<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-34202716</atom:id><lastBuildDate>Wed, 20 Mar 2024 13:24:06 +0000</lastBuildDate><category>bisnis</category><category>keluarga</category><category>opini</category><category>oase</category><category>review</category><category>resensi</category><category>buku</category><category>galeri</category><category>Lucu dan Unik</category><category>belajar</category><category>Joe Vitale</category><category>Kesehatan</category><category>PTC</category><category>The Attractor Factor</category><category>album</category><category>bisnis ibu rumah tangga</category><category>internet</category><category>internet marketing</category><category>kisah motivasi</category><category>marketing</category><category>the secret</category><title>Think And Grow Up</title><description></description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (iBloggered)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-7487140394185635613</guid><pubDate>Mon, 15 Dec 2008 12:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-15T20:07:55.373+07:00</atom:updated><title>Dukungan Latihan SEO untuk Pemula</title><description>&lt;a href=&quot;http://www.ibloggered.com/2008/11/latihan-seo-untuk-pemula.html&quot; title=&quot;Latihan SEO untuk Pemula&quot;&gt;Latihan SEO Untuk Pemula&lt;/a&gt;, saat ini masih berlangsung. Dan akan berakhir beberapa saat sebelum akhir tahun. Dan blog ini turut mendukung &lt;b&gt;latihan seo untuk Pemula&lt;/b&gt;, agar kontestan yang didukung bisa masuk ke 10 besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dukungan ini bisa memberikan sedikit andil dalam perubahan hasil SERP yang pada akhirnya &lt;a href=&quot;http://www.ibloggered.com/2008/11/latihan-seo-untuk-pemula.html&quot; title=&quot;Latihan SEO untuk Pemula&quot;&gt;Latihan SEO untuk Pemula&lt;/a&gt; bisa dibilang sukses dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi selamat berjuang di &lt;a href=&quot;http://www.ibloggered.com/2008/11/latihan-seo-untuk-pemula.html&quot; title=&quot;Latihan SEO Untuk Pemula&quot;&gt;Latihan SEO untuk Pemula&lt;/a&gt; ya. :D</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/12/dukungan-latihan-seo-untuk-pemula.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-3325204152181051696</guid><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 10:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-28T17:47:54.074+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Miris</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Tukang Sate&lt;br /&gt;Melihat anak muda penjual sate yang usianya masih belasan tahun, berjualan di sore menjelang malam, basah kuyup ditengah hujan rintik-rintik, masih tetap dengan suaranya yang khas, sateeee..!&lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Cuci&lt;br /&gt;Beberapa bu-ibu bangun jam satu malam untuk pergi mencuci di rumah orang lain, tidak perduli hujan, atau udara yang dingin menggigil. Dan ketika pagi menjelang, tangan yang bekerja setengah malam itu sudah tidak berasa, pecah-pecah[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tukang Sate&lt;br /&gt;Melihat anak muda penjual sate yang usianya masih belasan tahun, berjualan di sore menjelang malam, basah kuyup ditengah hujan rintik-rintik, masih tetap dengan suaranya yang khas, sateeee..!&lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Cuci&lt;br /&gt;Beberapa bu-ibu bangun jam satu malam untuk pergi mencuci di rumah orang lain, tidak perduli hujan, atau udara yang dingin menggigil. Dan ketika pagi menjelang, tangan yang bekerja setengah malam itu sudah tidak berasa, pecah-pecah dan bahkan berdarah. Demi satu atau dua suap makanan dan jajan anak-anak.&lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang Siomay&lt;br /&gt;Emang ini berjualan sejak suami saya masih di SD, sekitar 20 tahun yang lalu, sampai hari ini. Entah berapa ratus kilometer yang ia telah tempuh dengan pikulannya yang itu-itu juga, dengan bajunya yang nyaris itu-itu juga, dan bau badannya yang begitu-begitu juga. Sampai kapan bahunya akan sanggup memikul kotak berisi siomaynya itu ?&lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teroris&lt;br /&gt;Amrozi cs. telah pergi menemui Dzat yang sangat mereka cintai. Nama mereka tercatat di bumi ini sebagai bagian dari jaringan teroris. Entahlah siapa yang sebenarnya teroris, hanya Dia Yang Maha Sempurna yang tahu jawabannya, dan saya yakin saat ini Amrozi cs. pun telah tahu mereka ada di posisi mana. &lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koruptor&lt;br /&gt;Tua, rambut penuh uban, duduk di kursi pesakitan, menunggu vonis, bahkan ada yang sampai terkencing-kencing. Rumah mewah, vila di pegunungan, cucu-cucu yang lucu, rencana pensiun yang damai, tinggal angan-angan. Uang milyaran pernah mampir di rekeningnya, ternyata hanya jadi petaka di hari tua. &lt;br /&gt;Hati ini miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris, hanya sekelebat rasa, atau secuil peka yang sudah lama ini nyaris sirna. Mungkin tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan. Tapi setidaknya, perasaan miris membuat kita semakin mensyukuri apa yang kita miliki, dan memberi sebagian dari yang kita punyai. Bahkan orang-orang paling bahagiapun tidak selalu memiliki semua yang terbaik, tapi mereka menyikapi semua yang mereka miliki dengan cara yang terbaik. Karena berbahagia, adalah pilihan.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/11/miris.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-1576794178991002396</guid><pubDate>Tue, 11 Nov 2008 11:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-11T18:22:13.914+07:00</atom:updated><title>Back to School, Haruskah ?</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Sudah hampir dua tahun ini saya berhenti kuliah alias drop out. Bukan terpaksa, tapi lebih karena pilihan saja. Pada saat realitas baru mampir di kepala saya, maka saya memutuskan mengambil langkah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pertama karena jurusan yang saya ambil kayaknya kurang saya minati. Saya mengambil Teknik Informatika. Padahal  jujur (ternyata) saya hampir tidak menyukai satu jenis mata pelajaranpun dari TI ini. Seperti pemrograman, analisis jaringan, dsb. So, buat apa saya memaksakan diri untuk hal yang tidak[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sudah hampir dua tahun ini saya berhenti kuliah alias drop out. Bukan terpaksa, tapi lebih karena pilihan saja. Pada saat realitas baru mampir di kepala saya, maka saya memutuskan mengambil langkah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pertama karena jurusan yang saya ambil kayaknya kurang saya minati. Saya mengambil Teknik Informatika. Padahal  jujur (ternyata) saya hampir tidak menyukai satu jenis mata pelajaranpun dari TI ini. Seperti pemrograman, analisis jaringan, dsb. So, buat apa saya memaksakan diri untuk hal yang tidak saya sukai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua karena jurusan inipun tidak relevan dengan cita-cita saya yang ingin berwirausaha. Kayaknya saya lebih butuh pengetahuan ekonomi daripada pengetahuan TI secara mendetail. Walaupun kalau belajar sih tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya, tapi saya merasa akan banyak berkorban waktu dan biaya untuk hal yang tidak ingin saya geluti. Akhirnya memilih DO. Agak ditentang oleh orangtua saya sih sebenarnya yang ingin melihat anaknya diwisuda. But, pentingkah diwisuda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sebenarnya saya masih menginginkan mendapatkan tambahan pengetahuan, baik secara formal lewat jalur universitas maupun non formal seperti seminar dsb. Tapi masih belum menjalani yang manapun. Terutama karena masih punya balita dan tidak punya pengasuh, jadi belum bisa ditinggal-tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa lagi memberi nutrisi buat otak ini. Pokoknya never stop to learn-lah (bahasa inggris ngarang). Soalnya emang salah satu agendaku adalah memperbaiki bahasa inggrisku yang emang belepotan banget.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/11/back-to-school-haruskah.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-8874825350615754605</guid><pubDate>Mon, 13 Oct 2008 10:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-13T17:10:28.422+07:00</atom:updated><title>From Zero to Hero</title><description>Bagaimana kami bisa menjelaskan pada orangtua, saudara dan teman-teman, kalau pertengahan bulan ini kami mengambil langkah yang lumayan drastis. Keputusan untuk benar-benar berhenti bergantung pada leher orang lain, dan kemudian memulai langkah baru yang masih tertatih-tatih. Nama kerennya enterpreneur. Padahal kenyataannya belum sekeren itu. Yang kami miliki hari ini adalah mimpi masa depan, cita-cita pada jangka waktu tertentu, dan merintis sebuah jalan baru yang saat ini kami pilih dan sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal kami hari ini adalah keyakinan. Kompornya adalah motivasi. Dan cahayanya adalah cinta dan rasa syukur. Tujuan akhirnya Ridho Allah. This is the real new life, start from zero to hero. Semoga Allah SWT, yang kasih sayang-Nya tidak terbatas dan rezekinya tidak pernah terkuras, memudahkan dan melancarkan semua cita-cita kami. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bissmillaahirrahmaanirrahiim...</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/10/from-zero-to-hero.