<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ikhtiar Islami</title>
	<atom:link href="https://bersalatlah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bersalatlah.wordpress.com</link>
	<description>Allah Sang Maha Penyayang pasti mengubah nasib kita menjadi lebih baik, setelah kita berusaha sebaik-baiknya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 12:04:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">635231</site><cloud domain='bersalatlah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/15b4fe55b29768fe39068367c23a55e277ed82c75a79070b2bcb152de4058f1f?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ikhtiar Islami</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://bersalatlah.wordpress.com/osd.xml" title="Ikhtiar Islami" />
	<atom:link rel='hub' href='https://bersalatlah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Kesuksesan bagi Yang Bertakwa</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/21/kesuksesan-bagi-yang-bertakwa/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/21/kesuksesan-bagi-yang-bertakwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 12:04:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=114</guid>

					<description><![CDATA[Siapa pun yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan selalu memberikan jalan keluar baginya atas berbagai persoalan yang dihadapi di dunia ini, dan Allah akan memberikan rezeki dari jalur yang tak disangka-sangka. Begitulah jaminan Allah bagi orang yang bertaqwa. Dan untuk menjadi bertaqwa, cara praktisnya adalah melalui puasa. Puasa Kunci Keberhasilan Hidup di Dunia dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa pun yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan selalu memberikan jalan keluar baginya atas berbagai persoalan yang dihadapi di dunia ini, dan Allah akan memberikan rezeki dari jalur yang tak disangka-sangka. Begitulah jaminan Allah bagi orang yang bertaqwa. Dan untuk menjadi bertaqwa, <a href="http://pedomanpuasa.wordpress.com/">cara praktisnya adalah melalui puasa</a>. <span id="more-114"></span></p>
<h3>Puasa Kunci Keberhasilan Hidup di Dunia dan Akhirat</h3>
<p>oleh Muhammad Nur Hayid</p>
<p><a href="http://ramadan.detik.com/read/2010/08/20/182428/1424592/626/puasa-kunci-keberhasilan-hidup-di-dunia-dan-akhirat" rel="nofollow">http://ramadan.detik.com/read/2010/08/20/182428/1424592/626/puasa-kunci-keberhasilan-hidup-di-dunia-dan-akhirat</a></p>
<p>Jakarta &#8211; Sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saw, bulan Ramadan adalah salah satu bulan yang secara khusus di diberikan Allah swt untuk umat Muhammad. Dalam bulan ini, semua amalan yang baik dilipatgandakan pahalanya, setan-setan dibelenggu dan pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar.</p>
<p>Setiap orang beriman dilatih menjadi manusia unggul yang mampu mengontrol dirinya dan bermanfaat bagi sesama, yang dalam bahasa bahasa al-Qur&#8217;an disebut sebagai &#8216;muttaqin&#8217;. Barang siapa yang bisa meraih tingkatan menjadi orang yang bertaqwa, &#8216;muttaqin&#8217;, maka jaminan kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat insya Allah sudah berada di genggaman.</p>
<p>Allah berfirman dalam kitab sucinya, &#8216;Wauzlifatil jannatu lilmuttaqin&#8217; yang artinya &#8216;sungguh surga itu telah didekatkan bagi orang-orang yang bertaqwa (muttaqin). Dalam ayat lain Allah berfirman &#8216;Wajannatun arduhassamawati wal ard, uiddat lilmuttaqin&#8217;, yang artinya surga itu luasnya seperti luas langit dan bumi yang memang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa. Jadi, kunci dari kebahagian kita hidup di dunia dan akhirat adalah taqwa. Dan tujuan utama berpuasa adalah menjadikan seseorang sebagai muttaqin sebagaimana firmanNya, &#8216;laallakum tattaqun&#8217;.</p>
<p>Apa ukuran keberhasilan di dunia bagi orang yang bertaqwa? Allah berfirman dalam al-Qur&#8217;an, &#8216;Waman yattaqillaha yaj&#8217;al lahu makhroja, wayarzuqhu min khaitsu la yahtasib&#8217;, yang artinya, barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan selalu memberikan jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi di dunia ini, dan Allah akan memberikan rezeki dari jalur yang tak disangka-sangka. Ayat ini semakin memberikan gambaran batapa gamblangnya jaminan Allah bagi orang yang bertaqwa. Semua masalahnya akan dibantu solusinya, dan semua kebutuhan rezekinya akan dipenuhi dari jalan yang dia bahkan tak terpikir bagaimana mendapatkannya.</p>
<p>Lalu kenapa orang-orang masih banyak yang setengah hati dalam meraih gelar &#8216;muttaqin&#8217;? Kita masih banyak menyaksikan betapa banyak dari kita yang menjadikan ibadah itu sebagai beban. Lebih naif lagi, sebagian dari kita menjadikan ibadah sebagai pamer dan riya karena ingin mendapatkan pujian dan sanjungan dari sesama mahluk. Orang-orang yang demikian ini dijamin tidak akan mendapatkan jalan menuju muttaqin, karena salah satu syarat dari jalan menuju muttaqin adalah keihlasan dan kesungguhan dalam meniti amal dan ibadah kita.</p>
<p>Dalam satu riwayat dijelaskan, sahabat nabi Umar Bin Khattab pernah bertanya kepada Ubay Bin Kaab soal makna dan gambaran dari taqwa. Ubay pun menjawab pertanyaan Umar dengan sebuah perumpamaan. Dalam jawabannya itu, Ubay mengumpamakan taqwa dengan sebuah upaya apa yang harus dilakukan jika sedang berjalan di tengah jalan berduri. Umar pun menjawab tegas, seseorang tentu harus berjalan dengan hati-hati dan sungguh-sungguh. Ubay menimpali, itulah perumpamaan dari hakikat taqwa. Kita harus meraihnya dengan hati-hati dan sungguh-sungguh. Tanpa itu, jangan harap kita bisa meraih taqwa yang sebenar-benarnya taqwa.</p>
