<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:11:44 +0000</lastBuildDate><category>al-Quran</category><category>Allah</category><category>DEPAG</category><category>Islam</category><category>bahasa arab</category><category>berita</category><category>low of attraction</category><category>maha</category><category>pengalaman</category><title>Tafsir Quran</title><description>Pencerahan bagi kehidupan manusia</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pencerahan bagi kehidupan manusia</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210.post-6110275602690442436</guid><pubDate>Sat, 01 May 2010 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T18:33:26.736-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengalaman</category><title>Gadis Islandia itu Temukan Islam di Amerika</title><description>&lt;b&gt;Hidayatullah.com– &lt;/b&gt;Kisah perjalanan menuju Islam  gadis asal Islandia ini cukup menarik. Betapa tidak, seperti  pengakuannya, di negaranya Islam hampir tak ada gema, saking  minoritasnya. Dia sedikit tahu Islam justru ketika melakukan kontak  dengan temannya, juga dari Islandia, yang sedang ikut pertukaran pelajar  di Indonesia. Lalu, satu ketika, dia dapat beasiswa untuk belajar di  AS. Dalam rombongannya ada seorang mahasiswa asal Mesir. Dari pemuda  Mesir inilah dia mulai tahu Islam lebih jauh. Alhasil, di Amerika dia  lebih banyak mencari tahu Islam hingga akhirnya bersyahadah melalui  fasilitas &lt;i&gt;chating&lt;/i&gt; di internet. Aminah, begitu namanya selepas  memeluk Islam, menceritakan kisah uniknya.&lt;span id="more-2214"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;00O00&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
“Nama saya Aminah dan memeluk Islam pada 31 Januari 1999 di usia 23  tahun. ?Saya sendiri lahir di Islandia pada tahun 1976. Keluarga besar  saya semuanya anggota jamaah gereja Protestan. Saya sendiri termasuk di  dalamnya dan aktif di sekolah minggu. Begitupun, kendati agama  senantiasa hadir dalam keseharian namun hal itu tak banyak berperan  banyak dalam perjalanan hidup saya,” tutur Aminah di awal kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lingkungan gereja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak kecil memang dia sudah hidup dalam lingkungan agamis. Misalnya,  di sekolah tempat Aminah belajar, rutin diadakan program kemah musim  panas yang dikoordinir oleh sebuah organisasi berafiliasi agama Kristen.  Lalu, nenek Aminah juga sering menemani sebelum tidur. Bahkan sang  nenek juga mengajarkan doa tertentu di kala hendak tidur.? Namun,  seperti diakui Aminah, keluarganya tidaklah begitu sering ke gereja dan  agama juga tidak tampak berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari keluarga  mereka.&lt;br /&gt;
“Oya di Islandia ada tradisi gereja bagi remaja yang beranjak dewasa,  yakni di usia 14 tahun mereka ?musti dibaptis. Nah ketika itu saya  dihadapkan pada satu kondisi, apa saya juga musti dibaptis atau tidak?  ?Apa saya sudah cukup dewasa dan sudah pantas dibaptis? Waktu itu, saya  sangat yakin adanya tuhan. Bahkan boleh dibilang tingkat keyakinan saya  ini melebihi orang-orang lain. Jadi sudah pantas untuk dibaptis. Saya  merasa, jika tidak melakukan itu maka sama saja tidak percaya adanya  tuhan. Buat saya yang aktif ke gereja tentu hal ini sangat tragis,”  tutur Aminah yang akhirnya memilih dibaptis oleh gereja.&lt;br /&gt;
Beberapa hari sebelum acara baptis, semua anak diwajibkan mengikuti  kelas khusus berisi petunjuk-petunjuk dari pendeta. Demikian juga dengan  kunjungan ke gereja juga tak boleh bolong-bolong. Intinya, sebelum  dibaptis hati musti “dibersihkan” terlebih dahulu. “Begitulah tradisi  yang? saya maksud itu,” imbuh dia.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mulai tinggalkan gereja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selepas dibaptis, Aminah rupanya masih tetap aktif hadir di kelas  khusus itu. Namun tak berlangsung lama hingga dia memutuskan untuk  berhenti ke gereja. “Mungkin ini bukan keputusan yang benar saat itu.  Tapi jujur saja, selama ke gereja saya tak mendapat apa-apa. Tak ada  perubahan sama sekali dalam jiwa saya,” aku Aminah lagi.&lt;br /&gt;
