<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576</id><updated>2024-11-01T17:32:55.965+07:00</updated><category term="Tanaman Buah"/><category term="Berita Pertanian"/><category term="Tanaman Sayur"/><category term="Tanaman Hias"/><category term="Tanaman Industri"/><category term="Artikel"/><category term="Budidaya Tanaman Buah-Buahan"/><category term="Tanaman"/><category term="Tanaman Obat"/><category term="Tanaman Pangan"/><category term="Tanaman Rempah"/><category term="Bibit"/><category term="Budidaya Tanaman Sayuran"/><category term="Pupuk"/><category term="Tanaman Organik"/><category term="Tips Menanam"/><category term="Video"/><category term="Alpukat"/><category term="Budidaya Tanaman Obat"/><category term="Kangkung"/><category term="Pupuk Organik"/><title type='text'>Tanaman Indonesia</title><subtitle type='html'>Sarana Informasi Pertanian Online Anda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-950224749965129836</id><published>2015-09-02T12:01:00.002+07:00</published><updated>2015-09-02T12:01:42.689+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Sayuran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Sayur"/><title type='text'>Cara Menanam Buah Paprika Dalam POT</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.tokopedia.com/indotanam/benih-paprika-orange-kuning-import-murah-harga-grosir?n=1&quot; imageanchor=&quot;1&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;paprika&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaBhG3dGpTJXODoLw9q6-DfJIGW743wDFYM6w8pu59TAmMKAG33v_sFerlfaPwiCPPwpNFsyzUUWXBTGo5oCMG-cmpKU3lgLmw_PAqpxrwBInITrnV4JOTZTOiyE7sz3ZNZuZABTkbWYI/s1600/paprika.jpg&quot; title=&quot;paprika&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.tokopedia.com/indotanam/benih-paprika-orange-kuning-import-murah-harga-grosir&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Paprika&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda suka dengan paprika? Sayuran 
berbentuk bulat, warna hijau, merah dan kuning cerah ini bisa ditanam di
 dalam pot. Ketika berbuah, terlihat cantik pas untuk dijadikan sebagai 
tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.tokopedia.com/indotanam/benih-paprika-orange-kuning-import-murah-harga-grosir&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Paprika &lt;/a&gt;masih merupakan satu famili dengan 
cabe besar, hanya berbeda varietas. Nama ilmiahnya tidak berbeda dengan 
nama ilmiah cabe besar, Capsicum annum. Karena bentuknya yang indah dan 
menarik inilah paprika bisa dijadikan tanaman hias dalam pot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada
 dasarnya semua tanaman sayuran dapat ditanam di dalam pot, tidak 
terkecuali tanaman paprika. Meskipun kebanyakan pengusaha pertanian 
bertanam paprika memilih dataran tinggi untuk kebun produksinya karena 
hawanya yang sejuk membuat hasil dan produksinya maksimal. Tetapi bagi 
hobiis, bisa saja menanam beberapa pot paprika di dataran rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum
 mananam paprika, pilihlah benih yang bermutu dan masa benih belum 
kadaluarsa, benih memiliki vigor  (daya kecambah tinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kecambahkan benih dalam media tanah  yang lembut. Bisa juga menggunakan cocopeat (serbuk sabut kelapa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cara
 menanam benih paprika dengan mencampurkan benih dengan tanah lembut 
atau pasir. Taburkan campuran benih dan tanah/pasir tersebut diatas 
tanah gembur dan subur dengan membuat alur dan tutuplah kembali dengan 
pasir atau tanah halus diatasnya. Letakkan di tempat yang teduh dan jaga
 agar kondisi selalu lembab. Siram menggunakan sprayer. 4 sampai 6 hari 
benih sudah berkecambah menjadi bibit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sementara menunggu 
bibit tumbuh besar, siapkan media tanam. Media berupa campuran pupuk 
kandang, kompos/bokashi dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk 
kandang berasal dari kotoran kambing atau bisa juga menggunakan kotoran 
ayam yang ditambah sekam padi agar lebih porus. Bisa juga menggunakan 
pupuk bokashi yang dicampur dengan tanah dengan perbandingan 3 : 1. 
Media dicampur rata kemudian dimasukkan ke dalam polybag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk
 transplanting atau pemindahan bibit ke dalam media tanam harus menunggu
 bibit berumur 30 hari . Tujuannya agar bibit kuat dan kemungkinan bibit
 tumbuhnya lebih besar. Transplanting lebih baik dilakukan pada sore 
hari karena suhu rendah atau tidak terlau panas sehingga bibit tidak 
layu karena respirasi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah ditanam, siram dan letakkan bibit di tempat yag teduh. Jika tanaman sudah segar, dapat dipindah di tempat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Perawatan
 dan pemeliharaan  tanaman  paprika dalam pot ternyata lebih efisien dan
 mudah. Di dalam pot, lingkungan mikro yaitu lingkungan disekitar 
tanaman lebih mudah dikendalikan. Misalkan jika tanaman kering, tinggal 
disiram. Tanaman tidak membutuhkan banyak air seperti jika menanam 
sayuran di lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyiraman dilakukan rutin pada pagi dan
 sore hari. Tergantung keadaan cuaca. Jika keadaan cuaca mendung dan 
hujan, cukup sehari satu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam pemupukan, lebih 
mudah mengontrolnya. Pemupukan dapat dilakukan 20 hari setelah 
transplanting dan 20 hari sekali dilakukan pemupukan hingga tanaman siap
 panen. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik, misalnya pupuk 
kompos, pupuk bokashi, pupuk kandang dll. Bisa juga menggunakan pupuk 
kimia N-P-K. Untuk pot dengan diameter 15 cm bisa ditaburkan 10 butir. 
Pemupukan dilakukan setelah tanaman umur satu bulan. Selanjutnya rutin 
satu bulan sekali hingga tanaman berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemanenan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bunga
 muncul setelah tanaman berusia 2,5 hingga 3 bulan. Bunganya kecil-kecil
 berwarna putih. Umur satu hari, bunga akan layu dan muncul bakal buah. 
Buah Paprika siap dipanen dan dipetik setelah 2 minggu dari bakal buah 
muncul. Tandanya buah berwarna merah, kuning atau hijau terang 
tergantung varietas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hama 
dan penyakit tanaman paprika sama dengan hama dan penyakit pada tanaman 
cabai. Antara lain, ulat pemakan daun dan buah, pengendaliannya cukup 
secara mekanis atau manual. Dapat juga dikendalikan dengan menggunakan 
pestisida buatan. Resep membuat insektisida buatan/herbal. Bahan, 3 
siung bawang putih ditumbuk dan dicampur dengan 1 cangkir air tembakau. 
Cara penggunaan/ aplikasi, bahan yang sudah dicampur tadi ditambahkan 
dengan 15 liter air lalu disemprotkan  pada daun atau buah yang ada 
ulatnya. Niscaya ulat akan kabur dan tidak akan mau makan tanaman 
paprika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Trips pada tanaman paprika sangat sulit 
pengendaliannya. Ciri tanaman terserang trips, daun dan pucuk tanaman 
keriput karena cairan tanaman dihisap oleh hama ini. Jika tanaman sudah 
terserang tetapi belum parah, bagian yang terkena dipotong/dipetik dan 
dibuang jauh dari tanaman. Tetapi jika sudah parah, maka lebih baik 
tanaman yang terserang dibuang dan diganti dengan tanaman baru  yang 
sehat dan media pun harus diganti.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Buat yang lagi butuh benih paprika, bisa lihat&lt;a href=&quot;https://www.tokopedia.com/indotanam/benih-paprika-orange-kuning-import-murah-harga-grosir&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt; disni.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/950224749965129836/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2015/09/cara-menanam-buah-paprika-dalam-pot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/950224749965129836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/950224749965129836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2015/09/cara-menanam-buah-paprika-dalam-pot.html' title='Cara Menanam Buah Paprika Dalam POT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaBhG3dGpTJXODoLw9q6-DfJIGW743wDFYM6w8pu59TAmMKAG33v_sFerlfaPwiCPPwpNFsyzUUWXBTGo5oCMG-cmpKU3lgLmw_PAqpxrwBInITrnV4JOTZTOiyE7sz3ZNZuZABTkbWYI/s72-c/paprika.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-8391616938875096638</id><published>2014-10-10T21:46:00.003+07:00</published><updated>2014-10-10T21:46:58.619+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alpukat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>Tanaman Alpukat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tanaman Alpukat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOSF40ARIXumKio45fugZJxHT0Cw6yIWhF520o0entbeoUDvgwmVD0pApeYuIdaArdaZU-DN3kY_BBXR1dKTFk9s1vFV3FNoEZjgWFpsFqb-7cer3fIYX6zbamP9d4RBMdzKHwGrNjyWg/s1600/alpukat.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Buah alpukat yang sering dijadikan just itu memiliki beberapa jenis buah. Penyebaran dan asalnya juga bermacam-macam. Nah berikut adalah jenis-jenis buah alpukat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Klasifikasi lengkap &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/tanaman-alpukat.html&quot;&gt;tanaman alpukat &lt;/a&gt;adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Divisi        : Spermatophyta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Anak divisi   : Angiospermae&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kelas         : Dicotyledoneae&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bangsa        : Ranales&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Keluarga      : Lauraceae&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Marga         : Persea&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Varietas      : Persea americana Mill&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;- Ras Meksiko&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;- Ras Guatemala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;- Ras Hindia Barat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/8391616938875096638/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/tanaman-alpukat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/8391616938875096638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/8391616938875096638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/tanaman-alpukat.html' title='Tanaman Alpukat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOSF40ARIXumKio45fugZJxHT0Cw6yIWhF520o0entbeoUDvgwmVD0pApeYuIdaArdaZU-DN3kY_BBXR1dKTFk9s1vFV3FNoEZjgWFpsFqb-7cer3fIYX6zbamP9d4RBMdzKHwGrNjyWg/s72-c/alpukat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-3841121750244543384</id><published>2014-10-10T21:24:00.002+07:00</published><updated>2014-10-10T21:24:47.163+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Buah-Buahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Hias"/><title type='text'>Cara Menanam Tanaman Beach Cherry</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara Menanam Tanaman Beach Cherry&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitO0ojcPFhKQAdazUKg9Tfqo_lp-C9GsSR9ixoe1qNrl5Mxzhx1caeifhyphenhyphenVG5I-Y4p3_I9Q3xfIB00g50VeBaNIMwr5WnvKBWez5YrqxCl_l-S4n1UXD7DMy7wRkqRjYTis_LPq4_vCU8/s1600/cerry.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Agar rumah anda akan terlihat lebih cantik, maka haarus ada &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html&quot;&gt;hiasan dari tanaman&lt;/a&gt; di halam rumah anda. Salah satu &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html&quot;&gt;tanaman yang indah&lt;/a&gt; untuk hiasan halaman rumah anda adalah tanaman beach cherry.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Asal tanaman ini adalah Australia dan didatangkan ke tanah air pada tahun 1996 oleh Dr.Muhammad Reza Tirtawinata . Beach Cherry adalah tanaman yang mudah dirawat, dan hanya mengandalkan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi dengan komposisi 1:1:1 antara pupuk kandang, sekam mentah, dan tanah sebagai media tanamnya. Bila menginginkan hasil yang lebih maksimal disarankan untuk memberikan pupuk kimia NPK dengan perbandingan 16:16:16 agar tanaman tumbuh dengan subur dengan cara pemberian 1 sendok  makan sekali dalam satu bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Agar penampilan pohon lebih menarik, &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html&quot;&gt;tanaman beach cherry&lt;/a&gt; harus rajin dipangkas. Selain lebih menarik, pemangkasan diperlukan untuk merangsang tumbuhnya cabang-cabang baru yang nantinya akan memunculkan bunga dan buah. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 bulan atau bila cabang-cabang tanaman sudah sebesar lidi. Bila beach cherry ditanam dari biji akan memerlukan waktu 2,5 sampai 3 tahun untuk dapat dilakukan pemangkasan karena pertumbuhan tanaman melalui biji akan sangat lambat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beach Cherry adalah &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/search/label/Tanaman%20Buah&quot;&gt;tanaman buah&lt;/a&gt; yang tahan akan serangan penyakit. Biasanya terserang hama kutu putih, itupun karena disebabkan tanaman yang berada di sekitarnya. Untuk serangan kutu putih, cara yang palig mudah untuk menanggulanginya adalah dengan menyemprotkan insektisida yang telah dicampur dengan deterjen karena deterjen dapat membantu membuka selubung putih pada kutu tersebut sehingga insektisida dapat bekerja secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dengan perawastan dan pemangkasan yang teratur, tanaman beach cherry dapat menjadi pilihan koleksi tanaman anda di rumah dan dapat mempercantik halaman rumah anda. Selamat mencoba..!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sumber : http://tipspetani.blogspot.com/2012/07/tips-cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/3841121750244543384/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3841121750244543384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3841121750244543384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-menanam-tanaman-beach-cherry.html' title='Cara Menanam Tanaman Beach Cherry'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitO0ojcPFhKQAdazUKg9Tfqo_lp-C9GsSR9ixoe1qNrl5Mxzhx1caeifhyphenhyphenVG5I-Y4p3_I9Q3xfIB00g50VeBaNIMwr5WnvKBWez5YrqxCl_l-S4n1UXD7DMy7wRkqRjYTis_LPq4_vCU8/s72-c/cerry.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-7676812770627876242</id><published>2014-10-10T21:20:00.003+07:00</published><updated>2015-09-02T11:50:42.219+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Buah-Buahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>Cara Budidaya Buah Markisa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Budidaya Buah Markisa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTyQR9tJhUYW617bJsYn9tQLIa0O34djv2vKoZqb1PZjRZyFehDguUHUCF8-viDsNQmCALyQyNuvxm-5ANp4hP8KKiWjjkrjqyjomQovlfDL3hPU3rhucQG44EPNcpOHK1lTGLXhV-jS4/s1600/markisa.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Buah markisa merupakan buah yang rasanya menyegarkan, karena buah ini adalah perpaduan antara rasa asam dan manis. Buah ini diminati oleh banyak masyarakat. Buah ini juga gampang dalam &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidata-buah-markisa.html&quot;&gt;budidaya&lt;/a&gt;nya. Berikut adalah cara budidaya buah markisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Buah markisa merupakan salah satu jenis buah impor yang kemudian berhasil dikembangkan di Indonesia. Daerah aslinya adalah daerah tropis dan subtropis di Amerika. Buah ini memiliki rasa yang khas, dengan rasa asam yang berpadu dengan manis sehingga memberikan sensasi menyegarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jenis &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidata-buah-markisa.html&quot;&gt;markisa &lt;/a&gt;yang umum ada dikembangkan di Indonesia ada tiga, yaitu markisa ungu, markisa kuning serta markisa manis. Ketiga jenis markisa ini hidup di dataran yang berbeda, markisa ungu biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi, markisa kuning tumbuh di dataran rendah sementara markisa manis khusus tumbuh di daerah Sumatra Barat. Budidaya markisa tidak susah namun karena markisa merupakan jenis tanaman subtropis sehingga untuk hasil maksimal disarankan untuk ditanam pada daerah dengan ketinggian 800-1500 meter diatas permukaan laut dengan suhu sekitar 20-30 derajat celcius. Kemudahan lainnya karena markisa tidak bermasalah dengan jenis tanah apapun asalkan unsur hara serta bahan organiknya cukup. Selain itu tanah juga tidak masam dengan PH 6,5-7,5. Satu hal lagi, seperti halnya tumbuhan yang lain, markisa akan tumbuh dengan baik mendapatkan air yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bagi Anda yang ingin melakukan&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidata-buah-markisa.html&quot;&gt; budidaya markisa&lt;/a&gt;, ada hal penting harus dilakukan saat memilih bibit markisa. Jenis-jenis markisa yang populer diatas memiliki beberapa kelebihan ataupun kekurangan. Markisa ungu mempunyai batang yang kecil serta akarnya pendek-pendek sehingga sangat rentan dengan kerusakan. Selain itu, batang markisa ungu juga tidak tahan terhadap serangga tanah, padahal markisa ungu merupakan jenis yang disukai karena rasanya manis. Beda halnya dengan markisa kuning yang sedikit asam, namun memiliki batang yang bagus. Untuk itu, beberapa orang menggabungkan dua jenis markisa ini dalam pembibitan dengan menyambung batang bawah markisa kuning serta batang atas markisa ungu hingga didapatkan hasil yang baik. Teknik ini sudah dicoba di beberapa daerah dan hasilnya cukup mengembirakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk penanaman tidak sulit, hanya saja tanaman ini harus dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan yang baik adalah dengan menggunakan pucuk bambu tanpa kawat karena bisa merangsang pertumbuhan markisa serta jumlah buahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setelah proses penanaman, markisa harus dipelihara. Walaupun termasuk mudah tumbuh, namun untuk hasil yang optimal markisa juga membutuhkan pemeliharaan khusus. Pemupukan merupakan pemeliharaan utama agar markisa tumbuh subur. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk urea ataupun pupuk kandang.Pemeliharaan lainnya adalah pengairan. Untuk tumbuh subur, markisa membutuhkan air yang cukup terutama saat &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidata-buah-markisa.html&quot;&gt;markisa berbunga&lt;/a&gt; ataupun &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidata-buah-markisa.html&quot;&gt;berbuah&lt;/a&gt;. Jika tidak mendapatkan air secara alami dari hujan, maka markisa harus disiram secara teratur, bisa dua kali ataupun cukup sekali dalam sehari namun harus rutin. Air ini penting karena buah bisa berkerut dan rontok jika kekurangan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Karena tanaman ini merupakan tanaman yang berjenis berdaun rimbun, maka jangan lupa untuk melakukan penyiangan. Agar tanaman tidak terlalu rimbun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/7676812770627876242/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidaya-buah-markisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/7676812770627876242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/7676812770627876242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/cara-budidaya-buah-markisa.html' title='Cara Budidaya Buah Markisa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTyQR9tJhUYW617bJsYn9tQLIa0O34djv2vKoZqb1PZjRZyFehDguUHUCF8-viDsNQmCALyQyNuvxm-5ANp4hP8KKiWjjkrjqyjomQovlfDL3hPU3rhucQG44EPNcpOHK1lTGLXhV-jS4/s72-c/markisa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-770176248327475693</id><published>2014-10-05T13:05:00.000+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.530+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Buah-Buahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>Membudidayakan Buah Naga</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Membudidayakan Buah Naga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;1. Persyaratan Tumbuh Tanam Buah Naga&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan iaut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Air cukup tersedia, karena tanaman Buah Naga ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air serta Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan.Tapi Jangan kawatir bagi anda yang mempunyai lahan kritis pun bisa di coba membudidayakan buah naga ini,dengan syarat pupuk kandang harus cukup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;2. Persiapan Lahan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman Buah Naga ini, karena tanaman Buah Naga ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam40- 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi atau kawat yang berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebulan sebelum budi daya/menanam buah naga, terlebih dahulu dibuatkan lubang tanah dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lubang tanam Buah Naga tersebut kemudian diberi pupuk kandang(usahakan pupuk kandang yang telah matang,jangan yang masih basah) sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3. Persiapan bibit Buah Naga dan penanaman Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Stek dan Biji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0f7DKguH182E-z4KJ1rcIZzvR_tD-QjgKRgFExveJgcJdxNhSLdpQnf4JEOGJC6evdF9jChgL2VWzbhtZoaHM4AofXMZiwh40N945jx4Quxir-XgVBhPB7n1bGwLMih8Ykc-EKyhwdICv/s320/Buah+naga+pelatihan-4.JPG&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Umumnya Buah Naga ditanam dengan stek, dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir, pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Pemeliharaan Tanaman Buah Naga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengairan Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air pada Buah naga berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-family: inherit; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXkzMhfqaMDAntfXtDfhZrf1w6gX1RuhG-doZjoGE9LCmLAPzZQUb-_I68MQ-qQKpqFKCAFbO1weD9XZwgYNZJiPZzlnYbc4yJSxmPSRUTfztWV_0VJaHEXZ8NbEtHXHyka3KUbA15Pfcx/s320/Buah+Naga+WI-5.JPG&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemupukan Buah Naga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pernupukan tanaman Buah Naga diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Tanaman Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemangkasan Buah Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: right; float: right; font-family: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJYwp5eA1iFI8raZVEMpxl2Qs7l7CbPWVCPGx0wy4kJZF-mh2GRqTVBkk24_PVWikaj9FYhAtZnxElGtaH6sY-YoHOikZ-8LQ7EuwgwJpqBVgLyiGqc_-0kwm9Ijac7aRa6L4DlVJVYGm6/s320/budidaya+buah+naga3.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Panen Buah Naga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah Naga yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc0PGrsZxqxEWEs3vT9KzVBJPqZBY873YqXvG9Hz7um8KdJJuc0AZ3OpDFfMJ4wajWX9zzQyu5agtwmj7ckiNVN0EahOFNwVcKawZdAEfpETjcWlYityw47_W31kCO9wo52gJnQsWoZp6v/s1600/buah+naga.jpg&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jadi Tunggu apa lagi,Jika anda mempunyai pekarangan atau lahan kosong,tidak ada salahnya anda mencoba budidaya buah naga,karena prospek dan peluang budidaya buah naga sangat cerah sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/770176248327475693/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/membudidayakan-buah-naga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/770176248327475693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/770176248327475693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/membudidayakan-buah-naga.html' title='Membudidayakan Buah Naga'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0f7DKguH182E-z4KJ1rcIZzvR_tD-QjgKRgFExveJgcJdxNhSLdpQnf4JEOGJC6evdF9jChgL2VWzbhtZoaHM4AofXMZiwh40N945jx4Quxir-XgVBhPB7n1bGwLMih8Ykc-EKyhwdICv/s72-c/Buah+naga+pelatihan-4.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-6328301846295676530</id><published>2014-10-05T13:02:00.000+07:00</published><updated>2014-10-05T13:02:01.841+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Apakah Buah, Perlu Dikupas Atau Tidak?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Apakah Buah, Perlu Dikupas Atau Tidak?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/19/1237138620X310.jpg&quot; height=&quot;124&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi (sumber gambar : kidsklik.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kekhawatiran akan residu pestisida yang tertinggal di kulit buah membuat banyak orang takut mengonsumsi buah-buahan secara langsung. Padahal, beberapa jenis buah seperti apel menyimpan nutrisi yang penting tepat di bawah kulitnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Kalau kulitnya dikupas, tentu vitaminnya bisa ikut terbuang. Memang ada nutrisi di daging buah tapi biasanya sedikit,&quot; kata dr Inge Permadhi, ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Karena itu, ia menganjurkan agar buah-buahan dimakan langsung dengan kulitnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk meminimalkan residu pestisida, dr Inge memberikan tips untuk mencuci buah dengan air hangat dan sabun kemudian dibilas dengan air mengalir. Saat ini juga tersedia sabun khusus untuk mencuci buah yang bisa digunakan. Jika Anda masih khawatir, bisa juga mengonsumsi buah-buahan organik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/6328301846295676530/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/apakah-buah-perlu-dikupas-atau-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6328301846295676530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6328301846295676530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/apakah-buah-perlu-dikupas-atau-tidak.html' title='Apakah Buah, Perlu Dikupas Atau Tidak?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-3063229492821437729</id><published>2014-10-04T22:27:00.003+07:00</published><updated>2014-10-04T22:27:54.629+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Sayuran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kangkung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Sayur"/><title type='text'>Bagaimana Cara Menanam Kangkung Darat Organik</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kangkung merupakan salah satu sayuran yang tumbuh baik di daerah tropis.
 Di Indonesia terdapat dua macam kangkung yang dibudidayakan secara 
komersial, yakni kangkung darat&amp;nbsp;dan kangkung air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat &amp;nbsp;(&lt;i&gt;Ipomoea Reptans&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sedangkan kangkung air &amp;nbsp;(&lt;i&gt;Ipomoea Aquatica&lt;/i&gt;) daunnya berwarna 
hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul &amp;nbsp;sehingga 
terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain 
perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda 
pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung 
air dipanen dengnan cara dipotong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial
 dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan 
ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat
 mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama.
 Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis 
sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan 
budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik 
relatif lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik didataran rendah maupun 
dataran tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya 
kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang 
cukup. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji dan stek. Namun 
khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penyiapan benih untuk budidaya kangkung&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan 
pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung 
yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera 
merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen 
Pertanian pada tahun 1980-an. Namun yang banyak beredar saat ini adalah 
kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur 
seperti Sidoarjo. Agak sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung
 yang beredar dipasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih
 dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. 
Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. 
Usahakan jangan menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu 
tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengolahan lahan dan pemupukan dasar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada budidaya kangkung darat &amp;nbsp;tanah harus diolah dengan dicangkul 
agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang 
menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, 
fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan 
pemanenan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;


&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2014/10/jenis-jenis-pupuk-organik.html&quot; title=&quot;Jenis-jenis pupuk organik&quot;&gt;jenis pupuk organik&lt;/a&gt;,
 bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. 
Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara 
intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara
 penyiapan pupuk kompos
 relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih baik pilih
 kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam 
lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang 
bersiklus panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut&amp;nbsp;di atas bedengan, 
kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penanaman&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Penanaman dengan cara ditebar&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignright&quot; id=&quot;attachment_387&quot; style=&quot;text-align: justify; width: 330px;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Budidaya kangkung darat organik&quot; class=&quot;size-medium wp-image-387&quot; src=&quot;http://www.alamtani.com/wp-content/uploads/2013/02/penyemaian-kangkung-tebar-320x199.jpg&quot; height=&quot;199&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Penanaman dengan cara ditebar (Sumber Gambar : http://www.alamtani.com)&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pe&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;anaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung &amp;nbsp;atau 
ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan lalu dipindah tidak terlalu 
ekonomis untuk budidaya kangkung darat. &amp;nbsp;Cara ditebar langsung dilakukan
 dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan 
cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja 
mahal. Kelemahan cara ini adalah boros pada penggunaan benih, karena 
bisa menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini memerlukan 
pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk 
mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang ideal. Dimana kepadatan 
ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita 
bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi 
tanaman yang ideal. Jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap 
lubang diisi 2-3 biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih
 banyak tenaga kerja karena pekerjaannya akan lebih lama. &amp;nbsp;Penugalan 
tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak 
memerlukan perakaran yang terlalu kuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: 1.5em;&quot;&gt;Pemeliharaan dan pemupukan lanjutan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam budidaya kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang intensif. 
Kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah
 sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi 
pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada 
kondisi kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas 
ditanami tumbuhan kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk 
tambahan cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hanya saja apabila tanaman terlihat kurang subur yang ditandai dengan
 warna hijau yang pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan.&amp;nbsp;Kangkung 
darat sangat responsif terhadap nitrogen. Apabila diperlukan bisa 
diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen seperti kotoran ayam yang 
telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah penyiraman. 
Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila curah 
hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim kering
 perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman 
terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan
 intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari 
terik bisa membuat tanaman mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung merupakan 
tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan 
rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih 
menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup 
tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat 
disingkirkan dengan dicabut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat grayak (&lt;i&gt;Spodotera Litura&lt;/i&gt;) dan kutu daun &amp;nbsp;dari (jenis&lt;i&gt; Myzus Persicae&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan &lt;i&gt;Aphyds Gossypii&lt;/i&gt;).
 Gejala serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran dau
 bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan
 dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (&lt;i&gt;Albigo Ipomoeae Panduratae&lt;/i&gt;).
 Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian
 akan semakin meluas. &amp;nbsp;Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan
 hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan 
hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam 
dan melakukan penyiraman yang tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan
 pestisida hayati seperti daun nimba, gadung, dan sereh wangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Panen dan pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 
30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan 
dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan 
dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar 
moderen, lebih memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan 
akarnya.&amp;nbsp;Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman 
kangkung sebanyak 23 ton per hektar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebelum di kemas dan dikirim ke pasar, hendaknya kangkung yang telah 
dicabut dibersihkan dulu dari tanah. Pencucian dilakukan dengan air 
mengalir atau air bersih agar terhindar dari kontaminan-kontaminan 
berbahaya. Tempatkan kangkung di tempat yang lembab dan jangan tersengat
 sinar matahari langsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berbeda dengan hasil budidaya konvensional, budidaya kangkung darat 
organik akan menghasilkan produk organik yang bersih dari kontaminan zat
 kimia berbahaya. Oleh karena itu, produknya cenderung mempunyai harga 
yang lebih tinggi. Sebaiknya jangan dijual langsung kepada para pengepul
 yang biasanya sudah siap mengambil langsung dari lahan. Apabila 
strategi pemasarannya kita jalankan, bukan tidak mustahil keuntungan 
yang diperoleh juga lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://www.alamtani.com/budidaya-kangkung-darat-organik.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/3063229492821437729/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/bagaimana-cara-menanam-kangkung-darat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3063229492821437729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3063229492821437729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/bagaimana-cara-menanam-kangkung-darat.html' title='Bagaimana Cara Menanam Kangkung Darat Organik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-2327416203028791362</id><published>2014-10-04T22:23:00.000+07:00</published><updated>2014-10-04T22:23:28.175+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pupuk"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pupuk Organik"/><title type='text'>Jenis-jenis Pupuk Organik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;abstract&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Buat yang masih bingung mengenai pupuk organik dan apa pula keunggulannya? Agar tidak bingung ada baiknya kita mengenali jenis-jenis dari pupuk organik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
   &lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam &lt;a href=&quot;http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/SUP4-3.pdf&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Permentan tentang pupuk organik&quot;&gt;Permentan No.2 tahun 2006&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;pupuk
 organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya 
berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses 
rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan
 organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk 
organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari 
sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau 
campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos
 aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang
 berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Teknologi pupuk organik berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan ini
 tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai 
masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, 
masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan petani terhadap pupuk. 
Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali digalakan untuk 
mengatasi berbagai masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jenis-jenis pupuk organik&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ada berbagai jenis pupuk organik yang digunakan para petani di 
lapangan. Secara umum pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan 
bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair
 dan padat. Sedangkan dilihat dari bahan penyusunnya terdapat pupuk 
hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;a. Pupuk hijau&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk hijau
 merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa 
panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. 
Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis 
leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini 
dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi 
serta cepat terurai dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengaplikasian pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah 
atau melalui proses pengomposan. Di lahan tegalan atau lahan kering, 
para petani biasa menanam leguminos, seperti ki hujan, sebagai pagar 
kebun. Di saat-saat tertentu tanaman pagar tersebut dipangkas untuk 
diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung 
diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk.&amp;nbsp;Sementara itu, di lahan sawah 
para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau. Azola merupakan
 tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini 
hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan
 sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat pengolahan
 lahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;b. Pupuk kandang&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk kandang
 adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, 
kerbau dan kambing. Secara umum pupuk kandang dibedakan berdasarkan 
kotoran hewan yang kencing dan tidak kencing. Contoh hewan yang kencing 
adalah sapi, kambing dan kerbau. Hewan yang tidak kencing kebanyakan 
dari jenis unggas seperti ayam, itik dan bebek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karateristik kot&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;oran hewan yang kencing waktu penguraiannya relatif 
lebih lama, kandungan nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan 
kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok digunakan pada tanaman yang 
diambil buah atau bijinya seperti mentimun, kacang-kacangan, dan tanaman
 buah.&amp;nbsp;Sedangkan karakteristik kotoran hewan yang tidak kencing waktu 
penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi, namun kurang kaya 
fospor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok diterapkan untuk 
tanaman sayur daun seperti selada, bayam dan kangkung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena 
ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang. Pupuk 
kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. 
