<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071</id><updated>2024-12-19T10:21:52.019+07:00</updated><category term="Info Teknologi"/><category term="Sains"/><category term="Lainnya"/><category term="Elektronika"/><category term="Astronomi"/><category term="Tips dan Trik"/><category term="Komputer"/><title type='text'>TEKNO ALDEBRAN</title><subtitle type='html'>Blog berbagi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tentang Komputer, Mobile, Elektronika dan Internet </subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-1679346090368351069</id><published>2020-10-19T22:36:00.000+07:00</published><updated>2020-10-19T22:36:19.386+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Teknologi Modifikasi Cuaca</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Modifikasi cuaca diartikan sebagai metode modifikasi awan secara buatan dengan usaha manusia. Pembuatan hujan telah dilakukan oleh orang - orang primitif zaman dahulu. Pada zaman dahulu, pembuatan hujan masih merupakan ilmu fiktif. Orang - orang primitif bisa membuat hujan melalui mantra, jampi-jampi, tari - tarian, serta berbagai macam upacara agama atau adat dengan doa - doa kepada tuhan atau dewa. Akan tetapi, pada zaman sekarang ini, pembuatan hujan bukanlah sebuah hal yang fiktif karena orang - orang saat ini berusaha membuat hujan berdasarkan ilmiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhTDEHLb7mDFvSdhTpn2Z7rX7U5GYOGSTUMLoEZa_tWpx-_EJsRuxVBvlBvOKZkFD1vnrac81OCEsWb-IZ0pV8hYRIWgXL-Zic9069D3XLNQgh03Alx_E0YsLD0Yos_PvBDIguSOrf2SZb/s1920/lightning-1056419_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1226&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;408&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhTDEHLb7mDFvSdhTpn2Z7rX7U5GYOGSTUMLoEZa_tWpx-_EJsRuxVBvlBvOKZkFD1vnrac81OCEsWb-IZ0pV8hYRIWgXL-Zic9069D3XLNQgh03Alx_E0YsLD0Yos_PvBDIguSOrf2SZb/w640-h408/lightning-1056419_1920.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Modifikasi Cuaca&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hujan buatan yang disebut secara umum dengan istilah modifikasi cuaca telah mulai dikembangkan sejak perang dunia kedua yang pada waktu itu bertujuan untuk perang. Negara Amerika sudah mempraktekkan teknik modifikasi cuaca di atas Negara Vietnam dengan cara mendatangkan hujan yang sangat lebat. Pada waktu terjadinya perang Vietnam, pesawat Amerika menjatuhkan bom - bom kecil yang berisi kristal - kristal perak Iodida (AgI) pada awan yang mengakibatkan hujan tambahan sekitar 30%. Modifikasi cuaca yang dilakukan manusia pada waktu sekarang ini bukan bertujuan untuk perang melainkan untuk tujuan penelitian dan operasional. Untuk tujuan penelitian, modifikasi cuaca sudah banyak dilakukan oleh negara - negara maju seperti Australia, Amerika, dan negara - negara Eropa. Di kawasan Asia, seperti negara Thailand telah mencoba melakukan percobaan hujan buatan sejak tahun 1968 yang pada beberapa tahun belakangan ini telah sampai pada taraf International. Di negara Indonesia percobaan hujan buatan telah dimulai pada tahun 1977 di daerah Bogor dan Solo oleh Proyek percobaan Hujan Buatan, BPPT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembuatan hujan berdasarkan pada penyelidikan dasar - dasar dari fisika awan yang tidak dapat diterapkan dengan tepat di dalam atmosfer, karena kesulitan - kesulitan untuk memprediksinya. Kesulitan lain yang timbul yaitu dalam proses manipulasinya dimana ketika kita tidak bisa membedakannya dengan proses - proses alam yang akan terjadi. Pada negara - negara beriklim dingin biasanya digunakan bahan kimia perak Iodida (AgI) dan es kering atau CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; padat, tepung urea, dan lain - lain. Percobaan hujan buatan dengan menggunakan AgI telah banyak dicoba pada negara - negara maju. Percobaan dengan NaCl belum banyak dipraktekkan saat ini. Hal tersebut dikarenakan bahwa negara - negara beriklim dingin belum banyak yang menggarapnya, karena memang kurang berkepentingan bagi mereka mengingat awan - awan yang terdapat di negara tersebut pada umumnya awan dingin.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembuatan hujan di Indonesia dilakukan mengingat variasi curah hujan diwilayah ini cukup besar, disamping itu di beberapa daerah yang jumlah curah hujannya kecil. Kita tidak pernah mengenal musim dingin dan musim panasseperti yang terjadi di negara lintang menengah dan tinggi karena memang variasi temperatur di wilayah Indonesia cukup kecil. Sebaliknya kita lebih mengenal musim hujan dan musim kering. Karena variasi curah hujan besar maka pada saat - saat tertentu Indonesia dapat mengalami kekeringan dengan musim kering yang panjang bersamaan dengan tahun El Nino seperti yang pernah terjadi pada tahun 1972, 1976, 1982, 1987, dan 1997. Hujan buatan dimaksudkan untuk mempercepat proses terjadinya hujan dengan harapan kita dapat mengatasi kekeringan panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberadaan awan rendah dan kabut akan menimbulkan bahaya di lapangan terbang. Konsep pelenyapan awan oleh pembenihan hampir sama dengan metode peningkatan hujan. Partikel besar atau inti es diinjeksikan untuk menyapu tetes awan sehingga daerah tersebut menjadi cerah. Perak Iodida dan es kering telah digunakan dengan berhasil untuk mencerahkan cuaca mendung dan kabut garam, serta semprotan air telah dilakukan sejak awal 1938. Kabut es dalam musim dingin pada beberapa tempat dibagian utara bumi, juga merupakan masalah yang belum terpecahkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dua alasan telah disampaikan untuk meredakan hujan es oleh pembenihan awan dengan inti es. Pertama, melibatkan pembekuan semua tetes kelewat dingin pada bagian atas awan cumulonimbus yang menghasilkan hujan es. Efeknya adalah dapat membasmi proses pertumbuhan akresional (pertambahan), serta dapat menghilangkan kemungkinan pembentukan batu es besar. Kedua, yaitu pada proses pembenihan yang lebih sederhana dalam pemakaian bahan dan melibatkan penambahan inti es hanya terbatas dalam daerah awan tempat batu es diperkirakan mempunyai kecepatan pertumbuhan maksimum. Ilmuwan Russia memperkirakan bahwa daerah ini adalah bagian dari atas awan dengan reflektivitas maksimum menurut pengamatan radar. Daerah dengan reflektivitas maksimum kemudian diberi benih dengan ledakan meriam yang bermuatan AgI dan dilaporkan berhasil melenyapkan hujan es. Akan tetapi penalaran keefektifan teknik ini belum jelas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai pendekatan dilakukan dengan menambah inti es pada daerah bawah yang diduga merupakan area arus vertikal. Daerah ini mengandung inti es alam atau partikel endapan, yaitu embrio batu es hujan. Hal yang menjadi keraguan bahwa dengan memasukkan inti buatan akan menyebabkan kompetisi yang cukup untuk persediaan air kelewat dingin yang ada sehingga tidak ada kemungkinan hujan es tumbuh menjadi besar. Semua usaha pendekatan ini dimaksudkan untuk emngubah batu es besar menjadi sejumlah batu es yang kecil. Batu es kecil ini mempunyai kesempatan melebur dengan sempurna pada waktu melewati isoterm 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C sehingga sebelum mencapai tanah batu es mencair atau paling tidak akan mengurangi kerusakan dan kerugian yang disebabkan oleh batu es besar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekian pembahasan kali ini tentang Teknologi Modifikasi Cuaca. Semoga Bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1679346090368351069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1679346090368351069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2020/10/teknologi-modifikasi-cuaca.html' title='Teknologi Modifikasi Cuaca'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhTDEHLb7mDFvSdhTpn2Z7rX7U5GYOGSTUMLoEZa_tWpx-_EJsRuxVBvlBvOKZkFD1vnrac81OCEsWb-IZ0pV8hYRIWgXL-Zic9069D3XLNQgh03Alx_E0YsLD0Yos_PvBDIguSOrf2SZb/s72-w640-h408-c/lightning-1056419_1920.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.9470831999999999 100.417181</georss:point><georss:box>-29.257317036178847 65.260931 27.363150636178844 135.573431</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-2731936092560058655</id><published>2020-10-19T18:35:00.002+07:00</published><updated>2020-10-19T18:35:44.232+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Teknologi"/><title type='text'>Inilah Fakta Unik Perbedaan WiFi 5G dengan Jaringan 5G</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teknologi jaringan 5G merupakan teknologi yang lebih kencang dibandingkan dengan teknologi jaringan 4G. Teknologi 5G tersebut saat ini semakin banyak diproduksi oleh banyak perusahaan ponsel pintar (smartphone). Ternyata istilah &quot;5G&quot; tidak hanya melekat pada sebutan untuk jaringan generasi kelima. Akan tetapi istilah &quot;5G&quot; juga melekat pada Teknologi WiFi yang disebut &quot;WiFi 5G&quot;. Lantas, apa perbedaan antara jaringan 5G dengan WiFi 5G? Yuk, simak pembahasan berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix00KJGUcG-4zZV7oGEV8w_sSKrUbJmjOPRQ51_pvpxC4QFkDkKZJaCAZG8RVfP_bf8uHorg3Ycv-dG3h60hOWziUBA9v_5UCNEDm2Bri_AZ5psHaJ7kuPJvMGwM9SIV7zBwk6bCMApTld/s1920/5G.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1196&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;398&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix00KJGUcG-4zZV7oGEV8w_sSKrUbJmjOPRQ51_pvpxC4QFkDkKZJaCAZG8RVfP_bf8uHorg3Ycv-dG3h60hOWziUBA9v_5UCNEDm2Bri_AZ5psHaJ7kuPJvMGwM9SIV7zBwk6bCMApTld/w640-h398/5G.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perbedaan WiFi 5G dengan Jaringan 5G&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Standar jaringan seluler yang terbaru saat ini sudah menggunakan teknologi jaringan 5G. Dalam hal tersebut, teknologi 5G hadir sebagai penerus dari teknologi 4G. Isilah &quot;5G&quot; sendiri berarti &quot;Generasi Kelima&quot; dan merupakan teknologi yang dirancang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah dibandingkan 4G LTE.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Smartphone yang memiliki teknologi 5G pertama kali diluncuran pada tahun 2019. Teknologi jaringan 5G tersebut diprediksi akan menjadi penunjang yang sangat penting untuk perangkat IoT (Internet of Things). Walaupun teknologi 5G telah diakui sebagai standar jaringan terbaru, akan tetapi teknologi tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan WiFi 5G. Bahkan, pada smartphone 4G pada saat sekarang ini ada yang sudah support WiFi 5G. Istilah &quot;5G&quot; pada WiFi 5G itu sendiri bukan berarti teknologi generasi kelima seperti pada jaringan seluler 5G, akan tetapi berarti &quot;5 Ghz&quot;. Pada WiFi 5G menggunakan dua pita frekuensi yaitu pita frekuensi 5 Ghz dan 2,4 Ghz. Pita frekuensi 5 Ghz sudah digunakan sejak tahun 2009 yang lalu hingga saat ini dengan standar 802.11n. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiFi 5 Ghz memiliki kelebihan yaitu dapat mentransmisikan data dengan kecepatan yang lebih tinggi. Akan tetapi, WiFi 5Ghz juga memiliki kekurangan yaitu&amp;nbsp; pada kualitas jangkauannya yang lebih pendek sehingga kurang efektif jika digunakan untuk menembus ruangan dengan tembok yang berlapis tebal. Disisi lain, pada WiFi 2,4 Ghz memiliki kelebihan yaitu memiliki panjang gelombang dengan jangkauan pita frekuensi yang lebih luas dan lebih andal dalam menembus tembok yang berlapis tebal. Akan tetapi WiFi 2,4 Ghz juga memiliki kekurangan yaitu memiliki kecepatan transmisi data yang labih lambat dibandingkan WiFi 5 Ghz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Smartphone yang diproduksi bisa memiliki WiFi 5G dan fitur 5G sekaligus dalam satu perangkat. Sebuah smartphone dapat mendukung jaringan 5G jika sudah terpasang oleh chip modern dan antena yang dapat menerima sinyal 5G tersebut. Sedangkan untuk fitur 5G saat ini sudah banyak terdapat pada smartphone pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, kenapa disebut dengan WiFi 5G? hal ini dikarenakan istilah tersebut merupakan istilah yang tidak resmi yang sudah sering digunakan sejak mondominasinya jaringan seluler 3G dan 4G. WiFi 5 Ghz disebut oleh banyak orang dengan sebutan WiFi 5G karena lebih mudah dalam penyebutannya. Akan tetapi, lama - kelamaan seiring dengan semakin terkenalnya teknologi seluler 5G ditengah masyarakat mengakibatkan istilah &quot;5G&quot; menimbulkan konflik atau kesalahpahaman. oleh karena itu, jika kamu menemukan istilah 5G pada kata &quot;WiFi 5G&quot;, itu bukanlah berati teknologi jaringan seluler 5G, akan tetapi maksud yang lebih tepatnya yaitu WiFi 5 Ghz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian pembahasan kali ini tentang Inilah Fakta Unik Perbedaan WiFi 5G dengan Jaringan 5G. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2731936092560058655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2731936092560058655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2020/10/inilah-fakta-unik-perbedaan-wifi-5g.html' title='Inilah Fakta Unik Perbedaan WiFi 5G dengan Jaringan 5G'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix00KJGUcG-4zZV7oGEV8w_sSKrUbJmjOPRQ51_pvpxC4QFkDkKZJaCAZG8RVfP_bf8uHorg3Ycv-dG3h60hOWziUBA9v_5UCNEDm2Bri_AZ5psHaJ7kuPJvMGwM9SIV7zBwk6bCMApTld/s72-w640-h398-c/5G.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.9470831999999999 100.417181</georss:point><georss:box>-29.257317036178847 65.260931 27.363150636178844 135.573431</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-9115624422120777544</id><published>2020-10-19T17:11:00.001+07:00</published><updated>2020-10-19T17:11:20.403+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Teknologi"/><title type='text'>Perusahaan Komputer Microsoft Lakukan Riset Selama 2 Tahun Taruh Server di Bawah Permukaan Laut</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada 15 September 2020, perusahaan komputer Microsoft melakukan pengangkatan pusat data (data center) ke daratan setelah 2 tahun berada dibawah permukaan laut sejak 2018 yang lalu di pesisir laut Orkney, Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat data (data center) tersebut sengaja ditenggelamkan karena merupakan bagian dari Project Natick fase kedua. Project Natick merupakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Microsoft yang bertujuan untuk mengetahui apakah pusat data (data center) layak berada dibawah laut atau tidak. Selain itu, project penelitian ini juga menggunakan energi alternatif, sehingga project ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan energi yang terbarukan dapat menghemat energi atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBJrG341FZ5jthZVZDrXOoOeyMxsL1KXtyvhlqMc3WpCIN9T2BldgVc9ogGeNfG5rnSoHtXTO0HW2u9saCsjFomFVA2A1JykzH7n_tNM4swdoIeB0oVUwXhtin6Mw-fob8VqAjrct3Egmm/s750/Data+Center+milik+Microsoft.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;750&quot; height=&quot;427&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBJrG341FZ5jthZVZDrXOoOeyMxsL1KXtyvhlqMc3WpCIN9T2BldgVc9ogGeNfG5rnSoHtXTO0HW2u9saCsjFomFVA2A1JykzH7n_tNM4swdoIeB0oVUwXhtin6Mw-fob8VqAjrct3Egmm/w640-h427/Data+Center+milik+Microsoft.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Data Center Milik Perusahaan Komputer Microsoft Diangkat ke Darat (Sumber: bbc.com)&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat proses pengangkatan ke daratan, pusat data (data center) yang berupa kapsul berwarna putih tersebut dikerubungi oleh ganggang atau alga laut. Data center tersebut terdiri dari 864 server dengan 12 rak dan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 27,6 petabytes. Dari 856 server on board yang ditenggelamkan dibawah permukaan laut, ternyata hanya 8 server yang rusak dan tidak mampu bertahan. Menurut Microsoft, tingkat kegagalan tersebut tersebut lebih baik dibandingkan saat pusat data (data center) berada di darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Microsoft tingkat kegagalan yang relatif rendah tersebut kemungkinan disebabkan karena tidak adanya&amp;nbsp; interaksi antara server tersebut dengan manusia. Disamping itu, server yang berada didalam kapsul tersebut juga disuntiikan gas nitrogen sehingga server akan lebih tahan dibandingkan saat berada di darat yang mengandung gas oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Ross yang menjabat sebagai Konsultan dibidang insustri pusat data (data center) memprediksi bahwa project penelitian tersebut memiliki pelaung yang sangat besar untuk pengembangan pusat data secara berkelanjutan. Selain itu, David Ross menilai bahwa project penelitian tersebut merupakan cara yang efektif untuk memindahkan pusat data (data center) tanpa harus mengeluarkan biaya infrastruktur yang besar ke lokasi yang lebih aman sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan atau kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian pembahasan kali ini tentang Perusahaan Komputer Microsoft Lakukan Riset Selama 2 Tahun Taruh Server di Bawah Permukaan Laut. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/9115624422120777544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/9115624422120777544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2020/10/perusahaan-komputer-microsoft-lakukan.html' title='Perusahaan Komputer Microsoft Lakukan Riset Selama 2 Tahun Taruh Server di Bawah Permukaan Laut'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBJrG341FZ5jthZVZDrXOoOeyMxsL1KXtyvhlqMc3WpCIN9T2BldgVc9ogGeNfG5rnSoHtXTO0HW2u9saCsjFomFVA2A1JykzH7n_tNM4swdoIeB0oVUwXhtin6Mw-fob8VqAjrct3Egmm/s72-w640-h427-c/Data+Center+milik+Microsoft.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.9470831999999999 100.417181</georss:point><georss:box>-29.257317036178847 65.260931 27.363150636178844 135.573431</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-1569260517801918369</id><published>2020-10-19T10:49:00.001+07:00</published><updated>2020-10-19T10:51:30.219+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik"/><title type='text'>6 Tips Ampuh Menjadi Seorang Konten Kreator yang Sukses</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertumbuhan media sosial yang lumayan signifikan dalam sebagian waktu terakhir, memberikan kesempatan yang lumayan besar bagi orang - orang untuk berkarya serta berkreasi menciptakan konten - konten yang menarik. Konten yang dimaksud dapat berbentuk video, audio, artikel, maupun juga web. Orang - orang yang sanggup membuat ataupun menciptakan konten - konten yang menarik disebut dengan konten kreator.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaaIoimvx7txJ6-7EQ9bq30k9GMUAR9ZgeCWmnIj5YpE9XyK5TZERU7mCRI4Jpbs-eM-iYHCYimR7CPLCc9M15kyegFwFsi4XIYP5liW8LGklvQGYR9bJad9i1A4kd7wYuzrHdYKcsMbhZ/s1024/Konten.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;813&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;509&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaaIoimvx7txJ6-7EQ9bq30k9GMUAR9ZgeCWmnIj5YpE9XyK5TZERU7mCRI4Jpbs-eM-iYHCYimR7CPLCc9M15kyegFwFsi4XIYP5liW8LGklvQGYR9bJad9i1A4kd7wYuzrHdYKcsMbhZ/w640-h509/Konten.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konten Kreator&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konten kreator ialah profesi yang tengah naik daun di masa pertumbuhan dunia digital disaat ini. Popularitas serta endorse dari bermacam brand, pasti saja menantang tiap orang untuk mencobanya, termasuk buat para kaum generasi millenial. Buat kalian yang berminat bekerja selaku konten kreator cuma perlu memilih ingin bergerak di bidang apa serta platform apa yang akan digunakan, apakah itu di Youtube, Tik Tok ataupun Instagram? Itu bergantung opsi kalian masing-masing. Yang pasti seluruh media sosial tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan seseorang konten kreator.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila kalian kepingin jadi seseorang konten kreator yang sukses, maka perlu ikuti serta praktekkan tips - tips berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1. Pelajari Dunia Digital Lebih Dulu&lt;/h4&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memutuskan untuk berkarir serta sukses di dunia digital itu perlu fokus yang besar. Karena untuk bisa seperti itu kamu harus menekuni seluk beluk dunia digital lebih dahulu. Paling utama untuk para pemula, belajarlah dari banyak sumber yang tercantum dari para konten kreator yang telah berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. Memilih Topik Konten yang Sesuai Passion&lt;/h4&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sesudah mengenali banyak perihal tentang dunia digital, maka langkah berikutnya yang kalian lakukan yaitu memastikan konten apa yang mau diberikan. Misalnya, konten beauty, lifestyle, gaming, entertainment, traveling, ataupun sport. Oleh karena itu, lakukan seleksi konten yang cocok dengan passion yang dimiliki.&amp;nbsp; Soalnya, apapun yang dilakukan dengan passion akan menciptakan suatu karya yang dapat menginspirasi banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. Tentukan Jenis Platform yang Ingin Fokus Dikerjakan&lt;/h4&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah selanjutnya yang bisa kalian lakukan yaitu memutuskan tipe platform untuk membuat konten. Untuk seseorang konten kreator, keberadaan platform itu sangat berarti. Platform ini bermanfaat sebagai tempat untuk sharing konten yang telah dibuat. Platform yang dapat digunakan seperti web, Youtube, Podcast maupun influencer di sosial media. Sosial media yang lumayan terkenal disaat ini yaitu Facebook, Twitter, serta Instagram. Dari ketiga sosial media tersebut dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyebarluaskan konten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4. Membuat Topik Konten yang Menarik&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah selanjutnya yang bisa kalian lakukan yaitu mencari serta membuat topik konten yang menarik. Ini juga kamu jalani sesudah menelusuri lebih dalam mengenai permasalahan ataupun pembicaraan yang tengah hangat - hangatnya. Jika konten yang kamu buat nyatanya topiknya tidak menarik, penikmat konten juga bakal malas membacanya. Tujuan utama pembuatan konten merupakan untuk memperoleh audiens serta banyak dikunjungi . Sebab seperti itu diperlukan kreativitas yang besar untuk membuat satu konten yang menarik. Apakah kamu telah memutuskan konten yang menarik? Kamu juga tidak dapat sembarangan membuat konten. Butuh penelusuran lebih dalam lagi serta jika perlu melaksanakan dialog dengan berbagai pihak yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak hanya itu , ada sebagian keahlian yang sebaiknya dikuasi sehingga bisa menolong kalian dalam membuat konten - konten yang menarik . Sebagian keahlian yang hendaknya dipahami ialah :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Menguasai algoritme sosial media serta menyuguhkan konten yang menarik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sanggup membuat konten di web dengan copywriting serta blogging yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki keahlian membuat serta mengedit video yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat konten yang sesuai SEO bakal jadi nilai tambah yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami seluruh saluran media sosial semacam Pinterest , Twitter serta Instagram.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;5. Selalu Update dengan Berita Terkini&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk jadi seseorang konten kreator yang sukses, penting buat mereka untuk senantiasa update dengan kabar terkini. Kamu mau jadi konten kreator nyatanya bukan cuma asal buat konten serta mau populer saja. Tetapi juga karna mau membagikan suatu yang berguna untuk penikmat konten kamu. Permasalahan mencari berita dimana, kita telah hidup di dunia digital dimana berita dapat diperoleh dimanapun, apalagi lewat smartphone sekalipun. Carilah data yang berguna serta menunjang konten kamu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;6. Konsisten Dalam Berkarya Membuat Konten&lt;/h4&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tantangan terberat untuk seseorang content creator merupakan mampu senantiasa konsisten untuk berkarya. Untuk melindungi konsistensi ini, mulailah untuk mengatur artikel dengan lebih tertib. Misalnya 1 video tiap minggu ataupun 4 kali posting gambar di Instagram. Tidak hanya itu, dapat pula dibuat timeline serta naskah dari tiap konten yang hendak diciptakan, dengan begitu seluruhnya akan jadi lebih terencana.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekian ulasan kali ini tentang 6 Tips Ampuh Menjadi Seorang Konten Kreator yang Sukses. Buat kalian yang tengah mencari peruntungan selaku konten kreator jangan gampang menyerah ya. Senantiasa konsisten serta juga tetap bagikan konten - konten yang berdampak positif buat seluruh orang yang membaca serta menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1569260517801918369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1569260517801918369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2020/10/6-tips-ampuh-menjadi-seorang-konten.html' title='6 Tips Ampuh Menjadi Seorang Konten Kreator yang Sukses'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaaIoimvx7txJ6-7EQ9bq30k9GMUAR9ZgeCWmnIj5YpE9XyK5TZERU7mCRI4Jpbs-eM-iYHCYimR7CPLCc9M15kyegFwFsi4XIYP5liW8LGklvQGYR9bJad9i1A4kd7wYuzrHdYKcsMbhZ/s72-w640-h509-c/Konten.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.9470831999999999 100.417181</georss:point><georss:box>-29.257317036178847 65.260931 27.363150636178844 135.573431</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-2804643459851968783</id><published>2019-06-23T13:39:00.000+07:00</published><updated>2019-06-23T13:39:04.340+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><title type='text'>Perbedaan Kernel Based Virtual Machine (KVM) &amp; Linux Container (LXC)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kernel based virtual machine&lt;/i&gt; (KVM) dan &lt;i&gt;Linux Container&lt;/i&gt; (LXC) merupakan jenis - jenis Guest OS yang digunakan untuk melakukan virtualisasi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOTxzcpI2zlr_GuJtSTzyIqG__AkINoL6w5o5G7Czoo8_4BuVFdFeDAmHrQAXp14k2Uzk6nO8wsW73r_eL07vHU75EnnSFS637zYwXxI6-UwccQNbLh3nvc42VbvyFBwGVYNz6rQzH4Nec/s1600/Perbedaan+KVM+dan+LXC.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kernel Based Virtual Machine (KVM) &amp;amp; Linux Container (LXC)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;497&quot; data-original-width=&quot;431&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOTxzcpI2zlr_GuJtSTzyIqG__AkINoL6w5o5G7Czoo8_4BuVFdFeDAmHrQAXp14k2Uzk6nO8wsW73r_eL07vHU75EnnSFS637zYwXxI6-UwccQNbLh3nvc42VbvyFBwGVYNz6rQzH4Nec/s1600/Perbedaan+KVM+dan+LXC.PNG&quot; title=&quot;Kernel Based Virtual Machine (KVM) &amp;amp; Linux Container (LXC)&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kernel Based Virtual Machine (KVM) &amp;amp; Linux Container (LXC)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;A.&amp;nbsp;Kernel based Virtual Machine (KVM)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kernel-based Virtual Machine &lt;/i&gt;adalah infrastruktur virtualisasi yang bisa menjadikan Kernel Linux sebagai sebuah hypervisor. KVM membutuhkan dukungan &lt;i&gt;Hardware virtualization extension&lt;/i&gt; dari prosessor (CPU) yang digunakan. KVM dikembangkan oleh &lt;i&gt;Red Hat Corporation&lt;/i&gt; untuk memberikan solusi virtualisasi pada sistem operasi berbasiskan Linux. KVM mulai digabungkan dalam kernel Linux sejak kernel versi 2.6.20, kernel versi tersebut di-release pada tanggal 5 Februari 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dengan KVM, dimungkinkan untuk membangun beberapa mesin virtual (atau Guest OS) di atas kernel Linux. Meskipun dibangun diatas kernel Linux, Guest OS yang dapat dihadirkan bisa saja bermacam – macam sistem operasi, seperti Linux, Windows, BSD, OS X maupun Solaris. KVM akan bisa memberikan alokasi penggunaan hardware seperti CPU, RAM, Hard disk dan lain – lain kepada masing – masing Guest OS tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;KVM akan menghadirkan Guest OS dalam bentuk &lt;i&gt;full virtualization&lt;/i&gt;. Ini karena Guest OS yang dihadirkan dalam bentuk KVM akan menggunakan kernel dan file sistemnya sendiri. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbw0aH5DoSNtLGLNY-xheAka9TygyaWOcLPMnpucCNezJAs7yfk8SFDRrar-Cs3SbUhnGzzJypAerna7tt8FPQBopfPGVyi_wLnSSNQ7ctKsl-gBszf-bycyQ8lEFvI3Sz3rtG2YLoavov/s1600/Kernel+Based+Virtual+Machine.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kernel Based Virtual Machine (KVM)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;338&quot; data-original-width=&quot;310&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbw0aH5DoSNtLGLNY-xheAka9TygyaWOcLPMnpucCNezJAs7yfk8SFDRrar-Cs3SbUhnGzzJypAerna7tt8FPQBopfPGVyi_wLnSSNQ7ctKsl-gBszf-bycyQ8lEFvI3Sz3rtG2YLoavov/s320/Kernel+Based+Virtual+Machine.PNG&quot; title=&quot;Kernel Based Virtual Machine (KVM)&quot; width=&quot;293&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kernel Based Virtual Machine (KVM)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari gambar diatas terlihat bahwa, masing – masing Guest OS, akan menggunakan file system maupun kernel masing – masing. Guest OS sistem operasi Windows tentunya akan menggunakan sistem file dan kernel Windows, begitu pula dengan Guest OS Sistem Operasi Linux, tentunya akan membawa sistem file dan kernel Linux.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dengan menjalankan &lt;i&gt;full virtualization&lt;/i&gt;, masing – masing Guest OS akan membawa dan menggunakan kernel-nya masing – masing, tidak bergantung pada kernel lain seperti yang nantinya akan dilakukan oleh Container. Karena masing – masing Guest OS menggunakan kernel-nya sendiri – sendiri, maka KVM akan sangat &lt;i&gt;portable&lt;/i&gt;, akan sangat mudah memindahkan Guest OS dalam bentuk KVM dari suatu platform mesin ke platform mesin yang lain. Namung disisi lain penggunaan kernel oleh masing – masing Guest OS akan membuat penggunaan &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;overhead&lt;/i&gt;) menjadi lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari sisi keamanan, penggunaan KVM akan jauh lebih baik dari pada anda menggunakan Container. Ini dikarenakan masing – masing Guest OS akan menggunakan kernel-nya sendiri – sendiri. Dengan menggunakan kernel masing – masing, maka penggunaan KVM akan membuat setiap Guest OS terisolasi dengan Guest OS yang lain. Demikian pula dengan Host OS, karena Guest OS dan Host OS menggunakan kernel yang terpisah, maka Guest OS juga akan terisolasi dengan baik terhadap Host OS. Sehingga potensi gangguan keamanan terhadap Host OS akan menjadi lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Proxmox adalah hypervisor yang mampu menjalankan &lt;i&gt;kernel based Virtual Machine&lt;/i&gt; (KVM). Dengan &lt;i&gt;full virtualization&lt;/i&gt; oleh KVM, mesin virtual atau Guest OS yang akan diinstal diatas Proxmox akan berdiri sendiri, tidak tergantung dengan file sistem dan kernel dari Proxmox selaku hypervisor. Ini akan membuat Guest OS pada Proxmox dapat menggunakan secara penuh perangkat keras (&lt;i&gt;hardware&lt;/i&gt;) dari mesin komputer yang digunakan. Namun, untuk menggunakan Hardware tersebut, Guest OS tetap akan dikendalikan oleh Proxmox.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Guest OS yang dibangun dengan menggunakan KVM akan sering disebut sebagai VM. Diharapkan anda tidak kebingungan dengan penggunaan istilah mesin virtual dan istilah VM. Penggunaan istilah mesin virtual bisa merujuk pada Guest OS yang menggunakan KVM maupun Container. Sedangkan penggunaan istilah VM benar – benar hanya ditujukan bagi Guest OS yang dibangun dengan KVM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;B.&amp;nbsp;Linux Container (LXC)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Selain dapat membangun Guest OS dengan KVM, Proxmox VE bisa menghadirkan sebuah Guest OS dalam bentuk Container. Inilah yang merupakan kelebihan Proxmox dibanding dengan hypervisor yang lain, dimana banyak hypervisor yang tidak bisa menghadirkan container.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pada awalnya Proxmox menggunakan &lt;i&gt;OpenVZ&lt;/i&gt; sebagai container. Sehingga sampai pada Proxmox v3, anda bisa menggunakan &lt;i&gt;template&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;OpenVZ&lt;/i&gt; pada saat akan membangun container. Hal ini membawa konsekuensi pada saat akan melakukan migrasi dari Proxmox v3 ke Proxmox v4. Saat sudah memiliki container yang sedang berjalan di Proxmox v3 dan ingin beralih ke Proxmox v4, anda harus melakukan konversi dari OpenVZ ke Linux Container (LXC). Beberapa perintah dalam bentuk &lt;i&gt;Command line&lt;/i&gt; untuk melakukan &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; juga berubah. Jika pada Proxmox v3 dikenal dengan perintah &lt;i&gt;&lt;b&gt;vzctl&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; untuk melakukan manajemen container, maka pada Proxmox v4 digunakan perintah &lt;i&gt;&lt;b&gt;pct&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jika KVM melakukan virtualisasi secara penuh (&lt;i&gt;fully virtualized&lt;/i&gt;) dari sebuah sistem operasi, maka container tidak melakukan hal demikian. Container akan menggunakan kernel dari Host OS (dalam hal ini adalah Proxmox) untuk menghadirkan Guest OS. Karena menggunakan kernel sistem operasi miliki Host OS, maka kernel yang akan digunakan oleh Guest OS adalah sama dengan kernel yang digunakan oleh Host OS. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibyKz04sSE-XT1bWdRa7PNsHOCwIE4hOmPlxdMCTe3JEr1XxawcTi5cy15Sp-F7DtPUxlNLX3-TfUtlohRJxmmzmXjXDQFdaDuYQUc1l7y29XDb5l8G_orHtTf-cL2Gv_zZw7VNAOQnelg/s1600/Container.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Linux Container (LXC)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;339&quot; data-original-width=&quot;308&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibyKz04sSE-XT1bWdRa7PNsHOCwIE4hOmPlxdMCTe3JEr1XxawcTi5cy15Sp-F7DtPUxlNLX3-TfUtlohRJxmmzmXjXDQFdaDuYQUc1l7y29XDb5l8G_orHtTf-cL2Gv_zZw7VNAOQnelg/s320/Container.PNG&quot; title=&quot;Linux Container (LXC)&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Linux Container (LXC)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari gambar diatas terlihat bahwa, setiap Guest OS tidak memiliki kernel-nya masing – masing. Bahkan, dengan container, kernel yang digunakan oleh Guest OS adalah kernel milik Host OS, yang tentunya adalah kernel milik Proxmox. Karena Proxmox merupakan sistem Linux, maka Guest OS yang dibangun dengan container tentu adalah sistem Linux pula. Jika ingin membangu Guest OS dengan Sistem Windows, tentu saja anda tidak bisa menggunakan container. Karena akan menggunakan kernel Proxmox, maka distro Linux apapun yang dibangun sebagai Guest OS dalam bentuk container, Guest OS tersebut tetap akan menggunakan kernel dari Proxmox.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Karena menggunakan kernel milik Host OS, maka teknik virtualisasi dengan menggunakan container akan menghemat penggunaan CPU maupun memori. Resource dari CPU dan memory akan dapat dihemat karena mesin Proxmox tidak perlu melakukan proses emulasi kernel bagi setiap Guest OS. Hal ini merupakan kelebihan dibandingkan jika anda menggunakan KVM, dimana KVM harus melakukan proses emulasi kernel, karena setiap Guest OS akan menggunakan kernel-nya masing – masing. Beberapa literatur mengatakan, jika anda bisa membangun 10 sampai 100 Guest OS dengan menggunakan KVM, maka anda sebenarnya bisa membangun 100 sampai 1000 Guest OS dengan menggunakan Container.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Walaupun menggunakan kernel yang sama, container atau LXC pada Proxmox memiliki sistem yang berdiri sendiri (&lt;i&gt;isolated&lt;/i&gt;). Dengan demikian, Guest OS yang dibangun dengan menggunakan LXC dapat di-&lt;i&gt;start&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;shutdown&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;reboot&lt;/i&gt; secara terpisah. Juga memiliki super administrator (&lt;i&gt;root&lt;/i&gt;) dan regular user/group yang terpisah dari Host OS. Dengan terpisahnya sistem yang digunakan LXC, maka LXC bisa memiliki IP Address sendiri, memiliki alokasi memori dan CPU sendiri, library dan file konfigurasi sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jika dibandingkan virtualisasi dengan KVM, fitur – fitur yang dimiliki oleh Linux Container atau LXC dapat dijabarkan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Penggunaan &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; CPU yang digunakan oleh LXC akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan penggunaan CPU oleh KVM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• &lt;i&gt;User account&lt;/i&gt; pada suatu LXC bisa melakukan perubahan file konfigurasi, melakukan installasi software di dalam container yang dimilikinya tanpa mengganggu container yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Walaupun antara LXC yang satu dengan yang lainnya tidak saling berhubungan (&lt;i&gt;isolated&lt;/i&gt;), namun container – container tersebut akan menggunakan library yang sama dengan Host OS. Ini membuat LXC jauh lebih hemat dalam penggunaan RAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Pada umunya LXC akan menyelesaikan proses boot dalam hitungan detik, pada KVM proses boot terkadang membutuhkan waktu dalam hitungan menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Karena menggunakan kernel milik Host OS, maka LXC tidak menimbulkan beban berlebih (&lt;i&gt;overhead&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Traffic jaringan antara satu LXC dengan yang lain akan terpisah. Sehingga inspeksi atau analisa lalu lintas data dapat dilakukan secara terpisah pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Penerapan firewall dan routing juga dapat dilakukan secara terpisah antara satu LXC dengan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pada implementasi praktis di lapangan, kelebihan yang bisa didapatkan dari penggunaan LXC adalah Anda bisa saja melakukan modifikasi &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; dari container tanpa&lt;i&gt; reboot&lt;/i&gt;. Misalnya saja, saat melakukan penambahan kapasitas RAM pada sebuah LXC, Anda tidak perlu melakukan restart terhadap container tersebut. Perubahan kapasitas RAM tersebut akan segera digunakan oleh LXC. Kondisi ini berbeda dengan KVM yang terkadang membutuhkan proses &lt;i&gt;reboot&lt;/i&gt; jika terjadi perubahan atau modifikasi kapasitas &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Walaupun memiliki banyak kelebihan, penggunaan container atau LXC hanya bisa digunakan untuk membangun Guest OS dalam bentuk sistem Linux. Selain itu, karena Guest OS menggunakan kernel yang sama dengan Host OS, maka faktor keamanan harus diperhatikan. Akses terhadap &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; yang dimiliki oleh Host OS harus dibatasi. Saat ini, Proxmox menggunakan Linux Container (LXC) yang sudah memiliki fitur keamanan kernel, seperti &lt;i&gt;AppArmor&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;Cgroups&lt;/i&gt;. Ini membuat penggunaan container pada sistem Proxmox menjadi lebih baik dan aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Setelah mengetahui karakteristik dari VM dan LXC, anda bisa mempertimbangkan model Guest OS apakah yang akan menjadi pilihan di lingkungan virtualisasi Proxmox. Sebagai panduan singkat tabel berikut akan bisa memberikan gambaran perbandingan secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijH3ORU8DnPDrZ3XstR4umhi7DjYG5lbl9DayWcov_cJzLtM39ykcCk1_dC-3jCv9owr6m9KguPmchMV0cxZ2uRkHtQBSTa9TO4g51m_ODVEr5E_Sr527syry7v-8cQ96Dkn-IdZzSuYG3/s1600/Perbandingan+VM+dan+LXC.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perbandingan VM dan LXC&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;297&quot; data-original-width=&quot;555&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijH3ORU8DnPDrZ3XstR4umhi7DjYG5lbl9DayWcov_cJzLtM39ykcCk1_dC-3jCv9owr6m9KguPmchMV0cxZ2uRkHtQBSTa9TO4g51m_ODVEr5E_Sr527syry7v-8cQ96Dkn-IdZzSuYG3/s1600/Perbandingan+VM+dan+LXC.PNG&quot; title=&quot;Perbandingan VM dan LXC&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Perbandingan VM dan LXC&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang&amp;nbsp;Perbedaan Kernel based Virtual Machine (KVM) &amp;amp; Linux Container (LXC). Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/pengenalan-teknologi-virtualisasi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pengenalan Teknologi Virtualisasi Proxmox&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2804643459851968783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2804643459851968783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/perbedaan-kernel-based-virtual-machine.html' title='Perbedaan Kernel Based Virtual Machine (KVM) &amp; Linux Container (LXC)'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOTxzcpI2zlr_GuJtSTzyIqG__AkINoL6w5o5G7Czoo8_4BuVFdFeDAmHrQAXp14k2Uzk6nO8wsW73r_eL07vHU75EnnSFS637zYwXxI6-UwccQNbLh3nvc42VbvyFBwGVYNz6rQzH4Nec/s72-c/Perbedaan+KVM+dan+LXC.PNG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-6151066638936429929</id><published>2019-06-23T00:41:00.001+07:00</published><updated>2019-06-23T00:41:29.960+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><title type='text'>Pengenalan Teknologi Virtualisasi Proxmox</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Infrastruktur jaringan pada suatu organisasi memegang peranan yang sangat penting. Selain &lt;i&gt;router&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;switch&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;access point&lt;/i&gt; yang bertugas memberikan akses jaringan lokal maupun Internet, terdapat pula komputer server yang digunakan untuk menyimpan berbagai informasi. Memang tidak semua organisasi membutuhkan komputer server, namun untuk organisasi dengan skala menengah maupun besar yang melayani berbagai macam pengguna, kebutuhan komputer server sudah merupakan suatu keniscayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1tnkjBik53ty4LZ3WaXRRvnMYxTsGjDSPI7_uNlSSps14Tv6M6kRc3FuTDk-T6SYDszX-N_Pu8gyQ8O3OdbT2O1NJpipwLNsNyQ2wVZ1s6NrYnO6JzplUjx7xVemKqXrpp9iKWPGMsbOQ/s1600/proxmox-logo.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teknologi Virtualisasi Proxmox&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;500&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1tnkjBik53ty4LZ3WaXRRvnMYxTsGjDSPI7_uNlSSps14Tv6M6kRc3FuTDk-T6SYDszX-N_Pu8gyQ8O3OdbT2O1NJpipwLNsNyQ2wVZ1s6NrYnO6JzplUjx7xVemKqXrpp9iKWPGMsbOQ/s1600/proxmox-logo.png&quot; title=&quot;Teknologi Virtualisasi Proxmox&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Teknologi Virtualisasi Proxmox&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Selain digunakan untuk menyimpan berbagai informasi, komputer server juga digunakan untuk memberikan layanan berbasis jaringan, seperti layanan&lt;i&gt; streaming&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;conference&lt;/i&gt;, komunikasi (&lt;i&gt;IP Telephony&lt;/i&gt;) dan lain-lain. Sebagai contoh implementasi, sebuah sekolah yang sudah menerapkan teknologi informasi sebagai pendukung proses belajar mengajar akan membutuhkan beberapa unit komputer server seperti file server, database server, web server maupun e-learning server. Jika kita beranjak kepada lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi, kebutuhan server akan menjadi lebih banyak lagi, seperti DNS Server, web server, file server, database server, conference server, streaming server, e-learning server dan masih banyak lagi kebutuhan akan komputer server demi menunjang proses akademik. Hal ini juga berlaku pada perusahaan skala menengah sampai skala besar, kebutuhan akan komputer server juga merupakan suatu keharusan untuk menyimpan data-data perusahaan, sekaligus menjalankan berbagai aplikasi demi menunjang proses bisnisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj_IAgZi16jp_tdEw0GFigBida_hKI9-QRChWv95Iih3gX_lEn0gS7nu8Qh6tKQpiPqOCk4TNneUOMHTbu7uHgL5-O_BIXuWhD9zpVbo0BbpYUyvb3x4iC0DasJ8XrlavRqE39-Sc2-1uT/s1600/Komputer+server+dalam+suatu+organisasi.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Komputer server dalam suatu organisasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;382&quot; data-original-width=&quot;529&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj_IAgZi16jp_tdEw0GFigBida_hKI9-QRChWv95Iih3gX_lEn0gS7nu8Qh6tKQpiPqOCk4TNneUOMHTbu7uHgL5-O_BIXuWhD9zpVbo0BbpYUyvb3x4iC0DasJ8XrlavRqE39-Sc2-1uT/s1600/Komputer+server+dalam+suatu+organisasi.PNG&quot; title=&quot;Komputer server dalam suatu organisasi&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Komputer Server Dalam Suatu Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari uraian sebelumnya, dapat dipastikan kehadiran beberapa komputer server menjadi sangat penting dalam suatu infrastruktur teknologi informasi. Yang menjadi masalah adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menghadirkan server-server tersebut tidaklah murah. Belum lagi ditambah dengan biaya operasional dari server-server tersebut, seperti operasional biaya listrik untuk menjalankan banyak server. Dari permasalahan inilah, banyak organisasi melakukan langkah efisiensi dalam pengelolaan server dengan cara menerapkan teknik virtualisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Virtualisasi (&lt;i&gt;virtualization&lt;/i&gt;) dalam dunia komputer adalah teknik untuk membuat versi virtual dari perangkat maupun &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt;. Yang dapat dijadikan versi virtual adalah komputer server, router, switch, storage device, sistem operasi, aplikasi bahan partisi hard disk dapat dijadikan versi virtual. Dengan Virtualisasi, maka kebutuhan perangkat komputer server yang banyak dapat dihindari. Baik file server, DNS server, web server, database server, streaming server akan dapat dijalankan dengan menggunakan satu atau beberapa komputer server saja, seperti terlihat pada ilustrasi berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjewiVvkapBe8q-xUQoGGsm8abX9WZP1cch3Ak53RhZ23Qf05Kr0fY1E2s9Ux644g3v9gck4cx-nmqXGH6fW40rK5cKQH_bHN1qMMHrY2dMaBvIQynvGmuUGgxAwDB1ebtiUz4f-t2eyPlo/s1600/Organisasi+yang+sudah+menerapkan+virtualisasi.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Organisasi yang sudah menerapkan virtualisasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;384&quot; data-original-width=&quot;534&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjewiVvkapBe8q-xUQoGGsm8abX9WZP1cch3Ak53RhZ23Qf05Kr0fY1E2s9Ux644g3v9gck4cx-nmqXGH6fW40rK5cKQH_bHN1qMMHrY2dMaBvIQynvGmuUGgxAwDB1ebtiUz4f-t2eyPlo/s1600/Organisasi+yang+sudah+menerapkan+virtualisasi.PNG&quot; title=&quot;Organisasi yang sudah menerapkan virtualisasi&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 21pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Organisasi yang sudah menerapkan virtualisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari gambar diatas terlihat bahwa kebutuhan akan komputer server secara hardware akan menurun. Anda dapat melihat bahwa dengan hanya menggunakan 1 (satu) unti ‘&lt;i&gt;real&lt;/i&gt;’ komputer, kebutuhan akan server-server tetap dapat dipenuhi. Ini dikarenakan teknik virtualisasi akan mampu menjalankan beberapa server virtual dalam sebuah mesin komputer. Tentunya, untuk kebutuhan yang lebih baik di lapangan, Anda disarankan untuk menggunakan setidaknya 2 (dua) mesin komputer. Degan menggunakan beberapa unit komputer, Anda masih memiliki &lt;i&gt;backup&lt;/i&gt; mesin komputer bila salah satu mesin mengalami masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;HYPERVISOR&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Secara umum Hypervisor dibagi menjadi 2 jenis yaitu: &lt;i&gt;Baremetal Architecture&lt;/i&gt; yang&amp;nbsp; (hypervisor tipe 1) dan &lt;i&gt;Hosted Architecture&lt;/i&gt; (hypervisor tipe 2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;A.&amp;nbsp;Hypervisor Type 1 (&lt;i&gt;Baremetal Architecture&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHXwkOWEU-ykwZOPOb0GJu2sEfPk62Eh-SSQEECOODDlIyLTMM8hbQ50p2Nrt30h7PHJ_qjr6giYeuesvoVuZ9lRa6KBbjZrTBl7aN4GHoknSmqwOVONjgif4JHgPfXvLOlFKEajKb78j0/s1600/Hypervisor+Tipe+1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hypervisor Type 1 (Baremetal Architecture)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;199&quot; data-original-width=&quot;428&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHXwkOWEU-ykwZOPOb0GJu2sEfPk62Eh-SSQEECOODDlIyLTMM8hbQ50p2Nrt30h7PHJ_qjr6giYeuesvoVuZ9lRa6KBbjZrTBl7aN4GHoknSmqwOVONjgif4JHgPfXvLOlFKEajKb78j0/s1600/Hypervisor+Tipe+1.png&quot; title=&quot;Hypervisor Type 1 (Baremetal Architecture)&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Hypervisor Type 1 (Baremetal Architecture)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Hypervisor tipe 1 ini berjalan langsung diatas perangkat keras server, artinya tidak di perlukan sistem operasi lain untuk menjalankan hypervisor tipe 1 ini . dengan begitu hypervisor memiliki akses langsung ke hardware tanpa harus melewati OS. Contoh hypervisor tipe 1 adalah &lt;i&gt;VMware ESXi&lt;/i&gt;. Jika dilihat dari metode virtualisasi yang digunakan, jenis hypervisor satu ini adalah jenis &lt;i&gt;hardware assisted&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh : &lt;i&gt;VMWare ESXi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Hyper-V&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;B.&amp;nbsp;Hypervisor Type 2 (&lt;i&gt;Hosted Architecture&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2Q2eFNNueEzbG1nYITX1NK0FR2-HNlvG5kI8ip1oAgYRgh_eI3sTcBcfW7SBJfxnUSz7dOa3ZWG4Z4vCAnN6hb3pdgf2SVVjCzMntArOqH_SCJDsLtZpFtsEuH_CguBjcwE8Gr_lBoHl/s1600/Hypervisor+Tipe+2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;199&quot; data-original-width=&quot;544&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2Q2eFNNueEzbG1nYITX1NK0FR2-HNlvG5kI8ip1oAgYRgh_eI3sTcBcfW7SBJfxnUSz7dOa3ZWG4Z4vCAnN6hb3pdgf2SVVjCzMntArOqH_SCJDsLtZpFtsEuH_CguBjcwE8Gr_lBoHl/s1600/Hypervisor+Tipe+2.png&quot; title=&quot;Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture)&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Hypervisor tipe 2 ini berfungsi sebagai software untuk mengatur dan menjalankan &lt;i&gt;virtual machine&lt;/i&gt; (VM). Akses resource hardware yang dibutuhkan oleh virtual machine harus melewati OS. Contoh hypervisor tipe 2 adalah &lt;i&gt;VMware Server&lt;/i&gt;. Berbeda dengan tipe 1, tipe 2 ini lebih cenderung ke OS assisted hypervisor (&lt;i&gt;para virtualization&lt;/i&gt;) dan juga &lt;i&gt;full virtualization&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh : &lt;i&gt;VirtualBox&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;VMWare Workstation&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;VMWare Player&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Proxmox Sebagai Hypervisor&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Saat ini terdapat banyak hypervisor yang dapat digunakan untuk melakukan virtualisasi di lingkungan server maupun hanya untuk keperluan pengujian sistem operasi. Salah satu hypervisor yang dapat digunakan untuk melakukan virtualisasi di lingkungan server adalah&amp;nbsp; &lt;i&gt;Proxmox Virtual Environment&lt;/i&gt; (Proxmox VE). Pengembangan Proxmox VE dimulai oleh Dietmar Maurer dan Martin Maurer, keduanya merupakan pengembang Linux. Mereka mulai mengembangkan Proxmox VE setelah melihat bahwa &lt;i&gt;OpenVZ&lt;/i&gt; (yang juga merupakan hypervisor) tidak memiliki tools backup dan management berbasis GUI. Proxmox VE pertama kali di-&lt;i&gt;release&lt;/i&gt; pada tanggal 15 April 2008, dengan versi &lt;i&gt;release&lt;/i&gt; adalah versi 0.9. sedangkan untuk versi stable, di-release pada Bulan Oktober 2008 dengan versi release adalah Proxmox versi 1.0. Nama Proxmox itu sendiri tidak memiliki arti apa-apa, pemilihan nama Proxmox hanya karena nama itulah yang tersedia pada domain sistem internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ProxmoxVE adalah hypervisor &lt;i&gt;open source&lt;/i&gt; yang di-&lt;i&gt;release&lt;/i&gt; dengan lisensi GNU Affero Public License, versi 3. Dengan demikian, para programmer tenttunya bisa mengembangkan fitur – fitur dari Proxmox VE. Proxmox VE menggunakan sistem Linux Distro Debian dan di-&lt;i&gt;release&lt;/i&gt; dalam bentuk &lt;i&gt;bare metal installer&lt;/i&gt;, sehingga dapat langsung di-install pada mesin komputer. Untuk keperluan konfigurasi, Proxmox VE dapat dikonfigurasi dengan menggunakan &lt;i&gt;interface web&lt;/i&gt; (GUI), maupun &lt;i&gt;interface text&lt;/i&gt; (CLI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;A. Perbandingan Beberapa Hypervisor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Salah satu yang menjadi kelebihan dari Proxmox VE adalah hypervisor ini bisa menjalankan &lt;i&gt;Guest OS&lt;/i&gt; dalam bentuk kontainer, tentu saja disamping kelebihan dari sisi &lt;i&gt;open source&lt;/i&gt; yang tidak dimiliki oleh hypervisor lain. Sebagai bahan perbandingan dengan hypervisor lain, anda dapat melihat tabel berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9gVHU0A2kaxWlC4nHkMcWgpu8Rb_d1jV36estYJuG5fd9CDYeh95FsxqY_9YKWw9iQ3iCdDKSL_UqHWWoC3AUQW0daChw0sR_ynDYM97sEpzk88aoQKH5NVqUO9CzDfHoPNeHLvb1QX49/s1600/Perbandingan+beberapa+hypervisor.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perbandingan Beberapa Hypervisor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;575&quot; data-original-width=&quot;557&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9gVHU0A2kaxWlC4nHkMcWgpu8Rb_d1jV36estYJuG5fd9CDYeh95FsxqY_9YKWw9iQ3iCdDKSL_UqHWWoC3AUQW0daChw0sR_ynDYM97sEpzk88aoQKH5NVqUO9CzDfHoPNeHLvb1QX49/s1600/Perbandingan+beberapa+hypervisor.PNG&quot; title=&quot;Perbandingan Beberapa Hypervisor&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Perbandingan Beberapa Hypervisor&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;B. Persyaratan System&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Saat menggunakan Proxmox sebagai hypervisor untuk keperluan produksi, komputer yang digunakan setidaknya harus memiliki spesifikasi berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• CPU : 64 bit (Intel EMT64 or AMD64)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Intel VT / AMD-V &lt;i&gt;capable&lt;/i&gt; CPU / Mainboard (untuk mendukung Guest OS dalam bentuk KVM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• 8 GB RAM sangat disarankan, RAM yang lebih besar akan memberikan hasil yang lebih baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Hardware RAID dengan dukungan &lt;i&gt;batteries protected write cache&lt;/i&gt; (BBU) atau&lt;i&gt; flash protection&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Hard disk yang dapat bekerja dengan kecepatan tinggi, sangat baik jika menggunakan hard disk 15.000 rpm SAS, Raid10.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Dua atau lebih LAN Card dengan kecepatan Gigabit, sehingga dapat digunakan untuk menerapkan &lt;i&gt;bonding&lt;/i&gt;. Tambahan LAN Card bisa saja dibutuhkan, tergantung teknologi storage dan konfigurasi cluster yang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sedangkan untuk keperluan pengujian dan evaluasi dapat menggunakan spesifikasi komputer berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• CPU = 64 bit (Intel EMT64 or AMD64)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Intel VT / AMD-V capable CPU / &lt;i&gt;Mainboard&lt;/i&gt; (untuk mendukung Guest OS dalam bentuk KVM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Minimal 1 GB RAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Hard disk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• LAN Card&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau pun tidak memiliki komputer khusus, maka untuk keperluan pengujian atau testing, anda dapat meng-install Proxmox pada aplikasi virtualisasi desktop seperti Virtual Box.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;C. Fitur Proxmox&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Proxmox VE memiliki banyak fitur yang akan mendukung kinerja dalam melakukan virtualisasi. Dari sekian banyak fiturnya, yang menjadi fitur utama adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• &lt;i&gt;Open source&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Bisa menjalankan Guest OS dalam bentuk KVM maupun Container (LXC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Live Migration.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Mendukung &lt;i&gt;High Availability&lt;/i&gt; (HA).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Menggunakan &lt;i&gt;Bridged networking&lt;/i&gt;, sehingga dapat juga digunakan untuk membangun virtual network.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Storage atau penyimpanan data yang &lt;i&gt;flexible&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Memiliki OS &lt;i&gt;template building&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Memiliki &lt;i&gt;scheduled backup&lt;/i&gt; (proses backup yang bisa dijadwalkan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• Memiliki dukungan konfigurasi melalui &lt;i&gt;Command Line Tools&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kelebihan dari Proxmox VE adalah hypervisor ini mampu menjalankan 2 (dua) jenis Guest OS, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• &lt;i&gt;Kernel based Virtual Machine&lt;/i&gt; (KVM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;• &lt;i&gt;Container&lt;/i&gt; (Linux Container)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang&amp;nbsp;Pengenalan Teknologi Virtualisasi Proxmox. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/6151066638936429929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/6151066638936429929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/pengenalan-teknologi-virtualisasi.html' title='Pengenalan Teknologi Virtualisasi Proxmox'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1tnkjBik53ty4LZ3WaXRRvnMYxTsGjDSPI7_uNlSSps14Tv6M6kRc3FuTDk-T6SYDszX-N_Pu8gyQ8O3OdbT2O1NJpipwLNsNyQ2wVZ1s6NrYnO6JzplUjx7xVemKqXrpp9iKWPGMsbOQ/s72-c/proxmox-logo.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-2709318588111996376</id><published>2019-06-19T15:33:00.001+07:00</published><updated>2019-06-19T15:33:57.414+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik"/><title type='text'>Tips Membangun Proyek Website (3): Tahap Pembuatan Web</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap pembuatan Website terdiri atas 4 tahap yaitu tahap pemrograman web (&lt;i&gt;Coding&lt;/i&gt;), tahap pengujian web (&lt;i&gt;Testing&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; tahap promosi web (&lt;i&gt;Promotion&lt;/i&gt;), tahap pemeliharaan web (&lt;i&gt;Maintenance&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY75sNn5-3N7d8KTSgE2bJxop3dthZEPPM40n-6aRQo2ng-74tnV-tM6j3SH524ac8R17lEnNYZFif12OpBrh91owI0b3It1oX5J_rDejhWOFv1P33uMAUqm2BCvXYUTApvTuQ7PSEvV_F/s1600/Pemograman+Web.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tahap Pembuatan Website&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1067&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY75sNn5-3N7d8KTSgE2bJxop3dthZEPPM40n-6aRQo2ng-74tnV-tM6j3SH524ac8R17lEnNYZFif12OpBrh91owI0b3It1oX5J_rDejhWOFv1P33uMAUqm2BCvXYUTApvTuQ7PSEvV_F/s640/Pemograman+Web.jpg&quot; title=&quot;Tahap Pembuatan Website&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap Pembuatan Website&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;A. Tahap Pemrograman Web (&lt;i&gt;Coding&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap coding merupakan tahap paling sulit dan memakan waktu yang lama dibandingkan tahap lainnya. Tanpa coding, semua yang telah dibuat dan dirancang, termasuk desain tidak akan dapat berfungsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Coding&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;scripting&lt;/i&gt; dalam pemograman web dibagi menjadi dua, yaitu &lt;i&gt;client side scripting&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;server side scripting&lt;/i&gt;. Ditilik dari namanya, maka &lt;i&gt;client side scripting&lt;/i&gt; dapat diartikan sebagai skrip yang berjalan di sisi client / browser, contohnya (X)HTML, Javascript, CSS, dan VBScript → menghasilkan web yang statis. Sedangkan &lt;i&gt;server side scripting&lt;/i&gt; adalah skrip yang berjalan di sisi server, contohnya ASP, PHP, JSP, PERL, dan ColdFusion → menghasilkan web yang dinamis dan interaktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Namun, jangan salah persepsi dulu, karena penggunaan kedua jenis &lt;i&gt;scripting&lt;/i&gt; tersebut tidaklah saling bertentangan, tapi malah saling melengkapi. Contohnya, PHP (&lt;i&gt;server side scripting&lt;/i&gt;) hanya bisa mengolah data secara dinamis, tapi tidak bisa mengatur tampilan hasilnya di browser, maka disinilah dibutuhkan HTML dan CSS (&lt;i&gt;Client side scripting&lt;/i&gt;). Sistem kerja dari &lt;i&gt;server side scripting&lt;/i&gt; dapat dilihat pada gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmE-JL_O_lE9tpZyQcCw7yH_00g4-A9tVW1lAEnmuW_4kop-LRCGs0LI51frvsSmooRzJiaoaf01hZH_R7d16JZxkHWnPeyqtH2efsuAX4ltzDgszVkP1yllRCfkUwOEv6ddgulBx1rvvx/s1600/Cara+Kerja+Server+Side+Scripting.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Kerja Server Side Scripting&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;289&quot; data-original-width=&quot;634&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmE-JL_O_lE9tpZyQcCw7yH_00g4-A9tVW1lAEnmuW_4kop-LRCGs0LI51frvsSmooRzJiaoaf01hZH_R7d16JZxkHWnPeyqtH2efsuAX4ltzDgszVkP1yllRCfkUwOEv6ddgulBx1rvvx/s1600/Cara+Kerja+Server+Side+Scripting.png&quot; title=&quot;Cara Kerja Server Side Scripting&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Cara Kerja Server Side Scripting&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Berdasarkan gambar diatas, pertama pilihlah salah satu pemrograman yang ada di &lt;i&gt;server side scripting&lt;/i&gt;, misalkan saja PHP, kemudian database server pasangannya adalah MySQL, dan terakhir ditambah dengan pengetahuan tentang tag (X)HTML, Javascript, dan CSS. Untuk Apache web server, itu urusannya si &lt;i&gt;web administrator&lt;/i&gt; dalam melakukan konfigurasi dan setting keamanan web servernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;B. Tahap Pengujian Web (&lt;i&gt;Testing&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jika semua desain dan pemrograman sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah melakukan ujicoba (&lt;i&gt;testing&lt;/i&gt;) untuk memastikan agar website sudah benar - benar layak untuk ditampilkan kepada publik. Pertama, lakukan ujicoba secara &lt;i&gt;offline&lt;/i&gt; terlebih dahulu yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Kompatibilitas Browser&lt;/b&gt;. Coba tampilkan website pada beberapa browser yang berbeda - beda, terutama Internet Mozilla dan Google Chrome.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Memeriksa link tiap halaman&lt;/b&gt;. Untuk memastika bahwa semua link berfungsi dengan baik, sehingga tidak akan ada broken link.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Memeriksa kelengkapan data&lt;/b&gt;. Apakah semua data yang diberikan klien sudah ada dalam website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Mencoba tiap fitur - fiturnya&lt;/b&gt;. Perlu dicoba saru - persatu fiturnya, baik yang ada di halaman pengunjung maupun administratornya (CMS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Mengubah desain web&lt;/b&gt; (jika diperlukan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apabila sudah oke semua, selanjutnya lakukan ujicoba secara &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; di internet, tapi sebelumnya upload dulu seluruh file beserta database ke server hosting, biasanya untuk server hosting yang berbayar sudah disediakan fasilitas File Manager untuk upload file atau bisa juga menggunakan software bantuan seperti WS_FTP, WinSCP, FileZilla, atau yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kemudian lakukan lagi ujicoba yang pernah dilakukan secara &lt;i&gt;offline&lt;/i&gt;, karena sering kejadian ada fitur yang saat dicoba secara &lt;i&gt;offline&lt;/i&gt; dapat berjalan dengan baik. Tetapi saat dicoba secara &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, malah tidak berfungsi sama sekali. Misalnya input data berita yang ada fotonya, ternyata harus di setting dulu &lt;i&gt;permission&lt;/i&gt; foldernya agar foto dapat disimpan di folder tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dan terakhir, hitung kecepatan akses dari website saat diakses secara online untuk memastikan bahwa website tersebut tidak terlalu lama tampilnya saat diakses pengunjung. Selain itu mintalah klien untuk melakukan ujicoba website yang telah dibuat, apakah sudah sesuai dengan permintaannya atau ada yang perlu diperbaiki lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;C. Tahap Promosi Web (&lt;i&gt;Promotion&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Mempromosikan website merupakan suatu keharusan. Bagaimana website Anda akan dikenal khalayak ramai apabila tidak dipromosikan. Beberapa promosi yang klasik seperti menyantumkan pada kartu nama, brosur, dan media cetak juga penting, tapi tidak terlalu signifikan untuk sebuah website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Namun, promosi yang paling efektif adalah melalui media internet itu sendiri, terutama dengan mendaftarkannya ke search engine seperti &lt;i&gt;Yahoo&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Google&lt;/i&gt;. Selain itu, pertukaran banner (afiliasi) dengan website lain juga bisa jadi ajang promosi yang cukup menarik. Atau bisa juga Anda memberikan komentar - komentar pada suatu artikel yang biasanya terdapat pada blog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;D. Tahap Pemeliharaan Web (&lt;i&gt;Maintenance&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap terakhir adalah &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; atau pemeliharaan website. Intinya, tahap ini memastikan bahwa website dapat berjalan dengan baik setiap harinya, termasuk dari sisi keamanannya. Biasanya ada kesepakatan tertulis antara &lt;i&gt;web developer&lt;/i&gt; dengan klien mengenai &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; ini, misalnya selama satu tahun apabila ada fitur yang error atau kerusakan pada website, maka akan diperbaiki oleh &lt;i&gt;web developer&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dan apabila terjadi pengubahan desain awal yang sudah dibuat atau disepakati atau penambahan fitur atau model baru yang tidak tercantum dalam perjanjian, maka si &lt;i&gt;web developer&lt;/i&gt; sangat boleh untuk menolaknya. Dan juga, apabila telah selesai masa &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;web developer&lt;/i&gt; dan tiba - tiba terjadi kerusakan pada website, maka &lt;i&gt;web developer&lt;/i&gt; juga sudah lepas dari tanggungjawabnya. Secara profesional, ada bayaran tambahan untuk menambah modal baru diluar kesepakatan atau perbaikan website yang telah selesai masa &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Adapun &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; dari pihak klien atau orang yang ditunjuk untuk mengelola website ke depannya, tugas rutinnya hanya mencakup mengelola content website dan user yang terlibat dalam website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang&amp;nbsp;Tips Membangun Proyek Website (3): Tahap Pembuatan Web. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/tips-membangun-proyek-website-2-tahap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tips Membangun Proyek Website (2): Tahap Desain Web (Web Desaign)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2709318588111996376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/2709318588111996376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/tips-membangun-proyek-website-3-tahap.html' title='Tips Membangun Proyek Website (3): Tahap Pembuatan Web'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY75sNn5-3N7d8KTSgE2bJxop3dthZEPPM40n-6aRQo2ng-74tnV-tM6j3SH524ac8R17lEnNYZFif12OpBrh91owI0b3It1oX5J_rDejhWOFv1P33uMAUqm2BCvXYUTApvTuQ7PSEvV_F/s72-c/Pemograman+Web.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-3635278275605255461</id><published>2019-06-18T07:05:00.000+07:00</published><updated>2019-06-18T07:05:10.674+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik"/><title type='text'>Tips Membangun Proyek Website (2): Tahap Desain Web (Web Design)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap desain web dilakukan oleh seorang web designer yang tugasnya sebagai juru gambar dan desain website, seperti menentukan bentuk desain serta elemen - elemen yang terdapat di dalam website, layout (tata letak), content website, kombinasi warna, dan bentuk huruf (tipografi) yang sesuai dengan karakteristik website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt_h5j1PBTdGAsMJI_VX9jYW2WP7hN1DR__0IMn9-a_VSsMZF-CDSj2ZvzgrmjzBTEGITPssPI9bK1wEQ2A5Y_Iz-yLHv6z7Py5V2RgNVDrck4FyanMe2Qlibm2UDUCPN2y_HeT4UEEhEV/s1600/Web+Design.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tahap Desain Web (Web Design)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;726&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;464&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt_h5j1PBTdGAsMJI_VX9jYW2WP7hN1DR__0IMn9-a_VSsMZF-CDSj2ZvzgrmjzBTEGITPssPI9bK1wEQ2A5Y_Iz-yLHv6z7Py5V2RgNVDrck4FyanMe2Qlibm2UDUCPN2y_HeT4UEEhEV/s640/Web+Design.png&quot; title=&quot;Tahap Desain Web (Web Design)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap Desain Web (Web Design)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Beberapa software yang biasanya digunakan oleh web designer adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Adobe Photoshop / Adobe Fireworks&lt;/b&gt;, keduanya merupakan software pengolah grafik yang digunakan untuk keperluan website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Adobe Dreamweaver&lt;/b&gt;, software pengatur layout (tata letak) elemen - elemen yang terdapat dalam website, termasuk pembuatan form. Dengan Dreamweaver, kita tidak perlu lagi mengetik secara manual kode - kode&lt;i&gt; Javascript&lt;/i&gt;, CSS, dan tag-tag (X)HTML, namun saran saya sebaiknya seorang web designer juga mengerti maksud dari kode - kode tersebut secara manual sebagai wawasan, karena terkadang ada beberapa kasus yang memerlukan coding secara manual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Adobe Flash&lt;/b&gt;, software untuk membuat animasi di halaman website, biasanya untuk membuat banner (iklan), header, menu interaktif, atau untuk kasus tertentu untuk keperluan profil diri atau perusahaan bisa juga dibuat full animasi, dimana semua elemennya dibuat dengan flash.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Adobe Ilustrator / Corel Draw&lt;/b&gt;, software untuk membuat ilustrasi atau gambar dalam bentuk vektor, contohnya membuat logo atau membuat sketsa kasar (&lt;i&gt;draft&lt;/i&gt;) dari layout website. Tapi biasanya klien sudah mempunyai logo sendiri, sehingga kita tidak perlu membuat logo tersebut secara manual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sebelum mendesain sebuah website, seorang web designer akan membuat sketsa dasarnya terlebih dahulu. Sketsa dasar dapat dibuat manual pada kertas atau menggunakan komputer supaya lebih rapi. Selain itu, sketsa dasar juga dapat memudahkan kita dalam merancang tampilan sebuah website, terutama tata letaknya (&lt;i&gt;layout&lt;/i&gt;). Dalam membuat sketsa terdapat tiga area utama dalam sebuah website yaitu Header, Content, Footer seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp0bZRYrC63bS8zkoKf0eqMhYmJC6mStgsWNMcFo39ObUn1quPOdQGcxnLL7vo1q-ac5zgzxmVJjoG0w1rrN0EoW9oOC0rZGjsfU9bCmGYRIm9tmjUZt_7rLpSYhQCRBPF6L9ck3hG2H5M/s1600/Tiga+Area+Utama+dalam+Sebuah+Website.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tiga Area Utama dalam Sebuah Website&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;359&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp0bZRYrC63bS8zkoKf0eqMhYmJC6mStgsWNMcFo39ObUn1quPOdQGcxnLL7vo1q-ac5zgzxmVJjoG0w1rrN0EoW9oOC0rZGjsfU9bCmGYRIm9tmjUZt_7rLpSYhQCRBPF6L9ck3hG2H5M/s1600/Tiga+Area+Utama+dalam+Sebuah+Website.PNG&quot; title=&quot;Tiga Area Utama dalam Sebuah Website&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tiga Area Utama dalam Sebuah Website&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Setelah sketsa dasar dikertas sudah jadi, maka selanjutnya menggambar sketsa tersebut di komputer (sketsa digital) menggunakan bantuan software Photoshop atau Fireworks. Perlu diketahui bahwa sketsa digital (&lt;i&gt;prototipe&lt;/i&gt;) yang dibuat sudah memuat logo, contoh content serta fitur - fitur yang terdapat dalam website tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM-OFob4Sxvx9Sks4oTNX5VFx9Zl1UyHG4h0Z5JKads9rUInyMhJ7Z_AXA-pWzM-0lkFx3uqNKmrBJ4iydKOWVgzyQM-C584O_wWb7sy1IyB0lCLAL7819ul7EmccA7HwivjXLyi_e_jS6/s1600/Contoh+Membuat+Sketsa+dasar.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Membuat Sketsa Dasar Suatu Website&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;433&quot; data-original-width=&quot;597&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM-OFob4Sxvx9Sks4oTNX5VFx9Zl1UyHG4h0Z5JKads9rUInyMhJ7Z_AXA-pWzM-0lkFx3uqNKmrBJ4iydKOWVgzyQM-C584O_wWb7sy1IyB0lCLAL7819ul7EmccA7HwivjXLyi_e_jS6/s400/Contoh+Membuat+Sketsa+dasar.PNG&quot; title=&quot;Contoh Membuat Sketsa Dasar Suatu Website&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh Membuat Sketsa Dasar Suatu Website&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Berikutnya, sketsa digital tersebut ditunjukkan ke klien untuk meminta pendapatnya mengenai desain dari website yang dia pesan. Jika klien sudah menyetujui sketsa digital tersebut, maka tugas web designer sudah selesai dan serahkan sketsa digital tersebut ke web programmer untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sebagai penutup, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang web designer dalam mendesain web adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;
1. Ukuran Byte&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan akses sebuah website adalah ukuran byte gambarnya, dimana semakin besar ukuran bytenya, maka semakin lambat aksesnya (standarnya: 1 kb = 1 detik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pemilihan format gambar sangat berpengaruh pada ukuran bytenya. Tipsnya, pilihlah format JPEG untuk gambar - gambar nyata (fotografi), karena JPEG mendukung sampai &amp;gt;16 juta warna. Kemudian, pilihlah format GIF untuk gambar - gambar yang warnanya &amp;lt;256 warna. Tapi, saat ini muncul format PNG yang bisa dijadikan alternatif selain GIF, karena PNG merupakan format gambar yang&lt;i&gt; free&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;open source&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;
2. Ukuran Pixel&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pixel adalah elemen terkecil dari sebuah gambar digital yang masih bisa dilihat mata. Pada saat mendesain web, penentuan besarnya pixel sangat menetukan karena bisa mengakibatkan gambar yang dihasilkan tidak proporsional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Untuk meminimalisir kesalahan ukuran pixel, pastikan bahwa Anda sedang mendesain web dalam area pixel. Pada photoshop, pilih menu &lt;i&gt;Edit&lt;/i&gt; &amp;gt; &lt;i&gt;Preferences &lt;/i&gt;&amp;gt; &lt;i&gt;Unit &amp;amp; Rulers&lt;/i&gt;, kemudian pilih Pixel, maka akan tampil mistar dalam area gambar, dimana mistar tersebut dapat dijadikan pedoman untuk membuat ukuran gambar yang sesuai dengan kebutuhan website yang sedang dibuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;
3. Resolusi Monitor&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Website yang Anda buat, nantinya tentu akan dilihat oleh pengunjung menggunakan komputer dengan resolusi monitor yang berbeda - beda, bisa 800 x 600, 1024 x 768, atau 1152 x 864 pixel. Jadi, jika Anda membuat website dengan ukuran 1024 x 768 pixel, maka tampilannya menjadi tidak cantik saat dibuka dengan resolusi monitor 800 x 600.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sebaiknya, Anda membuat website dengan ukuran resolusi monitor paling kecil, yaitu 800 x 600 yang tentunya masih dapat terlihat bagus saat ditampilkan pada resolusi diatasnya. Selain itu, dalam menentukan ukuran resolusi monitor usahakan jangan diambil mutlak 800 x 600 saat mendesain web, tapi 780x...(panjangnya terserah saja, karena akan memanjang otomatis sesuai dengan data yang ada di halaman web), hal ini bertujuan agar horizontal scrollbar tidak muncul. Dan color Mode yang digunakan adalah RGB dengan Resolusi 72 pixels / inch.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;
4. Layout Menggunakan CSS&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Selama ini, cara termudah dan banyak digunakan orang untuk mengatur tata letak di halaman web adalah menggunakan tabel (&lt;i&gt;table layout&lt;/i&gt;). Alasan utamanya yaitu kemudahan apalagi dubuat dengan bantuan software Dreamweaver. Kelemahannya, masing - masing browser berbeda dalam menerjemahkan tabel, sehingga tabel dapat &quot;rusak&quot; alias posisinya berubah - ubah dilihat dengan browser yang berbeda (kompatibilitas browser). Selain itu, tabel juga membutuhkan tag HTML yang cukup boros, sehingga dapat menggemukkan ukuran file dan memperlambat akses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apabila diamati, tren layout saat ini sudah mulai bergeser ke teknik CSS (&lt;i&gt;tableless layout&lt;/i&gt;). Hal ini dapat diperhatikan dari desain - desain themes / template yang digunakan oleh Wordpress dan Joomla. Memang akan lebih sulit dibanding menggunakan tabel, tapi setimpal dengan hasilnya, karena dapat ditampilkan dengan baik di semua browser tanpa merusak layout. Selain itu, Google lebih suka mengindex website yang dilayout dengan teknik CSS dibandingkan dengan teknik tabel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;
