<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909</atom:id><lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 04:01:25 +0000</lastBuildDate><title>kehidupan.tionghoanews.com</title><description>Media bacaan digital Tionghoa Indonesia</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Kehidupan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>633</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-4291276263410877489</guid><pubDate>Tue, 25 Jun 2013 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-25T12:52:58.681+07:00</atom:updated><title>PENCARIAN HARTA KARUN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEUp3oiOr8mScHgzQyH3cbh23mvpTBU-Si8wcbCIzRkO_6s5qcKLzuvz0wFxjM7WZwoWRvdEV44ohUL4lccysY4AE7-jyCceTolMIc5FHiG1V5RnL_xeTAgKmWrFbmzY2eevlYivJFbAx/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FwYWwtYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-778681&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEUp3oiOr8mScHgzQyH3cbh23mvpTBU-Si8wcbCIzRkO_6s5qcKLzuvz0wFxjM7WZwoWRvdEV44ohUL4lccysY4AE7-jyCceTolMIc5FHiG1V5RnL_xeTAgKmWrFbmzY2eevlYivJFbAx/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FwYWwtYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-778681&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5893294621641796322&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dahulu,&amp;#160; ada sekelompok pedagang ingin pergi ke laut mencari harta karun yang katanya terpendam di dalam laut.&lt;p&gt;Mereka mengundang&amp;#160; Tathagata ke perahu, berharap dengan kekuatan Tathagata mereka bisa dengan selamat sampai ke tempat tujuan.&lt;p&gt;Akhirnya, Tathagata semakin hari semakin tua, berjalan di kamarnya sendiri saja harus dipapah dan dibantu. Pada suatu hari, ada seorang pedagang datang mencari Tathagata setelah menyembahnya berkata, &amp;quot;Saya bermaksud pergi ke laut mencari harta karun, saya mengundang Tathagata pergi bersama.&amp;quot;&lt;p&gt;Tathagata berkata, &amp;quot;Cobalah engkau lihat, saya sekarang berjalan saja sudah tidak punya tenaga, mana mungkin menemani kamu pergi ke laut.&amp;quot;&lt;p&gt;Pedagang berkata, &amp;quot;Saya harap Tathagatha mengabulkan permintaan saya. Saya tidak akan mengandalkan kekuatan Mu, hanya ikut dan duduk di dalam perahu sudah cukup.&amp;quot;&lt;p&gt;Tathagata melihat pedagang begitu tulus, akhirnya mengikuti pedagang duduk di perahunya menuju ke laut.&lt;p&gt;Banyak pedagang yang ikut di kapal tersebut. Mereka berlayar menuju tempat pencarian harta ke arah tenggara. Pada saat itu, bertiup angin&amp;#160; utara, kapal menyimpang dari jalurnya. Pada hari ke tujuh, tiba-tiba air laut berubah menjadi warna emas,&amp;#160; seperti permukaan laut dilapisi oleh emas. Pada pedagang ini dengan suara serentak bertanya kepada Tathagata, &amp;quot;Air laut yang berwarna hijau kenapa bisa berubah menjadi warna emas?&amp;quot;&lt;p&gt;Tathagata menjawab, &amp;quot;Kita sekarang memasuki perairan laut emas. Karena di dalam laut terdapat banyak sekali&amp;#160; emas, sehingga memancar ke permukaan laut, oleh sebab itu pemandangan seperti ini. Kita terbawa angin sampai ditempat ini, sudah menyimpang dari arah, sangat berbahaya, kalian jangan sampai tergiur turun dan mengorbankan nyawa, kita harus berusaha menurunkan layar membalik arah ke utara.&amp;quot;&lt;p&gt;Tetapi tanpa diduga kapal ditiup angin, sehingga semakin lama semakin menjauh dari utara. Setelah beberapa hari&amp;#160; air laut terlihat berubah menjadi warna putih, seperti&amp;#160; dunia yang dilapisi es.&lt;p&gt;Tathagata berkata kepada mereka, &amp;quot;Sekarang kita memasuki lautan mutiara. Didasar laut ini seluruhnya terdiri dari mutiara yang putih. Karena pancaran mutiara, semua terlihat seperti ini. Tetapi kita semakin lama semakin menjauhi tujuan. Harus mencari segala akal untuk kembali ke arah utara.&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;Tetapi kapal masih mengikuti arah angin, semakin lama semakin menjauhi arah utara.&lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, air laut ketiga kalinya berubah warna, berubah menjadi warna hijau,&amp;#160; seperti kaca berwarna hijau. Sekali ini Tathagata membalas perkataan pedagang berkata, &amp;quot;Sekarang kita memasuki lautan kaca berwarna hijau. Didasar laut terdapat giok berwarna hijau yang banyak sekali, karena pancaran dari warna hijau sehingga laut berubah menjadi demikian.&lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, air laut keempat kali berubah warna, pada saat ini berubah menjadi warna merah seperti lautan darah. Tathagata berkata, &amp;quot;Sekarang, kita memasuki lautan kaca berwarna merah, didalam dasar laut penuh dengan permata berwarna merah, sehingga memancarkan warna seperti pemadangan ini.&amp;quot;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, air laut kelima kali berubah warna, sekali ini berubah warna menjadi hitam seperti tinta yang pekat. Berikutnya dari arah kejauhan terdengar suara ledakan yang dahsyat, kemudian api dengan cepat berkobar mencuat dari dasar laut, menerjang ke arah langit. Para pedagang sejak lahir sampai sekarang tidak pernah melihat pemandangan yang demikian mengerikan, mereka tiba-tiba menyadari, nyawa mereka sedang terancam!&amp;quot;&lt;p&gt;Tathagata berkata, &amp;quot;Disini adalah tempat yang sangat mengerikan, banyak karma buruk perbuatan manusia, akan membuat kita hangus terbakar. Api ini akan membakar habis air laut, dalam sehari semalam, maka seluruh daratan akan menjadi lautan, seluruh manusia akan binasa&amp;quot;&lt;p&gt;Semua orang di dalam kapal yang mendengar perkataan Tathagata, ketakutan dan sedih lalu berkata, &amp;quot;Kami ke laut mencari harta, bertemu dengan marabahaya ini, sangat menyedihkan. Jika memang demikian apa yang harus kami lakukan supaya terhindar dari bahaya tersebut?&amp;quot;&lt;p&gt;Ada orang yang meratap memanggil nama orang tuanya, ada yang sedih mengingat anak-istrinya di rumah, meratap memohon ke langit, ada yang berdoa mereka berusaha mencari cara penyelamatan, ada orang yang berlutut di hadapan Tathagata memohon.&lt;p&gt;Pada saat ini Tathagata untuk meredakan kengerian mereka, berkata, &amp;quot;Seluruh pria sejati di dunia ini juga takut mati. Sedih dan putus asa kehilangan akal sehat, kalian bertobat dengan hati tulus, mungkin kalian bisa selamat kali ini. Tapi kita pasti mati, dan akan memasuki kehidupan berikutnya, akan kemana kita pergi?&amp;quot;&lt;p&gt;Angin kencang berhenti, akhirnya perahu mereka dapat berjalan dengan lancar kembali ke utara.&lt;p&gt;Pesan Tathagatha kepada mereka: &amp;quot;Kalian mengumpulkan harta di dunia jangan terlalu tamak dan menggunakan cara-cara tidak benar, agar tidak akan menghadapi bencana lagi. Kalian harus ingat, sulit untuk mendapatkan badan manusia ini,&amp;#160; jagalah hati nurani kalian!&amp;quot;&lt;p&gt;Para pedagang mengingat pesan Tathagatha. Saat perahu berlabuh, mereka menyadari bahwa mereka telah memperoleh &amp;quot;harta karun&amp;quot; yang dimaksud. &amp;#160;Ternyata di dunia ini tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa yang harus dijaga dengan baik dengan hidup yang lurus. [Meilinda Chen / Jakarta]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/06/pencarian-harta-karun.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBEUp3oiOr8mScHgzQyH3cbh23mvpTBU-Si8wcbCIzRkO_6s5qcKLzuvz0wFxjM7WZwoWRvdEV44ohUL4lccysY4AE7-jyCceTolMIc5FHiG1V5RnL_xeTAgKmWrFbmzY2eevlYivJFbAx/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FwYWwtYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-778681" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-1563103105631165</guid><pubDate>Mon, 24 Jun 2013 10:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-24T17:53:17.809+07:00</atom:updated><title>BENANG LABA-LABA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQiPuy4LGjyhesQ0CM7GEk4jhajN_06AGSGykjYGOgWWvaiw3hCiHpR78Yfd_GqmKsv893oOuZBxg1nvcOvaOkiHi9pkFfsckUVOFjsB8gR8aVJoE8e9qjflEtD7Kcxu7Zc8PO8psW4AF/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVuYW5nLWxhYmEtbGFiYS5qcGc%253D%253F%253D-797809&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQiPuy4LGjyhesQ0CM7GEk4jhajN_06AGSGykjYGOgWWvaiw3hCiHpR78Yfd_GqmKsv893oOuZBxg1nvcOvaOkiHi9pkFfsckUVOFjsB8gR8aVJoE8e9qjflEtD7Kcxu7Zc8PO8psW4AF/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVuYW5nLWxhYmEtbGFiYS5qcGc%253D%253F%253D-797809&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5893000928327322978&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Apakah sifat egois dan mementingkan diri sendiri dapat terbawa sampai ke kehidupan setelah mati?&lt;p&gt;Ya, dan hal itu sangat berbahaya apabila tidak kita hentikan mulai dari sekarang.&lt;p&gt;Berikut adalah kisah mengenai seorang bernama Kandadu.&lt;p&gt;Di taman kerajaan surga ada sebuah sumur. Pada suatu hari, Sang Buddha sendirian duduk di dekat sumur. Sumur ini bukan sumur biasa. Di dasar sumur ini adalah neraka, sebuah neraka yang nyata.&lt;p&gt;Di dalam sumur tidak ada setetes air pun. Di sana hanya ada lautan api. Lautan api yang tidak pernah padam. Di dalam sumur tersebut penuh sesak dengan orang yang meminta pertolongan, dan yang mengeluh.&lt;p&gt;Disana ada seorang yang lehernya panjang dan suaranya paling keras sedang memanggil-manggil, dia membuka kedua matanya dengan lebar, menginjak kepala, badan orang dengan suara keras berkata kepada Sang Budha, &amp;quot;Budha yang penuh kasih, tolong selamatkan saya, saya sangat menderita! Engkau adalah penyelamat, jangan tinggalkan saya. Selamatkan saya!&amp;quot;&lt;p&gt;Sang Budha memandang ke dalam sumur, dia mengenali orang tersebut adalah Kandadu seorang penjahat besar di dunia. Karena dia telah membunuh dan melakukan kejahatan yang besar didunia, setelah meninggal masuk kedalam neraka.&lt;p&gt;&amp;quot;Hai engkau Kandadu, bagaimana saya bisa menyelamatkan kamu, saya teringat pada suatu hari, engkau berjalan di jalanan, ketika akan menginjak seekor laba-laba, tiba-tiba timbul belas kasih di hatimu dan berpikir, &amp;quot;laba-laba ini adalah binatang kecil, kenapa saya harus menginjaknya mati? Lalu engkau melangkah melewati laba-laba, berarti engkau telah menyelamatkan laba-laba itu. Ini hanya perbuatan baik yang sangat kecil, tetapi engkau masih memiliki sebuah niat yang baik.... saya akan mencoba menggunakan kekuatan kecil laba-laba ini untuk menyelamatkan engkau dari penderitaan!&amp;quot;&lt;p&gt;Sebuah benang tipis dan kecil sarang laba-laba, melewati sebuah lubang kecil melalui langit di neraka memasuki neraka. Kandadu seperti seorang yang tenggelam di laut melihat sebuah perahu penyelamat, dengan erat memegang benang sarang laba-laba dengan sekuat tenaga berusaha memanjat naik keatas.&lt;p&gt;Supaya dapat keluar dari kegelapan di neraka yang penuh penderitaan, Kandadu dengan sekuat tenaga memanjat. Ketika dia sedang memanjat, dia merasakan benang sarang laba-laba ini bergoyang dengan kuat, ketika dia membalikkan kepalanya memandang ke bawah, dia melihat banyak orang di neraka juga mengambil kesempatan memegang tali sarang laba-laba naik keatas.&lt;p&gt;Dengan suara keras dia membentak, &amp;quot;bajingan, kalian semua bajingan! Sarang laba-laba ini milik saya, karena karma baik saya mendapatkan ini. Jika kalian masih memanjat, maka tali ini akan putus, jangan berani memanjat lagi, cepat turun dari sana! Kalian semua penjahat, bajingan yang hanya ingin menarik keuntungan dari saya, jangan harap!&amp;quot;&lt;p&gt;Tetapi, walaupun Kandadu memaki dan berteriak, orang-orang yang dibawanya masih berebut tali tersebut memanjat keatas. Wajah-wajah mereka terlihat seperti wajah yang akan meledak, sangat jelek, putus asa, menderita.&lt;p&gt;Di dunia, mereka tidak memperdulikan hidup matinya seseorang, mereka hanya mementingkan diri sendiri; sekarang mereka sudah masuk ke dalam neraka, mereka masih tidak peduli kepada orang lain, hanya memikirkan diri sendiri.&lt;p&gt;&amp;quot;Kalian orang-orang menyebalkan, cepat turun semuanya,&amp;quot; kata Kandadu sambil berteriak dengan marah, dia mengeluarkan sebuah pisau dari pinggangnya,&amp;#160; dengan segera dia memotong putus tali sarang laba-laba dikakinya.&lt;p&gt;Semua orang dibawah kakinya terjatuh, terdengar teriakan putus asa. Kandadu melihat hal tersebut sangat gembira, dia tertawa dengan keras.&lt;p&gt;Pada saat ini tali sarang laba-laba yang dipegangnya juga segera putus, Kandadu sambil berteriak terjatuh kebawah, terbanting dengan sangat keras diatas tubuh orang-orang yang berada dibawah neraka....&lt;p&gt;&amp;quot;Tolong! Tolong! Nasibku sungguh malang! Budha yang baik hati tolonglah saya,&amp;quot; Suara Kandadu yang berteriak terdengar paling keras.&lt;p&gt;Sang Budha meninggalkan sumur tersebut. Karena Sang Budha tidak mempunyai cara menyelamatkan Kandadu lagi.&lt;p&gt;Perbuatan baik sekilas, membuat Kandadu dapat diselamatkan dari lautan penderitaan di neraka. Tetapi&amp;#160; akhirnya karena perbuatan dan niat pikiran jahatnnya membuat dia kembali jatuh kedalam neraka. Sebenarnya, hidup, mati, selamat, bahaya hanya tergantung kepada niat pikiran baik dan buruk yang sekejap. [Susanti Lim / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/06/benang-laba-laba.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQiPuy4LGjyhesQ0CM7GEk4jhajN_06AGSGykjYGOgWWvaiw3hCiHpR78Yfd_GqmKsv893oOuZBxg1nvcOvaOkiHi9pkFfsckUVOFjsB8gR8aVJoE8e9qjflEtD7Kcxu7Zc8PO8psW4AF/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVuYW5nLWxhYmEtbGFiYS5qcGc%253D%253F%253D-797809" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-6210995148325366789</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 04:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T11:49:38.972+07:00</atom:updated><title>BALAS BUDI YANG DILAKUKAN 40 TAHUN KEMUDIAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFNurc8Szeyhs4VfNQzzmV3EFUqXfL7LXGUnJ01_1q3iCIhptjYAfdFBqBLjMcgKydWRXmp44FqCVaJ8e9WQ-LfXK_WANufl1D6-ORJCVPxRqm06ladhzsm9WeFPC1oMv6z5mgV1eNJqov/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FQmFsYXMtQnVkaS5qcGc%253D%253F%253D-778973&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFNurc8Szeyhs4VfNQzzmV3EFUqXfL7LXGUnJ01_1q3iCIhptjYAfdFBqBLjMcgKydWRXmp44FqCVaJ8e9WQ-LfXK_WANufl1D6-ORJCVPxRqm06ladhzsm9WeFPC1oMv6z5mgV1eNJqov/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FQmFsYXMtQnVkaS5qcGc%253D%253F%253D-778973&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5891051794346569810&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tahun 30 hingga 40-an abad yang lalu, di Tiongkok ada seorang &amp;quot;ratu film&amp;quot; yang sangat terkenal, bernama Hu Die. Aktingnya sangat baik, membuat film hasil syutingnya sempat mencapai rekor terlaris dalam film domestik. &lt;p&gt;Sekalipun telah sangat berhasil dalam industri seni pertunjukan, namun Hu Die tetaplah seorang yang sangat rendah hati, dan berani berbicara demi keadilan. Setelah usai perang, Hu Die mengikuti suami pindah ke Hong Kong dan setelah suaminya meninggal pada tahun 1975, dia pindah ke Kanada, melewatkan hari-hari dalam ketenangan.&lt;p&gt;Pada suatu hari, seorang perantau Tionghoa berusia tua dari Jepang yang pindah ke Vancouver menemuinya dan mengungkapkan masa lalunya yang tidak terlupakan:&lt;p&gt;Itu terjadi pada suatu malam di mana Hu Die sedang mengadakan pertunjukan panggung besar. Pada waktu itu perantau Tionghoa tua tersebut hanya merupakan seorang buruh kasar yang masih muda dan bertanggung jawab untuk menarik tirai panggung. Entah karena tegang atau ada alasan lain, tirai mengalami masalah, sehingga membuat para aktor mengalami kekacauan di panggung dan para penonton di bawah panggung menjadi gaduh. &lt;p&gt;Bos penyelenggara pertunjukan marah besar dan menegur habis-habisan si buruh kasar penarik tirai. Ia melontarkan umpatan bertubi-tubi kepadanya. Hu Die tidak tega melihatnya, kemudian berdiri dan berbicara demi keadilan: &amp;quot;Mengapa Bapak sampai begitu marah! Dia toh masih seorang anak kecil, cukuplah lain kali diminta lebih berhati-hati saja.&amp;quot; Pak Bos tidak berani menyakiti hati aktris besar yang sedang melambung, sehingga dengan sangat terpaksa menyudahinya.&lt;p&gt;Pada saat itu buruh kasar kecil penarik tirai itu diam-diam bersumpah dalam hati: Di kemudian hari ketika saya sukses, harus saya balas budi kebaikan Anda! Tidak lama kemudian, buruh kasar kecil berkesempatan pergi ke Jepang, mulanya dia bekerja serabutan di restoran, dan kemudian membuka sebuah hotel, setelah mengalami pasang surut dan terpaan badai, akhirnya menjadi seorang yang kaya raya. Pada tahun 70-an, ia mendengar kepindahan Hu Die ke Vancouver, maka dia menjual harta keluarganya dan menetap di Vancouver.