<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894</atom:id><lastBuildDate>Thu, 05 Sep 2024 08:01:07 +0000</lastBuildDate><category>Cerita - Cerita</category><category>Kisah - Kisah</category><category>Tulisanku</category><title>kisah.tionghoanews.com</title><description>Media bacaan digital Tionghoa Indonesia</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Story)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1967</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-978784293104252431</guid><pubDate>Sat, 18 May 2013 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-18T14:42:56.206+07:00</atom:updated><title>KISAH CINTA SEPASANG CICAK</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFQti51ObrWnlszKR_6x0woUA2wgC8I1RjsYx7-mDwH3JQyWN9Hqif9c20k9lBHksust_W0vvXTfKukZQ4gtFUvax9Vi96fnWImtrTtEwK_pqUG15XlHNs0CvSX5r89B3l9Q0o4OKaD8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2lzYWhfY2ludGFfc2VwYXNhbmdfY2ljYWsuanBn%253F%253D-776206&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFQti51ObrWnlszKR_6x0woUA2wgC8I1RjsYx7-mDwH3JQyWN9Hqif9c20k9lBHksust_W0vvXTfKukZQ4gtFUvax9Vi96fnWImtrTtEwK_pqUG15XlHNs0CvSX5r89B3l9Q0o4OKaD8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2lzYWhfY2ludGFfc2VwYXNhbmdfY2ljYWsuanBn%253F%253D-776206&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879221716987235090&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kisah yang diambil dari buku cerita di Jepang ini mengajarkan kepada kita soal cinta yang tak kenal kata menyerah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang bapak berniat merenovasi rumahnya. Untuk itu ia merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bapak itu merasa kasihan sekaligus penasaran. Ketika ia mengecek surat itu, terkejutlah dia karena surat tersebut telah ada sejak 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya? Bapak itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya! Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sungguh ini sebuah cinta. Cinta yang indah. Sebuah bukti bahwa cinta bisa membuat keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan, bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Jarak menjadi bukan persoalan. Namun, tak peduli sejauh apa jarak di antara kita, berusahalah untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. [Irene Ang / Malang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/kisah-cinta-sepasang-cicak.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFQti51ObrWnlszKR_6x0woUA2wgC8I1RjsYx7-mDwH3JQyWN9Hqif9c20k9lBHksust_W0vvXTfKukZQ4gtFUvax9Vi96fnWImtrTtEwK_pqUG15XlHNs0CvSX5r89B3l9Q0o4OKaD8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2lzYWhfY2ludGFfc2VwYXNhbmdfY2ljYWsuanBn%253F%253D-776206" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-4086704620363828907</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 14:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T21:19:07.115+07:00</atom:updated><title>KELEMAHAN ATAU KEKUATAN ?</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHGQv4eaascUmyMJ5o0CHdys5K9bYArg2zhn8Yzr4GSC_7uTKoeYTDP5mYfwH0wVsjMmeAkrRjo_fLX5MBXYM5AVRfvmo9b2nf10PRPSxOlABjYYD-1BUqa2yzXsiIjdWfoBiwBeGavE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VsZW1haGFuX2F0YXVfa2VrdWF0YW4uanBn%253F%253D-747116&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHGQv4eaascUmyMJ5o0CHdys5K9bYArg2zhn8Yzr4GSC_7uTKoeYTDP5mYfwH0wVsjMmeAkrRjo_fLX5MBXYM5AVRfvmo9b2nf10PRPSxOlABjYYD-1BUqa2yzXsiIjdWfoBiwBeGavE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VsZW1haGFuX2F0YXVfa2VrdWF0YW4uanBn%253F%253D-747116&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878210562298877442&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Terkadang kelemahan terbesar kita bisa menjadi kekuatan terbesar kita. Kisah berikut ini mungkin bisa menjadi contoh.&lt;p&gt;Seorang anak berumur 10 tahun memutuskan untuk mempelajari judo, meskipun ia baru saja kehilangan lengan kirinya karena kecelakaan mobil. Anak itu mulai mempelajari judo. Ia merasa baik-baik saja, namun ia tidak mengerti mengapa setelah tiga bulan pelatihan gurunya hanya mengajarkan satu langkah.&lt;p&gt;&amp;quot;Sensei (Pelatih),&amp;quot; akhirnya anak itu bertanya, &amp;quot;Bukankah aku akan mempelajari lebih banyak gerak?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ini adalah satu-satunya langkah yang kau tahu, tapi ini juga satu-satunya langkah yang rasanya harus kau ketahui,&amp;quot; jawab Sensei itu.&lt;p&gt;Tidak cukup memahami maksudnya, tapi karena percaya pada gurunya, anak itu terus berlatih.&lt;p&gt;Beberapa bulan kemudian, Sensei membawa anak itu ke turnamen pertamanya. Mengejutkan. Anak itu dengan mudah memenangkan dua pertandingan pertamanya. Pertandingan ketiga ternyata lebih sulit, tapi setelah beberapa waktu, lawannya menjadi tidak sabar dan merasa punya beban, maka anak itu pun dengan cekatan menggunakan satu gerakan untuk memenangkan pertandingan. Masih terkagum dengan kesuksesannya, anak itu sekarang berada di final pertandingan.&lt;p&gt;Kali ini, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Untuk sementara, anak itu tampaknya kewalahan. Khawatir anak itu mungkin terluka, wasit memberikan istirahat. Ia hendak menghentikan pertandingan ketika sensei ikut turun tangan.&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak,&amp;quot; Sensei bersikeras, &amp;quot;Biarkan ia melanjutkan.&amp;quot;&lt;p&gt;Segera setelah pertandingan dilanjutkan kembali, lawannya melakukan kesalahan penting: ia menurunkan pertahanannya. Seketika, anak itu menggunakan langkahnya untuk menjepitnya. Anak itu memenangkan pertandingan dan juga turnamen pertamanya. Ia menjadi juara.&lt;p&gt;Dalam perjalanan pulang, anak laki-laki itu dan Sensei membahas setiap gerakan dalam setiap pertandingan. Anak itu pun memberanikan diri menanyakan apa yang sebenarnya ada di pikiran Sensei.&lt;p&gt;&amp;quot;Sensei, bagaimana aku bisa memenangkan turnamen hanya dengan satu langkah?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Kau menang karena dua alasan,&amp;quot; jawab Sensei. &amp;quot;Pertama, kau hampir menguasai salah satu teknik paling sulit dalam judo. Dan kedua, pertahanan yang dikenal lawan hanya langkah untuk meraih lengan kirimu.&amp;quot;&lt;p&gt;Rupanya kelemahan anak itu telah menjadi kekuatan terbesarnya. [Lena Lim / Kisaran]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/kelemahan-atau-kekuatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcHGQv4eaascUmyMJ5o0CHdys5K9bYArg2zhn8Yzr4GSC_7uTKoeYTDP5mYfwH0wVsjMmeAkrRjo_fLX5MBXYM5AVRfvmo9b2nf10PRPSxOlABjYYD-1BUqa2yzXsiIjdWfoBiwBeGavE/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VsZW1haGFuX2F0YXVfa2VrdWF0YW4uanBn%253F%253D-747116" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-195225994465293947</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 14:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T21:14:00.589+07:00</atom:updated><title>BERBUAT BAIKLAH TANPA HARUS MENUNGGU</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiihv4vyw1lUFMEwy3hidpbdV0ZVBjA_Jj9LLK_8VkGkdO4Saartrb3R-OwarKvnD5jqJCTNrh-9uKaEE9ftNUA2dZEeGSEJE47UBTOEKc1W3JgzPwaNMhEcz7KNOzKau7eMLWQDaqwaR0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVyYnVhdF9iYWlrbGFoX3RhbnBhX2hhcnVzX21lbnVuZ2d1LmpwZw%253D%253D%253F%253D-740590&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiihv4vyw1lUFMEwy3hidpbdV0ZVBjA_Jj9LLK_8VkGkdO4Saartrb3R-OwarKvnD5jqJCTNrh-9uKaEE9ftNUA2dZEeGSEJE47UBTOEKc1W3JgzPwaNMhEcz7KNOzKau7eMLWQDaqwaR0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVyYnVhdF9iYWlrbGFoX3RhbnBhX2hhcnVzX21lbnVuZ2d1LmpwZw%253D%253D%253F%253D-740590&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878209242516162338&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada dua orang ibu masuk ke toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata pemilik toko sedang dalam kondisi yang tidak ramah. Ia melayani dengan muka cemberut dan cenderung tidak sopan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ibu yang pertama jengkel dengan pelayanan seperti itu. Namun berbeda dengan ibu yang kedua. Ibu ini tetap riang dan malah bersikap sopan terhadap penjualnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ibu pertama bertanya, &amp;quot;Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan org lain,&amp;quot; jawab Ibu kedua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tapi ia melayani kita dengan buruk sekali,&amp;quot; bantah Ibu pertama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan sebagainya, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita,&amp;quot; jelas Ibu kedua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apa yang dilakukan oleh Ibu pertama memang sering kita alami. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang lain memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan tindakan yang juga buruk. Begitu juga sebaliknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Kenapa untuk berbuat baik saja harus menunggu orang lain baik dulu? Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak! Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yg sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat. [Diana Chuang / Kendari]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/berbuat-baiklah-tanpa-harus-menunggu.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiihv4vyw1lUFMEwy3hidpbdV0ZVBjA_Jj9LLK_8VkGkdO4Saartrb3R-OwarKvnD5jqJCTNrh-9uKaEE9ftNUA2dZEeGSEJE47UBTOEKc1W3JgzPwaNMhEcz7KNOzKau7eMLWQDaqwaR0/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmVyYnVhdF9iYWlrbGFoX3RhbnBhX2hhcnVzX21lbnVuZ2d1LmpwZw%253D%253D%253F%253D-740590" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-4950893524777115166</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 13:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T20:42:52.302+07:00</atom:updated><title>JANGAN ASAL MENGKRITIK</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyc28lXxjOdwV2wJzSBFbiciBb-aBlCvlGtW5K5D6QlldToznT-oX5mC7JtqcOfozUeOKdRrQZyL_Zr86VUwIxpz-njd-5TjwQ7doaRwbFnRdGMqHHgtyEJjhHhH3w-ZXPKSNywYJxA2I/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2FzYWxfbWVuZ2tyaXRpay5qcGc%253D%253F%253D-772303&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyc28lXxjOdwV2wJzSBFbiciBb-aBlCvlGtW5K5D6QlldToznT-oX5mC7JtqcOfozUeOKdRrQZyL_Zr86VUwIxpz-njd-5TjwQ7doaRwbFnRdGMqHHgtyEJjhHhH3w-ZXPKSNywYJxA2I/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2FzYWxfbWVuZ2tyaXRpay5qcGc%253D%253F%253D-772303&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878201215042838786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang pengusaha sangat kritis terhadap kaca etalase pesaingnya. &amp;quot;Kenapa kaca ini kotor sekali. Ini benar-benar etalase paling kotor di kota ini,&amp;quot; katanya. Teman-teman sesama bisnisnya bosan mendengar kritik yang terus-menerus dikeluarkan oleh pria itu tentang kaca etalase.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari sambil minum kopi, pengusaha itu berencana melakukan perjalanan jauh. Sebelum berangkat, seorang pemilik toko temannya menyarankan pria itu membersihkan kaca etalasenya sendiri. Ia mengikuti saran temannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari berikutnya saat minum kopi, ia berseru,&amp;quot; Sulit dipercaya. Segera setelah saya membersihkan kaca etalase saya, pesaing saya juga melakukannya. Dan kau harus melihat etalase itu benar-benar bersih.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konfusius pernah mengatakan, &amp;quot;Jangan mengeluh tentang salju di atas tetangga Anda, saat depan pintu Anda sendiri tidak bersih.&amp;quot; [Elisabeth Wang / Banda Aceh]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/jangan-asal-mengkritik.