5. Warna dan Tipografi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Penggunaan warna yang benar akan memberikan pengaruh yang kuat pada kejelasan pesan yang ingin disampaikan. Maka, pilihlah warna yang sesuai dengan tema website. Misalnya website perusahaan, pilihlah warna biru yang melambangkan kepercayaan dan konservatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Disamping itu, warna merupakan salah satu kesan pertama yang dilihat pengunjung sebelum membaca content yang terdapat dalam website. Oleh karena itu, warna merupakan elemen yang sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum mendesain website, baik pertimbangan dari segi psikologis maupun dari segi kombinasi keserasiannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sedangkan tipografi merupakan seni huruf yang meliputi pemilihan huruf, penentuan ukuran huruf yang tepat, jarak antar huruf dan paragraf. Sehingga teks dapat dibaca dengan mudah dan jelas. Pemilihan jenis huruf juga dapat memengaruhi keindahan dan kerapian sebuah website. Misalnya jenis huruf serif (huruf berkaki seperti Times New Roman) cocok untuk isi, sedangkan jenis huruf sans-serif (Huruf tidak berkaki seperti Arial) cocok untuk judul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang&amp;nbsp;Tips Membangun Proyek Website (2): Tahap Desain Web (Web Design). Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/tips-membangun-proyek-website-1-tahap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tips Membangun Proyek Website (1): Tahap Perencanaan Web (Web Planning)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/3635278275605255461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/3635278275605255461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/tips-membangun-proyek-website-2-tahap.html' title='Tips Membangun Proyek Website (2): Tahap Desain Web (Web Design)'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt_h5j1PBTdGAsMJI_VX9jYW2WP7hN1DR__0IMn9-a_VSsMZF-CDSj2ZvzgrmjzBTEGITPssPI9bK1wEQ2A5Y_Iz-yLHv6z7Py5V2RgNVDrck4FyanMe2Qlibm2UDUCPN2y_HeT4UEEhEV/s72-c/Web+Design.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-4754276952854823500</id><published>2019-06-17T02:31:00.000+07:00</published><updated>2019-06-17T02:31:42.730+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik"/><title type='text'>Tips Membangun Proyek Website (1): Tahap Perencanaan Web (Planning)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pada bagian perencanaan website (&lt;i&gt;planning&lt;/i&gt;), seorang &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; &lt;i&gt;architect&lt;/i&gt; bekerja membuat rancangan awal sebuah website, membuat skema website yang baik (link, navigasi dan peta situs), menentukan layanan / fitur - fitur yang akan disuguhkan kepada pengunjung. Singkatnya, seorang &lt;i&gt;web architect&lt;/i&gt; hendaklah orang yang mempunyai wawasan luas di bidang web, biasanya dia mampu melakukan perbandingan dan evaluasi, sehingga menemukan pola website terbaik untuk proyek yang sedang dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkf2Vl8VBw3aoyW7HChYlnH_MmbiJOA_wMkdDJt_V-SQcFII0kHjW6-cW9s_uMpKqqMOS1aeqYHbY2Vz8Bpl938-KBX_jAxtw4rE0B1TVnXOpmMg8dJ8MTBoFYVcExdkWQFBCAEUGKsE5E/s1600/Web+Planning.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tahap Perencanaan Web (Planning)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;667&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkf2Vl8VBw3aoyW7HChYlnH_MmbiJOA_wMkdDJt_V-SQcFII0kHjW6-cW9s_uMpKqqMOS1aeqYHbY2Vz8Bpl938-KBX_jAxtw4rE0B1TVnXOpmMg8dJ8MTBoFYVcExdkWQFBCAEUGKsE5E/s640/Web+Planning.png&quot; title=&quot;Tahap Perencanaan Web (Planning)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tahap Perencanaan Web (Planning)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sehingga bisa jadi seorang&lt;i&gt; web architect&lt;/i&gt; adalah tenaga sewaan dari konsultan IT, terutama untuk proyek besar yang tentunya memerlukan perencanaan yang detail dan perancangan yang khusus. Dalam melakukan perencanaan website, terdapat empat tahap yang biasa dilakukan oleh seorang &lt;i&gt;web architect&lt;/i&gt;, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;1. Menentukan tema atau tujuan website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;2. Mengumpulkan data / bahan yang akan menjadi materi website.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;3. Membuat kerangka situs / peta situs (&lt;i&gt;sitemap&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;4. Membuat jadwal kerja untuk tiap web developer (&lt;i&gt;time schedule&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;A. Menentukan tema atau tujuan website&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dalam melakukan pembuatan website harus memiliki tema atau tujuan yang jelas. Hal ini akan mempermudah proses perancangan website, baik itu desain, content, layout, menu, fasilitas / fitur - fitur, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda dalam menentukan tema atau tujuan website, diantaranya : personal (blog), komunitas (forum diskusi), portal, katalog, &lt;i&gt;E-Commerce&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;E-Learning&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;E-News&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;E-Goverment&lt;/i&gt;, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Menentukan tema website merupakan hal penting karena ketika klien ingin website dengan tema E-News, maka langkah selanjutnya carilah di Internet untuk mencari website E-News yang sudah ada (website E-News yang paling populer), baik dari lokal maupun luar negeri, masing - masing 2 s/d 3 sampel website. Contoh website E-News lokal : &lt;i&gt;detik.com&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;kompas.com&lt;/i&gt;, sedangkan contoh dari luar negeri : &lt;i&gt;cnn.com&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;nytimes.com&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kemudian pelajari karakteristik sample - sample website tersebut, seperti tata letaknya, bentuk desainnya, pemilihan hurufnya, warnanya, contentnya, terutama fitur - fiturnya. Setelah itu, dokumentasikan sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada klien. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat pada gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjc0d0BHtZG_IFChrwln9SiKInPlHbf-Z9ywpbQYMwgR5NDhr4O-1bQmve3UkT0O6BXuylOQKDrtWmSnn2e7IMeN3oChm53jwG2JYIm6-FAVsBfP0AGJyY8U-3kOaP_ibeDr3kGh4lvrTgz/s1600/Alur+Proses+mengeksplorasi.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Alur proses mengeksplorasi tujuan website&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;550&quot; data-original-width=&quot;351&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjc0d0BHtZG_IFChrwln9SiKInPlHbf-Z9ywpbQYMwgR5NDhr4O-1bQmve3UkT0O6BXuylOQKDrtWmSnn2e7IMeN3oChm53jwG2JYIm6-FAVsBfP0AGJyY8U-3kOaP_ibeDr3kGh4lvrTgz/s1600/Alur+Proses+mengeksplorasi.PNG&quot; title=&quot;Alur proses mengeksplorasi tujuan website&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Alur proses mengeksplorasi tujuan website&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dalam menghandle sebuah proyek website, beberapa klien akan merasa kebingungan jika ditanya tentang apa saja fitur website yang diinginkan. Maka disinilah pentingnya bahan yang sesuai tema tadi menjadi sangat berguna. Karena Anda bisa mengarahkan / memberikan saran terhadap website klien sesuai standar website yang sudah ada dan tentunya sudah populer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Selain itu, cari tau juga target pengunjung utama dari website, misalkan targetnya anak - anak, tentu akan berbeda dengan orang dewasa. Umunya website untuk anak - anak terkesan ramai dan cerah, bahkan terkesan norak banyak animasinya untuk menarik perhatian mereka. Untuk lebih meyakinkan klien, bawa juga contoh website yang telah Anda buat sendiri atau portofolio yang telah dihasilkan oleh perusahaan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;B. Mengumpulkan Data (Materi Website)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pada tahap mengumpulkan data, ada dua metode yang digunakan yaitu metode kuesioner (dokumen yang berisi daftar pertanyaan spesifik mengenai website yang akan dibuat) dan metode interview (wawancara langsung bertemu klien). Namun kenyataan dilapangan berbicara bahwa metode kuesioner sangat jarang digunakan, sehingga metode interviewlah yang paling sering untuk digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dengan metode interview, tentunya Anda bisa langsung menggali informasi secara lebih kompleks dan lebih detail. Saat wawancara dengan klien, buatlah catatan atau ringkasan sebagai dokumentasi hasil wawancara untuk diberikan kepada klien dan meminta klarifikasinya (untuk memastikan tidak ada kesalahan data). Selain itu, saat mengarahkan klien tetaplah meminta saran dan usulan dari klien tersebut sehingga seolah - olah itu keputusan dari dia (hindari keputusan sepihak dari Anda).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Untuk memudahkan Anda dalam mengumpulkan data, maka disini penulis akan menyajikan beberapa contoh data - data penting yang biasanya diperlukan. diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;1. Info dan keterangan mengenai perusahaan / organisasi klien (profil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;2. Foto / Gambar, seperti logo, foto produk, foto gedung, dan sebagainya yang sudah berbentuk softcopy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;3. Info mengenai produk / jasa / kegiatan secara detail. Dan bisa juga minta contoh berita atau events yang pernah diadakan perusahaan klien sebagai acuan nyata dalam content website yang akan dibuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;C. Membuat Peta Situs (&lt;i&gt;Sitemap&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sitemap&lt;/i&gt; (Peta Situs) dapat diumpamakan seperti kerangka website yang menggambarkan denah dari sebuah website. Intinya, &lt;i&gt;sitemap&lt;/i&gt; memuat informasi mengenai halaman apa saja yang ada dalam website. Dan setiap halaman dimungkinkan untuk memiliki cabang - cabang halaman lagi, analogi sederhananya persis seperti membuat daftar isi dari suatu buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Secara sederhana, &lt;i&gt;sitemap&lt;/i&gt; dapat dibuat dalam bentuk flowchart atau bentuk pohon yang bercabang - cabang. Contohnya bisa dilihat sitemap dari &lt;i&gt;Google.com&lt;/i&gt; berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHMHqPRQzpYF2khU1szmk4DUHka7DzNuKKlFWVVWQx0PKB-sDUNZy4DGYtAS9K5jpwAfWIv5RW8Gq4Ri6PiKcXvXhfnXXiaeSWyZDl0w6P8VXaVSAitRs7ZHfqzUPuRKK2Nb6R3gzX4Iyu/s1600/400px-Sitemap_google.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sitemap Google.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;635&quot; data-original-width=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHMHqPRQzpYF2khU1szmk4DUHka7DzNuKKlFWVVWQx0PKB-sDUNZy4DGYtAS9K5jpwAfWIv5RW8Gq4Ri6PiKcXvXhfnXXiaeSWyZDl0w6P8VXaVSAitRs7ZHfqzUPuRKK2Nb6R3gzX4Iyu/s1600/400px-Sitemap_google.jpg&quot; title=&quot;Sitemap Google.com&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sitemap Google.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;(Sumber : Wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Beberapa fungsi &lt;i&gt;sitemap&lt;/i&gt; yaitu Pertama, membantu web developer dalam mengerjakan proyek website, karena ia tahu harus memulai dan mengakhiri pengerjaan website serta &lt;i&gt;maintenance&lt;/i&gt; website nantinya. Kedua, saat ini telah berkembang ilmu SEO (&lt;i&gt;Search Engine Optimization&lt;/i&gt;) yang memungkinkan website terindex dengan baik kalau dicari di &lt;i&gt;search engine&lt;/i&gt; (Google). Oleh karena itu, sitemap merupakan salah satu point untuk meningkatkan ranking website di &lt;i&gt;search engine&lt;/i&gt;. Google sendiri menyediakan tool online untuk membuat sitemap secara otomatis yaitu &lt;i&gt;Google Sitemap Generator&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Supaya sitemap dapat terindex dengan baik oleh Google, maka sebaiknya informasi yang dimasukkan ke dalam sitemap meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;1. Daftar alamat URL dari halaman Web.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;2. Waktu update terakhir dari masing - masing halaman web.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;3. Frekuensi update content halaman web.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;4. Tingkat prioritas dari setiap halaman web dibandingkan dengan halaman web lainnya. Contohnya halaman web yang paling banyak dibaca atau dikomentari pengunjung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP2u33RM0-1ZT96KXDGKdJ6db-So9rtN7P1GUgq-RwRSCb9mI_SJl1H_7i2eFW-wIApp5zJVraoFoBd8JhkBs7Xh4u1FfCh0-Gfre1xTNSyDGV_iP2oPpq7xnzlzfanA24WHICrFuxkr1P/s1600/Contoh+Sitemap+Universitas.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Sitemap Website Universitas&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;415&quot; data-original-width=&quot;724&quot; height=&quot;366&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiP2u33RM0-1ZT96KXDGKdJ6db-So9rtN7P1GUgq-RwRSCb9mI_SJl1H_7i2eFW-wIApp5zJVraoFoBd8JhkBs7Xh4u1FfCh0-Gfre1xTNSyDGV_iP2oPpq7xnzlzfanA24WHICrFuxkr1P/s640/Contoh+Sitemap+Universitas.PNG&quot; title=&quot;Contoh Sitemap Website Universitas&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh Sitemap Website Universitas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Peta situs Universitas pada gambar diatas nantinya akan di implementasikan ke dalam website berbentuk seperti daftar isi buku dan biasanya berupa link yang langsung bisa diklik untuk menuju ke halaman yang diinginkan. Contohnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ8ZO-vx5NfAayNRSZ32ycTN5XzTEpFQUxIO0obiCsB75O4T3m0mhi7A7LgtLfM-woi8cOgg7l6qc9PAKbdlw5DYfpuctoxDv-MzizcrzuEqDQ0LEVNz6kQORRyiW8_OHDQLnBBd6RJQY8/s1600/Contoh+Implementasi+Sitemap.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Implementasi Sitemap dalam Sebuah Website&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;612&quot; data-original-width=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ8ZO-vx5NfAayNRSZ32ycTN5XzTEpFQUxIO0obiCsB75O4T3m0mhi7A7LgtLfM-woi8cOgg7l6qc9PAKbdlw5DYfpuctoxDv-MzizcrzuEqDQ0LEVNz6kQORRyiW8_OHDQLnBBd6RJQY8/s1600/Contoh+Implementasi+Sitemap.PNG&quot; title=&quot;Contoh Implementasi Sitemap dalam Sebuah Website&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh Implementasi Sitemap dalam Sebuah Website&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;D. Membuat Jadwal Kerja (&lt;i&gt;Time Schedule&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pembuatan jadwal kerja sangat membantu dalam menentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan dalam menyelesaikan proyek sebuah website. Dengan adanya jadwal kerja akan membuat Anda bekerja secara profesional, karena dapat melakukan pekerjaan dengan lebih teratur dan terencana serta tepat waktu sesuai dengan deadline yang telah disepakati dengan klien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jadwal kerja dapat melatih kedisiplinan apabila dijalankan dengan baik, sehingga dapat membawa dampak baik untuk perusahaan (agar Anda tidak didepak dari perusahaan) dan baik juga untuk pribadi Anda. Adapun contoh dari jadwal kerja untuk web developer dalam mengerjakan sebuah proyek website dapat dilihat pada gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgxmQyxhd5DHdvuZubbC8B83wfhhzCULYqhTo0uJce83hDP6sd6ocOTlkGmvSKCA7xiqsjqQNBYWSILkU5NUALzKhgK4kAe6_8xLjfC1OZNDeIsHVgo5Jy-fkIhRdJi_dmukqkUvIC9Js/s1600/Contoh+Jadwal+Kerja+Web+Developer.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Jadwal Kerja Web Developer dalam Mengerjakan Proyek Web&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;439&quot; data-original-width=&quot;1054&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgxmQyxhd5DHdvuZubbC8B83wfhhzCULYqhTo0uJce83hDP6sd6ocOTlkGmvSKCA7xiqsjqQNBYWSILkU5NUALzKhgK4kAe6_8xLjfC1OZNDeIsHVgo5Jy-fkIhRdJi_dmukqkUvIC9Js/s640/Contoh+Jadwal+Kerja+Web+Developer.PNG&quot; title=&quot;Contoh Jadwal Kerja Web Developer dalam Mengerjakan Proyek Web&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Contoh Jadwal Kerja Web Developer dalam Mengerjakan Proyek Web&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Perlu digarisbawahi bahwa susunan jadwal kerja seperti yang terlihat pada gambar diatas hanyalah gambaran saja. Silahkan disesuaikan dengan kemampuan dan kecepatan Anda dalam mengerjakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Disamping itu, penyusunan jadwal kerja juga dipengaruhi pada seberapa besar proyek website yang akan dikerjakan. Misalnya proyek website profil perusahaan akan sangat berbeda penyusunan jadwal kerjanya dengan proyek website berskala besar seperti Sistem Informasi Akademik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang&amp;nbsp;Tips Membangun Proyek Website (1): Tahap Perencanaan Web (Planning). Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4754276952854823500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4754276952854823500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/tips-membangun-proyek-website-1-tahap.html' title='Tips Membangun Proyek Website (1): Tahap Perencanaan Web (Planning)'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkf2Vl8VBw3aoyW7HChYlnH_MmbiJOA_wMkdDJt_V-SQcFII0kHjW6-cW9s_uMpKqqMOS1aeqYHbY2Vz8Bpl938-KBX_jAxtw4rE0B1TVnXOpmMg8dJ8MTBoFYVcExdkWQFBCAEUGKsE5E/s72-c/Web+Planning.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-7006332888707688293</id><published>2019-06-16T04:23:00.000+07:00</published><updated>2019-06-16T04:23:08.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Pengendalian Hazards Radiasi Interna</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;
Hierarki Pengendalian &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dari sudut pandang keilmuan K3, pengendalian hazards radiasi interna dapat dilakukan dengan mengikuti hierarki pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBBzCiE4x6BSA7f_l5bRKvJoMlv_ZNF8DWZp_o3AxJMGQmLlF2h2pPeneb4Y3MC8gFGCJmimao-ikSX8gBJKNbK0dFReblWV7Xv_7qGrbqMWbT_U2WpC6PhuYtwn5irJSHui-WK7qYrXgV/s1600/Pengendalian+Hazards+Radiasi+Interna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;667&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBBzCiE4x6BSA7f_l5bRKvJoMlv_ZNF8DWZp_o3AxJMGQmLlF2h2pPeneb4Y3MC8gFGCJmimao-ikSX8gBJKNbK0dFReblWV7Xv_7qGrbqMWbT_U2WpC6PhuYtwn5irJSHui-WK7qYrXgV/s640/Pengendalian+Hazards+Radiasi+Interna.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian Hazards Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Hierarki Pengendalian &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; meliputi 6 prinsip sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;1. Eliminasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;2. Substitusi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; dengan risiko yang lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;3. Isolasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;4. Pengendalian secara engineering.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;5. Pengendalian secara administrasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;6. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;A. Eliminasi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip ini mensyaratkan untuk menghilangkan sama sekali (eliminasi) suatu &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; dari tempat kerja. Penerapan prinsip ini dalam pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna dilakukan dengan cara memindahkan unsur dan zat radioaktif yang merupakan sumber&lt;i&gt; hazards&lt;/i&gt; radiasi interna dari tempat kerja. Hal ini berarti, semua zat atau unsur radioaktif yang tidak terkait langsung dalam pelaksanaan kerja, tidak perlu berada dalam ruang kerja. Zat radioaktif yang tidak terkait harus tetap berada pada tempat penyimpanannya, tidak dibawa ke tempat pelaksanaan kerja. Melalui penerapan prinsip ini maka akan meminimalkan jumlah dan jenis zat radioaktif yang berpotensi sebagai &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna di suatu tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Penerapan lain dari prinsip ini adalah dengan cara menghentikan penggunaan zat atau unsur radioaktif dalam pelaksanaan pekerjaan yang tidak nyaman. Namun, apabila pekerjaan menggunakan zat radioaktif tetap harus berjalan, maka penerapan prinsip ini juga dapat dilakukan melalui pembatasan jumlah zat atau unsur radioaktif. Meminimalkan jumlah zat atau unsur radioaktif yang berada di lingkungan kerja, selain dapat meminimalkan peluang terjadinya kontaminasi radioaktif, juga dapat mengurangi tingkat paparan radiasi eksterna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dalam ilmu proteksi radiasi, pelaksanaan prinsip di atas seirama dengan prinsip ALARA (&lt;i&gt;As Low As Reasonably Achievable&lt;/i&gt;), yaitu usaha untuk mengendalikan dosis radiasi serendah mungkin yang dapat dicapai dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;B. Substitusi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; dengan Risiko yang Lebih Kecil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Apabila penerapan prinsip pertama (eliminasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;) tidak memungkinkan, maka untuk mengurangi tingkat &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi dapat dilakukan dengan melaksanakan prinsip kedua : substitusi&lt;i&gt; hazards&lt;/i&gt; dengan tingkat risiko yang lebih kecil. Prinsip ini diterapkan dengan mengganti zat atau unsur radioaktif yang memiliki tingkat radiotoksisitas yang tinggi dengan unsur radioaktif yang memiliki tingkat radiotoksisitas yang lebih rendah. Contoh dari penerapan prinsip ini adalah mengganti unsur radioaktif I-125 (waktu paro 60 hari) dengan I-131 (waktu paro 8,04 hari) pada proses pemindaian (&lt;i&gt;scanning&lt;/i&gt;) kelenjar gondok (&lt;i&gt;thyroid gland&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;C. Isolasi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip ini diterapkan apabila prinsip pertama dan kedua tidak berhasil secara baik. Prinsip isolasi &lt;i&gt;hazards &lt;/i&gt;dilakukan dengan cara memasukkan unsur atau zat radioaktif ke dalam suatu wadah (&lt;i&gt;containment&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sistem pengukungan (&lt;i&gt;containment systems&lt;/i&gt;) dapat terdiri dari struktur fisik (berupa kontainer tertutup yang dihubungkan dengan ventilasi) untuk mewadahi zat radioaktif guna mencegah penyebaran kontaminasi. Pemilihan sistem pengukung yang dipergunakan sebagai pengukungan zat radioaktif tergantung pada jumlah aktivitas dan bentuk fisik zat radioaktif yang digunakan. Sebagian besar sistem &lt;i&gt;containment&lt;/i&gt; untuk zat radioaktif sebagai sumber terbuka minimal memiliki dua tingkat &lt;i&gt;containment&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;D. Pengendalian Secara &lt;i&gt;Engineering&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip selanjutnya yang harus diterapkan dalam mengendalikan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; adalah prinsip pengendalian secara &lt;i&gt;engineering&lt;/i&gt;. Prinsip ini dilakukan dengan mengintegrasikan praktik rekayasa &lt;i&gt;engineering&lt;/i&gt; untuk mengendalikan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi di tempat kerja. Contoh penerapan prinsip ini dengan membangun laboratorium penggunaan &lt;i&gt;shielded cell&lt;/i&gt;, manipulator, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Penerapan prinsip&lt;i&gt; engineering&lt;/i&gt; dapat dilihat pada laboratorium yang menggunakan zat radioaktif dengan aktivitas tinggi dan tingkat radiotoksisitas tinggi. Karena penerapan prinsip isolasi saja tidak akan memadai, maka harus dilakukan rekayasa &lt;i&gt;engineering&lt;/i&gt;, seperti menggunakan &lt;i&gt;shielded cell&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Cell&lt;/i&gt; ini disamping digunakan untuk mengendalikan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi eksterna (laju dosis tinggi) juga untuk mencegah terjadinya kontaminasi permukaan atau udara (&lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna). &lt;i&gt;Cell&lt;/i&gt; ini dilengkapi dengan jendela yang terbuat dari kaca timbal yang berfungsi sebagai &lt;i&gt;shielding&lt;/i&gt; dan manipulator untuk menengani zat radioaktif di dalam sel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;E. Pengendalian secara Administrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian secara administrasi adalah suatu metode administratif untuk mencegah atau meminimalkan paparan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;. Pengendalian secara administratif untuk &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna ditekankan pada pencegahan masuknya unsur atau zat radioaktif ke dalam tubuh manusia. Termasuk kriteria pengendalian secara administratif dalam mengendalikan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;a. Klasifikasi daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;b. Pemasangan tanda - tanda peringatan untuk setiap daerah kerja secara jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;c. &lt;i&gt;Training&lt;/i&gt; keselamatan / proteksi radiasi untuk para pekerja dan manajer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;d. Prosedur kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;e. Aturan lokal, (misal persyaratan jalan masuk ke daerah tertentu) dan kondis kerja, (misalnya persyaratan untuk memakai pakaian pelindung dan pelindung pernapasan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;f. Pemeliharaan inventaris sumber untuk masing - masing daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;g. Sistem audit keselamatan radiasi yang memasukkan penilaian keselamatan (&lt;i&gt;safety assessment&lt;/i&gt;) tempat kerja dan peralatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;h. Penggunaan tingkat investigasi untuk hasil pemantauan dosis perorangan dan pemantauan tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Daerah kerja dilingkungan radiasi dapat diklasifikasikan menurut tingkat &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi (interna) menjadi tiga, yaitu daerah pengendalian (&lt;i&gt;controlled area&lt;/i&gt;), daerah pengawasan (&lt;i&gt;supervised area&lt;/i&gt;), dan daerah publik. Daerah pengendalian adalah daerah kerja dimana persyaratan keselamatan dan tindakan proteksi khusus diperlukan untuk mengendalikan paparan radiasi normal dan untuk mencegah atau membatasi paparan radiasi potensial. Sedangkan, daerah pengawasan adalah suatu daerah kerja dimana kondisi paparan radiasi tetap menjadi perhatian tetapi tidak diperlukan tindakan / persyaratan proteksi secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Kategori ketiga adalah daerah publik (&lt;i&gt;unclassified area&lt;/i&gt;) yaitu daerah dimana tingkat paparan radiasinya tidak memerlukan pengawasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Untuk daerah kerja dengan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna, dalam mengklasifikasikan daerah kerja ditentukan dengan mempertimbangkan radionuklida apa yang digunakan, bagaimana radionuklida tersebut digunakan dan aktivitas maksimum yang digunakan pada saat itu. Contoh penggunaa nilai DL dan DAC untuk mengelompokkan daerah kerja diilustrasikan pada tabel berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu6YMtesURXzwmXpbKO0XWDtgz9lyqnMSd089Ln8gw6oCN6mIF1XFWFskjKSG2GtNx_mRDK2g1wn7CMQ3ftJgTYQiqx7jqHbyr-I_F7unTQEvMv0VUjyT2QYrmklQLpLMlKf9mGrDo7Wc5/s1600/Klasifikasi+Daerah+Kerja.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Klasifikasi Daerah Kerja Menurut Tingkat Kontaminasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;171&quot; data-original-width=&quot;591&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu6YMtesURXzwmXpbKO0XWDtgz9lyqnMSd089Ln8gw6oCN6mIF1XFWFskjKSG2GtNx_mRDK2g1wn7CMQ3ftJgTYQiqx7jqHbyr-I_F7unTQEvMv0VUjyT2QYrmklQLpLMlKf9mGrDo7Wc5/s1600/Klasifikasi+Daerah+Kerja.PNG&quot; title=&quot;Klasifikasi Daerah Kerja Menurut Tingkat Kontaminasi&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Klasifikasi Daerah Kerja Menurut Tingkat Kontaminasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Aturan - aturan lokal (&lt;i&gt;local rules&lt;/i&gt;) di tempat kerja digunakan untuk mengendalikan tingkat kontaminasi dan mengurangi kemungkinan zat radioaktif masuk ke dalam tubuh. Berikut ini beberapa contoh hal - hal yang harus dicakup dalam prosedur kerja lokal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;1. Larangan makanan, minum, merokok, dan menggunakan kosmetik di daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;2. Prosedur pemeliharaan (&lt;i&gt;housekeeping&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;3. Prosedur penggunaan pakaian pelindung dan pelindung pernapasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;4. Prosedur pemantauan kontaminasi personel dan daerah kerja secara rutin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;5. Prosedur pengendalian akses masuk ke daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;6. Prosedur memasuki dan meninggalkan daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;7. Prosedur inventarisasi sumber.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;F. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Dalam ilmu K3, prinsip terakhir yang harus diterapkan untuk mengendalikan&lt;i&gt; hazards&lt;/i&gt; adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pemakaian APD yang paling sesuai untuk mengendalikan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna adalah dengan memakai baju laboratorium, sepatu / sendal kerja (&lt;i&gt;cover shoes&lt;/i&gt;), sarung tanngan karet, masker, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuE8h4ljezH-17tP8ZRlfU22xa0jkOHE89T1Dw0GSiZjZDfP63khYAjo4Uee2y9ffAv-RrZnaD-4sAEEV39QAlbWKbXTZTTDwuKJIi2kPfOBlauTVAUyM3R6ucC5bHC9HGAw3XmRQA-bWj/s1600/APD+Hazards.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;APD Hazards Radiasi Interna &quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuE8h4ljezH-17tP8ZRlfU22xa0jkOHE89T1Dw0GSiZjZDfP63khYAjo4Uee2y9ffAv-RrZnaD-4sAEEV39QAlbWKbXTZTTDwuKJIi2kPfOBlauTVAUyM3R6ucC5bHC9HGAw3XmRQA-bWj/s400/APD+Hazards.jpg&quot; title=&quot;APD Hazards Radiasi Interna &quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;APD Hazards Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;(Sumber : Safetysign.com)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pemakaian APD tersebut untuk mencegah kontaminasi radioaktif pada pekerja, baik terjadinya kontaminasi pada kulit ataupun kontaminasi interna akibat masuknya zat atau unsur radioaktif melalui pernapasan atau saluran pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;
Implementasi K3 Radiasi Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Tujuan utama dalam manajemen keselamatan radiasi adalah mengendalikan penerimaan dosis radiasi serendah mungkin dalam pemanfaatan sumber radiasi pengion untuk memperoleh manfaat dari pengunaan radiasi pengion tersebut. Komisi Internasional dalam Proteksi Radiasi (ICRP) memberikan rekomendasi dalam mengelola&lt;i&gt; hazards&lt;/i&gt; radiasi yang dapat diterapkan melalui tiga tataran, yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;1. Tataran regulasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;2. Tataran manajemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;3. Tataran operasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;A. Tataran Regulasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Tataran regulasi berfungsi menetapkan payung hukum sebagai dasar mengelola hazards di tempat kerja. Dasar hukum untuk mengawasi dan mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir (termasuk sumber radioaktif terbuka) di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;a. Undang - Undang No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;b. Berbagai Peraturan Pemerintah (PP), seperi PP No. 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, PP No. 29 tahun 2008 tentang Perizinan PemanfaatanSumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;c. Berbagai Peraturan Kepala atau Surat Keputusan Kepala BAPETEN, seperti Keputusan Kepala BAPETEN No.01 / Ka-BAPETEN / V-99 tentang Ketentuan Keselamatan Kerja terhadap Radiasi, Peraturan Kepala BAPETEN No.15 tahun 2008, Keputusan Kepala BAPETEN No.2 / Ka-BAPETEN / V-99 tentang Baku Tingkat Radioaktivitas di Lingkungan, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;B. Tataran Manajemen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Pengalaman menunjukkan penerapan prinsip - prinsip K3 memerlukan dukungan dari manajemen. Para pekerja tidak mungkin dapat menerapkan standar keselamatan tanpa adanya dukungan dan keterlibatan langsung dari manajemen. Kondisi ini mengharuskan disusunnya suatu struktur organisasi formal yang secara khususu menangani permasalahan yang terkait dengan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna. Manajemen bertanggung jawab dalam menumbuhkembangkan sikap dan perilaku (&lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt;) yang baik terhadap keselamatan serta adanya pengakuan bahwa keselamatan merupakan tannggung jawab pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Selain itu, manajemen harus mengoptimalkan prinsip - prinsip keselamatan dengan menetapkan tanggung jawab secara jelas dan menyediakan instruksi kerja secara jelas sehingga mudah dilaksanakan oleh para pekerja. Manajemen juga harus mempertimbangkan adanya pajanan potensial dan menyediakan suatu sistem untuk identifikasi dan analisa penyebab kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;C. Tataran Operasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Selain pada tataran regulasi dan manajemen, pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna juga memerlukan penerapannya pda tataran operasional. Pada tataran operasional perlu dipertimbangkan penerapan 6 prinsip dalam hierarki pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang meliputi eliminasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;, substitusi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; dengan risiko yang lebih kecil, isolasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;, pengendalian secara &lt;i&gt;engineering&lt;/i&gt;, pengendalian secara administrasi, dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Secara khusus, pertimbangan lain dalam mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;1. Penyimpanan zat atau unsur radioaktif terbuka secara aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;2. Pengangkuan dan pemindahan zat atau unsur radioaktif secara aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;3. Penerapan prinsip waktu, jarak, dan &lt;i&gt;shielding&lt;/i&gt; dalam bekerja untuk mengurangi penerimaan dosis radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;4. Penggunaan wadah (&lt;i&gt;containment&lt;/i&gt;) untuk membatasi penyebaran bahan radioaktif ke tempat kerja dan lingkungan masyarakat umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;5. Perawatan fasilitas (&lt;i&gt;plant&lt;/i&gt;) dan peralatan yang memadai untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;6. Mengelola limbah radioaktif secara aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Pengendalian Hazards Radiasi Interna. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/evaluasi-hazards-radiasi-interna.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Evaluasi Hazards Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/7006332888707688293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/7006332888707688293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/pengendalian-hazards-radiasi-interna.html' title='Pengendalian Hazards Radiasi Interna'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBBzCiE4x6BSA7f_l5bRKvJoMlv_ZNF8DWZp_o3AxJMGQmLlF2h2pPeneb4Y3MC8gFGCJmimao-ikSX8gBJKNbK0dFReblWV7Xv_7qGrbqMWbT_U2WpC6PhuYtwn5irJSHui-WK7qYrXgV/s72-c/Pengendalian+Hazards+Radiasi+Interna.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-9133946047592090330</id><published>2019-06-15T17:17:00.000+07:00</published><updated>2019-06-15T17:17:32.276+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Evaluasi Hazards Radiasi Interna</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;
Identifikasi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dewasa ini &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna dapat ditemukan pada berbagai tempat / lingkungan kerja, seperti di lingkungan industri, lingkungan penelitian, dan lain - lain. Di lingkungan industri, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna berasal dari sumber radioaktif terbuka yang digunakan untuk merunut terjadinya kebocoran pipa penyalur aliran fluida (minyak, air, dan lain - lain), untuk mengevaluasi kandungan hidrokarbon di dalam perut Bumi (&lt;i&gt;oil company&lt;/i&gt;), untuk mengukur volume air dalam waduk, untuk mendeteksi kebocoran yang terjadi pada bendungan atau untuk mengestimasi proses pendangkalan pada pelabuhan, dan lain - lain. Teknik ini disebut &lt;i&gt;tracer&lt;/i&gt; (perunut). Contoh unsur radioaktif yang digunakan adalah Krypton-85 untuk mengevaluasi kandungan hidrokarbon di perut Bumi melalui teknik &lt;i&gt;tracer&lt;/i&gt; ataupun &lt;i&gt;well logging&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPNJV0fBmVo-CfO3AAjZnLL2zNnbyFfLs7YwWOOrW31ojl4xNeYx4edRA-3vplgqihpW3P1qmDdNaJcWBqETW7JKfWDpd1Ww3L8Oubg0xBqwFSX3ED502MTvNAEwO6XPTzbLTA3wUoS6Be/s1600/Evaluasi+Hazards+Radiasi+Interna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Evaluasi Hazards Radiasi Interna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;750&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPNJV0fBmVo-CfO3AAjZnLL2zNnbyFfLs7YwWOOrW31ojl4xNeYx4edRA-3vplgqihpW3P1qmDdNaJcWBqETW7JKfWDpd1Ww3L8Oubg0xBqwFSX3ED502MTvNAEwO6XPTzbLTA3wUoS6Be/s640/Evaluasi+Hazards+Radiasi+Interna.png&quot; title=&quot;Evaluasi Hazards Radiasi Interna&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Evaluasi Hazards Radiasi Interna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan di lingkungan kerja penelitian dan pusat pendidikan pelatihan, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna berasal dari zat radioaktif terbuka yang digunakan untuk meneliti berbagai kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Melalui teknik ini dapat ditentukan kebutuhan optimal unsur hara pada setiap bagian tanaman sehingga berguna dalam menentukan komposisi pupuk yang harus diberikan pada setiap jenis tanaman. Contoh unsur radioaktif yang digunakan adalah P-32.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dalam bidang medik, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna berasal dari pemakaian zat radioaktif terbuka yang digunakan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada suatu organ atau jaringan. Teknik ini disebut kedokteran nuklir. Unsur radioaktif terbuka yang paling banyak digunakan dalam kedokteran nuklir adalah Tc-99m, Tl-201, I-131, dan Ga-67. Selain itu, ada beberapa unsur lain yang tersedia seperti Sr-89, I-123, dan In-111, serta unsur radioaktif berumur pendek yang digunakan dalam &lt;i&gt;Positron Emission Tomography&lt;/i&gt; (PET) seperti F-18 dan O-15.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Technetium-99m yang dicampur dengan larutan &lt;i&gt;carriers&lt;/i&gt; digunakan untuk melakukan &lt;i&gt;scanning&lt;/i&gt; otak, hati, paru - paru, limpa, dan sumsum tulang. Sedangkan I-125 digunakan untuk memindai (&lt;i&gt;scanning&lt;/i&gt;) kelainan yang terjadi pada kelenjar gondok. Sumber radioaktif yang digunakan untuk tujuan medik tersebut dikenal dengan sebutan radiofarmaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;
Pengukuran &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengingat setiap orang memiliki perbedaan dan variasi dalam hal ukuran dan bentuk tubuh (anatomi), proses / laju pernapasan (fisiologi), dan kecepatan laju pencernaan makanan (karakteristik metabolisma), maka perhitungan dosis radiasi interna yang disebabkan masuknya &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna secara tepat dan akurat menjadi tidak mudah. Oleh karena itu, metode pengukurannya membutuhkan asumsi - asumsi sebagai dasar perhitungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Asumsi - asumsi dasar yang digunakan dalam perhitungan dosis interna (dosis efektif terikat) meliputi: Manusia Acuan (Reference Man), Waktu Paro Biologi (T&lt;sub&gt;biologi&lt;/sub&gt;), Efektif (T&lt;sub&gt;eff&lt;/sub&gt;), dan Koefisien Dosis (h).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;A. Manusia Acuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;ICRP Publikasi 23 menggunakan Manusia Acuan untuk menggambarkan karakteristik manusia yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan dosis interna. Manusia acuan dipilih untuk mewakili orang secara rata - rata meliputi sejumlah karakteristik manusia dan dimaksudkan sebagai model untuk perhitungan dan perbandingan efek interna akibat radiasi pengion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;B. Waktu Paro Biologi dan Efektif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Untuk menilai &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna, maka perlu mamahami berapa lama unsur radioaktif tersebut tetap bertahan di dalam tubuh setelah unsur tersebut masuk ke dalam tubuh. Seperti diketahui, setiap unsur radioaktif mengalami peluruhan dengan kecepatan secara eksponensial. Demikian pula proses pengeluaran unsur radioaktif dari dalam tubuh melalui saluran urine (urinasi) dan melalui saluran tinja juga mendekati eksponensial. Kombinasi kedua jenis peluruhan tersebut menentukan laju peluruhan efektif pengurangan zat radioaktif di dalam tubuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran laju peluruhan dan pengeluaran zat radioaktif dari dalam tubuh, kedua jenis waktu paro tersebut digunakan sebagai parameter dan disebut konstanta peluruhan efektif (λ&lt;sub&gt;eff&lt;/sub&gt;). Perhitungan secara matematis dilakukan dengan menggunakan Persamaan 1 berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;λ&lt;sub&gt;eff =&amp;nbsp;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16px;&quot;&gt;λ&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;r +&amp;nbsp;&lt;/sub&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16px;&quot;&gt;λ&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;b&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dimana :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;λ&lt;sub&gt;eff&lt;/sub&gt;&amp;nbsp; = Konstanta peluruhan efektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;λ&lt;sub&gt;r&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;= Konstanta peluruhan radioaktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%;&quot;&gt;λ&lt;sub&gt;b&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;= Konstanta peluruhan biologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;C. Koefisien Dosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tingkat &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna tergantung pada jumlah dosis radiasi setelah unsur radioaktif masuk ke dalam tubuh. Koefisien dosis untuk Manusia Acuan telah ditentukan menggunakan data yang diperoleh menggunakan Manusia Acuan. Koefisien dosis (h) diukur dalam satuan Sv Bq&lt;sup&gt;-1&lt;/sup&gt;, artinya jumlah dosis radiasi efektif (dalam satuan Sievert / Sv) yang diakibatkan masuknya setiap jenis unsur radioaktif dengan aktivitas sebesar 1 bequerel (Bq).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menurut penelitian menggunakan Manusia Acuan, besarnya dosis efektif terikat per becquerel akibat masuknya unsur radioaktif ke dalam tubuh tergantung pada jalur masuk (metode &lt;i&gt;intake&lt;/i&gt;). Oleh karena itu, nilai koefisien dosis (h) dibedakan antara h jalur pencernaan dan h jalur pernapasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Nilai koefisien h untuk jalur pencernaan (&lt;i&gt;ingestion&lt;/i&gt;) dan jalur pernapasan (inhalasi) untuk berbagai jenis unsur radioaktif (radionuklida) telah diteliti menggunakan Manusia Acuan. Hasil penelitian untuk pekerja radiasi dan publik diterbitkan dalam ICRP Publikasi No.68 ICRP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;