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-3739120087993368729</guid><pubDate>Wed, 27 Aug 2008 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-27T16:46:43.980+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis ibu rumah tangga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet marketing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PTC</category><title>PTC, Cara Mudah Mencari Dolar di Internet</title><description>Ada yang ingin menambah penghasilan keluarga, tanpa harus keluar rumah atau membutuhkan banyak waktu luang ? Pasti banyak yang mau dong. Penghasilannya bisa sampai 5 dolar sehari, bahkan ada yang bisa sampai 100 dolar sehari lo !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya sedang belajar menekuni bisnis PTC (Paid to Click). Sangat mudah, karena kita hanya perlu koneksi ke internet, menjadi member program PTC, lalu klik iklan yang kita dapat, dapet deh dolar. Per kliknya memang kecil sih, cuma 0.01 dolar. Tapi dengan memiliki referral, kita bisa mendapatkan lebih banyak dolar lagi. Penjelasan lengkapnya ada di &lt;a href=&quot;http://clickerclub.blogspot.com&quot;&gt;The Clickers Club Blog&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Indonesia, bisnis internet marketing masih dilirik sebelah mata. Pertama, karena koneksi internet belum terlalu menyeluruh, dan juga pemahaman mengenai internet marketing yang kurang. Beberapa hal lain seperti takut ditipu, dianggap MLM yang menyesatkan, dsb. Padahal kalau kita pelajari dan berguru pada yang sudah master di bidang ini, internet marketing sangat lumayan bahkan sangat menjanjikan. Bisa adsense, PTC, Paid Review, Afiliasi, dsb. Kesuksesan di bisnis ini bisa dilihat misalnya di milis-milis IM seperti adsense-sby, PTC-talk, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kita sebagai ibu rumah tangga, bisa kok mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah.</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/08/ptc-cara-mudah-mencari-dolar-di.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-5768795177258509057</guid><pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-26T15:16:08.105+07:00</atom:updated><title>Beranikah Mengambil Langkah Pertama ?</title><description>Saya salah satu pengunjung setia kolom Bapak Zainal Abidin di &lt;a href=&quot;http://eramuslim.com/&quot;&gt;eramuslim&lt;/a&gt;, Klinik Bisnis nama kolomnya. Bahasanya yang mudah dimengerti dan penjelasan yang simpel tapi mengena, sering bikin saya mengangguk-ngangguk atau bahkan ketawa-ketawa. Ternyata kalau saya perhatikan ada beberapa tipe pertanyaan yang selalu diajukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pertama     : Bagaimana memulai usaha&lt;br /&gt;Tipe kedua       : Bagaimana mengembangkan usaha&lt;br /&gt;Tipe ketiga      : Bagaimana mencari sesuatu, misalnya modal, rekan bisnis, tempat usaha, dsb.&lt;br /&gt;tipe keempat     : Menanyakan detail sebuah permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata sodara-sodara...(ini menurut pengamatan saya), pertanyaan dengan tipe pertamalah juaranya. Artinya, banyak sekali orang yang ingin memulai sesuatu, tapi tidak tahu caranya, ragu, takut gagal atau tidak berani sama sekali. Benarkah bahwa kita juga sering menghadapi persoalan seperti itu ? ragu untuk memulai sesuatu, takut dengan perubahan, dsb ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Pak Jay (nama keren Pak Zainal Abidin) selalu bilang, satu-satunya cara agar kita tidak gagal, tidak rugi dan tidak perlu kecewa adalah DIAM ! Diam tidak akan memberikan kita kegagalan. Tapi jangan lupa, diam juga tidak akan membawa kita pada keberhasilan. Kalau kata Pak Mario Teguh, orang jatuh adalah orang yang sedang bergerak ke depan. Sedangkan orang yang diam tidak berpotensi jatuh, dan tidak berpotensi maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masih takutkah kita membuat langkah pertama ?</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/08/beranikah-mengambil-langkah-pertama.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-953413381846952710</guid><pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-26T14:52:55.354+07:00</atom:updated><title>Update Lagi, Semangat ! Semangat !</title><description>Lamaaaa banget ga mengupdate blog ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kadang tidak punya alasan yang kuat kenapa harus istirahat menulis. Mungkin satu-satunya alasan yang masuk akal adalah MALAS. Malas membuat otak kita berhenti mengeluarkan ide. Dan malas melahirkan alasan-alasan lainnya yang mencoba memberikan pembenaran. Dan satulagi, kemalasan harus dilawan ! betul ga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti semangat pejuang &#39;45 !</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/08/update-lagi-semangat-semangat.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-7479823170936465901</guid><pubDate>Sat, 24 May 2008 01:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-24T09:04:07.638+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>Kehamilan Pasca Kanker</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Siapa bilang &lt;b&gt;penderita kanker&lt;/b&gt; tidak bisa hamil? Kisah yang terjadi di Jerman ini, setidaknya menunjukkan pada kita bahwa jaringan ovarium yang sehat yang diambil dari seorang penderita kanker yang ditanamkan kembali (re-implan) setelah perawatan kanker, memungkinkan wanita tersebut hamil secara normal. sang pasien, wanita berusia 23 tahun tersebut, adalah kasus yang ditangani oleh Ralf Dittrich dan sejawatnya dari University Hospital Jerman[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Siapa bilang &lt;b&gt;penderita kanker&lt;/b&gt; tidak bisa hamil? Kisah yang terjadi di Jerman ini, setidaknya menunjukkan pada kita bahwa jaringan ovarium yang sehat yang diambil dari seorang penderita kanker yang ditanamkan kembali (re-implan) setelah perawatan kanker, memungkinkan wanita tersebut hamil secara normal. sang pasien, wanita berusia 23 tahun tersebut, adalah kasus yang ditangani oleh Ralf Dittrich dan sejawatnya dari University Hospital Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakita &lt;i&gt;anal carcinoma&lt;/i&gt; yang didiagnosa pada pasien muda tersebut pada 2004 lalu, ditangani dengan &lt;b&gt;kemoterapi&lt;/b&gt; dan dilanjut &lt;b&gt;radioterapi&lt;/b&gt;. Ovarium yang letaknya berdekatan dengan tumor tersebut, seringkali ikut rusak pula karena serangkaian terapi yang dilakukan, yang mengakibatkan si wanita menjadi mandul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka para dokter mengambil tindakan mengangkat ovarium yang sehat sebelum dilakukan perawatan terhadap penyakit kankernya. Ovarium tersebut kemudian dibekukan. Barulah, setelahnya si pasien direkomendasikan melakukan serangkaian prosedur perawatan kanker tadi. Di satu sisi, periode menstruasinya menjadi terhenti sementara, untuk jangka waktu dua tahun. Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi wanita, meskipun sebelumnya belum pernah hamil sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Koran Tempo &lt;br /&gt;Edisi Rabu, 21 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/05/kehamilan-pasca-kanker.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-2013340793248971295</guid><pubDate>Fri, 23 May 2008 12:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-24T09:05:06.872+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">oase</category><title>MERETAS ASA</title><description>&lt;blockquote&gt;Berlari saja&lt;br /&gt;ketika panas membakar dada&lt;br /&gt;berlari saja&lt;br /&gt;ketika kaki tidak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejamkan saja mata&lt;br /&gt;ketika tak ada lagi airmata&lt;br /&gt;lalu bermimpi saja&lt;br /&gt;biarkan malam menelan berjuta kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, esok ataupun lusa&lt;br /&gt;asa akan selalu ada&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/05/meretas-asa.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-3994009450999194350</guid><pubDate>Fri, 02 May 2008 08:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-02T15:37:51.289+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Mayday, Antara Buruh dan Pengusaha</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Suasana &lt;b&gt;mayday&lt;/b&gt; masih terasa. Ribuan pengunjuk rasa menyemut di setiap sudut. Sudah kehilangan gregetnya, menurutku. Dilakukan setiap tahun layaknya seremonial belaka. Mayday tahun ini jatuh bertepatan dengan hari libur yang lumayan panjang. Jadi jangan heran kalau di hari Kamis yang panas ini, sementara para buruh berteriak-teriak di depan istana, bundaran HI, dan di jalan-jalan protokol ibukota, maka para pengusaha sedang &lt;i&gt;tetirah&lt;/i&gt; mengunjungi salah satu villanya atau bahkan ke pulau dewata. Siapa yang mau melewatkan liburan 4 hari ini ?