<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692</id><updated>2017-08-05T00:51:31.920+07:00</updated><category term="Kehutanan"/><category term="Laporan"/><category term="Geografi"/><category term="Biologi"/><category term="Teknologi"/><category term="Fauna"/><category term="Opini"/><category term="Agama"/><category term="Kewarganegaraan"/><category term="Bahasa Indonesia"/><category term="Tips dan Trik"/><category term="Ekonomi"/><category term="Kimia"/><category term="Sejarah"/><category term="Humor"/><title type='text'>The Qualiti</title><subtitle type='html'>Kemajuan Kualita Pengetahuan Umum dan Kehutanan Manusia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>216</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-413181383974509466</id><published>2017-08-03T14:15:00.001+07:00</published><updated>2017-08-03T14:15:12.420+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Penyusunan Rencana Kerja Usaha-Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKU-PHHK) Berbasis Hasil IHMB Pada IUPHHK Diluar Jawa</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN HUTAN&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;PENYUSUNAN RENCANA KERJA USAHA-PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU (RKU-PHHK) BERBASIS HASIL IHMB PADA IUPHHK DILUAR JAWA&lt;/div&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mempraktikan proses analisis data hasil kegiatan IHMB pada suatu areal IUPHHK-HA atau IUPHHK-HT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui asal data potensi produksi dari kegiatan IHMB mulai dari penyusunan rencana kelola selama jangka (rencana pemanenan, penanaman, dan pemeliharaan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui proses kegiatan penyusunan RKT-PHHK mulai dari kegiatan Inventarisasi Hutan Sebelum Penebangan (ITSP) sampai dengan proses penyusunan dokumen RKT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu menggunakan data struktur tegakan untuk menganalisis kondisi tegakan dan prediksi tebangan pada jangka berikutnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;Tujuan dari IHMB adalah:&lt;br /&gt;1.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Untuk mengetahui kondisi sediaan tegakan ( timber &amp;nbsp;standing stock ) pada hutan alam dan kondisi sediaan tegakan tanaman pokok pada hutan tanaman secara berkala pada tegakan hutan yang sama;&lt;br /&gt;2.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Sebagai bahan dasar penyusunan RKUPHHK-HA dan atau RKUPHHK-HT atau KPH sepuluh tahunan, khususnya dalam menyusun rencana pengaturan hasil dalam mewu judkan pengelolaah hutan produksi lestari (sustainable forest management);&lt;br /&gt;3.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Sebagai bahan pemantauan kecenderungan (trend) kelestarian sediaan tegakan hutan di areal IUPHHKHA atau IUPHHK-HT dan atau KPHP (Tim Penyusun, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inventarisasi Tegakan Sebelum Pemanenan (ITSP) adalah rangkaian kegiatan yang meliputi : mengukur, menandai dan mencatat pohon - pohon dalam blok/petak RKT untuk mengetahui pohon inti, pohon yang dilindungi dan pohon yang ditebang serta mencatat keadaan topografi. ITSP dilaksanakan dengan intensitas 100% dengan plot ukur berupa jalur selebar 20 m (Fauzi, 2015).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IHMB diberlakukan pada setiap Perusahaan Pemegang hak pengusahaan Hutan (PPHPH) namun dilaksanakan untuk kepentingan penyususnan Rencana Kerja Pengusahaan Hutan (RKPH) yang berlaku selama jangka waktu pengusahaan 20 tahun (masa berlakunya HPH bagi perusahaan yang bersangkutan). Menyeluruh memiliki pengertian setiap petak kerja di seluruh areal harus di survey atau dirisalahkan dengan metode sampling. Sedangkan berkala yaitu harus dilakukan secara periodic setiap sekian tahun sekali yang dianggap optimal (5 tahun sekali) (Warsito, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi tegakan sangat diperlukan untuk menyediakan informasi ketersediaan bahan baku yang dikehendaki konsumen atau industri berbahan baku kayu. Pengumpulan informasi mengenai potensi tegakan hutan &amp;nbsp;lazimnya &amp;nbsp;berhubungan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;pengukuran volume pohon (Askar, 2009).&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Data IHMB KTR&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Alat tulis&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kalkulator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;Potensi produksi dari areal hutan IUPHHK yang bersangkutan untuk beberapa petak dari hasil kegiatan IHMB yang tersedia baik pada PU tingkat pancang, tiang, pohon kecil, dan pohon besar dihitung. Lalu, AAC dari data potensi produksi hasil IHMB di IPHHK yang bersangkutan dihitung. Setelah itu, Menyususn rencana kelola hutan (Pemanenan, penanaman, dan pemeliharaan) selama satu jangka (10 tahun mendatang) dari hasil perhitungan potensi produksi/volume per petak tersebut. Kemudian, Besarnya AAC dihitung dan dokumen RKT dari data hasil kegiatan ITSP (IS 100%) pada suatu IUPHHK disusun. Kondisi tegakan dari data struktur tegakan yang ada di analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;Askar. 2009. Model Lengkung Bentuk Batang Pohon Jati. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol 3 (1), Hal 35&lt;br /&gt;Fauzi, Hamdani. 2015. Inventarisasi Tegakan Sebelum Pemanenan (Pkl-5). Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2010. Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala. STMIK Jakarta STI&amp;amp;K. Jakarta&lt;br /&gt;Warsito. 2008. Kelestarian Tegakan Hutan Dalam PHPL : Antara Filsafah Dan Kasus Kinerja System Kelestarian Pengusahaan Hutan Produksi. IPB. Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/413181383974509466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/08/laporan-praktikum-perencanaan-hutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/413181383974509466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/413181383974509466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/08/laporan-praktikum-perencanaan-hutan.html' title='Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Penyusunan Rencana Kerja Usaha-Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKU-PHHK) Berbasis Hasil IHMB Pada IUPHHK Diluar Jawa'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-2029024624713879199</id><published>2017-07-30T13:40:00.003+07:00</published><updated>2017-07-30T13:40:50.773+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pembuatan Rencana Selama Jangka (PK 10, PK 11, Dan PK 20)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN HUTAN&lt;br /&gt;PEMBUATAN RENCANA SELAMA JANGKA (PK 10, PK 11, DAN PK 20)&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memahami proses penyusunan rencana selama jangka (mulai dari PK 10, PK 11, PK 20)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat menyusun PK 10 (Rencana Tebangan menurut Waktu dan Temapat) dengan parameter-parameter yang ada dan dilanjutkan penyusunan PK 11 dan PK 20.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;Bagan tebang habis adalah ikhtisar rencanan produksi (luas dan volume dalam m3 kayu perkakas) selama daur, yang dirinci pada setiap jangka perusahaan untuk masing-masing kelas hutannya. Volume produksi didalam bagan tebang habis disusun sedemikian rupa, sehingga jumlah volume produksi praktis sama disalam setiap jangka. Luas tebangan habis setiap jangka disesuaikan dengan potensi produksi rata-rata masing-masing kelas hutan (Simon, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian jangka waktu penebangan (cutting test time) adalah pengujian terhdap kelestarian produksi selama daur berdasarkan luas tegakan produksi yang ada serta besdasarkan potensi produksi dari masing-masing petak. Bilamana dalam pengujian kumulatif tahun-tahun penebangan selam daur terdapat perbedaan yang nyata maka etat massa yang tealah didapat dikoreksi dan untuk diuji lagi pada cutting test time berikutnya sampai perbedaan yang terjadi kurang dari 2 tahun (Departemen Kehutanan, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tebangan selama jangka perusahaan yang pertama (Jangka ke I) disusun ke dalam daftar rencana tebangan habis menurut waktu dan tempatnya yang dituangkan kedalam model PDE.10 d/h PK.10. Berdasarkan Bagan Tebang Habis, langsung dapat diketahui kelas hutan yang direncanakan untuk ditebang habis dalam jangka pertama. Penyusunan urut-urutan penebangan :&lt;br /&gt;A.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Urutan waktu penebangan harus didasarkan kepada luas dan potensi produksi rata-rata per tahun. Luas dan volume tebangan tiap tahun agar diusahakan merata swetiap tahun, mengingat kemungkinan reboisasinya dan fluktuasi supply.&lt;br /&gt;B.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Urutan tempat penebangan harus diarahkan sedapat mungkin untuk memperoleh bidang penebangan yang terpusat (kap sentra), supaya jalan-jalan angkutan yang ada dan akan dibuat dalam jangka pertam dapat dipakai seefisien mungkin (Perum Perhutani, 1974).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi tegakan sangat diperlukan untuk menyediakan informasi ketersediaan bahan baku yang dikehendaki konsumen atau industri berbahan baku kayu. Pengumpulan informasi mengenai potensi tegakan hutan &amp;nbsp;lazimnya &amp;nbsp;berhubungan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;pengukuran volume pohon (Askar, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;PK 10 (Rencanan Tebangan menurut Waktu dan Tempat)&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;PK 11 (Rencana Teresan)&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;PK 20 (Rencana Tanaman)&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Peta blangko Bagian hutan Ngliron, KPH Randublatung&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tabel WvW&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Alat tulis&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kalkulator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;Data yang sudah disiapkan dibagi menjadi kelas produktif dan tidak produktif. Setelah itu dibuat Rencana Tebangan menurut Waktu dan Tempatnya berdasarkan ketentuan-ketentuan tertentu. Setelah diperoleh hasil petak-petak yang sudah direncanakan kemudian di buat rencanan teresan PK 11. Setelah itu dibuat Rencana Tanamnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;Askar. 2009. Model Lengkung Bentuk Batang Pohon Jati. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol 3 (1), Hal 35&lt;br /&gt;Departemen Kehutanan. 1997. Handbook Of Indonesian Forestry. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan Republik Indonesia : Jakarta&lt;br /&gt;Perum Perhutani. 1974. Peraturan Inventarisasi Hutan Jati dan Peraturan Penyusunan Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan. Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Kehutanan. &amp;nbsp;Jakarta.&lt;br /&gt;Simon, H. 1994. Pengaturan Hasil Hutan. Bagian Penerbitan Yayasan Pembinaan Fakulatas Kehutanan UGM. Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/2029024624713879199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_30.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2029024624713879199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2029024624713879199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_30.html' title='Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pembuatan Rencana Selama Jangka (PK 10, PK 11, Dan PK 20)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-2604476644907183084</id><published>2017-07-26T22:18:00.002+07:00</published><updated>2017-07-26T22:18:55.091+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pengujian Jangka Waktu Penebangan (Jwp) Dan Penyusunan Bagan Tebang Habis Selama Daur</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN HUTAN&lt;br /&gt;PENGUJIAN JANGKA WAKTU PENEBANGAN (JWP) DAN PENYUSUNAN BAGAN TEBANG HABIS SELAMA DAUR&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat melaksanakan pengujian JWP yang bertujuan untuk menguji apakah perkiraan etat yang ditetapkan telah betul atau perlu diperbaiki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat memperkirakan taksiran volume masing-masing kelas hutan dan total volumenya, serta besar etat tahap pertama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat memahami kepentingan pembuatan bagan tebang habis dan menyajikan bagan tebang habisnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat menyampaikan argmentasi dan pertimbangan yang dipakai dalam menyusun bagan tebang habis, serta menganalisis kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalamnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;Dalam pelaksanaan pengaturan hasil hutan memerlukan tiga tahap kegiatan, yaitu :&lt;br /&gt;1.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Perhitungan etat, yaitu jumlah hasil yang dapat diperoleh setiap tahun atau selama jangka waktu tertentu. Bila hasil tersebut dinyatakan dalam luas dinamakan etat luas, dan bila dinyatakan dalam m3 dinamakan etat volume.&lt;br /&gt;2.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Pemisahan jumlah hasil tersebut ke dalam hasil penjarangan dan hasil tebangan akhir.&lt;br /&gt;3.&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Penyusunan rencana tebangan, baik tebangan penjarangan maupun tebangan akhir, berikut keterangan tentang keadaan tegakan serta tata waktunya (Simon, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian jangka waktu penebangan (cutting test time) adalah pengujian terhdap kelestarian produksi selama daur berdasarkan luas tegakan produksi yang ada serta besdasarkan potensi produksi dari masing-masing petak. Bilamana dalam pengujian kumulatif tahun-tahun penebangan selam daur terdapat perbedaan yang nyata maka etat massa yang tealah didapat dikoreksi dan untuk diuji lagi pada cutting test time berikutnya sampai perbedaan yang terjadi kurang dari 2 tahun (Departemen Kehutanan, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian dari sistem pengaturan kelestarian tegakan hutan yang belum memper- timbangkan faktor resiko kerusakan hutan akibat perubahan sosial tersebut adalah pengaturan pemanenan selama daur. Bagan Tebang Habis Selama Daur (BTHSD) sebenarnya mencerminkan bagaimana struktur luas hutan akan dibentuk pada akhir daur (jangka panjang). Luas tebangan tiap jangka umumnya dibuat hampir sama dengan harapan luas tegakan untuk berbagai umur juga akan relatif sama. Dengan kata lain, struktur luas tegakan hutan yang akan dibentuk pada akhir daur diharap- kan mendekati keadaan hutan normal (Rohman, dkk, 2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Data acara 2 tabel 2 ’74 &amp;nbsp;dan tabel 4 cpc&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Excel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pada Pembuatan Jangka Waktu Penebangan menggunakan data acara 2 tabel 2 ‘74, dimulai melakukan pengujian MR, dilanjutkan Pengujian KU, jika terdapat revisi, menghitung V UTR V, dilanjutkan menghitung jwp kumulatif, jika terdapat revisi, diganti etat volume, diakhiri menghitung volume utr dari hasil jwp kumulatif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada perhitungan BTHSD, dimulai dari menghitung luas tetap dari data instruksi ’74 dilanjutkan volume, dan membuat BTHSD luas tetap dan volume tetap dari data CPC.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;Departemen Kehutanan. 1997. Handbook Of Indonesian Forestry. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan Republik Indonesia : Jakarta&lt;br /&gt;Rohman, Sofyan P. Warsito, Ris Hadi Purwanto, &amp;amp; Nunuk Supriyatno. 2013. Normalitas Tegakan Berbasis Resiko Untuk Pengaturan Kelestarian Hasil Hutan Tanaman Jati Di Perum Perhutani. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol 7 (2), Hal 83&lt;br /&gt;Simon, H. 1994. Pengaturan Hasil Hutan. Bagian Penerbitan Yayasan Pembinaan Fakulatas Kehutanan Ugm. Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/2604476644907183084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_26.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2604476644907183084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2604476644907183084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_26.html' title='Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pengujian Jangka Waktu Penebangan (Jwp) Dan Penyusunan Bagan Tebang Habis Selama Daur'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-5474957177174199093</id><published>2017-07-22T13:14:00.001+07:00</published><updated>2017-07-22T13:14:57.