<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 07:33:46 +0000</lastBuildDate><category>diary</category><category>Ngacapruk</category><category>Ramadhan</category><category>Ruang Singgah</category><category>Sastra</category><category>Anak</category><category>Dakwah</category><category>Pagi</category><category>Tulisan Orang</category><title>Telaga Langit</title><description></description><link>http://telagalangit.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-4593500711270825486</guid><pubDate>Wed, 29 Jul 2020 15:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-29T22:19:05.828+07:00</atom:updated><title>Manusia dan Kisah</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Times, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: large;&quot;&gt;Manusia memang sudah tabiatnya menyukai cerita. Sejak zaman nenek moyang kita yang tinggal di goa-goa, mereka menghabiskan malam dengan keluarga mengelilingi api unggun sambal bertutur cerita.&amp;nbsp;Orang tua, remaja, sampai anak-anak khusyu&#39; menyimak uraian cerita kepala suku,&amp;nbsp;tetua yang setiap malam menyajika cerita berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Cerita tentang pahlawan-pahlawan masa lalu yang berhasil membunuh hewan&amp;nbsp;langka, monster berkepala tiga. Atau cerita tentang nenek moyang mereka yang arwahnya terbang melayang ke angkasa. Ada juga kisah tentang dewa-dewa yang turun dari ketinggian untuk menitip pesan buat manusia, atau kutukan-kutukan yang membuat kuduk anak ketakutan, serta kisah misteri yang membuat para remaja&amp;nbsp;tenggelam dalam&amp;nbsp;selimut&amp;nbsp;penasaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Tradisi ini turun menurun dilakukan&amp;nbsp;sebagai cara mereka menghabiskan malam. Lewat cerita&amp;nbsp;mereka juga dititipkan pesan-pesan keyakinan dan&amp;nbsp;diturunkannya pola&amp;nbsp;kebiasaan. Di malam-malam seperti itu kisah-kisah dituturkan untuk mengisi imajinasi di kepala semua orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Manusia hidup dengan kisah, melahirkan kisah, merangkai dan mengembangkannya dengan bumbu ketuhanan dan roman-roman. Manusia terbuai oleh kisah tersebut, menyukainya hingga sumsum tulang dan ingin mengabadaikannya lewat berbagai cara dan tradisi yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Kisah dihidupkan dan diajarkan oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Diceritakan lagi pada anak dari anak, dan anak dari anak-anaknya. Kisah diperlukan agar mereka bisa menafsirkan tanda-tanda yang tidak bisa dimengerti. Juga dibutuhkan agar bisa menyambungkan antara kenyataan dan fiksi, antara dunia fisik dan spiritual yang sulit diterjemahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Bisa juga kisah dituturkan karena manusia ingin lari dari kenyataan. Sebab pada kenyataan kadang sulit ditemukan harapan, sebab pada kenyataan seringkali ada kepahitan yang mematikan untuk ditelan. Sebaliknya, di cerita juga ada kebahagiaan. Kebahagiaan yang seperti sedang dirasakan cuma sulit untuk dideskripsikan. Pada cerita ada uraian yang membantu manusia menjelaskan secara kongkrit apa-apa yang asalnya terlalu abstrak buat dijelaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times; font-size: large;&quot;&gt;Sudah terlahir ribuan kisah di antara manusia. Saya yakin akan lahir lagi jutaan kisah baru yang selalu ditulis untuk memuaskan dahaga kita. Kisah serupa yang sejak dulu diwariskan oleh para leluhur di tengah lingkaran mengelilingi api unggun yang menyala-nyala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/07/manusia-dan-kisah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-2556729156092298225</guid><pubDate>Thu, 23 Jul 2020 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-07-23T23:34:07.725+07:00</atom:updated><title>Membuka lembaran PC baru</title><description>Alhamdulillah hari kamis, tanggl 21 Juli kemarin PC saya kembali hidup. Penuh vitalitas dan kebaruan. Casingnya sih masih jadul (dan saya senang soal itu) tapi dalamannya baru semua. Mulai dari motherboard, processor, RAM, power supply, dan tentu tambahn2 kotak penyimpan generasi baru. 1 HDD berkapasitas 2 Tera dan 1 SSD berkapasitas 240 Giga. Cukup ajib untuk sebuah PC zaman sekarang. Belum ditambah VGA card sih, tapi interior casing saya tambah dengan 2 kipas inhaust dan exhaust. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berencana mencicil PC rakitan ini sejak lama. Mungkin sudah setahun lebih. Pertama kali diawali oleh niat ingin punya PC baru dengan godaan untuk main&amp;nbsp; games keren yang sering berseliweran di medsos. Saya piker asyik juga punya PC dan kembali maen games kaya dulu. Ditambah games sekarang kaya dengan gravis yang ajib pasti jauh lebih asik kalo dibandingkan sama pengalaman main game ala doom, mortal combat, atau counterstrike modal dulu. Entah kenapa godaan buat main game begitu kuat waktu itu, sehingga mendorong saya buat mencicil komponen PC secara perlahan untuk memastikan pemakaian parts yang berkualitas, mulai dari processor sampe ke VGA card. Memang ada sempet keraguan muncul, apa layak PC berbiaya tinggi dibuat cuma ingin memuaskan hasrat bermain games? Tapi keraguan tersebut akhirnya kalah, saya tetap bertekad untuk membeli parts PC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parts yang pertama kali dibeli adalah motherboard. Saya membelinya di BEC waktu sekalian main sama keluarga kesana. Anehnya saya membeli motherboard inipun dengan ditemani sedikit keraguan. Tapi akhirnya saya merogoh saku kalo ga salah 925 ribu untuk Asrock H310CMV yang bias pake M2. Saya pilih yang murah, tapi cukup ternama dan berasal dari generasi terbaru sehingga memungkinkan saya untuk melakukan upgrade di waktu-waktu mendatang, ga terlalu ketinggalan jauh nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part selanjutnya yang saya cicil adalah hardisk. Saya beli 2 jenis, 1 berupa HDD dan satu berupa SSD &lt;br /&gt;
yang terkenal tipis dan supercepat (meski harganya mahal bro). ukuran HDD ga tanggung-tanggung, saya beli yang 2 TB alias 2000 Gigabytes. SSD pun beli yang 240 GB, lebih dari cukuplah buat nyimpan system dan program-program. Sudah lebih dari sejuta untuk 2 barang ini saja. Lumayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembelian 3 parts ini bukan sembarang beli, tapi pilihan itu semua jatuh setelah entah belasan atau puluhan jam saya melakukan kajian. Saya benar-benar berangkat dari 0 soal wawasan terbaru seputar prosesor dan perakitan computer. Ada sih pengalaman soal ini, tapi itu sudah jadi pengetahuan yang kadaluarsa. Resiko atas hasrat pengen punya PC saya jalani dengna membaca puluhan artikel mulai dari perkembangan teknologi prosesor intel, soket motherboardnya, hdd, dan lain sebagainya. Saya bener-bener ga punya konsultan tetap yang saya jadika tempat bertanya rutin. Hampir semua pengetahuan saya cari dengan cara membaca dan membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut memang perlu dijalani karena saya tahu bahwa antara satu part dengan part lain computer itu mesti kompatibel. Jangan sampe kita beli prosesor dengan motherboard tapi ga cocok, bisa rugi bandar kita nanti. inilah resiko merakit PC sendiri, kita mesti tahu betul apa yang kita masukkan ke dalam rig PC agar PC tersebut memiliki kinerja yang optimal akibat sinergi dari masing-masing komponennya. Itulah sebabnya mengetahui perkembangan terbaru dari masing-masing parts PC adalah hal yang mutlak dikuasa oleh orang yang mau merakit PC sendiri. Repot sih memang, tapi it&#39;s worth to try. Seru juga pengalamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tahukah anda, setelah selesai memberi hardisk, hasrat saya buat maen game tenggelam. Entah kenapa, sayapun lupa...hehehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin waktu itu saya disibukkan oleh pekerjaan lain yang cukup menyita pikiran sehingga saya tidak berminat untuk melakukan kajian lebih dalam soal parts computer yang perlu saya kumpulkan. But time&amp;nbsp;went by...sampai bulan juli&amp;nbsp;ini.&amp;nbsp;Tiba-tiba saya membuat keputusan besar untuk melanjutkan&amp;nbsp;merakit PC yang sudah setahun lewat (mungkin lebih) saya lupakan. Kali ini pertimbangna saya lebih rasional. Di saat pandemic&amp;nbsp; Covid ini anak-anak mulai sekolah tahun ajaran baru, kasian liat mereka belajar dari hp melulu. Sayapun tidak setiap hari ada di rumah, laptoppun tentu di bawa ke kantor. Oleh karena itu keputusan saya untuk melengkapi cicilan parts PC menjadi bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang masih ada godaan untuk main games, tapi tidak sebesar dulu. Rupanya niat yang benar buat urusan PC ini bikin saya maki mantap mengeluarkan uang yang cukup besar buat beli sisa komponen yang belum lengkap. Besar atau kecil relative kali ya, seringkali buat urusan yang sepele kita juga mau mengeluarkan uang cukup besar. Tapi untuk beli barang yang bermanfaat kita seringkali berpikir biayanya terlalu mahal. Padalah manfaat yang didapat melebihi biaya yang dikeluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu 1 atau 2 hari sayapun belanja semua keperluan PC di marketplace. Biar ga terombang-ambing keraguan saya belanja sekaligus (nyaris) semuanya. hehehehe. Seperti procesor, RAM, keyboard dan mouse, wifi,&amp;nbsp;monintor, serta power supply. Sayapun kepikiran beli aksesoris lain yang perlu seperti fan dan ekstensi USB 3. Belakangan saya beli juga kabel stop kontak merk broco yang lumayan mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Btw, belanja saya ini adalah belanjanya lelaki. yaitu belanja yang penuh pertimbangan. Salah satu pertimbangan tentu adalah efisiensi. Kalo bias beli yang murah kenapa beli yang mahal. Ini penting karena di saat ini pengeluaran untuk sekolah anak sudah sangat besar. Sempat saya beli power supply seken yang ternyata produknya mengecewakan. Saya retur ke sellernya di Jakarta dan akhirnya saya beli yang baru di kosambi dengan harga yang lebih mahal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semua lengkap saya rakit PC. Tapi sebelumnya ada kerjaan besar, yaitu membersihkan casing lama dan mengeluarkan dalemannya yg jadul (yaitu motherboard dengan Pentium 4-nya). Masih jalan ternyata setelah dicoba dengan PSU. Alhamdulillah, saya dapat merakit semua dengan tertib, tidak tergesa-gesa, sambal terus berdoa semoga langkah saya ga ada yang salah. Sebagai pemula dan amatir, saya takut bener kalo PC ketika sudah jadi nanti ga bisa nyala. Hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menikmati perakitan itu dengan pelan dan hati-hati. Saya bahkan membersihkan casing lama dengan perasaan dan syukur atas kehadirannya yang sudah memberikan saya bantuan besar dulu ketika kuliah. Saya bisa memasang mother board, prosecor, hardisk, dan ram dengan lancar. Bagian yang rumit pun seperti memasang kabel-kabel bisa terlaksana dengan sukses! Saya bahkan sempat melakukan manajemen kabel sehingga kabel-kabel yang berseliweran dan membingungkan itu bisa rapi dan enak dipandang di dalam rig PC saya. Lumayanlah buat seorang amatir. Hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semua siap, tibalah saat-saat dihidupkannya PC. Semua kabel sudah tersambung dan lalu....&lt;br /&gt;
si PC ga mau hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya lupa kemarin itu letak masalahnya di mana, tapi setelah diotak-atik dikit, pencet lagi tombol on dan...&lt;br /&gt;
Tadaaaaaaaaa.....&lt;br /&gt;
