<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;C08ER30zfyp7ImA9WhRUGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636</id><updated>2012-01-30T09:50:06.387+07:00</updated><category term="Language Knowledge" /><category term="Aktualisasi Diri" /><category term="People Story" /><category term="About Love" /><category term="Computer Science" /><category term="Kuliner" /><category term="General Science" /><category term="Kejadian Terkini/Hot Issues" /><category term="Renungan" /><category term="Teknologi" /><category term="Info Seputar Blog" /><category term="Aktivitas terkini" /><category term="Apresiasi" /><category term="Movie" /><category term="Politics" /><category term="Self Development/Self Help" /><category term="Business" /><category term="Algorithm" /><category term="Buku" /><category term="Edukasi" /><category term="Leadership" /><category term="Teknologi Informasi" /><category term="Marketing" /><category term="Bio Technology / Genetic Engineering" /><category term="Cultures" /><category term="Santai Dulu Ah" /><category term="Ekspresi Blogger Indonesia" /><category term="Motivasi" /><category term="Automotive" /><category term="General Information/Knowledge" /><category term="Sajak / Puisi" /><category term="Dreams - Innovations" /><category term="Health" /><category term="Social Networking" /><category term="Sepak Bola" /><title>Action Man</title><subtitle type="html">Just think is never enough, we need to act !</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>428</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ThinkermanBlog" /><feedburner:info uri="thinkermanblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;C08ER30ycSp7ImA9WhRUGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-7917270456803188088</id><published>2012-01-30T09:50:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T09:50:06.399+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T09:50:06.399+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian Terkini/Hot Issues" /><title>Nothing is Free !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7mAc8Zy5R-w/TyYFGuK4IGI/AAAAAAAAAMI/NOiXpSVM9Qo/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-7mAc8Zy5R-w/TyYFGuK4IGI/AAAAAAAAAMI/NOiXpSVM9Qo/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selama ini kita mungkin sering mendengar kalimat atau istilah berikut: ‘no free lunch’, ‘tidak ada yang gratis’, ‘untuk segala sesuatu ada harga yang harus dibayar’, dan ungkapan lain sejenisnya. Saya pertama kali mendengar ungkapan seperti itu sekitar 6 tahun yang lalt dan akhir-akhir ini saya kembali sering mendengar ungkapan tersebut ‘berdengung’ di dalam pikiran saya. Ya, saya kembali teringat (atau diingatkan) bahwa tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Kita membayar hari ini dan menikmati hasilnya esok, atau sebaliknya, kita menikmati hasilnya hari ini dan membayarnya esok. Intinya kita harus membayar untuk segala sesuatu yang kita inginkan (walaupun terkadang tetap ada sesuatu yang gratis).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ungkapan nothing is free yang akan saya bahas dalam tulisan ini bukanlah berhubungan dengan pengembangan diri, motivasi, atau topik lain sejenisnya dimana terkadang ungkapan sejenis juga digunakan. Ungkapan ini saya bahas dalam kaitannya dengan komersialisasi. Selama ini, selama saya sekolah maupun kuliah, saya memang diajarkan banyak sekali ilmu pengetahuan yang saya tahu memang memiliki manfaat dan kegunaan. Selain itu saya juga mendapat pelajaran mengenai cukup banyak hal lain diluar pendidikan formal. Namun ada satu pelajaran lagi yang ternyata masih kurang, pelajaran ini baru saya dapatkan beberapa bulan lalu serta masih berupaya saya selami lebih dalam lagi serta aplikasikan dengan lebih baik. Pelajaran tersebut adalah tentang komersialisasi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selama ini mungkin ada diantara kita yang diajari, mempercayai, atau bahkan mengajarkan bahwa komersialisasi itu tidaklah baik ? Memang dari satu sisi komersialisasi itu tidaklah baik, tetapi di sisi lain komersialisasi juga diperlukan dan baik adanya. Walaupun kita mungkin diajari, mempercayai, atau mengajarkan bahwa komersialisasi itu tidaklah baik, tetapi tanpa kita sadari sebenarnya kita telah mempraktekkan hal tersebut setiap hari. Kita belajar dan terus mengembangkan kemampuan (bakat) yang terdapat dalam diri kita dengan tujuan untuk bekerja atau agar dapat bekerja dengan lebih baik. Nah, kita sadari maupun tidak, bekerja merupakan salah satu bentuk komersialisasi. Saat kita bekerja, kita sebenarnya sedang mengkomersialkan pengetahuan dan kemampuan ke orang lain, baik itu adalah atasan kita maupun klien (konsumen) kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pelajaran mengenai komersialisasi ini pula yang akhir-akhir ini semakin saya sadari dan coba saya terapkan dengan lebih baik. Selama ini, tanpa saya sadari saya telah banyak menyia-nyiakan seluruh pengetahuan, bakat serta kemampuan, dan juga waktu saya tanpa menghasilkan hal-hal yang cukup berarti atau hal-hal yang dapat mendorong saya mendekat ke pencapaian seluruh impian saya. Tanpa saya sadari selama ini saya telah terlalu banyak menggratiskan pengetahuan, bakat, serta kemampuan saya tanpa menghasilkan sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhan hidup saya. Didorong oleh kesadaran tersebut, akhir-akhir ini saya sedang berupaya menggenjot tingkat komersialisasi segala sesuatu yang ada pada diri saya. Saya sedang belajar untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dari segala sesuatu yang telah saya miliki atau yang telah dianugerahkan dalam diri saya. Dalam melakukan komersialisasi, saya tidak semata-mata mengejar pendapatan atau uang atau materi lainnya, saya berupaya untuk menghargai diri saya sendiri dengan harga yang pantas untuk pengetahuan, kemampuan, maupun waktu yang saya berikan dengan sangat baik untuk setiap orang yang menggunakan jasa saya. Jadi, ketika saya melakukan komersialisasi, saya juga akan berupaya memberikan yang terbaik yang bisa serta memperoleh timbal balik yang terbaik pula sesuai dengan apa yang sudah saya kerahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pada intinya, sekarang ini segala sesuatu yang berhubungan dengan diri saya sedang saya arahkan untuk tujuan komersialisasi (memperoleh lebih banyak pendapatan dan uang). Saya tidak dapat menggratiskan lagi seluruh pengetahuan, bakat, keahlian, dan juga waktu saya. Memang tidak menutup kemungkinan bahwa tetap akan ada sebagian dari hal-hal tersebut yang akan saya berikan dengan gratis, namun sebagian besar diantaranya tetap akan diarahkan untuk tujuan komersial. Saya sedang mengarahkan seluruh hal yang ada untuk tujuan komersial dan profesional. Saya tidak sekadar melakukan komersialisasi, melainkan juga profesionalisasi. Saya sedang meningkatkan tingkat profesionalisme pribadi saya dalam segala aspek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Itulah sekilas cerita tentang komersialisasi, khususnya komersialisasi diri, baik pengetahuan, bakat, keahlian, maupun waktu kita. Semoga cerita ini bermanfaat bagi kita semua dan menyadarkan kita bahwa komersialisasi hingga taraf tertentu itu baik adanya. Semoga kita semua mampu melakukan komersialisasi dengan profesional. Jika ada diantara Anda yang secara sengaja maupun tidak sengaja membaca tulisan ini dan membutuhkan layanan untuk pengembangan perangkat lunak (software atau aplikasi) untuk menopang kebutuhan bisnis Anda, hubungi saya melalui email &lt;a href="mailto:petasoftinc@gmail.com"&gt;petasoftinc@gmail.com&lt;/a&gt;. Saya tim dan siap memberikan layanan yang terbaik yang dapat kami berikan. Akhir kata: inilah cerita saya, bagaimana dengan cerita Anda ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-7917270456803188088?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Oyo5kwKUQ_HVmMreadde8P7S6mA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Oyo5kwKUQ_HVmMreadde8P7S6mA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Oyo5kwKUQ_HVmMreadde8P7S6mA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Oyo5kwKUQ_HVmMreadde8P7S6mA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/2zX7aOgPHbU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/7917270456803188088/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/nothing-is-free.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7917270456803188088?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7917270456803188088?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/2zX7aOgPHbU/nothing-is-free.html" title="Nothing is Free !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-7mAc8Zy5R-w/TyYFGuK4IGI/AAAAAAAAAMI/NOiXpSVM9Qo/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/nothing-is-free.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4FQ3YzeCp7ImA9WhRUFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-4824909696038814974</id><published>2012-01-27T12:58:00.000+07:00</published><updated>2012-01-27T12:58:32.880+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-27T12:58:32.880+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Leadership" /><title>Tidak Bergantung Pada Orang Lain</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QwD25c5pcFQ/TyI8pxgcdYI/AAAAAAAAAMA/Ik6hyFgg4_w/s1600/udara-bebas_2590_l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-QwD25c5pcFQ/TyI8pxgcdYI/AAAAAAAAAMA/Ik6hyFgg4_w/s320/udara-bebas_2590_l.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kita semua mungkin telah mengetahui bahwa kita semua memerlukan bantuan orang lain untuk meraih sebagian besar hal yang kita inginkan atau perlukan dalam kehidupan ? Saya pun telah dan semakin menyadari hal tersebut, tetapi kita juga harus waspada akan satu hal atau sisi buruk dari kebutuhan kita akan bantuan orang lain. Pengalaman yang pernah saya jalani mengingatkan dan menyadarkan saya bahwa kita memang memerlukan bantuan orang lain, tetapi jika kita tidak waspada, lama-kelamaan kita akan menjadi terlalu bergantung pada orang lain. Kita perlu waspada agar kebutuhan kita akan bantuan atau dukungan orang lain tidak menjadikan kita bergantung semata-mata kepada mereka. Sebab jika kita terlalu bergantung kepada orang lain untuk melakukan sesuatu, maka kemungkinan besar di lain kesempatan, kita akan menjadi takut atau kurang percaya diri untuk memperjuangkan atau meraih sesuatu sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kita perlu waspada, sebab ketika telah menjadi terlalu bergantung kepada dukungan orang lain sebelum memutuskan melakukan sesuatu, maka kita secara tidak langsung telah mengijinkan hal tersebut menggerogoti rasa percaya diri kita. Sehingga pada akhirnya kita tidak akan pernah berani lagi ketika harus memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya memang kita sadari harus kita perjuangkan. Kita akan menjadi pribadi yang ragu-ragu untuk bertindak mengejar atau mewujudkan segala sesuatu yang perlu kita kejar atau wujudkan, sebab kita mengharapkan adanya dukungan pendapat orang lain sebelum bertindak.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya dapat bercerita dengan gamblang mengenai hal ini, karena saya sendiri pernah mengalaminya. Sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya terpilih menjadi pemimpin salah satu kepanitiaan kegiatan di kampus, saya telah menyadari beberapa waktu sebelumnya bahwa agar saya dapat mensukseskan kegiatan tersebut, maka saya butuh dukungan tim yang kuat dan solid. Hal ini bagus, namun di sisi lain, karena saya terlalu mengharapkan dukungan tim yang solid dan kuat, pada akhirnya saya menjadi terlalu terikat atau terlalu bergantung kepada tim saya. Pada akhirnya, saya sebagai pemimpin justru menjadi pemimpin yang tampak ragu-ragu serta kurang jelas dan tegas dalam mengambil setiap keputusan. Saya terlalu mengharapkan agar tim saya terlebih dahulu mendukung apa yang akan saya putuskan sebelum saya benar-benar menjadikan hal tersebut suatu keputusan. Saya terlalu ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu, walaupun secara pribadi saya tahu secara pasti bahwa hal tersebut adalah hal atau keputusan yang benar. Saya telah menjadi terlalu bergantung kepada orang lain, sehingga kepercayaan serta keberanian saya mengambil sikap menjadi berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Namun, saya cukup beruntung selama beberapa bulan terakhir ini, saya akhirnya menyadari kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam diri saya tersebut. Saya akhirnya memutuskan untuk kembali belajar menjadi lebih berani dalam mengambil tindakan, lebih berani dalam membuat keputusan yang benar, lebih berani dalam mengambil sikap yang tepat, walaupun semua hal tersebut tidak mendapatkan dukungan orang lain. Selama tahu dan yakin dengan pasti bahwa segala tindakan, keputusan, maupun sikap yang akan saya ambil adalah benar serta tidak merugikan siapapun, saya akan belajar untuk berani mengambilnya walaupun harus sendirian. Saya belajar untuk tetap menyatu serta memperoleh bantuan orang lain, namun di sisi lain saya juga belajar untuk tidak tergantung kepada orang lain. Saya belajar untuk percaya kepada diri saya sendiri, kepada intuisi yang ada dalam diri saya. Bagaimana dengan kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-4824909696038814974?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LvW8F1nQX3vG-8NL0jjSr-e-IGE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LvW8F1nQX3vG-8NL0jjSr-e-IGE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LvW8F1nQX3vG-8NL0jjSr-e-IGE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LvW8F1nQX3vG-8NL0jjSr-e-IGE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/YPH_AUD0aJE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/4824909696038814974/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/tidak-bergantung-pada-orang-lain.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4824909696038814974?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4824909696038814974?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/YPH_AUD0aJE/tidak-bergantung-pada-orang-lain.html" title="Tidak Bergantung Pada Orang Lain" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-QwD25c5pcFQ/TyI8pxgcdYI/AAAAAAAAAMA/Ik6hyFgg4_w/s72-c/udara-bebas_2590_l.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/tidak-bergantung-pada-orang-lain.