<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6048464728878435518</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:34:24 +0000</lastBuildDate><title>Tambah ilmU</title><description>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com</description><link>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (azziza gustaf)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6048464728878435518.post-5840813272308811820</guid><pubDate>Fri, 13 Nov 2009 11:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-13T03:40:21.264-08:00</atom:updated><title>PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN SHU</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; SHU Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sedangkan perumusan pembagian shu ialah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal  yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan  jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;    *  Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.&lt;br /&gt;    * Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU per anggota &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * SHUA = JUA + JMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUA  = Jasa Usaha Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JMA = Jasa Modal Anggota  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU per anggota dengan model matematika &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU Pa = Va x JUA + S a x JMA&lt;br /&gt;      ________________________&lt;br /&gt;                  VUK TMS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUA : Jasa Usaha Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JMA : Jasa Modal Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi    Koperasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa : Jumlah simpanan anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.&lt;br /&gt;    * SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.&lt;br /&gt;    * Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.&lt;br /&gt;    * SHU anggota dibayar secara tunai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Sisa Hasil Usaha koperasi merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan, terdiri atas dua bagian.&lt;br /&gt;(2) Sisa Hasil Usaha yang diperoleh, pembagiannya diatur sebagai berikut. :&lt;br /&gt;2.1. Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari usaha dengan anggota  :&lt;br /&gt;       a. 30   %  Untuk dana Cadangan koperasi.&lt;br /&gt;       b. 50   %  Untuk Anggota berjasa dan Penyimpan.&lt;br /&gt;       c.   5   %  Untuk dana Pengurus.&lt;br /&gt;       d.   5   %  Untuk dana kesejahteraan Pegawai/Karyawan koperasi.&lt;br /&gt;       e.   5   %  Untuk dana Pendidikan.&lt;br /&gt;       f. 2,5  %  Untuk dana Pembangunan Daerah Kerja.&lt;br /&gt;       g. 2,5  %  Untuk dana sosial.&lt;br /&gt;2.2. Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari usaha dengan bukan Anggota  :&lt;br /&gt;       a. 60   %  Untuk dana cadangan koperasi.&lt;br /&gt;       b. 10   %  Untuk dana Pengurus.&lt;br /&gt;       c.   5   %  Untuk dana kesejahteraan Pegawai/karyawan koperasi.&lt;br /&gt;       d. 10   %  Untuk dana Pendidikan.&lt;br /&gt;       e.   5   %  Untuk dana Pembangunan Daerah Kerja.&lt;br /&gt;       f. 10   %  Untuk dana Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;referensi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9895/BAB+5.+SHU&lt;br /&gt;*kopersi swadaya;intra.fisika.lipi.go.id/koperasi/koperasi.