<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872</atom:id><lastBuildDate>Fri, 25 Oct 2024 11:52:16 +0000</lastBuildDate><category>Mitos - Legenda</category><category>Tradisi - Kultur</category><category>Tokoh Terkenal</category><category>Peribahasa</category><category>Pakaian - Kostum</category><category>Tionghoa</category><category>Musik - Tarian</category><category>Kerajinan Tangan</category><category>Perayaan</category><title>budaya.tionghoanews.com</title><description>Media bacaan digital Tionghoa Indonesia</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Budaya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1063</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-921232421885396357</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 08:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T15:44:23.660+07:00</atom:updated><title>PENCURI DAN BULAN</title><description>Pada suatu malam, seorang pencuri masuk kedalam kuil, dengan kecewa melihat sekelilingnya tidak ada sebuah barang berharga yang patut untuk dicuri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada saat ini bhiksu Liangquang baru pulang dari luar, kepergok dengan pencuri tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bhiksu Liangquang dengan tenang berkata kepada pencuri tersebut , &amp;quot;Engkau tentu telah melakukan perjalanan yang jauh sampai kesini, tidak seharusnya pulang dengan tangan kosong, saya akan memberikan baju yang saya pakai ini sebagai hadiah untukmu, ini saya hadiahkan kepadamu.&amp;quot; Sambil berkata demikian bhiksu Liangquang membuka bajunya menyerahkan kepada pencuri tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pencuri ini dengan grogi menerima baju tersebut lalu segera berlari meninggalkan tempat tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bhiksu Liangquang bertelanjang dada hanya bisa duduk diteras kuil, dia memandang ke bulan yang bersinar terang, didalam hatinya berkata, &amp;quot;dia adalah seorang yang menyedihkan, jika memungkinkan, saya ingin sekalian memberikan kepadanya&amp;#160; bulan yang indah&amp;#160; ini!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Malam telah berlalu, fajar mulai menyingsing. Bhiksu Liangquang berjalan masuk kedalam kuil, dia berjalan kedepan altar dan duduk didepan altar, tiba-tiba dia menyadari, baju semalam yang dihadiahkan kepada pencuri tersebut, sekarang terlipat dengan rapi diletakkan di atas altar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bhiksu Liangquang dengan belas kasihnya, mengubah pencuri tersebut. Yang dia hadiahkan kepada pencuri tersebut bukan hanya sehelai pakaian, &amp;#160;juga sebuah bulan purnama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bulan purnama adalah kebaikan hati, karena didalam hatinya ada bulan purnama, sehingga dapat menyinari sanubari orang lain. [Aprilda Bong / Makassar]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/06/pencuri-dan-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-1874519923387910221</guid><pubDate>Mon, 17 Jun 2013 05:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T14:30:56.630+07:00</atom:updated><title>KEKUATAN MORAL TERBESAR DAN TERKUAT</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OKPohp8JmDqS-XQnlrvahXmPpFO1OnOWfkyLK90V2NpQeebgAqfzMW_VCdgHTlJTxg5B98Hg5Mmy9xEFUkno4UWOJemr_O5WEgJWpZO2P41aZ31JlTXjw4yn-l3AqWaqI7w8s1hhPKM/s1600/mencius.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OKPohp8JmDqS-XQnlrvahXmPpFO1OnOWfkyLK90V2NpQeebgAqfzMW_VCdgHTlJTxg5B98Hg5Mmy9xEFUkno4UWOJemr_O5WEgJWpZO2P41aZ31JlTXjw4yn-l3AqWaqI7w8s1hhPKM/s200/mencius.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mencius (372 SM – 289 SM) lahir di negara Zou pada Periode Perang antar Negara (475 SM-221 SM). Ia menulis buku bernama &quot;Buku Mencius&quot; dan dianggap sebagai &quot;orang bijaksana berikutnya&quot; setelah Konfusius. Filosofi mereka dinamakan &quot;doktrin Konfusius dan Mencius.&quot; Mencius pernah berkata kepada murid-muridnya, &quot;Saya ahli dalam mengkultivasikan semangat mulia saya. Ini adalah kekuatan terbesar dan terkuat. Itu akan mengisi langit dan bumi dengan pikiran mulia. Harus dipasangkan dengan moralitas dan kebajikan, jika tidak akan kurang kekuatannya. Di samping itu, harus terus didukung dengan kebajikan dan moralitas guna menjaganya, alih-alih daripada mengandalkan pada tindakan keadilan sekali-sekali.&quot; &quot;Tahan terhadap godaan kekayaan dan jabatan tinggi, tidak tergetarkan oleh kemiskinan dan tidak dapat ditundukkan dengan paksaan.&quot; Mencius mendukung pemerintah yang baik seumur hidupnya. Dalam urusan dengan raja-raja feodal dan bangsawan, ia tidak tunduk maupun menentangnya. Pengejarannya terhadap kebenaran sangat berpengaruh pada generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Mensius akan nasib adalah langit memiliki keinginan tertinggi. &quot;Mandat dari langit menentukan perubahan pada dinasti-dinasti dan kaisar-kaisar, naik dan turun serta kaya dan miskin. Orang harus mengikuti keinginan langit dan bagaimana mendedikasikannya, mengenal langit dan melakukannya demi langit. Mereka yang tunduk pada keinginan langit akan makmur dan mereka yang menentangnya akan mati.&quot; Mencius menekankan pada kultivasi moral. Ia menganggap moralitas adalah bawaan dasar, bawaan dalam pikiran manusia dan hati nurani dari orang-orang. Jika semuanya dapat mempertahankan kebaikan dan berusaha meningkat dalam kultivasi pribadi, orang-orang akan dapat seperti Kaisar Yao dan Shun. Baik Mencius dan Konfusius bepergian ke berbagai negara untuk mengajarkan ajaran mereka. Ia menyebarkan kebajikan dan pemerintahan bijaksana dari kaisar kuno Yao, Yu Shun dan lainnya. Raja Wei Hui menerimanya dengan sangat sopan dan Raja Qi Xuan menganggapnya sebagai pejabat tinggi. Ia membujuk mereka untuk menerapkan pemerintahan yang bijak yang populer menjunjung kepatuhan dan banyak kali menghindari perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius pernah melakukan perjalanan dari Qi ke Wei dan terhenti karena hujan deras. Orang-orang mengetahuinya dan segera menyebarkan berita. Banyak orang datang mengunjunginya untuk meminta saran. Melihat orang-orang begitu ingin belajar, ia memutuskan untuk tinggal beberapa hari untuk mengajar. Mencius percaya orang dengan karakter luhur harus mengejar moralitas dan membujuk monarki untuk menetapkan supermasi moral dan menghargai keadilan di atas keuntungan materi. Berikut adalah cerita-cerita tentang tekad teguhnya untuk membujuk orang-orang melakukan hal baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerintah Negara dengan Adil, Mengapa Membicarakan Manfaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengunjungi Liang, Raja Liang Hui berkata padanya, &quot;Kamu telah bepergian jauh untuk datang ke sini. Kamu pasti punya sesuatu yang memberikan manfaat untuk negara saya?&quot; Mencius menjawab, &quot;Raja, mengapa membicarakan tentang manfaat? Cukuplah membicarakan keadilan.&quot; Raja Liang berkata, &quot;Bagaimana itu dapat memberikan manfaat untuk negara saya?&quot; Mencius berkata, &quot;Jika orang-orang selalu menanyakan: &#39;Bagaimana keluarga saya akan memperoleh manfaat darinya?&#39; dan &#39;Bagaimana saya memperoleh manfaatnya?&#39; akibatnya setiap orang akan bersaing demi keuntungan mereka. Kemudian negara akan dalam bahaya! Dalam negara dengan 10.000 kereta perang, sering pejabat senior yang memiliki 1000 kereta perang akan membunuh raja mereka sendiri. Di negara yang memiliki 1000 kereta perang,&amp;nbsp; raja sering dibunuh oleh pejabat senior yang memiliki 100 kereta perang. Kamu tidak bisa berkata pejabat senior ini tidak memiliki cukup. Tetapi, mereka yang menempatkan kepentingan mereka di atas keadilan tidak akan pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki dan akan berusaha mengambil posisi monarki. Mereka yang selalu berpikir bajik tidak akan pernah meninggalkan orang tua mereka dan mereka yang selalu berpikir adil tidak akan meninggalkan kerajaan mereka. Maka, mengapa kamu hanya membicarakan tentang keuntungan?&quot; Sejarahwan terkenal Sima Qian di Dinasti Han Barat mendesah ketika membaca dialog antara Mencius dan Raja Liang, &quot;Kepentingan pribadi benar adalah sumber kekacauan!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka Jadi Orang Baik Cukup Layak untuk Memerintah Dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Lu ingin membiarkan Le Zhengzi yang memerintah. Mencius sangat senang mendengar berita ini. Muridnya Gongsun Chou bertanya, &quot;Apakah Le Zhengzi sangat berpengalaman?&quot; Mencius berkata, &quot;tidak.&quot; Gongsun Chou bertanya, &quot;Maka mengapa Anda gembira?&quot; Mencius berkata, &quot;Ia suka mendengarkan saran membangun dan selalu menyelesaikan tugasnya.&quot; Gongsun Chou bertanya lagi, &quot;Apakah ini cukup?&quot; Mencius berkata, &quot;Dengan kualitas seperti ini, seseorang bisa memerintah dunia, apalagi memerintah kerajaan Lu! Jika seseorang suka mendengar kebenaran, ia hanya ingin bertemu orang baik dan penjahat tidak mendapatkan kesempatan. Jika seseorang tidak suka mendengarkan nasihat bagus, maka mereka yang berpandangan luas akan menyingkir dan mereka yang berkarakter jahat akan datang. Ia akan dikelilingi orang-orang berkarakter jahat. Bagaimana ia dapat memerintah negara dengan baik? Pejabat harus berani menjunjung keadilan dan kebenaran. Jika seseorang tidak dapat rajin dan bertanggung jawab, mengapa kemudian seseorang mau menjadi pejabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Hari Saya Berharap Raja Qi akan Berubah Hatinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius pergi ke Qi dua kali untuk membujuk Raja Qi menjalankan kebijakan dengan kebajikan, tetapi ia tidak mendapat kesempatan menemui raja. Ketika Mencius meninggalkan Qi kedua kalinya, seorang warga Qi, Yinshi, berkata kepada murid Mencius Gaozi, &quot;Tidak mungkin tidak mengetahui Raja Qi tidak akan menjadi raja seperti Kaisar Shang Tang atau Kaisar Zhou Wuwang. Jika tahu Raja Qi tidak dapat diyakinkan dan Mencius masih juga datang ke Qi, kelihatannya ia berharap mendapatkan keuntungan. Setelah bepergian jauh untuk menemui raja, ia menemukan raja tidak dapat dibujuk dan kemudian pergi. Tetapi Mencius masih tinggal selama tiga hari sebelum pergi. Mengapa ia begitu enggan untuk pergi? Saya sungguh tidak menghargai Mencius.&quot; Gaozi memberitahu Mencius tentang komentar Yinshi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius berkata, &quot;Bagaimana Yinshi bisa tahu hati saya? Saya bepergian jauh untuk menjelaskan jalan raja kepada Raja Qi dan itulah keinginan saya. Saya memprotes tanpa hasil dan pergi, apakah saya menghendaki itu? Saya tidak punya pilihan selain pergi. Saya tinggal tiga malam sebelum pergi. Saya pikir itu terlalu dini. Saya pikir Raja Qi mungkin berubah hatinya dan meminta saya kembali. Jika ia memanggil saya kembali, saya harus menggunakan kesempatan baik ini. Setelah saya pergi, ia tidak mengirim orang untuk meminta saya kembali. Maka saya bertekad untuk pergi. Meski saya pergi, apakah saya menyerah kepada raja? Raja Qi dapat memerintah dengan baik. Jika ia menjalankan pemerintahan yang bijak, tidak hanya Qi akan menjadi damai, tetapi juga orang-orang di seluruh negeri. Setiap hari saya berharap ia akan berubah! Apakah saya kelihatan orang yang berpikiran sempit? Saya tidak dapat memprotes kerajaan, menjadi marah dan pergi dengan kesal dan kemudian bepergian sepanjang hari sebelum bermalam.&quot; Setelah mendengar ini, Yinsi berkata, &quot;Saya sungguh orang rendahan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Akan Menang dengan Kebijakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar Raja Qi Xuan hendak menggunakan kekuatan untuk menguasai negara lain, Mencius bergegas ke Qi untuk ketiga kalinya. Raja Qi Xuan menanyakannya, &quot;Adakah prinsip ketika berurusan dengan negara tetangga?&quot; Mencius menjawab, &quot;Ya, ada. Hanya kerajaan bijak dari negara besar dapat melayani negara kecil, seperti Kaisar Shang melayani Ge. Raja pintar dari negara kecil akan melayani negara besar, seperti Gou Jian melayani Raja Wu. Raja dengan kekuasaan besar melayani negara kecil adalah mematuhi aturan langit, sementara raja dari negara kecil melayani negara besar adalah menaati nasib. Patuh pada kehendak langit dapat membawa kedamaian dan kestabilan negara, sementara menaati nasib dapat membuat seseorang mempertahankan negaranya.&quot; Dari &quot;Buku Nyanyian&quot;(1) dikatakan: &#39;dengan menaati martabat langi, sebuah negara dapat mempertahankan kestabilannya.&#39; Raja Qi Xuan berkata, &quot;Bagus! Tetapi saya punya masalah, saya suka berperang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius menjawab, &quot;Rajaku, jangan memperdulikan urusan kecil tentang keberanian. Ketika kamu memegang pedang dengan muka garang, &#39;Siapa berani menentang saya!&#39; Ini hanyalah keberanian pribadi. Apakah keberanian sejati?&quot; &quot;Buku Nyanyian&quot; berkata, &#39;Kaisar Zhou Wenwang tiba-tiba murka dan mempersenjatai pasukannya untuk melindungi Ju.&#39; Inilah keberanian Kaisar Zhou Wenwang. Kemurkaannya menstabilkan hati rakyat.&quot; Buku Shang (kompilasi dokumen sejarah terawal. Salah satu buku klasik kaum Konfusius) menyatakan, &quot;Langit menciptakan semua orang dan mendirikan kerajaan dan menyediakan guru untuk membantu langit memelihara orang-orang dan mengikuti kode etik dengan ketat. Siapa yang berani melewati tugasnya? Ketika ada seseorang mengacaukan negara, Kaisar Zhou Wuwang merasa malu. Inilah keberanian Kaisar Wuwang. Kemarahannya menstabilkan negara. Sekarang jika raja dapat menjadi marah dan menstabilkan negara, orang-orang akan kuatir bahwa raja saya tidak suka menjadi pemberani!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Mencius, &quot;Rajaku seharusnya menerapkan politik kebijakan dan mengurangi pajak sehingga orang-orang akan belajar setia, adil, etis dan dapat dipercaya di waktu senggang mereka. Maka orang akan terdorong untuk hidup damai dan tentram dan orang-orang dari tempat jauh akan datang untuk bergabung denganmu. Jika kerajaan lain melakukan ketidakadilan bagi rakyatnya dan membuat mereka sengsara, ketika rajaku pergi berperang dengan kerajaan itu, siapa yang akan menentang rajaku? Orang-orang akan menyambut tentaramu dengan makanan dan minuman. Apakah mereka ada permintaan lain? Mereka hanya ingin menghindari jurang penderitaan. Jika tidak, orang-orang akan mencari orang lain untuk menyelamatkan mereka. Ketika raja memperdulikan rakyatnya dan menyatukan negara, tidak ada seorangpun dapat menghentikannya.&quot; Raja Qi Xuan mengangguk. Mencius menguraikan jalan raja dengan hukum alam dan sentimen populer dan akhirnya membuat Raja Qi Xuan membubarkan perang dan menerapkan politik kebijakan yang menghasilkan ketertiban umum. Orang-orang sangat berterima kasih pada keluwesan Mencius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan yang Penuh Kebijakan Tak Terkalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius berkata, &quot;Hanya orang bijak dapat tak terkalahkan di dunia dan hanya dengan pemerintahan bijak negara dapat makmur dan rakyat bisa hidup damai. Jika orang-orang pemerintahan tidak dapat mengikuti alasan dan akal sehat untuk mengekang dirinya sendiri dan orang-orang di bawah tidak menggunakan hukum untuk mengekang diri mereka, jika pemerintah tidak percaya akan moralitas dan keadilan, pejabat-pejabat tidak tunduk pada hukum, orang akan melanggar keadilan, penjahat melanggar hukum kriminal maka negara sungguh beruntung jika dapat bertahan. Negara yang tidak memiliki tanah luas atau memiliki kekayaan besar bukan terkutuk. Tidak mengacu pada moralitas adalah bencana bagi negara. Konsekuensinya, memprotes raja untuk mengkultivasikan kebajikan dan menjalankan pemerintahan bijak adalah hormat kepada raja seseorang.