<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993</id><updated>2024-02-20T13:42:46.994-08:00</updated><category term="tip kerja"/><category term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>TIP TRICK DUNIA KERJA</title><subtitle type='html'>Informasi Tip Trick lowongan kerja, tips membuat surat lamaran, tip membuat resume, tip wawancara, tip tes psikologi/psikotes dan tip trick seputar dunia kerja untuk meningkatkan karir, jabatan, pendapatan dan professionalisme dalam bekerja.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-1586439858169440623</id><published>2008-10-27T13:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T13:36:25.445-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>Tips &amp; Trick Menulis dan Mengirim Surat Lamaran Pekerjaan via EMAIL</title><content type='html'>Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengirimkan balasan surat lamaran berbentuk email tersebut ke para pelamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah anda dapat mengkopi email lamaran anda sebelumnya dan menyesuaikannya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Isi surat lamaran di email, sama dengan isi surat lamaran biasa. Perbedaaannya hanya pada cara pengirimannya saja. Sehingga semua tips &amp; trick menulis surat lamaran kerja tetap perlu anda ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tips dan trick menulis dan mengirimkan surat lamaran di email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul Email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul email anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, anda dapat menuliskannya sebagai berikut &quot;Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dimana Surat Lamaran Ditulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah surat lamaran ditulis di badan email atau di file tersendiri. Sesuai ketentuan umum berbagai perusahaan yang bergerak di bidang recruiting baik perusahaan nasional maupun multinational. Bahwa surat lamaran (cover letter) dapat langsung ditulis pada badan email (di dalam email).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana dengan Resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menulis resume anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran (attach) email anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jenis File Attach yang Dikirim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan anda untuk mengirimkan file berformat pdf atau xls atau txt. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume anda dalam file MS Word (.doc).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ukuran/Bobot (Size) Email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan ukuran email anda termasuk lampirannya (attach) tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach (dilampirkan). Karena itu periksa besar file yang anda lampirkan. Jika anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang size-nya (bobot filenya) terlalu besar. Perkecil size-nya (bobot filenya) dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dijadikan Satu dalam Bentuk ZIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk file zip adalah bentuk file yang dimampatkan (dipadatkan) dan saat ini sudah umum dilakukan. Bahkan banyak perusahaan yang meminta agar file-file yang dilampirkan (di attach) dijadikan satu dalam sebuah file zip. Sehingga selain size-nya (ukuran file) menjadi lebih kecil/ringan, juga jumlah file yang dikirim (di attach) menjadi hanya satu file. Ini memudahkan pihak perusahaan dalam mendokumentasikan dan menyortir file-file dari pelamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. File Attach yang Terlalu Besar Akan Diabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat anda bayangkan sendiri, bila anda menerima kiriman file di email yang size-nya besar, misalkan sampai lebih dari 1 MB. Tentunya anda malas untuk membukanya (men-download-nya). Demikian juga dengan perusahaan yang menerima email lamaran kerja anda.&lt;br /&gt;Bila file attach-nya terlalu besar, otomatis perusahaan tersebut akan malas untuk membuka/mendowload file kiriman anda. Dengan kata lain anda telah gagal hanya di masalah pengiriman email saja. Jadi ikutilah tips nomor 5 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Lakukan Uji Coba Pengiriman Email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, anda juga perlu melakukan uji coba pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran anda, lengkap dengan attachment-nya ke alamat email anda yang lainnya. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang anda tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan uji coba terlebih dulu, maka anda dapat melihat sendiri hasil pengiriman email anda tersebut. Untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan bila diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji coba pengiriman email ini SANGAT DIPERLUKAN. Karena sering kali format email yang anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Misalkan mengirimkan email dari Yahoo ke Gmail, atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/1586439858169440623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/1586439858169440623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2008/10/tips-trick-menulis-dan-mengirim-surat.html' title='Tips &amp; Trick Menulis dan Mengirim Surat Lamaran Pekerjaan via EMAIL'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-7161377984578901574</id><published>2008-10-22T14:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T14:17:21.181-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>Tips Mengatasi Rasa Bosan Jenuh Ala Netpreneur, Ampuh 100%</title><content type='html'>Manusia dalam kodratnya untuk bekerja memiliki sebuah rasa dimana dia bisa mencipta, dan merasakan sesuatu dan tentu saja, bosan.Rasa bosan dalam bekerja adalah sangat wajar dan hal mungkin terjadi akibat berbanding terbaliknya keinginan yang dicapai dalam bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Mengatasi Rasa Bosan Ala Netpreneur, Ampuh 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dalam kodratnya untuk bekerja memiliki sebuah rasa dimana dia bisa mencipta, dan merasakan sesuatu dan tentu saja, bosan.Rasa bosan dalam bekerja adalah sangat wajar dan hal mungkin terjadi akibat berbanding terbaliknya keinginan yang dicapai dalam bekerja. Titik jenuh yang wajar seharusnya bisa diatasi dengan meluangkan waktu untuk berlibur dengan kapal pesiar, menikmati pemandangan dikelilingi bidadari cantik yang siap dimandikan Red Label.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi lain, mungkin juga rasa jenuh dalam bekerja ini hadir karena rutinitas yang dari hari ke hari hanya itu itu saja. Jika cara berlibur atau berfoya foya diatas tidak cocok dengan kantong anda saya akan memberikan tips untuk mengatasi rasa bosan dalam bekerja. Cara ini adalah rahasia nenek moyang dari jaman 14 Puluh Tahun yang lampau. Namun ayalnya manusia selalu ingin mencapai kepuasan birahi yang instant dan cepat, sehingga Rahasia mengatasi rasa kebosanan dalam bekerja ini menjadi lalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak tips dan trik hacking rasa bosan dalam bekerja berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perbanyak berhubungan Badan Dengan Teman Sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah Satu kemungkinan yang membuat anda Bosan dalam bekerja adalah dikarenakan anda sedikit meluangkan waktu untuk sekedar minum-minum ( tapi jangan minum alkohol). Bermain Golf, atau mengunjungi tempat seperti Telaga biru,  Pantai, dan tempat-tempa rekreasi lainnya yang memang membuat anda bisa terhibur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Ubah Variasi Bercinta Dengan Pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya bukan, seandainya Anda setiap hari membuka browser lalu langsung pura pura mabuk membuka 10 akun email, cobalah untuk sekedar membuka website yang segar. Sehingga bisa membangkitkan libido anda untuk bekerja. Coba tanyakan dalam diri Anda, Posisi Seperti apa yang Anda dan Pekerjaan anda inginkan. Sesuaikan dengan kemampuan, pola pikir, dan waktu yang ada untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Cari Sesuatu Yang Baru Dari Pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, terkadang ada begitu banyak hal yang terjadi dalam satu hari. Coba explore pekerjaan anda kembali sehingga memungkinkan untuk mencoba variasi lain dalam bercinta dengan Pekerjaan. Ada banyak hal baru, stuff baru, kesempatan baru bahkan mungkin pekerjaan baru yang siap menanti anda. Sedikit bermain api dengan pekerjaan lain mungkin bisa menjadi bumbu penyedap sebagai rasa kangen dengan pekerjaan rutin Anda dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Jangan Takut Mengecewakan Pekerjaan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah itu wajar, yang tidak wajar adalah ketika kita salah namun hanya meninggalkan pekerjaan Anda terkulai lemas kecewa dengan performa Anda untuk mengeksplore pekerjaan tersebut. Dan ingat, pekerjaan ada karena kita mau dan bukan karena pekerjaan yang menyuruh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Analisa Langkah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terlambat! Coba susun ulang strategi SWOT yang mungkin sudah atau belum anda miliki hari ini dalam berbisnis di internet. Segala sesuatu memiliki kemungkinan untuk gagal dan berhasil. Persentase kegagalan pasti bisa diperkecil saat kita tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh Anda dan Pekerjaan Anda lakukan. 1, 2, atau berdigit digit penghasilan internet pun bisa Anda dapatkan asal kita tidak pernah bosan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Cobalah untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah langkah terakhir! Dimana sebuah perasaan yang dikontrol oleh stimulasi otak sadar dan tidak sadar bekerja untuk Anda dan Pekerjaan Anda. Ada begitu banyak orang yang tidak seperti Anda saat ini, diluar sana, di pentil2 sungai bauk dengan air warna kuning. Coba berjalan menyisiri itu semua sambil memberikan sesuatu yang mereka tidak punya tapi anda punya. Terlalu sering melihat ketas membuat anda pasti lupa daratan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://anakmedan.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/7161377984578901574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/7161377984578901574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2008/10/tips-mengatasi-rasa-bosan-jenuh-ala.html' title='Tips Mengatasi Rasa Bosan Jenuh Ala Netpreneur, Ampuh 100%'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-1003871865601905592</id><published>2007-02-11T16:01:00.000-08:00</published><updated>2007-01-31T01:29:25.129-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>Meraih Pekerjaan Impian</title><content type='html'>Apakah anda salah satu dari mereka yang bertahan di suatu pekerjan meski merasa bosan dan tak puas, hanya karena takut menghadapi risiko ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin benar-benar memiliki pekerjaan yang anda sukai, Anda harus segera bergerak. Ingatlah, waktu terus berjalan, dan semakin tua usia seseorang, semakin berkurang antusiasme dan optimisme nya. Hingga biasanya orang yang lebih muda akan lebih disukai untuk menduduki suatu posisi karena semangatnya yang masih tinggi. Cari tahu impian dan minat anda, kenali kelebihan anda lalu buat calon bos anda terkesan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;1.Buatlah daftar hal-hal yang anda sukai dan tidak.Apa yang membuat anda tidak betah dengan karier anda sekarang ? Job desk yang tidak jelas atau terlalu banyak sehingga anda tidak punya waktu untuk keluarga? Capek karena terlalu banyak deadline? Gaji yang tidak sesuai ? Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan ? Atau karena atasan anda ? Sedangkan untuk daftar yang disukai, tulislah apa yang disukai dari pekerjaan anda, kegiatan di waktu luang, atau saat berada di rumah.Apa saja yang membuat anda merasa senang dan bersemangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika anda sudah mengetahui apa yang menjadi minat anda, luangkan waktu untuk mencari tahu karir/pekerjaan apa saja yang sesuai dengan minat anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengalaman dan keahlian anda yang sekarang ( kemampuan berkomunikasi, kepemimpianan, planning &amp; organizing) , bisa dijadikan “modal” untuk berkarir di bidang yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika profesi yang anda minati ternyata mengharuskan anda mengambil kursus atau pendidikan tertentu, pastikan lembaga tersebut memiliki akreditasi yang baik. Dapatkan juga informasi apakah lembaga tersebut membantu para lulusannya untuk mendapatkan pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Networking sangat penting karena membantu anda mendapatkan informasi dan petunjuk mengenai pekerjaan atau peluang di bidang /industri tertentu. Bahkan mungkin anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru sehinga networking anda menjadi lebih luas lagi. Banyak pihak yang bisa menjadi bagian dari networking anda. Kolega / klien anda, teman-teman, keluarga, bahkan alumni kampus anda yang bekerja di bidang yang anda minati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang baru tersebut dengan cara bekerja part time, atau di akhir minggu Selain pengalaman, anda juga akan lebih mengetahui lebih jauh mengenai pekerjaan tersebut. Dengan demikian anda bisa mempertimbangkan, apakah sudah yakin dengan keputusan untuk beralih profesi ke bidang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Karena karir dan perkembangannya merupakan bagian yang penting dalam hidup anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan seorang mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Beralih profesi belum tentu membuat anda pindah tempat kerja. Manajemen yang baik biasanya memahami bahwa produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Semakin nyaman seseorang dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, maka semakin tinggi produktivitasnya. Anda sebaiknya mencari tahu, apakah perusahaan tempat bekerja anda sekarang cukup fleksibel untuk job switch.Jika iya, anda bisa membicarakannya dengan pihak manajemen. Satu hal yang perlu dingat, sebelum memulai perbincangan, pastikan anda sudah harus siap, terutama untuk skill yang dibutuhkan untuk menunjang performa anda di bidang yang baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Selagi mengikuti kursus atau pendidikan tertentu , anda sebaiknya mulai mempersiapkan diri untuk “strategi menjual diri “, dimulai dengan mencari peluang kerja beserta standar gaji untuk bidang tersebut, membuat surat lamaran dan riwayat hidup yang spesifik dan meyakinkan, dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Ingatlah, wawancara merupakan kesempatan anda untuk menunjukkan secara langsung dan menjelaskan tentang keahlian dan kemampuan anda kepada pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Bersikaplah fleksibel saat anda berada di tempat kerja yang baru, terutama untuk status kerja, jabatan dan gaji. Tekankan pada diri anda diri sendiri bahwa yang anda jalani sekarang adalah untuk pengembangan karir yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/1003871865601905592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/1003871865601905592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2007/02/meraih-pekerjaan-impian.html' title='Meraih Pekerjaan Impian'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-41134567392299416</id><published>2007-01-31T01:27:00.000-08:00</published><updated>2007-01-31T01:28:40.160-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>Tell Me About Yourself</title><content type='html'>Ini adalah pertanyaan yang paling sering dilontarkan dalam wawancara kerja : Ceritakan mengenai diri anda. Tentu saja, respon anda terhadap pertanyaan ini akan menentukan seperti apa pertanyaan – pertanyaan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lana, seorang staff customer service , menceritakan kegagalannya menjawab pertanyan ini. Saat ditanya, ia menjawab, &quot;Saya baru tiga bulan di kota ini Saya di sini karena suami saya dipindahtugaskan di kota ini. Saya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan suasana baru di sini, bahkan saya merasa sangat bersemangat untuk kembali berkarir. Sebelumnya saya bekerja di divisi customer service selama 2 tahun. Saya melamar di perusahaan ini untuk mendapatkan peluang mengembangkan karir.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, jawaban ini sepertinya “ideal” karena Lana, menjelaskan dirinya sangat mudah beradaptasi dan sangat ingin mengembangkan karirnya. Namun oleh si pewawancara, jawaban Lana diartikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pindah ke kota ini karena ikut suami. Dengan demikian ada kemungkinan, sewaktu-waktu, di saat suaminya dipindahtugaskan lagi, maka dia akan meninggalkan perusahaan ini.&lt;br /&gt;    * Dia menceritakan memiliki pengalaman selama 2 tahun di divisi customer service, tetapi tidak menjelaskan : di bidang industri apa, dan apa saja yang telah ia capai.&lt;br /&gt;    * Dia mencari perusahan yang memberikan kesempatan untuk berkembang. Dengan demikian, jika dia sudah diterima di sini, kemudian ada tawaran dari perusahaan lain, akankah ia tetap di sini atau pindah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia sukses dalam merespon pertanyaan ini adalah dengan memfokuskan diri, meyusun “naskah” , dan berlatih.Mulailah berpikir mengenai apa yang diinginkan sang pewawancara tentang diri anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. FOKUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah daftar yang berisi lima kekuatan yang anda miliki dan itu berkaitan dengan pekerjaan tersebut ( pengalaman, keahlian, karakter , dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya yang menjadi point dalam jawaban Lana adalah rincian pengalaman di bidang customer service,bahwa ia memiliki kemampuan menjalin dan mempertahankan customer relationship, membuat follow up, dan memenuhi deadline&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENYUSUN “NASKAH”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunlah “naskah” mengenai informasi apa saja yang ingin anda sertakan dalam wawancara tersebut.Mulailah dengan membicarakan pengalaman dan sukses yang pernah anda raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Saya sudah bekerja di bidang customer service industri selama 2 tahun.Tugas utama saya menangani panggilan telefon untuk industri high tech.Salah satu alasan saya senang bekerja di bidang ini karena saya menemukan tantangan dan di bidang ini pula saya bisa berinteraksi dengan banyak orang. Terakhir, saya berhasil menjalin customer relationship dengan beberapa pelanggan utama , dan itu meningkatkan penjualan perusahaan sebanyak 30% selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda seorang fresh graduate, anda bisa menceritakan pengalaman berorganisasi atau kepanitiaan tertentu di kampus yang menjelaskan tentang leadership, manajemen, dan kemampuan anda bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya, jelaskan mengenai kekuatan dan kemampuan anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Saya sangat memperhatikan detil , mampu membuat follow –up , dan memenuhi deadline.Pada saat saya berkomitmen untuk melakukan sesuatu, saya dapat menjamin itu dapat dilakukan dan tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa menambahkan gambaran mengenai ambisi atau keinginan anda saat ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Yang saya inginkan adalah bergabung dengan perusahaan yang mengutamakan customer relationship, dimana saya bisa bekerja dalam tim yang memberikan kontribusi positif untuk tingkat penjualan dan juga kepuasan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.LATIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyusun “naskah”, anda harus berlatih sehingga anda bisa menjawab dengan baik, tanpa terdengar kaku atau seperti menghafal sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pewawancara tidak melontarkan pertanyan ini kepada anda, mungkin anda bisa memasukkan “naskah” ini untuk lebih menekankan kepada pewawancara mengenai apa yang bisa anda berikan kepada perusahaan. Dengan demikan anda bisa “menjual” diri anda dengan baik pada saat wawancara &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/41134567392299416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/41134567392299416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2007/01/tell-me-about-yourself.html' title='Tell Me About Yourself'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-800666667468125833</id><published>2007-01-29T22:58:00.000-08:00</published><updated>2007-01-29T22:59:04.019-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tip wawancara kerja"/><title type='text'>Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja (1)</title><content type='html'>1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jawaban yang tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang pendidikan telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi konsultan keuangan yang terbaik yang pernah ada. Baik, akan saya ceritakan secara rinci bagaimana saya mempersiapkan diri saya. Saya adalah sarjana lulusan perguruan tinggi dengan jurusan akuntansi dan keuangan pada universitas X . Saya menguasai teori mengenai investasi dan juga pengalaman kerja di danareksa selama 2 tahun. Kedua hal itu telah mempersiapkan saya secara matang pada pekerjaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Coba ceritakan tentang diri anda&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;   * Ceritakan tentang diri anda, tetapi bukan kisah hidup anda&lt;br /&gt;    * Berikan penjelasan singkat seperti pendidikan, target jabatan yang ingin dicapai, pengalaman pada bidang pekerjaan yang anda lamar dan latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan posisi yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa kelebihan yang anda miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika membicarakan tentang kelebihan, hal ini tergantung pada jenis pekerjaan yang anda lamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apa kelemahan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan jawaban untuk menjawab pertanyaan mengenai kelemahan diri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ungkapkan kelemahan anda sebagai suatu hal yang positif :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &quot;Saya terkadang tidak sabar dan hal itu membuat saya bekerja menjadi berlebihan.