<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5325149619645107661</id><updated>2014-10-05T13:54:13.524+07:00</updated><category term="speleologi"/><category term="gua"/><category term="cave"/><category term="air"/><category term="geologi"/><category term="introduksi"/><category term="karst"/><category term="sungai"/><title type='text'>Subterra Indonesia</title><subtitle type='html'>Subterra Indonesia - Cave, Caving, Karts dan Speleologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.subterra.or.id/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>khatulistiwa info</name><uri>https://plus.google.com/106440824271995833380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ylJCQ_-0bAA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACsk/KbmfELynXGc/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5325149619645107661.post-4287512211933190378</id><published>2011-09-25T20:54:00.001+07:00</published><updated>2011-09-25T20:56:41.620+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karst"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="speleologi"/><title type='text'>Proses Terjadinya Speleothem</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-7vqNNwQGFrA/Tn8wDtSPwfI/AAAAAAAAAxE/0Ph5PO5ihwY/s1600/stalagtit.jpg&quot; rel=&quot;lightbox[speleothem]&quot; title=&quot;Stalactite dan Stalagmite | foto by http://www.flickr.com/photos/pondspider/4563279140&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-7vqNNwQGFrA/Tn8wDtSPwfI/AAAAAAAAAxE/0Ph5PO5ihwY/s600/stalagtit.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Speleothem&quot;&gt;Speleothem&lt;/a&gt; , kata yang berasal dari Yunani yang berarti &lt;i&gt;&lt;b&gt;endapan gua&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kesepakatan dalam klasifikasi speleothem memiliki dua hirarki; form (&lt;i&gt;bentuk&lt;/i&gt;) dan style (&lt;i&gt;corak&lt;/i&gt;). Form adalah speleothem dengan bentuk dasar yang dapat membedakan berdasar pada perilaku pertumbuhan mineral atau mekanisme dasar deposisinya. Style adalah klasifikasi lanjutan dari form yang menjelaskan bentuk berbeda yang merupakan hasil dari perbedaan tingkat aliran, tingkat deposisi, dan faktor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar form speleothem menurut kesepakatan adalah (White, 1976):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Form dripstone dan flowstone&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Stalactite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stalagmite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Draperies&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Flowstone sheet&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Form Erratic&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Shield&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Helictites&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Form Botryoidal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anthodite&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moonmilk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Form sub-aqueous&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kolam rimstone&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Concretion dari berbagai macam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deposit kolam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deretan kristal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Klasifikasi diatas dibatasi pada kelompok mineral tertentu, terutama karbonat.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Speleothem Dripstone dan Flowstone&lt;/h2&gt;&lt;b&gt;Stalactite&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Air muncul di atap gua menggantung sebentar sebelum jatuh ke lantai gua. Selama menggantung tersebut, CO2 menghilang ke atmosfir gua, larutannya menjadi sangat jenuh air, dan bahan mineralnya yang sangat sedikit jumlahnya akan tertinggal melingkar dengan ukuran sama dengan tetesannya. Lingkaran tersebut akan tumbuh ke bawah dengan diameter konstan dan materialnya bertambah terus sampai sebuah tube yang ramping terbentuk. Tube ini agak&lt;i&gt; porous&lt;/i&gt; sehingga air dapat merembes melalui antar butirannya dan sepanjang retakan untuk mengendapkan material di bagian luar. Porositas ini disebabkan oleh karena bahan yang diendapkan tersebut menggantung dan terkena gaya gravitasi, sehingga antar butir tidak terikat dengan kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-bhOupCV5_n8/Tn8wFJyBYZI/AAAAAAAAAxI/ZO53KF01Dlw/s1600/stalagmit.jpg&quot; rel=&quot;lightbox[speleothem]&quot; title=&quot;Stalactite dan Stalagmite | foto by http://www.flickr.com/photos/tonyjcase/3708431495&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-bhOupCV5_n8/Tn8wFJyBYZI/AAAAAAAAAxI/ZO53KF01Dlw/s600/stalagmit.