Kotoran hewan cukup didiamkan sa&lt;/span&gt;mpai keadaannya kering dan matang 
sebelum diaplikasikan ke lahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;c. Pupuk kompos&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk kompos
 adalah pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui 
proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai 
atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. 
Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur atau kapang. 
Sedangkan makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing 
tanah. Dilihat dari proses pembuatannya, ada dua metode membuat pupuk 
kompos yaitu proses aerob (melibatkan udara) dan proses anaerob (tidak 
melibatkan udara).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai 
varian dekomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Sehingga
 pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, 
vermikompos, pupuk organik cair dan pupuk organik tablet.&amp;nbsp;Pupuk kompos 
bisa dibuat dengan mudah, silahkan baca&amp;nbsp;cara membuat kompos. Bahkan beberapa tipe pupuk kompos bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga, seperti pupuk bokashi dan pupuk kompos takakura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;d. Pupuk hayati organik&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk hayati merupakan pupuk yang terdiri dari organisme hidup yang 
memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan 
nutrisi penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian pupuk 
hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik melainkan sebagai 
pembenah tanah, lihat penjelasannya dalam pengertian pupuk hayati. Namun dalam penerapannya di lapangan seringkali dianggap sebagai pupuk organik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk hayati bekerja tidak seperti pupuk organik biasa yang bisa 
langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menyediakan nutrisi untuk 
tanaman. Pupuk ini secara alami menyediakan nutrisi melalui proses 
gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor 
dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk
 hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan 
secara berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk hayati dibuat dengan mengisolasi bakteri-bakteri tertentu seperti&amp;nbsp;&lt;em&gt;Azotobacter choococum&lt;/em&gt; yang berfungsi mengikat unsur unusr N,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bacillus megaterium&lt;/em&gt; bakteri yang bisa melarutkan unsur P dan&lt;em&gt;&amp;nbsp;Bacillus mucilaginous&lt;/em&gt; yang bisa melarutkan unsur K. Mikroorganisme tersebut bisa didapatkan di tanah-tanah hutan, pegunungan atau sumber-sumber lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karakteristik pupuk organik&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi 
bagi tanaman. Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber 
nutrisi, memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, 
meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sumber nutrisi tanaman lengkap.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Pupuk organik 
mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, baik yang 
sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara 
lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan 
magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), 
seng (Zn), klor (CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). 
Pupuk organik yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung
 semua kebutuhan unsur hara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Memperbaiki struktur tanah.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Pupuk organik merupakan
 material yang mempunyai sifat unik. Bisa menggemburkan tanah lempung 
yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang 
gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir 
maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus 
pasir sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa 
menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, 
pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi
 gembur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Meningkatkan kapasitas tukar kation&lt;/strong&gt;. Dilihat dari 
sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas 
tukar kation. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk 
meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang 
memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi 
tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material 
organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Meningkatkan daya simpan air.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Struktur kompos 
sangat menyerap air (higroskopis). Air yang datang disimpan dalam 
pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. 
Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman 
dapat terhindar dari kekeringan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Meningkatkan aktivitas biologi tanah.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Pupuk kompos 
mengandung mikroorganisme dekompomoser didalamnya. Mikroorganisme ini 
akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya 
yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang 
biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah 
nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk organik vs pupuk kimia sintetis&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dilihat dari kandungannya,&amp;nbsp;pupuk organik memiliki kandungan nutrisi 
yang lebih lengkap baik makro maupun mikro. Namun takarannya sedikit dan
 komposisinya tidak pasti. Setiap pupuk organik mempunyai kandungan 
nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda. Sedangkan pupuk kimia 
sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya
 banyak dan komposisinya pasti. Misalnya, urea banyak mengandung unsur 
nitrogen (N) dalam jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi 
lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penyerapan nutrisi &amp;nbsp;atau&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;zat hara pada pupuk organik
 lebih sulit dicerna tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan 
kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar 
kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi. 
Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap 
langsung oleh tanaman. Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah 
hilang dari tanah karena erosi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pupuk organik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena 
sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan 
air. Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Sementara itu pupuk kimia 
sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan 
mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dari sisi lingkungan dan ekosistem,&amp;nbsp;pupuk organik memicu perkembangan
 organisme tanah. Tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan 
nutrisi secara berkelanjutan. Karena aktivitas organisme tanah akan 
menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman. Sedangkan pupuk kimia
 sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk menyediakan 
nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah 
yang terus meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dilihat dari sisi kesehatan,&amp;nbsp;pupuk organik lebih menyehatkan bagi 
manusia karena tersusun dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh 
manusia. Sedangkan pupuk kimia sintetis diketahui unsur-unsur bebasnya 
membahayakan kesehatan. Namun khusus poin yang terakhir ini masih 
menjadi perdebatan di kalangan para peneliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sumber : http://www.alamtani.com/pupuk-organik.html &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/2327416203028791362/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/jenis-jenis-pupuk-organik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/2327416203028791362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/2327416203028791362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/10/jenis-jenis-pupuk-organik.html' title='Jenis-jenis Pupuk Organik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-926646598300380043</id><published>2014-03-14T08:13:00.000+07:00</published><updated>2014-03-14T08:26:12.519+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Sayur"/><title type='text'>Cara Budidaya Jagung dan Panduan Lengkap Cara Menanamnya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lokasi Penanaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah tanaman yang&amp;nbsp; memiliki tingkat fotosintesis tinggi, jadi sangat memerlukan cahaya matahari. Maka lokasi yang baik untuk&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; &lt;/span&gt;budidaya tanaman jagung adalah areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi untuk &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;budidaya tanaman jagung&lt;/span&gt; sebaiknya tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu, dalam pemilihan lokasi untuk&lt;b&gt; tanaman jagung&lt;/b&gt;, sebaiknya harus sesuai dengan syarat tumbuh &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;, atau yang dibutuhkan oleh tanaman jagung. Syarat tumbuh dijelaskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Susunan atau sifat tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya semua jenis tanah dapat ditumbuhi &lt;b&gt;jagung&lt;/b&gt;, namun sifat tanah yang paling dikehendaki oleh &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah yang drainasenya lancar, subur dengan humus dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Iklim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut berperan serta dalam 
menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim yang tidak 
mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan banjir, 
akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan
 dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas&amp;nbsp; 
jagung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tanaman jagung&lt;/b&gt; dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas pada
 daerah yang beriklim sejuk yaitu 50 derajat LU sampai 40 derajat LS 
dengan ketinggian sampai 3000 meter dari permukaan laut. Namun, untuk 
jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada tempat yang berbeda dari 
kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Derajat keasaman tanah (pH)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya kandungan unsure kimia
 dalam tanah serta kadar air dalam tanah tersebut. Daerah yang cenderung
 basah dan banyak humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat 
asam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk &lt;b&gt;tanaman jagung &lt;/b&gt;sebenarnya&amp;nbsp;
 toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, 
yaitu dengan kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 
sampai 7.&lt;br /&gt;
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kadar air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah air yang ada dalam tanah akan menentukan kadar air tanah. &lt;b&gt;Tanaman jagung&lt;/b&gt;
 memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan. Jadi 
penanaman jagung pun banyak diawali pada saat musim hujan mulai tiba. 
Selain menghemat tenaga untuk menyiram juga menambah sejuk/menambah 
kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena dapat 
mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan makanan yang dilakukan 
untuk beraktifitas dan berproduksi dari&lt;b&gt; tanaman jagung&lt;/b&gt; tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Intensitas cahaya matahari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran cahaya matahari yang intesif dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;,
 intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain untuk 
berfotosintesis, juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya 
yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suhu lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada dalam lingkungan.
 Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk diperhatikan, karena 
suhu yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan proses 
penyusunan makanan atau fotosintesis pada &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suhu yang baik untuk pertumbuhan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah antara 21 
sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, 
yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, 
sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan 
kecambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara 
multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang 
lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, 
sebab ternyata &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; juga dapat tumbuh pada lahan basah 
yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan, secara monokultur yaitu
 menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.&lt;br /&gt;
Cara penanaman jagung ada 2 cara, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Multikultur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Multikultur adalah penanaman lahan dengan banyak jenis &lt;b&gt;tanaman&lt;/b&gt; yang berbeda-beda secara bersama-sama. Misalnya dalam satu waktu pada suatu lahan ditanami &lt;b&gt;jagung&lt;/b&gt;, ketela pohon, dan kacang tanah.&lt;br /&gt;
Cara ini sering juga disebut dengan istilah tumpang sari, yang mempunyai
 tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga 
keseimbangan persediaan unsure-unsur yang ada dalam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Monokultur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Monokultur adalh menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman secara 
berselang seling, atau bergantian. Misalnya sekarang jagung, tahap yang 
kedua padi atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanamn dengan car ini sering disebut dengan istilah rotasi tanaman. 
Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama dengan 
tumpang sari, hanya saja waktu penanaman yang berbeda maka pengambilan 
unsure yang ada dalam tanah juga bergantian. Tapi dengan cara bergantian
 pula unsur itu akan berkurang, sehingga diharapkan dengan penanaman 
yang bergantian, keseimbangan jumlah unsur-unsur dalam tanah juga tetap 
terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sel;ain itu juga diselingi dengan tanaman kacang agar dapat diperkaya 
unsur Nitrogen, karena tanaman kacang tanah dalam akarnya terdapat 
bintil yang ada bakteri Rhizobium dapat mengikat Nitrogen dari udara 
bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penanaman kacang tanah, 
tanah akan subur kembali.&lt;br /&gt;
Kedua cara tersebut adalah bagian dari cara penanaman yang dipakai untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiElR1wYkimJRzcKLAu3_DEepPYFuUm_GIjtWhb_UFu75WTG2Fn6bIvYvjXBMmKnS1xElU2_Z_uKBIY2JId_Y79eLaLMXbk-hHQn8hMkWA10W7U-kLgy-YZ879d29YwXEthxch5J24LrzOK/s1600/budidaya+jagung.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Budidaya, jagung, cara menanam, tanaman, panduan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiElR1wYkimJRzcKLAu3_DEepPYFuUm_GIjtWhb_UFu75WTG2Fn6bIvYvjXBMmKnS1xElU2_Z_uKBIY2JId_Y79eLaLMXbk-hHQn8hMkWA10W7U-kLgy-YZ879d29YwXEthxch5J24LrzOK/s1600/budidaya+jagung.jpg&quot; title=&quot;Budidaya jagung&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sebenarnya masih ada car yang lain untuk mengatasi lahan yang kritis, 
yaitu dengan sengkedan dan terasering. Sengkedan dilakukan pada lahan 
yang dapat berdampak pada erosi tanah. Sedangkan terasering dilakukan 
pada lahan yang miring dibuat sawah yang bertingkat-tingkat dengan 
tujuan untuk menghambat erosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah yang terkena erosi terus menerus akan mengalami:&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan unsur-unsur hara didalamnya&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mudah longsor&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengurangan tingkat kesuburan&lt;br /&gt;
d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak dapat ditanami&lt;br /&gt;
e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengurangi hasil produksi&lt;br /&gt;
Di bawah ini ada usaha-usaha untuk mengembalikan kesuburan tanah apabila
 terjadi erosi pada lahan tanamn jagung, baik oleh air ataupun oleh 
angin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penjemuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penjemuran adalah cara yang sudah sering dilakukan oleh para petani 
sejak dahulu, terutama pada lahan persawahan, caranya dengan mencangkul&amp;nbsp;
 tanah dan membaliknya, kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama
 beberapa hari. Tujuan penjemuran adalah untuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membunuh bakteri pengganggu yang ada dalam tanah&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanah mendapatkan aerasi/pengudaraan&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Derajat keasaman tanah atau kebasaan dapat berkurang&lt;br /&gt;
d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanah dapat kembali subur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penghijauan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanah yang kurang subur karena terkena erosi, biasanya akan sulit 
ditanami. Untuk mengatasinya, dapat dengan penanaman kembali atau 
penghijauan, yaitu dengan menanam pohon pohon pelindung.&lt;br /&gt;
Tujuan penghijauan adalah untuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menambah kesuburan tanah, dengan cara pembuatan humus oleh tanaman pelindung melewati daunnya yang berguguran.&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akar tanaman pelindung dapat menahan laju air.&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mikroorganisme yang ada dalam humus akan dapat menguraikan zat 
organic dalam humus, sehingga menambah unsure hara dan kesuburan dalam 
tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Rotasi tanaman&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
adalah menanami sebidang tanah dengan tanaman yang berbeda secara 
bergantian. Misalnya ditanami jagung, lalu ditanami padi dan seterusnya.
 Tujuan rotasi tanaman adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Agar unsure hara yang ada dalam tanah tidak habis sekaligus&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jenis tanaman yang berbeda akan membutuhkan unsure yang berbeda pula, jadi pengambilan unsure terjadi secara bergantian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemupikan adalah usaha menambah atau mengganti hilangnya beberapa jenis unsure yang hilang bersama proses bercocok tanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa unsure adalah:&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemanenan dengan cara pencabutan sampai ke akar&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hanyut bersama dengan air saat penyiraman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-macam pupuk yang dapat digunakan antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pupuk kandang&lt;br /&gt;
Pupuk kandang adalah pupuk&amp;nbsp; yang berasal dari kotoran ternak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pupuk kompos&lt;br /&gt;
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari pembusukan sampah organic. 
Misalnya dari sisa pembusukan daun atau bagian tanaman lain yang sudah 
mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pupuk hijau&lt;br /&gt;
Pupik hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja 
dicabut, kemudian di tanam di sekitar lahan&amp;nbsp; pertanian. Tanaman yang 
sering di tanam adalah jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pupuk anorganik atau pupuk buatan&lt;br /&gt;
Pupik anorganik adalah macam-macam pupuk yang dibuat oleh pabrik.&lt;br /&gt;
Misalnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amonium sulfat (NH4)2 SO4 atau sering disebut ZA&lt;br /&gt;
2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nitrogen Posfor Kalium (NPK)&lt;br /&gt;
3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Urea&lt;br /&gt;
4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ASN atau ammonium sulfat nitrat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syarat tumbuh&lt;br /&gt;
Lokasi yang baik untuk bertanam jagung sebaiknya memenuhi syarat tumbuh.
 Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, pancaran sinar matahari, 
serta tinggi tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi&lt;br /&gt;
Ketersediaan sarana transportasi dapat mempermudah pengangkutan hasil 
panen, menekan biaya transportasi serta mencegah prnurunan mutu jagung 
sebelum pemasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan pemasaran&lt;br /&gt;
Lokasi bertanam jagung sebaiknya tidak jauh dari tempat pemasaran. 
