<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" --><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Suluk |</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 06:58:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<feedburner:info uri="sulukhanyasekepingcermin" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://suluk.blogsome.com/feed/" /><feedburner:emailServiceId>SulukHanyaSekepingCermin</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Dungu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/FSJjpknTA7I/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2012/03/27/dungu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 02:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Puisi</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2012/03/27/dungu/</guid>
		<description><![CDATA[	Saat kulahir dari rahim ibuku
kedunguan dan kebodohan lahir bersamaku.
Saksikanlah: kedunguan adalah niscaya bagiku
dan kebodohan telah Dia tuliskan di dahiku. 
	Dungu dan bodoh adalah jubahku
melihatnya, mereka yang merasa nabi akan lari dariku
dan para pengikutnya akan terbirit lari
melihatku, seperti wabah

	Dungu dan bodoh adalah baju taqwaku
jubah yang kukenakan dihadapan-Nya
sebagai tanda kefakiranku:
aku membutuhkan Engkau, Tuhanku
jangan lagi murkai aku.
	Kutunggu Isa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<blockquote><p>Saat kulahir dari rahim ibuku<br />
kedunguan dan kebodohan lahir bersamaku.<br />
Saksikanlah: kedunguan adalah niscaya bagiku<br />
dan kebodohan telah Dia tuliskan di dahiku. </p>
	<p>Dungu dan bodoh adalah jubahku<br />
melihatnya, mereka yang merasa nabi akan lari dariku<br />
dan para pengikutnya akan terbirit lari<br />
melihatku, seperti wabah</blockquote>
<a id="more-224"></a></p>
	<blockquote><p>Dungu dan bodoh adalah baju taqwaku<br />
jubah yang kukenakan dihadapan-Nya<br />
sebagai tanda kefakiranku:<br />
aku membutuhkan Engkau, Tuhanku<br />
jangan lagi murkai aku.</p>
	<p>Kutunggu Isa yang sejati sepanjang umurku<br />
untuk membangunkan aku dari kematianku<br />
satu hembusan nafas ruh-Mu, ya Rabb,<br />
akan membuat hatiku yang batu jadi telaga biru</p>
	<p>Larilah dariku, wahai kalian yang begitu yakin dengan ketakwaanmu!<br />
menjauhlah, karena yang kuharapkan menghidupkan mayatku<br />
adalah nafas Dia, yang tangan-Nya jualah yang menyematkan<br />
kedunguan dan kebodohan dalam dadaku. </p>
	<p>Akulah dia yang mengenakan &#8216;dungu&#8217; dan &#8216;bodoh&#8217;<br />
dengan bangga: karena tanpa itu<br />
takkan mungkin aku &#8216;kan pernah memanggil nama-Nya.</p>
	<p>&#8220;Ada api menyala dalam diriku,<br />
walau ragaku pucat lusuh:<br />
karena aku &#8216;kan membubung naik,<br />
bagai asap, keluar menembus kurunganku.&#8221;</p></blockquote>
	<p>(Herry Mardian, Maret 2012). </p>
	<p>: :</p>
	<p><img src='/images/33_72.gif' alt='33:72' /></p>
	<p><i>&#8220;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.&#8221;</i> (Q.S. 33: 72)</p>
	<p># Dua bait terakhir adalah kutipan puisi Jalaluddin Rumi.
</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=FSJjpknTA7I:Unjs9aeE6Do:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2012/03/27/dungu/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2012/03/27/dungu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Allah Maha Menyempitkan dan Melapangkan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/sNamhyzfKww/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2012/01/06/allah-maha-menyempitkan-dan-melapangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Artikel</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2012/01/06/allah-maha-menyempitkan-dan-melapangkan/</guid>
		<description><![CDATA[	
	SIANG dan malam engkau berusaha mencari ketentraman dan kedamaian. Itu tidak bisa dicapai di dunia ini. Meski begitu, tidak sekejap pun engkau akan berhenti mencarinya. Kenyamanan semacam itu di dunia ini, adalah seperti kilatan petir yang menyala dan hilang dalam sekejap mata. Namun begitu, seperti apa kilatan petir itu? Kilatan yang disertai dengan derasnya air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/fisherman_1.jpg' alt='nelayan' /></p>
	<p>SIANG dan malam engkau berusaha mencari ketentraman dan kedamaian. Itu tidak bisa dicapai di dunia ini. Meski begitu, tidak sekejap pun engkau akan berhenti mencarinya. Kenyamanan semacam itu di dunia ini, adalah seperti kilatan petir yang menyala dan hilang dalam sekejap mata. Namun begitu, seperti apa kilatan petir itu? Kilatan yang disertai dengan derasnya air yang jatuh, penuh dengan tetesan hujan, penuh dengan salju. Kilatan yang kemunculannya disertai dengan derita. <a id="more-223"></a></p>
	<p>Misalkan seseorang ingin sampai di kota Anatolia. Jika ia berangkat dengan menempuh jalan yang mengarah ke Caesarea, sekeras apapun ia berupaya, ia tidak akan pernah sampai ke Anatolia. Namun jika ia berjalan dengan menempuh jalan yang memang mengarah ke Anatolia, walaupun ia adalah seseorang yang cacat dan lemah, ia pasti akan sampai pada tujuannya, karena Anatolia memang ada di ujung jalan itu. </p>
