<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2646334514143003408</id><updated>2024-12-19T10:27:38.614+07:00</updated><title type='text'>SMK Nusantara Balam Km21</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://smknusantara-balam21.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2646334514143003408/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smknusantara-balam21.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GEDION BERCKAM SIAHAAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09205408553296218326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2646334514143003408.post-7270574083442772614</id><published>2012-01-08T12:18:00.023+07:00</published><updated>2019-04-18T17:03:53.110+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;



&lt;/h1&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h1 style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;&quot;&gt;
&lt;/h1&gt;
&lt;h2&gt;
   &lt;a href=&quot;http://www.prestasi-iief.org/index.php/id/feature/68-kilas-balik-dunia-pendidikan-di-indonesia&quot;&gt;
  KILAS BALIK DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA&lt;/a&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;div id=&quot;rt_thme&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah 
adalah lokasi penting dimana para &quot;Nation Builders&quot; Indonesia diharapkan
 dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan
 derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikan pun menjadi 
semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi 
terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki 
beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya 
adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum 
merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. 
Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah 
berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses 
ilmu yang lebih baik di perkotaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pegiat pendidikan 
Indonesia, Anies Baswedan keterbatasan akses pendidikan di daerah 
menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi. &quot;Yang menjadi persoalan, di 
Jabodetabek jumlahnya sudah proporsional, tapi jangan kita hanya bicara 
urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah dan itu yang 
menyebabkan migrasi ke Jakarta,&quot; ujar Anies. Secara tidak langsung, 
masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena 
keterbatasan fasilitas di daerah. Ia menilai akses pendidikan harus 
dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan 
fasilitas yang mendukung program tersebut. &quot;Kalau sekolah hanya di 
ibukota kecamatan, maka yang jauh kan jadi nggak bisa sekolah,&quot; 
tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, jumlah guru yang sesuai dengan kualifikasi
 saat ini dinilai masih belum merata di daerah. Menurut Direktur 
Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad saat ini 
banyak sekolah dasar (SD) di Indonesia kekurangan tenaga guru. Jumlahnya
 diperkirakan mencapai 112 ribu guru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasinya, 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan bekerja sama 
dengan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, 
dalam hal distribusi guru di daerah-daerah supaya lebih merata. &quot;Jika 
manajemen guru bisa ditangani lebih optimal, tidak parsial, maka bisa 
dipindahkan ke kabupaten atau daerah yang berdekatan,&quot; ungkap Hamid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian,
 untuk meningkatkan kualitas para guru, Kemendikbud akan meningkatkan 
kualifikasi guru melalui beasiswa S-1 bagi guru SD dan SMP. Hamid 
menjelaskan, jumlah guru SD di sekolah negeri dan swasta sekitar 1.850 
ribu guru. Dari jumlah tersebut, hanya 60 persen guru yang sudah 
memenuhi kualifikasi dengan gelar S-1, sedangkan 40 persen lainnya belum
 memenuhi kualifikasi. Tiap tahunnya, Kemendikbud juga menyiapkan 
beasiswa untuk 100 ribu calon guru guna menempuh pendidikan S-1 melalui 
bantuan beasiswa S-1 untuk guru SD dan SMP. Di dunia internasional, 
kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara 
di seluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All 
Global Monitoring Report 2012. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan
 Pendidikan (Education Development Index, EDI), Indonesia berada pada 
peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, kasus 
putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi 
&quot;Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8
 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan,&amp;nbsp; Hal ini 
disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi; anak – anak terpaksa 
bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini,” 
menurut Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono 
Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta. Dalam laporan terbaru Program 
Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 
negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 0,629. Dengan
 angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu 
Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan 
Asia Pasifik adalah 0,683.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kita harus menyelesaikan permasalahan
 pendidikan ini, karena kepemilikan atas pengetahuan adalah kunci 
seseorang mencapai kesejahteraan,&quot; menurut&amp;nbsp; figur pendidikan Indonesia, 
Anies Baswedan. Dalam perkembangan pendidikan Indonesia, pemerintah 
telah melaksanakan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas 
pendidikan guna menghadapi persaingan bebas dunia yang akan segera 
berlaku dengan terwujudnya komunitas ASEAN pada tahun 2015 mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk
 meringankan beban serta memperkokoh dasar pendidikan pada siswa 
Indonesia, Kemdikbud memastikan akan sepenuhnya memberlakukan Kurikulum 
2013 mulai tahun 2014, bahkan sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung 
operasional kurikulum tersebut. &quot;Sudah siap dan tahun depan hampir semua
 (sekolah) bisa melaksanakan Kurikulum 2013,&quot; ujar Wakil Menteri 
Pendidikan dan Kebudayaan RI Musliar Kasim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurikulum 2013 
merupakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berfokus pada 
penguasaan pengetahuan yang kontekstual sesuai daerah dan lingkungan 
masing-masing.&amp;nbsp; Kurikulum tersebut menitikberatkan penilaian siswa pada 
tiga hal: sikap (jujur, santun, disiplin), keterampilan (melalui tugas 
praktek/ proyek sekolah), dan pengetahuan keilmuan. Pada tingkat dasar 
seperti SD, kurikulum ini lebih fokus pada pembentukan sikap dan 
keterampilan&amp;nbsp; hidup,&amp;nbsp; sedangkan keilmuannya lebih &#39;ringan&#39; daripada 
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tingkat lanjutan 
seperti SMP dan SMA, porsi penguasaan keilmuan lebih ditingkatkan karena
 pribadi murid dianggap sudah terbentuk pada tingkat dasar. Menurut 
Musliar, kurikulum baru akan diterapkan pada siswa SD kelas 1, 2, 4 dan 
5; siswa SMP kelas 8 dan 9; serta siswa SMA kelas 10 dan 11. Pemerintah 
tidak akan mencetak buku bahan ajar. Seperti pelaksanaan pada tahun 
sebelumnya, Kemendikbud akan mengunggah buku bahan ajar ke dalam situs 
internet.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemendikbud akan menetapkan harga eceran tertinggi 
atas buku yang ditargetkan akan beredar bebas tersebut. Kurikulum 2013 
sendiri sebenarnya sudah dilaksanakan sejak pertengahan tahun 2013 di 
sejumlah sekolah yang telah diseleksi, meski sempat dikritik karena 
pelaksanaannya terkesan dipaksakan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai lembaga bantuan 
internasional yang bekerja di sektor pembangunan sosial-ekonomi, USAID 
Indonesia memberikan penekanan besar pada pengembangan kualitas 
pendidikan melalui sejumlah program yang berjalan sekarang salah satunya
 adalah melalui program beasiswa S2 USAID-PRESTASI. Pada tahun ini, 
USAID -PRESTASI memberikan beasiswa S2 kepada 31 profesional Indonesia. 
Program ini dibuka untuk umum dan diharapkan dapat mendukung 
pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing – 
masing yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif di 
lingkungan kerja mereka masing – masing setelah merekakembali ke Tanah 
Air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 class=&quot;components__Title-zjjpg2-1 jTmIwh&quot; data-key=&quot;28068&quot; data-qa-id=&quot;story-title&quot;&gt;
Dunia Pendidikan di Indonesia Tahun 2019&lt;/h1&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;figure class=&quot;Helper__StyledFigure-sc-1cebgcc-9 hnlhNT&quot; data-key=&quot;28071&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Helper__MediaWrapper-sc-1cebgcc-10 gvsozs&quot;&gt;
&lt;img height=&quot;auto&quot; src=&quot;https://blue.kumparan.com/kumpar/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1547609981/bigstock-Boy-Winning-Computer-Science-C-46359373_ftvyqk.jpg&quot; width=&quot;100%&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/figure&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28074&quot;&gt;
Pendidikan, kalau kita mengarah pada kata tersebut pasti isi pikiran kita akan mengarah pada proses di mana seorang guru mengajarkan sesuatu materi kepada para murid. Mengajarkan berarti memberi sesuatu ilmu atau menambah wawasan seseorang dari yang tidak tahu menjadi tahu. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28078&quot;&gt;
Proses mengajarkannya ini pada suatu tempat, yang kita beri nama sekolah (sekolahan). Kesimpulannya, pendidikan adalah di mana seseorang datang ke sekolah untuk menambah ilmu atau wawasan mereka ke suatu tempat yang namanya sekolahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28082&quot;&gt;
