<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997</id><updated>2024-09-22T17:00:57.460-07:00</updated><category term="Menu Sahur dan Buka"/><category term="Tips Sehat Berpuasa"/><category term="Puasa dan Kehamilan"/><category term="Puasa dan Lebaran"/><category term="Maag dan Puasa"/><category term="Puasa dan Bau Mulut"/><category term="Puasa dan Diabetes"/><category term="Puasa dan Mudik"/><category term="Puasa untuk Usia Lanjut"/><category term="Manfaat Puasa"/><category term="Puasa dan Kolesterol"/><category term="Puasa dan Sakit Kepala"/><category term="Puasa dan Dehidrasi"/><category term="Puasa dan Menyusui"/><category term="Puasa dan Olah Raga"/><category term="Puasa dan Radang Tenggorokan"/><category term="Puasa dan Sariawan"/><category term="Puasa dan Sembelit"/><category term="Puasa dan Tidur"/><title type='text'>Tips Sehat Berpuasa</title><subtitle type='html'>Kumpulan artikel dari berbagai media tentang bagaimana melaksanakan puasa agar tetap sehat dan segar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-7924556324563152014</id><published>2010-09-11T10:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:10:58.965-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Kehamilan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Lebaran"/><title type='text'>6 Catatan Penting Ibu Hamil Selama Lebaran!</title><content type='html'>Coba bayangkan! Saat asyik-asyiknya merayakan Lebaran bersama handai taulan, tahu-tahu Moms yang sedang hamil mengalami masalah. Entah itu keluhan kaki bengkak, perut tegang, dan sebagainya. Wah, bisa-bisa mood Moms jadi turun naik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, daripada perayaan Idul Fitri nanti jadi kurang afdol, coba simak catatan dari dr Fakriantini Jaya Putri, SpOG dari RSU Zahirah, Jagakarsa! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MUDIK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebaran tidak pulang kampung? Koq rasanya kurang sreg! Pasalnya, mudik ini sudah menjadi tradisi. Tapi, lain halnya dengan BuMil. Dia musti memikirkan kondisi diri dan janinnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Don&#39;t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, mudik &quot;memakan&quot; waktu yang cukup panjang. Dan ini cukup riskan bagi bumil, bila kondisi jalan macet saat menggunakan jalan darat. Kalaupun menggunakan maskapai penerbangan, tidak semua bumil bisa terbang dengan alasan tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Moms yang memasuki trimester pertama, coba pikir-pikir lagi rencana mudik Anda. Selain menghadapi keluhan hamil muda ini, seperti mual, muntah, juga berpotensi besar mengalami keguguran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula trimester ketiga, perut yang semakin membesar akan membuat bumil gampang lelah dan rentan terjadi kelahiran sebelum waktunya.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, bagi bumil yang hendak pulang kampung, lebih amannya dilakukan pada trimester kedua.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila bumil memang mendesak untuk mudik, konsultasikan kondisi kandungan, apakah kondisi kandungan benar-benar aman untuk mudik lebaran. Langsung tanyakan saja kepada dokter obgin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POSISI DUDUK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BuMil kerap mengeluh pegal? Jangan-jangan Anda mengabaikan posisi duduk. Padahal saat bersilaturahmi, Moms duduk agak lama di kursi.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Don&#39;t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat duduk di kursi, coba perhatikan apakah kaki benar-benar menyentuh lantai. Kalau kaki masih menggantung akan mengakibatkan sirkulasi darah kurang lancar, dan kaki pun menjadi bengkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upayakan bagian belakang tubuh bersandar pada sandaran kursi dengan posisi lurus. Lalu, duduklah agak ke depan, sehingga otot-otot rileks. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya, bumil duduk tidak terlalu lama. Setiap dua jam sekali, ambil jeda minimal 5 menit untuk jalan-jalan sebentar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENGUNJUNGI KERABAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saling memaafkan dan menjalin keakraban kekerabatan adalah inti dari silaturahmi. Sudah menjadi ciri khas merayakan Idul Fitri yaitu mengunjungi sanak saudara satu persatu, namun pengecualian bagi bumil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Don&#39;t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksakan diri mengunjungi semua sanak saudara. Wah, kalau kunjugan ini dipaksakan, bisa-bisa perut Moms tegang. Alhasil, bumil tidak merasa nyaman.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena banyak acara atau kunjungan, pilihlah mana yang bisa dihadiri bumil atau bisa diwakilkan suami, bahkan yang tidak perlu dihadiri. Kalaupun ingin mengunjungi sanak saudara, pilihlah tempat yang terjangkau. Selain itu, istirahatlah yang cukup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau memang tidak bisa mengunjungi sanak saudara, cobalah mencari alternatif lain dalam mengucapkan permohonan maaf dan salam. Ambil contoh, memberikan kartu Lebaran, hantaran, yang memasang foto Anda tengah hamil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FESYEN SAAT LEBARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebaran, tampil modis? Pasti bumil pun setuju. Namun, bumil juga musti memerhatikan fesyennya agar nyaman sepanjang hari.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-  Don&#39;t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai sepatu atau sandal hak tinggi. Ya, dengan hak tinggi membantu kaki terlihat lebih jenjang dan cantik. Namun, bumil disarankan tidak memakainya. Pasalnya, bumil musti menopang berat badan yang lebih berat dari biasanya. Selain itu, Moms berisiko jatuh terpelesat yang membahayakan bumil dan janinnya.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihlah baju yang menyerap keringat. Sebab, bumil cenderung mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak. Sebaiknya, carilah bahan baju, kaos, katun, sutera, misalnya. Selain itu, model disain yang simpel, tapi elegan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kenakan sepatu atau sandal dengan hak rendah. Bila ingin gaya, Moms tinggal mencari aksesoris pada alas kaki yang digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Moms bisa memilih model lengan panjang atau baju casual lainnya. Dengan sentuhan selendang, Moms bisa mendapatkan baju lebaran yang nyaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAKAN SANTAPAN IDUL FITRI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Lebaran tentu suguhan makanan istimewa pun melimpah ruah. Sebut saja, makanan berlemak, bersantan, penuh bumbu, manis, pedas, dan sebagainya. Benar-benar &quot;memanjakan&quot; lidah. Bukan berarti Moms tidak boleh menyantap semuanya, hanya saja musti bijak memilihnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Don’t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyantap makanan pedas, bersantan, dan manis. Seperti makan pedas, misalnya, bila porsi berlebihan, apakah akan memengaruhi pencernaan, seperti menyebabkan diare. Atau makanan manis, turut meningkatkan pasokan gula darah bumil.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbanyak makan buah dan sayur, serta  air putih.  Ya, buah dan sayur yang notabene kaya serat ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Disamping itu, air putih juga memperlancar metabolisme tubuh, termasuk metabolisme kolesterol. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cobalah memilih salah satu makanan, entah itu makanan pembuka, utama, hingga penutup, setiap kali Moms melakukan kunjungan.  Sehingga, perut pun tidak ‘penuh’ dan Anda pun sehat.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KONTROL &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah mendekati atau selesai hari raya Lebaran, agak sulit mencari dokter. Maklum saja, dokter langganan belum tentu ada atau sudah pulang dari beberapa hari jelang hari H. Kalau sudah begini, Moms pun bingung.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Don&#39;t:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak atau lupa melakukan kontrol. Kalau ternyata terjadi sesuatu, ada masalah pada kehamilan, misalnya, akan sulit diantisipasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Do: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cari Informasi. Tanyakan berapa lama dokter akan cuti dan kembali bekerja. Bila perlu, majukan jadwal kontrol dari biasanya. Lalu, bila tidak ada dokter langganan, siapakah yang akan menjadi dokter penggantinya, misalnya kalau ternyata jadwal melahirkan terjadi pada hari libur tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Catatan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dianjurkan untuk kontrol ke dokter obgin pada hari H-7 dan H+7 Idul Fitri untuk memantau kondisi ibu dan janin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/7924556324563152014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/6-catatan-penting-ibu-hamil-selama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7924556324563152014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7924556324563152014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/6-catatan-penting-ibu-hamil-selama.html' title='6 Catatan Penting Ibu Hamil Selama Lebaran!'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-8751758229570473463</id><published>2010-09-05T10:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:12:33.761-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Lebaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Mudik"/><title type='text'>Inilah Rahasia Tetap Fit Saat Mudik</title><content type='html'>MUDIK menjadi agenda rutin setiap umat muslim menjelang Lebaran. Karena itu, Anda sebaiknya menjaga tubuh tetap fit saat mudik. Sehingga agenda Anda kumpul keluarga pun tidak terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini saran untuk Anda meraih tubuh fit saat mudik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sebelum melakukan perjalanan, tidur yang cukup, minimal 6-8 jam.  &lt;br /&gt;
2. Jangan melakukan perjalanan dalam kondisi perut kosong. Jika Anda masih berpuasa, sahurlah dengan makanan yang mengandung banyak karbohidrat dan protein sebagai sumber tenaga. Mengasup suplemen jika perlu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bawalah bekal makanan (bersih dan tahan lama) dan minuman (hangat dan manis) untuk di perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Hindari jajan sembarangan selama perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Rajin-rajinlah mencuci kedua tangan, utamanya setelah makan atau setelah melakukan kontak fisik dengan penderita atau tempat-tempat yang rentan terkontaminasi kuman dan virus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang dibutuhkan dan simpan dalam tas kecil agar mudah terlihat dan dijangkau jika diperlukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Agar terhindar dari penyakit, tak ada salahnya memakai masker selama perjalanan mudik. Apalagi jika Anda mudik mengendarai sepeda motor, masker mutlak digunakan agar terhindar dari debu dan kuman yang beterbangan karena angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/8751758229570473463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/inilah-rahasia-tetap-fit-saat-mudik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8751758229570473463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8751758229570473463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/inilah-rahasia-tetap-fit-saat-mudik.html' title='Inilah Rahasia Tetap Fit Saat Mudik'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-6614673079537061912</id><published>2010-09-04T10:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:11:46.632-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><title type='text'>Pola Makan Tepat Saat Puasa</title><content type='html'>Aktivitas pada bulan puasa yang tetap padat, membuat tubuh harus mendapatkan energi ekstra agar tetap bugar dan bersemangat hingga berbuka. Salah satu penunjangnya adalah mengatur pola makan tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Prof Dr Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), fungsi puasa sangat penting bagi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Puasa merupakan terapi penyakit fisik dan psikis. Dari sudut pandang fisik, puasa bermanfaat meningkatkan daya serap makanan, meremajakan sel-sel tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, mengendalikan kadar asam basa di dalam tubuh, dan membuat otak lebih cerdas,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara “Soyjoy Silaturahmi dan Berbuka Puasa” di Jakarta, belum lama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, lanjut dia, banyak orang yang beranggapan bahwa Ramadan merupakan bulan yang istimewa sehingga makanan yang dikonsumsi dibedakan dengan hari-hari biasa. Bahkan, porsinya diperbanyak karena “kalap dan balas dendam”. Yang terjadi, pada akhir bulan suci ini, berat badan pun makin meningkat secara drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal, saat bulan puasa seharusnya porsi dan jenis makanannya sama saja seperti biasanya,” tutur Made.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Made mengungkapkan, pola strategi makan yang baik pada bulan puasa dibagi menjadi empat bagian. Saat berbuka, utamakan makanan dan minuman manis dan mengandung karbohidrat sederhana semisal kurma, teh manis, atau jus. Hal ini karena bahan pangan tersebut mudah diserap tubuh dan tidak mengagetkan lambung. Usahakan menghindari mengonsumsi makanan berat saat mulai berbuka puasa. Selanjutnya, 30 menit setelah berbuka konsumsilah makanan lengkap dengan karbohidrat kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum tidur, Anda dapat kembali mengonsumsi makanan berkarbohidrat, namun hindari serat dan protein tinggi. Bentuk makanannya bisa berupa camilan. Dan ketika sahur, konsumsilah makanan lengkap dengan karbohidrat kompleks dan banyak serat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada waktu sahur, distribusi gizi yang diperlukan adalah 40–45 persen dari kebutuhan energi harian,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sahur, Anda juga boleh menambah pembangkit stamina tubuh dengan mengonsumsi makanan suplemen seperti vitamin, mineral, atau antioksidan. Agar kuat bertahan puasa hingga sore hari, dia menyarankan agar mengonsumsi makanan dengan nilai glycemic index (GI) yang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil penelitian Made, makanan dengan GI rendah dapat mempertahankan perut kenyang lebih lama. Hal ini karena proses pelepasan karbohidratnya berlangsung secara perlahan-lahan dan bertahap sehingga puncak atau fluktuasi kadar gula darah akan rendah. Ini baik bagi penderita diabetes yang perlu menjaga kestabilan kadar gula darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan makanan ini juga bagus untuk membantu menurunkan berat badan, meningkatkan ketahanan fisik, dan memperbaiki sensitivitas insulin dalam tubuh untuk mencegah diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
