<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jan 2018 07:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.9.11</generator>
	<item>
		<title>Path aiming for Indonesia market?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2014/01/13/path-aiming-for-indonesia-market/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2014/01/13/path-aiming-for-indonesia-market/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2014 06:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25490</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kabar yang menarik mengenai pendanaan seri C terhadap Path. Berita lengkapnya bisa dibaca disini: Path Dapatkan Pendanaan Seri C $25 Juta, Konsorsium Dipimpin oleh Bakrie Global Group Terdapat pula pada posting di blog resmi Path: Starting 2014 On A Positive Note Ada juga posting menarik dari pak Andi Boediman: A Real Path-amorgana  Terhadap posting dari pak Andi [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kabar yang menarik mengenai pendanaan seri C terhadap Path.</p>
<p>Berita lengkapnya bisa dibaca disini: <a href="http://dailysocial.net/post/path-dapatkan-pendanaan-seri-c-25-juta-konsorsium-dipimpin-oleh-bakrie-global-group">Path Dapatkan Pendanaan Seri C $25 Juta, Konsorsium Dipimpin oleh Bakrie Global Group</a></p>
<p>Terdapat pula pada posting di blog resmi Path: <a href="http://blog.path.com/post/72927845849/starting-2014-on-a-positive-note">Starting 2014 On A Positive Note</a></p>
<p>Ada juga posting menarik dari pak Andi Boediman: <a href="https://medium.com/p/a7daa6307fb4">A Real Path-amorgana </a></p>
<p>Terhadap posting dari pak Andi saya punya pendapat lain:</p>
<p>Rene (Soehardono) setahu saya tidak punya tujuan untuk protes kepada pihak Bakrie (atau dengan maksud lewat Path). Tindakannya untuk meninggalkan Path (#NoPath4Me) lebih kepada statement pribadi atas tidak setujunya dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan Bakrie.</p>
<p>Dave Morin (Path) tidak menjadikan Indonesia sebagai prioritas. Mereka masih menempatkan China sebagai fokus utama karena di negara tersebut Path tidak di banned (setidaknya belum, karena itu mereka lebih memilih untuk stay stealth).<br />
Paling tidak ini yang team Marketing Path sampaikan waktu Saya sempat berkunjung  ke kantornya awal 2013 lalu.<br />
Mungkin setelah China mereka akan penetrasi ke India dulu baru kemudian ke Indonesia.</p>
<p>Langkah Bakrie Investments pun rasanya bukan langkah untuk <em>take lead</em> di industri digital Indonesia. Investasinya terlalu kecil untuk bisa melakukan arahan, dan juga diluar ini Bakrie juga ambil bagian di Nusantara Venture yang merupakan VC lokal yang fokus di startup digital. Namun sampai sekarang juga belum ada portofolio mereka yang kelihatan.<br />
Mungkin saja ini langkah kecil menuju kesana.</p>
<p>Buat Saya (seperti yang saya sampaikan di Path saya), positive nya ini sedikit menancapkan merah-putih di pemberitaan dunia.</p>
<p>Negative nya (mungkin) kita akan mendapat sticker path gratis, bergambar ARB :))))</p>
<p>Mungkin ini cuman langkah kecil, dan mungkin dimanfaatkan untuk lini bisnis lainnya. Misal sticker campagin Esia lewat Path.<br />
Tapi biasanya investment on startup untuk bisnis sih, bukan untuk marketing channel.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2014/01/13/path-aiming-for-indonesia-market/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menemukan anak Think.Web</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2014/01/06/menemukan-anak-think-web/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2014/01/06/menemukan-anak-think-web/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2014 14:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25488</guid>