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyc28lXxjOdwV2wJzSBFbiciBb-aBlCvlGtW5K5D6QlldToznT-oX5mC7JtqcOfozUeOKdRrQZyL_Zr86VUwIxpz-njd-5TjwQ7doaRwbFnRdGMqHHgtyEJjhHhH3w-ZXPKSNywYJxA2I/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2FzYWxfbWVuZ2tyaXRpay5qcGc%253D%253F%253D-772303" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-6370004155458619867</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T20:25:38.223+07:00</atom:updated><title>BAHAGIA SOAL PILIHAN!</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw1d9sU2bWi92mvkpqlRX7FkKns5PFspz6ERAZ9qxTDHl_9_zHIFBB4u839ZvkNnulME-Z9yMmqwreNvNEqNBYD1p8SKrdpMs3GFVo2_wgqd5rj_Ctl0NmpU06y-8GXL603YI5ON9O-x8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFoYWdpYV9zb2FsX3BpbGloYW4uanBn%253F%253D-738223&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw1d9sU2bWi92mvkpqlRX7FkKns5PFspz6ERAZ9qxTDHl_9_zHIFBB4u839ZvkNnulME-Z9yMmqwreNvNEqNBYD1p8SKrdpMs3GFVo2_wgqd5rj_Ctl0NmpU06y-8GXL603YI5ON9O-x8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFoYWdpYV9zb2FsX3BpbGloYW4uanBn%253F%253D-738223&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878196776977959762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang motivator ketika acara tanya jawab dalam sebuah seminar ditanya tentang apakah pasangannya membuat ia bahagia?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jawaban mengejutkan keluar dari motivator itu. &amp;quot;Tidak!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sontak seluruh pendengar saling pandang mengingat pasangan sang motivator itu duduk di barisan terdepan dan sebelumnya diperkenalkan oleh sang motivator. Dari gerik badannya, pasangan motivator tersebut seperti malu dan ingin pergi selekasnya dari ruangan itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tidak,&amp;quot; tegasnya sekali lagi, &amp;quot;Pasanganku tidak bisa membuatku bahagia. Memang, ia seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau selingkuh. Ia setia dan memenuhi semua kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tak bisa membuatku bahagia.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebuah suara bertanya, &amp;quot;Mengapa?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Karena tak seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri,&amp;quot; kata motivator itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan kata lain, tidak ada orang yang bisa membuat kita bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuat kita bahagia, karena yang bisa membuat diri kita bahagia adalah kita sendiri. Kita bertanggung jawab atas diri sendiri. Jika kita merasa berkecukupan, tidak merasa minder, selalu percaya diri, kita tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kebahagiaan adalah masalah pilihan. Maka, berbahagialah. Hidup pun akan menjadi indah. Saya lalu teringat dengan omongan seorang pemimpin agama, &amp;quot;Bukan karena hari ini indah kita bahagia, namun karena kita bahagia maka hari ini indah.&amp;quot; [Anita Li / Jayapura]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/bahagia-soal-pilihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw1d9sU2bWi92mvkpqlRX7FkKns5PFspz6ERAZ9qxTDHl_9_zHIFBB4u839ZvkNnulME-Z9yMmqwreNvNEqNBYD1p8SKrdpMs3GFVo2_wgqd5rj_Ctl0NmpU06y-8GXL603YI5ON9O-x8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFoYWdpYV9zb2FsX3BpbGloYW4uanBn%253F%253D-738223" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-9034453385680523171</guid><pubDate>Sat, 11 May 2013 11:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-11T18:19:04.010+07:00</atom:updated><title>LANGKAH JADI RINGAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8rOSOhNaPicwhx5P7KKCWahWPJRLS7A1Q8dCClydhbbQbX1XWNI1BRzbDMYUYHSdappZswA5D_X_ji__ngsueuboGGfwleZQan1WBXCVKywp3ZQ3R3qDTwnqH9hcMlK7CIl-0ukRvAFc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGFuZ2thaF9qYWRpX3Jpbmdhbi5qcGc%253D%253F%253D-744011&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8rOSOhNaPicwhx5P7KKCWahWPJRLS7A1Q8dCClydhbbQbX1XWNI1BRzbDMYUYHSdappZswA5D_X_ji__ngsueuboGGfwleZQan1WBXCVKywp3ZQ3R3qDTwnqH9hcMlK7CIl-0ukRvAFc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGFuZ2thaF9qYWRpX3Jpbmdhbi5qcGc%253D%253F%253D-744011&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876679819412216434&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Gadget akan beroperasi ringan dan lincah manakala kartu memorinya dikurangi isinya. Semakin banyak yang dikeluarkan semakin ringan dan cepat kerjanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkadang hidup ini seperti demikian. Bila langkah hidup ini ingin menjadi riang dan ringan, harus ada kerelaan untuk membersihkan memori dari segala hal yang sesungguhnya tidak diperlukan namun sering masih dianggap perlu, dan digeret kemana diri melangkah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ingin langkah hidup ini membahagiakan? Salah satunya adalah rela membuang isi memori yang tidak penting. Tidak sedikit orang yang mampu melakukan dan memiliki kerelaan ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kosongkan saja memori kita dari segala hal yang tidak diperlukan lagi, dan biarkan Tuhan mengisinya kembali dengan aneka berkat baru yang membahagiakan hidup. [Linda Lim / Denpasar]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/langkah-jadi-ringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8rOSOhNaPicwhx5P7KKCWahWPJRLS7A1Q8dCClydhbbQbX1XWNI1BRzbDMYUYHSdappZswA5D_X_ji__ngsueuboGGfwleZQan1WBXCVKywp3ZQ3R3qDTwnqH9hcMlK7CIl-0ukRvAFc/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGFuZ2thaF9qYWRpX3Jpbmdhbi5qcGc%253D%253F%253D-744011" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-4511881736344392394</guid><pubDate>Sat, 11 May 2013 11:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-11T18:15:57.210+07:00</atom:updated><title>KISAH SEORANG RESEPSIONIS HOTEL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjD2bCGnzGh-fW2Xqw4oyyrbCChvXjoiCBqe4mHqd9ujYF2P1vKksfBlfvyPGtj_uHUJJJJS7J2FbqrB7_rwkfyfoQc2U6bdmV75e93dI70y2td-Jmbx8ldVePXc2mzElLSHKujtr9_r0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmVzZXBzaW9uaXNfaG90ZWwuanBn%253F%253D-757211&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjD2bCGnzGh-fW2Xqw4oyyrbCChvXjoiCBqe4mHqd9ujYF2P1vKksfBlfvyPGtj_uHUJJJJS7J2FbqrB7_rwkfyfoQc2U6bdmV75e93dI70y2td-Jmbx8ldVePXc2mzElLSHKujtr9_r0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmVzZXBzaW9uaXNfaG90ZWwuanBn%253F%253D-757211&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876679018652404642&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Suatu malam saat badai melanda, seorang pria tua dan istrinya memasuki lobi sebuah hotel kecil di Philadelphia, Amerika Serikat. Mencoba selamat dari badai, pasangan ini mendekati meja resepsionis agar dapat bermalam.&lt;p&gt;&amp;quot;Bisakah Anda memberikan kami sebuah kamar?&amp;quot; tanya sang suami.&lt;p&gt;Petugas resepsionis, seorang pria ramah, dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota itu. &amp;quot;Semua kamar terpakai,&amp;quot; kata resepsionis. &amp;quot;Tapi aku tidak mungkin membiarkan Anda, pasangan yang baik ini menebus hujan pada pukul satu pagi. Mungkin Anda mau tidur di kamar saya? Memang bukan kamar suite, tapi cukup baik untuk membuat Anda tidur dengan nyaman malam ini.&amp;quot;&lt;p&gt;Ketika pasangan itu terlihat bingung, pemuda itu berkata, &amp;quot;Jangan khawatir tentang saya, saya tidak akan berada di kamar itu.&amp;quot;&lt;p&gt;Akhirnya pasangan itu setuju.&lt;p&gt;Saat ia membayar tagihan keesokan harinya, pria tua itu berkata kepada resepsionis, &amp;quot;Kamu seorang manajer yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik ini. Mungkin suatu hari nanti aku akan membangun satu untuk Anda.&amp;quot;&lt;p&gt;Resepsionis itu memandang mereka dan tersenyum. Mereka bertiga malahan tertawa. Ketika &amp;#160;mereka pergi, pasangan tua ini selalu mengingat resepsionis itu sangat membantu dan luar biasa, bagaikan menemukan orang-orang ramah di tengah orang yang tidak mudah membantu.&lt;p&gt;Dua tahun berlalu. Resepsionis itu sudah hampir melupakan kejadian malam itu ketika ia menerima surat dari orang tua itu. Ini mengingatkannya pada malam hujan badai. Surat itu juga disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta pemuda itu mengunjungi mereka.&lt;p&gt;Orang tua itu bertemu dengannya di New York, membawanya ke sebuah sudut jalan. Orang tua itu menunjuk ke sebuah bangunan besar baru di sana, batu kemerahan pucat, dengan menara dan menara pengawas yang menjulang.&lt;p&gt;&amp;quot;Itu,&amp;quot; kata pria tua itu, &amp;quot;adalah hotel yang baru saja dibangun untuk Anda kelola.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ah, Anda bercanda,&amp;quot; kata pemuda itu.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya bisa meyakinkanmu kalau saya tidak bercanda,&amp;quot; kata pria tua itu sambil tersenyum.&lt;p&gt;Nama pria tua itu adalah William Waldorf-Aster, dan bangunan megah itu adalah Waldorf-Astoria Hotel. Petugas muda yang menjadi manajer pertama itu adalah George C. Boldt. Petugas muda ini pernah mengatakan bahwa suatu saat ia akan menjadi manajer salah satu hotel paling glamor di dunia.&lt;p&gt;Pesan moral dari kisah ini, jangan takut untuk mencapai dan menyentuh hidup seseorang. Kita tidak pernah tahu hati siapa yang mungkin akan kita sentuh. [Stella Liu / Jember]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/05/kisah-seorang-resepsionis-hotel.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjD2bCGnzGh-fW2Xqw4oyyrbCChvXjoiCBqe4mHqd9ujYF2P1vKksfBlfvyPGtj_uHUJJJJS7J2FbqrB7_rwkfyfoQc2U6bdmV75e93dI70y2td-Jmbx8ldVePXc2mzElLSHKujtr9_r0/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmVzZXBzaW9uaXNfaG90ZWwuanBn%253F%253D-757211" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-4343222229193488867</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 17:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-14T00:01:49.156+07:00</atom:updated><title>KUPU-KUPU KUNING DAN KEKASIH YANG TERTUNDA</title><description>Panggil saja aku Duta (bukan nama asli). Saat itu minggu pagi yang cerah. Berbalut embun dengan hembusan udara yang bersih. Aku habiskan pagi itu dengan berlari santai. Berhentiku sejenak, untuk mengambil nafas. Aku renggangkan kedua tanganku, dan aku lanjutkan lari pagiku kembali.&lt;p&gt;Saat itu, kuteruskan jalanku ke arah terminal. Untuk menaiki mobil yang melewati rumahku. Cukuplah hari itu aku berlari pagi. Sesampai di terminal udara mulai berubah, banyak asap kendaraan, pandahal saat itu hari minggu. Inilah ibu kota, kota metropolitan yang selalu bergerak. Mobil yang aku tunggu tak kunjung datang, terpaksa aku menunggu. Mataku saat itu hanya tertuju pada ujung jalan, berharap mobil itu lewat.&lt;p&gt;Selang beberapa saat, mobil itu pun lewat, dan aku langsung menaikinya. Di dalam mobil, aku duduk di ujung belakang mobil. Dan aku arahkan mataku ke arah luar untuk melihat-lihat. Sepintas aku melihat seorang wanita, dengan rambut yang di ikat ke belakang, dengan sapu tangan pink, yang familiar untukku. Aku bertanya-tanya, aku pun coba mengingatnya.&lt;p&gt;Sampailah aku di rumahku. Aku melihat ibuku ingin keluar dari rumah. Aku pun bertanya padanya hendak kemana? Dia pun menjawabnya, jikalu dia ingin kepasar. Kucium tangan ibuku sebelum melangkah ke pasar. Dan aku pun masuk ke rumahku. Sesampai di dalam rumahku, aku merasa masih ada yang janggal. Aku masih bertanya-tanya? Siapakah sosok wanita yang kulihat tadi? &lt;p&gt;Entah mengapa, aku masih membayangkan wanita itu? Apa aku mengenalnya? Apa mungkin hanya Dejavu? Saat itu tak kuhiraukan semuanya, dan akupun melanjutkan menonton TV. Ada hal yang aneh saat itu. Saat aku sedang asik menonton TV, tiba-tiba ada kupu-kupu kuning yang cantik. Dia berputar-putar, seolah-olah mengajakku untuk bercanda. Aku jadi teringat kata-kata orang tuaku. &lt;p&gt;Jikalau ada kupu-kupu hinggap di rumah seseorang, maka rumah itu akan di datanggi tamu istimewa. Aku tak menghiraukan semuanya, karena aku anggap itu hanya kata khiasan saja. Belum sempat ku mengganti saluran TV, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Siapa gerangan pagi-pagi sudah bertamu. Aku berjalan ke arah pintu rumahku, betapa kagetnya aku, ketika kau membuka pintu, ku lihat ibuku membawa belanjaan yang sangat banyak. Langsung aku membantu ibuku membawa belanjaanya ke dapur. Selesai semua belanjaan aku tempatkan di dapur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku lagi.