&lt;p&gt;Setelah mendengar cerita perantau Tionghoa tua tersebut, Hu Die baru menemukan dalam memorinya peristiwa yang dalam hidupnya sama sekali tidak berarti, dan dia juga sama sekali tidak mengira bahwa peristiwa sekecil itu justru telah membuat orang lain mengingatnya seumur hidup. &lt;p&gt;Perantau Tionghoa tua berkata pada Hu Die bahwa dia tahu Hu Die hidup dalam kekurangan, tetapi bila diberi uang pasti tidak akan diterima, maka di tempat yang tidak jauh dari kediamannya dibelikan sebuah apartemen mewah atas nama Hu Die sebagai sebuah hadiah kepadanya.&lt;p&gt;Tak lama setelah perantau Tionghoa tua tersebut memenuhi keinginannya, dia meninggal dunia, sedangkan Hu Die (yang secara harafiah berarti kupu-kupu) pada tahun 1989 ketika berusia 81 tahun juga &amp;quot;telah terbang.&amp;quot;&lt;p&gt;Orang Tiongkok zaman dahulu mengatakan: &amp;quot;Jangan mengingat budi kebaikan yang diberikan, namun jangan melupakan budi kebaikan yang diterima&amp;quot; &amp;quot;budi kebaikan berupa setetes air yang diterima, hendaknya dibalas dengan sumber air&amp;quot;. Balas budi yang dilakukan setelah empat puluh tahun dari perantau Tionghoa tersebut bukankah sudah merupakan penjelasan yang terbaik? [Susi Ng / Balikpapan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/06/balas-budi-yang-dilakukan-40-tahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFNurc8Szeyhs4VfNQzzmV3EFUqXfL7LXGUnJ01_1q3iCIhptjYAfdFBqBLjMcgKydWRXmp44FqCVaJ8e9WQ-LfXK_WANufl1D6-ORJCVPxRqm06ladhzsm9WeFPC1oMv6z5mgV1eNJqov/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FQmFsYXMtQnVkaS5qcGc%253D%253F%253D-778973" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-3723285377436370558</guid><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-14T14:28:24.007+07:00</atom:updated><title>TIDAK ADA ORANG YANG TIDAK MATI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp1Xplhp_b2_NnLt1xBfY7_rjGM2nvx5s9zCVLkAW7IBQlmGXhZk5VpPCmrv8V_nV8xgu1B-D4Hbl1Tznce6aug4-G5fcZL9_cFNetoYskfvcKafJyuOebfUf899S_QMJnQ1R5B08Wx_CF/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FyYW5nYW4tYnVuZ2EuanBn%253F%253D-704007&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp1Xplhp_b2_NnLt1xBfY7_rjGM2nvx5s9zCVLkAW7IBQlmGXhZk5VpPCmrv8V_nV8xgu1B-D4Hbl1Tznce6aug4-G5fcZL9_cFNetoYskfvcKafJyuOebfUf899S_QMJnQ1R5B08Wx_CF/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FyYW5nYW4tYnVuZ2EuanBn%253F%253D-704007&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5889237271161636834&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kehilangan orang yang dikasihi memang adalah salah satu penderitaan manusia yang terbesar.&lt;p&gt;Ini adalah sebuah kisah yang terjadi di India pada saat Sakyamuni hidup.&lt;p&gt;Ketika Sakyamuni menyampaikan Dharma Budha kepada pengikutnya, ada seorang nyonya tua. Anak tunggalnya tiba-tiba meninggal karena sakit. Walaupun anaknya sudah dikebumikan beberapa hari, tetapi setiap hari dia masih menangis dengan sedih.&lt;p&gt;&amp;quot;Anak ini adalah satu-satunya harapan saya, satu-satunya orang yang bisa saya harapkan. Dia telah meninggalkan saya, apa gunanya saya hidup didunia ini lagi? Lebih bagus saya ikut dengannya!&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Di dalam hatinya merasakan demikian. Berturut-turut selama 5 hari dia tidak makan dan minum. Budha Sakyamuni setelah mendengar berita itu, membawa 500 pengikutnya, menuju kuburan putra nenek itu.&lt;p&gt;Nenek tua melihat kedatangan Budha Sakyamuni, segera berlutut memberi hormat. Budha Sakyamuni dengan welas asih bertanya, &amp;quot;Orang tua, apa yang sedang engkau lakukan disini?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Putra tunggal saya meninggal, tetapi, cinta saya terhadapnya, semakin lama semakin besar, saya hanya ingin bersama putra saya meninggalkan dunia ini,&amp;quot; kata nenek tua itu sambil menangis sedih.&lt;p&gt;&amp;quot;Engkau ingin dirimu meninggal, apakah itu maksudmu?&amp;quot; Budha Sakyamuni bertanya.&lt;p&gt;&amp;quot;Budha, apakah engkau merasa saya telah berbuat yang benar?&amp;quot;&amp;#160; nenek tua bertanya kepada Budha dengan penuh harapan.&lt;p&gt;Budha Sakyamuni dengan tenang berkata, &amp;quot;Engkau bawa api kesini, saya akan menggunakan kekuatan supernormal saya, membuat putramu hidup kembali. Tetapi, api ini harus berasal dari rumah orang yang keluarganya tidak pernah meninggal, jika tidak, saya tidak dapat berbuat apapun.&amp;quot;&lt;p&gt;Nenek tua segera pergi mencari api, dia berdiri di jalan besar, bertemu dengan setiap orang dia akan bertanya, &amp;quot;Di rumahmu apakah ada orang yang tidak pernah meninggal?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Sejak nenek moyang saya, mana mungkin tidak ada orang yang meninggal?&amp;quot; mereka semua berkata demikian.&lt;p&gt;Nenek tua sudah berturut-turut bertanya kepada puluhan keluarga, api yang diperlukan dari keluarga yang tidak ada orang yang pernah meninggal, gagal ditemukan. Akhirnya dengan tangan kosong dan putus asa dia kembali mencari Budha Sakyamuni dan berkata, &amp;quot;Saya keluar mencari api, tetapi tidak bisa menemukan api yang keluarganya tidak pernah meninggal, oleh sebab itu saya tidak bisa mendapatkannya.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Oh ya, rupanya memang demikian. Sejak dunia ini diciptakan, tidak ada orang yang tidak meninggal. Oleh sebab itu, orang yang hidup, harus hidup dengan baik, dan engkau ingin meninggal mengikuti anakmu, bukankah ini sebuah keterikatan?&amp;quot;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&lt;p&gt;Nenek tua dicerahkan oleh Budha Sakyamuni, dia seperti terbangun dari mimpinya. Dia tidak ingin mati lagi, dan mulai saat itu dengan tekun mempelajari Dharma Budha. [Tiffanny Chen / Batam] &lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/06/tidak-ada-orang-yang-tidak-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp1Xplhp_b2_NnLt1xBfY7_rjGM2nvx5s9zCVLkAW7IBQlmGXhZk5VpPCmrv8V_nV8xgu1B-D4Hbl1Tznce6aug4-G5fcZL9_cFNetoYskfvcKafJyuOebfUf899S_QMJnQ1R5B08Wx_CF/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2FyYW5nYW4tYnVuZ2EuanBn%253F%253D-704007" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-1761523060777102416</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 05:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T12:31:47.334+07:00</atom:updated><title>MENCARI SEBUAH TEMPAT PARKIR</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoy2PAfLAC1N87t4rMW6KY1rhfy1plPX7hpHBvgEQJee3-xsLrfisc7K1TtGjX8WJbzIJ2Mi4_o5zJbjfET9vUz7fgA-i4J7ApuXKuybsRQg36PHEU4B8lOdguaUbNthIG8QAI9nMH33ny/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FVGVtcGF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-707334&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoy2PAfLAC1N87t4rMW6KY1rhfy1plPX7hpHBvgEQJee3-xsLrfisc7K1TtGjX8WJbzIJ2Mi4_o5zJbjfET9vUz7fgA-i4J7ApuXKuybsRQg36PHEU4B8lOdguaUbNthIG8QAI9nMH33ny/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FVGVtcGF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-707334&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5882898771801621090&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Belakangan ini saya sering mengantar jemput teman, seorang ibu dan anak, yang kembali dari Amerika untuk mengurus pekerjaan. Saat mencari tempat parkir mobil, kami acap kali berselisih. Mereka sering kali setengah mengolok &amp;quot;kekeliruan&amp;quot; saya, namun tanpa rasa jengkel dan marah, terus melanjutkan pekerjaan saya. Ini merupakan reaksi saya satu-satunya, karena saya benar-benar mengerti bahwa tentangan mereka adalah didasari atas perhatian dan rasa sayang.&lt;p&gt;Pada hari itu, peristiwa mencari tempat parkir terulang lagi. Saya tetap bertahan pada prinsip untuk tidak memarkir mobil pada tempat yang telah diberi tanda dan tempat yang akan mengganggu kenyamanan orang lain, saya terus mencari tempat parkir yang tidak melanggar hukum.&lt;p&gt;Namun kali ini, teman saya dengan tidak sabar berkata: &amp;quot;Orang seperti Anda bagaimana dapat bertahan hidup di dunia modern yang penuh persaingan?!&amp;quot; Belum sempat menjawab, putrinya yang berusia sepuluh tahun, yang duduk di belakang mendukung perkataan ibunya: &amp;quot;Bibi, Anda benar-benar keras kepala!&amp;quot; Saya hanya tertawa tanpa menjawab, dan terus mencari…&lt;p&gt;Akhirnya, &amp;quot;Tuhan tidak mengabaikan mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh.&amp;quot; Sebuah tempat parkir yang sangat strategis, seolah khusus disediakan, dengan begitu saja telah menguraikan suasana di antara kami yang agak tegang. Setelah memarkir mobil, saya berkata kepada mereka: &amp;quot;Sesungguhnya, untuk merasa bebas dari rasa bersalah jugalah tidak sulit, asalkan menyediakan sedikit waktu dan uang sudah cukup.&amp;quot;&lt;p&gt;Kelihatannya mereka tidak setuju, namun juga tidak menyanggah, dalam hati saya berpikir, pastilah saya mendapatkan sebuah etiket baru yaitu – selain kolot juga keras kepala.&lt;p&gt;Malam hari menjelang tidur, saya duduk di pinggir tempat tidur, selain menikmati hawa sejuk pendingin ruangan juga untuk mengenang kembali semua kejadian yang dialami akhir-akhir ini. Setelah dipikir dengan cermat, sesungguhnya saya bukanlah sekedar mencari tempat parkir mobil, yang lebih penting lagi adalah mencari tempat yang lebih tenang bagi tubuh dan hati!&lt;p&gt;Di dalam masyarakat modern yang hanya tertarik pada keuntungan materi, &amp;quot;bertindak menurut kebijaksanaan sendiri&amp;quot; merupakan perilaku dan kebiasaan kebanyakan orang, teman saya dan putrinya juga tidak terkecuali. Jikalau kita merasa sangat menderita karena perilaku orang lain tersebut, maka, &amp;quot;apa yang tidak diinginkan orang lain perlakukan terhadap kita janganlah kita perlakukan terhadap orang lain&amp;quot;, buat apa menambah masalah orang lain!&lt;p&gt;Kebetulan sekali, beberapa hari ini, rekan-rekan kerja berturut-turut menelepon membahas masalah pindahan kantor dan pertukaran posisi pada tahun ajaran baru. Mereka semua sudah selesai mengadakan pengaturan yang sesuai dan mengingatkan saya agar bila ada waktu datang ke sekolah untuk beres-beres.&lt;p&gt;Masalah yang sepele ini, setiap tahun selalu dapat menimbulkan kekacauan. Setelah melalui berbagai liku-liku, saya menjadi agak terlatih mendapatkan ketenangan bagai angin lalu. Setelah mengucapkan terima kasih atas niat baik dan perhatian mereka, saya katakan pada diri sendiri: &amp;quot;Tak peduli pada posisi apa, harus berusaha mencapai hati damai karena tidak melakukan kesalahan.&amp;quot; [Irene Ang / Malang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/mencari-sebuah-tempat-parkir.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoy2PAfLAC1N87t4rMW6KY1rhfy1plPX7hpHBvgEQJee3-xsLrfisc7K1TtGjX8WJbzIJ2Mi4_o5zJbjfET9vUz7fgA-i4J7ApuXKuybsRQg36PHEU4B8lOdguaUbNthIG8QAI9nMH33ny/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FVGVtcGF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-707334" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-8111913204718119120</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 05:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T12:12:23.618+07:00</atom:updated><title>TULISAN DALAM BUKU HARIAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWlFzZyTEIDN6qiTLfor_DthMr87X7SvU0gGJZzoOFjZxE59ieY3S54UeDZt4DZBtynOsZRIePTdMkqwsShSwCzwso-vux7opjDnOpvhU4pNLBylc-W1Sje0lZbq_pros7N1P-8M3tWoRt/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGFyaWFuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743618&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWlFzZyTEIDN6qiTLfor_DthMr87X7SvU0gGJZzoOFjZxE59ieY3S54UeDZt4DZBtynOsZRIePTdMkqwsShSwCzwso-vux7opjDnOpvhU4pNLBylc-W1Sje0lZbq_pros7N1P-8M3tWoRt/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGFyaWFuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743618&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5882893773382089970&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Buku harian Ayah bukan buku harian yang indah atau yang disepuh dengan emas, juga bukan buku catatan kecil yang ringkas dan sederhana, melainkan sebuah kalender bulanan yang tergantung ditembok ruang tamu.&lt;p&gt;Di antaranya mencatat tentang kapan membayar tagihan air, listrik, kapan gas LPG telah diganti, dan yang paling mencolok adalah masalah potong rambut pada setiap senin di Minggu ke-empat. Di usia uzur, yang diperhatikan para lansia hanya tinggal masalah kebutuhan sehari-hari dan urusan pribadinya, sudah pasti hal tersebut adalah suatu kebahagiaan yang besar!&lt;p&gt;Saya baru memerhatikan perilaku ayah ini, disebabkan karena saat akan memasak nasi telah kehabisan LPG, bergegas menelepon ke toko untuk memesannya. Setelah itu, mendengar ayah mengomel didepan kalender catatan hariannya yang eksklusif itu, barulah saya menemukan ada &amp;#39;rahasia&amp;#39; di tembok itu. Kemudian saya mencari kesempatan untuk menyelidiki kalender catatan itu dengan saksama.&lt;p&gt;Sore hari ketika kedua orang tua keluar rumah untuk berolahraga, saya mempertimbangkan dengan teliti informasi yang tergantung diatas tembok, dari lingkaran yang sederhana dan kata-kata yang ditulis, telah menghayati alur pikiran ayah yang dalam kecerobohan disertai ketelitian.&lt;p&gt;Mula-mula yang masuk dalam pikiran saya adalah dia melingkari semua hari memangkas rambut dalam satu tahun, semua hari diberi tanda lingkaran, setiap empat minggu sekali, dan semuanya jatuh pada Hari Senin, tidak ada perkecualian. Kalau dipikir kembali, kedisiplinan terhadap jadwalnya sangat bagus sekali, hampir boleh dikatakan angin dan badai tidak bisa menahan, tidak pernah absen. Jelas terlihat masalah tersebut sangat penting baginya.&lt;p&gt;Yang lain ada dalam catatan itu adalah tentang pembayaran, menampakkan gayanya yang sederhana dan hemat secara konsisten. Setiap kali ketika pengeluaran membengkak, selalu akan terdengar stereotip yang tak kenal lelah dari generasi ke generasi, yakni irit air dan listrik, sedangkan yang mendengarkan menganggapnya sepi, akhirnya sudah tentu pendirian sangat jelas, masing-masing menempuh jalan sendiri-sendiri.&lt;p&gt;Kalau dibandingkan dengan buku harian ayah yang sederhana dan jelas, catatan punya saya itu nampaknya lebih rumit, lebih kecil dan sepele. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan melakukan menurut aturan yang ada, melakukan menurut catatan, selalu merasa capai sekali karena mondarmandir, sibuk bukan main.&lt;p&gt;Melalui kesempatan ini, saya pertimbangkan lagi berulang-ulang bukan hanya mawas diri: Apakah harus demikian? Jawaban yang saya dapat agak ragu-ragu. Pengejaran akan jasa besar, ingin cepat berhasil adalah ketamakan hati yang tidak dapat dipungkiri, banyak bicara sedikit tindakan adalah kepasrahan yang tidak bisa dipungkiri. Berpikir sampai disini, jika dibandingkan dengan catatan ayah yang sederhana, jelas, dan dipertahankan hingga akhir, malah merasa sangat malu sekali!&lt;p&gt;Biksu Daci zaman Dinasti Tang mengatakan: &amp;quot;Daripada bilang mendapatkan satu meter, lebih baik melakukan dan mengambil 30 centi. Daripada mengatakan mendapatkan 30 centi, lebih baik melakukan dan mengambil 3 centi.&amp;quot;&lt;p&gt;Yang dimaksud disini adalah tempat yang sangat kecil, harus merealisasikan prinsip-prinsip tersebut dari yang paling renik atau rinci, baru bisa benar-benar bermanfaat. Merealisasikan itu adalah daya melaksanakan, dan hal yang paling berharga dari pelaksanaan itu adalah &amp;quot;mempertahankan&amp;quot;.&lt;p&gt;Keuletan yang sepanjang perjalanan tetap terjaga dari awal hingga akhir, dan tidak melupakan maksud semula, keberanian untuk berjuang dengan segenap tenaga, semuanya ini adalah kunci-kunci keberhasilan yang tidak bisa dikurangi. Jika dilihat menurut standar, apa yang dapat dilakukan oleh ayah, saya sulit menandinginya.&lt;p&gt;Pernah menganggap diri saya benar, menganggap ayah keras kepala dan berat sebelah, berpandangan dangkal dan pendek, adalah sosok orang yang &amp;quot;tidak bisa diajak berembuk&amp;quot;. Selama bertahun-tahun saya memegang prinsip &amp;quot;pendapat tidak sama, tidak bisa kerjasama&amp;quot;, dengan sikap dingin memandang segala perilakunya. Walau pun dalam hati tidak setuju, tetapi kita berdua juga biasa-biasa saja tanpa pertengkaran.