<p>Mumpung masih ada sisa waktu 20 hari lagi dalam puasa kita di bulan Ramadan ini, mari kita jaga komitmen dan niat kita meraih muttaqin sebagai tingkatan tertinggi dalam derajat seorang mukmin. Jangan sampai kita terpengaruh dengan fenomena rutin di masyarakat jika sudah memasuki hari ke 10, semangat beribadah menjadi menurun. shaf-shaf masjid untuk shalat tarawih menjadi semakin pendek, dan tadarus kita cukup hanya beberapa lembar saja. Dan orang-orang lebih banyak mempersiapkan diri menyambut Lebaran dan hari raya ketimbang memperdalam dan menyeriusi meraih taqwa dan berkah Ramadan dengan amalan yang baik.</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa waktu yang ada ini untuk memperbanyak dzikir, ibadah, sodaqoh dan semua amalan positif yang bisa menambah kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Bagi yang belum menghatamkan al-Qur&#8217;an, mari kita kebut mengkhatamkan firman Allah sambil kita resapi maknanya. Bagi yang diberikan harta berlimpah, mari kita berbagi dengan saudara kita yang kurang beruntung. Karena dengan cara itulah, tujuan puasa untuk meningkatkan iman dan taqwa serta solidaritas sosial akan bisa kita rasakan dengan nyata.</p>
<p>Dan bagi siapa yang bisa melakukan amalan itu dengan dilandasi rasa iman yang tinggi untuk meraih ridho Allah dan penuh evaluasi, maka baginya jaminan terbebasnya dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu. Dan barang siapa yang sudah terbebas dari dosa itu, maka dia akan menjadi seperti bayi yang baru lahir, bagai kertas putih yang belum tercoret, dan siapa yang meninggal dalam keadaan itu, maka surgalah jaminan yang telah disiapkan oleh Allah. Itulah bukti kesuksesan kehidupan kita di akhirat sebagai balasan untuk orang yang bertaqwa yang merupakan tujuan utama berpuasa. &#8216;Man shoma romadona imanan wahtisaban, ghufiro lahu ma taqoddama min danbih&#8217; Wallahu A&#8217;lam.</p>
<p>*) Muhammad Nur Hayid adalah pengajar di Pondok Pesantren al-Anwar, Pacitan, Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/21/kesuksesan-bagi-yang-bertakwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">114</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Momentum Puasa sebagai Kunci Kesuksesan</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/15/manfaatkan-momentum-puasa-sebagai-kunci-kesuksesan/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/15/manfaatkan-momentum-puasa-sebagai-kunci-kesuksesan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 12:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan dalam kesempitan]]></category>
		<category><![CDATA[kunci kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=111</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu kunci kesuksesan seorang muslim dalam hidupnya adalah puasanya. Dengan puasa, kita bisa menenangkan gejolak jiwa secara sehat. Dengan puasa pula, silaturrahmi yang lebih akrab bisa terjalin dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Padahal, jalinan jaringan (network) itu sendiri merupakan salah satu kunci kesuksesan pula. Dengan demikian, dayaguna puasa menjadi berantai: dahsyat! Diantara dahsyatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kunci kesuksesan seorang muslim dalam hidupnya adalah puasanya. Dengan puasa, kita bisa <a href="https://bersalatlah.wordpress.com/2008/01/14/7-tenangkan-gejolak-jiwa-secara-sehat/">menenangkan gejolak jiwa secara sehat</a>. Dengan puasa pula, silaturrahmi yang lebih akrab bisa terjalin dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Padahal, jalinan jaringan (network) itu sendiri merupakan salah satu <a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/2006/12/30/7-gaul-kunci-kesuksesan/">kunci kesuksesan</a> pula. Dengan demikian, dayaguna puasa menjadi berantai: dahsyat!</p>
<p>Diantara dahsyatnya puasa adalah mengentaskan kemiskinan masyarakat, sehingga daya beli mereka naik dan meningkat. Pada gilirannya, naiknya dayabeli mereka pun akan meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang lebih berharta. Dahsyat, bukan? <span id="more-111"></span></p>
<h3>Ramadhan Momentum Pengentasan Kemiskinan</h3>
<p>Ahad, 15 Agustus 2010, 16:26 WIB</p>
<p>REPUBLIKA.CO.ID,PADANG&#8211;Ramadhan seharusnya dijadikan momentum untuk membantu sesama. Sehingga, kemiskinan yang menjadi persoalan serius di Tanah Air bisa segera teratasi.</p>
<p>Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, mengatakan terdapat 19 kementerian dan lembaga yang menurusi masalah kemiskinan. Salah satunya Kementerian Sosial. &#8220;Namun pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk mengentaskan kemiskinan. Harus ada keterlibatan masyarakat,&#8221; kata Salim Segaf Al Jufri, usai menghadiri pelantikan gubernur terpilih Sumatra Barat, Irwan Prayitno, di Kota Padang, Sumatra Barat, Ahad (15/8).</p>
<p>Menurut Salim, program dari Pemerintah Pusat untuk pengentasan kemiskinan seharusnya hanya dianggap sebagai stimulan atau dorongan saja. Selebihnya, partisipasi dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.</p>
<p>&#8220;Dunia usaha dan masyarakat bisa saling membantu sehingga ada kebersamaan. Satu orang membantu dengan dana, satu orang lagi dengan tenaganya, dan satu orang lainnya dengan pemikirannya,&#8221; ujar Salim.</p>
<p>Keikutsertaan masyarakat, kata Salim, merupakan wujud kesetiakawanan sosial. &#8220;Kenapa itu sangat penting. Sebab kemerdekaan yang kita raih bisa terwujud dengan adanya kesetiakawanan sosial itu tadi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kemerdekaan yang diraih Bangsa Indonesia, tambah Salim, justru terjadi pada bulan suci Ramadhan. Artinya, Ramadhan bukan membuat seseorang menjadi lemah, tapi di Bulan Suci ini justru muncul kekuatan. &#8220;Mungkin fisik dan nutrisi yang dimakan sedikit, tapi semangat dan etos kerja menguat sekali di bulan ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-65 RI, Salim mengklaim kemiskinan di Tanah Air turun 1 persen menjadi 13,15 persen dari total penduduk Indonesia. Sehingga jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 32, 5 juta penduduk.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 2,3 juta kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di rumah tak layak huni. &#8220;Banyak rumah saudara kita yang berlantaikan tanah dan beratapkan daun. Itu gambaran rumah tidak layak huni,&#8221; kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.</p>
