<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Tentang Hati, Fikiran, Dan Coretan Tangan</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/TentangHatiFikiranDanCoretanTangan" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Pakdheno)</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 05:07:05 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">125</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="tentanghatifikirandancoretantangan" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><image><url>http://www.feedburner.com/fb/images/pub/fb_pwrd.gif</url></image><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/TentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://odeo.com/listen/subscribe?feed=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://odeo.com/img/badge-channel-black.gif">Subscribe with ODEO</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" href="http://www.podnova.com/add.srf?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2FTentangHatiFikiranDanCoretanTangan" src="http://www.podnova.com/img_chicklet_podnova.gif">Subscribe with Podnova</feedburner:feedFlare><item><title>Belajar Dari Santri Kecil</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2010/12/belajar-dari-santri-kecil.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Tue, 14 Dec 2010 15:28:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-1534316071540188490</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span&gt;Pagi ini aku lupa, ada kajian di televisi, yang meskipun sebentar tapi sangat berarti buat aku. Tapi alhamdulillah, 10 menit terakhir aku mendapat ilmu yang luar biasa. Seorang santri kecil ditanya oleh wartawan, “kenapa kamu berpuasa daud, sedangkan kamu masih kecil?”. Santri menjawab, “ini untuk orang tua saya”. Terus bertanya lagi sang wartawan, “memang kenapa orang tua kamu?”. Santri menjawab, “tidak kenapa-kenapa, saya hanya ingin mereka masuk surga”. Wartawanpun mencari santri kecil lain, dan bertanya, “kamu rutin sholat tahajud?”. Santri menjawab, “insyaAllah iya pak”. Wartawan kembali bertanya, “Kamu &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span&gt; masih kecil, apa tidak capek dan ngantuk, padahal paginya kamu harus tetep sekolah?”. Santri menjawab, “kalo bapak sholat tahajudnya cuma sekali ya bakalan ngantuk, tapi kalau sholat tahajud tiap hari insyaAllah biasa saja”. Pagi ini belajar dari anak kecil, tersentak dan semakin kecil tubuh ini, 10 menit yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span  &gt;Dikutip dari cerita Ust. Yusuf Mansyur yang melihat santrinya diwawancarai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span  &gt;(Nikmatnya Sedekah, MNC TV)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-1534316071540188490?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-15T06:28:50.396+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seorang Sarjana Teknologi</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2010/06/seorang-sarjana-teknologi.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 05:44:07 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-8990849845177673064</guid><description>Gak terasa ( padahal yo suwe banget ) aku melewati berbagai rintangan menghadang, selama hampir 5 tahun jadi mahasiswa. Dari seorang anak kampung yang culun bin katrok bin ndeso, sampai sekarang sudah menjadi anak yang culun bin katrok bin ndeso juga ( hehehe ora kacek ). &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya selama bertahun2 itulah, aku manjalani hidup sebagai mahasiswa ( status di KTP sih gitu ). Dan baru sekarang aku sadar sesadar sadarnya kalo aku ini sudah menyelesaikan studi S1, padahal udah 7 bulan yang lalu aku resmi keluar dari kampus. Dan mulai saat itulah dibelakang namaku tercantum S.T., lucu sih aku dengernya. Seorang sarjana yang pekerjaannya sebagai "menejer" keuangan bagian koneksi internet di 463, sebuah pekerjaan yang lumayan, meskipun tekor terus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, di kota inilah aku menemukan anugrah-anugrah Allah yang selama ini gak aku anggap sebagai anugerah. Prinsip hidup sebagai seorang hamba, rizki yang membuat aku tidak lagi membebani orang tua, cinta yang insyaAllah bisa untuk dunia akhirat. Inilah hidup seorang sarjana teknologi.... ^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-8990849845177673064?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-30T19:44:07.462+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kembali ke Jaman Purba</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/02/kembali-ke-jaman-purba.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sun, 03 Jan 2010 01:50:03 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-1648836358297183883</guid><description>Satu tahun kembali berlalu, kini memasuki tahun yang baru. Begitu cepat, bahkan sangat cepat. Begitu juga perubahan-perubahan yang terjadi, sangat cepat. Dari awal aku menginjakkan kaki di Yogyakarta, awalnya kelihatan sesuai dengan apa yang aku fikirkan, aman. Dan aku kira juga memang cukup aman, tidak banyak aku temukan perempuan dengan pakaian minim berkeliaran di jalan-jalan (meskipun ada).&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan, Teeerreeeengggg...... Sekarang banyak banget aku temuin itu, tubuh-tubuh yang dengan bangga dipamerkan di jalan-jalan. Wow, sekarang lagi ngetrend yang setengah-setengah. Pake celana, ya yang setengah paha (bahkan kadang sampai CD kelihatan ). Pake baju, ya setengah badan ( alias puser dan ketiak kelihatan ). Bahkan pake kerudung, ya setengah ( dengan rambut poni yang menjulur nutupin dahi ).  