&lt;p&gt;ibuku memintaku untuk membukakan pintu. Aku berjalan ke arah pintu, dan membukanya. Untuk kedua kalinya aku kaget, sungguh-sungguh aku tak menyangka, ternyata dia wanita yang aku lihat tadi pagi. Dan aku sontak mengingatnya, dia adalah Tini tetangga dekatku yang kini menetap di Jogja. Dulu dia tinggal disini. Keluargaku dan keluarganya sangat dekat. Aku dan dia pernah satu sekolah saat kami sama-sama duduk di bangku SMA.&lt;p&gt;Ada cerita di antara kami berdua. Dulu saat kami masih SMA aku pernah menyukainya, namun tak pernah aku ungkapkan. Dan aku dengar saat itu pun dia menyukaiku namun aku tak mampu bertanya, aku hanya bisa diam, maklum aku terkenal sebagai anak yang pemalu sejak aku SMP. Kami sering belajar bersama. Sampai suatu hari kami harus terpisah, karna ayahnya harus pindah tugas di luar kota. sunggu berat saat itu ku lewati. Hingga saat ini di menetap di Jogja bersama keluarganya.&lt;p&gt;Ibuku pun memintanya untuk masuk. Sesampainya di dalam ibu memintaku untuk menemani Tini sebentar, karna ibuku ingin bertemu dengan seseorang. Kami pun akhirnya berduaan saja di ruang tamu. Ada kejadian lucu, saat aku ingin berkata, dia pun ingin berkata, sontak kami berdua pun terdiam. Hal itu terulang hingga tiga kali. Akhirnya aku memintanya unuk berkata terlebih dahulu. Dia pun berkata padaku jikalau aku tak pernah berubah, dari dulu hingga sekarang aku selalu gugup jika di depanya. &lt;p&gt;Aku hanya tersenyum mendengar kata-katanya. dan kami pun saling bercakap-cakap tentang masa lalu kami saat masih satu sekolah. Saat itu aku berfikir, apakah harus aku ungkapkan perasaanku yang lama terpendam. Keringat membasahi telapak tanganku, dan mengalir di keningku. Tiba-tiba dia mengambil sesuatu dari tasnya. Dan ternyata itu sapu tangan pink, dan dia basuhkan kekeningku. Aku jadi teringat waktu kami sedang lari pagi, waktu dia belum menetap di Jogja. Dia juga pernah menggusapkan sapu tangan yang sama kekeningku sapu tangan berwarna pink, yang aku berikan padanya saat dia ulang tahun. dan aku tersadar, ini bukan Dejavu.&lt;p&gt;Aku pun bertanya tentang sapu tangan itu. Dia pun menjawab bahwa hanya sapu tangan itu yang dapat menghilangkan rasa rindunya akan saat-saat kami masih SMA. Aku tak menyangka dia masih menyimpanya. Aku beranikan diri untuk mengatakan bahwa 1 tahun lamanya aku memendam rasa padanya. Akhirnya aku meluapkan semua rahasiaku terhadapnya. Ternya dia pun merasakan hal yang sama. Dia pun ternyata menyimpan rasa padaku. Gembiranya hatiku saat aku tahu cintaku tak bertepuk sebelah tangan. &lt;p&gt;Dan satu hal yang membuatku kaget, dia datang kesini untuk ulang tahunku, yang aku sendiri tak mengingatnya. Tiba-tiba ibuku datang dengan kue ulang tahun, dengan lilin yang berjumlah 20, sama seperti umurku. Ternyata ibuku sudah mempersiapkan semuanya, dengan bantuan dari Tini. Betapa sempurna hari itu, cintaku yang telah jauh kembali lagi.&lt;p&gt;Ternyata selama dia di Jogja, dia sering menghubungi ibuku. dan dialah yang mempersiapkan kejutan ini. Tini tahu jikalau aku sedang pendidikan, jadi dia tidak ingin membuatku terganggu. dia ingin aku focus untuk masa depanku. Sedangkan dia, selama di Jogja sibuk mengelola usaha ayahnya.&lt;p&gt;Ternyata, jika memang tali jodoh itu telah mengikat di jari manis masing-masing cucu adam, walaupun lama terpisah, akhirnya pastikan menyatu. Tini, hingga detik ini, dia selalu ada di sampingku, menjadi pendamping hidupku, dan kini telah kupinang dia menjadi istriku. [Merissa Li / Semarang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/04/kupu-kupu-kuning-dan-kekasih-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-5615036405967714668</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 16:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T23:51:23.968+07:00</atom:updated><title>APAKAH BENAR CINTA ITU TAK HARUS MEMILIKI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXjLW4fGNAvlUSTyDAivfnS1zb1XjhexQlPQWOli10gpTGbfpXPSiluj4bHLxyT1IlmruOARL9kfW63RLwqbMlpphjMEORrEO9MqOt-qaSwPfH4uuxSRP-xBMv0m1703DjPIp6XXwip0s/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYXBha2FoLmpwZw%253D%253D%253F%253D-783968&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXjLW4fGNAvlUSTyDAivfnS1zb1XjhexQlPQWOli10gpTGbfpXPSiluj4bHLxyT1IlmruOARL9kfW63RLwqbMlpphjMEORrEO9MqOt-qaSwPfH4uuxSRP-xBMv0m1703DjPIp6XXwip0s/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYXBha2FoLmpwZw%253D%253D%253F%253D-783968&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5866375073903524226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Aku tidak mengerti, kenapa cinta tidak harus memiliki. Yang aku tahu saat itu, aku sangat mencintai dia. Semua berbeda, bersama waktu yang silih berganti. Panggil saja aku Alif (bukan nama asli). Aku sudah menjalin cinta selama 2 tahun lamanya dengan seorang wanita.&lt;br&gt;Awal jumpa denganya, hingga jalani 1 tahun kami bersama, perasaanku biasa saja.&lt;p&gt;Setelah 1 tahun usia hubungan kami, baru aku merasakan cinta dihidupku. Aku adalah mahasiswa di salah satu Universitas Suwasta. Di kampusku, aku terkenal sebagai senior yang tidak mementingkan penampilan, namun aku di sana menjabat sebagai ketua di sebuah organisasi mahasiswa.&lt;p&gt;Semua temanku bilang, aku orang yang simple, dan aku asik untuk diajak share. Temanku di kampus cukup banyak. Selain mereka menilaiku sebagai peria yang simple, aku juga disebut peria yang setia, maklum saja, selama aku kuliah hanya satu wanita yang aku pacari. Aku tipe peria yang tidak mudah jatuh cinta. Namun ketika aku jatuh cinta maka aku akan memberikan cintaku hanya pada satu wanita, yaitu kekasihku.&lt;p&gt;Aku mengenal pacarku saat kami sedang share. Kebetulan kami sering satu kelas, dan sering berjalan bersama. Dia wanita yang baik, dan pengertian. Kami sering menghabiskan waktu berdua di rumah kami masing-masing, karna kami sudah saling mengenal keluarga kami satu sama lain.&lt;p&gt;Indahnya cinta itu kurasa. Awal aku berpacaran denganya tak seromantis ini. Aku kurang memperhatikan dia, walaupun sebenarnya setatus kami adalah berpacaran. Mungkin karna sifatku yang sedikit cuek. Tapi semakin bertambahnya wakt,u dia semakin meyakinkan aku. Tiada hari tanpa telpon darinya, entah menanyakan kabar ataupun menanyakan hal yang lainya. Dia sungguh perhatian kepadaku.&lt;p&gt;Dia wanita yang biasa saja. Namun dia memberiku rasa nyaman saat ada di sampingnya. Aku sangat dekat dengan orangtuanya, begitupun dia. Sampai suatu ketika aku harus pulang ke kampung halamanku untuk suatu urusan. Sungguh aku takut, saat kami jauh kami akan menghadapi sebuah perpisahan, dan ternyata dia pun berfikiran seperti aku. &lt;p&gt;Aku pun izin pamit untuk kembali ke kampungku. Dia memegang tanganku dan berkata, bahwa dia sangat mencintai aku. Aku coba tenangkan dirinya yang gunda, dan aku katakan aku tidak akan berpaling darinya. Perpisahan kami diiringi oleh air mata. Dia pun ikut mengantarku ke bandara. Sungguh, dia telah membuatku jatuh cinta padanya.&lt;p&gt;Sampailah aku di kampung halamanku. Sehari dua hari, rasa rindu sangat membunuhku. Namun semua terobati, saat suaranya terdengar di telingaku. Dia selalu menelponku, sehari mungkin 7 kali dia menelponku. Aku sangat rindu dia, namun urusanku disini belum selesai. Kutahan rasa rindu yang menghujam batinku ini. Aku selalu berdo&amp;#39;a, &amp;#160;semoga dia disana selalu baik-baik saja.&lt;p&gt;waktu terus berjalan. Tidak terasa, 6 bulan lamanya aku disini. Sore itu ada yang beda, biasanya dia menelponku namun tidak ada telponnya sama sekali, sms pun tidak ada. keadaan itu berjalan 3 hari lamanya. Mungkin dia tidak ada pulsa, aku coba menenangkan hatiku dengan berfikiran baik tentang dia. Namun aku semakin merasa ada yang ganjil, saat aku menelponnya selalu sibuk, bahkan kadang dimatikan. Sungguh kesal hati ini di buatnya.&lt;p&gt;Apa yang sebenarnya terjadi, akupun tak tahu?. Aku sabar menunggu kepulanganku nanti. Tibala saat dimana aku kembali ke Jakarta. Betapa senangnya hatiku, aku akan bertemu kekasihku yang sangat aku cintai. Aku telphon dia, untuk mengabarkan jikalau aku akan pulang. Sampailah aku di Jakarta, namun tak ada aku lihat kekasihku itu. Hanya teman-teman dekatku dan keluargaku yang berada di bandara. Dengan hati yang kesal, aku telphon dia. Tertahan amarahku ketika dia katakan &amp;quot;sayang&amp;quot; dia tidak bisa datang karna ada urusan, aku pun akhirnya memakluminya.&lt;p&gt;Kampusku tercinta. Tibala aku disana. Kawan-kawanku menyambutku dengan kejutan. Sungguh bahagia hatiku. Namun ada yang kurasa kurang, tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang. Ternyata dia kekasihku, aku melepas rasa rinduku dengan peluk mesrahku. Kuluapkan semuanya dalam satu pelukanku untuknya. &lt;p&gt;Aku mengajaknya untuk pergi berjalan-jalan, menghabiskan waktu berdua. Namun dia menolaknya. Dia bilang, dia sedang sibuk mengerjakan tugas akhir semesternya. Aku berinisiatif untuk membantu kekasihku ini. Kubantu dia mengerjakan tugas kuliahnya. Namun ada yang berbeda dari dia, dia tak seperti dulu. Entah kenapa saat aku bicara denganya, kami selalu tidak searah. Ini sangat aneh, di tambah berita miring dari kawan-kawanku tentang dia yang menduakan aku. Namun aku tetap percaya kekasihku, tanpa mendengarkan kata kata dari kawan-kawanku.&lt;p&gt;Sampai disatu hari, dia meminta bertemu denganku, untuk mengatakan sesuatu.Aku pun menyanggupinya. kami pun bertemu saat istirahat. Aku bertanya padanya, apa yang ingin dia katakan kepadaku. Dia menjawab dengan lugas, bahwa dia ingin putus denganku, aku pun terbatah dan aku tak tahu harus berbuat apa. Dia memberikan alasan padaku, bahwa dia ingin istirahat dulu demi kuliahnya. Sungguh diluar logika buatku, aku merasa tak pernah menghambat kuliahnya, bahkan aku membantunya untuk belajar. Aku coba tetap percaya dia karna aku sayang dia.&lt;p&gt;Seminggu sudah kujalani semua ini dengan kesendirianku. Kucoba menenagkan diriku dengan berjalan-jalan, bersama kawan-kawanku. Sungguh tidakku sangka, aku melihat mantan kekasihku itu berjalan dengan seseorang peria yang tidak aku kenal. Aku berlari menghampirinya, dan aku memanggilnya. Dia pun akhirnya menghampiriku, sebelumnya dia berbicara dengan peria itu, entah apa yang dia katakan padanya. Dia memegang tanganku, dan dia bawa kau ketempat yang sedikit sepih. Belum sempatku bertanya, dia langsung meminta maaf kepadaku.&lt;p&gt;Ternyata selama aku pulang kampung, saat aku dan dia tidak ada komunikasi, dia telah memiliki kekasih baru. Sungguh sakitku rasa, dia menghianatiku. Aku hanya terdiam. Aku sangat mencintai dia, kenapa dia tega mengingkari semuanya. apakah benar cinta itu tak harus memiliki. Yang aku tahu, aku ikhlas mencintai dia, bahkan sampai saat ini aku masih mencintai dia. [Teddy Lim / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/04/apakah-benar-cinta-itu-tak-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXjLW4fGNAvlUSTyDAivfnS1zb1XjhexQlPQWOli10gpTGbfpXPSiluj4bHLxyT1IlmruOARL9kfW63RLwqbMlpphjMEORrEO9MqOt-qaSwPfH4uuxSRP-xBMv0m1703DjPIp6XXwip0s/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYXBha2FoLmpwZw%253D%253D%253F%253D-783968" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-5591937425278334092</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 16:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T23:42:10.012+07:00</atom:updated><title>CERMINAN SIKAPNYA, MELULUHKAN AKU ...