		<description><![CDATA[Mudah untuk menemukan anak Think.Web diantara kerumunan banyak orang. Mereka yang jantungnya berdegup keras, matanya berkaca dan tangannya mengepal saat dipasangkan lagu Indonesia Raya.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah untuk menemukan anak Think.Web diantara kerumunan banyak orang. Mereka yang jantungnya berdegup keras, matanya berkaca dan tangannya mengepal saat dipasangkan lagu Indonesia Raya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2014/01/06/menemukan-anak-think-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tribute to Nelson Mandela</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2013/12/06/tribute-to-nelson-mandela/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2013/12/06/tribute-to-nelson-mandela/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2013 03:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25485</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya merasakan duka mendalam. Berduka mendengar Nelson Mandela wafat. Saat mendengar pertama kali langsung terasa sedih. Dan semakin mendalam ketika buka timeline Path yang berisi ungakapan bela sungkawa. Baik dalam bentuk kata-kata maupun gambar-gambar beliau yang disertai quotenya. Aneh. Aneh karena tidak menyangka banyak orang yang merasakan hal yang sama. Saya hanya tahu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://think.web.id/brain/files/2013/12/20131206-102037.jpg"><img src="http://think.web.id/brain/files/2013/12/20131206-102037.jpg" alt="20131206-102037.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>Hari ini saya merasakan duka mendalam.<br />
Berduka mendengar Nelson Mandela wafat.</p>
<p>Saat mendengar pertama kali langsung terasa sedih.<br />
Dan semakin mendalam ketika buka timeline Path yang berisi ungakapan bela sungkawa.<br />
Baik dalam bentuk kata-kata maupun gambar-gambar beliau yang disertai quotenya.<br />
Aneh.</p>
<p>Aneh karena tidak menyangka banyak orang yang merasakan hal yang sama.<br />
Saya hanya tahu sekilas mengenai perjuangan dan hal-hal baik yang beliau lakukan.<br />
Saya ingat ada masanya nama beliau sering sekali muncul di berita, terutama setelah beliau keluar dari penjara.</p>
<p>Perjuangan kesetaraan hak, memerangi kemiskinan, sifat memaafkan (terutama saat dia kembali setelah dipenjara selama 20 tahun lebih) dan masih banyak hal baik lain yang dia lakukan.</p>
<p>Ini seperti sebuah pembicaraan diujung gang, dimana ada tukang sayur dan beberapa ibu-ibu dari RT berbeda belanja.<br />
Tukang Sayur: &#8220;tadi pagi si pak Haji A meninggal. Sudah tua memang, meninggal karena sakit. Orangnya baik&#8221;<br />
Ibu 1: &#8220;oh ya? Saya pernah denger namanya. Orang baik memang katanya&#8221;<br />
Ibu 2: &#8220;oh si pak Haji A, iya memang orangnya baik&#8221;<br />
Ibu 3: &#8220;sedih ya&#8221;<br />
(Lalu hening beberapa menit, semua menerawang mengingat akan cerita2 baik seputar pak Haji A)</p>
<p>Tapi kan itu ujung gang. Nelson Mandela berada di benua yang berbeda dengan Indonesia.<br />
Tapi auranya ternyata sudah terasa diseluruh dunia.</p>
<p>Saya ingin mengangkat tulisan <strong><a href="http://sethgodin.typepad.com/seths_blog/2013/12/a-legacy-of-mandela.html">Seth Godin</a></strong> mengenai Nelson Mandela:</p>
<blockquote><p>A legacy of Mandela<br />
Others can better write about Nelson Mandela&#8217;s impact on the world stage, on how he stood up for the dignity of all people and on how he changed our world.</p>
<p>For those that seek to make a change in the world, whether global or local, one lesson of his life is this:</p>
<p>You can.</p>
<p>You can make a difference.</p>
<p>You can stand up to insurmountable forces.</p>
<p>You can put up with far more than you think you can.</p>
<p>Your lever is far longer than you imagine it is, if you choose to use it.</p>
<p>If you don&#8217;t require the journey to be easy or comfortable or safe, you can change the world.</p></blockquote>
<p>May you rest in piece Mr. Nelson Mandela.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2013/12/06/tribute-to-nelson-mandela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Political Agency</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2013/11/26/political-agency/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2013/11/26/political-agency/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2013 07:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25480</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang pemilihan presiden 2014 gelombang kampanye partai dan figur mulai membesar. Think.Web beberapa kali mendapat pertanyaan apakah bersedia untuk membantu kampanye digital mereka. Untuk hal ini, mohon maaf, Think.Web secara perusahaan memutuskan untuk tidak terlibat. Walau dari hal dana jelas sangat menggiurkan. Saya memilih Think.Web untuk tetap netral. Salah satu value yang kami pegang dalam [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang pemilihan presiden 2014 gelombang kampanye partai dan figur mulai membesar. Think.Web beberapa kali mendapat pertanyaan apakah bersedia untuk membantu kampanye digital mereka.</p>