Asesmen &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Penilaian tingkat &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna di tempat kerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tingkat kontaminasi radioaktif dipermukaan kerja dan di udara. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya digunakan untuk mengestimasi besarnya dosis yang bisa ditimbulkan dan selanjutnya dibandingkan dengan Nilai Batas Dosis (NBD) yang relevan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara garis besar, penilaian tingkat hazards radiasi interna dapt dilakukan dengan menghitung Batas Masukan Tahunan (BMT), Tingkat Kontaminasi Permukaan, dan Tingkat Kontaminasi Udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;A. Batas Masukan Tahunan (BMT)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; radiasi interna dinilai dengan membandingkan antara jumlah unsur radioaktif yang masuk ke dalam tubuh dengan jumlah yang mengakibatkan dosis setara dengan Nilai Batas Dosis (NBD) tahunan yang sesuai. Saat ini, NBD yang sesuai untuk pekerja radiasi adalah 20 mSv / tahun. Perbandingan antara jumlah unsur radioaktif yang masuk dan dosis yang diakibatkan tersebut menghasilkan suatu kuantitas yang dikenal dengan nama Batas Masukan Tahunan (BMT) atau yang dikenal &lt;i&gt;Annual Limit on Intake&lt;/i&gt; (ALI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Definisi satu BMT adalah jumlah unsur radioaktif / radionuklida (dinyatakan dalam satuan Becquerel), yang apabila masuk ke dalam tubuh Manusia Acuan, akan mengakibatkan dosis efektif terikat setara dengan NBD rekomendasi ICRP. Secara matematis, BMT (dalam Becquerel) untuk suatu unsur radioaktif (radionuklida) dihitung menggunakan Persamaan 2 berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?BMT%20%3D%20%5Cfrac%7BL%7D%7Bh%7D&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dimana :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;L&amp;nbsp; &amp;nbsp;= NBD Tahunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;h&amp;nbsp; &amp;nbsp;= Dosis efektif terikat per becquerel intake (dalam satuan Sv Bq&lt;sup&gt;-1&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 1 berikut adalah bagaimana menghitung BMT untuk pekerja radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 1:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;--------------&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Hitunglah Batas Masukan Tahunan (BMT) lewat jalur inhalasi untuk pekerja radiasi yang menggunakan sumber terbuka Phospor-32 dimana koefisien dosis h (inhalasi) adalah 2,9 x 10&lt;sup&gt;-9&lt;/sup&gt; Sv Bq&lt;sup&gt;-1&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;, sans-serif;&quot;&gt;Batas NBD untuk pekerja radiasi adalah 20 mSv (0,02 Sv).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menggunakan Persamaan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5cj9OPkkcta7RRMzFuzX7mxpm4ucGLXiDdyrGfsGrxJjbSXgTcurXEMr1aE4s9cyqoA99n6IJOxAjvwqPiu0xLqWwQp5_SaZRXpuw3ult3gGFhjeF36AkSQW7xH9-XOYdTkF0yEzBmC1S/s1600/Rumus+Pers+2.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;96&quot; data-original-width=&quot;344&quot; height=&quot;89&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5cj9OPkkcta7RRMzFuzX7mxpm4ucGLXiDdyrGfsGrxJjbSXgTcurXEMr1aE4s9cyqoA99n6IJOxAjvwqPiu0xLqWwQp5_SaZRXpuw3ult3gGFhjeF36AkSQW7xH9-XOYdTkF0yEzBmC1S/s320/Rumus+Pers+2.PNG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Oleh karena itu, kemasukan bahan radioaktif Phospor-32 sebanyak 6,9 x 10&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; Bq melalui jalur pernapasan (inhalasi) setara dengan satu BMT, sehingga juga setara dengan dosis efektif terikat sebesar 20 mSv.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Beberapa contoh lain dari BMT untuk pekerja radiasi diberikan dalam tabel berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht0QJcsEprVdMBLGedfKNs98bkmG0W9-wElDBnstmCRxsZbb2GBQJUNMlNvznamIBW8NzvGgpqtMfsjwtyMpguvScthHdFBczpqw7qQsqOoCdBwB6QMhUvllv38mO3q8xZhg9flaWlgo8K/s1600/BMT+Zat+Radioaktif.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk Pekerja Radiasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;263&quot; data-original-width=&quot;544&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht0QJcsEprVdMBLGedfKNs98bkmG0W9-wElDBnstmCRxsZbb2GBQJUNMlNvznamIBW8NzvGgpqtMfsjwtyMpguvScthHdFBczpqw7qQsqOoCdBwB6QMhUvllv38mO3q8xZhg9flaWlgo8K/s1600/BMT+Zat+Radioaktif.PNG&quot; title=&quot;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk Pekerja Radiasi&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk Pekerja Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;B. Batas Kontaminasi di Tempat Kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; radiasi interna di tempat kerja dapat dinilai dengan melakukan pengukuran tingkat kontaminasi radioaktif di permukaan dan di udara kemudian membandingkannya dengan nilai dosis potensial terukur. Untuk kontaminasi permukaan, perbandingan dapat dilakukan dengan menggunakan suatu kuantitas yang dikenal dengan Batas Turunan (&lt;i&gt;Derived Limit&lt;/i&gt;-DL). Sedangkan untuk kontaminasi udara dilakukan dengan menggunakan kuantitas yang disebut Konsentrasi Udara Turunan-KUT (&lt;i&gt;Derived Air Concentration&lt;/i&gt;-DAC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;C. Batas Kontaminasi Radioaktif di Permukaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Batas kontaminasi radioaktif di permukaan suatu objek (benda atau lantai) dapat digunakan untuk mengestimasi potensi dosis radiasi yang dapat diterima oleh seseorang yang bekerja di lingkungan permukaan tersebut. Batasan tersebut dapat dinyatakan dalam konsep Batas Turunan (&lt;i&gt;Derived Limit&lt;/i&gt;-DL). Dalam konsep ini batas turunan dinyatakan dalam satuan becquerels per sentimeter persegi (Bq cm&lt;sup&gt;-2&lt;/sup&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Metode penentuan Batas Turunan (DL) sangat kompleks, tetapi pada prinsipnya batas tersebut dihitung dengan mempertimbangkan dosis potensial yang paling tinggi yang dapat diakibatkan oleh kontaminasi pada kulit atau masuknya unsur radioaktif (radionuklida) tersebut melalui jalur inhalasi atau jalur pencernaan (&lt;i&gt;ingestion&lt;/i&gt;) dan menghubungkan nilai ini dengan Nilai Batas Dosis rekomendasi ICRP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Walaupun Batas Turunan secara internasional belum ditentukan, batas tersebut biasanya didasarkan pada satu kali NBD tahunan. Misalnya, di Australia, paparan terhadap satu Batas Turunan (DL) selama 2000 jam (8 jam sehari, 5 hari satu minggu, 50 minggu per tahun) mengakibatkan dosis efektif terikat sebesar 20 mSv (yaitu satu kali batas dosis ICRP untuk pekerja radiasi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tingkat kerusakan pada tubuh akibat masuknya unsur radioaktif tergantung dari radiotoksisitas setiap unsur radioaktif. Untuk menyederhanakan penggunaan Batas Turunan, maka unsur radioaktif (radionuklida) dengan tingkat radiotoksisitas yang serupa dikelompokkan menjadi satu. Tabel berikut ini akan menampilkan pengelompokkan radionuklida dan menghubungkan Batas Turunan untuk permukaan daerah kerja seperti yang direkomendasikan oleh &lt;i&gt;the National Health and Medical Research Council of Australia&lt;/i&gt;. Contoh setiap radionuklida untuk masing - masing kelompok diberikan dalam tabel berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaysVWAWiwh2EUh171jnOqzitkR-LXCq8s6CwB-IDZkmKjkwkaV-JTWy4si_r1lF5bL0sjTTjQkh7jMGSQypv-RvWjwWa9uSg3F4hr3xbguADofpI2ai5ZSt5cZf3UTyljvEImppg6ffmi/s1600/Radiotoksisitas.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Radiotoksisitas dan Batas Turunan untuk Kontaminasi Permukaan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;272&quot; data-original-width=&quot;605&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaysVWAWiwh2EUh171jnOqzitkR-LXCq8s6CwB-IDZkmKjkwkaV-JTWy4si_r1lF5bL0sjTTjQkh7jMGSQypv-RvWjwWa9uSg3F4hr3xbguADofpI2ai5ZSt5cZf3UTyljvEImppg6ffmi/s1600/Radiotoksisitas.PNG&quot; title=&quot;Radiotoksisitas dan Batas Turunan untuk Kontaminasi Permukaan&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Radiotoksisitas dan Batas Turunan untuk Kontaminasi Permukaan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 2 :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;--------------&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Pada pelaksanaan survei rutin terhadap laboratorium yang memanfaatkan iodine-131, ditemukan kontaminasi radioaktif yang mudah pindah sebesar 50 Bq cm&lt;sup&gt;-2&lt;/sup&gt;. Berapa tingkat kontaminasi ini bila dinyatakan dalam Batas Turunan-DL dan berapa dosis efektif terikat tahunan yang dapat diakibatkan dari tingkat kontaminasi permukaan ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dari tabel &lt;b&gt;&quot;Radiotoksisitas dan Batas Turunan untuk Kontaminasi Permukaan&quot;&lt;/b&gt;, maka nilai DL untuk iodine-131 (I-131) adalah 100 Bq cm&lt;sup&gt;-2&lt;/sup&gt; (menurut &lt;i&gt;the National Health and Medical Research Council of Australia&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Karena itu, tingkat kontaminasi tersebut setara dengan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?\frac{50}{100}=0,5&amp;amp;space;DL.&quot; title=&quot;\frac{50}{100}=0,5 DL.&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menurut definisi yang berlaku di Australia, satu DL untuk 2000 jam akan menyebabkan dosis efektif terikat sebesar 20 mSv.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sehingga, kita dapat mengatakan bahwa terpaan 0,5 DL selama 2000 jam akan mengakibatkan dosis efektif terikat sebesar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;0,5 x 20 mSv = 10 mSv.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;
D. Batas Kontaminasi Radioaktif di Udara&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Batas kontaminasi radioaktif di udara dapat dinyatakan dalam Konsentrasi Udara Turunan-KUT atau &lt;i&gt;Derived Air Concentrations&lt;/i&gt;-DAC. Batasan in digunakan untuk membandingkan tingkat kontaminasi udara terukur dengan batasan yang dapat menyebabkan masukan sebesar satu kali Batas Masukan Tahunan-BMT (satu ALI). Dengan demikian, satu DAC adalah konsentrasi unsur radioaktif (radionuklida) di udara (dalam satuan Bq m&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt;) yang mengakibatkan seorang pekerja dapat menerima / menghirup radionuklida sebesar satu BMT dalam setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Manusia Acuan yang digunakan sebagai model dalam perhitungan memiliki laju bernapas sebesar 2400 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; per tahun. Nilai ini diperoleh dari perhitungan sebagai berikut : laju bernapas adalah 1,2 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; per jam selama 8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu, dan 50 minggu dalam satu tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Adapun secara matematis, definisi untuk DAC diberikan dalam Persamaan berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/png.latex?DAC%20%3D%20%5Cfrac%7BALI%20%28inhalasi%29%7D%7B2400%7D&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Berikut ini contoh bagaimana menghitung DAC untuk suatu daerah kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 3:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;---------------&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Menggunakan Batas Masukan Tahunan yang diberikan dalam tabel berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPgZD23uCDhI_SZxmZDjsTksVw9T2IFLs6POz5Zx83fcEv9mehLGkaSb6BbJYvLEkUz_nsvt5KnW5y5oYbT-ciUuA6Nau2Ibrqy66H2jBzrRvgbG4pgoghirg7KJj18I6I2cdVeARE4Yle/s1600/BMT+Zat+Radioaktif.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk pekerja Radiasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;263&quot; data-original-width=&quot;544&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPgZD23uCDhI_SZxmZDjsTksVw9T2IFLs6POz5Zx83fcEv9mehLGkaSb6BbJYvLEkUz_nsvt5KnW5y5oYbT-ciUuA6Nau2Ibrqy66H2jBzrRvgbG4pgoghirg7KJj18I6I2cdVeARE4Yle/s1600/BMT+Zat+Radioaktif.PNG&quot; title=&quot;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk pekerja Radiasi&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;BMT Zat Radioaktif (Radionuklida) untuk pekerja Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Maka hitunglah Konsentrasi Udara Turunan-DAC untuk phosphor-32.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;BMT secara inhalasi untuk P-32 = 6,9 x 10&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; Bq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Maka diperoleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/png.latex?DAC%20%3D%20%5Cfrac%7B6%2C9%20x%20%7B10%7D%5E6%7D%7B2400%7D%20%3D%202%2C875%20x%20%7B10%7D%5E3%20Bq%20%7Bm%7D%5E3&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sehingga DAC untuk phosphor-32 adalah 2,875 x 10&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; Bq m&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Contoh 4:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;-------------&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kontaminasi udara di suatu laboratorium yang hanya menangani iodine-131 terukur sebesar 75 Bq m-3. Berapa tingkat kontaminasi udara dalam satuan Konsentrasi Udara Turunan-DAC dan berapa dosis efektif terikat tahunan yang dapat dihasilkan dari tingkat kontaminasi udara sebesar itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;ALI (inhalasi) untuk I-131 = 1,8 x 10&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; Bq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/png.latex?DAC%20%3D%20%5Cfrac%7BALI%20%28inhalasi%29%7D%7B2400%7D&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/png.latex?DAC%20%3D%20%5Cfrac%7B1%2C8x%7B10%7D%5E6%7D%7B2400%7D&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 7,5 x 10&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; Bq m&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 750 Bq m&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jadi, tingkat kontaminasi udara terukur di laboratorium tersebut adalah 750 Bq m&lt;sup&gt;-3&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tingkat kontaminasi tersebut dapat dinyatakan dalam satuan DAC, yaitu sebesar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/png.latex?%5Cfrac%7B75%7D%7B750%7D%3D0%2C1%20DAC&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mengingat definisi 1 DAC adalah konsentrasi unsur radioaktif (radionuklida) di udara yang dapat menyebabkan terhirupnya atau masuknya 1 ALI unsur radioaktif tersebut per tahun, maka dalam hal ini konsentrasi sebesar 0,1 DAC akan mengakibatkan masuknya unsur I-131 sebanyak 0,1 ALI dalam setahun. Sehingga dosis efektif yang diakibatkan kemasukan 01, DAC sebesar (0,1 x 20) = 2 mSv.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Evaluasi Hazards Radiasi Interna. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/hazards-radiasi-interna.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Hazards Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/9133946047592090330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/9133946047592090330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/evaluasi-hazards-radiasi-interna.html' title='Evaluasi Hazards Radiasi Interna'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPNJV0fBmVo-CfO3AAjZnLL2zNnbyFfLs7YwWOOrW31ojl4xNeYx4edRA-3vplgqihpW3P1qmDdNaJcWBqETW7JKfWDpd1Ww3L8Oubg0xBqwFSX3ED502MTvNAEwO6XPTzbLTA3wUoS6Be/s72-c/Evaluasi+Hazards+Radiasi+Interna.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-1081268784085236304</id><published>2019-06-12T07:01:00.000+07:00</published><updated>2019-06-12T07:01:21.640+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Hazards Radiasi Interna</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Zat Radioaktif, Radioaktivitas, dan Radiasi Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;A. Zat Radioaktif dan Radioaktivitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada awal tahun 1900-an ada penemuan tentang fenomena yang terjadi pada beberapa unsur yang ada di alam. Unsur - Unsur tersebut secara spontan mengalami perubahan struktur inti atomnya menuju ke keadaan yang lebih stabil. Peristiwa tersebut selanjutnya dikenal dengan istilah peluruhan radioaktif. Fenomena di atas dikenal dengan nama radioaktivitas, sedangkan zat yang mengalami peluruhan disebut zat radioaktif atau radionuklida. Proses peluruhan radioaktif ini menghasilkan pancaran (paparan) energi dalam bentuk radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOugyRhW8Ws_XmKp9F79pcfMDZFmnoWxtGX-wAInmOV2wYRd7bvLRRES3gsuhSnt0c6NsiWoZGpAEBK_XPtSoD3gBPVhpdD3ibLrkawl0XWBOCxQfFfUkfr9YBNrU-fM4dR-mq8baRtft/s1600/nuclear-4168906_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Radioaktif dan Radiasi Nuklir&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1066&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOugyRhW8Ws_XmKp9F79pcfMDZFmnoWxtGX-wAInmOV2wYRd7bvLRRES3gsuhSnt0c6NsiWoZGpAEBK_XPtSoD3gBPVhpdD3ibLrkawl0XWBOCxQfFfUkfr9YBNrU-fM4dR-mq8baRtft/s640/nuclear-4168906_1920.jpg&quot; title=&quot;Radioaktif dan Radiasi Nuklir&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Radioaktif dan Radiasi Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;B. Radiasi Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Radiasi nuklir selalu diidentikkan dengan radiasi pengion yang merupakan hasil peluruhan radioaktif. Seperti diketahui, unsur yang ada di alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu unsur stabil dan unsur tidak stabil. Baik unsur stabil maupun unsur tidak stabil sama - sama tersusun dari kumpulan atom - atom. Sementara itu, atom tersusun dari inti atom yang dikelilingi elektron - elektron, dimana inti atom sendiri merupakan gabungan antara proton dan neutron. Pada unsur yang stabil, susunan inti atomnya sudah stabil sehingga tidak ada perpindahan ataupun pergerakan proton atau neutron dari dalam inti atom. Contoh dari unsur stabil adalah besi (Fe) dan aluminium (Al).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkun unsur yang tidak stabil memiliki komposisi dan struktur inti atom yang tidak stabil, sehingga cenderung ingin melepaskan &quot;sesuatu&quot; dari inti atom. Proses pelepasan &quot;sesuatu&quot; dari dalam inti atom yang tidak stabil ini terjadi secara spontan dan berlangsung terus - menerus. Seperti dijelaskan sebelumnya, proses ini dikenal dengan istilah peluruhan radioaktif dan zat yang mengalami peristiwa ini disebut zat radioaktif atau radionuklida. &quot;Sesuatu&quot; ini dikenal dengan istilah radiasi dan karena merupakan proses yang terjadi di dalam inti atom (&lt;i&gt;nucleus&lt;/i&gt;) maka &quot;sesuatu&quot; yang di pancarkan tersebut juga dikenal dengan istilah radiasi nuklir. Fenomena ini pertama kali dikenal pada awal tahun 1900-an. Contoh zat radioaktif antara lain Ir-192, Cs-137, dan Co-60.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam perkembangannya, selain zat radioaktif tersebut juga ditemukan beberapa zat radioaktif yang memiliki sifat dapat dibelah. Zat tersebut dapat melangsungkan reaksi berantai secara cepat ketika tertumbuk neutron. Reaksi ini menghasilkan neutron baru dan berbagai jenis radiasi seperti radiasi sinar gamma, radiasi partikel alpha, radiasi partikel beta, radiasi neutron, proton, serta energi panas yang besar. Reaksi ini disebut reaksi nuklir dan radiasi yang menghasilkan lebih dikenal sebagai radiasi nuklir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeNPZq9FngvNJxrRjLFOSDk-3tQr5LWI_x-BqVVSVrGWrAa0sbIxAhleguXpfvGF2OX0-qiwDAbasfx2GWHdG2AvIgJTKatVEA2SC1EAX_mrpOqXo27KiwLRo6I6sSjBKCa71hAyo2y3Gj/s1600/atom-2222965_1920.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Struktur Atom&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeNPZq9FngvNJxrRjLFOSDk-3tQr5LWI_x-BqVVSVrGWrAa0sbIxAhleguXpfvGF2OX0-qiwDAbasfx2GWHdG2AvIgJTKatVEA2SC1EAX_mrpOqXo27KiwLRo6I6sSjBKCa71hAyo2y3Gj/s400/atom-2222965_1920.png&quot; title=&quot;Struktur Atom&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Struktur Atom&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam perkembangnnya, unsur radioaktif hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai tujuan. Secara garis besar, tujuan pemanfaatan zat radioaktif tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu dalam sektor industri, sektor medik, dan sektor penelitian. Dewasa ini, manusia telah mampu mengubah unsur yang awalnya tidak bersifat radioaktif menjadi unsur baru yang bersifat radioaktif melalui metode atau teknik yang disebut aktivasi. Contoh dari teknik ini adalah aktivasi unsur Co-59 (tidak bersifat radioaktif) menjadi Co-60 (bersifat radioaktif) yang memancarkan jenis radiasi gamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Unsur - unsur radioaktif, baik yang berasal dari reaksi nuklir maupun teknik aktivasi tersebut disebut unsur radioaktif buatan manusia (&lt;i&gt;man made sources&lt;/i&gt;) karena unsur tersebut pada mulanya tidak ada di alam. Radiasi yang berasal dari zat radioaktif ini mampu menimbulkan ionisasi (terlepasnya ikatan elektron atau molekul zat) pada materi atau benda yang terkena radiasi. Oleh karena itu, radiasi jenis ini dikategorikan sebagai jenis radiasi pengion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain bebagai jenis radiasi yang telah disebutkan sebelumnya, juga dikenal radiasi janis lain yaitu radiasi sinar-X. Radiasi jenis ini memang tidak dihasilkan dari reaksi nuklir (inti) ataupun proses aktivasi, melainkan dari mesin pembangkit radiasi. Karena radiasi sinar-X memiliki karakteristik hampir sama dengan karakteristik radiasi sinar gamma, maka radiasi ini dikategorikan sebagai radiasi pengion. Secara umum, radiasi pengion memiliki energi lebih besar dari 12,4 eV sehingga cukup untuk menimbulkan terjadinya ionisasi pada materi yang dilaluinya. Sedangkan, khusus radiasi sinar gamma dan sinar-X merupakan radiasi gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang (λ) kurang dari 10&lt;sup&gt;-8&lt;/sup&gt; cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan, menurut regulasi yang berlaku di Indonesia, seperti tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) No. 33 / 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, definisi Radiasi Pengion yang tergolong kedalam Radiasi adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang mampu mengionisasi media yang dilalui menggunakan energi yang dimilikinya. Sedangkan, definisi Tenaga Nuklir adalah tenaga dalam bentuk apapun yang dibebaskan dalam proses transformasi inti termasuk tenaga yang berasal dari sumber radiasi pengion. Selanjutnya, dalam buku ini penyebutan radiasi mengacu pada radiasi nuklir atau radiasi pengion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Karakteristik &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Cara unsur atau zat radioaktif atau bahan nuklir menyinari (memapari) bagian tubuh manusia dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu ketika zat tersebut berada di luar tubuh manusia (disebut paparan radiasi eksterna) dan ketika zat tersebut masuk ke dalam tubuh manusia (disebut paparan radiasi interna).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hazards radiasi interna terjadi karena zat atau unsur radioaktif masuk ke dalam tubuh manusia dan menyinari bagian dalam tubuh. Karakteristik hazards seperti ini dimiliki oleh zat radioaktif yang berada dalam fase gas, cair, dan bubuk (&lt;i&gt;powder&lt;/i&gt;) dan tidak terbungkus secara permanen dalam kapsul / bungkusan. Zat radioaktif tersebut dikategorikan sebagai Sumber Radioaktif Terbuka (&lt;i&gt;unsealed sources&lt;/i&gt;). Sumber radioaktif kategori ini dalam kondisi penggunaan secara normal sangat mungkin tercecer, menguap, ataupun tertumpah sehingga menyebabkan kontaminasi radioaktif pada permukaan meja kerja, lantai kerja, peralatan kerja, pakaian kerja, permukaan tubuh, ataupun kontaminasi udara di ruang kerja. Kontaminasi zat radioaktif tersebut berpeluang masuk ke dalam tubuh manusia dan menimbulkan paparan radiasi dari dalam tubuh (disebut paparan radiasi interna).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Kontaminasi Radioaktif&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seperti dijelaskan sebelumnya, kontaminasi radioaktif terjadi akibat terlepasnya zat radioaktif (bubuk, cair, dan gas) secara tidak sengaja pada tempat - tempat yang tidak dikehendaki. Secara garis besar kontaminasi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kontaminasi personil dan kontaminasi di lingkungan kerja. Kontaminasi personil sendiri terbagi dua, yaitu kontaminasi di permukaan kulit tubuh dan kontaminasi di dalam tubuh (disebut kontaminasi interna).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kontaminasi radioaktif di lingkungan kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kontaminasi permukaan dan kontaminasi udara. Sedangkan kontaminasi permukaan juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kontaminasi menetap (&lt;i&gt;fixed contamination&lt;/i&gt;) yaitu kontaminasi yang menetap pada suatu permukaan, dan kontaminasi mudah pindah ke permukaan lain (&lt;i&gt;removable contamination&lt;/i&gt;). Terjadinya kontaminasi mudah pindah, baik sebagai kontaminasi permukaan ataupun kontaminasi udara, merupakan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna karena zat radioaktif tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia, melalui berbagai jalur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kontaminasi radioaktif tersebut biasanya terjadi karena adanya penanganan zat radioaktif secara tidak benar atau pada saat terjadinya kecelakaan nuklir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Toksisitas Zat Radioaktif (Radiotoksisitas)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perlu dimengerti bahwa sekali zat radioaktif masuk ke dalam tubuh, maka zat tersebut akan terus - menerus menyinari (mengiradiasi) jaringan dan organ tubuh dimana zat radioaktif tersebut mengendap (terdesposisi). Penyinaran tersebut berlangsung terus - menerus sampai zat radioaktif tersebut habis. Habisnya zat radioaktif dari dalam tubuh disebabkan dua hal, yaitu karena proses peluruhan radioaktif dan karena zat radioaktif tersebut dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses eksresi (urine, feses, dan keringat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Proses penyinaran radiasi pada sel tubuh berpotensi menimbulkan kerusakan pada sel jaringan atau organ yang terkena. Adapun tingkat kerusakan yang diakibatkan berbeda - beda tergantung jenis zat radioaktif (radionuklida) yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan zat radioaktif tersebut menimbulkan kerusakan atau racun pada tubuh yang disebut radiotoksisitas. Tingkat radiotoksisitas unsur radioaktif dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Jenis radiasi yang dipancarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Waktu paro efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Sensitivitas organ / jaringan tubuh yang terkena (radiosensitivitas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;A. Radiotoksisitas Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketika zat radioaktif masuk ke dalam tubuh, zat ini berada pada jarak yang sangat dekat (kontak) dengan jaringan / sel tubuh. Oleh karena itu, kerusakan sel akibat radiasi yang terjadi akan sangat besar apabila zat radioaktif yang masuk memancarkan radiasi partikel alpha. Karena radiasi partikel alpha memiliki jangkauan yang sangat pendek pada jaringan tubuh (dalam orde mikrometer), maka radiasi ini akan melepaskan seluruh energinya pada volume yang sangat kecil, sehingga kerusakan terhadap jaringan yang terkena sangat besar. Contohnya, zat radioaktif yang memiliki hazards radiasi interna sangat tinggi adalah americium-241 dan plutonium-239.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai ilustrasi betapa besar &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna dari zat radioaktif yang memiliki tingkat radiotoksisitas adalah plutonium-239. Unsur atau zat radioaktif plutonium-239 dengan aktivitas 200 Becquerel (Bq) ini ketika berada di luar tubuh manusia (hazards radiasi eksterna), hanya menyebabkan dosis radiasi yang sangat kecil (&lt;i&gt;trivial&lt;/i&gt;) sehingga dapat diabaikan. Akan tetapi, ketika zat tersebut dalam jumlah yang sama masuk ke dalam tubuh (&lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna), maka berpotensi menghasilkan dosis radiasi interna sebesar 100 mSv. Nilai dosis ini sama dengan lima kali Nilai Batas Dosis (NBD) tahunan bagi pekerja radiasi yang direkomendasikan oleh ICRP Publikasi 60.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;B. Radiotoksisitas Sedang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan, unsur radioaktif pemancar radiasi jenis partikel beta juga dipandang memiliki &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi meskipun lebih kecil dibandingkan dengan radiasi pemancar alpha. Karena pada umunya partikel beta memiliki jangkauan yang lebih besar dibanding partikel alpha, maka di dalam tubuh akan melepaskan energinya pada volume yang lebih besar. Sehingga efek yang ditimbulkan di sekitar jaringan atau organ juga lebih kecil. Untuk unsur radioaktif pemancar radiasi gamma memiliki &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi interna yang lebih kecil jika dibandingkan dengan radiasi partikel alpha dan beta. Hal ini karena kemampuannya yang tinggi dalam menembus jaringan tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berikut ini ditampilkan tabel yang berisi perbandingan relatif &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; ketiga jenis radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbNW3iT8V-xGtH6XzMg09tJzTODFk9GHsPUBp6ElMqaWNnXpS10flTu6BTi80108Z8g0gLaFMSm_Ip98dXSnQlggQvFc0ClMS5IZ2_kKS4jHkuI7guKkJntLVTYJzX6owWrGKti_cSgBr3/s1600/Perbandingan+Hazards+Radiasi.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perbandingan Hazards Radiasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;211&quot; data-original-width=&quot;647&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbNW3iT8V-xGtH6XzMg09tJzTODFk9GHsPUBp6ElMqaWNnXpS10flTu6BTi80108Z8g0gLaFMSm_Ip98dXSnQlggQvFc0ClMS5IZ2_kKS4jHkuI7guKkJntLVTYJzX6owWrGKti_cSgBr3/s640/Perbandingan+Hazards+Radiasi.PNG&quot; title=&quot;Perbandingan Hazards Radiasi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perbandingan Hazards Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jalur Paparan &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Interna&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Unsur atau zat radioaktif dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui 3 jalur utama, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Jalur Pernapasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Jalur Pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Penyerapan Melalui Kulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;A. Jalur Pernapasan (Inhalasi)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Zat Radioaktif atau kontaminan radioaktif yang berada di udara lingkungan kerja dapat terhisap masuk ke dalam paru - paru pada saat orang bernapas. Sewaktu kontaminan radioaktif tersebut terhisap dan masuk ke dalam paru - paru, maka sebagian akan terbawa ke aliran darah, sebagian lagi akan terhembus ke luar lagi melalui hidung dan sebagian lagi akan tertelan. Jumlah zat radioaktif yang masuk ke aliran darah tergantung dari bentuk kimia dan ukuran fisika dari kontaminan radioaktif yang masuk serta kondisi fisiologi orang yang mengalami kontaminasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;B. Jalur Pencernaan (Ingestion)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain melalui jalur pernapasan, kontaminan radioaktif juga dapat masuk melalui jalur pencernaan. Jumlah kontaminan yang terserap pada dinding pencernaan sehingga masuk ke cairan tubuh juga tergantung pada sifat kontaminan dan kondisi fisiologi saat orang tersebut menelan kontaminan radioaktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;C. Penyerapan Melalui Kulit (Absorpsi / Luka Kulit)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain melalui jalur pernapasan dan jalur pencernaan, kontaminan radioaktif juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui penyerapan kulit. Kontaminan radioaktif tritium (H-3 isotop unsur hidrogen) memiliki sifat mudah terserap melalui kulit sehingga masuk ke dalam sistem aliran darah dalam tubuh. Selain itu, kontaminan radioaktif juga dapat masuk ke dalam aliran darah secara langsung melalui luka terbuka pada kulit. Masuknya kontaminan radioaktif melalui luka terbuka dapat terjadi ketika seseorang mengalami luka terbuka akibat tertusuk jarum yang terkontaminasi zat radioaktif. Gambar berikut ini mengilustrasikan bagaimana kontaminan radioaktif dapat masuk ke dalam tubuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekkq1V8V0eDqEsB29dCn7k9MsU1_v7gQ1Txz-paq7trjUumMdDSyd629eSzrCaRsppqvt37mdUOu8KnRO5oZihXvKENO7YUVQzy0dRMtCxmla_i7ZBYVh-ShzUoNUaYkpNSdioAJKspJA/s1600/Jalur+masuk+kontaminan.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jalur Masuk Kontaminan Radioaktif&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;364&quot; data-original-width=&quot;717&quot; height=&quot;324&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekkq1V8V0eDqEsB29dCn7k9MsU1_v7gQ1Txz-paq7trjUumMdDSyd629eSzrCaRsppqvt37mdUOu8KnRO5oZihXvKENO7YUVQzy0dRMtCxmla_i7ZBYVh-ShzUoNUaYkpNSdioAJKspJA/s640/Jalur+masuk+kontaminan.PNG&quot; title=&quot;Jalur Masuk Kontaminan Radioaktif&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jalur Masuk Kontaminan Radioaktif&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Efek Radiasi Terhadap Manusia&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketika &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi pengion mengenai tubuh manusia, maka akan menimbulkan ionisasi pada sel tubuh manusia yang sebagian besar tersusun dari molekul air (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O). Ionisasi sel pada tubuh ini dapat mengakibatkan tiga kemungkinan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;a. Sel Mengalami Kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;b. Sel Rusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;c. Sel Berubah (mutan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konsekuensi dari kematian, kerusakan, ataupun perubahan sel ini dapat berupa efek klinis yang dapar teramati secara langsung pada orang yang mengalaminya (misalnya, terjadinya lepuh dan luka bakar pada kulit), terjadinya kelainan genetik yang diwariskan pada keturunan ataupun terjadinya kanker. Secara umum efek tersebut dikelompokkan menjadi 2, yaitu efek deterministik dan efek stokastik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;A. Efek Deterministik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seseorang yang menerima sejumlah dosis radiasi berpotensi mengalami sejumlah efek pada tubuh. Efek tersebut terjadi karena sel tubuh mengalami kematian, kerusakan atau perubahan yang diakibatkan oleh radiasi. Apabila sel tubuh yang mengalami kematian atau kerusakan jumlahnya besar maka akan timbul gejala klinis yang dapat diamati. Efek jenis ini disebut efek deterministik. Efek deterministik pasti akan terjadi apabila jumlah dosis radiasi yang diterima oleh seseorang melebihi Nilai Ambang Batas (&lt;i&gt;treshold value&lt;/i&gt;). Contoh dari efek ini adalah terjadinya katarak pada mata, terjadinya kemandulan pada sel reproduksi, timbulnya &lt;i&gt;blister&lt;/i&gt; (kulit melepuh) pada tubuh, terjadinya luka bakar pada kulit (eritema) atau terjadinya kematian pada seseorang. Efek ini biasanya terjadi karena tubuh menerima dosis radiasi akut, yaitu dosis radiasi dalam jumlah besar dan diterima dalam waktu yang singkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dosis akut sebesar 2500 milisievert pada kulit dapat menyebabkan efek deterministik berupa mengelupasnya kulit, seperti luka bakar. Efek ini terjadi karena sel yang mati berjumlah banyak, sementara proses perbaikan sel (&lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt;) tidak seimbang, sehingga akan memengaruhi sistem tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;B. Efek Stokastik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Efek lain yang bisa diakibatkan oleh radiasi disebut efek stokastik. Efek ini terjadi berdasarkan peluang kejadian (probabilitas). Semakin besar dosis radiasi yang diterima oleh orang - orang dalam suatu populasi, maka kemungkinan terjadinya efek stokastik pada populasi tersebut semakin besar. Ciri khas dari efek ini adalah tidak memiliki ambang batas dosis. Contoh dari efek jenis ini adalah kanker, mutasi genetik pada keturunan, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dari perspektif keilmuan K3, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi ini dapat dikendalikan sehingga probabilitas terjadinya kerusakan sel akibat menerima sejumlah dosis radiasi ini dapat dikendalikan. Demikian pula konsekuensi keparahan yang diakibatkan juga dapat dikurangi dengan membatasi jumlah dosis yang boleh diterima (Nilai Batas Dosis) radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Nilai Ambang Batas Dosis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada kondisi dimana dosis radiasi yang diterima tubuh jumlahnya semakin meningkat, maka akan tercapai suatu titik dimana jumlah sel yang mengalami kematian dapat memengaruhi kinerja organ atau jaringan tubuh. Akibatnya, fungsi organ atau organ mengalami gangguan sehingga timbul gejala klinis yang teramati. Titik dimana dosis radiasi menyebabkan gejala klinis teramati ini disebut Ambang Batas (&lt;i&gt;treshold value&lt;/i&gt;). Keparahan efek&amp;nbsp; jenis ini akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya dosis radiasi yang diterima. Contoh lain efek deterministik dan Nilai Ambang Batas dosisnya ditunjukkan dalam tabel berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNpPatLIC6rj8M6daOzm2zh3Fv6F-DZbpEIzR83Vst3nSCoNu0vh9y5e51mld_3bMBElDPb4ZH7TxLtV8h4qTs1QIonUHjzISUFxkfGFUgnUzjznYNW-8heyJxrM0HqgBbM6_MljkY5AgF/s1600/Nilai+Ambang+Batas+Radiasi+Dosis+Akut.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Nilai Ambang Batas Radiasi Dosis Akut&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;353&quot; data-original-width=&quot;649&quot; height=&quot;348&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNpPatLIC6rj8M6daOzm2zh3Fv6F-DZbpEIzR83Vst3nSCoNu0vh9y5e51mld_3bMBElDPb4ZH7TxLtV8h4qTs1QIonUHjzISUFxkfGFUgnUzjznYNW-8heyJxrM0HqgBbM6_MljkY5AgF/s640/Nilai+Ambang+Batas+Radiasi+Dosis+Akut.PNG&quot; title=&quot;Nilai Ambang Batas Radiasi Dosis Akut&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nilai Ambang Batas Radiasi Dosis Akut*&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nilai Batas Dosis (NBD) Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melalui publikasi No.60 tahun 1990, Komisi Internasional Untuk Proteksi Radiasi (&lt;i&gt;International Commission on Radiological Protection-ICRP&lt;/i&gt;) merekomendasikan agar semua paparan radiasi yang besarnya melebihi radiasi dasar (alam) harus diusahakan serendah mungkin dan sejauh memungkinkan. Sedangkan, batasan dosis radiasi yang boleh diterima sesorang dikenal dengan Nilai Batas Dosis (NBD). Nilai ini dibedakan untuk individu sebagai pekerja radiasi dan individu sebagai anggota masyarakat (publik). Adapun NBD untuk pekerja radiasi adalah 100 mSv rata - rata dalam 5 tahun (20 mSv / tahun) dengan persyaratan setiap tahunnya tidak ada nilai dosis yang melebihi 50 mSv.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan NBD untuk anggota masyarakat umum adalah 1 mSv per tahun. Beberapa Nilai Batas Dosis lainnya diberikan dalam tabel berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin_yq1-z4sO9gcOIEpahLWgixhze32a-hC5c4UT1Cz7idQOpFxlG6WNivs5gnR3DrUoILMFFkwMKVSIexNtxchDBqWapzI2VI9KpAg_4qI5Sycq4-D0_cXsf0-d26suk5GK8zr8UMLEO1-/s1600/NBD+Rekomendasi+ICRP+Publikasi+60+Tahun+1990.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;NBD Rekomendasi ICRP Publikasi 60 Tahun 1990&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;362&quot; data-original-width=&quot;649&quot; height=&quot;356&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin_yq1-z4sO9gcOIEpahLWgixhze32a-hC5c4UT1Cz7idQOpFxlG6WNivs5gnR3DrUoILMFFkwMKVSIexNtxchDBqWapzI2VI9KpAg_4qI5Sycq4-D0_cXsf0-d26suk5GK8zr8UMLEO1-/s640/NBD+Rekomendasi+ICRP+Publikasi+60+Tahun+1990.PNG&quot; title=&quot;NBD Rekomendasi ICRP Publikasi 60 Tahun 1990&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;NBD Rekomendasi ICRP Publikasi 60 Tahun 1990&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Saai ini nilai batas dosis (NBD) tersebut di atas telah diadopsi dalam regulasi yang berlaku di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Hazards Radiasi Interna. Semoga Bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/kebutuhan-k3-radiasi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kebutuhan K3 Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1081268784085236304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1081268784085236304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/hazards-radiasi-interna.html' title='Hazards Radiasi Interna'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOugyRhW8Ws_XmKp9F79pcfMDZFmnoWxtGX-wAInmOV2wYRd7bvLRRES3gsuhSnt0c6NsiWoZGpAEBK_XPtSoD3gBPVhpdD3ibLrkawl0XWBOCxQfFfUkfr9YBNrU-fM4dR-mq8baRtft/s72-c/nuclear-4168906_1920.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-3244537659317566032</id><published>2019-06-11T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-06-11T07:00:27.078+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Kebutuhan K3 Radiasi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;