</description><link>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/2009/11/pengertian-dan-pembagian-shu.html</link><author>noreply@blogger.com (azziza gustaf)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6048464728878435518.post-4641642881454130244</guid><pubDate>Sun, 25 Oct 2009 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-29T23:29:33.728-07:00</atom:updated><title>BEDAH KASUS MANJEMEN KOPERASI</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Jakarta,kompas 2 juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keberadaan KoperAsi perikanan dan nelayan yang diharapkan menjadi penopang kegiatan ekonomi nelayan dan masyrakat pesisir semakin tertinggal.Jumlah kopersi perikanan yang aktif saat ini hanya 700 unit dari total 1.200 unit kopersi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris jenderal induk koperasi perikanan indonesia(IKPI) hardadi lukito,di bali ,mengemukakan,penyebab tersendatnya kopersi,antara lain adalah minimnya permodalan dan kegiatan yang cendrung stagnan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Koperasi nelayan yang disebut koperasi unit desa (KUD)mina seharusnya menjalankan fungsi pelelangan ikan(TPI)sebagai bagian dari unit koperasi.namun,KUD mina diluar jawa umumnya tidak berkembang sehingga tidak mampu mengerakkan TPI.Sementara itu,sebagian bangunan TPI yang dibangun pemerintah belum optimal.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;tidak berfungsinnya KUD mina dan TPI di sejumlah wilayah menyebabkan opersional nelayan dan pemasaran ikan mengandalkan tengkulak dan pedagang pengumpul.belum berdayannya peran kopesi menyebabkan sulit memutus rantai ketergantungan terhadap tengkulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu sejumlah koperasi yang masih aktif mengalami kesulitan dalam membangun jaringan dengan perbankan.Citra buruk kredibilitas SDM kopersi dan manajemen keuangan yang tidak tertata menuai keraguan perbankan dalam menyalurkan permodalan lewat koperasi(LKT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISI:&quot;Akibat citra buruk kredibilitas SDM kopersi dan manajemen keuangan yang tidak tertata yanag mengakibatkan keraguan dari oihak perbankan dalma menyalurkan permodalan lewat koperasi,sehingga timbullah jarak dan kesenjangan antara nelayan dan pengurus,AKibatnya posisi tawar nelayan kecil menjadi rendah&quot;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TUGAS KE-2&lt;/span&gt;</description><link>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/2009/10/bedah-kasus-manjemen-koperasi.html</link><author>noreply@blogger.com (azziza gustaf)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6048464728878435518.post-8479905576839733523</guid><pubDate>Sat, 10 Oct 2009 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-10T03:33:47.009-07:00</atom:updated><title>awal mula ekonomi koperasi</title><description>Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ebanyakan umumnya koperasidi kendalikan sama-sama oleh seluruh anggotanya dan setiap anggota mempunyai hak suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi mulai masuk ke indonesia pada tahun 1896 yang memeperkenalkan adalah R.Aria Wiriatmadja yang mulai memperkenalkannya di daerah purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat itu banyak warganya yang terjerat hutang dan rentenir.pada saat itu koperasi mulai berkembang sangat pesat.Pada Akhirnya kegiatan R.Aria Wiriatmadja dikembangkan oleh De Wolf Van Westerrode assisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.Ketika De Wolf Van Westerrode kembali ke Jerman dan mempelajari koperasi simpan pinjam untuk tani dan koperasi simpan pinjam untuk buruh lalu ia mengembangkan sistem koperasi simpan pinjam Raden Aria Wiriatmadja sehingga waktu itu, sistem koperasi kita mengenal sistem koperasi simpan pinjam lumbung untuk kaum tani dan koperasi simpan pinjam untuk kaum buruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Koperasi di Indonesia mengalami Pasang surut serta keadaan yang naik turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan pun terus berlanjut dan pada tahun 1908 2 organisasi besar di Indonesia pada saat itu, Budi Utomo dan Sarekat Islam menganjurkan untuk berdirinya koperasi yang menyediakan keperluan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu Pemerintahan Hindia Belanda tepatnya pada tahun 1915 mengeluarkan Ketetapan Raja no. 431 yang berisikan tentang akta pembentukan koperasi dan sekitar tahun 1918, K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang telah membangun koperasi bernama ‘Syirkatul Inan’ atau SKN yang hanya anggotanya 45 orang, nah inilah koperasi yang pertama kali mendeklamirkan bahwa koperasi ini berbasis atas ajaran agama Islam.Tepatnya Ppada tahun 1920, Ketetapan Raja no. 431/1915 dinilai menyulitkan dalam berdirinya koperasi. Praktis banyak reaksi bermunculan akibat pernyataan ini sehingga oleh Dr. J.H. Boeke membentuk ‘Komisi Koperasi’ yang tugasnya meneliti kebutuhan masyarakat pada waktu itu untuk berkoperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Koperasi pada masa orde baru Pemberontakan G30S/PKI merupakan malapetaka besar bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Demikian pula hal tersebut didalami oleh gerakan koperasi di Indonesia. Oleh karena itu dengan kebulatan tekad rakyat dan&lt;br /&gt;bangsa Indonesia untuk kembali dan melaksanakan UUD-1945 dan&lt;br /&gt;Pancasila secara murni dan konsekwen, maka gerakan koperasi di Indonesia&lt;br /&gt;tidak terkecuali untuk melaksanakannya. Semangat Orde Baru yang dimulai&lt;br /&gt;titik awalnya 11 Maret 1996 segera setelah itu pada tanggal 18 Desember&lt;br /&gt;1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni dikenal&lt;br /&gt;dengan UU No. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkopersian.&lt;br /&gt;Konsideran UU No. 12/1967 tersebut adalah sebagai berikut ;&lt;br /&gt;1. Bahwa Undang-Undang No. 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian&lt;br /&gt;mengandung pikiran-pikiran yang nyata-nyata hendak :&lt;br /&gt;a. menempatkan fungsi dan peranan koperasi sebagai abdi langsung&lt;br /&gt;daripada politik. Sehingga mengabaikan koperasi sebagai wadah&lt;br /&gt;perjuangan ekonomi rakyat.&lt;br /&gt;b. menyelewengkan landasan-landasan, azas-azas dan sendi-sendi&lt;br /&gt;dasar koperasi dari kemrniannya.&lt;br /&gt;2. a. Bahwa berhubung dengan itu perlu dibentuk Undang-Undang baru yang&lt;br /&gt;sesuai dengan semangat dan jiwa Orde Baru sebagaimana dituangkan&lt;br /&gt;dalam Ketepatan-ketepatan MPRS Sidang ke IV dan Sidang Istimewa&lt;br /&gt;untuk memungkinkan bagi koperasi mendapatkan kedudukan hokum&lt;br /&gt;dan tempat yang semestinya sebagai wadah organisasi perjuangan&lt;br /&gt;ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan sebagai alat&lt;br /&gt;pendemokrasian ekonomi nasional.&lt;br /&gt;b. Bahwa koperasi bersama-sama dengan sector ekonomi Negara dan&lt;br /&gt;swasta bergerak di segala sektor ekonomi Negara dan swasta&lt;br /&gt;bergerak di segala kegiatan dan kehidupan ekonomi bangsa dalam&lt;br /&gt;rangka memampukan dirinya bagi usaha-usaha untuk mewujudkan&lt;br /&gt;masyarakat Sosialisme Indonesia berdasarkan Panvcasila yang adil&lt;br /&gt;dan makmur di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;3. Bahwa berhubungan dengan itu, maka Undang-Undang No. 14 tahun&lt;br /&gt;1965 perlu dicabut dan perlu mencerminkan jiwa, serta cita-cita yang&lt;br /&gt;terkandung dalam jelas menyatakan, bahwa perekonomian Indonesia&lt;br /&gt;disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan&lt;br /&gt;dan koperasi adalah satu bangunan usaha yang sesuai dengan susunan&lt;br /&gt;perekonomian yang dimaksud itu. Berdasarkan pada ketentuan itu dan&lt;br /&gt;untuk mencapai cita-cita tersebut Pemerintah mempunyai kewajiban&lt;br /&gt;membimbing dan membina perkoperasian Indonesia dengan sikap “ ing&lt;br /&gt;ngarsa sung tulada, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani “.&lt;br /&gt;Dalam rangka kembali kepada kemurnian pelaksanaan Undang-&lt;br /&gt;Undang Dasar 1954, sesuai pula dengan Ketetapan MPRS No.&lt;br /&gt;XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaharuan Kebijaksanaan Landasan Ekonomi,&lt;br /&gt;Keuangan dan Pembangunan, maka peninjauan serta perombakan Undang-&lt;br /&gt;Undang No. 14 tahun 1965 tentang Perkoperasian merupakan suatu&lt;br /&gt;keharusan karena baik isi maupun jiwanya Undang-Undang tersebut&lt;br /&gt;mengandung hal-hal yang bertentangan dengan azas-azas pokok, landasan&lt;br /&gt;kerja serta landasan idiil koperasi, sehingga akan menghambat kehidupan&lt;br /&gt;dan perkembangan serta mengaburkan hakekat koperasi sebagai organisasi&lt;br /&gt;ekonomi rakyat yang demokratis dan berwatak social.