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8EQHk-cSp7ImA9WhRVGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-618267152906165403</id><published>2012-01-18T07:50:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T07:50:01.759+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-18T07:50:01.759+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian Terkini/Hot Issues" /><title>Memulai Dari Yang Kita Bisa</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Dua hari lalu saya kontak salah seorang teman yang baru saya kenal. Kami bertemu melalui suatu acara yang diadakan di salah satu hotel sekitar satu bulan yang lalu. Saya kontak dia melalui pesan singkat untuk sekedar mengakrabkan diri. Singkat cerita dia membalas pesan singkat yang saya kirim dan saya berkata kepadanya jika ada info mengenai seminar maupun pertemuan bisnis, mohon berikan info agar melalui acara tersebut saya dapat terus menambah wawasan, sebab saya mulai menjalankan usaha saya sendiri di bidang konsultasi teknologi informasi dan pengembangan perangkat lunak. Teman saya tersebut kemudian memberikan info bahwa akan ada acara seminar bisnis gratis di suatu gedung milik pemerintah di daerah Surabaya barat. Saya tertarik hadir untuk menambah wawasan saya sekaligus memperoleh lebih banyak teman baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Singkat cerita saya datang, walaupun agak terlambat. Sampai disana saya melihat acara sudah dimulai dan saya bertemu dengan teman baru saya tersebut diluar gedung tempat acara diadakan serta bertegur sapa sebentar sebelum saya memasuki gedung. Saya memasuki gedung, mendengarkan sejenak acara yang sedang berlangsung, dan sejurus memulai pembicaraan dengan seorang bapak di sebelah saya. Dari bapak tersebut saya semakin yakin dan jelas bahwa acara tersebut adalah seminar bisnis multi level marketing salah satu produk kesehatan. Bapak yang berprofesi sebagai pengemudi taksi dari perusahaan taksi besar tersebut sudah bergabung dengan alasan merasakan manfaat dari produknya serta ingin memperoleh penghasilan sampingan. Bapak tersebut juga mengungkapkan impian mulianya kepada saya bahwa jika bisnis sampingan yang dia jalankan melalui multi level marketing tersebut sudah cukup besar, dia akan melepaskan pekerjaan utamanya sebagai pengemudi taksi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya di dalam sana hanya sebentar saja, sebab saya sudah cukup sering mengetahui mengenai beraneka ragam peluang bisnis multi level. Maaf, bukan saya anti terhadap bisnis multi level, hanya saja saya pikir terkadang atau bahkan seringkali bisnis multi level atau bisnis lain yang sejenis terlalu menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk, utamanya yang berkaitan dengan penghasilan yang luar biasa atau tidak terbatas. Tidak perlu saya berada disana, saya pun segera meninggalkan ruangan tersebut sebelum saya berada terlalu lama disana dan tidak memperoleh manfaat apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Dalam perjalanan pulang saya berpikir ternyata sebagian besar bisnis multi level memang sama. Mereka menggunakan strategi yang sama untuk memancing agar orang tertarik bergabung, yaitu iming-iming penghasilan yang besar hingga mampu membeli atau mencukupi semua kebutuhannya. Sekali lagi, saya tidak bermaksud menyalahkan, hanya saja saya berpikir bahwa tidak setiap orang yang menjalankan bisnis multi level akan berhasil. Jika semua yang menjalankan bisnis tersebut berhasil, maka tentu saja bisnis tersebut akan menjadi bisnis yang paling diburu orang seantero jagat. Saya berpikir pula bahwa terkadang para orang yang berkecimpung dalam bisnis tersebut, khususnya para leader, perlu sadar bahwa bisnis multi level bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan. Setiap orang memiliki jalannya sendiri untuk meraih sukses. Sekeras apapun seseorang berusaha di suatu bidang, jika itu bukan jalan yang telah disediakan bagi mereka untuk meraih sukses, maka dapat dipastikan mereka tidak akan sukses. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Namun walau bagaimanapun saya tetap bersyukur karena juga dapat hadir di acara tersebut, sebab setelah kembali saya pun jadi teringat lagi satu kalimat pendek yang pernah saya dengar dari cukup banyak orang, termasuk beberapa orang ‘senior’ saya di kampus dulu, yaitu ‘mulailah dari hal-hal yang kita bisa’. Mungkin hal yang kita bisa itu kecil, tetapi jika memulainya dengan tekun dan melakukan yang terbaik yang kita dapat, maka kita akan diberi kesempatan untuk naik tingkat demi tingkat ke jenjang yang lebih tinggi serta memperoleh kepercayaan yang lebih besar. Saya pun seolah disadarkan kembali oleh pernyataan tersebut, sebab harus saya akui akhir-akhir ini saya seolah ingin memperoleh atau mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih cepat alias memperoleh hasil instan. Melalui pernyataan tersebut saya juga diingatkan agar kembali memulai segala sesuatu dari hal yang kecil untuk kemudian menjadi besar. Ya, saya rasa saya harus segera mulai menerapkan kembali hal tersebut, memulai dari yang kecil untuk menjadi besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sekian cerita singkat yang dapat saya bagikan. Semoga cerita singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga pula para pelaku bisnis multi level juga dapat sadar bahwa multi level memang dapat menjadi satu peluang untuk meraih kesuksesan hidup (baca: kekayaan, kesejahteraan, dsb), namun bukanlah satu-satunya jalan yang tersedia untuk meraih sukses. Sebab setiap orang itu berbeda dan memiliki jalannya sendiri. Semoga juga bapak pengemudi taksi tadi dapat meraih sukses seperti y`ng dia impikan melalui bisnis multi level yang dia jalankan dan semoga juga saya dapat meraih sukses melalui usaha yang saya jalankan. Itu cerita saya. Bagaimana cerita Anda ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-618267152906165403?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hDXcgZgYgrvqRGhugquql73KgT8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hDXcgZgYgrvqRGhugquql73KgT8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hDXcgZgYgrvqRGhugquql73KgT8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hDXcgZgYgrvqRGhugquql73KgT8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/Dq36DEuSIdU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/618267152906165403/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/memulai-dari-yang-kita-bisa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/618267152906165403?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/618267152906165403?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/Dq36DEuSIdU/memulai-dari-yang-kita-bisa.html" title="Memulai Dari Yang Kita Bisa" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Surabaya, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.289166000000001 112.73439800000006</georss:point><georss:box>-7.372034500000001 112.60499050000006 -7.206297500000001 112.86380550000005</georss:box><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/memulai-dari-yang-kita-bisa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QCQXk8eSp7ImA9WhRVF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3992699393361870715</id><published>2012-01-17T01:42:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T01:42:40.771+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-17T01:42:40.771+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Merengkuh Kembali Semua Kendali Kehidupan</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tanpa terlalu saya sadari selama lebih dari dua tahun terakhir saya telah menggantungkan tanggung jawab hidup saya kepada rekan-rekan kerja, sahabat atau teman, saudara, dan orang tua. Saya terlalu bergantung atau ‘mendengarkan’ pendapat mereka sehingga saya tidak atau kurang berani mengambil keputusan bagi diri saya sendiri. Keputusan yang saya tahu baik bagi diri saya dan masa depan saya. Saya memang sadar bahwa saya perlu mendengarkan pendapat orang lain, namun karena terlalu banyak mendengarkan itu pula, saya akhirnya takut atau kurang percaya terhadap suara hati saya sendiri. Saya terlalu bergantung pada pendapat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selama sekitar dua sampai tiga bulan terakhir, saya mulai berupaya kembali untuk mengembalikan jati diri saya yang sesungguhnya. Saya tetap berupaya mendengar pendapat orang lain, namun pada akhirnya saya akan menyesuaikan atau menyelaraskan pendapat mereka dengan apa yang ‘hati’ saya katakan. Saya akan belajar untuk lebih percaya kepada apa yang ‘hati’ maupun intuisi saya katakan, sebab saya telah belajar dan terus meyakini bahwa intuisi kita tidak pernah salah. Orang lain boleh berpendapat apapun tentang kita, tetapi hanya ada dua pribadi yang paling tahu tentang diri kita, yaitu Tuhan kita dan diri kita sendiri. Jadi pelajarannya adalah dengarkan pendapat orang lain, namun pada akhirnya tetaplah percaya kepada intuisi atau suara ‘hati’ kita sendiri. Sebab hampir dapat dipastikan bahwa suara ‘hati’ kita adalah benar dan merupakan bisikan suara Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Itulah sekilas cerita saya. Cerita dan pengalaman saya dapat berbeda dengan cerita dan pengalaman Anda. Bagaimana dengan cerita dan pengalaman Anda ? Silakan berbagi dan saya siap mendengar. Selamat belajar untuk merengkuh dan memegang kendali sepenuhnya atas kehidupan kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3992699393361870715?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VtjsWnmsFsGLVDCMSwmlw_cByaM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VtjsWnmsFsGLVDCMSwmlw_cByaM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VtjsWnmsFsGLVDCMSwmlw_cByaM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VtjsWnmsFsGLVDCMSwmlw_cByaM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/IzCYNTytWIM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3992699393361870715/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/merengkuh-kembali-semua-kendali.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3992699393361870715?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3992699393361870715?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/IzCYNTytWIM/merengkuh-kembali-semua-kendali.html" title="Merengkuh Kembali Semua Kendali Kehidupan" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/merengkuh-kembali-semua-kendali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MDRnc4cSp7ImA9WhRVFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-7216855083713925104</id><published>2012-01-15T10:51:00.000+07:00</published><updated>2012-01-15T10:51:17.939+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-15T10:51:17.939+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Ini Tentang Saya, Bagaimana Tentang Anda ?</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Eits…, sebelumnya jangan salah sangka bahwa tulisan ini ada hubungannya dengan iklan salah satu produsen mie instan, sebab saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri untuk sebisa mungkin tidak menyebutkan nama merek produk atau nama perusahaan lain. Tulisan ini adalah sedikit hasil dari perenungan yang berasal dari pengalaman pribadi saya sendiri selama beberapa tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sejak pertama memasuki perkuliahan di salah satu kampus swasta ternama di Surabaya, saya telah begitu aktif, baik dalam aktivitas perkuliahan maupun dalam aktivitas organisasi. Sejumlah aktivitas tersebut membuat saya merasa senang, sibuk, berguna, dan sekaligus merasa bahwa bakat-bakat yang telah saya miliki dapat semakin terasah serta berkembang. Benar semua aktivitas tersebut benar-benar menyenangkan bagi saya. Saya mencintai sekali melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat. Saya cinta bekerja, cinta melakukan sesuatu, dan tentu saja menghasilkan sesuatu yang dapat memberi manfaat bagi orang lain maupun bagi diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Singkat kata, semua aktivitas kuliah maupun aktivitas organisasi berjalan dengan lancar. Saya memperoleh nilai-nilai kuliah yang diatas rata-rata, sehingga membuat saya dan beberapa rekan saya mendapat julukan ‘dewa’. Saya juga menjadi salah satu bintang dalam bidang organisasi di kampus serta menjadi salah satu orang yang selalu diharapkan dapat bergabung pada aktivitas keorganisasian karena kemampuan saya dibutuhkan. Hal ini membuat saya bangga dan senang.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Namun setelah sebagian besar mata kuliah telah saya tempuh dan setelah saya mulai tidak aktif dalam organisasi, hal yang sebaliknya terjadi. Performa saya menurun dan saya mulai menjadi bosan karena tidak ada atau kurangnya aktivitas bermanfaat yang saya jalani. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya menyimpulkan mengenai diri saya sendiri bahwa ketika saya tidak beraktivitas, tidak melakukan pekerjaan, tidak menemukan sesuatu yang benar-benar menantang, maka saya mulai dapat dengan menjadi bosan dan pada akhirnya berhenti bertumbuh secara pribadi maupun secara profesional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kesimpulan tersebut mendorong saya untuk menambah sejumlah aktivitas dalam hal pekerjaan profesional, baik sebagai agen asuransi, menjual casing silikon handphone, menjual pulsa handphone, menjadi pengajar komputer freelance, membuka usaha kursus komputer, menjual perangkat komputer, dan juga menjadi konsultan teknologi informasi serta programmer komputer profesional. Beragam aktivitas baru tersebut membuat menjadi kembali aktif dan kembali merasa sibuk. Aktivitas baru tersebut membuat saya merasa kembali menjadi berguna sekaligus menemukan kembali gairah diri saya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kesimpulan paling akhir saya yang semakin diperkuat oleh sejumlah pendapat dari para pakar sumber daya manusia serta pengembangan pribadi, yaitu setiap orang akan cepat menjadi bosan, merasa tidak berguna, berhenti bertumbuh, dan yang terburuk dapat lebih cepat mati jika mereka tidak melakukan aktivitas yang membuat mereka merasa sibuk dan dibutuhkan oleh orang-orang disekitarnya. Itulah sekilas cerita dari pengalaman saya. Bagaimana dengan cerita Anda ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-7216855083713925104?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yx_zp8KuOrEB3U6DC8WumZ65thg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yx_zp8KuOrEB3U6DC8WumZ65thg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yx_zp8KuOrEB3U6DC8WumZ65thg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yx_zp8KuOrEB3U6DC8WumZ65thg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/MURctZxWZZg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/7216855083713925104/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/ini-tentang-saya-bagaimana-tentang-anda.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7216855083713925104?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7216855083713925104?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/MURctZxWZZg/ini-tentang-saya-bagaimana-tentang-anda.html" title="Ini Tentang Saya, Bagaimana Tentang Anda ?" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/ini-tentang-saya-bagaimana-tentang-anda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8FQnc_eip7ImA9WhRVEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3359700246630361040</id><published>2012-01-11T23:20:00.000+07:00</published><updated>2012-01-11T23:20:13.942+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-11T23:20:13.942+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Jangan Takut !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Malam ini, untuk menambah motivasi semangat dalam diri saya sendiri, saya memutuskan untuk membuka sebuah website dari seorang motivator yang dijuluki sebagai motivator nomor satu di Indonesia. Di website tersebut saya menemukan sebuah artikel yang berjudul, “Jangan Takut, Jangan Pernah Menyesal”. Tulisan yang tidak terlalu panjang yang begitu menginspirasi dan membangkitkan semangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Melalui tulisan tersebut saya dan kita semua diingatkan agar tidak pernah takut untuk mengambil keputusan, tidak pernah memperjuangkan impian-impian kita, tidak pernah takut gagal, tidak pernah takut bekerja keras, tidak pernah takut mencoba sesuatu yang baru, dan tidak pernah ragu-ragu. Tulisan tersebut menyadarkan saya bahwa ternyata selama beberapa waktu terakhir saya sering menjadi ragu ketika akan mengambil keputusan mengerjakan (baca: menerima) sebuah tawaran pekerjaan yang sebenarnya (kemungkinan besar) dapat saya kerjakan dengan baik. Saya tahu saya bisa mengerjakan pekerjaan tersebut, namun terkadang ada pula keraguan dalam diri saya yang berkata, ‘apakah saya benar-benar bisa ?’, ‘apakah keyakinan saya benar ?’, ‘bagaimana jika nanti setelah pekerjaan tersebut diambil dan ternyata tidak mampu menyelesaikan ?’. Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan sejenis yang semakin membuat saya ragu dan seringkali membuat saya berpikir ulang dan terus berpikir ulang yang pada akhirnya membuat saya menjadi ragu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Namun, diatas segalanya saya bersyukur bahwa pada akhirnya saya berani memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersebut, walaupun keraguan masih ada di dalam diri saya. Keraguan memang masih ada, namun saya mencoba meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa. Saya meyakinkan diri saya sendiri untuk mencoba saja dahulu dan melakukan yang terbaik, gagal itu urusan belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Artikel yang ditulis oleh motivator ternama tersebut benar-benar menginspirasi sekaligus memotivasi diri saya. Saya menjadi tersadarkan bahwa seringkali tanpa kita sadari bahwa ketakutan yang kurang berdasar dapat membuat kita ragu untuk bertindak, walaupun kemungkinan besar kita tahu bahwa kita semua mampu. Ketakutan kita yang tidak berdasarkan menimbulkan keraguan, dan semakin keraguan tersebut kita pikirkan, maka keraguan tersebut akan semakin meningkat dan semakin membesar. Keraguan yang telah semakin meningkat dan semakin membesar tersebut pada akhirnya benar-benar kita takut bertindak dan kehilangan kemampuan. Belajar mengalahkan ketakutan yang terdapat dalam diri agar dapat meraih yang terbaik sesuai dengan seluruh talenta yang telah ditanamkan dalam diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3359700246630361040?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J-L--yCtRVXMtiKF0x03dGhAack/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J-L--yCtRVXMtiKF0x03dGhAack/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J-L--yCtRVXMtiKF0x03dGhAack/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J-L--yCtRVXMtiKF0x03dGhAack/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/wnsrA4KRivA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3359700246630361040/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/jangan-takut.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3359700246630361040?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3359700246630361040?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/wnsrA4KRivA/jangan-takut.html" title="Jangan Takut !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/jangan-takut.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UDQH48eSp7ImA9WhRWGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-7538745299441022031</id><published>2012-01-07T11:07:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T11:07:51.071+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-07T11:07:51.071+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Blogger Indonesia" /><title>Surabaya Oh… Surabaya</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Surabaya, suatu kota yang dapat dijangkau dengan berkendara selama sekitar 2,5 jam dari kota asal saya. Kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan karena heroisme para rakyatnya di kala zaman penjajahan dahulu kala. Sebuah kota yang cukup sering saya kunjungi bersama adik saya tatkala saya masih duduk di bangku sekolah dasar hingga awal sekolah menengah pertama. Saat itu, hampir dapat dipastikan pada setiap masa liburan panjang sekolah tiba, saya dan adik pertama saya selalu menginap di rumah adik orang tua kami (bibi kami) untuk menikmati masa liburan kami. Selama saya dan adik saya menikmati masa liburan yang hampir rutin kami jalani setiap tahun di kota ini, berbagai tempat telah pernah kami kunjungi, diantaranya Taman Hiburan Rakyat (THR) di jalan Kusuma Bangsa, Pasar Pucang, dan Pasar Atum. Biasanya saya menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk menikmati masa liburan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Surabaya, siapa sangka ternyata setelah saya beranjak dewasa, saya akhirnya menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas swasta di kota yang juga menjadi ibukota propinsi Jawa Timur. Bahkan kini saya juga mulai berupaya meretas jalan karir profesional saya sebagai konsultan teknologi informasi dan programmer komputer di kota ini. Secara total, sejak mulai pertama kali kuliah hingga kini, saya telah sekitar tujuh tahun tinggal di kota ini. Walaupun selama rentang waktu tujuh tahun tersebut saya tidak selalu tinggal di kota ini, sebab tatkala libur kuliah biasanya saya melakukan ritual rutin yaitu pulang kampung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Tanpa terasa waktu hampir tujuh tahun telah berlalu sejak pertama kali saya menjejakkan kaki untuk menempuh pendidikan tinggi di kota ini, namun hingga saat ini belum semua daerah atau jalan di kota yang lebih besar dibandingkan kota asal saya ini pernah saya jelajahi. Walaupun belum semua wilayah atau jalan pernah saya jelajahi, tetapi sejumlah pengalaman menarik telah pernah saya alami saat menelusuri jalanan di kota yang sangat padat ini. Beberapa pengalaman tersebut diantaranya adalah tersesat sangat jauh hingga hampir ke ujung paling barat kota ini saat mencoba mencari lokasi sebuah rumah makan untuk menghadiri acara yang diadakan pihak kampus, beberapa kali salah jalur ketika saya melalui jalan yang belum pernah saya lewati sebelumnya hingga akhirnya beberapa kali pula saya harus berurusan dengan pihak berwenang serta mengeluarkan sejumlah uang agar tidak perlu repot-repot datang sidang (dari pengalaman salah jalur ini, hal yang paling tidak menyenangkan yang dapat saya ingat adalah saya diancam akan dipukul oleh salah seorang petugas, padahal saya hanya bersalah karena salah mengambil jalur dan saya sudah menjelaskannya. Saya bukan pencuri pak, saya hanya kebetulan saja salah jalur karena belum pernah melewati jalan tersebut), mengunjungi lokasi warga kurang mampu yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya dan yang mampu membuka mata saya mengenai sisi lain kota terbesar kedua di Indonesia ini, dan berbagai macam pengalaman lain. Satu hal lagi yang saya ingat tentang kota ini adalah banyaknya angkot yang sering berhenti mendadak atau berhenti sembarangan, hal ini sangat menjengkelkan dan sekaligus membahayakan pengendara kendaraan lain yang kebetulan berada di belakang angkot tersebut serta dapat mengakibatkan kemacetan jika angkot tersebut berhenti sembarangan di jalan-jalan yang padat kendaraan. Saya rasa untuk masalah yang berhubungan dengan angkot ini perlu menjadi salah satu perhatian dari pihak pemerintah kota sekaligus pihak aparat yang berwenang agar dapat mengatur lalu lintas kota ini dengan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Sebagai seorang mahasiswa, sebagian besar waktu saya dihabiskan di kampus maupun di kos untuk menghadiri kuliah, belajar mandiri, berorganisasi, maupun sekadar berkumpul bersama teman. Saat sedang berada di kos, sebagian besar aktivitas saya adalah mempelajari kembali materi yang telah disampaikan di kuliah sekaligus mencoba melatih sejumlah keterampilan baru agar keterampilan yang saya miliki semakin komplit. Status sebagai seorang mahasiswa jurusan teknologi informasi membuat saya sering menggunakan internet, khususnya menggunakan email untuk berkolaborasi dengan teman maupun mengirim tugas, mengakses situs berita, menggunakan mesin pencari untuk menemukan materi-materi pendukung kuliah, dan pada akhirnya saya mulai mengenal &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;. Setelah selama beberapa waktu mencoba melakukan blogging, saya pun menjadi ‘kecanduan’ dan bahkan digolongkan sebagai seorang blogger yang cukup aktif. Saya memiliki sejumlah &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;, pertama kali saya membuatnya di fasilitas &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; yang disediakan oleh salah satu situs jejaring sosial yang kala itu cukup populer. Kemudian saya mencoba membuat &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; baru di blogspot dan kemudian wordpress. Selain itu saya juga cukup sering berkunjung ke beberapa &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; walking) ke &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; orang lain untuk memperoleh tambahan pengetahuan sekaligus menjalin koneksi dengan sesama blogger.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Sebagai seorang blogger yang masih terus berupaya agar dapat menjadi seorang blogger yang lebih profesional yang mampu memperoleh penghasilan yang lebih banyak dari &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;nya, saya cukup aktif menulis. Saya menulis apapun yang terlintas di pikiran saya, baik berupa sharing pengalaman, berbagi pengetahuan yang sesuai dengan bidang saya, menuliskan aktivitas yang saya jalani, berbagi info kuliner yang pernah saya coba, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Selama tinggal di Surabaya, khususnya sekitar hampir dua tahun terakhir ini, saya mulai penasaran untuk mencoba beragam kuliner yang terdapat di kota ini. Memang belum semua kuliner yang ada pernah saya coba, tetapi minimal saya sudah pernah mencoba beberapa sajian kuliner tersebut, diantaranya tahu tek yang terkenal yang terletak di jalan Dinoyo, rujak cingur, jajan pasar, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-size: 14.0pt;"&gt;Beragam kenangan menyenangkan maupun tidak menyenangkan telah saya jalani dan peroleh di kota ini. Kenangan yang selalu menjadi bagian dari hidup saya selamanya. Kenangan liburan masa kecil, kenangan tersesat dan terkena tilang, kenangan bersenggolan dengan pengendara motor lain, kenangan menikmati sajian kuliner baik tradisional maupun modern, kenangan blusukan di pasar tradisional untuk menikmati jajan pasar, kenangan ketika terpaksa harus mengerem mendadak karena ada angkot di depan saya yang berhenti mendadak, kenangan ketika kehujanan maupun melewati daerah yang banjir cukup parah, dan termasuk kenangan yang baru mulai saya jalani yaitu merintis karir sebagai seorang konsultan teknologi informasi serta programmer komputer profesional. Semua kenangan yang semoga dan yang saya yakini tidak akan pernah terlupakan dalam sepanjang perjalanan hidup saya. Seluruh kenangan yang pada akhirnya akan membuat saya berkata dalam hati, Surabaya Oh… Surabaya, kamu telah mengisi sebagian dari masa hidup yang telah saya jalani hingga saat ini. Semoga Surabaya dan seluruh penduduknya menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-7538745299441022031?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mRFF0EVb1Se2-Vu0MTDAG1TMgKU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mRFF0EVb1Se2-Vu0MTDAG1TMgKU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mRFF0EVb1Se2-Vu0MTDAG1TMgKU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mRFF0EVb1Se2-Vu0MTDAG1TMgKU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/HHCpq_Bt0Ug" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/7538745299441022031/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/surabaya-oh-surabaya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7538745299441022031?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7538745299441022031?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/HHCpq_Bt0Ug/surabaya-oh-surabaya.html" title="Surabaya Oh… Surabaya" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/surabaya-oh-surabaya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIBSHwzeCp7ImA9WhRWGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-189154731121664164</id><published>2012-01-07T09:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T09:49:19.280+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-07T09:49:19.280+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edukasi" /><title>Sekolah (Kuliah) Itu Penting, Tapi…</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pagi hari ini, ketika sedang mencoba belajar untuk bermeditasi, saya mendapat gagasan mengenai beberapa judul tulisan. Salah satunya telah menjadi judul tulisan ini. Tulisan ini terilhami oleh pengalaman saya sendiri dalam menempuh pendidikan maupun pengalaman yang saya himpun dari membaca cerita beberapa orang mengenai pengalaman mereka dalam menempuh pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya sangat meyakini bahwa pendidikan itu memang penting, sebab pendidikan dapat menjadi bekal bagi setiap kita dalam mengarungi kehidupan di masa depan. Pendidikan dapat memperluas wawasan kita dan menambah pengetahuan kita akan dunia serta kehidupan. Kita semua mungkin telah mengetahui bahwa terdapat banyak cara untuk memperoleh pendidikan, dimana salah satunya adalah melalui sekolah (kuliah). Saya tidak menampik bahwa sekolah (kuliah) itu bukan hanya penting, malahan sangat penting. Namun ada satu hal baru yang akhirnya saya sadari setelah saya sendiri menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi, yaitu sekolah (kuliah) itu penting, tetapi jangan terlalu lama bersekolah (berkuliah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pendapat saya ini didasari oleh perenungan saya akan pengalaman saya sendiri dalam menjalani pendidikan maupun membaca cerita pengalaman orang-orang yang saat ini sudah sukses dalam menjalani pendidikannya. Saya menyadari bahwa sekolah (kuliah) memang merupakan salah satu sarana untuk memperoleh pendidikan, namun sayangnya di bangku sekolah (kuliah) kita terlalu banyak diajari teori tanpa pernah (atau kurang) diajari bagaimana memanfaatkan serta menggunakan seluruh teori tersebut dalam bentuk aplikasi yang lebih nyata yang dapat bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, termasuk bagi diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Melalui pengalaman tersebut, saya tersadar bahwa yang terbaik seharusnya adalah kita tetap menempuh pendidikan di bangku sekolah (kuliah), namun jangan terlalu lama. Kita hanya perlu untuk memperoleh dasar-dasar pengetahuannya saja dan setelah itu kita dapat memperluas pengetahuan serta meningkatkan keterampilan kita melalui praktek secara langsung. Dalam contoh kasus saya, saya menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi dan akhir-akhir ini saya menyadari bahwa ternyata selama saya menempuh pendidikan saya terlalu banyak memperoleh beragam teori tentang ilmu komputer dan teknologi informasi, namun saya kurang memperoleh kesempatan untuk mempraktekkannya. Saya justru merasakan bahwa saya pengetahuan serta keterampilan saya jauh lebih berkembang setelah saya menggunakannya untuk melakukan pengembangan perangkat lunak yang lebih nyata. Pengalaman atau sensasi nyata yang saya yakini akan jauh lebih berguna dan bermanfaat dalam menjadikan saya sebagai seorang pengembang perangkat lunak yang lebih baik. Pengalaman yang saya yakini akan mampu membantu saya untuk menjadi seorang pengembang perangkat lunak terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya mengakui bahwa saya baru dapat merasakan manfaat yang lebih nyata atas bekal ilmu dasar yang telah saya peroleh setelah saya menggunakannya untuk melakukan pengembangan perangkat lunak yang lebih nyata dalam bidang pekerjaan profesional saya sebagai seorang programmer komputer. Saya baru dapat benar-benar merasakan sensasi pengalaman nyata serta manfaat dari pengetahuan yang telah saya miliki setelah menggunakannya dalam bidang pekerjaan. Pengalaman yang pada akhirnya saya sangat yakini akan jauh lebih bermanfaat daripada sekedar menuntut ilmu di bangku kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kesadaran yang saya peroleh ini membuat saya agak