&quot;&lt;br /&gt;    * &quot; Ketika saya memulai suatu pekerjaan, saya biasanya lupa untuk beristirahat makan siang.”&lt;br /&gt;    * &quot; Karena saya perfeksionis. Saya selalu menemui kesulitan dalam hal bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, karena saya khawatir orang lain tidak dapat menyelesaikan nya sebaik saya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : ungkapan perfeksionis sudah terlalu sering di ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kemukakan kelemahan anda dalam suatu bidang dan juga berikan penyelesaiannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &quot;Saya mempunyai masalah dengan pengucapan, jadi saya terbiasa membawa kamus sebagai pegangan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pilihan lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Berikan alasan yang sederhana kepada pewawancara bahwa tidak ada kelemahan anda yang akan membuat hasil pekerjaan anda tidak maksimal.&lt;br /&gt;    * Beri pernyataan bahwa kelemahan anda itu adalah suatu kesalahan dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan telah belajar untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dimana anda ingin berada dalam 5 (atau 10 atau 15) tahun lagi?&lt;br /&gt;6.Apa yang anda inginkan dalam hidup anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan secara halus pertimbangan ketika merespon pertanyaan jenis ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kejujuran/ambisi/keinginan anda untuk bekerja pada perusahaan&lt;br /&gt;    * Hindari jawaban yang seakan-akan perusahaan itu milik anda.&lt;br /&gt;    * Jangan mengungkapkan secara keseluruhan akan hal yang menyangkut pribadi ( seperti pernikahan, keluarga), namun fokus pada tujuan anda secara professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh respon terhadap pertanyaan di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Untuk anda ketahui bahwa saya adalah orang yang tepat untuk mengisi jabatan yang ditawarkan. Dan jika dalam masa mendatang nanti saya dicalonkan pada posisi yang lebih tinggi, maka saya tidak akan melewatkan nya.&lt;br /&gt;    * ATAU : &quot; Saya mengharapkan untuk tetap berada dalam perusahaan dan dalam 5 tahun kedepan saya akan membuat perubahan besar dalam perusahaan ini.&quot;&lt;br /&gt;    * ATAU: &quot;Saya ingin menjadi yang terbaik dalam perusahaan ini sebagai__________.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pernahkah kau mempunyai konflik dengan pimpinan atau pengajar mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pewawancara akan melihat apakah anda adalah seseorang yang berkualitas atau calon pegawai yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;    * Jangan jatuh kedalam jebakan.&lt;br /&gt;    * Dan jika anda benar-benar TIDAK pernah mempunyai masalah, ceritakan bagaimana mengatasi jika anda bertemu dengan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Apa alasan perusahaan kami menggaji anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ceritakan apa yang membedakan anda dengan kandidat lain.&lt;br /&gt;    * Ungkapkan dengan jelas bahwa kemampuan anda dapat memenuhi kebutuhan dari perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Bagaimana anda menggambarkan pekerjaan impian anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tentang pekerjaan impianmu harus tergambar tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang kau lamar sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Apakah anda memilih bekerja pada pencarian informasi atau dengan bekerjasama dengan orang-orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Biasanya pewawancara menjelaskan tentang pekerjaan dan kekuatan pada tiap bagian pekerjaan.&lt;br /&gt;    * Jangan membuat diri anda terlihat lemah pada bidang tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kriteria apakah yang harus dimiliki untuk menjadi pimpinan yang sukses?&lt;br /&gt;Pertanyaan itu biasanya mempunyai 2 tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bagaimana anda mengatasi dirimu dengan manajemen.&lt;br /&gt;    * Bagaimana anda melihat dirimu sendiri sebagai seorang pimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Apakah latar belakang pendidikan anda mempersiapkan anda pada jabatan yang anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambarkan latar belakang pendidikan anda yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang anda lamar. Berikan contoh nyata, jika memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berapa banyak pelatihan yang akan anda ikuti untuk meningkatkan kualitas kerjamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kata kuncinya adalah produktif.&lt;br /&gt;    * Anda dapat segera produktif. Pastikan ekspresi keyakinan pada dirimu untuk dapat membuat perubahan secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Kenapa IPK anda tidak terlalu tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyangkalnya dan membuat-buat alasan. Respon anda akan dapat mengubah nilai anda sebagai calon pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Anda sangat aktif pada olahraga, kegiatan di luar kampus yang menyebabkan penurunan nilai anda, namun hal itu membuat anda senang berkompetisi.&lt;br /&gt;    * Anda bekerja sambilan semasa anda kuliah yang membuat penurunan nilai, namun membuat anda mempunyai pengalaman tentang pekerjaan.&lt;br /&gt;    * Anda membuat beberapa kesalahan, dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan menjadikan kesalahan itu sebagai pengalaman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/800666667468125833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/800666667468125833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2007/01/pertanyaan-dalam-wawancara-kerja-1.html' title='Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja (1)'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116587549780677615</id><published>2006-12-11T14:17:00.000-08:00</published><updated>2006-12-11T14:18:19.006-08:00</updated><title type='text'>TIP TRICK WAWANCARA</title><content type='html'>Like preparing a great meal, interviewing requires preparation. Get good ingredients and give yourself time. Prepare the food on the plate to make the meal attractive. All of these go into a great meal. Taking the time to prepare for an interview will give you a huge leg up on your completion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Schedule interviews at times that work for your metabolism. Are you a morning person? Why would you accept a 6PM interview? If you are a person who functions best in the afternoon, try not to accept early morning appointments. If you are a person who needs to be conscious of their blood sugar, try to schedule your appointments at times when you are at your peak. If forced to accept one of your less ideal times, have a quick bite prior to the interview to avoid “fading.” Avoid overeating.&lt;br /&gt;2. Give yourself extra time to get to their offices. There are few things worse than getting to an interview late.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;3. Arrive at the office building 7-10 minutes early. If it is summer, you want to wait in the lobby to cool off; no one likes shaking sweaty hands. If its winter, warm up; you don’t want someone’s early impressions of you formed by shaking a cold hand. Take a few minutes in the lobby to get focused on what you will say. Allow a few minutes to get through building security so that you actually arrive at your interview on time and ready to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Properly introduce yourself to everyone you meet by saying. “My name is __________ and I have a 1:30 interview with ________________.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. If you are asked if they can hang your coat, accept the offer; if offered a beverage, accept a beverage. You don’t have to drink coffee or tea. Soda, bottled water or water is fine. Thank whoever helps you. Declining the offer may be rude in some cultures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Take your seat in order to face the greatest number of entry points into the room so tat you can see someone approaching you. Being startled is not a good way to start a meeting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. If you are given an application, complete it and complete it accurately and neatly. Do not attach your resume and write, “See attached resume.” An application is a legal document and failure to complete it accurately can be grounds for termination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. If you are not sure about the month you started a job or your exact salary, write “approx” (for the word approximately) next to the item. If asked, indicate you are not absolutely certain of the exact month and don’t wish to deceive anyone. Obviously, if you can ascertain your salary or starting date prior to interviewing, do so; for some people, the date or salary may be so far in the past to make it impossible to determine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Write legibly (or as legibly as you can). This may be the twelfth application you’ve completed, but it is the first of yours that they’ve seen. In many professions, sloppiness is seen as a flaw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. When you hear your name announced, stand, and smile, shake the hand of your interviewer and immediately size them up as a person. Are they smart (or not). Aggressive (or not). If you were meeting this person socially, I’m sure your instincts would be right. Unfortunately, because people think interviews are important, they think they have to feel the interviewer out. Doing that is a mistake. Hard and fast impressions of you will be formed during the next ten minutes that will be difficult to change. If you tend to be right in social situations about the people you meet, trust your instincts in professional ones, too.&lt;br /&gt;Using these ten steps as a check list will get you started well than your competition. What you do after that is up to you. Good luck.&lt;br /&gt;By: Muhammad Sadiq Javed - Sameers&lt;br /&gt;http://www.constructionjobsnet.co.uk&lt;br /&gt;Construction Jobs Network - The easiest way to find your next UK construction job.&lt;br /&gt;=====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini&quot;. Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah &quot;... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself&quot;. Sedangkan menurut Weiner, &quot;The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang &quot;berbeda&quot;, meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cocok berbobot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan &quot;the right man in the right place&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116587549780677615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116587549780677615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/tip-trick-wawancara.html' title='TIP TRICK WAWANCARA'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116587536633448229</id><published>2006-12-11T14:15:00.000-08:00</published><updated>2006-12-11T14:16:06.620-08:00</updated><title type='text'>TIP TRICK MEMBUAT RESUME</title><content type='html'>Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan di tengah - tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring/menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan fakta-fakta tentang latar belakang pelamar.