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Penaksiran Potensi Produksi Dan Perkiraan Besarnya Etat</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN HUTAN&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;PENAKSIRAN POTENSI PRODUKSI DAN PERKIRAAN BESARNYA ETAT&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat memahami adanya perkembangan cara penetapan etat bedasarkan perkembangan struktur tegakannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat memahami dan dapat menghitung etat dari struktur tegakan yang masih ada hutan alamnya dan yang tersiri dari hutan tanaman semuanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahasiswa dapat menganalisis struktur tegakannya serta menganalisis kelemahan dan kelebihan cara penetapan etatnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;Selama ini penentuan besarnya etat menggunakan data yang diperoleh tidak &amp;nbsp;setiap tahun karena kendala luasan dan biaya yang besar serta waktu yang lama. &amp;nbsp;Hal ini menghasilkan perhitungan etat yang statis dan tidak sesuai dengan kondisi &amp;nbsp;persediaan tegakan aktual. Saat ini, teknologi penginderaan jauh sudah berkembang pesat. Citra satelit dapat menghasilkan informasi mengenai perubahan lahan dari waktu ke waktu secara lengkap, cepat, akurat, dan biaya yang relatif murah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas interpretasi tegakan (standing stock) aktual (Jaya 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan etat dalam sistem silvikultur TPTI untuk HPH baru:&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Luas = (Luas areal berhutan - Luas kawasan lindung dlm areal berhutan etat) / Rotasi tebang&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Jumlah Batang = Etat luas x Jumlah batang tiap ha x fp x fe&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Volume = Etat luas x Volume kayu tiap ha x fp x fe&lt;br /&gt;Perhitungan etat dalam sistem silvikultur TPTI untuk SK HPH Addendum penambahan/pengurangan:&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Luas = (Luas VF yang kompak-Luas kawasan lindung dlm VF yang kompak) / Rotasi tebang - Umur perusahaan&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Jumlah Batang = Etat luas x Jumlah batang tiap ha x fp x fe&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Etat Volume = Etat luas x Volume kayu tiap ha x fp x fe&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;fp &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = faktor pengaman&lt;br /&gt;fe &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = faktor eksploitasi&lt;br /&gt;VF &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = virgin forest&lt;br /&gt;Perhitungan etat dalam sistem silvikultur TPTI untuk HPH perpanjangan sama dengan perhitungan etat dalam sistem silvikultur TPTI untuk SK HPH Addendum penambahan/pengurangan. Perhitungan etat dalam sistem silvikultur hutan payau (mangrove) HPH baru sama dengan perhitungan etat dalam sistem silvikultur TPTI untuk HPH baru.(Rahmawaty.2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Brandis diterapkan untuk hutan alam tidak seumur yang mempunyai komposisi diameter sangat beragam, mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar yang masak tebang. Prinsip penerapan casualty per cent dalam metode Brandis adalah adanya keyakinan bahwa tidak semua pohon yang berdiameter kecil yang tumbuh di hutan alam akan selamat mencapai ukuran diameter masak tebang. Hal tersebut juga terjadi untuk tanaman jati di Perum Perhutani dimana tidak semua tegakan yang ditanam akan selamat sampai umur siap tebang (Rohman, dkk, 2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Excel&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Data PK-2 suatu bagian hutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;Dari data pk-2 suatu bagian hutan, dihitung etat volume dan etat luas bedasarkan rumus dari Instruksi ’38, instruksi ’74, dan CPC. Setelah didapat pada Instruksi ‘38, dihitung taksiran potensi produksi umur akhir daur, etat luas dan etat volume, dan masa benah. Pada Instruksi ’74, dihitung umur tebang rerata, umur kelas perusahaan, dan etat luas dan etat volume. Pada CPC, menghitung etat luas dan etat volume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;Jaya, I N. S. 2006. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Penginderaan Jarak Jauh. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.&lt;br /&gt;Rahmawaty.2006. Perencanaan Pengelolaan Hutan Di Indonesia. Usu Repository. Medan.&lt;br /&gt;Rohman, Sofyan P. Warsito, Ris Hadi Purwanto, &amp;amp; Nunuk Supriyatno. 2013. Normalitas Tegakan Berbasis Resiko Untuk Pengaturan Kelestarian Hasil Hutan Tanaman Jati Di Perum Perhutani. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol 7 (2), Hal 83&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/5474957177174199093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_22.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5474957177174199093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5474957177174199093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan_22.html' title='Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Penaksiran Potensi Produksi Dan Perkiraan Besarnya Etat'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-7236424446052743167</id><published>2017-07-15T15:35:00.001+07:00</published><updated>2017-07-15T15:35:37.911+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pengenalan Berbagai Cara Penaksiran Volume Kayu</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;LAPORAN PRAKTIKUM PERENCANAAN HUTAN&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;PENGENALAN BERBAGAI CARA PENAKSIRAN VOLUME KAYU&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelatihan hingga dapat memahami penggunaan rumus-rumus taksiran volume kayu dengan berbagai macam tabel atau tarif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan untuk dapat menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan hasil taksiran volume bila digunakan berbagai tabel atau tarif volume&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;Volume pohon adalah ukuran tiga dimensi, yang tergantung dari LBDS atau diameter pangkal, tinggi atau panjang batang dan faktor bentuk batang. Cara penentuan volume pohon batang dibedakan antara cara langsung dan cara tidak langsung. Penentuan volume cara langsung hanya bisa dilakukan untuk kayu dalam bentuk sortimen (log) dengan menggunakan alat yang namanya xylometer, yaitu berupa bak persegi yang diisi air. Sedangkan penentuan volume cara tidak langsung, dilakukan dengan metode grafis atau dengan menggunakan persamaan volume (Dephutbun, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan volume cara tidak langsung, dilakukan dengan metode grafis atau dengan menggunakan persamaan volume.Penentuan volume metode grafis pada dasarnya adalah dengan cara memplotkan pasangan data diameter atau lbds dan tinggi atau panjang masing-masing pada sumbu absis dan sumbu ordinat dari diagram cartesius, sehingga dapat dibuat garis yang menghubungkan titik-titik koordinat yang berurutan membentuk sebuah kurva yang menggambarkan pola bentuk batang. Kemudian dihitung luas daerah dibawah kurva di atas sumbu absis. Volume batang adalah luas daerah dikalikan dengan sebuah konstanta yang besarnya tergantung faktor skala dan pengaruh satuan absis maupun ordinat (Simon, H. 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi tegakan sangat diperlukan untuk menyediakan informasi ketersediaan bahan baku yang dikehendaki konsumen atau industri berbahan baku kayu. Pengumpulan informasi mengenai potensi tegakan hutanm lazimnya &amp;nbsp;berhubungan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;pengukuran volume pohon (Askar, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tabel WvW&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabel Fergusson&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarif Volume Lokal KPH Ngawi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan 1a dan 1b&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Excel&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;Dimulai dari membuat tabel 1 dari bahan 1a, membuat hasil dari tabel fergusson dan TVL, lalu menghitung LBDS, selanjutnya menjawab soal-soal tertentu; pada bahan 1b, membuat tabel actual dan growing stock dan volume rebah, dilanjutkan menjawab soal-soal tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;Askar. 2009. Model Lengkung Bentuk Batang Pohon Jati. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol 3 (1), Hal 35&lt;br /&gt;Dephutbun. 1998. Panduan Kehutanan Indonesia. Balai Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan. Jakarta&lt;br /&gt;Simon, H. 1987. Manual Inventore Hutan. UI Press. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/7236424446052743167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/7236424446052743167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/7236424446052743167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-perencanaan-hutan.html' title='Laporan Praktikum Perencanaan Hutan Pengenalan Berbagai Cara Penaksiran Volume Kayu'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-177124764329108040</id><published>2017-07-13T16:00:00.002+07:00</published><updated>2017-07-13T16:01:02.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Perhitungan Untuk Perencanaan Kebutuhan Benih dan Persemaian</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perhitungan Untuk Perencanaan Kebutuhan Benih dan Persemaian&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Problema dalam Persemaian&lt;/h3&gt;Benih di bedengan tabur berkait dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;% kemurnian benih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;% kerusakan benih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Viabilitas benih /daya kecambah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;% kadar air benih (untuk benih ortodoks sekitar 8 – 14 %)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batas 80 %&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Di bedeng sapih/persemaian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kematian semai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerusakan semai akibat kurang baik dalam pemeliharaan (baik oleh serangan hama dan penyakit atau sebab lain)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Di Tempat Penimbunan Semai (TPS)/pool semai sementara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kematian semai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerusakan (stress akibat transportasi)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jarak tanam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian semai (kesalahan penanganan bibit, dll.)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Pengertian&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Viabilitas benih = daya kecambah, yaitu kemampuan benih untuk berkecambah sampai akhir waktu perkecambahan, yaitu perbandingan antara jumlah benih yang berkecambah dengan jumlah benih yang dikecambahkan yang biasanya dinyatakan dalam %.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemurnian benih = suatu angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah berat benih murni (bebas dari kotoran dan atau spesies/varietas lain) dengan jumlah berat sampel &amp;nbsp;yang diuji seluruhnya, yang dinyatakan dalam %.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian semai &amp;nbsp;di persemaian adalah semai-semai yang mati setelah semai disapih di bedengan sapih, atau dengan kata lain semai-semai yang mati di bedengan sapihan termasuk juga semai yang kualitasnya jelek sehingga tidak diperhitungkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerusakan semai dalam transportasi, yaitu kerusakan pada semai yang diakibatkan adanya proses pengangkutan dari persemaian ke TPS maupun ke Lapangan atau bahkan pada waktu dibawa ke lobang tanam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian semai di TPS (Tempat Penimbunan/Penampungan Semai) adalah kematian semai akibat kurangnya perawatan /kurang hati-hati setelah semai di drop ke lokasi TPS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian semai di lapangan adalah kematian semai setelah semai ditanam di lapangan. Penyebabnya antara lain oleh kekurang hati-hatian pada waktu proses penanaman, waktu tanamnya kurang tepat atau bisa saja disebabkan &amp;nbsp;oleh serangan hama/penyakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semai yang ditanam pertama kali di lapangan = yaitu semai yang ditanam sesuai dengan jarak tanamnya (yang ditanam riil di lapangan). Jumlah ini diharapkan sebagai tanaman yang akan hidup terus (100%). Atau dengan kata lain sama dengan luas kawasan efektif yang akan ditanami dibagi dengan jarak tanamnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semai siap tanam adalah semai yang berdasarkan hasil penilaian dari aspek mutu semai, pantas untuk ditanam di lapangan. Jadi semai-semai tersebut telah memenuhi standar mutu bibit dan bisa dikirim ke lapangan untuk ditanam. Jadi pada kelompok semai tersebut telah dilakukan seleksi bibit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batas 80 % yaitu saat atau waktu dimana 80 % &amp;nbsp;dari &amp;nbsp;benih yang &amp;nbsp;berkecambah &amp;nbsp;itu tercapai. &amp;nbsp;Batas 80% perlu diketahui karena dapat digunakan untuk meramal atau memperkirakan kapan pengelola harus menabur benih agar semai yang diproduksi umurnya sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, juga &amp;nbsp;dapat diketahui bahwa semai yang berkecambah setelah batas 80 % biasanya kualitasnya jelek, vigoritasnya rendah, dan bila ditanam di lapangan mungkin akan kerdil serta mudah terserang hama dan penyakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luas persemaian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Luas persemaian dibagi dua, yaitu &lt;b&gt;Luas persemaian efektif dan luas persemaian seluruhnya/total.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Luas persemaian efektif adalah jumlah luas bedeng tabur dan jumlah luas bedeng sapih.&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan luas persemaian total, maka luas persemaian efektif adalah berkisar sekitar 60 % dari luas persemaian total, atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luas Persemaian total = 100/60 X luas persemaian efektif. (atau) 100/60 x Jumlah luas(bedeng tabur + bedeng sapih).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa luas persemaian ≠ 100 %, &amp;nbsp;karena yang sekitar 40 % digunakan untuk jalan pemeriksaan, jalan antar bedengan, bangunan sarana penunjang persemaian dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Mengapa Diperlukan?&lt;/h4&gt;Mengapa kita perlu mengetahui perencanaan kebutuhan benih ? &amp;nbsp;karena sering terjadi permasalahan kegagalan di bidang penanaman hanya karena kekurangan bibit. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kekurangan stok bibit, &amp;nbsp; mereka biasanya menambah stok bibit sebanyak 20 % dari bibit yang akan ditanam. Angka 20 % adalah untuk memperkirakan / estimasi kebutuhan bahan sulaman (jadi hanya berdasarkan pengalaman semata). Sedangkan jumlah bibit yang dipakai pedoman adalah jumlah bibit yang ditanam untuk pertama kali atau yang diharapkan akan hidup terus.&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Nrs7pht-NoY/WWc2R54y3fI/AAAAAAAACFY/O8oK-ecjYb8dkxUO4v7m72CMZQlxrNTkQCLcBGAs/s1600/persemaian.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;262&quot; data-original-width=&quot;414&quot; height=&quot;202&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Nrs7pht-NoY/WWc2R54y3fI/AAAAAAAACFY/O8oK-ecjYb8dkxUO4v7m72CMZQlxrNTkQCLcBGAs/s320/persemaian.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh Persemaian&lt;br /&gt;Sumber Gambar : http://pengertian-definisi.blogspot.co.id&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Contoh soal&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Saudara diberi tugas untuk merehabilitasi lahan seluas 500 ha. Luas efektif yang bisa dan mungkin ditanami hanya 80 % dari kawasan hutan tersebut (yang 20 % &amp;nbsp;dipergunakan untuk jalan pemeriksaan, alur, sungai dan lahan becek/berbatu). Jenis yang akan ditanam adalah sengon (Paraserianthes falcataria).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diketahui:&lt;br /&gt;a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jarak tanam yang ditetapkan 2 x 2,5 m&lt;br /&gt;b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jumlah benih sengon per kg nya : 40.000 butir.&lt;br /&gt;c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kemurnian benih : 90 %, viabilitas benih : 80 %, batas 80 % dicapai pada hari ke 20&lt;br /&gt;d.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kematian semai di persemaian 10 %, Pengangkutan semai dilakukan tanggal 20 Desember 2007, tepat semai berumur sekitar 4 bulan.&lt;br /&gt;e.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kerusakan semai pada waktu dibawa ke lapangan : 10 %&lt;br /&gt;f.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kematian semai di Lapangan : 10 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berapa kg benih yang diperlukan untuk kegiatan &amp;nbsp;tersebut ?&lt;br /&gt;b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berapa semai siap tanam yang harus disiapkan di persemaian ?&lt;br /&gt;c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berapa jumlah semai yang pertama kali ditanam di lapangan ?&lt;br /&gt;d.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kapan benih harus ditabur agar pada tanggal pengangkutan ke lapangan semai tepat berumur 4 bulan ?&lt;br /&gt;e.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berapa luas persemaian bila ukuran bedengan tabur 5 x 1 m dan setiap bedeng tabur mampu menampung benih 2 ons, dan ukuran bedeng sapih 5 x 1 m dan setiap bedeng sapih dapat menampung semai sebanyak 500 batang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Jawaban Soal&lt;/h4&gt;A. Cara pertama (alternatif satu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai dasar perhitungan adalah jumlah tanaman riil di lapangan, yaitu sebanyak tanaman yang jumlahnya sesuai dengan jarak tanamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Semai yang ditanam pertama kali adalah semai yang ditanam sesuai dengan jarak tanamnya, yaitu = 80/100 x 500 x 10.000 : (2,5 x 2) = 800.000 batang semai.&lt;br /&gt;b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jumlah benih yang diperlukan adalah = 800.000 : (% jadi x % semai yang bagus di transportasi x % hidup semai di persemaian x % viabilitas benih x % kemurnian benih) &amp;nbsp; &amp;nbsp;=&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;800.000 : (90/100 x 90/100 x 90/100 x 80/100 x 90/100) =&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;800.000: ( 0,9 x 0,9 x 0,9 x 0,8 x 0,9) =1.524.157,903 butir benih.