&amp;nbsp; Menguraikan kepada raja alasan untuk membersihkan ide jahatnya adalah hormat kepada raja. Menyanjung dan menjilat raja adalah menjebaknya. Ketika raja jujur, dunia akan bersekutu dengannya. &quot;Buku Nyanyian&quot; menyatakan, &#39;Bekerja sama dengan mandat dari langit dan seseorang akan mendapatkan kebahagiaan.&#39; Hidup dalam dunia luas – kebajikan; berada di tempat paling tepat – etiket; berjalan di jalan paling lebar di dunia – kebenaran; kekayaan tidak dapat membingungkan hati seseorang, jabatan tidak dapat merubah tabiat seseorang dan kekerasan tidak akan membuat tunduk seseorang. Inilah apa yang orang bijak lakukan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencius hidup di pertengahan Periode Perang antar Negara, di mana etiket dilupakan dan masyarakat dalam keadaan kacau. Tetapi ia tidak ragu memajukan moralitas dan keadilan. Ia percaya perbedaan di antara orang bukanlah kaya atau miskin, tetapi, kemampuan mempertahankan moralitas mulia dan memiliki hati nurani yang jelas. Tercerahkan pada sisi baik dari pikiran orang dan menolong mereka mengikuti jalan langit adalah alasan sebenarnya untuk menasihati orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia materialisme dan menurunnya standar moral, Falun Dafa menolong orang-orang untuk mendapatkan masa depan lebih cerah dan mengingatkan orang-orang untuk mengikuti dan menghargai karakteristik dari alam semesta; Sejati-Baik-Sabar.&lt;br /&gt;1) &quot;Buku Nyanyian&quot; adalah koleksi sajak China pertama. Ada 305 kumpulan sajak dimulai dari awal Dinasti Zhou Barat (1100 BC) sampai ke pertengahan Periode Musim Semi dan Gugur (600 SM) [Susanti Lim / Pontianak]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/06/kekuatan-moral-terbesar-dan-terkuat.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4OKPohp8JmDqS-XQnlrvahXmPpFO1OnOWfkyLK90V2NpQeebgAqfzMW_VCdgHTlJTxg5B98Hg5Mmy9xEFUkno4UWOJemr_O5WEgJWpZO2P41aZ31JlTXjw4yn-l3AqWaqI7w8s1hhPKM/s72-c/mencius.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-26975833106220206</guid><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-14T14:31:09.229+07:00</atom:updated><title>KARMA WANG QIONG</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9OBVDH773vM4ax1_OJgnmte9CqK9mvrBwfT5zdxCymoyxwOat6_eEIZGa2S6GqNvch926qJEBQTmdcAri9UYZJJ0xcneB1Oj4IaW3NcLEvQPU6c5T4MhLvCE5sju3vXYzcxY3JNBCZ_Y/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjZXdhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-769230&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9OBVDH773vM4ax1_OJgnmte9CqK9mvrBwfT5zdxCymoyxwOat6_eEIZGa2S6GqNvch926qJEBQTmdcAri9UYZJJ0xcneB1Oj4IaW3NcLEvQPU6c5T4MhLvCE5sju3vXYzcxY3JNBCZ_Y/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjZXdhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-769230&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5889237988378656370&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pada masa Tang Dezong, hakim Wang Qiong dari Danyang, setelah 3 kali periode berturut-turut menjabat, dia masih tidak mendapat promosi, bahkan akhirnya malah dicopot dari jabatannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wang merasa sangat kesal dan marah. Oleh sebab itu dia pergi ke pendeta Tao dari Maoshan yang bernama Ye Luzhong dan menginap disana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wang berpuasa, serta meminta Ye Luzhong menulis laporan kepada kaisar, mempertanyakan nasibnya. Pada saat itu, Ye Luzhong sudah berusia 90 tahun, karena permintaannya Ye terpaksa menulis surat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah selesai menulis surat, seketika itu juga surat tersebut beserta dengan dupa terbang ke atas langit, menghilang tanpa jejak. Setelah lebih kurang 1 jam, surat itu dari langit jatuh ke lantai.&amp;#160; Pada akhir laporan, tertulis dengan tinta merah, &amp;quot;Menerima suap emas dua ratus tael, korupsi gaji 3 tahun, salah membunuh 2 nyawa, setelah meninggal akan mendapat balasan.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya, Wang Qiong mendapat penyakit dan meninggal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rupanya ketika Wang Qiong menjadi hakim, dia menerima suap emas dua ratus tael, oleh sebab itu dia tidak dipromosikan naik pangkat, bahkan jabatannya dicopot. Korupsi&amp;#160; gaji 3 tahun, salah membunuh 2 nyawa, dengan segera mendapat balasan meninggal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah meninggal akan menerima hukuman. Apa hukuman dan berapa lama hukuman, tidak ditulis oleh Dewa, sehingga tidak jelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kelihatannya, menjadi manusia tidak boleh berbuat jahat, tidak boleh hutang. Berbuat jahat pasti akan mendapat balasan, hutang harus dibayar. Bahkan harus dibayar dengan bunga-bunganya, mungkin juga harus membayar dua kali lipat. [Widya Wong / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/06/karma-wang-qiong.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9OBVDH773vM4ax1_OJgnmte9CqK9mvrBwfT5zdxCymoyxwOat6_eEIZGa2S6GqNvch926qJEBQTmdcAri9UYZJJ0xcneB1Oj4IaW3NcLEvQPU6c5T4MhLvCE5sju3vXYzcxY3JNBCZ_Y/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjZXdhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-769230" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-9066993531074584037</guid><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 06:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-14T13:12:18.012+07:00</atom:updated><title>ORANG BAIK DILINDUNGI TUHAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjalLKHmoOWMNh6GKh_AUGpwxOWRxmkmF4SGkEk0zTJzGh23W6WAuoCI2b9-NnhqSBnwQA75_0kGpbKbYzkjnEjCnTR0yXnN_382ogbLngaI2v0Dosu88NZCpz2by1czdNu8suuVsC5Clc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGkgc2hpemVuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738012&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjalLKHmoOWMNh6GKh_AUGpwxOWRxmkmF4SGkEk0zTJzGh23W6WAuoCI2b9-NnhqSBnwQA75_0kGpbKbYzkjnEjCnTR0yXnN_382ogbLngaI2v0Dosu88NZCpz2by1czdNu8suuVsC5Clc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGkgc2hpemVuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738012&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5889217659799861890&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pada era 60-an di Huaibei Pingyuan ada seorang tabib ajaib bermarga Jia, yang mempunyai etika medis yang mulia.&lt;p&gt;Dia seorang tabib yang pintar, ketika mengobati penyakit dia sering menggunakan pencerahan jiwa untuk mengobati kesehatan fisik dan mental pasien.&lt;p&gt;Oleh sebab itu dia diberi julukan sebagai orang baik marga Jia.&lt;p&gt;Ketika mengobati pasien miskin dia tidak mau menerima uang sepersenpun, bahkan memberikan pasiennya obat cuma-cuma. &amp;#160;&lt;p&gt;Pada suatu ketika ada seorang nenek marga Wang yang berumur lebih dari 80 tahun di kampung mereka sakit keras dan tidak dapat bangun dari tempat tidur. Tabib Jia melihat keluarga mereka sangat miskin. Bukan hanya tidak menerima uang pemberian mereka, malahan dia merogoh kantongnya yang berisi uang 60 Yuan dan dengan diam-diam meletakkan di sepatu nenek itu.&lt;p&gt;Ketika tabib Jia telah pergi, putra nenek yang bernama Wang Gang melihat uang kakaknya 20 Yuan yang diletakkan dibawah bantal nenek telah hilang, beranggapan tabib Jia yang mencuri. Lalu dia pergi mencari ke rumah tabib Jia. Dia bertanya kepadanya apakah mencuri uangnya. Tabib Jia mengaku dia yang mencuri uang nenek, bahkan dari laci mejanya mengeluarkan uang 20 Yuan menyerahkan kepada Wang Gang. Wang Gang memaki serta menyepak tabib Jia 3 kali.&lt;p&gt;Wang Gang kembali kerumahnya. Dia baru tahu bahwa kakaknya yang mengambil uang yang diletakkan di bawah bantal ibunya, Wang Gang sangat tercengang, dia segera kembali&amp;#160; ke rumah tabib Jia, dia berlutut di hadapan tabib Jia dengan tidak mengerti bertanya, &amp;quot;Engkau tidak mencuri uang kami, kenapa harus mengaku?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ibumu sedang sekarat, tidak boleh marah. Jika dia mengetahui uangnya hilang,&amp;#160; dia akan panik maka nyawanya akan terancam. Demi kesehatan ibumu, maka saya mengaku mencuri. Saya percaya hal ini cepat atau lambat akan terbongkar, jika penghinaan terhadap saya bisa menggantikan nyawa dan kesehatan ibumu itu sangat berharga,&amp;quot;&amp;#160; jawab Tabib Jia.&amp;#160;&lt;p&gt;Setelah mendengar perkataan tabib Jia, Wang Gang merasa sangat bersalah dan malu.&lt;p&gt;Suatu ketika, ada seorang perempuan cilik menyeberangi sungai mencari tabib Jia untuk mengobati penyakit ibunya. Ketika tabib Jia dan perempuan cilik ini sampai di tepi sungai, perahu telah penuh terisi. Tabib Jia melangkah naik keatas perahu, tukang perahu menyuruh tabib Jia turun. Semua orang memohon kepada tukang perahu agar membawa tabib Jia menyeberangi&amp;#160; sungai. Namun tukang perahu bersikeras menolak.&lt;p&gt;Perempuan cilik itu menangis melihat kejadian itu, sambil berlutut ia memohon agar tukang perahu berbaik hati membiarkan tabib Jia naik ke perahu menyeberangi sungai untuk mengobati ibunya. Akan tetapi Tukang perahu tetap tidak mengizinkan.&lt;p&gt;Melihat gelagat ini tabib Jia berkata, &amp;quot;Baiklah, kalian semua menyeberangi dulu, saya menunggu perahu berikutnya. &amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Engkau menunggu sampai hari gelap, saya tetap tidak akan menyeberangi kamu,&amp;quot; kata Tukang perahu.&amp;#160;&lt;p&gt;Orang-orang di dalam perahu merasa heran, kenapa tukang perahu tidak mau menyeberangkan tabib Jia. Lalu mereka bertanya kepada tukang perahu, tetapi tukang perahu menutup mulut tidak menjawab. Akhirnya perempuan cilik itu tidak jadi naik perahu dan menemani tabib Jia menunggu perahu berikutnya.&lt;p&gt;Tabib Jia dan perempuan cilik itu berdiri diseberang selat menghela nafas memandang ke perahu yang telah berlayar. Ketika perahu berada ditengah sungai, tiba-tiba diserang oleh angin topan. Perahu terbalik dan seluruh penumpang perahu terjatuh di sungai lalu tenggelam. Hanya tukang perahu yang bisa menyelamatkan diri karena bisa berenang jauh ke tepian.&lt;p&gt;Ketika tukang perahu ditolong dan naik kedarat, dia berkata kepada tabib Jia, &amp;quot;Semalam saya bermimpi 3 kali,&amp;#160; begitu saya tertidur dewa bumi memberitahukan kepada saya, besok tabib Jia akan menyeberangi sungai, jangan menyeberangi dia.&amp;quot;&lt;p&gt;Di tengah malam dewa sungai berkata kepada saya, &amp;quot;Besok tabib Jia akan menyeberangi sungai, jangan membawa dia. Begitu fajar mulai menyingsing. Dewi Kwan Im berkata kepada saya,&amp;#160; &amp;quot;Besok pagi ketika tabib Jia akan menyeberangi sungai, jangan membawa dia.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Mereka semua berkata menyeberangi engkau akan menyusahkan saya, oleh sebab itu saya tidak berani membawa engkau. Sekarang saya baru mengerti maksud mereka, ternyata mereka ingin menghindarkan tuan dari bencana, pasti tuan adalah orang yang berhati mulia,&amp;quot; tutur Tukang perahu.&lt;p&gt;Benar-benar berbuat baik akan mendapat amal, berbuat jahat akan mendapat karma. Tabib Jia sangat berterima kepada para dewa-dewa yang menyayangi dia. [Jasisca Wang / Jambi]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/06/orang-baik-dilindungi-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjalLKHmoOWMNh6GKh_AUGpwxOWRxmkmF4SGkEk0zTJzGh23W6WAuoCI2b9-NnhqSBnwQA75_0kGpbKbYzkjnEjCnTR0yXnN_382ogbLngaI2v0Dosu88NZCpz2by1czdNu8suuVsC5Clc/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbGkgc2hpemVuLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738012" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-600834662319924614</guid><pubDate>Fri, 14 Jun 2013 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-14T13:05:13.797+07:00</atom:updated><title>BELAS KASIH TANPA MEMILIH</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho7aVQNhMRip_Rt0mI6r9F-537_vEvAV7nxYRTjs2_8ZYvrz6yhEHDM7sugBCYCqFRf8LsVb3tWmxWVvB-OQ61ZuUGKxpaf3kCLPFY6jJ_BVlI83U6Wt4A5PQsyngFBtqnppDSE8e6rnw/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VyYmF1LXNlbnl1bS5qcGc%253D%253F%253D-713797&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho7aVQNhMRip_Rt0mI6r9F-537_vEvAV7nxYRTjs2_8ZYvrz6yhEHDM7sugBCYCqFRf8LsVb3tWmxWVvB-OQ61ZuUGKxpaf3kCLPFY6jJ_BVlI83U6Wt4A5PQsyngFBtqnppDSE8e6rnw/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VyYmF1LXNlbnl1bS5qcGc%253D%253F%253D-713797&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5889215842653513826&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Di masa perang, para penguasa di berbagai negara saling berebut kekuasaan, hingga rakyat menjadi sangat menderita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada suatu ketika, Raja Xuan duduk di aula. Dia melihat seorang pelayan sedang membawa seekor kerbau melewati koridor. Raja Xuan bertanya kepada pelayan itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Engkau akan membawa kerbau ini pergi kemana?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Lapor baginda, saya akan membawa kerbau ini ke tempat penjagalan, dan menjagalnya untuk dijadikan kurban,&amp;quot; jawab pelayan itu dengan hormat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mendengar jawaban itu, Raja Xuan berkata, &amp;quot;Lepaskan dia! Lihat dia ketakutan sampai seluruh badannya gemetar, saya tidak tega melihat, dia seperti orang yang tidak bersalah mendapat hukuman!&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pelayan itu terpikir sebuah ide bagus dan mengutarakan kepada raja. &amp;quot;Jika memang demikian, tidak perlu menggunakan darah binatang untuk kurban, apakah bisa?&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Adat seperti ini tidak boleh sembarangan menghapusnya! Engkau pergi menangkap seekor kambing, tukarlah dengan darah kambing sebagai penggantinya!&amp;quot; kata Raja Xuan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mencius mendengar kabar ini, lalu datang&amp;#160; kehadapan raja Xuan, dan memrotesnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Baginda, rasa kasihanmu, adalah kebaikan dari hatimu! Tetapi baginda hanya kasihan melihat kerbau, tetapi tidak melihat kambing juga perlu dikasihani. Apabila baginda dapat menggunakan sifat belas kasih kepada kerbau, menjadi lebih besar dan luas terhadap rakyat, maka baginda akan menjadi raja dari segala raja didunia ini.&amp;quot; [Elisabeth Wang / Banda Aceh] &lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/06/belas-kasih-tanpa-memilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho7aVQNhMRip_Rt0mI6r9F-537_vEvAV7nxYRTjs2_8ZYvrz6yhEHDM7sugBCYCqFRf8LsVb3tWmxWVvB-OQ61ZuUGKxpaf3kCLPFY6jJ_BVlI83U6Wt4A5PQsyngFBtqnppDSE8e6rnw/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VyYmF1LXNlbnl1bS5qcGc%253D%253F%253D-713797" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-7597831870776159664</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 04:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T12:00:02.206+07:00</atom:updated><title>TIDAK MENYESAL BERBUAT AMAL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaenU_HLhoZ98pFjf8VpngKdTco0CSEgQ8_IJimfTGgwl2ZhWS-mC1W0nfn3cLl87JolFTawp8_8u21ZsNPdNoc333zSLwsnJmPoKHuDRKd8GPC-MjrjTEtqyIt9xdYUQxNmOkLHjx29M/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVub2xvbmcyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-702206&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaenU_HLhoZ98pFjf8VpngKdTco0CSEgQ8_IJimfTGgwl2ZhWS-mC1W0nfn3cLl87JolFTawp8_8u21ZsNPdNoc333zSLwsnJmPoKHuDRKd8GPC-MjrjTEtqyIt9xdYUQxNmOkLHjx29M/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVub2xvbmcyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-702206&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5882890588675535906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Papa sering menceritakan kasus dan pengalamannya ketika menjadi hakim di pengadilan sipil.&lt;p&gt;Pada suatu hari, ada seorang wanita paruh baya datang ke pintu pengadilan meminta bantuan. Di depan banyak orang, ia menceritakan suaminya di kampung yang menderita penyakit parah.