<p>Untuk hal ini, mohon maaf, Think.Web secara perusahaan memutuskan untuk tidak terlibat. Walau dari hal dana jelas sangat menggiurkan.</p>
<p>Saya memilih Think.Web untuk tetap netral.</p>
<p>Salah satu value yang kami pegang dalam memberikan service kami kepada client adalah bekerja dengan menggunakan hati.</p>
<p>Salah satu hal yang saya baru belajar ketika menjadi relawan salah satu tokoh adalah berbeda dengan brand campaign, political campaign itu jangka panjang dan pertanggung jawabannya terhadap harkat hidup orang. Bukan berarti kampanye brand/produk bisa tanpa tanggung jawab. Tapi ya memang berbeda.</p>
<p>Saya berpegang bahwa suara dukungan adalah hak setiap orang. Dan seharusnya memang sesuai hati, bukan karena imbalan.<br />
Sehingga tidak tepat rasanya membentuk dan meminta sebuah tim di Think.Web untuk mendukung dan membantu sesuatu yang bukan berdasar pilihan hati.</p>
<p>Namun untuk mendukung proses politik Indonesia yang lebih baik yang akan dijalankan di Think.Web adalah gerakan atau kampanye sadar memilih.<br />
Sejauh ini thinkers sudah baik sebagai warga negara dalam menggunakan hak pilih mereka, sekarang saatnya meningkatkan hal tersebut dengan lebih mengenal orang2 yang akan mereka pilih.<br />
Jadi nggak pagi-pagi bangun tidur, jalan ke TPS, bingung pilih siapa, trus pilih berdasar yg secara muka pantes jadi presiden atau keinget janji/taglinenya apa.</p>
<p>Saya pribadi memberikan dukungan pak <strong><a href="http://aniesbaswedan.com" target="_blank">Anies Baswedan</a></strong>. Beliau sedang dalam nominasi konvensi partai Demokrat. Banyak inspirasi yang saya dapat dari beliau, tapi salah satu hal paling nyata membuat saya percaya adalah beliau melakukan hal nyata dulu lewat Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi baru kemudian mendapat dan ikut serta dalam tawaran partai Demokrat.</p>
<p>Jadi kalau mendengar <a href="http://turuntangan.org">menjadi relawan</a>, itu dari saya pribadi, bukan Think.Web.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2013/11/26/political-agency/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>An apple a day</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25435</guid>
		<description><![CDATA[Di semua perusahaan pasti punya masalah dengan karyawannya datang pagi tepat waktu. Segala sangsi dan aturan diberlakukan. Mulai dari potong gaji sampai dengan teguran keras. Masalah yang tidak pernah selesai dan dihadapi hampir semua HR division. Hal yang sama yang terjadi di Think.Web. Peraturan kami akan datang pagi memang tidak ketat. Kami mengharapkan kedewasaan dari [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://think.web.id/brain/files/2012/05/iStock_000005631178XSmall-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" />Di semua perusahaan pasti punya masalah dengan karyawannya datang pagi tepat waktu. Segala sangsi dan aturan diberlakukan. Mulai dari potong gaji sampai dengan teguran keras. Masalah yang tidak pernah selesai dan dihadapi hampir semua HR division.</p>
<p>Hal yang sama yang terjadi di Think.Web. Peraturan kami akan datang pagi memang tidak ketat. Kami mengharapkan kedewasaan dari thinkers untuk bisa menepati perjanjian bersama (di Think.Web aturan jam mulai &amp; selesai bekerja merupakan dibahas dan disepakati bersama).<br />
Di beberapa agency aturan jam kerja memang lebih loose dibanding perusahaan pada umumnya. Bahkan ada yang benar-benar bebas jam datang &amp; pulang nya. Terlebih lagi kami yang bergerak di digital atau online industry yang secara sifat media tidak ada jam &#8216;tutup&#8217;nya, social media always on, right? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/11/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
