<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Terminal Lemabang</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:27:38 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://terminallemabang.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Daya Beli Masyarakat Turun</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2014/11/daya-beli-masyarakat-turun.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Nov 2014 04:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-4888821676465639272</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#00bfff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Dampak Kenaikan BBM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4OhUaRcZTq_G1HfrfdAmQiStW-IaC46aPkeVF2hhCg0snQT33wie-BnKogvUcQeA05PeD16JIcC3zarVrvZXTh8NtPRa-bhY49s6NRupdvaeVFZWmtI9Gsvi7PU4B5Cvy1PHQrztLS5FF/s1600/SAM_4513_-_lmb-2008_a10e12.jpg" title="Daya Beli Masyarakat Turun | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Lemabang Blog's" alt="Daya Beli Masyarakat Turun" width="620" height=300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Kadisperindag Sumsel, Permana, bersama staf menggelar sidak di gudang beras PT Buyung Poetra Sembada, Desa Begayut, Ogan ilir, untuk memastikan stok beras aman dalam beberapa bulan ke depan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;__________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM), ternyata memberikan banyak pengaruh bagi daya beli masyarakat Sumsel. Pasalnya, kenaikan harga BBM kerap membuat harga sembako dan kebuthan lainnya mengalami kenaikan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Kondisi ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel, Permana, disela survei kebutuhan pokok dan barang strategis di Sumsel, kemarin. (24/11). Ia menyebut, terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok terkadang tidak sejalan dengan pendapatan masyarakat. Akhirnya, daya beli masyarakat menurun.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Terkaiit inpeksi mendadak (sidak) yang digelar pihaknya, ada sejumlah kebutuhan yang harus menjadi perhatian, seperti beras. Nah, terkait hal itu, Disperindag juga melakukan sidak di sejumlah gudang beras yang ada di Desa Pegayut (Ogan Ilir) untuk memastikan persediaan beras selama tiga bulan ke depan aman.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;"Kegiatan ini merupakan langkah mengetahui persediaan beras yang ada di Sumsel, khususnya Kota Palembang. Menjaga stok barang tetap tersedia untuk menekan harga naik. Kalau barang tidak ada, harga naik. Salah satunya melakukan sidak ini. Apalagi stok barang banyak, tapi naik, itu yang perlu dikaji," ungkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Permana menambahkan, persediaan beras yang ada di gudang PT Buyung Poetra Sembada masih dalam kondisi aman karena mempunyai stok beras hingga 20 ribu ton dan merupakan salah satu gudang terbesar yang ada di Sumsel.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;"Stok mereka aman sampai Februari 2015. Kalau kenaikan harga di atas 20 persen, kami akan mengeluarkan beras dari Bulog. Patokan di atas 15-20 persen. Kalau kenaikan harga beras sudahh di atas 20 persen, kami akan melakukan operasi pasar. Dampak kenaikan BBM, beras sudah mengalami kenaikan 0,05 persen atau Rp 50 per kg untuk beras bermerek atau Rp 500 untuk beras lokal. Tapi, ini baru pengakuan dari pabrik," ungkap Permana.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Informasi yang dihimpun, gudang PT Buyung Poetra Sembada menyebut persediaan beras masih melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Sumsel. "Gudang ini menjual beras beras dengan harga Rp 8.500, dan membeli dari petani Rp 8 ribu," kata Permana. Sealin melakukan sidak ke beberapa gudang beras, pihaknya akan melakukan sidak terkait persediaan sejumlah barang strategis, seperti semen, gula, dan besi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Selain itu, ada juga PT Tosin yang memiliki persediaan sampai 3 ribu ton hingga Februari mendatang. Gudang tersebut mendatangkan beras dari beberapa daerah di Sumsel dan luar Sumsel, seperti Jawa dan Belitung. Di gudang tersebut, beras dijual dari Rp 9.200 per kg, sementara mengambil dari petani dengan harga Rp 8.700 per kg. Hasil pantauan DisperindagSumsel di pasar tradisional, yakni di Pasar Cinde Palembang, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Seperti harga beras yang dijual Rp 13.500 per kg, danging dari Rp 90 ribu per kg menjadi Rp 110 ribu per kg. Ada juga cabe merah keritk Rp 80 ribu dari harga sebelumnya Rp 40 – Rp 45 ribu, bawang merah Rp 20 ribu dari Rp 25 ribu, jahe Rp 25 ribu dari Rp 20 ribu, tomat Rp 5 ribu naik menjadi Rp 8 ribu, dan kentang Rp 7 ribu naik menjadi Rp 9 ribu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;”Jika kita lihat harga antara gudang dengan pengecer, tidak jauh berbeda atau dalam kapasitas wajar. Stok yang ada cukup banyak,” ungkapnya. Disperindag berfungsi sebagai pihak yang mengawasi persediaan bahan pokok dan bahan strategis di pasaran. “Saat ini, persediaan di pasaran sangat banyak, sementara daya beli masyarakat menurun, ditambah lagi dengan kenaikan BBM, menyebabkan daya beli menurun,” tuturnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Sementara itu setelah dilakukan pantauan ke PT Semen Baturaja (Persero), setiap hari ada sebanyak 2 ribu ton produksi semen. Untuk harga semen saat ini, Rp 67 ribu per sak atau naik Rp 3 ribu dari awalnya Rp 64 ribu per sak. “Kenaikan ini dampak kenaikan BBM yang berpengaruh dalam ongkos angkut. Karenanya, harga dari pabrik naik Rp 3 ribu,” tandasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(wia/asa/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#00bfff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 25 November 2014&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4OhUaRcZTq_G1HfrfdAmQiStW-IaC46aPkeVF2hhCg0snQT33wie-BnKogvUcQeA05PeD16JIcC3zarVrvZXTh8NtPRa-bhY49s6NRupdvaeVFZWmtI9Gsvi7PU4B5Cvy1PHQrztLS5FF/s72-c/SAM_4513_-_lmb-2008_a10e12.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cerita Sesti dan PHL Pengelola Kompos TPA Sukawinatan</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2014/11/cerita-sesti-dan-phl-pengelola-kompos.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Nov 2014 04:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-1819218535409038813</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#00bfff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Tersandung Pangsa Pasar, Gali Inovasi Melalui Internet&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinetvGqht3beJx1LbIjp9o63XfYE2oSyxD7CjN3oQ4Q4hRBoME1U7res352Dq11e9HQQ5ju1tkEuQ5491zo4RqoaJk3ZcA7SfOlI6scGQFUhegkV5C3J8zj3GXMPNx0UGmfSMErauXvGs/s1600/SAM_4514_-_LMB-2008_A10E!2.jpg" title="Cerita Sesti dan PHL Pengelola Kompos TPA Sukawinatan | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Lemabang Blog's" alt="Cerita Sesti dan PHL Pengelola Kompos TPA Sukawinatan" width="620" height="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Dua PHL pengelola kompos TPA Sukawinatan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang tengah membuat kerajinan dari sampah anorganik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#00bfff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Di tempat pembuangan akhir (TPA), semua jenis sampah ada. Sebagaian masih bisa diolah hingga punya nilai ekonomis lagi. Kreativitas itulah yang dimiliki beberapa pekerja harian lepas (PHL) pengelola kompos TPA Sukawinatan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#ff1493"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size: 12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Khoirunnisak – Palembang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#ff1493"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Suara mesin jahit manual terdengar dari ruang&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;workshop&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;kompos di TPA Sukawinatan. Dua wanita berjilbab memakai seragam biru muda dan celana panjang hitam sedang serius berkreasi. Keduanya sedang menjahit kain perca untuk membuat aneka kreasi berbahan baku sampah anorganik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Keduanya, Sesti (24) dan Nurmaidah (19). Status mereka merupakan PHL pada DKK Palembang. Mereka di tempatkan di sana  sebagai staf pengelola dan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;workshop&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;kompos. Sudah banyak karya tangan yang dihasilkan dari sisa sampah, mulai dari tas wanita, map, kembang, kotak pensil, bros, wadah telur, taplak meja hingga lainnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Semua hasil&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;handmode&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;dipajang rapi dalam dua lemari kaca di ruangan tersebut. Butuh waktu cukup lama untuk membuat dan map dari sampah plastik kantong minyak goring. “Plastik harus dicuci bersih dahulu, lalu dikeringkan. Setelah itu, baru digunting dan dijahit. Makan waktu sekitar dua minggu. Kalau bahannya ada, hasil produksinya cukup banyak,” kata Sesti.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Soal harga, bervariasi, tergantung kerumitan membuatnya. Seperti tas map, dijual Rp 20 ribu, bros dan gelang Rp 3 ribu. Yang termahal, msalnya tas dari bahan perca dan tambahan plastik cantik yang dibandrol Rp 100 ribu. Karena terkendala pemasaran, berbagai produk kerajinan tangan itu tidak terjual ke masyarakat. Untuk mendapatkan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;link&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;pemasaran, berbagai hasil olahan sampah itu sering diikutkan dalam pameran di Palembang. Dari semua produk, bros dan gelang tangan yang paling banyak diminati pembeli. Sesekali, ada kunjungan dari siswa sekolah di Palembang yang ingin belajar dan melihat langsung proses daur ulang sampah di Sukawinatan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Kesempatan itu dimanfaatkan Sesti dan PHL lain untuk mempromosikan dan menawarkan karya-karya yang dihasilkan selama ini. “Hingga saat ini, kendala pemasaran hasil produksi masih terjadi,” bebernya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Kondisi ini jelas memengaruhi produktivitas merea dalam memaksimalkan daur ulang sampah menjadi berbagai kerajinan yang lebih bermanfaat. Kata alumnus SMKN 7 Palembang itu, tidak semua bahan baku diambil dari sampah bekas. Ada juga bahan yang dibeli, seperti busa tas, lem, benang, dan lainnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Pembelian mengunakan uang hasil penjualan dari karya inovasi yang dibuat Sesti dan kawan-kawannya. Karena hasil karya mereka belum terjual, mau tidak mau mengerjakan kerajinan lain, seperti kotak pensil yang menggunakan koran bekas dan lem.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Dengan rajin&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;browsing&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;di internet, para PHL ini mencari inovasi lain yang dapat mereka buat dari bahan sampah. Sesekali ada tambahan ilmu dan keterampilan dari sosialisasi beberapa pihak terkait yang mengajari mereka kerajinan baru. “Kami&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;sharing&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;kerajinan terbaru yang bisa dibuat dengan menggunakan bahan-bahan bekas ini,” ungkap wanita yang  sudah dua tahun menjadi PHL itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Dengan status PHL, Sesti menerima upah sebesar Rp 35 ribu per hari yang dibayarkan seminggu sekali, setiap hari Jumat. Gaji itu tidak berpengaruh terhadap hasil penjualan kerajinan yang dikerjakan bersama teman-temannya, mulai pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Mereka menginginkan agar pengelola TPA Sukawinatan dapat menambah fasilitas listrik dan televisi di ruang kerja demi menghapus rasa jenuh yang kadang mendera di sela-sela waktu kerja. Saat ini, ketika cuaca mendung, ruang kerja di sana gelap sehingga mengganggu kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja. “Memang ada satu lampu, tapi hanya bisa menyala saat mesin cacah dihidupkan,” tuturnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;"&gt;Sesti dang rekanya berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dapat mencarikan solusi untuk masalah pemasaran hasil karya mereka. Intinya, aneka produk berbahan baku sampah itu bisa terjual dan dimanfaatkan masyarakat. “Kalau soal kreasi dan kualitas, jelas tidak kalah dengan karya daur ulang sampah dari kelompok lain,” tukasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(*/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#00bfff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 25 November 2014&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinetvGqht3beJx1LbIjp9o63XfYE2oSyxD7CjN3oQ4Q4hRBoME1U7res352Dq11e9HQQ5ju1tkEuQ5491zo4RqoaJk3ZcA7SfOlI6scGQFUhegkV5C3J8zj3GXMPNx0UGmfSMErauXvGs/s72-c/SAM_4514_-_LMB-2008_A10E!2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang (2/Selesai)</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/05/suka-duka-personel-pemadam-kebakaran_16.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 16 May 2013 06:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-449400283866597262</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJv59zEGYNg-1VZ6nmVDMNpDDirya11Q0sWTX9UNz4FuBJUDiAE_49qWVZaJcb7ptlnPp79jfFnuV3DF22A09Dw6y-cPA5nW2aMczNaOj1q_kFguatMyGHV2XaRxhE3WseB9sNdp1nI0jq/s1600/SPM_A0093_12.