<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMP NEGERI 22 KOTA BENGKULU</title>
	<atom:link href="http://10702486.siap-sekolah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://10702486.siap-sekolah.com</link>
	<description>(  Berprestasi, Asri &#38; Bertaqwa  )</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jul 2011 16:57:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=7205</generator>
		<item>
		<title>Dicari, Guru yang Profesional</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/07/13/dicari-guru-yang-profesional-2/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/07/13/dicari-guru-yang-profesional-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 16:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Guru adalah komponen penting dalam pendidikan. Di pundaknya siswa menggantungkan harapan terhadap pelajaran yang diajarkannya. Benci atau sukanya siswa terhadap suatu pelajaran bergantung pada bagaimana guru mengajar. Saya katakan bahwa guru adalah ujung tombak dalam sistem pendidikan. Sebagai ujung tombak, tentu kita sangat berharap kepada peran guru dan kharismanya di hadapan siswa. Sekarang, mari kita [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Guru adalah komponen penting dalam pendidikan. Di pundaknya siswa menggantungkan harapan terhadap pelajaran yang diajarkannya. Benci atau sukanya siswa terhadap suatu pelajaran bergantung pada bagaimana guru mengajar. Saya katakan bahwa guru adalah ujung tombak dalam sistem pendidikan. Sebagai ujung tombak, tentu kita sangat berharap kepada peran guru dan kharismanya di hadapan siswa.<br />
Sekarang, mari kita tengok bagaimana peranan guru di kelas. Kita harus berani mengakui bahwa guru berperan besar dalam menjadikan sebuah pelajaran di sekolah sulit dan tidak menarik minat siswa untuk mempelajarinya. Fakta ini didukung oleh pendapat banyak siswa sekolah yang pernah penulis temui dan pengalaman penulis saat sekolah dulu. Dari pengalaman siswa tersebut, penulis mendapati banyak guru yang tidak punya motivasi dan semangat untuk mengajar di kelas. Entah karena malas atau kurang menguasai materi pelajaran, sering guru tidak hadir di kelas dan kalaupun hadir tidak memberikan pelajaran sesuai dengan waktu yang tersedia. Sering waktu pelajaran di kelas diisi dengan mencatat ataupun mengerjakan tugas tanpa siswa diberi wawasan secukupnya tentang materi tersebut.<br />
Ada juga guru yang untuk menutupi kemalasannya dan ketidakmampuannya menguasai materi memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum materi pelajaran atau membuat makalah dengan topik materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan siswa telah membuat rangkuman atau makalah guru menganggap siswa sudah mempelajari materi tersebut dan menganggap siswa sudah mampu menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. Wow, hebat sekali ya! (Jadi, ngapain aja tuh guru?)<br />
Guru yang lainnya, untuk menutupi kemalasannya dan kekurangannya, ada yang memanfaatkan otoritasnya dengan bersikap galak kepada siswa. Ini diharapkan dapat menarik perhatian siswa terhadap pelajaran yang diajarkannya sehingga guru akan lebih leluasa mengajarkan materi pelajaran. Tetapi, sikap ini malah menambah kebencian siswa kepada guru sekaligus juga terhadap pelajarannya. Tidak heran ada istilah guru killer untuk menyebut guru yang mempunyai sikap seperti ini, galak, kurang jelas dalam menerangkan materi, dan otoriter. Apakah seperti ini sikap guru yang sesungguhnya?<br />
Wajar saja kalau kegiatan belajar di kelas menjadi kurang menarik dan sulit lha wong gurunya saja tidak pernah memberikan pelajaran sama sekali dan lebih suka marah-marah ketimbang mengajar. Dari mana siswa mendapat tambahan pengetahuan kalau bukan dari guru? Padahal guru bertanggung jawab untuk mengantarkan siswa memahami pelajaran dan membimbing siswa untuk menerapkan pelajaran yang diajarkannya.<br />
Berdasarkan pengalaman penulis, sebenarnya banyak cara, metode, dan sarana yang bisa dijadikan bahan dalam mengajarkan suatu materi sehingga dapat menjadi lebih mudah. Sebagai contoh, ketika mengajarkan materi termodinamika dalam pelajaran fisika (kebetulan penulis berlatar belakang fisika) seorang guru dapat menganalogikan hukum termodinamika I dengan krupuk yang sedang digoreng. Krupuk yang digoreng (diberi panas) akan mengalami perubahan volume (membesar) dan kenaikan suhu. Ini sesuai dengan hukum termodinamika I bahwa Q = ?U + P.?V (panas Q mengakibatkan kenaikan suhu (energi dalam) ?U dan pertambahan volume P.?V). Bukankah cara ini lebih efektif? Dan banyak lagi contoh yang bisa dipakai.<br />
Tidak pantas bagi seorang guru yang membiarkan siswanya tidak mendapat tambahan pengetahuan. Dan, kebanggaan bagi guru yang mampu menanamkan pengetahuan kepada siswanya dan pengetahuan itu bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang. Jadi, kepada guru marilah kita perbaiki sikap dan metode pengajaran yang selama ini kita jalankan dalam mengajarkan satu pelajaran. Dengan memperbaiki sikap dan metode pengajaran kita adalah salah satu jalan untuk membuat pelajaran itu lebih disenangi dan mudah bagi siswa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/07/13/dicari-guru-yang-profesional-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FATMAWATI SANG BERJASA NAN TERLUPAKAN (Dedikasi Buat Masyarakat Bengkulu )</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/02/05/fatmawati-sang-berjasa-nan-terlupakan-dedikasi-buat-masyarakat-bengkulu/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/02/05/fatmawati-sang-berjasa-nan-terlupakan-dedikasi-buat-masyarakat-bengkulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 17:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/2011/02/05/fatmawati-sang-berjasa-nan-terlupakan-dedikasi-buat-masyarakat-bengkulu/</guid>
		<description><![CDATA[Fatmawati yang bernama asli Fatimah (lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 – meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967.Pada tahun 14 Mei 1980 karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang dari [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Fatmawati yang bernama asli Fatimah (lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 – meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967.Pada tahun 14 Mei 1980 karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang dari umroh di Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta) merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahitBendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal17 Agustus 1945. Dari pernikahannya dengan Soekarno ia dikaruniai 5 orang anak.</p>
<p>Dia adalah Fatmawati, wanita Indonesia penjahit bendera tersebut, sehingga pada 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia dimeriahkan dengan pengibaran bendera. Meskipun bendera tersebut tidak sesuai dengan standar ukuran bendera yang seharusnya, kain dua warna yang terjahit menjadi satu itu kemudian menjadi bendera yang sangat disakralkan oleh bangsa Indonesia. Nama Fatmawati pun tercatat dalam sejarah sebagai wanita penjahit bendera pusaka.</p>
<p>Namun di tanah kelahiran kini, seakan tak pernah ada Nama seorang FATMAWATI DUHATI MASYRAKATNYA, TOH SAMPAI DETIK INI TAK ADA YANG MENCETUS PERINGATAN ULANG TAHUN FATMAWATI, ITU HANYA SEJARAH ANGGAP MASYRAKAT BENGKULU, </p>
