<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 02:57:35 +0000</lastBuildDate><category>opini</category><category>tulisan</category><category>puisi</category><category>iseng</category><category>berita</category><category>lagu</category><category>tutorial</category><category>ebook gratis</category><category>Ngaco</category><category>aksara sunda</category><category>angkutan umum</category><category>aom kusman</category><category>ayu tingting</category><category>beatles</category><category>berita terkini</category><category>buku</category><category>dirgahayu</category><category>dpr</category><category>game jokowi</category><category>gombal</category><category>introduksi</category><category>korupsi</category><category>lebaran</category><category>opini. komisi cemilan</category><category>penerjemah</category><category>tahun baru</category><category>tukar link otomatis</category><title>Tata Danamihardja</title><description>catatan kecil orang kecil</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>catatan kecil orang kecil</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-6482543021994676988</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 09:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T16:32:44.103+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>BOSAN</title><description>Bosan, jenuh, atau kata lain yang sepadan dengan itu, kadang-kadang terucap juga dari mulut kita ketika sampai pada suatu kondisi di mana kita merasa tidak ada lagi hal menarik yang bisa kita lakukan. Kondisi stagnan dari itu ke itu membuat kita terpancing untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Cari suasana lain, mungkin begitu istilahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa bosan atau jenuh itu tentu tidak selalu sama. Ada yang tingkat tinggi, sedang dan rendah. Itu kalau disederhanakan. Tapi di tingkat mana pun kita berada, pasti ada sesuatu di luar kebiasaan yang ingin kita lakukan. Dan rasa bosan itu tidak mengenal strata sosial. Ia bisa hinggap pada siapa saja, dari kalangan mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tak usah heran jika orang-orang yang kelebihan uang rela membayar mahal untuk berkotor-kotor di sawah dan lumpur demi mengusir kejenuhan. Memandikan kerbau yang pasti membosankan bagi pertani miskin, berubah menjadi sesuatu yang mahal dan menyenangkan bagi orang kaya yang biasa hidup di tempat bersih dan nyaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan kampung yang biasa dikonsumsi petani sederhana semacam nasi tutug oncom, bisa berubah menjadi makanan yang lezat dan eksklusif di mata orang kaya yang tidak biasa menyantapnya. Padahal buat orang miskin, menu itu hanyalah siasat untuk menekan pengeluaran lauk seminimal mungkin. Tapi dengan kemasan dan sentuhan penyajian ala hotel, harganya bisa naik berlipat-lipat. Sebab pada hakikatnya yang dijual bukan makanannya, melainkan suasana dan kemasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDnSBLTGAeDozAYLHHopSwWXRw8qWwulEVnVypeMn5zJ31P5tVgK3NcIHXKtg07gtrEDYVy4Eaym9wT0X72IKA-E9pBszVBAMY-IzYS2yIaO6R3ifDVQBT7uqmkqkn1Kam4jUsJZLArIek/s1600/bosan11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="550" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDnSBLTGAeDozAYLHHopSwWXRw8qWwulEVnVypeMn5zJ31P5tVgK3NcIHXKtg07gtrEDYVy4Eaym9wT0X72IKA-E9pBszVBAMY-IzYS2yIaO6R3ifDVQBT7uqmkqkn1Kam4jUsJZLArIek/s400/bosan11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan orang miskin yang bosan dengan kemiskinannya? Ini memang tidak mudah. Mencari suasana lain menjadi masalah tersendiri bagi mereka. Meski bosan dengan menu harian kaum papa, mereka tak bisa dengan mudah berganti suasana dengan makan enak di restoran mahal misalnya. Mau beli pake apa? Atau jika ingin merasakan tidur nyaman di hotel, mereka hampir tak mungkin melakukannya karena tidak ada biaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu? Ada jalan pintas yang bisa dilakukan. Mari nonton sinetron Indonesia yang sering menghadirkan dunia orang kaya tanpa alasan yang jelas. Di situ kita bisa tahu bagaimana cara orang kaya bersekolah tanpa harus belajar, misalnya. Yang harus dilakukan cuma pacaran, berantem, nge-mall, nonton, dan pekerjaan-pekerjaan enak lainnya. Uangnya toh tinggal minta kepada orang tuanya yang tak pernah jelas pekerjaannya apa. Pokoknya konon punya perusahaan besar yang menghasilkan uang banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai nonton, tentu tak ada yang bisa diperoleh kecuali mimpi bisa hidup enak dengan mudah seperti di sinetron. Maka ketika kembali ke kehidupan nyata, mereka pun mabuk ekstase kenikmatan bermimpi yang dicekokkan kotak bodoh itu. Proses itu terus berulang, menjadi sebuah siklus tak berujung. Bosan, menikmati mimpi, bosan lagi, mimpi lagi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya? Bosannya orang miskin dan orang kaya itu, tetap saja beda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/12/bosan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDnSBLTGAeDozAYLHHopSwWXRw8qWwulEVnVypeMn5zJ31P5tVgK3NcIHXKtg07gtrEDYVy4Eaym9wT0X72IKA-E9pBszVBAMY-IzYS2yIaO6R3ifDVQBT7uqmkqkn1Kam4jUsJZLArIek/s72-c/bosan11.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-6679876103573440329</guid><pubDate>Sat, 03 Nov 2012 17:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-04T00:50:15.788+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penerjemah</category><title>Penerjemah, Profesi Sunyi</title><description>Saya hampir yakin bahwa Anda akan bingung atau paling tidak tertegun sejenak, jika ada yang bertanya kepada Anda, "Siapa penerjemah favorit Anda?". Reaksinya mungkin akan berbeda ketika pertanyaannya diganti menjadi, "Siapakah penyanyi favorit Anda?". Anda, atau tepatnya kita, pasti lebih siap untuk menjawab pertanyaan yang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-LaWyYms5WFEyJL3F4pVXkpe86eUgtF-DoPNqq5BdaQuvHmBbOQ-HxvoQldRNc1IlKyd4fxPmjsuIpm_uftMuI9Y8wTrWxPZAknVevLDJnOuUoJygs9BNHkKxkGP_bjI-KsRc5EdSgt-/s1600/CATS__Sembilan_Nyawa_Inovasi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-LaWyYms5WFEyJL3F4pVXkpe86eUgtF-DoPNqq5BdaQuvHmBbOQ-HxvoQldRNc1IlKyd4fxPmjsuIpm_uftMuI9Y8wTrWxPZAknVevLDJnOuUoJygs9BNHkKxkGP_bjI-KsRc5EdSgt-/s400/CATS__Sembilan_Nyawa_Inovasi.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu buku yang saya terjemahkan. Sunyi, tanpa publikasi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Padahal jika ditelusuri lebih jauh, peran penerjemah cukup dekat dengan keseharian kita. Banyak sekali literatur, buku, artikel, filem dan media lainnya yang kehadirannya tidak lepas dari peran penerjemah. Dan dengan demikian tugas kita menjadi lebih ringan dalam memahami apa yang kita baca/tonton. Waktu kita menjadi lebih hemat dalam memahaminya jika disampaikan dalam bahasa yang kita pakaisehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguI-Yg1FA9FtcAJVzIlC5jUPcRapu9OlTVHcKjiMNlz-F18QwUQqtjnQqKjvusAA5rt6rPSHJnaLriUvBg2Np7xk5B0OzTqc-VG9RjPvmT-c92NYeFjcVv8fyKfCatBeWa5jl2XlkJKpJb/s1600/okbbukakartu2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguI-Yg1FA9FtcAJVzIlC5jUPcRapu9OlTVHcKjiMNlz-F18QwUQqtjnQqKjvusAA5rt6rPSHJnaLriUvBg2Np7xk5B0OzTqc-VG9RjPvmT-c92NYeFjcVv8fyKfCatBeWa5jl2XlkJKpJb/s400/okbbukakartu2.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Buku terjemahan saya yang lain. Juga sunyi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika Anda suka dengan karya-karya Agatha Christie misalnya, pernahkah terlintas dalam pikiran Anda untuk mengatahui siapa penerjemahnya? Tak perlu merasa berdosa ketika dengan berat hati Anda menjawab tidak, sebab memang kita dikondisikan untuk merespons seperti itu. Maksudnya? Kalangan pemakai jasa penerjemah sendiri (misalnya penerbit buku) masih belum memperlakukan penerjemah sebagaimana mestinya. Dengan kata lain, profesi penerjemah masih dipandang sebelah mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambillah sebuah buku terjemahan dari bahasa asing. Periksalah sampulnya. Adakah nama penerjemah di sampulnya? No way, hampir pasti Anda tidak akan menemukannya. Sekarang coba bukadi bagian dalam, carilah nama penerjemah. Aha! Akhirnya Anda menemukannya bukan? Terselip di halaman dalam dengan huruf yang sangat kecil. Masih untung jika Anda tidak perlu menggunakan kaca pembesar untuk menemukannya :) Padahal untuk menerjemahkan sebuah buku dengan ketebalan sedang, rata-rata diperlukan waktu antara 3 hingga 4 bulan. &lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC6WtTmd3EDHqDEi8GcDE9o8hLZSYhzBSuWovTWKx1OZe71L9G7JWowyXR_0UmzKW9suFd9SubZDuiugboO-UCnwYU1SFo5brLhQfiSwopNuAV6SlT4tYBp3IlIXg0cb6Rl9nYN8qOWgCd/s1600/hotelmajestic.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC6WtTmd3EDHqDEi8GcDE9o8hLZSYhzBSuWovTWKx1OZe71L9G7JWowyXR_0UmzKW9suFd9SubZDuiugboO-UCnwYU1SFo5brLhQfiSwopNuAV6SlT4tYBp3IlIXg0cb6Rl9nYN8qOWgCd/s400/hotelmajestic.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bahkan penerjemah buku ini, Ny. Suwarni A. S., tak banyak yang mengenalnya. Padahal bukunya sangat digemari...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Profesi penerjemah memang jauh dari hiruk pikuk publikasi. Sehebat apa pun penerjemah, jangan berharap bisa menjadi selebritas di kalangan pembaca karya-karyanya. Kepuasan para pekerja sunyi ini cukup sampai pada kepuasan pribadi jika karyanya bisa diterima oleh pembacanya. Padahal jika nama penerjemah ditaruh di sampul saja, rasanya akan menambah semangat mereka untuk bekerja lebih baik lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memperlakukan penerjemah secara wajar memang tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada niat baik dari berbagai pihak, termasuk penerbit, pembaca dan kalangan lain, khususnya yang bersinggungan langsung dengan bidang penerjemahan. Dan nampaknya, dunia sunyi para penerjemah masih akan terus berlangsung, entah sampai kapan.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/11/penerjemah-profesi-sunyi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-LaWyYms5WFEyJL3F4pVXkpe86eUgtF-DoPNqq5BdaQuvHmBbOQ-HxvoQldRNc1IlKyd4fxPmjsuIpm_uftMuI9Y8wTrWxPZAknVevLDJnOuUoJygs9BNHkKxkGP_bjI-KsRc5EdSgt-/s72-c/CATS__Sembilan_Nyawa_Inovasi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-252481611118499133</guid><pubDate>Mon, 08 Oct 2012 18:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-09T01:35:41.456+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>10 JANGAN VERSI IBU SAYA</title><description>Mungkin ini bukan hal yang istimewa, karena sesungguhnya cuma aturan yang diterapkan ibu saya di rumah. Atau lebih tepatnya nasihat dan rambu-rambu, karena toh tidak ada sanksi hukum kalau sekali-sekali dilanggar :) Dan barangkali semua ibu juga mengajarkan hal yang sama. Hanya saja buat saya menjadi istimewa karena dari ibulah saya mendengarnya pertamakali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE8-ar0zhVzOio7m5am60b8QUmYwFRi82dNHdfIUAt7KcA7uv4VAU_M-SMdiiaJdMynihw-MGfoax62rLboEC4ru67yQcVk_JJHSdiCmaNB2V3HVJ8fhtriFJl6tsnVwcx5z052R22pFSf/s1600/ibu-siluet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="550" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE8-ar0zhVzOio7m5am60b8QUmYwFRi82dNHdfIUAt7KcA7uv4VAU_M-SMdiiaJdMynihw-MGfoax62rLboEC4ru67yQcVk_JJHSdiCmaNB2V3HVJ8fhtriFJl6tsnVwcx5z052R22pFSf/s400/ibu-siluet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan jajan sembarangan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Maksudnya jangan jajan kalau tempat jualannya kurang bersih, sebab makanan yang kurang bersih bisa menyebabkan sakit. Setelah dewasa saya mulai mengerti bahwa alasan utama aturan ini adalah: ibu saya tak punya uang untuk bekal sekolah anaknya. Kompensasinya, sebelum sekolah wajib sarapan di rumah.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan kebanyakan main&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Di rumah semua pekerjaan dilakukan secara gotong royong. Setiap anggota keluarga punya tugas masing-masing sebab kami tak mampu menggaji pembantu. Ibu tahu persis bahwa dengan trik tertentu, pekerjaan di rumah bisa menjadi permainan yang menyenangkan. Misalnya: membereskan kamar ambil mencari 'harta karun'. Dan harta kaarunnya adalah permen yang sebelumnya diam-diam sudah disiapkan ibu di tempat-tempat tersembunyi.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan gampang menerima pemberian orang&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Kata ibu, kita memang harus beryukur jika diberi sesuatu oleh orang lain. Tapi jika terlalu sering dan kita tak pernah menolak atau bahkan berharap diberi, orang lama-lama akan bosan. Lebih baik memberi kalau kebetulan kita punya. Belakangan saya tahu bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan lupa bilang permisi jika lewat di depan orang&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Menurut ibu saya, cuma ayam yang suka lewat tanpa permisi. Dalam budaya Sunda, ucapkanlah "punten" sambil sedikit membungkukkan badan. Jangan lupa senyum. Alhamdulillah, kebiasaan ini terbawa sampai sekarang.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan sampai bunyi saat mengunyah makanan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Dalam bahasa Sunda, bunyi ketika mengunyah makanan disebut 'ceplak'. Jika di rumah ada yang ceplak, biasanya dipelototin rame-rame :)
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan nimbrung dan nguping obrolan orang tua&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Maksudnya jangan nimbrung ketika orang tua sedang berbicara atau ngobrol serius. Barangkali karena memang ada hal-hal yang belum pantas didengar oleh anak-anak. Biasanya ada pemberitahuan dulu ketika Ayah dan Ibu mau ngobrol serius.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan terlalu lama bertamu di rumah orang&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Siapa tahu tuan rumah sedang banyak kerjaan atau hal-hal yang tidak ingin diketahui atau diganggu oleh orang luar.