&lt;br /&gt;menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku jabatan yang dilamar memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today’s job market is competitive. Many companies receive hundreds of resumes a year, making it difficult for yours to stand out from the crowd. However, that should not keep you from getting interviews. The following 10 tips will help you learn how to get employers to read your resume and get your phone ringing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Include a profile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begin your resume with a profile, which contains a synopsis of your varied skills and educational qualifications. This profile should match the particular job you want to apply for. State your career objective clearly so that the reader gets an overall idea of your background and areas of expertise. Write this section in such a manner that it immediately catches the attention of a hiring manager, and he calls you instead of someone else.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keep the resume short&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No one has the time to go through elaborate detailing about your past jobs and experiences. Therefore, keep the resume short. Make a list of the most important jobs you have held and give a brief of your previous job-oriented experiences. However, in the case of technical people, resumes can extend to three pages in order to include relevant technical information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Give more importance on content than on looks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the major mistakes people make while creating resumes is in the use of fancy fonts. Avoid using fancy fonts and do not change font regularly throughout the resume. Changing fonts regularly will distract and confuse a hiring manager. Do not use underlining or italics to add emphasis. Make your document eye appealing so that your reader can review it with ease. Use white paper and make the thoughts flow smoothly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Clearly identify your skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not be modest in mentioning your skills. Clearly identifying your skills will distinguish you from the other job seekers and eventually help your potential employers to select you from the rest. Remember, all you have to do is to stand out from the crowd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. List your educational and professional qualifications&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Include any relevant education or training that might relate. Provide details of only those qualifications that match your current job search. This will help you to get short-listed more easily.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Focus on your job responsibilities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starting with your present position or most recent job, mention the title of every job you have held, along with the name of the company, the city and state, and the years you have worked there. Under each position, make a list of your job responsibilities. Use descriptive verbs, such as created, increased, performed, initiated, developed, led, improved or reduced to begin each statement of your duties and accomplishments. Producing a document that is well presented, detailed and targeted will attract the attention of your hiring manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Add related qualifications and interests&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think about anything else that might qualify you for your job objective and place it at the bottom of your resume. It may include licenses, certifications, awards and achievements, and sometimes even your hobbies and interests if they truly relate. If you seek a job in a music company, for example, stating on your resume that you are a pianist will increase your chance to get that interview call.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Be honest with your resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you did not actually do what you said you did, it would be called a lie. Numerous surveys show that job applicants lie most frequently about education and employment, particularly about job responsibilities and dates of employment. Hiding gaps in employment and jobs where they were forced to leave by the respective employers is also common. There are many risks involved in lying, but many job applicants do not seem to get the message about the risks of lying. Once you are caught with a lie, you will be fired then and there. So, DON”T lie – be honest with your resume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Always attach a covering letter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A cover letter is a letter of introduction that highlights your key achievements and skills and entitles you for a job opening. It reflects your communication skills and your personality. The main purpose of this document is to introduce yourself in such an interesting manner that the reader will not only continue reading your resume but also be willing to call you for an interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you want to create cover letters for any career situation, position, and job level, I recommend a unique resume/ cover letter tool on the Internet today called Amazing Cover Letter Creator ( http://pes2004.amazingcl.hop.clickbank.net ). I recommend this tool, because it solves the frustrating problem job seekers have when trying to write an effective resume cover letter. You can use it over and over again for all your cover letter needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Proofread your resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After you have finalized your employment documents, check them repeatedly for errors in spelling, grammar, or punctuation. Spelling and grammatical errors can automatically disqualify a resume from consideration. If you make mistakes on your employment documents, hiring managers might presume you will be equally careless on the job - no matter how important your qualifications and experiences are. Proofread your resume and cover letter carefully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make your resume positive and completely error-free. If you are seeking two or three different positions, prepare two or three separate resumes, each tailored to the job you are targeting. Make your resume exclusive and unique so that it stands out from the crowd. Good luck for your career!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116587536633448229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116587536633448229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/tip-trick-membuat-resume.html' title='TIP TRICK MEMBUAT RESUME'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116566155731745754</id><published>2006-12-09T02:51:00.000-08:00</published><updated>2006-12-09T02:52:37.456-08:00</updated><title type='text'>Write Better Resume</title><content type='html'>Today’s job market is competitive. Many companies receive hundreds of resumes a year, making it difficult for yours to stand out from the crowd. However, that should not keep you from getting interviews. The following 10 tips will help you learn how to get employers to read your resume and get your phone ringing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Include a profile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begin your resume with a profile, which contains a synopsis of your varied skills and educational qualifications. This profile should match the particular job you want to apply for. State your career objective clearly so that the reader gets an overall idea of your background and areas of expertise. Write this section in such a manner that it immediately catches the attention of a hiring manager, and he calls you instead of someone else.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keep the resume short&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No one has the time to go through elaborate detailing about your past jobs and experiences. Therefore, keep the resume short. Make a list of the most important jobs you have held and give a brief of your previous job-oriented experiences. However, in the case of technical people, resumes can extend to three pages in order to include relevant technical information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Give more importance on content than on looks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the major mistakes people make while creating resumes is in the use of fancy fonts. Avoid using fancy fonts and do not change font regularly throughout the resume. Changing fonts regularly will distract and confuse a hiring manager. Do not use underlining or italics to add emphasis. Make your document eye appealing so that your reader can review it with ease. Use white paper and make the thoughts flow smoothly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Clearly identify your skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not be modest in mentioning your skills. Clearly identifying your skills will distinguish you from the other job seekers and eventually help your potential employers to select you from the rest. Remember, all you have to do is to stand out from the crowd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. List your educational and professional qualifications&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Include any relevant education or training that might relate. Provide details of only those qualifications that match your current job search. This will help you to get short-listed more easily.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Focus on your job responsibilities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starting with your present position or most recent job, mention the title of every job you have held, along with the name of the company, the city and state, and the years you have worked there. Under each position, make a list of your job responsibilities. Use descriptive verbs, such as created, increased, performed, initiated, developed, led, improved or reduced to begin each statement of your duties and accomplishments. Producing a document that is well presented, detailed and targeted will attract the attention of your hiring manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Add related qualifications and interests&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think about anything else that might qualify you for your job objective and place it at the bottom of your resume. It may include licenses, certifications, awards and achievements, and sometimes even your hobbies and interests if they truly relate. If you seek a job in a music company, for example, stating on your resume that you are a pianist will increase your chance to get that interview call.