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya dari mekanisme diatas adalah &lt;i&gt;stalactite&lt;/i&gt;, yang memiliki lubang di dalamnya atau paling tidak meninggalkan bekas lubang di tengah kanalnya. Untuk &lt;i&gt;stalactite &lt;/i&gt;yang lebih besar, tambahan bahan adalah datang dari tambahan air rembesan dari luar turun melalui luar, lebih banyak daripada dari tengah kanal. Saluran pada stalactite terkadang cukup besar untuk dimasuki butiran pasir atau material klasitik lainnya, dan dapat tergabung kedalam &lt;i&gt;speleothem &lt;/i&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya corak &lt;i&gt;stalactite&lt;/i&gt; disebabkan oleh terhambatnya saluran, dan karena variasi panjang musim. Panjangnya &lt;i&gt;stalactite&lt;/i&gt; tersebut tergantung kepada berat yang dapat didukung, dan &lt;i&gt;stalactite&lt;/i&gt; rusak dan jatuh kebawah akibat bebannya sendiri adalah hal yang lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Stalagmite&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tetesan yang jatuh kebawah ke lantai gua terus mengendapkan material, dan membangun suatu gundukan yang disebut stalagmite. Kemudian dia tumbuh sebagai bentuk silinder yang semakin tinggi. Radius pertumbuhannya dibatasi oleh tingkat tetesan karena sangat menurunnya tingkat jenuh air atau penguapan sempurna lapisan tipis embun yang tersebar di sekitar titik jatuhnya. Diameter yang seragam menujukkan bahwa adanya kondisi yang konstan selama perode waktu yang panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pertumbuhan dripstone dapat di-angka-kan untuk menghasilkan hubungan matematis antara parameter ukuran dan bentuk serta karakter larutan. Analisis dari Curls (1973) terhadap straw stalactite, menunjukkan bahwa diameter straw berhubungan dengan gaya gravitasi terhadap butir tetesan dan tekanan bidang permukaan dari cairan dengan menggunakan bilangan Bund tanpa dimensi, dengan hubungan sbb:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;B0=(r gd2)/s &lt;/blockquote&gt;Dimana B0 adalah bilangan Bond, r adalah densitas dari larutan, g adalah gaya gravitasi, d adalah diameter straw, dan s adalah tekanan bidang permukaan cairan. Dari percobaan ditentukan bahwa bilangan bond adalah sebesar 3.50 untuk straw dengan diameter minimum, yaitu diberikan untuk diamater straw lebih kecil daripada 5.1 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk stalagmite dengan bentuk yang kompleks, belum dilakukan penelitian. &lt;br /&gt;Stalagmite memiliki struktur internal yang terdiri dari cuspate layer atau caps (balutan). Stalagmite berusaha mempertahankan keseragaman penampang melintang dapat dijelaskan dengan keseimbangan diameter, d, yang mengukur lebar ke samping dari larutan sebelum deposisi selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ii9R3FRuPz8/Tn8yKVGPDNI/AAAAAAAAAxM/9-VHL0zrxFA/s800/stalactite.jpg&quot; rel=&quot;lightbox[speleothem]&quot; title=&quot;Proses Evolusi Stalagtite | foto by http://www.flickr.com/photos/computerhotline/4335249026&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ii9R3FRuPz8/Tn8yKVGPDNI/AAAAAAAAAxM/9-VHL0zrxFA/s600/stalactite.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franke (1961, 1963, 1965) membuat penggunaan keseimbangan diameter untuk mengevaluasi tingkat pertumbuhan dan kondisi berikutnya dari penambahan larutan. Corak teras (petak) secara tidak langsung menyatakan variasi periode pada tingkat pertumbuhan, dan corak kerucut menunjukkan tingkat pertumbuhan yang rendah. Dari pertimbangan terhadap neraca massa tunggal, keseimbangan diamater adalah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;d=2(c0q/pZ)1/2 &lt;/blockquote&gt;Dimana c0 adalah kalsit dalam larutan yang ada untuk deposisi (yaitu supersaturasi jika hanya degassing CO2 yang dipertimbangkan, atau total konsentrasi larutan jika cairan diasumsikan menguap untuk kekeringan stalagmite), q adalah tingkat aliran larutan, dan Z = d/Zdt adalah tingkat pertumbuhan vertikal stalagmite.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.subterra.or.id/feeds/4287512211933190378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/proses-terjadinya-speleothem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/4287512211933190378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/4287512211933190378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/proses-terjadinya-speleothem.html' title='Proses Terjadinya Speleothem'/><author><name>khatulistiwa info</name><uri>https://plus.google.com/106440824271995833380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ylJCQ_-0bAA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACsk/KbmfELynXGc/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-7vqNNwQGFrA/Tn8wDtSPwfI/AAAAAAAAAxE/0Ph5PO5ihwY/s72-c/stalagtit.