<p>Karena itu, Salim menegaskan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mengentasankan kemiskinan sangat dibutuhkan, terutama pada bulan Ramadhan ini. Caranya, para pengusaha bisa membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah atau dinas sosial di daerah. Selain itu, lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi juga diminta untuk turut berpartisipasi.</p>
<p>Melalui kerjasama itu diharapkan setiap tahun angka kemiskinan bisa berkurang 1 persen. Dengan perumpamaan target tersebut, menurut Salim, rencana jangka panjang pengentasan kemiskinan hingga 2025 dapat terealisasi. &#8220;Insya Allah tidak akan ada lagi rakyat yang di bawah garis kemiskinan, kalau setiap tahun angkanya turun 1 persen. Selesai kita,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2010/08/15/manfaatkan-momentum-puasa-sebagai-kunci-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap Rp 80 Juta Agar Jadi CPNS</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 20:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[hukum karma]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=87</guid>

					<description><![CDATA[aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng jg pingin nikah tapi ortu ga restu kalau ada yang dilangkahi,selama 5 tahun 3 kali aku alami kegagalan, 2 kali gagal ketika akan lamaran karena ada cewek yang ngaku pernah di tiduri (maaf) lucunya waktu aku di tanya sama ortunya udah pernah di apa apain belum? ya aku jujur aja aku belum belum pernah di sentuh (mungkin maksudnya di cium atau yang lain lah) waktu itu aku bangga karena aku masih aman and yakin ortu pasti milih mantu yang masih baik ternyata perkiraanku meleset karena belum di “apa apain” aku disuruh ngalah meski dihati sakit banget dengan terpaksa aku menjauh, yang satu gagal waktu pendekatan dengan ortunya karena perbedaan suku.<br />
dari beberapa email yang masuk ke aku, mereka masih berharap dan belum bisa melupakan aku.klise<br />
di usiaku yang sudah 31 apalagi kedua adekku saudah menikah semua akupun berusaha minta di carikan jodoh sama keluargaku tapi sampai detik ini belum ada yang dapat bukan gagal tapi kesalahan waktu di comblangin ternyata aku tak masuk kritaria cowok cowok itu.<br />
sambil menunggu, uang hasil kerja yang rencananya aku buat nikah,aku investasikan untuk beli rumah<br />
beberapa waktu yang lalu senior adekku di tempat kerjanya bilang, fase aku mengalami segala permasalahan itu memang itulah ujian aku dan aku bisa sukses dalam apapun kalau aku minta maaf sama ibu.adekku ga percaya kemudian nanya ke ibu benar tidak kalau ibu punya ganjalan terhadap aku.jujur memang benar ibu merasa sakit hati saat aku memutuskan merantau.hal itu aku lakukan karena maunya ibu semua anaknya dekat dengan beliau dan itu tidak mungkin apalagi penempatan dinas adekku yang bungsu sampai nyebrang laut.meski lama lama ibu mau ngerti tapi terhadap aku ibu belum bisa melupakan.sikap aku dinilai sebagai pemberontakan,setelah aku pikir pikir mungkin kasih sayang ibu terhadapku sungguh berlebihan karena aku anak satu satunya dari suami pertamanya (ortu kandungku bercerai karena hadirnya wanita lain)2 hari kemudian aku pulang untuk mintamaaf ke ibu dan kata ibu beliau sudah melupakan semua<br />
permasalahannya sekarang melihat kegagalanku selama ini ibu minta aku pulang (aku di jawa barat, ortu di jawa timur 12 jam perjalanan) dan aku diminta untuk masuk PNS dengan DP 80 juta biar bisa masuk (itulah sebenarnya aku ga mau di rumah karena ibu maksa dengan keputusan itu)<br />
yang buat aku bingung cinta mana yang mesti aku pilih ” cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?<br />
yang sebenarnya adalah ALLAH ataukah IBU?<br />
bagaimana kalau ibu sakit hati lagi? karena selama ini usahaku menjelaskan tidak baiknya sistem bayar membayar ini mengalami kebuntuan terus.<br />
karena terbukti ucapan ibu selalu terjadi,permasalahan yang menimpaku tak ada penyelesaiannya.<br />
disamping itu aku juga ga tau laki laki yang pantas buatku menurut ibu tuh seperti apa karena beberapa kali ibu nyodorin calon yang sebenarnya ibu sendiri kurang sreg<br />
aku baiknya gimana?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika: <span id="more-87"></span></p>
<p>Ya, persoalanmu bukan masalah cinta asmara, melainkan jenis cinta yang lain, yaitu cinta kepada orangtua. Pertanyaan pertamamu, &#8216;cinta mana yang mesti aku pilih ”cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?&#8217; Jawaban pertamaku, <em>jangan pilih keduanya</em>! </p>
<p>Kamu sudah tahu bahwa menyuap itu dilarang oleh agama (dan juga hukum negara). Tentu kamu juga sudah tahu bahwa walaupun ibumu menyuruhmu begitu, agama kita melarang kita untuk mentaati perintah maksiat dari siapa pun, termasuk dari orangtua. </p>
<p>Namun, jangan jadikan pembelian rumah sebagai pelarian. Belilah rumah seandainya kamu memang sudah membutuhkan. Tapi kalau belum terlalu butuh, mungkin lebih baik ditabung dulu sebagai jaga-jaga kalau sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak. </p>
<p>Lagipula, kalau kau membeli rumah, bisa-bisa ibumu menafsirkan bahwa dirimu lebih mencintai rumah daripada orangtua. Hal ini bisa sangat menyakitkan beliau. Alasan yang lebih baik mengapa kamu tidak mau menyuap itu adalah bahwa kamu <strong>takut kepada Allah</strong>. Alasan ini takkan terlalu menyakitkan bagi siapa pun. </p>
<p>Selain itu, yang penting adalah sampaikanlah alasan tersebut <strong>dengan cara yang sebaik-baiknya</strong>. Biasanya cara kita menyampaikan itu jauh lebih berpengaruh daripada isi pesan kita.</p>
