<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>The Satrianto Show: Beraksi Kembali!</title>
	
	<link>http://diary.satchdesign.com</link>
	<description>it's a hell with fluorescent lighting</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Apr 2012 05:57:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/TheSatriantoShow" /><feedburner:info uri="thesatriantoshow" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>TheSatriantoShow</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Petunjuk untuk Generasi Nunduk</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/wA05VAGtyPQ/petunjuk-untuk-generasi-nunduk.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/petunjuk-untuk-generasi-nunduk.joe#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 03:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Njajal-njajal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Tentu, setiap orang biasanya berpendapat bahwa generasinya adalah yang terhebat. Sindrom macam beginian jamak terjadi di mana-mana. Di kampusku, misalnya, juga sering kejadian beberapa sejawat ngeluh tentang kinerja adik kelasnya di organisasi mahasiswa yang digelutinya. Dalam beberapa kesempatan di sebuah warung kopi nan romantis (tapi buluk) aku sering sekali dapat curhat dari mereka, &#8220;Wah, Mas, [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/berjuang-mencari-rezeki-yang-halal-demi-kemaslahatan-umat.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat'>Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat</a> <small>Sudah lewat lebih dari 0,5 tahun sejak aku meninggalkan blogku...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/ngeblog-sejauh-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngeblog Sejauh Ini&#8230;'>Ngeblog Sejauh Ini&#8230;</a> <small>Hari ini hari Minggu. Hari Minggunya sudah malem. Hampir jam...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/anak-bajang-menggiring-angin.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anak Bajang Menggiring Angin'>Anak Bajang Menggiring Angin</a> <small>&#8220;Ibu, sungguhkah kini aku tidak sendiri? Sejak kau meninggalkanku, tiada...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/gadget-generation.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gadget Generation'>Gadget Generation</a> <small>Tulisan ini dibuat gara-gara draft-nya sudah ngumpul di otak sejak...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/genosida-dan-republik-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Genosida dan Republik Ini'>Genosida dan Republik Ini</a> <small>Dulu aku pernah bilang ke temanku, sekitar 3-4 tahun yang...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu, setiap orang biasanya berpendapat bahwa generasinya adalah yang terhebat. Sindrom macam beginian jamak terjadi di mana-mana. Di kampusku, misalnya, juga sering kejadian beberapa sejawat ngeluh tentang kinerja adik kelasnya di organisasi mahasiswa yang digelutinya. Dalam beberapa kesempatan di sebuah <a href="http://diary.satchdesign.com/efek-rumah-kopi-romantisme-ndeso-ilmu-komputer-ugm.joe">warung kopi nan romantis (tapi buluk)</a> aku sering sekali dapat curhat dari mereka, &#8220;Wah, Mas, cah-cah angkatan 20XX ini gimana ya cara ngasih taunya? Kerjaan, kok, banyak nggak becusnya. Nggak kayak jaman saya dulu.&#8221;<span id="more-993"></span></p>
<p>Aku sampai hafal di luar kepala sama keluhan model gitu. Betapa tidak, aku ini sudah nyaris genap 1 dekade menjadi penghuni kampus, dan sejak selesai masa jabatanku sebagai ketua umum (ad interim) di sebuah ormas (ORganisasi MAhaSiswi (dan juga mahasiswa), maksudnya), aku kebagian peran sebagai penasehat sepanjang masa (setidaknya sampai masa sekaranglah) di ormas tersebut. Kalau mau dimirip-miripin, bolehlah dibilang kalau peranku ini identik dengan Bisma Dewabrata di Ngastinapura. Doi nggak pernah jadi raja di sana &#8211; hanya sempat jadi pejabat sementara setelah kedua adik tirinya yang raja, Citragada dan Wicitrawirya, meninggal &#8211; tapi sebenarnya beliaulah pemilik sekaligus jiwa dari Istana Gajahoya. Begitu pula aku <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan keluhan model di atas itu sebenarnya adalah keluhan menahun. 1 angkatan selalu mengeluhkan angkatan yang di bawahnya. Nanti, tahun depannya, angkatan yang sekarang dikeluhkan ini bakal mengeluhkan kinerja angkatan adik kelasnya lagi. Begitu turun-temurun. Begitu, begitu, dan selalu begitu.</p>
<p>Maka sekarang tentu saja aku nggak bakal membahas bagaimana solusi dariku. Selain karena tema tulisanku sekarang ini sebenarnya bukan tentang masalah ormas di kampusku, solusiku dari tahun ke tahun sebenarnya selalu sama: Perbanyak komunikasi 2 arah dan awasi saja itu adik kelas ente itu supaya nggak keluar dari pakem dan AD/ART ormas yang ada. Cukup, urusi itu saja. Sisanya, biarlah beta yang mengurus masalah personal gadis-gadis cantiknya <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well, begitulah&#8230; Tanpa bisa kupungkiri, dalam konteks yang malah jauh lebih luas, aku berpendapat kalo angkatanku &#8211; kami yang lahir tahun 80-an &#8211; adalah <a href="http://diary.satchdesign.com/80s.joe">generasi dahsyat yang terakhir ada di Planet Bumi ini</a>. Anak-anak jaman sekarang? Bah, cuih! Tahu apa mereka? Wajah mereka selalu menunduk, menatap <b>gadget</b> di tangannya, memainkan permainan-permainan digital yang membuat mereka lupa dengan dunia di sekelilingnya. Aku bahkan sangsi kalo mereka berani menengadahkan wajahnya, menatap langit dan menentang matahari (main layangan, maksudnya) <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter" src="http://s1-05.twitpicproxy.com/photos/full/547208062.jpg?key=7681024" alt="gadget"width="369" /></p>
<p>Jadi tanpa bermaksud ngibul, kuakui sejujurnya kalo aku, secara general, memang memandang sinis dan nggak habis pikir dengan generasi abege saat ini. Aku bahkan sudah pernah menulis <a href="http://diary.satchdesign.com/gadget-generation.joe">keprihatinanku tentang hal itu</a> pula. Tentunya keprihatinanku ini kutulis biar nggak disangka kalo yang berhak prihatin dalam berbagai macam aspek itu cuma Presiden Endonesa. Anak muda seperti hamba ini juga bisa prihatin macam Anda, kok, Yang Mulia!</p>
<p>Cuma saja jaman memang sudah berubah. Apa yang ideal di masaku dulu tidaklah bisa untuk dipaksakan kepada generasi saat ini untuk melakukannya. Kata <a href="http://blog.superwid.com">Haji Wiwid</a>, biarlah mereka menyelesaikan persoalan yang dihadapinya dengan caranya sendiri. Kalau anak-anak jaman sekarang lebih suka ngumpul-ngumpul bareng teman-temannya sambil diem-dieman (gara-gara pada sibuk ngoperasiin gadgetnya sendiri-sendiri), biarkan saja. Memang begitulah style generasi mereka. Tidak perlu bersungut-sungut selama mereka tidak (terlalu) kehilangan sisi manusiawinya, selama mereka tidak lupa bagaimana caranya melakukan P3K kalau kebetulan nemu kecelakaan di jalan raya tepat di hadapan mereka.</p>
<p>Maka berbahagialah kalian, pengguna <i>gadget</i> sejati! Sekarang back-up untuk kalian sudah bertambah lagi. Beberapa sejawat di sana sudah mengembangkan portal untuk para penggila <u>gadget</u> dan social media (yang tidak terlalu gila juga boleh menggunakannya pula, sebenarnya). Judulnya adalah <a href="http://www.ngonoo.com" rel="nofollow">Ngonoo.Com</a>.</p>
<p><a href="http://goo.gl/SKQBC"><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/04/ngonoo.jpg" alt="gituu dot com" /></a></p>
<p>Aku sudah dolan juga ke sana, dan kuakui kalo isinya memang menyenangkan. Sejauh ini <a href="http://goo.gl/SKQBC">sedang ada kuisnya pula</a>. Bisa dapat iPod Nano dan smartphone cap Samsung.</p>
<p>Kubilang menyenangkan karena menurutku artikel yang disediakan termasuk kategori lengkap. Mulai dari artikel bin gosip terbaru tentang aplikasi dan penyedia layanan sosial media, device dan sistem operasinya, tips dan trik, sampai aplikasi gadget penunjang hobi juga ada di sana.</p>
<p>Yang juga menghibur buat aku sendiri, aku kenal beberapa kontributornya secara personal. Misalnya saja <a href="http://tumblr.gojeg.me/" rel="nofollow">Oom Ini</a>, kemudian <a href="http://senthong.net/" rel="nofollow">Oom Itu</a>, terus <a href="http://tonisb.com/" rel="nofollow">Oom Ini</a>, lalu <a href="http://blog.tediscript.com/" rel="nofollow">Oom Itu</a>, dan juga &#8211; tentu saja &#8211; <a href="http://blogbizz.cn/" rel="nofollow">Oom Anu</a>. Jadi terkadang mereka nulis artikel dengan sedikit bumbu gojeg kere di antara mereka sendiri. Itu menghibur buat aku. Hiburan intern, memang. Lha soale kalau itu artikel dibaca sama orang awam, orang awamnya itu pasti nggak akan pernah tau di mana letak guyonannya. Misalnya aja tulisan <a href="http://ngonoo.com/2012/03/membuat-wajah-lucu-dengan-fatbooth-dan-agingbooth/" rel="nofollow">tentang Fatbooth dan Agingbooth, aplikasi buat ngedit-ngedit foto muka Anda</a>. Yang nggak kenal sama model gambarnya ya nggak akan tau kalo orang yang ketiban sial jadi korban nampang di situ adalah <a href="http://nonamerah.wordpress.com" rel="nofollow">Mbak Norah</a>. Akunya, sih, tau kalo itu Mbak Norah gara-gara beliaunya pernah nebeng ngudud di teras rumahku <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menurutku, situs ini layak di-bookmark. Dibukmak sama itu mereka para generasi nunduk, terutama. Aku sendiri, sih, sejauh ini juga sudah mbukmak ini situs. Bukan, bukan karena aku ini generasi nunduk. Sumpah mati! Sumpah mati aku nggak termasuk generasi nunduk. Kalo lagi ngumpul sama teman atau lagi jalan-jalan aku bakal lebih hobi buat menjelalatkan mataku, demi menerapkan <a href="http://www.thescienceofdeduction.co.uk/" rel="nofollow">Science of Deduction</a> atau sekedar nyari-nyari siapa tau ada gadis manis yang bersedia diajak kenalan di sekitarku. Aku mbukmak ini situs ya apalagi kalo bukan sekedar pengen tahu tren bin berita terbaru seputar gadget dan aplikasinya. Dari situ siapa tahu ada ide-ide dan hal-hal yang bisa disulap buat jadi duit (jadi duit dengan cara mengeksploitasi kegemaran para nundukers itu, tentu saja <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' />  ), selain juga karena tuntutan profesiku sebagai pemerhati teknologi informasi dan multimedia &#8211; dengan jenis ijazah yang lebih bisa dipertanggung-jawabkan ketimbang Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprodjo <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan pada akhirnya sekian saja pandanganku tentang situs yang relatif baru ini. Semoga apa yang ta&#8217;sampaikan kiranya dapatlah diambil hikmahnya bagi para hadirin sidang Kamis Wage yang dirahmati Allah. Pesan terakhir dari khotib, janganlah sekali-kali menjadi hamba yang setengah-setengah. Jika hadirin sudah memutuskan untuk menjadi generasi nunduk, jadilah generasi nunduk yang optimal. Maksimalkan segala back-up dan petunjuk yang ada. Menunduklah secara khaffah. Tidak usah pedulikan dunia nyata bakal berjalan seperti apa, karena dunia kalian yang sesungguhnya sudah terletak di gadget kalian masing-masing. Akhirul kalam, usikum wanafsin bitaqwallah, wabillahi taufik wal hidayah, waridha wal inayah, tsummas salamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p><a title="NGONOO.com" href="http://ngonoo.com/"><img src="http://css.ngonoo.com/engine/wp-content/uploads/2012/03/banner-ngonoo-125x125.png" alt="gadget"/></a></p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/berjuang-mencari-rezeki-yang-halal-demi-kemaslahatan-umat.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat'>Berjuang Mencari Rezeki yang Halal Demi Kemaslahatan Umat</a> <small>Sudah lewat lebih dari 0,5 tahun sejak aku meninggalkan blogku...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/ngeblog-sejauh-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngeblog Sejauh Ini&#8230;'>Ngeblog Sejauh Ini&#8230;</a> <small>Hari ini hari Minggu. Hari Minggunya sudah malem. Hampir jam...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/anak-bajang-menggiring-angin.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anak Bajang Menggiring Angin'>Anak Bajang Menggiring Angin</a> <small>&#8220;Ibu, sungguhkah kini aku tidak sendiri? Sejak kau meninggalkanku, tiada...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/gadget-generation.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gadget Generation'>Gadget Generation</a> <small>Tulisan ini dibuat gara-gara draft-nya sudah ngumpul di otak sejak...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/genosida-dan-republik-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Genosida dan Republik Ini'>Genosida dan Republik Ini</a> <small>Dulu aku pernah bilang ke temanku, sekitar 3-4 tahun yang...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mYgwUHsR0QTJ1w_BBRT0dd9P7NE/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mYgwUHsR0QTJ1w_BBRT0dd9P7NE/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mYgwUHsR0QTJ1w_BBRT0dd9P7NE/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mYgwUHsR0QTJ1w_BBRT0dd9P7NE/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/wA05VAGtyPQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/petunjuk-untuk-generasi-nunduk.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/petunjuk-untuk-generasi-nunduk.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Al Islam dan Jurnalisme Sampah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/jYGO3wfGo8M/al-islam-dan-jurnalisme-sampah.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/al-islam-dan-jurnalisme-sampah.joe#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 02:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Njajal-njajal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[Waktu esema dulu aku sempat ikut macam-macam ekstra kurikuler yang untuk lebih singkatnya ta&#8217;sebut sebagai ekskul aja. Yah, namanya saja anak muda yang saat itu sedang menderita approval junkie, akunya ikut macam-macam ekskul itu &#8211; apa boleh buat &#8211; hanya gara-gara 1 macam alasan dominan saja: biar ngetop di sekolah, karena ngetop di sekolah kupikir [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/orang-islam-itu-nggak-cuma-kejam-tapi-juga-goblok.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok'>Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok</a> <small>Pengumuman! Aku lagi latah. Ada yang sudah ngintip film &#8220;Fitna&#8220;?...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/ah-ah-ah-ahmadiyah.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah&#8230;'>Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah&#8230;</a> <small>Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/fpi-sweeping-rumah-makan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: FPI Sweeping Rumah Makan'>FPI Sweeping Rumah Makan</a> <small>Akhirnya, sodara-sodara, kelakuan manja beberapa oknum manusia yang kebetulan seiman...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/kembali-ke-kampus.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kembali ke Kampus'>Kembali ke Kampus</a> <small>Sehubungan dengan tadi siang sehabis Jumatan aku nekat motoran menembus...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/tanda-tanya-pluralisme-dan-kontroversinya.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;Tanda Tanya&#8221;, Pluralisme, dan Kontroversinya'>&#8220;Tanda Tanya&#8221;, Pluralisme, dan Kontroversinya</a> <small>Akhirnya aku nulis juga tentang film ini, film yang menurut...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu esema dulu aku sempat ikut macam-macam ekstra kurikuler yang untuk lebih singkatnya ta&#8217;sebut sebagai ekskul aja. Yah, namanya saja anak muda yang saat itu sedang menderita approval junkie, akunya ikut macam-macam ekskul itu &#8211; apa boleh buat &#8211; hanya gara-gara 1 macam alasan dominan saja: biar ngetop di sekolah, karena ngetop di sekolah kupikir bakal banyak untungnya.</p>
<p>Salah satu keuntungan yang kuincar adalah kekebalan diplomatik. Dengan aktif di berbagai ekskul dan kesempatan mewakili sekolah di ajang lomba-lombaan, baik tingkat kodya ataupun propinsi, aku bebas dari omelan guru-guruku di sekolah. Mau datang ke sekolah tidak saat bel masuk berbunyi pun akunya dalam posisi aman-aman saja. Misalnya saja, aku tidak jarang baru datang ke sekolah jam 07.30 (aslinya, sih, jam 07.00 akunya sudah harus ada di kelas) yang tentu saja dihadang guru piket di dekat gerbang sekolah. &#8220;Anindito, kenapa kamu baru datang jam segini?&#8221; tanya Pak Loper yang wakil kepsek urusan kesiswaan yang kebetulan dapat jatah piket hari itu.<span id="more-989"></span></p>
<p>&#8220;Ooo&#8230;anu, Pak. Sebenarnya saya sudah datang dari tadi. Cuma mendadak disuruh Leo balik ke rumah buat ngambil kamera. Nanti, kan, rencananya saya harus motret anak-anak yang ikut lomba nabuh. Nha ini makanya saya cuma bawa kamera. Tas saya, sih, udah di kelas dari tadi,&#8221; jawabku ngibul sambil mengkambing-hitamkan Mbak Leo yang Ketua OSIS itu. Aku memang ngibul, lha wong akunya benar-benar baru datang saat itu. Tidak bawa tas berisi buku pelajaran pulak! Yang lebih rutin kubawa ke sekolah pada jaman itu adalah kamera SLR analog cap Pentax punya babahku sehubungan dengan posisiku yang ketua seksi dokumentasi di OSIS. Dan kenapa aku bisa jadi ketua seksi dokumentasi, itu semua gara-gara pada masa itu sak sekolahan cuma aku yang bisa (catat: bisa, bukan berarti jago) mainan kamera model SLR.</p>