→ (1 &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kg = 40.000 butir) jadi kebutuhan benih = 1.524.157,903 : 40.000 = &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;38,10394758 kg atau dibulatkan = 38,104 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Semai siap tanam = adalah semai yang pantas dan memenuhi standar penilaian bibit yang masih ada di persemaian. Jadi unsur yang masuk dalam soal ini adalah semai yang ditanam pertama kali dibagi dengan (% hidup di lapangan x % &amp;nbsp;semai yang bagus pada waktu dalam transportasi) = 800.000 : (90/100 x 90/100) = 987.654, 321 batang.&lt;br /&gt;d.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tanggal 20 Desember 2004, semai tepat umur 4 bulan, &amp;nbsp;artinya, kita harus memperhitungkan batas 80 %, ( dalam soal ini diketahui pada hari ke 20) sehingga, benih harus ditabur pada tanggal 1 Agustus 2004.&lt;br /&gt;e.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Kemampuan bedeng tabur menampung benih 2 ons, kita punya benih sebanyak 38,104 kg = 381, 04 ons. Jadi kita memerlukan bedengan sebanyak = 381,04 : 2 = 190,5197 bedeng. Ukuran bedengan adalah 5 m x 1 m = ( 5 m2).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Jadi jumlah luas bedeng tabur = 190,5197 x 5 m2 = 952,599 m2 &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;Jumlah bedengan sapih adalah ditetapkan berdasarkan pada &amp;nbsp;semai yang disapih = 800.000 : (% hidup di lapangan x % semai yang bagus x % hidup di persemaian) = 800.000 : (90/100 x 90/100 x 90/100) = 1.097.393,69 batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dihitung dari benih yang disiapkan (berdasarkan hitungan jawaban titik a) &amp;nbsp;= &amp;nbsp; 38,104 x 40.000 x (% kemurnian benih x % viabilitas benih) = 38, 104 x 40.000 x (90/100 x 80/100) = 1.097.393,69 batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah bedeng sapih = jumlah semai yang disapih : 500&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;     &lt;/span&gt;= 1.097.393,69 /500 = 2194,79 bedeng&lt;br /&gt;Luas bedeng sapih &amp;nbsp;= 5 m2 , maka jumlah luas bedeng sapih&lt;br /&gt;= 2194,79 x 5 m2 = 10.973,94 m2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas persemaian total = 100/60 (Jumlah luas bedeng sapih + jumlah luas bedeng tabur) &amp;nbsp;= 100/60 x (10.973,94 + 952,599)&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt;      &lt;/span&gt;= &amp;nbsp;19. 877,56 m2 (=1,99 ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Cara kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua adalah dihitung berdasarkan dengan jumlah benih per kg nya, untuk tumbuh menjadi semai. Caranya adalah &amp;nbsp;sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 kg benih = 40.000 butir. Maka dengan angka-angka yang diketahui pada soal, akan dapat dihitung dari 1 kg benih akan menjadi berapa tanaman yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 40.000 x % kemurnian x % viabilitas benih x % hidup di persemaian x % semai yang bagus pada waktu dalam transportasi x % hidup di lapangan = 20.995.2 batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita harus menghasilkan tanaman yang hidup terus adalah 800.000 batang, &amp;nbsp;maka &amp;nbsp;benih yang diperlukan adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 800.000 batang : 20.995,2 batang &amp;nbsp;x 1 kg = 38, 104 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bila kita balik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mempunyai benih = 38, 104 kg, bila setiap kg bisa menjadi semai yang hidup terus = 20.995,2 batang, maka dari benih tersebut akan dihasilkan tanaman hidup sebanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 38,104 x 20.995,2 batang = 800.001 batang (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila per hektar lahan perlu tanaman 2000 batang (10.000 m2 : (2,5 &amp;nbsp;x 2 ) m2 , maka luas lahan yang bisa ditanami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 800.001 : 2000 = 400 ha. (dibulatkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/177124764329108040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/perhitungan-untuk-perencanaan-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/177124764329108040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/177124764329108040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/perhitungan-untuk-perencanaan-kebutuhan.html' title='Perhitungan Untuk Perencanaan Kebutuhan Benih dan Persemaian'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-Nrs7pht-NoY/WWc2R54y3fI/AAAAAAAACFY/O8oK-ecjYb8dkxUO4v7m72CMZQlxrNTkQCLcBGAs/s72-c/persemaian.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-928095733023330908</id><published>2017-07-04T17:31:00.002+07:00</published><updated>2017-07-04T17:31:50.959+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Ekologi dan Keanekaragaman Hayati</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Keanekaragaman Hayati&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ekologi dan Keanekaragaman Hayati&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya. Lingkungan tersebut adalah segala sesuatu yang berada disekitar organisme (faktor eksternal), yang dapat mempengaruhi kesintasan (survival), pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme. Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan fisik (abiotik) dan lingkungan biotik. Lingkungan fisik mencakup semua faktor non-biologis, misalnya suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin, pH tanah, suhu tanah, kecepatan arus, kandungan oksigen terlarut dalam air, dan radiasi. Sedangkan Lingkungan biotik dapat berupa adanya pengaruh organisme lain pada organisme tersebut, misalnya kompetisi dan predasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekologi dapat dipandang dalam skala yang luas, dari tingkat molekular sampai dengan ekosistem. Namun, kajian ekologi ditekankan pada tingkat individu, populasi, komunitas, dan ekosistem. Populasi merupakan kumpulan individu sejenis pada tempat dan waktu yang sama. Komunitas adalah kumpulan populasi dari spesies yang berbeda pada tempat dan waktu yang sama, sedangkan Ekosistem adalah interaksi komunitas dengan lingkungan fisik disekitarnya, misalnya terjadi daur nutrien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekosistem dapat dibedakan menjadi ekosistem terestrial (daratan) dan akuatik. Ekosistem daratan merupakan komunitas dan lingkungannya, yang berada dibenua dan pulau. Apabila suatu komunitas dan lingkungannya berada dalam badan air maka disebut ekosistem akuatik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Secara spesifik, ekologi mempelajari tanggapan (respon) individu dan populasi terhadap Lingkungannya, struktur populasi (kelimpahan / banyaknya cacah individu per unit area / volume (abudance) dan pertumbuhan populasi), Struktur komunitas (diversitas / keanekaragamaan hayati, kekayaan / banyaknya speses), dan Proses yang terjadi dalam ekosistem ( daur nutrien, rantai makanan, aliran energi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari dan mengetahui tentang individu, populasi, komunitas, dan ekosistem dilingkungan terestrial (daratan) dan akuatik (perairan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekologi berasal dari budaya bahasa yunani oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos (ilmu). Secara harfiah ekologi merupakan ilmu yang mempelajari organisme dalam tempat hidupnya atau dengan kata lain mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengna lingkungannya. Saat ii ekologi berkembang sebagai ilmu yang tidak hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam tetapi juga mempelajari struktur dan fungsi ekosistem (alam), sehingga daoat menganalisis dan emberi jawaban terhadap berbagai kejadian alam (Odum, 1983).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keanekaragaman ekosistem berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Setiap ekosistem memiliki ciri ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini sangat beragam dan kondisi lingkungan yang beragam tersebut menjelaskan jenis makhluk hidup yang menempatinya juga beragam. Seperti inilah yang disebut sebagai tingkat keanekaragaman ekosistem (Campbell, 2001).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Faktor abiotik yang mempengaruhi lingkungan biotik diantaranya adalah iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasamaan. Variasi faktor abiotik menimbulkan kondisi yang berbeda pada setiap ekosistem, untuk mengetahui adanya keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem dapat dilihat dari tingkatan organisme kehidupan di tempat tersebut (Ferdinand, 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akuarium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Termometer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali rafia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasak bambu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Amati suatu populasi, komunitas, dan ekosistem di akuarium untuk ekosistem akuatik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amati suatu populasi, komunitas, dan ekosistem di lapangan rumput untuk ekosistem terestrial&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Campbell, N.A. 2001. &lt;i&gt;Biology: Concepts And Connections&lt;/i&gt;. The Benjamin / Cummings Publishing Co. California.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ferdinand, F. 2010. &lt;i&gt;Praktis Belajar Biologi&lt;/i&gt;. Erlangga. Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Odum, E.P. 1983. &lt;i&gt;Basic Ecology&lt;/i&gt;. Saunders. Philadelphia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/928095733023330908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-biologi-umum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/928095733023330908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/928095733023330908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikum-biologi-umum.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Ekologi dan Keanekaragaman Hayati'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-9115522524805285030</id><published>2017-07-01T15:48:00.001+07:00</published><updated>2017-07-04T17:32:38.934+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikukum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Spesies dan Populasi Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikukum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Keanekaragaman Hayati&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Spesies dan Populasi Tumbuhan&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Populasi tumbuhan dialam oleh ahi taksonomi dapat dikelempokkan menjadi suatu jenis atau spesies dan diberi nama secara binomial dengan kaidah bahasa latin, misalnya jenis puring, jenis bunga sepatu, atau jenis tapak dara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Spesies atau jenis secara taksonomi didefinisikan sebagai populasi yang memiliki sifat morfologi, anatomi, dan fisiologi yang seragam. Individu yang sejenis, memiliki jumlah kromosom yang sama dan antar warga sejenis akan mengalami interbreeding fertil. Tetapi, sesungguhnya masing-masing spesies penyusun populasi yang ada dialam masih tampak bervariasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Variasi tersebut bukan hanya secara fenotip namun genotip. Variasi fenotip dan genotip dalam populasi spesies pada wilayah distribusi alamiahnya disebut plasma nutfah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Variasi genotip lebih besar dibandingkan variasi fenotip karena fenotip merupakan ekspresi genotip atas pengaruh faktor lingkungan, dengna demikian terdapat genotip yang tidak terekspresikan. Oleh karena itu keragaman gen pada dasarnya dapat diamati secara fenotip, misalnya berupa variasi bentuk dan warna bunga pada spesies mangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Praktikum ini bertujua untuk mengetahui keanekargaman hayati pada tumbuhan Hibiscus sp. dan Codiaeum variegatum (puring) serta membandingkan sifat sifat morfologinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas, kata ini merupakan serapan langsung dari kata biodiversity. Keanekaragaman hayati terberbentuk karena adanya keseragaman (kesamaan) dan keberagaman (perbedaan) sifat atau ciri makhluk hidup. Keanekaragaman dapat dilihat antara lain dari perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah, dan faktor fisiologi (Ferdinand, 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari makhluk hidup bersel satu hingga makhluk hidup bersel banyak. Tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks misalnya dari spesies hingga ekosistem (Gaston, 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Faktor keanekaragaman hayati adalah faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotip) organisme. Sebaliknya faktor luar relatif tidak stabil pengaruhnya terhadap morfologi (fenotip) organisme (Abdurahman, 2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hibiscus sp.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Codiaeum variegatum&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/07/laporan-praktikum-biologi-umum.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Ekologi dan Keanekaragaman Hayati&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tulis nama bahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulis nama spesies&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat tabel perbandingan morfologi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Abdurahman. 2008. Biologi Kelompok Pertanian. Grafindo Media Pratama. Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ferdinand, F Dan M. Ariwibowo. 2010. Praktis Belajar Biologi. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Gaston, K. 2004. Biodiversity On Introduction.Grapicraft Limited. UK.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/9115522524805285030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikukum-biologi-umum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/9115522524805285030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/9115522524805285030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/07/laporan-praktikukum-biologi-umum.html' title='Laporan Praktikukum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Spesies dan Populasi Tumbuhan'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-5018220081867758414</id><published>2017-06-26T22:19:00.001+07:00</published><updated>2017-07-01T15:49:40.396+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Evolusi : Seleksi Alam Melalui Proses Predasi</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Evolusi&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Seleksi Alam Melalui Proses Predasi&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keanekaragaman hayati makhluk hidup yang menghuni bumi diyakini berasal dari nenek moyang yang sama. Dari pernyataan diatas terbukti bahwa adanya proses evolusi sepanjang sejarah kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Evolusi merupakan perubahan sifat sifat yang diwariskan suatu organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya dan berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam kata perubahan juga terkandung makna lain yakni : perubahan yang mengarah ke semakin banyak ragam (perubahan progresif) dan perubahan yang mengarah ke kepunahan (perubahan retrogresif). Perubahan perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti rekombinasi gen, mutasi, isolasi genetik, aliran gen, dan seleksi alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kondisi alam selalu berubah dari waktu ke waktu sehingga memaksa makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap perubahan alam. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan alam akan punah, sedangkan yang mampu akan tetap bertahan hidup bila bisa menyesuaikan dirinya dan berkembang biak. Keadaan ini disebut pula dengan seleksi alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dari penjelasan diatas diketahui bahwa seleksi alam adalah salah satu faktor pendorong terjadinya evolusi. Maka dari itu dalam praktikum ini akan dilakukan praktik simulasi seleksi alam dengan melalui proses predasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari faktor pendukung evolusi yang berupa seleksi alam melalui proses predasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Evolusi adalah suatu perubahan yang dinyatakan bahwa seluruh makhluk hidup diturunkan dengan modifikasi dari organisme nenek moyang dalam proses perubahan adaptif yang lama. Perubahan yang terjadi menghasilkan organisme yang telah punah maupun bentuk bentuk kehidupan yang beraneka ragam yang ada saat ini. Evolusi juga dapat menjabarkan sifat sifat interaksi antar organisme lain dan interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Dengan mempelajari evolusi dapat menghadirkan sebuah narasi yang menempatkan makhluk makhluk hidup dalam perspektif sejarah dan mempelajari keanekaragaman organisme yang hidup di jaman sekarang (Biggs, 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Menurut Ernest Mayt, Darwin telah mengajukan lima teori untuk perihal evolusi yakni : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kehidupan tetap tidak sama sejak awal keberadaanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesamaan leluhur bagi seluruh makhluk hidup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evolusi bersifat gradular (berangsur angsur)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadi pertambahan spesies dan percabangan garis keturunan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi (Kimball, 1994).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebagian besar spesies heterotrofik mendapatkan makanan dengan memangsa organisme lain. Walaupun terdapat pengecualian, sebagian besar pemangsa (predator) lebih besar dari mangsa yang dimakannya. Hubungan mereka dengan mangsa biasanya bersifat sementara, yaitu hanya jangka waktu yang diperlukan untuk memakannya atau sebagian dari padanya (Campbell, 2006).