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5325149619645107661.post-7940928668645852055</id><published>2011-09-24T21:45:00.000+07:00</published><updated>2011-09-24T21:45:59.960+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="air"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cave"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="speleologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sungai"/><title type='text'>Pemanfaatan Sungai Bawah Tanah</title><content type='html'>&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-M3ocXLJbtc4/Tn3qyUQzaKI/AAAAAAAAAw0/A2WMGX93dKc/s000/sungai_gua.jpg&quot; width=&quot;500&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Air bawah tanah didaerah karst (batu gamping), mempunyai sistim hidrologi yang berbeda dengan daerah non karstik. Hal ini berhubungan dengan sifat fisik-kimia batu gamping. Batu gamping bersifat porous, dan langsung meluluskan air hujan yang jatuh dipermukaan tanah melewati rekahan-rekahan pelapisan batuan vertikal dan horisontal.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidak memungkinkan terdapatnya air di permukaan. Kemudian air yang mengalir dibawah permukaan akan terakumulasi dalam suatu pola aliran tertentu sebagaimana layaknya sungai permukaan, dengan melewati lorong-lorong gua menjadi sungai bawah tanah. Dan setiap musim kemarau tiba, timbul masalah kekurangan air karena hilangnya sungai permukaan melalui rekahan-rekahan berupa gua yang tersebar diseluruh kawasan .&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;PERMASALAHAN AIR DI KAWASAN KARST&lt;/h2&gt;Dengan memperhatikan fenomena di atas, bisa diketahui bahwa di setiap musim kemarau tidak tersedia air permukaan dalam jumlah cukup. Sehingga bencana kekeringan menjadi ancaman di setiap tahun. Padahal jauh di bawah permukaan, air mengalir dengan percuma kemudian muncul di tempat lain yang jauh. Untuk selanjutnya pembicaraan dititikberatkan pada pemanfaatan sungai bawah tanah untuk penanggulangan masalah kekeringan tersebut. Salah satu kawasan karst yang memiliki kondisi ekstrim seperti tersebut di atas adalah satu kawasan di Kabupaten Gunungkidul yang terkenal dengan nama Kawasan Karst Gunung Sewu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat di tahun 1987, bencana kekeringan diderita oleh sekitar 193.900 jiwa di 7 kecamatan wilayah Kabupaten tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan akan air, penduduk kawasan ini rela melakukan apa saja. Mereka mengkonsumsi air dari telaga-telaga yang, ada sekalipun di telaga tersebut juga berlangsung aktifitas mandi, cuci, dan memandikan ternak. Juga sumber-sumber air lainnya seperti gua-gua yang terdapat aliran sungai bawah tanah. Gambar: Warga masyarakat mengambil air dari gua.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;UPAYA PERINTAH DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL SEBAGAI SEBUAH MODEL PEMANFAATAN SUNGAI BAWAH TANAH UNTUK MENGATASI BENCANAN KEKERINGAN&lt;/h2&gt;Pemerintah Daerah Gunungkidul sadar, bahwa sistem hidrologi kawasa karst sangat spesifik. Sistem hidrologi kawasan karst tidak dapat dianggap sama dengan kawasan yang berstrktur geologi berbeda. Bahkan sebuah penelitian hidrologi di satu kawasan kecil daerah karst-pun tidak dapat dapat dijadikan suatu model matematis untuk daerah karst yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka langkah pertama yang dilakukan PemDa adalah mendatangkan ilmuwan dari Inggris yang ahli dalam permasalahan hidrologi karst. Penelitian ini berlangsung pada tahun 1982 dan 1984. Dengan menelusuri dan memetakan lebih dari 200 buah gua dan sungai bawah tanah, berbagai metode survey untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk kepentingan pemanfaatannya nanti. Gambar. Pengukuran Debit Air menggunakan EC meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Uvw0QvXHOtk/Tn3qx23njSI/AAAAAAAAAww/okiaSaP99zc/s000/sungaigua.