<p>Lanjut lagi, Pak Loper manggut-manggut kemudian mempersilakan aku masuk.</p>
<p>Cerita lainnya lagi, aku pernah diminta sekolah buat jadi wakil mereka di Porseni cabang lawak. Aslinya, sih, aku bukan anak ekskul teater. Hanya pas sekolah nyari wakil di Teater Angin-nya sekolahku, ealah&#8230;anak-anak di situ malah merekomendasikan namaku. &#8220;Anindito aja, Pak. Anak kelas I.5.&#8221;</p>
<p>Jadilah aku akhirnya dapat jaket sekolah yang khusus buat kontingen Porseni. Rasanya bangga banget pas makenya. Lha baru juga beberapa bulan jadi murid Smansa, mereka sudah mempercayakan aku memakai jaket simbol kebanggaan sekolahku itu. Bareng 2 orang temenku, Gus &#8220;Celeng&#8221; Wid dan Tutde &#8220;Black&#8221; Suastika, yang kebetulan temen sekelasku di I.5, kami latihan seadanya. Minta dispensasi ke guru-guru buat nggak ikut jam pelajaran dengan alasan, &#8220;Mau latihan, Pak. Biar nggak malu-maluin nama sekolah&#8230;&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah kami menang di tingkat kodya. Konsekuensinya kami harus jadi wakil kodya buat tanding lagi di tingkat propinsi. Jumawa juga rasanya. Bagaimana tidak? Sejujurnya grup dagelan kami, kan, bukan kumpulan tukang dagel terbaik di sekolah. Kami cuma anak-anak dari 1 kelas yang sama, di tahun pertama kami jadi penghuni Smansa pulak! Kesannya, buat jadi juara, tidak perlulah Smansa menurunkan tim terbaiknya. Cukup anak-anak kelas 1 saja yang maju. Anak kelas 1 pun tidak perlu diseleksi lebih dulu, cukup anak-anak I.5 sahaja.</p>
<p>Ajaibnya, kami menang lagi di tingkat propinsi. Saat itu juga level kami di sekolah jadi naik ke kasta tertinggi buat anak-anak kelas 1. Cerita segera beredar ke seantero Denpasar, dari tempat nongkrong satu ke tempat nongkrong lainnya, dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Dan kami pun mulai berlagak <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Besok-besoknya kami diminta Kodya buat tampil di pembukaan acara Pekan Seni Remaja. Hanya saja mereka mintanya rada mendadak. Harus tampil sore hari, paginya kami baru diberi tahu. Maka dengan sok-sokannya kami menolak! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' />  &#8220;Bukan apa-apa, Pak. Ini terlalu mendadak. Kalo dipaksakan tanpa persiapan kami takut malah tampil jelek. Daripada bikin malu nama besar Smansa lebih baik kami memilih tiada naik pentas sahaja,&#8221; jawab kami.</p>
<p>Cuma saja Pak Sadha, wakil kepsek urusan duit itu tiada menyerah. &#8220;Gini saja, Nak. Ini karena permintaan khusus dari pemkot dan sekolah sudah terlanjur bilang iya, kalian tampil seadanya pun tiadalah mengapa. Hanya, ya jangan benar-benar seadanya. Berusahalah semaksimal mungkin. Sebisa kalian,&#8221; kata Pak Sadha.</p>
<p>&#8220;Tapi kami nggak punya waktu buat latihan, Pak. Belum juga nyusun cerita,&#8221; sergah Celeng.</p>
<p>&#8220;Saat ini juga kalian dapat dispen. Nggak usah ikut pelajaran. Silakan latihan sebisa kalian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi setengah hari tiadalah cukup buat bikin properti, Pak,&#8221; kata Black.</p>
<p>&#8220;Beli saja. Kalian butuh berapa, sekolah yang nanggung dananya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami juga butuh kru, Pak. Nggak mungkin segalanya kami selesaikan sendiri, apalagi waktunya cuma setengah hari. 3-4 teman cukuplah. Tapi masak mereka nggak dibagi?&#8221; tanyaku penuh arti.</p>
<p>&#8220;Itu juga termasuk. Atur saja,&#8221; jawab Pak Sadha pada akhirnya.</p>
<p>Ostosmastis kami jadi semangat. Alih-alih latihan, kami malah sibuk bikin proposal dana. Diitung, diitung, dan diitung, kami butuh ongkos nyaris sejuta. Jumlah yang gila-gilaan pada masa itu. Lebih gilanya lagi, proposal kami langsung tembus 4 angka! Dengan hati riang kami pun pulang. Pulang ke rumah Black, maksudnya. Bukan buat latihan tapi buat tidur-tiduran. Masalah dana yang kami terima, kami akali habis-habisan. Ongkos make-up, misalnya&#8230; Ketimbang make-up di salon profesional yang butuh biaya besar, kami pilih make-up di salon mamanya Yudhi Gogon. Wig dan segala macam peralatan tempur kami embat dari situ. Gratis! Kostum juga nggak jadi kami beli. Kami mati-matian cari pinjaman. Celeng misalnya, untuk kostum hansip yang nantinya dipake sama Black, dia ngembat punya bapaknya. Sementara aku yang kebagian peran sebagai pelajar, dengan mudahnya mengkaryakan seragam esempeku.</p>
<p>Properti panggungnya? Oh, rumahnya Black sedang direnovasi. Di situ bertebaran papan triplek, kayu reng, dan berkaleng-kaleng cat bekas pakai. &#8220;Ketimbang duitnya ilang di toko bangunan, kita pakai ini saja. Sisa duit jatah kita buat nraktir anak-anak sekelas di Men Redio,&#8221; kata Black sumringah sambil menyebut warung nasi babi guling tempat nongkrong favoritnya anak-anak.</p>
<p>Begitulah, kami ini bukan koruptor. Kami ini macam Robin Hood. Setelah sorenya kami manggung dan sukses besar (kecuali aku yang kuakui sendiri kalo sore itu aktingku kaku, tidak selos biasanya), besoknya sisa duit hasil bayaran kami manggung kami pakai buat nraktir anak-anak sekelas di Men Redio, seperti sumpah yang diucapkan oleh Black hari sebelumnya.</p>
<p>Yeah, ekskul yang resmi aku ndaftar atas inisiatifku sendiri sebenarnya cuma 2, sepakbola sama kempo. Sisanya, ya hasil jadi pemain cabutan. Giliran ngumpul rutin nggak pernah datang, tapi setiap giliran latihan persiapan lomba aku selalu dipanggil, seperti yang terjadi di ekskul jurnalistik. Di ekskul ini aku juga aslinya cuma diajakin Ratna sama Ade. Hasilnya? Pas upacara bendera saban hari Senin Ratna sering ngomong, &#8220;Kamu aja yang maju buat nerima piala, Joe. Kamu, kan, pede.&#8221;</p>
<p>Alhasil aku pun maju. Kalo biasanya anak-anak yang dipanggil maju pas sesi &#8220;Smansa dalam Prestasi&#8221; memilih maju dengan cara memutar lewat belakang barisan, aku memilih maju dengan melintasi tengah lapangan di depan barisan tiap kelas buat menerima piala dan penghargaan. Lumayan, bisa nampang sedikit lebih lama dari yang lain, batinku <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gara-gara ngikut ekskul jurnalistik &#8211; dan keseringan menang lomba atas nama jurnalistik &#8211; itu akhirnya aku kebawa-bawa terus, sampai akhirnya aku dapat cap sebagai anak jurnalistik alih-alih anak bal-balan, anak teater, ataupun anak kempo. Gara-gara ekskul ini juga akunya sempat nyicipin ngendon di kantornya Bali Post selama beberapa tempo bareng Agung plus Marthana. Ceritanya aku jadi wartawan bohong-bohongan. Lumayan, sempat dapat semacam kartu pers sebagai tanda pengenal. Lumayan juga, beberapa kali pula aku kebagian nonton konser band gratisan dengan status, &#8220;Eh, eh, saya ini wartawan, lho&#8230;&#8221; <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bahkan selepas esema, waktu aku nganggur setahun gara-gara malas kalo langsung lanjut kuliah, beberapa sejawat masih sempat bertanya, &#8220;Lho, nggak kuliah? Kamu sekarang resmi di Bali Post ya, Joe? Jajanin kita-kita, donk. Kan udah punya duit sendiri.&#8221; Ealah&#8230;padahal di situ itu aku nggak kerja, kok. Tercatat sebagai wartawan resmi aja tidak, apalagi terima gaji. Aku cuma numpang nyeruput es teh sama nyari jatah mamam siang aja kalo lagi main di kantornya Bali Post yang di Jalan Kepundung itu <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi, sumpah, yang namanya wartawan bohong-bohongan jelas aja aku jauh dari ilmu kewartawanan yang sesungguhnya. Aku nggak ngerti terlalu mendalam apa itu kode etik jurnalistik dan lain semacamnya. Aku taunya cuma nulis sama nggambar buat ilustrasi tulisan. Lainnya? Nehi!</p>
<p>Hanya saja meskipun statusnya cuma bohong-bohongan, aku sempat pula dapat ilmu seputar penulisan artikel yang baik dan benar. Saking ilmunya itu memang cara-cara menulis yang baik dan benar, aku malah kayak nggak cocok. Lha kalo disuruh nulis secara obyektif, subyektifitasku malah keseringan kebawa. Efeknya, lihat saja tulisan-tulisanku di blogku ini, semuanya subyektif. Maka gara-gara nggak bisa nulis secara obyektif dengan baik dan benar, gagallah aku meniti karir sebagai wartawan. Aku putus asa dan akhirnya memilih kuliah sajalah di Gadjah Mada, ahahaha&#8230;</p>
<p>Karenanya, karena aku tau batas kemampuanku, aku suka kesal setiap ngeliat media yang nggak bisa menulis dengan obyektif. Aku suka mangkel kalo mbaca tulisan-tulisan semodel di <a href="http://www.voa-islam.com" rel="nofollow">Voice of Al <b>Islam</b></a>. Sumpah, itu situs benar-benar gembus!</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/04/voa-islam.jpg" alt="voice of al islam" /></p>
<p>Bagaimana nggak, tema tulisannya lebih banyak tentang provokasi. Gembelnya, mereka mengklaim diri mengatas-namakan umat <i>Islam</i> secara keseluruhan. Tapi isi beritanya? Bah, brengkes (baca: brengsek, Masdab)!</p>
<p>Ceritanya aku tau situs ini dari <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2012/03/29/gambar-yang-menggelisahkan/" rel="nofollow">tulisan seorang teteh tentang kegelisahannya atas umat <u>Islam</u> yang terkotak-kotak</a>. Lebih jauhnya lagi, aku jadi tau kalo <a href="http://www.voa-islam.com/news/world-world/2012/02/26/17917/kekejaman-rezim-syiah-suriah-wanita-sunni-diperkosa-ditelanjangi/" rel="nofollow">ada (semacam) fitnah buat Islam Syiah</a> dari Islam Sunni tentang digantungnya mayat balita di Suriah. Sumprit, gambarnya ngeri beudlah. Tapi, kenapa kubilang (semacam) fitnah? Ya itu karena, pertama, gambarnya tidak begitu jelas, kedua, sumber gambarnya sendiri juga sejelas gambarnya. Maksudku, ya sama-sama tidak jelas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2012/03/menggelisahkan1.jpg?w=336&amp;h=366" alt="islam"/></p>
<p>Komentar umat Islam (Sunni) di Endonesa tentang gambar itu? Mudah ditebak! Kata-kata semodel &#8220;bantai Syiah&#8221; bertebaran, (mungkin) tanpa mereka tahu itu gambar benar-benar kekejian yang dilakukan Syiah atau sekedar kibul-kibulan belaka demi memprovokasi umat. Kasusnya adalah kalo yang terakhir adalah yang benar, artikel tersebut sukses dalam misinya: memprovokasi umat.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2012/03/menggelisahkan3.jpg?w=431&amp;h=579" alt="islam"/></p>
<p>Seperti yang kita tahu, umat Islam di Endonesa itu masih banyak yang <a href="http://diary.satchdesign.com/orang-islam-itu-nggak-cuma-kejam-tapi-juga-goblok.joe">sangat reaktif tapi ngaco</a> terhadap berita-berita model gini. Hell yeah, rata-rata umat Islam di Endonesa masih berpaham Sunni, dan mereka kayaknya memang membenci Syiah gara-gara masalah sepele: salah nyantrik! Mereka membenci Syiah, biasanya, tanpa benar tahu Syiah itu seperti apa. Mereka nggak mau kroscek. Mereka belajar tentang Syiah dari sekte kompetitornya alih-alih belajar dari orang Syiah sendiri. Lha, kalo yang dijadikan tempat rujukannya dalam belajar itu lebih dulu membenci Syiah, hasilnya tiada lain dan tiada bukan hanyalah kebencian warisan. Lagian pada aneh juga, sih&#8230; Pengen tau tentang Syiah, kok, ya nggak nanya sama pemeluknya langsung? Pengen tahu tentang sejarah Liverpool, kok, nanyanya sama pendukungnya Manchester United? Yang model demikian manalah bakal nyambung?</p>
<p>Di tulisan itu pula aku sempat urun komentar. Jenis komentarnya adalah komentar prihatin kayak di bawah ini:</p>
<blockquote><p>Beberapa oknum dari kampus saya juga hobi nih yg model ginian. Nggak jarang bikin status yg isinya black campaign buat syiah. Dikiranya masuk surga itu sejenis pilkada apa; kalo mahzab yg 1 menang suara, mahzab yang lain ga boleh ikutikutan nyicipin surga.</p>
<p>Kalo boleh suudzon, saya malah kepengen nebak, mereka yang model kayak gitu itu sangat boleh jadi tidak memakai metode kroscek buat nyari tau tentang syiah. Saya dulu waktu esempe juga gitu sih. Taunya syiah itu ulah bejatnya Abdullah bin Saba. Untungnya pas jaman kuliah saya keburu insap</p></blockquote>
<p>Membaca tulisan tersebut membuatku tergiring ke situsnya Voice of Al Islam itu tadi. Situs ini semacam portal berita buat umat Islam. Sayangnya, berita-berita yang dimuat di situ adalah tipikal berita CARI MUSUH!</p>
<p>Lha, gimana nggak cari musuh? Coba saja antum liat sendiri, berita-beritanya penuh tendensi provokasi. Buatku sendiri sangat kentara sekali aroma ngajakin ributnya. Kesannya, pembacanya diajak untuk ikut memusuhi apa-apa yang tidak disenangi oleh redaksi mereka.</p>
<p>Mereka nggak suka Syiah, <a href="http://www.voa-islam.com/news/world-world/2012/02/26/17917/kekejaman-rezim-syiah-suriah-wanita-sunni-diperkosa-ditelanjangi/" rel="nofollow">Syiah dijelek-jelekkan</a>. Dijelek-jelekkannya pun kental nuansa sepihak; tidak berusaha mengkover informasi dari kedua sisi. Asal cocok sama selera mereka &#8211; kayaknya &#8211; peduli setan dengan informasi yang berseberangan. Nggak perlulah informasi tandingan itu dimuat daripada nanti redaksi mereka dituduh tidak konsisten dalam menghujat. Pokoknya &#8211; ya kayak yang kubilang barusan &#8211; asal cocok, dimuat. Kalo nggak cocok? Errr&#8230;rasanya bakal dicocok-cocokkan supaya sesuai dengan selera mereka, deh.</p>
<p>Itu baru black campaign buat yang seiman sama mereka tapi beda sekte. Yang beda iman tentulah lebih parah lagi. Mereka yang bernasib sial di situs mereka bakal diposisikan macam <a href="http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2011/09/16/16130/menengok-ambon-berdarah-1999-umat-islam-dibantai-orang-kristen-aparat-lokal/" rel="nofollow">penjahat perang</a>. Perlu dibasmi dari muka bumi. Voice of Al Islam ini bahkan kelihatan kurang puas menuding oknum yang bersalah dari identitas nama lengkap sang oknum saja. Buat mereka, sangat perlu untuk <a href="http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2012/02/17/17794/percobaan-pembunuhan-ustadz-fpi-gubernur-kalteng-kristen-menantang-perang/" rel="nofollow">identitas religi sang oknum diblejeti</a>. Korbannya siapa lagi kalo bukan agama tetangga, Kristen dan Yahudi.</p>
<p>Bah, jurnalisme sampah!</p>
<p>Jadi, kalo ada oknum pemeluk agama sebelah yang membuat jajaran redaksi mereka kebakaran jenggot, kesalahan si oknum ini bakal dinilai makin salah karena agamanya bukanlah agama yang dipeluk oleh si pemimpin redaksi. Aseek, kan? Aseek matamu! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sudah jelas, kan, kalo Voice of Al Islam ini cari musuh? Buatku sangat jelas. <a href="http://diary.satchdesign.com/antara-perbankan-syariah-dan-khilafah-islamiyah.joe">Menjelek-jelekkan mahzab kompetitor</a>, menyalah-nyalahkan agama sebelah, buatku itu sudah cukup sebagai sebuah indikasi tukang nyari ribut. Lha, homo sapiens mana, sih, yang suka <a href="http://diary.satchdesign.com/tentang-khilafah.joe">keyakinannya dijelek-jelekkan</a>? Nggak ada, tho?</p>
<p>Kalo nggak ada, apalagi itu judulnya kalo bukan nyari-nyari perkara? Dan berhubung mereka itu hobinya nyari musuh, beruntung buat mereka, mereka bakal menemukan apa yang mereka cari, cepat atau lambat.</p>
<p>Tapi mereka berbahaya buat umat Islam lainnya. Pertama, citra Islam di mata pemeluk agama lain bisa saja jadi buruk gara-gara kelakuan mereka. Kedua, Islam semakin jauh dari imej rahmatan lil alamin alias rahmat bagi semesta alam, agama perdamaian. Ketiga, bajingseng! Seenaknya saja mereka mengklaim bahwa suara mereka adalah suara umat Islam secara general. Brengsek betul mereka memajang tagline bahwa suara mereka adalah suara kebenaran (dalam konteks Islam). Islam yang mana, Bung? Aku juga Islam (dengan parameter bahwa kolom agama di katepeku pun tertulis &#8220;Islam&#8221;), tapi aku nggak merasa sampeyan wakili. Keempat, pada akhirnya para pemeluk agama Islam jadi sangat besar kansnya untuk benar-benar dimusuhi. Kampretlah!</p>
<p>Mereka amat sangat subyektif sekali dalam pemberitaan!</p>
<p>Lho, tapi Akh Joe, bukannya antum sendiri juga suka subyektif? Kok, sekarang malah protes begitu ada yang sama atau malah lebih subyektif ketimbang antum? Sudah sewajarnya dan malah seharusnya antum ikutan bangga, dong, Akh Joe&#8230;</p>
<p>Lha, iya. Aku memang subyektif. Aku subyektif tapi sebisa mungkin tidak mengklaim kalo subyektifitasku itu adalah sebuah obyektifitas. Aku nggak ngaku-ngaku kalo suaraku adalah suara orang banyak. Aku nggak bakal bilang kalo aku adalah pengambung, eh, penyambung lidah rakyat, terutama jenis rakyat yang bentukannya manis kinyis-kinyis. Aku nggak bakal sok-sokan mewakili siapapun di dalam kesubyektifanku. Suaraku ya suaraku sendiri. Situ nggak perlu repot-repot untuk ikut, nurut, manut.</p>
<p>Tidak habis pikir akunya sama agenda dari pembuat situsnya. Mau mencelakai sodara seiman sendiri atau gimana tho maksudnya? Kalo maksud mereka memang baik, pengen membela nama Islam, tiada bakal mereka meresikokan sodara seimannya sendiri untuk ikut-ikutan dimusuhi sama orang lain gara-gara ulah mereka. Makanya, aku heran juga, entah kenapa mereka, kok, memilih bermain dengan style seperti itu&#8230;</p>
<p>Memang tidak bisa dipungkiri, sih, di luar sana banyak pula media, baik online maupun offline, yang menghujat Islam dengan brutal. Tapi apa api harus dibalas api? Apa perlu ikut-ikutan menampilkan wajah buruk kepada mereka yang lebih dulu menampilkan wajah buruknya?</p>