	<p>Sama seperti itu, tak ada apa pun di dunia ini yang bisa diraih tanpa penderitaan, dan demikian pula jika kau ingin mencapai apa pun di alam berikutnya. Maka, arahkan segala kepayahan dan penderitaanmu dengan memandang kehidupanmu di alam berikutnya, sehingga tidak ada upayamu yang terbuang percuma.</p>
	<p>Di masa Rasulullah saw, seseorang berkata, &#8220;Ya Muhammad! Aku tidak menginginkan agamamu lagi! Demi Allah, ambil kembali agamamu ini! Sejak aku memasuki agamamu ini, tidak pernah sehari pun aku bisa memperoleh ketenangan. Kekayaanku lenyap, istriku pergi, orang tak lagi menghormati aku, kekuatanku hilang, hasratku lenyap!&#8221; Rasulullah menjawab, &#8220;Allah melarangku. Ketahuilah, kemanapun agama kami pergi, ia tak akan kembali sebelum mencabut seseorang dari akarnya dan menyapu bersih rumahnya.&#8221; </p>
	<p><img src='/images/56_79.1.png' alt='56 : 79' /></p>
	<p><i>&#8220;Dan tiada yang menyentuhnya, kecuali hamba yang disucikan.&#8221;</i>  [Q. S. 56 : 79]</p>
	<p>Jika kau mengatakan, &#8220;Wahai Muhammad! Ambil kembali agamamu ini, karena aku tak pernah lagi tenang.&#8221; Maka, bagaimana mungkin agama kami akan melepaskan seseorang, sebelum berhasil membawanya hingga mencapai tujuan?</p>
	<p>Pernah pada suatu ketika, ada seorang guru yang begitu miskin, sehingga ketika musim salju tiba ia hanya punya selembar baju katun yang sangat tipis untuk dikenakannya. Ketika itu, aliran sungai yang meluap membawa seekor beruang pingsan yang hanyut dari pegunungan, kepalanya tersembunyi dalam pusaran. Para murid kanak-kanaknya yang melihat punggung beruang ini berteriak, &#8220;Guru! Lihat itu! Ada mantel bulu yang hanyut! Bukankah kau selalu kedinginan? Masuklah ke air dan ambillah mantel itu!&#8221;</p>
	<p>Guru itu, karena sangat kedinginan dan butuh penghangat, segera terjun ke air dan mengambil mantel itu. Beruang pun mulai tersadar, lalu merangkulnya dan menancapkan cakar-cakar kedua lengannya ke punggung Sang Guru. Sang Guru terperangkap. </p>
	<p>&#8220;Guru! Cepat ambil mantelnya! Kalau kau tak bisa, keluarlah dari air! Kalau tidak kau akan semakin terbawa!&#8221; kata para muridnya. </p>
	<p>&#8220;Dari tadi aku berusaha melepaskannya!&#8221; teriak Sang Guru. &#8220;Tapi dia yang tak mau melepaskan aku! Aku bisa apa?&#8221; </p>
	<p>Bagaimana mungkin Allah akan mau melepaskan kehangatan-Nya darimu? Bersyukurlah, karena kita ada dalam genggaman tangan-Nya, dan bukan dalam genggaman tangan kita sendiri. Betapa mudahnya kita akan menyerah dan pergi dari-Nya, seandainya Dia tidak menahan punggung kita dengan segala cakar-cakar Kuasa dan Rahmat-Nya. </p>
	<p>Demikianlah, sama seperti seorang bayi yang tidak memahami apapun selain air susu ibunya dan ibunya sendiri. Allah yang Maha Agung tidak mungkin akan meninggalkannya sendirian. Ia akan mengajarinya memakan sedikit roti dan membiarkannya bermain, lalu dengan perlahan-lahan dan teratur Ia akan menarik si bayi dari alam roti dan permainan, sedikit demi sedikit hingga si bayi mampu membedakan baik dan buruk.</p>
	<p>Begitu pula di alam <i>mulk</i> (duniawi) ini, alam yang sesungguhnya merupakan alam bayi jika dibandingkan dengan alam-alam berikutnya. Allah tidak akan meninggalkanmu di sini, namun Dia akan mengasuhmu dan menarikmu perlahan-lahan darinya, sehingga engkau menjadi dewasa dan akan mengerti bahwa dunia ini hanyalah sekedar dunia kanak-kanak, tak lebih. </p>
	<blockquote><p>Aku heran dengan mereka<br />
yang harus diseret-seret dengan jerat dan rantai<br />
untuk menuju surga<br />
&#8220;Ambil dia, jeratlah, dan pangganglah hingga matang.<br />
Panggang ia dengan surga<br />
lalu panggang dengan penyatuan dengan-Ku,<br />
lalu dengan Keindahan,<br />
kemudian dengan Kesempurnaan.&#8221;</p></blockquote>
	<p>Kau pernah melihat bagaimana seorang nelayan menangkap ikan. Mereka tidak pernah langsung menarik ikan dari air dengan serta-merta. Ketika kail sudah menembus mulut ikan, mereka akan menarik talinya sedikit demi sedikit, sehingga ikan itu mengeluarkan darah sedikit demi sedikit dan menjadi semakin lemah. Setelah itu tali akan diulurnya lagi menjauh, lalu ditariknya lagi, diulur lagi dan ditarik lagi. Terus menerus hingga ikan menjadi begitu lemah dan tak lagi bertenaga, lalu membiarkan dirinya <i>berserah diri</i> kepada nelayan sepenuhnya. </p>
	<p>Ketika kail Rahmat dan Kasih Sayang <i>(Ar-Rahmaan)</i> telah menembus mulut seorang hamba, Allah ta&#8217;ala  akan menarik dan mengulur talinya perlahan-lahan sehingga darah <i>sayyi&#8217;ah</i> (sifat-sifat buruk) akan keluar darinya sedikit demi sedikit, hingga ia membiarkan dirinya  <i>berserah diri</i> pada-Nya. <i>&#8220;Dan Allah menyempitkan dan melapangkan, dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan.</i> [Q. S. 2 : 245]&#8221;</p>
	<p><img src='/images/2_245.1.png' alt='2:245' /></p>
	<p>[]<br />
____________________</p>
	<p>* Terjemahan bebas oleh Herry Mardian, dari Jalaluddin Rumi,<i> &#8220;Fihi ma Fihi&#8221;</i>, discourse 26.<br />