Si PC hidup dengan warna fan biru yang menyala di dalam casing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa kendala di awal, seperti kesulitan buat install driver di awal. Tap ternyata saya ga perlu melakukan itu. Cukup langsung saja install windows. Driver2 diinstal belakangan saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari ini PC berfungsi dengan baik dan lancar. Ada perasaan puas menyelusup di hati saya, Sense of achievement ini menyenangkan, hehehe...Sayapun men-setup meja PC agar bersih dan rapi dari barang-barang. Biar workplace-nya selalu nyaman buat digunakan, oleh siapa saja dan kapan saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga PC ini awet dan bisa memberikan manfaat yang besar buat saya, keluarga, dan juga buat sebanyak-banyaknya umat. Amiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/07/membuka-lembaran-pc-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-2001225941534921368</guid><pubDate>Fri, 29 May 2020 23:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-30T06:54:12.570+07:00</atom:updated><title>Si Jalu Jatuh</title><description>Kamis tanggal 28 malam di jalu jatuh dari Kasur kakaknya. Dia nangis keras dan kakaknya perlu manggil umi agar segera datang. Akhirnya si jalu dibopong ke kamar kami untuk dioleh minyak butbut di bagian tangan sambal trus nangis. Tangannya lemas lunglai. Kakaknya bilang dia jatuh sambal ditahan oleh tangan kanannya. Tiap diangkat dia teriak yang membuat kami khawatir. Istri sempat minta memanggil tukang pijat langganan ibu, tapi aku keberatan di tengah wabah Corona ini manggil orang lain ke rumah. Termasuk untuk pergi mendatangi rumah sakit, tampaknya sama sekali bukan pilihan bagus. Saya browsing mencari penangangn terhadap kondisi ini, sepertinya ini semacam terkilir, luka pada otot atau tulang. saya cari info gimana untuk tindakan pertama penyelamatan dan akhirnya ketemu. Di artikel dokter, kecelakaan seperti ini mesti jangan banyak bergerak, tidak diurut, dan diberi kompres es. Sayapun lalu menyiapkan es batu diplastik. dengan dihalangi tissue, es tersebut ditempelkan di bagian yang membengkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski agak susah akhirnya anak kami mau diam dan tidur. Besoknya dia bangun dan masih kaku di tangan kanannya itu. Kami mencoba menelusuri dengan cara diraba dan digerak-gerakkan untuk mengetahui bagian mana yang benar-benar sakit/luka. Saya browsing ke beberapa situs tentang terkilir atau tulang patah. Menjelang siang dia mulai main sambal baringan, di terlihat ga berani bergerak. Pernah Si jalu pernah teriak kencang ketika dia anteng main saya angkat tangannya. saya agak panik juga, apalagi ketika membaca bahwa tangan patah perlu penangangna segera. Siang itulah saya memutuskan mengajak istri untuk pergi ke laboratorium untuk cek rontgen tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah lab biotest dekat rumah kami buka setelah beberapa saat telpon tidak ada yang mengangkat. Lab negeri di jalan sederhana menutup pelayanannya karena focus karantina Covid katanya. padahal kami pengen ke sana mengingat harganya yang jauh lebih murah daripada lab swasta. Tapi lab biotes di deket rumah ini enak karena sepi, ga perlu antri. Singkat cerita kami cuma perlu merontgen 1 bagian tangan (dari 5 bagian regular rontgen tangan). Alhamdulillah juga pertolongan Allah, teteh operator yang memfoto anak kami memperbolehkan foto bagian bahu lalu kami boleh melihat hasil fotonya di ruang computer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak tahu jika hal itu diperbolehkan, tapi kami senang atas pelayanannya ini. Si teteh memperlihatkan semua hasil foto di layer computer dan memberi sedikit penjelasan tentang hasilnya.&lt;br /&gt;
Kami lihat bahwa di bagian siku di jalu ada sedikit luka pecahan tulang di ujung tungkai atas dekat sikut. Lukanya haluuus sekali tapi cukup memperlihatkan image yang berbeda dengan bagian tulang lainnya. Di kedua hasil foto gambar tersebut tertangkap. Si teteh menjelaskan bagian inilah yang tampaknya bermasalah. Sementara dengan menggunakan foto bahu, tidak ditemukan masalah apa-apa...alhamdulillah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dan istri senang karena akhirnya kami bias mengetahuo sumber masalah atau sumber rasa sakit anak kami ini. Rasa waswas jadi hilang, rasa penasaran terobati, dan ketakutan akhirnya ga ada lagi. Tapi kami sadar bahwa luka sedikit di bagian tulang tersebut membuat jaringan di sekitarnya luka hingga menimbulkan bengkak. Dan memang bagian itu yang kalo ditekan menunjukkan rasa sakit yang konsisten pada tangan si jalu. Sementara bagian telapak tangan, tulang hasta/ulna, dan bahu tidak ada masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepulang dari lab kami memutuskan untuk tidak perlu ke dokter, luka seperti ini akan sembuh dengan sendirinya. Kita hanya perlu menangani dan merawat sakit bengkak yang diderita. Sepulang dari lab anak kami masih manja, takut menggerakkan tangan. Barulah keesokan harinya dia mulai berani duduk, bahkan mulai lincah bergerak ke sana kemari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lucu dan miris liat dia main hanya dengan menggunakan 1 tangan. Terlihat ga ada keluhan darinya, itu yang membuat saya terharu. Anak kecil memang ajaib, mereka mudah melupakan rasa sakit. Gampang move on dan tidak mengeluh. Kalo orang dewasa kan sering membanding-bandingkan masa sekarang dengan masa lalu, tapi hal itu tampaknya tidak berlaku buat anak kecil. Mereka tidak mengeluhkan keadaan sekarang dengan keadaan sebelumnya yang sebenarnya lebih baik. Mereka cuma enjoy saja dengan apapun keadaan yang dijalani saat ini. sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih anakku, telah mengajarkan umi abi pelajaran berharga. Semoga kau lekas sembuh dan Allah swt selalu menjagamu di manapun kamu berada.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/05/si-jalu-jatuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-7717560462150215656</guid><pubDate>Tue, 26 May 2020 04:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-26T11:09:54.488+07:00</atom:updated><title>1441 H, 1 Syawal tanpa Pulang Kampung</title><description>&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Melihat tegap gagahnya gunung Ciremai adalah hasrat ga tertahankan setiap kali pulang kampung. Berpuluh tahun bolak balik, tapi tak singgah rasa bosan. Ia bukan sekedar gunung biasa yang dilihat di keseharian, tapi Ciremai dan landscapenya adalah lukisan magis yang selalu menyambut orang-orang yang dagingnya berasal dari partikel tanah vulkaniknya, dan darahnya mengandung molekul yang berasal dari mata airnya.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Mungkin itu sebabnya anak manusia selalu rindu untuk kembali ke kampung halaman. Tempat mereka dibesarkan dengan nutrisi dan kenangan yang menyatukan mereka dengan esensi keluarga dan kehidupan. Di sana Cuma ada cinta dan kemesraan yang menjadi cetak biru kerinduan.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Tapi menurut saya ada 1 faktor penting lagi yang membuat &#39;ritual&#39; pulang kampung selalu dibela dengan segala cara. Faktor tersebut adalah suasana hari Idul Fitri yang sangat sakral. Entah bagaimana dengan anda, tapi buat saya udara di pagi di hari raya Idul fitri rasanya lebih murni dibandingkan pagi selainnya. Atmosfer di hari raya tersebut mengandung kejernihan yang sukar dilukiskan kata-kata. Jangan ditanya dalilnya mana, karena sayapun belum menemukan. Tapi sungguh rasa itu ada, dan kita selalu merindukannya.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Suasana Idul fitri tersebut yang menambah intensitas kebahagiaan suasana pulang kampung. Keberkahan hari raya bersenyawa dengan kerinduan yang memuncak para insan rantau. Mungkin itu penjelasan logis kenapa orang rela berdesak2an di terminal, stasiun, dan bandara. Dulu juga saya ga keberatan berdesakan di bus ekonomi, bercampur bau keringat manusia, muntahan orang2 mabuk, aroma minyak angin cap kapak, dan wangi gorengan tahu sumedang beruap panas.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Sepertinya gunung-gunung, sungai dan sawah, kebun dan hutan, bahkan batu, suara gemerisik daun,dan aroma tanah basah di desa kampung halaman selalu berkesan. Ramah handai taulan dan macam aneka kulinernya saya yakin bikin sebagian orang yg tidak mudik tahun ini galau sampe berhari-hari setelah lebaran usai.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Semoga kesabaran dibalas pahala. Bertahun kita merayakan hari raya sekali ini dilarang mudik janganlah membuat nelangsa. Keadaan ini mesti jadi waktu untuk merenung dalam tentang hakikat hari raya. Orang Bijak berkata: Bukanlah hari raya bagi orang yang berhias diri dengan pakaian dan kendaraan, hari raya adalah bagi orang yang telah diampunkan dosanya. Bukanlah hari raya bagi orang yang makan makanan yang lezat, bersenang-senang dengan syahwat dan kelezatan, hari raya adalah bagi bagi orang yang telah diampunkan dosaya dan telah diganti kesalahannya dengan pahala dan kebaikan (al-Futuhat aulya).&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #050505; display: inline !important; float: none; font-family: &amp;quot;Segoe UI Historic&amp;quot;, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Semoga tahun depan para insan rantau bisa pulang kampung ya, dengan ditambah bonus menjadi sosok yg lebih bertaqwa.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;sub&gt;&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;&lt;/sup&gt;&lt;strike&gt;&lt;/strike&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/05/1441-h-1-syawal-tanpa-pulang-kampung.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-1163090576688281871</guid><pubDate>Sat, 23 May 2020 12:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-23T19:55:30.942+07:00</atom:updated><title></title><description>Sekarang ini adalah malam takbir 1 syawal 1441 H. Bertepatan dengan malam minggu, 23 Mei 2020.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, malam ini adalah salah satu dari malam-malam syahdu di dada setiap muslim, takbir bergema di masjid-masjid, membelah langit malam, seakan sekaligus mengucapkan selamat tinggal pada Ramadhan yang baru saja pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramadhan dan syawal kali ini sungguh-sungguh berbeda. Sebabnya adalah kita menjalaninya dengan gaya hidup yang beradaptasi dengan kehadiran sebuah virus ganas. Virus Covid-19 namanya.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/05/sekarang-ini-adalah-malam-takbir-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-561842275823074470</guid><pubDate>Sun, 10 May 2020 01:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-05-10T08:56:10.186+07:00</atom:updated><title>Dari Mana Asal Sebuah Kesan?