Apakah ini yang dinamakan modern..???? mungkin bagi mereka jawabannya iya, tapi bagi aku malah jadi kuno. Alias mereka kembali ke jaman purba, yang membedakan cuma yang dipakai saja. Kalau jaman purba yang dipakai daun atau kulit binatang, sekarang yang dipakai kain yang bagus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hanya bisa tersenyum, dan takut. Saat temenku bilang "Apakah kita juga akan mempertanggung jawabkannya nanti ?". Semoga kita tidak terlalu jauh meninggalkan aturan-aturan Allah, kembali teringat, dan berbenah......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-1648836358297183883?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-03T16:50:03.852+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kado Yang Tak Bertuan</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/09/kado-yang-tak-bertuan.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 04:32:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-2854682923118514567</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia pun tersenyum sesaat, usahanya seharian ini menuai hasil. Di tangannya tergenggam bebarapa ikan yang terkulai lemas menerima nasibnya. Tapi senyum itu tak lama, sebentar saja mampir di bibir yang beberapa hari membisu. Dia pun berlari, menuju rumah kecil. Dia mengacungkan ikan-ikan itu kepada seorang Ibu di dapur, sambil berucap “ini kado buat Ibu”, Ibu itu pun tersenyum. Lantas dengan langkah pelan menghampiri, dengan tangan renta yang menjulur, seakan ingin memeluk tubuh mungil itu. Angin laut pelan berhembus, merangsek masuk ke dalam rumah, lantas keluar dengan sangat pelan. Dia pun tertunduk, tangannya yang mungil tiba-tiba lemas. Seorang Ibu yang hampir memeluknya lenyap, seakan terbawa angin tadi. Dia palingkan badannya pelan, meninggalkan rumah itu dan duduk di atas bongkahan kayu. Tempat yang sama, saat seminggu yang lalu terdengar suara merdu “nak, ikannya sudah matang”.  Tapi hari ini? Kembali dia tertunduk. Tak ada lagi air yang menetes dari matanya, tak ada lagi tatapan sedih yang terpancar dari mata itu. Seakan ada yang menghalangi air mata untuk menetes, seakan terngiang kata-kata yang dulu pernah dia dengar “nak, jangan cengeng. Meskipun satu saat nanti, aku pergi meninggalkanmu, jangan teteskan air matamu”.  Dia memeluk tubuh itu, dan air matanya mengalir deras di balik punggung yang renta. Tapi sekarang, tidak lagi. Sekarang dia bukan lagi anak cengeng, tidak ada lagi tetesan air yang keluar dari matanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menatap ikan-ikan yang ada di genggaman, hampa tanpa ekspresi. Seakan-akan berucap “Setiap hari aku berikan kamu kepada Ibu, karena hanya kamu yang bisa aku berikan untuknya. Sekarang aku sendiri, Ibu telah pergi. Tapi tidak, aku tidak sendiri, masih ada kamu. Ya, masih ada kamu, yang setiap hari menemaniku. Aku tak akan pernah merasa sepi, tak akan pernah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-2854682923118514567?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T18:32:51.375+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Me Vs Hasanudin, S.T.</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/06/me-vc-hasanudin-st.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Mon, 29 Jun 2009 14:03:23 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-2909703335974548474</guid><description>Jangan salah terka dulu, ini bukan pertandingan, apalagi berbau kekerasan. Ini adalah waktu yang lumayan aku tunggu-tunggu, setelah kesempatan kemaren terlewati. Saat yang penting, karen tanpa ini, aku gak akan lulus, hehehehe. Kerja praktek adalah mata kuliah, atau lebih tepatnya bukan mata kuliah (tapi apa ya?????). Pokoknya itu wajib ditempuh dan wajib lulus di Jurusan &lt;b&gt;Teknik Informatika&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Universitas Ahmad Dahlan&lt;/b&gt;, Yogyakarta. Lengkap amat, tapi di situlah aku sekarang masih bernaung sebagai mahasiswa. &lt;br /&gt;Setelah semester kemaren lewat, karena berbagai alasan yang sebenarnya gak pantes jadi alasan, tapi akan tetep jadi alasan. Semester ini akhirnya selesai juga, meskipun harus nggarap dua sekaligus, KP + TA. Dan setelah menemui &lt;b&gt;Hasanudin, S.T.&lt;/b&gt;, sebagai Dosen yang ditugasi menentukan penguji, akhrinya terjawab sudah siapa yang akan fight dengan aku, yaitu beliau sendiri, alias &lt;b&gt;Hasanudin, S.T.&lt;/b&gt;, atau lebih dikenal dengan &lt;b&gt;Pak Hasan&lt;/b&gt;, atau juga &lt;b&gt;Hasan-UAD&lt;/b&gt;, hehehehe.&lt;br /&gt;Aku sih berharap ujian besok yang dengan judul "&lt;b&gt;Me Vs Hasanudin, S.T.&lt;/b&gt;" akan berjalan dengan lancar dan aman, tanpa ada kerusuhan, sportif, fair play dan tidak mengandung SARA (opo meneh iki???).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-2909703335974548474?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-30T04:03:23.895+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Jangan Menyuruh-NYA</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/06/jangan-menyuruh-nya.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 04:48:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-3155684682439084253</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang kita tidak sadar telah menduakan Allah, dengan pekerjaan, dengan kegiatan-kegiatan keduniaan kita. Tapi apakah benar kita sudah menomorsatukan Allah? dibanding dengan pekerjaan, dibanding dengan tugas, dibanding dengan kuliah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tidak sadar kita sering menyuruh Allah, menyuruh Allah untuk nunggu. Saat Adzan berkumandang disetiap Rumah-rumah Allah, kita tenang-tenang saja dengan pekerjaan kita, dengan tugas kita, dengan kegiatan-kegiatan sehari-hari.  Seakan kita bilang, "Tunggu bentar Ya Allah, aku sedang kerja. Tunggu bentar Ya Allah, aku sedang belajar. Tunggu bentar Ya Allah, aku lagi tidur".  