* Gambar karya Charles Criner, dari <a href="http://charlescrinergallery.com/works.htm">CharlesCrinerGallery.com</a></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=sNamhyzfKww:05m4KWJPfHY:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2012/01/06/allah-maha-menyempitkan-dan-melapangkan/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2012/01/06/allah-maha-menyempitkan-dan-melapangkan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ulasan Buku “Guru Sejati dan Muridnya”</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/7_1WITqDLk4/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 13:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Resensi Buku</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Judul: Guru Sejati dan Muridnya 
Karya: Bawa Muhaiyaddeen
Alih bahasa: Herry Mardian 
	&#8220;Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.&#8221;
	Sebuah hadits (qudsi) yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba…  kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/guru_sejati_cover_blog.jpg' alt='guru sejati muridnya' align='left' style='padding:5px 20px 5px 0px;'/></p>
	<p>Judul: <b>Guru Sejati dan Muridnya </b><br />
Karya: Bawa Muhaiyaddeen<br />
Alih bahasa: Herry Mardian </p>
	<p><i>&#8220;Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.&#8221;</i></p>
	<p>Sebuah hadits (qudsi) yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba…  kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan sekerling lirikan, sejumput doa yang tulus, tak akan disia-siakan. Ia menarik, memikat, dengan segala cara. Dibuat-Nya kita betah berkumpul di sebuah pengajian, atau membaca berlama-lama tentang kebaikan, atau senang berderma diam-diam. Jika kita miskin, Ia akan cukupkan. Jika kita terlampau kaya, Ia pun akan cukupkan. <a id="more-221"></a></p>
	<p>Dan karena perjalanan ini adalah sebuah perjalanan kembali, perjalanan melintasi belantara ujian dan gurun ilusi — bukan sembarang perjalanan — Ia akan menghadirkan seorang pembimbing, seorang guru. Bukan pula sembarang guru: guru yang sesungguhnya, guru sejati.</p>
	<p>Buku ini adalah sebuah rekaman pengajaran seorang guru Sufi, Bawa Muhaiyaddeen, tentang Guru Sejati, tentang perjalanan kembali, tentang bagaimana berinteraksi dengan Sang Guru selama perjalanan.</p>
	<p>Yang menarik dari buku ini adalah juga yang membedakannya dengan kebanyakan buku-buku sufi yang ditulis di era dahulu. Bawa berkisah dengan konteks abad ini. Ia berhadapan dengan kita yang didera hidup, yang terasing oleh bisnis dan kerja siang malam, yang mulai muak dengan istilah-istilah agama yang kering dan tak sedikit pun menyentuh rasa dahaga. Ia bercerita tentang lampu dan saklar, mobil yang memiliki klakson berbentuk seperti terompet, binatang-binatang dan sertifikat kepemilikan rumah. Ia berbicara dengan bahasa kita.</p>
	<p>Dan tak seperti kebanyakan buku agama, Bawa menyebut-nyebut Tuhan… dengan sungguh intens! Hampir tak satu paragraf pun lewat tanpa menyebut nama-Nya. Ia meyakinkan kita semua tentang betapa Maha Kasih dan Sayang-Nya, tentang sosok nafsu dan api amarah, tentang 18.000 alam dan 400 trilyun 10 ribu penyakit hati, tentang lika-liku perjalanan kembali… hampir bak orang yang telah melihat semua itu dengan mata kepala. Dalil-dalil, hampir tak dibutuhkannya.</p>
	<p><img src='/images/sheikhdisciple.jpg' alt='sheikh disciple' align='right' style='padding:5px 0px 5px 10px;'/>Buku ini diterjemahkan dengan sangat baik oleh seorang kawan; sebuah terjemahan yang luar biasa dari buku aslinya yang ditulis dalam bahasa Inggris, <i>Sheikh and Disciple.</i>  Apa yang tertuang di sini hampir tanpa perantara, kita tak akan kehilangan sesenti pun nuansa keteduhan kalimat-kalimat seorang Guru Sejati. Catatan kaki berupa referensi dari Al Quran dan Hadits diimbuhkan di sana-sini, memberi pesan bahwa apa yang diutarakan bukannya tanpa dasar dan bersumber dari mata air yang sama.</p>
	<p>Dan jika teman-teman, seperti saya, tersentuh bahkan di kalimat-kalimat awal buku ini yang merupakan sapaan favorit Bawa kepada para pendengarnya “Duhai, anak-anakku semua…” <i>please share your comments</i>. Salaam.</p>
	<p><i>Great job,</i> Her. <i>You did it flawlessly.</i></p>
	<p>(<a href="http://watung.org"><b>Watung Arif</b></a>, <i>currently in Morocco</i>)</p>
	<p>Sumber: <a href="http://watung.org/2008/05/11/guru-sejati/">http://watung.org/2008/05/11/guru-sejati/</a>
</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=7_1WITqDLk4:ZNGi7rbS2h0:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/11/19/ulasan-buku-guru-sejati-dan-muridnya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>“Cinta Tak Sampai, Terlunta-lunta, Menunggu” - Yunus Emre</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/2cjndeZ4BJ4/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 04:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Puisi</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Wahai diriku,
jalan yang ditempuh para &#8216;arif billah
lebih sulit terlihat bahkan dari yang paling samar.