</title><description>Pagi hari ini istri dan anak-anak menghabiskan waktu tanpa tidur. Saya senang dengan keadaan ini, melihat mereka tetap aktif di pagi hari padahal biasanya selepas shalat shubuh dan tilawah sebagian besar mereka kembali ke peraduannya di kamar. Entah kenapa pagi ini berbeda, mungkin malemnya sudah puas istirahat. Mungkin pagi ini terlalu segar dan berharga buat dilewatkan di dalam pelukan selimut. Tapi yang pasti semuanya sekarang ini lagi tertarik ke layar hp masing-masing :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mikir Panjang jadinya….tentang bagaimana masa kanak-kanak dulu, generasi saya menghabiskan waktu banyak di luar rumah. Selepas shubuh jalan-jalan keluyuran. Pengalaman saya pasti ga sebanyak anak-anak zaman sekarang. Bayangin aja, ga ada aneka video youtube yang bisa kami tonton, gonta ganti channel dan hiburan. Ga ada video-video tiktok, ga ada games, ga ada meme2 lucu seperti yang disediakan gadget di rumah seperti sekarang ini. Kami dulu ya cuma kejar-kejaran di gang. Liat mobil-mobil yang lewat di pinggir jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi somehow saya yakin, pengalaman yang kami rasakan tak kurang berkesan dengan pengalaman anak-anak kami yang sepertinya lebih diramaikan oleh aneka hiburan. Biar ga banyak tontonan tv apalagi hiburan digital non stop, saya yakin generasi saya tu sama sekali ga kekurangan pengalaman berkesan di masa kecilnya. Pengalaman-pengalaman yang jadi kenangan seru ga mudah dilupakan sampe dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ko bisa begitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ragam aktivitas yang kami lakukan di era itu melibatkan semua motorik dan indera kami yang sedang aktif bertumbuh. Kami tidak cuma duduk statis, tapi kami berjalan, berlari, merunduk, melompat, jongkok, melempar. Dulu itu, indera kami yang aktif tidak cuma mata, tapi semua indera terlibat dalam membentuk pengalaman kami agar utuh dan sempurna. Kulit merasakan hawa dingin di luar rumah yang lalu beranjak hangat seiring naiknya matahari pagi, hidung kami menciumi bau-bauan tanah, rumput, atau asap daun yang dibakar, telinga kami menangkap teriakan panggilan kawan, ledakan petasan, daun-daun yang bergesekkan serta cuitan burung-burang yang baru berangkat dari peraduan. Ada senyap suara jutaan serangga yang tidak terdengar tapi kamu tau ada karena mereka merayap di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya emang sih waktu SD mulai tenar game digital, Nintendo dan Sega. Ajaib permainannya buat anak seusia kami, Mario Bross dan Contra jadi legend. Kalo main ke temen sekolah pasti orientasinya maen gamae tersebut. Pernah pas saya mau tidur menyempatkan diri minta ke bapak buat membelikan Nintendo. Kalo ga salah harganya waktu itu 125 rebu, tapi ditolak abis sama beliau. Tapi kemudian saya tidak menyesali kejadian sesudahnya. Karena saya masih bisa membentuk pengalaman sendiri yang penuh kesan gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Era SMA saya punya computer sendiri. Di dalamnya ada game2 Nintendo, sega, bahkan game-game ding dong. Saya banyak menghabiskan waktu main game (tapi ga full time semacam addict gitu). Tahukah apa yang bisa saya ambil kemudian sebagai pelajaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya justru kurang mengenang aktivitas bermain game sebagai kegiatan yang memiliki kesan mendalam. Sebaliknya aktivitas yang melibatkan lebih banyak indera, aktivitas yang menuntut otot-otot motorik lebih banyak menghasilkan kesan yang jauh lebih mendalam dalam benak. Oleh karena itu saya yakin, pengalaman berkesan itu terbentuk oleh 2 factor. pertama faktor indera dan otot motorik. Aktivitas yang melibatkan lebih banyak kedua hal ini akan lebih berpeluang untuk meraup kenangan yang lebih kuat tertancap dalam memori. kedua, factor &#39;kehadian&#39; atau &#39;presence&#39;. Ini ada kaitannya dengan factor pertama. Pikiran yang hadir dalam setiap peristiwa yang dialami membuat peristiwa tersebut lebih tersimpan lebih dalam di ruang memori kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya, sebuah pengalaman menjadi utuh, berkesan, seru, menyedihkan, mengundang senyum, dan sebagainya itu terbentuk karena indera-indera kita terlibat hadir. Setiap bau yang dicium, suara-suara yang didengar, pemandangan yang dilihat, sensasi yang teraba di kulit, kesemuanya terekam secara berbarengan berkelindan dengan pikiran dan perasaan yang terbentuk bersamaan, itulah yang menjadikannya memorable.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berharap, mudah-mudahan anak-anak cucu saya kelak mempunyai kuota memori penuh kesan yang besar untuk diingat di masa dewasanya. Oleh karena itu saya sebagai orang tuanya perlu membimbing mereka agar tidak disibukkan oleh gadget, dan memberi mereka peluang untuk bermain dengan permainan yang kongkrit di luar pemainan digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/05/dari-mana-asal-sebuah-kesan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-1472047847632106985</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2020 01:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-04-27T08:49:44.658+07:00</atom:updated><title>WFH: Seni Melawan Virus</title><description>Sudah lebih dari 1 bulan saya aku tinggal di rumah, diisolasi bareng anak 4 orang dan istri. Ga cuma keluarga kami pastinya, karena inilah era social distancing. Semua orang harus melakukannya dengan suka rela. Sebab pemerintah cuma bisa kasih seruan tanpa bisa ngasih perintah sebagai kewajiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Social distancing ini cara kami melawan penyebaran virus Corona yang mengganas sejak akhir Februari 2020 di Indonesia. Gerakan masal yang tidak terkoordinir ini menjadi andalan buat berlindung diri secara mandiri dan kolektif melawan musuh yang ga keliatan wujud dan cirinya. Dokter dan tenaga medis buat video amatir di rumah sakit menyeru kita melakukan ini semua. Mereka pada dasarnya memohon agar kita just stay at home. Ga perlu angkat senjata buat melawan virus, ga usah demonstrasi atau mengeluarkan dana. Cukup diam di rumah. Stay at home menjad jargon yang menemani istilah social distancing. Keduanya punya arti saling melengkapi, banyak-banyak diam di ruamh, kalopun mau keluar jago-jagolah jaga jarak. Begitu kira-kira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilakukan di rumah di periode ini menjadi benar-benar beda dari periode sebelumnya. Paradigma &#39;rumah&#39; dan aktivitas di dalamnya terpaksa mengalami pergeseran. Jika dulu rumah dijadikan tempat istirahat, di masa stay at home rumah wajib berubah fungsi menjadi tempat kerja. Urusan kantor sejak &#39;diliburkan&#39; harus dibawa ke rumah. Jadilah kerja di rumah, alias Work From Home (WFH).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Social distancing, Stay at Home, dan Work From Home sekarang menjadi istilah &#39;nginggris&#39; yang familiar di telinga masyarakat era wabah Covid-19. Mungkin perlu Bahasa inggris kali ya agar terbentuk kesan penekanan pada istilah yang digunakan. Seolah lebih efektif dibanding penggunaan istilah &#39;pembatasan social&#39;, &#39;diam di rumah&#39;, dan &#39;kerja dari rumah&#39;. Kesannya lebih sesuai dipake sebagai sebuah judul aktivitas. Hehehe... entahlah...tapi bukan tentang istilah itu artikel ini dibuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini inging menyoroti bab WFH. Kerja di rumah adalah sesuatu yang sangat mengubah kebiasaan kita soalnya. WFH menjadi aktivitas yang dipaksakan untuk kita lakukan tanpa waktu untuk adaptasi dan memberi pemakluman. Tanpa ada studi mendalam terkait jenis pekerjaan apa saja yang perlu dikerjakan dari rumah dan pekerjaan apa saja yang tidak bisa dikerjakan secara daring. Pokoknya, semua karyawan dirumahkan seketika surat keputusan WFH datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatku sendiri yang harus dilakukan pertama kali adalah mengubah paradigm tentang aktivitas rumah, yang asalnya paradigm tempat break/istirahat menjadi tempat work, workout, dan play en break. hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ALhamdulillah tau sedikit ilmu tentang habit. Habit terbentuk oleh cue, craving, routine, dan reward. Aku pastikan cue jam 7.30 sebagai awal untuk mengisi absen dan membuka laptop. Kulakukan apa yang membuatku lega dengan mengerjakan semua urusan kantor. Kadang sampe siang urusan ini dikerjakan. Sesisa waktu banyak dipake buat nulis dan alhamdulillah bisa tidur siang :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo di kantor kita dikondisikan kerja pada lengkunga&amp;nbsp; kerja (ada ruang kerja, meja kerja, teman kerja) di rumah kita mesti menyiapkan juga lingkungan kerja. Ini bisa berupa meja khusus atau kamar yang special diperuntukkan untuk kerja. Di mana saat kita duduk di sana, focus kita hanyalah kerja dan kerja. Tidak ada nonton tidak ada makan. Ini adalah cara manipulasi ruang. Selain itu ada juga usaha manipulasi waktu. Di sini saya mengambil rentang waktu yang sering beda dengan jam ngantor. Misalnya jam 6 sudah buka laptop untuk kerja, tau siang hari. Tujuannya saya memilih waktu tersebut karena saat itu saya terbebas dari gangguan anak2, lagi tidur soalnya mereka. hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih terus berusaha beradaptasi sebenarnya dengan WFH ini, karena&amp;nbsp; ritmenya masih terasa asing. Aku usahakan agar bisa mengambil manfaat seoptimal mungkin dengan kerja di rumah. Aku tak ingin dengan WFH malah muncul kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa terbawa sampai nanti, sampai jangka waktu lama. Ini bahaya. Seperti kebiasaan tidur bada shubuh lalu bangun siang, atau kebiasan begadang lalu bangun jam 10-an. Kebiasaan ngemil dan males gerak, kebiasaan nonton lama dan main lupa waktu sama anak-anak. Aku berusaha tidak berlebihan dalam segala hal, terutama disiplin dalam ibadah dan waktu-waktu produktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar sana ada orang yang masih harus keluar rumah karena mencari nafkah. Jangan sampai kita yang diberi kelapangan dengan WFH menjadi orang yang ga bersyukur dengan melakukan aktivitas yang sia-sia. It has to be mean something. It got to be worth something.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengennya sih selesai WFH, selain virus hilang dari Udara, wabah menguap ke angkasa, aku berharap aku sudah bisa menyelesaikan 1 atau beberapa buah buku. Sambil jalan ini nulisnya. Mudah-mudahan aja ya :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2020/04/wfh-seni-melawan-virus.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-7296501580383411993</guid><pubDate>Tue, 16 Jul 2019 23:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-07-17T06:42:57.576+07:00</atom:updated><title>Inspirasi Menulis</title><description>&lt;div&gt;
Kita tidak menulis bias disebabkan oleh banyak sekali alasan. Tapi yang pasti, alasan utamanya adalah : TIDAK MENULIS :D&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Apa yang menyebabkan orang tidak menulis? Ya bisa jadi karena tidak tau mau nulis apa (tidak punya materi), mungkin karena terlalu sibuk, atau karena tidak punya media tulis (mesin tik atau komputer), atau mungkin dia tidak punya imajinasi (sebab imajinasi adalah sumber tulisan yang luar biasa berharga). Dari berbagai alasan tersebut, satu sumber Utama enggannya seseorang buat nulis adalah KETIADAAN NIAT UNTUK MENULIS.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kalo sudah ada niat, maka kendala media (alat bahan menulis) akan diatasi segera. dia akan memaksanakn diri beli computer, atau minimal menyediakan pulpen dan kertas. Mudah sekali bukan sebetulnya. Pernahkah kamu bayangkan para ilmuwan, ulama, cendikiawan, pelajar zaman dulu….ketika mesin tik saja belum ditemukan. Mereka menulis huruf demi huruf, kata demi kata menggunakan pena. Sebuah tradisi yang telah lama ditinggalkan oleh generasi milenial yang sudah gandrung menyukai media tulis digital.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Nah, adakalanya niat ada, tapi seringkali alpa menulis. Bisa jadi sebetulnya seseorang punya banyak materi untuk dia tulis, tapi ketika mau nulis dia disibukkan oleh aktivitas lain. Amat mungkin inspirasi tulisan itu datang ketika sedang makan, tapi karena media tulisnya sedang jauh dari jangkauan maka aktivitas menulis itu jadi tertunda. ini yang sering menimpa saya. Dengan kata lain, kita TIDAK MELAKUKAN UPAYA SENGAJA untuk duduk rapi dan memposisikan diri untuk konsentrasi menulis!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Padahal para kolumnis, mereka yang aktif nulis sehingga menghasilkan banyak buku dan artikel, selalu menyediakan waktu khusus untuk menulis. Waktu special yang sengaja disediakan agar mereka bisa duduk manis dan focus menulis. Bahkan meskipun tidak ada ide untuk menulis..waktu special tersebut tetap disediakan dan mereka duduk seolah menunggu datangnya ilham yang kemudian akan mengerakkan jari jemari mereka. Mereka paham betul pentingnya WAKTU MENULIS tersebut. Sehingga dalam kondisi apapun, di manapun, sehat-sakit, sibuk-santai, kaya-miskin, rame-sepi, tetap berupaya menyempatkan duduk di depan alat tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah solusi Jitu! sebab kalo tidak begini, maka kita hanya punya &#39;sisa waktu&#39; saja buat nulis. Sisa waktu yang belum tentu tersedia setiap hari, sisa waktu yang ga jelas kapan datangnya dan berapa banyak jumlahnya. Sisa waktu yang bisa jadi bener2 sisa dari tenaga dan kesibukan yg kita punya sehingga sisa waktu itupun cuma lewat diisi oleh hiburan atau berleha-leha. Kalo sudah begitu kan...impian menjadi penulis, impian buat punya buku, impian buat punya tulisan cuma bakal jadi angan-angan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah itu, sesudah kita canangkan waktu khusus untuk menulis sebagai ikhtiar kita mendisiplinkan diri, semoga Allah swt memberi kita kekuatan, imajinasi, ide2 segar, ilmu, kecerdasan untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang berkesan, bermanfaat buat sebanyak-banyaknya umat.&lt;/div&gt;
