<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:39:16 +0000</lastBuildDate><category>manchester united</category><category>sport</category><category>players</category><category>Team</category><category>chealsea Fc</category><category>fifa</category><category>world</category><category>world cup 2010</category><category>indonesia</category><category>information</category><category>Persib bandung</category><category>Spain Club</category><category>champhions league</category><category>coach</category><category>Best goal video</category><category>Stadium</category><category>backyard</category><category>pembalap</category><category>pilihan utama</category><category>real madrid</category><title>SpOt Of SpOrt</title><description>Barclays Premiere League &amp;amp; Indonesia Football News</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (ibenks permana)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-3566644123203520046</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2016 05:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-31T21:45:35.007-08:00</atom:updated><title>Setangkai Bunga di Tebing Gunung</title><description>&lt;a href=&#39;http://nomor1.org/imbpe340/setangkai-bunga-di-tebing-gunung.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/33.jpg&#39; alt=&#39;Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika di salah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku, sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. Jiwa k &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://nomor1.org/imbpe340/setangkai-bunga-di-tebing-gunung.htm&#39;&gt;Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/setangkai-bunga-di-tebing-gunung.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-9118583613158467301</guid><pubDate>Fri, 29 Jan 2016 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-29T08:23:17.198-08:00</atom:updated><title>Tunanetra? Aku Bisa!</title><description>&lt;a href=&#39;http://biogreen.biz/imbpe340/tunanetra-aku-bisa.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_019.jpg&#39; alt=&#39;Tunanetra? Aku Bisa! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Awalnya aku ragu dalam menghadapi hidup ini, banyak anak manusia yang memandang pertemanan hanya melalui fisik saja tanpa melihat dasar isi hati yang paling dalam. Aku ragu dalam memilah milih teman, apa lagi partner yang sesungguhnya sangat ingin sekali kumiliki.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sekolah, banyak sekali teman yang menjauhiku, mencampakkanku, dan menganggap ku tak ada. Aku sedih dan kecewa dengan semua yang dilakukan temanku. Apakah mungkin hanya karena keterbatasan fisik yang aku miliki, mereka tega melakukan perbuatan yang sudah ku anggap sangat keji itu? Atau adakah alasan lain yang lebih logis dan dapat dengan mudah ku terima tentang pembully-an – pembully-an yang mereka tindaskan padaku? Entahlah aku tak dapat berpikir apa-apa lagi tentang ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Fitrah!” Seorang teman dari jauh memanggilku yang sedang mendengarkan rekaman yang sengaja ku rekam ketika guru bahasa Indonesiaku menerangkan suatu pelajaran. Tampaknya ia sedang membutuhkan bantuanku yang terlihat dari nada suaranya yang lirih. Atau &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://biogreen.biz/imbpe340/tunanetra-aku-bisa.htm&#39;&gt;Tunanetra? Aku Bisa! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/tunanetra-aku-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-8022684883991831199</guid><pubDate>Thu, 21 Jan 2016 00:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-20T16:26:52.712-08:00</atom:updated><title>Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang Umur</title><description>&lt;a href=&#39;http://nomor1.net/imbpe340/pegagan-herbal-awet-muda-dan-panjang-umur.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/42.jpg&#39; alt=&#39;Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang Umur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
&lt;em&gt;&amp;#8216;Satu hari dengan satu daun pegagan akan menyehatkan,dengan dua daun pegagan akan panjang umur&amp;#8217;. (ungkapan India tentang khasiat pegagan)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau Anda sering jalan-jalan di pematang sawah, Anda akan menemui tanaman perdu yang disebut pegagan , yang sering diremehkan orang. Padahal, pegagan mempunyai khasiat seabreg untuk kesehatan kita.  Pegagan, yang biasa dibuat lalap oleh orang Sunda dan diurap oleh orang Melayu ternyata mempunyai segudang manfaat yang berguna bagi kesehatan fisik maupun mental. Herba yang berasal dari India ini, dikenal secara umum dengan nama gotukola (latin: Centella Asiatic) adalah tanaman liar yang tumbuh di tanah basah dan lembab dan telah lama digunakan sebagai ramuan yang berkhasiat mengobati penyakit  di China dan Indonesia. Kalau di Cina terkenal dengan ginsengnya, maka di India herbalist menggunakan pegagan sebagai tonikum otak dan tonikum untuk panjang usia. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pegagan mempunyai banyak kegunaan sebagai herbal yang mengobati. Di Indonesia sendiri, pegagan selain dipakai sebagai herbal obat, juga dimakan sebagai lalap. Di Jawa disebut pacul gowang, rendeng, gagan-gagan, di Riau: pegago, kaki kuda, bahasa Sunda: antanan, Aceh: pegaga, Batak: ampagaga, Bali: taidah, Irian: sandanan, Minang: pigago. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Manfaat Pegagan: Di India, pegagan telah lama dipakai sebagai obat untuk banyak penyakit misalnya: lepra, psoriasis, sipilis, kanker, hemaroid, artritis, TBC, melan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://nomor1.net/imbpe340/pegagan-herbal-awet-muda-dan-panjang-umur.htm&#39;&gt;Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang Umur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/pegagan-herbal-awet-muda-dan-panjang.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-6498681572622754609</guid><pubDate>Mon, 18 Jan 2016 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-18T06:04:11.041-08:00</atom:updated><title>Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat</title><description>&lt;a href=&#39;http://nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-138-pernikahan.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/36.jpg&#39; alt=&#39;Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : 113 LORONG KEMATIAN&lt;br&gt;&lt;br&gt;