&lt;p&gt;Ia membutuhkan biaya perjalanan kembali ke kampung untuk merawat suaminya, tetapi uang yang dimiliki sama sekali tidak cukup untuk membeli selembar tiket bus.&amp;#160;&lt;p&gt;Orang yang mengelilinginya semakin lama semakin banyak. Wanita itu menangis dengan sedih berkata, &amp;quot;Hanya 10 dollar, siapa yang mau meminjami saya?&amp;quot; Matanya yang memohon, memandang kepada orang ramai yang mengelilinginya.&lt;p&gt;Tidak ada orang yang percaya kepadanya. Setelah Papa berpikir sepertinya yang dikatakan wanita ini benar,&amp;#160; akhirnya Papa memberi 10 dollar kepadanya.&lt;p&gt;Keesokan harinya, wanita itu datang lagi ke pengadilan seraya menangis. Dikerumunan orang ramai dia mengenali Papa, dia berlutut di lantai. Sambil menangis sedih berkata, bahwa ia telah menjemput suaminya dan telah dibawa ke kota. Sekarang berada di depan pintu rumah sakit. Namun ia harus membayar 80 dollar supaya suaminya bisa dirawat di rumah sakit itu.&lt;p&gt;Lalu dia memohon kepada Papa minta pinjaman 80 dollar lagi. Papa merasa kasihan kepadanya, lalu meminjamkan uang 80 dollar kepadanya.&lt;p&gt;Kemudian Papa menceritakan hal ini kepada mama, mama tidak berkata sepatahpun. Ternyata sebelum papa menceritakan hal ini kepada mama, sudah ada orang yang mengadu kejadian ini kepada mama, masih menambahkan bahwa wanita ini sangat cantik.&lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, ketika Papa dan Mama ke mal sedang melihat pakaian. Tiba-tiba ada seorang wanita menangis dari belakang, berlutut dan memeluk kaki Papa sambil menangis berkata, &amp;quot;Tuan penolong, tolonglah suami saya! Papa segera mengenalnya, wanita ini lagi, lalu Papa memapahnya berdiri. Wanita itu dengan tangan erat memegang tangan Papa, sambil menangis mengatakan suaminya menderita penyakit kanker, harus dioperasi, tetapi setelah mencari uang ke sana kemari masih kurang 200 dollar untuk biaya operasi.&lt;p&gt;Lalu dia memohon papa meminjamkan uang lagi. Ia&amp;#160; mengatakan setelah musim gugur sawahnya akan panen, dia akan membayar semua hutang-hutangnya. Papa melihat Mama memalingkan kepalanya. Papa lalu berkata kepada wanita ini gajinya untuk bulan ini sudah habis untuk membayar keperluan rumah tangga, mau meminjam uang harus menunggu gaji bulan depan. Ketika dalam perjalanan menuju rumah Papa masih berkata: &amp;quot;Jika apa yang dikatakan wanita ini benar, saya seharusnya tidak berbuat demikian.&amp;quot;&lt;p&gt;Pada musim gugur, ada orang mengetuk pintu, Papa membuka pintu, di depan pintu wanita yang meminjam uang berdiri didepan pintu. Wajahnya pucat pasi, di sebelah tangannya ada ban hitam (tanda&amp;#160; dukacita), dia mengeluarkan uang 90 dollar seraya berkata kepada Papa: &amp;quot;Terima kasih tuan telah membantu saya, Tuan adalah seorang yang baik hati!&amp;quot;&lt;p&gt;Papa dengan berat menerima uangnya, lalu Papa berkata turut berdukacita untuk menghibur wanita ini. Setelah wanita itu meninggalkannya, selama seminggu Papa tidak mengucapkan sepatah katapun.&lt;p&gt;Papa selalu menasehati saya, &amp;quot;Jangan takut melakukan kesalahan karena berbuat baik, walaupun berbuat amal terkadang bisa kehilangan sedikit dalam ekonomi atau psikologi, tidak perlu menyesal. Karena jika engkau memang seorang yang baik hati, karena takut disalahkan orang engkau kehilangan kesempatan menolong orang lain. Pada suatu hari ketika engkau menyadari mengkhianati&amp;#160; kebaikan, meninggalkan kebaikan, bertentangan dengan hati nurani, maka kelak engkau akan menyesal, merasa bersalah, menyesal sepuluh kali bahkan seratus kali dari kehilangan kecil yang engkau keluarkan.&amp;quot; [Sofia Ng / Jember]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/tidak-menyesal-berbuat-amal.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaenU_HLhoZ98pFjf8VpngKdTco0CSEgQ8_IJimfTGgwl2ZhWS-mC1W0nfn3cLl87JolFTawp8_8u21ZsNPdNoc333zSLwsnJmPoKHuDRKd8GPC-MjrjTEtqyIt9xdYUQxNmOkLHjx29M/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVub2xvbmcyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-702206" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-376107698531124641</guid><pubDate>Tue, 28 May 2013 04:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T11:57:56.862+07:00</atom:updated><title>SEUMUR HIDUP</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilcamY8SzZ3-VXorFT6bEFICo8gHjv-7PLY1IRBhprtn6Za0wJqT7bGcnvaxjre8DlmBaFw7yJEjaKvAT4F5deaYHavmyxEVigLuoGty3HZH8sB12K8_WXPyhxx7T72EfxzznIATlaRko/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVhdC1hcGEtbWFyYWguanBn%253F%253D-776863&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilcamY8SzZ3-VXorFT6bEFICo8gHjv-7PLY1IRBhprtn6Za0wJqT7bGcnvaxjre8DlmBaFw7yJEjaKvAT4F5deaYHavmyxEVigLuoGty3HZH8sB12K8_WXPyhxx7T72EfxzznIATlaRko/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVhdC1hcGEtbWFyYWguanBn%253F%253D-776863&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5882890053504684658&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Menjalani hidup ini, jika dipikirkan dengan teliti, hanya saat masih bayi dan ketika sudah tua, bisa menjalani hidup ini dengan benar.&amp;#160;&lt;p&gt;Saat masih bayi, ketika lahir, tidak bersaing, tidak merampas dan tidak mengambil hak milik orang lain. Sedangkan orang tua sudah pernah merampas, bersaing, dan mengambil hak milik orang lain.&lt;p&gt;Namun sekarang tidak bisa lagi karena saat tua, menderita sakit, terbaring di tempat tidur. Badan rapuh ini seperti kapas di tempat tidur, hanya tinggal menghitung hari-hari terakhirnya. &amp;quot;Kekayaan dan status, apakah berguna? Asalkan bisa terus hidup sudah sangat baik!&amp;quot;&lt;p&gt;Benar, orang yang sudah tua dan mendekat ajal, tutur katanya biasanya akan menjadi baik. Tetapi kenapa pada masa muda kita tidak menyadarinya, tidak tahu menjalani hidup, tidak menghargai waktu yang berlalu sebagai barang yang paling berharga untuk melakukan hal-hal yang berguna, hanya bersaing, hipersensitif dan munafik.&lt;p&gt;Saya teringat sebuah cerita, dahulu ada seorang perempuan tua, selalu karena hal-hal yang kecil membuat dia marah. Pada suatu hari dia pergi menjumpai seorang Petapa membahas masalah itu. Setelah mendengar keluh kesahnya, Petapa itu membawanya ke sebuah kamar kecil, mengunci dia di dalam kamar.&lt;p&gt;Perempuan itu langsung memaki dan marah-marah. Setelah memaki cukup lama, Petapa sama sekali tidak peduli kepadanya. Perempuan tua ini kemudian memohon, namun Petapa masih tidak peduli kepadanya.&lt;p&gt;Setelah perempuan tua ini tidak bersuara, Petapa datang kedepan pintu kamarnya bertanya, &amp;quot;Apakah engkau masih marah?&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan tua ini berkata, &amp;quot;Sekarang saya marah kepada diri saya sendiri, kenapa saya bisa datang ke tempat ini menerima hukuman?&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Orang yang tidak bisa memaafkan diri sendiri, bagaimana hatinya bisa setenang air?&amp;quot; Petapa mengibaskan tangannya berlalu dari sana.&lt;p&gt;Beberapa saat kemudian Petapa datang bertanya lagi, &amp;quot;Apakah masih marah?&amp;quot;&lt;p&gt;Perempuan tua ini berkata, &amp;quot;Tidak, saya tidak marah lagi.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Kenapa?&amp;quot; Petapa bertanya.&lt;p&gt;&amp;quot;Apa gunanya marah?&amp;quot;&lt;p&gt;Petapa pergi lagi. Ketika Petapa ketiga kalinya kembali ke depan pintu kamar, perempuan tua berkata kepadanya, &amp;quot;Saya tidak marah lagi, karena tidak pantas untuk marah.&amp;quot;&lt;p&gt;Petapa sambil tertawa berkata, &amp;quot;Engkau masih sadar apakah itu pantas atau tidak, kelihatannya di dalam hatimu masih ada akar marah.&amp;quot;&lt;p&gt;Ketika bayangan tubuh Petapa yang disinari matahari senja berdiri di depan pintu kamar, perempuan tua ini bertanya, &amp;quot;Guru, apa itu marah?&amp;quot;&lt;p&gt;Petapa menuangkan teh yang berada di dalam cangkirnya ke tanah. Wanita tua itu merenung cukup lama. Tiba-tiba dia sadar, setelah itu berterima kasih kepada Petapa, kemudian berlalu dari sana.&lt;p&gt;Kehidupan kita sama dengan teh yang berada di tangan Petapa itu, dalam sekejap bersatu dengan tanah. Waktu sangat singkat, hal-hal kecil dalam hidup ini, apakah berharga untuk membuat kita marah?&lt;p&gt;Percayalah, hal-hal yang membuat kita marah dalam kehidupan ini, karena ingin bersaing, melihat siapa yang paling kuat, tetapi kekuatan dari perjuangan untuk melawan, akhirnya siapapun tidak akan menang. Mungkin dalam hal ini Anda bisa memenangkannya, namun dalam hal yang lain Anda kalah darinya.&lt;p&gt;Menang dan kalah, kalah dan menang, ketika memejamkan mata berpamitan dengan dunia ini, apakah Anda tidak akan sama dengan seluruh orang yang ada di dunia ini? Anda tidak akan memiliki apapun, kedua tangan kosong.&lt;p&gt;Hidup di dunia ini, yang paling penting adalah mengerjakan sesuatu hal yang bermakna, dengan demikian kita tidak akan menyesal menjalani kehidupan yang indah ini. Jangan melewatkan hidup ini mengejar hal duniawi terus menerus, karena marah selalu disebabkan karena ingin bersaing. Jika tidak bersaing, maka tidak akan marah dan emosional. Tanpa marah dan emosional maka Anda akan melakukan hal-hal yang baik, jika tidak marah maka akan hidup dengan sehat. Orang yang selalu marah sulit untuk tidak sakit. [Yenni Huang / Solo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/seumur-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilcamY8SzZ3-VXorFT6bEFICo8gHjv-7PLY1IRBhprtn6Za0wJqT7bGcnvaxjre8DlmBaFw7yJEjaKvAT4F5deaYHavmyxEVigLuoGty3HZH8sB12K8_WXPyhxx7T72EfxzznIATlaRko/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVhdC1hcGEtbWFyYWguanBn%253F%253D-776863" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-776428857480906007</guid><pubDate>Mon, 20 May 2013 00:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-20T07:31:02.505+07:00</atom:updated><title>JIKA HATI KITA LAPANG, DUNIA AKAN MENJADI LUAS</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoYKOZrnG4iWN2byTQm2JowtekTY30LQ5QX7aINDERXMXvA8cEWFI676h-DPsh5y7Hu59u6iD_tRyaelpY3ISqtH_oI4QqveO38EwjOHLdrXqJyf2MYje7Sfjj8IQiqHB3VK2DVCwhz9c/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGF0aStsYXBhbmcuanBn%253F%253D-762506&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoYKOZrnG4iWN2byTQm2JowtekTY30LQ5QX7aINDERXMXvA8cEWFI676h-DPsh5y7Hu59u6iD_tRyaelpY3ISqtH_oI4QqveO38EwjOHLdrXqJyf2MYje7Sfjj8IQiqHB3VK2DVCwhz9c/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGF0aStsYXBhbmcuanBn%253F%253D-762506&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879852588868184514&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dalam hidup pasti selalu ada masalah, tapi jika hati kita lapang maka tidak akan merasa terganggu. &amp;#160;&lt;p&gt;Tidak peduli apapun perubahan di dunia ini, asalkan batin kita tidak terbawa dan digoyahkan oleh keadaan dunia luar, kehormatan, ketenaran, benar dan salah, memperoleh dan kehilangan tidak akan menggoyahkan kita karena hati kitalah yang membuat dunia yang luas ini menjadi sempit. &lt;p&gt;Ada seorang pria yang difitnah, akhirnya masuk penjara. Ruang sel yang sangat kecil, membuatnya tinggal di dalam sangat tidak nyaman dan tidak dapat bebas bergerak.&lt;p&gt;Hatinya selalu dipenuhi dengan kemarahan dan ketidakadilan. Keluhan dan sedih. Tinggal di ruang sel ini bagaikan tinggal di neraka di bumi. Setiap hari dia berkeluh kesah, malam pun tak dapat memejamkan matanya untuk tidur.&lt;p&gt;Pada suatu hari di ruang selnya terbang masuk seekor lalat. Lalat berdengung tidak berhenti. Terbang membabi buta. Didalam hatinya berpikir, &amp;quot;Saya sudah cukup galau, ditambah dengan suara bising dan dengungan lalat yang menyebalkan, bisa membuat saya menjadi gila, saya harus menangkapmu!&amp;quot;&lt;p&gt;Dengan hati-hati dia mencoba menangkap lalat tersebut, tetapi lalat sangat lincah, ketika dia sudah akan menangkapnya, lalat segera terbang lebih tinggi lagi. Lalat terbang ke utara dia mengejar ke utara; lalat terbang ke barat, dia ikut mengejar ke barat.&lt;p&gt;Setelah beberapa saat mengejar, dia sama sekali tidak dapat menangkap lalat tersebut. Sambil menghela nafas dia berkata kepada dirinya sendiri, rupanya sel ini tidak kecil. Karena seekor lalat saja saya tidak bisa menangkapnya, kelihatannya sel ini cukup besar !&lt;p&gt;Tiba-tiba tanpa dia sadari, munculah sebuah kesadaran yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, &amp;quot; Jika di dalam hati kita ini ada masalah, maka pikiran kita akan menjadi sangat sempit. Tetapi jika di dalam hati kita tidak ada masalah, maka pikiran kita akan menjadi luas dan akan bisa tidur dengan nyenyak.&amp;#160;&lt;p&gt;Ukuran hati di dunia luar besar kecil tidaklah penting, yang penting adalah dunia batin kita sendiri. Begitu hati melapang, maka ruangan sel pun menjadi luas dan menyenangkan ! Sementara semua masalah yang ada akan menjadi kecil, sekecil lalat.&lt;p&gt;Seseorang yang berpikiran luas dan toleran, walaupun terkurung di dalam ruang sel yang kecil, asalkan dapat beradaptasi, maka dapat membuat ruangan sel yang kecil ini menjadi dunia yang sangat luas karena dunia di dalam batin kita luasnya tak terhingga.&lt;p&gt;Tetapi seseorang yang selalu berpikiran picik, tidak pernah merasa puas, maka walaupun tinggal di rumah yang sangat luas, tetap akan merasa semua hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan hatinya. [Aida Lim / Magelang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/jika-hati-kita-lapang-dunia-akan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoYKOZrnG4iWN2byTQm2JowtekTY30LQ5QX7aINDERXMXvA8cEWFI676h-DPsh5y7Hu59u6iD_tRyaelpY3ISqtH_oI4QqveO38EwjOHLdrXqJyf2MYje7Sfjj8IQiqHB3VK2DVCwhz9c/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGF0aStsYXBhbmcuanBn%253F%253D-762506" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-6417450576586181467</guid><pubDate>Mon, 20 May 2013 00:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-20T07:12:45.834+07:00</atom:updated><title>KECANTIKAN BERTAHAN LAMA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg49KP5p0Su7Z_7NHlhu_ILLyW40kL2xFf0v3XpXhfVFPc0RUMqPLU3uqHpcaiWediHobrAVOYB0JN_c5r6wJP6Z_E7HokLdPLLuKmxBHIyPyFgXOLEADo45nVCDp11uVFAhDaxKT4Hmk/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjYW50aWthbi5qcGc%253D%253F%253D-765835&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg49KP5p0Su7Z_7NHlhu_ILLyW40kL2xFf0v3XpXhfVFPc0RUMqPLU3uqHpcaiWediHobrAVOYB0JN_c5r6wJP6Z_E7HokLdPLLuKmxBHIyPyFgXOLEADo45nVCDp11uVFAhDaxKT4Hmk/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjYW50aWthbi5qcGc%253D%253F%253D-765835&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879847880970229922&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Seorang sastrawan Rusia mengatakan, &amp;quot;Anak yang cantik disenangi semua orang, tetapi orang yang menyayangi anak yang jelek barulah benar-benar menyayangi anak&amp;quot;.&amp;#160;&lt;p&gt;Semua orang punya sifat hati yang suka akan keindahan, terhadap anak yang cantik, biar tidak saling mengenal juga akan timbul rasa suka, tak bisa menahan diri ingin memujinya, ingin menimangnya. Tapi terhadap anak yang jelek, yang kita tidak kenal, akan merasa acuh tak acuh serta menjauhi.&lt;p&gt;Walau orang mengatakan tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luar, namun wajah yang cantik memang benar dapat mempengaruhi perasaan, sikap dan perilaku kita terhadap seseorang. &amp;quot;Kecantikan adalah sebuah surat jalan&amp;quot;.&amp;#160;&lt;p&gt;Ini adalah kenyataan yang kerap terjadi di kalangan orang dewasa, walau ternyata tidak baik. Pada umumnya orang yang berwajah cantik lebih mendapat kesan baik dan diterima, melakukan perkerjaan lebih mudah. Bahkan dalam perdebatan, orang yang cantik lebih mudah meraih kemenangan, tingkat menyakinkan orang juga lebih tinggi.