</title><description>Hari-hari berjalan seperti biasa. Mengajar-mengajar dan mengajar. Jenuh tidak kurasa, karena aku bahagia. Panggil saja aku Agis (bukan nama asli). Aku adalah seorang guru TK. 3 tahun lamanya aku sudah mengajar. Suka duka mengajar, banyak sudah kuterima. Namun pekerjaan ini sangat aku cintai.&lt;p&gt;Aku sejak kecil sudah bercita-cita menjadi guru. Seluruh keluargaku mendukung keinginanku itu. Aku ingin membuat bangga ibuku. karena hanya dia seorang yang membesarkanku setelah ayahku meninggal saat aku masih kecil.&lt;p&gt;Setiap hari aku melewati jalan panjang untuk sampai ke TK tempatku mengajar. Hari jum&amp;#39;at, aku masih mengingatnya. Kala itu hujan deras, namun tak aku perdulikan. Aku tetap mengajar murid-muridku.&lt;p&gt;Ada satu muridku yang pintar, Namanya Fajar. Tadinya aku berniat untuk mengantarnya pulang, karna aku ingin mengetahui keseharianya di rumah. Namun ternyata yang mengantarnya bukan ibunya, melainkan laki-laki yang aku sendiri belum pernah melihatnya. Dan baru kuketahui, jikalau dia adalah kakak dari muritku Fajar. Dia pun izin untuk mengantar Fajar pulang bersamanya.&lt;p&gt;Keesokan harinya, seperti biasa kuantar Fajar. Namun tidak kulihat ada yang menjemputnya. Aku pun berinisiatif untuk&amp;#160; mengantarnya pulang ke rumahnya. Berjalanlah kami, ternyata rumah Fajar cukup jauh. Sesampainya di sana, aku melihat kakaknya yang kemarin mengantar Fajar pulang.&lt;p&gt;Dia memintaku masuk. Keadaan rumahnya sederhana. Kuliahat dia bersih-bersih, hal yang jarang kulihat dari sosok seorang peria. Di menyuguhkanku teh manis.&lt;p&gt;Dia memiliki usaha warung sembako, hasil tabungannya selama dia masih berkerja. Dialah yang mengurus adik dan ibunya, karna dia sama seperti aku, ayahnya meninggal saat dia masih SMP.&lt;p&gt;Pria ini sungguh sopan baik dan murah senyum. Kami berdua berbincang–bincang soal Fajar. Selesainya aku pun berpamitan untuk pulang. Akhirnya aku pun pulang ke rumah.&lt;p&gt;Pria itu sungguh berbeda, dia mandiri sekali. Semua kebutuhan keluarganya dia yang penuhi. Perawakanya, tingkah lakunya dan tutur katanya yang sopan mencerminkan kepribadiannya yang baik.&lt;p&gt;Sampai di satu hari saat kuingin pulang, hujan menghentikan langkahku di persimpangan jalan. Sungguh deras dan lama hujan ini turun. Aku harus pulang, karna ibuku sakit. Di rumahku hanya tersisah adikku Ruslan, dia tidak bisa berbuat banyak.&lt;p&gt;Tiba-tiba Malik berhenti di depanku. Dia menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Aku pun tidak berfikir lagi, langsung kuiyakan. Di membuka jas hujannya dan dia berikan padaku, sedangkan dia berhujan-hujanan tanpa perduli akan kesehatanya.&lt;p&gt;Sampailah kami di rumah, dengan basah kuyup, Malik mengantarku masuk ke rumah. Dan kulihat Ibuku terbaring di kasur tidur. Malik bertanya tentang sakit yang dihadapi ibuku, aku bilang ibuku sakit darah tinggi.&lt;p&gt;Dengan cepat dia keluar, dia tak mengindahkan hujan. Di pun kembali dengan membawa taksi yang telah dia panggil. Ibuku pun diangkatnya menuju mobil dan jalanlah kami ke rumah sakit. Dia baik sakali, cerminan sikapnya membuatku semakin kagum padanya.&lt;p&gt;Ibuku harus dirawat 2 minggu lamanya. Maliklah yang menemaniku selama 2 minggu itu. Semua tugasku terasa ringan, karena Malik membantuku menjaga ibuku di rumah sakit. Tibalah hari dimana ibuku diperbolehkan pulang. Ibuku bertanya tentang siapa pria yang menemaniku, dan aku menjawabnya, bahwa namanya Malik.&lt;p&gt;Ibuku sepertinya menaruh simpati kepada Malik. Mungkin karena kebaikannya. Dia memang baik, tampan dan sopan. Sungguh jarang peria seperti dia. Memiliki kepribadian yang santun. Sejak itulah aku mulai menyimpan rasa untuk dia, yang telah menaklukkan hatiku dengan sikapnya. [Lenny Wu / Bogor]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/04/cerminan-sikapnya-meluluhkan-aku.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-366477507988547596</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 16:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T23:39:20.552+07:00</atom:updated><title>RAHASIA ITU TETAP AKU SIMPAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmWlN4RvGaFxgDD7IqZUq7TNK-2g9NMZHwoUipIrtKXI_4whkZlh6zdeVt-Yajq0muwTi9hVD5bf8HvDTZEr6DjPRGO3sf1VS8lgSlz5mVgRDNXflLn2SCl26lw-92F1rzLGIFetGoeog/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFoYXNpYTMuanBn%253F%253D-760552&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmWlN4RvGaFxgDD7IqZUq7TNK-2g9NMZHwoUipIrtKXI_4whkZlh6zdeVt-Yajq0muwTi9hVD5bf8HvDTZEr6DjPRGO3sf1VS8lgSlz5mVgRDNXflLn2SCl26lw-92F1rzLGIFetGoeog/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFoYXNpYTMuanBn%253F%253D-760552&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5866371964195844050&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Perkenalkan namaku Mayang (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang perempuan yang memiliki setatus sebagai istri ketiga dari seorang pengusaha kaya, sebut saja namanya Darmawan. Pernikahanku sengan darmawan memang berasal dari ide orang tuaku terutama ayahku yang mungkin telah jenuh dengan kehidupan yang serba sulit, atau mungkin juga karena ayah melihat Darmawan yang begitu baik hingga mereka berpikiran aku akan berbahagia dengan lelaki pilihan mereka.&lt;p&gt;Terus terang aku memang berbahagia menikah dengannya, walaupun setatusku hanya sebagai istri ketiga, dan aku harus meninggalkan kekasih pujaan hatiku.&amp;#160; Darmawan begitu baik dan sangat memperhatikan keadaan kami sekelurga, hingga hidup susah yang selalu menggayut di pundak kami secara tiba-tiba berubah drastis, namun untunglah keadaan tersebut tak membuat kami menjadi lupa daratan. Kami masih seperti dulu, tak pernah keluar dari norma-norma agama dan moral yang berlaku.&lt;p&gt;Kebahagiaan itu bertambah lengkap karena istri pertama dan keduanya tak mempermasalahkan kehadiranku sebagai istri ketiganya. Kami semua diberi tempat tinggal yang mewah, mungkin karena sikapnya yang adil itu istri-istri Darmawan tak pernah berselisih satu sama lain. Mereka justru terlihat saling mendukung dan saling menghormati.&lt;p&gt;Sejak menikah denganku, Darmawan memang lebih sering menginap bersamaku, ia beralasan di rumah istri pertama dan keduanya terlalu bising dengan anak-anaknya. walau demikian ia tetap bersikap bijaksana dengan selalu memberikan nafkah terhadap kedua istri dan kelurganya tersebut dan aku mendukung penuh apa yang ia putuskan dan tetapkan karena walau bagaimanapun ia memang masih berkewajiban memberi nafkah kepada mereka nafkah lahir maupun batin. Terlebih ketika aku berhalangan memberikan nafkah batin terhadap suami.&lt;p&gt;Saat menikah usiaku baru menginjak 20 tahun, di usiaku yang masih sangat muda itu aku sudah memiliki delapan orang anak dari darmawan, hasil pernikahan dengan istri pertama dan keduanya. Walau mereka bukan anak-anak kandungku, aku amat menyayangi mereka begitu juga sebaliknya kedelapan anak-anak tiriku juga begitu menyayangiku dan hal itulah&amp;#160; yang membuat aku merasa beruntung dengan pernikahan ini.&lt;p&gt;Dari kedelapan anak Darmawan, ada satu orang anak yang begitu dekat denganku sebut saja namanya Alek (bukan nama sebenarnya). Usianya sekitar 23 tahun, saat ini ia sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi. Alek memang lebih sering bertandang kerumahku, terlebih ketika Darmawan mendapat tuga ke luar kota, alek selalu menemaniku karena dirumah aku hanya tinggal bersama seorang pembantu.&lt;p&gt;Di mataku Alek adalah seorang pemuda yang sangat santun, memiliki tubuh yang atletis dan wajah yang tampan seperti ayahnya. Sejak pertama kali kukenal, sepertinya aku sudah menyimpat bibit cinta kepadanya. Walau ia berstatus sebagai anak tiriku, namun usianya tak terpaut jauh denganku.&lt;p&gt;Rasa suka itu semakin tumbuh manakala suamiku semakin lama semakin tak bisa memberiku kepusaan diatas tempat tidur. Darmawan memang tak bisa bersikap romantis, setiap kali ia mengajakku bercinta, setiap kali itu pula ia selalu mengambil bagian dari haknya, semantara aku, sampai saat ini belum pernah merasakan apa yang selalu aku idam-idamkan yaitu orgasme, namun begitu aku akui bahwa aku tetap merasakan kenikmatan saat kami berhubungan intim, tapi tak salahkan jika aku mendapatkan lebih dari sekedar nikmat.&lt;p&gt;Hal itulah yang selalu memancingku untuk semakin mempersubur rasa cintaku terhadap Alek. Dan ternyata cintaku itu tak bertepuk sebelah tangan, karena semakin sering bertemu dan berbincang berduaan, Alek akhirnya mengakui bahwa ia juga menyimpan perasaan yang sama terhadapku, ia juga mengakui jika ia menghormati aku lebih dari sekedar ibu tiri dan lebih menyukai aku ketimbang ibu tirinya yang lain.&lt;p&gt;Mendengar itu semua, aku merasa tersanjung dan terharu. Itu semua membuatku jadi semakin mencintainya dan semakin ingin memilikinya. Semakin ingin merasakan kegagahan dan ketampanannya. Namun aku sadar sepenuhnya bahwa itu semua tak akan mungkin terjadi, walau bagaimanapun Alek adalah anakku yang harus kujaga dan kurawat dan untunglah Alek dapat mengerti, &lt;p&gt;Hingga saat ini aku dan Alek masih menyimpan perasaan yang sama, namun kami juga menyadari keadaan status masing-masing. Aku masih tetap berusaha melayani suamiku sebaik mungkin dan aku tak ingin menodai kesucian rumah tanggaku. Sampai saat ini rahasia itu masih tersimpan rapi dihati kami masing-masing. Bagi kami rasa cinta itu adalah anugerah dan kami masih bisa&amp;#160; berbahagia walau kami tak saling bersentuhan atau tak saling memiliki. [Anggraini Ang / Palembang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/04/rahasia-itu-tetap-aku-simpan.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmWlN4RvGaFxgDD7IqZUq7TNK-2g9NMZHwoUipIrtKXI_4whkZlh6zdeVt-Yajq0muwTi9hVD5bf8HvDTZEr6DjPRGO3sf1VS8lgSlz5mVgRDNXflLn2SCl26lw-92F1rzLGIFetGoeog/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFoYXNpYTMuanBn%253F%253D-760552" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-3465162075625606624</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T23:34:42.964+07:00</atom:updated><title>KUTUNGGU KAU KATAKAN CINTA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEvbJY1v6KY3_VTNGV53EUNXwJxeM9FLLDGmxa72EiK896kAqQR5W5WsJaTyUiYInu30KyOBWkQLSMB9j0thx1z1ja50FHbYUIFa1O8lEOzwyTNJhvBXzBkCf0duczKRcUX45AVxRl1_4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2F0YWthbi1jaW50YS5qcGc%253D%253F%253D-782965&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEvbJY1v6KY3_VTNGV53EUNXwJxeM9FLLDGmxa72EiK896kAqQR5W5WsJaTyUiYInu30KyOBWkQLSMB9j0thx1z1ja50FHbYUIFa1O8lEOzwyTNJhvBXzBkCf0duczKRcUX45AVxRl1_4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2F0YWthbi1jaW50YS5qcGc%253D%253F%253D-782965&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5866370773793154418&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Mungkin kisahku ini bagai pungguk yang merindukan bulan, ya pungguk yang merindukan bulan karena aku cuma seorang PSK yang mencintai seorang laki-laki yang kebetulan berkedudukan sebagai seorang manager disebuah perusahaan. Aku mencintainya karena aku menilai ia seorang pria yang memiliki sesuatu yang istimewa yang aku sendiri tak bisa menerkanya, walau dilihat dari sisi agama, ia bukanlah pria yang taat dalam menjalankan ibadah agamanya, buktinya hampir setiap bulan ia mengunjungiku, walaupun tak selalu untuk melampiaskan hasrat kelelakiaannya.