Yang menghalangi jalannya Raja Sulaiman, adalah seekor semut. [1]
	Siang malam air mata sang pecinta
mengalir tanpa henti
memerah darah
merindu Sang Terkasih.
	&#8220;Kekasih yang cintanya tak kesampaian,
terlunta-lunta kesana-kemari,
menunggu cintanya berbalas,&#8221; [2] kata mereka kepadaku, dulu. 
	
Mereka benar.
Memang begitulah yang pernah terjadi padaku. 
	Kucoba untuk memahami keempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/yunusemreok.jpg' alt='Yunus Emre' /></p>
	<blockquote><p><i>Wahai diriku,<br />
jalan yang ditempuh para </i>&#8216;arif billah<br />
<i>lebih sulit terlihat bahkan dari yang paling samar.<br />
Yang menghalangi jalannya Raja Sulaiman, adalah seekor semut. [1]</i></p>
	<p><i>Siang malam air mata sang pecinta<br />
mengalir tanpa henti<br />
memerah darah<br />
merindu Sang Terkasih.</i></p>
	<p><i>&#8220;Kekasih yang cintanya tak kesampaian,<br />
terlunta-lunta kesana-kemari,<br />
menunggu cintanya berbalas,&#8221; [2] kata mereka kepadaku, dulu. </i></p>
	<p><a id="more-220"></a><br />
<i>Mereka benar.<br />
Memang begitulah yang pernah terjadi padaku. </i></p>
	<p><i>Kucoba untuk memahami keempat kitab,<br />
hingga hadir sebuah balasan Cinta,<br />
dan semua itu ternyata cuma sebuah suku kata. [3]</i></p>
	<p><i>Wahai engkau yang mengaku pecinta-Nya,<br />
meski belum pernah kau lakukan satu pun yang diharamkan-Nya,<br />
ketahuilah: satu-satunya saat ketika kau tak berdosa<br />
adalah ketika engkau sedang berada dalam genggaman kedua tangan-Nya. [4]</i></p>
	<p><i>Dua orang saling bicara. &#8220;Andai saja<br />
aku bisa bertemu dengan Yunus itu,&#8221; kata yang satu.<br />
&#8220;Aku pernah bertemu dengannya,&#8221; kata yang lain.<br />
&#8220;Ia cuma seorang tua yang cintanya tak kesampaian.&#8221;</i></p></blockquote>
	<p>Yunus Emre (1238 - 1320).<br />
Terjemahan Interpretatif Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian. </p>
	<p>Teks bahasa Inggris: <a href="http://www.poetry-chaikhana.com/E/EmreYunus/loverisoutca.htm">The lover is outcast and idle</a></p>
	<p>: :</p>
	<p>Keterangan:</p>
	<p><b>[1]</b> Q. S. An-Naml : 18 - 19, <i>“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut. “Hai semut-semut, masuklah kedalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”</i> </p>
	<p><i>Maka dia tersenyum dan tertawa karena perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku, dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”</i></p>
	<p><b>[2]</b> Seorang yang merindukan Allah, di manapun ia berada akan mencari-cari tanda-tanda-Nya, jejak-jejak-Nya. Di manapun ia berada, pada dasarnya ia selalu dalam penantian menunggu &#8216;kehadiran&#8217; Allah kepada dirinya. Ia selalu menanti saat-saat Allah berkenan membuka hijab-Nya.</p>
	<p><b>[3]</b> &#8216;Sebuah suku kata&#8217;, mungkin Yunus Emre memaksudkannya pada <i>&#8216;Al&#8217;</i> dalam lafaz &#8216;Allah&#8217;. <i>‘Al’</i> dalam bahasa Arab bermakna kata ganti tertentu, maknanya sama seperti <i>‘The’</i> dalam bahasa Inggris. Maknanya, katakanlah, &#8216;Sang&#8217; atau ’sesuatu’, tentang &#8216;Dia&#8217; atau <i>&#8216;Hu&#8217;</i>. (Alif-lam-lam-hu). Segala sesuatu pada dasarnya berbicara tentang Allah dan mengungkapkan sesuatu tentang Allah. </p>
	<p>Baca juga <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/"><b>&#8220;Memahami Nama &#8216;Dia&#8217; yang Tak Bernama&#8221; (Herry Mardian)</b></a> </p>
	<p><b>[4]</b> &#8216;Seseorang berada dalam genggaman dua tangan Allah&#8217;, bermakna telah sepenuhnya mengikuti dan tunduk dengan sepenuh hati pada kehendak Allah atas dirinya, baik yang tampak &#8216;baik&#8217; (tangan &#8216;kanan&#8217;, <i>jamal</i>) maupun yang tampak &#8216;buruk&#8217; (tangan &#8216;kiri&#8217;, <i>jalal</i>). </p>
	<p>Maknanya, ketika seseorang telah sepenuhnya selaras dengan kehendak Allah ta&#8217;ala, ketika ia tidak lagi memiliki kehendak diri (hawa nafsu), barulah ia sama sekali terbebas dari dosa. Makna &#8216;dosa&#8217;, pada dasarnya adalah &#8217;segala sesuatu yang tidak disukai Allah ta&#8217;ala pada diri seseorang.&#8217; </p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=2cjndeZ4BJ4:j_PCSHVffeU:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/11/10/cinta-tak-sampai-terlunta-lunta-menunggu-yunus-emre/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ibadah dan Khalwah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/WVAo4n8Vkcs/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Pengetahuan Islam Dasar</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/</guid>