Dan dengan alasan-alasan lain, yang lebih kita utamakan daripada memenuhi panggilan Allah lewat adzan. Kadang kita lupa, kita mencari rizkinya Allah, tapi malah lupa dengan Allah. Kita mencari ilmunya Allah, tapi ilmu itu malah menjauhkan kita dari-NYA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan pernah menyuruh-NYA, tingggalkan semua pekerjaan, saat Allah memanggil kita untuk menjalankan kewajiban kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari tausiyah Ustad Yusuf Mansyur&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-3155684682439084253?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-13T18:48:44.941+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Aku ingin kembali ke sini</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/06/aku-ingin-kembali-ke-sini.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Tue, 09 Jun 2009 02:25:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-9211913074968916893</guid><description>Tak terasa sudah lima bulan tidak menyentuh sama sekali coretan kusamku, terasa tangan ini sudah kaku untuk kembali mengerti apa yang ada dalam otak, lantas melampiaskannya lewat sebuah coretan. Dan keinginan untuk mengumpulkan kata, lantas merangkainya hingga mampu menciptakan nuansa yang indah, serta mengandung arti sesuai hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-9211913074968916893?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-09T16:25:03.980+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Akhir sebuah cerita</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/03/akhir-sebuah-cerita.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Wed, 11 Mar 2009 15:24:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-6306079603713613614</guid><description>Mungkin tak pernah terlintas sedikitpun dalam fikiranku, dulu, saat pertama cerita itu dimulai. Aku lupa, kalau setiap yang ada awal, pasti suatu saat akan ada akhir. Aku begitu menikmati alur cerita itu, menikmati semuanya. Senyum tersungging ikhlas, yang terlihat dari bibir. Gelak tawa, yang kadang membuai. Muka muram, yang membatasi tawa dan senyum. Atau ucapan-ucapan, yang membuat amarah memuncak. Aku hanya bisa tersenyum mengingatnya, karena tak ada yang bisa terulang. Sedetikpun, tak akan terulang. Karena cerita itu telah berakhir, karena waktunya sudah habis. Aku biarkan rangkaian kata yang terajut menjadi cerita itu, aku tinggalkan di sini. Tak akan aku bawa, aku benci melihat coretan-coretannya. Biarlah aku merajut kata lain, hingga tercipta cerita-cerita baru. Yang bisa membuatku selalu tersenyum, yang bisa begitu dekat denganku, hingga mengerti akan aku. Karena aku harus relakan ini, merelakan berakhirnya sebuah cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-6306079603713613614?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-12T05:24:56.943+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>aku kalah, dan aku harus pergi</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/02/aku-kalah-dan-aku-harus-pergi.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sat, 07 Feb 2009 16:09:14 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-1739481095960455479</guid><description>Akhirnya aku tiba di ujung jalan, mengakhiri semua perjalananku selama ini. Aku sadar, ini adalah akhir dari perjuanganku, akhir dari sebuah ikhtiar untuk mendapatkan yang menurutku baik. Satu jalan telah tertutup, tidak ada sedikit celah lagi untuk bisa aku masuk. Sempat aku coba untuk tetap berdiri sejenak, berharap jalan itu akan pelan-pelan terbuka dan membiarkan aku masuk dan melaluinya. Tapi sinyal itu tak tampak, hingga aku sempat tertunduk lesu. Sampai akhirnya aku tehentak sadar, aku harus harus dan pergi dari jalan itu. Aku harus mencari jalan lain, yang dengan senyum menerima aku untuk masuk dan berjalan di jalurnya. Karena aku telah kalah, dan aku harus pergi....!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-1739481095960455479?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-08T07:09:14.798+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembunuh</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/pembunuh.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Wed, 28 Jan 2009 16:55:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-1426525173263223221</guid><description>Julukan sebagai si &lt;s&gt;pembunuh&lt;/s&gt; kejam tersemat pada komputerku, gara-garanya sebenenya sepele, temen-temenku ja yang berlebihan. Berawal dari temenku Muslim yang mo ngopy lagu, yang kebetulan baru. Dia masukin flashdisknya ke hub, tapi gak connect. Tapi dia gak putus asa, dia terus mencoba dan mencoba, semangat deh pokoknya &lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193303-lonely.gif" alt=":astig:" title=":astig:" width="50" height="50" /&gt;. Tapi tetep aja gak bisa, akhirnya dia nyerah&lt;img class="emoticon" src="http://img148.imageshack.us/img148/7484/nyerahhh8.gif" alt=":nyerah:" title=":nyerah:" width="50" height="50" /&gt;. Terus aku berusaha tampil sebagai pahlawan, tak lanjutin perjuangan Muslim. Tak copot flashdisk-ku yang emang dah nyolok di situ, lalu tak colokin punya Muslim, tapi tetep aja gak bisa. Setelah beberapa aku nyoba, aku nyerah juga. Lantas tak colokin lagi flash-ku ke hub, dan ternyata gak connect juga. Marah, sedih, bercampur jadi satu &lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187073-omg.gif" alt=":waaah:" title=":waaah:" width="50" height="50" /&gt;. Soale data-dataku ada di situ, kalo flash-ku mati bisa gawat.&lt;br /&gt;Cerita berlanjut, setelah semalem aku tidur nyenyak&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187084-%E5%A5%BD%E5%A4%A2.gif" alt=":sleep:" title=":sleep:" width="50" height="50" /&gt;. Paginya datang temenku yang lain, dia denger lagu yang dia pengen punya. Langsung aja, tanpa basa-basi minta aku nuat nyolokin flash-nya ke komputer. "Gaka connect bro", kataku pas ngelihat ekspresi komputerku. Tak coba di belakang, tetep aja. Ya udah, temenku akhirnya gak jadi ngopy. Paginya dia ngomong ma aku, "flashku mati bro, kayaknya colokan usb-mu konslet tuh". "Iya po? masa?