&lt;br /&gt;Peranan Pemerintah yang terlalu jauh dalam mengatur masalah&lt;br /&gt;perkoperasian Indonesia sebagaimana telah tercermin di masa yang lampau&lt;br /&gt;pada hakekatnya tidak bersifat melindungi, bahkan sangat membatasi gerak&lt;br /&gt;serta pelaksanaan strategi dasar perekonomian yang tidak sesuai dengan&lt;br /&gt;jiwa dan makna Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33. Hal yang demikian itu&lt;br /&gt;akan menghambat langkah serta keswakertaan yang sesungguhnya&lt;br /&gt;merupakan unsur pokok dari azas-azas percaya pada diri sendiri yang pada&lt;br /&gt;gilirannya akan dapat merugikan masyarakat sendiri.&lt;br /&gt;Oleh karenanya sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XIX/MPRS/1966&lt;br /&gt;dianggap perlu untuk mencabut dan mengganti Undang-Undang No. 14&lt;br /&gt;tahun 1965 tentang Perkoprasian tersebut dengan Undang-Undang baru&lt;br /&gt;yang benar-benar dapat menempatkan koperasi pada fungsi yang&lt;br /&gt;semestinya yakni sebagai alat dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33&lt;br /&gt;ayat (1)&lt;br /&gt;Di bidang idiil, koperasi Indonesia merupakan satu-satunya wadah&lt;br /&gt;untuk menyusun perekonomian rakyat berazaskan kekeluargaan dan&lt;br /&gt;kegotong-royongan yang merupakan cirri khas dari tata kehidupan bangsa&lt;br /&gt;Indonesia dengan tidak memandang golongan, aliran maupun kepercayaan&lt;br /&gt;yang dianut seseorang. Kiperasi sebagai alat pendemokrasian ekonomi&lt;br /&gt;nasional dilaksanakan dalan rangka dalam rangka politik maupun perjuangan&lt;br /&gt;bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Di bidang organisasi koperasi Indonesia menjamin adanya hak-hak&lt;br /&gt;individu serta memegamg teguh azas-azas demokrasi. Rapat Anggota&lt;br /&gt;merupakan kekuasaan tertinggi di dalam tata kehidupan koperasi,&lt;br /&gt;Koperasi mendasarkan geraknya pada aktivitas ekonomi dengan tidak&lt;br /&gt;meninggalkan azasnya yakni kekeluargaan dan gotong-royong.&lt;br /&gt;Dengan berpedoman kepada Ketetapan MPRS No. XXIII/MPRS/1966&lt;br /&gt;Pemerintah memberikan bimbingan kepada koperasi dengan sikap seperti&lt;br /&gt;tersebut di atas serta memberikan perlindungan agar koperasi benar-benar&lt;br /&gt;mampu melaksanakan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 beserta&lt;br /&gt;penjelasannya.&lt;br /&gt;Menurut pasal. 3 UU No. 12/1967, koperasi Indonesia adalah&lt;br /&gt;organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang&lt;br /&gt;atau badan hukum koperasi yang merupakan tata azas kekeluargaan.&lt;br /&gt;Penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa “ koperasi Indonesia adalah&lt;br /&gt;kumpulan orang-orang yang sebagai manusia secara bersamaan, bekerja&lt;br /&gt;untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dan&lt;br /&gt;kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;Dari pengertian umum di atas, maka ciri-ciri seperti di bawah ini&lt;br /&gt;seharusnya selalu nampak:&lt;br /&gt;a. Bahwa koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang dan bukan&lt;br /&gt;kumpulan modal. Pengaruh dan penggunaan modal dalam koperasi&lt;br /&gt;Indonesia tidak boleh mengurangi makna dan tidak boleh mengaburkan&lt;br /&gt;pengertian koperasi Indonesia berdasarkan perkumpulan orang-orang&lt;br /&gt;dan bukan sebagai perkumpulan modal. Ini berarti bahwa koperasi&lt;br /&gt;Indonesia harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan&lt;br /&gt;dan bukan kepada kebendaan;&lt;br /&gt;b. bahwa koperasi Indonesia bekerjasama, bergotong-royong berdasarkan&lt;br /&gt;persamaan derajat, hak dan kewajiban yang berarti koperasi adalah dan&lt;br /&gt;seharusnya merupakan wadah demokrasi ekonomi dan social. Karena&lt;br /&gt;dasar demokrasi ini, milik para anggota sendiri dan pada dasarnya harus&lt;br /&gt;diatur serta diurus sesuai dengan keinginan para anggota yang berarti&lt;br /&gt;bahwa hak tertinggi dalam koperasi terletak pada Rapat Anggota.