Tujuannya adalah mencegah penurunan mutu jagung dan menghemat 
transportasi, termasuk biaya pengangkutan oleh tenaga kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketersediaan tenaga kerja&lt;br /&gt;
Tenaga kerja sangat diperlukan, dimulai dari proses penanaman, 
pemeliharaan dan saat pemanenan serta pengolahan hasil panen, sehingga 
mendapatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas&amp;nbsp; serta tidak 
terjadi penurunan mutu jagung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benih Tanaman Jagung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penyediaan benih adalah hal atau factor yang awal dan penting pada 
aktivitas bertanam jagung. Sebagai langkah awal dalam bertanam jagung, 
pemilihan bibit unggul biasanya dilaksanakan agar kita dapat mendapatkan
 hasil produksi yang tinggi pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih bibit jagung yang baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tongkol diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tongkol jagung yang tua berukuran besar, panjang dan langsing.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Klobot rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biji terletak dalam barisan yang lurus&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tongkol memiliki ranbut yang banyak &lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tongkol sudah dijemur sampai kering&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji yang unggul ditentukan oleh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Faktor genetic&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Faktor genetic adalah factor yang berhubungan dengan genotip yang baik, 
dan biasanya diturunkan dari induk pada keturunannya, misalnya daya 
tahan terhadap penyakit, dan daya reproduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Faktor fisik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Faktor fisik adalah benih yang bermutu tinggi meliputi kemampuan 
berkecambah yang tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas dari 
kotoran.&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan benih, sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, 
sebab bila kita menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya, akan 
mengalaminpengurangan/penurunan&amp;nbsp; kualitas/mutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benih yang unggul dapat kita beli pada took saprotan, distributor benih 
atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah timbulnya penyakit pada
 benih yang disebabkan oleh jamur, maka benih harus kita fungisida, atau
 insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.&lt;br /&gt;
Misalnya untuk mencegah bulai, dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sediakan air sebanyak 1 liter&lt;br /&gt;
2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masukkan dalam air tersebut 5 g Ridomil&lt;br /&gt;
3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masukkan biji jagung kedalam larutan tersebut&lt;br /&gt;
4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rendam benih selama&amp;nbsp; 15 menit&lt;br /&gt;
5)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah itu keringkan sampai kering dengan cara dijemur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lahan dan Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pengolahan lahan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi jagung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan jagung.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memperbaiki sifat fisik tanah.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu.&lt;br /&gt;
Lahan untuk bertanam jagung dapat diolah dengan menggunakan cangkul, bajak ataupun dengan traktor.&lt;br /&gt;
Pengolahan lahan untuk bertanam jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memecah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud memecah pada pengolahan tanah untuk bertanam jagung adalh 
menfubah kondisi tanah yang tadinya keras dan padat menjadi tanah yang 
gembur dan lunak, agar dapt diproses selanjutnya. Alat untuk memecah 
kondisi tanah ini adalah traktor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membalik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membalik tanah pada pengolahan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah penggantian atau pemindahan posisi dari bagian tanah sebelas atas menjadi sebelah bawah atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
Hal ini dilakukan karena tiap komposisi tanah yang memiliki sifat yang 
berbeda-beda, baik kandungan unsure maupun tingkat kesuburan tanahnya. 
Alat yang dipergunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meratakan tanah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Proses yang selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik adalah dengan 
diratakan, agar proses perawatan yang lain dapat berlangsung dengan 
mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan tenaga 
sapi atau kerbau atau tenaga manusia.&lt;br /&gt;
Di bawah ini perlu kita ketahui susunan dari lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan yang utama yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lapisan tanah atas/top soil&lt;br /&gt;
Lapisan tanah atas memiliki ciri-ciri antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Terletak pada bagian paling atas dari tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai tempat tumbuhnya berbagai tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berwarna gelap&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman dengan mencari makan pada bagian top soil ini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat hidup berbagai mikroorganisme&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat terjadinya humifikasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanahnya gembur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak mengandung unsure hara bagi tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Porositas dan drainasenya sangat baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketebalannya dipengaruhi oleh kemiringan, ketinggian dan jumlah tumbuhan yang ada di atasnya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lapisan tanah bawah/subsoil&lt;br /&gt;
Ciri-ciri lapisan tanah bawah/subsoil adalah sebagai&amp;nbsp; berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berwarna lebih muda dan lebih terang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Porositas dan drainase rendah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikatan butiran tanah lebih stabil&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak mengalami pelapukan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak mengandung tanah liat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lapisan bahan atau batuan induk/bed rock &lt;br /&gt;
Lapisan batuan induk memiliki ciri-ciri antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lapisan masih berupa batu yang belum mengalami pelapukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat terdapatnya kantung-kantung air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat terjadinya proses pelapukan secara fisik, kimia dan bilogis dalam waktu yang lama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan tanah yang diolah sebaiknya dalam keadaan tidak basah sebab akan
 lengket dan sukar digemburkan. Selain itu juga tidak terlalu kering, 
sebab akan terasa keras, sehingga perlu tenaga yang besar. Jadi 
sebaiknya dalam keadaan lembab agar mudah pengolahannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan tanah untuk bertanam jagung, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Setelah tanah diolah, maka tanah dibuat bedengan dengan ukuran yang sesuai dengan luas lahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selain itu di antara bedengan dibuat parit untuk pengaturan pengairan, yang dalamnya 20 cm dan lebarnya 40 cm.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Segera dilakukan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan tugal/batang kayu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan jarak antara lubang tanam bergantung pada kesuburan tanah dan daya tumbuh benih.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penanaman tanaman jagung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penanaman jagung dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan, sehingga pada masa pertumbuhan&lt;b&gt; tanaman jagung &lt;/b&gt;masih tersedia air dari curahan hujan.&lt;br /&gt;
Penanaman dilakukan dengan cara mengisi lubang tanam dengan satu benih 
jagung disertai dengan furadan 1 g tiap lubang. Tak lupa pada setiap 
lubang tanam ditutupi dengan jerami kering terlebih dahulu baru ditutup 
kembali dengan tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah proses yang penting, karena akan ikut menentukan hasil produksi dari aktivitas kita bercocok tanam jagung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan pemeliharaan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan air bagi &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;
 adalah dengan membuat saluran air pada sekeliling lahan atau dari 
turunnya air hujan. Sebab, bila kita harus menyiram lahan yang begitu 
luas, akan cukup merepotkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Air bagi tanaman jagung dibutuhkan untuk:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Saat awal pertumbuhan yaitu untuk perkecambahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saat pembentukan tongko&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat kekurangan air adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Biji lama/gagal berkecambah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tongkol jagung menjadi kerdil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Cara penyiraman lahan &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pada daerah yang cukup air, penyiraman dilakukan dengan cara 
menyalurkan air pada saluran air antara barisan tanamannjagung.. tunggu 
sampai 3 jam, bila air masih sisa dalam sxaluran tadi, maka air harus 
dibuang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada lahan yang kering, penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu penyiraman &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Setelah masa tanam jagung selesai, dengan tujuan agar biji jagung segera berkecambah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap hari satu kali&lt;b&gt; tanaman jagung&lt;/b&gt; disiram selama satu minggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah istirahat, penyiraman kembali dilakukan setelah minggu ke-4.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saat pembentukan tongkol, tanaman jagung disiram sehari sekali agar tumbuh dengan sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Jangan menyiram &lt;b&gt;tanaman jagung &lt;/b&gt;jika hari sudah hujan. Karena jika terlalu banyak air tanaman jagung bisa membusuk dan akhirnya mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman hanya dilakukan jika lahan kering saja.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyiangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penyiangan adalah kegiatannmembuang rumput liar/pengganggu yang ikut tumbuh bersama tanamanjagung, yang sering disebut gulma.&lt;br /&gt;
Macam-macam rumput liar yang sering tumbuh dalam lahan jagung adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Rumput teki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alang-alang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaki/tapakmkuda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meniran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Krokot&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Cara penanggulanggan rumput liar atau gulma ini adalah dngan cara:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Langsung dicabut dengan tangan secara beramai-ramai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan menggunakan herbisida yaitu senyawa kimia yang digunakan untuk membasmi gulma.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembubunan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pembumbunan adalah penimbunan tanah pada sekeliling &lt;b&gt;tanaman jagung.&lt;/b&gt; Caranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pertama-tama kita bersihkan rumput liar yang tumbuh disekitar&lt;b&gt; tanaman jagung&lt;/b&gt;, dengan cara dicabut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambil hasil cabutan rumput liar tadi, dan timbun dengan tanah pada sekeliling &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberian pupuk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pemberian pupuk yanmg dimaksudkan disini adalah pemupukan&amp;nbsp; lanjutan, yaitu setelah &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; berumur 2 minggu, dengan cara ditaburkan pada larikan tanaman jagung&lt;br /&gt;
Pemberian urea juga diberikan setelah &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; berumur 40 hari, dengan tujuan menungkatkan jumlah dan kualitas tongko, jagung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberian garam inggris&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan pemberian garam inggris pada &lt;b&gt;tanaman jagung&lt;/b&gt; adalah untuk:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Menambah kesempurnaan pertumbuhan sruktur daun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menambah kesempurnaan pertumbuhan tongkol jagung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memperkuat daya tahan tanaman jagung dari serangan penyakit, seperti bulai&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Larutkan garam inggris dalam air dengan perbandingan 4:1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semprotkan pada bagian daun tanaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan penyemprotan setiap semnggu sekali selama 4 minggu berturut-turut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembuangan bunga jantan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pembuangan bunga jantan pada tanaman jagung dilakukan pada saat bunga 
jantan keluar, tapi sebelum bunga mekar, jadi belum terjadi penyerbukan.&lt;br /&gt;
Tujuan pembuangan bunga jantan adalah untuk:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pengalihan kekuatan/tenaga pada pembuatan tongkol&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gar tongkol jagung menjadi lebih besar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar tongkol menjadi lebih banyak&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembuangan bunga jantan dilakukan setelah 40 hari penanaman, untuk 
tanaman jagung yang ditanam di dataran rendah. Sedangkan untuk tanaman 
jagung yang ditanam di dataran tinggi, pembungaan bunga jantan dilakukan
 setelah 50 hari penanaman, karena perbedaan intensitas cahaya matahari 
yang diterima.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuangan bunga jantan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Goyang-goyangkan batang secara perlahan, jangan terlalu keras sebab dapat merusak bunga, &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perhatikan pelepah daunnya, tunggu sampai pelepah daunnya melebar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika pelepah daun sudah melebar, maka cavutlah tangkai bunga jantan pada tanman jagung dengan hati-hati.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;E.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan 
agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya 
mengganggu hasil produksinya.&lt;br /&gt;
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Secara tradisional&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Secara mekanisme atau penanganan secara langsung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ulat langsung diambil dan dibasmi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tikus, dengan cara digeropyok beramai-ramai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung dengan diketapel&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Tanaman liar dengan disiangi/dicabuti secara langsung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengusir burung, dengan dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Dengan penanaman secara serentak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhimdar dari hama dan penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Modern&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Untuk mencegah serangan penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia 
pembasmi jamur/fungi. Misalnya, manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan 
Vitigran Blue.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,&lt;br /&gt;
Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ulat daun (prodenia litura)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Gejala tanaman jagung yang diserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ulat dau menyerang bagian pucuk daun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur tanaman yang diserang ulat daun sekitar 1 satu bulan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daun tanaman bila sudah besar menjadi rusak.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pencegahan dxengan penyemprotan insektisida folidol, basudin, diazinon dan agrocide dengan ukuran 1,5 cc dalam tiap 1 liter air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalat bibit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Disebabkan oleh lalat bibit (Atherigona exigua)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian dengan menghembuskan HCH 5% pada saat berumur 5 hari. 
Atau pengobatan dengan penyemprotan insektisida Hostathion 40EC, 
sebanyak 2cc tiap liter air dengan volume semprotan 100 liter tiap 
hektar lahan jagung.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ulat agrotis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gejala yang dialami pada bagian batang yang masih muda yaitu putus akhirnya tanaman jagung mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agrotis sp. Melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agrotis ipsilon, berwarna hitam kecoklatan, di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agrotis interjection, berwarna hitam, banyak terdapat di pulau jawa&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Pengendalian ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2
 ml tiap 1 liter air. Tiap hectare dapat digunakan 500 liter larutan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penggerek daun dan penggerek batang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bagian tanaman jagung yang diserang oleh ulat sesamia inferens dan 
pyrasauta nubilasis adalah ruas batang sebelah bawah dan titik tumbuh 
tunas daun tanaman jagung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala tanaman menjadi layu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penanggulangan dengan menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ulat tongkol (Heliothis armigera)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gejalanya dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan adanya terowongan dalam tongkol jagung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ulat tongkol menyerang/masuk dalam tanaman jagung melalui tongkol, baru memakan biji jagung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan 
membuat lubang dekat tanaman, diberi insektisida dan ditutup lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosis yang digunakan 10 gram tiap meter persegi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga, jangan 
menjelang panen, sebab dapat membahayakan kita yang ikut mengkonsumsi 
jagung karena residu dari insektisida tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit pada tanaman jagung, yaitu:&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hawar daun atau karat daun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit hawar daun dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hawar daun turcicum&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gejala penyakit ini berupa adanya bercak kecil berbentuk jorong, 
berwarna hijau kelabu. Lama kelamaan bercak menjadi besar dan berwarna 
coklat. Bentuk seperti kumparan, bila parah daun seperti terbakar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hawar daun maydis&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gejala yang dialami berupa bercak&amp;nbsp; coklat abu-abu pada seluruh permukaan daun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila parah dapat sampai ke jaringan tulang daun yang akhirnya jaringan dapat mati.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hawar daun corbonum&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gejala berupa bercak coklat&amp;nbsp; muda kekuningan bersudut-sudut memanjang yang dapat menyatu dan mematikan daun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyebabnya adalah cendawan Dreschslera zeicola yang tumbuh di 
daerah yang dingin, bersuhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengendalian dengan fungisida atau dengan thiram dan karboxin, serta
 dengan pengasapan atau perawatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu
 55 derajat celcius.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Penyakit bulai pada daun jagung disebabkan oleh cendawan&amp;nbsp; atau jamur sclerospora maydis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gejala berupa daun tanaman jagung berwarna kuning keputih-putihan bergaris, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pencegahan dengan pemberian Ridomil 35 SD pada benih agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman jagung yang mengalami kekurangan zat makanan akan mengalami berbagaib gangguan antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan nitrogen (N)&lt;br /&gt;
Akibat kekurangan unsure Nitrogen adalah tumbuhan menjadi kerdil, kurus,
 dan daun berwarna hijau kekuningan. Akibat yang paling parah tumbuhan 
jagung tidak berbuah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan fosfor (P)&lt;br /&gt;
Kekurangan Fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun agak 
ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga barisan biji 
tidak teratur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan kalium (K)&lt;br /&gt;
Gejala yang tampak adalah ujung bagian bawah daun menguning dan mati. 
Tumbuhan menghasilkan buah yang kecil dan ujungnya runcing.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan Kalsium (K)&lt;br /&gt;
Kekurangan kalsium menyebabkan daun mudanya tidak muncul dari ujung 
tanaman, daun agak kaku, berwarna kuning kehijauan dan kerdil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan Magnesium (Mg)&lt;br /&gt;
Tanaman jagung yang kekurangan magnesium, biasanya kerdil, bagian atas 
daun berwarna kuning. Dengan bergaris-garis tak normal berwarna putih. 