<p>TERMASUK SAYA, NAMUN APA DAYA KITA BUKAN SIAPA-SIAPA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2011/02/05/fatmawati-sang-berjasa-nan-terlupakan-dedikasi-buat-masyarakat-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy New Year</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/31/happy-new-year/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/31/happy-new-year/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 09:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/31/happy-new-year/</guid>
		<description><![CDATA[karena sebentar lagi tidak terasa kita akan menyambut kedatangan tahun baru 2011, pastinya banyak orang yang mengucapkan selamat tahun baru 2011 buat teman, rekan kerja atau pacar tercinta anda dan lainnya, dan pastinya juga tidak sedikit orang yang bingung ucapan tahun baru kaya gimana ya yang bagus buat di ucapkan, jadi tidak ada salahnya kan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>karena sebentar lagi tidak terasa kita akan menyambut kedatangan tahun baru 2011, pastinya banyak orang yang mengucapkan selamat tahun baru 2011 buat teman, rekan kerja atau pacar tercinta anda dan lainnya, dan pastinya juga tidak sedikit orang yang bingung ucapan tahun baru kaya gimana ya yang bagus buat di ucapkan, jadi tidak ada salahnya kan kalau kita mempersiapkannya dari sekarang. Nah di bawah ini sedikit kumpulan ucapan selamat tahun baru 2011 yang mungkin sedikit bisa membantu anda buat yang ingin mengucapkan selamat tahun baru 2011&#8230;biar nggk bertele2 langsung aja gan cek idot berikut kumpulan ucapan selamat tahun baru 2011:</p>
<p>Semoga damai dan kasih Allah mengisi setiap hari dalam hidup Anda dan cahaya jalan Anda melalui Tahun Baru. Berharap anda dan keluarga anda selalu selamat dan bahagia. Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Aku punya hadiah Tahun Baru istimewa buat kamu: segelas perawatan, sepiring cinta, perdamaian sendok, garpu mangkuk kepercayaan dan doa,Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Jadilah lilin. Jadilah cahaya. Jadilah binar dalam gelap. Jadilah inspirasi &amp; membuat perbedaan besar dalam hati lain,Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Hari ini adalah kesempatan baik untuk berdoa, untuk peduli, mencintai, untuk tersenyum, untuk mengatakan, Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Dengan berjalannya waktu, setiap pengalaman dalam hidup adalah pelajaran, tapi cinta &amp; peduli akan selalu menjadi kekuatan dalam bertahan hidup. Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Harapan Tahun Baru ini Kita akan memiliki visi baru, misi baru, hidup baru, hari baru yang akan lebih baik dari hari kemarin .. Selamat Tahun Baru 2011 semua!</p>
<p>Tet tret tet &#8230; Selamat Tahun Baru .. Mengucapkan selamat tinggal pada 2010 dan menyambut ke tahun baru 2011 .. Semoga tuhan memberkati kita .. semoga tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu dan harapan bahwa kita selalu bisa menjadi teman yang baik .. Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Iman membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Harapan membuat segala sesuatu menjadi bekerja. Cinta membuat segala sesuatu menjadi indah. Semoga kamu memiliki ketiganya untuk tahun baru ini, Selamat tahun baru 2011 ya.?</p>
<p>Waktu untuk berbagi, waktu untuk mencintai, waktu untuk mengampuni, waktu untuk sukacita, waktu untuk menghibur, waktu untuk mengumpulkan, saatnya untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011.</p>
<p>Detik..demi detik, hari demi hari,hingga bulan demi bulan telah mengusung banyak cerita, suka..duka..menjadi warna nyata dalam hidup kita, tapi biarkan semua menjadi kenangan yang terpahat,kini tahun baru tlah menyambut kita,saatnya kita mengemas kegagalan menjadi kesuksesan, kita buka lembar kisah baru dengan semangat dan keceriaan<br />
Selamat tahun baru 2011. </p>
<p>Tahun Baru….<br />
MOTIVASI &amp; OBSESI BARU<br />
PERBAHARUI LAGI TANAH AIR KITA INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK!!!<br />
Selamat Datang 2011…</p>
<p>Tiada kata yang seindah lantunan syair.<br />
Tiada mutiara yang secantik bidadari.<br />
Tapi hari ini melebihi dari hari sebelumnya, karena tak lama lagi kita akan melewati detik pergantian yang banyak di tunggu jutaan manusia di dunia.<br />
Hanya satu yang dapat aku lakukan dan berkata<br />
Selamat tahun baru 2011.</p>
<p>Nah itulah kumpulan ucapan selamat tahun baru 2011 atau koleksi ucapan tahun baru 2011.semoga bisa sedikit membantu.<br />
Cara Beriklan Di Internet </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/31/happy-new-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri 26</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/29/misteri-26/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/29/misteri-26/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 06:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/29/misteri-26/</guid>
		<description><![CDATA[BOLEH percaya atau tidak. Angka 26 kini menjadi misteri bagi bangsa Indonesia. Masih hangat diingatan kita, sederetan bencana yang melanda Ibu Pertiwi terjadi pada tanggal 26. Gunung Krakatau meletus pada 26 Agustus 1883, tsunami Aceh 26 Desember 2004, gempa Yogyakarta 26 Mei 2006, gempa Tasikmalaya (Jabar) 26 Juni 2010, tsunami Mentawai 26 Oktober 2010, dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BOLEH percaya atau tidak. Angka 26 kini menjadi misteri bagi bangsa Indonesia. Masih hangat diingatan kita, sederetan bencana yang melanda Ibu Pertiwi terjadi pada tanggal 26. Gunung Krakatau meletus pada 26 Agustus 1883, tsunami Aceh 26 Desember 2004, gempa Yogyakarta 26 Mei 2006, gempa Tasikmalaya (Jabar) 26 Juni 2010, tsunami Mentawai 26 Oktober 2010, dan Gunung Merapi meletus 26 Oktober 2010.</p>
<p>Dan pada 26 Desember 2010, Timnas Indonesia kalah 3-0 saat laga final leg pertama dengan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Kekalahan yang terjadi pada angka kalender 26 ini pun menjadi ramai dipergunjingkan di jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, hingga Blackberry Messenger.</p>
<p>Masyarakat tradisional memang masih percaya adanya angka keberuntungan maupun angka sial. Mungkin saja angka sial kini bukan lagi 13 melainkan 26. Memang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat apakah benar angka 26 begitu menyesakkan sukma bangsa ini.</p>
<p>Terlepas dari misteri angka 26, kekalahan pasukan Firman Utina ini meninggalkan banyak catatan. Mulai dari gangguan sinar laser berwarna hijau yang diarahkan ke mata kiper Markus, hingga tumpulnya permainan kaki para pemain Timnas.</p>
<p>Publik pun menyoroti seremonial politik yang diagendakan kepada Timnas, mulai dari jamuan makan pagi di rumah Ketua Umum Partai Golkar, kunjungan ke Pondok Pesantren dan janji-janji &#8220;politik&#8221; yang dihembuskan ke Timnas.</p>
<p>Kegiatan di luar &#8220;ruh&#8221; pemain bola ini jelas menguras konsentrasi para pemain. Terbukti, konsentrasi dan lemahnya mental saat bermain di Stadion Bukit Jalil membuat Striker Malaysia Safee Sali mudah mengoyak gawang Markus.</p>
<p>Kini semua tergantung pada angka 29. Timnas Indonesia akan menjamu pasukan asuhan Rajagobal di Senayan, Jakarta, pada 29 Desember 2010. Semangat mematahkan misteri 26 harus dikobarkan, Malaysia harus kalah di depan publik Indonesia</p>