Alhasil, di tahun berikutnya Aminah makin tak bergairah lagi ke  gereja dan perlahan agama pun mulai terkikis dari dirinya. “Saya memang  sering berdoa pada tuhan, tapi tak pernah menemukan ketenangan jiwa.  Saya percaya akan keberadaan tuhan. Tapi apakah itu sudah cukup?,” kata  dia.&lt;br /&gt;
“Di Islandia Islam tidak begitu dikenal. Sangat minoritas. Karena itu  saya tidak mengikuti perkembangannya. Di sekolah, kami tak pernah  diberitahu tentang agama lain. Yang kami tahu cuma Kristen saja. Hanya  ada sedikit informasi tentang agama Yahudi. Hingga beranjak dewasa, saya  masih belum banyak memperoleh info tentang Islam. Yang? saya tahu kala  itu Islam identik dengan Muhammadism atau ajaran Muhammad. Tapi apa itu  Islam saya tidak tahu,” ungkap Aminah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kontak dengan rekan di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aminah, seperti orang-orang di Barat lainnya, hanya mendapatkan info  Islam melalui media, Koran atau majalah saja. “Tentu saja secara umum  tidak cukup untuk menggambarkan Islam yang sebenarnya. Kesan negatif  akan Islam yang paling mencuat. Untungnya saya tidak sampai membenci  Islam karena berita-berita miring itu,” tukas dia.&lt;br /&gt;
Rupanya kontak rutin dengan salah seorang rekannya, juga dari  Islandia, yang sedang ikut program pertukaran pelajar di Indonesia  sangat membantu Aminah dalam memahami Islam. “Waktu itu saya ada di  Venezuela ikut pertukaran pelajar. Nah seorang sejawat saya ikut program  yang sama dan dikirim ke Indonesia. Dari dialah saya dapat banyak info  Islam di Indonesia. Ketika teman ini pulang ke Islandia, dia cerita  hal-hal menarik dan positif dari Islam itu. Tentu saja apa yang  diceritakan kawanku itu sangat berbeda dengan yang diberitakan di  media,” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kenal pemuda Mesir &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aminah mengaku tidak tahu kapan pertamakali dia bersentuhan dengan  Islam. Suatu ketika di musim gugur tahun 1997 dia berangkat ke Georgia,  AS untuk mengikuti program beasiswa Rotary selama satu tahun. “Nah dalam  rombongan universitas kami ada seorang mahasiswa asal Mesir? yang juga  ikut program beasiswa ini. Melalui hubungan persahabatan dengan pemuda  Mesir itu pula saya mulai tahu Islam. Dia sering bercerita banyak  tentang Islam. Tak hanya itu, kuamati dia sering mempraktekkan apa yang  dia katakan. Misalnya shalat,” ungkap Aminah tentang perkenalan  pertamanya dengan Islam.&lt;br /&gt;
Perlahan Aminah pun mulai tertarik dengan Islam. Dia sering terlibat  dalam diskusi dengan mahasiswa Mesir dan bahkan sering adu argumentasi.  Merasa belum puas, atas inisiatif sendiri, Aminah mencari lebih lanjut  perihal Islam. “Internet sangat membantu dalam mencari tahu apa itu  Islam. Juga buku-buku Islam, termasuk di dalamnya Alquran,” aku dia.  Situs &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.beconvinced.com/" target="_blank"&gt;www.BeConvinced.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;  adalah salah satu situs yang sempat jadi panduannya belajar Islam.&lt;br /&gt;
Upaya Aminah untuk mengenal Islam lebih dalam makin membuncah tatkala  dia mudik ke Islandia di musim panas 1997. Namun Amerika sangat  berkesan baginya. Hingga, atas inisiatif sendiri, dia kembali lagi ke AS  guna meneruskan studinya di sana. “Selama di AS, dalam jangka waktu  yang lumayan lama, satu-satunya orang yang sering saya ajak diskusi,  bertanya dan berdebat Islam adalah bekas teman satu rombongan dulu yakni  pemuda Mesir itu,” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Belajar Islam di internet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Selanjutnya saya banyak dapat teman chating lewat internet. Melalui  media online itu pula saya menemukan sebuah nuansa keakraban yang tiada  tara. Kami saling tukar pengalaman, diskusi dan mereka, teman-teman  muslim itu, sangat banyak membantu aku dalam memahami Islam,”aku Aminah.&lt;br /&gt;