&lt;p&gt;Mengenal Pri (bukan nama sebenarnya), seperti mengenal seorang professor yang punya banyak jawaban ketika aku bertanya. Dari laki-laki ini juga aku bisa merasakan sebuah cinta yang sesungguhnya dari hatiku, bukan karena nafsu, bukan karena uang, tapi benar-benar karena kasih sayang, perhatian dan kehangatan dari seorang laki-laki yang selama ini belum pernah aku dapatkan.&lt;p&gt;Usiaku memang telah menginjak 26 tahun, tetapi selama itu tak pernah sekalipun ada laki-laki yang benar-benat memberikan perhatian yang tulus buatku. Yang ada dari sekian laki-laki yang pernah menjalin asmara dengaku, mereka cuma mau menikmati kehangatan tubuhku dengan gratis, pun dari para pelangganku. Mereka cuma datang, melucuti pakaian, &amp;#39;pasang badan&amp;#39; menggelepar dan bayar, cuma itu saja tak ada aksi lain.&lt;p&gt;Berbeda dengan Pri yang setiap kali datang selalu menyuguhkan cerita-cerita yang membuatku selalu bisa tersenyum, bukan tersenyum semu, tetapi benar-benar tersenyum, bahkan aku bisa bermanja ria, dan menggelayut mesra. Pri memang romantis buat ukuran seorang pelanggan, setiap datang ia selalu membawa oleh-oleh untukku. Terkadang membawa buah-buahan, terkadang mempersembahkan sekuntum bunga mawar, bahkan ia pernah membacakan sebuah puisi manis sebelum ia akhirnya mencumbuku.&lt;p&gt;Begitu pula saat kami memulai &amp;#39;prosesi pergumulan&amp;#39;, ia begitu lembut membelai, membisikan kata-kata yang membuatku merasa terbang&amp;#160; ke awang-awang. Hal-hal seperti itulah yang membuat aku bisa menikmati &amp;#39;permainan&amp;#39; ini, bahkan terkadang ia membuatku seperti cacing kepanasan, menggelapar merasakan sensasi yang begitu menghanyutkan seluruh aliran darahku. &lt;p&gt;Pun ketika ia berhasil menyelesaiakan &amp;#39;tugasnya&amp;#39;, tak seperti pelanganku yang lain yang langsung diam dan pergi begitu saja setelah membayar, Pri selalu mencium keningku dengan mesra,&amp;#160; memeluku dengan hangat sambil membisiakan kata-kata &amp;quot;Aku pasti akan kembali lagi, dan memberimu kehangatan seperti saat ini&amp;quot;. sepertinya aku baru saja melayani layaknya suami sendiri, buakn melayani pelanggan yang telah membayarku sekian rupiah untuk mendapatkan kepuasan dariku.&lt;p&gt;Di lain waktu ia sengaja datang kepadaku hanya untuk sekedar ngobrol, membicarakan banyak hal, tentang pekerjaannya, tentang atasannya yang katanya terlalu bawel, tentang rencananya membeli sebuah rumah yang kelak akan ia jadikan istana bersama istri dan anak-anaknya, &amp;quot;Cuma sayang aku belum menemukan perempuan yang aku idam-idamkan selama ini,&amp;quot; ujarnya, seperti hendak memberiku kesempatan.&lt;p&gt;Tak jarang ia juga memberiku banyak nasehat agar aku selalu berhati-hati dalam menerima teman kencan, agar aku lebih selektif dan bahkan memberiku trik-trik agar pelangganku bisa menikmati apa yang aku suguhkan. Dan entah mengapa, aku merasa tak enak hati saat ia berbicara seperti itu. hingga aku pernah berjanji kepadanya, bahwa aku tidak akan pernah melayani &amp;#39;tamu&amp;#39; lain selain dirinya. Namun tentu saja aku tak berani mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya terhadapnya.&lt;p&gt;Setelah sekial lama terbuai oleh cinta yang bergelora di dadaku, tiba-tiba Pri menghilang begitu saja, tak pernah mengunjungiku lagi, tak pernah memberi kabar seperti sebelumnya. Entah mengapa aku begitu kecewa, kekecewaan yang sebenarnya tak layak aku rasakan, toh Pri cuma pelanggan tetapku, dan aku cuma seorang pemuas nafsu yang dibayar dan sepertinya tak layak untuk mendapatkan cinta dari Pri, tapi apakah aku salah karena aku mencintainya.&lt;p&gt;Jika saja Pri tahu jika aku mencintainya, mungkinkah ia akan membalas dengan sentuhan-sentuhan mesra, dengan pinangannya dan menempatkan aku dalam istananya seperti yang pernah ia ceritakan, mungkin ini cuma sebuah harapan, harapan semu yang membuatku bisa bermimpi indah dan menunggu ia mengatakan cinta dalam mimpi itu, oh alangkah indahnya jika semua itu menjadi kenyataan. [Mayasari / Depok]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/04/kutunggu-kau-katakan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEvbJY1v6KY3_VTNGV53EUNXwJxeM9FLLDGmxa72EiK896kAqQR5W5WsJaTyUiYInu30KyOBWkQLSMB9j0thx1z1ja50FHbYUIFa1O8lEOzwyTNJhvBXzBkCf0duczKRcUX45AVxRl1_4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2F0YWthbi1jaW50YS5qcGc%253D%253F%253D-782965" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-3390309156572268597</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T20:50:21.409+07:00</atom:updated><title>MALAIKAT ITU BERNAMA : IBU</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEnJzfeZuEuMOluStsBQ_bVOV8N5F618aq-yuhgxVNaWQyVjZyxhPO2WtP2KmL0QL61i-2_YpSVYdfjdn8iPrUgNbru-v5eMxLPhubqs50cwFdiZKKil1_zM1dVKxVtk4lhuN-6W8q-hw/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWFsYWlrYXRfaXR1X2Jlcm5hbWFfaWJ1LkpQRw%253D%253D%253F%253D-721409&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEnJzfeZuEuMOluStsBQ_bVOV8N5F618aq-yuhgxVNaWQyVjZyxhPO2WtP2KmL0QL61i-2_YpSVYdfjdn8iPrUgNbru-v5eMxLPhubqs50cwFdiZKKil1_zM1dVKxVtk4lhuN-6W8q-hw/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWFsYWlrYXRfaXR1X2Jlcm5hbWFfaWJ1LkpQRw%253D%253D%253F%253D-721409&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5854082607070473490&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada seorang anak siap untuk dilahirkan. Suatu hari ia bertanya kepada Tuhan, &amp;quot;Bagaimana aku akan hidup di bumi yang begitu kecil dan tak berdaya?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tuhan menjawab, &amp;quot;Di antara banyak malaikat, Saya sudah memilihkan satu untukmu. Dia akan menunggumu dan mengurusmu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tapi katakan padaku, di sini di Surga, Aku tidak melakukan apapun kecuali bernyanyi dan tersenyum, itu sudah cukup bagiku untuk bahagia.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Malaikatmu akan bernyanyi untukmu dan juga akan tersenyum untukmu setiap hari. Dan Kau akan merasakan kasih malaikatmu dan menjadi bahagia.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Dan bagaimana aku mampu memahami ketika orang berbicara kepadaku, jika aku tidak tahu bahasa mereka?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Malaikatmu akan memberitahumu kata-kata yang paling indah dan manis yang pernah Kau dengar, dan dengan banyak kesabaran dan perawatan, malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana berbicara.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Lalu, apa yang akan Aku lakukan saat ingin berbicara dengan-Mu?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Malaikatmu akan menempatkan tanganmu bersama-sama dan akan mengajarkanmu bagaimana berdoa.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Saya pernah mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Malaikatmu akan membelamu meskipun untuk itu berarti ia mempertaruhkan hidupnya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tapi Aku akan sedih karena Aku tidak akan melihat-Mu lagi.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Malaikatmu akan selalu berbicara kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkanmu cara bagaimana untuk datang kembali kepada-Ku, meskipun Aku akan selalu di sampingmu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat itu banyak kedamaian di Surga, namun suara dari bumi sudah bisa didengarnya, dan anak itu pun terburu-buru bertanya lirih:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Oh Tuhan, jika Aku harus pergi sekarang, tolong katakan padaku nama malaikatku.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Nama malaikatmu tidaklah penting, Kau akan memanggil malaikatmu: Ibu.&amp;quot; [Diana Chuang / Kendari]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/malaikat-itu-bernama-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEnJzfeZuEuMOluStsBQ_bVOV8N5F618aq-yuhgxVNaWQyVjZyxhPO2WtP2KmL0QL61i-2_YpSVYdfjdn8iPrUgNbru-v5eMxLPhubqs50cwFdiZKKil1_zM1dVKxVtk4lhuN-6W8q-hw/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWFsYWlrYXRfaXR1X2Jlcm5hbWFfaWJ1LkpQRw%253D%253D%253F%253D-721409" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-6290990892738484495</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 13:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T20:47:52.039+07:00</atom:updated><title>SEMANGKUK MI DARI ORANG ASING</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilPAon08L0t4RZsU3LK3yZJY6JsYG2rWJIddkNTfmfoy0i2kmzpxLf9qxgzXMQiMFtThyIZmyg0rGITWpp7EuL2AwS8YUOWVdAQoLGzr05RxYXgHAYGGVhX6DoW6FI0RnIHuf_HHUu5qk/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2VtYW5na3VrX21pX2Rhcmlfb3JhbmdfYXNpbmcuanBn%253F%253D-772040&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilPAon08L0t4RZsU3LK3yZJY6JsYG2rWJIddkNTfmfoy0i2kmzpxLf9qxgzXMQiMFtThyIZmyg0rGITWpp7EuL2AwS8YUOWVdAQoLGzr05RxYXgHAYGGVhX6DoW6FI0RnIHuf_HHUu5qk/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2VtYW5na3VrX21pX2Rhcmlfb3JhbmdfYXNpbmcuanBn%253F%253D-772040&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5854081969486481186&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya, lalu ia bergegas keluar dari rumah. Setelah jauh dari rumahnya, ia ingat tidak memiliki cukup uang di sakunya, ia bahkan tidak memiliki cukup uang untuk menelepon ke rumahnya.&lt;p&gt;Saat&amp;#160; ia melewati warung mi, ia menghirup aroma mi dari dalamnya, tiba-tiba ia merasa sangat lapar. Ia berharap mendapatkan semangkuk mi, tapi ia tidak punya uang.&lt;p&gt;Penjual mi melihatnya dan bertanya, &amp;quot;Hei gadis kecil, Kau mau semangkuk mi?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi....saya tidak membawa uang,&amp;quot; jawab gadis itu malu-malu.&lt;p&gt;&amp;quot;Masuklah. Saya akan memasakkan semangkuk mi.&amp;quot;&lt;p&gt;Beberapa menit kemudian penjual mi membawakannya semangkuk mi yang masih mengepul. Baru beberapa suap, Sue menangis.&lt;p&gt;&amp;quot;Ada apa?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Tidak apa-apa. Saya hanya tersentuh oleh kebaikan Anda,&amp;quot; kata Sue sambil menyeka air matanya. &amp;quot;Orang asing yang tidak saya kenal saja memberikan semangkuk mi, tapi ibu saya, setelah bertengkar, mengusir saya keluar dari rumah. Dia kejam!&amp;quot;&lt;p&gt;Penjual mi mendesah:&lt;p&gt;&amp;quot;Gadis kecil, mengapa Kau berpikir begitu? Pikirkan lagi. Saya hanya memberimu semangkuk mi dan Kau merasa seperti itu. Ibumu telah membesarkanmu sejak kecil, mengapa Kau tidak berterima kasih dan tidak mematuhi ibumu?&amp;quot;&lt;p&gt;Sue benar-benar terkejut mendengarnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Mengapa aku tidak memikirkannya? Semangkuk mi dari orang asing membuatku merasa berhutang budi, sementara ibu yang telah membesarkanku sejak kecil dan aku tidak pernah merasa begitu, bahkan tidak sedikit pun.&amp;quot;&lt;p&gt;Dalam perjalanan pulang, Sue memikirkan apa yang akan dikatakan kepada ibunya ketika ia sampai di rumah. &amp;quot;Bu, aku minta maaf. Aku tahu itu kesalahanku, maafkan aku...&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah menaiki tangga, Sue melihat ibunya khawatir dan lelah mencarinya ke mana-mana. Setelah melihat Sue, ibunya dengan lembut berkata, &amp;quot;Sue, masuklah sayang. Kau pasti sangat lapar. Ibu sudah memasak nasi dan menyiapkan makanan. Makanlah selagi panas.&amp;quot;&lt;p&gt;Tidak bisa mengendalikan diri, Sue menangis di pelukan ibunya.&lt;p&gt;Dalam kehidupan, kita kadang-kadang dengan mudah menghargai tindakan kecil dari beberapa orang di sekitar kita, tetapi untuk kerabat, terutama orangtua kita, kita melihat pengorbanan mereka sebagai hal yang alamiah.&lt;p&gt;Orang tua kita tidak mengharapkan kita membayar kembali jasa mereka memelihara kita, tapi pernahkah kita menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orang tua kita? [Susanti Lim / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/semangkuk-mi-dari-orang-asing.