&lt;br /&gt;c. Bahwa segala kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas&lt;br /&gt;kesadaran para anggota. Dalam koperasi tidak boleh dilakukan&lt;br /&gt;paksaan, ancaman, intimidasi dan campur tangan dari pihak-pihak lain&lt;br /&gt;yang tidak ada sangkut-pautnya dengan soal-soal intern koperasi;&lt;br /&gt;d. Bahwa tujuan koperasi Indonesia harus benar-benar merupakan&lt;br /&gt;kepentingan bersama dari para anggotanya dan disumbangkan para&lt;br /&gt;anggota masing-masing. Ikut sertanya anggota sesuai dengan kecilnya&lt;br /&gt;karya dan jasanya harus dicerminkan pula dalam hal pembagian&lt;br /&gt;pendapatan dalam koperasi”.&lt;br /&gt;Dengan berlakunya UU No. 12/1967 koperasi-koperasi yang telah&lt;br /&gt;berdiri harus melaksanakan penyesuaian dengan cara menyelenggarakan&lt;br /&gt;Anggaran dan mengesahkan Anggaran Dasar yang sesuai dengan Undang-&lt;br /&gt;Undang tersebut. Dari 65.000 buah koperasi yang telah berdiri ternyata yang&lt;br /&gt;memenuhi syarat sekitar 15.000 buah koperasi saja. Sedangkan selebihnya&lt;br /&gt;koperasi-koperasi tersebut harus dibubarkan dengan alasan tidak dapat&lt;br /&gt;menyesuaikan terhadap UU No. 12/1967 dikarenakan hal-hal sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;a. koperasi tersebut sudah tidak memiliki anggota ataupun pengurus serta&lt;br /&gt;Badan Pemeriksa, sedangkan yang masih tersisa adalah papan nama;&lt;br /&gt;b. sebagian besar pengurus dan ataupun anggota koperasi yang&lt;br /&gt;bersangkutan terlibat G30S/PKI ;&lt;br /&gt;c. koperasi yang bersangkutan pada saat berdirinya tidak dilandasi oleh&lt;br /&gt;kepentingan-kepentingan ekonomi, tetapi lebih cenderung karena&lt;br /&gt;dorongan politik pada waktu itu ;&lt;br /&gt;d. koperasi yang bersangkutan didirikan atas dasar fasilitas yang tesedia,&lt;br /&gt;selanjutnya setelah tidak tersedia fasilitas maka praktis koperasi telah&lt;br /&gt;terhenti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/2009/10/awal-mula-ekonomi-koperasi.html</link><author>noreply@blogger.com (azziza gustaf)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6048464728878435518.post-3085436152040710876</guid><pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-01T19:04:51.650-07:00</atom:updated><title>Arti, Pengertian, Definisi, Fungsi dan Peranan Koperasi - Ilmu Ekonomi Koperasi</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_wg2RCOOrDdv3K-b9GlffG_I0dJbSKuL7NBOiqpCuNciyNWf2Ch8Y_YLbgHiXNFgPLhLvfU8ZiAezM0N2z2uubgiweRgZ8qVtnGqrtY_n991qJfLVl5eDiKDMdjbcbgBlkibV1Ti1hJA/s320/LOGO+KOPERASI.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_wg2RCOOrDdv3K-b9GlffG_I0dJbSKuL7NBOiqpCuNciyNWf2Ch8Y_YLbgHiXNFgPLhLvfU8ZiAezM0N2z2uubgiweRgZ8qVtnGqrtY_n991qJfLVl5eDiKDMdjbcbgBlkibV1Ti1hJA/s320/LOGO+KOPERASI.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Landasan Idiil = Pancasila&lt;br /&gt;- Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri&lt;br /&gt;- Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;A. Fungsi Koperasi / Koprasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia&lt;br /&gt;2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia&lt;br /&gt;3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia&lt;br /&gt;4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia&lt;br /&gt;2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia&lt;br /&gt;3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://tambahilmu-gustav.blogspot.com/2009/10/arti-pengertian-definisi-fungsi-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (azziza gustaf)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_wg2RCOOrDdv3K-b9GlffG_I0dJbSKuL7NBOiqpCuNciyNWf2Ch8Y_YLbgHiXNFgPLhLvfU8ZiAezM0N2z2uubgiweRgZ8qVtnGqrtY_n991qJfLVl5eDiKDMdjbcbgBlkibV1Ti1hJA/s72-c/LOGO+KOPERASI.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>