Kala pertamakali Aminah melakukan upaya pencarian apa itu Islam, dia  mengaku sangat terpesona dan menemukan banyak hal-hal yang luar biasa  tentang Islam yang tidak diketahui sebelumnya. “Entah kenapa waktu itu  saya jadi begitu bergairah dan sulit untuk dibendung. Rasa ingin tahu  semakin tinggi. Makin saya baca sesuatu hal tentang Islam semakin  menarik, lalu ingin membaca lagi, lagi dan lagi. Akan tetapi untuk  jangka waktu yang lama ada begitu banyak hal yang belum saya pahami.  Butuh yang cukup lama untuk bisa mengerti hal-hal pelik tersebut,” aku  Aminah.&lt;br /&gt;
“Jujur saja, pada periode awal saya mencoba segala cara untuk  menemukan hal-hal negatif dalam Islam. Saya katakan pada diri sendiri  “kamu tidak mungkin jadi seorang muslim.” Dalam masa-masa pencarian itu  saya merasa kagok dan bingung. Saya pikir, ah lebih baik hidup saja  seperti yang sedang saya jalani sebelumnya, daripada menerima kbenaran  dan berbagai perubahan dalam gaya hidup. Mungkin inilah saat-saat yang  paling berat dalam fase pencarian kebenaran Islam saya,” tandas Aminah.&lt;br /&gt;
Seperti diakui Aminah, adakalanya dia merasa Islam adalah agama yang  benar dan dia benar-benar ingin dekat dengan Tuhan. Dan ingin jadi  muslim segera. Tapi di lain waktu, seakan ada bisikan lain, saya  menemukan berbagai hal negatif dalam Islam. “Seakan-akan ada satu  malaikat di telinga kanan yang mengatakan kebenaran, lalu ada syeitan di  telinga kiri yang mencegahku menuju Islam,” ungkap dia.&lt;br /&gt;
“Namun akhirnya saya meluruskan hati kembali dan berhenti mendengar  suara “syeitan kecil” itu dan melihat cahaya kebenaran dalam Islam. Saya  ingin dekat dengan Tuhan dan menjalani kehidupan sebagai seorang  muslim,” lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bersyahadah lewat chating&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Segera setelah keputusan itu dibuat, persis tengah malam, Aminah  mengontak teman chatingnya untuk melakukan kontak &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; via  internet. Waktu itu dia hendak menyatakan kesiapannya masuk Islam dan  ingin mengucapkan kalimah syahadah.&lt;br /&gt;
“Waktu lagi chating saya sebutkan rencana untuk melakukan prosesi  syahadah di pengajian muslimah esok pagi. Tapi entah bagaimana, mendadak  saya berubah pikiran. Kenapa harus menunggu besok? Apa tidak mungkin  syahadah secara online saja, begitu pikir saya. Lalu saya putuskan untuk  bersyahadah saat itu juga. Segera saya cari seorang muslimah lain untuk  ikut chating. Nah melalui fasilitas &lt;i&gt;chatroom&lt;/i&gt; akhirnya saya pun  “mengucapkan” syahadah lewat internet,” kisah Aminah tentang prosesi  syahadahnya.&lt;br /&gt;
Latifah, salah satu muslimah yang ikut chating, menyela sebab Aminah  melakukan syahadah dengan mengetik kedua kalimah syahadah di halaman  chating.&lt;br /&gt;
“Saya salah satu saksi syahadahmu, tolong prosesi syahadah diulang.  Kamu harus mengucapkan dengan lisan kamu dan bukannya dengan cara  mengetik seperti ini,” seru Latifah. Begitulah, akhirnya di tengah malam  buta itu Aminah pun bersyahadah dengan lisannya hingga bisa didengar  oleh kedua rekan &lt;i&gt;chating&lt;/i&gt;nya via &lt;i&gt;earphone&lt;/i&gt;. Subhanallah,  internet telah membantu seorang muslimah untuk mendapat hidayah Allah  dan akhirnya memeluk Islam.&lt;br /&gt;
“Selama jadi muslim, saya melewati banyak masa-masa manis disamping  ada juga waktu-waktu sulit sebagai muallaf baru. Saya masih perlu  belajar lebih keras lagi untuk mendalami Islam dan menjadi seorang  muslim yang baik dan taat. Pada saat yang sama saya pun harus menjaga  hubungan baik dengan keluarga dan teman-teman saya. Kendati mereka  menaruh kesan negatif pada Islam saya tetap melakukan kontak dengan  mereka. Saya yakin telah membuat keputusan yang benar dalam hidup ini.  