&lt;p&gt;Namun, di hari ini, dengan melihat dan membandingkan catatan harian dan daya pelaksanaan dari masing-masing pihak, tidak bisa disangkal - yang menggapai sesuatu diluar jangkauan dan berkepala udang itu tepat adalah diri saya sendiri. [Sutedjo Tjiang / Sidoarjo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/tulisan-dalam-buku-harian.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWlFzZyTEIDN6qiTLfor_DthMr87X7SvU0gGJZzoOFjZxE59ieY3S54UeDZt4DZBtynOsZRIePTdMkqwsShSwCzwso-vux7opjDnOpvhU4pNLBylc-W1Sje0lZbq_pros7N1P-8M3tWoRt/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGFyaWFuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743618" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-3450034118453462400</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T11:53:41.613+07:00</atom:updated><title>KISAH JEJAK KAKI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDlq2p_Nc35NPRMb9qM2sUFQfO7BpNGswjcZFjceOSRUM6AK6GBtIQFhk29yZ9WsVAvlehdHT-cwp2Y6nGYUNdvpqMK0l87lraCWtORPj9OgKo7YDDjAEMqXYWqu51CssMi41spQNUduIt/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FamVqYWsta2FraS5qcGc%253D%253F%253D-721613&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDlq2p_Nc35NPRMb9qM2sUFQfO7BpNGswjcZFjceOSRUM6AK6GBtIQFhk29yZ9WsVAvlehdHT-cwp2Y6nGYUNdvpqMK0l87lraCWtORPj9OgKo7YDDjAEMqXYWqu51CssMi41spQNUduIt/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FamVqYWsta2FraS5qcGc%253D%253F%253D-721613&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5882888958305730210&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada seorang yang sama dengan kita semua, setiap hari dari pagi sampai malam, sibuk bekerja, hanya ketika malam tiba, dia baru bisa pulang ke rumah beristirahat dan tidur dengan nyenyak.&lt;p&gt;Pada suatu hari, dia bermimpi. Dalam mimpinya, dirinya sendiri berjalan di gurun pasir yang sepi, perjalanan sangat sulit. Setiap kakinya melangkah akan terbenam ke dalam pasir.&lt;p&gt;Terik matahari hampir membakar seluruh tubuhnya. Di sekelilingnya keadaan sunyi senyap membuat orang tidak bisa bernafas. Walaupun demikian dia bak musafir masih harus tetap melanjutkan perjalanannya, tetap bergerak maju.&lt;p&gt;Pada saat itu ketika musafir melangkah maju, dia melihat sebuah titik hijau, ketika dia semakin mendekat, titik hijau berubah menjadi oasis. Lalu dia berhenti dan beristirahat di oasis itu, meminun airnya, serta menikmati pemandangan padang pasir yang misterius. Mendengar suara kicauan burung, memulihkan energinya di oasis itu. Kemudian dia melanjutkan perjalanannya lagi.&lt;p&gt;Setelah berjalan beberapa saat dia bertemu lagi dengan hamparan gurun pasir yang tidak bertepi. Tampaknya menyeberangi gurun pasir adalah hidupnya. Bahkan dia mempunyai kebiasaan membalikkan badan melihat jalan yang dilaluinya, dia akan melihat jejak kaki 2 orang. Dia tahu betul dan memahami jejak kaki yang lain adalah jejak kaki yang ditinggalkan oleh Tuhan. Disaat yang paling sulit dan menyakitkan, Tuhan tidak meninggalkannya, tetapi berjalan bersamanya. Dia tahu betul dan menyadari, sehingga selalu di dalam hatinya merasa terhibur dan gembira.&lt;p&gt;Tetapi, akhirnya dia berjalan sangat lama, tidak bertemu dengan sebuah oasis, seperti oasis telah ditelan oleh gurun pasir. Kaki musafir ini sudah banyak yang lecet, darah mulai mengalir dari tempat yang lecet. Bibirnya yang kering sudah membuat dirinya tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Seluruh dunia dan oasis terlihat sangat kering, halusinasi secara bergantian menyiksa dan menghancurkannya.&lt;p&gt;Secara bertahap, hati musafir ini mulai timbul rasa marah dan mengutuk. Kematian semakin mendekatinya, membuat dia ngeri dan takut. Rasa sakit dan perjuangan putus asa membuat dia pingsan. Tidak tahu sudah berapa lama dia pingsan. Dia merasakan suatu yang sejuk. Dia membuka matanya melihat, setelah melangkah beberapa langkah dia melihat sebuah mata air yang muncul.&lt;p&gt;Dia bergegas meminum air, seperti setiap sel-sel ditubuhnya telah kenyang meminum air, seperti setiap tetes air menyirami tubuh dan kesadarannya. Kebiasaannya melihat kebelakang&amp;#160; muncul lagi,&amp;#160; dia sangat kaget menyadari, hanya ada satu jejak kaki saja.&lt;p&gt;Musafir ini mendongakkan kepalanya dengan suara keras memarahi langit, &amp;quot;Tuhan, ketika saya hampir mati, ketika saya membutuhkan bantuan, Tuhan telah meninggalkan saya!&amp;quot;&lt;p&gt;Pada saat itu, dia melihat dilangit ada sebuah pintu terang yang terbuka. Sebuah suara yang kuat dan berkuasa berkata, &amp;quot;Manusia, lihatlah! Ketika engkau dalam keadaan paling sulit, dalam keadaan tidak bertenaga untuk berjalan, ketika Anda benar-benar kehilangan harapan dan tak mampu berjalan, Saya yang menggendong Anda melewati jalan itu.&amp;quot; [Tina Wu / Depok]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/kisah-jejak-kaki.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDlq2p_Nc35NPRMb9qM2sUFQfO7BpNGswjcZFjceOSRUM6AK6GBtIQFhk29yZ9WsVAvlehdHT-cwp2Y6nGYUNdvpqMK0l87lraCWtORPj9OgKo7YDDjAEMqXYWqu51CssMi41spQNUduIt/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FamVqYWsta2FraS5qcGc%253D%253F%253D-721613" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-8121243437848582614</guid><pubDate>Mon, 20 May 2013 00:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-20T07:23:20.995+07:00</atom:updated><title>TIKUS NAKAL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTI-HUOJU0b9STsebppGDC5EhU9tHHq1aw_ycaG7XPiP831Udu42gUyUvyNXwZj5b-bzUNYr8WTY65FBTE74XymcTW5awhQOQAt6RRW8ZOIF4F04QkZdIkZnfKWoYhmlFruHVYfaYdDWW2/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlrdXMtbmFrYWwuanBn%253F%253D-700995&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTI-HUOJU0b9STsebppGDC5EhU9tHHq1aw_ycaG7XPiP831Udu42gUyUvyNXwZj5b-bzUNYr8WTY65FBTE74XymcTW5awhQOQAt6RRW8ZOIF4F04QkZdIkZnfKWoYhmlFruHVYfaYdDWW2/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlrdXMtbmFrYWwuanBn%253F%253D-700995&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879850606257762786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dahulu di Yongzhou ada seorang pria yang sangat takhayul, walau berbuat apapun, selalu akan melihat ramalan dan mencocokkan fengshui.&lt;p&gt;Orang ini bershio tikus, oleh sebab itu dia mengganggap tikus sebagai malaikat pelindungnya, sangat menghormati mereka.&lt;br&gt;Bukan hanya dirinya yang menghormati tikus, semua keluarganya tidak boleh membasmi tikus. Dia juga berpesan mereka semua harus melindungi tikus.&lt;p&gt;Oleh sebab itu didalam rumahnya tidak ada seekor kucingpun, istrinya juga harus berhati-hati, tidak boleh menyakiti tikus.&lt;p&gt;Oleh sebab itu, tikus dirumahnya berkeliaran dan merajalela, sangat berani. Didalam ruang tamu, ruang makan, kamar tidur gerombolan tikus besar dan kecil berkeliaran memakan apa saja yang disukainya, tidak ada orang yang melarang mereka.&amp;#160;&lt;p&gt;Bukan hanya itu, tikus-tikus ini kemudian mengajak tikus-tikus disekitarnya dengan mengatakan kepada mereka bahwa dirumah ini bagaikan surga, apapun tidak perlu takut, oleh sebab itu semakin lama semakin banyak tikus-tikus yang pindah ke rumah itu.&lt;p&gt;Mendapat serangan tikus yang ganas, perabot, kursi, meja, lemari tidak ada yang sempurna, semuanya digigit tikus, baju-baju didalam lemari juga menjadi compang camping digigit tikus. Tidak ada sepotong baju yang utuh. Makanan juga sisa yang ditinggalkan oleh tikus.&lt;p&gt;Setelah malam hari, maka tikus akan berkeliaran dan berpesta pora. &amp;quot;Cit..cit...cit&amp;quot; menggigit apa saja, semua menjadi kacau balau, suaranya sangat membisingkan membuat orang tidak bisa tidur. Di siang hari juga sama, berjalan dan berlari seenaknya, tanpa memperdulikan orang, seperti dialah raja di dalam rumah tersebut.&lt;p&gt;Setelah beberapa tahun, tuan rumah ini pindah tugas ke luar kota sehingga rumah ini dijual ke orang lain. Tetapi tikus-tikus tersebut masih seperti dahulu, bahkan makin ganas.&lt;p&gt;Pemilik rumah yang baru sangat marah dan heran, berkata kepada orang lain, &amp;quot;Tikus-tikus menyebalkan, jika di malam hari mencuri-curi makan masih bisa ditoleransi, sekarang malahan sangat berani, sungguh menyebalkan, kita harus mencari jalan membasminya!.&amp;quot;&lt;p&gt;Akhirnya, mereka memelihara beberapa kucing besar dengan menutup rapat semua pintu dan jendela juga menutup semua jalan keluar. Menyemprotkan pembasmi tikus ke selokan-selokan dan menyuruh puluhan orang yang ahli menangkap tikus untuk membunuh mereka. Tikus-tikus ini mendapat serangan demikian dahsyat, sehingga semuanya mati.&amp;#160;&lt;p&gt;Tikus-tikus tidak tahu diri itu, mereka berpikir semua pemilik rumah menaruh perhatian kepada mereka. Ini adalah kesalahan besar. Mereka yang merajalela sendiri seenaknya akhirnya memprovokasi bencana bagi dirinya sendiri.&amp;#160;&lt;p&gt;Manusia juga sama. Jangan sombong, mengekspos kemenangan atau kekayaan yang diperoleh saat itu dan kemudian lupa diri, jika tidak, nasibnya maka akan sama dengan tikus-tikus dari Yongzhou! [Natalia Lim / Cirebon]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/tikus-nakal.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTI-HUOJU0b9STsebppGDC5EhU9tHHq1aw_ycaG7XPiP831Udu42gUyUvyNXwZj5b-bzUNYr8WTY65FBTE74XymcTW5awhQOQAt6RRW8ZOIF4F04QkZdIkZnfKWoYhmlFruHVYfaYdDWW2/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlrdXMtbmFrYWwuanBn%253F%253D-700995" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-6701919325020283370</guid><pubDate>Mon, 20 May 2013 00:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-20T07:15:43.508+07:00</atom:updated><title>KUDA EMAS DAN BAJU NAGA API</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyPLhyPMOTEaSOeV-Y70kCING7D870nEMgNaCzSBkN8s1edGj6k1m3Zz5L-o1v3SA3jzu39FUIPqzOcT7MDvGgWneGu6IY1AiTMLKreMdK_ywbak9i2xg7EcmWrDWbckH6lUTY10abkziC/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FS3VkYStlbWFzK2RhbitiYWp1K25hZ2ErYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743509&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyPLhyPMOTEaSOeV-Y70kCING7D870nEMgNaCzSBkN8s1edGj6k1m3Zz5L-o1v3SA3jzu39FUIPqzOcT7MDvGgWneGu6IY1AiTMLKreMdK_ywbak9i2xg7EcmWrDWbckH6lUTY10abkziC/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FS3VkYStlbWFzK2RhbitiYWp1K25hZ2ErYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743509&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879848643886889874&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada seseorang yang&amp;#160; hidup di kerajaany ang sangat mencintai uang, seperti ia mencintai hidupnya sendiri. Dimatanya, uang logam terkecil sama besar seperti sebuah batu permata.&amp;#160;&lt;p&gt;Dia selalu mencari cara baru untuk menghasilkan uang dan sangat pelit kepada petani penggarapnya. Mereka semua memanggilnya &amp;quot;orang kikir.&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;Suatu tahun dalam waktu yang lama daerah itu mengalami kekeringan yang merusak seluruh tanaman. Para petani dari tahun ke tahun, tidak pernah memiliki cadangan gandum dan yang kehabisan stok sekarang hanya makan kulit dan akar untuk bertahan hidup, bahkan sekarang ini segalanya dikonsumsi.&amp;#160;&lt;p&gt;Oleh karena mereka kelaparan, akhirnya mereka berinsiatif untuk meminjam gandum kepada orang kikir yang memiliki lumbung persediaan besar dan kecil penuh sesak. Meskipun gandumnya berkecambah dan tepungnya dipenuhi belatung, ia tidak akan berpisah dengan segenggam pun miliknya.&amp;#160;&lt;p&gt;Mereka kemudian berunding bersama-sama dan akhirnya menghasilkan sebuah rencana bagus. Mereka bersama-sama mengumpulkan beberapa lempeng perak kecil dan juga berhasil mendapatkan seekor kuda kecil kurus. Mereka menaruh uang perak di pantat kuda dan membungkusnya dengan segumpal kapas. Lalu seorang petani yang medapat julukan &amp;quot;Bigmouth&amp;quot;&amp;#160; pergi&amp;#160; ke rumah orang kikir dengan kuda tersebut. Melihat dia masuk, orang kikir menjadi marah. Kumisnya mengembang.&amp;#160;&lt;p&gt;Dia memelototi&amp;#160; Bigmouth, menunjukkan bahwa dia marah sambil berteriak, &amp;quot;Kamu tolol. Kamu telah mengotori halaman saya ! Enyahlah dari hadapan saya. !&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;&amp;quot;Pelankan suaramu, Tuan,&amp;quot; kata Bigmouth dengan terenyum. &amp;quot;Jika Anda menakut-nakuti kuda saya dan membuatnya kabur, maka Anda harus menjual semuanya untuk menghindarkan diri anda dari bencana.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Nah, Bigmouth, membual lagi !&amp;quot; kata orang kikir. &amp;quot;Apa yang berharga dari kuda kecil kurus?&amp;quot;   &lt;p&gt;Bigmouth menjawab, &amp;quot;Oh, tidak ada, kecuali ketika ia menggerakan pantatnya, maka isi perutnya yang berupa perak dan emas akan keluar.&amp;quot;   &lt;p&gt;Kemarahan orang kikir menjadi mereda dan ia cepat-cepat bertanya, &amp;quot;Dari mana kamu mendapatkan binatang ini?&amp;quot; &lt;p&gt;&amp;quot;Saya bermimpi beberapa malam lalu,&amp;quot; kata Bigmouth. &amp;quot;Saya bertemu dengan seorang pria tua berjanggut putih yang berkata kepada saya, &amp;#39;Bigmouth, ada seekor kuda jantan muda yang akan digunakan untuk membawa emas dan perak karena Dewa kekayaan telah diturunkan dan dikirim ke Bumi. Pergilah ke timur laut dan tangkaplah. Ketika ia bergerak, maka isi perutnya akan keluar perak dan emas. Jika kamu menangkapnya, akan menghasilkan banyak uang..&amp;quot;&lt;p&gt;Lalu orang tua itu mendorong dan saya terbangun. Saya tidak menganggapnya serius, karena berpikir hal itu hanyalah sebuah mimpi..Saya berbalik dan tertidur lagi. Namun, begitu saya memejamkan mata, pria tua itu muncul kembali dan mendesak saya untuk bergegas. Kuda akan jatuh ke tangan orang lain jika kamu menunda !&amp;quot; katanya, dan mendorong saya lagi sehingga membuat saya terbangun.&amp;#160;&lt;p&gt;Saya mengenakan pakaian dan berlari keluar.. Di timur laut saya melihat ada sebuah bola api. Ketika saya berlari, cukup yakin, ada kuda jantan muda yang sedang makan rumput dengan puas. Jadi saya membawanya pulang. Pada hari berikutnya, saya mendirikan sebuah altar pedupaan dan begitu saya menyalakan kemenyan, maka kuda itu mulai mengeluarkan perak dari pantatnya. &amp;quot;  &lt;p&gt;&amp;quot;Betulkah hal itu ?&amp;quot; tanya orang kikir itu penuh semangat.   &lt;p&gt;Bigmouth menjawab, &amp;quot;Ada pepatah lama&amp;#160; mengatakan,&amp;quot; Membuktikan enaknya puding adalah dengan Memakannya.&amp;quot; Jika Anda tidak percaya padaku, izinkan saya untuk mendemonstrasikannya didepan Anda. &amp;quot;  &lt;p&gt;Dia meminta orang kikir untuk membuat perapian dan cahaya dupa. Sementara itu, ia sendiri meletakkan piring di belakang kuda. Dia diam-diam mengeluarkan segumpal kapas pengganjal dan perak kecil berdentang jatuh ke piring. Melihat kuda itu benar-benar mengeluarkan perak dari perutnya, orang kikir itu makin pensaran dan terus bertanya, &amp;quot;Berapa dia bisa menghasilkan perak sehari?&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;&amp;quot;Tiga atau empat tail sehari bagi kami orang yang kurang beruntung,&amp;quot; jawab Bigmouth. &amp;quot;Tapi orang tua itu dalam mimpi saya berkata bahwa jika ia bertemu orang yang benar-benar beruntung, maka dia bisa menghasilkan tiga puluh atau empat puluh.&amp;quot;   &lt;p&gt;Orang kikir berpikir, &amp;quot;Aku harus menjadi salah satu dari mereka. Seandainya aku bisa mendapatkan kuda itu, maka ia harus menghasilkan sedikitnya dua puluh tail sehari.&amp;#160; Artinya enam ratus tael sebulan dan tujuh ribu dua ratus tail setahun..&amp;quot;  &lt;p&gt;Semakin lama jumlahnya semakin banyak yang dihitungnya, ia semakin nafsu untuk mendapatkan kuda itu. Dia memutuskan&amp;#160; harus membeli kuda itu dan membicarakannya dengan Bigmouth.   &lt;p&gt;Pertama Bigmouth pura-pura tidak mau. Orang kikir mencoba lagi untuk membujuknya dan berjanji akan membayar dengan harga yang ia inginkan. Pada akhirnya Bigmouth mendesah dan berkata, &amp;quot;Oh baiklah, keberuntungan saya jelas lebih buruk dari Anda.. Saya akan menjualnya. Tapi saya tidak ingin perak atau emas, saya hanya meminta tiga puluh gantang gandum.&amp;quot;&lt;p&gt;Orang kikir menganggap tiga puluh gantang gandum sebagai harga yang sangat murah dan langsung menyetujuinya. Mereka membuat pertukaran saat itu juga.   &lt;p&gt;Bigmouth kemudian bergegas pulang dengan gandum itu dan membagikannya di antara sesama petani. Mereka semua sangat senang memilikinya. Orang kikir saat itu merasa bahagia memiliki kuda itu dan&amp;#160; tidak bisa berhenti tertawa sendiri.