		<description><![CDATA[	&#8220;Khalwah (menyendiri bersama Allah) dan ibadah saling berdampingan. Jika salah satu tiada, maka yang lainnya tiada pula.&#8221; - Imam An-Nifari.
	Jadi, meski seseorang sedang melakukan ibadah, namun sesungguhnya bukan ibadah jika dalam  melakukannya hati tidak sedang bersama Allah.
	Sebaliknya, jika secara perilaku mungkin tampak tidak sedang melakukan ibadah, atau sedang bersama orang banyak, namun ketika itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<blockquote><p>&#8220;Khalwah (menyendiri bersama Allah) dan ibadah saling berdampingan. Jika salah satu tiada, maka yang lainnya tiada pula.&#8221; - Imam An-Nifari.</p></blockquote>
	<p>Jadi, meski seseorang sedang melakukan ibadah, namun sesungguhnya bukan ibadah jika dalam  melakukannya hati tidak sedang bersama Allah.</p>
	<p>Sebaliknya, jika secara perilaku mungkin tampak tidak sedang melakukan ibadah, atau sedang bersama orang banyak, namun ketika itu hatinya sedang bersama Allah, itu adalah ibadah.
</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=WVAo4n8Vkcs:ZMhR_88N6VM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/10/27/ibadah-dan-khalwah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dare Not To Say</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/6KrhtYpVL5s/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/09/28/dare-not-to-say/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 03:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Puisi</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/09/28/dare-not-to-say/</guid>
		<description><![CDATA[	

	Dare not to say, &#8220;I am safe&#8221;
    for every step you take, could be your very mistake
    every name could easily be the enemy you hate
    each and every fortune can surely push you down the grave
	    While living and dying has lost [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<img src='/images/worship3.jpg' alt='prayer' /></p>
	<blockquote><p>Dare not to say, &#8220;I am safe&#8221;<br />
    for every step you take, could be your very mistake<br />
    every name could easily be the enemy you hate<br />
    each and every fortune can surely push you down the grave</p>
	<p>    While living and dying has lost their meaning<br />
    and your dying self must live among the living<br />
    with every hour is your own stone or flower striking<br />
    fear and hope become the names of your wing</p></blockquote>
	<p> Herry Mardian, 28092011, 09.50 AM.</p>
	<p><span class="add"> Gambar: &#8220;Child Praying&#8221;, taken from <a href="http://s231.photobucket.com/albums/ee86/RyanHausAlbum/?action=view&#038;current=worship.jpg">Ryan Haus Album</a></span>
</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=6KrhtYpVL5s:CCaraDPkZgs:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/09/28/dare-not-to-say/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/09/28/dare-not-to-say/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lailatul Qadr</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/ZkVrz0N7rLE/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/09/06/lailatul-qadr/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 05:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Artikel</category>
	<category>Pengetahuan Islam Dasar</category>
	<category>Tanya Jawab</category>
	<category>Renungan</category>
	<category>Kolom</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/09/06/lailatul-qadr/</guid>
		<description><![CDATA[	
	: :
	Assalaamu alaikum,
	Apakah Lailatul Qadr itu turunnya bersamaan untuk semua orang? Ataukah merupakan pencapaian spiritual puncak dalam Ramadhan sehingga tidak turun bersamaan untuk semua orang, mungkinkah malam ini adalah malam puncak rasa peng-a&#8217;bud-an? 