&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/efb50fe2.gif" alt=":ha?:" title=":ha?:" width="50" height="50" /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/efb50fe2.gif" alt=":ha?:" title=":ha?:" width="50" height="50" /&gt;", pura-pura bego. Huh, berarti dah tiga flash yang mati. Punyaku, dan dua temenku.&lt;br /&gt;Hari berikutnya temen kosku yang ngeyel, ngeyel banget. Dia mo ngopy materi kuliah, emang dia males gak pernah masuk kuliah. Aku bilang "Kalo flshmu mati, aku gak tanggung jawab lho". "Iya", jawab dia. Temenku itu tak tinggal pergi, dia asik aja download yang ada di komputerku. Setelah aku kembali dari pergi &lt;s&gt;merantau&lt;/s&gt;, temen kosku bilang "flashku goson bro". &lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187110-%E5%98%B2%E7%AC%91.gif" alt=":scream:" title=":scream:" width="50" height="50" /&gt;, aku ketawa, habis di bilangin ngeyel.&lt;br /&gt;Beberapa hari berikutnya, temen kosku yang laen masuk kamarku, aku pas lagi di luar kamar. Tiba-tiba dia bilang, "Bro, kok flashku gak connect di komputermu?". Waduh, gawat nih. Aku langsung masuk kamar, dan ternyata flashnya gosong lagi. "Payah ni komputermu, tutup aja tuh colokan falshnya", kata temenku.&lt;br /&gt;Berarti total ada lima flash yang mati &lt;s&gt;dibunuh&lt;/s&gt; oleh komputerku. Aku hanya diem, mendesah panjang&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/1b38f9e2.gif" alt=":sigh:" title=":sigh:" width="50" height="50" /&gt;. Dan tentuny minta maaf untuk semua &lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187108-%E8%B7%AA%E6%8B%9C%E7%A6%AEnew.gif" alt=":sorry:" title=":sorry:" width="50" height="50" /&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://img148.imageshack.us/img148/9715/sorrycl0.gif" alt=":puppyeyes:" title=":puppyeyes:" width="50" height="50" /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-1426525173263223221?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-29T07:55:22.855+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Biarlah Aku yang pergi</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/biarlah-aku-yang-pergi.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sun, 25 Jan 2009 04:01:40 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-1655927112374963399</guid><description>Mengisi detik demi detik tanpa arti, mencoba menghindari apa yang ada dalam hati. Terpojok dalam terangnya siang, atau tenggelam bersama gelapnya malam. Sampai aku muak mencaci diri sendiri, dan menghancurkan jiwa yang terlunta. Aku harus mampu berdiri, menghadapi keadaan yang tak berpihak. Menenggelamkan luka yang sebenarnya tak ada, meniadakan bercak yang memang tiada. Lantas membiarkan kamu tersenyum, dengan bahagia di baliknya. Meski aku tak tahu untuk apa senyum itu, atau untuk siapa senyum itu. Aku memang tak tahu, dan biarlah aku tak tahu. Dan ijinkan aku pergi, meninggalkanmu yang tak lagi sendiri, melepasmu yang kini mampu terbang dengan sayap indahmu. Meski jasadku masih di sini, ada setiap kamu mau. Tapi jiwaku tak lagi bersamamu, tersadar dari mimpi dan sembunyi dari tatapmu. Biarlah aku yang pergi, karena memang aku harus pergi. Membiarkannya mengisi hatimu, dan membahagiakan senyummu. Biarlah aku yang prgi, karena memang aku harus pergi. Menghapus jejak langkah yang dulu, lantas mengukirnya nanti. Biarkanlah aku pergi, karena memang aku harus pergi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-1655927112374963399?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-25T19:01:40.696+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>pengen cepet kelar</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/pengen-cepet-kelar.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 22 Jan 2009 16:10:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-2562933742909702359</guid><description>Udah hampir dua bulan aku melakukan tugas sebagai mahasiswa, KKN, apa itu &lt;img class="emoticon" src="http://img148.imageshack.us/img148/1410/ayukzw6.gif" alt=":ayuk:" title=":ayuk:" width="50" height="50" /&gt;. Berusaha bermasyarakat, dengan karakter masuarakat yang berbeda-beda. Tentunya membutuhkan kerja yang sangat keras, baik fisik maupun otak. Tapi aku selalu buat santai, sambil dengerin musik&lt;img class="emoticon" src="http://img148.imageshack.us/img148/5263/musikpi4.gif" alt=":music:" title=":music:" width="50" height="50" /&gt; tentunya menyenangkan. Yang lebih parah, mungkin harus menghadapi temen KKN sendiri, tersinggung, marah&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187085-%E7%8B%82%E6%9A%B4.gif" alt=":sobrakana:" title=":sobrakana:" width="50" height="50" /&gt; selalu datang setiap saat. Ya, itulah resiko harus bekerja dengan kepala yang berbeda. Harus ekstra menghargai, menghormati, ataupun harus lebih mengalah, tidak memaksakan ego. Saat ini aku hanya pengen cept-cept selesai, agar tidak lagi membuat dosa. Karena selalu ngomongin temen di belakang, marah-marah, atau yang laen yang membuat hati gak tenang. Semoga akhir bulan ini semua bisa kelar, gak pake mundur-mundur. Karena suasana sudah gak asik, jadi udah gak kondusif. Yang jelas aku minta maaf ma semua temen-temen KKNku&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187108-%E8%B7%AA%E6%8B%9C%E7%A6%AEnew.gif" alt=":sorry:" title=":sorry:" width="50" height="50" /&gt;, pasti banyak kesalahan yang telah aku perbuat ma kalian. Tetep semangat menyelesaikan KKN kita &lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193303-lonely.gif" alt=":astig:" title=":astig:" width="50" height="50" /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-2562933742909702359?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-23T07:10:13.683+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ngisi kultum…?</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/ngisi-kultum.