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilPAon08L0t4RZsU3LK3yZJY6JsYG2rWJIddkNTfmfoy0i2kmzpxLf9qxgzXMQiMFtThyIZmyg0rGITWpp7EuL2AwS8YUOWVdAQoLGzr05RxYXgHAYGGVhX6DoW6FI0RnIHuf_HHUu5qk/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2VtYW5na3VrX21pX2Rhcmlfb3JhbmdfYXNpbmcuanBn%253F%253D-772040" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-1793749640051196428</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 13:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T20:42:10.856+07:00</atom:updated><title>UNTUK MENCINTAI DAN DICINTAI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWzIugp75pXyVCY8UH1euRoo_e-0ilqRNv0KZCgVc07PWJg2uvxKyvH9JKi1zx0fI46___eRU1bTmytX-ads-xCMF5nYjWcg7I0DVMKNVrAy0uycQbTKkH1tyhNrBf-jLAGCqZ5rMwPME/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdW50dWtfbWVuY2ludGFpX2Rhbl9kaWNpbnRhaS5qcGc%253D%253F%253D-730857&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWzIugp75pXyVCY8UH1euRoo_e-0ilqRNv0KZCgVc07PWJg2uvxKyvH9JKi1zx0fI46___eRU1bTmytX-ads-xCMF5nYjWcg7I0DVMKNVrAy0uycQbTKkH1tyhNrBf-jLAGCqZ5rMwPME/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdW50dWtfbWVuY2ludGFpX2Rhbl9kaWNpbnRhaS5qcGc%253D%253F%253D-730857&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5854080501780437698&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang pria yang sangat miskin tinggal bersama istrinya. Suatu hari, istrinya, yang berambut sangat panjang memintanya untuk membelikannya sebuah sisir agar rambutnya tumbuh dengan baik dan rapi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pria itu merasa sangat menyesal dan mengatakan tidak. Ia menjelaskan, ia bahkan tidak memiliki cukup uang untuk memperbaiki tali arlojinya yang baru saja putus. Sang istri tidak memaksakan permintaannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pria itu pergi bekerja dan mampir ke sebuah toko arloji untuk menjual arlojinya yang rusak dengan harga rendah dan pergi membeli sisir untuk istrinya. Ia pulang di malam hari itu dengan sisir di tangannya siap untuk diberikan kepada istrinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia terkejut ketika melihat istrinya dengan potongan rambut yang sangat pendek. Ia telah menjual rambutnya dan memegang sepasang tiket menonton band baru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Air mata mengalir dari mata mereka secara bersamaan, bukan untuk kesia-siaan tindakan mereka, tetapi untuk timbal balik cinta mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Moral dari cerita ini: Untuk mencinta bukanlah sesuatu, untuk dicintai adalah sesuatu, tetapi untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang Anda cintai, itu adalah segalanya. [Yenny Wu / Palangkaraya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/untuk-mencintai-dan-dicintai.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWzIugp75pXyVCY8UH1euRoo_e-0ilqRNv0KZCgVc07PWJg2uvxKyvH9JKi1zx0fI46___eRU1bTmytX-ads-xCMF5nYjWcg7I0DVMKNVrAy0uycQbTKkH1tyhNrBf-jLAGCqZ5rMwPME/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdW50dWtfbWVuY2ludGFpX2Rhbl9kaWNpbnRhaS5qcGc%253D%253F%253D-730857" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-3540186288763474260</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 13:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T20:30:47.532+07:00</atom:updated><title>LENGAN DAN KAKI UNTUK YANG LAIN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM-5DpP76_iE5c2LAcpO0ll4fHe81jkI_r8GEIEMZM8dH7EWhapSu4QUY1WpsDpOCAWSBh2eSplVq2aJhl-FO0RQzbrinF37lYp5mEHakDo7OKwffCWr87UZr7cvAx08hRST6D7CvoUwY/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGVuZ2FuX2Rhbl9rYWtpX3VudHVrX3lhbmdfbGFpbi5qcGc%253D%253F%253D-747532&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM-5DpP76_iE5c2LAcpO0ll4fHe81jkI_r8GEIEMZM8dH7EWhapSu4QUY1WpsDpOCAWSBh2eSplVq2aJhl-FO0RQzbrinF37lYp5mEHakDo7OKwffCWr87UZr7cvAx08hRST6D7CvoUwY/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGVuZ2FuX2Rhbl9rYWtpX3VudHVrX3lhbmdfbGFpbi5qcGc%253D%253F%253D-747532&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5854077565737348898&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Bob Butler kehilangan kakinya dalam sebuah ledakan ranjau darat di Vietnam tahun 1965. Ia kembali ke rumah sebagai pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, ia membuktikan sekali lagi bahwa kepahlawanannya berasal dari hati.&lt;p&gt;Butler sedang bekerja di garasi rumahnya di sebuah kota kecil di Arizona, Amerika Serikat saat musim panas, ketika ia mendengar jeritan seorang wanita dari sebuah rumah di dekatnya. Ia mulai menggulirkan kursi rodanya menuju rumah, tetapi semak-semak rimbun tidak bisa membuatnya masuk melalui pintu belakang. Lalu ia turun dari kursi rodanya dan mulai merangkak melewati sampah dan semak-semak.&lt;p&gt;&amp;quot;Aku harus ke sana,&amp;quot; katanya. &amp;quot;Tidak peduli betapa sakitnya.&amp;quot; Ketika Butler tiba di kolam renang ada seorang gadis tiga tahun, Stephanie Hanes, tercebur ke dalamnya. Ia lahir tanpa lengan dan jatuh ke dalam air, padahal tidak bisa berenang. Ibunya berdiri berteriak panik. Butler terjun ke dasar kolam dan membawanya naik. Wajahnya membiru, tidak ada denyut, dan tidak bernapas.&lt;p&gt;Butler segera melakukan pernapasan buatan untuk mencoba membuatnya bernapas kembali. Sementara, ibu Stephanie menelepon paramedis, yang segera keluar memenuhi panggilannya. Karena tak berdaya, ia menangis dan memeluk bahu Butler.&lt;p&gt;Butler melanjutkan memberikan napas buatan, dan dengan tenang meyakinkan si ibu. Jangan khawatir, katanya. &amp;quot;Saya sudah menjadi tangannya untuk keluar dari kolam renang. Kini, saya menjadi paru-parunya. Mari, kita bersama-sama membuatnya.&amp;quot;&lt;p&gt;Beberapa detik kemudian gadis kecil itu batuk-batuk, sadar kembali, dan mulai menangis. Sang ibu langsung memeluk anaknya. Sambil berpelukan, ibu Stephanie bertanya kepada Butler bagaimana ia tahu kalau anaknya akan baik-baik saja.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya tidak tahu,&amp;quot; katanya. &amp;quot;Tapi ketika kaki saya meledak di medan perang, saya sendirian. Tidak ada seorang pun di sana yang membantu saya, kecuali seorang gadis Vietnam. Ia berjuang menyeret saya ke desanya, ia berbisik dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah, &amp;#39;Tidak apa-apa. Anda dapat hidup lagi. Saya akan menjadi kaki Anda. Bersama-sama kita buat itu.&amp;#39; Kata-kata itulah yang membawanya harapan bagi jiwa saya dan saya ingin melakukan hal yang sama untuk Stephanie. &amp;quot;&lt;p&gt;Ada saat-saat ketika kita tidak bisa berdiri sendiri. Ada saat-saat ketika kita membutuhkan seseorang untuk menjadi kaki kita, tangan kita, teman kita. [Merissa Tjia / Surabaya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/lengan-dan-kaki-untuk-yang-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM-5DpP76_iE5c2LAcpO0ll4fHe81jkI_r8GEIEMZM8dH7EWhapSu4QUY1WpsDpOCAWSBh2eSplVq2aJhl-FO0RQzbrinF37lYp5mEHakDo7OKwffCWr87UZr7cvAx08hRST6D7CvoUwY/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGVuZ2FuX2Rhbl9rYWtpX3VudHVrX3lhbmdfbGFpbi5qcGc%253D%253F%253D-747532" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-6398384667003712416</guid><pubDate>Thu, 07 Mar 2013 01:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-07T08:10:50.676+07:00</atom:updated><title>JANGANLAH ROYAL MENGUMBAR EMOSI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhExf31sEI35wRgOv9eFyCHTDJSPJcAOIxHW1osv4FY4nBxOYD2HVsdffb4Yw1i2pgu_vLplt7ULl5iR1L6z5YQzgkh3F81UCyZ7CnMNrvZGxX-vevSdf0wijzh4KQhKp7AiDDSsu9hY/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGF5YW5hbl9kb2t0ZXIuanBn%253F%253D-750676&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhExf31sEI35wRgOv9eFyCHTDJSPJcAOIxHW1osv4FY4nBxOYD2HVsdffb4Yw1i2pgu_vLplt7ULl5iR1L6z5YQzgkh3F81UCyZ7CnMNrvZGxX-vevSdf0wijzh4KQhKp7AiDDSsu9hY/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGF5YW5hbl9kb2t0ZXIuanBn%253F%253D-750676&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5852402539383114242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang dokter bergegas masuk rumah sakit setelah dipanggil untuk operasi mendadak seorang anak. Ia mengganti pakaiannya dan langsung menuju kamar operasi. Ia melihat ayah anak itu berjalan mondar-mandir di lorong menunggu dokter.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika melihat sang dokter, si ayah berteriak, &amp;quot;Mengapa Anda lama sekali? Tidak tahukah Anda, nyawa anak saya dalam bahaya? Tidakkah Anda memiliki rasa tanggung jawab?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dokter itu tersenyum dan berkata,&amp;quot; Saya minta maaf, saya sedang tidak berada di rumah sakit dan saya datang secepat saya bisa. Sekarang, saya ingin Anda tenang, sehingga saya bisa melakukan pekerjaan saya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tenang?! Bagaimana jika anak Anda berada di ruang operasi sekarang. Anda akan tenang? Jika anak Anda sendiri meninggal, apa yang akan Anda lakukan sekarang?&amp;quot; Kata sang ayah marah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dokter itu tersenyum lagi dan menjawab, &amp;quot;Dokter tidak bisa memperpanjang hidup. Pergi dan berdoalah bagi anak Anda. Kami akan melakukan yang terbaik oleh kasih karunia Allah.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Memberikan nasihat ketika kita tidak peduli begitu mudahnya,&amp;quot; gumam ayah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Operasi berlangsung beberapa jam, setelahnya dokter keluar dengan senyum bahagia. &amp;quot;Terima kasih Tuhan! Anakmu selamat!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter itu bergegas pergi, &amp;quot;Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut, tanyakan pada perawat.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Mengapa dia begitu sombong? Tidakkah dia bisa menunggu beberapa menit sehingga saya bertanya tentang keadaan anak saya,&amp;quot; komentar sang ayah kepada perawat beberapa menit setelah dokter itu pergi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perawat menjawab, &amp;quot;Putranya meninggal kemarin dalam kecelakaan lalu lintas. Ia sedang berada di pemakaman ketika kami memanggilnya untuk mengoperasi anak Anda.&amp;quot; [Merissa Tjia / Surabaya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/janganlah-royal-mengumbar-emosi.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhExf31sEI35wRgOv9eFyCHTDJSPJcAOIxHW1osv4FY4nBxOYD2HVsdffb4Yw1i2pgu_vLplt7ULl5iR1L6z5YQzgkh3F81UCyZ7CnMNrvZGxX-vevSdf0wijzh4KQhKp7AiDDSsu9hY/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGF5YW5hbl9kb2t0ZXIuanBn%253F%253D-750676" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-8996229703437548579</guid><pubDate>Thu, 07 Mar 2013 01:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-07T08:07:11.315+07:00</atom:updated><title>TIDAK ADA KATA TERLAMBAT</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinPLq2SqMV6P3I_aBn4Gn0erz-CRlZabFZcTkTAd7uFAzeO-wi2PGe7AtqthGbVCKT6-q0QRNexkB1nlH_u0fSo3VtC0n7bNQPaeFz5Uw9CLilsfzS_Bd3QuNmLkw-vcJOxEwwVPd3VZg/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlkYWtfYWRhX2thdGFfdGVybGFtYmF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-731316&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinPLq2SqMV6P3I_aBn4Gn0erz-CRlZabFZcTkTAd7uFAzeO-wi2PGe7AtqthGbVCKT6-q0QRNexkB1nlH_u0fSo3VtC0n7bNQPaeFz5Uw9CLilsfzS_Bd3QuNmLkw-vcJOxEwwVPd3VZg/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlkYWtfYWRhX2thdGFfdGVybGFtYmF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-731316&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5852401598939448850&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Keinginan, waktu, kecelakaan – dan keberuntungan – kadang memungkinkan kita menjadi &amp;quot;terlambat berkembang&amp;quot; untuk melakukan pekerjaan yang kita cintai. Namun, kita semua memang butuh sedikit bantuan. Margaret Fogarty Rudkin (1897 – 1967), digerakkan oleh keputusaasannya, serta didorong oleh suaminya, Brendan Gill (dalam buku Late Bloomers) menceritakan seperti ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di pertengahan tahun, ia menerima dua masalah dalam kehidupannya: sumber keuangan suaminya yang terimbas depresi, serta kesehatan anak bungsu dari tiga putranya yang terancam alergi yang membuat mustahil baginya untuk makan. Makanan yang tak boleh dimakan antara lain roti yang diproduksi secara komersial.