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Be honest with your resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you did not actually do what you said you did, it would be called a lie. Numerous surveys show that job applicants lie most frequently about education and employment, particularly about job responsibilities and dates of employment. Hiding gaps in employment and jobs where they were forced to leave by the respective employers is also common. There are many risks involved in lying, but many job applicants do not seem to get the message about the risks of lying. Once you are caught with a lie, you will be fired then and there. So, DON”T lie – be honest with your resume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Always attach a covering letter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A cover letter is a letter of introduction that highlights your key achievements and skills and entitles you for a job opening. It reflects your communication skills and your personality. The main purpose of this document is to introduce yourself in such an interesting manner that the reader will not only continue reading your resume but also be willing to call you for an interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you want to create cover letters for any career situation, position, and job level, I recommend a unique resume/ cover letter tool on the Internet today called Amazing Cover Letter Creator ( http://pes2004.amazingcl.hop.clickbank.net ). I recommend this tool, because it solves the frustrating problem job seekers have when trying to write an effective resume cover letter. You can use it over and over again for all your cover letter needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Proofread your resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After you have finalized your employment documents, check them repeatedly for errors in spelling, grammar, or punctuation. Spelling and grammatical errors can automatically disqualify a resume from consideration. If you make mistakes on your employment documents, hiring managers might presume you will be equally careless on the job - no matter how important your qualifications and experiences are. Proofread your resume and cover letter carefully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make your resume positive and completely error-free. If you are seeking two or three different positions, prepare two or three separate resumes, each tailored to the job you are targeting. Make your resume exclusive and unique so that it stands out from the crowd. Good luck for your career!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566155731745754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566155731745754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/write-better-resume.html' title='Write Better Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116566143871452364</id><published>2006-12-09T02:49:00.000-08:00</published><updated>2006-12-09T02:50:38.813-08:00</updated><title type='text'>Tips Interview</title><content type='html'>Like preparing a great meal, interviewing requires preparation. Get good ingredients and give yourself time. Prepare the food on the plate to make the meal attractive. All of these go into a great meal. Taking the time to prepare for an interview will give you a huge leg up on your completion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Schedule interviews at times that work for your metabolism. Are you a morning person? Why would you accept a 6PM interview? If you are a person who functions best in the afternoon, try not to accept early morning appointments. If you are a person who needs to be conscious of their blood sugar, try to schedule your appointments at times when you are at your peak. If forced to accept one of your less ideal times, have a quick bite prior to the interview to avoid “fading.” Avoid overeating.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;2. Give yourself extra time to get to their offices. There are few things worse than getting to an interview late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Arrive at the office building 7-10 minutes early. If it is summer, you want to wait in the lobby to cool off; no one likes shaking sweaty hands. If its winter, warm up; you don’t want someone’s early impressions of you formed by shaking a cold hand. Take a few minutes in the lobby to get focused on what you will say. Allow a few minutes to get through building security so that you actually arrive at your interview on time and ready to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Properly introduce yourself to everyone you meet by saying. “My name is __________ and I have a 1:30 interview with ________________.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. If you are asked if they can hang your coat, accept the offer; if offered a beverage, accept a beverage. You don’t have to drink coffee or tea. Soda, bottled water or water is fine. Thank whoever helps you. Declining the offer may be rude in some cultures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Take your seat in order to face the greatest number of entry points into the room so tat you can see someone approaching you. Being startled is not a good way to start a meeting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. If you are given an application, complete it and complete it accurately and neatly. Do not attach your resume and write, “See attached resume.” An application is a legal document and failure to complete it accurately can be grounds for termination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. If you are not sure about the month you started a job or your exact salary, write “approx” (for the word approximately) next to the item. If asked, indicate you are not absolutely certain of the exact month and don’t wish to deceive anyone. Obviously, if you can ascertain your salary or starting date prior to interviewing, do so; for some people, the date or salary may be so far in the past to make it impossible to determine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Write legibly (or as legibly as you can). This may be the twelfth application you’ve completed, but it is the first of yours that they’ve seen. In many professions, sloppiness is seen as a flaw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. When you hear your name announced, stand, and smile, shake the hand of your interviewer and immediately size them up as a person. Are they smart (or not). Aggressive (or not). If you were meeting this person socially, I’m sure your instincts would be right. Unfortunately, because people think interviews are important, they think they have to feel the interviewer out. Doing that is a mistake. Hard and fast impressions of you will be formed during the next ten minutes that will be difficult to change. If you tend to be right in social situations about the people you meet, trust your instincts in professional ones, too.&lt;br /&gt;Using these ten steps as a check list will get you started well than your competition. What you do after that is up to you. Good luck.&lt;br /&gt;By: Muhammad Sadiq Javed - Sameers&lt;br /&gt;http://www.constructionjobsnet.co.uk&lt;br /&gt;Construction Jobs Network - The easiest way to find your next UK construction job.&lt;br /&gt;=====================================================&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566143871452364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566143871452364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/tips-interview.html' title='Tips Interview'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409251608060844</id><published>2006-12-01T23:00:00.000-08:00</published><updated>2006-12-09T02:39:07.710-08:00</updated><title type='text'>Tips Umum Membuat Resume</title><content type='html'>Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dalam kompetisi memperebutkan pekerjaan di tengah - tengah situasi ekonomi yang tidak menggembirakan saat ini, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah pencari kerja, tidak jarang para pengusaha (baca: orang yang mempekerjakan) harus meluangkan banyak waktu untuk menyeleksi para calon pekerja yang berkualitas. Mengingat bahwa satu jabatan yang lowong bisa dilamar oleh ratusan bahkan ribuan pelamar, maka pengusaha sangat mengandalkan resume pelamar untuk menyaring/menyeleksi mereka untuk dipanggil wawancara atau test dalam proses berikutnya. Dengan kondisi demikian maka pelamar yang tidak dapat membuat resume yang dapat menggambarkan kualitas dirinya dalam bentuk resume yang menarik, padat, dan lugas akan sangat kecil kemungkinannya untuk dipanggil. Alangkah sayangnya jika pelamar ternyata sangat menguasai bidang yang dilamarnya tetapi gagal hanya karena resume yang dibuatnya tidak berkenan di hati pengusaha/pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat resume secara menarik, padat dan lugas si pelamar sebenarnya memperoleh manfaat yang sangat besar bagi dirinya karena ia telah mampu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan fakta-fakta tentang latar belakang pelamar.&lt;br /&gt;menunjukkan kualifikasi yang dimiliki sehingga layak untuk memangku jabatan yang dilamar memperlihatkan tujuan karir yang diinginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409251608060844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409251608060844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/tips-umum-membuat-resume.html' title='Tips Umum Membuat Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116566080531744359</id><published>2006-12-01T02:39:00.000-08:00</published><updated>2006-12-09T02:40:05.750-08:00</updated><title type='text'>Tips Resume</title><content type='html'>To get that perfect job you must market yourself! One of your most important self-marketing tools is your resume. Your resume is your personal promotional brochure. It showcases your experience and accomplishments for potential employers and your strategy should be to emphasize experience and skills that employers you`re interested in are looking for.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember that your resume demonstrates your communication and organizational skills. Before placing it in front of those potential employers be certain that you`ve spent sufficient time preparing it for view, then go over it again. After you`re satisfied with its perfection have a friend or colleague, whose analytical skills you trust, review it for you. Only after all of this preparation will your resume be capable of separating you from the masses and attracting the attention of employers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three major resume formats exist for you to choose from. Each possesses benefits and drawbacks. Your personal situation should determine which format you select. The Chronological format is the most common resume style, and the one that most employers prefer. If there are no valid reasons for not using it, then select the Chronological format.