DALAM episode sebelumnya, &quot;Bendera Darah&quot; dan &quot;Aksara Batu Bernyawa&quot;, diceritakan bagaimana Sinto Gendeng muncul di malam buta ketika Wiro Sableng secara tidak terduga dibokong oleh salah seorang anggota komplotan manusia pocong. Sebuah bendera darah menancap di dada Wiro. Di tempat itu hadir Wulan Srindi murid Perguruan Silat Lawu Putih yang mengaku sebagai murid Dewa Tuak dan tengah mencari Pendekar 212 sehubungan dengan ikatan jodoh di antara mereka. Selain Wulan Srindi, di situ juga ada Jatilandak dan Loh Gatra yang istrinya diculik komplotan manusia pocong. Sementara itu, tanpa diketahui orang-orang tersebut, Bidadari Angin Timur dan Setan Ngompol bersembunyi dalam gelapnya malam, di balik kerimbunan semak belukar lebat. Diam-diam kedua orang ini mengikuti semua apa yang terjadi di tempat itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;

Walau Sinto Gendeng tertawa cekikikan sehabis mengerjai muridnya dengan berpura-pura hendak mencekoki Wiro dengan air kencing yang diperas dari ujung kain, tak seorangpun mau ikutan tertawa. Jangankan tertawa, senyum saja tak ada yang berani. Mereka semua tahu kalau si nenek punya adat dan sifat aneh. Sekali marah Sinto Gendeng bisa melabrak semua orang yang ada di tempat itu. Apa lagi tadi dia sudah marah-marah dan menganggap  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-138-pernikahan.htm&#39;&gt;Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/wiro-sableng-138-pernikahan-dengan-mayat.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-4700598464395887039</guid><pubDate>Mon, 11 Jan 2016 21:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-11T13:26:09.134-08:00</atom:updated><title>Absurdity</title><description>&lt;a href=&#39;http://m.biogreen.biz/imbpe340/absurdity.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/10.jpg&#39; alt=&#39;Absurdity Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Nama gue Abigail. Sebut saja Bi atau Abi atau Abigail. Gue adalah seorang pemimpi yang gak tau kapan harus berhenti bermimpi. Semua orang tau, bumi itu bulat, tidak berujung dan tidak ada titik yang mengakhirinya. Sama seperti mimpi, tidak akan berakhir dan akan terus berputar pada porosnya di dalam otak setiap manusia. Karena mimpi adalah kenyataan yang tertunda, kita hanya perlu mempercayainya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nyokap-Bokap gue lagi di Hollywood. Gue hidup dan tumbuh bareng sepupu idiot gue, namanya Faro. Kita berdua tinggal sama Nenek dan Kakek. Faro keluar dari perut tiga hari setelah gue merengek untuk pertama kalinya. Tidak ada yang istimewa dari makhluk pribumi satu ini, dia menyebut dirinya sampah kulit pisang yang di injek terus bikin jatoh. Terlupakan, namun menjebak. Hidupnya terlalu angker untuk diperbincangkan dan di kupas secara tajam setajam silet. Mistis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari di pagi Jumat pada acara Kultum, gue baris di belakang. Di samping kiri gue berdirilah sehelai tulang, setumpuk daging yang di balut kulit berwarna gelap bernama Faro (gak tau nih anak kurus banget). Dia ngajakin gue ngobrol. Gue nolak. Dia ngajakin gue lari-larian keliling lapangan. Pikir deh, orang gila mana yang mau lari-larian saat kayak gini?! Gue nyubit pipi Faro-yang isinya cuma tulang- biar dia gak rewel lagi, dan tangan maut itu menakuti gue&amp;#8230;&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Eh, apaan nih?&amp; &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://m.biogreen.biz/imbpe340/absurdity.htm&#39;&gt;Absurdity Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/absurdity.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2484523124192849792</guid><pubDate>Fri, 08 Jan 2016 17:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-08T09:26:59.329-08:00</atom:updated><title>ActFor (Anti Conspiration Force)</title><description>&lt;a href=&#39;http://m.biogreen.biz/imbpe340/actfor-anti-conspiration-force.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/31.jpg&#39; alt=&#39;ActFor (Anti Conspiration Force) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ray sangat menyukai novel misteri, cerita detektif dan segala hal yang berbau ‘mengungkap sesuatu yang tersembunyi.’ Jadi&amp;#8230; jangan salahkan siapa-siapa kalau sekarang ia masuk penjara.&lt;br /&gt;
“Bang*at!” Ray mematikan televisi dan membanting remotenya ke atas sofa.&lt;br /&gt;
“Napa loe, Ray, marah-marah sendiri?”&lt;br /&gt;
Fery, teman satu kost Ray yang melintas di belakangnya, keheranan. Pemuda itu membawa sepasang cangkir kopi yang masih ngebul. Ia meletakan kedua cngkir kopi itu di atas meja dan mendudukkan dirinya di atas sofa.&lt;br /&gt;
“Anj*it! Mereka udah makin keterlaluan aja!” maki Ray, nggak jelas.&lt;br /&gt;
“Loe ngomongin siapa sih?”&lt;br /&gt;
“Fer, elo tahu nggak dunia pertelevisian kita itu diisi oleh apa?”&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Ray, Fery tampak berpikir. Ia pun menjawab, “Acara-acara dong, berita, reality show, sinetron, iklan dan lainnya. Memang kenapa sih?”&lt;br /&gt;
“Nggak! Ada tiga hal utama yang mengisi dunia pertelevisian kita, yaitu sinetron, berita dan infotaiment. Acara sam*ah doang!”&lt;br /&gt;
“Samp*h loe bilang? Mereka tuh hanya cari duit. Menjijikan memang, tapi harap maklum beginilah keadaan broadc &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://m.biogreen.biz/imbpe340/actfor-anti-conspiration-force.htm&#39;&gt;ActFor (Anti Conspiration Force) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/actfor-anti-conspiration-force.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-283252980404840520</guid><pubDate>Wed, 06 Jan 2016 00:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-05T16:38:40.391-08:00</atom:updated><title>Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah &amp; Cambuk Api Angin</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-7-tiga-setan-darah.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/9.jpg&#39; alt=&#39;Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah &amp; Cambuk Api Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