</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2019/07/inspirasi-menulis.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-5744704648559774953</guid><pubDate>Sat, 29 Jun 2019 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-06-29T21:09:21.841+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anak</category><title></title><description>Sudah setahun sejak Hanan dimasukkan ke pesantren. Rasanya baru kemarin saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyekolahkan anak ke pesantren adalah revolusi besar tidak cuma bagi kehidupan si anak, tapi juga bagi orang tuanya. Bagi orang tua, ada perubahan besar-besaran pada suasana rumah. Tidak ada lagi sosok dia yang sulit bangun pagi, hilang sosok dia yang seringkali rajukannya merepotkan, ga ada suara-suara pertengkaran dia dengan adiknya di siang dan malam, tidak ada keberadaan dia yang selalu menagih uang jajan. Rasa kehilangan ini akan terasa sangat kuat di hati ibunda yang dominan sering di rumah. Karena mereka begitu dekat sejak bayinya, karena mereka selalu bersama baik di suka atau dukanya. Karena mereka sering bertengkar dan berbaikan sebanyak ribuan kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat ibu, melepas anak sekolah di pesantren adalah perjuangan berat. Karena ia berarti melepas kelekatan yang terbangun belasan tahun. Sebab ibu akan berpisah tidak cuma dengan sosok anak kesayangan, tapi juga sahabat terbaiknya. Meski lokasi pesantren tidak terlalu jauh, tapi momen perpisahan ibu dan anak bukanlah perkara yang mudah. Terbayang masa-masa kecil si anak di pelupuk mata sejak dia masih merah baru keluar dari kandungan. Terbayang berjibakunya ibu mengurus kebutuhannya siang dan malam. Uniknya, biasanya terbayang di benak ibu itu masa-masa ketika ia tidak sanggup membendung kemarahannya, atau kejadian-kejadian lain yg akhirnya mengundang seribu satu penyesalan. Oleh sebab itu sayapun kagum pada istri yang mengatakan kepada anak kami, saat pelukan dan lautan airmata perpisahannya tahun kemarin &quot;kami menyekolahkan kamu ke pesantren bukan karena kami ingin jauh darimu, bukan karena kami tidak sayang. tapi justru karena tahu keterbatasan kami dalam mendidikmu dan &lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: black; display: inline !important; float: none; font-family: Times New Roman; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;kami &lt;/span&gt;sangat menyayangimu&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira-kira sejam lepas kepergian kami, istri masih menangis. Beberapa malam selepas hari pertama pesantrenpun kami kerap merindukan anak kami itu, kami selalu membicarakan masa lalunya yang lucu dan menggemaskan. Setahun berlalu alhamdulillah semua terlewati dengan baik. Di tengah-tengah itu tentu ada bahagia karena ketemu saat kunjungan, lalu diakhiri lagi dengan tangis sedih perpisahan. Tapi makin ke sini, kami semakin terbiasa dengan rutinitas ini. Kami semakin sabar dan saling memahami jalan perjuangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2019/06/sudah-setahun-sejak-hanan-dimasukkan-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-6799937304242971559</guid><pubDate>Thu, 27 Jun 2019 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-06-27T17:46:09.241+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sastra</category><title></title><description>Sore makin pekat, seiring malam yang turun pelan&lt;br /&gt;
Terhampar buaian, sesosok cintapun setia menanti&lt;br /&gt;
Aku berharap, lelah dan lemahku ini jadi kebangggan&lt;br /&gt;
Baik di sini apalagi di akhirat nanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi mungkin sembunyi&lt;br /&gt;
di sela keramaian yang tak mau henti&lt;br /&gt;
Lunglai urat sejak ujung kaki&lt;br /&gt;
Sambil merapal bait-bait suci&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diksiku mungkin tak banyak arti&lt;br /&gt;
terlalu mati lalu diabai suara parau&lt;br /&gt;
Kehidupan penuh gerigi ini&lt;br /&gt;
Derit lirihnya sirna di dalam surau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2019/06/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-5933561245333607686</guid><pubDate>Wed, 26 Jun 2019 02:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-06-26T09:10:04.633+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ngacapruk</category><title></title><description>Alhamdulillah, hari ini rabu tanggal 26 Juni 2019. 3 tahun kira-kira sejak aku menulis terakhir kali di blog ini. Selalu lucu memang kalo setiap kali melihat blog, ada semangat menggebu untuk nulis, tapi sesudahnya....menguap hasrat menulis tersebut ke langit lepas. Seolah tidak ada jejaknya buat diikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia (atau saya saja kali ya) mudah sekali berjanji, tapi sering mengalami kesulitan untuk menepati. Itulah yang terjadi pada &#39;tekad&#39; saya menulis di blog. Tekad yang besar di awal tidak dapat dipelihara kontinuitasnya, keinginan yang begitu tinggi cuma meletup sesaat saja. Kegiatan dan kesibukan lain mengalihkan perhatian saya terhadap aktivitas yang satu ini. Padahal kalo ditilik dari awal, sudah cukup wawasan manfaat blog yang telah saya kumpulkan demi menambah semangat menulis. Tapi semua itu tidaklah cukup untuk menjadikan saya sebagai sesosok &#39;blogger&#39;. Punya blog tapi bukan blogger. Kan ironi……...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barulah beberapa tahun kemudian saya menemukan kunci yang saya pikif efektif untuk kembali merutinkan aktivitas menulis. Kunci tersebut adalah kunci seputar bagaimana membentuk sebuah kebiasaan (habbit). Ya! Kebiasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya tiap orang pasti punya kebiasaan. Bahkan hampir seluruh aktivitas manusia terbentuk oleh suatu pola yang boleh kita sebut sebagai &#39;kebiasaan&#39;, tentu kecuali aktivitas yang sifatnya insidental. Tinggal bagaimana kebiasaan tersebut kita arahkan, kita tentukan agar isinya sesuai dengan keinginan kita. Dengan arti lain, akan ada sebuah peristiwa sarat usaha yang namanya &#39;merubah kebiasaan&#39;. Nah di sini dia tantangannya :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2019/06/alhamdulillah-hari-ini-rabu-tanggal-26.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-2499930456582792735</guid><pubDate>Fri, 22 Jan 2016 08:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-22T15:55:40.771+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruang Singgah</category><title>Reuni : Memandang masa lalu yang sekarang</title><description>Jumat, 22 Januari 2016.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan pertama setelah 2 tahun absen,yihaa.... :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kali ini buka-buka lagi temen2 di facebook. Tentu lewat akun temen juga. Ngintip lah :) Ga ada cara lain yg efektif buat nyari akun teman karena akun fb-ku dinonaktifkan. Mulai lagi dari awal. Padahal koleksi cibaduyut adalah sejarah lama. Rekaman ceritaku, meski potongan-potongan kecil tapi ia berharga, amat berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi catatan ini adalah lintasan perasaan saat kubuka foto-foto temanku waktu kuliah angk 99 dan seputarnya di Biologi ITB dulu. Acara ngintip akun orang ini jadi ajang reuni pribadi (ciee..). Tidak ada kisah asmara. Cuma kenangan biasa saja (penonton kecewa :D ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hai kawan, jujur saja aku rindu pada kalian. Rindu pada kebersamaan kita yang dulu. Kuliah bareng, praktikum bareng, kuliah lapangan apalagi yang kenangannya sulit dilupakan. Semuanya aku simpan di folder memori pribadi yang tersimpan rapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hai kawan, 16 taun berlalu tapi melihat fotomu aku merasa baru kemarin kita saling merangkul bahu. Di selang waktu yang panjang itu aku tak merasa kita saling terasing. Rasanya kamu tidak berubah, begitu juga aku. Meski aku dan kamu sudah punya banyak achievement, tapi aku hanya ingin berbisik bahwa aku masih seperti yang dulu. Jangan kau merasa sungkan atau ragu tentang siapa dan apa kedudukanku. Aku masih seperti yang dulu. Menunggumu sampai....eh ko jadi lagu :D cut!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena rindu, aku ingin memeluk kalian satu demi satu (cowoknya aja ya. #emangceweadaygmau?). Lalu menghabiskan waktu seharian mendengar kisah kalian. Study kalian, nikahan dan rumah tangga kalian, kerja dan profesi kalian, anak-anak kalian, apapun deh. Cukup menjadi pendengar yang baik untuk semua kisah kalian sudah membuatku senang sampai lapur semua rasa rinduku. Aku ingin mendengar cerita bahagiamu saat lamaran dari belahan hatimu ia terima, atau saat anak-anak kalian lahir dan mulai belajar berjalan, atau cerita seru tentang perjuangan kalian menuntaskan pendidikan.&lt;br /&gt;
Izinkan aku mendengarkannya sambil berhias senyum suatu hari nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan, semoga kau &amp;nbsp;tenang di alam sana (eh salah!! #terlalu). maksudku, semoga di sana kau selalu bahagia. Apapun yang kau jalani. Mau jadi pebisnis, dosen, sibuk dengan rumah tangga, penggelut hobi, apapun itu, kalian akan selalu menjadi temanku yang baik. Sehat-sehat saja ya semuanya, suami,istri, anak2, tetangga, ibu kos, pa RT, satpam, tukang sayur (ini berlebihan!).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepenuhnya aku sadar bahwa kita punya kehidupan dan sangat sibuk di niche masing-masing :D . Sangat sulit buat kita mengatur untuk berkumpul selengkap dulu. Kalopun sesekali kita ketemu, yang muncul kadang malah mulut yang sedikit gagu. Bukan apa-apa, tapi justru bingung karena terlalu banyak yang ingin aku tanyakan tentangmu (kepo lu..). Oleh karena itulah aku membuat tulisan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalopun kita tak bersua lagi di dunia, semoga Allah swt memperkenankan kita bertemu di surga-Nya kelak. Di sana kita punya banyak waktu untuk cerita segalanya. Aamiin.