<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 01:58:25 +0000</lastBuildDate><title>TAMAN EDEN</title><description>Situs TAMAN EDEN ini dibuat sebagai tempat berbagi cerita yang menyejukkan, cerita memberi inspirasi, cerita memberi semangat, cerita sebagai renungan, dan cerita untuk dibagikan ke semua orang yang mengunjungi situs ini, tentu saja dalam semangat Roh Kudus. Cerita humor yang mungkin ada di sini pun berarti bila kita meresapinya dengan mendalam</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Vision One)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-8730721248939684865</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2008 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-22T08:55:06.378-07:00</atom:updated><title>Bebek Kesayangan Nenek</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu pulang, dilihatnya bebek kesayangan peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah bebek itu. Dia terperanjat dan sedih.&lt;br /&gt;Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi, Silvy melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, nenek berkata, &quot;Silvy, cuci piring.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Silvy berkata, &quot;Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?&quot; Dan Silvy berbisik ditelinga Johny, &quot;Ingat bebek?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Johnny yang mencuci piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi makan Es Krim dan ke Taman Bermain, dan nenek berkata, &quot;Maafkan, tetapi aku perlu Silvy untuk membantu menyiapkan makanan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Silvy tersenyum dan berkata, &quot;Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.&quot; Kembali dia berbisik, &quot;Ingat bebek?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Silvy pergi bersama Kakek dan Johnny tinggal dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Silvy, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. dengan menangis dan berlutut, ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek kesayangan neneknya dan meminta ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, &quot;Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Silvy memanfaatkanmu. &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dengarkan Tuhan sangat ingin berbicara pada kita seperti ini ..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;&quot;AKU tidak mau tahu masa lalumu. AKU tidak mau tahu dosa apa yang kau perbuat. Tetapi apapun itu, AKU ingin memberitahumu sesuatu. AKU juga selalu berdiri &quot;dijendela&quot;. Dan AKU melihat segalanya. Dan karena AKU mencintaimu, AKU akan mengampunimu bahkan sebelum kau memintanya. Hanya AKU heran melihat berapa lama engkau membiarkan dosa itu memperbudakmu&quot; . &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;Hal yang luar biasa adalah DIA tidak hanya mengampuni, tetapi DIA juga melupakan.&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Dikirim oleh: &lt;a href=&quot;mailto:jimmi@kmk.co.id&quot;&gt;Jimmi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/04/bebek-kesayangan-nenek.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-7541729192013706746</guid><pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-03T10:55:10.054-07:00</atom:updated><title>Seember Susu</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dua ekor katak berlompatan dengan riangnya di sebuah halaman rerumputan sebuah peternakan sapi.   Seorang ibu yang sedang membersihkan halaman kandang yang melihat kedua katak itu berusaha mengusir dengan sebuah gagang sapu dan membuat kedua katak itu lari ketakutan.&lt;br /&gt;“Cepat, kearah sana”, kata salah seekor katak itu “Saya melihat tempat persembunyian yang baik dan pasti sulit dijangkau oleh gagang sapu itu” kata si katak menunjuk arah kandang sapi perah yang ada didalam peternakan tsb.&lt;br /&gt;“Ayo, cepat” seru si katak pertama dan keduanya melompat-lompat  melompat tinggi, lebih tinggi, semakin tinggi lompatannya dan sangat tinggi kearah pagar kandang menuju tempat dimana mereka akan bersembunyi.&lt;br /&gt;“Plung” pada lompatan terakhir, keduanya serentak mendarat di sebuah ember yang berisi susu segar dan segera mereka berenang ke tepi ember dan berusaha untuk naik keluar dari ember itu sambil sesekali melompat, tapi tidak berhasil.  “Oh kawan, habislah kita kali ini, ember aluminium ini sungguh sangat licin, rasanya tidak mungkin memanjatnya, habislah kita kali ini, kita tak bisa kemana-mana lagi, kita akan mati tenggelam disini” kata katak kedua.&lt;br /&gt;“Teruslah berusaha, teruslah berenang, teruslah mendayung” kata katak pertama, pasti ada cara untuk bisa keluar dari tempat ini, ayo kita pikirkan, jangan menyerah.  Mereka berduapun mendayung dan berenang kesana kemari sambil sesekali melompat berusaha melewati bibir ember.&lt;br /&gt;Setelah sekian jam mereka mendayung katak kedua mulai mengeluh lagi: “Ugh, saya sungguh lelah sekali, saya benar-benar kehabisan tenaga, susu ini kental sekali dan dan terlalu licin untuk keluar dari tempat ini.”  &lt;br /&gt;“Ayo, teruslah berusaha, jangan menyerah” kata katak pertama memberi semangat.&lt;br /&gt;“Percuma saja, kita tidak akan pernah keluar hidup-hidup dari tempat ini, kita pasti mati disini keluhnya makin lemah” dan gerakan katak kedua itu makin lama makin lambat dan akhirnya tidak bergerak lagi, mati.&lt;br /&gt;Sementara itu katak pertama tidak putus asa, dengan sisa-sisa tenaganya masih berenang dan terus mengayunkan tangan dan kakinya sambil sesekali tetap membuat lompatan terus mencoba melewati ember yang mengurungnya.&lt;br /&gt;Saat malam menjelang pagi udara terasa sangat dingin, lamat-lamat terdengar ayam berkokok dan tanpa disadari kaki-kaki katak kedua itu serasa mendapat pijakan.  Katak itu sudah tidak mendayung lagi karena kakinya terasa berdiri diatas setumpuk mentega hasil karyanya semalaman.&lt;br /&gt;Dan “Plop” katak itupun membuat lompatan terakhir untuk keluar dan bebas dari ember yang mengubur temannya.&lt;br /&gt;Ketika anda berpikir anda ‘bisa’ atau ketika anda berpikir anda “tidak bisa”, maka anda benar !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://haryoardito.com&quot;&gt;www.haryoardito. com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/04/seember-susu.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-5478274910136495732</guid><pubDate>Sat, 15 Mar 2008 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-15T10:47:11.787-07:00</atom:updated><title>Besarnya Penghargaan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya.&lt;br /&gt;Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya.&lt;br /&gt;Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi.&lt;br /&gt;Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil catatan itu dan membacanya,&lt;br /&gt;&quot;Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.&quot;&lt;br /&gt;Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana.&lt;br /&gt;Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau.&lt;br /&gt;Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat &quot;Papan informasi jam perjalanan &quot;.&lt;br /&gt;Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya.&lt;br /&gt;Si anjing melihat &quot;Papan informasi jam perjalanan &quot; dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya.&lt;br /&gt;Bus lain datang.&lt;br /&gt;Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya.&lt;br /&gt;Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggiran kota.&lt;br /&gt;Si anjing melihat pemandangan sekitar.&lt;br /&gt;Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti.&lt;br /&gt;Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anjing berhenti pada suatu rumah,&lt;br /&gt;ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga.&lt;br /&gt;Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu.&lt;br /&gt;Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil,&lt;br /&gt;melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut.&lt;br /&gt;Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali,&lt;br /&gt;berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut,&lt;br /&gt;&quot;Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya. &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menjawab, &quot;Kau katakan anjing ini pintar ...?&lt;br /&gt;Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh.&lt;br /&gt;Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah mengkaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari.&lt;br /&gt;Sudah adakah yang kita gunakan untuk mengucap syukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAVE A BLESSED DAY...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com/&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh &lt;a href=&quot;mailto:andhy_aia@yahoo.com.au&quot;&gt;Andhy Setiawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/03/besarnya-penghargaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-1787728608520675720</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2008 17:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-28T09:10:35.146-08:00</atom:updated><title>Doa Satu Menit</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Doa yang mengagumkan ini kurang dari 1 menit. Ketika kamu menerima ini, ucapkan doamu, dan segalanya dapat kau lakukan. Tidak perlu basa basi. Hanya cukup kirimkan kepada semua orang yang kamu inginkan - tapi lakukan itu. Doa adalah hadiah terbaik yang kita terima. Tidak perlu biaya tapi banyak manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~Teruskan doamu kepada orang lain. ~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa,&lt;br /&gt;Aku memohon kepadaMu untuk memberkati teman-teman &amp;amp; para pemimpin yang membaca tulisan ini.&lt;br /&gt;Aku memintaMu untuk memberi semangat kepada para pelayan Tuhan setiap saat.&lt;br /&gt;Dimana ada kesesakan Kau berikan damai dan kemurahanMu.&lt;br /&gt;Dimana ada keraguan, Kau perbaharui keyakinan untuk bekerja di antara mereka.&lt;br /&gt;Disaat lelah serta letih, aku mohon supaya Engkau memberikan mereka pengertian, bimbingan &amp;amp; kekuatan supaya mereka selalu belajar untuk taat kepada pimpinanMu.&lt;br /&gt;Dimana mereka merasa hanya diam di tempat, aku memohon kepadaMu untuk menyatakan keberadaanMu &amp;amp; menggambarkan pada mereka betapa indahnya bergaul akrab denganMu.&lt;br /&gt;Dimana ada ketakutan &amp;amp; kekhawatiran, Nyatakan kasihMu dan tunjukkan kebesaranMu kepada mereka.&lt;br /&gt;Saat dosa menutupi mereka, nyatakan itu, dan patahkan belenggu yang melingkupi kehidupan teman2ku.&lt;br /&gt;Tolong berkati keuangan mereka, berikan mereka visi yang besar, dan angkat para pemimpin serta teman2 untuk mendukung &amp;amp;  mendorong  mereka.&lt;br /&gt;Berikan setiap mereka penglihatan untuk menunjukkan adanya kekuatan  jahat yang ada di sekitar mereka &amp;amp; nyatakan kekuatan di dalamMu untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;Terima kasih Bapa Aku berdoa padaMu di dalam Nama Yesus.&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikirim &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/02/doa-satu-menit.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4385068497153990790</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2008 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-20T08:29:27.171-08:00</atom:updated><title>Lupa Berterima Kasih</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, &quot; Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang  ditujukan pada Allah diterima&quot;. Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, &quot;Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya&quot;. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.&lt;br /&gt;Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. &quot;Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih&quot;, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. &quot;Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?&quot;, tanyaku. &quot;Menyedihkan&quot; , Malaikat-ku menghela napas. &quot;Setelah manusia menerima  rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih&quot;.&lt;br /&gt;&quot;Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?&quot;, tanyaku. &quot;Sederhana sekali&quot;, jawab Malaikat. &quot;Cukup berkata : Terima kasih, Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu serta jauhilah kejahatan&quot;. &quot;Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri&quot;, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, &quot;Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. &quot;Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. &quot;Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu. Juga.... &quot;Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini. &quot;Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia&quot;. &quot;Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang. &quot;Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. &quot;Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali&quot;. Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman- mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua. &quot;Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, &#39;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu&#39; &quot;. Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. &quot;Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi&quot;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;From &lt;a href=&quot;mailto:florenfh@yahoo.co.id&quot;&gt;Floren Yap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/02/lupa-berterima-kasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-7627642127768172170</guid><pubDate>Tue, 19 Feb 2008 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-20T08:17:06.411-08:00</atom:updated><title>SEBELUM KAMU MENGELUH</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Life is a gift&lt;br /&gt;b. Live it...&lt;br /&gt;c. Enjoy it...&lt;br /&gt;d. Celebrate it...&lt;br /&gt;e. And fulfill it.&lt;br /&gt;Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu&lt;br /&gt;Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It&#39;s true you don&#39;t know what you&#39;ve got until it&#39;s gone, but it&#39;s also true you don&#39;t know what you&#39;ve been missing until it arrives!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:nico@australindo.%20co.id&quot;&gt;Nico Yohansa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com/&quot;&gt;Taman Eden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2008/02/sebelum-kamu-mengeluh.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-6079674542567314692</guid><pubDate>Wed, 19 Dec 2007 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-19T08:42:01.587-08:00</atom:updated><title>Bijak dari Nelayan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang cendekiawan menumpang perahu di sebuah danau, ia bertanya kepada tukang perahu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pernahkah anda mempelajari matematika?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak&quot;&lt;br /&gt;&quot;Sayang sekali, berarti anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan anda, atau barangkali anda pernah mempelajari ilmu filsafat?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Itu juga tidak&quot;&lt;br /&gt;&quot;Sekali lagi sayang, berarti anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan anda&quot;&lt;br /&gt;&quot;Bagaimana dengan sejarah?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Itu juga tidak.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Berarti seperempat lagi telah hilang dari kehidupan anda.