GI itu sendiri adalah laju kenaikan gula darah pada skala 0–100 setelah mengonsumsi pangan berkarbohidrat. Diketahui, karbohidrat yang mudah dicerna menghasilkan GI tinggi, sehingga kenaikan glukosa darah cepat dan tinggi. Adapun karbohidrat yang lambat dicerna menghasilkan GI rendah, sehingga kenaikan glukosa darah lambat dan rendah. Beberapa contoh makanan dengan GI rendah adalah buah ceri, apel, kentang rebus, dan kedelai. Selain itu, bahan pangan seperti beras parboil, kentang rebus, susu full krim dan susu skim, spageti, makaroni, dan cokelat batangan juga termasuk kelompok makanan dengan GI rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setiap kelompok pangan memiliki kategori GI tersendiri, contohnya pada buah apel dan ceri, tergolong pangan dengan GI rendah, kemudian pisang dan mangga tergolong dalam pangan dengan GI sedang, sementara melon adalah pangan dengan kategori GI tinggi dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi orang dengan kandungan gula darah tinggi,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dindin Suzaridian, Product Marketing Manager Soyjoy, mengatakan bahwa pihaknya selalu terus berupaya mewujudkan komitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan menginformasikan secara luas arti pentingnya makanan dengan GI rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu wujud komitmen Soyjoy juga untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat adalah dengan menginformasikan makanan apa saja yang baik dan aman dikonsumsi saat bulan puasa,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/6614673079537061912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/pola-makan-tepat-saat-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6614673079537061912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6614673079537061912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/09/pola-makan-tepat-saat-puasa.html' title='Pola Makan Tepat Saat Puasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-8207508232495724410</id><published>2010-08-26T10:09:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:09:44.062-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Sehat Berpuasa"/><title type='text'>Ingin Bugar? Perhatikan Menu Buka Puasa Anda!</title><content type='html'>Mendapatkan tubuh bugar dan sehat saat Ramadan bukan perkara sulit untuk Anda raih. Mengonsumsi jenis makanan yang bergizi dan diolah secara tepat bisa menjadi solusi utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berpuasa, organ tubuh diberi kesempatan beristirahat. Pada saat organ beristirahat, sel dan jaringan tubuh melakukan regenerasi sehingga sel tubuh terus mengalami pembaharuan. Sel dalam jaringan tubuh yang terus mengalami pembaharuan menjadikan tubuh selalu segar dan bugar. Namun, perubahan jadwal makan yang tiba-tiba membuat proses metabolisme tubuh juga berubah, sehingga perlu penyesuaian dengan cara yang tepat. Salah satunya memerhatikan menu buka puasa Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk buka puasa, konsumsilah protein lebih dari 5 persen. Sisanya untuk vitamin dan mineral dari sayur dan buah, baru karbohidrat. Protein itu zat yang membuat badan kita kuat. Ikan dan ayam 200 gram bisa lebih tahan lebih lama dibandingkan makan nasi banyak. Perbandingan protein dengan sayur 1:1, tapi balik lagi dengan syarat tubuh yang bisa dia terima. Tapi bagusnya seperti itu. Tinggi protein, tinggi serat, kalorinya kalau mau tinggi digenjot dari buah dan sayur,” tutur Yeni Ismayani, seorang sarjana tata boga yang kini aktif menjalankan profesinya sebagai professional food stylish saat berbincang dengan okezone di acara “ABC Dapur Peduli” di Ruang Mesjid Lama, Mesjid Al-Bina, Gelanggang Bung Karno Senayan, Jakarta, baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menu makan malam saat Ramadan, Yeni menyarankan Anda mengolahnya lewat cara yang tepat. Apa pasal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayam yang digoreng 2 kali, proteinnya sudah rusak. Kalau misalnya lebih aman, ayam diberi bumbu jadi satu. Tapi gorengnya beda, saat sahur dan buka. Persiapan jadi satu, tapi pengolahannya tetap harus dipisah. Sebaiknya kita makan sedikit, tapi berkualitas,” jelas Yeni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak cukup dengan protein saja untuk menemani asupan menu karbohidrat Anda. Vitamin dan mineral dari sayuran pun harus ada dalam santap malam Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayur rebus, kalau bisa dicampur dengan yang mentah-selada dan timun-dicampur dengan yang matang, seperti labu siam, masih boleh. Sawi, pokcai boleh direbus atau dikonsumsi mentah. Tapi balik lagi jangan langsung banyak. Badan butuh penyesuaian,” tukasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/8207508232495724410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/ingin-bugar-perhatikan-menu-buka-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8207508232495724410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8207508232495724410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/ingin-bugar-perhatikan-menu-buka-puasa.html' title='Ingin Bugar? Perhatikan Menu Buka Puasa Anda!'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-5121969528810591586</id><published>2010-08-26T10:08:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:08:55.869-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Bau Mulut"/><title type='text'>Tips Berpuasa Tanpa Bau Mulut</title><content type='html'>Saat menjalani ibadah ini kesegaran mulut menjadi  amat berkurang. Akibatnya, kita sering dilanda rasa  tidak percaya diri. Kenali penyebab menurunnya  kesegaran mulut saat berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah bau mulut yang tidak sedap  kerap melanda orang yang  tengah berpuasa. Alhasil, krisis  percaya diri pun mulai muncul dan  membuat orang malah puasa bicara.  Meski bau mulut orang berpuasa  diumpamakan bagaikan  harumnya bunga kasturi di surga  kelak, namun jangan sampai kita  menzalimi orang lain saat berbicara  dengan bau tak sedap dari  mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, pada saat berpuasa  seseorang akan mengalami  penurunan produksi air liur sehingga  mengalami kekeringan  mulut atau biasa disebut xerostomia.  Penurunan produksi air liur  ini menyebabkan pasokan oksigen  ke dalam mulut menjadi berkurang  sehingga bakteri anaerob berkembang  biak dan sekaligus memecahkan  asam amino di dalam air  ludah. Hal ini menyebabkan terlepasnya  zat sulfur yang mengakibatkan  menurunnya kesegaran  mulut. Karena bakteri dalam mulut  menjadi lebih banyak, maka  muncullah problem bau mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya halitosis atau bau  mulut, penyebabnya 80 persen berasal  dari rongga mulut dan 20 persen karena  masalah pencernaan. Bagi umat  muslim yang menunaikan ibadah  puasa, bau mulut yang menyengat  sering dianggap sebagai masalah.  Padahal, dengan berpuasa justru  akan memberikan kesempatan  pada organ pencernaan untuk  beristirahat sehingga organ tubuh  tersebut bisa dibersihkan dan  membentuk zat baru yang dibutuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya itu, proses pembersihan  dan pelepasan racun dari  usus, ginjal, kandung kemih, paruparu,  serta kulit, juga meningkat  saat menjalankan ibadah puasa.  Jadi, jangan heran jika setelah  berpuasa selama sebulan penuh  tubuh terasa fit dan bugar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain karena disebabkan kekurangan  cairan, secara umum bau  mulut juga bisa timbul karena berbagai  sebab. Sebut saja dengan  mengonsumsi makanan yang dapat  mengundang bau mulut, misalnya  buah durian, ikan, daging, jengkol,  atau berbagai jenis produk susu.  Nah, keadaan mulut yang kering  selain disebabkan oleh berkurangnya  saliva, juga lantaran penggunaan  deterjen dalam pasta gigi.  Deterjen merupakan zat pembentukan  busa yang dapat merusak  kualitas air liur.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi masalah bau  mulut ini, pakar kesehatan dari  Universitas Indonesia, Ari Fahrial,  menyarankan orang yang berpuasa  agar lebih banyak mengonsumsi  makanan dalam bentuk cair,  seperti dalam bentuk sup atau  sayur-sayuran berkuah. “Dianjurkan  juga minum jus pada saat berbuka,”  ujar Ari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Ari juga menyarankan  untuk mengonsumsi buah,  seperti jeruk, pada saat sahur. Cara  lainnya adalah menghindari makanan  yang dapat menimbulkan  bau tidak sedap. “Umpamanya petai  dan jengkol,” kata Ari. Menggosok  gigi setelah berbuka dan sehabis  sahur pun harus dilakukan  secara rutin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati demikian, perlu diketahui  pula bahwa masalah bau  mulut bukan semata disebabkan  kondisi mulut yang kering. Kesehatan  gigi pun tak pelak turut  berperan besar dalam masalah bau  mulut ini. Hal ini seperti dikatakan  oleh DR Sony Swasonoprijo drg  Sport. Menurut Sony, gigi berlubang  dan infeksi gusi juga dapat  menjadi penyebab timbulnya bau  mulut. Sebab, gigi berlubang menjadi  tempat favorit bersarangnya  bakteri pada sisa-sisa makanan  yang mengendap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gigi yang tidak terawat akan  membentuk abses (pengumpulan  nanah) dan bakteri yang ada di  dalamnya akan memetabolismekan  jaringan-jaringan mati sehingga  menimbulkan bau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penyakit  diabetes ataupun kelainan  dalam pencernaan juga bisa mengakibatkan  bau mulut,” tutur Sony  yang membuka praktik di Griya DR  Sony yang berlokasi di kawasan  Ampera, Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau mulut juga bisa muncul  ketika seorang mengalami kesulitan  buang air besar, termasuk  kondisi lidah yang kotor karena jarang  dibersihkan berpotensi menumpuk  bakteri yang menimbulkan  bau mulut. Karenanya, Sony  menyarankan orang yang berpuasa  untuk memperbanyak mengonsumsi  jenis makanan berserat.  Karena makanan berserat akan  memberi gerak pada rongga mulut  sehingga gigi akan banyak mengunyah  dan itu bisa mengurangi  timbulnya bau mulut.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya hindari pula makanan  yang dapat memicu bau  mulut seperti cokelat. Cokelat termasuk  makanan yang bersifat diuratic  (merangsang pengeluaran  urine). Akibatnya, mulut akan cepat  mengalami kekeringan sehingga  timbul bau tidak sedap di  mulut. Tak kalah pentingnya adalah  rutin memeriksakan kesehatan  gigi di dokter gigi setiap enam bulan  sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencegah lebih baik  daripada mengobati. Jangan sampai  datang ke dokter gigi dengan  keadaan gigi yang sudah rusak dan  ini tentu membutuhkan biaya yang  lebih banyak untuk mengobatinya.  Intinya, jangan malas ke dokter  gigi,” kata Sony mengakhiri pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/5121969528810591586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tips-berpuasa-tanpa-bau-mulut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5121969528810591586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5121969528810591586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tips-berpuasa-tanpa-bau-mulut.html' title='Tips Berpuasa Tanpa Bau Mulut'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-9013348006423597211</id><published>2010-08-24T10:07:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:08:07.227-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Kolesterol"/><title type='text'>Kontrol Kolesterol Selama Berpuasa</title><content type='html'>Menyantap menu makanan manis dan tinggi lemak plus kurangnya aktivitas fisik di bulan puasa, bisa memicu tingginya kadar kolesterol. Nah, bagaimana mengatasinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kebiasaan makan yang salah yang terjadi saat bulan Ramadan tiba. Mengonsumsi makanan berlebihan misalnya, kebiasaan ini menjadi salah satu kebiasaan dari beberapa orang saat berbuka puasa atau saat makan sahur. Umumnya, orang memakan makanan secara berlebihan karena sebagian dari mereka merasa takut jika siang hari kelaparan, apabila tidak menyimpan cadangan makanan yang banyak. Kebiasaan tersebut juga semakin diperburuk dengan kebiasaan tidur setelah makan sahur yang semakin menumpuk cadangan lemak tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan spesialis penyakit saraf serta Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia Dr H Sutarto Prodjo Disastro SpS, bahwa apabila pola makan yang salah terus dilakukan, maka tidak dapat dipungkiri kesehatan tubuh pun akan terganggu, seperti stroke yang disebabkan kolesterol. ”Untuk menghindari penyakit serius seperti stroke, mengontrol kolesterol serta menjalani hidup yang lebih sehat, baik selama Ramadan dan Hari Raya, maupun setelah itu sangatlah dianjurkan,” tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan Marketing Communications Senior Manager PT Pfizer Indonesia Andriani Ganeswari, bahwa sudah menjadi kebiasaan setiap Ramadan serta saat Idul Fitri, kita memiliki kecenderungan mengonsumsi makanan dan minuman yang manis dan bersantan. &lt;br /&gt;
Selain itu, kita pun cenderung untuk mengurangi aktivitas olah tubuh dengan alasan untuk menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Tanpa kita sadari perubahan gaya hidup selama Ramadan dan Idul Fitri ini dapat menimbulkan risiko kolesterol tinggi,” ucapnya. Untuk itu, bagi para penderita kolesterol, sangat disarankan untuk mengontrol pola makan selama Ramadan dan saat Idul Fitri nanti, serta tidak lupa untuk berolahraga ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dikatakan, peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan kolesterol yang diakibatkan pola hidup yang tidak sehat. Menurut Yayasan Stroke Indonesia, saat ini ada kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif.Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktivitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial-ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang 80% dihasilkan dalam tubuh, yaitu oleh organ hati dan sisanya dari luar tubuh lewat asupan makanan. Kolesterol memiliki beragam fungsi bagi tubuh, antara lain sumber energi, pembentukan dinding sel, dan pembentukan hormon. &lt;br /&gt;
Selain itu, kolesterol membawa dampak baik untuk kesehatan apabila kadarnya dalam darah masih dalam keadaan normal. Namun apabila kolesterol yang berada dalam darah kadarnya melebihi batas normal, justru akan memberi dampak negatif dan membahayakan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di negara-negara maju dengan konsumsi kolesterol yang tinggi, seperti Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penelitian yang dilakukan American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa lebih dari 100 juta orang di negara tersebut memiliki kadar kolesterol di atas rata-rata dan 40 juta di antaranya berkadar kolesterol yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke mencapai 500.000 orang setiap tahunnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara data yang dikeluarkan WHO pada 2002, menyebutkan bahwa hiperkolesterolemia menyebabkan 4,4 juta kematian di dunia. Sebagian besar dari orang yang memiliki sifat hiperkolesterolemia adalah mereka yang mempunyai rata-rata kadar kolesterol cukup tinggi antara 200–250 mg%. International Stroke Conference (konferensi stroke internasional), suatu konferensi yang diadakan di Wina, Austria pada 2008 menyatakan bahwa jumlah pengidap stroke di kawasan Asia terus meningkat. Stroke yang juga merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia saat ini, cenderung mengancam usia-usia produktif di bawah 45 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dr Arieska Ann Soenarta SpJP (K), bahwa tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat mengganggu kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Di beberapa negara maju, prevalensi penyakit jantung koroner sebenarnya sudah mulai menunjukkan penurunan beberapa tahun terakhir ini, tetapi tidak demikian dengan negara berkembang. Pola hidup yang tidak sehat merupakan faktor utama penyebab meningkatnya kasus penyakit jantung koroner yang diakibatkan tingginya kadar kolesterol dalam darah. ”Karena itulah, sangat penting bagi masyarakat untuk mulai menyikapi kolesterol dengan bijak sejak dini dan mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat,” tuturnya dalam acara temu media bertema ”Kontrol Hidup Kontrol Kolesterol” yang diadakan PT Pfizer Indonesia beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlunya Cek Kolesterol Rutin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak cara untuk mengontrol kolesterol. Bagi yang belum memiliki sifat hiperkolesterolemia, risiko gangguan ini dapat dikontrol dengan secara berkesinambungan mengontrol gaya hidup mereka melalui pola makan dan olahraga. Untuk mendeteksi risiko kolesterol yang mungkin dihadapi, masyarakat juga harus secara rutin melakukan cek kolesterol setidaknya enam bulan sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Deteksi rutin ini dapat membantu masyarakat untuk lebih cepat bertindak dalam mengantisipasi gangguan kolesterol apabila tingkat risiko mereka sudah dinyatakan tinggi,” paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertindak dengan cepat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuhnya, adalah satu tindakan yang harus dilakukan bagi seseorang yang telah terdeteksi memiliki risiko gangguan kolesterol tinggi. Konsumsi obat-obatan secara teratur dan mengubah gaya hidup, dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kadar kolesterol juga harus diperiksa secara rutin di laboratorium dan dikonsultasikan dengan dokter,” jelas Arieska. Sejak 2005, Pfizer telah mengenalkan konsep 3 Ring Peduli Kolesterol yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengontrol gaya hidupnya agar terbebas dari gangguan kolesterol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/9013348006423597211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/kontrol-kolesterol-selama-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/9013348006423597211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/9013348006423597211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/kontrol-kolesterol-selama-berpuasa.html' title='Kontrol Kolesterol Selama Berpuasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-5235227149438127388</id><published>2010-08-22T10:02:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:03:18.653-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><title type='text'>Perhatikan Asupan Gizi Anda Selama Ramadan</title><content type='html'>Normalnya, makanan dan minuman yang kita konsumsi menjadi bekal energi selama kurang lebih 5-7 jam. Tapi selama Ramadan ini, makan dan minum yang kita konsumsi pada saat sahur menjadi bekal energi selama 14 jam.  &lt;br /&gt;