&amp;#160;&lt;p&gt;Orang kikir itu takut kehilangan kudanya dan berusaha mengikatnya di tempat yang luas, namun tidak satupun tampaknya yang cukup aman. Akhirnya, ia mengikatnya di kamarnya.&amp;#160;&lt;p&gt;Dia meletakkan sebuah karpet merah di lantai dan mendirikan sebuah pedupaan. Seluruh keluarga besarnya menyaksikan kuda itu dan menunggu dengan penuh semangat, berharap dia sebentar lagi&amp;#160; mulai menghasilkan perak dan emas.&amp;#160;&lt;p&gt;Mereka menunggu sampai tengah malam. Tiba-tiba kuda itu membuka kaki belakangnya, Orang kikir merasa bahwa dia akan &amp;quot;menghasilkan.&amp;quot; Dia cepat-cepat membawa baki berpernis dan memegangnya tepat di bawah belakang kuda. Dia menunggu lama, tapi tidak ada yang terjadi.&amp;#160;&lt;p&gt;Orang kikir sangat khawatir, sehingga dia sekarang mengangkat ekor kuda, membungkuk dan mengintip ke atas untuk mengawasi perkembangan lebih lanjut. Tiba-tiba bunyi &amp;quot;Crot!,&amp;quot; dan sebelum orang kikir menyadari, kuda itu menyemprotkan ke seluruh wajahnya &amp;quot; Emas cair&amp;quot; melumuri ke bagian belakang kepala dan leher yang menutupi seluruh tubuhnya.&amp;#160;&lt;p&gt;Baunya begitu busuk sampai orang kikir melompat dan berteriak-teriak&amp;#160; kemudian merasa mual dan muntah . Selanjutnya kuda kencing sangat banyak, merusak karpet merah yang indah. Seluruh ruangan baunya sampai ke langit. Orang kikir menyadari bahwa ia telah ditipu dan sangat marah.&amp;#160;&lt;p&gt;Keesokan paginya, hal pertama yang ia lakukan adalah mengirim sebagian dari pengawalnya&amp;#160; untuk melacak Bigmouth. Tetapi dia sudah bersembunyi. Orang kikir mencari dia kesana-kemari tapi tidak berhasil, membuatnya sangat marah dan kesal. Tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan, kecuali mengirim mata-mata dan menunggunya.&amp;#160;&lt;p&gt;Dalam sekejap mata ketika tiba musim dingin, akhirnya Bigmouth tertangkap oleh salah satu kaki tangan orang kikir itu. Ketika dia berhadapan dengan musuhnya, orang kikir itu menggertakkan giginya dengan marah dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Bigmouth dikunci di sebuah pabrik penggilingan.&amp;#160;&lt;p&gt;Semua pakaian hangatnya dilucuti dan mereka meninggalkan dia tanpa apa-apa kecuali hanya mengenakan sehelai baju tipis dan berharap dia membeku sampai mati. Tahun Ini adalah musim yang sangat dingin. Di luar, salju turun dan angin bertiup kencang. Bigmouth duduk meringkuk di sudut, gemetar kedinginan.&amp;#160;&lt;p&gt;Karena dingin yang tak tertahankan, tiba-tiba terlintas suatu ide dalam benaknya. Dia berdiri&amp;#160; mengangkat batu penggilingan yang berat itu dan mulai berjalan bolak-balik dengan batu dalam pelukannya. Badannya segera menghangat dan mulai berkeringat. Dia melewati sepanjang malam dengan cara berjalan-jalan dengan batu penggilingan dan sesekali berhenti untuk istirahat.  &lt;p&gt;Pagi berikutnya, orang kikir itu berpikir bahwa Bigmouth pasti sudah mati. Tapi ketika ia membuka pintu pabrik, dia terheran-heran. Dia menemukan Bigmouth jongkok dan seluruh tubuhnya basah dengan keringat.&amp;#160;&lt;p&gt;Bigmouth berdiri dan memohon padanya, &amp;quot;Tuan, kasihanilah saya. Pinjamkan saya kipas angin ! Atau saya akan mati kepanasan !&amp;quot;   &lt;p&gt;&amp;quot;Kenapa kau begitu panas?&amp;quot; tanya orang kikir tercengang.   &lt;p&gt;&amp;quot;Baju saya Ini adalah warisan yang tak ternilai harganya,&amp;quot; jelas Bigmouth.&amp;#160;&lt;p&gt;&amp;quot;Inilah baju yang disebut Baju Naga Api. Semakin dingin cuaca, semakin besar panas yang dikeluarkannya.&amp;quot;  &lt;p&gt;&amp;quot;Kapan kau mendapatkan itu?&amp;quot; tanyanya pada Bigmouth.&amp;#160;&lt;p&gt;Bigmouth menjawab,   &amp;quot;Awalnya itu adalah kulit berbulu Raja Naga Api. Kemudian Ratu Surga Barat menenun dan menjadikannya baju. Selanjutnya entah bagaimana jatuh menjadi milik nenek moyang saya dan menjadi pusaka keluarga. Telah diturunkan dari generasi ke generasi sampai akhirnya jatuh ke tangan saya.&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;Oleh karena melihat Bigmouth sangat berkeringat di cuaca sedingin itu, orang kikir itu menyakini seluruh ceritanya. Dia sekarang terus ingin mendapatkan baju naga api itu dan telah sepenuhnya melupakan episode kuda emas. Dia bersikeras ingin menukar jubah bulunya dengan baju itu.&amp;#160;&lt;p&gt;Bigmouth benar-benar menolak pada awalnya, tapi ketika orang kikir itu menambahkan lima puluh tail perak untuk harganya, maka dengan menghela napas Bigmouth berkata, &amp;quot;Aduh, sungguh saya tidak berbakti, telah menjual pusaka berharga keluarga saya !&amp;quot;   Setelah berkata demikian, dia menanggalkan bajunya dan mengenakan jaket bulu rubah-orang kikir itu. Lalu ia mengantongi lima puluh tail perak dan melangkah pergi.&amp;#160;&lt;p&gt;Orang kikir riang itu gembira. Beberapa hari kemudian, dia pergi untuk mengunjungi ayah mertuanya yang ulang tahun untuk menyampaikan salam. Dia tidak mengenakan apa-apa selain baju naga apinya untuk memamerkan kekayaan terbarunya. &lt;p&gt;Di tengah perjalanan, angin kencang menerjang dan salju mulai turun. Orang kikir itu merasakan dingin yang tak tertahankan. Tempat itu jauh dari desa atau penginapan, dan tidak ada tempat berlindung dari apa pun yang dapat ditemukan.&amp;#160;&lt;p&gt;Ketika dia menoleh, dia melihat sebuah pohon di&amp;#160; pinggir jalan, setengahnya telah terbakar. Pohon itu berlubang di tengah dan memiliki ruangan yang cukup lebar bagi seseorang untuk berdiri. Orang kikir itu bergegas masuk dan bersembunyi di dalamnya. Tak lama kemudian seluruh tubuhnya menjadi kaku karena kedinginan dan dia segera meninggal.&amp;#160;&lt;p&gt;Beberapa hari kemudian keluarga itu menemukan tubuhnya. Mereka tahu bahwa ia telah ditipu lagi oleh Bigmouth. Mereka lalu mengutus orang untuk menangkapnya.   &amp;quot;Baju berharga saya akan terbakar setiap kali kontak dengan kayu pohon, rumput atau kayu,&amp;quot; jelas Bigmouth.&amp;#160;&lt;p&gt;&amp;quot;Tuan itu terbakar sampai mati dengan cara ini. Saya tidak bersalah. Saya tidak pernah menyuruhnya untuk bersembunyi di dalam pohon. Jika Anda perhatikan, maka Anda akan melihat bahwa separuh dari pohon itu telah terbakar.&amp;quot;   &lt;p&gt;Ketika keluarganya memeriksa pohon itu, mereka melihat bahwa semuanya itu memang seperti yang telah dijelaskan Bigmouth, sehingga mereka tidak punya pilihan selain untuk membebaskannya. [Ria Lim / Merauke]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/kuda-emas-dan-baju-naga-api.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyPLhyPMOTEaSOeV-Y70kCING7D870nEMgNaCzSBkN8s1edGj6k1m3Zz5L-o1v3SA3jzu39FUIPqzOcT7MDvGgWneGu6IY1AiTMLKreMdK_ywbak9i2xg7EcmWrDWbckH6lUTY10abkziC/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FS3VkYStlbWFzK2RhbitiYWp1K25hZ2ErYXBpLmpwZw%253D%253D%253F%253D-743509" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-5998413516265978374</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T14:36:55.350+07:00</atom:updated><title>UJIAN DARI DEWA LAUT</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpx_hoC4uR9ItTMsVXDW-NQF4Enk6uQHbTfvIN7hqmGIvceqK8Cz4-cOtXidOX3kKu-HTX1Um6loMyLx0W8-_rPZpVDsSgXGEnH4Uhpm7vo_s4rwRLBDPiv0OdYl9afcRaEXmaUy8wdnMs/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGV3YS1sYXV0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-715351&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpx_hoC4uR9ItTMsVXDW-NQF4Enk6uQHbTfvIN7hqmGIvceqK8Cz4-cOtXidOX3kKu-HTX1Um6loMyLx0W8-_rPZpVDsSgXGEnH4Uhpm7vo_s4rwRLBDPiv0OdYl9afcRaEXmaUy8wdnMs/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGV3YS1sYXV0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-715351&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878106913675697586&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dahulu ada seorang yang sangat miskin, tetapi hatinya sangat mulia, tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Karena keluarganya sangat miskin, oleh sebab itu dia bekerja di tempat seorang saudagar kaya sebagai pembantu.&lt;p&gt;Saudagar dan teman-temannya pergi ke dasar laut mencari harta karun dan membawa pembantu ini ikut bersamanya, &amp;#160;setelah mendapat banyak harta karun mereka kembali ke perahu mereka melanjutkan perjalanan pulang. Tetapi tidak tahu apa sebabnya ditengah jalan perahu mereka mogok tidak bisa berjalan, bagaimanapun mereka mencoba mendayung tetapi perahu tidak dapat berlayar.&lt;p&gt;Saudagar dan teman-temannya menjadi panik, mereka menyadari mungkin mereka mengambil harta karun didasar laut sehingga dewa laut marah, pasti ini adalah hukuman bagi mereka. Lalu mereka semua berlutut berdoa memohon pengampunan dari dewa laut.&lt;p&gt;Hanya orang miskin ini yang tidak berlutut dan memohon, karena dia merasa tidak berbuat kesalahan, sehingga dia tidak ikut berlutut berdoa dan memohon kepada dewa laut.&lt;p&gt;Perahu tidak bisa bergerak memang semua ini adalah perbuatan dewa laut. Dewa laut sengaja menghukum para saudagar yang tamak ini, tetapi diatas perahu ada orang miskin yang baik, tidak boleh menyakitinya. Dewa laut berpikir sampai 7 hari, akhirnya dia mendapat sebuah akal.&lt;p&gt;Dewa laut berpikir, &amp;quot;Saya akan mencoba para saudagar ini! Jika mereka dapat melewati ujian ini maka saya akan mengampuni mereka, jika mereka tidak dapat melewati ujian ini, maka saya akan melanjutkan menghukum mereka, tetapi saya tidak akan menyakiti orang miskin yang baik hati ini.&amp;quot;&lt;p&gt;Perahu berhenti ditengah laut selama 7 hari, tidak bisa bergerak sama sekali, para saudagar merasa panik dan takut.&lt;p&gt;Pada malam ke tujuh, salah satu saudagar ini bermimpi, didalam mimpinya dewa laut berkata kepadanya, &amp;quot;Asalkan kalian bisa menyiapkan satu orang kurban, maka saya akan melepaskan kalian semua.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah bangun, dia menceritakan mimpinya kepada teman-temannya.&lt;p&gt;Mereka sedang berunding secara rahasia bagaimana menjalankan rencana mereka, dan mereka terpikir akan pembantunya tersebut, &amp;#160;dan memanggil pembantunya itu mengutarakan hal itu.&lt;p&gt;Orang miskin berkata kepada mereka semua, &amp;quot;Baiklah ! Saya akan menjadi kurban bagi dewa laut ! Jangan karena diri saya sendiri, membuat kalian semua terkena dampaknya. Tapi jangan tenggelamkan saya ke laut, biarkan saya naik sekoci kalian menghadap Dewa Laut.&amp;quot;&lt;p&gt;Para saudagar setelah mendengar orang miskin ini rela berkorban, mereka semua sangat gembira, karena masalah sudah bisa diselesaikan, mereka lalu mengeluarkan rakit sekoci, dan melepaskan pembantunya ke tengah laut.&lt;p&gt;Dewa laut setelah melihat perbuatan mereka, sangat marah melihat ketamakan dan keegoisan mereka, lalu menciptakan gelombang besar sehingga perahu para saudagar tersebut terbalik, dan mereka semua menjadi santapan ikan hiu ganas. Lalu dewa laut menghembuskan angin sepoi-sepoi, rakit sekoci orang miskin berlayar selamat menuju pantai.&lt;p&gt;Akhirnya orang miskin ini bisa pulang ke rumahnya dan berkumpul kembali dengan keluarganya. [Yenni Huang / Solo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/ujian-dari-dewa-laut.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpx_hoC4uR9ItTMsVXDW-NQF4Enk6uQHbTfvIN7hqmGIvceqK8Cz4-cOtXidOX3kKu-HTX1Um6loMyLx0W8-_rPZpVDsSgXGEnH4Uhpm7vo_s4rwRLBDPiv0OdYl9afcRaEXmaUy8wdnMs/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGV3YS1sYXV0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-715351" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-8547068247878470508</guid><pubDate>Sat, 11 May 2013 09:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-11T16:42:57.819+07:00</atom:updated><title>MELENYAPKAN RUMPUT LIAR</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mEKnYvhc-Ryo9LX6PxyoEy-bHCaVwpxAF2oQsm9ymCSEDDuqrM7GYNvTyo5LfIv73B9P2ZV22xZsd3P2AHN_5mNI6UyORgwZosiGTONrvUUDi9-fvjeyHFOqaLLtMBkHR6khfvW_XtGS/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcnVtcHV0LWxpYXIuanBn%253F%253D-777819&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mEKnYvhc-Ryo9LX6PxyoEy-bHCaVwpxAF2oQsm9ymCSEDDuqrM7GYNvTyo5LfIv73B9P2ZV22xZsd3P2AHN_5mNI6UyORgwZosiGTONrvUUDi9-fvjeyHFOqaLLtMBkHR6khfvW_XtGS/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcnVtcHV0LWxpYXIuanBn%253F%253D-777819&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876655051871295234&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada sebuah cerita yang patut kita renungkan.&lt;p&gt;Seorang filsuf membawa murid-muridnya menjelajahi dunia. Setelah selesai berkeliling, mereka duduk di sebuah padang rumput di pinggir kota.&lt;p&gt;Kemudian filsuf berkata, &amp;quot;Setelah kita puluhan tahun menjelajahi dunia, saya rasa pengalaman kalian sudah sangat banyak. Saya mempunyai sebuah pertanyaan untuk kalian semua. Sekarang kalian duduk dimana?&amp;quot;&lt;p&gt;Para muridnya menjawab di padang rumput diluar kota.&lt;p&gt;Filsuf bertanya lagi, &amp;quot;apa yang terdapat dipadang rumput ini ?&amp;quot;&lt;p&gt;Murid-muridnya menjawab, &amp;quot;Padang rumput ini ditumbuhi oleh rumput liar.&amp;quot;&lt;p&gt;Filsuf melanjutkan bertanya lagi, &amp;quot;Sekarang saya sangat ingin tahu, bagaimana mencabut rumput liar tersebut?&amp;quot;&lt;p&gt;Salah satu muridnya berkata, &amp;quot;Hanya dengan cangkul sudah bisa beres.&amp;quot;&lt;p&gt;Mendengar jawaban salah satu muridnya filsuf mengangguk-anggukkan kepalanya.&lt;p&gt;Murid yang lain menjawab, &amp;quot;Salah satu akal yang bagus adalah membakar dengan api.&amp;quot; Mendengar jawaban tersebut filsuf tersenyum.&lt;p&gt;Murid yang ketiga menjawab, &amp;quot;Menaburkan abu sudah dapat melenyapkan semua rumput liar.&amp;quot;&lt;p&gt;Murid yang keempat setelah berpikir sebentar berkata, &amp;quot;Mencabut akarnya, asalkan mencabut akarnya sudah tidak akan tumbuh lagi.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah murid-muridnya selesai menjawab, filsuf berdiri dan berkata, &amp;quot;Kalian pulanglah, sesuai dengan metode kalian masing-masing, lenyapkanlah tanaman rumput di sepetak tanah, jika tidak dapat dilenyapkan, setahun kemudian kalian datang kesini berkumpul kembali; jika dapat melenyapkannya, maka kalian tidak usah kembali lagi.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah setahun kemudian, karena masing-masing merasa gagal dalam menjalankan tugas dari gurunya, mereka semua kembali, tetapi padang rumput tempat mereka berkumpul setahun yang lalu sekarang bukan padang rumput lagi, sekarang menjadi ladang gandum yang subur.&lt;p&gt;Para murid-muridnya duduk di pinggir ladang gandum menunggu kedatangan filsuf, tetapi akhirnya filsuf tidak muncul. Akhirnya murid-murid filsul mengerti maksud dan tujuan filsuf.&lt;p&gt;Beberapa tahun kemudian filsuf meninggal. Para muridnya membantu filsuf menyelesaikan buku yang ditulis, di bab akhir mereka menambah satu baris kata; untuk menghilangkan rumput liar dipadang rumput, hanya ada satu cara yaitu, menanam gandum di atas padang rumput tersebut. Sama juga dengan manusia untuk membuat jiwa dapat hidup dengan tenteram, adalah dengan berbuat KEBAJIKAN.&lt;p&gt;Cerita ini harus benar-benar kita simak. Di padang rumput yang ditumbuh rumput liar, siapa yang akan sengaja pergi kesana mencabut rumput liar? Hanya di ladang yang ditumbuhi tumbuhan gandum atau padi, karena godaan panen membuat orang bergembira dan tidak merasa lelah, dengan bersemangat mencabut rumput. [Lenna Wang / Samarinda]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/melenyapkan-rumput-liar.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mEKnYvhc-Ryo9LX6PxyoEy-bHCaVwpxAF2oQsm9ymCSEDDuqrM7GYNvTyo5LfIv73B9P2ZV22xZsd3P2AHN_5mNI6UyORgwZosiGTONrvUUDi9-fvjeyHFOqaLLtMBkHR6khfvW_XtGS/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcnVtcHV0LWxpYXIuanBn%253F%253D-777819" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-6743287200291541835</guid><pubDate>Sat, 11 May 2013 09:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-11T16:35:25.316+07:00</atom:updated><title>MELEPASKAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTdwuJdNl_CTnBsRXqcXJtEcybkqt4nniYesY2jg-6uNa_Yn1Kfle5dPcoW50rDwW2FBY6YxqVQg8ttrYdbXKCZOt2mmL01ZIGGb_CKATLYMfJOG8umg8z7WX42zRMGUpVK-YMZkoDHbQ/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FreWFtdW5pLmpwZw%253D%253D%253F%253D-725316&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTdwuJdNl_CTnBsRXqcXJtEcybkqt4nniYesY2jg-6uNa_Yn1Kfle5dPcoW50rDwW2FBY6YxqVQg8ttrYdbXKCZOt2mmL01ZIGGb_CKATLYMfJOG8umg8z7WX42zRMGUpVK-YMZkoDHbQ/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FreWFtdW5pLmpwZw%253D%253D%253F%253D-725316&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876653116278373266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika Sakyamuni memberikan khotbah, ada seorang Brahmana, kedua tangannya membawa bunga mempersembahkan kepada Sakyamuni.