masyarakat, Tugas Akhir Ilmu Komputer, Makalah Ekonomi, Makalah Kesehatan, Makalah Ilmu Komputer, Makalah Agama, Makalah Bahasa dan Sastra, Artikel Ekonomi, Artikel Kesehatan, Artikel Komputer, Artikel Agama, Artikel Bahasa dan Sastra</description><managingEditor>noreply@blogger.com (ndya_p)</managingEditor><pubDate>Fri, 31 Jul 2026 10:07:05 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">114</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Download skripsi, Skripsi Kesehatan, Skripsi Ekonomi, Skripsi Bahasa dan Sastra, Skripsi Ilmu Komputer, Tugas Akhir Ekonomi, Tugas Akhir Kesehatan Masyarakat, Tugas Akhir Ilmu Komputer, Makalah Ekonomi, Makalah Kesehatan, Makalah Ilmu Komputer, Makalah Ag</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Attention</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/10/attention.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 5 Oct 2010 13:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-7840098887575887997</guid><description>Hello&lt;p&gt;My Names are Mr Liu Tai Ling, I have a business bequest for you to handle with me, kindly indicate your interest along with your names, contact address, age, occupation and telephone number for further details. email: &lt;a href="mailto:lingtai25@yahoo.com.hk"&gt;lingtai25@yahoo.com.hk&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Sincerely&lt;br&gt;Liu&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bu mesaj ve onunla iletilen tum ekler gonderildigi kisi ya da kuruma ozel, gizlilik yukumlulugu tasiyor olabilir. Bu mesaj, hicbir sekilde, herhangi bir amac icin cogaltilamaz, yayinlanamaz ve para karsiligi satilamaz; mesajin yetkili alicisi veya alicisina iletmekten sorumlu kisi degilseniz, mesaj icerigini ya da eklerini kopyalamayiniz, yayinlamayiniz, baska kisilere yonlendirmeyiniz ve mesaji gonderen kisiyi derhal uyararak bu mesaji siliniz. Bu mesajin bilinen viruslere karsi kontrolleri yapilmistir. ISTANBUL UNIVERSITESI &lt;a href="http://www.istanbul.edu.tr"&gt;http://www.istanbul.edu.tr&lt;/a&gt; This message (including any attachments) is intended only for the use of the individual or entity to which it is addressed and may contain information that is non-public, proprietary,privileged, confidential, and exempt from disclosure under applicable law or may constitute as attorney work product.If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, dissemination, distribution, or copying of this communication is strictly prohibited. If you have received this communication in error, notify us immediately by telephone and (i) destroy this message if a facsimile or (ii) delete this message immediately if this is an electronic communication. ISTANBUL UNIVERSITY &lt;a href="http://www.istanbul.edu.tr"&gt;http://www.istanbul.edu.tr&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Ketahanan Ekonomi Indonesia Dalam Aspek Nasional</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/08/ketahanan-ekonomi-indonesia-dalam-aspek.html</link><category>Ekonomi</category><category>Makalah</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Thu, 12 Aug 2010 17:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-676211472740175020</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ketahanan Ekonomi Indonesia Dalam Aspek Nasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.1 Terminologi Ketahanan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/08/makalah-ketahanan-ekonomi-nasional.html"&gt;&lt;b&gt;Ketahanan Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsu-ngan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.2 Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2008 adalah tahun yang kelam bagi &lt;b&gt;sejarah perekonomian dunia&lt;/b&gt;. Krisis global yang melanda membuat perekonomian di sebagian besar negara di seluruh dunia terpuruk. Negara-negara besar seperti Amerika, Inggris, China, India, dan India pun terseret dalam krisis ini. Indonesia pun mau tak mau juga terkena imbas dari krisis global. Walaupun dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap perekonomian kita, namun perekonomian Indonesia juga sempat terpuruk. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika nilai tukar rupiah turun sampai Rp 12.100/US$, Saham IHSG yang merosot hingga 51,17%, harga BBM yang naik, pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan, serta dampak-dampak yang lainnya. Nah, pada momen inilah ketahanan ekonomi Indonesia diuji. Lalu bagaimanakah indonesia dapat bertahan dari krisis global ini? Langkah-langkah apa saja yang diambil oleh pemerintah untuk meredam dampak krisis ini? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.1 Kronologi Krisis Global 2008 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis Global yang terjadi sekitar tahun 2008 berawal dari permasalahan kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime mortgage default) di Amerika Serikat (AS), krisis kemudian menggelembung merusak sistem perbankan bukan hanya di AS namun meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan effect domino terhadap solvabilitas dan likuiditas lembaga-lembaga keuangan di negara negara tersebut, yang antara lain menyebabkan kebangkrutan ratusan bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Krisis kemudian merambat ke belahan Asia terutama negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Singapura, Hongkong, Malaysia, Thailand termasuk Indonesia yang kebetulan sudah lama memiliki surat-surat beharga perusahaan-perusahaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai kritik para ahli, bahwa problem tersebut dipicu maraknya penggelembungan harga perumahan di AS yang didorong kebijakan-kebijakan Bank Sentral Amerika (the Fed) yang kurang pruden untuk menstabilkan sistem keuangan sejak bertahun-tahun. Kondisi ini didorong oleh keinginan untuk memelihara permintaan properti perumahan agar tetap tinggi, maka bank-bank di Amerika Serikat banyak mengucurkan kredit perumahan terutama bagi kalangan berpenghasilan rendah yang tidak memiliki kapasitas keuangan yang memadai (ninja loan yaitu pinjaman terhadap nasabah yang no income, no job, &amp;amp; no asset). Kredit perumahan ini kemudian disekuritisasi secara hibrid agar lebih menarik bagi investor yang terdiri dari bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Celakanya, banyak kredit tak terbayar dalam jumlah besar dan merata. Akibatnya, bank-bank kesulitan untuk membayar dan investor dengan cepat menarik dananya dari produk-produk perbankan disaat harga masih tinggi sehingga hal ini memacetkan perputaran uang di pasar hipotik. Hal ini menyebabkan pula struktur pasar uang yang produknya saling terkait satu sama lain menjadi terganggu. Termasuk juga jaminan obligasi utang (collaterlaised debt obligation/CDO) sebagai bentuk investasi kolektif dari sub-prime mortgage.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.2 Dampak Krisis Terhadap Perekonomian Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Dampak terhadap Perbankan&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pasar Surat Utang Negara (SUN) mengalami tekanan hebat tercermin dari penurunan harga SUN atau kenaikan yield SUN secara tajam yakni dari rata-rata sekitar 10% sebelum krisis menjadi 17,1% pada tanggal 20 November 2008; (catatan: setiap 1% kenaikan yield SUN akan menambah beban biaya bunga SUN sebesar Rp1,4 Triliun di APBN)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Credit Default Swap (CDS) Indonesia mengalami peningkatan secara tajam yakni dari sekitar 250 bps awal tahun 2008 menjadi diatas 980 bps pada bulan November 2008. Hal ini menunjukkan bahwa pasar menilai country risk Indonesia yang tinggi pada saat itu;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banking Pressure Index (dikeluarkan oleh Danareksa Research Institute) dan Financial Stability Index (dikeluarkan oleh BI) yang sudah memasuki dalam ambang batas kritis. Banking Pressure Index per Oktober 2008 sebesar 0,9 atau lebih tinggi dari ambang normal 0,5. Sementara itu, Financial Stability Index per November 2008 sebesar 2,43 atau di atas angka indikatif maksimum 2,0. Ini menunjukkan bahwa sistem perbankan dan sistem keuangan domestik dalam keadaan genting. Semakin tinggi nilai BPI (positif), semakin vulnerable sistem perbankan negara yang bersangkutan;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Dampak terhadap Bursa Saham&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bursa saham Indonesia juga mengalami penurunan indeks yang signifikan, sampai melebihi 51,17%, sehingga memaksa Otoritas Bursa untuk melakukan penghentian perdagangan selama 3 hari untuk mencegah lebih terpuruknya bursa akibat sentimen negatif. Untuk memitigasi kemungkinan lebih terpuruknya indeks yang tidak mencerminkan fundamental perusahaan, maka telah diambil berbagai langkah antar lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Dampak terhadap Nilai Tukar dan Inflasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak krisis keuangan jelas terlihat pada nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap dolar AS bahkan sempat mencapai RP 12.600/USD pada minggu kedua November 2008. Hal ini lebih dikarenakan adanya aliran keluar modal asing akibat kepanikan yang berlebihan terhadap krisis keuangan global.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak sejenis juga akan terjadi pada inflasi. Karena melemahnya Rupiah terhadap USD, maka harga barang-barang juga akan terimbas untuk naik, karena Indonesia masih mengimpor banyak kebutuhan termasuk tepung dan kedelai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Dampak terhadap Ekspor dan Impor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis keuangan global ini sudah pasti akan sangat berdampak kepada ekspor Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor, bukan hanya ke AS. Selama 5 tahun terakhir ini, ekspor Indonesia ke Amerika menempati urutan ke-2 setelah Jepang dengan kisaran masing-masing 12% – 15%. Selain itu, negara-negara importir produk Indonesia pada urutan ke-3 s.d. 10 (Singapura, RRC, India, Malaysia, Korsel, Belanda, Thailand, Taiwan) menyumbang sekitar 45% dari total ekspor Indonesia. Dari informasi tersebut, hampir dapat dipastikan bahwa keseluruhan negara-negara tersebut sedang mengalami dampak krisis keuangan global yang berakibat pada perlambatan ekonomi di setiap negara. Lebih lanjut hal ini akan mengakibatkan penurunan kemampuan membeli atau bahkan membayar produk ekspor yang dihasilkan Indonesia, sehingga pada akhirnya akan memukul industri yang berorientasi ekspor di Indonesia. Hal ini sudah terkemuka di publik melalui media massa, terutama untuk sektor garmen, kerajinan, mebel dan sepatu, banyak keluhan para pelaku bisnis yang mengatalami penurunan order dan kelambatan pembayaran dari rekanan bisnis yang mengimport barangnya. (Data statistik belum dapat diperoleh).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak yang tidak menguntungkan juga terjadi di sisi impor, karena dengan melemahnya Rupiah, maka nilai impor akan melonjak yang selanjutnya akan menyulitkan para importir untuk menyelesaikan transaksi impor. Dampak berikutnya adalah melonjaknya harga-harga bahan yang berasal dari impor di pasar sehingga inflasi meningkat dan daya beli masyarakat juga akan menurun. Hal ini selanjutnya mengakibatkan turunnya daya serap masayrakat terhadap barang-barang impor sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan jumlah impor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Dampak terhadap Sektor Riel dan Pengangguran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak terhadap sektor riel dapat dilihat dari dua aspek, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menurunnya order dari rekanan di luar negeri sehingga banyak perusahaan kesulitan memasarkan produknya yang pada akhirnya harus melakukan efisiensi atau rasionalisasi supaya dapat bertahan hidup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melemahnya daya beli masyarakat Indonesia karena melemahnya mata uang Rupiah dan kenaikan inflasi serta kesulitan likuiditas atau modal kerja dari perbankan yang mengetatkan kebijakan pemberian kreditnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua hal tersebut mengakibatkan industri di sektor riel menjadi tertekan, sehingga apabila hal ini berlarut-larut akan melemahkan daya tahan perusahaan yang akan berimbas pada kemungkinan melakukan PHK bagi para karyawannnya demi mengurangi beban perusahaan atau karena memang perusahaan sudah tidak mampu lagi beroperasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3 Langkah Pemerintah dalam Mengatasi Krisis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pengamanan Pasar Finansial &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini dilakukan dengan cara menghindari mark to market atas portofolio dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) serta memberi kebebasan emiten melakukan buyback pada satu hari bursa tanpa pembatasan pembelian dari volume perdagangan harian. Emiten juga diberi kesempatan untuk membeli kembali saham, terutama yang mengalami koreksi tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) saat IHSG anjlok dan perdagangan dihentikan otoritas bursa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, pemerintah mempercepat pencairan belanja kementrian untuk melonggarkan likuiditas. Pemerintah juga mengambil langkah hukum bagi pihak-pihak yang memunculkan rumor atau melanggar aturan dan menimbulkan kepanikan pasar saham. Revisi auto rejection (naik/turunnya harga saham maksimal hanya 10% dari sebelumnya 30%) juga diterapkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Pengamanan Likuiditas &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan ini direalisasikan dengan antara lain pemerintah menyediakan pasokan valas bagi korporasi, menurunkan rasio Giro Wajib Minumum (GWM) valas dari 3% menjadi 1%, pencabutan pasal 4 PBI No.7/1/2005 tentang batasan Posisi Saldo Harian Pinjaman Luar Negeri Jangka Pendek, penyederhanaan perhitungan GWM rupiah 7,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari 5% GWM utama (statutory reserve) dan 2,5% GWM sekunder (secondary reserve).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan yang cukup melegakan nasabah bank adalah dinaikkannya jaminan dana nasabah dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar oleh Lembaga Penjamin Simpanan, yang menurut Menteri Keuangan sudah mencakup 90% dana pihak ketiga dan 97% rekening nasabah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan lain adalah turunnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Bank Indonesia (amandemen Pasal 11 UU No 3/2004) terkait dengan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek, yang mana BI dapat menerima portofolio kredit yang berkolektibilitas lancar untuk dijadikan agunan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Implementasi Jaring Pengaman Sektor Keuangan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah juga mengeluarkan Perpu menyangkut implementasi jaring pengaman sektor keuangan bila terjadi keadaan yang membahayakan stabilitas keuangan, dimana pemerintah dapat menyertakan modal sementara ke bank dan lembaga keuangan bukan bank. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank yang kesulitan likuiditas dapat memperoleh fasilitas pembiayaan darurat (FPD) dari BI yang dijamin pemerintah dan BI berhak mengganti pengurus bank yang mendapat FPD. Pemerintah juga memberi insentif bank atau lembaga keuangan bukan bank (LKBB) mengakuisisi bank atau LKBB lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memaksimalkan kekuatan kebijakan ini maka Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan pihak lain yang melaksanakan kebijakan sesuai Perppu tidak dapat dihukum. Ini untuk menghindari jika suatu saat akibat dari kebijakan yang diambil mungkin berdampak negatif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah nampaknya masih kurang yakin dengan kebijakan yang diambil (akibat terus menurunnya nilai tukar Rupiah ke level 10.800/USD), maka pada tanggal 28 Oktober 2008 pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi sebagai berikut. Pertama, menjaga kesinambungan neraca pembayaran/devisa dengan mewajibkan BUMN menempatkan valuta asing di bank dalam negeri dalam satu clearing house. Perusahaan juga wajib melaporkan pendapatan dan kebutuhan valas ke Kementrian BUMN. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, mempercepat pelaksanaan proyek dengan biaya bilateral dan multilateral. Ketiga, menjaga stabilitas likuiditas dan mencegah perang harga dengan menginstruksikan BUMN tidak memindahkan dana antarbank. Keempat, menjaga kepercayaan pasar terhadap SUN dengan membeli SUN di pasar sekunder secara bertahap. Kelima, menjaga kesinambungan neraca pembayaran dengan memanfaatkan bilateral swap arrangement dari bank Jepang, Korea dan Cina. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keenam, menjaga kelangsungan ekspor dengan memberikan garansi terhadap risiko pembayaran dari pembeli. Ketujuh, menurunkan pungutan ekspor Crude Plam Oil (CPO) menjadi 0%. Kedelapan, menjaga kesinambungan fiskal 2009 dengan menyusun APBN 2009 yang memungkinkan pemerintah melakukan perubahan bujet segera. Kesembilan, mencegah impor ilegal. Garmen, elektronik, makanan, mainan anak dan sepatu hanya bisa diimpor oleh importir terdaftar. Terakhir, meningkatkan pengawasan barang beredar di pasar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disini nampak terlihat bahwa pemerintah telah belajar dari krisis 1998 agar tidak terulang lagi dengan cara melakukan pemagaran yang sangat rapat sehingga serangan terhadap sektor finansial dan ekonomi dapat diminimalisir. Pemerintah dan Bank Indonesia tidak mau bersantai-santai sambil menunggu gejolak internasional mereda, namun terus memantau dan mengantisipasi dengan mengeluarkan kebijakan lanjutan untuk menyempurnakan kebijakan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krisis global tahun 2008 yang menghantam perekonomian dunia memang tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Ini menunjukan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia cukup bagus dalam menghadapi krisis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini disebabkan oleh fundamental ekonomi yang lebih baik saat itu, disamping kesiapan pemerintah dan Bank Indonesia sendiri dalam menanggapi krisis tersebut yang ditunjukkan oleh komprehensifnya kebijakan yang diambil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sektor perbankan juga lebih tahan menghadapi krisis saat itu karena dari sisi internal, yaitu permodalan dan prudensialitas operasional, jauh lebih baik dibandingkan krisis 1998.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun tak berarti penanganan krisis tak luput dari masalah. Bailout pada bank Century ternyata mendapat kecaman keras dari masyarakat. Tapi di balik itu, langkah-langkah yang diambil pemerintah, terutama Menkeu Sri Mulyani tergolong bagus dalam menanggulangi krisis global tahun 2008.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.opensubscriber.com/message/motivasi@yahoogroups.com/10510614.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/02/23553141/kekhawatiran.krisis.ekonomi.global.benamkan.saham.dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://indonesiarecovery.org/krisis-keuangan-global-2008/krisis-2008-terparah-sejak-the-great-depression.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://indonesiarecovery.org/krisis-keuangan-global-2008/dampak-krisis-indonesia-dan-negara-tetangga.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sasadara, Rudy N. 2008. Dampak Krisis Finansial Global Terhadap Sektor Ekonomi dan Perbankan. Jakarta : Economic Review No. 213.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://bisnis.vivanews.com/news/read/18493-selama_2008__ihsg_menyusut_51_17&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Makalah Ketahanan Ekonomi Nasional</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/08/makalah-ketahanan-ekonomi-nasional.html</link><category>Ekonomi</category><category>Makalah</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Thu, 12 Aug 2010 17:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-6511997391665142107</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ada beberapa hal terpenting yang harus dijalankan. Pemerintah dan warga Negara wajib untuk melaksanakannya. Setiap pihak mengambil posisi atau bagian dalam pelaksanaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketahanan Ekonomi Nasional&lt;/b&gt; merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Negara. Walaupun istilah ketahanan nasional itu dapat dikatakan sebagai istilah khas Indonesia, namun setiap Negara harus memperhatikan unsure yang satu ini. Ketahanan nasional itu sendiri memiliki artian sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang dating membahayakan intergritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu ketahanan nasional dapat dikatakan bahwa pada hakikatnya merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam kehidupan nasional, dan perwujudannya harus menggunakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketahanan Ekonomi Nasional&lt;/b&gt; memiliki beberapa landasan dan aspek. Diantaranya yang pertama adalah landasan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Landasan Idiil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Landasan Konstitusional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Landasan Visional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan aspeknya alamiahnya yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Letak Geografis Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Kekayaan alam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Keadaan dan Kemampuan penduduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. PERMASALAHAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam makalah ini yang akan dibahas adalah mengenai aspek ketahanan ekonomi nasional. Adapun aspek yang akan dibahas itu adalah aspek ekonomi. Permasalahan yang akan dibahas dalam isi makalah ini adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimanakah peranan aspek ekonomi dalam ketahanan nasional”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. ASPEK EKONOMI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1. Pengeritan Ekonomi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup meliputi kegiatan produksi barang dan jasa serta mendistribusikannya kepada konsumen atau pemakai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan produksi dalam perekonomian melibatkan factor-faktor produksi berupa:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Tenaga kerja,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Modal,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Teknologi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Sumber daya alam,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Manajemen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2. Ekonomi Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelolaan dan pengembangan ekonomi Indonesia didasarkan pada pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cabang-cabang produksi yang penting bagai Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peranan Negara dalam system ekonomi kerakyatan sesuai dengan pasal 33 lebih ditekankan bagi segi penataan kelembagaan melalui pembuatan peraturan perundang-undangan. Penataan itu baik menyangkut cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak, maupun sehubungan dengan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk produksi tidak jatuh ke tangan orang seorang yang memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3. Ketahanan di Bidang Ekonomi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahanan ekonomi nasional merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan banyak dimensi. Dimensi-dimensi itu meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Stabilitas ekonomi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Tingkat integritas ekonomi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Ketahanan system ekonomi terhadap goncangan dari luar system ekonomi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Margin of savety dari garis kemiskinan dan tingkat pertumbuhan ekonomi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Keunggulan kompetitif produk-produk ekonomi nasional,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Kemantapan ekonomi dari segi besarnya ekonomi nasional,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Tingkat integritas ekonomi nasional dengan ekonomi global.