<p>sumber:Media Indonesia.com /29 Desember 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/29/misteri-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Natal, Keindonesiaan dan Jembatan Solidaritas</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/24/natal-keindonesiaan-dan-jembatan-solidaritas/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/24/natal-keindonesiaan-dan-jembatan-solidaritas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 02:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/24/natal-keindonesiaan-dan-jembatan-solidaritas/</guid>
		<description><![CDATA[Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menulis pesan Natal 2010 dengan tema Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia (Yohanes 1:9). Kalimat yang menjadi inti pesan Natal bersama ini secara teologis merupakan informasi paling mendalam tentang Sang Juru Selamat dalam diri Yesus Kristus. Terang, dalam pemahaman kita, akan menjadi jelas [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menulis pesan Natal 2010 dengan tema Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia (Yohanes 1:9). Kalimat yang menjadi inti pesan Natal bersama ini secara teologis merupakan informasi paling mendalam tentang Sang Juru Selamat dalam diri Yesus Kristus. Terang, dalam pemahaman kita, akan menjadi jelas dalam kontras abadi dengan &#8216;gelap&#8217;. Namun, dalam bagian selanjutnya dari Injil Yohanes disebutkan bahwa &#8216;kegelapan&#8217; tidak dapat menguasai &#8216;terang&#8217; itu.</p>
<p>Secara sosiologis, tema yang ditonjolkan dalam pesan Natal Gereja Indonesia 2010 menerbitkan kecemasan serentak harapan. Kecemasan, terutama untuk kecenderungan pola laku sosial dan tata kelola politik yang memukul balik segala kerinduan membangun Indonesia menjadi lebih baik. Harapan, terutama untuk kesadaran akan dedikasi dan kejujuran yang masih menjadi pertimbangan dalam diri segelintir pemimpin di negeri ini. Ada kerinduan bahwa dedikasi semacam ini akan menjadi terang yang semakin bersinar demi mencahayai nurani sosial politik.</p>
<p>Secara tegas, ini menjadi sebuah pengakuan paling murni bahwa kegelapan sedang menguasai kehidupan bersama. Kegelapan sedang mengurung suasana umum kehidupan. Kekuatan kegelapan yang melakukan sabotase atas niat baik, kehendak tulus, pengabdian suci menuju keindonesiaan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang &#8216;terang&#8217; yang mesti memancar dari ruang kehidupan bersama sebagai bangsa dan negara!</p>
<p>Kotak-isme</p>
<p>Gagasan-gagasan mendasar ini tentu berbenturan dengan pilihan-pilihan politik kehidupan di negeri ini. Semakin banyak alasan yang mendorong orang membangun pengelolaan kehidupan yang sempit, dangkal, dan destruktif. Perbedaan pilihan politik, basis ideologi, ruang lingkup kultural berkembang dengan cepat sebagai pembenaran atas sikap permusuhan sosial politik. Kehidupan bersama dihiasi tatapan mata kebencian. Ruang sosial, yang seharusnya menjadi sandaran terakhir untuk mengimbangi kisruh politik di medan pertarungan kekuasaan, bersimbah kekejian antarwarga dan komunitas sosial.</p>
<p>Diskriminasi sosial yang dialami segelintir warga politik di negeri ini menguatkan kesimpulan mencemaskan bahwa kriminalisasi menjadi metode kehidupan yang secara perlahan menggembosi kesadaran dan akal sehat.</p>
<p>Komunalisme sempit menjadi pilihan model kehidupan sosial yang semakin digemari dari waktu ke waktu. Bangsa ini semakin sumpek akibat &#8216;kotak-kotak&#8217; sosial yang terbangun dalam banyak alasan dan motivasi mematikan. Ini menjadi fenomena yang berakar kuat dalam naluri pembasmian dan pemusnahan sosial. Semua ini akan menyedot terlalu banyak energi positif dari tubuh kehidupan bersama. Ini yang akan mengakibatkan kita menjadi bangsa bahkan tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sepele.</p>
<p>&#8216;Kotak-isme&#8217; tidak hanya menjadi simbolisme pahit kehidupan sosial. Di level politik, ini menjadi penanda buruk yang amat telanjang betapa para penguasa dan elite politik membangun &#8216;kotak&#8217; eksklusif dan arogansi. Mereka menaruh &#8216;kotak&#8217; egoisme itu jauh dari jangkauan harapan publik. Hidup nyaman dalam &#8216;egoisme&#8217; semacam ini justru telah menyebabkan hilangnya kepekaan &#8216;demokratik&#8217; dari praktik kekuasaan para pelaku politik di negeri ini.</p>
<p>Solidaritas</p>
<p>Menilik beberapa kejadian sosial politik yang membuat dahi mengernyit, kita tiba pada satu kesadaran bahwa negeri ini tidak hanya butuh otoritas. Tidak cukup hanya dengan wewenang hukum yang jelas dan adequate untuk mengelola kehidupan bersama menjadi adil dan manusiawi. Apa yang kurang dalam hal wewenang yang dimiliki para penguasa di negeri ini. Ketika banyak kalangan meragukan KPK dalam kepemimpinan Bapak Busyro Muqoddas, itu sama sekali tidak berhubungan dengan basis legitimasi yuridis untuk sebuah wewenang formal (Media Indonesia, 21/12/2010). Keraguan itu terutama berkaitan dengan fondasi etis setiap wewenang hukum yang ada di wilayah kekuasaan. Konkretnya, ada dalam pertanyaan sederhana ini, apakah wewenang hukum pada ranah krusial seperti KPK memiliki suasana etis memadai? Tidak hanya berhubungan dengan institusi KPK, melainkan keseluruhan jaringan kekuasaan negara!</p>
<p>Kekacauan sosial politik dan ketidakberdayaan hukum melawan para perusak kehidupan bersama merupakan penjelasan terbaik kegelapan zaman masa kini. Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk melawan dan menolak anggapan ini. Kekuasaan yang dijalankan tanpa wewenang moral yang kuat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang melawan akal sehat dan harapan rakyat. Selebihnya, mereka tidak mampu memaksa diri mereka untuk bersikap tegas demi kepentingan kerakyatan.</p>
<p>Kita akan memiliki sikap sosial politik mencerahkan manakala basis etis setiap wewenang politik dan hukum diletakkan dalam kekuatan solidaritas sosial yang tidak ditawar-tawar kehadirannya. Hanya pemimpin yang memiliki solidaritas sosial saja dapat melampaui kedudukan dan wewenang yang dimiliki untuk melakukan tindakan-tindakan yang mencahayai kehidupan bersama. Sekaligus, memunculkan inspirasi yang menuntun orang (publik) ke arah kebenaran dan kebaikan. Benar apa yang ditulis Peter Jones (Scotsman.com, 21/12/2010) bahwa solidaritas berguna membangun kebersamaan sosial, bukan kebersamaan yang memudar akibat egoisme dan keserakahan. Para pemimpin di negeri ini akan menjadi &#8216;terang&#8217; hanya dengan perangkat solidaritas dan kepekaan sosial yang semakin tajam dalam pola laku kekuasaan.</p>
<p>Habituasi</p>
<p>Natal, peringatan dan perayaan kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat, menjelaskan kedalaman misteri cinta kasih Tuhan bagi manusia. Dia tidak merasa nyaman berada di singgasana kemuliaan kekuasaan-Nya manakala menyaksikan manusia dan kehidupan terkurung dalam kegelapan dosa dan maut. Dia memiliki kerelaan dalam diri-Nya untuk menyentuh kehidupan paling konkret. Bahkan dengan cara paling hina namun istimewa, Dia menjadi manusia, tinggal bersama manusia, berjalan bersama rakyat yang terlempar dalam banyak jenis penjara kehidupan. Dari situ, Dia mengingatkan para pemimpin politik dan agama untuk menjadi &#8216;terang&#8217; bagi manusia.</p>
<p>Dia menjadi &#8216;terang&#8217; karena kerelaan menaruh kehidupan-Nya dalam pengalaman penderitaan manusia. Pilihan ini serentak mempertegas kehadiran-Nya sebagai &#8216;terang sebenarnya&#8217; di antara manusia. Ini menjadi model sikap hidup bersama. Sikap hidup keindonesiaan. Hanya dengan menaruh dan mempertaruhkan jabatan dan kekuasaan di medan kehidupan konkret masyarakat maka para pemimpin politik dan kekuasaan akan menjadikan kehadiran mereka sebagai &#8216;terang&#8217; keindonesiaan. Rakyat akan menjadi &#8216;terang&#8217; sosial dengan mengembangkan ruang lingkup pergaulan bersama yang adil, beradab, dan demokratis.</p>