Beberapa perusahaan sudah menerapkan system Smart Hour. Bebas jam datang &amp; pulang, asal waktu yang dihabiskan dikantor adalah 9 jam bekerja. Tanpa melepaskan komitmen apabila ada meeting pagi dengan client atau internal. Kami belum menerapkan system ini.</p>
<p>Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah sebagai agency yang menjual jasa service nya kepada client, buat saya tidak nyaman apabila client kami sudah sibuk mengirimkan email-email sedangkan kita masih berada dirumah.</p>
<p>Diluar itu sendiri setiap orang memang punya masalahnya masing-masing, jarak antara rumah &amp; kantor yang sangat jauh, kebutuhan mengurus rumah &amp; keluarga di pagi hari, dan lain-lain.</p>
<p>Selama beberapa tahun kami di manajemen juga berpikir, gimana ya membuat semua thinkers datang jam 9 sehingga lebih awal siap bekerja. Semakin siang datang, pasti semakin lama juga kita benar-benar siap untuk bekerja. Kira-kira seperti ini, datang jam 9, duduk istirahat sebentar, ngobrol ini itu, dan jam 10 benar-benar siap untuk bekerja. Sedangkan semisal datang jam 10, siap bekerjanya jam 11, sedangkan jam 12 sudah waktunya makan siang. Belum lagi semakin siang datang jadinya sudah nggak segar sehingga butuh persiapan lama untuk benar-benar siap bekerja.<br />
Kami tidak pernah menemukan solusinya. Beberapa kali berpikir untuk menerapkan sistem &#8216;denda&#8217; tapi kemudian berpikir, apa iya benar-benar efektif?</p>
<p>Suatu hari saya terpikir, saya terus-terusan memikirkan mereka yang berlaku tidak sesuai tapi kok yang berlaku sesuai tidak di apresiasi. Memang sih sudah seharusnya mereka seperti itu karena itu peraturannya, tapi juga lebih baik mengapresiasi mereka yang datang pagi sesuai peraturan. Karena justru mereka yang diharapkan dan bisa menularkan hal baik tersebut ke orang lain.</p>
<p>Dalam waktu yang lain saya pernah punya keinginan untuk membagikan buah apel setiap hari ke seluruh karyawan. Sederhana alasannya, ada quote &#8220;An apple a day, keep the doctors away&#8221;.<br />
Jadi inget juga dibeberapa scene film atau foto dari sebuah kelas dan di meja guru nya ada sebuah apel. Apel itu menjadi reward untuk yang bisa menjawab soal dari sang guru.</p>
<p>Hey, it&#8217;s a match!<br />
Sekarang saya atau Anan menjadi &#8216;tukang&#8217; apel setiap pagi. Kami membagikan buah apel setiap jam 9 pagi. Diberikan untuk mereka yang sudah ada di meja nya. Kami pun jadi &#8216;terpaksa&#8217; datang pagi, kalo nggak siapa yang bagiin? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/11/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Pada sebuah kesempatan saya jelaskan ke mereka alasannya.</p>
<blockquote><p>Apel adalah penghargaan buat mereka yang bisa menghargai peraturan kita untuk datang jam 9 pagi. The <strong>winner</strong> will appreciate the apple as a trophy or reward, but the <strong>looser</strong> will say &#8220;it&#8217;s only an apple, I can buy one&#8221;. So be the winner or the looser is in your hand <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/11/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p></blockquote>
<p>Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Dan saat paling pertama kita berusaha mengalahkan diri kita sendiri adalah di pagi hari ketika berusaha membuka mata, bangun dari tidur. Kalau kita sudah bisa mengalahkan musuh terbesar kita sejak mulai hari, percayalah kita akan memenangkan seluruh hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We Thank You</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 14:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25471</guid>
		<description><![CDATA[This is unusual week for us. Beberapa Think.Web crew bicara ke kami dan bilang &#8220;terima kasih&#8221;. Nggak biasa soalnya tiba-tiba dan tanpa ada hal apa-apa sebelumnya. Pernah nggak sih kedatangan orang dengan tiba-tiba, orang itu bilang terima kasih dan terasa benar ketulusannya. Jadi was-was nggak? hehehe 😀 No guys, we&#8217;re the one who should be [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>This is unusual week for us. Beberapa Think.Web crew bicara ke kami dan bilang &#8220;terima kasih&#8221;.</p>