PEMUDA baju biru itu berdiri dengan gagahnya di puncak bukit. Angin dari timur bertiup melambai-lambaikan rambutnya yang gondrong menjela bahu. Sepasang matanya sejak tadi hampir tiada berkesip memandang lekat-lekat ke arah utara di mana berdiri dengan megahnya pintu gerbang Kotaraja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Sudah hampir setengah hari dia berada di puncak bukit itu. Sudah jemu dan letih matanya memandang terus-terusan ke arah pintu gerbang. Namun manusia-manusia yang ditunggunya belum juga kelihatan muncul. Sebetulnya dia bisa menuruni bukit itu dan langsung memasuki Kotaraja. Tapi dia ingat pesan gurunya, di Kotaraja penuh dengan hulubalang-hulubalang Baginda, bahkan tokoh-tokoh silat kelas satu pentolan-pentolan Istana, banyak orang sakti berilmu tinggi sehingga menyelesaikan perhitungan di dalam Kotaraja sama saja mencemplungkan diri ke dalam jebakan dimana dia tak mungkin lagi akan keluar. Kalaupun ada jalan ke luar maka itu ialah jalan kepada kematian! Dia menunggu lagi. Sekali-sekali dia memandang ke jurusan lain untuk menghilangkan kejemuan dan kelesuan matanya. Kemudian bila dia memandang pada dirinya sendiri, memperhatikan tangan kirinya yang buntung sebatas siku maka disaat itu ingatlah dia akan uca &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-7-tiga-setan-darah.htm&#39;&gt;Wiro Sableng #7 : Tiga Setan Darah &amp; Cambuk Api Angin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2016/01/wiro-sableng-7-tiga-setan-darah-cambuk.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-5892320099148101432</guid><pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-31T16:25:09.013-08:00</atom:updated><title>Malaikat Berseragam</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/malaikat-berseragam.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg&#39; alt=&#39;Malaikat Berseragam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ini adalah kisah keluarga yang diceritakan ayahku tentang ibunya, yakni nenekku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 1949, ayahku baru pulang dari perang. Di setiap jalan raya Amerika, terlihat tentara berseragam meminta tumpangan pulang ke keluarganya, seperti kebiasaan di Amerika saat itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedihnya, kegembiraan reuni bersama keluarganya kemudian dinaungi kegelapan. Nenekku sakit parah dan harus masuk rumah sakit. Ginjalnya sakit, dan para dokter memberitahu ayahku bahwa nenek harus segera ditransfusi darah atau ia tak akan bertahan melewati malam itu. Masalahnya, golongan darah nenek itu AB, golongan yang langka, bahkan juga sekarang, tapi waktu itu lebih sulit lagi diperoleh karena tak ada bank darah maupun pesawat untuk mengirimkannya. Semua anggota keluarga dites, tapi tak satu pun memiliki golongan darah yang cocok. Jadi para dokter tak memberi harapan pada keluarga, nenekku akan meninggal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil menangis, ayahku meninggalkan rumah sakit untuk menghimpun seluruh anggota keluarga, supaya semuanya bisa mendapat kesempatan untuk berpamitan dengan nenek. Saat ayahku mengendarai mobil di jalan raya, ia melewati seorang tentara berseragam yang minta tumpangan pulang. Dengan duka yan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/malaikat-berseragam.htm&#39;&gt;Malaikat Berseragam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/malaikat-berseragam.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-3831222871869211988</guid><pubDate>Thu, 31 Dec 2015 07:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-30T23:19:19.756-08:00</atom:updated><title>Wiro Sableng #171 : Malam Jahanam Di Mataram</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-171-malam-jahanam.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/8.jpg&#39; alt=&#39;Wiro Sableng #171 : Malam Jahanam Di Mataram Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM&lt;br&gt;&lt;br&gt;

KESUNYIAN malam menjelang pagi di lereng Gunung Bismo tiba-tiba saja pecah dihentak oleh suara dentrangan benda keras tak berkeputusan. Suara ini datang dari bagian belakang sebuah gubuk tak berdinding terletak di bawah naungan pohon besar. Di atas sehelai tikar butut yang diberi bantalan jerami kering duduk seorang tua. Tubuh yang kurus hanya dibalut sehelai kain putih dari pinggang ke bawah. Demikian kurusnya hingga muka seolah tinggal kulit pelapis tulang. Tulang-tulang iga bertonjolan seperti jerangkong.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Di samping kanan si orang tua, di atas tanah terletak sebuah pedupaan menyala yang asapnya menebar harum bau kemenyan. Di sebelah kiri ada satu keranjang bambu kecil berisi kembang tujuh rupa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Orang tua ini berambut panjang riap-riapan, kumis dan janggut berwarna biru. Walau wajahnya seperti tengkorak namun tidak membayangkan keangkeran. Sepasang mata bening memiliki sorot pandang penuh semangat. Saat itu dia duduk menghadapi setumpuk bara menyala. Di depan bara menyala ada sebuah bantalan besi. Di atas bantalan besi ini membelintang sebatang besi panjang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Ada keanehan, walau batangan besi merah panas menyala namun cahaya yang dipancarkan berwarna redup kebiruan. Ini satu pertanda besi i &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wiro-sableng-episode-171-malam-jahanam.htm&#39;&gt;Wiro Sableng #171 : Malam Jahanam Di Mataram Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/wiro-sableng-171-malam-jahanam-di.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-5097037741766498489</guid><pubDate>Sat, 19 Dec 2015 22:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-19T14:14:04.189-08:00</atom:updated><title>Emak, Gue Jadi Artis!</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/emak-gue-jadi-artis.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg&#39; alt=&#39;Emak, Gue Jadi Artis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;“Mak, liat deh tuh!” kataku seraya menunjukkan jari ke arah televisi.&lt;br /&gt;