sedikit menyesal telah menghabiskan terlalu banyak waktu saya di bangku kuliah. Saya akhirnya tersadar bahwa seharusnya saya duduk di bangku kuliah hanya untuk memperoleh pengetahuan dasar tentang ilmu komputer dan kemudian segera setelah saya merasa bahwa pengetahuan dasar yang peroleh telah cukup, saya segera keluar dari kampus untuk melakukan pengembangan keterampilan lanjutan dengan cara memperoleh pengalaman kerja yang lebih nyata dengan cara bekerja di perusahaan yang memerlukan tenaga dalam bidang komputer. Memang saya sedikit menyesal, namun saya juga bersyukur bahwa pada akhirnya saya tetap dapat memperoleh pengalaman kerja nyata serta mendayagunakan seluruh pengetahuan serta keterampilan yang saya miliki yang telah saya peroleh dari bangku kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pendapat yang saya kemukakan serta kesadaran yang peroleh ini semakin didukung oleh sejumlah cerita yang saya ketahui melalui membaca pengalaman hidup beberapa orang yang kini telah menikmati kesuksesannya dan bahkan menjadi kaya-raya dari berbagai bidang, khususnya bidang komputer. Beberapa dari mereka memang menempuh pendidikan hingga jenjang universitas, namun mereka tidak puas hanya karena dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi tersebut, melainkan sejak awal sekali di masa pendidikannya mereka telah berupaya melakukan magang di perusahaan teknologi informasi sehingga dapat memperoleh lebih banyak pengalaman nyata sekaligus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keahlian mereka. Masa magang yang mereka jalani pada akhirnya membawa mereka memperoleh lebih banyak pengalaman nyata dan bahkan pada akhirnya beberapa dari mereka mampu membangun perusahaan mereka sendiri. Beberapa tokoh yang saya ketahui memiliki pengalaman seperti itu adalah Bill Gates, Paul Allen, Steve Jobs, Steve Ballmer, Jack Dorsey, serta beberapa tokoh lain yang berasal dari generasi setara maupun generasi yang lebih muda dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sebagai penutup dari tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk mempengaruhi setiap orang yang sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah untuk keluar dan berhenti kuliah, namun sebisa mungkin perolehlah sebanyak mungkin pengalaman yang lebih nyata yang berkaitan dengan pendidikan yang kalian tempuh di bangku kuliah. Sebab pengalaman tersebut pada akhirnya akan jauh lebih berguna bagi kalian semua di masa depan, daripada sekedar memperoleh ilmu pengetahuan atau teori-teori. Sekian berbagi pengalaman dan cerita dari saya dan semoga bermanfaat bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-189154731121664164?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HdmfG1tHnlXmLUKDYDgOpnm1180/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HdmfG1tHnlXmLUKDYDgOpnm1180/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HdmfG1tHnlXmLUKDYDgOpnm1180/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HdmfG1tHnlXmLUKDYDgOpnm1180/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/RFgqW1FxtEU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/189154731121664164/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/sekolah-kuliah-itu-penting-tapi.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/189154731121664164?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/189154731121664164?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/RFgqW1FxtEU/sekolah-kuliah-itu-penting-tapi.html" title="Sekolah (Kuliah) Itu Penting, Tapi…" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/sekolah-kuliah-itu-penting-tapi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMBR3wzeyp7ImA9WhRWFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-6747211973275158207</id><published>2012-01-01T23:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T23:14:16.283+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-01T23:14:16.283+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Tahun Baru: Apakah Diri Kita Juga Berubah Menjadi ‘Baru’ ?</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Satu tahun lagi kembali berlalu. Tahun 2011 terasa begitu cepat berlalu, kini tahun 2012 telah tiba. Usia seluruh makhluk juga akan kembali bertambah satu tahun lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Seperti telah menjadi kebiasaan ketika menjelang atau pada tahun baru, setiap orang dari berbagai penjuru dunia seolah berlomba-lomba untuk menghadirkan perayaan tahun baru yang meriah, unik, dan baru. Setiap tahun pula sebagian besar dari kita selalu menuliskan resolusi atau impian atau target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Setiap memiliki resolusi yang berbeda-beda yang ingin diwujudkannya di tahun yang baru ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tahun baru, hampir dapat dipastikan banyak sekali hal yang baru, seperti resolusi, impian, semangat, baju, pekerjaan, bahkan mungkin juga gadget baru. Namun apakah dengan hadirnya suatu tahun yang baru lagi, diri kita juga benar-benar berubah menjadi diri kita yang ‘baru’ ? Apakah kita benar-benar telah dapat menarik berbagai macam pelajaran dari segala sesuatu yang telah terjadi di tahun yang baru saja berlalu. Apakah kebiasaan lama kita yang kurang baik, sikap yang kurang baik, serta hal-hal lain yang kurang baik telah dapat benar-benar kita lupakan dan gantikan hal-hal baru yang jauh lebih baik ? Saya pun tersadar dan tersentak serta tergugah untuk bertanya pada diri saya sendiri pertanyaan yang serupa. Saya perlu bertanya dan mengecek ke dalam diri saya sendiri apakah di tahun yang baru ini saya telah benar-benar berubah menjadi individu yang ‘baru’. Apakah saya dapat menjadi lebih bijak, lebih disiplin, memiliki kebiasaan serta sikap yang lebih baik ? Apakah saya juga benar-benar telah dapat mengambil pelajaran baik dari segala hal yang terjadi di tahun yang baru saja berlalu dan menerapkannya ke dalam hidup saya untuk dapat benar-benar menjadi individu yang ‘baru’ di tahun yang baru ini ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya sadar terkadang memang tidak mudah untuk dapat berubah menjadi lebih baik, lebih bijak, lebih dewasa, lebih disiplin, memiliki kebiasaan dan sikap yang lebih baik. Namun saya tiba-tiba juga ‘tertampar’ oleh secuil aliran kata-kata yang melintas dalam pikiran saya, “untuk apa ada tahun yang baru, jika saya tidak benar-benar menjadi diri saya yang ‘baru’ ?” Apakah gunanya memasuki satu tahun yang baru lagi jika kebiasaan-kebiasaan buruk, sikap-sikap yang kurang tepat, ketidakdisiplinan, kurangnya konsistensi, pemikiran-pemikiran lama yang salah tetap ada bercokol dalam diri saya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Singkat kata, di tahun yang baru ini, saya (dan kita semua) perlu bertanya apakah diri saya pribadi telah benar-benar menjadi diri saya yang ‘baru’ ? Apakah benar ketika memasuki tahun yang baru ini hal-hal yang kurang baik yang terdapat dalam diri telah benar-benar diperbarui ? Saya rasa saya masih perlu melakukan introspeksi lebih dalam lagi untuk mengetahui jawabannya. Sekian dan semoga bermanfaat. Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2012. Semoga di tahun yang baru kita semua dapat menjadi lebih baik, lebih bahagia, lebih bijaksana, lebih sehat, lebih sukses, dan lebih sejahtera. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-6747211973275158207?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UZaHFip-voCx_seIFGc2xQ3RGLo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UZaHFip-voCx_seIFGc2xQ3RGLo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UZaHFip-voCx_seIFGc2xQ3RGLo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UZaHFip-voCx_seIFGc2xQ3RGLo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/xxzhrEa6hRE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/6747211973275158207/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/tahun-baru-apakah-diri-kita-juga.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/6747211973275158207?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/6747211973275158207?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/xxzhrEa6hRE/tahun-baru-apakah-diri-kita-juga.html" title="Tahun Baru: Apakah Diri Kita Juga Berubah Menjadi ‘Baru’ ?" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2012/01/tahun-baru-apakah-diri-kita-juga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEGSHY7fyp7ImA9WhRXFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3790803556205946510</id><published>2011-12-23T15:23:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T15:23:49.807+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T15:23:49.807+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Siapa Orang Pertama Yang Harus Kita Bahagiakan ?</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sebagian dari kita, baik yang masih anak-anak, sudah remaja, maupun menginjak usia dewasa, kemungkinan masih ada yang belum mengetahui mengenai salah satu hal penting ini. Hal penting tersebut seperti tertera dalam judul tulisan ini. Siapakah orang pertama yang harus kita bahagiakan ? Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda, mungkin ada yang menjawab orang tua, saudara, pacar atau istri, anak-anak (untuk yang sudah menikah atau memiliki anak), teman atau sahabat, atau mungkin diri kita sendiri. Setiap orang berhak mengemukakan jawaban apapun dengan bebas sesuai dengan apa yang dia anggap paling benar atau tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Beberapa bulan lalu, setelah perjalanan cukup panjang hidup saya yang kurang terarah, saya akhirnya mulai belajar untuk mengarahkan hidup saya kembali ke jalur yang saya inginkan. Dalam upaya kembali ke jalur yang saya inginkan tersebut, saya menemukan kebenaran yang berharga ini. Sebenarnya saya tidak menemukannya secara tiba-tiba atau sendirian, saya menemukannya setelah melakukan perenungan serta introspeksi atas kehidupan yang telah saya jalani selama hampir 1,5 tahun sebelumnya dan terinspirasi dari suatu film yang saya tonton. Melalui kedua hal tersebut, saya akhirnya sadar bahwa orang pertama yang harus kita bahagiakan adalah orang yang akan kita lihat wajahnya saat kita sedang berdiri dihadapan cermin. Ya, benar, orang tersebut adalah diri kita sendiri. Sebelum dapat membahagiakan orang lain, kita harus belajar membahagiakan diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sekitar 2,5 tahun yang lalu, ketika saya terpilih menjadi pemimpin salah satu organisasi di kampus yang bertugas menjalankan acara orientasi mahasiswa baru, saya berbuat kesalahan ini. Ketika itu, saya yang terinspirasi oleh suatu buku yang menceritakan suasana kerja salah satu perusahaan teknologi informasi di Amerika Serikat yang mencoba menciptakan suasana kerja yang menyenangkan untuk para karyawannya, mencoba menerapkan atau tepatnya meniru suasana yang serupa di organisasi yang saya pimpin. Saya mencoba untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi mereka semua. Saya dan beberapa orang yang saya pilih terlebih dahulu untuk membantu saya mencoba segala upaya untuk menciptakan suasana menyenangkan tersebut. Namun upaya tersebut tidak terlalu berhasil. Hal yang sebaliknya justru terjadi. Tercipta banyak ketidakpuasan di dalam organisasi, yang pada akhirnya sedikit berimbas pada kekompakan tim, semangat kerja tim, serta hal-hal lain. Beruntungnya, kami semua masih dapat menunaikan tugas kami dengan sangat baik dalam menyelenggarakan acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setelah lebih dari dua tahun berlalu, saya akhirnya tersadar bahwa salah satu penyebab mengapa suasana saat itu kurang kondusif, yaitu karena diri saya mencoba melakukan terlalu banyak hal yang dapat menyenangkan mereka sehingga pada akhirnya saya tidak seperti pemimpin yang sepatutnya, sebab saya terlalu sering mengganti suasana. Suasana, sikap, maupun segala sesuatu yang tampak tidak memenuhi harapan saya dalam menciptakan suasana kerja yang saya inginkan terlalu cepat saya ganti sehingga mereka cukup bingung dengan tindakan saya dan tampak kurang tegas serta menjadi kurang efektif dalam memimpin. Kini, setelah saya sadar akan hal tersebut, setiap kali saya akan terus berupaya untuk memuaskan semua ‘dahaga’ saya terlebih dahulu. Saya akan berupaya untuk membahagiakan diri saya terlebih dahulu. Saya akan berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi diri saya terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya saya dapat membantu membahagiakan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ya, benar adanya bahwa kita harus membahagiakan, menceriakan, menyemangatkan, mengantusiaskan, mendisiplinkan, berkomitmen terhadap segala tujuan atau impian diri kita sendiri dulu, sebelum kita dapat melakukannya dengan atau terhadap orang lain. Budaya timur mungkin mempengaruhi kita agar kita dapat menyenangkan atau membahagiakan orang lain terlebih dahulu. Kita mungkin diajari untuk membantu orang lain terlebih dahulu serta meletakkan kepentingan orang lain diatas kepentingan kita. Hal tersebut mungkin benar pada kondisi tertentu. Namun mulai saat ini, pada sebanyak mungkin kondisi atau situasi, kita harus ingat bahwa orang pertama yang harus kita bahagiakan, puaskan, legakan, adalah diri kita sendiri dulu. Segalanya harus bermula dari diri kita, baru kemudian kita dapat membawa dampaknya untuk orang lain. Bagaimana menurut kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3790803556205946510?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7FSr3tOx0DZpVzZEZFJ7s4US2U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7FSr3tOx0DZpVzZEZFJ7s4US2U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7FSr3tOx0DZpVzZEZFJ7s4US2U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7FSr3tOx0DZpVzZEZFJ7s4US2U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/H7jizOYnNjs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3790803556205946510/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/siapa-orang-pertama-yang-harus-kita.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3790803556205946510?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3790803556205946510?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/H7jizOYnNjs/siapa-orang-pertama-yang-harus-kita.html" title="Siapa Orang Pertama Yang Harus Kita Bahagiakan ?" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/siapa-orang-pertama-yang-harus-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEAR3s5eip7ImA9WhRXFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-8470841405668004712</id><published>2011-12-21T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T23:57:26.522+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-21T23:57:26.522+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktualisasi Diri" /><title>Saya Tidak Ditentukan Oleh Hal-Hal Ini</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya yakin, banyak orang yang kehidupannya sangat dipengaruhi atau bahkan boleh dikata dikendalikan oleh hal-hal yang ada di sekelilingnya. Mereka merasa seolah tidak berdaya mengelola atau mengendalikan kehidupan mereka sendiri. Mereka begitu terpengaruh dan bergantung kepada segala sesuatu yang ada disekitarnya. Beberapa waktu lalu, saya pun sempat seperti itu. Namun beruntung beberapa hari terakhir ini saya kembali tersadar akan jati diri saya yang sebenarnya serta karakteristik yang sebelumnya ada pada diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya beruntung dapat kembali tersadar akan jati diri saya tersebut, sehingga saya dapat mulai membebaskan diri saya dari pengaruh-pengaruh segala sesuatu yang ada disekitar saya. Saya mulai kembali belajar untuk mengambil segala keputusan berdasarkan pada apa yang saya percayai itu benar. Saya mungkin memang meminta pendapat atau perspektif dari orang lain, tetapi saya harus tetap merupakan orang terakhir yang paling bertanggung jawab untuk membuat sebuah keputusan bagi diri saya sendiri. Sehingga dengan begitu, apapun hasil dari keputusan yang saya buat, entah baik atau buruk, sukses atau gagal, dan beragam kemungkinan hasil yang lain, saya pulalah yang akan dan harus bertanggung jawab penuh. Ketika saya sudah ambil keputusan itu berdasarkan apa yang benar-benar saya yakini sebagai sesuatu yang benar dan baik bagi diri saya, maka saya tidak perlu menyalahkan orang lain, keadaan, maupun lingkungan saya atas dampak atau hasil apapun yang muncul dari keputusan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya pun kembali belajar agar perspektif atau pandangan dari orang tua, saudara, keluarga, teman, rekan kerja, atau siapapun orang yang saya kenal yang berada di sekeliling saya tidak mempengaruhi saya dalam mengambil langkah atau tindakan dalam dan demi hidup saya sendiri. Saya kembali belajar untuk tidak mengijinkan kondisi atau keadaan apapun membatasi saya untuk meraih seluruh impian atau ambisi besar yang ingin saya capai. Saya tidak akan ijinkan pikiran-pikiran medioker dari siapapun membatasi langkah saya dalam meraih hal-hal besar serta menjadi besar. Saya latih diri saya kembali untuk tidak takut ketika harus berjuang sendirian, selama saya yakin bahwa keputusan yang saya ambil atau perjuangan yang harus saya lakukan itu benar dan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya tidak ijinkan orang-orang tidak hebat yang mungkin ada di sekeliling saya membatasi langkah-langkah saya untuk menjadi hebat. Saya tidak akan ijinkan terbatasnya kesempatan, sarana dan prasarana, atau apapun itu menjadikan saya takut atau terhambat dalam melangkah. Saya tidak ingin dibatasi oleh apapun atau siapapun, sebab saya tahu bahwa saya (dan setiap kita) diciptakan untuk menjadi tidak terbatas. Kita semua diciptakan dan telah dilengkapi dengan semua karunia atau kuasa yang luar biasa di dalam diri kita. Jadi kita perlu mulai belajar untuk tidak menjadikan apapun sebagai alasan atau halangan kita untuk tidak melangkah atau mengambil keputusan terkait kehidupan kita sendiri serta hal-hal besar yang ingin kita raih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Mari kita belajar untuk menjadi tak terbatas. Belajar untuk menjadi sehebat mungkin sesuai dengan kapasitas terbesar yang telah ditanamkan dalam diri kita sejak dari semula. Belajarlah untuk percaya dan benar-benar percaya bahwa tidak ada apapun atau siapapun yang dapat membatasi kita, kecuali kita memang mengijinkan sesuatu itu membatasi diri kita. Kita diciptakan untuk menjadi yang terhebat di dalam diri kita sendiri. Kita adalah yang terhebat di dalam diri kita sendiri ! Kita adalah individu yang benar-benar luar biasa yang diciptakan tidak untuk dibatasi oleh apapun atau siapapun !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-8470841405668004712?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Zlvfh2IMs7PLq2bW9VAMAKS4Ys/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Zlvfh2IMs7PLq2bW9VAMAKS4Ys/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Zlvfh2IMs7PLq2bW9VAMAKS4Ys/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Zlvfh2IMs7PLq2bW9VAMAKS4Ys/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/H4YkaEMf34Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/8470841405668004712/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/saya-tidak-ditentukan-oleh-hal-hal-ini.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/8470841405668004712?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/8470841405668004712?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/H4YkaEMf34Y/saya-tidak-ditentukan-oleh-hal-hal-ini.html" title="Saya Tidak Ditentukan Oleh Hal-Hal Ini" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/saya-tidak-ditentukan-oleh-hal-hal-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIBQXozcCp7ImA9WhRXFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-1592547003146900120</id><published>2011-12-21T16:42:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T16:42:30.488+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-21T16:42:30.488+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas terkini" /><title>Saya Tidak Mendukung Brand (Merek) Apapun !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jurusan kuliah yang saya ambil adalah Teknik Informatika, namun saya tidak pernah puas hanya belajar hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Semasa kuliah hingga sekarang, saya sangat senang belajar hal-hal lain seperti manajemen, psikologi, ekonomi, motivasi, kepemimpinan, dan lain-lain. Akhir-akhir ini, salah satu hal yang juga sedang saya pelajari adalah mengenai dunia bisnis, khususnya bagaimana membangun bisnis yang berhasil, pemasaran, kepemimpinan bisnis dan segala sesuatu yang terhubung dengan bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Awal saya mulai menyukai atau terbuka pandangan saya terhadap dunia bisnis adalah ketika saya berada di semester lima masa kuliah saya. Saya tanpa sengaja menemukan sebuah buku yang menceritakan perjuangan dua orang pendiri salah satu perusahaan teknologi informasi besar dunia. Kisah perjuangan mereka dari awal hingga akhirnya meraih sukses besar sangat menginspirasi saya. Sejak saat itu pula saya memiliki satu impian untuk mengembangkan usaha di bidang teknologi informasi yang nantinya juga diharapkan dapat menjadi perusahaan tingkat dunia yang memiliki ribuan atau puluhan ribu karyawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sejak saat itu pula, saya mulai belajar beragam ilmu terkait bisnis, khususnya mengenai pemasaran. Sejak mulai belajar ilmu pemasaran itu pula, saya mulai mengenal beragam istilah terkait pemasaran. Salah satu istilah yang saya kenal adalah &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;endorsement&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;atau dalam bahasa yang lebih sederhana bermakna sokongan atau dukungan yang diberikan oleh seseorang atau organisasi kepada orang atau organisasi lain. Orang atau organisasi yang memberikan dukungan biasanya memiliki nilai lebih dibandingkan orang atau organisasi yang didukung. Orang atau organisasi yang memberikan dukungan tersebut diharapkan dapat membantu seseorang atau suatu organisasi agar lebih dikenal atau memperoleh kepercayaan dari masyarakat luas. Dalam kaitannya dengan dunia usaha, dukungan atau endorsement yang diberikan oleh konsumen (biasanya dikenal pula sebagai &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;word of mouth marketing&lt;/i&gt;) tentu dapat membantu suatu produk atau merek agar menjadi lebih dikenal oleh masyarakat yang merupakan calon pelanggan. Selain dukungan dari konsumen, dukungan dari tokoh-tokoh yang terkenal di masyarakat atau biasa disebut public figure akan sangat berarti. Itulah sebabnya mengapa banyak perusahaan rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menggaet atlet terkenal, artis, maupun tokoh-tokoh terkenal lain untuk menjadi bintang iklan dari produknya. Mereka semua digaet dengan bayaran mahal dengan harapan mereka dapat membantu suatu produk lebih terkenal, yang pada akhirnya tentu saja diharapkan menghasilkan banyak penjualan dan keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya pribadi akhir-akhir ini mulai menyadari pentingnya endorsement tersebut dan saya pun berupaya untuk sebisa mungkin tidak menyebutkan nama suatu organisasi, baik sekolah, universitas, maupun perusahaan. Saya juga berupaya sebisa mungkin untuk tidak dengan gratis menyebutkan nama suatu merek maupun tokoh-tokoh tertentu baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini semua saya lakukan sebab saya tahu bahwa dukungan atau bentuk promosi gratis seperti itu dapat memberikan keuntungan untuk mereka, walaupun saat ini saya belum se-terkenal para atlet, politisi, tokoh masyarakat, maupun para artis. Namun bagaimanapun juga saya percaya bahwa dukungan sekecil apapun dan dari siapapun akan dapat berguna bagi suatu perusahaan atau merek. Saya berupaya untuk sebisa mungkin tidak memberikan komentar, menyebutkan nama merek, mendukung aktivitas suatu organisasi atau perusahaan dengan gratis. Saya tidak akan melakukan, kecuali mereka membayar saya atau ketika bentuk dukungan atau penyebutan nama merek tersebut juga memberikan keuntungan bagi saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jadi, pada intinya setiap dukungan atau endorsement yang diberikan oleh siapapun kepada suatu merek, perusahaan, atau seseorang akan sangat berguna dalam mengenalkan orang tersebut ke lebih banyak orang dan juga dapat membantu menjadi jaminan bahwa suatu merek atau perusahaan maupun seseorang tersebut benar-benar berkualitas. Oleh karena itu, saya pun mulai belajar untuk tidak memberikan dukungan dalam bentuk apapun kepada suatu merek apapun kecuali jika aktivitas tersebut juga memberikan keuntungan kepada saya, baik keuntungan materi maupun keuntungan yang lain. Bagaimana dengan kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-1592547003146900120?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OEQX0kmyJKgKL2aUud4ss8W978s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OEQX0kmyJKgKL2aUud4ss8W978s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OEQX0kmyJKgKL2aUud4ss8W978s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OEQX0kmyJKgKL2aUud4ss8W978s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/ouN_60mX3J8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/1592547003146900120/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/saya-tidak-mendukung-brand-merek-apapun.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/1592547003146900120?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/1592547003146900120?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/ouN_60mX3J8/saya-tidak-mendukung-brand-merek-apapun.html" title="Saya Tidak Mendukung Brand (Merek) Apapun !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/saya-tidak-mendukung-brand-merek-apapun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8MQnYzeip7ImA9WhRXE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-5010538947480665403</id><published>2011-12-19T20:54:00.002+07:00</published><updated>2011-12-19T20:54:43.882+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-19T20:54:43.882+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dreams - Innovations" /><title>Faster !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selama beberapa waktu terakhir ini, saya benar-benar menyadari bahwa ritme kerja saya jauh lambat daripada sebelumnya. Hal ini dapat ditinjau atau diketahui dari banyaknya proyek atau ambisi pribadi yang hingga kini belum tuntas. Saya merasakan bahwa cukup banyak aktivitas yang saya lakukan kurang atau bahkan tidak efektif sama sekali. Beruntung saya masih dapat menyadarinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Berbekal kesadaran tersebut, saya secara perlahan namun pasti mulai berupaya untuk meningkatkan kembali kinerja saya menuju ke puncak tertinggi kinerja yang seharusnya. Berupaya semakin meningkat dan terus meningkat. Berupaya lebih produktif dalam bekerja serta menghasilkan lebih banyak uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya berlatih mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, berlatih menyingkirkan pikiran-pikiran yang kurang atau bahkan tidak penting sama sekali, berlatih mengurangi aktivitas yang tidak memberikan manfaat bagi diri saya. Saya berupaya semakin efektif dan semakin efektif. Berupaya semakin produktif dan terus produktif dalam menghasilkan karya, produk, dan tentu saja uang yang melimpah. Dalam banyak atau aspek dalam hidup saya, saya benar-benar terus berupaya mendorongnya agar berjalan lebih cepat, lebih cepat, dan terus semakin cepat. Namun tentu saja tidak hanya sekedar cepat, tetapi mampu menghasilkan sesuatu dengan kualitas yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Faster than anything ! Faster than before ! Increase my productivities ! Generate more money ! Forca !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-5010538947480665403?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XOCaaQ7WRzvSTsCynppvpVgwrgI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XOCaaQ7WRzvSTsCynppvpVgwrgI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XOCaaQ7WRzvSTsCynppvpVgwrgI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XOCaaQ7WRzvSTsCynppvpVgwrgI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/z8C6xHcBCms" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/5010538947480665403/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/faster.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/5010538947480665403?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/5010538947480665403?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/z8C6xHcBCms/faster.html" title="Faster !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/faster.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcNSX88eCp7ImA9WhRXEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-213312375155922686</id><published>2011-12-18T22:28:00.002+07:00</published><updated>2011-12-18T22:28:18.170+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-18T22:28:18.170+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Mendayagunakan Waktu Dengan Maksimal</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Beberapa bulan yang lalu (hampir satu tahun, jika saya tidak salah ingat), saya pernah menulis tentang manajemen waktu serta penjadwalan kegiatan harian di blog ini. Namun hingga saat ini, saya sendiri ternyata masih belum sepenuhnya dapat menjalankan kembali apa yang saya tuliskan tersebut. Apa yang tuliskan merupakan gambaran dari kebiasaan yang sebelumnya saya jalankan dengan baik, sebelum beberapa cara berpikir yang salah dan sejumlah godaan serta pilihan yang tidak tepat membuat saya menyimpang dari jalur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sekitar hampir dua bulan terakhir, saya habiskan untuk melatih diri saya dan memahami kembali seluruh prinsip-prinsip manajemen waktu, manajemen kegiatan harian, manajemen pikiran, dan sebagainya. Perlahan tetapi pasti seluruh upaya untuk mulai menampakkan hasil, meskipun belum sepenuhnya seperti hasil yang saya inginkan, namun saya akan terus belajar untuk menaikkan kembali standar saya serta kinerja saya kembali ke puncak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Hari ini, saya pun disadarkan kembali tentang pemanfaatan waktu saya setiap hari, khususnya memanfaatkan waktu-waktu luang dengan sangat baik untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, baik bagi diri pribadi maupun orang lain. Beberapa bulan yang lalu, saya mengeluh kepada diri saya sendiri maupun kepada sejumlah kecil teman, bahwa saya seolah kehabisan waktu. Namun hari demi hari sejak saat itu, khususnya hari ini, saya semakin sadar bahwa ternyata tidak memanfaatkan waktu-waktu saya untuk kegiatan yang menghasilkan manfaat dalam segala macam bentuknya. Saya menyadari bahwa ternyata menghabiskan terlalu banyak waktu saya untuk memikirkan pikiran yang kurang bermanfaat, melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat, membaca terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat, serta sejumlah kegiatan yang tidak bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya mulai menemukan sumber-sumber yang menjadi penyebab ‘hilangnya’ waktu saya dengan cepat. Saya semakin tersadar setelah membuka salah satu koleksi buku elektronik yang saya miliki yang belum saya baca. Saya tersadar bahwa saya tidak memanfaatkan waktu-waktu luang saya dengan baik untuk kegiatan yang menghasilkan manfaat, khususnya menghasilkan lebih banyak uang, dari salah satu judul bab dalam buku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ya, mulai hari ini, saya akan kembali belajar satu hal lagi dalam memanfaatkan waktu-waktu yang saya miliki. Khususnya memanfaatkan waktu tersebut untuk menghasilkan lebih banyak uang maupun menghasilkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan yang pada akhirnya akan membawa manfaat pula bagi diri saya sendiri. Semoga saya dapat dengan penuh kedisiplinan, konsistensi, kegigihan, dan semangat dalam menerapkan ilmu-ilmu atau pelajaran-pelajaran baru yang saya dapatkan sehingga saya dapat memaksimalkan hidup saya. Semoga juga sharing singkat dapat memberikan inspirasi serta manfaat bagi setiap orang yang membacanya. Sukses untuk kita semua !