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan di Bidang Ekonomi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara berkembang seperti Indonesia dalam pengelolaan factor produksi menjadi barang dan jasa mempunyai cirri sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bumi dan sumber alam,&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Belum ada kemampuan sepenuhnya untuk memanfaatkan kekayaan alam, yaitu karena, kurang modal, belum memiliki keterampilan teknologi yang memadai dan tingkat manajemen yang belum memenuhi harapan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bencana alam seperti banjir dan musim kering yang hanya dikuasai dengan pengendalian sungai dan banjir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Struktur ekonomi agraris merupakan tekanan berat atas areal tanah dan lingkungan dengan konsekuensi social yang amat luas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Negara yang tidak mempunyai kekayaan alam sangat tergantung kepada impor bahan baku yang banyak memerlukan devisa sehingga perkembangan industrinya lamban.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Tenaga kerja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertambahan penduduk yang cepat bisa menguntungkan, karena persediaan tenaga kerja yang cukup, namun harus disertai dengan peningkatan keterampilan teknologis dan perluasan kesempatan kerja. Apabila kebijaksanaan ini ditempuh maka akan menimbulkan pengangguran kelihatan atau tak kelihatan. Untuk jangka panjang perlu ditempuh penanggulangan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Peningkatan keterampilan teknologi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Transmigrasi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Keluarga berencana,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Distribusi penduduk secara ekonomi geografis yang dipadukan dengan masalah keamanan nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Faktor modal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Modal dapat diperoleh dari tabungan, pajak, reinvestasi perusahaan, pendapatan ekspor dan modal asing. Negara berkembang menghadapi kekurangan modal dan pemupukan modal dalam negeri terbatas, misalnya disebabkan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Pendapatan masyarakat rendah, sehingga tidak memungkinkan adanya tabungan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Dasar tariff pajak dan aparatur pemungutan pajak masih terbatas,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Kemampuan investasi modal perusahaan masih kurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengurangi masalah ekonomi dalam bidang modal perlu ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Memberikan pendidikan keterampilan secara masal dan terarah,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Industrialisasi untuk perluasan lapangan pekerjaan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Peningkatan produksi barang dan jasa untuk konsumsi dalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi dan barang jadi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Pembinaan permodalan bagi pengusaha golongan ekonomi lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Faktor teknologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan teknologi memerlukan pertimbangan-pertimbangan, misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Labour intensive (Padat karya)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Teknologi intermediate atau teknologi Elektra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Teknologi mutakhir atau technocratium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Hubungan dengan ekonomi luar negeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Negara-negara berkembang di bidang hubungan ekonomi luar negeri adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Melebarnya jurang pemisah antara Negara maju dengan Negara berkembang, kerena pertumbuhan ekonomi yang tidak sama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat perkembangan tersebut ialah berupa kemerosotan harga bahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- ekspor tradisional dan menurunkan hasil produksi Negara berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makin tinggi kapasitas produksi dan volume ekspor Negara industri, makin mudah keadaan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan pasaran internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Adanya pengelompokan Negara maju menjadi masyarakat ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Prasarana atau infrastruktur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prasarana merupakan segal sesuatu yang diperlukan untuk menunjang produksi barang dan jasa. Prasarana adalah factor utama bagi pertumbuhan dan kelangsungan ekonomi Negara. Usaha subversip dan infiltrasi baik dalam suasana damai, apalagi dalam keadaan perang selalu menjadikan prasarana sebagai sasaran utama dari pihak lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Faktor manajemen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen adalah tata cara mengelola perusahaan. Public administration adalah manajemen atau tatacara perusahaan oleh aparatur Negara, sedangkan business managemen adalah tatacara perusahaanoleh pihak swasta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari ulasan di atas nampak bahwa &lt;b&gt;ketahanan ekonomi nasional &lt;/b&gt;berkisar pada masalah pengembangan kehidupan nasional untuk mengahadapi berbagai tantangan sehingga mampu mempertahankan kelangsungan hidup sebagai suatu bangsa. Karena tantangan kehidupan nasional senantiasa berubah dari waktu ke waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan pemahaman yang demikian pengembangan pemikiran tentang ketahanan nasional dalam aspek ekonomi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu bangsa karena hal itu berkaitan dengan eksistensi serta kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://aprilia180490.wordpress.com/2010/04/09/ketahanan-nasional-dibidang-ekonomi/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Penyakit Tetanus</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/04/penyakit-tetanus.html</link><category>Artikel</category><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Fri, 9 Jul 2010 00:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-5315668035168708937</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Tetanus &lt;/b&gt;adalah &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/penyakit-diare-di-indonesia.html"&gt;penyakit yang dapat mengancam kehidupan&lt;/a&gt;. Kurang dari 100 kasus tetanus yang dilaporkan di Amerika Serikat setiap tahunnya, karenanya diambil langkah-langkah pencegahan melalui vaksinasi. Pengobatan untuk &lt;b&gt;Penyakit Tetanus&lt;/b&gt; dapat tidak berfungsi dan mungkin tidak mengarah ke penyembuhan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh lecet terinfeksi dengan bakteri dan dapat menyebabkan kejang otot, kekakuan otot-otot rahang atau otot-otot lain, menyebakan kesulitan bernapas, dan akhirnya dapat menghentikan jantung. Infeksi tetanus meproduksi racun dalam tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala yang paling jelas dengan &lt;b&gt;Penyakit Tetanus&lt;/b&gt; termasuk otot-otot yang kaku, rahang kaku, otot kejang, biasanya dari rahang atau leher, otot mudah marah, dan demam. Sebagai akibat meningkatnya racun di seluruh tubuh, gejala dapat menjadi lebih jelas dan kejang otot dapat menjadi sangat parah. Kekakuan leher, kesulitan menelan, mudah marah, dan sesak napas dapat menjadi lebih umum menunjukkab penyakit semakin parah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kingdom&amp;nbsp; : Bakteri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Firmicutes&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Clostridia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Order&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  : Clostridiales&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga Clostridiaceae&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Genus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Clostridium&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spesies&amp;nbsp;&amp;nbsp; : C. Tetani&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Sejarah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Tetanus&lt;/b&gt; dikenal orang-orang kuno, yang berhubungan antara luka-luka dan kekejangan otot fatal. Pada tahun 1884, Arthur Nicolaier mengisolasi strychnine-seperti toksin tetanus dari alam bebas, bakteri anaerobik tanah. Etiologi penyakit ini dijelaskan lebih lanjut pada tahun 1884 oleh Antonio Carle dan Giorgio Rattone, yang menunjukkan transmissibility tetanus untuk pertama kalinya. Mereka memproduksi tetanus dari kelinci dengan menyuntikkan ke saraf skiatik mereka,  dengan nanah dari suatu kasus tetanus manusia yang fatal pada tahun yang sama. Pada tahun 1889, C. tetani ini terisolasi dari korban manusia, oleh Kitasato Shibasaburo, yang kemudian menunjukkan bahwa organisme bisa menghasilkan penyakit ketika disuntikkan ke binatang, dan toksin bisa dinetralkan oleh antibodi spesifik. Pada tahun 1897, Edmond Nocard menunjukkan bahwa antitoksin tetanus disebabkan kekebalan pasif pada manusia, dan dapat digunakan untuk profilaksis dan pengobatan. Toksoid tetanus vaksin ini dikembangkan oleh P. Descombey pada tahun 1924, dan secara luas digunakan untuk mencegah tetanus yang disebabkan oleh luka-luka pertempuran selama Perang Dunia II.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Karakteristik &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. tetani adalah berbentuk batang, obligat anaerob Gram positif. Selama pertumbuhan vegetatif, organisme tidak dapat bertahan di hadapan oksigen, sangat sensitif terhadap panas dan memiliki flagela yang memberikan mobilitas terbatas. Sebagai bakteri matang, ia mengembangkan terminal spora, yang memberikan penampilan yang khas organisme. Spora C. tetani sangat kuat, dan tahan terhadap panas dan paling antiseptik. spora tersebar secara luas dalam pupuk kandang-tanah diperlakukan, dan juga dapat ditemukan pada kulit manusia yang terkontaminasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Toksisitas &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. tetani biasanya masuk host melalui luka pada kulit dan kemudian bereplikasi. Setelah infeksi oleh C. tetani menghasilkan dua exotoxins, tetanolysin dan tetanospasmin. Sebelas galur C. tetani telah diidentifikasi, yang berbeda terutama dalam flagellar antigen dan kemampuan mereka untuk menghasilkan tetanospasmin. Gen yang menghasilkan racun dikodekan pada plasmid dalam semua toxigenic strain, dan semua strain yang mampu menghasilkan racun yang identik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diketahui fungsi Tetanolysin untuk C. tetani, dan alasan untuk apa diproduksi toksin tersebut oleh bakteri tidak diketahui dengan pasti. Tetanospasmin adalah racun saraf dan menyebabkan manifestasi klinis tetanus. Tetanus toksin yang dihasilkan bakteri hidup, dan dilepaskan ketika bakteri lyses, seperti selama pertumbuhan spora atau selama pertumbuhan vegetatif. Jumlah minimal spora dan pertumbuhan sel vegetatif yang diperlukan untuk produksi toksin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan berat, tetanospasmin adalah salah satu racun yang paling kuat dikenal. Perkiraan dosis mematikan manusia minimum adalah 2,5 nanogram per kilogram berat badan, atau 175 nanogram dalam 70 kg (154 lb) manusia. Satu-satunya racun yang lebih mematikan untuk manusia adalah botulinum toksin yang diproduksi oleh Clostridium botulinum relatif dekat dan eksotoksin yang dihasilkan oleh Corynebacterium diphtheriae, agen penyebab difteri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetanospasmin tergantung seng-metalloproteinase, yang mirip struktur botulinum toksin, tetapi setiap racun menghasilkan efek berbeda. C. tetani mensintesis tetanospasmin sebagai nenek moyang tunggal polipeptida 150kDa racun, yang kemudian dipotong oleh protease menjadi dua fragmen; fragmen A (a 50kDa "terang rantai") dan fragmen B (yang 100 kDa rantai berat) yang tetap terhubung melalui disulfida jembatan. Pembelahan nenek moyang toksin ke fragmen A dan B juga dapat diinduksi secara buatan dengan tripsin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Aksi Toxin  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetanospasmin didistribusikan dalam darah dan sistem limfatik host. Racun bekerja pada beberapa situs dalam sistem saraf pusat, termasuk terminal saraf perifer, saraf tulang belakang, dan otak, dan di dalam sistem saraf simpatik. Racun dibawa ke dalam saraf akson dan sinapsis diangkut melintasi persimpangan, sampai mencapai sistem saraf pusat, di mana ia tetap cepat untuk gangliosides di persimpangan dari presynaptic penghambatan saraf motorik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manifestasi klinis tetanus disebabkan ketika toksin tetanus blok inhibisi impuls, oleh campur dengan rilis neurotransmiter, termasuk glisin dan gamma-asam aminobutyric. Hal ini menyebabkan kontraksi otot dan kejang. Fitur karakteristik risus sardonicus (senyum kaku), trismus (umumnya dikenal sebagai "lock-rahang"), dan opisthotonus (kaku, melengkung kembali). Kejang mungkin terjadi, dan sistem saraf otonom mungkin juga akan terpengaruh. Tetanospasmin muncul untuk mencegah pelepasan neurotransmiter oleh selektif berlayar padanya sebuah komponen yang disebut vesikula sinapsis synaptobrevin II.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu dicatat bahwa organisme itu sendiri tidak memiliki akses ke sistem saraf, namun tetanospasmin diarahkan ke sistem saraf. Alasan mengapa hal ini terjadi masih menjadi bahan kontroversi. Tampaknya racun merupakan hasil disintesis selama pertumbuhan bakteri, dan sasaran mereka adalah ditentukan oleh adanya atau tidak adanya reseptor spesifik pada sel manusia di mana mereka dapat mengikat dan dengan demikian menimbulkan efek. Ini hanya menjelaskan mengapa toksin tetanus bekerja pada sistem saraf, tetapi mengapa organism tersebut dapat mencapai sitem syaraf, hak itu mungkin sebuah fenomena alam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencegahan tetanus termasuk vaksinasi, dan membersihkan luka primer. Profilaksis yang efektif, dalam bentuk vaksin toksoid tetanus, yang diberikan dengan atau tanpa imunisasi pasif dengan tetanus immune globulin. Sangat sedikit kasus tetanus terjadi pada individu dengan up-to-date vaksinasi tetanus. Vaksin DPT (diphtheria-pertussis-tetanus) diberikan di sebagian besar dunia. Hal ini diberikan pada usia 2, 4, 6, dan usia 15-18 bulan, diikuti oleh booster sebelum masuk ke sekolah (4-6 tahun). Rejimen ini menyediakan perlindungan dari &lt;b&gt;penyakit tetanus&lt;/b&gt; selama sekitar 10 tahun, dan setiap 10 tahun sesudahnya, suatu suntikan vaksin tetanus dianjurkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetanus tidak menular dari orang ke orang, dan merupakan satu-satunya penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin yang menular, tetapi tidak menular. Sebuah infeksi C. tetani tidak mengakibatkan kekebalan tetanus, dan tetanus vaksinasi harus diberikan segera setelah pasien stabil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencegah tetanus jauh lebih efektif daripada mencoba untuk mengobatinya. Bayi dan anak-anak secara rutin divaksinasi terhadap tetanus, dan orang dewasa harus sepanjang masa hidupnya. Namun, tidak biasa bagi orang dewasa untuk melakukan pekerjaan yang buruk dalam menjaga perawatan medis mereka kecuali jika ada masalah dan dengan demikian kehilangan mereka dijadwalkan untuk vaksinasi tetanus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Tetanus&lt;/b&gt; bisa sangat serius atau fatal. Karena hal tersebut sangat jarang, karena seorang pasien telah mengalami infeksi tetanus dan selamat tidak berarti bahwa mereka tiba-tiba kebal terhadap infeksi tetanus lain. Pencegahan dan perawatan luka yang cukup dapat mencegah terjadinya infeksi. Penggunaan antibiotik, berpakaian bersih, dan perawatan luka signifikan dapat mengurangi kemungkinan infeksi tetanus&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perpindahan dari Desa ke Kota</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/04/perpindahan-dari-desa-ke-kota.html</link><category>Makalah</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 6 Jul 2010 02:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-919842776521001196</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;MAKALAH URBANISASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PERPINDAHAN DARI DESA KE KOTA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penetrasi pembangunan yang cepat di &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/analisa-kondisi-ekonomi.html"&gt;kota-kota di Indonesia&lt;/a&gt; memberikan dampak luas terhadap kota itu sendiri maupun wilayah pinggirannya. Konsekuensi paling logis adalah meningkatnya urbanisasi yang disertai dengan laju &lt;b&gt;pertumbuhan penduduk perkotaan&lt;/b&gt;, baik secara alamiah maupun &lt;b&gt;migrasi penduduk desa ke kota&lt;/b&gt;. Dampak lainnya adalah alih guna lahan perdesaan menjadi perkotaan karena adanya peningkatan kebutuhan ruang untuk aktivitas kota. Disamping itu, terdapat keterbatasan supply ruang perkotaan terutama di  pusat kota yang justru memiliki intensitas penggunaan lahan paling tinggi. Akibatnya penduduk perkotaan mengalami kesulitan mendapatkan lahan untuk beraktivitas, salah satu contohnya adalah aktivitas permukiman. Hal ini menyebabkan beralihnya fungsi lahan terbuka dan pertanian yang ada di pinggiran kota menjadi fungsi permukiman. Bila hal ini berlangsung treus menerus, maka akan mengakibatkan terjadinya perluasan kota yang tidak terencana, yang  tentu saja akan memebrikan dampak lebih lanjut terhadap kondisi perkotaan. Seperti terjadinya penurunan kualitas lingkungan, banjir, kemacetan, dan sebagainya. Berikut ini akan diuraikan &lt;b&gt;fenomena urbanisasi dan sub urbanisasi di Semarang&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Permasalahan  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urbanisasi selalu dikaitkan dengan adanya kegiatan “pengkotaan” suatu kawasan atau wilayah. Banyak indikator yang bisa digunakan untuk melihat apakah di suatu kawasan terjadi fenomena urbanisasi atau tidak, salah satunya adalah  dengan melihat perkembangan penduduk, baik dari segi pertumbuhan  maupun dari segi sosial ekonominya. Adanya perkembangan penduduk akan mendorong aktivitas-aktivitas lain yang merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan penduduk itu sendiri seperti perumahan, kegiatan perdagangan dan jasa serta fasilitas dan utilitas, atau sebaliknya.  Sehingga berakibat pada kawasan tersebut seperti tumbuhnya ruang-ruang perkotaan baru yang merupakan wadah aktivitas masyarakat.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Perkembangan Tingkat Urbanisasi dan Migrasi Penduduk Kota &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Kota Semarang, fenomena urbanisasi yang terjadi dapat ditunjukkan dari kondisi pertambahan migrasi penduduk pada tahun 1990-2001. Tabel di bawah ini menunjukkan adanya gejala pergeseran penduduk kota dari CBD ke sub-urban karena faktor-faktor yang kurang mendukung bagi penduduk untuk tinggal nyaman di pusat Metropolitan Semarang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara keseluruhan kondisi tersebut terjadi karena adanya penggunaan lahan secara besar-besaran sebagai kawasan permukiman, hal ini dipicu oleh harga lahan yang relatif murah dibandingkan dengan kawasan di pusat Kota Semarang. Selain itu, adanya beberapa peruntukan lahan sebagai aktivitas industri di pinggiran Kota Semarang juga mendorong proses urbanisasi di pinggiran Kota Semarang seperti di Kecamatan Ngaliyan, yang tumbuh pesat akibat kegiatan industri di Kecamatan Tugu, atau Kecamatan Sayung yang juga berkembang akibat adanya kegiatan industri di Kecamatan Genuk.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Perkembangan Aktivitas Ekonomi Perkotaan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karakteristik urbanisasi di Kawasan Metropolitan Semarang selain dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk perkotaan, juga dipengaruhi oleh perkembangan aktivitas ekonomi perkotaan. Adapun salah satu yang termasuk dalam ekonomi perkotaan ini adalah aktivitas industri, perdagangan dan jasa. Dari ketiga sektor ekonomi tersebut, selama tahun 1988 hingga 1998 (10 tahun) tingkat pertumbuhan tertinggi berada pada sektor jasa yakni sebesar 29,06%, lalu disusul sektor industri dan perdagangan berturut-turut 22,46% dan 24,27%.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga sektor tersebut secara signifikan telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan urbanisasi di Metropolitan Semarang. Kegiatan industri sangat  erat kaitannya dengan jumlah tenaga kerja dimana adanya kegiatan industri yang menimbulkan bangkitan penduduk baik yang bersifat tetap (migrasi) maupun ulang-alik (commuter) untuk bekerja dan atau menetap di sekitar kawasan industri. Sedangkan untuk kegiatan perdagangan dan jasa, perkembangannya lebih banyak dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana terutama sekali jaringan jalan. Pada umumnya kegiatan perdagangan dan jasa, selain yang berada di pusat Kota Semarang juga berkembang di sepanjang jalan utama di pinggiran Kota Semarang. Kondisi ini pada taraf lebih lanjut akan mendorong perkembangan aktivitas penduduk seperti perumahan, pendidikan, perkantoran atau jasa.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor lain yang juga berpengaruh pada perkembangan ekonomi perkotaan adalah perkembangan nilai investasi PMA dan PMDN di Kota Semarang. Pada tahun 2001-2002, nilai investasi di Kota Semarang lebih didominasi oleh PMA. Ini menunjukkan tingginya nilai investasi ke Kota Semarang, yang berarti akan semakin tinggi pula konsentrasi aktivitas ekonomi di Kota Semarang sebagai kawasan metropolitan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. Dampak-dampak yang Timbul &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun dampak-dampak yang timbul akibat terjadinya fenomena urbanisasi di Kawasan Metropolitan Semarang adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Struktur Ruang dan Pemanfaatan Lahan Yang Tidak Terencana &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Penurunan Kualitas Pelayanan Infrastruktur &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Keterbatasan Daya Dukung Lingkungan untuk Kawasan Terbangun &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Pinggiran Semarang &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa Metropolitan Semarang adalah Kota Semarang yang memiliki penduduk 1.322.320 Jiwa (&amp;gt; 1 Juta Jiwa) termasuk didalamnya kecamatan-kecamatan yang secara administratif berada di dalam wilayahnya. Sedangkan wilayah pinggirannya adalah wilayah yang berbatasan langsung baik secara administratif maupun adanya keterkaitan teknis perkembangan sistem kota-kota terhadap Kota Semarang. Wilayah belakang tersebut antara lain Kecamatan Boja dan Kecamatan Kaliwungu (Kab. Kendal), Kecamatan Sayung, Mranggen, dan Karangawen (Kab. Demak), Kecamatan Ungaran, Bergas, dan Pringapus (Kab. Semarang). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengambilan wilayah pinggiran Metropolitan Semarang seperti di atas adalah atas pertimbangan kemudahan dalam penyusunan program-progran pembangunan yang akan dilaksanakan secara terpadu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;E. Karakteristik Sub-Urbanisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Tingkat Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan dan kepadatan penduduk tertinggi di wilayah pinggiran Kota Semarang, terdapat di IKK Mranggen masing-masing sebesar 5,01% dan 1.730 jiwa/km2, kawasan Mranggen didominasi dengan aktivitas industri. Secara keseluruhan, wilayah pinggiran Kawasan Metropolitan Semarang pada tahun 1999 – 2000, terjadi peningkatan pertumbuhan dan kepadatan penduduk terutama untuk wilayah Kabupaten Kendal dan Demak, yakni IKK Sayung, Karangawen, dan Boja.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecenderungan pengembangan pertumbuhan penduduk mengarah pada wilayah pinggiran kota sebagai akibat dari perluasan aktivitas kota. Pusat kota yang tidak lagi mampu menampung desakan jumlah penduduk memberikan dampak yang cukup serius terhadap wilayah dipinggirannya (sub-urban). Sehingga batasan urban dan sub-urban lama kelamaan menjadi bias dan bahkan tidak ada batasan lagi.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertambahan penduduk yang terus meningkat mengindikasikan bahwa perkembangan penduduk Kota Semarang menyebar kearah pinggiran kota (sub-urban) sehingga sebagai konsekuensinya adalah terjadi perubahan guna lahan perkotaan. Selain itu meningkatnya pertumbuhan penduduk di wilayah sub-urban seperti yang terjadi di Banyumanik, Tembalang atau lainnya menyebabkan kemajemukan aktivitas masyarakat. Dan lambat laun wilayah-wilayah tersebut menjadi kota satelit bagi Semarang seperti halnya Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sebagai kota peyanggga aktifitas masyarakat Jakarta.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Perkembangan Perumahan Skala Besar &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan permukiman baru di wilayah pinggiran Metropolitan Semarang disebabkan berkurangnya daya dukung lingkungan permukiman di pusat Kota Semarang seperti kawasan yang secara fisik kurang atau tidak sesuai untuk kawasan terbangun. Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya daya dukung lahan permukiman di pusat Kota Semarang, dan semakin tingginya harga lahan di pusat kota. Kondisi ini mendorong perkembangan perumahan skala besar yang siap bangun (siap huni) di wilayah pinggiran Kota Semarang.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa daerah di kawasan sub-urban Semarang yang memiliki karakteristik khusus untuk daerah perumahan, dapat dirincikan sebagai berikut :  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Metropolitan Semarang pengembangan perumahan terbanyak adalah di Kecamatan Banyumanik dengan total luasan izin lokasi yang dimohon oleh 21 pengembang mencapai luas 384,67 ha. Disusul perumahan di Kecamatan Tembalang oleh 13 Pengembang dengan total luas izin lokasi 788,48 ha, kemudian pengembangan perumahan di Kecamatan Ngalian oleh 12 Pengembang dengan total luas izin lokasi 338,26 ha. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daerah Tugu dan daerah Genuk, daerah ini persebaran perumahan cukup pesat karena ditunjang oleh aksesibilitas yang baik, namun pengembangan ke arah ini perlu diperhatikan mengingat fungsi utama daerah ini adalah sebagai lahan industri.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan Kecamatan Mranggen yang cepat setelah adanya Perumahan Pucanggading dan Kecamatan Boja dengan adanya pembangunan Kota Baru Bukit Semarang Baru di Kecamatan Mijen. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun dampak  ikutan dari pembangunan kawasan perumahan Bukit Semarang Baru secara umum membawa implikasi positif dan negatif. Dampak positif yang muncul adalah peluang kerja bagi masyarakat setempat, peningkatan kualitas infrastruktur, sebagai indikator peningkatan kesejahtertaan masyarakat, serta peningkatan nilai lahan. Sedangkan implikasi negatif yang muncul diantaranya adalah tidak terkontrolnya pertumbuhan wilayah sub-urban, menyempitnya lahan pertanian, kepadatan lalu lintas, pengelompokan masyarakat desa, serta perubahan ekologi lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga hal pembangunan perumahan skala menengah dan besar di Kecamatan Tembalang meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Sesuai dengan peruntukan yaitu kawasan pendidikan tinggi dan permukiman kota maka hampir sebagian besar penggunaan lahan mengarah pada fungsi utama. Tetapi di beberapa pusat pertumbuhan seperti di Kelurahan Tembalang dan Bulusan, intensitas  guna lahan mengarah kepada pengembangan kawasan pendidikan. Sehingga timbul permasalahan yang serupa dengan di Kecamatan Banyumanik yaitu berupa penguasaan lahan oleh pengembang skala menengah dan besar.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah pengembang yang terdapat di Kecamatan Banyumanik sebanyak 14 pengembang dengan jumlah ijin lokasi yang dimohon sebesar 592,63 Ha atau sebesar 28% dari luas permukiman di Kecamatan Tembalang atau 13% dari luas keseluruhan di Kecamatan Tembalang khususnya di daerah yang berada jauh dari pusat kota seperti Kelurahan Tandang, Sendang Mulyo, dan Sendang Guwo. Sedangkan mengetahui lebih lanjut mengenai perbandingan ijin lokasi yang diperoleh terhadap penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Tembalang dapat dilihat pada tabel berikut: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luas lahan yang dimiliki oleh para pengembang tersebut belum seluruhnya dibebaskan. Dari permintaan ijin lokasi seluas 592,63 ha, pihak pengembang baru dapat membebaskan lahan sekitar 373,8 ha atau sekitar 63% dari permohonan awal. Tanah yang telah dikuasai oleh pengembang sebagian besar baru dimatangkan saja tanpa dilakukan pembangunan secara fisik. Keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena ada keterbatasan modal. Sehingga pihak pengembang hanya dapat membangun lahannya untuk kawasan permukiman sebesar 58,27 ha atau sekitar 9,8% dari luas ijin lokasi yang dimohon. Jika hal tersebut dibandingkan dengan Kecamatan Banyumanik maka lahan yang telah dibebaskan oleh pengembang di Kecamatan Tembalang jumlahnya jauh lebih kecil dari Kecamatan Banyumanik. Kondisi ini menyebabkan banyaknya lahan tidur di Kecamatan Tembalang, yang pada akhirnya juga menjadi penyebab pelayanan fasilitas seperti telepon dan transportasi menjadi terbatas. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu terjadinya perkotaan terpencar, di mana penduduk tidak dapat mendirikan bangunan di lahan tersebut karena lahan tersebut telah dikuasai oleh para pengembang.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Perkembangan Kawasan Industri &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan kegiatan industri di wilayah pinggiran Metropolitan Semarang terdapat di Kecamatan Sayung, Kaliwungu dan Ungaran. Adanya kegiatan industri tersebut ternyata berdampak terhadap perkembangan wilayah pinggiran Semarang, khususnya daerah-daerah yang merupakan lokasi kegiatan industri. Pada umumnya daerah-daerah yang merupakan lokasi industri mengalami transformasi penduduk dari masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan yang lebih cepat dibanding daerah lain. Hal tersebut ditunjukkan oleh pertumbuhan penduduk di beberapa kecamatan di wilayah pinggiran Metropolitan Semarang yang cenderung meningkat sebagai indikasi perkembangan suatu wilayah kearah pinggiran perkotaan. Selain itu perkembangan wilayah pinggiran Metropolitan Semarang akibat kegiatan industri juga ditunjukkan oleh proporsi tenaga kerja sektor industri yang relatif besar dibandingkan sektor lain kecuali sektor pertanian.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Peningkatan Intensitas Pergerakan  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan daerah-daerah pinggiran Metropolitan Semarang baik dari aktivitas permukiman maupun industri menyebabkan terjadinya peningkatan intensitas pergerakan sehingga dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas pada ruas-ruas jalan tertentu sebab terjadi peningkatan volume kendaraan pribadi. Selain itu, intensitas pergerakan juga meningkat pada kawasan-kawasan yang memiliki peruntukan lahan untuk kegiatan industri di Kecamatan Tugu, Genuk, Kaliwungu dan Sayung akibat penggunaan jalur transportasi bersama (jalur Pantura Jakarta – Surabaya) sehingga volume kendaraan yang lewat semakin meningkat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu pembangunan jalur transportasi darat yang baru di Metropolitan Semarang mampu mendorong perkembangan wilayah di sekitarnya yang ditandai dengan adanya peningkatan intensitas pergerakan. Berikut ini adalah pembangunan prasarana jalan yang mempengaruhi perkembangan wilayah pinggiran Metropolitan Semarang:  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Arteri Primer yang menghubungkan Kota Semarang – Bawen – Yogyakarta serta Semarang – Bawen – Solo. Jalur ini merupakan jalur propinsi dengan intensitas pergerakan tertinggi. Menyebabkan perkembangan Kota Ungaran dan sekitarnya, selain akibat adanya kegiatan industri yang dialokasikan di sekitar Ungaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kolektor Primer, menghubungkan Kota Semarang – Purwodadi yang berpengaruh terhadap perkembangan Kota Mranggen sebagai daerah permukiman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan Jalan Tol Semarang yang mehubungkan Jalan Sukun – Teuku Umar – Krapyak – Majapahit – Kaligawe yang menyebabkan perkembangan beberapa wilayah pinggiran di Metropolitan Semarang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan beberapa jalan arteri seperti jalan arteri di daerah Pedurungan yang menyebabkan perkembangan Kecamatan Pedurungan menjadi lokasi permukiman.  &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besarnya arus pergerakan manusia ditandai dengan seberapa besar tingkat ulak-alik (comutting) penduduk setempat dalam menjangkau aktifitas perkotaan. Seperti diketahui bahwa banyaknya permukiman di kawasan Banyumanik berdampak serius pada menjejalnya sistem aktifitas yang ada.  Sementara ini penduduk Banyumanik yang notebene-nya adalah pendatang menyebabkan arus pergerakan lebih terkonsenrasi pada CBD (central business district) terdekat seperti Kota Semarang dan Ungaran, karena kedua kota ini merupakan tujuan aktifitas maupun tempat bekerja penduduk Banyumanik. Selain itu pergerakan aktifitas kawasan masih terkonsentrasi pada kawasan-kawasan strategis yang berada pada jalur transportasi dengan memanfaatkan potensi pasar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;F. 2 Pola Keruangan Perubahan Pemanfaatan Lahan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Intensitas Lahan Terbangun &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intensitas lahan terbangun di kawasan pinggir Kota Semarang pada tahun 2001 relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan lahan tidak terbangun. Kondisi lahan terbangun yang ada di wilayah pinggiran Kota Semarang sudah mencapai angka 30% kecuali di Karangawen, Kaliwungu dan Pringapus masih dibawah 20%. Pada kawasan yang lahan terbangunnya masih berada di bawah 20% secara riil masih memiliki kelonggaran dalam hal pendirian bangunan baru. Sementara pada kawasan yang memiliki prosentase lahan terbangun di atas 30% seperti di Mranggen, Boja, Sayung, Ungaran dan Bergas, kontrol terhadap pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang harus diperketat. Karena pada kawasan ini sebagian besar merupakan lahan persawahan sebagai salah satu basis sumber pangan Metropolitan Semarang.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proporsi intensitas lahan terbangun paling besar adalah lahan permukiman dan perumahan. Lokasinya tersebar di Banyumanik dan Tembalang, dengan pola ruang yang tidak terstruktur dan bersifat sporadis.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Sebaran Fasilitas-Fasilitas Perkotaan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaran fasilitas-fasilitas perkotaan pada umumnya masih terpusat di CBD Semarang. Pada Kawasan Sub-urban Kota Semarang sebaran fasilitas-fasilitas perkotaan sebagian besar berupa aktivitas industri, perumahan dan pendidikan. Wilayah pinggiran yang ditumbuhi kawasan industri paling banyak adalah di Kecamatan Sayung sepanjang Jalan Arteri Primer Semarang – Demak (Pantura). Selain itu di Kecamatan Tugu juga tak kalah pesatnya yaitu di sepanjang Jalan Arteri Primer Semarang – Kendal. Di selatan Kota Semarang pertumbuhan industri terdapat di sepanjang ruas jalan menuju Ungaran. Sedangkan untuk perumahan tumbuh dan berkembang di Ngalian sebagai dampak akan kebutuhan tempat tinggal bagi buruh industri yang ada di Kecamatan Tugu. Selain di Kecamatan Tugu, pengembangan perumahan juga tumbuh pesat di Kecamatan Banyumanik, yang menjawab kebutuhan tempat tinggal bagi pembukaan titik pertumbuhan baru yang dianggap cepat. Selain itu juga merupakan antisipasi kebutuhan akan perumahan bagi tumbuhnya pusat pendidikan tinggi yakni Kampus Baru UNDIP di Tembalang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Sistem Jaringan Transportasi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaringan transportasi di pinggiran Metropolitan Semarang tidak terlepas dari sistem yang ada di dalam Kota Semarang sendiri. Akses ke luar Kota Semarang dihubungkan oleh 5 (lima) jalan arteri, empat diantaranya arteri primer yaitu: Jalan Semarang – Demak/Surabaya, Jalan Semarang – Kendal/Jakarta, Jalan Semarang – Purwodadi  Jalan Semarang – Ungaran/Yogyakarta dan satu jalan arteri sekunder dari Semarang menuju arah Boja.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam Metropolitan Semarang sendiri terdapat Jalan Tol Semarang. Di sebelah barat berpangkal di Krapyak, sedangkan sebelah timur berawal di Kaligawe yang kedua-duanya bertemu di pintu tol Jatingaleh. Akhir dari tol ini adalah di Banyumanik selanjutnya menyebar atau terus ke Jalan Setiabudi langsung menuju Yogyakarta atau Solo.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permasalahan yang muncul sehubungan dengan transportasi di pinggiran Metropolitan Semarang ini adalah kurang terkoordinirnya aktivitas angkutan perkotaan, dimana dibiarkannya mobil pribadi dijadikan angkutan umum. Permasalahan ini muncul akibat kurangnya moda transportasi yang ada di pinggiran kota. Selain itu masih banyak kawasan pinggiran yang belum tersentuh oleh jalur angkutan kota, maka muncul terminal ojek bagi warga yang membutuhkan dengan biaya cukup tinggi bila dibandingkan dengan angkutan kota.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;G. Faktor-faktor Penyebab &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang mendorong terjadinya sub-urbanisasi di wilayah pinggiran Metropolitan Semarang antara lain: &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Harga Lahan Perkotaan yang Semakin Mahal dan Meningkatnya Penjualan Lahan di Kawasan Pinggiran Metropolitan Semarang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan Kota Berbasis pada Perluasan Jaringan Transportasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan Permintaan Perumahan bagi Masyarakat Golongan Menengah ke Atas. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;H. Dampak-dampak yang Timbul &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak yang ditimbulkan dari sub-urbanisasi di wilayah pinggiran Metropolitan Semarang adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Peningkatan Kemacetan Lalu Lintas pada Pintu-pintu Masuk Kota &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan wilayah pinggiran yang tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai mampu memberikan permasalahan tersendiri bagi kota induk salah satunya adalah kemacetan lalu lintas. Hal ini disebabkan penduduk di wilayah pinggiran sebagian besar aktivitasnya masih berlangsung di kota induk sehingga pada saat mereka akan melakukan aktivitasnya di kota secara bersamaan akan terjadi kemacetan lalu lintas akibat penumpukan kendaraan pribadi di pintu masuk kota. Hal ini  dapat dilihat di salah satu wilayah pinggiran Metropolitan Semarang, yaitu Mranggen, dimana pada pagi dan sore hari terjadi kemacetan lalu lintas akibat penumpukan kendaraan pribadi (sepeda) maupun angkutan umum yang membawa penduduk Mranggen bekerja di Semarang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu perkembangan Banyumanik yang membentuk sistem aktivitas kota mengakibatkan terjadinya perubahan guna lahan yang cenderung menyebar/meloncat (froging) sehingga tidak membentuk sistem fungsi lahan yang compact. Selain itu perkembangan sektor-sektor perdagangan, industri dan jasa di ruas jalan tersebut berdampak kepada terganggunya sistem transportasi wilayah. Salah satunya adalah kondisi kelas jalan sudah tidak mampu lagi menahan beban arus lalu lintas dan jenis kendaraan yang melintasinya. Adapun industri-industri yang berada pada ruas jalan tersebut diantaranya PT. Kubota Indonesia, PT. Yuwono Setiabudi, PT. Jamu Jago, PT. Mega Rubber Factory, dan lain-lain. Pengaruh yang tidak kalah penting adalah keberadaan Swalayan ADA dan pintu tol Banyumnaik dan Jatingaleh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Perkembangan Kota yang Tidak Beraturan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan penduduk yang tinggi menuntut adanya kebutuhan ruang kota guna mampu menampung aktivitas penduduk yang selalu berkembang. Di satu sisi perkembangan aktivitas penduduk kota mendorong perubahan dan perkembangan  kebutuhan lahan dan ruang kota, sedangkan di sisi lain kebutuhan lahan kota yang terbatas menyebabkan pemenuhan kebutuhan akan ruang kota, salah satunya terpenuhi di wilayah pinggiran kota induk. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti pertumbuhan penduduk Banyumanik yang tinggi menuntut adanya pengendalian pemanfaatan lahan kota yang mampu menampung aktivitas penduduk yang juga selalu berkembang. Penyebab utama ketidak teraturan guna lahan disebabkan oleh tidak meratanya persebaran fasilitas kota yanhg hanya terkonsentrasi di salah satu pusat kota saja. Dengan kata lain perkembangan fasilitas fisik meloncat (urban sprawl) sehingga tidak ada kesatuan dari perkembangan ruang-ruang aktivitas perkotaan yang menyebabkan perkembangan lahan perkotaan menjadi tidak terkendali. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampak dari urbanisasi di  wilayah pinggiran ditinjau dari segi lingkungan hidup adalah turunnya kualitas lingkungan hidup seperti tingkat polusi dan kebisingan di kawasan semakin meningkat, hilangnya lahan konservasi dan penurunan muka air tanah akibat tingginya pemenuhan akan lahan terbangun. Kenyataan penurunan luasan lahan konservasi maupun penurunan muka air tanah akan menimbulkan bencana banjir, longsor pada kawasan lokal maupun kawasan di bawahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertambahan jumlah penduduk dan penggunaan lahan berdampak langsung kepada struktur ekologis lingkungan seperti berkurangnya daya permeabilitas tanah, suhu udara yang meningkat, berkurang kandungan air tanah dalam bumi dan berkurangnya &lt;b&gt;sistem drainase alam&lt;/b&gt;. Seperti pada kawasan Banyumanik, indikasi ke arah tersebut sudah terlihat dengan adanya gejala yang terjadi seperti ;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tingginya intensitas penggunaan lahan kawasan yang mengabaikan persyaratan KDB dan KLB sehingga kepadatan kurang terkendali dan tingkat run off  yang tinggi kepada wilayah di bawahnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkurangnya lahan kosong sebagai drainase dengan meningkatnya intensitas lahan terbangun seperti di kelurahan Banyumnaik, Ngesrep dan Sumurboto.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkurangnya ruang hijau akibat aktivitas penggunaan lahan yang tidak teratur seperti di beberapa jalur tranportasi kawasan. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/sistem-manajemen-informasi-rumah-sakit.html</link><category>Kesehatan</category><category>Makalah</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 01:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-6751664505073542756</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rekam Medis&lt;/b&gt; merupakan salah satu system penting yang berperan di Rumah Sakit. Banyak data – data penting Rumah Sakit yang diolah dan dikelola oleh Unit &lt;b&gt;Rekam Medis&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi  apabila data yang harus diolah dan dikelola tidak didukung dengan sarana dan fasilitas yang baik, maka hal ini akan memperlambat cara kerja petugas dan itu akan berakibat pada mutu atau kualitas Rumah Sakit yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu teknologi yang digunakan di Rumah Sakit adalah komputerisasi.Namun jika &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/pengertian-sistem.html"&gt;system computer&lt;/a&gt; ini tidak rancang sesuai dengan prosedur kerja dari masing – masing bagian maka system ini tidak akan berpengaruh bagi rumah sakit..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu dalam makalah ini saya akan membahas mengenai perancangan database untuk mempermudah petugas dalam menggunakan system komputerisasi pada bagian Unit Rawat Jalant (URJ)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memperudah penggunaan &lt;b style="background-color: white; color: blue;"&gt;sistem komputerisasi pada pelayanan rekam medis&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;di Rumah Sakit maka dibutuhkan system database yang berkaitan dengan prosedur – prosedur tetap pada pelayanan baik di unit pencatat data maupun unit pengolah data. Di sini saya akan membahas mengenai rancangan &lt;b&gt;database pada Unit Rawat Jalan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(URJ)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;RANCANGAN DATABASE &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. ISI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam &lt;b&gt;Unit Rawat Jalan (URJ)&lt;/b&gt; petugas rekam medis yang bersangkutan mamiliki tugas untuk mencatat data – data pasien diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Anamnesa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Pemeriksaan Fisik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Pemeriksaan Penunjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Diagnosis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Terapi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Tindakan (bila ada)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Hasil Akhir Pelayanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data – data diatas dicatat dengan fungsi sebagai pencatat data pelayanan klinis dan pencatat data kegiatan &lt;b&gt;Unit Rawat Jalan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(URJ)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. ASKES&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam aspek ini petugas harus tau bagaimana cara mengakses data dan petugas harus mengetahui batasan – batasan kerjanya sendiri..Untuk bagian Unit Rawat Jalan system database disusun berdasarkan kegiatan unit rawat jalan.&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Petugas menerima DRM dari TPPRJ dan menandatangani buku ekspedisi sebagai bukti serah terima DRM.