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJv59zEGYNg-1VZ6nmVDMNpDDirya11Q0sWTX9UNz4FuBJUDiAE_49qWVZaJcb7ptlnPp79jfFnuV3DF22A09Dw6y-cPA5nW2aMczNaOj1q_kFguatMyGHV2XaRxhE3WseB9sNdp1nI0jq/s320/SPM_A0093_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="620" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Photo: Koleksi LEMABANG 2008. Musibah kebakaran yang terjadi di Jl Yos Sudarso, Lr Damai, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Lemabang, Palembang, beberapa tahun lalu (8/9/2011)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Selang Lewati Jenazah, Sering terhalang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:12x;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Meski bukan aparat TNI atau Polri, tapi menjadi seorang anggota pemadam juga butuh nyali besar. Untung saja konsep pelatihan dan pendidikan yang diterapkan kepada seluruh anggota menggunakan metode semi-militer. Pasalnya, banyak sekali kendala dan rintangan dalam tugas di lapangan..&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Ardila Wahyuni – Palembang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dikejar waktu untuk tiba di lakosi dam kompleksnya lokasi, membuat anggota Badan Penanggunalangan Bencana Daerah dan Pemadam kebakaran (BPBD-PK) Palembang rentan terhadap kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidhc7n4f9cGUYky8OSZfO1Z3C7Ndj37NMF7ZXZAqb-NnhyUBp19P5YyhnWCb4TVJ5knt7aC_TwCkoNd1QZitVSSJzVKZMr5ue9ehjscFYOOtWUxMQIBRpm4IUTD_AahuMF5FCCoBJXD5vg/s1600/SPM_A0094_12.jpg"" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidhc7n4f9cGUYky8OSZfO1Z3C7Ndj37NMF7ZXZAqb-NnhyUBp19P5YyhnWCb4TVJ5knt7aC_TwCkoNd1QZitVSSJzVKZMr5ue9ehjscFYOOtWUxMQIBRpm4IUTD_AahuMF5FCCoBJXD5vg/s320/SPM_A0094_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;“Untung saja sejauh ini belum ada personel kita yang mengalami kecelakaan dalam tugasnya. Kalau yang terbakar ringan pada tangan ada. Kami menekankan prensip kehati-hatian dengan menggunakan &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;safety first&lt;/a&gt; yang benar,” kata Kepala BPBD-PK Palembang, Dicky Lenggardi saat dibincangi santai di kantornya oleh wartawan koran ini, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menyangkut nyawa, baik personel maupun penghuni rumah/gedung yang terbakar, penting menekankan kepada seluruh personel pemadam kebakaran untuk tidak melakukan kesalahan. “Tidak boleh ada kesalahan sedkiti pun, karena akan berakibat fatal. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga personel lainnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua personel BPBD-PK Palembang dituntut mampu bekerja sama dalam tim. Makanya, kata Dicky, ditanamkan rasa kebersamaan dan memiliki jiwa kesatuan (jiwa korsa), layaknya prajurit militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak suka duka yang dialami jajarannya. Dicky mencontohkan, saat berusaha memadamkan kebakaran rumah di kawasan Ariodillah, terpaksa anggotanya menarik selang air melewati atas jenazah karena sempitnya akses masuk menuju lokasi yang  terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, keluarga yang berduka mengizinkan, jadi tugas tetap berjalan,” kenangnya. Belum lagi pengalaman paling heroik saat kebakaran Hotel King tahun 2007 lalu. Personelnya mampu menyelamatkan hingga 10-an nyawa menggunakan mobil tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sana kita tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tapi juga menyelamatkan orang. Rasa bangganya luar biasa,” cetusnya. Kesedihan mendalam pun pernah dirasakan saat mereka gagal menyelamatkan nyawa pengunjung Happy Karaoke di kompleks Ilir Barat Permai, beberapa tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1-4d28rQqe1Bm-JW9vDuoBwv21AuljCUbajfg1D_SaojM_nT_MLKocP8pasKSpatzM56rHheDE2fX1IoFVl7Kt0XTKAyhZFlNwfcUb2Gvpl0LKZusdXSwsbsX5ZU33Aoo-FFLWAlxAhXJ/s1600/SPM_A0083_12.jpg"" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1-4d28rQqe1Bm-JW9vDuoBwv21AuljCUbajfg1D_SaojM_nT_MLKocP8pasKSpatzM56rHheDE2fX1IoFVl7Kt0XTKAyhZFlNwfcUb2Gvpl0LKZusdXSwsbsX5ZU33Aoo-FFLWAlxAhXJ/s320/SPM_A0083_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;“Kami berusaha sekuat tenaga memadamkan api dan mencegah korban. Tapi kadang terbatas karena kekurangan alat,” imbuh Dicky. Banyak hal yang personelnya masih kesulitan untuk menyelesaikan tugas secepat mungkin. Selain ketiadaan alat, juga ketidaktahuan masyarakat menggunakan alat untuk melakukan penyelamatan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, jika akses menuju pemukiman padat penduduk berupa lorong sempit dan pemukiman yang mayoritas dari bahan kayu sehingga mudah terbakar. “Sering pula akses masuk terhalang portal atau gapura. Jelas mobil kita tidak dapat masuk dan hanya sampai di ujung lorong,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski peralatan BPBD-PK Palembang saat ini semakin mumpini, tapi harus diakui, kondisi lapangan kadang tidak semulus harapan. “Selang kita maksimal 500 meter panjangnya. Dalam kondisi tertentu,  personel kita biasanya mengambil jalan alternatif  untuk tiba di lokasi secara cepat dan dekat,” tutur Dicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem lain muncul jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air. “Kita dituntut untuk berpikir cepat dan tanggap. Yang pasti, sejauh mana pun lokasinya, personel kita berusaha secepat mungkin tiba dan memadamkan apinya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, karena saking ingin cepatnya melakukan pertolongan, beberapa insiden kecil seperti menabrak gerobak bakso, pejalan kaki, pengendara dan lainnya dapat terjadi. “Alhamdulillah, biasanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Masyarakat mengerti apa yang terjadi dan tidak pernah memperpanjang persoalan itu,” jelas Dicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya kadang sedih ada masyarakat yang tidak paham perjuangan pemadam kebakaran. Sesuai prosedur, begitu ada panggilan kebakaran, personelnya hanya butuh waktu 5-15 menit untuk tiba di lokasi  karena kecepatan mobil 80-100 Km per  jam. Tapi, lagi-lagi, senua tergantung jarak dan hambatan di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi masih ada masyarakat yang berpikir kita bekerja maksimal dan selalu datang terlambat ke lokasi. Seperti kebakaran di Tangga Buntung, beberapa waktu lalu. Ketika kita tiba di lokasi, kaca mobil kita langsung dipecahkan warga yang mungkin kesal dan menilai kita lamban,” tukasnya. &lt;b&gt;(*/ce2)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Mei 2013&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcekjOn0ehYCkHiFO_ex5D6eQoS8F7cxJ7rx_L63R1GULW4mYf0bFRMNuEKXEU9h6Lo1g35PWV-w6u0D-NfgwycMXtkd6y0cYFeSeLq8wayu8pzKOjjcGYO_iwj_aJGDLgc9swtOgLjGu/s1600/SPM_A0076_12.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcekjOn0ehYCkHiFO_ex5D6eQoS8F7cxJ7rx_L63R1GULW4mYf0bFRMNuEKXEU9h6Lo1g35PWV-w6u0D-NfgwycMXtkd6y0cYFeSeLq8wayu8pzKOjjcGYO_iwj_aJGDLgc9swtOgLjGu/s320/SPM_A0076_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="620" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisUoheoc0FoagOJBIVm3UBW_bJHPX9hfpAniMcanGdL23a1xvhB9xDMMCEqbsJ1NPFNPjVeHfmOVZUcxutx4xsvFY4PPBJ1E5Nz3JKS3JPYnXeAwV_eGIASR2zP2MRUh2QKst9xSTkKRDU/s1600/SPM_A0079_12.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisUoheoc0FoagOJBIVm3UBW_bJHPX9hfpAniMcanGdL23a1xvhB9xDMMCEqbsJ1NPFNPjVeHfmOVZUcxutx4xsvFY4PPBJ1E5Nz3JKS3JPYnXeAwV_eGIASR2zP2MRUh2QKst9xSTkKRDU/s320/SPM_A0079_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="620" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJv59zEGYNg-1VZ6nmVDMNpDDirya11Q0sWTX9UNz4FuBJUDiAE_49qWVZaJcb7ptlnPp79jfFnuV3DF22A09Dw6y-cPA5nW2aMczNaOj1q_kFguatMyGHV2XaRxhE3WseB9sNdp1nI0jq/s72-c/SPM_A0093_12.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang (1)</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/05/suka-duka-personel-pemadam-kebakaran.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 16 May 2013 05:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-1060926095025144209</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPdp6Bwyfy9jN297N11B9CNQv3GJ72_44i2PDh9hteBEnjIn_dnyOp8RH6pwTCHNHVm5HFA2OAdc7Fr3rVnDiZu6etBaN3tXfGoA16FVB0m1jcMF4_8q-vDysJlJf-C6E3z48yO4XErcw/s1600/SPM_A0077_12.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPdp6Bwyfy9jN297N11B9CNQv3GJ72_44i2PDh9hteBEnjIn_dnyOp8RH6pwTCHNHVm5HFA2OAdc7Fr3rVnDiZu6etBaN3tXfGoA16FVB0m1jcMF4_8q-vDysJlJf-C6E3z48yO4XErcw/s320/SPM_A0077_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="620" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Photo: Koleksi LEMABANG 2008. Musibah kebakaran yang terjadi di Jl Yos Sudarso, Lr Damai, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Lemabang, Palembang, beberapa tahun lalu (8/9/2011)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sering Terima Hoax, Jurtel Mampu Deteksi Kebohongan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:12x;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Orang awam mengenal instansi ini pemadam kebakaran. Di lingkungan Pemkot Palembang, dinamakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran. Keberadaaan mereka begitu diperlukan. Telat tiba di lokasi, mereka pasti disalahkan. Namun tak jarang para petugas pemadam ini mendapatkan kabar hoax alias bohong.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Ardila Wahyuni – Palembang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;================================&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Palembang di Jl Merdeka terlihat lengang. Markas ppemadam si jago mereh ini tidak begitu besar, namun di dalamnya terdapat orang-orang yang memiliki berjiwa pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLUPOC7lYWJbbXNzpz77S_1CCNGoJKCmZWkYHIlIt_qa2ZV3HFZVv9O73IJZIpa-wWH5IHi7Ile2wvF1X4UpY26VkjJeiZ_mcb3P4pX41Mpf3jEoCLXyypfIABHLgBQe8c87OwQAQSys/s1600/SPM_A0089_12.jpg"" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLUPOC7lYWJbbXNzpz77S_1CCNGoJKCmZWkYHIlIt_qa2ZV3HFZVv9O73IJZIpa-wWH5IHi7Ile2wvF1X4UpY26VkjJeiZ_mcb3P4pX41Mpf3jEoCLXyypfIABHLgBQe8c87OwQAQSys/s320/SPM_A0089_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;Tampak berjejer delapan delapan unit mobil pemadam kebakaran (blanwir). Tak terlihat aktivitas mencolok saat kooran ini mampir ke sana, kemarin. Ternyata mereka ada di kantor, bersiaga dan &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;stand by&lt;/a&gt; mengenakan seragam lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan masuk,” kata seorang staf yang berada di sana. Sekretaris BPBD-PK Kota Palembang, Romli Hopiah mengatakan, total personel yang dimiliki saat ini 90 orang. Mereka ditempatkan pada delapan pos yang tersebar di wilayah Palembang. Selain pos induk di Jl Merdeka, ada pos 5 Ulu, Sako, Alang-Alang Lebar (AAL), Gandus, 13 Ulu, Jakabaring, dan satu pos lagi di BKB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita didukung dengan dua kapal air yang d tempatkan di pos BKB. Pos ini nantinya akan mengamankan kebakaran yang terjadi di pinggir Sungai Musi,” jelasnya. Ia mencontohkan, saat terjadi kebakaran di 4 Ulu, beberapa waktu lalu, peralatan dan tim pemadam kebakaran tidak hanya dikerahkan melalui jalur darat, tapi juga perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menggunakan sistem &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;double&lt;/a&gt;, darat maupun air, jika memang memungkinkan,” ucap Ramli. Seiring waktu, peralatan yang dimiliki semakin lengkap dan canggih. Ada 22 mobil pemadam, 15 mobil penembak, dan 7 mobil penyuplai (fire tangker), satu mobil bertangga, {rescue}, dua kapal pemadam, dan lima mesin pompa &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;portable&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima mesin pompa ini baru datang Februari lalu dan termasuk peralatan canggih yang kita miliki sekarang. Pompa ini mampu menyedot air dalam sekian detik hingga ribuan meter kubik,” bebernya. Tiap anggota telah pula dilengkapi &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;safety first&lt;/a&gt; lengkap, mulai dari helm, &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;live jacket&lt;/a&gt;, sarung tangan tahan panas dan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua peralatan disebar di tujuh pos selain pos induk,” imbuhnya. Personel yang ada dibagi dalam tiga &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;shift&lt;/a&gt; piket, pagi, siang, dan malam. Para petugas pemadam kebakaran ini selalu siaga dan tanggap dengan segala kemungkinan yang ada, khususnya kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjJiUNS5GkDaXfNdwRRYN1ZpT9YQaRH3xBSIAvngkHd9LigIhK_1tQhGVhHk7B6N4z29bWCObIrKRSP2OhXLV5ZgXwteAyRy3v00Jo8qTQPNCr1YaqYbTT6prKX-6degnC6-olrE_eoXM/s1600/SPM_A0093_12.jpg"" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjJiUNS5GkDaXfNdwRRYN1ZpT9YQaRH3xBSIAvngkHd9LigIhK_1tQhGVhHk7B6N4z29bWCObIrKRSP2OhXLV5ZgXwteAyRy3v00Jo8qTQPNCr1YaqYbTT6prKX-6degnC6-olrE_eoXM/s320/SPM_A0093_12.jpg" title="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" alt="Suka Duka Personel Pemadam Kebakaran Kota Palembang" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;Meski sudah cukup banyak dan lengkap, tapi Romli menegaskan, peralatan dan jumlah personel yang ada saat ini masih dirasakan kurang. Selama ini, pihaknya mencoba mengoptimalkan yang ada. Seiring perluasan ruang lingkup kerja, pihaknya telah meminta tambahan peralatan, khusus untuk penanggulangan bencana banjir. Mulai perahu karet, tenda, truk, truk evakusai dan tandu, termasuk personel. Idealnya, kata Romli, satu pos dijaga 15 orang petugas. Saat ini baru 10 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kapal pemadam untuk wilayah perairan juga kurang mengingat panjangnya bantaran Sungai Musi. “Selang kita paling panjang 500 meter. Selebihnya, harus menggunakan pompa,” cetusnya. Romli berharap bantuan dan dukungan dari masyarakat. Selama ini, setiap ada kebakaran lebih banyak menonton sehingga menyulitkan akses menuju lokasi. Banyak juga yang mau membantu, tapi minim mengetahui menggunakan alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang mau bantu. Begitu kita tiba, mereka langsung menarik selangnya. Bagaimana mau mengalir kalau &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;connecting&lt;/a&gt; antar pipa belum dipasang,” tuturnya. Belum lagi, kalau ada selang yang dipotong warga yang “nakal”. Dengan slogan &lt;b&gt;Pantang Pulang Sebelum Padam&lt;/b&gt;, mereka berusaha keras menjangkau semua lokasi kebakaran, walau medan yang dilalui sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kadang membuat sedih, begitu tiba di lokasi, tidak ada kebakaran yang diinformasikan. “Pernah ada beberapa kali laporan kebakaran, saat ke lokasi ternyata tidak ada atau &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;hoax&lt;/a&gt; saja,” tukas Romli. Karana itu, saat ini pihaknya menyiapkan dua juru telepon (jurtel) yang hafal semua kode area telepon di Palembang. “Petugas kita itu mampu mendeteksi info tersebut bohong atau benar,” pungkasnya. &lt;b&gt;(*/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Rabu, 15 Mei 2013&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPdp6Bwyfy9jN297N11B9CNQv3GJ72_44i2PDh9hteBEnjIn_dnyOp8RH6pwTCHNHVm5HFA2OAdc7Fr3rVnDiZu6etBaN3tXfGoA16FVB0m1jcMF4_8q-vDysJlJf-C6E3z48yO4XErcw/s72-c/SPM_A0077_12.