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 22 Jan 2009 15:00:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-5955085099460476779</guid><description>Sebenernya bukan masalah yang susah, asal bisa ngomong sudah selesai masalah. Tapi ternyata bagi aku bukan hanya sampai di situ, tidak semudah itu. Bukan hanya sekedar berbicara baik-baik saat kultum, atau menyarankan untuk berbuat kebaikan. Sangat mudah untuk berbicara, semua orang pun bisa melakukan itu. Tapi mengaplikasikan apa yang kita omongkan, itu yang susah. Sangat berat untuk dipikul, pertanggung jawabannya yang susah, bukan ngomongnya. Bagaimana bisa aku mengatakan jangan berbuat hal yang sia-sia, tapi aku sendiri sering melakukan hal yang sia-sia. Bagaimana aku bisa terlihat hebat di mata orang karena apa yang kita sampaikan, tapi apa yang aku lakukan bersebrangan dengan apa yang  aku sampaikan. Bagi aku, ngisi kultum bukan hanya sekedar ngomong&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/76.gif" width="36" border="0" height="18" /&gt;, tapi memberi contoh dengan perilaku kita. Jadi bukan hanya omong kosong tok, bukan hanya sebagai kata &lt;s&gt;bualan&lt;/s&gt; yang tak punya arti. Orang bisa melihat kita dari tingkah laku kita, bukan dari apa yang kita omongin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-5955085099460476779?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-23T06:00:04.103+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Akhirnya lewat juga</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/akhirnya-lewat-juga.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 22 Jan 2009 15:49:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-2785697844488876763</guid><description>Dari awal semester ini memang aku tidak terlalu fokus dengan KP (Kerja Praktek), tidak mencoba mencari tempat, atau berusaha membuat programnya dulu. Aku lebih fokus dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang sangat menghabiskan waktu dan tenaga, capek . Tidak tahu juga sih, apakah alasan sibuk KKN bisa di terima atau gak? Tapi mau tidak mau, sedikit banyak KKN mempengaruhi. Berangakat ba’da ashar, terus pulang sampai jam 23.00, membuat lunglai tubuh ini. Badan capek, otak capek, dan akhirnya merasa males buat ngerjain yang lain . Sempat sih aku berusaha ngebut buat laporannya, agar KP-ku selesai. Sempat menyelesaikan Bab III, aku pun optimis akan selesai. Sampai datang kejadian yang membuatku kembali melempar harapan itu jauh-jauh, komputerku mati. Astaghfirullah, mungkin ini pelajaran buat aku agar tidak menunda-nunda waktu. Tapi setelah aku bongkar komputerku, tak otak-atik, terus pasang lagi, akhirnya komputerku menunjukkaan kekuatannya. Alhamdulillah, syukur terucap dalam hati. Bertahan selama satu hari satu malam, komputerku tidak kuat. Kembali dia menyerah, tiba-tiba mati saat aku akan mulai mengerjakan Bab IV. Waktu yang seharusnya aku pakai untuk membuat laporan, malah terpakai untuk kembali bongkar komputerku. Dan saat itulah aku memutuskan hal yang tidak aku sukai, aku lepas KP semester ini, dan ku ambil lagi semester depan. Bukan menyerah, tapi batas waktu yang diberikan Prodi Informatika sudah habis. Fiuh, setelah berjam-jam mengobrak-abrik komputer, dia kembali menunjukkan rasa kasihan kepadaku, kembali meraung menunjukkan kekuatannya. KP akhirnya lewat juga, tapi banyak yang bisa aku ambil di sini. Biarlah semester ini KP tidak bernilai, tapi aku akan tetep mengerjakanknya. Agar awal semester depan bisa cepet selesai, dan bisa cepet seminar. Sehingga tidak mengurangi waktu untuk mengerjakan skripsi, semoga.&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193309-wong.gif" alt=":puppyeyes:" title=":puppyeyes:" width="50" height="50" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-2785697844488876763?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-23T06:49:04.789+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Terlupakan</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/terlupakan.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Tue, 13 Jan 2009 14:34:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-5218412563918821461</guid><description>Hari ini, tak terlalu banyak suara yang menumpuk di telingaku. Yang biasanya memaksa aku untuk medengar, meski sebenarnya aku benci. Entah kemana mereka pergi, menghilang bersama datangnya duri yang mengenaiku. Yang tiba-tiba menusukku tanpa hati, membuat nafasku kembali tersengal, menutup jalanku untuk melangkah. Disaat itu, aku ingat dia. Dia yang dulu menjadi tempat untukku menuliskan cerita perjalananku, mulai dari tawa atau hanya sekedar senyum, dan sedih atau sampai tersedu. Tapi, entah kemana dia pergi? Sekedar salam dan tanya pun tak terjawab olehnya. Dibiarkan menjadi puing yang terbuang, atau menjadi kata yang tak bermakna. Menghiasi langit-langit kamar, yang kali ini ikut muram. Andai saja aku bisa melewati batas waktu, aku akan menghampiri, dan bertanya ”kenapa?”. Tapi sebuah bayang itu pun menjauh pelan, mengikuti wujudnya yang telah lama menghilang. Pergi meninggalkan jejakku yang masih terhenti, pergi meninggalkan jiwa yang terlupakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-5218412563918821461?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-14T05:34:04.184+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Ibu : Terimakasih Nak</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/ibu-terimakasih-nak.