Hazards&lt;/i&gt; dan Risiko di Tempat Kerja&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang dirilis tahun 2001 mencatat jutaan pekerja telah mengalami kecelakaan atau menderita penyakit atau bahkan meninggal setiap tahunnya. Kecelakaan, penyakit, atau hilangnya nyawa tersebut disebabkan oleh &quot;sesuatu&quot; di tempat kerja. &quot;Sesuatu&quot; itu dapat berupa benda, zat, energi, sumber ataupun situasi. Dalam ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau &lt;i&gt;Occupational Safety and Health&lt;/i&gt;, &quot;sesuatu&quot; itu disebut &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt;. Jadi, secara sederhana, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; dapat didefinisikan sebagai apapun di tempat kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya atau kerugian atau kerusakan, baik terhadap manusia, harta benda ataupun lingkungan. Potensi merugikan yang diakibatkan oleh &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; di tempat kerja memiliki tingkat kemungkinan (probabilitas) kejadian tertentu dan konsekuensi. Kombinasi antara kedua hal tersebut dalam ilmu K3 dikenal dengan istilah risiko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimVIAmvHqf5TuA6IroFLW3-trSDa5Bnvwvdy50y4Zes3iJrdvAUUpzmd7TP1TLTridyRxszsiKj-mRYqitTmrIFMQYRFNpk2IuAkPUq37zNfHndK1glJpFvGHHDBnMMxUerquDWZQZZjQ7/s1600/gas-4184871_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kebutuhan K3 Radiasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1036&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;412&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimVIAmvHqf5TuA6IroFLW3-trSDa5Bnvwvdy50y4Zes3iJrdvAUUpzmd7TP1TLTridyRxszsiKj-mRYqitTmrIFMQYRFNpk2IuAkPUq37zNfHndK1glJpFvGHHDBnMMxUerquDWZQZZjQ7/s640/gas-4184871_1920.jpg&quot; title=&quot;Kebutuhan K3 Radiasi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kebutuhan K3 Radiasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai contoh, di laboratorium radiokimia nuklir di Pusdiklat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta tersedia berbagai bahan kimia dan zat radioaktif dalam fasa cair untuk keperluan proses praktikum dalam Pelatihan Proteksi Radiasi. Dari sudut pandang keilmuan K3, laboratorium ini menyimpan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; berupa bahan kimia dan cairan zat radioaktif. Bahan kimia seperti asam sulfat (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) dapat menguap dan berpotensi terhirup masuk ke dalam tubuh. Konsekuensi dari masuknya bahan kimia ke dalam tubuh dapat merugikan kesehatan tubuh. Potensi lain akibat bekerja menggunakan bahan kimia di laboratorium ini adalah terjadinya kecelakaan berupa tumpahan yang dapat memicu timbulnya kebakaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Demikian pula ketika bekerja menggunakan cairan zat radioaktif, ada kemungkinan zat ini masuk ke dalam tubuh melalui jalur pernapasan karena terjadinya penguapan zat tersebut. Kemungkinan lainnya adalah terjadinya perpindahan zat radioaktif akibat percikan sehingga menempel pada kulit tubuh. Peristiwa masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh atapun menempelnya zat tersebut pada kulit tubuh manusia disebut kontaminasi zat radioaktif dan sebagai akibatnya tubuh menerima sejumlah radiasi nuklir, sel tubuh berisiko mengalami kematian ataupun perubahan sel tubuh. Kematian dan perubahan sel tubuh tersebut mengakibatkan sejumlah efek biologi, baik pada tingkatan jaringan, organ ataupun yang lainnya. Sejumlah efek biologi pada tubuh manusia sebagai akibat penerimaan sejumlah radiasi nuklir tersebut disebut risiko radiasi nuklir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dalam ilmu &lt;i&gt;Occupational Safety and Health&lt;/i&gt;, risiko radiasi nuklir dapat dikendalikan (diminimalkan atau dicegah) dengan menerapkan enam (6) prinsip seperti yang direkomendasikan dalam hierarki pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang akan dijelaskan dalam bagian selanjutnya. Berdasarkan rekomendasi tersebut, akan diuraikan bagaimana mengendalikan risiko radiasi nuklir yang diakibatkan oleh &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radioaktif interna sampai batasan yang dapat diterima (&lt;i&gt;acceptable risk&lt;/i&gt;). Hal tersebut penting dilakukan mengingat berbagai konsekuensi ketika salah dalam mengidentifikasi, memakai, maupun mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;
Konsekuensi Salah Kelola &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Seperti disampaikan sebelumnya, ketidaktepatan dalam mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; di tempat kerja dapat menimbulkan kejadian atau kecelakaan kerja dengan konsekuensi yang merugikan. Laporan &lt;i&gt;International Labour Organization&lt;/i&gt; (ILO) yang dirilis tahun 2001 mencatat telah terjadi lebih dari 250 juta kecelakaan kerja dan 160 juta penyakit akibat kerja setiap tahun di seluruh penjuru dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,2 juta mengalami kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai gambaran, berikut ini disajikan beberapa kecelakaan berskala besar yang telah menyita perhatian dunia, baik yang terjadi pada sektor industri, medik ataupun industri nuklir. Di sektor industri, kecelakaan terjadi pada industri kimia pada pabrik pestisida di Bhopal, India pada Desember 1984, kecelakaan sumber radioaktif Ir-192 untuk tujuan Radiografi Industri di Yanango, Peru pada Februari tahun 1999. Sedangkan kecelakaan dalam sektor medik yang terkait penggunaan sumber radioaktif antara lain kecelakaan sumber radioaktif Cs-137 untuk tujuan radioterapi di Goiano, Brazil pada September 1987, kecelakaan sumber radioaktif untuk tujuan radioterapi di Costa Rica pada September 1996, kecelakaan sumber radioaktif Co-60 untuk tujuan radioterapi di Samut Prakarn, Thailand pada Februari 2000. Kecelakaan lain adalah kecelakaan terkait instalasi nuklir, seperti kecelakaan reaktor nuklir Chernobyl, Ukraina (Bekas Negara Uni Soviet) pada April 1986, kecelakaan reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang yang terjadi pada Maret 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Konsekuensi dari kecelakaan - kecelakaan tersebut di atas telah menimbulkan kerugian dalam bentuk hilangnya nyawa, kerusakan properti dan lingkungan, serta kerugian secara ekonomi, antara lain dalam wujud kompensasi yang harus dibayar oleh perusahaan, kehilangan dari bekerja, terganggunya proses produksi, &lt;i&gt;training&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;retraining&lt;/i&gt; SDM, biaya perawatan medik, dan lain - lain. Adapun estimasi kerugian akibat semua kecelakaan dan penyakit tersebut dari data yang dicatat ILO mencapai angka 4% dari &lt;i&gt;Gross National Product&lt;/i&gt; (GNP).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kondisi - kondisi diatas mengisyaratkan perlunya untuk mengidentifikasi, mengomunikasikan , dan mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; di tempat kerja secara memadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;
Hak Pekerja atas Informasi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Seperti dinyatakan dalam konferensi perburuhan internasioanl tahun 1984, proteksi terhadap kehidupan dan kesehatan di tempat kerja merupakan hak mendasar (fundamental) bagi pekerja. Selain itu, setiap pekerja juga memiliki tugas untuk peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan juga rekan sekerja yang mungkin terpengaruh atas tindakan yang dilakukan atau kesalahan yang diperbuat. Kondisi ini berimplikasi terhadap adanya &lt;i&gt;hak untuk tahu&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;hak untuk menghentikan&lt;/i&gt; pekerjaan yang membahayakan kesehatan dan keselamatan. Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, maka para pekerja perlu memahami potensi bahaya dan risiko yang ada di lingkungan kerja, tempat dimana mereka bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebagai tindak lanjut dari informasi mengenai &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang ada di tempat kerja, para pekerja perlu diberi pelatihan yang sesuai dengan jenis, ukuran, dan karakteristik &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang ada. Pelatihan ini sangat diperlukan supaya mereka mampu melaksanakan pekerjaannya secara aman dan selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAU26aEXeTo2k2ZiW2T82IM2oah627_DCBwF1sjjPzBbPj999fmw5uK20WaIeR0pV75kzPpQwdp796M0Tj7eiM9Gw7y0XIjmzxL00NR0RMpxqjl-rdnrVBtDzK5wQLCIJgxHSKC_GY5C9h/s1600/warnings-28709_1280.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Informasi Hazards&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;1196&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAU26aEXeTo2k2ZiW2T82IM2oah627_DCBwF1sjjPzBbPj999fmw5uK20WaIeR0pV75kzPpQwdp796M0Tj7eiM9Gw7y0XIjmzxL00NR0RMpxqjl-rdnrVBtDzK5wQLCIJgxHSKC_GY5C9h/s640/warnings-28709_1280.png&quot; title=&quot;Informasi Hazards&quot; width=&quot;595&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Informasi &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;
Arti Penting K3 dalam Mengelola &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tingginya angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, dengan konsekuensi yang ditanggung oleh masyarakat, komunitas, pelaku bisnis, dan pekerja serta keluarganya, secara &lt;i&gt;social cost&lt;/i&gt; tidak lagi dapat diterima (&lt;i&gt;unacceptable&lt;/i&gt;). Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya dan pendekatan untuk mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang masih tinggi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kondisi di atas mendorong lahirnya disiplin ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau &lt;i&gt;Occupational Safety and Health&lt;/i&gt;. Ilmu K3 merupakan sebuah keilmuan multi atau lintas disiplin yang menelaah tentang keselamatan (&lt;i&gt;safety&lt;/i&gt;), kesehatan, dan kesejahteraan manusia yang melakukan pekerjaan. Tujuan utama keilmuan ini adalah mengembangkan program K3 untuk menciptakan suatu lingkungan kerja yang aman, selamat, dan nyaman. Efek berantai dari tercapainya tujuan program ini adalah terlindunginya rekan sekerja (&lt;i&gt;co-workers&lt;/i&gt;), anggota keluarga, properti dan investasi pengusaha, pelanggan (&lt;i&gt;customers&lt;/i&gt;), penyedia (&lt;i&gt;suppliers&lt;/i&gt;), dan komunitas yang tinggal berdekatan dengan fasilitas / pabrik serta anggota masyarakat yang terpengaruh dengan lingkungan tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Keilmuan K3 melibatkan interaksi berbagai area keilmuan, seperti kedokteran kerja (&lt;i&gt;occupational medicine&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;industrial hygiene&lt;/i&gt;, kesehatan masyarakat (&lt;i&gt;public health&lt;/i&gt;), rekayasa keselamatan (&lt;i&gt;safety engineering&lt;/i&gt;), kimia dan fisika kesehatan. Kesuksesan pelaksanaan program K3 sangat tergantung kolaborasi, &lt;i&gt;good will&lt;/i&gt;, dan cara pandang dari pemerintah, pelaku bisnis, manajemen, pekerja, praktisi K3, organisasi profesi, serta mereka yang menaruh perhatian masalah K3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;
Prinsip Dasar K3 dalam Mengelola &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Desain standar perburuhan internasioanl yang direkomendasikan &lt;i&gt;International Labour Organization&lt;/i&gt; (ILO) memiliki tujuan utama agar setiap pekerjaan berlangsung dalam lingkungan yang aman dan sehat. Tujuan dicapai dengan menerapkan 10 prinsip dasar K3 sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;1. Semua pekerja memiliki hak (&lt;i&gt;all workers have rights&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Seperti dinyatakan dalam konferensi perburuhan internasional tahun 1984, semua pekerja memiliki hak, bahwa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;a. Pekerjaan harus berlangsung di lingkungan kerja yang aman dan sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;b. Kondisi kerja harus sesuai dengan martabat kemanusiaan dan kesejahteraan para pekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;c. Pekerjaan harus memberikan peluang pencapaian prestasi pribadi, pemenuhan diri dan layanan terhadap masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;2. Penetapan kebijakan K3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Implementasi kebijakan K3 terletak pada level pemerintah dan pelaku bisnis. Dalam hal ini menajemen harus menetapkan kebijakan K3-nya dalam mengelola &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; yang ada dalam menjalankan bisnisnya. Supaya dapat terimplementasi secara baik, kebijakan K3 tersebut harus dikomunikasikan ke semua pihak yang terkait.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;3. Adanya kebutuhan konsultasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip ini mengatakan bahwa konsultasi merupakan suatu kebutuhan. Konsultasi antara partner sosial (para pekerja dan pengusaha) dengan para pemangku kepentingan merupakan kebutuhan. Konsultasi ini harus dilakukan selama penyusunan, pelaksanaan dan review kebijakan program K3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;4. Pencegahan dan proteksi harus menjadi tujuan dari kebijakan dan program K3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Usaha - usaha nyata harus difokuskan pada pencegahan pada tataran lingkungan (tempat) kerja. Tempat kerja dan lingkungan kerja harus direncanakan dan didesain aman dan sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;5. Informasi merupakan hal yang vital dalam pengembangan dan penerapan kebijakan dan program yang efektif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Pengumpulan informasi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; secara akurat dan desiminasinya, pemantauan lingkungan kerja, pemantauan kepatuhan terhadap kebijakan dan &lt;i&gt;good paractice&lt;/i&gt;, dan aktivitas terkait lainnya merupakan hal penting dalam penetapan dan pelaksanaan kebijakan program K3 secara efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;6. Promosi kesehatan merupakan hal penting dalam pelaksanaan K3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip ini mengatakan, bahwa usaha - usaha harus senantiasa terus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial para pekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;7. Layanan kesehatan kerja untuk semua pekerja harus tersedia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Idealnya, semua pekerja dalam semua kategori ekonomi harus memiliki akses pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk melindungi dan mempromosikan kesehatan pekerja dan memperbaiki kondisi bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;8. Layanan kompensasi, rehabilitasi, dan kuratif harus tersedia bagi pekerja yang mengalami kecelakaan akibat kerja, penyakit akibat kerja, atau gangguan akibat kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tindakan - tindakan harus diambil untuk meminimalkan konsekuensi &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;9. Pendidikan dan pelatihan merupakan komponen vital lingkungan kerja yang aman dan sehat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Prinsip ini memiliki makna bahwa pekerja, pengusaha dan pemerintah memiliki tanggung jawab, kewajiban, dan tugas tertentu. Misalnya, para pekerja harus mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan, pengusaha harus menyediakan lingkungan kerja yang aman dan menyediakan akses terhadap pelayanan pertolongan pertama (&lt;i&gt;first aid&lt;/i&gt;) dan pemerintah harus memikirkan, mengomunikasikan, me-review, dan mengupdate kebijakan K3 secara periodik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;10. Kebijakan harus ditegakkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Harus dikembangkan sistem inspeksi untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi K3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;
Hazards Radiasi Nuklir dalam Perspektif K3&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dari perspektif keilmuan K3, jenis &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; di lingkungan kerja dapat dikelompokkan menjadi 5, dimana radiasi merupakan kelompok jenis &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; fisika. Secara keseluruhan, kelima kelompok &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;1. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Kimia (&lt;i&gt;Chemical Hazards&lt;/i&gt;); termasuk dalam kategori ini adalah &lt;i&gt;explosiveness&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;flammability&lt;/i&gt;, toksisitas / keracunan, korosif, oksidasi, &lt;i&gt;carcinogenicity&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1IaR36FD2wgT8PzCa1mvCtSK1Z-GJStblm-6ZVEhPE8xmic2G3xpPwcFinCtxF0jrDLR73ny9NmGzwlWl8EcicHjd0rJmnu123T3Z0JZ1tKql9wdGXd7yRjLwcQPd6372xR9-L-D8QKwL/s1600/poison-1481596_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hazards Kimia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;900&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1IaR36FD2wgT8PzCa1mvCtSK1Z-GJStblm-6ZVEhPE8xmic2G3xpPwcFinCtxF0jrDLR73ny9NmGzwlWl8EcicHjd0rJmnu123T3Z0JZ1tKql9wdGXd7yRjLwcQPd6372xR9-L-D8QKwL/s640/poison-1481596_1920.jpg&quot; title=&quot;Hazards Kimia&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Kimia&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;2. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Biologi (&lt;i&gt;Biological Hazards&lt;/i&gt;); termasuk kategori ini adalah virus, bakteri, fungsi (jamur), organisme lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil5Kh98B6CVIKeccr_YnnHCqg5uQzukDtxY2f0LQj1GJphuPmBTqcCJx_9mzUivmJDAEABiKiC62YlHL6GxVRkkj8KXVMTCELNAZUn7FawakbjWgFEcgUWSJaQRhOtpy_Q0SE-p40iR32d/s1600/Biohazards.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hazards Biologi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;667&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil5Kh98B6CVIKeccr_YnnHCqg5uQzukDtxY2f0LQj1GJphuPmBTqcCJx_9mzUivmJDAEABiKiC62YlHL6GxVRkkj8KXVMTCELNAZUn7FawakbjWgFEcgUWSJaQRhOtpy_Q0SE-p40iR32d/s640/Biohazards.png&quot; title=&quot;Hazards Biologi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Biologi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;3. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Psiko-sosial (&lt;i&gt;Psycho-social Hazards&lt;/i&gt;); seperti &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; stress, kekerasan di tempat kerja, jam kerja yang terlalu lama (&lt;i&gt;long working hours&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;lack of control in decision making&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSbx_dVhUoTbTsORy2jNUnAXM72hRCnZEIgik9WlxSiI7SAXnuIJjdjIIXClM02nPM10hRosn5QEqZnhqUT8HuNU6SOZrfDOpbJCYV0Pss_QMcNaakJSsS-cM1xGVbTFsMseJNGmDgj6-s/s1600/hurry-2119711_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hazards Psiko-sosial&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1065&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSbx_dVhUoTbTsORy2jNUnAXM72hRCnZEIgik9WlxSiI7SAXnuIJjdjIIXClM02nPM10hRosn5QEqZnhqUT8HuNU6SOZrfDOpbJCYV0Pss_QMcNaakJSsS-cM1xGVbTFsMseJNGmDgj6-s/s640/hurry-2119711_1920.jpg&quot; title=&quot;Hazards Psiko-sosial&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Psiko-sosial&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;4. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Ergonomik (&lt;i&gt;Ergonomic Hazards&lt;/i&gt;); termasuk kategori ini adalah &lt;i&gt;manual handling&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Repetitive movement&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Workplace layout&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;task design&lt;/i&gt;. Misalnya ketidaktepatan desain kursi tempat duduk, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1ZBzq0wuWLf_PFpjHls-DgNbQXnehgUxKO8O66b9LcMhZM2TgnLAz6kFFKQn4v5H58D6W86rdZJRd2O7gt-bevc0NLtiE-jGjFM94IbEgGxRgKAwMo3oFS-zS_Ci4cEeZeaTV2fj1rJ5f/s1600/ergonomik.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hazards Ergonomik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;667&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1ZBzq0wuWLf_PFpjHls-DgNbQXnehgUxKO8O66b9LcMhZM2TgnLAz6kFFKQn4v5H58D6W86rdZJRd2O7gt-bevc0NLtiE-jGjFM94IbEgGxRgKAwMo3oFS-zS_Ci4cEeZeaTV2fj1rJ5f/s640/ergonomik.png&quot; title=&quot;Hazards Ergonomik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Ergonomik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;5. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Fisika (&lt;i&gt;Physical Hazards&lt;/i&gt;); contohnya kebisingan (noise), temperature rendah (&lt;i&gt;cold&lt;/i&gt;), panas (&lt;i&gt;heat&lt;/i&gt;), vibrasi, tekanan, ledakan, elektrik, dan radiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxuA-KtXtGO1DSwkiGrNRlZSMjn8dfWDywXX9zwczx2pt9S227HtXESmFqCJZoH1tmI3vBXhNB57zjZAjC0BOiqqUPpmJ8G1pXxhYroJvtk8CNgDSxirIM-rXqlpA_NnZ_zSiryyhChaoD/s1600/nuclear-2082637_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hazards Radiasi Nuklir&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxuA-KtXtGO1DSwkiGrNRlZSMjn8dfWDywXX9zwczx2pt9S227HtXESmFqCJZoH1tmI3vBXhNB57zjZAjC0BOiqqUPpmJ8G1pXxhYroJvtk8CNgDSxirIM-rXqlpA_NnZ_zSiryyhChaoD/s640/nuclear-2082637_1280.jpg&quot; title=&quot;Hazards Radiasi Nuklir&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; Radiasi Nuklir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; radiasi sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi non-pengion dan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi pengion (nuklir). Termasuk dalam hazards radiasi non-pengion antara lain: radiasi dari sinar atau cahaya bohlam lampu, radiasi ultraviolet, radiasi inframerah, radiasi gelombang mikro, dan radiasi gelombang radio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sedangkan, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi pengion atau radiasi nuklir antara lain radiasi sinar gamma, radiasi sinar-X, radiasi partikel alpha, radiasi partikel beta, radiasi neutron, dan lain - lain. &lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; radiasi sinar gamma dan sinar-X berupa gelombang elektromagnetik, sedangkan &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi alpha, beta, dan neutron berupa partikel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Hazards&lt;/i&gt; radiasi pengion yang berupa partikel memiliki kemampuan menimbulkan ionisasi pada materi yang dilaluinya. Sedangkan, pada radiasi sinar-X dan sinar gamma, &lt;i&gt;hazards &lt;/i&gt;radiasi berupa kemampuan radiasi jenis tersebut dalam menembus berbagai benda padat (plat besi) hingga beberapa ketebalan. Radiasi ini memiliki panjang gelombang lebih kecil dari 10&lt;sup&gt;-8&lt;/sup&gt; cm sehingga energi yang dimilikinya sangat besar. Ionisasi radiasi pada sel tubuh mengakibatkan 3 kemungkinan, yaitu sel mengalami kematian, sel rusak, ataupun sel berubah (mutan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dari perspektif keilmuan K3, &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; radiasi tersebut di atas dapat dikendalikan melalui pembatasan penerimaan dosis radiasi untuk memperkecil probabilitas terjadinya kerusakan sel dan mengurangi konsekuensi keparahannya. Adapun disiplin ilmu yang menelaah teknik atau metode pengendalian &lt;i&gt;hazards&lt;/i&gt; dalam penggunaan radiasi pengion adalah fisika kesehatan, fisika radiasi, dan biologi radiasi. Disiplin ilmu ini dapat dipandang sebagai bagian dari keilmuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau &lt;i&gt;Occupational Safety and Health&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Secara prinsip, ahli Fisika Kesehatan adalah mereka yang bekerja pada fasilitas dimana zat radioaktif atau radiasi pengion digunakan atau diproduksi. Fasilitas tersebut antara lain institusi medik (rumah sakit dan kilinik), laboratorium, PLTN, Badan Pengawas Ketenaganukliran, pabrik - pabrik yang menggunakan sumber radioaktif, dan lain - lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Adapun beberapa subkeahlian dari Fisika Kesehatan, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;1. Instrumentasi nuklir dan sistem pengukurannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;2. Dosimetri radiasi interna dan eksterna.&lt;br /&gt;3. Manajemen limbah radioaktif.&lt;br /&gt;4. Kontaminasi radioaktif.&lt;br /&gt;5. Rekayasa radiologi (&lt;i&gt;shielding&lt;/i&gt;, dan lain-lain).&lt;br /&gt;6. Proteksi radiasi.&lt;br /&gt;7. Fisika partikel akselerator.&lt;br /&gt;8. Tanggap darurat radiologi.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Keilmuan bidang fisika medik serupa dengan bidang fisika kesehatan dimana para ahlinya mengandalkan keilmuan fundamental yang sama, yaitu fisika radiasi, biologi, dan lain - lain. Akan tetapi, Ahli fisika kesehatan fokus pada evaluasi dan proteksi terhadap kesehatan manusia dari pengaruh radiasi, sedangkan ahli fisika medik menggunakan radiasi dan teknologi berbasis fisika untuk melakukan diagnosis dan pengobatan (&lt;i&gt;treatment&lt;/i&gt;) penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Kebutuhan K3 Radiasi. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/3244537659317566032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/3244537659317566032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/06/kebutuhan-k3-radiasi.html' title='Kebutuhan K3 Radiasi'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimVIAmvHqf5TuA6IroFLW3-trSDa5Bnvwvdy50y4Zes3iJrdvAUUpzmd7TP1TLTridyRxszsiKj-mRYqitTmrIFMQYRFNpk2IuAkPUq37zNfHndK1glJpFvGHHDBnMMxUerquDWZQZZjQ7/s72-c/gas-4184871_1920.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-215193897165205324</id><published>2019-01-20T20:20:00.000+07:00</published><updated>2019-01-20T20:20:14.706+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik dan lingkungan abiotik menyediakan berbagai sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Besarnya manfaat lingkungan hidup bagi manusia menyebabkan lingkungan hidup harus dijaga kelestariannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimE91iVkHgBkKS3jODbfIq5qsHXPzmZvz_EWGjOq4WdFqfNNnDnQ7JK-EDxq0wM36DP8dW4gwZ88HQDQZ6BJ7RD0Uo1uTTynWrLBdAFSM_Dc26IJs9TQ29qBWg4BFC9dQbSTmRp_eEFNaB/s1600/Usaha+Pelestarian+Lingkungan+Hidup.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;640&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimE91iVkHgBkKS3jODbfIq5qsHXPzmZvz_EWGjOq4WdFqfNNnDnQ7JK-EDxq0wM36DP8dW4gwZ88HQDQZ6BJ7RD0Uo1uTTynWrLBdAFSM_Dc26IJs9TQ29qBWg4BFC9dQbSTmRp_eEFNaB/s640/Usaha+Pelestarian+Lingkungan+Hidup.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;A. Pelestarian Air&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan pada suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Padahal air memiliki banyak manfaat bagi manusia antara lain untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, dan berpotensi sebagai objek wisata. Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan air yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam, dan kawasan pelestarian alam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengendalian pemanfaatan sumber air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;B. Pelestarian Udara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meningkatnya kegiatan industri dan penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil oleh manusia turut menyumbang peningkatan polusi udara. Padahal, udara merupakan unsur penting bagi sistem kehidupan makhluk hidup di Bumi. Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan udara yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menggiatkan gerakan penanaman pohon atau tanaman hias disekitar lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Efisiensi bahan industri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mengurangi pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;C. Pelestarian Tanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tanah memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup di Bumi. Bagi manusia, tanah dapat bermanfaat sebagai aset dan media bercocok tanam. Bagi lingkungan, tanah bermanfaat untuk menyerap dan melindungi tata air, menekan erosi, serta menjaga kesuburan lingkungan. Kelestarian tanah wajib dijaga supaya dapat bertahan lama. Pelestarian tanah dapat dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melakukan reboisasi pada lahan gundul atau lahan kritis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meminimalisasi penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Membangun sengkedan pada lahan miring.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;D. Pelestarian Hutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hutan memiliki nilai penting bagi kehidupan. Misalnya secara ekologis hutan berfungsi sebagai sumber biodiversitas dan membantu konservasi lingkungan hidup dalam berbagai bentuk. Bagi manusia, hutan diolah agar dapat menyediakan beragam komoditas yang memiliki keuntungan ekonomis. Pelestarian hutan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa cara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menerapkan sistem tebang, pilih, dan tanam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melakukan penghijauan kembali pada hutan yang gundul.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memberikan sanksi kepada para penebang liar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;E. Pelestarian Laut dan Pantai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Laut dan pantai bermanfaat dalam menyediakan sumber protein hewani bagi manusia serta menjadi habitat bagi biota laut seperti rumput laut, teripang, dan beragam ikan di laut. Aktivitas manusia seperti pengambilan pasir pantai dapat mengancam kelestarian laut dan pantai. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan laut dan pantai yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melakukan reklamasi pantai dengan menanam pohon bakau.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melarang pengambilan batu karang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melarang pemakaian bahan kimia maupun bahan peledak dalam mencari ikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.com/2019/01/pemanfaatan-lingkungan-hidup.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pemanfaatan Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/215193897165205324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/215193897165205324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/01/usaha-pelestarian-lingkungan-hidup.html' title='Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup '/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimE91iVkHgBkKS3jODbfIq5qsHXPzmZvz_EWGjOq4WdFqfNNnDnQ7JK-EDxq0wM36DP8dW4gwZ88HQDQZ6BJ7RD0Uo1uTTynWrLBdAFSM_Dc26IJs9TQ29qBWg4BFC9dQbSTmRp_eEFNaB/s72-c/Usaha+Pelestarian+Lingkungan+Hidup.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-1870820024147017462</id><published>2019-01-20T16:30:00.001+07:00</published><updated>2019-01-20T16:30:48.253+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Pemanfaatan Lingkungan Hidup</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lingkungan hidup tersusun atas unsur&amp;nbsp;biotik&amp;nbsp;( manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik ), unsur abiotik (produsen, konsumen, dan dekomposer / pengurai), serta sosial budaya ( nilai, norma, adat istiadat, dan keyakinan dalam perilaku sosial ). Undang - undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia serta perilakunya yang memengaruhi lingkungan itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan , kesejahteraan manusia, dan makhluk hidup lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiivcOIbGQoHeqPRfLkPSOe11eAi7M0eDXUCjvK4f_8TlZEogGPZM7DXEQ7zarslu47dg25uXDFD3sTuC8jFX0KjvZAcPEruzjRRNYzBqh4XR6JMVEP7exwNYLeLJiXb1RQrp2zT1sKxjFv/s1600/Pemanfaatan+Lingkungan+Hidup.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;615&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;409&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiivcOIbGQoHeqPRfLkPSOe11eAi7M0eDXUCjvK4f_8TlZEogGPZM7DXEQ7zarslu47dg25uXDFD3sTuC8jFX0KjvZAcPEruzjRRNYzBqh4XR6JMVEP7exwNYLeLJiXb1RQrp2zT1sKxjFv/s640/Pemanfaatan+Lingkungan+Hidup.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Salah satu bentuk pemanfaatan lingkungan hidup yaitu sebagai lahan pertanian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kualitas lingkungan hidup dapat diartikan sebagai kondisi lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal untuk kelangsungan hidup manusia pada suatu wilayah. Kualitas lingkungan hidup mencakup kualitas lingkungan biofisik, sosial-ekonomi, dan budaya yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, teknologi, dan politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berbagai jenis pemanfaatan lingkungan hidup sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;A. Pemanfaatan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pemanfaatan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia harus dilakukan sesuai dengan daya dukung lingkungan agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang. Tujuan pemanfaatan lahan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memperoleh hasil produksi secara maksimal dari setiap unit lahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memilih tata cara pengelolaan lahan yang menguntungkan secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terciptanya keseimbangan, keselarasan, dan kelestarian antara manusia dengan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mencegah menurunnya potensi lahan potensial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa jenis pemanfaatan lahan oleh manusia sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1) Lahan Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kegiatan pertanian diusahakan pada kawasan perdesaan karena luasnya ketersediaan lahan non terbangun dengan kualitas lahan yang mendukung aktivitas pertanian. Sistem pertanian yang mendukung pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara &lt;i&gt;Monokultur&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Polikultur&lt;/i&gt;. Cara menjaga kesuburan tanah lahan pertanian yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memberi pupuk organik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meminimalisasi penggunaan pupuk buatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Membuat saluran irigasi untuk pengairan sawah yang jauh dari mata air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Membuat sengkedan untuk mencegah erosi tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menjaga tanah dari penggunaan zat kimia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melakukan rotasi tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memelihara cacing tanah dalam tanah untuk membantu menggemburkan tanah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2) Lahan Permukiman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Faktor dominan yang harus diperhatikan dalam penentuan lahan permukiman yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kelas kemiringan lereng.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kekuatan batuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kembang kerut tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kerawanan bencana.