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi mereka pun oleng. Cendekiawan itu pucat ketakutan, dengan tenang tukang perahu itu bertanya,&lt;br /&gt;&quot;Apakah anda pernah belajar berenang?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Sayang sekali, berarti anda akan kehilangan seluruh kehidupan anda.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://tamaneden.blogspot.com&quot;&gt;TamanEden&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/12/bijak-dari-nelayan.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4370688883829765223</guid><pubDate>Wed, 28 Nov 2007 15:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-28T08:01:02.062-08:00</atom:updated><title>Wisdom words</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pikiran dan mulut merupakan suatu kombinasi. Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan Anda untuk berbohong. Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lidah Anda yang menentukan siapa Anda. Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah Ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri. Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika Anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya. Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan. Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. Bertemanlah dengan orang yang suka akan kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan . Karena semua manusia itu baik, kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya, tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat. Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi. Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya kamu pasti mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Cintai siapa saja yang kamu senangi, sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lakukan apa saja yang kamu kehendaki, sesungguhnya kamu akan memperoleh balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*-Pikiran yang besar membicarakan ide-ide;&lt;br /&gt;  -Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian;&lt;br /&gt;  -Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah. Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya. Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Smart people learn from their own mistakes. Smarter people learn from the mistakes of others. A Champion is someone who always try to get up even when he/she can&#39;t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*UBAHLAH APA YANG MASIH BISA DIUBAH. TERIMALAH APA YANG MEMANG SUDAH TIDAK BISA DIRUBAH. HINDARKAN DIRI DARI HAL-HAL YANG BERPOTENSI MENDATANGKAN PERUBAHAN BURUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh &lt;a href=&quot;mailto:flash_0506@yahoo.com&quot;&gt;Alex Setiawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/wisdom-words.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-3013535363044140179</guid><pubDate>Sun, 18 Nov 2007 16:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-18T08:04:37.675-08:00</atom:updated><title>Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarsis Sigho - Taipei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengirimkan kisah ini kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah,  setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut.  Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang  jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapak.&quot; Dan justru di saat ketika orang  itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata  yang sungguh di luar dugaannya; &quot;Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!&quot; Orang itu heran dan kaget tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang  yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja.&quot; Demikian sang manajer menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri perhatian lebih pada karakter dari pada reputasi, karena karakter adalah diri sebenarnya, sementara reputasi hanya anggapan orang tentang anda. (John Wooden)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;From: &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot; href=&quot;mailto://rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/bibit-kacang-hijau-yang-tak-bertumbuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-7525321620490714222</guid><pubDate>Sat, 17 Nov 2007 17:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-17T09:04:39.548-08:00</atom:updated><title>Billy Bertobat</title><description>Billy Graham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gadis-gadis itu mengelu-elukan bintang bola basket dan baseball muda itu di SMA Sharon, dekat Charlotte, negara bagian North Carolina. Pemuda itu berharap pada suatu hari akan menjadi seorang pemain baseball utama di perkumpulan-perkumpulan baseball besar. Jika tidak demikian, ia berpikir, mungkin ia akan menjadi seorang petani seperti ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billy berusia tujuh belas tahun pada saat seorang petinju bayaran yang telah menjadi penginjil datang ke kota Charlotte. Mordecai Ham adalah seorang penginjil yang berapi-api dan suka menunjuk orang-orang yang berdosa secara langsung.&lt;br /&gt;Pemimpin-pemimpin gereja di kota Charlotte menganggap Mordecai Ham sebagai pengganggu. Mereka menolak permintaan ijinnya untuk membangun sebuah tenda. Namun dengan pertolongan orang-orang awam, bekas petinju itu memasang tenda tepat di luar batas kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah mengadakan kebangunan rohani selama beberapa minggu, ketika Billy - seorang pemuda tinggi ramping, berambut ikal dan pirang - datang. Tiap-tiap Minggu ia pergi ke gereja dengan orang tuanya yang saleh. Ia tidak merokok maupun minum-minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian ada hal-hal lain yang harus dilakukannya dan walaupun ayahnya seorang pendukung kuat Mordecai Ham, Billy tidak berusaha untuk menghadiri kebangunan rohani itu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung kebangunan rohani itu cukup banyak bagi kota Charlotte - lima ribu orang. Orang-orang berkata bahwa hal itu merupakan hal yang terbesar yang pernah dialami oleh penduduk negara bagian Carolina. Billy dan temannya di SMA berjalan melewati jalan kecil di antara deretan bangku dan duduk di bangku yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah yang disampaikan pengkhotbah berbadan besar itu sangat tidak berkesan bagi Billy sampai pengkhotbah itu mengacungkan jari menunjuk ke arah Billy serta berteriak, &quot;Kamu berdosa.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billy - yang selalu siap menangkap bola - tidak siap untuk main tangkap-tangkapan dengan pengkhotbah itu. Ia menundukkan kepalanya yang berambut pirang dan bersembunyi di belakang topi seorang wanita di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua malam kemudian Billy datang lagi, membawa seorang teman, namanya Albert McMakin. Selama beberapa malam selanjutnya, kedua orang itu hadir bersama-sama. Penginjil yang berapi-api itu terus meyakinkan Billy bahwa ia harus memilih di antara dua: sorga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, Billy membawa seorang teman lain, namanya Grady Wilson. &quot;Mari kita duduk di bagian paduan suara,&quot; usul Billy, walaupun ia tahu ia tidak dapat menyanyi. Maka kedua orang itu duduk di belakang mimbar (tempat paduan suara), selamat dari pandangan pengkhotbah yang suka memukul mimbar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mordecai Ham tidak menunjukkan jarinya kepada Billy malam itu, namun demikian Billy mendapat pukulan dari kotbahnya, pada saat pengkhotbah itu berkata, &quot;Malam ini ada orang yang sangat berdosa di sini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan tentang saya, pikir Billy. Seseorang pasti telah memberitahu dia bahwa saya ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhotbah itu mengakhiri kotbahnya dan memberi undangan bagi orang-orang yang mau bertobat. Billy menahan nafasnya pada saat paduan suara itu mulai menyanyi. Setelah menyanyi sebentar, ia tidak dapat bertahan lagi. &quot;Ayo, Grady,&quot; ia berkata kepada temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu turun dari paduan suara dan berdiri di depan. Mengingat saat ketika ia membuat keputusan, Billy berkata, &quot;Hal itu seperti tinggal di luar pada hari gelap dan sinar matahari menembus melalui lapisan awan. Segalanya tampak berbeda. Untuk pertama kalinya saya merasakan sukacita dilahirkan kembali.