<p>Bagaimana kalau ibumu masih sakit hati? Bertawakallah kepada Allah Sang Mahakuasa. Sebagaimana sudah beberapa kali kusampaikan di situs ini, <strong>Islam tidak mengenal hukum <a href="http://shodiq.com/?s=karma">karma</a>.</strong> Kelajanganmu hingga kini bukanlah disebabkan oleh sakit hatinya ibumu.</p>
<p>Untuk memperkuat tawakkalmu itu, silakan berdoa dan berzikir yang relevan sebagaimana kupaparkan di buku <a href="http://shodiq.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>. Adapun untuk mendapatkan jodoh yang setepat-tepatnya, lakukanlah istikharah! Caranya telah kupaparkan di buku <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>Demikianlah saranku. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghunus Qur&#8217;an, Menyorong Cinta</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 20:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[asmara islami]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir Al-Qur’an]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=85</guid>

					<description><![CDATA[Wahai Cinta! Maafkan kami, ya! Selama ini, hampir tak pernah kami balas panggilanmu. Padahal, giat sekali kausapa kami lewat Surat Cinta Terindah dari-Nya. Amboi! Dalam format hubb, kau hadir di 83 tempat. Di 27 lokasi, kau muncul selaku mawaddah. Sebagai rahmah, kau berbicara 321 kali.[i] Subhaanallaah&#8230; Bagaimana mungkin kami jadi sahabat karibmu bila kehadiranmu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai Cinta! Maafkan kami, ya! Selama ini, hampir tak pernah kami balas panggilanmu. Padahal, giat sekali kausapa kami lewat <a href="http://shodiq.com/?s=%22surat+cinta%22">Surat Cinta</a> Terindah dari-Nya. Amboi! Dalam format <em>hubb</em>, kau hadir di 83 tempat. Di 27 lokasi, kau muncul selaku <em>mawaddah</em>. Sebagai <em>rahmah</em>, kau berbicara 321 kali.[i] Subhaanallaah&#8230; Bagaimana mungkin kami jadi sahabat karibmu bila kehadiranmu yang serajin itu kami anggap angin lalu? <span id="more-85"></span></p>
<p><em>Alif Lâm Mîm.<br />
inilah kitab yang tiada keraguan di dalamnya;<br />
petunjuk bagi mereka &#8230; yang menyumbang<br />
dari rizqi yang Kami karuniakan.</em><br />
(al-Baqarah [2]: 1-3)</p>
<p>Sobat, siapa bilang <a href="http://shodiq.com/tag/rezeki/">rezeki</a> yang bisa kita sumbangkan menurut Surat-Nya ini hanya berupa barang konkret, seperti makanan, pakaian, rumah, dan sebagainya? Rezeki Allah pastilah mencakup ‘benda’ gaib (tak tertangkap pancaindera), seperti kemampuan untuk memahami orang, rasa cinta, dan seterusnya.[ii] Kata siapa Al-Qur’an tidak meminta kita untuk mendermakan karunia batiniah? Senyum aja sedekah,[iii] apalagi cinta! Iya ‘kan? Makanya, <strong>yuk kita bersedekah melalui cinta!</strong></p>
<p>Belon tau langkah2nya? Tenaaang. “<em>Orang-orang yang benar-benar berjuang di dalam [mencari Jalan] Kami niscaya Kami bimbing ke Jalan-Jalan Kami. Allah sungguh bersama orang-orang yang berbuat baik.</em>” (al-’Ankabut [29]: 69)</p>
<p>Dalam konteks ‘<a href="http://shodiq.com/tag/jihad/">jihad</a>’ inilah kata <em>hubb</em> sering digunakan oleh Al-Qur’an.[iv] Keberatan? Aku ngerti. Perjuangan di Jalan Asmara Islami tidaklah semudah mengedipkan mata. Boleh jadi, <strong>musuh terganas ialah <a href="http://shodiq.com/?s=%22hawa+nafsu%22">hawa-nafsu</a> kita sendiri</strong>: nafsu untuk memiliki, menguasai, ‘mencicipi’ kekasih&#8230;. Namun, tak usah kita berkecil hati. Sang Pemurah telah membekali kita sebuah ‘senjata’ ampuh: Al-Qur’an. (Lihat al-Furqan [25]: 52. Inilah ayat paling awal yang mengandung kata ‘jihad’.[v])</p>
<p>Berhadapan dengan Kitab Allah, segala dorongan <a href="http://shodiq.com/?s=%22hawa+nafsu%22">hawa nafsu</a> (dan juga <a href="http://shodiq.com/2007/10/31/logika-iblis-yang-menyesatkan-orang-yang-taat-beragama/">rayuan syetan</a>) bertekuk lutut. Mengapa? Karena Al-Qur’an adalah <em>al-furqan</em>, pembeda antara yang benar dan yang salah. (Lihat al-Furqan [25]: 1.) Dengan Al-Furqan, cinta yang islami dapat dibedakan dari yang jahiliyah.</p>
<p>Belum paham? Oke&#8230; Mari kita peratiin, umpamanya, dari 80-an kali penampakan ‘cinta’ (<em>hubb</em>) di dalam Al-Qur’an, 60-nya menggunakan format <em>fi’il</em> (kata kerja). Hampir semuanya berjenis <em>fi’il mudhari</em> (menunjuk waktu sekarang dan akan datang, bentuknya bisa berubah-ubah sesuai struktur kalimat). Hanya dua kali, <em>fi’il madhi</em> (menunjuk waktu lampau, bentuknya tidak banyak berubah dalam berbagai struktur kalimat) dipakai.[vi]</p>
<p>Dari situ kupahami, mencintai (‘cinta’ dalam format kata kerja) lebih penting ketimbang cinta itu sendiri (‘cinta’ dalam bentuk kata benda). <strong><a href="http://shodiq.com/tag/cinta-sejati/">Cinta sejati</a> adalah <em>proses dinamis</em> yang berorientasi ‘saat ini dan masa depan’, <em>menjadi</em> pencinta, memberi kasih-sayang. Asmara Islami tidak terpaku pada ‘masa lalu’, <em>tidak</em> begitu bernafsu untuk <em>memiliki</em> kekasih (benda yang dicintai), tidak mengemis-ngemis cinta.</strong></p>
<p>Kata ‘mencintai’ (<em>yuhibbu</em>) selalu berstatus <em>i’rab rafa’</em> dengan harakat <em>dhammah</em>. Menurut Hassan Hanafi, <em>i’rab</em> ini melambangkan simbol <em>fa’iliyyah</em>,[vii] sifat pelaku, pengendali, penentu. <em>Dhammah</em> mengisyaratkan sesuatu yang kuat dan menguasai keadaan.[viii]</p>
<p>Makanya, nggak bakalan ada segelintir pun orang yang mampu membuat hatimu kucar-kacir, Dik. Biar cakepnya ngungguli Yusuf a.s. kèk, kerènnya ngalahin <a href="http://shodiq.com/tag/selebritis/">selebritis</a> kèk&#8230;, enggak ‘ngaruh, euy! Kendati paranormal sedunia berkoalisi meramu jampi2 pelet, hatimu takkan tertaklukkan. Dalam kadar2 yg ditetapin Allah, kamu sendirilah yang nentuin kapan, bagaimana, dan pada siapa kau naruh hati.</p>
<p>&#8211;Aisha Chuang &#8211; <a href="http://groups.yahoo.com/group/ac4x3/message/111">http://groups.yahoo.com/group/ac4x3/message/111</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>[i] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em> (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), hlm. 31, 67, 80.</p>