[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mommyshafa.cn/2008/05/mayday-antara-buruh-dan-pengusaha.html&quot; title=&quot;Hari Demo Buruh Sedunia&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/hari_demo_buruh_sedunia.jpg&quot; alt=&quot;Mayday adn Demo Buruh&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; &quot; /&gt;&lt;/a&gt;Suasana &lt;b&gt;mayday&lt;/b&gt; masih terasa. Ribuan pengunjuk rasa menyemut di setiap sudut. Sudah kehilangan gregetnya, menurutku. Dilakukan setiap tahun layaknya seremonial belaka. Mayday tahun ini jatuh bertepatan dengan hari libur yang lumayan panjang. Jadi jangan heran kalau di hari Kamis yang panas ini, sementara para buruh berteriak-teriak di depan istana, bundaran HI, dan di jalan-jalan protokol ibukota, maka para pengusaha sedang &lt;i&gt;tetirah&lt;/i&gt; mengunjungi salah satu villanya atau bahkan ke pulau dewata. Siapa yang mau melewatkan liburan 4 hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Para buruh selalu berfikir&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;Selama ini buruh selalu jadi sapi perah. Diberikan pekerjaan yang banyak dengan loyalitas yang total, tapi dibayar dengan gaji yang minimal. Diperlakukan tidak adil dengan berlindung pada undang-undang yang abu-abu. Padahal perusahaan tidak akan berjalan tanpa buruh, tapi kenapa pengusaha berbuat semena-mena ? Mengapa &lt;u&gt;undang-undang outsorcing&lt;/u&gt; bisa lolos ? kenapa pemerintah lebih dekat kepada pengusaha daripada kepada buruh. Hanya mereka yang menutup mata dan telinga, yang tidak tahu akan semua realita ini. &lt;b&gt;Apakah buruh salah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Para pengusaha berfikir&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;Kontribusi pengusaha itu besar, baik pada masyarakat atau pada pemerintah. Tidak akan ada pegawai tanpa ada perusahaan. Tidak akan ada pendapatan pajak tanpa ada kegiatan produksi atau jasa. Dan sudah jelas dalam semua teori ekonomi, bahwa tujuan ekonomi adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran yang seminimal mungkin. Dalam setiap jenis pengeluaran. Bukan pelit atau serakah. Tapi standar gaji ini terbentuk dengan sendirinya. Kalau seorang teknisi mau digaji 1 juta, berarti ya itulah standar gaji seorang teknisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih kasarnya lagi, kalau anda sebagai pegawai tidak suka bekerja di perusahaan saya, dengan gaji dan fasilitas yang saya tawarkan, silahkan cari tempat lain. Karena ratusan juta mengantri di belakang anda untuk mendapatkan posisi ini. Semua ini bukan masalah kasar atau tidak, tapi inilah faktanya. Kalau anda mau dibayar lebih, belajarlah yang lebih pula, lakukanlah yang lebih pula. Jangankan pengusaha local, pengusaha asingpun akan memperebutkan anda. &lt;b&gt;Apakah pengusaha salah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemerintah berfikir&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;Masyarakat sangat butuh lapangan kerja. Daripada mencari jauh-jauh ke negeri orang, lebih baik mengundang banyak investor agar datang ke negeri ini. Bagaimana mengundang investor ? mudahkan semua birokrasi dan fasilitas, dan murahkan harga tenaga kerja. Dan pemerintah tinggal membuat penyeimbang antara keinginan pengusaha dengan keinginan buruh. &lt;b&gt;Apakah pemerintah salah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa yang dianggap benar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Gambar dari &lt;a href=&quot;http://www.cartoonstock.com&quot;&gt;www.cartoonstock.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/05/mayday-antara-buruh-dan-pengusaha.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-3446772603494736053</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2008 04:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-22T11:06:57.490+07:00</atom:updated><title>Numpang Lewat...</title><description>&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Apabila ada yang berusaha menyakiti atau menghambat langkah  kita, anggap saja dia atau mereka sebagai ampelas. Untuk sementara mungkin dia membuat kita tergores disana-sini dan terasa menyakitkan. Tapi semua itu akan membuat kita semakin licin dan mengkilap. Sedangkan ampelas itu sendiri suatu hari akan semakin tipis, usang dan rusak.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dikutip dari dialog sebuah film)</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/numpang-lewat.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-9070635431074017063</guid><pubDate>Sun, 20 Apr 2008 21:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-22T11:18:38.739+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah motivasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Kisah Motivasi, Sylvester Stallone</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sylvester Stallone&lt;br /&gt;Membuat Mimpinya Menjadi Bintang Besar sebagai KEHARUSAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini siapa yang tak mengenal &lt;b&gt;Sylvester Stallone&lt;/b&gt; ? Bintang yang pada puncak kejayaannya dibayar dengan harga US$20 juta per film. Apakah dulu dia terlahir dengan nasib yang baik, actor yang berbakat alam ? atau dia berada pada tempat dan waktu yang tepat ? Sepertinya tidak juga. Karena ia harus berjuang ekstra keras menghadapi berbagai hambatan dalam menempuh kesuksesan.[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sylvester Stallone&lt;br /&gt;Membuat Mimpinya Menjadi Bintang Besar sebagai KEHARUSAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mommyshafa.cn/2008/04/kisah-motivasi-sylvester-stallone.html&quot; title=&quot;Kisah Motivasi Sylvester Stallone&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/sylvester_stallone_kisah_motivasi.jpg&quot; alt=&quot;Kisah Motivasi Sylvester Stallone&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; &quot; /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini siapa yang tak mengenal &lt;b&gt;Sylvester Stallone&lt;/b&gt; ? Bintang yang pada puncak kejayaannya dibayar dengan harga US$20 juta per film. Apakah dulu dia terlahir dengan nasib yang baik, actor yang berbakat alam ? atau dia berada pada tempat dan waktu yang tepat ? Sepertinya tidak juga. Karena ia harus berjuang ekstra keras menghadapi berbagai hambatan dalam menempuh kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelurga &lt;u&gt;Stallone&lt;/u&gt; dulu sangat miskin bahkan ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Sebuah pukulan dari temannya membuat sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Dan dia juga bicara dengan gagap. Tapi dibalik semua kekurangannya Stallone punya mimpi untuk menjadi actor hebat yang menginspirasi berjuta penontonnya. Tidak mudah menggapai impian tersebut, bahkan banyak audisi yang dia ikuti selalu diakhiri dengan penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Stallone kemudian menyarankan agar dia menyerah dan mencari pekerjaan lain. Tapi dia menjawab :” Jika saya mendapatkan pekerjaan lain, saya akan kehilangan satu-satunya hal yang penting dalam hidup saya, bila saya berhenti berusaha dan bekerja di bidang lain berarti saya menjual mimpi saya”. Dan kemudian Stallone betul-betul tidak punya uang hingga harus menjual anjing kesayangannya seharga US$50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Stallone berada pada titik terendah hidupnya, dia menonton pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Wepner. Banyak orang menduga Wepner akan KO pada ronde ketiga. Tapi ternyata dia bisa menyelesaikan total lima belas rondenya hanya karena ia tidak mau roboh. Kisah ini sangat menginspirasi Stallone, dan membuat dia tergerak membuat naskah sebuah film “Rocky” yang dia tulis selama 84 jam tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dia menawarkan manuskripnya pada banyak orang, dan kebanyakan menolaknya. Akhirnya ada yang mau membeli dengan harga US $75.000. Stallone gembira, tapi mimpinya bukan menjadi penulis, tapi actor. Dia minta agar dia bisa menjadi pemeran utama dalam film ini. Produserpun menolak dan menaikkan tawarannya hingga  US $ 1 juta. Stallone tetap tidak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan berat hati mereka setuju memakai Stallone sebagai pemeran utama pada film Rocky dan Stallone menerima $ 35.000 untuk naskahnya dan tambahan dari persentase penghasilan. Stallone setuju. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari anjing yang pernah dijualnya. Dan ternyata, anjing itu dilepas oleh pemiliknya dengan harga melambung yaitu US$15.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Rocky mencapai box office dan US$171 juta, dan dinominasikan dalam 10 Academy Award, termasuk untuk best actor. Film ini menyabet 2 nominasi diantaranya, yaitu untuk Best ficture dan best director. Kesuksesan ini membuat nama &lt;i&gt;Sylvester Stallone&lt;/i&gt; langsung melambung dan membintangi banyak film box office lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan &lt;i&gt;Stallone&lt;/i&gt; ini karena komitmen dia pada keyakinan bahwa bagi dia menjadi actor adalah KEHARUSAN, bagaimanapun berat dan sulitnya rintangan yang harus dia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Dikutip dari : Buku ‘Master Your Mind Design Your Destiny’, karangan Adam Khoo with Stuart Tan.&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/kisah-motivasi-sylvester-stallone.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-1742153693231262671</guid><pubDate>Sat, 19 Apr 2008 21:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-21T04:42:23.563+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lucu dan Unik</category><title>Senyum donk...</title><description>&lt;blockquote&gt;Pegawai bekerja keras agar tidak dipecat oleh perusahaan, dan perusahaan membayar secukupnya agar pegawai tidak mengundurkan diri (Robert T. Kiyosaki).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;So, memilih jadi pegawai atau pemilik perusahaan ? hehehe....(nyengir deh....)</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/senyum-donk.