Terima kasih ya Allah telah Engkau tuntun saya menuju jalan kebenaran,”  tutup Aminah seraya berharap keluarga dan teman-temannya segera mendapat  hidayah-Nya. Amiin. [&lt;b&gt;Zulkarnain Jalil&lt;/b&gt;/www.hidayatullah.com</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/2010/05/gadis-islandia-itu-temukan-islam-di.html</link><author>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210.post-7012773408167738210</guid><pubDate>Sat, 01 May 2010 17:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T18:33:47.807-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">al-Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><title>Tafsir Basmalah</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ayat di atas Allah swt. memulai firman-Nya dengan  menyebut "Basmalah" untuk mengajarkan kepada hamba-Nya agar memulai sesuatu  perbuatan yang baik dengan menyebut basmalah itu, sebagai pernyataan bahwa dia  mengerjakan perbuatan itu karena Allah dan kepada-Nyalah dia memohonkan  pertolongan dan berkat. Maka pada ayat ini Allah swt. mengajarkan hamba-Nya agar  selalu memuji Allah.&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;"Al-Hamdu".  &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span class="sc_inddra"&gt;الحمد &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Memuji  oleh karena sesuatu nikmat yang diberikan oleh yang dipuji atau karena sesuatu  sifat keutamaan yang dimiliki-Nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Semua nikmat  yang telah dirasakan dan didapat di alam ini dari Allah, sebab Dialah yang jadi  sumber bagi semua nikmat. Yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan, hanyalah  Allah semata. Karena itu Allah sajalah yang berhak dipuji. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Ada manusia dipuji orang berhubung jasanya yang banyak atau  akhlak dan budi pekertinya yang luhur, tetapi orang memujinya itu pada  hakekatnya memuji Tuhan, dengan disengaja atau tidak karena Allahlah yang jadi  pangkal bagi semua yang disebut itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Berhubung  nikmat Allah yang sangat banyak, dan berhubung sifat-sifat kesempurnaan yang  dipunyai oleh Allah, maka sudah selayaknyalah manusia selalu memuji-Nya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Orang yang menyebut "Alhamdulillah" bukanlah  hanya mengakui bahwa puji itu teruntuk bagi Allah semata, bahkan dengan  ucapannya itu dia memuji Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Dapat juga  seseorang memuji Allah dengan sebutan lain, yaitu:&lt;span style="font-size: 180%;"&gt; الحمد لله&lt;/span&gt; tetapi&lt;span style="font-size: 180%;"&gt; حمدا لله&lt;/span&gt;  itulah yang dipakaikan Allah di sini, karena susunan semacam itu mengandung arti  tetap, yakni dipahamkan di dalamnya bahwa Allah selamanya dipuji, bukan  sewaktu-waktu saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;رب&lt;/span&gt; arti aslinya: "Yang  Empunya" (pemilik) di dalamnya terkandung arti: mendidik, yaitu menyampaikan  sesuatu kepada keadaannya yang sempurna dengan berangsur-angsur.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;"Alamin" artinya "semesta alam", yakni semua  jenis alam. Alam itu berjenis-jenis macamnya, yaitu alam tumbuh-tumbuhan, alam  binatang, alam manusia, alam benda, alam makhluk yang bertubuh halus umpamanya  malaikat, jin dan alam yang lain. Ada ahli tafsir mengkhususkan "Alamin" di ayat  ini kepada makhluk-makhluk Allah yang berakal yaitu manusia, malaikat dan jin.  Tetapi ini berarti mempersempit arti kata yang sebenarnya amat luas.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Dengan demikian Allah itu Pendidik semesta alam  tak ada suatu juga dari makhluk Allah itu terjauh dari didikan-Nya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Tuhan mendidik makhluk-Nya dengan seluas arti  kata itu. Sebagai pendidik, Dia menumbuhkan, menjaga, memberikan daya (tenaga)  dan senjata kepada makhluk itu guna kesempurnaan hidupnya masing-masing.