<p>[ii] Abdullah Yusuf Ali, <em>Qur’an Terjemahan dan Tafsirnya</em>, Juz I s/d XV, terj. Ali Audah (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996), hlm. 17.</p>
<p>[iii] Lihat hadits riwayat at-Tirmidzi dalam <em>Sunan at-Tirmidzi</em>, kitab “al-Birr wa ash-shilah”, 3/228.</p>
<p>[iv] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em>, hlm. 35-36.</p>
<p>[v] M. Dawam Rahardjo, “Ensiklopedi Al-Qur’an: Jihad” dalam <em>Jurnal Ulumul Qur’an</em>, No. 7/II/1990, hlm. 60.</p>
<p>[vi] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em>, hlm. 33.</p>
<p>[vii] Hassan Hanafi, <em>Al-Yamin wa al-Yasar fi al-Fikr ad-Dini</em> (Kairo: Maktabah Madbuli, 1989), hlm. 15.</p>
<p>[viii] Lihat Mahmud bin asy-Syarif, <em>Nilai Cinta dalam Al-Qur’an</em>, terj. As’ad Yasin (Solo: Pustaka Mantiq, 1995), hlm. 50.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila istriku sudah memuakkan bagi diriku</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 15:18:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[suami adil]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=73</guid>

					<description><![CDATA[Kebersamaan dgnnya hanya membuahkan kejengkelan, sentuhannya membuatku terusik dan terganggu, tak satupun aku simpati melihat keluarganya, tingkahnya menghasilkan rasa muak buatku, masakannya tidak terasa enak buatku, aku berada dirumah hanya demi sikecil yg msh berumur 6 bulan, sudah tak ada niat menjaga kelangsungan rmh tangga ini, tapi tak kuasa berpisah dengan sikecil, setiap hari dia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kebersamaan dgnnya hanya membuahkan kejengkelan, sentuhannya membuatku terusik dan terganggu, tak satupun aku simpati melihat keluarganya, tingkahnya menghasilkan rasa muak buatku, masakannya tidak terasa enak buatku, aku berada dirumah hanya demi sikecil yg msh berumur 6 bulan, sudah tak ada niat menjaga kelangsungan rmh tangga ini, tapi tak kuasa berpisah dengan sikecil, setiap hari dia sakit hati krn tdk kuhiraukan, stp hr kuberdosa krn tak mengacuhkannya, jika bpk adlh saya, apa lngkh yg bpk ambil ?</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-73"></span></p>
<p>Bila aku berada dalam posisimu itu, maka amal utama yang aku lakukan adalah menghitung seberapa banyak nikmat yang Allah karuniakan kepadaku. </p>
<p>Perihal anak itu, misalnya. Alhamdulillah, dia sehat dan berkecukupan. Sementara di luar sana&#8230; ada banyak anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi, bahkan tak sedikit yang cacat. Alhamdulillah, anakku kelak bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bermutu, sementara di luar sana&#8230; ada banyak anak yang terpaksa <em>drop out</em> dan bekerja supaya bisa hidup. Alhamdulillah, dia dibesarkan di bawah kasih sayang bapak dan ibunya, juga keluarga bapak dan ibunya. Sementara di luar sana, ada banyak anak tak berbapak dan tak beribu. Ada pula banyak anak yang dibuang di tempat sampah atau pun di jalanan, mereka tumbuh tanpa kasih sayang dari bapak dan ibunya. Alhamdulillah, anakku menyayangi diriku. Sementara di luar sana, ada banyak anak yang membenci orangtuanya. Alhamdulillaah&#8230;. dan masih banyak lagi yang lainnya. </p>
<p>Itu baru dari segi anak. Belum lagi dari segi rumah tempat tinggal kami, lalu karirku, kesehatanku, mataku yang dapat menikmati keindahan pemandangan, telingaku yang dapat menikmati musik merdu, lidahku yang dapat menikmati lezatnya makanan dan minuman, lalu besarnya peluang mengakses informasi melalui internet, juga bagaimana aku disayang istriku, sahabatku, familiku, &#8230; dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<p>Seraya menghitung-hitung kenikmatan itu, aku takkan mengutuk &#8220;kegelapan&#8221;. Aku lebih suka menyalakan &#8220;sinar&#8221;. Aku menyinari dengan &#8220;cinta&#8221;.</p>
<p>Sebab, cinta bukanlah tertusuk panah cupid. Cinta adalah kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. </p>
<p>Aku mau mencintai, tak peduli apakah orang yang kucintai membalas mencintaiku ataukah tidak. Sebab, dengan mencintai secara tuluslah aku merasa hidup, merasa ada. Dengan merasa ada, aku pun merasa bahagia.</p>
<p><a href="http://shodiq.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/">    Aku senang mencintainya dengan terarah:<br />
    dengan sehembus bayu yang dideburkan<br />
    Ar-Rahim kepada segumpal darah<br />
    yang menjadikannya manusia.</p>
<p>    Aku senang mencintainya dengan tertata:<br />
    dengan selaksa aroma yang didesirkan<br />
    lebah pengolah buah di hening sarang<br />
    yang menjadikannya pencinta.</a></p>
<p>Aku mau mencintai, karena dengan cintaku inilah aku akan hidup abadi, hidup yang benar-benar hidup, yakni hidup di akhirat kelak. Segala perilaku istriku atau siapapun yang mungkin menjengkelkan diriku itu hanyalah soal kecil. Toh aku mengalaminya selama beberapa dekade saja, takkan sampai ratusan atau ribuan tahun. Itu tak ada artinya bila dibandingkan dengan kebahagiaan surgawi yang Allah janjikan kelak di akhirat selama lebih dari jutaan tahun, lebih dari milyaran tahun, lebih dari angka yang dapat aku bayangkan. Sebab, kita hidup di akhirat selama-lamanya.</p>
<p>Oleh karena itu, aku utamakan orang-orang terdekatku, khususnya anak dan istriku, sebagai ladang amal bagiku. Mereka tidak pernah menolak amalku yang aku lakukan terhadap mereka. Bahkan, mereka dengan sukacita menerima amalku. Ini membuatku lebih bersemangat untuk beramal dalam rangka menambah bekal kehidupan di akhirat kelak. Siapa tahu, amalku masih teramat kecil/sedikit untuk mengetuk pintu surga. Belum ada jaminan bahwa aku akan masuk surga kelak. Kalau aku enggan memanfaatkan ladang amal yang terbentang lebar ini, tidak malukah aku berdoa memohon surga kepada Sang Maha Pencinta?</p>