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-6604412482186956537</guid><pubDate>Thu, 17 Apr 2008 12:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-17T20:06:34.286+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resensi</category><title>Resensi : Master Your Mind Design Your Destiny (Adam Khoo)</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Kehebatan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Adam Khoo&lt;/span&gt; tidak kita ragukan lagi, kisahnya pernah saya tulis dalam artikel &lt;a href=&quot;http://www.mommyshafa.cn/2008/02/kisah-kisah-motivasi-bagian-2.html&quot;&gt;kisah-kisah motivasi&lt;/a&gt;. Dia adalah bisnisman, motivator dan penulis buku yang handal. Buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Master Your Mind Design Your Destiny&lt;/span&gt; bahkan dijadikan acuan oleh komunitas sekaliber &lt;a href=&quot;http://tangandiatas.com&quot;&gt;Tangan Di Atas (TDA)&lt;/a&gt;, sebagai buku ‘wajib baca’ bagi para anggotanya, yang take action dalam dunia bisnis. Berikut ini resensinya.[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;u&gt;Master Your Mind Design Your Destiny &lt;br /&gt;Oleh Adam Khoo with Stuart Tan&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mommyshafa.cn/2008/04/resensi-master-your-mind-design-your.html&quot; title=&quot;Adam Khoo - Master Your Mind&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/master_your_mind_adam_khoo.jpg&quot; alt=&quot;Adam Khoo - Master Your Mind&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kehebatan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Adam Khoo&lt;/span&gt; tidak kita ragukan lagi, kisahnya pernah saya tulis dalam artikel &lt;a href=&quot;http://www.mommyshafa.cn/2008/02/kisah-kisah-motivasi-bagian-2.html&quot;&gt;kisah-kisah motivasi&lt;/a&gt;. Dia adalah bisnisman, motivator dan penulis buku yang handal. Buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Master Your Mind Design Your Destiny&lt;/span&gt; bahkan dijadikan acuan oleh komunitas sekaliber &lt;a href=&quot;http://tangandiatas.com&quot;&gt;Tangan Di Atas (TDA)&lt;/a&gt;, sebagai buku ‘wajib baca’ bagi para anggotanya, yang take action dalam dunia bisnis. Berikut ini resensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang dibahas dalam buku ini adalah keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi yang sama untuk sukses, yaitu kemampuan otak yang hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian buku ini berbicara tentang formula sukses yang utama yaitu : &lt;br /&gt;• &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Buatlah tujuan yang sangat spesifik.&lt;br /&gt;• Kembangkan strategi.&lt;br /&gt;• Lakukan tindakan konsisten.&lt;br /&gt;• Dan ubah kegagalan menjadi umpan balik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga memberi tips bagaimana seharusnya kita menyikapi kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditekankan juga bahwa jadikan tujuan kita sebagai KEHARUSAN. Sukses adalah KEHARUSAN. Dan yang penting bukanlah apa yang kita harapkan, tapi apa yang kita mau terima. Misalnya kita berharap berpenghasilan $20.000 per bulan, tapi kita merasa cukup menerima $3000 per bulan, maka angka $3000 lah yang akan kita dapat. Karena itulah yang kita anggap sebagai keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kebanyakan dari kita yang tidak berhasil, karena selalu mengeluhkan menjadi korban sesuatu, padahal kitalah yang harus mengubah sendiri menjadi apa yang kita inginkan. Keyakinanlah yang akan menjadi keran potensi pribadi kita. Seberapa besar keyakinan anda, sebesar itulah yang akan anda dapatkan. Bab keyakinan ini dibahas oleh Adam Khoo dengan sangat mendetail, banyak sekali hal yang menarik, misalnya bagaimana mengubah keyakinan kita yang negatif menjadi sesuatu yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, puncak dari semua kinerja kita adalah tindakan. Hal yang mendorong sebuah tindakan adalah emosi kita. Motivasi, gembira, sabar, percaya diri, adalah diantara emosi yang akan membuat kita menjadi sukses. Sedangkan frustasi, takut, malas, adalah beberapa emosi yang menggagalkan kesuksesan seseorang.  Maka arahkan diri kita menuju kondisi puncak emosi positif untuk mencapai kinerja puncak juga. Sebagai penunjang tindakan kita agar mendapatkan hasil yang maksimum maka kita harus mengoptimalkan kerja otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sekali ilmu, motivasi dan tuntunan yang bisa kita ambil dari buku setebal 459 halaman ini. Disampaikan dengan detail, banyak contoh-contoh dan latihan-latihan. Inilah motivasi yang disampaikan oleh seorang murid yang pernah ditolak oleh banyak sekolah karena kebodohannya, dan kini berhasil menjadi milyuner dalam usia 26 tahun.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/resensi-master-your-mind-design-your.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-4409821893071204811</guid><pubDate>Mon, 14 Apr 2008 07:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-14T14:17:16.445+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Blog Seputar Balita</title><description>Pekerjaan yang engga mengenal libur adalah pekerjaan mengurus anak. Seiring dengan bertumbuhnya seorang anak, maka banyak hal yang akan kita temui dan dibutuhkan solusinya. Nah, karena saya baru punya satu anak, kadang permasalahan sepelepun sulit untuk saya selesaikan. Jadilah saya perlu mencari tahu apa yang sebaiknya saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dan jawaban seputar masalah anak-anak ini akhirnya saya tulis dalam sebuah blog, yaitu &lt;a href=&quot;http://seputarbalita.blogspot.com&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;seputarbalita.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tujuannya selain sebagai catatan saya sendiri, semoga bisa membantu juga buat orangtua yang memiliki permasalahan serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tunggu kunjungannya ya....makasih...</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/blog-seputar-balita.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-8686512825499623545</guid><pubDate>Sun, 13 Apr 2008 01:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-14T15:53:25.476+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Program Affiliate Text-Link-Ads</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Lagi coba coba untuk ikutan program affiliasi nih, ya maklumlah namanya juga ibu RT, kebeneran ada banyak waktu luang di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya mencoba jadi member &lt;b&gt;Text-link-Ads dot com&lt;/b&gt;, untuk jadi membernya gratis, program ini akan membayar kita flat $25 dollar, dari setiap visitor yang menjadi pengiklan atau advertiser di &lt;i&gt;Text-link-Ads.com&lt;/i&gt; atau jadi publishernya Text-Link-ads.com, misalkan kalo ada dua visitor dari blog kita yang menjadi pengiklan/advertiser atau publisher text-link-ads.com maka kita akan dapet $50 dollar, lumayan kan? secara kita ga terlalu banyak usaha kan?[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/text-link-ads-logo.jpg&quot; alt=&quot;Program Affiliate Text-Link-Ads&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; cursor: pointer;&quot; /&gt;Lagi coba coba untuk ikutan program affiliasi nih, ya maklumlah namanya juga ibu RT, kebeneran ada banyak waktu luang di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya mencoba jadi member &lt;b&gt;Text-link-Ads dot com&lt;/b&gt;, untuk jadi membernya gratis, program ini akan membayar kita flat $25 dollar, dari setiap visitor yang menjadi pengiklan atau advertiser di &lt;i&gt;Text-link-Ads.com&lt;/i&gt; atau jadi publishernya Text-Link-ads.com, misalkan kalo ada dua visitor dari blog kita yang menjadi pengiklan/advertiser atau publisher text-link-ads.com maka kita akan dapet $50 dollar, lumayan kan? secara kita ga terlalu banyak usaha kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Text-link-ads.com atau kita sebut aja TLA, adalah sebuah broker untuk penjualan link,  ada banyak yang sudah berhasil dengan program TLA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kalo untuk jadi publisher di TLA ada syarat yang cukup berat, yaitu pagerank minimal dari situs atau blog kita, minimal punya pagerank 4.(Silahkan kalo penasaran cek pagerank blog anda &lt;a href=&quot;http://pagerankmeter.blogspot.com&quot; title=&quot;Cek Pagerank Blog&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;).Tapi kalo untuk jadi member sih ga musti punya pagerank 4, seperti &lt;a href=&quot;http://mommyshafa.cn&quot; title=&quot;Belajar Program Affiliate&quot;&gt;blog ini&lt;/a&gt;, sekarang pagerank nya masih 0, dan tetap di accept jadi member &lt;b&gt;TLA&lt;/b&gt;. Harapan untuk monetize blog jadinya dari program affiliate-nya aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Text-link-ads ini bentuk iklan nantinya di blog kita, kelihatan seperti link biasa, jadi ga terlalu kelihatan seperti iklan. Contohnya bisa dilihat di blog ini, anda bisa lihat di daftar LINK blog ini, disitu ada link &quot;Monetize Your Site&quot;. Gmana? kelihatan seperti iklan ga? Kelihatan seperti link biasa kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, untuk yang sudah punya blog dengan pagerank 4, ini adalah lahan bisnis yang lumayan, kalo masih penasaran bisa baca-baca di blog mas &lt;a href=&quot;http://isnaini.com&quot; title=&quot;Affiliate Text-Tink-Ads&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Isnaini&lt;/a&gt;, dia bisa dapet $800 dollar sebulan dari program TLA ini, tapi bagi yang punya blog dengan pagerank masih kecil seperti blog ini, &lt;b&gt;program affiliate&lt;/b&gt;nya bisa jadi pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang tertarik, silahkan menjadi member TLA melalui blog ini, dengan mengklik banner  Text-Link-Ads.