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak malam yang penuh kenangan pada tahun 1936 itu, Billy Graham terus berkotbah kepada lebih banyak orang daripada almarhum Pendeta Mordecai Ham, orang yang telah membimbingnya kepada Kristus. Sebenarnya ia telah berkotbah kepada lebih banyak orang, secara langsung, daripada pengkotbah-pengkotbah lainnya dalam sejarah - lebih dari dua puluh juta orang. Namun demikian, yang lebih penting lagi, ia telah meyakinkan puluhan ribu orang untuk bertobat dan berlutut kepada Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bagaimana Tokoh-tokoh Kristen Bertemu dengan Kristus&lt;br /&gt;Oleh : James C Hefley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;&quot; &gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://pemudakristen.com/artikel/billy_bertobat.php&quot;&gt;PemudaKristen.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/billy-bertobat.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-2730504754261038309</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 15:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T07:09:23.169-08:00</atom:updated><title>ANALOGI YANG MENGAGUMKAN</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,&quot; Saya tidak percaya Tuhan itu ada&quot;. &quot;Kenapa kamu berkata begitu ???&quot; timpal si konsumen. &quot;Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan  pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker-istilah jawa-nya&quot;, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,&quot; Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.&quot; Si tukang cukur tidak terima,&quot; Kamu kok bisa bilang begitu ??&quot;. &quot;Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak!&quot; elak si konsumen. &quot;Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana&quot;, si konsumen menambahkan. &quot;Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!&quot;, sanggah si tukang cukur. &quot; Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya&quot;, jawab si tukang cukur membela diri. &quot;Cocok!&quot;-kata si konsumen menyetujui.&quot;&lt;br /&gt;Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi  apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.&quot; Si tukang cukur terbengong !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA KAMU BERPIKIR TUHAN ADA, TERUSKAN INI, JIKA TIDAK, ABAIKAN SAJA !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;&quot; &gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:lonajapari@hotmail.com&quot;&gt;Lona Japari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/analogi-yang-mengagumkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-2751676734562544973</guid><pubDate>Tue, 06 Nov 2007 17:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-06T10:42:17.911-08:00</atom:updated><title>&quot;I belong to Jesus&quot; -- Kaka,  *The True Story*</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lahir  di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos Santos  Leite, Kaka  lahir  dari sebuah  keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal  itu tidak  membuat ia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaan  keluarganya, ataupun  mengikuti  jalan  hidup keluarganya dengan menjadi penginjil.  Kaka punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  kecil  ia  sangat  menyukai  sepakbola,  bahkan dalam usia  remaja ia menjadi  pemain yang  cukup  terkenal  di daerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan di klub Sao Paulo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  pada  usia  18  tahun  sebuah  bencana  terjadi, ia mengalami cedera punggung  yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan ia tidak bisabermain sepak bola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akibat cedera itu.  Tidak  ada  tindakan operasi atau terapi yang bisa  menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya pada sepakbola demikian besar,  kini semua harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan menjalani kelumpuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  Kaka  tahu  kemana  ia  harus  minta tolong saat dokter sudah angkat tangan.  Kaka bergumul  dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya.  Ia bernazar  pada  Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola  lagi, ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya  tahun 2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput  bermain sepakbola  lagi.  Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak  lagi  menjadi  pemain cadangan  melainkan  menjadi pemain utama  dan andalan dalam klubnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan  membuat  permainan  Kaka  menjadi  begitu hebat sehingga manager tim nasional Brazil  terpikat  akan  permainannya,  dan  memanggil  Kaka untuk mengenakan  baju kebesaran  tim  Brazil,  kuning dan hijau, dipercaya  untuk bertarung di Piala Dunia 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  sekian  banyak  bakat  baru  bersinar  di Brazil, ia hanyalah seorang pemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil  masuk tim  nasional.  Bagi  Kaka itu adalah  keajaiban  dan anugerah yang  besar baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  dia  hanya  jadi  pemain  cadangan  dan  duduk dipinggir  lapangan menonton pertandingan  para  seniornya  di  Piala  Dunia, namun Kaka sudah sangat  senang  dapat  ikut serta dalam kompetisi sebesar Piala Dunia. Kaka tidak menyadari Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil, sehingga beberapa pemain bintang harus disimpan karena cedera. Datanglah kesempatan bagi Kaka untuk  turun  membela timnya.  Di  bawah  pembelaannya  Brazil pun menang, peristiwa   legendaris   yang menggemparkan  dunia  itupun  terjadi,  Kaka mengangkat seragamnya dan di baliknya ada sebuah tulisan yang  menggegerkan, kaos putih itu bertuliskan &quot;I Love Jesus&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu  terus  dilakukannya  setiap  kali  teman-temannya  merayakan  gol. Dan akhirnya Brazil pun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di  final  dengan  skor  2-0. Dalam parade kemenangan di negaranya  sendiri, kaos   kesayangan   yang  bertuliskan  &#39;I  love  Jesus&#39;  itu  tidak  pernah dilepasnya.  Hal  itu  menginspirasi  banyak  pemain  Brazil (bahkan pemain negara lain) melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal  itu, ia  berkata, &quot;Saya  ingin  memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apa yang  telah  Tuhan  lakukan  bagi saya, supaya orang lain dapat melihat apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainannya  yang  cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah klub  raksasa  di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kaka masuk  dalam  timnya sebagai pemain utama. Kaka pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim  pertamanya  di  Liga  Italia seri A, ia langsung menyumbangkan gelar juara scudetto bagi AC Milan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujaan banyak orang khususnya wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu dikejar-kejar  fans wanita,  di  manapun ia berada akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  cinta  dan  kesetiannya  hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh  di  Brazil. Walaupun  kehidupan  pemain  sepakbola selalu dikelilingi wanita-wanita  cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari  semuanya  itu.  