“Apaan sih?” timpal Emak yang penasaran.&lt;br /&gt;
“Itu loh mak acara di tipi. Noh, emak liat kan? Duh mak, hati gue serasa diiris-iris liat begituan. Untungnya kita nggak separah dan bersyukurnya lebih beruntung di banding mereka-mereka ye mak.” Cerocos gue dengan hati miris sembari mantengin layar televisi yang lagi nayangin acara orang pinggiran.&lt;br /&gt;
“Oh, emak sih udah biasa liat kek gituan. Namanya juga Indonesia Yan, ada semacam kejengkingan ekonomi gitu, yang kismin yah kelewat kismin, lah yang kaya, hartanye udah kaya tai ayam dah, berceceran dimana-mana. Ckck.” Tanggap emak sok udah kaya pejabat gedongan yang gede omong.&lt;br /&gt;
“Mak, sebenernye kita ini kegolong apaan si? Kismin apa Kaya?”&lt;br /&gt;
“Pikir aja sendiri deh lu! Udah mau jadi sarjana masa tanya begonoan. sia-sia deh uang emak buat nyekolahin elu selama ini.” Cibir emak dengan gaya tengil yang bikin gue empet plus pengen ngerampok uang di dompet nya yang selalu dikempit diketiaknya kemanapun emak pergi.&lt;br /&gt;
“Mak, emak cari duit susah kaga?” tanya gue lagi. Ya seperti sebelum-sebelumnya, pertanyaan yang gue lontarin pasti konyol semua. Udah gitu, nggak berbobot lagi.&lt;br /&gt;
“What? Elu kalo tanya emang nggak pernah mikir dulu yah! Cari duit ya susah lah!!! Udah ah sini remotenya! Emak mau liat sinetron kesayangan emak dulu.” semprot emak.&lt;br /&gt;
Serobotan tangan emak langsung meraih si remote y &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/emak-gue-jadi-artis.htm&#39;&gt;Emak, Gue Jadi Artis! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/emak-gue-jadi-artis.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2460918405090276258</guid><pubDate>Fri, 18 Dec 2015 12:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-18T04:07:18.988-08:00</atom:updated><title>Mengapa Bebek Menguik dan Elang Terbang (Taxi Bintang Lima)</title><description></description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/mengapa-bebek-menguik-dan-elang-terbang.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-5749132508494110094</guid><pubDate>Sun, 13 Dec 2015 03:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-12T19:19:13.819-08:00</atom:updated><title>Tak Menulis Apa-Apa</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/tak-menulis-apa-apa.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg&#39; alt=&#39;Tak Menulis Apa-Apa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&amp;#8230;
coba saja lihat baik-baik
didaftar penulis-penulis buku terkenal
namamu tak tercatat
bukan prestasi yang kau tak punya
bukan kurang kekayaan harta benda
bukan pula tiadanya pengetahuan dan pengalaman
masalahnya hanya satu saja
seperti masa-masa sebelumnya
tahun ini pun kau tak menulis apa-apa
&amp;#8230;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Puisi asal-asalan itu pernah saya buat untuk menyemangati diri menulis lagi. Sebab salah satu identitas diri saya adalah “penulis”, orang yang meluangkan waktu untuk menulis; menyebabkan lahirnya karya tulis. Jadi, kalau ada tahun yang berlalu tanpa satu karya pun diterbitkan, maka saya harus menyindir diri sendiri untuk kembali ke jalan yang benar hehehe. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wahai orang-orang hebat luar biasa; wahai orang-orang kaya raya; wahai kaum cerdik cendikia Indonesia; menulislah, berbagilah, jangan simpan pengetahuan dan pengalaman Anda untuk dibawa mati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anda sudah saya peringatkan. Selanjutnya terserah Anda!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;* Andrias Harefa, Penulis 35 Buku Best-Seller. Info pelatihan penulis telepon 021-460 5757: 0815 8963 889; www.andriasharefa.com&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/tak-menulis-apa-apa.htm&#39;&gt;Tak Menulis Apa-Apa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/tak-menulis-apa-apa.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-759779266791048405</guid><pubDate>Sun, 13 Dec 2015 00:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-12T16:00:45.175-08:00</atom:updated><title>Wortel, Telur dan Biji Kopi</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wortel-telur-dan-biji-kopi.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/27.jpg&#39; alt=&#39;Wortel, Telur dan Biji Kopi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.&lt;/p &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/wortel-telur-dan-biji-kopi.htm&#39;&gt;Wortel, Telur dan Biji Kopi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/wortel-telur-dan-biji-kopi.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-3500585727601686555</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2015 02:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-10T18:43:52.821-08:00</atom:updated><title>Arti Kehidupan</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/arti-kehidupan.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/15.jpg&#39; alt=&#39;Arti Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Alkisah, seorang pemuda mendatangi orang tua bijak yang tinggal di sebuah desa yang begitu damai. Setelah menyapa dengan santun, si pemuda menyampaikan maksud dan tujuannya. &amp;#8220;Saya menempuh perjalanan jauh ini untuk menemukan cara membuat diri sendiri selalu bahagia, sekaligus membuat orang lain selalu gembira.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil tersenyum bijak, orang tua itu berkata, &amp;#8220;Anak muda, orang seusiamu punya keinginan begitu, sungguh tidak biasa. Baiklah, untuk memenuhi keinginanmu, paman akan memberimu empat kalimat. Perhatikan baik-baik ya&amp;#8230;&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;Pertama, anggap dirimu sendiri seperti orang lain!