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencatat data pelayanan klinis pada formulir &lt;b&gt;rekam medis&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila dirujuk ke IPP,membuat surat perintah atau surat permintaan pemeriksaan penunjang sesuai bagian yang dikehendaki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menempelkan hasil pemeriksaan penunjang pada formulir penempelan formulir hasil pemeriksaan penunjang atau di lampirkan pada folder DRM pasien yang bersangkutan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila dirujuk ke pelayanan khusus, mencatat atau menulis perintah yersebut pada formulir perjalanan penyakit rawat inap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melamppirkan semua formulir &lt;b&gt;rekam medis&lt;/b&gt; hasil pelayanan dari ruangan pelayanan khusus tersebut pada folder DRM rawat inap pasien yang bersangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menulis perintah pada formulir perintah di rawat (admission note) atau surat pengantar rawat inap bagi pasien yang harus di rawat inap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila pasien dating sebagai pasien rujukan maka petugas membuat jawaban rujukannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencatat kegiatan pelayanan di URJ pada sensus harian poliklinik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah selesai pelayanan , kegiatanya yaitu:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyerahkan SHRJ dg DRM rawat jalan bagi pasien yang tidak di rawat inap&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencatat kegiatan pelayanan diURJ pada register pelayanan pasien rawat jalan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat laporan kegiatan pelayanan URJ berdasarkan register pelayanan pasien rawat jalan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11. Melengkapi data pada DRM yang belum lengkap isinya setelah di teliti oleh fungsi assembling.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. ORGANISASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bertujuan untuk memisahkan antara pengguna internal dan pengguna eksternal sehingga tidak terjadi kesalahan dalam input data atau akses data.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. AKURASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keakurasian data sangat berpengaruh,karena itu menyangkut data data pada pasien.Akurasi dapat dikatakan juga sebagai fungsi assembling yang bertugas mencari ketidaklengkapan data.untuk itu sebelum data disimpan, data harus diteliti dulu apakah data tersebut sudah benar atau belum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. INTEGRITAS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar data tetap up to date maka dalam melakukan input data akurat dan tepat waktu agar kegiatan pelayanan dapat berjalan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. KEAMANAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar data-data tersebut tetap aman maka harus digunakan kode ID, untuk menjaga agar data tersebut tidak diubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. PRIVASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya kode ID maka data tersebut akan aman dan tidak semua orang bias membukanya.Dan,data tersebut dapat ditampilkan namun tidak dapat diubah oleh orang yang tidak berwenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. BEAYA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada system komputerisasi modal awalnya memang cukup besar,karena harus menggunakan beberapa unit computer.tetapi jika di bandingkan dengan system manual maka biaya tersebuttidak seberapa karena system komputerisasi digunakan untuk jangka panjang.sedangkan pada system manual memang biaya awalnya lebih sadikit tetapi jika untuk jangka panjang maka system manual akan lebih boros daripada komputerisasi karena harus menyediakan kertas secara terus menerus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;System database dapat mempermudah system kerja petugas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam penggunaan system database diperlukan aspek yang saling berhubungan yaitu isi, akses, organisasi, akurasi, integritas, keamanan, privasi dan biaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam database harus menggunakan kode ID agar data tersebut tetap aman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Database baru dapat berjalan dengan lancar bila semua aspek sudah terpenuhi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/sistem-informasi-kredit.html"&gt;&lt;b&gt;Sistem komputerisasi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; membutuhkan biaya yang relatif tidak bayak dibandingkan dengan sistem manual.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Perkembangan Teknologi Informasi</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/perkembangan-teknologi-informasi.html</link><category>TA Sistem Informasi</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 04:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-6745652062970426176</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Backup System Aplikasi Registrasi Telkom Flexi Prabayar PT.Telkom Divre IV Semarang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(Tugas Akhir Perkembangan Teknologi Informasi) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan&lt;/b&gt; dan teknologi khususnya &lt;b&gt;perkembangan teknologi informasi &lt;/b&gt;menjadi suatu hal yang tidak bisa dibendung lagi, mereka berjalan melebihi kapasitas dan kemampuan daya nalar manusia pada umumnya. “Sampai era 80-an kita berkutat dalam masalah &lt;b&gt;teknologi industri dan infrastruktur&lt;/b&gt; industri masal, era pasca 80-an dan sampai awal 90-an kita memfokuskan dari pada mutu (quality), tetapi sekarang kita berlomba dalam kecepatan pada &lt;b&gt;perkembangan teknologi informasi &lt;/b&gt;(information technology)” (&lt;b&gt;Bill Gates&lt;/b&gt;, Saraf Digital, Microsoft Press, 1998).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semakin berkembangnya peningkatan pembangunan dan kemajuan teknologi di dunia sekarang ini. Telepon merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting, baik sebagai sarana kehidupan kita maupun sebagai prasarana itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh atau peranan Sistem Pelayanan Pelanggan Baru untuk pemasangan telepon rumah di &lt;b&gt;PT. TELKOM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penyusunan &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/analisis-faktor-faktor-yang.html"&gt;Tugas Akhir&lt;/a&gt; ini penulis mengindentifikasi beberapa masalah yang menjadi pokok pembahasan, yaitu bagaimana perkembangan dunia usaha yang dihadapi PT. TELKOM dewasa ini yang berhubungan dengan penggunaan teknologi informasi yang cepat, akurat, handal, relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini bisa dipenuhi dengan menggunakan Sistem Aplikasi Pelayanan Pelanggan Baru Berbasis Client Side.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini dilaksanakan di &lt;b&gt;PT. TELKOM SEMARANG&lt;/b&gt; dan hasil penelitian ini menunjukan besar harapan Pelayanan Pelanggan Baru di &lt;b&gt;PT. TELKOM&lt;/b&gt; Semarang sudah cukup memadai. Dimana kecepatan teknologi informasi telah berkembang sedemikian pesatnya. Hal ini di sebabkan karena kita haus akan informasi dan technology, agar kita tidak tertinggal oleh perkembangan zaman yang mengalami perubahan setiap waktu. Salah satu teknologi yang berkembang pesat yaitu mobile phone atau yang disebut dengan handphone, perkembangan handphone sedemikian pesatnya sehingga penyedia jasa telepon selular harus memiliki sumber daya teknologi yang canggih misalnya system penerimaan dan regristasi pada pelanggan baru untuk memuaskan pelayanan pelanggan telepon selular. Salah satu penyedia jasa telepon seluler yaitu Telkom dengan salah satu produknya yaitu Flexi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketersediaan pelayanan yang cepat, akurat dan menyeluruh disamping akan membantu dalam proses pelayanan terhadap pelanggan, juga akan sangat membantu dalam membenahi managerial perusahaan dan membantu perusahaan untuk menentukan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil sebagai kebijakan. Pada saat ini &lt;b&gt;PT. TELKOM&lt;/b&gt; selaku penyedia &lt;b&gt;Kartu Prabayar Flexi &lt;/b&gt;dalam operasionalnya untuk melakukan pemrosesan data khususnya yang berkaitan dengan pelanggan baru, penyusunan laporan pemasukan data pelanggan sudah dilakukan secara komputerisasi yaitu dengan menggunakan media program aplikasi Customer Care Flexi ( CCF ). Dimana proses pengolahannya masih mengalami kendala atau yang disebut juga error, sehingga pelanggan yang datang di Plasa TELKOM maupun regristasi Online melalui Telepon Selular sering merasa kecewa, maka untuk itu saya mempunyai rencana bahwa dengan adanya backup system aplikasi CCF maka pelanggan yang datang di Plasa  Telkom tidak merasa kecewa di karenakan adanya System Backup Aplikasi Regristasi &lt;b&gt;Flexi Prabayar&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem yang dibangun ini mampu melakukan proses pengolahan data pelanggan baru dan pelaporan semua data yang dibutuhkan. Dengan sistem tersebut dapat meng backup sistem lama jika terjadi error sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecepatan perkembangannya menimbulkan efek yang cukup signifikan terhadap pemikiran dan kebiasaan manusia. Kualitas dan pelayanan yang cepat menjadi harapan dan keinginan yang menjadi biasa. Hal tersebut menjadi suatu bahan pemikiran dan analisis yang harus diterapkan dalam setiap rencana dan kebijakan yang akan diambil hususnya perusahaan-perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen dalam operasionalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.2 Perumusan Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan uraian singkat yang telah dipaparkan pada Latar Belakang Masalah dan berdasarkan penelitian yang secara langsung telah dilakukan pada         &lt;b&gt;PT. TELKOM Semarang&lt;/b&gt; maka dapat diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” &lt;b&gt;Bagaimana membuat Sistem Backup Aplikasi Regristasi Pelayanan Pelanggan Baru yang berbasis client side pada PT. TELKOM Semarang&lt;/b&gt; ”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3 Tujuan Dan Manfaat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah system backup Aplikasi regristasi pengolahan data pelanggan Baru Yang Berbasis Client Side pada PT. TELKOM T.bk Semarang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan tujuannya adalah sebagai berikut: Membuat ”Sistem Backup Aplikasi Regristasi Pelayanan Pelanggan Baru yang berbasis client side pada PT. TELKOM T.bk Semarang ”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaat Peneliti ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.  Akademi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menambah Ilmu Pengetahuan tetang Teknologi Informasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Perusahaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menigkatkan  kwalitas pelayanan jasa PT Telkom T.bk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.4 Batasan Masalah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan Judul Penelitian ini, maka pembahasan dibatasi pada pelanggan baru, yang meliputi proses registrasi pelanggan baru kartu pra bayar Flexi yang meliputi:&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;1. Bagian Pelayanan Pelanggan Baru (Sampel).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pengguna (User )&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;User yang berada di bagian regristasi pelanggan (sampel) ini yaitu seorang pegawai TELKOM yang bertugas mengolah data pelanggan baru yang telah di validasi untuk di input.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;2. Penyediaan data master pelanggan baru yang akan regristasi untuk di input.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.5 Kerangka Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metodologi penelitian deskriptif analisis, yaitu dengan cara menggambarkan secara tepat data yang ada di lapangan kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang berlaku. &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian dilakukan sebagai suatu usaha untuk mengumpulkan data, menyusun, mencatat, mengklasifikasikan, menganalisa, menginterpretasikan serta menganalisa fakta-fakta mengenai suatu masalah.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.6 Teknik Pengumpulan Data&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Wawancara&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dila1kukan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak TELKOM.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Studi kepustakaan&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memberikan wawasan baru bagaimana suatu aplikasi berbasis client side terhubung dengan remote database (MySQL).&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.7 Metodologi Pengembangan Sistem&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah langkah yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Sistem Enginering&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Proses menentukan segala hal yang diperlukan dalam pengembangan sistem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Analisis&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penguraian dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud mengidentifikasikan dan mengevaluasikan permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Perancangan (Design)&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perancangan ini terdiri dari dua bagian, yaitu : perancangan awal berupa transformasi keperluan kedalam arsitektur data dan perangkat lunak, kemudian dilanjutkan dengan perancangan rinci berupa perbaikan model arsitektur dalam pembuatan struktur data dan algoritma secara rinci dari perangkat lunak dan Design dalam langkah ini menggunakan alat Use Case diagram,Class diagram,Sequence diagram.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Pengkodean (Coding)&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap ini dilakukan proses penerjemahan dari keperluan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang kedalam bahasa pemrograman komputer yang ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Pengujian (Testing)&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah program selesai dibuat, maka tahap berikutnya adalah uji coba terhadap program tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Maintenance&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap ini merupakan tahap terakhir dimana perangkat lunak yang sudah selesai dan dapat mengalami perubahan-perubahan atau penambahan-penambahan sesuai dengan user. Tahap ini tidak dilakukan mengingat penelitian ini dilakukan untuk kerja praktek dan dikerjakan dalam waktu terbatas.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari semua tahap pada metode diatas, dalam penelitian untuk kerja praktek ini penulis hanya memakai lima tahap yang ada saja yang dipakai adalah sistem enginering, analisiss, design, kode, testing.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.8 Sistematika Penulisan Laporan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistematika penulisan laporan kerja praktek terdiri dari bab yang perinciannya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bab I : Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bab ini membahas latar belakang masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, pembatasan masalah, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bab II : Landasan Teori&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi tentang landasan teori mengenai permasalahan yang dibahas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bab III : Analisa Masalah dan Perancangan Sistem&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bab ini berisi mengenai uraian analisa dari masalah yang diangkat serta perancangan sistem Aplikasi Pelayanan Pelanggan Baru PT. TELKOM Semarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bab IV: Implementasi dan Pengujian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bab ini berisi tentang implementasi dari Sistem Aplikasi Pelanggan Baru Berbasis client side yang telah dihasilkan dan di uji penggunaannya.Software yang digunakan untuk front end yaitu Delphi 7 dan back end dengan MySQL, yang kami lihat cukup jika digunakan dalam komputer yang telah dimiliki PT. TELKOM Semarang tersebut. Yaitu pentium IV dengan procesor 1,8 Mhz, ram 256 dan hardisk 80 Giga dan windows yang digunakan windows xp service pack 2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bab V : Kesimpulan dan Saran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi tentang kesimpulan dari masalah yang dibahas serta saran-saran dari penyusun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ORDER: PO TA SISTEM INFORMASI 001&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/04/tata-cara-pemesanan-file.html"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Download&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Metodologi Penelitian</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/metodologi-penelitian.html</link><category>Artikel</category><category>Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 04:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-2247724138442783295</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;DAMPAK STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM MANAJERIAL PADA RETURNS DAN RISIKO OBLIGASI PERUSAHAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;TEORI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tugas Metodologi Penelitian&lt;/b&gt; - Penelitian tentang hubungan antara kepemilikan saham manajerial dengan penilaian obligasi belum banyak dilakukan. Beberapa penelitian terdahulu lebih memusatkan perhatian pada peranan alat proteksi utang dalam pengaruhnya terhadap nilai obligasi. Dalam penelitian tersebut diawali dampak variabel karakteristik obligasi (seperti keberadaan bond covenant, sinking fund' maupun pemeringkatan utang) terhadap penilaian obligasi perusahaan. Sebagai contoh Smith dan Warner (1979). Mereka telah menguji sifat protektif covenant dalam perjanjian utang dan berpendapat bahwa pembatasan-pembatasan aktivitas pemegang saham dipengaruhi oleh bond covenant. Restriksi kebijakan pendanaan dan pembayaran dividen secara tertulis mendorong pemegang saham untuk mengikuti kebijakan investasi yang memaksimumkan nilai perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cook dan Easterwood (1994) telah menguji dampak penerbitan utang dengan dan tanpa bond covenant terhadap peredaran utang dan saham, dan menunjukkan bahwa covenant mempengaruhi nilai yang diterima pemegang saham secara negatif dan mempengaruhi nilai yang diterima pemegang obligasi secara positif, sementara penerbitan utang tanpa bond covenant tidak mempunyai pengaruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dyl dan Joehnk (1979)&lt;/b&gt; telah mengamari dampak penerbitan obligasi dengan sinking fund terhadap biaya utang (required retimes} dan berpendapat, bahwa penggunaan sinking fund dalam obligasi dapat menurunkan returns yang diminta investor obligasi dan sinking funt tersebut dapat memberikan sinyal kualitas kredit perusahaan (Wu 1993). Penelitian lain juga memusatkan perhatian pada respon pasar terhadap perbedaan peringkat utang (obligasi). Sebagai contoh. Hand et al. (1992) telah membuktikan bahwa pengumuman perubahan peringkat obligasi berdampak pada harga obligasi dan Liu et at. (1999) juga mendokumentasikan bahwa pasar obligasi merespon pengumuman pembahan peringkat menurun lebih besar dibandingkan perubahan peringkat naik. Peringkat obligasi merupakan indikator risiko kegagalan (default risk), sehingga peringkat obligasi tersebut menunjukkan tingkat kepastian dan jaminan bagi investor mengenai tingkat risiko dan returns obligasi yang dimiliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak semua perusahaan akan beruntung melalui penerbitan obligasi terproteksi. Bae et al. (1994) menemukan bahwa (1) perusahaan-perusahaan dengan biaya keagenan atas utang relatif lebih besar akan memperoleh keuntungan dari penerbitan obligasi terproteksi, dan (2) keuntungan perusahaan penerbit obligasi terproteksi secara signifikan lebih kecil dibandingkan perusahaan penerbit obligasi tanpa proteksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan McDaniel (1986) menemukan bahwa perusahaan-perusahaan industri besar memiliki proteksi obligasi secara ekstrim lemah, sehingga meskipun penggunaan bond covenant ini mengurangi biaya keagenan atas utang, tetapi proteksi yang ditawarkan tidak dapat mengeliminir secara total perbedaan kepentingan antara pemegang saham dan pemegang obligasi. Hal yang sama dikemukakan oleh Bagnani et al. (1994).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Allen et al. (I987)&lt;/b&gt; juga meragukan keandalan proteksi covenant dan menyatakan, bahwa" refunding protection usually isn't worth the paper its-written on." Lebih lanjut, dipertanyakan dalam paper mereka, kenapa perusahaan-perusahaan terus menerbitkan obligasi dengan proteksi jika setiap covenant tidak berpengaruh terhadap return obligasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan penelitian-penelitian di atas, penelitian yang dilakukan oleh Bagnani et al. (1994) telah memusatkan perhatian pada hubungan kepemilikan manajerial dengan penilaian obligasi perusahaan yang diperdagangkan di Amerika. Dalam laporan hasil penelitian tersebut dikemukakan bahwa risiko dan returns obligasi dipengaruhi oleh kepemilikan saham manajerial, ceterisparibus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Returns obligasi adalah perubahan harga dan pendapatan bunga berjalan (accrued interest) yang diterima dari penjualan obligasi. Ukuran nilai obligasi di Amerika pada umumnya, merupakan returns obligasi disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga bebas risiko yang diwakili oleh returns dari Treasury Bond. Metode pengukuran nilai obligasi secara demikian, berarti telah meiiipertimbangkan faktor perubahan term structure dalam tingkat suku bunga. Pengukuran nilai obligasi secara demikian memangrealistis, tetacnfflyngkin tidak relevan diterapkan di Indonesia saat ini.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga alasan menjadi dasar pendapat tersebut dikemukakan, karena (1) transaksi perdagangan obSigasi di pasar obligasi di Indonesia unnimnya tidak aktif (frekuensi tertinggi 11 kali di tahun 1998 dan 11 kaii di tahm 1999),'' (2) suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SB!) yang biasa digunakan sebagai proksi suku bunga bebas risiko dan mewakili interest rate risk dalam penelitian obligasi di Indonesia pada umumnya memiliki masa jatuh tempo pendek, berbeda dengan masa jatuh tempo obligasi perusahaan (minimum 5 tahun), dan (3) pada tahun 1998, suku bunga SBI mengalami peningkatan tajam tak terkendali (lebih dari 70 persen per tahun), sehingga apabila digunakan sebagai pengendali dalam pengukuran nilai obligasi akan menghasilkan ukuran excess returns obligasi yang tidak wajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur kepemilikan saham manajerial merupakan proporsi saham biasa yang dimiliki oleh para manajer (disebutALPHA). Mehran et al (1992) mengukur struktur kepemilikan saham manajerial sebagai persentase saham biasa yang dimiliki oleh para Chief Executive Qffusr ditambah kepemilikan oleh keluarga dekatnya, sedangkan Bagnani et al. (1994) mengukur struktur kepemilikan saham manajerial sebagai persentase saham biasa dan atau opsi saham yang dimiliki direktur dan officer. Dalam penelitian ini, struktur kepemilikan saham manajerial diukur sebagai persentase saham biasa yang dimiliki oleh Board of Management, di dalamnya terdapat direktur dan komisaris. Kepemilikan saham oleh komsaris dalam penelitian ini diakui sebagai kepemilikan manajerial, karena saham-saham perusahaan di Indonesia umumnya dimiliki oleh sekelompok keluarga tertentu yang berkedudukan sebagai komisaris perusahaannya, sehingga independensi direktur dari komisaris menjadi tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Eiton dan Gruber (1995), perusahaan-pemsahaan besar kurang berisiko dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil. Dengan kata lain, perusahaan kecil memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan perusahaan besar. Juga, semakin besar perusahaan, potensi mendiversifikasikan risiko (non sistemik)-nya semakin besar, sehingga membuat risiko obligasi perusahaan tersebut menurun (Bagnani et al. 1994). Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dari logaritma aset total. Diharapkan, ukuran perusahaan berdampak negatif pada returns obligasi perusahaan. Logaritma jumlah aset sebagai proksi ukuran perusahaan dihitung dari data keuangan perusahaan yang dilaporkan, pada akhir tahun (31 Desember) sebelum periode tahun pengamatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Leverage perusahaan (disebut, DR) adalah tingkat penggunaan surat berharga berpenghasilan tetap, seperti utang dalam struktur modal perusahaan. Rasio ini diukur atas dasar perbandingan nilai buku Jumlah aset dikurangi modal saham biasa dengan nilai pasar saham biasa perusahaan (Zion dan Shalit 1975). Sedangkan Bagnani et al. (1994) menggunakan rasio utang dibandingkan asset total sebagai wakil ukuran leverage l perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karakteristik obligasi dalam penelitian ini merupakan variabel dummy yang menunjukkan ada tidaknya kepastian dan jaminan dalam penelitian obligasi. Penelitian ini akan melihat dua karakteristik obligasi yang diharapkan berpengaruh pada returns obligasi, " yaitu &lt;b&gt;variabel sinking jund (DMS) &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;peringkat obligasi (DMR)&lt;/b&gt;. Di Indonesia, lembaga yang berhak memberikan peringkat obligasi adalah PT. Pefindo. Lembaga ini memberikan peringkat obligasi yang dinyatakan dalam kualitas investasi (investment grade), yaitu tingkat kesanggupan membayar kembali. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengetahuan Dan Sikap Tentang Malaria</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/pengetahuan-dan-sikap-tentang-malaria.html</link><category>Skripsi Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 04:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-5269650141717454039</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Tentang Malaria Dengan Kepatuhan Menelan Obat Pada  Penderita Malaria Di Puskesmas &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Latar Belakang &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaria adalah penyakit menular yang di sebabkan oleh parasit protozoa dari genus plasmodium,yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit malaria hampir di temukan di seluruh dunia terutama di negara-negara yang beriklim tropis dan sub tropis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaria merupakan masalah kesehatan yang terdapat hampir di seluruh dunia. Sekitar 300 juta penduduk diserang tiap tahunnya dan sekitar 2-4 juta penduduk meninggal dunia akibat serangan penyakit malaria. Malaria merupakan penyakit utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Peningkatan angka kesakaitan dan kematian akibat penyakit tersebut diatas masih cukup tinggi terutama di kawasan timur Indonesia. (1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Propinsi Papua merupakan daerah endemis,terutama di daerah pesisir pantai angka endemisitasnya jauh lebih tinggi yaitu 0,3 per 1000 penduduk dibandingkan di daerah Pegunungan yang hanya terdapat 0,25 per 1000 penduduk. Sampai dengan tahun 2002  Annual Pracite Incidence (API) untuk tingkat Propinsi Papua mencapai 1,8 per 1000 penduduk. Pada tahun 1980-an ke bawah angka penderita malaria masih didominasi didaerah pesisir pantai saja,namun setelah memasuki tahun 1990-an angka penderita malaria tidak jauh berbeda antara pesisir pantai dan Pegunungan, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena terjadi perpindahan penduduk dari daerah non endemis (Pegunungan) ke daerah endemis (Pantai) ataupun sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Pegunungan Bintang sebenarnya bukan merupakan daerah endemis malaria sebelumnya,karena daerah tersebut terletak didaerah Pegunungan bagian paling timur dari Propinsi Papua. Namun sesuai data terakhir untuk tingkat Kabupaten/Dinas Kesehatan Kab. Pegunungan Bintang tahun 2007 menunjukan angka yang cukup tinggi yaitu sebesar 522 kasus malaria (51,23%) dengan angka API (Annual Parasite Incidence) 2,5 per 1000 penduduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari data tersebut diatas,jumlah kasus malaria yang di jumpai di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang sebanyak 122 kasus malaria (32,18%) dengan angka API (Annual Parasite Incidence) sebesar 1,4 per 1000 penduduk,jauh lebih tinggi dari standar Nasional yaitu 0,08 per 1000 penduduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah kunjungan kasus malaria yang terdapat di Puskesmas Kiwirok pada tahun 2008 yaitu sebanyak 37 kasus (13,47%) dan diperkirakan cenderung mengalami peningkatan jumlah kasus sampai dengan akhir tahun tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengendalikan angka kesakitan dan kematian akibat serangan penyakit malaria,maka dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : dengan Active Case Detection (ACD) : Pencarian kasus pada penduduk,Passive Case Detection (PCD) : Semua penderita malaria klinis yang datang ke unit pelayanan kesehatan, Mass Fever Survey (MFS) : Mengkonfirmasikan bahwa desa yang kasusnya nol  atau  rendah memang benar-benar mempunyai tingkat transmisi yang rendah pula dan Malariometrik Survey (MS) : Survey pemeriksaan limpa. (1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengobatan penyakit malaria dilakukan beberapa upaya antara lain,pengobatan pencegahan (profilaksis),pengobatan klinis,pengobatan radikal,dan pengobatan masal. Upaya penyembuhan terhadap penyakit malaria ada kalanya mengalami kegagalan sehingga penderita mengalami kekambuhan/relapse. (11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Depkes RI 1999,kambuh atau relapse pada malaria dibedakan atas rekurensi dan rekrudesensi. Rekurensi adalah kekambuhan malaria jenis plasmodium vivax dan plasmodium ovale yang di sebabkan oleh adanya fase hipnozoit didalam sel hati. (8) Dengan adanya fase hipnozoit tersebut maka suatu saat penderita bisa mendapat serangan malaria yang ke dua (malaria sekunder).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada plasmodium falciparum dan plasmodium malariae tidak memiliki hipnozoit dalam sel hati. Kemungkinan berulangnya serangan malaria pada kedua jenis malaria ini umumnya disebabkan oleh kecenderungan parasit malaria yang masih tersisa didalam darah akibat pengobatan yang tidak sempurna/teratur. Kekambuhan malaria seperti ini disebut rekrudesensi. Rekrudesensi terjadi dalam beberapa hari atau minggu (&amp;lt; 8 minggu) sesudah serangan malaria yang pertama,sehingga disebut short term relapse.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Short term relapse biasanya disebabkan oleh pengaruh kebiasaan,kurangnya pengetahuan,kelalaian dalam mengkonsumsi obat,dan lain sebagainya. (11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penjelasan Kepala Pukesmas Kiwirok pada survey pendahuluan bahwa,di wilayah yang dipimpinnya hampir di setiap desa terdapat kasus malaria klinis. Sesuai data kunjungan kasus malaria pada akhir tahun 2007 terdapat 122 kasus,hasil rekapan dari 4 pustu,6 BP,dan 6 Polindes. Dari jumlah tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan sebanyak 112 orang penderita,sedangkan 10 kasus masih menjalani pengobatan radikal karena terjadi kekambuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut keterangan P2M Malaria, kekambuhan kasus malaria umumnya terjadi karena terdapat pembesaran limpa pada eberapa penderita termasuk 10 kasus tersebut diatas,hal ini disebabkan karena adanya parasit malaria didalam darah akibat penderita tidak menelan obat sesuai petunjuk yang diberikan oleh petugas kesehatan pada saat penderita menjalani pengobatan klinis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Cuneo dan snider,Handojo dan Partasasnita,salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan menelan obat adalah faktor penderita yang meliputi kebiasaan,tidak disipilinnya penderita dalam hal minum obat,dan motivasi untuk berobat makin lama makin menurun. Kepatuhan dalam menelan obat merupakan perwujudan dari perilaku kesehatan seseorang penderita terhadap pengobatan yang dijalaninya. (10)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam teori perilaku yang di kemukakan oleh Lawrence Green, terbentuknya perilaku seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor predisposisi yangterdiri atas pengetahuan,sikap, kepercayaan,tradisi dan nilai-nilai. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (over behavior),termasuk pada tindakan seseorang dalam upaya pemulihan kesehatan,dalam hal ini adalah kepatuhan menelan obat. (5)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan uraian tersebut di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang &lt;b&gt;hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria di Puskesmas&lt;/b&gt; Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Rumusan Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari latar belakang tersebut diatas maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang ?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. Tujuan Penilitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Tujuan Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahuai hubungan antara pengetahuaan dan sikap tentang malaria dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Tujuan Khusus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Mengatahui gambaran mengenai karakteristik responden yang meliputi umur,jenis kelamin dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Mengetahui gambaran mengenai pengetahuan,sikap dan kepatuhan menelan obat pad penderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Mengenai hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Mengenai hubungan antara sikap dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. Manfaat  Penilitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bagi Akademik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tambahan literatur bagi mahasiswa lain dalam melakukan penelitian selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagi Akademik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat  memberikan  informasi kepada Puskesmas mengenai ganbaran pengetahuan dan sikap tentang tentang malaria serta hubungannya dengan kepatuhan menelan obat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bagian Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat memberikan informasi tentang ada tidaknya hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan kepatuhan menelan obat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bagi Peneliti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pengenalan mengenai cara dan proses berpikir secara ilmia tentangn pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan menelan obat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;E.  Keaslian Penelitian  &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Nama  : -&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria di desa Marden Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen tahun 2001. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode :   Cross sectional &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak ada hubungan antara cara minum obat antara cara minum obat dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada hubungan antara efek samping obat                  dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada hubungan antara jumlah obat dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada hubungan antara pemahaman instruksi pengobatan dengan kepatuhan menelan obat pada penderita malaria. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Nama              :  - &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul               :  Hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan kepatuhan menelan obat pada &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;penderita malaria di Puskesmas Moyong I Jepara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode             :  Cross sectional &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil          :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ada kaitan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan fasilitas pelayanan kesehatan dengan praktik Pencengahan dan pengobatan penyakit malaria.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidakada hubungan yaneg bermakna antara biaya  dengan praktik pencegahan dan pengobatan penyakit malaria. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Perbedaan penelitian sebelumnya dengan yang akan dilakukan peneliti adalah : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Waktu dan tempat penelitian,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Jumlah sampel yang di gunakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;F.  Lingkup Penelitian &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Lingkup keilmuan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bidang yang di teliti adalah Ilmu Kesehatan Masyarakat khususnya di bidang Epidemiologi Lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.   Lingkup Materi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitian ini masalah yang dibahas adalah tentang penyakit menular di bidang Epidemiologi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.   Lingkup Lokasi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini akan dilaksanakan di Puskesmas Kiiwirok-Papua.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.   Lingkup Metode &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan Cross sectional dan pengumpulan data perilaku dengan Wawancara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.  Lingkup Sasaran &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah semua penderita malaria klinis yang tercatat di Puskesmas Kiwirok. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.   Lingkup Waktu &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan,April dan Mei 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ORDER: PO KESEHATAN 001 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>AYAM KREMES DAN ANEKA ES CAMPUR</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/ayam-kremes-dan-aneka-es-campur.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 03:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-5017433993418728610</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;AYAM KREMES DAN ANEKA ES CAMPUR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PKPM-K&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.1 Latar Belakang Penelitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki tahun 2010 yang menunjukan fakta semakin ketat dan majunya persaingan dibidang bisnis &lt;b&gt;kewirausahaan&lt;/b&gt; meliputi ketenagakerjaan dan semakin sulitnya untuk berwirausaha, maka sebagai generasi muda yang mempunyai pikiran untuk maju kita berusaha untuk menemukan peluang berwirausaha dengan menerapkan keterampilan yang kita miliki dam ilmu ekonomi yang telah kami pelajari di perkuliahan,baik ilmu ekonomi makro maupun mikro terutama di bidang perbisnisan &lt;b&gt;kewirausahaan&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdorong oleh keinginan untuk berwirausaha dan menerapkan &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/04/revolusi-industri.html"&gt;ilmu ekonomi&lt;/a&gt; yang telah kami pelajari di perkuliahan,kita memutuskan untuk mendirikan usaha warung yang mampu bersaing dengan kompetitor yang mempunyai bisnis yang sama dengan nama “&lt;b&gt;Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur&lt;/b&gt;”.Usaha ini berdiri dengan modal sendiri dan kami mengelola dengan prinsip kerja keras dan tanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami mencoba memberikan warna baru dalam variasi camilan untuk membedakan &lt;b&gt;Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur&lt;/b&gt; ini dengan lainnya menggunakan tempat yang saya miliki sebagai sarana mencari keuntungan ,tetapi kami juga menjadikan tempat usaha kami ini sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan ide-ide baru yang kita punyai yaitu dengan cara  menemukan menu-menu baru dengan bahan yang mudah didapat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam jangka waktu 1,5 bulan usaha kami berkembang pesat serta mempunyai beberapa pelanggan tetap. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.2 Perumusan  Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Identifikasi masalah terdiri dari beberapa aspek diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.1 Aspek Pemasaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek pasar dan pemasaran adalah inti dari penyusunan studi &lt;b&gt;kewirausahaan&lt;/b&gt;. Meskipun secara teknis menunjukkan hasil yang feasible untuk dilaksanakan, tapi tidak ada artinya apabila tidak dibarengi dengan adanya pemasaran dari produk yang dihasilkan. Dalam uraian aspek pemasaran sekurang-kurangnya harus melingkupi peluang pasar, perkembangan pasar, penetapan harga pasar, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan disamping kebijaksanaan yang diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.2  Aspek Organisasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam aspek organisasi yang perlu diuraikan adalah bentuk badan hukum usaha, nama usaha, perencanaan kegiatan, bentuk struktur organisasi, perencanaan kebutuhan tenaga kerja, deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan perencanaan sistem kompensasi. Berdasarkan pada struktur organisasi yang ditetapkan kemudian ditentukan jumlah tenaga kerja serta keahlian yang diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.3 Aspek Manajemen&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals), secara efektif dan efisien.Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian dalam sebuah laporan studi. Hal ini membahas mengenai manajemen dan pengorganisasian dalam rangka menjalani suatu proyek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.4 Aspek Teknis dan Teknologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang perlu diuraikan dalam aspek teknis adalah pemilihan teknologi yang tepat dan benar, pemilihan lokasi usaha yang telah direncanakan, perencanaan tata letak yang baik, perencanaan proses produksi dan perencanaan kualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.5 Aspek Ekonomi dan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek ekonomi dan keuangan yang perlu dibahas dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan pengolahan data dan analisa investasi dan kelayakan. Pengolahan data disini terdiri dari beberapa unsur didalamnya yaitu kebutuhan investasi dan modal kerja, pola pengembalian modal pinjaman, harga pokok penjualan, proyeksi rugi laba, proyeksi arus kas, dan proyeksi neraca. Sedangkan untuk analisa investasi dan kelayakan diantaranya : perhitungan payback period, perhitungan BEP, perhitungan NPV, perhitungan IRR, perhitungan profitability index.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3 Tujuan dan Manfaat &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3.1 Tujuan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami melakukan penelitian ini karena memiliki tujuan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk melihat perkembangan usaha Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur di Semarang ini apakah semakin pesat atau tidak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar kita mengetahui cara pembuatan dan keuntungan serta kerugian yang dialami para penjual Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan penelitian ini kita dapat mengetahui seberapa besar para konsumen masih berminat untuk menikmati Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur di waktu yang akan datang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengetahui permintaan dan penawaran konsumen terhadap Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur itu sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3.2 Manfaat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kondisi baru yang akan terwujud dari usaha yang kita jalani yaitu dapat memiliki prioritas tersendiri untuk usaha yang kami dirikan, karena bisnis usaha ini tidak hanya untuk kalangan umur tertentu agar dapat menikmatinya. Inovasi yang kami ikuti menjadikan usaha ini dapat selalu berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;IV. Metode Pelaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode penelitian dipakai agar suatu penelitian dapat lebih diteliti, terarah, sistematis, dan mudah untuk dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;a. Jenis metode&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian dapat berjalan dengan baik jika dalam pelaksanaanya terlebih dahulu harus ditentukan maka dalam berbisnis harus tahu planing yang harus tepat. Jenis penelitian yang digunakan oleh kita adalah jenis deskriptif yaitu jenis penelitian untuk mendeskriptifkan secara rinci mengenai data yang digunakan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;b. Obyek penelitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah usaha pembuatan Ayam Kremes Dan Aneka Es Campur secara inovatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;c. Jenis data&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya melalui tanya jawab langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;d. Metode pengumpulan data&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan metode wawancara yang di dapatkan dari sumbernya langsung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan baik secara teoris ataupun realiti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;V. Sistematika Penulisan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sistematika sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1 Latar Belakang Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2 Perumusan Masalah&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Pemasaran &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Manajemen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Teknis dan Teknologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek Ekonomi dan Keuangan &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3 Maksud dan Tujuan Usaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4 Metode Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5 Sistematika Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB II  ASPEK PEMASARAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk Pasar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peramalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhitungan Peramalan Permintaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhitungan Peramalan Penawaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Market Space dan Market Share&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segmentasi, Target dan Posisi di Pasar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situasi Persaingan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strategi Pemasaran (marketing mix)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB III  ASPEK ORGANISASI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk Struktur Organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Deskripsi Pekerjaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB IV  ASPEK MANAJEMEN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk Badan Hukum Usaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama Usaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan Kegiatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Deskripsi Pekerjaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB IV  ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan Teknologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan Lokasi Usaha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan Tata Letak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan Proses Operasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perencanaan Kualitas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB V  ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan Investasi dan Modal Kerja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola Pengembalian Modal Pinjaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harga Pokok Penjualan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proyeksi Rugi Laba&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proyeksi Arus Kas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proyeksi Neraca&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisa Investasi dan Kelayakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhitungan Payback Period&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB VI  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekomendasi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Di hajar Google Habis-habisan</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/di-hajar-google-habis-habisan.html</link><category>Blogging</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 15 Jun 2010 01:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-964585043178545471</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti judul yang diatas itu memang benar-benar terjadi, blog yang aku bikin ini benar-benar di hajar google tanpa ampun, keyword yang aku bidik benar-benar hilang dari &lt;a href="http://www.google.com/"&gt;google serp&lt;/a&gt;. Pengunjung pada blog &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/"&gt;http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com&lt;/a&gt; yang selama ini rata-rata perhari sampai 200-300 pengunjung dari search engine google sekarang hilang sama sekali, tinggal sisa-sisa itu pun bukan dari google melainkan dari search yahoo.  