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Parkir Sembarangan</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/04/parkir-sembarangan.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Apr 2013 12:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-9069835434791625949</guid><description>&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEio9Rgu1iWdU1zr8MaWtdzTmUwedxOQh5uEV6H0B71Qqa3hZ8bANDwPL6r3HuxuQYRH_jxi59lH-w50XUgGgENUYe7t-HqO93JzWRV_JDqQwyvO7fhdfoJLSxH_ZQDoIz5OKcgQqYPht9I/s320/SPM_A0379-1.jpg" title="Parkir Sembarangan" alt="Parkir Sembarangan" width="620" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan ini hampir setiap hari menjelang sore terlihat di dalam Terminal Lemabang, di sepanjang lajur bebas angkutan umum. Para pengguna sepeda motor ini seperti tidak peduli kalau mereka memarkirkan kendaraan di jalur bebas angkutan umum, akibatnya kendaraan umum pun terpaksa ngetem di pintu masuk terminal untuk menaikan penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by: &lt;a href="http://lemabang.wordpress.com/" target="_blank"&gt;LEMABANG 2008&lt;/a&gt;, Kamis, 4 April 2013 02.12 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img Src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/47846_335914376510979_1210582062_n.jpg" title="Parkir Sembarangan" alt="Parkir Sembarangan" width="620" height="280" /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEio9Rgu1iWdU1zr8MaWtdzTmUwedxOQh5uEV6H0B71Qqa3hZ8bANDwPL6r3HuxuQYRH_jxi59lH-w50XUgGgENUYe7t-HqO93JzWRV_JDqQwyvO7fhdfoJLSxH_ZQDoIz5OKcgQqYPht9I/s72-c/SPM_A0379-1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Terminal Lemabang (Photo Collection 2)</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/01/terminal-lemabang-photo-collection-2.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 18 Jan 2013 22:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-2847619667756353777</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimL7uct_3PLK0NVLWI_tK92u_HGOLJ2IpA8gEuJX623CxXO-kKW-A5_8Pb8tCHGRNofV8yB0a-A22v564q53sIe9UaCHe9FHgeFTDcbaIwIySFAyFqT7qy3cMSlwClZhFuzLQS2VH0vX0/s1600/SPM_A0669.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="220" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimL7uct_3PLK0NVLWI_tK92u_HGOLJ2IpA8gEuJX623CxXO-kKW-A5_8Pb8tCHGRNofV8yB0a-A22v564q53sIe9UaCHe9FHgeFTDcbaIwIySFAyFqT7qy3cMSlwClZhFuzLQS2VH0vX0/s400/SPM_A0669.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglb8Y23JGBybB49xppwQlZ6LKBh6NwwEJm1T3bZjNhuBQufpPMISau13kPqULQ2PP7jzgTfdXyjQ1hS6JaaO4UDKHAiPxhn7hnW8iaGTM6jQS8wg8i5ZBcXOYwadzFYIYTK09YxgTA_nw/s1600/SPM_A0670.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="220" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglb8Y23JGBybB49xppwQlZ6LKBh6NwwEJm1T3bZjNhuBQufpPMISau13kPqULQ2PP7jzgTfdXyjQ1hS6JaaO4UDKHAiPxhn7hnW8iaGTM6jQS8wg8i5ZBcXOYwadzFYIYTK09YxgTA_nw/s400/SPM_A0670.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKYJoGAep060BQyoHCJmEvRHKF0Cj78xCPxsVHS_q1l13RyPBz2QeIFSBZ0ntJnnETQezANRBSwMDka-Pqa0N1tizAbgLjiIG5WHiEVCXsZZCb_oMbTPoU8ZEqA4J5QPNpVyrSaBukDc/s1600/SPM_A0042.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="220" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKYJoGAep060BQyoHCJmEvRHKF0Cj78xCPxsVHS_q1l13RyPBz2QeIFSBZ0ntJnnETQezANRBSwMDka-Pqa0N1tizAbgLjiIG5WHiEVCXsZZCb_oMbTPoU8ZEqA4J5QPNpVyrSaBukDc/s400/SPM_A0042.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ9WwMjmbQsNen_P-8wgJco_0h5jF9mxKR7AfjcSWViXLqms6Xby3y2G-Bt-xxMF_kH2ez8iXV4ketkjMql28uxGRn4kcLitUIYCVocOMvcGCo3QINqoT-rrLEWNNI_tx3_pwtwGKSdZY/s1600/SPM_A0666.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="220" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ9WwMjmbQsNen_P-8wgJco_0h5jF9mxKR7AfjcSWViXLqms6Xby3y2G-Bt-xxMF_kH2ez8iXV4ketkjMql28uxGRn4kcLitUIYCVocOMvcGCo3QINqoT-rrLEWNNI_tx3_pwtwGKSdZY/s400/SPM_A0666.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkFB5zYAuCajhFSooTK2YXEjpxsCsxAWlSWYJ4CVKi4gFXl0bICi2Bn_rJtpj9MdODdHx-yqN7JqyvIdZ4vCsyUQ3he_WoL5zmnyoyleiaDSzLMG-cKy5T321mfkKf5JTRwBifLbdnZwA/s1600/SPM_A0005_1.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkFB5zYAuCajhFSooTK2YXEjpxsCsxAWlSWYJ4CVKi4gFXl0bICi2Bn_rJtpj9MdODdHx-yqN7JqyvIdZ4vCsyUQ3he_WoL5zmnyoyleiaDSzLMG-cKy5T321mfkKf5JTRwBifLbdnZwA/s400/SPM_A0005_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimL7uct_3PLK0NVLWI_tK92u_HGOLJ2IpA8gEuJX623CxXO-kKW-A5_8Pb8tCHGRNofV8yB0a-A22v564q53sIe9UaCHe9FHgeFTDcbaIwIySFAyFqT7qy3cMSlwClZhFuzLQS2VH0vX0/s72-c/SPM_A0669.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tambah 30 Transmusi - 20 Ribu Smart Card </title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/01/tambah-30-transmusi-20-ribu-smart-card.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 18 Jan 2013 22:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-4071762738568921340</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowQbfkxq4HpK6-5Wcm-EXvtbadgeLP8ojdoEjEZSz2XAVRd0PitEIl2NOqC5bQ-5yYPtCsxNe2aVLl5bR5A9KUbu_xpcYNiyn79AwnYJFcYYFHZ6IaUl2rufSGcpnh87SLO0K4I2Jimw/s1600/transmusi4.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowQbfkxq4HpK6-5Wcm-EXvtbadgeLP8ojdoEjEZSz2XAVRd0PitEIl2NOqC5bQ-5yYPtCsxNe2aVLl5bR5A9KUbu_xpcYNiyn79AwnYJFcYYFHZ6IaUl2rufSGcpnh87SLO0K4I2Jimw/s400/transmusi4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;PALEMBANG --&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Yusransyah Ishak mengatakan, pihaknya dalam proses penambahan armada BRT Transmusi sebanyak 30 unit pada tahun ini. Dimana, 20 unit bus besar dan 10 unit bus sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus-bus tersebut akan melayani koridor yang membutuhkan tambahan. Tentu saja disesuaikan dengan tingkat permintaan (load factor) dan kapasitas jalan. Diperkirakan, bus ukuran besar beroperasi di koridor I dengan rute Jakabaring - Simpang Tegal Binangun. Sedangkan yang sedang melayani koridor 7 dan 8.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs7uEd6a3ta-qQQFu5ubCy1H0BZG2shWmRy9h-N-WBX1b-Sjfiszc7LHzGKnKv6Nc_NKaUzBmHPO4sgU5VONU7tD_CJ-fokjx5h_LTJFtDxU6u2G8_TVFUM7EkqjLcNYOPPV4rFpUyYeY/s1600/transmusi2.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs7uEd6a3ta-qQQFu5ubCy1H0BZG2shWmRy9h-N-WBX1b-Sjfiszc7LHzGKnKv6Nc_NKaUzBmHPO4sgU5VONU7tD_CJ-fokjx5h_LTJFtDxU6u2G8_TVFUM7EkqjLcNYOPPV4rFpUyYeY/s400/transmusi2.jpg" title="Tambah 30 Transmusi - 20 Ribu Smart Card" alt="Tambah 30 Transmusi - 20 Ribu Smart Card" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kata Yusransyah, saat ini sudah beroperasi 120 unit, 40 bus besar dengan kapasitas dua kali bus sedang dan 80 unit bus sedang. "Kalau disetarakan, total Transmusi yang operasionalnya ada 160 unit sedang," bebernya. Untuk mengcover semua koridor, dibutuhkan tambahan 250 unit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga akan menambah sekitar 20 ribu &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt; smart card&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;lagi pada Februari nanti. Yang sudah tersebar sekarang ada 40 ribu &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;. "Nantinya &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Transmusi dapat di beli di toko modern seperti Alfa Mart dan Indomaret," jelasnya. Mulai 24 Desember lalu, pada Transmusi diberlakukan sistem transit dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga yang menggunakan Transmusi dapat turun dulu dan naik lagi tanpa membayar. Tentu saja untuk perhitungannya terekam dalam &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;," beber Yusransyah. Saat ini semua koridor telah menerapkan smart card. Ia mengatakan, jumlah pengguna Transmusi saat ini terus meningkat. Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra membenarkan akan adanya penambahan armada Transmusi untuk menunjang kebutuhan transportasi publik masyarakat. &lt;b&gt;(yun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowQbfkxq4HpK6-5Wcm-EXvtbadgeLP8ojdoEjEZSz2XAVRd0PitEIl2NOqC5bQ-5yYPtCsxNe2aVLl5bR5A9KUbu_xpcYNiyn79AwnYJFcYYFHZ6IaUl2rufSGcpnh87SLO0K4I2Jimw/s72-c/transmusi4.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jembatan Ampera Overkapasitas</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/01/jembatan-ampera-overkapasitas.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 18 Jan 2013 22:21:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6600146241960512074</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgg8AqN_cCAS4LVFDRMnvlzPAl_sS-lkbN6zDjvpKNScEM8LjoCWuieH77xNXeFH3CV9mHH6dndEQ9z2WrHdBG7YvRg1RP5z9MAxxCEKpM-J3hKFjQdFcR2hCmxnGIsylZoW6xcR1i0Vg/s1600/Image2023.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="230" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgg8AqN_cCAS4LVFDRMnvlzPAl_sS-lkbN6zDjvpKNScEM8LjoCWuieH77xNXeFH3CV9mHH6dndEQ9z2WrHdBG7YvRg1RP5z9MAxxCEKpM-J3hKFjQdFcR2hCmxnGIsylZoW6xcR1i0Vg/s400/Image2023.JPG" title="Jembatan Ampera Overkapasitas" alt="Jembatan Ampera Overkapasitas" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;PALEMBANG --&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Beberapa ruas jalan utama di Metropolis semakin sering didera kemacetan. Termasuklah macet di atas Jembatan Ampera dan Musi II, dua jembatan utama penghubung Seberang Ulu dan Ilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembangunan Jembatan Musi III dinilai sudah sangat mendesak untuk diwujudkan. "Jembatan Ampera sudah melebihi batas (overkapasitas). Jangan sampai roboh dulu baru mau dibangun," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia  (MTI) Sumsel, Prof Dr Ir Hj Erika Buchori Msc usai pengukuhan pengurus MTI Sumsel di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri, kemarin (16/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan pakar transportasi itu, wacana pembangunan Musi III sudah lama terbangun harus diwujudkan dalam waktu dekat. Kondisi Ampera sudah riskan. "Kalau dilihat &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;level of service&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-nya, dari hasil pembagian volume dengan kapasitas Jembatan Ampera sekarang mencapai 1,70 satuan indeks. Padahal, idealnya   untuk jembatan itu 1,00. Bisa dilihat, banyak motor yang bahkan terpaksa melintas di trotoar begitu juga dengan mobil," bebernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Jembatan Musi III yang direncanakan di kawasan Pasar Kuto dan Pulau Kemaro terkendala dari aspek sosial. Ada penolakan dari masyarakat yang lokasinya bakal terkena pembangunan Musi III. "Seharusnya ini segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa dijalankan," cetus Erika.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpOe6jDELarStUQ19_ppk4MVWGaeu7kZl8HEEdf_nOVv5mvTO_Xgx0dPYq7kVDJktq3EJCy4MxEgixLpyG5UuvoNMOcnC_hHkkNNxdoF1J2p29djW_vf31RaRNpk2pZP14yiUwAuIE6e8/s1600/Image2014.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="230" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpOe6jDELarStUQ19_ppk4MVWGaeu7kZl8HEEdf_nOVv5mvTO_Xgx0dPYq7kVDJktq3EJCy4MxEgixLpyG5UuvoNMOcnC_hHkkNNxdoF1J2p29djW_vf31RaRNpk2pZP14yiUwAuIE6e8/s400/Image2014.JPG" title="Jembatan Ampera Overkapasitas" alt="Jembatan Ampera Overkapasitas" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk meminimalisir padatnya lalu lintas di Jembatan Ampera, perlu dilakukan pengoptimalan angkutan perairan. "Sekarang sudah ada angkutan sungai yang terintegrasi dengan Transmusi. Nah, ini harus dioptimalkan lagi sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa dikurangi," sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan semacam itu pernah dilakukan saat SEA Games 2011 lalu. "Kalau kita lihat, tiap tahun kepadatan terus meningkat tajam. Harus ada upaya pengalihan ke transportasi air dan kereta api," imbuh Erika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Forum Transpotasi Laut MTI pusat, Ir Ajiph Razitwan Anwar MM menambahkan, saat ini pihaknya menyoroti Pelabuhan Boom Baru yang kondisinya sudah proporsional lagi. "Kita sedang mengkaji beberapa kawasan untuk dijadikan pelabuhan tambahan di Palembang. Di antaranya di Mariana, Bagus Kuning, dan Tanjung Api-api. Tapi itu masih survei dan perlu kajian lebih dalam," urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MTI juga mendorong upaya meminimalisir penggunaan angkutan truk yang saat ini makin padat hingga memicu kemacetan. "Kita upayakan untuk membuka jalur ganda di Selat Sunda sehingga bisa langsung ke Palembang. Tapi untuk persiapannya memang perlu waktu paling tidak hingga empat tahun," pungkasnya. &lt;b&gt;(mik/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgg8AqN_cCAS4LVFDRMnvlzPAl_sS-lkbN6zDjvpKNScEM8LjoCWuieH77xNXeFH3CV9mHH6dndEQ9z2WrHdBG7YvRg1RP5z9MAxxCEKpM-J3hKFjQdFcR2hCmxnGIsylZoW6xcR1i0Vg/s72-c/Image2023.