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Patok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali rafia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perporator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertas manila warna warni&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/07/laporan-praktikukum-biologi-umum.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikukum Biologi Umum Keanekaragaman Hayati : Spesies dan Populasi Tumbuhan&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buat potongan kertas dengan perporator 100 buah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potongan kertas tersebut pada nomor 1, dimasukkan kedalam tempat yang sama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat kuadran 1 X 1 M&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taburkan kertas pada nomor 2, kedalam kuadran pada nomor 3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil potongan yang telah ditaburkan pada nomor 4&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung kertas yang telah diambil&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Biggs, A. 2004. &lt;u&gt;Biology : The Dinamics Of Life&lt;/u&gt;. Mcgrow Hill Companies Inc. New York.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Campbell, N.A. 2006. &lt;u&gt;Biology : Concepts And Connections. Fifth Edition&lt;/u&gt;. Pearson Education Inc. San Fransisco.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kimball. 1994. &lt;u&gt;Biologi Umum&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/5018220081867758414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-evolusi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5018220081867758414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5018220081867758414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-evolusi.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Evolusi : Seleksi Alam Melalui Proses Predasi'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-6717203399476913975</id><published>2017-06-20T16:00:00.000+07:00</published><updated>2017-06-26T22:20:24.932+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Pertumbuhan, Perkembangan, dan Reproduksi : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pertumbuhan, Perkembangan, dan Reproduksi&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu cirinya adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari semakin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyakdan bertambah besar, serta bersifat irreversible. Sedangkan perkembangan dinyatakan dengan perubahan bentuk tubuh dan tingkat kedewasaan (bersifat irreversible). Pertumbuhan dan perkembangan akan berjalan secara stimulan (prosesnya berjalan bersamaan). Perbedaanyanya terletak pada faktor kuantitatif karena pertumbuhan mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sedangkan perkembangan hanya dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahnnya bersifat fungsional. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tentunya pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan di tempat terang akan berbeda dengan pertumbuhan di tempat yang gelap, salah satu yang menjadi faktor utamanya adalah sinar matahari. Untuk membutuhkan itu semua, maka dalam praktikum ini akan dilakukan pengukuran dan pertumbuhan serta melihat perkembangan dari suatu tumbuhan yang telah berkecambah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan praktikum ini dilakukan adalah untuk mengukur pertumbuhan dan melihat perkembangan pada suatu tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis, dan bersifat irreversible artinya organisme yang tumbuh tidak akan kembali lagi ke bentuk semula. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan (Istamar, 2003).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur angsur dari komplesitas rendah ke kompleksitas tinggi, serta adanya proses diferensisasi. Perkembangan dinyatakan dalam beberapa cara, mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman. Pada tanaman, aktivitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi karena pembesaran sel sel setelah morfogenesis dan diferensisasi berlangsung (Champbell, 2002).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pada tumbuhan terdapat hormon hormon seperti hormon auksinuntuk pemanjangan dan diferensiasi sel. Hormon sitokinin untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perbungaan. Hormon giberelin untuk pertumbuhan, pemanjangan, dan perkembangan. Asam absisat untuk stomata. Dan hormon etilen untuk pematangan buah (Yandaru, 2003).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biji tanaman berkecambah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecamabah kacang hijau&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-evolusi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Evolusi : Seleksi Alam Melalui Proses Predasi&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Belah biji tanaman berkecambah, amati dan gambar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cabut kecambah kacang hijau, ukur panjang, lebar, dan panjang daun&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Champbell, N.A. 2002. &lt;u&gt;Biology : Concepts And Connections&lt;/u&gt;. The Benjamin Publishing Co. California&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Istamar, Syamsuri. 2003. &lt;u&gt;Biologi&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Yandaru, Nuranti. 2003. &lt;u&gt;Biologi&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/6717203399476913975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_20.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6717203399476913975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6717203399476913975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_20.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Pertumbuhan, Perkembangan, dan Reproduksi : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-6659553378955508380</id><published>2017-06-17T15:49:00.001+07:00</published><updated>2017-06-20T16:01:14.884+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Kebakaan (Golongan Darah)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Genetika&lt;/h2&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kebakaan (Golongan Darah)&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Genetika merupakan suatu pengetahuan dasar pada ilmu pemuliaan tumbuhan maupun hewan, yang membahas tentang sifat sifat yang bisa menurun bahkan membahas berbagai penyakit yang merupakan akibat dari kelainan genetik. Salah satu sifat yang dapat diturunkan yaitu golongan darah yang ditentukan oleh alel ganda. Maka dalam percobaan ini akan diketahui bagaimana darah itu diturunkan dari generasi ke generasi dalam hal penggolongan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara penggologan darah serta pewarisan sifat seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hukum mendel 1 (hukum regresi) menyatakan bahwa alel yang memisah (segregasi) satu dari yang lain selama pembentukan gamet dan diwariskan secara seimbang kedalam gamet gamet yang jumlahnya sama. Sebagai dasar segregasi satu pasang alel terletak pada lokus yang sama dari kromosom homolog, memisahkan secara bebas pada anafase 1 dan meosis 1 tersebar ke dalam gamet gamet yang berbeda (Crowder, 2006).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Terdapat beberapa istilah yang perlu diklarifikasi sehingga mudah untuk diikuti yaitu gen A dan alel. Para ilmuwan umumnyamenggunakan kata gen ketika berbicara tentang karakteristik secara umum dan menggunakan kata alel ketika berbicara tentang contoh yang spesifik dari gen gen yang ada beberapa alternatif (Enger, 2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Manusia mempunyai 4 golongan darah yaitu golongan darah A, AB, B, dan O sehingga disebut sistem golongan darah ABO. Sistem ini merupakan contoh dari alel dominan. Golongan darah ini dikontrol oleh tiga alel dalam satu lokus (Solomon, dkk, 2009).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jarum lanset&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gelas benda (4 buah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tusuk gigi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alkohol 70 %&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serum anti A, anti B, dan anti D&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_20.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Pertumbuhan, Perkembangan, dan Reproduksi : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tentukan 4 sampel (usahakan golongan darahnya berbeda)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sediakan 4 gelas benda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil darah dari sampel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darah dimasukkan ke dalam gelas, dan ditetesi serum anti A, anti B, atau anti D, dan berlanjut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amati yang terjadi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Crowder. 2006. Plant Generics. Mc Graw Hill. USA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Enger, Eiden D. 2008. Concepts in Biology. 13rd Ed. USA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Solomon, dkk, 2009. Biology 8th. Thomson Books. USA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/6659553378955508380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika_17.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6659553378955508380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6659553378955508380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika_17.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Kebakaan (Golongan Darah)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-8186810607683799309</id><published>2017-06-14T13:21:00.001+07:00</published><updated>2017-06-17T15:50:17.091+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Imitasi Perbandingan Genetis</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Genetika&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Imitasi Perbandingan Genetis&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ilmu genetika mendenifisikan dan menganalisis keturunan (heredity) atau konstansi dan perubahan pengaturan dari berbagai fungsi fisiologi yang membentuk karakter organisme. Unit keturunan disebut gen dan merupakan suatu segmen DNA yang pukleotidanya membawa informasi karakter biokimia atau fisiologis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Genetika mikroba telah mengungkapkan bahwa gen terdiri dari DNA, suatu pengamatan yang melekat dasar biologi molekuler. Dengan mengetahui DNA, kita&amp;nbsp; bisa mengenali identitas dari seseorang yang DNA nya diperiksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam praktikum ini, akan dilakukan pengujian tes X2 (chi square test) untuk mengetahui apakah gambaran tentang kemungkinan gen-gen yang dibawa bisa dianggap baik atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan dari praktikum ini untuk mempelajari dan mendapatkan gambaran tentang kemungkinan gen gen yang dibawa oleh gamet gamet serta pengujian test X2 agar diketahui hasil yang didapatkan bisa dianggap baik atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hukum mendel 1 adalah kaidah pemisah alel pada waktu pembentukan gamet. Hukum segregasi ( hukum mendel 1 ) menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi atau pemisah alel alel secara bebas dari diploid menjadi haploid (Kimbal, 1994).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penelaan tentang genetika pertama kali dilakukan oleh seorang ahli botani bangsa austria, gregor mendel pada tanaman kacang polongnya. Pada tahun 1860 an ia menyilangkan galur galur kacang polongnya dan mempelajari akibatnya. Hasilnya antara lain terjadi perubahan perubahan pada warna, bentuk, ukuran, dan sifat sifat lain dari kacangpolong tersebut (Waluyo, 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Peluang menyangkut derajat kepastian apakah suatu kejadian terjadi atau tidak. Dalam ilmu fenetika, ilmu genetika, segregsi dan rekombinasi gen juga didasarkan pada hukum peluang. Rasio persilangan heterozigot adalah 3 : 1 jika sifat tersebut diturunkan secara dominan penuh. Jika terjadi persilangan dan hasilnya tidak sesuai dengan teori, dapat diuji penyimpangan itu dengan uji chi square (Noor, 1996).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kancing baju dberukuran sama dengan warna yang berbeda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua buah kanting kain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika_17.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Kebakaan (Golongan Darah)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lakukan percobaan pesilangan monohibrid dominansi penuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan percobaan pesilangan monohibrid dominansi tidak penuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan percobaan pesilangan dihibrid dominansi penuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan percobaan pesilangan dihibrid dominansi tidak penuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan chi square test&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Kimball, J.W. 1994. &lt;u&gt;Biologi Umum&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Noor, R.R. 1996. &lt;u&gt;Genetika Dasar&lt;/u&gt;. ITB Press. Bandung&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waluyo, Lud. 2005. &lt;u&gt;Mikrobiologi Umum&lt;/u&gt;. UMM Press. Malang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/8186810607683799309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8186810607683799309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8186810607683799309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Imitasi Perbandingan Genetis'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-4414372158249865312</id><published>2017-06-11T12:55:00.003+07:00</published><updated>2017-06-14T13:22:15.315+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Konsumsi Oksigen Pada Jangkrik</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Metabolisme&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konsumsi Oksigen Pada Jangkrik&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Respirasi merupakan proses ekstasi dari molekul makanan yang bergantung pada adanya oksigen. Setiap makhluk hidup memerlukan energi untuk bertahan hidup. Dan energi tersebut tidak terbentuk atau tersedia begitu saja dalam tubuh tapi diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Dan proses respirasilah yang merubah makanan (seperti karbohidrat) itu kedalam bentuk yang lain. Serangga juga melakukan respirasi yang menggunakan trakea untuk memperoleh udara. Dalam percobaan ini kita akan mengetahui berapa banyak oksigen yang dikomsumsi oleh jangkrik dalam beberapa menit. Dan hal ini dapat diketahui dengan menghitung jumlah konsumsi oksigen yang diperlukan oleh jangkrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mengetahui bagaimana cara menghitung konsumsi oksigen pada hewan percobaan (jangkrik).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Respirasi dilakukan oleh organisme setiap saat dan berlangsung secara aerob dan anaerob. Aerob adalah respirasi yang memerlukan oksigen bebas, sementara anaerob tidak memerlukan oksigen bebas pada respirasi aerob jika akseptor hidrogen terakhir adalah oksigen, sedangkan anaerob itu akseptor terakhir ion hidrogennya bukan oksigen misalnya etanol (Ruahno, 2007).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kecepatan respirasi bergantung pada aktivitas, berat tubuh, posisi tubuh, dan kadar O2 yang ada dilingkungan tersebut &amp;nbsp;(Tim Ganesha Operation, 2004). Jumlahoksigen yang dikonsumsi atau dihirup pada waktu inspirasi dapat diukur dengan alat yang disebut respirometer (Campbell, 1995).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Cara mengukur respirasi yaitu dengan menghitung oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Karena oksigen dari bahan makanan memerlukan oksigen untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya juga. Laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas (Tobin, 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tabung Metabolisme&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klep Penjepit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pipa Kapiler Dengan Selang Penghubung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larutan Index Berwarna&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larutan KOH 0,5 M&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Forsep&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangkrik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum-genetika.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Genetika : Imitasi Perbandingan Genetis&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masukkan serangga ke dalam tabung berongga dan ditutup&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan tabung berongga ke tabung metabolisme&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi langkah sebelumnya tanpa serangga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan larutan KOH 0,5 M dalam tabung metabolisme, tapi diluar tabung berongga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan larutan index yang berwarna ke dalam tabung kapiler yang disediakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ulangi langkah sebelumnya untuk tabung kontrol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan tabung metabolisme secara horizontal, catat posisi larutan bewarna&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung jumlah oksigennya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat grafik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Campbell. 1995. &lt;u&gt;Biologi, Edisi Kelima&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ruahno, Benny. 2007. &lt;u&gt;Permata Biologi&lt;/u&gt;. Cahaya Pustaka. Solo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tim Ganesha Operation. 