Memang sih pengunjung segitu belum apa-apa dibandingkan dengan &lt;b style="color: magenta;"&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;para &lt;/span&gt;master SEO&lt;/b&gt;, tetapi bagi saya pengunjung segitu sudah lebih dari cukup untuk sementara karena aku sendiri baru belajar sana-sini dengan &lt;b style="background-color: white; color: lime;"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;para&lt;/span&gt; master SEO&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa blog &lt;b style="color: lime;"&gt;para&lt;/b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;master SEO&lt;/b&gt; yang saya kunjungi bahwa blog yang hilang dari google serp itu di masukan dalam sand box tetapi saya tidak tahu sand box itu apa. Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang aku belum tahu, dan aku sendiri semakin penasaran untuk mengetahui apa yang menjadi masalah. Dan semoga masalah ini akan segera teratasi segera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi apabila ada &lt;b style="color: magenta;"&gt;para master SEO&lt;/b&gt; yang mampir kesini tolong saya diberi pencerahan ya….. terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Piala Dunia 2010</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/piala-dunia-2010.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 09:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-7799722710014565717</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepak Bola &lt;b&gt;Piala Dunia 2010&lt;/b&gt;, Pesta olah raga yang paling akbar di dunia dan olah raga yang paling ditunggu masyarakat seluruh penjuru dunia akhirnya datang juga. Dengan berbagai acara digelar dalam mengawali pembukaan &lt;b&gt;Piala Dunia 2010 &lt;/b&gt;dan disertai pertandingan pembukaan antara tuan rumah &lt;b&gt;Afrika melawan mexico &lt;/b&gt;yang berkesudahan dengan skor imbang 1:1 menandakan bahwa Piala dunia tahun ini akan berlangsung seru, karena tim-tim yang bermain dalam kancah sepak bola dunia ini semuanya layak untuk menjadi juara dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;kira-kira tim mana yang akan menjadi juara ?&lt;br /&gt;
kita tunggu sampai selesainya &lt;b&gt;Piala Dunia 2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
ATAU ANDA BISA MENJAWAB?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENGARUH IBU YANG BEKERJA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/pengaruh-ibu-yang-bekerja-terhadap.html</link><category>Skripsi Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Wed, 9 Jun 2010 20:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-1492894039557671385</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENGARUH IBU YANG BEKERJA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA DI KELURAHAN MANGUNJIWAN KABUPATEN DEMAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Alasan Pemilihan Judul &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas Sumber Daya Manusia, disamping juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari ancaman yang merugikannya. Hari depan bangsa Indonesia tergantung pada mutu dan kesehatan bayi dan anak. Karena kesehatan bayi dan anak ini sebagai fondasi pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. Dan dengan kesehatan bayi dan anak dapat menggambarkan kesehatan masyarakat secara umum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa balita merupakan fase terpenting dalam membangun fondasi &lt;b&gt;pertumbuhan dan perkembangan manusia&lt;/b&gt;. Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari genetik sedangkan faktor eksternal yaitu status gizi pada masa balita. Anak balita ini merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat gizi yang tinggi setiap kg berat badannya (Dina Agoes Sulistijani dan Maria Poppy Herlianty, 2003: 3). Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan suatu proses yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, namun keduanya dapat dibedakan. Istilah pertumbuhan merupakan peristiwa bertambahnya ukuran fisik dan struktural tubuh, sedangkan istilah perkembangan merupakan peristiwa bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu (Soetjiningsih, 1998: 1)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan berat badan, tinggi badan atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh. Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, kebutuhan makan anak berbeda dengan kebutuhan makan orang dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, dimana dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari data yang diperoleh dari Widyakarya Nasional Pangan &amp;amp; Gizi VII (2000: : 159), bahwa beberapa wilayah masalah ketahanan pangan tingkat rumah tangga terdeteksi dari masalah tingginya prevalensi rumah tangga dengan defisit energi dan protein. Antara 23-35% rumah tangga masih mengkonsumsi kurang dari 32 gram protein per kapita per hari semenjak tahun 1995. Antara 43-50% rumah tangga masih mengkonsumsi energi kurang dari 1500 kkal.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan dan gizi merupakan faktor yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup yang optimal. Konsumsi makanan berpengaruh dengan status gizi seseorang. Pada umumnya masalah gizi disebabkan oleh faktor primer dan atau sekunder. Faktor primer antara lain karena asupan seseorang yang kurang baik pada kuantitas atau kualitas yang disebabkan oleh karena kemiskinan, ketidaktahuan tentang gizi dan kebiasaan makan yang salah. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang mempengaruhi asupan makanan, pencernaan, penyerapan dan metabolisme zat gizi. Hal ini menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi (Depkes, 2003: 1). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/05/penilaian-status-gizi.html"&gt;gizi&lt;/a&gt; yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal. Namun berbagai penyakit gangguan gizi dan gizi buruk akibat tidak baiknya mutu makanan maupun jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing orang, masih sering ditemukan diberbagai tempat di Indonesia. Gangguan gizi ini menggambarkan suatu keadaan akibat ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi. Masalah gizi tersebut merupakan refleksi konsumsi energi dan zat-zat gizi lain yang belum optimal. Salah satu defisiensi gizi yang masih sering ditemukan di negara kita dan merupakan masalah gizi utama khususnya yang terjadi pada balita yaitu KEP (Kurang Energi Protein). KEP ini adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa bayi dan balita, orang tua harus selalu memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh anak dengan membiasakan pola makan yang seimbang dan teratur setiap hari, sesuai dengan tingkat kecukupannya. Balita masih belum bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik dan belum bisa berusaha mendapatkan sendiri apa yang diperlukannya untuk makanannya. Balita sangat tergantung pada ibu atau pengasuhnya dalam memenuhi kebutuhannya. Pada ibu yang bekerja biasanya anak balita lebih cepat disapih. Penyapihan yang lebih dini akan berakibat negatif terhadap status gizi anak apabila makanan anak disapih tidak diperhatikan (Suhardjo, 2003: 14) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa sekarang ini ibu tidak hanya berperan sebagai orang yang mengurus keadaan rumah atau hanya mengurus anak-anak, tetapi ibu juga mempunyai kegiatan diluar rumah dengan tujuan untuk mencari nafkah atau mendapatkan penghasilan. Apabila ibu bekerja, tanggung jawab anak diserahkan kepada pengasuh anak maupun keluarga yang lain, orang yang diserahi tanggung jawab ini belum tentu mempunyai pengalaman dan keterampilan untuk mengurus anak. Pada keadaan seperti ini dikhawatirkan anak balita akan menjadi terlantar karena kurang mendapatkan perawatan dan perhatian dari pengasuhnya serta tidak terpenuhinya kecukupan makanan yang dianjurkan. Pola konsumsi makanan sehari-hari akan mempengaruhi berat badan sebagai gambaran status gizi anak balita.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelurahan Mangunjiwan merupakan salah satu wilayah yang ada di Kabupaten Demak. Kelurahan Mangunjiwan ini termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Demak III. Terdiri dari 1.529 KK yang terbagi dari 31 unit RT dan 7 unit RW. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai karyawan. Jumlah balita yaitu 371 anak dengan status ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja. Dari data Puskesmas Demak III pada laporan tahunan 2004 status gizi anak balita di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak diketahui bahwa anak balita dengan status gizi dalam kategori buruk tidak ada, status gizi dalam kategori kurang sebanyak 3,3 %, status gizi dalam kategori  baik sebesar 96,6 % dan status gizi dalam kategori lebih sebanyak 0,16 %. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “P&lt;b&gt;engaruh Ibu yang Bekerja Terhadap Status Gizi Anak Balita di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005&lt;/b&gt;” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.1 Permasalahan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan alasan pemilihan judul tersebut, pada penelitian ini penulis akan mengambil suatu permasalahan yaitu apakah ada pengaruh antara pola konsumsi makan terhadap status gizi anak balita pada ibu yang bekerja di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005 ? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3 Tujuan Penelitian &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan diadakan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh antara pola konsumsi makan terhadap status gizi anak balita pada ibu yang bekerja di Kelurahan Mangunjiwan Kabupaten Demak tahun 2005  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.4. Definisi Operasional &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4.1 Status Gizi Menurut Sunita Atmatsier (2001: 3), status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Status gizi adalah keadaan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan dan penggunaan makanan (Suhardjo. Dkk, 1986: 15). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi yang dimaksud status gizi dalam penelitian ini adalah keadaan tubuh anak balita sebagai akibat dari konsumsi zat-zat gizi dan penggunaan dari zat-zat gizi tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4.2 Ibu yang Bekerja Ibu adalah wanita yang sudah bersuami, panggilan yang takzim kepada wanita &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(W.J.S Poerwadarminta, 1987: 104) Bekerja adalah melakukan suatu pekerjaan (perbuatan), berbuat sesuatu (W.J.S Poerwadarminta, 1987: 428) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi yang dimaksud ibu yang bekerja dalam penelitian ini adalah wanita yang telah bersuami dan mempunyai anak balita yang melakukan sesuatu aktivitas atau pekerja formal maupun tidak formal diluar rumah selama atau lebih dari enam jam dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dan yang dimaksud ibu yang bekerja dalam penelitian ini yaitu sikap ibu dalam pemberian pola konsumsi makan pada anak balita dan pengetahuan gizi ibu terhadap anak balita.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.5 Manfaat Penelitian &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaat diadakan penelitian ini adalah :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan mengaplikasikan ilmu dibangku kuliah dengan penelitian yang dilakukan di masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai masukan bagi pengelola program gizi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya status gizi anak balita.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tambahan kepustakaan khususnya dalam ilmu kesehatan masyarakat. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PO KESEHATAN 005&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Keaktifan Kader Kegiatan Posyandu</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/keaktifan-kader-kegiatan-posyandu.html</link><category>Skripsi Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Wed, 9 Jun 2010 20:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-696592682019142039</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kader Kegiatan Posyandu  Di Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki abad ke-21, Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis. Untuk bidang kesehatan diberlakukan paradigma baru pembangunan kesehatan, yaitu paradigma sehat, dengan visi Indonesia Sehat 2010 (1). Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah penyelenggaraan kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap  penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dan tujuan sosial (2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun salah satu bentuk peran serta masyarakat adalah Posyandu (3). Posyandu sendiri adalah pusat kegiatan masyarakat , dimana masyarakat sekaligus dapat memperoleh &lt;b&gt;pelayanan Keluarga Berencana &lt;/b&gt;dan Kesehatan (4). Selain itu posyandu dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk tukar pendapat dan pengalaman serta bermusyawarah untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Secara  operasional di desa/kelurahan upaya ini terutama dilakukan melalui kegiatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pelayanan di Posyandu ini pada hakekatnya dilaksanakan dengan cara membina masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri dengan melaksanakan lima program prioritas yaitu meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan Keluarga Berencana (KB), pelayanan gizi, pelayanan imunisasi dan penanggulangan diare. Dalam penyelenggaran posyandu kader memegang peranan penting, baik yang mengenai semua rencana kegiatan hari buka posyandu. Sebagai bentuk peran serta masyarakat yang diselenggarakan oleh para kader sukarelawan di desa-desa, maka kegiatan administratif seperti pencatatan dan pelaporan yang tertib umumnya tidak dapat diharapkan seperti pada instansi struktural yang resmi (3).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai keterbatasan yang meliputi sumber daya, kemampuan dan ketrampilan baik dari pihak puskesmas maupun para kader serta peran serta masyarakat merupakan hambatan pada pelaksanaan kegiatan posyandu (5). Keaktifan kader dapat membantu berkembangnya suatu posyandu. Indikator keberhasilan keaktifan kader dapat dilihat dari beberapa cakupan kegiatan yaitu K/S, D/S, D/K, N/D, N/S. Apabila pencapaian kegiatan berhasil maka dapat dikatakan kader yang bertugas di posyandu aktif. Keberhasilan pencapaian cakupan ini merupakan usaha untuk meningkatkan posyandu (5).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan data Kabupaten dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 di Pati menunjukan bahwa Pati, menempati peringkat ke-10 dalam banyaknya sarana kesehatan pada tahun 2008 dari 21 Kecamatan yang berada di Kabupaten Pati (6). Perkembangan posyandu di Pati dibagi menjadi empat yaitu posyandu pratama sebanyak 98, posyandu madya sebanyak 617, posyandu purnama sebanyak 639 dan posyandu mandiri sebanyak 198. Data ini menunjukkan bahwa jumlah posyandu mandiri lebih sedikit dibandingkan dari posyandu madya dan purnama bisa dikatakan kader di Pati kurang aktif. Salah satu puskesmas di Kecamatan Pati adalah Puskesmas Margorejo,  data sekunder yang didapat dari Puskesmas Margorejo berupa laporan bulanan menunjukan bahwa terdapat beberapa kegitan yang belum berhasil pencapaiannya dari target yang telah ditentukan oleh Puskesmas. Pada  laporan bulanan selama 3 bulan terakir September, Oktober, November tahun 2009 menunjukkan persentase dari 18 desa D/S yang terkecil 22,73 % dan terbesar adalah 74,3 % sedangkan cakupan keberhasilannya adalah 86% disamping itu kegiatan N/D dari laporan bulanan selama 3 bulan terakhir September, Oktober, November tahun 2009 menunjukkan persentase dari 18 desa adalah kegiatan N/D terkecil 27,43 % dan terbesar 93,48 % sedangkan cakupan keberhasilannya adalah 95% (7). Di samping itu dari hasil survei awal didapat keterangan bahwa kader kurang melakukan penyuluhan karena kurang mendapatkan insentif yang cukup. Juga oleh karena adanya larangan suami jika ibu terlalu melakukan kunjungan kerumah - rumah masyarakat dapat mengakibatkan anaknya terbengkalai. Kader juga jarang datang ke puskesmas pada hari dan tanggal yang telah ditentukan untuk pertemuan para kader, dan tidak melaporkan setiap kegiatan di posyandu yang menjadi cakupan wilayah  kerjanya (7).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini menunjukkan beberapa program dari Puskesmas  Margorejo yaitu D/S dan N/S kurang berhasil. Keberhasilan posyandu tidak terlepas dari keaktifan kader baik pada saat kegiatan di dalam posyandu  (penimbangan, pencatatan di kartu KMS, imunisasi, pelayanan KB, KIA) maupun kegiatan di luar posyandu (penyuluhan dan kunjungan ke rumah warga). Menurut Snehandu B. Karr terdapat 5 determinan perilaku yaitu : niat, dukungan dari masyarakat, terjangkaunya informasi, otonomi atau kebebasan pribadi dalam mengambil keputusan dan kondisi dan situasi yang memungkinkan (8). Peneletian ini hanya menggunakan 3 variabel dari teori Snehendu yaitu dukungan dari masyarakat karena di desa yang menjadi cakupan wilayah kerja Puskesmas Margorejo sangat tergantung dari dukungan masyarakat seperti keluarga, perangkat desa, ketua PKK  dan tokoh agama karena mereka sangat  dipandang dan mereka adalah panutan warga. Menggunakan variabel otonomi atau kebebasan pribadi untuk mengambil keputusan karena dalam mengambil keputusan menjadi kader tidak boleh mendapat paksaan dari siapapun karena dapat membuat kader itu tidah sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya bahkan bisa mengundurkan diri atau tidak aktif. Menggunakan variabel kondisi dan situasi yang memungkinkan karena petugas kader tidak hanya bekerja sebagai kader saja tetapi ada yang bekerja sebagai PNS, wiraswasta, dan petani, sehingga membutuhkan waktu yang cukup untuk aktif dalam kegiatan posyandu di samping itu jarak posyandu dengan rumah warga juga menentukan karena jarak yang jauh membuat warga malas untuk datang. Untuk itu peneliti tertarik dan mengambil judul “ &lt;b&gt;Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kader Kegiatan Posyandu Di Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati&lt;/b&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Perumusan Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan latar belakang tersebut yang telah diuraikan diatas maka masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor apa saja yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu di Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati tahun 2009?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. Tujuan Penelitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tujuan Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu di Puskesmas Margorejo Kabupaten Pati tahun 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tujuan Khusus&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mengetahui hubungan dukungan dari masyarakat sekitarnya dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui hubungan adanya otonomi atau kebebasan pribadi untuk mengambil keputusan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui hubungan kondisi dan situasi yang memungkinkan dengan keaktifan kader dalam kegiatan posyandu. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. Manfaat Penelitian &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bagi Keilmuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memberikan masukan dan informasi yang di perlukan sebagai bahan pustaka untuk pengembangan selanjutnya dan dapat memperkaya bidang keilmuan khusunya di bidang &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/pengetahuan-dan-sikap-tentang-malaria.html"&gt;Ilmu Kesehatan Masyarakat &lt;/a&gt;dengan peminatan Manajemen Kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagi Program&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bahan masukan dan informasi bagi pengelola program dari puskesmas dan upaya yang harus di lakukan kader agar tetap aktif dalam rangka mengelola, membina dan meningkatkan posyandu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bagi Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendapatkan pelayanan dari kader yang lebih optimal dengan meningkatnya keaktifan kader. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PO KESEHATAN 004&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sistem Informasi Kredit</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/sistem-informasi-kredit.html</link><category>Sistem Informasi</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Wed, 9 Jun 2010 19:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-2959122942554911946</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Sistem Informasi Kredit Pada Perum Pegadaian Cabang Ungaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.1. Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa sekarang ini, kebutuhan &lt;b&gt;informasi berbasis komputer&lt;/b&gt; merupakan kebutuhan vital bagi perusahaan. Dalam hal ini komputer berperan sangat penting yaitu sebagai alat bantu utama dalam proses pencatatan dan pengolahan yang intinya dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Informasi yang cepat, tepat dan akurat merupakan modal utama bagi suatu perusahaan atau informasi dalam menentukan langkah-langkah guna peningkatan dan pengembangan perusahaan itu sendiri dimasa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula umum pegadaian, pegadaian merupakan salah satu soko guru &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/ciri-pelaku-ekonomi-nasional.html"&gt;perekonomian nasional&lt;/a&gt; yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mensukseskan usaha pemerataan pembangunan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sangat membantu program pengentasan kemiskinan, terutama pada masa sekarang ini. &lt;b&gt;Kredit dengan sistem gadai&lt;/b&gt; dirasa sangat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia dan merupakan alternatif ideal terutama bagi golongan menengah kebawah. Untuk itu pegadaian dituntut lebih profesional dalam memberikan jasa pelayanan kepada nasabah yang kian meningkat jumlahnya, dengan dukungan suatu &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-penggajian.html"&gt;sistem informasi&lt;/a&gt; yang baik. Perum Pegadaian khususnya Cabang Ungaran menawarkan jasa pelayanan yang diantaranya adalah pemberian kredit dengan tanpa meninggalkan ciri khusus dan misinya yaitu penyaluran pinjaman atau kredit atas dasar hukum gadai. Dalam pemberian jasa tersebut tidak lepas dari aktivitas pencatatan dan pengolahan data. Data diolah meliputi data-data pemberian dan pelunasan kredit yang tentunya  melibatkan dokumen-dokumen yang penting khususnya bagi nasabah sendiri maupun bagi &lt;b&gt;Perum Pegadaian&lt;/b&gt; guna proses pengolahan data. Hal ini menjadi masalah karena pihak Pegadaian khususnya Cabang Ungaran harus menangani sekian banyak data baik data nasabah sendiri beserta barang yang dijadikan agunan sampai tranksaksi yang dilakukan dan kemudian memprosesnya secara berulang-ulang sampai menjadi laporan, sehingga apabila masih mengunakan cara konfensional atau manual tentu akan memakan waktu yang lama dan kemungkinan kesalahan relatif tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehubungan dengan hal tersebut diatas, pada penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul " &lt;b&gt;Sistem Informasi Kredit Pada Perum Pegadaian Cabang Ungaran&lt;/b&gt; ".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.2. Perumusan Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permasalahan yang muncul di perum Pegadaian Cabang Ungaran adalah semakin kompleknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat, meliputi proses pegadaian barang pinjaman, taksiran nilai barang, tebusan serta pengambilan barang, semua kegiatan ini memerlukan/kecepatan, ketelitian. Bertolak dari masalah tersebut penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:                    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana merancang sistem informasi kredit, sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan efektifitas kerja di Perum Pegadaian Cabang Ungaran dalam bidang pemberian dan pelunasan kredit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.3. Pembatasan Masalah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi oleh perum pegadaiaan serta terbatasnya waktu, maka penulis membatasi permasalahan hanya pada sistem kredit pada Perum Pegadaian Cabang Ungaran, yang meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Prosedur pemberian kredit atau prosedur pegadaian barang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Prosedur pelunasan kredit atau prosedur penebusan barang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.4. Tujuan Penelitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan yang dikehendaki dicapai dengan pembuatan skripsi ini adalah: merancangkan sistem bagi obyek yang diteliti, sebagai pertimbangan komputerisasi pengolahan data pada masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.5. Manfaat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5.1. Bagi Penulis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menerapkan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan dan untuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitas berpikir serta untuk melatih melakukan penelitian secara ilmiah dan menyajiken dalam bentuk laporan yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5.2. Bagi Perum Pegadaian Cabang Ungaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memberikan masukan mengenai pengembangan sistem kompurtisasi untuk mengoptimatkan proses pelayanan pegadaian sehingga efisiensi kerja, ketelitian dan keamanan data tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5.3. Bagi Akademis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menambah kepustakaan akademik dan memberikan informasi bagi para pembaca sebagai bahan acuan untuk pengembangan dan penelitian lebih lanjut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.6. Metodologi Penelitian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam memperoleh data, penulisan sekripsi ini menggunakan beberapa sumber data, yang antara lain sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.6.1. Jenis Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Data Primer (Marzuki, 2001)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data diperoleh dengan      cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap obyek yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang telah dirumuskan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Data Sekunder ( Marzuki, 2001)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, misalnya dari biro statistik, majalah, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Data diperoleh melalui berkas-berkas yang diperoleh dari perum pegadaian dan dari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan obyek penelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.6.2. Teknik Pengumpulan Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Interview ( Marzuki, 2001 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interview merupakan cara pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandasakan tujuan penelitian. Data diperoleh dengan cara melakukan tatap muka secara langsung dan mengadakan tanya jawab untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Observasi ( Marzuki, 2001 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki. Data diperoleh dengan jalan meninjau langsung keadaan obyek yang diteliti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Kepustakaan ( Supranto, 1997 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku dan sumber data lainnya dalam perpustakaan. Metode ini didapac dengan cara mempelajari literatur-literatur yang berkaitan langsung penyusunan laporan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.7. Sistematika Penulisan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I  PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB II      LANDASAN TEORI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi teori-teori yang mendukung dan sumber-sumber lainnya yang dapat digunakan sebagai pembanding atau acuan didalam pembahasan masalah yang meliputi &lt;b&gt;pengertian sistem dan informasi&lt;/b&gt;, analisa sistem, perancangan sistem, pengertian data base, pengertian gadai dan sekilas lentang software yang digunakan yaitu visual basic 6.0.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB III     GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi penjelasan tentang gambaran umum obyek penelitian yaitu perum pegadaian cabang ungaran meliputi latar belakang berdirinya, kedudukan perum pegadaian, struktur organisasi serta diskripsi masing-masing bagian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB IV     PEMBAHASAN MASALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi analisa sistem dan perancangan sistem yang terdiri dari data flow diagram ( DFD ), normalisasi , desain database, Hierarchy Input Proses Output ( HIPO ), dan desain input output.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BABV     PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi kesimpulan dan saran-saran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PO KOMPUTER 001&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>World Cup 2010: Tuesday's round-up</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/world-cup-2010-tuesdays-round-up.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 8 Jun 2010 08:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-8348513823828464559</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Football - World Cup 2010: Tuesday's round-up:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/48018000/jpg/_48018416_marquez.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/48018000/jpg/_48018416_marquez.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Barcelona defender Rafael Marquez has trained with Mexico for the first time since injuring his right leg in last week's 2-1 friendly victory over Italy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;It was Mexico's first practice session with every player present since the team arrived in South Africa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mexico opens the World Cup on Friday against the hosts, with its Federation president Justino Compean admitting the squad is 'nervous but confident'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mexico has played more warm-up matches to prepare for the tournament than any of the other 31 teams.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;United States striker Robbie Findley has warned England they can cause them problems 'all over the pitch' in Saturday's opening group C match in Rustenburg.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Findley and Edson Buddle impressed as a forward combination during the United State's 3-1 win over Australia in their final warm-up international - but Findley believes England will also have to contend with threats from elsewhere."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;reference: http://news.bbc.co.uk&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>World Cup 2010 | Didier Drogba set to rejoin Ivory Coast squad tomorrow</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/world-cup-2010-didier-drogba-set-to_08.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 8 Jun 2010 08:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-5676365738842344311</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;World Cup 2010 | Didier Drogba set to rejoin Ivory Coast squad tomorrow: "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:2_UrvjAwytALqM:http://rheasport.files.wordpress.com/2009/11/drogba.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:2_UrvjAwytALqM:http://rheasport.files.wordpress.com/2009/11/drogba.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Chelsea striker Didier Drogba&lt;/span&gt; is all set to join up with the Ivory Coast squad tomorrow after successful surgery on a fractured arm, the Ivorian Football Federation said in a statement today.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;But they have not given any indication to the players fitness and if he will be playing any time soon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Drogba fractured the ulna of his right forearm in a warm-up match against Japan in Switzerland last weekend and was quickly rushed off into surgery in Berne the following day.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'His recovery has been extremely encouraging. It is suggested that, at this stage, all the signs are good and there is great hope the captain of the Elephants will be in action with his team-mates as soon as possible,' Ivorian Football Federation spokesman Roger Kouassi said.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ivory Coast play in Group G alongside Portugal, Brazil and Korea DPR. They will fancy their chances but they will need Drogba - many will be hoping he can play."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;reference: http://www.worldcup2010southafrica.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kaka upbeat after playing well in Brazil's final warmup before World Cup</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/kaka-upbeat-after-playing-well-in.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 8 Jun 2010 08:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-5320607454747363290</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/hostednews/canadianpress/article/ALeqM5hW-GbnAhn3NXTVNAHdjmhcdlTECg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kaka&lt;/b&gt; upbeat after playing well in Brazil's final warmup before World Cup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JOHANNESBURG — &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaka&lt;/span&gt; is becoming increasingly optimistic with how he will perform at the World Cup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/hostednews/canadianpress/media/ALeqM5i1z4PEMH2dBsD3flanoWHxDb8tpQ?size=s2" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.google.com/hostednews/canadianpress/media/ALeqM5i1z4PEMH2dBsD3flanoWHxDb8tpQ?size=s2" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Brazil playmaker said his confidence was boosted after scoring and playing well in the team's final warmup before the tournament on Monday, and is likely to keep improving until the opener against North Korea on June 15.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'I felt fine,' &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaka &lt;/span&gt;said. 'I played better in this match. I just need to loosen up a little more, but we have a week until the first match and I will be ready.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaka &lt;/span&gt;played the entire match in Brazil's 5-1 win over Tanzania in Dar es Salaam. He acknowledged he is still not at his best, coming off a left thigh injury, but performed much better than in the 45 minutes he played in Brazil's first warmup, a 3-0 win over Zimbabwe in South Africa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'There are still some minor things to adjust,' &lt;b&gt;Kaka &lt;/b&gt;said. 'But it's not about being concerned, it's more about being anxious.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaka chested in a cross by &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maicon&lt;/span&gt; in the 76th minute on Monday, scoring his first goal with Brazil in almost a year. He hadn't scored in 12 matches, since a 4-3 win against Egypt in last year's Confederations Cup."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;reference: http://www.google.com/hostednews/canadianpress/article/ALeqM5hW-GbnAhn3NXTVNAHdjmhcdlTECg &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Top 10 World Cup Games</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/top-10-world-cup-games.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Tue, 8 Jun 2010 07:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-8559555573736314214</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Top 10 World Cup Games &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"10) Argentina* 2-2 England – 1998 Second Round&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;There haven’t been too many memorable &lt;b&gt;World Cup games&lt;/b&gt; over the past three or four editions, but this was certainly one. The build-up to the match was, inevitably, dominated by talk of England gaining revenge for the 1986 quarter final and &lt;b&gt;Diego Maradona’s &lt;/b&gt;Hand of God.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Within 16 minutes there had already been three goals. Gabriel Batistuta’s penalty put Argentina in the lead, but Alan Shearer equalised from the spot after a suspicious Michael Owen fall. The 18-year-old then lit up the tournament with a brilliant solo goal, but Argentina restored parity with another fantastic strike by Javier Zanetti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;David Beckham&lt;/b&gt; was sent off in the second half for kicking out at &lt;b&gt;Diego Simeone&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Sol Campbell&lt;/b&gt; had a goal disallowed for a Shearer foul on goalkeeper Carlos Roa, and the final outcome was penalties. As at Italia ’90 eight years earlier, it wasn’t meant to be for England as midfielders &lt;b&gt;Paul Ince and David Batty&lt;/b&gt; were both denied by Roa."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Referensi: http://sports.peacefmonline.com/soccer/201006/45723.php&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/gangguan-sistem-reproduksi.html</link><category>Artikel</category><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Mon, 7 Jun 2010 23:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-7320921732958245685</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PADA WANITA DAN PRIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Hipogonadisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Kriptorkidisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Uretritis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Prostatitis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Orkitis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas. Orkitis atau radang testis paling sering sebagai komplikasi dari parotitis epidemika, karena virusnya dikeluarkan melalui kandung kemih. Dapat pula terjadi akibat infeksi asendens dari saluran genitalia. Gejala yang dirasakan meliputi; nyeri, bangkak, menggigil, dan demam yang dapat bilateral atau unilateral. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan ini dapat berakibat steril atau impotensi. Terapi terhadap inflamasi ini dengan istirahat ditempat tidur, kompres panas/hangat dan antibiotic (bila perlu). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Hipospadia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipospadia adalah salah satu kelainan bawaan pada anak laki-laki yang sering ditemukan dan mudah untuk mendiagnosanya. Pada kehamilan 7-8 minggu, embrio membentuk tuberkulum genitalis dan dua benjol genitalis. Pada laki-laki, tuberkulum genitalis berkembang menjadi penis, kedua benjol genitalis mennjadi lipatan uretra dan skrotum, yang kemudian menyatu. Penyatuan itu menutup uretra pada penis dan terbentuk skrotum. Kegagalan penutupan disebelah ventral berakibat terjadinya kelainan bawaan yang disebut hipospadia. Muara uretra terdapat disisi bawah penis. Keadaan ini sering bersamaan dengan tidak adanya desensus testikulorum. Terapi dilakukan dengan pembedahan (menutup).  Anak laki-laki lain kalau buang air kecil berdiri, sedangkan anak pengidap hipospadia harus jongkok seperti anak perempuan (karena lubang keluar kencingnya berada di sebelah bagian bawah penis atau di tengah penis, atau di batang kemaluan dan sebagainya). Harus dilakukan operasi, karena bila dibiarkan, setelah dewasa dia akan kesulitan untuk membahagiakan pasangan hidupnya, sebab penisnya memiliki chordae sehingga menyebabkan bengkok dan dari hari ke hari tidak memiliki perkembangan seperti lelaki normal pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Gejalanya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Lubang penis tidak terdapat di ujung penis, tetapi berada di bawah atau di dasar penis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Penis melengkung ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Jika berkemih, anak harus duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Epispadia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Epispadia adalah suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka.Terdapat 3 jenis epispadia: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•   Lubang uretra terdapat di puncak kepala penis &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•   Seluruh uretra terbuka di sepanjang penis &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•  Seluruh uretra terbuka dan lubang kandung kemih terdapat pada dinding perut. Gejalanya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Lubang uretra terdapat di punggung penis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Lubang uretra terdapat di sepanjang punggung penis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Fimosis (phimosis)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan kondisi dimana kulit yang melingkupi kepala penis (glans penis) tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis (kulup, prepuce, preputium, foreskin,) . Preputium terdiri dari dua lapis, bagian dalam dan luar, sehingga dapat ditarik ke depan dan belakang pada batang penis. Pada fimosis, lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis. Kadangkala perlekatan cukup luas sehingga hanya bagian lubang untuk berkemih (meatus urethra externus) yang terbuka.Fimosis (phimosis) bisa merupakan kelainan bawaan sejak lahir (kongenital) maupun didapat,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Parafimosis (paraphimosis)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan kebalikan dari fimosis dimana kulit preputium setelah ditarik ke belakang batang penis tidak dapat dikembalikan ke posisi semula (ke depan batang penis) sehingga penis menjadi terjepit.Fimosis dan parafimosis yang didiagnosis secara klinis ini, dapat terjadi pada penis yang belum disunat (disirkumsisi, circumcision) atau telah dikhitan namun hasilnya kurang baik. Fimosis dan parafimosis dapat terjadi pada laki-laki semua usia, namun kejadiannya tersering pada masa bayi dan remaja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Fimosis kongenital (kelainan bawaan, true phimosis) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kulit preputium selalu melekat erat pada glans penis dan tidak dapat ditarik ke belakang pada saat lahir, namun seiring bertambahnya usia serta diproduksinya hormon dan faktor pertumbuhan, terjadi proses keratinisasi lapisan epitel dan deskuamasi antara glans penis dan lapis bagian dalam preputium sehingga akhirnya kulit preputium terpisah dari glans penis. Hanya sekitar 4% bayi yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis pada saat lahir, namun mencapai 90% pada saat usia 3 tahun dan hanya 1% laki-laki berusia 17 tahun yang masih mengalami fimosis kongenital. Walaupun demikian, penelitian lain mendapatkan hanya 20% dari 200 anak laki-laki berusia 5-13 tahun yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;11. Balantis (Radang Glans Penis)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan ini terutama terdapat pada laki-laki yang tidak sunat, yang kurang bersih atau yeng terkena penyakit kelamin. Gejala klinis yang tampak berupa merah, bengkak, nyeri, ada nanah di uretra. Terapi terhadap inflamasi dengan antibiotic yang tepat dan sirkumsisi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;12. Hidrokel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan terkumpulnya cairan didalam tunika vaginalis, yang membungkus testes dan epididimis. Seringkali timbul tanpa penyebab  yang nyata, tetapi dapat timbul setelah epididimis, orkitis, cidera, atau neoplasma. Terapi dilakukan dengan aspirasi dan insisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;13. Varikokel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelebaran abnormal dari pleksus vena testes, umumnya yang kiri lebih sering. Kalau yang kanan harus dicurigai dengan tumor. Aibat yang dikuatirkan adalah keadaan subfertil, karena suhu setempat lebih tinggi dari biasanya. umumnya tanpa gejala, bila perlu dilakukan pembedahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;14. Epidedimitis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Epididimitis adalah radang epididimis. Penyebabnya adalah penyebaran infeksi dari urine, uretra, prostate, vasikula seminalis, yang akut mungkin karena gonoroe. Dapat berupa komplikasi dari prostatektomi. Gejala yang dirasakan meliputi nyeri, menggigil, demam, lemah, dan pembengkakan skrotum. Bila terjadi nekrosis dan fibrosis, dapat menutup saluran genital dan mengakibatkan steril. Terapi dilakukan dengan istirahat total, antibiotic, dan kompres panas/dingin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Gangguan menstruasi : &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstrusi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Kanker genitalia :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Kanker vagina :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Kanker serviks:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Kanker ovarium:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Endometriosis &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser. Infeksi vagina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Dismenoria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya. Dismenorea terbagi menjadi dua, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dismenorea primer terjadi dua hari sebelum menstruasi tiba dan biasanya hilang setelah memasuki masa menstruasi. Sekitar 10% penderita dismenorea primertidakdapatmengikuti kegiatan sehari-hari. Dismenorea sekunder hampir mirip dengan dismenorea primer, tetapi akibatnya lebih parah dan biasanya lebih lama daripada dismenorea primer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda-Tanda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis, seperti emosi yang labil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyebab&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin, dan kerusakan saraf perifer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopii, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pencegahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dismenorea mungkin sulit untuk dicegah, tetapi untuk gejala yang sangat parah dapat dikurangi dengan cara meminum obat pereda rasa sakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beristirahat, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengonsumsi sayur, dan buah-buahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengonsumsi jamu kunyit asem, terutama menjelang haid.