&amp;#160;&lt;p&gt;Di tengah pergaulan masyarakat, orang yang memiliki daya tarik relatif lebih bebas dan percaya diri; dalam pekerjaan, yang berparas lebih unggul, prestasi kerjanya akan lebih mendapat pengakuan, dalam hal pelayanan, peningkatan jenjang dan aspek lainnya, mereka akan mendapat prioritas khusus.&lt;p&gt;Orang yang berwajah cantik dan memiliki daya tarik lebih disenangi orang dibandingkan dengan orang yang tidak cantik dan tidak memiliki daya tarik. Lahir dengan wajah cantik memang adalah suatu keberuntungan, namun hal apapun juga mempunyai dua sisi positif dan negatif, fungsi kecantikan juga memiliki batas .&lt;p&gt;Orang yang cantik sering kali dimabukkan dan terlena oleh kecantikannya sendiri, pada masa muda kehidupannya akan sangat nyaman, sering mendapat pujian dan perlakuan istimewa dari orang lain, sangat mudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan, membuat mereka tidak punya suatu dorongan untuk mengembangkan kemampuannya.&amp;#160;&lt;p&gt;Dengan demikian, ketika mereka sudah benar-benar terjun ke masyarakat, dimana perlu secara mandiri menghadapi kehidupan dan pekerjaan, maka sering kali akan terasa tidak memiliki kemampuan sesuai kebutuhan; sewaktu kecantikan semakin pudar termakan usia, wajah yang cantik menjadi tua, ketika sudah tidak lagi mendapat pujian dan sanjungan, mereka akan merasa semakin kesepian dan sedih.&lt;p&gt;Di zaman Tiongkok kuno ada pepatah mengatakan, &amp;quot;Orang cantik pendek umur&amp;quot; dan &amp;quot;orang cantik sumber bencana&amp;quot;, dengan memiliki wajah yang cantik tidak berarti pasti senang dan bahagia, mungkin saja ia akan menjadi rintangan atau masalah pelik dalam kehidupan seseorang. Wajah yang cantik membuat orang terpesona.&amp;#160;&lt;p&gt;Sejak dulu hingga kini, para ahli filsafat selalu memikirkan masalah yang berkaitan dengannya; para novelis romantis selalu mengangkat kisah-kisah yang melukiskan tentang hal ini; bahkan ada beribu-ribu pria dan wanita secara gila menghabiskan banyak uang, menahan rasa lapar, menahan penderitaan operasi dan sebagainya, hanya demi mengejar kecantikan.&lt;p&gt;Namun bunga indah mudah layu, kecantikan mudah pudar. Kecantikan yang bersifat permukaan bagaikan sekuntum bunga yang tidak bisa bertahan lama. Apalagi bagi orang yang kotor bathinnya, kecantikan di permukaan bahkan lebih mudah sirna.&amp;#160;&lt;p&gt;Karena sekali orang telah melihat jelas sifat aslinya yang bagaikan, &amp;quot;Emas di permukaan, benda busuk bersarang di dalamnya&amp;quot;, maka mereka akan segera menjauhi bahkan membenci orang yang selalu mengutamakan penampilan luar.&amp;#160;&lt;p&gt;Oleh karena itu, wajah cantik juga harus disertai kebijakan, pengetahuan, keahlian, kemampuan dan kualitas, untuk membuat bunga cantik mekar dengan lebih indah, dan bertahan lebih lama.&lt;p&gt;Sekalipun seseorang dilahirkan dengan wajah yang biasa biasa saja, jika dia dengan tekun belajar terus, meningkatkan diri sendiri dalam berbagai aspek, memupuk kebajikan dan kesabaran, dia juga pasti mempunyai daya tarik, penuh dengan pancaran cahaya. Karena pengetahuan dan moral yang luhur akan menambah daya tarik internal, kemudian terwujud di permukaan, membuat individu memiliki kharisma yang tak tertaklukkan oleh orang lain.&lt;p&gt;Mungkin karena aku seorang wanita kecil yang berpenampilan biasa biasa saja, aku merasa apa yang dikatakan oleh Goethe sangat tepat, &amp;quot; Kecantikan luar hanya dapat menyenangkan sesaat, kecantikan dari dalam barulah dapat bertahan lama tidak pudar.&amp;quot; [Ernawati H / Medan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/kecantikan-bertahan-lama.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg49KP5p0Su7Z_7NHlhu_ILLyW40kL2xFf0v3XpXhfVFPc0RUMqPLU3uqHpcaiWediHobrAVOYB0JN_c5r6wJP6Z_E7HokLdPLLuKmxBHIyPyFgXOLEADo45nVCDp11uVFAhDaxKT4Hmk/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2VjYW50aWthbi5qcGc%253D%253F%253D-765835" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-2476371965730898764</guid><pubDate>Mon, 20 May 2013 00:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-20T07:06:36.390+07:00</atom:updated><title>MELEPASKAN KERISAUAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwd2i8WkllGCEQktQet9DVHNVUPe_zAFqMI2PylKiW9X4NTwT6yDYWmzjiER2kSUpzM67o1xGCHEndPB0xMecVzIoMx9cTLbQYrv1xax0_FOTKsOicF6qTITsShgCDF4oTekINtxm18P0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FTGktUWluZy1aaGFvLmpwZw%253D%253D%253F%253D-796391&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwd2i8WkllGCEQktQet9DVHNVUPe_zAFqMI2PylKiW9X4NTwT6yDYWmzjiER2kSUpzM67o1xGCHEndPB0xMecVzIoMx9cTLbQYrv1xax0_FOTKsOicF6qTITsShgCDF4oTekINtxm18P0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FTGktUWluZy1aaGFvLmpwZw%253D%253D%253F%253D-796391&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5879846291827133906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dalam perjalanan kehidupan, jika kita bisa dengan penuh perhatian menebarkan benih-benih kebaikan dan kegembiraan, di dalam ladang hati diri sendiri dan orang lain, maka sinar mentari kegembiraan itu setidaknya bisa menyirami kegelapan dan kesendirian di dalam dunia yang ada di hati kita.&lt;br&gt;&amp;#160;&lt;br&gt;Akan tetapi, mengapa dalam kehidupan kita tampaknya sangat sulit untuk mencari dan menemukan kegembiraan dalam hidup?&lt;p&gt;Ada berapa banyakkah kerisauan dalam hidup kita, sepertinya tidak ada orang yang pernah berpikir secara saksama, tetapi seumur hidup manusia selalu diikuti oleh kerisauan. Sejak dulu hingga kini, keluhan seperti ini boleh dikata banyak sekali bagai lautan asap.&lt;p&gt;Dari dulu hingga sekarang, begitu banyak pujangga agung, sajak yang mereka tuliskan sudah meninggalkan nama baik sepanjang masa, tetapi mereka tetap tidak bisa terhindar dari serangan puluhan ribu kerisauan dalam kehidupan ini.&lt;p&gt;Syair sajak yang ditulis oleh penyair perempuan Li Qingzhao (1084–1151) mengatakan, &amp;quot;Kecemasan ini tiada cara untuk dihilangkan, baru turun dari alis dan kepala, sudah berada dalam hati.&amp;quot; Kelihatannya, penyair perempuan yang pandai ini terhadap kecemasan dan kerisauan juga tidak berdaya.&lt;p&gt;Beginilah kecemasan tentang keruntuhan negara dari Li Yu (1610–1680) diungkapkan kepada kita semua, &amp;quot;Menanyakan kepada tuan bisa ada berapa banyak kerisauan, persis seperti air musim semi di sungai yang mengalir ke arah timur.&amp;quot; Kerisauan itu banyaknya seperti air sungai musim semi, perumpamaan seperti ini masih bisa kita lihat.&amp;#160;&lt;p&gt;Sedangkan sajak dari Li Bai (701 – 762) menuliskan, &amp;quot;Bersama dengan Anda menghapuskan kerisauan sejak dahulu kala.&amp;quot; Banyaknya kerisauan itu membutuhkan kita untuk membayangkan.&lt;p&gt;Walaupun tiga orang sastrawan tersebut sangat jenius, akan tetapi mereka tetap saja tidak bisa melepaskan diri dari belitan kerisauan. Orang zaman dahulu demikian, sehingga orang masa kini juga mengulangi lagi kesengsaraan dan kerisauan orang zaman dulu.&lt;p&gt;Manusia mempunyai begitu banyak kerisauan, tapi juga bisa mempunyai kegembiraan yang cukup banyak. Dalam hidup ini jika kita kekurangan kegembiraan, maka kita pasti akan merasakan hidup ini sangat tidak nyaman dan kekurangan makna keberadaannya.&amp;#160;&lt;p&gt;Kita harus tahu bahwa kegembiraan itu benar-benar adalah benda berharga yang sulit sekali ditemukan dalam dunia fana ini. Orang-orang sering kali mengumpamakan waktu sebagai sungai yang mengalir, jika kita bisa setiap saat berada dalam kegembiraan maka kegembiraan itu akan selalu menyirami diri kita. Tetapi, bagaimana kita bisa menemukan kegembiraan yang melimpah seperti air? Dimanakah sumber dari kegembiraan berada?&lt;p&gt;Saat ini, gunung serba hijau berada di luar jendela, melihat gunung nan hijau itu, membuat saya teringat sebuah syair sajak pada taraf yang berbeda, &amp;quot;Saya melihat gunung nan hijau itu begitu indah, gunung nan hijau melihat saya seharusnya juga demikian.&amp;quot;&lt;p&gt;Ketika saya mengamati gunung hijau itu dengan suasana hati yang tenang dan damai, gunung hijau itu juga akan membalasnya dengan keramahannya yang lembut dan indah. Dengan sebuah hati bersyukur saya berangkat menapaki kehidupan. Ini adalah kata-kata wejangan untuk diri saya sendiri.&lt;p&gt;Saya akan berkata demikian kepada diri sendiri, menggunakan sorot mata yang lembut memberitahu sanak keluarga, juga orang asing yang bertemu di jalan. Saya akan berkata kepada gunung dan air serta awan di langit biru yang ada di luar jendela, akan saya katakan juga kepada perjalanan hidup yang saya lalui, dan perjalanan hidup itu bukan lagi hanya sebuah perjalanan panjang dan tak berdaya.&lt;p&gt;Dalam perjalanan hidup ini, ketika kecemasan dan dendam dalam hati kita pudar bagaikan asap dan awan, maka kegembiraan kita akan bisa menyebar luas di dunia yang berada dalam hati kita.&lt;p&gt;Dengan penuh perhatian dan berperilaku sebagai orang baik dengan melakukan segala hal, agar orang lain bisa merasakan perhatian dan memusatkan segenap pikiran, atau ketika kita dengan penuh perhatian menuliskan kalimat, meletakkan sangat banyak sekali kegembiraan ke dalamnya. Jika banyaknya kegembiraan itu bisa menyirami orang lain, bukankah itu adalah sebuah keajaiban?&lt;p&gt;Teman, marilah kita menyirami jiwa orang lain dengan kebaikan dan kegembiraan, persis seperti kita menyirami tubuh kita sendiri dengan air. Bukankah hal itu suatu kegembiraan yang tiada tara? [Selvia Zheng / Gorontalo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/melepaskan-kerisauan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwd2i8WkllGCEQktQet9DVHNVUPe_zAFqMI2PylKiW9X4NTwT6yDYWmzjiER2kSUpzM67o1xGCHEndPB0xMecVzIoMx9cTLbQYrv1xax0_FOTKsOicF6qTITsShgCDF4oTekINtxm18P0/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FTGktUWluZy1aaGFvLmpwZw%253D%253D%253F%253D-796391" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-4181928690146835146</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T00:09:19.151+07:00</atom:updated><title>BAIK HATI AKAN DAPAT PAHALA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZUrnTrwXdZvdHg2Ic_3XBVD3F7ox6lycxmKAEC3dg0TlqGpaioanDffNbU9fcYcVyewX2oI2_d0kOZScTjK7e9Yx6D00WwyjTr-UI00sx-9tqHKhfj48gPaZHtYBwJuSxP53yzeNiVg/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVueWVsYW1hdGthbitvcmFuZyt0ZW5nZ2VsYW0uanBn%253F%253D-759152&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZUrnTrwXdZvdHg2Ic_3XBVD3F7ox6lycxmKAEC3dg0TlqGpaioanDffNbU9fcYcVyewX2oI2_d0kOZScTjK7e9Yx6D00WwyjTr-UI00sx-9tqHKhfj48gPaZHtYBwJuSxP53yzeNiVg/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVueWVsYW1hdGthbitvcmFuZyt0ZW5nZ2VsYW0uanBn%253F%253D-759152&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878254415369457826&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dalam tradisi Tiongkok kuno, manusia menghormati dewa dan mengakui segala sesuatu yang mereka alami adalah refleksi dari pikiran dan tindakan masa lalu. &amp;#160;&lt;p&gt;Manusia memperlakukan orang lain dengan belas kasih sehingga mengumpulkan berkah dan kebajikan.&lt;p&gt;Orang zaman dulu menyadari bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Sejak awal, telah ada contoh yang tak terhitung jumlahnya tentang kebaikan memperoleh pahala dan kejahatan memperoleh karma. Berikut ini adalah dua cerita yang tercatat dalam cerita Tiongkok kuno.&lt;br&gt;&amp;#160;&lt;br&gt;Takdir seorang pria dapat diubah dengan melakukan perbuatan baik dan mengumpulkan kebajikan. Ketika seseorang memiliki hati yang baik, nasibnya akan baik, dan ketika dia memiliki hati yang jahat, hidupnya akan penuh kejahatan. Ketika seseorang melakukan kejahatan, keberuntungannya akan hilang dan dia akan mengalami bencana.&amp;#160;&lt;p&gt;Dahui adalah seorang kepala biara berusia 70 tahun di Kuil Qingyun di Inghushan, Guangdong, China.&amp;#160; Dia menguasai ilmu kedokteran dan&amp;#160; meramal dengan membaca raut wajah seseorang.&lt;p&gt;Ketika hakim dari Gaoyao mengunjungi Kuil Qingyun, didampingi anggota stafnya bernama Liu yang dulunya sebagai sahabat lama Dahui. Liu memberitahu kepada hakim tentang kemampuan biarawan Dahui dalam meramal. Mendengar perkataan itu, hakim&amp;#160; itu merasa tertarik, dan meminta Liu membujuk Dahui agar mau meramal masa depannya.&lt;p&gt;Dahui tidak mampu menolak permintaan tersebut dan menyetujui permintaan tesebut. Kemudian dia meminta Hakim&amp;#160; untuk duduk dan bersantai. Setelah membaca wajahnya, Dahui mengatakan kepada hakim, &amp;quot;Kehidupan ada di tangan anda. Mengumpulkan kebajikan dapat memberikan anda umur panjang.&amp;quot;&lt;p&gt;Hakim itu kemudian bertanya kepada peramal tentang masa depannya di kepegawaian kehakiman. Dahui menjawab sambil tersenyum, &amp;quot;Saya tidak terlalu baik dan tidak berani memprediksi masa depan Anda. Seorang pria dengan kebajikan yang besar secara alami akan memiliki keberuntungan. Hati Anda yang baik adalah keberuntungan terbesar bagi orang-orang dalam wilayah anda.&amp;quot;&lt;p&gt;Melihat Dahui bersikap sangat halus dan mengetahui bahwa dia tidak bisa berbicara banyak, hakim pergi setelah menyelesaikan minum teh. Dia kemudian mengatakan kepada Liu meminta Dahui memberi informasi yang bersifat pribadi.&lt;p&gt;Dahui kemudian mengatakan sejujurnya kepada Liu, dari membaca wajahnya, ia telah menemukan bahwa Hakim itu telah kehilangan kecemerlangan dan energi keberuntungan. &amp;quot;Hakim memiliki energi gelap di wajahnya dan hidupnya tidak akan lama lagi. Hal yang baik adalah energi baiknya tidak sepenuhnya hilang, yang berarti bahwa dia masih bisa diselamatkan dari bahaya dan ia tidak meninggal,&amp;quot; kata Dahui.&lt;p&gt;&amp;quot;Menjadi pegawai melayani banyak orang, setiap gerakan dan setiap kebijakan erat berhubungan dengan kehidupan dan keselamatan rakyat. Jika ia dengan tulus menjaga kebaikan dalam hatinya dan membantu orang-orang, ia bisa mewujudkan kesejahteraan bagi banyak orang. Itu bukan pernyataan tidak berdasar ketika saya meramalkan bahwa kebajikan dapat melindungi umur panjang anda,&amp;quot; ujar Dahui.&lt;p&gt;Liu mengangguk berkali-kali setelah mendengar perkataan sobat lamanya itu. Dia tidak berani mengatakan kepada hakim segala sesuatu yang Dahui ceritakan kepadanya. Dia dengan bijaksana mengatakan kepada hakim bahwa ia perlu melakukan satu hal yang bisa menyelamatkan kehidupan banyak orang dalam beberapa bulan mendatang agar ia bisa memperpanjang umur.&lt;p&gt;Setelah itu, terjadi bencana banjir di daerah Xiliao. Ketinggian banjir meningkat beberapa meter hanya dalam semalam dan menelan lahan pertanian dan rumah sekitarnya. Banyak penduduk desa tenggelam dan berteriak minta tolong.&lt;p&gt;Hakim itu dengan cepat pergi ke sebuah bukit di dekatnya dan mengamati tempat kejadian dari sana. Apa yang dia lihat adalah mengerikan dan tidak banyak yang dia bisa lakukan pada saat itu. Ia melihat pemuda dari penduduk desa itu menaiki perahu untuk menyelamatkan hidup mereka tetapi tidak ada yang membantu anak-anak kecil dan bayi.&lt;p&gt;Melihat kejadian tersebut, dia mengeluarkan&amp;#160; perintah, orang yang menyelamatkan seorang anak akan mendapatkan sebuah perak sebagai hadiah. Jika semakin banyak&amp;#160; menyelamatkan anak-anak, maka imbalannyapun akan semakin banyak.&lt;p&gt;Mendengar perintah itu, pemuda dari penduduk desa itu beramai-ramai dengan perahu mulai menyelamatkan anak-anak dan bayi. Total lebih dari 400 dari bayi berhasil diselamatkan. Setelah banjir itu surut, hakim membagikan gandum cadangan untuk membantu warga desa dan mengatur tempat tinggal untuk korban banjir.&lt;p&gt;Tak lama kemudian hakim dari Gaoyao dipromosikan ke Kota&amp;#160; Huizhou. Ketika ia berjalan melewati Gunung Luofu, ia bertemu dengan biarawan Dahui. Begitu Dahui melihatnya, ia berkata, &amp;quot;Orang dengan hati yang baik akhirnya mendapat pahala. Umur anda telah diperpanjang.&amp;quot; [Aprilda Bong / Makassar]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/baik-hati-akan-dapat-pahala.