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan belajar berlebihan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Lho, bukankah belajar itu penting? Maksudnya, tak peernah ada jam belajar resmi di rumah kami. Belajar tak bisa dipaksakan. Yang penting, usahakan membaca setiap ada kesempatan. Kebiasaan membaca adalah kunci untuk menyerap pengetahuan. Hasilnya, saya konon termasuk pinter :) Alhamdulillah...&amp;gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan manja&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Belajar mencuci baju sendiri, menyetrika, bahkan masak nasi bukan cuma buat perempuan. Cowok juga harus bisa. "Kita bukan orang kaya, jadi harus belajar minimal melayani diri sendiri," begitu kata ibu. Sejak lulus SMP saya kost dan harus nyuci baju sendiri. Masak nasi juga :)
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan lupa sholat&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
Tuhan ngasih segala kebutuhan kita secara gratis. Masa kita nggak berterimakasih? Sholat adalah simbol terimakasih kita pada Tuhan. Orang yang tidak tahu berterimakasih adalah orang yang paling kurang ajar sedunia. Ibu, Tuhan, maafkan aku... Ini yang paling sering kulanggar :( &lt;/ol&gt;Ini rambu-rambu sederhana yang diberlakukan di sebuah keluarga kampung yang juga sederhana. Tapi jika dipatuhi, hasilnya pasti luar biasa. &lt;br /&gt;
</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/10/10-jangan-versi-ibu-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE8-ar0zhVzOio7m5am60b8QUmYwFRi82dNHdfIUAt7KcA7uv4VAU_M-SMdiiaJdMynihw-MGfoax62rLboEC4ru67yQcVk_JJHSdiCmaNB2V3HVJ8fhtriFJl6tsnVwcx5z052R22pFSf/s72-c/ibu-siluet.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-3429166427623598084</guid><pubDate>Sun, 16 Sep 2012 10:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-16T17:19:16.239+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>ODE UNTUK RINDU</title><description>satu-satu&lt;br /&gt;
menyapa teka-teki bisu&lt;br /&gt;
sepanjang lorong biru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
di sini tak tercium lagi wangi senja&lt;br /&gt;
yang kerap menemani kita, dulu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka kueratkan pelukan&lt;br /&gt;
pada kenangan yang berjamur&lt;br /&gt;
sebagai isyarat bahwa&lt;br /&gt;
kita pernah ada&lt;br /&gt;
di dalamnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16092012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwpJghzm4wWqu-s0VDUAjEZ1MiJ7K-48rr3G3p0uY7mb5f23DAdlEGix3lDllid-SmjT_UOoBD75QtUM8oV5isyNqVQCdfqAqNQf1bwBSgySBXUAwD4ZJnQD3T1-HLAdL2lr0dqyuKZr8F/s1600/Abstract-Art-cortlandculturalcouncil.org.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwpJghzm4wWqu-s0VDUAjEZ1MiJ7K-48rr3G3p0uY7mb5f23DAdlEGix3lDllid-SmjT_UOoBD75QtUM8oV5isyNqVQCdfqAqNQf1bwBSgySBXUAwD4ZJnQD3T1-HLAdL2lr0dqyuKZr8F/s400/Abstract-Art-cortlandculturalcouncil.org.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ilustrasi: www.cortlandculturalcouncil.org&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/09/ode-untuk-rindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwpJghzm4wWqu-s0VDUAjEZ1MiJ7K-48rr3G3p0uY7mb5f23DAdlEGix3lDllid-SmjT_UOoBD75QtUM8oV5isyNqVQCdfqAqNQf1bwBSgySBXUAwD4ZJnQD3T1-HLAdL2lr0dqyuKZr8F/s72-c/Abstract-Art-cortlandculturalcouncil.org.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-823396353506540423</guid><pubDate>Tue, 11 Sep 2012 05:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-11T12:49:49.135+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">angkutan umum</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>The Long And Winding Road</title><description>Begitulah kata The Beatles: Jalan Panjang dan Berliku. Dan begitu pula yang saya alami setiap kali melakukan perjalanan menggunakan kendaraan umum, baik secara kiasan mau pun dalam arti yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://8106.tv/blog/audio/08_12/langley2/24.mp3"&gt;The Long And Winding Road&lt;/a&gt; memang sungguh-sungguh sebuah kondisi yang harus saya tempuh. Lebih dari 200 km perjalanan pulang pergi harus saya nikmati apa adanya, menempuh kondisi jalan yang berkelok-kelok dan naik turun dalam artian yang sesungguhnya. Benar-benar sebuah perjalanan yang melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu belum semuanya, karena masih harus ditambah dengan kondisi di dalam kendaraan umum yang jauh dari nyaman. Panas, berdesak-desakan, sangat tidak tepat waktu dan tidak bisa diprediksi, serta ancaman keselamatan kalau kebetulan sang sopir bertindak ugal-ugalan. Ini yang saya maksud jalan panjang dan berliku dalam arti kiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX21IqqEFwv_9_l5Xt-Cc8B64mfiB9MQRFKsa15pppHbUBBbXjq04hXuGu_l_w3q3HUfqsivMFbuvBaVLSv72W4XqCONIvo9XPtn7FefRN3bPtaXRcjSwbDqh7uIdMpRhxSC4zx55s1e__/s1600/elf.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="550" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX21IqqEFwv_9_l5Xt-Cc8B64mfiB9MQRFKsa15pppHbUBBbXjq04hXuGu_l_w3q3HUfqsivMFbuvBaVLSv72W4XqCONIvo9XPtn7FefRN3bPtaXRcjSwbDqh7uIdMpRhxSC4zx55s1e__/s400/elf.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan semua ketidaknyamanan itu sesungguhnya biaya yang harus kita keluarkan menjadi amat sangat mahal, sebab penderitaan serta ancaman yang kita alami selama dalam perjalanan tidak bisa dinilai dengan uang. Kalau sudah tahu seperti itu, kenapa tidak pilih cara yang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara teori memang sangat logis mengajukan pertanyaan seperti itu. Kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau naik kendaraan milik biro perjalanan. Sayangnya tak semua orang beruntung memiliki alternatif yang lebih menyenangkan. Saya misalnya, tidak memiliki kendaraan pribadi. Jadi alternatif ini otomatis harus dicoret. Travel? Tidak ada trayek yang melewati jalur yang harus saya tempuh. Maka alternatif ini pun otomatis dicoret.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian praktis saya tidak mempunyai pilihan lain kecuali bersabar menjalani kondisi yang ada. Kalau pun bisa disebut pilihan, berdoa barangkali menjadi satu-satunya alternatif dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan umum di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah yang seharusnya bertanggungjawab atas segala ketidaknyamanan ini terbukti mandul dan tidak mampu mengatasi persoalan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun tersebut. Padahal jika ada niat baik, saya 100 persen yakin kondisi ini bisa diperbaiki. Perlu regulasi yang tegas, dan tentunya juga eksekusi yang tegas di lapangan untuk menciptakan kondisi angkutan umum massal (&lt;i&gt;mass rapid transport&lt;/i&gt;) yang nyaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa pemerintah tidak mau melakukannya? Saya tidak tahu karena saya bukan orang pemerintah ataupun orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan berbagai kebijakan (ketidakbijakan?) pemerintah. Tapi kalau disuruh menebak, menurut saya kemungkinan besar hal itu terjadi karena para petinggi tidak pernah merasakan apa yang saya dan orang-orang senasib rasakan. Mereka tidak pernah merasakan betapa menderitanya menjadi pengguna kendaraan umum di Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mereka tahu hanya kenyamanan berada dalam kendaraan mewah ber-AC, mendapatkan fasilitas kelas satu, dan berusaha mempertahankan kondisi nyaman itu selama mungkin. Soal rakyat harus menderita? Ah, itu sih &lt;i&gt;derita loe&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Keciaaan deh&lt;/i&gt; rakyat.... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/09/the-long-and-winding-road.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX21IqqEFwv_9_l5Xt-Cc8B64mfiB9MQRFKsa15pppHbUBBbXjq04hXuGu_l_w3q3HUfqsivMFbuvBaVLSv72W4XqCONIvo9XPtn7FefRN3bPtaXRcjSwbDqh7uIdMpRhxSC4zx55s1e__/s72-c/elf.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-808373620617087920</guid><pubDate>Mon, 03 Sep 2012 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-03T10:22:33.016+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">iseng</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Jempol Itu Simbol</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg52E0rfnPfOfNXfVtQYTaPgj3LSeJAPdyuiePDi_2170kM4OrXA2DnUTmbAJFKIlmHAHshY3pBspHEEpgfHh7PPcahGq7ZglbX8UxbfGTCsZR7HTJbyN9QdTXZ7OC3SDUdzlnlxbq7M-yi/s1600/thumbs_up.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg52E0rfnPfOfNXfVtQYTaPgj3LSeJAPdyuiePDi_2170kM4OrXA2DnUTmbAJFKIlmHAHshY3pBspHEEpgfHh7PPcahGq7ZglbX8UxbfGTCsZR7HTJbyN9QdTXZ7OC3SDUdzlnlxbq7M-yi/s400/thumbs_up.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ya, simbol alias lambang. Lagipula, siapa bilang jempol itu &lt;i&gt;surabi&lt;/i&gt;? Ya sudahlah, semua pasti sepakat. Toh tidak ada yang perlu diperdebatkan, apalagi dikaitkan dengan &lt;i&gt;surabi&lt;/i&gt;. Pasti &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; nyambung:)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol atau persisnya &lt;i&gt;thumb-up&lt;/i&gt; alias ibu jari yang mengarah ke atas, adalah simbol universal untuk menyatakan bahwa yang diberi simbol tersebut bagus. Meski ada lagi &lt;i&gt;thumb-down&lt;/i&gt; alias jempol yang mengarah ke bawah untuk menyatakan bahwa sesuatu itu jelek, namun kali ini kita tidak akan membicarakan hal itu. Jadi, mari kita sepakati lagi bahwa jika saya menyebut jempol, itu artinya &lt;i&gt;thumb-up&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mari kita perhatikan jempol masing-masing. Bukan jempol kaki &lt;i&gt;lho&lt;/i&gt;, jempol tangan. Ini adalah bagian tubuh yang perlu kita hormati mengingat ia merupakan ibu dari jari-jari kita yang lain. Dan mungkin justru karena perannya sebagai ibu itulah maka ia dijadikan simbol untuk menyatakan yang baik-baik. Beda dengan 'si anak nakal' jari tengah yang biasa dipakai untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak senonoh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa saya minta untuk memperhatikan jempol masing-masing? Sekedar untuk memastikan bahwa jempol Anda bersih :) Periksa kalau-kalau ada kotoran hitam di kukunya. Ini penting karena simbol kebaikan tentu tidak boleh mengandung hal-hal yang bisa mencemari kadar kebaikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang bayangkan ketika guru sekolah Anda dulu memuji kepandaian Anda dengan memberi acungan jempol. Apa yang Anda rasakan? Atau bayangkan ketika wanita cantik tetangga Anda mengacungkan jempol sambil melemparkan senyum paling manis karena Anda berhasil membetulkan komputernya yang rusak. &lt;i&gt;Gimana&lt;/i&gt; rasanya? Pasti Anda degdegan bahagia sambil membayangkan betapa senangnya kalau dia mau jadi pacar Anda ;) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sekedar gambaran betapa hanya dengan gerakan sederhana mengacungkan jempol bisa tercipta kebahagiaan yang begitu besar. Padahal Anda atau siapa pun tidak perlu mengeluarkan uang untuk melakukannya. Tentu saja melakukannya harus disertai dengan hati yang tulus, dan juga &lt;i&gt;jangan terlalu sering&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lho&lt;/i&gt; kenapa? Bukankah semakin sering kita mengacungkan jempol akan semakin sering pula orang lain merasa bahagia? Oh,&lt;i&gt; no my man&lt;/i&gt;! Kalau Anda pernah belajar ekonomi, Anda pasti kenal dengan yang namanya &lt;i&gt;supply &amp; demand&lt;/i&gt;. Antara permintaan dan penawaran harus dijaga agar seimbang. Kalau &lt;i&gt;supply&lt;/i&gt; alias penawaran lebih besar daripada &lt;i&gt;demand&lt;/i&gt; atau permintaan, maka akan terjadi ketidakseimbangan pasar. Nilai produk akan turun, dan harganya akan anjlok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jika Anda terlalu sering mengacungkan jempol Anda, apalagi hanya sekedar untuk menyenangkan orang lain, nilai jempol Anda akan turun drastis. Penyanyi dangdut yang Anda taksir mungkin tak merasa bahagia lagi ketika Anda mengacungkan jempol untuk setiap kata yang dia nyanyikan, atau bahkan ketika ia batuk dan &lt;i&gt;keselek&lt;/i&gt;. Saya yakin sang dewi pujaan ini bahkan akan merasa sebal dan menganggap Anda menghinanya. Jadi lakukan seperlunya saja pada saat Anda memang benar-benar mengagumi sesuatu dari lubuk hati Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda ngotot melakukannya sesering mungkin, maka akan terjadi inflasi jempol. Persis seperti yang terjadi di Facebook. Media jejaring pertemanan yang jeli ini memang menyediakan simbol &lt;i&gt;thumb-up&lt;/i&gt; alias jempol untuk mengekspresikan pujian antar sesama pengguna. Celakanya banyak orang yang tidak sadar akan bahaya inflasi jempol ini. Maka bertebaranlah jempol-jempol &lt;i&gt;ngasal&lt;/i&gt;. Masa orang nulis 'wkwkwk' saja dikasih jempol, tanda tanya dikasih jempol, tulisan '&lt;i&gt;gue laper&lt;/i&gt;' pun dikasih jempol. Ini terutama kalau yang &lt;i&gt;nulis&lt;/i&gt; statusnya adalah &lt;i&gt;cewek&lt;/i&gt; cantik. Yang lebih parah lagi, ada orang yang mendapat musibah malah &lt;i&gt;dikasih&lt;/i&gt; jempol... Astaga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya kalau saya ada di &lt;i&gt;friendlist&lt;/i&gt; Anda dan saya jarang &lt;i&gt;ngasih&lt;/i&gt; jempol atau komentar, jangan sedih atau &lt;i&gt;sebel&lt;/i&gt;. Itu adalah cara saya menyayangi Anda agar sekalinya saya &lt;i&gt;ngasih&lt;/i&gt; jempol atau komentar, Anda akan merasa bahagia sebab percayalah, apa yang saya lakukan benar-benar tulus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O ya, &lt;i&gt;pesen&lt;/i&gt; saya, berikan jempol Anda untuk tulisan ini hanya jika Anda benar-benar menyukainya. Toh saya tahu persis, tanpa &lt;i&gt;ngasih&lt;/i&gt; jempol pun Anda pasti menyukai tulisan ini ;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo ah, jangan &lt;i&gt;obral&lt;/i&gt; jempol sembarangan...</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/09/jempol-itu-simbol.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg52E0rfnPfOfNXfVtQYTaPgj3LSeJAPdyuiePDi_2170kM4OrXA2DnUTmbAJFKIlmHAHshY3pBspHEEpgfHh7PPcahGq7ZglbX8UxbfGTCsZR7HTJbyN9QdTXZ7OC3SDUdzlnlxbq7M-yi/s72-c/thumbs_up.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-8735503441411803104</guid><pubDate>Thu, 30 Aug 2012 00:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-03T10:32:13.073+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tukar link otomatis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tutorial</category><title>Tukar Link</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggMEMz51jOkZx8FhXdiEeQl-4KpuW9BWPfmb50iAX0F9XXA-rVGt4-vypUEc3EDOna3kKNhgQH9MmhqnW5K14q0p8Ml9hdXoNDcwaexSj5tfw-wqDt8ByF7dQoUBgO2QkOT_Tj5_P-Ki0F/s1600/link-exchange.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggMEMz51jOkZx8FhXdiEeQl-4KpuW9BWPfmb50iAX0F9XXA-rVGt4-vypUEc3EDOna3kKNhgQH9MmhqnW5K14q0p8Ml9hdXoNDcwaexSj5tfw-wqDt8ByF7dQoUBgO2QkOT_Tj5_P-Ki0F/s400/link-exchange.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tukar Link&lt;/b&gt; adalah program &lt;b&gt;gratis&lt;/b&gt; &lt;i&gt;link exchange otomatis&lt;/i&gt;, untuk Anda yang membutuhkan &lt;i&gt;backlink&lt;/i&gt; otomatis ke blog/situs Anda. Ini berguna untuk &lt;b&gt;meningkatkan&lt;/b&gt; &lt;i&gt;angka kunjungan&lt;/i&gt; (traffic), &lt;i&gt;pagerank&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Alexa rank&lt;/i&gt; di masing-masing blog/situs web.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah cara untuk &lt;b&gt;mengaktifkan Tukar Link&lt;/b&gt; di blog/situs Anda:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Copy kode html di bawah ini APA ADANYA (jangan diubah).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paste di tempat yang Anda inginkan, misalnya di sidebar (widget).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mulai menghasilkan backlink ke blog/situs Anda, klik gambar yang sudah terpasang di blog Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Begitu Anda meng-klik gambar, maka link yang menuju ke blog/situs Anda akan secara otomatis muncul juga di blog ini.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Berikut adalah gambar kecil yang harus Anda pasang di blog Anda:&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_RLRIQRDjwjneyQALpYwzPUh6VxyaRGlUODL3JjqlGU5A9KZIFXjQ1Ss2EUlVjhHa7CH-lBn9h7iDnSXLrt29O9kz4KiowhpM3Fat3ngmblo3YoO5dleAOi2O9LfSotz1BM25b1WXsZnS/s1600/tata-button.png" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Cara memasangnya gampang, Anda tinggal &lt;i&gt;copy&lt;/i&gt; script di bawah ini, lalu &lt;i&gt;paste&lt;/i&gt; di tempat yang Anda inginkan di blog/situs Anda: &lt;center&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
function select_text()
{
var content=eval("document.myform.field");
content.focus();
content.select();
}
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;form action="" method="post" name="myform"&gt;&lt;textarea cols="40" name="field" onclick="select_text();" rows="4"&gt;&lt;!-- Dont edit this code or it will not work --&gt;&lt;a href="http://tatadanamihardja.blogspot.com/" target="_blank" title="Blog Tata"&gt;&lt;img border="0" alt="Blog Tata" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_RLRIQRDjwjneyQALpYwzPUh6VxyaRGlUODL3JjqlGU5A9KZIFXjQ1Ss2EUlVjhHa7CH-lBn9h7iDnSXLrt29O9kz4KiowhpM3Fat3ngmblo3YoO5dleAOi2O9LfSotz1BM25b1WXsZnS/s1600/tata-button.png" /&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;!-- End Blog Tata Autobaclinks--&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/form&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda sudah melakukan semua langkah di atas, maka blog/situs Anda akan muncul di blog Tata Danamihardja ini secara &lt;b&gt;otomatis&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;
</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/tukar-link.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggMEMz51jOkZx8FhXdiEeQl-4KpuW9BWPfmb50iAX0F9XXA-rVGt4-vypUEc3EDOna3kKNhgQH9MmhqnW5K14q0p8Ml9hdXoNDcwaexSj5tfw-wqDt8ByF7dQoUBgO2QkOT_Tj5_P-Ki0F/s72-c/link-exchange.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-4686214102140303862</guid><pubDate>Sun, 26 Aug 2012 18:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-27T01:04:23.165+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gombal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">iseng</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Gombal</title><description>Menurut KBBI Ada dua arti kata &lt;i&gt;gombal&lt;/i&gt;. Yang pertama artinya &lt;i&gt;kain yg sudah tua (sobek-sobek)&lt;/i&gt;. Biasanya dipakai untuk bersih-bersih, mengelap benda-benda yang berdebu. Sementara &lt;i&gt;gombal&lt;/i&gt; yang kedua artinya &lt;i&gt;bohong, omong kosong, rayuan.&lt;/i&gt; Tapi rasanya yang paling sering kita dengar adalah &lt;i&gt;gombal&lt;/i&gt; dalam pengertian yang kedua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa bisa begitu? Barangkali ada banyak alasan. Tapi yang paling memungkinkan adalah karena banyaknya orang yang berbohong di sekitar kita. Politisi bohong, artis bohong, media bohong, tetangga bohong, dan mungkin kadang-kadang Anda juga :) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa berbohong? Ini juga banyak penyebabnya, antara lain: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Untuk menutupi kelemahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang ingin tampil perfect di mata orang lain. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, maka pasti suatu saat kita berbohong juga. Istilah bohong mungkin lebih tepat dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Untuk menjaga perasaan orang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini sih ada bagusnya dan saya pikir tidak termasuk gombal asal jangan berlebihan. Kalau teman wanita Anda minta pendapat soal dietnya yang gagal, jangan sekali-sekali mengatakan, "Kamu tambah &lt;i&gt;endut deh&lt;/i&gt; kayaknya", mekipun itu benar. Percayalah, jujur pada situasi ini hanya akan menciptakan masalah besar bagi Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Demi mendapatkan sesuatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ini biasanya terjadi pada situasi di mana kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan kalau kita jujur. Misalnya, ketika Anda &lt;i&gt;nembak&lt;/i&gt; cewek matre, maka ada kemungkinan Anda akan mengaku punya 3 apartemen dan 5 mobil meskipun Anda tidak sekaya itu. Soalnya kalau Anda jujur, belum apa-apa Anda sudah &lt;i&gt;dicuekin&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politisi &lt;i&gt;gombal&lt;/i&gt; merayu calon pemilih dengan janji-janji muluk. "Nanti kalau saya terpilih, semua akan saya belikan rumah baru!" Kalau dia sedermawan itu, kenapa harus nunggu terpilih dulu? Mbok ya sekarang saja, Tuhan kan tidak pernah membatasi kapan orang harus bersikap dermawan:)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje92BAkmvkBMgpsqqeACLXMjrH7X8rw_dNlwfk9_h9FuBjg5LHq7Rvloief78ciDMBWw7FarJ3MF533SncX9PL8ZHm0pcssHWoYZ72idQhVsZmFy9kaF-jnhFIrMoICVKWc6tkj73WN6bx/s1600/gombal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="330" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje92BAkmvkBMgpsqqeACLXMjrH7X8rw_dNlwfk9_h9FuBjg5LHq7Rvloief78ciDMBWw7FarJ3MF533SncX9PL8ZHm0pcssHWoYZ72idQhVsZmFy9kaF-jnhFIrMoICVKWc6tkj73WN6bx/s400/gombal.jpg" width="330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar: www.mobavatar.