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="sc_inddra"&gt;Siapa yang memperhatikan perjalanan  bintang-bintang, menyelidiki kehidupan tumbuh-tumbuhan dan binatang di laut dan  di darat, mempelajari pertumbuhan manusia sejak dari rahim ibunya, sampai ke  masa kanak-kanak lalu menjadi manusia yang sempurna, tahulah dia bahwa tidak ada  sesuatu juga dari makhluk Tuhan yang terlepas dari penjagaan, pemeliharaan,  asuhan dan inayah-Nya. &lt;/span&gt;</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/2010/05/tafsir-basmalah.html</link><author>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210.post-1641033278260273109</guid><pubDate>Mon, 12 Apr 2010 00:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T18:34:03.341-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">al-Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DEPAG</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">low of attraction</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">maha</category><title>Bismillah : Awal Kehidupan</title><description>Pagi ini merupakan pagi yang sangat indah. Penulis teringat akan salah satu konsep psikologi tentang &lt;a href="http://kitabulquran.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;low of attraction&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (maaf kalau salah penulisan he...he...). Konsep ini menerangkan bahwa apa yang diyakini dalam diri dan ia fokuskan, maka apa yang ada diluar dirinya akan mendekati apa yang ia yakini atau fokuskan. Maka pikiran yang kita fokuskan itu secara tidak sadar akan menuntun dan membimbing mata, tangan, dan kaki kita sesuai apa yang kita pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://kitabulquran.blogspot.com/2010/04/al-quran-pemahamannya-kebahagian.html"&gt;Al-Quran&lt;/a&gt; ;berisi tentang bimbingan pada seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupannya; dimana seluruh surat yang terdapat dalam al-Quran dimulai dengan bacaan basmalah/bismillah (&lt;a href="http://kitabulquran.blogspot.com/"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/a&gt;) kecuali surat al-Taubat. Itu menandakan betapa penting bacaan bismillah dalam mengawali sendi-sendi kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia akan dibimbing oleh pikiran di bawah sadarnya, dengan keyakinan yang mungkin cuma bayangan saja, atau hanya pikiran ketika kita melamun sedang buang hajat.(maaf terlalu mendalam hehe). Namun pikiran itu akan membimbing tubuh kita pada apa yang dipikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". Itulah arti dari Basmalah. Allah Maha Pemurah, kita garis bawahi kata "Maha".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik kita mulai dengan budaya Arab. Pada &lt;a href="http://kitabulquran.blogspot.com/2010/04/al-quran-pemahamannya-kebahagian.html"&gt;artikel yang pertama&lt;/a&gt; , Penulis menyebutkan bahwa budaya kita dan budaya arab berbeda. Contoh penerjemahan ini lah yang salah, bukan salah ada pergeseran makna. Mungkin penerjemah Indonesia, khususnya terjemahan DEPAG, menerjemahkannya pakai "maha" bertujuan untuk mengagungkan Allah Swt sebab dalam kebudayaan Indonesia, kita akan berkata lebih sopan, lebih santun, dan lebih lebih jika kita berkata dengan orang yang lebih tinggi dari kita. Maka pada kasus ini, kita lebih rendah dan Allah lebih tinggi  antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hamba &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khalik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan budaya Arab pada masa Nabi Muhammad. Tidak ada tingkatan-tingkatan sosial pada Budaya Arab, mereka akan menyebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anta &lt;/span&gt;(kamu) ke Allah, Nabi Muhammad, Sahabat, ataupun ke anak kecil. Nah, dari sini mulailah mengerti akan maksud Penulis akan ketidaksetujuan kata "Maha" sebagai sifat Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad pernah berkata : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berakhlaklah seperti akhlak Allah&lt;/span&gt;". Bisa kita rasakan bagaimana kita dapat berakhlak seperti sifat Allah, kalau Dia begitu maha yang takkan kita dapat tiru. Berbeda ketika kita menghilangkan "maha" (tanpa Penulis meremehkan Allah) akan lebih menyerap dan mudah kita tiru sifat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah yang Pemurah dan Penyayang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, jika pemahaman kita tentang bismillah ini bahwa Allah itu Pemurah dan Penyayang. Maka pikiran kita akan membimbing tubuh kita untuk mengikuti sifat Allah. Berbeda ketika pemahaman tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang&lt;/span&gt;, kita akan sulit menirunya karena kita sudah menganggap tidak bisa menulis dengan menyangka Allah itu begitu Maha sulit kita tiru.