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanian 34 buah dengan jumlah 890 lt/dt, yang mengairi lahan seluas 1.127 Ha. - Untuk air minum 20 buah dengan jumlah 131 lt/dt, untuk memenuhi kebutuhan 131.000 jiwa. - Terpadu pertanian dan air minum pedesaan 5 buah dengan jumlah 61 lt/dt. Pengangkatan dan distribusi air tersebut menggunakan sistem pompanisasi dan gravitasi, terbagi dalam 15 subsistem kawasan. Dalam rencana akan dapat terlayani sekitar 146.000 jiwa. Namun perkembangan terakhir justru lebih menampakkan satu harapan besar. Yaitu dengan pemompaan sungai bawah tanah yang mengalir di Gua Bribin dan pengeboran Gua Seropan, di Kecamatan Semanu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gua Bribin mengalir sungai bawah tanah dengan debit sekitar 1.500 lt/dt. Dalam tiga tahun terakhir dilaksanakan proyek skala besar untuk ukuran Pemerintah Daerah DaTi II. Direncanakan dipompa sekitar 400 lt/dt dengan layanan pompa 6 jam per hari dapat memenuhi kebutuhan 400.000 jiwa (50% penduduk Kabupaten Gunungkidul). Sedangkan dari Gua Seropan direncanakan akan digunakan untuk kepentingan pertanian. Direncanakan didistribusikan dengan pipa dan mengairi lahan di 4 kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;PELESTARIAN DAERAH TANGKAPAN AIR DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH&lt;/h2&gt;Seperti layaknya sungai permukaan, sungai bawah tanah juga memiliki Daerah Tangkapan Air dan Daerah Aliran Sungai. Usaha-usaha pelestarian sungai bawah tanah ini dilaksanakan dengan menyentuh aspek pelestarian kuatintas dan kualitas air (:mikrobiologis dan fisiolimianya). Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat disimpan dan lama waktu tinggal (residence time)nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di permukaan, faktor yang berpengaruh adalah tanaman penutup, tanah penutup, dan bentuk lahan. Faktor lain adalah jenis batu gamping (tiap jenis batu gamping memiliki angka porositas berbeda), luas sebaran dan ketebalan batu gamping. Dari uraian tersebut diatas satu usaha perbaikan yang menyentuh satu atau keseluruhan faktor, diharapkan akan memberikan hasil akhir yaitu mempertahankan atau menambah jumlah air dibawah permukaan dan mempertinggi angka residence time air .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian tanaman penutup, bila dilakukan dipilih jenis tanaman yang memiliki laju penguap-peluhan rendah tidak bernilai ekonomis tinggi, mudah dan cepat tumbuh dan tahan panas. Usaha pelestarian lainnya dapat dilakukan dengan memperbaiki bentuk bentang lahan, misalnya dengan pembuatan teras siring. Disamping itu perlu diusahakan juga penjagaan kualitas air sungai bawah tanah. Pemakaian pestisida dan penyubur buatan dipermukaan dapat mengakibatkan terkontaminasinya air sungai bawah tanah oleh polutan kimia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polutan-polutan kimia lainnya yang mungkin dapat membahayakan perlu mendapatkan perhatian pula, misalnya penelitian kadar trace elemen, khususnya Lithium terbukti mempunyai pengaruh terhadap proses psiko-fisiologis. Sebagai informasi, kawawan karst Gunung Sewu memiliki angka bunuh diri tertinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;BENTUK LAIN PEMANFAATAN SUNGAI BAWAH TANAH&lt;/h2&gt;Di salah satu pedukuhan kecil kawasan karst Gombong Selatan, sungai bawah tanah digunakan sebagai sumber pembangkit listrik dengan distribusi pembagian jumlah daya yamg mereka kelola sendiri. Meskipun di Kota Kecamatannya sendiri belum teraliri listrk dari PLN. - Untuk Industri, sungai bawah tanah Gua Londron di kawasan Maros Sulawesi Selatan yang sebagian besar dimanfaatkan pabrik semen Tonasa. - Sebagai laboratorium alam, sungai bawah tanah (baca : gua) memiliki biota, sistim hidrologi dan unsur lain yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ilmu yang menyangkut biota, gua beserta lingkungannya, genesa gua dan lain sebagainya terdapat satu unifikasi ilmu yaitu speleologi. - Untuk wisata umum, di Kalimantan Selatan ada dua buah gua yang dapat dilayari yang mulai dikembangkan untuk wisata. - Wisata minat khusus, untuk penggemar kegiatan alam bebas (caving, cave diving, black water rafting). Berbagai macam kondisi yang multikomplek cukup menantang untuk penggemar kegiatan alam bebas. Saat ini perkembangan kegiatan caving dan kegiatan alam lain yang berhubungan banyak dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sumber&lt;/i&gt; : - ASC, Ekspedisi Maros, 1989. - ASC, Survey Gua-gua Gombong Selatan, 1993. - ASC, Survey Gua-gua Purwodadi-Pati, 1994 - ASC, Karst Hidrologi daerah Gunung sewu dan sekitarnya, 1992. - ASC, Gua, Air dan permasalahanya, 1989. - Ko, RKT. Makalah bebas, Dies Natalis HIKESPI, 1993. - Susanto, Sahid. Melestarikan Gua Bribin, Harian Umum Kedaulatan Rakyat, Agustus 1992.