<p>Ealah&#8230; Ya Allah, setulus hati aku berdoa&#8230; Seandainya pun di dunia ini semua pihak sudah lebih senang untuk menampilkan wajah buruknya masing-masing, dengan bangga pula, jangan Engkau jadikan aku ikut-ikutan gaya dan penampilan buruk mereka. Tetap jadikan aku seperti aku yang sekarang ini, ya Allah. Tidak mengapa bagi hamba untuk jadi manusia berwajah ganteng terakhir di muka bumi ini. Sungguh, sendiri pun tiada jadi soal. Kesepian tapi ganteng, bagi hamba, jauh lebih mulia daripada rame-rame tapi amburadul. Amen.</p>
<p>Aku malah jadi inget sama Jonah Jameson kalo sudah seperti ini. Tau Jonah Jameson? Kalo nggak tau, ya sini aku kasih tau. Dan bagi yang sudah tau, sampeyan boleh, kok, ngeloncati mbaca paragraf yang ini. Jonah Jameson itu bosnya Peter Parker (jangan bilang nggak tau siapa itu Peter Parker lho ya. Apalagi kalo sampe nekad mau bilang kalo sampeyan ini nggak tau siapa itu Spider-Man), pemred di koran harian Daily Bugle &#8211; tempatnya si Peter kerja jadi tukang foto keliling.</p>
<p>Daily Bugle ini kerjaannya nulis berita yang bernuansa negatif tentang Spider-Man. Sekalipun Spidey sudah rajin nulungin orang, buat Jonah, Spidey tetaplah pengacau New York, badut dengan kostum laba-laba. Dan gara-gara berita yang menurut Peter sangat tidak berimbang dan tidak obyektif inilah akhirnya si Peter protes, &#8220;Mas Bos, apa kita ndak bisa sekali-sekali nulis berita tentang Spider-Man dengan lebih obyektif? Masyarakat di luar sana, kan, perlu tahu fakta yang sebenarnya. Kalo macam begini terus lak yo mesakke Spider-Man-e.&#8221;</p>
<p>Apa jawab Jonah? Jawabnya, &#8220;Fakta? Kamu bilang masyarakat butuh fakta? Tanyakan pada mereka, apakah mereka mau fakta? Mereka pasti jawab, &#8216;Mau.&#8217; Tanyakan ke mereka, apa mereka mau berita yang obyektif, yang berimbang? Mereka bakal jawab, &#8216;Mau.&#8217; Tapi sebenarnya mereka tidak butuh itu. Mereka cuma butuh dongeng. Dan, seperti kambing, dongeng apapun bakal mereka telan.&#8221;</p>
<p>Yep! Jonah memang benar. Memang begitulah bisnis media: tulislah berita yang laku dijual.</p>
<p>Maka, oke, kalau ini tentang bisnis media, aku bisa mengerti keputusan Voice of Al Islam menurunkan berita-berita kontroversial macam sekarang ini. Masyarakat Islam di Indonesia memang masih banyak yang bodoh, yang suka banget kalo nemu dongeng-dongeng baru. Mereka adalah pasar yang sangat potensial untuk digarap. Bisnis adalah bisnis. Bisnis bisa menunggangi apapun, kok. Mulai dari menunggangi wanita sampai menunggangi agama. Jadi, sekali lagi, kalau ini memang tentang bisnis, ditambah kecenderungan situs Voice of Al Islam yang memang ke arah itu (lihat saja, separuh halaman situsnya berisi iklan semua, lho), aku nggak berhak protes apa-apa lagi. Silakan saja menulis semaunya.</p>
<p>Tapi kalo mereka memang benar-benar berniat untuk menjadi wakil Islam, menyuarakan isi hati umat Islam, dan &#8211; lebih jauh dari itu &#8211; meningkatkan dan mengembangkan mutu serta sumber daya umat Islam ke arah yang positif dan konstruktif, aku cuma bakal meniru kata-katanya Mas Yanto, satpam di kampusku, ketika dia mencak-mencak saat mendapati <a href="http://www.septri.com" rel="nofollow">Septri</a> merokok, genjrang-genjreng mainan gitar sambil teriak-teriak, plus mainan basket di lobi kampus (pengumuman! Di kampusku sekarang sudah ada plang dilarang merokoknya, lho, Dab). Saat itu Mas Yanto bilang ke Septri, &#8220;Belajar agama lagi sana!&#8221;</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/orang-islam-itu-nggak-cuma-kejam-tapi-juga-goblok.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok'>Orang Islam Itu Nggak Cuma Kejam, Tapi Juga Goblok</a> <small>Pengumuman! Aku lagi latah. Ada yang sudah ngintip film &#8220;Fitna&#8220;?...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/ah-ah-ah-ahmadiyah.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah&#8230;'>Ah, Ah, Ah, Ahmadiyah&#8230;</a> <small>Jadi aku lagi mau nanya kepada sidang pembaca yang terhormat,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/fpi-sweeping-rumah-makan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: FPI Sweeping Rumah Makan'>FPI Sweeping Rumah Makan</a> <small>Akhirnya, sodara-sodara, kelakuan manja beberapa oknum manusia yang kebetulan seiman...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/kembali-ke-kampus.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kembali ke Kampus'>Kembali ke Kampus</a> <small>Sehubungan dengan tadi siang sehabis Jumatan aku nekat motoran menembus...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/tanda-tanya-pluralisme-dan-kontroversinya.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;Tanda Tanya&#8221;, Pluralisme, dan Kontroversinya'>&#8220;Tanda Tanya&#8221;, Pluralisme, dan Kontroversinya</a> <small>Akhirnya aku nulis juga tentang film ini, film yang menurut...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cv0HhD0RtuLkDRZkMLoSc7NcYY/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cv0HhD0RtuLkDRZkMLoSc7NcYY/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cv0HhD0RtuLkDRZkMLoSc7NcYY/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cv0HhD0RtuLkDRZkMLoSc7NcYY/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/jYGO3wfGo8M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/al-islam-dan-jurnalisme-sampah.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/al-islam-dan-jurnalisme-sampah.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Oalah, Endon…</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/P3v7H4euL_k/oalah-endon.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/oalah-endon.joe#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 06:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Waton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[100 tahun ke depan pun aku pesimis Endonesa bakal jadi negara maju&#8230; Pemimpinnya nggak bisa mimpin, nggak tegas, dan selalu ngeluh. Sementara yang harusnya dipimpin juga nggak mau diatur. Mental model beginian ini pula yang bikin orang-orang pinter, disiplin, dan baik hati lebih milih pindah ke luar negeri. Negeri ini terlalu biadab buat mereka, soalnya. [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/pak-obama.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pak Obama'>Pak Obama</a> <small>Jalan-jalan di frensterku, liat-liat bulletin board-nya dan mendadak nemu tulisan...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/anak-ugm-yang-pinter-pinter.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anak UGM yang Pinter-pinter'>Anak UGM yang Pinter-pinter</a> <small>Kalo ada oknum manusia &#8211; terutama Endonesa &#8211; di dunia...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/zona-nyaman.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zona Nyaman'>Zona Nyaman</a> <small>Kenapa orang-orang itu pada suka bilang, &#8220;Kalau mau sukses, tinggalkan...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/donlot-lagu-di-internet-masuk-penjara.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Donlot Lagu di Internet Masuk Penjara?'>Donlot Lagu di Internet Masuk Penjara?</a> <small>Subuh-subuh tadi akika baca berita, bo&#8217;. Katanya si berita, Pak...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/can-you-find.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Can You Find?'>Can You Find?</a> <small>Baiklah, berhubung aku ini pinter (maklumlah, namanya juga sudah sarjana&#8230;)...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>100 tahun ke depan pun aku pesimis Endonesa bakal jadi negara maju&#8230;</p>
<p>Pemimpinnya nggak bisa mimpin, nggak tegas, dan selalu ngeluh. Sementara yang harusnya dipimpin juga <a href="http://diary.satchdesign.com/ruang-tunggu-sepeda-tanpa-motor.joe">nggak mau diatur</a>.</p>
<p><img class="aligncenter" src="https://joesatch.files.wordpress.com/2012/03/dilarang-parkir.jpg" alt="wis ana tandane kok ya isih ngeyel bae?" /></p>
<p>Mental model beginian ini pula yang bikin orang-orang pinter, disiplin, dan baik hati lebih milih pindah ke luar negeri. Negeri ini terlalu biadab buat mereka, soalnya. Seperti yang bolak-balik kubilang kalo lagi nggosip sama anak-anak sambil (sok) mikirin negara, &#8220;Yang di atas banyak yang brengsek secara sadar, sementara yang di bawah banyak yang goblok secara nggak sadar.&#8221;<span id="more-984"></span></p>
<p>Oalah, <b>Endon</b>&#8230; <i>Endon</i>&#8230;</p>
<p><em>P.S. Untung saja aku ini sedikit pinter dan sedikit bejat. Jadi sampai saat ini aku belum sempet ngurus dokumen demi pindah warga negara; selain juga karena akunya sendiri sampe sekarang belum cukup pede gara-gara belum fasih ngomong pake bahasa Ibrani.</em></p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/pak-obama.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pak Obama'>Pak Obama</a> <small>Jalan-jalan di frensterku, liat-liat bulletin board-nya dan mendadak nemu tulisan...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/anak-ugm-yang-pinter-pinter.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anak UGM yang Pinter-pinter'>Anak UGM yang Pinter-pinter</a> <small>Kalo ada oknum manusia &#8211; terutama Endonesa &#8211; di dunia...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/zona-nyaman.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Zona Nyaman'>Zona Nyaman</a> <small>Kenapa orang-orang itu pada suka bilang, &#8220;Kalau mau sukses, tinggalkan...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/donlot-lagu-di-internet-masuk-penjara.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Donlot Lagu di Internet Masuk Penjara?'>Donlot Lagu di Internet Masuk Penjara?</a> <small>Subuh-subuh tadi akika baca berita, bo&#8217;. Katanya si berita, Pak...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/can-you-find.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Can You Find?'>Can You Find?</a> <small>Baiklah, berhubung aku ini pinter (maklumlah, namanya juga sudah sarjana&#8230;)...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bMzAXybFXP0AbS0qRREZFociVqI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bMzAXybFXP0AbS0qRREZFociVqI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bMzAXybFXP0AbS0qRREZFociVqI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bMzAXybFXP0AbS0qRREZFociVqI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/P3v7H4euL_k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/oalah-endon.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/oalah-endon.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Fasilitas: Ilmu(?)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/lC0x282SO8M/fasilitas-ilmu.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/fasilitas-ilmu.joe#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 07:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngopi Neeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Kadangkala aku bingung sama panitia-panitia &#8211; terutama dari seksi tukang bikin poster &#8211; seminar-seminaran dan workshop-workshopan di luar sana&#8230; Mereka itu ngerti definisi dari kata &#8220;fasilitas&#8221; ndak tho? Entah akunya yang goblok atau memang mereka-mereka itu yang pancen rodo mblawur, setauku arti dari kata &#8220;fasilitas&#8221; adalah: fa·si·li·tas n sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi; kemudahan &#8211; [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/oh-ilmu-budaya-oh-gadjah-mada.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Oh, Ilmu Budaya, Oh, Gadjah Mada'>Oh, Ilmu Budaya, Oh, Gadjah Mada</a> <small>Coba gambarnya diklik aja. Sudah? Sudah diklik? Sudah dibaca? Jadi...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/reaching-the-dream-with-online-business.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reaching the Dream with Online Business'>Reaching the Dream with Online Business</a> <small>Aku ini orang baik. Saking baiknya, kadang-kadang aku masih suka...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/dari-seminar-e-commerce-the-solution-for-your-business.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dari Seminar &#8220;E-commerce: The Solution for Your Business&#8221;'>Dari Seminar &#8220;E-commerce: The Solution for Your Business&#8221;</a> <small>Bekas kampusku terkenal dengan cowoknya yang butut-butut. Dalam artian, cuma...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/imo-g911-ponsel-paling-mahal-di-endonesa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: IMO G911, Ponsel Paling Mahal di Endonesa'>IMO G911, Ponsel Paling Mahal di Endonesa</a> <small>Dengan fasilitas dan spesifikasi seperti: TV analog, dual standby GSM-GSM,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/belajar-forex-di-instafx.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Forex di InstaFX'>Belajar Forex di InstaFX</a> <small>Belajar forex merupakan hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadangkala aku bingung sama panitia-panitia &#8211; terutama dari seksi tukang bikin poster &#8211; <b>seminar</b>-seminaran dan workshop-workshopan di luar sana&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/03/ippho.jpg" alt="poster seminar dengan fasilitas berupa ilmu" width=400 /><br />
<span id="more-977"></span><br />
Mereka itu ngerti definisi dari kata &#8220;fasilitas&#8221; ndak tho?</p>
<p>Entah akunya yang goblok atau memang mereka-mereka itu yang pancen rodo mblawur, setauku <a href="http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php" rel="nofollow">arti dari kata</a> &#8220;fasilitas&#8221; adalah:</p>
<blockquote><p><strong>fa·si·li·tas</strong> n sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi; kemudahan<br />
<strong>&#8211; sosial</strong> fasilitas yg disediakan oleh pemerintah atau swasta untuk masyarakat, spt sekolah, klinik, dan tempat ibadah; <strong>&#8211; umum</strong> fasilitas yg disediakan untuk kepentingan umum, spt jalan dan alat penerangan umum;<br />
<strong>mem·fa·si·li·tasi</strong> v memberikan fasilitas</p></blockquote>
<p>Nah, jadi kalo ada <i>seminar</i>-seminaran atau workshop-workshopan yang di posternya menuliskan bakal memberikan fasilitas berupa ilmu di acaranya, apakah itu tepat?</p>
<p>Namanya saja <u>seminar</u> sama workshop, ya pastilah acara intinya adalah bagi-bagi ilmu. &#8220;Memberikan ilmu sebagai sarana untuk memperlancar pelaksanaan acara bagi-bagi ilmu&#8221; tentunya terdengar janggal bin mawut, kan? Wong misalnya saja aku, aku ikutan seminar dan mbayar tiket masuk sekian puluh ribu rupiah ya pastinya memang akunya kepengen dapet ilmu tentang seputar judul seminarnya. Lha kalo ilmunya itu sendiri hanyalah sebuah fasilitas, lalu apa, dong, inti dan isi &#8211; yang perlu diperlancar &#8211; dari acara seminarnya itu sendiri?</p>
<p>Bukannya &#8220;ilmu&#8221; itu sendiri adalah hal yang memang sudah seharusnya didapatkan oleh peserta seminar ketika memutuskan untuk ikutan datang ke sebuah acara seminar? Bedakan sama coffee break, makan siang, seminar kit, dan sertifikat, dong, ah!</p>
<p>Tapi, kalo memang masih mau ngeyel mbikin poster dengan embel-embel tulisan &#8220;fasilitas: ilmu&#8221;, ganti aja acara seminar atau workshopnya dengan acara pentas band-band-an. Yang terakhir ini barulah boleh hadirin yang datang dikasih fasilitas berupa ilmu, entah itu ilmu meniup suling, ilmu menabuh kendang, atau malah ilmu membanting gitar sehabis manggung ala John Paul Ivan yang eksnya Boomerang itu.</p>
<p>Iya, kan?</p>
<p>Iya, kan?</p>
<p>Iya, kan?</p>