</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/2010/04/bismillah-awal-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210.post-6674729452854392641</guid><pubDate>Sun, 11 Apr 2010 10:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-11T18:34:17.973-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">al-Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Allah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bahasa arab</category><title>Al-Quran + Pemahamannya = Kebahagiaan</title><description>Al-Quran itu sebuah bacaan. Adalah pedoman seluruh umat manusia yang diberikan oleh Allah Swt. untuk memberikan kebahagian yang sejati. maka sejatilah seluruh umat manusia membacanya setiap hari agar mereka mengetahui batasan-batasan yang diberikan Allah sehingga manusia mendapatkan kebahagiannya yang hakiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kita semua tahu bahwa al-Quran itu berbahasa arab. Sebagian besar Umat Manusia di Indonesia belum mengerti betul dengan kosa-kata bahasa Arab. Terlepas mengapa Allah memilih bahasa manusia yang banyak, ternyata Allah telah menurunkan al-Quran sebagai wakil dari bahasa-Nya di dunia ini, Ia memilihnya dengan Bahasa Arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya sebuah bahasa manusia, bahasa merupakan wakil dari sebuah realitas kehidupan yang ada di dunia. Bahasa takkan terlepas dari pengaruh budaya, adat istiadat dan lingkungan dari pengguna bahasa. Begitu halnya bahasa Arab, sedikit banyaknya ia terpengaruhi maknanya oleh orang Arab sendiri, walaupun pada konteks keagaamaan ada beberapa kosa kata yang berubah makna dari asalnya. Namun, konsentrasi maknanya tidak banyak berubah, sebab Allah menginginkan agar Umat Manusia memahami dan menerima al-Quran dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kondisi inilah yang akan menyulitkan Umat Manusia di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Ketika kita ingin memahami al-Quran yang berbahasa Arab, sering penulis menemukan kata-kata yang terdapat dalam al-Quran berubah banyak ketika dialih bahasakan ke bahasa kita atau ke bahasa selain bahasa Arab. Sebab seringkali kita menyamakan budaya kita dengan budaya Arab. Maka pemahaman tentang Al-Quran juga akan berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar pemikiran inilah, yang mendorong Penulis untuk berbagi pemahaman tentang isi al-Quran. Yang mudah-mudahan pemahaman ini, merupakan apa yang diinginkan Allah Swt. dan dapat menjadi pencerahan bagi Umat Manusia di Indonesia.</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/2010/04/al-quran-pemahamannya-kebahagian.html</link><author>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-606577152113633210.post-5842385449525335428</guid><pubDate>Fri, 01 Jan 2010 18:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-01T10:51:31.989-07:00</atom:updated><title>Link Sahabat</title><description>&lt;p&gt;Assalamu'laikum W. W.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah Swt. telah memrintahkan kita untuk  saling bersilaturahim; baik seiman ataupun bukan. Untuk itu, bagi para  sahabat yang ingin berbagi link, ataupun ingin berbagi pengetahuan  tentang agama Islam dipersilahkan untuk berkomentar atau berbagi link  bersama kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terima kasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Link-link sahabat :&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://malangbong.wordpress.com/"&gt;Malangbong blog&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kamus7.blogspot.com/"&gt;Kamus7&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://clicknet09.blogspot.com/"&gt;Clicknet&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://bloggereducation.blogspot.com/"&gt;Blogger Education&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://kitabulquran.blogspot.com/2010/01/link-sahabat.html</link><author>noreply@blogger.com (tafsir Quran)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>