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dokumentasi foto&lt;/i&gt;: Bagus Yulianto</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.subterra.or.id/feeds/7940928668645852055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/pemanfaatan-sungai-bawah-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/7940928668645852055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/7940928668645852055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/pemanfaatan-sungai-bawah-tanah.html' title='Pemanfaatan Sungai Bawah Tanah'/><author><name>khatulistiwa info</name><uri>https://plus.google.com/106440824271995833380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ylJCQ_-0bAA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACsk/KbmfELynXGc/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-M3ocXLJbtc4/Tn3qyUQzaKI/AAAAAAAAAw0/A2WMGX93dKc/s72-c/sungai_gua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5325149619645107661.post-8760804195619183570</id><published>2011-09-24T21:28:00.001+07:00</published><updated>2011-09-25T21:23:29.757+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cave"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="geologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="speleologi"/><title type='text'>Geologi Gua</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-3PUiUaHdV8Y/Tn85Bnx91-I/AAAAAAAAAxQ/d82uNV5yCAQ/s1600/geologigua.jpg&quot; rel=&quot;lightbox&quot; title=&quot;gua | photo by http://www.flickr.com/photos/jvangundy/3589195179&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-3PUiUaHdV8Y/Tn85Bnx91-I/AAAAAAAAAxQ/d82uNV5yCAQ/s600/geologigua.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuan sedimen batu gamping disusun dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang menghasilkan &lt;i&gt;kalsium karbonat&lt;/i&gt; sebagai bagian dari metabolismenya membentuk bagian utama dari batu gamping. Komponen lainnya adalah dari pengendapan secara kimiawi atau oleh proses biokimia. Secara bersama-sama tersedimentasi pada dasar laut; dan hal ini tidak memilki karakter yang seragam diseluruh bagiannya, jadi batu gamping bukan merupakan komposisi yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jenis dari batu gamping ini sangat tidak terbatas. Sederetan sejarah dari jenis sedimentasi adalah litifikasi, formasi batuan dari bentuk yang khusus. Hal ini melibatkan perubahan kimia yang komplek seperti halnya adalah sementasi dan rekristalisasi, silikafikasi dan dolomitasi: secara bersama-sama biasa disebut dengan istilah diagenesis. Gua-gua hanya dapat dibentuk dari batuan yang ter-litifikasi, dan jelas bahwa karakter sedimen semula dan sejarah diagenetik adalah faktor-faktor yang mengontrol lokasi sebuah gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kelahiran sebuah gua biasa disebut dengan speleogenesis, dan fitur dari geologi sangat besar pengaruhnya disini.&amp;nbsp;Ada beberapa sistem pengklasifikasian batugamping (limestone). Sebagian tergantung kepada komponen perbedaan lingkungan formasi, perbedaan material komponen, perbedaan ukuran butir, perbedaan matrix, dan perbedaan perubahan diagenesisnya. Berbagai sistem klasifikasi tersebut memungkinkan untuk adanya derajat gradasi antar klasifikasi dan ada beberapa kelengkapan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mineral dari batugamping adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;7&quot; cellspacing=&quot;1&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot;&gt;Calcite&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;19%&quot;&gt;CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; &lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;67%&quot;&gt;Material strukturnya sebagian besar dari invertebrata laut dan merupakan komponen utama dari limestone. Mengkristal dalm sistem trigonal.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;14%&quot;&gt;Aragonite&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;19%&quot;&gt;CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;67%&quot;&gt;&lt;br /&gt;Material strukturnya dari moluska laut; terkadang terendapkan dalam air dangkal yang hangat. Mengkristal dalam sistem orthorhombic. Dibandingkan dengan kalsit, kestabilannya lebih rendah dan lebih mudah larut; seringkali merngkristal menjadi kalsit.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;14%&quot;&gt;Dolomite&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;19%&quot;&gt;CaMg(CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;67%&quot;&gt;&lt;br /&gt;Diketahui sebagai mineral sedimen primer, tetapi lazimnya hasil dari invasi sedimen kalsit oleh air asin yang kaya dengan magnesium yang menyebabkan rekristalisasi dimana dolomite menggantikan kalsit.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;14%&quot;&gt;Chalchedony&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;19%&quot;&gt;SiO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;67%&quot;&gt;Material struktur mengadung silika dari sedikit invertebrata laut, khususnya Radiolaria. Keberadaan di batugamping biasanya sebagai flint dan nodul chert.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Kalsit diendapkan oleh suatu organisme yang secara umum memiliki kadar magnesium yang kecil terbatasi didalam kisi-kisi kristal. Kalsit yang mengandung besi dan mangaan pada umumny adalah berasal dari diagenetik dan much less common.