<p>Iya aja, deh <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>P.S. Gambar poster di atas hanyalah oknum yang kebetulan nemunya malah di <a href="http://asruldinazis.wordpress.com/2010/12/16/seminar-7-keajaiban-rezeki-oleh-ippho-right-santosa/">blognya Oom Arul</a></em> <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/oh-ilmu-budaya-oh-gadjah-mada.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Oh, Ilmu Budaya, Oh, Gadjah Mada'>Oh, Ilmu Budaya, Oh, Gadjah Mada</a> <small>Coba gambarnya diklik aja. Sudah? Sudah diklik? Sudah dibaca? Jadi...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/reaching-the-dream-with-online-business.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reaching the Dream with Online Business'>Reaching the Dream with Online Business</a> <small>Aku ini orang baik. Saking baiknya, kadang-kadang aku masih suka...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/dari-seminar-e-commerce-the-solution-for-your-business.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dari Seminar &#8220;E-commerce: The Solution for Your Business&#8221;'>Dari Seminar &#8220;E-commerce: The Solution for Your Business&#8221;</a> <small>Bekas kampusku terkenal dengan cowoknya yang butut-butut. Dalam artian, cuma...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/imo-g911-ponsel-paling-mahal-di-endonesa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: IMO G911, Ponsel Paling Mahal di Endonesa'>IMO G911, Ponsel Paling Mahal di Endonesa</a> <small>Dengan fasilitas dan spesifikasi seperti: TV analog, dual standby GSM-GSM,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/belajar-forex-di-instafx.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar Forex di InstaFX'>Belajar Forex di InstaFX</a> <small>Belajar forex merupakan hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/boH070-TSfbRne7EM24mEqCPMjo/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/boH070-TSfbRne7EM24mEqCPMjo/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/boH070-TSfbRne7EM24mEqCPMjo/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/boH070-TSfbRne7EM24mEqCPMjo/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/lC0x282SO8M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/fasilitas-ilmu.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/fasilitas-ilmu.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Si Ganteng Menurut Primbon</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/IkJxpRA-MaU/si-ganteng-menurut-primbon.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/si-ganteng-menurut-primbon.joe#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 06:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rada Bermutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Weekend yang tidak terlalu sibuk. Sembari menunggu Adis Gembrot menraktir masnya ini makan-makan nanti malam &#8211; berhubung kemarin tanggal 15 dia ultah &#8211; iseng-iseng aku mbuka-mbuka primbon seputar watak dan peruntungan hidup buat si ganteng ini. Berikut adalah hasilnya: HOROSKOP JAWA [LENGKAP] &#8211; Misteri Pranata Mangsa Oleh: Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ Nama: Anindito Baskoro Satrianto [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/bagaimana-kalau-jagoan-komputer-bohong-bohongan-diadu-sama-jagoan-komputer-beneran.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Kalau Jagoan Komputer Bohong-bohongan Diadu Sama Jagoan Komputer Beneran?'>Bagaimana Kalau Jagoan Komputer Bohong-bohongan Diadu Sama Jagoan Komputer Beneran?</a> <small>Aku sudah di Jokja sejak kemarin, sodara-sodara. Setelah kereta Taksaka...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/persegi-gianyar-menembus-final-liga-champion-asia.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia'>Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia</a> <small>Kemenangan terbaik Persegi Bali FC sepanjang sejarah Persegi Gianyar 4-1...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/internet-explorer-web-browser-nya-web-designer.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer'>Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer</a> <small>2 hari kemarin Oom Udin, sejawat di kantor tempat meminta...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/imo-b9000-episode-3-tau-tau-mati.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: IMO B9000 Episode 3: Tau-tau Mati'>IMO B9000 Episode 3: Tau-tau Mati</a> <small>Lagi aseek-aseeknya onlen lewat hape, ngajakin chatting cewek-cewek manis, tau-tau...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/herpes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Herpes'>Herpes</a> <small>Di kampus lagi ada wabah herpes! Korbannya, setauku, diawali sama...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Weekend yang tidak terlalu sibuk. Sembari menunggu Adis Gembrot menraktir masnya ini makan-makan nanti malam &#8211; berhubung kemarin tanggal 15 dia ultah &#8211; iseng-iseng aku mbuka-mbuka <a href="http://www.primbon.com" rel="nofollow"><b>primbon</b></a> seputar watak dan peruntungan hidup buat si ganteng ini.</p>
<p>Berikut adalah hasilnya:<span id="more-971"></span></p>
<p><strong>HOROSKOP JAWA [LENGKAP] &#8211; Misteri Pranata Mangsa</strong><br />
Oleh: Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ</p>
<p>Nama: Anindito Baskoro Satrianto<br />
Tgl. Lahir: 29 Mei 1983<br />
Weton: Minggu Kliwon<br />
Mongso: Saddha<br />
Wuku: Julungpujud</p>
<p>Dibawah ini adalah penjabaran Sifat/Karakter orang yang lahir pada Weton/Mongso/Wuku tersebut..</p>
<p><strong>1. Weton anda adalah Minggu Kliwon.</strong><br />
Sifat/karakter orang yang lahir pada Weton tersebut, adalah:</p>
<p>Satu lagi tipe pendiam dengan pendirian tegas dan kemauan keras. Anda sangat pandai dalam membuat orang selalu menduga-duga perasaan anda yang sebenarnya. Anda sebetulnya cukup sensitif, tetapi jangan berharap orang lain akan mempercayainya pada saat mendengar anda beradu pendapat. Anda pandai bersosialisasi, pandai berbicara, dan memiliki bakat politik yang besar. Dengan kelebihan seperti ini, tidak mengherankan tipe-tipe seperti anda sering mencapai kedudukan yang tinggi!</p>
<p><strong>2. Mongso anda adalah Saddha.</strong><br />
Sifat/karakter orang yang lahir pada Mongso tersebut, adalah:</p>
<p><strong>SADDHA &#8211; Tirta Sah Saka Sasana</strong><br />
13 Mei &#8211; 22 Juni</p>
<p><strong>KEADAAN UMUM</strong><br />
Orang Yang terlahir pada tanggal 13 Mei &#8211; 22 Juni, mereka itu dapat disebut orang &#8220;SADDHA&#8221; karena pada saat itu adalah mangsa &#8220;Saddha&#8221; yang berorbit selama 41 hari di langit belahan Timur Laut. Peristiwa mangsa itu candranya, &#8220;Tirta Sah Saka Sasana&#8221;, yang artinya &#8220;Air Lenyap Dari Tempatnya&#8221;. Mangsa itu dalam pengaruh Batari Sri dan Batara Sadana.</p>
<p>Batara Sri sebenarnya adalah Puteri Batara Hyanq Wimaka, isteri Batara Wisnu. Konon pada jaman Purwacarita menjelma sebagai puteri Prabu Srimahapunggung di kerajaan Medang Kamulan. Sedang Batara Sadana adalah adik Batari Sri.</p>
<p>Batari Sri dan Batara Sadana adalah Dewa yang bertugas membagi rejeki kepada umat manusia. Yang kemudian orang menyebutnya Batara Sri Sadana saja. Walaupun sebutannya hanya satu, sesungguhnya adalah dua Dewa. Maka orang kelahiran mangsa &#8220;SADDHA&#8221; mempunyai watak kembar.</p>
<p>Pada umumnya orang Saddha mempunyai kecerdasaan yang luar biasa. Selain kecerdasannya juga mempunyai felling Yang kuat pula. Sehingga langkahnya lebih berhati-hati.</p>
<p>Bergaul dengan orang Saddha pada umumnya sangat menyenangkan. Karena kecerdasaan otaknya, maka orang Saddha dapat membantu untuk memecahkan berbagai kesulitan sahabat-sahabatnya. Ditambah lagi keistimewaan orang Saddha yang pandai bergaul dan dapat menempatkan diri dengan tata kesopanan dan penampilan yang berkesan. Sehingga banyak orang senang padanya.</p>
<p>Tetapi sayangnya orang Saddha tidak dapat membuat suatu keputusan yang tepat. walaupun dia mempercayai seseorang, tetapi di lubuk hatinya merasa curiga kepada orang kepercayaannya itu.</p>
<p>Begitu pula dalam hal pekerjaan yang dilakukannya, terkesan hanya coba-coba. Akibatnya dia tidak akan mendapatkan suatu keuntungan apapun dari jerih payahnya itu. Karena sebelum pekerjaan itu tuntas sudah ditinggalkannya.</p>
<p>Keputusan-keputusannya sering mendua, dalam keragu-raguan. Dalam waktu yang relatif singkat keputusannya dapat berubah lagi. Oleh karenanya sering membuat orang kebingungan atas keputusannya. Karenanya orang Saddha dapat tergolong sering ingkar janji.</p>
<p>Sering terseret dalam kesulitan yang bersumber dari ulahnya sendiri, yang semula bertujuan untuk menolong orang lain. Tetapi sangat berlebihan, sehingga dia tidak dapat menyelesaikannya. Maka dia yang harus menanggung segala akibatnya.</p>
<p>Dalam penampilan orang Saddha tampak selalu rapi, dengan rambut yang tersisir rapi. Kerapian menjadi kunci kemantapan langkah orang Saddha dalam pergaulan. Sehingga mendudukkan dia dalam tempat yang terhormat, ditambah dengan tutur kata dan sopan santun yang baik. Maka orang sering mengagumi dan sekaligus memanfaatkan segala kekurangan yang pernah diperbuat orang Saddha sebelumnya.</p>
<p>Kerap kali mengalami kesulitan keuangan dan selalu saja mendapat bantuan dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Sebaliknya kalau orang Saddha mendapat rejeki lebih, dibaginya rejeki itu kepada orang lain. Hatinya selalu hanyut sedih, kalau menyaksikan orang sedang dirundung kesusahan.</p>
<p>Dalam hal pendidikan, orang Saddha sangat mudah menerima pelajaran, bahkan dapat mempelajari hal-hal yang tidak mungkin dipelajari oleh orang lain. Baik itu tentang sains maupun spiritual.</p>
<p><strong>KEADAAN ALAM SEMESTA</strong><br />
Pada saat mangsa &#8220;SADDHA&#8221;, keadaan musimnya adalah Kemarau. Saat itu benar-benar sudah tidak ada hujan. Angin berhembus dari Timur menuju Barat dengan hembusan yang sepoi-sepoi basa. Hawanya kalau siang terasa panas, tetapi diwaktu malam sangat dingin.</p>
<p>Panen buah-buahan diantaranya, Jeruk Keprok, Nanas, Apokat, dan buah Asam pun telah masak. Panen padi di sawah hampir usai. Kemudian jerami mulai dibakar dan dipersiapkan untuk menanam palawija.</p>
<p>Sendang penampungan dari mata air, volume airnya telah berkurang karena sudah tidak ada air hujan lagi. Airnya melimpah ke selokan. Orang mulai mengangsu karena sumurnya mulai dangkal.</p>
<p>Para nelayan mulai mempersiapkan diri menyelam ke dasar laut yang dangkal, untuk memasang tiang-tiang penyangga getek tempat orang menjala ikan di laut. Karena pada saat itu gelombang laut tidak begitu besar, angin pun sepoi-sepoi basa dari arah Timur ke Barat. Pada musim itu di tepi laut sedang musim ikan Nus atau Cumi-cumi.</p>
<p><strong>KEADAAN FISIK</strong><br />
Orang kelahiran mangsa &#8220;SADDHA&#8221; rata-rata bentuk tubuhnya tinggi besar, baik pria maupun wanitanya. Wajahnya bulat telur dan licin dengan mata bulat tajam. Bibirnya tipis dan alisnya tebal. Walaupun bentuk tubuhnya tinggi besar tetapi tidak berotot.</p>
<p>Kalau berjalan seperti tidak menginjak tanah. Langkahnya lebar tetapi tidak tergesa-gesa, kepala menunduk seolah menghitung langkahnya yang kalem.</p>
<p><strong>KEADAAN MASA KANAK-KANAK</strong><br />
Anak-anak kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; pada usia balita bentuk tubuhnya kurus. Sering rewel dan susah makan. Bahkan sering pula menderita sakit panas. Ketika sudah mulai berkembang dan menginjak usia sekolah, mereka sering mengajukan banyak pertanyaan yang sulit kepada orang tuanya. Karena sifat anak &#8220;Saddha&#8221; yang serba ingin tahu.</p>
<p>Sejak masih kanak-kanak sudah tidak mau dikalahkan, apalagi diperintah. Dia menghendaki kebebasan, tidak mau diperintah, tidak mau didikte oleh siapapun. Sering pula berbantah, tapi biasanya anak Saddha lah yang selalu menang. Bahkan dengan orang tua sendiri sering berdebat, tetapi karena biasanya anak Saddha kata-katanya besar, maka orangtuanya pun tidak dapat berkata apa-apa selain mengelus dada.</p>
<p>Dalam olah pikir, anak Saddha telah mulai mengembangkan pikirannya dari buku bacaan maupun menanggapi dari kata-kata orang dewasa sekelilingnya. Senang merenung dan mempergunakan khayalan pikirannya. Sehingga dengan demikian, dia sering terserang penyakit batuk dan paru-paru.</p>
<p>Rasa kasih sayangnya sangat tinggi, khususnya terhadap sesama teman sebayanya, dan tidak suka diusik bila sedang bermain.</p>
<p>Pada umumnya pertumbuhan tubuh anak Saddha, sangat cepat besar. Lebih banyak mempergunakan emosinya daripada mempergunakan logika. Sehingga sering merasa kurang puas terhadap keadaan lingkungannya.</p>
<p><strong>KEADAAN MASA REMAJA</strong><br />
Kelanjutan masa kanak-kanak adalah masa Remaja. Maka apa yang dialami remaja Saddha selanjutnya adalah pembawaan dari masa kanak-kanaknya dulu. Senang bertanya, banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran, Selalu merasa kurang puas, menginginkan ketenangan. Merasa dirinya selalu diperlakukan kurang adil oleh lingkungannya. Akhirnya sering merenung, mengolah pikir dan ketegangan syaraf.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, remaja Saddha umumnya berhasil. Karena dia gemar belajar dan membaca buku-buku ilmu pengetahuan. Bahkan senang pula membaca buku-buku biografi tokoh dunia, ilmu pengetahuan maupun politik, dan cerita tentang orang-orang yang berhasil di dunia. Dari buku-buku itulah dia akan berkhayal &#8220;kalau aku&#8230;&#8221;. Khayalan itu akan berkembang menjadi suatu cita- cita.</p>
<p>Tetapi karena sifatnya yang selalu mendua akibat pengaruh dari Batara Sri dan Batara Sadana yang kuat sekali. Maka keputusannya sering berubah-ubah. Walaupun begitu, Untuk membuktikan cita-citanya itu, orang Saddha berusaha juga. Setelah dia menyadari bahwa dirinya tiada ketentuan yang logis, maka dia akan berusaha menekan diri. Mempergunakan waktunya seefisien mungkin. Barulah dia dapat membuktikan kebenaran janjinya. Tetapi hal itu jarang sekali terjadi bagi orang Saddha.</p>
<p>Dalam dunia bisnis tidak akan berhasil, karena tidak punya ketetapan hati. Lagi pula banyak mempergunakan perasaan dari pada pikiran. Pedagang harus menggunakan pikiran untuk menggapai keuntungan. Kalau menggunakan perasaan, akhirnya akan lemah dan menyerah.</p>
<p>Hubungannya dengan masyarakat lingkungannya cukup baik. Karena itikadnya yang baik dapat diterima oleh masyarakat, maka dia mau berkorban apa saja untuk kepentingan masyarakat. Bahkan jiwa berkorbannya itu sangat kuat dan merepotkan dia sendiri. Tetapi kalau masyarakat sekelilingnya mengacuhkan dirinya, diapun akan berbuat hal yang sama. Tapi yang sebenarnya terjadi, adalah karena orang-orang disekitarnya tidak tahu kemauan orang Saddha itu.</p>
<p>Yang paling bermanfaat adalah kalau orang Saddha itu menjadi tokoh masyarakat, pemimpin partai politik, asosiasi, pimpinan organisasi, atau kelompok kegiatan apa saja. Karena dengan demikian dia akan mendapat kesempatan menyampaikan gagasan-gagasan yang umumnya sangat cemerlang, sehingga bisa memajukan organisasi yang dipimpinnya itu.</p>
<p><strong>CIRI KHAS</strong><br />
Tanda khas yang dimiliki orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; terutama pada postur tubuh yang jangkung dan tidak berotot. Penampilannya malu-malu kucing, dengan dandanan rapi, rambut tersisir rapi. Tingkah lakunya lembut dan sopan.</p>
<p>Menilik dari kebiasaannya sehari-hari, orang Saddha mempunyai kebiasaan tidak mau diam. Selalu ada-ada saja yang dikerjakan. Mengerjakan apa saja, walaupun pekerjaan itu tidak berguna.</p>
<p>Dalam pergaulan, kalau kita menemui seseorang yang tidak mau dikalahkan bicaranya dan selalu menonjolkan &#8220;Aku&#8221;nya, itulah salah satu watak orang Saddha. Begitu pula kalau ada seseorang yang memberikan bantuan kepada sahabatnya hingga belebih-lebihan hingga dia sendiri mendapat kesulitan, itu pun termasuk prilaku orang Saddha. Kalau pria banyak dikerumuni wanita (Playboy).</p>
<p><strong>IKATAN PERSAHABATAN</strong><br />
Dalam tata kehidupan ini selalu ada berpasang-pasangan, siang dan malam, pria dan wanita, baik dan buruk, susah dan gembira, dan begitu pula dalam pergaulan.</p>
<p>Sahabat adalah orang yang termasuk dekat dengan kita, sahabat lebih dari kawan lebih pula dari saudara. Karena sahabat tempat kita mencurahkan perasaan dan mempercayakan rahasia pribadi.</p>
<p>Maka untuk mendapatkan sahabat itu juga tidaklah gampang. Tidak segampang mencari kenalan atau kawan. Adalah hubungannya dengan jiwa, perasaan yang paling dalam. Tentu saja kecocokan ada diantara dua hati.</p>
<p>Bagi orang Saddha sahabat yang cocok adalah orang &#8220;KAPAT&#8221; (19 September &#8211; 13 Oktober). Selain itu cocok pula dengan orang kelahiran mangsa &#8220;KAWOLU&#8221; (4/5 Februari &#8211; 1 Maret).</p>
<p>Persahabatan Saddha dengan Kapat ini ibarat tempat nasi mendapat tutup, bisa saling mengisi dalam hal berkarya. Si Saddha pencetus ide-ide dan si Kapat yang mempertimbangkan, sehingga tewujud cita-cita orang Saddha itu , sehingga Tidak hanya bergantung diatas bintang. begitu pula dengan orang Kawolu, bagaikan gayung bersambut.</p>
<p><strong>KEADAAN KESEHATAN</strong><br />
Orang kelahiran &#8220;Saddha&#8221; pada umumnya tingkat kesehatannya kurang balk. Sejak masih kanak-kanak sering kena penyakit, sakit kepala, batuk, dan radang paru-paru.</p>
<p>Penyakit itu akan terbawa ketika mencapai usia Remaja dan menjadi Orang Tua. Maka lebih baik memelihara kesehatan daripada mengobati setelah tertimpa penyakit. Kelemahan dirinya telah diketahui, yaitu bagian paru-paru, khususnya bagi mereka yang terlahir pada hari Minggu Pon.</p>
<p>Menjaga kesehatannya dengan bersenam kebugaran setiap pagi. Berolahraga yang ringan-ringan saja, seperti lari pagi atau bulu tangkis. Jangan terlalu memaksakan diri. Minum air jernih setiap pagi sebanyak satu liter.</p>
<p>Bagi mereka yang terlahir pada hari Selasa Kliwon jangan terlalu banyak berangan-angan dan berkhayal, karena dapat mengganggu kestabilan jiwa dan dapat terkena gangguan syaraf. Karena kelemahannya terletak di otaknya dan juga di jantung. Dianjurkan senam dan olah raga teratur.</p>
<p><strong>PEKERJAAN YANG COCOK</strong><br />
Bagi orang Saddha bidang pekerjaan yang cocok khususnya pekerjaan yang ada kaitannya dengan dunia seni. Walau begitu pakar Astrologi Jawa telah mengelompokan orang kelahiran Mangsa &#8220;Saddha&#8221; dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok ditinjau dari hari kelahirannya, yaitu:</p>
<p>1. Eka<br />
Kelompok pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka yang terlahir dalam kelompok ini, bidang pekerjaan yang cocok untuk ditekuninya adalah dalam bidang seni, yaitu sebagai pengarang, wartawan, penulis skenario film, sinetron dan teater. Selain itu berbakat pula sebagai penggerak massa.</p>
<p>2. Dwi<br />
Kelompok kedua adalah kelahiran hari Senin. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai lapangan kerja yang cocok adalah sebagai pengacara, notaris, sekretaris, atau guru. Tetapi paling cocok sebenarnya adalah sebagai Pelukis.</p>
<p>3. Tri<br />
Kelompok ketiga adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang terlahir pada kebmpok ini mempunyai kesempatan kerja pada bidang persurat kabaran dibagian percetakan ataupun layout, kedokteran, sebagai pemandu wisata, atau sebagai pegawai negeri. Dapat pula bekerja pada sebuah perusahaan swasta, sebagai apapun. Tetapi yang paling cocok dan bebas dari campur tangan orang lain adalah sebagai penerbit.</p>