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sun, 11 Jan 2009 14:11:59 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-377794850792389648</guid><description>Mata ini masih perih, menahan kantuk yang sangat. Malam tadi, tak cukup buat aku bermimpi. Terlalu singkat aku memejamkan mata, hingga tak sempat tanganku meraih indahnya bunga dalam tidurku. Pagi ini, setelah aku tundukkan wajahku, setelah kepala ini aku hentakkan di atas sajadah. Suara terdengar begitu merdu, keluar dari benda kecil, yang selama ini menemaniku. Tertulis sebuah nama yang indah, yang selalu membuat aku tersenyum, Ibu. Seutas do’a terdengar menyentuh kepalaku, tulus menghujam hati, ”Assalamu’alaikum”. Suaranya sengau kali ini, apa dia sakit?ah, mudah-mudahan sehat selalu menemaninya. Perih rasanya mendengar suara itu, suara yang dulu sangat indah, kini sudah berubah seiring berjalannya waktu. Mataku pun sembab, menahan air yang memaksa untuk keluar. ”Wa’alaikumussalam, apa kabar Ibu?”, senandung do’a aku balas untuknya. Fikiranku melayang, menerobos jarak yang cukup jauh, menuju sebuah desa kecil, menuju sebuah halaman rumah tempat aku bermain dulu, menuju setiap sudut rumah tua, dan bersimpuh di pangkuan Ibu. ”Alhamdulillah sehat, kamu?”, tangannya mengangkat kepalaku yang tertunduk, yang membuat aku sadar. ”Alhamdulillah Bu, aku sehat”, jawabku dengan kata yang belum terangkai sempurna. Ah, aku selalu terbayang setiap sudut rumah, saat dia menelfon aku. Suaranya yang lembut, belaiannya yang  hangat, atau tatapnya yang sangat menyejukkan. Semua menyertai setiap kata yang terucap, tak tertinggal satu pun keindahan-keindahan itu. Seakan dia datang di depanku, duduk dan memperhatikanku sangat dalam. ”Nak, terimakasih untuk jilbabnya”, ucap yang melegakan hati. Setelah dua hari yang lalu aku kirimkan sebuah jilbab untuk Ibu, akhirnya sampai ke tangan Ibu yang lembut, dan menghiasi wajah cantik wanita itu. ”Bagus banget nak, pasti mahal ya harganya”, suara Ibu terdengar lagi. Ya, dia selalu tanya harga setaiap aku beli sesuatu untuknya. ”Gak kok bu, biasa saja, gak terlalu mahal”, ucapku melegakan hatinya. ”Ya udah, Ibu cuma nanya. Ibu juga pesan, jangan terlalu memaksakan beli sesuatu untuk Ibu. Uang yang kamu cari, pakailah untuk kebutuhan kamu dulu”, kembali suara merdunya tak henti menasihati aku. ”Iya bu”, suaraku mengecil. ”Sudah dulu ya, Ibu mau melanjutkan kerjaan Ibu. Jangan lupa berdo’a dan terus berusaha, dan jangan pernah kamu melupakan Allah. Untuk jilbab ini, terimakasih nak. Assalamu’alaikum”, ucapnya kembali merasuk kedalam tubuhku. ”Wa’alaikumussalam”, jawabku. insyaAllah Ibu, setiap kata yang keluar darimu adalah cambuk untukku. Yang selalu menjadi perisai, untuk mengahalangi pedang-pedang setan yang mendekatiku. Apa pun akan aku usahakan untuk membuatmu tersenyum, seberapa mahal harga sebuah jilbab, dibanding dengan cantiknya wajahmu saat memakainya. Satu inginku untuk diriku belum terwujud, tapi aku gunakan inginku itu untuk membahagiakanmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-377794850792389648?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-12T05:11:59.319+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>3 Aspek untuk sukses</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/3-aspek-untuk-sukses.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Wed, 07 Jan 2009 15:20:40 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-5050578247484681324</guid><description>Dalam sebuah pengajian rutin yang diadakan di Masjid Al-Mustajab, Jlamprang Lor. Tempat aku dan teman-temana KKN, tepatnya di Desa Jambidan. Ustad pada waktu menerangkan tentang cara yang harus dilakukan agar kita sukses, dan ada 3 cara yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Pertama, adalah Iman. Harus ada iman dalam hati kita, agar kesuksesan menghampiri. Dengan iman, kita akan merasa ikhlas melakukan suatu pekerjaan. Kita akan merasa enak, dan menikmati apa yang menjadi pekerjaan kita.&lt;br /&gt;Kedua, adalah Hijrah. Dalam hal ini kita harus hijrah dalam dua hal. Pertama adalah hijrah dalam diri kita, hati, pemikiran, dll. Seperti hijrah dari pemalas menuju rajin, hijrah dari yang tidak beriman menjadi beriman, hijrah dari fikiran yang sempit menjadi luas, dll. Yang kedua adalah hijrah tempat, pindah tempat tinggal, tempat usaha,dll. Yaitu memberanikan diri berhijrah untuk memulai usaha, untuk memulai hidup baru, di tempat yang lain, yang sekiranya lebih baik dari pada tempat yang sebelumnya.&lt;br /&gt;Ketiga, adalah Jihad/Berjuang. Kita artikan disini sebagai berusaha, bukan perang. Yaitu berusaha untuk mencari kerja, berusaha untuk menjemput rizki yang telah Allah janjikan. Tidak mudah menyerah, terus bangkit walaupun kegagalan sering dialami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-5050578247484681324?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-08T06:20:40.061+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mimpi yang akan ku jadikan cita</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2009/01/mimpi-yang-akan-ku-jadikan-cita.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Wed, 07 Jan 2009 15:19:58 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-8159938894874500242</guid><description>Satu tahun berlalu sangat terasa, bahagia dan sedih, bergantian datang. B&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;erdiri dan terjatuh, selalu bergabung dengan langkahku. Dan banyak mimpi yang hanya menjadi mimpi, karena aku tak berusaha menjadikan mimpi menjadi cita-cita. Sehingga keinginan terlewatkan begitu saja, karena tidak ada target waktu untuk mencapaiya. Hari ini, langkahku di mulai lagi. Meninggalkan mimpi yang hanya menjadi mimpi, untuk merubah mimpi menjadi sebuah cita-cita. Dan inilah cita-cita tahun ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;Kerja Praktek (KP), yang sekarang sedang dalam masa produksi. Target yang di tentukan oleh dosen sih tanggal 15 januari 2009, tentu saja tak usahain untuk bisa selesai tanggal itu. Meskipun susah, tapi tetep semangat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang sudah berjalan 37 hari. Lama banget? Ya, emang lama. Aku dan temen-temen yang lain sangat ingin KKN yang kami jalani bisa selesai 2 pekan lagi, tidak mundur sampai bulan februari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;Ujian akhir, yang akan dimulai tanggal 12 Januari 2009 besok. Dan semoga ujian ini adalah ujian terakhir di kampus, karena udah males terima materi mata kuliah dan mempelajariya terus ujian (booseeenn). Tentunya dengan hasil yang memuaskan, bukan hanya sekedar lulus.