Perubahan pola makan itu jelas berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Untuk menyiasatinya, Anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi. Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. “Semuanya harus lengkap seperti pada saat kita berpuasa,” jelas dr Diana F Suganda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sahur dan berbuka puasa, jangan terlalu banyak makan. “Kalau sahur, bagusnya tetap ada karbohidratnya yang lebih berserat kayak nasi merah atau bubur gandum. Seratnya tinggi. Jadi, dilepasnya perlahan-lahan, sehingga kita tidak mudah lapar,” sambung dokter yang berpraktik di SlimGourment by European Slimming Centre, Jalan Iskandarsyah Raya No. 97, Jakarta Selatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain makanan berserat tinggi, Anda juga harus mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti ayam, daging, dan ikan. Tapi jangan digoreng. Lebih baik yang dikukus atau ditumis. Hindarilah makanan yang manis pada saat sahur karena dapat membuat tubuh cepat lapar. “Dan minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi seharian. Usahakan sahur jangan terlalu jauh dari waktu imsak,” imbuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat berbuka puasa, sebaiknya Anda tidak langsung makan dahulu dengan makanan yang ringan dan manis. Tapi jangan yang dingin, yang bersoda, yang asam dan bergas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seharian perut kita kosong. Kadar gula merosot jauh. Dan kita butuh yang manis yang cepat diserap, yaitu karbohidrat yang simpel. Kayak manis dari gula, teh manis, kurma. Kalau bisa, anget, kolak, candil dengan porsinya dikit aja,” terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah salat magrib baru Anda bisa makan makanan yang berat seperti nasi dan lauk pauk yang tepat. Di sini makanan yang harus Anda makan adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. “Kurangi yang asam kayak pempek, sambal terlalu pedas, minyak, dan santan. Jangan yang merangsang lambung. Kita cari yang safe karena kalau tidak beban lambung jadi dua kali lebih banyak. Lambung lebih berat kerjanya. Tetep banyak minum air putih,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang harus dihindari selama Ramadhan ini adalah makanan, buah-buahan, dan minuman yang mengandung gas dan beralkohol. “Semua buah gak masalah. Cuma kita cegah buah yang bergas dan alkohol kayak durian, tape singkong atau tape ketan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain memperhatikan pola makan, Anda juga tetap harus berolahraga. “Apalagi kalau sebelumnya dia udah rajin berolahraga. Yang penting, jangan terlalu berat. Kayak jogging, treadmill, bersepeda, berenang. Gak masalah. Kalau buka, kira-kira 1 jam. Abis itu, siap-siap untuk buka,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/5235227149438127388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/perhatikan-asupan-gizi-anda-selama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5235227149438127388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5235227149438127388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/perhatikan-asupan-gizi-anda-selama.html' title='Perhatikan Asupan Gizi Anda Selama Ramadan'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-3121067799617380222</id><published>2010-08-21T10:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:07:19.241-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><title type='text'>Manfaat Buah Kurma di Bulan Puasa</title><content type='html'>Kurma masuk sebagai salah satu bagian dari keluarga kelapa dan pinang yang dipercaya sudah dikembangkan sejak berabad-abad lalu. Proses pematangan kurma terdiri dari empat tingkat yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai kimri (buah mentah), khalal (buah muda, dengan tekstur renyah dan segar), rutab (buah matang dengan tekstur lunak), dan tamr (buah matang yang dikeringkan dengan bantuan matahari).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFXe9kxOf8LDWtp2MOMtTdFJBxQcc9UX1deUTgcp8T92ucHpy5Cn4vKIDDy1-_y0ext5kIqSUYf_muleyVHEiNSLAa72EtFcOISCJqqj5ULWAtqmiJqVhUD9mcvW9lVMLgYhrNctU6-twF/s1600/Manfaat+Buah+Kurma+di+Bulan+Puasa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFXe9kxOf8LDWtp2MOMtTdFJBxQcc9UX1deUTgcp8T92ucHpy5Cn4vKIDDy1-_y0ext5kIqSUYf_muleyVHEiNSLAa72EtFcOISCJqqj5ULWAtqmiJqVhUD9mcvW9lVMLgYhrNctU6-twF/s1600/Manfaat+Buah+Kurma+di+Bulan+Puasa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Manfaat Buah Kurma di Bulan Puasa&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kurma yang kita jumpai di Indonesia kebanyakan adalah kurma yang sudah berada dalam tingkat rutab dan tamr, dengan tekstur yang kering di bagian luar dan masih agak basah di bagian dalam. Selain dimakan sebagai buah, ternyata kurma dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti dalam masakan Tajines dari Maroko atau Ka’ak, semacam kue tradisional Arab. Kurma juga dibuat menjadi semacam selai yang disebut Ajwa. Bisa juga dibuat semacam madu untuk dicelup yang disebut sebagai Dib di Libia. Ada juga semacam sirup dari buah kurma yang dikenal dengan nama Jallab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain untuk bahan makanan, kurma juga dapat diolah sebagai bahan pengobatan. Karena kandungan tanin yang tinggi, kurma dapat membantu proses pembersihan dalam jalur pencernaan. Dalam bentuk sirup, kurma akan sangat membantu untuk meredakan radang tenggorokan, flu bahkan meredakan demam dan beberapa keluhan lain. Penduduk Timur Tengah juga percaya bahwa kurma akan membantu melawan mabuk alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Hadist disebutkan, sebaiknya kita berbuka dengan tiga butir kurma. Hasilnya? Rasa kenyang yang lain dari biasanya dan juga bahkan rasa haus akan tertunda. Mengapa? Kandungan gizi kurma yang luar biasa yang terdiri dari karbohidrat dalam bentuk gula, mineral, serat dan vitamin yang dikandung oleh kurma akan memenuhi kebutuhan gizi kita dalam waktu yang relatif singkat setelah disantap. Apalagi untuk tubuh dan kondisi fisik yang mulai menurun sehabis puasa. Asupan gizi kurma akan sangat membantu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Anda perlu mengetahui apa saja kandungan kurma yang bermanfaat bagi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu butir kurma kaya akan energi dalam bentuk hidrat arang (6,1 g), serat, potasium (54,3 mg), dan cukup zat besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu dua butir kurma sudah cukup mengganti energi yang berkurang saat puasa. Berdasarkan Data Primer Penelitian Puasa dan Kesehatan 1994 (Puasa dan Kesehatan, Dr dr H Wahjoetomo), perubahan kadar gula darah sebelum dan saat berpuasa relatif kecil (tidak bermakna).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potasium bermanfaat mengatasi kelelahan otot, juga menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko stroke. Seratnya baik untuk mengatasi sembelit. Tekstur serat pada kurma cukup halus, aman untuk lambung sensitif atau radang usus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi zat besi dan hidrat arang baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.rotene), nicotinamide, asam pantotenat dan vitamin B6. Lengkap bukan? Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendek kata, kurma akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh kita, apalagi pada saat berpuasa. Pada saat berbuka, kandungan gula sederhana berupa fruktosa dan glukosanya akan dapat segera diubah tubuh menjadi energi untuk melanjutkan kegiatan shalat tarawih dan kegiatan lain sebelum makan. Kandungan zat besi yang ada di dalam kurma juga akan membuat tubuh kita cepat “melupakan” rasa lelah yang menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiduran sampai tidak sempat memasak makanan sahur? Atau waktu yang ada sangat sempit untuk sahur? Solusi tercepatnya adalah dengan makan kurma! Kandungan gizi yang lengkap serta kalori yang cukup akan membantu kita selama berpuasa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/3121067799617380222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/manfaat-buah-kurma-di-bulan-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/3121067799617380222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/3121067799617380222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/manfaat-buah-kurma-di-bulan-puasa.html' title='Manfaat Buah Kurma di Bulan Puasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFXe9kxOf8LDWtp2MOMtTdFJBxQcc9UX1deUTgcp8T92ucHpy5Cn4vKIDDy1-_y0ext5kIqSUYf_muleyVHEiNSLAa72EtFcOISCJqqj5ULWAtqmiJqVhUD9mcvW9lVMLgYhrNctU6-twF/s72-c/Manfaat+Buah+Kurma+di+Bulan+Puasa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-4334731723889387100</id><published>2010-08-19T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:02:29.965-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Kehamilan"/><title type='text'>Dampak puasa terhadap janin</title><content type='html'>KHAWATIR akan kesehatan janin yang dikandungnya menjadi pertimbangan para ibu hamil saat menjalani ibadah puasa. Sebenarnya, apakah dampak puasa terhadap janin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Janin yang ada dalam kandungan, pada umumnya menjadi kekhawatiran bagi para ibu yang tengah hamil untuk menjalani rukun Islam yang keempat. Ada ketakutan tersendiri bagi mereka selama berpuasa kebutuhan si jabang bayi tidak akan terpenuhi. Alhasil, perkembangan janin pun akan terganggu. Seperti dikatakan Amalia, ibu rumah tangga yang kini sedang mengandung tiga bulan anak pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Sebenarnya sih enggak ada keluhan berarti, tapi saya takut bayi saya kesehatannya terganggu kalau saya puasa. Apalagi saya masih hamil muda, kata orang masih sangat rentan. Bayi usia segitu kan masih amat membutuhkan banyak asupan gizi,” ungkap Amalia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Maryani yang juga sedang hamil usia yang sama. Dia justru memilih berpuasa lantaran meyakini aman dan malah menyehatkan tubuh. ”Tapi, mungkin namanya ibu hamil rasanya sudah beda. Saya sekitar pukul 11.00 saja sudah terasa perut keroncongan. Ya namanya juga dua orang, tapi saya enjoy saja dan alhamdulillah belum bolong puasanya,” kata wanita yang akrab disapa Ani ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas apakah berpuasa aman bagi ibu hamil dan tidak mengganggu kondisi janin? Sejatinya, puasa tidak berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Karena amannya berpuasa ini, bahkan perempuan yang sedang hamil sekalipun tetap diperbolehkan menjalankan ibadah yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Puasa tidak memengaruhi kondisi janin yang berada di dalam kandungan, justru yang terpengaruh adalah kondisi ibunya sendiri apakah ia sehat selama menjalankan ibadah puasa atau tidak,” tutur Dr Laila Nuranna SpOG dari Bagian Obstetri dan Ginekologi RSCM. Hal ini karena bayi yang ada dalam kandungan tidak terpengaruh secara langsung berkaitan dengan kegiatan pola makan yang dilakukan sang ibu. Bayi yang berada dalam kandungan mendapat asupan makanan dari plasenta atau ariari lewat aliran darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Sebelumnya dengan dipompa terlebih dahulu lewat jantung, kemudian barulah disalurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilanjutkan Laila, berpuasa bagi ibu hamil banyak maknanya, bukan saja sekadar menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Lebih dari itu, puasa adalah sebagai sebuah media pelatihan bagi sang janin selama dalam kandungan. ”Dari sejak dalam kandungan sudah kita ajarkan berpuasa, tentunya kita berharap agar kelak ia menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua. Disadari atau tidak, ini ada kaitannya,” kata Laila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Laila, saat usia kehamilan berkisar antara empat sampai tujuh bulan, puasa tidak akan berpengaruh apa-apa. Pada masa itu biasanya kondisi kesehatan sang ibu sudah dalam taraf penyesuaian. Akan lain keadaannya apabila kondisi kehamilan ibu masih dalam taraf relatif muda. Pada masa ini biasanya ibu hamil sering merasa mual-mual dan terkadang berlanjut dengan muntah. Jika ibu hamil merasakan keadaan ini, Laila pun menyarankan untuk menghentikan dahulu kegiatan berpuasa. Yang penting, Lila menyebutkan, ibu hamil tidak memaksakan diri untuk berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping keluhan mual dan muntah, ibu hamil juga sebaiknya memutuskan puasanya apabila mengalami keluhan lain. Sebut saja mempunyai tekanan darah tinggi, kencing manis, ataupun gangguan pencernaan. Ibu hamil pun harus mengenali isyarat tubuh. Bila merasa sangat lelah, pusing, gemetaran, mual, dan demam yang merupakan gejala berkurangnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia), maka boleh saja membatalkan puasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil juga dibenarkan oleh dr Noroyono Wibowo yang juga dari RSCM. ”Bolehkah ibu hamil berpuasa, coba kita tanya lagi pada diri sendiri. Puasa itu siapa yang menyuruh? Tuhan. Disuruh kepada siapa? Orang beriman. Ya sudah terjawab kan. Masa Tuhan mau mencelakai umat-Nya yang tunduk pada perintah-Nya,” kata pria yang sering disapa Bowo ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa, menurut Bowo, sematamata hanyalah memindahkan waktu makan. Dari siang ke malam. Namun, selama berpuasa asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10-20 persen lemak. Hanya waktunya yang dipindah, semua asupan dipenuhi pada saat sahur, berbuka puasa, dan waktu antara berbuka dan sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Selama hamil, asupan kalori sangat diperlukan sebagai nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi, bagi ibu hamil, sebaiknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dimakan saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka hingga sahur,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpuasa bagi ibu hamil bukan hanya dapat dikerjakan bagi wanita hamil muda. Mereka yang tengah hamil tua pun dapat ikut menikmati keindahan berpuasa. Namun, perlu diketahui bahwa pada usia kehamilan lebih dari tujuh bulan biasanya janin memerlukan asupan makanan lebih banyak. Inilah yang menyebabkan si ibu terlihat sering lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Cara menyiasatinya di antaranya perbanyak minum, baik sewaktu sahur dan berbuka puasa untuk menambah cairan dalam tubuh,” kata Bowo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyangkut konsumsi cairan selama puasa itu, pada dasarnya puasa bagi ibu hamil sama dengan ibu menyusui. Sang ibu harus pandai-pandai memperbanyak cairan dalam tubuh ketika berbuka puasa atau sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/4334731723889387100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/dampak-puasa-terhadap-janin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4334731723889387100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4334731723889387100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/dampak-puasa-terhadap-janin.html' title='Dampak puasa terhadap janin'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-7506082739949160433</id><published>2010-08-18T09:58:00.001-07:00</published><updated>2011-06-02T09:59:38.009-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Olah Raga"/><title type='text'>Lancarkan Puasa dengan Olahraga</title><content type='html'>Siapa bilang berolahraga tidak dapat dilakukan saat menjalankan puasa. Dengan teknik yang tepat, olahraga justru bisa memperlancar puasa. Olahraga apa yang tepat dilakukan saat puasa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan lemas dan tidak bertenaga biasa terjadi pada bulan puasa. Belum lagi rasa kantuk yang terus menggelayut, tak jarang membuat orang enggan beraktivitas terlalu berat saat menjalankan puasa. Biasanya olahraga adalah aktivitas yang dihindari saat puasa. Alasannya selain menguras fisik, mereka juga takut olahraga akan membuat tubuh haus dan lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal justru sebaliknya, berolahraga saat berpuasa justru bisa membangkitkan semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Dikatakan spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Indonesia, dr Grace Tumbelaka SpKO, bahwa agar puasa tetap berjalan dengan lancar maka jangan pernah untuk memperhatikan dan menjaga kebugaran fisik. Nah, saat puasa sudah pasti jadwal makan pun berubah, misalnya dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat berbuka dan sahur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otomatis perubahan juga berdampak pada tubuh kita yang melakukan puasa,” tutur Grace dalam acara buka bersama yang diadakan Alchemmy Communication di Roemah Matraman, belum lama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grace menuturkan agar perubahan tidak berdampak negatif pada tubuh maka lakukan olahraga agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. Namun, tidak semua olahraga aman dilakukan saat puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya pilih jenis olahraga yang tepat dan waktu yang tepat, serta lamanya berolahraga. “Olahraga sangat dianjurkan saat berpuasa, terutama untuk mereka yang suka olahraga,” ucap dokter yang berpraktik sebagai konsultan Medis di Pertamina Pusat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari pertama bulan puasa misalnya, sebaiknya pilih jenis olahraga yang tidak membutuhkan aktivitas fisik yang berat. Sebagai gantinya, lakukan olahraga dengan porsi latihan atau aktivitas yang dimulai dari porsi yang ringan, dan sedikit demi sedikit atau dengan melakukannya secara bertahap. Selain itu, pilih jenis latihan yang tidak banyak melakukan loncatan. Mungkin olahraga yang bersifat aerobik seperti jogging atau treadmill bisa Anda pilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Intensitasnya adalah 60–80 dari maksimal yang biasa Anda lakukan saat berolahraga,” paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya jangan melakukan latihan beban, karena banyak menghabiskan energi. &lt;br /&gt;