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2016/01/reuni-memandang-masa-lalu-yang-sekarang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-1625434466845222955</guid><pubDate>Wed, 11 Jun 2014 04:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-11T12:29:52.422+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruang Singgah</category><title>Tabir yang Menunggu Terbuka</title><description>Di kedalaman laut, di dasarnya ada puing-puing perahu karam yang menyimpan harta karun melimpah. Tapi ia termenung dalam gelap dan sunyi berkepanjangan menanti penyelam yang berani menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di kedalaman bumi, berjajar bukti dan prasasti kegemilangan manusia di masa lampau. Lama ia dihimpit dekapan tanah yang memaksanya menjadi fosil-fosil tak bertuan, tak bertuah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbenam di antara batu-batu serta ceruk yang amat dalam, sosok-sosok teronggok seolah ingin bercerita tentang kisah zaman mereka. Ada sayat pilu, gaduh peperangan, dan kisah-kisah cinta pelipur lara umat manusia. Lama membisu, sampai kain dan kulitpun mengkerak membatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ketinggian angkasa, mematung teguh rembulan yang rona-nya tak lekang di makan waktu. Matanya selalu syahdu menatap bumi seolah berisi hasrat sedih melihat berulangnya sejarah manusia sejak masa lalu. Bak cakram penyimpan data, ia merekam peristiwa demi peristiwa di bumi, sampai wajahnya tak bisa berpaling muka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di layar televisi diputar drama-drama, cerita dan artisnya banyak bumbu-bumbunya. Seolah nyata tapi ia bohong belaka. Tapi anehnya..semakin modern, riwayat hidup seorang tokohpun direkayasa penuh polesan pencitraan. Make sana sini, puja puji tak kenal batasan, sampai mau disamakan dengan nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat sekitarmu, di balik ucapan seseorang selalu ada maksud tersembunyi. Di balik besarnya gelombang laut ada ketenangan dasar samudera, Setelah tabir tanah, ada cerita rahasia untuk dibuka. Sudah lumrah bahwa ada yang tersirat di balik yang tersurat.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2014/06/tabir-yang-menunggu-terbuka.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-7104025026846025598</guid><pubDate>Fri, 19 Apr 2013 09:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-22T15:56:00.927+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ngacapruk</category><title>Ga Asyik Mengeluh tu !</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;h5 class=&quot;uiStreamMessage userContentWrapper&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketika berpikir keras, mending jangan mengeluh. Karena itu jalan untuk mensyukuri nikmat akal sehat&lt;br /&gt; Ketika bekerja keras, mending jangan mengeluh. Karena itu bagian dari mensyukuri nikmat badan sehat&lt;br /&gt; Ketika berolah raga keras, mending jangan mengeluh. Karena itu cara mensyukuri kondisi fisik yang sedang prima &lt;br /&gt; Saat sakit menimpa, mending jangan mengeluh. Karena itu cara Allah mengampuni sebagian dosa yang lalai kita taubati.&lt;br /&gt;
 Saat merana, mending jangan mengeluh. Karena nikmat yg kau terima sejak
 lahir hingga detik ini terlalu melimpah dan tak pantas disandingkan 
dengan setitik derita yang sedang dirasa.&lt;br /&gt; Dalam setiap kondisi yang tidak kita sukai, sebenarnya masih jauh lebih banyak bagian yang justru harus disyukuri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Lalu kenapa kita banyak mengeluh ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Kita banyak mengeluh karena terlalu sibuk memikirkan keinginan yang belum tercapai, dibandingkan mengingat kebutuhan yang sudah dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Kita gemar mengeluh sebab tidak bisa melihat kebaikan yang tersembunyi di balik yang &#39;tampak&#39;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Kita terus bergelut dengan keluhan karena &#39;kaca mata&#39; kuda yang kita pelihara, menyebabkan cakrawala pandangan sempit terbatas. Hanya melihat itu-itu saja. Kesulitan-kesulitan semata. Luput dari melihat berkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Kita menikmati keluh kesah sebab terbiasa melenakan jiwa, tidak menempanya dengan beban berat dan kesulitan. Kita mengizinkan keadaan untuk melemahkannya, padahal kita berkuasa untuk menjadikannya kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Adakalanya kita mengeluh karena mengira bahwa kita orang paling teraniaya di dunia. Paling sengsara di &amp;nbsp; kolong langit dan penjuru semesta. Padahal sangat mungkin di dekat kita ada yang hidupnya tidak seberuntung kita. Maka tengoklah bagaimana orang lain bisa menangani deritanya tanpa keluhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Malah tak selamanya derita itu membinasakan, dengan taufik-Nya kita bisa membalikkan keadaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messageBody&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;Bahwa derita yang seolah menggerogoti tapi tak bisa membuat kita mati, justru berbalik akan menjadi suplemen penguat diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/ga-asyik-mengeluh-tu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-4005564839250640958</guid><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-15T14:28:43.885+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sastra</category><title>Memanggil Cinta</title><description>Aku memanggil cinta yang dulu pernah ada&lt;br /&gt;
Tak sekedar &#39;ada&#39;, bahkan rasa itu begitu membara&lt;br /&gt;
Meletup-letup di belahan dada sampai kadang terasa membuncah memecah sukma&lt;br /&gt;
Aku panggil karena ia seolah sembunyi dari definisi rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanggil cinta yang telah jadi motif semua manusia&lt;br /&gt;
Yang darinya ditulis berjilid-jilid cerita&lt;br /&gt;
Tak terhitung dan dan patahnya jutaan pena&lt;br /&gt;
Karena beratnya derita dan kuatnya kesan yang ditinggal syair-syair cinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanggil cinta yang bisa merobohkan gunung&lt;br /&gt;
Bahkan semangatnya sanggup membelah lautan&lt;br /&gt;
Yang sanggup membius pecinta bertahun-tahun hanya untuk merenung&lt;br /&gt;
Menggunting memori-memori lain seolah tak berkesan lalu disimpan dalam lipatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanggil cinta, lalu kenapa ia tak menyahut&lt;br /&gt;
Seperti jernih telaga yang menyambut musafir lembut&lt;br /&gt;
Seperti dongeng lama yg ditutur sebelum malam larut&lt;br /&gt;
Seolah ia terjepit di antara kulit yang mengkerut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooohh.tapi ternyata syahwat itu tak ekuivalen dengan cinta&lt;br /&gt;
Cinta lebih mulia dan ada banyak cara&lt;br /&gt;
Cinta memang bisu tapi ia pasti bicara&lt;br /&gt;
Cinta bukan birahi,bahkan ia rela sesaat membunuhnya&lt;br /&gt;
Cinta membutakan tapi sering memaksa membuka mata&lt;br /&gt;
Cinta melenakan tapi kerap menyingkap realita&lt;br /&gt;
Cinta begitu mengguncang tapi berakhir dengan tenang jua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intiplah sedikit pintu syukur, sadarlah ternyata aku hidup di taman cinta&lt;br /&gt;
Teranglah sudah ia bermetamorfosa dari satu wujud ke wujud lainnya&lt;br /&gt;
Bahkan terasa sangat bahwa cinta itu justru makin membara&lt;br /&gt;
Menuju ke satu bentuk yang paling sempurna</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/memanggil-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-2692808098715004163</guid><pubDate>Fri, 12 Apr 2013 08:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-12T15:27:01.259+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruang Singgah</category><title>Rumah Baru Teristimewa</title><description>Alhamdulillah, hari rabu tanggal 10 April lalu adalah hari bersejarah dalam keluargaku karena bertepatan dengan akad jual beli kpr atas rumah yang aku beli. Itu artinya setelah penantian lama dan penuh perjuangan bertahun-tahun, kami akhirnya memiliki rumah kami sendiri. Memang inilah saat yang Allah tunda itu, jawaban atas doa-doa panjang aku dan istri hampir di setiap ba&#39;da shalat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbayang kembali rentetan peristiwa saat mencari-cari rumah dahulu. Sasaran pertama di tahun 2006 adalah sebuah rumah senilai 80 juta di jatihandap, daerah pemicu adrenalin (Xixixi...), nanjak jalannya jangan harap ada beca yang mau nganter ke atas, luas sekitar 7 tumbak-an. sudah ceker ayam, relatif kokoh, dan murah karena pemiliknya perlu uang. Pengalaman pertama ini lumayan cukup berkesan, bolak-balik ketemuan dan nego, tanya2 soal surat tanah, bahkan sampai pernah boncengan dgn pemiliknya ke BPN di Soreang. Jauh Brooo....Hitung-hitung uang dan ternyata masalahnya utamanya ada pada keuangan pribadi. Cape deeeh...ko sebelumnya ga ngitung2 dulu ya. Aku juga heran atas kejadian yang satu ini :). Ikhtiar berlanjut dengan survey rumah berikut harganya dengan ancang2 biaya yang saat itu sudah kami taksir. Kami pergi boncengan ke arah timur, ke arah matahari terbit. Untung nyarinya sore hari, jadi kami tidak silau terkena sinar matahari pagi :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tibalah kami di rumah murah di atas gunung. sekitar 12 tumbak, kosong, sepi, dan mirip kandang sapi. Harganya hanya 65 juta. Ada view Bandung sih, tapi engga deh. Prospek ke depan mungkin bagus. tapi masalah transportasi penting untuk dipertimbangkan saat itu. juga lokasinya jauh dari peradaban! Ada juga rumah deket jalan raya, 2 tingkat, murah ; 85 juta saja. Tapi gelap dan kayanya hampir roboh. Aku membayangkan sekiranya lagi tidur mesra bersama keluarga, tau-tau bangun berselimut kusen dan genting, juga berdarah-darah. Ngeri deeehh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga broker yang mau mengantar. Gerilya kami ke beberapa rumah mulai dari rumah di gang sempit sampai rumah di perkomplekkan, di suatu tempat yang kami lupa namanya, saking terpencilnya :). Selain ke Bandung timur, kami juga mencari ke daerah Ledang, Parongpong, Lembang, sampai Cimahi. Untung ga sampai ke Subang. Keringat dan tenaga itu demi mendapatkan sesosok bangunan yang klop di hati aku dan istri. Rumah yang langsung berbicara ke jiwa kami. Yang kelak akan selalu memeluk hangat dan tersenyum kepada anak-anak kami. Tempat kami melabuhkan rasa lelah itu, mengusap keringat dan lalu menyegarkan kembali badan untuk berbakti kepada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Hanan sekolah di SDIT An-Nikmah akhirnya pikiran kami terfokus untuk mendapat rumah di sekitar sekolah itu. Termasuk pertimbangan bisnis sepatu cibaduyut juga sih :) Aku sudah masuk 3-4 rumah. 1 yang cocok, 8 tumbak, 2 tingkat, dan hanya 250 juta, sudah proses KPR, bahkan sudah lunas DP dan appraisal. Tapi Allah punya ketetepan lain. Selain ada proses yang ga sreg dgn AO KPR BRI, Pemiliknya keburu menjualnya karena perlu uang mendesak sementara ada uang kontan di hadapannya. Sementara aku sendiri tidak mau memaksa dia untuk komitmen jika sudah melampaui batas komitmen itu sendiri. Istriku menangis meski aku tetap tenang. Karena Allah punya skenario sendiri untuk kami. Dan pasti skenario Allah itu yang paling baik. Aku tidak pandai menghibur istriku, hanya bisa berdoa kepada Allah agar dia diberi kelapangan dada dan baik sangka atas takdir ini. Sebetulnya rumah tersebut punya 1 kekurangan, yaitu posisinya yang di pinggir sungai. Agak bau di bagian belakang rumah, dan sekiranya si rumah itu seperti kita, suka &#39;nundutan&#39; bakat ku ngantuk, bisa-bisa ia terjengkang dan kecebur selokan. Aku membayangkan sekiranya di malam hari aku tidur mesra bersama istri lalu tiba-tiba terbangun di pagi hari &amp;nbsp;dalam kondisi basah kuyup di dasar sungai berair hitam. Weeekkss...Na&#39;udzubillah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu aku juga survey ke komplek leuwi anyar, kawasan tempat tinggalku sendiri. Tapi harga rumah di kota sudah ga rasional. Kabupatenpun ga berbeda jauh. Keberadaan kaskus dan tokobagus lumayan membantu menambah alternatif pilihan rumah. Margahayu dan TCI sudah juga kami rambah. Sesekali malah kami keliling ke Real estate, Muara dan Singgasana Pradana. Melihat-lihat barangkali ada rumah mewah dijual seharga 200 juta. Aku sadar ini mirip mimpi di siang bolong. Tapi faktanya, kita kadang bermimpi meskipun di siang bolong :) Ternyata istriku benar, di kawasan Real estate itu ga ada rumah murah, semua nyaris di atas 1 M (M stands for &#39;Milyar&#39;, not &#39;Menstruasi&#39;! ). Kalopun ada yang 200 juta mungkin itu bangunan pos