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Becak Beroperasi di Jalan Protokol</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/01/becak-beroperasi-di-jalan-protokol.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Jan 2013 07:38:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6799710060698293632</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc2E8k5ifd0LdJNwQe8Y2esvdfPBeVf454TW2eDf6s9ddwRp2FhGZBB37rL7LtELHpZ6Sn58s90rVXMYkTputkA3atIE8WQTJlSDCglPN7CkvDDdlOJo3b9gasfftvLt4cE-moR2fjfp0/s1600/image202.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc2E8k5ifd0LdJNwQe8Y2esvdfPBeVf454TW2eDf6s9ddwRp2FhGZBB37rL7LtELHpZ6Sn58s90rVXMYkTputkA3atIE8WQTJlSDCglPN7CkvDDdlOJo3b9gasfftvLt4cE-moR2fjfp0/s400/image202.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;BEROPERASI:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penarik becak yang membandel dan tetap beroperasi di keramaian ruas Jalan A Yani, kemarin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;SUDIRMAN –&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt; Pengaturan lokasi beroperasinya penarik becak dayung dan mesin di Kota Palembang, sepertinya belum berjalan dengan baik dan teratur. Pasalnya, kendaraan roda tiga tersebut makin marak beroperasi di beberapa ruas jalan protokol di kota pempek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di Jl Jenderal A Yani, Jl Jenderal Sudirman, Jl Kol Atmo, Jl Veteran, Jl Radial, Jl A Rivai, Jl Mayor Ruslan, Jl RE Martadinata, Jl Perintis Kemerdekaan, dan lainnya. Penarik becak tersebut melayani dan mengangkut penumpangnya dengan melintasi jalan protokol yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tanggung-tanggung, para penarik becak tersebut sering kali melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Seperti sering menerobos  lampu merah dan menerobos kemacetan di beberapa ruas jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi tersebut membuat lalu lintas (lalin) di Kota Palembang sangat semrawut. Padahal, para penarik becak hanya beroperasi dan melayani penumpang di jalan lorong, bukannya ke jalan protokol,” cetus Erwin Sutanto, salah seorang warga, saat ditemui, kemarin (9/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang agar segera melakukan penertiban dan tindakan kepada para penarik becak yang nakal dan masih beroperasi di jalan protokol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bukannya merusak mata pencarian penarik becak tersebut. Tapi, kita ingin agar Palembang menjadi kota yang tertib, aman, serta masyarakatnya selalu mematuhi aturan yang berlaku,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Masripin Toyib, melalui Kabid Pengendali Operasi, Pati Ridwan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan empat tim untuk berpatroli dan mengawasi para penarik becak yang beroperasi di jalan protokol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pihaknya juga telah   banyak menjaring dan mengangkut becak dan mengempeskan ban becak yang masih beroperasi di jalan protokol. Pasalnya, para penarik becak dilarang keras beroperasi di jalan protokol yang ada. “Kami juga telah mendirikan beberapa pangkalan becak untuk mengantisipasi dan mencegah  penarik becak beroperasi di jalan protokol. Tapi, masih banyak yang nakal dan tak menghiraukan aturan yang berlaku. Karena itu, kami sangat kewalahan untuk menertibkan penarik becak yang jumlahnya sangat banyak di Kota Palembang,” pungkasnya. &lt;b&gt;(yud/via/ce4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 10 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc2E8k5ifd0LdJNwQe8Y2esvdfPBeVf454TW2eDf6s9ddwRp2FhGZBB37rL7LtELHpZ6Sn58s90rVXMYkTputkA3atIE8WQTJlSDCglPN7CkvDDdlOJo3b9gasfftvLt4cE-moR2fjfp0/s72-c/image202.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>U Turn RSMH Sebabkan Macet</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2013/01/u-turn-rsmh-sebabkan-macet.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Jan 2013 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-9222608259098785378</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6W_idDaTu1ib9VnctxRzmmEyTd-l3CiR76O2ZO8KGuSlizTb-5HtOZ3Kz3aGRQ87zNSYXubvEH-c1Mf5zGCnyEtzrr5WRcWpWOc3F3ELOwro0h-jSdQnTDbvPmxpBkI0ycIYDQSsl3PM/s1600/image201.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6W_idDaTu1ib9VnctxRzmmEyTd-l3CiR76O2ZO8KGuSlizTb-5HtOZ3Kz3aGRQ87zNSYXubvEH-c1Mf5zGCnyEtzrr5WRcWpWOc3F3ELOwro0h-jSdQnTDbvPmxpBkI0ycIYDQSsl3PM/s400/image201.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Tutup:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengantisipasi kemacetan disepanjang Jalan Sudirman, tepatnya di sekitar RSMH Palembang dan Makodam II Sriwijaya, perputaran atau u turn akan ditutup dengan membangun median jalan permanen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;SUDIRMAN -&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt; Kurang tertatanya parkir yang berada di sekitar RS Muhammad Hoesin (RSMH) hingga markas Kodam II Sriwijaya, menyebabkan kemacetan sering terjadi di kawasan tersebut. Tak hanya itu, belum optimalnya  perputaran (u turn) yang ada di kawasan tersebut makin memperparah kemacetan di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan koran ini  di lapangan, setiap pukul 06.00 WIB dan pukul 15.30 WIB, kawasan tersebut selalu macet. “Mau bagaimana lagi, kondisi ini sudah jadi langganan tiap hari. Padahal, kawasan Jl Jenderal Sudirman merupakan jalan utama yang seharusnya tidak macet. Namun karena adanya parkir yang tidak tertata dan kondisi perputaran yang berada persis di sekitar titik macet, makin memperparah kondisi jalan yang ada,” ujar Agung (35), warga Jl AKBP H Umar, yang ditemui sedang membeli obat di salah satu apotek yang ada di sekitar lokasi, kemarin (9/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, terang Agung, petugas Dinas Perhubungan dan instansi terkait bisa ikut terlibat dengan mengawasi dan menjaga agar lalu lintas tidak macet. “Biasanya saat sudah macet parah, petugas baru datang. Padahal, bila petugas disiagakan di sekitar lokasi, tidak akan menyebabkan kemacetan. Paling tidak, bisa meminimalisir kemacetan yang terjadi,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dirinya berharap ada perhatian yang serius dari pemerintah dalam mengatasi persoalan kemacetan yang sering terjadi. Jangan sampai, kemacetan yang sekarang ini terjadi akan semakin parah dengan tidak adanya kepedulian dari pemerintah. “Masyarakat juga harus ikut berperan sehingga semua pengguna jalan bisa sama-sama menjaga ketertiban dan tidak membuat macet jalan,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada yang diungkapkan Uni (29), warga Jl Kamboja. Menurutnya, kemacetan jalan ini semakin parah jika hujan. Dimana, warga saling mendahului dan kerap membuat jalan macet. “Kalau hari normal, macetnya tidak terlalu panjang. Tapi kalau sudah hujan, kemacetan ini bisa sampai ke simpang Polda Sumsel,” katanya yang tinggal di dekat Universitas Tridinanti Palembang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan, dengan menertibkan angkutan umum yang berhenti sembarangan dan menata parkir yang terdapat di sekitar lokasi. Yang tidak kalah penting, memberikan kesadaran ke masyarakat untuk bisa meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. “Dengan langkah ini, minimal bisa mengurangi angka kemacetan hingga 70 persen. Sebab, semakin dibiarkan, akan semakin parah,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Operasional (Wasdalops) Dinas Perhubungan Kota Palembang, Pathi Riduan, saat dihubungi melalui handphonenya mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Hasil pembicaraan tersebut, menyepakati penutupan perputaran (u turn) yang ada di RSMH hingga ke lampu merah (traffick light) simpang Sekip dengan dipasang median jalan secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hingga saat ini, di sepanjang Jl Jenderal Sudirman hanya yang di depan RSMH yang memiliki perputaran panjang. Hasil rapat, bahwa perputaran tersebut akan ditutup. Pengerjaan median jalan yang dibangun secara permanen akan dilakukan antara Februari-Maret 2013,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibangun median permanen, sambungnya, warga tidak bisa memutar. “Bila ingin memutar, masyarakat harus melalui Jl Kamboja atau samping Makodam II Sriwijaya,” katanya. &lt;b&gt;(afi/via/ce4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 10 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6W_idDaTu1ib9VnctxRzmmEyTd-l3CiR76O2ZO8KGuSlizTb-5HtOZ3Kz3aGRQ87zNSYXubvEH-c1Mf5zGCnyEtzrr5WRcWpWOc3F3ELOwro0h-jSdQnTDbvPmxpBkI0ycIYDQSsl3PM/s72-c/image201.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejarah Panjang Ilir Barat Permai (Bom Cegah Kebakaran Merambat)</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/12/sejarah-panjang-ilir-barat-permai-bom.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 24 Dec 2012 06:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-8498966778198381297</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw3SGSpeGNzAxmnA-RvQK46Q95mtOy0gS7DpsOiq_MV-eJnk6-rKMWT31aMZaO8NFBODAcwY-y_DUzfuYQ_gYxti3CyN6FVpUwb-P93HjxmKl_J-VUQXfPYQ7cup8eMy5RorqtiFSUfP8/s1600/Logo_97.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw3SGSpeGNzAxmnA-RvQK46Q95mtOy0gS7DpsOiq_MV-eJnk6-rKMWT31aMZaO8NFBODAcwY-y_DUzfuYQ_gYxti3CyN6FVpUwb-P93HjxmKl_J-VUQXfPYQ7cup8eMy5RorqtiFSUfP8/s400/Logo_97.gif" title="Sejarah Panjang Ilir Barat Permai (Bom Cegah Kebakaran Merambat)" alt="Sejarah Panjang Ilir Barat Permai (Bom Cegah Kebakaran Merambat)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Musibah kebakaran yang terjadi pada Agustus 1981 menibulkan dampak yang cukup besar wajah kota ini. Sebanyak empat kampung tradisional masyarakat lenyap dari permukaan Bumi Sriwijaya ini. Peristiwa ini, paling tidak juga telah mengubah pola hidup Wong Plembang lewat perkenalan dengan rumah bertingkat-tingkat yang disebut rmah susun (rusun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pertokoan Internasional Plaza (IP) hingga ke IBP (Ilir Barat Permai), paling tidak hingga awal 1980-an, belum memiliki jalan aspal. Sementara IP, ketika itu masih merupakan Bioskop Internasional dengan beberapa toko di sekitarnya. Di ujung jalan (tanah merah keras) dari internasonal, terdapat Pasar Mambo, yang dibuka pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bangunan di kawasan itu umumnya baru kecuali toko Fotocopy Remifa. Penghubung kawasan  Cinde Welan (Candi Walang) adalah Jalan Candi Walang, yang dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman --Kebon Duku-- hingga tembus ke belakang Pasar Cinde saat ini. Di kawasan 24 Ilir itu pula, terdapat Sungai Candi Walang (kini telah ditimbun). Kawasan Candi Walang, ketika itu posisi tanahnya menanjak. Bahkan sebelum itu, pada masa Kesultanan Palembang hingga masa penjajahan Belanda, kawasan ini posisi tanahnya menanjak hingga ke RS RK Charitas saat ini. Karena pembuatan jalan dan sebagian pemukiman, dataran tinggi itu "dipangkas" hingga posisi tanahnya tampak seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kawasan, masih berupa rawa dan aliran sungai. Dengan topografi seperti itu, sebagian besar rumah di kawasan ini berbentuk panggung berbahan kayu. Kondisi ini, paling tidak, dapat kita saksikan dalam karya pelukis asal Sumsel Amri Yahya, yang berjudul Sungai Limbungan (1954). Lukisan bermedia cat minyak di atas kanvas berukuran 80x50 cm itu menggambarkan suasana Sungai Limbungan (sekarang kawasan Rusun). Lewat lukisan ini dapat dilihat kondisi "almarhum" Sungai Limbungan yang dahulu dapat dilalui perahu dan kini menjadi  "sarang nyamuk" itu. Paruh awal 1980-an, Sungai Candi Walang dapat dimasuki Prahu. Bahkan, masih terdapat banyak buaya di sungai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa warga yang berdiam lama di kawasan ini, sepanjang tepian Sungai Candi Walang, masih ditumbuhi pohon para (karet) dan pohon kemang. Saat menyusuri sungai di kawasan Bank Mandiri saat ini, buaya besar berlumut sering muncul begaya "kalem" itu diyakini sebagai Raden Tokak. Ini merupakan salah satu tokoh legenda dalam cerita rakyat Palembang yang konon dapat muncul sewaktu-waktu. Bahkan hingga kini pun., dengan "wilayah kekuawasan" dari 35 Ilir hingga Sungai Sekanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Kampung yang Hilang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang saksi mata dalam kebakaran yang terjadi pada Agustus 1981, H Muthalib Adams, menggambarkan peristiwa itu sangat tiba-tiba dn begitu mengejutkan. "Saat itu pukul 09.00 WIB, saya sedang mem-fotocopy. Tiba-tiba, saya dengar ada yang mengatakan "kebakaran." Begitu saya di rumah, api telah membesar," kata Muthalib, yang saat itu bekerja di Radar Selatan. Api berasal dari salah satu rumah di Gg Buntu, yaitu bedeng pembuat kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api dengan demikian cepat menjalarnya dengan pola menyebar. Tak hanya kawasan 24 Ilir yang terkena. Api merambat cepat ke 23 Ilir, 22 Ilir, dan 26 Ilir. Pola rembetan api memanjang di kawasan 26 Ilir membuat repot petugas pemadam kebakaran. Kepanikan warga akibat musibah itu, tidak dapat digambarkan lagi. Karena cepatnya api menjalar, Try Sutrisno yang saat itu menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV --kini Kodam II-- Sriwijaya, membuat "blok" dengan menjatuhkan bom didua titik kebakaran kawasan 26 Ilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu bom dijatuhkan, lokasi kebakaran langsung terpecah dan rembetannya dapat dicegah," kata Muthalib. Penggunaan bom untuk pemecah api ini, mengingatkan pada penggunaan TNT (2,4,6 - trinitro toluena yang dipakai Polda Sumsel saat membantu memudahkan upaya mempercepat pemadaman api dalam "tragedi Happy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjatuhkan bom, sebagai upaya mempercepat pemadaman api juga dilakukan dengan membongkar dan merobohkan beberapa rumah. Salah satuunya rumah limas yang kini berada di salah satu sisi blok rusun. Api baru dapat dijinakkan sekitar tengah malam. Saat itu diperkirakan lebih dari 400 unit rumah hangus meskipun tidak ada korban jiwa. Yang jelas, empat kampung ludes dari permukaan tanah. Hilanglah empat kampung tradisional Palembang. Sebagian dari kampung itu, kini berubah jadi kampung modern dengan rumah tinggal bersusun-susun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Yudhi Syarofie, Sriwijaya Post @2002&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw3SGSpeGNzAxmnA-RvQK46Q95mtOy0gS7DpsOiq_MV-eJnk6-rKMWT31aMZaO8NFBODAcwY-y_DUzfuYQ_gYxti3CyN6FVpUwb-P93HjxmKl_J-VUQXfPYQ7cup8eMy5RorqtiFSUfP8/s72-c/Logo_97.