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Daya dukung tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Karakteristik tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Permukiman dikawasan lereng masih diperbolehkan asalkan mengikuti arah kontur. Selain itu, dalam pemanfaatan lahan permukiman harus memiliki sarana prasarana jalan dan terjangkaunya sarana transportasi umum ataupun fasilitas umum lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3) Lahan Industri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam upaya mendukung kelancaran kegiatan industri, lahan yang sesuai untuk kegiatan industri harus memenuhi syarat yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tidak mengurangi areal tanah pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tidak berfungsi sebagai pelindung sumber daya alam dan warisan budaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sesuai tata ruang wilayah setempat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tidak berlokasi di daerah pertanian, hutan produksi, dan kawasan lindung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jenis industri yang dikembangkan harus memiliki keterkaitan dengan karakteristik lokasi setempat seperti kemudahan akses ke bahan baku dan pasar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memiliki kajian analisis mengenai dampak lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4) Pemanfaatan Lahan yang terbatas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan. Kebutuhan lahan dapat diupayakan dengan reklamasi melalui penimbunan kembali lahan bekas tambang, pengerukan pantai, dan pengeringan rawa. Lahan terbatas dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan menerapkan budi daya pertanian secara bertingkat (&lt;i&gt;vertikal&lt;/i&gt;), baik &lt;i&gt;indoor&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;outdoor&lt;/i&gt;. Sistem budi daya pertanian secara vertikal&amp;nbsp; merupakan konsep penghijauan yang sesuai untuk daerah perkotaan karena keterbatasan lahan non-pertanian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;B. Pemanfaatan Air Tawar dan Air Laut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketersediaan air laut dan air tawar di wilayah Indonesia melimpah karena sekitar dua pertiga wilayah Indonesia berupa perairan. Air Tawar dan air laut di wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi seperti budi daya ikan air tawar dan ikan air payau, pemanfaatan energi alternatif, dan pengembangan kegiatan pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Pemanfaatan Udara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Udara mengandung banyak gas yang berperan penting demi terjaganya kelangsungan hidup makhluk hidup di Bumi. Makhluk hidup membutuhkan Oksigen (O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) untuk bernapas (&lt;i&gt;respirasi&lt;/i&gt;). Karbon Dioksida (&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) dibutuhkan oleh tumbuhan berklorofil untuk proses fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat. Mengingat pentingnya udara bagi kehidupan, maka udara perlu dijaga kebersihannya dengan beberapa cara yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menempatkan kawasan industri atau pabrik jauh dari permukiman penduduk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mengolah limbah industri terlebih dahulu sebelum dibuang supaya tidak mencemari lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menggiatkan gerakan penghijauan (&lt;i&gt;reboisasi&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melakukan sosialisasi pentingnya lingkungan hidup pada masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekian pembahasan kita kali ini tentang Pemanfaatan Lingkungan Hidup. Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Baca Juga : &lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.com/2017/08/biosfer.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;BIOSFER&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1870820024147017462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1870820024147017462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2019/01/pemanfaatan-lingkungan-hidup.html' title='Pemanfaatan Lingkungan Hidup'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiivcOIbGQoHeqPRfLkPSOe11eAi7M0eDXUCjvK4f_8TlZEogGPZM7DXEQ7zarslu47dg25uXDFD3sTuC8jFX0KjvZAcPEruzjRRNYzBqh4XR6JMVEP7exwNYLeLJiXb1RQrp2zT1sKxjFv/s72-c/Pemanfaatan+Lingkungan+Hidup.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-340685329362040622</id><published>2018-01-07T18:06:00.000+07:00</published><updated>2018-01-07T18:06:26.816+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>BATERAI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Baterai merupakan sebuah benda yang dapat mengubah energi kimia yang dikandungnya menjadi energi listrik. Beberapa perangkat elektronik seperti Senter, Remote Control, Laptop, dan Handphone menggunakan Baterai didalamnya sebagai sumber listrik. Oleh sebab itu, kita tidak perlu lagi menggunakan kabel listrik untuk menghubungkan perangkat elektronik tersebut ke sumber listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Struktur dalam Baterai terdiri dari Katoda (&lt;i&gt;Terminal Positif&lt;/i&gt;) dan Anoda (&lt;i&gt;Terminal Negatif&lt;/i&gt;) serta sebuah Elektrolit yang memiliki fungsi sebagai penghantar. Baterai menghasilkan Output Arus Listrik DC /&amp;nbsp;&lt;i&gt;Direct Current&lt;/i&gt; (searah).&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfbQ9wmiBPwCTlDh4g2MpK3XwMhVaLT4IcEvnNnCymbp3Znwl-5aMyvkedOhiYSzHz1GTsLE8w-CVCkIP3MkjUm7YMAS3f6-idOSmb_bIrZXDr5KtIDI01oaobeOsCI7WdNFMlE5cVTHy/s1600/BATTERY.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Baterai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;709&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfbQ9wmiBPwCTlDh4g2MpK3XwMhVaLT4IcEvnNnCymbp3Znwl-5aMyvkedOhiYSzHz1GTsLE8w-CVCkIP3MkjUm7YMAS3f6-idOSmb_bIrZXDr5KtIDI01oaobeOsCI7WdNFMlE5cVTHy/s320/BATTERY.png&quot; title=&quot;Baterai&quot; width=&quot;314&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Baterai&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;JENIS - JENIS BATERAI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan penggunaannya dalam kehidupan sehari - hari, Baterai dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu Baterai Primer (Sekali Pakai /&amp;nbsp;&lt;i&gt;Single Use&lt;/i&gt;) dan Baterai Sekunder (Isi Ulang /&amp;nbsp;&lt;i&gt;Rechargeable&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1) BATERAI PRIMER (Baterai Sekali Pakai / &lt;i&gt;Single Use&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Primer merupakan jenis baterai yang paling sering kita temui di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau. Baterai jenis ini biasanya mensupply tegangan sebesar 1,5 Volt serta terdiri dari beberapa jenis ukuran yaitu D = Besar, C = Medium, AA = Kecil, AAA = Sangat Kecil. Selain itu, juga terdapat Baterai Primer yang berbentuk seperti kotak yang memiliki supply tegangan sebesar 6 Volt / 9 Volt.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhfYVyvWgEycYPPz2TTA838COVv4Z5AswVunGVEtp8uj8nqAk-tQYO1YzSSDZIiSCMP8pYngoJf9fqgVMjGygsBS9hqqSJbSUkXIWb58eu6IeuEj2EW_59J51ymNSyP73M2Q2SRhrMC9EB/s1600/BATTERY.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Baterai - Baterai Primer (Single Use)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;443&quot; data-original-width=&quot;637&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhfYVyvWgEycYPPz2TTA838COVv4Z5AswVunGVEtp8uj8nqAk-tQYO1YzSSDZIiSCMP8pYngoJf9fqgVMjGygsBS9hqqSJbSUkXIWb58eu6IeuEj2EW_59J51ymNSyP73M2Q2SRhrMC9EB/s400/BATTERY.PNG&quot; title=&quot;Baterai - Baterai Primer (Single Use)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Baterai - Baterai Primer (&lt;i&gt;Single Use&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
Berikut ini penjabaran mengenai jenis - jenis &amp;nbsp;Baterai Primer / &lt;i&gt;Single Use&lt;/i&gt; :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Alkaline&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Alkaline mempunyai daya tahan yang lebih lama sehingga harganya lebih mahal. Elektrolit yang digunakan pada Baterai Alkaline yaitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Potassium hydroxide &lt;/i&gt;yang tergolong kedalam Zat Alkali (Alkaline).&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Oleh karena itu, Baterai ini disebut dengan Baterai Alkaline.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Zinc - Carbon&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Zinc - Carbon merupakan Baterai yang sering kita temui di Pasaran dengan harga yang relatif murah jika dibandiingkan dengan jenis baterai lainnya. Baterai jenis ini dapat disebut juga dengan Baterai &#39;&lt;i&gt;Heavy Duty&lt;/i&gt;&#39;. Baterai Zinc - Carbon terdiri dari dua bagian yaitu Terminal Positif yang terbuat dari bahan Karbon yang berbentuk seperti batang (rod). Sedangkan, pada bagian Terminal Negatif yang terbuat dari bahan Zinc yang berfungsi sebagai pembungkus Baterai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Silver Oxide&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Silver Oxide merupakan Baterai yang mampu menghasilkan Energi yang tinggi tetapi dikemas dalam bentuk fisik yang relatif kecil dan ringan dalam bentuk menyerupai uang koin, sehingga baterai jenis ini disebut juga dengan Baterai Koin (&lt;i&gt;Coin Battery&lt;/i&gt;). Baterai jenis ini terbuat dari bahan Silver (Perak) yang harganya relatif mahal, hal ini dikarenakan tingginya harga Silver (Perak) dunia. Baterai Silver Oxide sering digunakan pada Kalkulator, Jam Tangan, serta aplikasi dibidang militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Lithium&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Lithium merupakan Baterai yang memiliki kinerja sangat baik jika dibandingkan dengan baterai primer lainnya. Baterai jenis ini bisa bekerja pada suhu yang sangat rendah serta dapat disimpan dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun. Baterai Lithium sering digunakan pada Jam Tangan, Mikrokomputer, dan Aplikasi Memory Backup. Baterai Lithium dapat disebut juga dengan Baterai Koin (&lt;i&gt;Coin Battery&lt;/i&gt;), karena biasanya diproduksi dalam bentuk yang menyerupai uang logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2) BATERAI SEKUNDER (Baterai Isi Ulang / &lt;i&gt;Rechargeable&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baterai Sekunder merupakan jenis baterai yang dalam penggunaannya dapat dilakukan isi ulang (&lt;i&gt;Rechargeable&lt;/i&gt;). Pada dasarnya, prinsip kerja Baterai Sekunder sama dengan prinsip kerja Baterai Primer. Akan tetapi, Reaksi Kimia yang terjadi pada Baterai Sekunder ini dapat berbalik (&lt;i&gt;Reversible&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pada kondisi &lt;i&gt;Discharge&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, terminal pada Baterai dihubungkan dengan beban, sehingga elektron akan mengalir dari Kutub Negatif ke Kutub Positif. Sedangkan&amp;nbsp;&lt;b&gt;Pada kondisi &lt;i&gt;Charge&lt;/i&gt; (Pengisian)&lt;/b&gt;, terminal Baterai dihubungkan dengan sumber Energi Luar, maka elektron akan mengalir dari Kutub Positif ke Kutub Negatif. Sehingga terjadi proses pengisian pada Baterai.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2164REm6_uPYRsSAPVYZwji3uB1O6CNc3rxAaw9y5lHEG0AJumlc-sRXqdQ7eYSRSTd_edG1d7fw3Oy_4g-R6Sjnyz3_0QxYFQMTYVysVgN2jNVhHKMSqhaMORNorS9MtNispnTExhRAA/s1600/Baterai+Sekunder.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Baterai - Baterai Sekunder (Rechargeable)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;368&quot; data-original-width=&quot;647&quot; height=&quot;226&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2164REm6_uPYRsSAPVYZwji3uB1O6CNc3rxAaw9y5lHEG0AJumlc-sRXqdQ7eYSRSTd_edG1d7fw3Oy_4g-R6Sjnyz3_0QxYFQMTYVysVgN2jNVhHKMSqhaMORNorS9MtNispnTExhRAA/s400/Baterai+Sekunder.PNG&quot; title=&quot;Baterai - Baterai Sekunder (Rechargeable)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Baterai - Baterai Sekunder (&lt;i&gt;Rechargeable&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Berikut ini penjabaran mengenai jenis - jenis Baterai Sekunder (Isi Ulang / &lt;i&gt;Rechargeable&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;a.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Li - Ion &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Lithium - Ion&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Memilik daya tahan siklus yang sangat tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak digunakan pada Perangkat Elektronik Portable seperti Laptop, Handphone, Digital Kamera, dan Video Kamera.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih ringan dan memiliki Kapasitas yang lebih tinggi sebesar 30 % jika dibandingkan dengan Baterai Ni - MH.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Nilai Rasio &lt;i&gt;Self - discharge&lt;/i&gt; sekitar 20 % setiap bulan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat yang berbahaya seperti Cadmium. Akan tetapi, Baterai Li - Ion tidak boleh dibuang pada sembarang tempat, serta perlu dilakukan proses daur ulang (&lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Ni - Cd&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Nickel - Cadmium&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan Elektrolit yang terbuat dari bahan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Metallic Cadmium&lt;/i&gt; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Nickel Oxide Hydroxide.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki daya tahan siklus yang lama dan mampu beroperasi pada suhu yang luas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Nilai Rasio &lt;i&gt;Self - discharge&lt;/i&gt; sekitar 30 % setiap bulan saat tidak digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengandung bahan Tosik/Racun seperti&amp;nbsp;bahan &lt;i&gt;Carcinogenic Cadmium &lt;/i&gt;sekitar 15 % yang dapat membahayakan Lingkungan dan kesehatan manusia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat ini peredaran dan penggunaannya telah dilarang oleh EU (European Union). Hal ini didasarkan pada peraturan &#39;Directive 2006/66/EC&#39;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c.&amp;nbsp;Baterai &lt;i&gt;Ni - MH &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;Nickel - Metal Hydride&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Kapasitas yang lebih tinggi sebesar 30 % jika dibandingkan dengan Baterai Ni - Cd.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa diisi ulang (&lt;i&gt;charge&lt;/i&gt;) hingga ratusan kali, sehingga biaya pembelian baterai dapat lebih hemat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Nilai Rasio &lt;i&gt;Self - discharge&lt;/i&gt; sekitar 40 % setiap bulan saat tidak digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak digunakan pada perangkat elektronik seperti Radio Komunikasi dan Kamera.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki zat berbahaya seperti Cadmium yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.&amp;nbsp;Akan tetapi, Baterai Ni - MH tidak boleh dibuang pada sembarang tempat, serta perlu dilakukan proses daur ulang (&lt;i&gt;recycle&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kita kali ini tentang Baterai. Semoga Bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/340685329362040622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/340685329362040622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2018/01/baterai.html' title='BATERAI'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfbQ9wmiBPwCTlDh4g2MpK3XwMhVaLT4IcEvnNnCymbp3Znwl-5aMyvkedOhiYSzHz1GTsLE8w-CVCkIP3MkjUm7YMAS3f6-idOSmb_bIrZXDr5KtIDI01oaobeOsCI7WdNFMlE5cVTHy/s72-c/BATTERY.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-8607362769656137683</id><published>2017-12-30T23:49:00.000+07:00</published><updated>2017-12-30T23:49:22.191+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>POWER SUPPLY</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Power Supply (Catu Daya) merupakan sebuah alat listrik yang berfungsi menyediakan energi listrik untuk kebutuhan perangkat elektronika lainnya. Power Supply dapat disebut juga dengan &lt;i&gt;Electric Power Converter&lt;/i&gt;, karena Power Supply ini membutuhkan sumber energi listrik yang kemudian dapat diubah ke bentuk energi listrik lain yang dibutuhkan oleh suatu perangkat elektronika.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIKAiXIiGTVIigyyT9gGtWhALuPvlRoGZfvA9J-LCHRPFQWYONVH5_eMAn0RYFOSCzJ0M8zmm26HendP5jvTGhOP8K30AMaaLX62jkPP2evLpkG53ieZC0__rV8fZ-OGkZld0LsK-tgpr/s1600/Power-Supply.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Power Supply&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;304&quot; data-original-width=&quot;398&quot; height=&quot;244&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIKAiXIiGTVIigyyT9gGtWhALuPvlRoGZfvA9J-LCHRPFQWYONVH5_eMAn0RYFOSCzJ0M8zmm26HendP5jvTGhOP8K30AMaaLX62jkPP2evLpkG53ieZC0__rV8fZ-OGkZld0LsK-tgpr/s320/Power-Supply.PNG&quot; title=&quot;Power Supply&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Power Supply&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;KLASIFIKASI POWER SUPPLY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Power Supply dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian utama, yaitu berdasarkan Bentuknya, berdasarkan Fungsinya, serta berdasarkan Metode Konversinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1) Power Supply Berdasarkan Bentuknya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan Bentuknya,&amp;nbsp;Power Supply dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Power Supply Internal (&lt;i&gt;Built in&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, merupakan Power Supply yang diletakkan didalam / tergabung didalam peralatan elektronik tersebut, sehingga kita tidak bisa melihatnya secara langsung. Power Supply Internal biasanya terdapat pada peralatan elektronika seperti DVD Player, TV, dan Monitor Komputer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Power Supply Eksternal / berdiri sendiri (S&lt;i&gt;tand alone&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, merupakan Power Supply yang berada diluar perangkat elektronika yang digunakan, misalnya Adaptor Laptop dan Charger Handphone. Selain itu, ada juga Power Supply stand alone yang berukuran besar dan nilai tegangannya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan kita.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2) Power Supply Berdasarkan Fungsinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan fungsinya, Power Supply dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Regulated Power Supply&lt;/b&gt;, merupakan&amp;nbsp;Power Supply yang mampu menjaga kestabilan arus listrik dan tegangan walaupun terdapat perubahan pada beban / sumber listrik (Arus Input dan Tegangan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Unregulated Power Supply&lt;/b&gt;, merupakan&amp;nbsp;Power Supply dengan kondisi tegangan / arus listriknya dapat berubah ketika terjadi perubahan pada beban / sumber listrik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Adjustable Power Supply&lt;/b&gt;, merupakan&amp;nbsp;Power Supply dengan nilai tegangan / arusnya bisa diatur menggunakan Knob Magnetik. Adjustable Power Supply terbagi menjadi 2 yaitu Regulated Power Supply dan Unregulated Power Supply.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3) Power Supply Berdasarkan Metode Konversinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan Metode Konversinya, Power Supply dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Power Supply Linier&lt;/b&gt;, merupakan&amp;nbsp;Power Supply yang dapat mengkonversi tegangan listrik secara langsung dari sumber inputnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Power Supply Switching&lt;/b&gt;, merupakan&amp;nbsp;Power Supply yang harus mengkonversi tegangan input ke bentuk pulsa DC atau AC terlebih dahulu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;JENIS - JENIS POWER SUPPLY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan jenisnya, Power Supply dapat dibedakan menjadi 6 jenis yaitu DC&amp;nbsp;Power Supply, AC&amp;nbsp;Power Supply, Programmable Power Supply, Switch - Mode Power Supply, High Voltage Power Supply, Uninterruptible Power Supply. Berikut ini akan dijabarkan penjelasan mengenai jenis - jenis Power Supply :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;1) DC Power Supply&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
DC&amp;nbsp;Power Supply merupakan sebuah pencatu daya yang menyuplai tegangan ataupun arus listrik dalam bentuk DC (searah), serta untuk bebannya memiliki Polaritas tetap yaitu Positif dan Negatif. DC&amp;nbsp;Power Supply terbagi menjadi 2 jenis yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Linear Regulator, &lt;/b&gt;merupakan jenis DC&amp;nbsp;Power Supply yang berfungsi untuk mengubah nilai tegangan DC yang mengalami fluktuasi menjadi stabil (konstan) dan biasanya dapat menurunkan nilai tegangan DC Input.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. AC to DC&amp;nbsp;Power Supply, &lt;/b&gt;merupakan jenis DC Power Supply yang dapat mengubah tegangan listrik AC menjadi tegangan listrik DC yang dibutuhkan oleh sebuah peralatan elektronika. Pada umumnya, AC to DC&amp;nbsp;Power Supply memiliki Transformator (Trafo) yang dapat menurunkan tegangan, Kapasitor sebagai filter (penyaring), dan Dioda sebagai penyearah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;2) AC Power Supply&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
AC&amp;nbsp;Power Supply merupakan jenis&amp;nbsp;Power Supply yang dapat mengubah suatu tingkat tegangan AC ke tingkat tegangan AC yang lainnya. Misalnya, kita ingin mengubah nilai AC Power dengan menurunkan nilai tegangan AC dari 220 V menjadi 110 V untuk peralatan elektronik yang membutuhkan nilai tegangan 110 VAC. Begitu pula sebaliknya, kita dapat menaikkan nilai tegangan AC dari 110 V menjadi 220 V. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;3) Programmable&amp;nbsp;Power Supply&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Programmable&amp;nbsp;Power Supply&amp;nbsp;merupakan jenis&amp;nbsp;Power Supply yang dalam pengoperasiannya bisa dikendalikan menggunakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;remote control &lt;/i&gt;melalui kanal antarmuka (&lt;i&gt;interface&lt;/i&gt;) pada Input Analog ataupun Digital seperti GPIB dan RS232.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;4) Switch - Mode&amp;nbsp;Power Supply (SMPS)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Switch - Mode&amp;nbsp;Power Supply&amp;nbsp;merupakan jenis&amp;nbsp;Power Supply yang dapat langsung menyearahkan (&lt;i&gt;rectify&lt;/i&gt;) dan menyaring (&lt;i&gt;filter&lt;/i&gt;) besar tegangan input AC untuk mendapatkan besar tegangan DC pada sirkuit berfrekuensi tinggi, sehingga dapat menghasilkan nilai arus AC yang bisa melewati Transformator (&lt;i&gt;Trafo&lt;/i&gt;) berfrekuensi tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;5) High Voltage&amp;nbsp;Power Supply&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
High Voltage&amp;nbsp;Power Supply&amp;nbsp;merupakan jenis&amp;nbsp;Power Supply yang bisa menghasilkan nilai Tegangan yang tinggi hingga mencapai ratusan bahkan hingga ribuan Volt. Salah satu penggunaan High Voltage&amp;nbsp;Power Supply yaitu pada mesin X-Ray serta peralatan yang membutuhkan Tegangan Tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;6) Uninterruptible&amp;nbsp;Power Supply (UPS)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Uninterruptible&amp;nbsp;Power Supply&amp;nbsp;merupakan jenis&amp;nbsp;Power Supply yang memiliki 2 sumber listrik yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Arus listrik yang berasal langsung dari sumber tegangan input AC.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baterai yang ada didalam UPS.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat listrik dalam keadaan normal, maka tegangan input AC akan secara otomatis mengisi Baterai, sekaligus dapat menyediakan arus listrik untuk peralatan elektronik. Akan tetapi, jika listrik mati maka Baterai yang ada didalam UPS akan mengambil alih dalam menyediakan Tegangan untuk peralatan elektronika tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Power Supply. Semoga Bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8607362769656137683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8607362769656137683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/12/power-supply.html' title='POWER SUPPLY'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoIKAiXIiGTVIigyyT9gGtWhALuPvlRoGZfvA9J-LCHRPFQWYONVH5_eMAn0RYFOSCzJ0M8zmm26HendP5jvTGhOP8K30AMaaLX62jkPP2evLpkG53ieZC0__rV8fZ-OGkZld0LsK-tgpr/s72-c/Power-Supply.PNG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-7951957834694242019</id><published>2017-12-27T23:08:00.000+07:00</published><updated>2017-12-27T23:08:14.310+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>Komponen Elektronika </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Dalam dunia kelistrikan khususnya dibidang elektronika, terdapat suatu elemen atau komponen elektronika. Komponen elektronika merupakan suatu komponen utama yang digunakan untuk membentuk rangkaian elektronika tertentu. Hal ini biasanya dikemas dalam bentuk diskrit yang memiliki dua atau lebih terminal penghubung. Dalam suatu rangkaian elektronika, setiap komponen memiliki peran dan fungsinya masing - masing.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
- Berfungsi sebagai Penguat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Berfungsi sebagai Penghambat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Berfungsi sebagai Penyaring.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Berfungsi sebagai Penghantar.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Berfungsi sebagai Pengendali.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selain itu, pada komponen elektronika juga memiliki tipe dan nilainya masing - masing sehingga dapat menjalankan fungsinya berdasarkan ide dan keinginan dari para perancang rangkaian elektronika. Komponen Elektronika terbagi menjadi 2 yaitu Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhn1MWsNWNXP_83gMiZx2d2lEoUzE4oC8_8f-Eq172310ySi0vhJ-ix_4vS2xFispaIgqePqGSijSOuPjmiz_xfxMqAS0krZC7bxFlx4vLhkpw0mHWbbNpcTr2TYs4NGgmGPJiEjYIEjY-/s1600/Komponen-Elektronika.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Komponen Elektronika Aktif &amp;amp; Komponen Elektronika Pasif&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;280&quot; data-original-width=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhn1MWsNWNXP_83gMiZx2d2lEoUzE4oC8_8f-Eq172310ySi0vhJ-ix_4vS2xFispaIgqePqGSijSOuPjmiz_xfxMqAS0krZC7bxFlx4vLhkpw0mHWbbNpcTr2TYs4NGgmGPJiEjYIEjY-/s1600/Komponen-Elektronika.jpg&quot; title=&quot;Komponen Elektronika Aktif &amp;amp; Komponen Elektronika Pasif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Komponen Elektronika Aktif &amp;amp; Komponen Elektronika Pasif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Berikut ini akan dijabarkan mengenai karakteristik dari kedua komponen tersebut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;KOMPONEN ELEKTRONIKA AKTIF (&lt;i&gt;Active Electronic Components&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Komponen elektronika aktif merupakan jenis komponen elektronika yang membutuhkan arus eksternal supaya bisa beroperasi. Hal ini menandakan bahwa komponen elektronika aktif hanya akan berfungsi jika mendapat sumber arus listrik dari luar. Komponen - komponen elektronika aktif seperti Dioda, Transistor, serta IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) terbuat dari bahan germanium, selenium, silicon, dan metal oxide.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/12/dioda.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;1. DIODA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dioda merupakan Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah yang berlawanan. Komponen ini terdiri dari dua macam yaitu Anoda dan Katoda. Beberapa contoh dioda seperti :&lt;br /&gt;
- DIAC.&lt;br /&gt;
- LED (&lt;i&gt;Light Emitting Diode&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
- Dioda Penyearah.&lt;br /&gt;
- Dioda Zener.&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;Dioda Foto.&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;Dioda Tunnel.&lt;br /&gt;
- Dioda Schottky.&lt;br /&gt;
- Dioda Laser.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/12/transistor.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;2. TRANSISTOR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Transistor berfungsi sebagai Penguat, Pengendali, Penyearah, Mixer, dan Osilator. Komponen - komponen yang termasuk kedalam jenis transistor yaitu :&lt;br /&gt;
- Transistor Bipolar (PNP &amp;amp; NPN).&lt;br /&gt;
- Transistor Foto.&lt;br /&gt;
- MOSFET.&lt;br /&gt;
- TRIAC.&lt;br /&gt;
- UJT.&lt;br /&gt;
- JFET.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/12/ic-integrated-circuit.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;3. IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt; atau IC merupakana komponen elektronika yang terdiri dari jutaan Resistor, Transistor, dan komponen lainnya yang dipadukan dalam sebuah rangkaian elektronika yang diproduksi dalam ukuran kecil. IC dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;IC Comparator (Pembanding).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;IC Pewaktu (Timer).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;IC Switching (Pengendali).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;IC Logic Gates (Gerbang Logika).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;IC Amplifiers (Penguat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;KOMPONEN ELEKTRONIKA PASIF (&lt;i&gt;Passive Electronic Components&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Komponen elektronika pasif merupakan jenis komponen elektronika yang tidak membutuhkan sumber arus listrik dalam pengoperasiannya. Komponen - komponen elektronika pasif seperti Resistor, Induktor, Kapasitor.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.com/2017/10/resistor.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. RESISTOR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Resistor (Hambatan) memiliki fungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik pada sebuah rangkaian elektronika.&amp;nbsp;Satuan dari nilai Resistor adalah Ohm (Ω). Komponen - komponen yang termasuk kedalam jenis Transistor yaitu :&lt;br /&gt;
- Resistor yang bernilai tetap.&lt;br /&gt;
- Resistor yang dapat diatur hambatannya (&lt;i&gt;variable resistor atau potensiometer&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;Thermistor (PTC dan NTC).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;&amp;nbsp;LDR (&lt;i&gt;Light Dependent Resistor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/10/induktor.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;2. INDUKTOR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Induktor (&lt;i&gt;Coil&lt;/i&gt;) merupakan komponen elektronika yang dapat menyimpan energi (muatan) dalam bentuk medan magnet. Induktor terdiri dari susunan lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan. Jika dialiri arus listrik, maka Induktor akan menimbulkan medan magnet. Satuan Induktor adalah Henry (H). Komponen - komponen yang termasuk kedalam jenis Induktor yaitu :&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Iron core inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Air core inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Torroidal core inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Ferrite core inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Variable inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;i&gt;Laminated core inductor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/11/kapasitor.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;3. KAPASITOR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kapasitor (&lt;i&gt;Capacitor&lt;/i&gt;) merupakan komponen elektronika yang dapat menyimpan energi (muatan) dalam bentuk medan listrik. Komponen - komponen yang termasuk kedalam Kapasitor yaitu :&lt;br /&gt;
- Kapasitor yang dapat diatur nilai kapasitasnya (VARCO dan Trimmer).&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;Kapasitor bernilai tetap (Keramik, kertas, mika, tantalum dan elektrolit).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sekian pembahasan kita kali ini tentang Komponen Elektronika yang terdiri dari Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif. Semoga Bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/7951957834694242019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/7951957834694242019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/12/komponen-elektronika.html' title='Komponen Elektronika '/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhn1MWsNWNXP_83gMiZx2d2lEoUzE4oC8_8f-Eq172310ySi0vhJ-ix_4vS2xFispaIgqePqGSijSOuPjmiz_xfxMqAS0krZC7bxFlx4vLhkpw0mHWbbNpcTr2TYs4NGgmGPJiEjYIEjY-/s72-c/Komponen-Elektronika.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-8825568796194153481</id><published>2017-12-27T21:45:00.000+07:00</published><updated>2017-12-27T21:45:57.589+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>TRANSISTOR</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Transistor merupakan komponen Semikonduktor yang paling banyak ditemukan pada rangkaian - rangkaian elektronika, baik pada rangkaian elektronika sederhana maupun rangkaian elektronika yang rumit dan kompleks. Hampir semua peralatan elektronik seperti Komputer, Televisi, Ponsel, Audio Player, Audio Amplifier, Konsol Game, dan Video Player menggunakan komponen Transistor pada rangkaiannya untuk berbagai kebutuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Transistor pertama kali ditemukan pada tahun 1947 oleh tiga orang Fisikawan asal Amerika Serikat, dengan jenis Transistor Bipolar. Ketiga orang Fisikawan tersebut yaitu&amp;nbsp;John Bardeen, Walter Brattain, dan William Shockley. Mereka berhasil memperoleh hadiah Nobel Fisika pada tahun 1956. Berkat penemuan tiga orang Fisikawan itu, peralatan elektronik yang saat itu berukuran besar, selanjutnya dapat dibuat / dirancang dalam ukuran yang lebih kecil serta bisa dibawa kemana-mana (&lt;i&gt;portable&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfSYpyjHOdtTSXxpexyaZoL_x5PyyUNjK6c53AYbdQhStb_aIjPjNre2_MpwKvqY2r9fBuH4TKJGtwHq0wQLJuJaA6DTjl0I2l5N4LLrc5553ZCxdLwxLD6QlPswpyedG-R3Lkk5tyszzC/s1600/Transistor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Transistor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfSYpyjHOdtTSXxpexyaZoL_x5PyyUNjK6c53AYbdQhStb_aIjPjNre2_MpwKvqY2r9fBuH4TKJGtwHq0wQLJuJaA6DTjl0I2l5N4LLrc5553ZCxdLwxLD6QlPswpyedG-R3Lkk5tyszzC/s320/Transistor.jpg&quot; title=&quot;Transistor&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Transistor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Seiring perkembangan zaman, saat ini Transistor telah dirancang menjadi berbagai jenis desain yang dilengkapi dengan filter aliran arus serta pengendali yang unik.&amp;nbsp;Ada beberapa jenis Transistor yang membutuhkan arus kecil &amp;amp; tegangan kecil untuk mengaktifkannya, tetapi ada juga yang memerlukan tegangan saja untuk mengoperasikannya. Ada lagi Transistor yang memerlukan tegangan positif (+) untuk memicu pengendalinya pada terminal Basis. Sedangkan ada Transistor yang memerlukan tegangan negatif (-) sebagai pemicu pada terminal Basisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;DEFINISI TRANSISTOR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi sebagai pengendali, penguat, penyearah, modulator, osilator, dan lain sebagainya. Komponen Transistor umumya terbuat dari bahan Semikonduktor seperti Silikon, Germanium, Gallium Arsenide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, Transistor terbagi menjadi 2 macam yaitu Transistor Bipolar (BJT) dan Transistor Efek Medan (FET). Perbedaan yang paling mendasar dari dua Transistor ini yaitu terletak pada bias Input dan bias Output yang digunakan. Pada Transistor Bipolar membutuhkan arus (&lt;i&gt;current&lt;/i&gt;) yang berfungsi untuk mengendalikan terminal lain. Sedangkan pada Transistor Efek Medan hanya membutuhkan tegangan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;JENIS- JENIS TRANSISTOR&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Secara umum, Transistor dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Transistor Bipolar (BJT) dan Transistor Efek Medan (&lt;i&gt;Field Effect Transistor / FET&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Transistor Bipolar (&lt;i&gt;Bipolar Junction Transistor&lt;/i&gt; /&amp;nbsp;BJT)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Transistor Bipolar merupakan Transistor dengan prinsip kerjanya yaitu memerlukan perpindahan muatan pembawanya (&lt;i&gt;electron&lt;/i&gt;) di kutub negatif yang bertujuan untuk mengisi kekurangan elektron (&lt;i&gt;hole&lt;/i&gt;) yang berada di kutub positif. Disebut Bipolar karena mempunyai 2 polaritas dalam membawa arus listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Jenis - jenis Transistor Bipolar&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Transistor Bipolar terbagi menjadi 2 jenis yaitu Transistor PNP dan Transistor NPN. Transistor memiliki tiga terminal yaitu Emitor (E), Basis (B), dan Kolektor (C). Jenis - jenis Transistor Bipolar yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Transistor PNP&lt;/b&gt;, merupakan Transistor Bipolar yang prinsip kerjanya menggunakan arus listrik kecil serta tegangan &lt;b&gt;negatif (-)&lt;/b&gt; pada terminal Basis yang berfungsi untuk&amp;nbsp;mengendalikan arah aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari &lt;b&gt;Emitor&lt;/b&gt; ke &lt;b&gt;Kolektor&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Transistor NPN&lt;/b&gt;, merupakan Transistor Bipolar yang prinsip kerjanya menggunakan arus listrik kecil serta tegangan &lt;b&gt;positif (+)&lt;/b&gt; pada terminal Basis yang berfungsi untuk&amp;nbsp;mengendalikan arah aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari &lt;b&gt;Kolektor&lt;/b&gt; ke &lt;b&gt;Emitor&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOjmOXeEz8rt73o2xylRQtDhKr6gsEqNwH7pqc9sBreLSvkxiB09RtcRfW1g3n8g7u2B1qmInCo1vPrlYK1vL2rr6wAjcq0lnf2l7kzvQg_LMFAVGc2A3PClGov5kDga6khgh-B7lLvS5j/s1600/Tipe+Transistor.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis Transistor Bipolar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;452&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOjmOXeEz8rt73o2xylRQtDhKr6gsEqNwH7pqc9sBreLSvkxiB09RtcRfW1g3n8g7u2B1qmInCo1vPrlYK1vL2rr6wAjcq0lnf2l7kzvQg_LMFAVGc2A3PClGov5kDga6khgh-B7lLvS5j/s1600/Tipe+Transistor.png&quot; title=&quot;Jenis Transistor Bipolar&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jenis Transistor Bipolar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;2. Transistor Efek Medan (&lt;i&gt;Field Effect Transistor / FET&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Transistor Efek Medan (FET) merupakan Transistor yang menggunakan elemen listrik untuk mengatur konduktifitasnya. FET juga disebut dengan&amp;nbsp;Transistor Unipolar karena dalam pengoperasiannya hanya tergantung pada salah satu muatan pembawa saja, apakah berupa Electron ataupun Hole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Jenis - jenis Transistor Efek Medan / FET&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Transistor Efek Medan terbagi menjadi 3 jenis yaitu&amp;nbsp;&lt;i&gt;Metal Oxide Semikonductor Field Effect Transistor&lt;/i&gt; (MOSFET),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Junction Field Effect Transistor&lt;/i&gt; (JFET),&amp;nbsp;&lt;i&gt;Uni Junction Transistor&lt;/i&gt; (UJT). Jenis - jenis Transistor Efek Medan yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Metal Oxide Semikonductor Field Effect Transistor&lt;/i&gt; (MOSFET)&lt;/b&gt;, merupakan Transistor yang menggunakan sebuah Isolator (biasanya &lt;i&gt;Silicon Dioksida&lt;/i&gt; / SiO2) yaitu Gerbang (&lt;i&gt;Gate&lt;/i&gt;) dan Kanalnya. MOSFET terdiri dari tiga kaki terminal yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S). MOSFET ini terdiri dari dua jenis konfigurasi yaitu MOSFET Enhancement dan MOSFET Depletion. Masing - masing jenis MOSFET ini juga terbagi lagi menjadi MOSFET Kanal N (&lt;i&gt;N-channel&lt;/i&gt;) dan MOSFET Kanal P (&lt;i&gt;P-channel&lt;/i&gt;). Berikut ini merupakan simbol dari MOSFET :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOT8t3Nec_DX3YC92CWH_Vmn0Nea8zhdz-Y01Dl6W8a5thiRRZNfgxmvfTGQuZpHjyntCZX-L2M7t0bywCkVPKZxp0lpk4NzJNc7saqRZukM_nhPImPLvMMq1No6bNStxrkiUPH-E_YVO4/s1600/Transistor+MOSFET.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Transistor MOSFET&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;321&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOT8t3Nec_DX3YC92CWH_Vmn0Nea8zhdz-Y01Dl6W8a5thiRRZNfgxmvfTGQuZpHjyntCZX-L2M7t0bywCkVPKZxp0lpk4NzJNc7saqRZukM_nhPImPLvMMq1No6bNStxrkiUPH-E_YVO4/s1600/Transistor+MOSFET.PNG&quot; title=&quot;Transistor MOSFET&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Transistor MOSFET&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Junction Field Effect Transistor &lt;/i&gt;(JFET)&lt;/b&gt;, merupakan Transistor yang menggunakan &lt;i&gt;junction&lt;/i&gt; (persimpangan) p-n bias terbalik yang berfungsi sebagai isolator diantara Gerbang (&lt;i&gt;Gate&lt;/i&gt;) dan Kanalnya. JFET memiliki tiga kaki terminal yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S).