Daun yang tua berubah warna menjadi ungu kemerahan pada bagian tepid an 
ujung daun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan belerang (S)&lt;br /&gt;
Gejala yang tampak pada tanaman jagung yang kekurangan belerang adalah 
seluruh daunnya berubah warna menjadi kuning, baik dari daun yang muda 
sampai yang tua. Gejala lain adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil 
dan tidak/terlambat berbunga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan Seng (Zn)&lt;br /&gt;
Gelala penyakit ini dilihat setelah tanaman berumur 2 minggu yaitu pada 
tengah daun terdapat garis kuning sepanjang tulang daun, sedangkan 
bagian tepi daun tetap hijau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan zat besi (Fe)&lt;br /&gt;
Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman jagung bagian atasnya hijau pucat sampai putih di antara urat-urat daun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekurangan tembaga (Cu)&lt;br /&gt;
Gejala penyakit ini muncul dengan diawali mengeringnya daun termuda, 
kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun yang tua mati.&lt;br /&gt;
Gejala yang lain adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah bengkok atau roboh terkena angin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sumber : http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/01/Budidaya-Jagung-dan-Panduan-Lengkap-Cara-Menanamnya.html &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/926646598300380043/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/03/cara-budidaya-jagung-dan-panduan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/926646598300380043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/926646598300380043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2014/03/cara-budidaya-jagung-dan-panduan.html' title='Cara Budidaya Jagung dan Panduan Lengkap Cara Menanamnya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiElR1wYkimJRzcKLAu3_DEepPYFuUm_GIjtWhb_UFu75WTG2Fn6bIvYvjXBMmKnS1xElU2_Z_uKBIY2JId_Y79eLaLMXbk-hHQn8hMkWA10W7U-kLgy-YZ879d29YwXEthxch5J24LrzOK/s72-c/budidaya+jagung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-6117865728906511008</id><published>2013-05-24T08:37:00.003+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.509+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>Penyebab  Tanaman Tak Mau Berbuah </title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://infofadhl.files.wordpress.com/2012/04/250px-wax_apple1.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PENYEBAB Tanaman Tak Mau Berbuah &quot; src=&quot;http://infofadhl.files.wordpress.com/2012/04/250px-wax_apple1.jpg&quot; title=&quot;PENYEBAB Tanaman Tak Mau Berbuah &quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menanam tanaman buah di pekarangan rumah memang menyenangkan, selain membuat udara sekitar bertambah sejuk hasilnya pun dapat kita konsumsi atau jual untuk tambahan penghasilan. Namun apa jadinya kalau tanaman mogok berbuah? Tentu saja hasil yang kita harap-harapkan tak akan kunjung tiba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nah, sebelum mencari tahu penyebab &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/&quot;&gt;tanaman &lt;/a&gt;enggan berbuah ada baiknya kita ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu tanaman agar dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Syarat Tanaman Agar Cepat Berbuah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Sifat tanaman harus sudah kita kenal betul, apakah bibit yang kita tanam memang merupakan bibit &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/&quot;&gt;tanaman &lt;/a&gt;unggul yang mampu berbunga. Artinya, bibit tanaman tersebut bukan merupakan bibit keturunan tanaman mandul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Makro-klimat tanaman terpenuhi. Artinya, lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, unsur hara, curah hujan, maupun sinar matahari. Unsur hara yang paling berperanan dalam proses pembungaan adalah unsur P (phosfor), oleh karena itu unsur ini harus betul-betul tersedia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Mikro-klimat tanaman terpenuhi. Lingkungan di sekitar tanaman sehat dan memenuhi syarat hidup tanaman. Yang termasuk mikro-klimat antara lain keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, kelembapan udara, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.&lt;a href=&quot;http://tipspetani.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Keadaan tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah kita yakin benar bahwa tanaman buah-buahan kita telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka kita bisa segera melakukan berbagai perlakuan untuk mempercepat terjadinya pembuahan. Misalnya dengan melakukan pemangkasan, pelukaan batang, pengairan, pemberian hormon, dan sebagainya. Tentu saja bibit yang kita tanam pun harus merupakan bibit hasil perbanyakan secara vegetatif (seperti: cangkokan, okulasi, stek dll).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kegagalan Tanaman untuk Berbuah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah, tentu ada penyebab lain di luar syarat-syarat tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tanaman mogok atau gagal berbuah, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Tanaman memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur untuk berbuah ini bergantung pada jenis tanaman itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) terlalu berlebihan, sehingga tanaman masih tumbuh terlalu lebat dan terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari sehingga proses fotosintesis kurang menghasilkan karbohidrat, akibatnya penimpunan karbohidrat pun tidak maksimum sehingga bunga yang terbentuk sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang bunganya hanya bisa menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (misalnya pohon wuni, rukem, dan sebagainya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang berbuah bila bunganya mendapat sari bunga dari pohon yang sejenis, misalnya beberapa jenis pohon alpukat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;5. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;6. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur. Misalnya pada pohon kelapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;7. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi pada akhirnya buah yang dinantikan tak juga kunjung muncul, ini dapat disebabkan oleh gugurnya bunga karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- kurangnya nitrogen dalam tanah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- kurangnya air dalam tanah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- batang bawah bibit hasil okulasi yang kurang baik,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- dan adanya serangan hama dan penyakit,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- hujan yang terlalu deras, angin yang terlalu kencang, kemarau yang panjang, dan sebagainya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;- penyemprotan pupuk daun yang tidak tepat waktunya. Dalam hal ini adalah penyemprotan yang dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Jadi sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Usaha Penanggulangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bila ternyata tanaman buah-buahan yang kita miliki tidak memenuhi syarat tanaman agar menghasilkan buah, sebaiknya kita segera melakukan usaha-usaha demi mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab tanaman ngadat, tidak mau berbuah. Misalnya, tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu tidak sesuai dengan lingkungannya, iklim tidak cocok, curah hujan tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka mau tidak mau tanaman tersebut harus dibongkar dan diganti dengan tanaman buah-buahan lain yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apabila tanaman milik kita termasuk jenis yang tidak menyukai banyak air, misalnya mangga, jambu biji, jambu monyet, maka jalan yang harus kita lakukan adalah mengadakan pembuangan air yang menggenanginya. Hal ini bisa kita laksanakan dengan membuat saluran yang cukup dalam di sekitar tanaman, sehingga bila turun hujan deras air tidak sampai tergenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tanaman yang tumbuh terlalu subur dengan daun-daun yang lebat dan rimbun sebaiknya segera dipangkas dan dikurangi, terutama ranting yang membalik ke arah batang, begitu pula ranting yang tumbuh bersilangan. Sedangkan untuk mengurangi kesuburannya, bisa kita lakukan dengan jalan membuang kulit batang selebar lebih kurang 1 cm di sekeliling batang. Selain itu ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan memangkas sebagian akar. Ujung-ujung akar bisa dipotong dengan menggunakan singkup atau cangkul. Yang harus diperhatikan adalah bahwa akar-akar yang dipotong jangan sampai terlalu banyak, karena dikhawatirkan tanaman malah akan mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk pangkal bawah yang kurang bagus, meskipun tanaman telah tumbuh baik tetapi bagaimanapun juga tanaman itu tetap harus dibongkar dan diganti dengan jenis pohon yang lebih cocok serta sesuai dengan batang atas. Begitu pula bila tanaman terserang hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gugurnya bunga dan bakal buah. Masalah tersebut harus segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida, penyuntikan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sumber: Membuat Tanaman Cepat Berbuah karya Saptarini N., Eti Widayati &amp;amp; Lila Sari, penerbit: Penebar Swadaya cet. XI th. 1997, hal. 4-7.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/6117865728906511008/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/05/penyebab-tanaman-tak-mau-berbuah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6117865728906511008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6117865728906511008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/05/penyebab-tanaman-tak-mau-berbuah.html' title='Penyebab  Tanaman Tak Mau Berbuah '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-5702366236854260184</id><published>2013-04-07T12:16:00.001+07:00</published><updated>2013-04-07T12:17:22.504+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Menanam"/><title type='text'>Tips Menanam dan Merawat Tanaman Bonsai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/04/tips-menanam-dan-merawat-tanaman-bonsai.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Menanam dan Merawat Tanaman Bonsai&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGb73DpGGcl5MxTuuuvmKCn8BuuY2PX1dxsTTpIUhPM_RKsertYlq6xbB0bLdMHTVIPCB-RCjGuPlBsNbZNQHdvmfBM7-0kY0nKZHF0V4Ck1IZPFCjJhGujOP-B4Th_31r5A-ADYY3xaA/s1600/bonsai.jpg&quot; title=&quot;Tips Menanam dan Merawat Tanaman Bonsai&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tips menanam dan merawat tanaman bonsai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; - Tanaman bonsai merupakan sebuah seni
yang hidup karena membutuhkan waktu tenaga dan pikiran untuk membuat sebuah
bonsai yang indah dan sempurna . &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Ada beberapa &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;tips
merawat dan menanam bonsai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;, berikut tipsnya :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tahap-tahap penanaman tanaman bonsai :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mempersiapkan tempat penanaman
     atau pot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ,pot yang
     digunakan harus mempunyai lubang pada bagian dasarnya sehingga air sisa
     penyiraman dapat merembes keluar ,agar tanah tidak terbawa air maka lubang
     tersebut sebaiknya di tutup dengan kawat kasa atau batu kerikil . setelah
     itu barulah pot diisi dengan tanah yang subur . &lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Memindahkan tanaman kedalam pot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ,untuk memindahkan tanaman
     kedalam pot harus di lakukan dengan hati-hati dan cepat ,pertama siramlah
     tanah di sekitar tanaman dengan air agar ketika tanaman diangkat tanah
     tetap melekat pada akarnya ,kemudian ambillah jaga agar tanah tetap
     menempel pada akar tanaman stelah tanaman diambil buanglah sebagian tanah
     yang menempel pada akar tetapi jangan sampai merusak akar tanaman .potong
     dan buang akar tua yang telah mati lalu baru taruh tanaman kedalam pot
     atur hingga posisinya benar-benar sempurna . &lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pemeliharaan bonsai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; ,setelah penanaman tanaman bonsai
     kedalam pot bonsai harus terlindung dari sinar matahari hujan dan angin
     ,kelembaban tanah dalam pot juga harus dijaga jangan sampai tanah dalam
     pot kering .pemberian sinar matahari dilakukan setelah kurang lebih dua
     minggu tanaman tersebut ditanam ,pada tahap pertama pemberian sinar
     matahari cukup 1-3 jam saja kemudian secara bertahap dapat diperpanjang
     .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pemangkasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; ,merupakan cara unuk membentuk
     tanaman bonsai caranya dengan menggunting cabang-cabang yang kurang baik
     .pemangkasan dilakukan pada pangkal cabang untuk mencegah pengeringan pada
     bagian cabang yang tersisa .pemangkasan juga dilakukan untuk mengendelikan
     pertumbuhan cabang yang terlalu cepat .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pengawatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; ,cara ini dilakukan untuk merubah
     arah pertumbuhan batang atau cabang biasa dilakukan terhadap batang yang
     belum tua karena masih mudah di bentuk . pelaksanaannya mula-mula kawat
     diikatkan pada pangkal batang kemudian kawat dilingkarkan mengelilingi
     batang ke arah atas sehingga menyerupai spiral ,batang atau cabang dapat
     di bentuk sesuai kebutuhan .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pemangkasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; ,pertumbuhan daun yang terlalu
     lebat juga akan merusak komposisi dan keindahan tanaman bonsai maka harus
     dilakukan pemangkasan caranya dengan memetik beberapa daun yang tidak
     sesuai dengan komposisi yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : http://www.lebihhidup.com/2013/02/tips-menanam-dan-merawat-tanaman-bonsai.html </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/5702366236854260184/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/04/tips-menanam-dan-merawat-tanaman-bonsai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/5702366236854260184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/5702366236854260184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/04/tips-menanam-dan-merawat-tanaman-bonsai.html' title='Tips Menanam dan Merawat Tanaman Bonsai'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGb73DpGGcl5MxTuuuvmKCn8BuuY2PX1dxsTTpIUhPM_RKsertYlq6xbB0bLdMHTVIPCB-RCjGuPlBsNbZNQHdvmfBM7-0kY0nKZHF0V4Ck1IZPFCjJhGujOP-B4Th_31r5A-ADYY3xaA/s72-c/bonsai.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-4385773215442002953</id><published>2013-03-12T12:35:00.001+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.494+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bibit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Menanam"/><title type='text'>Cara Menyiapkan Bibit Pepaya yang Baik</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman pepaya biasa diperbanyak dengan biji,
maka sebaiknya pilih benih pepaya dengan syarat berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Diambil dari buah yang masak penuh di pohon&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Dari tanaman induk yang bebas dari hama dan
penyakit&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biji diambil dari buahnya dengan cara memotong
buah dengan pisau. Yang dipakai sebagai benih adalah biji-biji yang terdapat di
ujung buah. Biji-biji yang terdapat pada pangkal buah dekat tangkai buah
biasanya daya kecambahnya lebih rendah dibanding yang di ujung buah. Ini yang
berpengaruh terhadap perkecambahan biji pepaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Untuk mendapatkan &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2012/08/pengertian-benih-atau-bibit-tanaman.html&quot;&gt;bibit&lt;/a&gt; yang baik dan pertumbuhan
tanaman yang baik, sebaiknya dilakukan pembibitan dahulu baru dipindah tanam di
lapangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Air yang berlebihan di dalam kantong plastik
justru dapat menghambat pertumbuhan bibit pepaya. Kemudian biji pepaya ditanam
pada kantong plastik, 1 kantong plastik ditanami 1 biji.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selama di pembibitan &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2012/08/pengertian-benih-atau-bibit-tanaman.html&quot;&gt;bibit &lt;/a&gt;pepaya harus selalu
mendapat air yang cukup. Pada umur 1 bulan bibit pepaya diberi &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2012/08/metode-pemupukan-pada-tanaman.html&quot;&gt;pupuk&lt;/a&gt;. Bibit
yang sudah siap tanam diambil dari kantong plastik dengan cara merobek kantong
plastik. &lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/4385773215442002953/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/cara-menyiapkan-bibit-pepaya-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/4385773215442002953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/4385773215442002953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/cara-menyiapkan-bibit-pepaya-yang-baik.html' title='Cara Menyiapkan Bibit Pepaya yang Baik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-1863053123006259922</id><published>2013-03-10T19:16:00.000+07:00</published><updated>2013-03-10T19:16:00.092+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pertanian"/><title type='text'>RI Punya Lahan Luas, Tapi Impor Sayur dan Buah dari China</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;l_blue2_detik&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;- Sudah bukan rahasia umun lagi Indonesia masih
 tergantung terhadap barang-barang impor, termasuk pangan. Bahkan, 
buah-buahan seperti apel dan jeruk sampai kedelai yang sebenarnya bisa 
diproduksi di dalam negeri, tapi masih diimpor. China menjadi negara 
yang gencar mengimpor produk-produknya ke Indonesia. Kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat
 dan ahli pangan Indonesia Bustanul Arifin mengungkapkan, Indonesia 
sebagai negara tropis seharusnya bisa menghasilkan buah-buahan dan 
sayur-sayuran sendiri tanpa mengandalkan barang impor. Namun, tidak bisa
 terelakkan lahan yang dimiliki China jauh lebih luas dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia
 menyebutkan, Indonesia memiliki total luas lahan sebesar 191 juta 
hektar, diantaranya 100 juta hektar masih hutan, 8 juta hektar lahan 
kelapa sawit, 8 juta hektar sawah, dan sisanya lahan semak belukar. 