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-213312375155922686?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-C-NJXLQb6GOTur2zioSL6YR4EA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-C-NJXLQb6GOTur2zioSL6YR4EA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-C-NJXLQb6GOTur2zioSL6YR4EA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-C-NJXLQb6GOTur2zioSL6YR4EA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/fbOxphQhD84" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/213312375155922686/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/mendayagunakan-waktu-dengan-maksimal.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/213312375155922686?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/213312375155922686?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/fbOxphQhD84/mendayagunakan-waktu-dengan-maksimal.html" title="Mendayagunakan Waktu Dengan Maksimal" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/mendayagunakan-waktu-dengan-maksimal.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMGQHkyeSp7ImA9WhRQGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-2658584347863901779</id><published>2011-12-16T00:00:00.002+07:00</published><updated>2011-12-16T00:00:21.791+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-16T00:00:21.791+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sajak / Puisi" /><title>Sebuah Puisi Tanpa Makna</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Keras, sekeras batuan karang yang tetap tegar diterpa ombak yang ganas ditepi pantai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Mempesona, laksana pesona bintang-bintang di tengah malam yang cerah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Berlari, seperti ombak yang berkejar-kejaran di laut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Memanas, melebihi panas api kompor penjual Nasi Goreng&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Menerjang, laksana terjangan lahar Merapi yang menghanguskan segala sesuatu yang dilaluinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kuat, sekuat baja yang terkuat sejagat raya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Membara, melebihi bara di tungku tukang sate&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ber-energi, sebesar energi yang dihasilkan oleh reaksi berantai terurainya atom-atom Uranium dan Plutonium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Cepat, secepat kecepatan gerak cahaya di udara bebas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Menghanyutkan, seperti aliran air banjir yang menghanyutkan segala sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Berkilau, laksana indahnya kilauan berlian terindah di seantero jagat raya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Menarik, sekuat daya tarik magnet terkuat di alam semesta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-2658584347863901779?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X1rUAKTeXx8T-sVVRb4empLLdac/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X1rUAKTeXx8T-sVVRb4empLLdac/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X1rUAKTeXx8T-sVVRb4empLLdac/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X1rUAKTeXx8T-sVVRb4empLLdac/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/8kBF03TW1uE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/2658584347863901779/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/sebuah-puisi-tanpa-makna.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/2658584347863901779?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/2658584347863901779?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/8kBF03TW1uE/sebuah-puisi-tanpa-makna.html" title="Sebuah Puisi Tanpa Makna" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/sebuah-puisi-tanpa-makna.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEGQn8zfip7ImA9WhRQF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-7626401789804646558</id><published>2011-12-13T20:40:00.002+07:00</published><updated>2011-12-13T20:40:23.186+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-13T20:40:23.186+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktualisasi Diri" /><title>Belajar Ngotot</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tanpa terasa, saya sudah terlalu lama tidak pernah ngotot alias ngeyel alias sangat gigih berjuang sampai semua yang ingin saya raih atau yang saya percaya pasti dapat diraih benar-benar terwujud. Beberapa bulan ini saya belajar dan sampai sekarang masih terus belajar untuk mengembalikan semua kengototan alias ke’ngeyel’an alias semangat juang terbaik saya. Saya merindukan kemenangan dan keberhasilan yang luar biasa. Saya sangat, sangat, merindukan kembali menjadi nomor satu. Saya rindu kembali menguasai atau menjadi yang terhebat dalam bidang yang saya pilih untuk menjadi terhebat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Terlalu lama memang, namun saya kembali belajar tidak ada kata terlambat dan memang tidak pernah terlambat untuk kembali menjadi nomor satu. Banyak hal memang yang perlu dilakukan agar tujuan yang maha indah ini dapat benar-benar tercapai, seperti kedisiplinan seorang bintang, fokus setajam laser, komitmen seorang juara, mentalitas pejuang sejati seperti para pejuang kemerdekaan, konsistensi seorang juara, kepercayaan diri yang begitu luar biasa, kemauan yang sangat keras untuk belajar seperti kerasnya batu karang di pantai karang, keberanian untuk berjuang sampai menang dan tetap hidup, keberanian untuk terbang tinggi setinggi rajawali. Saya tahu tidak mudah memang, saya harus melawan dan mengalahkan diri saya sendiri agar seluruh ambisi maha dahsyat, yang sedahyat energi yang dihasilkan reaksi berantai terbelahnya atom-atom dalam suatu bom atom. Tidak mudah, tetapi harus belajar memaksa diri, memaksa diri, memaksa diri, untuk menjadi seorang juara sejati, seorang maha bintang dalam hidup saya sendiri, seorang manusia tanpa tanding. Salah individu terbaik dan terhebat sepanjang masa. Berjuang !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-7626401789804646558?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eObiRAq_tx7VaeMR3dlhT58Lh40/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eObiRAq_tx7VaeMR3dlhT58Lh40/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eObiRAq_tx7VaeMR3dlhT58Lh40/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eObiRAq_tx7VaeMR3dlhT58Lh40/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/zflnMNSGUvQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/7626401789804646558/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/belajar-ngotot.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7626401789804646558?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7626401789804646558?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/zflnMNSGUvQ/belajar-ngotot.html" title="Belajar Ngotot" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/belajar-ngotot.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8AQH47cCp7ImA9WhRQF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-7859685421001628603</id><published>2011-12-13T20:27:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T20:27:21.008+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-13T20:27:21.008+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Kehilangan ‘Kengototan’ Saya</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selama ini, saya dikenal oleh orang-orang yang mengenal saya maupun oleh rekan-rekan dekat saya sebagai orang yang sangat ngotot berjuang. Tidak pernah mau berhenti sebelum segala yang saya inginkan terwujud. Saya dikenal selalu percaya bahwa segala sesuatu itu mungkin dan dapat diwujudkan, bahkan ketika hampir semua orang yang lain sudah berpikir untuk menyerah atau tidak percaya bahwa sesuatu itu mungkin diwujudkan. Ya, itulah jati diri saya yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Namun, apa yang terjadi saat ini ? Sejauh perenungan saya sendiri serta pengamatan yang saya lakukan terhadap diri saya sendiri, akhir-akhir ini saya tersadar bahwa selama hampir dua tahun ini saya kehilangan ciri khas tersebut. Suatu ciri khas yang menjadikan saya menonjol, dikagumi, dan disegani oleh setiap orang berjumpa dengan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya memang telah ‘kehilangan’ ciri khas unggul saya, namun selama beberapa bulan terakhir ini saya berjuang keras untuk mengembalikan ciri khas tersebut. Saya berupaya agar saya menjadi pribadi yang tidak pernah menyerah, selalu percaya segala sesuatu mungkin diwujudkan, selalu berjuang dengan segenap upaya saya yang terbaik, selalu tetap waktu dan tetap janji, selalu disiplin, dan selalu berkomitmen terhadap segala hal yang telah saya janjikan maupun terhadap impian-impian saya. Tidak mudah memang, sebab sudah cukup lama saya tidak menjalankan kebiasaan-kebiasaan cemerlang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Cukup sulit memang kembali mendisiplin diri setelah cukup lama tidak disiplin. Cukup sulit untuk kembali belajar menjadi pribadi yang tekun, pekerja keras, efektif, efisien, gigih serta pantang menyerah, selalu berpikir positif, penuh komitmen terhadap impian serta pencapaian suatu kualitas yang tidak biasa. Saya sadar saya masih harus banyak berlatih serta belajar dari orang-orang lain agar saya dapat segera kembali ke kondisi saya yang ‘prima’. Agar saya dapat segera memperoleh kembali ‘kengototan’ saya yang selalu menjadikan saya unggul serta sebagai salah satu yang terbaik. Masih berjuang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-7859685421001628603?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pjoP7S-i4XJKtb9arT5zxmROh5k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pjoP7S-i4XJKtb9arT5zxmROh5k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pjoP7S-i4XJKtb9arT5zxmROh5k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pjoP7S-i4XJKtb9arT5zxmROh5k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/-UxU8M8Y_78" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/7859685421001628603/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/kehilangan-kengototan-saya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7859685421001628603?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/7859685421001628603?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/-UxU8M8Y_78/kehilangan-kengototan-saya.html" title="Kehilangan ‘Kengototan’ Saya" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/kehilangan-kengototan-saya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YASHw_fCp7ImA9WhRQFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-1266655624207020847</id><published>2011-12-09T12:39:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T12:39:09.244+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-09T12:39:09.244+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Self Development/Self Help" /><title>Lupakan Semuanya !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setiap kegagalan pasti pernah dialami oleh setiap orang. Demikian pula dengan saya. Kesalahan dalam membuat pilihan, mengambil keputusan, berpikir, maupun bertindak membawa saya kepada arah yang salah yang berujung kepada kegagalan dalam bidang-bidang tertentu dalam hidup saya. Menyesal ? Ya. Bersedih ? Tentu. Apakah sampai disitu saja ? Tentu tidak. Saya harus bangkit !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kegagalan memang tidak enak, menyakitkan, menyedihkan, dan yang paling berbahaya dapat meninggalkan catatan yang tertanam begitu dalam di pikiran kita, jika kita tidak waspada. Selama beberapa bulan terakhir, saya pun menyadari bahaya dari tertancapnya ‘trauma’ kegagalan ke dalam pikiran saya, khususnya pikiran bawah sadar. Kegagalan dapat terus menghantui saya (dan kita semua), sehingga kita menjadi kurang atau bahkan tidak berani melangkah kembali untuk mencoba sesuatu yang baru atau mencari pendekatan-pendekatan baru. Mengetahui hal tersebut, saya belajar dan terus belajar untuk melupakan semua kegagalan yang pernah terjadi dalam setiap langkah perjalanan hidup saya. Ya melupakan semuanya !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tidak mudah memang melupakan kegagalan, khususnya ketika dampak kegagalan tersebut telah tertanam begitu dalam di pikiran kita. Ada banyak upaya yang perlu kita lakukan untuk menghapus memori tersebut, seperti melakukan atau mencoba meraih sebanyak mungkin kemenangan-kemenangan kecil, memotivasi diri sendiri, memulihkan kepercayaan diri kita, memperbaiki segala hal yang membuat kita gagal di masa lalu serta mungkin masih upaya-upaya lain yang dapat kita gunakan untuk benar-benar menghilangkan efek atau pengaruh kegagalan yang tertanam dalam pikiran kita. Satu hal terakhir yang juga perlu kita ingatkan untuk diri kita sendiri yaitu kita diciptakan bukan untuk gagal, tetapi untuk berhasil serta meraih hal-hal hebat. Jikalau kita memang gagal atau belum berhasil, tetaplah berpikir positif dan terus ingatkan diri kita bahwa diatas semua kegagalan serta masalah kita ada Tuhan yang begitu luar biasa yang tidak akan membiarkan kita terus-menerus berada pada suatu kondisi gagal maupun dalam masalah. Mari belajar tetap percaya dan tetap positif. God bless us everyone.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-1266655624207020847?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0FhfnKcb5ZOLQdjSpoo7uo1Hwc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0FhfnKcb5ZOLQdjSpoo7uo1Hwc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0FhfnKcb5ZOLQdjSpoo7uo1Hwc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S0FhfnKcb5ZOLQdjSpoo7uo1Hwc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/7RSCwJm9ToM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/1266655624207020847/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/lupakan-semuanya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/1266655624207020847?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/1266655624207020847?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/7RSCwJm9ToM/lupakan-semuanya.html" title="Lupakan Semuanya !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/lupakan-semuanya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYCQ3w9eCp7ImA9WhRQEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3505171754339413726</id><published>2011-12-07T10:22:00.000+07:00</published><updated>2011-12-07T10:22:42.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-07T10:22:42.260+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Wake Up ! Rise Up !