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/program-affiliate-text-link-ads.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-4687255135553387595</guid><pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-13T14:35:49.569+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Blogger Custom Domain</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Akhirnya setelah beberapa lama kebingungan &lt;b&gt;setting custom domain&lt;/b&gt; untuk &lt;a href=&quot;http://mommyshafa.cn/&quot; title=&quot;Mommy Shafa Blog on Custom Domain&quot;&gt;blog ini&lt;/a&gt;, ketemu juga masalahnya, sekarang blog ini url-nya jadi &lt;b&gt;mommyshafa.cn&lt;/b&gt;, dan alhamdulillah up sekitar dua hari yang lalu.[...]&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/dotcn-logo.gif&quot; alt=&quot;Blogger Custom Domain&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; cursor: pointer;&quot; /&gt;Akhirnya setelah beberapa lama kebingungan &lt;b&gt;setting custom domain&lt;/b&gt; untuk &lt;a href=&quot;http://mommyshafa.cn/&quot; title=&quot;Mommy Shafa Blog on Custom Domain&quot;&gt;blog ini&lt;/a&gt;, ketemu juga masalahnya, sekarang blog ini url-nya jadi &lt;b&gt;mommyshafa.cn&lt;/b&gt;, dan alhamdulillah up sekitar dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga domain dot CN-nya sendiri, sangat murah hanya Rp 2300, register di &lt;a href=&quot;http://idwebhost.com/&quot; title=&quot;Hosting dan Register Domain&quot;&gt;Idwebhost&lt;/a&gt;, kebetulan registernya pas ada promo jadinya murah benget. Beli sekitar 22 domain, agak kebingungan juga sih ngasih nama-nya soalnya banyak banget. hehehhe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari domain dot cn nya, udah ada yang di parkirin di SEDO, ya ga berharap banyak sih, soalnya belum keindex, daripada dianggurin ga jelas, ya jadinya di parkirin, harapannya kali aja ada yang nyasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang mau Custom domain juga, silahkan mampir ke blog-nya mas &lt;a href=&quot;http://o-om.com/&quot; title=&quot;Blogger Custom Domain&quot;&gt;agus&lt;/a&gt;, ada panduan yang lengkap untuk &lt;i&gt;custom domain blogger&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/blogger-custom-domain.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-6789297189255292511</guid><pubDate>Fri, 04 Apr 2008 07:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-04T14:07:32.233+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">belajar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><title>Kenapa Resensi Buku ?</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Akhir-akhir ini tulisan saya banyak berisi resensi buku. Kenapa ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia alasannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itung-itung baca lagi bukunya, sambil dirangkum, biar ilmunya makin nempel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi tidak punya spesialis pengetahuan yang bisa dibagikan&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/kenapa-resensi-buku.html&quot;&gt;        &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Akhir-akhir ini tulisan saya banyak berisi resensi buku. Kenapa ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia alasannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itung-itung baca lagi bukunya, sambil dirangkum, biar ilmunya makin nempel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi tidak punya spesialis pengetahuan yang bisa dibagikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena bagi-bagi duit belum bisa, ya kalau ada sedikit ilmu dibagi-bagi…kan mudah-mudahan bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biar pengunjung blog makin banyak…(mudah-mudahan ya….hehehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yah…kadang nulis blog itu ada bosennya, dan kekurangan ide…..ixixix…(ini sih rahasia semua blogger deh kayaknya…heuheuheu..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum ya teman-teman…piiiiiiiis ah….&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/04/kenapa-resensi-buku.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-6730726038735480319</guid><pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-31T11:25:08.513+07:00</atom:updated><title>Belajar Bahasa Inggris di Toggletext.com</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Jadi pengangguran ada enaknya, tapi ga enaknya juga banyak….hehehe….Nah, daripada iseng mikirin yang engga-engga, atau lebih buruknya ngomongin dan ngelakuin yang engga-engga (naudzubillahi mindzalik ya…), mending belajar kan ?. Ada internet di rumah serasa punya saluran ajaib yang bisa menghubungkan kita ke negeri manapun, dengan ilmu apapun. Dan saat ini saya sedang belajar Bahasa Inggris….hehehe….&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/belajar-bahasa-inggris-di-toggletextcom.html&quot;&gt; &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jadi pengangguran ada enaknya, tapi ga enaknya juga banyak….hehehe….Nah, daripada iseng mikirin yang engga-engga, atau lebih buruknya ngomongin dan ngelakuin yang engga-engga (naudzubillahi mindzalik ya…), mending belajar kan ?. Ada internet di rumah serasa punya saluran ajaib yang bisa menghubungkan kita ke negeri manapun, dengan ilmu apapun. Dan saat ini saya sedang belajar Bahasa Inggris….hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya belajar yang baik itu kalau sambil diaplikasikan. Nah..makanya aku belajar membuat blog dalam bahasa Inggis yaitu &lt;a href=&quot;http://rajacinema.blogspot.com&quot;&gt;rajacinema.blogspot.com&lt;/a&gt;. Dan saya dibantu banyak banget oleh &lt;a href=&quot;http://toggletext.com&quot;&gt;toggletext.com&lt;/a&gt;. Pokoknya buat yang bikin situs ini, makasih banget ya. Saya bisa copy artikel bahasa Indonesia yang saya buat, lalu toggletext nerjemahin jadi bahasa Inggris. Kalau ada kalimat yang janggal-janggal dikit sih, bisa di edit. Jauh lebih efektif dibanding kita mesti nerjemahin per kata. Maklum vocabulary-ku payah bgt nih……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu jaman sekolah, saya pernah ikut kursus bahasa Inggris sampai level intermediet, tapi harus diakui bikin artikel dalam Bahasa Inggris jauh lebih sulit daripada conversation. Jadi kalau artikel di &lt;a href=&quot;http://rajacinema.blogspot.com&quot;&gt;blog-ku&lt;/a&gt; itu agak ngaco…maafin yah….maklum, belajarnya masih blom intensive.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/belajar-bahasa-inggris-di-toggletextcom.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-1815047470925281918</guid><pubDate>Thu, 27 Mar 2008 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-28T13:18:01.840+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">oase</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Pidatonya Steve Jobs (Kisah Motivasi)</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Ga sengaja mampir ke blognya &lt;a href=&quot;http://endrisusanto.com/&quot;&gt;Endri Susanto&lt;/a&gt;, dan nemu pidatonya Steve Jobs, pidato yang sangat menyentuh, dan sangat terinspirasi jadinya. Saya copas aja ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Steve Jobs’ Convocation Speech (Stanford)&lt;br /&gt;This is the text of the Commencement address by Steve&lt;br /&gt;Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation&lt;br /&gt;Studios, delivered on June 12, 2005.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation.&lt;br /&gt;Today I want to tell you three stories from my life.&lt;br /&gt;That’s it. No big deal. Just three stories.&lt;/blockquote&gt;&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/pidatonya-steve-jobs.html&quot;&gt;&lt;u&gt;Baca Lanjutannya&amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ga sengaja mampir ke blognya &lt;a href=&quot;http://endrisusanto.com/&quot;&gt;Endri Susanto&lt;/a&gt;, dan nemu pidatonya Steve Jobs, pidato yang sangat menyentuh, dan sangat terinspirasi jadinya. Saya copas aja ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Steve Jobs’ Convocation Speech (Stanford)&lt;br /&gt;This is the text of the Commencement address by Steve&lt;br /&gt;Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation&lt;br /&gt;Studios, delivered on June 12, 2005.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation.&lt;br /&gt;Today I want to tell you three stories from my life.&lt;br /&gt;That’s it. No big deal. Just three stories.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first story is about connecting the dots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out?&lt;br /&gt;It started before I was born. My biological mother was a young, unwed college graduate student, and she decided to put me up for adoption. She felt very strongly that I should be adopted by college graduates, so everything was all set for me to be adopted at birth by a lawyer and his wife. Except that when I popped out they decided at the last minute that they really wanted a girl. So my parents, who were on a waiting list, got a call in the middle of the night asking: “We have an unexpected baby boy; do you want him?” They said: “Of course.” My biological mother later found out that my mother had never graduated from college and that my father had never graduated from high school. She refused to sign the final adoption papers. She only relented a few months later when my parents promised that I would someday go to college.