Jangan memilih waktu berolahraga pagi atau siang hari. Kecuali hanya melakukan peregangan, di mana peregangan bisa dilakukan sehabis sahur atau kapan saja, karena olahraga ini bersifat ringan. Untuk olahraga yang cukup berat, lakukan sore hari menjelang berbuka. “Lakukan olahraga sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka,” saran dokter lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun olahraganya, maka lakukan semampunya, karena yang bisa menilai sejauh mana Anda kuat berolahraga adalah diri sendiri. Jika memang tidak kuat dari yang disarankan, jangan dipaksakan. Atau bisa juga dipantau dengan suatu alat khusus untuk berolahraga, jika sudah melampaui maka segera kurangi kadar berolahraga anda. Peregangan bisa juga dilakukan saat rasa kantuk menyerang di Anda sedang bekerja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan gerakan ringan, seperti peregangan yang bisa memperlancar aliran darah ke otot. Selain menghilangkan rasa kantuk, badan pegal atau kaku juga menjadi lebih lentur karena melakukan peregangan. “Lakukan peregangan minimal 10 hitungan untuk menghilangkan rasa kantuk saat bekerja selama berpuasa,” saran Grace. Peregangan bisa dilakukan kapan saja sepanjang waktu berpuasa, dan boleh dilakukan pada pagi hari setelah sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peregangan pun dilakukan dengan gerakan yang sederhana, seperti saat peregangan tubuh ketika akan memulai olahraga. “Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup saat berbuka terutama setelah berolahraga,” pesan Grace.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan air mineral sebanyak delapan liter sehari walaupun saat berpuasa tetap harus dipenuhi. Hal itu dikatakan Grace, berguna untuk melancarkan metabolisme tubuh. Empat gelas air putih saat sahur dan lima gelas air putih setelah berbuka sangat disarankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Michael Triangto SpKO dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta, mengatakan bahwa saat berpuasa, bukan berarti tubuh berhenti beraktivitas, terutama berolahraga. Jika olahraga tidak dilakukan, bisa saja menimbulkan dampak pada kesehatannya. Misalnya penurunan kadar Hb, berkurangnya kekebalan tubuh, serta masalah terhadap daya tahan jantung dan paru-paru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagi orang yang berpuasa, jenis kegiatan olahraga yang dilakukan memang berbeda dengan kondisi normal. Jadi, yang terpenting dilakukan adalah dengan memperhatikan olahraga yang tepat, di waktu yang tepat,” paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/7506082739949160433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/lancarkan-puasa-dengan-olahraga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7506082739949160433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7506082739949160433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/lancarkan-puasa-dengan-olahraga.html' title='Lancarkan Puasa dengan Olahraga'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-6658053485796189793</id><published>2010-08-18T09:58:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:58:48.452-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Kehamilan"/><title type='text'>Bumil Puasa, Bayi Lahir Berisiko Plasenta Kecil</title><content type='html'>Bulan Ramadhan telah dilalui sejak sepekan lalu. Banyak bumil bingung saat memutuskan apakah berpuasa dengan mempertimbangkan efek pada janin mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti Nick Ashton dari University of Southampton, Inggris, dan rekan-rekannya di King Saud University di Riyadh, Arab Saudi mengamati dampak puasa bagi ibu hamil. Mereka menganalisis catatan dari 7.000 bayi yang lahir di sebuah rumah sakit Saudi selama empat tahun terakhir, termasuk bumil yang puasa dan menjalani persalinan pada bulan Ramadan. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bumil muslim berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun bobot lahir bayi sama pada wanita Saudi yang berpuasa dan tidak berpuasa, plasenta bayi pada bumil yang telah berpuasa selama trimester kedua atau ketiga adalah 3 persen lebih ringan daripada berat plasenta rata-rata jika bayi yang lahir adalah laki-laki dan 1,5 persen lebih ringan jika bayi yang lahir adalah perempuan. Demikian seperti okezone lansir dari New Scientist, Rabu (18/8/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diketahui, anak-anak yang lahir dengan plasenta lebih kecil daripada rata-rata memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Meskipun terlalu dini untuk menyarankan apakah wanita hamil sebaiknya tidak berpuasa, Ashton mengatakan. &quot;Kelahiran berat tidak terpengaruh, yang tentunya berita baik, tetapi kita perlu melihat apakah plasenta kecil memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular pada anak-anak dalam jangka panjang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/6658053485796189793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/bumil-puasa-bayi-lahir-berisiko.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6658053485796189793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6658053485796189793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/bumil-puasa-bayi-lahir-berisiko.html' title='Bumil Puasa, Bayi Lahir Berisiko Plasenta Kecil'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-1508537289080446341</id><published>2010-08-16T09:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:57:53.835-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Tidur"/><title type='text'>Tidur Cukup Puasa Lancar</title><content type='html'>Perubahan dan kurangnya pola tidur di bulan puasa tak jarang menimbulkan kantuk di siang hari. Bagaimana menjaga pola tidur yang cukup agar puasa tetap khusyuk dan lancar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Firda Anastasia, 25, tidak berhenti menguap saat mengetik di depan layar komputernya di kantor. Sering juga dia menghapus air mata yang keluar dari matanya saat dia menguap. Bahkan sesekali dirinya ”rebahan” di meja kerjanya. ”Hmmm, kalau lagi puasa gini, enaknya tidur yah. Badan kayanya lemes banget ga mau ngapa-ngapain,” tutur karyawan swasta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya Firda yang mengalami keluhan tersebut, mengantuk sepertinya sudah menjadi kebiasaan hampir setiap orang saat menjalankan aktivitas puasa, terlebih lagi di siang hari.&lt;br /&gt;
Dikatakan oleh spesialis ahli di bidang tidur dari Sleep Disorder Clinic, Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, dr Andreas Prasadja RPSGT bahwa secara sadar seseorang yang sedang berpuasa mengalami perubahan pola tidur. Kurangnya waktu tidur dengan jadwal aktivitas yang tidak berubah pun tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Tanpa kita perhatikan, banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan, produktivitas, dan keselamatan berkendara jadi terganggu,” ucap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andreas mencontohkan, konsep kesehatan saat ini mengenali istilah ”Triumvirate of Health” yang digagas oleh Prof William Dement, bapak kedokteran tidur. Konsep ini mengedepankan optimalisasi kesehatan seseorang dengan memperhatikan tiga faktor, yaitu kebugaran fisik, keseimbangan nutrisi, dan kesehatan tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Ketiganya saling memengaruhi dan saling melengkapi,” kata dokter yang mendalami Sleep Medicine and Technologydi Universitas Sydney, Australia ini. Dia mencontohkan, misalnya saja olahraga yang rutin, akan memperbaiki kebiasaan tidur, dan tidur yang baik nantinya akan memperbaiki metabolisme kita. Begitu pula dengan tidur yang sehat, akan memberikan kebugaran fisik sehingga kita lebih aktif berolahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andreas menjelaskan, beberapa dampak dari berkurangnya waktu tidur bisa dirasakan, misalnya saja dapat meningkatkan berbagai keluhan fisik ringan namun mengganggu seperti sakit kepala, badan pegal-pegal, atau kelelahan. &lt;br /&gt;
Namun bagi mereka yang menderita hipertensi atau diabetes, maka berhati-hatilah. Sebab, kondisi ini menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah dan atau gula darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Untungnya, pada bulan puasa ini asupan makanan amat dibatasi, tapi tetaplah waspada pada saat berbuka nantinya,” pesan Andreas. Andreas juga berpesan untuk tetap menjaga asupan makanan saat berbuka. Pada malam hari setelah berbuka atau saat sahur tiba, sebab kondisi kurang tidur yang dialami akan mengganggu proses metabolisme. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain rasa kantuk, rasa lemas juga menjadi keluhan di bulan puasa. Rasa lemas ini diakibatkan tidak adanya asupan makan maupun minuman. Selain itu, rasa lemas juga bisa diakibatkan dari perubahan pola tidur yang juga dapat membuat rasa lelah dan sulit berkonsentrasi. ”Di awal puasa, ini menjadi tantangan tersendiri karena kita belum membiasakan diri dengan pola tidur baru. Setelah beberapa waktu, irama tubuh kita akan menyesuaikan,” ucapnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andreas berpesan, untuk sedikit menambah waktu tidur atau mengganti waktu tidur, maka ada baiknya memanfaatkan waktu di siang hari untuk tidur siang. Manfaatnya akan langsung terasa terutama bagi mereka yang aktif bekerja. Istirahatlah sejenak di waktu istirahat siang di kantor. Dengan begitu, satu siklus tidur akan tercapai dan kita akan bangun dengan rasa segar dan bugar. Setelah tidur sejenak, kemampuan konsentrasi, ketelitian, dan kreativitas akan kembali meningkat sehingga produktivitas pun kembali tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan tahukah Anda, bahwa tidur yang cukup akan menurunkan nafsu makan. Untuk itu, tidur siang sejenak akan lebih memudahkan ibadah puasa,” paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya beban utang tidur, dorongan kantuk pada jam istirahat siang tidak akan dapat dihindari. Untuk itu,Anda bisa lakukan tidur atau berbaring sejenak setelah salat. Jika memungkinkan, ada baiknya Anda siapkan alas untuk sekadar berbaring di belakang meja kerja.&lt;br /&gt;
Tidak lupa untuk menggunakan masker penutup mata juga menyalakan alunan musik yang lembut yang akan membantu tidur lebih pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus bagi pengendara, kesehatan tidur demi keselamatan berkendara sangat penting karena kemampuan berkendara sangat dipengaruhi oleh tidur yang sehat. Dengan perubahan jadwal tidur yang tiba-tiba, kemampuan konsentrasi dan refleks berkendara jelas menurun drastis. Belum lagi efek kantuk yang membebani mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Yakinkan diri Anda tidak mengantuk sebelum berangkat berkendara di pagi hari. Jika mengantuk, terutama di minggu awal bulan puasa, sebaiknya gunakan saja kendaraan umum,” saran Andreas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda kantuk mulai menyerang saat berkendara ialah menguap serta mengusap-usap mata yang terasa lebih berair. Jangan ambil risiko, parkirkan kendaraan dan tidurlah sejenak. Jika mengendarai sepeda motor, hentikan kendaraan dan bergerak-geraklah sebentar. Gerakan-gerakan senam ringan dapat memberikan kesegaran sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Sama halnya ketika Anda merasa terlalu mengantuk untuk mengendara pulang, maka tidurlah sejenak di kantor. Ini jauh lebih aman dibanding harus memaksakan diri pulang,” ujar dokter yang hobi bersepeda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan oleh dokter yang ahli dalam bidang olahraga, dr Grace Tumbelaka SpKO, bahwa untuk menghindari lemas dan kantuk pada saat puasa, bisa mengatasi dengan memanfaatkan waktu luang dengan tidur atau sebaiknya melakukan hal positif seperti olahraga ringan satu sampai dua jam sebelum berbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Jangan pernah begadang saat berpuasa,” saran dokter yang juga staf akademik FKUI ini.&lt;br /&gt;
Grace juga menyarankan untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, seperti jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula saat berbuka ataupun sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manfaatkan setiap waktu luang untuk membayar utang tidur. Bahkan di waktu senggang saat menanti waktu berbuka. Jika sempat, beristirahatlah sejenak. Tidur bukanlah tanda kemalasan, tapi justru langkah cerdas untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/1508537289080446341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tidur-cukup-puasa-lancar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/1508537289080446341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/1508537289080446341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tidur-cukup-puasa-lancar.html' title='Tidur Cukup Puasa Lancar'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-3106276878638644835</id><published>2010-08-11T09:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:56:49.682-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Bau Mulut"/><title type='text'>Periksa Gigi, Kebiasaan Shahnaz Haque Sambut Ramadan</title><content type='html'>Ramadhan telah tiba. Sebelum menyambut bulan suci ini, Anda pasti telah melakukan berbagai persiapan. Bila banyak ibu memilih menyesaki pasar untuk belanja kebutuhan puasa, presenter cantik Shahnaz Haque justru punya cara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebiasaan puasa, menjelang puasa pasti periksa ke dokter gigi. Tidak boleh ada gigi yang bolong. Karena, gigi yang bolong itu akan menyebabkan mulut jadi cepat bau. (Periksa gigi) untuk mencegah,” tutur pemilik nama lengkap Shahnaz Natasya Haque ini saat berbincang dengan okezone di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shahnaz yang memulai kariernya di dunia hiburan usai terpilih menjadi Putri Indonesia Favorit 1995 ini memang merupakan wanita yang disiplin memerhatikan kesehatan mulut. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga anak dan suami. Ia kerap memboyong Gilang Ramadan, sang suami, dan ketiga buah hatinya untuk mengecek gigi sebelum memasuki bulan puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enam bulan sekali pergi ke dokter gigi, plus menjelang Ramadan. Itu sekeluarga. Selain untuk menjaga kesehatan rongga mulut, juga untuk memenuhi standar ke dokter gigi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soal menyesuaikan diri dengan bulan puasa, Shahnaz mengaku tidak kesulitan. Pasalnya, ia terbiasa berpuasa sunah di luar bulan Ramadan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kaget kalau puasa pas bulan puasa, tapi enggak akan kaget kalau 11 bulan yang lain melatih puasa dengan puasa sunah. Masak malas banget, Senin Kamis enggak mau puasa. Kalau enggak mau, yang seminggu sekali aja,” katanya sembari tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan aktivitas olahraga harian. Shahnaz tetap melakukan olah tubuh meski tengah berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Olahraga jalan, waktunya pagi. Aku kan pagi siaran di radio Delta. Sebelum siaran, aku olahraga,” tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/3106276878638644835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/periksa-gigi-kebiasaan-shahnaz-haque.