satpam. Tapi aku malu untuk bertanya ke satpam yang ada di dalam pos-nya. Mungkin dia tidak berniat menjual pos tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya sulit menghubungi pemilik rumah. Dia tidak menjawab sms2 kami. Aku paling kesal dengan orang begitu. Dan marah kalo istri terus mengkontaknya. Sampai akhirnya sampailah pesan itu ke istri si pemilik rumah. Alhamdulilllah komunikasi dengan beliau lancar sekali, prosespun berjalan mengalir. Syarat-syarat KPR kami penuhi dalam waktu 1 hari. Saya mewanti-wanti sales manager BRI agar saya ga berurusan dengan AO yang &#39;lambat&#39;. Alhamdulillah AO2 yang ada kooperatif dan bisa kerja cepat. Penjualpun keluarga muda yang ramah dan simple. Sepanjang penantian itu kami belajar untuk bertawakal hanya kepada Allah, berharap hanya kepada Allah. Karena sesungguhnya hati-hati manusia ada dalam genggaman-Nya. Proses panjang ini telah mendidik kami untuk menggantungkan harapan hanya kepada Allah, bukan kepada makhluk bernama penjual, AO, atau siapapun. Segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak-Nya. Apapun yang Dia tetapkan, itu adalah pasti yang terbaik menurut Ilmu dan Kebijaksanaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun tidak lupa bertaubat. Atas pilihan yang aku pilih untuk mengambil rumah dengan cara KPR bank konvensional. Aku memohon ampun kepada Allah atas kelemahan imanku, dan ketidakmampuanku untuk memilih KPR bank syariah (karena cicilannya tinggi). Tapi tidak ada pilihan lain saat ini untuk memiliki salah satu kebutuhan pokok keluargaku, yaitu memiliki rumah. Akhirnya perasaan tenang itu datang. Rasa sakinah yang Allah tanamkan dalam hati buah dari taubat dan tawakal. seperti pasrahnya seorang bayi atas perawatan dan perlakuan sang ibu. Apapun ketentuan Allah, aku akan lega dan ridho. Berita itupun datang, di akhir Maret kpr kami di approve. Kami akad di minggu kedua April karena proses roya memakan waktu 2 minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan, teramat banyak orang-orang sebelum kami dan yang seangkatan dengan kami telah memiliki rumah. Bahkan rumahnya lebih mahal,lebih keren, lebih luas. Tapi cerita kami ini adalah cerita istimewa, rumahnyapun istimewa. Bagi kami segalanya istimewa. Tahukah kau kenapa ia begitu istimewa ? Satu jawabannya : Karena proses panjang ini ternyata adalah skenario Allah yang Maha Penyayang agar kami semakin mengenal, dekat, dan taat pada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah ini adalah rumah yang kelak menghapus air mata duka istriku yang telah lama bersabar tinggal di &amp;nbsp;segala keterbatasan rumah mertuanya. Rumah ini menjadi penawar rindu keluarga kami yang lelah atas bertahun-tahun mencari tempat peraduan yang serasi dengan jiwa kami. Rumah ini kelak menjadi saksi bahwa kami akan bersungguh-sungguh membangun generasi qur&#39;ani,mencintai sunnah, hidup dalam ilmu, jihad, dan dakwah. Rumah ini yang dulu terdiam membisu padahal ia memanggil kami dalam sepi, dan kelak kami jawab dengan berbagai kebaikan yang kami tumbuhkan di dalamnya.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/rumah-baru-teristimewa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-4171986964776035503</guid><pubDate>Wed, 10 Apr 2013 09:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-15T14:36:51.228+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dakwah</category><title>Murabbiku Naik Sepeda Mini</title><description>Saat aku membuat tulisan ini, hati masih terasa gerimis mengingat peristiwa 2 malam lalu. Barangkali malam itu adalah malam-malam yang biasa dilewati oleh kebanyakan manusia, yang diisi oleh adegan seru dan tawa di depan tontonan. Dimana pendaran cahaya hiburan di televisi dan panggung-panggung menyemaraki pikiran segenap insan. Sihir lampu kendaraan dan jajanan petang seolah menarik sebagian orang untuk gemar meramaikan aktivitas malam. Tapi malam itu ada makna lain. Malam itu adalah salah satu malam dari malam-malam istimewa kami. Saat kami duduk melingkar di sudut mesjid kecil sederhana yang tidak terpengaruh oleh segala kegaduhan zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan, di tengah fenomena kontras itu aku merenung. Inilah budaya dan tradisi kita, fakta kekinian mengenai sibuknya orang mencari uang di siang hari yang sebagian hasilnya lalu dihabiskan di akhir pekan demi hiburan. Pikirankupun melayang dan merenung seputar uang. Orang mengatakan bahwa uang bukan segalanya, tapi segala-galanya perlu dibeli dengan uang sekarang ini. Seolah menegaskan pragmatisme yang kian sulit untuk dihindari. Meski tidak berucap langsung, tapi hati orang selalu berujar &quot;apa yang aku dapat sekiranya aku melakukan ini dan itu?&quot; Kita hidup di sebuah era dimana uang berbicara lebih banyak daripada adab dan kesantunan. pemilik mobil mogok merasa bersalah kalo tidak membayar orang yang mendorong mobilnya, sebuah keluarga merasa malu jika tidak memberi imbalan pada tetangga yang membantunya pindahan, atau seorang caleg yang memaksakan diri memberi uang kepada masyarakat yang belum tentu memilihnya. Uang selalu jadi bahasa untuk mempermudah urusan sekaligus memperumitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak bermaksud mengeluhkan kondisi itu. Tapi sekedar memberi gambaran ko&#39; sepertinya selalu ada uang yang disyaratkan di semua urusan. Tak masalah bagi para pebisnis yang jeli melihat sumber uang yang diakses melalui transaksi dagang. Tapi di sisi lain ada sejumlah uang dalam jumlah besar. Saya istilahkan &#39;uang siluman&#39; sumbernya gado-gado. Ada dari APBN/D, hasil bisnis haram, uang sogokkan, atau hibah pengusaha berkepentingan. Uang siluman yang semakin merajalela sampai merambah ke celah-celah gang sempit dan pembangunan musholla. Uang itu beredar semakin kencang di kala pilkada/pilwakot, apalagi pemilu. Bahkan di lingkup nasional uang siluman membangunkan industri media dgn berita-berita pesanan, menyetir keputusan-keputusan hakim di pengadilan, meniupkan propaganda dan kebiasaan buruk di media-media raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa uang juga kerap memenjara pikiran sehingga ia tidak merdeka. Pebisnis dengan modal kecil terpenjara pikirannya dengan merasa bahwa ia tak akan menjadi pengusaha besar (padahal takdir menunjukkan fakta lain bahwa uang bukan segalanya dalam bisnis). Partai yang tidak punya sumber dana besar seolah tidak akan pernah punya tempat di hati rakyat untuk dipilih dalam pemilu dan pemilikan kepala daerah (di sini PKS sudah membuktikan bahwa dana yang besar sama sekali bukan kunci utama kemenangan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So kawan, ayo jangan didikte oleh uang. Sekiranya kita memiliki kelimpahan maka itu adalah karunia untuk modal dakwah. Tapi kalo uang kita tidak terlalu banyak, maka itupun karena pilihan kita sendiri yang menempuh jalan hidup yang memang tidak menghasilkan banyak uang tapi tetap sarat manfaat dan kebaikan. Biarkan mereka yang mendikte kita karena keukeuh pakai &#39;kacamata uang&#39;. Menilai kesuksesan kader berdasaran kepemilikan uang. Berusaha memecah belah hati dan ikatan perasaan dengan menghembuskan was-was seputar uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal mau tajir atau kere kita tak perduli. Mau miskin, pas-pasan, atau kaya kita sama-sama berjuang ke satu arah. Uang...berupa wujud atau konsep tidak pernah mendorong kita untuk menghalalkan apa yang haram. Juga tidak untuk mencela saudara kita yang tajir, atau meremehkan saudara kita yang &#39;terlampau sederhana&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di malam yang diiringi rintik hujan, Murabbiku datang menempuh jarak berkilo-kilo, dengan bersepeda mini berwarna pink milik anaknya. Berjalan teguh ia di antara lalu lalang ramai kendaraan di tengah kota. Bukti nyata bahwa masih ada orang-orang ikhlas yang tak bermodalkan uang semata. Membimbing generasi yang meniupkan ruh baru pada wajah Indonesia. Mematahkan semangat mereka yang berparadigma bahwa untuk berpolitik dan mengumpulkan segenap masa, serta memenangkan hati manusia harus keluar biaya sampai beratus-ratus juta.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/murabbiku-naik-sepeda-mini.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-3676840503442225734</guid><pubDate>Tue, 02 Apr 2013 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-11T14:54:30.928+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sastra</category><title>Bumi nan Hijau</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Waktu pagi, Kerajaan-Nya menggeliat berdiri&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diwakili ruas-ruas cahaya yang menyusup ke celah daun dan pohon&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang segera memberangkatkan embun untuk segera pergi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang meniupkan kesegaran sebanyak berton-ton&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bumiku...Indahnya tak terperi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tak berhenti bernyanyi dan memberi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
rumah untuk semua yang gemar berpuisi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
karena keindahan itu melahirkan seni, lagi dan lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ingin aku memeluknya tapi ia terlalu besar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
malah aku yang kini dipeluk rimbanya yang kekar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mereka yang terdiri dari makhluk kecil, sampai yang berdiri - tinggi tegar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ia kuat, ia lembut, gerak geriknya menghipnotis nalar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kau adalah model yang tak henti-henti dilukis seniman&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Menemani kisah-kisah para pahlawan dan para petualang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bersanding dgn gunung serta tebing membentuk taman&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Beruratkan sungai dan jejak jejak hewan yg menghalau alang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Jangan tumbang, tetaplah di sini mengirim pesan&lt;br /&gt;
dari generasi lampau hingga terpantul ke masa depan&lt;br /&gt;