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And 17 years later I did go to college. But I naively chose a college that was almost as expensive as Stanford, and all of my working-class parents’ savings were being spent on my college tuition. After six months, I couldn’t see the value in it. I had no idea what I wanted to do with my life and no idea how college was going to help me figure it out. And here I was spending all of the money my parents had saved their entire life. So I decided to drop out and trust that it would all work out OK. It was pretty scary at the time, but looking back it was one of the best decisions I ever made. The minute I dropped out I could stop taking the required classes that didn’t interest me, and begin dropping in on the ones that looked interesting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It wasn’t all romantic. I didn’t have a dorm room, so I slept on the floor in friends’ rooms, I returned coke bottles for the 5? deposits to buy food with, and I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it. And much of what I stumbled into by following my curiosity and intuition turned out to be priceless later on. Let me give you one example:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College at that time offered perhaps the best calligraphy instruction in the country. Throughout the campus every poster, every label on every drawer, was beautifully hand calligraphed. Because I had dropped out and didn’t have to take the normal classes, I decided to take a calligraphy class to learn how to do this. I learned about serif and san serif typefaces, about varying the amount of space between different letter combinations, about what makes great typography great. It was beautiful, historical, artistically subtle in a way that science can’t capture, and I found it fascinating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;None of this had even a hope of any practical application in my life. But ten years later, when we were designing the first Macintosh computer, it all came back to me. And we designed it all into the Mac. It was the first computer with beautiful typography. If I had never dropped in on that single course in college, the Mac would have never had multiple typefaces or proportionally spaced fonts. And since Windows just copied the Mac, its likely that no personal computer would have them. If I had never dropped out, I would have never dropped in on this calligraphy class, and personal computers might not have the wonderful typography that they do. Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college. But it was very, very clear looking backwards ten years later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Again, you can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My second story is about love and loss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was lucky ? I found what I loved to do early in life. Woz and I started Apple in my parents garage when I was 20. We worked hard, and in 10 years Apple had grown from just the two of us in a garage into a $2 billion company with over 4000 employees. We had just released our finest creation - the Macintosh - a year earlier, and I had just turned 30. And then I got fired. How can you get fired from a company you started? Well, as Apple grew we hired someone who I thought was very talented to run the company with me, and for the first year or so things went well. But then our visions of the future began to diverge and eventually we had a falling out. When we did, our Board of Directors sided with him. So at 30 I was out. And very publicly out. What had been the focus of my entire adult life was gone, and it was devastating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I really didn’t know what to do for a few months. I felt that I had let the previous generation of entrepreneurs down - that I had dropped the baton as it was being passed to me. I met with David Packard and Bob Noyce and tried to apologize for screwing up so badly. I was a very public failure, and I even thought about running away from the valley. But something slowly began to dawn on me ? I still loved what I did. The turn of events at Apple had not changed that one bit. I had been rejected, but I was still in love. And so I decided to start over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I didn’t see it then, but it turned out that getting fired from Apple was the best thing that could have ever happened to me. The heaviness of being successful was replaced by the lightness of being a beginner again, less sure about everything. It freed me to enter one of the most creative periods of my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During the next five years, I started a company named NeXT, another company named Pixar, and fell in love with an amazing woman who would become my wife. Pixar went on to create the worlds first computer animated feature film, Toy Story, and is now the most successful animation studio in the world. In a remarkable turn of events, Apple bought NeXT, I retuned to Apple, and the technology we developed at NeXT is at the heart of Apple’s current renaissance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And Laurene and I have a wonderful family together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m pretty sure none of this would have happened if I hadn’t been fired from Apple. It was awful tasting medicine, but I guess the patient needed it. Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith. I’m convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My third story is about death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 17, I read a quote that went something like: “If you live each day as if it was your last, someday you’ll most certainly be right.” It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: “If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?” And whenever the answer has been “No” for too many days in a row, I know I need to change something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure - these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About a year ago I was diagnosed with cancer. I had a scan at 7:30 in the morning, and it clearly showed a tumor on my pancreas. I didn’t even know what a pancreas was. The doctors told me this was almost certainly a type of cancer that is incurable, and that I should expect to live no longer than three to six months. My doctor advised me to go home and get my affairs in order, which is doctor’s code for prepare to die. It means to try to tell your kids everything you thought you’d have the next 10 years to tell them in just a few months. It means to make sure everything is buttoned up so that it will be as easy as possible for your family. It means to say your goodbyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I lived with that diagnosis all day. Later that evening I had a biopsy, where they stuck an endoscope down my throat, through my stomach and into my intestines, put a needle into my pancreas and got a few cells from the tumor. I was sedated, but my wife, who was there, told me that when they viewed the cells under a microscope the doctors started crying because it turned out to be a very rare form of pancreatic cancer that is curable with surgery. I had the surgery and I’m fine now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This was the closest I’ve been to facing death, and I hope its the closest I get for a few more decades. Having lived through it, I can now say this to you with a bit more certainty than when death was a useful but purely intellectual concept:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No one wants to die. Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma - which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was young, there was an amazing publication called The Whole Earth Catalog, which was one of the bibles of my generation. It was created by a fellow named Stewart Brand not far from here in Menlo Park, and he brought it to life with his poetic touch. This was in the late 1960’s, before personal computers and desktop publishing, so it was all made with typewriters, scissors, and polaroid cameras. It was sort of like Google in paperback form, 35 years before Google came along: it was idealistic, and overflowing with neat tools and great notions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stewart and his team put out several issues of The Whole Earth Catalog, and then when it had run its course, they put out a final issue. It was the mid-1970s, and I was your age. On the back cover of their final issue was a photograph of an early morning country road, the kind you might find yourself hitchhiking on if you were so adventurous. Beneath it were the words: “Stay Hungry. Stay Foolish.” It was their farewell message as they signed off. Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Stay Hungry - Stay Foolish&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you all very much.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo agak bingung ada versi bahasa indonesianya juga nih...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya– yang hanya pegawai rendahan– habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami–Macintosh–satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya –saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali– saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ketiga Saya: Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu–semua harapan eksternal, kebanggaan, takhut malu atau gagal–tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma–yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Stay Hungry - Stay Foolish&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/pidatonya-steve-jobs.