<p><strong>REJEKI &amp; PENGHIDUPANNYA</strong><br />
Pada umumnya orang kelahiran mangsa &#8220;SADDHA&#8221; penghidupannya kurang balk. Semua itu dapat terjadi karena orang Saddha selalu bimbang dan mendua hati, maka banyak kesempatan emas yang terlepas. Begitu pula dalam mengerjakan segala sesuatu sering terburu-buru, yang akibatnya sering berbuat kesalahan. Sehingga pekerjaannya itu sia-sia dan menanggung rugi. Dengan demikian selalu kekurangan uang dan selalu dirundung hutang. Walaupun begitu, ahli Astrologi Jawa telah mengelompokkan orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; menjadi tiga kelompok. Dengan pedoman pada hari kelahirannya, yaitu:</p>
<p>1. Eka<br />
Kelompok pertama adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Mereka yang terlahir dalam kelompok ini, rejeki dan penghidupannya agak kurang balk, dia harus berjuang gigih untuk memperjuangkan kehidupannya. Tetapi setelah usia 30 tahun bagi mereka yang terlahir pada hari Minggu Wage, Rabu Wage, Minggu Pon, Rabu Legi, Jumat kliwon, Minggu Paing, Rabu Pon, Rabu kliwon, Jumat Pahing, kehidupannya akan menjadi baik. Sedangkan selain Weton-weton tersebut, harus lebih banyak berjuang dan jangan berputus asa.</p>
<p>2. Dwi<br />
Kelompok kedua ini adalah kelahiran hari Senin. Mereka yang terlahir pada kelompok ini mempunyai nasib yang lebih baik dari yang pertama. Tetapi sering pula mengalami kesulitan, karena sikapnya yang mendua, pembimbing, dan kurang tegas mengambil sikap. Tetapi setelah mencapai usia 30 tahun bagi yang lahir hari Senin Legi, Senin Pon, Senin Kliwon, keadaannya akan menjadi lebih baik. Bagi mereka yang tidak masuk dalam weton tersebut jangan berkecil hati, karena akan baik juga pada usia setelah mencapai 35 tahun. Pada hari tua akan mendapat keberhasilan setelah dapat mengetahui jati dirinya, karena akan lebih berhati-hati dalam langkahnya.</p>
<p>3. Tri<br />
Kelompok ketiga ini terlahir pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini keadaan penghidupannya baik sekali. Semua itu dapat terjadi karena orang yang terlahir dalam kelompok ini lebih realistis. Mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Mau mempergunakan rasio. Walaupun sifat bimbang dan keraguan itu ada, tetapi dapat terkendalikan dengan pikiran yang sehat dan realitis. Dalam usia 24 tahun sudah mulai baik ekonominya, mereka itu adalah kelahiran Kamis Legi, Sabtu Legi dan Sabtu Kliwon. Sedangkan yang terlahir pada weton lainnya, akan mulai berhasil pada usia 29 tahun. Tetapi pada umumnya kelahiran kelompok ketiga ini akan mengalami kehidupan yang baik dihari tua, kaya raya dan bahagia.</p>
<p><strong>SAAT YANG BAIK</strong><br />
Orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; akan menemukan suatu hari yang baik dan sangat terkesan. Waktu itu adalah saat sinar paling terang terpancar dari kedudukan mangsa &#8220;Saddha&#8221; pada tanggal 18 Februari.</p>
<p>Lebih-lebih kalau tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu atau Sabtu. Karena pada hari-hari tersebut dapat dipergunakan untuk segala keperluan yang penting. Akan berhasil dengan baik sampai dikemudian hari akan membawa keberuntungan.</p>
<p><strong>HOBI</strong><br />
Orang kelahiran mangsa &#8220;SADDHA,&#8221; mempunyai berbagai hobi, antara lain:<br />
1. Melukis, termasuk Koleksi Lukisan.<br />
2. Seni Tari dan Seni Pentas.<br />
3. Mendaki Gunung dan Alam terbuka.<br />
4. Membaca, buku-buku non fisik dan fiksi.<br />
5. Belajar Atodidak.<br />
6. Mendengarkan musik, Pop, dan musik yang iramanya tenang.<br />
7. Mempelajari ilmu Spiritual, Parapsikologi.<br />
8. Pesta dan Makan enak.<br />
9. Koleksi barang kuno, termasuk Pusaka, Keris.<br />
Demikian beberapa hobi yang dinikmati oleh orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; sebagai suatu perwujudan gejolak Jiwanya.</p>
<p><strong>JODOH</strong><br />
Dalam hal perjodohan bagi orang Saddha tidaklah terlalu sulit, karena didalam pergaulan sehari-hari cukup menarik dan ada pengagumnya. baik itu Saddha pria maupun Saddha wanita.</p>
<p>Tetapi pacar yang akan jadi pasangan hidupnya telah ditentukan kecocokannya, keharmonisannya, dan benar-benar langgeng abadi. Bagi orang Saddha yang paling cocok adalah dengan orang kelahiran pada mangsa &#8220;KAPAT&#8221; (19 September &#8211; 13 Oktober). Tetapi juga dapat cocok dan serasi dengan kelahiran mangsa &#8220;KAWOLU&#8221; (4/5 Februari &#8211; 1 Maret), dan cocok pula dengan kelahiran mangsa &#8220;SADDHA&#8221;.</p>
<p>Garis-garis perjodohan itu merupakan suatu kesimpulan Astrologi Jawa. Tetapi tidak menutup suatu kemungkinan untuk menikah dengan mangsa kelahiran yang lainnya. Namun ada kendala yang berakibat rumah tangga itu akan retak dan tidak harmonis. Bahkan bisa terjadi peristiwa &#8220;pisah ranjang&#8221; walaupun tampak dari pandangan umum rukun dan satu rumah.</p>
<p><strong>BATU PERMATA</strong><br />
Orang yang terlahir pada mangsa &#8220;SADDHA&#8221; dapat mempergunakan beberapa batu permata yang sesuai dan mendatangkan rasa percaya diri. Beberapa jenis batu permata itu adalah:</p>
<p>1. Aquamarin = Batu sinar laut hijau<br />
Batu permata ini warnanya hijau, ada pula yang biru laut. Bagus sekali untuk Aksesori, baik sebagai batu cincin, maupun liontin dan bros. Khasiatnya dapat mencegah sakit lever, sakit pencernaan, dan lemah badan.</p>
<p>2. Jamrud Hijau = Emerald<br />
Jamrud Hijau merupakan batu permata yang cocok bagi orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221;, selain keindahannya sebagai aksesoris, berkhasiat pula untuk melindungi diri dari sakit kepala.</p>
<p>3. Agate = Akik (Berbagai warna)<br />
Batu Permata ini umumnya digunakan untuk batu cincin. Khasiatnya dapat untuk mencegah demam, sakit perut, dan batuk-batuk.</p>
<p><strong>WARNA</strong><br />
Ada beberapa jenis warna yang cocok dan ideal bagi orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221;, yaitu warna-warna yang paling apik untuk busana, interior, maupun karpet lantai dan mebel. Warna itu adalah Putih, Kuning, dan Biru Muda. Dengan warna tersebut orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221; akan merasa srek dan apik. Sehingga dalam penampilannya dapat bersikap optimis pula.</p>
<p><strong>BUNGA</strong><br />
Memilih bungapun, tidaklah sembarang pilih asal bunga. Karena salah pilih bisa berabe jadinya. Bagi orang mangsa Saddha, ada beberapa jenis bunga yang cocok dan seperti warnapun, bunga bisa mendatangkan inspirasi dan asumsi bagi setiap orang.</p>
<p>Bunga-bunga yang cocok bagi orang &#8220;SADDHA&#8221; adalah:<br />
1. Bunga Melati<br />
2. Bunga Gadena atau Ceplok Piring<br />
3. Bunga lily Putih<br />
4. Bunga Anyelir<br />
5. Bunga Gradiol Biru<br />
6. Bunga Anggrek Bulan.<br />
Demikian beberapa jenis bunga yang apik dan mendatangkan pengaruh positif bagi orang kelahiran mangsa &#8220;Saddha&#8221;, baik untuk dipasang di ruang tamu, di kamar tidur, ataupun di kantor.</p>
<p><strong>3. Wuku anda adalah Julungpujud.</strong><br />
Sifat/karakter orang yang lahir pada Wuku tersebut, adalah:</p>
<p>Bila perjalanan Wuku Julungpujud memasuki orbit mangsa &#8220;Saddha&#8221;, dampaknya terjadilah perubahan dari ketentuan asli pengaruh wuku tersebut. Hal itu besar sekali artinya bagi kehidupan dari penghidupan seseorang, maupun peristiwa-peristiwa Alam Semesta.</p>
<p>Pengaruh wuku Julungpujud. Dewa: Batara Guritno. Candra: Palwa aneng lautan. Seseorang yang terlahir dalam Wuku tersebut sifatnya ramah, senang ngobrol, tapi tidak mau mengalah. Penghidupannya tidak kekurangan uang, pandai cari uang sejak muda. Kemudian akan terjadilah perubahan-perubahan pengaruh kosmis, akibat cahaya zodiak “ yang di sebut F-korona mempunyai pengaruh kuat sekali terhadap Alam Semesta dan Kehidupan.</p>
<p>Pengaruh Mangsa &#8220;Saddha&#8221; besar sekali terhadap peredaran dan perjalanan wuku dalam Kehidupan, penghidupan, sifat, serta pengaruh alam semesta. Merupakan misteri kehidupan semesta alam. Meskipun seseorang dengan orang lain terhadap dalam wuku yang sama, kenyataannya mempunyai sifat, nasib, dan perjalanan hidup yang berbeda. Hal itu dapat terjadi karena perbedaan jam kelahiran, hari dan Pasaran (Weton).</p>
<p>Daftar ini merupakan serangkaian pendataan keadaan seseorang dalam tata kehidupannya, kelahiran mangsa, Wuku dan Weton pribadi. Bagi pribadi anda dipersilakan untuk menelitinya dalam daftar berikut ini:</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/03/weton.jpg" alt="primbon"/></p>
<p>Nah, berhubung akunya lahir pas weton Minggu Kliwon, aku jadi kebagian lambang alam Matahari, lambang binatang Kera, plus ibarat kehidupannya macam Satria Wirang. Penjelasannya macam ini:</p>
<p><strong>MATAHARI:</strong> Melambangkan Hati yang terang. Hatinya terbuka bagi orang lain, bahkan berani berkorban untuk kepentingan orang lain. Pandai berbicara, segala perintahnya diturut orang lain. Mencintai lingkungan hidup, keindahan dan kebersihan.</p>
<p><strong>KERA:</strong> Sifatnya senang menirukan orang lain. Keras dan cemburuan. Tidak dapat menghargai segala macam jasa orang lain. Tetapi mempunyai kelebihan ialah cerdas dan banyak akal. Hidupnya tergantung-kepada lingkungan, dengan kecerdasannya itu dia dapat menyerap kebaikan atau kejahatan dari lingkungannya itu.</p>
<p><strong>SATRIA WIRANG:</strong> Sering mendapat bencana, dipersalahkan walaupun dia berbuat baik. Dialah orangnya yang sering ditegur oleh pimpinan, mandor, maupun majikan. Walaupun kesalahan itu bukan yang membuatnya. Kelebihannya adalah dia pandai bicara, ramah, dan rajin bekerja. Segala sesuatu yang menimpa dirinya, dia lupakan begitu sebenarnya wataknya keras dan mudah tersinggung, tetapi cepat pula melupakan kemarahan dan dendam itu. Bahkan dia terkadang dapat tersenyum sendiri, karena mengalihkan, kekesalan Hatinya yang sudah terbiasa dengan cemoohan orang. Sering kehilangan barang miliknya, sering bermusuhan dan sering mendapat celaka atau difitnah. Tetapi dapat mencapai bahagia setelah dia menyadari keadaannya. Dapat mengarahkan nasibnya itu untuk sesuatu yang positif dalam hidupnya.</p>
<p>Segitu saja hasil <i>primbon</i> tentang si ganteng ini. Kesimpulannya? Kesimpulannya adalah bahwa apa-apa yang disebut oleh <u>primbon</u> tersebut tentang aku dalam hal positif memang benarlah demikian adanya, sementara untuk hal yang negatif, hal itu ternyata juga betul. Betul-betul ngawur, maksudnya.</p>
<p>Sekian perjumpaan kita hari ini dalam edisi primbon tentang si ganteng. Sebagai penutup, sekali lagi ta&#8217;ingatkan kalau semua hal positif yang tertulis di atas itu memang benar adanya, dan segala hal negatif yang ternyata juga terdapat dari hasil ramalan di atas, sepenuh hati sampeyan harus percaya, kalau itu hanyalah kesalahan redaksi belaka. Terima kasih.</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/bagaimana-kalau-jagoan-komputer-bohong-bohongan-diadu-sama-jagoan-komputer-beneran.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Kalau Jagoan Komputer Bohong-bohongan Diadu Sama Jagoan Komputer Beneran?'>Bagaimana Kalau Jagoan Komputer Bohong-bohongan Diadu Sama Jagoan Komputer Beneran?</a> <small>Aku sudah di Jokja sejak kemarin, sodara-sodara. Setelah kereta Taksaka...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/persegi-gianyar-menembus-final-liga-champion-asia.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia'>Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia</a> <small>Kemenangan terbaik Persegi Bali FC sepanjang sejarah Persegi Gianyar 4-1...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/internet-explorer-web-browser-nya-web-designer.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer'>Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer</a> <small>2 hari kemarin Oom Udin, sejawat di kantor tempat meminta...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/imo-b9000-episode-3-tau-tau-mati.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: IMO B9000 Episode 3: Tau-tau Mati'>IMO B9000 Episode 3: Tau-tau Mati</a> <small>Lagi aseek-aseeknya onlen lewat hape, ngajakin chatting cewek-cewek manis, tau-tau...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/herpes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Herpes'>Herpes</a> <small>Di kampus lagi ada wabah herpes! Korbannya, setauku, diawali sama...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/T6fZOLV4NGiaDCXMisRb-LUE4JM/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/T6fZOLV4NGiaDCXMisRb-LUE4JM/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/T6fZOLV4NGiaDCXMisRb-LUE4JM/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/T6fZOLV4NGiaDCXMisRb-LUE4JM/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/IkJxpRA-MaU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/si-ganteng-menurut-primbon.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/si-ganteng-menurut-primbon.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kalau Cuma Buat Kalah, Mending Kami Saja!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/VxcwSCLfYsU/kalau-cuma-buat-kalah-mending-kami-saja.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/kalau-cuma-buat-kalah-mending-kami-saja.joe#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 06:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngopi Neeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, dan buburnya sendiri sudah terlanjur terlalu encer untuk disebut sebagai bubur (sup mungkin malah lebih tepat). Diganyang 10 gol tanpa balas sama Bahrain tentu saja memalukan. Tapi ya mau bagaimana lagi? Wong timnas sepakbola Endonesa dalam kondisi terbatas gara-gara kisruh mawut ala PSSI, kok. Jadi ya apa boleh [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/sepakbola-eropa-yang-bikin-nelangsa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa'>Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa</a> <small>Euro 2008 sudah mulai tadi malam. Dan gara-gara jadwal siaran...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/bal-balan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bal-balan'>Bal-balan</a> <small>Sepertinya ada yang tidak terkomunikasikan Pelatih memilih pemain cadangan karena...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/irfan-bachdim-dan-radja-nainggolan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Irfan Bachdim dan Radja Nainggolan'>Irfan Bachdim dan Radja Nainggolan</a> <small>Kenapa PSSI kayaknya nggak pernah punya inisiatif yang agresif buat...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/muak-sama-pssi-pindah-warga-negara-sahaja.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Muak Sama PSSI? Pindah Warga Negara Sahaja'>Muak Sama PSSI? Pindah Warga Negara Sahaja</a> <small>Sungguh mati aku muak sama PSSI. Ini tentunya gara-gara timnas...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/garuda-yang-bermasalah-di-dadaku.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Garuda (yang Bermasalah) di Dadaku'>Garuda (yang Bermasalah) di Dadaku</a> <small>Bicara tentang tim nasional sepakbola Endonesa dalam rangka Piala AFF...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, dan buburnya sendiri sudah terlanjur terlalu encer untuk disebut sebagai bubur (sup mungkin malah lebih tepat). <a href="http://www.goal.com/id-ID/match/64356/bahrain-vs-indonesia/report" rel=nofollow>Diganyang 10 gol tanpa balas sama Bahrain tentu saja memalukan</a>. Tapi ya mau bagaimana lagi? Wong <b>timnas</b> sepakbola Endonesa dalam kondisi terbatas gara-gara kisruh mawut ala PSSI, kok. Jadi ya apa boleh buat&#8230;maju dengan pasukan seadanya dan jadi bulan-bulanan kesebelasan lawan tentu adalah konsekuensinya.<span id="more-964"></span></p>
<p>Kalo sudah begini aku malah jadi kasihan sama pemain kita. Mereka itu pemain bola profesional. Profesional dalam artian jadi pemain bola adalah pekerjaan yang mereka pilih untuk mereka geluti dalam rangka menyambung hidup. Dipecundangi di bidang yang mereka geluti sehari-hari, ah, susah dibayangkan seberapa besar pukulan batin yang mereka terima.</p>
<p>Sekali lagi, mereka itu profesional. Atau, setidaknya, anggaplah mereka semua itu pada bermental profesional. Dengan demikian akunya bisa lega dan lapang dada ketika memutuskan untuk mengucapkan turut berduka-cita.</p>
<p>Sekali lagi, dan sekali lagi, anggaplah mereka itu bermental profesional, yang tetap tetap berjuang mati-matian memenangkan pertandingan sampai peluit akhir berbunyi meskipun nalar dan logika tidak lagi berpihak pada mereka.</p>
<p>Kasihan mereka&#8230;</p>
<p>Maka sekarang ijinkan aku memprotes PSSI sebagai induk organisasi sepakbola di Endonesa! PSSI yang seharusnya bertugas mengayomi mereka yang berlindung di bawahnya kenapa tega berbuat sedemikian bejat memberikan tekanan mental yang begitu berat? Apa PSSI nggak sadar, di samping para pemain itu dibebani misi mustahil, mengalahkan Bahrain di kandangnya (hei, lagi-lagi, tetap anggap mereka bermental layaknya para profesional, lho ya), mereka juga menanggung cap publik sebagai &#8211; kalau istilahnya komik &#8220;Our Field of Dreams&#8221; &#8211; Reserve Dogs, alias &#8220;anjing-anjing cadangan&#8221;. Iya, cadangannya pemain-pemain yang nggak bisa main gara-gara kisruh PSSI ini.</p>