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat dia berada di hadapan Sakyamuni, Sakyamuni berkata kepadanya, &amp;quot;Lepaskan!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Brahmana ini segera melepaskan dan meletakkan bunga di tangan kirinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Lepaskan!&amp;quot; Sakyamuni berkata lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Brahmana segera melepaskan dan meletakkan bunga yang dipegang di tangan kanannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Lepaskan lagi!&amp;quot; Sakyamuni berkata lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Brahmana melihat ke dua tangannya yang sudah kosong, kenapa Sakyamuni menyuruh dia melepaskan lagi, apa yang harus dilepaskan? Dia dengan bingung bertanya kepada Sakyamuni.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Guru, bunga di kedua tangan saya telah saya lepaskan, engkau masih menyuruh saya melepaskan, apa yang harus saya lepaskan lagi?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sakyamuni berkata kepadanya, &amp;quot;Engkau harus melepaskan semua keterikatan di dalam hatimu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sakyamuni menyuruh Brahmana melepaskan, bukan hanya melepaskan &amp;quot;Bunga&amp;quot; benda yang berwujud, tetapi harus melepaskan semua yang tak terwujud seperti keterikatan dan sebagainya. Semuanya harus dilepaskan, sehingga dapat mencapai keadaan kosong, ini baru benar-benar melepaskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya Brahmana mematuhi&amp;#160; ajaran Buddha Sakyamuni, ditekankan dalam hal melepaskan, dia bertekad akan memperbaiki dirinya dan berkultivasi dengan sungguh-sungguh, akhirnya dia dapat mencapai buah status. [Merry Huang / Menado]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/melepaskan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTdwuJdNl_CTnBsRXqcXJtEcybkqt4nniYesY2jg-6uNa_Yn1Kfle5dPcoW50rDwW2FBY6YxqVQg8ttrYdbXKCZOt2mmL01ZIGGb_CKATLYMfJOG8umg8z7WX42zRMGUpVK-YMZkoDHbQ/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FreWFtdW5pLmpwZw%253D%253D%253F%253D-725316" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-5667460659742326217</guid><pubDate>Mon, 06 May 2013 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-06T14:31:43.451+07:00</atom:updated><title>NEGERI ORANG BUTA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrYlsmtkmL54Y-htyFNAMHe9N0AVd0LS_QasQa7-7YGV_HHDEaVUlZgpzb218NH3MBGY1flBt5RhrCyFpxJq-koodwCqd9kLA3fR1zXhrbnpgSoSbtskqczheihdUwgj8C4-UWj0k4PMsl/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FT3JhbmdfYnV0YS5qcGc%253D%253F%253D-703451&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrYlsmtkmL54Y-htyFNAMHe9N0AVd0LS_QasQa7-7YGV_HHDEaVUlZgpzb218NH3MBGY1flBt5RhrCyFpxJq-koodwCqd9kLA3fR1zXhrbnpgSoSbtskqczheihdUwgj8C4-UWj0k4PMsl/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FT3JhbmdfYnV0YS5qcGc%253D%253F%253D-703451&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874765807551470178&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada sebuah negeri dimana penduduknya terdiri dari orang buta semua. Kehidupan mereka sangat melarat, karena sejak lahir mereka sudah buta.&lt;p&gt;Mereka sudah terbiasa dengan keadaan mereka yang buta, mereka tidak merasakan karena kebutaan menyebabkan mereka&amp;#160; hidup dengan tidak bahagia.&lt;p&gt;Pada suatu hari, seorang bijak yang sangat berwelas asih datang ke negeri ini, dia melihat semua penduduknya terdiri dari orang buta yang hidup dalam kegelapan tidak tahu ada cara menyembuhkan kebutaannya.&lt;p&gt;Dia sangat bersimpati kepada penduduk ini, maka dia mengajarkan kepada mereka sebuah cara pengobatan yang dapat menyembuhkan kebutaan mereka, banyak orang yang percaya dan datang berobat ketempatnya, akhirnya mata mereka terbuka dan dapat melihat, berita tersebut tersebar dari mulut kemulut. Akhirnya yang datang berobat sangat banyak sehingga orang bijak ini menghentikan pengobatannya dan menghilang dari negeri ini.&lt;p&gt;Berita ini sampai ke telinga raja. Raja adalah seorang yang sangat licik, dia merebut kekuasaan dengan berbagai cara yang licik sehingga dapat memimpin negeri ini. Pada mulanya dia tidak merasa takut, karena hanya beberapa orang yang sembuh dari kebutaannya tidak akan mengancam kekuasaannya. Tetapi akhirnya dia melihat orang yang sembuh dari kebutaan makin banyak, membuat dia merasa terancam, jika setiap orang sudah sembuh dari kebutaannya siapa lagi yang akan mendengar perintahnya ? Karena biasanya dia sangat menindas rakyat yang buta ini.&amp;#160;&lt;p&gt;Akhirnya dia menggunakan kekuasaannya merekayasa berita palsu; disatu sisi memfitnah orang bijak dan dilain sisi dia menyiarkan sebuah berita kepada penduduk yang masih buta bahwa 1400 orang yang sembuh dari kebutaan meninggal dengan mengenaskan, bersamaan dengan itu dia memerintahkan kepada semua orang yang telah sembuh tersebut mulai saat ini tidak boleh membuka matanya, jika mereka tidak mendengar perintahnya berarti mereka memberontak kepada raja dan kepada seluruh penduduk yang buta dinegeri ini.&lt;p&gt;Raja mengerahkan semua pengawalnya, menindas semua orang yang tidak buta dan berkata kepada mereka, &amp;quot; Raja sudah demikian baik kepada kalian, kalian lihat tanpa kebaikan raja apakah negeri orang buta ini dapat berkembang ? Sekarang dia ingin kalian semua menutup mata kalian, kenapa kalian tidak mendengar perkataannya ?&amp;quot; Bersamaan itu mereka menyiksa dan menghina orang yang tidak patuh kepada perintah raja.&lt;p&gt;Ada sebagian orang yang tidak tahan kepada penghinaan dan penyiksaan mereka akhirnya menutup kembali mata mereka, tetapi kebanyakan orang tidak peduli akan penyiksaan ini mereka menempuh jalan berbahaya mengklarifikasi fakta kepada orang buta betapa bahagianya mereka setelah dapat melihat dunia ini dan raja sebenarnya adalah seorang yang sangat licik yang ingin mempergunakan kebutaan mereka menindas mereka selama ini.&lt;p&gt;Melihat berita-berita tersiar ini hampir membuat raja menjadi gila, dia mengerahkan segala kekuasaan dan kekuatannya menindas mereka, tetapi tidak ada gunanya, karena semakin lama semakin banyak orang yang tahu tentang fakta yang sebenarnya, sehingga makin banyak orang yang berpihak kepada orang yang tidak buta tersebut.&amp;#160;&lt;p&gt;Pada suatu malam yang gelap petir dan angin bertiup sangat kencang, raja sekali lagi&amp;#160; memerintahkan pengawalnya menangkap orang akan tetapi sebuah petir yang dahsyat menyambar raja sehingga raja mati pada saat itu juga.&lt;p&gt;Orang bijak kembali muncul, setiap orang membuka pintu rumah menyambutnya. Mulai saat itu setiap orang sudah disembuhkan dari kebutaannya sehingga mereka dapat menikmati cahaya terang yang belum pernah mereka lihat dan dapat melihat dunia yang indah ini dan hidup bahagia selama-lamanya. [Vivi Li / Bagansiapiapi]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/negeri-orang-buta.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrYlsmtkmL54Y-htyFNAMHe9N0AVd0LS_QasQa7-7YGV_HHDEaVUlZgpzb218NH3MBGY1flBt5RhrCyFpxJq-koodwCqd9kLA3fR1zXhrbnpgSoSbtskqczheihdUwgj8C4-UWj0k4PMsl/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FT3JhbmdfYnV0YS5qcGc%253D%253F%253D-703451" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-6168345985238930506</guid><pubDate>Sat, 04 May 2013 18:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-05T01:45:38.823+07:00</atom:updated><title>PESAN HIDUP DAN MATI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMqmt9qCS4nSFlSXWW7cS1MIwY7_mTMMDC2OSLzlJ7alaAdaJH8Anb7hm85LY-V6zQnCVFXL2PjfDT-CDZtaGvrYJArQYvcKJICBqO_t3sTiNlP8Y-73oZ0DV1tNvzRriSQIaCMNz5LQPK/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdG9ybmFkby5qcGc%253D%253F%253D-738823&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMqmt9qCS4nSFlSXWW7cS1MIwY7_mTMMDC2OSLzlJ7alaAdaJH8Anb7hm85LY-V6zQnCVFXL2PjfDT-CDZtaGvrYJArQYvcKJICBqO_t3sTiNlP8Y-73oZ0DV1tNvzRriSQIaCMNz5LQPK/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdG9ybmFkby5qcGc%253D%253F%253D-738823&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874197306263514178&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada sebuah kota terpencil yang tertutup dari dunia luar. Di kota ini hanya bisa menerima 2 siaran stasiun radio.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Stasiun siaran radio yang pertama adalah siaran berita selebriti, lagu terkini, dan menyiarkan berita-berita populer. Rating pendengarnya sangat tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan stasiun siaran radio kedua adalah stasiun meteorologi. Tingkat pendengarnya hanya sekelompok kecil orang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada suatu malam, stasiun meteorologi&amp;#160; mengeluarkan peringatan mendesak: sebuah tornado yang sangat kuat melanda kota pada tengah malam. Radio memperingatkan penduduk di &amp;#160;kota tersebut segera dievakuasi ketempat lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sekelompok kecil pendengar segera mengorganisasi, beberapa orang pergi ke walikota, dan beberapa orang memukul drum dan gong di jalanan. Beberapa orang lainnya menelpon ke stasiun radio pertama meminta mereka mengeluarkan peringatan akan terjadi tornado, dan dihimbau segera mengungsi untuk menyelamatkan nyawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Walikota berkata, &amp;quot;Di kota ini sama sekali tidak pernah diterjang tornado, kabar tentang tornado tersebut pasti isu yang disebarkan oleh siaran radio kedua, untuk menarik lebih banyak pendengar.&amp;quot; Sedangkan orang-orang yang memukul drum dan gong di jalanan dianggap sebagai orang gila.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan stasiun siaran radio pertama pada saat ini sedang mewawancarai secara live seorang selebriti terkenal, seluruh penduduk di kota kecil ini sedang seru mendengar program tersebut. Tidak ingin berhenti mendengar pesan hidup dan mati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya tornado menyerang kota terpencil ini, kota ini rata dengan tanah, orang-orang yang tidak ingin mendengar pesan tersebut seluruhnya mati. Akhirnya tidak ada&amp;#160; orang yang tahu di tanah tersebut dahulu adalah sebuah kota kecil. [Rosvina Ang / Palu]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/pesan-hidup-dan-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMqmt9qCS4nSFlSXWW7cS1MIwY7_mTMMDC2OSLzlJ7alaAdaJH8Anb7hm85LY-V6zQnCVFXL2PjfDT-CDZtaGvrYJArQYvcKJICBqO_t3sTiNlP8Y-73oZ0DV1tNvzRriSQIaCMNz5LQPK/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdG9ybmFkby5qcGc%253D%253F%253D-738823" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-4284212820781210651</guid><pubDate>Sat, 04 May 2013 18:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-05T01:42:01.084+07:00</atom:updated><title>TERONG MENTAH</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwO9Rd3wC6MKihKlrLZuu38pZi33pTLBeKoq6W9XDbn-pQg7wCgH0_lcoy2nvtHuZuXVv2nHsBRXg5FbMCOo_U0Wgv1TzJ_MB69LB_ez7ZpJ84sUT0ZJJMSUQLS5aT3TW-vGQXmR3xREdf/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGVyb25nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-721084&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwO9Rd3wC6MKihKlrLZuu38pZi33pTLBeKoq6W9XDbn-pQg7wCgH0_lcoy2nvtHuZuXVv2nHsBRXg5FbMCOo_U0Wgv1TzJ_MB69LB_ez7ZpJ84sUT0ZJJMSUQLS5aT3TW-vGQXmR3xREdf/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGVyb25nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-721084&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874196370238475906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dahulu ada sepasang suami istri bersama-sama berkultivasi Budha. Mereka setiap hari&amp;#160; membakar dupa di altar Budha. Abu dari dupa jika dikumpulkan mungkin sudah semobil, namun bagaimanapun mereka berkultivasi tidak bisa mencapai kesempurnaan.&lt;p&gt;Mereka sangat tidak mengerti, setiap hari membakar dupa dan bersujud membaca doa, tetapi kenapa mereka tidak bisa mencapai kesempurnaan?&lt;p&gt;Lalu mereka memutuskan akan bertanya kepada Sang Budha. Suami istri ini membawa semobil abu dupa yang selama ini telah mereka bakar. Mereka melakukan perjalanan ke tempat Sang Budha.&lt;p&gt;Ditengah jalan, mereka bertemu dengan 2 orang perampok. Sepasang suami istri ini tidak membawa uang dan barang berharga, mereka hanya bisa membujuk perampok, mengatakan mereka adalah kultivator dan menghimbau perampok berbuat baik.&lt;p&gt;Kedua perampok itu setelah mendengar perkataan mereka, memutuskan akan berubah berbuat kebajikan dan tidak akan merampok lagi, lalu mengikuti suami istri ini pergi menjumpai Sang Budha.&lt;p&gt;Mereka berempat setelah bertemu dengan Sang Budha, menjelaskan maksud kedatangan mereka kepada Sang Budha. Setelah mendengar perkataan mereka, Sang Budha memberikan kepada mereka masing-masing sebuah tomat, dan berkata, &amp;quot;Masaklah tomat besi ini selama 49 hari, setelah dimasak kemudian dimakan, setelah dimakan maka kultivasi akan mencapai tahap sempurna.&amp;quot;&lt;p&gt;Mereka berempat setelah pulang, sepakat bekerjasama membagi tugas. Kedua orang perampok ditugaskan ke atas gunung mencari kayu bakar. Suami istri di rumah memasak terong besi, mereka mengikuti perkataan Sang Budha, memasak terong besi selama 49 hari, akhirnya terong besi dari kedua perampok sudah dimasak matang. Setelah mereka memakannya mereka berdua telah mencapai kesempurnaan; sedangkan terong besi dari pasangan suami&amp;#160; istri ini tidak bisa masak.&lt;p&gt;Kenapa bisa demikian? Rupanya, sepasang suami istri ini ketika memasak terong besi, mereka selalu meletakkan terong mereka di bagian bawah, bagian yang paling strategis yang kena api. Perbuatan mereka yang egois ini, dapat terlihat jelas oleh Sang Budha. [Angelina Lim / Medan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/05/terong-mentah.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwO9Rd3wC6MKihKlrLZuu38pZi33pTLBeKoq6W9XDbn-pQg7wCgH0_lcoy2nvtHuZuXVv2nHsBRXg5FbMCOo_U0Wgv1TzJ_MB69LB_ez7ZpJ84sUT0ZJJMSUQLS5aT3TW-vGQXmR3xREdf/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGVyb25nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-721084" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-5636452369292372333</guid><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 05:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T12:27:50.760+07:00</atom:updated><title>MAHA KARYA DATANG DARI HATI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf4D-BTh7svv8TFli6WPQ8zz-uOdcXE_qEegUnMAQWHxQFhXTwosTBIK0DLZvAsYBsZQcLc75D16xq0thXKF8vnFsy3LO7y5ZRr8EtGS5T5cuHWrI45nVv2n3Mjk-6Nfya2f8Yudp73ju/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVmdS5qcGc%253D%253F%253D-770761&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf4D-BTh7svv8TFli6WPQ8zz-uOdcXE_qEegUnMAQWHxQFhXTwosTBIK0DLZvAsYBsZQcLc75D16xq0thXKF8vnFsy3LO7y5ZRr8EtGS5T5cuHWrI45nVv2n3Mjk-6Nfya2f8Yudp73ju/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVmdS5qcGc%253D%253F%253D-770761&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5871023033499377458&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Maha karya sastra dapat membangkitkan berbagai emosi, namun juga dapat memupuk hati orang-orang. Tapi bagaimana caranya untuk membuat buku atau maha karya? Dan bagaimana penulis menemukan inspirasi untuk menciptakannya?&lt;p&gt;Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, The Epoch Times (ET) mewawancarai kolumnis berbahasa Mandarin kami Wang Guanming, yang mulai menulis untuk surat kabar dan situs sejak bulan Desember 2005. Wang Guanming punya banyak hal untuk dibagi tentang perjalanan menuju tulisan yang baik.&lt;p&gt;* Membaca adalah dasar dari menulis, menulis adalah perpanjangan dari membaca&lt;p&gt;Menurut Wang, apakah karya tulis memiliki kedalaman dan isi ditentukan oleh kualitas moral penulis dan kedalaman pemikirannya. Dia mengatakan kunci untuk kedalaman pemikiran adalah seberapa banyak seseorang membaca dan seberapa banyak pengalaman hidup seseorang. Seorang penyair Dinasti Tang yang terkenal, Du Fu, menulis: &amp;quot;Hanya setelah membaca lebih dari 10.000 buku, seseorang baru bisa menulis seperti orang suci.