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melakukan penelusuran dalam gua, kita tidak asing lagi dengn bentukan khas dan mempunyai daya tarik tersendiri karena bentuknya yang bermacam-macam dan unik. Biasanya adanya rekahan-rekahan yang terbuka menyebabkan air mudah meresap ke dalam lapisan batugamping, kemudian muncul pada langit-langit, dinding, serta lantai gua membentuk ornamen gua (speleothem) yang paling terkenal adalah stalactite dan stalagmite.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;LITIFIKASI&lt;/h2&gt;Proses litifikasi adalah perubahan dari sedimen yang lentur menjadi batuan, pada kasus ini adalah batugamping yang normalnya dari kalsium karbonat terendapkan dalam ruang pori. Dan terbawa ke tempat terjadinya sementasi oleh pelarutan baik oleh air connate, yaitu air laut yang terjebak di sedimen awal, dan air tanah yang ada diwaktu belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementasi kalsium karbonat dapat diendapkan oleh salah satu dari tiga bentuk ini: coarsely crystalline spar, elongate fibres, atau sebagai micrite yang terbutirkan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;DIAGENESIS&lt;/h2&gt;Diagenesis memiliki arti yang lebih luas daripada litifikasi, juga termasuk perubahannya yang mengambil tempat dalam batuan yang menerima perpindahan magnesium dan silika, dll.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;POROSITAS DAN PERMEABILITAS&lt;/h2&gt;Porositas didefinisikan sebagai total volume dari ruang udara antar partikel dalam massa; biasanya dinyatakan dalam prosen. Permeabilitas adalah kemampuan batuan untuk meluluskan air melalui batuan tersebut, biasanya dinyatakan dalam darcy (1 darcy adalah 1 cc cairan dengan kecepatan 1 centipoise melalui 1 cm2 luas bidang, sejauh 1 cm dalam 1 detik dengan perbedaan tekanan 1 atm antar unjungnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permeabilitas primer adalah melalui pori dai batuan,sedangkan permeabilitas sekunder melalui kekar, sesar, atai gua hasil pelarutan (solution cavity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porositas dan permeabilitas di daerah batugamping sangat besar pengaruhnya terhadap pada proses bentukan gua. Untuk itu perlu sekali dipahami.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;LAPISAN (BED) DAN BIDANG LAPISAN (BEDDING PLANE)&lt;/h2&gt;Bentuk dan keteabalan bed adalah faktor-faktor dalam speleogenesis. Lapisan tipis dengan ketebalan tidak lebih dari 25-50 cm, mengadakan banyak bidang perlapisan, sedikit konsentrasi aliran, sehingga pengembangan gua menjadi terhalangi. Lapisan yang tebal memiliki bidang lapisan lebih sedikit sehingga jumlah alirannya terbatas, dan bisa menyebabkan perkembangan gua dengan ukuran lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;STYLOLITE&lt;/h2&gt;Banyak bedding plane pada batugamping yang menampakkan ciri-ciri pelarutan tekanan yang dikenal sebagai stylolite. Jika sebuah material yang tidak dapat terlarutkan tersebar sepanjang bedding plane, pengaruh dari berat lapisan yang lebih muda adalah menekan lapisan bersama-sama. Dibawah tekanan yang demikian itu kalsium karbonat yang kontak dengan butiran kwarsa dapat terlarutkan, dan pelarutan yang semacam itu secara istimewa diatas puncak butiran dan dibawah satu sama lain. Hasil jaringan adalah sebuah serupa dengan bentuk tiga dimensional zig-zag. Dilihat dalam se uah muka joint , terlihat seperti jejak dari pen recorder, sehingga disebut stylolite.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;STRUKTUR&lt;/h2&gt;Saat terlitifikasi, massa batugamping mengalami tekanan dan regangan dari apa yang disebut gaya tektonik, didalam Bumi. Tekanan dapat menyebabkan mengalami kemiringan atau lipatan, sehingga menyebabkan llapisan batugamping terinklinasi dan bagian lemah dari perlekatan terinklinasi kearah yang sama. Tekanan juga menyebabkan terjadinya retakan pada batugamping, menyebabkan terjadinya kekar dan sesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak kejadian, seharusnya surveyor gua dapat mem-plot disposisi dari kekar, sesar, dan dip dari kemiringan lapisan sesuai dengan kemajuan survey. Hal ini akan sangat membantu interpretasi dari asal muasal gua di kemudian hari dan dapat menghilangkan beberapa rangkaian survai geologi yang diperlukan bahaya kesalahan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;KEKAR (JOINT)&lt;/h2&gt;Kekar dan sesar, keduanya adalah fracture (retakan), namun kekar tidak ada displacement, sedangkan sesar, definisinya adalah bidang displacement. Keduanya dihasilkan oleh kompresi, tensi, dan torsi, dengan berbagai kemungkinan arah.