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Chronological Resume&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;This traditional style resume lists your professional experience chronologically, with your most recent position listed first. In the Chronological format, the emphasis is on employment experience. Most employers are familiar with and prefer this format. BUT if you recently graduated, have held jobs with no relevance to the positions you`re currently looking for, or you`re re-entering the workforce after a long absence, then the Chronological resume will emphasize your lack of experience. In these cases you should consider the Functional resume format.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Functional Resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This format emphasizes your skills and achievements instead of your work history. If your work history is minimal, has gaps, or you`re changing fields then the functional format will focus attention on your skills and any relevant experience, including your educational experiences. Your employment history is avoided completely or very briefly summarized at the beginning of the resume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The Combination Resume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This format is primarily a Functional resume with a short chronological order employment history. Relevant skills and accomplishments are provided first, then followed by your employment history. This format has been gaining in popularity, but the chronological resume still ranks as the employer`s favorite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writing Tips&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Resume Keywords are how employers find you in our database. For example if an employer is looking for a PhD with clinical research experience, then the terms PhD and Clinical Research must be in your resume for you to appear in their search results. If you are particularly interested in Immunology or Pharmacokinetics, then these terms must be in your resume for employers in those specific fields to easily locate you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords are usually nouns but may also include skill and experience verbs such as Diagnostic Development or FDA submissions. Acronyms and industry terminology are also important resume keywords. Some examples are QA, HPLC, ELISA, RIA, PCR, and SQL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep it brief and concise. Avoid large paragraphs. If possible resumes should be on one page. Two pages are acceptable if you have extensive relevant work experience to describe. Never print on the backside of the paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emphasize specific skills and achievements when describing your previous work responsibilities. Employers are particularly interested in candidates that exhibit self-confidence, written and verbal communication skills, initiative and motivation, analytical abilities, flexibility, and strong team working skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Use standard page margins and fonts. The standard page margins are 1&quot; on the top and bottom with 1.25&quot; on the sides. (This does NOT apply to web based resumes! See the Electronic Resumes article for specific directions on formatting a web based resume like the one used in the MedZilla database.) Fonts such as Arial and Times New Roman are the most widely used and therefore will appear as you intended when an employer opens your emailed resume attachment. Keep all of your font sizes between 10 and 14. Stick with the same font throughout the resume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eliminate unnecessary resume details. Hobbies and other personal interests should only be included if they relate to the positions you`re interested in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Check your resume for proper grammar and correct spelling! This cannot be emphasized enough. Poor grammar and misspelled words cause a potential employer to question your attention to detail and the quality of your work. With a sea of applicants to select from why should they bother with an individual with a poor resume? Remember your resume is your personal promotional brochure. After checking your resume for grammar and spelling have some friends or colleagues look it over, the more the better.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With each viewing and edit your resume becomes more polished and will be more successful at its purpose- bringing you to employers` attention. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566080531744359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116566080531744359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/12/tips-resume.html' title='Tips Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116472311294992933</id><published>2006-11-28T06:11:00.000-08:00</published><updated>2006-11-28T06:11:53.023-08:00</updated><title type='text'>Apa Yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Kami?</title><content type='html'>Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini, Anda sebenarnya belum siap menghadapi wawancara kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kebaikan Anda sendiri, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan/organisasi yang akan Anda datangi untuk wawancara kerja. Yang perlu Anda ingat, dalam wawancara nanti, Anda harus bisa mempertimbangkan dengan bijak informasi mana yang perlu Anda ungkapkan dan mana yang Anda simpan sendiri. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jika Anda mengetahui keburukan-keburukan perusahaan itu, tidak perlu Anda katakan di sini. Misalnya pada wawancara kerja untuk sebuah stasiun televisi, Anda tidak perlu mengatakan tentang rendahnya kualitas program untuk anak-anak di stasiun televisi tersebut saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang Anda berikan bisa tentang ringkasan profil perusahaan yang menunjukkan bahwa Anda tahu bidang yang dijalankan, serta besarnya perusahaan/organisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116472311294992933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116472311294992933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/apa-yang-anda-ketahui-tentang.html' title='Apa Yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Kami?'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116472306292843332</id><published>2006-11-28T06:10:00.000-08:00</published><updated>2006-11-28T06:11:03.116-08:00</updated><title type='text'>Hilangkan Informasi Negatif dalam CV Anda</title><content type='html'>CV Anda adalah brosur yang berisi profil Anda, bukan otobiografi Anda. Pernahkah Anda membaca brosur sebuah produk yang mencantumkan kelebihan dan kekurangan produk tersebut? Nah, sama halnya dengan brosur produk, CV Anda harus menunjukkan Anda layak dipertimbangkan. Tidak lebih, tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada aturan pasti mengenai jumlah halaman. Tetapi biasanya minimal satu halaman kalau Anda seorang Senior Executive, dua halaman jikabukan. Sebaiknya, CV Anda tidak lebih dari empat halaman.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;CV sering digunakan sebagai panduan wawancara. Kegunaan ini sering tidak dihiraukan atau diremehkan oleh pelamar. Apabila CV menunjukkan kegagalan studi Anda, itulah yang akan dibicarakan saat wawancara. Karena itu, sebaiknya Anda hanya mencantumkan informasi positif, Jangan yang negatif. Andalah yang memegang kendali atas isi CV Anda. Jadi Anda bebas menghilangkan beberapa informasi. Yang mana yang Anda hilangkan? Yang pasti hilangkan informasi negatif. Informasi negatif hanya cocok diungkapkan saat wawancara ketika Anda mempunyai kesempatan untuk memberi penjelasan. Misalnya, Anda dipecat lima tahun yang lalu karena Anda tidak setuju dengan atasan Anda, tetapi Anda memiliki karir yang sukses setelah itu, maka Anda tidak harus mencantumkan riwayat pemutusan kerja tersebut dalam CV Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116472306292843332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116472306292843332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/hilangkan-informasi-negatif-dalam-cv.html' title='Hilangkan Informasi Negatif dalam CV Anda'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116418506510718157</id><published>2006-11-27T00:43:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T00:44:25.190-08:00</updated><title type='text'>Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?</title><content type='html'>Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,&quot;Anda memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus memanggil Anda pada tanggal...&quot;, berarti kemungkinan besar Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu &#39;kepastian&#39; yang menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418506510718157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418506510718157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/sopankah-menanyakan-hasil-wawancara.html' title='Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116418500978386962</id><published>2006-11-27T00:42:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T00:43:29.886-08:00</updated><title type='text'>Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)</title><content type='html'>Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini&quot;. Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah &quot;... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself&quot;. Sedangkan menurut Weiner, &quot;The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point.&quot;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang &quot;berbeda&quot;, meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cocok berbobot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan &quot;the right man in the right place&quot;. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418500978386962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418500978386962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/wawancara-dan-tes-psikologi-psikotes.html' title='Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116418495855743585</id><published>2006-11-26T00:42:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T00:42:38.636-08:00</updated><title type='text'>Persiapan Menghadapi Psikotes</title><content type='html'>Jika suatu ketika Anda mengikuti psikotes, konsultan pada Dunamis Intermaster, Tomy Sudjarwadi, menyarankan untuk mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Anda harus yakin terlebih dahulu bahwa posisi yang akan dimasuki lewat tes itu bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomis, yakni untuk mendapatkan pekerjaan dan uang saja. Namun, harus ada unsur kecocokan dengan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu mengerjakan tes. Namun, ketegangan membuat hasil tes menjadi jelek. Oleh karena itu, Anda harus beristirahat satu atau dua hari sebelumnya agar kondisi fisik menjadi prima.