&amp;quot;&lt;p&gt;Wang mengatakan: &amp;quot;Membaca adalah dasar dari menulis, menulis adalah perpanjangan dari membaca.&amp;quot; Wang memberikan contoh sederhana untuk menggambarkan bagaimana pentingnya membaca.&lt;p&gt;Pemula dalam kaligrafi harus berlatih dengan meniru orang lain sampai mereka dapat mengembangkan gaya mereka sendiri. Aktor pemula juga harus belajar dari orang lain sebelum menemukan gaya khas mereka. Oleh karena itu, penulis pemula juga harus mulai dengan membaca karya orang lain.&lt;p&gt;Tentu saja, seseorang harus selektif akan apa yang harus dibaca. Wang merekomendasikan buku dengan kedalaman, seperti empat literatur klasik Tiongkok: Impian Loteng Merah, Perjalanan ke Barat, 108 Pendekar Liang Shan dan Sam Kok. Jika seseorang tertarik dengan sejarah, Wang mengatakan, ia harus membaca Catatan Sejarah Agung oleh Sima Qian dan Zizhi Tongjian (Comprehensive Mirror to Aid in Government) oleh Sima Guang. Selain itu, Erh-shih-szu shih (24 Histories) memberikan gambaran yang baik tentang sejarah Tiongkok.&lt;p&gt;Wang juga merekomendasikan untuk berkali-kali membaca buku favorit dan buku yang bermanfaat untuk menulis &amp;quot;dengan tujuan mengembangkan kekuatan pikiran seseorang dan menerapkan apa yang ada di buku ke dalam alur kehidupan nyata&amp;quot;, dan juga &amp;quot;untuk merangsang kebijaksanaan terpendam dalam pikiran dan mendorong inovasi agar akhirnya menjadi sukses&amp;quot;.&lt;p&gt;* Membaca harus disertai dengan mengalami&lt;p&gt;Membaca tanpa pengalaman dalam kehidupan nyata tidak cukup untuk memperluas wawasan seseorang, kata Wang. Menurutnya, bepergian ke tempat-tempat inspiratif bisa sangat memperkaya wawasan. Wang mengatakan: &amp;quot;Jika Anda bepergian dengan tujuan yang mulia dalam pikiran, Anda akan belajar banyak dari pengalaman.&amp;quot; Sebagai seorang penulis, Wang selalu memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang hidup dengan mengamati gunung dan laut.&lt;p&gt;Sebagai manusia, seorang harus tenang layaknya gunung dan sabar layaknya lautan, kata Wang. &amp;quot;Orang lain boleh mengatakan Anda baik atau buruk. Orang lain dapat membantu Anda atau menyakiti Anda,&amp;quot; katanya. &amp;quot;Bagaimana Anda menyikapi semua ini? Sebagai manusia, kita harus toleran terhadap kesalahan orang lain. Kita tidak perlu terlalu banyak memikirkan perlakuan sewenang-wenang kecil, sampai-sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kita harus memiliki hati yang lapang.&amp;quot;&lt;p&gt;Guru besar dalam sejarah China, seperti Konfusius, Lao Zi dan Mencius, semua memiliki pengalaman yang mirip berupa melakukan perjalanan dan mengajar. Melakukan perjalanan merupakan kesempatan yang baik untuk belajar dan menguji pemahaman seseorang. Oleh karena itu, &amp;quot;melakukan perjalanan 10.000 mil&amp;quot; adalah sama pentingnya dengan &amp;quot;membaca 10.000 buku&amp;quot;.&lt;p&gt;Guru besar dalam sejarah China, seperti Konfusius, Lao Zi dan Mencius, semua memiliki pengalaman yang mirip berupa melakukan perjalanan dan mengajar. Melakukan perjalanan seperti ini merupakan kesempatan yang baik untuk belajar dan menguji pemahaman seseorang. Gambar diatas: Mencius.&amp;#160;&lt;p&gt;* Peningkatan hati membawa keberhasilan menulis&lt;p&gt;Karya tulis agung &amp;quot;ditulis dengan hati&amp;quot;. Pernyataan yang tampak sederhana ini memiliki banyak makna. Ketika membaca, seseorang harus mampu menyaring esensi dari bacaan dan mengumpulkan esensi itu selama mungkin. Kemudian, sebelum menulis, seseorang harus memperoleh gambaran menyeluruh dari kejadian, atmosfer dan suasana setelah kejadian. Ketika semua ini terpenuhi, seseorang dapat mulai menulis dari hati.&lt;p&gt;Seseorang juga harus memperhatikan kualitas tulisan. Apa itu kualitas? Wang mengatakan: &amp;quot;Sebuah tulisan yang benar-benar baik dapat memupuk hati seseorang, memandu seseorang pada pencerahan dan menyelamatkan seseorang dari kemerosotan. Tentu saja, tulisan yang benar-benar baik sulit ditemukan, karena tulisan-tulisan itu disaring dari akumulasi pengetahuan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. &amp;quot;&lt;p&gt;* Karya besar sudah ada, kita &amp;quot;hanya kebetulan menangkapnya&amp;quot;&lt;p&gt;Mengenai inspirasi, Wang mengemukakan pendapat berikut: &amp;quot;Meskipun seseorang memiliki pendidikan sastra yang baik dan keterampilan menulis, tanpa inspirasi, seseorang tidak dapat menciptakan karya yang asli dan hanya dapat menyalin pekerjaan orang lain.&amp;quot;&lt;p&gt;Penyair besar Lu You mengatakan: &amp;quot;Karya tulis dikirim oleh Langit, saya hanya kebetulan menangkapnya.&amp;quot;&lt;p&gt;Wang berpendapat bahwa ketika seseorang mengkultivasi dirinya sesuai dengan latihan spiritual tradisional Tiongkok, karya tulis orang itu mengandung kebaikan murni dan keindahan murni. Pembaca kemungkinan besar tergerak oleh karya seperti itu dan berkata: &amp;quot;Itu adalah sebuah maha karya sejati&amp;quot;&lt;p&gt;Sejak zaman kuno, Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme semuanya mengajarkan &amp;quot;menyebarkan kebaikan&amp;quot;. Wang mengatakan: &amp;quot;Jika seorang penulis menjadikan &amp;quot;menyebarkan kebaikan&amp;quot; sebagai misinya, karyanya akan sangat bermanfaat bagi dunia. Penulis akan memiliki pencapaian yang besar, karena Langit akan membantu mereka dengan keinginan baik semacam itu.&amp;quot; [Sutedjo Tjiang / Sidoarjo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/maha-karya-datang-dari-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf4D-BTh7svv8TFli6WPQ8zz-uOdcXE_qEegUnMAQWHxQFhXTwosTBIK0DLZvAsYBsZQcLc75D16xq0thXKF8vnFsy3LO7y5ZRr8EtGS5T5cuHWrI45nVv2n3Mjk-6Nfya2f8Yudp73ju/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVmdS5qcGc%253D%253F%253D-770761" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-2744896852056542150</guid><pubDate>Thu, 18 Apr 2013 09:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-18T16:05:23.814+07:00</atom:updated><title>SEHARI JADI SUAMI-ISTRI BERBUDI SERATUS HARI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpOyOvJCSTTLd2-xtBaCE6vzOlHvIpbgP-pYh3XBSK2ZReA992iUoh4y7uw7rpoNlBkKwhqsudS-Lebvt8x0Fh22ffEKxH7Z61gANRHX7iak9um8-B5drsQtIBFLxncohYSKaRdAaTTu/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FUGVybmlrYWhhbi5qcGc%253D%253F%253D-723815&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpOyOvJCSTTLd2-xtBaCE6vzOlHvIpbgP-pYh3XBSK2ZReA992iUoh4y7uw7rpoNlBkKwhqsudS-Lebvt8x0Fh22ffEKxH7Z61gANRHX7iak9um8-B5drsQtIBFLxncohYSKaRdAaTTu/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FUGVybmlrYWhhbi5qcGc%253D%253F%253D-723815&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5868110414654810434&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;quot;Sehari menjadi suami-istri berbudi seratus hari.&amp;quot; Hari ini jika ada orang yang mengucapkan kata-kata ini, saya kuatir akan ada banyak orang menganggap hina terhadap perkataannya.&lt;p&gt;Dewasa ini nikah percobaan, nikah kilat, cinta satu malam, mempunyai kekasih gelap, sudah menjadi tren masa kini. Ditambah lagi ada pengacara yang khusus membela jenis golongan ini. Mana ada orang yang mementingkan budi dan keadilan? Mana ada orang yang mengerti budi dan keadilan?&lt;p&gt;Terutama terhadap generasi muda zaman sekarang, pasangan belum menikah tinggal satu atap sudah menjadi hal yang sangat umum, tren tersebut sudah bisa diterima oleh masyarakat zaman sekarang. Bila sama-sama senang, boleh tinggal bersama, kalau marah bisa berpisah, sepertinya status suami istri yang sah itu sudah jarang sekali diperhatikan.&lt;p&gt;Namun, hal-hal yang menjadi tren belum tentu semuanya benar. Klasik, mengapa dikatakan klasik, karena walau sudah sangat lama masih seperti baru, bisa teruji oleh waktu. Sedangkan ada berapakah hal-hal atau benda-benda yang menjadi mode serta sedang menjadi populer di suatu saat tertentu bisa tersisa menjadi klasik? Nasib dari benda-benda atau hal-hal yang menjadi populer pada dasarnya adalah muncul dan hilang dalam waktu yang singkat. Kalau begitu apakah kemerosotan moral saat ini bisa bertahan lama?&lt;p&gt;Mengapa dikatakan, &amp;quot;Sehari menjadi suami-istri berbudi seratus hari?&amp;quot; Dimanakah budi itu? Persoalannya terletak pada bagaimana kita memahami makna pernikahan.&lt;p&gt;Pertama, pernikahan dua sejoli itu adalah prinsip saling menghidupi antara Yin dan Yang, yang dimanifestasikan pada tubuh manusia. Pasangan suami-istri mengemban tugas kelanjutan dan perkembangan setiap ras manusia, satu syarat pun tidak bisa dikurangi.&lt;p&gt;Khonghucu mengatakan &amp;quot;Shi Se, Xing Ye&amp;quot;, tidak lain mengatakan syarat paling mendasar dari perkembangan dan kelanjutan umat manusia, tentunya juga adalah watak bawaan paling dasar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.&lt;p&gt;Sekarang ini bagi orang-orang yang berpendapat kebebasan seks dan orang-orang yang merealisasikan pendapat tersebut, sudah hampir memisahkan arti seks dan berkembang biak, Bagaimana mereka bisa memahami tanggung jawab suami-istri?&lt;p&gt;Kedua, bisa menjadi suami-istri harus mempunyai jodoh yang sangat besar sekali baru bisa terjalin menjadi pasangan suami istri. Dalam lautan manusia yang luas ini, dua insan bisa bertemu berdampingan, dan saling seia sekata, dan pada akhirnya bisa membentuk satu keluarga, hal tersebut harus menjalin berapa banyak jodoh pada saat yang tepat bisa terjadi? Perjodohan ini bukankah harus disayangi oleh umat manusia?&lt;p&gt;Ketiga, suami-istri terbentuk menjadi kesatuan yang paling stabil dan mendasar dalam kehidupan umat manusia, saling menghidupi dan saling membantu, saling berdampingan hidup hingga akhir hayat, di dalamnya terkandung unsur budi, moral dan keadilan serta tanggung jawab.&lt;p&gt;Keempat, antara suami istri harus saling terbuka terhadap segala rahasia pribadi. Bersamaan itu, juga berarti sejak menjadi pasangan, kedua belah pihak harus saling menjaga martabat kehidupan. Budi suami-istri sangat besar sekali, sehari, seratus hari hanyalah suatu perumpamaan saja.&lt;p&gt;Seorang perempuan menyerahkan seumur hidupnya kepada seorang pria, seorang pria menyerahkan janjinya kepada seorang perempuan, ini merupakan suami-istri yang mendapatkan restu dari Dewa. Tuhan di atas langit mengawasi manusia bagaimana manusia melaksanakan janjinya sendiri, merealisasikan janjinya sendiri.&lt;p&gt;Selain seks terdapat Qing (perasaan), selain Qing terdapat budi, selain budi terdapat Tao. &amp;quot;Sehari menjadi suami-istri berbudi seratus hari&amp;quot; adalah peringatan Tuhan kepada manusia, perjodohan menjadi suami-istri sangat sulit diperoleh, budi dan keadilannya sangat tebal dan mendalam, jadi harus benar-benar disayangi. [Susi Ng / Balikpapan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/sehari-jadi-suami-istri-berbudi-seratus.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCpOyOvJCSTTLd2-xtBaCE6vzOlHvIpbgP-pYh3XBSK2ZReA992iUoh4y7uw7rpoNlBkKwhqsudS-Lebvt8x0Fh22ffEKxH7Z61gANRHX7iak9um8-B5drsQtIBFLxncohYSKaRdAaTTu/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FUGVybmlrYWhhbi5qcGc%253D%253F%253D-723815" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-1521992474587651598</guid><pubDate>Tue, 16 Apr 2013 14:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-16T21:45:04.843+07:00</atom:updated><title>PENGASUHAN DALAM HIDUP</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj46554afnLrkr7kxRqqU7XDGVwditUa9tWV1Ifucjs38LUGMwtEwOCoODsEU-G0qrSQU4P_vn-S3xDhLi_kokT1fks1HpQP3VmTA16V5hj5x1t7W_1XiOQBPqh_1TGL8I4KpNe-8Roj6t/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGlkdXAuanBn%253F%253D-704843&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj46554afnLrkr7kxRqqU7XDGVwditUa9tWV1Ifucjs38LUGMwtEwOCoODsEU-G0qrSQU4P_vn-S3xDhLi_kokT1fks1HpQP3VmTA16V5hj5x1t7W_1XiOQBPqh_1TGL8I4KpNe-8Roj6t/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGlkdXAuanBn%253F%253D-704843&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5867455777606014130&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Malam itu, beberapa teman datang ke rumah untuk acara pesta perpisahan seorang teman bernama Bruce, yang akan menuntut ilmu ke Amerika.&lt;p&gt;Menjelang perpisahan dalam hati kami semua agak merasa tidak rela, tetapi seperti biasa anak muda yang riang dan penuh harapan, selalu bersenda gurau dan tidak seberapa menampakkan kesedihan di saat perpisahan. Semua orang berjanji akan bergadang hingga larut malam, tidak akan bubar jika belum mengantuk, karena tidak tahu kapan lagi bisa berkumpul dan mengobrol sesuka hati seperti sekarang ini.&lt;p&gt;Saya membuat beberapa jenis makanan kecil, anggap saja telah menyediakan makan malam bagi teman-teman sekalian.&lt;p&gt;Bruce menghela napas mengatakan bahwa manusia tidak bisa berebut dengan nasib. Dia pernah beberapa kali melepaskan kesempatan untuk pergi ke Amerika Serikat, demi untuk bisa bersama dengan kekasihnya.&lt;p&gt;Awalnya dia mengira mereka bisa melangkah hingga ke jenjang pernikahan, mengarungi hidup dengan stabil. Namun siapa tahu di tengah perjalanan percintaan mereka telah terjadi berbagai macam permasalahan, dan akhirnya mereka berdua berpisah. Kekasihnya pergi ke Inggris, Bruce terluka sangat berat karena terlalu dalam menaruh perasaannya. Untuk itu, ia mengalihkan sepenuhnya pada karier, yang pada akhirnya juga harus pergi ke Amerika.&lt;p&gt;Ada teman yang mengatakan sebuah pepatah, jika orang yang pandai menuruti jalannya nasib. Pria berbakat seperti Bruce di kemudian hari pasti bisa mendapatkan tempat kediaman yang sangat bahagia. Bruce tertawa dan menjawab, melewati kehidupan dengan bahagia atau tidak, tidak bisa tergantung pada orang luar, hal itu ditentukan oleh lubuk hati diri sendiri. Maka dari itu manusia harus bisa berpikiran lepas terhadap segala hal baru bisa menyisakan kebahagiaan bagi diri sendiri.&lt;p&gt;Bruce yang hidup tanpa kerisauan, berwajah senyum sepanjang hari, setelah mengalami begitu banyak masalah diluar dugaan bisa mengeluarkan kata-kata yang begitu tenang dan mendalam. Benar-benar suatu perubahan yang tak pernah kami sekalian bayangkan. Mungkin manusia hanya dengan mengalami berbagai macam gemblengan baru bisa benar-benar menjadi matang.&lt;p&gt;Beginilah, kami mengobrol kesana dan kemari, pertemuan kami berlanjut hingga tengah malam. Setelah mengantar teman-teman pulang, seluruh topik pembicaraan kami masih terngiang di telinga saya.&lt;p&gt;Dalam kehidupan setiap orang sudah ditakdirkan akan mengalami berbagai liku-liku, yang harus kami lakukan bukan menghindar, karena tiada seorang pun yang bisa melarikan diri dari nasib, melainkan harus mencoba untuk dipelajari, agar dalam hati kita lebih teguh dan bijaksana serta berpandangan jauh.&lt;p&gt;Jika tidak banyak mengalami badai dalam hidup ini, maka kami akan sulit menyadari prinsip dalam kehidupan ini. Tidaklah heran kalau ada banyak orang yang mengatakan, manusia hidup adalah pengasuhan. Bukankah tempaan dalam hati setiap orang adalah pengasuhan dalam hidup yang harus kita lewati? [Jasisca Wang / Jambi]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/pengasuhan-dalam-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj46554afnLrkr7kxRqqU7XDGVwditUa9tWV1Ifucjs38LUGMwtEwOCoODsEU-G0qrSQU4P_vn-S3xDhLi_kokT1fks1HpQP3VmTA16V5hj5x1t7W_1XiOQBPqh_1TGL8I4KpNe-8Roj6t/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSGlkdXAuanBn%253F%253D-704843" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-8276774696821005770</guid><pubDate>Mon, 15 Apr 2013 11:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-15T18:44:27.322+07:00</atom:updated><title>PERJALANAN SPIRITUAL INDIAN KECIL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdNPnwnNawQXlwGDea53la6kBC03sVaukv3RnqREBvFJhL8fWMgQGt6Z9OrVguXhcCeXvYBW95HVROLTr8Hj2hcgD9KcSwJo4vRWptPAysmFuyMu3TwDyOxbP6VR4pTZYSckU_loNtg5y6/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FaW5kaWFuLWtlY2lsLmpwZw%253D%253D%253F%253D-767323&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdNPnwnNawQXlwGDea53la6kBC03sVaukv3RnqREBvFJhL8fWMgQGt6Z9OrVguXhcCeXvYBW95HVROLTr8Hj2hcgD9KcSwJo4vRWptPAysmFuyMu3TwDyOxbP6VR4pTZYSckU_loNtg5y6/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FaW5kaWFuLWtlY2lsLmpwZw%253D%253D%253F%253D-767323&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5867038146191844978&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika Xiau Su berusia 5 tahun, dia telah kehilangan kedua orang tuanya, dia dibesarkan oleh kakek dan neneknya, mereka tinggal di Amerika Serikat bagian timur dekat pegunungan Chala Ridge, hidup dengan penuh kebebasan, kakek dan neneknya adalah keturunan dari Indian Chala Ridge, nenek mengatakan Xiau Su dilahirkan ditengah hutan, oleh sebab itu sejak dilahirkan sudah memiliki kemampuan berkomunikasi dengan hutan, dia bahkan sangat menghargai kehangatan yang diberikan alam ini, mengerti bagaimana bersuka cita dengan bermain di sungai.