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZUrnTrwXdZvdHg2Ic_3XBVD3F7ox6lycxmKAEC3dg0TlqGpaioanDffNbU9fcYcVyewX2oI2_d0kOZScTjK7e9Yx6D00WwyjTr-UI00sx-9tqHKhfj48gPaZHtYBwJuSxP53yzeNiVg/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVueWVsYW1hdGthbitvcmFuZyt0ZW5nZ2VsYW0uanBn%253F%253D-759152" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-1564400151483532076</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T00:09:11.956+07:00</atom:updated><title>MENATU YANG BERBAKTI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGCfYTZQYT232nSFzAtzkbyX2bDyO63Acyjz4_f2a6EO_ZqZZZUx57ifxdYHFTgtCRccUA9kjmP5zY3bBr73R8OFjh4w5M32bnOHTNufJtcjFwqtYjZ1hfWacV2Gn8H846sbbsGCq8n4Y/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuYW50dSt5ZyttZW5naXJpcytoYXRpbnlhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-751957&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGCfYTZQYT232nSFzAtzkbyX2bDyO63Acyjz4_f2a6EO_ZqZZZUx57ifxdYHFTgtCRccUA9kjmP5zY3bBr73R8OFjh4w5M32bnOHTNufJtcjFwqtYjZ1hfWacV2Gn8H846sbbsGCq8n4Y/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuYW50dSt5ZyttZW5naXJpcytoYXRpbnlhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-751957&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878254388266933506&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Di Xincheng, provinsi Jiangxi, ada seorang wanita dari keluarga Chen yang menikah dengan Wang Zongluo. Suatu hari, ketika suaminya sedang bertugas di propinsi lain, ibu mertuanya sakit parah karena penyakit usia tuanya. &amp;#160;&lt;p&gt;Menantunya selalu membakar dupa siang dan malam hari untuk berdoa pada Tuhan. Dia juga bersumpah, asalkan bisa memperpanjang umur ibu mertuanya dia rela umurnya diperpendek dalam takdir hidupnya.&lt;p&gt;Ada seorang dokter yang mengatakan padanya, &amp;quot;Penyakit ini adalah penyakit orang tua jadi sangat sulit dan sangat mustahil untuk menyembuhkannya. Hanya dengan memakan hati naga dan sumsum phoenix baru bisa menyelamatkannya.&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;Istri Wang Zongluo percaya pada dokter itu dan dia berkata pada dirinya sendiri, &amp;quot;Hati naga adalah sangat mustahil didapat. Mengapa tidak menggunakan hati saya sendiri untuk menggantikan tempatnya?&amp;quot;&amp;#160;&lt;p&gt;Setelah itu, dia berdoa untuk mendapat petunjuk dari Dewa Dapur. Kemudian dia pun mengambil sebilah pisau dan mengiris perutnya, lalu mengeluarkan sepotong hatinya.&amp;#160;&amp;#160;&lt;p&gt;Setelah itu dia memasak hatinya menjadi sup kaldu, lalu disajikan kepada ibu mertuanya. Ibu mertuanya memakan sup hati itu dan mengatakan makanan itu sangat lezat. Ibu mertuanya bertanya padanya, &amp;quot;Hati apa ini?&amp;quot;&amp;#160;Menantunya berbohong dengan berkata, &amp;quot;Ini adalah hati domba.&amp;quot; Ketika ibunya selesai makan, penyakitnya segera sembuh.&amp;#160;&lt;p&gt;Meskipun dia tidak merasa sakit dilukanya, tapi darahnya terus mengalir tak henti-hentinya. Semua ini diamati oleh kakak suaminya yang lebih muda dan akhirnya cerita ini segera menyebar dengan cepat ke seluruh keluarga. &amp;#160;&lt;p&gt;Ketika ibu mertuanya mengetahui bahwa menantunya telah mengiris hatinya sendiri, dia menangis dengan terseduh-seduh dan menantunya menenangkannya. Sang ibu hidup selama dua belas tahun, sebelum dia meninggal. &amp;#160;&lt;p&gt;Ketika gubernur provinsi, Duke Zhou mendengar hal ini dia memberikan penghargaan sebuah plakat di pintu gerbang keluarga Wang. Bunyinya, &amp;quot; Bakti luar biasa tersebut mencapai semua jalan ke surga !&amp;quot;&lt;br&gt;&amp;#160; &lt;br&gt;Selanjutnya, menantunya itu mendapat perpanjangan umur sampai 108 tahun.&amp;#160;Selama hidupnya, putra dan cucunya lima generasi hidup di bawah atap yang sama. &amp;#160;&lt;p&gt;Pada hari kematiannya, ia mengumpulkan semua keluarganya bersama-sama dan mengatakan, &amp;quot;Aku akan naik ke langit sebagai Dewi. Jaka Emas (Jin Tong ) dan Putri Gadis Giok (Giok Li / Yu Nu ) telah datang untuk menyambut saya !&amp;quot; Setelah berbicara demikian, maka dia pun berangkat. [Rinna Chuang / Selat Panjang]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/menatu-yang-berbakti.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGCfYTZQYT232nSFzAtzkbyX2bDyO63Acyjz4_f2a6EO_ZqZZZUx57ifxdYHFTgtCRccUA9kjmP5zY3bBr73R8OFjh4w5M32bnOHTNufJtcjFwqtYjZ1hfWacV2Gn8H846sbbsGCq8n4Y/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbWVuYW50dSt5ZyttZW5naXJpcytoYXRpbnlhLmpwZw%253D%253D%253F%253D-751957" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-6851889266012220151</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T23:59:02.303+07:00</atom:updated><title>ANAK YANG BERBAKTI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGP8wXkmUVE_EbNqBtc2ZLEbAMftxCcWNJeubz_T9yOwnMZP73T181exsTdaA3P0y6C_N0TWEUv9w0V9ECQOraqY8WAAG7TF0IyXqCywKgfCYhdrhDC2Af2ARHx2JthYMQZMaUvCAnH8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd3UrbWVuZyttZW5ndXNpcitueWFtdWsuanBn%253F%253D-742303&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGP8wXkmUVE_EbNqBtc2ZLEbAMftxCcWNJeubz_T9yOwnMZP73T181exsTdaA3P0y6C_N0TWEUv9w0V9ECQOraqY8WAAG7TF0IyXqCywKgfCYhdrhDC2Af2ARHx2JthYMQZMaUvCAnH8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd3UrbWVuZyttZW5ndXNpcitueWFtdWsuanBn%253F%253D-742303&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878251775391130882&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada seorang anak yang hidup dizaman dinasti Jin yang bernama Wu Meng (吴猛). Pada usia dini dia sudah sangat berbakti pada orang tuanya. &amp;#160;&lt;p&gt;Ketika anak-anak lain yang seusianya masih bermanja dengan orang tuanya, Wu Meng sudah tahu bagaimana menghormati orang tua juga bagaimana menaati orang tuanya.&amp;#160;&lt;p&gt;Diawal musim panas, Wu Meng melihat bahwa mata orang tuanya selalu merah- merah dan tidak ada semangat. Dia merasa sangat aneh, tidak tahu mengapa dan setelah dia mengamati ulang dengan seksama dia kemudian menemukan penyebabnya.&amp;#160;&lt;p&gt;Keluarganya sangat miskin, sehingga mereka tidak mampu membeli kelambu. Mereka tinggal di daerah yang terpencil dan tertinggal, rumahnya sudah bobrok dan dekat dengan sungai, sehingga nyamuk sangat banyak.&amp;#160;Setiap malam jika di musim panas, mereka sangat terganggu oleh suara nyamuk yang berdengung dan gigitan nyamuk, sehingga kedua orang tuanya tidak dapat tidur di malam hari.&lt;p&gt;Bapaknya setiap hari harus bangun pagi untuk bekerja di luar sebelum matahari terbit dan kelelahan setelah pulang ke rumah untuk beristirahat agar hari berikutnya memiliki kekuatan mental dan fisik untuk terus bekerja. Ibunya juga keluar pagi untuk pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar mendapatkan sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. &amp;#160;&lt;p&gt;Melihat kesusahan orang tuanya, Wu Meng yang waktu itu baru berusia 8 tahun merasa sangat tertekan dan cemas sehingga dia berusaha untuk mencari jalan keluar agar kedua orang tuanya bisa tidur nyenyak.&lt;p&gt;Setelah makan malam, Wu Meng lalu mengambil kipas dan pergi ke kamar orang tuanya. Dia berusaha mengusir nyamuk dengan mengipasi mereka, namun nyamuk itu terus saja kembali.&amp;#160;&lt;p&gt;Merasa gagal dengan usahanya maka setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya Wung Meng lalu melepas pakaiannya meskipun begitu banyak nyamuk di sekelilingnya, ia tetap sabar dan membiarkan tubuhnya untuk di gigiti nyamuk yang kemudian menghisap darahnya.&amp;#160; &lt;p&gt;Wu Meng menahan sakit dan gatal di sekujur tubuhnya, dengan harapan supaya nyamuk-nyamuk itu kekenyangan dan tidak menganggu orang tuanya lagi saat mereka tidur. Dia terus melakukan hal itu sepanjang musim panas.&lt;p&gt;Cara yang di tempuhnya berhasil, kedua orang tuanya kini bisa tidur dengan nyenyak. Ulah Wu Meng akhirnya di ketahui banyak orang. Para pejabat setempat yang mendengar kisahnya tergerak hati untuk membantu. Mereka lalu memberinya jaring nyamuk supaya ia tidak usah lagi mengorbankan dirinya sendiri untuk di gigiti nyamuk.&lt;br&gt;&amp;#160; &lt;br&gt;Saat sekarang ini, orang tua menjaga dan merawat anak-anak mereka sepanjang hari karena merasa khawatir bahwa anak-anak mereka tidak makan dengan baik, khawatir bahwa ketika anaknya sedang pergi keluar nanti akan mendapat kecelakaan.&lt;p&gt;Terutama jika di musim panas, maka orang tua akan membeli pengusir serangga untuk melindungi kulit halus anak-anaknya dan menggunakan segala cara untuk menangkap nyamuk. Jika anak masih bayi, maka orang tuanya akan menggendong anaknya di lengannya dalam pelukannya. Di musim dingin, mereka akan menyelimuti anaknya karena takut anaknya kedinginan di tengah malam, sehingga ibunya beberapa kali terbangun untuk menjaga anak-anaknya. &amp;#160;&lt;p&gt;Setiap anaknya mengalami cedera kecil, maka orang tua akan marah dan merasa tertekan. Para orang tua tidak menghitung semua kerja kerasnya, mereka hanya berharap bahwa anak-anaknya berada di tempat yang aman, hangat dan terlindungi ketika mereka sedang beranjak dewasa. Orangtua selalu merawat anak-anak mereka sendiri dengan penuh kasih sayang.&lt;p&gt;Oleh karena itu, seharusnya kita belajar untuk bertanggung jawab seperti&amp;#160; Wu Meng, yang memberi perhatian pada orang tuanya. [Lidya Tjhia / Pontianak]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/anak-yang-berbakti.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGP8wXkmUVE_EbNqBtc2ZLEbAMftxCcWNJeubz_T9yOwnMZP73T181exsTdaA3P0y6C_N0TWEUv9w0V9ECQOraqY8WAAG7TF0IyXqCywKgfCYhdrhDC2Af2ARHx2JthYMQZMaUvCAnH8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd3UrbWVuZyttZW5ndXNpcitueWFtdWsuanBn%253F%253D-742303" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-3046255398399933051</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-15T14:42:47.174+07:00</atom:updated><title>PISAU DIATAS HATI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FC1kP-PZAlBBmUhPT1M52aK5iCRJG5TVDvHUOawbaKntNS5QllDZ3pI04NSTY9T_Anwr-dywZhyphenhyphen8BqW8W2KNxVicRVKacWyDxI4Jg4J0BDGXroGIIS9_12vZxGfZ5Fs1FNcIjWgYfOE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FiYXIuanBn%253F%253D-767174&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FC1kP-PZAlBBmUhPT1M52aK5iCRJG5TVDvHUOawbaKntNS5QllDZ3pI04NSTY9T_Anwr-dywZhyphenhyphen8BqW8W2KNxVicRVKacWyDxI4Jg4J0BDGXroGIIS9_12vZxGfZ5Fs1FNcIjWgYfOE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FiYXIuanBn%253F%253D-767174&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5878108427272968274&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Menempatkan &amp;#39;pisau&amp;#39; di atas &amp;#39;hati&amp;#39;: Aksara Mandarin untuk Sabar adalah :&amp;#160;Ren (忍) terdiri dari huruf untuk &amp;quot;hati&amp;quot;, 心 (xīn), di bagian bawah, dan R&amp;#232;n (刃), mengacu pada mata pisau.&amp;#160;&lt;p&gt;Aksara Mandarin 忍 (rěn) adalah huruf piktophonetic, yakni huruf yang dibentuk dengan menggabungkan komponen yang menunjukkan makna dengan komponen yang menunjukkan suara.&lt;p&gt;Rěn (忍) berarti bersabar, berkorban atau toleran. Ia juga mengandung konotasi menahan diri dan kontrol diri. Ia tersusun oleh huruf untuk &amp;quot;hati&amp;quot;, 心 (xīn) di bagian bawah, yang memberi makna, dan huruf &amp;#160;刃 (r&amp;#232;n) di atas, yang memberi pelafalan.&lt;p&gt;R&amp;#232;n (刃), mengacu pada bilah pisau atau mata pisau, memberi kandungan makna dari huruf 忍.&lt;p&gt;Jadi, 忍, berarti kesabaran, dibentuk dengan menempatkan sebuah &amp;quot;pisau&amp;quot; di atas &amp;quot;hati,&amp;quot; seolah-olah menyiratkan bahwa kualitas ini tidak mudah diraih oleh orang biasa, tetapi membutuhkan tingkat kultivasi, disiplin dan tekad yang lebih tinggi.&lt;p&gt;Apa hasil positif dari bersabar?&lt;p&gt;Menurut Kata-Kata Peringatan Mengenai Sabar &amp;#160;(無名氏忍 箴) Tiongkok kuno (Penulis anonim) dinyatakan: &amp;quot;Jika orang kaya bisa bersabar, mereka akan melestarikan keluarga dan keturunannya. Jika orang miskin dapat bersabar, mereka akan bebas dari penghinaan dan aib.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika ayah dan anak bisa bersabar, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan bakti dan belas kasih orang tua. Jika antar saudara bisa bersabar, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan kelurusan dan ketulusan.&lt;p&gt;&amp;quot;Jika antar teman bisa bersabar, persahabatan mereka akan abadi. Jika suami- istri bisa bersabar, hubungan mereka akan harmonis.&lt;p&gt;&amp;quot;Di tengah penderitaan, orang yang bersabar mungkin diolok-olok dan ditertawakan oleh orang lain. Namun, setelah penderitaan dilewati, mereka yang mengejek dan menertawakan akan malu dan merasa rendah diri.&lt;p&gt;Dalam kebudayaan tradisional Tiongkok, banyak kata-kata inspiratif dan cerita tentang kesabaran telah tercatat dalam buku-buku sejarah dan hikayat selama ribuan tahun.&lt;p&gt;Orang bijak kuno menanggung banyak derita &amp;#160;untuk mengajarkan orang bersikap toleran, sabar dan pemaaf (忍讓寬恕, rěn r&amp;#224;ng kuān sh&amp;#249;) dan mampu menahan penghinaan dan mengemban tanggung jawab luhur (忍辱負重, rěn rǔ f&amp;#249; zh&amp;#242;ng), sehingga menciptakan &amp;quot;budaya sabar&amp;quot; (忍文化, rěn w&amp;#233;n hu&amp;#224;) yang kaya dan tak ternilai. [Linda Lim / Denpasar]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/pisau-diatas-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5FC1kP-PZAlBBmUhPT1M52aK5iCRJG5TVDvHUOawbaKntNS5QllDZ3pI04NSTY9T_Anwr-dywZhyphenhyphen8BqW8W2KNxVicRVKacWyDxI4Jg4J0BDGXroGIIS9_12vZxGfZ5Fs1FNcIjWgYfOE/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fc2FiYXIuanBn%253F%253D-767174" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-5429406384408352915</guid><pubDate>Sat, 11 May 2013 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-11T16:56:05.500+07:00</atom:updated><title>JIKA TIDAK ADA DALAM NASIB JANGAN DIPAKSAKAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidcK9g6cgTMSHis-4gnofTbVofQM5oMjF_mEZyG_1gTJAZy6cQTlyQG3AS49uoa47cr5dVh-uLldH-ChzcUGkPns8RnFxnYJpQl3KSFxoGC-zbg_Rux3HP100XCjgtcsHFfR5BLyFnp40/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FTmFzaWIuanBn%253F%253D-765501&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidcK9g6cgTMSHis-4gnofTbVofQM5oMjF_mEZyG_1gTJAZy6cQTlyQG3AS49uoa47cr5dVh-uLldH-ChzcUGkPns8RnFxnYJpQl3KSFxoGC-zbg_Rux3HP100XCjgtcsHFfR5BLyFnp40/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FTmFzaWIuanBn%253F%253D-765501&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876658439107688866&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Begitu seorang bayi lahir, nasibnya sudah ditetapkan, dengan kata lain nasibnya sudah diatur. Inilah sebabnya para peramal bisa meramalkan nasibnya, jika nasib itu selalu berubah, siapakah yang bisa meramalkan.&lt;p&gt;Kalau begitu, siapa yang mengatur nasib manusia? Tentunya, kehidupan yang lebih tinggi dari manusia, dikatakan itu adalah Dewa juga boleh, Tuhan juga boleh, pendek kata, ada yang mengatur nasib manusia ini.&lt;p&gt;Tak peduli siapa yang mengatur, juga bukan diatur sesuka hati. Itu semua berdasarkan seberapa besar karma dan De (pahala) manusia sendiri, diatur menurut perilaku kebaikan dan kejahatan Anda dari masa ke masa kehidupan Anda, pengaturan itu tidak akan meleset sedikitpun. Maka dikatakan manusia harus menerima nasib yang diatur oleh Tuhan, secara alami. Jika di dalam nasib Anda tidak ada jangan dipaksakan.&lt;p&gt;Ada sebuah kisah, yang bisa menjelaskan tentang hal ini. Ada seorang ahli Fengshui yang sangat ternama, seumur hidupnya dia mencari posisi tanah kubur bagi orang lain dengan sangat jitu. Ia dihormati orang atas keahliannya. Akan tetapi hingga usia lanjut, ia masih belum bisa mencari tanah kubur yang baik bagi dirinya sendiri. Hari demi hari telah berlalu, peramal itu makin menjadi tua, sewaktu-waktu bisa meninggal dunia. Kedua putranya menjadi kuatir, mereka memohon pada ayahnya untuk mencari tanah baik bagi dirinya, agar keturunannya bisa hidup makmur dan berkedudukan tinggi.&lt;p&gt;Ahli Fengshui itu berkata, tanah baik itu selalu ada, tetapi kalian tidak ada nasib seperti itu. Keberuntungan kalian tipis tidak sanggup menerima berkah besar itu, salah-salah malah menjadikan petaka bagi kalian. Tetapi dua bersaudara ini memohon dengan sangat kepada ayah mereka.