<p>Elizabeth C Hirschman (Rutgers University) dan Priscillsa A LaBarbera (New York University), dalam buku The Meaning of Christmas (1989) merefleksikan makna Natal dalam teropong teologis sebagai langkah berani Tuhan menyapa kehidupan manusia secara langsung. Solidaritas Tuhan menjadi sebuah kesempatan bagi manusia untuk menikmati cahaya dan menjadi &#8216;terang&#8217; bagi orang lain. Makna teologis ini semestinya akan menerbitkan rasa tanggung jawab sosial politik bersama membangun keindonesiaan yang lebih baik. Solidaritas akan menjadi jembatan penghubung kehidupan antarwarga politik, rakyat dan negara, kaya dan miskin, yang tertinggal dan maju. Yang kekurangan akan dibantu, yang berkelebihan akan menyelipkan pertolongan sosial bagi para penderita. Nilai-nilai ini harus mengalami proses &#8216;pembiasaan&#8217; dalam bingkai keindonesiaan hingga menjadi energi yang mengalir secara spontan dan abadi dalam kehidupan kita bersama. Pada titik ini, kuasa kegelapan tidak akan bisa membajak kesadaran sosial politik di negeri ini. Selamat Pesta Natal 2010! Damai di hati, damai di bumi!</p>
<p>Oleh Max Regus<br />
Rohaniwan, alumnus Pascasarjana Sosiologi UI </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/24/natal-keindonesiaan-dan-jembatan-solidaritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/19/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/19/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 04:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/19/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang<br />
administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.<br />
Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi<br />
·  Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi.<br />
Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan<br />
cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa<br />
dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.</p>
<p>· Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.<br />
· Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:<br />
1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.<br />
2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.<br />
3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.<br />
4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.<br />
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah seharihari.</p>
<p>Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut, kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang, kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. Jika ini terjadi, usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. Di satu sisi, kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris, di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain, saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran.<br />
Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program pengembangan TIK, yaitu:<br />
1.    Bidang kejuruan, TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. Untuk menghubungkan sekolahsekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.<br />
2.    Pustekkom, sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif, Elearning dan ESMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.<br />
3.    Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.</p>
<p>Pengembangan TIK di Madrasah secara Mandiri<br />
Kita belum terlambat untuk mempersiapkan diri dalam penguasaan TIK sebagai media pembelajaran di madrasah. Mulai saat ini pihak madrasah dan Majlis Madrasah harus membuat sebuah program pengembangan TIK secara menyeluruh. Ada beberapa poin untuk membuat suatu perencanaan pengembangan TIK, diantaranya:<br />
1.  Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang ingin dicapai antara Kepala sekolah, guru dan majlis madrasah.<br />
2.  Pembentukan Komite Teknologi (Organisasi Labkom) yang mandiri<br />
3. Mengidentifikasi infrastruktur lembaga, baik hardware, software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki<br />
4.  Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan.<br />
5. Mengidentifikasi SDM yang dimiliki<br />
6.  Menentukan bentuk pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru dan staf lainnya.<br />
7.  Adanya Time schedule yang jelas untuk pencapaian program<br />
8.  Penentuan Investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun<br />
9.  Mengidentifikasi perkembangan software dan kurikulum baru<br />
10.  Mengadakan revisi perencanaan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.<br />
Dengan perencanaan yang matang, kita bisa mengembangkan TIK secara bertahap di madrasah agar tidak tertinggal dari sekolah lain. Program yang dibuat haru dilaksanakan secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepala dan majilis madrasah. Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software.Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya:<br />
1. Presentasi<br />
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan<br />
untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi,<br />
diantaranya:<br />
a. Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan.<br />
b. Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.<br />
c. Perbanyak memasukkan gambar dan animasi<br />
d. Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.<br />
2. Demonstrasi<br />
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film caracara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.<br />
Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia). Sebagai contoh untuk menampilkan arah vektor dari perkalian silang kita bisa mengakses internet dengan alamat</p>
<p>http://www.upscale.utoronto.ca/GeneralInterest/Harrison/Flash/ClassMechanics/</p>
<p>RightHandRule/RightHandRule.html<br />
3. Virtual Experiment<br />
Maksud dari virtual eksperimen disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips. Software ini bisa didownload di http://www.crocodileclips. com/s3_1.jsp , tetapi kita harus register dulu untuk mendapatkan active code yang berlaku untuk satu bulan.<br />
Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya.<br />
4. Kelas virtual<br />
Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Saya berikan contoh bentuk kelas maya yang sedang kami kembangkan di MAN 2 Ciamis.Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis.<br />
Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/19/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Hanya Menyalahkan, Tapi Berbuat</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/13/jangan-hanya-menyalahkan-tapi-berbuat/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/13/jangan-hanya-menyalahkan-tapi-berbuat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 10:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Hanya Menyalahkan, Tapi Berbuat Banjir sudah menjadi persoalan skala nasional saat ini. Hal ini ditandai dengan acap nya beberapa wilayah di indonesia menjadi bulan-bulanan musibah banjir. terlebih diakhir tahun 2010 dimana tingkat curah hujan sangat tinggi sekali jelas menjadi momok bagi masyarakat terutama di daerah rawan banjir sebutlah jakarta yang menjadi langganan banjir salah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan Hanya Menyalahkan, Tapi Berbuat<br />