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-4555078860391219520</guid><pubDate>Wed, 26 Mar 2008 01:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-27T21:06:35.877+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Ibu Bekerja Sebaiknya Pasang CCTV</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Bagi seorang ibu, mengasuh anak adalah mencurahkan cinta dan kasih sayang bahkan memanjakan pada kesempatan yang tepat. Bagi seorang baby sitter, mengasuh seorang anak adalah kewajiban, adalah rupiah yang lumayan, adalah memberi mereka makanan, susu, dan membuat anak-anak asuhnya tidak menangis. Saya terlalu kasar ya…mungkin tidak semua BS seperti itu, tapi kebanyakan sepertinya begitu. Sekali lagi, ini semua adalah pengamatan saya, bisa benar atau salah.&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/ibu-bekerja-sebaiknya-pasang-cctv.html&quot;&gt; &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Maaf kalau saya terlihat sombong, ga toleran, atau terlalu membesar-besarkan. Saya cuma melihat dengan kacamata saya yang mungkin saja buram atau keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebulan ini memasukan Shafa ke playgroup, dan ini menambah interaksi saya dengan orang lain. Dengan ibu-ibu dari murid PG tersebut atau kebanyakan dengan mbak-mbak pengasuh anak murid. Saya mengamati bagaimana ibu-ibu lain mengasuh anaknya, dan bagaimana mbak-mbak baby sitter juga mengasuh anak majikannya. Ada perbedaan, jelas sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang ibu, mengasuh anak adalah mencurahkan cinta dan kasih sayang bahkan memanjakan pada kesempatan yang tepat. Bagi seorang baby sitter, mengasuh seorang anak adalah kewajiban, adalah rupiah yang lumayan, adalah memberi mereka makanan, susu, dan membuat anak-anak asuhnya tidak menangis. Saya terlalu kasar ya…mungkin tidak semua BS seperti itu, tapi kebanyakan sepertinya begitu. Sekali lagi, ini semua adalah pengamatan saya, bisa benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada BS yang memberi ancaman-ancaman ‘kecil’ saat anak asuhannya ga mau makan. Menanggapi ‘kenakalan’ anak-anak dengan muka cemberut. Membiarkan anak asuhnya entah kemana, sementara mereka mengobrol ria dengan mbak-mbak yang lain. Entahlah (sekali lagi mungkin saya berlebihan), tapi saya sering iba pada anak-anak balita ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah merasakan jadi ibu bekerja, kadang itu pilihan yang amat sulit ketika kita dihadapkan pada kebutuhan hidup yang berat. Aku Cuma bisa memantau anakku selama 12 jam dari telepon. Anakku makan apa belum, tidur apa belum, dsb. Aku hanya ingin semua baik-baik saja, tanpa bisa melakukan lebih dari itu. Mungkin saran buat ibu-ibu yang bekerja kalau di rumah ada CCTV akan jauh lebih baik. Karena selain anak harus makan, minum susu, tidur dsb. ada proses di dalamnya yang juga sangat penting. Proses pemberian makan, proses menidurkan, memberinya susu, dsb. Semua itu akan jadi bekal psikologis dia seumur hidup. Akan menjadi pondasi dari sebagian besar dari akhlak dia nanti, bagaimana menyikapi lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut buat setiap bunda yang bekerja demi keluarganya, ada pahala sodaqoh yang besar disana. Apalagi kalau buah hati, tetap yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan psikolog, saya hanya sedikit mengamati, dan sharing.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/ibu-bekerja-sebaiknya-pasang-cctv.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-1449166008955906570</guid><pubDate>Tue, 25 Mar 2008 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-13T13:25:58.575+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">belajar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resensi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Resensi Buku : Financial Revolution (Tung Desem Waringin)</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Buku yang dahsyat. Kata dahsyat sering sekali diucapkan uleh &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pak Tung Desem Waringin&lt;/span&gt; atau yang sering kita kenal dengan nama &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pak TDW&lt;/span&gt;. Buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Financial Revoluton&lt;/span&gt; ini memang dahsyat, karena isinya sangat komplit. Terasa sekali kekuatan motivasi dalam kata-katanya. TDW berusaha meramu berbagai ilmu dari guru-guru motivasi internasional dan menyampaikan kembali dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti. Uraiannya detail dan tuntunannya langkah per langkah.&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/resensi-buku-financial-revolution-tung.html&quot;&gt;  &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;u&gt;Financial Revolution&lt;br /&gt;oleh Tung desem Waringin&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/resensi_financial_revolution_tung_d.jpg&quot; alt=&quot;Resensi Buku Financial Revolutiom by Tung Desem Waringin&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; cursor: pointer;&quot; /&gt;Buku yang dahsyat. Kata dahsyat sering sekali diucapkan uleh Pak &lt;a href=&quot;http://dahsyat.com&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Financial Revolution by Tung Desem Waringin&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tung Desem Waringin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau yang sering kita kenal dengan nama &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pak TDW&lt;/span&gt;. Buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Financial Revoluton&lt;/span&gt; ini memang dahsyat, karena isinya sangat komplit. Terasa sekali kekuatan motivasi dalam kata-katanya. TDW berusaha meramu berbagai ilmu dari guru-guru motivasi internasional dan menyampaikan kembali dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti. Uraiannya detail dan tuntunannya langkah per langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tulisan, TDW menunjukan bagaimana seseorang bisa kaya, yaitu selalu bersiap diri dengan pikiran terbuka untuk terus belajar dan bertindak. Mereka juga harus memiliki &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;multiple streams of income&lt;/span&gt; (memiliki sumber pendapatan beragam). Dan kenapa banyak orang tidak kaya, ternyata karena paradigma berfikir yang salah, seperti keyakinan yang bertabrakan dengan cita-cita, tidak mempunyai tujuan yang jelas, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati kesalahan-kesalahan tersebut, maka kita harus melakukan hal yang sebaliknya. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Keyakinan benar dan bulat untuk menjadi kaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan adalah sesuatu yang kita yakini dan hidup dalam batin kita, yang entah secara sadar atau tidak, menntukan sikap dan tindakan kita. Oleh karena itu, penting sekali kita memiliki keyakinan yang benar. Keyakinan datangnya dari pengalaman hidup kita, apa yang kita baca, dengar dan rasakan. Tapi keyakinan yang sudah ada bisa berubah, kalau kita memang menginginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Menetapkan tujuan yang jelas dan mantap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang kita buat harus secara positif, dan spesifik. Tulis tujuan kita agar selalu tercetak dalam otak kita dan bawah sadar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Menumbuhkan keyakinan untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus mencapai tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Strategi untuk kaya dengan cepat dan aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dan seterusnya….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali yang bisa kita dapat dari buku ini. Banyak pemikiran dari guru-guru motivasi dunia beliu tulis lagi. Jadi bagi yang memulai membaca buku-buku motivasi, buku ini bisa dijadikan yang pertama anda miliki. Karena di dalamnya ada intisari ilmu &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Anthony Robbins, Adam Khoo, Robert T. Kiyosak&lt;/span&gt;i, dsb. TDW adalah guru motivasi sekaligus guru bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;DAHSYAT &lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/resensi-buku-financial-revolution-tung.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-2646128461145506458</guid><pubDate>Mon, 24 Mar 2008 10:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-25T05:37:31.228+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><title>Vacation at Paris van Java</title><description>Libur euuuuy…..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Yah walaupun aku sendiri sudah jadi orang bebas..(hehehe..maksudnya ga terikat jam kantor lagi), tapi kan suami masih jadi orang gajian. So, hari libur panjang kayak gini bener-bener dimanfaatin buat rekreasi. Dan liburan kali ini kami memilih Bandung. Selain silaturahmi dengan orangtua, juga lumayan bisa sedikit berganti suasana.&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/vacancy-at-paris-van-java.html&quot;&gt;       &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Yah walaupun aku sendiri sudah jadi orang bebas..