<p>Wahai&#8230; Sesungguhnya, kita semua adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita akan kembali.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>7</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi Tragedi Situ Gintung</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 15:29:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Gintung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=75</guid>

					<description><![CDATA[PUISIKU UNTUK INDONESIA RAYA”KU” mazih007 Indonesia-ku…. mengapa masih saja merintih… padahal mobil mewah dengan merk terkenal bersliweran… rumah megah nan mewah bertebaran… Mall dan pusat hiburan berhadapan… Gedung nan tinggi bersusulan… Orang naik pesawat sudah seperti naik angkot, saling berebutan… handphone termahal hingga termurah sudah seperti kacang, sampai anak SD, pemulung, pengemis juga menggunakan… hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://shodiq.com/2009/03/29/7-keanehan-pada-tragedi-situ-gintung/comment-page-2/#comment-11094">PUISIKU UNTUK INDONESIA RAYA”KU”</a></h2>
<p><em>mazih007</em></p>
<p>Indonesia-ku…. mengapa masih saja merintih… padahal mobil mewah dengan merk terkenal bersliweran… rumah megah nan mewah bertebaran… Mall dan pusat hiburan berhadapan… Gedung nan tinggi bersusulan… Orang naik pesawat sudah seperti naik angkot, saling berebutan… handphone termahal hingga termurah sudah seperti kacang, sampai anak SD, pemulung, pengemis juga menggunakan… hingga bermunculan “Ketik Weton Spasi Tanggal Lahir Kirim SMS ke 7878″…..</p>
<p>Tapi mengapa… menambal tanggul saja tidak dilakukan? Hingga muncul lagi jatuh korban. Adanya bencana Tsunami, Yang Maha Kuasa sudah memperingatkan… Meluapnya lumpur Lapindo pun tidak diindahkan…</p>
<p>Indonesia Raya”KU”… berubah tidak mudah… berkelit justru tidak sulit…</p>
<p>Beranikah kita untuk berubah??? Sanggupkah….??? Sungguh…..???<br />
Ayo… Indonesia Raya”KU”…. kita coba mulai dari diri sendiri dan hal yang paling kecil…. <span id="more-75"></span></p>
<h2><a href="http://tayak.wordpress.com/2009/03/27/situ-gintung/">situ gintung</a></h2>
<p><em>tayak</em></p>
<p>Ketika mendengar teriakan sekeras itu kengerian menyerangku. Puisi dengan cepat menyergapku : tersampaikan padaku kisah manusia terdahulu (tentang rasa mual yang beranak-pinak di punggungku)</p>
<p>Ketika mendengar teriakan sekeras itu udara mencekikku. Puisi perlahan meninggalkan pertanyaan padaku : tak usaikah kisah yang dimulai kata “manusia duka” (si palsu mengaku diriku) <!--more--></p>
<h2><a href="http://setengahmateng.com/2009/03/30/situ-gintung/">Situ Gintung</a></h2>
<p><em>Gagah Putra Arifianto</em></p>
<p>Mereka yang berlari<br />
Menghindari Mati<br />
Berharap napas kan terpanjang<br />
Walau hanya sedetik, lagi</p>
<p>Mereka lalu terdiam<br />
Tersesak, Tertangis<br />
Dan Mereka ditanya<br />
Aku terdiam menanya<br />
Kenapa</p>
<p>Saat ku duduk<br />
Lalu melihat keatas<br />
Mereka Tersenyum<br />
Minta diri<br />
Untuk hari ini<br />
Dan kita yang masih bernapas<br />
Untuk Esok<br />
Akankah kita belajar dan bernapas demi diri sendiri?</p>
<h2><a href="http://pakdhedullah.blogspot.com/2009/03/situ-bitung-dalam-puisi.html">SITU BITUNG DALAM PUISI</a></h2>
<p><em>Abdullah G.Sugiyarto</em></p>
<p>Tujuh puluh sembilan tahun silam&#8230;<br />
Engkau diciptakan oleh penguasamu<br />
Untuk mensejahterakan, lewat airmu<br />
kini&#8230;&#8230;<br />
Engaku telah rusak,&#8230; wajah ayumu nan sirna<br />
engkau dijajah, dipaksa untuk muram<br />
airmatamu tak kuasa kau bendung<br />
murkamu kau tumpahkan pada orang yang tak berdosa</p>
<p>Situ Gintung&#8230;., taukah kamu&#8230;.<br />
kau marah pada orang yang salah<br />
kau murka pada orang yang tak berdosa<br />
walaupun aku tau&#8230; itu hanya peringatanmu<br />
kemurkaan dan keangkaraan manusia, </p>
<p>Situ Gintung, aku tau kau murka<br />
karena Tuan-tuanmu hanya memikirkan kampanye<br />
tuan-tuanmu hanya memikirkan kursi-kursi yang empuk<br />
hingga tak memperhatikanmu</p>
<p>Situ Gintung&#8230; pikirkan tindakanmu itu<br />
sawah ladang yang kau airi telah tumbuh menjadi gedung nan tinggi<br />
kini&#8230; kau luluh lantakkan dengan murkamu<br />
puaskan dirimu situ gintung&#8230;&#8230;</p>
<p>sekarang kau manja&#8230;. kau senyum-senyum, kau suka, kau puas<br />
setiap umat di seluruh dunia memperhatikanmu<br />
melirikmu, menyapamu, memanjakanmu<br />
Bahkan Presiden dan para mentrinya menyambangimu</p>
<p>Semua orang ingin menengokmu, kecuali aku<br />
karena aku tau, kau hanya SITU GINTUNG sebuah bendungan<br />
yang dibuat oleh tangan-tangan manusia<br />
dan wajar kalau dirusak pula oleh tangan-tangan manusia</p>
<p>Cuma menyesal Tung Gintung&#8230;.<br />
kenapa orang-orang tak berdosa menjadi korbanmu..</p>
<h2><a href="http://puisiindonesiamodern.blogspot.com/2009/03/situ-gintung.html">Situ Gintung</a></h2>
<p><em>Asep Sambodja</em></p>
<p>air<br />
air<br />
air<br />
membedah tanggul<br />
rubuh<br />
air bagai bah<br />
adzan subuh<br />
masjid menggigil<br />
air berenang di dalam rumah<br />
pohon-pohon berenang<br />
mayat-mayat berenang<br />
siaran televisi<br />
menangis<br />
air<br />
air<br />
air berlumpur<br />
air lagi<br />
lumpur lagi<br />
kematian lagi<br />
kematian yang itu juga<br />
tangis yang itu juga<br />
luka yang itu juga<br />
presiden<br />
wakil presiden<br />
pidato<br />
pidato<br />
luka lagi<br />
di jakarta<br />
mobil-mobil tak bisa berenang<br />
orang-orang kandas<br />
orang-orang datang<br />
menolong<br />
menangis<br />
menonton<br />
menangis<br />
memohon<br />
menangis<br />
sakit lagi<br />
sakit hati<br />
menghitung yang mati<br />
menghitung yang kembali<br />
menghitung yang hilang<br />
ibu<br />
ibu<br />
kematian ini begitu dekat<br />
begitu akrab<br />
gali lagi<br />
lubang itu<br />
tempat yang nyaman<br />
masjid itu<br />
kini kesepian<br />
ia berdiri<br />
sendirian<br />
rumah-rumah beterbangan<br />
kos-kosan menghilang<br />
anak-anak kos menghilang<br />