Banjir sudah menjadi persoalan skala nasional saat ini. Hal ini ditandai dengan acap nya beberapa wilayah di indonesia menjadi bulan-bulanan musibah banjir. terlebih diakhir tahun 2010 dimana tingkat curah hujan sangat tinggi sekali jelas menjadi momok bagi masyarakat terutama di daerah rawan banjir sebutlah jakarta yang menjadi langganan banjir salah satunya. Lantas apakah kondisi ini hanya menjadi persoalan dan tanggung jawab pemerintah semata? Tentu  suatu  yang sangat mustahil bila persoalan banjir ini hanya kita tuding adalah suatu kegagalan dari buruk nya kinerja pemerintah sebagai pelayan dan pembuat kebijakan-kebijakan menyangkut kepentingan masyarakatnya. Katakanlah, sementara kita mengkritisi tentang tata kelola dan pembangunan tata ruang kota namun di sisi lai kita melihat peran serta kita selaku masyarakat yang bermukim diwilayah tempat tinggal kita yang kebetulan sering dilanda kebanjiran. Benarkah kita sudah menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dengan kelestarian lingkungan bahkan apakah kita telah menjadi warga yang taat dengan himbauan-himbaun sang pemerintah tersebut.<br />
Sebuah pertanyaan besar bila masyarakat hanya menjadi penonton, penghujat setiap kali terjadi bencana mengahampiri mereka, Sikap merasa benar dalam kesesatan  ini telah menjadi salah satu pembiaran terhadap etika orang timur  yang kurang bagus,  jika kita hanya bisa menyalahkan tanpa pernah mau berbuat dan melakukan perubahan yang diharapkan menjadi salah satu wujud pengabdian kita sebagai warga negara yang baik dan bahagian dari masyarakat yang mau memperbaiki dan ikut berperan aktif  sebagai kekuatan kedua dari pemerintah tanpa terus-terusan mengganjar nya dalam posisi salah, terlebih kita hanya sekedar ikut-ikutan menuding disaat kejadian menimpa kita, tanpa berfikir apa yang sudah kita lakukan dalam keikutsertaan kita dalam setiap proses perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara ini.<br />
Untuk itu sebagai masyarakat kita hendaknya mengambil peran dalam hal perubahan untuk menjadikan bahkan memperbaiki keadaan apalagi saat ini kita ditengah hiruk pikuk persoalan bangsa yang semakin ruwet ini. Jangan hanya melihat dari sisi negatif ketika terjadi suatu bencana yang berakibat negatif kepada kita tapi ketika  kita berada pada posisi yang dirugikan maka kita dengan serta merta tampil didepan menjadi penghujat, padahal tanpa kita sadari bencana itu juga adalah bahagian dari peran kita yang  tidak dapat kita mainkan dengan baik sebagai warga negera yang merupakan bahagian penting dari keamanan, kenyamanan,kesatuan, kedamaian INDONESIA. </p>
<p>Oleh.<br />
Rudi Nofindra    </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/13/jangan-hanya-menyalahkan-tapi-berbuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malin Kundang RETURN !</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/05/malin-kundang-return/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/05/malin-kundang-return/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 09:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Malin Kundang RETURN ! ( Sebuah Apreasiasi Dalam Penampilan Teater dari Gaung Ekspose Naskah Malin Kundang Karya Wisran Hadi Sutradara Anita Dikarina, M.Si. ) Oleh : Rudi Nofindra, S.Pd. ( Alumni Fakultas Bahasa Sastra dan Seni UNP ) Arus modernisme telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan social dalam ruang dan lingkup terkecil sekalipun. Cerita rakyat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Malin Kundang RETURN !<br />
( Sebuah Apreasiasi Dalam Penampilan Teater dari  Gaung Ekspose Naskah Malin Kundang Karya Wisran Hadi Sutradara Anita Dikarina, M.Si. )</p>
<p>Oleh : Rudi Nofindra, S.Pd.<br />
( Alumni Fakultas Bahasa Sastra dan Seni UNP )</p>
<p>Arus modernisme telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan social dalam ruang dan lingkup terkecil sekalipun. Cerita rakyat pun telah mengapung sebagai sebuah ide yang begitu inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dalam kehidupan rumah tangga serta peran generasi muda serta bagaimana orang muda menjalani berbagai konflik yang ada di lingkunganya dalam pencarian jati diri seorang anak manusia.  </p>
<p>Siapa yang tak tau dan tak pernah mendengar cerita Malin Kundang, cerita yang sangat popular dikalangan anak-anak serta remaja bahkan orangtua. Memang sudah melegenda sekali namun siapa akan menyangka kalau buah karya Wisran Hadi, yang di sutradarai oleh Anita Dikarina, M.Si. ini menjadi fresh dan tampak terlahir kembali. Mungkin tidak berlebihan bila penulis melihat sebagai sebuah garapan kekinian yang dimunculkan melalui penampilan ini adalah hal yang sangat memberi inspirasi baru dan  membuat cerita Malin Kundang yang populer dengan sesosok anak yang dikutuk akibat sifat durhaka kepada kedua orang tuanya. Menjadi bentuk baru dan menarik disaksikan dari berbagi sisi kehidupan. </p>
<p>Pesan Moral yang begitu kuat dan berkarakter diperlihatkan pada tiap babak ditambah modernisme yang melekat pada Malin Kundang masa kini tampak mewakili gaya, pola fikir, kritis, potensi, orang muda pada era modern ini. Disisi lain orang tua orang yang terpisah akibat konflik keluarga serta mamak yang serta merta menjajah kebagian keluarga Malin Kundang. Yang berakibat fatal bagi ayah malin karena harga diri merasa telah dikangkangi kemudian ia berjalan meninggalkan anak dan istrinya. </p>
<p>Sebuah kenyataan pahit yang dialami  Ibu Malin Kundang. Namun hidup harus terus dilanjutkan dan dipertahankan. Maka jadilah sosok Ibu Malin sekaligus yang menjadi Ayah bagi Si Malin. Perjuangan Ibu Malin membuat Malin tumbuh dan menjadi berwatak keras.</p>
<p>	Tidak sampai hati melihat perjuangan ibu sang anak pun menyusul sang ayah walau tak tau keberadaanya. Rintangan demi rintangan yang dihadapi dalam perjalanan terus menggiring Malin menjadi dewasa dan memiliki watak yang keras dan sedikit nakal sehigga membawanya kepada seseorang dimana tempat hatinya berlabuh, walau membuatnya terbuai dalam permainan asmara.</p>
<p>	 Seorang yang tampak memiliki perilaku aneh dan bertingkah lucu dengan sentilan-sentilan antara fakta sekarang dan dulu berbeda, dia memiliki bakat seni, lelaki itu  hadir dengan sajak-sajaknya. Ia mengaku Malin Kundang, sebuah pengakuan muncul dari suara lantang itu. Aku Lah Malin Kundang itu, Ala modern. Sementara,  Siapa yang mau menjadi Malin Kundang bila harus bernasib sama. </p>
<p>	Ia memutar semua keadaan dan membuat kita keluar dari pengaruh legenda yang menurut banyak orang hanya sebuah pembohongan dan kurang mendidik sehingga berakibat buruk bagi perkembangan psikologis anak karena asumsi sebahagian orang adalah berlebihan. Kenapa tidak,  lihat saja bila lelaki yang mengaku Malin Kundang ini  tidak hadir maka apa yang akan terjadi cerita menjadi monoton katanya. Ia menunjukkan Sebuah sikap optimisme dirinya. Bila tidak Maka rasa ketakutan akan muncul pada diri setiap anak dan akan selalu berfikir tentang mitos bukan menjadikan anak berfikir lebih realistis dan inovatif. </p>
<p>Banyak perubahan pada kemajuan yang ditunjukkan kalangan muda saat ini. Tidak saja dalam pola fakir namun juga segudang kreativitas yang dimiliki oleh orang muda era kini mereka tentu tidak mau selalu terkepung dengan pola didikan orang tua yang monoton dan kaku. Lihat saja dari segi perkembangan anak yang biasa bermain serta bersosialisasi dengan lingkungannya bila di bandingkan seorang anak yang hanya dikekang tanpa diberi kepercayaan untuk mengelola diri sendiri sesuai dengan porsi umur anak saat itu.   </p>