&amp;nbsp;JFET terbagi menjadi dua jenis yaitu JFET Kanal N (&lt;i&gt;N-channel&lt;/i&gt;) dan JFET Kanal P (&lt;i&gt;P-channel&lt;/i&gt;). Berikut ini merupakan simbol dari JFET :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq0sJr0zDevMtqiZ0WRJcCu23Bw6J0m9uvl32JWupmZPOMWp4YFX8okCCMOhT9Tp3Gp8L2BJJN87KgOxAyD6VOJsOYJzhdwZw8Uap4NSfsdJ8nTQcyB781QrZ4vtPHug9SMsdPDxzSQXCu/s1600/Transistor+JFET.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Transistor JFET&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;325&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq0sJr0zDevMtqiZ0WRJcCu23Bw6J0m9uvl32JWupmZPOMWp4YFX8okCCMOhT9Tp3Gp8L2BJJN87KgOxAyD6VOJsOYJzhdwZw8Uap4NSfsdJ8nTQcyB781QrZ4vtPHug9SMsdPDxzSQXCu/s320/Transistor+JFET.PNG&quot; title=&quot;Transistor JFET&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Transistor JFET&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Uni Junction Transistor &lt;/i&gt;(UJT)&lt;/b&gt;, merupakan Transistor yang dalam pengoperasiannya menggunakan medan listrik atau tegangan yang berfungsi sebagai pengendalinya. UJT hanya memiliki dua terminal yaitu 1 terminal Emitor&amp;nbsp;dan 2 Basis (B1 dan B2). UJT berfungsi khusus sebagai &lt;i&gt;switch&lt;/i&gt; (pengendali), serta tidak dapat digunakan sebagai penguat seperti jenis transistor lainnya. Berikut ini merupakan simbol dari UJT :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2pUXoO93M3CS5_9C9uREHyETEgkNFE4B2IQITUXBHlF4fTtFanA0ME_Eb9nVvaocUEyZsDPsejcvuwlh-46neRUngizHbQF3aPN7lrwmL5xmwT66-Ye0bsZOxLCoJPKHX4T-eNyTyTUmG/s1600/Transistor+UJT.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Transistor UJT&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;216&quot; data-original-width=&quot;322&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2pUXoO93M3CS5_9C9uREHyETEgkNFE4B2IQITUXBHlF4fTtFanA0ME_Eb9nVvaocUEyZsDPsejcvuwlh-46neRUngizHbQF3aPN7lrwmL5xmwT66-Ye0bsZOxLCoJPKHX4T-eNyTyTUmG/s320/Transistor+UJT.PNG&quot; title=&quot;Transistor UJT&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Transistor UJT&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;FUNGSI TRANSISTOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa fungsi Transistor yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Sebagai penguat Daya dan Tegangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Penyearah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Switch (Pemutus dan Penyambung &amp;nbsp;Sirkuit).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Stabilitas Tegangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Osilator.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Mixer.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Komponen Elektronika Aktif yaitu Transistor. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/12/dioda.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Baca Juga : Dioda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8825568796194153481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8825568796194153481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/12/transistor.html' title='TRANSISTOR'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfSYpyjHOdtTSXxpexyaZoL_x5PyyUNjK6c53AYbdQhStb_aIjPjNre2_MpwKvqY2r9fBuH4TKJGtwHq0wQLJuJaA6DTjl0I2l5N4LLrc5553ZCxdLwxLD6QlPswpyedG-R3Lkk5tyszzC/s72-c/Transistor.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-8444393084530279218</id><published>2017-12-27T19:22:00.000+07:00</published><updated>2017-12-27T19:22:26.886+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>DIODA</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dioda merupakan Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan Semi-konduktor serta berfungsi sebagai pengahantar arus listrik pada satu arah dan dapat menghambat arus listrik pada arah sebaliknya (berlawanan arah). Oleh sebab itu, Komponen Dioda sering kali difungsikan sebagai penyearah dalam suatu Rangkaian Elektronika.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pada umumnya, Dioda terdiri dari 2 terminal (elektroda), yaitu Anoda (+) dan Katoda (-). Prinsip kerja Dioda yaitu berdasarkan teknologi pertemuan sel p - n semikonduktor, yakni mengalirkan arus dari sel tipe-p (Anoda) menuju ke sel tipe-n (Katoda), tetapi tidak bisa mengalirkan arus ke arah yang sebaliknya. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB1s-InGjJenP8gt2JSzJCX-9ptgYEQm1Shb-Te5iVAtqcD8mNwxJh_fgh3CEmySwBuOupH24_xnLwAJOHM5qgLy4EMdl3Yd15YhR76x8BC4N8HpeN3hJz1NCQsc2t94heTQErlbQL8EeF/s1600/Dioda+3.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;134&quot; data-original-width=&quot;622&quot; height=&quot;85&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB1s-InGjJenP8gt2JSzJCX-9ptgYEQm1Shb-Te5iVAtqcD8mNwxJh_fgh3CEmySwBuOupH24_xnLwAJOHM5qgLy4EMdl3Yd15YhR76x8BC4N8HpeN3hJz1NCQsc2t94heTQErlbQL8EeF/s400/Dioda+3.PNG&quot; title=&quot;Dioda&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;SIMBOL DIODA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan bentuk susunan Dioda yang terdiri dari 2 bahan yaitu bahan tipe-N dan tipe-P beserta simbol Dioda :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ3FXv4X5pRP8xdRRr7xkYpTXdV_Wc76TH8eVxeUMwPoO871AN6heSMPB5o1yl22l2AKo3ZB_0snIptYj4pAgckqRKgvhIVUF2BvC8549ZamJf77hrsbvMJFOsRDodacQm1tCibeIZl1n2/s1600/Simbol+Dioda.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Susunan dan Simbol Dioda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;173&quot; data-original-width=&quot;613&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ3FXv4X5pRP8xdRRr7xkYpTXdV_Wc76TH8eVxeUMwPoO871AN6heSMPB5o1yl22l2AKo3ZB_0snIptYj4pAgckqRKgvhIVUF2BvC8549ZamJf77hrsbvMJFOsRDodacQm1tCibeIZl1n2/s400/Simbol+Dioda.PNG&quot; title=&quot;Susunan dan Simbol Dioda&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Susunan dan Simbol Dioda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;JENIS - JENIS DIODA &amp;amp; FUNGSINYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1) Dioda Rectifier / Penyearah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dioda ini banyak terdapat pada toko elektronik dan paling banyak digunakan pada suatu Rangkaian Elektronika. Sesuai dengan namanya &#39;rectifier / penyearah&#39; yang berfungsi sebagai penyearah arus AC (bolak - balik) menjadi arus DC (searah) pada suatu Rangkaian Elektronika. Karena Dioda jenis ini umumnya diaplikasikan pada Power Supply, maka rata - rata nilai Kapasitansinya cukup besar bisa mencapai puluhan Ampere dan memiliki tegangan kerja yang sangat tinggi. Berikut ini simbol dan bentuk fisik dari Dioda Rectifier :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEz9zqaYfYUDQeNkM_c06lng0dmriFcD-lUL-PkFlyOrC39Xj8ivLwQZI3q8skllP4116gUMmjKgZq7AJuvSbyp98ltcBKgAXJdM9nFIHXM60_OD-JWGGmXSUbYAC0FPv1nYj5eylSlRIU/s1600/DIODA+--+FINAL.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda Rectifier&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;338&quot; data-original-width=&quot;714&quot; height=&quot;188&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEz9zqaYfYUDQeNkM_c06lng0dmriFcD-lUL-PkFlyOrC39Xj8ivLwQZI3q8skllP4116gUMmjKgZq7AJuvSbyp98ltcBKgAXJdM9nFIHXM60_OD-JWGGmXSUbYAC0FPv1nYj5eylSlRIU/s400/DIODA+--+FINAL.PNG&quot; title=&quot;Dioda Rectifier&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda Rectifier&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Dioda jenis ini dapat disebut juga Dioda Biasa / Dioda Bridge. Karena biasanya dipacking dalam satu kesatuan sehingga mempermudah saat pemasangan pada papan PCB sirkuit elektronika. Berikut ini bentuk fisik dan simbol dari Dioda Bridge :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcWCURgxBTxCRqDeY_suif5UKvdPYNN7tC0Ia8Fnbyk5aHNqOrX7zpWqVJX2AChhTn-SD2E87PtHa7NSvU0cYMxeEDLdGpxtL-SO4yp7hy78RmEi8cnZqfdDryp_hK76BIKD5ZBK7dWu_S/s1600/Dioda+Bridge.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda Bridge&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;126&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcWCURgxBTxCRqDeY_suif5UKvdPYNN7tC0Ia8Fnbyk5aHNqOrX7zpWqVJX2AChhTn-SD2E87PtHa7NSvU0cYMxeEDLdGpxtL-SO4yp7hy78RmEi8cnZqfdDryp_hK76BIKD5ZBK7dWu_S/s320/Dioda+Bridge.PNG&quot; title=&quot;Dioda Bridge&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda Bridge&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;2) Dioda Zener&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada umunya, dioda jenis ini bekerja dengan cara memberikan arus maju atau berfungsi sebagai penyearah. Akan tetapi, pada Dioda Zener aliran arus yang diberikan dengan arah terbalik menjadikan rangkaian seolah - olah dishort-kan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Aplikasi dari Dioda Zener yaitu sebagai penstabil tegangan dan pengaman yang susunannya dapat diparalelkan dengan rangkaian Power Supply. Selain itu, bisa juga diparalelkan dengan komponen Transistor sehingga berfungsi sebagai saklar (&lt;i&gt;switch&lt;/i&gt;) atau Transistor penguat arus. Berikut ini simbol dan bentuk fisik dari Dioda Zener :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuunKt8q2KPAtyDTG-mBaNTf9KfPuWyGNdLOi9cq-PLnoNGMfTpdEWOzs4iz7E1H0Zpeb4dQZvCv4blNVhLBrzGrf9wdHITj71qRg3JhNYUvGgAf1RBRkhEtgu7YC22bX2C8oBDvW25VNM/s1600/Dioda+Zener.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda Zener&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;249&quot; data-original-width=&quot;319&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuunKt8q2KPAtyDTG-mBaNTf9KfPuWyGNdLOi9cq-PLnoNGMfTpdEWOzs4iz7E1H0Zpeb4dQZvCv4blNVhLBrzGrf9wdHITj71qRg3JhNYUvGgAf1RBRkhEtgu7YC22bX2C8oBDvW25VNM/s1600/Dioda+Zener.PNG&quot; title=&quot;Dioda Zener&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda Zener&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Dioda jenis ini memiliki nilai tegangan yang cukup bervariasi yaitu antara 2,4 volt hingga ratusan volt. Selain itu, juga memiliki nilai Daya yang bervariasi hingga 50 Watt.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3) Dioda Varactor / Varicap&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada siruit elektronika, Dioda jenis ini banyak digunakan pada Osilator, modul RF, dan rangkaian lain yang berhubungan dengan Frekuensi. Prinsip kerja dasarnya hampir sama dengan Dioda Zener yaitu arus yang dialirkan terbalik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Secara fisik, Dioda Varactor ini merupakan gabungan dari Dioda dan Kapasitor. Nilai Kapasitansinya dapat berubah tergantung nilai tegangan yang diberikan pada kaki Dioda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai tegangan input yang diberikan, maka nilai Kapasitansi yang diperoleh akan semakin kecil. Berikut ini simbol dan bentuk fisik dari Dioda Varactor / Varicap :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB6tyCIjHoxuIPtCf5ZjQwJUlG5en1ToHDnLE4Y0oGqnJPPyrsCsO3ltZNHsVw3iVTZA757AtSyKXb8OSe6aUA-DssKq5DdcDAAye8dynrP_sZqHwKZR9AXXI5cK1IGDz2F_5JlHzLmT8j/s1600/Dioda+Varicap.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda Varactor / Varicap&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;515&quot; height=&quot;132&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB6tyCIjHoxuIPtCf5ZjQwJUlG5en1ToHDnLE4Y0oGqnJPPyrsCsO3ltZNHsVw3iVTZA757AtSyKXb8OSe6aUA-DssKq5DdcDAAye8dynrP_sZqHwKZR9AXXI5cK1IGDz2F_5JlHzLmT8j/s320/Dioda+Varicap.PNG&quot; title=&quot;Dioda Varactor / Varicap&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda Varactor / Varicap&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;4) Dioda Photo / &lt;i&gt;Photo Diode&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dioda jenis ini umunya digunakan pada sensor cahaya yang berhubungan dengan rangkaian otomatis, yang dapat berupa saklar otomatis, sistem pengaman, dll. Prinsip kerja dari Photo Dioda yaitu saat badan komponen terkena sinar / cahaya, maka dioda akan mengalirkan arus satu arah seperti halnya Rectifier. Besar nilai arus yang dihantarkan tergantung dari seberapa besar nilai intensitas cahaya yang masuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Semakin besar intensitas cahaya yang masuk ke komponen Dioda, maka nilai resistansi Dioda tersebut akan semakin kecil dan nilai arus yang dihantarkan akan semakin besar. Selain itu, Photo Dioda juga digunakan sebagai sensor pada Lux Meter yaitu alat untuk mengukur seberapa besar nilai intensitas cahaya. Berikut ini simbol dan bentuk fisik dari Photo Dioda :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi247-D0Pf7JN9k5onR5SfRyUfD6cy5obIrIhQ_fZKbIIXWAYFld7w9BaXTP2D5TDoe9u0RprCqcTQ-n5FQe6jp-gA8CH5aIc2up0FjoqbH8rLtp92NXdzOHNytE_Jepk7BnQYLhjtPlwGO/s1600/Fotodioda.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Photo Dioda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;204&quot; data-original-width=&quot;614&quot; height=&quot;131&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi247-D0Pf7JN9k5onR5SfRyUfD6cy5obIrIhQ_fZKbIIXWAYFld7w9BaXTP2D5TDoe9u0RprCqcTQ-n5FQe6jp-gA8CH5aIc2up0FjoqbH8rLtp92NXdzOHNytE_Jepk7BnQYLhjtPlwGO/s400/Fotodioda.PNG&quot; title=&quot;Photo Dioda&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Photo Dioda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;5) &lt;i&gt;Light Emitting Diode&lt;/i&gt; / LED&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Banyak orang beranggapan bahwa lampu LED merupakan sepenuhnya hanya sebuah lampu. Tetapi sebenarnya LED merupakan sebuah Dioda yang banyak digunakan untuk penerangan. LED memiliki dua Elektroda yaitu Anoda (+) dan Katoda &amp;nbsp;(-). Aplikasi LED banyak digunakan sebagai transmisi sinyal cahaya, lampu indikator pada rangkaian, dan panel pada TV layar datar yaitu TV LED. Berikut ini merupakan simbol dan bentuk fisik dari LED :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW-Nxx8ZGkefyf3qfXGxA2qP31zw_P05vagUzP6xkMywOdfiS8Muq53NQPComhW3XHC-dpdxEvaPxpySOXmaaDRqqD6v10VweLxFGrxcgREZLSm1zkVWalDY5yIsiUux_0P2ns-xmD1m7r/s1600/LED.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Light Emitting Diode / LED&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;215&quot; data-original-width=&quot;665&quot; height=&quot;128&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW-Nxx8ZGkefyf3qfXGxA2qP31zw_P05vagUzP6xkMywOdfiS8Muq53NQPComhW3XHC-dpdxEvaPxpySOXmaaDRqqD6v10VweLxFGrxcgREZLSm1zkVWalDY5yIsiUux_0P2ns-xmD1m7r/s400/LED.PNG&quot; title=&quot;Light Emitting Diode / LED&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Light Emitting Diode (LED)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Prinsip kerja dari LED yaitu dapat bercahaya ketika arus bias melewati bagian antara&amp;nbsp;&lt;i&gt;junction&lt;/i&gt; N dan P. Komponen LED ini tetap menggunakan bahan Semi-konduktor walaupun hanya berfungsi sebagai lampu saja. LED ini bisa menghasilkan berbagai variasi warna meskipun warna aslinya adalah warna merah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6) Dioda Schottky / Dioda SCR (&lt;i&gt;Silicon Controlled Rectifier&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Dioda jenis ini menyerupai bentuk fisik seperti Transistor karena memiliki 3 kaki terminal. Perbedaan Dioda Schottky dengan Transistor terletak pada 3 kaki terminalnya yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Transistor : Basis (B), Kolektor (K), Emitor (E).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dioda Schottky : Anoda (A), Katoda (K), Gate (G).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi dari Dioda Schottky sering digunakan pada saklar otomatis, rangkaian inverter, penguat output vertikal TV, dll. Prinsip kerja dari Dioda Schottky yaitu saat kaki Gate (G) diberi trigger, maka arus dari Anoda (A) akan mengalir ke Katoda (K). Berikut ini merupakan simbol dan bentuk fisik dari Dioda Schottky :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfCkiRjzKTmqx-1epopyTHxdNs8-lCbMR7ax0p6ckrbcXYBWyQeZ3jBEIPsZUmN7sEEzfRa6STYdY2UrHtzW_iV1LnG8I3uZim3HcVcMSuArnILWOtwrtf3Q7xlK3EJmGV6om7n3nvSgba/s1600/Dioda+SCR.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dioda Schottky / SCR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;277&quot; data-original-width=&quot;468&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfCkiRjzKTmqx-1epopyTHxdNs8-lCbMR7ax0p6ckrbcXYBWyQeZ3jBEIPsZUmN7sEEzfRa6STYdY2UrHtzW_iV1LnG8I3uZim3HcVcMSuArnILWOtwrtf3Q7xlK3EJmGV6om7n3nvSgba/s400/Dioda+SCR.PNG&quot; title=&quot;Dioda Schottky / SCR&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dioda Schottky / SCR&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;PRINSIP KERJA DIODA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan pemahaman kita tentang prinsip kerja dari Dioda dalam menghantarkan dan menghambat arus listrik, berikut ini merupakan contoh penggunaan dan pemasangan komponen Dioda pada suatu rangkaian elektronika :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-WKpl3GFtM3kuffEv525iP5qcBNNCadU12vg0ODqGtyvN1Oj-YVQfPGnOAFSp-QIjLqpLeNMFuOOQyPiPr-Mu0vFzCMp03hQON25URi67eJ3bWNtgah_UE0-gw0mvUvnegpq_3_35mF2X/s1600/Cara+Pemasangan+Dioda.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Pemasangan Dioda pada Rangkaian Elektronika&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;290&quot; data-original-width=&quot;632&quot; height=&quot;183&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-WKpl3GFtM3kuffEv525iP5qcBNNCadU12vg0ODqGtyvN1Oj-YVQfPGnOAFSp-QIjLqpLeNMFuOOQyPiPr-Mu0vFzCMp03hQON25URi67eJ3bWNtgah_UE0-gw0mvUvnegpq_3_35mF2X/s400/Cara+Pemasangan+Dioda.PNG&quot; title=&quot;Cara Pemasangan Dioda pada Rangkaian Elektronika&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Cara Pemasangan Dioda pada Rangkaian Elektronika&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kita kali ini tentang Komponen Elektronika Aktif yaitu Dioda. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/12/ic-integrated-circuit.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Baca Juga : IC (Integrated Circuit)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8444393084530279218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/8444393084530279218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/12/dioda.html' title='DIODA'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB1s-InGjJenP8gt2JSzJCX-9ptgYEQm1Shb-Te5iVAtqcD8mNwxJh_fgh3CEmySwBuOupH24_xnLwAJOHM5qgLy4EMdl3Yd15YhR76x8BC4N8HpeN3hJz1NCQsc2t94heTQErlbQL8EeF/s72-c/Dioda+3.PNG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-559774975247327538</id><published>2017-12-20T23:33:00.000+07:00</published><updated>2017-12-20T23:33:12.666+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>IC (Integrated Circuit)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) merupakan komponen penting yang ada dalam hampir setiap peralatan Elektronika. Beberapa peralatan elektronika canggih seperti Komputer, Tablet PC, Handphone, Televisi, Kamera Digital, dan Konsol Game menggunakan IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) sebagai komponen utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Teknologi IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) pertama kali diperkenalkan oleh Jack Kilby pada tahun 1958 yang saat itu bekerja untuk Texas Instrument. Berselang setengah tahun kemudian, seseorang yang bernama Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi IC dengan menggunakan sistem interkoneksi pada sebuah Chip Silikon. Hal ini menunjukkan bahwa IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) menjadi salah satu perkembangan teknologi yang paling signifikan pada abad ke-20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum IC ditemukan, hampir semua peralatan Elektronika pada saat &amp;nbsp;itu menggunakan sebuah Tabung Vakum sebagai komponen utamanya, yang kemudian perannya digantikan oleh Transistor karena memiliki ukuran yang lebih kecil. Akan tetapi, untuk membuat sebuah Rangkaian Elektronika yang lebih kompleks, maka diperlukan Transistor dalam jumlah banyak. Sehingga bentuk fisik dari Peralatan Elektronika yang dihasilkan berukuran besar dan tidak bisa dibawa bepergian kemana saja (&lt;i&gt;portable&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHJULF8EdDcQwRl4GFxO-_gCToqQalxCHGtInJc404jjWkLbOj_lN7vifzsqKInUJwEOt_eOpuWpWqvfzCWzMhMbz5q0YhwDDQz0qGwspz-vTF_QE9epUQwv7wexskDbWBen2lEA42BHn5/s1600/IC+%2528Integrated+Circuit%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;IC (Integrated Circuit)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;539&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHJULF8EdDcQwRl4GFxO-_gCToqQalxCHGtInJc404jjWkLbOj_lN7vifzsqKInUJwEOt_eOpuWpWqvfzCWzMhMbz5q0YhwDDQz0qGwspz-vTF_QE9epUQwv7wexskDbWBen2lEA42BHn5/s400/IC+%2528Integrated+Circuit%2529.jpg&quot; title=&quot;IC (Integrated Circuit)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;DEFINISI IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) atau Sirkuit Terpadu merupakan Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan hingga jutaan komponen Dioda, Transistor, Resistor, dan Kapasitor yang dipadukan menjadi suatu Rangkaian Elektronika yang dikemas dalam ukuran yang lebih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama yang digunakan untuk membentuk sebuah IC yaitu Bahan Semikonduktor. Salah satu contohnya yaitu Silikon. Silikon merupakan bahan semikonduktor yang sering digunakan pada Teknologi Fabrikasi Integrated Sirkuit (IC).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan Gambar dan Simbol dari IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXCt7ceckOdAtUT8ebDcB7GbCfKDA4ZRuq0wjmPzUx4gGcVzpazZtdDg7YDcu-wQ3XYm8-riFZKkStiCpTNd-ky598EZgYUoDUwBuw9ONqYRRJUUrKIrchAo5T_GDV5Ba5ysN7W3pZGOLQ/s1600/IC+%2528Integrated+Circuit%2529.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;539&quot; height=&quot;185&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXCt7ceckOdAtUT8ebDcB7GbCfKDA4ZRuq0wjmPzUx4gGcVzpazZtdDg7YDcu-wQ3XYm8-riFZKkStiCpTNd-ky598EZgYUoDUwBuw9ONqYRRJUUrKIrchAo5T_GDV5Ba5ysN7W3pZGOLQ/s400/IC+%2528Integrated+Circuit%2529.PNG&quot; title=&quot;Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar dan Simbol IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Teknologi IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) pada saat sekarang ini memungkinkan seseorang untuk membuat sebuah Peralatan Elektronika yang lebih ringan, lebih kecil, serta harga yang lebih murah. Selain itu, komponen IC hampir digunakan pada semua peralatan Elektronika karena pemakaian daya listrik yang lebih rendah jika dibandingkan dengan komponen lain seperti Transistor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;KELEBIHAN &amp;amp; KEKURANGAN IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;A. KELEBIHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) memiliki banyak kelebihan. Sehingga dengan kelebihannya tersebut, IC berperan penting pada suatu Rangkaian Elektronika. Beberapa keunggulan / kelebihan dari IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Lebih ringan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukurannya kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harganya lebih murah karena diproduksi dalam jumlah banyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cocok digunakan untuk operasi sinyal rendah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mudah saat melakukan penggantian dan &lt;i&gt;troubleshooting&lt;/i&gt; (perbaikan) jika ada kesalahan dalam suatu rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran IC yang lebih kecil sehingga memungkinkan pemakaian daya listrik kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa melakukan fungsi operasi yang lebih rumit dan kompleks.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memerlukan hubungan solder, dan interkoneksi yang terjadi didalam komponen internal IC sangat sedikit, sehingga lebih handal.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. KEKURANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain memiliki kelebihan, komponen IC juga memiliki kelemahan / kekurangan yang dalam pengoperasiannya memerlukan komponen Elektronika lain sebagai pendukung supaya suatu Rangkaian Elektronika dapat berjalan dengan baik. Beberapa kekurangan dari IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Hanya dapat beroperasi pada tegangan rendah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak bisa menghasilkan daya dalam jumlah tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak tahan terhadap suhu tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan &lt;i&gt;heatsink&lt;/i&gt; / kipas untuk menurunkan suhu disekitar komponen IC.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlu tindakan yang lebih hati-hati, karena komponen IC sangat sensitif terhadap &lt;i&gt;Electrostatic Discharge&lt;/i&gt; (ESD).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak tahan terhadap tegangan tinggi yang berlebihan, karena dapat merusak komponen internal IC. Untuk mengetahui besar tegangan IC yang cocok, maka diperlukan sebuah Datasheet dari Produsen IC dalam merancang suatu Rangkaian Elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlu koneksi dari luar ke komponen Kapasitor pada nilai kapasitansi yang melebihi 30 pF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlu koneksi dari luar ke komponen Induktor dan Transformator (trafo) dalam menjalankan fungsinya yang berkaitan dengan proses Induksi Elektromagnetik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;APLIKASI &amp;amp; FUNGSI IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit &lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;) dapat dibedakan berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;A. IC Liniear&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
IC Linear biasa disebut juga IC Analog memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Penguat Sinyal (&lt;i&gt;Signal Amplifier&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguat Daya (&lt;i&gt;Power Amplifier&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguat Sinyal Mikro (&lt;i&gt;Microwave Amplifier&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguat Operasional (&lt;i&gt;Operasional Amplifier / Op Amp&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguat RF dan IF (&lt;i&gt;RF dan IF Amplifier&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Multiplier&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Voltage Comparator&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Regulator Tegangan (&lt;i&gt;Voltage Regulator&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penerima Frekuensi Radio (&lt;i&gt;Radio Receiver&lt;/i&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. IC Digital&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
IC Digital merupakan Rangkaian Switching dengan kondisi tegangan Input dan tegangan Outputnya hanya memiliki 2 level yaitu &#39;Tinggi&#39; dan &#39;Rendah&#39;. Pada sebuah kode binary dilambangkan dengan angka &#39;1&#39; dan &#39;0&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IC Digital memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Logic Gates (Gerbang Logika).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Flip - Flop.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Counter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Calculator.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Multiplexer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Clock.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memory.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Microcontroller.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Microprocessor (Mikroprosesor).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa adanya peran dari Teknologi IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;), mungkin saat ini kita semua tidak bisa menggunakan dan menikmati peralatan Elektronika canggih seperti Komputer, Handphone, Televisi, Tablet PC, Game Konsol, dan Kamera Digital yang ukurannya lebih praktis serta dapat dibawa kemana saja.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Komponen Elektronika Aktif yaitu IC (&lt;i&gt;Integrated Circuit&lt;/i&gt;). Semoga Bermanfaat.&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/559774975247327538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/559774975247327538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/12/ic-integrated-circuit.html' title='IC (Integrated Circuit)'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHJULF8EdDcQwRl4GFxO-_gCToqQalxCHGtInJc404jjWkLbOj_lN7vifzsqKInUJwEOt_eOpuWpWqvfzCWzMhMbz5q0YhwDDQz0qGwspz-vTF_QE9epUQwv7wexskDbWBen2lEA42BHn5/s72-c/IC+%2528Integrated+Circuit%2529.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-4146005138671048555</id><published>2017-11-22T12:58:00.001+07:00</published><updated>2017-11-22T12:58:36.937+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>KAPASITOR</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Kapasitor (&lt;i&gt;Capacitor&lt;/i&gt;) merupakan Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu sementara. Kapasitor terdiri dari 2 pelat konduktor yang terbuat dari bahan logam dan diantaranya terdapat sebuah isolator sebagai pemisah. Dalam suatu rangkaian Elektronika, kapasitor disimbolkan dengan huruf &amp;nbsp;&#39;C&#39;. Kapasitor memiliki satuan Kapasitansinya yaitu Farad (F).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konversi satuan Farad yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1 Farad = 1.000.000&amp;nbsp;µF (mikro Farad)&lt;br /&gt;
1nF = 1.000 pF (piko Farad)&lt;br /&gt;
1µF = 1.000.000 pF (piko Farad)&lt;br /&gt;
1µF = 1.000 nF (nano Farad)&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh98aGf7WYoW42embdyw2tOM7jzWhlYCmodbP4SLq0ZKvkGzgBfA4N4RGW1a2RJqMsMPthPuaCJlTw8QVmcUeSMO77A7vgql2u_4a-5hfszC7QtgK_SdFGFldjI7lndN9SF5fjjhyphenhyphen_pZlsA/s1600/Capasitor-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;621&quot; data-original-width=&quot;754&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh98aGf7WYoW42embdyw2tOM7jzWhlYCmodbP4SLq0ZKvkGzgBfA4N4RGW1a2RJqMsMPthPuaCJlTw8QVmcUeSMO77A7vgql2u_4a-5hfszC7QtgK_SdFGFldjI7lndN9SF5fjjhyphenhyphen_pZlsA/s320/Capasitor-1.jpg&quot; title=&quot;Kapasitor&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;JENIS - JENIS KAPASITOR&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. KAPASITOR NILAI TETAP (&lt;i&gt;Fixed Capacitor&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kapasitor nilai tetap merupakan Kapasitor yang nilainya tidak berubah - ubah atau konstan. Berikut ini jenis - jenis Kapasitor Nilai Tetap (&lt;i&gt;Fixed Capacitor&lt;/i&gt;) :&lt;br /&gt;
1) Kapasitor Mika&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeauiRdTsmQRqp2t2U15RdoRJTTYauXtCxoPOalId-XBr_ijqwxbJNIrAwSiJtRnL5YDH5GqN0ldD95p_dhJ3lIlo9tvZfBiGbrlq98Y5DjIEKQsb2AKaCxFCD_uiUHhb3oeSZ6ZNbfV3i/s1600/Mika.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Mika&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;143&quot; data-original-width=&quot;583&quot; height=&quot;156&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeauiRdTsmQRqp2t2U15RdoRJTTYauXtCxoPOalId-XBr_ijqwxbJNIrAwSiJtRnL5YDH5GqN0ldD95p_dhJ3lIlo9tvZfBiGbrlq98Y5DjIEKQsb2AKaCxFCD_uiUHhb3oeSZ6ZNbfV3i/s640/Mika.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Mika&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Mika&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari Mika.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai Kapasitansinya berkisar 50 pF hingga 0,02&amp;nbsp;µF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki polaritas atau arah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipasang secara bolak - balik pada rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
2) Kapasitor Kertas&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncIWKJMjrDI3YHEr3aDaQ7zRTD0RwLCM8DwJICWwDC7dYT9vDLhQF9AYjE22RW3OaqLBUeimy-2ZKYqBKDVSmMU5-5Mu8n_K1VFzG9jfeFzOABxnlv6SyN6Mql0kWOn93tl88C-EAaqLt/s1600/Kertas.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Kertas&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;146&quot; data-original-width=&quot;582&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncIWKJMjrDI3YHEr3aDaQ7zRTD0RwLCM8DwJICWwDC7dYT9vDLhQF9AYjE22RW3OaqLBUeimy-2ZKYqBKDVSmMU5-5Mu8n_K1VFzG9jfeFzOABxnlv6SyN6Mql0kWOn93tl88C-EAaqLt/s640/Kertas.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Kertas&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Kertas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari Kertas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai Kapasitansinya berkisar 300 pF hingga 4µF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki polaritas arah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipasang secara bolak-balik pada rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
3) Kapasitor Keramik&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUmDGZJ7OuVOUZyzTsX2jXtsolNF0QXSPNjPIWYnFIBii5Sipu5yfFE0wO4x5fDion7Lb-tKnSYCbw88dVIjflurpT9XYI00jkvlAAxJTPy0qjmd0poC21hNuxtG43dt1yJ7GRc5jdUtxX/s1600/Keramik.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Keramik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;146&quot; data-original-width=&quot;582&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUmDGZJ7OuVOUZyzTsX2jXtsolNF0QXSPNjPIWYnFIBii5Sipu5yfFE0wO4x5fDion7Lb-tKnSYCbw88dVIjflurpT9XYI00jkvlAAxJTPy0qjmd0poC21hNuxtG43dt1yJ7GRc5jdUtxX/s640/Keramik.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Keramik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Keramik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari keramik dengan beberapa bentuk, mulai dari bulat tipis hingga segi empat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai Kapasitansinya berkisar antara 1 pF hingga 0,01&amp;nbsp;µF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki polaritas atau arah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipasang secara bolak - balik pada rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kapasitor yang berbentuk seperti Chip (&lt;i&gt;Chip Capacitor&lt;/i&gt;) pada umumnya terbuat dari bahan keramik yang dikemas dengan ukuran sangat kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipasang pada Mesin Produksi SMT (&lt;i&gt;Surface Mount Technology&lt;/i&gt;) yang memiliki kecepatan tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
4) &amp;nbsp;Kapasitor Polyester&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwHVtl480yMdUsq4iGxKats9Xku6NomDCILVYhu39mXvj0kbqdYXTJyQ2kT0zlZubytZ-Os4NmIeplC8xCWaj13_spIHi68-N_jN4i2keD6cJn2UJBHr41w6O2UFb7SWM4FSn6SZdaQZLk/s1600/Polyester.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Polyester&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;144&quot; data-original-width=&quot;582&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwHVtl480yMdUsq4iGxKats9Xku6NomDCILVYhu39mXvj0kbqdYXTJyQ2kT0zlZubytZ-Os4NmIeplC8xCWaj13_spIHi68-N_jN4i2keD6cJn2UJBHr41w6O2UFb7SWM4FSn6SZdaQZLk/s640/Polyester.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Polyester&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Polyester&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk segi empat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki polaritas arah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipasang secara bolak - balik pada suatu rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
5) Kapasitor Tantalum&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAZ2Hnj4IrZIyF-8ufkZuEplNZ37o8qISUxvVo_ToXlHyB7cPpTgbo8hWZMSCafADZH7STEzLZT_Ti8pbiHA3xPkySmCdgEGyV3VvvZmfHGGz5rii_GaBNz0fAKqdmWnqQhz-s25am32K/s1600/Tantalum.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Tantalum&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;144&quot; data-original-width=&quot;583&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAZ2Hnj4IrZIyF-8ufkZuEplNZ37o8qISUxvVo_ToXlHyB7cPpTgbo8hWZMSCafADZH7STEzLZT_Ti8pbiHA3xPkySmCdgEGyV3VvvZmfHGGz5rii_GaBNz0fAKqdmWnqQhz-s25am32K/s640/Tantalum.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Tantalum&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Tantalum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari Elektrolit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapasitor jenis ini menggunakan bahan Logam Tantalum sebagai Terminal Anodanya (+).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki nilai Kapasitansi yang besar tetapi dikemas dengan ukuran yang lebih kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harganya lebih mahal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kapasitor Elektrolit lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sering digunakan pada peralatan elektronika berukuran kecil seperti Laptop, Notebook, dan Handphone.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
6) Kapasitor Elektrolit&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkeqh-zer36MYByQAUwC0uhqxfraVpNyKjTajuJqx5ehem26LKpyFxXQh4KBnJNMFlZgI2JMxPLF25UlQ6YyJ7nn71ROtKreAgXTQoHp5ntIwAZUvOwgfk-rT8AdTbiX5oGnH7Zp-XT8vV/s1600/Elektrolit.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapasitor Elektrolit&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;141&quot; data-original-width=&quot;584&quot; height=&quot;154&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkeqh-zer36MYByQAUwC0uhqxfraVpNyKjTajuJqx5ehem26LKpyFxXQh4KBnJNMFlZgI2JMxPLF25UlQ6YyJ7nn71ROtKreAgXTQoHp5ntIwAZUvOwgfk-rT8AdTbiX5oGnH7Zp-XT8vV/s640/Elektrolit.PNG&quot; title=&quot;Kapasitor Elektrolit&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapasitor Elektrolit&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Bahan isolatornya terbuat dari bahan Elektrolit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai Kapasitansinya berkisar 0,47 µF hingga ribuan µF&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbentuk seperti silinder atau tabung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sering digunakan pada rangkaian elektronika yang memiliki nilai kapasitansi yang tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada badan kapasitor, biasanya akan terpampang nilai Tegangan (V), Kapasitansi, dan nilai Terminal Negatifnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapasitor elektrolit dapat meledak jika polaritas arah &amp;nbsp;pemasangannya terbalik &amp;amp; melampaui batas maksimal tegangannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;B. KAPASITOR VARIABEL (&lt;i&gt;Variable Capacitor&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kapasitor Variabel merupakan Kapasitor yang nilainya dapat diatur dan diubah - ubah. Kapasitor Variabel terdiri dari 2 jenis, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) VARCO (&lt;i&gt;Variable Condensator&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvK6Ukc0RbeovoCf6FrMQ98HyRluxJbahATyBI-iDZQD2y0BbW5L2ymfgO7Lr2ZyvhT2cT9nM3rh-6QQEDakgsZPOfsMWH2TBYj-gU893UvGbIdc0Rf39_wg8n1GYrdrF_Hen_7R-cQ0jZ/s1600/VARCO.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;VARCO (Variable Condensator)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;159&quot; data-original-width=&quot;674&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvK6Ukc0RbeovoCf6FrMQ98HyRluxJbahATyBI-iDZQD2y0BbW5L2ymfgO7Lr2ZyvhT2cT9nM3rh-6QQEDakgsZPOfsMWH2TBYj-gU893UvGbIdc0Rf39_wg8n1GYrdrF_Hen_7R-cQ0jZ/s640/VARCO.PNG&quot; title=&quot;VARCO (Variable Condensator)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;VARCO (&lt;i&gt;Variable Condensator&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Terbuat dari bahan logam dengan ukuran yang lebih besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai Kapasitansinya berkisar 100 pF hingga 500 pF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada suatu rangkaian radio (Dikombinasikan dengan Spul Antena dan Spul Osilator).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