&lt;p&gt;Akhirnya peramal tua ini berkata, karena kalian memohon dengan sangat, kalau begitu kalian harus melakukan apa yang saya katakan, sedikit pun tidak boleh menyimpang, jika tidak, bisa mendapatkan petaka kehilangan nyawa. Dua bersaudara itu buru-buru mengangkat sumpah, mereka menyetujui dengan riang gembira. Karenanya, peramal Fengshui itu lalu memberikan pesan-pesan sangat rinci kepada mereka berdua, minta mereka harus camkan baik-baik dalam hati.&lt;p&gt;Tak lama kemudian, ahli Fengshui itu meninggal dunia. Dua bersaudara itu menuruti apa yang telah dipesankan ayah mereka, mengikat peti mati ayah mereka dengan tali jerami, diangkat keluar rumah dan berjalan terus. Berjalan hingga suatu tempat, tali jerami itu putus, dua bersaudara itu segera menggali tempat dimana tali jerami itu putus dan menguburkan ayah mereka disana. Kemudian mereka bergegas pulang menutup pintu dengan rapat, menunggu seratus hari lewat baru boleh keluar rumah.&lt;p&gt;Dua bersaudara itu sangat menurut, mereka menunggu dan menunggu, tidak peduli seberapa sulit untuk bertahan. Akhirnya hari keseratus itu tiba, dua bersaudara itu berembuk. &amp;quot;Ayah ingin kita menunggu hingga seratus hari, sekarang sudah seratus hari, sudah tidak ada bahaya, mari kita berjalan-jalan ke kota.&amp;quot; Dua bersaudara ini mengenakan baju putih dan kain kavan pergi ke kota untuk berjalan-jalan.&lt;p&gt;Sementara itu, pada malam sebelumnya, walikota bermimpi ada dua ekor naga putih berterbangan di luar pintu kota, dia merasa sangat terkejut dan heran. Naga itu perlambang seorang kaisar, bagaimana bisa muncul di luar pintu kota, lagi pula ada dua ekor? Apakah ada orang yang mau memberontak dan menobatkan diri sebagai kaisar?&lt;p&gt;Walikota tidak berani gegabah, begitu hari sudah terang, dia langsung memerintahkan pasukan handalnya menjaga di pintu kota, memerika dengan saksama orang yang berlalu-lalang. Bisa dibayangkan, mereka langsung menemukan dua bersaudara yang berpakaian lain daripada orang lain. Dua bersaudara itu ditangkap dan diinterogasi, masalah Fengshui. Pejabat zaman dulu kebanyakan dari latar belakang seorang terpelajar, mereka sedikit banyak juga tahu sedikit tentang ilmu Fengshui.&lt;p&gt;Akhirnya mereka pergi ke tempat kuburan itu untuk dilihat. Ternyata tanah itu adalah sebidang tanah Naga tulen. Zaman dulu, kecuali keluarga kerajaan, siapa yang berani menempati tanah Naga tulen, perilaku seperti ini dosanya setara dengan pemberontak. Tanah kubur itu setelah digali dan dilihat, didalamnya terdapat banyak sekali orangorang dan kuda-kuda kecil serta berjenis-jenis senjata. Orang-orang kecil itu berpakaian lengkap siap tempur, ada yang hendak menunggang kuda.&lt;p&gt;Menurut cerita, jika orang-orang kecil itu sudah berada di atas kuda, maka peristiwa itu sudah terjadi, siapapun tidak akan bisa mengubahnya lagi. Ya, hanya berbeda satu hari, dua bersaudara tersebut tidak jadi mendapatkan keberuntungan, malahan kehilangan nyawa.&lt;p&gt;Yang diceritakan di atas adalah sebuah cerita, tetapi prinsip dari cerita itu sama sekali tidak berbeda. Para orang tua zaman dulu selalu mengatakan, di dalam nasib hanya setengah kilo, hanya bisa memakan 6 ons ; Lahir ada nasib, mati ada tempat.&lt;p&gt;Hal-hal yang disebarkan selama ribuan tahun, semuanya adalah hal-hal yang luar biasa, kalau bukan, juga tidak akan tersebar sekian lama. Tetapi acapkali kita menganggap kata-kata yang sering diucapkan oleh orang tua itu. Sebagai angin lalu, terlalu banyak mendengar malah jadi mati rasa, tidak dianggap sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan, tidak tahu bahwa kata-kata yang sering diucapkan itu terkandung banyak sekali makna tulen di dalamnya. [Lina Bong / Ternate]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/jika-tidak-ada-dalam-nasib-jangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidcK9g6cgTMSHis-4gnofTbVofQM5oMjF_mEZyG_1gTJAZy6cQTlyQG3AS49uoa47cr5dVh-uLldH-ChzcUGkPns8RnFxnYJpQl3KSFxoGC-zbg_Rux3HP100XCjgtcsHFfR5BLyFnp40/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FTmFzaWIuanBn%253F%253D-765501" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-2602654012274723047</guid><pubDate>Fri, 10 May 2013 06:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-10T13:46:47.899+07:00</atom:updated><title>MELEPASKAN BEBAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe88rlzfKyvHpydCLTS4iilG3jFg67OQnG-kSqJKAbE-Ga2wy-oCIocGhTl5dyIYQz9huk_mrqnKQAq8OKEHl-_D0ziV0bSrbP0WlV_a2Bu1WYSucWpRi7VYh9n6yhxIUNCL-xqiR-xCw/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVrdS5qcGc%253D%253F%253D-707899&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe88rlzfKyvHpydCLTS4iilG3jFg67OQnG-kSqJKAbE-Ga2wy-oCIocGhTl5dyIYQz9huk_mrqnKQAq8OKEHl-_D0ziV0bSrbP0WlV_a2Bu1WYSucWpRi7VYh9n6yhxIUNCL-xqiR-xCw/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVrdS5qcGc%253D%253F%253D-707899&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876238571541545858&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Di dalam kehidupan seseorang banyak benda yang tidak bisa dilepaskan. Banyak orang tidak melepaskan harta, kekayaan, ketenaran dan lain sebagainya, sedangkan guru yang tidak bisa dilepaskan adalah buku-buku tersebut. &lt;br&gt;&amp;#160;&lt;br&gt;Dibandingkan dengan orang lain, keterikatannya terhadap buku terlihat sangat agung. Buku adalah hasil jerih payahnya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membelinya.&lt;p&gt;Jika saya menjadi dirinya, akan sama tidak bisa membuang hal-hal yang terakumulasi demikian lama. Tetapi pada kenyataannya hidup harus berjalan terus. Jika Anda tidak bisa melangkah keluar, tidak mempersiapkan diri menghadapi masa depan, membuang semua kenangan dan hal-hal yang tidak berguna, maka semakin lama akan semakin banyak. Beban itu akan semakin lama semakin berat. Apakah kita bisa menghadapinya?&lt;p&gt;Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telepon dari guru yang sudah berumur 70 tahun lebih. Dia segera akan pindah ke kota lain, bersama dengan istrinya melewati hari pensiun dengan tenang.&lt;p&gt;Perabotan dan peralatan di rumahnya banyak yang dijual dan diberikan kepada orang lain, dan yang terakhir tersisa adalah buku-buku. Buku-buku harus dibereskan.&lt;p&gt;Dia menelepon saya menyuruh saya memberikan buku-b uku ituuntuk murid-muridnya, yang pasti lebih bermanfaat.&lt;p&gt;Saya pergi ke rumah guru, membantunya memindahkan buku. Tempat duduk mobil saya pun penuh dengan buku. Guru menceritakan &amp;#39;riwayat&amp;#39; masing-masing buku, yang ini kapan dibeli dan dalam situasi bagaimana saat membeli.&lt;p&gt;Didalam matanya saya melihat sebenarnya dia sangat tidak menginginkan bukunya diberikan kepada orang lain, lalu saya menyarankan, &amp;quot;Guru kalian berangkat dulu, saya akan mengirim buku-buku ini ke alamat kalian bagaimana? Jika mempunyai waktu lowong guru bisa membaca kembali buku-buku ini.&amp;quot;&lt;p&gt;Guru tertawa menggelengkan kepalanya, menjawab, &amp;quot;Tidak usah, saya ingin dengan santai melewati sisa hidup saya, membawa buku ini akan menjadi beban.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah sampai dirumah, saya memindahkan buku-buku itu ke ruang belajar, ketika meletakkan dalam lemari buku saya berpikir. Selama hidup ini banyak yang tidak ingin kita lepaskan, dalam hal spiritual, fisik, mulia ataupun vulgar, sebenarnya pada akhirnya juga harus kita lepaskan semua.&lt;p&gt;Setelah berpikir sampai kesana sebenarnya kita harus melepaskan semua keterikataan tersebut. Begitu kita dilahirkan di dunia ini kita tidak membawa apapun, dan ketika kita meninggalkan dunia ini kita juga tidak bisa membawa apapun.&amp;#160;&lt;p&gt;Di pertengahan hidup ini, kenapa kita harus bersusah payah terikat kepada sesuatu? Apakah tidak lebih bagus kita melepaskan semu beban ini? Supaya kita bisa hidup lebih bahagia. [Yenny Wu / Palangkaraya]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/melepaskan-beban.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe88rlzfKyvHpydCLTS4iilG3jFg67OQnG-kSqJKAbE-Ga2wy-oCIocGhTl5dyIYQz9huk_mrqnKQAq8OKEHl-_D0ziV0bSrbP0WlV_a2Bu1WYSucWpRi7VYh9n6yhxIUNCL-xqiR-xCw/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYnVrdS5qcGc%253D%253F%253D-707899" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-1797573229859322060</guid><pubDate>Fri, 10 May 2013 06:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-10T13:38:02.752+07:00</atom:updated><title>PERASAAN CUKUP</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcm9W3Cf7zj9bEDiA9oSCcaXRwDbYz4toeiXhCjDpTTbi-oIbgejmPn0WINOrCtha0ErmYyhUx4_VQj6uUcL25_JOEvMptDA_zT7Ct0UHv6NRKSH-OoGN7siRXs-M119Pg8Nhes03DpYM/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FY3VrdXAuanBn%253F%253D-782753&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcm9W3Cf7zj9bEDiA9oSCcaXRwDbYz4toeiXhCjDpTTbi-oIbgejmPn0WINOrCtha0ErmYyhUx4_VQj6uUcL25_JOEvMptDA_zT7Ct0UHv6NRKSH-OoGN7siRXs-M119Pg8Nhes03DpYM/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FY3VrdXAuanBn%253F%253D-782753&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876236314620898354&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Mudah dilayani, tidak merepotkan diri sendiri dan orang lain, teratur hidupnya, tenang dan bersahaja, rendah hati, mudah merasa puas, merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang dimiliki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini adalah perasaan-perasaan yang jika dipelihara di dalam kehidupan kita, maka hidup akan menjadi indah. Kuncinya ada di perasaan cukup. Perasaan cukup bukanlah perasaan pesimis yang membuat kita tidak bergerak maju. Berubah menjadi lebih baik adalah sebuah pilihan bukan tuntutan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Berlakulah lembut kepada diri sendiri, berhenti mengatakan &amp;quot;Saya harus maju&amp;quot;, tapi berkatalah &amp;quot;Saya memilih untuk maju&amp;quot;. Ucapkan kalimat-kalimat yang memancarkan kedamaian ke diri sendiri. Segala kebaikan yang diberikan berlimpah ke dalam diri ini, dengan sendirinya akan terpancar keluar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ingatlah, segala sesuatu akan memutuskan untuk menjadi lebih baik ketika dia tahu bahwa dia dihargai. Ini terjadi pada air, Masaru Emoto melakukan penelitian ini dan menuangkan hasil penelitiannya dalam buku. Kita tahu banyak benda dan tentu saja mahluk hidup mengandung molekul air di dalam tubuhnya. Barangkali molekul-molekul air di dalam diri kitalah yang menjadikan kita semua lebih indah, lebih baik, lebih hidup lagi ketika dihargai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang lain punya hak mengatakan apa saja kepada kita, ingatlah apapun yang dikatakannya, dia hanya sedang memberitahukan isi pikirannya, bukan sedang memberikan label kepada kita. Jika dia sedang mengatakan keburukan maka sesungguhnya pikirannya sedang berisi keburukan, jika dia sedang mengatakan kebaikan maka artinya pikirannya sedang diisi dengan kebaikan. Ini tidak ada hubungannya dengan kita. Kita adalah diri kita sendiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Katakan kepada diri sendiri, &amp;quot;Saya adalah saya. Sayalah yang memilih apa yang baik buat saya dan tidak. Sayalah yang menentukan apa yang boleh berdiam dalam diri saya ataupun tidak. Saya memilih untuk menjadi diri saya sendiri. Saya kenal dengan baik diri saya. Saya menerima dan menghargai diri saya seutuhnya.&amp;quot; [Astono Kiong / Medan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/perasaan-cukup.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcm9W3Cf7zj9bEDiA9oSCcaXRwDbYz4toeiXhCjDpTTbi-oIbgejmPn0WINOrCtha0ErmYyhUx4_VQj6uUcL25_JOEvMptDA_zT7Ct0UHv6NRKSH-OoGN7siRXs-M119Pg8Nhes03DpYM/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FY3VrdXAuanBn%253F%253D-782753" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-6781261747223535129</guid><pubDate>Thu, 09 May 2013 15:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T14:33:51.199+07:00</atom:updated><title>MENJAGA REPUTASI</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtFxIRn259sR9CM-CS3YFxR6U0bIcmoVLtNkcKYAvlrzxE3Yx5dPhSzR7fz6KIeakVpLPko9fIrjJqNobZ1n18oYvIFYXRWxa_9rOFZezlnkwqpMoEdM8F6urHI5VPmejDvqqcYCZzXLY/s1600/Bakpao.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtFxIRn259sR9CM-CS3YFxR6U0bIcmoVLtNkcKYAvlrzxE3Yx5dPhSzR7fz6KIeakVpLPko9fIrjJqNobZ1n18oYvIFYXRWxa_9rOFZezlnkwqpMoEdM8F6urHI5VPmejDvqqcYCZzXLY/s200/Bakpao.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Menjadi orang harus dapat dipercaya, berbisnis juga harus menjaga reputasi, kejujuran dan kepercayaan adalah fondasi sebuah kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ada sebagian perusahaan mempromosikan iklan sedemikian bagus barangnya, tetapi mutunya tidak sesuai dengan sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita hanya mementingkan permukaan saja, tidak memperhatikan kualitas, maka lama-kelamaan akan merusak reputasinya, yang pada akhirnya hanya bisa tinggal menunggu tutup pintu. Menjadi orang harus terang-terangan dan melakukan sesuatu dengan jujur, ini barulah sungguh-sungguh suatu kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat sewaktu masih remaja, guru pernah memberikan satu pertanyaan untuk muridnya, jika Anda seorang penjual bapao keliling, saat harga bahan baku naik, apakah Anda akan menaikkan harga bakpao ataukah mengurangi sedikit daging, tetapi harganya tetap semula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini sampai sekarang masih teringat sangat mendalam di otak saya. Sekarang balik kembali ingin menguji Anda, jika Anda seorang penjual bakpao keliling, apa yang Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lalu, saya pernah mendengar seorang teman berbicara bahwa harga barang-barang sudah naik, harga pokok hampir sudah tidak sanggup dipertahankan lagi, maka mereka mengurangi bahan karena dapat menghemat sedikit bahan pokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, saya langsung teringat zaman dahulu ketika masih bersekolah, guru memberikan pertanyaan, apakah perlu naik harga atau materi dikurangi sedikit? Waktu itu saya langsung ambil keputusan memberitahu kepadanya, Anda tidak boleh mengurangi bahan pokok! Harga barang sudah naik, mengatur kenaikan harga bahan baku tidak salah, tetapi mengurangi bahan baku bisa memengaruhi nama baik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini Anda adalah seorang konsumen, Anda bisa sering belanja ke toko ini, pasti karena kualitas produknya sesuai permintaan Anda. Tetapi bila dikarenakan bermacam faktor Anda secara diam-diam telah mengurangi kualitas mutu, maka saya kira para konsumen setelah tertipu sekali, mereka tidak hanya akan mengeluh, tetapi sejak itu kemungkinan tidak akan datang belanja di toko Anda lagi, dan pada akhirnya Anda tidak akan memperoleh apapun malah rugi lebih besar.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat rumah saya ada sebuah restoran prasmanan, tarif yang mereka pasang, hampir membuat setiap konsumen menggigit bibir. Di kemudian hari, saya melihat di internet ada orang yang mengkritik restoran ini dengan perkataan yang tidak enak didengar, dikarenakan reputasinya yang kurang begitu baik, restoran itu sekarang telah tutup gulung tikar. [Betty Oei / Pekanbaru]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/menjaga-reputasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtFxIRn259sR9CM-CS3YFxR6U0bIcmoVLtNkcKYAvlrzxE3Yx5dPhSzR7fz6KIeakVpLPko9fIrjJqNobZ1n18oYvIFYXRWxa_9rOFZezlnkwqpMoEdM8F6urHI5VPmejDvqqcYCZzXLY/s72-c/Bakpao.jpg" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-4548795688434370238</guid><pubDate>Thu, 09 May 2013 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-09T22:36:02.399+07:00</atom:updated><title>KEMANUSIAAN DAN PROPRIETY</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_sjNz4RyPyGZ-Nj9jnEpMnCapcuIPIM03KKhE78rDqOJjpsjL9R4GUwGAq9hIT42w9wlBl1myNPFIc44Y5Q8qSxNcohhzlgkafgex2wQnhL1xeAbgfebEnDpUt9O40zAFoSBVdzvhpxc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FY29uZnVjaXVzKzkuanBn%253F%253D-762399&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_sjNz4RyPyGZ-Nj9jnEpMnCapcuIPIM03KKhE78rDqOJjpsjL9R4GUwGAq9hIT42w9wlBl1myNPFIc44Y5Q8qSxNcohhzlgkafgex2wQnhL1xeAbgfebEnDpUt9O40zAFoSBVdzvhpxc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FY29uZnVjaXVzKzkuanBn%253F%253D-762399&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5876003871108522066&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Konfusius berkata, &amp;quot;Seorang pria tidak harus menunda kebajikan bahkan untuk guru sendiri.