<p>Tentu kita tidak menutup mata dengan berbagai persoalan remaja yang begitu mengkhawatirkan saat ini. Orang tua selaku penanggung jawab tentu harus sudah tau bagaimana memberikan kontrol ketika anak berada diluar rumah. Terlihat dari peran yang dimainkan oleh teman-teman asuhan Anita Dikarina,M.Si. ini . memberikan cerminan bagi kita sebagai orang tua dan anak menanggapi situasi kondisi yang sedang berlansung di sekitar lingkungan terdekat kita. </p>
<p>Tentu sabagai remaja yang hidup di era serba modern ini. Harus membuat kita lebih sadar dan memiliki filter yang kuat dalam menerima apapun pengaruh yang datang dari luar diri kita serta mampu memilah-milah yang terbaik untuk kita . sebagaimana lelaki yang mengaku Malin Kundang Tadi, ia tau bagaimana membuat diri nya tetap menjadi dirinya dengan berpedoman kepada kejadian masa lampau yang membuatnya berubah serta memiliki pola fikir kritis, selera masa kini, komunikatif , karena ia tidak akan mau bernasib sama dengan Malin Kundang meski ia adalah sebagai regenerasi Malin Kundang Itu Sendiri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/05/malin-kundang-return/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAS MERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah)</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/01/jas-merah-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/01/jas-merah-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 19:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[JAS MERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Akronim cetusan bung Karno tersebut begitu familiar di telinga kita, adalah sebuah peringatan agar sejarah jangan dilupakan melainkan bisa kita kenang, dan di pelajari. Dikarenakan dalam setiap detik berlalu adalah sejarah. termasuk setiap kesalahan kecil sekalipun pada waktu yang telah berlalu adalah sejarah. Sekali lagi di lain waktu terulang, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>JAS MERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Akronim cetusan bung Karno tersebut begitu familiar di telinga kita, adalah sebuah peringatan agar sejarah jangan dilupakan melainkan bisa kita kenang, dan di pelajari. Dikarenakan dalam setiap detik berlalu adalah sejarah. termasuk setiap kesalahan kecil sekalipun pada waktu yang telah berlalu adalah sejarah. Sekali lagi di lain waktu terulang, kita tahu untuk tidak lagi berlaku kesalahan serupa. Belajarlah dari sejarah. Agar tak gagal dua kali, tak terjebak kekuasaan, disibukkan membenahi hari ini menyosongsong masa depan sementara kita lupa arti masa lalu.<br />
Betapa menjadi manusia yang merugi kita hanya dikarenakan tak pandai mengenang sejarah. Jejak-jejak yang ditorehkan. Dalam segala bentuk dan simbol yang mengingatkan kita pada masa silam adalah obat atas segala lupa.<br />
boleh jadi bangsa ini berbangga hati karna menikmati hasil perjuangan masa  lampau (sejarah), tertawa, berjalan, mengambil, mempreteli negeri ini,  namun apakah kini kebanggan itu dapat dinikmati oleh seluruh penguninya ?<br />
Mari kita menengok kondisi pemimpin-pemimpin yang Mengamnesiakan Diri  terhadap masa lalu. coba kau tengok. bagaimana akibatnya negeri ini yang tak mampu bangkit karna tidak mau belajar pada keselahan dan kebenaran masa lampau?<br />
tak hanya Perhatian yang minim dari pemerintah untuk mengemas manis setiap jejak sejarah, atau memang kepedulian kita untuk mengenang masa silam juga kian minim Ataukah TAK PERLU LAGI SEJARAH  ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/12/01/jas-merah-jangan-sekali-kali-melupakan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boarding School:BUKAN SOLUSI TERBAIK</title>
		<link>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/11/30/boarding-schoolbukan-solusi-terbaik/</link>
		<comments>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/11/30/boarding-schoolbukan-solusi-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 21:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudi Nofindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Administrator]]></category>
		<category><![CDATA[berita sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://10702486.siap-sekolah.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya term boarding school bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. Karena sudah sejak lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menghadirkan konsep pendidikan boarding school yang diberi nama “Pondok Pesantren” . Pondok Pesantren ini adalah cikal bakal boarding school di Indonesia. Dalam lembaga ini diajarkan secara intensif ilmu-ilmu keagamaan dengan tingkat tertentu sehingga produknya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya term boarding school bukan sesuatu yang baru dalam konteks pendidikan di Indonesia. Karena sudah sejak lama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menghadirkan konsep pendidikan boarding school yang diberi nama “Pondok Pesantren” . Pondok Pesantren ini adalah cikal bakal boarding school di Indonesia. Dalam lembaga ini diajarkan secara intensif ilmu-ilmu keagamaan dengan tingkat tertentu sehingga produknya bisa menjadi “Kiyai atau Ustadz” yang nantinya akan bergerak dalam bidang dakwah keagamaan dalam masyarakat. Di Indonesia terdapat ribuan pondok pesantren dari yang tradisional sampai yang memberikan nama pondok pesantren modern.<br />
Ketika dipertengahan tahun 1990 an masyarakat Indonesia mulai gelisah dengan kondisi kualitas generasi bangsa yang cenderung terdikotomi secara ekstrim-yang pesantren terlalu keagama dan yang sekolah umum terlalu keduniawian-ada upaya untuk mengawinkan pendidikan umum dan pesantren dengan melahirkan term baru yang disebut boarding school atau internat yang bertujuan untuk melaksanakan pendidikan yang lebih komprehensif-holistik, ilmu dunia(umum) dapat capai dan ilmu agama juga dikuasai. Maka sejak itu mulai munculah banyak sekolah boarding yang didirikan yaitu SMA Madania di Parung Bogor, SMA Al-Azhar di Lippo Cikarang, SMA Insan Cendekia di Serpong, SMA Dwiwarna di Parung Bogor, SMP dan SMA Al-Kautsar di Sukabumi, SMA Salman Al-Farisi, SMA IIBS di Lippo Cikarang.<br />
Dari banyak sekolah-sekolah boarding di Indonesia, terdapat 3 corak yaitu bercorak agama, nasionalis-religius, dan ada yang nasionalis. Untuk yang bercorak agama terbagi dalam banyak corak ada yang fundamentalis, moderat sampai yang agak liberal. Hal ini lebih merupakan representasi dari corak keberagamaan di Indonesia yang umumnya mengambil tiga bentuk tersebut. Yang bercorak militer karena ingin memindahkan pola pendidikan kedisiplinan di militer kedalam pendidikan disekolah boarding. Sedangkan corak nasionalis-religius mengambil posisi pada pendidikan semi militer yang dipadu dengan nuansa agama dalam pembinaannya di sekolah.<br />
Kehadiran boarding school telah memberikan alternative pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. Seiring dengan pesatnya modernitas, dimana orang tua tidak hanya Suami yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka boarding school adalah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka baik makannya, kesehatannya, keamanannya, sosialnya, dan yang paling penting adalah pendidikanya yang sempurna. Selain itu, polusi social yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tauran pelajar, pengaruh media, dll ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Boarding School. Namun juga tidak dipungkiri kalau ada factor-faktor yang negative kenapa orang tua memilih boarding school yaitu keluarga yang tidak harmonis, suami menikah lagi, dan yang ekstrim karena sudah tidak mau mendidik anaknya dirumah.<br />