Definisi di atas adalah penjelasan mengenai pendidikan pada masa lalu dan bahkan sampai saat ini masih mengarah pada definisi tersebut, tapi tidak pada tahun 2019 ini. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28087&quot;&gt;
Secara perlahan definisi pendidikan di atas diarahkan pada pola pendidikan yang lebih modern, di mana si Anak (siswa/i) tidak perlu lagi belajar di ruangan (mereka bisa belajar di mana saja mereka mau), si Anak (siswa/i) tidak perlu lagi membawa buku-buku yang memberatkan mereka (mereka cukup membawa &lt;i data-key=&quot;28150&quot;&gt;smartphone&lt;/i&gt; mereka karna buku sudah dalam bentuk &lt;i data-key=&quot;28151&quot;&gt;e-book&lt;/i&gt;) dan yang lebih menarik lagi si Anak (siswa/i) tidak perlu lagi membayar sekolah yang sangat mahal (otomatis uang pendidikan mereka bisa dialihkan pada pengeluaran lain yang lebih bermanfaat).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;components__QuoteWrapper-eikj4m-0 cudBos&quot; data-key=&quot;28097&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;components__QuoteContent-eikj4m-1 imuOsf&quot; data-key=&quot;28098&quot;&gt;
Anak-anak pelajar ini akan sangat dimanjakan oleh teknologi, khususnya dalam bidang pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;components__QuoteAuthor-eikj4m-2 fQZOUy&quot; data-key=&quot;28101&quot;&gt;
- -&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28104&quot;&gt;
Hal tersebut akan merambah di tahun 2019 dan tahun-tahun ke depannya. Anak-anak pelajar ini akan sangat dimanjakan oleh teknologi, khususnya dalam bidang pendidikan. Dan suka atau tidak suka, pemerintah dan aparaturnya harus mendukung hal tersebut. Selain pemerintahan, sekolah-sekolah yang masih bertahan juga harus mendukung hal tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28108&quot;&gt;
Dari pengalaman saya mengajar di dua sekolah besar di DKI Jakarta ini, masih ada personal guru yang memiliki &lt;i data-key=&quot;28152&quot;&gt;mindset &lt;/i&gt;atau pemikiran bahwa &lt;i data-key=&quot;28153&quot;&gt;smartphone&lt;/i&gt; itu adalah musuh di dalam dunia pendidikan. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28118&quot;&gt;
Memang tidak mudah untuk mengubah pemikiran tersebut dan butuh keterbukaan hati untuk kita belajar lagi mengenai perkembangan teknologi yang ada saat ini. Kenapa guru-guru ini harus mengubah &lt;i data-key=&quot;28154&quot;&gt;mindset&lt;/i&gt; mereka? &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;components__QuoteWrapper-eikj4m-0 cudBos&quot; data-key=&quot;28125&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;components__QuoteContent-eikj4m-1 imuOsf&quot; data-key=&quot;28126&quot;&gt;
Kalau para pengajar masih tidak mau mengubah pemikiran mereka, maka yang terjadi adalah benturan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28132&quot;&gt;
Faktanya, setiap kita jalan (entah di trotoar, di manapun itu) pasti kita tidak pernah melihat orang yang tidak memegang &lt;i data-key=&quot;28155&quot;&gt;smartphone&lt;/i&gt;. Kalau para pengajar masih tidak mau mengubah pemikiran mereka, maka yang terjadi adalah benturan. Kalau terjadi benturan, otomatis proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan baik. Kalau kita bikin &lt;i data-key=&quot;28156&quot;&gt;smartphone &lt;/i&gt;menjadi sahabat para siswa/i, hasil akan menjadi maksimal.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;track_last_paragraph components__TextParagraph-zjjpg2-0 fOXrDP&quot; data-key=&quot;28142&quot;&gt;
Akhir kata, di tahun 2019 ini dunia pendidikan di Indonesia akan mengarah pada perkembangan teknologi seperti &lt;i data-key=&quot;28157&quot;&gt;smartphone cs&lt;/i&gt;. Siswa/i akan sangat dimanjakan dengan perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Banyak penyedia jasa pendidikan yang tentunya akan memanjakan para siswa/i tersebut. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;font-family: Verdana; line-height: 1em; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;entry clear&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, Times, serif; text-align: left; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: normal; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;entry clear&quot; style=&quot;word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2646334514143003408/posts/default/7270574083442772614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2646334514143003408/posts/default/7270574083442772614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smknusantara-balam21.blogspot.com/2012/01/silakan-kunjungi-situs-resmi-koprasicu.html' title=''/><author><name>GEDION BERCKAM SIAHAAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09205408553296218326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>