2004. &lt;u&gt;Instan Biologi&lt;/u&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tobin. 2005. &lt;u&gt;Asking About Life&lt;/u&gt;. Thomson Brooks Cole. Canada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/4414372158249865312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/4414372158249865312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/4414372158249865312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_11.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Konsumsi Oksigen Pada Jangkrik'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-3654624937866775852</id><published>2017-06-08T14:38:00.001+07:00</published><updated>2017-06-08T14:41:47.337+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Pengamatan Simpanan Amilum Pada Daun</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Metabolisme&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pengamatan Simpanan Amilum Pada Daun&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam proses keberlangsungan kehidupan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya, dia akan melakukan yang namanya fotosintesis. Proses fotosintesis inilah yang dapat menghasilkan zat gula atau amilum. Sebagian zat gula akan dirombak untuk menghasilkan energi yang digunakan dalam beraktivitas dan sebagian lagi akan dijadikan bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain. Misalnya protein, lemak, dan vitamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui hasil fotosintesis dengan mengamati amilum yang tersimpan pada daun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Salah satu faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah cahaya. Jika mendiskusikan efek cahaya terhadap laju fotosintesis, ada tiga elemen yang harus diketahui. Pertama intensitas cahaya, kualitas cahaya (panjang gelombangnya), dan durasi penyinaran (Robbins, 1964).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Karbohidrat yaitu senyawa karbon yang terdapat dialam sebagai molekul yang kompleks, memiliki banyak ragam seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat sederhana yang dapat diikat bersama-sama untuk membentuk dimer, timer, dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida san timer terdiri atas tiga monosakarida (Kimbal, 2002).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Stomata pada daun menutup atau membuka terjadi sebagai akibat dari perubahan tekanan turgor dalam sel jaga. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan turgor yaitu pH. Pada malam hari, CO2 dalam daun meningkat sebagai akibat berhentiya proses fotosintesis. Peningkatan CO2 ini menurunkan pH sehingga terjadi perubahan gula menjadi pati. Dalam hal ini turgor turun dan stomata menutup (Darmawan, 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Daun dari bermacam-macam tanaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alkohol 95%&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larutan J-KJ&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cawan Petri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompor Listrik 600 watt&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertas Timah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gelas Piala&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjepit&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_5.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Respirasi Pada Biji Berkecambah&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehari sebelum dimulai dan sebelum daun terkena cahaya, sebagian daun ditutupi kertas timah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah beberapa jam, diambil dan dipotong, dan dimasukkan kedalam alkohol panas ± 20 menit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cuci daun dengan air panas, daun lalul dimasukkan ke dalam larutan J-KJ&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cuci dengan air dingin, amati perbedaannya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Darmawan, J. 2010. Dasar-dasar Fisiologi Pohon. SITC. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kimball. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Robbins, W.W. 1964. Botany : An Introduction to Plants Science, Third Edition. John Wiley &amp;amp; Sons. New York.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/3654624937866775852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_8.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3654624937866775852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3654624937866775852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_8.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Pengamatan Simpanan Amilum Pada Daun'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-3199046246369191987</id><published>2017-06-05T19:11:00.000+07:00</published><updated>2017-06-11T12:56:56.963+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Respirasi Pada Biji Berkecambah</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Metabolisme&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Respirasi Pada Biji Berkecambah&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Respirasi merupakan aktivitas mendasar yang dilakukan oleh makhluk hidup. Semua sel aktif terus menerus melakukan respirasi, sering mneyerap O2 dan melepaskan CO2 dalam volume yang sama. Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan diatas tanah maupun dalam tanah. Setiap makhluk hidup dibumi ini pasti tentunya memiliki siklus atau tahapan respirasi yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Respirasi dapat berlangsung secara maksimal meskipun tidak ada cahaya. Hal ini berarti respirasi berbeda dengan fotosintesis yang mesti memerlukan cahya matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya respirasi pada biji berkecambah dan apa hasil dari respirasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Respirasi melewati beberapa tahap yaitu glikolisis, siklus krebs, dan transparasi elektron. Glikolisis menghasilkan energi kimia dan mengoksidasi glukosa menjadi asam piruvat (Winston, 2002).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Respirasi dan siklus krebs menghubungkan banyak jalur metabolisme lain. Jalur katabolik ini bergabung untuk mengarahkan elektron dari semua jenis molekul makanan ke dalam respirasi sehingga kerangka karbon unutk anabolisme (biosintesis) berasal dari pencernaan atau intemediet glikolisis dan siklus krebs (Campbell, 2000).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mekanisme umpan balik mengontrol respirasi seluler. Respirasi seluler dikontrol oleh enzim alosetrik pada titik-titik utama dalam glikolisis dan siklus krebs. Ini membantu sel mencapai kesimbangan saat ke antara katabolisme dan anabolisme (Kimball, 2002).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gelas musiman yang ada tutupnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecambah kacang hijau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kawat yang dapat dinyalakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korek api&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_11.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Komsumsi Oksigen Pada Jangkrik&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Cara Kerja&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siapkan dua gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan kapas basah pada dasar gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan kecambah pada gelas pertama, gelas kedua kosong, diamkan 24 jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan cepat, masukkan kawat kedalam gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung berapa lama nyala api pada kawat (menit) pada kedua gelas&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Campbell. 2000. &lt;i&gt;Biologi&lt;/i&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Winston, Holt. 2002. &lt;i&gt;Biologi Modern&lt;/i&gt;. A Treamer Journey Company. New York&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kimball, J.W. 2002. &lt;i&gt;Fisiologi Tumbuhan&lt;/i&gt;. Erlangga. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/3199046246369191987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3199046246369191987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3199046246369191987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_5.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Respirasi Pada Biji Berkecambah'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-5586688641241644780</id><published>2017-06-02T12:57:00.000+07:00</published><updated>2017-06-08T14:46:36.515+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan"/><title type='text'>Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Fotosintesis Pada Hydrilla verticillata</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Metabolisme&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Fotosintesis Pada &lt;i&gt;Hydrilla verticillata&lt;/i&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Latar Belakang&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Fotosintesis merupakan proses sintesisi yang memerlukan cahaya dan hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan. Tumbuhan melakukan fotosintesis untuk memperoleh energi yang dihasilkan dari perombakan zat gula. Energi yang dihasilkan dibutuhkan untuk berbagai aktivitas seperti membentuk bunga, buah, biji, dan yang paling utamanya adalah menopang kehidupan tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tujuan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengukur laju fotosintesis dan menghitung jumlah gelembung udara yang dihasilkan oleh tanaman &lt;i&gt;Hydrilla verticillata&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Dasar Teori&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Fotosintesis berasal dari kata foton yang artinya cahaya dan sintesis yang artinya menyusun. Jadi fotosintesis diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O (Salisbury dan Ros, 1995).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Energi cahaya yang diserap oleh tumbuhan hijau digunakan untuk sintesis karbohidrat terutama glukosa. Penemuan pertama bahwa fotosintesis membebaskan oksigen oleh Prestley pada tahun 1772. Pigemn yang paling penting dalam fotosintesis adalah klorofil protein yang komplek yang disebut klorofil (Marsland, 1964).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk mengetahui laju fotesintesis yang dilakukan tumbuhan. Oleh karena oksigen hanya larut dalam air dengan perlahan-lahan, maka gelembung-gelembung oksigen yang dapat dilihat akan dibentuk oleh tumbuhan air yang sedang berfotosintesis (Soemartono, dkk, 1979).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Alat dan Bahan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tabung reaksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gelas piala ukuran 200 ml&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Corong gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pipet tetes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potongan tanaman &lt;i&gt;Hydrilla verticillata&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larutan NaHCO3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara Kerja&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Isi gelas dengan air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan tanaman&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hydrilla verticillata&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ke gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan corong gelas ke gelas secara terbalik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atur tanaman&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hydrilla verticillata &lt;/i&gt;menghadap ke atas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hydrilla verticillata &lt;/i&gt;dengan lampu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung jumlah gelembung per satuan waktu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jauhkan sumber cahaya, lalu hitung jumlah gelembung per satuan waktu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hydrilla verticillata &lt;/i&gt;dengan lampu dan tambahkan tetesan larutan NaHCO3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung gelembung per satuan waktu&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum_8.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Pengamatan Simpanan Amilum Pada Daun&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Marsland, D. 1964. &lt;u&gt;Principles of Modern Biology&lt;/u&gt;. McGraw Hill. New York.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Salisbury, F.B. dan Ros, C.W. 1995. &lt;u&gt;Fisiologi Tumbuhan Jilid 3&lt;/u&gt;. ITB. Bandung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Soemarto, dkk. 1979. &lt;u&gt;Pedoman Praktikum Biologi Umum&lt;/u&gt;. Djambatan Sri Sabani. Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/5586688641241644780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5586688641241644780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5586688641241644780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/06/laporan-praktikum-biologi-umum.html' title='Laporan Praktikum Biologi Umum Metabolisme : Fotosintesis Pada Hydrilla verticillata'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-5598534739046187017</id><published>2017-05-31T18:26:00.002+07:00</published><updated>2017-05-31T18:29:35.551+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Ekologi : Pengertian (Abiotik dan Biotik), Kajian (Populasi, Komunitas, dan Ekosistem), dan Sistem (Respon Individu dan Populasi)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ekologi : Pengertian (Abiotik dan Biotik), Kajian (Populasi, Komunitas, dan Ekosistem), dan Sistem (Respon Individu dan Populasi)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Ekologi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya. Lingkungan tersebut adalah segala sesuatu yang berada disekitar organisme (faktor eksternal), yang dapat mempengaruhi kesintasan (survival), pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-USorsV82WtI/WRPjR4RX--I/AAAAAAAACCQ/ifot_tVA9lwwV9vVL1r5qNkK5UCqarjdwCPcB/s1600/trees-932147_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;638&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-USorsV82WtI/WRPjR4RX--I/AAAAAAAACCQ/ifot_tVA9lwwV9vVL1r5qNkK5UCqarjdwCPcB/s320/trees-932147_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ekologi di Hutan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Lingkungan Abiotik dan Lingkungan Biotik&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan fisik (abiotik) dan lingkungan biotik.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lingkungan fisik mencakup semua faktor non-biologis, misalnya suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin, pH tanah, suhu tanah, kecepatan arus, kandungan oksigen terlarut dalam air, dan radiasi. Sedangkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan biotik dapat berupa adanya pengaruh organisme lain pada organisme tersebut, misalnya kompetisi dan predasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Kajian Ekologi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekologi dapat dipandang dalam skala yang luas, dari tingkat molekular sampai dengan ekosistem. Namun, kajian ekologi ditekankan pada tingkat individu, populasi, komunitas, dan ekosistem.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Populasi merupakan kumpulan individu sejenis pada tempat dan waktu yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komunitas adalah kumpulan populasi dari spesies yang berbeda pada tempat dan waktu yang sama, sedangkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekosistem adalah interaksi komunitas dengan lingkungan fisik disekitarnya, misalnya terjadi daur nutrien.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Ekosistem Terestrial dan Ekosistem Akuatik&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekosistem dapat dibedakan menjadi ekosistem terestrial (daratan) dan akuatik.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ekosistem daratan merupakan komunitas dan lingkungannya, yang berada dibenua dan pulau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila suatu komunitas dan lingkungannya berada dalam badan air maka disebut ekosistem akuatik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EQOdL4NoEck/WR0gzpPJMjI/AAAAAAAACDY/M_zPQxqfiJgl8b-aAsmqpAMvOyBWDnJsQCPcB/s1600/Cyprin_carpi_090613-0329_tdp.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;613&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;196&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EQOdL4NoEck/WR0gzpPJMjI/AAAAAAAACDY/M_zPQxqfiJgl8b-aAsmqpAMvOyBWDnJsQCPcB/s320/Cyprin_carpi_090613-0329_tdp.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ikan Berada di Ekosistem Akuatik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Sistem Ekologi&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Secara spesifik, ekologi mempelajari tanggapan (respon) individu dan populasi terhadap&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lingkungannya, struktur populasi (kelimpahan / banyaknya cacah individu per unit area / volume (abudance) dan pertumbuhan populasi),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur komunitas (diversitas / keanekaragamaan hayati, kekayaan / banyaknya speses), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses yang terjadi dalam ekosistem ( daur nutrien, rantai makanan, aliran energi).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/5598534739046187017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/ekologi-pengertian-abiotik-dan-biotik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5598534739046187017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5598534739046187017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/ekologi-pengertian-abiotik-dan-biotik.html' title='Ekologi : Pengertian (Abiotik dan Biotik), Kajian (Populasi, Komunitas, dan Ekosistem), dan Sistem (Respon Individu dan Populasi)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-USorsV82WtI/WRPjR4RX--I/AAAAAAAACCQ/ifot_tVA9lwwV9vVL1r5qNkK5UCqarjdwCPcB/s72-c/trees-932147_960_720.