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Orang pacaran juga banyak gombalnya. Mengaku bujangan padahal cucunya segudang (eh, itu &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt; lagu..), mengaku akan setia, padahal sebenarnya sudah bosan, dll. Kalau suatu saat terungkap, maka makian yang paling tepat adalah "Gombal lu!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, suruh saja dia &lt;i&gt;dengerin&lt;/i&gt; &lt;a href="http://files.myopera.com/darkandsad/files/Nothing%20gonna%20change%20my%20love%20for%20you%20%28Glenn%20Medeiros%29.mp3"&gt;&lt;b&gt;lagu gombal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kalau pacar Anda tiba-tiba saja menelepon Anda dan mengatakan, "&lt;i&gt;Babe, nothing's gonna change my love for you...&lt;/i&gt;", percayakah Anda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, jangan percaya! Orang pacaran pasti &lt;b&gt;banyak gombalnya&lt;/b&gt;. Kecuali saya.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/gombal.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje92BAkmvkBMgpsqqeACLXMjrH7X8rw_dNlwfk9_h9FuBjg5LHq7Rvloief78ciDMBWw7FarJ3MF533SncX9PL8ZHm0pcssHWoYZ72idQhVsZmFy9kaF-jnhFIrMoICVKWc6tkj73WN6bx/s72-c/gombal.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-5203584434863572238</guid><pubDate>Tue, 21 Aug 2012 20:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-22T03:05:59.085+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tutorial</category><title>Pintar-Pintar Pilih Tutorial</title><description>Seiring dengan semakin berkembangnya pengguna internet, kebutuhan akan informasi juga semakin bertambah. Orang semakin sadar bahwa hampir semua jenis informasi bisa dicari di internet. Secara berkelakar, teman saya bahkan mengatakan sekarang ini peniti jatuh pun bisa dicari di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar mengaji, belajar ilmu agama, belajar masak, belajar apa pun bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Cari di Google, maka dalam hitungan detik aneka tutorial yang kita butuhkan pun terpapar di depan mata. Asal ada kemauan, orang bisa pintar dalam waktu singkat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersedianya ragam informasi ini jelas sangat membantu mereka yang membutuhkan. Tanpa harus repot keluar rumah, tanpa harus bayar, kita bisa belajar sendiri dengan nyaman. Namun terlepas dari semua kemudahan yang menggiurkan itu, kita tetap harus berhati-hati. Tidak semua informasi yang ada di internet itu bermutu. Kita tetap harus pintar-pintar memilih mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Adakalanya tutorial yang kita butuhkan dibuat secara asal-asalan atau bahkan sekedar hasil &lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; dari website atau blog milik orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9pU10N3qVIqj20dBy9yYRSIPEU7fwEfgce30ZRnDMDmZ0z8tr21UowBSz-ce_vkWii1JgEO6dkYkyinsQ1yW2k_nwdF16xMOl0QN1f3gn64blxKqudQ3YK81qdTf_hVi85JzTYvJahRyA/s1600/tutorial.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="375" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9pU10N3qVIqj20dBy9yYRSIPEU7fwEfgce30ZRnDMDmZ0z8tr21UowBSz-ce_vkWii1JgEO6dkYkyinsQ1yW2k_nwdF16xMOl0QN1f3gn64blxKqudQ3YK81qdTf_hVi85JzTYvJahRyA/s400/tutorial.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Lucunya saya sering menemukan blog tutorial yang si penulisnya terkesan tidak memahami apa yang dia tulis. Ketika saya tanya tentang beberapa hal yang kurang saya pahami, dia hanya menjawab berputar-putar dan malah semakin membingungkan. Mungkin itu karena tulisan tersebut hasil &lt;i&gt;copy-paste&lt;/i&gt; dari tulisan orang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, jika Anda ingin mempelajari sesuatu di internet, carilah tutorial yang penulisnya memang menguasai masalah yang dia bahas. Itu bisa diketahui ketika kita menanyakan sesuatu tentang apa yang dia tulis. Jika dia bisa menjelaskan dengan tepat dan rinci, berarti dia memang ahli di bidangnya.  Maka Anda boleh berbahagia dan melanjutkan proses belajar gratis Anda. Tapi jika jawabannya terkesan berbelit-belit sekedar untuk menutupi ketidaktahuannya, mendingan Anda cari lagi tutorial sejenis yang ditulis oleh orang yang mumpuni di bidangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajarlah dari orang yang tepat, dari sumber yang tepat. Jangan sampai Anda belajar ilmu sesat :) Happy learning.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/pintar-pintar-pilih-tutorial.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9pU10N3qVIqj20dBy9yYRSIPEU7fwEfgce30ZRnDMDmZ0z8tr21UowBSz-ce_vkWii1JgEO6dkYkyinsQ1yW2k_nwdF16xMOl0QN1f3gn64blxKqudQ3YK81qdTf_hVi85JzTYvJahRyA/s72-c/tutorial.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-2399890632167441701</guid><pubDate>Mon, 20 Aug 2012 03:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-20T10:59:45.044+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">game jokowi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Angry Jokowi, Media Kampanye Alternatif</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQh3TNXPRmHAvGHTnIKKyvuEELm6CIp7IzTzCLA5Ax0k-N3LFZfq-prOdexNc5-cNxjR9xEYqmnyzCrmfPQsdcByuZZMwkYmOFl-fsGsA-66SqkQELUjhtHmilrIPoSFCMRZnZy4xGeFxf/s1600/game-jokowi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQh3TNXPRmHAvGHTnIKKyvuEELm6CIp7IzTzCLA5Ax0k-N3LFZfq-prOdexNc5-cNxjR9xEYqmnyzCrmfPQsdcByuZZMwkYmOFl-fsGsA-66SqkQELUjhtHmilrIPoSFCMRZnZy4xGeFxf/s320/game-jokowi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mendengar kata kampanye, saya yakin Anda pasti langsung mengasosiasikannya dengan panggung, orang teriak-teriak hingga berbusa, orang-orang bayaran yang berakting jadi pendukung, lengkap dengan panggung dangdut di sebuah lapangan. Biasanya memang seperti itu. Tapi tahukah Anda kalau pasangan calon gubernur DKI Jakarta Jokowi - Ahok menggunakan media game untuk kampanye?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari efektif tidaknya cara kampanye seperti ini, kita patut angkat jempol untuk orang-orang kreatif di balik tim sukses pasangan Jokowi - Ahok. Paling tidak, metode kampanye alternatif ini bisa mengurangi friksi secara fisik, menghemat biaya, serta mengurangi polusi. Gamenya sendiri lumayan menarik. Cara mainnya mirip game Angry Bird. Itu sebabnya tulisan ini saya beri judul Angry Jokowi :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain jadi trending topic di twitter, game bertajuk Selamatkan Jakarta ini juga mulai diliput beberapa media asing seperti Tech Asia, Asian Wallstreet Journal, dan The Strait Times Singapura.&lt;br /&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;
function popup(url) 
{
 var width  = 640;
 var height = 480;
 var left   = (screen.width  - width)/2;
 var top    = (screen.height - height)/2;
 var params = 'width='+width+', height='+height;
 params += ', top='+top+', left='+left;
 params += ', directories=no';
 params += ', location=no';
 params += ', menubar=no';
 params += ', resizable=no';
 params += ', scrollbars=no';
 params += ', status=no';
 params += ', toolbar=no';
 newwin=window.open(url,'windowname5', params);
 if (window.focus) {newwin.focus()}
 return false;
}
// --&gt;
&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;
Penasaran? Ayo langsung mainkan game-nya. &lt;a href="javascript: void(0)" onclick="popup('http://metric-design.com/game.swf')"&gt;&lt;b&gt;KLIK DI SINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; </description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/angry-jokowi-media-kampanye-alternatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQh3TNXPRmHAvGHTnIKKyvuEELm6CIp7IzTzCLA5Ax0k-N3LFZfq-prOdexNc5-cNxjR9xEYqmnyzCrmfPQsdcByuZZMwkYmOFl-fsGsA-66SqkQELUjhtHmilrIPoSFCMRZnZy4xGeFxf/s72-c/game-jokowi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-175498531934413292</guid><pubDate>Sat, 18 Aug 2012 19:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-23T03:22:52.190+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lebaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tulisan</category><title>Maaf</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrudG8UgZsOSbQur6nByKlpfWMcmg3A2AWlc3Urik2pNp9tSk9sEeU9mxfkw4wvtJ6KKYb5fwFBmEmEwCLsjZN2K9m9_cpZsRkG0hGWpIIZEDfa_kd-GrB_C1G-p6Cvs7kDqjBSmeRjnK5/s1600/salaman.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="133" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrudG8UgZsOSbQur6nByKlpfWMcmg3A2AWlc3Urik2pNp9tSk9sEeU9mxfkw4wvtJ6KKYb5fwFBmEmEwCLsjZN2K9m9_cpZsRkG0hGWpIIZEDfa_kd-GrB_C1G-p6Cvs7kDqjBSmeRjnK5/s200/salaman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Maaf. Sebuah kata yang sederhana, hanya terdiri dari empat huruf. Namun makna yang ada dibaliknya jauh dari sederhana. Sebuah kata yang melibatkan emosi dan ketulusan. Begitulah seharusnya. Sebab jika hanya sekedar diucapkan, tidak disertai dengan emosi dan ketulusan, maka nilainya tidak lebih dari sekedar energi yang digunakan untuk mengucapkan atau menuliskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://dc488.4shared.com/img/1612417446/9f75b214/dlink__2Fdownload_2F6UZlsqHS_3Ftsid_3D20120822-42207-c4bedfb0/preview.mp3"&gt;Maaf&lt;/a&gt; bisa menciptakan senyum, tangis bahagia, dan kelapangan hati. Maaf bisa menyambung silaturahmi yang terputus, menghapus rasa benci, dan membuat hidup menjadi lebih indah dan menyenangkan. Maka minta maaflah pada orang-orang yang pernah kita sakiti, sengaja atau tidak. Jangan lupa, terimalah permintaan maaf dari orang yang pernah berbuat salah, yang pernah menyakiti kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah bermaaf-maafan hanya dilakukan pada saat Lebaran? Tentu saja tidak. Idealnya, proses meminta maaf dan memaafkan ini dilakukan ssetiap ada kesempatan. Bukankah manusia adalah lahan yang subur untuk berbuat kesalahan? Pasti ada saja kesalahan yang kita lakukan dalam berkata, bertindak, dan bersikap. Mungkin saja kita tidak merasa melakukan kesalahan, tetapi siapa tahu apa yang kita lakukan atau yang kita ucapkan telah menyakiti perasaan orang lain tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=4,0,0,0" id="nowshowing" height="357" width="500"&gt;  &lt;param name="movie" value="http://klimg.com/kapanlagi.com/ecard/s/01240.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://klimg.com/kapanlagi.com/ecard/s/01240.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent" height="357" width="500"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;
Jangan menunggu Hari Raya Idul Fitri untuk meminta maaf. Lakukan itu sesegera mungkin, selagi kita bisa. Idul Fitri adalah momentum tahunan untuk menyadarkan kita betapa mudahnya berbuat kesalahan dan betapa sulitnya menggerakkan hati untuk meminta maaf. Berjanjilah pada diri sendiri untuk membiaakan diri meminta maaf, dan juga sekaligus memaafkan orang lain,  diminta ataupun tidak diminta. 