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Legenda Puteri Dayang Merindu</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/12/legenda-puteri-dayang-merindu.html</link><category>Cerita Legenda</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 23 Dec 2012 01:47:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-105715640001530652</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGvKI3joS3TpacAsW0vnf7TdxWx4LY58E7mlbcaWHnXUG7QiAHvkKDxPVG89PuYxrkKaraNrZkQNa9usAa8K7x1qPOdIqru9Jk0bmF5dNXCE-gqD-kfi1nguhferuVhsh7sKw8IPKnfwo/s1600/Banner_28.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGvKI3joS3TpacAsW0vnf7TdxWx4LY58E7mlbcaWHnXUG7QiAHvkKDxPVG89PuYxrkKaraNrZkQNa9usAa8K7x1qPOdIqru9Jk0bmF5dNXCE-gqD-kfi1nguhferuVhsh7sKw8IPKnfwo/s400/Banner_28.gif" title="Legenda Puteri Dayang Merindu" alt="Legenda Puteri Dayang Merindu" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#FF1493;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Cinta adalah jabaran sebuah kata yang sarat akan makna....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu luasnya makna yang terkandung dalam cinta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga maut pun menjadi taruhannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan logika dan akal yang seringkali hilang hanya karena alasan cinta....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ALKISAH&lt;/b&gt; zaman dahulu dikenal seorang putri cantik dari Tanjung Iran Niru yang bernama Dayang Merindu. Puteri ini merupakan cucu dari seorang yang disegani dan dihormati yaitu Rie Carang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dayang Merindu yang digambarkan berambut panjang bak mayang terurai ini menjalin kasih dengan jejaka tambatan hati yaitu Naring Cili yang terkenal sakti dari Dusun Galang Tinggi. Hubungan cinta ini sudah disepakati kedua belah pihak dan ketika masanya sang Naring Cilik akan meminang Dayang Merindu, maka disepakati beberapa permintaan dari Dayang Merindu, diantaranya sirih selebar Niru, pinang sebesar kulak, puyuh setakin, dan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya dapat dipenuhi Naring Cili kecuali tanduk kerbau Lambuare yang tak kuasa dicari Naring. Tetapi bukan berarti Naring Cilik kecewa dan putus asa. Untuk mencari tanduk kerbau itu, Naring minta bantuan Tumanggung Mintik dengan syarat mau menyerahkan kesaktian dan disetujui Naring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Alhasil, tanduk tersebut dapat ditemukan di wilayah Kerajaan Mataram, tetapi itu memakan waktu berbulan-bulan sementara Dayang Merindu menanti tanpa kabar dan kepastian dari Naring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dayang merindu menghibur  diri bersama dayang-dayangnya yaitu mandi di sungai. Ketika mandi disungai inilah, bokor yang berisi peralatan dan rambut Dayang Merindu hanyut terbawa arus dan ini membuatnya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, bokor ini ditemukan rakyat Sunan Adi Maskayedipati (Palembang) dan langsung diberikan kepada Sunan mereka. Sang Sunan yang melihat bokor memastikan pemiliknya puteri yang cantik, apalagi dengan bantuan Tumanggung Mintik dan Karangge Sintik yang mempunyai ilmu tinggi dalam melakukan pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pemilik bokor ditemukan dan segera dilamar Sunan kemudian resmi menjadi istrinya. Sementara ditempat lain Naring Cili yang sudah menemukan tanduk kerbau yang dimaksud segera mendatangi Dayang Merindu, tetapi ditolak keluarga Dayang Merindu  karena sang puteri sudah dipinang di Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murkalah  Naring Cili dan segera menyusul ke Palembang. Akhirnya terjadilah pertempuran yang banyak memakan korban nyawa. Dayang Merindu yang mengetahui hal ini, berinisiatif daripada banyak korban, maka dirinya rela tubuhnya dipotong dua dan itu dengan berat hati dilakukan Naring Cili. Sebelah potongan tubuh Dayang Merindu dimakamkan di Tanjung Iran Niru, Muaraenim dan sebelah lagi yaitu bagiang pinggang ke bawah di bawah Sunan untuk dimakamkan di daerah Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;Sriwijaya Post&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGvKI3joS3TpacAsW0vnf7TdxWx4LY58E7mlbcaWHnXUG7QiAHvkKDxPVG89PuYxrkKaraNrZkQNa9usAa8K7x1qPOdIqru9Jk0bmF5dNXCE-gqD-kfi1nguhferuVhsh7sKw8IPKnfwo/s72-c/Banner_28.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Terminal Lemabang (Foto Collection)</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/12/terminal-lemabang-foto-collection.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 21 Dec 2012 13:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-1211828789788804402</guid><description>&lt;table width="600" border="2px" cellspacing="5"&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBh6V51VEOgOTEUuFq26cgDm3doUoF-ckmFfiTbsmUi5fkQjn7czs2XhBjIVjKrgqlb-l9j6WWHL3BFY6R4GzJwve1vOcDKnQclE39bTrnPUGTHd1k0JfKio4vizVOGhH2YgBuh1YbEH8/s1600/SP_A0006.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBh6V51VEOgOTEUuFq26cgDm3doUoF-ckmFfiTbsmUi5fkQjn7czs2XhBjIVjKrgqlb-l9j6WWHL3BFY6R4GzJwve1vOcDKnQclE39bTrnPUGTHd1k0JfKio4vizVOGhH2YgBuh1YbEH8/s400/SP_A0006.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidPXVaQ3TjpTIEDaKWOkpCL3eHflMd3ja2Q_yDc50A_vOI_Z2F-O-yeBdbcTVsDdvcVFuFyrC1TRB6Xj-C-PQMIfPKF5tzJpqMvX-zvTwjMyPZmBVAQG91ZU69qdDKcSSddRsUWdZrE-Q/s1600/SP_A0004.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidPXVaQ3TjpTIEDaKWOkpCL3eHflMd3ja2Q_yDc50A_vOI_Z2F-O-yeBdbcTVsDdvcVFuFyrC1TRB6Xj-C-PQMIfPKF5tzJpqMvX-zvTwjMyPZmBVAQG91ZU69qdDKcSSddRsUWdZrE-Q/s400/SP_A0004.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;&lt;table width="600" border="2px" cellspacing="5"&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qb33xmaAyjHDTX4Hnt8jQZJvcrDBuWFa9FarJfH34q_HESiu0rw3-6RFhfKuQ-VXF4eWEsx4dTfdNrjilmgPlbW11Qr0raEM93Z-1uFEj9Q3VF9QB5bFBG4ZrHJPa2bw7X8LVMcZHxA/s1600/SP_A0005.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qb33xmaAyjHDTX4Hnt8jQZJvcrDBuWFa9FarJfH34q_HESiu0rw3-6RFhfKuQ-VXF4eWEsx4dTfdNrjilmgPlbW11Qr0raEM93Z-1uFEj9Q3VF9QB5bFBG4ZrHJPa2bw7X8LVMcZHxA/s400/SP_A0005.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh5KeErZTu6_PWgPJ_sLrJwk_FFjD493asGEr-NAy8940fh2sAf9zzESUlIrwgmtK4lz4UqtXxJyjb8HryXFCigtVqjsLgl3aO2_Imyzu2TmfdkUxZv8Qx1q4Dh-mWEElv71mHKt9bOy8/s1600/SP_A0003.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh5KeErZTu6_PWgPJ_sLrJwk_FFjD493asGEr-NAy8940fh2sAf9zzESUlIrwgmtK4lz4UqtXxJyjb8HryXFCigtVqjsLgl3aO2_Imyzu2TmfdkUxZv8Qx1q4Dh-mWEElv71mHKt9bOy8/s400/SP_A0003.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBh6V51VEOgOTEUuFq26cgDm3doUoF-ckmFfiTbsmUi5fkQjn7czs2XhBjIVjKrgqlb-l9j6WWHL3BFY6R4GzJwve1vOcDKnQclE39bTrnPUGTHd1k0JfKio4vizVOGhH2YgBuh1YbEH8/s72-c/SP_A0006.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belum Diperbaiki</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/12/belum-diperbaiki.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 8 Dec 2012 01:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6669656447677067693</guid><description>Dua lampu penerang terminal Lemabang yang nyaris roboh tertarik kontainer (6/12) kemarin, hingga kini belum di perbaiki.&lt;table width="600" border="2px" callspacing="5"&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKTKVVxoe2h_cFS2SUYl5mgPQMoOFbicIpCIxT9980evyUtOKF69PuND3pz-Glxev7JPQ_kJ08GeFZRIaDMx0xXPahW2IVjo_83glQ6OH1MO0p9q9karLp5WXeSA9inseUQCLyZY4gn3c/s1600/SPM_A0007.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKTKVVxoe2h_cFS2SUYl5mgPQMoOFbicIpCIxT9980evyUtOKF69PuND3pz-Glxev7JPQ_kJ08GeFZRIaDMx0xXPahW2IVjo_83glQ6OH1MO0p9q9karLp5WXeSA9inseUQCLyZY4gn3c/s400/SPM_A0007.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;photo 1: lampu penerang di tengah terminal Lemabang yang tiangnya patah dibagian tengah &lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiomXFfEBxPkxZa5zj9Wsmpa9Il348fIVnjZQ5caVfSqPE4K52CRjORjWub6XICPu_LWiUqLaBB9O4vpJ_8RKJfW1kC2n7_4EPXs1JDip5csXrHsdG2FojfMrdQQ_ylQBxLVmCDwQRpblQ/s1600/SPM_A0008.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiomXFfEBxPkxZa5zj9Wsmpa9Il348fIVnjZQ5caVfSqPE4K52CRjORjWub6XICPu_LWiUqLaBB9O4vpJ_8RKJfW1kC2n7_4EPXs1JDip5csXrHsdG2FojfMrdQQ_ylQBxLVmCDwQRpblQ/s400/SPM_A0008.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Photo 2:  lampu penerang di di pintu keluar terminal Lemabang yang nyaris roboh&lt;/tr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;Posted by : &lt;a href="http://lemabang.wordpress.com" target="_blank"&gt;LEMABANG 2008&lt;/a&gt;, Sabtu, 8 Desember 2012 04.26 PM
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKTKVVxoe2h_cFS2SUYl5mgPQMoOFbicIpCIxT9980evyUtOKF69PuND3pz-Glxev7JPQ_kJ08GeFZRIaDMx0xXPahW2IVjo_83glQ6OH1MO0p9q9karLp5WXeSA9inseUQCLyZY4gn3c/s72-c/SPM_A0007.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Usul Jam Operasional PKL</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/11/usul-jam-operasional-pkl.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 14 Nov 2012 04:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6589653384794162522</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s1600/Logo_97.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s400/Logo_97.gif" title="Usul Jam Operasional PKL" alt="Usul Jam Operasional PKL" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;LEMABANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; -- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sepertinya akan terus tumbuh di badan Jalan Yos Sudarso dan Jalan RE Martadinata di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II meskipun petugas Pol-PP Kota Kota Palembang telah berulang kali melakukan penertiban dan mengangkut seluruh lapak PKL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, PKL tersebut terpaksa berjualan di atas badan jalan tersebut demi membeli beras dan mencukupi kebutuhan hidup bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ingin mengusulkan adanya jam operasional bagi PKL tersebut seperti yang diterapkan di Pasar Pal Lima, Pasar Dika, serta lainnya," kata Asnawi SSos, Lurah 3 Ilir, kemarin (13/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan jam operasional tersebut, sambungnya, nantinya bertujuan mengatur waktu beroperasi para PKL, boleh berjualan dan menjajahkan dagangannya. Dimana, PKL diperbolehkan berjualan sesuai jam operasional yang telah ditentukan. "Kita akan usulkan jam operasional PKL tersebut kepada Camat IT II, PD Pasar, ataupun Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Disamping itu, petugas Pol-PP Kota Palembang dan petugas Kecamatan IT II sangat kewalahan menjaga PKL di kawasan Lemabang tersebut. "Bila petugas ada, PKL tak berani berjualan. Sebaliknya, kalau petugas tak ada, PKL kembali berjualan. Tak mungkin petugas harus menjaga PKL tersebut selama 12 jam," terangnya. &lt;b&gt;(yud/ce4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Rabu, 14 November 2012&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s72-c/Logo_97.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Puluhan Lapak Ditertibkan</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/11/puluhan-lapak-ditertibkan.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 14 Nov 2012 03:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-4618069290304401328</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s1600/Logo_97.