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jangan melihat jawaban orang lain. Pasalnya, hal tersebut akan membuat hasil Anda bertentangan dengan kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya. Jangan lupa untuk menjawab apa yang Anda ketahui terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, setiap psikotes ada pemetaannya. Artinya, setiap tes ada tujuannya. Ada tes ketelitian, kreativitas, dan kecerdasan. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi dari awal. Jadi, persiapkan mental sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418495855743585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418495855743585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/persiapan-menghadapi-psikotes.html' title='Persiapan Menghadapi Psikotes'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116418490616875319</id><published>2006-11-26T00:41:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T00:41:56.216-08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara</title><content type='html'>Apakah pengaruh kontak mata pada saat wawancara? Bagaimana juga pengaruh intonasi suara terhadap keberhasilan wawancara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara seringkali faktor diluar &quot;isi&quot; seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Intinya, bahwa melalui tatapan Anda selama wawancara haruslah menandakan:&lt;br /&gt;a) apakah Anda cukup percaya diri,&lt;br /&gt;b) apakah Anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut,&lt;br /&gt;c) apakah Anda jujur dengan isi komunikasi Anda,&lt;br /&gt;d) apakah Anda tampil &quot;jujur&quot; sesuai dengan kepribadian Anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intonasi akan memperlihatkan apakah Anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa Anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada &quot;menutup&quot; diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan Anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418490616875319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116418490616875319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/pengaruh-kontak-mata-dan-suara-dalam.html' title='Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409290987131464</id><published>2006-11-25T23:07:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:08:30.010-08:00</updated><title type='text'>Bersikap Percaya Diri</title><content type='html'>Ada ekspresi khas dalam wawancara pekerjaan dari kebanyakan lulusan Universitas, bila ditanyakan, &quot;Bagaimana kamu melihat hidupmu tiga tahun mendatang?&quot;. Pengalaman saya jarang menemukan sarjana baru yang secara spontan menggambarkannya dengan baik apa yang ada dalam pikirannya. Kebanyakan malah memberikan reaksi dengan body-language yang standard: mata melirik ke atas (seolah-olah mencari cicak di langit-langit), kemudian memandangi lagi si pewawancara sambil tersenyum lebar, sembari kemudian berkata bingung, &quot;Bagaimana ya?&quot;.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang hidup bagaikan kepompong. Tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masa depan hidupnya. Mereka tidak mempunyai konsep diri yang jelas, sehingga ia merasa sendirian, gelap dan menakutkan. Padahal semua kepompong mempunyai potensi (potential within) untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Kepompong terlalu cepat menghukum dirinya sendiri, ia tidak tahu bahwa dia harus mengalami transformasi untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua bukanlah kepompong. Kita semua tahu, suatu saat kita akan menjadi &quot;kupu-kupu&quot; yang cantik. Bukankah kita semua sudah dilengkapi dengan potensi diri masing-masing? Yang kita perlukan sekarang adalah secara aktif masuk dalam proses &quot;transformasi diri&quot; yang sebenarnya sangat terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Jangan cepat menganggap Anda sendirian, gelap dan takut dengan apa yang Anda hadapi sekarang ini. Itu semua adalah bagian dari proses transformasi yang sedang Anda jalani. Percayalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409290987131464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409290987131464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/bersikap-percaya-diri.html' title='Bersikap Percaya Diri'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409286594625656</id><published>2006-11-25T23:06:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:07:46.050-08:00</updated><title type='text'>Saran-Saran Menghadapi Wawancara</title><content type='html'>Bagi Anda pencari kerja yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa saran di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara&lt;br /&gt;Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara).&lt;br /&gt;Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.&lt;br /&gt;Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.&lt;br /&gt;Ucapkan salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan surat lamaran dan CV anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat dengan baik nama pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan kontak mata dengan pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.&lt;br /&gt;Ajukan beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.&lt;br /&gt;Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409286594625656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409286594625656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/saran-saran-menghadapi-wawancara.html' title='Saran-Saran Menghadapi Wawancara'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409277738440521</id><published>2006-11-24T23:05:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:06:17.480-08:00</updated><title type='text'>Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara</title><content type='html'>Berpakaian yang &quot;baik&quot; dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai Anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau &quot;kebiasaan&quot; berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar Anda tidak dilihat sebagai &quot;orang aneh&#39;, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa Anda menghargai wawancara ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis. mengkilap, ngejreng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini bukan acara pesta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409277738440521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409277738440521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/cara-berpakaian-yang-baik-dalam.html' title='Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409272725229727</id><published>2006-11-24T23:04:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:05:27.316-08:00</updated><title type='text'>Persiapan Menghadapi Wawancara</title><content type='html'>Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan yang sering kali membuat banyak orang merasa ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya misalnya psikotes atau tes keterampilan yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara sama sekali tidak terduga, baik mengenai karakter pewawancara maupun pertanyaan yang akan diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, proses wawancara mempunyai tujuan tertentu. Bisa saja dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau sekadar mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai situasi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk benar-benar menguasai bidang pekerjaan yang Anda lamar, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Meski sama-sama menguji pengetahuan, namun wawancara sedikit lebih sulit karena Anda harus mampu mengungkapkan pengetahuan tersebut secara verbal.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sering kali Anda mungkin paham seratus persen materi yang akan ditanyakan. Namun karena Anda gugup, kurang percaya diri, dan tanpa persiapan, semua pengetahuan Anda mendadak buyar. Tidak ada cara lain untuk dapat menguasai kemampuan verbal ini kecuali melatihnya terus-menerus. Berlatihlah dengan seorang rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Tak Terduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi wawancara mengenai bidang kerja, mungkin tidak terlalu menyulitkan. Yang sukar jika &quot;topik&quot; wawancara sama sekali tidak jelas dan tak terduga. Hal ini kerap dilakukan untuk mengetahui kepribadian si pelamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali, jika Anda telah sampai pada tahap wawancara sebenarnya secara kualitas Anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Tinggal lagi persoalan cocok-tidak cocok. Dan tidak ada jalan lain untuk menentukan hal ini selain berinteraksi langsung melalui wawancara. Repotnya, tidak ada standar mengenai wawancara &quot;cocok-cocokan&quot; ini, karena sangat tergantung perusahaan masing-masing. Apa yang bisa Anda lakukan ialah membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa hal prinsip yang dapat Anda pegang, pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan Anda menyembunyikan sesuatu, namun Anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tipe pewawancara yang &quot;telah kehabisan ide&quot;, yang mencoba-coba memberikan pertanyaan yang terkesan menyelidik, misalnya &quot;jika Anda sebuah pohon, Anda ingin jadi pohon apa?&quot; atau : jika Anda adalah seorang atlet terkenal, kira-kira menjadi siapakah gerangan Anda?&quot; Terhadap pertanyaan begini, berikan jawaban yang panjang-lebar dan pastikan bahwa pewawancara akan merasa bosan sehingga ia akan segera menghentikan pertanyaannya. Namun ingat, usahakan jawaban Anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai Kondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini Anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan Anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika Anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban Anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga Anda, dan banyak trik lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus Anda pegang adalah Anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi Anda akan menghadapinya dengan baik. Jika Anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan &quot;Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa Anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak Anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga Anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa. Nah, selamat menghadapi wawancara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409272725229727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409272725229727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/persiapan-menghadapi-wawancara.html' title='Persiapan Menghadapi Wawancara'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409267614138930</id><published>2006-11-23T23:03:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:04:36.203-08:00</updated><title type='text'>Hati-Hati Menuliskan Hal-Hal Berikut Dalam Resume</title><content type='html'>Dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Gaji&lt;br /&gt;Riwayat gaji adalah gaji yang pernah diterima dan yang diharapkan. Dalam hal pencantuman jumlah gaji yang diterima dan yang diharapkan, pelamar harus sangat berhati-hati dalam memutuskan perlu tidaknya mencantumkan hal tersebut dalam resume. Untuk itu pelamar dituntut kejeliannya dalam melihat iklan lowongan kerja atau informasi tentang lowongan kerja tersebut. Pada lowongan kerja yang sudah mencantumkan dengan jelas berapa gaji yang akan diterima pertahun atau per bulan, sebaiknya pelamar tidak perlu membuat riwayat gaji dalam resume yang dibuatnya. Hal itu tentu saja akan sangat berbeda jika di dalam iklan memang mengharuskan pelamar untuk mencantumkan riwayat gaji dan besarnya gaji yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, pelamar harus benar-benar yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui diri si pelamar dan memiliki pengaruh positif bagi perusahaan yang dilamar. Artinya pelamar tidak boleh asal menyebutkan nama orang sebagai referensi seperti mantan atasan atau dosen. Daripada memaksakan diri untuk menyebut nama- nama orang sebagai referensi, pelamar cukup menuliskan: &quot;Referensi: akan diberikan jika diminta&quot;.