	Jika seorang manusia sanggup berpuasa secara total seperti yang dicontohkan Rasulullah, tentunya dengan ijin Allah pula Ia akan bertemu pada masa ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/p4231.jpg' alt='Al-Qadr' /></p>
	<p>: :</p>
	<p><i>Assalaamu alaikum,</i></p>
	<p>Apakah <i>Lailatul Qadr</i> itu turunnya bersamaan untuk semua orang? Ataukah merupakan pencapaian spiritual puncak dalam Ramadhan sehingga tidak turun bersamaan untuk semua orang, mungkinkah malam ini adalah malam puncak rasa peng-<i>a&#8217;bud</i>-an? </p>
	<p>Jika seorang manusia sanggup berpuasa secara total seperti yang dicontohkan Rasulullah, tentunya dengan ijin Allah pula Ia akan bertemu pada masa ini pada masa akhir bulan penyucian. Pikiran ini mengganggu saya dan saya sudah cari-cari referensi namun belum Allah ijinkan untuk menemukan referensi yang bisa menjawab. </p>
	<p>Terima kasih sebelumnya.</p>
	<p>W</p>
	<p><a id="more-217"></a><br />
: : </p>
	<p>[JAWAB]</p>
	<p><i>Wa alaikum salaam wr wb, </i></p>
	<p>Tentang malam LQ, saya nggak tau banyak juga. Masih misteri buat saya.</p>
	<p>Sesuai namanya, <i>&#8216;Lailatul Qadr&#8217;</i>, artinya kurang lebih &#8216;malam kadar&#8217;. Bukan malam penetapan kadar/takdir setahun kedepan (ini <i>nisyfu sya&#8217;ban</i>), tapi malam di mana Allah mengkonfirmasi kadar pengenalan diri Muhammad SAW. Allah me-&#8217;legalisir&#8217; (men-sertifikasi? mem-formalkan?) pengenalan diri Muhammad SAW dengan mengutus malaikat Jibril kepada beliau SAW, yang mengatakan bahwa dia adalah (diciptakan sebagai) utusan Allah, menjadi Rasul tertinggi untuk alam semesta; dan sekaligus dianugerahi perangkat untuk menjalankan tugasnya: Al-Qur&#8217;an. Di malam itu, Rasulullah menerima konfirmasi dari Allah ta&#8217;ala. Ia tidak cuma berwaham, atau menduga-duga &#8217;sepertinya&#8217; saya dapet LQ, atau, &#8217;sepertinya&#8217; saya  nabi.</p>
	<p>Jika diterjemahkan jadi bahasa Indonesia, &#8216;malam kadar&#8217; terdengar susah dipahami. Kalau jadi <i>&#8216;Night of Values&#8217;</i>, atau <i>&#8216;Night of Measures&#8217;</i>, <i>&#8216;Night of Decree&#8217;</i>, mungkin lebih terbayang arahnya ke mana. Buat saya, malam itu adalah malam di mana seseorang di-konfirmasi oleh Allah sejauh mana kadar dirinya, kemampuan-kemampuannya yang sesungguhnya, sejauh apa, dan untuk apa saja semua kemampuannya itu. Yah, malam mengenal diri. Buat kita, rasanya terjemahan yang tepat adalah <i>&#8220;Malam Pemahaman Kadar Diri&#8221;.</i></p>
	<p>Ambil contoh kasus lain. Malam kadar ini, jika pada Nabi Musa, misalnya, sebenarnya sama dengan malam ketika Beliau melihat pohon Api, dan di malam itu Allah berbicara kepadanya, &#8220;Mendekatlah, Musa. Lepas alas kakimu. Akulah Allah, <i>Rabb</i> semesta Alam. Dan engkau adalah nabi bagi Bani Israil&#8230; lemparkan tongkatmu,&#8221; lalu tongkatnya menjadi ular, tangannya berwarna putih, dan seterusnya.</p>
	<p>Ibarat orang belajar jadi pilot, seseorang diberi ijazah di malam itu: minatnya ke bidang pilot-memilot adalah benar, belajarnya benar, ketertarikannya pada pesawat benar, kenapa sejak kecil ia tertarik pesawat, dan kini layak menyandang profesi dan menyebut diri sebagai seorang pilot. Jibril as sendiri yang membawakan dan menyerahkan ijazah sekaligus surat tugas, lengkap dengan segala <i>tools</i>-nya. Setelah itu, yang bersangkutan tinggal praktek dan menjalankan tugasnya (amal solehnya), sepenuhnya di bawah komando (bimbingan) <i>tower</i> Allah ta&#8217;ala. Ini sebuah babak baru lagi. Hidupnya yang sejati baru mulai.</p>
	<p>Nah, yang terjadi pada Rasulullah adalah, <i>let&#8217;s say</i>, di malam 27 Ramadhan (atau 17 Ramadhan, yang diyakini umumnya orang Indonesia. Riwayatnya sendiri mengenai tanggal, belum bisa dipastikan tanggal berapa di bulan Ramadhan. Banyak ulama yang juga meyakini bahwa turunnya Qur&#8217;an adalah malam 27 Ramadhan). Apakah setiap manusia yang ingin mengenal diri, akan juga menerima konfirmasi &#8216;kelulusannya&#8217; di malam 27 Ramadhan? Tidak, kalau menurut saya. Bahkan tidak juga di 10 malam terakhir Ramadhan.</p>
	<p>Tapi di sisi lain, bukan berarti di malam-malam ganjil itu buat kita tidak ada apa-apa sama sekali. Haditsnya jelas, kan.</p>
	<p>Saya percaya, Rasulullah Muhammad, sebagai &#8216;gambaran&#8217; Allah, citra Allah termirip (perhatikan: &#8216;citra&#8217; Allah, bukan zat Allah) yang bisa dikenali indra fisik manusia, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Beliau adalah realitas yang sekaligus berfungsi sebagai simbol. Rasulullah SAW, ibaratnya, adalah gambaran citra Allah yang &#8216;direduksi&#8217; <i>(pardon the language)</i> ke dalam bentuk yang paling sederhana, namun dalam kompleksitas kadar-kadarnya yang masih sesuai perbandingannya. Demikian pula, malam LQ beliau di tanggal 27 Ramadhan adalah simbol sesuatu.</p>