&lt;p&gt;Pada suatu ketika, Xiau Su melihat langsung betapa kejinya elang memburu mangsanya, kakeknya menghiburnya, &amp;quot;Jangan bersedih, Xiau Su, ini adalah hukum alam semesta. Seluruh binatang mengetahui hukum tersebut, hanya mengambil barang yang mereka butuhkan, tetapi lebah kecil tidak mengerti peraturan ini, madu yang disimpan selalu lebih banyak daripada yang dibutuhkan, oleh sebab itu binatang yang lain dan manusia dapat meminum segelas madu. Manusia lebih parah dengan lebah kecil ini, selalu serakah oleh sebab itu mengambil lebih banyak dari yang dibutuhkan, mereka merampas, menjarah hak milik orang lain, oleh sebab itu terjadi peperangan.&lt;p&gt;Pada suatu ketika nenek berkata kepada Xiau Su,&amp;#160; didalam tubuh kita memiliki jiwa spiritual dan jiwa raga, jiwa raga mengatakan kepada kita bagaimana mencari makanan, oleh sebab itu manusia dapat terus bertahan hidup didunia ini, sedangkan jiwa spiritual membuat kita memahami batin dari manusia serta mahluk lainnya. Seseorang jika hanya menggunakan jiwa raga fisiknya berpikir maka kelakuannya akan menjadi serakah dan rendah, jiwa spiritual akan perlahan mati, itu yang kita sebut sebagai mayat hidup.&amp;#160; Jiwa spiritual sama dengan otot tubuh kita, semakin dipergunakan akan semakin kuat.&amp;#160; Ketika &amp;#160;orang meninggal, maka jiwa raga fisik ini juga akan ikut meninggal. Tetapi jiwa spiritualnya akan selamanya eksis.&lt;p&gt;Sejak saat itu Xiau Su memutuskan, dia akan melatih jiwa spiritualnya menjadi sangat kuat. Oleh karena dorongan jiwa spiritual yang kuat ini ketika Xiau Su menghadapi&amp;#160; serangkaian tragedi, dia bisa menghadapinya dan tidak begitu sedih, pertama adalah teman baiknya meninggal, disusul oleh kakek dan neneknya, kemudian anjing kesayangannya, karena dia tahu mereka semua orang dan binatang yang dicintai memiliki jiwa spiritual yang kuat, setelah reinkarnasi mereka bisa mendapatkan kehidupan yang indah. [Anastasia Kang / Dumai]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/perjalanan-spiritual-indian-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdNPnwnNawQXlwGDea53la6kBC03sVaukv3RnqREBvFJhL8fWMgQGt6Z9OrVguXhcCeXvYBW95HVROLTr8Hj2hcgD9KcSwJo4vRWptPAysmFuyMu3TwDyOxbP6VR4pTZYSckU_loNtg5y6/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FaW5kaWFuLWtlY2lsLmpwZw%253D%253D%253F%253D-767323" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-7274737703873024166</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 14:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T14:43:23.379+07:00</atom:updated><title>HANYA DEMIKIAN SEDERHANA</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicFp-oOWJtxpg_lUv0pz_CcCR4YyXvKgD9sFe6uS0Wqiow3GXd0_gQLSY7PBNxR7ZxpUHME_gs_wMSJ-RFmmgCRWbIFo7imYAP-KH2cysYJhmvPDLsfLisv0fmctSPx-eoHynMx4Qkovxx/s1600/maria.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicFp-oOWJtxpg_lUv0pz_CcCR4YyXvKgD9sFe6uS0Wqiow3GXd0_gQLSY7PBNxR7ZxpUHME_gs_wMSJ-RFmmgCRWbIFo7imYAP-KH2cysYJhmvPDLsfLisv0fmctSPx-eoHynMx4Qkovxx/s200/maria.gif&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ketika bertemu, mak comblang dengan sederhana menjelaskan keadaan Maria, tamat dari universitas A, sekarang sedang bekerja di departemen sosial, berumur 28 tahun, tahun ini mendapat gelar karyawan paling rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio hanya dengan kalem mendengar, sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan pertama, Rio sudah memutuskan, tidak mau bertemu lagi dengan Maria. Didalam hatinya berpikir, saya hanya ingin mencari seorang istri, bukan seorang wanita karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kelihatannya Maria sangat menaruh perhatian. Pada suatu hari, Maria bahkan berkunjung ke rumahnya, karena sudah di depan rumahnya dia terpaksa menyambutnya dengan sopan, mengajaknya masuk, duduk dan mengobrol. Setelah itu, Maria beberapa kali lagi datang, mereka dapat mengobrol dengan akrab, mereka kelihatannya mempunyai hobi dan topik yang sama, tetapi hatinya masih tidak bisa menerimanya. Saat Maria datang, dia menyambutnya karena sopan santun mengajaknya mengobrol, tetapi dia sendiri sama sekali tidak pernah mencarinya. Pernah sekali&amp;nbsp; Maria&amp;nbsp; menawarkan diri memasak untuknya, ia menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terus berganti, dia merasa Maria adalah seorang wanita yang baik hati. Pada suatu hari ada seorang nenek yang meminta sedekah, dia memberinya uang, bahkan memberi nenek tersebut makan. Maria pernah bertanya kepada Rio, apakah dia mempunyai pakaian bekas yang sudah tidak dipakai, dia mengatakan di kampung halamannya terjadi bencana banjir, dia ingin menyumbangkan baju-baju bekas kepada korban banjir. Setelah kedua kejadian tersebut, hatinya mulai berubah, dia mulai bisa menerima Maria, terkadang dia akan pergi mencarinya, mengajaknya keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari salah seorang bekas teman sekolahnya mengunjunginya, setelah saling bercerita dia menceritakan Maria yang bekerja di suatu departemen menanyakan kepada bekas teman sekolahnya, apakah mengenal Maria. Temannya bekerja itu di departemen komunikasi, meminta nomor telepon kantor Maria akan membantunya menyelidiki tempat kerja Maria, dengan demikian bisa memberi Maria kejutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah teman sekelasnya menyelidiki&amp;nbsp; berkata, &quot;Apakah engkau tahu dimana dia bekerja?&quot; dia menjawab &quot;Setahuku ia bekerja di departemen sosial, tapi bagian apa persisnya saya tidak pernah bertanya kepadanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sekelasnya berkata, &quot;Bukan departemen sosial, dia bekerja di rumah sosial, ini adalah nomor telepon rumah sosial.&quot; Dia tidak percaya, terbengong disana beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang bekerja di rumah sosial kenapa Maria tidak pernah berterus terang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu perasaannya kembali kepada awal perkenalan, walaupun Maria baik, tetapi dia tidak bisa menerima keadaannya. Akhirnya, dia memutuskan akan berpisah dengannya. Tentu saja Maria tidak bisa berkata apapun, dia hanya bertanya, &quot;Dimana kekurangan saya coba engkau katakan. &quot; Dia berpikir sampai lama tetapi tidak bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama kemudian Rio melamar Maria. Setelah menikah mereka hidup&amp;nbsp; bahagia dan damai. Mereka mempunyai seorang putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Maria bertanya kepadanya, &quot;Engkau tidak bisa menerima saya, bahkan akhirnya memutuskan berpisah dengan saya, tetapi kenapa engkau akhirnya masih datang mencari saya?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertawa dia berkata, &quot;Apakah engkau ingat, hari itu setelah saya mengatakan berpisah denganmu, engkau berjalan pergi, saya mengikuti kamu dari belakang, ada seekor burung pipit yang terjatuh dari atas pohon, engkau tanpa berpikir memungutnya dan mengobatinya di rumah....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hanya demikian sederhana.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk-anggukkan kepala mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir diantara manusia demikian ajaib, setelah berkenalan lama kita akan memahami kebaikan dan keburukannya, dan tanpa sadar mencintainya. [Lena Lim / Kisaran]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/hanya-demikian-sederhana.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicFp-oOWJtxpg_lUv0pz_CcCR4YyXvKgD9sFe6uS0Wqiow3GXd0_gQLSY7PBNxR7ZxpUHME_gs_wMSJ-RFmmgCRWbIFo7imYAP-KH2cysYJhmvPDLsfLisv0fmctSPx-eoHynMx4Qkovxx/s72-c/maria.gif" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-6117240898074516636</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 08:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T15:41:05.476+07:00</atom:updated><title>PENGALAMAN HIDUP</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEoNDTx5BRnHmlIkdGPYvQxvDfevWK0y84UQhfN6hI61bw1YP9yECD1sPdpPUwka0aTrbRzu7SuQ5JiHPfBWgYC14rKbvID1MLs7J4OdwuY_6uhZmXQhr123ocYjUIu0I0PaiRduiQTmN_/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVuZ2FsYW1hbi1oaWR1cC5qcGc%253D%253F%253D-765476&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEoNDTx5BRnHmlIkdGPYvQxvDfevWK0y84UQhfN6hI61bw1YP9yECD1sPdpPUwka0aTrbRzu7SuQ5JiHPfBWgYC14rKbvID1MLs7J4OdwuY_6uhZmXQhr123ocYjUIu0I0PaiRduiQTmN_/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVuZ2FsYW1hbi1oaWR1cC5qcGc%253D%253F%253D-765476&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5866248726848417634&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Putra seorang teman setelah lulus dari universitas, setiap hari berada di rumah, tidak mencari kerja, setiap hari di siang hari tidur, malam hari main internet.&lt;p&gt;Belakangan ini masih meminta biaya kepada ibunya untuk sekolah ke Amerika. Teman meminta nasehat kapada saya apakah akan membiarkan anaknya pergi atau tidak?&lt;p&gt;Saya memandang rambutnya yang penuh uban dan berkata, &amp;quot;Jika engkau ingin anakmu mempunyai masa depan yang baik, biarkan dia pergi, tetapi jangan memberinya uang.&amp;quot;&lt;p&gt;Saya teringat kepada cerita adik ipar saya.&lt;p&gt;Adik ipar saya adalah seorang Amerika, dari kecil dia ingin menjadi pelaut, berpetualang ke seluruh dunia. Dia ingin setelah selesai mengelilingi dunia baru melanjutkan kuliahnya. Walaupun ayahnya adalah seorang dokter, kondisi ekonomi keluarganya bagus, tetapi orangtuanya tidak memberikan dia uang. Dia juga tidak meminta kepada orang tuanya.&lt;p&gt;Setelah tamat SMA dia pergi ke Alaska bekerja sebagai penebang kayu untuk menabung. Musim panas di Alaska, siang harinya sangat panjang. Matahari masih bersinar sampai jam 3 dini hari. Jadi&amp;#160; setiap hari dia bekerja 16 jam. Menebang kayu satu musim gajinya bisa mencukupi dia untuk mengeliling dunia 3 musim.&lt;p&gt;Pada tahun kedua setelah mengelilingi seluruh dunia dia kembali ke bangku kuliah. Karena dia kuliah atas kehendaknya sendiri, maka dia dalam 3 tahun menyelesaikan kuliah yang seharusnya diselesaikan dalam 4 tahun. Setelah lulus dari universitas dia mendapatkan pekerjaan yang bagus, setiap langkah yang dilalui berjalan lancar, dengan cepat dia dipromosi menjadi direktur.&lt;p&gt;Pada suatu ketika, dia menceritakan kepada saya pengalaman kecil yang membuat dia seumur hidup mengingat hal tersebut.&amp;#160;&lt;p&gt;Saat dia sedang bekerja di Alaska, dia dan seorang rekan kerjanya ketika sedang menebang kayu mendengar lolongan srigala. Mereka sangat gugup memandang ke sekelilingnya mencari, akhirnya mereka melihat seekor serigala betina kakinya terjebak di perangkap yang dipasang pemburu. Srigala itu melolong kesakitan.&lt;p&gt;Setelah melihat perangkap, mereka tahu itu adalah perangkap yang dipasang oleh seorang rekan mereka. Pekerjaan sampingan rekan mereka adalah berburu. Setelah mendapat buruan, bulu buruannya akan dijual&amp;#160; untuk menambah pencaharian. Namun rekannya itu mendapat serangan jantung dan telah diantar dengan helikopter ke rumah sakit.&lt;p&gt;Serigala betina ini jika tidak ada orang yang mengurus pasti akan mati kelaparan. Dia ingin melepaskan srigala betina ini, tetapi srigala ini sangat ganas, dia tidak bisa mendekatinya. Dia melihat srigala ini sedang meneteskan susu, berarti ada anak srigala di sarangnya yang memerlukan susu ibunya.&lt;p&gt;Lalu dia dan rekannya pergi mencari sarang srigala, akhirnya mereka menemukan 4 ekor srigala kecil, mereka lalu membawanya menyusui ke ibunya. Supaya anak srigala tidak mati kelaparan, mereka memberikan makanan kepada srigala betina, supaya srigala betina ini dapat bertahan hidup. Di malam hari mereka mendirikan kemah dan menginap didekat srigala betina beserta anaknya untuk melindungi mereka, karena kaki srigala betina kena perangkap, tidak berdaya.&lt;p&gt;Sampai hari ke lima, ketika dia pergi memberinya makanan, dia melihat srigala betina ini menggoyang-goyangkan buntutnya, dia menyadari srigala tersebut telah mulai percaya kepadanya. Tiga hari kemudian, srigala betina membiarkan dia mendekat serta membiarkan dia melepaskan perangkap dikakinya.&lt;p&gt;Setelah srigala betina bebas, srigala ini menjilat tangannya serta membiarkan dia mengobati luka kakinya, kemudian membawa anak-anaknya pergi, sepanjang jalan masih membalikkan kepalanya memandang ke dia.&lt;p&gt;Dia duduk diatas batu besar memikirkan hal tersebut, jika&amp;#160; manusia dapat membiarkan binatang buas menjilat tangannya, menjadi teman, apakah manusia tidak bisa membiarkan orang lain melepaskan senjatanya menjadi teman?&lt;p&gt;Dia berjanji mulai saat ini dia akan terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati terhadap orang lain, orang lain pasti juga akan bersifat tulus. Sambil bercanda dia berkata jika tidak demikian, maka akan lebih buruk dari binatang.&lt;p&gt;Oleh sebab itu di perusahaannya dia selalu bersikap tulus terhadap orang lain, selalu membantu dan memperhatikan kepentingan orang lain. Dampaknya setiap tahun dia selalu naik pangkat, dengan cepat dia menjadi direktur di kantornya. Setiap hari dia hidup dengan gembira, orang yang membantu orang lain lebih bahagia daripada orang yang dibantu, walaupun dia tidak tahu ada pepatah Tiongkok, &amp;quot;memberi lebih bahagia daripada menerima.&amp;quot; Tetapi didalam kehidupannya hal tersebut terbukti benar.&lt;p&gt;Dia mengatakan kepada saya, dia sangat bersyukur terhadap pengalaman tak terlupakan selama di Alaska. Orang yang melalui penderitaan baru bisa menjadi matang.&lt;p&gt;Jika seseorang setelah tamat kuliah tidak tahu apa yang diinginkan, lebih bagus membiarkan dia pergi keluar mencari pengalaman, jangan memberinya uang, biarkan dia mandiri, berikan kepadanya kesempatan untuk membuktikan dirinya mempunyai kemampuan, sehingga dia akan mendapat pengalaman yang akan diingat dan dihargai seumur hidupnya. [Meilinda Chen / Jakarta]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/pengalaman-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEoNDTx5BRnHmlIkdGPYvQxvDfevWK0y84UQhfN6hI61bw1YP9yECD1sPdpPUwka0aTrbRzu7SuQ5JiHPfBWgYC14rKbvID1MLs7J4OdwuY_6uhZmXQhr123ocYjUIu0I0PaiRduiQTmN_/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVuZ2FsYW1hbi1oaWR1cC5qcGc%253D%253F%253D-765476" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-8647590302036318350</guid><pubDate>Thu, 11 Apr 2013 04:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-11T11:11:13.328+07:00</atom:updated><title>NAGA LIAR DAN NAGA RUMAH</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLpvqk6Pz5zTkvvkfGX1hhGtpC7kNUL2fkicbbgToimfSsQFiAqM9-UTaErMQsG3DpKiCEm72OBJU3vhQAUGpY_q0tZrjvUol4FQztH0-GcGogaWwTjC1rYwzIzoTUQ9mfUfrx8xVbEudK/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVhLW5hZ2EuanBn%253F%253D-773329&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLpvqk6Pz5zTkvvkfGX1hhGtpC7kNUL2fkicbbgToimfSsQFiAqM9-UTaErMQsG3DpKiCEm72OBJU3vhQAUGpY_q0tZrjvUol4FQztH0-GcGogaWwTjC1rYwzIzoTUQ9mfUfrx8xVbEudK/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVhLW5hZ2EuanBn%253F%253D-773329&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5865437006501647170&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dahulu ada seorang yang khusus membiakkan naga, dia menyelidiki kebiasaan, kesukaan, keinginan dari naga, akhirnya dia berhasil membiakkan 2 ekor naga, lalu dia memelihara mereka.&lt;p&gt;Naga dengan pikiran damai berbaring di kolam kecil di depan rumah, beranggapan air sungai, laut dan danau tidak akan lebih nyaman daripada air kolam tempat tinggalnya, setiap hari diberi makan oleh majikannya adalah makanan yang paling enak, beranggapan buaya yang terdapat di sungai tidak menarik perhatiannya. Naga setiap hari dengan gembira berbaring didalam kolam jika ingin berbaring akan terus berbaring ingin bergerak bisa bergerak, dia sangat menyukai lingkungan ini, tidak ingin pergi ketempat lain.