Ia  bahkan  tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya  di Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan para pemain bola di liga-liga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  2005,  Kaka  meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana,  sangat  berbeda  dengan pernikahan selebritis lain yang super  mewah.  Dalam jumpa  pers  ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan Caroline masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Itu  adalah  periode  yang  penting, sebuah ujian untuk cinta kami  berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan  sebelum pernikahan,  tapi  saya  bisa melewatinya. Malam pertama kami juga ditandai darah keperawanan, sebagai tanda cinta suci kami.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  sebuah  isu  pindah  agama sempat menerpanya di akhir tahun 2006, namun  Kaka membuktikan  pada  mata  dunia,  bahwa ia adalah murid Kristus sejati  dalam  final  Liga Champion  Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan  Liverpool,  Kaka  langsung merayakan golnya dengan membuka  kaosnya dan  menunjukan  tulisan  &quot;I  belong  to  Jesus&quot; kemudian  berlutut berdoa bersyukur  di tengah lapangan. Teman-temannya yang lain turut merayakannya, tapi  mereka  mengerti  dan  tidak  mengganggu  Kaka  yang  sedang  berdoa.&lt;br /&gt;Peristiwa  ini ditonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final Liga Champion 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  Kaka  beserta  seluruh  pemain dan pendukung AC Milan, kemenangan ini merupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan akan menang, di  tengah kepungan  3  raksasa  Inggris  yang  diunggulkan  yaitu  Manchester United, Chelsea dan Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaka  menjadi  Top  Scorer  dalam  Liga  Champion,  pertarungan liga paling bergengsi  dan tertinggi  di  seluruh dunia. Membuatnya dinobatkan sebagai raja  oleh  para media Italia, dan pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik di  dunia.  Klub-klub kaya seperti Real Madrid diberitakan telah  mengajukan penawaran  sebesar  100  juta euro (1 trilyun rupiah lebih) jauh memecahkan rekor pemain termahal saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;&quot; &gt;From : &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/i-belong-to-jesus-kaka-true-story.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-1387471161526680830</guid><pubDate>Thu, 01 Nov 2007 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-06T10:43:21.238-08:00</atom:updated><title>7 Difference Attitudes of A Winner and A Looser</title><description>1. A Winner will say, &quot;Let&#39;s find out?&quot;&lt;br /&gt;    A Looser will say, &quot;Nobody knows?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. When a Winner made mistakes, he will say &quot;Sorry, it&#39;s my fault?&quot;&lt;br /&gt;    When a Looser made mistakes, he will &quot;Hey, it&#39;s not my fault?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. A Winner will face their problems&lt;br /&gt;    A Looser will turn around and never solve their problems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. A Winner will make commitments&lt;br /&gt;    A Looser will make promises&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. A Winner will say, &quot;I&#39;m good, but not as good as I supposed to be?&quot;&lt;br /&gt;    A Looser will say, &quot;I&#39;m not as bad as any body else?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. A Winner will try to learn from who is better from his self.&lt;br /&gt;    A Looser will try to destroy anyone who is better from his self.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. A Winner will say, &quot;There must be a better way to do this?&quot;&lt;br /&gt;    A Looser will say, &quot;It&#39;s the only way from the beginning?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is about choices?&lt;br /&gt;You can choose to be a winner or you can choose to be a looser?&lt;br /&gt;There&#39;s always a difference ending in every choice we made?&lt;br /&gt;So choose the right one that you will never regret?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;&quot; &gt;From : &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/11/7-difference-attitudes-of-winner-and.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-7130733610187604136</guid><pubDate>Sun, 28 Oct 2007 18:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-28T11:19:38.211-07:00</atom:updated><title>Kisah Ikan dan Air</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, &quot;Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, &quot;Hai, tahukah kamu dimana air ? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.&quot; Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, &quot;Dimanakah air ?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ikan sepuh, &quot;Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti cerita tersebut bagi kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalanin ya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);font-size:78%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Being happy can be hard work sometimes, it is like maintaining a nice home, you&#39;ve got to hang on to your treasures and throw out the garbage.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);font-size:78%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Being happy requires looking for the good things. One person sees the beautiful view and the other sees the dirty window, choose what you see and what you think.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);font-size:78%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Right here, right now, from here until tomorrow&quot;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;From: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;&quot; &gt;Sherly Olivia&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/kisah-ikan-dan-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4051780865431943403</guid><pubDate>Thu, 25 Oct 2007 05:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-24T22:50:48.902-07:00</atom:updated><title>JANGAN LARI DARI KESULITAN</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penduduk sebuah desa baru saja selesai membangun jembatan secara swadaya. Tetapi, saat beberapa pedati bermuatan berat berjalan di atasnya, jembatan tersebut melengkung dan bergoyang-goyang. Penduduk desa sangat kecewa karena mereka merasa sudah membangun jembatan tersebut dengan benar.Akhirnya, kepala desa meminta pertolongan dari seorang ahli pembuat jembatan untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sang ahli melakukan pemeriksaan dengan cermat, dan menyanggupi untuk memperbaiki jembatan tersebut dalam waktu 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perbaikan selesai, penduduk desa berkumpul di sekitar jembatan tersebut.Kayu jembatan telah diganti, tetapi tidak ada perubahan sama sekali pada ukuran kayu dan konstruksi jembatan. Penduduk bertanya-tanya apakah yang akan terjadi jika jembatan itu diberi beban yang berat. Ketika beberapa pedati bermuatan penuh dinaikkan ke atas jembatan tersebut, penduduk desa merasa heran karena kali ini tak nampak adanya lengkungan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penduduk bertanya, &quot;Sulap macam apa yang sudah Anda lakukan?