	<p>Yang saya percaya, di malam-malam Ramadhan, terutama 10 malam terakhir, Allah memberi banyak sekali kemudahan yang amat sangat, membuka banyak sekali pintu, bagi orang-orang yang ingin mengenal Allah, mendekat pada-Nya, mengenal kadar dirinya, berbeda jumlahnya dan kemudahannya dari hari-hari biasa (misal: setan-setan &#8216;diikat&#8217;, mereka tidak bisa mempersulit di bulan ini)</p>
	<p>Apakah malam LQ serentak bagi semua orang, atau berbeda-beda? Yang serentak umum untuk semua orang ada, yang khusus per individu pun ada.</p>
	<p>Yang umum, ibarat di malam itu Allah membuka semua pintu spiritual ke langit selebar-lebarnya untuk semua orang, silahkan siapapun yang ingin memanfaatkan momen ini. Ini ibaratnya, ketika semua tangga naik dibuka. Jika ada seorang suci di akhir bulan Ramadhan mengatakan, misalnya, &#8220;anak-anakku, malam ini malam LQ. Bangunlah, dan beribadah,&#8221; maka maksud malam LQ-nya adalah malam yang pintu-pintu naik dibuka semuanya ini.</p>
	<p>Nah, yang khusus, yang orang per orang, tidak selalu di malam ganjil. Bahkan tidak selalu di bulan Ramadhan. Ibnu &#8216;Arabi pernah mengatakan hal yang aneh dan dianggap orang awam bertentangan dengan hadits, salah satu alasan orang menyesatkan beliau. Ia mengatakan, &#8216;beberapa kali aku menyaksikan malam <i>Lailatul Qadar</i> ada di luar bulan Ramadhan&#8217;. Nah, agaknya yang beliau maksud adalah yang khusus ini. Yang khusus ini adalah ibarat ada tangga dari langit turun khusus ke diri kita.</p>
	<p>Pada Rasulullah Muhammad, karena beliau sosok yang jadi <i>standard measure</i>, dua jenis LQ ini (naik dan turun) agaknya terjadi di malam yang sama, sekaligus. <i>Match. Perfect</i>.</p>
	<p>Yang terjadi di kita pada umumnya, adalah sistem SKS. Di hari-hari lain kita relatif tidak ingat Allah, namun kita begadang tidak tidur pada malam ganjil, berharap dapat pahala sebanyak-banyaknya. Dan, di akhir Ramadhan, jangankan tentang kadar alam semesta. Pemahaman kita tentang kadar diri kita sendiri saja tidak bertambah sejengkal pun, meski nama malam itu adalah malam <i>&#8216;Qadar&#8217;</i>.</p>
	<p>Yang terjadi, di malam-malam ganjil Ramadhan kita malah memperhatikan bintang di langit, atau suara-suara serangga di malam hari, atau suhu udara. Jika malamnya sejuk, sunyi senyap, atau langit penuh bintang, di keesokan paginya di status-status Facebook tertulis, &#8220;Horeeeeee&#8230;. dapaaat! Yakin banget semalem!&#8221; dan sejenisnya<br />
:)</p>
	<p>Ada alasan di balik hadits <i>&#8216;Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya&#8217;ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku&#8217;</i>, dan kenapa ketiga bulan tersebut pahalanya besar-besar sekali. Menurut saya, didampingkannya ketiga bulan itu adalah isyarat bahwa sesungguhnya tiga bulan itu adalah satu rangkaian. </p>
	<p>Seharusnya, setelat-telatnya, kita mulai start di malam pertama bulan Rajab. Sepuluh malam terakhir Ramadhan sesungguhnya adalah puncak dari rangkaian pengkhususan kita menghadapkan diri pada Allah selama tiga bulan itu. Wajar dan sangat logis kalau orang yang melakukannya akan mendapatkan sesuatu.</p>
	<p>Ibarat kuliah, mahasiswa yang sudah mulai mencicil membaca <i>textbook</i> di awal semester, meski sedikit-sedikit, di ujian akhir dia hanya perlu belajar sedikit saja, sekedar <i>enhancing memory</i>. Seorang mahasiswa tentu tidak akan bisa berharap banyak jika dia baru mulai membuka-buka semua <i>textbook</i> semalam sebelum ujian, kan?</p>
	<p>Seorang <i>shiddiqin</i> yang saya tahu bahkan menasehati lebih keras lagi, &#8220;Kalau ingin dapat <i>lailatul qadar</i>, mulailah start sejak bulan Syawal. Kalau ingin dapat yang khusus, ibadahnya pun harus khusus. Kalau biasa-biasa, dapatnya pun yang biasa-biasa juga.&#8221; </p>
	<p>Jadi, kalau pengalaman beliau, setelah lebaran, kita langsung set mental dan ritual untuk mengejar LQ di Ramadhan tahun depan, dengan ibadah-ibadah khusus yang kalau kita mungkin hanya melakukannya di hari-hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
	<p>Itu sekedar yang saya pahami, mas. Semoga menjawab, ya. Kita saling mendoakan saja agar semakin mengenal kadar diri di Ramadhan yang akan datang, dan dibimbing serta dimudahkan Allah untuk mencapainya ya. Saya juga ingin dapat kesempurnaan <i>Lailatur Qadar</i>.</p>
	<p>Salaam,</p>
	<p>Herry Mardian.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=ZkVrz0N7rLE:HBqAVOSK01Y:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/09/06/lailatul-qadr/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/09/06/lailatul-qadr/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>“Di Balik Tirai Dirimu” - Mahmud Shabistari</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/PTTMfObIhEs/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 06:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Puisi</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Shadr-mu, kosongkan.