pemilik kos menghilang<br />
menangis<br />
menangis<br />
air<br />
air<br />
air<br />
air<br />
tanah<br />
berlumpur<br />
menutup mata<br />
siapa saja<br />
di situ gintung<br />
kota kenangan<br />
kota yang indah<br />
taman bermain<br />
anak-anak yang ceria<br />
pemancingan<br />
yang kini luka<br />
restoran yang kehilangan indah<br />
tak ada air<br />
sepi<br />
sepi<br />
luka<br />
luka<br />
Allah<br />
Allah<br />
Allah<br />
Allah<br />
&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monyet itu saudaraku; jangan pandang hina!</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 15:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gurauan]]></category>
		<category><![CDATA[lawak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[monyet]]></category>
		<category><![CDATA[teori evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=77</guid>

					<description><![CDATA[Tak jarang aku merasa sedih di tengah-tengah kegembiraan orang-orang. Salah satunya adalah ketika menjumpai gurauan atau pun lawakan yang memandang hina seseorang yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka tertawa-tawa, tetapi hatiku menangis. Hatiku pun menjerit. Aku marah, tetapi apalah dayaku selain menuangkannya lewat tulisan seperti ini? Begini, kawan, tulisanku ini terinspirasi oleh suatu diskusi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tak jarang aku merasa sedih di tengah-tengah kegembiraan orang-orang. Salah satunya adalah ketika menjumpai gurauan atau pun lawakan yang memandang hina seseorang yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka tertawa-tawa, tetapi hatiku menangis. Hatiku pun menjerit. Aku marah, tetapi apalah dayaku selain menuangkannya lewat tulisan seperti ini? <span id="more-77"></span></p>
<p>Begini, kawan, tulisanku ini terinspirasi oleh suatu diskusi di situs shodiq.com ini pada beberapa hari belakangan ini, yaitu mengenai teori evolusi. Seorang pengunjung menyangka bahwa aku mendukung teori evolusi. (Padahal yang benar, aku bersikap netral.) Terhadap artikelku &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/03/20/jangan-percayai-teori-evolusi-tapi/">Jangan percayai teori evolusi, tapi…</a>&#8220;, ia berkomentar:</p>
<blockquote><p>klo manusia, monyet, dan primata lainnya diturunkan dari nenek moyang yang sama berarti anda bersaudara dengan monyet dan primata lainnya..</p></blockquote>
<p>Kuperhatikan, dia menggunakan kata &#8220;anda bersaudara dengan monyet&#8221;, bukan &#8220;kita bersaudara dengan monyet&#8221;. Aku tak tahu mengapa dia berkata begitu. Mudah-mudahan dia berkata begitu bukan karena menganggap monyet itu pasti lebih hina daripada manusia.</p>
<p>Terhadap komentar itu, aku sampaikan tanggapan sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Aku bersaudara dengan debu. Sebab, kami sama-sama berasal dari tanah.<br />
Aku tak tahu monyet itu berasal dari apa. Kalau berasal dari tanah juga, maka monyet pun saudaraku juga. (Kalau bukan dari tanah, lalu dari apa?) Bagaimanapun, aku tidak merasa lebih mulia daripada monyet, apalagi hanya karena asal-usulnya. Sebab, hanya iblis dan pengikutnya sajalah yang merasa lebih mulia daripada makhluk lain hanya karena asal-usulnya.</p></blockquote>
<p>Kalau pun monyet itu bukan berasal dari tanah, aku pun masih menganggap mereka itu saudaraku, saudara sesama makhluk hidup di muka bumi. Namun, bukan sekadar rasa persaudaraan ini yang membuat hatiku terluka manakala orang-orang memandang hina monyet. </p>
<p>Bagiku, memandang hina monyet itu berarti memandang hina penciptanya. Demikian pula orang-orang yang menertawakan orang lain yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka memandang hina Sang Maha Pencipta. Inilah yang membuat hatiku terluka. Tuhanku dipandang hina, bagaimana tidak sedih?</p>
<p>Demikianlah sedikit cerita dan curhat dariku. Kini sampailah kita pada penilaian, manakah yang lebih hina antara manusia dan monyet. </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://harrysimbolon.wordpress.com/2008/12/01/rosa-disejajarkan-dengan-monyet/"><img alt="" src="https://harrysimbolon.files.wordpress.com/2008/12/rosa-dan-monyet.jpg?w=406&#038;h=274" title="Rossa dan monyet" class="alignnone" width="406" height="274" /></a></p>
<p>Marilah kita lakukan penilaian berdasarkan firman-firman Sang Maha Pencipta. </p>
<p>Mungkin ada banyak di antara kita yang telah membaca ayat ini:</p>
<blockquote><p>
Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam dan kami angkat mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rizki yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan. (QS al-Israa&#8217; [17]: 70)</p></blockquote>
<p>Mungkin dengan berdasarkan ayat tersebut, ada banyak orang yang merasa dirinya pasti lebih mulia daripada segala makhluk lain. Mereka kurang memperhatikan bahwa ada ayat-ayat lain seperti berikut ini:</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, [tetapi] kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya [yaitu neraka], kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh&#8230;. (QS at-Tiin [95]: 5-6)</p></blockquote>
<p>Berdasarkan ayat itulah (dan beberapa ayat lain seperti QS 98: 6-7), aku menilai bahwa pada umumnya, <strong>manusia itu sesungguhnya lebih hina daripada monyet dan makhluk-makhluk lainnya, kecuali yang beriman dan beramal saleh</strong>.</p>
<p>Bagaimana dengan orang-orang yang memandang hina monyet? Apakah mereka tergolong beriman dan beramal saleh? Yang pasti, memandang hina itu tentulah bukan tergolong amal saleh. Sedangkan keimanannya pun patut diragukan karena mereka kurang mengimani ayat 95:5-6 (dan ayat-ayat lain yang senada dengan itu). Kalau begitu, bukankah mereka yang memandang hina monyet itu sebetulnya justru lebih hina daripada yang mereka pandang hina?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harrysimbolon.files.wordpress.com/2008/12/rosa-dan-monyet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rossa dan monyet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku senang mencintaimu (dengan bagaimanakah?)</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 21:43:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Aisha Chuang]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=70</guid>