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pernah terjatuh ? Saya percaya setiap kita pasti pernah jatuh, demikian pula saya. Bukan hanya pernah terjatuh, tetapi beberapa kali terjatuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Apa yang harus dilakukan ketika terjatuh ? Saya percaya bahwa setiap kita juga pasti tahu jawabannya, yaitu bangkit atau berdiri dan kembali melangkah. Namun memang terkadang apa yang terjadi tidak sesuai atau semudah kenyataannya. Jika sekedar bangkit atau berdiri setiap orang saya yakin bisa ? Namun, bukanlah perkara mudah untuk dapat dengan cepat kembali melangkah dengan kecepatan, kemampuan, ketepatan, efektivitas, serta tingkat kebaikan yang sama seperti sesaat sebelum kita terjatuh. Dibutuhkan suatu rentang waktu tertentu bagi seseorang yang pernah jatuh dan mampu bangkit kembali untuk memperoleh seluruh kehebatan, kecepatan, ketepatan, efektivitas, serta kinerja prima seperti sebelum dia terjatuh. Saya menuliskan hal ini bukan sekedar berteori semata, sebab saat ini saya pun sedang mengalami kondisi tersebut. Saya sempat terjatuh dan saat ini sedang dalam upaya membangun kembali seluruh kehebatan, kecepatan, ketepatan, efektivitas, serta kinerja yang luar biasa pada diri saya sendiri.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Dibutuhkan latihan secara intens agar seseorang yang pernah jatuh mampu bangkit kembali dan memperoleh seluruh kemampuan terhebatnya. Tidak mudah memang setelah sekian lama tidak berlatih, tidak berdisiplin, tidak konsisten, serta kurangnya komitmen untuk kemudian kembali menjadi tekun berlatih, berdisiplin tinggi, konsisten dalam segala tindakan, serta berkomitmen yang tinggi dalam setiap upaya untuk mengerjakan serta menghasilkan yang terbaik. Tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini mungkin terwujud, selama kita semua mau benar-benar percaya serta mengambil tindakan untuk mewujudkan seluruh hal yang kita percayai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jadi, setiap orang pasti pernah terjatuh dalam suatu tahap atau fase kehidupan yang dilaluinya. Jatuh untuk bangkit kembali, meskipun memang tidak untuk dapat bangkit kembali serta menjadi prima dalam kondisi yang cepat. Namun segala sesuatu itu mungkin. Wake Up ! Rise Up !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3505171754339413726?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bs6WpN6ZE2En5MleAvGC050MZ1U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bs6WpN6ZE2En5MleAvGC050MZ1U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bs6WpN6ZE2En5MleAvGC050MZ1U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bs6WpN6ZE2En5MleAvGC050MZ1U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/OBEa3kOsIJE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3505171754339413726/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/wake-up-rise-up.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3505171754339413726?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3505171754339413726?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/OBEa3kOsIJE/wake-up-rise-up.html" title="Wake Up ! Rise Up !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/12/wake-up-rise-up.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4AQ3w8eSp7ImA9WhdUGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-4234070166779516845</id><published>2011-10-06T10:49:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T10:49:02.271+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-06T10:49:02.271+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian Terkini/Hot Issues" /><title>Menjadi Bagian Sejarah Dunia</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pagi ini, ketika saya hendak mengirim ke salah seorang teman, saya tanpa sengaja membuka salah satu email newsletter yang berisi artikel gratis dari salah seorang pembicara terkemuka dunia. Saya membukanya dan membaca beberapa bagian secara singkat dan kemudian saya penasaran untuk mencoba mencari sedikit informasi tambahan mengenai pembicara tersebut. Saat melakukan pencarian, saya menemukan akun Twitternya dan kemudian saya buka halaman Twitter tersebut. Untuk dapat memfollow dia, tentu saja saya harus melakukan login. Singkat cerita, saya login dan setelah menekan follow, saya kembali halaman utama akun saya dan menemukan informasi yang tidak saya duga sebelumnya, Steve Jobs, pendiri Apple meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Didorong oleh rasa penasaran serta untuk memastikan kebenarannya, maka saya membuka beberapa link yang diberikan oleh rekan-rekan saya di Twitter. Link pertama yang saya buka adalah link yang menuju ke halaman utama website Apple, dan disana tertulis dengan jelas bahwa memang Steve Jobs telah tiada. Beberapa link lain yang saya buka yang mayoritas menuju ke situs berita baik lokal maupun internasional menyatakan informasi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setelah membaca sejumlah informasi tersebut, saya menyadari bahwa betapa banyaknya orang di seluruh dunia yang merasa kehilangan salah satu tokoh teknologi yang terkenal jenius dan kreatif ini. Jobs telah menciptakan banyak karya unik semasa hidupnya, mulai dari komputer Apple, iPod, iPhone, hingga iPad. Semua karya yang telah menginspirasi serta dikagumi banyak orang di dunia ini. Selain itu, saya membaca pula banyak pujian serta rasa kagum yang diungkapkan terhadap Jobs atas karya-karyanya, perjalanan hidupnya, serta banyak hal lain terkait dengan Jobs.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Membaca semua hal yang telah saya sebutkan diatas, secara tiba-tiba saya tersadar satu hal, yaitu Steve Jobs telah menjadi bagian dari sejarah dunia, khususnya dunia teknologi informasi. Semua karya hebatnya serta langkahnya yang penuh keberanian dalam menjalankan bisnis pasti tidak akan pernah dilupakan oleh setiap orang, khususnya para pengagumnya serta pengagum produk-produk Apple. Steve Jobs telah menjadi bagian yang akan selalu dikenang dari sejarah perkembangan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selain itu, saya juga tersadar untuk bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya mampu berbuat hal yang serupa ? Apakah saya juga mampu menjadikan kehidupan saya sebuah kehidupan yang luar biasa, kehidupan yang mampu menginspirasi serta memberikan dampak bagi banyak orang, kehidupan yang akan menjadi sejarah ? Pertanyaan serupa juga harus kita tanyakan pada setiap pribadi kita masing-masing. Apakah kehidupan yang kita jalani benar-benar akan berdampak bagi sebanyak mungkin orang sehingga kita layak dikenang sebagai bagian dari sejarah luar biasa dunia ? Kita semua memiliki kemampuan untuk menjadi seperti itu, sebab kita semua telah dilengkapi dengan talenta-talenta yang dahsyat di dalam diri kita. Kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi hebat, hanya saja kemungkinan besar sebagian dari kita tidak menyadarinya, atau menyadarinya namun tidak memiliki niat serta komitmen untuk mengembangkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jadi, maka dari itu, mari mulai dari sekarang kita semua perlu belajar untuk terus mengingatkan diri kita sendiri untuk memanfaatkan serta mengembangkan seluruh talenta yang telah diberikan dalam diri kita hingga maksimal. Sebab siapa tahu, suatu saat nanti talenta-talenta tersebut mampu menjadikan kita sebagai bagian dari sejarah luar biasa dunia. Saya terinspirasi oleh Jobs untuk menjadi hebat dan semoga kita semua benar-benar mampu menjadi hebat. Kita semua adalah karya terhebat yang pernah diciptakan di dunia dan kita diciptakan untuk menjadi hebat. Semangat ! Thank you Steve for your inspiration you gave to the world.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-4234070166779516845?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQJj_BSQt2lDVaSxrozVWSX-xuI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQJj_BSQt2lDVaSxrozVWSX-xuI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQJj_BSQt2lDVaSxrozVWSX-xuI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wQJj_BSQt2lDVaSxrozVWSX-xuI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/XTm9JU7mYCU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/4234070166779516845/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/10/menjadi-bagian-sejarah-dunia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4234070166779516845?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4234070166779516845?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/XTm9JU7mYCU/menjadi-bagian-sejarah-dunia.html" title="Menjadi Bagian Sejarah Dunia" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/10/menjadi-bagian-sejarah-dunia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08MQXk4fCp7ImA9WhdUFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-454856270899784415</id><published>2011-10-03T08:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T08:38:00.734+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-03T08:38:00.734+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Jangan Terlalu Banyak Teori !</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setiap kita yang pernah sekolah (kuliah) atau yang sedang sekolah, selama kita menjalani pendidikan di bangku sekolah (kuliah) pasti pernah menerima pelajaran-pelajaran (baca: teori-teori) bukan ? Saya pun pernah dan saya menyadari bahwa pelajaran-pelajaran tersebut penting. Namun pengalaman hidup saya selama sekitar dua bulan terakhir menyadarkan saya sisi lain dari pelajaran-pelajaran (teori-teori) tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saat ini, saya sedang berupaya menyelesaikan suatu tanggung jawab, dimana untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut mengharuskan saya untuk mempelajari ilmu-ilmu baru maupun ilmu-ilmu lama yang sudah agak terlupakan. Saya mengumpulkan sebanyak mungkin bahan bacaan, baik berupa artikel (paper) maupun buku. Saya membaca setiap artikel maupun buku yang sudah berhasil saya kumpulkan. Saya berupaya membacanya dengan sebaik mungkin agar saya dapat mengerti seluruh teori yang saya harapkan dapat membantu saya menyelesaikan tanggung jawab yang sedang saya tangani. Namun seiring semakin banyaknya saya membaca, saya menyadari satu hal, yaitu perkembangan atau progress saya dalam menyelesaikan tanggung jawab tersebut sangat minim. Saya menemukan bahwa perkembangan pekerjaan yang saya sedang coba selesaikan benar-benar sangat minim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Menyadari bahwa perkembangan pekerjaan yang saya sedang coba selesaikan sangat minim, saya akhirnya mencoba menganalisa atau mempelajari kembali mengapa saya begitu lambat dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, sementara waktu tenggatnya semakin mendekat. Proses analisa sederhana yang saya jalankan mengarahkan saya pada satu hal, yaitu terlalu banyak membaca teori, tetapi lupa atau kurang bertindak. Dan semakin saya runut lagi ke belakang, ternyata saya menemukan bahwa dalam rentang waktu sekitar dua tahun terakhir saya telah menjadi terlalu bergantung pada pelajaran atau teori. Dari hasil analisa sederhana tersebut, akhirnya saya mengambil keputusan bahwa saya tidak dapat hanya membaca teori demi teori saja, melainkan saya juga perlu memaksa diri saya sendiri untuk segera bertindak menyelesaikan pekerjaan yang perlu saya selesaikan dengan berdasarkan teori atau pengetahuan yang sudah saya miliki.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya ingatkan diri saya sendiri bahwa teori-teori itu perlu, tetapi terlalu banyak teori akan membuat kita lupa bertindak atau bahkan semakin ragu bertindak. Saya menyadari bahwa semakin banyak saya belajar tentang sesuatu, semakin saya menjadi ragu untuk bertindak karena saya belum terlalu memahami teori atau pelajaran yang sedang saya pelajari. Saya menjadi takut bertindak sebab teori-teori tersebut seolah “menghantui” pikiran saya tentang arti kesempurnaan atau keharusan untuk sepenuhnya mengetahui sesuatu sebelum bertindak. Pemikiran tersebut ternyata merupakan salah satu faktor penyebab berkurang atau rendahnya perkembangan pekerjaan demi pekerjaan yang berhasil saya tangani akhir-akhir ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Didorong oleh kesadaran baru ini, maka saya belajar dan akan terus belajar untuk semakin mendorong diri saya sendiri untuk tidak hanya belajar atau berteori, melainkan juga lebih banyak bertindak. Saya (dan kita semua) membutuhkan teori atau pelajaran dari buku-buku maupun sumber pelajaran yang lain, tetapi kita juga harus belajar untuk lebih banyak bertindak sebab tindakan-tindakan kita akan membantu kita meningkatkan pemahaman kita terhadap setiap pengetahuan atau teori yang kita pelajari. Jadi kesimpulannya adalah belajar itu perlu, tetapi hanya belajar saja tidak akan pernah cukup. Kita perlu mempraktekkan apa yang kita pelajari agar membantu kita untuk dapat semakin mempermudah kita dalam memahami segala ilmu pengetahuan yang kita pelajari. Jangan hanya berteori saja ! Bagaimana menurut kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-454856270899784415?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y53WeIWd83C2K_QVhrNLb_pYaZg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y53WeIWd83C2K_QVhrNLb_pYaZg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y53WeIWd83C2K_QVhrNLb_pYaZg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y53WeIWd83C2K_QVhrNLb_pYaZg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/zodVhZdfupI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/454856270899784415/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/10/jangan-terlalu-banyak-teori.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/454856270899784415?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/454856270899784415?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/zodVhZdfupI/jangan-terlalu-banyak-teori.html" title="Jangan Terlalu Banyak Teori !" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/10/jangan-terlalu-banyak-teori.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MERXk8cCp7ImA9WhdUEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3696477465853309803</id><published>2011-09-28T14:36:00.002+07:00</published><updated>2011-09-28T14:36:44.778+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-28T14:36:44.778+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Sebuah Masa Pencarian</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Dalam dua tahun terakhir, saya menyadari bahwa banyak hal yang tertunda saya selesaikan. Saya menyadarinya, bukan tidak menyadarinya. Saya sedikit menyesal, namun pada akhirnya saya tidak sepenuhnya menyesal, sebab akhirnya saya menyadari bahwa masa sekitar dua tahun terakhir sepertinya akan menjadi masa paling penting dalam seluruh perjalanan hidup saya selanjutnya. Saya tidak akan pernah menyesali lagi apa yang telah terjadi dua tahun terakhir, justru saya merasa sangat beruntung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya menyebut dua tahun terakhir yang seperti seolah saya habiskan dengan begitu saja tanpa menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat sebagai suatu masa pencarian. Dua tahun terakhir saya seolah terombang-ambing dan mencoba banyak sekali hal, namun saya justru bersyukur sebab saya memperoleh banyak sekali yang saya yakin tidak akan pernah saya dapatkan seandainya saya tidak mencobanya. Saya memperoleh banyak pengalaman baru, ilmu baru, serta sejumlah hal baru lain yang tidak pernah akan saya dapatkan dari kuliah. Dua tahun terakhir pula adalah suatu masa dimana akhirnya saya menyadari bahwa kecintaan terbesar saya tetaplah di bidang teknologi informasi, khususnya pemrograman.