&amp;nbsp;Ada beberapa jenis kekar (joint):&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;conjugate joint, adalah joint yang hanya melalui satu bed saja, atau paling banyak hanya dua atau tiga lapisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;master joint, adalah joint yang melalui bed yang lebih tebal daripada joint yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;oblique joint&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Conjugate joint yang melalui beberapa bed sehingga menjadi tempat yang cocok untuk awal dari tapak jejak speleogenetik yang mengatur arah vertikal, dan berkembang menjadi &quot;pot&quot; atau &quot;pitch&quot;. Perkembangan sepanjang joint tunggal biasanya disebut &quot;rift&quot;. Joint ini memungkin adanya perkembangan gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu gamping yang terlipat memiliki normal joint yang kemudian menjadi bedding yang mana berkembang basik saat bed dalam posisi horisontal, sehingga sampai dirotasikan dengan lapisan tertutup, atau mungkin memiliki oblique joint yang ter impose oleh tegangan berikutnya ke lipatan.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;LIPATAN&lt;/h2&gt;Lipatan di batugamping, dan lapisan yang berdekatan, dapat menghasilkan sebuah struktur yang sangat beragam; lipatan dapat berupa arch yang mulus atau sebuha pembalikan lapisan yang sempit, dapat simetris maupun asimetris; dapat isoclinal, dengan dua cabang yang memiliki dip sama; atau tergulingkan, dengan satu cabang memiliki lapisan yang merupakan kebalikannya. Ukurannya dapat beberapa feet dan dapat pla luasnya berkilometer dan ribuan meter. Inklinasi dari lapisan batugaping dapat memberikan sumbangan distribusi beberapa joint dan sesar serta berbagai bentuk zona lemah batuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;SESAR&lt;/h2&gt;Sesar ada tiga jenis; normal, wrench atau tear, dan reverse atau thrust. &lt;br /&gt;Sesar adalah fracture yang mengalami dislokasi. Hal ini juga memungkinkan awal terjadinya spelegenesis sepanjang sesar. Salah satu pengaruh utama dari sesar adalah displacement lapisan yang memiliki karakter speleogenesis, berjauhan satu sama lain. Selain itu sesar dapat menghasilkan bed yang berbeda, bersamaan dengan karakter speleogenetik yang sama, posisi yang berlawanan; gua hasilnya dapat ditandai dengan perubahan ukuran detail potongan dan ciri-cirinya ditempat lintasan sesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan sesar seringkali berkesudahan dalam sebuah fragmen batuan yang ter-crush atau ter-grind membentuk sebuah zona atau sebuah pita breksi daripada sebuah bidang sesar clean-cut. Breksi semacam itu biasanya merupakan sementasi dari kalsit, tetapi cukup permeable sehingga menjadi faktor yang cukup penting dalam perkembangan gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam hipotesis tentang asal muasal gua telah dibuat yang mana titik awalnya adalah sebuah masa homogen batugamping yang kemudian terangkat dari muka air laut. Dengan asumsi bahwa batugamping adalah homogen, maka variabel sedimen gamping dan tekstur diagenesis menjadi diabaikan. Padahal tringkah laku dari; ukuran butir dan pori, permeabilitas yang berbeda; sifat dasar bedding plane, stylolite, kekar, sesar, lapisan mineral, karst yang terkubur, semuanya memiliki arti yang sangat penting dalam mengontrol tempat, waktu, dan tingkatan speleogenesis. Tidak ada sistem gua yang dapat dipahami secara penuh jika faktor-faktor tersebut tidak dianalisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada teori awal, mulanya semua pathway dari speleogenetik adalah dalam zona phreatic. Faktor geologi yang kemudian mengontrol pathway berkembang menjadi gua. Studi yang mutakhir menunjukkan, bahwa pathway dapat berkembang menjadi gua sistem vadose, dan juga, gua ada juga yang berkembang langsung ketika pada zona vadose.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.subterra.or.id/feeds/8760804195619183570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/geologi-gua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/8760804195619183570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/8760804195619183570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/geologi-gua.html' title='Geologi Gua'/><author><name>khatulistiwa info</name><uri>https://plus.google.com/106440824271995833380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ylJCQ_-0bAA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACsk/KbmfELynXGc/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-3PUiUaHdV8Y/Tn85Bnx91-I/AAAAAAAAAxQ/d82uNV5yCAQ/s72-c/geologigua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5325149619645107661.post-2309237172749235807</id><published>2011-09-24T21:11:00.004+07:00</published><updated>2011-09-25T21:35:39.023+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="introduksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="speleologi"/><title type='text'>Introduksi Speleologi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-faxVs4T_0eM/Tn86lGPXVLI/AAAAAAAAAxU/2PCG6D2MZ9M/s1600/gua.jpg&quot; rel=&quot;lightbox&quot; title=&quot;tentang Gua | photo by http://www.flickr.com/photos/matthewvenn/3026210580&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-faxVs4T_0eM/Tn86lGPXVLI/AAAAAAAAAxU/2PCG6D2MZ9M/s600/gua.