Keunggulan Boarding School<br />
Buku Harry Potter yang telah laris terjual dalam jumlah sangat besar di seluruh dunia sangat membantu dalam mempopulerkan sekolah berasrama(boarding school). Hal ini disebabkansetting cerita itu diambil dari petualangan di sekolah berasrama. Banyak “petualangan” dalam sekolah berasrama karena waktu yang panjang berada dalam lembaga pendidikan memungkin siswa untuk dapat mengekspresikan apa yang diinginkannya di sekolah. Ada beberapa keunggulan Boarding School jika dibandingkan dengan sekolah regular yaitu:<br />
•	Program Pendidikan Paripurna<br />
Umumnya sekolah-sekolah regular terkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan akademis sehingga banyak aspek hidup anak yang tidak tersentuh. Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu yang ada dalam pengelolaan program pendidikan pada sekolah regular. Sebaliknya, sekolah berasrama dapat merancang program pendidikan yang komprehensif-holistic dari program pendidikan keagamaan, academic development, life skill(soft skill dan hard skill) sampai membangun wawasan global. Bahkan pembelajaran tidak hanya sampai pada tataran teoritis, tapi juga implementasi baik dalam konteksbelajar ilmu ataupun belajar hidup.<br />
•	Fasilitas Lengkap<br />
Sekolah berasrama mempunyai fasilitas yang lengkap; mulai dari fasilitas sekolah yaitukelas belajar yang baik(AC, 24 siswa, smart board, mini library, camera), laboratorium, clinic, sarana olah raga semua cabang olah raga, Perpustakaan, kebun dan taman hijau. Sementara di asrama fasilitasnya adalah kamar(telepon, TV, AC, Pengering Rambut, tempat handuk, karpet diseluruh ruangan, tempat cuci tangan, lemari kamar mandi, gantungan pakaian dan lemari cuci, area belajar pribadi, lemari es, detector kebakaran, jam dinding, lampu meja, cermin besar, rak-rak yang luas, pintu darurat dengan pintu otomatis. Sedangkan fasilitas dapur terdiri dari: meja dan kursi yang besar, perlengkapan makan dan pecah belah yang lengkap, microwape, lemari es, ketel otomatis, pembuat roti sandwich, dua toaster listrik, tempat sampah, perlengkapan masak memasak lengkap, dan kursi yang nyaman.<br />
•	Guru yang Berkualitas<br />
Sekolah-sekolah berasrama umumnya menentukan persyaratan kualitas guru yang lebih jika dibandingkan dengan sekolah konvensional. Kecerdasan intellectual, social, spiritual, dan kemampuan paedagogis-metodologis serta adanya ruh mudarris pada setiap guru di sekolah berasrama. Ditambah lagi kemampuan bahsa asing: Inggris, Arab, Mandarin, dll. Sampai saat ini dalam penilaian saya sekolah-sekolah berasrama(boarding school) belum mampu mengintegrasikan guru sekolah dengan guru asrama. Masih terdapat dua kutub yang sangat ekstrim antara kegiatan pendidikan dengan kegiatan pengasuhan. Pendidikan dilakukan oleh guru sekolah dan pengasuhan dilakukan oleh guru asrama.<br />
•	Lingkungan yang Kondusif<br />
Dalam sekolah berasrama semua elemen yang ada dalam komplek sekolah terlibat dalam proses pendidikan. Aktornya tidak hanya guru atau bisa dibalik gurunya bukan hanya guru mata pelajaran, tapi semua orang dewasa yang ada di boarding school adalah guru. Siswa tidak bisa lagi diajarkan bahasa-bahasa langit, tapi siswa melihat langsung praktek kehidupan dalam berbagai aspek. Guru tidak hanya dilihatnya di dalam kelas, tapi juga kehidupan kesehariannya. Sehingga ketika kita mengajarkan tertib bahasa asing misalnya maka semuanya dari mulai tukang sapu sampai principal berbahasa asing. Begitu juga dalam membangun religius socity, maka semua elemen yang terlibat mengimplementasikan agama secara baik.<br />
•	Siswa yang heterogen<br />
Sekolah berasrama mampu menampung siswa dari berbagai latar belakang yang tingkat heteroginitasnya tinggi. Siswa berasal dari berbagai daerah yang mempunyai latar belakang social, budaya, tingkat kecerdasan, kempuan akademik yang sangat beragam. Kondisi ini sangat kondusif untuk membangun wawasan national dan siswa terbiasa berinteraksi dengan teman-temannya yang berbeda sehingga sangat baik bagi anak untuk melatih wisdom anak dan menghargai pluralitas.<br />
•	Jaminan Keamanan<br />
Sekolah berasrama berupaya secara total untuk menjaga keamanan siswa-siswinya. Makanya, banyak sekolah asrama yang mengadop pola pendidikan militer untuk menjaga keamanan siswa-siswinya. Tata tertib dibuat sangat rigid lengkap dengan sangsi-sangsi bagi pelanggarnya. Daftar “dosa” dilist sedemikan rupa dari dosa kecil, menengah sampai berat. Jaminan keamanan diberikan sekolah berasarama, mulai dari jaminan kesehatan(tidak terkena penyakit menular), tidak NARKOBA, terhindar dari pergaulan bebas, dan jaminan keamanan fisik(tauran dan perpeloncoan), serta jaminan pengaruh kejahatan dunia maya.<br />
•	Jaminan Kualitas<br />
Sekolah berasrama dengan program yang komprehensif-holistik, fasilitas yang lengkap, guru yang berkualitas, dan lingkungan yang kondusif dan terkontrol, dapat memberikan jaminan kualitas jika dibandingkan dengan sekolah konvensional. Dalam sekolah berasrama, pintar tidak pintarnya anak, baik dan tidak baiknya anak sangat tergantung pada sekolah karena 24 jam anak bersama sekolah. Hampir dapat dipastikan tidak ada variable lain yang “mengintervensi” perkembangan dan progresivits pendidikan anak, seperti pada sekolah konvensional yang masih dibantu oleh lembaga bimbingan belajar, lembaga kursus dan lain-lain. Sekolah-sekolah berasrama dapat melakukan treatment individual, sehingga setiap siswa dapat melejikan bakat dan potensi individunya.<br />
Problem Sekolah Berasrama<br />
Sampai saat ini sekolah-sekolah berasrama dalam pengamatan saya masih banyak mempunyai persoalan yang belum dapat diatasi sehingga banyak sekolah berasrama layu sebelum berkembang dan itu terjadi pada sekolah-sekolah boarding perintis. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut:<br />
1.	Ideologi Sekolah Boarding yang Tidak Jelas<br />
Term ideology saya gunakan untuk menjelaskan tipologi atau corak sekolah berasrama, apakah religius, nasionalis, atau nasionalis-religius. Yang mengambil corak religius sangat beragam dari yang fundamentalis, moderat sampai liberal.Masalahnya dalam implementasi ideologinya tidak dilakukan secara kaffah. Terlalu banyak improvisasi yang bias dan keluar dari pakem atau frame ideology tersebut. Hal itu juga serupa dengan yang nasionalis, tidak mengadop pola-pola pendidikan kedisiplinan militer secara kaffah, akibatnya terdapat kekerasan dalam sekolah berasrama. Sementara yang nasionalis-religius dalam praktik sekolah berasrama saya melihatnya masih belum jelas formatnya.<br />
1.	Dikotomi guru sekolah vs guru asrama (pengasuhan)<br />
Sampai saat ini sekolah berasrama kesulitan mencari guru yang cocok untuk sekolah berasrama. Pabrikan guru (IKIP dan Mantan IKIP) tidak “memproduksi” guru-guru sekolah berasrama. Akibatnya, masing-masing sekolah mendidik guru asrmanya sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Guru sekolah (mata pelajaran) bertugas hanya untuk mengampu mata pelajarannya, sementara guru pengasuhan adalah tersendiri hanya bicara soal pengasuhan. Padahal idealnya, dua kompetensi tersebut harus melekat dalam sekolah berasrama. Ini penting untuk tidak terjadinya saling menyalahkan dalam proses pendidikan antara guru sekolah dengan guru asrama.<br />