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia pun mulai membuat roti sendiri bermodalkan ingatan bagaimana neneknya membuat kue. Mungkin saja roti itu akan meningkatkan kesehatan anaknya. Roti yang lezat dan sehat itu ia tawarkan juga kepada tetangganya. Akhirnya ia menyewa pembantu dan mulai menjual roti dengan merk Pepperidge Farm.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suaminya membawa roti tersebut ke New York City dan menawarkan untuk menjual ke toko ternama. Akhirnya, roti tersebut terjual secara luas. Pada akhirnya keluarga itu pun mendapatkan keuntungan. [Merissa Tjia / Surabaya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/tidak-ada-kata-terlambat.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinPLq2SqMV6P3I_aBn4Gn0erz-CRlZabFZcTkTAd7uFAzeO-wi2PGe7AtqthGbVCKT6-q0QRNexkB1nlH_u0fSo3VtC0n7bNQPaeFz5Uw9CLilsfzS_Bd3QuNmLkw-vcJOxEwwVPd3VZg/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGlkYWtfYWRhX2thdGFfdGVybGFtYmF0LmpwZw%253D%253D%253F%253D-731316" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-8369557809112966998</guid><pubDate>Sun, 03 Mar 2013 02:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-03T09:43:12.208+07:00</atom:updated><title>SUKSES DIMULAI DARI PEKERJAAN SEPELE</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguL0Bp1w7WjmR6AAlYMURjB7kyUuM53Up-CfKBcQzjrvWzhKPw1fhJhalxWEl1g2_Y5i5vdLGRd-DhI9Zrw9vFAqsMw89fVvmyZfOiTH8ezvbfzIVXO5YI2KnN26JTgXeIfrYjDLDBZBg/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc3Vrc2VzX2RpbXVsYWlfZGFyaV9wZWtlcmphYW5fc2VwZWxlLmpwZw%253D%253D%253F%253D-792209&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguL0Bp1w7WjmR6AAlYMURjB7kyUuM53Up-CfKBcQzjrvWzhKPw1fhJhalxWEl1g2_Y5i5vdLGRd-DhI9Zrw9vFAqsMw89fVvmyZfOiTH8ezvbfzIVXO5YI2KnN26JTgXeIfrYjDLDBZBg/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc3Vrc2VzX2RpbXVsYWlfZGFyaV9wZWtlcmphYW5fc2VwZWxlLmpwZw%253D%253D%253F%253D-792209&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5850942000950840162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada pepatah lama yang mengatakan: &amp;quot;Orang sukses melakukan hal-hal yang orang gagal tidak suka lakukan&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bisa jadi ini moto Mary Matalin, komentator televisi, sebagai wakil manajer kampanye George Bush selama pemilihan presiden AS pada tahun 1992. Dalam pekerjaan itu, ia selalu bersedia melakukan tugas apa pun yang diperlukan untuk membantu kandidatnya. Secara kualitas dia telah belajar dalam tahun kampanye politik itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia aktif dalam kampanye dan partai politik sejak kuliah, bekerja dalam pemilihan lokal dan negara bagian di Illinois. Ia membawakan makan siang orang banyak, membuat salinan, melakukan semua pekerjaan mengetik, bahkan tugas-tugas yang tidak diperlukan dalam pekerjaannya. Namun baginya, itu adalah satu-satunya cara untuk belajar tentang bisnis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Beberapa anak membenci ketika menjawab telepon,&amp;quot; ia pernah mengatakan dalam suatu wawancara. &amp;quot;Mereka pikir itu tugas tak berarti. Akan tetapi satu-satunya cara Anda memahami bagaimana politik, siapa pemainnya, seberapa cepat mondar-mandir, dan bagaimana mengkoordinasikan 50 putaran, itulah dengan menjawab telepon.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Dan itu bukan hanya soal menjawab, &amp;#39;Hai… Ini kantor Mary Matalin, ada pesan?&amp;#39; Selama kampanye, ada hari-hari saya mendapat panggilan telepon 400 kali. Orang di telepon harus mampu menjawab 50 atau 60 persen panggilan tersebut dan bukan saudara saya satu pun di antara mereka yang menelepon. Yang mengherankan, tidak ada satu pun yang ingin melakukan hal itu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Banyak pekerjaan sederhana, seperti menjilati amplop, membuatkan kopi, atau mengantarkan paket ke Gedung Putih. Banyak relawan bekerja yang hanya ingin pekerjaan yang dilakukannya saja. Tapi saya melakukan banyak pekerjaan.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Orang kadang hanya memotong jalur tanpa melihat proses bagaimana melakukannya. Siapa yang pergi ke pertemuan apa, di kantor mana, siapa yang dapat nama. Semua itu tidak relevan. Ini hanya menghitung upaya dan sikap saja.&amp;quot; [Veronica Lim / Bogor]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/sukses-dimulai-dari-pekerjaan-sepele.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguL0Bp1w7WjmR6AAlYMURjB7kyUuM53Up-CfKBcQzjrvWzhKPw1fhJhalxWEl1g2_Y5i5vdLGRd-DhI9Zrw9vFAqsMw89fVvmyZfOiTH8ezvbfzIVXO5YI2KnN26JTgXeIfrYjDLDBZBg/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc3Vrc2VzX2RpbXVsYWlfZGFyaV9wZWtlcmphYW5fc2VwZWxlLmpwZw%253D%253D%253F%253D-792209" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-5039499116620561735</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-02T12:24:41.679+07:00</atom:updated><title>SIAPA YANG PALING UNGGUL ... ??</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisX8ck4ydgiOPe56tkU3oz1b0Yy0Y5NNo4cRU8iEqho0tve_VJH5QCCB-_61T21c6eFfBHtXKIv_3WcMLFcSzx_eCpfSpmRbYBzdypyRG7uFoR4VYBOvv7730DEkk5KgmiHfraeVHm6jk/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYWxhdCt0dWthbmcuanBn%253F%253D-781679&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisX8ck4ydgiOPe56tkU3oz1b0Yy0Y5NNo4cRU8iEqho0tve_VJH5QCCB-_61T21c6eFfBHtXKIv_3WcMLFcSzx_eCpfSpmRbYBzdypyRG7uFoR4VYBOvv7730DEkk5KgmiHfraeVHm6jk/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYWxhdCt0dWthbmcuanBn%253F%253D-781679&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5850612531245915810&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Alkisah palu, bor, obeng, serut, gergaji dan penggaris sedang mengadakan rapat di bengkel tukang kayu. Masing-masing diantara mereka saling menyalahkan satu sama lain.&amp;#160;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Palu dinilai terlalu ribut karena suaranya paling gaduh ketika bekerja. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bor juga dinilai tidak memberi manfaat apa-apa karena tugasnya hanya membuat lubang-lubang saja. Obeng pun demikian, karena orang harus memutarnya berulang-ulang kali baru bisa bekerja.&amp;#160;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apalagi serut, ia dinilai hanya bekerja pada permukaan saja dan tidak mendalam. &lt;br&gt;Gergaji yang hanya bisa memotong-motong saja.&lt;br&gt;Lebih-lebih penggaris, tugasnya hanya mengukur pihak lain saja, &lt;br&gt;Mereka semua berpikir bahwa se-olah-olah dirinyalah yang terbaik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di tengah-tengah kegaduhan rapat itu, masuklah si tukang kayu. Walaupun mereka saling menyalahkan, akhirnya mereka semua dipakai juga oleh si tukang kayu itu untuk menghasilkan suatu perabot yang indah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika perabot itu telah selesai dibuat, masing-masing alat itu pun sadar, bahwa tidak ada gunanya memperbincangkan kekurangan masing-masing, sebab mereka tetap hanyalah alat yang dipakai oleh si tukang kayu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti halnya kita semua itu, hanyalah bagaikan alat-alat yang bila ada di tangan orang yang Ahli maka berbagai kekurangan yang kita miliki hendaknya tidak menjadi penghalang untuk saling bekerjasama dan saling melengkapi satu sama lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini semua adalah yang dimaksud bahwa Kekurangan Kita mungkin adalah Kelebihan Orang Lain, dan Kekurangan Orang lain bisa jadi adalah Kelebihan kita... Maka sudah seharusnya kita bisa saling melengkapi satu sama lain.... [Ernawati H / Medan] Sumber: Kebajikan&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/siapa-yang-paling-unggul.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisX8ck4ydgiOPe56tkU3oz1b0Yy0Y5NNo4cRU8iEqho0tve_VJH5QCCB-_61T21c6eFfBHtXKIv_3WcMLFcSzx_eCpfSpmRbYBzdypyRG7uFoR4VYBOvv7730DEkk5KgmiHfraeVHm6jk/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYWxhdCt0dWthbmcuanBn%253F%253D-781679" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-7887707951998194393</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 05:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-02T12:07:52.412+07:00</atom:updated><title>KETIKA AKTIVITAS MENJADI MEMBOSANKAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn9sQHWW99z8saVmfEgF87SHl0vmGRXTeC3s2k3c7PRsknz_PwMNKZSs0GklKYJnF-sKGT_Zh-lb2QX-bZozgO1T9vjQVjdAe-n4ob52bPy28_NMGCQlA9g_t267e041ov597vytOVo7s/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2V0aWthX2FrdGl2aXRhc19tZW5qYWRpX21lbWJvc2Fua2FuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-772413&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn9sQHWW99z8saVmfEgF87SHl0vmGRXTeC3s2k3c7PRsknz_PwMNKZSs0GklKYJnF-sKGT_Zh-lb2QX-bZozgO1T9vjQVjdAe-n4ob52bPy28_NMGCQlA9g_t267e041ov597vytOVo7s/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2V0aWthX2FrdGl2aXRhc19tZW5qYWRpX21lbWJvc2Fua2FuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-772413&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5850608197339939762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.&lt;p&gt;Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca.&lt;p&gt;Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, ia segera berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.&lt;p&gt;Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.&lt;p&gt;Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.&lt;p&gt;Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itu pun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan &amp;#39;permainannya&amp;#39; memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.&lt;p&gt;Pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya. Kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah. Lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti belajar, menonton TV, tidur. Malamnya makan malam, kemudian tidur. Keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktivitas seperti hari kemarin. Hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun! Hingga akhirnya tiba saatnya menginjak ke fase berikutnya: bekerja.&lt;p&gt;Bekerja tak jauh beda dengan bersekolah. Kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore/malam harinya. Kemudian kita tidur. Keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktivitas yang sama seperti kemarin. Sampai kapan?&lt;p&gt;Pernahkah kita merasa bosan dengan aktivitas hidup kita?&lt;p&gt;Jika Anda menjawab ya, maka dengarlah nasihat ini:&lt;p&gt;&amp;quot;Bila hidup ini cuma suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.&amp;quot;&lt;p&gt;Artinya, jangan melihat aktivitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas, karena jika kita menganggap demikian, maka aktivitas kita akan amat sangat membosankan!!&lt;p&gt;Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kita akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.&lt;p&gt;&amp;quot;Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.&amp;quot;&lt;p&gt;Setuju? [Elisabeth Wang / Banda Aceh]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/ketika-aktivitas-menjadi-membosankan.