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata speleology berasal dari bahasa Yunani, yaitu &lt;i&gt;spelaion&lt;/i&gt; = gua, dan &lt;i&gt;logos&lt;/i&gt; = ilmu. Begitu banyak definisi dari arti kata speleologi. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Spelology is the science of the cave environment and treats both its physical and biological aspects. (Moore  G.W. 1928)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speleology is the scientific study of caves; it is a science in which all the other scientific disciplines are in some aspects applicable to caves or their contents. (Ford T.D &amp;amp; Cullingford C.H.D 1976)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speleology is the scientific study of caves and other karst features, their make-up, structure, physical properties, history, life forms, and the processes by which they form (speleogenesis) and change over time (speleomorphology). The term speleology is also sometimes applied to the recreational activity of exploring caves, but this is more properly known as caving, spelunking or potholing. Speleology and caving are often connected, as the physical skills required for in situ study are the same. (Wikipedia)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speleology is the study of caves and their contents. The exploration, description and study of caves and related phenomena. (http://home.mira.net/~gnb/caving/glossary/S.html )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speleology is the scientific study or exploration of caves (http://www.merriam-webster.com/dictionary/speleological )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Speleologi, seperti umumnya ilmu pengetahuan lain, dimulai dari amatir yang dengan sepenuh hati melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang menarik hati mereka, kemudian membuat rekaman-rekaman. Lalu, akhirnya dengan berjalannya waktu menjadi sebuah ilmu tersendiri. Saat ini, speleologi berkembang sebagai akibat dari persinggungan mutualisme antara amatir dan ilmuwan profesional yang memiliki ketertarikan dan kepedulian yang sama terhadap gua.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Spelologi, sebagian besar terdiri dari cabang-cabang riset dan ilmu dasar dari geologi dan biologi, yaitu kimia, meteorology, dan ilmu tanah. Karena keterlibatan satu sama lain dari cabang ilmu yang berlainan tersebut, maka sekarang ini setiap cabang ilmu yang melakukan penelitian terhadap subyek tertentu di dalam gua, seyogyanya dilakukan dengan ahli ilmu lain yang terkait untuk mendapatkan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli biologi gua telah menemukan spesies di salah gua di karst Jawa Barat. Spesies yang sama tersebut ditemukan lagi di karst Jawa Timur. Sementara spesies tersebut tidak ditemukan di karst kabupaten Gunung Kidul. Bagaimana mungkin? Kawasan karst tersebut dipisahkan oleh berbagai struktur geologi yang lain. Seorang ahli geologi mungkin bisa menerangkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara ahli arkeologi menerjemahkan hubungan masa lalu antara penghuni gua yang satu dengan yang lain berdasar temuan-temuan hasil penggalian? Para ahli Sistem Informasi Geografi dapat membantu usaha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Sunu Wijanarko</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.subterra.or.id/feeds/2309237172749235807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/introduksi-speleologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/2309237172749235807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5325149619645107661/posts/default/2309237172749235807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.subterra.or.id/2011/09/introduksi-speleologi.html' title='Introduksi Speleologi'/><author><name>khatulistiwa info</name><uri>https://plus.google.com/106440824271995833380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-ylJCQ_-0bAA/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACsk/KbmfELynXGc/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-faxVs4T_0eM/Tn86lGPXVLI/AAAAAAAAAxU/2PCG6D2MZ9M/s72-c/gua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>