&lt;p&gt;Pada suatu hari, ada seekor naga liar yang melewati rumahnya, naga peliharaan ini melihat ada teman sejenisnya lalu mengajaknya mengobrol, &amp;quot;Engkau tinggal dimana ya? Musim dingin segera tiba, engkau masih setiap hari berkeliaran di luar, cepat cari sebuah gua untuk bersembunyi! Apakah engkau tidak merasa lelah setiap hari berkeliaran? Coba lihat, kami berdua tinggal disini sangat aman dan tenteram.&amp;quot;&lt;p&gt;Naga liar sambil tertawa menjawab, &amp;quot;Kenapa pikiran kalian demikian sempit? Alam ini sangat besar dapat membuat tubuh kita menjadi indah, tanduk diatas kepala bisa menjulang, sisik dibadan dapat bersinar indah, dapat menyelam ke laut yang dalam, dapat terbang tinggi ke atas langit. Dapat mencapai cakrawala dilangit, dapat melambung diatas langit, dapat memanggil angin dan hujan menyirami bumi, selain tidak bisa menembus alam semesta yang luas ini, dapat bertamasya keseluruh dunia. Apakah ini bukan kegembiraan yang tak terbatas? Tetapi, kalian sekarang tinggal dikolam yang kecilnya seperti tapak kuda, kebebasan kalian sangat terbatas, hanya semut, cacing dan binatang sejenis ini yang menemani kalian, mendapat sisa makan dari manusia. Walaupun kalian dan saya sama jenisnya, tetapi memiliki kegembiraan yang sangat berbeda! Tunduk kepada manusia, menjadi mainan dan peliharaan manusia, suatu hari kalian akan ditelan oleh manusia, daging kalian akan dipotong dijadikan santapan. Saya bermaksud menolong kalian, tetapi kalian malahan mengejek dan memikat saya masuk ke dalam perangkap kalian? Kelihatannya kalian yang tidak sadar ini tidak akan terlepas dari marabahaya.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah berkata demikian naga liar tersebut meninggalkan mereka. Tidak berapa lama kemudian, 2 ekor naga yang dipelihara ini dijagal orang, dipotong menjadi santapan di meja makan.&lt;p&gt;Naga rumah dan naga liar memiliki eksitensi yang berbeda. Naga rumah hanya ingin hidup nyaman, tunduk kepada orang, tidak ingin maju, sehingga kehilangan sifat alamiahnya, akhirnya dijagal orang dan binasa. Naga liar walaupun tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, hidup dengan bersusah payah, tetapi memiliki kebebasan yang tak terbatas dialam semesta ini. [Erni Tjong / Singkawang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/naga-liar-dan-naga-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLpvqk6Pz5zTkvvkfGX1hhGtpC7kNUL2fkicbbgToimfSsQFiAqM9-UTaErMQsG3DpKiCEm72OBJU3vhQAUGpY_q0tZrjvUol4FQztH0-GcGogaWwTjC1rYwzIzoTUQ9mfUfrx8xVbEudK/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZHVhLW5hZ2EuanBn%253F%253D-773329" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-1359093507096324173</guid><pubDate>Thu, 11 Apr 2013 04:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-11T11:02:51.775+07:00</atom:updated><title>PUTRI DAN BULAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik58SymBFghJvKw2AMy-b-lj_8_WqYBh8EhyphenhyphenCFT3301WlJy3nXII_v6S8zw7sfrRb20-5pSAwLzT8-BcxLefaBfgZPA59D0wgPKPSHCXpQWj3WtEWWyjI6plABO1-8jbWgbels6JnzYks3/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcHV0cmktYnVsYW4uanBn%253F%253D-771776&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik58SymBFghJvKw2AMy-b-lj_8_WqYBh8EhyphenhyphenCFT3301WlJy3nXII_v6S8zw7sfrRb20-5pSAwLzT8-BcxLefaBfgZPA59D0wgPKPSHCXpQWj3WtEWWyjI6plABO1-8jbWgbels6JnzYks3/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcHV0cmktYnVsYW4uanBn%253F%253D-771776&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5865434855085693778&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang putri yang sedang sakit berkata kepada raja, jika dia bisa memiliki bulan, maka penyakitnya segera akan sembuh.&lt;p&gt;Raja yang sangat mencintai putrinya lalu mengumpulkan semua cendekiawan yang ada di negaranya, lalu meminta mereka memikirkan cara untuk mendapatkan bulan.&lt;p&gt;Tetapi semua cendekiawan, para menteri dan paranormal, tidak ada seorangpun yang bisa memenuhi tugas itu.&lt;p&gt;Dahulu mereka pernah melakukan beberapa tugas penting dan sulit, tetapi mendapatkan bulan, tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya.&lt;p&gt;Perdana menteri mengatakan bulan jauhnya tiga puluh lima ribu mil dari kamar sang putri, dan terbuat dari tembaga yang mencair.&lt;p&gt;Paranormal mengatakan jauhnya lima belas juta mil dan terbuat dari keju hijau, dan dua kali lebih besar dari seluruh kerajaan.&lt;p&gt;Para ilmuwan mengatakan jauhnya 300.000 mil, bulat dan pipih seperti koin, besarnya setengah kerajaan, terdapat di langit tidak mungkin bagi seseorang untuk mengambilnya.&lt;p&gt;Raja dalam menghadapi semua hal &amp;quot;tidak mungkin&amp;quot; ini hatinya sangat marah dan galau, lalu memanggil badut &amp;#160;kerajaan, bermain piano untuk menghilangkan kegalauannya..&lt;p&gt;Setelah mengetahui kesusahan yang dihadapi raja, Badut ini mengambil sebuah kesimpulan: jika apa yang dikatakan para menteri, ilmuwan, cendekiawan memang benar, maka ukuran bulan di pikiran setiap orang pasti tidak sama, juga terbuat dari apa, masih belum jelas. Oleh sebab itu dia mengatakan kepada raja harus menyelidiki dan menanyakan kepada tuan putri ukuran bulan di dalam pikirannya ada seberapa besar, seberapa jauh dan terbuat dari apa.&lt;p&gt;Raja setelah mendengar penjelasannya, segera tercerahkan. Lalu menyuruh badut ke kamar putri&amp;#160; menyelidiki dan menanyakan kepada putri keadaan bulan di dalam benaknya.&lt;p&gt;Putri berkata, &amp;quot;Besarnya adalah lebih kecil antara ibu jari dan jari telunjuk saya!,&amp;quot; karena hanya dengan melalui celah ibu jari dan jari telunjuk putri sudah dapat melihat bulan.&lt;p&gt;Lalu, berapa jauh? &amp;quot;Tidak lebih tinggi dari pohon di luar jendela!&amp;quot; putri beranggapan demikian, karena dari jendelanya dia memandang terkadang bulan seperti tergantung di celah pohon.&lt;p&gt;Lalu terbuat dari bahan apa?&lt;p&gt;&amp;quot;Tentu saja terbuat dari emas!&amp;quot; tuan putri dengan tegas menjawab.&lt;p&gt;Lebih kecil dan ibu jari dan jari telunjuk, lebih rendah dari pohon, terbuat dari emas, bulan yang seperti ini pasti gampang membuatnya. Lalu badut pergi ke tukang emas menyuruh tukang emas membuat sebuah bulan yang kecil, tergantung di sebuah kalung. Dia lalu membawanya dan menghadiahkannya kepada putri. Setelah melihat kalung itu Sang Putri sangat gembira. Keesokkan harinya penyakitnya telah sembuh.&lt;p&gt;Tetapi raja masih sangat khawatir. Setelah malam hari, bulan yang asli akan tergantung di atas langit, jika tuan putri melihatnya,&amp;#160; bukankah kebohongan tersebut akan terbongkar? &amp;#160;&lt;p&gt;Lalu raja kembali memanggil para menteri, cendekiawan serta ilmuwan berkonsultasi dengan mereka&amp;#160; memecahkan masalah ini. Bagaimana supaya putri tidak dapat melihat bulan yang asli?&lt;p&gt;Ada yang menyarankan supaya putri memakai kaca mata hitam, ada yang menyarankan&amp;#160; menutup seluruh kebun di istana dengan kain hitam, ada juga yang mengatakan setelah hari gelap segera menghidupkan asap, untuk menyembunyikan kegemerlapan bulan. Tentu saja semua ide ini tidak bisa dipakai.&lt;p&gt;Bagaimana caranya? Raja khawatir setelah putri melihat bulan yang asli penyakitnya akan kambuh, tetapi dia tidak dapat menemukan cara mengatasi hal tersebut. Lalu dia kembali mencari si badut untuk memainkan piano untuk menghiburnya.&lt;p&gt;Si badut setelah mendengar semua ide dari orang pintar tersebut, berkata kepada raja, mereka semua orang pintar tetapi tidak dapat mencari jalan menyembunyikan bulan, itu berarti bulan tidak bisa disembunyikan.&lt;p&gt;Perkataannya semakin membuat raja menjadi panik. Terlihat bulan akan segera terlihat di langit, sebentar lagi akan menyinari jendela kamar putri. Dia hanya bisa berteriak, &amp;quot;siapa yang bisa menjelaskan, kenapa bulan bisa bersamaan terlihat di langit dan tergantung di leher tuan putri? Pertanyaan sulit ini siapa yang bisa menjawab?&amp;quot;&lt;p&gt;Si badut memang cerdik, dia lalu mengatakan kepada raja, semua orang tidak tahu bagaimana caranya mengambil bulan, siapa yang bisa memecahkan dilema ini? Bukankah tuan putri sendiri, dia lebih pintar dari orang lain. Sekarang, timbul lagi masalah sulit, jika tidak bertanya kepada tuan putri sendiri. Bertanya kepada siapa lagi?&amp;quot;&lt;p&gt;Oleh sebab itu sebelum &amp;#160;raja bisa mencegah, si badut telah berlari ke kamar putri, dan bertanya kepadanya. Tidak disangka mendengar pertanyaan si badut, Sang Putri tertawa dengan gembira, mengatakan dia bodoh, karena jawabannya sangat sederhana, seperti gigi yang tanggal diganti oleh gigi baru, bunga ditaman setelah dipangkas akan tumbuh bunga yang baru, bulan juga akan tumbuh kembali !&amp;quot;&lt;p&gt;Ha..ha..! pertanyaan yang mengganggu semua orang pintar, bagi Sang Putri malahan bukan masalah! [Susanti Lim / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/putri-dan-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik58SymBFghJvKw2AMy-b-lj_8_WqYBh8EhyphenhyphenCFT3301WlJy3nXII_v6S8zw7sfrRb20-5pSAwLzT8-BcxLefaBfgZPA59D0wgPKPSHCXpQWj3WtEWWyjI6plABO1-8jbWgbels6JnzYks3/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcHV0cmktYnVsYW4uanBn%253F%253D-771776" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-5700034343546748803</guid><pubDate>Sat, 06 Apr 2013 04:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-06T11:13:29.469+07:00</atom:updated><title>KESEDIHAN SI LAYANG-LAYANG</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNr6Bsx843LHROP42kTReEtmg4oBj-k3xQSnUZYtQxjJ3HiktzXKRgK8JePO_wls1vef5V4CkXTLw6Bc4GxMtNf20r47118Ee99rDnm6miw-S2V4-c3iQU6U2SNrtKs8wTTX9FPO4aXpu/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnV0dGVyZmx5LWtpdGUuanBn%253F%253D-709469&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNr6Bsx843LHROP42kTReEtmg4oBj-k3xQSnUZYtQxjJ3HiktzXKRgK8JePO_wls1vef5V4CkXTLw6Bc4GxMtNf20r47118Ee99rDnm6miw-S2V4-c3iQU6U2SNrtKs8wTTX9FPO4aXpu/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnV0dGVyZmx5LWtpdGUuanBn%253F%253D-709469&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5863582163173980546&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Layang-layang terbang ke atas langit, dia sangat gembira, ingin mencari teman bermain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mencari awan putih. Awan putih berkata, : &amp;quot;Tubuhmu sangat kecil, saya tidak ingin bermain dengan kamu!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia mencari burung walet. Burung walet berkata, &amp;quot;Engkau tidak dapat terbang tinggi, saya tidak ingin bermain denganmu!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Layang-layang tidak putus asa, dia mencari angin. Angin berkata, &amp;quot;Engkau terbang sangat lamban, saya tidak ingin bermain denganmu!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah mendengar perkataan mereka semua, layang-layang sangat sedih, dia merasa dirinya sangat tidak berguna, dia menjadi minder, dan dengan sedih menangis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pohon melihat keadaannya, lalu menghiburnya sambil berkata, &amp;quot;Engkau jangan bersedih, coba kita berpikir secara optimis, walaupun engkau lebih kecil dari awan diatas langit, tetapi engkau lebih besar daripada asap dibumi!&amp;quot; Layang-layang setelah mendengar perkataan pohon, merasa apa yang dikatakan ada benarnya, lalu dia menghapus airmatanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pohon melanjutkan berkata, &amp;quot;Coba engkau pikirkan, walaupun engkau terbang lebih rendah daripada burung walet, tetapi engkau dapat terbang lebih tinggi daripada burung pipit!&amp;quot; Layang-layang setelah mendengar perkataannya merasa terhibur, lalu mulai tertawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terakhir pohon berkata, &amp;quot;Walaupun angin dapat terbang dengan cepat, tetapi coba engkau renungkan, bagaimana engkau naik keatas langit?&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Saya naik melalui angin.&amp;quot; Layang-layang menjawab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pohon dengan ramah tersenyum berkata, &amp;quot;benarkan, siapa yang berani berkata engkau terbang lebih lambat daripada angin!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah mendengar semua perkataan pohon, Layang-layang merasa pohon sangat bijaksana. Dirinya harus banyak belajar dengan pohon, menjadi bijaksana. Lalu Layang-layang sambil menggangukkan kepalanya mengucapkan terima kasih kepada pohon. Sekarang dia merasa dirinya sangat optimis, dan dengan gembira dia terbang ke atas langit!&amp;quot; [Yenny Wu / Palangkaraya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/04/kesedihan-si-layang-layang.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNr6Bsx843LHROP42kTReEtmg4oBj-k3xQSnUZYtQxjJ3HiktzXKRgK8JePO_wls1vef5V4CkXTLw6Bc4GxMtNf20r47118Ee99rDnm6miw-S2V4-c3iQU6U2SNrtKs8wTTX9FPO4aXpu/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnV0dGVyZmx5LWtpdGUuanBn%253F%253D-709469" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1386671393760236909.post-2233117796427994594</guid><pubDate>Sat, 30 Mar 2013 02:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-30T09:24:50.692+07:00</atom:updated><title>ORANG PALING HEBAT</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPfQKsG1YQ9Cn44Bab1v9plqemGzgtYx1Fc0IqlrZ5t8seq_8Ivv-NPWWGSTDEl4FWwaEUpgklwztp3n90D7KlnoAmIpZsuZtBxagSpQRO2RogGZY-nHNXLaFIjILKJKhEozlsO4PK6z9y/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYW5hay1oZWJhdC5qcGc%253D%253F%253D-790693&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPfQKsG1YQ9Cn44Bab1v9plqemGzgtYx1Fc0IqlrZ5t8seq_8Ivv-NPWWGSTDEl4FWwaEUpgklwztp3n90D7KlnoAmIpZsuZtBxagSpQRO2RogGZY-nHNXLaFIjILKJKhEozlsO4PK6z9y/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYW5hay1oZWJhdC5qcGc%253D%253F%253D-790693&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5860956572375533346&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Papa saya mengatakan bahwa saya adalah seorang yang paling hebat, saya ingin mengetahui apakah saya adalah orang yang paling hebat?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... Paula mengatakan, engkau harus memiliki rambut indah keemasan seperti saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya tidak memiliki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... menurut Sarah, engkau harus memiliki sebaris gigi putih rapih.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya tidak memiliki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... menurut Jessica, diwajahmu tidak boleh ada jerawat dan bintik-bintik tahi lalat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi saya memilikinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... menurut Mark, engkau harus menjadi juara kelas setiap tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi saya bukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat.... menurut Stephen, engkau harus menjadi seorang yang pintar bercerita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi saya tidak bisa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... Lauren mengatakan, engkau harus memiliki rumah yang paling indah di daerah yang paling gengsi dikota ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya tidak punya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... Mathius mengatakan, engkau harus berpakaian paling indah dan memakai sepatu paling modis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi saya tidak punya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang yang paling hebat... Jean mengatakan, engkau harus keturunan bangsawan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi saya bukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi, setiap malam, sebelum tidur. Papa akan memberikan saya sebuah pelukan hangat, serta berkata, &amp;quot;Anakku, engkau paling hebat, saya mencintaimu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Papa saya tentu tahu sesuatu hal yang teman-teman saya tidak mengetahuinya. [Rosvina Ang / Palu]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://lifestyletionghoanews.blogspot.com/2013/03/orang-paling-hebat.html</link><author>noreply@blogger.com (Kehidupan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPfQKsG1YQ9Cn44Bab1v9plqemGzgtYx1Fc0IqlrZ5t8seq_8Ivv-NPWWGSTDEl4FWwaEUpgklwztp3n90D7KlnoAmIpZsuZtBxagSpQRO2RogGZY-nHNXLaFIjILKJKhEozlsO4PK6z9y/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYW5hay1oZWJhdC5qcGc%253D%253F%253D-790693" height="72" width="72"/></item></channel></rss>