Layakkan ia bagi kediaman Yang Tercinta
Saat dirimu tak lagi tinggal di sana, Dia &#8216;kan datang
Lalu di balik diri mu: tirai yang menutupi engkau dari-Nya,
di dalamnyalah keindahan-Nya akan Dia tampilkan.
	Mahmud Syabistari
Terjemahan oleh Herry Mardian.
 
Catatan: 
	Shadr adalah ruang spiritual dalam level jiwa, tempat Qalb berada. Jamak: Shudur. Contoh: Shudurinnnaas (shadr-shadr manusia).
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/Shabistar_sm.gif' alt='Mahmud Shabistari' /></p>
	<blockquote><p><i>Shadr</i>-mu, kosongkan.<br />
Layakkan ia bagi kediaman Yang Tercinta<br />
Saat dirimu tak lagi tinggal di sana, Dia &#8216;kan datang<br />
Lalu di balik <i>diri</i> mu: tirai yang menutupi engkau dari-Nya,<br />
di dalamnyalah keindahan-Nya akan Dia tampilkan.</p></blockquote>
	<p><b>Mahmud Syabistari</b><br />
Terjemahan oleh Herry Mardian.<br />
 <a id="more-216"></a><br />
Catatan: </p>
	<p><b>Shadr</b> adalah ruang spiritual dalam level jiwa, tempat <i>Qalb</i> berada. Jamak: <i>Shudur</i>. Contoh: <i>Shudurinnnaas</i> (shadr-shadr manusia).</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=PTTMfObIhEs:EWv-Ev04qhM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/05/26/di-balik-tirai-dirimu-mahmud-shabistari/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dalam Diri Ini - Yunus Emre</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SulukHanyaSekepingCermin/~3/zOB3TBQvc0M/</link>
		<comments>http://suluk.blogsome.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 03:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herry</dc:creator>
		
	<category>Puisi</category>
	<category>Renungan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://suluk.blogsome.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Tanpa sengaja, kami temukan tempat pencerahan jiwa
kami menyaksikannya: jasad
	Langit demi langit yang berpusar,
lapisan-lapisan bumi yang tergelar,
kami menemukannya dalam jasad ini.
 
	Putaran malam dan siang, planet serta gemintang
kata-kata suci yang ditorehkan dalam keping-keping lempung,
gunung yang didaki Musa, serta tempat-tempat pemujaan
kami menemukannya dalam jasad ini.
	Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Qur&#8217;an
semua yang tertulis dalam kitab-kitab itu,
kami menemukannya ada dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/yunusemre1.jpg' alt='Yunus Emre' /></p>
	<blockquote><p>Tanpa sengaja, kami temukan tempat pencerahan jiwa<br />
kami menyaksikannya: jasad</p>
	<p>Langit demi langit yang berpusar,<br />
lapisan-lapisan bumi yang tergelar,<br />
kami menemukannya dalam jasad ini.</blockquote>
 <a id="more-214"></a></p>
	<blockquote><p>Putaran malam dan siang, planet serta gemintang<br />
kata-kata suci yang ditorehkan dalam keping-keping lempung,<br />
gunung yang didaki Musa, serta tempat-tempat pemujaan<br />
kami menemukannya dalam jasad ini.</p>
	<p>Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Qur&#8217;an<br />
semua yang tertulis dalam kitab-kitab itu,<br />
kami menemukannya ada dalam jasad ini.</p>
	<p>Semua berkata, kata-kata Yunus adalah <i>haqq</i><br />
Di mana pun kau inginkan, di sana ada <i>Al-Haqq</i><br />
Dan kami pun menemukannya: </p>
	<p>dalam diri ini.</p>
	<p>::</p>
	<p>Yunus Emre (1240–1321)</p></blockquote>
	<p>Diterjemahkan oleh Herry Mardian.<br />
<span class="add">Thanks to Alfathri Adlin for providing the material</span>
</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?a=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SulukHanyaSekepingCermin?i=zOB3TBQvc0M:_MkmGEjbrOg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suluk.blogsome.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/feed/</wfw:commentRss>
	<feedburner:origLink>http://suluk.blogsome.com/2011/05/12/dalam-diri-ini-yunus-emre/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