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn9sQHWW99z8saVmfEgF87SHl0vmGRXTeC3s2k3c7PRsknz_PwMNKZSs0GklKYJnF-sKGT_Zh-lb2QX-bZozgO1T9vjQVjdAe-n4ob52bPy28_NMGCQlA9g_t267e041ov597vytOVo7s/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2V0aWthX2FrdGl2aXRhc19tZW5qYWRpX21lbWJvc2Fua2FuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-772413" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-1866047795805482845</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 05:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-02T12:05:02.528+07:00</atom:updated><title>RASA TAKUT MENGUASAI ORANG HIDUP</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVBbQ6T9I73MIzSN8aYDNmrBgxrbornS6OwOyDVQT_terKVf42ImsOdV0wUDDHUhu5fDLh4e9PnwERpWWHwkKFq2YGj8RgONedbdl72V-caPQsxTFkw4E9Hx0u_FKErd_8gP6vP8X55A0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFzYV90YWt1dF9tZW5ndWFzYWlfb3JhbmdfaGlkdXAuanBn%253F%253D-702528&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVBbQ6T9I73MIzSN8aYDNmrBgxrbornS6OwOyDVQT_terKVf42ImsOdV0wUDDHUhu5fDLh4e9PnwERpWWHwkKFq2YGj8RgONedbdl72V-caPQsxTFkw4E9Hx0u_FKErd_8gP6vP8X55A0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFzYV90YWt1dF9tZW5ndWFzYWlfb3JhbmdfaGlkdXAuanBn%253F%253D-702528&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5850607466646171298&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang raja pergi menemui seorang darwis (sufi). Menurut adat istiadat Timur kalau seorang raja menemui rakyatnya, ia berkata, &amp;quot;Mintalah suatu jasa.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Darwis itu menjawab, &amp;quot;Tidak patut bagi saya untuk minta jasa kepada salah seorang budak saya.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang pengawal berkata, &amp;quot;Engkau berani berkata begitu tidak hormat kepada raja! Katakan siapa engkau, atau engkau akan mati.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Darwis itu berkata, &amp;quot;Saya mempunyai budak yang adalah tuan bagi rajamu.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Siapa?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Rasa takut,&amp;quot; kata darwis itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau tubuh binasa, tidak ada hidup lagi. Dari sana muncul kesimpulan keliru, mempertahankan tubuh tetap hidup sama dengan hidup.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masuklah ke tempat di mana peluru pembunuh tidak dapat merenggut hidup; dan ditambah panjangnya hidup tidak dapat memperpanjang lamanya keberadaan seseorang. [Vivi Li / Bagansiapiapi]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/03/rasa-takut-menguasai-orang-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVBbQ6T9I73MIzSN8aYDNmrBgxrbornS6OwOyDVQT_terKVf42ImsOdV0wUDDHUhu5fDLh4e9PnwERpWWHwkKFq2YGj8RgONedbdl72V-caPQsxTFkw4E9Hx0u_FKErd_8gP6vP8X55A0/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcmFzYV90YWt1dF9tZW5ndWFzYWlfb3JhbmdfaGlkdXAuanBn%253F%253D-702528" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-9219822741882628530</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2013 04:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-28T11:21:14.787+07:00</atom:updated><title>MENDAMBAKAN YANG BESAR, MELUPAKAN YANG KECIL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV4WXRO6epe9THYJf2lDcurwMxp3lkx3NV0BJbDsDvbe-uCj9fiH2leGhuv1s4e0xJWg37eJvRMlFCT8nynslhfNbzmLkTxzMIs7rEe649Q03gpbRqYlMhh9vQwRPZ4RquNr1IYZF7HTE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuZGFtYmFfeWFuZ19iZXNhcl9tZWx1cGFrYW5feWFuZ19rZWNpbC5qcGc%253D%253F%253D-774787&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV4WXRO6epe9THYJf2lDcurwMxp3lkx3NV0BJbDsDvbe-uCj9fiH2leGhuv1s4e0xJWg37eJvRMlFCT8nynslhfNbzmLkTxzMIs7rEe649Q03gpbRqYlMhh9vQwRPZ4RquNr1IYZF7HTE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuZGFtYmFfeWFuZ19iZXNhcl9tZWx1cGFrYW5feWFuZ19rZWNpbC5qcGc%253D%253F%253D-774787&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5849854012579877314&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.&amp;#160;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran. &amp;quot;Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan,&amp;quot; jawab si kecil itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Tapi pantai ini luas dan berkilo-kilo meter panjangnya. Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar.&amp;quot; Sergah lelaki tua itu sambil jarinya yang mulai keriput menunjuk ke arah pantai pasir yang luas itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke arah laut agar selamat dan hidup. &amp;quot;Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar, sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pesan cerita ini, kita seringkali mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kita lupa bahwa yang besar itu tak jarang dimulai dengan sesuatu yang kecil. [Yenni Huang / Solo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/02/mendambakan-yang-besar-melupakan-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV4WXRO6epe9THYJf2lDcurwMxp3lkx3NV0BJbDsDvbe-uCj9fiH2leGhuv1s4e0xJWg37eJvRMlFCT8nynslhfNbzmLkTxzMIs7rEe649Q03gpbRqYlMhh9vQwRPZ4RquNr1IYZF7HTE/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuZGFtYmFfeWFuZ19iZXNhcl9tZWx1cGFrYW5feWFuZ19rZWNpbC5qcGc%253D%253F%253D-774787" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-1837349882642499577</guid><pubDate>Wed, 27 Feb 2013 13:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-27T20:39:18.860+07:00</atom:updated><title>FOKUS ATAU AKAN KEHILANGAN SEMUA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0fiD-jyazijzQhMWsbtmfN4AnNy6bMQqH6arVcd3aIF6AHxbSfeoM4TVkwEWRcDOaSJyomdEknoD2G0tJfl2jFKvu8iTt_AyoOKGlekLLokn5PyLgMAcdXFKXNrE9YCLavgPgxRCMC4Y/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2xha3VrYW5fYmFueWFrX2hhbF9zZWthbGlndXMuanBn%253F%253D-758860&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0fiD-jyazijzQhMWsbtmfN4AnNy6bMQqH6arVcd3aIF6AHxbSfeoM4TVkwEWRcDOaSJyomdEknoD2G0tJfl2jFKvu8iTt_AyoOKGlekLLokn5PyLgMAcdXFKXNrE9YCLavgPgxRCMC4Y/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2xha3VrYW5fYmFueWFrX2hhbF9zZWthbGlndXMuanBn%253F%253D-758860&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5849626740193864130&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika naturalis Inggris, Charles Darwin, masih kanak-kanak, ia senang mengoleksi kumbang. Suatu hari ia menemukan spesies langkap tapi ia tidak memiliki wadah untuk menaruhnya. Ia pun memegangnya dalam genggamannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu ia melihat seekor kumbang kedua, ia menangkapnya dan memegangnya dalam genggaman tangan yang lain. Ia terkejut ketika melihat seekor kumbang langka yang ketiga. Dengan cepat, ia menaruh satu kumbang dalam mulutnya dan menangkap kumbang ketiga dengan tangannya yang bebas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tentu saja, untuk membela diri, kumbang yang ada di mulut Darwin menyemprotkan asam yang membuat Darwin terbatuk. Karena terbatuk, kumbang itu pun keluar dari mulut Darwin. Sibuk dengan batuknya, Darwin melupakan kedua kumbang yang lain. Akhirnya, ia kehilangan tiga kumbang sekaligus.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pelajaran yang bisa diambil di sini adalah, jangan mencoba untuk melakukan terlalu banyak hal sekaligus atau Anda mungkin akan kehilangan segalanya. [Lina Ng / Ternate]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/02/fokus-atau-akan-kehilangan-semua.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0fiD-jyazijzQhMWsbtmfN4AnNy6bMQqH6arVcd3aIF6AHxbSfeoM4TVkwEWRcDOaSJyomdEknoD2G0tJfl2jFKvu8iTt_AyoOKGlekLLokn5PyLgMAcdXFKXNrE9YCLavgPgxRCMC4Y/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FamFuZ2FuX2xha3VrYW5fYmFueWFrX2hhbF9zZWthbGlndXMuanBn%253F%253D-758860" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2232673425271578894.post-1560537871086943475</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 22:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-27T05:36:08.287+07:00</atom:updated><title>SELINGKUH MEMANG INDAH</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqmZTagu_xYV3eD58kXXy1Uj9tsTNS0IRKKUk0xKbPmQ2sB5bdTuCOdeMljuMLP53HuiiD1Kb43iutzHo05QLoB_dbJQecjIMQhCd-eIklVGrzR8qAK0f8NbvYc-gvAd6s4j_-SfOQt-8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FY2FyYStzZWxpbmdrdWguanBn%253F%253D-768288&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqmZTagu_xYV3eD58kXXy1Uj9tsTNS0IRKKUk0xKbPmQ2sB5bdTuCOdeMljuMLP53HuiiD1Kb43iutzHo05QLoB_dbJQecjIMQhCd-eIklVGrzR8qAK0f8NbvYc-gvAd6s4j_-SfOQt-8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FY2FyYStzZWxpbmdrdWguanBn%253F%253D-768288&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5849393992410750098&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Suamiku bekerja di luar kota. Dan itu mengharuskannya punya lebih banyak waktu untuk pekerjaannya daripada untuk keluarga. Bahkan juga untuk bertemu denganku dan dengan saskia, putri kami. Entah 1 bulan, 2 bulan, atau kadang sampai 3 bulan kami baru bisa bertemu untuk melepas rindu. &lt;p&gt;Itu juga tak lebih dari satu minggu bersua. Saat aku mengandung saskia dulu hanya beberapa kali saja dia menjengukku. Dan saat aku melahirkan aku harus berjuang sendiri tanpa kehadirannya disampingku.&lt;p&gt;Kadang aku merasa kesepian, merasa ada yang kurang, hati terasa hampa.Sampai kapan semua ini, yang aku butuhkan bukan hanya sekedar materi berlimpah, rumah dan segala perlengkapannya, tapi juga kasih sayang dan perhatian. Bahkan perkembangan saskia dari hari ke hari selalu luput dari perhatiannya. &lt;p&gt;Dan sekarang sejak saskia sudah pandai bicara, dia selalu menanyakan kapan ayahnya akan pulang. Memang perkenalannya dengan Akiat, suamiku, bisa dikatakan cinta kilat yang akhirnya membawa kami dalam pernikahan.&lt;p&gt;Yang aku pikirkan waktu menerima lamarannya adalah kemewahan materi yang akan aku dapatkan nantinya. Dengan semua yang dimilikinya aku yakin hidupku akan terjamin tak kurang satu apapun. Aku dikenalkan dengan Akiat oleh temanku waktu itu. Sampai aku akhirnya tertarik dan berpacaran dengannya. &lt;p&gt;Tiga bulan kemudian kami menikah. Kami hanya menikmati kebahagiaan bisa bersama sebagai suami istri 1 bulan. Dan setelah itu dia sibuk dengan dinas luar kotanya. Berapa kali dia pulang mungkin bisa dihitung dengan jari. Aku tak pernah berpikir sebelumnya tentang rasa kesepian yang aku alami saat ini, dan entah sampai kapan.&lt;p&gt;Sampai akhirnya aku berkenalan dengan Henry (bukan nama sebenarnya). Dia adalah pengantar pizza! Ya! Meski hanya sebagai pengantar pizza, namun aku mendapatkan kebahagiaan batin darinya. Ini semua bermula saat Henry mengantarkan pizza kerumahku. &lt;p&gt;Saat itulah mata kami saling memandang. Aku tak kuasa melihat mata elangnya, seakan menusuk naluri wanitaku. Seketika aku tergoda pada Henry dan mengajaknya masuk untuk sekedar minum teh dan berbincang. awalnya dia menolak, namun karena kupaksa, akhirnya dia mau juga. &lt;p&gt;Lama-lama, Henry dan aku makin akrab. Kami akhirnya berani melakukan hubungan suami-istri. Harus kuakui, aku haus belaian laki-laki sepertinya, yang perhatian dan memanjakan. Hingga kini, aku dan Henry masih bersama. Ia menjadi selingkuhanku, entah sampai kapan. Aku masih mau menikmatinya. [Rosawati Lim / Mataram]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://storytionghoanews.blogspot.com/2013/02/selingkuh-memang-indah.html</link><author>noreply@blogger.com (Story)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqmZTagu_xYV3eD58kXXy1Uj9tsTNS0IRKKUk0xKbPmQ2sB5bdTuCOdeMljuMLP53HuiiD1Kb43iutzHo05QLoB_dbJQecjIMQhCd-eIklVGrzR8qAK0f8NbvYc-gvAd6s4j_-SfOQt-8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FY2FyYStzZWxpbmdrdWguanBn%253F%253D-768288" height="72" width="72"/></item></channel></rss>