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Dan tentu sangat beralasan jikapada kesempatan ini saya juga meminta maaf kepada Anda dan siapa pun yang membaca tulisan ini. Siapa tahu ada kata-kata saya yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau merasa tersakiti. Percayalah, saya tidak pernah bermaksud menyinggung atau menyakiti siapa pun. Semoga hari-hari mendatang menjadi lebih indah dan menyenangkan.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://dc265.4shared.com/img/1630404841/f2644ed9/dlink__2Fdownload_2Fc70bVMTt_3Ftsid_3D20120822-42352-e5a158f0/preview.mp3"&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri.&lt;/a&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/maaf.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrudG8UgZsOSbQur6nByKlpfWMcmg3A2AWlc3Urik2pNp9tSk9sEeU9mxfkw4wvtJ6KKYb5fwFBmEmEwCLsjZN2K9m9_cpZsRkG0hGWpIIZEDfa_kd-GrB_C1G-p6Cvs7kDqjBSmeRjnK5/s72-c/salaman.jpg" width="72"/><enclosure length="86008" type="application/x-shockwave-flash" url="http://klimg.com/kapanlagi.com/ecard/s/01240.swf"/><itunes:explicit/><itunes:subtitle>Maaf. Sebuah kata yang sederhana, hanya terdiri dari empat huruf. Namun makna yang ada dibaliknya jauh dari sederhana. Sebuah kata yang melibatkan emosi dan ketulusan. Begitulah seharusnya. Sebab jika hanya sekedar diucapkan, tidak disertai dengan emosi dan ketulusan, maka nilainya tidak lebih dari sekedar energi yang digunakan untuk mengucapkan atau menuliskannya. Maaf bisa menciptakan senyum, tangis bahagia, dan kelapangan hati. Maaf bisa menyambung silaturahmi yang terputus, menghapus rasa benci, dan membuat hidup menjadi lebih indah dan menyenangkan. Maka minta maaflah pada orang-orang yang pernah kita sakiti, sengaja atau tidak. Jangan lupa, terimalah permintaan maaf dari orang yang pernah berbuat salah, yang pernah menyakiti kita. Apakah bermaaf-maafan hanya dilakukan pada saat Lebaran? Tentu saja tidak. Idealnya, proses meminta maaf dan memaafkan ini dilakukan ssetiap ada kesempatan. Bukankah manusia adalah lahan yang subur untuk berbuat kesalahan? Pasti ada saja kesalahan yang kita lakukan dalam berkata, bertindak, dan bersikap. Mungkin saja kita tidak merasa melakukan kesalahan, tetapi siapa tahu apa yang kita lakukan atau yang kita ucapkan telah menyakiti perasaan orang lain tanpa kita sadari. Jangan menunggu Hari Raya Idul Fitri untuk meminta maaf. Lakukan itu sesegera mungkin, selagi kita bisa. Idul Fitri adalah momentum tahunan untuk menyadarkan kita betapa mudahnya berbuat kesalahan dan betapa sulitnya menggerakkan hati untuk meminta maaf. Berjanjilah pada diri sendiri untuk membiaakan diri meminta maaf, dan juga sekaligus memaafkan orang lain, diminta ataupun tidak diminta. Dan tentu sangat beralasan jikapada kesempatan ini saya juga meminta maaf kepada Anda dan siapa pun yang membaca tulisan ini. Siapa tahu ada kata-kata saya yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau merasa tersakiti. Percayalah, saya tidak pernah bermaksud menyinggung atau menyakiti siapa pun. Semoga hari-hari mendatang menjadi lebih indah dan menyenangkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Unknown)</itunes:author><itunes:summary>Maaf. Sebuah kata yang sederhana, hanya terdiri dari empat huruf. Namun makna yang ada dibaliknya jauh dari sederhana. Sebuah kata yang melibatkan emosi dan ketulusan. Begitulah seharusnya. Sebab jika hanya sekedar diucapkan, tidak disertai dengan emosi dan ketulusan, maka nilainya tidak lebih dari sekedar energi yang digunakan untuk mengucapkan atau menuliskannya. Maaf bisa menciptakan senyum, tangis bahagia, dan kelapangan hati. Maaf bisa menyambung silaturahmi yang terputus, menghapus rasa benci, dan membuat hidup menjadi lebih indah dan menyenangkan. Maka minta maaflah pada orang-orang yang pernah kita sakiti, sengaja atau tidak. Jangan lupa, terimalah permintaan maaf dari orang yang pernah berbuat salah, yang pernah menyakiti kita. Apakah bermaaf-maafan hanya dilakukan pada saat Lebaran? Tentu saja tidak. Idealnya, proses meminta maaf dan memaafkan ini dilakukan ssetiap ada kesempatan. Bukankah manusia adalah lahan yang subur untuk berbuat kesalahan? Pasti ada saja kesalahan yang kita lakukan dalam berkata, bertindak, dan bersikap. Mungkin saja kita tidak merasa melakukan kesalahan, tetapi siapa tahu apa yang kita lakukan atau yang kita ucapkan telah menyakiti perasaan orang lain tanpa kita sadari. Jangan menunggu Hari Raya Idul Fitri untuk meminta maaf. Lakukan itu sesegera mungkin, selagi kita bisa. Idul Fitri adalah momentum tahunan untuk menyadarkan kita betapa mudahnya berbuat kesalahan dan betapa sulitnya menggerakkan hati untuk meminta maaf. Berjanjilah pada diri sendiri untuk membiaakan diri meminta maaf, dan juga sekaligus memaafkan orang lain, diminta ataupun tidak diminta. Dan tentu sangat beralasan jikapada kesempatan ini saya juga meminta maaf kepada Anda dan siapa pun yang membaca tulisan ini. Siapa tahu ada kata-kata saya yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau merasa tersakiti. Percayalah, saya tidak pernah bermaksud menyinggung atau menyakiti siapa pun. Semoga hari-hari mendatang menjadi lebih indah dan menyenangkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri.</itunes:summary><itunes:keywords>lebaran, opini, tulisan</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-4615920026550158691</guid><pubDate>Thu, 16 Aug 2012 17:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-02T05:45:38.919+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dirgahayu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Dirgahayu Bangsa Seremonial</title><description>Tanggal 17 Agustus 2012 kita kembali memperingati hari bersejarah: ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Hari yang tahun ini kebetulan juga bertepatan dengan hari Jum'at dan bulan Ramadan pula. Persis sama dengan yang terjadi di tahun 1945. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perjalanan panjang, 67 tahun sejak kita secara de jure dinyatakan terbebas dari penjajahan (bangsa lain). Soal apakah saat ini kita masih dijajah oleh bangsa lain dan bangsa sendiri secara terselubung, itu soal lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4KgMv-X4FshybJBgLzbZ_ybhyphenhyphenIYA7X5F8tYrP7iWIDB4qSTOhHdY0Oz1a6hZPGsFLpQbvzFSy_xoSi3-IrIsBC0YfKM0SRUmbkhkt4fq122AfsmDJfnBQdx8Yif0ldTG9LTMT9dYm3ESt/s1600/pejuang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="auto" width="550" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4KgMv-X4FshybJBgLzbZ_ybhyphenhyphenIYA7X5F8tYrP7iWIDB4qSTOhHdY0Oz1a6hZPGsFLpQbvzFSy_xoSi3-IrIsBC0YfKM0SRUmbkhkt4fq122AfsmDJfnBQdx8Yif0ldTG9LTMT9dYm3ESt/s400/pejuang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Esensi merayakan hari kemerdekaan adalah bersyukur bahwa sebagai sebuah bangsa kita (secara teori) bebas menentukan nasib sendiri, dan tidak tergantung kepada bangsa lain. Banyak yang berharap bahwa perayaan hari kemerdekaan tahun ini bisa lebih bermakna sebab berlangsung pada bulan suci Ramadhan. Tak berlebihan jika ada harapan agar tahun ini bisa menjadi titik awal perubahan perjalanan bangsa menuju ke arah yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, belum apa-apa harapan itu sudah ternodai oleh kabar yang kurang pantas. Di tengah keluh kesah rakyat miskin yang gerah menghadapi Lebaran, istana terkesan bermewah-mewahan dengan menganggarkan 7,8 milyar rupiah untuk perayaan 17 Agustus di istana saja (data dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran/FITRA). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita amati, bangsa kita memang termasuk bangsa seremonial. Selalu ada alasan untuk merayakan sesuatu. Bahkan jika memungkinkan, barangkali piring jatuh pun perlu dirayakan. Apalagi ini sebuah hari bersejarah dan penting. Hanya saja ketika hal itu dilakukan secara berlebihan rasanya kok jadi aneh, dan barangkali juga menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan ketika di satu sisi banyak orang yang untuk mendapatkan uang 10 atau 20 ribu saja harus memeras keringat seharian, ini malah menghabiskan 7,8 milyar dalam waktu sehari. Pantas? Sangat tidak pantas, bahkan ketika itu dilakukan di level nasional. Tidak ada urgensi untuk merayakan hari kemerdekaan secara mewah, apalagi di tengah kondisi bangsa yang memprihatinkan. Bagi saya sendiri ini sudah lebih dari menyakitkan. Ini sudah &lt;b&gt;menjijikkan&lt;/b&gt;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun, selamat ulang tahun Indonesia, selamat ulang tahun bangsa seremonial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PS: Ini ada &lt;b&gt;kado khusus&lt;/b&gt; untukmu: &lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/90082001/Renungan%20Merdeka.mp3"&gt;Renungan Merdeka&lt;/a&gt;.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/dirgahayu-bangsa-seremonial.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4KgMv-X4FshybJBgLzbZ_ybhyphenhyphenIYA7X5F8tYrP7iWIDB4qSTOhHdY0Oz1a6hZPGsFLpQbvzFSy_xoSi3-IrIsBC0YfKM0SRUmbkhkt4fq122AfsmDJfnBQdx8Yif0ldTG9LTMT9dYm3ESt/s72-c/pejuang.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-3370455313944176463</guid><pubDate>Thu, 09 Aug 2012 21:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-10T04:20:02.890+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Robohnya Masjid Kami</title><description>Ini Ramadhan. Ini bulan suci. Bulan di mana orang terkesan lebih religius. Bulan di mana orang-orang memiliki ghirah beribadah yang lebih tinggi dibanding bulan lainnya. Bulan di mana masjid - pada taraf tertentu - mampu bersaing dalam soal keramaian dengan mall dan supermarket. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, masjid yang biasanya lengang menjadi lebih ramai, minimal saat tarawih. Paling tidak, di bulan inilah syiar Islam lebih nampak ke permukaan dibanding bulan-bulan lainnya. Tapi bukankah seharusnya kondisi ini terjadi dibulan manapun? Idealnya memang begitu, tapi daripada tidak sama sekali, ini masih jauh lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah ritual tahunan yang selalu terjadi. Siklus musiman ini menjadi semacam tradisi yang menjadi ciri Ramadhan, bulan yang kerap dibandingkan dengan kualitas seribu bulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya setiap masjid biasanya sibuk bebenah menjelang Ramadhan, khusus untuk memfasilitasi ghirah umat yang meningkat di bulan suci ini. Semua dilakukan demi kenyamanan mereka yang beribadah di sana.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Masjid di sebelah rumah termasuk dalam kateori masjid besar. Pusat aktivitas keagamaan level kota kecamatan. Seperti masjid-masjid pada umumnya, di sini aktivitas keagamaan selalu terlihat lebih ramai di bulan Ramadhan. Sayangnya Ramadhan tahun ini benar-benar lain dari biasanya. Masjid itu, rata dengan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2009/09/04/157/masjid-ambruk02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://us.images.detik.com/content/2009/09/04/157/masjid-ambruk02.jpg" width="450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ilustrasi: m.detik.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kena gusurkah? Tentu tidak. Siapa pula yang punya nyali lebih untuk menggusur masjid? Masjid itu memang sengaja dirobohkan untuk dibangun kembali. Paling tidak begitulah konon yang diungkapkan oleh panitia pembangunan mesjidnya. Lalu kenapa mesti di bulan Ramadhan? Kenapa harus dilakukan ketika ghirah umat sedang begitu besar untuk melakukan aktivitas di sana? Kenapa tidak di bulan lainnya, sebelum atau sesudah Ramadhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak pernah ada jawaban pasti soal itu. Hanya Tuhan dan mereka yang terlibat dalam proses merobohkan masjid itu saja yang tahu pasti. Hanya saja ada selentingan yang beredar soal kenapa harus dirobohkan persis di awal Ramadhan. Konon itu dilakukan bukan tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya? Begini, menjelang Lebaran sudah dipastikan banyak perantau yang pulang kampung. Dan itu berarti banyak uang hasil merantau dibelanjakan dikampung halaman, termasuk belanja yang bermotif religius. Orang biasanya lebih dermawan dalam berbagi rezeki. Apalagi untuk hal-hal yang sifatnya keagamaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu korelasinya dengan merobohkan masjid? Logikanya sederhana. Melihat masjid yang rata dengan tanah, masa sih orang tega tidak mau menyumbang agar masjid bisa segera berdiri kembali? Dengan kata lain, mungkin, pihak panitia pembangunan (perobohan) masjid berharap agar banyak dana terkumpul dengan menjual 'kondisi memprihatinkan' yang terpapar saat lebaran.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Saya tidak tahu apakah benar alasannya seperti itu atau bukan. Yang jelas, sekuat apapun saya mencoba untuk mencari motif lain di balik proses perobohan masjid, cuma alasan itulah yang masuk akal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi? Saya mengelus dada. Kalau benar demikian, betapa naifnya alasan tadi. Lebih jauh lagi, saya jadi berpikir tentang logika pengemis. Ciptakan kondisi miskin yang paling dramatis, agar semakin besar rasa iba orang yang melihatnya. Dan rasa iba itu berbanding lurus dengan besarnya uang yang diberikan untuk si pengemis. Semakin iba seseorang, semakin besar uang yang diberikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Astaghfirullah, benarkah demikian? Padahal itu sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam yang mengutamakan kemandirian. Islam mewanti-wanti agar umatnya tidak bermental pengemis! Kalau mesjid saja dibangun dengan cara yang tidak islami, bagaimana kami bisa mendapatkan kedamaian di tempat yang seharusnya suci? Bila rumah Allah dicederai dan dikhianati, di tempat mana lagi kami harus berlindung? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini telah lahir sebuah ratapan kesedihan: robohnya masjid kami. Inna lillahi wainna ilaihi roji'un.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Inpirasi judul: Robohnya Surau Kami- A.A. Navis.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;a href="http://sundabitel.net.tc/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://dl.dropbox.com/u/90082001/sundabitel-banner468.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/robohnya-masjid-kami.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-4200685719749338819</guid><pubDate>Tue, 07 Aug 2012 15:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-07T22:09:12.603+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Fenomena Klinik Tong Fang</title><description>&lt;blockquote&gt;Dulu kakak saya tomboy seperti Olga Lydia. Tapi sejak berobat ke klinik Tong Fang, kini kakak saya gemulai seperti Olga Syahputra. Terimakasih Tong Fang.&lt;/blockquote&gt;Anda merasa familiar dengan redaksional paragraf di atas? Itu pasti karena Anda pernah atau bahkan mungkin sering menonton iklan sejenis di televisi. Tapi jika kalimatnya terasa janggal jangan heran, karena paragraf tadi saya kutip dari tulisan lucu-lucuan di Facebook. Tulisan-tulisan yang merupakan pelesetan dari testimonial ala Tong Fang ini memang sedang menjadi trend di internet. Bahkan ada yang bikin page facebook khusus seperti &lt;a href="https://www.facebook.com/TongFangParodi" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;di sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; misalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak tahu apakah iklan klinik pengobatan itu masih ditayangkan di TV atau tidak, karena kalau tidak salah ada rambu-rambu KPI yang dilanggar. Namun terlepas dari soal pelanggaran, iklan tersebut mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat. Mungkin bukan karena iklan tersebut bagus seperti iklan produk makanan versi Afika misalnya, melainkan justru karena iklan tersebut terkesan polos, lugu, atau mungkin juga menyebalkan bagi sebagian orang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWG2FOb7W3QkJpHKuXFVeJD_95PWhx5XiCKocHfwy4aTzgFPmlElfvpSrZSvZGpJQOPvmXA5E0xh3bnzUWFxePyWL3HHF3xVJ62uE3fMZeDwzfMsR5nOqx_i3ZYqthUtJqdOXMJN7aztuB/s1600/tongfang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWG2FOb7W3QkJpHKuXFVeJD_95PWhx5XiCKocHfwy4aTzgFPmlElfvpSrZSvZGpJQOPvmXA5E0xh3bnzUWFxePyWL3HHF3xVJ62uE3fMZeDwzfMsR5nOqx_i3ZYqthUtJqdOXMJN7aztuB/s400/tongfang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Saya jadi teringat sebuah pepatah 'mbeling' yang bunyinya: kalau mau cepet terkenal, bikinlah sesuatu yang sangat bagus, atau yang sangat jelek sekalian. Artinya jangan tanggung-tanggung, kalau mau bagus, bikin yang super bagus. Kalau tidak mampu, bikinlah yang super jelek. Dijamin, pasti terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa demikian? Saya tidak tahu persis penyebabnya. Tapi pengalaman empiris pribadi menunjukkan, saking sebalnya saya dengan sebuah lagu yang jelek, sering secara tidak sadar malah bersenandung lagu yang saya benci. Dan saya yakin ini berlaku juga untuk iklan yang 'menyebalkan'. Paling tidak, yang bisa menyita perhatian orang adalah sesuatu yang luar biasa bagus dan juga sesuatu yang sangat jelek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jangan heran kalau iklan klinik Tong Fang tiba-tiba saja menjadi buah bibir, baik di dalam pergaulan sehari-hari maupun di media pertemanan sosial semacam facebook dan twitter. Ketika saya iseng mengetikkan kata 'tong fang' di mesin pencari Google, hasilnya menampilkan 22,600,000 halaman. Sementara keyword 'tong fang lucu' menampilkan 153,000 hasil, dan keyword 'parodi tong fang' memunculkan 228,000 hasil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirs-HahssPHepvEixpk1PVMeB7IgoVrPPq5jTDMW8MuDORUT1ZUYABs1lvrslcgzQgO02-YvD6cHtp7nHsH3tl33v9hIv04khXRmOIDV6xaUGnfXljCOgGJHdI2WM8kpYcdQBMIIy6OVqn/s1600/tongfang2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="290" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirs-HahssPHepvEixpk1PVMeB7IgoVrPPq5jTDMW8MuDORUT1ZUYABs1lvrslcgzQgO02-YvD6cHtp7nHsH3tl33v9hIv04khXRmOIDV6xaUGnfXljCOgGJHdI2WM8kpYcdQBMIIy6OVqn/s400/tongfang2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Lucunya, page facebook resmi klinik Tong Fang juga tidak luput dari keisengan orang. Di halaman ini orang memposting berbagai pelesetan yang lucu-lucu. Sayangnya ketika saya balik lagi ke halaman tersebut, semua parodinya sudah dibersihkan oleh pemiliknya. Meski - diakui atau tidak - yang bersangkutan sesungguhnya diuntungkan, tapi lama-lama mungkin ia risih juga. Padahal tanpa harus bersusah payah membuat iklan baru lagi, fenomena klinik Tong Fang ini telah menjadi iklan gratis yang dahsyat secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih Tong Fang :)</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/fenomena-klinik-tong-fang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWG2FOb7W3QkJpHKuXFVeJD_95PWhx5XiCKocHfwy4aTzgFPmlElfvpSrZSvZGpJQOPvmXA5E0xh3bnzUWFxePyWL3HHF3xVJ62uE3fMZeDwzfMsR5nOqx_i3ZYqthUtJqdOXMJN7aztuB/s72-c/tongfang.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-963085010975658129</guid><pubDate>Mon, 06 Aug 2012 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-06T23:14:08.613+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Teknologi Masuk Kamar</title><description>Hah, masuk kamar? Bukaaan... bukan kamar dalam artian &lt;i&gt;itu&lt;/i&gt;. Maksudnya, teknologi saat ini sudah sudah masuk ke ruang-ruang privat, ruang-ruang pribadi. Dan salah satu ruang privat itu adalah kamar. Kamar adalah ruang pribadi yang tak boleh dimasuki sembarang orang kecuali pemiliknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, teknologi sudah masuk - bahkan menjajah ruang-ruang privat. Dimulai dengan teknologi radio, televisi, dan sekarang internet. Dulu, jaman radio masih termasuk barang mewah, mendengarkan radio otomatis termasuk salah satu bentuk kemewahan. Konon mendengarkan siaran wayang golek di malam Minggu merupakan ritual mewah yang dinikmati bersama di ruang publik. Saat radio baru dimiliki oleh segelintir orang kaya, maka acara mendengarkan siaran wayang golek menjadi ritual kolektif yang dinikmati bersama di ruang publik. Sambil ngopi, merokok, sekaligus bercengkrama di antara sesama &lt;i&gt;kaum duafa&lt;/i&gt; yang numpang mendengarkan cerita wayang golek di rumah orang kaya yang 'dermawan', 'berharap dianggap dermawan', atau memang seorang yang benar-benar dermawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika harga radio semakin terjangkau, maka simbol kemewahan itupun bergeser. Penandanya bukan lagi radio, melainkan berubah menjadi televisi alias&lt;i&gt; tipi&lt;/i&gt;. Televisi kembali dinikmati secara kolektif di ruang publik. Acara nonton tivi juga menjadi wahana sosialisasi warga. Seiring berjalannya waktu, ketika harga televisi semakin 'terjangkau', fungsinya pun ikut bergeser. Televisi tak lagi hadir di ruang-ruang publik melainkan menyempit ke dalam ruang yang lebih pribadi: di dalam rumah. Saat ini boleh dikatakan jarang keluarga yang tidak memiliki televisi. Bahkan satu anggota keluarga satu televisi bukan lagi hal yang aneh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJZxWVpS8_DK9DteBxqHhlC0tzGsLlccZvXDICSU74bdCHUQi2Mb4T1zYx9G2GccKdksJ256mzNhsxeoYQjxyf-8DnNtfdOm4H_YrlHconnPXbvyY6g5Zb8XMIKqF-uZl75TsOQ7BF6ZwZ/s1600/using-phone-in-restaurant.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJZxWVpS8_DK9DteBxqHhlC0tzGsLlccZvXDICSU74bdCHUQi2Mb4T1zYx9G2GccKdksJ256mzNhsxeoYQjxyf-8DnNtfdOm4H_YrlHconnPXbvyY6g5Zb8XMIKqF-uZl75TsOQ7BF6ZwZ/s400/using-phone-in-restaurant.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Begitu cepatnya perubahan terjadi. Teknologi saat ini kian merangsek ke ruang-ruang yang sangat pribadi. Ketika internet tak lagi menjadi kemewahan, perubahan itu melesat laksana kilat. Beragam fitur teknologi terbaru susul menyusul dengan cepatnya. Apa yang bulan lalu dianggap teknologi tercanggih, hari ini sudah dianggap ketinggalan jaman. Telepon genggam yang dulu hanya berfungsi untuk menelepon dan mengirim teks (SMS), saat ini sudah berkembang menjadi semacam komputer pintar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk mengakses aneka informasi di internet. Smartphone alias telepon pintar, begitulah orang menyebutnya. Dan pilihan yang tersedia begitu melimpah. Semua orang, mulai dari yang berkantong tebal hingga yang berkantong pas-pasan punya kesempatan yang sama, karena harganya juga bervariasi, disesuaikan dengan kualitas produknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, di satu sisi ini adalah sebuah anugerah. Semua orang memiliki kesempatan yang nyaris sama untuk menikmati teknologi, khususnya yang berkaitan dengan internet. Sebagai sebuah sumber informasi yang luar biasa berlimpah, internet bisa membuat kualitas hidup seseorang meningkat pesat, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan. Informasi apa saja bisa diperoleh di internet. Dan modal untuk mengaksesnya tak perlu mahal. Sebuah ponssel cerdas kelas &lt;i&gt;low-end&lt;/i&gt; sudah memadai untuk kebutuhan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, perkembangan ini tidak hanya mengakibatkan hal-hal positif saja, melainkan juga hal-hal negatif. Informasi yang tidak terkontrol bisa menjadi bumerang jika tidak disertai pengetahuan yang memadai untuk menyaringnya. Informasi yang diserap mentah-mentah tidak dijamin akan berefek positif, karena bisa juga malah menyesatkan. Sementara dari sisi sosial, masuknya teknologi ke ruang privat ini juga secara perlahan menyeret penggunanya menjadi pribadi-pribadi yang seolah-olah terasing dari lingkungan sekitarnya. Bukan sesuatu yang aneh ketika kita melihat orang berkumpul tetapi masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri. Ada yang browsing internet, ada yang sibuk chatting dengan BBM, ada yang (mungkin masih) sibuk mengetik SMS, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak salah ketika ada orang yang mengatakan bahwa teknologi semacam ini telah "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat". Orang yang ada di samping kita &lt;i&gt;dicuekin&lt;/i&gt; sementara kita sibuk ngobrol via BBM atau SMS dengan orang yang entah berada di mana. Kondisi semacam ini secara perlahan akan menggiring kita menjadi manusia-manusia yang tercerabut dari hangatnya interaksi sosial &lt;i&gt;face to face&lt;/i&gt; yang sesungguhnya. Tanpa sadar kita telah terseret menjadi budak teknologi yang setia. Sehari saja tidak mengakses internet, membuat kita merasa ada sesuatu yang hilang. Teknologi, dalam hal ini internet, telah menjadi candu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, haruskah kita meninggalkan semua ini dan kembali hidup di jaman 'Tarzan'? Tentu tidak demikian, sebab teknologi itu seperti pisau yang akan sangat bermanfaat jika digunakan secara bijak, tetapi sebaliknya akan merusak jika digunakan tanpa aturan. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Gunakan teknologi dalam batas-batas yang wajar dan itu insya Allah akan bermanfaat. Tapi jangan lupakan orang-orang di sekitar kita, sebab merekalah yang sesungguhnya menciptakan eksistensi kita secara sosial. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingat, teknologi tak akan pernah bisa menggantikan keluarga, sahabat dan teman-teman secara fisik. Maka jangan sia-siakan mereka, paling tidak ketika kita berada diantara mereka. Dan yang terpenting, jangan biarkan teknologi menjajah kita sebab teknologi adalah 'pisau' kita.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/teknologi-masuk-kamar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJZxWVpS8_DK9DteBxqHhlC0tzGsLlccZvXDICSU74bdCHUQi2Mb4T1zYx9G2GccKdksJ256mzNhsxeoYQjxyf-8DnNtfdOm4H_YrlHconnPXbvyY6g5Zb8XMIKqF-uZl75TsOQ7BF6ZwZ/s72-c/using-phone-in-restaurant.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-8661664461760613020</guid><pubDate>Sat, 04 Aug 2012 21:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-05T04:45:49.538+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>KITA BERNANAH</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://akurupa.files.wordpress.com/2011/08/18072011234848.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="360" src="http://akurupa.files.wordpress.com/2011/08/18072011234848.jpg" width="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;kita bernanah&lt;br /&gt;
digerogoti ego dan keangkuhan&lt;br /&gt;
sampai kapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"jangan menyerah," bisikmu pelan.&lt;br /&gt;
"tanah ini harus diselamatkan&lt;br /&gt;
tak peduli ribuan setan bergentayangan&lt;br /&gt;
mengancammu dari barat, timur, utara, selatan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sunyi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"caranya?" aku bergumam ditelan rimbun malam&lt;br /&gt;
engkau cuma terpejam, berbicara dalam bahasa diam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lalu aku terlontar dan sibuk menonton film jaman perjuangan&lt;br /&gt;
terseret-seret dalam drama heroik tentang bambu runcing&lt;br /&gt;