&quot;&lt;br /&gt;Dengan tertawa ringan, si ahli pembangun jembatan mengatakan, &quot;Sama sekali tidak ada sulap atau tipuan apapun yang saya gunakan. Untuk menahan beban yang berat, jembatan ini membutuhkan beberapa batang pohon yang sangat kuat. Batang pohon yang kalian gunakan berasal dari lembah, dan ternyata tidak mampu menahan beban berat. Saya hanya mengganti batang pohon tersebut dengan batang pohon yang berasal dari puncak gunung. Terpaan angin kencang yang sering melanda puncak gunung membuat pohon yang tumbuh di sana memiliki batang yang berkekuatan yang luar biasa, jauh melebihi pohon yang tumbuh di daerah lain.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;Souce Unknown&lt;br /&gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:nico@australindo.co.id&quot;&gt;Nico Yohansa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;noscript style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;table class=&quot;applicationcontainer managementview&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td class=&quot;content&quot;&gt;&lt;div class=&quot;msgbody clearfix&quot; id=&quot;message82046515057272865371219556060481491341593178317&quot; style=&quot;visibility: visible; color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;&lt;div id=&quot;yiv1666065321&quot;&gt;&lt;div id=&quot;ygrp-mlmsg&quot; style=&quot;width: 655px;&quot;&gt;&lt;div id=&quot;ygrp-msg&quot; style=&quot;padding: 0px 15px 0px 0px; float: left; width: 490px;&quot;&gt;&lt;div id=&quot;ygrp-text&quot;&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 24pt; font-family: times new roman,new york,times,serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 24pt; font-family: times new roman,new york,times,serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;border-left: 2px solid rgb(16, 16, 255); font-size: 12pt; font-family: times new roman,new york,times,serif;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/jangan-lari-dari-kesulitan.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4723610173980579507</guid><pubDate>Tue, 23 Oct 2007 15:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-23T09:02:43.839-07:00</atom:updated><title>Janji dan Utang</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari ini rasanya sungguh aneh. Yulia merasa dikelilingi oleh berbagai kejadian yang mirip antara satu dengan yang lainnya. Yulia teringat kejadian kemarin waktu dia pergi ke sebuah mal. Ketika sedang turun melalui tangga berjalan, di hadapannya terdapat seorang ibu dan anak perempuannya yang masih kecil. Ibu itu berdiri di depan, anaknya di belakang bersama seorang babysitter. Anak ini memegang kantong makanan ringan yang sudah dibuka di tangan kirinya. Agak kerepotan juga karena lengan kirinya dipegangi sang babysiter. Tangan kanannya berusaha memegangi kantong makanan ringan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya kemudian menoleh ke belakang dan berkata:&quot;Sini kantong makanannya, ibu bawakan. Biar tidak repot.&quot; Anak itu ragu-ragu sejenak. Tapi setelah berpikir sebentar, dia mengulurkan tangannya sambil berkata:&quot;Jangan dimakan!&quot;. &quot;Nggak&quot;, kata ibunya. Anak itu percaya perkataan ibunya dan menyerahkan kantong makanannya. Tapi Yulia kaget ketika melihat sang ibu langsung mengambil dan memakannya. Anak kecil itu berteriak:&quot;Jangan dimakan!&quot;. Si ibu hanya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di bawah, anak kecil tadi merebut kembali kantong makanan dari tangan ibunya sambil marah-marah. Yang membuat Yulia sedih, Yulia melihat ekspresi kekecewaan dalam diri anak tersebut. Janji ibunya yang dipercayainya, ternyata tidak ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sang ibu, kejadian itu dianggap lucu. Tapi bagi si anak, hatinya luka dan kecewa. Apa arti sebuah janji kalau tidak bisa dipercaya? Kalau lain kali ibunya berjanji seperti itu lagi, apakah anaknya bisa percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ingkar janji &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulia teringat ketika dia dulu masih kecil. Kebetulan Yulia senang ilmu bela diri. Yulia memiliki seorang paman yang sangat baik. Suatu kali pamannya ini membicarakan ilmu bela diri Yulia. Pamannya kemudian ingin mengukur kekuatan pukulan Yulia. Beliau meminta agar Yulia memukul lututnya. Yulia menolak karena tidak ingin menyakiti lutut pamannya. Tapi pamannya meyakinkannya bahwa beliau tidak akan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bimbang, akhirnya Yulia percaya penuh pada pamannya. Dia pun mengepalkan tinjunya yang kecil dan memukul lutut pamannya dengan keras. Tepat pada saat tinjunya hampir mengenai lutut sang paman,  beliau menggerakkan lututnya dan menghindar. Kepalan tangan Yulia membentur pinggiran kursi yang terbuat dari kayu. Sakitnya bukan kepalang. Tapi, yang lebih sakit lagi adalah hatinya. Yulia sangat kecewa karena pamannya ternyata menipunya. Dia sudah menaruh kepercayaan penuh pada pamannya, tapi sang paman mengkhianatinya. Tapi pamannya terus tertawa karena menganggap kejadian itu lucu. Sungguh menyakitkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina, rekan kerja di ruang sebelah juga sedang menggerutu. Rina sudah lama berteman dengan Meri. Kemarin Meri pindah rumah. Rina yang sudah pernah merasakan repotnya pindah rumah berniat membantu Meri. Karena itu Rina mengatakan agar Meri tidak perlu khawatir. Rina pasti akan membantunya membereskan barang-barang di rumah barunya. Tapi kemarin Rina sibuk sekali di kantor. Karena itu, sorenya Rina malas ke rumah Meri. Ternyata Meri menelepon dan menanyakan mengapa Rina tidak datang. Meri menagih janji Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya Rina tidak suka. Memangnya saya berutang pada Meri?  Katanya. Yulia menjawab :&quot;Janji adalah utang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferdi tadi menelepon. Dulu Ferdi bekerja di kantor tempat Yulia bekerja. Sudah dua tahun dia di sana. Kemudian dia pindah bekerja di perusahaan lain. Baru dua minggu dia bekerja di perusahaan yang baru itu. Ketika akan masuk kerja, dia dijanjikan mobil dan jabatan yang tinggi. Tentu saja Ferdi senang sekali bekerja di perusahaan tersebut.  Tapi ternyata fasilitas yang sudah dijanjikan tidak sesuai. Tak ada mobil. Ketika Ferdi menagih ke atasannya sesuai janjinya, malah beliau tersinggung. Katanya, dia kan tidak berutang apa-apa? Lagipula belum kelihatan hasil kerjanya kok minta mobil. Kalau ternyata perusahaan berat memberikan mobil, mengapa dulu begitu mudah mengucapkan janji? Bukankah janji adalah utang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian penjualan, pagi tadi ada pelanggan yang marah-marah karena salah seorang karyawan berjanji akan datang pukul sembilan sambil membawakan formulir pesanan, ternyata hingga dua hari dia tidak muncul. Ada juga yang marah-marah karena bagian penjualan berjanji akan menelepon sepuluh menit lagi, eh ternyata sudah satu jam tidak juga menelepon. Padahal orang tersebut sudah menunggu di samping pesawat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Yulia belajar sesuatu. Sebagian orang sangat meremehkan janji. Padahal janji adalah utang yang harus ditepati. Yulia berniat tidak akan terlalu mudah mengucapkan janji. Dia sadar kadang-kadang janji diucapkan hanya untuk menunjukkan pada orang lain bahwa dia baik. Tapi Yulia diingatkan, bukan janji yang membuat orang kagum pada kita. Tapi menepati janji yang pernah diucapkan jauh lebih berharga.&lt;br /&gt;&quot;Janji adalah utang&quot;.&lt;br /&gt;Keep your promise!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;Sumber: Janji dan Utang oleh Lisa Nuryanti, Director Expands&lt;br /&gt;Consulting &amp;amp; Training Specialist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:lhandjojo@yahoo.com&quot;&gt;Leonard Handjojo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/janji-dan-utang.