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wisuda, yang aku targetkan bulan&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Juli. Memang terdengar sulit, karena hanya di sediakan waktu hanya 3 bulan untuk mengerjakan Tugas Akhir atau Skripsi. Semoga......!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mandiri, atau lepas dari tanggungan Ortu. Selepas lulus kuliah, tentunya berkeinginan untuk tidak &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;nyedong&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; lagi ma Ortu. Mencoba menjemput rizki yang Allah janjikan kepada hamba yang berusaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;Nikah.....?????? kalo yang ini belum ada target tahun ini, wakakakaka.......&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-8159938894874500242?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-08T06:19:58.534+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ijinkan aku tidur walau sejenak</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/12/ijinkan-aku-tidur-walau-sejenak.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sun, 21 Dec 2008 15:57:31 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-7435157072819254516</guid><description>Lelah mata ini, untuk melihat tak bersahabatnya raut muka itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tak ada senyum, yang sedikit bisa terlihat hangat. Lelah telinga ini, untuk mendengar setiap ucap itu. Tak ada kata-kata manis, untuk sekedar membuat nyaman suasana. Lelah mulut ini, untuk berucap seutas kata maaf. Lelah hati ini, untuk mengerti keadaan itu. Yang selalu hancur berantakan, setelah ku rangkai menjadi sempurna. Lelah otak ini, untuk berfikir masalah itu. Yang selalu ada, setelah semua aku buat menjadi indah. Ijinkan aku aku bermimpi, melupakan resahnya hati. Ijinkan aku terlelap, menghancurkan otak yang penat. Ijinkan aku terbuai, memanjakan jiwa yang terasa lunglai. Dengan kenyamanan, yang akan menyelimuti seluruh tubuh yang dendam. Dengan damai, yang akan menjadikan mata ini tak lagi layu. Dengan keindahan, yang akan membuat senyum tersungging dari bibir yang ikhlas. Dengan sebuah mimpi, yang akan merubah semua halusinasi. Dengan sebuah pinta, ijinkan aku tidur walau sejenak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-7435157072819254516?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-22T06:57:31.475+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hilangnya rasa terimakasih</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/12/hilangnya-rasa-terimakasih.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 18 Dec 2008 14:21:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-3621225815279117159</guid><description>Setiap pagi selalu ada udara segar yang masuk kedalam paru-paru, membuat kembali bisa menikmati dunia&lt;span lang="fi-FI"&gt;. Tapi kita balas nikmat itu dengan tak perdulikan perintah-NYA. Setiap hari bisa melihat dengan mata, mendengarkan dengan telinga, menghirup udara dengan hidung, berbicara dengan mulut, tangan yang sanggup untuk melakukan apa pun, kaki yang selalu mampu untuk melangkah, tapi kita gunakan semua nikmat itu untuk bermaksiat kepada-NYA. Otak yang tertanam di kepala, membuatnya mampu berfikir, tapi tidak kita gunakan untuk selalu mengingat-NYA. Hati yang ada dalam dada, sanggup merasakan apa pun. Tapi tidak ada sejengkal ruang pun, untuk DIA bertahta di dalamnya. Kesempurnaan fisik yang DIA berikan, tak sedikitpun membuat kita bersujud khusuk kepada-NYA. Kemana perginya rasa terimakasih itu, untuk nafas yang kita hirup, untuk kesempurnaan yang bisa kita nikmati, untuk rizki yang kita ambil setiap hari. Sehingga kita berani menentang-NYA, sehingga kita tak sedikitpun takut kepada-NYA. Sehingga rasa syukur itu hilang, pergi bersama sombongya diri.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-3621225815279117159?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-19T05:21:24.725+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>dia adalah aku</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/12/dia-adalah-aku.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:24:14 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-2830892882786170521</guid><description>Dia sangat ingin tertawa, tanpa harus berfikir apa yang sebenarnya dia alami. Dia ingin tersenyum ikhlas, saat sang mawar tersenyum, tapi bukan untuknya. Dia ingin terlihat baik, meski sebenarnya hatinya sakit. Dia ingin membuat nyaman, meski di dalam otaknya ada banyak ketakmengertian. Dia ingin menutupi semua lara, di bawah senyum yang di buat indah. Dia ingin menghalangi ketakberdayaan, di balik semua keramahan. Dia ingin membuang cemburu, dengan tatapan mata yang syahdu. Dia ingin mengubur perasaanya, bersama tanah cinta, bersama butiran- butiran pasir kasih sayang. Hingga senyumnya bukan lagi hanya sebagai topeng, yang menutupi muka muram, yang menghalangi hati yang layu. Merubah dia kembali ke jalannya, untuk melupakan semua cerita yang terkubur indah di sana.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-2830892882786170521?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-07T06:24:14.103+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Macam-macam Hati</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/12/macam-macam-hati.