&amp;quot; &amp;quot;Ketika datang berlatih kebajikan,&amp;quot; mengklaim Pikirannya terpusat pada gagasan kemanusiaan. Kemanusiaan berarti untuk mencintai manusia.&amp;#160;&lt;p&gt;Seorang manusia yang berkemanusiaan yang setia dalam melaksanakan tugas-tugasnya, berani dalam menegakkan apa yang secara moral dianggapnya benar, baik dan murah hati kepada orang lain, dan sopan dalam sikapnya. &lt;br&gt;Dia percaya kualitas ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan budidaya.&lt;p&gt;Zigong bertanya kepadanya, &amp;quot;Apakah ada moto tunggal yang membuat seseorang dapat hidup dengan seluruh kehidupan seseorang?&amp;quot;&lt;p&gt;Konfusius menjawab, &amp;quot;Jadilah manusia yang perhatian terhadap sesama dan tidak pernah melakukan pada orang lain apa yang tidak ingin dilakukan orang lain pada diri Anda.&amp;quot;&lt;p&gt;Konfusius mengatur toko besar dengan kepatutan dan ketaatan kesopanan. Dia percaya kualitas moral intrinsik lebih penting daripada penampilan luar seseorang. Tapi dalam kebajikan yang pasti akan tercermin dalam sikap yang baik. Karena perilaku membuat manusia, sopan santun, baik di depan umum maupun secara pribadi, memiliki dampak halus pada karakter.&lt;p&gt;Dia berkata, &amp;quot;Seorang manusia mungkin memiliki kecerdasan untuk memahami kebenaran, tetapi perlu kebajikan untuk memasukkannya ke dalam praktek. Jika tidak, ia tidak akan bisa berpegang pada hal itu.&lt;p&gt;Seorang manusia mungkin memiliki kecerdasan dan kebajikan, tapi dia tidak akan dihormati kecuali ia melakukan dirinya dengan bermartabat. Tapi dia masih tidak sempurna kecuali ia sesuai dengan kepatutan.&amp;quot;&lt;p&gt;Sopan santun cenderung mendorong satu kebaikan dan menjaga dia dari suatu kesalahan. Sama seperti ketika kita mendengarkan musik yang akan membawa pikiran yang tenang, sehingga akan sopan santun dan harmonis dalam karakter.&lt;p&gt;Ia mencontohkan, &amp;quot;menjadi Courtesy tanpa kesopanan melelahkan. Kehati-hatian tanpa kesopanan menjadi timidity, berani menjadi pembangkangan, kejujuran menjadi lancang.&amp;quot;&lt;p&gt;Konfusius menghormati upacara keagamaan sebagai bagian dari adat dibentuk, tetapi tidak pernah berbicara tentang supranatural, gaib, atau eksotis. Fokusnya adalah pada hidup yang sekarang.&lt;p&gt;Dia berkata, &amp;quot;Jika kita tidak memahami kehidupan, bagaimana kita bisa memahami kematian? Jika kita tidak memahami kewajiban kita untuk hidup, bagaimana kita bisa memahami kewajiban kita untuk orang mati?&amp;quot; [Betty Oei / Pekanbaru]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/kemanusiaan-dan-propriety.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_sjNz4RyPyGZ-Nj9jnEpMnCapcuIPIM03KKhE78rDqOJjpsjL9R4GUwGAq9hIT42w9wlBl1myNPFIc44Y5Q8qSxNcohhzlgkafgex2wQnhL1xeAbgfebEnDpUt9O40zAFoSBVdzvhpxc/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FY29uZnVjaXVzKzkuanBn%253F%253D-762399" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-1627625834744203383</guid><pubDate>Tue, 07 May 2013 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-07T15:46:35.409+07:00</atom:updated><title>LEGENDA UTUSAN YANG CERDAS</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZaNBfXCGiqgorBS4rLKUJUGvvmk-5c6VEbSkr6JjxKpvxmCyQcmZ5nKRXcebpdaprFO-O3rXl13KPgwriIXJpmgpBGZTLOkpWi7MxrN6nx1NSUVXnS3CgYIFVuVFqQlO07Km-610Zwc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2FyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-795410&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZaNBfXCGiqgorBS4rLKUJUGvvmk-5c6VEbSkr6JjxKpvxmCyQcmZ5nKRXcebpdaprFO-O3rXl13KPgwriIXJpmgpBGZTLOkpWi7MxrN6nx1NSUVXnS3CgYIFVuVFqQlO07Km-610Zwc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2FyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-795410&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5875156186224656418&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dalam sejarah Tiongkok, seorang putri menikahi raja negara bagian lain untuk mengamankan loyalitas adalah umum. Sebuah contoh yang baik dari ini adalah ketika Putri Wencheng dari Dinasti Tang menikah dengan Raja Tibet Songtsan Gampo.&lt;p&gt;Menurut legenda, utusan dari lima negara yang berbeda membawa hadiah berharga ke Chang-An untuk melamar Putri Wencheng bagi pangeran di negaranya. Kaisar Tang Taizong sangat sulit memutuskan dengan siapa sang putri harus menikah. Jadi pertama dia memutuskan untuk menguji kecerdasan para utusan. Ia memberikan beberapa ujian sulit. Tes pertama adalah untuk menarik benang sutra melalui mutiara.&lt;p&gt;Tang Taizong meminta utusan ke istana dan membawa keluar sepotong batu giok dan beberapa benang sutra. Dia menambahkan bahwa Putri Wencheng akan menikah dengan raja yang utusannya bisa menang semua ujian.&lt;p&gt;Ternyata lubang di batu giok memiliki jalan berliku, membuat semua utusan gagal untuk menarik benang sutra dari ujung lainnya. Taizong meminta utusan untuk menarik benang melalui salah satu ujung lubang yang lain.&lt;p&gt;Utusan Songtsan yang bernama Gar menggunakan seekor semut dan mengikatkan rambut dari ekor kuda di sekitar pinggang semut. Dia menaruh semut ke dalam batu giok dari satu ujung dan menempatkan madu di ujung lain. Sementara itu, ia meniupkan udara ke batu giok tersebut. Segera, semut keluar dari ujung lainnya. Dia kemudian mengikat benang sutra ke rambut ekor kuda. Dia menarik rambut perlahan dan benang keluar dari ujung lainnya. Taizong sangat senang melihat dia bertindak begitu cerdas.&lt;p&gt;Tes kedua: Memasangkan 100 kuda dengan anak kuda mereka yang baru lahir, yang semuanya terlihat mirip karena berasal dari ras yang sama. Sementara utusan kerajaan lainnya gagal, Gar memisahkan kuda dan anak kuda selama satu hari dan anak kuda puasa dari semua makanan dan air. Keesokan harinya, ia membiarkan anak kuda keluar lagi. Para anak kuda yang lapar dan panik, dan mereka dengan cepat berlari ke induknya masing-masing.&lt;p&gt;Tes berikutnya adalah memilih Putri Wencheng di antara 2.500 wanita muda dan cantik. Gar mengambil beberapa lebah madu yang ia telah bawa bersama. Dia bertanya sebelumnya dan tahu bahwa Putri Wencheng suka memakai parfum wangi bunga. Jadi lebah terbang langsung ke kepala Putri Wencheng di antara 2500 wanita muda yang cantik.&lt;p&gt;Tes terakhir adalah bagaimana masuk dan keluar dari istana tanpa tersesat. Suatu malam, drum keras dan menggelegar di istana, dan Taizong mengirim pesan untuk mengumpulkan semua utusan. Gar tahu bahwa dia tidak akrab dengan jalan-jalan di Chang-An, sehingga ia menandai beberapa poin penting agar ia tidak tersesat. Setelah semua utusan tiba di istana, Taizong mengatakan kepada mereka untuk pergi kembali. Pada akhirnya, utusan Songtsan satu-satunya yang berhasil. Gar menggunakan kebijaksanaannya, memenangkan setiap ujian.&lt;p&gt;Tang Taizong berpikir: &amp;quot;Jika utusan sangat cerdas, maka raja pasti sangat cerdas.&amp;quot;&lt;p&gt;Dengan demikian, ia mengizinkan Putri Wencheng untuk menikah dengan Songtsan Gampo seperti yang dijanjikan. [Lina Ng / Ternate]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/legenda-utusan-yang-cerdas.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOZaNBfXCGiqgorBS4rLKUJUGvvmk-5c6VEbSkr6JjxKpvxmCyQcmZ5nKRXcebpdaprFO-O3rXl13KPgwriIXJpmgpBGZTLOkpWi7MxrN6nx1NSUVXnS3CgYIFVuVFqQlO07Km-610Zwc/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2FyLmpwZw%253D%253D%253F%253D-795410" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-3227997094301771675</guid><pubDate>Mon, 06 May 2013 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-06T14:34:46.283+07:00</atom:updated><title>DUA SIFAT KEBAJIKAN TIONGHOA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZOEzUKcws4H9yyR-S6n7jeuoMsyrnMYPtDwS-0UF6-InMELPLAfwSMqUJMj6FwE2wUPFGQB0XxnvjcgJmoMp61loa5GDb7QK9LOOWh-ai0aTLlHdKcbOVQTKWxTm05nBNpqYkc-jXPss/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2ViYWppa2FuK1lhbmdkZStkYW4rWWluZGUuanBn%253F%253D-786283&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZOEzUKcws4H9yyR-S6n7jeuoMsyrnMYPtDwS-0UF6-InMELPLAfwSMqUJMj6FwE2wUPFGQB0XxnvjcgJmoMp61loa5GDb7QK9LOOWh-ai0aTLlHdKcbOVQTKWxTm05nBNpqYkc-jXPss/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2ViYWppa2FuK1lhbmdkZStkYW4rWWluZGUuanBn%253F%253D-786283&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874766593137685570&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Dalam budaya Tionghoa dikenal dua sifat kebajikan, yang pertama disebut Yang De 陽德 dan yang kedua disebut Yin De 陰德. Untuk bisa memahami apa yang dimaksud maka Yang De adalah kebajikan positive dan Yin De adalah kebajikan negative.&lt;p&gt;Yang De adalah kebajikan yang bisa dilihat dan diketahui oleh banyak orang, sebagai contoh adalah menyumbang dan namanya dicantumkan sebagai penyumbang.&lt;p&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa menyumbang dengan pencantuman nama adalah tindakan ingin dipuji, bisa benar bisa tidak. Tapi dengan pencantuman nama bisa menggerakkan hati orang lain yang kebetulan mengenal orang tersebut sehingga pencantuman nama jangan selalu dianggap buruk.&lt;br&gt;&amp;#160;&amp;#160;&lt;br&gt;Yang De bisa berupa memberikan makanan bagi kaum fakir miskin, menyumbang panti asuhan. Yang De berarti sikap berlaku bajik yang dapat dilihat oleh banyak orang dan bisa mengandung harapan agar dipuji. Dan dari segi spiritual, Yang De bisa berarti hanya untuk manusia aja, tidak berlaku untuk mahluk lain dan bisa mendapat balasan seperti ucapan terimakasih, kekaguman masyarakat banyak.&lt;p&gt;Yin De adalah kebajikan yang tidak diketahui oleh orang banyak, tidak diekspose dan tidak berharap imbalan apapun termasuk pujian. Sebagai contoh sederhana adalah memperbaiki jembatan, memperbaiki jalan rusak dan tidak dicantumkan nama yang memperbaiki.&amp;#160;&lt;p&gt;Mendoakan orang lain yang sedang kesusahan juga bisa disebut Yin De, misalnya ada teman yang menderita, kita doakan saja tanpa perlu diketahui oleh orang banyak. Yinshi 隱士adalah pelaku Yin De yang tidak diketahui orang banyak dan selalu menyembunyikan tindakan menolong orang lain.&amp;#160;&lt;p&gt;Dari segi spiritual, Yin De bisa berlaku untuk semua mahluk, misalnya merawat bumi, mendoakan mahluk-mahluk yang ada di alam lain dan tidak selalu mendapatkan ucapan terimakasih dan masyarakat banyak belum tentu tahu apa yang dilakukan.&lt;p&gt;Yang De bisa dikatakan cinta kasih yang masih terbatas sedangkan Yang De adalah cinta kasih yang tidak terbatas, karena itu banyak orang yang mencoba memupuk Yin De, bahkan dalam bahasa mandarin sering disebut jiyinde 積陰德 yang sering diartikan memupuk karma baik, sebenarnya yang dimaksud adalah Yinde.&lt;p&gt;Kebajikan Yinde yang tidak ingin mendapatkan balasan itu dikenal juga dibanyak kepercayaan lainnya, jadi tidak hanya budaya Tionghoa mengenal itu. Hanya saja sepanjang pengetahuan, hanya agama-agama timur yang mengembangkan Yin De itu hingga pada para mahluk yang ada di alam lain dan juga pada alam. [Jesline Tjia / Timika]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/dua-sifat-kebajikan-tionghoa.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZOEzUKcws4H9yyR-S6n7jeuoMsyrnMYPtDwS-0UF6-InMELPLAfwSMqUJMj6FwE2wUPFGQB0XxnvjcgJmoMp61loa5GDb7QK9LOOWh-ai0aTLlHdKcbOVQTKWxTm05nBNpqYkc-jXPss/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fa2ViYWppa2FuK1lhbmdkZStkYW4rWWluZGUuanBn%253F%253D-786283" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-3073933151034944590</guid><pubDate>Sat, 04 May 2013 18:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-05T01:50:04.895+07:00</atom:updated><title>KARMA SEORANG MENTERI</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXvWgYzfW-N-RdzSDks7cu_D-2YUCFZuDoZym_OWcvixpVRUb9XxGAdXhdvQ8-e4_OLrAVMwA420VFUlTbM5T7XN4v4QRJNjm79u5PwCS-bvL6yJbM-hyY0W_6g9LmX9qvfo8Z8YygJcg/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2VtYmFsYS1rYW1iaW5nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-704896&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXvWgYzfW-N-RdzSDks7cu_D-2YUCFZuDoZym_OWcvixpVRUb9XxGAdXhdvQ8-e4_OLrAVMwA420VFUlTbM5T7XN4v4QRJNjm79u5PwCS-bvL6yJbM-hyY0W_6g9LmX9qvfo8Z8YygJcg/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2VtYmFsYS1rYW1iaW5nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-704896&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874198449413613522&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pada masa Buddha masih hidup, ada seorang menteri. Dikarenakan peramal nasib telah meramal nasibnya bahwa dia akan mati dibunuh orang, dia sangat takut dan waspada.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu menyuruh pengawal siang dan malam berjaga disampingnya, tanpa pedang didekat tempat tidurnya dia tidak bisa tidur.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada suatu hari, dia mengundang Sang Buddha sarapan vegetarian di rumahnya, sang Buddha tidak menerima undangannya, mengatakan kepada raja, &amp;quot;malam ini menteri pasti mati.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada malam itu pun, penjagaan sangat ketat. Ada 4 panglima berjaga-jaga di rumah menteri. Menteri ini berusaha tidur sambil menggenggam pedang. Namun tak lama istri menteri melihat suaminya sudah jatuh tertidur dengan nyenyak. Lalu istrinya menggantikan suaminya memegang pedang berjaga-jaga. Namun tidak berapa lama kemudian sang istri kalau kecapaian dan ngantuk tertidur. Akibatnya tangan yang memegang pedang terlepas, terjatuh diatas kepala suaminya, dan saking tajamnya mata pisau pedang tersebut, kepala suaminya putus.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Raja setelah mendengar kabar tersebut, curiga kepada ke 4 pengawal berkomplot, lalu menghukum mereka dengan memotong tangan kiri mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Raja bertanya kepada Sang Buddha mengenai karma kehidupan yang lalu. Buddha berkata, &amp;quot;Menteri ini dahulu seorang gembala kambing. Istrinya adalah seekor kambing betina, keempat pangawal tersebut adalah perampok. Melihat seorang anak sedang menggembalakan kambing, dengan tangan kirinya, menunjuk ke kambing betina berkata kepada anak penggembala kambing: &amp;quot;Bunuh dia kemudian sajikan kepada kami sebagai santapan malam.&amp;quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sambil menangis anak pengembala kambing mendengar perintah mereka. Oleh sebab itu, sekarang harus membayar kembali karma yang dilakukan pada masa dulu.&amp;quot; [Amanda Lim / Makassar]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/karma-seorang-menteri.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXvWgYzfW-N-RdzSDks7cu_D-2YUCFZuDoZym_OWcvixpVRUb9XxGAdXhdvQ8-e4_OLrAVMwA420VFUlTbM5T7XN4v4QRJNjm79u5PwCS-bvL6yJbM-hyY0W_6g9LmX9qvfo8Z8YygJcg/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZ2VtYmFsYS1rYW1iaW5nLmpwZw%253D%253D%253F%253D-704896" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-4374644062387650572</guid><pubDate>Sat, 04 May 2013 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-05T01:33:35.367+07:00</atom:updated><title>KISAH PENCURI DAN NEGARAWAN</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPL0xl80JIbyNVP1pVGwUkzg48sHqO8ntcweTJNOPCwSwZh81qwNgK_NqvQwdmaNNWuvcfhgj2nAknAIXxBJfBvjsqnInT_WhJc4g1Zmbi08BngDDtoczSpgyCABrsDTFmwG554YWd5Ts/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVsYWphci10aW9uZ2tvay5qcGc%253D%253F%253D-715367&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPL0xl80JIbyNVP1pVGwUkzg48sHqO8ntcweTJNOPCwSwZh81qwNgK_NqvQwdmaNNWuvcfhgj2nAknAIXxBJfBvjsqnInT_WhJc4g1Zmbi08BngDDtoczSpgyCABrsDTFmwG554YWd5Ts/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVsYWphci10aW9uZ2tvay5qcGc%253D%253F%253D-715367&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5874194197309986146&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Zeng Guofan, sang negarawan, memiliki kisah nyata yang benar-benar terjadi pada dirinya semasa muda, dimana seorang pencuri berhasil mengalahkannya dalam konsentrasi belajar.