&amp;#8221; Kemudian, orang tua itu bertanya, &amp;#8220;Anak muda, apakah kamu mengerti kalimat pertama ini? Coba pikir baik-baik dan beri tahu paman apa pengertianmu tentang hal ini.&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Si pemuda menjawab, &amp;#8220;Jika bisa menganggap diri saya seperti orang lain, maka saat saya menderita, sakit dan sebagainya, dengan sendirinya perasaan sakit itu akan jauh berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika saya mengalami kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka kegembiraan tidak akan membuatku lupa diri. Apakah betul, Paman?&amp;#8221; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan wajah senang, orang tua itu mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan kata-katanya. &amp;#8220;Kalimat kedua, anggap orang lain seperti dirimu sendiri!&amp;#8 &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/arti-kehidupan.htm&#39;&gt;Arti Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/12/arti-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-5508937835235870267</guid><pubDate>Thu, 26 Nov 2015 08:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-26T00:02:25.303-08:00</atom:updated><title>Bunga Bakung</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/bunga-bakung.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/13.jpg&#39; alt=&#39;Bunga Bakung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya. Ia menjengkeli gurunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: &#39;Pernahkan engkau memperhatikan bunga bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?&#39; Anak itu menggelengkan kepala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#39;Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari bunga bakung tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya.&#39; Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#39;Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang. Keindahannya tak pernah berkurang karena engkau tak pernah memperhatikannya. Ia tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa dalam hidupnya ia cuma p &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/bunga-bakung.htm&#39;&gt;Bunga Bakung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/bunga-bakung.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2402696121396637322</guid><pubDate>Tue, 24 Nov 2015 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-24T10:18:46.499-08:00</atom:updated><title>Penyesalan</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/penyesalan.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/11.jpg&#39; alt=&#39;Penyesalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Senja itu aku duduk berdua dengannya, menatap awan yang telah memerah, sesungguhnya ada yang ingin aku utarakan kepada laki laki yang ada di sampingku ini, tapi aku tak mampu, aku takut membuatnya terluka&lt;br /&gt;
&amp;#8220;ya ALLAH kuatkan aku, agar aku bisa mengungkapkan isi hati ini&amp;#8221; gumamku&lt;br /&gt;
&amp;#8220;keong&amp;#8221; suara lembutnya memanggilku&lt;br /&gt;
&amp;#8220;kodok maafkan aku, kita harus berhenti sampai sini&amp;#8221; suaraku terhenti karena tak kuasa menahan tetesan air mataku&lt;br /&gt;
&amp;#8220;maksud keong kita putus?&amp;#8221; nada suaranya terputus, air mata kedukaan terpancar dari matanya&lt;br /&gt;
Ku usap air mata itu, ku genggam erat tangannya&lt;br /&gt;
&amp;#8220;kodok maafin aku, aku gak ada maksud nyakitin kamu, tapi ini harus terjadi, aku mutusin kamu ada alasannya, aku takut ketahuan sama orangtua aku.. aku tau kamu mau serius sama aku, aku juga mau serius sama kamu, tapi untuk saat ini belum waktunya, aku siap nunggu kamu&amp;#8221; kataku&lt;br /&gt;
&amp;#8220;iya keong, aku bisa ngerti, mungkin untuk saat &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/penyesalan.htm&#39;&gt;Penyesalan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/penyesalan.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-3571836441837643942</guid><pubDate>Fri, 20 Nov 2015 21:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-20T13:18:47.656-08:00</atom:updated><title>Gubuk</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/gubuk.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/6.jpg&#39; alt=&#39;Gubuk Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Senandung angin mengusik celah kayu jendela, menerobos masuk menusuk tulang renta seorang perempuan yang tebaring di samping anaknya. Rembulan malam tidak sedang menangis, seakan memandang dua orang itu dengan penuh iba. Renggekan anak kecil di sisinya membuat perempuan itu terjaga. Dipaksanya membuka kedua mata yang baru saja dapat terpejam. Rasa lelah tidak lagi membuatnya terlelap. Tangisan anak perempuan yang masih berusia 1 tahun itu, menuntutnya untuk terjaga. Diangkatnya tubuh mungil anak itu, diciumi kedua pipinya. Namun, tetap saja anak itu menangis dan semakin menjadi-jadi. Terlihat ia sedang menahan sakit di kepalanya yang mungil.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mentari memandang deretan rumah-rumah kumuh di bantaran sungai yang sudah keruh. Air limbah merasa tak bersalah mengalir begitu saja dari pabrik tekstil yang berdiri dengan angkuhnya. Padahal orang-orang sekitar menggantungkan sebagian hidupnya pada sungai itu. Setiap pagi terlihat ibu-ibu mengambil air dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini pandangan mentari beralih pada gubuk ka &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/gubuk.htm&#39;&gt;Gubuk Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/gubuk.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2446889507849244845</guid><pubDate>Fri, 20 Nov 2015 01:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-19T17:24:45.702-08:00</atom:updated><title>Noncontadiction Principle in Personal Development</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/noncontadiction-principle-in-personal-development.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/19.jpg&#39; alt=&#39;Noncontadiction Principle in Personal Development Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh: Syahril Syam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Allah Mahaperkasa.