tentang diplomasi, tentang gerakan bawah tanah,&lt;br /&gt;
tentang pesantren, tentang gie, tentang soekarno,&lt;br /&gt;
tentang soeharto, tentang reformasi,&lt;br /&gt;
tentang nasi aking, tentang halusinasi absurd&lt;br /&gt;
yang kerap nongkrong di otakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kita bernanah&lt;br /&gt;
digerogoti ego dan keangkuhan&lt;br /&gt;
tapi,&lt;br /&gt;
jantung itu masih berdetak&lt;br /&gt;
menggajakku mencari tuhan&lt;br /&gt;
dalam sisa-sisa doa yang terlupakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25072012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;gambar: akurupa.wordpress.com&lt;/i&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/kita-bernanah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-2555226593048292870</guid><pubDate>Wed, 01 Aug 2012 14:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-09T17:56:09.334+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">aksara sunda</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Sinta Ridwan, Duta Aksara dan Naskah Kuno</title><description>Cita-citanya mempopulerkan aksara Sunda sudah tercapai. Antara lain dengan membuka kelas Aksara Sunda Kuno (Aksakun) untuk umum. Saat ini, filolog yang menulis buku autobiografi “Berteman Dengan Kematian” ini sedang giat-giatnya membangun museum digital Filologia Nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-NJNNcBYom2o/TrpKN1spChI/AAAAAAAAAp0/dNpaAsAJsow/sinta%2Bridwan.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="326" width="350" src="https://lh3.googleusercontent.com/-NJNNcBYom2o/TrpKN1spChI/AAAAAAAAAp0/dNpaAsAJsow/sinta%2Bridwan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Senyum SINTA RIDWAN terkembang saat ditemui di toko buku IMBooks miliknya di lantai 2 Gedung Indonesia Menggugat, Jl. Perintis Kemerdekaan, Bandung. Mengenakan jeans biru muda dipadu t-shirt warna biru berlogo salah satu acara stasiun tivi swasta, gadis kelahiran Cirebon 11 Januari 1985 ini mengupas rencananya membangun museum digital Filologia Nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sedang menyiapkan kontennya, karena websitenya sudah siap. Persiapannya sudah sampai tahap mengumpulkan data naskah dari beberapa museum di Indonésia, seperti museum yang ada di Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan lain-lain,” ujar lulusan S2 Jurusan Filologi Universitas Padjajaran ini. “Tadinya saya memilih nama Ensiklopédia Naskah Kuno. Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya lebih cocok Filologia Nusantara,” tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kendala yang dialami oleh Sinta dalam mewujudkan cita-citanya. Tidak semua museum mau memberikan naskahnya untuk didata. Padahal yang dibutuhkannya hanya foto dan data-data naskah. Mereka belum bersedia jika koleksi naskahnya diumumkan di internét.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinta tidak sendirian. Pekerjaan membangun museum digital tersebut dibantu oleh ku tujuh temannya. Nantinya museum ini akan menghadirkan berbagai koléksi naskah-naskah kuno dari seluruh penjuru Nusantara. Selain itu, juga akan diperkaya dengan wawancara bersama para filolog, buku-buku tentang hasil penelitian naskah kuno, dll. Tujuannya agar orang-orang mengenal dan mau belajar sejarah langsung dari sumbernya. Menurut Sinta, selama ini masyarakat mengalami kesulitan untuk mengakses naskah-naskah kuno yang tersebar di pelosok Nusantara. Itulah sebabnya masyarakat enggan mengkaji naskah-naskah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecintaan Sinta terhadap naskah kuno, berawal ketika ia masih kuliah S2 di Jurusan Filologi Unpad. Rasa cinta itu akhirnya berkembang menjadi kekhawatiran. Saat itu  aksara Sunda kuno baku sudah terdaftar di Unicode serta sudah banyak digunakan pada papan nama di jalan-jalan di Jawa Barat. Tapi menurutnya upaya untuk memasyarakatkan  aksara Sunda ini tidak cukup sampai di situ. Aksara Sunda harus lebih dikenal. Akhirya muncullah ide untuk membuka kelas Aksara Suna Kuna (Aksakun). Di kelas itulah Sinta mengajarkan aksara Sunda utuk umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada hari pertama pembukaan kelas Aksakun, yang hadir kebanyakan anak muda, terutama anak band yang menyukai musik musik underground. Mereka belajar penuh semangat, lalu aksara Sundanya dibuat desain untuk baju, poster, dan lain-lain,” jelas Sinta sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dibuka tahun 2009, tercatat tidak kurang dari 200-an orang yang telah belajar aksara Sunda kuno oleh Sinta. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari guru, murid, mahasiswa, karyawan swasta, seniman, dsb. Dan bukan cuma orang Bandung, karena ada juga yang dari jauh seperti Tasikmalaya misalnya. Yang menarik, kelas ini gratis bagi siapapun yang ingin mempelajari aksara Sunda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau bisa gratis, kenapa harus bayar? Saya suka kasihan, mereka sudah jauh-jauh datang (yang belajar-red), mengeluarkan ongkos sendiri, masa sampai di sini  masih harus bayar pula,” pokna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya Sinta mendalami aksara dan naskah kuno, tidak hanya sampai di situ. Wanita yang dianugerahi Kick Andy Heroes Award 2012 ini semangatnya terus berkobar, terus meningkatkan ilmu yang sudah diperolehnya. Saat ini Sinta melanjutkan kuliahnya, seputar kajian dan penelitian naskah dan aksara kuno. Sinta yang tahun 2005 divonis menderita penyakit Lupus, penyakit yang hingga saat ini belum ada obatnya, tidak mau pasrah pada keadaan. Ia terus belajar dan berbagi ilmu kepada siapa pun. Cara itu menurutnya menjadi obat untuk mengatasi penyakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu demi satu cita-cita yang menjadi impiannya mulai terwujud. Dari mulai menulis buku, kuliah, membangun museum, hingga memiliki toko buku. Buku autobiografinya yang berjudul “Berteman Dengan Kematian”, yang bercerita tentang pengalaman dan perjuangan hidupnya dalam menghadapi penyakit Lupus, laris manis di pasaran. Buku tersebut sudah memasuki cetakan ketiga. Di sela-sela kesibukannya, saat ini Sinta juga sedang menulis novel. Ceritanya terinspirasi oleh kisah-kisah dalam naskah kuno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: Ibnu Hijar Apandi&lt;br /&gt;
http://sundanomics.wordpress.com/&lt;br /&gt;
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tata Danamihardja.</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/08/sinta-ridwan-duta-aksara-dan-naskah-kuno.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://lh3.googleusercontent.com/-NJNNcBYom2o/TrpKN1spChI/AAAAAAAAAp0/dNpaAsAJsow/s72-c/sinta%2Bridwan.gif" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-8570590084601505769</guid><pubDate>Mon, 23 Jul 2012 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-25T20:09:28.034+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">korupsi</category><title>Harga Demokrasi Indonesia</title><description>Stephen Grenville ('Demokrasi dan ekonomi Indonesia') menyebutkan bahwa pengambilan keputusan oleh pemerintah  menjadi jauh lebih sulit di Indonesia sejak berakhirnya era Soeharto. Salah satu keluhan standar di sektor bisnis sekarang ini adalah bahwa 'dulu setidaknya korupsi terpusat di bawah Soeharto, sementara dalam demokrasi ini sistemnya begitu kacau ssehingga Anda tidak pernah tahu siapa yang harus dibayar untuk menyelesaikan sebuah urusan!'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluhan standar lainnya: "Orang mengatakan bahwa kita menjalankan demokrasi di Indonesia, tapi yang sesungguhnya kita jalankan adalah &lt;i&gt;democrazy&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar bahwa sering sulit untuk menyelesaikan urusan di Indonesia. Banyak penundaan di mana-mana. Tapi ada dua aspek mendasar dari masalah ini yang seringkali tidak dipertimbangkan secara hati-hati oleh para pengamat pembangunan internasional: korupsi dan 'politik uang'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.lowyinterpreter.org/image.axd?picture=2012%2f7%2findonesia+corruption+democracy3.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="375" width="346" src="http://www.lowyinterpreter.org/image.axd?picture=2012%2f7%2findonesia+corruption+democracy3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Korupsi telah mendapat perhatian yang sangat besar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa nama besar terkenal telah diperiksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait kasus korupsi. Ikan besar terakhir yang tertangkap adalah mantan deputi senior bank sentral (Bank Indonesia), Miranda Goeltom. Dalam kasus yang berkembang menjadi kasus tingkat tinggi ini, Miranda didakwa korupsi sehubungan dengan pembayaran lebih dari $ 2 juta kepada anggota parlemen untuk pembelian suara selama pemilihannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada tahun 2004. Dia akan menjalani sidang kembali pekan depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ada beberapa kerugian dalam kampanye intens melawan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah bahwa banyak pegawai negeri yang merasa takut terhadap kampanye anti korupsi yang kadang-kadang suka mencari-cari kesalahan. Para pejabat senior takut dituduh korupsi atau dituduh melakukan pelanggaran ringan bahkan sepele, sehingga mereka menjadi sangat takut mengambil resiko. Banyak perizinan pemerintah - termasuk izin usaha yang masuk akal - akhirnya tertunda karena pejabat terkait enggan menandatangani apa pun yang mengandung resiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah kedua adalah cara bahwa pertumbuhan demokrasi di Indonesia telah menyebabkan penyebaran 'politik uang'. Seperti diungkapkan Stephen Grenville, kampanye pemilihan gubernur Jakarta telah disertai dengan berbagai macam kegiatan kampanye yang mahal. Orang harus membayar demi mendapatkan semua kesenangan ini. Penggalangan dana sekarang menjadi tantangan besar bagi setiap calon politisi di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak jelas apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah besar politik uang di Indonesia. Bahkan, para pengamat pembangunan internasional tidak punya jawaban yang memadai atas pertanyaan penting tentang bagaimana cara mendanai demokrasi di negara berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan industri politik yang besar membutuhkan uang. Di Indonesia sekarang terdapat lebih dari 20.000 politisi di parlemen pusat, provinsi dan kabupaten. Semuanya perlu menjalankan kantor, menjaga agar pendukung tetap senang, dan perlu sering melakukan kampanye. Partai-partai politik besar sering mengadakan pertemuan akbar di hotel-hotel besar di Jakarta untuk menampung hingga 1000 utusan yang diterbangkan dari seluruh wilayah Indonesia. Para utusan ini menghadiri makan malam selama beberapa hari dan menghabiskan biaya yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini sudah ada kesepakatan luas di Indonesia bahwa tingginya biaya politik adalah masalah besar. Mantan wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi baru-baru ini mengatakan bahwa 'komersialisasi wewenang demi memenangkan pemilu serta membangun dan mempertahankan kekuasaan dan kekayaan' telah menyebabkan kerusakan besar. Dia menunjukkan bahwa, antara lain, masalah ini memberikan kontribusi bagi 'merajalelanya penerbitan konsesi pertambangan karena politisi daerah merasakan mudahnya mengumpulkan uang yang mereka butuhkan dengan cara menjual konsesi pertambangan dan perkebunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua setuju bahwa demokrasi terus berkembang di Indonesia atau bahwa kampanye anti korupsi adalah bagian penting dari pemerintahan yang baik. Tapi itu akan menjadi langkah maju yang berguna dalam wacana pembangunan internasional jika sudah diakui secara luas bahwa kapasitas demokrasi dan anti-korupsi ini membawa tantangan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tantangan utama adalah bahwa pengelolaan pemerintahan, dalam beberapa hal penting, menjadi lebih sulit. Terobosan gaya lama tidak bisa diterima lagi dalam menjalankan sebuah negara, meski cara tersebut cepat. Ketika ide-ide modern tentang tata pemerintahan yang baik mnimbulkan birokrasi berlapis yang terus berkembang, sistem menjadi buntu. Kaum puritan tidak akan merasa senang tetapi banyak yang bisa didiskusikan untuk mendukung ide praktis Merilee Grindle dalam memusatkan perhatian pada 'pemerintahan yang cukup baik'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;diterjemahkan oleh Tata Danamihardja dari tulisan &lt;b&gt;Peter McCawley&lt;/b&gt; (23 Juli 2012), Peneliti Tamu pada Proyek Indonesia, ANU, dan mantan Dekan Institut Bank Pembangunan Asia, Tokyo.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://www.lowyinterpreter.org/post/2012/07/23/Democracy-and-governance-in-Indonesia.aspx" target="_blank"&gt;The Interpreter&lt;/a&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/07/harga-demokrasi-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-1534313847866994700</guid><pubDate>Sun, 22 Jul 2012 20:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-23T03:25:18.709+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">iseng</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Sampul Fesbuk Pengusir Kantuk</title><description>Ternyata asik juga ya, melihat-lihat sampul facebook punya orang. Sampul facebook adalah istilah khusus untuk menyebut bagian atas pada halaman facebook, biasanya berupa gambar. Kalau dalam blog atau website, lazimnya disebut header. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, gambar-gambar itulah yang menarik. Macam-macam, mulai dari yang biasa-biasa sampai yang unik. Ada gambar orang, gambar gitar, gambar abstrak dll. Jenis gambarnya biasanya mencerminkan minat atau ketertarikan si pemilik akun facebook. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://smashinghub.com/wp-content/uploads/2012/02/252.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="http://smashinghub.com/wp-content/uploads/2012/02/252.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh sampul facebook yang unik. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda:)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://smashinghub.com/wp-content/uploads/2012/02/291.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="http://smashinghub.com/wp-content/uploads/2012/02/291.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kalau Anda penggemar The Beatles, Anda mungkin tertarik untuk menampilkan gambar The Fab Four itu di facebook Anda. Atau mungkin Anda ingin menampilkan gambar yang diambil dari film animasi Yellow submarine? Filmnya menarik meskipun saya tidak tahu apakah film itu termasuk film animasi terbaik atau tidak. Coba Anda cari gambarnya pada kumpulan gambar animasi di internet. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga yang menampilkan gambar James Hetfield, sang vokalis kelompok Metallica. Tebakan saya, pemilik akun facebook ini pasti penggemar Metallica. Kalau yang menampilkan gambar Dick Taylor saya jamin dia pasti penggemar Rolling Stones, dan usianya sudah 'matang'. Kenapa? Karena Dick Taylor ini adalah pemain bas grup Rolling Stones di masa-masa awal :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu ada juga lho yang menampilkan gambar gitar atau gambar bas gitar. Kalau bukan pemain band, mereka yang memajang gambar gitar pasti tukang bikin gitar, atau punya toko gitar :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dari sekian banyak jenis gambar yang menghiasi sampul facebook, yang terbanyak tetap gambar orang yang punya akun facebooknya itu sendiri. Yah, namanya juga manusia, sekali-sekali narsis kan nggak apa-apa. Mumpung belum ngetop, sempet-sempetin deh nampang di facebook. Kalau udah ngetop kan mana sempet?</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/07/sampul-fesbuk-pengusir-kantuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-7659038137133830214</guid><pubDate>Tue, 17 Jul 2012 14:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-05T04:50:36.051+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Laporkan Korupsi Lewat SMS!</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEPIjxXY2MJVflEY-RSIU27vf1FsCMjtA770ypzlfnTOywCIpGjCV4M_bd2WMOC9T3R2GsxEDhbiEVFq2un_4mWrkB4c4WcszYBJKpkgw5BBAZ_grqLFCHLUr4Iz98AneU-r_TULMEYEE/s1600/korupsi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="375" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEPIjxXY2MJVflEY-RSIU27vf1FsCMjtA770ypzlfnTOywCIpGjCV4M_bd2WMOC9T3R2GsxEDhbiEVFq2un_4mWrkB4c4WcszYBJKpkgw5BBAZ_grqLFCHLUr4Iz98AneU-r_TULMEYEE/s400/korupsi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Melaporkan dugaan korupsi tak lagi ribet. Cukup dengan mengirim SMS ke nomor 1575. Hal ini dimungkinkan setelah adanya kesepakatan kerjasama antara KPK dengan 10 operator seluler di Indonesia. Menurut Rahmat, perwakilan dari salah satu operator seluler, dengan membuka kode akses SMS di nomor 1575, siapapun bisa mengirim informasi soal korupsi langsung ke servernya KPK dan tidak ada campur tangan orang. Operator juga tidak berhak mengakses pesan yang dikirim pelanggan. Selain itu tarif SMS yang diberlakukan adalah tarif normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mendukung pencegahan tindak pidana korupsi, disamping pengaduan melalui website yang selama ini sudah dimiliki KPK. Demi menjaga kerahasiaan informasi, dalam pasal 7 kerjasama itu disebutkan bahwa operator tidak berhak mengakses pesan pendek 1575. Selain itu, tidak diperlukan registrasi oleh pengirim dan operator menjamin pesan pendek tidak akan dipublikasikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 Operator seluler yang bekerja sama dengan KPK yaitu Axis Telekom Indonesia, Bakrie Telecom Tbk, Hutchison cp telekomunikasi, Indosat Tbk, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Smartfren Tbk, Smart Telecom Indonesia, Telkom Tbk, Telkom Seluler, dan XL Axiata Tbk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo ramai-ramai lapor ke &lt;b&gt;1575&lt;/b&gt;!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
foto: suara-tamiang.com</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/07/laporkan-korupsi-lewat-sms.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEPIjxXY2MJVflEY-RSIU27vf1FsCMjtA770ypzlfnTOywCIpGjCV4M_bd2WMOC9T3R2GsxEDhbiEVFq2un_4mWrkB4c4WcszYBJKpkgw5BBAZ_grqLFCHLUr4Iz98AneU-r_TULMEYEE/s72-c/korupsi.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-2378486880590414176</guid><pubDate>Sun, 08 Jul 2012 18:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-09T01:15:03.752+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Elegi  2012</title><description>&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://fc01.deviantart.net/fs22/i/2008/002/5/8/Porcelaine_by_valse_des_ombres.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://fc01.deviantart.net/fs22/i/2008/002/5/8/Porcelaine_by_valse_des_ombres.jpg" width="425" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
inilah kita:&lt;br /&gt;
sepasang kekasih yang saling menyakiti,&lt;br /&gt;
sepasang musuh yang saling mencintai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(dari balik tembok bedeng-bedeng kontrakan&lt;br /&gt;
sayup terdengar mars perjuangan&lt;br /&gt;
dan lagu-lagu peterpan&lt;br /&gt;
saling berlomba cari perhatian)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka inilah kita:&lt;br /&gt;
sepasang manusia yang kelelahan&lt;br /&gt;
mencari makna cinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22062012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ilustrasi: elegibuta.wordpress.com&lt;/i&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/07/elegi-2012.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-7344734520371205002</guid><pubDate>Thu, 08 Mar 2012 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-08T18:57:31.904+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Doa Cinta</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://thepatria.files.wordpress.com/2010/06/islamic-wallpaper-islam-6370763-1024-7681.jpg?w=500&amp;amp;h=375" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="375" src="http://thepatria.files.wordpress.com/2010/06/islamic-wallpaper-islam-6370763-1024-7681.jpg?w=500&amp;amp;h=375" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;kutitipkan rasa itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;pada gema doa kolektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;di puncak kubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24022012</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/03/doa-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-8538327259675261568</guid><pubDate>Sat, 18 Feb 2012 09:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-18T16:57:09.520+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dpr</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini. komisi cemilan</category><title>Komisi Cemilan</title><description>Para wakil rakyat di DPR benar-benar manusia pilihan. Mereka begitu kreatif dan seringkali melakukan hal-hal yang tak akan pernah terpikirkan oleh manusia normal. Selalu ada gebrakan baru yang memberi kejutan bagi warga masyarakat yang diwakilinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tak puas dengan dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya (ruang rapat super mewah, kalender super mahal dll.), DPR kembali membuat berita. Kali ini mereka mempersoalkan hal yang sangat mendasar: isi perut. Sayangnya bukan isi perut rakyat yang mereka persoalkan, melainkan isi perut mereka sendiri. Hebat kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika banyak warga yang masih harus berjuang mati-matian demi sekedar bisa mengisi perut alakadarnya, para wakil kita yang mulia ini mempersoalkan isi perut ditinjau dari sisi yang lebih canggih. Mereka mengeluhkan soal kandungan gizi cemilan konsumsi rapat yang dianggap tidak memadai untuk mendukung kinerja mereka sebagai pejuang pembela rakyat.  Selain itu mereka juga khawatir jika cemilan yang mereka konsumsi selama ini bisa membuat perut mereka gendut dan tak lagi indah dipandang mata. Mungkin mereka khawatir jika penampilan mereka yang berperut buncit bisa menurunkan wibawa rakyat yang mereka wakili. Sungguh mengharukan!&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2525/3863823400_eaa5b8ef0f.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://farm3.static.flickr.com/2525/3863823400_eaa5b8ef0f.jpg" width="449" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar: nusantaranews.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika para wakil kita yang pintar-pintar itu menganggap urusan cemilan begitu pentingnya, mungkin sudah saatnya dibentuk Komisi Cemilan sebagai pelengkap dari 15 komisi yang ada di DPR saat ini. Atau jika perlu, hapus saja beberapa komisi lain mengingat begitu pentingnya soal cemilan ini. Begitu pentingkah? Tentu saja! Kalau tidak penting, mana mungkin hal itu sampai dibahas di DPR? Kan masih banyak hal lain yang mendesak untuk dibahas,  seperti soal kesejahteraan rakyat misalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, ada kemungkinan lain.  Tapi ini cuma kemungkinan lho: soal cemilan MEMANG NGGGAK PENTING tapi tetap dibahas karena YANG MEMBAHASNYA memang NGGAK PUNYA OTAK! Segitunya? Masa sih?!</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/02/komisi-cemilan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://farm3.static.flickr.com/2525/3863823400_eaa5b8ef0f_t.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-4845342955884763833</guid><pubDate>Thu, 05 Jan 2012 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-05T10:01:20.466+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Fragmen Larut Malam</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="332" src="http://www.mde-art.com/art-blog/wp-content/uploads/2008/04/face-portrait-marker-drawing.jpg" width="456" /&gt;&lt;/imageanchor="1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
terlelap sudah manusia pemilik dendam sampai ke ubun-ubun. tak ada yang pernah padam dalam dadanya, sebab tidur hanyalah mengistirahatkan amarah dan kesumat untuk sementara. energi yang pulih akan kembali bergolak menuntut pelampiasan seperti yang selalu ada dalam mimpi-mimpi tentang ken arok yang mengkhianati tunggul ametung. atau tentang rahwana yang angkara murkanya tak mempan digencet gunung sondara-sondari, meski tubuhnya hancur berkeping-keping. segala sistem yang bekerja di tubuhnya hanya memiliki satu tujuan: menghancurkan segala sesuatu yang telah membuatnya menderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
raga yang kurus tak terawat hanyalah semacam media tempat segala kegundahan menunggu saat yang tepat untuk berontak. memberontak terhadap kemapanan yang menjungkirbalikkan akal sehat manusia beradab. memberontak terhadap sinisme kolektif yang mencampakannya pada predikat yang telah menggoncangkan egonya. memberontak pada kezaliman puitis dan basa-basi yang diam-diam memuntahkan kutukan yang mengerangkeng garis takdirnya. memberontak pada keindahan palsu yang telah memperkosa kepekaannya menikmati senja yang tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
entah siapa yang telah menjebloskannya ke dalam kesunyian yang tak lagi menjanjikan kedamaian. segala hak yang dimilikinya untuk menikmati hari-hari penuh pelangi telah lama mengering dan mati. yang tersisa hanyalah persekutuan antara kegelapan dan hasrat untuk memuntahkan segala kemarahan yang tak kuasa lagi disembunyikannya dalam sopan satun hipokrit yang selama ini selalu dipertahankannya sekuat tenaga. ditelantarkan waktu, semua pagar itu telah berkarat dan rapuh. senyuman aneh terukir pada wajah lelap yang gelisah. senyuman yang tak seorang pun mengetahui maknanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
malam kian larut, gelisah menunggu matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13/02/2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;photo: courtesy of &lt;a href="http://www.mde-art.com/" target="_blank"&gt;MDE-ART&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/01/fragmen-larut-malam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2587752322412125998.post-5127150079401586185</guid><pubDate>Thu, 05 Jan 2012 02:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-05T09:39:13.639+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Kita</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;kita adalah batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;yang cemburu pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;pilihan-pilihan tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1263888005/peristiwa-buruh-pemecah-batu-05.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
12/03/2011</description><link>http://tatadanamihardja.blogspot.com/2012/01/kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author></item></channel></rss>