(hehehe..maksudnya ga terikat jam kantor lagi), tapi kan suami masih jadi orang gajian. So, hari libur panjang kayak gini bener-bener dimanfaatin buat rekreasi. Dan liburan kali ini kami memilih Bandung. Selain silaturahmi dengan orangtua, juga lumayan bisa sedikit berganti suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pulang ke Bandung tuh, kayak pulang ke rumah sendiri (walaupun bukan tempat kelahiranku). Bahasa Sunda yang dipakai sehari-hari membuatku seperti back to home. Aku selalu terpesona dengan kontur tanahnya yang naik turun dan berbukit-bukit. Rindu pada udaranya yang dingin. Pengen banget suatu hari punya rumah di Bandung, dengan latar belakang pegunungan dan view menghadap ke perkotaan. Seperti menyaksikan hamparan taman bertaburkan lampu berkelap-kelip. Indah bangeeet…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain silaturahmi dan menghirup dinginnya udara Bandung, kami juga mlihat toko yang baru saja selesai dibangun. Alhamdulillah imut sekali….makasih ya Bapak dan Ibu…Kemarin juga sedikit keliling-keliling melihat situasi di sekeliling rumah. Kira-kira komoditi apa yang bisa laku keras. Trus bagaimana persaingan disitu. Aku sendiri menganggap ini baru permulaan, karena ke depannya ingin banget punya toko yang lebih besar, dan cabang yang banyak. Amiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi…harapan…keyakinan…dan cinta…&lt;br /&gt;Adalah kekuatan yang membuatku terbangun setiap hari dengan bersemangat. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu berusaha merubah nasibnya sendiri. Itu janji Allah SWT. Jadi kenapa kita tidak mengoptimalkan usaha ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur pada apa yang telah kita peroleh, bersabar pada segala keinginan, dan bertawakal pada semua keputusan Allah SWT.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/vacancy-at-paris-van-java.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-4704745933501913311</guid><pubDate>Wed, 19 Mar 2008 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-13T13:32:48.975+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bisnis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resensi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Resensi : Rich Dad Poor Dad (Robert T. Kiyosaki)</title><description>&lt;span class=&quot;shortpost&quot;&gt;Dalam buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Rich Dad, Poor Dad&lt;/span&gt; yang best seller ini, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Robert T. Kiyosaki&lt;/span&gt; banyak bercerita tentang pemikiran dua keluarga yang berbeda. Keluarga kandung dia sendiri yang masih menyimpat pendapat-pendapat konvesional, dan ayah angkatnya (ayah temannya, Mike), yang sudah berfikir lebih maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Kiyosaki berpendapat bahwa kesuksesan seseorang adalah ketika dia bisa bersekolah tinggi dengan prestasi yang hebat, dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi. Sedangkan ayah angkatnya berfikir bahwa kesuksesan akan dicapai jika kita lebih banyak memiliki asset daripada pengeluaran. Kiyosaki menyebut pemikiran ayah kandungnya sebagai pemikiran orang miskin, sedangkan pemikiran ayah angkatnya adalah pemikiran orang kaya.&lt;a href=&quot;http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/resensi-rich-dad-poor-dad-robert-t.html&quot;&gt; &lt;u&gt;Baca Lanjutannya &amp;raquo;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i116.photobucket.com/albums/o34/wa0nez/buku_rich_dad_poor_dad.jpg&quot; alt=&quot;Resensi Buku Rich Dad Poor Dad&quot; style=&quot;margin: 0pt 5px 1px; float: left; cursor: pointer;&quot; /&gt;Dalam buku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Rich Dad, Poor Dad&lt;/span&gt; yang best seller ini, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Robert T. Kiyosaki&lt;/span&gt; banyak bercerita tentang pemikiran dua keluarga yang berbeda. Keluarga kandung dia sendiri yang masih menyimpat pendapat-pendapat konvesional, dan ayah angkatnya (ayah temannya, Mike), yang sudah berfikir lebih maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Kiyosaki berpendapat bahwa kesuksesan seseorang adalah ketika dia bisa bersekolah tinggi dengan prestasi yang hebat, dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi. Sedangkan ayah angkatnya berfikir bahwa kesuksesan akan dicapai jika kita lebih banyak memiliki asset daripada pengeluaran. Kiyosaki menyebut pemikiran ayah kandungnya sebagai pemikiran orang miskin, sedangkan pemikiran ayah angkatnya adalah pemikiran orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa point yang ditekankan dalam buku Rich Dad Poor Dad ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Orang kaya tidak bekerja untuk uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang berfikir bahwa semakin tinggi sekolah, semakin kita bekerja keras, maka keuangan kita akan semakin aman. Maka dalam pikiran orang kaya, hal ini adalah kekliruan. Orang selamanya akan memburu uang dan tergantung pada orang lain. Justru orang kaya berpendapat bahwa uanglah yang harus mengejar dia, dengan cara membangun asset.  Aset tersebut bisa berupa kepercayaan, kertas (paper asset), property, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Mengajarkan melek financial sedini mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran sangat penting bagi seorang anak, yaitu cara mendapatkan uang yang benar dan mudah, sangat jarang diajarkan di sekolah. Padahal melek financial ini ini harus diajarkan sedini mungkin dan berkelanjutan. Tapi bagi kita yang sudah terlanjur awam mengenai ini, sangat dianjurkan untuk mengejar ketertinggalan kita. Pengetahuan umum seperti akuntansi, pembukuan, perpajakan, dsb. seharusnya menjadi kebutuhan wajib bagi yang ingin melek financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Uruslah bisnis Anda Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja pada orang lain selalu beresiko. Misalnya tidak ada promosi, ada konflik atau bahkan dipecat. Sangat tidak enak menjadi pion dalam sebuah arena percaturan bisnis. Jadi mulailah membangun bisnis sendiri dengan memperbanyak asset yang kita miliki. Aset adalah sesuatu yang akan menjadi sumber pendapatan, dan bukan sumber pengeluaran. Rumah sewaanadalah asset, saham juga asset, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4. Sejarah pajak dan kekuatan korporasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk mengetahui seluk beluk perpajakan. Karena akan sangat tergantung pada kelancaran bisnis kita. Selain itu kekuatan korporasi akan sangat mendukung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5. Orang kaya menciptakan uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini dicertitakan bagaimana Kiyosaki dan Mike berusaha mencetak uang sendiri. Ayah kayanya memberitahu bahwa begitulah orang kaya, mencetak uang sendiri, tapi harus dengan cara yang legal. Artinya orang kaya selalu melihat peluang apapun yang bisa dijadikan uang. Apa yang tidak bisa dilihat orang lain, dia bisa lihat dan prediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6. Bekerja untuk belajar, jangan bekerja untuk uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas bahwa jika kita terpaksa harus bekerja pada orang lain, jadikanlah tempat itu sebagai tempat belajar. Bagaimana sebuah manajemen dijalankan, keuangan, pengelolaan SDM, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang bisa kita ambil dari buku ini. Cara penulisan yang ringan, sanga t enak dibaca. Terlepas dari adanya kontroversi tentang buku ini (bahwa cerita keluarga Kiyosaki ini karangan belaka), tapi Kiyosaki sendiri berpendapat, bukankah Harry Potter juga fiksi ? kenapa dipermasalahkan. So, selama ada manfaatnya bagi kita…why not…Biasanya buku ini dijadikan referensi bagi yang ingin pindah kuadran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuadran-kuadran tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kuadran pertama : Employee&lt;br /&gt;2. Kuadran kedua   : Self employee&lt;br /&gt;3. Kuadran ketiga  : Bisnisman&lt;br /&gt;4. Kuadran keempat : Investor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kuadran-kuadran ini, dibahas dalam buku yang terpisah.&lt;/span&gt;</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/resensi-rich-dad-poor-dad-robert-t.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34202716.post-8143034889863284472</guid><pubDate>Tue, 18 Mar 2008 07:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-18T15:06:05.886+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keluarga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">oase</category><title>Catatan Seorang Ibu</title><description>&lt;blockquote&gt;Bunda sering tertawa, melihat kelucuanmu&lt;br /&gt;Bundapun kadang terharu, dengan kepintaranmu&lt;br /&gt;Adakalanya bunda juga menangis,&lt;br /&gt;Untuk kebodohan bunda sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu begitu manis, dan kamu masih anak-anak&lt;br /&gt;Kamu menangis, karena kamu anak-anak&lt;br /&gt;Kamu berkelahi, bersama anak-anak&lt;br /&gt;Bunda tertawa, terharu, dan kadang menangis&lt;br /&gt;Karena kamu masih anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda akan menjagamu, selalu…...&lt;br /&gt;Selama nadi ini masih berdenyut...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cat : Buat Mommy Rubi, seorang Bunda yang perkasa...</description><link>http://mommy-shafa.blogspot.com/2008/03/catatan-seorang-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (iBloggered)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>