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dokumen Pendukung&lt;br /&gt;Meskipun tidak ada keharusan bagi pelamar untuk menyertakan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam resume, seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dll, namun mengingat kondisi di Indonesia maka sebaiknya pelamar menyertakan dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy. Hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa anda benar-benar menulis resume berdasarkan fakta yang ada.&lt;br /&gt;Ingat: &quot;Jangan sampai dokumen pendukung tersebut menjadi terlalu banyak&quot;. Untuk itu anda harus menyeleksi/mensortir dokumen mana yang paling pantas dan relevan untuk dilampirkan.&lt;br /&gt;Contoh: Jika anda pernah mengikuti kursus komputer beberapa kali, tidak perlu semua sertifikat dari setiap kursus tersebut anda lampirkan, tetapi cukup salah satu yang paling tinggi tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Pribadi&lt;br /&gt;Pelamar sebaiknya berhati-hati menuliskan hal-hal yang bersifat pribadi. Beberapa hal yang umumnya boleh dituliskan adalah status perkawinan, jumlah anak, kepemilikan kendaraan, kesediaan untuk di relokasi atau melakukan travelling ke luar kota / luar negeri. Di luar hal-hal tersebut pelamar harus benar-benar yakin bahwa informasi pribadi yang ditulisnya akan relevan dengan pekerjaan yang dilamar, jika tidak sebaiknya jangan menulis informasi pribadi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, apapun pilihan karir anda pastikan untuk membuat resume atau pun CV secara maksimal. Bila memang anda merasa belum yakin dengan apa yang telah anda buat selama ini, cobalah buat sekali lagi dan bila perlu minta orang lain untuk menilai resume atau CV anda tersebut. Selamat mencoba! Semoga anda cepat memperoleh pekerjaan yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409267614138930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409267614138930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/hati-hati-menuliskan-hal-hal-berikut.html' title='Hati-Hati Menuliskan Hal-Hal Berikut Dalam Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409262074943426</id><published>2006-11-22T23:02:00.001-08:00</published><updated>2006-11-20T23:03:40.820-08:00</updated><title type='text'>Aspek-Aspek Yang Ditonjolkan Dalam Resume</title><content type='html'>Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat anda tonjolkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan atau Reward&lt;br /&gt;Tuliskan yang sesuai dengan posisi yang Anda lamar.&lt;br /&gt;Contoh: jika anda melamar sebagai IT Manager, pihak perusahaan (recruiter) tentu ingin tahu kemampuan anda di bidang teknik dan bagaimana kemampuan tersebut dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain. Jika anda pernah menerima penghargaan di bidang tersebut, tuliskanlah! Dengan demikian perusahaan akan tahu dimana tingkatan kemampuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi Akademik&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan gelar dan prestasi akademik yang anda raih sertakan juga judul Tugas Akhir/Skripsi/Thesis/Disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Tambahan&lt;br /&gt;Kemampuan tambahan dapat berupa kemampuan mengoperasikan program komputer atau pelatihan-pelatihan khusus yang pernah diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan dalam organisasi Professional&lt;br /&gt;Jika anda terlibat dalam organisasi professional seperti Assiosiasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Ikatan Akuntan Indonesia (AAI), dll yang berguna bagi pembaca, jangan segan untuk menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator Kesuksesan&lt;br /&gt;Anda dapat menuliskan berbagai indikator kesuksesan yang pernah anda peroleh.&lt;br /&gt;Contoh: beasiswa karena kecerdasan anda, dikirim training ke luar negeri karena keberhasilan anda dalam perusahaan, keberhasilan anda menekan biaya operasional di divisi anda, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang Berhubungan dengan Pekerjaan&lt;br /&gt;Tuliskan semua pengalaman yang pernah anda alami sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar.&lt;br /&gt;Contoh: jika pekerjaan yang anda lamar menuntut anda untuk sering melakukan traveling keluar negeri, pastikan pembaca tahu bahwa anda mahir berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua faktor yang telah disebutkan diatas, dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409262074943426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409262074943426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/aspek-aspek-yang-ditonjolkan-dalam.html' title='Aspek-Aspek Yang Ditonjolkan Dalam Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409257275780432</id><published>2006-11-22T23:02:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:02:52.813-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Saran dalam Membuat Resume</title><content type='html'>Sumber: Milis Persiapan Seleksi&lt;br /&gt;Bagi anda pencari kerja yang mungkin mengalami masalah dalam membuat resume, perhatikan beberapa saran berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama dan Uraian Jabatan&lt;br /&gt;Tulis nama jabatan anda dan lengkapi dengan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas harian Anda. Usahakan untuk menuliskan aktivitas-aktivitas yang dapat diukur. Ingat: Anda harus dapat memberitahu pembaca tentang apa persisnya pekerjaan yang telah Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal dan Tempat&lt;br /&gt;Tulislah riwayat pendidikan dan pekerjaan anda secara tepat. Misalnya: kapan anda diterima bekerja dan kapan anda keluar dari perusahaan X, kapan anda menjabat sebagai .... atau kapan anda pindah kerja dari kantor pusat ke kantor cabang.&lt;br /&gt;Ingat: Jangan membuat pembaca menebak-nebak kapan anda bekerja dan untuk berapa lama.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Rinci&lt;br /&gt;Jelaskan kata-kata atau istilah-istilah teknikal/khusus yang mungkin ada dalam resume anda sedetil mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proporsional&lt;br /&gt;Tuliskan pekerjaan atau pendidikan sesuai dengan kepentingan si pembaca dan buatlah secara proporsional.&lt;br /&gt;Contoh: Jika anda melamar sebagai Marketing Manager hendaklah anda tidak menulis hanya satu paragraph mengenai pekerjaan anda sebagai Sales Manager dan tiga paragraph lainnya tentang kegiatan anda sebagai Trainer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevansi&lt;br /&gt;Tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan tuntutan pekerjaan yang anda lamar.&lt;br /&gt;Contoh: Tidak perlu menuliskan pengalaman berorganisasi anda selama kuliah meskipun anda menjabat sebagai ketua Senat Mahasiswa selama beberapa periode, jika pekerjaan yang anda lamar tidak berhubungan dengan kemampuan organisasi atau leadership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksplisit&lt;br /&gt;Jangan membuat resume yang membuat pembaca berimajinasi.&lt;br /&gt;Contoh: jangan berasumsi bahwa pembaca tahu bahwa anda tamatan Unika Atma Jaya Jakarta, atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jika anda tidak menuliskan nama kota bisa jadi pembaca menganggap anda tamatan dari kota lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang&lt;br /&gt;Pada umumnya resume hanya terdiri dari 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat karir dan pendidikan yang anda rasa sangat penting untuk ditampilkan menuntut anda untuk memperpanjang, maka 3 (tiga) halaman resume masih dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Baca, Ejaan, dan Tata Bahasa&lt;br /&gt;Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tanda baca, ejaan maupun tata bahasa. Jika anda menulis resume dalam bahasa Inggris, cobalah minta untuk direview oleh teman/kerabat yang menguasai bahasa tersebut, jika memang anda belum yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah Dibaca&lt;br /&gt;Resume yang dibuat secara kacau balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat resume yang mudah dibaca, tidak terpisah-pisah dan logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan&lt;br /&gt;Pilihlah format terbaik yang dapat anda tampilkan untuk membuat resume, termasuk disini adalah pemilihan jenis huruf, kertas yang digunakan serta paduan warna (jika menggunakan printer warna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat anda tonjolkan adalah: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409257275780432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409257275780432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/beberapa-saran-dalam-membuat-resume.html' title='Beberapa Saran dalam Membuat Resume'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37719993.post-116409147131346813</id><published>2006-11-21T22:42:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T22:44:31.373-08:00</updated><title type='text'>Menulis Surat Lamaran di Email</title><content type='html'>Menulis Surat Lamaran di Email&lt;br /&gt;Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul Email&lt;br /&gt;Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut &quot;Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?&lt;br /&gt;Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana dengan Resume?&lt;br /&gt;Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Word, PDF, atau Text?&lt;br /&gt;Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ukuran Email&lt;br /&gt;Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Email Signature&lt;br /&gt;Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Test Kirim&lt;br /&gt;Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409147131346813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37719993/posts/default/116409147131346813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiptrickkerja.blogspot.com/2006/11/menulis-surat-lamaran-di-email.html' title='Menulis Surat Lamaran di Email'/><author><name>Lowongan Kerja(jobkerja.blogspot.com)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12314741738707552251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>