&quot;Nah, lahan-lahan itu diantaranya bisa dimanfaatkan untuk menanam 
hortikultura. Jika serius bisa diatasi sehingga bisa mengurangi impor,&quot; 
kata Bustanul kepada detikFinance, di Jakarta, Sabtu (9/3/13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
 dia, lahan yang dimiliki China bisa dianalogikan seperti dari Sabang 
sampai Merauke tanpa putus. Sehingga tak heran, jika China lebih mampu 
dalam memproduksi tanaman hortikultura dibanding Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lahan
 di China jauh lebih luas dari Indonesia, bahkan lebih luas dari Amerika
 Serikat. Diibaratkan lahan China itu dari Sabang sampai Merauke 
Indonesia,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Bustanul menambahkan, Indonesia 
perlu memanfaatkan lahan yang ada saat ini. Dia mencontohkan, ada 
sekitar 60 juta hektar lahan di Merauke yang bisa ditanami untuk produk 
hortikultura seperti bawang putih. Hanya saja, kebanyakan petani masih 
enggan untuk menanamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Lahan Merauke masih banyak. Untuk di lahan datar bisa ditanami tebu. Ke
 bawahnya lagi bisa ditanami produk hortikultura. Lahan di Merauke 
kira-kira ada 60 juta hektar. Kebanyakan petani tidak telaten menanam 
bawang putih karena hasilnya kalah bersaing dengan tanaman hortikultura 
lainnya,&quot; terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;h1 class=&quot;l_blue2_detik&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;sumber : detik.com&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/1863053123006259922/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/ri-punya-lahan-luas-tapi-impor-sayur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1863053123006259922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1863053123006259922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/ri-punya-lahan-luas-tapi-impor-sayur.html' title='RI Punya Lahan Luas, Tapi Impor Sayur dan Buah dari China'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-595427079728780771</id><published>2013-03-09T19:17:00.001+07:00</published><updated>2013-03-09T19:17:22.038+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pertanian"/><title type='text'>Kalau Punya Kemauan, RI Harusnya Tak Perlu Impor Gandum dan Bawang Putih</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Jakarta &lt;/strong&gt;- Sampai saat ini, Indonesia masih bergantung 
kepada pangan impor. Termasuk gandum ataupun bawang putih yang saat ini 
harganya tinggi dan masih bergantung pada impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat dan 
ahli pangan Indonesia Bustanul Arifin mengatakan, tahun lalu Indonesia 
mengimpor gandum 7 juta ton. Angka tersebut bisa terus meningkat jika 
Indonesia tidak segera melakukan terobosan baru untuk menghasilkan 
gandum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bustanul menyatakan, sebenarnya ada beberapa 
wilayah di Indonesia yang cocok ditanami gandum, hanya saja butuh 
kesungguhan dalam menanamnya dan ada dukungan pemerintah. 
Wilayah-wilayah itu meliputi Padang, Cirebon, Solo, dan Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Teknologi Bandung (ITB) pernah melakukan studi di Cirebon, Padang, Solo, dan Malang yang bisa ditanami gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sama
 halnya bawang putih, gandum sebenarnya bisa cocok ditanam di Indonesia,
 tapi harus manipulasi seperti menggunakan gas rumah kaca jadi 
mengontrol suhu, air, dan udara tapi investasinya cukup tinggi. bisa kok
 kalau mau usaha,&quot; kata Bustanul saat dihubungi &lt;strong&gt;detikFinance&lt;/strong&gt;, di Jakarta, Sabtu (9/3/13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia
 mengatakan, secara kultur memang tidak banyak petani yang mau menanam 
gandum karena tidak mau ambil risiko. Menanam produk hortikultura lain 
yang lebih menguntungkan menjadi salah satu alasannya. Seperti halnya 
anggur, Indonesia bisa memproduksinya sendiri, namun secara kuantitas 
tidak mampu memenuhi kebutuhan permintaan konsumen. &quot;Kalau anggur dan 
kiwi memang agak susah, tapi kalau bawang putih atau gandum bisa kalau 
diusahakan,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, Indonesia memiliki total 
lahan seluas 191 juta hektar, di antaranya 100 juta hektar masih hutan, 8
 juta hektar lahan kelapa sawit, 8 juta hektar sawah, dan sisanya lahan 
semak belukar. &quot;Nah, lahan-lahan itu diantaranya bisa dimanfaatkan untuk
 menanam hortikultura. Jika serius bisa diatasi sehingga bisa mengurangi
 impor,&quot; cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal itu, Busatanul menambahkan, perlu 
campur tangan pemerintah dalam meningkatkan produksi produk-produk 
hortikultura agar tidak selalu bergantung pada impor. Campur tangan 
tersebut, kata dia, bisa dilakukan dengan mengikutsertakan Badan Usaha 
Milik Negara (BUMN) untuk mengelola penananman produk-produk 
hortikultura seperti ganduum. &quot;Peran BUMN perlu karena kan negara bisa 
ikut andil untuk pembiayaan,&quot; kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik 
(BPS) mencatat sepanjang 2012 Indonesia mengimpor 415.000 ton bawang 
putih dari beberapa negara dengan nilai US$ 242,3 juta atau senilai Rp 
2,3 triliun bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas bawang putih impor datang 
dari China yaitu sebanyak 410.100 ton dengan nilai US$ 239,4 juta atau 
Rp 2,27 triliun untuk periode Januari hingga Desember 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat
 kegiatan impor bawang putih dari China ini berjalan sepanjang tahun, 
sementara ada beberapa negara lain yang memasukkan bawang putih ke dalam
 negeri seperti India, Malaysia, Pakistan, dan Thailand, tetapi impornya
 tidak terjadi setiap bulan dan tak signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impor bawang 
putih dari India, total sepanjang tahun 2012 sebanyak 3.424 ton dengan 
nilai US$ 1,7 juta, impor dari Malaysia sebanyak 1.124 ton dengan nilai 
US$ 1,1 juta, bawang putih dari Pakistan sebanyak 203 ton dengan nilai 
US$ 81,2 ribu, dan Thailand sebesar 58 ton dengan nilai US$ 37 ribu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
sumber : detik.com &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/595427079728780771/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/kalau-punya-kemauan-ri-harusnya-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/595427079728780771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/595427079728780771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/kalau-punya-kemauan-ri-harusnya-tak.html' title='Kalau Punya Kemauan, RI Harusnya Tak Perlu Impor Gandum dan Bawang Putih'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-7943043269142335251</id><published>2013-03-09T19:14:00.003+07:00</published><updated>2013-03-09T19:15:10.252+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pertanian"/><title type='text'>Zaman Pak Harto RI Produksi 2 Juta Ton Kedelai, Sekarang Cuma 800 Ribu Ton</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5N9DmJInKGvYe7_EI2M7C80IIMJ9i5nooRsZKW5SsLWtSt4AZCRJ47WxKv7ZijlZ_WcQyk9kHgceA9iCM83h84HNJDGuSy449EDQcfZzocdygkZoP1w1yJGrOV8X3jUKzj-qWlW5Rq0A/s1600/181054_181458kedelai3.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Zaman Pak Harto RI Produksi 2 Juta Ton Kedelai, Sekarang Cuma 800 Ribu Ton&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5N9DmJInKGvYe7_EI2M7C80IIMJ9i5nooRsZKW5SsLWtSt4AZCRJ47WxKv7ZijlZ_WcQyk9kHgceA9iCM83h84HNJDGuSy449EDQcfZzocdygkZoP1w1yJGrOV8X3jUKzj-qWlW5Rq0A/s1600/181054_181458kedelai3.jpeg&quot; title=&quot;Zaman Pak Harto RI Produksi 2 Juta Ton Kedelai, Sekarang Cuma 800 Ribu Ton&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;- Masih ingat kisruh soal harga kedelai mahal 
yang membuat para perajin tempe dan tahu menjerit? Produksi kedelai di 
Indonesia turun sementara kebutuhan meningkat, sehingga terpaksa harus 
bergantung pada impor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengamat dan Ahli Pangan Bustanul Arifin 
mengatakan, produksi kedelai Indonesia saat ini turun drastis, sehingga 
ketergantungan mengimpor bahan baku tempe dan tahu ini makin tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda
 dengan zaman Presiden Soeharto yang saat itu bisa memproduksi kedelai 
di atas rata-rata hingga 2juta ton per tahun, sekarang Indonesia hanya 
mampu memproduksi 800 ribu ton kedelai per tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, 
semasa pemerintahan Soeharto dulu, pemerintah melalui Badan Usaha Milik 
Negara (BUMN) bernama PT Patra Tani yang merupakan anak usaha dari 
Pertamina, ikut andil dalam peningkatan produksi tanaman kedelai. 
Sehingga produksi kedelai terus melimpah tanpa perlu bergantung pada 
impor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui campur tangan pemerintah itulah kendala biaya 
yang tinggi untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai bisa ditanggung 
oleh pemerintah, tanpa harus merugikan petani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bustanul 
mencontohkan, pada 1984 di daerah Prabu Mulih, Sumatera Selatan dekat 
dengan Palembang, terdapat lahan kedelai yang sangat luas. Lahan itu 
bisa menghasilkan kedelai hingga di atas rata-rata produksi kedelai 
nasional, kira-kira sekitar 1,6 juta hingga 2 juta ton per hektar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau
 zaman Pak Harto ada penyuluhnya dari PNS dan dibayar oleh negara. 
Selama ini kan petani tidak mau nanam karena merasa tidak untung. Waktu 
itu kita mampu, masa sekarang kita enggak bisa,&quot; tegasnya kepada &lt;b&gt;detikFinance&lt;/b&gt;, Sabtu (9/3/2013).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, Bustanul mengatakan, perlu adanya campur tangan BUMN untuk membantu meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Perlu pengembangan kawasan hortikultura seperti pada zaman Soeharto. 
Perlu dikelola BUMN dan diberikan penyuluhan dan dikelola menggunakan 
uang negara,&quot; cetusnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
sumber : http://finance.detik.com &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/7943043269142335251/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/zaman-pak-harto-ri-produksi-2-juta-ton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/7943043269142335251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/7943043269142335251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/zaman-pak-harto-ri-produksi-2-juta-ton.html' title='Zaman Pak Harto RI Produksi 2 Juta Ton Kedelai, Sekarang Cuma 800 Ribu Ton'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5N9DmJInKGvYe7_EI2M7C80IIMJ9i5nooRsZKW5SsLWtSt4AZCRJ47WxKv7ZijlZ_WcQyk9kHgceA9iCM83h84HNJDGuSy449EDQcfZzocdygkZoP1w1yJGrOV8X3jUKzj-qWlW5Rq0A/s72-c/181054_181458kedelai3.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-1843352677776647161</id><published>2013-03-09T19:10:00.004+07:00</published><updated>2013-03-09T19:10:46.510+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pertanian"/><title type='text'>Pemerintah Siap Membina Petani Salak Untuk Tingkatkan Kualitas Ekspor</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;Magelang – Pemerintah akan memberikan pembinaan khusus 
kepada para petani salak di wilayah Srumbung agar produk salak yang sudah menembus ekspor memiliki 
kualitas yang terjaga. Demikian dikatakan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat mengunjungi 
sejumlah kelompok tani salak Lumut di Dusun Kemukus, Sudimoro, Srumbung Rabu 
(6/3/2013)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;div&gt;
Menurut Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA produk salak 
lumut yang sudah menembus pasar China harus terus dijaga kualitasnya. Sebab, banyak negara tujuan 
ekspor yang memiliki standar tinggi, sehingga petani salak harus mau terus meningkatkan kualitas 
produknya. Hal ini seperti yang terjadi pada produk manggis asal Indonesia yang baru mampu menembus 
pasar Australia setelah 6 tahun mengajukan ekspor. “Buah salak merupakan khas tanaman tropis, 
termasuk buah – buahan eksotik. Jadi jangan sampai ada potensi besar, tapi tidak dimanfaatkan,” 
jelasnya.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;div&gt;
Ada dua jenis pembinaan utama yang akan dilakukan oleh pemerintah 
kepada para petani salak lumut di desa Srumbung yaitu pembinaan pasca panen dan pengemasan. “Kita 
akan bina agar petani mampu memenuhi standar ekspor karena beberapa negara sudah mulai menerima buah 
salak dari Indonesia. Kita permudah dengan mengeluarkan setifikasi, termasuk kita akan memenuhi 
standardnya bagaimana, agar negara pengimpor tidak rugi,” katanya&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;div&gt;
Dikatakan 
Mentan, dengan perawatan salak secara kontinyu akan meningkatkan kualitas sehingga harganya bisa 
lebih bersaing dan dapat memenuhi standar ekpor.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;div&gt;
Sumber: Biro Umum dan 
Humas&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt; - http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=1093&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma; font-size: x-small;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/1843352677776647161/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/pemerintah-siap-membina-petani-salak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1843352677776647161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1843352677776647161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/pemerintah-siap-membina-petani-salak.html' title='Pemerintah Siap Membina Petani Salak Untuk Tingkatkan Kualitas Ekspor'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-1941452058080262852</id><published>2013-03-09T19:09:00.000+07:00</published><updated>2013-03-09T19:09:07.938+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budidaya Tanaman Obat"/><title type='text'>JERUK NIPIS SEBAGAI TANAMAN OBAT TRADISIONAL</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Banyak manfaat
yang bisa diambil dari jeruk nipis. Salah satunya adalah membuat kulit menjadi
putih dan halus. Manfaat ini tentu menjadi berita gembira bagi kaum hawa yang
mendambakan kulit putih dan halus. Bagaimana memanfaatkannya, apa khasiat lain
dari jeruk nipis?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Jeruk nipis atau
yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang
paling banyak. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan
nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah dan daunnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Secara umum, buah
jeruk kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam
kandungan 100 g jeruk nipis, terdapat kalori 51 kal, protein 0,9 g, lemak 0,2
g, karbohidrat 11,4 g, mineral 0,5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg
dan asam askorbat 49 mg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Rasa jeruk nipis
yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut
orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk
mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak
teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau
badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam,
terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit),
mimisan, radang hidung dan ambeien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;Akar Jeruk Nipis untuk mengobati
Ambeien ( Wasir/Hemoroid).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;Selain buah dan daunnya, akar jeruk nipis dapat
dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk mengobati penyakit ambeien (wasir),
caranya ambil ½ genggam akar jeruk nipis lalu cuci hingga bersih, kemudian
revus kedalam 6 gelas air dengan api kecil hingga tersisa 3 gelas.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setelah dingin, airnya diminum 3 kali sehari
masing-masing 1 gelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: Arial; mso-ansi-language: SV;&quot;&gt;sumber : okezone.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/1941452058080262852/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/jeruk-nipis-sebagai-tanaman-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1941452058080262852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1941452058080262852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/03/jeruk-nipis-sebagai-tanaman-obat.html' title='JERUK NIPIS SEBAGAI TANAMAN OBAT TRADISIONAL'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-6636126238441016982</id><published>2013-02-06T22:16:00.000+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.516+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Obat"/><title type='text'>Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/buah-pepaya-yang-kaya-manfaat.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6JhUr0dS53KdPaGn0lMwPt83XPeqi5ftqWaiogjyWqDPuzLuNw2oODNpx6b_yANGaCxGLm4z4aNSo20EcoSKrdvjdfsc2tgK5u5PlEti_gsQmMELhUjF3ywpRRkQJJ1LY5qMxlj-C-TA/s200/Manfaat+buah+pepaya.jpg&quot; title=&quot;Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anda mungkin selama ini berpendapat bahwa buah pepaya adalah buah kampung, buah yang sepele, buah yang nggak bermanfaat kecuali membuat perut kenyang saja. Memang benar pepaya adalah buah yang sederhana, murah meriah, mudah didapat di mana-mana, bisa didapat kapan saja karena tidak kenal musim. Namun salah kalau pepaya dikatakan sebagai buah yang sepele dan nggak bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Taukah anda bahwa di balik kesederhanaan, kemurah-meriahannya, dan kemudahan mendapatkannya,ternyata buah pepaya menyimpan begitu banyak manfaat bagi kesehatan tubuh anda? Anda penasaran, ingin tahu apa saja sih manfaat buah pepaya? Yap, pastikan anda membaca artikel ini sampai habis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Inilah sebagian dari manfaat buah pepaya yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh anda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Taukah anda bahwa pepaya mengandung vitamin A dalam jumlah yang lebih banyak daripada wortel, dan mengandung vitamin C yang lebih banyak daripada jeruk. Pepaya juga kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah pepaya mengandung enzim papain yang sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerna protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi julah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masih ada lagi manfaat lainnya dari buah pepaya. Maka tunggu kelanjutan dari postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana, anda tertarik untuk mengkonsumsi buah pepaya? Atau anda punya tanggapan tentang buah pepaya? Tuliskan tanggapan anda di kotak komentar di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/buah-pepaya-yang-kaya-manfaat.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHqmP70sHvvU1l3ozNTRNDknv1XFa5fBuNnuIy5WCBtVDBZpOSZCqlTOFiAORFjP2IENXLc_rO5WjYW3u8OGNYHPmRbeifC3rpWoTQuwEOAWy-t7035brgb1bA63LrGgFFO-AinQ7Asvo/s200/Manfaat+buah+pepaya+001.jpg&quot; title=&quot;Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ini adalah kegunaan lain dari papain selain yang sudah disebutkan pada tulisan sebelumnya, yaitu berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan begitu banyaknya akan manfaat buah pepaya, dan begitu mudahnya buah pepaya didapat, serta begitu murahnya buah pepaya, maka suatu yang sangat tepat jika anda menyukai untuk mengkonsumsi buah pepaya. Bagaimana, anda tertarik untuk mulai menyukai buah pepaya??