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 14:38:03 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-3000163534720847023</guid><description>Dalam sebuah pengajian rutin yang di adakan oleh warga Jlamprang Lor, tempat dimana aku KKN. Ustad berbicara tetang golongan-golongan hati, yang diantaranya :&lt;br /&gt;Hati yang selamat, yaitu hati yang tahu tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang perintah Allah dan mana yang larangan Allah, serta mampu untuk mengikuti perintah dan menjauhi larangan-NYA.&lt;br /&gt;Hati yang sakit, yaitu hati yang tahu mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang perintah Allah dan mana larangan Allah, tapi dia tidak mampu untuk mengikuti perintah dan malah menjalankan apa yang dilarang-NYA.&lt;br /&gt;Hati yang mati, yaitu hati yang tidak peduli mana yang perintah Allah dan mana yang larangan Allah.&lt;br /&gt;Ke golongan mana hati kita masukkan? Tergantung pada kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-3000163534720847023?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-02T05:38:03.683+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Akhirnya dia kembali</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/11/akhirnya-dia-kembali.html</link><category>celoteh-sumbang</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Mon, 24 Nov 2008 14:31:10 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-770663816778032505</guid><description>Sekian lama menghilang, dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; lama tak terdengar kabar. Akhirnya malam itu, dia menghampiri aku. Senyumku tersungging, mengalahkan rasa kecewa yang terlanjur tertanam dalam hati. Kucoba mengubur dendam atas semua sikapmu, yang sering membuat hati dan fikiranku tersayat. Lantunan katapun mengalir indah, bersama tawa renyah seperti dulu. Seperti waktu itu, yang mungkin hampir hilang karena hati yang tertutup rapat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi malam itu semua kembali, bersama hembusan angin malam yang menyejukkan jiwa. Menutup semua emosi, benci, dan ego yang selama ini merajai. Sampai langkah kakinya menjauh dariku, meninggalkan senyum yang tak hilang malam itu. Waktu pun berlalu, sisa hidup pun berkurang dengan nafas yang setiap detik aku keluarkan. Matahari pun selalu menerangi siang, dan hilang, menjadikan malam gelap. Meski kadang matahari rela tertutup awan hitam, yang menyejukkan bumi dengan tetesan airnya. Begitu juga senyumku untuk dia, lambat laun berubah. Dia memang kembali, dia memang tidak lagi sembunyi. Tapi saat ini dia merubahnya, merubah semua sikap yang dulu dia berikan padaku, yang membuatku nyaman. Tuhan, izinkan aku tahu dari ketakmengertianku. Atau berikan kekuatan dalam hatiku, untuk selalu mengerti. Hingga sampai nanti, akhir cerita ini akan berakhir dengan indah, entah untukku atau untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-770663816778032505?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-25T05:31:10.514+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>PES6-My Best Friends</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/11/pes6-my-best-friends.html</link><category>cerita-ku</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Fri, 21 Nov 2008 21:08:16 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-906638839912222909</guid><description>Akhir-akhir ini banyak yang buat aku BeTe, gak tau kenapa. Jadi aku butuh temen yang siap untuk tempat aku leapin ke BeTe-an ku, pokonya siap buat aku gampar sewaktu-waktu (sadis kalo ini, jadi ini cuma bercanda). Berhubung manusia gak yang sanggup untuk jadi temen pelampiasan ke BeTe-an ku, sahabatku juga akhir-akhir ini lagi jauh banget. Hanya satu yang aku tuju, Pro Evolution Soccer 6 sebagai tempat untuk meluapkan emosiku. Tempat dimana aku bisa membantai tanpa kena hukuman, atau bisa menghajar tanpa berurusan dengan yang berwajib. Ya paling kena kartu merah pemainku, yang penting puasss. Jadi untuk sekarang ini, sahabat terbaikku adalah PES6. Sambil menunggu sahabatku kembali, entah kapan....!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-906638839912222909?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-22T12:08:16.912+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Semakin cinta, semakin banyak menyebut nama-NYA</title><link>http://coretan-kusam.blogspot.com/2008/11/semakin-cinta-semakin-banyak-menyebut.html</link><category>coretan-kusam</category><author>noreply@blogger.com (Pakdheno)</author><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 15:39:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8375820678667589750.post-5064701893425699284</guid><description>Seberapa sering kita menyebut &lt;span lang="sv-SE"&gt;nama orang yang kita sayangi? &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dan seberapa hebat hati kita selalu mengingatnya? Pertanyaan yang sering kita lupa adalah, seberapa sering kita menyebut nama Allah? Dan seberapa sering kita mengingat-NYA? Dan tanpa kita sadari, kita lebih sering menyebut nama orang yang kita sayangi, dan sangat jarang menyebut nama Allah. Kita lebih sering mengingat orang yang kita sayangi, daripada lebih mengingat Allah.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dalam sebuah nasyid dan dzikir Ustad Arifin Ilham, ”&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dan sebenarnya Allah benar-benar menyangi orang-orang beriman yang selalu berdzikir kepada-NYA, selalu mengingatnya. Salam dari Allah bagi mereka yang selalu berdzikir kapada-NYA, dan Allah persiapkan bagi mereka ganjaran yang mulia. Bukankah kekasih senang menyebut nama kekasihnya, bukankah kekasih senang membagakan kekasihnya, bukankah kekasih senang dibagakan oleh kekasihnya. Semakin cinta kita kepada Allah, semakin banyak kita menyebut nama-NYA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8375820678667589750-5064701893425699284?l=coretan-kusam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-14T06:39:34.084+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