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Semua pengalaman, baik maupun buruk, yang terjadi dua tahun terakhir adalah pengalaman yang pada akhirnya membuat saya semakin memahami apa saja yang menjadi kecintaan atau passion saya. Melalui pengalaman selama dua tahun terakhir pula, saya menjadi semakin mengetahui bakat-bakat unik saya yang berbeda dibandingkan orang lain. Bakat-bakat yang telah dianugerahkan serta dipercayakan kepada saya dan menjadi tanggung jawab saya untuk mengembangkannya hingga mencapai potensi paling maksimalnya. Sungguh, saya tidak akan pernah menyesali lagi semua yang telah terjadi selama dua tahun terakhir. Semua pengalaman yang saya percaya, suatu saat nanti akan membantu saya menjadi seorang yang sangat sukses di bidang teknologi informasi maupun di bidang apapun yang akan saya terjuni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jadi kesimpulan ringkas saya, terkadang dalam seluruh perjalanan hidup kita, kita perlu melalui masa-masa dimana seolah-olah kita tidak pernah benar-benar tahu kemana kita akan melangkah atau apa yang ingin kita lakukan, tetapi satu hal yang coba saya katakan bahwa masa-masa tersebut tidak akan pernah sia-sia. Masa-masa tersebut akan menjadi suatu bagian dimana kita sedang coba memahami diri kita sendiri yang sesungguhnya. Masa-masa dimana kita akan semakin mengenali apa yang kita inginkan, apa yang menjadi hasrat kita, dan apa yang menjadi tujuan hidup kita. Setiap kita yang hidup di dunia pasti diberi suatu tujuan serta bakat-bakat yang unik, yang perlu kita lakukan adalah mencoba sebanyak mungkin hal untuk mengetahui dengan pasti dimana bakat kita, apa yang benar-benar menarik perhatian kita, serta apa yang menjadi passion terbesar kita dalam hidup. Jangan khawatir, semua proses yang tampaknya tidak baik tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya tidak baik. Kita hanya sedang berada suatu masa dimana kita sedang mencoba menemukan diri kita yang sesungguhnya. Kita sedang berada pada suatu masa yang akan membawa kita pada pengenalan jati diri kita yang sejati. Jalani dan manfaatkan masa tersebut sebaik mungkin untuk memperoleh pengenalan diri yang sejati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3696477465853309803?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ukPYTN1NtbevkehmszXaXHwgyck/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ukPYTN1NtbevkehmszXaXHwgyck/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ukPYTN1NtbevkehmszXaXHwgyck/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ukPYTN1NtbevkehmszXaXHwgyck/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/BmqZ6ZDmA3o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3696477465853309803/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/sebuah-masa-pencarian.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3696477465853309803?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3696477465853309803?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/BmqZ6ZDmA3o/sebuah-masa-pencarian.html" title="Sebuah Masa Pencarian" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/sebuah-masa-pencarian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcHRXc9cCp7ImA9WhdUEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-6412374313071288466</id><published>2011-09-26T17:30:00.002+07:00</published><updated>2011-09-26T17:30:34.968+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-26T17:30:34.968+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Indonesia Harus Punya Jalur Khusus Ini ?</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Sore hari ini, saya memutuskan untuk keluar sebentar ke suatu tempat untuk menyegarkan pikiran sekaligus tubuh saya (saya masih mencoba memahami lebih lagi kaitan antara kesegaran pikiran dengan kesegaran jasmani). Pada perjalanan sore hari yang menjelang waktu orang pulang kerja, jalanan mulai ramai. Menjelang suatu belokan, mobil yang berjalan di depan saya tampak berjalan secara perlahan. Saya awalnya tidak mengerti mengapa mobil tersebut berjalan secara perlahan, namun setelah saya agak dekat dengan mobil tersebut, barulah saya mengetahui bahwa ternyata di sisi kiri sedang ada penjual makanan mendorong gerobaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Melihat kejadian sederhana tersebut, secara tiba-tiba suatu gagasan melintas di pikiran saya. Saya terpikir, mengapa pemerintah tidak membuatkan saja suatu jalur khusus untuk dilalui oleh para pedagang makanan keliling ? Suatu jalur khusus yang disediakan secara khusus untuk dilalui oleh para pedagang tersebut agar mereka tidak mengganggu laju kendaraan yang sedang melaju. Saya teringat bahwa seringkali para pedagang makanan keliling yang sedang mendorong gerobak jualannya dapat memperlambat kecepatan kendaraan, belum lagi ada beberapa diantara mereka yang terkadang menyeberang jalan seenaknya. Saya pun terpikir, mengapa tidak ada suatu jalur khusus untuk mereka ? Jalur khusus yang dapat membantu mereka melaju tanpa terganggu maupun mengganggu pengguna jalan lain. Jalur khusus yang juga dapat menjaga atau menjamin keselamatan mereka dari tertabrak oleh kendaraan yang ada di jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Gagasan ini memang hanyalah sekedar gagasan yang tiba-tiba saja terlintas di suatu sore kala saya sedang melintas di jalan raya. Namun saya rasa gagasan ini layak juga untuk dipikirkan lebih lanjut oleh pemerintah dan jika memang layak untuk ditindaklanjuti, mengapa tidak ? Bukankah pemerintah kota Jakarta menyediakan jalur khusus untuk busway dan di kota Surabaya jalur untuk kendaraan roda dua dan roda empat juga dibedakan ? Mengapa tidak pula dibuat suatu jalur lagi untuk para pedagang makanan keliling ? Bagaimana menurut kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-6412374313071288466?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JkdXoSDoEtEHFxN4N73p-eBWBDU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JkdXoSDoEtEHFxN4N73p-eBWBDU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JkdXoSDoEtEHFxN4N73p-eBWBDU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JkdXoSDoEtEHFxN4N73p-eBWBDU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/yqaKZ6U0pyY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/6412374313071288466/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/indonesia-harus-punya-jalur-khusus-ini.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/6412374313071288466?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/6412374313071288466?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/yqaKZ6U0pyY/indonesia-harus-punya-jalur-khusus-ini.html" title="Indonesia Harus Punya Jalur Khusus Ini ?" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/indonesia-harus-punya-jalur-khusus-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIFSHg4cCp7ImA9WhdVGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-4515469606864761592</id><published>2011-09-25T16:38:00.002+07:00</published><updated>2011-09-25T16:38:39.638+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-25T16:38:39.638+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Seputar Blog" /><title>Brand New Name (Selalu Ada Cerita Dibalik Sebuah Nama)</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kita pasti sering mendengar mengenai pentingnya perubahan. Pagi ini, secara tiba-tiba kata perubahan itu muncul dalam pikiran saya, dan didorong oleh kesadaran mengenai pentingnya perubahan serta keinginan diri saya sendiri untuk berubah dan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, maka hari ini saya memutuskan untuk menciptakan (baca: mengganti) nama blog saya. Sebuah nama baru yang saya harapkan dapat menjadi ciri baru bagi blog saya maupun bagi diri saya sendiri. Sebuah nama yang akan menjadi sebuah cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Nama lama blog ini, Thinkerman alias Si Tukang Pikir, namun seiring dengan berjalannya waktu saya berpikir dan semakin sadar bahwa berpikir saja tidak akan pernah cukup. Jika saya hanya menjadi tukang pikir, maka kemungkinan besar saya memang akan mampu melahirkan banyak gagasan besar dan hebat, tetapi kemungkinan besar seluruh gagasan hebat tersebut hanya akan menjadi sebuah gagasan yang hebat dan tidak akan memiliki wujudnya yang nyata. Saya sadar bahwa berpikir memang penting, namun sekedar berpikir tidak akan pernah cukup. Berpikir saja tidak akan membantu saya untuk melahirkan karya-karya nyata yang hebat.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Kesadaran baru yang hinggap di benak saya pagi ini telah mendorong saya untuk mengambil sebuah keputusan untuk mengganti nama blog saya. Saya berpikir sejenak untuk menentukan nama baru blog ini, dan pada akhirnya satu nama telah muncul di benak, yaitu Action Man. Sebuah nama baru yang saya rasa tepat untuk sebuah perubahan yang saya inginkan tampak pada kehidupan saya sendiri. Saya ingin berubah, tidak sekedar menjadi makhluk yang hanya sekedar berpikir, tetapi juga mampu mengubah sebuah pikiran atau gagasan menjadi sebuah karya nyata. Karya yang berawal dari gagasan yang diikuti dengan tindak lanjut atau tindakan untuk benar-benar membuatnya memiliki wujud nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Action Man alias Si Tukang Bertindak tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan nama lama blog ini, tetapi lebih tepatnya untuk melengkapi atau menyempurnakan nama lamanya. Si Tukang Pikir tidak akan menjadi apa-apa jika dia hanya berpikir, oleh karena itu dia juga perlu bertindak (action). Pemikiran itulah yang menjadi dasar dipilihnya nama baru blog ini, Action Man. Saya ingin melatih diri saya sendiri yang selama hampir dua tahun terakhir hanya menjadi tukang pikir untuk beralih menjadi tukang aksi. Saya ingin melatih diri saya untuk mampu menyelaraskan pemikiran saya dengan tindakan saya. Saya ingin menjadi seorang pribadi yang menindaklanjuti setiap gagasan hebat yang muncul di pikiran untuk menjadikannya karya nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Demikianlah penjelasan singkat saya mengenai nama baru blog ini. Saya mengganti nama ini karena saya memiliki harapan agar perubahan nama ini juga berdampak pada kehidupan saya sendiri. Saya berharap perubahan nama ini benar-benar berdampak untuk membantu saya menjadi seorang individu yang aktif dalam berpikir dan aktif dalam bertindak. Yes, Act Up ! Be the action man !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-4515469606864761592?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/avDlH_DsWyA9yyHE8DeLn-zTdIQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/avDlH_DsWyA9yyHE8DeLn-zTdIQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/avDlH_DsWyA9yyHE8DeLn-zTdIQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/avDlH_DsWyA9yyHE8DeLn-zTdIQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/h2I7JqlCPqM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/4515469606864761592/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/brand-new-name-selalu-ada-cerita.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4515469606864761592?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/4515469606864761592?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/h2I7JqlCPqM/brand-new-name-selalu-ada-cerita.html" title="Brand New Name (Selalu Ada Cerita Dibalik Sebuah Nama)" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/brand-new-name-selalu-ada-cerita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4ERHc5cCp7ImA9WhdVGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3058302510111442636.post-3620274947263612263</id><published>2011-09-24T22:25:00.000+07:00</published><updated>2011-09-24T22:25:05.928+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-24T22:25:05.928+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Menang Atas Diri Sendiri</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya pernah mendengar kalimat yang menjadi judul tulisan ini. Sejak saat itu hingga sekarang, saya masih sering mendengar atau membaca kalimat tersebut. Kalimat tersebut juga terus terngiang-ngiang di telinga serta terus muncul di pikiran saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya tidak akan pernah atas orang lain, jika saya tidak dapat menang atas diri saya sendiri. Yang saya maksudkan dengan menang disini bukanlah memenangkan perkelahian, sengketa, cekcok, adu pendapat yang tidak penting, dan segala jenis kemenangan yang negatif lainnya. Namun, kemenangan atas orang lain yang saya maksudkan adalah bagaimana saya dapat memenangkan perasaan mereka, mampu memimpin mereka, mampu mengarahkan cara berpikir dan bertindak, serta mampu berdamai dengan mereka. Saya tidak mungkin menang atas semuanya itu, jika saya tidak menang atas diri saya sendiri dalam semua hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya tidak mungkin menang atas orang lain, jika saya belum pernah menang atas diri saya sendiri. Pernyataan terus dan terus terngiang di pikiran saya, hingga akhirnya saya benar-benar menyadarinya. Saya tidak mungkin mampu mendisiplin orang lain, jika saya tidak mampu mendisiplin diri saya sendiri. Saya tidak mungkin mampu memimpin orang lain, jika saya tidak mampu memimpin diri saya sendiri. Saya tidak dapat memahami orang lain, jika saya tidak terlebih dahulu dapat memahami diri saya sendiri. Saya tidak mungkin mampu berdamai dengan orang lain, jika saya tidak mampu berdamai dengan diri saya sendiri. Semua hal tersebut menjadikan saya tersadar dan sekaligus menjadi pemicu awal saya untuk mulai belajar kembali mengenai disiplin diri, kepemimpinan diri, manajemen diri, pengenalan yang mendalam akan diri sendiri, kemampuan untuk berdamai dengan segala masa lalu saya, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saya akhirnya benar-benar percaya bahwa saya tidak akan mampu menang, bersahabat, mengerti atau memahami, memimpin, mendisiplin orang lain, jika saya tidak terlebih dahulu mampu melakukannya terhadap diri saya sendiri. Saya harus berupaya menang atas diri saya sendiri sebelum saya dapat menang atas orang lain. Bagaimana menurut kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3058302510111442636-3620274947263612263?l=peteradisaputro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UoN9EXAVxK-O23F56WePZ9R4Euk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UoN9EXAVxK-O23F56WePZ9R4Euk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UoN9EXAVxK-O23F56WePZ9R4Euk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UoN9EXAVxK-O23F56WePZ9R4Euk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ThinkermanBlog/~4/oN3aKXrsJO0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/feeds/3620274947263612263/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/menang-atas-diri-sendiri.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3620274947263612263?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3058302510111442636/posts/default/3620274947263612263?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ThinkermanBlog/~3/oN3aKXrsJO0/menang-atas-diri-sendiri.html" title="Menang Atas Diri Sendiri" /><author><name>Peter Adi Saputro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821287142597284916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="26" height="32" src="http://4.bp.blogspot.com/-D5eNL0jarE8/TgS3VgWzFKI/AAAAAAAAAJc/5d7ev4sHLus/s220/Image127.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://peteradisaputro.blogspot.com/2011/09/menang-atas-diri-sendiri.html</feedburner:origLink></entry></feed>