Engkau tunduk pada-Nya bahkan tanpa disadari.
Tapi akan jauh lebih baik untuk tunduk dengan sedikit pemahaman, daripada tanpa disadari
&lt;em&gt;- Da’ud ibnu Ibrahim al Shawni &amp;#8211; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan biarkan kenangan menjadikanmu berpuas diri.
Apa yang engkau temukan selama pencarian adalah hadiah-Nya bagimu.
Tapi saat hadiah-Nya engkau buka,
jangan jadikan ia sebagai tujuan.
&lt;em&gt;- Da’ud ibnu Ibrahim al Shawni -&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pastikan bahwa bukan engkau yang mati, tapi hanya tubuhmu.
Karena orang yang terlihat dari luar sebagai dirimu, adalah bukan dirimu.
Jiwalah yang merupakan diri sejati, bukan bentuk fisik yang bisa ditunjuk dengan jari.
&lt;em&gt;- Cicero -&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengetahuan non kontradiksi, pada akhirnya akan mengantarkan kita pada perubahan persepsi. Perubahan persepsi yang saya maksudkan adalah perubahan yang akan mengantarkan kita pada persepsi yang benar. Persepsi yang benar ini, pada akhirnya menuju pada pandangan dunia yang benar. Nah, pada pandangan dunia ini, segala persepsi kita sebenarnya berawal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan untuk menggambarkan tentang perubahan persepsi, mari kita simak kisah yang dialami oleh Stephen R. Covey:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Suatu minggu pagi dalam kereta bawah tanah di New York. Orang-orang sedang duduk dengan tenang – sebagian sedang membaca surat kabar, sebagian sedang &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/noncontadiction-principle-in-personal-development.htm&#39;&gt;Noncontadiction Principle in Personal Development Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/noncontadiction-principle-in-personal.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2581360717012301479</guid><pubDate>Mon, 16 Nov 2015 08:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-16T00:42:43.943-08:00</atom:updated><title>Suara Sumbang</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/suara-sumbang.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/14.jpg&#39; alt=&#39;Suara Sumbang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Matahari siang ini masih saja terik seperti biasanya, rasanya hanya beberapa jengkal saja dari kepala. Keadaan ini membuat kerongkonganku kering kerontang sehingga memaksa tubuhku untuk dipenuhi haknya. Kuputuskan untuk rehat sejenak di pos satpam sebuah restoran yang sering kulewati. Karena satpam yang menjaga tersebut sudah lama mengenaliku, jadi mudah saja bagiku untuk mendapat ijin darinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Siang ini kita makan apa ya?” seloroh seorang lelaki berdasi kepada kedua rekan sejawatnya ketika turun dari mobil jeep hitam yang mereka kendarai.&lt;br /&gt;
“Saya tahu restoran Jepang yang menyajikan makanan lezat di sekitar sini, beberapa minggu lalu saya pernah  mencobanya.” Jawab rekannya sambil membetulkan letak kaca mata minusnya.&lt;br /&gt;
“Baiklah kalau begitu, kita akan makan siang di sana” sahut rekan lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah memarkirkan mobil,  bapak-bapak yang diperkirakan berprofesi sebagai pejabat tersebut berjalan bersama menuju restoran yang dimaksud sambil membicarakan berbagai hal. Birokrasi, manipulasi, paradigma, otoritas, eksploitasi  dan sederet istilah-istilah asing yang mereka lontarkan entah apa artinya aku tak tahu atau lebih tepatnya aku tak mau tahu apa maksud dari istilah-istilah yang mereka bicarakan itu. Yang terpenting bagiku sekarang adalah bagaimana caranya agar bisa mendapatka &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/suara-sumbang.htm&#39;&gt;Suara Sumbang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/suara-sumbang.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-8026239603140037976</guid><pubDate>Tue, 10 Nov 2015 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-10T05:55:30.669-08:00</atom:updated><title>Sebelum Menulis, So What?</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/sebelum-menulis-so-what.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/24.jpg&#39; alt=&#39;Sebelum Menulis, So What? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
Saya mulai tertarik dengan dunia kepenulisan sejak mengikuti workshop kepenulisan bagi para pekerja rumah tangga di Hongkong yang di adakan oleh komunitas Café  De Kosta. Kemudian saya banyak mengikuti milis-milis kepenulisan, di antaranya milis penulis best-seller. Apa saja  yang saya posting di sana? Selain puisi dan cerpen, saya juga mengirim opini atau artikel-artikel, bahkan sekedar tanggapan dengan topik yang menarik untuk dibahas. Dari mana saya mendapatkan bahan-bahan itu? Apakah dari membaca buku, majalah, Koran, dan situs internet? &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Membaca adalah semacam bekal untuk mengisi pikiran kita. Membaca sangat membantu saya. Akan tetapi jika saya berusaha memasukkan gagasan-gagasan dari buku, opini di majalah, koran ataupun dari situs internet ke dalam pikiran saya, kemudian meneruskan kepada orang lain, pasti akan ada yang kurang bebas dalam tulisan saya. Rekan-rekan yang membaca tulisan saya mungkin tidak begitu tahu ketidakberesannya, tapi bagaimanapun juga mereka tidak mungkin akan tertarik untuk membacanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sini ada sesuatu yang telah saya alami ketika pertama kalinya saya belajar menanggapi sebuah artikel di situs bergengsi www.pembelajar.com yang ditulis oleh seorang penuli &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/sebelum-menulis-so-what.htm&#39;&gt;Sebelum Menulis, So What? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/sebelum-menulis-so-what.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-4850970708756321533</guid><pubDate>Sun, 08 Nov 2015 09:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-08T01:02:22.258-08:00</atom:updated><title>Semangat Pagi Guruku</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/semangat-pagi-guruku.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/21.jpg&#39; alt=&#39;Semangat Pagi Guruku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Jam 7.45 WIB ku lihat seorang lelaki tua yang belum terlihat tua berjalan gagah penuh semangat di jalanan desa. Dengan baju rapih dan rambut klimisnya, tidak lupa dengan parfumnya yang menyengat bahkan ketika dia sudah berlalu bau parfum itu masih tercium jelas.&lt;br /&gt;
Pak Sari nama lelaki itu, seorang guru SD yang sudah berpuluhan tahun mengajar di SDN Darussalam Kota Tangerang dekat rumahku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perjalanan yang lumayan jauh ditempuhnya berjalan kaki dengan semangat menyapa setiap orang yang dilaluinya dengan senyum ramahnya. Padahal umur sudah tidak memungkinkan untuk itu. Tapi semangat mengalahkan usia tuanya untuk tetap mengajar para siswanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku Kiki siswi yang pernah sekolah disana lebih tepatnya alumni SDN Darussalam Kota Tangerang. Kira-kira sudah 6 tahun aku lulus sekolah SD dan sekarang aku sudah tamat sekolah SMK di 2013 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bertahun-tahun lamanya pak Sari belum terlihat perubahan darinya. Tetap tegas, gagah, semangat dan bau parfumnya yang menyengat itu :D juga terkadang dengan guyonan khasnya.&lt;br /&gt;
Dan sudah selama itu juga aku tidak pernah masuk ke sekolah itu lagi yang sudah berubah 100% dari 6 tahun lalu. Dan tanggal 15 Juli 2013 ini aku masuk kesana mengantarkan adikku Sevi yang duduk di kelas 2.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kuperhatikan guru &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/semangat-pagi-guruku.htm&#39;&gt;Semangat Pagi Guruku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/semangat-pagi-guruku.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-8226398819581841793</guid><pubDate>Sat, 07 Nov 2015 22:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-07T14:14:47.720-08:00</atom:updated><title>Mawar Terakhir Dari Bunda</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/mawar-terakhir-dari-bunda.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.com/img/cover/26.jpg&#39; alt=&#39;Mawar Terakhir Dari Bunda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Dari kecil mawar tak pernah melihat sosok seorang ayah karena saat bundanya sedang mengandung sembilan bulan ayah dan bundanya berpisah dan ayahnya membawa anak pertamanya yaitu bernama melati dia kakak dari mawar, namun mawar sama sekali tidak mengetahui bahwa mawar punya seorang kakak, dan wajah ayahnyapun sama sekali tak tahu bagaimana.&lt;br /&gt;
Tapi mawar bangga punya bunda yang sangat baik, punya bunda yang begitu menyayanginya, walaupun bundanya seorang pedagang kue tapi mawar tetap bangga sama bunda, bundanya itu bagaikan pahlawan buat mawar. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang mawar telah duduk di bangku SMA kelas dua, dia sering di ejek oleh teman-temannya karena tak punya ayah, dan seringkali dia di ejek dengan ejekan “Anak Haram” sakit memeng hati mawar tapi, mawar tak menaruh dendam sama sekali kepada teman-temanya, seringkali mawar menanyakan tentang ayahnya kepada Bundanya, namun sering kali juga bundanya mengalihkan pembicaraannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sering kali terfikirkan oleh mawar tentang seorang ayah,&lt;br /&gt;
“ayah&amp;#8230; sebenarnya aku itu punya ayah atau tidak, dari lahir aku ga pernah m &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.com/imbpe340/mawar-terakhir-dari-bunda.htm&#39;&gt;Mawar Terakhir Dari Bunda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/mawar-terakhir-dari-bunda.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-3667974946251122247</guid><pubDate>Fri, 06 Nov 2015 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-06T05:37:49.500-08:00</atom:updated><title>Hutang Tingkat Dewa</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/hutang-tingkat-dewa.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.net/img/cover/20.jpg&#39; alt=&#39;Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG&amp;#8230; aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku sudah keluar dari hutan cemara tadi. Kini yang tampak oleh mataku adalah lapangan yang maha luas, lebih tepatnya adalah gurun pasir. Tidak ada sebatang pohonpun  tumbuh  disitu. Perlahan kucoba berdiri, badan ini terasa remuk dan ototku kaku. Dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan pelan, setapak demi setapak menyusuri lautan pasir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Tuhan dimanakah aku? dimana istri dan anaku.” Batinku merintih. Sebelum berjalan di hutan cemara tadi, aku sedang  bersama  Santi istriku dan Asa anak lelakiku yang baru 8 tahun. Kami bertiga sedang menikmati liburan.&lt;br /&gt;