2) Trimmer&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJRBOP6vRz3bVf3KTqq3D_rI54Ies2yfCewnQFnRd-nU_2r-77uZtC67Sf6DO0eXYp0vIOe234XjqQFFGiZ2rCxAB-gp4hdjjFMFyLn4rG3VUijt4OqsaOgdGBVV4H1eFLx-EwJajE1q7/s1600/Trimmer.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Trimmer&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;146&quot; data-original-width=&quot;673&quot; height=&quot;137&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJRBOP6vRz3bVf3KTqq3D_rI54Ies2yfCewnQFnRd-nU_2r-77uZtC67Sf6DO0eXYp0vIOe234XjqQFFGiZ2rCxAB-gp4hdjjFMFyLn4rG3VUijt4OqsaOgdGBVV4H1eFLx-EwJajE1q7/s640/Trimmer.PNG&quot; title=&quot;Trimmer&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Trimmer&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Trimmer berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi pada suatu rangkaian elektronika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nilai maksimal Kapasitansinya hanya sampai 100 pF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki ukuran lebih kecil sehingga diperlukan sebuah alat untuk memutar poros pengaturnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan dengan selembar mika.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terdapat sebuah &lt;i&gt;Screw&lt;/i&gt; yang berfungsi untuk mengatur jarak antara kedua pelat logam sehngga nilai Kapasitansinya dapat diubah - ubah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;FUNGSI KAPASITOR&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kapasitor merupakan salah satu jenis komponen yang paling sering digunakan pada suatu rangkaian elektronika. Hal ini didasarkan pada kemampuan Kapasitor yang memiliki banyak fungsi yang diperlukan pada hampir setiap peralatan elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa fungsi dari Kapasitor pada suatu rangkaian elektronika :&lt;br /&gt;
1)&amp;nbsp;Sebagai Kopling.&lt;br /&gt;
2)&amp;nbsp;Sebagai Penggeser Fasa.&lt;br /&gt;
3)&amp;nbsp;Sebagai Penyimpan tegangan atau arus listrik.&lt;br /&gt;
4)&amp;nbsp;Sebagai Isolator yang dapat menghambat arus DC.&lt;br /&gt;
5)&amp;nbsp;Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC.&lt;br /&gt;
6)&amp;nbsp;Sebagai Pembangkit Frekuensi pada Rangkaian Osilator.&lt;br /&gt;
7)&amp;nbsp;Sebagai Filter pada Rangkaian Catu Daya (&lt;i&gt;Power Supply&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
8)&amp;nbsp;Sebagai Memilih gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang dikombinasikan dengan Spul Antena dan Spul Osilator).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Komponen Elektronika Pasif yaitu Kapasitor. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4146005138671048555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4146005138671048555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/11/kapasitor.html' title='KAPASITOR'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh98aGf7WYoW42embdyw2tOM7jzWhlYCmodbP4SLq0ZKvkGzgBfA4N4RGW1a2RJqMsMPthPuaCJlTw8QVmcUeSMO77A7vgql2u_4a-5hfszC7QtgK_SdFGFldjI7lndN9SF5fjjhyphenhyphen_pZlsA/s72-c/Capasitor-1.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-1928285084350106751</id><published>2017-10-06T14:30:00.000+07:00</published><updated>2017-10-06T14:30:34.749+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>INDUKTOR</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Induktor merupakan komponen Elektronika Pasif yang sering ditemui dalam suatu Rangkaian Elektronika, terutama pada rangkaian yang berhubungan dengan Frekuensi Radio. Induktor atau disebut juga dengan &lt;i&gt;Coil, Choke, Reaktor&amp;nbsp;&lt;/i&gt;terdiri dari susunan lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan. Jika dialiri oleh arus listrik, maka Induktor dapat menimbulkan medan magnet yang dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat. Prinsip kerja Induktor berdasarkan Hukum Induksi Faraday.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kemampuan Induktor (&lt;i&gt;Coil&lt;/i&gt;) untuk menyimpan energi dalam bentuk medan magnet disebut dengan Induktansi, yang memiliki satuan Henry (H). Selain itu, satuan - satuan turunan dari Henry (H) juga digunakan untuk menyatakan besarnya kemampuan Induktansi pada sebuah Induktor. Satuan - satuan turunan tersebut yaitu microhenry (µH) dan milihenry (mH). Induktor dilambangkan dengan simbol huruf &quot;L&quot; pada suatu Rangkaian Elektronika.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWX-exgRREZcf_Ybi8RXWWE1oVKLF7HhOn2NjkmcERSKoINcn8njcCe8NtIkYUp4I2IvdOM1Ah4qLC0uScCEpH84F4L0eh7k-bIYhNlrZxju_w7kVtw2AwKaTo1Ehfjmh8SQyGJJjnpzIr/s1600/Induktor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Induktor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;402&quot; data-original-width=&quot;564&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWX-exgRREZcf_Ybi8RXWWE1oVKLF7HhOn2NjkmcERSKoINcn8njcCe8NtIkYUp4I2IvdOM1Ah4qLC0uScCEpH84F4L0eh7k-bIYhNlrZxju_w7kVtw2AwKaTo1Ehfjmh8SQyGJJjnpzIr/s400/Induktor.jpg&quot; title=&quot;Induktor&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Induktor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;SIMBOL INDUKTOR&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Perhatikan simbol - simbol Induktor berikut ini.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwukJG3jOKJmW_1K0npwVhNQ9u9uLK-ZLfH8dWEDLiqsxy6XhwcbSMHa-4EiMlkyS_BU7NwIHfWMXse3XH4XJnOgmBGF5-60lPFlBL7bzLV8-drTTHDdZD3XjeJ4Ak43aN26T46xO2Da4v/s1600/Simbol-Induktor.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Simbol - Simbol Induktor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;283&quot; data-original-width=&quot;454&quot; height=&quot;248&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwukJG3jOKJmW_1K0npwVhNQ9u9uLK-ZLfH8dWEDLiqsxy6XhwcbSMHa-4EiMlkyS_BU7NwIHfWMXse3XH4XJnOgmBGF5-60lPFlBL7bzLV8-drTTHDdZD3XjeJ4Ak43aN26T46xO2Da4v/s400/Simbol-Induktor.png&quot; title=&quot;Simbol - Simbol Induktor&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simbol - Simbol Induktor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Besar nilai pada Induktor dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Diameter Induktor - &lt;/b&gt;Semakin besar ukuran diameter, maka semakin tinggi pula nilai Induktansinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jumlah Lilitan - &lt;/b&gt;Semakin banyak jumlah lilitan, maka semakin tinggi pula nilai Induktansinya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ukuran Panjang Induktor - &lt;/b&gt;Semakin pendek Induktor (&lt;i&gt;Coil&lt;/i&gt;), maka semakin tinggi nilai Induktansinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Permeabilitas Inti -&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Yaitu bahan / material inti yang digunakan seperti Udara, Ferrit, atau Besi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;JENIS - JENIS INDUKTOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Induktor dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk dan bahan intinya, yaitu sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1. Ferrit Core Inductor&lt;/b&gt;&lt;b&gt; --&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Menggunakan bahan Ferrit&amp;nbsp;sebagai Intinya.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiTtGC0rGlyXi0u6uidsIl1Sx59X-BfCjUJzzYnpqVXzwE2AQrvAbEFCvMqP6dkBniC5_cvoOw97KHtx-TsFBrhItyjtAx8eakR-EFq7FG2doebFy7-HNHfzCE1pkg8DAz3sRy6vCLyQtg/s1600/Ferrite-Core-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ferrit Core Inductor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;90&quot; data-original-width=&quot;90&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiTtGC0rGlyXi0u6uidsIl1Sx59X-BfCjUJzzYnpqVXzwE2AQrvAbEFCvMqP6dkBniC5_cvoOw97KHtx-TsFBrhItyjtAx8eakR-EFq7FG2doebFy7-HNHfzCE1pkg8DAz3sRy6vCLyQtg/s200/Ferrite-Core-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Ferrit Core Inductor&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ferrit Core Inductor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Iron Core Inductor&lt;/b&gt; --&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Menggunakan bahan Besi&amp;nbsp;sebagai Intinya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiExG-39fshaxPvZLmjfWskiIgf-kP9I2PlOR40cSz0hT9hUCxL60-VTIXB-KII1NvLK1o0cQgvPuaDOjs5YaU-f4NJVnDwvBi4QxJ68CZjPEpUb8hmM4srYyf191LBBd8O-603jAhuuCM1/s1600/Iron-Core-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Iron Core Inductor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;102&quot; data-original-width=&quot;100&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiExG-39fshaxPvZLmjfWskiIgf-kP9I2PlOR40cSz0hT9hUCxL60-VTIXB-KII1NvLK1o0cQgvPuaDOjs5YaU-f4NJVnDwvBi4QxJ68CZjPEpUb8hmM4srYyf191LBBd8O-603jAhuuCM1/s200/Iron-Core-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Iron Core Inductor&quot; width=&quot;196&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Iron Core Inductor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Air Core Inductor&lt;/b&gt; --&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Menggunakan bahan Udara&amp;nbsp;sebagai Intinya.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVL4uut1VdsIQiSNRODQEn4ULJTxjDMqpaXpuAdi2xWD6w11ucYBayIwdC-h0xE5bj2Xoiv3tn9f3KJPYapZg5GvzsWBx2_y55i9H2Eh9WyKY_Tr2e4lLSbjwZNCNw6DEAdEhTwDtOftNF/s1600/Air-Core-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Air Core Inductor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;92&quot; data-original-width=&quot;92&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVL4uut1VdsIQiSNRODQEn4ULJTxjDMqpaXpuAdi2xWD6w11ucYBayIwdC-h0xE5bj2Xoiv3tn9f3KJPYapZg5GvzsWBx2_y55i9H2Eh9WyKY_Tr2e4lLSbjwZNCNw6DEAdEhTwDtOftNF/s200/Air-Core-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Air Core Inductor&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Air Core Inductor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Toroidal Core Inductor&lt;/b&gt; --&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Menggunakan inti yang berbentuk O ring.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_2U7m6-bCKlA1q6rn1na4PlC2JgCoFfswXKABIULSk_QjkyOtF6tIelAeg1gPTg16C7vDYVpTBH_WgM3IAF7QJ3B5V7K0TxHI9TTtttTU7g3Dcnv3eiYRXboTnprmK063Gc2La7JXQxwA/s1600/Torroidal-Core-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Toroidal Core Inductor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;90&quot; data-original-width=&quot;122&quot; height=&quot;147&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_2U7m6-bCKlA1q6rn1na4PlC2JgCoFfswXKABIULSk_QjkyOtF6tIelAeg1gPTg16C7vDYVpTBH_WgM3IAF7QJ3B5V7K0TxHI9TTtttTU7g3Dcnv3eiYRXboTnprmK063Gc2La7JXQxwA/s200/Torroidal-Core-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Toroidal Core Inductor&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Toroidal Core Inductor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Variable Inductor&lt;/b&gt; -- &lt;/span&gt;Menggunakan inti yang umumnya terbuat dari bahan yang bisa diputar - putar. Nilai Induktansi dari Variable Inductor dapat diatur sesuai keinginan.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGcfgRwDu418Ku3_kuzwH5TJiazEazEpJR_PSkjdccwmYhVIkht03M_xBrmwHMGsJ-7FtNDSBsJvtREn_2xTAh8fxTnWzpU5ouzNLc0kajO1VemTBrMTG2fBRPYvw3jY9UwHiZ24XPtyaP/s1600/Variable-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Variable Inductor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;151&quot; data-original-width=&quot;333&quot; height=&quot;145&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGcfgRwDu418Ku3_kuzwH5TJiazEazEpJR_PSkjdccwmYhVIkht03M_xBrmwHMGsJ-7FtNDSBsJvtREn_2xTAh8fxTnWzpU5ouzNLc0kajO1VemTBrMTG2fBRPYvw3jY9UwHiZ24XPtyaP/s320/Variable-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Variable Inductor&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Variable Inductor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;6. Laminated Core Induction&lt;/b&gt;&amp;nbsp;-- Menggunakan inti yang tersusun dari beberapa lapis lempengan logam yang dirangkai secara paralel. Pada setiap lempengan logam diberikan isolator.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirvDgnzWg1qPQlcoyma84G8WUgcHTunemTiIgp_gaBKHx9KQCI1S-WXSRm9Iw1kTtBYJ6SJg-CPvhua2XS1FexM-x_Ntd-s9QEwJ8HTrRNJzKzfhuVXP0_cy3YQ2SkDM0faDu0bw3QruBB/s1600/Laminated-Core-Inductor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Laminated Core Induction&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;223&quot; data-original-width=&quot;226&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirvDgnzWg1qPQlcoyma84G8WUgcHTunemTiIgp_gaBKHx9KQCI1S-WXSRm9Iw1kTtBYJ6SJg-CPvhua2XS1FexM-x_Ntd-s9QEwJ8HTrRNJzKzfhuVXP0_cy3YQ2SkDM0faDu0bw3QruBB/s1600/Laminated-Core-Inductor.jpg&quot; title=&quot;Laminated Core Induction&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laminated Core Induction&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;FUNGSI &amp;amp; APLIKASI INDUKTOR&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. FUNGSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Induktor memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Menyimpan Arus Listrik dalam bentuk Medan Magnet&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menahan Arus AC (Bolak - Balik)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meneruskan Arus DC (Searah)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menapis (Filter) Frekuensi tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Pembangkit Getaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melipatgandakan Tegangan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;B. APLIKASI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Beberapa aplikasi dari Induktor yaitu sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Transformator&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selenoid&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motor Listrik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Relay&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Microphone&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Speaker&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai Filter pada rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Komponen Elektronika Pasif yaitu Induktor. Semoga Bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1928285084350106751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/1928285084350106751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/10/induktor.html' title='INDUKTOR'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWX-exgRREZcf_Ybi8RXWWE1oVKLF7HhOn2NjkmcERSKoINcn8njcCe8NtIkYUp4I2IvdOM1Ah4qLC0uScCEpH84F4L0eh7k-bIYhNlrZxju_w7kVtw2AwKaTo1Ehfjmh8SQyGJJjnpzIr/s72-c/Induktor.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-4597210936612833286</id><published>2017-10-04T18:11:00.001+07:00</published><updated>2017-10-04T18:11:35.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Elektronika"/><title type='text'>RESISTOR</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Resistor merupakan komponen yang paling sering ditemui pada suatu rangkaian elektronika. Hampir seluruh peralatan elektronik menggunakan resistor didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resistor tergolong kedalam jenis komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu. Resistor sering disebut juga dengan Hambatan atau Tahanan yang disimbolkan dengan huruf &#39;R&#39;. Satuan dari Resistor adalah Ohm (Ω). Resistor bekerja berdasarkan Hukum Ohm yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur besarnya arus listrik pada suatu rangkaian elektronika.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsHvXXCvD1tWVxZNEkJManxeqd02n-w9UunJGq5orFNo458zQ8gMeFbdCKPfHW2OwyedlmfQfQ2RmAqQdSXfloG99DfmmgBRB_H4wMg6-yjmvf1LCLL6ZcwZnjB9el75PQPjRRZX8MG_A/s1600/RESISTOR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Resistor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsHvXXCvD1tWVxZNEkJManxeqd02n-w9UunJGq5orFNo458zQ8gMeFbdCKPfHW2OwyedlmfQfQ2RmAqQdSXfloG99DfmmgBRB_H4wMg6-yjmvf1LCLL6ZcwZnjB9el75PQPjRRZX8MG_A/s1600/RESISTOR.jpg&quot; title=&quot;Resistor&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Resistor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;JENIS - JENIS RESISTOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Resistor dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor, dan LDR (&lt;i&gt;Light Dependent Resistor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;A. FIXED RESISTOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Fixed Resistor merupakan jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tetap. Resistor jenis ini memiliki nilai Tahanan atau Hambatan yang biasanya ditandai dengan Kode Warna atau Kode Angka.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-VzyPvC7KNBNmcEC_AJICDowkokOpktIKBYBXFQhFTTNUMof-QwdzZpDuwZs97kNhC4qmsdQLOdj_XTyMLRk0QhaU6-66Y5o5d85mWTyudq4CNs0ORHWohddNiJZilIEdyUHE8KLc0djf/s1600/Bentuk+dan+Simbol+Fixed+Resistor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Simbol dan Bentuk dari Fixed Resistor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;262&quot; data-original-width=&quot;491&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-VzyPvC7KNBNmcEC_AJICDowkokOpktIKBYBXFQhFTTNUMof-QwdzZpDuwZs97kNhC4qmsdQLOdj_XTyMLRk0QhaU6-66Y5o5d85mWTyudq4CNs0ORHWohddNiJZilIEdyUHE8KLc0djf/s400/Bentuk+dan+Simbol+Fixed+Resistor.jpg&quot; title=&quot;Simbol dan Bentuk dari Fixed Resistor&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simbol dan Bentuk dari Fixed Resistor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Berdasarkan komposisi bahan pembuatannya, yang termasuk kedalam kategori Fixed Resistor yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Carbon Film Resistor&lt;/i&gt; (Resistor Film Karbon)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Carbon Film Resistor&lt;/i&gt; ini terdiri dari Film karbon tipis yang diendapkan oleh Substrat Isolator dan dipotong dengan bentuk spiral. Besar nilai Resistansinya dipengaruhi oleh proporsi karbon dan isolator.&amp;nbsp;Semakin banyak kandungan bahan karbonnya, maka nilai resistansinya akan semakin rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keuntungan dari &lt;i&gt;Carbon Film Resistor&lt;/i&gt; ini yaitu dapat menghasilkan resistor dengan nilai toleransi yang lebih rendah dan memiliki kepekaan yang rendah terhadap suhu jika dibandingkan dengan &lt;i&gt;Carbon Composition Resistor&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;Karena rendahnya kepekaan terhadap suhu, maka&amp;nbsp;&lt;i&gt;Carbon Film Resistor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini dapat bekerja pada suhu yang berkisar -55°C hingga 155°C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai Resistansi dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Carbon Film Resistor&lt;/i&gt; yang dijual di pasaran berkisar antara&amp;nbsp;1 Ω sampai 10 MΩ dengan daya 1/6 W hingga 5W.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Carbon Composition Resistor&lt;/i&gt; (Resistor Komposisi Karbon)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Carbon Composition Resistor&lt;/i&gt; ini tebuat dari campuran komposisi antara karbon halus dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikatnya, yang bertujuan untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak bahan karbonnya, maka semakin rendah pula nilai resistansi / nilai hambatannya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Metal Film Resistor&lt;/i&gt; (Resistor Film Logam)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Metal Film Resistor&lt;/i&gt; merupakan resistor yang dilapisi oleh Film Logam yang tipis dari Substat Keramik dan dipotong dalam bentuk spiral. Besar nilai Resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar, dan ketebalan spiral logam tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika setiap aspek dilihat secara keseluruhan, maka resistor jenis ini merupakan Resistor yang terbaik dibandingkan dengan jenis resistor lainnya (&lt;i&gt;Metal Film Resistor&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&amp;amp;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Carbon Composition Resistor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;B. VARIABLE RESISTOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Variable Resistor merupakan jenis Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai kebutuhan.&amp;nbsp;Komponen - komponen yang termasuk kedalam jenis Variable Resistor yaitu Potensiometer, Rheostat, dan Trimpot.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCsQZIM2TsWgZH9OduSmj5EGUrkRuY2p-dp9Mv2d4GoFF3h1vC1Uo_eJfX7xs7utr8d3OWN8tvwFUu7trMZVI9fnK_CIuGCI2jdjfa3z3VZsf9XJtRKoAzG2RMOL2yYkkXisj2pQtffPua/s1600/Bentuk+dan+Simbol+Variable+Resistor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Simbol dan Bentuk dari Variable Resistor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;257&quot; data-original-width=&quot;481&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCsQZIM2TsWgZH9OduSmj5EGUrkRuY2p-dp9Mv2d4GoFF3h1vC1Uo_eJfX7xs7utr8d3OWN8tvwFUu7trMZVI9fnK_CIuGCI2jdjfa3z3VZsf9XJtRKoAzG2RMOL2yYkkXisj2pQtffPua/s400/Bentuk+dan+Simbol+Variable+Resistor.jpg&quot; title=&quot;Simbol dan Bentuk dari Variable Resistor&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simbol dan Bentuk dari Variable Resistor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;1. Potensiometer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Potensiometer memiliki nilai tahanan yang dapat berubah dengan cara memutar porosnya menggunakan sebuah tuas yang terdapat pada Potensiometer. Besar nilai resistansi Potensiometer biasanya tertera pada badan Potensiometer berupa kode angka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Rheostat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rheostat merupakan jenis Variable Resistor yang terbuat dari lilitan kawat resistif serta dapat beroperasi pada nilai Tegangan dan Arus yang tinggi. Pengaturan besar Nilai Resistansi Rheostat dilakukan dengan menggunakan penyapu yang bergerak dibagian atas Toroid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Trimpot (Preset Resistor)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Trimpot (&lt;i&gt;Trimmer Potensiometer&lt;/i&gt;) merupakan jenis Variable Resistor yang berfungsi seperti Potensiometer, tetapi berukuran lebih kecil dan tidak memiliki tuas. Jika ingin mengatur nilai resistansinya, maka dapat digunakan sebuah obeng untuk memutar bagian porosnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;C. THERMISTOR (&lt;i&gt;Thermal Resistor&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Thermistor memiliki nilai resistansi yang dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu (Temperature). Thermistor terbagi menjadi dua jenis yaitu&amp;nbsp;Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient) dan&amp;nbsp;Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient).&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiamSoGRSFi_r2gcCdSFD0kJiY9G71bfzLKqy8GgFq2KLWVJ72h_vSXlV5G-JYBKphMiplGXv3vGNqJRJuUAH1r5BzmPmoJWRUy2LvTEWa8KgZI_IxrLuAkdD78WfnYMjc8Z_NyVsgKnu26/s1600/Bentuk+dan+Simbol+Thermistor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Simbol dan Bentuk dari Thermistor&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;261&quot; data-original-width=&quot;491&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiamSoGRSFi_r2gcCdSFD0kJiY9G71bfzLKqy8GgFq2KLWVJ72h_vSXlV5G-JYBKphMiplGXv3vGNqJRJuUAH1r5BzmPmoJWRUy2LvTEWa8KgZI_IxrLuAkdD78WfnYMjc8Z_NyVsgKnu26/s400/Bentuk+dan+Simbol+Thermistor.jpg&quot; title=&quot;Simbol dan Bentuk dari Thermistor&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simbol dan Bentuk dari Thermistor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;D. LDR (&lt;i&gt;Light Dependent Resistor&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
LDR (&lt;i&gt;Light Dependent Resistor&lt;/i&gt;) memiliki Nilai Resistansi yang dipengaruhi oleh Intensitas Cahaya yang diterimanya.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5yHhutDF78-hs3iV3ckJ21VqxJqGyzNkbkSEbfP_vHA7PvgG5YTn0OC2iUexohs7pXv5Ol34ABRU0sklysveupjnMGotECguC_D5y7Reaco3ZQEQrzC48-1JhD3FOudN1bld4znC8yinf/s1600/Bentuk+dan+Simbol+LDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Simbol dan Bentuk dari LDR (Light Dependent Resistor)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;264&quot; data-original-width=&quot;491&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5yHhutDF78-hs3iV3ckJ21VqxJqGyzNkbkSEbfP_vHA7PvgG5YTn0OC2iUexohs7pXv5Ol34ABRU0sklysveupjnMGotECguC_D5y7Reaco3ZQEQrzC48-1JhD3FOudN1bld4znC8yinf/s400/Bentuk+dan+Simbol+LDR.jpg&quot; title=&quot;Simbol dan Bentuk dari LDR (Light Dependent Resistor)&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simbol dan Bentuk dari LDR (&lt;i&gt;Light Dependent Resistor&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;FUNGSI RESISTOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa fungsi dari Resistor pada suatu rangkaian elektronika yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;Sebagai Pengatur Arus listrik&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;Sebagai Pembatas Arus listrik&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;Sebagai Penurun Tegangan listrik&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;Sebagai Pembagi Tegangan listrik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;CARA MENGHITUNG KODE WARNA RESISTOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;A. Resistor dengan 4 Gelang Warna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak dapat dipungkiri bahwa jenis resistor yang banyak digunakan saat ini yaitu resistor dengan 4 gelang warna. Untuk menghitung nilainya, kita cukup memahami dan menghafal nilai kode warna pada resistor.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTAoP3hkBAlTYx7QpxyWRtll-3qWuSQX4sOFXt_-6UYc5DwhiRc9WhpvQJYMdYbLQ9DOLzslun_aBd3vtSgZ4xSInxohoJFvmJM518K74ZbPTSQvt2MnpSjYEI604Kd3ecvkCR336O7K8b/s1600/resistor+dengan+4+warna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Resistor 4 Gelang Warna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;165&quot; data-original-width=&quot;318&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTAoP3hkBAlTYx7QpxyWRtll-3qWuSQX4sOFXt_-6UYc5DwhiRc9WhpvQJYMdYbLQ9DOLzslun_aBd3vtSgZ4xSInxohoJFvmJM518K74ZbPTSQvt2MnpSjYEI604Kd3ecvkCR336O7K8b/s1600/resistor+dengan+4+warna.png&quot; title=&quot;Resistor 4 Gelang Warna&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Resistor 4 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Keterangan Gambar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Pita 1 menunjukkan nilai (angka) ke-1 dari resistansi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 2 menunjukkan nilai (angka) ke-2 dari nilai resistansi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 3 menunjukkan faktor pengali / jumlah angka nol (0) yang digabungkan dengan pita 1 dan pita 2.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 4 menunjukkan nilai toleransi resistor (%).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan tabel kode warna resistor 4 gelang warna berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ0F8mmrV2vh4RJBj7bhezFjOUlJHWOPnGQIYFCXj8NDNxPfNy8a-4W9HL0e0P-oDlQGEZ7FyrpsUO048imIBaOAagexS4VG-sCo4KxAQGsnOcqtRDB9IJ3Gou_vcJxVBSoiOs5TUQvdQO/s1600/Tabel+Kode+Warna+Resistor+--+4+Gelang+Warna.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tabel Kode Warna Resistor 4 Gelang Warna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;417&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ0F8mmrV2vh4RJBj7bhezFjOUlJHWOPnGQIYFCXj8NDNxPfNy8a-4W9HL0e0P-oDlQGEZ7FyrpsUO048imIBaOAagexS4VG-sCo4KxAQGsnOcqtRDB9IJ3Gou_vcJxVBSoiOs5TUQvdQO/s400/Tabel+Kode+Warna+Resistor+--+4+Gelang+Warna.jpg&quot; title=&quot;Tabel Kode Warna Resistor 4 Gelang Warna&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tabel Kode Warna Resistor 4 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Hitunglah nilai resistor dengan 4 gelang warna berikut ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgViM2E9HvZWnRhmD_NoiXy8KaS1Bo0Tw_nLX9io-8PUKVLZlHiXL0HRF28K5Z7J9VsRsriwkX6PTJV3muQQCxvqmEetxV2g5Awzrmzf7xCQorYmbNOvPBoKXTA6S2rjrE4GirCxj_j0B7g/s1600/Perhitungan+Resistor+4+Warna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Resistor 4 Gelang Warna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;165&quot; data-original-width=&quot;318&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgViM2E9HvZWnRhmD_NoiXy8KaS1Bo0Tw_nLX9io-8PUKVLZlHiXL0HRF28K5Z7J9VsRsriwkX6PTJV3muQQCxvqmEetxV2g5Awzrmzf7xCQorYmbNOvPBoKXTA6S2rjrE4GirCxj_j0B7g/s1600/Perhitungan+Resistor+4+Warna.png&quot; title=&quot;Resistor 4 Gelang Warna&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Resistor 4 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Solusi :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pita 1 = Coklat :: nilai 1&lt;br /&gt;
Pita 2 = Kuning :: nilai 4&lt;br /&gt;
Pita 3 = Merah :: nilai 100&lt;br /&gt;
Pita 4 = Emas :: 5%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi hasil yang kita dapat adalah 14 x 100 = 1400 Ohm dengan toleransi sebesar 5%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #93c47d;&quot;&gt;B. Resistor dengan 5 Gelang Warna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara menghitung nilai resistor dengan 5 warna hampir sama dengan cara menghitung nilai resistor 4 warna. Perbedaannya hanya terletak pada nilai toleransi yang lebih rendah dan lebih spesifik.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0iYRGO4Y7b_x-gixi5mUNRjsUySDZ4Cd4gaEQ5l7T6TIxLYYswhTomc4XggporNzYiAUr2GIugt7mxGJu3gYyFl0tn5SARypplr0kLYia4XkWdYaMyudC4yMEOQ64queY5R3yJsQBNUTr/s1600/resistor+dengan+5+warna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Resistor 5 Gelang Warna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;165&quot; data-original-width=&quot;318&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0iYRGO4Y7b_x-gixi5mUNRjsUySDZ4Cd4gaEQ5l7T6TIxLYYswhTomc4XggporNzYiAUr2GIugt7mxGJu3gYyFl0tn5SARypplr0kLYia4XkWdYaMyudC4yMEOQ64queY5R3yJsQBNUTr/s1600/resistor+dengan+5+warna.png&quot; title=&quot;Resistor 5 Gelang Warna&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Resistor 5 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Keterangan Gambar :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 1 menunjukkan nilai (angka) ke-1 dari resistansi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 2 menunjukkan nilai (angka) ke-2 dari resistansi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 3 menunjukkan nilai (angka) ke-3 dari resistansi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 4 menunjukkan faktor pengali / jumlah angka nol (0) yang digabungkan dengan pita 1, 2 dan 3.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pita 5 menunjukkan nilai toleransi (%).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perhatikan tabel kode warna resistor 5 gelang warna berikut ini :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT9U3SnsJ2WgqKUUyRJZnxPxDkMyGMrhpKdcJghfg7_4SMOAf_jIn4_vYSZAD2K0Gw41zqebl9Onjmbj7bKYnlhyphenhyphen5uW4ZJVIPLB6SJyffc8k8kdAgomAFeNy8ZIAQtUV8FFm6QVA4_5hOP/s1600/Tabel+Kode+Warna+Resistor+--+5+Gelang+Warna.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;559&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT9U3SnsJ2WgqKUUyRJZnxPxDkMyGMrhpKdcJghfg7_4SMOAf_jIn4_vYSZAD2K0Gw41zqebl9Onjmbj7bKYnlhyphenhyphen5uW4ZJVIPLB6SJyffc8k8kdAgomAFeNy8ZIAQtUV8FFm6QVA4_5hOP/s400/Tabel+Kode+Warna+Resistor+--+5+Gelang+Warna.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tabel Kode Warna Resistor 5 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Hitunglah nilai resistor dengan 5 gelang warna berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIm73skpENMBTRyBOCpbnpDudpufUW1I1Fd13DNJucFT4uLhqm2aT3DQq63hv3C7yo35OBQz0gpl4NuZnrdXy0ZtXagLF30cc0qIs_WJ1QtCqvvxhGtS2Pe-1tReAWL_gVotODFEM1iHHr/s1600/Perhitungan+Resistor+5+Warna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Resistor 5 Gelang Warna&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;165&quot; data-original-width=&quot;318&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIm73skpENMBTRyBOCpbnpDudpufUW1I1Fd13DNJucFT4uLhqm2aT3DQq63hv3C7yo35OBQz0gpl4NuZnrdXy0ZtXagLF30cc0qIs_WJ1QtCqvvxhGtS2Pe-1tReAWL_gVotODFEM1iHHr/s1600/Perhitungan+Resistor+5+Warna.png&quot; title=&quot;Resistor 5 Gelang Warna&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Resistor 5 Gelang Warna&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Solusi :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pita 1 = Biru :: nilai 6&lt;br /&gt;
Pita 2 = Ungu :: nilai 7&lt;br /&gt;
Pita 3 = Merah :: nilai 2&lt;br /&gt;
Pita 4 = Coklat :: nilai 10&lt;br /&gt;
Pita 5 = Merah :: nilai toleransi 2%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, hasil yang kita dapatkan adalah 672 x 10 = 6720 Ohm dengan toleransi 2%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pembahasan kali ini tentang Komponen Elektronika Pasif yaitu Resistor. Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4597210936612833286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/4597210936612833286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/10/resistor.html' title='RESISTOR'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIsHvXXCvD1tWVxZNEkJManxeqd02n-w9UunJGq5orFNo458zQ8gMeFbdCKPfHW2OwyedlmfQfQ2RmAqQdSXfloG99DfmmgBRB_H4wMg6-yjmvf1LCLL6ZcwZnjB9el75PQPjRRZX8MG_A/s72-c/RESISTOR.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4202526012617649071.post-5311584137717138493</id><published>2017-08-01T17:19:00.000+07:00</published><updated>2017-08-01T17:19:23.161+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lainnya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sains"/><title type='text'>Kelayakan Planet Bumi untuk Mendukung Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Bumi yang kita huni ini merupakan satu-satunya tempat (planet) di mana manusia dapat hidup dan bertahan tanpa alat bantu, tanah dan air yang melimpah, serta atmosfer yang dapat di hirup untuk bernapas. Di atas muka bumi inilah miliaran manusia menjalani kehidupannya. Hal ini berdasarkan pada kelayakan planet Bumi untuk mendukung kehidupan dengan rincian sebagai berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2SXqd2LG-F0f1YnRq1wRtwlf2RQvqWEok6z-1TxZHaG-5c2lMl2hCeKuMWvrEr1dr7szWKdcUnNiLurur95QkmPl1ClMSDvAUIt1U6dXvy2y7yv8-mjYQ_Y5Qi6czs4oIC52t9ImXeJbb/s1600/bumi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kelayakan Planet Bumi untuk Kehidupan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;380&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;253&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2SXqd2LG-F0f1YnRq1wRtwlf2RQvqWEok6z-1TxZHaG-5c2lMl2hCeKuMWvrEr1dr7szWKdcUnNiLurur95QkmPl1ClMSDvAUIt1U6dXvy2y7yv8-mjYQ_Y5Qi6czs4oIC52t9ImXeJbb/s400/bumi.jpg&quot; title=&quot;Kelayakan Planet Bumi untuk Kehidupan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Planet Bumi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Bumi adalah Planet Istimewa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jaraknya dengan matahari tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Akibatnya udara bumi tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin.&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Di planet bumi banyak terdapat sumber air (danau, sungai dan lautan).&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Bumi mempunyai lapisan atmosfer sehingga memungkinkan terjadi awan dan hujan.&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Atmosfer bumi menimbulkan perbedaan suhu antara siang dan malam yang tidak terlalu signifikan (seperti di bulan).&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Atmosfer bumi mengandung unsur oksigen sehingga dapat mendukung kehidupan seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Atmosfer bumi mampu melindungi kehidupan dari terjadinya kerusakan akibat sinar dan partikel matahari yang dapat merusak bumi.&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Medan nagnet bumi berfungsi untuk melindungi bumi dari bahaya partikel dan radiasi yang bersifat merusak dari matahari dan luar angkasa, sehingga partikel dan radiasi tersebut terkonsentrasi dalam zona sabuk &lt;i&gt;van allen&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Selama bergerak mengorbit matahari, planet bumi juga melakukan gerak rotasi. Sekali rotasi membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam sehingga terjadi siang dan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Keseimbangan yang memungkinkan kehidupan di Bumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Para ahli astronomi telah membuat daftar tentang faktor yang menentukan bagi kehidupan antara lain sebagai berkut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Gravitasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika gravitasi lebih kuat dari sekarang, atmosfer akan menahan terlalu banyak amonia dan metana. Jika gravitasi lebih lemah dari sekarang, &amp;nbsp;maka atmosfer akan kehilangan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jarak Bumi dengan bintang (Matahari).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika jaraknya terlalu jauh, maka suhu planet akan terlalu dingin bagi siklus air lebih stabil. Sebaliknya jika terlalu dekat, maka suhu planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ketebalan Lapisan kerak bumi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika lapisan kerak bumi lebih tebal, maka akan terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer menuju kerak bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Periode rotasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika periode rotasi berlangsung lebih lama, maka perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar. Sebaliknya jika lebih cepat, maka tingkat kecepatan angin di atmosfer akan terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Interaksi Gaya Gravitasi dengan Satelit (Bulan).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika proses ini lebih besar, maka efek pasang surut air laut, atmosfer, dan periode rotasi bersifat merusak. Sebaliknya jika lebih kecil, maka terjadi perubahan secara tidak langsung pada orbit yang menyebabkan ketidakstabilan iklim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Medan Magnet.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika terlalu kuat, maka badai elektromangnetik terlalu merusak. Sebaliknya jika terlalu lemah, maka planet bumi kurang mendapatkan perlindungan dari bahaya radiasi bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Albedo (perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika lebih besar, maka zaman es yang tak terkendali akan terjadi. Sebaliknya jika lebih kecil, maka efek rumah kaca yang tak terkendali akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kadar karbon dioksida dan uap air dalam atmosfer.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika lebih besar, maka efek rumah kaca yang tak terkendali akan terjadi. Sebaliknya jika lebih kecil, maka efek rumah kaca tidak memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kadar ozon dalam atmosfer.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika terlalu besar, maka suhu permukaan planet bumi terlalu rendah. Sebaliknya jika terlalu kecil, maka suhu permukaan planet bumi terlalu tinggi dan terlalu banyak menerima radiasi ultraviolet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ø&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Aktivitas Seismik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika lebih besar, maka akan terlalu banyak makhluk hidup yang punah. Jika lebih kecil, maka bahan makanan di dasar laut (yang dihanyutkan oleh aliran sungai) tidak akan di daur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;( Baca Juga : &lt;a href=&quot;http://teknoaldebran.blogspot.co.id/2017/06/rotasi-dan-revolusi-bumi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Rotasi dan Revolusi Bumi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/5311584137717138493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4202526012617649071/posts/default/5311584137717138493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://teknoaldebran.blogspot.com/2017/08/kelayakan-planet-bumi-untuk-mendukung.html' title='Kelayakan Planet Bumi untuk Mendukung Kehidupan'/><author><name>TEKNO ALDEBRAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05569070125904568388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2SXqd2LG-F0f1YnRq1wRtwlf2RQvqWEok6z-1TxZHaG-5c2lMl2hCeKuMWvrEr1dr7szWKdcUnNiLurur95QkmPl1ClMSDvAUIt1U6dXvy2y7yv8-mjYQ_Y5Qi6czs4oIC52t9ImXeJbb/s72-c/bumi.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>