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sumber: human health&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/6636126238441016982/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/buah-pepaya-yang-kaya-manfaat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6636126238441016982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6636126238441016982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/buah-pepaya-yang-kaya-manfaat.html' title='Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6JhUr0dS53KdPaGn0lMwPt83XPeqi5ftqWaiogjyWqDPuzLuNw2oODNpx6b_yANGaCxGLm4z4aNSo20EcoSKrdvjdfsc2tgK5u5PlEti_gsQmMELhUjF3ywpRRkQJJ1LY5qMxlj-C-TA/s72-c/Manfaat+buah+pepaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-6223955599989450699</id><published>2013-02-03T11:01:00.001+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.513+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>Cara Menanam Buah Sirsak</title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-sirsak.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI2uwa_5KaHzlpc9JuPuo28EfYZlq85pcErGuoUlR7qxeJw0gEvVctHhLzknGDkae8BmKNPxMhiRGH-WglbbAMQSAAg6aOo6Gif6VNglqUp0Yr3504uPu6sF-hB2-BGyy5hfKFzBcEfokY/s320/sirsak+tipspetani.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah Sirsak  sering juga dinamakan orang Nangka Belanda, Nangka Sabrang dan buah  Mandalika. Mungkin karena Sirsak rnemang bukan buah asli Indonesia.  Tanaman Sirsak berasal dari Hindia Barat. Buah Sirsak yang telah masak  dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas terlebih dahulu. Selain dari  itu juga banyak digunakan untuk membuat sari buah, dodol dan  untuk&amp;nbsp;campuran es sirup. Bentuk buah Sirsak tidak beraturan. Ada yang  bulat, ada pula yang lonjong bahkan ada yang , bengkok bentuknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan kata  lain, bentuk buah Sirsak dari berbentuk ginjal sampai berbentuk seperti  telur saja.Kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau  warnanya.&amp;nbsp;Sewaktu masih muda buahnya berwarna hijau, setelah masak  warnanya&amp;nbsp;menjadi hij au kehitam-hitaman. Dagrng buahnya berwarna putih  dan&amp;nbsp;mengandung banyak serat. Biji Sirsak berwarna hitam. Bentuknya  agak&amp;nbsp;lonjong dan pipih. Dalam Setiap buah terdapat biji yang cukup  banyak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pohon Sirsak  mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya antara 3  sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur  terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga  seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang  sarinya&amp;nbsp;cukup banyak, begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak  dengan mempergunakan bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau  okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari setiap  tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah harus  dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara menanamnya  sama saja dengan cara, menanam tanaman buah-buahan lainnya. Demikian  pula pemeliharaan selanjutnya,&amp;nbsp;Pohon Sirsak baru dapat dipetik buahnya  setelah berumur 3 tahun lebih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sirsak  membutuhkan masa pertumbuhan untuk membentuk dedaunan tajuk pohon selama  lebih kurang 2 tahun. Masa peralihan dari masa pertumbuhan ke masa  berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah yang  terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun, biasanya rontok, apalagi kalau  mengalami&amp;nbsp;kekurangan air pada waktu musim kemarau. Kemungkinan buahnya  rontok ini&amp;nbsp;dapat dicegah. Caranya dengan mengairi tanah di sekitar,  Pohon Sirsak sampai cukup lembab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tetapi  rontoknya bunga dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang  lain.&amp;nbsp;Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat Pati untuk  Pertumbuhan,&amp;nbsp;Daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam bakal buah pada  masa peralihan itu belum seimbang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah yang sudah  terbentuk, sering tidak jadi, tumbuh lanjut karena tidak menerima  penyaluran bahan makanan yang akan ditimbunnya dengan wajar, Buah yang  tidak dapat tumbuh dengan wajar itu, rontok dengan sendirinya. Untuk  mengatasi hal Yang demikian itu, pohon&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sirsak itu  harus diberi&amp;nbsp;pupuk sebagai Penambah bahan makanan pada masa Peralihan  itu.Sehingga dapat pula .dengan segera memasuki masa berbunga dan  berbuah. Lebih baik lagr kalau pemupukan itu dilakukan sebelum ada bunga atau buah yang rontok. Pemberian pupuk dilakukan secara teratur sekali  setahun. Dipakai pupuk kandang secukupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/6223955599989450699/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-sirsak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6223955599989450699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6223955599989450699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-sirsak.html' title='Cara Menanam Buah Sirsak'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI2uwa_5KaHzlpc9JuPuo28EfYZlq85pcErGuoUlR7qxeJw0gEvVctHhLzknGDkae8BmKNPxMhiRGH-WglbbAMQSAAg6aOo6Gif6VNglqUp0Yr3504uPu6sF-hB2-BGyy5hfKFzBcEfokY/s72-c/sirsak+tipspetani.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-6891165528174596479</id><published>2013-02-03T08:54:00.001+07:00</published><updated>2013-02-03T08:54:19.551+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Obat"/><title type='text'>Rahasia Obat dari Buah Rambutan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berkah  buat negeri ini adalah tanaman dan tanaman apapun ada disini dan semua  buah unik didunia ada disini, boleh dibilang Indonesia adalah tanah  syurga. Ketika memasuki musim buah buahan penduduk negeri ini selalu  bisa menikmati hasil kekayaan alam berupa buah buahan, mulai dari  rambutan, duku, durian, mangga, manggis, ketela ungu, cempedak, sirsak,  pisang kepok, pisang ambon, matoa, kopi, nangka, sirsak dan banyak lagi  yang kesemua tanaman buah itu bisa dinikmati secara langsung maupun  harus dioleh dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/rahasia-obat-dari-buah-rambutan.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rahasia Obat dari Buah Rambutan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJG8s3huz60pcGb0P7h-Z2b04GrIZAJBNrqtyAGX9PZxRM7NoRePgtnUB9PAoEQSvhaZMmSlk-bH4XR_4w071sahGyakBbrZz0AGJvYeZ77arvww4cuEJlvm7fzH14fRe8XphghMpWrls/s1600/manfaatrambutan.jpg.jpg&quot; title=&quot;Rahasia Obat dari Buah Rambutan&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Rambutan yang banyak ditanam  sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis  ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit  2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian  300--600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang.  Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2--4 pasang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anak daun bulat lonjong, panjang  7,5--20 cm, lebar 3,5--8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,  pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali  mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum,  kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh  terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4--5  cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kulit buahnya berwarna hijau, dan  menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji  bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang  dapat dimakan dan banyak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengandung air, rasanya bervariasi  dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga  pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar  November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah,  simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji,  tempelan tunas, atau dicangkok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama dan sebutan lokal rambutan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di daerah Sumatera: rambutan,  rambot, rambut, rambuteun, rambuta, jailan, folui, bairabit, puru  biancak, p. biawak, hahujam, kakapas, likis, takujung alu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di Jawa: rambutan, corogol, tundun, bunglon, buwa buluwan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nusa Tenggara: buluan, rambuta.  Kalimantan: rambutan, siban, banamon, beriti, sanggalaong, sagalong,  beliti, malit;, kayokan, bengayau, puson.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sulawesi: rambutan, rambuta,  rambusa, barangkasa, bolangat, balatu, balatung, walatu, wayatu, wilatu,  wulangas, lelamu, lelamun, toleang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Maluku: rambutan, rambuta.Nama asing Shao tzu (C), rambutan (Tag), ramboutan (P), ramustan (Spanyol).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;NAMA SIMPLISIA Nephelii lappacei Semen (biji rambutan). Nephelii lappacei Pericarpium (kulit buah rambutan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Manfaat rambutan adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).Bagian tanaman yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Akar digunakan untuk mengatasi: demam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).Cara pengolahannya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.Cara memanfaat rambutan sebagai obat :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Disentri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cuci kulit buah rambutan (10 buah),  potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu  rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan  minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Demam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cuci kulit buah rambutan yang telah  dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai  mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali  sehari, masing-masing sepertiga bagian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menghitamkan rambut beruban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cuci daun rambutan secukupnya, lalu  tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai  menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain.  Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap  hari sampai terlihat hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kencing manis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gongseng biji rambutan (lima biji),  lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas.  Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1--2 kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sariawan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas  jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu  gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Komposisi :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah mengandung karbohidrat,  protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah  mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun  mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin,  flavonoida, pectic substances, dan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/6891165528174596479/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/rahasia-obat-dari-buah-rambutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6891165528174596479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/6891165528174596479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/rahasia-obat-dari-buah-rambutan.html' title='Rahasia Obat dari Buah Rambutan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJG8s3huz60pcGb0P7h-Z2b04GrIZAJBNrqtyAGX9PZxRM7NoRePgtnUB9PAoEQSvhaZMmSlk-bH4XR_4w071sahGyakBbrZz0AGJvYeZ77arvww4cuEJlvm7fzH14fRe8XphghMpWrls/s72-c/manfaatrambutan.jpg.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-8868457787061442427</id><published>2013-02-03T08:52:00.003+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.536+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>CARA MENANAM BUAH DELIMA</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-delima.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Menanam Buah Delima&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5OriZMxYhuvnGep8B2m2uOO6YIydFHl_gqL0-IvVnCSXkNBgryCDLmv-xhg4_Kmb2npN5teF2eb-eF1Wa3xxX8WRHyYFDfHFl7fXOH8x9iB8Xa7ROBwqD9evs6g2UI5bga9i68c501No/s1600/delima.jpg&quot; title=&quot;Cara Menanam Buah Delima&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah delima adalah &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-delima.html&quot;&gt;buah yang memiliki banyak manfaat&lt;/a&gt;, terutama dalam hal pengobatan penyakit. Sehingga buah ini juga memiliki itngkat permintaan yang cukup tinggi. Nah jika anda ingin menanm buah delima. Tak usah bingung-bingun dalam memikirkan caranya. Berikut adalah cara menanam buah delima yang baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pohon delima yang ditumbuhkan dari benih bervariasi, karenanya dianjurkan perbanyakan dengan klon melalui setek batarig berkayu keras atau cangkokan; cara terakhirlah yang umum dilakukan di Asia Tenggara. Cangkokan dapat dipisahkan setelah 3-4 bulan, jika sudah berakar cukup baik; tanaman cangkokan dapat berbuah Iebih cepat; cangkokan itu seringkali dijual ketika sedang berbunga. Untuk kebun delima di India, jarak tanam yang dianjurkan adalah 5 m x 2 m sampai 5 m x 5 m. Pucuk-pucuk samping yang lebih bawah dipotong pada saat tanam dan cabang-cabang lateral lainnya dipangkas untuk membentuk batang tunggal, dan untuk membangkitkan vigor terminal yang cukup untuk menekan tumbuhnya anakan, yang jika tidak demikian akan berubah ke sifat perawakan merumpun. Anakan-anakan itu akan tumbuh dalam jangka waktu yang panjang dan akan terlalu muda untuk berbunga, sehingga akan merusak perawakan pohon dan tumbuh tanpa terjadinya batang mengayu. Pada iklim muson saat berbunga dapat dimanipulasi dengan tidak memberikan pengairan selama sekitar 2 bulan, dan pembungaan akan terjadi satu . bulan setelah pengairan diadakan lagi. Pembajakan atau pemangkasan akar ketika keadaan kering dimulai akan memperkuat efek pembungaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemupukan dilakukan pada akhir musim kering.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hama dan Penyakit Sejumlah hama dan penyakit telah tercatat, yang paling berbahaya ialah kupu-kupu delima, Virachola isocrates yang merupakan ulat penggerek buah, yang merupakan ancaman yang nyata terhadap tanaman delima di India, dan penyakit busuk buah yang . disebabkan oleh jamur Phomopsis yang merajalela pada iklim basah. Penggerek buah sukar diberantas, karena telurnya satu-satu diletakkan pada bunga atau pada sisa-sisa daun kelopak di atas buah dan ulat yang muda itu segera memakan daun kelopak itu sewaktu mencari jalan menuju buah, karena kecilnya ukuran ulat itu, maka sulit untuk dideteksi. Buah dapat dibungkus untuk melindunginya, penggunaan pestisida sebaiknya didasarkan pada pemantauan yang hati-hati dari populasi kupu-kupu (melalui perangkap lampu) dan tahap perkembangan telur yang diletakkan. Penyakit busuk &quot;Phonopsis&quot; dapat menyebar melalui biji pada buah yang terserang, sehingga buah dan ranting berbunga yang terinfeksi hendaknya dibuang. Fungisida memberikan efek pengendalian yang cukup. Delima merupakan salah satu inang kutu perisai berlilin, Ceroplastes sinensis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-delima.html&quot;&gt;Buah delima&lt;/a&gt; dapat menjadi retak pada saat pematangan, tetapi buah yang belum matang akan berkualitas rendah, dan buah sebaiknya tidak dipanen sebelum mencapai warna kuning di pangkalnya. Buah tidak dapat dipetik dengan mudah dan harus dipotong dengan gunting pangkas. Di pusat-pusat produksi yang terkemuka hasil 100150 buah (17-25 kg) per pohon atau 10 ton/ha per tahun dianggap baik untuk kebun delima yang sudah mapan. Buah yang masak sempurna dapat dikapalkan dan disimpan dengan baik&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/8868457787061442427/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-delima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/8868457787061442427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/8868457787061442427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/cara-menanam-buah-delima.html' title='CARA MENANAM BUAH DELIMA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5OriZMxYhuvnGep8B2m2uOO6YIydFHl_gqL0-IvVnCSXkNBgryCDLmv-xhg4_Kmb2npN5teF2eb-eF1Wa3xxX8WRHyYFDfHFl7fXOH8x9iB8Xa7ROBwqD9evs6g2UI5bga9i68c501No/s72-c/delima.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-4089880386627068811</id><published>2013-02-01T12:12:00.006+07:00</published><updated>2013-02-01T12:12:52.630+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Sayur"/><title type='text'>8 CARA Menanam Tomat dari Biji </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;8 Cara Menanam Tomat dari Biji&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKUdfD5NC4EisCXot9oSt8SFpslqshs2rPsDP1mS-LO01hxi_EtJXMaR8CM2z0YhsNRmwCrtgrpfq7qV7bVbxrTn9ZhTrlK_nhLV1sOU7iLIHzcJ3WZCNDzG7UTqDtxcFyLugXc4tqaLfX/s320/silverfirtree-792418.jpg&quot; title=&quot;8 Cara Menanam Tomat dari Biji&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memakan sayuran dari kebun sendiri rasanya pasti jauh lebih lezat daripada beli di pasar. Kalau Anda suka berkebun dan berniat menanam sayuran di kebun, tidak ada salahnya mencoba tomat untuk dikembangbiakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Simak langkah menanam &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2012/10/menanam-sayuran-organik-dalam-pot.html&quot;&gt;tomat &lt;/a&gt;dari biji selengkapnya seperti yang dilansir dari Boldsky (01/08) berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pertama, pilih tomat yang akan ditanam. Hindari menggunakan tomat hibrida sebab buah dan bijinya sudah banyak mengandung bahan kimia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah itu, belah tomat menjadi dua bagian. Ambil bijinya dengan sendok dan letakkan ke dalam mangkuk bersih. Tidak perlu repot mengambil satu per satu biji tersebut. Anda harus membiarkan biji tomat di dalam mangkuk selama 2-3 hari. Hal ini dilakukan sebagai proses fermentasi. Tujuannya untuk mencegah penyakit yang bisa menyerang tanaman saat tumbuh lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah selesai, cuci bersih biji dengan air segar. Tambahkan beberapa tetes cuka dan garam saat mencuci. Perhatikan dengan baik, benih buruk akan terapung saat dicuci jadi segera buang mereka. Sekarang, keringkan benih tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apakah sudah boleh menanam? Belum! Anda masih harus menyimpan biji yang kering di dalam plastik dan menaruhnya di lemari es selama 1-2 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nah, Anda sekarang bisa menebar benih di dalam pot agar &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html&quot;&gt;tanaman &lt;/a&gt;tomat bisa tumbuh dengan mudah. Taruh 2-3 biji dalam satu pot, kemudian tutup dengan tanah. Biarkan selama seminggu namun tetap siram sedikit air untuk menjaga kelembapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pot berisi benih tomat sebaiknya disimpan di tempat hangat. Anda boleh menaruhnya di bawah sinar matahari selama beberapa jam. Namun lekas kembalikan di tempat yang teduh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kalau tomat sudah tumbuh sekitar 4-5 cm, Anda bisa memindahkannya di kebun. Jangan lupa untuk tetap menyiramnya secara teratur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari memangkas daun-daun &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html&quot;&gt;tanaman &lt;/a&gt;tomat. Ada mitos pemangkasan bisa mempercepat pertumbuhan tomat, sayangnya hal itu tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nah, itu dia langkah-langkah menanam tomat dari biji. Jangan lupa melindungi &lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html&quot;&gt;tanaman &lt;/a&gt;Anda dari serangan hama. Setelah berbuah, Anda pun bisa menikmati tomat segar dari kebun sendiri!