<p>Nggak biasa soalnya tiba-tiba dan tanpa ada hal apa-apa sebelumnya. Pernah nggak sih kedatangan orang dengan tiba-tiba, orang itu bilang terima kasih dan terasa benar ketulusannya. Jadi was-was nggak? hehehe <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/11/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>No guys, we&#8217;re the one who should be say &#8220;thank you&#8221;. Thank you for joining Think.Web, be part of our family and put your believes on us. THANK YOU.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Laundry &#038; Housekeeping</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25428</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: Pink Sherbet Photography Pernahkah Anda hidup sebagai anak kost? Saya pernah. Saat kuliah di Bandung saya tinggal ditempat kost. Menjadi anak kost bukanlah pilihan terbaik. Kita seperti tinggal dirumah sendiri tapi tanpa bantuan siapapun. Mungkin dibeberapa tempat kost memang ada pembantu, tapi itu seperti pembantu umum. Tidak melayani kita secara khusus seperti halnya pembantu dirumah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/40645538@N00/2874232024/"><img class="alignnone size-medium wp-image-25432" src="http://think.web.id/brain/files/2012/04/2874232024_e20c3a65b8_z-255x382.jpg" alt="" width="255" height="382" /></a></p>
<p><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" border="0" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Pink Sherbet Photography" href="http://www.flickr.com/photos/40645538@N00/2874232024/" target="_blank">Pink Sherbet Photography</a></p>
<p>Pernahkah Anda hidup sebagai anak kost? Saya pernah.<br />
Saat kuliah di Bandung saya tinggal ditempat kost.</p>
<p>Menjadi anak kost bukanlah pilihan terbaik. Kita seperti tinggal dirumah sendiri tapi tanpa bantuan siapapun. Mungkin dibeberapa tempat kost memang ada pembantu, tapi itu seperti pembantu umum. Tidak melayani kita secara khusus seperti halnya pembantu dirumah kita sendiri.<br />
Karena bukan rumah sendiri dan memang kita hidup seorang diri di tempat kost, maka kita harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Bersihin dan merapihkan kamar, mencuci baju (dan dengan rentetan kegiatannya seperti menjemur, setrika, dll), dan masih banyak hal lain lagi.</p>
<p>Yang paling sedih adalah disaat kita sakit. Kamar berantakan, baju kotor nggak ada yang nyuci, boro-boro mau nyuci, bangun dari tempat tidur aja susah. Lemes badan, harus makan biar kuat dan cepet sembuh. Loh tapi nggak ada yang dimakan, musti jalan keluar dulu buat beli makan sendiri. Tapi kan lemes, tapi musti makan, tapi nggak kuat, tapi&#8230;. *lingkaran setan*.</p>
<p>Intinya, menjadi anak kost adalah bukan hal yang terbaik.</p>
<p>Di hal lain, dalam menjalani hidup kita cuman ada kegiatan yang berkaitan dengan energi: mengeluarkan energi dan recharge/mengembalikan energi. Disaat kita bekerja, sekolah, atau melakukan aktivitas apapun itu artinya mengeluarkan energi. Sedangkan disaat kita tidur, menjalankan hobby, nonton DVD, santai-santai di hari Minggu adalah kegiatan recharge atau mengembalikan energi.</p>
<p>Nah kembali ke anak kost tadi, kalau anak kost membersihkan kamar dan mencuci baju ini masuknya kemana ya? unless orang itu passionate sekali dengan mencuci baju dan bersih-bersih, dua hal itu pasti sesuatu yang sifatnya mengeluarkan energi.</p>
<p>Saat itu saya mengumpulkan teman-teman kantor yang nge-kost dan membicarakan hal ini. &#8220;Intinya Think.Web ingin memberikan fasilitas yang efektif pada kalian, apa ya kira-kira&#8221;. Setelah ngobrol-ngobrol akhirnya keluar 2 hal: <strong>Laundry gratis</strong> dan <strong>Housekeeping keliling</strong>.</p>
<p>Saya juga sebarnya terinspirasi dari Facebook yang memang memberikan fasilitas laundry gratis untuk <span style="text-decoration: underline">seluruh</span> karyawannya, Mudah-mudahan suatu saat Think.Web bisa sampai disana, saat ini anak kost dulu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/11/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Laundry gratis &amp; housekeeping keliling adalah mungkin sesuatu yang kecil. Tapi objective nya adalah agar setiap orang bisa mendapatkan waktu recharge nya secara penuh, dan kemudian kembali bekerja dalam kondisi 100%.</p>