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s400/Logo_97.gif" title="Puluhan Lapak Ditertibkan" alt="Puluhan Lapak Ditertibkan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;LEMABANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; --Sebanyak 60 petugas Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kota Palembang dibantu pihak Kecamatan Ilir Timur (IT) II, kembali melakukan penertiban terhadap seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang masih menjajahkan dagangannya di atas saluran air (drainase) dan badan Jalan Yos Sudarso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas mengangkut dan membongkar seluruh lapak, tenda, serta gerobak milik PKL tersebut. Sebaliknya, para PKL hanya bisa terdiam dan melihat seluruh dagangannya diangkut oleh petugas ke dalam truk yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami pasrah seluruh dagangan diangkut oleh Pol-PP Kota Palembang. Yah, bagaimana lagi pak, kami harus berjualan demi membeli sesuap nasi dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Maisyaroh, salah seorang PKL, kemarin (11/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Satuan (Kasat) Pol-PP Kota Palembang, Drs H Aris Saputra MSi, mengaku, pihaknya menurunkan sekitar 60 petugas Pol-PP Kota Palembang pada penertiban PKL di Lemabang tersebut dan berlangsung dua hari berturut-turut. "Hari Minggu, petugas berhasil mengangkut dan mengamankan delapan lapak, berupa tiga buah tenda milik pedagang baju bekas (BJ, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;), sol sepatu, serta warung manisan," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pihaknya juga berhasil mengamankan satu gerobak milik pedagang rokok dan tiga gerobak milik pedagang buah. Kemarin (12/11), petugasnya berhasil mengangkut satu gerobak rokok dan dua tenda milik PKL. "Kami juga mengangkut puluhan lapak milik pedagang sayur dan lainnya. Seluruh lapak dan gerobak yang diangkut telah diamankan di kantor Pol-PP Kota Palembang," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat IT II Yanurpan Yani, menambahkan, keberadaan PKL tersebut dinilai sangat mengganggu arus lalu lintas di kawasan Lemabang. Pihaknya telah berulang kali melakukan penertiban dan penjagaan PKL tersebut. "Bila ada petugas, PKL hilang dan akan kembali lagi jika petugas tidak ada," pungkasnya. &lt;b&gt;(yud/ce4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;---------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 13 November 2012&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmFwpEI0fdFJfDENN33CpFl7wSpfeq0DnYElh4cQbsheI3qVOONXmB3b9Gs5cfYvwuZv6gb5YtwcxuoCkq0KvKixZwyKqSJjb7IvryS-VBDij1uBA6cbPpxWSsBLnleqBqJc9qEwRIkw/s72-c/Logo_97.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jukir Dilatih Militer</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/11/jukir-dilatih-militer.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 6 Nov 2012 03:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-1435999412269881765</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s1600/Lemabang2008.jpeg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s400/Lemabang2008.jpeg" title="Jukir Dilatih Militer" alt="Jukir Dilatih Militer" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;PALEMBANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; -- Juru parkir (jukir) punya peranan penting dalam penerapan pola parkir 180 derajat di lapangan. Apalagi, Pemkot Palembang akan menerapkan pararel di sepanjang Jl Sudirman. PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) sebagai pihak yang dipercaya mengelola parkir pararel berencana melakukan pelatihan dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;outbound&lt;/a&gt; jukir. Pelatihan rencananya di markas Kodim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PT SP2J, Bahder Johan, mengatakan, pelatihan dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;outbound&lt;/a&gt; tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin para jukir dalam melaksanakan tugasnya. "Pelatihan itu sama seperti yang kami terapkan untuk karyawan BRT Transmusi," ujarnya. Juru parkir yang direkrut berusia maksimal 40-50 tahun, dan harus berkepribadian baik. "Kita akan seleksi jukir yang ada," cetus Bahder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SP2J berjanji akan memperhatikan kesejahteraan jukir. "Kesejahteraan mereka pasti terjamin, berupa keteraturan hidup sesuai aturan perusahaan. Jika para jukir yang sebelumnya hanya menaati aturan sosial terkait kejar setoran, maka nanti mereka yang direkrut itu akan bekerja sesuai jam kerja, gaji standar kerja  sesuai upah minimum kota (UMK). Kita sertakan juga juga Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Bahder, pihaknya sudah mempertimbangkan itu karena karena para jukir nantinya pasti mempertanyakan itu. SP2J sendiri sudah mengantisipasi terjadinya kebocoran setoran parkir pararel dengan akan menerapkan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt;. Dijelaskannya, tugas jukir cukup mengatur alur parkir kendaraan tanpa harus menagih dan menyetor jasa parkir. Penggunaan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt; itu sama seperti yang berlaku di BRT Transmusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu kita lakukan sebagai upaya mewujudkan integrasi antarmoda ke depannya. "Kami telah mempersiapkan 48 ribu &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt; buatan Cina," ungkapnya. Apabila kurang, pihaknya juga telah mempersiapkan 52 ribu &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;smart card&lt;/a&gt; tambahan dari perusahaan yang sama di Cina. "Kartu itu bisa digunakan juga pada jasa pelayanan BRT Transmusi. Pada kartu itu ada &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size;18px;text-decoration:none;"&gt;chip&lt;/a&gt;, jadi keamanan terjamin," bebernya. &lt;b&gt;(cj7/ce1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 6 November 2012</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s72-c/Lemabang2008.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tidak Menyala</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/10/tidak-menyala.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 24 Oct 2012 06:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-7577373408017945014</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMTrlgupzzh3kXUgxKy9ukph9mkUxHI1x5EujywH7Il71yL7ZHScNaFqtlIAist2M8VSrlYsHUdFl1pk9DIgm8wVMLAm1Lqm1bCHvRvLze7rct3oU61FZDCVLAA-a_eN2FJJT5nxLId4M/s1600/SPM_A0002.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="300" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMTrlgupzzh3kXUgxKy9ukph9mkUxHI1x5EujywH7Il71yL7ZHScNaFqtlIAist2M8VSrlYsHUdFl1pk9DIgm8wVMLAm1Lqm1bCHvRvLze7rct3oU61FZDCVLAA-a_eN2FJJT5nxLId4M/s400/SPM_A0002.jpg" title="Tidak Menyala" alt="Tidak Menyala" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir satu minggu lampu penerangan Jl Yos Sudarso tidak menyala. tampak kondisi gelap di Jalan Yos Sudarso, simpang empat Terminal Lemabang, Palembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posted by : &lt;a href="http://lemabang.wordpress.com" target="_blank"&gt;LEMABANG 2008&lt;/a&gt;, Rabu, 24 Oktober 2012 08:44 PM&lt;/b&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMTrlgupzzh3kXUgxKy9ukph9mkUxHI1x5EujywH7Il71yL7ZHScNaFqtlIAist2M8VSrlYsHUdFl1pk9DIgm8wVMLAm1Lqm1bCHvRvLze7rct3oU61FZDCVLAA-a_eN2FJJT5nxLId4M/s72-c/SPM_A0002.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Foto: Air Tergenang di Tengah Terminal Lemabang</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/10/foto-air-tergenang-di-tengah-terminal.html</link><category>Foto Collection</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 08:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-8540800481241221843</guid><description>&lt;table width="600" border="2px solid #0000ff" cellspacing="5"&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiekEC4RUp0aSl4z5c9jcXXM94xpgS8T-aQXoTyupWJy8w9t-9gvjHE68OE0mCZpy8s23CG8lYcQErp5XvioUfQuApLmgRwZ2y5-kD8KrzmOdrOR48QyEacyLgTDNVDnQqz9n9BgE0mC3s/s1600/SPM_A0884.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="203" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiekEC4RUp0aSl4z5c9jcXXM94xpgS8T-aQXoTyupWJy8w9t-9gvjHE68OE0mCZpy8s23CG8lYcQErp5XvioUfQuApLmgRwZ2y5-kD8KrzmOdrOR48QyEacyLgTDNVDnQqz9n9BgE0mC3s/s400/SPM_A0884.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="http://i1251.photobucket.com/albums/hh554/lemabang2008/Terminal%20Lemabang%20Album%201/SPM_A0883.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i1251.photobucket.com/albums/hh554/lemabang2008/Terminal%20Lemabang%20Album%201/SPM_A0883.jpg" title="Tergenang" alt="Tergenang" width="280" height="203" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepekan air menggenang di tengah Terminal Lemabang, dan menimbulkan aroma yang tak sedap. Tergenang air di tengah Terminal ini dikarenakan tersumbatnya gorong-gorong yang berada di tengah Terminal Lemabang, sehingga menyebabkan air selokan meluap dan menggenang di tengah Terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by : &lt;a href="http://lemabang.wordpress.com" target="_blank"&gt;LEMABANG 2008&lt;/a&gt;, Minggu, 21 Oktober 2012 09.45 PM</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiekEC4RUp0aSl4z5c9jcXXM94xpgS8T-aQXoTyupWJy8w9t-9gvjHE68OE0mCZpy8s23CG8lYcQErp5XvioUfQuApLmgRwZ2y5-kD8KrzmOdrOR48QyEacyLgTDNVDnQqz9n9BgE0mC3s/s72-c/SPM_A0884.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PKL - Petugas Kucing-Kucingan</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/10/pkl-petugas-kucing-kucingan.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 18 Oct 2012 07:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-8798829940737248211</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s1600/Lemabang2008.jpeg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s400/Lemabang2008.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;LEMABANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; -- Mengaku berat membayar harus membayar uang sewa di lapak Pasar Pagi Lemabang, Pasar Lemabang, dan Pasar Javennda, para PKL nekat kembali berjualan di badan Jl Yos Sudarso, Lemabang. Padahal lokasi tersebut dilarang untuk aktivitas berjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas sAt Pol-PP Kota Palembang dan pihak Kecamatan Ilir Timur (IT) II pun sudah berulang kali melakukan penertiban  di kawasan tersebut. "Kita bukannya tak mau pindah berjualan ke pasar yang ada, tapi sewa pasar yang diberlakukan sungguh memberatkan kita (para pedagang, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;)," ujar Hartono, salah seorang PKL, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi hasil penjualan yang diperoleh sekedar unutuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat IT II, Yanurpan Yani, melalui Kasi Trantib Kecamatan IT II, Harsyah, mengatakan, pihaknya setiap pagi harus melakukan penjagaan dan patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pihaknya berjaga, tak ada satu pun PKL yang berani berjualan. Namun, ketika petugas meninggalkan lokasi, PKL kembali marak. &lt;b&gt;(yud/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 18 Oktober 2012</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmfyV263Ft2o_h6OysNAbgwnDrBewYle0rOoPOuRYoeT-AAh7OASI-7xqTQHbkO2uB_2tXChQnA4XUVt2tFfB-2rsK5Sfrz9vMcjJGK0SBJcqvAC_LpWt11lQK3TyTUYpcXnpM1_Tgz4M/s72-c/Lemabang2008.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Target Keruk Satu Juta Lumpur</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/10/target-keruk-satu-juta-lumpur.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Oct 2012 04:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-4047379388548031687</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjpfZ99ikHeab-hm874kru_ii2hUMqVSjcvB2nN2bMwHp0ci3aOBPgy57hGFOkE-SDNSdoWhFk-dsxNa7QccKzC-PBZrOqoZRyicE7ikEtIVWrhjgmJDBVADxKzuln5ZApvgc9CQMKLBR9/s1600/SPM_A0882.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="209" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjpfZ99ikHeab-hm874kru_ii2hUMqVSjcvB2nN2bMwHp0ci3aOBPgy57hGFOkE-SDNSdoWhFk-dsxNa7QccKzC-PBZrOqoZRyicE7ikEtIVWrhjgmJDBVADxKzuln5ZApvgc9CQMKLBR9/s400/SPM_A0882.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Pada tiga Lokasi di Muara Musi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;PALEMBANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; -- Administrator Pelabuhan (Adpel) Palembang pasang target mengeruk satu juta meter kubik lumpur yang berada di dasar muara Sungai Musi. Ada tiga lokasi pengerukan, yakni ambang luar C2, C3, dan selat Jaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengerukan menggunakan kapal TSHD Perintis 2000 dan TSHD Inai Kesuma. “Kami mampu mengeruk lumpur satu juta meter kubuk pada tiga lokasi tersebut. Kapal Perintis 2000 mampu mengeruk sekitar 18.150 meter kubik per hari, sedang kapal TSHD Inai Kesuma 11.550 meter kubik,” kata Bakri, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengerukan Sungai Musi, kemarin ( 11/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Perintis 2000 melakukan penghisapan lumpur di dasar Selat Jaran. Lumpur yang didapat lalu diangkut ke dumping area (lokasi pembuangan, red) yang berjarak sekitar 6 km. Lumpur campur pasir itu dibuang dengan sistem open buttom (buka tutup, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;) pada bagian bawah kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya dibutuhkan waktu sekitar lima menit saja, seluruh lumpur yang disedot bisa langsung terbuang,” jelas Bakri.     Sementara, kapal TSHD Inai Kesuma melakukan pengerukan di ambang luar Sungai Musi C2 dan C3. Prosesnya menerapkan cara yang sama, hanya pembuangan lumpurnya dengan sistem pompa. Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk seluruh lumpur dibuang dari kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek pengerukan ini diperkirakan rampung 30 Oktober mendatang. Jika pekerjaan ini selesai, kedalaman ambang luar C2 dan C3 serta Selat Jaran bisa mencapai 6-7 meter saat posisi air surut. “Kapal berukuran draf tujuh bisa melintasi alur pelayaran tersebut,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survei yang dilaksanakan Adpel setiap tahunnya, diketahui ada beberapa titik alur pelayaran yang dangkal. Di antaranya, ambang luar Sungai Musi (C2 dan C3), utara dan selatan Payung, penyeberangan Upang, Selat Jaran, Muara Kumbang serta Sungai Lais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kata Bakri, pelaksanaan pengerukan tersebut tidaklah optimal untuk mengatasi masalah sedimentasi di muara Sungai Musi. Pasalnya, sedimentasi di muara Sungai musi sebagai lokasi pertemuan arus Sungai Banyuasin dan Sungai Musi sangatlah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diperkirakan, tingkat sedimentasinya mencapai 20 cm per bulan. Artinya, bila pengerukan dilakukan satu tahun sekali, pendangkalannya sekitar 2, 4 meter,” bebernya. Karena itu,  sudah semestinya Adpel Palembang memiliki kapal keruk sendiri sehingga pengerukan alur pelayaran bisa dilakukan lebih sering. ”Harga kapal keruk sangat mahal sehingga jumlah yang ada sekarang sangat minim,” tambahnya. Sementara itu, Kasubdit Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut, Ir Erlan Abbas MM mengatakan, hari ini pihaknya berencana akan meninjau pelaksanaan pengerukan ketiga lokasi  tersebut. &lt;b&gt;(yud/ce2)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Jumat, 12 Oktober 2012</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjpfZ99ikHeab-hm874kru_ii2hUMqVSjcvB2nN2bMwHp0ci3aOBPgy57hGFOkE-SDNSdoWhFk-dsxNa7QccKzC-PBZrOqoZRyicE7ikEtIVWrhjgmJDBVADxKzuln5ZApvgc9CQMKLBR9/s72-c/SPM_A0882.