(demikian info dari tipspetani semoga bermanfaat]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sumber: Merdeka.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/4089880386627068811/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/4089880386627068811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/4089880386627068811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/8-cara-menanam-tomat-dari-biji.html' title='8 CARA Menanam Tomat dari Biji '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKUdfD5NC4EisCXot9oSt8SFpslqshs2rPsDP1mS-LO01hxi_EtJXMaR8CM2z0YhsNRmwCrtgrpfq7qV7bVbxrTn9ZhTrlK_nhLV1sOU7iLIHzcJ3WZCNDzG7UTqDtxcFyLugXc4tqaLfX/s72-c/silverfirtree-792418.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-481013189028242125</id><published>2013-02-01T12:03:00.003+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.505+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot </title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-header&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://indotanam.blogspot.com/2013/02/bagaimana-berkebun-strawberry-di-pot.html&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot&quot; class=&quot;alignnone size-full wp-image-1872&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://infofadhl.files.wordpress.com/2012/05/ss2.jpg&quot; title=&quot;BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa  juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot. Budidaya  tanaman stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi,  tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan  dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya  tanaman stroberi.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3089494039992484502&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Syarat Tumbuh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi iklim sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Wadah atau Tempat Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai  banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan  dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran  tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup  agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang  keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong  plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian  dengan berbagai macam ukuran.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Medium Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengisian Medium Tanam Ke Dalam Pot&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata  merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang  lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Bibit dan Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;d) Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun  bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan  secara pelan-pelan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Penempatan pot&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal  dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa  tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses  fotosintesis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Penyiraman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan  sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam  tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Penyiangan dan penggemburan medium tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk  menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir  terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran  pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL  setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat  tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok  teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;e. Pemangkasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang  terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang  pembuahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;f. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar  sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai  melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;g. Perlindungan tanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi  media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan  penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Panen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan  setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman  berumur 4 bulan bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan  dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. kulit buah didominasi warna merah 50 -75 % warna merah;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Agar tidak busuk sebaiknya buah strawberry diberi alas sehingga tidak  menyentuh permukaan tanah secara langsung. Untuk memperoleh buah yang  besar bisa dilakukan dengan cara memangkas beberapa bakal buah di  tanaman.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menanam Strawberry di Dataran Rendah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Syarat di atas sebenarnya tidaklah mutlak, saya (admin blog  www.arjip.wordpress.com) sudah mencoba sendiri untuk membudidayakan  strawberry di tempat saya tinggal yang sebenarnya kondisi lingkungannya  kurang cocok untuk berbudidaya strawberry.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pada awalnya saya hanya coba-coba dengan membeli bibit strawberry 1 pot  pada sebelum ramadhan tahun 2007 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan  di pasar tanaman hias Bandungan kabupaten Semarang. Daerah Bandungan  terletak di lereng gunung Ungaran yang berhawa sejuk dan saya perkirakan  ketinggiannya sekitar 800 m dari permukaan air laut.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa  bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal? Bahkan teman saya sempat  mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.  Kota tempat saya tinggal yaitu kota Cepu mempunyai ketinggian kira-kira  30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan  penunjuk ketinggian di stasiun Cepu yaitu +28 m) dan rumah saya terletak  tak jauh dari stasiun tersebut. Suhu udara berkisar dari 25 derajat  sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. Banyak  orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota Cepu berhawa panas, mungkin  sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tanaman strawberry ini saya pelihara di samping rumah yang lahannya  cukup sempit dan menerima sinar matahari langsung sekitar 6 – 8 jam  sehari, ternyata memang tanaman ini tidak cukup kuat menahan hawa panas.  Banyak daunnya yang mengering, kemudian saya mencoba untuk menyemprot  daunnya dengan sprayer yang terisi air dingin pada pagi menjelang siang  dan siang menjelang sore. Cara ini cukup membantu mengurangi jumlah daun  yang mengering dan saya juga menyirami tanaman ini pagi dan sore.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tanaman strawberry saya mulai bertambah dengan munculnya sulur-sulur  stolon tanaman, dari ujung sulur-sulur ini akan tumbuh tanaman  strawberry baru dan akarnya. Ujung inilah yang dapat ditampung dalam pot  baru, setelah tanaman baru mempunyai 4-5 daun maka sulur yang terhubung  dengan indukannya dapat dipotong.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Media tanamnya saya buat dari campuran dari tanah kebun dan sedikit  pupuk kandang. Pot yang saya gunakan berukuran kecil ‘ukuran 17 sampai  20′. Satu pot berisi antara 1 sampai 3 tanaman. Tanaman-tanaman baru ini  saya dapat dari stolon tanaman induk yang menjulur.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Setelah setahun saya menunggu akhirnya kebun strawberry saya mulai  berbuah, dari sekitar 30 pot, 3 pot diantaranya pasti ada yang berbunga  kemudian berubah menjadi buah. Hampir sekitar 4 hari sekali saya bisa  memetik buah yang sudah matang (ditandai dengan warna buah merah tua)  dari 1 pot bisa 1-2 buah strawberry yang matang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Saya bisa menikmati buah strawberry dari kebun saya yang sempit itu  selama 3 bulan penuh yaitu dari bulan september – november 2008. Pada  bulan Desember 2008 kebun saya sama sekali tak menghasilkan buah. Saya  perkirakan pada bulan-bulan itulah memang musimnya strawberry untuk  berbuah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Saya sebenarnya kurang tahu pasti dari jenis dan spesies apa tanaman  strawberry yang saya pelihara tersebut. ciri-ciri tanaman strawberry  yang saya punya yaitu dari segi ukuran buah sedang, mempunyai rasa yang  tidak terlalu tajam, tidak terlalu manis.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;1. www.benitaaristya.blog.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. www.arjip.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/481013189028242125/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/bagaimana-berkebun-strawberry-di-pot.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/481013189028242125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/481013189028242125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/02/bagaimana-berkebun-strawberry-di-pot.html' title='BAGAIMANA Berkebun Strawberry di Pot '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-3304402331203963018</id><published>2013-01-31T17:51:00.001+07:00</published><updated>2014-10-10T21:25:54.484+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanaman Buah"/><title type='text'>CARA MENANAM MANGGA DI POT</title><content type='html'>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;TEKNIK MENANAM MANGGA DI POT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-header&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tabulampot mangga&quot; class=&quot;alignnone size-full wp-image-1915&quot; src=&quot;http://infofadhl.files.wordpress.com/2012/05/pohon-mangga.jpg&quot; height=&quot;166&quot; title=&quot;pohon mangga&quot; width=&quot;220&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga termasuk eksklusif, karena  relatif sulit dibuahkan. “Tak semua hobiis bisa melakukannya”. Oleh  karena itu ia menjadi tabulampot kebanggaan.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3089494039992484502&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Varietas&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Hampir semua varietas dapat dibuahkan dalam pot. Namun, masing-masing  varietas mempunyai perbedaan dalam kecepatan masa berbuah, produksi  buah, bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Sebaliknya dipilih varietas  yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh  manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Ini dapat  dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif  banyak sehingga penampilan menarik. Sedangkan arumanis, gedong, golek  dan gedong gincu, baru bisa dibuahkan setelah berumur 3-4 tahun sejak  okulasi. Buahnya tak sebanyak apel, manalagi kecil atau dokmai, tetapi  berpenampilan eksotik.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bahan Tanaman&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Untuk mempercepat berbuah, pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif  (bukan dari biji), berukuran besar dan telah berumur 1,5-2 tahun.  Diameter batang utama 4-5 cm, bentuk tajuk seimbang dengan cabang dan  ranting yang kokoh serta cukup tua. Dengan kondisi itu batang cukup kuat  menyangga cabang dan ranting di atasnya apabila berbuah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Media Tanam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Mangga menyenangi media berstruktur remah, berbutir-butir, gembur dan  kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah  dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang  digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan  arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pot yang Digunakan&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Banyak jenis pot atau wadah tanaman yang dapat dipakai. Sebaiknya pilih  yang ringan, tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan  tanaman. Dipasaran wadah yang memenuhi syarat cukup banyak, yaitu mulai  dari pot plastik tahan pecah, pot semen, drum hingga pot kayu. Dasar pot  harus dilubangi, ukuran lubang 1-2 cm sejumlah 4-6 buah. Selain itu  agar pembuangan air lancar, pot harus memiliki kaki atau dapat juga  diganjal dengan batu bata atau batako.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Mula-mula isi dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu  bata/genting hingga setebal 5-10 cm. itu untuk menjamin kelancaran  drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam  pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah  polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah.  Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media  campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas  okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media,  selanjutnya siram media tanaman dengan air. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan Tanaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Pemeliharaan tanaman sangat penting dilakukan untuk menjamin pertumbuhan  dan pembuahan mangga yaitu penyiraman, pemangkasan, pemupukan,  perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt; www.carabudidaya.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/3304402331203963018/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/01/cara-menanam-mangga-di-pot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3304402331203963018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/3304402331203963018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/01/cara-menanam-mangga-di-pot.html' title='CARA MENANAM MANGGA DI POT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8308770511568359576.post-1157107001875961811</id><published>2013-01-31T17:49:00.002+07:00</published><updated>2013-01-31T17:49:17.731+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Artikel Tanaman - Sekilas Info Tentang Tanaman Labu Kuning</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLkz2c-LxFyufcrVpdx2Tg61KuPnDTkv51eKlOtNtLdTXcTAyGvFRlUGRO5lzY2nAmtE8ZonQ5PmxY_5GVcBH3ARD6mIPXBRxuVm3_vVC81SRynXjDislOFYqD7Sj30S51S4lJMz1AH4/s1600/Jual+Sewa+Tanaman+Hias+dan+Apotek+hidup+termurah+di+Denpasar+-+Informasi+tanaman+labu+kuning.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLkz2c-LxFyufcrVpdx2Tg61KuPnDTkv51eKlOtNtLdTXcTAyGvFRlUGRO5lzY2nAmtE8ZonQ5PmxY_5GVcBH3ARD6mIPXBRxuVm3_vVC81SRynXjDislOFYqD7Sj30S51S4lJMz1AH4/s320/Jual+Sewa+Tanaman+Hias+dan+Apotek+hidup+termurah+di+Denpasar+-+Informasi+tanaman+labu+kuning.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tanaman labu kuning merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari famili Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim yang setelah berbuah akan langsung mati. Tanaman labu kuning ini telah banyak dibudidayakan di negara-negara Afrika, Amerika, India, dan Cina. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Adapun ketinggian tempat yang ideal adalah antara 0 m — 1.500 m di atas permukaan laut (dpl.).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Tanaman Labu Kuning&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di Indonesia, sudah banyak ditanam labu kuning varietas lokal dari berbagai jenis, seperti misalnya dari jenis bokor (cerme), kelenting, dan ular. Selain itu, terdapat pula varietas yang merupakan introduksi dari beberapa negara, seperti Taiwan, Australia, Jepang, dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Batang labu kuning menjalar cukup kuat, bercabang banyak, berbulu agak tajam, dengan panjang batang yang mencapai 5 m — 10 m. Daun labu kuning berwarna hijau keabu-abuan, lebar dengan garis tengah mencapai 20 cm, menyirih, ujung agak runcing, tulang daun tampak jelas, berbulu agak halus dan agak lembek sehingga bila terkena sinar matahari akan menjadi layu. Letak daun labu kuning ini berselang-seling antar batang dengan panjang tangkai daun antara 15 cm — 20 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bunga labu kuning berbentuk lonceng dan berwarna kuning. Dalam satu rumpun terdapat bunga jantan dan betina. Tanaman tabu kuning mulai berbunga setelah berumur 1 — 1,5 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Buah Labu Kuning&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buah labu kuning atau yang sering disebut dengan waluh (Jawa Tengah), labu parang (Jawa Barat), ataupun pumpkin (Inggris), merupakan salah satu sayuran yang mempunyai bentuk bulat sampai lonjong dan berwarna kuning kemerahan. Pada bagian tengah buah labu kuning tersebut, terdapat biji yang diselimuti lendir dan serat. Biji ini berbentuk pipih dengan kedua ujungnya yang meruncing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berat buah labu kuning dapat mencapai ± 4 kg, bahkan jenis Cucurbita moschata dapat mencapai berat hi ngga ± 20 kg. Buah labu kuning sudah dapat dipanen pada umur 3 — 4 bulan, sementara dari jenis hibrida dapat dipanen pada umur 90 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Kandungan Gizi Labu Kuning&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu faktor yang penting dalam suatu bahan makanan adalah kandungan gizinya. Labu kuning merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi dan lengkap. Secara lengkap labu kuning mempunyai kandungan gizi seperti yang disajikan dalam Tabel Komposisi Zat Gizi Tanaman Labu Kuning.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pustaka Artikel Tanaman Labu Kuning&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indotanam.blogspot.com/feeds/1157107001875961811/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/01/artikel-tanaman-labu-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1157107001875961811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8308770511568359576/posts/default/1157107001875961811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indotanam.blogspot.com/2013/01/artikel-tanaman-labu-kuning.html' title='Artikel Tanaman - Sekilas Info Tentang Tanaman Labu Kuning'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLkz2c-LxFyufcrVpdx2Tg61KuPnDTkv51eKlOtNtLdTXcTAyGvFRlUGRO5lzY2nAmtE8ZonQ5PmxY_5GVcBH3ARD6mIPXBRxuVm3_vVC81SRynXjDislOFYqD7Sj30S51S4lJMz1AH4/s72-c/Jual+Sewa+Tanaman+Hias+dan+Apotek+hidup+termurah+di+Denpasar+-+Informasi+tanaman+labu+kuning.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>