<p><strong>Laundry gratis</strong> dilakukan secara sederhana. Think.Web memilih sebuah tempat laundry, pada hari tertentu anak-anak kost perlu membawa baju kotornya kekantor untuk kemudian diambil oleh jasa laundry. Dalam beberapa hari baju-baju mereka siap digunakan lagi.</p>
<p><strong>Housekeeping keliling</strong> juga sederhana. Intinya ada pembantu yang akan visit ke kamar masing-masing orang untuk bersih-bersih dan rapih-rapih. Hari ini kamar si A, besoknya si B, besoknya si C dan seterusnya sampai ke kamar si A lagi dalam hitungan 1 minggu. Simple.</p>
<p>1 bulan setelah program ini kami jalankan saya bertanya kepada salah satu teman yang mendapatkan fasilitas ini. Tanggapannya sangat baik &#8220;untung banget mas, sekarang kalo ujan nggak usah mikirin jemuran nggak ada yang ngangkat&#8221;. Senang rasanya. Halnya kecil, cuman soal jemuran nggak ada yang ngangkat, tapi kalo muncul pas ditengah-tengah deadline kan ganggu banget. Belum lagi soal lecek musti setrika padahal mau dipake presentasi. Atau bau karena nggak kering.</p>
<p>1 hal lagi sudah diberikan. Ini 1 bagian dari 5 hal yang ingin diberikan oleh Think.Web: the right facility.</p>
<p>Think to give, not to ask.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The end of paid influencers era</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24862</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar. Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer. Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.</p>
<p>Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.</p>
<p>Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.<br />
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.<br />
All they need to do is only bayar ke Twitter.</p>
<p>Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).<br />
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.</p>
<p>Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What comes after Facebook?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24863</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar. Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221; Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar.</p>
<p>Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221;</p>
<p>Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita mencari sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Yang terjadi kita semakin amaze dengan hasil pencarian dari Google. Kita semakin puas dengan apa yang dihasilkan Google karena Google semakin pintar dan semakin mengerti diri kita.</p>
<p>Saat Facebook me-launching Open Graph di <a href="http://think.web.id/brain/f8/">f8 2010</a>, yang Facebook lakukan adalah menjadikan Facebook sebagai sebuah platform. Facebook tidak lagi hanya sebuah website social network, tapi Facebook &#8216;mem-Facebook-an&#8217; seluruh website di seluruh dunia.</p>
<p>Kita mungkin sudah tidak sering lagi masuk ke Facebook.com, tapi kita menggunakan website-website lain dengan menggunakan feature Facebook. Misal: sign up &amp; login membership dengan Facebook connect, put &#8216;Like&#8217; pada article atau blog post yang kita suka, share to our friends on Facebook, etc.</p>
<p>If Facebook.com is a weekend, other websites (that using Open Graph) are the weekday. You will enjoy your weekend eventually.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#PukPukDay</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 03:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Ramya Prajna]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25339</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang &#8220;Thanks for the hard work&#8221; dan put tap on other shoulder (puk-puk). Acaranya simple, cuman makan pempek &#38; minum es jeruk. Diadakan sore hari [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang &#8220;Thanks for the hard work&#8221; dan put tap on other shoulder (puk-puk).</p>
<p>Acaranya simple, cuman makan pempek &amp; minum es jeruk. Diadakan sore hari di hari terakhir bekerja di 2011.</p>
<p>It&#8217;s just a simple activity, but sure means a lot. Buat saya tidak ada yang bisa lebih saya berikan selain mengatakan dari lubuk hati &#8220;terima kasih atas semua kerja keras dan dukungan selama tahun 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