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ikut Kontes ACI, Bandara SMB II Pertahankan Ciri Khas</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/10/ikut-kontes-aci-bandara-smb-ii.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 5 Oct 2012 02:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-379264883415545890</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSgdExiOEECsdZX6S9xJ4F5GZ12fNIxd0MCuDe_18l13P-z2yqEDkXRl_dZiHcr7BWX2ZZe-smA5-oZPoKMzLUc3J3wYhA5r5oilCYrQA7c5MUepkj0UVqxp2Fow5B3fEM9QPWzd1e98/s1600/Image62.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSgdExiOEECsdZX6S9xJ4F5GZ12fNIxd0MCuDe_18l13P-z2yqEDkXRl_dZiHcr7BWX2ZZe-smA5-oZPoKMzLUc3J3wYhA5r5oilCYrQA7c5MUepkj0UVqxp2Fow5B3fEM9QPWzd1e98/s400/Image62.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Promo Lewat Tenant, Hadirkan Miniatur Ampera&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RAMAI&lt;/b&gt;: Pengunjung melihat salah satu tenant Tourism dan Cultural Office Center Dinas Kebudayaan yang ada di Bandara SMB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, tempat strategis dan dikonsep menjadi kawasan bisnis baru. Ini sejalan dengan keinginan untuk meningkatkan jumlah penumpang, pelayanan, dan keunikan layanan publik tersebut. Seperti apa?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;--------------------------&lt;br /&gt;ARDILA WAHYUNI - Palembang&lt;br /&gt;--------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAGI itu, suasana di Bandara Internasional SMB II terlihat begitu teratur. Di luar gedung, parkir tertata dan tak ada kesan semrawut. "Memang harus bersih terus, mas. Pelayanan juga harus cepat. Apalagi, sekarang kita (Bandara SMB II) tengah mengikuti Lomba Bandara Internasional yang digelar ACI (Airport Council International)," ujar seorang cleaning service sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada lima klasifikasi lomba. Hanya yang jadi prioritas adalah lomba soal jumlah penumpang, pelayanan, dan keunikan bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan Sumatera Ekspres, manajemen Bandara SMB II terus berbenah. Setidaknya, proyeksi  awal tidak hanya menjadi tempat transit para penumpang pesawat saat melakukan lalu lintas udara, tapi juga kawasan bisnis baru di Palembang kini tengah bertranformasi sangat apik. Dimana, tidak hanya menghadirkan tenant berbasis pada bisnis, tapi juga tenan yang melambangkan ciri khas Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, tenan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang serta Provinsi Sumsel hadir sangat unit. Desainnya terbuat dari ukiran khas Palembang. Selain itu, tenan kerajinan songket, batik, dan suvenir berjejar rapi di ruang tunggu keberangkatan SMB II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, satu sisi bandara terdapat miniatur Jembatan Ampera yang merupakan landmark Kota Palembang. Semakin mengukuhkan SMB II sebagai bandara yang berusaha menghadirkan nuansa alami Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di SMB II ada puluhan tenant. Konsep yang ditawarkan beragam mulai dari kafe, rumah makan, minimarket, dan lainnya," ungkap  Rubianto T SSos, personel and GA junior manager PT Angkasa Pura II  (Persero) kantor Cabang Palembang, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, dari puluhan tenant tersebut menghadirkan tenant dengan ciri khas Sumsel dan kota Palembang, seperti batik, songket, makanan khas dan kerajinan. "Itu tadi, mayoritas punya ciri khas kota Palembang," ujarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, kata Rubianto, untuk men-support dan mempromosikan kebudayaan Palembang yang sangat beragam. Apalagi, bandara merupakan sarana yang tepat karena lebih mengedepankan tenant yang mengandung nilai kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kata Rubianto, pihaknya membuat miniatur jembatan  ampera tepat di musala bandara yang merupakan landmark kota Palembang. “Miniatur Jembatan Ampera merupakan sambutan bagi para turis yang melancong ke Palembang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, kehadiran tenant-tenant tersebut sangat membantu SMB II yang tengah mengikuti kontes bandara internasional yang digelar ACI. "Jadi, nilai plus  SMB II,” bebernya.  Ke depan, pihaknya akan memperbanyak tenant, melambangkan ciri khas kota Palembang khususnya tenant hasil kerajinan kota seperti suvernir dan ukiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efran, pengelola tenant Tourism dan Cultural Office Center Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang mengatakan, tenant-nya hadir memang untuk membantu para turis yang akan melancong di Metropolis. Terutama yang membutuhkan informasi destionation (tujuan) wisata. Di samping, memperkenalkan  keunikan kebudayaan yang  menjadi ciri khas Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hadir 2006, kata Efran, tenant sangat direspons positif dan pastinya membantu promosi kebudayaan kota Palembang. Bahkan setiap hari pasti dikunjungi oleh para turis baik domestik maupun internasional yang mencari tempat wisata kota Palembang. “Kami menyiapkan booklet dan leaflet yang membahas tempat wisata di Palembang baik yang merupakan wisata sejarah, kuliner, kerajinan hingga religi,” pungkasnya. &lt;b&gt;(*/ce2)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Jumat, 5 Oktober 2012&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSgdExiOEECsdZX6S9xJ4F5GZ12fNIxd0MCuDe_18l13P-z2yqEDkXRl_dZiHcr7BWX2ZZe-smA5-oZPoKMzLUc3J3wYhA5r5oilCYrQA7c5MUepkj0UVqxp2Fow5B3fEM9QPWzd1e98/s72-c/Image62.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Parkir Pararel Batal </title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/09/parkir-pararel-batal.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 28 Sep 2012 20:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-1119564764142742771</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7UI61a9q2LyTOepw1P69HAT-qj6so_kTDjwmj5aXbxR5A6ERA5Mk-nDWaO5KSEdS4YHxhXzVL6ylYbncnC0vLokiDGd_g_VaQkaOmPSLG12vx4S2dg4uI7PHMWXLSkviQS89HShaMEBsG/s1600/Image-31.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7UI61a9q2LyTOepw1P69HAT-qj6so_kTDjwmj5aXbxR5A6ERA5Mk-nDWaO5KSEdS4YHxhXzVL6ylYbncnC0vLokiDGd_g_VaQkaOmPSLG12vx4S2dg4uI7PHMWXLSkviQS89HShaMEBsG/s400/Image-31.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PARKIR: Rencana Dishub Kota Palembang untuk melakukan uji coba parkir pararel di Jl Sudirman batal batal dilaksanakan pada September ini. Parkir sudut yang yang dilakukan sejumlah kendaraan roda empat seringkali membuat arus lalu lintas terganggu danmenimbulkan kemacetan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Butuh 5 Tahun Ubah Sistem Parkir&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br/ &gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;PALEMBANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; – Rencana Dinas Perhubungan kota ini berkerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammaenarbeit (GIZ) untuk melakukan uji coba parkir pararel di Jl Sudirman sepanjang 2 km batal dilakukan September ini. Kendalanya, infrastruktur pendukung seperti  rambu-rambu dan marka jalan parkir belum siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadishub Kota Palembang, Masripin Thoyib menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan GIZ soal pembatalan tersebut. "Kalau kita sebenarnya ingin cepat, tetapi karena keterbatasan jadi kita akan bahas ulang,” jelasnya kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, parkir dilakukan mulai dari Bundaran Air Mancur hingga simpang Charitas. Selama ini, kendaraan biasanya parkir dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Nah, nanti menjadi 180 derajat. “Selama ini parkir sudut di Jl Jenderal Sudirman, mengganggu ruang yang diprioritaskan untuk BRT (Bus Rapid Transmusi). Nah, dengan parkir pararel maka ruang untuk BRT tidak terganggu,” jelasnya. Lagian, menurut UU No 22/2009 dan PP No 32/2011 dilarang parkir on street pada jalan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika hasil evaluasi pada uji coba parkir paralel baik, kemungkinan sistem parkir tersebut dapat diterapkan permanen di tempat lain seperti Central Business Distric (CBD). Tepatnya,  sekitar 16 Ilir, Jalan Kapten A Rivai, dan Jalan Veteran,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap awal, kemungkinan Dishub akan memanggil juru parkir (jukir)  bertugas di Jalan Jenderal Sudirman untuk diberikan pengarahan tentang cara menerapkan parkir pararel. Jumlah jukir tersebut sekitar 100 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terang Masripin, sistem parkir memang mengurangi jumlah kendaraan yang parkir. “Otomatis PAD akan berkurang, tetapi hal itu sudah kita konsultasikan dengan DPRD kota. Hal itu resiko, tetapi demi mengurangi kemacetan di kota maka harus kita lakukan. Harapan lalu lintas menjadi lancar, tertib, dan kemacetan bisa berkurang,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan parkir di Palembang, terang Masripin, memang perlu dikelola dengan baik sehingga tata Kota Palembang semakin baik. “Kita siap mendukung dan berkoordinasi dengan GIZ. Yang jelas, kita ingin pengelolaan parkir di Palembang semakin baik. Sebab, kota kita terus mengalami kemajuan pesat. Bila tidak dikelola dengan baik bisa timbul masalah baru,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, konsultan GIZ Arimbi Jinca mengaku belum mau menjelaskan rencana parkir pararel itu lebih jauh. “Saya belum bisa mengatakan rencana itu. Karena besok (hari ini, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;) kita akan kembali menggelar rapat intern. Kita pun ingin secepatnya pengelolaan parkir pararel dapat berjalan,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas dalam waktu dekat ini, terang Arimbi, pihaknya merencanakan akan mendatangkan tenaga ahli GIZ yakni Paul Barter yang bakal melakukan proses pendampingan implementasi. “Rencana tenaga ahli itu datang pada 1-3 Oktober mendatang,” jelasnya. Pihaknya terus melakukan diskusi dan pemantapan rencana parkir pararel itu bersama Dishub Kota Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Arimbi mengatakan untuk mengubah sistem parkir di kawasan terlarang, tidak bisa dilakukan secara spontanitas. Paling tidak butuh waktu 5 tahun. “Dan sebaiknya, untuk pengelolaannya (parkir) harus dilakukan pihak ketiga. Salah satu perusahaan daerah yang tertarik untuk mengelola parkir ini adalah SP2J (Sarana Pembangunan Palembang Jaya),” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, program lain GIZ juga berencana akan memetakan zona parkir di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. "Kita juga akan memanfaatkan lahan tidur di pusat kota untuk dijadikan lahan parkir," pungkasnya.  (cj7/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Jumat, 28 September 2012</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7UI61a9q2LyTOepw1P69HAT-qj6so_kTDjwmj5aXbxR5A6ERA5Mk-nDWaO5KSEdS4YHxhXzVL6ylYbncnC0vLokiDGd_g_VaQkaOmPSLG12vx4S2dg4uI7PHMWXLSkviQS89HShaMEBsG/s72-c/Image-31.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Palembang, Sumatera Selatan</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-2.9911083 104.7567333</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-3.1179648 104.5988048 -2.8642518 104.91466179999999</georss:box></item><item><title>Nomor Satu Pengembang BRT</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/09/nomor-satu-pengembang-brt.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 28 Sep 2012 20:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6420318130886289540</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdxqiV4nIFo2GJjtR2JFPc8QME-Ua0KmNAgYeKpmFov4z90CiMYUYynKVvBD2XJq9cT-8C4Hc-GJEp4puJJ_7ypMZzbOhgXtzkbAS6xztW6vdZ2J-JOmq-kXWiLPfmHSzZNjWBYiWgSZZD/s1600/Transmusi2.