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-2574303640640679683</id><published>2017-05-28T13:19:00.000+07:00</published><updated>2017-05-31T18:29:23.418+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Klasifikasi Tumbuhan : Spesies dan Populasi, Penamaan Takson (Kategori dan Contoh)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Klasifikasi Tumbuhan : Spesies dan Populasi, Penamaan Takson (Kategori dan Contoh)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Pengelompokkan Populasi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Populasi tumbuhan dialam oleh ahi taksonomi dapat dikelempokkan menjadi suatu jenis atau spesies dan diberi nama secara binomial dengan kaidah bahasa latin, misalnya jenis puring, jenis bunga sepatu, atau jenis tapak dara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Spesies&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Spesies atau jenis secara taksonomi didefinisikan sebagai populasi yang memiliki sifat morfologi, anatomi, dan fisiologi yang seragam. Individu yang sejenis, memiliki jumlah kromosom yang sama dan antar warga sejenis akan mengalami interbreeding fertil. Tetapi, sesungguhnya masing-masing spesies penyusun populasi yang ada dialam masih tampak bervariasi.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-O7-Fk55Tov8/WQ8dAdUBYfI/AAAAAAAACBk/d9Lv1Qa0RKEipv2AY8aPcJWU6bOjWjOiACPcB/s1600/Mangga_gedong_gincu_071021-0845_tmo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;942&quot; data-original-width=&quot;1270&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-O7-Fk55Tov8/WQ8dAdUBYfI/AAAAAAAACBk/d9Lv1Qa0RKEipv2AY8aPcJWU6bOjWjOiACPcB/s320/Mangga_gedong_gincu_071021-0845_tmo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh Spesies&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Variasi Fenotip dan Variasi Genotip&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Variasi tersebut bukan hanya secara fenotip namun genotip. Variasi fenotip dan genotip dalam populasi spesies pada wilayah distribusi alamiahnya disebut plasma nutfah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Variasi genotip lebih besar dibandingkan variasi fenotip karena fenotip merupakan ekspresi genotip atas pengaruh faktor lingkungan, dengna demikian terdapat genotip yang tidak terekspresikan. Oleh karena itu keragaman gen pada dasarnya dapat diamati secara fenotip, misalnya berupa variasi bentuk dan warna bunga pada spesies mangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Takson (Taksa) dan Pengertian Populasi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Takson (taksa) dan peringkat (kategori) merupakan kelompok (golongan) tumbuhan dialam, yang berwujud sebagai populasi. Populasi merupakan kelompok individu yang seragam menempati skala ruang dan waktu tertentu. Pengelompokan (klasifikasi) taksa selalu bedasarkan keseragaman sifat, agar taksa (populasi) dapat dengan mudah dikenali (mencari keseragaman didalam keanekaragaman tumbuhan). Taksa oleh ahli taksonomi tumbuhan kemudian diberi nama dan identitas tentang sifat-sifatnya, terutama sifat morfologi. Penamaan taksa tumbuhan diatur oleh kode internasional tatanama tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/ekologi-pengertian-abiotik-dan-biotik.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ekologi : Pengertian (Abiotik dan Biotik), Kajian (Populasi, Komunitas, dan Ekosistem), dan Sistem (Respon Individu dan Populasi)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh Penamaan Takson&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Akhiran nama suatu takson memberikan indikasi pada peringkat (kategori) yang mana nama tersebut diberikan, misalnya Spermatophyta adalah nama divisi (divisio) untuk seluruh anggota tumbuhan berbiji, Angiospermae adalah nama anak divisi (subdivisio) untuk seluruh anggota tumbuhan berbiji tertutup, Dikotil adalah nama kelas (classis) untuk tumbuhan yang memiliki dua keping biji, Solanales adalah nama bangsa (ordo), Soloanaceae adalah nama suku (familia), solanum adalah nama marga (genus), Solanum tuberosum adalah nama jenis (spesies).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Kategori Takson&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Setiap divisi memiliki anggota sejumlah subdivisi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Subdivisi memiliki anggota sejumlah kelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelas &amp;nbsp;memiliki anggota sejumlah bangsa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bangsa memiliki anggota sejumlah spesies.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spesies memiliki anggota sejumlah varitas (varietas).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kategori diatas adalah kategori utama dan sampai saat ini dikenal sejumlah 25 kategori klasifikasi secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Divisi sampai dengan suku dikenal dengan kategori mayor,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;marga sampai spesies dikenal dengan kategori minor, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kategori dibawah jenis disebut kategori intraspesific.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Penamaan Jenis (Spesies)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jenis (spesies) diketahui merupakan dasar penyebutan nama secara taksonomi, memiiki tatanama yang spesifik terdiri dari nama marga dan nama penunjuk spesies, misal Musa paradisiaca L., Musa adalah marga dengan nama besar, paradisiaca adalah penunjuk spesies, L. adalah singkatan nama Linnaeus sebagai pemberi nama. Karya Linnaeus, 1 mei 1753 berjudul “ species plantarum” dijadikan dasar berlakunya kode intenasional tatanama tumbuhan. Pada umumnya nama tumbuhan termasuk spesies, dibedakan dengan kata lain dalam kalimat, sebagai kata asing dapat digaris bawahi, dicetak miring, atau dicetak tebal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/2574303640640679683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-spesies-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2574303640640679683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/2574303640640679683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-spesies-dan.html' title='Klasifikasi Tumbuhan : Spesies dan Populasi, Penamaan Takson (Kategori dan Contoh)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-O7-Fk55Tov8/WQ8dAdUBYfI/AAAAAAAACBk/d9Lv1Qa0RKEipv2AY8aPcJWU6bOjWjOiACPcB/s72-c/Mangga_gedong_gincu_071021-0845_tmo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-3954559060474159186</id><published>2017-05-25T21:48:00.000+07:00</published><updated>2017-05-28T13:20:05.348+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Evolusi, Mutasi, dan Seleksi Alam : Pengertian, Faktor, Beserta Contohnya</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Evolusi, Mutasi, dan Seleksi Alam : Pengertian, Faktor, Beserta Contohnya&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Evolusi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keanekaragaman makhluk hidup yang menghuni bumi ini diyakini oleh para pakar berasal dari nenek moyang yang sama. Kenyataan ini telah dipaparkan dalam kajian asal usul makhluk hidup di bumi. Dari pernyataan tersebut diatas, tersirat adanya proses evolusi sepanjang sejarah kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Evolusi adalah suatu perubahan yang berlangsung secara bertahap (sedikit demi sedikit) dalam waktu yang lama. Dalam kata perubahan terkandung dua pengertian yaitu :&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-YeCT9Rkn16M/WSbuAm_d1OI/AAAAAAAACEY/9QcKCzHaqYUe6eGWRNOFFxggLFZc5lYxgCEw/s1600/evolution-297234_960_720.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;532&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-YeCT9Rkn16M/WSbuAm_d1OI/AAAAAAAACEY/9QcKCzHaqYUe6eGWRNOFFxggLFZc5lYxgCEw/s320/evolution-297234_960_720.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Evolusi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perubahan yang mengarah ke semakin banyaknya ragam (perubahan progesif)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan yang mengarah ke kepunahan (perubahan retrogresif).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Faktor-Faktor Evolusi&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi akibat adanya beberapa faktor, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rekombinasi gen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mutasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isolasi genetik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aliran gen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seleksi alam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Mutasi&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mutasi adalah perubahan gen dari bentuk aslinya. Individu yang mengalami mutasi disebut mutan. Adanya perubahan gen akan menyebabkan perubahan protein yang disintesis. Mengingat bahwa enzim tersusun atas protein, maka adanya perubahan gen akan dapat menyebabkan perubahan proses metabolisme. Adanya perubahan gen, dapat menyebabkan perubahan sifat genotip. Perpaduan dari perubahan gen, protein, enzim, dan metabolisme, memungkinkan untuk muculnya perubahan sifat fenotip.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-NYyFOleRJ5c/WSbuA14ypII/AAAAAAAACEc/Q23BeoEFSrsFjonAmu3pcxdQLMmc6Zx1QCEw/s1600/Mutation_and_selection_diagram-id.svg.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;983&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-NYyFOleRJ5c/WSbuA14ypII/AAAAAAAACEc/Q23BeoEFSrsFjonAmu3pcxdQLMmc6Zx1QCEw/s320/Mutation_and_selection_diagram-id.svg.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mutasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-spesies-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klasifikasi Tumbuhan : Spesies dan Populasi, Penamaan Takson (Kategori dan Contoh)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Seleksi Alam&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kondisi alam selalu berubah dari waktu ke waktu. Keadaan ini memaksa makhluk hidup untuk selalu menyesuaikan diri terhadap perubahan alam. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan alam akan punah, sedangkan yang mampu menyesuaikan diri akan tetap hidup dan berkembang biak. Keadaan seperti itu, sering disebut dengan seleksi alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh dari Seleksi Alam&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebagai ilustrasi proses seleksi alam, adalah kasus populasi ngengat di Manchester (Inggris). Sebelum revolusi industri di inggris, terdapat dua populasi ngengat, yakni ngengat cerah dan gelap. Ngengat cerah sebelum revolusi industri lebih beruntung daripada ngengat gelap sebab pada saat itu kulit batang pohon masih cerah. Akibatnya ngengat berwarna cerah sukar dilihat predator dibading ngengat gelap. Keadaan ini menyebabkan populasi ngengat cerah lebih banyak dibandingkan ngengat gelap. Setelah terjadi revolusi industri, keadaan populasi dua ngengat berbanding terbalik. Hal ini dikarenakan batang kulit pohon berubah dari warna cerah ke gelap karena polusi industri, sehingga ngengat berwarna gelap lebih banyak daripada ngengat cerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/3954559060474159186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/evolusi-mutasi-dan-seleksi-alam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3954559060474159186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/3954559060474159186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/evolusi-mutasi-dan-seleksi-alam.html' title='Evolusi, Mutasi, dan Seleksi Alam : Pengertian, Faktor, Beserta Contohnya'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-YeCT9Rkn16M/WSbuAm_d1OI/AAAAAAAACEY/9QcKCzHaqYUe6eGWRNOFFxggLFZc5lYxgCEw/s72-c/evolution-297234_960_720.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-8387250778321807377</id><published>2017-05-22T13:34:00.001+07:00</published><updated>2017-05-25T21:49:15.648+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Pertumbuhan dan Perkembangan (Pengertian dan Sistem Organ) dan Reproduksi pada Tumbuhan (Seksual dan Aseksual)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pertumbuhan dan Perkembangan (Pengertian dan Sistem Organ) dan Reproduksi pada Tumbuhan (Seksual dan Aseksual)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tumbuhan memiliki dua macam sistem organ yakni:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sistem pertunasan, berada diatas permukaan tanah, meliputi organ-organ daun, tunas, batang, bunga, dan buah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem perakaran, meliputi bagian-bagian yang berada didalam tanah, seperti akar, umbi, rhizoma&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sel-sel tumbuhan terbentuk pada meristem kemudian tumbuh, dan berkembang sesuai dengan bentuk atau tipenya dan berkelompok menjadi jaringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pertambahan massa, bobot, atau volume yang bersifat tidak dapat kembali. Pertumbuhan selalu diikuti oleh diferensiasi, yang merupakan perubahan bentuk dan atau aktivitas fisiologi, dan kedua hal ini membeikan proses yang disebut perkembangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jadi : perkembangan = pertumbuhan + diferensiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pertumbuhan dapat diukur dengan beberapa parameter misalnya: bobot segar, bobot kering, pertambahan panjang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Reproduksi Seksual&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Proses Meiosis dan Proses Fertilisasi&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Reproduksi seksual meliputi dua proses yang saling bergantian yakni: meiosis dan fertilisasi.&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-u_Tv5kHk2q0/WSKGXuOCbLI/AAAAAAAACD8/yW9Oq2KdrYQIIOgAtNaI97ihxrsIC-r4wCLcB/s1600/Moss_life_Cycle.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-u_Tv5kHk2q0/WSKGXuOCbLI/AAAAAAAACD8/yW9Oq2KdrYQIIOgAtNaI97ihxrsIC-r4wCLcB/s320/Moss_life_Cycle.jpg&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Reproduksi Seksual&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada masa meiosis jumlah kromosom berkurang dari diploid menjadi haploid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada masa fertilisasi, nukleus dari dua gamet (jantan dan betina) bergabung dan meningkatkan jumlah kromosom dari haploid menjadi diploid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h4&gt;Fase Gametofit dan Fase Sprofit&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pada tumbuhan, meiosis dan fertilisasi membedakan kehidupan menjadi dua fase yang berbeda yakni: fase gametofit dan fase sprofit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fase gametofit dimulai dengan spora yang dihasilkan melalui meiosis. Spora bersifat haploid dan semua sel turunannya (yang diperoleh dari mitosis) juga beersifat haploid. Fase gametofit bervarisi ukurannya, mulai dari 3 sel (pada pollen) sampai berjuta-juta sel (pada tumbuhan rendah, misalnya lumut).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fase sprofit dimulai dengan tumbuhnya zygot, dalam dunia tumbuhan fase yang dominan bervariasi, tumbuhan rendah seperti tumbuhan lumut daun dan lumut hati memiliki fase gametofit yang dominan sedangkan tumbuhan tinggi memiliki fase sprofit yang dominan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/evolusi-mutasi-dan-seleksi-alam.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Evolusi, Mutasi, dan Seleksi Alam : Pengertian, Faktor, Beserta Contohnya&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Reproduksi Pada Angiospermae&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Angiospermae (tumbuhan berbunga) menghasilkan bunga, dan apabila ada dalam fase reproduktif menghasilkan zygot yang bersifat diploid dan endosperm yang bersifat triploid. Bagian-bagian bunga yang steril adalah sepala dan petala. Bagian yang bunga yang berfungsi untuk reproduksi adalah stamen (alat kelamin jantan, yang secara kolektif disebut androecium), dan karpela atau pistil (alat kelamin betina yang secara kolektif disebut gynoecium). Stamen umumnya terdiri dari beberapa filament yang mendukung anther. Didalam kepala sari (anther) terbentuk pollen melalui meiosis. Gynoceium terdiri dari stigma, stilus, ddan ovarium.