<p>Tapi tentu saja protesku bukanlah sekedar protes macam troll-troll di <a href="http://www.goal.com/id-ID/" rel=nofollow>Goal.com cabang Endonesa</a>, yang hobi protes tapi jarang punya solusi jitu itu. Aku tentu punya solusi yang lumayan jitu, tepat, dan akurat. Seakurat tawaran-tawaran solusi dariku biasanya, maksudku <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi kalo PSSI sekarang ini tidak ingin timnasnya dihuni oleh pemain-pemain dari liga sebelah yang dianggap ilegal, tanpa harus membebani mental pemain-pemain &#8220;seadanya&#8221; milik liga legal mereka sendiri, kenapa nggak bikin undian berhadiah buat seluruh masyarakat Endonesa saja?</p>
<p>Kalo PSSI berpatokan pada aturan FIFA yang &#8211; katanya &#8211; tidak membolehkan <i>timnas</i> diperkuat pemain dari liga bohong-bohongan, dan &#8211; lebih jauh lagi &#8211; kalo PSSI gengsi merekrut tenaga mereka, kenapa nggak bikin undian berhadiah buat seluruh masyarakat Endonesa saja?</p>
<p>Maksudku gini&#8230; Kita ini Endonesa, dude. Kita hidup di negara di mana segala-galanya bisa diakali, misalnya aku aja sudah jamak dikenal teman-temanku sebagai kampret yang memiliki 2 ID card yang berbeda. Maka apa susahnya, sih, pemain-pemain inti penghuni <u>timnas</u> di pertandingan sebelumnya yang sekarang main di liga ilegal itu dibikinin surat sakti yang menyatakan kalo mereka sesungguhnya sudah ditransfer ke liga nan sah?</p>
<p>Tapi aku paham, PSSI pastilah gengsi. Itu sama saja dengan menundukkan kepala di hadapan pihak yang kepengen mengkudeta mereka. Tidak boleh. Tidak bisa. Kata komik silat, ksatria boleh dibunuh tapi pantang dihina. Jadi kenapa nggak bikin undian berhadiah buat seluruh masyarakat Endonesa saja?</p>
<p>Bikin undian via kartu pos, eh, via SMS (kartu pos sudah nggak jaman, soalnya) untuk semua laki-laki di Endonesa. Yang menang undian dapat kesempatan memperkuat timnas buat tanding lawan Bahrain. Toh ini sudah bukan pertandingan yang menentukan, kan? Ketimbang membebani para profesional, kalo cuma buat kalah thok ya kirim saja yang amatiran. Kalopun nanti kalah, ya itu memang sudah sewajarnya, sementara kalo menang tentu saja para pemenang undian itu berhak berbangga.</p>
<p>Aku yakin yang bakal ikutan undian pasti rame. <a href="http://diary.satchdesign.com/garuda-yang-bermasalah-di-dadaku.joe">Seperti yang pernah kubilang, separuh dari jumlah total laki-laki dewasa di negara ini pastilah pernah memimpikan mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada sebelah kiri, bermain atas nama negara, sebagai wakil Endonesa</a>. Maka apa salahnya PSSI berusaha menyenangkan mereka? Toh ini bukan pertandingan dengan level hidup-mati. Mereka senang, PSSI juga senang; terhindar dari cemoohan publik seperti yang terjadi sekarang ini.</p>
<p>Lha, tapi, kan, mereka bukan pemain liga legal seperti aturan dan syarat dari FIFA, Mas Joe?</p>
<p>Oh, memang iya. Tapi apa itu masalah? Ingat, kita ini bangsa Endonesa. Bangsa sakti yang saking saktinya bahkan surat pun bisa kita jadikan sebuah barang yang sakti pula. Ingat juga, aku aja bisa punya 2 ID Card yang berbeda biodatanya. Jadi apa susahnya buat bikin katabelece yang menyatakan bahwa para pemenang undian itu adalah pemain-pemain profesional dari liga nan legal? Dengan begitu orang-orang seperti aku &#8211; pada gilirannya &#8211; bakal punya kebanggaan, besok-besok bisa cerita ke anak-cucu kami, &#8220;Le, mbahmu iki mbiyen pemain timnas Endonesa, lho. Yakinlah sumpah!&#8221;</p>
<p>Iya, kan?</p>
<p>Iya, kan?</p>
<p>Iya, deh. Jadi kalo besok-besok menghadapi situasi yang mirip lagi, silakan jajal solusi dariku ini. Soalnya kalo cuma bertanding buat kalah, kami juga bisa. Jadi ya biar kami saja yang jadi wakil Endonesa!</p>
<p>Dan akhirul kalam, tentang permainan timnas Endonesa kemarin pas lawan Bahrain ini (juga ketika timnas U-21 dibantai Myanmar), lagi-lagi cuma nasehat yang bisa kuberikan pada PSSI: seleksi juga itu kualitas IQ para atlit penghuni timnas. Selain itu, ketika diadakan pemusatan latihan, berikan porsi kepada mereka bermain <a href="http://diary.satchdesign.com/muak-sama-pssi-pindah-warga-negara-sahaja.joe">Pro Evolution Soccer</a> untuk masing-masing atlet selama 4 jam sehari.</p>
<p>Memalukan! Judulnya atlet sepakbola, kok, nggak bisa melakukan passing dan positioning dengan benar, sih? Pantesan aja statistik pemain cap Endonesa di <a href="http://diary.satchdesign.com/farnborough-dan-garuda.joe">Football Manager</a> pada jelek semua! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/sepakbola-eropa-yang-bikin-nelangsa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa'>Sepakbola Eropa yang Bikin Nelangsa</a> <small>Euro 2008 sudah mulai tadi malam. Dan gara-gara jadwal siaran...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/bal-balan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bal-balan'>Bal-balan</a> <small>Sepertinya ada yang tidak terkomunikasikan Pelatih memilih pemain cadangan karena...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/irfan-bachdim-dan-radja-nainggolan.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Irfan Bachdim dan Radja Nainggolan'>Irfan Bachdim dan Radja Nainggolan</a> <small>Kenapa PSSI kayaknya nggak pernah punya inisiatif yang agresif buat...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/muak-sama-pssi-pindah-warga-negara-sahaja.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Muak Sama PSSI? Pindah Warga Negara Sahaja'>Muak Sama PSSI? Pindah Warga Negara Sahaja</a> <small>Sungguh mati aku muak sama PSSI. Ini tentunya gara-gara timnas...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/garuda-yang-bermasalah-di-dadaku.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Garuda (yang Bermasalah) di Dadaku'>Garuda (yang Bermasalah) di Dadaku</a> <small>Bicara tentang tim nasional sepakbola Endonesa dalam rangka Piala AFF...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_Imr7MyjytIuDL9F8PsT9PbJI8/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_Imr7MyjytIuDL9F8PsT9PbJI8/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_Imr7MyjytIuDL9F8PsT9PbJI8/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_Imr7MyjytIuDL9F8PsT9PbJI8/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/VxcwSCLfYsU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/kalau-cuma-buat-kalah-mending-kami-saja.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/kalau-cuma-buat-kalah-mending-kami-saja.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Logika Valentine</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/hfsGAc_UZtQ/logika-valentine.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/logika-valentine.joe#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngopi Neeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Valentine buatku memang selalu rame. Rame? Yeah, rame. Rame perdebatan yang keliatan tak berujung-pangkal, meskipun buatku sendiri ujung-pangkalnya sangat jelas. Rame perdebatan tentang halal-haramnya, walaupun buatku halal-haramnya juga sangat kelihatan. Tapi ya itu memang buatku. Standarku nggak bisa disamakan dengan orang lain, begitu juga isi otakku, begitu juga level pemahamanku, semuanya tidak bisa disamakan dengan [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/valentino-tanpa-rossi.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Valentino Tanpa Rossi'>Valentino Tanpa Rossi</a> <small>Siapapun yang berbahagia hari ini, ta&#8217;ucapin selamat saja, dah! &#8220;Heh,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/buatku-yang-begitu-itu-yang-paling-menarik.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik'>Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik</a> <small>Apa yang paling menarik dari ngeblog? Buatku, itu bukan saat...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/met-valentine.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Met Valentine'>Met Valentine</a> <small>Selamat menunaikan ibadah Valentine. Mohon maaf lahir dan batin (courtesy...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/mereka-yang-memaksa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mereka yang Memaksa'>Mereka yang Memaksa</a> <small>Maaf. Bukannya aku nekat menantang fatwa ulama yang bilang kalau...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/weekend-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Weekend Ini&#8230;'>Weekend Ini&#8230;</a> <small>Seleraku kembali jadul lagi. Di Foobar2000-ku terpajang lagu-lagi sebagai berikut:...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i43.tinypic.com/15qw000.jpg" width="480" alt="valentine"/></p>
<p><b>Valentine</b> buatku memang selalu rame. Rame? Yeah, rame. Rame perdebatan yang keliatan tak berujung-pangkal, meskipun buatku sendiri ujung-pangkalnya sangat jelas. Rame perdebatan tentang halal-haramnya, walaupun buatku halal-haramnya juga sangat kelihatan. Tapi ya itu memang buatku. Standarku nggak bisa disamakan dengan orang lain, begitu juga isi otakku, begitu juga level pemahamanku, semuanya tidak bisa disamakan dengan milik orang lain.</p>
<p>Jadi?<span id="more-956"></span></p>
<p>Jadi, ya ketika menghadapi hal-hal yang &#8211; rasanya &#8211; sudah kumengerti tapi belum bisa dimengerti orang lain, meniru Rasulku, aku cuma bisa berucap, maafkanlah mereka atas ketidak-tahuan mereka.</p>
<p>Dan ini memang tulisan tentang <i>Valentine</i>. Cuma saja aku nggak akan membahas halal-haram <u>Valentine</u> menurut apa yang kuketahui. Aku sudah pernah membahas hal itu, dulu. Dulu sekali. Alhamdulillah-nya sampai sekarang pendapatku masih sama seperti dulu. <a href="http://diary.satchdesign.com/valentino-tanpa-rossi.joe">Dibaca sendiri sana</a>. Jangan malas. Jangan tanya-tanya lagi! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang sekarang aku cuma kepengen bagi-bagi status <a href="https://twitter.com/#!/hafidz_ary" rel="nofollow">Twitter dari seseorang</a> yang mencoba membuat propaganda supaya orang-orang pada menolak Valentine. Langsung saja, <a href="https://twitter.com/#!/hafidz_ary/status/169252724033077248" rel="nofollow">ini isi status Twitter-nya</a>:</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/02/twitter-valentine.jpg" alt="valentine"/></p>
<p>Bagaimana?</p>
<p>Buatku ini agak menggelikan. Menggelikan karena logikanya yang (kayaknya ingin) mengatakan bahwa logika orang-orang yang mendukung Valentine itu pada ngawur ternyata juga sama ngawurnya <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mari perhatikan premis pertamanya: &#8220;Perzinaan bs trjadi di luar #valentine&#8221;.</p>
<p>Premis keduanya: &#8220;Kecelakaan bs trjadi tanpa mabuk&#8221;.</p>
<p>Dan kesimpulannya: &#8220;dukung #valentine , dukung miras&#8221;.</p>
<p>Jadi?</p>
<p>Jadi, ya&#8230;sempakakakaka! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Coba liat, deh, premis 1 memang cocok dengan kesimpulannya. Sama-sama nulis &#8220;#valentine&#8221;, tapi premis kedua? Apa yang tertulis di situ cocok? &#8220;mabuk&#8221; dan &#8220;miras&#8221;? Hei, ini kesimpulan kecelakaannya mau nyalahin mabuknya atau mirasnya?</p>
<p>Itu yang pertama.</p>
<p>Yang kedua, dalam perkara Valentine sendiri &#8211; seperti yang kutulis dulu. Dibaca sendiri sana. Jangan malas. Jangan tanya-tanya lagi! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' />  &#8211; yang haram adalah jenis kegiatan di dalamnya atau cap &#8220;Valentine&#8221;-nya? Bagaimana kalo dalam Valentine itu sendiri lantas memunculkan beberapa jenis industri kreatif, semacam tukang jualan cokelat, tukang jualan kembang, tukang jualan kaos couple, berdampingan dengan tukang jualan viagra, tukang jualan kondom, dan pemilik hotel yang kamarnya bisa disewa jam-jaman? Yang mana yang dibolehin dan yang mana yang tidak dibolehin sama agama (Islam), tentunya sampeyan semua bisa menentukan sendiri tanpa harus ta&#8217;ajarin lagi, kan? Jadi yang haram apanya, jenis kegiatannya atau merek dagangnya?</p>
<p>(Eh, contoh tukang jualan yang di atas itu sebenernya juga nggak ada yang nggak dibolehin sama agama (Islam), lho. Jualan viagra itu nggak haram. Yang salah adalah si pembeli viagra, kalo viagranya dipake buat nidurin istri orang <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Tukang jualan kondom juga nggak salah. Yang salah tetap si pembeli kondom. Itu juga kalo kondomnya kepake buat slintut sama anak gadis orang di luar nikah supaya korbannya nggak hamil. Pemilik hotel jam-jaman juga sah-sah selama hotelnya yang jam-jaman itu memang tidak dikondisikan dengan niatan sengaja disewain buat tempat mesum bebas habis jam makan siang. Siapa tahu aja memang ada musafir yang cuma butuh istirahat selama beberapa jam aja, kan?)</p>
<p>Buatku, menentukan halal-haram hanya dari merek dagangnya bukanlah sebuah hal yang bijak. Dalam konteks Islam, bagaimana kalo kegiatan pas tanggal 14 Februari ini diisi dengan kegiatan mengumpulkan pahala, seperti halnya Sunan Kalijaga merekonstruksi kesenian wayang yang semula bernafaskan Hindu-India menjadi Islam-Jawa?</p>
<p>Kelanjutannya, tentang mabuk dan miras lebih jauh lagi, bagaimana kalo besok aku bikin pabrik air mineral dan kukasih merek &#8220;Miras&#8221;? Miras versiku itu kira-kira halal atau haram, bikin mabuk atau nggak? Yang haram itu zat yang terkandung dalam miras yang bisa membuat mabuk atau nama &#8220;miras&#8221;-nya?</p>
<p>Yang ketiga, ini sedikit keluar dari konteks status Twitter di atas, terkait dengan dikotomi mendukung dan melarang. Tidak semua yang tidak melarang itu pasti mendukung, dan tidak semua yang tidak mendukung pasti melarang. Misalnya saja aku ini seorang pendukung Liverpool dan bukan pendukung Manchester United. Aku tidak mendukung Manchester United bukan berarti aku melarang adanya klub berjudul macam itu di Liga Inggris. Begitu pula, karena aku tidak melarang ada klub bal-balan di dunia ini yang berjudul River Plate bukan berarti aku lantas berhak dicap sebagai supporternya River Plate.</p>
<p>Maka yang terjadi adalah aku sendiri bukanlah pendukung acara Valentine. Ini bukanlah hari yang penting buatku karena tema kaos yang biasa kuproduksi demi mencari nafkah bukanlah tema kaos couple. Tapi kalo ada pihak yang berusaha mencitrakan Valentine sebagai hal yang haram nan terlarang cuma gara-gara &#8211; konon katanya &#8211; itu adalah tradisi dari agama sebelah (yang entah mereka dapat sumber dari mana, coba?) dan ada beberapa oknum yang merayakan Valentine dengan cara mengadakan pesta seks, aku juga nggak setuju.</p>
<p>Yang harus dicap terlarang adalah hal negatif yang kebetulan terjadi di dalamnya, bukan nama &#8220;Valentine&#8221;-nya. Karena apa? Karena, eh, karena kalo dilarang dengan alasan yang asal-asalan itu tadi &#8211; seperti yang lagi-lagi sudah kutulis dulu itu. Dibaca sendiri sana. Jangan malas. Jangan tanya-tanya lagi! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' />  &#8211; ya itu berarti mematikan industri kreatif positif yang kebetulan berusaha memanfaatkan momen Valentine supaya bisa menyambung hidup. Kasian nanti itu pedagang cokelat, pedagang kembang, dan pedagang kaos couple. Mereka jadi kehilangan 1 momen yang bisa dipake buat promosi lagi.</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/valentino-tanpa-rossi.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Valentino Tanpa Rossi'>Valentino Tanpa Rossi</a> <small>Siapapun yang berbahagia hari ini, ta&#8217;ucapin selamat saja, dah! &#8220;Heh,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/buatku-yang-begitu-itu-yang-paling-menarik.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik'>Buatku, yang Begitu Itu yang Paling Menarik</a> <small>Apa yang paling menarik dari ngeblog? Buatku, itu bukan saat...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/met-valentine.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Met Valentine'>Met Valentine</a> <small>Selamat menunaikan ibadah Valentine. Mohon maaf lahir dan batin (courtesy...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/mereka-yang-memaksa.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mereka yang Memaksa'>Mereka yang Memaksa</a> <small>Maaf. Bukannya aku nekat menantang fatwa ulama yang bilang kalau...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/weekend-ini.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Weekend Ini&#8230;'>Weekend Ini&#8230;</a> <small>Seleraku kembali jadul lagi. Di Foobar2000-ku terpajang lagu-lagi sebagai berikut:...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vgka4mBo0QeMPH9oEFp4C-lrt1U/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vgka4mBo0QeMPH9oEFp4C-lrt1U/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vgka4mBo0QeMPH9oEFp4C-lrt1U/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vgka4mBo0QeMPH9oEFp4C-lrt1U/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/hfsGAc_UZtQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/logika-valentine.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/logika-valentine.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Sorcerer and the White Snake: Jet Li yang Kasihan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/dMDuiNYyMkY/the-sorcerer-and-the-white-snake-jet-li-yang-kasihan.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/the-sorcerer-and-the-white-snake-jet-li-yang-kasihan.joe#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 02:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Njajal-njajal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Sejak jumpa Jet Li pertama ku langsung jatuh cinta, waktu itu Jet Li masih anak muda, dan film yang pertama kali kutonton itu judulnya adalah &#8220;The Legend of Fong Sai Yuk&#8221;. Tentu jaman awal tahun 90-an waktu itu siapapun tiada bakal menemukan film berjudul macam itu di Endonesa. Karena apa? Karena, eh, karena di Endonesa [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/rambo-iv.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rambo IV'>Rambo IV</a> <small>Kemarin, sore-sore dari kantor ke 21 nonton &#8220;Rambo IV&#8221;, yang...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/merantau.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merantau'>Merantau</a> <small>Aku lagi meriang, sodara-sodara. Ndak jelas juga apa penyebabnya. Tapi...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/seharusnya-bukan-sherlock-holmes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seharusnya Bukan Sherlock Holmes'>Seharusnya Bukan Sherlock Holmes</a> <small>Detektif terbaik di dunia itu akhirnya difilmkan! Tentu saja judulnya...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/tinju-besi.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tinju Besi'>Tinju Besi</a> <small>Aku barusan pulang. Pulang dari nonton di bioskop bareng 2...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/raja-para-petarung.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Raja Para Petarung'>Raja Para Petarung</a> <small>Kalo kemarin aku sempat bilang &#8220;Tekken&#8221; plus &#8220;Darah Garuda&#8221; itu...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak jumpa <b>Jet Li</b> pertama ku langsung jatuh cinta, waktu itu <i>Jet Li</i> masih anak muda, dan film yang pertama kali kutonton itu judulnya adalah <a href="http://www.imdb.com/title/tt0106936/" rel="nofollow">&#8220;The Legend of Fong Sai Yuk&#8221;</a>. Tentu jaman awal tahun 90-an waktu itu siapapun tiada bakal menemukan film berjudul macam itu di Endonesa. Karena apa? Karena, eh, karena di Endonesa film itu beredar dengan merek &#8220;King of Kungfu&#8221;.<span id="more-951"></span></p>