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdxqiV4nIFo2GJjtR2JFPc8QME-Ua0KmNAgYeKpmFov4z90CiMYUYynKVvBD2XJq9cT-8C4Hc-GJEp4puJJ_7ypMZzbOhgXtzkbAS6xztW6vdZ2J-JOmq-kXWiLPfmHSzZNjWBYiWgSZZD/s400/Transmusi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelopor: Kota Palembang menjadi yang nomor satu pengembang BRT. Saat ini, armada Transmusi sendiri mencapai 120 unit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tahun ini, Kota Palembang menuai banyak penghargaan dalam hal pelayanan publik. Torehan penghargaan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. Bahkan, tak jarang banyak daerah dan provinsi yang "berguru" ilmu ke Kota Pempek ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Elephantfont-size:18px;text-decoration:none;text-shadow:4px 4px 4px #ff0000;"&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu di antara prestasi dibidag publik tersebut, Palembang berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011. Palembang dinilai berhasil mengembangkan sistem trasportasi dan perhubungan melalui kehadiran Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan langsung diserahkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI, EE Mangindaan, kepada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT di ruang Mataram  Kementerian Perhubungan Jakarta, 29 Mei lalu. Ikut mennyaksikan perwakilan Wali Kota dan Bupati se-Indonesia. Pengharaan tersebut merupakan ketiga kalinya diraih setelah sebelumnya Palembang mendapat plakat dan Piala WTN bidang transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahder Johan, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) -- perusahaan yang membawakan salah satu unit usaha BRT menjelaskan, pada setiap pertemuan forum transportasi se-Indonesia, Transmusi selalu menjadi perbincangan bagi daerah lain. "Kita nomor satu dalam hal pengembang BRT. Jumlah armada kita paling banyak dibandingkan daerah lain. Alhamdulillah berkat komitmen  Wali Kota Eddy Santana sehingga secara bertahap kita terus menambah armada," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Bahder mengatakan, jumlah armada Transmusi sudah 120 unit. Padahal awalnya, pemerintah kota mempunyai 25 unit armada. Tahun depan, pihaknya berencana menambah 80 unit Transmusi kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra menjelaskan, sebelumnya Pemkot meraih plakat WTN bidang transportasi. Nah, tahun ini dapat WTN dua bidang, yakni lalu lintas dan transportasi. "Apa yang diraih merupakan hasil kerja keras semua pihak dan masyarakat Kota Palembang," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy berharap, penghargaan dapat terus dicapai pada tahun berikut. "Sekarang kita terus memperbaiki koneksitas modal transportasi, seperti jalan, sungai, kereta api, dan udara. semua koneksitas itu sebentar lagi akan selesai." &lt;b&gt;(cj7/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjR5PcO3wxXvTsxwzJvNk6ZTHbljhw9gaCWUpU1Kq4ETUvRqUjHcW0axF5cu6z5PVOOnYcfWY1GfKLKIwUxmM1s-2fovS67bcUaBDWfueNMGPkRzc94pMecCEVczYe_BuYLG4a29vQqCY-/s1600/Transmusi4.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjR5PcO3wxXvTsxwzJvNk6ZTHbljhw9gaCWUpU1Kq4ETUvRqUjHcW0axF5cu6z5PVOOnYcfWY1GfKLKIwUxmM1s-2fovS67bcUaBDWfueNMGPkRzc94pMecCEVczYe_BuYLG4a29vQqCY-/s400/Transmusi4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAchje27D51e77pCnivYZizT9kBo6KzKhjxICLVWid45-Z4HSSnNgQ_KHZDXiSXr4w3wtShhTS7EUXIl-Yj9w_6m0lyDPqDstZkfTiS4veSAH0vengmkOuvGrvEccI3oJ4SYkXJhouTHI/s1600/Transmusi.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAchje27D51e77pCnivYZizT9kBo6KzKhjxICLVWid45-Z4HSSnNgQ_KHZDXiSXr4w3wtShhTS7EUXIl-Yj9w_6m0lyDPqDstZkfTiS4veSAH0vengmkOuvGrvEccI3oJ4SYkXJhouTHI/s400/Transmusi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;text-shadow:4px 4px 4px #ff0000;"&gt;Apa Kata Mereka.....?&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Elephant;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;Kuliah Naik Transmusi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Transmusi sudah menjadi pilihan bagi masyarakat Palembang untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dari pelajar hingga mahasiswa, tak terkecuali para oranngtua. kondisi di dalam bus yang nyaman dan bersih menjadi menjadi alasan utama sebagian masyarakat memilih Transmusi dibandingkan bus kota dan angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara (19), mahasiswi Bina Husada Angkatan 2011 mengaku senang dengan keberadaan Transmusi di Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, saya sudah sejak kuliah selalu pergi dan pulang naik Transmusi, Kak," ujarnya ketika menunggu di halte BRT Transmusi depan Masjid Agung Palembang, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya? Tiara, sapaan akrabnya, mengatakan, naik Transmusi itu aman, nyaman, dan bersih. &lt;b&gt;(cj7/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Elephant;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;Tidak Kejar Setoran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabroni AK (40), sopir BRT Transmusi mengatakan, sangat nyaman dan enjoy dalam menjalankan profesinya sebagai sopir Transmusi. Dia memulai profesi tersebut sejak 2009 melalui proses seleksi yang diakuinya sagat ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, kerjanya nyaman dan tidakk kejar setoran, mas," ujar Tabroni yang sebelumnya adalah sopir bus kota jurusan Kertapati-Alang-Alang Lebar itu. Diakuinya, kepemimpinan Wali Kota Eddy Santana Putra sudah bagus karena memperhatikan permasalahan masyarakat, khusunya di bidang transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, pria kelahiran Baturaja Bungin OKUT 15 Juli 1972 itu, menuturkan akan tetap menjalani profesi sebagai sopir Transmusi. "Saya senang dpat melayani masyarakat dengan menjadi sopir Transmusi," bebernya. &lt;b&gt;(cj7/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Elephant;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;Jangan Terlena&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengamat transportsi Universitas Sriwijaya, Dr Erika Buchari, mengingatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011 yang diperoleh Palembang jangan sampai membuat pemerintah kota terlena. Penghargaan itu hendaknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap transportasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh bangga, tapi evaluasi tetap jalan," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, monitoring terhadap lalu lintas perlu lebih diperhatikan, terutama Jembatan Ampera. Saat ini frekuensi kendaraan yang melintas sudah ramai sehingga keberadaan jembatan penunjang perlu perlu direalisasikan untuk mengantisipasi kemacetan di Jembatan Ampera. "Lihat saja, satu saja mobil mogok di atas Jembatan Ampera, pasti terjadi macet panjang. Dampaknya, kendaraan numpuk di atas jembatan dan itu menjadi beban Ampera," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kampanye transportasi hijau dengan perluasan lajur sepeda yang diterapkan Pemkot Palembang, Erika mengaku, sepakat dengan program tersebut. "Sekarang Palembang butuh pengadaan transportasi hijau. Kita talah lama meminta pemerinta Palembang untuk menggalakkan transportasi hijau," pungkasnya. &lt;b&gt;(cj7/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 25 September 2012&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdxqiV4nIFo2GJjtR2JFPc8QME-Ua0KmNAgYeKpmFov4z90CiMYUYynKVvBD2XJq9cT-8C4Hc-GJEp4puJJ_7ypMZzbOhgXtzkbAS6xztW6vdZ2J-JOmq-kXWiLPfmHSzZNjWBYiWgSZZD/s72-c/Transmusi2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Palembang, Sumatera Selatan</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-2.9911083 104.7567333</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-3.1179648 104.5988048 -2.8642518 104.91466179999999</georss:box></item><item><title>Dari Becak China Hingga Trans Musi</title><link>http://terminallemabang.blogspot.com/2012/09/dari-becak-china-hingga-trans-musi.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 27 Sep 2012 23:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6060278606268853665.post-6005834625933795598</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6qbYq7Zwct1PQbePLIs0IW27xbI5HkAYjbudZ4c7GMhIQ55cZ7_lhGzNf4WLp-wX2CLPCeralncIyZA57a0tcS6lWGwLp2i0pzDhusyHGJRLYzN-JKndtRRkEzw2MiO5V6vtYyb9Tma5d/s1600/Image-24.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6qbYq7Zwct1PQbePLIs0IW27xbI5HkAYjbudZ4c7GMhIQ55cZ7_lhGzNf4WLp-wX2CLPCeralncIyZA57a0tcS6lWGwLp2i0pzDhusyHGJRLYzN-JKndtRRkEzw2MiO5V6vtYyb9Tma5d/s400/Image-24.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a stlye="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Melirik Transportasi Palembang Dari Masa ke Masa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sistem transportasi selalu berubah. Terus mengalami kemajuan seiring perkembangan zaman. Yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini, Trans Musi. Yang kini menggerus bus kota dan menggusur angkutan kota (angkot) ke pinggiran. Melirik ke belakang, transportasi di Palembang sudah beberapa kali mengalami evolusi. Bahkan, sebelum era kemerdekaan, ternyata ada juga yang namanya becak China. Seperti apa perkembangan transportasi di kota empek-empek in dari masa ke masa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan kecil dibuat penjajah Belanda, kota Palembang awal abad ke-19 disebut dengan kota air. Dibelah sungai Musi, lebih dari 100 anak sungai mengaliri kota ini. Sebutan Venice of The East atau Venezia dari Timur pun melekat. Karena keadaan Palembang tak ubahnya kota air seperti Venezia, Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor sungai yang menjadi urat nadi inilah yang membuat kehidupan masyarakat tinggal di pinggiran sungai. Pendek kata, ketika jalur transportasi darat belum berkembang, sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam, transportasi wong Plembang lebih dominan menggunakan jalur air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu tempat ke tempat lainnya, masyarakat lebih banyak menggunakan perahu dengan menelusuri anak-anak sungai Musi. Pemandangan pasar terapung layaknya di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;) masih cukup banyak diingat bagi kalangan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dulu, yang jualan model, tekwan, sayur sampe duren itu masih banyak di perahu,” celetuk, Ali Hanafiah SH, Sejarah dan budayawan Palembang kepada Sumeks Minggu, ditemui Rabu (19/10) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan air skala besar, zaman Belanda terdapat kapal Mary serta Kapal Roda Lambung. Yang mengangkut penumpang dari kawasan Kertapati, Plaju hingga Sungai Gerong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moda transportasi air ini lanjut Ali Hanafiah yang akrab di panggil Mang Amin usai zaman kemerdekaan masih banyak digunakan. Hingga dibangun serta dioperasionalkanya jembatan Ampera sekitar tahun 1965, yang namanya penggunaan perahu serta jalur transportasi air mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling yang masih terlihat saat ini perahu Kajang. Digunakan orang luar Palembang untuk mengangkut hasil perkebunan ke Palembang. Bentuk perahunya besar dengan atap,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi darat sendiri mulai berkembang awal tahun 1920. Ketika penjajah Belanda secara sporadis menimbun anak-anak sungai, mendukung moda transportasi ini. Hanya saja, pada masa Belanda belum terdapat angkutan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya angkutan seingat Mang Amin yang kini menjabat sebagai Kepala UPTD Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II masih berupa becak. Bukan juga becak roda tiga yang dikayuh dari belakang. Namun becak roda dua yang ditarik oleh orang China dengan ciri khas rambut berkuncir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, transportasi yang satu ini disebut dengan becak China. Operasinya berada di pasar 16 Ilir dan sekitarnya. Menarik kalangan pribumi berada serta None None Belanda. Becak China, diperkirakan beroperasi tahun 1920 hingga 1940.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penarik becak ini memang seluruhnya orang China. Pada masa Kesultanan Palembang, orang China dianggap sebagai pendatang, tinggalnya saja di rumah rakit,” ungkap Mang Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a stlye="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Setir di Kiri, Hidupkan Mesin Diengkol&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usai zaman kemerdekaan, ketika teknologi dan jalur darat mulai berkembang, sistem transportasi pun berevolusi. Adalah jeep Willys asal Amerika yang dijadikan angkutan umum oleh wong Plembang. Dulunya angkutan ini disebut dengan Taksi. Kini, angkutan yang sudah hampir hilang ini disebut dengan ketek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, konon nama ketek disematkan pada mobil diproduksi pada perang dunia ke II ini karena suaranya seperti perahu ketek di sungai Musi “tek, tek, ktek, ketek”. Jalanya pun lambat seperti ketek sungai. Padahal, saat itu naik kendaraan itu bagi banyak kalangan sudah termasuk “ngerot” alias hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan Sosial Km 5, Ampera 3-4 Ulu, Sekojo-Lemabang, Ampera Tangga Takat, tahun 1980 an angkutan ini masih banyak dijumpai. Masuk awal tahun 2000, angkutan ini seperti raib ditelan bumi. Sulitnya mencari onderdil, borosnya bahan bakar diyakini penyebab tak digunakannya lagi mobil ketek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mobil ketek ini, ada angkutan lain jenis Chevrolet. Bentuknya seperti sedan namun dengan body mini bus. Baik mobil ketek serta Chevrolet ini terbilang unik. Karena buatan Amerika, setir berada dibagian kiri. Untuk menghidupkannya pun mesti diengkol dengan tangan searah jarum jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980an, ketika teknologi mulai berkembang, munculah jenis angkutan baru. Produk Jepang, Toyota Hi-Ace masuk. Bentuknya body panjang, masih banyak menggunakan kayu dan tanpa kepala. Kendaraan ini banyak digunakan pada trayek Plaju Ampera serta Kertapati Ampera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1990an, muncul lagi jenis terbaru Toyota Kijang. Pada masa yang sama kemudian muncullah yang namanya bus kota. Saat awal muncul bus kota sempat disebut sebagai kemajuan. Saat ini, bus kota mulai ditinggalkan. Pemkot Palembang pun mulai menggalakan penggunaan Trans Musi yang lebih nyaman dengan Air Conditioner (AC). “Yang pasti, angkutan itu tergerus oleh kemajuan zaman,” tandas Mang Amin. &lt;b&gt;(wwn)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by: samuji Selasa, 25 Oktober 2011 12:53 | &lt;a href="http://sumeksminggu.com" target="_blank"&gt;Sumeks Minggu&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6qbYq7Zwct1PQbePLIs0IW27xbI5HkAYjbudZ4c7GMhIQ55cZ7_lhGzNf4WLp-wX2CLPCeralncIyZA57a0tcS6lWGwLp2i0pzDhusyHGJRLYzN-JKndtRRkEzw2MiO5V6vtYyb9Tma5d/s72-c/Image-24.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Palembang, Sumatera Selatan</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-2.9911083 104.7567333</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-3.1179648 104.5988048 -2.8642518 104.91466179999999</georss:box></item></channel></rss>