1.	Kurikulum Pengasuhan yang Tidak Baku<br />
Salah satu yang membedakan sekolah-sekolah berasrama adalah kurikulum pengasuhannya. Kalau bicara kurikulum academicnya dapat dipastikan hampir sedikit perbedaannya. Semuanya mengacu kepada kurikulum KTSP-nya produk DEPDIKNAS dengan ditambah pengayaan atau suplemen kurikulum international dan muatan local. Tapi kalau bicara tentang pola pengasuhan sangat beragam, dari yang sangat militer(disiplin habis) sampai ada yang terlalu lunak. Kedua-duanya mempunyai efek negative(Sartono Mukadis), pola militer melahirkan siswa yang berwatak kemiliter-militeran dan terlalu lunak menimbulkan watak licik yang bisa mengantar sang siswa mempermainkan peraturan.<br />
1.	Sekolah dan Asrama Terletak Dalam Satu Lokasi<br />
Umumnya sekolah-sekolah berasrama berada dalam satu lokasi dan dalam jarak yang sangat dekat. Kondisi ini yang telah banyak berkontribusi dalam menciptakan kejenuhan anak berada di sekolah Asrama. Faktor ini(salah satu factor) yang menyebabkan SMA Madania di parung Bogor sempat mengistirahatkan boarding schoolnya. Karena menurut Komaruddin Hidayat(Direktur Executive Madania), siswa harus mengalami semacam proses berangkat ke sekolah. Dengan begitu, mereka mengenyam suasana meninggalkan tempat menginap, berinteraksi dengan sesama siswa di jalan, serta melihat aktivitas masyarakat sepanjang jalan. Faktor ini juga yang menyebabkan IIEC Group mendirikan International Islamic High School Boarding Intermoda (IIHSBI), dimana sekolah dan asrama serta fasilitas utama lainnya tidak berada dalam satu tempat sehingga siswa dituntut untuk mempunyai mobilitas tinggi, kesehatan dan kebugaran yang baik, dan dapat membaca setiap fenomena yang ada disekitarnya.<br />
Pendekatan Menyeluruh Sebagai Solusi<br />
Sejak tahun 1998 saya terjun mengelola sekolah berasrama (boarding school) saya dapatkan data bahwa hampir 75 % siswa yang sekolah boarding adalah kemauan dari orang tua siswa bukan dari siswa itu sendiri. Akibatnya, dubutuhkan waktu yang lama (rata-rata 4 bulan) untuk siswa menyesuaikan diri dan masuk kedalam konsep pendidikan boarding yang integrative. Hal ini disebabkan karena citra seklolah berasrama yang menakutkan, kaku, membosankan (bukan boarding school tapi boring school). Oleh sebab itu perlu di-design sekolah berasrama yang menarik, nyaman, dan menyenangkan.<br />
Konsep sekolah berasrama perlu pendekatan menyeluruh, terutama dalam memahami peserta didik. Sekolah berasrama tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas akademik dan fasilitas menginap memadai bagi siswa, tetapi juga menyediakan guru yang menggantikan peran orangtua dalam pembentukan watak dan karakter. Kedekatan antara siswa dan guru dalamsekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai akan mempermudah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. Kedekatan akan mengubah posisi guru di mata para murid. Dari sosok ditakuti atau disegani ke sosok yang ingin diteladani. Dr Georgi Lozanov (1897) menyatakan bahwa suatu tindak tanduk yang diperlihatkan oleh gurunya kepada para siswa dalam proses belajarnya, merupakan tindakan yang paling berpengaruh, sangat ampuh serta efektif dalam pembentukan kepribadian mereka.<br />
Keteladanan secara personality dapat membangun kepercayaan diri untuk dapat berkomunikasi secara internal personality. Dan akan tercipta tanpa si anak merasa asing dengan kemampuan yang mereka miliki dalam menyampaikan pesan atau ide-ide pemikirannya kepada orang lain. Apakah itu dalam bentuk verbal maupun nonverbal, seperti menentukan sikap dan tingkah laku keseharian mereka. Keteladanan, ketulusan, kongkruensi, dan kesiapsiagaan guru mereka 1×24 jam akan memberdayakan dan mengilhami siswa untuk membebaskan potensi mereka sebagai pelajar. Hal itu akan mempercepat pertumbuhan kecerdasan emosionalnya. Jika metode pembelajarannya diberdayakan secara maksimal, maka kesuksesan para pelajar akan lebih mudah untuk direalisasikan. Pencapaian itu bisa dilakukan kalau senantiasa terjadi interaksi yang merangsang pertumbuhan sikap mental. Namun untuk itu dibutuhkan seorang quantum teacher yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif, harmonisasi keduanya akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa<br />
Guru-guru sekolah berasrama harus banyak “diproduksi” oleh universitas-universitas yang selama ini melahirkan banyak guru-guru mata pelajaran. Guru sekolah berasrama adalah guru yang mengemban amanah lebih jika dibandingkan dengan guru sekolah konvensional. Dia tidak hanya pintar mengajar, tapi juga pintar berteman, pintar memberi pengayoman, pintar bercerita, mempunyai energi psikis yang banyak, selalu berkembang dan terus berkembang. Karena yang dia hadapi adalah siswa atau peserta didik yang terus berkembang, terus belajar, dan terus berubah. Bagaimana kita melahirkan peserta didik yang hebat, visioner, responsive, kalau gurunya adalah orang-orang yang tidak cinta ilmu, tidak terus belajar, dan tidak terus berkembang.<br />
Dalam pola pengasuhan perlu diterapkan pola pengasuhan yang dapat menyiasati dua kutub yang ekstrem(disiplin militer dan longgar habis) agar siswa bisa memiliki watak dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga terhadap lingkungan masyarakat.<br />
Dalam konteks manajemen sekolah, boarding school model pengelolaannya harus lebih lentur, efektive, dan menerapkan manajemen berbasis sekolah secara konsisten. Sekarang ini DEPDIKNAS sudah mengesahkan MBS dan KTSP tapi banyak pengelola sekolah yang mencari pembandingnya adalah sekolah negeri. Padahal sekolah negeri adalah sekolah yang sangat standard dan tidak layak dijadikan model oleh pengelola boarding school. Misalnya soal waktu belajar, di negeri untuk tamat sekolah SMA rata-rata membutuhkan waktu 3 tahun dengan belajar perhari 8 jam penuh. Sementara di boarding school 24 jam dikurangi waktu tidur 8 jam perhari berarti 16 jam perhari. Kalau waktu-waktu ini dimaksimalkan mengapa harus 3 tahun, kenapa tidak 2 tahun sehingga boarding school menjadi menarik. Dasar ini bisa dijadikan argumentasi kepada regulator sekolah(DEPDIKNAS) payung hukumnya bisa menggunakan payung hukum akselerasi tapi substansinya adalah regular.<br />
Penutup<br />
Sekolah Berasrama adalah alternative terbaik buat para orang tua menyekolahkan anak mereka dalam kondisi apapun. Selama 24 jam anak hidup dalam pemantauan dan control yang total dari pengelola, guru, dan pengasuh di seklolah-sekolah berasrama. Anak betul-betul dipersiapkan untuk masuk kedalam dunia nyata dengan modal yang cukup, tidak hanya kompetensi akademis, tapi skill-skill lainnya dipersiapkan sehingga mereka mempunyai senjata yang ampuh untuk memasuki dan manaklukan dunia ini. Di sekolah berasrama anak dituntut untuk dapat menjadi manusia yang berkontribusi besar bagi kemanusiaan. Mereka tidak hanya hidup untuk dirinya dan keluarganya tapi juga harus berbuat untuk bangsa dan Negara. Oleh sebab itu dukungan fasilitas terbaik, tenaga pengajar berkualitas, dan lingkungan yang kondusif harus didorong untuk dapat mencapai cita-cita tersebut. Amiin.<br />
(source :http://sutris02.wordpress.com/2008/09/08/problem-dan-solusi-pendidikan-berasrama-boarding-school/ )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://10702486.siap-sekolah.com/2010/11/30/boarding-schoolbukan-solusi-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>