&lt;p&gt;Zeng Guofan tidak memiliki bakat yang luar biasa untuk belajar, tapi ia berusaha sangat keras. Suatu malam, ia mencoba menghafal sebuah artikel dengan mengucapkan berulang-ulang. Seorang pencuri datang ke rumahnya dan bersembunyi di luar. Pencuri menunggu di sana berencana merampok rumah itu ketika pemuda berhenti belajar dan jatuh tertidur.&lt;p&gt;Pencuri menunggu sangat lama. Lampu menyala dan suara bacaan tidak berhenti. Zeng terus mengulang artikel yang sama terus menerus, tapi tidak bisa mengingatnya. Satu jam berlalu. Pencuri menunggu dan menunggu. Kakinya menjadi lelah dan ia pusing. Setelah menunggu lama, akhirnya dia marah dan melompat ke dalam rumah.&lt;p&gt;Dia mengutuk pemuda itu: &amp;quot;Apakah itu yang terbaik yang dapat Anda lakukan? Anda tidak cerdas sama sekali! Saya bisa menghafal&amp;#160; artikel saat ketiga kali Anda mengulanginya. Bagaimana itu bisa memerlukan lebih dari satu jam bagi Anda untuk mengingatnya?&amp;quot; Kemudian pencuri melafalkan artikel dengan lancar di depan pemuda dan pergi.&lt;p&gt;* Efek pencuri itu pada pemuda&lt;p&gt;Zeng kaget dan malu. Dia terkejut dengan ingatan pencuri yang baik. Hal ini membuatnya merasa lebih buruk tentang kemampuannya untuk belajar, tetapi perbuatan pencuri ditampilkan untuk menggembleng dirinya. Dia memusatkan seluruh energi pada pelajarannya.&lt;p&gt;Beberapa tahun kemudian, Zeng lulus ujian tingkat dua di bawah kekuasaan Manchu dan menjadi seorang pejabat setempat. Segera setelah itu, seorang pencuri tertangkap. Saat mendengar kasus ini, Zeng Guofan berpikir pencuri ini tampak dikenalnya. Tiba-tiba, dia ingat bahwa pencuri yang sama yang mempermalukan dia bertahun-tahun yang lalu.&lt;p&gt;Zeng tersenyum dan bercanda: &amp;quot;Saya begitu iri hati dengan kepandaian Anda pada waktu itu, tapi di sini Anda masih saja pencuri&amp;quot;&lt;p&gt;Zeng Guofan kemudian menjadi negarawan terkenal, ahli strategi militer, filsuf dan sastrawan dalam sejarah modern China. Ia juga merupakan salah satu pejabat tertinggi di Dinasti Qing akhir, namun diketahui bahwa pencuri itu hanya seorang pencuri. [Margareth Lim / Tarakan]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/05/kisah-pencuri-dan-negarawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPL0xl80JIbyNVP1pVGwUkzg48sHqO8ntcweTJNOPCwSwZh81qwNgK_NqvQwdmaNNWuvcfhgj2nAknAIXxBJfBvjsqnInT_WhJc4g1Zmbi08BngDDtoczSpgyCABrsDTFmwG554YWd5Ts/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGVsYWphci10aW9uZ2tvay5qcGc%253D%253F%253D-715367" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-1189926358260386464</guid><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T12:47:41.483+07:00</atom:updated><title>MERAMAL NASIB (SUAN GUA) BUKAN TAKHAYUL</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeCiJMKs9NmPA3Z5G1zwtBshfZ1NjQxXupGtoT1QYBHPg7BDT2R-PyUjgKBRqR1tFEG4JQBg7xYZZ66F7sd83jleZsBI83Os3vN9OZAHsMdZjiQXswYO8bbnl_1WN0nN-ZhpwM0Dbbs5E/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FU3Vhbi1HdWEuanBn%253F%253D-761483&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeCiJMKs9NmPA3Z5G1zwtBshfZ1NjQxXupGtoT1QYBHPg7BDT2R-PyUjgKBRqR1tFEG4JQBg7xYZZ66F7sd83jleZsBI83Os3vN9OZAHsMdZjiQXswYO8bbnl_1WN0nN-ZhpwM0Dbbs5E/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FU3Vhbi1HdWEuanBn%253F%253D-761483&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5871028145963120258&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Keberadaan &amp;quot;Suan Gua&amp;quot; (baca: swan kwa, ilmu meramal nasib ala Tiongkok kuno dengan metode penghitungan trigrams/ba gua) adalah guna memberitahu manusia: manusia hidup harus mengikuti ritme alam, dalam kehidupan kali ini, menjumpai masalah baik ataupun buruk, semua ada hubungannya dengan sebab-akibat masa lampau.&lt;p&gt;Pada masa pemerintahan Kaisar Tang Taizong, ada seorang tukang jagal dari Qizhou, bernama Li Chunfeng, yang mahir ilmu falak dan penanggalan, bisa meramal cuaca dan nasib dengan tepat. Hingga masa pemerintahan Tang Xiaozong, dalam klan-nya terdapat seorang tua yang bernama Li Zhiwei, juga mahir ilmu falak dan dalam meramal nasib sampai mendetail menyebutkan tanggal dan tidak pernah meleset. Pak tua Li ini tinggal di daerah Xishi, Chang An, ibukota Dinasti Tang.&lt;p&gt;Ketika itu seseorang bermarga Liu, datang ke Ibukota Chang An mengikuti tradisi permohonan jabatan dan sudah beberapa tahun tetap belum berhasil. Di tahun itu, berkat nepotisme, ia sudah berhasil menembus kementerian urusan pegawai negeri, dan ia optimis akan mendapatkan jabatan itu.&lt;p&gt;Liu mendengar pak tua Li meramal dengan sangat tepat, maka ia pergi ke Xishi mencari pak tua Li. Setelah diramal, sambil tertawa pak tua Li mengatakan: &amp;quot;Tahun ini meski memohon tapi tidak mendapatkan, tahun mendatang tanpa diminta akan memperoleh sendiri.&amp;quot;&lt;p&gt;Liu tidak percaya, menunggu pengumuman yang dikeluarkan oleh departemen, ternyata namanya tidak terdapat dalam daftar. Tahun berikutnya ia datang lagi ke ibukota mengikuti ujian pegawai negeri lagi. Ia mengingat kata-kata pak tua Li, dan tidak menghubungi orang dalam tapi ia toh tidak percaya diri, lantas pergi lagi ke Xishi mencari pak tua Li.&lt;p&gt;Pak tua Li berkata: &amp;quot;Tahun lalu saya sudah mengatakan, jabatan Anda pasti ada, tidak perlu diragukan.&amp;quot;&lt;p&gt;Liu bertanya: &amp;quot;Jikalau mendapatkan jabatan, dimanakah?&amp;quot;&lt;p&gt;Pak tua Li menjawab: &amp;quot;Menjabat di daerah Daliang. Setelah berhasil, Anda boleh datang lagi kesini, ada yang akan saya sampaikan.&amp;quot; Daftar penerimaan pegawai telah keluar, ternyata namanya ada dalam daftar dan dipilih sebagai pimpinan bidang keamanan di Kota Kaifeng. Liu merasa gembira, dan menganggap pak tua Li bagaikan Dewa, maka sekali lagi pergilah ia mencari pak tua Li.&lt;p&gt;Pak tua Li berkata: &amp;quot;Anda pergilah menjabat, tidak perlu bertindak jujur, boleh meraup sekehendak hati Anda. Jika sudah hampir habis masa jabatan Anda, bisa minta ditugaskan di ibukota, saya akan meramal lagi untuk Anda.&amp;quot;&lt;p&gt;Liu mengingat-ingat perkataan pak tua Li, sampai di Kaifeng menjadi kapten bidang keamanan. Karena ia merupakan keturunan pejabat, atasan sangat menyayanginya, Liu teringat perkataan pak tua Li, meraup banyak uang tanpa segan. Atasan maupun bawahan menyukai dirinya. Sampai habis masa jabatan, ia sudah mengumpulkan sejumlah uang, pergilah ia menemui inspektur provinsi minta diberikan sebuah tugas mengawal hasil pajak ke ibukota.&lt;p&gt;Sampai di Ibukota Chang An, ia menemui pak tua Li lagi. Li berkata: &amp;quot;Dalam tiga hari Anda akan pindah jabatan.&amp;quot; Liu tidak percaya, pak tua Li berkata lagi: &amp;quot;Tidak akan meleset, pindah jabatan dan bertugas di daerah yang sama. Jika sudah menjabat silahkan datang kembali.&amp;quot;&lt;p&gt;Kemudian Liu beranjak pergi dengan setengah ragu. Hari kedua, ketika ia mengantarkan hasil pajak untuk diserahkan ke gudang. Tepat di depan gudang, ia melihat di arah tenggara seekor burung lima warna terbang hinggap di atas atap gudang, warna burung itu indah dan megah, disusul dengan kicauan ratusan ekor burung yang berdatangan dari langit.&lt;p&gt;Liu berteriak: &amp;quot;Aneh! Aneh!&amp;quot; Suaranya segera mengusik kasim yang mengurusi urusan dalam istana, orang-orang segera berdatangan untuk menonton. Ada orang yang berwawasan mengatakan: &amp;quot;Itu adalah Burung Hong (burung dalam dongeng Tiongkok)!&amp;quot;&lt;p&gt;Burung lima warna itu mendengar suara keramaian, segera terbang pergi, ratusan burung-burung yang lain juga berangsur-angsur bubar. Kejadian tersebut terdengar oleh kaisar dan beranggapan bahwa ini adalah pertanda baik (hoki). Kaisar pun memberikan titah: &amp;quot;Orang yang pertama kali melihat kejadian itu, dinaikkan satu tingkat.&amp;quot;&lt;p&gt;Jadilah jabatan Liu dinaikkan dan diberi tugas sebagai wakil camat Kota Kaifeng. Tepat 3 hari seperti yang diramal, juga ditugaskan di tempat yang sama.&lt;p&gt;Liu benar-benar salut terhadap pak tua Li. Sekali lagi ia mencari pak tua Li untuk menanyakan pedoman menjadi seorang pejabat. Pak tua Li berkata: &amp;quot;Hanya butuh seperti sediakala.&amp;quot; Setelah Liu menduduki jabatan baru, ia pun tetap meraup uang dengan sekehendak hati, dan mengumpulkan lagi sejumlah harta.&lt;p&gt;Pada akhir masa jabatan ia pergi ke ibukota menunggu pengaturan jabatan berikutnya. Kemudian ia menemui pak tua Li lagi. Pak tua Li berkata kepadanya: &amp;quot;Kali ini akan mendapatkan jabatan jujur, sesenpun tidak boleh mengambil. Camkanlah! Camkanlah!&amp;quot;&lt;p&gt;Benar saja Liu diangkat sebagai camat di daerah Shou Chun. Karena sudah terbiasa mengeruk uang dengan sekehendak hati, mana bisa ia tahan?&lt;p&gt;Belum lama menjabat, penyakit lamanya kambuh dan mengabaikan kata-kata pak tua Li. Tak lama kemudian, ia dilaporkan oleh atasan sebagai koruptor, pangkatnya diturunkan dan hasil korupsinya disita.&lt;p&gt;Liu mendatangi pak tua Li dan bertanya: &amp;quot;Dua kali masa jabatan sebelumnya Anda mengatakan boleh mengambil sesuka hati, sekarang malah tidak boleh mengambil, semuanya ini terbukti benar, tapi apa penyebabnya?&amp;quot;&lt;p&gt;Pak tua Li berkata: &amp;quot;Di kehidupan sebelumnya Anda adalah seorang pedagang besar, mempunyai harta melimpah, mati di Kota Kaifeng dan harta Anda tersebar di masyarakat. Anda (dalam kehidupan kali ini) sebagai pejabat di sana, aslinya adalah menerima kembali benda milik Anda dahulu, termasuk halal, maka Anda tidak bermasalah. Sedangkan warga di daerah Shou Chun tidak pernah berhutang kepada Anda, mana boleh menuntut secara berlebihan? Sekarang karena Anda memaksakan kehendak, maka Anda merunyamkan masalah ini.&amp;quot; Liu sangat yakin dengan perkataan pak tua Li dan pergi dengan penuh penyesalan.&lt;p&gt;Suan Gua bukanlah takhayul, sejak zaman dahulu sudah ada. Karena kehidupan seseorang sudah digariskan, dan orang yang benar-benar mahir ilmu kuno Zhou Yi dan Ba Gua bisa memprediksi dengan tepat.&lt;p&gt;Keberadaan ramalan adalah untuk memberitahu kepada manusia, bahwa manusia hidup harus mengikuti alam secara wajar, pada kehidupan kali ini menjumpai masalah baik atau buruk, semuanya berkaitan dengan sebab akibat, bukannya tanpa sebab musabab.&lt;p&gt;Jika menghendaki kehidupan yang baik di masa mendatang, maka di masa sekarang ini harus banyak melakukan kebaikan untuk mengumpulkan De (dibaca: te, pahala), jangan sekali-kali melakukan kejahatan atau hal-hal yang buruk. [Yolanda Li / Banjarmasin]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/04/meramal-nasib-suan-gua-bukan-takhayul.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeCiJMKs9NmPA3Z5G1zwtBshfZ1NjQxXupGtoT1QYBHPg7BDT2R-PyUjgKBRqR1tFEG4JQBg7xYZZ66F7sd83jleZsBI83Os3vN9OZAHsMdZjiQXswYO8bbnl_1WN0nN-ZhpwM0Dbbs5E/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FU3Vhbi1HdWEuanBn%253F%253D-761483" height="72" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6975954454682471872.post-4040391518605596692</guid><pubDate>Fri, 26 Apr 2013 05:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T12:17:25.022+07:00</atom:updated><title>TINDAKAN BAJIK MEMBAWA BERKAH TAK TERDUGA</title><description>&lt;p class=&quot;mobile-photo&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA5KHHou7eum-JxiGpuBPZLUoq4BYh-GT9p5fxvtCuxBHSDm-DyLewa8O-5YbqeY17C8_tMTaK3I2W504eaoGvqwLtX5otNKXKgZ41-CH2GFqlZf0aXli6dHkWPn7S2aX9HzbM1u_rxl4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGFlbC5qcGc%253D%253F%253D-745022&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA5KHHou7eum-JxiGpuBPZLUoq4BYh-GT9p5fxvtCuxBHSDm-DyLewa8O-5YbqeY17C8_tMTaK3I2W504eaoGvqwLtX5otNKXKgZ41-CH2GFqlZf0aXli6dHkWPn7S2aX9HzbM1u_rxl4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGFlbC5qcGc%253D%253F%253D-745022&quot;  border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5871020345570141970&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ada seorang pria bernama Zhen Bin, yang hidup pada Dinasti Qi. Meskipun ia berasal dari keluarga miskin, dia adalah seorang yang baik hati dan berperilaku baik.&lt;p&gt;Suatu kali ketika keluarganya kekurangan uang, ia mengambil seikat rami pergi ke pegadaian. Dia menggadaikan rami kemudian berusaha menebusnya kembali.&lt;p&gt;Ketika Zhen Bin menebus rami, ia tiba-tiba menemukan sebuah gulungan kain di dalamnya. Dia membuka gulungan dan melihat dua bongkah emas yang dibungkus oleh selembar kain. Jika ia menyimpan emas itu untuk dirinya sendiri, tak seorang pun akan tahu. Tapi ia adalah orang yang baik hati dan jujur. Ia mengambil gulungan kain dan pergi kembali ke pegadaian tanpa ragu-ragu.&lt;p&gt;Ketika tiba di pegadaian, ia melihat pemilik pegadaian sedang menginterogasi penjaga pegadaian. Pemilik menyalahkan pegawai pengadaian karena telah menghilangkan emasnya. Jika dia tidak bisa menemukan emas itu, ia harus menanggung kerugiannya. Pegawai merasa bersalah, badannya gemetar, ia menangis terus-menerus. Zhenbin dengan cepat mengeluarkan emas dan menyerahkannya kepada si pemilik pegadaian. Melihat emas dikembalikan, pemilik yang marah berubah menjadi ceria. Pegawai berhenti menangis dan berkata dengan air mata berlinang: &amp;quot;Terima kasih, penyelamat! Jika Anda tidak datang kembali, saya tidak akan pernah bisa menggantinya dengan semua harta saya.&amp;quot; Pegawai berlutut, tapi Zhenbin bergegas menariknya dan dengan ramah menghiburnya. Pemilik pegadaian membawa beberapa perak untuk Zhen Bin sebagai ucapan terima kasih, tapi Zhen Bin menolaknya.&lt;p&gt;Zhen Bin melakukan banyak hal baik dan kisah dari perbuatan baiknya tersebar luas. Akhirnya, bahkan kaisar mendengar cerita tentang dirinya. Xiao Daocheng, kaisar dari Dinasti Qi, mengapresiasi sifat Zhen Bin. Untuk menjadikan moralitas Zhen Bin yang tinggi sebagai contoh, Xiao mengeluarkan dekrit kekaisaran khusus menawarkan Kabupaten Pi Sichuan kepada Zhen Bin. Kaisar berkata kepada Zhen Bin: &amp;quot;Anda melakukan kebajikan dengan mengembalikan uang yang hilang di masa lalu. Saya percaya Anda akan menjadi seorang petugas yang baik. &amp;quot;Kemudian, Zhenbin memang melakukan banyak perbuatan baik dan membawa lebih banyak manfaat lagi kepada masyarakat. Perbuatannya dipuji secara luas.&lt;p&gt;Zhen Bin berasal dari keluarga miskin. Ia sangat terpuji karena kemiskinan tidak mengubah moralitasnya. Kebajikannya memberinya berkah tak terduga, membuatnya menjadi seorang pemimpin kabupaten dan mengubah takdirnya. [Yenni Huang / Solo]&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita &amp;amp; artikel tentang kegiatan &amp;amp; kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: &lt;a href=&quot;mailto:tionghoanews@yahoo.co.id&quot;&gt;tionghoanews@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://tionghoanews.com&lt;/div&gt;</description><link>http://traditionghoanews.blogspot.com/2013/04/tindakan-bajik-membawa-berkah-tak.html</link><author>noreply@blogger.com (Budaya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA5KHHou7eum-JxiGpuBPZLUoq4BYh-GT9p5fxvtCuxBHSDm-DyLewa8O-5YbqeY17C8_tMTaK3I2W504eaoGvqwLtX5otNKXKgZ41-CH2GFqlZf0aXli6dHkWPn7S2aX9HzbM1u_rxl4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FdGFlbC5qcGc%253D%253F%253D-745022" height="72" width="72"/></item></channel></rss>