					<description><![CDATA[Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak. Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? Ogah, ah! Aku senang mencintaimu dengan terarah: dengan sehembus bayu yang dideburkan Ar-Rahim kepada segumpal darah yang menjadikannya manusia. Aku senang mencintaimu dengan tertata: dengan selaksa aroma yang didesirkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak.  Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? <em>Ogah</em>, ah! </p>
<blockquote>
<p>Aku senang mencintaimu dengan terarah:<br />
dengan sehembus bayu yang dideburkan<br />
Ar-Rahim kepada segumpal darah<br />
yang menjadikannya manusia.</p>
<p>Aku senang mencintaimu dengan tertata:<br />
dengan selaksa aroma yang didesirkan<br />
lebah pengolah buah di hening sarang<br />
yang menjadikannya pencinta.</p>
</blockquote>
<p>Begitulah puisi Aisha Chuang dalam <a href="http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=PPL1027">Nikmatnya Asmara Islami</a>. Puisi tersebut dimaksudkan sebagai &#8220;jawaban&#8221; atau &#8220;sudut pandang yang lain&#8221; terhadap puisi karya Sapardi Djoko Damono, &#8220;Aku Ingin&#8221;:</p>
<blockquote>
<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</p>
<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</p>
</blockquote>
<p>Dalam segi bahasa penyampaian pesan, mungkin puisi Sapardi Djoko Damono ini lebih indah (dan tentu lebih orisinal). Namun dalam segi makna yang terkandung di dalamnya, aku lebih suka puisi Aisha Chuang di atas. Sebab, aku lebih senang menggunakan sudut pandang yang positif daripada negatif. Inilah sebabnya mengapa aku lebih suka memandang cinta sejati sebagai <strong>madu yang dihasilkan oleh lebah pengolah buah</strong> daripada sebagai <em>abu kayu yang terbakar oleh api</em>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video: Kecantikan Islami</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 15:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya islami]]></category>
		<category><![CDATA[Islam ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan islami]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=79</guid>

					<description><![CDATA[Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap alhamdu lillaah&#8230; kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap <em>alhamdu lillaah&#8230;</em> kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:</p>
<iframe class="youtube-player" width="750" height="422" src="https://www.youtube.com/embed/AFx1jor3CIk?version=3&#038;rel=0&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi Kerabat Wafat dan Dijumpai Malaikat</title>
		<link>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/</link>
					<comments>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 15:51:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=81</guid>

					<description><![CDATA[saya semalem mimpi pak sodiq, ada kabar salah satu kerabat saya di Bandung meninggal dunia.dimimpi saya dalam posisi menunggu almarhumah dibawa pulang ke rumah. belakangan saya memang lagi khawatir dengan kesehatan ayaj saya yang terus menurun. gara2 beliau sakit, saya akan ingat terus di tanggal 14 nov 2008 saya bermimpi ayah saya duduk di teras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>saya semalem mimpi pak sodiq, ada kabar salah satu kerabat saya di Bandung meninggal dunia.dimimpi saya dalam posisi menunggu almarhumah dibawa pulang ke rumah.</p>
<p>belakangan saya memang lagi khawatir dengan kesehatan ayaj saya yang terus menurun. gara2 beliau sakit, saya akan ingat terus di tanggal 14 nov 2008 saya bermimpi ayah saya duduk di teras dengan pakaian pulang dari sholat jumat.</p>
<p>lalu ada malaikat turun dan berdiri disampingnya, dengan penuh cahaya mengatakan bahwa umur ayah saya hanya 40 hari dari hari tersebut. saya menghitung mundur pak selama 40 hari dengan cemas ditambah kesehatan ayah saya yang memang kurang baik. gak berani cerita mimpi saya ke siapapun karena takut kejadian..tapi ada temen yang pada tanggal 14 nov saya minta untuk tanya tentang mimpi saya 40 hari setelahnya. </p>
<p>sekarang ayah saya sedang sakit, tapi semalem mimpinya kerabat saya yang meninggal dunia.</p>
<p>apa artinya pak??</p></blockquote>
<p>Takwil dari M Shodiq Mustika:</p>
<p>Bermimpi didatangi malaikat yang penuh dengan cahaya itu pertanda mimpi spiritual. Gambaran dalam mimpi spiritual biasanya simbolis, termasuk dalam hal &#8220;kerabat&#8221; dan &#8220;40 hari&#8221; pada mimpimu ini. </p>
<p><span id="more-81"></span>Sosok &#8220;kerabat&#8221; dalam mimpimu itu menurutku melambangkan sosok ayahmu. Waktunya sudah &#8220;akan tiba&#8221;.</p>
<p>Selaras dengan mimpimu terdahulu, mungkin beliau akan wafat dalam &#8220;40 hari&#8221;. Namun, angka tersebut bukan eksak. Dalam tradisi kita, angka &#8220;40 hari&#8221; biasanya bermakna moderat. Jadi, waktunya mungkin bukan sebentar lagi, tetapi juga tidak lama lagi.</p>
<p>Meskipun waktunya mungkin bukan sebentar lagi, keberadaan malaikat yang berdiri di sisi ayahmu itu merupakan petunjuk bahwa hendaknya kamu turut bersiap-siap menghadapi kemungkinan bahwa ayahmu akan wafat sewaktu-waktu. Isyarat ini diperkuat dengan mimpimu semalam yang &#8220;dalam posisi menunggu almarhumah&#8221;.</p>
<p>Kematian itu sendiri tidak harus kita hadapi dengan rasa takut. Bahkan, kita bisa menghadapinya dengan senyuman. Untuk itu, aku persilakan kau baca salah satu buku karyaku, <a href="http://shodiq.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah/">Mati Tersenyum ala Islam</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