<p>Aku nonton film itu &#8211; sungguh mati &#8211; sendirian di bioskop. Eh, bo&#8217;ong, dink! Di bioskopnya, sih, rame-rame sama penonton yang lain. Hanya saja dari sekian banyak penonton di situ tidak ada satupun yang kukenal. Jadinya ya boleh dibilang, untuk ukuran anak kelas 4 esde, aku tergolong nekad dan nggak kenal takut buat gelap-gelapan tanpa teman di dalam gedung bioskop.</p>
<p>Bioskop memang bukan hal yang baru buat aku waktu itu. Sebelum-sebelumnya, waktu masih teka aku sudah sering diajakin sama babahku buat nonton film di bioskop. Waktu itu doi hobinya nonton James Bond yang masih dibintangi sama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Timothy_Dalton" rel="nofollow">Timothy Dalton</a>. Tapi ya <u>Jet Li</u> itulah yang akhirnya sanggup membuat aku nekad naik bemo sendirian buat pergi nonton ke Wisata 21 dari rumah eyangku di daerah Sudirman di Denpasar sana.</p>
<p>Kenapa Jet Li? Simpel. Waktu itu aku lagi punya hobi baru; baca-baca komik silat yang di masa itu sedang ngetren 2 buah judul karangan Tony Wong, &#8220;Tiger Wong&#8221; yang bacanya dapat minjem dari temen dan &#8220;Tapak Sakti&#8221; yang akhirnya aku berhasil ngerayu mamak buat langganan sendiri. Waktu itu juga Oom Budi masih abege dan masih tinggal serumah sama eyangku. Dari dialah aku akhirnya terpengaruh buat nonton film silat di bioskop. Dia bilang, film silat bikinan Endonesa jelek semua, dan mulailah beliau membual tentang Van Damme dan (tentu saja) Jet Li sambil memperagakan jurus-jurusnya (tentu saja ya peragaannya cukup alakadarnya. Tendangan Tanpa Bayangan versinya ya nyatanya masih bisa tertangkap mata <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Gara-gara Oom Budi itulah akhirnya aku setengah mati minta duit barang 5 ribu ke mamakku buat dipake nonton gebuk-gebukan. Dan setelahnya, benar saja, kalo kebetulan ada masalah sama temanku di sekolah, kuda-kuda ala Fong Sai Yuk yang kemudian dilanjut ke Tinju Mabuk-nya Wong Fei Hung lumayan jadi andalan di awal-awal perkelahian meskipun ujung-ujungnya tetap saja berakhir dengan gulat ala WWF (jaman itu aku belum tahu kalo gulat WWF itu ternyata cuma kibul-kibulan tipi).</p>
<p>Musuh tetap berantemku waktu itu cuma 1: Adi Suryawan, temen, eh, musuh seangkatan. Iya, seangkatan, soalnya aku nggak mau sok-sok&#8217;an mukulin adik kelas, dan aku juga bukan tipe yang cukup berani buat nyari masalah sama kakak kelas. Lalu meskipun si Adi itu anak keturunan Cina, pas berantem bisa dijamin kalo gerakanku lebih Cina daripada dia. Jet Li, sih&#8230; <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terus besoknya aku disuruh nyapu 1 halaman sekolah sama bu guru <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Maka sebelum aku lanjut cerita tentang Jet Li lagi, ngobrol-ngobrol tentang si Adi, beberapa tempo kemarin aku sama dia tau-tau ketemu di Fesbuk. Tentu saja sapaan pertamaku di wall-nya dia cukup simpel dan mudah ditebak, &#8220;Sparring partner, kapan kita berantem lagi?&#8221;</p>
<p>Si Adi menjawab ngakak sambil cerita kalo sekarang dia sudah jadi bapak sambil nyambi jadi bakul hape.</p>
<p>Balik lagi ke Jet Li. Sejak jaman &#8220;King of Kungfu&#8221; sampai akhirnya aku dibeliin komputer yang bisa dipake buat nonton VCD, setiap ada filmnya Jet Li aku selalu merengek ke mamak buat minta duit bakal dipake ke bioskop. Nggak mudah, memang&#8230; Selain waktu itu duit 5 ribu masih bernilai lumayan besar, agendaku yang pulang sekolah dengan wajah lebam dan baju awut-awutan bikin si mamak malas mengangsurkan duitnya ke tanganku. Alhamdulillah-sesuatu-bangetnya aku dikenalin sama babahku ke temennya, Oom Murdo. Jebul Oom Murdo ini juga hobi nonton film silat. Maka berhubung jaman itu Oom Murdo masih bujangan, aku jadi sering diajakin dia buat nonton Jet Li kalo kebetulan dia sama gengnya punya rencana buat ke bioskop.</p>
<p>Dan kemarin ini aku baru aja nonton Jet Li lagi. Si <a href="http://septri.com" rel="nofollow">Septri</a> berkenan meminjamkan koleksi film di harddisk portabelnya buat kukopi. Jadi ketika aku nemu sebiji film Jet Li yang kayaknya kemarin nggak keputer di jaringan bioskop 21 di Jokja sini, yang judulnya &#8220;The Sorcerer and the White Snake&#8221;, kuputuskan saja <a href="http://www.imdb.com/title/tt1857913/" rel="nofollow">film itu</a> langsung kutonton meskipun sambil rada meriang.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://joesatch.files.wordpress.com/2012/01/folder.jpg" alt="poster filmnya Jet Li, The Sorcerer and the White Snake" width="343" height="481" /></p>
<p>Ceritanya tentang Siluman Ular Putih, serial yang sempat lumayan ngetop di SCTV jaman aku esde dulu dengan lakon utama Pai Su Chen si ular putih, Shi Han Wen suaminya, Siau Ching si ular hijau, dan tentu saja Biksu Fa Hai yang nantinya di akhir cerita bakal mengurung Pai Su Chen di Pagoda Lei Feng.</p>
<p>Cuma saja &#8211; entah yang mana yang ejaan Pinyin, yang mana yang ejaan Wade-Giles, atau yang mana yang dialek Hokkian &#8211; nama tokoh dalam filmnya Jet Li ini pada berubah. Siluman ular putihnya bernama Su Su, ular hijaunya Qing Qing, Han Wen jadi Xu Xian, sementara Jet Li ketiban peran jadi Fa Hai yang tetap bernama Fa Hai.</p>
<p>Garis besar ceritanya masih sama kayak serial yang aku tonton waktu esde itu. Su Su yang siluman ular jatuh cinta sama Xu Xian yang manusia dan punya profesi sebagai penjual obat tapi bukan obat kuat sebangsa toko-toko obat (sok) Cina yang jualan obat kuat dan alat bantu seks di Jokja sini. Sementara Fa Hai beranggapan kisah cinta dari 2 dunia yang berbeda adalah sesuatu yang menyalahi aturan alam dan berniat memisahkan mereka berdua. Su Su yang tidak terima dipisahkan dari Xu Xian jadi ngamuk. Bareng Qing Qing, adiknya, dia melakukan demo anarkis dengan membuat banjir yang menelan banyak korban manusia.</p>
<p>Tapi di sini Fa Hai tidak diceritakan sekeras-kepala di serial yang dulu kutonton. Fa Hai yang juga berprofesi sebagai pemburu hantu (tapi nggak punya acara show di tipi) itu diceritakan pada akhirnya sadar kalo tidak semua setan dan siluman itu jahat. Ini gara-gara ada tokoh bernama Neng Ren, yang di awal-awal cerita adalah murid sekaligus side-kick-nya Fa Hai kalo berburu siluman, yang akhirnya terinfeksi berubah jadi siluman juga gara-gara digigit sama Manusia Kelelawar yang kebetulan tidak bernama asli Bruce Wayne. Neng Ren yang meskipun sudah berwujud silumanlah yang akhirnya membantu menolong korban banjir kiriman dari Bogor, eh, dari Su Su. Akhirul kalam Fa Hai sendiri pula yang akhirnya membantu Su Su untuk sekali lagi bertemu dengan Xu Xian. Tamat.</p>
<p>Eh, tamat? Belum, kok. Aku nggak mau dituduh ngasih spoiler di sini, soalnya <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sayangnya film ini macam tidak didukung oleh skenario yang bagus. Kisah jatuh cintanya Xu Xian pada Su Su terlalu singkat diceritakan. Kesannya maksa dan terburu-buru. Tau-tau mereka berdua udah slintut aja, meskipun adegan slintutnya ndak ditayangin (kampret!). Mungkin pak sutradaranya beranggapan, ah, toh kisah aslinya sudah banyak yang tau, kok.</p>
<p>Koreografi eksyennya juga jelek. Ini yang bikin kasihan. Terlalu banyak animasi tenaga dalam, entah kenapa, jadi membuat gerakan-gerakan khasnya Jet Li tidak terekspos dengan optimal. Memang, sih, Jet Li sudah nggak muda lagi. Tapi kayaknya itu bukan alasan yang bisa diterima. Lha wong Jackie Chan yang jauh lebih tua aja masih bisa (kelihatan) loncat sana lompat sini, kok.</p>
<p>Animasinya sendiri&#8230;butut! Film ini dibuat tahun 2011 kemarin. Dan untuk parameter tahun 2011, animasi di film ini&#8230;.urrrgghh&#8230;kartun banget. Waktu Su Su tiwikrama jadi ular raksasa keliatan banget boongannya. Waktu dia dan Fa Hai beradu ilmu pun, kesannya, kok, ya <a href="http://diary.satchdesign.com/gara-gara-galon.joe">Indosiar</a> banget. Begitu juga waktu Neng Ren terlihat terbang dengan sayap kelelawarnya sambil menggendong Qing Qing. Pokoknya film ini membuat Jet Li jadi kelihatan turun kelas. Sinematografinya? Aduuuh&#8230;film ini jangan coba-coba buat dibandingkan sama <a href="http://www.imdb.com/title/tt0299977/" rel="nofollow">&#8220;Hero&#8221;</a>-nya dialah. Jangankan sama &#8220;Hero&#8221;, wong sama &#8220;King of Kungfu&#8221;, filmnya Jet Li yang pertama kutonton itu, film yang 1 ini &#8211; secara general &#8211; nggak ada sekukunya, kok. Satu-satunya hiburan lumayan di film ini buatku ya cuma <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charlene_Choi" rel="nofollow">Charlene Choi</a> yang kebagian peran jadi Qing Qing <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kesimpulannya, habis nonton film ini aku jadi kasihan sama Jet Li. Kalo model begini terus, nasibnya bisa jadi macam Van Damme yang sekarang nyaris nggak ada kabar beritanya lagi. Setelah ini, semoga saja film terbarunya, &#8220;The Flying Swords of Dragon Gate&#8221;, tidak bernasib mengenaskan macam film ini. Aku memang belum sempat nonton. Lha bagemana mau nonton? Wong kayaknya film yang udah keputer di bioskop-bioskop Jakarta itu sampe sekarang belum ada jadwalnya main di bioskop Jokja, kok. Kalolah begini, apa boleh baut, eh, apa boleh buat&#8230; Kayaknya aku terpaksa nunggu Septri ndonlot filmnya dulu lagi.</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/rambo-iv.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rambo IV'>Rambo IV</a> <small>Kemarin, sore-sore dari kantor ke 21 nonton &#8220;Rambo IV&#8221;, yang...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/merantau.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merantau'>Merantau</a> <small>Aku lagi meriang, sodara-sodara. Ndak jelas juga apa penyebabnya. Tapi...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/seharusnya-bukan-sherlock-holmes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seharusnya Bukan Sherlock Holmes'>Seharusnya Bukan Sherlock Holmes</a> <small>Detektif terbaik di dunia itu akhirnya difilmkan! Tentu saja judulnya...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/tinju-besi.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tinju Besi'>Tinju Besi</a> <small>Aku barusan pulang. Pulang dari nonton di bioskop bareng 2...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/raja-para-petarung.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Raja Para Petarung'>Raja Para Petarung</a> <small>Kalo kemarin aku sempat bilang &#8220;Tekken&#8221; plus &#8220;Darah Garuda&#8221; itu...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l2IGfroWSSmEquZjmv44nfnZdmM/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l2IGfroWSSmEquZjmv44nfnZdmM/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l2IGfroWSSmEquZjmv44nfnZdmM/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/l2IGfroWSSmEquZjmv44nfnZdmM/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/dMDuiNYyMkY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/the-sorcerer-and-the-white-snake-jet-li-yang-kasihan.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/the-sorcerer-and-the-white-snake-jet-li-yang-kasihan.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Farnborough dan Garuda</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/ET2pszQ80WA/farnborough-dan-garuda.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/farnborough-dan-garuda.joe#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 13:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Waton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Sudah jadi kebiasaan kalo mainan Football Manager (FM) aku selalu megang tim-tim dari kasta terbawah, terutama sejak edisi beberapa tahun terakhir ini. Alasannya sederhana, kalo megang klub-klub besar buatku nggak ada tantangannya. Apalagi kalo ditambah model dolanan yang tiap kalah bertanding habis itu ngeload save-save-an game sebelumnya, diulang, diulang, diulang, begitu terus berkali-kali sampe menang. [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/kembali-ngganteng.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kembali Ngganteng'>Kembali Ngganteng</a> <small>Seumur hidup aku punya rambut gondrong awut-awutan ya baru kemarin...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/gadjah-mada-football-club-dan-universitas-chelsea.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gadjah Mada Football Club dan Universitas Chelsea'>Gadjah Mada Football Club dan Universitas Chelsea</a> <small>Kapan hari kemarin itu adikku pulang dari kampus sambil misuh-misuh....</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/daripada-jadi-fitnah.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daripada Jadi Fitnah'>Daripada Jadi Fitnah</a> <small>Daripada jadi fitnah kepada yang bersangkutan, sodara-sodara, jadi lebih baik...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/hujan-sehari-dihapuskan-oleh-panas-setahun.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hujan Setahun Dihapuskan Oleh Panas Sehari'>Hujan Setahun Dihapuskan Oleh Panas Sehari</a> <small>Sesiangan aku bekerja membanting-tulang di rumah. Menggambar user interface di...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/persegi-gianyar-menembus-final-liga-champion-asia.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia'>Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia</a> <small>Kemenangan terbaik Persegi Bali FC sepanjang sejarah Persegi Gianyar 4-1...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah jadi kebiasaan kalo mainan Football Manager (FM) aku selalu megang tim-tim dari kasta terbawah, terutama sejak edisi beberapa tahun terakhir ini. Alasannya sederhana, kalo megang klub-klub besar buatku nggak ada tantangannya. Apalagi kalo ditambah model dolanan yang tiap kalah bertanding habis itu ngeload save-save-an game sebelumnya, diulang, diulang, diulang, begitu terus berkali-kali sampe menang. Yang begitu itu, beh&#8230;buatku cuma pantas dilakukan sama gamer hina-dina sahaja <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <span id="more-947"></span></p>
<p>Kelanjutannya, buat Football Manager edisi 2012 ini aku sampe sekarang masih berkutat dengan <a href="http://www.thurrock-fc.com/">Thurrock FC</a>, tim dari kasta terbawah Liga Inggris yang selama kupegang sampe sekarang terus-terusan berkutat di papan bawah. Bajindal! FM ini makin tahun makin susah! <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan gara-gara berkutat di kasta bawah inilah aku malah baru tahu ada klub sedivisi yang judulnya adalah <a href="http://www.farnboroughfc.co.uk/" rel="nofollow"><b>Farnborough</b> FC</a>. Yang bikin menarik, klub amatiran ini punya logo klub sebagai berikut:</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/9/9b/Farnboroughfc-logo.jpg" alt="farnborough fc" /></p>
<p>Gimana? Mirip sama yang di bawah ini, nggak?</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/_arv63jQPMYo/S7LJO4AWhoI/AAAAAAAABYE/kArNmPrlpck/s1600/Garuda-Logo-Vertical-1024.jpg" alt="logo garuda indonesia" width="264" height="186" /></p>