“Hai!” Aku menoleh kearah suara itu. Kulihat seorang perempuan 25 tahunan, rambutnya panjang hampir menyentuh tanah. Senyum  manisnya menggembang saat aku menoleh kearahku.&lt;br /&gt;
“Ayo ikut aku.” Perempuan itu berkata, lalu meraih tanganku. Aku tak sanggup menjawab dan pasrah saat dia meraih tanganku. Kami melayang, melesat cepat di atas padang pasir yang tandus.&lt;br /&gt;
Perlahan kami mendarat. Aku melihat sebuah bangunan kecil beratap alang-alang dan berdinding bambu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Di dalam ada kolam, mandi dan ganti pakaianmu.” Perempuan itu berkata sambil melepas tanganku. Aku masuk kedalam rumah tersebut. Di dalam kulihat sebuah kolam ya &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/hutang-tingkat-dewa.htm&#39;&gt;Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/hutang-tingkat-dewa.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-7037258411116756743</guid><pubDate>Fri, 06 Nov 2015 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-06T03:56:58.916-08:00</atom:updated><title>Nasihat Ayah</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/nasihat-ayah.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.net/img/cover/13.jpg&#39; alt=&#39;Nasihat Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Aku adalah siswi kelas XI di SMPN 121 JAKARTA UTARA. Aku mempunyai cita-cita yang tinggi. Aku bercita-cita ingin menjadi seorang guru bahasa indonesia, karena aku sangat menyukai pelajaran di bidang sastra dan bahasa. Setelah lulus SMP nanti, aku sangat ingin melanjutlan ke SMAN 75, tetapi orangtua ku tidak mendukung niat ku ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat di rumah, aku dan keluargaku sedang berkumpul di ruang tamu, ayahku mengawali percakapan dengan menanyakan nilai rapot bayangan ku yang sudah dibagikan.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Nak bagaimana dengan nilai rapotmu? Apakah kamu puas dengan nilai rapotmu?&amp;#8221; tanya ayah kepada ku.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Alhamdulillah, Yah! Nilai rapotku lumayan bagus, hanya 2 mata pelajaran yang dibawah KKM&amp;#8221; kata ku.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Dan aku sudah cukup puas dengan nilai rapotku. Bagaimana dengan Ayah? Apa Ayah puas dengan nilai rapotku?&amp;#8221; kata ku lagi.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;iya Nak, Ayah juga sudah puas dengan hasil belajarmu. Pesan Ayah! Agar kamu rajin belajar lagi, supaya nanti bisa masuk SMA Negeri.&amp;#8221; kata Ayah dengan nada menasihati.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;iya Yah, aku juga inginnya seperti itu. Aku ingin masuk ke SMAN 75 kalau lulus SMP nanti.&amp;#8221; kata ku sambil menjelaskan.&lt;br /&gt;
Saat aku berbicara seperti itu, sepertinya ada rasa kecewa di raut wajah Ayah. Aku jadi merasa bersalah. Suasana pun hening sejenak. Ibu ku datang membaw &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/nasihat-ayah.htm&#39;&gt;Nasihat Ayah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/nasihat-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7061698232659194018.post-2690831674950117801</guid><pubDate>Tue, 03 Nov 2015 23:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-03T15:20:29.528-08:00</atom:updated><title>Gengsi itu Sama Dengan Miskin</title><description>&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/gengsi-itu-sama-dengan-miskin.htm&#39;&gt;&lt;img style=&#39;max-width:100%; height:auto&#39; src=&#39;http://www.nomor1.net/img/cover/30.jpg&#39; alt=&#39;Gengsi itu Sama Dengan Miskin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&#39; align=&#39;left&#39; hspace=&#39;10&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Tiga hari telah kulewati dengan beban yang sangat berat jika aku ibaratkan bebanku ini seperti &amp;#8220;menggendong sapi sekaligus dengan gerobak nya &amp;#8221; he he he he sedikit lebay, tapi semua ini memang benar-benar beban yang begitu berat bagi murid Madrasah Aliyah Negeri atau sederjat dengan SLTA yaitu menghadapi “ UN “ alias “ Ujian Nasional “ yang wajib diikuti semua murid dari pulau Sabang sampai Merauke dari pulau Mengias sampai pulau Rote.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dag dig dug deg dug dig, wah pokok nya kebolak balik rasa panikku menhadapi ujian nasional ini, tinggal 1 hari lagi dari tanggal 20 Mei 2008,  mau nggak mau,  sakit nggak sakit aku harus mengahadapinya, doa dan permintaan maaf ku kepada semua orang yang aku kenal merupakan salah satu restuku untuk keberhasilanku menghadapi Ujian Nasional tahun ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari selasa,.. Kira kira waktu tinggal 2 jam lagi  menuju Ujian Nasional akan segera di Ready… kan, ( sampai-sampai bahasanya campur aduk kayak tahu campur). aku tidak bisa berbuat apa-apa  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&#39;http://www.nomor1.net/imbpe340/gengsi-itu-sama-dengan-miskin.htm&#39;&gt;Gengsi itu Sama Dengan Miskin Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://ppbusiness.blogspot.com/2015/11/gengsi-itu-sama-dengan-miskin.html</link><author>noreply@blogger.com (ibenks permana)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>