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Proses Polinisasi hingga Menjadi Individu Baru&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Polinisasi merupakan proses melekatnya butir-butir polen pada kepala putik. Jika polen berkecambah maka akan terbentuk buluh serbuk sari (polen tube) yang tumbuh menuju ke ovulum. Sel-sel sperma akan bergerak melalui polen tube. Satu sel sperma membuahi sel telur yang akan membentuk zygot, dan sel sperma yang lain membuahi sel yang bersifat diploid pada kantung embrio dan berkembang menjadi endosperm. Proses penyatuan dua sel sperma dengan dua sel yang memiliki nukleus yang berbeda ini disebut pembuahan ganda. Setelah tejadi pembuahan, uvulum akan menjadi biji sedang sel telur yang telah dibuahi akan menjadi embrio. Ovarium akan berkembang menjadi buah yang melindungi biji. Biji tersusun dari plumula (yang tersusun dari dua daun embrionik dan akan berkecambah menjadi daun pertama yang sebenarnya pada saat berkecambah), tunas apikal (terdiri atas sel-sel meristem dimana nantinyaakan tumbuh menjadi batang), hipokotil dan radikula. Selain itu biji dapat tersusun atas satu (monokotil) atau dua kotiledon (dikotil). Biji yang telah masak akan dapat berkecambah bila menyerap air. Embrio didalam biji yang telah masak akan dapat berkecambah bila menyerap air. Embrio didalam biji akan memulai kembali proses pertumbuhan dan mengabsorpsi nutrient yang ada pada endosperm. Radikula dan plumula akhirnya muncul dan kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Reproduksi Aseksual&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Selain reproduksi secara seksual, tumbuhan juga dapat melakukan reproduksi secara aseksual, misalnya pada umbi lapis, rhizoma, atau batang yang menjalar. Pada beberapa jenis tumbuhan misalnya anggrek, lebih sering dilakukan perbanyakan secara vegetatif (metode kultur jaringan) daripada melaui biji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/8387250778321807377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-pengertian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8387250778321807377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8387250778321807377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-pengertian.html' title='Pertumbuhan dan Perkembangan (Pengertian dan Sistem Organ) dan Reproduksi pada Tumbuhan (Seksual dan Aseksual)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-u_Tv5kHk2q0/WSKGXuOCbLI/AAAAAAAACD8/yW9Oq2KdrYQIIOgAtNaI97ihxrsIC-r4wCLcB/s72-c/Moss_life_Cycle.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-1978293950025909169</id><published>2017-05-18T11:23:00.000+07:00</published><updated>2017-05-22T13:36:04.647+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fauna"/><title type='text'>Vertebrata : Morfologi, Ciri-Ciri, Berdarah Panas dan Dingin, dan Contohnya (Ikan, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Vertebrata : Morfologi, Ciri-Ciri, Berdarah Panas dan Dingin, dan Contohnya (Ikan, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Pengertian&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Vertebrata merupakan hewan yang sudah mempunyai tulang belakang, mempunyai morfologi dan organ bervariasi, yang berhubungan dengan habitat dan kebiasaan hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Ikan&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EQOdL4NoEck/WR0gzpPJMjI/AAAAAAAACDM/qg23IIcV29QCShUXRmqUXVBBelHsEpqHwCLcB/s1600/Cyprin_carpi_090613-0329_tdp.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;196&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EQOdL4NoEck/WR0gzpPJMjI/AAAAAAAACDM/qg23IIcV29QCShUXRmqUXVBBelHsEpqHwCLcB/s320/Cyprin_carpi_090613-0329_tdp.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ikan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ikan adalah vertebrata yang hidup diperairan, bernafas dengan insang dan bergerak dengan siripnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sirip ikan yang berpasangan adalah sirip dada (pectoral) dan sirip perut (pelvic).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sirip yang tidak berpasangan yaitu sirip punggung (dorsal), sirip anal dan sirip ekor (caudal)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mata nyata, tidak berkelopak, tertutup oleh membran niktikan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sistem pencernaan sempurna dan sistem respirasi berupa insang.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Amphibia (Katak)&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AuldhHzZr-8/WR0g0l44IXI/AAAAAAAACDU/-JPusVVdd80Ox1r8KLGMls-GXU8nQr2CgCLcB/s1600/frog-703496_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-AuldhHzZr-8/WR0g0l44IXI/AAAAAAAACDU/-JPusVVdd80Ox1r8KLGMls-GXU8nQr2CgCLcB/s320/frog-703496_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Amphibia (Katak)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Katak merupakan vertebrata amphibia yang mempunyai dua kehidupan, saat berada pada stadium larva, sebagian besar hidup diperairan dan bernafas dengan insang, sedangkan pada stadium dewasa sebagian besar hidup didarat bernafas dengan paru-paru.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kakik belakang katak lebih berkembang dari kaki depan, sehingga mempunyai kemampuan untuk meloncat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Katak sudah mempunyai alat pendengaran yang disebut tympanum, bentuknya bulat, terletak dibelakang mata.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Reptilia (Kadal)&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Vr1mg_sMXjY/WR0g0LRaZII/AAAAAAAACDQ/7C1ZovwSYroysOaxuA6wTfekcavyBL-GwCEw/s1600/iguana-1057830_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-Vr1mg_sMXjY/WR0g0LRaZII/AAAAAAAACDQ/7C1ZovwSYroysOaxuA6wTfekcavyBL-GwCEw/s320/iguana-1057830_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Reptilia (Kadal)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kadal merupakan anggota reptilia, merupakan hewan darat sejati, selalu bernafas dengan paru-paru, tungkai ada 4 dan memiliki cakar.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tubuhnya ditutupi oleh sisik dari zat khitin.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Alat pendengaran berupa lekukan telingan yang belum sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ mata kadal mempunyai kelopak sehingga dapat menutup dengan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ekornya rapuh dan bila keadaan terancam dapat diputuskan untuk menyelamatkan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Vertebrata Berdarah Panas dan Berdarah Dingin&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ikan, amphibia, dan reptilia termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yang metabolsime tubuhnya sangat dipengaruhi suhi lingkungannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aves dan mamalia merupakan hewan berdarah panas (homoiterm), yang menjaga suhu tubuhunya konstan terhadap lingkungannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reptilia, aves, dan mamalia memiliki alat gerak berupa kaki yang berjumlah 4 (tetrapoda) dengan bentuk bervariasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-pengertian.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pertumbuhan dan Perkembangan (Pengertian dan Sistem Organ) dan Reproduksi pada Tumbuhan (Seksual dan Aseksual)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Aves (Burung)&lt;/h4&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-PlUJ_6J18CY/WR0gxH46BeI/AAAAAAAACDY/ftVVPuIa2ZwJgrQ1z8tLj4SsfZiIQsQDACEw/s1600/Parque_das_aves.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-PlUJ_6J18CY/WR0gxH46BeI/AAAAAAAACDY/ftVVPuIa2ZwJgrQ1z8tLj4SsfZiIQsQDACEw/s320/Parque_das_aves.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aves (Burung)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Aves (burung) merupakan hewan berdarah panas, tubuhnya ditutupi bulu, yang memiliki bentuk, nama, dan susunan yang bervariasi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Anggota gerak depan termodifikasi menjadi sayap untuk terbang, kaki bersisik yang menunjukkan adanya kekerabatan dengan reptilia.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mulut dilengkapi dengan paruh, yang bentuknya bervariasi tergantung dengan kebiasaan makanannya. Kaki pentadaktilus dan bercakar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Mamalia&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-chf3p894nxc/WR0gxm5GZfI/AAAAAAAACDY/W1BqXsGkrbI3qNbrNWCX-zG5_XXt9c_jQCEw/s1600/elephant-824905_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-chf3p894nxc/WR0gxm5GZfI/AAAAAAAACDY/W1BqXsGkrbI3qNbrNWCX-zG5_XXt9c_jQCEw/s320/elephant-824905_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mamalia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mamalia merupakan hewan berdarah panas, dengan seluruh atau sebagian tubuhnya ditutupi rambut. Mamalia mempunyai kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang aromanya sangat khas.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Glandula mamae berkembang pada individu betina, sedangkan pada individu jantan mereduksi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bentuk dan ukuran tubuh sangat bervariasi dan menjadi sangat penting untuk pengenalannya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Selain itu mamalia memiliki susunan dan rumus gigi yang sangat penting juga untuk determinasi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Cara menapak mamalia dibedakan menjadi plantigrade (manusia, pongo, dll), digitigrade (karnivora, dll), unguigrade, yang menapak dengan kukunya (equus, tapirus, dll).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ dan sistem organ yang dimiliki telah sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Mamalia secara umum mempunyai daun telinga, kecuali Echidna dan Platypus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Daftar Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/1978293950025909169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/vertebrata-morfologi-ciri-ciri-berdarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/1978293950025909169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/1978293950025909169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/vertebrata-morfologi-ciri-ciri-berdarah.html' title='Vertebrata : Morfologi, Ciri-Ciri, Berdarah Panas dan Dingin, dan Contohnya (Ikan, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-EQOdL4NoEck/WR0gzpPJMjI/AAAAAAAACDM/qg23IIcV29QCShUXRmqUXVBBelHsEpqHwCLcB/s72-c/Cyprin_carpi_090613-0329_tdp.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-9083341168842797773</id><published>2017-05-14T15:22:00.003+07:00</published><updated>2017-05-18T11:24:13.998+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><title type='text'>Jaringan Hewan : Epitelium, Pengikat/Penyokong, Otot, dan Saraf dan Beserta Contohnya</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jaringan Hewan : Epitelium, Pengikat/Penyokong, Otot, dan Saraf dan Beserta Contohnya&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam tubuh hewan atau manusia tersusun dari banyak sekali sel, tetapi secara garis besar dapat dikempolokkan menjadi empat macam jaringan dasar &amp;nbsp;yakni:&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-1XUxsMh1dTk/WRgTmiEyC7I/AAAAAAAACCo/IGrR-mmj3cAdEal46Un93KWdt-JAT2RxQCLcB/s1600/jaringan-pada-hewan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-1XUxsMh1dTk/WRgTmiEyC7I/AAAAAAAACCo/IGrR-mmj3cAdEal46Un93KWdt-JAT2RxQCLcB/s320/jaringan-pada-hewan.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jaringan Hewan&lt;br /&gt;Diambil dari :&amp;nbsp;dosenpendidikan.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Epitelium&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada kelenjar tiroid tikus putih, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sel-sel epitelium tersusun selapis, berbentuk kubus yang melapisi rongga folikel kelenjar tiroid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti sel tampak berwarna biru gelap dan sitoplasma berwarna merah muda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada vagina tikus putih, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sel-sel epitelium pipih tersusun berlapis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Epitelium superfisial berbentuk pipih. Lebih ke dalam bentuk sel polihedral, pada bagian dasar epitel berbentuk kubus atau kolumner rendah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti sel tampak berwarna biru gelap dan sitoplasma berwarna merah muda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tambahan : jaringan epitelium berbentuk lembaran, tidak ditembus pembuluh darah, dan bertumpu pada membrana basalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Pengikat/Penyokong&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada jaringan pengikat subkutis tikus putih, perwarnaan Mallory Acid Fuschin.&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Serabut kolagen dan elastik berwarna biru muda, terdapat pula sel jaringan ikat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada trakhea kambing, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE).&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sel-sel tulang rawan (kondrosit) terletak didalam rongga (lakuna) dalam matriks jaringan tulang rawan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada darah katak dan atau manusia, perwarnaan giemsa/may grunwald/ dan pappenheim.&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada katak, terdapat sel darah merah (eritrosit) berbentuk sel elips dan mempunyai inti sel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada manusia, terdapat sel darah merah (eritrosit) berbentuk bikonkraf dan tidak mempunyai inti sel&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/vertebrata-morfologi-ciri-ciri-berdarah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Vertebrata : Morfologi, Ciri-Ciri, Berdarah Panas dan Dingin, dan Contohnya (Ikan, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Otot&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada usus besar tikus putih, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terdapat lapisan otot polos yang menyusun dinding usus besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel-sel otot polos berbentuk kumparan atau gelondong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti berwarna biru tua dan sitoplasma berwarna merah muda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada lidah mencit, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terdapat berkas otot lurik yang menyusun lidah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti sel banyak di tepi, berwarna biru tua, tampak garis melintang dan membujur&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada otot jantung sapi, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berkas otot jantung bercabang membentuk anyaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti terletak ditengah, berwarna biru tua, ada gari lurik-lurik, adapula serabut purkinje&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Saraf&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Contoh pada otak besar/otak kecil puyuh, perwarnaan hematoksilin dan eosin (HE)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terdapat tipe sel saraf (multipolar, bipolar, dan pseudounipolar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inti tidak terpulas, anak inti terpulas gelap, sitoplasma terpulas gelap&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Daftar Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/9083341168842797773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/jaringan-hewan-epitelium.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/9083341168842797773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/9083341168842797773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/jaringan-hewan-epitelium.html' title='Jaringan Hewan : Epitelium, Pengikat/Penyokong, Otot, dan Saraf dan Beserta Contohnya'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-1XUxsMh1dTk/WRgTmiEyC7I/AAAAAAAACCo/IGrR-mmj3cAdEal46Un93KWdt-JAT2RxQCLcB/s72-c/jaringan-pada-hewan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-6419003138222076105</id><published>2017-05-11T11:07:00.002+07:00</published><updated>2017-05-14T15:25:14.104+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Morfologi Tumbuhan : Akar, Batang, Daun, dan Bunga (Jenis, Fungsi, dan Anatomi)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Morfologi Tumbuhan : Akar, Batang, Daun, dan Bunga (Jenis, Fungsi, dan Anatomi)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Akar&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Akar adalah bagian vegetatif untuk melekat pada substrat, memiliki pertumbuhan geotropi positif, dan berfungsi untuk absorpsi air dan unsur hara dari tanah.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-8I7uhfJ_knw/WRPjRiW4-II/AAAAAAAACCI/xHLkXrvBkJwiAjV_xOL8FZ3C3Y3U7qJUwCLcB/s1600/root-276636_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-8I7uhfJ_knw/WRPjRiW4-II/AAAAAAAACCI/xHLkXrvBkJwiAjV_xOL8FZ3C3Y3U7qJUwCLcB/s320/root-276636_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Akar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Akar Tunggang&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Akar tunggang terjadi karena akar lembaga sudah tumbuh menjadi bagian dibawah daun lembaga, kemudian ujungnya tumbuh akar primer, lalu bercabang membentuk percabangan akar. Dilanjutkan menjadi batang akar yang bercabang. Bagian akar tunggang yakni : leher akar, batang akar, lateral akar, dan serabut akar. Contohnya : tumbuhan gymnospermae dan golongan dikotil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Akar Serabut&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Akar serabut karena akar primer tereduksi dan tumbuh pada bagian buku-buku batang pangkal, sehingga jumlah serabut akar banyak. Contohnya : tumbuhan paku dan golongan monokotil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;o:p&gt;Batang&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Batang merupakan organ vegetatif tanaman yang berfungsi untuk perluasaan bidang fotosintesis melalui percabangannya, serta memiliki sifat fototropi positif. Biasanya batang tidak berwarna hijau dan merupakan alat transportasi air, unsur hara, dan hasil fotosintesis.