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/3106276878638644835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/3106276878638644835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/periksa-gigi-kebiasaan-shahnaz-haque.html' title='Periksa Gigi, Kebiasaan Shahnaz Haque Sambut Ramadan'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-2880737813208060821</id><published>2010-08-11T09:54:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:55:14.536-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Sehat Berpuasa"/><title type='text'>Strategi Tubuh Senantiasa Segar Selama Puasa</title><content type='html'>Puasa seharusnya tidak menjadi halangan bagi kita untuk menjalankan aktivitas harian. Dengan niat ikhlas, Anda bisa konsisten dan mudah menjalani hari sambil berpuasa. Untuk Anda, terdapat strategi membuat tubuh senantiasa segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa saja strategi tersebut? Berikut ulasan yang berhasil dirangkum okezone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sangat sederhana, tapi air justru sering dilupakan ketika adzan magrib berkumandang. Kebutuhan air tidak boleh Anda abaikan. Tidak harus air putih, kalau ingin variasi, Anda bisa mengonsumsi teh, susu, jus buah, koktail buah, ataupun kuah sayur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Idealnya, manusia minum 2 liter atau setara dengan 8 gelas air setiap hari. Angka kebutuhan tersebut dipicu oleh rata-rata pengeluaran urin orang dewasa, yakni sekira 1,5 liter per hari. Selain urine, air juga keluar melalui pernapasan, keringat, dan pergerakan usus. Adapun makanan hanya menyumbang 20 persen dari jumlah total yang diperlukan tubuh. Jadi, air yang Anda minum berfungsi menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perbanyaklah minum sebelum shalat tarawih, sesudahnya, dan saat makan sahur agar kecukupan air dalam tubuh Anda tetap di batas normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup kalori&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalori akan menghasilkan tenaga yang dibutuhkan untuk aktivitas. Dalam sehari, wanita membutuhkan kalori sekira 1900 kalori, sedangkan pria 2100 kalori. Saat berpuasa, tentunya Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut pada saat berbuka dan sahur. Oleh karena itu, pilihlah makanan alami agar makanan lebih mudah diubah menjadi kalori tanpa menghasilkan efek negatif bagi tubuh, seperti bahan pengawet dan zat kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pintar-pintarlah memilih makanan yang diasup. Makanan mengandung kadar gula tinggi, seperti soda, permen, cookies, cake, dan jus kemasan termasuk jenis asupan sebaiknya dikurangi. Pasalnya, semua jenis makanan tersebut masuk dalam jenis karbohidrat sederhana, dimana kemampuan penyerapan tubuh berlangsung lebih cepat saat makanan tersebut diproses dalam sistem pencernaan. Hasilnya? Perut Anda akan mudah merasa lapar kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, asupan karbohidrat memegang peranan penting saat Anda berpuasa. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, oatmel, dan kentang manis, sangat tepat untuk dikonsumsi saat sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, saat kebutuhan karbohidrat terpenuhi, otak manusia dapat memroduksi hormon serotonin untuk memastikan seseorang akan merasa segar sepanjang hari meskipun tengah berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makan secara bertahap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lapar karena seharian berpuasa bukan alasan untuk mengumbar nafsu makan saat berbuka. Perhatikan kebutuhan yang harus Anda penuhi, di antaranya karbohidrat 50-60 persen, protein 10-20 persen, lemak 20-25 persen, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, makanlah secara bertahap. Anda bisa mulai berbuka dengan makanan ringan atau minuman manis, seperti kolak pisang, kurma, atau teh manis. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap dan segera menaikkan kadar gula darah. Jadi, jangan terlalu banyak. Ada baiknya makanlah secara bijaksana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah shalat magrib, barulah konsumsi makanan pelengkap, terdiri dari nasi atau pengganti nasi, protein dari ayam, ikan, atau daging, tahu atau tempe, serat dari sayuran, dan lain-lain, bisa menjadi menu pilihan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah salat tarawih, Anda dapat makan camilan berupa buah-buahan segar, seperti apel, pir, jeruk, semangka, stroberi, melon, nanas, atau pepaya. Pembagian makan bisa Anda lakukan, misalnya 50 persen untuk berbuka, 10 persen setelah salat tarawih, dan 40 persen saat sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/2880737813208060821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/strategi-tubuh-senantiasa-segar-selama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/2880737813208060821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/2880737813208060821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/strategi-tubuh-senantiasa-segar-selama.html' title='Strategi Tubuh Senantiasa Segar Selama Puasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-5892157766874529443</id><published>2010-08-08T09:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:54:11.841-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Kehamilan"/><title type='text'>Tetap Fit Meski Bumil Berpuasa!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“BUMIL boleh puasa, nggak?” Pertanyaan ini mungkin kerap diajukan wanita hamil saat menyambut datangnya bulan puasa. Nah, agar lebih afdol, ikuti penjelasan dari dokter gizi, dr. Ekky M. Raharja, MS, SpGK dari RS Royal Taruma!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Jadwal Makan Bergeser&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau saat puasa tubuh tidak mendapat asupan makanan selama 14 jam, sebenarnya tak masalah. Pada kehamilan sehat, puasa tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi janin dan BuMil. “Asupan gizi selama berpuasa tidak berubah, hanya jadwal makannya yang bergeser,” ucap dr. Ekky.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menambah Kalori&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BuMil musti mengonsumsi makanan yang cukup bagi metabolisme tubuhnya, juga agar janinnya tumbuh sehat. Meski saat puasa, kita menumpuk 3 porsi makan (pagi, siang, malam) dalam 2 waktu makan saja - saat berbuka dan sahur - tidak dianjurkan BuMil menjadi kalap makan sebanyak-banyaknya dengan alasan porsi 2 orang. &lt;br /&gt;
Toh, tubuh bisa saja tetap lemas saat kembali berpuasa. Solusinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berilah tambahan kalori sebanyak 300-500 kalori dari kebutuhannya,” sambung dr. Ekky.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh, dari porsi makan biasa, BuMil dapat menambahkan 1 piring nasi (10 sdm/300kal) + daging 100 g (200 kal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aturlah Prosentase Makan Puasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah makan sahur, kok masih lemas?  Wah, pasti ada yang kurang diperhatikan dalam mengatur prosentase jadwal makan puasa. Kuncinya: 100 persen kebutuhan gizi tercukupi dalam sehari! Caranya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat Sahur, penuhi kebutuhan gizi sebanyak 40 persen. Lalu, 60 persen pemenuhan zat gizi lainnya, terbagi atas buka puasa (10 persen), makan malam - setelah salat Maghrib (40 persen), dan jelang tidur - sesudah salat Tarawih (10 persen)”, tip Dokter kelahiran Jakarta, 3 April 1948 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mom&amp;amp; Kiddie//ftr)Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/5892157766874529443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tetap-fit-meski-bumil-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5892157766874529443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5892157766874529443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/tetap-fit-meski-bumil-berpuasa.html' title='Tetap Fit Meski Bumil Berpuasa!'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-4201280972023483248</id><published>2010-08-04T09:52:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:53:01.338-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Sehat Berpuasa"/><title type='text'>Segar &amp; Fit di Bulan Puasa</title><content type='html'>Ingin tetap segar dan fit saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan? Yang terpenting harus dijalankan adalah mengonsumsi jenis makanan yang bergizi dan dengan pengolahan yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan puasa, bulan penuh berkah dan ampunan sudah di depan mata. Menjaga tubuh agar selalu sehat dan bugar ketika menjalankan puasa Ramadan akan memberikan kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya dan bila tiba Hari Idul Fitri kita akan kembali suci dan terbebas dari segala dosa. Apalagi, puasa juga terbukti memberi manfaat yang baik bagi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berpuasa, organ tubuh diberi kesempatan beristirahat. Pada saat organ beristirahat, sel dan jaringan tubuh melakukan regenerasi sehingga sel tubuh terus mengalami pembaharuan dan sel dalam jaringan tubuh yang terus mengalami pembaharuan menjadikan tubuh selalu segar dan bugar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, perubahan jadwal makan yang tiba-tiba pastinya akan membuat proses metabolisme tubuh juga berubah sehingga perlu penyesuaian di awal-awal bulan puasa. Normalnya, konsumsi makanan atau minuman menjadi bekal energi bagi tubuh selama kurang lebih lima sampai tujuh jam. Saat puasa konsumsi makan dan minum di kala sahur digunakan untuk bekal energi dan kebutuhan lain selama 16 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajar saja apabila saat menjalankan ibadah puasa, tubuh biasanya loyo, tidak bersemangat, dan wajah tampak kusut akibat kelelahan beraktivitas. Padahal, di bulan puasa aktivitas kehidupan dan pekerjaan sehari-hari tidak mungkin ditinggalkan. Karena itu, kita perlu upaya ekstra untuk menjaga tubuh tetap segar, fit, dan kuat sepanjang hari di bulan suci ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut ahli gizi dari Klinik Hang Lekiu Medical Center, dr Inayah Budiasti MS SpGK, agar tubuh tetap segar sepanjang berpuasa sehingga dapat beraktivitas dengan lancar perlu diperhatikan pengaturan pola makan yang sehat saat sahur. Artinya, kita harus memilih jenis dan proses pengolahan bahan makanan yang baik bagi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Jangan makan gorengan atau yang berasa asam, pedas, dan makanan bersantan,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis makanan yang digoreng memerlukan proses pengolahan di usus yang lebih lama. Padahal, cairan di dalam tubuh sangat minim. Seperti diketahui, setiap makanan yang masuk mengalami metabolisme menggunakan cairan dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi, lanjut dia, cairan tubuh semakin habis dan membuat badan lemas dan lesu. Memang, pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidak sebanyak hari biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa selalu mengonsumsi makanan bergizi, baik pada saat sahur maupun berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang harus diperhatikan adalah hidangan itu mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. ”Yang dianjurkan adalah konsumsi sayur bayam, sup ayam, pokoknya yang berserat dan berkuah,” tandas Inayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inayah mengungkapkan, makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah mampu menahan rasa lapar. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat. ”Buah-buahan juga sebaiknya beraneka ragam, sekitar tiga sampai empat jenis,” terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk porsinya, ujar dia, pilih yang sedang. Jangan sampai karena takut kelaparan, pada saat sahur Anda mengonsumsi makanan yang berlebihan. Yang harus diingat bukan jumlah takaran, tetapi proses pengolahan dan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh agar badan tetap fit sepanjang hari saat puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, kata Inayah, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari. Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah dehidrasi tubuh di siang hari, Anda juga dianjurkan banyak minum air putih pada malam hari yang dimulai sehabis buka. Hal ini berguna untuk mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh karena tubuh membutuhkan delapan gelas sehari. Apalagi, pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik, di ruangan terbuka maupun ber-AC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi penderita sakit lambung, makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mi, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang memiliki berat badan melebihi ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterol, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, dan es krim. Selain lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susu dan menghindari makanan yang sulit dicerna, seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya). Mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tubuh terasa loyo ketika berpuasa, Anda juga disarankan tidak malas berolahraga karena dengan berolahraga tubuh menjadi lebih fit. Memang ketika puasa ada perubahan waktu, misalnya intensitas olahraga sebelum puasa dilakukan tiga sampai empat kali seminggu, tapi di bulan puasa cukup dengan dua sampai tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang paling baik untuk olahraga, yakni menjelang berbuka. Karena setelah tubuh mengeluarkan keringat, tubuh kembali mendapat asupan berupa minuman atau makanan. Bagi yang tidak terbiasa melakukan olahraga, pada tahap awal penyesuaian sebaiknya melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki. Jangan terlalu memaksa untuk olahraga yang lebih berat, seperti aerobik atau lari karena kebugaran tidak bisa didapatkan secara instan. Akan lebih baik menambah porsi latihan secara bertahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/4201280972023483248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/segar-fit-di-bulan-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4201280972023483248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4201280972023483248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2010/08/segar-fit-di-bulan-puasa.html' title='Segar &amp; Fit di Bulan Puasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-6213983843620024266</id><published>2009-09-29T09:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:24:25.735-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Sariawan"/><title type='text'>Puasa Nyaman Tanpa Sariawan</title><content type='html'>Selama satu bulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa. Selama berpuasa, tubuh mengalami kekurangan cairan. Kalau sudah begitu, banyak &quot;masalah&quot; yang bisa muncul, antara lain, tenggorokan kering dan bibir pecah-pecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr Hendarto N, MARS, SpPD, dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa bercak putih agak kekuningan dengan permukaan yang agak cekung. Bercak itu dapat menyerang lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebetulnya sariawan ini tak berbahaya. Hanya saja memang cukup mengganggu,&quot; ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab dan Gejala. Banyak hal yang dapat menjadi pencetus terjadinya sariawan, seperti luka karena tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C, zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut, dan kondisi yang kurang sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari beberapa faktor pencetus yang ada, biasanya penyebab sariawan lebih identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin dapat mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi robek, yang akhirnya menyebabkan sariawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Umumnya sariawan itu ditandai dengan rasa nyeri, sehingga sulit untuk menelan makanan. Bahkan, jika sariawan itu semakin besar, akan membuat kita menjadi demam,&quot; ungkapnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor psikologis, seperti emosi dan stres, juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya sariawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sariawan yang menyerang di daerah sekitar mulut ini juga terdiri dari berbagai macam. Pertama, sariawan tipe minor, yaitu sariawan yang diameternya kurang dari 10 mm dan dapat sembuh dalam jangka waktu kurang dari 10 hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, sariawan yang diameternya lebih besar dari tipe minor dan proses penyembuhannya memakan waktu lebih dari tiga bulan. Terakhir, sariawan tipe herpetiform, yaitu sariawan yang bentuknya berupa bintil-bintil kecil yang banyak, seperti luka pada penyakit herpes yang tersebar di dalam mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gangguan sariawan ini dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan,&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sariawan ukanlah penyakit yang berbahaya. Juga bukan penyakit yang mudah diobati. Selama penyebab utamanya belum dihilangkan, sariawan akan terus menyerang. Bisa dalam jangka waktu harian, mingguan, bahkan tahunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sariawan sebenarnya dapat hilang secara alami tanpa bantuan obat-obatan, seiring bergantinya sel-sel kulit yang mati dan tidak diperlukan oleh tubuh. Biasanya dalam 2 minggu juga udah bisa sembuh,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama bulan puasa, biasanya sariawan mudah timbul karena kurangnya cairan dalam tubuh. Menurut dr Hendarto, untuk menghindari timbulnya sariawan selama bulan puasa, orang dianjurkan untuk minum lebih banyak air putih pada waktu sahur. Selain itu, obat-obatan untuk mengobati sariawan juga dapat digunakan asal sesuai dengan dosis yang dianjurkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sekarang ini kan banyak larutan. Itu juga bisa,&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pula obat yang secara khusus digunakan untuk mengobati sariawan, seperti obat oles, obat tetes, obat suntik atau pun dalam bentuk tablet dan kapsul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nantinya kalau pencernaan sudah mambaik dan bekerja seperti biasanya, metabolisme tubuh pun akan menjadi lancar dan secara otomatis sariawan yang merupakan sel-sel kulit yang terluka akan hilang dari tubuh dan akan menjadi jaringan sel kulit baru yang menggantikan posisi sebelumnya,&quot; terangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang menderita sariawan karena faktor strtes, ada baiknya mengatasi stres terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/6213983843620024266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/puasa-nyaman-tanpa-sariawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6213983843620024266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6213983843620024266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/puasa-nyaman-tanpa-sariawan.html' title='Puasa Nyaman Tanpa Sariawan'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-4092428535740482455</id><published>2009-09-29T09:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:23:33.970-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><title type='text'>Buah untuk Sahur dan Berbuka</title><content type='html'>Aneka buah dapat disantap utuh, diblender ataupun dibuat jus. Untuk keperluan sahur dan berbuka, kenali perbedaan cara menyantap buah yang sehat juga tepat. Seperti apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama bulan Ramadan, orang yang berpuasa umumnya mengalami perubahan, terutama terkait pola makan yang semula tiga kali sehari menjadi dua kali yaitu saat sahur dan berbuka. Demikian halnya jam makan yang tidak memungkinkan orang berpuasa Ramadan untuk makan dan minum sejak pagi hingga sore hari selama kurang lebih 14 jam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penurunan frekuensi makan dan minum menyebabkan metabolisme tubuh berkurang. Akibatnya, energi yang digunakan untuk mempertahankan kelangsungan kinerja fungsi organ tubuh pun ikut menurun. Idealnya, perhitungan persentase makan saat sahur dan buka haruslah memenuhi syarat gizi seimbang harian, yaitu 1.500-2.000 kalori untuk perempuan dewasa dan 1.800-2.500 kalori untuk laki-laki dewasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glukosa yang merupakan salah satu karbohidrat terpenting penghasil tenaga juga harus dikonsumsi secara seimbang. Lengkapi juga dengan sumber lain seperti protein dan lemak yang baik. Di samping itu, amatlah penting untuk mengedepankan konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat selama berpuasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Setiap hari, makanlah 10 macam buah dengan warna beragam. Juga 3 porsi sayuran,&quot; saran ahli gizi dari Semanggi Specialist Clinic Jakarta,Dr Samuel Oetoro SpG(K). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berpuasa umumnya akan mengalami beberapa perubahan fisiologis, misalnya terjadi penurunan kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh. Itulah sebabnya, saat berbuka dianjurkan makan-makanan yang manis supaya gula yang hilang cepat tergantikan. Makanan atau minuman yang disantap saat awal berbuka pun hendaknya tak sekedar manis, tapi juga sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat beduk magrib bertalu, kebiasaan langsung menyantap es cendol, kolak yang sangat legit, ataupun teh manis bergula banyak, menurut Samuel, kurang tepat. Sebabnya, kandungan gula dalam makanan tersebut cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan kadar gula berlebih, bahkan memicu diabetes. Untuk itulah, Samuel menyarankan alternatif paling tepat adalah dengan meminum jus buah yang kandungan airnya tinggi seperti apel, jambu, dan jeruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saat berbuka, jangan langsung makan buah utuh ataupun buah yang diblender. Yang terbaik, minumlah jusnya,&quot; ujarnya dalam talksow &quot;Sehat di Bulan Ramadan&quot; yang digelar Buavita dan Celebrity Fitness di Jakarta, beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Anda bertanya-tanya, tidakkah menyantap buah utuh lebih baik? Menurut Samuel, hal terpenting saat berbuka adalah selekasnya mengembalikan kadar gula ke posisi normal sehingga tubuh bugar kembali dengan cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau makan buah utuh ataupun buah yang diblender berarti masih banyak seratnya sehingga kadar gula akan lambat naiknya,&quot; jelas dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Samuel menambahkan, variasi jenis buah yang dikonsumsi perlu dilakukan agar elektrolit vitamin yang diperoleh lebih lengkap lantaran tidak ada satu buah pun yang komposisinya lengkap. &quot;Seusai minum jus, baru makan dengan gizi seimbang dan tidak tinggi lemak,&quot; katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber gula lainnya yang juga dianggap baik untuk disantap saat berbuka adalah kurma. Buah bernama latin Phoenix dactilyfera ini mengandung gula, kalium, magnesium, potasium sekaligus karbohidrat yang baik bagi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak masalah kalau saat berbuka langsung makan kurma dulu untuk mengisi glukosa yang turun,&quot; sebut Guru Besar Pangan dan Gizi dari IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan buka puasa, saat sahur orang dianjurkan menyantap jenis makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat sehingga menunda lapar lebih lama. Untuk keperluan ini, Anda disarankan menyantap buah yang masih segar dan utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Makanlah buah dengan seratnya. Kalau malas dimakan utuh, diblender saja. Gula dan serat pada buah ini akan diserap perlahan-lahan, sehingga kadar gula naiknya pelan dan turunnya juga pelan,&quot; papar Samuel. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diingat bahwa mengonsumsi buah merupakan elemen penting selama berpuasa. Untuk sahur, 15-30 menit setelah makan besar disarankan mengonsumsi buah-buahan segar seperti apel, pir, jeruk, dan jambu. Selain sebagai sumber vitamin dan mineral, buah juga kaya serat terutama di bagian kulitnya sehingga dapat membuat perut kenyang dalam waktu lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Makanan yang berserat membuat proses penyerapan glukosa lebih lambat dan tidak merangsang peningkatan insulin,&quot; sebut dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Samuel menyarankan untuk tidak menambahkan gula saat membuat jus buah segar. Kalaupun tetap ingin diberi gula, tambahkan sedikit saja. Hal ini diterapkan terutama bagi orang dewasa usia di atas 30 dan orang lanjut usia (lansia). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau pada anak dan remaja tidak perlu terlalu ketat karena sebenarnya pada usia tersebut umumnya tubuh masih mampu menetralisasi kelebihan gula dengan baik,&quot; kata dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terkait buah, bagi Anda para orangtua sebaiknya rajin memperkenalkan beragam buah pada anak sedini mungkin. Dengan begitu, pada masa mendatang si anak akan suka dan terbiasa menyantap buah, minimal satu macam buah sebagai pendamping makan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah seperti tomat dan mangga juga tinggi betakaroten yang bagus untuk menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan mata si kecil. Ali Khomsan mengatakan, buah baik bagi semua umur, termasuk lansia. Konsumsi buah saat berbuka dan sahur juga membantu meningkatkan asupan cairan sehingga mencegah dehidrasi saat puasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saat puasa biasanya tubuh lebih sedikit mendapat cairan yang mencukupi. Untuk itu, dianjurkan mengonsumsi buah-buahan berair seperti semangka, melon, dan jeruk. Kalau jeruk dirasa terlalu asam, bisa diganti yang lebih manis seperti apel dan pisang. Bagi penderita maag, sebaiknya juga lebih berhati-hati memilih makanan,&quot; pungkas Ali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/4092428535740482455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/buah-untuk-sahur-dan-berbuka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4092428535740482455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4092428535740482455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/buah-untuk-sahur-dan-berbuka.html' title='Buah untuk Sahur dan Berbuka'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-1044713396987117846</id><published>2009-09-29T09:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:22:35.643-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Menyusui"/><title type='text'>Puasa lancar, Menyusui Aman</title><content type='html'>Bolehkah ibu menyusui berpuasa? Boleh-boleh saja, asalkan si ibu kuat secara fisik dan mental dan bayi tidak kekurangan asupan ASI. Puasa ternyata tidak mengurangi komposisi dan kandungan ASI. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan seringkali menghampiri para ibu hamil dan menyusui saat bulan Ramadan tiba. Di satu sisi mereka tak mau melewatkan bulan penuh berkah tersebut dengan menjalankan ibadah puasa. Di sisi lainnya, mereka mempertimbangkan janin yang dikandung atau bayi mungil yang disusuinya. Akan berkurangkah asupan nutrisi bagi mereka saat si ibu puasa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinjau dari sisi kesehatan, ibu menyusui melakukan puasa memang sulit untuk memenuhi keseimbangan gizi dan kebutuhan energi yang memang lebih banyak. Namun, bukan berarti mereka dianjurkan tidak puasa. Dengan pola berbuka dan sahur yang benar mereka tetap bisa menjalankan ibadah puasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor Laktasi, Mia Sutanto menuturkan, sebenarnya tidak ada pantangan bagi ibu menyusui untuk berpuasa. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa. Ibu harus kuat secara fisik dan mental, kondisi kesehatan bayi dapat tetap terjaga, dan bayi tidak berkurang asupan ASI-nya sehingga berisiko kelaparan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Syarat-syarat tersebut harus terpenuhi apabila ibu yang sedang menyusui, tetap ingin melakukan puasa,&quot; tutur Mia yang juga merupakan Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi ibu yang menyusui bayi berusia di atas 6 bulan mungkin sudah bisa memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Karena bayi sudah mendapatkan MPASI (makanan pendamping ASI). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sehingga apabila memang terjadi penurunan produksi ASI sewaktu si ibu berpuasa, maka kebutuhan nutrisi dan gizi dapat tetap terpenuhi melalui tambahan asupan makanan,&quot; tutur Mia yang berpraktik konseling menyusui di The Jakarta Breastfeeding Center. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan ibu menyusui bayi berumur kurang dari 6 bulan. Dalam periode pemberian ASI eksklusif ini bayi benar-benar bergantung pada ASI, karena ASI merupakan satu-satunya sumber asupan si bayi. Ibu menyusui sebaiknya menimbang lebih matang. Jangan sampai puasa yang dilakukan sang ibu mengganggu sumber asupan tersebut. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sehingga memang untuk ibu-ibu yang masih mempunyai bayi berusia 0-6 bulan, tidak dianjurkan untuk berpuasa untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,&quot; pesan wanita yang juga disibukkan dengan profesinya sebagai direktur di PT Mitra Dua Sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila ibu dengan bayi berusia 0-6 bulan dan masih memberikan ASI eksklusif, dan si ibu memaksa untuk tetap berpuasa, Mia menyarankan kepada sang ibu agar selalu harus senantiasa mewaspadai beberapa hal. Beberapa hal yang mungkin terjadi di antaranya adalah ibu mengalami rasa lemas dan rasa lapar yang berlebihan. Produksi ASI juga rentan menurun sehingga bayi terkesan tidak pernah kenyang (misal menyusu terus-terusan, rewel dan lainnya). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selain itu, dimungkinkan bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang akibat asupan ASI yang kurang,&quot; paparnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi ibu menyusui yang memiliki bayi berusia di atas 6 bulan dan ibu menjalankan ibadah puasa, maka pola menyusui tetap sama, yang berubah tentu adalah pola makannya. Masih dikatakan oleh Mia, persiapan yang dapat dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan selain niat yang tulus dan ikhlas, juga persiapan fisik dan mental, persiapan dukungan dari anggota keluarga, rekan-rekan kantor, dan lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu menyusui juga harus mempersiapkan bayinya dengan cara mengajak bayi berbicara dan memberitahukan bahwa sang ibu akan melakukan ibadah puasa. &quot;Di mana hal itu juga diharapkan agar sang buah hati mau mendukung niat bundanya tersebut,&quot; ujarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi tiap ibu berbeda. Oleh karena itu, dikatakan Mia, bagi ibu-ibu yang sejak awal produksi ASInya memang pas-pasan, dan termasuk fluktuatif atau sensitif terhadap pengaruh faktor-faktor tertentu misalnya ibu sedang stres, maka kemungkinan apabila ia berpuasa, maka produksi ASI-nya akan terpengaruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bagi ibu menyusui yang tak bermasalah, puasa tetap bisa dijalankan. Mia berpesan bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa untuk tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tingkatkan asupan protein dan cairan atau minuman. Usahakan pola makan tetap 3x sehari, yaitu saat sahur, berbuka puasa dan setelah salat tarawih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jangan lupa untuk tetap memantau kondisi diri sendiri dan kondisi bayi tetap agar senantiasa sehat,&quot; pesan ibu dua anak ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga dikatakan oleh dokter anak dari Rumah Sakit Puri Indah Jakarta Barat, dr Jeanne Roos Tikoalu, SpA bahwa ibu harus cukup makan dengan gizi yang seimbang dan cukup konsumsi air saat tidak puasa yaitu antara waktu berbuka sampai sahur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bila ibu memiliki motivasi yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi bayinya, pasti ibu akan bisa tetap mempertahankan kegiatan laktasinya,&quot; ujar Jeanne. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, meski puasa, ibu harus tetap menyusui bayi secara rutin dan teratur. Dan saat puasa, bila ibu merasa haus dan tidak tahan untuk puasa dan menyusui, usahakan mempunyai cadangan ASI yang sebetulnya sudah bisa mulai ditabung sebelum bulan puasa tiba. Tetapi jika tidak memiliki cadangan ASI sebelum bulan puasa tiba, ibu dapat memeras ASI setiap kali selesai menyusui bayinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jangan lupa mencantumkan tanggal dan jam waktu pemerahan ASI cadangan tersebut dan gunakan ASI yang sudah disimpan terlebih dahulu,&quot; kata Jeanne.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jeanne mengingatkan, walaupun ASI yang keluar saat pemerahan hanya berjumlah sedikit, kandungan lemaknya cukup tinggi sehingga dengan jumlah sedikit sudah cukup dapat mengenyangkan bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komposisi ASI Tak Berkurang Selama Puasa &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimungkiri, saat puasa,cairan tubuh kita berkurang hingga 2-3 persen. Pada keadaan normal, ada mekanisme &quot;rasa haus&quot; yang mencegah kita dari kekurangan cairan. Namun, di saat puasa, secara otomatis otak mengatur agar pengeluaran cairan tubuh melalui air seni dan keringat dihemat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI-nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak, dan protein serta vitamin dan mineral dari simpanan tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktivitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/1044713396987117846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/puasa-lancar-menyusui-aman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/1044713396987117846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/1044713396987117846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/puasa-lancar-menyusui-aman.html' title='Puasa lancar, Menyusui Aman'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-5565239520112717376</id><published>2009-09-26T09:24:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:25:16.454-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Diabetes"/><title type='text'>Kontrol Gula Selama Berpuasa</title><content type='html'>Tak ada halangan bagi penyandang diabetes berisiko rendah untuk berpuasa. Kuncinya, tetap kontrol gula darah dengan baik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya diabetes, amankah berpuasa?&quot;. Pertanyaan semacam itu sangat umum dilontarkan penyandang diabetes alias diabetesi setiap kali Ramadan tiba. Sama halnya dengan pasien berpenyakit kronis lainnya, diabetesi yang ingin berpuasa juga dihantui rasa ragu dan khawatir bilamana penyakitnya memburuk. Keraguan ini cukup beralasan mengingat diabetes merupakan penyakit sistemik yang efeknya bisa mengenai seluruh tubuh, termasuk organ-organ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diabetes mellitus (DM) ditandai dengan tingginya kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Seseorang dikategorikan diabetesi bila kadar glukosa dalam darahnya melebihi 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di atas 200 mg/dl setelah dua jam makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkait puasa Ramadan, selama berpuasa individu memperoleh energi pertama dari makanan sahur dan selebihnya sumber energi dari dalam tubuh yang didapat dari pemecahan glikogen hati. Glikogen hati dapat menjadi sumber glukosa selama 12-16 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesialis Penyakit Dalam dari FKUI/RSCM Jakarta, Dr Dante Saksono H SpPD PhD, mengungkapkan bahwa saat berpuasa memang terjadi beberapa perubahan fisiologis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya terjadi penurunan kadar glukosa darah yang pada beberapa keadaan juga bisa memicu terjadinya hipoglikemia (kadar gula turun di bawah normal.Jika dibiarkan, efeknya bisa jadi yang bersangkutan tidak sadarkan diri dan tidak bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kebalikannya, saat berpuasa penyandang diabetes bisa juga mengalami hiperglikemi, yaitu kadar gula darah naik di atas normal,&quot; sebut Dante.