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adapun obat herbal untuk mengurangi gejala dismenorea menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah 30 gram temu lawak (diiris-iris) +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Sindrom Premenstrual&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sindrom premenstrual adalah istilah untuk menyatakan ketidaknyamanan yang dirasakan sebelum menstruasi. Gejala bervariasi, seperti sakit kepala, payudara nyeri ditekan, perut terasa penuh, kembung, endema, berat badan meningkat, sakit pinggang, mudah tersinggung (ingin menangis), depresi, sukar tidur, gelisah. Gejala-gejala ini paling nyata 7-10 hari sebelum haid, menghilang sewaktu haid. Penyebabnya belum jelas namun diduga berhubungan dengan kadar estrogen dan progesteron darah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terapi diberikan sesai gejala, paling sering menggunakan diuretika, mengurangi garam, obat penenang atau obat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Analisa Kondisi Ekonomi</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/analisa-kondisi-ekonomi.html</link><category>Artikel</category><category>Ekonomi</category><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sat, 5 Jun 2010 06:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-3657884319138421410</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;ANALISA KONDISI EKONOMI DAN KORELASI DENGAN KESEHATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Analisa Kondisi ekonomi&amp;nbsp; &lt;/b&gt;di&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Indonesia pada 2010 diperkirakan belum akan terlepas dari krisis global, bahkan diperkirakan semakin berat jika dibandingkan dengan tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini telah memasuki tahun 2010, tahun yang penuh tantangan bagi pembangunan &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/penyakit-diare-di-indonesia.html"&gt;kesehatan&lt;/a&gt; di Indonesia karena pada tahun ini telah ditetapakan sebagai suatu bentuk perwujudan yang nyata dari pembangunan kesehatan yaitu Indoneseia Sehat. V isi pembangunan kesehatan yang direfleksikan dalam bentuk motto yang berbunyi “&lt;b&gt;Indonesia Sehat Tahun 2010&lt;/b&gt;”, diharapkan akan mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh penduduknya yang (1) hidup dalam llingkungan yang sehat, (2) mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta (3) mampu menyediakan dan memanfaatkan (menjangkau) pelayanan keehatan yang bermutu, sehingga (4) memiliki derajat kesehatan yang tinggi. Sedangkan misi yang telah dirumuskan adalah &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;menggerakan pembangunan nasionala berwawasan kesehatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat ;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatn yang bermutu, merata dan terjangkau;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat termasuk lingkungannya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan lain di Negara Indonesia yang masih merupakan masalah yang harus dihadapi dalam permasalahan Bidang Kesehatan meliputi :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masih cukup tingginya disparitas status kesehatan antar tingkat sosial &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/perekonomian-indonesia.html"&gt;ekonomi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mobilitas penduduk yang cukup tinggi ;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kondisi kesehatan lingkungan masih rendah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perilaku hidup sehat masyarakat yang masih rendah;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Keterbatasan pelayanan kesehatan ;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam rangka pemerataan pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, telah dibangun Pusat-Pusat Kesehatan Masyarakat. Dewasa ini seluruh kecamatan sudah mempunyai sekurang-kurangnya sebuah Puskesmas serta beberapa Puskesmas Pembantu. Jangkauan upaya pelayanan Puskesmas dan Puskemsas pemantu masih belum memadai terutama di daerah pedesaan yang sulit perhubungannya atau daerah terpencil. Untuk mengatasi itu diadakan Puskesmas Keliling dan Polindes untuk membantu memberiakan pelayanan kepeda penduduk. Namun belum semua desa bisa terjangkau. Upaya pelayanan kesehatan yang mmenyeluruh dan terpadu hanya mungkin diwujudkan jika sistem rujukan dikembangkan dengan meningkatkan sarana dalam arti luas, yakni pengembangan rumah sakit yang memenuhi syarat medis teknis serta kejelasan tanggung jawab antara Puskesmas dan Rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Jumlah tenaga kesehatan masih kurang merata,&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya, masih rendahnya kinerja SDM Kesehatan. Secara umum dapat dikatakan bahwa baik tenaga medis maupun tenaga paramedis jumlah dan mutunya serta pemerataannya masih belum memadai. Hampir seluruh dokter dan sebagian besar tenaga paramedis adalah pegawai negeri, sedangkan banyak tenaga medis merangkap melayani usaha kesehatan swasta. Hal ini dapat mengurangi mutu pelayanan kesehatan-kesehatan pemerintah. Perbandingan jumlah dokter dan paramedis serta tenaga kesehatan lainnya terhadap jumlah penduduk masih jauh dari memuaskan. Pola ketenagaan untuk unit-unit pelayanan kesehatan serta pendidikan dan latihannya masih perlu dimantapkan. Sistem pengelolaan tenaga kesehatan yang baru dirintis belum sepenuhnya memungkinkan pembinaan tenaga kesehatan berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja. Dengan meningkatnya kecepatan pembangunan bidang kesehatan sebagi bagian dari pembangunan nsional, kiranya masalah ketenagaan tersebut juga akan cenderung meningkat pula. Karena itu masalah ketenagaan perlu mendapatkan prioritas penggarapan baik untuk jangka pendek maupun menengah dan jangka panjang.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. Pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada belum optimal ; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan, atau sering disebut perilaku pencairan pengobatan (health seeking behavior). Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan. tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fasilitas kesehatan sebagi salah satu sumber daya kesehatan sampai dewasa ini telah dikembangkan tahap demi tahap sesuai dengan keperluan. Jumlah dan fungsi rumah sakit baik pemerintah maupun swasta telah pula ditingkatkan. Peningkatan rumah sakit ini merupakan salah satu kegiatan dari peningkatan upaya kesehatan rujukan, yang dimaksudkan untuk lebih menunjang upaya kesehatan Puskesmas. Demikian pula fasilitas kesehatan lainnya seperti laboratorium , kantor, perumahan dinas, fasilitas pendidikan dan latihan dan yang lainnya telah pula ditingkatkan. Namun pamanfaatan terhadap fasiltas tersebut masih belum optimal, hal ini dapat kita lihat dari sedikitnya jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dibandingkan dengan kunjungan ke praktek pribadi medis maupun paramedis. Selain itu masih adanya pemanfaatan pengobatan pada praktik perdukunan pada sebagain masyarakat di pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8. Akses masyarakat untuk mencapai fasilitas kesehatan yang ada belum optimal.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akses yang dimaksud adalah sarana pendukung seperti sarana jalan dan transfortasi yang masih belum baik dan kurang. Di daerah terbelakang dan terpencil sampai saat ini untuk sarana jalan dan transfortasi dapat dikatakan kurang mendukung. Untuk mencapai fasilitas kesehatan terkadang membutuhkan waktu berhari-hari hanya untuk mengobati sakit sanak keluarga masyarakat di desa terpencil tersebut. Permasalah ini tidak lepas juga dengan letak geografis darah tersebut. Selain itu tidak semua desa tertinggal atau terpencil ditempatkan petugas kesehatan dikarenakan masih kurangnya tenaga kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9. Peran lintas sektor dalam bidang kesehatan belum optimal.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara faktor-faktor yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan antara lain adalah kertja sama lintas sektor. Kerja sama yang dimaksud adalkah kerja sama berbagai sektor pembangunan, kerjasama pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta. Yang masih perlu ditingkatkan adalah kerja sama lintas sektor yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta, baik dari segi teknis opersional maupun administratif, ketengaan dan kejelasan mekanisme kerja bahkan termasuk aspek-aspek hukum yang dapat memantapkan kerja sama secara luas&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja sama lintas sektor sering sukar diwujudkan jika kerja sama tersebut tidak didasari oleh saling pengertian dan keterbukaan yang mendalam antara komponen yang terlibat serta tidak ada kejelasan tentang tujuan bersama. Peran yang harus dilakukan oleh masing-masing komponen dalam kerja sama itu dan mekanisme kerjanya perlu dirumuskan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Stocks plummet to 4-month low on jobs report, worsening crisis in Europe</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/stocks-plummet-to-4-month-low-on-jobs.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sat, 5 Jun 2010 05:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-4359909565474826495</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;U.S. stocks hit their lowest levels since February on Friday as a disappointing jobs report and worries about the fiscal health of yet another European country ignited a sell-off. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;All the major U.S. indexes plunged by more than 3 percent after a Labor Department report showed that hiring waned in the private sector last month, busting a string of more upbeat data about the U.S. economy and crushing investor confidence about the prospects for growth.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The jobs data added to ongoing market jitters about the debt crisis in Europe, made worse on Friday when a spokesman for Hungary's prime minister said that his country's economy is in "a grave situation." The remark fanned fears that the debt problems gripping some European countries will sink the chances of a global economic recovery.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"This jobs report was supposed to be the catalyst that would have showed us that the U.S. economy is insulated" from Europe's financial troubles, said Jack Ablin, chief investment officer at Harris Private Bank in Chicago. "Instead, it showed us that business leaders, just like investors, are very nervous and tentative."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The sell-off resulted in the second-worst day of the year for U.S. stocks, as the Dow Jones industrial average dipped below the psychologically significant 10,000 level. The Dow shed 3.15 percent or 323.31 points. It closed at 9,931.97, with all 30 blue-chip stocks down for the day.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Standard &amp;amp; Poor's 500-stock index, a broad measure of U.S. markets, fell 3.44 percent, or 37.95 points, to 1,064.88. The tech-heavy Nasdaq slumped 3.64 percent, or 83.86 points, to 2,219.17. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2010/06/04/AR2010060404947.html"&gt;Stocks plummet to 4-month low on jobs report, worsening crisis in Europe&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Video Israel</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/israels-flotilla-raid-sparks-local.html</link><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Sat, 5 Jun 2010 04:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-3829580585828002517</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Video Israel’s flotilla raid sparks local protest&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;VIDEO ISRAEL&lt;/b&gt; — Supporters and detractors of the &lt;b&gt;Israel&lt;/b&gt; government squared off Friday evening downtown, claiming opposite corners of the intersection of Front Street and Broadway downtown, with Palestinian flags waving on one side and Israeli flags on the other.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;The two sides were brought out by an incident that took place Monday, the raid by Israeli commandos of a Turkish ship, part of a six-ship flotilla carrying supplies to the blockaded territory of Gaza. The raid led to fighting that left nine passengers dead, including a U.S. citizen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gaza has been under a blockade for three years by Israel with the cooperation of Egypt, an attempt to curtail the Palestinian resistance organization&lt;b&gt; Hamas&lt;/b&gt;, which took control of the territory in 2007. The Israeli government had warned the flotilla not to breach the blockade.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gYjkLUcbJWo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gYjkLUcbJWo&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Video Israel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Referensi: &lt;a href="http://www.signonsandiego.com/news/2010/jun/05/israels-flotilla-raid-sparks-local-protest/"&gt;Sandiego News &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemberantasan Penyakit Malaria</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/pemberantasan-penyakit-malaria.html</link><category>Artikel</category><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Fri, 4 Jun 2010 19:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-1467054025046644172</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KOMPONEN  PEMBERANTASAN PENYAKIT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PENYAKIT MALARIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit malaria&lt;/b&gt; adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis. Penyakit tersebut semula banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan dikira disebabkan oleh udara rawa yang buruk, sehingga dikenal sebagai malaria (mal = jelek; aria=udara).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat 5 jenis parasit 'strain' yang menyebabkan malaria di antaranya vivax dan falciparum. 4 daripadanya berupaya menjangkiti manusia. 'Strain' falciparum adalah yang paling merbahaya kerana dapat menyebabkan kematian dan bertanggungjawab terhadap 90 perseratus kematian. ‘vivax’ biasa didapati di Amerika selatan dan Asia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. Penyebab Penyakit Malaria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penyakit malaria disebabkan oleh bibit &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/penyakit-leukemia-kanker-darah.html"&gt;penyakit &lt;/a&gt;yang hidup di dalam darah manusia. Bibit penyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amuba yang disebut Plasmodium. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada empat macam plasmodium yang menyebabkan malaria:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Falciparum, penyebab penyakit malaria tropika. Jenis malaria ini bisa menimbulkan kematian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Vivax, penyebab malaria tersiana. Penyakit ini sukar disembuhkan dan sulit kambuh. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Malariae, penyebab malaria quartana. Di Indonesia penyakit ini tidak banyak ditemukan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ovale, penyebab penyakit malaria Ovale. Tidak terdapat di Indonesia. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerja plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk anopheles, plasodium masuk ke dalam darah manusian dan berkembang biak dengan membelah diri.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Penularan dan Penyebaran Penyakit Malaria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penularan penyakit malaria dari orang yang sakit kepada orang sehat, sebagian besar melalui gigitan nyamuk. Bibit penyakit malaria dalam darah manusia dapat terhisap oleh nyamuk, berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, dan ditularkan kembali kepada orang sehat yang digigit nyamuk tersebut. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis-jenis vektor (perantara) malaria yaitu:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anopheles Sundaicus, nyamuk perantara malaria di daerah pantai. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anopheles Aconitus, nyamuk perantara malaria daerah persawahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anopheles Maculatus, nyamuk perantara malaria daerah perkebunan, kehutanan dan pegunungan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penularan yang lain adalah melalu transfusi darah. Namun kemungkinannya sangat kecil.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. Tanda-tanda penyakit malaria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dimulai dengan dingin dan sering sakit kepala. Penderita menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai satu jam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dingin diikuti demam dengan suhu 40 derajat atau lebih. Penderita lemah, kulitnya kemerahan dan menggigau. Demam berakhir serelah beberapa jam. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penderita mulai berkeringat dan suhunya menurun. Setelah serangan itu berakhir, penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak mengkhawatirkan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. Bahaya penyakit malaria:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rasa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa si penderita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tubuh yang sangat lemah, sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat menimbulkan kematian pada anak-anak dan bayi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perkembangan otak bisa terganggu pada anak-anak dan bayi, sehingga menyebabkan kebodohan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;E. Tindakan dan Pengobatan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memutus rantai penularan dengan memilih mata rantai yang paling lemah. Mata rantai tersebut adalah penderita dan nyamuk malaria. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seluruh penderita yang memiliki tanda-tanda malaria diberi pengobatan pendahuluan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah penularan selama 10 hari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagi penderita yang dinyatakan positif menderita malaria setelah diuji di laboratorium, akan diberi pengobatan secara sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagi orang-orang yang akan masuk ke daerah endemis malaria seperti para calon transmigran, perlu diberi obat pencegahan. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;F. Penggolongan Manifestasi Penyakit Malaria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Malaria quartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Malaria serebral, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;G. Tindakan-tindakan Pencegahan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Usahakan tidur dengan kelambu, memberi kawat kasa, memakai obat nyamuk bakar, menyemprot ruang tidur, dan tindakan lain untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usaha pengobatan pencegahan secara berkala, terutama di daerah endemis malaria. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah, genangan air, dan kandang-kandang ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memelihara ikan pada air yang tergenang, seperti kolam, sawah dan parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyemprot rumah dengan DDT.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;H. Komponen Pemberantasan Penyakit Malaria&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pencegahan penyakit malaria&lt;/b&gt; dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau dengan upaya pemberantasan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.infopenyakit.com/2008/04/penyakit-malaria.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/malaria.htm&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyakit Leukemia (Kanker Darah)</title><link>http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/penyakit-leukemia-kanker-darah.html</link><category>Artikel</category><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (ndya_p)</author><pubDate>Fri, 4 Jun 2010 19:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6876625708918363817.post-7169480338563822146</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;KOMPONEN PEMBERANTASAN PENYAKIT LEUKEMIA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(KANKER DARAH)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Leukemia (kanker darah)&lt;/b&gt; adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyakit Leukemia&lt;/b&gt; umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kasus &lt;b&gt;penyakit Leukemia (kanker darah)&lt;/b&gt;, sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi.  Jumlah sel darah  putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Penyakit Leukemia Akut dan Kronis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/05/penyakit-demam-berdarah.html"&gt;penyakit &lt;/a&gt;yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Penyebab Penyakit Leukemia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;- Komponen Pemberantasan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pemberantasan penyakit Leukemia&lt;/b&gt; biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar pemberantasan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa komponen pemberantasan dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Chemotherapy/intrathecal medications&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Transfusi sel darah merah atau platelet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem Therapi yang sering digunakan dalam  menangani &lt;a href="http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/06/perkembangan-pemberantasan-penyakit.html"&gt;penderita leukemia&lt;/a&gt; adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.infopenyakit.com/2008/01/penyakit-leukemia-kanker-darah.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/iNMj&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>