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-USorsV82WtI/WRPjR4RX--I/AAAAAAAACCM/-hYnCQ5ELqwfGiJmbz5tKsz2pRt6FWZ3ACLcB/s1600/trees-932147_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-USorsV82WtI/WRPjR4RX--I/AAAAAAAACCM/-hYnCQ5ELqwfGiJmbz5tKsz2pRt6FWZ3ACLcB/s320/trees-932147_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Batang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Organ Batang&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ batang berasaj dari ruas diatas daun lembaga serta memiliki stuktur berbuku, sedangkan ruas merupakan bagian diantara dua buku. Pada ujung batang terdapat tunas atau kuncup ujung dan dibuku batang terdapat kuncup samping. Kuncup samping &amp;nbsp;jumlahnya banyak, dengan umur bervariasi, pada buku cabang tumbuh pula tunas cabang, daun, daun penumpu, dan bunga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Jenis Batang Pokok&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Batang pokok yang berasal dari ruas epikotil tumbuh membentuk :&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Batang tunggal tanpa cabang (monocaulis), contoh : kelapa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang pokok dengan cabang nyata (monopodial), contoh : damar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang pokok tidak jelas dengan cabang dominan karena kuncup ujung mati (sympodial), contoh : mangga;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang pokok mendua dengan ujung mereduksi dan tumbuh dua cabang, contoh : rusam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;o:p&gt;Daun&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ daun berasal dari salah satu tunas pada buku batang yang mucul sebagai tonjolan. Daun berfungsi sebagai penangkpa intensitas matahari, membentuk bahan organik sendiri melalui fotosintesis. Daun memiliki stomata untuk proses pertukaran gas.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-KQ7E9AhWt8Q/WRPjRJoyQvI/AAAAAAAACCE/5R6ZKwda9RILGVl4yr-B2P82dBstpu0SACEw/s1600/cranesbill-438361_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-KQ7E9AhWt8Q/WRPjRJoyQvI/AAAAAAAACCE/5R6ZKwda9RILGVl4yr-B2P82dBstpu0SACEw/s320/cranesbill-438361_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Daun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Daun Lengkap dan Daun Tidak Lengkap&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daun lengkap memiliki pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun, contohnya : pisang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daun tidak lengkap hanya memiliki : helaian dan tangkai daun, contoh : nangka; helaian dan pelepah daun, contoh : jagung; hanya helaian, contoh : kremah; daun semu, contoh akasia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/jaringan-hewan-epitelium.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jaringan Hewan : Epitelium, Pengikat/Penyokong, Otot, dan Saraf dan Beserta Contohnya&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;o:p&gt;Bunga&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ bunga berasal dari kuncup yang secara spesifik berubah menjadi bunga, sehingga bunga merupakan sistem percabangan yang mendukung daun-daun. Bagiannya berupa tangkai induk karangan bunga, ruas cabang, dan dasar bunga.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TomULoWPOB8/WRPjPpJ6lzI/AAAAAAAACCA/se5xY8XcSm4NwoJooJNOT7OC0bYdpEbNACEw/s1600/daisies-276112_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-TomULoWPOB8/WRPjPpJ6lzI/AAAAAAAACCA/se5xY8XcSm4NwoJooJNOT7OC0bYdpEbNACEw/s320/daisies-276112_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bunga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Bagian Bunga&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bagian bunga yang berupa daun meliputi daun pelindung, daun kelopak (membentuk kelopak bunga), mahkota (membentuk mahkota bunga), daun pendukung spora jantan atau benang sari, dan daun pendukung makrospora pembentuk putik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Perhiasan Bunga&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Perhiasan bunga terdiri dari kelopak dan mahkota bunga. Pada tumbuhan tertentu, kelopak dan mahkota sulit dibedakan, sehingga perhiasan bunga yang demikian disebut tenda bunga dengan unti disebut daun tenda bunga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Jenis Bunga&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bunga yang memiliki kelopak dan mahkota bunga disebut bunga lengkap, sedangkan bunga tidak lengkap hanya memiliki &amp;nbsp;kelopak, contoh : bunga asar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga sempurna, sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki benang sari atau putik saja, contoh : jagung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/6419003138222076105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/morfologi-tumbuhan-akar-batang-daun-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6419003138222076105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/6419003138222076105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/morfologi-tumbuhan-akar-batang-daun-dan.html' title='Morfologi Tumbuhan : Akar, Batang, Daun, dan Bunga (Jenis, Fungsi, dan Anatomi)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-8I7uhfJ_knw/WRPjRiW4-II/AAAAAAAACCI/xHLkXrvBkJwiAjV_xOL8FZ3C3Y3U7qJUwCLcB/s72-c/root-276636_960_720.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-5469996932669099356</id><published>2017-05-07T20:15:00.002+07:00</published><updated>2017-05-11T11:08:41.182+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Klasifikasi Tumbuhan : Ganggang, Lumut, Paku, dan Berbiji (Terbuka dan Tertutup dan Perbedaannya)</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Klasifikasi Tumbuhan : Ganggang, Lumut, Paku, dan Berbiji (Terbuka dan Tertutup dan Perbedaannya)&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Tumbuhan&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Golongan tumbuhan di alam memiliki perkembangan tubuh yang berbeda-beda, demikian pula perkembangan dari organ penyusun tubuh tumbuhan. Tumbuhan menurut filogeninya berevolusi dari lingkungan akuatik ke darat. Organ tumbuhan memiliki organ adaptif pada lingkungan aquatik, darat, atau habitat diantaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tumbuhan Ganggang (Algae)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tumbuhan ganggang tubuhnya belum dapat dibedakan antara bagian akar, batang, atau daun. Tubuh seperti itu disebut thallus, dan dahulu dimasukkan dalam golongan thallophyta. Alat vegetatif pada ganggang berupa thallus. Pengganti fungsi alat untuk melekat disubstrat membentuk organ khusus disebut kelp. Kadang-kadang thallus memiliki bentuk seperti batang disebut cauloid (contoh agar-agar), dan kadang-kadang thallus memiliki bentuk seperti daun disebut phylloid (contoh rumput laut sargasso).&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-n8nPGQ3mmJw/WQ8dGQf6L8I/AAAAAAAACBY/IqN0V7qgYasRNCVXlvBQM-mVIcazNFYnwCLcB/s1600/pond-908346_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-n8nPGQ3mmJw/WQ8dGQf6L8I/AAAAAAAACBY/IqN0V7qgYasRNCVXlvBQM-mVIcazNFYnwCLcB/s320/pond-908346_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tumbuhan Ganggang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tumbuhan Lumut (Mosses; Bryophta)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ vegetatif tubuh tumbuhan lumut berupa thallus dijumpai pada kelas lumut hati (Marchantia polymorpha) dan kelas lumut tanduk (Anthoceros communae). Sedangkan kelas lumut daun (Polytricium sp.) tubuhnya memiliki daun. Semua anggota tumbuhan lumut belum memiliki bentuk akar yang sesungguhnya disebut rhizoid, yang secara struktual mirip bulu akar,s seperti pada tumbuhan paku atau berbiji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-wWq6E8iKyLk/WQ8dDNnw4-I/AAAAAAAACBU/wf4gHuwk-hAtYqVJm5-FkWFMyIQf4OjvwCLcB/s1600/moss-348438_960_720.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-wWq6E8iKyLk/WQ8dDNnw4-I/AAAAAAAACBU/wf4gHuwk-hAtYqVJm5-FkWFMyIQf4OjvwCLcB/s320/moss-348438_960_720.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tumbuhan Lumut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dahulu tumbuhan lumut dimasukkan ke dalam golongan thallophyta, batang berupa sederhana bertipe protostele. Daun sederhana yang terdiri dari selapis sel dan hanya memiliki satu berkas penggangkutan. Organ generatif berupa alat pembentuk spora (sprofit), yang bersifat parasit terhadap organ vegetatif. Sprofit pada &amp;nbsp;umumnya memiliki bagian sel kaki, tangkai (seta), penggelembungan ujung tangkai (apofise), kapsul spora (theca), rambut mulut (peristome), dan tutup (operculum).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tumbuhan Paku (Fern; Pteridophyta)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Organ vegetatif tubuh tumbuhan paku terdiri dari akar, batang, daun. Organ seperti itu disebut kormus, sehingga dahulu bersama dengan tumbuhan berbiji dimasukkan dalam golongan cormophyta. Akar sudah memiliki struktur akar yang sesungguhnya, batang sudah memiliki perkembangan susunan berkas pengangkutan yang sempurna, dan daun memiliki struktur yang telah berkembang dengan baik memiliki beberapa lapis sel, serta membentuk jaringan daging daun (frond), memiliki ciri khas bahwa daun muda ujungnya menggulung. Organ generatif berupa spora yang dibentuk didalam kotak spora. contoh golongan paku purba, paku ekor kuda, paku kawat, paku benar, paku pohon.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-TjVzkOGv164/WQ8dG54loeI/AAAAAAAACBc/CyZcSf-DIOIVTF39n02m3NJIXTBtGVaWQCEw/s1600/Osmunda_japonica_002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-TjVzkOGv164/WQ8dG54loeI/AAAAAAAACBc/CyZcSf-DIOIVTF39n02m3NJIXTBtGVaWQCEw/s320/Osmunda_japonica_002.jpg&quot; width=&quot;232&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tumbuhan Paku&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/morfologi-tumbuhan-akar-batang-daun-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Morfologi Tumbuhan : Akar, Batang, Daun, dan Bunga (Jenis, Fungsi, dan Anatomi)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dibedakan menjadi Berbiji Terbuka (Gymnospermae) dan Berbiji Tertutup (Angiospermae)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Anggota dari golongan tumbuhan ini memiliki sifat khas, bahwa biji terletak pada bagian permukaan luar dari daun buah, alat vegetatif tumbuhan ini sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Organ generatif berupa strobilus jantan, dibentuk daun pembentuk serbuk sari dan strobilus betina, dibentuk daun pembentuk bakal biji. contoh Pinus merkusii, Gnetum gnemon, Cychas rumpii.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-1rr2vsx0R7c/WQ8dKVK9AGI/AAAAAAAACBg/j6mHqcR7U20GuiJjORVaRBLVbsSD8cgmQCEw/s1600/Melinjo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-1rr2vsx0R7c/WQ8dKVK9AGI/AAAAAAAACBg/j6mHqcR7U20GuiJjORVaRBLVbsSD8cgmQCEw/s320/Melinjo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tumbuhan Berbiji Terbuka, Melinjo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tumbuhan anggota golongan ini menghasilkan struktur biji, terdiri dari kulit biji, dan inti biji yang didalamnya terdapat lembaga (embrio) pada umumnya dapat dibedakan anatara akar lembaga, batang lembaga, dan daun lembaga, beserta cadangan makanan. Dibedakan menjadi dua , yakni biji belah (dikotil) dan biji tunggal (monokotil).&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-O7-Fk55Tov8/WQ8dAdUBYfI/AAAAAAAACBQ/jbtTSiQpqc4nkLOBj5q7422pWx6rhB0uACEw/s1600/Mangga_gedong_gincu_071021-0845_tmo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-O7-Fk55Tov8/WQ8dAdUBYfI/AAAAAAAACBQ/jbtTSiQpqc4nkLOBj5q7422pWx6rhB0uACEw/s320/Mangga_gedong_gincu_071021-0845_tmo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tumbuhan Berbiji Tertutup, Mangga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Perbedaan Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae) dan Dikotil dan Monokotil (Angiospermae)&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Daun lembaga Gymnospermae banyak, dikotil dua, monokotil satu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang Gymnospermae kambium, dikotil kambium, monokotil tidak kambium.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunga Gymnospermae tak berbunga (strobilus), dikotil bunga, monokotil bunga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bilangan bagian bunga Gymnospermae tidak ada, dikotil 2,4 atau 5, dan kelipatannya, monokotil 3 dan kelipatannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akar Gymnospermae tunggang, dikotil tunggang, monokotil serabut&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/5469996932669099356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-ganggang-lumut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5469996932669099356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/5469996932669099356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-ganggang-lumut.html' title='Klasifikasi Tumbuhan : Ganggang, Lumut, Paku, dan Berbiji (Terbuka dan Tertutup dan Perbedaannya)'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-n8nPGQ3mmJw/WQ8dGQf6L8I/AAAAAAAACBY/IqN0V7qgYasRNCVXlvBQM-mVIcazNFYnwCLcB/s72-c/pond-908346_960_720.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8016132215705246692.post-8523361105232730878</id><published>2017-05-05T11:30:00.002+07:00</published><updated>2017-05-07T20:16:51.471+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehutanan"/><title type='text'>Pengetian Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Epidermis dan Jaringan Penguat dan Penangkut, Beserta Contohnya</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pengetian Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Epidermis dan Jaringan Penguat dan Penangkut, Beserta Contohnya&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;Pengertian Jaringan Tumbuhan&lt;/h3&gt;Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur, bentuk, dan asal usul yang sama. Pada tumbuhan tingkat tinggi, bedasarkan sifatnya jaringan dibedakan menjadi dua macam yakni jaringan embrional dan jaringan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-T35TUkmiG8E/WQv_ApMv1YI/AAAAAAAACAs/Bc0c7rwGpDYKsDIYbaOXx6GV74cUmdokQCLcB/s1600/1280px-Anatomi_daun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-T35TUkmiG8E/WQv_ApMv1YI/AAAAAAAACAs/Bc0c7rwGpDYKsDIYbaOXx6GV74cUmdokQCLcB/s320/1280px-Anatomi_daun.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh Jaringan Tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Macam Fungsi Jaringan Dewasa&lt;/h4&gt;Bedasarkan fungsinya, jaringan dewasa bisa dibagi ke dalam beberapa macam, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat (penyokong), jaringan penangkut (vaskuler), dan jaringan sekretoris.&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Jaringan Embrional dan Jaringan Dewasa&lt;/h4&gt;Secara umum jaringan embrional dicirikan dengan adanya aktivitas pembelahan yang berlangsung terus menerus dengan sel berdinding tipis, kaya akan plasma dan vakuola kecil-kecil, sedangkan jaringan dewasa tersusun oleh sel-sel yang kompak, vakuola kecil dan plasma sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Epidermis&lt;/h3&gt;Contoh jaringan epidermis dilihat dari mikroskop&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;(Nicotiana tabaccum)&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat stomata dengan sel penutup berbentuk “ginjal” dan dikelilingi oleh tiga sel tetangga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat trikoma, trikoma glanduler dan trikome non-glanduler&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Baca Juga :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://anandioardana.blogspot.co.id/2017/05/klasifikasi-tumbuhan-ganggang-lumut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klasifikasi Tumbuhan : Ganggang, Lumut, Paku, dan Berbiji (Terbuka dan Tertutup dan Perbedaannya)&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;(Saccharum officinarum)&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat sel panjang dan sel pendek dengan bentuk yang berkelok-kelok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada derivat epidermis yang berupa sel silika dan sel gabus&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-V-xZWPe5l6s/WQv_d5E45hI/AAAAAAAACAw/f1xh9qD5qG0nOteEMBaXAhgS6yxScmmkwCLcB/s1600/Sugar_cane_farm.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-V-xZWPe5l6s/WQv_d5E45hI/AAAAAAAACAw/f1xh9qD5qG0nOteEMBaXAhgS6yxScmmkwCLcB/s320/Sugar_cane_farm.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Saccharum officinarum &lt;/i&gt;atau Tebu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Jaringan Penguat dan Pengangkut&lt;/h3&gt;Contoh jaringan penguat dan pengangkut dilihat dari mikroskop&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;(Saccharum officinarum)&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat deretan sel-sel dibawah epidermis dengan dinding tebal dan tercat lebih tebal dibanding sel-sel yang lain (jaringan tersebut adalah jaringan penguat berupa sklerenkim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat berkas pengangkut yang tersusun menyebar pada jaringan parenkim (ada xilem, floem, ruang reksigen, dan sarung sklerenkim)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;(Ricinus communis)&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat xilem (berupa unsur trakea, trakeida, serabut skelerenkim, dan parenkim berkas pengangkut)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Tim Penyusun. 2014. Buku Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anandioardana.blogspot.com/feeds/8523361105232730878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/pengetian-jaringan-tumbuhan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8523361105232730878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8016132215705246692/posts/default/8523361105232730878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anandioardana.blogspot.com/2017/05/pengetian-jaringan-tumbuhan-dan.html' title='Pengetian Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Epidermis dan Jaringan Penguat dan Penangkut, Beserta Contohnya'/><author><name>Anandio Ardana</name><uri>https://plus.google.com/116465696037957814040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-dVDblKaoHg4/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4g/bVcjuFr1WM4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-T35TUkmiG8E/WQv_ApMv1YI/AAAAAAAACAs/Bc0c7rwGpDYKsDIYbaOXx6GV74cUmdokQCLcB/s72-c/1280px-Anatomi_daun.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>