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-385757367075893153</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2007 07:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-21T00:12:53.324-07:00</atom:updated><title>JIKA TUHAN MENJATUHKAN BATU</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tdk bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 51, 0);font-size:78%;&quot; &gt;Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan &quot;batu&quot; kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:elvis.saragih@thomson.net&quot;&gt;Elvis Saragih&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/jika-tuhan-menjatuhkan-batu.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-9017445934627470532</guid><pubDate>Thu, 11 Oct 2007 05:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-10T22:13:57.782-07:00</atom:updated><title>Penjual Balon</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang anak berkulit hitam melihat penjual balon di sebuah keramaian. Orang itu jelas seorang pedagang yang baik karena ia membiarkan sebuah balon merah lepas, membumbung tinggi ke atas. Dengan demikian ia menarik perhatian orang banyak yang akan menjadi pembelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia melepaskan balon biru, kuning, kemudian putih. Semua lepas naik membumbung tinggi ke langit dan tidak kelihatan lagi. Anak kecil berkulit hitam berdiri memandang balon hitam terus menerus lalu bertanya, &quot;Pak, kalau balon hitam itu dilepaskan, apakah juga akan naik membumbung tinggi ke atas seperti yang lain?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual balon itu tersenyum penuh pengertian kepada anak itu. Ia memutuskan benang yang mengikat balon hitam itu dan balon itu pun naik membumbung tinggi, lalu berkata, &quot;Nak, bukan warna melainkan apa yang di dalamnya yang membuatnya naik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/penjual-balon.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4154598318513892514</guid><pubDate>Mon, 08 Oct 2007 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-07T20:55:53.504-07:00</atom:updated><title>JANGKRIK DAN UANG LOGAM</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu hari seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut mobil dan derap orang yang lalu lalang sangat menganggu orang desa itu. Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-2 orang desa itu  berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik ,&quot;Berhentilah sebentar. Apakah  kamu mendengar apa yang kudengar ?&quot; Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu dan tersenyum, dan kemudian berkata ,&quot;Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu lalang. Apa yang kau dengar ? Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya &quot; jawab si orang desa.&lt;br /&gt;Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata ,&quot;Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik disini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar di tengah kebisingan jalan ini ? Apakah kamu pikir kamu bisa mendengar suara jangkrik ?&quot;&lt;br /&gt;Kata orang desa itu ,&quot;Ya ! ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang&quot;. Orang desa itu berjalan beberapa langkah, lalu berhenti di samping tembok sebuah rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan diatas daun itu ada seekor jangkrik yang sedang bernyanyi keras sekali. Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan ia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka mulai berjalan-jalan kembali, orang kota itu berkata kepada teman desanya ,&quot;Kamu secara alami bisa&lt;br /&gt;mendengar lebih alami dari kami&quot;.  Orang desa itu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata ,&quot;Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik dari orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkan sesuatu&lt;br /&gt;kepadamu&quot;.&lt;br /&gt;Lalu orang desa itu mengambil uang logam dan melemparkannya ke trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh kepadanya. Kemudian  orang desa itu memungut uang logam itu, dan keduanya melanjutkan  berjalan-jalan.&lt;br /&gt;Kata orang desa itu ,&quot;Tahukah kamu sobat, suara uang logam tidaklah lebih keras dari suara jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengar dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bukan bahwa orang desa bisa mendengar lebih baik dari orang kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/jangkrik-dan-uang-logam.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-1278737412971460613</guid><pubDate>Thu, 04 Oct 2007 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-04T09:10:05.357-07:00</atom:updated><title>God&#39;s Plan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.&lt;br /&gt;Pohon pertama berkata, &quot;Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi dengan emas,&lt;br /&gt;perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pohon kedua berkata; &quot;suatu hari aku akan menjadi kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pohon ketiga berkata; &quot;aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk&lt;br /&gt;mencapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan&lt;br /&gt;mengingatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia mengira bahwa tukang kayu akan membuatnya menjadi peti harta karun, tetapi ia dibuat untuk menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak dan ia hanya diletakkan di kandang dan diisi jerami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir juga bahwa mimpinya  akan nyata, tetapi dia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan kecil, mimpinya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketiga dipotong-potong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dengan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sepasang suami - isteri tiba di kandang. Sang istri  melahirkan dan meletakkan bayinya di atas tumpukan jerami di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.&lt;br /&gt;Orang-orang datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar  bahwa didalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang didalamnya. tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri&lt;br /&gt;dan berkata &quot;DIAM! Tenanglah! dan badai pun berhenti!&quot;&lt;br /&gt;Ketika itu, tahulah ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul  sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncakbukit.&lt;br /&gt;Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan, karena Yesus yang disalibkan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/alkisah-ada-tiga-pohon-di-dalam-hutan.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-4854862141393546143</guid><pubDate>Wed, 03 Oct 2007 07:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-04T09:16:28.495-07:00</atom:updated><title>Why should we go to the church? (3)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka.&lt;br /&gt;Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain.&lt;br /&gt;Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal . Dia sunguh-sungguh tidak percaya.&lt;br /&gt;&quot;Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih,&quot; kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.&lt;br /&gt;&quot;Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam Natal , istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.&lt;br /&gt;&quot;Saya tidak mau menjadi munafik,&quot; jawabnya. &quot;Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan.&lt;br /&gt;Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.&lt;br /&gt;Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin.&lt;br /&gt;Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?&lt;br /&gt;Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat.&lt;br /&gt;Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam. Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang.&lt;br /&gt;Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus&lt;br /&gt;melompat-lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah&lt;br /&gt;menjauhi kandang yang hangat itu.&lt;br /&gt;&quot;Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan,&quot; kata pria itu pada dirinya sendiri, &quot;dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.&lt;br /&gt;Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi.&lt;br /&gt;Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.&lt;br /&gt;Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, &quot;Sekarang saya mengerti,&quot; bisiknya dengan terisak.&lt;br /&gt;&quot;Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From: &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/why-should-we-go-to-church-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-729981408700255258</guid><pubDate>Tue, 02 Oct 2007 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-04T09:32:23.886-07:00</atom:updated><title>Why should we go to the church? (2)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah.&lt;br /&gt;Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka.&lt;br /&gt;Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, &quot;Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tentu!&quot;&lt;br /&gt;&quot;Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya. &quot;&lt;br /&gt;&quot;Lalu apa khotbah dari pastor?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah.&lt;br /&gt;Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu.&quot;&lt;br /&gt;Tom menggoda, &quot;Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?&quot;&lt;br /&gt;Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.&lt;br /&gt;Dan anak-anak lain tampak menjadi malu.&lt;br /&gt;Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, &quot;Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur.&quot;&lt;br /&gt;Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, &quot;Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!&quot;&lt;br /&gt;&quot;Nenek, apa nenek tidak sedang melucu?&lt;br /&gt;Air didalam tas rajutan....!&lt;br /&gt;&quot;Nek, apa ini bukan lelucon?&quot; tanya Tom.&lt;br /&gt;&quot;Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu.&quot;&lt;br /&gt;Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang bertetes-teskan ..&lt;br /&gt;&quot;Lihat,nek,&quot; katanya. &quot;Tidak ada air di dalamnya.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Benar,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&quot;Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang.&lt;br /&gt;Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya. &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From  &lt;a href=&quot;mailto:%20rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/why-should-we-go-to-church-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-8319744434142250484</guid><pubDate>Mon, 01 Oct 2007 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-04T09:56:33.395-07:00</atom:updated><title>Why should we go to the church? (1)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang Kristen menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan  mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.&lt;br /&gt;Tulisnya, &quot;saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu  saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa  mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan  begitu banyak waktu - demikian pun para pastor itu telah memboroskan  waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: &quot;Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;&quot; &gt;From &lt;a href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/10/why-should-we-go-to-church-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-981649423298412866</guid><pubDate>Tue, 25 Sep 2007 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-04T10:17:42.658-07:00</atom:updated><title>Jika kau....</title><description>Jika kau tak pernah merasa sakit...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh?&lt;br /&gt;Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku Pelepas?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan...&lt;br /&gt;Bagaimana kau dapatmemanggil dirimu pemenang?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah merasa sedih...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penghibur?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu AkuPengampun?&lt;br /&gt;Jika kau tahu segala hal...&lt;br /&gt;Bagaimana kautahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanmu.&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkamu?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah hancur...&lt;br /&gt;Lalubagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah menghadapi masalah...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?&lt;br /&gt;Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan...&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?&lt;br /&gt;Jika kau tidak pernah melalui api...&lt;br /&gt;Lalubagaimana kau menjadi murni?&lt;br /&gt;Jika Aku memberikan semua barang kepadamu...&lt;br /&gt;Bagaimana kau akan menghargainya?&lt;br /&gt;Jika Aku tidak pernah mengoreksimu...&lt;br /&gt;Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?&lt;br /&gt;Jika kau punya semua kemampuan...&lt;br /&gt;Bagaimana kau belajar bergantung kepada-Ku?&lt;br /&gt;Jika hidupmu sempurna... Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 153, 153);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot;&gt;From &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;color: rgb(102, 102, 102);&quot; href=&quot;mailto:rudi_hartono@app.co.id&quot;&gt;Rudi_Hartono@app.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/09/jika-kau.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7709920488986721229.post-7969136198501728201</guid><pubDate>Fri, 21 Sep 2007 04:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-25T08:22:06.278-07:00</atom:updated><title>Uang Saling Berdebat</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada suatu saat di sebuah bank, segala macam uang rupiah. Mereka asyik berbicara tentang pengalaman masing-masing. Berkatalah uang 100.000 demikian, &quot;Aku senang sekali karena selalu hidup bersama orang kaya. Aku selalu dibawa ke mana pun mereka pergi: ke hotel dan restoran mewah, naik pesawat sudah menjadi langgananku.&lt;br /&gt;Mendengar itu uang 50.000 tidak mau kalah, &quot;Ah, aku juga tidak kalah senang, aku juga sering dibawa ke bar dan night club, bisa menikmati kehidupan malam dan hura-hura.&quot;&lt;br /&gt;Kemudian uang 20.000 dan 10.000 bersama-sama menimpali, &quot;Ah, aku pun puas meski hanya mampir ke toko buku dan bioskop-bioskop kelas dua saja, yang penting aku merasa senang.&quot;&lt;br /&gt;Tidak mau ketinggalan, uang 5.000 pun berkata, &quot;Meskipun tidak menikmati kesenangan-kesenangan seperti kalian, aku pun cukup senang mampir di warung bakso dan es.&quot;&lt;br /&gt;Yang paling kecil, uang 10.000 berkata, &quot;Tidak ada uang yang sebahagia aku. Aku adalah uang paling suci meskipun kadang paling lecek, kalian hanya bersenang-senang saja, sedangkan aku yang paling dekat dengan Tuhan, karena paling sering masuk ke kantong persembahan, jelas aku yang paling berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;.is_pub = &#39;agushandoyo&#39;;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Bookmark Button END --&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tamaneden.blogspot.com/2007/09/uang-saling-berdebat.html</link><author>noreply@blogger.com (Vision One)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>