Seperti kau membisiki naluri secara pelan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/bumi-nan-hijau.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-8866985643955133711</guid><pubDate>Tue, 02 Apr 2013 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-02T14:52:39.681+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Seperti Memutar Film</title><description>Ada sepenggal sejarah dalam hidupku yang membuat aku menghargai kilas balik suatu peristiwa. Yaitu kisah sedih tentang cara belajarku menjadi seorang ayah (tak kuceritakan di sini). Tahukah kawan, Saat kita menonton film rasanya mudah sekali pikiran kita dimanipulasi oleh skenario yang membawa kita melompat dari satu waktu pagi ke pagi lain. Satu tahun melompat ke beberapa tahun berikutnya. Atau dari satu generasi ke beberapa abad generasi berikutnya. Hanya dalam hitungan menit. Kitapun memaklumi dan tidak memprotesnya karena di film itu ada narasi yang membantu merangkai cerita, tidak semua adegan dalam film itu bisa kita ingat, tapi ketahuilah bahwa setiap adegan, perkataan tokoh, maupun pengambilan scence dalam film itu berkaitan, ga dibuat dengan sia-sia, dan disusun untuk membangun konsep cerita sampai membentuk jalinan kisah yang utuh. Tapi otak kita ga bisa merekam semua. Hanya beberapa adegan yang &#39;ingin&#39; kita ingat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa yang terjadi dengan cerita hidup kita. Menurutku, kita sering menganggap hidup kita seperti film-film itu. Berputar saja mengikuti jalannya waktu, ada banyak cerita dan peran utama atau peran pembantu di dalamnya. Ada riuh rendah suara, stress dan gembira, letih penat lalu bergantu suka bahagia. Ada yang happy ending tapi kadang berakhir sedih. Kalo sudah tuntas satu judul, kitapun memutar judul yang lain. Yang paling sedih, semua pengalaman itu sering tak berbekas, seolah menguap di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9cwJLaI8vgJAhTb4TQlE8vNkwLIF9C7iO3bS_TZAUjc4Jfwzfud_ixTrOv0kgd6OJl1JnQTEv-IANlxUsrA-gAb6fP0LqBI7P5HVBSD9u-kgpcDScl3HCPXb8LKFGSKCEZZXWwQz6jyQ6/s1600/frame+film.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9cwJLaI8vgJAhTb4TQlE8vNkwLIF9C7iO3bS_TZAUjc4Jfwzfud_ixTrOv0kgd6OJl1JnQTEv-IANlxUsrA-gAb6fP0LqBI7P5HVBSD9u-kgpcDScl3HCPXb8LKFGSKCEZZXWwQz6jyQ6/s1600/frame+film.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntung sekali...Ya..Beruntung sekali kita ketika seorang sahabat nabi saw menyuruh kita untuk rajin menghisab diri, melakuka introspeksi. Buat memiliki satu waktu pribadi untuk menyendiri dan me-review apa yang kita lakukan di waktu-waktu yang lalu, atau yang baru saja kita lakukan. Bukan sekedar mengingat peristiwa atau nama-nama, juga bukan untuk mengenang kejadian. Tapi esensinya untuk melihat lebih ke dalam diri. Menelisik apa yang biasanya tak tampak di mata orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhasabah diri itu sungguh ajaran permata. Yang mengajarkan kepada kita memungut kembali hikmah yang sempat terserak dan tenggelam dimakan zaman. Ada rekaman dalam memori kita yang bisa kita putar meski tidak menyuguhkan detil sempurna seperti Media player di komputer. Tapi kita bisa mengambil sudut pandang lain dalam flash back itu, menemukan bulir-bulir kesejukkan seperti embun yang merayap turun, tak pernah kering, hanya menunggu ditemukan dan diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik ini pula kita belajar bahwa masa lalu adalah perbendaharaan ilmu yang tak terbatas. Entah itu sedetik, setahun, atau seabad yang lalu meski waktu telah menguburnya, tapi ada dimensi misteri yang setia untuk &amp;nbsp;bercerita kepada kita tentang apa yang telah diperbuat manusia di zamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putarlah waktu ke masa lalu, &amp;nbsp;kita akan ketemu teguran yang membuat tergugah dan insyaf&lt;br /&gt;
Putarlah waktu ke masa lalu, bisa jadi kita temui sosok kuat yang membuat kita merasa malu karena kelemahan kita sekarang&lt;br /&gt;
Putarlah waktu ke masa lalu, di sana ada berjajar orang-orang menyimpan harapan besar kepada kita&lt;br /&gt;
Putarlah waktu ke masa lalu, ketika kejernihan itu begitu membiaskan cahaya-cahaya indah ke dalam jiwa kita.&lt;br /&gt;
Miliki waktu muhasabah itu dan putarlah waktu. Kita akan melihat dengan izin Allah, bahwa tidak ada episode yang sia-sia. Semuanya terangkai dan tersusun....Membentuk diri kita saat ini.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/04/seperti-memutar-film.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9cwJLaI8vgJAhTb4TQlE8vNkwLIF9C7iO3bS_TZAUjc4Jfwzfud_ixTrOv0kgd6OJl1JnQTEv-IANlxUsrA-gAb6fP0LqBI7P5HVBSD9u-kgpcDScl3HCPXb8LKFGSKCEZZXWwQz6jyQ6/s72-c/frame+film.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-5085670348211871</guid><pubDate>Fri, 01 Mar 2013 02:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-01T10:27:19.292+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">diary</category><title>Ayo Olah Raga Lagi : Berubah Lagi !</title><description>Setelah bertahun-tahun meninggalkan olah raga (terutama lari pagi), alhamdulillah Allah memberiku taufik di awal tahun 2013 ini untuk kembali bersungguh-sungguh berolah raga kembali. Dalam seminggu setidaknya aku kembali mentargetkan lari mengelilingi lapangan gasibu 7 putaran, dan hari ahad bersepeda dari rumah ke dago, pulang-pergi. Rencana yang dieksekusi dengan &#39;kesungguhan&#39;, kalo tidak dikatakan &#39;keterpaksaan&#39;. Karena ternyata benar, bahwa kita seringkali menunda-nunda kebaikan, menikmati rencana, tapi payah dalam pelaksanaan. Hanya butuh satu kata : &quot;Kesungguhan&quot; atau &quot;Dipaksakan&quot;. Setelah itu ternyata Allah kemudian memudahkan, mengalir begitu saja. Ringan tanpa beban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengalam ini aku mencatat setidaknya 3 hal untuk dapat mewujudkan perubahan pada diri kita. Konsep ini saya yakin bisa diterapkan pada bidang apapun juga.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, Keyakinan bahwa ada manfaat sangat besar dari setelah perubahan yang kita rencanakan itu. Kita yakin bahwa seandaikan perubahan itu tidak ada, maka kita akan terus berada dalam kondisi terpuruk, bahkan terus terpuruk seiring berjalannya waktu. Tidak ada jalan ! Tidak ada pilihan selain mewujudkan perubahan itu sekarang juga. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, Tersedianya fasilitas dan rencana yang memuluskan jalan perubahan. Dalam hal ini, aku mudah kembali berolah raga karena sepeda lamaku kembali berfungsi baik setelah diservice. Bahkan dilengkapi fasilitas lain, bel baru, dan tempat minum baru. Bahkan aku membeli helm sepeda baru yang cukup bagus. Keberadaan fasilitas tersebut bisa &amp;nbsp;menyemangati kita untuk berubah dan sebab itulah ia layak untuk kita beli/kita siapkan semampunya. Anggap saja pengeluaran tersebut sebagai investasi yang akan kembali berupa kesehatan yang prima.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, yang merupakan kunci dari segala rumus perubahan yang digembor-gemborkan oleh para ustadz, motivator, atau public speaker adalah : Mulai ! Tidak ada tips dan trik buat yang satu ini selain paksakan diri &amp;nbsp;untuk memulai. Pekerjaan kecil dan ringan akan terasa seperti mengangkut batu kali raksasa kalo kita malas untuk memulai dan gemar menunda. Gebraklah tembok imajiner yang memblock mental itu. Tidak usah berpikir panjang dan kibaskan segala macam prasangka dan rasa takut akan sesuatu yang belum terjadi. Sekali lagi. Mulai saja ! Lalu kau akan terkejut betapa mudahnya perubahan itu mengalir, membawa jiwa kita ikut menyertainya dalam setiap jenak yang berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAph7vLWMg-BKUKULzOmP6dxjauqHGXF4W-oiFHVX1ED3mQNk36xqKzqCYViuNClySBGLvoblNXVxcraBch_t6R-yKoq3bPrgH3nWOCqgZqj84hJCu-h5IOBAxz5mmZsOxF1vw_17gsQYi/s1600/olah+raga+berubah+lagi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAph7vLWMg-BKUKULzOmP6dxjauqHGXF4W-oiFHVX1ED3mQNk36xqKzqCYViuNClySBGLvoblNXVxcraBch_t6R-yKoq3bPrgH3nWOCqgZqj84hJCu-h5IOBAxz5mmZsOxF1vw_17gsQYi/s320/olah+raga+berubah+lagi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kita terbiasa dalam alunan irama baru kehidupan yang memuat perubahan tadi, maka cari kembali aspek lain dari hidup yang perlu kita ubah. Kita sebagai individu, terdiri atas unsur jasad dan unsur ruhani. Kita berperan sebagai hamba Tuhan, ayah/ibu, suami/istri, pebisnis, staf, pimpinan, dan tokoh pastinya harus memiliki kapasitas-kapasitas tertentu yang menopang keseluruhan pribadi Anda agar kesemua fungsi itu berjalan sempurna. Jika kita mendapatkan seseorang yang begitu unggul dan hebat, maka sebenarnya orang tersebut adalah kumpulan dari kehebatan-kehebatan kecil yang luput dari pengamatan kita. Maka, jangan berhenti di satu titik. Jika kita sudah hebat di satu sisi, tentu harus yakin bahwa kita bisa juga hebat di sisi lain. Gunakan rumus yang sama untuk berubah di sisi lain itu sebagaimana kita sudah berhasil berubah di sisi yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita akan mudah menemukan kekurangan dalam diri yang harus kita ubah seandainya kita rajin introspeksi diri dan membuat standar yang tinggi berdasarkan tokoh idola atau sosok yang kita anggap ideal. Oleh sebab itu, bersyukurlah seorang muslim yang punya nabi Muhammad saw. Sempurna dari berbagai sisi. Sesudah beliau ada juga para sahabatnya, terus ada para tabi&#39;in, tabiut tabi&#39;in, dan orang-orang hebat sesudahnya dari kalangan kaum muslimin. Mereka adalah prioritas utama karena keunggulan komprehensif pada dirinya. Yang tentu juga mengarahkan kita ke syurga-Nya (insya Allah). Selain itu ada juga tokoh-tokoh dari barat maupun timur. Tokoh di masa lalu, atau era sekarang yang bisa menjadi inspirasi perubahan. Suka-suka kitalah pilih yang mana :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soo..apa target anda selanjutnya sahabat? tilawah Al qur&#39;an 1 juz perhari, menghapalnya min. 2 ayat perhari, tamat membaca buku dalam 1 minggu, belajar membaca cepat, mengembangkan bisnis dalam target waktu 3-4 bulan mendatang, atau sebutlah menambah level kelembutan sikap terhadap anak istri dalam jangka waktu 1 minggu ke depan ? Ayo berubah lagi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/03/ayo-olah-raga-lagi-berubah-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAph7vLWMg-BKUKULzOmP6dxjauqHGXF4W-oiFHVX1ED3mQNk36xqKzqCYViuNClySBGLvoblNXVxcraBch_t6R-yKoq3bPrgH3nWOCqgZqj84hJCu-h5IOBAxz5mmZsOxF1vw_17gsQYi/s72-c/olah+raga+berubah+lagi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-872020761522435929</guid><pubDate>Wed, 27 Feb 2013 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-27T10:51:52.001+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ngacapruk</category><title>Biar Beda Zaman, Kita Tetap Satu</title><description>Halo telaga langit. Lama kali tak bersua. Bukan rasa bukan dugaan, tapi memang nyata bahwa post terakhirku itu tahun lalu. Masya Allah ...untung saja server google masih setia menampung blog ini meski terbengkalai. Untung saja ga ada fenomena biologis di dunia maya semacam lumutan ato jamuran yang kerap menyerang benda-benda yang diabaikan si empunya, yang biasa tergeletak tak berdaya diujung ruang gelap. meregang diacuh zaman. Tak ada juga keberlakuan hukum alam lain pula yang umumnya menciptakan karat pada logam, mengauskan gerigi yang berputar, mengurangi momentum benda yang bergerak, menggerus kualitas dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi enaknya di dunia maya ini, dengan menekan beberapa kali tombol yang tepat akhirnya hidup kembali blogku, segar seperti yang baru lahir. Ia seolah memiliki struktur nyawa yang sama sekali berbeda dengan sosok karya lainnya yang bisa lapuk, lemah, menurun daya tahannya, lalu mati dimakan waktu. Dalam kata lainnya, faktor &#39;waktu&#39; tidak lagi menjadi faktor pembatas yang biasanya mengatur jadwal maintenance kita. Informasi-informasi dalam bentuk kode-kode ini begitu jumawa berdiri di atas sang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah tersenyum sinis ketika melihat roda waktu menggilas satu generasi ke generasi berikutnya tanpa kenal kompromi.&quot;Hukummu tak berlaku atas diriku&quot; Serunya kepada sang waktu. &quot;Aku adalah bukti bahwa kekekalan itu bisa terjadi dan engkau tidak akan sanggup menimbulkan keriput tua di wajahku&quot;. Tapi biarlah ia berkata-kata tentang keterlepasan ikatannya dengan waktu. Tapi yang bisa kita lakukan terhadapnya adalah memanfaatkan potensi &#39;kekekalannya&#39; itu untuk mentransfer informasi lintas zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan izin Allah (tentunya), selama di server ga rusak. Tulisan kita menjadi pembawa pesan yang abadi bahkan untuk beberapa generasi di bawah kita. Menginformasikan apa yang terjadi di zaman ini. Memberi tahu corak kehidupan yang bisa jadi sangat berbeda jika dibaca di zaman yang lain. Memaknai nama dan fenomena yang bisa berubah artinya sama sekali karena faktor perubahan budaya yang dibawa waktu. Contohnya adalah kata &#39;Jarum&#39; : sekarang ini artinya bisa jarum betulan atau bisa rokok merk Djarum :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya kita punya alternatif untuk meneruskan informasi estafeta perjuangan. Untuk menunjukkan bahwa biar kita terpisah oleh jarak waktu yang tak terkira, tapi kita memiliki semangat yang sama., cita-cita yang satu.