<p> <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Maka tanpa mau mengompor-ngompori pihak Garuda Indonesia buat nuntut royalti ke <i>Farnborough</i> (apabila ternyata mereka tiada hubungan apapun jua), alasanku kenapa memilih menangani sebuah klub yang berjudul Thurrock sebenarnya sederhana saja: <a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;biw=1024&amp;bih=636&amp;noj=1&amp;q=turuk%2C+bahasa+jawa&amp;oq=turuk%2C+bahasa+jawa&amp;aq=f&amp;aqi=&amp;aql=&amp;gs_sm=e&amp;gs_upl=6935l8612l0l8803l13l9l0l1l0l2l365l1961l2-5.2l7l0" rel="nofollow">namanya bagus. Lumayan bikin nyengenges, terutama buat yang paham bahasa Jawa</a> <img src='http://diary.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/kembali-ngganteng.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kembali Ngganteng'>Kembali Ngganteng</a> <small>Seumur hidup aku punya rambut gondrong awut-awutan ya baru kemarin...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/gadjah-mada-football-club-dan-universitas-chelsea.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gadjah Mada Football Club dan Universitas Chelsea'>Gadjah Mada Football Club dan Universitas Chelsea</a> <small>Kapan hari kemarin itu adikku pulang dari kampus sambil misuh-misuh....</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/daripada-jadi-fitnah.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Daripada Jadi Fitnah'>Daripada Jadi Fitnah</a> <small>Daripada jadi fitnah kepada yang bersangkutan, sodara-sodara, jadi lebih baik...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/hujan-sehari-dihapuskan-oleh-panas-setahun.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hujan Setahun Dihapuskan Oleh Panas Sehari'>Hujan Setahun Dihapuskan Oleh Panas Sehari</a> <small>Sesiangan aku bekerja membanting-tulang di rumah. Menggambar user interface di...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/persegi-gianyar-menembus-final-liga-champion-asia.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia'>Persegi Gianyar Menembus Final Liga Champion Asia</a> <small>Kemenangan terbaik Persegi Bali FC sepanjang sejarah Persegi Gianyar 4-1...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z1AAKbmfpqqgsYVHqk0xg2NgEOk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z1AAKbmfpqqgsYVHqk0xg2NgEOk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z1AAKbmfpqqgsYVHqk0xg2NgEOk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z1AAKbmfpqqgsYVHqk0xg2NgEOk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/ET2pszQ80WA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/farnborough-dan-garuda.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/farnborough-dan-garuda.joe</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sherlock Holmes Jadi 2</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TheSatriantoShow/~3/2Lpi6foM3Jo/sherlock-holmes-jadi-2.joe</link>
		<comments>http://diary.satchdesign.com/sherlock-holmes-jadi-2.joe#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yang Punya Diary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Njajal-njajal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diary.satchdesign.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kemarin akhirnya aku kesampean juga nonton sekuelnya Sherlock Holmes yang &#8220;A Game of Shadow&#8221; di bioskop. Aslinya ini sudah telat banget mengingat si Holmes sudah ditayangin di bioskop dari tahun kemarin. Alhasil pas nonton di bioskop kemarin itu aku nggak bisa nonton rame-rame barengan sama anak-anak tukang nyambangin bioskop lainnya berhubung mereka sudah pada [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/holmes-setelah-era-sir-arthur.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Holmes Setelah Era Sir Arthur'>Holmes Setelah Era Sir Arthur</a> <small>Dari jaman kecil, entah karena sebab-musabab apa (mungkin gara-gara bapakku...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/internet-explorer-web-browser-nya-web-designer.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer'>Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer</a> <small>2 hari kemarin Oom Udin, sejawat di kantor tempat meminta...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/seharusnya-bukan-sherlock-holmes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seharusnya Bukan Sherlock Holmes'>Seharusnya Bukan Sherlock Holmes</a> <small>Detektif terbaik di dunia itu akhirnya difilmkan! Tentu saja judulnya...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/dexter-morgan-si-pembunuh-charming-penyayang-keluarga.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dexter Morgan, Si Pembunuh Charming Penyayang Keluarga'>Dexter Morgan, Si Pembunuh Charming Penyayang Keluarga</a> <small>Mumpung minggu-minggu ini lagi musim detektif-detektifan gara-gara filmnya Sherlock Holmes,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/its-sherlock.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: It&#8217;s Sherlock'>It&#8217;s Sherlock</a> <small>It&#8217;s Sherlock! Iya, ini memang cerita tentang Sherlock Holmes teranyar...</small></li>
</ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/-2vuWfs-S90Q/TvP_DyGFAnI/AAAAAAAAAA0/HJ9MV0bCmWE/s1600/sherlock-holmes-game-of-shadows-poster-final.jpg" alt="sherlock holmes versi guy ritchie" width="310" height="458" /></p>
<p>Minggu kemarin akhirnya aku kesampean juga nonton sekuelnya <a href="http://www.imdb.com/title/tt1515091/" rel="nofollow" target="blank"><b>Sherlock</b> Holmes yang &#8220;A Game of Shadow&#8221;</a> di bioskop. Aslinya ini sudah telat banget mengingat si Holmes sudah ditayangin di bioskop dari tahun kemarin. Alhasil pas nonton di bioskop kemarin itu aku nggak bisa nonton rame-rame barengan sama anak-anak tukang nyambangin bioskop lainnya berhubung mereka sudah pada nonton duluan.<span id="more-940"></span></p>
<p>Akhir tahun kemarin aku ke Jakarta, menghadiri acara sunatan 2 biji adik sepupuku, yang hasilnya&#8230;yah, begitulah, aku ditinggal nonton sama anak-anak yang di Jokja. Sempat berniat nekad juga akhirnya, saking nggak ada yang bisa kuajakin nonton, aku sempat mikir buat nonton sendirian sahaja. Meskipun <a href="http://diary.satchdesign.com/seharusnya-bukan-sherlock-holmes.joe">kecewa sama prekuel pertamanya</a>, nama besar <i>Sherlock</i> tetap mampu membiusku buat membatin, ini film hukumnya fardu ain buat ditonton di bioskop!</p>
<p>Tapi sejenak-2 jenak aku sempat berpikir ulang, kalo aku ke bioskop sendirian terus kebetulan ketemu sama orang yang kenal sama aku dan ditanyain, &#8220;Lho, Joe, sama siapa?&#8221;</p>
<p>Masak harus kujawab, &#8220;Sendirian aja.&#8221;? Mau dikemanakan nama besar saya sebagai (bekas) Don Juan dari MIPA Selatan, coba? Malulah akunya kalo harus mengkhianati ekspektasi publik.</p>
<p>Akhirnya aku sempat kepikiran buat ngajak Uswah, mengingat dia penggemar <u>Sherlock</u> juga, dan akhir-akhir ini dia hampir nggak pernah nongol di kampus. Siapa tau aja dia belum nonton juga. Tapi, olala&#8230;apa jawaban Uswah, sodara-sodara?</p>
<p>&#8220;Wah, Mas, aku sudah kecewa sama film yang pertama dulu itu. Disuruh nonton bajakannya di laptop aku juga nggak bakal mau.&#8221;</p>
<p>Mampus kamu Guy Ritchie! Sebagai seorang sutradara, sampeyan sudah menyakiti hati penggemar berat Holmes versi novelnya.</p>
<p>Akhirnya ya mau bagaimana lagi? Sudahlah besok ini aku ta&#8217;nonton sendiri aja, batinku. Tapi ternyata langit masih berpihak padaku. Langit tidak bakal membiarkan Lelananging Jagad pilihannya sendiri pergi tanpa teman kencan. Malam itu Novi SMS. Isi SMS-nya, sih, biasa aja, tipikal SMS-SMS lucu yang dulu rajin ta&#8217;kumpulin waktu jaman awal-awal aku jadi mahasiswa buat ngisengin anak gadis orang. Maka, aha, inilah partner yang bakal nemenin aku buat nonton besok.</p>
<p>Benar saja. Tanpa perlu banyak cincau, eh, cingcong, besok malamnya Novi sudah duduk di sadel belakang motorku buat hujan-hujanan berdua. Sempat juga mampir makan nasi goreng Aceh yang dibayarin sama dia sebelum pergi nonton di 21 Ambarukmo Plaza.</p>
<p>Singkat kata singkat cerita kami berdua sudah duduk di dalem bioskop. Eh, sebelumnya juga aku sempat dibeliin pop-corn sama dia, dan waktu mau kubales, &#8220;Kamu mau minum apa?&#8221; dia bilang, nggak usah aja. Ya sudah, waktu aku nerima sebotol Green Tea rasa madu dari mbak kasirnya, aku bilang ke Novi, &#8220;Kamu nggak boleh minta.&#8221;</p>
<p>Lewat 2 jam di dalam bioskop, tidak ada yang istimewa dari sekuelnya Sherlock Holmes yang ini. Ceritanya masih nabrak pakem novelnya. Sherlock malah ditampilkan makin konyol saja. Yak-yak&#8217;an. Penilaianku masih sama dengan prekuelnya: film ini hanya film action-komedi biasa dengan tokoh utama yang kebetulan bernama Sherlock Holmes.</p>
<p>Di sini diceritakan kalo Sherlock harus berhadapan dengan Prof. Moriarty, musuh besarnya, yang berencana membuat skenario perang dunia dengan memanfaatkan konflik antara Prancis dan Jerman. Kampretnya &#8211; selain karakter Sherlock yang acak-acakan &#8211; Moriarty pun juga ditampilkan jauh dari imej yang kutangkap kalo aku lagi mbaca novelnya. Moriarty nggak keliatan macam psikopat jenius nan misterius. Latar belakang kehidupannya terlalu diumbar dalam film ini. Mimik dan bahasa tubuhnya pun betul-betul menggambarkan kalo dia adalah lawan yang sepadan buat Sherlock. Sepadan buat Sherlock dalam film ini, maksudku, alias sama-sama biasa-biasa saja. Moriarty cuma terlihat kayak dalang perampokan minimarket 24 jam. Setidaknya itulah kesan yang kudapatkan.</p>
<p>Mau bagemana lagi? Aku mbaca novelnya Sherlock dari waktu masih esde sampai sekarang, sih. Jadinya wajar aja, dengan parameter pembanding pada novel aslinya, segala karakter yang ditampilin di filmnya Guy Ritchie ini jadi terkesan tolol semua.</p>
<p>Irine Adler nggak keliatan kayak wanita cerdas yang sejarahnya pernah berhasil membuat Sherlock kerepotan kalo nggak mau dibilang mempecundangi. Doi dengan gampangnya terlihat gugup dan nggak menguasai situasi sewaktu akhirnya berhasil mati diracun sama Jim Moriarty.</p>
<p>Mycroft Holmes, sang kakak, terlihat kayak badut dan sempat kelihatan terkaget-kaget sewaktu Dr. Watson berhasil membuat deduksi tentang dirinya. Mycroft benar-benar tidak nampak seperti penggambaran yang tertanam di memori otakku selama ini, bahwa dia adalah otak pemerintahan Kerajaan Inggris yang sebenarnya.</p>
<p>Dan, Watson? Ah iya, Dr. Watson sang loyalis&#8230; Sang loyalis kepercayaan Sherlock Holmes ini entah kenapa terlihat lebih pintar dan lebih tenang ketimbang Sherlock sendiri. Beberapa reaksi spontannya di film menggambarkan itu. Akhirnya aku, kok, malah jadi berpikir kalo kemampuan membuat deduksi ala Sherlock itu adalah kemampuan yang pasaran. Wong nyatanya Watson juga bisa, kok.</p>
<p>Sherlock sendiri, di luar cacat yang sudah kusebut di atas, juga jadi terlihat kayak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jason_Statham" rel="nofollow" target="blank">Jason Statham</a>. Dia jadi jago banget berkelahi. Memang, sih, di novelnya sendiri juga disebut kalo Sherlock itu jago tinju, pinter anggar, pemain biola, dan praktisi kimia. Tapi tetap saja aku terkagum-kagum waktu melihat Sherlock beraksi dengan kecepatan ala <a href="http://www.imdb.com/title/tt0106936/" rel="nofollow" target="blank">Fong Sai Yuk</a>. Dia melentingkan musuhnya dengan gerakan tangan &#8211; yang menurutku &#8211; mirip jiu jitsu atau aikido-nya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steven_Seagal" rel="nofollow" target="blank">Steven Seagal</a>. Inggris, abad 18, belajar gerakan macam gitu dari mana, Sher? <a href="http://www.youtube.com" rel="nofollow" target="blank">Youtube</a>, kan, belum ada&#8230;</p>
<p>Begitulah sepenggal kesan tentang Sherlock Holmes cap manusia tukang setrika (baca: <a href="http://www.imdb.com/title/tt0371746/" rel="nofollow" target="blank">Iron Man</a>, bego!). Maka kalo Anda adalah penggemar Sherlock cap novel yang kebetulan ngeyel nonton versi bioskopnya kayak aku, jangan khawatir, setelah puas memaki versi bioskopnya ini tontonlah <a href="http://www.imdb.com/title/tt1475582/" rel="nofollow" target="blank">Sherlock versi serial tipi</a> yang diedarin sama BBC.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.tvshowsondvd.com/graphics/news3/Sherlock2010_S1_DVD.jpg" alt="sherlock holmes versi bbc" width="290" height="447" /></p>
<p>Yeah! Sherlock abad 21 ini akhirnya ditayangin juga season keduanya, dan sejauh ini sudah ada 3 judul yang tayang di Inggris sana: &#8220;A Scandal in Belgravia&#8221;, &#8220;The Hounds of Baskerville&#8221;, dan &#8220;The Reichenbach Fall&#8221;.</p>
<p>Ceritanya masih mengadopsi pakem dari novel aslinya. Hanya saja setting-nya dibuat terjadi pada masa sekarang, dan sejauh ini aku baru nonton sebiji filmnya yang &#8220;A Scandal in Belgravia&#8221;.</p>
<p>Penilaianku?</p>
<p>Mantap! Ini obat pelipur lara!</p>
<p>Sherlock masih terlihat dingin dan cuek, juga makin egois. Sosok Irine Adler akhirnya juga keluar&#8230;dan seperti yang kuharapkan, doi berhasil membuat Sherlock kerepotan bin terjebak dengan rayuannya. Plotnya makin kompleks dan baru ketauan benang merahnya di akhir cerita.</p>
<p>John Watson masih setia dengan perannya sebagai baby-sitter buat Sherlock. Tidak ada adegan di mana dia terlihat lebih pintar dari sang tokoh utama, sementara sosok Mycroft benar-benar terlihat seperti apa yang ada di novelnya: dialah playmaker pemerintahan Inggris yang sebenarnya. Skenarionya untuk menyelamatkan Inggris dari tindakan teror yang dirancang Prof. Moriarty benar-benar nyaris sempurna&#8230; Sempurna. Betul-betul sempurna&#8230;kalau saja tidak dikacaukan oleh adiknya sendiri yang sempat mabuk kepayang gara-gara pesona Mbak Irine.</p>
<p>Moriarty bagemana? Ah ya, Moriarty&#8230; Moriarty akhirnya terlihat punya peranan dalam cerita. Lewat sekelumit adegan awal di edisi ini dia terlihat betul-betul kayak psikopat pengidap gangguan jiwa. Sekejap dia terlihat tenang di depan Sherlock yang menodongkan pistol di depannya, sehabis itu pula dia terlihat berteriak-teriak macam orang sarap untuk kemudian tenang kembali. Betul-betul terkesan model manusia berbahaya, yang susah ditebak tindak-tanduknya.</p>
<p>Yang menyenangkannya lagi, ada adegan di mana akhirnya Sherlock benar-benar menghisap nikotin. Seperti yang pernah ta&#8217;bilang di <a href="http://diary.satchdesign.com/its-sherlock.joe">tulisanku yang dulu</a>, di serial ini memang susah mendapatkan adegan di mana Sherlock mengerjakan hobinya itu. Semuanya gara-gara aturan dilarang merokok yang ada di Inggris sekarang ini. Itu sudah dijelaskan lewat dialognya Sherlock Holmes dan John Watson sendiri.</p>
<p>Tapi akhirnya sekarang ada juga adegan yang mengharukan tersebut. Sherlock benar-benar merokok karena galau; Irine Adler ditemukan mati(?), soale&#8230;</p>
<p>Kelemahan film ini cuma sebiji. Aksen British yang khas dan dialog cepat ala Sherlock membuatku benar-benar kesusahan. Beberapa kali aku harus memutar-ulang adegan yang ada gara-gara ngerasa ada dialog yang tertinggal. Lha, wong sejawat <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/" rel="nofollow" target="_blank">Manusia Super</a> yang jagoan ng-English itu saja juga mengaku kerepotan mengikuti dialognya waktu nonton season pertama serial ini, kok, ya apa lagi aku yang cuma bisa ngomong English 3 jurus ini, kan?</p>
<p>Kampretnya, setelah selesai nonton barulah aku tahu kalo di <a href="http://google.com" rel="nofollow" target="blank">Gugel</a> ternyata ada yang menyediakan subtitle Indonesia untuk serial ini. Gembus. Telat!</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://diary.satchdesign.com/holmes-setelah-era-sir-arthur.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Holmes Setelah Era Sir Arthur'>Holmes Setelah Era Sir Arthur</a> <small>Dari jaman kecil, entah karena sebab-musabab apa (mungkin gara-gara bapakku...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/internet-explorer-web-browser-nya-web-designer.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer'>Internet Explorer, Web Browser-nya Web Designer</a> <small>2 hari kemarin Oom Udin, sejawat di kantor tempat meminta...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/seharusnya-bukan-sherlock-holmes.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seharusnya Bukan Sherlock Holmes'>Seharusnya Bukan Sherlock Holmes</a> <small>Detektif terbaik di dunia itu akhirnya difilmkan! Tentu saja judulnya...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/dexter-morgan-si-pembunuh-charming-penyayang-keluarga.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dexter Morgan, Si Pembunuh Charming Penyayang Keluarga'>Dexter Morgan, Si Pembunuh Charming Penyayang Keluarga</a> <small>Mumpung minggu-minggu ini lagi musim detektif-detektifan gara-gara filmnya Sherlock Holmes,...</small></li>
<li><a href='http://diary.satchdesign.com/its-sherlock.joe' rel='bookmark' title='Permanent Link: It&#8217;s Sherlock'>It&#8217;s Sherlock</a> <small>It&#8217;s Sherlock! Iya, ini memang cerita tentang Sherlock Holmes teranyar...</small></li>
</ul></p>
<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mf5GW06ny8ZfZLOCt6Bc7cT0n7o/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mf5GW06ny8ZfZLOCt6Bc7cT0n7o/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mf5GW06ny8ZfZLOCt6Bc7cT0n7o/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mf5GW06ny8ZfZLOCt6Bc7cT0n7o/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TheSatriantoShow/~4/2Lpi6foM3Jo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diary.satchdesign.com/sherlock-holmes-jadi-2.joe/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://diary.satchdesign.com/sherlock-holmes-jadi-2.joe</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