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menegaskan, keinginan berpuasa harus disikapi dengan bijak oleh penyandang diabetesi dan hendaknya jangan memaksakan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Konsultasikan dengan dokter yang akan menentukan layaktidaknya Anda berpuasa. Selain itu, tidak boleh ada komplikasi. Kenali juga tanda-tanda yang mengharuskan Anda membatalkan puasa,&quot; saran dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memutuskan berpuasa, diabetesi hendaknya mengenali diri dan penyakitnya, apakah termasuk kategori risiko rendah, sedang, atau malah tinggi? Risiko rendah dialamatkan pada pasien yang diabetesnya terkontrol dengan diet, terkontrol dengan 1 macam obat dengan baik dan stabil, serta tidak ada komplikasi berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kategori kedua adalah pasien dengan risiko sedang. Pasien ini tinggal sendiri dan menggunakan insulin,sehingga dikhawatirkan bilamana terjadi hipoglikemi tidak ada orang lain yang mengetahui. Misalnya orang lanjut usia (lansia) yang tinggal sendiri, orang dengan pekerjaan berat, dan pasien yang memakai insulin sekali sehari, atau memakai obat oral kombinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dante mengungkapkan, kelompok risiko rendah umumnya masih aman berpuasa asalkan tetap melakukan penjagaan dan pemantauan kadar gula darah dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pun kelompok risiko sedang masih boleh melakukan puasa, tapi harus mendapatkan kontrol dari dokter dan rajin berkonsultasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagi pasien yang mengonsumsi lebih dari satu macam obat, dokter akan mengatur penyesuaian jadwal minum obatnya,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya adalah pasien diabetesi berisiko tinggi yang harus ekstra hati-hati. Mereka adalah penyandang DM tipe 1, menggunakan insulin dosis tinggi atau dalam jumlah banyak, mengalami sakit berat, sedang hamil, atau ada riwayat komplikasi berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok ini dianjurkan tidak berpuasa, atau kalaupun ingin berpuasa harus terkontrol dengan ketat oleh dokter. Hal penting yang harus senantiasa diingat oleh para diabetesi adalah membiasakan memonitor glukosa darah secara ketat, sebab glukosa darah dapat berfluktuatif secara cepat selama Ramadan. Begitu pula tanda dan gejala hipoglikemia dan dehidrasi penting untuk dikenali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Rajin-rajinlah memeriksa kadar gula darah. Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl sebaiknya segera berbuka saja,&quot; saran Spesialis Penyakit Dalam FKUI/RSCM,dr Reno Gustaviani R SpPD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilah-pilih Makanan Aman &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunci dari penanganan diabetes adalah kadar gula yang terkontrol. Hal ini tentunya harus didukung dengan pengaturan dan pemilihan makanan atau minuman yang tepat. Saat sahur misalnya, hindari menu yang dapat merangsang insulin bekerja keras seperti gula murni, gula tebu, cake yang manis, dan gorengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain makan berat, adakalanya orang yang berpuasa juga ingin ngemil,misalnya selepas salat tarawih sebelum tidur. Saat ini cukup banyak makanan ataupun minuman yang &quot;bersahabat&quot; bagi diabetesi, misalnya dengan melabeli sugar free ataupun rendah gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelabelan tersebut biasanya juga mengacu pada nilai Glycemic Index (GI). GI merupakan istilah pemberian peringkat bahan pangan dari nilai 0-100 berdasarkan kemampuannya untuk menaikkan kadar gula darah tubuh setelah mengonsumsi bahan pangan berkarbohidrat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut ahli gizi Prof Dr Made Astawan,makanan dengan nilai GI rendah sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan mengontrol gula darah serta berat badan. Nah, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan makan camilan (snacking habit), Made bersama timnya beberapa waktu lalu melakukan penelitian mengenai nilai GI pada beberapa jenis camilan yang beredar di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penelitiannya, bahan pangan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pangan dengan GI rendah (kurang dari 55); GI sedang (antara 55-70) dan GI tinggi (lebih dari 70) berdasarkan skala 0-100. Suatu bahan pangan yang dengan cepat menaikkan kadar gula darah sesaat setelah dikonsumsi berarti memiliki nilai GI tinggi. Sebaliknya, bahan pangan yang lambat menaikkan kadar gula darah setelah dikonsumsi, memiliki GI rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun camilan (snack) yang diteliti meliputi snack biskuit berbasis tepung terigu; snack bar berbasis tepung kedelai dan buah-buahan kering; snack berbasis cokelat; serta snack wafer berbasis campuran tepung terigu dan cokelat. Soyjoy, salah satu makanan berbentuk bar yang merupakan konsep baru dari Jepang turut diikutsertakan pada penelitian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Camilan sehat ini sepenuhnya terbuat dari tepung kedelai dan buah-buahan asli yang mengandung protein, serat, vitamin A, B, E, dan Isoflavon. Terkait GI, hasil penelitian Made dan timnya mengukuhkan Soyjoy sebagai salah satu camilan dengan nilai GI rendah, yaitu sebesar 25 dari skala 0-100. Selain itu, camilan praktis ini juga mengandung protein dan serat pangan tinggi serta kandungan gula dan daya cerna pati yang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/5565239520112717376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/kontrol-gula-selama-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5565239520112717376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/5565239520112717376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/kontrol-gula-selama-berpuasa.html' title='Kontrol Gula Selama Berpuasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-4513263933816046821</id><published>2009-09-25T09:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:26:44.894-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Maag dan Puasa"/><title type='text'>Berpuasa Bisa Sembuhkan Maag</title><content type='html'>Pola makan tidak teratur dan pengobatan yang salah dapat memperburuk penyakit maag (dispepsia). Dengan berpuasa Ramadan, keluhan maag justru bisa menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah? Bulan Ramadan datang hanya sekali dalam setahun.Tak afdal rasanya jika momen penuh berkah ini dilewatkan begitu saja. Bagi penderita maag, keinginan untuk menjalankan ibadah puasa acapkali dihantui keraguan, akankah berpuasa memperburuk kondisi maag? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maag berasal dari bahasa Belanda yang artinya lambung. Rasa mual, mulas, perih, kembung kerap diidentikkan sebagai gejala khas maag atau dalam istilah kedokteran disebut dispepsia. Mereka yang terkena sindrom dispepsia umumnya mengeluhkan rasa tidak nyaman, nyeri atau perih di sekitar ulu hati, yang disertai rasa mual ingin muntah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, penderita maag biasanya juga merasakan kembung, cepat kenyang, sering sendawa, mulut terasa pahit dan nafsu makan menurun. Keluhan-keluhan tersebut terutama timbul jika mengenai saluran cerna bagian atas, termasuk kerongkongan, mulut, lambung sampai usus dua belas jari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadinya gangguan pada lambung biasanya disebabkan tidak terkendalinya produksi asam lambung. Tak jarang, asam lambung yang meluap lantas naik sampai ke mulut sehingga menimbulkan rasa asam pada mulut. Saat berpuasa, terutama 6-8 jam setelah puasa, perut yang kosong menyebabkan asam lambung meningkat sehingga memicu gejala sakit maag. Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan dalam menjalankan ibadah puasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Staf Divisi Gastroenterologi FKUI/RSCM dr H Ari Fahrial Syam SpPD K-GEH MMB mengungkapkan, terdapat dua kategori dispepsia alias penyakit maag, yakni dispepsia organik dan dispepsia fungsional. Menurut Ari, dispepsia organik bisa disebabkan radang tenggorokan, tukak pada lambung atau usus 12 jari, serta adanya tumor atau polip. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber potensial lainnya adalah infeksi kuman Helicobacter pylori, adanya gangguan di saluran empedu atau pankreas, penyakit hati, diabetes, serta konsumsi obat-obatan. Seseorang dinyatakan dispepsia organik manakala hasil pemeriksaan lengkap seperti rontgen dan endoskopi mengindikasikan adanya kelainan lambung, usus 12 jari, radang, tumor, dan batu empedu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Orang dengan dispepsia organik yang belum diobati dianjurkan tidak berpuasa, terutama jika ada tanda bahaya,&quot; ungkap Ari seraya menyebutkan tanda-tanda bahaya dimaksud. Yakni pucat, berat badan turun, muntah darah dan/atau buang air besar hitam, tidak bisa menelan, dan mereka yang terkena dispepsia pertama kali pada usia di atas 45 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, kabar baik datang bagi penderita dispepsia fungsional. Menurut Ari, sekitar 80 persen kasus dispepsia bersifat fungsional, yaitu setelah dilakukan endoskopi dan pemeriksaan penunjang lainnya tidak ditemukan adanya gangguan. Nah, orang dengan dispepsia fungsional biasanya justru bisa sembuh dengan berpuasa Ramadan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Puasa itu ditujukan untuk menjadi sehat. Dengan berpuasa, pola makan justru menjadi teratur, sehingga orang yang sakit maag pun bisa merasa lebih baik,&quot; tutur Ari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, Ari menegaskan bahwa pada umumnya penderita sakit maag dapat berpuasa terutama jika sakit maagnya hanya gangguan fungsional. Sedangkan pada pasien dengan sakit maag kronis perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dulu. Kalaupun tetap ingin melaksanakan puasa, biasanya dokter tetap menganjurkan minum obat sehingga tidak terjadi efek yang merugikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Ari menambahkan, dispepsia fungsional disebabkan adanya gerakan dari lambung yang berkaitan dengan sistem saraf di lambung. Pemicunya adalah pola makan tidak teratur, kebiasaan makan camilan berlemak, minum kopi atau minuman bersoda sepanjang hari, dan merokok. Selain itu hal-hal yang bersifat psikologis seperti stres fisik maupun mental, juga sangat berperan dalam timbulnya gangguan pada lambung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat fungsi otot lambung yang kurang baik dan dinding lambung yang terlalu sensitif, ketika lambung meregang sedikit saja biasanya penderita langsung merasakan ketidaknyamanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baru makan sedikit saja sudah terasa kembung,&quot; timpal rekan sejawat Ari di FKUI,Dr H Dadang Makmun SpPD KGEH. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengubah pola makan dan menghindari menu makanan yang merangsang produksi asam lambung berlebih merupakan upaya pencegahan sekaligus &quot;pengobatan&quot; alami bagi pasien dispepsia fungsional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, konsep pemberian makanan untuk penderita gangguan lambung adalah mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit tapi sering. Namun, hal ini tentunya sulit dijalankan pada keadaan berpuasa karena kita harus menahan diri untuk tidak makan dan minum selama 14 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hal terpenting adalah, hindari makanan dan minuman yang memperberat sakit maagnya. Selain itu sakit maagnya harus dievaluasi dan diobati sesuai kelainan yang didapat,&quot; ucap Ari yang senantiasa mengingatkan pasien sakit maag untuk tidak makan berlebihan saat sahur ataupun berbuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, stres sebagai salah satu faktor pencetus umumnya akan mereda saat berpuasa. &quot;Inti dari puasa adalah pengendalian diri, termasuk emosi. Sehingga, faktor risiko stres pada orang sakit maag justru berkurang,&quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/4513263933816046821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/berpuasa-bisa-sembuhkan-maag.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4513263933816046821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/4513263933816046821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/berpuasa-bisa-sembuhkan-maag.html' title='Berpuasa Bisa Sembuhkan Maag'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-6206341352003435140</id><published>2009-09-24T09:29:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:29:54.258-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Puasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa untuk Usia Lanjut"/><title type='text'>Lansia Boleh Puasa, Asal Makan Sehat, Bergizi, &amp; Seimbang</title><content type='html'>Bagi lansia, puasa justru memberi banyak manfaat, seperti menurunkan kolesterol jahat, kolesterol total, trigliserida, dan asam urat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAGI orang muda yang masih segar bugar, berpuasa 14 jam tidaklah masalah. Namun, bagaimana dengan kakek-nenek yang sudah lanjut usia (lansia). Cukup bijakkah membiarkan mereka berpuasa? Siapa pun tak dapat menghindar dari penuaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang telah berusia setengah abad atau lebih, harus sudah siap dengan segala perubahan menjelang datangnya masa lanjut usia (lansia). Menurut UU No 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Pada periode usia tersebut, biasanya terjadi peningkatan gangguan organ dan fungsi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran, banyak lansia yang mengalami gangguan kesehatan atau komplikasi penyakit. Dalam dunia kedokteran terdapat istilah pasien geriatri. Hal ini mengacu pada pasien lansia yang memiliki banyak penyakit dan harus mengonsumsi banyak obat, dengan gejala dan tanda penyakit yang acap kali tidak khas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanda lainnya adalah penurunan fungsi organ tubuh, gangguan status gizi, dan masalah psikososial. Semua kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas hidup sehari-hari si pasien. Terkait puasa, spesialis penyakit dalam FKUI/RSCM Jakarta, dr Reno Gustaviani R SpPD, berpandangan bahwa keputusan untuk berpuasa Ramadan adalah pilihan religius yang diniatkan dari hati masing-masing individu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang paham makna Ramadan, puasa tidak akan dianggap sebagai beban, melainkan berkah. Dengan berpuasa 14 jam per hari, organ tubuh terutama pencernaan diberi kesempatan beristirahat dan jumlah kalori yang masuk pun berkurang sekitar 12-15 persen. Pembatasan kalori ini dapat meningkatkan kesehatan secara umum dan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit. Selain itu, jumlah radikal bebas dalam tubuh menyusut, dan sebaliknya antioksidan meningkat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Penelitian pada lansia menunjukkan bahwa berpuasa dapat menurunkan kolesterol jahat, kolesterol total, trigliserida dan asam urat. Selain itu, tidak pernah ditemui adanya penyakit serius selama puasa Ramadan,&quot; tutur konsultan Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, DR Dr Siti Setiati SpPD KGer Mepid. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati sudah uzur, semangat para lansia untuk berpuasa tak kalah dibanding orang muda. Survei skala kecil yang dilakukan di poliklinik Geriatri RSCM bulan Agustus 2008 mengungkapkan, 83,3 persen pasien lansia geriatri tetap berpuasa Ramadan sebulan penuh. Mereka mengaku memperoleh manfaat sehat dengan berpuasa, misalnya membuat badan lebih segar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Penyakit pada lansia bisa bersumber dari stres yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Dengan berpuasa, emosi lebih terkendali dan orang cenderung lebih pasrah sehingga daya tahan tubuh pun membaik,&quot; tutur wanita yang akrab disapa dokter Ati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menegaskan, lansia ataupun geriatri aman untuk berpuasa asalkan kondisinya stabil, penyakitnya terkontrol dan tidak ada infeksi akut. Adapun lansia yang tidak bugar, berpenyakit akut atau memiliki penyakit kronis degeneratif yang tak terkendali (semisal hipertensi), serta lansia yang sedang menjalani terapi lewat injeksi, disarankan untuk tidak berpuasa. Pada lansia yang berpuasa, hal utama yang patut diperhatikan adalah asupan cairan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasalnya, saat seorang lansia berpuasa memang terjadi beberapa perubahan fisiologis maupun psikologis. Selain mudah timbul rasa lelah, lemah dan bingung, biasanya cairan tubuh juga menurun (semula 60 persen menjadi 45-50 persen). Begitu pun rasa haus berkurang sehingga asupan cairan lewat aktivitas minum ikut berkurang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya, lansia berisiko mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan. Sayangnya, para lansia memang terkadang suka bersikap &quot;ajaib&quot;. Tak jarang mereka menampakkan keengganan berkomunikasi, banyak tidur, sedikit minum, sedikit kencing, terkadang hilang nafsu makan atau tiba-tiba menjadi pendiam. Tanda-tanda ini harus dipahami dan diwaspadai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Setiap anggota keluarga lainnya harus peka dan memantau secara aktif, terutama dalam hal minum harus selalu diingatkan sehingga si lansia terhindar dari dehidrasi. Penelitian menunjukkan, puasa tidak menyebabkan gangguan fungsi ginjal selama asupan cairan terpenuhi. Bagi lansia yang minum obat, jangan lupa tetap diminum obatnya,&quot; saran Ati seraya menyebutkan jumlah cairan yang harus diminum per hari, yakni 30-50 cc per kilogram berat badan atau sekitar 8-10 gelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya adalah menu makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur, ataupun selama rentang waktu antara keduanya. Dr Ahmad Jalaludin dari RSIA Muhammadiyah Jakarta Selatan mengingatkan, saat berbuka lansia tidak dianjurkan makan langsung banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Setelah buka puasa sebaiknya juga jangan langsung tidur untuk memperlancar pencernaan,&quot; tutur Ahmad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga tetap berperan penting memantau asupan makanan pada lansia yang tinggal bersamanya. Misalnya lantaran terlalu tekun beribadah atau zikir, si lansia jadi lupa makan atau minum sehingga harus terus diingatkan atau bahkan disuguhkan langsung di hadapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, bila lansia makan berlebih atau mengonsumsi jenis makanan yang kurang tepat bagi kesehatannya, keluarga juga harus memperingatkan dan memberi pengertian. &quot;Isi perut yang berlebihan merupakan awal munculnya berbagai penyakit. Makanlah makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang,&quot; pungkas Ati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/6206341352003435140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/lansia-boleh-puasa-asal-makan-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6206341352003435140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/6206341352003435140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/lansia-boleh-puasa-asal-makan-sehat.html' title='Lansia Boleh Puasa, Asal Makan Sehat, Bergizi, &amp; Seimbang'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-8841643965309834239</id><published>2009-09-24T09:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:28:53.415-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menu Sahur dan Buka"/><title type='text'>Sereal, Menu Sahur untuk Buah Hati</title><content type='html'>Sereal, sepintas makanan ini lekat dengan hidangan yang disukai anak-anak. Bila disantap dengan susu, rasa gurih dari sereal berpadu dengan manis serta lembutnya susu membuat anak-anak suka untuk mengonsumsinya ketika sarapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, bila buah hati sudah belajar berpuasa, tidak usah bingung menyiapkan menu sahur untuknya. Makan sahur sama halnya dengan sarapan, hanya saja waktu makannya maju beberapa jam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sereal bisa menjadi pilihan menu sahur untuk buah hati. Namun, Anda juga bisa menyantapnya bila malas mengonsumsi makanan berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dilihat dari kandungan gizi di dalamnya. Sereal juga memenuhi gizi cukup untuk memasok energi seharian ketika Anda berpuasa. Selain itu, ternyata makanan kering berwarna-warni ini bisa turut pula menyehatkan badan lho!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian yang dilakukan oleh National Weight Registry Amerika Serikat melaporkan, sebanyak 90 persen partisipan turun 15kg dalam satu tahun karena mengkonsumsi sereal ketika sarapan, seperti yang dikutip dari Google.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya itu saja, hasil penelitian lainnya dari Harvard University menemukan bahwa konsumsi sereal secara rutin ketika sarapan dapatÂ  mengurangi risiko terjangkit diabetes hingga 34 persen. Pasalnya, kandungan serat di dalam sereal dapat mencegah diabetes. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, sereal juga mengandung karbohidrat, protein, mineral, phytochemical, serta vitamin B kompleks. Konsumsi sereal juga disinyalir dapat menjaga kerja organ tetap maksimal. Kandungan protein dari susu, juga membuat tulang lebih kuat. Sehingga, si buah hati memiliki cadangan energi yang cukup sampai saat berbuka tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihlah sereal yang memiliki kandungan gula rendah. Dan hidangkanlah dengan potongan pisang serta strawberry. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya membuat lebih nikmat, namun perut juga akan terasa kenyang lebih lama. Karena pisang mengandung tiga jenis gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam strawberry dapat mencukupi sokongan vitamin C yang banyak untuk perkembangan anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Varian rasa dari cokelat, jagung, vanilla, sampai sereal rasa plain sepertinya bisa Anda coba untuk menu santap sahur berikutnya. Bagaimana, tertarik mencicipi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/8841643965309834239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/sereal-menu-sahur-untuk-buah-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8841643965309834239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/8841643965309834239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/sereal-menu-sahur-untuk-buah-hati.html' title='Sereal, Menu Sahur untuk Buah Hati'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-274599047680136502</id><published>2009-09-22T09:27:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:27:55.162-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Sembelit"/><title type='text'>Anda Sembelit Saat Menjalankan Puasa?</title><content type='html'>Jika saat berpuasa Anda mengalami sembelit. Puasa pun menjadi tidak nyaman. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya sembelit pada saat berpuasa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan makan dan minum selama seharian tak jarang mebuat orang berniat `balas dendam` ketika berbuka puasa. Semua makanan yang dihidangkan dilahap habis tanpa tersisa. Akibatnya, perut dipenuhi oleh makanan dan minuman yang melampaui kapasitas. Nah, disinilah awal mula konstipasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara berbuka puasa yang salah itu membuat tubuh terlampau banyak menyaring makanan. Padahal, selama berpuasa tubuh sedang kekurangan cairan. Alhasil, sisa metabolisme dalam tubuh menumpuk dan mengeras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mengakibatkan konsistensi feses menjadi tak seperti biasanya, lebih keras dan padat. Konsistensi atau bentuk feses yang seperti itulah yang nantinya membuat Anda merasa kesulitan bahkan kesakitan saat buang air besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, bagaimana caranya agar terhindar dari konstipasi dan bebas sembelit saat berpuasa? Berikut beberapa tip yang bisa Anda coba :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbanyak Air Putih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini hal yang tidak mudah Anda lakukan ketika berpuasa. Jika pada hari biasa Anda kurang cairan, pastinya bisa menambahkannya dengan minum air atau makan makanan yang mengandung banyak air. Namun, ketika sedang berpuasa, Anda tidak boleh makan atau minum. Apalagi di siang hari? Bisa-bisa puasa Anda batal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, agar Anda tidak mengalami dehidrasi (kurang cairan), perbanyaklah minum air saat berbuka puasa. Dianjurkan pula setelah menjalankan ibadah shalat Tarawih dan setelah santap sahur. Pada ketiga waktu tersebut setidaknya Anda dapat memasukan 2 liter asupan air ke dalam tubuh. Usahakan saat sahur tubuh mendapat pasokan air yang cukup. Karena air yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi pertahanan Anda selama sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan Berserat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali makanan yang tersedia saat menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu, Anda harus jeli memilih makanan yang akan dijadikan santapan berbuka puasa. Ingat, makanan yang banyak mengandung serat akan sangat membantu Anda terhindar dari konstipasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serat banyak terdapat pada buah seperti kol, brokoli, jagung, kacang polong, kacang hijau, serta kacang-kacangan pada umumnya. So, mulai saat ini jangan hanya makan nasi dengan lauk pauk seperti daging atau ikan saja. Pilihlah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan serat Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan Olahraga Secara Teratur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski berpuasa, bukan berarti Anda berhenti berolahraga. Ada baiknya Anda melakukan beberapa gerakan olahraga pada saat menjelang berbuka puasa. Tak harus olahraga berat, beberapa olahraga ringan akan efektif menghindarkan Anda dari sembelit. Kalau Anda tipe orang yang mudah mengeluarkan cairan tubuh (berkeringat), berjalan kaki atau naik turun tangga selama beberapa menit cukup untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan Tunda BAB (Buang Air Besar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu ini adalah faktor yang paling sering menyebabkan sembelit. Kebiasaan menunda akan menyebabkan timbunan sisa metabolisme menjadi memadat. Sehingga lebih keras dari kondisi normal. Pada bulan Ramadhan tidak ada aturan khusus yang melarang Anda BAB di siang hari. So, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda BAB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurangi Kafein&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi hal yang mesti Anda perhatikan. Kurangi konsumsi kafein saat berpuasa. Apakah itu dari kopi yang biasa Anda minum atau dari makanan ringan yang mengandung kafein. Zat ini bisa merangsang syaraf sehingga otak akan terpacu terus untuk bekerja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kafein juga memaksa organ tubuh lain untuk bekerja ekstra. Alhasil, proses metabolisme pun meningkat. Meningkatnya metabolisme megakibatkan sisa metabolisme semakin meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/274599047680136502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/anda-sembelit-saat-menjalankan-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/274599047680136502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/274599047680136502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/anda-sembelit-saat-menjalankan-puasa.html' title='Anda Sembelit Saat Menjalankan Puasa?'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9115618524407621997.post-7506048738129627834</id><published>2009-09-22T09:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T09:25:57.416-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa dan Bau Mulut"/><title type='text'>Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa</title><content type='html'>Bau mulut menjadi problem yang biasa dialami saat puasa.Jangan sampai problem ini mengganggu puasa dan aktivitas Anda .Nah,bagaimana cara mengatasinya? Bulan puasa telah tiba.Anda pun sudah bersiap-siap menjalankan dengan khusyuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,bagaimana dengan bau mulut yang selalu menghampiri saat puasa? Inilah yang membuat Anda merasa tak percaya diri,apalagi bila harus berkomunikasi dengan banyak orang. Mungkin tidak aneh lagi bagi kita untuk merasakan sesuatu yang tidak sedap menghampiri mulut saat kita sedang menjalani kewajiban berpuasa selama 14 jam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pertanyaan pun muncul, mengapa bau tak sedap pada mulut, menyerang saat kita berpuasa? Gigi putih bersih, senyum menawan, serta napas segar adalah dambaan sebagian masyarakat modern dewasa ini. Namun, apabila bau mulut atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah halitosis terjadi, bisa-bisa menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut merupakan gerbang masuknya makanan menuju tubuh dan menjadi gerbang keluarnya udara dari dalam tubuh, di samping memiliki fungsi yang sangat aktif dalam bersosialisasi seharihari. Setiap hari kita tersenyum, tertawa,dan berbicara dengan melibatkan organ ini; dan saat berpuasa, keterlibatannya pun tidak kalah penting. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter gigi dari Dharmawangsa 8 Dental Care, drg Aditya Pribadi SpOrtho, menjelaskan bahwa apabila dikaitkan dengan puasa, penyebab utama bau mulut karena lambung yang kosong dalam waktu yang lama dapat merangsang timbulnya aroma yang kurang sedap, yang kemudian keluarkan melalui rongga mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu,berkurangnya produksi air liur (saliva) karena berkurangnya rangsangan makanan yang masuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saat saliva berkurang,bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut,&quot;ujarnya. Bau mulut saat puasa merupakan keluhan yang normal dijumpai. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa kita hindari. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga agar mulut kita tetap bersih dan napas terasa segar selama berpuasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan data yang disebutkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI),pada dasarnya bau mulut disebabkan tiga faktor utama. Faktor pertama yaitu dari dalam mulut.Faktor di dalam mulut sendiri karena ada gigi berlubang, banyak pelak atau karang gigi, serta gigi rusak bahkan sampai menjadikan gigi busuk karena dibiarkan atau tidak dirawat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor kedua datang dari luar mulut.Faktor dari luar mulut,tetapi masih dari saluran napas atau cerna, atau penyakit umum lainnya. Peradangan atau penyakit pada bagian-bagian ini menyebabkan hal serupa seperti pada faktor yang pertama.Sebagai contoh,penyakit tuberkulosis (TBC paru) menyebabkan bau mulut agak amis, diabetes menyebabkan bau mulut seperti aceton (cairan pembersih cat kuku) Faktor ketiga adalah konsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan bau setelah beberapa jam mengonsumsinya,misalnya petai, kopi, atau minuman keras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian menunjukkan 85-90% penyebab bau mulut disebabkan adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Selain itu, sisa makanan yang tertinggal di mulut dapat menyebabkan bau mulut. Ada ratusan spesies bakteri tinggal di mulut kita,dan sebagian besar dari mereka mencerna protein sehingga menghasilkan senyawa yang mengandung belerang yang mudah menguap dan menimbulkan bau mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aditya menyarankan selama bulan puasa memberikan perhatian ekstra dengan menyikat gigi dua kali sehari pada waktu yang tepat, yakni setelah makan sahur dan malam sebelum tidur.Hindari tidur setelah makan sahur dengan kondisi gigi dan mulut yang masih ada sisa makanan,dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selain itu, ada baiknya juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi sebelum memasuki bulan suci Ramadan,&quot; saran Aditya. Brand Manager Pepsodent PT Unilever Indonesia Amalia Sarah Santi mengatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa sangat diperlukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini untuk mengenali dan menemukan solusi tepat untuk kebutuhan kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa. &quot;Dengan solusi yang tepat, menjalankan ibadah puasa pun akan lebih terasa nyaman,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: www.lifestyle.okezone.com</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/feeds/7506048738129627834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/cegah-bau-mulut-saat-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7506048738129627834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9115618524407621997/posts/default/7506048738129627834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sehat-berpuasa.blogspot.com/2009/09/cegah-bau-mulut-saat-berpuasa.html' title='Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa'/><author><name>Dokter Eva</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02706447834351021618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>