</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2013/02/biar-beda-zaman-kita-tetap-satu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-321764234486071752</guid><pubDate>Fri, 07 Sep 2012 06:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-04-24T06:06:08.144+07:00</atom:updated><title>Mengajar : agar lampu itu tidak padam</title><description>Syukurlah aku datang lebih awal di kelas. Sepi sudah mengepung saat aku masuk, ditambah temaram lampu yang hanya menyala di podium. Melambai dan menarik bak magnet sampai akhirnya aku menghempaskan badan di kursi fasilitator. Aneh sekali suasana ini, ketika kelas kosong melompong. Hawa mistis menyeruak kala aku merasa para peserta diklat tiba-tiba menguap dan menghilang sekejap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu di sini seolah mengalir cepat.Tak terasa berdiklat-diklat aku lalui dan dilewati tanpa sempat berkontemplasi. Ketika puluhan mata orang sepuh itu menatap aku berjam-jam, mendengarkan suaraku dalam duduk yang diam, mengikuti arah gerak tubuhku dalam harapan yang terpendam. Padahal usia mereka jauh di atasku, pengalaman mereka lebih banyak, dan taraf kehidupan mereka lebih mapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skenario takdir mendudukkan aku di kursi fasilitator. Berbicara panjang agar mereka belajar, menampilkan aneka sajian agar mereka berubah, membujuk mereka agar sebagiannya tidak marah, merayu mereka agar mereka bersabar. Aku sendiri bagaimana....aku harus bisa bersikap sabar di atas segala macam sabar yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah aku. Anak seorang guru yang tidak pernah mimpi jadi guru. Apalagi gurunya guru. Ilmu kependidikanpun baru dibaca kemarin sore. Lalu apa yang kulakukan di sini dengan menjadi guru dari para guru ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengajar tak pelak lagi harus aku lakukan di sini. Biar ceritanya aku menjadi fasilitator, moderator, atau kolaborator. Aku kini dilihat dan disimak orang banyak. Kini aku harus hati-hati dengan pakaianku sendiri, ucapan yang keluar dari lisan, gerak-gerak ketika pegal dan kesal, ekspresi wajah dari waktu ke waktu, batuk dan garuk-garuk pun harus sedikit banyak direkayasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ada semangat di sini. Ada kenikmatan ketika berbaur bersama mereka.... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2012/09/mengajar-agar-lampu-itu-tidak-padam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-8497893829068747603</guid><pubDate>Thu, 06 Sep 2012 01:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-06T08:56:58.107+07:00</atom:updated><title>Rihlah tak Mengenal Lelah</title><description>Pantas saja orang zaman dulu mengira bahwa bumi tempat mereka hidup itu berbentuk datar, karena mereka ga pernah naik pesawat terbang seperti saya :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan rihlah (perjalanan) keliling negeri tercinta dengan pesawat terbang adalah cita-cita yang sama sekali tidak pernah terbersit di pikiran. Pernah sih sewaktu masih kecil punya cita-cita jadi pilot (sebagai alternatif jadi hansip keliling) tapi itu cuma gagasan dari orang sekitar yang ambisius. Dalam kenyataannya bahwa semenjak kecil saya adalah orang yang kehilangan arah tujuan dan menjalani hari-hari tanpa peta hidup yang jelas (tapi jangan sekali-kali Anda mengira hidup saya tidak bahagia dan tanpa petualangan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seorang &#39;pria rumahan&#39; seperti saya, berkeliling dunia dan jalan-jalan mencari oleh-oleh tak lebih dari sekedar buang-buang waktu dan uang. Apalagi &#39;waktu dan uang&#39; adalah sosok yang tidak saya miliki dalam jumlah banyak. Bukannya saya mencela mereka yang punya uang dan waktu untuk jalan-jalan, tapi dalam kondisi moneter bangsa (maksudnya keluarga) yang sedang pas-pasan, saya memiliki prioritas lain yang wajib dipenuhi. Lagipula apa kata dunia ketika saudara dan tetangga sekitar yang hidup dibawah garis kekayaan (ga miskin..tapi cukuplah) lalu kita setiap minggu pergi naek pesawat keliling tanah air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And here we are. Saat posting ini saya ada di sebuah hotel di Banjarmasin. Ini adalah kali ketiga saya menginjakkan kaki di kalimantan selatan di tahun 2012. Walau skeptis dengan jalan-jalan,tapi inilah saya yang pernah naik pesawat ke Groningen (Belanda), Medan,...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2012/09/rihlah-tak-mengenal-lelah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-1166780017128074613</guid><pubDate>Tue, 21 Aug 2012 03:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-21T12:05:50.496+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><title>Sarat Makna Ramadhan 1433</title><description>Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian yang bisa diberikan oleh makhluk-Nya ini. Terima kasih Yaa Rabbi atas ramadhan tahun ini, terima kasih Yaa Rabbi atas shaum dan qiyam kami, terima kasih Yaa Rabbi atas tilawah dan infaq kami, terima kasih Yaa Rabbi atas taufik  taat dan segala macam ibadah kami.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh Engkaulah yang memberi kami hidayah dan segenap kekuatan untuk menjalankan titah-Mu, dan Engkau pula yang memberi kami pahala, ganjaran, dan kebaikan yang tak terkira atas ibadah yang hakikatnya Engkau yang memudahkan kami untuk melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Man Jadda wa Jadda, barang siapa bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Akhirnya rampung juga target 3 kali khatam tilawah. Sebuah target yang asalnya ngawur dan seolah dinilai tidak mengukur diri dan kesanggupan. Tapi siapa nyana, kalo sebuah cita-cita &#39;ngawur&#39; itu bisa melecut semangat besar yang ujung-ujungnya adalah logika dasar seorang hamba, yaitu : &quot;Untuk Allah, apa sih yang tidak bisa kita lakukan ?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan target yang jelas, &#39;timing&#39; yang terukur (1 bulan), sasaran antara berupa jumlah lembaran mushaf yang harus dibaca (&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt;30 lembar per hari)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt; saya kira setiap kita pasti bisa merencanakan cara untuk mencapai target.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt;Dengan target mulia tersebut, rasanya tidak adil kalo kita mengejarnya dengan sisa tenaga dan sisa waktu. Harus ada waktu &#39;pribadi&#39; yang dikorbankan. Dan ternyata memang terasa, bahwa sebenarya kita mempunyai &#39;stock&#39; waktu luang yang sangat melimpah yang sebenarnya bisa digunakan untuk tilawah (tentu juga untuk amal lain). Herannya, selama ini kita merasa sibuk dan menganggap tidak ada waktu untuk ibadah, termasuk membaca al quran. padahal dengan memasang target, memasang tekad kuat, akhirnya pasir dan debu aktivitas yang tidak bermanfaat yang memenuhi waktu senggang kita dapat kita bersihkan. Inilah salah satu berkah ramadhan yang Allah sembunyikan dan hanya Allah tunjukkan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri dengan amalan yang tidak sembarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%; &quot;&gt;Selain kisah perjuangan mencapai target khataman qur&#39;an, ramadhan juga menjadi cerita tentang menghidupkan malam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2012/08/sarat-makna-ramadhan-1433.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8053165184416116421.post-7645833594665345989</guid><pubDate>Thu, 02 Aug 2012 02:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-02T11:35:37.556+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><title>Ramadhan 1433 H</title><description>Segala puji hanya bagi Allah, Pencipta dan Pengurus Alam Semesta. Dzat Yang Tidak pernah tidur dan kelelahan dalam Membagi rezeki kepada segenap makhluk ciptaan-Nya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramadhan ini kembali kita bersua. Sejuta cinta tertumpah dari berbagai arah. Dia Yang Maha Baik Melipatgandakan kebaikan-Nya di bulan agung ini. Mempesona insan beriman, mengharu rasa bahagia orang yang mengejar derajat takwa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramadhan datang setiap tahun menyambangi kita sebagai pribadi atau komunal. sebagai perusahaan atau bahkan negara. masing-masing menyambutnya dengan cara yg unik dan meriah. Uniknya, di ramadhan ada yang menghitung-hitung keuntungan bisnis, mengkalkulasi perputaran modal, merancang menu harian ta&#39;jil dan sahur, membayangkan barang-barang baru apa aja yang harus dibeli diakhir bulan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi terserahlah...semoga saja mereka yang melakukan itu tidak lupa akan esensi ramadhan yang sejatinya adalah memburu derajat mulia di sisi Tuhan. Yang artinya pula bahwa unsur ruhani mendahului jasadi. Bahkan ruhani menjadi fokus dari segala sasaran ibadah dan perbaikan akhlak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Welehh...ko saya malah meracau ala ustadz yang lagi ceramah ya :P&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya inilah ramadhan dengan keistimewaan-keistimewaan yang melimpah. Ia hadir di setiap tahun bagai oase di tengah gurun pasir. bak air jernih segar untuk pengembara yang dilanda dahaga. Menyediakan kesejukan tepat di jantung kesibukan hidup yang meranggas iman dan kekerabatan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang tak butuh diskusi dan debat agar satu masalah tuntas. Kadang ga perlu perantara untuk islah perkara antara dua pihak. Kadang tak selalu perlu terapi agar emosi dan amarah bisa reda segera. Kadang tak perlu hiburan dan rekreasi untuk menghapus dendam di hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramadhan...ia datang lalu lapurlah sebahagian dari berjuta masalah di negeri ini, di kantor ini, di keluarga ini, dan di jiwaku ini. Berjuta orang kembali merasakan lapangnya dada, berjuta orang kembali menikmati ademnya ibadah, berjuta orang kembali merasakan hangatnya persaudaraan dan bening hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramadhan...ia datang seperti dokter yang menyambangi kampung para pesakitan. Mendiagnosa mereka lalu memaparkan sebab-sebab sakitnya. Memberi evaluasi tahunan dan menjelaskan organ jiwa mana saja yang memerlukan obat dan terapi. Ramadhan datang menyembuhkan jiwa yang lama sakit. Ramadhan datang memulihkan hati yang lama tak terawat. Ramadhan datang menggugah kesadaran tentang hati yang lama diabaikan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Shaum tidak hanya mendidik rasa empati, tapi juga memuat banyak implikasi lain, dampak ikutan yang tidak bisa lepas. diantaranya shaum melembutkan hati dan ujung-ujungnya jadi rajin evaluasi diri. Shaum juga mengajak disiplin yang ujung-ujungnya melatih kita memaksa diri untuk berbuat kebaikan. Soalnya kita seringkali malas dan ga full dalam beribadah. Cuma sisa tenaga dan sisa dana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada juga keajaiban-keajaiban yang banyak di sini. Selain karena keberkahan tersendiri Allah memberikan &#39;hiburan&#39; untuk orang-orang beriman berupa kemenangan-kemenangan perang, rezeki yang berkah, kebiasaan hasanah baru yang muncul, pulihnya penyakit-penyakit, atau ilmu-ilmu baru yang ditemukan. Anakku Hanan secara tak diduga belum pernah membatalkan puasanya hingga di hari ke 12 ini. Dia kuat dan tidak mengeluh. Subhanallah, padahal saya sendiri &#39;kurang&#39; dalam mendidik shaumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah mengajak dan menyadarkan kita dengan cara-Nya yang Indah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://telagalangit.blogspot.com/2012/08/ramadhan-1433-h.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>